PENGUJIAN MUTU BENIH JAGUNG DENGAN BEBERAPA METODE

dokumen-dokumen yang mirip
MUTU BENIH JAGUNG DI TINGKAT PETANI DAN PENANGKAR DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

MUTU BENIH JAGUNG HASIL TANGKARAN DI KABUPATEN BULUKUMBA DAN WAJO, SULAWESI SELATAN. Rahmawati dan I.U. Firmansyah Balai Penelitian Tanaman Serealia

MUTU FISIOLOGIS BENIH JAGUNG DARI BEBERAPA UJI PENGECAMBAHAN

EVALUASI MUTU BENIH JAGUNG DALAM GUDANG PENYIMPANAN BENIH UPBS. Rahmawati dan Ramlah Arief Balai Penelitian Tanaman Serealia

PENGARUH LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KUALITAS JAGUNG KUNING DAN JAGUNG PUTIH

Mutu fisiologis Benih pada Beberapa Varietas Jagung Selama Periode Simpan

Agros Vol.16 No.1 Januari 2014: ISSN

TINJAUAN PUSTAKA. Vigor Benih

PEMILIHAN METODA DAN MEDIA UJI PERKECAMBAHAN BENIH TISUK (Hibiscus sp.)

BAHAN DAN METODE. Tempat dan Waktu. Bahan dan Alat. Metode Penelitian

HASIL DAN PEMBAHASAN. Pembuatan Lot Benih

PENGARUH MEDIA TANAM DAN SUHU TERHADAP PENGUJIAN DAYA BERKECAMBAH BENIH KEDELAI (Glycine max ) DI LABORATORIUM BPSBTPH KALIMANTAN SELATAN

Deteksi Dini Mutu dan Ketahanan Simpan Benih Jagung Hibrida F1 Bima 5 Melalui Uji Pengusangan Cepat (AAT)

TINJAUAN PUSTAKA Benih Bermutu Viabilitas dan Vigor benih

HASIL DAN PEMBAHASAN. Percobaan 1 : Pengaruh Pertumbuhan Asal Bahan Tanaman terhadap Pembibitan Jarak Pagar

KUALITAS BENIH JAGUNG DARI BEBERAPA PENANGKAR DAN UPBS BALITSEREAL

MUTU FISIOLOGI BENIH JAGUNG (Zea mayzs L.) PADA BEBERAPA PERIODE SIMPAN

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan Laboratorium Teknologi Benih dan Pemuliaan

INTERAKSI TAKARAN PUPUK NITROGEN DAN PERIODE SIMPAN TERHADAP MUTU BENIH JAGUNG. Oom Komalasari dan Fauziah Koes Balai Penelitian Tanaman Serealia

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih dan Pemuliaan

I. PENDAHULUAN. Benih merupakan salah satu masukan usaha tani yang mempengaruhi tingkat

BAB III METODE PENELITIAN. Negeri Maulana Malik Ibrahim malang. Pada bulan Desember 2011 sampai

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Benih dan Pemuliaan Tanaman,

TINJAUAN PUSTAKA Botani Kedelai

BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Bahan dan Alat Metode

I. PENDAHULUAN. Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk Indonesia, menyebabkan

II. TINJAUAN PUSTAKA. wilayah beriklim sedang, tropis, dan subtropis. Tanaman ini memerlukan iklim

BAHAN DAN METODE. = nilai peubah yang diamati µ = nilai rataan umum

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboraturium Benih dan Pemuliaan Tanaman

II. TINJAUAN PUSTAKA. Viabilitas benih diartikan sebagai kemampuan benih untuk tumbuh menjadi

MUTU FISIOLOGIS BENIH DARI BERBAGAI TINGKAT BOBOT BIJI SELAMA PERIODE SIMPAN. Rahmawati Balai Penelitian Tanaman Serealia

I. PENDAHULUAN. karena nilai gizinya yang tinggi. Untuk memenuhi konsumsi dalam negeri,

I. PENDAHULUAN. Meningkatnya jumlah penduduk Indonesia, menyebabkan kebutuhan akan

BAHAN DAN METODE. Tempat dan Waktu Penelitian. Bahan dan Alat

PENDAHULUAN. Latar Belakang

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Benih dan Pemuliaan Tanaman,

HASIL DAN PEMBAHASAN

II. TINJAUAN PUSTAKA. Tanaman tomat termasuk tanaman semusim Ordo Solanales, family solanaceae,

I. PENDAHULUAN. Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) termasuk dalam jenis tanaman sayuran,

BOCORAN KALIUM SEBAGAI INDIKATOR VIGOR BENIH JAGUNG. Ramlah Arief Balai Penelitian Tanaman Serealia

MAKALAH SEMINAR UMUM. ANALISIS MATEMATIS PENDUGAAN UMUR SIMPAN BENIH CABAI MERAH (Capsicum annum L.)

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial

PENGARUH KOMBINASI KADAR AIR BENIH DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP VIABILITAS DAN SIFAT FISIK BENIH PADI SAWAH KULTIVAR CIHERANG

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Percobaan Bahan dan Alat Metode Pelaksanaan

PENGARUH PENGERINGAN TERHADAP KUALITAS BENIH KEDELAI (Glycine max (L.) Merr)

Uji mutu fisik dan fisiologis benih sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen)

I. PENDAHULUAN. Kedelai merupakan salah satu tanaman pangan penting di Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistik (2013), kebutuhan kedelai nasional

PEMATAHAN DORMANSI BENIH

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini didesain menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)

PENGARUH KONSENTRASI ETANOL DAN LAMA PENDERAAN PADA VIABILITAS BENIH TOMAT (Lycopersicon esculentum Mill.) VARIETAS OVAL

PENYIMPANAN BENIH KEDELAI (Glycine max (L.) Merr) PADA BERBAGAI KADAR AIR BENIH DAN JENIS KEMASAN NICKY LINTANG AGENG PURNAMA SARI

PENGARUH LINGKUNGAN TUMBUH TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH BEBERAPA GENOTIPE JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.)

Kajian Daya Simpan Benih Beberapa Varietas Kedelai

PENETAPAN KADAR AIR PADA BERBAGAI METODE PENGHANCURAN BENIH JARAK PAGAR. Abstract Ratri Kusumastuti, SP PBT Pertama BBPPTP Surabaya

Pendahuluan. ACARA I Perkecambahan Benih. (eksternal). Faktor Dalam Faktor dalam yang mempengaruhi perkecambahan benih antara lain :

I. PENDAHULUAN. Pangan merupakan kebutuhan utama manusia. Badan Pusat Statistik (2010)

II. TINJAUAN PUSTAK A. 2.1 Karakteristik dan Komposisi Kimia Benih Kedelai

METODOLOGI PENELITIAN

VIABILITAS DAN VIGOR BENIH PADI (Oryza sativa, L) VARIETAS IR 64 BERDASARKAN VARIASI TEMPAT DAN LAMA PENYIMPANAN

PENGARUH SORTASI BIJI DAN KADAR AIR SERTA VOLUME KEMASAN TERHADAP DAYA SIMPAN BENIH JAGUNG

TINJAUAN PUSTAKA. Kedelai. Vigor Benih, Kemunduran dan Daya Simpan Benih

BAHAN DAN METODE Waktu dan tempat Bahan dan alat Metode Penelitian

BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Bahan dan Alat Metode

METODE. Tempat dan Waktu Penelitian

I. PENDAHULUAN. karena nilai gizinya sangat tinggi. Kedelai mempunyai kandungan protein yang

MUTU BENIH JAGUNG PADA BERBAGAI CARA PENGERINGAN. Ramlah Arief Balai Penelitian Tanaman Serealia

BAB III METODE PENELITIAN

Kemunduran Benih Kedelai Akibat Pengusangan Cepat Menggunakan Alat IPB 77-1 MM dan Penyimpanan Alami

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian produksi benih dilaksanakan di Kebun Percobaan Politeknik Negeri

BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Bahan dan Alat

BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Bahan dan Alat Metode Percobaan

I. PENDAHULUAN. Ubi kayu (Manihot esculenta Crantz) merupakan tanaman sumber karbohidrat

BAB III METODE PENELITIAN. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak Kelompok

Evaluasi Beberapa Tolok Ukur Vigor untuk Pendugaan Perpanjangan Masa Edar Benih Padi (Oryza sativa L.)

PENGGUNAAN KERTAS MERANG DAN KERTAS CD SEBAGAI ALTERNATIF MEDIA PENGUJIAN DAYA BERKECAMBAH BENIH WIJEN (SesamumIndicum L)

PENGUJIAN KADAR AIR BENIH

I PENDAHULUAN. Tanaman kacang buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan salah satu tanaman

PENGARUH LAMA PENYIMPANAN TERHADAP MUTU BENIH DAN PRODUKTIVITAS JAGUNG. Fauziah Koes dan Rahmawati Balai Penelitian Tanaman Serealia

BAHAN DAN METODE. Metode Penelitian Pengaruh Lot Benih dan Kondisi Tingkat Kadar Air Benih serta Lama Penderaan pada PCT terhadap Viabilitas

HASIL DAN PEMBAHASAN

METODOLOGI PENELITIAN

yang khas, ukuran buah seragam, dan kandungan gizi sama dengan tomat buah. Kecenderungan permintaan tomat rampai yang semakin meningkat dipasaran akan

TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Padi

HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Umum

STUDI UJI DAYA HANTAR LISTRIK PADA BENIH KEDELAI (Glycine max L. (Merr.)) DAN HUBUNGANNYA DENGAN MUTU FISIOLOGIS BENIH

TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Kedelai Vigor Benih dan Uji Vigor Benih

KEMAMPUAN BENIH KEDELAI (Glycine max L.) UNTUK MEMPERTAHANKAN VIABILITASNYA SETELAH DIDERA DENGAN ETANOL NITASARI DWI ANGGRAENI

PENYIMPANAN BENIH KEDELAI (Glycine max (L.) Merr) KUNING DAN HITAM PADA BEBERAPA TINGKAT KADAR AIR BENIH RICKY SIDIK PERMANA

BAB I PENDAHULUAN. berasal dari kulit batangnya. Kenaf sebagai tanaman penghasil serat banyak

PERKECAMBAHAN BENIH SEBAGAI SUATU SISTEM

BAB I PENDAHULUAN. Secara agronomis benih didefinisikan sebagai biji tanaman yang diperlukan untuk

I. HASIL DAN PEMBAHASAN

II. TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Justice dan Bass (2002), penyimpanan benih adalah. agar bisa mempertahankan mutunya. Tujuan dari penyimpanan benih

BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Bahan dan Alat Metode Penelitian

HASIL DAN PEMBAHASAN. Gambar 2. Kondisi Pols (8 cm) setelah Penyimpanan pada Suhu Ruang

I. PENDAHULUAN. Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pokok di Indonesia karena sebagian besar

TINJAUAN PUSTAKA Asal-Usul, Taksonomi kedelai, dan Morfologi Kedelai

Transkripsi:

PENGUJIAN MUTU BENIH JAGUNG DENGAN BEBERAPA METODE Rahmawati 1) dan Syamsuddin 2) 1) Balai Penelitian Tanaman Serealia dan 2) Loka Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Barat ABSTRAK Kemunduran mutu benih terjadi secara kronologis, yang berkaitan dengan waktu dan kemunduran fisiologis yang disebabkan oleh faktor lingkungan. Mutu fisiologis benih berkaitan dengan aktivitas perkecambahan benih yang didalamnya terdapat aktivitas enzim, reaksi-reaksi biokimia serta respirasi benih. Pengujian mutu fisiologis benih dapat dilakukan dengan beberapa metode, diantaranya menggunakan media pasir, uji kertas digulung plastik (UKDP) dan uji antar kertas (UAK). Benih jagung yang diuji berasal dari gudang UPBS Balitsereal. Varietas jagung yang digunakan pada metode pengujian UKDP vs Media Pasir adalah Bisma, Srikandi Kuning-1, Lamuru, Sukmaraga dan Gumarang dengan masa simpan 15 63 bulan, sedangkan pada metode pengujian UKDP vs UAK menggunakan varietas Anoman, Lamuru, Bisma, Srikandi Kuning-1, Srikandi Putih dan Arjuna dengan masa simpan 6 12 bulan. Pengujian dilakukan di rumah kaca dan Laboratorium Perbenihan Balitsereal pada bulan April 2011 dan Mei 2013 untuk mengetahui mutu benih yang disimpan dalam gudang UPBS menggunakan beberapa metode. Hasil pengamatan menunjukkan rata-rata daya berkecambah pada UKDP untuk semua varietas berkisar 98-100%, kecepatan tumbuh 31,2 33,3%/etmal, panjang akar 10,7 15,4 cm dan jumlah akar sekunder 4,7 6,7. Pengujian dengan menggunakan media pasir menunjukkan daya berkecambah pada semua varietas berkisar 96,0 100%, kecepatan tumbuh 23,27 31,24%/etmal, panjang akar 12,90 18,68 cm dan jumlah akar sekunder 4,23 6,17. Hasil pengamatan pada UAK adalah sebagai berikut: daya berkecambah berkisar 87,0 99,8%, kecepatan tumbuh 28,8 33,2%/etmal, panjang akar 11,5 13,5 cm, dan jumlah akar sekunder 5,5 8,9; sedangkan daya berkecambah pada UKDP berkisar 88,5 99,8%, kecepatan tumbuh 29,5 33,2%/etmal, panjang akar 11,5 13,4 cm dan jumlah akar sekunder 4,7 6,1. Kata kunci: mutu benih, jagung, metode pengujian PENDAHULUAN Biji jagung termasuk golongan biji orthodox. Jenis biji ini mengikuti Rule of Thumbs, sehingga biji ini semakin rendah kadar air dan suhu simpannya, maka semakin panjang pula potensial umurnya. Oleh karenanya untuk menekan terjadinya kemunduran benih yang berlangsung secara cepat selama penyimpanan, maka benih tersebut harus disimpan pada kadar air dan suhu yang rendah. Penggunaan kemasan yang kedap udara dan suhu ruangan yang rendah sangat disarankan untuk menekan laju kemunduran benih tersebut selama penyimpanan. Kemunduran mutu benih alami terjadi secara kronologis, yang berkaitan dengan waktu, dan kemunduran fisiologis yang disebabkan oleh faktor lingkungan (Sadjad 1993). Proses proses yang terlibat dalam kemunduran benih antara lain, kerusakan kromosom, penurunan aktivitas enzim 499

Rahmawati dan Syamsuddin: Pengujian mutu benih jagung metabolisme, penurunan produksi adenin triphosphat (ATP), dan peningkatan permeabilitas membran sel (Priestley 1986). Mutu fisiologis benih berkaitan dengan aktivitas perkecambahan benih yang didalamnya terdapat aktivitas enzim, reaksi-reaksi biokimia serta respirasi benih. Mutu fisiologis benih dapat diketahui dengan melakukan uji terhadap viabilitas dan vigor benih. Vigor benih diukur melalui uji vigor, yaitu: 1) uji perkecambahan, 2) uji biokimiawi dan 3) uji fisik. Terdapat beberapa uji perkecambahan yang dapat dilakukan antara lain : uji kertas digulung plastik, uji antar kertas, uji di atas kertas dan uji perkecambahan dengan menggunakan media pasir. Uji biokimiawi dapat dilakukan dengan menggunakan uji tetrazolium dan uji fisik dilakukan dengan melakukan uji daya hantar listrik. Uji daya hantar listrik (conductivity test) adalah peubah viabilitas benih melalui pendekatan fisik yang menggambarkan tingkat kebocoran membran sel (AOSA dalam Qadir, 1994). Woodstock dalam Saenong (1986) menyatakan bahwa pendekatan secara fisik dapat digunakan untuk mengukur tingkat vigor benih, misalnya berat jenis benih (density) dan daya hantar listrik. Uji perkecambahan dengan menggunakan metode yang berbeda diduga akan berpengaruh terhadap hasil uji. Oleh karenanya dilakukan beberapa metode perkecambahan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap hasil uji. METODOLOGI Metode Pengujian UKDP vs Media Pasir Benih yang diuji berasal dari gudang penyimpanan benih UPBS (Unit Perbenihan Benih Sumber) Balitsereal. Benih yang berasal dari klas Breeder Seed (BS) yaitu varietas Gumarang dengan periode simpan tahun 2006, 2007, 2010 dan varietas Srikandi Kuning-1 dengan periode simpan tahun 2006, 2007 dan 2009, sedangkan benih Foundation Seed (FS) yang diuji adalah varietas Bisma, Sukmaraga, Srikandi Kuning-1, Lamuru dengan periode simpan tahun 2009 dan Bisma 2007. Secara keseluruhan benih tersebut mempunyai masa simpan berkisar 15-63 bulan. Pengujian dilakukan di laboratorium perbenihan balitsereal dan rumah kaca pada bulan April 2011. Metode Pengujian UKDP vs UAK Pada pengujian UKDP vs UAK digunakan benih yang juga berasal dari gudang penyimpanan UPBS Balitsereal. Varietas yang digunakan adalah Anoman, Lamuru, Bisma, Srikandi Kuning-1, Srikandi Putih dan Arjuna dengan masa simpan berkisar 6-500

12 bulan. Pengujian dilakukan di laboratorium perbenihan balitsereal pada bulan Mei 2013. Pelaksanaan pengujian Uji Kertas Digulung Plastik Benih ditabur di atas dua lembar kertas koran pada setengah bagian kertas yang telah dibasahi dan dialasi dengan plastik. Selanjutnya setengah bagian lain menutup kertas yang sudah ditanami dengan benih, kemudian digulung dan diberi label (tanggal tanam, nomor kode benih dan ulangan). Pengecambahan menggunakan room germinator dan diamati. Setiap pengamatan, kecambah yang tumbuh normal dihitung dan biji yang berjamur/busuk dihitung dan dibuang. Pengujian dilakukan dengan menggunakan 4 ulangan, setiap ulangan menggunakan 100 butir biji jagung yang terdiri dari 2 gulungan media (1 gulungan 50 butir). Uji Antar Kertas Benih ditabur di atas dua lembar kertas koran pada setengah bagian kertas yang telah dibasahi. Pada pengujian ini tidak menggunakan alas plastik. Selanjutnya setengah bagian lain menutup kertas yang sudah ditanami dengan benih, kemudian dilipat sisi media kertas koran tersebut dan diberi label (tanggal tanam, nomor kode benih dan ulangan). Pengecambahan menggunakan room germinator dan diamati. Setiap pengamatan, kecambah yang tumbuh normal dihitung dan biji yang berjamur/busuk dihitung dan dibuang. Pengujian dilakukan dengan menggunakan 4 ulangan, setiap ulangan menggunakan 100 butir biji jagung yang terdiri dari 2 gulungan media (1 gulungan 50 butir). Kadar air benih (berdasarkan basis basah) Pengukuran kadar air dilakukan terhadap sampel benih yang diuji, dengan menggunakan alat pengukur kadar air model Kett PM-400. Media Pasir Daya berkecambah Sebanyak 50 butir benih dari setiap ulangan ditanam pada substrat pasir halus. Pengamatan dilakukan pada hari ke tiga, empat dan lima hari setelah tanam. Pengujian daya berkecambah benih juga digunakan untuk substrat indikator kecepatan tumbuh benih. 501

Rahmawati dan Syamsuddin: Pengujian mutu benih jagung Kecepatan tumbuh benih Data diperoleh dari substrat pengujian daya berkecambah benih. Setiap kali pengamatan, jumlah persentase kecambah normal dibagi dengan etmal (24 jam). Nilai etmal kumulatif diperoleh dari saat benih ditanam sampai dengan waktu pengamatan. Perhitungan kecepatan tumbuh menggunakan rumus sebagai berikut : (Xi-X i-1 ) KT = Ti KT = Kecepatan tumbuh (%/etmal) Xi = Persentase kecambah normal pada etmal ke i Ti = Waktu pengamatan dalam (etmal) Panjang Akar Primer Pengukuran panjang akar primer dilakukan dengan menggunakan alat pengukur/penggaris. Akar kecambah direntangkan kemudian diukur dari pangkal sampai ke ujung akar. Jumlah Akar Sekunder Perhitungan akar sekunder dilakukan dengan mengambil 10 sampel secara acak kemudian dihitung akar sekunder yang ada pada kecambah tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil uji UKDP vs Media Pasir Hasil uji mutu benih dengan menggunakan metode Uji Kertas Digulung Plastik (UKDP) dan Media Pasir menunjukkan hasil yang berbeda pada pengamatan daya berkecambah, kecepatan tumbuh, panjang akar dan jumlah akar sekunder. Hasil uji menunjukkan rata-rata persentase daya berkecambah pada metode uji UKDP cenderung lebih tinggi dibanding hasil uji dengan menggunakan media pasir. Persentase daya berkecambah pada metode uji UKDP rata-rata berkisar 98 100% untuk semua varietas sedangkan dengan menggunakan media pasir berkisar 90,67 100%. Berdasarkan hasil pengamatan, persentase daya berkecambah untuk semua varietas masih baik, walaupun varietas yang diuji tersebut sudah mempunyai masa simpan yang lama (15-63 bulan). Penggunaan kemasan yang kedap udara dan ruang simpan dengan suhu rendah mampu menekan laju deteriorasi benih, walaupun terdapat beberapa varietas dengan kadar air di atas 11% (dapat dilihat pada Tabel 1) sedangkan kadar air benih jagung yang aman disimpan adalah berkisar 10-11%. 502

Menurut Justice dan Bass (1994), laju penurunan vigor dan viabilitas benih dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya faktor genetik dari spesies atau kultivarnya, kondisi benih, kondisi penyimpanan, keseragaman lot benih serta cendawan gudang, bila kondisi penyimpanannya memungkinkan pertumbuhannya. Tabel 1. Rata-rata kadar air dan lama pernyimpanan benih jagung klas FS varietas Bisma Srikandi Kuning-1, Lamuru, Sukmaraga dan benih klas BS varietas Srikandi Kuning-1 dan Gumarang Varietas Lama Penyimpanan (bulan) Kadar Air (%) Benih klas Foundation Seed Bisma 2007 51 11,4 Bisma 2009 27 10,9 Srikandi Kuning-1 2009 29 10.7 Lamuru 2009 31 12,15 Sukmaraga 2009 31 12,30 Benih klas Breeder Seed Srikandi Kuning-1 2006 63 10,8 Srikandi Kuning-1 2007 52 10,4 Srikandi Kuning-1 2009 31 10,1 Gumarang 2006 63 11,1 Gumarang 2007 53 12,1 Gumarang 2010 15 11,4 Perbedaan hasil uji yang terjadi antara UKDP dan media pasir merupakan hal yang sering terjadi dalam pengujian dengan menggunakan metode yang berbeda. Hal ini dinyatakan juga oleh Tim Peneliti (1991) bahwa metode uji serta media tumbuh yang digunakan dalam pengujian benih sering memberikan hasil pengujian yang berbeda. Oleh karena itu pemilihan metode uji serta media tumbuh harus dilakukan dengan hatihati. Pada Gambar 1 dapat dilihat perkecambahan benih jagung dengan menggunakan media pasir pada umumnya lebih rendah dibanding metode UKDP, namun hal tersebut masih dapat ditolerir (persentase daya berkecambah masih di atas 90%). Penggunaan Room Germinator pada metode UKDP memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap perkecambahan benih jagung tersebut. Hal ini disebabkan pada room germinator: suhu, kelembaban dan cahaya dapat dikontrol dengan baik, sedangkan Kamil (1979), menyatakan bahwa benih perlu menyerap sejumlah tertentu air sebelum memulai perkecambahannya. Selain itu juga dikatakan bahwa cahaya dan suhu merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi selama proses perkecambahan berlangsung. Copeland (1976), menyatakan dalam perkecambahannya benih memerlukan air (kelembaban), oksigen dan suhu yang sesuai untuk kebutuhan benih masing-masing jenis tanaman. Hasil penelitian Naning Yuniarti et al. (2000) di rumah kaca dengan 503

Rahmawati dan Syamsuddin: Pengujian mutu benih jagung menggunakan berbagai media perkecambahan (vermikulit, sabut kelapa, tanah, pasir dan tanah + pasir) menunjukkan persentase daya berkecambah benih Tisuk (Hibiscus sp.) paling rendah dengan menggunakan media pasir dibanding perlakuan lainnya. Seperti halnya daya berkecambah, rata-rata kecepatan tumbuh benih jagung dengan menggunakan UKDP lebih tinggi dibanding media pasir. Kondisi lingkungan yang optimum mendukung laju perkecambahan benih yang cepat. Room germinator dengan suhu, cahaya dan kelembaban yang dapat dikontrol sangat berpengaruh terhadap kecepatan tumbuh benih. Rata-rata kecepatan tumbuh benih dengan menggunakan metode UKDP berkisar 31,17 33,33%/etmal untuk semua varietas sedangkan media pasir rata-rata berkisar 23,27 31,24%/etmal (dapat dilihat pada Gambar 2). 504

Berbeda dengan daya berkecambah dan kecepatan tumbuh benih, panjang akar primer pada metode uji UKDP lebih pendek dibanding media pasir. Rata-rata panjang akar primer dengan menggunakan metode uji UKDP berkisar 10,7 15,38 cm untuk semua varietas dan media pasir berkisar 12,9 18,68 cm (dapat dilihat pada Gambar 3). Adapun jumlah akar sekunder bervariasi pada metode uji UKDP dan media pasir. Rata-rata jumlah akar sekunder pada metode uji UKDP berkisar 4,73 6,7 dan pada media pasir berkisar 4,23 6,2 (dapat dilihat pada Gambar 4). Hasil penelitian Sujindro dan Sri Rustini (2007), perkecambahan benih jarak pagar (Jatropha curcas L.) pada kondisi lingkungan tumbuh di rumah kaca dan rumah plastik memiliki daya berkecambah dan panjang akar yang baik untuk semua genotype, dibanding dengan di ruang laboratorium. Penggunaan media pasir sebagai media perkecambahan memberikan peluang yang baik untuk berkembangnya akar karena pasir sangat mudah ditembus (tidak padat dan keras). Dwidjoseputro (1994), menambahkan panjang pendeknya akar dipengaruhi oleh faktor luar seperti keras lunaknya tanah, banyak sedikitnya air dan lain sebagainya. 505

Rahmawati dan Syamsuddin: Pengujian mutu benih jagung Jumlah akar sekunder pada media pasir dan UKDP mempunyai selisih dengan kisaran 0,1 1,67. Jumlah akar sekunder dapat menunjukkan suatu kecambah masih mempunyai kondisi yang baik atau tidak (kecambah normal kuat dan normal lemah). Penggunaan metode UKDP dan media pasir dalam perkecambahan dengan kondisi perkecambahan yang baik memberikan pengaruh yang baik terhadap keluarnya akar sekunder, namun keluarnya akar sekunder sangat ditentukan oleh kemampuan benih (cadangan makanan dalam biji) menghasilkan akar sekunder. Akar sekunder terbentuk dari pembelahan sel-sel jaringan, sehingga benih dengan kondisi yang masih baik mampu menghasilkan jumlah akar sekunder yang banyak. Kecambah dengan jumlah akar sekunder yang banyak digolongkan ke dalam kecambah normal kuat (jumlah akar sekunder di atas 2) (ISTA 2006). Dari data jumlah akar sekunder yang diperoleh menunjukkan semua kecambah baik pada UKDP maupun media pasir tergolong kecambah normal kuat. 506

Hasil Uji UKDP vs UAK Metode pengujian dengan menggunakan Uji Kertas Digulung Plastik (UKDP) dan Uji Antar Kertas (UAK) merupakan metode pengujian yang hampir sama. Perbedaannya adalah pada UKDP digunakan plastik sebagai alas dan digulung bersama dengan media kertasnya, sedangkan pada metode UAK penggunaannya tanpa plastik dan hanya dilipat. Pada Gambar 5 menunjukkan pengamatan daya berkecambah pada metode uji UKDP dan UAK menunjukkan rata-rata daya berkecambah yang hampir sama pada kedua metode uji tersebut. Rata-rata persentase daya berkecambah pada metode UKDP berkisar 88,5 99,8% untuk semua varietas yang diuji dan metode UAK berkisar 87 99,8%. Pada pengujian dengan menggunakan metode UKDP dan UAK digunakan benih jagung dengan masa simpan berkisar 6 12 bulan dan kadar air benih rata-rata berkisar 8,9 11,0% (dapat dilihat pada Tabel 2). Hasil pengamatan daya berkecambah menunjukkan persentase daya berkecambah benih yang masih baik (di atas 85%, masa simpan 6 12 bulan). Varietas Lamuru mempunyai ketahanan simpan yang paling baik dengan persentase daya berkecambah 99,8% dan masa simpan 1 tahun. 507

Rahmawati dan Syamsuddin: Pengujian mutu benih jagung Daya berkecambah merupakan tolok ukur viabilitas potensial yang merupakan simulasi dari kemampuan benih untuk tumbuh dan berproduksi normal dalam kondisi optimum (Sadjad 1993). Kedua metode uji perkecambahan (UKDP dan UAK) yang digunakan merupakan metode uji yang baik karena memberikan kondisi optimum bagi perkecambahan benih. Menurut Willan (1985), uji perkecambahan dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan benih berkecambah maksimum pada kondisi optimum. Kecepatan tumbuh benih sangat terkait dengan persentase daya berkecambah benih. Oleh karena itu pada Gambar 6 menunjukkan kecepatan tumbuh benih pada metode UKDP dan UAK hampir sama pada semua varietas yang diuji. Rata-rata kecepatan tumbuh benih pada UKDP berkisar 29,5 33,2 %/etmal dan pada metode UAK berkisar 28,8 33,2 %/etmal (dapat dilihat pada Gambar 6). Tabel 2. Rata-rata kadar air dan lama pernyimpanan benih jagung varietas Anoman, Lamuru, Bisma, Srikandi Kuning-1, Srikandi Putih dan Arjuna Varietas Lama Penyimpanan Kadar Air (bulan) (%) Anoman 6 11,0 Lamuru 12 9,8 Bisma 12 9,5 Srikandi Kuning-1 7 8,9 Srikandi Putih 7 10,5 Arjuna 11 10,9 508

Rata-rata panjang akar primer pada metode UKDP adalah berkisar 11,5 13,3 cm dan UAK berkisar 11,5 13,5 (dapat dilihat pada Gambar 7). Selisih panjang akar primer antara kedua metode tersebut cukup kecil (0 1,7) dibanding selisih panjang akar primer pada UKDP vs media pasir (1,28 5,46). Adapun jumlah akar sekunder pada metode UKDP rata-rata berkisar 4,7-6,1 dan UAK berkisar 4,4 5,4 (dapat dilihat pada Gambar 8). Selisih jumlah akar sekunder antara metode UKDP dan UAK adalah berkisar (0,2 1,2) dan data jumlah akar sekunder menunjukkan kondisi kecambah normal kuat (jumlah akar sekunder di atas 2). 509

Rahmawati dan Syamsuddin: Pengujian mutu benih jagung Pengujian dengan menggunakan metode UKDP dan UAK memberikan hasil yang hampir sama karena kedua metode uji tersebut menggunakan Room Germinator sebagai tempat perkecambahan yang mempunyai suhu, cahaya dan kelembaban yang dapat dikontrol dengan baik. Menurut Kuswanto (1996), perkecambahan benih dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal terdiri dari kadar air benih, viabilitas awal dan fisik benih, sedangkan faktor eksternal terdiri dari media perkecambahan, suhu, kelembaban udara,dan intensitas cahaya. KESIMPULAN Hasil uji mutu benih dengan menggunakan metode UKDP vs Media Pasir menunjukkan hasil yang cukup berbeda pada pengamatan daya berkecambah, kecepatan tumbuh, panjang akar primer dan jumlah akar sekunder. Pengujian dengan menggunakan metode UKDP memberikan hasil uji yang lebih baik, terutama pada persentase daya berkecambah dan kecepatan tumbuh, sedangkan panjang akar primer dengan menggunakan media pasir masih lebih baik dan jumlah akar sekunder sangat ditentukan oleh kondisi benih (cadangan makanan benih). Pengujian dengan menggunakan metode UKDP vs UAK memberikan hasil yang hampir sama karena kedua metode uji tersebut menggunakan media tanam yang sama (kertas koran) dan Room Germinator sebagai tempat perkecambahan yang mempunyai suhu, cahaya dan kelembaban yang dapat dikontrol dengan baik. 510

DAFTAR PUSTAKA AOSA dalam Qadir, A. 1994. Studi Penentuan Nilai Viabilitas Benih Kedelai dengan Menggunakan Peubah yang Layak. Tesis. Program Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 68 hal. Copeland. L.O, 1976. Principles of Seed Science and Technology. Burger Publishing Co, Minnesota. Dwidjoseputro, 1994. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama. ISTA. 2006. International Rules for Seed Testing. ISBN 3-906549-38-0 Justice, O.L., N. Bass. 1994. Prinsip dan Praktek Penyimpanan Benih (terj). PT. Rajagrafindo Persada. Jakarta 446 hal. Kamil, J. 1979. Teknologi Benih. Angkasa Bandung. Kuswanto, H. 1996. Dasar-dasar teknologi, produksi, dan sertifikasi benih. Andi Offset. Yogyakarta. Naning Yuniarti, Yetti Heryati dan Tati Rostiwati, 2000. Pemilihan Metoda dan Media Uji Perkecambahan Benih Tisuk (Hibiscus sp). Jurnal Agronomi 9(1) : 43-47. Priestley, D.A. 1986. Seed Aging: Implications for Seed Storage and Persistance in the Soil. Camstock Publishing Associates. New York. 340p. Sadjad, S. 1993. Dari Benih kepada Benih. PT Gramedia Widiasarana Indonesia. Jakarta. 145 hal. Sudjindro dan Sri Rustini. 2007. Pengaruh Lingkungan Tumbuh Terhadap Perkecambahan Benih Beberapa Genotipe Jarak Pagar (Jatropha curcas L). balittas.litbang.deptan.go.id. Diakses pada tanggal 14 Juni 2013. Tim Peneliti. 1991. Pengaruh Berbagai Aspek Fisiologi Terhadap Ragam Viabilitas Benih Berbagai Komoditas Kehutanan dan Pertanian Pada Berbagai Media Tumbuh dan Metode Uji. Laporan Penelitian. Jurusan Perbenihan. Fakultas Politeknik Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor. Willan, R. L. 1985. A Guide to Forest Seed Handling Food and Agricultural Organization. Rome Woodstock dalam Saenong, S. 1986. Kontribusi vigor awal terhadap daya simpan benih jagung (Zea mays L.) dan kedelai (Glycine max L. (Merr). Disertasi. Program Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 210 hal. 511