PENGEMBANGAN MASYARAKAT(KPM 231)

dokumen-dokumen yang mirip
PENGEMBANGAN MASYARAKAT (KPM 231)

Pengertian Paradigma. Paradigma I Normal Sc. Anomalies Crisis Revol Paradigma II

ISU-ISU PEMBANGUNAN 10/13/2010 1

Konsep Pengembangan Masyarakat (Community Development) 1

I. PENDAHULUAN A. Analisis Situasi

I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Transformasi Paradigma Pembangunan Ekonomi

II. TINJAUAN PUSTAKA. Friedmann dalam Wrihatnolo, dan Riant (2007:59) menyatakan bahwa konsep

Prinsip-Prinsip Pengembangan Masyarakat (Community Development) 1

KELEMBAGAAN, ORGANISASI, DAN KEPEMIMPINAN (KPM 331)

I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Lecture Paper. Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat. No. 11, Vol. I, 2012 SOSIOLOGI UMUM: PERUBAHAN SOSIAL DAN PEMBANGUNAN

I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. dan merupakan motor penggerak yang memberikan dasar bagi peningkatan

Analisis Pengelolaan Wilayah Pesisir Berbasis Masyarakat. Yessy Nurmalasari Dosen Luar Biasa STMIK Sumedang

PEMBELAJARAN DAN KOMUNITAS Pertemuan 2

MASYARAKAT DAN KOMUNITAS

PENDAHULUAN. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Perkotaan (PNPM-MP) adalah dengan melakukan penguatan. kelembagaan masyarakat. Keberdayaan kelembagaan masyarakat

Perspektif Pelibatan Masyarakat Lokal Dalam Sosial Dan Pembangunan Kehutanan Di Indonesia

Artikel Perencanaan Pembangunan Daerah Karya : Said Zainal Abidin BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

Analisis Pengelolaan Wilayah Pesisir Berbasis Masyarakat

BAGIAN I. PENDAHULUAN

I. PENDAHULUAN. yang menyebabkan GNP perkapita (Gross National Product) atau pendapatan

Definisi tersebut dapat di perluas di tingkat nasional dan atau regional.

PEMBANGUNAN MASYARAKAT (D) R. Ahmad Romadhoni Surya Putra, S.Pt., M.Sc., Ph.D. Laboratorium Komunikasi dan Pembangunan Masyarakat

URBANISASI DAN TRANSMIGRASI

KISI-KISI MATERI PLPG MATA PELAJARAN SOSIOLOGI STANDAR KOMPETENSI GURU KOMPETENSI INTI GURU KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN

BAB I PENDAHULUAN. Sumawinata, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, dan salah satu pemikir besar ekonomi kerakyatan Indonesia.

BAB I PENDAHULUAN. Secara defenitif, pada awalnya pengertian pembangunan ekonomi diberi

BAB I PENDAHULUAN. yang berhubungan dengan warga negaranya. Terlebih pada negara-negara yang

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

PEMBERDAYAAN DAN PARTISIPASI MASYARAKAT

BAB VII KESIMPULAN DAN IMPLIKASI PENELITIAN. penelitian, sedangkan pada bagian implikasi penelitian disajikan beberapa saran

PENDAHULUAN. Latar Belakang

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, REKOMENDASI

KONSEP DAN METODE PENDEKATAN DALAM PEMBANGUNAN MASYARAKAT. Prepared by Trisakti

SEMINAR NASIONAL Dinamika Pembangunan Pertanian dan Pedesaan: Mencari Alternatif Arah Pengembangan Ekonomi Rakyat.

(Studi pada SKPD Kabupaten Temanggung) TESIS. Oleh PAMUDJI SANTOSO C4C PROGRAM STUDI ILMU AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH

Laporan Akhir Kajian Iventarisasi Potensi Sumber Daya Alam di Kabupaten Pelalawan Tahun 2009 PENDAHULUAN

PEMBELAJARAN BERBASIS KEBUTUHAN

BAB I PENDAHULUAN. Desa Bogak merupakan wilayah pesisir yang terletak di Kecamatan Tanjung Tiram

RENCANA PENGEMBANGAN WILAYAH DAN INVESTASI PROVINSI PAPUA BARAT BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI PAPUA BARAT

BAB I PENDAHULUAN. berkembang dengan pesat. Salah satu bentuk perkembangan ilmu pendidikan

PENDAHULUAN. a. Kesadaran Magis. c. Kesadaran Kritis. b. Kesadaran Naif. 22-Mar-16. A. Sejarah Lahirnya Pemberdayaan Masyarakat

PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB II METODOLOGI PENELITIAN. modal sosial menempati posisi penting dalam upaya-upaya pengembangan

BAHAN KULIAH 10 SOSIOLOGI PEMBANGUNAN

BUDAYA DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT

I. PENDAHULUAN. Tingginya laju kerusakan hutan tropis yang memicu persoalan-persoalan

STANDAR KOMPETENSI GURU KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN/KELAS/KEAHLIAN/BK. a b c d e 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pembangunan ekonomi, pertumbuhan ekonomi, dan teori konvergensi.

I. PENDAHULUAN. membangun infrastruktur dan fasilitas pelayanan umum. pasar yang tidak sempurna, serta eksternalitas dari kegiatan ekonomi.

Pemberdayaan Pasien. Dr. Budi Wahyuni, MM,MA PKBI-DIY

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Situasi pangan dunia saat ini dihadapkan pada ketidakpastian akibat perubahan iklim

BAB I PENDAHULUAN. Paradigma pembangunan di Indonesia telah mengalami pergeseran dari zaman orde baru

Rio Deklarasi Politik Determinan Sosial Kesehatan Rio de Janeiro, Brasil, 21 Oktober 2011.

TATA KELOLA PEMERINTAHAN, KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK. Hendra Wijayanto

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

TINJAUAN PUSTAKA Konsep Pembangunan dan Pergeseran Paradigma Pembangunan

BAB I PENDAHULUAN. Disertasi ini mengkaji tentang relasi gender dalam keterlibatan perempuan. minoritas seperti pemuda, petani, perempuan, dan

2. Tata Ruang adalah wujud struktur dan pola pemanfaatan ruang baik yang direncanakan maupun tidak (Kamus Tata Ruang, Ditjen Cipta Karya, 1997).

HUBUNGAN ANTARA KEGIATAN PENYULUHAN PERTANIAN DENGAN PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KECAMATAN BANYUDONO KABUPATEN BOYOLALI

MENINJAU KEMBALI WACANA COMMUNITY DEVELOPMENT

I. PENDAHULUAN. Besar. Proses pembelajaran yang dilakukan selama ini masih monoton dan

Implementasi Program Pemberdayaan Masyarakat Upaya penanggulangan kemiskinan yang bertumpu pada masyarakat lebih dimantapkan kembali melalui Program

PERUBAHAN SOSIAL (KPM 330)

KONFLIK HORIZONTAL DAN FAKTOR PEMERSATU

I. PENDAHULUAN. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia karena memiliki luas

STRATEGI PENGUATAN KELOMPOK TANI DALAM PENGEMBANGAN USAHA NOVRI HASAN

ILMU PERTANIAN. Bab 1. Pendahuluan

COMMUNITY DEVELOPMENT

I. PENDAHULUAN. masyarakat adil dan makmur. Dengan demikian segala upaya pelaksanaan

BAB I PENDAHULUAN. juga dengan komunitas. Komunitas merupakan sekumpulan individu yang

BAB I PENDAHULUAN. Berakhirnya pemerintahan orde baru telah mengubah dasar-dasar

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PEMBAHASAN TENTANG KEMISKINAN Menurut Andre Bayo Ala, 1981 kemiskinan itu bersifat multi dimensional. Artinya kebutuhan manusia itu bermacam macam

Kurnia Ayu K 09/280257/EK/17295

Teori Tahap-Tahap Pertumbuhan Ekonomi Walt Whitman Rostow

BAB I PENDAHULUAN. untuk mengembangkan kegiatan ekonominya sehingga infrastruktur lebih banyak

- 1 - PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2015 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan di pedesaan merupakan sebagian dari proses pembangunan nasional yang

BAB VI PENUTUP. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan kota kecil di Joglosemar

Kerangka Kerja Pengembangan Masyarakat (Community Development) 1

2015, No Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Le

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENDAHULUAN Latar Belakang

KOLABORASI ANTAR STAKEHOLDER DALAM MENANGANI TINDAK KEKERASAN ANAK BERBASIS GENDER DI KOTA SURAKARTA

PERAN MASYARAKAT DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH YANG DEMOKRATIS

PENDAHULUAN Latar Belakang

ANALISIS LINGKUNGAN ORGANISASI IKA RUHANA

I. PENDAHULUAN. Pembangunan merupakan sebagai suatu proses multidimensional yang mencakup

RINGKASAN. Peran Pemerintah Daerah Dalam Mengoptimalkan Pengelolaan Zakat Di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat

Transkripsi:

PENGEMBANGAN MASYARAKAT(KPM 231) Koordinator Matakuliah Pengembangan Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor Website: http://skpm.fema.ipb.ac.id/ PB-01 KOMUNITAS DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI 1

Sub Pokok Bahasan 1. Pengertian Komunitas 2. Pengertian Pengembangan 3. Mengapa Pengembangan? 4. Pembangunan berbasis Pengembangan Konotasi : Pengembangan = Community Development Society Community Konsep & Strategi 2

1. Pengertian Komunitas George Hillery Jr (1955) (94 definitions): A group A process A social system A geographic place A consciousness of kind A totality of attitude A common lifestyle The possession of common ends Local self sufficiency 3

Sebanyak 69 dari 94 definisi: The common elements of area Common ties Social interaction a community as people living within a specific area, sharing common ties, and interacting with one another The area of community Politically? Economically? Psychologically? The basis of common ties? = The amount and quality of social interaction a community can encompass many different kinds of human organizations Empat komponen utama komunitas : 1. People 2. Place or territory 3. Social interaction 4. Psychological identification 4

A community (Christenson & Robinson Jr, 1989): people the live within a geographically bounded are who are involved in social interaction and have one or more psychological ties with each other and with the place in which they live Komunitas warga setempat (community) yang dapat dibedakan dari masyarakat lebih luas (society) melalui kedalaman perhatian bersama yang mempunyai kebutuhan bersama Komunitas adalah suatu wilayah kehidupan sosial yang ditandai oleh suatu derajat hubungan sosial tertentu berdasarkan lokalitas, perasaan sewarga, dan solidaritas. 5

Community (R.E. Park, 1952) A community is not only a collection of people, but it is a collection of institutions. Not people, but institutions, are final and decisive in distinguishing the community from other social constellations Kecil Komunitas (Community) Besar (Society) Homogen Kultural Solidaritas mekanik Partisipatif-efektif Relatif otonom Heterogen Struktural Solidaritas Organik Produktivitas-efisiensi Dependent 6

Ilmuwan Komunitas F. Tonnies (1887) Gemeinschaft Gesselschaft E. Durkhem (1893) Mechanic solidarity Organic solidarity R. Redfield (1955) Distinctiveness; smallness; homogenity; self sufficiency J.V. Baldride (1986) Sekelompok orang; kebudayaan bersama; geografis tertentu; mengandung institusi & organisasi sosial J. Ife (1995) Organisasi sosial: human scale; identity & belonging; obligations, culture; gemeinschaft Tjondronegoro Gejala organisasi (sodality) Organisasi CIRI-CIRI KOMUNITAS The essential characteristics of a community (Park, 1936): 1. A population territorially organized 2. More or less completely rooted in the soil it occupies 3. Its individual units living in a relationship of mutual interdependence 7

Suatu komunitas pasti mempunyai lokalitas atau tempat tinggal (wilayah) tertentu. Komunitas yang mempunyai tempat tinggal tetap dan permanen, biasanya mempunyai ikatan solidaritas yang kuat sebagai pengaruh kesatuan tempat tinggalnya. Secara garis besar, komunitas berfungsi sebagai ukuran untuk menggarisbawahi hubungan antara hubungan-hubungan sosial dengan suatu wilayah geografis tertentu TIPE-TIPE KOMUNITAS Berdasarkan ciri-ciri masyarakat agraris terdapat tipologi komunitas agraris, yang secara garis besar dapat dibedakan atas: (1) Komunitas nelayan (pantai dan pesisir); (2) Komunitas petani sawah (dataran rendah); dan (3) Komunitas petani peladang atau lahan kering (dataran tinggi). 8

Community Local Society Struktur dan Kultur Local Ecology Pola adaptasi ekologi Collective Action Aksi bersama (kelembagaan) 2. Pengertian Pengembangan 9

community resource development, rural areas development, community economic development, rural revitalisation, dan community based development. Community development menggambarkan makna yang penting dari dua konsep: community, bermakna kualitas hubungan sosial; dan development, perubahan ke arah kemajuan yang terencana dan bersifat gradual. Community development is a movement designed to promote better living for the whole community with the active participation and on the initiative of the community 10

CD = mengembangkan atau menaikkan kualitas hidup suatu masyarakat CD = proses swadaya masyarakat digabungkan dengan usaha-usaha pemerintah setempat guna meningkatkan kondisi masyarakat di bidang sosial, ekonomi, dan kultural, serta untuk mengintegrasikan masyarakat Pengembangan (CD) Suatu metode atau pendekatan pembangunan yang menekankan adanya partisipasi dan keterlibatan langsung penduduk dalam proses pembangunan, dimana semua usaha swadaya masyarakat disinergikan dengan usaha-usaha pemerintah setempat dan stakeholders lainnya untuk meningkatkan taraf hidup, dengan sebesar mungkin ketergantungan pada inisiatif penduduk sendiri, serta pelayanan teknis sehingga proses pembangunan berjalan efektif 11

Advokasi Komunikas Informasi dan Edukasi Pengorganisasi an Komunitas Pengembangan Kapasitas Lubis, 2010 Pengembangan Jejaringan ADVOKASI Upaya untuk mengubah atau mempengaruhi perilaku penentu kebijaksanaan agar berpihak pada kepentingan publik melalui penyampaian pesan-pesan yang didasarkan pada argumentasi yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah, legal, dan moral. Melalui kegiatan advokasi dilakukan identifikasi dan pelibatkan semua sektor di berbagai level untuk mendukung program. 12

PENGORGANISASIAN KOMUNITAS Agar masyarakat mempunyai arena untuk mendiskusikan dan mengambil keputusan atas masalah di sekitarnya. Bila terorganisir, masyarakat juga akan mampu menemukan sumberdaya yang dapat mereka manfaatkan. Biasanya, dalam pengembangan masyarakat, dibentuk kelompok kelompok sebagai wadah refleksi dan aksi bersama anggota komunitas. Pengorganisasian ini bisa dibentuk berjenjang: di tingkat komunitas, antar komunitas di Tingkat desa, antar desa di tingkat kecamatan dan seterusnya sampai ke tingkat nasional bahkan regional. PENGEMBANGAN JEJARING Menjalin kerjasama dengan pihak lain (individu, kelompok, dan atau organisasi) agar bersama-sama saling mendukung untuk mencapai tujuan. Jaringan dan saling percaya (trust) merupakan salah satu unsur penting dari kapital sosial, sehingga menjadi komponen penting dalam pengembangan masyarakat. Pada komuntas yang mempunyai jaringan yang baik, sumber daya yang ada pada seluruh kompenen komunitas dan komponen lain yang terbangun dalam jaringan akan dapat dimanfaatkan bersama-sama. 13

PENGEMBANGAN KAPASITAS Meningkatkan kemampuan masyarakat di segala bidang (termasuk untuk advokasi, mengorganisir diri sendiri, dan mengembangkan jaringan). Sumpeno (tt) mengartikan pengembangan kapasitas sebagai peningkatan atau perubahan perilaku individu, organisasi, dan sistem masyarakat dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. Peningkatan kemampuan individu mencakup perubahan dalam hal pengetahuan, sikap, dan keterampilan; peningkatan kemampuan kelembagaan meliputi perbaikan organisasi dan manajemen, keuangan, dan budaya organisasi; peningkatan kemampuan masyarakat mencakup kemandirian, keswadayaan, dan kemampuan mengantisipasi perubahan. KOMUNIKASI, INFORMASI, DAN EDUKASI Proses pengelolaan informasi, pendidikan masyarakat, dan penyebaran informasi untuk mendukung keempat komponen di atas. Pengelolaan informasi juga menyangkut mencari dan mendokumentasikan informasi agar informasi selalu tersedia bagi masyarakat yang memerlukannya. Kegiatan edukasi perlu dilakukan agar kemampuan masyarakat dalam segala hal meningkat, sehingga masyarakat mampu mengatasi masalahnya sendiri setiap saat. Untuk mendukung proses komunikasi, berbagai media komunikasi (modern tradisional; massa individu kelompok) perlu dimanfaatkan dengan kreatif. 14

3. Mengapa Pengembangan? Pembangunan sering dianggap obat terhadap berbagai masalah masyarakat, khususnya pada negara-negara yang sedang berkembang. Permulaan pendekatan pembangunan adalah dikemukakannya Teori Pertumbuhan oleh kelompok ekonom ortodoks. Teori ini menjelaskan bahwa pembangunan sebagai pertumbuhan ekonomi yang pada akhirnya diasumsikan akan meningkatkan standar kehidupan (Clark, 1991). Mereka menggunakan GNP (Gross National Product) sebagai salah satu indikator keberhasilan pembangunan. Pembangunan tidaklah berbeda dengan istilah perubahan. Keduanya memiliki sisi positif dan negatif, tergantung kepada apa dan siapa yang akan diubah, dan juga bagaimana perubahan itu akan dilakukan. Menurut Troeller (1978) ada enam pendekatan pembangunan, yaitu: pendekatan pertumbuhan; pertumbuhan dan pemerataan, tata ekonomi internasional baru, ketergantungan, kebutuhan pokok, dan pendekatan kemandirian. 15

Beberapa Pendekatan Pembangunan Growth Approach Pendekatan #1: Pendekatan Pertumbuhan strategi industrialisasi dengan kebijakan substitusi impor tetesan rejeki ke bawah (trickle down effect). Redistribution of Growth Approach Dependent Paradigm Approach The New International Economic Order The Basic Need Approach The Self-Reliance Approach Pendekatan #2: Pertumbuhan dan Pemerataan kemiskinan adalah fenomena yang kompleks yang berhulu dari kesenjangan antar kelas, daerah, dan golongan Pendekatan #3: Paradigma Ketergantungan keetrgantungan merupakan penyebab keterbelakangan, agar maju perlu pembebasan masyarakat Pendekatan #4: Tata Ekonomi Internasional Baru tataekonomi yang berlandaskan pada kebutuhan negara Selatan untuk mengelola SDA-nya sendiri Pendekatan #5: Kebutuhan Pokok kebutuhan pokok tidak terpenuhi jika masih dibawah garis kemiskinan dan tidak ada pekerjaan yang layak Pendekatan #6: Kemandirian bebaskan dari ketergantungan kepada negara industri Pendekatan Pertumbuhan Penggagas Details Tokoh Asumsi Kenyataan Kelompok ekonomi aliran Keynesian Revolusi ekonomi dari aliran Keynesian mendorong para ahli ekonomi untuk menempuh strategi industrialisasi dengan kebijakan substitusi impor sebagai resep baru bagi negara agraris yang padat penduduk di Dunia III. Rostow (1960), tahapan pembangunan yang pada intinya terkait dengan investasi modal besar atau mengenai suntikan investasi yang padat modal untuk mendongkrak sumberdaya dan potensi yang ada pada masyarakat. Bila terjadi pertumbuhan ekonomi yang tinggi, sebagai konsekuensinya akan terjadi tetesan rejeki ke bawah (trickle down effect). Tetesan rejeki ke bawah diharapkan juga akan mencapai kelompok masyarakat lapisan bawah. Hasil pembangunan memicu munculnya permasalahan lain, seperti: meningkatnya pengangguran pada angkatan kerja; tingkat kejahatan, tingkat migrasi desa ke kota, dan ketimpangan pada berbagai negara Dunia III. 16

Pendekatan Pertumbuhan dan Pemerataan Penggagas Adelman & Morris (1973). Economic Growth and Social Equity in Developing Countries Details Tiga indikator dasar untuk mengukur perkembangan pembangunan suatu negara: (1) indikator-indikator sosial-budaya; (2) indikator-indikator politik; dan (3) indikator-indikator ekonomi. Intinya pertumbuhan ekonomi mempunyai hubungan dengan partisipasi politik dan distribusi pendapatan dalam kaitan dengan strategi pembangunan pada berbagai negara Dunia III. Isu Kemiskinan dilihat sebagai fenomena yang kompleks, dan dapat ditelusuri dari adanya kesenjangan antar kelas sosial-ekonomi; ketimpangan hubungan kota-desa; perbedaan antar suku, agama, dan daerah. Substansi Tidak banyak berbeda dengan Pendekatan#1, walaupun dilakukan perbaikan meskipun masih terasa tambal sulam. Pendekatan Paradigma Ketergantungan Penggagas Cardoso Details Implikasi Kebijakan Negara selatan selalu berada dalam kondisi ketergantungan terhadap negara utara dalam hal teknologi dan kapital. Relasi yang tidak sehat memberikan sumbangan terhadap peningkatan kemiskinan dari negaranegara penerima bantuan. Munculnya sifat ketergantungan merupakan penyebab terjadinya keterbelakangan masyarakat negara sedang berkembang, oleh karena itu untuk membebaskan diri dari keterbelakangan diperlukan adanya upaya pembebasan masyarakat dari rantai yang membelenggu mereka. Kritik Banyak masalah ataupun gejala yang tidak bisa dipecahkan oleh teori tersebut. Kritik lain, teori tersebut kurang mempunyai dayaguna yang praktis dan teori tersebut terlalu banyak mengulang-ulang dan kurang berkembang. 17

Pendekatan Tata Ekonomi Internasional Baru Penggagas The Club of Rome Details Menciptakan tata ekonomi internasional baru yang berlandaskan pada kebutuhan negera-negara selatan untuk mengelola sumberdaya alam dan ekonomi mereka sendiri. Amerika Serikat menerapkan tiga strategi untuk menunda ataupun menghalangi gagasan tersebut, yakni dengan: (1) strategi penolakan secara sepihak (unilateral strategy); (2) strategi pengendoran yaitu mengambil langkah persetujuan terhadap hal kecil tetapi tidak pada hal yang pokok (alleviationist strategy); dan (3) strategi penyampaian yang bersifat samar dengan maksud menunda ataupun mengulur waktu. Kenyataan Tata ekonomi yang baru tersebut sampai saat ini masih merupakan suatu impian bagi negara-negara selatan. Pendekatan Kebutuhan Pokok Penggagas Sudjatmoko Details Kenyataan Kebutuhan pokok tidak mungkin dapat dipenuhi jika mereka masih berada di bawah garis kemiskinan serta tidak mempunyai pekerjaan untuk memperoleh pendapatan yang lebih baik. Pendekatan ini diterapkan secara komprehensif dan melibatkan masyarakat di pedesaan dan sektor informal dengan mengembangkan potensi, kepercayaan, dan kemampuan masyarakat itu sendiri untuk mengorganisir diri serta membangun sesuai dengan tujuan yang dikehendaki. Hal yang menarik dari pendekatan ini adalah perhatiannya terhadap masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan, dan penghargaan terhadap gerakan mereka yang berada di lapisan bawah (grassroots). Titik tertentu mampu menjembatani kebutuhan pokok dengan pendekatan kemandirian (self-reliance approach), yakni pendekatan yang memperhatikan gerakan dari grassroots dan kelompok yang berada di bawah garis kemiskinan menjadi salah satu pendekatan yang relatif banyak diadopsi oleh negara-negara Dunia III. 18

Pendekatan Kemandirian Details Konsekeunsi Muncul sebagai konsekuensi logis dari berbagai upaya negara-negara Dunia III untuk melepaskan diri dari ketergantungan terhadap negaranegara industri. Konsep kemandirian menekankan pada dua perspektif: (1) penekanan lebih diutamakan pada hubungan timbalbalik dan saling menguntungkan dalam perdagangan dan kerjasama pembangunan; dan (2) lebih mengandalkan pada kemampuan dan sumberdaya sendiri untuk kemudian dipertemukan dengan pendekatan internasional tentang pembangunan Penerapan konsep kemandirian membawa konsekuensi perlunya diterapkan pula pendekatan kebutuhan pokok bagi kelompok miskin, dan strategi pemerataan pendapatan serta hasil-hasil pembangunan. Evaluasi Comments Kelemahan Implikasi Keenam pendekatan tersebut memiliki persamaan yang meluas dan mendalam dalam hal ketidak akuratan keenam pendekatan tersebut secara empiris, ketidakaekuatannya dari segi teori, dan ketidak-efektifannya dari segi kebijaksanaan politik (1) Pendekatan pembangunan itu secara empiris keliru tentang realitas masa lampau dan masa kini di bagian dunia yang terkebelakang, bagian dunia yang sudah maju, dan dunia secara keseluruhan, (2) teoritis tidak adekuat karena tidak dapat mengidentifikasi keseluruhan aspek sosial yang determinan karena tidak memperhatikan sejarah bagian yang terbelakang atau hubungannya dengan bagian yang sudah maju, dan bahkan dunia secara keseluruhan, (3) kebijaksanaan pembangunan dari pendekatan-pendekatan tersebut semakin konservatif dari segi politik dan cenderung menerima status quo struktural tanpa berbuat apa-apa sambil menantikan hadiah dari orang lain dengan tangan terbuka. Jika negara-negara maju tidak dapat mendifusikan pembangunan, teori pembangunan atau kebijaksanaan pembangunan ke negara-negara terkebelakang, maka rakyat di negara-negara terkebelakang itu sendiri harus membangun. 19

Pergeseran Paradigma (Paradigm Shift) Production Centered Development People Centered Development Sentralisasi Mobilisasi Penaklukan Eksploitasi Hubungan Fungsional Nasional Ekonomi Konvensional Unsustainable Desentralisasi Partisipasi Pemberdayaan Pelestarian Jejaring Sosial Teritorial Keswadayaan Lokal Sustainable 4. Pembangunan berbasis 20

Asumsi tentang (Community) Pembangunan Konvensional Berangkat dari pandangan bahwa masyarakat terbelakang, pengetahuannya rendah, tradisional dan bodoh. Untuk memajukan mereka diperlukan pengetahuan dari luar Pembangunan Berbasis dibangun bukan karena mereka bodoh dan tidak mampu, akan tetapi kemampuan yang tersedia dioptimalkan agar mereka berkembang sesuai dengan pengetahuan mereka. Pengetahuan lokal dan teknologi tepat guna sebagai basisi pengembangan mereka Konsekuensi Perencanaan Pembangunan Konvensional Perencanaan bersifat top down dan sentralitas Direncanakan oleh tenahga ahli atau akademisi tanpa mempertinmbangkan apa yang dimiliki masyarakat Lebih mengutamakan perencxanaan untuk pertumbuhan ekonomi Pembangunan Berbasis Lebih menekankan pada aspek lokalitas Perencanaan dilakukan secara otonomi, berdasarkan potensi lokalitas dengan menyertakan masyarakat untuk berpartisipasi dalam perencanaan. Pemikiran otonomi lebih ditekankan dalam perencanaan kegiatan berdasarkan kebutuhan masing-masing 21

Pembangunan Konvensional Hal ini didasarkan pada keyakinan bahwa kemajuan masyarakat diukur menurut kemajuan ekonomi semata Pembangunan Berbasis Konsekuensi Perlakuan terhadap Pembangunan Konvensional Menempatkan birokrat ataupun tenaga ahli dari luar sebagai pihak yang dilayani masyarakat karena mereka dianggap telah berbuat banyak untuk kepentingan masyarakat Pembangunan Berbasis Menempatkan birokrat ataupun tenaga ahli dari luar sebagai pengatur kepentingan masyarakat dan sebagai aktor yang melakukan fungsi pelayanan sesuai kebutuhan masyarakat 22

Implikasi bagi Kehidupan Sosial Pembangunan Konvensional Menjadikan masyarakat sangat bergantung kepada pemerintah Memendam konflik semu yang setiap saat bisa menjadi ledakan konflik kepentingan Pembangunan Berbasis Sejak awal mengakomodasi daya kritis masyarakat mampu menolak jika terjadi tekanan atau eksploitasi dari luar yang tidak menguntungkan mereka TERIMAKASIH Pengelola Matakuliah Pengembangan Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Fakultas Ekologi Manusia - Institut Pertanian Bogor http://skpm.fema.ipb.ac.id 23