PENGELOLAAN RAWA & GAMBUT

dokumen-dokumen yang mirip
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA RAWA

dampak perubahan kemampuan lahan gambut di provinsi riau

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Syarat Tumbuh Tanaman Kelapa Sawit Kelapa sawit adalah tumbuhan hutan yang dibudidayakan. Tanaman ini memiliki respon yang

II. TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Tanah Gambut

TINJAUAN PUSTAKA. dikenali lagi dan kandungan mineralnya tinggi disebut tanah bergambut (Noor, 2001).

MATERI-9. Unsur Hara Mikro: Kation & Anion

PEMANFAATAN LAHAN GAMBUT UNTUK PERTANIAN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil analisis tanah lokasi penelitian disajikan pada Lampiran 1. Berbagai sifat kimia tanah yang dijumpai di lokasi

, NO 3-, SO 4, CO 2 dan H +, yang digunakan oleh

KARAKTERISTIK LAHAN PASANG SURUT DARI ASPEK TANAH. Ir. ZURAIDA TITIN MARIANA, M.Si

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

Tanah dapat diartikan sebagai lapisan kulit bumi bagian luar yang merupakan hasil pelapukan dan pengendapan batuan. Di dala

TANAH. Apa yang dimaksud dengan tanah? Banyak definisi yang dapat dipakai untuk tanah. Hubungan tanah dan organisme :

Pengelolaan Air di Areal Pasang Surut. Disampaikan Pada Materi Kelas PAM

PENDAHULUAN. Latar Belakang. (pada tahun 2000) dan produksi rata-rata 1,4 ton/ha untuk perkebunan rakyat dan

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Karakteristik Tanah Gambut

KARAKTERISTIK LAHAN MARGINAL DIKALIMANTAN TENGAH SERTA POTENSINYA UNTUK KELAPA SAWIT

KEMASAMAN TANAH. Sri Rahayu Utami

Pengelolaan lahan gambut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Umum Bahan Gambut Riau

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

1. PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara di wilayah tropika basah yang sebagian besar

30% 70% 97% Air Laut. Air Tawar

BAB 3 KIMIA TANAH. Kompetensi Dasar: Menjelaskan komponen penyusun, sifat fisika dan sifat kimia di tanah

HASIL DAN PEMBAHASAN

II. TINJAUAN PUSTAKA. Ultisol merupakan salah satu jenis tanah di Indonesia yang mempunyai

TINJAUAN PUSTAKA. Sekilas Tentang Tanah Andisol. lapisan organik dengan sifat-sifat tanah andik, mana saja yang lebih

TINJAUAN PUSTAKA Definisi Tanah Pengertian Gambut

DASAR ILMU TA AH Ba B b 5 : : S i S fa f t t K i K mia T a T nah

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Lahan gambut yang terdapat di daerah tropika diperkirakan mencapai juta hektar atau sekitar 10-12% dari luas

PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

SIFAT KIMIA TANAH LANJUTAN SIFAT KIMIA TANAH

TINJAUAN PUSTAKA. Survei dan Pemetaan Tanah. memetakan tanah dengan mengelompokan tanah-tanah yang sama kedalam satu

MATERI-10 Evaluasi Kesuburan Tanah

II. TINJAUAN PUSTAKA. Tanaman kopi merupakan tanaman yang dapat mudah tumbuh di Indonesia. Kopi

TINJAUAN PUSTAKA. yang mungkin dikembangkan (FAO, 1976). Vink, 1975 dalam Karim (1993)

V. HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Kondisi Eksisting Fisiografi Wilayah Studi

BAB V. HASIL DAN PEMBAHASAN

PENDAHULUAN. Latar Belakang. Kebutuhan pangan semakin meningkat sejalan dengan pertambahan

TINJAUAN PUSTAKA. legend of soil yang disusun oleh FAO, ultisol mencakup sebagian tanah Laterik

SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 4. Dinamika Lithosferlatihan soal 4.6

DASAR ILMU TANAH. Bab 5: Sifat Kimia Tanah

TINJAUAN PUSTAKA Budidaya Jenuh Air

TINJAUAN PUSTAKA. Tanah Sawah. tanaman padi sawah, dimana padanya dilakukan penggenangan selama atau

Pengaruh ph tanah terhadap pertumbuhan tanaman

I. PENDAHULUAN. tanahnya memiliki sifat dakhil (internal) yang tidak menguntungkan dengan

TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Lahan Rawa Pengertian Tanah Gambut

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I. PENDAHULUAN A.

TINJAUAN PUSTAKA. Faktor Lingkungan Tumbuh Kelapa Sawit

IDENTIFIKASI JENIS-JENIS TANAH DI INDONESIA A. BAGAIMANA PROSES TERBENTUKNYA TANAH

LAHAN GAMBUT TERDEGRADASI SRI NURYANI HIDAYAH UTAMI UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA

KEMASAMAN TANAH. Wilayah tropika basah. Sebagian besar tanah bereaksi masam. Kemasaman tanah menjadi masalah utama

PEDOSFER BAHAN AJAR GEOGRAFI KELAS X SEMESTER GENAP

V. HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Karakteristik dan Fisiografi Wilayah. lingkungan berhubungan dengan kondisi fisiografi wilayah.

I. PENDAHULUAN. Nanas merupakan tanaman buah berupa semak yang mempunyai nama ilmiah

PEDOMAN PEMANFAATAN LAHAN GAMBUT UNTUK BUDIDAYA KELAPA SAWIT

KULIAH 2 HUBUNGAN AIR, TANAH DAN TANAMAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

TINJAUAN PUSTAKA. Survei dan Pemetaan Tanah. Pemetaan adalah proses pengukuran, perhitungan dan penggambaran

BAB I PENDAHULUAN. Caisin (Brassica chinensis L.) merupakan salah satu jenis tanaman sayuran

HUBUNGAN AIR DAN TANAMAN STAF LAB. ILMU TANAMAN

TINJAUAN PUSTAKA. sedikit mengalami perombakan. Dalam pengertian ini tidak berarti bahwa setiap

DASAR-DASAR ILMU TANAH

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

PENGELOLAAN LAHAN BASAH DI INDONESIA YANG BERKELANJUTAN

DASAR-DASAR ILMU TANAH

TINJAUAN PUSTAKA. Sifat dan Ciri Tanah Ultisol. Ultisol di Indonesia merupakan bagian terluas dari lahan kering yang

I. PENDAHULUAN. Tanah marginal adalah tanah sub-optimum yang potensial untuk pertanian baik untuk

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

Pengelolaan tanah dan air di lahan pasang surut

ph SEDERHANA ( Laporan Praktikum Ilmu Tanah Hutan ) Oleh Ferdy Ardiansyah

PEMANFAATAN DAN KONSERVASI EKOSISTEM LAHAN RAWA GAMBUT DI KALIMANTAN

HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Kualitas dan Karakteristik Lahan Sawah. wilayahnya, sehingga kondisi iklim pada masing-masing penggunaan lahan adalah

PENGANTAR ILMU PERTANIAN PERTEMUAN KE-8 SUMBERDAYA LAHAN

I. TINJAUAN PUSTAKA. produk tanaman yang diinginkan pada lingkungan tempat tanah itu berada.

IV. SIFAT - SIFAT KIMIA TANAH

MATERI-8. Unsur Hara Makro: Kalsium & Magnesium

TINJAUAN PUSTAKA. yang dikeringkan dengan membuat saluran-saluran drainase (Prasetyo dkk,

Ir. ZURAIDA TITIN MARIANA, M.Si

Beberapa Sifat Kimia Tanah antara lain :

PENGARUH PENURUNAN MUKA AIR TANAH TERHADAP KARAKTERISTIK GAMBUT. Teguh Nugroho dan Budi Mulyanto Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian IPB, Bogor

PERAN BAHAN ORGANIK DAN TATA AIR MIKRO TERHADAP KELARUTAN BESI, EMISI CH 4, EMISI CO 2 DAN PRODUKTIVITAS PADI DI LAHAN SULFAT MASAM RINGKASAN

geografi Kelas X PEDOSFER II KTSP & K-13 Super "Solusi Quipper" F. JENIS TANAH DI INDONESIA

TINJAUAN PUSTAKA. Gambar 1. Rumput Raja Sumber: Dokumentasi Penelitian (2012)

II. TINJAUAN PUSTAKA. Tanah gambut adalah material organik yang terbentuk dari bahan-bahan

II. PEMBENTUKAN TANAH

PENINGKATAN EFEKTIVITAS PUPUK DI LAHAN MARGINAL UNTUK KELAPA SAWIT. Research & Development of Fertilizer Division SARASWANTI GROUP

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Gambut dan Karbon Tersimpan pada Gambut

HUBUNGAN AIR DAN TANAMAN STAF LAB. ILMU TANAMAN

II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kesuburan Tanah

I. PENDAHULUAN. pupuk tersebut, maka pencarian pupuk alternatif lain seperti penggunaan pupuk

PEMBAHASAN UMUM. Gambar 52. Hubungan antara nisbah C/N dengan fluks CO 2. Fluks CO2. (mg CO2 kg tanah -1 harī 1 )

AGRIBISNIS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA

Transkripsi:

PENGELOLAAN RAWA & GAMBUT PROF. DR. SUNTORO.MS. LAHAN RAWA Lahan rawa adalah lahan yang sepanjang tahun, atau selama waktu yang panjang dalam setahun, selalu jenuh air (saturated) atau tergenang (waterlogged)air dangkal. Dalam pustaka, lahan rawa sering disebut dengan berbagai istilah, seperti swamp, marsh, bog dan fen, masing-masing mempunyai arti yang berbeda. 1

Swamp adalah istilah umum untuk rawa, digunakan untuk menyatakan wilayah lahan, atau area yang secara permanen selalu jenuh air, permukaan air tanahnya dangkal, atau tergenang air dangkal hampir sepanjang waktu dalam setahun. Air umumnya tidak bergerak, atau tidak mengalir (stagnant), dan bagian dasar tanah berupa lumpur. Dalam kondisi alami, swamp ditumbuhi oleh berbagai vegetasi dari jenis semak-semak sampai pohon-pohonan, dan di daerah tropika biasanya berupa hutan rawa atau hutan gambut. Marsh adalah rawa yang genangan airnya bersifat tidak permanen, namun mengalami genangan banjir dari sungai atau air pasang dari laut secara periodik, dimana debu dan liat sebagai muatan sedimen sungai seringkali diendapkan. Tanahnya selalu jenuh air, dengan genangan relatif dangkal. Marsh biasanya ditumbuhi berbagai tumbuhan akuatik, atau hidrofitik, berupa reeds (tumbuhan air sejenis gelagah, buluh atau rumputan tinggi. Marsh dibedakan menjadi "rawa pantai" (coastal marsh, atau saltwater marsh), dan "rawa pedalaman" (inland marsh, atau fresh water marsh) 2

Bog adalah rawa yang tergenang air dangkal, dimana permukaan tanahnya tertutup lapisan vegetasi yang melapuk, khususnya lumut spaghnum sebagai vegetasi dominan, yang menghasilkan lapisan gambut (ber-reaksi) masam. Ada dua macam bog, 1. Blanket bog : Adalah rawa yang terbentuk karena kondisi curah hujan tinggi, membentuk deposit gambut tersusun dari lumut spaghnum, menutupi tanah seperti selimut pada permukaan lahan yang relatif rata. 2. Raised bog : adalah akumulasi gambut masam yang tebal, disebut hochmoor", yang dapat mencapai ketebalan 5 meter, dan membentuk lapisan (gambut) berbentuk lensa pada suatu cekungan dangkal. Fed adalah rawa yang tanahnya jenuh air, ditumbuhi rumputan rawa sejenis reeds, sedges, dan rushes, tetapi air tanahnya berreaksi alkalis, biasanya mengandung kapur (CaCO3), atau netral. Umumnya membentuk lapisan gambut subur yang ber-reaksi netral, yang disebut laagveen atau lowmoor. 3

Dalam keadaan alamiah, tanah-tanah pada LAHAN RAWA PASANG SURUT merupakan tanah yang jenuh air atau tergenang dangkal, sepanjang tahun atau dalam waktu yang lama, beberapa bulan, dalam setahun. Dalam klasifikasi Taksonomi Tanah (Soil Survey Staff, 1999), tanah rawa termasuk tanah basah, atau "wetsoils", yang dicirikan oleh kondisi aquik, yakni saat ini mengalami penjenuhan air dan reduksi secara terusmenerus atau periodik. PROSES PEMBENTUKAN TANAH yang dominan adalah pembentukan horison tanah tereduksi berwarna kelabu-kebiruan, disebut proses gleisasi, dan pembentukan lapisan gambut di permukaan. Bentuk wilayah, atau topografi lahan rawa pasang surut adalah sangat rata (flat) sejauh mata memandang, dengan ketinggian tempat relatif kecil, yaitu sekitar 0-0,5 m dpl di pinggir laut sampai sekitar 5 m dpl di wilayah lebih ke pedalaman. Ada dua Jenis : Gambut (peat soils), dan tanah non-gambut, atau tanah mineral basah (wet mineral soils). 4

PIRIT DI TANAH RAWA DALAM LUMPUR DAN ENDAPAN MARIN TEREDUKSI, SERTA LAPISAN TANAH BAWAH tereduksi pada tanah sulfat masam potensial dan sulfat masam aktual pada lahan rawa pasang surut air salin/payau (Zona I) dan air tawar (Zona II), terdapat pirit. Pirit adalah mineral berkristal oktahedral, termasuk sistem kubus, dari senyawa besi-sulfida (FeS2) yang terbentuk di dalam endapan marin kaya bahan organik, dalam lingkungan air laut/payau yang mengandung senyawa sulfat (SO4) larut. Kristal pirit 5

Reaksi keseluruhan pembentukan pirit, dari besi-oksida (Fe2O3) sebagai sumber Fe, digambarkan sebagai berikut: Fe2O3 + 4SO4 2- + 8CH2O + ½O2 2FeS2 + 8HCO3 + 4H2O sulfat bahan organik PIRIT karbonat JIKA DIREKLAMASI LAHAN RAWA PASANG SURUT DIREKLAMASI, dibuatnya jaringan tata air pengeringan atau pengatusan aerobik (pirit menjadi tidak stabil) Terjadi Reaksi oksidasi pirit dan dipercepat oleh adanya bakteri Thiobacillus ferrooxidans. FeS2 + 15/4 O2 + 7/2 H2O Fe(OH)3 + 2SO42- + 4H+ PIRIT asam sulfat Hasil reaksi adalah dihasilkannya besi-iii koloidal, dan asam sulfat yang terlarut menjadi ion sulfat dan melimpahnya ion H+, yang mengakibatkan ph tanah turun drastis dari awalnya netral-agak alkalis (ph 5,5-6,5) menjadi masam ekstrim (ph 1,3 s/d <3,5). 6

Akibat (terutama saat kemarau) 1. Terlalu banyaknya ion H+ dalam larutan tanah akan merusak struktur mineral liat, dan membebaskan banyak ion aluminium (Al3+) yang bersifat toksik terhadap tanaman. 2. Konsentrasi besi-iii yang tinggi dan adanya ion AI yang melimpah dalam larutan tanah, akan mengikat ion fosfat yang tersedia mengurangi fosfat yang tersedia mengakibatkan defisiensi P. 3. Adanya ion AI yang berlebihan basa-basa dapat tukar pada kompleks pertukaran kation, dan membebaskan ion Ca, Mg, dan K ke dalam larutan tanah, yang selanjutnya dapat tercuci keluar karena dibawa hanyut oleh air yang mengalir. Kerugian Secara ringkas, akibat penurunan ph tanah di bawah ph 3,5 terjadi : 1. keracunan ion H+, AI, SO42-, dan Fe-III, serta 2. penurunan kesuburan tanah alami akibat hilangnya basa-basa tanah, sehingga tanah mengalami kahat P, K, Ca, dan Mg. 3. dilaporkan bahwa telah terjadi kahat unsur hara makro (K, Ca, Mg), dan mikro (Mn, Zn, Cu, dan Mo) pada berbagai tanah sulfat masam di daerah tropika. 7

PENGELOLAAN LAHAN GAMBUT Tanah gambut Di dalam Taksonomi Tanah, tanah gambut atau Histosol didifinisikan sebagai tanah yang mengandung bahan organik lebih dari 20 persen (bila tanah tidak mengandung liat), bila tanah mengandung liat 60 persen atau lebih maka kandungan bahan organik tanah lebih dari 30 persen dan memiliki ketebalan lebih dari 40 cm. 8

PENGERTIAN & MACAM TANAH GAMBUT TANAH ORGANIK Tnh Gambut (Peat) BO > 65 % Tnh Bergambut (Peaty Soil) BO 35-65 % Tnh Humus BO 12 35 % SUSUNAN KIMIA : EUTROF = SUBUR MESOTROF = AGAK SUBUR OLIGOTROF = TIDAK SUBUR LAHAN RAWA GAMBUT 9

Sebaran Penyebaran gambut di Indonesia meliputi areal seluas 18.480 ribu hektar, tersebar pada pulau-pulau besar Kalimantan, Sumatera, Papua serta beberapa pulau Kecil (Tabel 1). Dengan penyebaran seluas sekitar 18 juta ha maka luas lahan gambut Indonesia menempati urutan ke-4 dari luas gambut dunia setelah Kanada; Uni Sovyet dan Amerika Serikat. SIFAT TANAH GAMBUT sifat-sifat fisik tanah gambut yang penting adalah: tingkat dekomposisi tanah gambut; kerapatan lindak (bulk density) 0,1-1,2 gr/cc daya dukung gambut (bearing capasity), irreversible dan subsiden. ketebalan gambut, lapisan bawah, dan kadar lengas gambut merupakan sifat-sifat fisik yang perlu mendapat perhatian dalam pemanfaatan gambut. 10

Berdasarkan atas tingkat pelapukan (dekomposisi) tanah gambut dibedakan menjadi: (1) gambut kasar (Fibrist ) yaitu gambut yang memiliki lebih dari 2/3 bahan organk kasar; (2) gambut sedang (Hemist) memiliki 1/3-2/3 bahan organik kasar; dan (3) gambut halus (Saprist) jika bahan organik kasar kurang dari 1/3. KEMATANGAN SAPRIK = LANJUT HEMIK = SEDANG FIBRIS = MENTAH FAKTOR PEMBENTUK (POLAK) OMBROGEN PENGARUH HUJAN TERGENANG OLIGOTROF TOPOGEN PENGRH TOPOGRAFI (EUTROf) PEGUNUNGAN DATARAN TINGGI 11

SIFAT KIMIA Atas dasar kesuburannya gambut dibedakan atas gambut subur (eutropik), gambut sedang (mesotropik) dan gambut miskin (oligotropik). kemasaman tanah gambut berkisar antara 3-5 dan semakin tebal bahan organik maka kemasaman gambut meningkat. gambut yang sangat masam akan menyebabkan kekahatan hara N, P, K, Ca, Mg, Bo dan Mo. Unsur hara Cu, Bo dan Zn merupakan unsur mikro yang seringkali sangat kurang KB gambut harus ditingkatkan mencapai 25-30% agar basa-basa tertukar dapat dimanfaatkan tanaman 12

C/N gambut umumnya sangat tinggi melibihi 30 ini berarti hara nitrogen kurang tersedia untuk tanaman sekalipun hasil analisis N total menunjukkan angka yang tinggi. Unsur P dalam tanah gambut terdapat dalam bentuk P organik dan kurang tersedia bagi tanaman. SIFIFAT BIOLOGI perombakan bahan organik saatpembentukan gambut dilakukan oleh mikroorganisme anaerob dalam perombakan ini dihasilkan gas methane dan sulfida. Setelah gambut didrainase untuk tujuan pertanian maka kondisi gambut bagian permukaan tanah menjadi aerob, sehingga memungkinkan fungi dan bakteri berkembang untuk merombak senyawa sellulosa, hemisellulosa, dan protein. 13

PENGELOLAAN LAHAN GAMBUT PEMANFAATAN GAMBUT 1. tempat berburu 2. pengusahaan hutan 3. usaha pertanian 1. pembukaan hutan 2. merendahkan air tanah 4. media bibit 1. Sifat fisik baik (mengikat ait tinggi, ringan, porus, dpt dipadatkan, & mudah ditembus akar) 2. kimia (pengapuran & pemupukan proporsional). 5. sumber energi dicetak batang, penggunaan dg tungku. 6. Penghasil gas (CO2, CO, NO, NO2) 7. bahan dasar karbonaktif GAMBUT OMBROGEN BANYAK DI INDONESIA DISEPANJANG PANTAI MALAYA, KALIMANTAN, PANTAI SELATAN IRIAN JAYA(PAPUA) SANGAT MASAM (3-4,5) OLIGOTROF MESOTROF SUMBER AIR HUJAN SENAGIAN BESAR TERIKAT DALAM LIGNO PROTEIN YG STABIL DEFISIEN N 14

PENGELOLAAN TANAH GAMBUT Tanah Gambut - tanah organik Kendala tanah Gambut : 1. penurunan permukaan stl drainase 2. keamampuan menopang rendah 3. Suhu permukaan bervariasi besar kapasitas panas tinggi 4. variasi suhu permukaan besar 5. pelonggokan pirit 6. lingkungan akar anaerob 7. kejenuhan basa rendah 8. kahat hara mikro (Cu & Zn) Upaya pengelolaan : 1. mempercepat kematangan 2. meningkatkan kejenuhan basa + dolomit + tanah mineral 3. mencari jenis dan var. serta pola tanam yg cocok 4. pemupukan K, Mg, P dan N scr intensif 15

Rawan kebakaran Kerugian pembukaan dg pembakaran : - rekasi alkalis - tanah bawah tersembul - permukaan gambut menjadi rendah, drainase sulit - lapisan bo subur hilang - pada kemarau, bahaya daerah sekitarnya - pada kemarau, kepekatan air tanah akan tinggi 16

USAHA PEMBUKAAN HUTAN DI MICHIGAN (USA) PENEBANGAN POHON BATANG DIBIARKAN MEMBUSUK PENGEMBALAAN DIRATAKAN DIBAJAK DIPADATKAN MEMPERBAIKI STRUKTUR SETAHUN KEMUDIAN DITANAMI 17

Awas Kandungan Pirit PEMANFAATAN UTK PERTANIAN Kegiatan awal dari pemanfaatan gambut adalah pembangunan saluran drainase untuk pengatusan air agar tanah memiliki kondisi rhizosphere yang sesuai bagi tanaman. Pengelolaan air harus disesuaikan dengan kebutuhan perakaran tanaman. Kedalaman permukaan air tanah pada parit kebun diusahakan agar tidak terlalu jauh dari akar tanaman, jika permukaan air terlalu dalam maka oksidasi berlebih akan mempercepat perombakan gambut, sehingga gambut cepat mengalami subsiden. 18

PENGELOLAAN KESUBURAN kesuburan lahan gambut sangat tergantung pada ketebalan gambut, gambut tipis memiliki kesuburan yang lebih baik dari gambut tebal. perlu diperhitungkan kedalaman pirit, jika kedalaman pirit kurang dari 50 cm, maka sebaiknya lahan dibiarkan pada kondisi anaerob untuk tanaman padi, pembuatan parit drainase akan menyebabkan pirit teroksidasi dan tanah menjadi sangat masam dan mengganggu pertumbuhan tanaman. 19

UNTUK PADI Ketebalan gambut dengan hasil padi menunjukkan bahwa pada gambut tipis padi memberikan hasil yang cukup tinggi namun jika ditanam pada gambut tebal dengan ketebalan >60 cm hasil akan menurun. PERSAWAHAN GAMBUT 20

LAHAN RAWA PASANG SURUT 21