PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

dokumen-dokumen yang mirip
PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

Daftar Isi. Neraca Konsolidasi Laporan Laba Rugi Konsolidasi Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi... 5

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK

Daftar Isi. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian...4-5

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT SIANTAR TOP Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2007 DAN 2006 (TIDAK DIAUDIT)

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT. INTANWIJAYA INTERNASIONAL, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2009 DAN 2008

PT LIONMESH PRIMA Tbk

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ENTITAS ANAK

JUMLAH ASET LANCAR

PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2014 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 MARET 2015 ( TIDAK DIAUDIT )

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut: Tahun 2011 Tahun 2010

LAPORAN TAHUNAN ANNUAL REPORT

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER 2010 (MATA UANG INDONESIA)

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2011 DAN 2010 (MATA UANG INDONESIA)

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2011 DAN 30 JUNI 2010 (MATA UANG INDONESIA)

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2010 DAN 2009 (MATA UANG INDONESIA)


PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT. AKBAR INDO MAKMUR STIMEC Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2009 dan 2008

Laporan Keuangan - Pada tanggal 31 Desember 2008 dan untuk periode sejak 8 April 2008 (tanggal efektif) sampai dengan 31 Desember 2008

PT. AKBAR INDO MAKMUR STIMEC Tbk

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2012 DAN 30 JUNI 2011 (MATA UANG INDONESIA)

PT LIONMESH PRIMA Tbk

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN


30 Juni 31 Desember

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

Catatan 31 Maret Maret 2010

PT Dynaplast Tbk. dan Anak Perusahaan

PT PENYELENGGARA PROGRAM PERLINDUNGAN INVESTOR EFEK INDONESIA

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2015 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Serta Untuk

PT LIONMESH PRIMA Tbk LAPORAN KEUANGAN PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2014 (TIDAK DIAUDIT)

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Per 30 Juni 2010 dan 2009

PT MILLENNIUM PHARMACON INTERNATIONAL Tbk LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2011

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1 3. Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 4-5. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 6-7

PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk

PT KARWELL INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk

PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 September 2013 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2012 (Diaudit) Serta Untuk

PT RICKY PUTRA GLOBALINDO Tbk dan ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI. Pada tanggal 30 Maret 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2014 dan 2013 Beserta LAPORAN AUDITOR

PT MITRA INVESTINDO Tbk

PT SUPARMA Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2018 DAN 2017

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2015 dan 2014 Beserta LAPORAN AUDITOR

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA

PT GOLDEN RETAILINDO Tbk

PT ALKINDO NARATAMA TBK

PT SIANTAR TOP Tbk. LAPORAN KEUANGAN INTERIM UNTUK TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2009 DAN 2008 (TIDAK DIAUDIT)

BAB III GAMBARAN UMUM ATAS PT MMS. Sejarah Singkat dan Perkembangan Perusahaan

PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PER 30 JUNI 2014 DAN 31 DESEMBER 2013

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk

DAFTAR ISI. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian... 3

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

PT ZEBRA NUSANTARA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN 30 September 2011 (Tidak Diaudit), 31 Desember 2010 dan 1 Januari 2010

PT STAR PETROCHEM Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 31 Maret 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta Untuk

PT. NUSANTARA INTI CORPORA TBK DAN ENTITAS ANAK

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk

Jumlah aset lancar

PT TEMPO SCAN PACIFIC Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 Maret 2010 dan 2009 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT GOLDEN RETAILINDO Tbk

PT. Ekadharma International Tbk. & Entitas Anak

REKSA DANA SCHRODER PRESTASI GEBYAR INDONESIA II DAFTAR ISI. Halaman. Laporan Auditor Independen 1

30 September 31 Desember Catatan

1 Januari 2010/ 31 Desember 31 Desember 31 Desember (Disajikan kembali)

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk LAPORAN KEUANGAN

Transkripsi:

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2011 (MATA UANG INDONESIA)

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2011 Daftar Isi Halaman Neraca Konsolidasi... 1-3 Laporan Laba Rugi Konsolidasi... 4 Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi... 5 Laporan Arus Kas Konsolidasi... 6 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi... 7-52

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) KONSOLIDASI dan 31 Desember 2010 Catatan 31Desember 2010 ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 2, 3, 29, 32 50.948.250.925 80.968.763.439 Investasi 2, 4, 29, 32 1.963.117.500 2.016.231.750 Piutang usaha - setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp 435.229.502 dan Rp 450.116.848 dan 31 Desember 2010 2, 5, 14, 32 148.071.518.810 143.195.383.970 Piutang lain-lain - pihak ketiga 2, 6, 32 4.946.190.223 4.669.362.708 Pajak dibayar di muka 2, 18 199.428.489 199.840.489 Persediaan 2, 8, 14 60.707.495.894 48.025.535.339 Biaya dibayar di muka 2, 9 18.466.639.482 7.463.256.239 Uang muka pemasok dan lainnya 10 10.996.881.710 4.223.092.249 JUMLAH ASET LANCAR 296.299.523.033 290.761.466.183 ASET TIDAK LANCAR Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 78.129.284.310 dan Rp 73.704.192.964 pada tanggal dan 31 Desember 2010 2, 11, 14 75.963.651.210 68.343.347.512 Properti investasi 2, 12 17.406.861.377 17.406.861.377 Aset pajak tangguhan - bersih 2, 18 892.912.675 971.655.210 Uang jaminan Pihak ketiga 59.667.398 61.578.810 Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 2, 7 1.307.156.711 1.313.332.711 Aset lain-lain 2, 13, 32 7.601.209.170 7.494.201.112 JUMLAH ASET TIDAK LANCAR 103.231.458.542 95.590.976.732 JUMLAH ASET 399.530.981.575 386.352.442.915 Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 1

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) KONSOLIDASI (lanjutan) dan 31 Desember 2010 KEWAJIBAN DAN EKUITAS Catatan 31Desember 2010 KEWAJIBAN LANCAR Hutang bank jangka pendek 2, 5, 8, 11, 14, 32 4.418.985.752 3.184.203.204 Hutang usaha 2,15, 32 24.712.679.263 21.901.095.583 Hutang lain-lain 2,16, 32 6.727.753.686 5.376.811.937 Hutang pajak 2,18, 32 4.139.784.859 3.981.528.931 Biaya masih harus dibayar 532.923.166 2.538.763.762 Hutang dividen 32 273.584.661 266.889.273 Hutang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Hutang bank 2, 11, 17, 32 331.867.308 941.305.751 JUMLAH KEWAJIBAN LANCAR 41.137.578.695 38.190.598.441 KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Hutang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun Hutang bank 2, 11, 17, 32 1.594.073.050 599.923.385 Kewajiban pajak tangguhan - bersih 2, 18 510.837.187 643.034.589 Kewajiban imbalan kerja 2, 19 10.939.872.295 9.395.309.842 JUMLAH KEWAJIBAN TIDAK LANCAR 13.044.782.532 10.638.267.816 JUMLAH KEWAJIBAN 54.182.361.227 48.828.866.257 HAK MINORITAS ATAS ASET BERSIH ANAK PERUSAHAAN 2 12.000.000 12.000.000 Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 2

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) KONSOLIDASI (lanjutan) dan 31 Desember 2010 Catatan 31 Desember 2010 EKUITAS Modal saham - nilai nominal Rp125 per saham Modal dasar - 800.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor penuh - 428.000.000 saham 20 53.500.000.000 53.500.000.000 Tambahan modal disetor - agio saham 1, 21 56.700.000.000 56.700.000.000 Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali 2 10.000.000 10.000.000 Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan 2,22 26.716.715.224 27.292.442.436 Saldo laba Telah ditentukan penggunaannya 7.886.564.365 5.444.684.672 Belum ditentukan penggunaannya 200.523.340.759 194.564.449.550 JUMLAH EKUITAS 345.336.620.348 337.511.576.658 JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 399.530.981.575 386.352.442.915 Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 3

LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASI Untuk Periode Sembilan Bulan Berakhir Pada Tanggal (Dengan Angka Perbandingan 30 September 2010) Catatan 2011 2010 PENJUALAN BERSIH 2, 24 286.670.275.355 252.410.384.802 BEBAN POKOK PENJUALAN 2, 25 126.278.256.294 111.489.666.967 LABA KOTOR 160.392.019.061 140.920.717.835 BEBAN USAHA 2, 26 Penjualan 108.778.849.362 93.896.663.147 Umum dan administrasi 27.103.625.304 23.978.986.556 Jumlah Beban Usaha 135.882.474.666 117.875.649.703 LABA USAHA 24.509.544.395 23.045.068.132 PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN Penghasilan bunga 1.816.390.454 1.870.683.517 Laba atas penjualan aset tetap 2, 11 249.472.727 359.795.991 Beban bunga (581.877.475) (621.281.653) Rugi selisih kurs - bersih 2 (687.224.016) (2.624.748.766) Beban program pengembangan Perusahaan 2, 26 (3.935.119.381) (1.958.878.151) Beban imbalan kerja karyawan 2, 19 (2.294.097.255) (2.153.444.853) Lain-lain - bersih 250.748.465 24.071.000 Beban Lain-lain - Bersih (5.181.706.481) (5.103.802.915) LABA SEBELUM MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN 19.327.837.914 17.941.265.217 MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN 2, 18 Kini 6.212.185.892 4.913.556.636 Tangguhan (168.598.880) (163.257.679) Bersih 6.043.587.012 4.750.298.957 LABA PERIODE BERJALAN SETELAH PAJAK 13.284.250.902 13.190.966.260. LABA YANG DAPAT DIDISTRIBUSIKAN KEPADA Pemilik entitas induk 9.466.357.193 9.399.882.557 Kepentingan non pengendali 3.817.893.709 3.791.083.703. LABA BERSIH 13.284.250.902 13.190.966.260. LABA BERSIH PER SAHAM DASAR 28 31 31. Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 4

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI (Dengan Angka Perbandingan 30 September 2010) Selisih Nilai Transaksi Akumulasi Saldo Laba Restrukturisasi Selisih Kurs Modal Ditempatkan Tambahan Modal Entitas Karena Penjabaran Telah ditentukan Belum ditentukan Catatan dan Disetor Penuh Disetor-Agio Saham Sepengendali Laporan Keuangan Penggunaannya Penggunaannya Jumlah Ekuitas Saldo 1 Januari 2010 53.500.000.000 56.700.000.000 10.000.000 26.409.112.558 3.343.000.000 176.450.297.292 316.412.409.850 Laba bersih - - - - - 13.190.966.260 13.190.966.260 Dividen kas - - - - - (4.202.960.000) (4.202.960.000) Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan 2 - - - 762.905.320 - - 762.905.320 Pembentukan cadangan 23 - - - - 2.101.684.672 (2.101.684.672) - Saldo 30 September 2010 53.500.000.000 56.700.000.000 10.000.000 27.172.017.878 5.444.684.672 183.336.618.880 326.163.321.430 Saldo 1 Januari 2011 53.500.000.000 56.700.000.000 10.000.000 27.292.442.436 5.444.684.672 194.564.449.550 337.511.576.658 Laba bersih - - - - - 13.284.250.902 13.284.250.902 Dividen kas - - - - - (4.883.480.000) (4.883.480.000) Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan 2,22 - - - (575.727.212 ) - - (575.727.212) Pembentukan cadangan 23 - - - - 2.441.879.693 (2.441.879.693) - Saldo 53.500.000.000 56.700.000.000 10.000.000 26.716.715.224 7.886.564.365 200.523.340.759 345.336.620.348 Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 5

LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI (Dengan Angka Perbandingan 30 September 2010) Catatan 2011 2010 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan 281.517.313.000 257.163.903.141 Pembayaran kas kepada pemasok, karyawan dan beban operasi lainnya ( 291.038.096.757) (245.655.771.031) Kas diperoleh dari aktivitas operasi (9.520.783.757) 11.508.132.110 Pembayaran untuk: Pajak (5.885.331.084) (8.238.451.210) Beban bunga (581.877.475) (621.281.653) Penerimaan dari penghasilan bunga 1.816.390.454 1.870.683.517 Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi (14.171.601.862) 4.519.082.764 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Surat berharga diperdagangkan 53.114.250 - Hasil penjualan aset tetap 11 11.249.472.727 637.606.724 Perolehan aset tetap (12.887.511.399) (5.767.606.032) Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (12.584.924.422) (5.129.999.308) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penerimaan pinjaman bank 384.711.222 351.676.816 Pembayaran pinjaman bank jangka pendek - bersih 1.234.782.548 (31.985.300) Sewa pembiayaan Pembayaran dividen kas (4.883.480.000) (4.202.960.000) Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (3.263.986.230) (3.883.268.484) KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS (30.020.512.514) (4.494.185.028) KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 80.968.763.439 90.924.380.404 KAS DAN SETARA KAS 30 SEPTEMBER 3 50.948.250.925 86.430.195.376 Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 6

1. UMUM Pendirian Perusahaan PT Mustika Ratu Tbk ( Perusahaan ) didirikan berdasarkan akta No. 35 pada tanggal 14 Maret 1978 oleh Notaris G.H.S. Loemban Tobing, S.H. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dengan Surat Keputusan No. Y.A.5/188/15 tanggal 22 Desember 1978 dan diumumkan dalam Berita Negara No. 8 tanggal 25 Januari 1980, Tambahan No. 45. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta No. 136 pada tanggal 17 Juli 2008 oleh Notaris Soetjipto, S.H.M.Kn, mengenai penyesuaian anggaran dasar Perusahaan dengan Undang Undang Perseroan Terbatas No. 40 tahun 2007. Perubahan tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No.AHU-09469.AH.01.02.Tahun 2009 tanggal 27 Maret 2009. Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi pabrikasi, perdagangan dan distribusi jamu dan kosmetik tradisional serta minuman sehat, dan kegiatan usaha lain yang berkaitan. Perusahaan berdomisili di Jalan Gatot Subroto, Jakarta dan pabrik berlokasi di Jalan Raya Bogor KM. 26,4 Ciracas, Jakarta Timur. Perusahaan memulai kegiatan komersial pada tahun 1978. Penawaran Umum Saham Perusahaan Perusahaan memperoleh Surat Pemberitahuan Efektif atas Pernyataan Pendaftaran Emisi Saham No. S-874/PM/95 pada tanggal 28 Juni 1995 dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) atas Pendaftaran Perusahaan sebagai Perusahaan Publik. Perusahaan menawarkan 27 juta lembar saham kepada masyarakat dengan nilai nominal Rp 500 per saham dengan harga penawaran Rp 2.600 per saham melalui bursa efek di Indonesia. Kelebihan harga jual saham atas nilai nominal saham telah dibukukan sebagai agio saham (Catatan 20). Perusahaan memperoleh persetujuan untuk mencatatkan seluruh sahamnya sebanyak 107.000.000 lembar saham di Bursa Efek Jakarta tanggal 27 Juli 1995 berdasarkan Surat Direksi PT Bursa Efek Jakarta No. S-376/BEJ.1.2/VII/1995 pada tanggal 24 Juli 1995. Pada tahun 2002 Perusahaan melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan nilai nominal lama Rp 500 per lembar saham menjadi nilai nominal baru sebesar Rp 125 per lembar saham. Pemecahan nilai nominal saham tersebut telah diumumkan oleh PT Bursa Efek Jakarta melalui surat No. PENG-453/BEJ.EEM/08-2002 tanggal 1 Agustus 2002. Jumlah saham beredar setelah dilakukan pemecahan nilai nominal menjadi sebesar 428.000.000 lembar saham. 7

1. UMUM (lanjutan) Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham yang diaktakan dengan akta No.4 tanggal 8 Juni 2011 oleh Notaris Andalia Farida, S.H., M.H. susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal (2010) adalah sebagai berikut : Presiden Komisaris Komisaris Independen Komisaris Presiden Direktur Direktur Direktur : Haryo Tedjo Baskoro, MBA : Prof. DR. F. G. Winarno : Darodjatun Sanusi, MBA : Putri Kuswisnuwardani, MBA : Dewi Nur Handayani, BBA : Arman S. Tjitrosoebono, MBA Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham yang diaktakan dengan akta No.9 tanggal 9 Juni 2010 oleh Notaris Andalia Farida, S.H., M.H. susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut : Presiden Komisaris Komisaris Independen Komisaris : Haryo Tedjo Baskoro, MBA : Prof. DR. F. G. Winarno : Darodjatun Sanusi, MBA Presiden Direktur : DR.B.R.A.Mooryati Soedibyo Wakil Presiden Direktur : Putri Kuswisnuwardani, MBA Direktur : Dewi Nur Handayani, BBA Direktur : Arman S. Tjitrosoebono, MBA Jumlah gaji dan tunjangan lain yang diperoleh Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan dan Anak Perusahaan adalah sebesar Rp 6.149.656.546 dan Rp 5.875.800.360 pada tahun 2011 dan 2010. Perusahaan memiliki karyawan pada tanggal dan 2010 masing-masing sebanyak 2.627 dan 2.418 karyawan (tidak diaudit). 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi disajikan sesuai dengan prinsip-prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) serta Peraturan dan Pedoman Penyajian Laporan Keuangan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Laporan keuangan konsolidasi disusun berdasarkan basis akrual dengan menggunakan konsep biaya historis (historical cost), kecuali beberapa akun tertentu yang disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. 8

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi (lanjutan) Laporan arus kas konsolidasi mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang dikelompokkan ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Laporan arus kas dalam aktivitas operasi disusun dengan menggunakan metode langsung. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasi adalah Rupiah. Instrumen Keuangan Mulai tanggal 1 Januari 2010, Perusahaan dan Anak Perusahaan menerapkan PSAK No. 50 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan, dan PSAK No. 55 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran yang menggantikan PSAK No. 50 Akuntansi Investasi Efek Tertentu dan PSAK No. 55 Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai. Penerapan PSAK revisi ini dilakukan secara prospektif. (i) Aset Keuangan Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi dimiliki hingga jatuh tempo, atau aset keuangan tersedia untuk dijual, Perusahaan dan Anak Perusahaan menentukan klasifikasi atas aset keuangan pada saat pengakuan awal. Pengakuan dan pengukuran Pada saat pengakuan awal, aset keuangan diukur pada nilai wajarnya, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, nilai wajar tersebut ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan tersebut. Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasi aset. Aset keuangan Perusahaan terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, dan aset lain-lain - Investasi swichable note diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang, Investasi - Obligasi diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar dalam laporan laba rugi. Seluruh pembelian dan penjualan yang lazim pada aset keuangan diakui atau dihentikan pengakuannya pada tanggal perdagangan seperti contohnya tanggal pada saat Perusahaan berkomitmen untuk membeli atau menjual aset. Pembelian atau penjualan yang lazim adalah pembelian atau penjualan aset keuangan yang mensyaratkan penyerahan aset dalam kurun waktu umumnya ditetapkan dengan peraturan atau kebiasaan yang berlaku dipasar. 9

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) Instrumen Keuangan (lanjutan) Pinjaman yang diberikan dan piutang Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Setelah pengakuan awal, aset keuangan tersebut dicatat pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif kecuali jika dampak diskonto tidak material, maka dinyatakan pada biaya perolehan. Keuntungan atau kerugian diakui pada laporan laba rugi ketika aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, dan melalui proses amortisasi. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi termasuk aset keuangan untuk diperdagangkan dan aset keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika mereka diperoleh untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Setelah pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi ditetapkan pada nilai wajar dalam neraca. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar aset keuangan diakui melalui laporan laba rugi. (ii) Kewajiban Keuangan Kewajiban keuangan diklasifikasikan sebagai kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, kewajiban keuangan yang dicatat berdasarkan biaya perolehan diamortisasi atau derivatif yang telah ditetapkan untuk tujuan lindung nilai yang efektif, jika sesuai. Perusahaan dan Anak Perusahaan menentukan klasifikasi atas kewajiban keuangan pada saat pengakuan awal. Kewajiban keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan dalam hal hutang bank, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Kewajiban keuangan Perusahaan dan Anak Perusahaan terdiri dari hutang bank jangka pendek, hutang usaha, hutang lain-lain, hutang dividen, dan hutang bank jangka panjang yang diklasifikasikan sebagai kewajiban keuangan yang dicatat berdasarkan biaya perolehan diamortisasi. Kewajiban keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, pada awalnya diakui pada nilai wajar dikurangi dengan biaya transaksi yang bisa diatribusikan secara langsung dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi, menggunakan suku bunga efektif kecuali jika dampak diskonto tidak material, maka dinyatakan pada biaya perolehan. 10

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) Instrumen Keuangan (lanjutan) Beban bunga diakui dalam Beban keuangan dalam laporan laba rugi. Keuntungan atau kerugian diakui pada laporan laba rugi ketika kewajiban keuangan tersebut dihentikan pengakuannya dan melalui proses amortisasi. (iii) Saling Hapus dari Instrumen Keuangan Aset keuangan dan kewajiban keuangan saling hapus dan nilai bersihnya dilaporkan dalam neraca jika, dan hanya jika, saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dan terdapat maksud untuk menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan kewajiban secara bersamaan. (iv) Nilai Wajar dari Instrumen Keuangan Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan secara aktif di pasar keuangan yang terorganisasi, jika ada, ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga di pasar aktif pada penutupan bisnis pada akhir periode pelaporan. Untuk instrumen keuangan yang tidak memiliki pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian tersebut mencakup penggunaan transaksi-transaksi pasar yang wajar antara pihak-pihak yang mengerti dan berkeinginan (arm s length market transactions); referensi atas nilai wajar terkini dari instrumen lain yang secara substansial sama; analisa arus kas yang didiskonto; atau model penilaian lain. (v) Biaya Perolehan Diamortisasi dari Instrumen Keuangan Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi dengan penyisihan atas penurunan nilai dan pembayaran pokok atau nilai yang tidak dapat ditagih. Perhitungan tersebut mempertimbangkan premium atau diskonto pada saat perolehan dan termasuk biaya transaksi dan biaya yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif. (vi) Penurunan Nilai Aset Keuangan Setiap tanggal neraca, Perusahaan dan Anak Perusahaan mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Aset keuangan atau kelompok aset keuangan diturunkan nilainya dan kerugian penurunan nilai telah terjadi jika, dan hanya jika, terdapat bukti yang obyektif mengenai penurunan nilai tersebut sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset tersebut (peristiwa yang merugikan), dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi secara handal. 11

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) Instrumen Keuangan (lanjutan) Untuk aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi, Perusahaan menentukan apakah terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai aset keuangan secara kolektif. Perusahaan memasukkan aset ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Jika terdapat bukti obyektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi, jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa datang (tidak termasuk ekspektasi kerugian kredit masa datang yang belum terjadi) yang didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut. Nilai tercatat aset keuangan tersebut berkurang melalui penggunaan akun penyisihan dan jumlah kerugian diakui dalam laporan laba rugi. Ketika aset tidak tertagih, nilai tercatat atas aset keuangan yang telah diturunkan nilainya dikurangi secara langsung atau jika ada suatu jumlah telah dibebankan ke akun penyisihan jumlah tersebut dihapusbukukan terhadap nilai tercatat aset keuangan tersebut. Jika, pada periode berikutnya, jumlah kerugian penurunan nilai berkurang dan pengurangan tersebut dapat dikaitkan secara obyektif pada peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui maka kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui dipulihkan dengan menyesuaikan akun penyisihan. Jumlah pemulihan aset keuangan diakui pada laporan laba rugi. Penerimaan kemudian atas piutang yang telah dihapusbukukan sebelumnya, jika pada periode berjalan dikreditkan dengan menyesuaikan pada akun penyisihan, sedangkan jika setelah tanggal neraca dikreditkan sebagai pendapatan operasional lainnya. Penerimaan kemudian atas piutang yang telah dihapusbukukan sebelumnya, jika pada periode berjalan dikreditkan dengan menyesuaikan pada akun cadangan penurunan nilai, sedangkan jika setelah tanggal neraca dikreditkan sebagai pendapatan operasional lainnya. (vii) Penghentian Pengakuan Aset Keuangan Perusahaan dan Anak Perusahaan menghentikan pengakuan aset keuangan, jika dan hanya jika, hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau Perusahaan mentransfer hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan atau menanggung kewajiban untuk membayarkan arus kas yang diterima tersebut secara penuh tanpa penundaan berarti kepada pihak ketiga dibawah kesepakatan pelepasan (pass through arrangement); dan (a) Perusahaan telah mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset, atau (b) Perusahaan tidak mentransfer maupun tidak memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset, namun telah mentransfer pengendalian atas aset. 12

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) Instrumen Keuangan (lanjutan) Kewajiban Keuangan Kewajiban keuangan dihentikan pengakuannya ketika kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa. Ketika kewajiban keuangan saat ini digantikan dengan yang lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas ketentuan kewajiban keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan kewajiban keuangan awal dan pengakuan kewajiban keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat kewajiban keuangan tersebut diakui dalam laporan laba rugi. Prinsip-prinsip Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi meliputi laporan keuangan Perusahaan dan Anak-anak Perusahaan dengan persentase pemilikan lebih dari 50%, baik dimiliki secara langsung maupun tidak langsung pada tanggal dan 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut: Persentase Tahun Mulai Pemilikan (%) Jumlah Aset Beroperasi Secara Kegiatan Usaha Domisili Komersial 2011 2010 2011 2010 PT Mustika Ratubuana Distribusi dan International perdagangan Jakarta 1992 99,97 99,97 199.616.618.735 176.112.861.656 PT Mustika Ratu Distribusi dan (M) Sdn. Bhd. perdagangan Malaysia 1993 100,00 100,00 49.340.060.429 53.380.564.931 PT Paras Cantik Distribusi dan Kenanga * perdagangan Jakarta 2006 99,90 99,90 394.680.990 1.044.688.705 PT Mustika International Distribusi dan Laboratories * perdagangan Jakarta 1997 99,00 99,00 4.000.000 4.000.000 * Tidak aktif beroperasi PT Mustika Ratubuana International (MRBI) saat ini memiliki cabang-cabang yang berlokasi di Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya. Untuk tujuan konsolidasi, akun-akun PT Mustika Ratu (M) Sdn. Bhd., anak perusahaan yang berkedudukan di Malaysia, dikonversikan ke mata uang rupiah dengan dasar sebagai berikut: Akun-akun neraca Akun-akun laba rugi - kurs tengah pada tanggal neraca - kurs rata-rata bulanan pada tahun yang bersangkutan Selisih kurs karena penjabaran akun-akun neraca dan laba rugi dilaporkan secara terpisah pada komponen ekuitas dalam akun Akumulasi Selisih Kurs Karena Penjabaran Laporan Keuangan pada neraca konsolidasi. 13

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) Penyisihan Piutang Ragu-ragu Semua saldo akun dan transaksi yang signifikan antar perusahaan telah dieliminasi. Bagian proporsional dari pemegang saham minoritas pada Anak Perusahaan disajikan sebagai Hak Minoritas atas Aset Bersih Anak Perusahaan pada neraca konsolidasi. Setara Kas Deposito berjangka yang akan jatuh tempo dalam waktu tiga (3) bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya yang tidak dibatasi penggunaannya serta tidak dijaminkan atas hutang, diklasifikasikan sebagai Setara Kas. Investasi Investasi pada surat berharga diperdagangkan disajikan sebesar nilai wajar. Laba atau rugi yang belum direalisasi akibat kenaikan atau penurunan nilai wajar surat berharga dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi konsolidasi tahun berjalan. Obligasi Pemerintah Obligasi Pemerintah diklasifikasikan sebagai aset keuangan dalam kelompok diperdagangkan. Obligasi Pemerintah yang diklasifikasikan ke dalam kelompok diperdagangkan diakui dan diukur pada nilai wajar di neraca konsolidasi pada saat pengakuan awal dan setelah pengakuan awal, dengan biaya transaksi yang terjadi diakui langsung di dalam laporan laba rugi konsolidasi tahun berjalan. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi akibat perubahan nilai wajar Obligasi Pemerintah yang diperdagangkan diakui sebagai bagian dari keuntungan atau kerugian dari perubahan nilai wajar intrumen keuangan dalam laporan laba rugi konsolidasi tahun berjalan. Obligasi Pemerintah yang diperdagangkan tidak direklasifikasi setelah pengakuan awal. Transaksi dengan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Perusahaan dan Anak Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagaimana didefinisikan dalam PSAK No. 7 tentang Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa. Seluruh transaksi material dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan atau yang tidak dilakukan berdasarkan persyaratan dan kondisi normal sebagaimana yang dilakukan dengan pihak ketiga, telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasi. Penyisihan piutang ragu-ragu dibentuk apabila terdapat piutang yang sudah tidak dapat ditagih yang ditentukan berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan akun piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun. 14

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) Persediaan Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi bersih (the lower of cost or net realizable value). Biaya perolehan dinyatakan berdasarkan metode masuk pertama keluar pertama (FIFO). Penyisihan persediaan usang ditetapkan untuk menurunkan nilai tercatat persediaan ke nilai realisasi bersihnya berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan pada akhir tahun. Biaya Dibayar di Muka Biaya dibayar di muka dibebankan sesuai masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method). Aset Tetap Perusahaan menerapkan PSAK No. 16 (Revisi 2007), Aset Tetap. Perusahaan memilih model biaya sebagai kebijakan akuntansi pengukuran aset tetapnya. Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan, dikurangi akumulasi penyusutan dan penurunan nilai aset. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut : Tahun Sewa tanah jangka panjang 99 Bangunan dan prasarana 20/50 Mesin dan peralatan pabrik 10 Peralatan dan perabot kantor 2-5 Kendaraan 5 Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan direview setiap akhir tahun dan pengaruh dari setiap perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif. Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya. Biaya penggantian komponen suatu aset dan biaya inspeksi yang signifikan diakui dalam jumlah tercatat aset jika memenuhi kriteria untuk diakui sebagai bagian dari aset. Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual, biaya perolehan serta akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadi dibukukan dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan. Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar harga perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset tetap. Akumulasi biaya perolehan aset dalam penyelesaian akan dipindahkan ke masingmasing aset tetap yang bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan. Sesuai dengan PSAK No. 47 tentang Akuntansi Tanah, perolehan tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan. Biaya perpanjangan hak pemilikan tanah ditangguhkan dan diamortisasi sepanjang periode hak atas tanah atau umur ekonomis tanah. 15

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) Aset Tetap (lanjutan) Sesuai dengan PSAK No. 48 tentang Penurunan Nilai Aset, nilai aset ditelaah untuk setiap penurunan dan kemungkinan penghapusan aset ke nilai wajar jika terjadi peristiwa atau perubahan keadaan yang menunjukkan bahwa nilai tercatat tidak dapat diperoleh kembali. Properti investasi Properti investasi adalah properti berupa tanah yang dimiliki Perusahaan untuk kenaikan nilai. Tanah investasi diukur sebesar nilai perolehan dan tidak disusutkan. Sewa Perusahaan menerapkan PSAK No. 30 (Revisi 2007), Sewa. Berdasarkan PSAK No. 30 (Revisi 2007) klasifikasi sewa didasarkan pada sejauh mana risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset sewaan berada pada lessor atau lessee, dan pada substansi transaksi dan bukan pada bentuk kontraknya. Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Pada awal masa sewa, lessee mengakui sewa pembiayaan sebagai aset dan kewajiban dalam neraca sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Pembayaran sewa minimum harus dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan kewajiban. Beban keuangan harus dialokasikan ke setiap periode selama masa sewa sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo kewajiban. Jumlah yang dapat disusutkan dari aset sewaan dialokasikan ke setiap periode akuntansi selama perkiraan masa penggunaan dengan dasar yang sistematis dan konsisten dengan kebijakan penyusutan aset yang dimiliki. Jika tidak terdapat kepastian yang memadai bahwa lessee akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa, maka aset sewaan disusutkan selama periode yang lebih pendek antara masa sewa dan umur manfaat aset sewaan. Pengakuan Pendapatan dan Beban Pendapatan dari penjualan lokal diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan. Pendapatan dari penjualan ekspor diakui sesuai dengan persyaratan pengiriman. Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis). 16

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal neraca, aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku terakhir dari Bank Indonesia pada tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs yang terjadi dikreditkan atau dibebankan pada usaha tahun berjalan. Kurs yang digunakan pada tanggal dan 31 Desember 2010, adalah sebagai berikut: 2011 2010 Dolar Amerika Serikat 8.823,00 8.991,00 Ringgit Malaysia 2.768,01 2.915,85 Dolar Singapura 6.796,35 6.980,61 Kurs tersebut dihitung berdasarkan rata-rata kurs beli dan kurs jual uang kertas asing dan/atau kurs transaksi terakhir dari Bank Indonesia untuk tahun berjalan. Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali Sesuai dengan PSAK No.38 tentang Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali, tidak ada pengakuan laba atau rugi atas pengalihan aset, saham, atau instrumen kepemilikan lainnya antar entitas sepengendali. Selisih nilai pengalihan dengan nilai buku sehubungan dengan transaksi antar entitas sepengendali bukan merupakan goodwill dan selisih ini disajikan sebagai bagian dari ekuitas. Pajak Penghasilan Beban pajak kini disajikan berdasarkan taksiran penghasilan kena pajak tahun berjalan. Aset dan kewajiban pajak tangguhan diakui berdasarkan perbedaan temporer antara dasar pelaporan komersial dan dasar pajak atas aset dan kewajiban pada masing-masing tanggal pelaporan. Manfaat pajak masa yang akan datang, seperti akumulasi rugi fiskal yang belum digunakan diakui sejauh terdapat cukup kemungkinan atas realisasi dari manfaat pajak tersebut. Pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal neraca. Perubahan nilai tercatat aset dan kewajiban pajak tangguhan yang disebabkan oleh perubahan tarif pajak dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasi tahun berjalan, kecuali untuk transakasi-transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas. Perubahan atas kewajiban pajak dicatat ketika hasil pemeriksaan diterima atau hasil dari keberatan ditetapkan dalam hal pengajuan keberatan oleh Perusahaan atau Anak Perusahaan. 17

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) Imbalan Kerja Perusahaan dan Anak Perusahaan mencatat imbalan kerja berdasarkan Undang-undang No. 13 tahun 2003 tanggal 25 Maret 2003 ( UU No. 13 ) dan PSAK No. 24 (Revisi 2004) Imbalan Kerja. Berdasarkan PSAK No. 24 (Revisi 2004 Imbalan Kerja ), biaya imbalan kerja dihitung berdasarkan UU No. 13 dengan menggunakan metode perhitungan aktuarial projected unit credit. Keuntungan atau kerugian aktuarial diakui sebagai penghasilan atau beban apabila akumulasi keuntungan atau kerugian aktuarial bersih yang belum diakui untuk masing-masing program pada akhir tahun pelaporan sebelumnya melebihi jumlah 10% dari kewajiban imbalan pasti pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian aktuarial ini diakui selama rata-rata sisa masa kerja karyawan dengan menggunakan metode garis lurus. Biaya jasa lalu yang timbul akibat pengenalan program imbalan pasti atau perubahan kewajiban imbalan kerja dari program sebelumnya harus diamortisasi sampai imbalan kerja tersebut telah menjadi hak karyawan. Pelaporan Segmen Perusahaan dan Anak Perusahaan bergerak dalam bidang pabrikasi, perdagangan dan distribusi jamu dan kosmetik tradisional serta minuman sehat dan kegiatan usaha lain yang berkaitan. Sesuai dengan struktur organisasi dan struktur manajemen serta sistem pelaporan internal Perusahaan dan Anak Perusahaan, pelaporan segmen primer atas informasi keuangan disajikan berdasarkan segmen usaha karena risiko dan imbalan sangat dipengaruhi oleh jenis kegiatan usaha yang berbeda. Pelaporan segmen sekunder ditentukan berdasarkan lokasi geografis dari kegiatan usaha Perusahaan dan Anak Perusahaan. Informasi keuangan atas pelaporan segmen berdasarkan PSAK No. 5 (Revisi 2000) disajikan dalam Catatan 30. Laba Bersih per Saham Dasar Laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih tahun berjalan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar selama tahun yang bersangkutan. Pada tanggal dan 2010, jumlah rata-rata tertimbang saham adalah sebesar 428.000.000 lembar saham. Penggunaan Estimasi Penyusunan laporan keuangan konsolidasi sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi nilai yang dilaporkan. Sehubungan dengan adanya ketidakpastian yang melekat dalam pembuatan estimasi, maka realisasi yang akan terjadi dapat berbeda dengan estimasi yang telah dilaporkan sebelumnya. 18

3. KAS DAN SETARA KAS Kas dan setara kas terdiri dari : 31Desember 2010 Kas Rupiah 859.657.161 753.250.561 Ringgit Malaysia RM 5.980 pada dan 31 Desember 2010 16.552.727 17.436.812 Sub jumlah 876.209.888 770.687.373 Bank Rupiah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 8.538.123.347 14.166.573.923 PT Bank CIMB Niaga Tbk 1.367.948.885 1.038.165.960 PT Bank Central Asia Tbk 90.671.979 32.348.818 PT Bank International Indonesia Tbk 42.195.295 20.172.420 Dolar Amerika Serikat Bank Standard Chartered AS $ 468.149 Pada dan AS $ 530.842 Pada 31 Desember 2010 4.131.512.644 4.772.800.780 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk AS$ 61.116 dan AS$ 55.967 pada dan 31 Desember 2010 539.227.439 503.202.264 Ringgit Malaysia RM 504.106 pada Pada Dan RM 32.802,65 pada 31 Desember 2010 1.395.371.086 95.647.607 Sub jumlah 16.105.050.675 20.628.911.772 Deposito berjangka Rupiah PT Bank CIMB Niaga Tbk 3.000.000.000 9.000.000.000 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 1.400.000.000 8.100.000.000 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 100.000.000 7.800.000.000 PT Bank Danamon Tbk 1.000.000.000 3.750.000.000 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 2.000.000.000 3.000.000.000 PT Bank Pan Indonesia Tbk 2.000.000.000 3.000.000.000 Dolar Amerika Serikat Standard Chartered Bank, Singapura - AS $ 2.773.092 pada AS $ 2.771.567 pada 31 Desember 2010 24.466.990.362 24.919.164.294 Sub jumlah 33.966.990.362 59.569.164.294 Jumlah 50.948.250.925 80.968.763.439 19

3. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) Tingkat suku bunga per tahun adalah sebagai berikut : 31Desember 2010 Deposito berjangka Rupiah 5,25% - 7,25% 5,25% - 7,00% Deposito berjangka Dolar Amerika Serikat 0,11% - 0,12% 0,11%-0,47% 4. INVESTASI Perusahaan memiliki investasi dalam obligasi dengan jenis diperdagangkan yang dapat dirinci sebagai berikut : 30 Sepember 2011 31Desember 2010 Obligasi Obligasi Retail Indonesia - AS$ 222.500 pada dan AS$ 224.250 pada 31 Desember 2010 1.963.117.500 2.016.231.750 Jumlah 1.963.117.500 2.016.231.750 Tingkat suku bunga obligasi per tahun adalah sebagai berikut : 31Desember 2010 Obligasi - AS$ 6,75% 6,75%-7,12% Nilai wajar efek ditentukan berdasarkan harga pasar efek tersebut yang tercatat di laporan kustodian Bank Standard Chartered - Singapura. 20

5. PIUTANG USAHA Rincian piutang usaha kepada pihak ketiga adalah sebagai berikut : 31Desember 2010 Penjualan Langsung Dalam Negeri Jakarta 20.400.029.263 20.926.716.551 Jawa Timur 6.479.900.108 7.430.062.269 Jawa Barat 6.044.886.478 6.435.548.551 Jawa Tengah 2.471.591.701 2.453.002.682 Luar Negeri Malaysia 17.244.267.401 21.723.223.307 Negara lainnya 1.627.547.327 3.832.669.703 Distributor PT Antar Mitra Sembada 11.626.327.267 1.395.545.723 PT Jalur Sutramas 11.156.366.763 8.212.467.080 PT Global Mitra Prima Medan 8.090.234.040 6.886.112.875 PT Petama Mustika Utama 4.611.061.513 4.498.340.572 PT Rajawali Nusindo 4.498.429.514 3.893.098.374 PT Mensa Bina Sukses 3.330.156.588 7.335.018.688 PT Batu Rusa 3.264.696.673 3.222.716.497 PT Mitra Rejeki Lestari 3.177.399.525 1.690.047.631 PT Anugrah Niaga Jaya 3.032.705.459 1.605.103.051 PT Laut Indah Jaya 2.897.601.646 3.183.860.221 CV Cakra Nusantara 2.718.875.968 1.952.138.336 PT Bintang Central Imada 2.552.352.226 2.009.999.772 PT Delta Pusaka Pratama 2.400.470.306 2.851.654.091 PT Bintang Sri Wijaya 2.359.279.176 2.819.446.711 CV Mandiri Abadi 2.299.931.426 2.482.351.319 CV Sumber Agung Sejahtera 1.991.625.438 1.817.252.408 PT Matakar Pantam 1.955.700.034 1.904.350.670 PT Mustika Puteri Kapuas 1.955.084.914 2.199.680.940 CV Tiara Mas 1.860.366.700 1.814.436.992 UD Duta Air Mentari 1.648.090.587 1.507.096.935 UD Murah Jaya 1.542.532.673 1.614.569.091 UD Mitra Kencana 1.514.809.263 1.664.408.682 CV Tunggal Jaya 1.511.778.794 1.144.321.603 PT Distribusi Indonesia Jaya 1.434.239.073 1.313.602.564 PD Mitta Jaya 1.183.272.614 1.388.366.742 CV Media Mustika 1.019.789.893 1.117.125.266 PT Matakar Kendari 957.105.088 1.042.151.159 PT Selatan Jaya Aditama 948.252.015 922.237.552 CV Sumber Agung Makmur 853.769.624 989.842.606 UD Sehat Indah 785.301.953 565.915.290 CV Ayu Lestari 774.183.501 956.579.242 CV Bella Karina 732.851.345 638.513.858 CV Sinar Pagi Cemerlang 727.852.758 675.899.590 21

5. PIUTANG USAHA (lanjutan) 31Desember 2010 CV Trijaya 479.064.439 591.123.743 UD Aneka 461.281.351 472.727.975 PT Andalan Prima Indonesia 358.685.856 781.085.740 CV Aditya Citra Persada 202.419.215 - Tk Makmur Kita 183.983.215 - UD Yova Jaya Tarakan 179.541.561 232.894.639 PT Manohara Asri - 346.475.520 PT Sinar Lestari Ultrindo - 243.955.800 PT Astrina Megatrana - 181.440.000 Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 100.000.000) 961.056.040 680.322.207 Jumlah 148.506.748.312 143.645.500.818 Penyisihan piutang ragu-ragu (435.229.502) (450.116.848) Bersih 148.071.518.810 143.195.383.970 Rincian piutang usaha menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut: 31Desember 2010 Rupiah 129.634.933.584 118.089.607.808 Ringgit Malaysia - RM 6.229.843 pada 30 September 2011 dan RM 7.450.048 pada 31 Desember 2010 17.244.267.401 21.723.223.307 Dolar Amerika Serikat AS$ 184.466 pada dan AS$ 426.279 pada 31 Desember 2010 1.627.547.327 3.832.669.703 Jumlah 148.506.748.312 143.645.500.818 Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu adalah sebagai berikut : 31Desember 2010 Saldo awal tahun 450.116.848 3.035.495.434 Penambahan - 450.116.848 Pengurangan (14.887.346) (3.035.495.434 ) Saldo akhir tahun 435.229.502 450.116.848 Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan akun piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun, manajemen Perusahaan dan Anak Perusahaan berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu-ragu telah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha. 22

5. PIUTANG USAHA (lanjutan) Analisis umur piutang usaha adalah sebagai berikut : Persentase (%) 31Desember 2010 2011 2010 Lancar 116.176.829.204 108.868.925.069 78,23 75,79 Jatuh tempo 1-30 hari 16.484.249.063 13.947.978.130 11,10 9,71 31-60 hari 6.192.731.405 6.823.161.289 4,17 4,75 Lebih dari 60 hari 9.652.938.640 14.005.436.330 6,50 9,75 Jumlah 148.506.748.312 143.645.500.818 100,00 100,00 Pada tahun 2010, piutang usaha PT Mustika Ratubuana International (Anak Perusahaan) diasuransikan ke PT Asuransi Kredit Indonesia dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 14.234.000.000 untuk periode 17 Maret 2011 sampai dengan 16 Maret 2012 atas piutang cabang dan distributor PT Mustika Ratubuana International (Anak Perusahaan). 6. PIUTANG LAIN-LAIN - PIHAK KETIGA Rincian piutang lain-lain pihak ketiga adalah sebagai berikut : 31Desember 2010 PT Dos Ni Roha - 1.499.286.995 PT Jalur Sutramas 1.338.116.321 708.054.181 PT Batu Rusa 626.747.567 397.096.94 Pendapatan bunga 298.735.800 333.409.196 PT Matakar Pantam 296.467.018 - PT Bintang Sriwijaya 285.859.673 291.897.274 CV Cakra Nusantara 282.884.224 - PT Delta Pustaka Pratama 213.136.126 - CV Tiara Mas 208.943.890 - PT Mensa Bina Sukses 200.848.313 - PT Rajawali Nusindo 173.520.579 - Spa Wahid Hasyim 154.789.133 144.375.549 PT Petama Mustika Utama - 169.241.210 Salon Malaysia - 346.646.828 Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 100.000.000) 866.141.579 779.354.531 Jumlah 4.946.190.223 4.669.362.708 23

7. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan dan Anak Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, sebagai berikut: Perusahaan dan Anak Perusahaan menyewa ruangan kantor yang dimiliki oleh PT Mustika Ratu Centre, Perusahaan Afiliasi. Biaya sewa yang dibebankan ke dalam beban usaha sebesar Rp 2.289.638.827 atau 1,69% dan Rp 1.464.828.579 atau 1,94% dari jumlah beban usaha konsolidasi pada tanggal dan 2010 Perusahaan dan Anak Perusahaan juga menempatkan uang jaminan sewa sebesar Rp 1.307.156.711 atau 0,33% dan Rp 1.313.332.711 atau 0,34% dari jumlah aset konsolidasi pada tanggal dan 31 Desember 2010. 8. PERSEDIAAN Persediaan terdiri dari: 31Desember 2010 Barang jadi 36.020.178.615 29.258.724.185 Bahan baku 20.955.144.904 16.973.956.303 Barang dalam proses 4.780.362.180 3.234.666.864 Sub jumlah 61.755.685.699 49.467.347.352 Dikurangi penyisihan persediaan usang (1.048.189.805) (1.441.812.013) Jumlah 60.707.495.894 48.025.535.339 Pada tanggal dan 31 Desember 2010, persediaan sebesar Rp 8.880.000.000 milik Perusahaan digunakan sebagai jaminan atas hutang yang diperoleh dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Catatan 14). Pada tanggal dan 31 Desember 2010, Persediaan telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan pencurian dengan nilai pertanggungan sebes Rp 41.135.000.000 dan Rp 38.965.000.000 & RM 1.700.000. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari risiko kebakaran dan pencurian. Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan persediaan usang cukup. 24

9. BIAYA DIBAYAR DI MUKA Biaya dibayar di muka terdiri dari : 31Desember 2010 Pendaftaran produk 10.198.239.704 2.809.705.655 Bilboard 3.752.097.842 1.056.404.720 TVC 1.984.884.933 1.449.954.611 Asuransi 732.136.433 396.735.610 Pelatihan 214.290.000 206.610.000 Sewa bangunan 156.897.023 112.727.574 Kontrak model 25.657.902 129.795.603 Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 100.000.000) 1.402.435.645 2.357.727.186 Jumlah 18.466.639.482 7.463.256.239 10. UANG MUKA PEMASOK DAN LAINNYA Uang muka terdiri dari : 31Desember 2010 Uang muka pemasok 7.933.437.864 2.458.919.983 Uang muka daerah 2.419.387.906 1.280.959.560 Uang muka kontraktor 73.600.000 151.059.188 Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 100.000.000) 570.455.940 332.153.518 Jumlah 10.996.881.710 4.223.092.249 11. ASET TETAP Rincian aset tetap adalah sebagai berikut : Biaya Perolehan Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir Pemilikan Langsung Hak atas tanah 11.090.469.852 - - - 11.090.469.852 Sewa tanah jangka panjang 15.891.111.759 - - - 15.891.111.759 Bangunan dan prasarana 31.852.828.651 695.285.174 - - 32.548.113.825 Mesin dan peralatan pabrik 27.885.168.238 1.401.751.925 - - 29.286.920.163 Peralatan dan perabot kantor 32.276.507.643 1.421.673.249 363.872.900-33.334.307.992 Kendaraan 22.147.868.190 1.866.540.163 478.243.454-23.536.164.899 Jumlah 141.143.954.333 5.385.250.511 842.116.354-145.687.088.490 25

11. ASET TETAP (lanjutan) Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir Sewa Pembiayaan Kendaraan - - - - - Aset dalam Penyelesaian Mesin dan peralatan pabrik 903.586.142 7.502.260.888 - - 8.405.847.030 Jumlah 142.047.540.475 12.887.511.399 - - 154.092.935.520 Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung Sewa tanah jangka panjang 4.163.410.762 311.273.524 - - 4.474.684.286 Bangunan dan prasarana 12.096.196.568 733.669.925 - - 12.829.866.493 Mesin dan peralatan pabrik 16.151.477.948 1.567.284.764 - - 17.718.762.712 Peralatan dan perabot kantor 24.518.628.162 1.525.706.281 363.872.900-25.680.461.543 Kendaraan 16.774.479.523 1.129.273.207 478.243.454-17.425.509.276 Jumlah 73.704.192.963 5.267.207.701 842.116.354-78.129.284.310 Sewa Pembiayaan Kendaraan - - - - - Jumlah Akumulasi Penyusutan 73.704.192.963 5.267.207.701 842.116.354-78.129.284.310 Nilai Buku 68.343.347.512 75.963.651.210 Biaya Perolehan Pemilikan Langsung 31 Desember 2010 Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir Tanah 11.090.469.852 - - - 11.090.469.852 Sewa tanah jangka panjang 15.891.111.759 - - - 15.891.111.759 Bangunan dan prasarana 30.463.416.985 1.389.411.666 - - 31.852.828.651 Mesin dan peralatan pabrik 24.718.824.125 2.747.924.630-418.419.483 27.885.168.238 Peralatan dan perabot kantor 30.627.139.803 1.657.431.840 8.064.000-32.276.507.643 Kendaraan 15.510.941.323 2.397.111.577 640.584.710 4.880.400.000 22.147.868.190 Jumlah 128.301.903.847 9.191.879.713 648.648.710 5.298.829.483 141.143.954.333 Sewa Pembiayaan Kendaraan 4.880.400.000 - - (4.880.400.000) - Aset dalam Penyelesaian Mesin dan peralatan pabrik 1.097.005.625 225.000.000 - (418.419.483) 903.586.142 Jumlah 134.279.309.472 8.416.879.713 648.648.710-142.047.540.475 26

11. ASET TETAP (lanjutan) 2010 Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung Sewa tanah jangka panjang 5.753.986.526 148.393.438 1.738.969.202-4.163.410.762 Bangunan dan prasarana 11.614.487.562 1.243.655.603 761.946.597-12.096.196.568 Mesin dan peralatan pabrik 14.270.370.724 1.881.107.224 - - 16.151.477.948 Peralatan dan perabot kantor 22.370.322.481 2.150.187.281 1.881.600-24.518.628.162 Kendaraan 13.191.460.566 2.006.265.989 640.584.710 2.217.337.678 16.774.479.523 Jumlah 67.200.627.859 7.429.609.535 3.143.382.109 2.217.337.678 73.704.192.964 Sewa Pembiayaan Kendaraan 2.217.337.678 - - (2.217.337.678) - Jumlah Akumulasi Penyusutan 69.417.965.537 7.429.609.535 3.143.382.109-73.704.192.963 Nilai Buku 64.861.343.935 68.343.347.512 Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut : 31Desember 2010 Beban pokok penjualan (Catatan 25) 1.631.040.724 2.205.312.450 Beban penjualan (Catatan 26) 1.670.189.897 2.697.310.936 Beban umum dan administrasi (Catatan 26) 1.965.977.080 2.526.986.150 Jumlah 5.267.207.701 7.429.609.536 Rincian penjualan aset tetap adalah sebagai berikut : 31Desember 2010 Nilai buku - - Harga jual 249.472.727 359.825.391 Laba penjualan 249.472.727 359.825.391 Pada tahun 2010, Mustika Ratu (M) Sdn. Bhd. (Anak Perusahaan) melakukan pemulihan penurunan nilai aset atas sewa tanah jangka panjang dan bangunan dan prasarana. Dalam mutasi penambahan akumulasi penyusutan, termasuk selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan Anak Perusahaan luar negeri sebesar Rp 108.644.528 dan Rp 12.955.712 pada tanggal dan 31 Desember 2010. Jenis pemilikan hak atas tanah milik Perusahaan seluruhnya berupa Hak Guna Bangunan (HGB). Hak atas tanah tersebut akan berakhir dalam berbagai tanggal dari tahun 2028 sampai dengan tahun 2030. Manajemen berpendapat bahwa hak atas tanah tersebut dapat diperbaharui atau diperpanjang kembali pada saat jatuh tempo. 27

11. ASET TETAP (lanjutan) Pada tanggal dan 2010, aset tetap Perusahaan dan Anak Perusahaan telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 40.868.934.000 dan Rp 50.799.344.000 & RM 2.650.000. Pada tahun 2010 dan 2009, Perusahaan juga memiliki asuransi terhadap gangguan usaha sebesar Rp 15.000.000.000. Manajemen Perusahaan dan Anak Perusahaan berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari risiko kebakaran dan risiko lainnya. Pada tanggal dan 2010, beberapa aset tetap milik Perusahaan digunakan sebagai jaminan atas hutang yang diperoleh dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Catatan 14). PT Mustika Ratubuana Internasional ( Anak Perusahaan dalam negeri ) mengadakan perjanjian sewa pembiayaan dengan PT Orix Indonesia Finance, untuk membeli kendaraan dengan jangka waktu 3 tahun yang berakhir pada tanggal 28 Juli 2010. 12. PROPERTI INVESTASI Perusahaan memiliki tanah seluas 100.995 meter persegi berlokasi di Cibitung, Bekasi, yang belum digunakan untuk usaha. Pada tanggal dan 2010, jumlah biaya perolehan tanah tersebut sebesar Rp 17.406.861.377 disajikan sebagai Properti investasi dalam akun aset tidak lancar. Jenis pemilikan hak atas tanah milik Perusahaan seluruhnya berupa Hak Guna Bangunan (HGB). Hak atas tanah tersebut akan berakhir pada tanggal 11 Agustus 2028. Manajemen berpendapat bahwa hak atas tanah tersebut dapat diperbaharui atau diperpanjang kembali pada saat jatuh tempo. 13. ASET LAIN-LAIN Aset lain-lain terdiri dari: 31Desember 2010 Investasi switchable note - AS$ 750.032 Pada tanggal dan AS$ 724.115,35 Pada tanggal 31 Desember 2010 6.617.529.170 6.510.521.112 Tanah 973.680.000 973.680.000 Lain-lain 10.000.000 10.000.000 Jumlah 7.601.209.170 7.494.201.112 Investasi jangka panjang merupakan investasi switchable note pada Bank Standard Chartered Singapore yang diperoleh pada bulan Mei 2010 dengan nilai nominal sebesar AS$ 700.000 dan jangka waktu 18 bulan. Tingkat suku bunga tetap pada tahun pertama sebesar 1.1% per tahun dan pada tahun berikutnya perusahaan memiliki hak untuk menukar suku bunga tetap menjadi suku bunga mengambang (USD LIBOR 0.25% per tahun). Pembayaran bunga dilakukan setiap 3 bulan dalam 1 tahun. Aset lain-lain berupa tanah seluas 2.470 meter persegi merupakan jaminan atas piutang yang belum diselesaikan oleh PT Bintang Suryasindo. 28

14. HUTANG BANK JANGKA PENDEK Berdasarkan perjanjian kredit No.TOP.CRO/CLA.350/ADD/2011 tanggal 20 September 2011 mengenai Addendum XII atas Perubahan Perjanjian Kredit Modal Kerja No.KP-CRU/005/PK- KMK/2000 & Akta No.62 tanggal 24 Februari 2000 tentang Perpanjangan Jangka Waktu Fasilitas Kredit, Perusahaan memperoleh persetujuan permohonan perpanjangan jangka waktu kredit menjadi tanggal 30 September 2012. Pinjaman tersebut pada tanggal dan tanggal 31 Desember 2010 masingmasing sebesar Rp 4.418.985.752 dan Rp 3.184.203.204. Tingkat suku bunga pinjaman sebesar 10,5% p.a pada tanggal dan 11,5% pada tanggal 31 Desember 2010. Rincian jaminan atas hutang bank ini dapat dirinci sebagai berikut : a. Persediaan senilai Rp 8.880.000.000 (Catatan 8). b. Agunan tambahan (Catatan 11) : i. Tanah dan bangunan seluas 678 m2 atas nama Perusahaan di Jl. Raya Bogor KM 26,5 Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. ii. Mesin pabrik. Berdasarkan perjanjian kredit dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Perusahaan tidak diperbolehkan untuk melakukan hal-hal berikut ini tanpa memperoleh persetujuan tertulis : a. Membagikan dividen lebih dari 50% dari laba bersih setelah pajak Perusahaan. b. Melakukan perubahan pemegang saham (non listed). c. Memindahtangankan barang agunan. d. Memperoleh fasilitas kredit atau pinjaman dari pihak lain, kecuali dalam transaksi usaha yang wajar. e. Mengikatkan diri sebagai penjamin hutang atau menjaminkan harta kekayaan Perusahaan kepada pihak lain. f. Menyewakan objek agunan kredit. g. Mengubah bentuk dan tata susunan objek agunan kredit. Perusahaan telah memenuhi semua batasan-batasan diatas sesuai dalam perjanjian tersebut. 29

15. HUTANG USAHA Akun ini merupakan kewajiban yang timbul atas pembelian bahan baku, suku cadang, perlengkapan pabrik dan/atau jasa dari pihak ketiga, dengan rincian sebagai berikut : 30 31Desember 2010 PT Sumber Kita Indah 3.201.880.000 3.526.380.000 PT Hasil Raya Industri 2.095.124.789 1.518.029.723 PT Dynaplast Tbk 1.519.020.702 1.755.745.167 PT Berlina 1.499.080.643 936.947.747 PT Symrise 1.169.578.640 841.025.049 PT Cognis Indonesia 850.800.842 698.257.803 PT Aptar B&H Indonesia 596.062.500 797.087.500 PT Superlabel Indonesia 466.829.000 764.049.000 PT Multiplast Jaya Tata Mandiri 413.966.245 477.954.593 PT Tri Tunggal Artha Makmur 405.969.828 793.164.633 PT Mane Indonesia 397.743.555 330.800.003 PT Techpack Asia 385.046.356 316.205.505 PT Merpati Mahardika 343.015.340 348.492.540 PT Surya Renggo 322.106.312 234.508.492 PT Hadi Putera Jaya 303.453.700 - PT Gunung Slamet 297.000.000 - PT Nardevchem Kemindo 281.888.526 330.726.034 PT Sinar Jatimulia Gemilang 281.539.544 140.040.176 PT White Oil Nusantara 280.300.284 314.898.463 PT Orientanindo 279.129.510 125.699.840 PT Lautan Luas Tbk 278.229.866 - PT Timur Jaya Plastindo 271.247.212 157.449.160 PT Prima Kalpast 268.286.205 211.427.370 PT Sumber Tri Makmur 247.500.000 - PT Kartika Tirta Hema 239.582.360 - PT Megasetia Agung Kimia 239.435.647 161.386.885 PT Bumi Mulia Indah Lestari 235.769.629 471.828.127 PT Subahtera Semesta 234.686.100 142.689.683 PT Cahaya Jakarta Printing 233.698.366 144.870.000 PT Phytochemindo Reksa 230.368.698 - PT Master Label 226.022.500 152.275.420 PT Mandira Buana 221.967.900 - PT Chemco Prima Mandiri 216.601.528 - PT Argapura Trading Com 213.306.318 - PT Gelpi Kurnia Lestari 197.357.267 - PT Grafika Prima Perkasa Mulia 195.195.000 - PT Avesta Continental Pack 188.815.000 140.937.500 PT Cosmopack Plastindo Utama 175.498.290 271.339.750 PT Merck Indonesia 172.992.820 - PT Indowan Takasago 170.526.895 105.135.250 PT Guru Indonesia 165.575.081 232.495.395 Apotik Simongan 165.000.000 - PT Delident 154.933.548 142.109.847 PT Asia Papercon Internusa 144.736.818 170.931.200

15. HUTANG USAHA (lanjutan) 31Desember 2010 PT Etcendo Perkasa 137.280.473 150.128.099 PT Bahtera Adi Jaya 136.377.450 - PT Menjangan Sakti 134.576.228 - PT Nardatita 129.885.910 - PT Swanpak Salprom 128.106.591 - PT Kemas Indah Maju 123.493.920 442.808.720 PT Prolabel 121.308.000 - PT IFF/Essence Indonesia 110.133.313 - PT Indah Kencana 108.060.068 120.197.000 PT Tetra Pack Indonesia 107.425.942 - PT Avantchem 105.358.759 - PT Dinito Jaya Sakti 104.139.755 113.604.296 CV H Wijaya 101.950.000 - PT Kemiko Indonesia 101.216.857 145.176.570 PT Uniflex Kemas Indah - 301.706.897 PT Dwipar Loka Ayu - 171.109.323 PT Essence Indonesia - 164.892.523 PT Focus Group - 154.175.942 PT Cosmar - 136.343.790 PT Rexam Der Kwi Kemasan - 133.920.974 PT Bakti Jala Kencana - 133.819.539 PT Primasindo Makmur Kencana - 103.989.795 PT Cipta Aroma - 100.783.980 Lainnya (masing-masing di bawah Rp 100.000.000) 2.586.496.633 2.773.550.280 Jumlah 24.712.679.263 21.901.095.583 Rincian hutang usaha berdasarkan jenis mata uang adalah sebagai berikut: 31Desember 2010 Rupiah 24.085.522.777 21.322.366.581 Dolar Amerika Serikat - AS$ 71.082 pada tanggal -AS$ 64.367,59 pada 31 Desember 2010 627.156.486 578.729.002 Jumlah 24.712.679.263 21.901.095.583 31

15. HUTANG USAHA (lanjutan) Analisis umur hutang usaha adalah sebagai berikut : Persentase (%) 31Desember 2010 2011 2010 Lancar 19.967.844.845 17.404.131.336 80,80 79,47 Jatuh tempo 1-30 hari 3.991.097.701 3.839.885.275 16,15 17,53 31-60 hari 753.736.718 657.078.972 3,05 3,00 Jumlah 24.712.679.263 21.901.095.583 100,00 100,00 16. HUTANG LAIN-LAIN Hutang lain-lain merupakan hutang kepada pihak ketiga yang timbul atas transaksi sebagai berikut : 31Desember 2010 Periklanan 4.956.781.519 2.134.332.980 Marketing 1.019.499.649 1.577.737.732 SPA Wahid Hasyim 314.175.676 737.079.756 Pendapatan Diterima Dimuka (Sewa Kantor dan Gudang, Semarang dan Bandung). 300.462.977 458.333.344 Tehnik 112.643.865 292.557.666 Alat tulis kantor 24.190.000 83.100.210 Laboratorium - 58.887.499 Kontraktor - 34.782.750 Jumlah 6.727.753.686 5.376.811.937 17. PINJAMAN JANGKA PANJANG Pinjaman jangka panjang terdiri dari : 31Desember 2010 PT Bank Pan Indonesia Tbk 1.845.235.428 1.419.747.478 Affin Bank Berhad 80.704.930 121.481.658 Jumlah 1.925.940.358 1.541.229.136 Bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun (331.867.308) (941.305.751) Jumlah 1.594.073.050 599.923.385 32

17. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan) Pada tahun 2010, Perusahaan dan Anak Perusahaan mengadakan perjanjian pinjaman dengan PT Bank Pan Indonesia Tbk, untuk membeli kendaraan secara kredit dengan menggunakan fasilitas kredit Kepemilikan Kendaraan Bermotor (KKB) (Catatan 11 dan 33). Jangka waktu pinjaman tersebut selama 3 tahun dan berakhir pada tahun 2013,dimulai pada periode yang berbeda untuk setiap kendaraan dengan perincian sebagai berikut : Nama Kendaraan Awal masa leasing Akhir masa leasing 1 Avanza - Mulyanto Januari - 09 November - 11 2 Xenia - Gofur Januari - 09 November - 11 3 Xenia - Jumadi Januari - 09 November - 11 4 Grand Max - Padang Januari - 09 November - 11 5 Grand Max - Makasar Januari - 09 November - 11 6 Grand Max DKI - Yosef Januari - 09 November - 11 7 Xenia - Sani Februari - 09 Desember - 11 8 Xenia - Sunanto Februari - 09 Desember - 11 9 Grand Max - Jateng Februari - 09 Desember - 11 10 Grand Max - Banjarmasin Februari - 09 Desember - 11 11 Grand Max - Pontianak Februari - 09 Desember - 11 12 Grand Max DKI - Ngadikin Maret - 09 Januari - 12 13 Grand Max DKI - Dul Kamid Maret - 09 Januari - 12 14 Grand Max DKI - Rizal Maret - 09 Januari - 12 15 Avanza - Taufiq Maret - 09 Februari - 12 16 Grand Max - Manado Maret - 09 Maret - 12 17 Grand Max - Palembang Mei - 09 Maret - 12 18 Xenia - Medan Agustus - 09 Juni - 12 19 Xenia - Asngari September - 09 Juli - 12 20 Vios - Yanti Desember - 09 October - 12 21 Avanza - Kunwidarjati Maret - 09 Februari - 12 22 Xenia - David Juli - 09 Juni - 12 23 Xenia - Darman Januari - 10 November - 12 24 Xenia - Fajar Mei - 10 Maret - 13 25 Xenia - Asep Mei - 10 Maret - 13 26 Xenia - Reza Jun - 10 April - 13 27 Xenia - Bagio Juni - 10 April - 13 28 Xenia - Furiyanto Juni - 10 April 13 29 Vios - Canang Mei - 10 April - 13 30 Lancer - Prima Mei - 10 April - 13 31 Toyota Alphard Ibu Putri Mei 11 April 14 32 Toyota Altis Ibu Sestri Juli-11 Juni-14 33 Grand Livina Ibu Surarmo Juli-11 Juni-14 34 Toyota Altis Ibu Yanti Juli-11 Juni-14 Suku bunga atas pinjaman tersebut sebesar 5,20% - 6,75% dan 5,20% - 6,75% pada tahun 2011 dan 2010. Jaminan atas pinjaman jangka panjang tersebut adalah kendaraan yang bersangkutan. 33

18. PERPAJAKAN a. Pajak dibayar di muka merupakan Pajak Pertambahan Nilai Anak Perusahaan sebesar Rp 199.428.489 pada tanggal dan Rp 199.840.489 pada tanggal 31 Desember 2010. b. Hutang pajak: 31Desember 2010 Pajak Penghasilan Pasal 4 ayat 2 47.779.407 26.277.468 Pasal 21 396.207.034 523.722.058 Pasal 23 112.285.115 34.508.114 Pasal 25 613.727.614 513.853.214 Pasal 29 1.601.988.180 828.078.157 Pajak Pertambahan Nilai 1.143.737.009 1.868.822.477 Pajak lainnya 224.060.500 186.267.443 Jumlah 4.139.784.859 3.981.528.931 c. Rekonsiliasi antara laba konsolidasi sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi konsolidasi dan taksiran penghasilan kena pajak untuk tahun yang berakhir pada tanggal dan 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut : 31Desember 2010 Laba konsolidasi sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan menurut laporan laba rugi konsolidasi 19.327.837.914 32.964.138.917 Dikurangi laba Anak Perusahaan sebelum pajak penghasilan (5.526.525.952) (18.901.588.774) Laba Perusahaan sebelum pajak penghasilan 13.801.311.962 14.062.550.143 Beda temporer Imbalan kerja 1.376.458.353 271.489.256 Penyusutan aset tetap (578.204.211) (227.454.449) Pembayaran imbalan kerja (483.284.003) (1.061.374.039) Penyusutan sewa pembiayaan - - Pembayaran sewa pembiayaan - - Beda tetap Beban jamuan tamu, kesejahteraan karyawan, sumbangan dan lain-lain 593.272.315 648.356.371 Penghasilan bunga yang sudah dikenakan pajak penghasilan final (1.167.993.944) (1.834.031.076) Taksiran penghasilan kena pajak Perusahaan 13.541.560.472 11.859.536.206 34

18. PERPAJAKAN (lanjutan) d. Perhitungan beban pajak kini dan taksiran hutang pajak penghasilan adalah sebagai berikut : 31Desember 2010 Beban pajak kini Perusahaan 3.385.390.118 2.964.884.000 Anak Perusahaan dalam negeri 2.826.795.774 4.314.509.000 Anak Perusahaan luar negeri - (91.686.156) Jumlah 6.212.185.892 7.187.706.844 Pajak penghasilan dibayar di muka Perusahaan Pasal 25 1.867.722.210 2.917.132.728 Fiskal luar negeri - 4.188.585 Sub jumlah 1.867.722.210 2.921.321.313 Anak Perusahaan dalam negeri Pasal 25 2.742.475.502 3.508.121.451 Pasal 23-21.872.080 Sub jumlah 2.742.475.502 3.529.993.531 Jumlah 4.610.197.712 6.451.314.844 Taksiran hutang pajak penghasilan badan Perusahaan 1.517.667.908 43.562.687 Anak Perusahaan dalam negeri 84.320.272 784.515.470 Anak Perusahaan luar negeri - - Jumlah 1.601.988.180 828.078.157 e. Perhitungan manfaat (beban) pajak tangguhan atas beda temporer yang signifikan antara pelaporan komersial dan pajak dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku untuk tahun 2011 dan 2010 adalah sebagai berikut : 31Desember 2010 Perusahaan Imbalan kerja 223.293.588 (197.471.196) Penyusutan aset tetap (144.551.053) (56.863.612) Dampak karena perubahan tarif pajak - - Sub jumlah (78.742.535) (254.334.808) 35

18. PERPAJAKAN (lanjutan) 31Desember 2010 Anak Perusahaan dalam negeri Penyusutan aset tetap (72.990.681) 198.317.249 Sewa pembiayaan - (348.316.127) Imbalan kerja 162.847.026 (422.235.948) Dampak karena perubahan tarif pajak - - Sub jumlah (89.856.345) (572.234.826) Anak Perusahaan luar negeri 84.409.622 (531.065.509) Manfaat (beban) pajak penghasilan tangguhan bersih 168.598.880 (1.357.635.143) f. Aset (kewajiban) pajak tangguhan terdiri dari: 31Desember 2010 Aset pajak tangguhan Perusahaan Aset pajak tangguhan Imbalan kerja 1.358.986.181 1.437.728.716 Kewajiban pajak tangguhan Penyusutan aset tetap (466.073.506) (466.073.506) Sub jumlah 892.912.675 971.655.210 Anak Perusahaan luar negeri - - Aset pajak tangguhan - bersih 892.912.675 971.655.210. Kewajiban pajak tangguhan Anak Perusahaan dalam negeri Aset pajak tangguhan Imbalan kerja 356.130.817 193.283.792 Kewajiban pajak tangguhan Penyusutan aset tetap (866.968.004) (793.977.323) Sewa pembiayaan - - Sub jumlah (510.837.187) (600.693.531) Anak Perusahaan luar negeri - (42.341.058) Kewajiban pajak tangguhan - bersih (510.837.187) (643.034.589) 36

19. KEWAJIBAN IMBALAN KERJA Perusahaan dan Anak Perusahaan memberikan imbalan untuk karyawannya yang telah mencapai usia pensiun yaitu 55 tahun sesuai dengan Undang-undang No.13/2003 tanggal 25 Maret 2003. Kewajiban imbalan kerja tersebut tidak didanai. Mutasi kewajiban imbalan kerja adalah sebagai berikut : 31Desember 2010 Saldo awal tahun 9.395.309.842 9.002.878.613 Penyisihan tahun berjalan 2.294.097.255 2.659.822.909 Pembayaran selama tahun berjalan (749.534.802) (2.267.391.680 ) Saldo akhir tahun 10.939.872.295 9.395.309.842 Asumsi-asumsi dasar yang digunakan dalam menentukan kewajiban imbalan kerja pada tanggal dan pada tanggal 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut : 31Desember 2010 Tingkat bunga 10% per tahun 10% per tahun Tingkat kenaikan upah 7% per tahun 7% per tahun Tingkat kematian CSO 1980 CSO 1980 Umur pensiun normal 55 tahun 55 tahun 20. MODAL SAHAM Berdasarkan catatan dari Biro Administrasi Efek, PT Datindo Entrycom, susunan pemilikan saham Perusahaan pada tanggal dan 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut : Jumlah Saham Ditempatkan dan Persentase Pemegang Saham Disetor Penuh Pemilikan (%) Jumlah PT Mustika Ratu Investama 305.002.000 71,26 38.125.250.000 Mellon S/A Investors PAC International, Jakarta 38.453.500 8,98 4.806.687.500 Masyarakat (masing-masing dengan pemilikan kurang dari 5%) 84.424.500 19,75 10.568.062.500 Jumlah 428.000.000 100,00 53.500.000.000 37

20. MODAL SAHAM (lanjutan) 31 Desember 2010 Jumlah Saham Ditempatkan dan Persentase Pemegang Saham Disetor Penuh Pemilikan (%) Jumlah PT Mustika Ratu Investama 305.002.000 71,26 38.125.250.000 Mellon S/A Investors PAC International, Jakarta 38.453.500 8,98 4.806.687.500 BRA. Mooryati Soedibyo 120.000 0,03 15.000.000 Masyarakat (masing-masing dengan pemilikan kurang dari 5%) 84.424.500 19,73 10.553.062.500 Jumlah 428.000.000 100,00 53.500.000.000 21. TAMBAHAN MODAL DISETOR - AGIO SAHAM Agio saham sebesar Rp 56.700.000.000 merupakan selisih antara jumlah nilai nominal per saham seperti yang tercantum dalam anggaran dasar Perusahaan dengan hasil yang diterima dari para pemegang saham sehubungan dengan penawaran saham kepada masyarakat pada tahun 1995 (Catatan 1). 22. SELISIH KURS KARENA PENJABARAN LAPORAN KEUANGAN Merupakan selisih kurs yang timbul akibat penjabaran laporan keuangan PT. Mustika Ratu (M) Sdn. Bhd, Malaysia, salah satu anak perusahaan yang dikonsolidasi, dari mata uang Ringgit Malaysia ke dalam mata uang Rupiah (lihat catatan 2). Untuk tujuan konsolidasi akun-akun PT. Mustika Ratu (M) Sdn. Bhd, anak perusahaan yang berkedudukan di Malaysia, dikonversikan ke mata uang Rupiah dengan dasar sebagai berikut: a. Akun-akun neraca kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal neraca b. Akun-akun laba rugi kurs rata-rata bulanan pada tahun bersangkutan Selisih kurs karena penjabaran akun-akun neraca dan laba rugi dalam akun Selisih Kurs Karena Penjabaran Laporan Keuangan pada neraca konsolidasi. 38

22. SELISIH KURS KARENA PENJABARAN LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Adapun perhitungannya sebagai berikut : Keterangan Dalam Ringgit Dalam Rupiah Kurs tanggal 30 September 2011 Saldo dengan kurs 30 September 2011 Selisih kurs karena penjabaran laporan Modal 9.089.884 9.869.829.914 2.768,01 25.160.890.558 (15.291.060.645) Laba ditahan 4.081.420 2.493.402.985 2.768,01 11.297.411.374 (8.804.008.390) Laba tahun berjalan (1.971.833) (5.659.125.387) 2.768,01 (5.458.054.154) (201.071.233) Asset tetap 7.642.376 23.574.749.173 2.768,01 21.154.174.216 (2.420.574.957) Jumlah (26.716.715.224) 23. DIVIDEN KAS DAN CADANGAN UMUM Berdasarkan Rapat Umum Tahunan Para Pemegang Saham, tanggal 8 Juni 2011 para pemegang saham setuju untuk membagikan dividen kas sebesar Rp 4.883.759.386 atau Rp 11,41 per saham untuk tahun buku 2010 dan pembentukan cadangan umum sebesar Rp 2.441.879.693. Berdasarkan Rapat Umum Tahunan Para Pemegang Saham yang diaktakan dengan akta No.08 oleh Andalia Farida, S.H.. M.H pengganti dari Aulia Taufani, S.H. tanggal 9 Juni 2010 para pemegang saham setuju untuk membagikan dividen kas sebesar Rp 4.202.960.000 atau Rp 9,82 per saham untuk tahun buku 2009 dan pembentukan cadangan umum sebesar Rp 2.101.684.672. 24. PENJUALAN BERSIH Rincian penjualan bersih kepada pihak ketiga pada tanggal dan 2010, berdasarkan jenis produk adalah sebagai berikut : 2011 2010 Penjualan Kosmetik 320.469.876.513 276.433.553.767 Jamu 59.444.550.476 52.984.586.358 Minuman kesehatan 3.007.932.951 3.088.284.846 Lain-lain 9.803.404.789 9.039.735.451 Jumlah 392.725.764.729 341.546.160.422 Retur (15.002.730.957) (9.290.888.954) Potongan penjualan (91.052.758.417) (79.844.886.666) Bersih 286.670.275.355 252.410.384.802 39

24. PENJUALAN BERSIH (lanjutan) Tidak terdapat penjualan kepada satu pelanggan yang jumlah penjualan selama setahun melebihi 10% dari jumlah penjualan bersih konsolidasi. 25. BEBAN POKOK PENJUALAN Rincian beban pokok penjualan pada tanggal dan 2010 adalah sebagai berikut : 2011 2010 Bahan baku yang digunakan 103.160.130.925 89.604.753.606 Upah buruh langsung 15.211.534.335 12.246.225.265 Beban pabrikasi 16.213.740.780 13.857.144.822 Beban Produksi 134.585.406.040 115.708.123.693 Persediaan barang dalam proses Awal tahun 3.234.666.864 4.681.756.477 Akhir tahun (4.780.362.180) (2.042.052.224) Beban Pokok Produksi 133.039.710.724 118.347.827.946 Persediaan barang jadi Awal tahun 29.258.724.185 20.672.512.819 Akhir tahun (36.020.178.615) (27.530.673.798) Jumlah 126.278.256.294 111.489.666.967 Tidak terdapat pembelian dari satu pemasok yang jumlah pembelian selama setahun melebihi 10% dari jumlah pembelian konsolidasi. 26. BEBAN USAHA Rincian beban usaha tanggal dan 2010 adalah sebagai berikut : 2011 2010 Beban penjualan Iklan dan promosi 62.531.491.610 53.763.411.963 Gaji, upah dan imbalan kerja 25.372.373.874 19.848.501.366 Jasa profesional 6.869.435.518 6.182.490.343 Transportasi 4.681.318.679 3.705.789.418 Perjalanan dinas 2.213.679.688 2.419.098.331 Penyusutan aset tetap (Catatan 11) 1.670.189.897 2.008.153.074 Telekomunikasi 695.880.508 664.630.059 Pendidikan dan seminar 654.796.240 815.386.813 Asuransi dan perizinan 644.332.821 867.497.087 Perlengkapan kantor 619.095.681 787.874.108 Sewa gedung 594.770.491 486.569.852 40

26. BEBAN USAHA 2011 2010 Perbaikan dan pemeliharaan 578.634.869 486.669.113 Listrik dan energi 396.620.677 434.728.429 Jamuan tamu dan sumbangan 89.805.607 76.953.212 Lain-lain 1.166.423.202 1.348.909.979 Sub jumlah 108.778.849.362 93.896.663.147 Beban umum dan administrasi Gaji, upah dan imbalan kerja 16.619.583.598 13.759.093.212 Sewa gedung 2.290.636.327 1.930.040.483 Penyusutan aset tetap (Catatan 11) 1.965.977.080 1.861.526.910 Telekomunikasi 1.217.110.705 1.309.839.103 Transportasi 690.380.056 440.914.749 Perjalanan dinas 673.347.404 752.526.403 Perbaikan dan pemeliharaan 605.072.044 478.412.723 Perlengkapan kantor 573.843.793 442.854.216 Asuransi dan perizinan 537.628.402 739.391.456 Jamuan tamu dan sumbangan 421.312.083 379.191.852 Listrik dan energi 326.295.213 533.328.001 Jasa profesional 245.598.395 427.441.684 Pendidikan dan seminar 73.749.586 123.460.378 Lain-lain 863.090.618 800.965.386 Sub jumlah 27.103.625.304 23.978.986.556 Jumlah 135.882.474.666 117.875.649.703 27. BEBAN PROGRAM PENGEMBANGAN PERUSAHAAN Akun ini merupakan beban program pengembangan Perusahaan yang terjadi sehubungan dengan program pelestarian dan pengembangan kebudayaan dengan tujuan memelihara citra Perusahaan dan Anak Perusahaan pada produk-produk tradisional. 28. LABA BERSIH PER SAHAM DASAR Laba bersih per saham dasar dihitung sebagai berikut: Jumlah Rata-rata Laba Bersih Laba Bersih Tertimbang Saham per Saham Dasar 2011 13.284.250.902 428.000.000 31 2010 13.190.966.260 428.000.000 31 41

29. ASET DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM MATA UANG ASING Pada tanggal 30 september 2011 dan 31 Desember 2010, aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing adalah sebagai berikut : 31 Desember 2010 Mata Uang Asing Ekuivalen Rupiah Mata Uang Asing Ekuivalen Rupiah Aset Dolar Amerika Serikat Kas dan setara kas Bank 529.382 4.670.740.083 586.809 5.276.003.044 Deposito berjangka 2.773.092 24.466.990.362 2.771.567 24.919.164.291 Investasi 222.500 1.963.117.500 224.250 2.016.231.750 Piutang usaha 184.466 1.627.547.327 426.279 3.832.669.703 Uang jaminan 132.761 1.171.350.303 132.761 1.193.654.151 Aktiva Lain-lain Investasi 750.032 6.617.529.170 724.115 6.510.521.112 Sub Jumlah 4.592.233 40.517.274.745 4.865.781 43.748.244.051 Ringgit Malaysia Kas dan setara kas Kas 5.980 16.552.727 5.980 17.436.812 Bank 504.106 1.395.371.086 32.803 95.647.607 Piutang usaha 6.229.843 17.244.267.401 7.450.048 21.723.223.307 Piutang lain-lain - - 118.884 346.646.628 Uang jaminan 10.805 29.908.348 10.805 31.505.759 Sub Jumlah 6.750.734 18.686.099.562 7.618.520 22.214.460.113 Kewajiban Dolar Amerika Serikat Hutang usaha 71.082 627.156.486 64.368 578.732.688 Ringgit Malaysia Hutang lain - lain 538.141 1.489.580.361 82.204 239.695.729 Sub Jumlah 609.223 2.116.736.847 146.572 818.428.417 Jumlah - Aset Bersih 57.086.637.460 65.144.275.747 Kurs rata-rata mata uang asing pada tanggal 26 Oktober 2011 adalah sebesar Rp 8.870 untuk 1 Dolar Amerika Serikat dan Rp 2.835 untuk 1 Ringgit Malaysia. Kurs tersebut dihitung berdasarkan rata-rata kurs beli dan jual uang kertas asing dan/atau kurs transaksi yang ditetapkan oleh Bank Indonesia pada tanggal tersebut. Jika aset dan kewajiban dalam mata uang asing pada tanggal dijabarkan dengan menggunakan kurs rata-rata pada tanggal 26 Oktober 2011, maka laba selisih kurs akan meningkat sebesar Rp 628.675.710. 42

30. PELAPORAN SEGMEN Informasi berdasarkan segmen usaha pada tanggal dan 2010 adalah sebagai berikut : 2011 Perdagangan Pabrikasi dan distribusi Eliminasi Konsolidasi Penjualan Penjualan ekstern 4.210.937.508 282.459.337.847-286.670.275.355 Penjualan antar segmen 166.946.436.606 - (166.946.436.606) - Jumlah 171.157.374.114 282.459.337.847 (166.946.436.606) 286.670.275.355 Penghasilan Laba kotor 51.023.294.280 113.472.937.989 (4.104.213.209) 160.392.019.061 Beban usaha (35.424.396.569) (104.562.291.306) 4.104.213.209 (135.882.474.666) Penghasilan bunga - bersih 702.608.520 531.904.459-1.234.512.979 Penghasilan (beban) lain-lain - bersih 289.392.254 (3.916.025.191) (2.789.586.523) (6.416.219.460) Beban pajak (3.306.647.584) (2.736.939.428) - (6.043.587.012) Laba Bersih 13.284.250.902 2.789.586.523 (2.789.586.523) 13.284.250.902 Informasi lainnya Aset segmen 368.445.126.659 249.355.360.153 (218.269.505.237) 399.530.981.575 Kewajiban segmen 44.166.096.149 94.563.884.860 (84.547.619.782) 54.182.361.227 Perolehan aset tetap 11.256.302.097 1.631.209.302-12.887.511.399 Beban penyusutan 2.762.117.079 2.505.090.622-5.267.207.701 2010 Perdagangan Pabrikasi dan distribusi Eliminasi Konsolidasi Penjualan Penjualan ekstern 7.224.724.680 245.185.660.122-252.410.384.802 Penjualan antar segmen 141.110.328.077 - (141.110.328.077) - Jumlah 148.335.052.757 245.185.660.122 (141.110.328.077) 252.410.384.802 Penghasilan Laba kotor 34.318.504.947 110.099.712.491 (3.497.499.602) 140.920.717.836 Beban usaha (21.870.088.987) (99.503.060.318) 3.497.499.602 (117.875.649.703) 43

30. PELAPORAN SEGMEN (lanjutan) 2010 Perdagangan Pabrikasi dan distribusi Eliminasi Konsolidasi Penghasilan bunga bersih 776.420.811 472.981.053-1.249.401.864 Penghasilan (beban) lain-lain bersih 2.402.277.885 (911.074.261) (7.844.408.404) (6.353.204.780) Beban pajak (2.214.099.030 ) (2.536.199.927) - (4.750.298.957) Laba Bersih 13.413.015.626 7.622.359.038 (7.844.408.404) 13.190.966.260 Informasi lainnya Aset segmen 329.422.448.092 211.203.221.414 (176.162.300.681) 364.463.368.825 Kewajiban segmen 30.209.095.177 67.548.603.777 (59.053.176.417) 38.704.522.537 Perolehan aset tetap 2.894.981.229 2.872.624.803-5.767.606.032 Beban penyusutan 2.772.053.575 2.736.256.740-5.508.310.315 Informasi berdasarkan segmen geografis adalah sebagai berikut: 2011 Perdagangan Pabrikasi dan distribusi Eliminasi Konsolidasi Penjualan Luar negeri 15.022.707.077 13.020.609.505 10.811.769.569 17.231.547.013 Dalam negeri 156.134.667.037 269.438.728.342 156.134.667.037 269.438.728.342 Jumlah 171.157.374.114 282.459.337.847 166.946.436.606 286.670.275.355 2010 Perdagangan Pabrikasi dan distribusi Eliminasi Konsolidasi Penjualan Luar negeri 13.020.559.161 10.577.387.928 (5.795.834.481) 17.802.112.608 Dalam negeri 135.314.493.595 234.608.272.194 (135.314.493.595) 234.608.272.194 Jumlah 148.335.052.757 245.185.660.122 (141.110.328.077) 252.410.384.802 44

31. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN Dalam aktivitas usahanya sehari-hari, Perusahaan dan Anak Perusahaan dihadapkan pada berbagai risiko. Risiko utama yang dihadapi Perusahaan dan Anak Perusahaan yang timbul dari instrumen keuangan adalah risiko kredit, risiko pasar (yaitu tingkat suku bunga dan risiko nilai tukar mata uang asing), dan risiko likuiditas. Fungsi utama dari manajemen risiko Perusahaan adalah untuk mengidentifikasi seluruh risiko kunci, mengukur risiko-risiko ini dan mengelola posisi risiko sesuai dengan kebijakan Perusahaan. Perusahaan dan Anak Perusahaan secara rutin menelaah kebijakan dan sistem manajemen risiko untuk menyesuaikan dengan perubahan di pasar, produk dan praktek pasar terbaik. a. Risiko Kredit Risiko kredit adalah risiko kerugian keuangan yang timbul jika pelanggan Perusahaan gagal memenuhi kewajiban kontraktualnya kepada Perusahaan. Risiko kredit terutama berasal dari piutang usaha yang diberikan kepada pelanggan dari penjualan produk. Risiko kredit pelanggan dikelola oleh Perusahaan dan Anak Perusahaan sesuai dengan kebijakan, prosedur dan pengendalian dari Perusahaan yang berhubungan dengan pengelolaan risiko kredit pelanggan. Batasan kredit ditentukan untuk semua pelanggan berdasarkan kriteria penilaian secara internal. Saldo piutang pelanggan dimonitor secara teratur. Maksimum risiko kredit yang dihadapi oleh Perusahaan kurang lebih sebesar nilai tercatat dari saldo akun piutang pada tanggal 31 Desember 2010 sebesar Rp 143.195.383.970. b. Risiko Pasar Risiko pasar adalah risiko dimana nilai wajar dari arus kas masa depan dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi karena perubahan harga pasar. Perusahaan dan Anak Perusahaan dipengaruhi oleh risiko pasar, terutama risiko tingkat suku bunga dan risiko nilai tukar mata uang asing. Risiko tingkat suku bunga Risiko tingkat suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa depan dari suatu instrumen keuangan berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar. Pengaruh dari risiko perubahan suku bunga pasar berhubungan dengan pinjaman jangka pendek dan panjang dari Perusahaan yang dikenakan suku bunga mengambang. Risiko tingkat suku bunga (lanjutan) Perusahaan dan Anak Perusahaan memonitor secara ketat fluktuasi suku bunga pasar dan ekspektasi pasar sehingga dapat mengambil langkah-langkah yang paling menguntungkan Perusahaan secara tepat waktu. Manajemen tidak menganggap perlunya melakukan swap suku bunga pada saat ini. 45

31. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) Risiko nilai tukar mata uang asing Risiko mata uang asing adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa mendatang dari suatu instrumen keuangan karena perubahan dari nilai tukar mata uang asing. Pengaruh dari risiko perubahan nilai tukar mata uang asing terutama berasal dari aktivitas usaha Perusahaan (ketika pendapatan dan beban didominasi mata uang yang berbeda dari mata uang fungsional Perusahaan), dan investasi pada anak perusahaan diluar negeri. Pengaruh fluktuasi nilai tukar atas Perusahaan dan Anak Perusahaan berasal dari nilai tukar antara Dolar AS, Ringgit Malaysia dan Rupiah. Perusahaan dan Anak Perusahaan memonitor secara ketat fluktuasi dari nilai tukar mata uang asing sehingga dapat mengambil langkah-langkah yang paling menguntungkan Perusahaan dan Anak Perusahaan pada waktu yang tepat. Manajemen tidak menganggap perlu untuk melakukan transaksi forward/swap mata uang asing saat ini. Aset dan kewajiban moneter yang signifikan dari Perusahaan dalam mata uang asing pada tanggal disajikan pada Catatan 29. c. Risiko Likuiditas Risiko likuiditas adalah risiko dimana Perusahaan dan Anak Perusahaan tidak bisa memenuhi kewajiban pada saat jatuh tempo. Manajemen melakukan evaluasi dan pengawasan atas arus kas masuk (cash-in) dan kas keluar (cash-out) untuk memastikan tersedianya dana untuk memenuhi kebutuhan pembayaran kewajiban yang jatuh tempo. Secara umum, kebutuhan dana untuk pelunasan kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang yang jatuh tempo diperoleh dari penjualan kepada pelanggan. Tabel dibawah merupakan profil kewajiban keuangan Perusahaan dan Anak Perusahaan berdasarkan kontrak pembayaran tanpa diskonto pada tanggal : Lebih dari 1 tahun sampai Dibawah dengan Lebih dari 1 tahun 3 tahun 3 tahun Jumlah Kewajiban keuangan Hutang bank jangka pendek 4.418.985.752 - - 4.418.985.752 Hutang usaha - pihak ketiga 24.712.679.263 - - 24.712.679.263 Hutang lain-lain 6.727.753.686 - - 6.727.753.686 Biaya masih harus dibayar 532.923.166 - - 532.923.166 Hutang dividen 273.584.661 - - 273.584.661 46

31. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) Lebih dari 1 tahun sampai Dibawah dengan Lebih dari 1 tahun 3 tahun 3 tahun Jumlah Hutang bank jangka panjang yang jatuh tempo 1 tahun 331.867.308 - - 331.867.308 Hutang bank jangka. panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam 1 tahun - 1.594.073.050-1.594.073.050 Jumlah kewajiban keuangan 36.997.793.836 1.594.073.050-38.591.866.886 32. KELOMPOK INSTRUMEN KEUANGAN Tabel di bawah ini menyajikan perbandingan atas nilai tercatat dengan nilai wajar dari instrumen keuangan Perusahaan tanggal yang tercatat dalam laporan keuangan. Nilai tercatat Nilai wajar Aset keuangan Kas dan setara kas 50.948.250.925 50.948.250.925 Investasi - obligasi 1.963.117.500 1.963.117.500 Piutang usaha - bersih 148.071.518.810 148.071.518.810 Piutang lain-lain 4.946.190.223 4.946.190.223 Aset lain-lain - investasi switchable note 6.617.529.170 6.617.529.170 Kewajiban keuangan Hutang bank 4.418.985.752 4.418.985.752 Hutang usaha 24.712.679.263 24.712.679.263 Hutang lain-lain 6.727.753.686 6.727.753.686 Biaya masih harus dibayar 532.923.166 532.923.166 Hutang dividen 273.584.661 273.584.661 Hutang bank yang jatuh tempo dalam satu tahun 331.867.308 331.867.308 Hutang bank jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun 1.594.073.050 1.594.073.050 47

33. REVISI PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia menerbitkan revisi Pernyataan Standar Akuntasi Keuangan (PSAK) dan Pencabutan Pernyataan Standar Akuntasi Keuangan (PPSAK), sebagai berikut berikut: Efektif berlaku pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011: a. PSAK 1 (Revisi 2009) Penyajian Laporan Keuangan, yang menetapkan dasar-dasar bagi penyajian laporan keuangan bertujuan umum (general purpose financial statements) agar dapat dibandingkan baik dengan laporan keuangan periode sebelumnya maupun dengan laporan keuangan entitas lain. PSAK 1 (Revisi 2009) ini menggantikan PSAK 1 (1998) Penyajian Laporan Keuangan. b. PSAK 2 (Revisi 2009) Laporan Arus Kas, yang memberikan pengaturan atas informasi mengenai perubahan historis dalam kas dan setara kas dari suatu entitas melalui laporan arus kas yang mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan selama suatu periode. PSAK 2 (Revisi 2009) ini menggantikan PSAK 2 (1994) Laporan Arus Kas. c. PSAK 4 (Revisi 2009) Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan KeuanganTersendiri akan diterapkan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian untuk sekelompok entitas yang berada dalam pengendalian suatu entitas induk dan dalam akuntansi untuk investasi pada entitas anak, pengendalian bersama entitas, dan entitas asosiasi ketika laporan keuangan tersendiri disajikan sebagai informasi tambahan. d. PSAK 5 (Revisi 2009) Segmen Operasi. Informasi segmen diungkapkan untuk memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis yang mana entitas terlibat dan lingkungan ekonomi dimana entitas beroperasi. PSAK 5 (Revisi 2009) ini menggantikan PSAK 5 (2000) Pelaporan Segmen. e. PSAK 7 (Revisi 2010) Pengungkapan Pihak-pihak yang Berelasi akan diterapkan untuk akuntansi transaksi dengan Pihak-pihak yang Berelasi. Menggantikan PSAK 7 (Reformat 2007) Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa. f. PSAK 10 (Revisi 2010) Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Valuta Asing akan diterapkan untuk akuntansi dalam mata uang asing. Menggantikan PSAK 10 (Reformat 2007) Transaksi dalam Mata Uang Asing. g. PSAK 12 (Revisi 2009) Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama akan diterapkan untuk akuntansi bagian partisipasi dalam ventura bersama dan pelaporan aset, kewajiban, penghasilan dan beban ventura bersama dalam laporan keuangan venturer dan investor, terlepas dari struktur atau bentuk yang mendasari dilakukannya aktivitas ventura bersama. h. PSAK 15 (Revisi 2009) Investasi Pada Entitas Asosiasi akan diterapkan untuk akuntansi investasi dalam entitas asosiasi. Menggantikan PSAK 15 (1994) Akuntansi untuk Investasi Dalam Perusahaan Asosiasi dan PSAK 40 (1997) Akuntansi Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan/Perusahaan Asosiasi. 48

33. REVISI PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (lanjutan) i. PSAK 19 (Revisi 2010) Aset Tak Berwujud akan diterapkan untuk akuntansi Aset Tak berwujud. Menggantikan PSAK 19 (2000) Aset Tidak Berwujud. j. PSAK 22 (Revisi 2009) Kombinasi Bisnis akan diterapkan untuk akuntansi Kombinasi bisnis. Menggantikan PSAK 22 (Reformat 2007) Akuntansi Penggabungan Usaha. k. PSAK 23 (Revisi 2010) Pendapatan akan diterapkan untuk akuntansi Pendapatan. Menggantikan PSAK 23 (Reformat 2007) Pendapatan. l. PSAK 25 (Revisi 2009) Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan, yang menentukan kriteria dalam pemilihan dan perubahan kebijakan akuntansi, bersama dengan perlakuan akuntansi dan pengungkapan atas perubahan kebijakan akuntansi, perubahan estimasi akuntansi, dan koreksi kesalahan. PSAK 25 (Revisi 2009) ini menggantikan PSAK 25 (1994) Laba atau Rugi Bersih, untuk Periode Berjalan, Kesalahan Mendasar, dan Perubahan Kebijakan Akuntansi. m. PSAK 48 (Revisi 2009) Penurunan Nilai Asset. Menetapkan prosedur-prosedur yang diterapkan agar aset dicatat tidak melebihi jumlah terpulihkan dan jika aset tersebut terjadi penurunan nilai, rugi penurunan nilai harus diakui. PSAK 48 (Revisi 2009) ini menggantikan PSAK 48 (1998) Penurunan Nilai Aset n. PSAK 57 (Revisi 2009) Provisi, Liabilitas, Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi. Bertujuan untuk mengatur pengakuan dan pengukuran kewajiban diestimasi, kewajiban kontinjensi serta untuk memastikan informasi memadai telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan untuk memungkinkan para pengguna memahami sifat, waktu, dan jumlah yang terkait. o. PSAK No. 58 (Revisi 2009) Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan bertujuan untuk mengatur akuntansi untuk aset yang dimiliki untuk dijual, serta penyajian dan pengungkapan operasi dihentikan. p. SAK ETAP - Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik, untuk digunakan entitas tanpa akuntabilitas publik, yaitu yang mana tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan dan menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statements) bagi pengguna eksternal. q. ISAK No. 7 (Revisi 2009) Konsolidasi Entitas Bertujuan Khusus (EBK), menentukan pengkonsolidasian EBK jika substansi hubungan antara suatu entitas dan EBK mengindikasikan adanya pengendalian EBK oleh entitas tersebut. r. ISAK No. 9 Perubahan atas Liabilitas Purna Operasi, Liabilitas Restorasi, dan Liabilitas Serupa, diterapkan terhadap setiap perubahan pengukuran atas aktivitas purnaoperasi, restorasi atau kewajiban yang serupa yaitu diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset tetap sesuai PSAK 16 dan sebagai kewajiban sesuai PSAK 57. 49

33. REVISI PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (lanjutan) s. ISAK No. 10 Program Loyalitas Pelanggan, berlaku untuk penghargaan kredit loyalitas pelanggan yang diberikan kepada pelanggan sebagai bagian dari transaksi penjualan, dan tergantung pemenuhan atas setiap kondisi lebih lanjut yang dipersyaratkan, pelanggan dapat menukar barang atau jasa secara gratis atau dengan potongan harga dimasa yang akan datang. t. ISAK No. 11 Distribusi Aset Nonkas Kepada Pemilik, diterapkan untuk distribusi searah (non-reciprocal) aset oleh entitas kepada pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik, seperti distribusi aset nonkas dan distribusi yang memberikan pilihan kepada pemilik untuk menerima aset nonkas atau alternatif kas. u. ISAK No. 12 Pengendalian Bersama Entitas (PBE): Kontribusi Nonmoneter oleh Venturer. Berkaitan dengan akuntansi venture untuk kontribusi nonmoneter ke PBE dalam pertukaran dengan bagian partisipasi ekuitas PBE yang dicatat baik dengan metode ekuitas atau konsolidasi proporsional. v. ISAK No. 14, Aset Tak Berwujud Biaya Situs Web, situs web yang muncul dari pengembangan dan digunakan untuk akses internal maupun eksternal merupakan aset tak berwujud yang dihasilkan secara internal, dan setiap pengeluaran internal atas pengembangan dan pengoperasian situs web akan dicatat sesuai dengan PSAK No. 19 (Revisi 2010). w. ISAK No. 17 Laporan Keuangan Interim dan Penurunan Nilai, mensyaratkan bahwa entitas tidak membalik rugi penurunan nilai yang diakui pada periode interim sebelumnya berkaitan dengan goodwill atau investasi pada instrumen ekuitas atau aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan. x. PSAK 58 (Revisi 2009) Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan bertujuan untuk mengatur akuntansi untuk aset yang dimiliki untuk dijual, serta penyajian dan pengungkapan operasi dihentikan. y. ISAK 7 (Revisi 2009) Konsolidasi Entitas Bertujuan Khusus (EBK) menentukan pengkonsolidasian EBK jika substansi hubungan antara suatu entitas dan EBK mengindikasikan adanya pengendalian EBK. z. ISAK 9 Perubahan atas Liabilitas Purna Operasi, Liabilitas Restorasi, dan Liabilitas Serupa diterapkan terhadap setiap perubahan pengukuran atas aktivitas puma- operasi, restorasi atau kewajiban yang serupa yaitu diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset tetap sesuai PSAK 16 dan sebagai kewajiban sesuai PSAK 57. å. ISAK 11 Distribusi Aset Nonkas Kepada Pemilik diterapkan untuk distribusi searah (nonreciprocal) aset oleh entitas kepada pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik, seperti distribusi aset nonkas dan distribusi yang memberikan piiihan kepada pemilik untuk menerima aset nonkas atau alternatif kas. ä. ISAK 12 Pengendalian Bersama Entitas(PBE): Kontribusi Nonmoneter oleh Venturer berkaitan dengan akuntansi venture untuk kontribusi nonmoneter ke PBE dalam pertukaran dengan bagian partisipasi ekuitas PBE yang dicatat baik dengan metode ekuitas. 50

33. REVISI PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (lanjutan) Efektif berlaku pada atau setelah tanggal 1 Januari 2012: a. PSAK No. 10 (Revisi 2010) Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing, menjelaskan bagaimana memasukkan transaksi-transaksi dalam mata uang asing dan kegiatan usaha luar negeri ke dalam laporan keuangan suatu entitas dan menjabarkan laporan keuangan ke dalam suatu mata uang pelaporan. b. PSAK No. 18 (Revisi 2010), Akuntansi dan Pelaporan Program Manfaat Purnakarya, diterapkan dalam laporan keuangan program manfaat purnakarya, mengatur akuntansi dan pelaporan program manfaat purnakarya untuk semua peserta sebagai suatu kelompok. c. PSAK No. 24 (Revisi 2010), Imbalan Kerja, Mengatur akuntansi dan pengungkapan imbalan kerja. Pernyataan ini mengharuskan entitas untuk mengakui: liabilitas jika pekerja telah memberikan jasanya dan berhak memperoleh imbalan kerja yang akan dibayarkan di masa depan; dan beban jika entitas menikmati manfaat ekonomis yang dihasilkan dari jasa yang diberikan oleh pekerja yang berhak memperoleh imbalan kerja. d. PSAK No. 34 (Revisi 2010), Kontrak Konstruksi, diterapkan pada akuntansi untuk kontrak konstruksi dalam laporan keuangan kontraktor. Menggunakan kriteria pengakuan yang diatur dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan untuk menentukan kapan pendapatan dan biaya suatu kontrak konstruksi diakui sebagai pendapatan dan beban dalam laporan laba rugi komparatif. e. PSAK No. 46 (Revisi 2010), Pajak Penghasilan, diterapkan untuk akuntansi pajak penghasilan. Mensyaratkan entitas untuk mengakui liabilitas pajak tangguhan (aset pajak tangguhan) dengan batas pengecualian terbatas tertentu, untuk memperlakukan konsekuensi pajak atas transaksi dan kejadian lain sama dengan cara entitas memperlakukan transaksi dan kejadian lainnya sendiri dan juga mengatur pengakuan aset pajak tangguhan yang ditimbulkan dari rugi fiskal dan kredit pajak yang dapat dikompensasi, penyajian pajak penghasilan pada laporan keuangan dan pengungkapan informasi yang berkaitan dengan pajak penghasilan. f. PSAK No. 50 (Revisi 2010), Instrumen Keuangan: Penyajian, berisi penetapkan prinsip penyajian instrumen keuangan sebagai liabilitas atau ekuitas dan saling hapus aset keuangan dan kewajiban keuangan. g. PSAK No. 53 (Revisi 2010), Pembayaran Berbasis Saham, mengatur pelaporan keuangan entitas yang melakukan transaksi pembayaran berbasis saham. Secara khusus, mempersyaratkan entitas untuk menyajikan dalam laporan laba rugi dan laporan posisi keuangan dampak transaksi pembayaran berbasis saham, termasuk biaya yang berhubungan dengan transaksi pemberian opsi saham kepada karyawan. h. PSAK No. 60 (Revisi 2010), Instrumen Keuangan: Pengungkapan, mensyaratkan entitas untuk menyediakan pengungkapan dalam laporan keuangan yang memungkinkan para pengguna untuk mengevaluasi: signifikansi instrumen keuangan atas posisi dan kinerja keuangan entitas; dan jenis dan besarnya risiko yang timbul dari instrumen keuangan yang mana entitas terekspos selama periode dan pada akhir periode pelaporan, dan bagaimana entitas mengelola risikorisiko tersebut. 51

33. REVISI PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (lanjutan) i. PSAK No. 61 (Revisi 2010), Akuntansi Hibah Pemerintah dan Pengungkapan Bantuan Pemerintah, diterapkan untuk akuntansi, dan pengungkapan, atas hibah pemerintah dan pengungkapan atas bentuk lain bantuan pemerintah. j. ISAK No. 13, Lindung Nilai Investasi Neto Dalam Kegiatan Usaha Luar Negeri diterapkan terhadap entitas yang melakukan lindung nilai atas risiko mata uang asing yang timbul dari investasi netonya di dalam kegiatan usaha luar negeri dan berharap dapat memenuhi persyaratan akuntansi lindung nilai sesuai PSAK No. 55 (Revisi 2006). Mengacu pada entitas induk dan laporan keuangan dimana aset neto dari kegiatan usaha luar negeri dimasukkan sebagai laporan keuangan konsolidasian. k. ISAK No. 15, PSAK 24-Batas Aset Imbalan Pasti, Persyaratan Pendanaan Minimum dan Interaksinya, membahas permasalahan: (a) kapan pengembalian atau pengurangan iuran di masa depan harus dianggap sebagai tersedia sesuai dengan PSAK 24 (revisi 2010): Imbalan Kerja paragraf 61. (b) bagaimana persyaratan pendanaan minimum dapat mempengaruhi ketersediaan pengurangan iuran di masa depan. (c) kapan persyaratan pendanaan minimum dapat menimbulkan liabilitas. l. ISAK No. 18, Bantuan Pemerintah Tidak Ada Relasi Spesifik dengan Aktivitas Operasi. Bantuan pemerintah kepada entitas memenuhi definisi hibah pemerintah dalam PSAK 61, bahkan jika tidak ada persyaratan yang secara spesifik terkait dengan aktivitas operasi entitas selain persyaratan untuk beroperasi pada daerah atau sektor industri tertentu. Oleh karena itu, hibah tersebut tidak boleh dikreditkan secara langsung kepada kepentingan pemegang saham. m. ISAK No. 20, Pajak Penghasilan Perubahan dalam Status Pajak Entitas atau Para Pemegang Saham, Suatu perubahan dalam status pajak entitas atau para pemegang sahamnya tidak menimbulkan kenaikan atau penurunan jumlah yang diakui di luar laporan laba rugi. Konsekuensi pajak kini dan pajak tangguhan atas perubahan dalam status pajak harus tercakup dalam laporan laba rugi periode berjalan, kecuali konsekuensi tersebut terkait dengan transaksi dan kejadian yang menghasilkan (pada periode yang sama ataupun berbeda) kredit langsung atau pembebanan pada jumlah yang diakui dalam ekuitas atau jumlah yang diakui dalam pendapatan komprehensif lainnya. Perusahaan sedang mengevaluasi dampak dari PSAK revisi tersebut dan belum menentukan dampaknya terhadap laporan keuangannya. 34. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Manajemen Perusahaan dan Anak Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan konsolidasi terlampir yang diselesaikan pada tanggal 27 Oktober 2011. 52