Ketetapan Hati Dan Nasihat bagi Petobat Muda

dokumen-dokumen yang mirip
MERAYAKAN SABAT. Menemukan Peristirahatan di Dunia yang Tidak Pernah Beristirahat BRUCE A. RAY. Copyright momentum.or.id

P e r a n g. Kata-kata

KECANDUAN. Copyright momentum.or.id EDWARD T. WELCH. Sebuah Pesta dalam Kubur. Temukan Harapan dalam Kuasa Injil. Penerbit Momentum 2007

PANGGILAN MISI MENEMUKAN TEMPAT ANDA DALAM RANCANGAN ALLAH BAGI DUNIA INI M. DAVID SILLS

DARI IMAN KEPADA IMAN

Penghiburan. Orang Percaya

SUPREMASI ALLAH DALAM KHOTBAH

Relasi. Kekusutan yang Layak Dihadapi. Tim Lane dan Paul Tripp

FIRMAN ALLAH AKAL BUDI MANUSIA. dan. Copyright momentum.or.id. Ronald H. Nash. Penerbit Momentum 2008

KEHIDUPAN KRISTEN. Copyright momentum.or.id S INCLAIR B. FERGUSON. Sebuah Pengantar Doktrinal. Penerbit Momentum 2007

DOKTRIN YANG SULIT MENGENAI KASIH ALLAH

DASAR-DASAR IMAN KRISTEN

MEMANDANG PERSPEKTIF BARU

MENJADIKAN SEGALANYA BERMAKNA

Konseling dalam Komunitas DAVID POWLISON

Bagaimana Orang Berubah. Timothy S. Lane & Paul David Tripp

PENGINJILAN dan KEDAULATAN ALLAH J.I. PACKER. Penerbit Momentum Copyright momentum.or.id

IA BERIKAN KITA KISAH-NYA

Copyright momentum.or.id

YESUS KRISTUS JURUSELAMAT DUNIA

Bimbingan Ilahi bagi Setiap Orang Kristen. selangkah. Demi. selangkah. James C. Petty. P e n e r b i t M o m e n t u m

Air Mata. Pernikahan

LIMa POKOK CALVINISME

PENGUDUSAN EMOSI. Tufqifo!Upoh! Copyright momentum.or.id

RENCANA ALLAH. Utz ANDA J. I. PACKER. Copyright momentum.or.id PENERBIT MOMENTUM 2004

hidup yang Berlimpah di dalam Allah

Mutiara kehidupan kristen

TAKHTA KRISTUS DALAM KELUARGA

Copyright momentum.or.id

DIRANCANG bagi KEMULIAAN

Tafsiran Matthew Henry. Kitab. Mazmur 1-50 MOMENTUM

SEGALA SESUATU UNTUK KEBAIKAN KITA

yang kepada Copyright momentum.or.id SINCLAIR B. FERGUSON

SEMESTA PEMIKIRAN JAMES W. SIRE. Sebuah Katalog Wawasan Dunia Dasar. Copyright momentum.or.id. Penerbit Momentum 2005

LANGKAH-LANGKAH MENUJU PERTUMBUHAN ROHANI

ALLAH TRINITAS. Dalam Alkitab, Sejarah, Theologi, dan Penyembahan ROBERT LETHAM

DOGMATIKA REFORMED JILID 1: PROLEGOMENA HERMAN BAVINCK. Editor Umum Edisi Bahasa Inggris John Bolt

MENDENGAR SUARA TUHAN

RENUNGAN KITAB 1Timotius Oleh: Pdt. Yabes Order

LANGKAH-LANGKAH MENUJU PERTUMBUHAN ROHANI

Allah Sedang Berkarya

Bagaimana dan Kapan. Memberitahu Anak Anda. Copyright momentum.or.id. STANTON L. dan BRENNA B. JONES

Pertanyaan Alkitabiah Pertanyaan Bagaimanakah Orang Yang Percaya Akan Kristus Bisa Bersatu?

Gal.6:1-5. Ev. Bakti Anugrah, M.A.

Bagaimana Berjalan Dalam Roh Bagian ke-3

Musuh dalam Diriku. Copyright momentum.or.id. Pembicaraan Terus Terang mengenai Kuasa dan Kekalahan Dosa. Penerbit Momentum 2004

Apakah otak. Dipersalahkan?

Ditetapkan untuk Menghasilkan Buah

PERINTAH YESUS DITURUTI (KISAH 2) contoh orang yang secara tepat menuruti pengaturan Yesus.

Gereja. Tubuh Kristus HIDUP BARU BERSAMA KRISTUS

Seri Kitab Wahyu Pasal 11, Pembahasan No. 2, oleh Chris McCann. Selamat malam dan selamat datang di Pemahaman Alkitab EBible

Membentuk Hati Mendidik Akal Budi

MEMBERITAKAN INJIL DENGAN UTUH. Pembinaan Calon Pemimpin Kelompok Kecil UPEMKIP

Kolose. 1 1 Dari Paulus, rasul* Kristus Yesus

PENGINJILAN I. PENTINGNYA VISI DAN MISI PENGINJILAN DALAM GEREJA LOKAL

MENGAPA KITA HARUS BERBAHASA ROH? Bagian ke-1

R a t a p a n bagi S e o r a n g P u t r a

Baptisan. Mencuci Bersih Dosa HIDUP BARU BERSAMA KRISTUS

Hari Pertama Kerajaan Kristus Bagi Gereja-Nya Bagi Dunia Kita Hari Kedua Doakan Yang Menyatukan Bagi Gereja-Nya Bagi Dunia Kita Hari Ketiga

Surat Roma ini merupakan surat Paulus yang paling panjang, paling teologis, dan paling berpengaruh. Mungkin karena alasan-alasan itulah surat ini

MENEMUKAN KEHENDAK ALLAH

Tahun C Hari Minggu Biasa III LITURGI SABDA. Bacaan Pertama Neh. 8 : 3-5a

Gereja Lokal Sebagai Sarana Bertumbuh 1 Korintus 12:12-20

Pertanyaan Alkitab (24-26)

KEBENARAN SEDERHANA untuk yang BARU PERCAYA. (Pertanyaan dan Jawaban)

PELAYANAN ANAK. PELAYANAN ANAK Sesi 1: Menjangkau Anak-anak

DUA KELAHIRAN BARU. Halaman Anak-anak Allah Yang Hidup Sinclair B. Ferguson

1Pet.5:1-4; Yeh.34:1-6; Yoh.10:11. Pdt. DR. Stephen Tong

Hidup dalam Kasih Karunia Allah 2Kor.6:1-10 Pdt. Tumpal Hutahaean

Surat-surat Am DR Wenas Kalangit

Seri Kitab Wahyu Pasal 11, Pembahasan No. 1, oleh Chris McCann. Selamat malam dan selamat datang di Pemahaman Alkitab EBible

Diberikan Allah dengan senang hati.

Membangun Wawasan Dunia Kristen

PL1 : TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; U : Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.

Allah dan Pelayan-Pelayan-Nya 1Tim.3:1-13 Ev. Calvin Renata

S1 = SEMBAH PUJI & DOA SYAFAAT Sembah Puji (20 Menit) 2 Lagu Pengagungan; 2 Lagu sesuai tema Firman Tuhan (silakan pilih 2 lagu berikut):

Pembaptisan Air. Pengenalan

Ikutilah Yesus! Pelayanan Orang Kristen. Bagian. Sastra Hidup Indonesia

Pernikahan Kristen Sejati (2/6)

TOPIK 2 = PEMBINAAN REMAJA & PEMUDA

Bekerja Dengan Para Pemimpin

Siapakah Yesus Kristus? (4/6)

VISI KEBUTUHAN PENERJEMAHAN ALKITAB DI INDONESIA DAN DI SELURUH DUNIA. Roger E. Doriot 1

-AKTIVITAS-AKTIVITAS

LITURGI MINGGU GEREJA KRISTEN INDONESIA JATIMURNI MINGGU, 23 JULI 2017 Tema: ALLAH SANG PENYABAR JEMAAT BERHIMPUN

Basuh Kaki. Mendapat Bagian dalam Tuhan HIDUP BARU BERSAMA KRISTUS

Gereja Menyediakan Persekutuan

BAHAN SHARING KEMAH. Oktober VISI & MISI GPdI MAHANAIM - TEGAL. Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi dan melayani Tuhan dan sesama

MEMPERBAHARUI PIKIRAN KITA

Kitab. Kolose & Filemon. Bertambah Teguh dalam Kristus. Perjalanan Iman bersama Mike Raiter

SEJARAH SINGKAT CAI GAO ORANG KRISTEN REFORMED PERTAMA DI TIONGKOK

Mengampuni dan Menerima Diri Sendiri 1

1 1 Dari Paul, Silwanus, dan Timotius.

BERDOA MENGGUNAKAN BAHASA ROH

MELAYANI GEMBALA ANDA. Richard W. DeHaan

Gereja untuk Apa? Ef.1:1-14. Pdt. Andi Halim, S.Th.

Jika Allah hanya peduli pada kegiatan keagamaan,

Seri Kedewasaan Kristen (6/6)

A. JEMAAT BERHIMPUN TATA IBADAH MINGGU, 30 APRIL 2017 (MINGGU PASKAH III) BERELASI DENGAN TUHAN YESUS KRISTUS

Filipi. 1 1 Dari Paulus dan Timotius, hamba. Salam

Transkripsi:

Ketetapan Hati Dan Nasihat bagi Petobat Muda ( Jonathan Edwards Pengantar dan penyunting oleh Stephen J. Nichols Penerbit Momentum 2005

Ketetapan Hati dan Nasihat bagi Petobat Muda Oleh: Jonathan Edwards Pengantar dan Penyunting: Stephen J. Nichols Penerjemah: The Boen Giok Editor: Irwan Tjulianto Pengoreksi: Jessy Siswanto dan Irenaeus Herwindo Tata Letak: Djeffry Desain Sampul: Ricky Setiawan Editor Umum: Solomon Yo Originally published in English under the title, Jonathan Edwards Resolutions And Advice to Young Converts Copyright 2001 by Stephen J. Nichols Translated and printed by permission of Presbyterian and Reformed Publishing Co. P.O. Box 817, Phillipsburg, New Jersey 08865, USA. All rights reserved Hak cipta terbitan bahasa Indonesia 2005 pada Penerbit Momentum (Momentum Christian Literature) Andhika Plaza C/5-7, Jl. Simpang Dukuh 38-40, Surabaya 60275, Indonesia. Telp.: +62-31-5472422; Faks.: +62-31-5459275 e-mail: momentum-cl@indo.net.id Perpustakaan Nasional: Katalog dalam Terbitan (KDT) Edwards, Jonathan, 1703-1758. Ketetapan hati dan nasihat bagi petobat muda/jonathan Edwards, pengantar dan penyunting oleh Stephen J. Nichols, terj. The Boen Giok cet. 1 Surabaya: Momentum, 2005. 67 hlm.; 11 cm. ISBN 979-3292-13-X 1. Kehidupan Kristen Karya-karya Awal hingga Tahun 1800. 2. Kaum Muda Kehidupan Rohani Karya-karya Awal hingga Tahun 1800. 3. Pertumbuhan Rohani Karya-karya Awal hingga Tahun 1800. 2005 248.4 858 dc21 Cetakan pertama: September 2005 Hak cipta dilindungi oleh Undang-Undang. Dilarang mengutip, menerbitkan kembali, atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apa pun dan dengan cara apa pun untuk tujuan komersial tanpa izin tertulis dari penerbit, kecuali kutipan untuk keperluan akademis, resensi, publikasi, atau kebutuhan nonkomersial dengan jumlah tidak sampai satu bab.

Daftar Isi ( Daftar Ilustrasi 6 Pengantar 7 Ketetapan Hati 29 Nasihat bagi Petobat Muda 49 Daftar Bacaan Lebih Lanjut 64

Daftar Ilustrasi ( 1. Jalan Utama, Northampton, tahun 1786 11 2. Jonathan Edwards Memorial 38

Pengantar ( BUKLET INI MERUPAKAN gabungan dari dua naskah unik karya rohaniwan Kristen terkemuka di Amerika dari zaman kolonial, Jonathan Edwards. Naskah pertama bertajuk Ketetapan Hati (Resolutions) yang ditulisnya pada periode 1722 1723. Tatkala menuliskan ketujuh puluh ketetapan hatinya itu, Edwards sedang dalam proses menyelesaikan studi dan pelatihan kependetaannya, serta sedang bersiap siap untuk menunaikan panggilan hidupnya. Ia memanfaatkan kesempatan untuk sejenak merenungkan bagaimana dan seperti apa kehidupan yang hendak dijalaninya kelak. Dengan cara khas yang kelak akan menandai seluruh perjalanan karirnya, ia mengambil penanya dan pada saat saat teduh yang diluangkannya dari harinya yang sibuk menyusun sejenis pedoman, sebuah sistem

8 PENGANTAR ( evaluasi yang akan dipakainya untuk merencanakan kehidupannya relasinya, pembicaraannya, hasratnya, aktivitasnya. Singkat kata, melalui ketetapan ketetapan hatinya tersebut Edwards seakan akan hendak menasihati dirinya sendiri. Naskah kedua yang bertajuk Nasihat bagi Petobat Muda (Advice to Young Converts) juga tidak jauh berbeda dengan naskah pertama. Naskah ini juga berisi sejumlah nasihat kepada orang muda, namun dituliskan dalam bentuk sebuah surat. Dan Edwards, yang ketika itu telah bertambah bijaksana, mendapat panggilan untuk membimbing orang lain. Sekalipun tidak seluas cakupan Ketetapan Hati, surat ini pun memuat sejumlah besar nasihat dan pemikiran untuk dapat mencapai hidup Kristen yang berkelimpahan. Surat tersebut ditulis pada sebuah periode yang menakjubkan dari zaman kolonial dan zaman Edwards hidup, periode yang dikenal sebagai masa Kebangunan Besar (the Great Awakening), yang berlangsung sekitar tahun 1740 1742. Dalam surat tersebut, Edwards menuliskan sembilan belas pokok pikiran untuk dijadikan bahan pe

) PENGANTAR 9 renungan oleh Deborah Hatheway. Surat tersebut bukan sekadar menawarkan sejenis nasihat sesaat bagi Deborah, tetapi juga nasihat permanen bagi generasi selanjutnya. Sebagaimana kesimpulan seorang pakar baru baru ini, surat tersebut telah menjadi sebuah karya klasik Kristen. Tak satu pun dari kedua karya tersebut yang naskah aslinya masih bertahan. Sekalipun demikian, kedua naskah tersebut telah direproduksi dan dicetak ulang secara luas selama kurun waktu tiga abad ini. The American Tract Society telah menyebarluaskan beratusratus ribu salinan naskah bertajuk Nasihat bagi Petobat Muda sepanjang abad ke 19, sementara naskah bertajuk Ketetapan Hati telah mengalami pencetakan ulang sepanjang tahun 1700 an. Kedua naskah tersebut telah diproduksi ulang dalam bentuk buklet ini bagi generasi baru petobat muda, dengan revisi minimal untuk menyempurnakan tata bahasanya, dengan harapan agar kata kata Edwards ini terus dipakai oleh Allah untuk meneguhkan kita dalam mengarungi kehidupan Kristen kita.

10 PENGANTAR ( Toko toko buku masa kini telah dibanjiri dengan berbagai buku pedoman (how to). Namun demikian, nasihat Edwards kepada Deborah Hatheway dan dirinya sendiri, tetap memiliki kelas tersendiri. Nasihat Edwards yang lugas dan alkitabiah menolong kita untuk bangkit dan mengembalikan fokus kita kepada Kristus dan firman Nya sebagai satusatunya penuntun bagi langkah hidup kita. Kehidupan Jonathan Edwards Terlahir pada tanggal 5 Oktober 1703, Jonathan Edwards dibesarkan dalam sebuah keluarga pendeta di East Windsor, Connecticut. Pada usia 13 tahun, ia menempuh pendidikan di Yale, meraih gelar sarjana muda pada tahun 1720 dan gelar masternya pada tahun 1723. Pada periode tahun 1722 1723 ia menggembalakan sebuah gereja Presbiterian di kota New York, sebelum kemudian kembali ke Yale untuk menjadi tenaga pengajar selama beberapa tahun ajaran. Pada tahun 1727 ia memenuhi panggilan untuk melayani sebagai

) PENGANTAR 11 Gambaran mengenai Jalan Utama, Northampton, Massachussets, 1786. Gambaran oleh Maitland de Gorgoza

12 PENGANTAR ( pendeta pembantu di Northampton Congregational Church di Massachusetts. Setelah wafatnya Solomon Stoddard, Edwards mengemban jabatan pendeta di Northampton pada tahun 1729 hingga tahun 1750. Dalam kurun waktu tersebut, ia telah berperan sebagai katalis bagi serangkaian kebangunan rohani pada pertengahan tahun 1730 an maupun Kebangunan Besar yang terjadi pada tahun 1740 1742. Ia juga mempublikasikan sejumlah khotbah dan eksposisi, termasuk karyanya yang bertajuk Risalah mengenai Afeksi Religius (A Treatise Concerning Religious Affections) * pada tahun 1746. Melalui berbagai khotbah dan karya tulisnya, Edwards segera memperoleh reputasi internasional sebagai pendeta, theolog, dan intelektual paling terkemuka di koloni tersebut. Ironisnya, Edwards dibebastugaskan dari mimbar gereja Northampton pada tahun 1750. Ia kemudian pindah ke Stockbridge, sebuah kota perbatasan di Massachusetts, di mana ia melayani sebagai pendeta di sebuah pos peng * Suatu versi ringkas telah diterbitkan dengan judul Pengalaman Rohani Sejati (Surabaya: Momentum, 2003).

) PENGANTAR 13 injilan bagi Suku Asli Amerika Mohawk dan Mohican. Ia terus menulis, mempublikasikan sejumlah karyanya seperti Kebebasan Kehendak (Freedom of the Will, 1754) dan Dosa Asal (Original Sin, 1758). Sebuah dewan sekolah yang mengelola College of New Jersey cikal bakal Princeton University sekarang ini meminta kesediaan Edwards untuk menjadi rektor. Pada tahun 1758, Edwards menyatakan kesediaannya untuk memangku jabatan tersebut. Namun hanya beberapa bulan sesudahnya, ia menderita sakit akibat reaksi negatif dari vaksin cacar yang disuntikkan ke dalam tubuhnya, hingga akhirnya meninggal dunia pada tanggal 22 Maret tahun itu juga. Edwards meninggalkan 11 orang anak dan 72 orang cucu, serta mewariskan sejumlah karya tulis yang sebagian besar di antaranya diterbitkan setelah kematiannya. Melalui berbagai karya tulisnya ini Edwards terus menggenapi panggilan kekalnya untuk menggembalakan gereja Tuhan.

14 PENGANTAR ( Ketetapan Hati Edwards menghabiskan sebagian besar waktu hidupnya di Connecticut River Valley. Semenjak ia dilahirkan pada tahun 1703 hingga tahun 1750, ia terus menerus tinggal di sekitar Connecticut River, baik di Connecticut maupun Massachusetts, kecuali untuk masa beberapa bulan pada tahun 1722 1723. Jonathan muda meninggalkan rumah dan kampung halamannya demi menjawab panggilan untuk melayani sebuah gereja kecil Presbiterian di kota New York. Tugas pelayanannya yang baru itu menempatkan dia di sebuah wilayah yang kemudian dikenal sebagai jalan Broad dan Wall. Petualangan bukanlah hal yang asing bagi Edwards. Ketika menjadi mahasiswa di Yale, ia pernah beberapa kali berpindah tempat mengikuti institusi tempatnya belajar itu, bukan hanya karena Yale belum menemukan tempat yang permanen, namun juga untuk menghindari bentrokan dengan tentara yang pada akhirnya terlibat konflik dalam Perang Tujuh Tahun (Seven Years War) itu. Maka Edwards yang ketika itu berusia 19 tahun men

) PENGANTAR 15 dapati dirinya berada di lingkungan yang baru, situasi yang baru, dan tanggung jawab baru yang lebih berat. Saat dihadapkan pada tantangan yang baru itu, Edwards mengikuti pola yang selama ini dilakukannya dan terbukti berhasil mengasah kehidupannya memutuskan untuk kembali menulis. Sebagaimana kaum Puritan yang menjadi para pendahulunya, Edwards memulainya dengan menulis sebuah buku harian (diary) yang dimaksudkannya untuk menjadi jendela bagi jiwa dan akal budinya yang terdalam, sebagai sarana untuk mengevaluasi relasinya dengan Kristus dan mengontrol kondisi spiritualnya. Ia pun mulai menulis serangkaian pedoman, bukan sekadar untuk mengevaluasi kehidupannya, namun sekaligus juga merumuskan tujuan hidupnya. Pada dasarnya, berbagai karya tulisnya itu berfungsi sebagai pernyataan misi pribadinya. Edwards membuka karya tulisnya yang bertajuk Ketetapan Hati itu dengan sebuah kalimat pengakuan: Saya tidak mampu melakukan apa pun tanpa pertolongan Allah. Ia terbukti telah menjadi siswa berprestasi saat me

16 PENGANTAR ( nempuh pendidikannya di Yale, lulus dengan nilai tertinggi ketika meraih gelar sarjana mudanya, dan kembali menjadi yang terbaik saat meraih gelar masternya. Meski sedemikian berbakat, cerdas, dan kompeten di bidangnya, Edwards tetap saja menyadari kebergantungan mutlaknya pada Allah, dan inilah yang menjadi inti bagi sejumlah pokok bahasan dalam Ketetapan Hati. Tanpa bermaksud merasionalisasi kebutuhannya akan pertolongan, Edwards sepenuhnya menyadari bahwa segala hal yang dapat dilakukannya untuk memperkenan Allah atau segala prestasi yang mungkin dicapainya itu semata mata merupakan karya Allah yang telah berkenan bekerja di dalam dirinya. Meski demikian, Edwards juga mengakui perlunya ia mendisiplinkan diri. Saat membaca Ketetapan Hati, Anda tidak mungkin tidak menangkap tekad Edwards untuk mengontrol setiap aspek kehidupannya. Semangat ini mewarnai seluruh karya tulisnya itu. Tidak ada satu aspek pun yang terluput dari perhatiannya. Ia memperhatikan semuanya, mulai dari hal makan dan minum hingga berbicara, dari hal berdoa dan membaca Alki

) PENGANTAR 17 tab hingga relasinya dengan keluarga, dari kehidupan rohaninya hingga hasratnya yang terdalam tidak ada satu hal pun yang tidak dibongkarnya. Menuruti ajaran Rasul Yakobus, Edwards bahkan juga memperhatikan lidah, bagian tubuh yang kecil namun memiliki peran yang begitu penting itu. Edwards menyadari bahaya yang dapat ditimbulkan oleh lidah dan masalah besar yang dapat diakibatkannya, dan ia menuliskan sejumlah resolusi sehubungan dengan pengendalian bagian tubuh yang sulit dijinakkan ini. Ketetapan Hati juga menyingkapkan tekad Edwards untuk membawa setiap aspek kehidupannya ke bawah kuasa ketuhanan Kristus dan menyandarkannya ke dalam kuasa kedaulatan Allah. Orang Yunani kuno mengenal istilah summum bonum atau kebajikan tertinggi. Istilah tersebut bermakna bahwa sekalipun ada banyak kebajikan yang untuknya seseorang layak hidup, namun ada satu di antaranya yang terbaik, yang tertinggi, yang mengatasi semua kebajikan lainnya. Bagi Edwards, secara umum, pertanyaan pertama dalam Katekismus Westminster secara tepat mengena

18 PENGANTAR ( pada jawaban itu. Kebajikan tertinggi yang layak dilakukan oleh setiap manusia atau dalam bahasa katekismus disebut sebagai tujuan utama hidup manusia adalah memuliakan Allah dan menikmati Dia untuk selama lamanya. Banyak ketetapan hati Edwards yang merefleksikan upayanya untuk membuat pernyataan universal ini menjadi konkret dan spesifik dalam kehidupan pribadinya. Ia rindu agar Kristus boleh berotoritas dan Alkitab dapat menjadi prioritas dalam setiap langkah hidupnya. Ia ingin agar hidupnya tepatnya hari hari, minggu minggu, dan bulan bulan hidupnya tidak dibuang percuma bagi halhal yang lain, sekalipun hal hal itu baik adanya. Sebaliknya, ia menginginkan hanya yang terbaik dan mempersembahkan dirinya hanya untuk itu. Edwards mencantumkan tanggal pada penulisan ketetapan hatinya itu mulai dari tanggal 18 Desember 1722, tepatnya pada resolusi nomor 35, pada tanggal itu pula ia mulai menulis buku hariannya. Ia menyelesaikan penulisan resolusi itu pada tanggal 17 Agustus 1723. Ketetapan hati yang ditulis sebelum Ed

) PENGANTAR 19 wards mulai mencantumkan tanggal kemungkinan besar ditulisnya hanya sesaat sebelum itu. Ia pergi ke New York pada bulan Agustus 1722 dan tinggal di sana hingga bulan April 1723. Semenjak saat itu hingga musim gugur tahun 1723, Edwards tinggal di rumah kerabatnya di East Windsor, sembari menulis tesis masternya dan berkhotbah di berbagai gereja. Dengan demikian, Ketetapan Hati dibuat pada masa transisi dalam kehidupan Edwards. Ia sedang berpindah dari masa masa pembelajaran dan pembentukan sebagai seorang siswa kepada masa di mana ia akan mengawali profesinya sebagai seorang theolog sekaligus hamba Tuhan. Di sepanjang perjalanan hidupnya, Ketetapan Hati telah menjadi sahabat setianya. Edwards mengawali Ketetapan Hati dengan nasihat: ingat untuk membaca daftar sekali seminggu. Sepertinya nasihat ini pun layak dituruti. Ketetapan Hati masih tetap relevan hari ini, seperti juga saat pertama kali Edwards menuliskannya berabad abad silam. Membacanya secara teratur pasti akan sangat

20 PENGANTAR ( menolong kita untuk hidup sungguh sungguh demi kehormatan dan kemuliaan Allah. Nasihat bagi Petobat Muda Setelah meraih gelar masternya, selama beberapa tahun Edwards mendedikasikan dirinya sebagai tenaga pengajar di Yale hingga tahun 1727, saat ia pindah ke Northampton. Ia lalu membaktikan sebagian besar waktu pelayanannya di Northampton hingga tahun 1750. Selama melayani di Northampton, Edwards mengalami banyak peristiwa suka maupun duka bersama jemaat gerejanya. Satu peristiwa yang patut dicatat tentu saja, adalah peristiwa ketika Edwards menuliskan surat ini, peristiwa yang dikenang sebagai Kebangunan Besar itu. Selain Perang Revolusi (Revolutionary War), Kebangunan Besar tampaknya merupakan peristiwa terpenting pada zaman kolonial itu, dan peristiwa tersebut mengindikasikan masa paling sibuk dalam kehidupan Edwards. Sekalipun ada begitu banyak tugas menantikannya, Edwards tetap meluangkan waktu

) PENGANTAR 21 untuk menulis surat yang cukup panjang kepada seorang gadis Kristen dari kota Suffield, Connecticut. Untuk sesaat lamanya gereja di Suffield memang tidak memiliki gembala. Namun sesekali gereja itu mendapat kunjungan dari para hamba Tuhan yang cukup memiliki reputasi. George Whitefield pernah berkhotbah di Suffield ketika ia melakukan perjalanan ke koloni koloni New England pada tahun 1740. Dan pada bulan bulan musim semi tahun 1741, Jonathan Edwards juga mengunjungi dan menyampaikan khotbah kepada jemaat gereja itu. Beberapa bulan kemudian, saat Deborah Hatheway seorang gadis muda anggota gereja tersebut, membutuhkan bimbingan rohani, ia mencari pendeta dari Northampton ini. Edwards yang terkenal dengan kehebatannya sebagai pengkhotbah seperti terlihat dari khotbahnya yang berjudul Orang Berdosa di Tangan Allah yang Murka (Sinners in the Hands of an Angry God) dan sebagai penulis seperti terbukti dari bukunya yang bertajuk Risalah mengenai Afeksi Religius (A Treatise Concerning Religious Affections), Sejarah Karya Pene

22 PENGANTAR ( busan (History of the Work of Redemption), dan Kebebasan Kehendak (Freedom of the Will) menunjukkan di sini, dimensi lain kehidupannya, yakni kemauannya yang besar untuk memperhatikan kehidupan rohani orang lain dan kemampuannya untuk dengan lemah lembut dan sabar menggembalakan umat Tuhan yang masih muda. Di sini kita melihat keberadaan Edwards sebagai seorang pendeta, yang dengan sungguh sungguh memperhatikan orangorang yang membutuhkan bimbingan dan pertolongannya. Saat menerima permintaan Nona Hatheway, ia tidak menilainya lebih remeh daripada mempersiapkan khotbah, menulis buku, atau bertukar pikiran dengan para koleganya yang berasal dari Boston atau Skotlandia. Edwards dikenal sebagai seorang theolog terkemuka Amerika, dan di sini kita melihat dia dengan sabar membimbing seorang Kristen yang masih muda dalam menapaki kehidupan Kristennya. Setelah memberikan sedikit pengantar, Edwards menuliskan 19 pokok pikiran sebagai nasihat. Beberapa tema yang sangat prinsipil muncul dalam surat itu. Pertama, Edwards

) PENGANTAR 23 menekankan pentingnya kesadaran dan kepekaan terhadap dosa. Sekalipun Allah telah mengampuni dan melupakan dosa dosa Anda, demikian ia menulis, Anda sendiri jangan pernah melupakannya. Tujuan Edwards bukanlah untuk membiarkan Deborah, atau kita semua dalam hal ini, terperangkap dalam jerat dosa dan berada dalam keadaan tertekan karena ingatan akan masa lalu kita. Sebaliknya, ia memperingatkan Deborah dengan menasihatinya untuk tidak memboroskan waktu dan tenaga[nya] dengan terus mengingat dan memusingkan pengalaman masa lalu. Apa yang mau ditekankan Edwards ialah agar Deborah dan kita semua boleh menjadi rendah hati, oleh ingatan akan kelimpahan anugerah Allah yang telah menebus kita dari dosa. Kesadaran akan dosa secara demikian juga berguna untuk mengingatkan kita tentang kebutuhan kita untuk selalu mewaspadai tipu daya dosa, yang paling halus sekalipun, yang berusaha merangkak masuk ke dalam kehidupan kita dan mengakar di dalam hati kita, terutama setelah kita bertobat. Maka Edwards

24 PENGANTAR ( menuruti nasihat Rasul Paulus dalam Filipi 3:12 14 mengingatkan kita untuk mengerjakan dengan sungguh sungguh karya Kristus di dalam hidup kita. Mungkin hal paling menyentuh dari surat tersebut tercermin pada nasihat Edwards yang ke 18, di mana Edwards membagikan kesaksiannya tentang bagaimana Kristus melawat kita yang bagaikan kanak kanak yang tidak berdaya, menyucikan kita dalam darah Nya, dan membungkus kita dalam kebenaran Nya (His righteousness). Kesadaran akan dosa selayaknya juga membuat kita mengucap syukur kepada Allah dan merealisasikan ucapan syukur kita itu melalui pelayanan kita bagi Nya. Edwards tidak pernah jemu mengingatkan Deborah Hatheway akan kewajiban nya dan mendorongnya untuk dengan sungguh sungguh melakukan kewajibannya untuk berdoa, mengikuti sakramen, beribadah kepada Allah, serta melayani dan memperhatikan sesama. Edwards juga mengingatkan Deborah akan kewajibannya untuk hidup sedemikian rupa, sehingga Kristus boleh dinyatakan di dalam hidupnya. Jangan pernah memberi kesempatan kepada

) PENGANTAR 25 para penghujat agama, demikian ia dengan serius berkata, untuk mengatakan bahwa para petobat baru ini tidak lebih baik daripada orang lain. Tema terakhir dalam surat itu berkaitan dengan otoritas gereja dan keterlibatan Deborah di dalamnya. Ia bukanlah milik dirinya sendiri, hidup tersendiri, atau berdiri sendiri. Sebaliknya, ia adalah milik tubuh Kristus, dan melalui surat tersebut Edwards mengingatkan Deborah bahwa ia hidup dalam komunitas milik Kristus dan menjadi anggota tubuh Kristus. Edwards menutup surat tersebut dengan mengarahkan perhatian Deborah pada pekerjaan Allah di luar wilayah gereja di Suffield dan meneladankan kebergantungannya sendiri pada tubuh Kristus dengan cara meminta kesediaan Deborah untuk berdoa baginya. Selain sejumlah tema besar itu, Edwards juga menambahkan beberapa nasihat umum seperti, Saat Engkau mendengar berita firman, tujukanlah berita itu kepada dirimu sendiri. Ia juga menuliskan hal hal praktis, seperti nasihatnya kepada Deborah jika hendak menasihati teman sebayanya. Ia dengan bijak

26 PENGANTAR ( menasihati Deborah agar tidak menempatkan diri pada posisi superior, tetapi justru memberikan kesaksian tentang ketidaklayakan dirinya sendiri. Surat itu dipenuhi dengan nasihat bijak yang relevan bagi kita, sama seperti bagi Deborah Hatheway. Melalui kedua naskah yang mungkin tak pernah dimaksudkan oleh Edwards untuk menjadi konsumsi publik ini, Edwards melanjutkan kewajibannya untuk menggembalakan umat Tuhan. Bagaimanapun, kedua naskah tersebut menyingkapkan sisi lain dari Edwards yang selama ini jarang diketahui orang. Hanya sebulan setelah ia menulis surat kepada Deborah Hatheway, Edwards menyampaikan khotbahnya yang terkenal, Orang Berdosa di Tangan Allah yang Murka. Sebagai karya tulis Edwards yang paling banyak dibaca, naskah khotbah tersebut sekaligus menjadi satu satunya karya tulis Edwards yang akan senantiasa dibaca orang. Di satu sisi, tidak ada yang salah dengan fenomena ini: Orang Berdosa di Tangan Allah yang Murka adalah khotbah yang agung, layak menerima popularitas. Di sisi lain, akan sangat disayangkan jika orang orang menge

) PENGANTAR 27 nal Edwards hanya dari Orang Berdosa di Tangan Allah yang Murka. Kedua naskah dalam buklet ini mengungkapkan bahwa masih ada sedemikian banyak pemikiran dan karya tulis sang rohaniwan Kristen zaman kolonial ini. Dan tak pelak, semua ini mengindikasikan fakta bahwa bagi mereka yang rindu untuk mendengar, Jonathan Edwards masih memiliki banyak hal untuk ditawarkan kepada gereja masa kini.