RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 Jl. Komplek Perkantoran Bukit Hibul Kota Nanga Bulik Kabupaten Lamandau Provinsi Kalimantan Tengah 74662
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-nya Rencana Strategis Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau dapat diselesaikan untuk perencanaan 5 tahun kedepan yaitu tahun 2013 sampai dengan 2018. Dalam penyusunan Rencana Strategis Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau, diharapkan sebagai acuan bagi seluruh elemen aparatur Pemerintah di jajaran Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi dalam melaksanakan program pembangunan di bidang sosial, tenaga kerja dan transmigrasi sehingga dapat mewujudkan visi dan misi dinas dengan tujuan untuk memberikan arah yang jelas, sistematis dan terukur bagi pembangunan pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi dalam kurun waktu 5 (lima) tahun. Untuk lebih berhasilnya pencapaian tujuan kami merasa perlu adanya kritik dan saran dari berbagai pihak, karena banyaknya faktor yang mempengaruhi keberhasilan tersebut disamping keterbatasan kemampuan dan pengetahuan dalam penyusunan rencana strategis ini. Meskipun demikian dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan pembangunan yang baik khususnya di bidang Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, maka rencana strategis ini merupakan langkah awal yang kami paparkan untuk mencapai tujuan dimaksud. Nanga Bulik, 31 Maret 2014 KepalaDinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi KabupatenLamandau Drs. Y UA N O, M. Si Pembina Utama Muda NIP. 19630504 199003 1 009
DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar Isi i ii BAB. I BAB. II PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang 1-4 I.2 Landasan Hukum 4-8 I.3 Maksud dan Tujuan 8 I.4 Sistematika Penulisan 8-12 GAMBARAN PELAYANAN DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN LAMANDAU II.1 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi 13-17 II.2 Sumber Daya Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi 18-23 II.3 Kinerja Pelayanan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi 23-25 II.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi 32-34 BAB. III ISU ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI III.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayananan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi 35-36 III.2 Telaah Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih 40-42 III.3 Telaah Renstra K/L dan Renstra Provinsi/Kabupaten/Kota 42-68 III.4 Penentuan Isu-isu Strategis 74-75 BAB.IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI, DAN KEBIJAKAN IV.1 Visi dan Misi Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi 76-77 IV.2 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi 78-79 IV.3 Strategi dan Kebijakan 81 BAB. V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF V.1 Rencana Program dan Kegiatan 84-89 BAB.VI INDIKATOR KINERJA DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD 90 BAB.VII PENUTUP 95
TABEL dan LAMPIRAN 1) Tabel 2.3.1 Pengukuran Kinerja Pelayanan Dinsosnakertrans 26-31 2) Tabel 2.3.2 Anggaran dan Realisasi Pendanaan Dinsosnakertrans (lampiran) 3) Tabel 3.1.a Identifikasi Potensi dan Permasalahan Strategis Serta Tindak Lanjut Terhadap Peran Dinsosnakertrans di Lingkungan Strategis Eksternal di Kabupaten Lamandau 36-37 4) Tabel3.1.b Identifikasi Potensi dan Permasalahan Strategis Serta Tindak Lanjut Terhadap Peran Dinsosnakertrans di Lingkungan Strategis Internal di Kabupaten Lamandau 38-40 5) Tabel 3.4 Komparasi Capaian Sasaran Renstra SKPD Kabupaten/kota terhadap Sasaran Renstra SKPD Provinsi dan Renstra K/L 69-73 6) Tabel 4.2.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan SKPD 80 7) Tabel 4.3.1 Tujuan, Sasaran, Strategi, dan Kebijakan 82-83 8) Tabel 5.1 Rencana Program, Kegiatan, Inikator Kinerja, Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau (lampiran) 9) Tabel 6.1 Indikator Kinerja SKPD Mengacu Pada Tujuan dan Sasaran RPJMD 91-94
DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI Alamat : Jl. WR.Supratman Komplek Perkantoran Bukit Hibul No. 069 Nanga Bulik 74662 Telp. (0532) 2071017 Fax. (0532) 2071017 KEPUTUSAN KEPALA DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI NOMOR : 870/ KABUPATEN LAMANDAU /III/Dinsosnakertrans-2014 TENTANG PENETAPAN RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN LAMANDAU TAHUN 2013-2018 KEPALA DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN LAMANDAU, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan Diktum Ketiga Keputusan Bupati Lamandau Nomor : 188.45/219/III/HUK/2014 tanggal 28 Maret 2014 tentang Pengesahan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) Kabupaten Lamandau Tahun 2013-2018, perlu menetapkan Keputusan Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau tentang Penetapan Rencana Strategis (Renstra) Bappeda Kabupaten Lamandau Tahun 2013-2018; Mengingat : 1. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Katingan, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Sukamara, Kabupaten Lamandau, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Murung Raya, Kabupaten Barito Timur di Propinsi Kalimantan Tengah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 18, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4180); 2. Undang-undang...
2. Undang Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 3. Undang Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421); 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 5. Undang Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 6. Undang Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33 Tambahan Lembaran Nomor 4720); 7. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725); 8. Peraturan Pemerintah...
8. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575); 9. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan Dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4585); 10. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663); 10. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antar Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi Dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); 11. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tata Cara Penyusunan, Pengendalian Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817); 12. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833); 13. Peraturan Presiden...
13. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010-2014; 14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 310); 15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian Dan Evaluasi Pelaksanaan Perencanaan Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 517); 16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Dalam Penyusunan Atau Evaluasi Rencana Pembangunan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 994); 17. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 4 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2010 Nomor 04, Tambahan Lembaran Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 34); 18. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 1 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2010 2015 (Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2011 Nomor 01); 19. Peraturan Daerah...
19. Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 01 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Lamandau Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Kabupaten Lamandau Tahun 2009 Nomor 36 Seri E; 20. Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 01 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Lamandau Tahun 2013-2018 (Lembaran Daerah Kabupaten Lamandau Tahun 2014 Nomor 122, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 105 Seri E). 21. Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 10 Tahun 2012 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Lamandau (Lembaran Daerah Kabupaten Lamandau Tahun 2012 Nomor 85, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 74 Seri D); 22. Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 09 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Lamandau (Lembaran Daerah Tahun 2006 Nomor 18 Seri E); M E M U T U S K A N Menetapkan : KESATU : Menetapkan Rencana Strategis (Renstra) Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau Tahun 2013-2018, sebagaimana tercantum pada Lampiran Keputusan ini. KEDUA : Rencana Strategis (Renstra) Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau Tahun 2013-2018 menjadi pedoman dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja) Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau.
KETIGA : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan diubah dan diperbaiki sebagaimana mestinya. Ditetapkan di Nanga Bulik Pada tanggal 31 Maret 2014 Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau, Drs. YUANO, M.Si Pembina Utama Muda (IV/c) NIP. 19630504 199003 1 009
BAB I PENDAHULUAN I.1 LATAR BELAKANG Rencana Strategis (Renstra) adalah merupakan dokumen resmi Perencanaan Pembangunan Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk periode 5 (lima) tahunan yang berorientasi pada hasil-hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu lima tahun yang dituangkan kedalam matriks tahunan. Renstra SKPD harus memperhitungkan potensi, isu-isu strategis, peluang, kendala yang ada atau mungkin timbul serta kewenangan dan tugas pokok unit kerja. Renstra SKPD memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program kegiatan pembangunan yang disusun sesuai dengan tugas dan fungsi satuan kerja perangkat daerah serta berpedoman kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan bersifat indikatif. Berkaitan dengan dokumen Renstra SKPD, ada tiga masalah yang banyak ditemukan ketika dilakukan evaluasi terhadap akuntabilitas kinerja instansi Pemerintahan Daerah, ketiga masalah itu adalah : 1. Adanya inkonsistensi content atau isi dari dokumen yang satu dengan yang lainnya. Padahal seharusnya merupakan satu rangkaian yang runtut berkesinambungan dan saling berkaitan; 2. Banyak dijumpai rumusan kegiatan yang tidak memberi kontribusi secara langsung terhadap upaya pencapaian visi, misi, tujuan dan sasaran dalam RPJMD atau Renstra SKPD; 3. Indikator kinerja utama sasaran dan indikator kinerja kegiatan pada tingkat capaian program, keluaran dan hasil tidak dirumuskan secara jelas, terinci dan terukur. Adanya keterkaitan antararenstra SKPD dengan RPJMD, Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi melakukan penyusunan terhadap rancangan Renstra SKPD dengan RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 1
maksud untuk mengintegrasikan dan menjamin kesesuaian dengan rancangan awal RPJMD, antara lain dalam : 1. Memecahkan isu-isu strategis sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing SKPD; 2. Menyelaraskan dengan visi, misi, tujuan dan sasaran; 3. Menyelaraskan dengan strategi dan arah kebijakan; 4. Mempedomani kebijakan umum dan program pembangunan daerah; dan 5. Mempedomani indikasi rencana program prioritas yang disertai kebutuhan pendanaan. Renstra disusun dengan memperhatikan prinsip-prinsip good governance (partisipatif, transparan, akuntabel), dengan melalui tahapan-tahapan sebagai berikut : 1. Tahap Persiapan Penyusunan Rancangan Renstra Pada tahap ini meliputi pembentukan tim penyusun Renstra SKPD, melakukan orientasi untuk menyamakan persepsi yang berkaitan teknis penyusunan Renstra, penyusunan agenda tim dan penyiapan data dan informasi bagi penyusunan Renstra yang berkaitan dengan perencanaan pembangunan daerah. 2. Tahap Perumusan/Penyusunan Rancangan Renstra SKPD Rancangan Renstra dirumuskan dengan mengacu pada rancangan awal RPJMD. Salah satu dokumen rujukan awal dalam menyusun rancangan Renstra SKPD adalah Rancangan Awal RPJMD yang menunjukkan program dan target indikator kinerja yang harus dicapai oleh SKPD selama lima tahun, baik untuk mendukung visi/misi kepala daerah maupun untuk memperbaiki kinerja layanan dalam rangka pemenuhan tugas dan fungsi SKPD terkait. Sebaliknya perumusan rancangan awal RPJMD juga menerima masukan dari rancangan Renstra SKPD. 3. Tahap Penyusunan Rancangan Akhir Renstra Penyusunan rancangan akhir Renstra SKPD merupakan penyempurnaan rancangan Renstra SKPD, yang berpedoman pada RPJMD yang telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah. Penyempurnaan rancangan Renstra SKPD dimaksud, bertujuan untuk mempertajam visi dan misi serta menyelaraskan tujuan, strategi, kebijakan, program dan RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 2
kegiatan pembangunan daerah sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD yang ditetapkan dalam RPJMD. 4. Penetapan Renstra SKPD Penetapan Renstra SKPD dilakukan dengan tahapan sesuai dengan lampiran VI Renstra Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, dengan tahapan-tahapan sebagai berikut : a. Rancangan akhir Renstra SKPD, disampaikan kepala SKPD kepada kepala Bappeda untuk memperoleh pengesahan kepala daerah; b. Sebelum Bappeda mengajukan kepada kepala daerah untuk disahkan, terlebih dahulu dilakukan verifikasi akhir terhadap rancangan akhir Renstra SKPD oleh Bappeda; c. Verifikasi akhir, harus dapat menjamin kesesuaian visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan SKPD dengan RPJMD, dan keterpaduan dengan rancangan akhir Renstra SKPD lainnya; d. Verifikasi akhir sebagaimana dimaksud, harus dapat menjamin kesesuaian visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan SKPD dengan RPJMD, dan keterpaduan dengan rancangan akhir Renstra SKPD lainnya; e. Pengesahan Renstra SKPD ditetapkan dengan keputusan kepala daerah; f. Berdasarkan keputusan kepala daerah tentang pengesahan Renstra SKPD, kepala SKPD menetapkan Renstra SKPD menjadi pedoman unit kerja di lingkungan SKPD dalam menyusun rancangan Renja SKPD; g. Pengesahan rancangan akhir Renstra SKPD dengan keputusan kepala daerah, paling lama 1 (satu) bulan setelah Peraturan Daerah tentang RPJMD ditetapkan; h. Penetapan Renstra SKPD oleh kepala SKPD paling lama 7 (tujuh) hari setelah Renstra SKPD disahkan oleh kepala daerah. Oleh sebab itu renstra ini dirancang sebagai dokumen perencanaan nasional yang dapat dipakai sebagai pedoman serta acuan dengan memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 3
para perencana, pengelola maupun penyelenggara Bidang Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi di seluruh wilayah Kabupaten Lamandau. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS Kabupaten Lamandau ini kemudian dijabarkan dalam RENJA SKPD sektor Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau. Renstra merupakan dokumen yang mempunyai peran strategis untuk menjabarkan secara operasional visi, misi dan program Kepala Daerah terpilih seperti yang tertuang dalam RPJMD. Renstra juga merupakan dokumen publik yang memberikan gambaran wujud pelayanan yang dapat diberikan oleh SKPD hingga 5 (lima) tahun mendatang. Serta memberikan gambaran mengenai keselarasan berbagai pelaksanaan program SKPD dengan program Renstra Kementerian/lembaga serta Renstra provinsi. Maka kualitas penyusunan Renstra SKPD ditentukan oleh kemampuan SKPD untuk menterjemahkan, mengoperasionalkan dan mengimplementasikan visi, misi dan agenda KDH, tujuan, strategi, kebijakan, capaian program RPJMD ke dalam dokumen Renstra SKPD sesuai tupoksi SKPD. Renstra Sehingga Renstra merupakan bagian dari Kontrak Kinerja Kepala SKPD dengan Bupati. Dengan adanya Renstra SKPD, diharapkan SKPD memiliki pedoman dalam penyusunan program dan kegiatan setiap tahunnya dalam masa lima tahun ke depannya sehingga menjamin konsistensi antara perencanaan dan penganggaran. 1.2 LANDASAN HUKUM Renstra Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau Tahun 2013-2018 disusun atas dasar : 1. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Katingan, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Sukamara, Kabupaten Lamandau, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Murung Raya, Kabupaten Barito Timur di Propinsi Kalimantan Tengah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 18, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4180); RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 4
2. Undang Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 3. Undang Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421); 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 5. Undang Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 6. Undang Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33 Tambahan Lembaran Nomor 4720); 7. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725); 8. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575); RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 5
9. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan Dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4585); 10. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663); 11. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antar Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi Dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); 12. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tata Cara Penyusunan, Pengendalian Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817); 13. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833); 14. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010-2014; 15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 310); 16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian Dan RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 6
Evaluasi Pelaksanaan Perencanaan Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 517); 17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Dalam Penyusunan Atau Evaluasi Rencana Pembangunan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 994); 18. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 4 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2010 Nomor 04, Tambahan Lembaran Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 34); 19. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 1 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2010 2015 (Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2011 Nomor 01); 20. Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 01 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Lamandau Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Kabupaten Lamandau Tahun 2009 Nomor 36 Seri E; 21. Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 01 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Lamandau Tahun 2013-2018 (Lembaran Daerah Kabupaten Lamandau Tahun 2014 Nomor 122, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 105 Seri E); 22. Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 10 Tahun 2012 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Lamandau (Lembaran Daerah Kabupaten Lamandau Tahun 2012 Nomor 85, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 74 Seri D); 23. Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 09 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Pelaksanaan Musyawarah RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 7
Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Lamandau (Lembaran Daerah Tahun 2006 Nomor 18 Seri E); 1.3 MAKSUD DAN TUJUAN Maksud penyusunan Rencana Strategis Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau Tahun 2013-2018 ini yaitu untuk memenuhi amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Undang- Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. Penyusunan Renstra SKPD juga dimaksudkan sebagai pedoman perencanaan pembangunan dibidang Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi dari tahun 2013 sampai dengan 2018 serta sebagai kontribusi nyata terhadap kemajuan pembangunan daerah sesuai dengan tugas dan fungsi sebagai instansi pemerintah daerah yang menangani Bidang Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Penyusunan Renstra ini bertujuan untuk lebih memantapkan terselenggaranya program dan kegiatan prioritas untuk periode lima tahun Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau dalam mendukung suksesnya pencapaian target indikator serta sasaran pembangunan daerah yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lamandau Tahun 2013-2018. Tujuan lainnya yaitu mewujudkan pemerintah yang baik di bidang Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. I.4 SISTEMATIKA PENULISAN Rencana Strategis Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau Tahun 2013-2018 secara garis besar disusun dengan sistematika yang sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 8
Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, adalah sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang mengemukakan secara ringkas pengertian Renstra SKPD, fungsi Renstra SKPD dalam penyelenggaraan pembangunan daerah, proses penyusunan Renstra SKPD, keterkaitan Renstra SKPD dengan RPJMD, Renstra K/L dan Renstra provinsi/kabupaten/kota, dan dengan Renja SKPD. I.2 Landasan Hukum memuat penjelasan tentang undang-undang, peraturan pemerintah, Peraturan Daerah, dan ketentuan peraturan lainnya yang mengatur tentang struktur organisasi, tugas dan fungsi, kewenangan SKPD, serta pedoman yang dijadikan acuan dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran SKPD. I.3 Maksud dan Tujuan, berisi penjelasan tentang maksud dan tujuan dari penyusunan Renstra SKPD. I.4 Sistematika Penulisan, menguraikan pokok bahasan dalam penulisan Renstra SKPD, serta susunan garis besar isi dokumen. BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD II.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi SKPD memuat penjelasan umum tentang dasar hukum pembentukan SKPD, struktur organisasi SKPD, serta uraian tugas dan fungsi sampai dengan satu eselon dibawah kepala SKPD. Uraian tentang struktur organisasi SKPD ditujukan untuk menunjukkan organisasi, jumlah personil, dan tata laksana SKPD (proses, prosedur, mekanisme). RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 9
II.2 Sumber Daya SKPD, memuat penjelasan ringkas tentang macam sumber daya yang dimiliki SKPD dalam menjalankan tugas dan fungsinya, mencakup sumber daya manusia, aset/modal, dan unit usaha yang masih operasional. II.3 Kinerja Pelayanan SKPD, berisi uraian mengenai tingkat capaian kinerja SKPD berdasarkan sasaran/target renstra periode sebelumnya, menurut SPM untuk urusan wajib, dan/atauindikator kinerja pelayanan SKPD, dan/atau indikator kinerja pelayanan SKPD atau indikator lainnya seperti MDGs atau indikator yang telah diratifikasi oleh Pemerintah. II.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD mengemukakan hasil analisis terhadap Renstra K/L dan Renstra SKPD Kabupaten/Kota, hasil telaahan terhadap RTRWP, dan hasil analisis terhadap Kajian Lingkungan Hidup Strategis yang berimplikasi sebagai tantangan dan peluang bagi pengembangan pelayanan SKPD pada lima tahun mendatang. Bagian ini mengemukakan macam pelayanan, perkiraan besaran kebutuhan pelayanan, dan arahan lokasi pengembangan yang dibutuhkan. BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI III.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan SKPD menguraikan permasalahan-permasalahan pelayanan SKPD beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Identifikasi permasalahan didasarkan pada hasil Analisis Gambaran Pelayanan SKPD. III.2 Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala daerah dan wakil kepala daerah Terpilih menguraikan apa saja tugas dan fungsi SKPD yang terkait dengan visi, misi, serta program kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih. Selanjutnya berdasarkan identifikasi permasalahan pelayanan SKPD, dipaparkan apa saja faktor-faktor RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 10
penghambat dan pendorong pelayanan SKPD yang dapat mempengaruhi pencapaian visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah tersebut. Faktorfaktor inilah yang kemudian menjadi salah satu bahan perumusan isu strategis pelayanan SKPD. III.3 Telaahan Renstra K/L dan Renstra Provinsi bagian ini mengemukakan apa saja faktor-faktor penghambat ataupun faktor-faktor pendorong dari pelayanan SKPD yang mempengaruhi permasalahan pelayanan SKPD ditinjau dari sasaran jangka menengah Renstra Kementerian/Lembaga ataupun Renstra SKPD Provinsi. III.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis menguraikan apa saja faktor-faktor penghambat dan pendorong dari pelayanan SKPD yang mempengaruhi permasalahan pelayanan SKPD ditinjau dari implikasi Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis. III.5 Penentuan Isu-isu Strategis memuat tentang review kembali faktor-faktor dari pelayanan SKPD yang mempengaruhi permasalahan pelayanan SKPD ditinjau dari: gambaran pelayanan SKPD; sasaran jangka menengah pada Renstra K/L, sasaran jangka menengah dari Renstra SKPD provinsi/kabupaten/kota, implikasi RTRW bagi pelayanan SKPD, dan implikasi KLHS bagi pelayanan SKPD. BAB IV. VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN IV.1 Visi dan Misi SKPD pada bagian ini dikemukakan rumusan pernyataan visi dan misi SKPD. IV.2 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah SKPD pada bagian ini dikemukakan rumusan pernyataan tujuan dan sasaran jangka menengah SKPD. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 11
IV.3 Strategi dan Kebijakan SKPD berisi tentang rumusan pernyataan strategi dan kebijakan SKPD dalam lima tahun mendatang. BAB V. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF memuat rencana program dan kegiatan SKPD selama 5 (lima) tahun kedepan yang dilengkapi dengan indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif. BAB VI. INDIKATOR KINERJA YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD pada bagian ini dikemukakan indikator kinerja SKPD yang secara langsung menunjukkan kinerja yang akan dicapai SKPD dalam lima tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD. BAB VII. PENUTUP berisi tentang kaidah pelaksanaan Renstra-SKPD, disertai dengan harapan bahwa dokumen ini mampu menjadi pedoman pembangunan 5 (lima) tahun kedepan oleh SKPD. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 12
BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD II.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi SKPD Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 10 Tahun 2012 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Lamandau, maka Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau mempunyai tugas pokok melaksanakan kewenangan desentralisasi dan tugas pembantuan di bidang sosial, tenaga kerja dan transmigrasi. Dalam pelaksanaan tugas pokok tersebut, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi menyelenggarakan fungsi-fungsi sebagai berikut : a. Melakukan perumusan kebijakan teknis di bidang sosial, tenaga kerja dan transmigrasi; b. Penyelenggara koordinasi pembinaan kesejahteraan sosial, pengembangan tenaga kerja dan transmigrasi; c. Penyelenggara kebijakan di bidang penanggulangan bencana, penempatan ketenagakerjaan, perluasan kerja, pelatihan dan produktivitas, hubungan industrial dan syarat kerja, pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja serta norma ketenagakerjaan; d. Pembinaan pelayanan dan rehabilitasi sosial, bantuan dan jaminan sosial, pembinaan pendidikan dan latihan keterampilan tenaga kerja yang produktif dan kompetitif serta pengembangan transmigrasi; e. Pelaksanaan perumusan kebijakan pembinaan kesejahteraan sosial masyarakat, dan peraturan perusahaan, lembaga serikat pekerja dan asosiasi pengusaha dan pekerja; RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 13
f. Melakukan koordinasi dan pengendalian bencana, pengembangan masyarakat, penyiapan pemukiman transmigrasi dan kerjasama sumber daya manusia (SDM) transmigrasi; g. Pembinaan, pelayanan, pengawasan, pengendalian, monitoring, evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan kesejahteraan sosial, tenaga kerja dan transmigrasi. h. Penyelenggaraan pembinaan unit pelaksana teknis daerah; i. Penyelenggaraan urusan kesekretariatan dinas. Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau terdiri dari kepala dinas, 1 (satu) sekretariat, dan 4 (empat) bidang pelayanan teknis yang mempunyai uraian tugas masing-masing sebagai berikut. 1. KEPALA DINAS, mempunyai tugas memimpin, membina, mengkoordinasikan, merencanakan, serta menetapkan program kerja sebagai kebijakan program dinas, serta bertanggung jawab atas terlaksananya tugas pokok dan fungsi dinas sosial, tenaga kerja dan transmigrasi 2. SEKRETARIS, mempunyai tugas mengkoordinasikan penyusunan program dan penyelenggaraan tugas-tugas bidang secara terpadu dan tugas pelayanan aministratif, pelayanan administrasi ketatausahaan, pengelolaan urusan kepegawaian, keuangan, perlengkapan, rumah tangga, hubungan masyarakat. Dalam menjalankan fungsi di atas, Sekretaris dibantu oleh 3 (tiga) Kepala Sub Bagian, yaitu : a. KEPALA SUB BAGIAN UMUM, KEPEGAWAIAN DAN PERLENGKAPAN mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tatalaksana, urusan tata persuratan, rumah tangga, dan perlengkapan di lingkungan dinas. b. KEPALA SUB BAGIAN PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PROGRAM mempunyai tugas melaksanakan koordinasi, menyusun rencana dan program, menyusun informasi program bidang sosial, ketenagakerjaan daerah dan ketransmigrasian, serta evaluasi dan pelaporan. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 14
c. SUB BAGIAN KEUANGAN mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan adminstrasi keuangan, bimbingan, pembinaan dan pengawasan terhadap bendaharawan. 3. BIDANG SOSIAL mempunyai tugas melaksanakan perumusan petunjuk teknis program jaminan sosial, rehabilitasi sosial dan usaha kesejahteraan sosial. 4. BIDANG PENEMPATAN, PELATIHAN DAN PRODUKTIFITAS TENAGA KERJA mempunyai tugas melaksanakan pembinaan pelatihan tenaga kerja, informasi pasar kerja, bursa kerja, analisis dan klasifikasi jabatan serta penyuluhan dan bimbingan jabatan, menyusun standarisasi dan sertifikasi. 5. BIDANG PENGAWASAN KETENAGAKERJAAN DAN HUBUNGAN INDUSTRIAL mempunyai tugas melakukan perumusan kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta petunjuk teknis pembinaan dan pengawasan ketenagakerjaan meliputi norma kerja, norma jaminan sosial tenaga kerja, norma keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pengawasan dan perlindungan tenaga kerja anak dan perempuan serta peningkatan produktivitas tenaga kerja. 6. BIDANG TRANSMIGRASI mempunyai tugas melaksanakan penyusunan pedoman penyiapan pemukiman, penempatan, pemberdayaan masyarakat kawasan, pengerahan dan fasilitasi perpindahan transmigrasi. Adapun struktur organisasi Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 10 Tahun 2012 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Lamandau terdiri dari : 1. KEPALA DINAS; 2. SEKRETARIAT, membawahkan : a. Sub Bagian Perencanaan dan Pengendalian Program; b. Sub Bagian Keuangan; c. Sub Bagian Umum, Kepegawaian, dan Perlengkapan. 3. BIDANG terdiri dari : 1. Bidang Sosial, membawahkan : a. Seksi Bantuan dan Jaminan Sosial; RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 15
b. Seksi Rehabilitasi Sosial; c. Seksi Usaha Kesejahteraan Sosial 2. Bidang Penempatan, Pelatihan dan Produktifitas Tenaga Kerja, membawahkan : a. Seksi Penyaluran dan Penempatan Tenaga Kerja; b. Seksi Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja; c. Seksi Perluasan Kerja dan Padat Karya. 3. Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial, membawahkan : a. Seksi Kesehatan dan Keselamatan Kerja; b. Seksi Norma Kerja dan Jamsostek; c. Seksi Hubungan Industrial dan Syarat Kerja. 4. Bidang Transmigrasi, membawahkan : a. Seksi Penyiapan Pemukiman dan Penempatan Transmigrasi; b. Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi; c. Seksi Pengerahan dan Fasilitasi Perpindahan. 5. KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL 6. UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS Adapun bagan struktur organisasi Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau dapat dilihat pada bagan 2.1 : RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 16
BAGAN STRUKTUR ORGANISASI DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN LAMANDAU LAMPIRAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMANDAU NOMOR : 10 TAHUN 2012 TANGGAL : 05 Maret 2012 TENTANG : ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS DAERAH KABUPATEN LAMANDAU KEPALA DINAS ` KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKRETARIS SUB BAG PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PROGRAM SUB BAG KEUANGAN SUB BAG UMUM, KEPEGAWAIAN DAN PERLENGKAPAN BIDANG SOSIAL BIDANG PENEMPATAN, PELATIHAN DAN PRODUKTIFITAS TENAGA KERJA BIDANG PENGAWASAN KETENAGAKERJAAN DAN HUBUNGAN INDUSTRIAL BIDANG TRANSMIGRASI SEKSI BANTUAN DAN JAMINAN SOSIAL SEKSI PELATIHAN DAN PRODUKTIFITAS SEKSI KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA SEKSI PENYIAPAN PEMUKIMAN & PENEMPATAN TRANSMIGRASI SEKSI REHABILITASI SOSIAL SEKSI PENYALURAN DAN PENEMPATAN TENAGA KERJA SEKSI NORMA KERJA DAN JAMSOSTEK SEKSI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT & KAWASAN TRANSMIGRASI SEKSI USAHA KESEJAHTERAAN SOSIAL SEKSI PERLUASAN KERJA DAN PADAT KARYA U P T D SEKSI HUBUNGAN INDUSTRIAL DAN SYARAT KERJA SEKSI PENGERAHAN & FASILITAS PERPINDAHAN RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 17
II.2 Sumber Daya SKPD Sumber Daya SKPD memuat penjelasan ringkas tentang macam sumber daya yang dimiliki Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau dalam menjalankan tugas dan fungsinya, mencakup sumber daya manusia, aset/modal, dan unit usaha yang masih operasional. II.2.1 Sumber Daya Manusia Untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau didukung oleh 41 (empat puluh satu) orang Pegawai, terdiri dari 27 (dua puluh tujuh) orang Pegawai Negeri Sipil atau dan 17 (Tujuh belas) orang Pegawai Honorer. Kondisi kepegawaian Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau sampai dengan 28 Februari 2014 dapat dilihat pada tabel klasifikasi pegawai sebagai berikut : Tabel I. Klasifikasi PNS Dinsosnakertrans berdasarkan Tingkat Pendidikan Per 28 Februari 2014 Jenis Kelamin No. Tingkat Pendidikan Jumlah Pria Wanita 1. Pasca Sarjana (S2) 1-1 Keterangan 2. Sarjana (S1) 11 4 15 3. Sarjana Muda (D3) 2 2 4 4. SLTA / SLTP / Sederajat 5 2 7 Jumlah 19 7 27 RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 18
Tabel II. Klasifikasi PNS Dinsosnakertrans berdasarkan Jabatan / Eselon dan Jumlah Jabatan Per 28 Februari 2014 No. Jabatan Eselon Jumlah Jabatan Formasi Terisi Lowong Keterangan 1. Eselon II b 1 1 - Kadis 2. Eselon III a 1 1 - Sekretaris 3. Eselon III b 4 4 - Kabid 4. Eselon IV a 15 6 9 Kasi/Kasubbag Jumlah 21 12 9 Landasan PERDA 13/2008 TABEL III Daftar Nominatif Pegawai Negeri Sipil dan Tenaga Honorarium Daerah Berdasarkan Golongan Ruang (Per 28 Februari 2014) Unit Kerja di Lingkungan Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau N o Status Kepegawaian Gol/ Ruang Kepala Dinas Sek Bidang Sosial Bidang P3TK Bidang Pengaw asan & HI Bidang Trans Total 1 2 3 4 5 6 8 9 10 11 1 PNS Pembina Utama Muda IV/c 1 - - - - - 1 Pembina Tingkat I IV/b - 1 - - - - 1 Pembina IV/a - - - - - - - RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 19
Penata Tingkat I III/d - - 1 1 1 1 4 Penata III/c - 1 1 1 1 1 5 Penata Muda Tingkat I III/b - - 1-1 1 3 Penata Muda III/a - 2 1 1-1 5 Pengatur Tingkat I II/d - - - - 1-1 Pengatur II/c - 1 1 - - - 1 Pengatur Muda Tingkat I II/b - 2 1 1-4 Pengatur Muda II/a - - - - - - - Juru Tingkat I I/d - - - - - - - Juru I/c - - 1 - - - 1 Juru Muda Tingkat I I/b - - - - - - - Juru Muda I/a - - - - - - - 2 Honorarium Daerah - - 10 2 2 1 2 17 TOTAL 1 17 8 6 6 6 44 II.2.2 Sarana dan Prasarana Dalam melaksanakan tugas Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau didukung oleh sarana dan prasarana sebagaimana Tabel IV berikut : RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 20
TABEL IV Daftar Sarana dan Prasarana Perkantoran Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau Per - 28 Februari 2014 NOMOR JENIS SARANA DAN PRASARANA JUMLAH 1 Bangunan gedung kantor 2 unit 2 Kendaraan roda empat 5 unit 3 Kendaraan roda dua 15 unit 4 Speed boat 1 unit 5 Genset 1 buah 6 Mesin penghisap debu 2 unit 7 AC 8 buah 8 Mesin potong rumput 3 buah 9 Filling besi/metal 8 buah 10 Brankas 1 buah 11 Lemari kayu 16 buah 12 Papan pengumuman 1 buah 13 Meja resepsionis 1 buah 14 White board 3 buah 15 Umbul-umbul 16 buah 16 Meja kayu/rotan 30 buah 17 Meja panjang 3 buah RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 21
NOMOR JENIS SARANA DAN PRASARANA JUMLAH 18 Kursi putar 13 buah 19 Kursi lipat 43 buah 20 Meja komputer 3 buah 21 Tenda pameran 1 buah 22 Meja biro 4 buah 23 Sofa 2 unit 24 Jam dinding 1 buah 25 Lemari es 2 buah 26 Kipas angin 8 buah 27 TV 2 buah 28 Wireless 1 buah 29 Unit Power Supply (UPS) 4 buah 30 Stabilisator/stavol 8 buah 31 Tiang umbul-umbul 1 buah 32 Dispenser 3 buah 33 Kamera 4 buah 34 Water jet pump 1 unit 35 PC unit 11 unit 36 Laptop 7 buah 37 Speaker komputer 2 buah 38 Printer 9 buah RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 22
NOMOR JENIS SARANA DAN PRASARANA JUMLAH 39 Scanner 1 buah 40 Kursi kerja pejabat eselon II 1 buah 41 Kursi kerja pejabat eselon III 4 unit 42 Proyektor aula 1 buah 43 Sound system 2 buah 44 Pesawat telepon 1 buah 45 Mesin fax 1 buah 46 Proyektor 1 buah 47 Antena parabola 1 buah II.3 Kinerja Pelayanan SKPD Berisi uraian mengenai tingkat capaian kinerja SKPD berdasarkan sasaran/target renstra periode sebelumnya, menurut SPM untuk urusan wajib, dan/atauindikator kinerja pelayanan SKPD, dan/atau indikator kinerja pelayanan SKPD atau indikator lainnya seperti MDGs atau indikator yang telah diratifikasi oleh Pemerintah. Pelaksanaan kapasitas pelayanan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau dapat dikategorikan pada 5 (lima) peran utama yang saling terkait pada masing-masing bidang, yaitu: 1. Pelayanan dalam bidang administrasi 2. Pelayanan dalam bidang Sosial 3. Pelayanan dalam bidang Penempatan, Pelatihan, dan Produktifitas Tenaga Kerja 4. Pelayanan dalam bidang Pengawasan Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial 5. Serta Pelayanan dalam bidang Transmigrasi RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 23
Kelima kapasitas pelayanan utama tersebut kemudian diuraikan dan dijabarkan kedalam berbagai program dan kegiatan strategis. A. Pelayanan Dalam Bidang Sekretariat Sesuai dengan Tupoksi Bidang Sekretariat pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau melakukan kegiatan Pelayanan Administrasi meliputi Pelayanan Administrasi Kepegawaian dan Umum, Perencanaan, Pelaporan dan Keuangan. B. Pelayanan Dalam Bidang Sosial Kehidupan sosial masyarakat sekarang ini cenderung mengalami banyak permasalahan sosial, seperti tingginya tingkat pengangguran yang menyebabkan taraf hidup masyarakat rendah dan permasalahan psikis lainnya yang ditimbulkan. Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau khususnya bidang sosial berusaha membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyuluhan, pelatihan, pembinaan pelayanan dan rehabilitasi sosial, bantuan dan jaminan sosial. C. Bidang Dalam Bidang Penempatan, Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau khususnya bidang pelatihan dan penempatan tenaga kerja bertujuan memberikan pelatihan keterampilan berupa pembinaan, pendidikan, penyuluhan untuk meningkatkan sumber daya manusia menjadi tenaga kerja siap pakai diharapkan terpenuhinya kesempatan kerja pada semua sektor dan terbukanya lapangan usaha mandiri, guna menggurangi tingkat pengangguran. D. Pelayanan Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial dalam hal ini membantu permasalahan dalam hal ketenagakerjaan yaitu dengan meningkatnya pengawasan, perlindungan dan penegakkan hukum terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3). RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 24
E. Pelayanan Dalam Bidang Transmigrasi Pembangunan permukiman transmigrasi merupakan pembangunan wilayah yang harus disesuaikan dengan daya dukung sumber daya dan kebutuhan masyarakat setempat, maupun transmigran sebagai pendatang. Pelaksanaan pengembangan masyarakat dan lingkungan permukiman transmigrasi diarahkan pada upaya mengakomodasikan secara optimal kondisi dan muatan lokal serta partisipasi masyarakat, sehingga konsep pembangunan yang dilakukan berlandaskan kebutuhan pada pengembangan masyarakat itu sendiri. Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau khususnya bidang transmigrasi di Kabupaten Lamandau membantu program pemerintah untuk melaksanakan ketransmigrasian. Untuk mengukur capaian kinerja pelayanan Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau berdasarkan tugas dan fungsi yang telah dikategorikan pada 5 (lima) tugas dan fungsi utama Dinsosnakertrans di atas, berdasarkan indikator sasaran/target serta anggaran dan realisasi Dinsosnakertrans 2009-2013 disajikan dalam Tabel II.3.1 dan Tabel II.3.2 (terlampir). RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 25
TABEL II.3.1 PENGUKURAN KINERJA PELAYANAN DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN LAMANDAU NO Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi SKPD Target SPM Target IKK Target Indikator Lainnya Target Renstra SKPD Tahun ke- Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian pada Tahun ke- Catatan Analisis 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) 1 MENINGKATNYA KUALITAS HIDUP PMKS Jumlah Anak Terlantar yang dibina - - - 10 anak 10 anak 10 anak 10 anak 10 anak 10 anak 10 anak 10 anak 30 anak 65 anak 100% 100% 100% 3% 6,5% - Jumlah penyandang cacat yang dibina 25% - - 10 orang 10 orang 10 orang 10 orang 10 orang 10 orang 10 orang 10 orang 30 orang 30 orang 100% 100% 100% 3% 3% - Jumlah Lanjut Usia Terlantar yang dibina 25% - - 10 orang 10 orang 10 orang 10 orang 10 orang 10 orang 10 orang 10 lorang 10 orang 20 orang 100% 100% 100% 100% 2% - RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 26
NO Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi SKPD Target SPM Target IKK Target Indikator Lainnya Target Renstra SKPD Tahun ke- Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian pada Tahun ke- 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 Catatan Analisis (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) Jumlah PMKS yang memperoleh bantuan sosial 86% - - 30 orang 30 orang 530 orang 430 orang 315 orang 30 orang 30 orang 530 orang 430 orang 315 orang 100% 100% 100% 100% 100% - Sarana sosial seperti panti asuhan, panti jompo dan panti rehabilitasi sosial - - - 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 MENINGKATNYA PRODUKTIFITAS TENAGA KERJA Tingkat Pengangguran Terbuka - - - 5,20% 4,76% 4,66% 4,56% 2,35% 4,86% 2,95% 2,53% 2,40% 2,35% 9,35% 6,20% 5,43% 5,26% 100% Jumlah lulusan S1/S2/S3 - - - 689 1.414 718 798 898 orang 212 962 395 459 898 orang 30,77% 68,03% 55,01% 57,52% 100% RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 27
NO Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi SKPD Target SPM Target IKK Target Indikator Lainnya Target Renstra SKPD Tahun ke- Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian pada Tahun ke- Target Renstra 2009 2010 2011 2009 2010 2011 2009 2010 2011 2009 2010 2011 2009 2010 2011 SKPD Tahun ke- (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) Laju Pertumbuhan Angkatan Kerja - - - 15,10% 27,84% 28,54% 30,54% 31,15% 10,15% 16,01% 13,80% 10,15% 10,04% 6,72% 5,75% 4,84% 3,32% 3,22% Besaran pencari kerja terdaftar yang ditempatkan 20% - - 2875 2889 2895 2912 2980 538 1962 1487 414 2870 18,71% 67,91% 51,36% 14,22% 96,31% Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja - - - 66,70% 67,34% 68,68% 70,05% 86,91% 65,70% 69,60% 75,19% 85,70% 86,91% 9,85% 10,33% 10,95% 12,23% 100% 3 PERLINDUNGAN DAN PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN Besaran kasus yang diselesaikan dengan perjanjian bersama (PB) 20% - - 20% 20% 20% 20% 20% 20% 20% 20% 20% 20% 100% 100% 100% 100% 100% RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 28
NO Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi SKPD Target SPM Target IKK Target Indikator Lainnya Target Renstra SKPD Tahun ke- Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian pada Tahun ke- Target Renstra SKPD Tahun 2009 2010 2011 2009 2009 2010 2011 2009 2009 2010 2011 2009 2009 2010 2011 ke- (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) Persentase keselamatan dan perlindungan tenaga kerja - - - 20% 20% 20% 20% 0,5% 0,4% 0,4% 0,4% 0,5% 0,5% 2,0% 2,0% 2,0% 10% 100% Persentase perselisihan buruh dan pengusaha terhadap kebijakan pemerintah daerah - - - 20% 20% 20% 20% 5% 5% 5% 5% 5% 5% 2,5% 2,5% 2,5% 2,5% 100% Angka sengketa pengusaha pekerja per tahun - - - 10 kasus 10 kasus 10 kasus 10 kasus 10 kasus 10 kasus 10 kasus 10 kasus 10 kasus 10 kasus 100% 100% 100% 100% 100% RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 29
NO Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi SKPD Target SPM Target IKK Target Indikator Lainnya Target Renstra SKPD Tahun ke- Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian pada Tahun ke- Target Renstra 2009 2010 2011 2009 2010 2011 2009 2010 2011 2009 2010 2011 2009 2010 2011 SKPD Tahun ke- (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) 4 TERWUJUDNYA PENGEMBANGAN KAWASAN TRANSMIGRASI Persentase pengukuran lahan yang telah dilakukan pengukuran untuk unit Permukiman Transmigrasi Baru - - - - 75 100 100 100-50 75 100 100 - Belum ada pegukuran lahan transmigrasi baru di tahun 2009 Lokasi permukian transmigrasi baru - - - - - - - 1 - - - - 1 - - - - - RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 30
Berdasarkan Tabel 2.3.1 diatas dapat dilihat bahwasanya dalam Bidang Sosial, hampir semua target dapat dicapai dengan baik dari tahun ke tahun. Hal ini dikarenakan adanya kerjasama yang baik antara pihak Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten itu sendiri, serta kerjasama yang baik pula dari kalangan masyarakat terkait. Sedangkan pada Bidang P3TK (Penempatan, Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja)masih terlihat adanya keterhambatan dalam pencapaian target pada tiap tahunnya. Hal ini dikarenakan masih kurangnya sumber daya manusia yang terlatih untuk melaksanakan tugas selaku pengantar kerja, sehingga yang melaksanakan tugas pengantar kerja hanya dilaksanakan oleh petugas antar kerja. Serta lowongan pekerjaan yang ada di lembaga swasta tidak sesuai dengan keahlian yang dimiliki oleh para pencari kerja sehingga antara pencari kerja dan pemberi kerja sulit dipertemukan. Sedangkan pada Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan masih adanya keterhambatan dalam pencapaian target yang diantaranya dikarenakan masih kurangnya pegawai pada Bidang Pengawas Ketenagakerjaan dan pegawai Mediator. Serta masih kurangnya kendaraan operasional untuk dapat menjangkau perusahaan-perusahaan swasta yang sebagian besar berada pada jalur yang sulit untuk diakses. Sedangkan adanya beberapa keberhasilan pencapaian target pada Bidang P3TK dan Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan dikarenakan adanya kekompakan antara aparatur dari masing-masing bidang. Sehingga mudahnya ditemui kata sepakat dalam melaksanakan tugas. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 31
Untuk Tabel II.3.2 (terlampir), sedangkan dari tabel tersebut dapat dilihat bahwasanya rasio antara realisasi dan anggaran selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun antara belanja langsung dan belanja tidak langsung. Hal ini dikarenakan SKPD selalu melakukan pembenahan dalam hal administrasi keuangan terutama, agar dana yang tersedia dapat dialokasikan dengan baik sesuai dengan perencanaan. Selain itu juga SKPD selalu melakukan pembenahan dalam hal birokrasi kepegawaian dari tahun ke tahun dengan melakukan evaluasi pada akhir tahunnya sehingga selalu ada perubahan dalam hal penempatan posisi kepegawaian. Akan tetapi di tahun 2011 dalam hal belanja langsung mengalami penurunan dikarenakan untuk pembayaran anggaran gaji PNS besar, karena diwacanakan ada penambahan CPNS dan kekosongan posisi jabatan tertentu sehingga realisasinya tidak sesuai dengan anggaran. II.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD Pada bagian ini mengemukakan hasil analisis terhadap pelayanan, perkiraan besaran kebutuhan pelayanan, dan arahan lokasi pengembangan pelayanan yang dibutuhkan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau selama lima tahun mendatang. II.4.1 Tantangan Pengembangan Pelayanan Tantangan yang dihadapi dalam pengembangan pelayanan Dinsosnakertrans, meliputi: 1. Keterbatasan sumber daya manusia sehingga masih kosongnya beberapa jabatan yang ada di dalam struktur organisasi Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau; 2. Banyak peraturan perundangan yang saling tumpang tindih dan terus mengalami perubahan di dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah; 3. Pemekaran wilayah desa, kelurahan dan kecamatan beberapa tahun kedepan akan menambah beban kerja bagi Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau jika tidak diiringi dengan pertambahan jumlah pegawai; RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 32
4. Munculnya dinamika sosial di masyarakat menambah beragam permasalahan sosial di lingkungan masyarakat, sehingga menjadi prioritas tersendiri bagi bidang sosial khususnya dalam mengatasinya; 5. Masih tingginya angka pencari kerja di Kabupaten Lamandau khususnya, membuat bidang Pelatihan dan Produktifitas Tenaga Kerja harus lebih luas lagi dalam membuka jalinan kerjasama pendidikan dan pelatihan calon tenaga kerja serta memberikan informasi lowongan kerja; 6. Terbatasnya lapangan kerja formal yang tersedia, sementara jumlah angkatan kerja terus bertambah. Disisi lain, banyak perusahaan yang di buka namun tidak dapat menyerap tenaga kerja lokal. 7. Beraneka ragamnya suku yang ada di tengah-tengah masyarakat khususnya dalam lingkup kerja, membuat masih tingginya angka perselisihan antar serikat pekerja. Sehingga hal ini membuat bidang Pengawasan Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial harus mencari strategi untuk mengatasinya 8. Tantangan utama dalam pembangunan masyarakat di daerah transmigrasi adalah bagaimana melakukan pembinaan transmigran untuk memanfatkan potensi yang dimiliki baik SDM maupun SDA, pendatang maupun masyarakat setempat untuk dapat meningkatkan keterampilan, potensi kehidupan ekonomi, sosial budaya, dan kondisi lingkungan. 9. Disamping itu pengolahan/pemanfaatan lahan usaha belum optimal, produktivitas lahan masih rendah, kegiatan pengembangan usaha belum diprioritaskan, serta aksesibilitas menuju lokasi sangat terbatas karena kerusakan pada jalan kabupaten dan jalan provinsi, legalitas lahan. 10. Tingginya angka transmigran di Kabupaten Lamandau, pun menjadi prioritas tersendiri untuk dapat mampu meningkatkan kualitas hidup para transmigran tersebut. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 33
II.4.2 Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD Peluang yang dapat diupayakan dan dimanfaatkan untuk pengembangan pelayanan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, meliputi: 1. Penambahan jumlah pegawai yang memiliki kompetensi, keahlian yang ada sehingga Dinsosnakertrans maksimal dalam menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan struktur organisasi yang ada; 2. Peningkatan profesionalisme aparatur Dinsosnakertrans serta melakukan inovasi pelayanan dan Good Governance (transparasi, partisipasi, akuntabilitas) guna memberikan pelayanan prima terhadap publik; 3. Terbitnya Undang-Undang nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial telah memberikan angin segar bagi pelaksanaan pembangunan bidang kesejahteraan sosial karena dalam Undang Undang dimaksud berbagai perkembangan permasalahan sosial dan upaya pemecahannya telah disesuaikan dengan kondisi terkini masyarakat Indonesia. 4. Terjalinnya komunikasi dan koordinasi yang baik antar Dinas Sosial dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten/Kota dan intern Dinas Sosial diharapkan mampu mewujudkan yang lebih integratif. 5. Dukungan infrastruktur PSM, Karang Taruna, Orsos, Relawan Sosial, Tokoh Masyarakat maupun lembaga masyarakat. 6. Adanya kebijakan daerah terhadap pembangunan Kesejahteraan Sosial. 7. Memonitoring sarana dan prasarana sumber daya alam dan wilayah, apa yang menjadi kebutuhan daerah seperti sarana infrastruktur dan non infrastruktur yang lebih maju sehingga segala aspek-aspek ekonomi dan pembangunan dapat berjalan dengan lancar. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 34
BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI III.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi SKPD Pada bagian identifikasi permasalah berdasarkan tugas dan fungsi Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau didasarkan pada hasil Analisis Gambaran Pelayanan SKPD. Bagian ini menguraikan permasalahan-permasalahan pelayanan SKPD beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya, telaah visi, misi dan program Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lamandau 2013-2018, serta telaahan Renstra Dinsosnakertrans Provinsi Kalimantan Tengah. Identifikasi permasalahan Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau berdasarkan tugas dan fungsi pelayanan adalah sebagai berikut : 1. Kurangnya ketersediaan sumber daya aparatur yang berkualitas, disiplin dan berintegritas sehingga di masa mendatang perlu dioptimalkan dengan regenerasi atau penambahan pegawai, pendidikan dan pelatihan, peningkatan disiplin secara merata serta penempatan pegawai berdasarkan kompetensi yang dimiliki sesuai dengan disiplin bidang studi; 2. Permasalahan asset barang yang tumpah tindih dikarenakan pemindahan asset masih belum dilimpahkan pada saat asset menjadi asset tetap Dinsosnakertrans maupun asset yang sudah keluar dari Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau. Diharapkan dengan adanya pelimpahan asset menjadi asset tetap maupun asset keluar, penataan asset barang menjadi tertib administrasi; 3. Permasalahan tingginya angka pencari kerja, diharapkan bidang penempatan, pelatihan, dan produktifitas tenaga kerja mampu meningkatkan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja yang meliputi pendidikan keterampilan bagi pencari kerja agar dapat ditempatkan pada sektor kerja tertentu atau bahkan mampu berwirausaha. 4. masih banyaknya perselisihan antar serikat pekerja, diharapkan dengan adanya bidang pengawasan ketenagkerjaan dan hubungan industrial mampu melakukan Peningkatan RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 35
pengawasan, perlindungan dan penegakan hukum mengenai keselamatan dan kesehatan kerja serta mengatasi perselisihan yang ada melalui sosialisasi peraturan pelaksanaan tentang ketenagakerjaan 5. Beragamnya permasalahan sosial di masyarakat, membuat bidang sosial agar terus meningkatkan pelayanan pada masyarakat melalui pengembangan jaminan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Hal ini juga tidak terlepas dari peran aktif masyarakat. Tahapan selanjutnya dilakukan analisis terhadap identifikasi potensi dan permasalahan strategis serta tindak lanjut terhadap peran Pemerintah Kabupaten Lamandau, baik di lingkungan strategis eksternal pada Tabel III.1.a, maupun di lingkungan strategis internal pada Tabel III.1.b Tabel III.1.a Identifikasi Potensi dan Permasalahan Strategis Serta Tindak Lanjut Terhadap Peran Dinsosnakertrans di Lingkungan Strategis Eksternal di Kabupaten Lamandau Potensi Permasalahan Tindak Lanjut 1. Globalisasi 1.a. Ketatnya tingkat persaingan global menuntut peningkatan kapasitas SDM Dinsosnakertrans; 1.a.i. Mempersiapkan SDM Dinsosnakertrans dengan mengikuti peningkatan kapasitas dan frekuensi keikutsertaan pada pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan Kementerian/Lembaga 2. Desentralisasi 2.a. Tuntutan pemekaran wilayah; 2.a.i. Mempersiapkan sejak dini hal-hal yang terkait dengan permasalahan pemekaran wilayah khususnya wilayah transmigrasi. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 36
3. Koordinasi antar lembaga 3. a. banyaknya permasalahan yang muncul dalam bidang sosnakertrans salah satunya dikarenakan banyaknya kesalahpahaman dalam berkomunikasi 3.a.i. lebih dibuka lagi akses untuk berkomunikasi dengan berbagai pihak terkait dalam berbagai hal agar terjalin kesepakatan dan kesepahaman sehingga dapat memecahkan permasalahan sosnakertrans dengan baik 4. Peraturan Perundangundangan perubahan perundang- 4.a. adanya beberapa undangan mengenai sosnakertrans 5. Lingkungan Hidup 5.b. Belum tersedianya SDM Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau yang berkualifikasi khusus dalam penanganan isu-isu lingkungan hidup. 4.a.i. Menyesuaikan mekanisme dan sistematika penulisan. 5.b.1. Menyiapkan SDM Dinsosnakertrans melalui manajemen kepegawaian yang khusus menangani isu-isu lingkungan hidup. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 37
Tabel III.1.b Identifikasi Potensi dan Permasalahan Strategis Serta Tindak Lanjut Terhadap Peran Dinsosnakertrans di Lingkungan Strategis Internal di Kabupaten Lamandau Potensi Permasalahan Tindak Lanjut 1. Sumber Daya Manusia 1.a. Penempatan SDM belum sesuai dengan kualifikasi pendidikan dan disiplin ilmu yang dimiliki; 1.a.i. Pengembangan manajemen SDM berbasis kompetensi dan penilaian kinerja; 1.b. Belum adanya penilaian kinerja dan kompetensi 1.b.i. Penerapan manajemen berbasis kinerja; SDM secara khusus; 1.c. Longgarnya penegakan disiplin SDM. 1.c.i. Penegakan disiplin secara merata disertai dengan pembinaan SDM. 2. Sarana dan Prasarana 2.a. Tuntutan terhadap pemeliharaan dan pembaharuan sarana prasarana kantor semakin meningkat; 2.b. Penyediaan sarana prasarana belum menyesuaikan dengan kebutuhan kantor. 2.a.i. Peningkatan anggaran pemeliharaan serta pengadaan sarana dan prasarana kantor; 2.b.i. Pemilihan sarana prasarana kantor dengan tepat dan memiliki kualitas serta kuantitas yang memadai. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 38
3. Kewenangan 3.a. Kurang optimalnya pemanfaatan kewenangan Dinsosnakertrans dalam koordinasi antara masyarakat dan pihakpihak terkait dalam lingkup permasalahan sosnakertrans 4. Data dan Informasi 4.a. Data permasalahan sosnakertrans yang belum terorganisasi dengan baik; 4.b. kurang menyeluruhnya informasi mengenai permasalahan sosnakertrans hingga ke pelosok wilayah Kabupaten Lamandau 5. Anggaran 5.a. Keterbatasan anggaran menjadi permasalahan klasik dalam pelaksanaan kegiatan; 5.b. Penentuan kegiatan yang tidak berdampak secara langsung pada masyarakat; 3.a.i. Meningkatkan koordinasi dengan masyarakat dan instansi/pihak terkait 4.a.i. Adanya database dinsosnakertrans dengan memanfaatkan teknologi informasi; 4.b.i. lebih mendalam lagi dalam mencari data dan informasi terkait permasalahan sosnakertrans di masyarakat agar terselenggaranya kesejahteraan sosial masyarakat 5.a.i. Perlunya pemeringkatan prioritas dalam penentuan program dan kegiatan yang direncanakan; 5.b.i. Mengefisiensikan penggunaan anggaran kegiatan dengan hasil RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 39
5.c. Anggaran koordinasi yang tidak terserap secara maksimal. yang efektif; 5.c.i. Memaksimalkan fungsi koordinasi dan konsultasi baik ke provinsi maupun ke pusat. III.2 Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Bagian ini mengemukakan apa saja tugas dan fungsi SKPD yang terkait dengan visi, misi, serta program kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih. Menelaah visi, misi, dan program kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih ditujukan untuk memahami arah pembangunan yang akan dilaksanakan selama kepemimpinan kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dan pendorong pelayanan SKPD yang dapat mempengaruhi pencapaian visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah tersebut. Visi Bupati Lamandau terpilih tahun 2013-2018 adalah: Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat, Terlaksananya Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik, Bebas Dari KKN Yang Dilandasi Keimanan dan Ketaqwaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa Misi Bupati Lamandau terpilih tahun 2013-2018 adalah : 1. Membangun ekonomi kerakyatan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan mengurangi penduduk miskin, angka pengangguran sehingga masyarakat sejahtera; 2. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia agar generasi muda memiliki pengetahuan, keterampilan dan mampu mandiri; 3. Mewujudkan pola hidup masyarakat sehat agar angka harapan hidup meningkat, angka kematian ibu dan bayi menurun; RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 40
4. Menciptakan ketentraman, keamanan dan kenyamanan masyarakat secara keseluruhan yang berada di Kabupaten Lamandau; 5. Membuka keterisolasian daerah pedesaan dan kecamatan agar lancarnya angkutan orang, barang dan jasa; 6. Meningkatkan martabat masyarakat Kabupaten Lamandau melalui keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan olahraga, adat dan budaya; 7. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bebas dari KKN agar pemerintahan menjadi kuat, berwibawa, demokratis dan serta melayani; 8. Menumbuhkan kembangkan kehidupan beragama agar mempunyai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa; 9. Menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu kekuatan ekonomi kerakyatan; 10. Mewujudkan kelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan. Telaahan terhadap visi, misi dan program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah memberikan gambaran peran serta dan keterlibatan langsung Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau. Hal ini ditunjukkan melalui: a. Pernyataan misi ke 1: Pada misi ini terlihat jelas peran serta Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau dalam memberikan pelayanan sebagai fasilitasi kehidupan masyarakat yang kurang mampu sehingga menurunnya angka kemiskinan, terbukanya lahan pekerjaan bagi pencari kerja atau bahkan mampu berwirausaha mandiri sehingga menurunnya tingkat pengangguran terbuka di masyarakat. b. Pernyataan misi ke-4: Pada misi ini terlihat peran serta Dinsosnakertrans dalam Meningkatkan pembinaan kepada PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial). c. Pernyataan misi ke 7: Pada misi ini terlihat peran serta Dinsosnakertrans dalam meningkatkan tata kelola pemerintahan yang semakin transparan, responsif dan akuntabel. Serta meningkatkan kapasitas kelembagaan untuk menciptakan kepuasan masyarakat atas layanan publik. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 41
III.3 Berdasarkan telaahan dari visi, misi dan program Bupati dan Wakil Bupati yang telah disusun dalam dokumen RPJMD Kabupaten Lamandau 2013-2018, Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau secara langsung mendukung keberhasilan Bupati dan Wakil Bupati yaitu pada misi ke-1, ke-4, dan ke-7 yang selaras dengan peran DINSOSNAKERTRANS itu sendiri yaitu menurunnya tingkat pengangguran terbuka di masyarakat, meningkatkan pembinaan kepada PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial), dan penangggulangan bencana, serta meningkatnya kualitas sumberdaya aparatur pemerintah sehingga terwujudnya pelayanan prima. Telaahan Renstra Dinsosnakertrans Provinsi Kalimantan Tengah Hasil telaahan terhadap Renstra Dinsosnakertrans Provinsi Kalimantan Tengah 2010-2015, yang bertujuan untuk mengemukakan apa saja faktor-faktor penghambat ataupun faktor-faktor pendorong dari pelayanan SKPD yang mempengaruhi permasalahan pelayanan SKPD ditinjau dari sasaran jangka menengah Renstra Dinsosnakertrans Provinsi Kalimantan Tengah. Tujuan lainnya untuk mengidentifikasi potensi, peluang dan tantangan pelayanan sebagai masukkan penting dalam perumusan isu-isu strategis serta mencegah tumpang tindih program dan kegiatan antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dengan Pemerintah Kabupaten Lamandau. III.3.1 Telaahan Renstra Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah Dengan memperhatikan dokumen Rencana Strategis Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah 2010-2015, berikut ini Visi Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah 2010-2015 adalah : TerwujudnyaKesejahteraan Sosial Masyarakat Kalimantan Tengah yang Adil dan Bermartabat Sedangkan Misi Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah 2010-2015 : a. Mewujudkan kemitraan yang sistematis antar pemerintah daerah dan masyarakat serta penguatan partisipasi kelompok- kelompok masyarakat bagi pencegahan dan peningkatan kecepatan penanggulangan masalah sosial kemasyarakatan yang berkesinambungan. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 42
b. Mewujudkan penanggulangan masalah sosial yang dapat direspon secara cepat dan tepat. Berdasarkan visi dan misi Renstra Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah 2010-2015, maka Dinas Sosial Kabupaten Lamandau harus memperhatikan beberapa hal yang akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan pelayanan SKPD dalam 5 (lima) tahun kedepan : 1. Selalu melaksanakan fungsi konsultasi dan koordinasi ke pemerintah provinsi dan pemerintah pusat di dalam pelaksanaan kegiatan, yang berkaitan dengan pelayanan sosial masyarakat, demi terciptanya kesejahteraan sosial yang merata di wilayah Kabupaten Lamandau khususnya; 2. Lebih mengoptimalkan fungsi pendataan atas berbagai permasalahan sosial dengan melibatkan berbagai pihak yang terkait sehingga dapat dilaksanakan dengan cepat dan tepat dalam penanggulangan berbagai bentuk permasalahan sosial. Beberapa hal tersebut di atas menjadi masukan di dalam menentukan visi dan misi Dinas Sosial Kabupaten Lamandau 2013-2018. III.3.2 Telaahan Renstra Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah Dengan memperhatikan dokumen Rencana Strategis Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah 2010-2015, berikut ini Visi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah 2010-2015 adalah : Terwujudnya Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja dan Masyarakat Transmigrasi yang Mandiri Sedangkan Misi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah 2010-2015 : a. Mewujudkan pembangunan ketenagakerjaan melalui perluasan lapangan kerja, penempatan tenaga kerja dan peningkatan kesempatan kerja; b. Meningkatkan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja; c. Meningkatkan pembinaan hubungan industrial dan jaminan social tenaga kerja; RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 43
d. Meningkatkan pengawasan ketenagakerjaan; e. Meningkatkan kualitas SDM transmigran dan penyebaran perpindahan penduduk yang seimbang antar kabupaten/kota dan Kerjasama antar daerah; f. Mengembangkan kapasitas masyarakat dan kawasan transmigrasi yang berkelanjutan. g. Mengembangkan desa transmigrasi produktif menuju desa maju, mandiri dan produktif. Berdasarkan visi dan misi Renstra Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah 2010-2015, maka Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau harus memperhatikan beberapa hal yang akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan pelayanan SKPD dalam 5 (lima) tahun kedepan : a. Selalu melaksanakan mengedepankan kualitas calon tenaga kerja khususnya agar dapat menghasilkan kinerja yang berkualitas di lingkup kerjanya; b. Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak perusahaan guna memperoleh informasi penempatan calon tenaga kerja, sekaligus melakukan pengawasan di bidang ketenagakerjaan agar tenaga kerja memperoleh haknya; c. Lebih mengoptimalkan fungsi pendataan para transmigran pendatang, agar dapat merata penyebarannya dan melakukan lebih banyak lagi pendidikan dan pelatihan guna peningkatan kualitas transmigran; d. Selalu melaksanakan evaluasi mengenai peningkatan kualitas hidup para transmigran menuju kesejahteraan para transmigran dan perkembangan desa transmigrasi. Beberapa hal tersebut di atas menjadi masukan di dalam menentuka visi dan misi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau 2013-2018. III.4 Telaahan Renstra Kementerian Sosial dan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi 3.4.1 Telaahan Renstra Kementerian Sosial Untuk melaksanakan pembangunan kesejahteraan sosial di Indonesia Kementerian Sosial telah menyusun Renstra Tahun 2010 2014 dengan program dan kegiatan. Telaahan mengenai Renstra Kementerian Sosial sebagai berikut : RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 44
1. Program pemberdayaan sosial dengan kegiatan meliputi : - Penanggulangan kemiskinan. Pemberdayaan Sosial merupakan salah satu dari empat intervensi kesejahteraan sosial yang diarahkan untuk mewujudkan warga negara yang mengalami masalah kesejahteraan sosial dan tidak berdaya agar mereka mampu memenuhi kebutuhan dasarnya sebagaimana diamanatkan oleh Undang Undang No. 11 Tahun 2009 Tentang Kesejahteraan Sosial. Pengertian mengenai pemberdayaan sosial harus dimaknai secara arif, di mana tujuan pemenuhan kebutuhan dasar itu adalah tujuan awal agar untuk selanjutnya secara bertahap kehidupan sosial yang lebih baik dan berkualitas serta kemandirian dapat dicapai. Pemberdayaan sosial juga diarahkan agar seluruh sumber dan potensi kesejahteraan sosial yang ada pada masyarakat secara individu, keluarga, kelompok atau komunitas dapat digali dan akhirnya menjadi sumber kesejahteraan sosial yang dapat didayagunakan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan. Lingkup sasaran pemberdayaan sosial adalah Keluarga terutama Fakir Miskin dan Komunitas Adat Terpencil. Pemberdayaan sosial juga diarahkan untuk menggali nilai-nilai dasar kesejahteraan sosial dan Kelembagaan Sosial Masyarakat. Melihat luas cakupan tugas serta kinerja yang harus dicapai, perlu dicermati lebih mendalam hal-hal yang berkaitan dengan kondisi aktual permasalahan utama, capaian, proyeksi ke depan, modal dasar, tantangan dan peluang agar dapat dirumuskan suatu rencana strategis yang tepat. - Pemberdayaan komunitas adat terpencil. Komunitas adat terpencil (KAT) pada umumnya merupakan kelompok masyarakat yang termarginalisasi dan belum terpenuhi hak-haknya, baik dari segi ekonomi, politik, sosial, maupun budaya. Marginalisasi terhadap KAT muncul sebagai akibat dari lemahnya posisi tawar (bargaining position) mereka dalam menghadapi persoalan yang dihadapinya. KAT sering kali RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 45
menjadi korban dari konflik kepentingan ekonomi wilayah. Eksploitasi sumber daya alam oleh pendatang (kekuatan ekonomi yang besar) di wilayah pedalaman menjadikan hak-hak ulayat masyarakat atas tanah mereka hilang. Terjadi pula, lunturnya sistem budaya kearifan lokal, serta rusaknya lingkungan tempat mereka hidup. Selain itu, rendahnya aksesibilitas ke wilayah tempat tinggal KAT menyebabkan sulitnya KAT setempat menjangkau fasilitas layanan publik yang disediakan pemerintah. Berbagai kondisi tersebut menyebabkan ketidakberdayaan dan rendahnya kualitas hidup KAT. Komponen kegiatan pemberdayaan komunitas adat terpencil, meliputi: (1) Persiapan pemberdayaan melalui kegiatan pemetaan sosial. (2) Penjajakan awal, studi kelayakan, dan pemantapan kesiapan masyarakat. (3) Pelaksanaan pemberdayaan (tahun I, II, dan III) baik secara insitu maupun eksitu. Stimulus pengembangan masyarakat (insitu) bagi KAT yang sudah bertempat tinggal menetap dan memiliki mata pencaharian. (4) Pemantapan kelompok kerja (pokja) dan forum konsultasi pemberdayaan KAT. (5) Penempatan petugas lapangan (pendamping sosial). (6) Pengembangan sumber daya manusia (SDM), baik pengelola, pendamping sosial, maupun warga dampingan sosial. (7) Perlindungan dan advokasi sosial KAT. (8) Pemantapan peraturan perundang-undangan berkaitan dengan pemberdayaan KAT. (9) Pengembangan manajemen sistem informasi KAT. (10) Monitoring dan evaluasi. - Pemberdayaan keluarga. masalah sosial, psikologis, dan wanita rawan sosial ekonomi masuk ke dalam golongan/kelompok fakir miskin adalah memfasilitasi mereka dalam kegiatan yang bersifat bimbingan sosial dan pemberdayaan, baik RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 46
dilakukan dalam mekanisme kelompok maupun perseorangan. Selanjutnya, mengembangkan peran dan fungsi kelembagaan formal sebagai pusat informasi dan pelayanan konsultasi kepada individu, keluarga, kelompok, masyarakat ataupun organisasi sehingga mendapatkan pelayanan tepat sasaran. - Pemberdayaan kelembagaan sosial masyarakat. Di bidang pengembangan potensi dan sumber kesejahteraan sosial (PSKS), selama lima tahun terakhir Kementerian Sosial melalui Direktorat Pemberdayaan Kelembagaan Sosial Masyarakat telah melakukan upaya pemberdayaan kelembagaan sosial masyarakat yang merupakan infrastruktur pembangunan kesejahteraan sosial seperti karang taruna (KT), pekerja sosial masyarakat (PSM), organisasi sosial (orsos), dunia usaha, dan kelompok-kelompok sosial masyarakat diantaranya wahana kesejahteraan sosial berbasis masyarakat (kelompok arisan, pengajian, usaha kecil, paguyuban suku/etnis dan kampung asal) dalam bentuk pelatihan manajemen pengelolaan dan pengembangan Usaha Ekonomi Produktif (UEP). - Pelestarian nilai kepahlawanan, keperintisan dan kesetiakawanan sosial. Pengembangan dan potensi sumber kesejahteraan sosial tidak hanya infrastruktur kesejahteraan sosial yang menjadi mitra dalam penanganan masalah sosial semata, tetapi juga terhadap nilai-nilai kepahlawanan, keperintisan, dan kesetiakawanan sosial melalui pemberian bantuan dan santunan sosial kepada warakawuri pahlawan Selain itu, kepada mereka diberikan pula bantuan kesehatan dan bantuan perbaikan rumah untuk warakawuri pahlawan, perintis kemerdekaan, dan janda perintis kemerdekaan. Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah kecenderungan semakin melemahnya pemahaman dan penghayatan nilai K2KS, menurunnya kondisi sosial ekonomi dan kesejahteraan para perintis kemerdekaan/ janda RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 47
perintis kemerdekaan, dan pejuang serta kondisi taman makam pahlawan, makam pahlawan nasional sebagian besar kurang terawat. Upaya penanganan diarahkan untuk tetap terpeliharanya nilai keteladanan dan jiwa kejuangan bagi kalangan generasi muda. Komponen kegiatan keperintisan, kepahlawanan, dan kesejahteraan sosial meliputi: (1) Penelusuran riwayat/sejarah perjuangan calon penerima penghargaan. (2) Pemberian tanda kehormatan/jasa dan penghargaan tingkat nasional. (3) Pengenalan, penanaman dan penghayatan nilai K2KS (ziarah wisata, sarasehan kepahlawanan, dan napak tilas). (4) Bantuan perbaikan rumah keluarga pahlawan, perintiskemerdekaan/ janda perintis kemerdekaan. (5) Bimbingan pelestarian K2KS kepada guru, tokoh masyarakat/agama/pers. (6) Pemugaran dan pemeliharaan TMP/MPN/MPK. 2. Program rehabilitasi sosial - Pelayanan rehabilitasi kesejahteraan sosial anak. Pelayanan rehabilitasi kesejahteraan sosial anak berupa penyelenggaraan penyantunan,perawatan, perlindungan, pengentasan anak di luar pengasuhan orang tua dan pengangkatan anak dengan sasaran anak balita terlantar,anak terlantar, anak tanpa pengasuhan orang tua, anak jalanan, anak yang berada dalam asuhan panti sosial. Sedangkan anak yang membutuhkan perlindungan khusus yang ditangani melalui RPSA di 15 lokasi dan 20 Lembaga Perlindungan Anak (LPA).. Selain sasaran yang dikemukakan tersebut ada sasaran lain yang perlu mendapatkan perhatian terkait dengan permasalahan kesejahteraan sosial anak, seperti kasus penculikan anak, kasus perdagangan anak, anak terpapar asap rokok, anak korban peredaran narkoba, anak yang tidak dapat mengakses sarana pendidikan, anak dengan HIV/AIDS, anak yang belum tersentuh layanan kesehatan, dan anak yang tidak punya akte kelahiran. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 48
Adapun strategi pelayanan sosial anak yang saat ini dikembangkan adalah sebagai berikut, (1) Sosialisasi dan promosi hak-hak anak: upaya ini diarahkan untuk meningkatkan kesadaran keluarga dan masyarakat akan hak-hak anak sehingga anak merasa aman dan terlindungi serta terpenuhinya kebutuhan sosial dasar anak. (2) Penguatan keluarga dan pemberdayaan masyarakat: adalah upaya yang diarahkan pada peningkatan peran dan fungsi keluarga dan masyarakat dalam memberikan perlindungan dan rasa aman pada anak. Dengan demikian anak akan tumbuh kembang secara wajar dalam lingkungan yang melindungi. (3) Fasilitasi dan peningkatan kapasitas kelembagaan: adalah upaya yang diarahkan untuk meningkat peran dan fungsi lembaga sebagai institusi penganti keluarga sedarah (keluarga inti). Melalui peningkatan ini diharapkan kelembagaan sosial pelayanan anak dapat berperan secara optimal dalam memberikan perlindungan dan rasa aman serta memperhatikan hak-hak anak. (4) Penguatan dan pengembangan kerja sama serta kemitraan strategis adalah upaya yang diarahkan untuk meningkat sinergisitas penyelenggaraan kesejahteraan sosial anak. Dengan demikian dapat dikembangkan program dan kegiatan yang utuh, menyeluruh dan berkelanjutan. (5) Pengembangan model pelayanan sosial anak berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi: adalah upaya mencari solusi dengan menggunakan kerangka kajian dan analisis konsep dan teori untuk mengenali penyelenggaraan kesejahteraan sosial yang memenuhi rasa aman dan hak-hak anak. (6) Peningkatan kualitas manajemen dan sistem informasi pelayanan sosial anak adalah upaya yang lebih bersifat sistem pendukung untuk RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 49
memberikan informasi dan pelayanan sosial anak dalam kerangka penyelenggaraan yang profesional, transparan, dan bertanggung jawab serta didasari oleh pemahaman hak-hak anak sebagai bagian dari solusi rehabilitasi dan perlindungan sosial anak. - Pelayanan rehabilitasi kesejahteraan sosial lanjut usia. Kebijakan sosial lebih diarahkan kepada pelayanan kesejahteraan sosial basis keluarga dan komunitas atau masyarakat di samping tetap memperhatikan kenyataan di lapangan bahwa banyak sekali lanjut usia telantar sekalipun mereka masih memiliki keluarga sehingga panti sosial dengan pelayanan gratisnya masih menjadi pilihan bagi mereka. Arah kebijakan ini ditempuh untuk mewujudkan sistem perlindungan dan jaminan sosial dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial lanjut usia, dengan memberikan kesempatan yang luas untuk terus beraktivitas dan bekerja selama mungkin sehingga aktualitas dirinya di dalam keluarga dan masyarakat lebih terjamin. - Pelayanan rehabilitasi kesejahteraan sosial penyandang cacat. Jenis kecacatan yang ditangani Direktorat Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Penyandang Cacat Direktorat Jenderal Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial yaitu tunanetra, cacat mental, cacat tubuh, tunagrahita, tunalaras, tunarungu wicara, dan penyakit kronis. Program dan kegiatan pelayanan dan rehabilitasi sosial penyandang cacat tersebut dilaksanakan melalui tiga sistem: (1) Institutional-based yang mencakup program reguler, multilayanan, dan multitarget group melalui day care dan subsidi silang, dan program khusus yang meliputi outreach (penjangkauan), Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK), dan bantuan ahli kepada organisasi sosial dan rehabilitasi sosial berbasis masyarakat, RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 50
(2) Noninstitutional-based yang mencakup pelayanan pendampingan dengan pendekatan family-based dan community-based yang menyelenggarakan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM), (3) Pelayanan sosial lainnya mencakup Loka Bina Karya, Praktek Belajar Kerja (PBK), Usaha Ekonomi Produktif/Kelompok Usaha Bersama (UEP/KUBE). Setiap tahunnya terdapat kecenderungan meningkatnya penyandang cacat dari tahun ke tahun. Sementara itu, program pemberian bantuan dana Jaminan sosial bagi Penyandang Cacat Berat baru dapat menjangkau jumlah yang sangat terbatas. Hal ini disebabkan keterbatasan anggaran pemerintah, dan sistem pendataan dalam rangka verifikasi. Dalam konteks ini diperlukan adanya dana pendampingan dari pemerintah daerah untuk menjamin keberlangsungan program dan untuk meningkatkan jumlah penyandang cacat berat yang dapat menerima program tersebut. - Pelayanan rehabilitasi kesejahteraan sosial penyandang tuna sosial. Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Tunasosial dilakukan melalui kegiatan bimbingan sosial dan keterampilan serta bantuan usaha ekonomi produktif. Upaya lain yang dilakukan dalam kerangka pelayanan sosial bagi tunasosial adalah melalui kegiatan bimbingan sosial, bimbingan keterampilan dan pemberian bantuan Usaha Ekonomis Produktif (UEP) dalam rangka pembinaan lanjut yang diarahkan pada pemberdayaan tuna susila (wanita dan waria tunasusila), gelandangan dan pengemis serta bekas warga binaan pemasyarakatan. Pembentukan jaringan kerja sangat membantu untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dan penyandang tunasosial, khususnya untuk kasus ODHA dan tunasusila. Kedua kasus ini cukup signifikan karena berdampak ganda terhadap keluarga dan lingkungan sekitar. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 51
- Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Napza Kebijakan pelayanan dan rehabilitasi sosial korban penyalahgunaan napza (narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya) dilakukan oleh Direktorat Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Napza Direktorat Jenderal Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial melalui rehabilitasi sosial terpadu atau pemulihan terpadu. Rehabilitasi sosial terpadu ini mencakup aspek psikososial dan spiritual, dan vokasional Di dalam upaya merehabilitasi sosial, dilaksanakan juga upaya peningkatan dan perluasan jangkauan pelayanan dan rehabilitasi sosial korban napza, terutama pencegahan dan/atau rehabilitasi sosial berbasis masyarakat, peningkatan koordinasi intra- dan inter-instansi pemerintah terkait dan partisipasi masyarakat, mengembangkan dan memantapkan peran serta masyarakat/lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam kegiatan pencegahan, pelayanan dan rehabilitasi sosial korban napza, pengembangan dan peningkatan prasarana dan sarana pelayanan rehabilitasi sosial bagi korban napza baik secara fisik maupun sumber daya manusia.di samping itu, ada upaya peningkatan profesionalisme pelayanan sosial melalui pengembangan dan penyediaan sistem informasi tentang permasalahan sosial penyalahgunaan napza, dan kegiatan pelayanan serta rehabilitasi sosial korban penyalahgunaan napza yang mencakup kegiatan pencegahan, rehabilitasi sosial, pengembangan dan pembinaan lanjut, serta kegiatan kelembagaan, perlindungan, dan advokasi sosial. Penyalahgunaan Napza adalah permasalahan kesejahteraan sosial yang memiliki kecenderungan meningkat. Penambahan jumlah kasus penyalahguna Napza bersumber pada dua arus. Pertama, penambahan yang berasal dari pengguna yang baru. Kedua, penambahan dari mereka yang telah pulih setelah melaksanakan kegiatan rehabilitasi kambuh kembali menggunakan Napza (relapse). Kompleksitas masalahnya sering kali dipengaruhi oleh perubahan pola dan gaya hidup korban. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 52
Untuk mengetahui capaian program dan kegiatan pelayanan dan rehabilitasi sosial korban penyalahgunaan Napza mulai dari pencegahan, pelayanan dan rehabilitasi sosial, pembinaan lanjut, pelembagaan, perlindungan dan advokasi sosial tentang masalah korban penyalahgunaan Napza dapat dilihat dalam uraian berikut. (1) Tersedianya buku-buku, pedoman/acuan/panduan tentang penanggulangan penyalahgunaan Napza, termasuk pedoman yang berbasis institusi ataupun rehabilitasi berbasis masyarakat. (2) Terlatihnya sumber daya manusia (SDM) sebagai petugas/tenaga pencegahan penyalahgunaan Napza di seluruh Indonesia. (3) Meningkatnya profesionalisme petugas dan lembaga di bidang manajemen dan teknis pelayanan. (4) Meningkatnya persentase korban penyalahgunaan Napza yangtelah mendapat pelayanan rehabilitasi sosial dan menurunnya angka kekambuhan. (5) Meningkatnya kesadaran dan peran serta masyarakat dalam menanggulangi penyalahgunaan Napza. (6) Tersedianya database eks korban Napza, lembaga dan SDM petugas/pekerja sosial di bidang penanggulangan Napza. (7) Tersedianya informasi, media, dan sarana dalam kegiatan pencegahan dan rehabilitasi sosial penyalah guna Napza sehingga mudah untuk diakses masyarakat. (8) Meningkatnya jumlah Orsos/LSM/dunia usaha/ masyarakat yang ikut terlibat dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan Napza, termasuk dalam pembinaan lanjut (baik dari dalam maupun luar negeri). (9) Terbentuknya jaringan kerja antarlembaga rehabilitasi sosial korban penyalahgunaan Napza. (10) Meningkatnya aktivitas sosial ekonomi eks korban Napza. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 53
(11) Tersedianya perangkat perundang-undangan yang mendukung pemulihan korban penyalahgunaan Napza. (12) Adanya forum perlindungan dan advokasi sosial pada tingkat nasional, provinsi, kota dan kabupaten. 3. Program perlindungan dan jaminan sosial - Bantuan sosial korban bencana alam. Indonesia memiliki tingkat intensitas dan frekuensi bencana yang tinggi di hampir seluruh wilayah karena letak geografis dan geologis dan banyaknya vulkanis. Bencana alam seperti gempa bumi, gelombang tsunami, letusan gunung api, banjir, tanah longsor, angin puting beliung, musim kemarau yang panjang. Musim kemarau dan musim hujan dengan intensitas tinggi dan panjang mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor. Setiap tahun berbagai jenis bencana alam seperti itu selalu terjadi dan mengakibatkan korban jiwa dan kerugian harta benda dalam jumlah tidak sedikit. Penentuan target pemenuhan kebutuhan dasar bagi korban bencana alam setiap tahunnya mengalami kecenderungan meningkat dan melampaui target yang ditentukan. Hal ini terkait dengan kejadian bencana alam yang tidak dapat diprediksi sehingga penyiagaan bagi keadaan darurat misalnya menjadi sangat penting. Oleh karena itu untuk menghindari kondisi yang lebih sulit, Kementerian Sosial telah menyediakan gudang/baffer stock di setiap provinsi untuk mengantisipasi kejadian dan keadaan darurat tersebut. Untuk membangun sistem dan mekanisme penanggulangan bencana secara terpadu di pusat dan di daerah dilakukan melalui kegiatan: a. Kesiapsiagaan, merupakan upaya untuk meminimalisasi jumlah korban bencana dan kerusakan sarana prasarana akibat bencana. Upaya ini dilaksanakan dalam bentuk penyediaan berupa bantuan darurat, peralatan evakuasi, dan mobilisasi kendaraan siaga bencana, penyiapan masyarakat untuk memahami risiko bencana melalui penyuluhan sosial, latihan, simulasi, dan gladi lapangan penanggulangan bencana; RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 54
b. Tanggap darurat, merupakan upaya dalam rangka percepatan penanganan korban bencana dan mencegah terjadinya permasalahan sosial baru akibat bencana. Upaya ini dilakukan dalam bentuk aktivasi sistem penanggulangan bencana melalui upaya penyelamatan, pemenuhan kebutuhan dasar, dan bantuan terapi psikososial, serta pelibatan personel terlatih dalam penanggulangan bencana (Taruna Siaga Bencana/Tagana); c. Pasca bencana, merupakan upaya yang dilaksanakan dalam rangka penguatan kondisi fisik dan psikososial korban bencana. Upaya ini dilaksanakan dalam bentuk rehabilitasi sosial secara fisik ataupun nonfisik melalui bantuan stimulan bahan bangunan rumah (BBR), santunan sosial (bantuan biaya bagi korban meninggal), dan bantuan sosial dalam rangka penguatan kondisi psikososial korban; d. Penanggulangan bencana berbasis masyarakat dengan personel terlatih yang dinamakan Taruna Siaga Bencana (Tagana). - Bantuan sosial korban bencana sosial. Penanganan masalah kebencanaan sosial masih terus dilakukan pada saat ini yakni melalui penuntasan pengungsi akibat konflik sosial, kebakaran, orang telantar di luar negeri, pelintas batas, pencemaran limbah, ledakan bom dan kejadian luar biasa yang dinyatakan pemerintah sebagai bentuk bencana sosial. Bencana sosial yang melanda tanah air dalam beberapa tahun terakhir telah menyadarkan kita tentang dampak sosial yang ditimbulkannya baik fisik maupun nonfisik, dan terganggunya ketertiban dan tatanan sosial dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sementara itu, Indonesia juga dihadapkan pada fenomena sosial baru dengan munculnya dampak sosial akibat pencemaran lingkungan oleh limbah industri, kebakaran hutan, dan berbagai kejadian luar biasa yang telah menjadi kenyataan sosial, antara lain, peristiwa busung lapar, endemi flu burung, RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 55
penataan lingkungan permukiman kumuh dan lain-lain yang berdampak luas dalam kehidupan masyarakat dan memerlukan penanganan secara khusus. Penangana bencana sosial dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu penanganan: (1) Prabencana Merupakan upaya untuk meminimalisasi jumlah korban bencana dan kerusakan sarana prasarana akibat bencana. Tahapan ini dilaksanakan dalam rangka mencegah terjadinya bencana sosial dan atau mencegah muncul kembali bencana sosial yang pernah ada, yang dilaksanakan dalam bentuk kegiatan: a) Keserasian Sosial dengan target penuntasan masalah kesejahteraan sosial di hulu b) Penggalian kearifan lokal melalui forum-forum saresehandengan tokoh masyarakat lokal. c) Penanganan implementasi MoU antara Pemerintah RI dan GAM dari tahun 2005 hingga tahun 2009 melalui kegiatan Reintegrasi Aceh. (2) Tanggap Darurat Merupakan upaya dalam rangka percepatan penanganan korban bencana dan mencegah terjadinya permasalahan sosial baru akibat bencana.sosial melalui bantuan dalam bentuk bantuan bahan bangunan rumah (BBR) dan pembangunan rumah bagi korban konflik yang berada di tempat pengungsian (3) Pasca Bencana Merupakan upaya yang dilaksanakan dalam rangka penguatan kondisi fisik dan psikososial korban bencana. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk rehabilitasi sosial bagi korban bencana sosial akibat konflik. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 56
- Bantuan tunai bersyarat. Kegiatan yang dikembangkan dalam rangka percepatan penanggulangan kemiskinan sekaligus sebagai sarana untuk pengembangan sistem jaminan sosial bagi masyarakat sangat miskin dilakukan melalui Program Keluarga Harapan (PKH). Program ini di negara-negara lain dikenal dengan Conditional Cash Transfers (CCT). Program nasional di bidang penanggulangan kemiskinan dari perspektif kesejahteraan sosial ini adalah bantuan sosial tunai bersyarat bagi rumah tangga sangat miskin (RTSM) dengan katagori memiliki ibu hamil, ibu menyusui, mempunyai balita, mempunyai anak usia sekolah SD dan SMP. Bentuk bantuan yang diberikan berupa biaya transpor anak ke sekolah dan biaya transpor mengunjungi pusat pelayanan kesehatan. Tujuan PKH secara umum adalah untuk meningkatkan jangkauan atau aksesibilitas RTSM terhadap layanan publik, khususnya pendidikan dan kesehatan. Pemberian bantuan uang tunai untuk jangka pendek diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran RTSM. Sedangkan jangka panjang diharapkan dapat terjadi perubahan perilaku yang pada akhirnya dapat memutus mata rantai kemiskinan RTSM tersebut. 4. Program asuransi kesejahteraan sosial. Kemiskinan bukan saja masalah yang dihadapi bangsa Indonesia Kemiskinan sudah menjadi isu global dan menjadi agenda bersama bangsa-bangsa di dunia untuk menanggulanginya. Oleh karena itu, program penanggulangan kemiskinan harus dilaksanakan secara bersama-sama dan bersinergi. Semua pihak dapat terlibat aktif dalam penanganannya. Program terobosan itu antara lain melalui percepatan penanggulangan kemiskinan sekaligus sebagai sarana untuk mengembangkan sistem jaminan sosial bagi masyarakat sangat miskin. Jaminan kesejahteraan sosial dikembangkan Kementerian Sosial dan dilaksanakan oleh Direktorat Jaminan Kesejahteraan Sosial berupa Asuransi Kesejahteraan Sosial (Askesos). Askesos dimaksudkan sebagai program pengganti pendapatan, RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 57
pemeliharaan dan peningkatan pendapatan di mana peserta Askesos dapat melakukan proteksi sosial secara mandiri. 5. Program perlindungan bagi korban kekerasan dan pekerja migran. Ketersediaan lapangan pekerjaan yang terbatas di dalam negeri memicu banyaknya penduduk usia kerja yang menganggur mencari peluang kerja di luar negeri. Namun sering kali niat kuat ini tidak diiringi dengan penguasaan pengetahuan dan keterampilan yang memadai tentang berbagai hal yang perlu disiapkan dalam pengurusan perizinan ke luar negeri dan keterampilan kerja yang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh negara penerima. Berbagai permasalahan kesejahteraan sosial muncul ketika pekerjamigran berada di luar negeri seperti korban tindak kekerasan (KTK), korban perdagangan manusia (human trafficking), pelecehan seksual dan eksploitasi tenaga kerja. Pekerja migran yang menjadi korban tindak kekerasan menjadi permasalahan kesejahteraan sosial yang mengemuka karena para korban selain bermasalah mengenai keimigrasian tetapi juga menjadi korban tindak kekerasan. Isu tindak kekerasan tidak hanya dialami oleh pekerja migran. Dewasa ini kasuskasus korban tindak kekerasan banyak ditemukan di lingkungan terdekat, seperti kasus kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh pasangannya atau oleh orangtua terhadap anaknya. Yang lebih luas lagi adalah kasus kekerasan yang terjadi karena konflik sosial. Korban tindak kekerasan dan pekerja migran bermasalah yang teridentifikasi diberikan bantuan UEP dan mendapat pendampingan dari pekerja sosial masyarakat sebagai pendamping. Bantuan sosial bagi pekerja migran bermasalah dilaksanakan melalui bantuan makanan dan pemulangan ke daerah asal melalui kerjasama dengan PT DAMRI dan PT Pelni. Pekerja migran yang telah dipulangkan ke daerah asal direkomendasikan melalui Dinas Sosial setempat untuk mendapat bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP). RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 58
6. Program penyelenggaraan undian. Peningkatan partisipasi dunia usaha, khususnya penyelenggara Undian Gratis Berhadiah (UGB) dan Pengumpulan Uang dan Barang (PUB) ditandai dengan meningkatnya pengajuan permohonan izin penyelenggaraan UGB dan PUB sebanyak 30 persen setiap tahunnya. Hal ini mencerminkan adanya rasa tanggung jawab dan kepedulian sosial yang besar dari kalangan dunia usaha terhadap masalah kesejahteraan sosial. 7. Program pendidikan, pelatihan, pemeliharaan dan pengembangan kesejahteraan sosial. Kegiatan penelitian dan pengembangan kesejahteraan sosial yang dikembangkan Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial (Puslitbang Kesos) yang diarahkan pada pemenuhan kebutuhan, arah kebijakan, dan program pembangunan kesejahteraan sosial, serta kegiatan-kegiatan yang telah diluncurkan kementerian. Bahkan telah dikembangkan suatu penelitian untuk kebutuhan unit teknis kementerian (by research programme) seperti yang telah diimplementasikan pada kegiatan pola konsentrasi di wilayah perbatasan antar-negara dan daerah terpencil (Kepulauan Miangas, Kepulauan Marore dan Kabupaten Sukabumi). Kegiatannya langsung memberikan intervensi kepada masyarakat sasaran, terutamakearifan lokal dan institusi-institusi lokal untuk mendukung program penguatan desa yang berketahanan sosial. 8. Program pengembangan sistem perlindungan sosial. Mengembangkan sistem perlindungan sosial yang bisa membantu memecahkan permasalahan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dari paparan RENSTRA Kementerian Sosial dapat membuktikan bahwa pemerintah menyadari pentingnya pembangunan di bidang kesejahteraan sosial untuk mengupayakan agar berbagai masalah sosial seperti kemiskinan. ketelantaran, kecacatan, ketunaansosial, penyimpangan perilaku, ketertinggalan/ keterpencilan, serta korban bencana dan akibat tindak kekerasan dapat ditangani secara terencana, terpadu, dan berkesinambungan. Hal ini merupakan wujud komitmen pemerintah RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 59
untuk meningkatkan harkat dan martabat sebagian warga masyarakat yang menyandang permasalahan sosial. Perkembangan pembangunan kesejahteraan sosial saat ini diwarnai oleh adanya perubahan paradigma pembangunan nasional, yang bergeser dari sentralistik ke arah desentralistik. Hal ini merupakan penjabaran dari kebijakan pemerintah untuk memberikan peran dan posisi yang lebih besar kepada masyarakat sebagai pelaku dan pelaksana utama pembangunan. III.4.2 Telaahan RENSTRA Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Arah kebijakan dan strategi Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi tahun 2010-2014 disusun untuk mendukung pencapaian tujuan Pembangunan Nasional dan Kontrak Kinerja yang telah ditetapkan. Arah kebijakan akan dilaksanakan melalui berbagai program prioritas yang terdiri dari prioritas nasional, prioritas bidang dan prioritas Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Kontrak Kinerja Menteri melalui 6 program teknis dan 3 program pendukung. A. Bidang Tenaga Kerja Pembangunan ketenagakerjaan tahun 2010-2014 diarahkan untuk: (1) Mendorong terciptanya kesempatan kerja yang baik (decent work), yaitu lapangan kerja produktif serta adanya perlindungan dan jaminan sosial yang memadai; (2) Mendorong terciptanya kesempatan kerja seluas-luasnya dan merata dalam sektor-sektor pembangunan; (3) Meningkatkan kondisi dan mekanisme Hubungan Industrial untuk mendorong kesempatan kerja; (4) Menyempurnakan peraturan-peraturan ketenagakerjaan dan melaksanakan peraturan ketenagakerjaan pokok (utama), sesuai hukum internasional; (5) Mengembangkan jaminan sosial dan pemberdayaan pekerja; (6) Meningkatkan kompetensi tenaga kerja dan produktivitas; (7) Menciptakan kesempatan kerja melalui program-program pemerintah; (8) Menyempurnakan kebijakan migrasi dan pembangunan; RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 60
(9) Mengembangkan kebijakan pendukung pasar kerja melalui informasi pasar kerja. Memasuki pembangunan tahun 2010-2014, pembangunan di bidang ketenagakerjaan diperkirakan masih diwarnai permasalahan, antara lain: 1) Tingginya tingkat pengangguran; 2) Rendahnya perluasan kesempatan kerja; 3) Rendahnya kompetensi dan produktivitas tenaga kerja; 4) Belum kondusifnya kondisi hubungan industrial. Untuk melaksanakan pembangunan ketenagakerjaan di Indonesia Kementerian Sosial telah menyusun Renstra Tahun 2010 2014 dengan program dan kegiatan. Telaahan mengenai Renstra Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi sebagai berikut : 1. Program Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja dan Produktivitas, melalui kegiatan: a. Pelatihan Kewirausahaan; b. Pengembangan Standardisasi Kompetensi Kerja danprogram Pelatihan; c. Peningkatan Kompetensi Instruktur dan Tenaga Kepelatihan; d. Pengembangan dan Peningkatan Produktivitas; e. Peningkatan Penyelenggaraan Pemagangan Dalam dan Luar Negeri; f. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan, Sarana dan Pemberdayaan Kelembagaan Pelatihan dan Produktivitas; g. Pengembangan Sistem dan Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Profesi; h. Pengembangan dan Peningkatan Kompetensi Instruktur dan Tenaga Kerja; i. Pelaksanaan dan Peningkatan Produktivitas; RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 61
j. Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja dan Pengembangan Program Pelatihan Bidang Industri; k. Peningkatan Kualitas Transmigran dan Calon Transmigran; l. Pengembangan Program dan Peningkatan Kapasitas SDM Pelatihan Ketransmigrasian; m. Pengembangan dan Peningkatan Kompetensi Instruktur dan Tenaga Kerja; n. Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja Bidang Industri; o. Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas; p. Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Program kegiatan ini bertujuan untuk peningkatan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja, untuk mencetak tenaga kerja dan wirausaha baru yang berdaya saing. 2.Program Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja dengan kegiatan meliputi: a. Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri; b. Pembinaan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Luar Negeri; c. Pengembangan dan Peningkatan Perluasan Kesempatan Kerja; d. Peningkatan Pengembangan Pasar Kerja; e. Peningkatan Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing; f. Pengembangan dan Perluasan Kesempatan Kerja; g. Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. Program kegiatan ini bertujuan untuk perluasan penciptaan kesempatan kerja dan penempatan tenaga kerja baik di dalam maupun di luar negeri. Untuk mendukung program ini Bidang Tenaga Kerja Dinas Sosial RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 62
Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tanah Bumbu dalam RENSTRA 2011-2015 telah menyusun Program Peningkatan Kesempatan Kerja beserta kegiatannya. Indikator kinerja dari program ini adalah meningkatnya penempatan dan perluasan kesempatan kerja melalui fasilitasi pelayanan penempatan tenaga kerja, yang diukur melalui: a. Jumlah penempatan tenaga kerja; b. Jumlah lembaga pelayanan penempatan tenaga kerja yang sesuai dengan standar pelayanan minimum. 3. Program Pengembangan Hubungan Industrial dan Peningkatan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Dengan kegiatan meliputi : a. Penyempurnaan Peraturan Ketenagakerjaan; b. Pengelolaan Kelembagaan dan Pemasyarakatan Hubungan Industrial; c. Konsolidasi Pelaksanaan Peningkatan Intensitas Pencegahan PHK dan Penyelesaian Hubungan Industrial; d. Konsolidasi Peningkatan Pelaksanaan Pengupahan dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Yang Lebih Baik; e. Konsolidasi Pembinaan Syarat-Syarat Kerja Non Diskriminasi; f. Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Indikator kinerja Program Pengembangan Hubungan Industrial dan Peningkatan Jaminan Sosial Tenaga Kerja adalah meningkatnya pembinaan hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja melalui persyaratan kerja, kesejahteraan dan analisis diskriminasi, pengupahan, penyelesaian perselisihan hubungan industrial, yang diukur dari: RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 63
a. Jumlah tenaga kerja yang menjadi anggota Jamsostek; b. Persentase kasus perselisihan hubungan industrial yang dapat diselesaikan melalui mediator; c. Jumlah Lembaga Kerjasama Bipartit yang terbentuk; d. Jumlah Lembaga Kerjasama Tripartit yang dibentuk; e. Jumlah Peraturan Perusahaan yang disahkan; f. Jumlah Perjanjian Kerja Bersama yang didaftarkan. 4. Program Perlindungan Tenaga Kerja dan Pengembangan Sistem Pengawasan Ketenagakerjaan Dengan kegiatan meliputi : a. Peningkatan Penerapan Norma Ketenagakerjaan dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja; b. Peningkatan Peran Serta Lembaga-Lembaga dan Personil Dalam Penerapan Norma Ketenagakerjaan; c. Peningkatan Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja; d. Peningkatan Perlindungan Pekerja Perempuan dan Penghapusan Pekerja Anak; e. Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. Indikator Kinerja dari program ini adalah meningkatnya penerapan peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan di tempat kerja, yang diukur dari: a. Jumlah perusahaan yang menerapkan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3); b. Jumlah tenaga pengawas yang memenuhi standar kompetensi; c. Jumlah pekerja anak yang ditarik dari bentuk-bentuk pekerjaan terburuk bagi anak; d. Persentase perusahaan yang memenuhi norma pekerja perempuan; e. Jumlah pekerja yang memperoleh hak jaminan sosial tenaga kerja. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 64
B. Bidang Transmigrasi Penyelenggaraan transmigrasi tahun 2010-2014 diarahkan sebagai alternatif dalam mengurangi kesenjangan wilayah, dapat berkonstribusi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan kecukupan papan, memperkuat pilar ketahanan nasional, mendukung kebijakan pengembangan energi alternatif, mendukung pemerataan investasi secara berkelanjutan yang pada akhirnya dapat mengurangi kemiskinan dan pengangguran. Kebijakan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan pembangunan ketransmigrasian adalah: 1) Mengembangkan potensi sumberdaya alam perdesaan terintegrasi dengan pengembangan perkotaan dalam satu kesatuan sistem pengembangan ekonomi wilayah dalam bentuk Wilayah Pengembangan Transmigrasi (WPT) atau Lokasi Permukiman Transmigrasi (LPT), serta fasilitasi perpindahan dan penempatan penduduk untuk memenuhi kebutuhan sumberdaya manusia dan memberikan peluang usaha di kawasan transmigrasi. Strategi yang ditempuh untuk mendukung kebijakan tersebut adalah: a. Mengintegrasikan pembangunan WPT atau LPT dengan pemugaran permukiman penduduk setempat, pembangunan permukiman pada kawasan potensial, dan revitalisasi permukiman transmigrasi yang ada untuk membentuk atau mendukung kawasan perkotaan baru dengan skema KTM; b. Menetapkan produk unggulan sejak perencanaan dan pembangunan permukiman melalui pola pengembangan agribisnis dan agroindustri; c. Mengembangkan investasi melalui kerjasama kemitraan Badan Usaha dengan masyarakat di kawasan transmigrasi; RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 65
d. Memberikan akses kepada masyarakat terhadap informasi potensi dan peluang yang tersedia di kawasan transmigrasi; e. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia calon transmigran serta pembekalan mental dan etos kerja; f. Meningkatkan kualitas seleksi calon transmigran; g. Meningkatkan kualitas mediasi kerjasama antar daerah. 2) Pembinaan dan pemberdayaan masyarakat transmigrasi dan pengembangan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan baru dalam mendukung pengembangan perdesaan dan ekonomi lokal dan daerah untuk mewujudkan kemandirian masyarakat dan daya saing kawasan transmigrasi. Strategi yang ditempuh untuk mendukung kebijakan tersebut adalah: a. Peningkatan kapasitas SDM dan masyarakat, melalui pemberian input dan modal, penguatan lembaga sosial, fasilitasi kewirausahaan, penguatan lembaga sosial dan lembaga masyarakat, pengembangan sarana dan prasarana pendidikan, kesehatan dan mental spiritual; b. Pengembangan usaha ekonomi melalui fasilitasi pengembangan usaha produktif, pendampingan, peningkatan produktivitas masyarakat, serta fasilitasi dan mediasi pengembangan bisnis dan kemitraan; c. Peningkatan sarana dan prasarana kawasan, penyediaan prasarana intra dan antar kawasan, pembangunan sarana dan prasarana pusat pertumbuhan baru; d. Peningkatan kemandirian masyarakat transmigrasi di kawasan transmigrasi; e. Penguatan kapasitas SDM Pengelola dalam pengembangan kawasan sebagai embrio pusat pertumbuhan/perkotaan baru. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 66
Arah kebijakan dan strategi pembangunan bidang ketransmigrasian dilaksanakan melalui 2 (dua) program yaitu: 1) Program Pembangunan Kawasan Transmigrasimeliputi: a. Penyediaan Tanah Transmigrasi; b. Penyusunan Rencana Pembangunan Kawasan Transmigrasi dan Penempatan Transmigrasi; c. Pembangunan Permukiman di Kawasan Transmigrasi; d. Fasilitasi Perpindahan dan Penempatan Transmigrasi; e. Pengembangan peranserta masyarakat dalam pembangunan transmigrasi; f. Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Ditjen. Pembinaan Penyiapan Permukiman dan Penempatan Transmigrasi. Indikator kinerja dari program ini adalah terbangunnya permukiman di Kawasan Transmigrasi sebagai tempat tinggal dan tempat berusaha yang layak, yang diukur dari: 1) Jumlah permukiman transmigrasi, sarana dan prasarana Kawasan Transmigrasi yang dibangun; 2) Jumlah transmigran yang difasilitasi perpindahan dan penempatannya di Kawasan Transmigrasi serta jumlah penduduk setempat yang ditata terintegrasi dengan penempatan transmigran di Kawasan Transmigrasi; 3) Nilai rencana investasi yang akan dikembangkan di Kawasan Transmigrasi. 2. Program Pengembangan Masyarakat Transmigrasi dan Kawasan Transmigrasi, meliputi: a. Penyusunan Rencana Teknis Pengembangan Masyarakat Transmigrasi dan Kawasan Transmigrasi; RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 67
Peningkatan Kapasitas SDM dan Masyarakat di Kawasan Transmigrasi; b. Pengembangan Usaha di Kawasan Transmigrasi; c. Pengembangan Sarana dan Prasarana di Kawasan Transmigrasi; d. Penyerasian Lingkungan di Kawasan Transmigrasi; e. Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Ditjen. Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. Indikator Kinerja Program Pengembangan Masyarakat transmigrasi dan Kawasan Transmigrasi adalah berkembangnya masyarakat dan kawasan transmigrasi yang terintegrasi dalam satu kesatuan sistem pengembangan ekonomi wilayah yang berdaya saing, yang diukur dari: a. Jumlah permukiman dan keluarga yang dibina dan ditingkatkan kapasitasnya di kawasan transmigrasi; b. Jumlah lahan produktif dan kelembagaan ekonomi di kawasan transmigrasi; c. Jumlah permukiman transmigrasi yang mandiri; d. Jumlah kawasan transmigrasi sebagai embrio pusat pertumbuhan/perkotaan baru; RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 68
Tabel III.4 Komparasi Capaian Sasaran Renstra SKPD Kabupaten/kota terhadap Sasaran Renstra SKPD Provinsi dan Renstra K/L No Indikator Kinerja Capaian Sasaran Sasaran pada Renstra Sasaran pada Renstra Renstra SKPD SKPD Provinsi K/L Kabupaten/Kota (1) (2) (3) (4) (5) Bidang Sosial 1 - Tersedianya bantuan sosial bagi veteran dan keluarganya - Berlanjutnya pembangunan makam pahlawan - Kegiatan Pelestarian Nilainilai Kepahlawanan, Keperintisan dan Kesetiakawanan Sosial dapat dilaksanakan - Melaksanakan pelestarian nilai-nilai Kepahlawanan, Keperintisan, Kejuangan dan Kesetiakawanan Sosial - Pemugaran dan pemeliharaan TMP - Bantuan perbaikan rumah keluarga pahlawan perintis kemerdekaan/ janda perintis kemerdekaan 2 - Berkembang dan - Terlaksananya Kegiatan -Peningkatan kualitas - Pelayanan kesejahteraan berfungsinya Pengembangan Pendidikan dan pelatihan sosial bagi lanjut usia kelembagaan sosial bagi Kelembagaan bagi penghuni panti berbasis keluarga dan lanjut usia Perlindungan Bagi Lanjut asuhan/panti jompo (klien komunitas atau Usia (Lansia) yang ada di PSTW Sinta masyarakat Rangkang) 3 - Meningkatnya kualitas dan - Terlaksananya Kegiatan - Terlaksananya Pelatihan - Tersedianya fasilitas bagi produktifitas keluarga Sosialisasi/Penyuluhan/Bi keterampilan berusaha keluarga miskin dalam miskin mbingan Berusaha Bagi bagi keluarga miskin kegiatan yang bersifat Keluarga Miskin pemberdayaan atau bimbin gan sosial 4 - Meningkatnya jumlah dan kapasitas lapangan pekerjaan bagi fakir miskin melalui KUBE - Terselenggaranya Kegiatan Pemberdayaan Fakir Miskin Melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE) - - Bimbingan sosial dan keterampilan serta bantuan usaha bagi fakir miskin - Pelatihan manajemen pengelolaan dan pengembangan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) bagi fakir miskin RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 69
4 - Meningkatnya kesejahteraan KAT melalui bantuan bedah rumah 5 Meningkatnya penyaluran bantuan sosial bagi fakir miskin 6 Meningkatnya Kemampuan (Capacity Building) Petugas Dan Pendamping Sosial Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) - KAT dapat memperoleh tempat tinggal yang layak - Fakir miskin memperoleh bantuan JSLU melalui kegiatan pemeberdayaan fakir miskin dan lanjut usia - Terwujudnya kesejahteraan PMKS - - Pelaksanaan pemberdayaan (tahun I, II, dan III) baik secara insitu maupun eksitu. Stimulus pengembangan masyarakat (insitu) bagi KAT yang sudah bertempat tinggal menetap dan memiliki mata pencaharian. - Pemantapan kelompok kerja (pokja) dan forum konsultasi pemberdayaan KAT. - - Bantuan sosial tunai bersyarat bagi rumah tangga sangat miskin (RTSM) - Pemberian Asuransi Kesejahteraan Sosial (Askesos). - Melaksanakan peningkatan - Pemberdayaan kualitas Monitoring dan Kelembagaan Sosial Evaluasi program Masyarakat dalam bentuk Pemberdayaan Fakir pelatihan manajemen Miskin, Komunitas Adat pengelolaan dan Terpencil (KAT) dan pengembangan Usaha Penyandang Masalah Ekonomi Produktif (UEP) Kesejahteraan Sosial lainnya 7 Meningkatnya kemampuan - Warga miskin memiliki -Terlaksananya Pelatihan - Pelayanan sosial lainnya warga miskin dalam hal ketrampilan Otomotif keterampilan berusaha mencakup Loka Bina perbengkelan dan meubelair (Perbengkelan) dan bagi keluarga miskin Karya, Praktek Belajar khususnya bagi wilayah Meubelair Kerja (PBK), Usaha Kabupaten Lamandau Ekonomi Produktif/Kelompok Usaha Bersama (UEP/KUBE). RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 70
8 Meningkatnya kemampuan - Anak terlantar dapat - Terlaksananya Pelatihan - Penguatan dan anak terlantar memiliki kemampuan keterampilan dan praktek pengembangan kerja untuk hidup mandiri belajar kerja bagi anak sama serta kemitraan terlantar (klien yang dikirim strategis adalah upaya ke PSBRKW) yang diarahkan untuk meningkat sinergisitas penyelenggaraan kesejahteraan sosial anak. 9 Meningkatnya kualitas para - Para penyandang cacat - Terlaksananya Pendidikan - Pelayanan sosial penyandang cacat dan eks dapat memiliki dan pelatihan keterampilan mencakup Loka Bina trauma di wilayah Kabupaten kemampuan tertentu berusaha bagi eks Karya, Praktek Belajar Lamandau penyandang penyakit sosial Kerja (PBK), Usaha Ekonomi Produktif/Kelompok Usaha Bersama (UEP/KUBE). 10 Terlaksananya Pembinaan - Para penyandang penyakit - Terlaksananya Pendidikan - Kegiatan bimbingan sosial, Eks Penyandang Penyakit sosial dapat tumbuh dan dan pelatihan bagi bimbingan keterampilan Sosial (Eks Narapidana, berkembang serta hidup penyandang cacat dan eks dan pemberian bantuan PSK, Narkoba dan Penyakit berdampingan bersama trauma Usaha Ekonomis Produktif Sosial Lainnya) di wilayah masyarakat sekitar dalam rangka pembinaan Kabupaten Lamandau dengan mandiri lanjut yang diarahkan pada pemberdayaan tunasusila (wanita dan waria tunasusila), gelandangan dan pengemis serta bekas warga binaan pemasyarakatan. Bidang P3TK 1 Meningkatnya kesempatan kerja bagi pencari kerja - Terlaksananya kerjasama Pendidikan dan Pelatihan - - Mendorong terciptanya kesempatan kerja seluasluasnya dan merata dalam sektorsektor pembangunan; - Menciptakan kesempatan kerja melalui programprogram pemerintah RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 71
2 - Meningkatnya penerapan - Terlaksananya sosialisasi - Monitoring dan Pembinaan - Bimbingan pengendalian peraturan daerah tentang peraturan daerah tentang Tenaga Kerja Asing penggunaan tenaga kerja perpanjangan ijin perpanjangan ijin asing menggunakan tenaga menggunakan tenaga kerja asing kerja asing 3 Berkembangnya operasional - SDM aparatur dapat - Terlaksananya operasional - bursa kerja online mengoperasikan bursa bursa kerja online kerja online dan membimbing pencari kerja dalam menggunakannya 4 Meningkatnya produktifitas Tenaga kerja mampu Pelatihan Ketrampilan - pelatihan kewirausahaan tenaga kerja mencapai hasil maksimal berbasis Kompetensi dalam bekerja Bidang Pengawasan - 1 Menurunnya Kasus perselisihan hubungan kerja industri - Terlaksananya Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan -Fasilitasi Penyelesaian prosedur penyelesaian perselisihan hubungan industrial - Penerapan Norma Ketenagakerjaan dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja; 2 Peningkatan penerapan Apel Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional - Terlaksananya Apel Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional - Kampanye dan upacara bendera bulan K3-3 Meningkatnya Penerapan - Terlaksananya Kegiatan -Penyuluhan kader norma - Dukungan Manajemen dan Peraturan Perundangundangan ketenagakerjaan di tempat kerja Pemeriksaan Berkala Penerapan Norma Kerja dan Norma K3 serta SMK3 Ketenagakerjaan -Penyuluhan SMK3 Dukungan Teknis Lainnya Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan - Peran Serta Lembaga- Lembaga dan Personil Dalam Penerapan Norma Ketenagakerjaan RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 72
4 Meningkatnya kualitas pemeriksaan khusus terhadap kecelakaan kerja 5 Meningkatnya Sosialisasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial - Ditemukannya sebab akibat suatu kecelakaan kerja - Terlaksananya Sosialisasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial - - - Fasilitasi Penyelesaian - Konsolidasi Pelaksanaan prosedur penyelesaian Peningkatan Intensitas perselisihan hubungan Pencegahan PHK dan industrial Penyelesaian Hubungan Industrial Bidang Transmigrasi - 1 Berkembangnya Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi (P2MKT) 2 Berkembangnya kawasan penghijauan di lokasi transmigrasi - Masyarakat transmigran dapat hidup mandiri dan kawasan transmigrasi menjadi kawasan yang potensial Terlaksananya Kegiatan Penghijauan di lokasi transmigrasi - - Memberikan akses kepada masyarakat terhadap informasi potensi dan peluang yang tersedia di kawasan transmigrasi; - 3 Terbangunnya permukiman - Terlaksananya Program - Pengembangan Sarana di Kawasan Transmigrasi Pengembangan dan dan Prasarana - Fasilitasi Perpindahan dan sebagai tempat tinggal dan Pemberdayaan Kawasan - Pengembangan Peran serta Penempatan Transmigrasi tempat berusaha yang layak, Transmigrasi Masyarakat dalam - Dukungan Manajemen dan Pembangunan Dukungan Teknis Lainnya Transmigrasi Ditjen. Pembinaan Penyiapan Permukiman dan Penempatan Transmigrasi. III.5 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau melaksanakan urusan Pemerintah daerah berdasarkan azas otonomi dan Tugas Pembantuan di bidang sosial, tenaga kerja dan transmigrasi. Sehingga secara khusus tidak ada keterkaitan langsung dengan Rencana Tata Ruang Wilayah di Kabupaten Lamandau serta Kajian Lingkungan Hidup Strategis. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 73
III.6 Untuk Pembangunan bidang kesejahteraan Sosial, dalam menangani berbagai permasalahan penyandang masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) harus menyentuh berbagai aspek baik yang ada di desa maupun di perkotaan. Begitu juga dengan bidang ketenagakerjaan. Sedangkan untuk kawasan transmigrasi pada hakikatnya merupakan kawasan pemukiman dengan kegiatan bidang pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan maupun kehutanan serta kegiatan usaha ekonomi lainnya sehingga didalam pemetaan wilayahnya juga belum diatur secara khusus. Penentuan Isu-isu Strategis Isu-isu Strategis yang berkaitan dengan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi adalah sebagai berikut : Bidang Sosial : 1. Kesempatan Kerja dan Pendapatan Rumah Tangga 2. Penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Isu strategis berkaitan dengan Kesempatan Kerja dan Pendapatan Rumah Tangga adalah hal yang perlu dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lamandau lima tahun kedepan dikarenakan: a. Kesempatan kerja sekalipun cukup terbuka namun bekerja hanya sebagai buruh kasar seperti di perusahaan perkebunan, buruh angkut dan petani. b. Kompetisi antar pencari kerja semakin meningkat, khususnya pekerja dari pendatang yang memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja Sedangkan, isu strategis berkaitan dengan Penanganan Penyandang Masalah Sosial adalah hal yang perlu dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lamandau lima tahun kedepan dikarenakan: a. Pemetaan yang dilakukan SKPD terkait belum cermat dilakukan terhadap kelompokkelompok penyandang masalah sosial. b. Kerawanan sosial yang rentan meningkat disebabkan oleh pertumbuhan penduduk dan ketercapaian ekonomi dalam memunuhi kepentingan-kepentingan yang rawan mengarah pada patologi sosial. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 74
c. Penduduk Usia Lanjut terus meningkat dikarenakan oleh tingginya Usia Harapan Hidup (UHH), namun tidak banyak tercover oleh pemerintah dalam penanganannya. Bidang Ketenagakerjaan : Isu-isu strategis Bidang Ketenagakerjaan adalah: 1. Peluang dan Persaingan Kerja di sektor swasta 2. Kualitas Tenaga Kerja Isu strategis berkaitan dengan Ketenagakerjaan adalah hal yang perlu dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lamandau lima tahun kedepan dikarenakan: a. Kesempatan kerja sekalipun cukup terbuka, namun bekerja hanya sebagai buruh kasar baik di perusahaan perkebunan, buruh angkut dan petani. b. Semakin meningkatnya arus in migration rentan peluang kerja bagi penduduk sekitar termarjinalkan sehingga meningkatkan jumlah pengangguran. Adapun, isu strategis berkaitan dengan Kualitas Tenaga Kerja adalah hal yang perlu dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lamandau lima tahun kedepan dikarenakan: a. Tinggi angka keluaran SLTP dan SLTA menjadi angkatan kerja untuk siap menjadi tenaga kerja. b. Masih rendahnya sumber daya manusia dan keterampilan lulusan untuk masuk dunia kerja karena tidak sesuai dengan kebutuhan sehingga tercover pada pekerjaan buruh kasar seperti Tenaga kerja lulusan SD dan SLTP, atau masuk dalam sektor Tersier. Bidang Ketransmigrasian : Isu Strategis sebagai berikut : 1. Klaim lahan warga transmigrasi oleh pihak luar sehingga penyediaan calon lokasi transmigrasi harus betul-betul memenuhi kriteria 2C (Clean and Clear) dan 4L (Layak Huni, Layak Usaha, Layak Berkembang dan Layak Lingkungan). 2. Tapal batas antara desa ex UPT dengan desa lama maupun tapal batas bersama desa ex UPT. Untuk ini perlu diadakan penataan batas desa di wilayah Kabupaten Lamandau. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 75
BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, DAN KEBIJAKAN IV.1. Visi dan Misi Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan. Misi adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi. Visi dan Misi Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau akan menunjang dan menjabarkan dukungan terhadap visi dan misi Pemerintah Kabupaten Lamandau pada RPJMD Kabupaten Lamandau Tahun 2013-2018. Visi dan misi SKPD harus jelas menunjukkan apa yang menjadi cita-cita layanan terbaik SKPD baik dalam upaya mewujudkan visi dan misi kepala daerah maupun dalam upaya mencapai kinerja pembangunan daerah pada aspek kesejahteraan, layanan, dan peningkatan daya saing daerah dengan mempertimbangkan permasalahan dan isu strategis yang relevan. IV.1.1 Visi Visi SKPD adalah gambaran arah pembangunan atau kondisi masa depan yang ingin dicapai SKPD melalui penyelenggaraan tugas dan fungsi dalam kurun waktu 5 (lima) tahun yang akan datang. Sesuai dengan visi misi Pemerintah Daerah Kabupaten Lamandau Tahun 2013-2018, maka visi Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau Tahun 2013-2018 adalah : Terwujudnya kesejahteraan sosial masyarakat dan transmigrasi yang di dukung oleh tenaga kerja yang terampil dan mandiri Makna yang terkandung didalamnya dapat dijelaskan dan diuraikan sebagai berikut : 1. Kesejahteraan Sosial Masyarakat, yaitu suatu kondisi dimana kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi secara berkesinambungan dan mandiri. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 76
2. Transmigrasi, yaitu suatu perpindahan penduduk antar pulau dari yang berpenduduk padat ke penduduk yang sedikit untuk mendapat penghidupan yang lebih layak. 3. Tenaga Kerja, yaitu sumber daya manusia yang memiliki potensi 4. Terampil, yaitu suatu keahlian tertentu yang dimiliki seseorang 5. Mandiri, yaitu suatu kemampuan seseorang untuk dapat berdiri sendiri. Dari penjabaran mengenai Visi Dinsosnakertrans di atas, dapat di tarik kesimpulan mengenai Visi Dinsosnakertrans secara keseluruhan yaitu masyarakat dan para transmigran Kabupaten Lamandau dapat mencapai kondisi hidup yang sejahtera dimana mereka dapat memperoleh hak-hak sebagai berikut : a. Mempunyai mata pencaharian/penghasilan yang memadai (mampu memenuhi kebutuhan dasar); b. Mempunyai rasa aman dan nyaman dalam keluarga dan masyarakat; c. Bisa beribadah dengan baik (beriman) dan rukun; d. Memperoleh perlakuan hukum yang adil (supremasi hukum dapat ditegakkan); e. Dapat hidup dengan demokratis; Serta dapat menciptakan kualitas tenaga kerja yang produktif, terampil dan mandiri hingga dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan serta meratanya pembangunan infrastruktur dan hasil-hasil pembangunan lainnya IV.1.2 Misi Misi adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan dan diwujudkan agar tujuan dapat terlaksana dan berhasil dengan baik sesuai dengan visi yang telah ditetapkan. Berdasarkan Tugas, Pokok dan Fungsi serta dilandasi oleh visi, maka misi Dinsosnkertrans Kabupaten Lamandau adalah sebagai berikut : - Melakukan upaya-upaya pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 77
IV.2. - Memfasilitasi, melayani dan membantu upaya peningkatan ke produktivitas tenaga kerja di perusahaan, transmigrasi dan masyarakat. - Mendorong dan meningkatkan pengembangan SDM secara optimal. - Mendorong terwujudnya kemandirian dan kesejahteran masyarakat tenaga kerja dan transmigrasi sehingga mampu setara dengan masyarakat sekitarnya. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau Tujuan merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi, yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 1 (satu) - 5 (lima) tahun. Tujuan ditetapkan dengan mengacu kepada pernyataan visi dan misi sehingga rumusannya harus dapat menunjukkan suatu kondisi yang ingin dicapai di masa mendatang. Untuk itu tujuan disusun guna memperjelas pencapaian sasaran yang ingin diraih dari masing-masing misi. Tujuan ditetapkan berdasarkan potensi, isu-isu strategis dan permasalahan yang ada pada pelayanan Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau. Tujuan jangka menengah Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau adalah sebagai berikut : 1. Meningkatkan tata kelola Pemerintahan yang semakin transparan, responsif dan akuntabel 2. Meningkatkan investasi melalui penyediaan fasilitas dan insentif serta kemitraan dengan berbagai pihak terkait 3. Mewujudkan kehidupan yang tenteram, nyaman, dan terpeliharanya keamanan serta semangat berkebangsaan 4. Meningkatnya taraf hidup masyarakat dan terwujudnya Transmigran yang mampu, mandiri dan sejahtera Sasaran adalah penjabaran tujuan secara terukur, yaitu sesuatu yang akan dicapai/dihasilkan secara nyata oleh Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau dalam jangka waktu tahunan, sampai lima tahun mendatang.sasaran yang ingin dicapai dari tahun ke tahun selama 5 (lima) tahun jangka waktu Rencana Strategis SKPD Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau sebagai berikut : RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 78
1. Meningkatnya kualitas sumberdaya aparatur Pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik 2. Menurunnya tingkat pengangguran terbuka 3. Meningkatnya pembinaan kepada penyandang Kesejahteraan Sosial dan Penanggulangan Bencana 4. Meningkatnya pemukiman PTB dan kualitas transmigran Keterkaitan antara tujuan, sasaran dengan indikator capaiannya dapat dilihat pada Tabel IV.2.1 RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 79
Tabel IV.2.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan SKPD NO. TUJUAN SASARAN INDIKATOR SASARAN TARGET KINERJA SASARAN PADA TAHUN KE- 2014 2015 2016 2017 2018 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) 1. Meningkatkan tata kelola Pemerintahan yang semakin transparan, responsif dan akuntabel 2. Meningkatkan investasi melalui penyediaan fasilitas dan insentif serta kemitraan dengan berbagai pihak terkait 3. Mewujudkan kehidupan yang tenteram, nyaman, dan terpeliharanya keamanan serta semangat berkebangsaan - Meningkatnya kualitas sumberdaya aparatur Pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik Menurunnya tingkat pengangguran terbuka dan jumlah penduduk miskin Meningkatnya pembinaan kepada penyandang Kesejahteraan Sosial dan Penanggulangan Bencana - Persentase peningkatan kualitas pelayanan publik - Angka partisipasi angkatan kerja - Tingkat pengangguran terbuka - Tingkat partisipasi angkatan kerja - Persentase penanganan PMKS - Jumlah PMKS yang memperoleh bantuan sosial 100% 100% 100% 100% 100% 45.342 2,3% 93,42% 73,5% 500 49.879 2,25% 95,43% 86,5% 450 54.866 2,2% 96,3% 76,9% 400 60.352 2,15% 97,45% 92,5% 350 66.387 2,1% 98,5% 85,7% 300 4. Meningkatnya taraf hidup masyarakat dan terwujudnya Transmigran yang - Meningkatnya pemukiman PTB dan kualitas transmigran - Teroptimalisasinya kawasan transmigrasi yang potensial 75% 80% 90% 95% 100% mampu, mandiri dan sejahtera RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 80
IV.3 Strategi dan Kebijakan Strategi adalah langkah-langkah berisikan program-program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi.kebijakan adalah arah/tindakan yang diambil oleh pemerintah daerah untuk mencapai tujuan. Untuk mencapai tujuan dan sasaran di dalam Rencana Strategis (Renstra) diperlukan strategi. Kebijakan diambil sebagai arah dalam menentukan bentuk konfigurasi program kegiatan untuk mencapai tujuan. Kebijakan dapat bersifat internal, yaitu kebijakan dalam mengelola pelaksanaan program-program pembangunan maupun bersifat eksternal yaitu kebijakan dalam rangka mengatur, mendorong dan memfasilitasi kegiatan masyarakat. Rumusan pernyataan strategi dan kebijakan SKPD dalam lima tahun mendatang dapat dilihat pada Tabel IV.3.1 RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 81
Tabel IV.3.1 Tujuan, Sasaran, Strategi, dan Kebijakan Visi Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau 2013-2018 : Terwujudnya kesejahteraan sosial masyarakat dan transmigrasi yang didukung oleh tenaga kerja yang terampil dan mandiri Misi I : Melakukan upaya-upaya pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat. Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan Mewujudkan kehidupan yang tenteram, Meningkatnya pembinaan kepada Peningkatan pemberdayaan masyarakat Peningkatan pemberdayaan masalah nyaman, dan terpeliharanya keamanan serta semangat berkebangsaan penyandang Kesejahteraan Sosial dan Penanggulangan Bencana Kesejahteraan Sosial Misi II : Memfasilitasi, melayani dan membantu upaya peningkatan ke produktivitas tenaga kerja di perusahaan, transmigrasi dan masyarakat Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan Meningkatkan investasi melalui penyediaan Menurunnya tingkat pengangguran Pemberdayaan masyarakat miskin dan Mengembangkan tempat pelatihan kerja fasilitas dan insentif serta kemitraan dengan berbagai pihak terkait terbuka dan jumlah penduduk miskin pengangguran terhadap masyarakat yang belum bekerja RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 82
Misi III : Mendorong dan meningkatkan pengembangan SDM secara optimal. Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan Meningkatkan tata kelola Pemerintahan yang - Meningkatnya kualitas sumberdaya - Peningkatan pemberdayaan SDM - Peningkatan Pendidikan dan Pelatihan semakin transparan, responsif dan akuntabel aparatur Pemerintah dalam rangka Aparatur berbasis kompetensi meningkatkan kualitas pelayanan - Mengembangkan penyediaan sarana publik - Peningkatan sarana dan prasarana dan prasarana Aparatur aparatur Misi IV : Mendorong terwujudnya kemandirian dan kesejahteran masyarakat tenaga kerja dan transmigrasi sehingga mampu setara dengan masyarakat sekitarnya. Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan Meningkatnya taraf hidup masyarakat dan - Meningkatnya pemukiman PTB dan - Peningkatan akses dan kualitas layanan - Pengembangan sarana dan prasarana terwujudnya Transmigran yang mampu, kualitas Transmigran sarana dan prasarana wilayah pemukiman transmigrasi mandiri dan sejahtera transmigrasi RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 83
BAB. V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF DINAS SOSIAL TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI V.1 Rencana Program Tahun 2013-2018 Penyusunan program pembangunan akan terus berlanjut dan di prioritaskan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) KabupatenLamandau, dengan 6 (enam) Program Prioritas untuk Bidang Sosial yaitu: 1. Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial 2. Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) lainnya. 3. Program Pembinaan Anak Terlantar. 4. Program Pembinaan para Penyandang Cacat dan Trauma. 5. Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial. 6. Program Pembinaan Eks Penyandang Penyakit Sosial (Eks Narapidana, PSK, Narkoba dan Penyakit Sosial lainnya Selanjutnya untuk program prioritas Bidang Ketenagakerjaan, diantaranya : 1. Program Peningkatan Kesempatan Kerja 2. Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan 3. Program Peningkatan dan Produktivitas Tenaga Kerja 4. Program Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Sedangkan untuk Bidang Transmigrasi dengan 3 (tiga) Program Pilihan yaitu : 1. Program Penyiapan Permukiman dan Penempatan Transmigrasi 2. Program Pengembangan Permukiman Transmigrasi Baru 3. Program Pengembangan Masyarakat dan Permukiman Transmigrasi. V.2 Rencana Kegiatan tahun 2013 2018 Rencana kegiatan pembangunan di Bidang Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Kabupaten Lamandau untuk kurun waktu tahun 2013 2018 secara rinci masing-masing program sebagaimana tersebut diatas, dapat diuraikan sebagai berikut: RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 84
V.2.1 Program Prioritas 1. Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial dengan kegiatan meliputi : a. Pengembangan Kelembagaan Perlindungan Bagi Lanjut Usia (Lansia) b. Pemberdayaan Karang Taruna c. Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2 Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) lainnya dengan kegiatan meliputi : a. Peningkatan Kemampuan (Capacity Building) Petugas Dan Pendamping Sosial Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil dan PMKS a. b. Bimbingan/ S Penyuluhan Berusaha Bagi Keluarga Miskin o c. Pendampingan Kegiatan Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT) Melalui s Bantuan Bedah Rumah (BBR-RTLH) i d. Pendampingan Kegiatan Pemberdayaan Fakir Miskin Melalui Rehabilitasi Sosial a Rumah Tidak Layak Huni (RSRTLH) l e. Pendampingan Kegiatan Pemberdayaan Fakir Miskin Melalui Bantuan Jaminan i Sosial Lanjut Usia (JSLU) dari Kementrian Sosial RI s f. Pelatihan keterampilan automotif (perbengkelan) dan meubelair bagi warga a miskin s g. Pendampingan pemberdayaan fakir miskin melalui kegiatan penanggulangan i kemiskinan bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dari Kemensos RI / h. Pemberdayaan Fakir Miskin Melalui KUBE Penumbuhan Fakir Miskin i. Pemberdayaan Fakir Miskin Melalui Bantuan Jaminan sosial Lanjut Usia (JSLU) P j. Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional. k. Pelatihan Ketrampilan Berusaha Bagi Warga Miskin 3 Program Pembinaan Anak Terlantar dengan kegiatan meliputi : a. Bimbingan/ Penyuluhan Belajar dan Berusaha Bagi Anak Terlantar RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 85
b. Pemberdayaan Anak Terlantar / Putus Sekolah c. Penyuluhan / Bimbingan Berusaha Bagi Anak Putus Sekolah d. Paket Bantuan Usaha Ekonomi Produktif Bagi Anak Terlantar / Putus Sekolah 4 Program Pembinaan para Penyandang Cacat dan Trauma dengan kegiatan meliputi: a. Pendayagunaan para penyandang cacat dan eks trauma b. Bimbingan dan penyuluhan bagi penyandang cacat dan eks trauma c. Pendampingan kegiatan pemberdayaan penyandang cacat melalui bantuan jaminan sosial bagi penyandang cacat berat/ganda d. Pemberdayaan penyandang cacat melalui bantuan jaminan sosial, bantuan operasi bibir sumbing, alat kursi roda, alat tongkat dan bantuan pendengaran e. Paket Bantuan Usaha Ekonomi Produktif Untuk Penyandang Cacat f. Peringatan Hari Disabilitas Internasional g. Pelayanan sosial bagi penyandang cacat dan trauma h. Pendataan penyandang cacat dan penyakit kejiwaan 5. Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial, dengan kegiatan meliputi : a. Koordinasi perumusan kebijakan dan sinkronisasi pelaksanaan upaya-upaya penanggulangan kemiskinan dan penurunan kesenjangan b. Penanganan masalah-masalah strategis yang menyangkut tanggap cepat darurat kejadian luar biasa c. Pendataan PMKS d. Pembangunan sarana dan prasarana bagi penyandang cacat dan lanjut usia (Panti jompo/panti rehabilitasi) e. Pemberdayaan keluarga harapan f. Pendataan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial g. Penanganan masalah-masalah strategis yang menyangkut tanggap cepat darurat kejadian luar biasa h. Pelayanan sosial lanjut usia dalam keluarga RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 86
i. Jaminan Kesejahteraan Sosial (Bantuan tunai bersyarat/keluarga harapan) j. Koordinasi perumusan kebijakan dan sinkronisasi pelaksanaan upaya-upaya penanggulangan bencana alam / bencana sosial dalam pembangunan kesejahteraan sosial 6. Program Pembinaan Eks Penyandang Penyakit Sosial (Eks Narapidana, PSK, Narkoba dan Penyakit Sosial Lainnya), dengan kegiatan meliputi : a. Penyuluhan Sosial Bagi Wanita Tuna Susila (WTS) b. Paket Bantuan usaha Ekonomi produktif bagi eks wanita tuna susila (WTS) 7. Program Peningkatan Kesempatan Kerja, dengan kegiatan meliputi : a. Kerjasama Pendidikan dan Pelatihan 8. Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan, dengan kegiatan meliputi : a. Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial b. Sosialisasi berbagai peraturan pelaksanaan tentang ketenagakerjaan c. Dewan Pengupahan Kabupaten Lamandau (surey KHL) d. Apel Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional e. Pemeriksaan Berkala Penerapan Norma Kerja dan Norma K3 f. Pembinaan penerapan SMK3 g. Sosialisasi penanggulangan dan pecegahan HIV/AIDS di tempat kerja h. Sosialisasi anti penyalahgunaan narkoba di tempat kerja i. Pendataan objek pengujian K3 j. Pemetaan masalah ketenagakerjaan k. Pemeriksaan khusus terhadap kecelakaan kerja l. Pembuatan data base ketenagakerjaan m. Monitoring dan evaluasi ketenagakerjaan n. Monitoring norma kerja dan jamsostek 9. Program Peningkatan dan Produktivitas Tenaga Kerja, dengan kegiatan meliputi : a. Sosialisasi Pemagangan dalam negeri (dalam rangka Pembentukan Forum RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 87
Komunikasi Jejaring Pemagangan) b. Pelatihan kerja berbasis kompetensi (Pelatihan security) c. Belanja modal pembebasan tanah untuk sarana umum lokasi Balai Latihan Kerja (BLK) d. Pelatihan Berbasis Teknologi Tepat Guna (Kegiatan Pelatihan Pembuatan Batako dan Paving Stone) e. Pelatihan Menjahit Bagi Pencari Kerja (pelatihan kerja berbasis masyarakat) f. Pelatihan Kerja Bidang Otomotif 10. Program Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja, dengan kegiatan meliputi : a. Penyuluhan dan Bimbingan Jabatan b. Sosialisasi Peraturan Daerah tentang Retribusi Perpanjangan Ijin c. Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing d. Pelayanan dan Analisa Informasi Pasar Kerja e. Operasional Bursa Kerja Online f. Penyusunan rancangan peraturan daerah tentang penempatan dan perlindungan Tenaga kerja di luar negeri g. Penyusunan rancangan Peraturan Bupati Lamandau tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Tentang Retribusi Perpanjangan Ijin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing h. Perencanaan Tenaga Kerja Makro V.2.2 Program Pilihan Bidang Transmigrasi 1. Penyiapan Permukiman dan Penempatan Transmigrasi, dengan kegiatan meliputi : a. Pengembangan kawasan permukiman Transmigrasi baru 2. Pengembangan Permukiman Transmigrasi Baru, dengan kegiatan meliputi : a. Pembebasan lahan UPT b. Penyusunan dokumen perencanaan tata ruang permukiman transmigrasi RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 88
c. Pengembangan areal potensial permukiman transmigrasi baru 3. Program Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi, dengan kegiatan meliputi : a. Pendampingan pengembangan sarana dan prasarana kawasan transmigrasi melalui bantuan dari Kemenakertrans RI b. Pendampingan pengembangan usaha di kawasan transmigrasi melalui bantuan dari Kemenakertrans RI c. Pendampingan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia di kawasan transmigrasi melalui bantuan dari Kemenakertrans RI dan beasiswa dari Universitas Jenderal Soedirman Purwakarta Secara rinci tentang rencana program dan kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif, dapat dilihat dalam daftar tabel, pada Tabel 5 (terlampir). RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 89
BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD Diperlukan adanya suatu indikator yang dapat digunakan dalam mengukur kinerja yang akan dicapai Bappeda Kabupaten Lamandau dalam pencapaian target lima tahun mendatang. Untuk mengukur kinerja target capaian setiap tahun yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD Kabupaten Lamandau Tahun 2013-2018 dapat dilihat pada Tabel VI.1. RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 90
Tabel VI.1 Indikator Kinerja SKPD Mengacu Pada Tujuan dan Sasaran RPJMD No. Bidang Urusan Satuan Kondisi Kinerja Akhir Tahun 2013 Target Capaian Setiap Tahun Kondisi Akhir Tahun 2018 2014 2015 2016 2017 2018 1.12 Sosial 1.12.1 Jumlah PMKS yang memperoleh bantuan sosial 1.12.3 Persentase penanganan PMKS orang 315 500 450 400 350 300 300 persen 50 73,5 86,5 76,9 92,5 85,7 85,7 1.12.4 Sarana Panti Sosial Unit 0 0 1 0 0 0 1 1.13 Ketenagakerjaan 1.13.1 Angka Partisipasi angkatan kerja 1.13.2 Angka sengketa pengusaha-pekerja per tahun 1.13.3 Tingkat partisipasi angkatan kerja 1.13.4 Tingkat pengangguran terbuka 1.13.5 Persentase keselamatan dan perlindungan 1.13.6 Persentase perselisihan buruh dan pengusaha terhadap kebjakan pemerintah daerah 4 Fokus Sumber Daya Manusia 4.1 Ketenagakerjaan Jumlah lulusan 4.1.1 S1/S2/S3 - Ketransmigrasian Persentase wilayah transmigran yang mencapai sasaran jiwa 41.220 45.342 49.879 54.863 60.352 66.387 66.387 angka 10 20 15 15 15 15 15 persen 86,91 93,42 95,43 96,3 97,45 98,5 98,5 persen 2,35 2,3 2,25 2,2 2,15 2,1 2,1 persen 0,5 0,5 0,5 0,7 0,7 0,7 0,7 persen 5 0,4 0,35 0,25 0,2 0,2 0,2 Jumlah 2368 2.486 2.611 2.741 2.878 2.878 2.878 Persen 65 80-90 95 100 100 RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 91
No Bidang Urusan Satuan Kondisi Target Capaian Setiap Tahun Kondisi Kinerja Akhir Akhir Tahun Tahun 2018 2013 2014 2015 2016 2017 2018 SPM 1 BIDANG 1.1 (jenis pelaya nan dan kegiat an) KETENAGAKERJAAN Pelayanan Pelatihan Kerja Indika tor Indika tor Indika tor 1.2 (jenis pelaya nan dan kegiat an) Indika tor 1.3 (jenis pelaya nan dan kegiat an) Indika tor 1.4 (jenis pelaya nan Besaran tenaga kerja yang mendapatkan pelatihan berbasis kompetensi Besaran tenaga kerja yang mendapatkan pelatihan berbasis masyarakat Besaran tenaga kerja yang mendapatkan pelatihan kewirausahaan Pelayanan Penempatan Tenaga Kerja Besaran pencari kerja yang terdaftar yang ditempatkan Pelayanan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Besaran Kasus yang diselesaikan dengan Perjanjian Bersama (PB) Pelayanan Kepesertaan Jamsostek Persen - - 40 50 60 75 75 Persen 20 30 40 50 60 60 60 Persen - 30 40 50 60 75 75 Persen 20 30 40 50 60 70 70 Persen 20 30 40 45 55 70 70 RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 92
dan kegiat an) Indika tor 1.5 (jenis pelaya nan dan kegiat an) Besaran pekerja/buruh yang menjadi peserta program Jamsostek Pelayanan Pengawasan Ketenagakerjaan Persen 35 40 45 55 65 80 80 Indika Besaran Pemeriksaan tor Perusahaan Indika Besaran Pengujian tor Peralatan di Perusahaan 2 BIDANG SOSIAL 2.1 (jenis pelaya nan dan kegiat an) Indika tor Pelaksanaan program/kegiatan bidang sosial : a. Pemberian bantuan sosial bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial skala Kabupaten/Kota b. Pelaksanaan kegiatan pemberdayaan sosial skala Kabupaten/Kota Persentase (%) PMKS skala kab/kota yang memperoleh bantuan sosial untuk pemenuhan kebutuhan dasar. Persen 15 25 40 50 65 80 80 Persen 10 25 35 50 70 80 80 Persen 86 89 90 95 97 100 100 Indika tor 2.2 (jenis pelaya nan dan kegiat an) Persentase (%) PMKS skala kab/kota yang menerima program pemberdayaan sosial melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE) atau kelompok sosial ekonomi sejenis lainnya Penyediaan sarana dan prasarana sosial a. Penyediaan sarana prasarana pantai sosial skala kabupaten/kota b. Penyediaan sarana prasarana pelayanan luar panti skala kabupaten/kota Persen 60 75 85 90 95 100 100 RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 93
Indika tor Indika tor 2.3 (jenis pelaya nan dan kegiat an) Indika tor Indika tor 2.4 (jenis pelaya nan dan kegiat an) Indika tor Presentase (%) panti sosial skala kabupaten/kota yang menyediakan sarana prasarana pelayanan kesejahteraan sosial. Presentase (%) wahana kesejahteraan sosial berbasis masyarakat (WKBSM) yang menyediakan sarana prasarana pelayanan kesejahteraan sosial. Penanggulangan korban bencana a. Bantuan sosial bagi korban bencana skalakabupaten/kota b. Evaluasi korban bencana skala Kabupaten/kota Presentase (%) korban bencana skala kabupaten/kota yang menerima bantuan sosial selama masa tanggap darurat Presentase (%) korban bencana skala kabupaten/kota yang dievakuasi dengan menggunakan sarana prasarana tanggap darurat lengkap Pelaksanaan dan pengembangan jaminan sosial bagi penyandang cacat fisik dan mental, serta lanjut usia tidak potensial Penyelenggaraan jaminan sosial skala Kabupaten/Kota Presentase (%) penyandang cacat fisik dan mental, serta lanjut usia tidak potensial yang telah menerima jaminan sosial Persen - 25 40 50 65 80 80 - - - - - - - - - - - - - - Persen 60 10 10 10 5 5 5 Persen 45 25 10 10 5 5 5 Persen 25 25 15 15 10 10 10 RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 94
BAB VII PENUTUP Demikian Renstra ini dibuat untuk waktu 5 (lima) tahun, dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2018, semoga terwujudnya pengelolaan keuangan dan aset daerah yang akuntabel dan profesional serta meningkatnya pendapatan daerah sebagai penyangga pembangunan Kabupaten Lamandau menuju masyarakat yang maju dan sejahtera dalam pelaksanaan otonomi daerah dengan melalui tahapan satu perencanaan, satu tujuan organisasi sesuai yang diinginkan. Nanga Bulik, 31 Maret 2014 Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau Drs. Y UA N O, M. Si Pembina Utama Muda NIP. 19630504 199003 1 009 RENSTRA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 95
RENSTRA DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN LAMANDAU 2013-2018 5-71
1.297.603.185 1.250.000.000 1.650.000.000 1.894.138.276 1.496.715.000 2.752.108.372 960.553.690 1.247.747.213 1.365.053.239 1.247.747.213 1.297.603.185 1.250.000.000 1.650.000.000 1.894.138.276 1.496.715.000 2.752.108.372 960.553.690 1.365.053.239 2.524.557.150 2.382.606.215 2.754.023.962 3.230.916.000 3.223.233.715 1.868.225.910 1.947.758.835 2.330.749.529 3.035.916.123 319.100.000 329.720.000 326.907.000 536.325.000 479.440.000 238.117.000 243.336.000 242.717.000 481.972.200 1.639.895.650 1.816.295.495 2.253.116.962 1.820.059.625 2.293.362.215 1.126.593.410 1.494.465.549 1.914.182.529 1.684.093.923 565.561.500 236.590.720 174.000.000 874.531.375 450.431.500 503.515.500 209.957.286 173.850.000 869.850.000
1.364.777.991 212,0916782 1.364.777.991 2.652.625.391 407.788.600 1.839.796.191 405.040.600
Program Kegiatan 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 Anggaran Realisasi (1) (2) (4) (5) (6) (7) (8) (10) (11) (12) (13) (14) (16) (17) (18) (19) (20) (21) (22) Belanja Tidak Langsung Belanja Langsung Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Lampiran Tabel 2.5. Anggaran dan Realisasi Pendanaan Dinsosnakertrans Kabupaten Lamandau 2009-2013 Uraian Anggaran pada Tahun ke- Realisasi Anggaran pada Tahun ke- Rasio antara Realisasi dan Anggaran Tahun ke- (%) Rata-rata Pertumbuhan Rp 1.297.603.185,00 Rp 1.250.000.000,00 Rp 1.650.000.000,00 Rp 1.894.138.276,00 Rp 1.496.715.000,00 Rp 2.752.108.372,00 Rp 960.553.690,00 Rp 1.247.747.213,00 Rp 1.365.053.239,00 Rp 1.364.777.991,00 212 76,84 75,62 72,07 91,18 22,15 106 Rp 2.510.557.150,00 Rp 2.382.606.215,00 Rp 2.784.023.962,00 Rp 3.230.916.000,00 Rp 3.089.161.215,00 Rp 1.812.473.609,00 Rp 1.947.758.835,00 Rp 2.330.749.529,00 Rp 3.035.852.123,00 Rp 2.654.093.891,00 72,19 81,75 83,72 93,96 85,92 23,42 84 Rp 1.090.623.200,00 Rp 838.091.980,00 Rp 1.193.040.137,00 Rp 1.171.675.875,00 Rp 1.107.283.715,00 Rp 852.595.409,00 Rp 693.997.184,00 Rp 1.075.680.334,00 Rp 1.070.355.023,00 Rp 1.022.563.011,00 78,18 82,81 90,16 91,35 92,35 11,91 87 Penyediaan Jasa Surat Menyurat Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik Rp 12.000.000,00 Rp 8.760.000,00 Rp 5.200.000,00 Rp 7.590.000,00 Rp 7.050.000,00 Rp 5.000.000,00 Rp 6.000.000,00 Rp 2.439.000,00 Rp 7.539.000,00 Rp 7.029.000,00 41,67 68,49 46,90 99,33 99,70 Rp 33.600.000,00 Rp 49.000.000,00 Rp 47.017.200,00 Rp 49.200.000,00 Rp 35.000.000,00 Rp 15.756.984,00 Rp 25.935.534,00 Rp 24.834.453,00 Rp 23.616.718,00 Rp 17.718.711,00 46,90 52,93 52,82 48,00 50,62-28,79 71 17,57 50 Penyediaan Jasa Peralatan dan Perlengkapan Kantor Rp 123.061.500,00 Rp 14.812.500,00 Rp 118.378.000,00 Rp 5.530.000,00-96,19 37,33 #VALUE! #VALUE! Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perijinan Kendaraan Dinas Opersional Rp 8.000.000,00 Rp 4.828.335,00 Rp 3.600.000,00 Rp 4.000.000,00 Rp 8.400.000,00 Rp 1.791.000,00 Rp 3.086.000,00 Rp 2.863.000,00 Rp 3.999.000,00 Rp 7.078.900,00 22,39 63,91 79,53 99,98 84,27 56,03 70 Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan Rp 261.350.000,00 Rp 232.752.000,00 Rp 272.172.000,00 Rp 279.900.000,00 Rp 289.800.000,00 Rp 193.067.000,00 Rp 186.951.000,00 Rp 204.092.000,00 Rp 234.414.000,00 Rp 255.048.600,00 73,87 80,32 74,99 83,75 88,01 12,37 80 Penyediaan Alat Tulis Kantor Penyediaan Barang Cetak dan Penggandaan Rp 97.445.000,00 Rp 60.058.075,00 Rp 69.990.875,00 Rp 47.687.750,00 Rp 60.000.000,00 Rp 92.438.475,00 Rp 60.000.000,00 Rp 69.990.500,00 Rp 47.687.500,00 Rp 60.000.000,00 94,86 99,90 100,00 100,00 100,00 Rp 20.000.000,00 Rp 35.000.200,00 Rp 41.850.000,00 Rp 50.940.000,00 Rp 51.400.000,00 Rp 20.000.000,00 Rp 34.900.250,00 Rp 32.830.000,00 Rp 42.226.250,00 Rp 51.040.000,00 100,00 99,71 78,45 82,89 99,30-27,88 99 117,20 92 Penyediaan Komponen Instalasi Listrik / Penerangan Bangunan Kantor Rp 25.000.000,00 Rp 15.000.000,00 Rp 3.550.000,00 Rp 3.000.000,00 Rp 2.000.000,00 Rp 24.865.000,00 Rp 11.041.000,00 Rp 2.955.000,00 Rp 2.170.000,00 Rp 1.787.000,00 99,46 73,61 83,24 72,33 89,35-165,16 84 Penyedian Peralatan Rumah Tangga Rp 3.492.870,00 Rp 2.807.425,00 Rp 3.732.125,00 Rp 3.233.715,00 Rp 3.444.000,00 Rp 2.422.000,00 Rp 3.644.000,00 Rp 3.150.000,00 98,60 86,27 97,64 97,41 Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundangundangan Rp 30.000.000,00 Rp 29.960.000,00 Rp 5.040.000,00 Rp 11.520.000,00 Rp 10.000.000,00 Rp 13.317.500,00 Rp 13.800.000,00 Rp 4.200.000,00 Rp 11.040.000,00 Rp 9.600.000,00 44,39 46,06 83,33 95,83 96,00 32,07 73 Penyediaan Bahan Logistik Rp 45.560.000,00 Rp 19.500.000,00 Rp 17.273.500,00 Rp 14.032.500,00 37,91 71,96 Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor Rp 10.000.000,00 Rp 7.000.000,00 70,00 Penyediaan Makan dan Minum Kantor Rapat-rapat Kordinasi dan Konsultasi Keluar Daearah Rp 60.000.000,00 Rp 62.100.000,00 Rp 50.716.800,00 Rp 51.216.000,00 Rp 50.400.000,00 Rp 23.220.000,00 Rp 57.030.000,00 Rp 47.932.500,00 Rp 45.027.500,00 Rp 41.796.000,00 38,70 91,84 94,51 87,92 82,93 Rp 220.000.000,00 Rp 186.720.000,00 Rp 412.111.000,00 Rp 383.320.000,00 Rp 300.000.000,00 Rp 198.246.350,00 Rp 161.732.900,00 Rp 411.020.881,00 Rp 381.534.055,00 Rp 298.624.300,00 90,11 86,62 99,74 99,53 99,54-15,44 79 76,86 95 Rapat-rapat Kordinasi dan Konsultasi Dalam Daearah Rp 133.206.700,00 Rp 95.540.000,00 Rp 258.984.837,00 Rp 259.570.000,00 Rp 270.000.000,00 Rp 110.841.600,00 Rp 92.005.000,00 Rp 250.576.000,00 Rp 249.794.000,00 Rp 269.690.500,00 83,21 96,30 96,75 96,23 99,89 147,04 94 di Tahun 2013 Masuk program Peningkatan Proomosi dan Kerjasama Investasi Pameran Pembangunan Rp 11.400.000,00 Rp 20.568.000,00 Rp 20.000.000,00 Rp 20.000.000,00 Rp 20.000.000,00 Rp 11.400.000,00 Rp 18.509.000,00 Rp 19.525.000,00 Rp 17.663.000,00-100,00 89,99 97,63 88,32 #VALUE! 77,66 #VALUE!
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Rp 283.500.000,00 Rp 196.182.435,00 Rp 65.500.000,00 Rp 943.731.375,00 Rp 563.977.500,00 Rp 240.982.000,00 Rp 160.307.286,00 Rp 43.253.000,00 Rp 918.042.500,00 Rp 495.655.600,00 85,00 81,71 66,04 97,28 87,89 1203,16 84 Pengadaan Kendaraan Dinas / Operasional Roda dua (2) Rp 50.000.000,00 Rp 40.000.000,00 Rp 405.000.000,00 Rp 40.000.000,00 Rp 40.000.000,00 Rp 360.890.600,00 80,00 100,00 89,11 Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor Rp 112.500.000,00 Rp 47.429.000,00 Rp 40.531.375,00 Rp 98.300.000,00 Rp 43.937.286,00 Rp 39.400.000,00 87,38 92,64 97,21 Pengadaan Peralatan Gedung Kantor Rp 60.000.000,00 Rp 83.461.720,00 Rp 27.000.000,00 Rp 3.627.500,00 Rp 58.850.000,00 Rp 61.430.000,00 Rp 26.150.000,00 Rp 3.000.000,00 98,08 73,60 96,85 82,70 Pemeliharaan Rutin / Berkala Kendaraan Dinas / Operasional Pemeliharaan Rutin / Berkala Perlengkapan Gedung kantor Rp 48.000.000,00 Rp 40.491.715,00 Rp 36.600.000,00 Rp 44.600.000,00 Rp 73.100.000,00 Rp 37.332.000,00 Rp 34.220.000,00 Rp 25.527.000,00 Rp 34.510.000,00 Rp 49.629.000,00 77,78 84,51 69,75 77,38 67,89 Rp 13.000.000,00 Rp 5.000.000,00 Rp 20.000.000,00 Rp 20.000.000,00 Rp 48.500.000,00 Rp 6.500.000,00 Rp 1.000.000,00 Rp 9.948.000,00 Rp 10.157.500,00 Rp 48.500.000,00 50,00 20,00 49,74 50,79 100,00 60,51 75 380,96 54 Pemeliharaan Rutin / Berkala Peralatan Gedung kantor Rp 19.800.000,00 Rp 8.900.000,00 Rp 21.600.000,00 Rp 33.750.000,00 Rp 19.720.000,00 Rp 7.778.000,00 Rp 21.125.000,00 Rp 33.636.000,00 99,60 87,39 97,80 99,66 Pembuatan Pagar Taman Pahlawan Rp 150.000.000,00 Rp 149.000.000,00 99,33 Pembangunan Gudang Buffer Stock Untuk Bantuan Bencana Alam Rp 600.000.000,00 Rp 597.700.000,00 99,62 Program Peningkatan Disiplin Aparatur Pengadaan Pakaian Dinas Beserta Perlengkapan Rp 90.000.000,00 Rp 18.000.000,00 Rp 15.750.000,00 Rp 20.000.000,00 Rp - Rp 73.657.200,00 Rp 16.195.000,00 Rp 14.196.000,00 Rp 19.910.000,00 Rp - 81,84 89,97 90,13 99,55 Rp 18.000.000,00 Rp 15.750.000,00 Rp 16.195.000,00 Rp 14.196.000,00 89,97 90,13-165,52 Pengadaan Pakaian Dinas Khusus Hari-hari Tertentu Rp 85.000.000,00 Rp 20.000.000,00 Rp 68.806.200,00 Rp 19.910.000,00 80,95 99,55 Pengadaan peralatan olah raga Rp 5.000.000,00 Rp 4.851.000,00 97,02 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Pendidikan dan Pelatihan Teknis Fungsional Rp 45.000.000,00 Rp 35.000.000,00 Rp 47.502.000,00 Rp 16.000.000,00 Rp 8.000.000,00 Rp 7.900.000,00 Rp 3.100.000,00 Rp 33.650.000,00 Rp 9.150.000,00 Rp 8.000.000,00 17,56 8,86 70,84 57,19 100,00 Rp 45.000.000,00 Rp 35.000.000,00 Rp 47.502.000,00 Rp 16.000.000,00 Rp 8.000.000,00 Rp 7.900.000,00 Rp 3.100.000,00 Rp 33.650.000,00 Rp 9.150.000,00 Rp 8.000.000,00 17,56 8,86 70,84 57,19 100,00-102,82 51-102,82 51 Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil dan PMKS Rp 63.950.000,00 Rp 174.000.000,00 Rp 155.850.000,00 Rp 351.200.000,00 Rp 235.000.000,00 Rp 60.450.000,00 Rp 84.030.000,00 Rp 153.204.760,00 Rp 343.167.750,00 Rp 232.072.500,00 94,53 48,29 98,30 97,71 98,75 253,91 88 Masuk Kesra tahun 2009 Bimbingan penyuluhan fakir miskin Rp 33.950.000,00 Rp 30.500.000,00 89,84 Peningkatan Kemampuan (Capacity Bulding) Petugas dan Pendamping Sosial Pemberdayaan Fakir Miskin, KAT dan PMKS Lainya Rp 90.000.000,00 Rp 75.000.000,00 Rp 90.000.000,00 Rp 73.200.000,00 100,00 97,60 Pelatihan Keterampilan Berusaha Bagi Keluarga Miskin Rp 30.000.000,00 Rp 26.075.000,00 Rp 25.450.000,00 Rp 25.605.000,00 84,83 98,20 Pendamping Kegiatan Pemberdayaan Fakir Miskin melalui Jaminan Sosial Lanjut Usia (JSLU) Rp 20.000.000,00 Rp 19.755.000,00 98,78
Pendamping Kegiatan Pemberdayaan Komunitas adat Terpencil ( KAT ) Melalui Bantuan Bahan Bangunan Rumah Tidak Layak Huni ( BBR-RTLH ) Rp 55.000.000,00 Rp 54.335.000,00 98,79 Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendukung Usaha Bagi PMKS dan Keluarga Miskin Rp 99.775.000,00 Rp 30.000.000,00 Rp 98.467.260,00 Rp 29.500.000,00 98,69 98,33 Pendataan PMKS di lokasi PM2L Rp 30.000.000,00 Rp 29.132.500,00 97,11 Bimbingan/penyuluhan berusaha bagi keluarga miskin Rp 25.000.000,00 Rp 20.000.000,00 Rp 22.170.000,00 Rp 19.790.000,00 88,68 98,95 Masuk Kesra tahun 2009 Paket Bantuan Usaha Ekonomi Produktif Untuk Fakir Miskin Rp 30.000.000,00 Rp 30.000.000,00 Rp 29.950.000,00 Rp 29.940.000,00 99,83 99,80 Penjajagan awal Kegiatan Pemberdayaan komunitas Adat Terpencil ( KAT ) Rp 30.000.000,00 Rp 30.000.000,00 Rp 28.640.000,00 Rp 28.109.000,00 95,47 93,70 Pendamping Kegiatan Pemberdayaan Fakir Miskin Melalui Rehabilitas Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RSRTLH) Rp 56.485.000,00 Rp 65.000.000,00 Rp 54.921.250,00 Rp 64.992.500,00 97,23 99,99 Pendamping Kegiatan Pemberdayaan Fakir Miskin Melalui Penanggulangan Kemiskinan Bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dari Kementrian RI Rp 119.715.000,00 Rp 118.467.500,00 98,96 Program Pelayanan dan Rehabilitas Sosial Rp 26.800.000,00 Rp 42.000.000,00 Rp 60.000.000,00 Rp 35.000.000,00 Rp 30.000.000,00 Rp 26.700.000,00 Rp 39.446.750,00 Rp 25.169.000,00 Rp 34.610.000,00 Rp 29.720.000,00 99,63 93,92 41,95 98,89 99,07 43,62 87 Pengadaan Masalahmasalah Strategis yang Menyangkut Tanggap Cepat Darurat dan Kejadian Luar Biasa Rp 25.000.000,00 Rp 35.000.000,00 Rp 30.000.000,00 Rp 24.904.000,00 Rp 34.610.000,00 Rp 29.720.000,00 99,62 98,89 99,07 Pemulangan Gelandangan, Pengemis, Orang Terlantar dan Penyandang Cacat Rp 2.000.000,00 Rp 5.000.000,00 - Rp 265.000,00 #VALUE! 5,30 Pendataan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Rp 25.000.000,00 Rp 24.885.250,00 99,54 Penyuluhan Pencegahan Bahaya Narkoba di Lokasi PM2L Rp 26.800.000,00 Rp 10.000.000,00 Rp 26.700.000,00 Rp 9.692.500,00 99,63 96,93 Pendataan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial di Lokasi PM2L Rp 5.000.000,00 Rp 30.000.000,00 Rp 4.869.000,00 97,38 - Program Keserasian Kebijakan Peningkatan Kualitas rumah dalam Rumah Tangga Rp 26.800.000,00 Rp - Rp - Rp - Rp - Rp 26.700.000,00 Rp - Rp - Rp - 99,63 Penyuluhan sosial pencegahan KDRT Rp 26.800.000,00 Rp 26.700.000,00 99,63 Program Pembinaan Anak Terlantar Pendidikan Keterampilan dan Praktek Belajar Kerja Bagi Anak Terlantar Rp 63.950.000,00 Rp 60.000.000,00 Rp 27.695.000,00 Rp 50.000.000,00 Rp 30.000.000,00 Rp 55.900.000,00 Rp 56.447.000,00 Rp 24.665.000,00 Rp 31.942.000,00 Rp 29.415.000,00 87,41 94,08 89,06 63,88 98,05 Rp 30.000.000,00 Rp 27.695.000,00 Rp 26.505.000,00 Rp 24.665.000,00 88,35 89,06-19,48 86
Masuk Kesra tahun 2009 Bimbingan / Penyuluhan Belajar dan Berusaha Bagi Anak Terlantar Rp 33.950.000,00 Rp 25.000.000,00 Rp 20.000.000,00 Rp 30.900.000,00 Rp 21.892.000,00 Rp 20.000.000,00 91,02 87,57 100,00 Masuk Kesra tahun 2009 Paket Bantuan Usaha Ekonomi Produktif Untuk Anak Terlantar / Putus Sekolah Rp 30.000.000,00 Rp 30.000.000,00 Rp 25.000.000,00 Rp 29.942.000,00 83,33 99,81 Pemberdayaan Anak Terlantar/Putus Sekolah Rp 25.000.000,00 Rp 10.000.000,00 Rp 10.050.000,00 Rp 9.415.000,00 40,20 94,15 Program Pembinaan Para Penyandang Cacat dan Trauma Rp 52.475.000,00 Rp 60.000.000,00 Rp 24.675.000,00 Rp 25.000.000,00 Rp 54.000.000,00 Rp 52.400.000,00 Rp 56.511.000,00 Rp 21.855.000,00 Rp 19.070.000,00 Rp 41.055.000,00 99,86 94,19 88,57 76,28 76,03 72,78 87 Pendayagunaan Para Penyandang Cacat dan eks trauma Rp 10.000.000,00 Rp 7.095.000,00 70,95 Bimbingan dan Penyuluhan Bagi Penyandang dan eks trauma Rp 25.000.000,00 Rp 20.000.000,00 Rp 19.070.000,00 Rp 17.580.000,00 76,28 87,90 Pendamping Kegiatan Pemberdayaan Cacat Melalui Bantuan Jaminan Sosila Bagi Penyandang Cacat Berat/Ganda Rp 24.000.000,00 Rp 16.380.000,00 68,25 Pendidikan Pelatihan Bagi Penyandang Cacat dan Eks Trauma Paket Bantuan Usaha Ekonomi Produktifitas Bagi Penyandang Cacat dan Eks Trauma Rp 22.475.000,00 Rp 30.000.000,00 Rp 24.675.000,00 Rp 22.450.000,00 Rp 26.631.000,00 Rp 21.855.000,00 99,89 88,77 88,57 Rp 30.000.000,00 Rp 30.000.000,00 Rp 29.950.000,00 Rp 29.880.000,00 99,83 99,60 Program Pembinaan Eks Penyandang Penyakit Sosial ( Nara Pidana,PSK, Narkoba dan Penyakit Sosial Lainnya ) Rp - Rp - Rp 24.975.000,00 Rp 2.300.000,00 Rp 2.000.000,00 Rp - Rp - Rp 23.937.000,00 Rp 1.530.000,00 Rp 2.000.000,00 95,84 66,52 100,00 Penertiban Tuna Sosial/ Gelandangan/ Pengemis/ WTS/Waria/Terlantar Cacat Rp 2.300.000,00 Rp 2.000.000,00 Rp 1.530.000,00 Rp 2.000.000,00 66,52 100,00 Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan Berusaha Bagi Eks Penyandang Penyakit Sosial Rp 24.975.000,00 Rp 23.937.000,00 95,84 Program peningkatan partisipasi masyarakat dalam membangun desa Rp - Rp - Rp - Rp 10.000.000,00 Rp 15.000.000,00 Rp - Rp - Rp - Rp 6.376.500,00 Rp 14.372.500,00 63,77 95,82 Penyelenggaraan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat Rp 10.000.000,00 Rp 15.000.000,00 Rp 6.376.500,00 Rp 14.372.500,00 63,77 95,82 Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesos Rp 26.800.000,00 Rp 42.000.000,00 Rp 199.000.000,00 Rp 109.000.000,00 Rp 84.000.000,00 Rp 23.125.000,00 Rp 40.105.000,00 Rp 197.850.000,00 Rp 95.164.650,00 Rp 82.730.000,00 86,29 95,49 99,42 87,31 98,49 362,36 93 Bimbingan/Penyuluhan Karang Taruna PM2L Rp 30.000.000,00 Rp 28.105.000,00 93,68 Honorarium Tenaga Kerja sosial Kecamatan Rp 12.000.000,00 Rp 24.000.000,00 Rp 24.000.000,00 Rp 24.000.000,00 Rp 12.000.000,00 Rp 24.000.000,00 Rp 24.000.000,00 Rp 24.000.000,00 100,00 100,00 100,00 100,00 Pengembangan Sarana dan Prasarana Pemakaman Rp 175.000.000,00 Rp 173.850.000,00 99,34 Pemberdayaan Karang Taruna Rp 26.800.000,00 Rp 20.000.000,00 Rp 15.000.000,00 Rp 23.125.000,00 Rp 18.225.000,00 Rp 14.110.000,00 86,29 91,13 94,07 Pelestarian Nilai-nilai Kepahlawanan, Keperintisan dan Kesetiakawanan Sosial Rp 15.000.000,00 Rp 15.000.000,00 Rp 14.900.000,00 Rp 15.000.000,00 99,33 100,00
Pengembangan kelembagaan perlindungan bagi Lansia Rp 50.000.000,00 Rp 30.000.000,00 Rp 38.039.650,00 Rp 29.620.000,00 76,08 98,73 Program Kesejahteraan Rakyat Rp 100.000.000,00 Rp 88.000.000,00 Rp - Rp - Rp - Rp 78.344.000,00 Rp 86.524.000,00 Rp - Rp - 78,34 98,32 Pembebasan lahan lokasi makam pahlawan 2 hektar Rp 100.000.000,00 Rp 78.344.000,00 78,34 Pemantapan Lahan Taman Makam Pahlawan Rp 35.000.000,00 Rp 34.850.000,00 99,57 Dukungan Penanganan Bencana Alam / Pasca Bencana Rp 53.000.000,00 Rp 51.674.000,00 97,50 Program Peningkatan Kualitas dan Produktifitas Tenaga Kerja Rp - Rp 135.200.000,00 Rp 100.223.250,00 Rp 110.000.000,00 Rp - Rp - Rp 128.569.500,00 Rp 95.569.250,00 Rp 109.736.000,00 Rp - 95,10 95,36 99,76 Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan Bagi Pencari Kerja Rp 100.223.250,00 Rp 110.000.000,00 Rp 95.569.250,00 Rp 109.736.000,00 95,36 99,76 Pengadaan Peralatan Pendidikan dan Keterampilan Bagi Pencari Kerja Rp 30.200.000,00 Rp 30.200.000,00 100,00 Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan Bagi Pencari Kerja Rp 105.000.000,00 Rp 98.369.500,00 93,69 Program Peningkatan Kesempatan Kerja Rp 160.300.000,00 Rp 250.200.000,00 Rp 300.000.000,00 Rp - Rp 250.000.000,00 Rp 134.570.000,00 Rp 250.000.000,00 Rp 300.000.000,00 Rp 250.000.000,00 83,95 99,92 100,00 100,00 Kerjasama Pendidikan dan Pelatihan Rp 250.200.000,00 Rp 300.000.000,00 Rp 250.000.000,00 Rp 250.000.000,00 Rp 300.000.000,00 Rp 250.000.000,00 99,92 100,00 100,00 Pendidikan dan pelatihan Keterampilan menjahit Rp 56.500.000,00 Rp 48.695.000,00 86,19 Pendidikan pelatihan dan Rp 85.000.000,00 Rp 67.925.000,00 79,91 keterampilan montir sepeda motor Penyuluhan dan penyebaran informasi (pelayanan antar kerja melalui peningkatan efektifitas IPK) Rp 18.800.000,00 Rp 17.950.000,00 95,48 Program Perlindungan dan Pengembangan Kelembagaan Ketenagakerjaan Rp 112.480.000,00 Rp 125.000.000,00 Rp 207.714.875,00 Rp 97.000.000,00 Rp 167.600.000,00 Rp 101.824.000,00 Rp 114.213.500,00 Rp 165.758.750,00 Rp 94.126.200,00 Rp 124.565.500,00 90,53 91,37 79,80 97,04 74,32 96,78 87 Sosialisasi prosedur penyelesaian perselisihan hubungan industrial Rp 26.870.000,00 Rp 24.705.000,00 91,94 Sosialisasi penyelesaian prosedur pemberian perlindungan hukum dan jamsostek Rp 26.870.000,00 Rp 25.869.000,00 96,27 Fasilitas Penyelesaian Perselisihan HI dan PHK Rp 20.000.000,00 Rp 31.370.000,00 Rp 9.700.000,00 Rp 14.226.000,00 Rp 28.538.500,00 Rp 9.485.000,00 71,13 90,97 97,78 Sosialisasi Berbagai Peraturan Pelaksanaan Tentang Ketenaga Kerjaan Rp 26.870.000,00 Rp 35.000.000,00 Rp 33.955.750,00 Rp 97.000.000,00 Rp 25.625.000,00 Rp 33.773.000,00 Rp 31.084.500,00 Rp 94.126.200,00 95,37 96,49 91,54 97,04 112,94 Pembentukan LKS Bipartit Rp 20.000.000,00 Rp 19.434.000,00 97,17 Pembentukan LKS Tripartit Rp 25.000.000,00 Rp 23.951.500,00 95,81 Sosialisasi Perlindungan dan Penegakan Hukum Terhadap K3 Rp 26.870.000,00 Rp 25.000.000,00 Rp 31.668.125,00 Rp 25.625.000,00 Rp 22.829.000,00 Rp 24.943.750,00 95,37 91,32 78,77
Pengadaan buku UU Rp 5.000.000,00 - #VALUE! Ketenagakerjaan, KepMen, Keppres dan UU Jamsostek #VALUE! Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Rp 47.861.250,00 Rp 45.563.500,00 95,20 Dewan Pengupahan Kabupaten Lamandau Rp 62.859.750,00 Rp 37.862.500,00 Rp 35.628.500,00-56,68 #VALUE! Apel Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Rp 44.662.500,00 Rp 40.109.500,00 89,81 Pemeriksaana Berkala Penerapan Norma Kerja dan Norma K3 Rp 31.800.000,00 Rp 31.539.000,00 99,18 Pembinaan Penerapan SMK3 Rp 43.575.000,00 Rp 43.432.000,00 99,67 Program Pengembangan Permukiman Transmigrasi Baru Rp 367.878.950,00 Rp 302.062.500,00 Rp 275.489.000,00 Rp 272.008.375,00 Rp 312.731.500,00 Rp 77.326.000,00 Rp 211.464.365,00 Rp 113.294.935,00 Rp 267.996.500,00 Rp 209.859.500,00 21,02 70,01 41,13 98,53 67,11-12,98 60 Pemantapan calon lokasi PTB Bayat Rp 173.000.000,00 Rp 29.480.000,00 17,04 Koordinasi dan sosialisasi calon UPT baru Rp 50.000.000,00 Rp 47.846.000,00 95,69 Penyelesaian masalah lahan usaha I Rp 144.878.950,00 - #VALUE! #VALUE! Kordinasi dan Konsultasi Program Pengembangan Permukiman Transmigrasi Baru Rp 124.100.000,00 Rp 66.175.865,00 53,32 Tahun 2013 Masuk Program Pengembangan dan Pemberdayaan kawasan transmigrasi Sosialisasi Calon PTB Rp 25.000.000,00 Rp 13.980.500,00 55,92 Bantuan Catu Pangan / Jadup Transmigrasi di UPT Bayat Rp 250.000.000,00 Rp 150.000.000,00 Rp 246.790.000,00 Rp 149.592.000,00 98,72 99,73 Indetifikasi Lahan Calon PTB Rp 25.012.500,00 Rp 275.489.000,00 Rp 22.008.375,00 Rp 7.808.000,00 Rp 113.294.935,00 Rp 21.206.500,00 31,22 41,13 96,36 Perencanaan Teknis PTB Rp 127.950.000,00 Rp 123.500.000,00 96,52 Pembebasan Lahan UPT Rp 120.927.500,00 Rp 19.117.500,00 15,81 Peningkatan unit permukiman transmigrasi Rp 41.804.000,00 Rp 41.150.000,00 98,44 Program Pembinaan Transmigrasi Operasional Pembinaan UPT Tapin Bini Penyuluhan/Pelatihan Budi Daya Tanaman Perkebunan Rp - Rp 100.869.300,00 Rp 86.609.700,00 Rp 18.000.375,00 Rp 229.568.500,00 Rp - Rp 6.848.250,00 Rp 42.666.500,00 Rp 14.675.000,00 Rp 112.085.280,00 6,79 49,26 81,53 48,82 Rp 25.056.800,00 Rp 24.788.450,00 Rp 14.880.000,00 Rp 3.442.000,00 Rp 6.204.500,00 Rp 11.088.000,00 13,74 25,03 74,52 Rp 14.688.500,00 Rp 1.468.500,00 10,00 Sosialisasi Calon PTB Rp 18.000.375,00 Rp 14.675.000,00 81,53 Pengurusan/Penyelesaian Legalitas Lahan/status kawasan hutan Rp 200.000.000,00 Rp 99.528.780,00 49,76 Invetarisasi Warga Transmigrasi dan Lahan UPT Tapin Bini Rp 75.812.500,00 Rp 61.821.250,00 Rp 3.406.250,00 Rp 36.462.000,00 4,49 58,98
Tabel 5.1 Rencana Program, Kegiatan, Inikator Kinerja Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau Tujuan Target Rp. Target Rp. Target Rp. Target Rp. Target Rp. Target Rp (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) BL Bidang Sekretariat 1 Meningkatkan Meningkatnya Tata Kelola Pemerintahan yang Semakin Transparan, Responsif dan Akuntabel Sasaran kualitas sumber daya aparatur pemerintah daerah Indikator Sasaran Persentase pelayanan administrasi perkantoran Kode Program dan Kegiatan 1 1 4 1 1 4 0 1 0 1 0 1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Indikator Kinerja Program (Outcome) dan Kegiatan (Output) Cakupan pelayanan administrasi perkantoran Satuan Data Capaian pada Awal Tahun 2013 Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan 2014 2015 2016 2017 100% 100% 1.124.793.900 100% 1.201.000.000 100% 1.226.950.000 100% 1.271.000.000 100% 1.311.000.000 100% 6.134.743.900 Sekretariat N. Bulik 2018 Kondisi Kinerja Akhir Periode SKPD Unit Kerja SKPD Penanggungj awab Lokasi 1 1 4 1 1 4 0 1 0 1 0 1 0 1 Penyediaan jasa surat menyurat Tersedianyajasa surat menyurat 1 1 4 1 1 4 0 1 0 1 0 1 0 2 Penyediaan jasa Tersedianya jasa komunikasi, sumber komunikasi, daya air dan listrik sumber daya air dan listrik 1 1 4 1 1 4 0 1 0 1 0 1 0 3 Penyediaan jasa peralatan dan Tersedianya jasa penyediaan perlengkapan kantor peralatan dan perlengkapan kantor 1 1 4 1 1 4 0 1 0 1 0 1 0 6 Penyediaan jasa pemeliharaan dan Tersedianya jaminan perizinan perizinan kendaraan kendaraan dinas dinas/operasional 1350 Lbr 1350 Lbr 7.050.000 1350 Lbr 7.050.000 1350 Lbr 7.050.000 1500 Lbr 12 Bulan 12 Bulan 45.500.000 12 Bulan 46.000.000 12 Bulan 45.700.000 12 Bulan 8.000.000 1500 Lbr 48.000.000 12 Bulan 8.000.000 7050 Lbr 48.000.000 60 Bulan - 34 Unit 23.975.000 36 Unit 24.500.000 36 Unit 24.000.000 38 Unit 26.000.000 38 Unit 26.000.000 183 Unit 21 Blanko Pajak 28 Blanko Pajak 12.900.000 29 Blanko Pajak 13.000.000 29 Blanko Pajak 13.000.000 30 Blanko Pajak 15.000.000 30 Blanko Pajak 15.000.000 146 Blanko Pajak 37.150.000 Sekretariat N. Bulik 233.200.000 Sekretariat N. Bulik 124.475.000 Sekretariat N. Bulik 68.900.000 Sekretariat N. Bulik 1 1 4 1 1 4 0 1 0 1 0 1 0 7 Penyediaan jasa administrasi keuangan Tersedianya jasa administrasi keuangan 12 Bulan 12 Bulan 375.000.000 12 Bulan 380.000.000 12 Bulan 375.000.000 12 Bulan 385.000.000 12 Bulan 385.000.000 60 Bulan 1.900.000.000 Sekretariat N. Bulik 1 1 4 1 1 4 0 1 0 1 0 1 1 0 Penyediaan alat tulis Tersedianya alat kantor tulis kantor 1 1 4 1 1 4 0 1 0 1 0 1 1 1 Penyediaan barang Tersedianya cetakan dan barang cetakan penggandaan dan penggandaan 1 1 4 1 1 4 0 1 0 1 0 1 1 2 Penyediaan Tersedianya komponen instalasi komponen instalasi listrik/peneranganba listrik/penerangan ngunan kantor bangunan kantor 12 Bulan 12 Bulan 75.015.000 12 Bulan 75.015.000 12 Bulan 76.000.000 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 66.735.000 12 Bulan 66.735.000 12 Bulan 67.000.000 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 3.000.000 12 Bulan 2.800.000 12 Bulan 3.000.000 12 Bulan 80.000.000 12 Bulan 68.000.000 12 Bulan 3.500.000 12 Bulan 80.000.000 60 Bulan 68.000.000 60 Bulan 3.500.000 60 Bulan 386.030.000 Sekretariat N. Bulik 336.470.000 Sekretariat N. Bulik 15.800.000 Sekretariat N. Bulik 1 1 4 1 1 4 0 1 0 1 0 1 1 4 Penyediaan peralatan rumah tangga 1 1 4 1 1 4 0 1 0 1 0 1 1 5 Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundangundangan 1 1 4 1 1 4 0 1 0 1 0 1 1 8 Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah Tersedianya peralatan rumah tangga kantor Tersedianya bahan bacaan aparatur Terlaksananya koordinasi dan konsultasi pelaksanaan kegiatan luar daerah 12 Bulan 12 Bulan 2.618.900 12 Bulan 2.700.000 12 Bulan 2.700.000 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 13.000.000 12 Bulan 13.200.000 12 Bulan 13.500.000 12 Bulan 3.500.000 12 Bulan 14.000.000 12 Bulan 3.500.000 60 Bulan 14.000.000 60 Bulan 15.018.900 Sekretariat N. Bulik 67.700.000 Sekretariat N. Bulik 46 Kali 40 Kali 250.000.000 50 Kali 300.000.000 50 Kali 300.000.000 55 Kali 320.000.000 60 Kali 350.000.000 255 Kali 1.520.000.000 Sekretariat Luar Daerah
Meningkatnya akuntabilitas kinerja pemerintah daerah Bertambahnya sarana dan prasarana perkantoran 1 1 4 1 1 4 0 1 0 1 0 1 1 9 Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi Ke Dalam Daerah Terlaksananya koordinasi dan konsultasi pelaksanaan kegiatan dalam daerah 1 1 4 1 1 4 0 1 0 1 0 2 Program Peningkatan sarana dan Cakupan pelayanan sarana dan prasarana prasarana aparatur aparatur 1 1 4 1 1 4 0 1 0 1 0 2 0 5 Pengadaan kendaraan dinas/operasional 1 1 4 1 1 4 0 1 0 1 0 2 0 7 Pengadaan perlengkapan gedung kantor 1 1 4 1 1 4 0 1 0 1 0 2 0 9 Pengadaan peralatan gedung kantor 1 1 4 1 1 4 0 1 0 1 0 2 2 2 Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor Bertambahnya kendaraan dinas/ operasional roda dua Terlaksananya pengadaan perlengkapan gedung kantor Terlaksananya pengadaan peralatan gedung kantor Gedung Kantor Terpelihara 180 Kali 160 Kali 250.000.000 180 Kali 270.000.000 180 Kali 300.000.000 180 Kali 300.000.000 180 Kali 310.000.000 880 Kali 1.430.000.000 Sekretariat Dalam Daerah 100% 100% 304.159.500 100% 438.000.000 100% 308.000.000 100% 320.000.000 100% 330.000.000 100% 1.705.159.500 Sekretariat N. Bulik 1 unit roda 4 dan 2 Unit Roda 2 2 Unit Roda Dua 66.000.000 2 Unit Roda Dua 50.000.000 2 Unit Roda Dua 50.000.000 2 Unit Roda Dua 65.000.000 2 Unit Roda Dua 65.000.000 10 unit Roda Dua 296.000.000 Sekretariat N. Bulik 1 Paket 1 Paket 61.279.500 1 Paket 45.000.000 1 Paket 60.000.000 1 Paket 57.000.000 1 Paket 57.000.000 5 Paket 280.279.500 Sekretariat N. Bulik - 1 Paket 56.100.000 1 Paket 40.000.000 1 Paket 60.000.000 1 Paket 60.000.000 1 Paket 60.000.000 5 Paket 276.100.000 Sekretariat N. Bulik 12 Bulan 12 Bulan 26.940.000 12 Bulan 28.000.000 12 Bulan 38.000.000 12 Bulan 38.000.000 12 Bulan 38.000.000 60 Bulan 168.940.000 Sekretariat N. Bulik 1 1 4 1 1 4 0 1 0 1 0 2 2 4 Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional Kendaraan dinas / operasional terpelihara 12 Bulan 12 Bulan 93.840.000 12 Bulan 95.000.000 12 Bulan 100.000.000 12 Bulan 100.000.000 12 Bulan 110.000.000 60 Bulan 503.840.000 Sekretariat N. Bulik Pembangunan Sarana dan Prasarana Taman Makam Pahlawan Berlanjutnya pembangunan sarana dan prasarana TMP 1 Paket - - 1 Paket 180.000.000 - - - - - 1 Paket 180.000.000 Sekretariat N. Bulik Meningkatnya kualitas sumber daya aparatur pemerintah daerah Meningkatnya akuntabilitas kinerja pemerintah daerah Persentase sumber daya aparatur yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya Persentase kepatuhan pegawai 1 1 4 1 1 4 0 1 0 1 0 5 Peningkatan kapasitas sumber daya aparatur 1 1 4 1 1 4 0 1 0 1 0 5 0 4 Pendidikan dan pelatihan teknis fungsional 1 1 4 1 1 4 0 1 0 1 0 3 Peningkatan disiplin aparatur Persentase sumber daya aparatur yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya Keikutsertaan aparatur dalam diklat formal Tingkat kepatuhan pegawai 70% 80% 45.000.000 80% 25.000.000 80% 26.000.000 80% 27.000.000 80% 28.000.000 80% 151.000.000 Sekretariat N. Bulik 2 Kali 9 Kali 45.000.000 4 Kali 25.000.000 4 Kali 26.000.000 5 Kali 27.000.000 5 Kali 28.000.000 27 kali 151.000.000 Sekretariat N. Bulik 100% 100% 44.000.000 100% 45.000.000 100% 47.000.000 100% 46.000.000 100% 50.000.000 100% 232.000.000 Sekretariat N. Bulik 1 1 4 1 1 4 0 1 0 1 0 3 0 4 Pengadaan pakaian KORPRI 1 1 4 1 1 4 0 1 0 1 0 3 0 5 Pakaian khusus sehari-hari Tersedianya pakaian KORPRI dan perlengkapannya Tersedianya pakaian batik khas Lamandau beserta perlengkapannya - 44 Stell 22.000.000 - - - - - - - 44 Stell 22.000.000 Sekretariat N. Bulik - 44 Stell 22.000.000 - - - 48 Stell 22.000.000 - - 92 Stell 44.000.000 Sekretariat N. Bulik
2 Meningkatkan Investasi melalui penyediaan fasilitas dan inseftif serta kemitraan dengan UMKM, Koperasi dan IKM Meningkatnya investasi yang mendorong kesempatan dan penciptaan lapangan kerja serta lapangan usaha Bertambahnya pendapatan Kabupaten Lamandau Pengadaan Pakaian Tersedianya Dinas Harian Pengadaan Pakaian Dinas Harian Pengadaan pakaian olahraga Pengadaan Pakaian Linmas Pengadaan PSR 1 1 6 1 1 4 0 1 0 1 1 5 Peningkatan promosi dan kerjasama investasi Tersedianya Pengadaan pakaian olahraga Teersedianya Pengadaan Pakaian Linmas Tersedianya Pengadaan PSR Cakupan promosi dan kerjasama investasi - - - 46 Stell 22.000.000-48 Stell 24.000.000 - - 94 Stell 46.000.000 Sekretariat N. Bulik - - - 46 Stell 23.000.000 - - - 48 Stell 25.000.000 94 Stell 48.000.000 Sekretariat N. Bulik - - - - - 46 Stell 22.000.000 - - 48 Stell 25.000.000 94 Stell 47.000.000 Sekretariat N. Bulik - - - - - 46 Stell 25.000.000 - - - - 46 Stell 25.000.000 Sekretariat N. Bulik 1 Kali 1 Kali 20.000.000 1 Kali 20.000.000 1 Kali 21.000.000 1 Kali 22.000.000 1 Kali 23.000.000 5 kali 106.000.000 Sekretariat N. Bulik 3 Mewujudkan kehidupan yang tenteram, nyaman, dan terpeliharanya keamanan serta semangat berkebangsaan Meningkatnya peran pemerintah dan masyarakat dalam pemeliharaan ketertiban umum, ketentraman, berbangsa dan bernegara Persentase partisipasi masyarakat dan aparat dalam BBGRM 1 1 6 1 1 4 0 1 0 1 1 5 1 6 Penyelenggaraan pameran tingkat pembangunan 1 2 0 1 1 4 0 1 0 1 3 0 Peningkatan partisipasi masyarakat dalam membangun desa Keikutsertaan Dinsosnakertrans Kab. Lamandau dalam pameran Persentase desa terprogram BBGRM 1 Kali 1 Kali 20.000.000 1 Kali 20.000.000 1 Kali 21.000.000 1 Kali 22.000.000 1 Kali 23.000.000 5 kali 106.000.000 Sekretariat N. Bulik 100% 100% 13.567.315 100% 14.000.000 100% 14.000.000 100% 15.000.000 100% 15.000.000 100% 71.567.315 Sekretariat N. Bulik 1 2 0 1 1 4 0 1 0 1 3 0 0 3 Penyelenggaraan Kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat Terlaksananya kegiatan BBGRM 1 kali 1 kali 13.567.315 1 kali 14.000.000 1 kali 14.000.000 1 kali 15.000.000 1 kali 15.000.000 5 Kali 71.567.315 Sekretariat N. Bulik BIDANG SOSIAL 4 Mewujudkan kehidupan yang tenteram, nyaman, dan Meningkatnya pembinaan kepada penyandang Jumlah Kegiatan KesSos yang dilaksanakan terpeliharanya Kesejahteraan keamanan serta Sosial dan semangat Penanggulangan berkebangsaan Bencana 1 1 3 1 1 4 0 1 0 1 2 1 Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial % lembaga kesejahteran sosial yang mendapatkan pemberdayaan 1 1 3 1 1 4 0 1 0 1 2 1 0 7 Pelestarian Nilainilai Terlaksananya Kepahlawanan, Penanaman Nilai- Keperintisan dan Kesetiakawanan Sosial nilai Kepahlawanan, Keperintisan dan Kesetiakawanan Sosial 1 1 3 1 1 4 0 1 0 1 2 1 0 8 Pengembangan Kelembagaan Perlindungan Bagi Tersedianya kelembagaan perlindungan bagi Lanjut Usia (Lansia) lanjut usia Pemberdayaan Karang Taruna Terlaksananya pemberdayaan karang taruna 50,51% 60,61% 38.000.000 65,66% 95.000.000 70,71% 40.000.000 75,76% 42.000.000 80,81% 43.000.000 80,81% 258.000.000 Bidang Sosial 1 Kali 1 Kali 14.000.000 1 Kali 15.000.000 1 Kali 15.000.000 1 Kali 16.000.000 1 Kali 17.000.000 5 Kali 77.000.000 Bidang Sosial 12 Bulan 12 Bulan 24.000.000 12 Bulan 30.000.000 12 Bulan 25.000.000 12 Bulan 26.000.000 12 Bulan 26.000.000 60 Bulan - - - 12 Bulan 20.000.000 - - - - - - 12 Bulan 131.000.000 Bidang Sosial 20.000.000 Bidang Sosial Kabupate n Lamanda u Kabupate n Lamanda u Kabupate n Lamanda u Kabupate n
Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Terlaksananya peringatan hari kesetiakwanan sosial - - - 1 Kali 30.000.000 - - - - - - 1 Kali 30.000.000 Bidang Sosial Kabupate n Lamanda u Jumlah penanganan Penyandang Kesejahteraan Sosial 1 1 3 1 1 4 0 1 0 1 1 5 Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya Persentase PMKS skala Kabupaten yang menerima program pemberdayaan sosial melalui KUBE / kelompok sosial ekonomi sejenis lainnya 23,07% 45,21% 382.440.500 38,43% 263.000.000 40,33% 299.000.000 26,93% 319.000.000 23,27% 328.000.000 23,27% 1.591.440.500 Bidang Sosial Kabupate n Lamanda u 1 1 3 1 1 4 0 1 0 1 1 5 0 1 Peningkatan Kemampuan (Capacity Building) Petugas Dan Terlaksananya peningkatan kemampuan petugas dan Pendamping Sosial pendamping sosial Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil dan PMKS 20 orang 23 orang 69.000.000 15 orang 30.000.000 27 orang 75.000.000 27 orang 75.000.000 27 orang 75.000.000 119 orang 324.000.000 Bidang Sosial Kabupate n Lamanda u 1 1 3 1 1 4 0 1 0 1 1 5 0 8 Bimbingan/ Penyuluhan Berusaha Bagi Keluarga Miskin Terlaksananya sosialisasi berusaha bagi keluarga miskin 1 1 3 1 1 4 0 1 0 1 1 5 1 1 Pendampingan Kegiatan Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT) Melalui Bantuan Bedah Rumah (BBR- RTLH) Terlaksananya pemberdayaan KAT 1 1 3 1 1 4 0 1 0 1 1 5 1 2 Pendampingan Kegiatan Pemberdayaan Terlaksananya pemberdayaan fakir miskin melalui Fakir Miskin Melalui rehabilitasi sosial Rehabilitasi Sosial rumah tidak layak Rumah Tidak Layak huni Huni (RSRTLH) 50 Orang 25 orang 22.327.500 30 orang 25.000.000 30 orang 26.000.000 30 orang 30.000.000 30 orang 30.000.000 145 orang 133.327.500 Bidang Sosial 50 KK 30 KK 24.000.000 35 KK 32.000.000 30 KK 24.000.000 30 KK 30.000.000 30 KK 34.000.000 155 KK 144.000.000 Bidang Sosial Desa 50 Rumah 100 Rumah 150.000.000 30 Rumah 23.000.000 30 Rumah 30.000.000 30 Rumah 35.000.000 30 Rumah 35.000.000 220 rumah 273.000.000 Bidang Sosial Kecamata n dan Desa Kecamata n dan Desa 1 1 3 1 1 4 0 1 0 1 1 5 1 0 Pendampingan Kegiatan Pemberdayaan Fakir Miskin Melalui Bantuan Jaminan Sosial Lanjut Usia (JSLU) dari Kementrian Sosial RI Terlaksananya pemberdayaan fakir miskin melalui bantuan JSLU 1 1 3 1 1 4 0 1 0 1 1 5 1 3 Pelatihan keterampilan automotif (perbengkelan) dan meubelair bagi warga miskin Terlatihnya keluarga miskin dalam berusaha 60 Org 25 Org 17.673.000 30 Org 30.000.000 30 Org 35.000.000 35 Org 40.000.000 35 Org 40.000.000 155 Org 162.673.000 Bidang Sosial - 50 orang 48.060.000 - - 50 orang 54.000.000 50 orang 54.000.000 50 orang 54.000.000 200 Orang 210.060.000 Bidang Sosial Kecamata n dan Desa Kecamata n dan Desa
1 1 3 1 1 4 0 1 0 1 1 5 1 4 Pendampingan Terlaksananya pemberdayaan fakir pemberdayaan miskin melalui fakir miskin kegiatan penanggulangan kemiskinan bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dari Kemensos RI - 80 KUBE 51.380.000 25 KUBE 30.000.000 80 KUBE 55.000.000 80 KUBE 55.000.000 80 KUBE 60.000.000 345 KUBE 251.380.000 Bidang Sosial Kecamata n dan Desa Pemberdayaan Terlaksananya Fakir Miskin Melalui pemberdayaan KUBE Penumbuhan fakir miskin Fakir Miskin - - - 25 KUBE 30.000.000 - - - - - - 25 KUBE 30.000.000 Bidang Sosial Kecamata n dan Desa Pemberdayaan Fakir Miskin Melalui Bantuan Jaminan sosial Lanjut Usia (JSLU) Terlaksananya pemberdayaan fakir miskin melalui bantuan JSLU Peringatan Hari Terlaksananya Lanjut Usia Nasional peringatan Hari Lansia Nasional Pelatihan Ketrampilan Berusaha Bagi Warga Miskin Terlaksananya pelatihan ketrampilan berusaha bagi warga miskin - - - 20 Org 20.000.000 - - - - - - 20 Org 20.000.000 Bidang Sosial - - - 1 Kali 23.000.000 - - - - - - 1 Kali 23.000.000 Bidang Sosial - - - 2 Kec 20.000.000 - - - - - - 2 Kec 20.000.000 Bidang Sosial Kecamata n dan Desa Kecamata n dan Desa Kecamata n dan Desa Jumlah anak terlantar yang menerima bantuan sosial 1 1 3 1 1 4 0 1 0 1 1 7 Pembinaan anak terlantar Jumlah anak terlantar yang dibina 96 Org 96 Org 29.600.000 100 Org 65.000.000 96 Org 32.000.000 96 Org 33.000.000 96 Org 34.000.000 494 Org 193.600.000 Bidang Sosial Kecamat an dan Desa Jumlah penanganan Penyandang Kesejahteraan Sosial 1 1 3 1 1 4 0 1 0 1 1 7 0 8 Bimbingan/ Penyuluhan Belajar dan Berusaha Bagi Anak Terlantar Pemberdayaan Anak Terlantar / Putus Sekolah Penyuluhan / Bimbingan Berusaha Bagi Anak Putus Sekolah Paket Bantuan Usaha Ekonomi Produktif Bagi Anak Terlantar / Putus Sekolah Teroptimalisasinya anak terlantar dalam belajar dan berusaha Berkembangnya kualitas hidup anak terlantar Terlaksananya bimbingan berusaha bagi anak putus sekolah Terlaksananya pengadaan paket bantuan bagi anak terlantar / putus sekolah 1 1 3 1 1 4 0 1 0 1 1 8 Program Pembinaan Para Jumlah penyandang Penyandang Cacat cacat dan eks dan eks Trauma trauma yang dilatih 1 1 3 1 1 4 0 1 0 1 1 8 0 4 Pendayagunaan para penyandang cacat dan eks trauma 1 1 3 1 1 4 0 1 0 1 1 8 0 7 Bimbingan dan penyuluhan bagi penyandang cacat dan eks trauma Terlaksananya pendayagunaan para penyandang cacat dan eks trauma Terlaksananya penyuluhan bagi penyandang cacat dan eks trauma 50 Org 50 Org 19.600.000 - - 50 Org 20.000.000 50 Org 21.000.000 50 Org 21.000.000 200 Org 81.600.000 Bidang Sosial 46 Org 46 Org 10.000.000 50 Org 20.000.000 46 Org 12.000.000 46 Org 12.000.000 46 Org 13.000.000 234 Org 67.000.000 Bidang Sosial - - - 50 Org 25.000.000 - - - - - - 50 Org 25.000.000 Bidang Sosial - - - 10 Org 20.000.000 - - - - - - 10 Org 20.000.000 Bidang Sosial 73 Org 18 Org 31.280.000 95 Org 172.000.000 20 Org 36.000.000 20 Org 37.000.000 20 Org 38.000.000 173 Org 314.280.000 Bidang Sosial 3 Org 3 Org 10.000.000 10 Org 25.000.000 5 Org 13.000.000 5 Org 14.000.000 5 Org 14.000.000 28 Org 76.000.000 Bidang Sosial 50 Org - - 50 Org 22.000.000 - - - - - - 50 Org 22.000.000 Bidang Sosial Kecamata n dan Desa Kecamata n dan Desa Kecamata n dan Desa Kecamata n dan Desa Kecamat an dan Desa Kecamata n dan Desa Kecamata n dan Desa
1 1 3 1 1 4 0 1 0 1 1 8 0 9 Pendampingan kegiatan pemberdayaan penyandang cacat melalui bantuan jaminan sosial bagi penyandang cacat berat/ganda Tersedianya bantuan jaminan sosial bagi penyandang cacat berat/ganda 20 Org 15 Org 21.280.000 25 Org 30.000.000 15 Org 23.000.000 15 Org 23.000.000 15 Org 24.000.000 85 Org 121.280.000 Bidang Sosial Kecamata n dan Desa Pemberdayaan Tersedianya penyandang cacat bantuan bagi melalui bantuan penyandang cacat jaminan sosial, berat/ganda bantuan operasi bibir sumbing, alat kursi roda, alat tongkat dan bantuan pendengaran - - - 10 Org 20.000.000 - - - - - - 10 Org 20.000.000 Bidang Sosial Kecamata n dan Desa Paket Bantuan Usaha Ekonomi Produktif Untuk Penyandang Cacat Tersedianya paket bantuan usaha bagi penyandang cacat - - - 1 Paket 15.000.000 - - - - - - 1 Paket 15.000.000 Bidang Sosial Kecamata n dan Desa Peringatan Hari Disabilitas Internasional Terlaksananya peringatan hari disabilitas internasional - - - 1 Kali 25.000.000 - - - - - - 1 Kali 25.000.000 Bidang Sosial Kecamata n dan Desa Pelayanan sosial bagi penyandang cacat dan trauma Pendataan penyandang cacat dan penyakit kejiwaan Terlaksananya pelayanan sosial bagi penyandang cacat dan trauma Terlaksananya pendataan penyandang cacat dan penyakit kejiwaan - - - 12 Bulan 17.000.000 - - - - - - 12 Bulan - - - 12 Bulan 18.000.000 - - - - - - 12 Bulan 17.000.000 Bidang Sosial 18.000.000 Bidang Sosial Kecamata n dan Desa Kecamata n dan Desa Jumlah penanganan Penyandang Kesejahteraan Sosial 1 1 3 1 1 4 0 1 0 1 2 3 Program Pembinaan Eks Penyandang Penyakit Sosial (Eks Narapidana, PSK, Narkoba dan Penyakit Sosial Lainnya) Jumlah Eks Penyandang Penyakit Sosial (Eks Narapidana, PSK, Narkoba dan Penyakit Sosial Lainnya) yang menerima bimbingan mental sosial 50 50 1.450.000 50 45.000.000 50 2.000.000 50 2.000.000 50 2.000.000 50 52.450.000 Bidang Sosial Kabupate n Lamanda u 1 1 3 1 1 4 0 1 0 1 2 3 0 1 Penertiban Tuna Sosial (Gelandangan, Pengemis, WTS dan WARIA) Penyuluhan Sosial Bagi Wanita Tuna Susila (WTS) Paket Bantuan usaha Ekonomi produktif bagi eks wanita tuna susila (WTS) Terlaksananya Penertiban Tuna Susila (Gelandangan, Pengemis, WTS dan WARIA) Terlaksananya penyuluhan sosial bagi WTS Terlaksananya penyediaan paket bantuan Usaha 5 Org 3 Org 1.450.000 17 Org 10.000.000 5 Org 2.000.000 5 Org 2.000.000 5 Org 2.000.000 35 Org 17.450.000 Bidang Sosial - - - 12 Bulan 15.000.000 - - - - - - 12 Bulan 15.000.000 Bidang Sosial - - - 1 Paket 20.000.000 - - - - - - 1 Paket 20.000.000 Bidang Sosial Kecamata n dan Desa Kecamata n dan Desa Kecamata n dan Desa
Jumlah penanganan Penyandang Kesejahteraan Sosial 1 1 3 1 1 4 0 1 0 1 1 6 Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kes Sos Persentase PMKS skala Kabupaten yang memperoleh bantuan sosial untuk pemenuhan kebutuhan dasar 75,25 78,3 389.580.000 80,25 425.000.000 85,5 436.000.000 87,5 452.000.000 90,15 467.000.000 90 2.170 DINSOSNAK ERTRANS Kabupate n Lamanda u 1 1 3 1 1 4 0 1 0 1 1 6 1 9 Koordinasi perumusan kebijakan dan sinkronisasi Tertanganinya masalah-masalah strategis dan terlaksananya pelaksanaan upayaupaya kegiatan Jambore daerah TAGANA penanggulangan kemiskinan dan penurunan kesenjangan - 1 kali Jambore 22.000.000 8 masalah 45.000.000 9 masalah 50.000.000 10 masala 60.000.000 3 masala 67.000.000 100 244.000.000 DINSOSNAK ERTRANS Kecamata n dan Desa 1 1 3 1 1 4 0 1 0 1 1 6 1 0 Penanganan masalah-masalah strategis yang menyangkut tanggap cepat Terlaksananya Penanganan masalah-masalah strategis yang menyangkut darurat kejadian luar tanggap cepat biasa darurat kejadian luar biasa 1 1 3 1 1 4 0 1 0 1 1 6 1 4 Pendataan PMKS Jumlah PMKS yang terdata Pembangunan sarana dan prasarana bagi penyandang cacat dan lanjut usia (Panti jompo/panti rehabilitasi) Pemberdayaan keluarga harapan Pendataan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Tersedianya Panti jompo/panti rehabilitasi Terwujudnya keluarga harapan Tersedianya data PMKS di 80 desa dan 3 kelurahan Penanganan Tersedianya masalah-masalah bantuan tanggap strategis yang darurat dan menyangkut kejadian luar biasa tanggap cepat darurat kejadian luar biasa Pelayanan sosial lanjut usia dalam keluarga Jaminan Kesejahteraan Sosial (Bantuan tunai bersyarat/keluarga harapan) Tersedianya pelayanan sosial bagi lanjut usia Tersedianya jaminan Kesos - 400 KK 313.520.000 405 KK 320.000.000 405 KK 320.000.000 406 KK 326.000.000 407 KK 330.000.000 100 1.609.520.000 DINSOSNAK ERTRANS - 500 54.060.000 450 60.000.000 400 66.000.000 350 66.000.000 300 70.000.000 300 316.060.000 DINSOSNAK ERTRANS Kecamata n dan Desa Lamanda u Nanga Bulik Kabupate n Kabupate n Lamanda u Kabupate n Lamanda u Kabupate n Lamanda u Kabupate n Lamanda u
Koordinasi Upaya perumusan penanggulangan kebijakan dan bencana dapat sinkronisasi berjalan lancar pelaksanaan upayaupaya penanggulangan bencana alam / bencana sosial dalam pembangunan kesejahteraan sosial Pusat, Provinsi BIDANG P3TK 5 Meningkatkan Menurunnya Angka Investasi melalui tingkat partisipasi penyediaan fasilitas dan inseftif serta kemitraan dengan UMKM, Koperasi dan IKM pengangguran terbuka dan jumlah penduduk miskin angkatan kerja 1 1 4 1 1 4 0 1 0 1 1 6 Program Peningkatan Kesempatan Kerja Cakupan pelayanan penempatan tenaga kerja 97,95 98,65 200.000.000 99,3 237.000.000 99,4 244.000.000 99,5 252.000.000 99,7 260.000.000 100 1.194 DINSOSNAK ERTRANS Lamanda u 1 1 4 1 1 4 0 1 0 1 1 6 0 3 Kerjasama Pendidikan dan Pelatihan Kerjasama Pendidikan dan Pelatihan Tingkat Partisipasi angkatan kerja Pecaker mempunyai pengetahuan untuk mengikuti seleksi CPNS Persentase 100% 93,42 200.000.000 95,43 237.000.000 96,3 244.000.000 97,45 252.000.000 98,5 260.000.000 99 1.193.000.000 DINSOSNAK ERTRANS DINSOSNAK ERTRANS Kabupate n Nanga Bulik 14 Meningkatkan Menurunnya Angka Investasi melalui tingkat partisipasi penyediaan fasilitas dan inseftif serta kemitraan dengan UMKM, Koperasi dan IKM pengangguran terbuka dan jumlah penduduk miskin angkatan kerja 1 1 4 1 1 4 0 1 2 0 Program penempatan dan perluasan kesempatan kerja Persentase tenaga kerja yang ditempatkan Persentas e 0 0,92 137.340.000 0,92 146.000.000 0,93 150.000.000 0,93 155.000.000 0,93 160.000.000 0,93 748 DINSOSNAK ERTRANS DINSOSN AKERTR ANS 1 1 4 1 1 4 0 1 2 0 1 Penyusunan Informasi Pasar Tersedianya informasi pasar Melalui Operasional kerja Bursa Kerja Online Persentase - 80 37.340.000 85 40.000.000 90 40.000.000 95 45.000.000 100 50.000.000 100 212.340.000 DINSOSNAK ERTRANS DINSOSN AKERTR ANS 1 1 4 1 1 4 0 1 2 0 2 Sosialisasi Peraturan Ketenagakerjaan Tentang Tata Cara Penempatan Terciptanya kegiatan sosialisasi dan penempatan Tenaga Kerja Asing yang sesuai Tenaga Kerja Asing dengan ketentuan perundangundangan dan peraturan lainnya yang terkait Persentase - 80 100.000.000 85 106.000.000 90 110.000.000 95 110.000.000 100 110.000.000 100 536.000.000 DINSOSNAK ERTRANS DINSOSN AKERTR ANS
Penyuluhan dan Bimbingan Jabatan Pemahaman akan bakat dan minat kepada pelajar SLTA Sosialisasi Termonitornya data Peraturan Daerah penempatan tentang Retribusi Tenaga Kerja Perpanjangan Ijin Asing Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing DINSOSNAK ERTRANS DINSOSNAK ERTRANS Nanga Bulik Nanga Bulik Pelayanan dan Analisa Informasi Pasar Kerja Operasional Bursa Kerja Online Lancarnya informasi pasar kerja Program percepatan pembangunan sanitasi permukiman berjalan lancar persentase DINSOSNAK ERTRANS DINSOSNAK ERTRANS Kabupate n Lamanda u Nanga Bulik Penyusunan Tersedianya rancangan PERDA tentang peraturan daerah penempatan dan tentang perlindungan penempatan dan Tenaga kerja di perlindungan luar negeri Tenaga kerja di luar negeri DINSOSNAK ERTRANS Nanga Bulik Penyusunan Tersedianya rancangan PERBUP tentang Peraturan Bupati Retribusi Lamandau tentang Perpanjangan Ijin Petunjuk Mempekerjakan Pelaksanaan Tenaga Kerja Peraturan Daerah Asing Tentang Retribusi Perpanjangan Ijin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing DINSOSNAK ERTRANS Nanga Bulik Perencanaan Tersedianya Tenaga Kerja Makro perencanaan Tenaga Kerja Makro daerah DINSOSNAK ERTRANS Nanga Bulik Menurunnya tingkat pengangguran terbuka Program Peningkatan dan Produktivitas Tenaga Kerja Cakupan pelayanan dan produktivitas tenaga kerja DINSOSNAK ERTRANS Nanga Bulik Sosialisasi Terbentuknya Pemagangan dalam forum komunikasi negeri (dalam jejaring rangka pemagangan Pembentukan Forum Komunikasi Jejaring Pemagangan) DINSOSNAK ERTRANS Nanga Bulik Pelatihan kerja Tersedianya berbasis kompetensi tenaga security (Pelatihan security) yang handal DINSOSNAK ERTRANS Nanga Bulik
Belanja modal Tersedianya lokasi pembebasan tanah BLK untuk sarana umum lokasi Balai Latihan Kerja (BLK) Pelatihan Berbasis Teknologi Tepat Guna (Kegiatan Pelatihan Pembuatan Batako dan Paving Stone) Terbukanya lahan usaha baru bagi pencari kerja DINSOSNAK ERTRANS DINSOSNAK ERTRANS Nanga Bulik Nanga Bulik Pelatihan Menjahit Bagi Pencari Kerja (pelatihan kerja berbasis masyarakat) Terbukanya lahan usaha baru bagi pencari kerja DINSOSNAK ERTRANS Nanga Bulik Pelatihan Kerja Bidang Otomotif Terbukanya lahan usaha baru bagi pencari kerja DINSOSNAK ERTRANS Nanga Bulik BIDANG PENGAWASAN 100 15 Meningkatkan Perlindungan Bagi Tenaga Kerja di Perusahaan Pihak Perusahaan Jumlah Perusahaan yang sudah memahami peraturan ketenagakerja an 1 1 4 1 1 4 0 1 0 1 1 7 Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan Jumlah fasilitasi penyelesaian perselisihan hubungan industrial Persentas e 0,25 0,35 275.960.000 0,35 320.000.000 0,25 328.000.000 0,2 340.000.000 0,2 351.000.000 0,2 1.616 DINSOSNAK ERTRANS Lamanda u 1 1 4 1 1 4 0 1 0 1 1 7 0 2 Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Terfasilitasinya para tenaga kerja di perusahaan dalam menyelesaikan masalah Persentase 97,78% - - - - - - - - - - - #VALUE! DINSOSNAK ERTRANS Kabupate n Lamanda u 1 1 4 1 1 4 0 1 0 1 1 7 0 4 Sosialisasi berbagai peraturan pelaksanaan tentang ketenagakerjaan Pekerja dapat terhindar dari perbuatan yang melanggar peraturan Persentase - 80 52.753.000 85 55.000.000 90 56.000.000 95 56.000.000 100 56.000.000 100 275.753.000 DINSOSNAK ERTRANS Kabupate n Lamanda u 1 1 4 1 1 4 0 1 0 1 1 7 0 9 Dewan Pengupahan Kabupaten Lamandau (surey KHL) 1 1 4 1 1 4 0 1 0 1 1 7 1 1 Apel Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Terlaksananya rapat rencana survey kebutuhan hidup layak Terlaksananya Apel Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Persentase - 80 43.838.000 85 45.000.000 90 48.000.000 95 50.000.000 100 50.000.000 100 236.838.000 DINSOSNAK ERTRANS Kali 1 1 44.022.000 1 46.000.000 1 46.000.000 1 50.000.000 1 50.000.000 1 236.022.000 DINSOSNAK ERTRANS Kec. Bulik, Kec. Menthobi Raya Kabupate n Lamanda u 1 1 4 1 1 4 0 1 0 1 1 7 1 2 Pemeriksaan Berkala Penerapan Norma Kerja dan Norma K3 Terwujudnya penerapan norma kerja dan norma K3 Persentase 99,18% 80 17.817.000 85 20.000.000 90 20.000.000 95 20.000.000 100 20.000.000 100 97.817.000 DINSOSNAK ERTRANS Kabupate n Lamanda u
1 1 4 1 1 4 0 1 0 1 1 7 1 3 Pembinaan penerapan SMK3 Terlaksananya Kegiatan Pembinaan penerapan SMK3 di 4 (empat) perusahaan Persentase 99,67% 80 20.875.000 85 22.000.000 90 22.000.000 95 22.000.000 100 22.000.000 100 108.875.000 DINSOSNAK ERTRANS Perusaha an Pembinaan penerapan SMK3 1 1 4 1 1 4 0 1 0 1 1 7 1 5 Sosialisasi penanggulangan dan pecegahan HIV/AIDS di tempat kerja Terbinanya pekerja Pekerja dapat terhindar dari perbuatan yang melanggar peraturan DINSOSNAK ERTRANS Persentase - 80 14.696.000 85 20.000.000 90 20.000.000 95 20.000.000 100 24.000.000 100 98.696.000 DINSOSNAK ERTRANS Kabupate n Lamanda Kabupate n Lamanda u 1 1 4 1 1 4 0 1 0 1 1 7 1 6 Sosialisasi anti penyalahgunaan narkoba di tempat kerja Lancarnya pekerja di perusahaan dalam bekerja Persentase - 80 14.696.000 85 20.000.000 90 20.000.000 95 20.000.000 100 20.000.000 100 94.696.000 DINSOSNAK ERTRANS Kabupate n Lamanda u BIDANG TRANSMIGRASI 1 1 4 1 1 4 0 1 0 1 1 7 1 7 Pendataan objek pengujian K3 1 1 4 1 1 4 0 1 0 1 1 7 1 8 Pemetaan masalah ketenagakerjaan 1 1 4 1 1 4 0 1 0 1 1 7 1 9 Pemeriksaan khusus terhadap kecelakaan kerja 1 1 4 1 1 4 0 1 0 1 1 7 2 0 Pembuatan data base ketenagakerjaan Monitoring dan evaluasi ketenagakerjaan Tersedianya data Persentase - 80 15.742.000 85 20.000.000 90 20.000.000 95 20.000.000 100 20.000.000 100 95.742.000 DINSOSNAK objek pengujian K3 ERTRANS Kabupate n Lamanda Terselesainya masalah ketenagakerjaan Lancarnya pekerja di perusahaan dalam bekerja Tersedianya data base ketenagakerjaan Terwujudnya ketenagakerjaan yang baik Monitoring norma Terwujudnya kerja dan jamsostek norma kerja dan jamsostek yang baik Persentase - 80 11.737.500 85 16.000.000 90 18.000.000 95 19.000.000 100 22.000.000 100 86.737.500 DINSOSNAK ERTRANS Persentase - 80 13.139.500 85 18.000.000 90 20.000.000 95 20.000.000 100 22.000.000 100 93.139.500 DINSOSNAK ERTRANS Persentase - 80 11.902.000 85 18.000.000 90 18.000.000 95 18.000.000 100 20.000.000 100 85.902.000 DINSOSNAK ERTRANS Kabupate n Lamanda Kabupate n Lamanda u Kabupate n Lamanda u Kabupate n Lamanda u Kabupate n Lamanda u 16 Meningkatnya taraf hidup masyarakat dan terwujudnya Transmigran yang mampu, mandiri dan sejahtera Meningkatnya pemukiman PTB kualitas transmigran Terpenuhinya kebutuhan hidup transmigran Teroptimalisas inya kawasan transmgrasi 2 0 8 1 1 4 0 1 0 1 2 1 Program Persentase Jumlah 2 2 675.817.500 2 732.000.000 2 752.000.000 2 779.000.000 2 804.000.000 2 3.743 DINSOSNAK Pengembangan Permukiman wilayah transmgrasi yang ERTRANS Lamanda u Transmigrasi Baru mencapai (P2MKT) sasaran 2 0 8 1 1 4 0 1 0 1 2 1 0 3 Pembebasan lahan UPT Terlaksananya Persentas pembebasan lahan e - 80 500.000.000 85 550.000.000 90 550.000.000 95 550.000.000 100 550.000.000 100 2.700.000.000 DINSOSNAK ERTRANS Kawasan Transmigr asi
2 0 8 1 1 4 0 1 0 1 2 1 0 4 Penyusunan dokumen perencanaan tata ruang permukiman transmigrasi Terlaksananya Persentas penyusunan e dokumen redesain rencana teknis satuan permukiman (RTSP) UPT Tapin Bini - 80 125.000.000 85 130.000.000 90 142.000.000 95 150.000.000 100 150.000.000 100 697.000.000 DINSOSNAK ERTRANS Lamanda u 2 0 8 1 1 4 0 1 0 1 2 1 0 5 Pengembangan areal potensial permukiman transmigrasi baru Terlaksananya pengembangan areal potensial permukiman transmigrasi baru Persentas e - 80 50.817.500 85 52.000.000 90 60.000.000 95 79.000.000 100 104.000.000 100 345.817.500 DINSOSNAK ERTRANS Kawasan Transmigr asi Meningkatnya akses masyarakat terhadap sarana dan prasarana dasar permukiman Pengembangan Masyarakat dan kawasan transmigrasi Persentase wilayah transmigrasi yang mencapai sasaran Pendampingan Tersedianya dana pengembangan pendamping sarana dan pengembangan prasarana kawasan sarana dan transmigrasi melalui prasarana bantuan dari kawasan Kemenakertrans RI transmigrasi DINSOSNAK ERTRANS UPT Bayat Pendampingan Tersedianya dana pengembangan pendamping usaha di kawasan pengembangan transmigrasi melalui usaha di kawasan bantuan dari transmigrasi Kemenakertrans RI DINSOSNAK ERTRANS UPT Bayat Meningkatnya akses masyarakat terhadap sarana dan prasarana dasar permukiman Pendampingan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia di kawasan transmigrasi melalui bantuan dari Kemenakertrans RI dan beasiswa dari Universitas Jenderal Soedirman Penyiapan Permukiman dan penempatan Transmigrasi Pengembangan kawasan permukiman transmigrasi baru Tersedianya dana pendamping peningkatan kapasitas SDM di kawasan transmigrasi Meningkatnya kawasan transmigrasi yang potensial Tersedianya permukiman transmigrasi baru DINSOSNAK ERTRANS DINSOSNAK ERTRANS DINSOSNAK ERTRANS UPT Bayat, UPT Tapin Bini Kabupate n Lamanda u
TOTAL - - 795 3.712.988.715 799 3.970.043.900 809 4.076.950.000 812 4.224.000.000 820 4.359.000.000 821 20.344