PENGENALAN TEKNOLOGI VSAT (VERY SMALL APERTURE TERMINAL)

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 2 SISTEM KOMUNIKASI VSAT

TEKNOLOGI VSAT. Rizky Yugho Saputra. Abstrak. ::

SISTEM TELEKOMUNIKASI SATELIT

Apa perbedaan antara teknik multiplex dan teknik multiple access??

TUGAS MAKALAH KOMUNIKASI SATELIT. Teknologi Very Small Aperture Terminal (VSAT)

Jaringan VSat. Pertemuan X

TTG3B3 - Sistem Komunikasi 2 Multiple Access

KOMUNIKASI SATELIT UNTUK MENINGKATKAN JARINGAN INFORMASI DI DAERAH TERTINGGAL. 1) Teknik Elektro, Universitas Al Azhar Indonesia

BAB 2 SISTEM KOMUNIKASI VSAT

BAB II CODE DIVISION MULTIPLE ACCESS (CDMA) CDMA merupakan singkatan dari Code Division Multiple Access yaitu teknik

Dasar Sistem Transmisi

Code Division multiple Access (CDMA)

KOMUNIKASI DATA MAKALAH. Disusun sebagai Tugas Pada Matakuliah Pengantar Teknologi Telematika. Oleh: Bidadariana Yunia Utami Putri

SISTEM KOMUNIKASI S1 TEKNIK TELEKOMUNIKASI SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELEMATIKA TELKOM PURWOKERTO 2015

Teknik Multiple Akses FDMA, TDMA, CDMA

TUGAS KOMUNIKASI DIGITAL CODE DIVISION MULTIPLE ACCES

MULTIPLEXING. Ir. Roedi Goernida, MT. Program Studi Sistem Informasi Fakultas Rekayasa Industri Institut Teknologi Telkom Bandung

PERBANDINGAN KINERJA JARINGAN VERY SMALL APERTURE TERMINAL BERDASARKAN DIAMETER ANTENA PELANGGAN DI PASIFIK SATELIT NUSANTARA MEDAN

BAB I PENDAHULUAN. maka antara satu BTS dengan BTS yang lain frekuensinya akan saling

JENIS-JENIS KONEKSI INTERNET

BAB III LANDASAN TEORI

Kuliah 5 Pemrosesan Sinyal Untuk Komunikasi Digital

SISTEM KOMUNIKASI CDMA Rr. Rizka Kartika Dewanti, TE Tito Maulana, TE Ashif Aminulloh, TE Jurusan Teknik Elektro FT UGM, Yogyakarta

BAB I PENDAHULUAN 1. 1 LATAR BELAKANG

PERENCANAAN ANALISIS UNJUK KERJA WIDEBAND CODE DIVISION MULTIPLE ACCESS (WCDMA)PADA KANAL MULTIPATH FADING

Sistem Transmisi Telekomunikasi Kuliah 1 Pendahuluan

BAB I PENDAHULUAN 1. LATAR BELAKANG

SISTEM UNTUK MENGAKSES INTERNET

6.2. Time Division Multiple Access (TDMA)

BAB II ARSITEKTUR SISTEM CDMA. depan. Code Division Multiple Access (CDMA) merupakan salah satu teknik

MAKALAH KOMUNIKASI DIGITAL

Pengertian Multiplexing

MEDIA TRANSMISI. Sumber: Bab 4 Data & Computer Communications William Stallings. Program Studi Teknik Telekomunikasi Sekolah Tinggi Teknologi Telkom

KOMUNIKASI DATA SUSMINI INDRIANI LESTARININGATI, M.T

PERBANDINGAN KINERJA JARINGAN VERY SMALL APERTURE TERMINAL BERDASARKAN DIAMETER ANTENA PELANGGAN DI PASIFIK SATELIT NUSANTARA MEDAN TUGAS AKHIR

BAB I PENDAHULUAN. ke lokasi B data bisa dikirim dan diterima melalui media wireless, atau dari suatu

Multiple Access. Downlink. Handoff. Uplink. Mobile Station Distributed transceivers Cells Different Frequencies or Codes

BAB 1 PENDAHULUAN. Apalagi bagi Negara - negara yang mempunyai rintangan - rintangan alamiah,

Multiple Akses : FDMA, TDMA

TEKNIK TELEKOMUNIKASI DASAR. Kuliah 8 Jaringan Telefon

Media Transmisi Jaringan

I. Pembahasan. reuse. Inti dari konsep selular adalah konsep frekuensi reuse.

BAB III Perencanaan Jaringan VSAT Pada Bank Mandiri dengan CDMA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

Dalam hal ini jarak minimum frequency reuse dapat dicari dengan rumus pendekatan teori sel hexsagonal, yaitu : dimana :

BAB I PENDAHULUAN. aspek kehidupan seperti bisnis, perdagangan, rumah tangga, industri, dan

Aplikasi Multiplexer -8-

JARINGAN KOMPUTER Chandra Hermawan, M.Kom

BAB 3 JARINGAN VSAT ( VERY SMALL APERTURE TERMINAL )

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Tabel 5. Hasil Perhitungan Link Budget

BAB 4 ANALISIS PERFORMANSI JARINGAN

Computer Networks Technology in Indonesia. Adhi Harmoko S, M.Komp

A I S Y A T U L K A R I M A

PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2014 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

TEKNIK AKSES JAMAK DALAM TELEKOMUNIKASI

Faktor terpenting dalam jaringan komputer adalah transfer data antar dua komputer di tempat yang berbeda.

Satelit. Pertemuan XI

BAB II JARINGAN GSM. telekomunikasi selular untuk seluruh Eropa oleh ETSI (European

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Multiplexing. Meningkatkan effisiensi penggunaan bandwidth / kapasitas saluran transmisi dengan cara berbagi akses bersama.

BAB II CODE DIVISION MULTIPLE ACCESS. Konsep selular mulai muncul di akhir tahun 1940-an yang digagas oleh

Sekilas Tentang WIFI. Berdasarkan kemampuan roaming wireless data dibagi menjadi:

BAB II TEORI PENUNJANG

MEDIA TRANSMISI. Materi Ke-5 Sistem Telekomunikasi Politeknik Telkom

Frequency Division Multiplexing

Dukungan yang diberikan

SISTEM KOMUNIKASI SATELIT DASAR TEKNIK TELEKOMUNIKASI

BAB III TEORI DASAR UHF (Ultra high Frekuensi) UHF adalah merupakan gelombang elektromagnetik yang berada

4.2. Memonitor Sinyal Receive CPE/SU Full Scanning BAB V. PENUTUP Kesimpulan Saran...

KOMUNIKASI DATA. 1. Pendahuluan

TRANSMISI & MEDIA TRANSMISI

ANALISIS KINERJA JARINGAN VSAT PADA STASIUN KLIMATOLOGI BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA SEMARANG

adalah pengiriman data melalui sistem transmisi elektronik dengan komputer adalah hubungan dua atau lebih alat yang membentuk sistem komunikasi.

Teknologi Seluler. Pertemuan XIV

BAB II DASAR TEORI. Dasar teori yang mendukung untuk tugas akhir ini adalah teori tentang device atau

ANALISA KELAYAKAN JARINGAN VSAT PADA BANK MANDIRI DENGAN METODE AKSES CDMA

PERENCANAAN JARINGAN VSAT TDMA DI WILAYAH AREA JAYAPURA TUGAS AKHIR

BAB IV KOMUNIKASI RADIO DALAM SISTEM TRANSMISI DATA DENGAN MENGGUNAKAN KABEL PILOT

TELECOMMUNICATIONS & NETWORKS

- S. Indriani Lestariningati, M.T- Week 3 TERMINAL-TERMINAL TELEKOMUNIKASI

BAB II PEMODELAN PROPAGASI. Kondisi komunikasi seluler sulit diprediksi, karena bergerak dari satu sel

ANALISIS PENGKODEAN MODEM VSAT TERHADAP PERFORMANSI BER PADA SISTEM SCPC

Pemancar&Penerima Televisi

PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2014

RANCANGAN PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2012 TENTANG

Pada gambar 2.1, terdapat Customer Premises Equipment (CPE) adalah peralatan telepon atau penyedia layanan lain yang terletak di sisi user.

Agus Setiadi BAB II DASAR TEORI

Politeknik Negeri Malang Sistem Telekomunikasi Digital Page 1

BAB II PROSES BISNIS

Pertemuan 3 Dedy hermanto/jaringan Komputer/2010

Teknik MULTIPLEXING. Rijal Fadilah S.Si Program Studi Teknik Informatika STMIK Balikpapan Semester Genap 2010/2011

Pengantar Teknologi Informasi Jaringan (Layer Fisik)

MULTIPLEXING DE MULTIPLEXING

BAB III PEMBAHASAN 3.1. Pemanfaatan jaringan di kantor di Departemen Pekerjaan Umum Bidang Sosial Ekonomi Dan Lingkungan

Jenis media transmisi

TEKNIK DAN MODEL KOMUNIKASI

Transkripsi:

PENGENALAN TEKNOLOGI VSAT (VERY SMALL APERTURE TERMINAL) MAKALAH Disusun sebagai tugas Pada Matakuliah Pengantar Teknologi Telekomunikasi oleh Dhimas Prabowo S 15101077 PROGRAM STUDI S1 TEKNIK TELEKOMUNIKASI SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELEMATIKA TELKOM PURWOKERTO 2015

1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Pada zaman internet sekarang ini, penggunanya di bidang-bidang pendidikan, bisnis, komunikas maupun di perumahan sudah berkembang sangat pesat sesuai dengan perkembangan SDM manusia. Akan tetapi berkembangnya dunia internet dan pemkaiannya timbul masalah yang besar yaitu kurangnya bandwitdth pada komunikasi data, baik data suara, maupun gambar yang mengakibatkan lambatnya suatu transmisi data sampai ke tujuan dengan tepat waktu. Sebuah penyediaan layanan internet (Internet Service Provider) tentu ingin memberikan layanan kepada pelanggan agar mendapatkan pelayanan dengan cepat, tangguh, efisien serta biaya yang terjangkau. Saat ini VSAT sudah mulai digunakan sebagai terobosan baru untuk memecahkan masalah kekurangan bandwidth pada local loop Makalah ini membahasa tentang peran VSAT di kehidupan serta teknologinya, cara kerja ataupun yang lain. 1.2 Rumusan Masalah 1.2.1 Bagaimana Cara Kerja Teknologi VSAT 1.2.2 Apa Kelemahan Serta Kelebihan VSAT 1.3 Tujuan Pembuatan Makalah 1.3.1 Menjelaskan Cara Kerja VSAT 1.3.2 Mengetahui Kelemahan Serta Kelebihan VSAT

BAB II TEORI 3.2 Pengertian VSAT Very Small Aperture Terminal adalah suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan terminal-terminal stasiun bumi dengan diameter yang sangat kecil. [1] Pada umumnya VSAT diletakan langsung di site pengguna. Seorang end user VSAT memerlukan perangkat untuk menghubungkan komputernya dengan antena luar yang mempunyai transceiver. Transceiver menerima atau mengirim sinyal ke transponder satelit diangkasa. Satelit menerima sinyal dari bumi, menguatkan dan mengirimkan kembali sinyal ke bumi. [1] Fungsi utama dari VSAT adalah untuk menerima dan mengirim data ke satelit. Satelit berfungsi sebagai penerus sinyal untuk dikirimkan ke titik lainnya di atas bumi. Sebenarnya piringan VSAT tersebut menghadap ke sebuah satelit geostasioner. Satelit geostasioner merupakan satelit yang selalu berada di tempat yang sama sejalan dengan perputaran bumi pada sumbunya yang dimungkinkan karena mengorbit pada titik yang sama di atas permukaan bumi, dan mengikuti perputaran bumi pada sumbunya. [4] 3.3 Cara Kerja VSAT 3.3.1 Stasiun Bumi Jaringan VSAT [5] Stasiun bumi adalah terminal telekomunikasi yang berada di bumi, yang didesain untuk berkomunikasi dengan pesawat luar angkasa atau menerima gelombang radio dari luar angkasa. Stasiun Bumi (Ground Segment) adalah bagian dari sistem transmisi satelit yang terletak di bumi dan berfungsi sebagai stasiun terminalnya; yaitu pengubah signal base band dan/atau signal frekwensi suara, menjadi signal dengan frekwensi radio, dan sebaliknya. sebagai stasiun terminalnya. Jenis stasiun bumi : - Stasiun bumi besar, yaitu stasiun bumi yang ditempatkan di kota-kota yang traffiknya padat.

- Stasiun bumi sedang, yaitu stasiun bumi yang ditempatkan di kota-kota yang traffiknya kurang padat. - Stasiun bumi kecil, yaitu stasiun bumi yang ditempatkan di kota-kota yang traffiknya rendah atau di daerah yang terpencil yang dianggap strategis. 3.3.2 Jaringan Point To Point [8] Dalam jaringan, Point-to-Point Protocol (PPP) adalah data link protokol yang umum digunakan dalam membangun hubungan langsung antara dua node jaringan. PPP digunakan di banyak jenis jaringan fisik termasuk kabel serial, saluran telepon, trunk line, telepon seluler, jaringan radio khusus, dan serat optik seperti SONET. PPP juga digunakan melalui koneksi Akses Internet (sekarang dipasarkan sebagai "broadband"). Penyedia layanan Internet (ISP) telah menggunakan PPP untuk pelanggan dial-up akses ke Internet, karena paket IP tidak dapat dikirimkan melalui jalur modem sendiri, tanpa beberapa protokol data link 3.3.3 Sistem Akses Jamak (Multiple Access) [6] Berarti satu server di-akses oleh banyak client. Jadi, teknik multiple access adalah teknik yang memungkinkan beberapa pelanggan untuk meng-akses satu server, misalnya banyak pelanggan telepon seluler meng-akses satu BTS, banyak stasiun bumi meng-akses satu buah satelit, dan contoh lainnya. Ragam dari teknik ini dilandasi ide dasar yang sama dengan teknik multiplexing. Ada yang disebut FDMA, TDMA, dan CDMA (code division multiple access). 2.2.3.1 FDMA Karakteristik FDMA : [7] - Frequency agility, terminal pelanggan harus mampu tuning ke salah satu frekuensi yang tersedia secara otomatis. - Simultaneous transmission and reception, diperlukan sirkit duplexer.

- Narrowest transmission bandwidth, satu kanal dialokasikan + 30 khz dan tidak fleksibel terhadap layanan baru. - Lower transmission overhead. Transmisi dalam kanal FDMA adalah kontinyu (hampir sama dengan transmisi carrier dalam sistem wireline). - Handoff-complexity. Pelaksanaan handoff tanpa terjadi pemutusan hubungan amat sulit dilakukan. - Kapasitas sangat tergantung pada spectrum frequency atau bandwidth yang tersedia. - Untuk mencegah interferency antar kanal perlu guard band. 2.2.3.2 TDMA Karakteristik TDMA : [7] - Multiple circuits per RF carrier, multiplex system TDMA mulai dari 2 s/d 30 sirkit per RF carrier, tergantung aplikasinya. - Pemancaran dan penerimaan slot secara bergilir, Memungkinkan tidak digunakannya sirkit duplexer seperti yang diperlukan di dalam FDMA, diganti dengan transmitting/ receiving switch yang lebih sample. - Bandwidth transmission yang lebih besar, biasanya 20 s/d 300 khz, dapat memperbaiki performansi akibat interferensi dan multipath fading, lebih fleksibel untuk layanan baru. 2.2.3.3 CDMA Karakteristik CDMA: - CDMA merupakan salah satu aplikasi teknologi Multiple Access Spread Spectrum. - Ada dua jenis sistem spread-spectrum : Direct Sequence (DS) dan Frequency Hoping (FH). - CDMA yang digunakan dalam sistem cellular menggunakan teknik direct-sequence spread-spectrum (DS-SS).

- Dalam DS-SS transmitter, setiap signal informasi pelanggan dimodulasi dengan suatu PN code yang unik untuk men-spread sinyal informasi asli. - Dalam DS-SS receiver, sinyal spreading tersebut didemodulasi dengan PN code yang identik. - Ratio antara bandwidth dari Spreading signal terhadap sinyal informasi aslinya pada umumnya disebut : PROCESSING GAIN 3.3.4 Sitem Komunikasi Digital [9] Sistem komunikasi digital adalah sebuah sistem komunikasi yang berbasis sinyal digital. Sinyal digital adalah sinyal data dalam bentuk pulsa yang dapat mengalami perubahan yang tiba-tiba dan mempunyai besaran 0 dan 1. Sinyal digital hanya memiliki dua keadaan, yaitu 0 dan 1, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh noise. Biasanya sinyal ini juga dikenal dengan sinyal diskret. Sinyal yang mempunyai dua keadaan ini juga biasa disebut dengan bit. Gambar 2.1 sinyal digital [9] 3.3.5 Redaman Hujan Redaman hujan merupakan redaman yang memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap propagasi gelombang diatas frekuensi 10 GHz. Nilai redaman ini adalah fungsi dari frekuensi dan curah hujan. Adapun persamaan perhitungan redaman hujan spesifik yang didefinisikan oleh Marshall dan Palmer : R = Curah hujan dalam prosentase waktu 0,01% a, b = koefisien regresi untuk estimasi redaman hujan spesifik. Untuk nilai frekuensi yang tidak tercantum di tabel koefisen regresi digunakan interpolasi sbb :

Dimana : f = frekuensi yang dihitung f 1 f 2 = frekuensi di bawah f = frekuensi di atas f a 1 = koefisien regresi f 1 a 2 = koefisien regresi f 2 Persamaan 1 dan 2 berlaku untuk polarisasi vertical dan horizontal.

BAB III ANALISIS DAN PENDAPAT 3.1 Cara Kerja VSAT Secara sederhana, sebuah stasiun bumi menerima dan mengirimkan data ke satelit komunikasi, berbeda dengan antena parabola yang digunakan hanya untuk menerima siaran televisi via satelit. Selanjutnya, data tersebut dikirimkan ke sebuah stasiun bumi lainnya. Tipe komunikasi seperti ini dikenal dengan nama point-to-point. Tapi sebuah stasiun bumi juga dapat mengirimkan data satelit untuk diteruskan ke beberapa stasiun bumi lainnya sekaligus. Tipe komunikasi seperti ini dikenal dengan point-to-multipoint. Sistem VSAT bekerja dengan adanya satelit dan stasiun bumi. Satelit yang digunakan oleh VSAT adalah satelit geostasioner. Satelit ini selalu berada di tempat yang sama, sejalan dengan putaran bumi pada sumbunya. VSAT menggunakan komunikasi radio frekuensi (RF) dua arah yang disebut uplink dan downlink. RF yang dipancarkan oleh stasiun VSAT ke satelit disebut uplink, dan sebaliknya RF yang dipancarkan oleh satelit ke stasiun VSAT disebut Downlink. Ada pendapat mengatakan bahwa komunikasi data dengan satelit adalah yang tercepat, tetapi pada kenyataannya waktu yang dibutuhkan dari satu titik diatas bumi ke titik lainnya melalui satelit sekitar 700ms, sementara leased line hanya membutuhkan waktu sekitar 40ms. Hal ini disebabkan jarak yang harus ditempuh oleh data, yaitu dari bumi ke satelit dan kembali ke bumi. Satelit geostasioner sendiri berketinggian sekitar 36000 kilometer diatas perukaan bumi. 3.2 Kelemahan dan Kelebihan VSAT 3.2.1 Kelemahan VSAT - Biaya investasi perangkat keras dari VSAT masih sangat mahal. [3] - Delay inherent. Cara kerja VSAT pada dasarnya dilakukan mellui dua kali pencaran, dari VSAT ke hub station dan dari HUB station ke VSAT yang dituju untuksatu kali pancaran dibutuhkan waktu 0,5 detik. Dengan demikian, komunikasi lewat jaringan VSAT ada delay

inherent sebesar 0.5 detik. Oleh karena itu jika VSAT di gunakan untuk komunikasi suara akan terasa kelambatannya dan memungkinkan terjadinya tabrakan. [3] - Performasi teknologi VSAT terpengaruh pada beberapa hal. Seperti cuaca, gelombang liar, hujan meteor, dan sonoutage. [3] - Koneksinya rentan terhadap gangguan cuaca (terhadap molekul air). [4] - Latency yang lebih tinggi di bandingkan kabel. [4] 3.2.2 Kelebihan VSAT - VSAT tidak tergantung dari infrastruktur terestrial dan dapat di pasang dengan cepat, mudah dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen baik yang di perkotaan maupun di daerah terpencil. [2] - Ukuran piringan VSAT sangat kecil antara 0,6 m sampai 0,9 m dapat di pasang di atas atap di daerah pedesaan sebaiknya dipasang di atas atap gedung di daerah perkotaan. [2] - Keuntungan komunikasi dengan VSAT mempunyai kecepatan downstream 40Mbit/detik dari Internet ke komputer dan upstream 156kbit/detik untuk kanal sebaliknya. [2] - Hubungan dengan VSAT selalu tersambung artinya pemakainya selalu terhubung ke internet yang aktif dan tidak perlu waktu untuk dial up,log on atau khawatir akan penumpukan e-mail selama mereka mematikan komputer mereka. Hubungan disini antara rumah dan satelit dan hubungan yang ada di Interneta access point. [2] - Tidak mengalami penurunan kecepatan bila jalur sibuk dan ture kompleks. [3] - Mengurangi waktu tunda pada saat transsmisi berlangsung. [3] - Secara umum komunikasi antara satelit dengan VAT tidak pernah mengalami kegagalan. [3] - Dapat menjangkau daerah luas (nasional, regional dan internasional). [3]

BAB IV PENUTUP 4.1 SIMPULAN - VSAT adalah suatu teknologi komunikasi yang menggunakan gelombang radio dalam transmisi datanya. - VSAT menggunakan gelombang radio dua arah (RF). - VSAT efisien serta cukup memadai dalam penggunaan bandwitdhnya. - VSAT memiliki peran yang cukup besar didalam sistem komunikasi di era saat ini. - Komunikasi menggunakan VSAT, cuaca sangat mempengaruhi jalannya komunikasi data. 4.2 SARAN - Mencari solusi dalam menangani cuaca yang sangat mempengaruhi komunikasi data. - Memaksimalkan komunikasi data menggunakan satelit agar dapat meningkatkan kecepatan akses pada jaringan ini.

[1] [2] DAFTAR PUSTAKA Scribd., makalah VSAT,[online] Avaliable : http://www.scribd.com/doc/49068983/makalah-vsat#scribd [Tanggal akses 29 Desember 2015 11:03 WIB] Prawiroredjo, Kiki. 2001, Jurnal Ilmuah Teknologi Dan Desain No.11/TH.V/IX/2001. Hlm. 75 s/d 83. http://portal.kopertis3.or.id/bitstream/123456789/979/1/paper1%20vsat%20 Sebagai%20Solusi.pdf, 29 Desember 2015 12:40 WIB. [3] marv, kelebihan dan kelemahan VSAT, Jumat, 12 Agustus 2011, [Online] Avaliable : http://blogaku-marv.blogspot.co.id/2011/08/kelebihan-dankelemahan-vsat.html (diakses 29 Desember 2015 12:49 WIB). [4] [5] [6] [7] [8] Wikipedia Indonesia, VSAT, [Online] Avaliable : https://id.wikipedia.org/wiki/vsat (Akses 29 Desember 2015 12:55 WIB) Wikipedia Indonesia, Stasiun Bumi, [Online] Avaliable : https://id.wikipedia.org/wiki/stasiun_bumi#jenis_stasiun_bumi (Akses 29 Desember 2015 13:01 WIB). Wikipedia Indonesia, Akses Ganda, [Online] Avaliable : https://id.wikipedia.org/wiki/akses_ganda (Akses 29 Desember 2015 13:05 WIB). Belajar Teknologi CDMA, Multiple Access, [Online] Avaliable : http://belajarcdma.blogspot.co.id/2012/12/multiple-access.html (Akses 29 Desember 2015 13:05 WIB). Wikipedia Indonesia, Point-to-Point Protocol, [Online] Avaliable : https://id.wikipedia.org/wiki/point-to-point_protocol (Akses 29 Desember 2015 13:05 WIB). [9] Elkom II 2011, Sistem Komunikasi Digital, [Online] Avaliable : http://elkom22011.blogspot.co.id/2013/03/sistem-komunikasidigitalsistem.html (Akses 29 Desember 2015 13:30 WIB). [10] Global Electronic, Prinsip dasar VSAT, [Online] Avaliable : http://www.electronicglobal.com/2010/10/prinsip-dasar-vsat-very-smallaperture.html (Akses 29 Desemer 2015 17:23 WIB).