SATUAN ACARA PERKULIAHAN
|
|
|
- Ade Kurniawan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Orientasi perkuliahan, definisi dan ruang lingkup psikologi sosial Mahasiswa mengerti tujuan, arah, dan target mata kuliah, serta memahami pengertian dan ruang lingkup psikologi sosial. Ke-1 1. Mahasiswa memahami tujuan, arah, dan target perkuliahan. 2. Mahasiswa memahami tugas dan tanggung jawabnya dalam perkuliahan. 3. Mahasiswa dapat pengertian dan ruang lingkup psikologi sosial. 1.1 Tujuan, arah, dan target mata kuliah. a. Sumber belajar. b. Topik-topik tiap pertemuan. c. Tugas dan tanggung jawab mahasiswa Pengertian psikologi sosial a. Definisi psikologi sosial menurut para tokoh psikologi Ruang lingkup psikologi sosial a. psikologi sosial dan sosiologi. b. psikologi sosial dan psikologi kepribadian. Proses Pembelajaran Menyimak kuliah dari dosen, tanya jawab, & Tugas dan Evaluasi Mahasiswa mencari dan merangkum dari literatur lain tentang definisi dan ruang lingkup Psikologi Sosial Media dan Buku Sumber - Baron, R. A., & Byrne, D. (1997). - Myers, D. O. (2002). 1
2 Perspektif dalam psikologi sosial Mahasiswa dapat memahami perilaku berdasarkan perspektif dalam psikologi sosial. Ke-2 1. Mahasiswa dapat beberapa perspektif yang ada dalam psikologi sosial. 2. Mahasiswa memahami munculnya perilaku berdasarkan perspektif yang berkembang dalam psikologi sosial. 1.1 Perspektif dalam psikologi sosial a. Perspektif biologi. b. Perspektif psikoanalisa. c. Perspektif behaviorisme. d. Perspektif kognitif. e. Perspektif peran. & Mahasiswa mencari contoh lain berdasarkan empat perspektif dalam kehidupan sehari-hari. - Baron, R. A., & Byrne, D. (1997). - Dayakisni, T. & Hudaniah. (2003). 2
3 Metode riset dalam psikologi sosial Mahasiswa dapat menggunakan metode riset dalam psikologi sosial. Ke-3 1. Mahasiswa dapat memahami, dan menggunakan berbagai metode riset dalam psikologi sosial Metode riset psikologi sosial a. Riset eksperimental. b. Riset korelasional. c. Metode riset khusus. & Mahasiswa melakukan penelitian kecil dengan menerapkan salah satu metode yang telah dijelaskan dosen. - Baron, R. A., & Byrne, D. (1997). - Dayakisni, T. & Hudaniah. (2003). - Walgito, B. (2001) 3
4 Diri pribadi dan diri sosial Mahasiswa dapat memahami konsep tentang diri pribadi dan diri sosial Ke-4 1. Mahasiswa dapat membedakan penegertian antara diri dan aku. 2. Mahasiswa memahami konsep dirinya. 3. Mahasiswa mampu menyusun strategi presentasi diri dengan baik. 4. Mahasiswa mampu menghadirkan dirinya di hadapan orang lain dengan baik Diri pribadi dan diri sosial a. Pengertian diri dan aku b. Memahami konsep diri. c. Strategi presentasi diri. d. Pedoman pengungkapan diri Mahasiswa menuliskan kelebihan dan kelemahan dirinya masing-masing. - Myers, D. O. (2002) - Sarwono, S.W. (2002). - Dayakisni, T. & Hudaniah. (2003). 4
5 Kognisi sosial Mahasiswa dapat memahami kognisi sosial Ke-5 1. Mahasiswa dapat konsep Kognisi Sosial 1.1 Pengertian kognisi sosial 1.2 Aspek dasar kognisi sosial. 1.3 Berpikir ilusi 1.4 Jalan pintas mental. 1.5 Pembuatan keputusan. 1.6 Afek dan kognisi. Mahasiswa mendiskusikan kasus perilaku sosial di Indonesia dalam perspektif teori kognitif dan mereview hasil diskusi. - Sarwono, S.W. (2002) 5
6 Persepsi sosial dan atribusi sosial Mahasiswa dapat memahami alasan orang lain melakukan perilaku tertentu. Ke-6 1. Mahasiswa dapat konsep tentang persepsi sosial. 2. Mahasiswa mampu memahami konsep dasar atribusi 3. Mahasiswa dapat sebab-sebab orang lain berperilaku tertentu. 4. Mahasiswa mengetahui penyebab kesalahan orang dalam melakukan atribusi pada orang lain Pengertian persepsi sosial. 1.2 Pembentukan kesan 1.3. Pengertian atribusi sosial 1.4 Teori-teori atribusi 1.5 Kesalahan atribusi Mahasiswa menulis esai singkat tentang dirinya. - Sarwono, S. W. (2002). - Faturochman (2006). 6
7 Sikap dan perilaku Mahasiswa dapat memahami konsep tentang diri pribadi dan diri sosial Ke-7 1. Mahasiswa dapat konsep tentang sikap. 2. Mahasiswa dapat teori-teori sikap. 3. Mahasiswa dapat hubungan sikap dan perilaku. 1.1 Pengertian sikap. 1.2 Komponen sikap 1.3 Pembentukan dan perubahan sikap 1.4 Teori-teori sikap 1.5 Hubungan sikap dan perilaku 1.6 Pengukuran sikap Mahasiswa membuat sketsa perbedaan antara sikap dan perilaku. - Sears, David O., Freedman, Jonathan L., Peplau, L. Anne. (1999) - Sarwono, S.W. (2002). - Walgito, B. (2001) Ke-8 U T S 7
8 Perilaku dalam kelompok Mahasiswa dapat memahami dinamika perilaku dalam kelompok. Ke-9 1. Mahasiswa dapat pengertian kelompok. 2. Mahasiswa dapat mengenali pemikiran kelompok. 3. Mahasiswa mengetahui sejauhmana pengaruh minoritas dalam perilaku kelompok. 1.1 Definisi kelompok 1.2 Groupthink 1.3 Pengaruh minoritas Mahasiswa mencari kliping di media massa tentang perilaku kelompok, dan memberikan komentar dalam perspektif psikologi sosial. Peplau, L.A. (1999) - Stephan, C.W.& Stephan, W.G. (1985). - Sarwono, S. W. (2001). - Walgito, B. (2001) 8
9 Konformitas, kepatuhan, dan ketaatan Mahasiswa dapat memahami konsep dan fenomena konformitas, kepatuhan, dan ketaatan dalam kehidupan. Ke Mahasiswa dapat konsep tentang konformitas, kepatuhan, dan ketaatan. 2. Mahasiswa dapat mengkategorikan perilaku konform, ketaatan, atau kepatuhan. 3. Mahasiswa mampu menerapkan teori untuk merubah perilaku anggota kelompok. 1.1 Konformitas 1.2. Ketaatan 1.3. Kepatuhan 1.4. Eksperimen tentang konformitas, ketaatan, dan kepatuhan Teknik-teknik kepatuhan Mahasiswa mendiskusikan contoh kasus dari teknik kepatuhan dan mereview hasil diskusi. - Myers, D. O. (2002) - Sarwono, S.W. (2001) 9
10 Daya tarik interpersonal Mahasiswa dapat memahami konsep dan teori tentang daya tarik interpersonal. Ke Mahasiswa dapat konsep tentang pertemanan. 2. Mahasiswa dapat konsep dan teori tentang cinta Pertemanan Cinta. 1.3 Teori cinta. 1.4 Model-model cinta. 1.4 Cemburu. Mahasiswa menganalisa perbedaan antara persahabatan, pacaran, dan taaruf. - Myers, D. O. (2002) - Nashori, F. (2008). 10
11 Perilaku prososial dan altruisme Mahasiswa dapat memahami konsep tentang diri pribadi dan diri sosial Ke Mahasiswa dapat konsep tentang perilaku prososial dan altruisme. 2. Mahasiswa memahami latar belakang orang memberikan pertolongan kepada orang lain Pengertian perilaku prososial dan altruisme Alasan memberikan pertolongan. Mahasiswa menganalisa perilaku politikus menjelang pemilu/pilkada. - Myers, D. O. (2002) 11
12 Agresi Mahasiswa dapat memahami konsep beserta faktor penyebab munculnya agresi Ke Mahasiswa dapat konsep tentang agresi dan kekerasan 2. Mahasiswa memahami faktor terjadinya agresi. 3. Mahasiswa mampu memahami teori-teori tentang agresi 4. Mahasiswa mampu mencegah terjadinya perilaku agresif. 1.1 Pengertian agresi dan kekerasan. 1.2 Teori-teori agresi. 1.3 Faktor-faktor penyebab agresi. 1.4 Mengurangi agresi. Mahasiswa menyusun kliping tentang agresi dan memberikan analisis/komentar singkat. - Baron, R. A., & Byrne, D. (1997). - Myers, D. O. (2002) - Sarwono, Sarlito W. (2002). - Dayakisni, T. & Hudaniah. (2003). 12
13 Prasangka dan diskriminasi Mahasiswa dapat memahami konsep tentang diri pribadi dan diri sosial Ke Mahasiswa dapat konsep tentang prasangka dan diskriminasi. 1.1 Dasar prasangka. 1.2 Sumber sosial prasangka. 1.3 Sumber emosional prasangka. 1.4 Sumber kognitif prasangka. 1.5 Teori prasangka. 1.6 Mengurangi prasangka. Mahasiswa membuat analisa kasus kekerasan yang terjadi di Indonesia. - Sarwono, Sarlito W. (2001b) 13
14 Pengkajian hal-hal baru dan topik-topik aktual Mahasiswa dapat memahami konsep tentang diri pribadi dan diri sosial Ke Mahasiswa dapat konsep tentang persepsi sosial dan atribusi sosial Ke-16 UAS 1.1 Konflik 1.2 Perdamaian 1.3 Lingkungan 1.4 Gender 1.5 Peradilan. 1.6 Keadilan. 1.7 Kekerasan rumah tangga. Mahasiswa menulis esai tentang salah satu topik aktual dalam kajian psikologi sosial kontemporer. - Sadava, S.W., & McCreary, D.R. (1997) Peplau, L.A. (1999) - Sarwono, S.W. (2001). - Kartono, K. (2002). - Sadava 14
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN PROGRAM STUDI S1-PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN PROGRAM STUDI S1-PSIKOLOGI SILABUS 1. Identitas Mata Kuliah : Nama Mata Kuliah : Psikologi Sosial I Nomor Kode : PG315 Jumlah SKS : 3 SKS Semester
SATUAN ACARA PERKULIAHAN FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS GUNADARMA MATA KULIAH : PSIKOLOGI SOSIAL 1 * KODE MATAKULIAH / SKS = MKK / 3 SKS
TIU : mahasiswa mampu memahami dan menganaliusa perilaku manusia dalam lingkup sosial serta penerapannya dalam beberapa fenomena sosial yang berkaitan langsung dengan perilaku manusia 1 Pengantar A. Pengantar
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS ANDALAS FAKULTAS KEDOKTERAN PROGRAM STUDI PSIKOLOGI
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS ANDALAS FAKULTAS KEDOKTERAN PROGRAM STUDI PSIKOLOGI Mata Kuliah : Psikologi Sosial II Kode/SKS 3 SKS Status : Wajib Fakultas : Kedokteran Semester : II (dua)
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS ANDALAS FAKULTAS KEDOKTERAN PROGRAM STUDI PSIKOLOGI
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS ANDALAS FAKULTAS KEDOKTERAN PROGRAM STUDI PSIKOLOGI Mata Kuliah : Psikologi Sosial I Kode/SKS 3 SKS Status : Wajib Fakultas : Kedokteran Semester : I (Ganjil)
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN (GBPP) Mata Kuliah : Psikologi Sosial II
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN (GBPP) Mata Kuliah : Psikologi Sosial II 1 Judul Mata Kuliah : Psikologi Sosial II Nomor Kode/SKS : / 3 SKS Deskripsi Singkat Tujuan Instruksional : Mata kuliah ini
Modul ke: Psikologi Sosial I. Fakultas Psikologi. Intan Savitri,S.P., M.Si. Program Studi Psikologi
Modul ke: 01 Setiawati Fakultas Psikologi Psikologi Sosial I Intan Savitri,S.P., M.Si. Program Studi Psikologi Perkenalan Setiawati Intan Savitri, S.P. M.Si Mengajar di UMB dua matakuliah: Sosiologi dan
SATUAN ACARA PERKULIAHAN. Mahasiswa memahami tujuan, arah, serta tugas dan tanggung jawabnya dalam perkuliahan.
Orientasi perkuliahan. Mahasiswa memahami tujuan, arah, serta tugas dan tanggung jawabnya dalam perkuliahan. Pertemuan Ke-1 Tujuan Pembelajaran 1. Mahasiswa memahami tujuan, arah, dan target perkuliahan.
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA PROSEDUR PENGENDALIAN DOKUMEN DAN DATA SATUAN ACARA PERKULIAHAN
Pertemuan ke : 1 : Mampu memahami pengertian bimbingan konseling sosial Definisi bimbingan konseling sosial /Evaluasi hasil belajar: 1. Menjelaskan konsep dasar bimb. Konseling sosial 2. Pengertian BK
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) KBPP36106 PSIKOLOGI SOSIAL Disusun oleh: Rina Mariana, S.Psi, M.M PROGRAM STUDI S1 PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA YPTK LEMBAR PENGESAHAN Rencana
Psikologi Sosial. Pengantar Psikologi Sosial. Reno Laila Fitria, M.Si. Psikologi. Psikologi. Modul ke: Fakultas. Program Studi
Psikologi Sosial Modul ke: Pengantar Psikologi Sosial Fakultas Psikologi Reno Laila Fitria, M.Si. Program Studi Psikologi http://www.mercubuana.ac.id Silabus Psikologi Sosial Materi Materi Pembelajaran
SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP)
SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP) Mata Kuliah : Psikologi Sosial II Kode Mata Kuliah : PSI-201 Jumlah SKS : 3 SKS Unit Aktivitas : 2 Unit Kelas dan 1 Unit Laboratorium Durasi di Kelas / Lapangan : 100 menit
PENGANTAR PSIKOLOGI. YENI WIDYASTUTI, S.Sos., M.Si PERTEMUAN I
PENGANTAR PSIKOLOGI YENI WIDYASTUTI, S.Sos., M.Si PERTEMUAN I Psikologi Apa yang dipelajari psikologi? Ilmu jiwakah? Ilmu tingkah-lakukah? Ilmu ekspresikah? Bagian dari ilmu alam atau ilmu sosialkah? Ilmu
PSIKOLOGI SOSIAL. Dosen : Meistra Budiasa, S.Ikom, MA
PSIKOLOGI SOSIAL Dosen : Meistra Budiasa, S.Ikom, MA Pengantar Manusia adalah makhluk sosial. Kita tidak berkembang dengan sendiri. Kita tidak memiliki tempurung pelingdung, dan bulu apa yang kita miliki
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN (GBPP) Mata Kuliah : Psikologi Lintas Budaya
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN (GBPP) Mata Kuliah : Psikologi Lintas Budaya 1 Judul Mata Kuliah : Psikologi Lintas Budaya Nomor Kode/SKS : / 2 SKS Deskripsi Singkat Tujuan Instruksional : Mata
HUBUNGAN ANTARA PRASANGKA DENGAN INTENSI AGRESI PADA ETNIS JAWA TERHADAP ETNIS TIONGHOA SKRIPSI. Oleh : RAKHMAD NUR HIDAYAT NIM :
HUBUNGAN ANTARA PRASANGKA DENGAN INTENSI AGRESI PADA ETNIS JAWA TERHADAP ETNIS TIONGHOA SKRIPSI Oleh : RAKHMAD NUR HIDAYAT NIM : 07810211 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2012 ii iii
SATUAN ACARA PERKULIAHAN FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS GUNADARMA MATA KULIAH : PSIKOLOGI SOSIAL 1 KODE MATAKULIAH / SKS = IT / 3 sks
TIU : Agar Mahasiswa mampu memahami dan menganalisa perilaku manusia dalam lingkup, serta dalam fenomena yang berkaitan langsung dengan hidupan sehari-hari. 1 Pengantar A. PENGANTAR. Mimbar & tujuan pengajaran,
KOMPONEN SILABUS DAN SAP IDENTITAS DAN DESKRIPSI MATA KULIAH PSIKOLOGI UMUM (S2)
KOMPONEN SILABUS DAN SAP IDENTITAS DAN DESKRIPSI MATA KULIAH PSIKOLOGI UMUM (S2) TIM PENGAMPU: PROF. DR. CECE RAKHMAT, M.Pd. DR. RAHAYU GININTASASI, M.SI. PROGRAM STUDI PSIKOLOGI PENDIDIKAN SEKOLAH PASCASARJANA
Perilaku Menolong Ditinjau Dari Latar Belakang Jenis Kelamin dan Bias Kelompok Agama Pada Siswa SMA A. Wahid Hasyim Tebuireng
Perilaku Menolong Ditinjau Dari Latar Belakang Jenis Kelamin dan Bias Kelompok Agama Pada Siswa SMA A. Wahid Hasyim Tebuireng Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan perilaku menolong dengan latar
PSIKOLOGI SOSIAL, Fisip Untirta Press
PSIKOLOGI SOSIAL, oleh Yeni Widyastuti Hak Cipta 2014 pada penulis GRAHA ILMU Ruko Jambusari 7A Yogyakarta 55283 Telp: 0274-889398; Fax: 0274-889057; E-mail: [email protected] Buku ini diterbitkan atas
SATUAN ACARA PERKULIAHAN
Orientasi perkuliahan. Mahasiswa memahami tujuan, arah, serta tugas dan tanggung jawabnya dalam perkuliahan, serta konsep dasar dan kedudukan sosiologi sebagai ilmu pengetahuan. Pertemuan Ke-1 Tujuan Pembelajaran
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER F-0653 Issue/Revisi : A0 Tanggal Berlaku : 1 Februari 2016 Untuk Tahun Akademik : 2015/2016 Masa Berlaku : 4 (empat) tahun Jml Halaman : 13 halaman Mata Kuliah : Psikologi
SILABUS JUDUL MATA KULIAH : PSIKOLOGI SOSIAL NOMOR KODE/SKS : / 4 SKS DOSEN :
SILABUS JUDUL MATA KULIAH : PSIKOLOGI SOSIAL NOMOR KODE/SKS : 02075407/ 4 SKS SEMESTER : 2 (Dua) DOSEN : DESKRIPSI SINGKAT : Mata kuliah ini membahas berbagai konsep dasar psikologi, dan hubungan psikologi
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Perilaku Prososial 2.1.1 Pengertian Perilaku Prososial Menurut Kartono (2003) menyatakan bahwa perilaku prososial adalah suatu perilaku prososial yang menguntungkan dimana terdapat
BAB II LANDASAN TEORI. A. Agresivitas
BAB II LANDASAN TEORI A. Agresivitas Semua orang seperti memahami apa itu agresi, namun pada kenyatannya terdapat perbedaan pendapat tentang definisi agresivitas. agresi identik dengan hal yang buruk.
BAB I PENDAHULUAN. Perkawinan merupakan pola normal bagi kehidupan orang dewasa.
BAB I PENDAHULUAN I.A. Latar Belakang Masalah Perkawinan merupakan pola normal bagi kehidupan orang dewasa. Seorang perempuan dianggap sudah seharusnya menikah ketika dia memasuki usia 21 tahun dan laki-laki
KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER Program Studi : Psikologi Nama Mata Kuliah : Psikologi Sosial Kode
BAB II KAJIAN PUSTAKA. ada dimasyarakat dan biasanya dituntut untuk dilakukan (Staub, dalam Baron
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Perilaku Prososial 1. Definisi Perilaku Prososial Perilaku prososial memiliki arti sebagai sosial positif atau mempunyai konsekuensi positif. Sosial positif ini didasarkan atas
SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP)
SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP) Mata Kuliah : Psikologi Sosial 1 Kode Mata Kuliah : PSI-1221 Jumlah SKS : 3 Waktu Pertemuan : 300 menit Kompetensi Dasar : 1. Penguasaan teori Psikologi Sosial 2. Pemahaman
HUBUNGAN ANTARA EMPATI DENGAN PERILAKU PROSOSIAL PADA KARANG TARUNA DI DESA JETIS, KECAMATAN BAKI, KABUPATEN SUKOHARJO NASKAH PUBLIKASI
HUBUNGAN ANTARA EMPATI DENGAN PERILAKU PROSOSIAL PADA KARANG TARUNA DI DESA JETIS, KECAMATAN BAKI, KABUPATEN SUKOHARJO NASKAH PUBLIKASI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan dalam Mencapai Derajat
Agresivitas. Persahabatan. Kesepian. Penolakan
HUBUNGAN ANTARA KESEPIAN DENGAN AGRESIVITAS PADA REMAJA MADYA DI SMA X BOGOR LATAR BELAKANG MASALAH Agresivitas Persahabatan Kesepian Penolakan AGRESIVITAS Perilaku merugikan atau menimbulkan korban pihak
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Perilaku Perososial 2.1.1 Pengertian Perilaku Prososial Perilaku prososial dapat dimengerti sebagai perilaku yang menguntungkan penerima, tetapi tidak memiliki keuntungan yang
PERILAKU PROSOSIAL PADA MAHASISWA. (Prosocial Behavior Among Student) Eva Nuari Lensus. Abstrak
PERILAKU PROSOSIAL PADA MAHASISWA (Prosocial Behavior Among Student) Eva Nuari Lensus Fakultas Psikologi Universitas Semarang Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris perilaku prososial
BAB I PENDAHULUAN. Manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa sebagai makhluk sosial,
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa sebagai makhluk sosial, yaitu makhluk yang saling membutuhkan dan saling berinteraksi. Dalam interaksi antar manusia
HUBUNGAN ANTARA EMPATI DENGAN PERILAKU ALTRUISME PADA KARANG TARUNA DESA PAKANG NASKAH PUBLIKASI
HUBUNGAN ANTARA EMPATI DENGAN PERILAKU ALTRUISME PADA KARANG TARUNA DESA PAKANG NASKAH PUBLIKASI Diajukan Oleh: SATRIA ANDROMEDA F 100 090 041 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2014
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di Indonesia saat ini telah dijumpai beberapa warga etnis seperti Arab, India, Melayu apalagi warga etnis Tionghoa, mereka sebagian besar telah menjadi warga Indonesia,
HUBUNGAN ANTARA EMPATI DENGAN PERILAKU ALTRUISTIK PADA SISWA SMK BINA PATRIA 2 SUKOHARJO NASKAH PUBLIKASI
HUBUNGAN ANTARA EMPATI DENGAN PERILAKU ALTRUISTIK PADA SISWA SMK BINA PATRIA 2 SUKOHARJO NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana (S-1) Psikologi Diajukan Oleh:
PRASANGKA, DISKRIMINASI & STEREOTYPE
Modul ke: 09 Setiawati Fakultas Psikologi Psikologi Sosial I PRASANGKA, DISKRIMINASI & STEREOTYPE Intan Savitri,S.P., M.Si. Program Studi Psikologi TUJUAN PEMBELAJARAN Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan
BAB III Stereotip. Gender. Unger & Crowford (1992) menyatakan teori atribusi merupakan bagian dari
BAB III Stereotip Gender Unger & Crowford (1992) menyatakan teori atribusi merupakan bagian dari Psikologi Sosial yang bersibuk diri dengan cara seseorang menerangkan penyebab dari perilaku diri sendiri
SAP SATUAN ACARA PENGAJARAN IKOPIN PHP PTS 2010
FORMAT MR SAP SATUAN ACARA PENGAJARAN IKOPIN PHP PTS 2010 Nama Dosen : Giyanto Purbo S Program Studi : Manajemen Mata Kuliah : Perilaku Konsumen Kode Mata Kuliah : Jumlah SKS : 3 Semester : Pertemuan Ke
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Tujuan penelitian 1.3 Kerangka Teori
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menolong merupakan perbuatan yang mulia, sejauh pertolongan itu dibutuhkan sehingga bermanfaat. Namun terkadang pertolongan justru tidak datang saat dibutuhkan. Banyak
BAB I PENDAHULUAN. berhubungan dengan orang lain, atau dengan kata lain manusia mempunyai
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Sebagai makhluk sosial setiap manusia mempunyai dorongan untuk berhubungan dengan orang lain, atau dengan kata lain manusia mempunyai dorongan untuk bersosialisasi.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Perilaku Prososial. prososial merupakan salah satu bentuk perilaku yang muncul dalam kontak sosial,
11 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Perilaku Prososial 1. Pengertian Perilaku Prososial Brigham (dalam Dayakisni, 2009) menerangkan bahwa perilaku prososial merupakan perilaku untuk menyokong kesejahteraan orang
BAB V HASIL PENELITIAN
BAB V HASIL PENELITIAN Pengujian terhadap hipotesis dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis korelasi Product Moment untuk mencari hubungan antara konformitas teman sebaya dengan perilaku agresif
Oleh Dra. Rahayu Ginintasasi, M.Si
Oleh Dra. Rahayu Ginintasasi, M.Si KonsepPsikologiSosial Psikologi sosial merupakan ilmu pengetahuan yang berusaha memahami asal usul dan sebab-sebab terjadinya perilaku dan pemikiran individual dalam
MODUL PERKULIAHAN. Pengertian agresi, teori-teori agresi, pengaruh terhadap agresi, cara mengurangi agresi
MODUL PERKULIAHAN AGRESI Pengertian agresi, teori-teori agresi, pengaruh terhadap agresi, cara mengurangi agresi Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Fakultas Psikologi Psikologi 61119
BAB II LANDASAN TEORI. A. Kepuasan Pernikahan. 1. Pengertian Kepuasan Pernikahan
13 BAB II LANDASAN TEORI A. Kepuasan Pernikahan 1. Pengertian Kepuasan Pernikahan Pernikahan merupakan suatu istilah yang hampir tiap hari didengar atau dibaca dalam media massa. Namun kalau ditanyakan
BABI PENDAHULUAN. Manusia terlahir sebagai makhluk sosial yang memiliki aka! budi dan
BABI PENDAHULUAN BABI PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Manusia terlahir sebagai makhluk sosial yang memiliki aka! budi dan kecerdasan. Sebagai manusia seharusnya dalam diri individu ada keinginan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Indonesia merupakan negara yang tiap elemen bangsanya sulit
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang tiap elemen bangsanya sulit lepas dari belenggu anarkisme, kekerasan, dan perilaku-perilaku yang dapat mengancam ketenangan masyarakat.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. PRASANGKA 1. Definisi Prasangka Prasangka merupakan sedikit dari banyaknya masalah yang harus dihadapi manusia. Ketika sekelompok orang berseteru, memicu berbagai tindakan agresif,
BAB I PENGANTAR I.1. Latar Belakang
BAB I PENGANTAR Manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa sebagai makhluk individu juga sebagai makhluk sosial. Makhluk sosial memiliki arti bahwa manusia memerlukan bantuan atau pertolongan dari orang
Sikap adalah sekelompok keyakinan dan perasaan yang melekat tentang. objek tertentu dan kecenderungan untuk bertindak terhadap objek tersebut
1. Pengertian Sikap Sikap adalah sekelompok keyakinan dan perasaan yang melekat tentang objek tertentu dan kecenderungan untuk bertindak terhadap objek tersebut dengan cara tertentu (Calhoun & Acocella,
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Manusia dikatakan makhluk sosial yang mempunyai akal pikiran di
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Manusia dikatakan makhluk sosial yang mempunyai akal pikiran di mana dapat berkembang dan diperkembangkan (Giri Wiloso dkk, 2012). Sebagai makhluk sosial, manusia
SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) PENGANTAR PSIKOLOGI
PENGANTAR PSIKOLOGI A. PENGANTAR IDENTITAS 1. Data Pribadi a. Nama Dosen : Drs. H. Syaifuddin, M.Pd.I. b. NIP : 1196911291994031003 c. NIDN : 2029116901 d. Pangkat : IVa/Lektor Kepala e. Alamat Kantor
DAFTAR PUSTAKA. Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
59 DAFTAR PUSTAKA Agustin, P. (2008). Kontribusi Empati Terhadap Perilaku Altruisme Pada Siswa- Siswi SMAN 1 Setu Bekasi. Jurnal Psikologi. Vol. 3, No. 7 April, hal. 45-53. Arikunto, S. (2006). Prosedur
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Kesepian. dan terpisah dari mereka yang ada sekitar anda (Beck & Dkk dalam David G.
11 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kesepian 1. Pengertian Kesepian Kesepian adalah dengan merasa terasing dari sebuah kelompok, tidak dicintai oleh sekeliling, tidak mampu untuk berbagi kekhawatiran pribadi,
SILABUS SOSIOLOGI 2014
SILABUS SOSIOLOGI 2014 FAKULTAS MATA KULIAH SEMESTER : PSIKOLOGI : SOSIOLOGI : I I. IDENTITAS MATA KULIAH Nama Mata Kuliah : Psikologi Sosiologi Jumlah SKS : 2 SKS Semester : I Program Studi : Psikologi/S1
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Manusia merupakan makhluk sosial yang diciptakan untuk berdampingan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia merupakan makhluk sosial yang diciptakan untuk berdampingan dengan orang lain dan tidak bisa hidup secara individual. Sebagai makhluk sosial hendaknya
AGRESI MODUL PSIKOLOGI SOSIAL I. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh
MODUL PSIKOLOGI SOSIAL I AGRESI Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Fakultas Psikologi Psikologi 13 61016 Abstract Materi tentang pengertian agresi, teoriteori dan cara menguranginya
Pengantar Psikologi Sosial. Pertemuan 1
Pengantar Psikologi Sosial Pertemuan 1 Penjelasan perkuliahan Kesepakatan tata tertib Penjelasan bahan bacaaan/referensi Penjelasan sistem dan proporsi penilaian Nama Mata Kuliah : Psikologi Sosial I Kode
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Wiersma (dalam Sugiyono, 2006: 58) menyatakan bahwa, teori adalah generalisasi atau kumpulan generalisasi yang dapat digunakan untuk menjelaskan berbagai fenomena secara sistematik.
KOGNISI SOSIAL. Pengertian, sumber kesalahan dalam kognisi sosial; Skema, jalan pintas mental; Afek dan kognisi. Sri Wahyuning Astuti, S.Psi.
Modul ke: KOGNISI SOSIAL Pengertian, sumber kesalahan dalam kognisi sosial; Skema, jalan pintas mental; Afek dan kognisi. Fakultas Psikologi Sri Wahyuning Astuti, S.Psi. M,Ikom Program Studi Psikologi
Prasangka Mahasiswa Papua Pada Etnis Jawa Di Kota Malang
Jurnal Mediapsi 2016, Vol. 2, No. 1, 11-18 Prasangka Mahasiswa Papua Pada Etnis Jawa Di Kota Malang Klaudia Ulaan, Ika Herani, & Intan Rahmawati [email protected] Program Studi Psikologi, FISIP, Universitas
SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) M A T A K U L I A H P E N G A N T A R S O S I O L O G I
SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) M A T A K U L I A H P E N G A N T A R S O S I O L O G I OLEH : Dr. Hj. FUTUM HUBAIB, S.Sos, M.M FRENDLY ALBERTUS, S.Sos, M.A PROGRAM STUDI ADMINISTRASI NEGARA FAKULTAS ILMU
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Perilaku Konsumtif terhadap Produk Kosmetik. 1. Pengertian Perilaku Konsumtif terhadap Produk Kosmetik
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Perilaku Konsumtif terhadap Produk Kosmetik 1. Pengertian Perilaku Konsumtif terhadap Produk Kosmetik Kata konsumtif mempunyai arti boros, makna kata konsumtif adalah sebuah
Modul ke: PSIKOLOGI SOSIAL 2. Pengantar Perkuliahan. Fakultas PSIKOLOGI. Filino Firmansyah M. Psi. Program Studi Psikologi
Modul ke: 01 Fakultas PSIKOLOGI PSIKOLOGI SOSIAL 2 Pengantar Perkuliahan Filino Firmansyah M. Psi Program Studi Psikologi Tujuan Pembelajaran Mengerti tentang konsep dasar dan prinsip umum dari perilaku
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Gaya Hidup Hedonis Pada Mahasiswa. 1. Pengertian Gaya Hidup Hedonis Pada Mahasiswa
10 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Gaya Hidup Hedonis Pada Mahasiswa 1. Pengertian Gaya Hidup Hedonis Pada Mahasiswa Gaya hidup adalah pola tingkah laku sehari-hari segolongan manusia dalam masyarakat (Kamus
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. kemampuan untuk saling tolong-menolong ketika melihat ada orang lain yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Hal yang membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya adalah kemampuan untuk
Sejarah dan Aliran Psikologi
Modul ke: Sejarah dan Aliran Psikologi Pengantar kontrak belajar, penjelasan materi kuliah Sejarah dan Aliran Psikologi, dan penjelasan tugas. Fakultas PSIKOLOGI Rizka Putri Utami, M.Psi Program Studi
PENGARUH TEKNIK KATARSIS TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS PERILAKU AGRESI SISWA KELAS IX DI SMP NEGERI 15 BOGOR
140 Pengaruh Teknik Katarsis Terhadap Penurunan Intensitas Perilaku Agresi Siswa Kelas IX di SMPN 15 Bogor PENGARUH TEKNIK KATARSIS TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS PERILAKU AGRESI SISWA KELAS IX DI SMP NEGERI
5. KESIMPULAN, DISKUSI DAN SARAN
54 5. KESIMPULAN, DISKUSI DAN SARAN Dalam bab ini akan diuraikan mengenai kesimpulan dan diskusi yang dapat diambil dari penelitian ini, serta saran-saran yang dapat diberikan berkenaan dengan penelitian
BAB I PENDAHULUAN. Sejak pertama kali kita dilahirkan, kita langsung digolongkan berdasarkan
BAB I PENDAHULUAN I.A. LATAR BELAKANG Sejak pertama kali kita dilahirkan, kita langsung digolongkan berdasarkan jenis kelamin yaitu laki-laki atau perempuan. Secara biologis manusia dengan mudah dibedakan
HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS DENGAN ALTRUISME. Naskah Publikasi
HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS DENGAN ALTRUISME Naskah Publikasi Disusun Guna Memenuhi Sebagian Persyaratan Dalam Mencapai Derajat Sarjana S-1 Psikologi Diajukan oleh: DEVID ARI PRADANA F100 090 042 FAKULTAS
BAB I PENDAHULUAN. adalah kekerasan yang terjadi pada anak. Menurut data yang di dapat dari
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kekerasan yang terjadi saat ini sangat memprihatinkan, salah satunya adalah kekerasan yang terjadi pada anak. Menurut data yang di dapat dari Komnas Perlindungan anak,
BAB V HASIL PENELITIAN
BAB V HASIL PENELITIAN A. Hasil Penelitian 1. Uji Asumsi Uji asumsi perlu dilakukan dalam menganalisis data. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan korelasi Product Moment. Uji
SATUAN ACARA PENGAJARAN (SAP) Mata Kuliah : Pengantar Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS) Psikologi. Kode Mata Kuliah : Jumlah SKS : 1 SKS
SATUAN ACARA PENGAJARAN (SAP) Mata Kuliah : Pengantar Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS) Psikologi Kode Mata Kuliah : Jumlah SKS : 1 SKS Waktu Pertemuan : 250 menit Tujuan Instruksional Umum : Setelah menjalani
RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS)
RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS) Kode / Nama Mata Kuliah : A15.112.07/ Psikologi Komunikasi Revisi ke : Satuan Kredit Semester : 3 SKS Tgl revisi : Jml Jam kuliah dalam seminggu :
Lucky Nindi Riandika Marfu i
INTERNATIONAL CONFERENCE ON SPECIAL EDUCATION IN SOUTHEAST ASIA REGION 7 TH SERIES 2017 ANALISIS ASPEK KONASI BERDASARKAN INDIKATOR PROSOSIAL PADA SISWA CERDAS BERBAKAT DI SMP NEGERI 5 YOGYAKARTA (The
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dengan pepatah berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Nilai kesetiakawanan,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia adalah mahluk sosial, dimana manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Sejak jaman dahulu manusia hidup bergotongroyong, sesuai dengan pepatah
BAB II LANDASAN TEORI. adalah kemampuan yang membuat individu lebih dihargai oleh orang lain.
BAB II LANDASAN TEORI A. KOMPETENSI INTERPERSONAL 1. Pengertian Kompetensi Interpersonal Sears, Freedman dan Peplau (1994) mengemukakan bahwa kompetensi adalah kemampuan yang membuat individu lebih dihargai
SATUAN ACARA PERKULIAHAN FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS GUNADARMA MATA KULIAH : PSIKOLOGI KELOMPOK KODE MATAKULIAH /SKS = MKK / 2 SKS
TIU : Agar mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan berbagai teori dan konsep-konsep mengenai dan kaitannya dengan perilaku manusia serta menjelaskan permasalahan yang berhubungan dengan melalui teori
PERBEDAAN PERILAKU PROSOSIAL DITINJAU DARI TEMPAT TINGGAL (Studi pada Remaja yang Tinggal di Pondok Pesantren dan yang Tinggal bersama Orang Tua)
PERBEDAAN PERILAKU PROSOSIAL DITINJAU DARI TEMPAT TINGGAL (Studi pada Remaja yang Tinggal di Pondok Pesantren dan yang Tinggal bersama Orang Tua) SKRIPSI Oleh: Delvi Irma Listya Perdani 08810139 FAKULTAS
LANDASAN PSIKOLOGI. Imam Gunawan
LANDASAN PSIKOLOGI Imam Gunawan PSIKOLOGI PERKEMBANGAN Pendekatan tentang perkembangan manusia menurut Sukmadinata (2008) ialah: 1. Pendekatan pentahapan: perkembangan individu berjalan melalui tahapan-tahapan
Agresivitas Mahasiswa Suku Madura, Minang, Gorontalo, dan Jawa Di Malang
Agresivitas Mahasiswa Suku Madura, Minang, Gorontalo, dan Jawa Di Malang ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan agresivitas pada mahasiswa suku Madura, Minang, Gorontalo dan Jawa.
TINGKAH LAKU PROSOSIAL
TINGKAH LAKU PROSOSIAL Modul ke: Fakultas Psikologi Dasar tingkah pro-sosial; Tahap-tahap perilaku menolong; Respons terhadap keadaan darurat; Pengaruh internal dan eksternal dalam menolong; Komitmen jangka
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Perilaku Prososial. bersifat nyata (Sarwono, 2002). Di kehidupan sehari-hari terdapat berbagai macam
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Perilaku Prososial 1. Pengertian Perilaku Prososial Perilaku sebagai sesuatu yang dilakukan oleh setiap individu dan sesuatu yang bersifat nyata (Sarwono, 2002). Di kehidupan
HUBUNGAN ANTARA KEPRIBADIAN EKSTROVERT DENGAN PERILAKU AGRESI PADA REMAJA
HUBUNGAN ANTARA KEPRIBADIAN EKSTROVERT DENGAN PERILAKU AGRESI PADA REMAJA SKRIPSI Disusun Untuk memenenuhi Sebagian Persyaratan Meraih Gelar Sarjana S1 Psikologi Oleh: Dony Sinuraya F. 100 030 142 FAKULTAS
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MK PSIKOLOGI LINTAS BUDAYA
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MK PSIKOLOGI LINTAS BUDAYA A. Identitas Mata Kuliah Mata Kuliah : PSIKOLOGI LINTAS BUDAYA Kode MK : PSY442 Bobot SKS : 2sks/2js B. Tujuan Umum Mata Kuliah Setelah mengikuti perkuliahan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Pemaafan. maaf adalah kata saduran dari bahasa Arab, al afw. Kata ini dalam al-
11 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pemaafan 1. Definisi Pemaafan Secara terminologis, kata dasar pemaafan adalah maaf dan kata maaf adalah kata saduran dari bahasa Arab, al afw. Kata ini dalam al- Qur an terulang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah konflik menjadi fenomena yang seakan menjadi biasa dalam masyarakat Indonesia. Kondisi Negara Indonesia dengan segala macam kemajemukan dan heterogenitas.
HUBUNGAN ANTARA KETERTARIKAN INTERPERSONAL DENGAN PERILAKU PROSOSIAL PADA REMAJA SMA ISLAM HIDAYATULLAH SEMARANG
HUBUNGAN ANTARA KETERTARIKAN INTERPERSONAL DENGAN PERILAKU PROSOSIAL PADA REMAJA SMA ISLAM HIDAYATULLAH SEMARANG Inggit Kartika Sari, Siswati Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto,
BAB II KAJIAN PUSTAKA Kemandirian dalam pengambilan keputusan Pengertian kemandirian dalam pengambilan keputusan
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Kemandirian dalam pengambilan keputusan 2.1.1. Pengertian kemandirian dalam pengambilan keputusan Kemandirian menurut Elkind dan Weiner (Nuryoto, 1993) mencakup pengertian kebebasan
Anggaraningtyas et,al/ HUBUNGAN ANTARA KOPING STRES
Hubungan antara Koping Stres dan Persepsi Pola Asuh Otoriter dengan Kecenderungan Perilaku Agresi pada Remaja yang dimoderasi oleh Konformitas Teman Sebaya pada Siswa Kelas XI SMK Muhammadiyah 4 Boyolali
HUBUNGAN ANTARA EMPATI DENGAN PERILAKU ALTRUISME PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA NASKAH PUBLIKASI
HUBUNGAN ANTARA EMPATI DENGAN PERILAKU ALTRUISME PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA NASKAH PUBLIKASI Disusun Guna Memenuhi Sebagian Persyaratan Dalam Mencapai Derajat Sarjana (S-1)
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. puncak dari seluruh kegiatan akademik di bangku kuliah adalah menyelesaikan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tahap akhir dari perjalanan panjang seorang mahasiswa yang merupakan titik puncak dari seluruh kegiatan akademik di bangku kuliah adalah menyelesaikan skripsi,
