BAB 1 PENGANTAR PSIKOLOGI SOSIAL SEJARAH PSIKOLOGI SOSIAL Pada tahun 1898 Gabriel de Tarde mempublikasikan Etudes de Psychologie Sociale (Studies of Social Psychology) yang banyak membahas tentang imitasi, dasar teori belajar sosial dan konformitas. Dan dalam American Journal of Psychology, Norman Triplett menggambarkan eksperimen yang berkaitan dengan fasilitasi sosial. Tahun 1908 Edward Ross dan William McDougall mempublikasikan buku teks Psikologi Sosial. Tahun 1918 1920 para psikolog sosial (W. I. Thomas dan F. Znaniecki s) mulai mendefinisikan ranah mereka. Sikap menjadi konsep utama. Kemudian 1921 : The Journal of Abnormal Psychology menjadi The Journal of Abnormal and Social Psychology. Di tahun 1924 Floyd Allport mempublikasikan pengaruh social. Tahun 1934 George Herbert Mead mempublikasikan bukunya yang berjudul Mind, Self and Society yang menekankan pada interaksi antara diri (self) dan orang lain. Tahun 1935 buku pegangan Psikologi Sosial untuk pertama kalinya diterbitkan dengan Carl Murchinson sebagai editornya. Tahun 1936 Muzafer Sherif menjelaskan proses konformitas dalam The Psychology of Social Norms Lalu di tahun 1939 : Kurt Lewin, bersama dengan muridnya Ronald Lippit dan Ralph White, melaporkan studi eksperimental mengenai gaya-gaya kepemimpinan. Pada tahun yang sama, Dollar-Miller mengenalkan teori frustasiagresi. Tahun 1941 Dalam Social Learning and Imitation, Neal Miller dan Jhon Dollar mengemukakan teori yang perluasan dari prinsip-prinsip behavioristik dalam perilaku social. Tahun 1945 Kurt Lewin mengemukakan penelitian tentang Dinamika Kelompok. Tahun 1954 buku pegangan Psikologi Sosial edisi modern diterbitkan dengan Gardner Linzey sebagai editornya. Tahun 1957 Leon Festinger mempublikasikan A Theory of Cognitive Dissonance, yang menampilkan suatu model yang menekankan pada konsistensi antara pemikiran dan perilaku. Tahun 1958 Fritz Heider memberikan pondasi awal bagi teori atribusi melalui publikasi pada The Psychological of Interpersonal Behavior. Tahun 1959 Jhon Thibaut dan Harold Kelley mempublikasikan The Social Psychology of Group yang merupakan pondasi bagi teori pertukaran social 1965 : The Journal of Abnormal and Social Psychology terbagi dalam dua www.mercubuana.ac.id Mei 2011 Kapita Selekta-Psikologi Sosial 1
publikasi yang terpisah, The Journal of Abnormal Psychology menjadi The Journal of Personality and Social Psychology. Tahun 1985 edisi Ketiga buku pegangan Psikologi Sosial dipublikasikan dengan Gardner Linzey dan Elliot Aronson sebagai editornya. TEORI-TEORI DALAM PSIKOLOGI SOSIAL Pendekatan Biologis - Naluri (Konrad Lorenz) - Insting (Sigmund Freud) - Genetik Pendekatan Belajar (behaviorisme) - POKOK PIKIRAN : perilaku seseorang ditentukan oleh apa yang dipelajari sebelumnya - TOKOH : Pavlov, JB Watson, Clark Hull, BF Skinner, Dollard, Miller, Bandura - MEKANISME BELAJAR : Teori Classical Conditioning Teori Operant Conditioning (peran reinforcement dan punishment) Teori Belajar Sosial - CIRI-CIRI KHUSUS : Sebab-sebab perilaku terutama terletak pada pengalaman individu di masa lampau Penyebab perilaku terutama terletak pada lingkungan eksternal, tidak pada pengertian subjektif individu terhadap apa yang terjadi Pendekatan Kognitif - POKOK PIKIRAN Perilaku seseorang tergantung bagaimana caranya mengamati (MEMPERSEPSI) situasi sosial - PRINSIP DASAR : Kita cenderung mengelompokkan dan mengkategorikan objek atau situasi secara spontan, berdasarkan KESAMAAN, KEDEKATAN, dll. Contoh : orang yang memiliki kesamaan ciri (misal : mata sipit) cenderung dipersepsi sebagai satu kesatuan. Objek atau situasi cenderung disimak (diperhatikan) karena lebih menonjol (figure). Yang kurang menonjol (ground) kurang disimak. Mei 2011 Kapita Selekta-Psikologi Sosial 2
- TEORI-TEORI YANG PENTING : Psikologi Gestalt Fenomenologi Kognisi Sosial : teori atribusi, teori disonansi kognitif Pendekatan Peran - POKOK PIKIRAN : Penjelasan tingkah laku terutama melibatkan peran, konteks sosial (situasi) dan pengharapan akan peran (pengharapan bahwa seseorang berperilaku sesuai dengan peran yang dimiliki) Penekanan khusus pada jaringan sosial dan organisasi sosial yang besar SUMBANGAN KONSEP : role model, role playing, role taking,self-concept, self-monitoring, gender-role norms, gender-role expectation, gender tipe skills Walau psikologi sosial merupakan disiplin yang telah lama ada ( sejak Plato dan Aristotle), namun secara resmi, disiplin ini menjadi satu ilmu yang mandiri baru sejak tahun 1908. Pada tahun itu ada dua buku teks yang terkenal yaitu "Introduction to Social Psychology" ditulis oleh William McDougall - seorang psikolog - dan "Social Psychology : An Outline and Source Book, ditulis oleh E.A. Ross - seorang sosiolog. Berdasarkan latar belakang penulisnya maka dapat dipahami bahwa psikologi sosial bisa di"claim" sebagai bagian dari psikologi, dan bisa juga sebagai bagian dari sosiologi. Psikologi sosial juga merupakan pokok bahasan dalam sosiologi karena dalam sosiologi dikenal ada dua perspektif utama, yaitu perspektif struktural makro yang menekankan kajian struktur sosial, dan perspektif mikro yang menekankan pada kajian individualistik dan psikologi sosial dalam menjelaskan variasi perilaku manusia.. Di Amerika disiplin ini banyak dibina oleh jurusan sosiologi - di American Sociological Association terdapat satu bagian yang dinamakan "social psychological section", sedangkan di Indonesia, secara formal disiplin psikologi sosial di bawah binaan fakultas psikologi, namun dalam prakteknya tidak sedikit para pakar sosiologi yang juga menguasai disiplin ini sehingga dalam berbagai tulisannya, cara pandang psikologi sosial ikut mewarnainya. Psikologi Sosial & Disiplin-disiplin yang Terkait Psikologi Sosial & Sosiologi Banyak orang menganggap psikologi sosial & sosiologi adalah sama. Hal ini terjadi karena keduanya berkecimpung pada studi yang sama mengenai Mei 2011 Kapita Selekta-Psikologi Sosial 3
bagaimana orang bertingkah laku di dalam kelompok. Hanya saja sosiolog mempelajari masyarakat terkecil hingga masyarakat luas, sedangkan psikologi sosial pada individu, yaitu bagaimana sebuah kelompok mempengaruhi individu & sebaliknya bagaimana individu mempengaruhi kelompok. Psikologi Sosial & Psikologi Kepribadian Perbedaan keduanya yaitu psikologi kepribadian memfokuskan pada fungsi internal pribadi & perbedaan tiap individu misal mengapa beberapa individu lebih agresif daripada yang lain, sedangkan. Psikologi sosial fokus pada perilaku manusia yaitu bagaimana orang memandang & mempengaruhi orang lain. Psikologi sosial mempelajari mengapa situasi sosial dapat berpengaruh pada individu khususnya pada perilaku yang mengarah ke tindakan baik atau buruk, berkompromi atau bebas. Tingkatan-tingkatan penjelasan Sesuatu dapat dipelajari dari berbagai perspektif yang berbeda. Contoh istilah cinta. Seorang psikolog mungkin mendeskripsikannya sebagai sesuatu yang muncul dari diri. Psikologi sosial juga mengamati bagaimana keadaan & sifat berbeda yang tampak bagus & kesamaan pasangan yang dinamakan cinta. Lain lagi seorang teolog pasti akan mendeskripsikan cinta sebagai anugerah Tuhan yang terwujud dalam cinta kasih sesama manusia. Psikologi sosial & Nilai-nilai Manusia Bukti nyata dimana nilai-nilai mulai masuk Nilai-nilai ini tampak pada serangkaian sejarah psikologi. Sebagai contoh pada era 1940-an muncul adanya fasisme di Eropa, 1950-an merebaknya fashion & perbedaan pandangan yang tak bertoleransi dari McCarthyst tapi justru memberikan kita tentang konformitas. Tahun 1960-an tingkat agresi disertai kerusuhan & kriminalitas meningkat, era 1970-an adanya pergerakan feminis, 1980-an munculnya perhatian terhadap aspek psikologi mengenai ras, & 1990-an ditandai adanya respon dari masyarakat terhadap perbedaan budaya. Bukti kurang nyata dimana nilai-2 mulai masuk Subyektifitas aspek-2 ilmu Baik ilmuwan maupun filsuf setuju bahwa ilmu tidak selamanya obyektif. Ilmuwan tidak hanya melulu membaca buku alam akan tetapi, mereka juga menginterpretasikan alam sesuai dengan kategori pikiran masing-2. hal ini berarti nilai-2 yang masuk dikatakan tidak begitu jelas karena adanya nilai subyektif sang interpreter. Mei 2011 Kapita Selekta-Psikologi Sosial 4
Psikologi sosial dalam tiga dunia Dunia pertama: Tokoh: Ivan Pavlov, Psikolog Rusia, Jean Piaget ahli biologi Swiss, & Sigmund Freud ahli fisika Austria. Berdasarkan survei psikolog Fathali Moghaddam, dideskripsikan bahwa AS dianggap sebagai dunia psikologi pertama yaitu psikologi akademik superpower khususnya pada psikologi sosial. Pusat penting dari aktivitas bidang psikologi terletak di AS. Dunia kedua yaitu negara-2 industri. Contoh Great Britain yang bergabung dengan Amerika Utara memiliki tradisi yang kuat mengenai psikologi ilmiah. Akan tetapi karena Great Britain memiliki lebih sedikit universitas, maka hanya 25 akademi psikolog yang didirikan. Dunia ketiga atau yang terakhir seperti Bangladesh, Cuba, & Nigeria dianggap sebagai dunia ketiga, karena terbatasnya sumber dayanya, misal psikologi mereka mau tidak mau harus mengimpor dari dunia pertama & kedua. Dalam dunia ketiga ini masyarakat maupun psikolog itu sendiri jarang memiliki kemewahan bahkan permasalahan seperti kemiskinan, konflik, & kolotnya tradisi- 2 kuno selalu mewarnai permasalahan. Bagaimana Kita Menjalankan Psikologi Sosial Psikologi sosial mengajukan teori-teori yang mengorganisasikan observasi-observasi mereka dan mengimplikasikan hipotesis yang teruji. Psikologi sosial juga mengadakan penelitian yang memprediksikan perilaku dengan menggunakan studi korelasi bahkan sering dihubungkan dengan kenyataan alami. Mereka mencoba menjelaskan perilaku dengan cara menghubungkan eksperimen-eksperimen yang memanipulasi satu atau lebih faktor di bawah kondisi yang terkontrol. A. Pengertian Psikologi Sosial Kita sering berpikir bahwa yang namanya dunia psikologi adalah dunia yang berkaitan dengan persoalan perasaan, motivasi, kepribadian, dan yang sejenisnya. Dan kalau berpikir tentang sosiologi, secara umum cenderung memikirkan persoalan kemasyarakatan. Kajian utama psikologi adalah pada persoalan kepribadian, mental, perilaku, dan dimensi-dimensi lain yang ada dalam diri manusia sebagai individu. Sosiologi lebih mengabdikan kajiannya pada budaya dan struktur sosial yang keduanya mempengaruhi interaksi, perilaku, dan kepribadian. Kedua bidang ilmu tersebut bertemu di daerah yang dinamakan psikologi sosial. Mei 2011 Kapita Selekta-Psikologi Sosial 5
Dengan demikian para psikolog berwenang merambah bidang ini, demikian pula para sosiolog. Namun karena perbedaan latar belakang maka para psikolog akan menekankan pengaruh situasi sosial terhadap proses dasar psikologikal - persepsi, kognisi, emosi, dan sejenisnya - sedangkan para sosiolog akan lebih menekankan pada bagaimana budaya dan struktur sosial mempengaruhi perilaku dan interaksi para individu dalam konteks sosial, dan lalu bagaimana pola perilaku dan interaksi tadi mengubah budaya dan struktur sosial. Jadi psikologi akan cenderung memusatkan pada atribut dinamis dari seseorang; sedangkan sosiologi akan mengkonsentrasikan pada atribut dan dinamika seseorang, perilaku, interaksi, struktur sosial, dan budaya, sebagai faktor-faktor yang saling mempengaruhi satu sama lainnya. psikologi sosiologi Definisi Psikologi Sosial Ada berbagai macam definisi psikologi sosial antara lain : 1. Psikologi sosial adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia (Hubert Bonner). 2. Ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia sebagai anggota suatu masyarakat (AM Chorus). 3. Ilmu yang mempelajari Segi-segi psikologi tingkah laku manusia yang dipengarui interaksi social. 4. Social psychology is the scientific study how people think about, influence, and relatio to another (Myers : 1983). 5. Psikologi sosial adalah studi alami tentang sebab-sebab dari perlaku sosial manusia (Michener & Delamater : 1999) Gordon Allport (1968) menjelaskan bahwa seorang boleh disebut sebagai psikolog sosial jika dia "berupaya memahami, menjelaskan, dan memprediksi bagaimana pikiran, perasaan, dan tindakan individu-individu dipengaruhi oleh Mei 2011 Kapita Selekta-Psikologi Sosial 6
pikiran, perasaan, dan tindakan-tindakan orang lain yang dilihatnya, atau bahkan hanya dibayangkannya" Psikologi sosial (social psychology) sebagai ilmu pengetahuan yang berusaha memahami asal usul dan sebab-sebab terjadinya perilaku dan pemikiran individual dalam konteks situasi sosial. Lingkup Psikologi Sosial a. Shaw & Costanzo (dalam Sarwono, 1997): Pengaruh sosial terhadap proses individual Bagaimana kehadiran orang lain, keberadaan seseorang dalam kelompok tertentu atau norma-norma yang berlaku dalam suatu masyarakat mempengaruhi persepsi, motivasi, proses belajar, sikap (attitude) atau sifat (atribusi) seseorang. Proses-proses individual bersama Seperti bahasa, sikap sosial, kepercayaan, prasangka, dsb, yang terdapat pada sejumlah individu yang berada bersama-sama dalam suatu kelompok atau masyarakat. Studi tentang interaksi kelompok. Mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan hubungan individu baik dalam kelompok maupun antarkelompok, seperti kepemimpinan, komunikasi, hubungan kekuasaan, otoritas, konformitas, kerjasama, kompetisi, peran sosial, peran jenis kelamin, dsb. Mei 2011 Kapita Selekta-Psikologi Sosial 7
social psychology : Biologis Konteks Budaya Belajar Sosial Proses Kognitif Fenomena lingkungan kecenderungan bawaan kekuatan kelompok rewards & punishments perhatian, memori, interpretasi interpretasi subyektif lingkungan mendorong internal states kebudayaan pada individu rewards & punishments dalam lingkungan hubungan antara representasi mental dan lingkungan TIGA PERSEPSI UTAMA SEBAGAI HISTORIS PSIKOLOGI SOSIAL Tiga perspektif utama sebagai akar dari psikologi sosial kontemporer 1. Teori Psikoanalisa (Sigmund Freud) Perilaku dimotivasi dari dalam oleh dorongan dan impuls internal yang kuat, seperti seksualitas dan agresi. Perilaku orang dewasa dibentuk oleh konflik psikologis yang belum terselesaikan yang dapat dirunut kembali hingga ke pengalaman masa kanak-kanak dalam keluarga Kekuatan batin baik kesadaran maupun bawah sadar memberi kekuatan dan mempengaruhi perilaku 2. Teori Behaviorisme (Ivan Pavlov, B.F. Skinner, dkk) Perilaku dibentuk atau dipengaruhi oleh lingkungan. Perilaku adalah hasil dari proses belajar di masa lalu. 3. Psikologi Gestalt (Wolfgang Kohler, Kurt Koffka, Kurt Lewin, dkk) Orang membentuk persepsi yang koheren (utuh) dan bermakna berdasarkan keseluruhan, bukan berdasarkan bagian-bagian Mei 2011 Kapita Selekta-Psikologi Sosial 8
DAFTAR PUSTAKA Baron, R.A., & Byrne, D. (2008). Social Psychology (12 th Ed.). Boston: Pearson Education. Sarwono, S.W. (1999). Psikologi Sosial: Individu dan Teori-teori Psikologi Sosial. Jakarta: Balai Pustaka. Ditemu kembali tanggal 20 Desember 2009 dari edwi.dosen.upnyk.ac.id/psisos.9.05.doc Ditemu kembali tanggal 20 Desember 2009 dari elisa.ugm.ac.id/user_file.php?865 Mei 2011 Kapita Selekta-Psikologi Sosial 9