Effy Mulyasari Moh Salimi

dokumen-dokumen yang mirip
PENGERTIAN MATERI PEMBELAJARAN JENIS-JENIS MATERI PEMBELAJARAN

PENGERTIAN MATERI PEMBELAJARAN

MAKALAH PENGANTAR PENDIDIKAN MATERI SEBAGAI FAKTOR PENDIDIKAN

PENGINTEGRASIAN MATERI PENGURANGAN RESIKO BENCANA KE DALAM PEMBELAJARAN

BAB 1 PENDAHULUAN. sebuah kelompok social, bahasa di gunakan untuk berkomunikasi, berbagi

PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU (IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013)

BAB II. TINJAUAN FIKIH MTs, IMPLEMENTASI DAN PENGEMBANGANNYA. 1. Pengertian dan Ruang Lingkup fikih MTs.

Bab 4 Bagaimana Melaksanakan Lesson Study?

Sumber/Bahan/Alat (8) Tak Putus Dirundung. Alokasi (7) Waktu. Penilaian (6) Pembelajaran. Kegiatan (5) novel. Indikator (4) Mampu.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CTL PADA BAHAN AJAR GEOMETRI DAN PENGUKURAN DI SEKOLAH DASAR. Oleh TITA ROSTIAWATI 1 MAULANA 2 ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan adalah sebuah kurikulum

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

KONSEP DASAR PERENCANAAN PEMBELAJARAN. M. Nasir Tamalene (Dosen Universitas Khairun Ternate)

PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA MELALUI METODE BERMAIN PERAN PESERTA DIDIK KELAS V SDN 2 PURWOSARI BABADAN PONOROGO TAHUN PELAJARAN

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

Pengembangan Bahan Ajar Dalam Kaitan dengan Implementasi KTSP

Pembelajaran Menulis Pantun Secara Integratif Berbasis Lesson Study

KTSP DAN IMPLEMENTASINYA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Disusun untuk Praktik Pengalaman Lapangan di SDN Percobaan 2

BAB I PENDAHULUAN. hubungan sesamanya dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Hartati (2006: 34)

PENINGKATAN MOTIFASI DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PLUS

Pengembangan Silabus dan RPP Kurikulum Catatan Pengantar

BAB I PENDAHULUAN. berbicara, membaca, dan menulis. Dari ke empat aspek berbahasa tersebut yang

PENENTUAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR OLEH: ANNISA RATNA SARI, M.S.ED

Kata Kunci: Metode Diskusi Kelompok, Hasil Belajar, Pembelajaran PKn.

Maksimum. 1. Kebenaran jawaban Bahasa (ejaan dan tambahan) Ketepatan waktu 20. Pagerpelah, 13 Juli Mengetahui

PENGEMBANGAN SILABUS MATA PELAJARAN PAI DALAM KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN Oleh: Marzuki

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISKUSI PADA SISWA KELAS IV SDN INTI OLAYA KECAMATAN PARIGI. Oleh. Sartin

I. PENDAHULUAN. Pendidikan mempunyai arti yang penting dalam kehidupan. Negara

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG

BAB V MODEL BERBASIS MULTIKULTURAL DAN PEMBELAJARANYA DALAM MASYARAKAT DWIBAHASAWAN

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PERMULAAN MENGGUNAKAN TEKNIK KATA LEMBAGA PADA SISWA KELAS II SD NEGERI JANTI KECAMATAN SLAHUNG KABUPATEN PONOROGO

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS 1 SEMESTER 1 TEMATIK TEMA 2 KEGEMARANKU SUB TEMA1 PEMBELAJARAN 3

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 14 B. TUJUAN 14 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 14 D. UNSUR YANG TERLIBAT 14 E. REFERENSI 15 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 15

Peningkatan Keterampilan Siswa Menulis Pantun Melalui Teknik Balas Pantun di Kelas IV SDN 1 Tatura

Prosedur penelitian dilaksanakan dengan menggunakan siklus-siklus

Gambar 3.1 Bagan Penelitian Tindakan Kelas

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 1 B. TUJUAN 2 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 2 D. UNSUR YANG TERLIBAT 2 E. REFERENSI 2 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 3

Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa di Kelas IV SD Inpres Pedanda

UNIT 1: RELEVANSI PROGRAM DBE3 DENGAN PERMENDIKNAS NO. 41/2007 UNIT 1-1

Oleh: Katriani SD Negeri 3 Margomulyo Trenggalek

RENCANA PELAKSANAANAN PEMBELAJARAN (RPP)

Oleh: Mulyani SD Negeri 3 Karanggandu, Watulimo, Trenggalek

Oleh: Maelah SMP Negeri 1 Pogalan Kabupaten Trenggalek

SILABUS DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Berdasarkan Permendiknas 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses)

BAB I PENDAHULUAN. lain dan meningkatkan kemampuan intelektual. Pembelajaran

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

ANALISIS MATERI IPBA DALAM KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

Pemahaman Guru Fisika SMA Kota Medan dalam Mengimplementasikan Standar Evaluasi Pendidikan

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Satuan Pendidikan : SMP/MTs. Kelas/Semester : VII s/d IX /1-2. Nama Guru :... NIP /NIK :... Sekolah :...

BAB IV HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN

Contoh File KKM, PROTA, PROMES, SILABUS, RPP, SK & KD, PEMETAAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

IMPLEMENTASI STANDAR PROSES PADA PEMBUATAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BAGI PARA GURU DI GUGUS III CAKRANEGARA

BANK SOAL PLPG BANK SOAL PLPG

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA PADA PESERTA DIDIK TUNARUNGU KELAS VII SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) NEGERI KABUPATEN GORONTALO

Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Halaman 269

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan suatu keharusan bagi manusia karena pada

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Penerapan KTSP Sekolah Dasar di Wilayah Jakarta Timur. Sukiniarti

DAFTAR ISI. II. PEMBELAJARAN PENGAYAAN A. Pembelajaran Menurut SNP... B. Hakikat Pembelajaran Pengayaan... C. Jenis Pembelajaran Pengayaan...

III. METODE PENELITIAN

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 1 B. TUJUAN 2 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 2 D. UNSUR YANG TERLIBAT 2 E. REFERENSI 2 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 3

Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 (sembilan) muatan KTSP. Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 (delapan) muatan KTSP.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Terima kasih telah mengunjungi

SILABUS. Sumber/Bahan Alat (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Indikator Kegiatan Pembelajaran Penilaian. yang berada dalam denah. lisan denah.

BAB I PENDAHULUAN. kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsipprinsip

Lamp 1. PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

1. Sekolah/Madrasah melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 (sembilan) komponen muatan KTSP.

ABSTRAK. Oleh: Wahyuning Triyadi, Aminuddin P. Putra, Sri Amintarti

I. PENDAHULUAN. banyak faktor. Salah satu di ataranya adalah faktor guru. Guru memegang

D036 MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENYUSUN PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF MELALUI LESSON STUDY. Ahmadi 1 1,2,3

PENYUSUNAN RPP BERBASIS KTSP PADA MATA PELAJARAN MUATAN LOKAL DI TINGKAT SEKOLAH DASAR

Penerapan Metode Bermain Peran Pada Materi Drama Anak Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas 3 SDN Gio

II. TINJAUAN PUSTAKA. perhatian anak didik agar terpusat pada yang akan dipelajari. Sedangkan menutup

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MAHASISWA MELALUI DIRECT INSTRUCTIONAL PADA MATAKULIAH PENGANTAR AKUNTANSI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Apabila nilai afektif siswa pada rentang 11,8-15 (Kategori Baik) dan. Apabila nilai psikomotor siswa pada rentang 9,4-12 (Kategori Baik)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

2015 UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PENGALAMAN (EXPERIENTIAL LEARNING)

BAB IV HASIL PENELITIAN. Ada pun tahap-tahap yang dilakukan pada siklus I ini adalah sebagai berikut:

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBEJARAN BONEKA KAUS KAKI BERBASIS LESSON STUDI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA SEKOLAH DASAR

BAB III METODE PENELITIAN. dan kuantitatif. Hal ini dikarenakan dalam penelitian, peneliti membuat deskripsi

PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) DALAM KEGIATAN LESSON STUDY

MATA PELAJARAN MULOK BAHASA JAWA

I. PENDAHULUAN. Keterampilan berbahasa terdiri atas empat komponen penting yaitu keterampilan

PENGEMBANGAN INDIKATOR DALAM UPAYA MENCAPAI KOMPETENSI DASAR BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS KABUPATEN KARANGANYAR JAWA TENGAH

III. METODE PENELITIAN. Metode penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

LESSON STUDY SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KINERJA PEMBELAJARAN YANG DILAKUKAN GURU

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD 6

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. semula bersifat sentralistik berubah menjadi desentralistik. Desentralisasi

BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan seluruh aspek pribadi siswa secara utuh. Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat (1) yang

Transkripsi:

Kurikulum DP. Jilid 11, Bil 1/2011 Penyusunan Materi Pembelajaran melalui Teknik Delphi Face to Face: Suatu Pengalaman Effy Mulyasari Moh Salimi Pendahuluan Berlakunya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) memberikan keleluasaan pada sekolah (guru) untuk mengembangkan kurikulum sesuai keperluan sekolah. Pemerintah hanya memberikan Standar Isi dan Panduan Pengembangan, selebihnya sekolah (guru) yang mengembangkannya. Pengembangan kurikulum oleh guru terutama dalam hal perencanaan pembelajaran. Idealnya guru sudah dapat menyusun perencanaan yang tertuang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) secara mandiri. Tapi, setelah dilakukan wawancara tidak terstruktur, guru mengakui kesulitan dalam menyusun RPP. Kelemahan guru tersebut adalah pada saat mengembangkan bahan ajar. Penyebab dari kelemahan tersebut salah satunya adalah tidak dilakukannya Analisis Standar Isi dan Analisis Materi Pelajaran (AMP), serta cenderung terpaku pada buku pelajaran. Berdasarkan uraian di atas, cukup jelas bahwa keperluan guru adalah pengembangan secara bersama dan memperbaiki pengembangan bahan ajar dengan Analisis Standar Isi dan AMP. Oleh karena itu perlu dilakukan tindakan alternatif untuk memfasilitasi guru tersebut. Makalah ini akan membahas pengalaman guru-guru SDN Pasirkaliki 139 Kota Bandung dalam penyusunan materi pembelajaran secara kolaboratif melalui Teknik Delphi Face to Face. Standar Isi Standar Isi untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang selanjutnya disebut Standar Isi mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu (Permendiknas No. 22 Tahun 2006 Pasal 1). Dalam Standar Isi terdapat Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD). Kompetensi adalah kemampuan bersikap, berpikir, dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dimiliki oleh peserta didik, (BSNP, 2006). Standar kompetensi merupakan kualifikasi minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan sikap, pengetahuan dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap tingkat dan/atau semester. Sementara Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dimiliki peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan untuk menyusun indikator kompetensi (Sukirman dkk, 2009). Materi Pembelajaran Secara garis besar dapat dikemukakan bahwa Materi pembelajaran (instructional materials) adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dikuasai peserta didik dalam rangka memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan (BNSP, 2008). 56

DP. Jilid 11, Bil 1/2011 Kurikulum Jenis-jenis materi pembelajaran dapat diklasifikasi sebagai berikut (BNSP, 2008): 1. Fakta yaitu segala hal yang bewujud kenyataan dan kebenaran, meliputi namanama objek, peristiwa sejarah, lambang, nama tempat, nama orang, nama bagian atau komponen suatu benda, dan sebagainya. Contoh dalam mata pelajaran Sejarah: Peristiwa sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945 dan pembentukan Pemerintahan Indonesia. 2. Konsep yaitu segala yang berwujud pengertian-pengertian baru yang bisa timbul sebagai hasil pemikiran, meliputi definisi, pengertian, ciri khusus, hakikat, inti / isi dan sebagainya. Contoh, dalam mata pelajaran Biologi: Hutan hujan tropis di Indonesia sebagai sumber plasma nutfah, Usaha-usaha pelestarian keanekargaman hayati Indonesia secara in-situ dan ex-situ, dsb. 3. Prinsip yaitu berupa hal-hal utama, pokok, dan memiliki posisi terpenting, meliputi dalil, rumus, adagium, postulat, paradigma, teorema, serta hubungan antarkonsep yang menggambarkan implikasi sebab akibat. Contoh, dalam mata pelajaran Fisika: Hukum Newton tentang gerak, Hukum 1 Newton, Hukum 2 Newton, Hukum 3 Newton, Gesekan Statis dan Gesekan Kinetis, dsb. 4. Prosedur merupakan langkah-langkah sistematis atau berurutan dalam mengerjakan suatu aktivitas dan kronologi suatu sistem. Contoh, dalam mata pelajaran TIK: Langkah-langkah mengakses internet, trik dan strategi penggunaan Web Browser dan Search Engine, dsb. 5. Sikap atau Nilai merupakan hasil belajar aspek sikap, misalnya nilai kejujuran, kasih sayang, tolong-menolong, semangat dan minat belajar dan bekerja, dsb. Contoh, dalam mata pelajaran Geografi: Pemanfaatan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan, yaitu pengertian lingkungan, komponen ekosistem, lingkungan hidup sebagai sumberdaya, pembangunan berkelanjutan. Delphi Face to Face 1. Pengetahuan umum tentang Delphi Dalam metode Delphi, sekelompok ahli terpilih membentuk panel yang akan menghasilkan jawaban konsensus terhadap pertanyaan yang diajukan ke mereka. Dalam lingkungan simulasi, panel mungkin terdiri dari manager dan pengguna sistem yang sedang dimodelkan dan pertanyaan adalah tentang perilaku atau kinerja sistem di bawah kondisi operasi tertentu. Metode Delphi tidak memasukkan diskusi tatap muka,oleh karena itu terhindar dari ketegangan diskusi kelompok seperti dominasi peserta paling vokal. Metode ini bertujuan untuk menentukan sejumlah alternatif program. Mengeksplorasi asumsi-asumsi atau fakta yang melandasi judgements tertentu dengan mencari informasi yang diperlukan untuk mencapai suatu konsensus. Biasanya metode ini dimulai dengan melontarkan suatu masalah yang bersifat umum untuk diidentifikasi menjadi masalah yang lebih spesifik. Partisipan dalam metode ini biasanya orang yang dianggap ahli dalam disiplin ilmu tertentu (Ali, 2010). 2. Delphi Face to Face Berikut adalah penjelasan rinci tentang Delphi Face to Face: a. Kerja individual. Bekerja secara individual dan tanpa diskusi, setiap orang 57

Kurikulum DP. Jilid 11, Bil 1/2011 menanggapi pertanyaan yang mendefinisikan informasi yang diperlukan. Idealnya, pertanyaan ini cukup spesifik untuk menghilangkan sebagian informasi yang tidak relevan. b. Kelompok-kelompok kecil. Peserta berkumpul bersama-sama dalam kelompokkelompok orang yang sama. Mereka menyiapkan kelompok daftar informasi disusun dalam urutan kepentingan. c. Seluruh kelompok. Sediakan item penting dari masing-masing kelompok pada tulisan. Untuk ini, minta setiap kelompok pada gilirannya memberikan kontribusi penting item yang paling penting dalam daftar mereka yang belum ada pada daftar seluruh kelompok. d. Seluruh kelompok. Memilih beberapa prosedur digunakan untuk peringkat item dari yang penting hingga yang kurang penting. e. Kerja individual. Bekerja secara individual dan tanpa diskusi, setiap orang menanggapi pertanyaan yang mendefinisikan informasi yang diperlukan. Mengkaji kembali hasil seluruh kelompok. f. Kelompok-kelompok kecil. Peserta berkumpul bersama-sama dalam kelompokkelompok orang yang sama. Mereka menyiapkan kelompok daftar informasi disusun dalam urutan kepentingan. g. Seluruh kelompok. Sediakan item penting dari masing-masing kelompok pada tulisan. Untuk ini, minta setiap kelompok pada gilirannya memberikan kontribusi penting item yang paling penting dalam daftar mereka yang belum ada pada daftar seluruh kelompok. h. Seluruh kelompok. Kembali ke langkah 4 untuk mengulang siklus sejauh langkah 7. Lanjutkan melalui langkah-langkah 4 sampai 7 sampai konsensus muncul konsensus. Pelaksanaan 1. Substansi Delphi Face to Face Pada tahap ini peneliti melakukan pelatihan selama 2 jam dengan materi substansi Delphi Face to Face. Adapun alur kegiatan ini sebagai berikut: a. Brainstorming tentang harapan dari pelatihan ini. Beberapa hasil dari brainstorming ini adalah sebagai berikut: Tabel 1. Harapan Peserta Peserta Peserta 1 Peserta 2 Peserta 3 Harapan Ingin lebih semangat dalam penyampaian materi pembelajaran Ingin menyampaikan pembelajaran sesuai bahan ajar yang tepat Ingin mengetahui bagaimana cara pembuatan bahan ajar yang sesuai dengan SK-KD Ingin mengetahui cara menuangkan bahan ajar yang sempurna pada RPP Dapat memahamkan saya dalam membuat bahan ajar yang dapat memenuhi kebutuhan peserta didik 58

DP. Jilid 11, Bil 1/2011 Kurikulum Peserta 4 Peserta 5 Peserta 6 Peserta 7 Peserta 8 Peserta 9 Peserta 10 Memberikan keleluasaan kepada guru untuk mengembangkan materi pembelajaran Mengetahui cara yang tepat pembuatan bahan ajar Dapat memberikan materi ajar dengan cara yang menyenangkan Saya ingin pengetahuan bahasa Indonesia karena pengetahuan bahasa Indonesia sangat kurang Menambah, pengetahuan dan wawasan Menjalin hubungan baik Ingin pintar Mempunyai bekal di masa yang akan datang Mengetahui bagaimana cara membuat bahan ajar, karena selama ini saya mengajar hanya melihat buku Dengan mengikuti kegiatan ini akan menjadi guru profesional Lebih tahu memilih dan memilah bahan ajar untuk mendukung KBM menjadi optimal Memahami pentingnya bahan ajar Bisa terampil dalam membuat bahan ajar Mengetahui bahan ajar yang bagaimana yang sesuai dengan SK-KD Melihat beberapa hasil brainstorming di atas maka dapat dapat disimpulkan harapan peserta pada pelatihan ini adalah: 1) Mengetahui cara atau teknik membuat bahan ajar 2) Mengetahui bahan ajar yang tepat sesuai SK-KD 3) Mengetahui bahan ajar yang sesuai dengan peserta didik b. Simulasi Delphi Face to Face. Pada kegiatan ini dilakukan delapan tahap sebagai berikut: Tabel 2. Aktivitas Simulasi Tahap Analisis Individu Analisis Kelompok Kecil Analisis Kelompok Besar Judgement Kelompok Besar Aktivitas Peserta disajikan gambar Presiden SBY, kemudian peserta menuliskan beberapa hal penting yang terdapat dalam gambar Peserta secara berkelompok kecil (3-4 orang) menganalisis kembali hasil individunya dan menuliskan hasil diskusi dengan kelompok kecil tentang gambar Presiden SBY Wakil kelompok kecil menuliskan hasil diskusi tentang gambar Presiden SBY di papan tulis Wakil kelompok menjelaskan apa yang ditrulis di papan tulis Kelompok kecil saling komentar dan klarifikasi Seluruh peserta memberikan kesepakatan terhadap hasil analisis kelompok besar 59

Kurikulum DP. Jilid 11, Bil 1/2011 Analisis Kembali Individu Analisis Kembali Kelompok Kecil Analisis Kembali Kelompok Besar Judgement Kembali Kelompok Besar Peserta mengamati hasil judgement kelompok besar yang terdapat dalam papan tulis, kemudian menuliskan kembali dalam kertas Peserta secara berkelompok kecil (3-4 orang) menganalisis kembali hasil individunya Wakil kelompok kecil menuliskan hasil diskusi di papan tulis Wakil kelompok menjelaskan apa yang ditrulis di papan tulis Kelompok kecil saling komentar dan klarifikasi Seluruh peserta memberikan kesepakan terhadap hasil analisis kelompok besar Dengan simulasi ini dirasakan cukup mewakili cara Delphi Face to Face yang akan dilakukan pada tahap Analisis dan Penyusunan. c. Refleksi kegiatan. Ini dilakukan untuk mengungkap kesan-kesan yang peserta rasakan terhadap materi yang telah disampaikan. Beberapa hasil refleksi dari kegiatan ini sebagai berikut: Tabel 3. Kesan Peserta setelah Pelatihan Peserta Peserta 1 Peserta 2 Peserta 3 Peserta 4 Peserta 5 Peserta 6 Peserta 7 Peserta 8 Peserta 9 Peserta 10 Kesan Mengetahui delapan langkah Delphi Face to Face Materi yang diberikan harus sesuai dengan peserta didik Saya masih pesimis apakah bisa dilaksanakan teknik ini melihat keterbatasan waktu bapak dan ibu guru Mendapat pengetahuan tentang Delphi dan langkah-langkahlangkahnya Menambah pengalaman dalam diskusi sehingga menambah kemampuan berbahasa Sudah tergambar dalam benak saya bagaimana teknik dalam pengembangan bahan ajar Ternyata diskusi itu penting, dan hasilnya cepat terlihat Agak terbuka dalam penyusunan bahan ajar Mengetahui langkah-langkah pembuatan bahan ajar Mendapat gambaran dalam pembuatan bahan ajar Menganalisis esensi bahan ajar Mengetahu langkah-langkah Delphi dalam menyususn bahan ajar Diskusi itu penting Bisa belajar menulis dan berbicara Melatih keberanian untuk berpendapat dan berbicara Mengetahui beberapa tahap yang akan dilalui Pengembangan bahan ajar harus diterapkan di kelas masing-masing 60

DP. Jilid 11, Bil 1/2011 Kurikulum Melihat kesan yang disampaikan peserta dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: 1) Mengetahui cara/ teknik pengembangan bahan ajar berupa teknik Delphi yang terdiri dari delapan langkah 2) Diskusi itu penting dan cepat terlihat hasilnya 3) Melatih keberanian untuk berpendapat dan berbicara serta kemapuna menulis 2. Analisis dan Penyusunan (Analisis Keterampilan Mendengarkan) Pada kegiatan ini dilalui beberapa tahap yaitu: pendahuluan, analisis melalui teknik Delphi dan refleksi. Adapun hasil kegiatan sebagai berikut: a. Pendahuluan. Pada kegiatan ini fasilitator kembali mengingatkan kembali peserta terhadap delapan langkah Delphi dan jenis materi pembelajaran berdasarkan BNSP (2008). b. Analisis melalui Delphi. Delapan langkah Delphi telah dilalui, adapun hasilnya sebagai berikut: 61

Kurikulum DP. Jilid 11, Bil 1/2011 Tabel 4. Hasil Analisis Keterampilan Mendengarka Standar Kompetensi/ Kompetensi Dasar Mendengarkan 5. Mendengarkan dan pembacaan pantun 5.1 Menyampaikan kembali isi yang dibacakan AMP Tahap 1 (langkah 1-4) Kelompok 1 1. cara membuat 2. isi 3. definisi 4. waktu Kelompok 2 1. isi 2. hal-hal penting dalam 3. waktu 4. yang menyampaikan 5. tempat membuat Kelompok 3 1. isi 2. pokok-pokok (untuk siapa, dari siapa, waktu pembuatan dan pelaksanaan) Kelompok 4 1. isi 2. untuk siapa 3. waktu pelaksanaan 4. yang membuat 5. waktu pembuatan Kesimpulan 1 1. isi 2. bagian-bagian (siapa, tempat, waktu) 3. cara menyampaikan 4. definisi AMP Tahap 2 (langkah 5-8) Kelompok 1 1. isi 2. cara menyampaikan Kelompok 2 1. isi (siapa, waktu) 2. ciri kalimat Kelompok 3 1. bagian-bagian (siapa, waktu, tempat) 2. isi Kelompok 4 1. isi 2. cara menyampaikan (keutuhan dan kejelasan) Kesimpulan 2 1. Isi 2. Bagian-bagian 3. Cara menyampaikan (utuh, jelas) 62

DP. Jilid 11, Bil 1/2011 Kurikulum Standar Kompetensi/ Kompetensi Dasar 5.2 Menirukan pembacaan pantun anak dengan lafal dan intonasi yang tepat Kelompok 1 1. intonasi 2. artikulasi 3. ekspresi AMP Tahap 1 (langkah 1-4) Kelompok 2 1. aturan membuat pantun (sampiran isi) 2. cara membaca pantun (artikulasi, lafal, intonasi, ekspresi) Kelompok 3 1. cara pembacaan pantun (intonasi) 2. penjedaan kata Kelompok 4 1. bagian-bagian pantun (sampiran isi) 2. cara membaca pantun (lafal, intonasi, mimik, dinamika suara) 3. rima Kesimpulan 1 1. lafal (jelas, benar, tepat) panjang-pendek, tinggirendah) AMP Tahap 2 (langkah 5-8) Kelompok 1 1. lafal (jelas, benar, tepat) panjang-pendek, tinggi-rendah) Kelompok 2 1. lafal (jelas, benar, tepat) panjang-pendek, tinggi-rendah) Kelompok 3 1. lafal (jelas, benar, tepat) panjang-pendek, tinggi-rendah) Kelompok 4 1. lafal (jelas, benar, tepat) panjang-pendek, tinggi-rendah) Kesimpulan 2 1. lafal (jelas, benar, tepat) panjang-pendek, tinggi-rendah) c. Refleksi. Ini dilakukan untuk mengungkap kesan kesan yang peserta rasakan terhadap kegiatan yang telah dilakukan. Beberapa hasil refleksi dari kegiatan ini sebagai berikut: 63

Kurikulum DP. Jilid 11, Bil 1/2011 Tabel 5. Kesan Peserta setelah Analisis Peserta Peserta 1 Peserta 2 Peserta 3 Peserta 4 Peserta 5 Peserta 6 Peserta 7 Peserta 8 Peserta 9 Peserta 10 Kesan Setelah menyimak bahan ajar tersebut mudah-mudahan dapat tersampaikan kepada peserta didik Saya jadi tahu bagaimana ketika menganalisis materi pelajaran sesuai dengan SK-KD Dalam kegiatan tersebut didiskusikan hal-hal yang paling urgen untuk dikuasai siswa sehingga guru mengajar tidak akan melenceng Jadi tahu jenis-jenis materi pembelajaran (fakta, konsep, prinsip, prosedur, sikap dan nilai) Lebih mendalami langkah Delphi Face to Face Mengerti pembuatan materi ajar yang sebelumnya masih samar antara indikator dan materi ajar Dapat menentukan penilaian apa saja yang harus dibuat agar tujuan dari pembelajaran dapat tercapai Memperoleh cara menganalisis materi pelajaran Dengan cara itu analisis materi dapat dilakukan dengan cepat dan sesuai SK-KD Mendapat cara-cara menganalisis materi pembelajaran Dengan mengalisis materi kita bisa mengetahui bahan ajar yang akan disampaikan kepada peserta didik Kita bisa mempersiapkan materi lebih mudah Saya merasa bangga karena jadi tahu bagaimana menganalisis materi pembelajaran dan tidak terfokus pada buku pelajaran saja Selama proses penyusunan bahan ajar bagi saya kesulitan untuk memilih dan memilah bagian-bagian penting dalam menentukan bahan ajar untuk siswa sesuai prosedur sehingga konsep yang kita inginkan dapat tercapai Jadi mengerti apa yang pokoknya atau yang penting untuk disampaikan ke peserta didik Melihat kesan yang disampaikan peserta dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: 1) Lebih mendalami langkah Delphi Face to Face 2) Dapat menentukan hal-hal yang penting untuk dikuasai siswa 3) Menganalisis materi pelajaran tidak harus terpaku pada buku pelajaran saja 4) Mengetahui jenis-jenis materi pembelajaran (fakta, konsep, prinsip, prosedur, sikap dan nilai) 64

DP. Jilid 11, Bil 1/2011 Kurikulum Kesimpulan Dari pelaksanaan penelitian tersebut didapat langkah Delphi Face to Face dalam penyusunan materi pembelajaran adalah: 1) analisis individu; 2) analisis kelompok kecil; 3) analisis kelompok besar; 4) judgement kelompok besar (kesimpulan sementara); 5) analisis kembali individu; 6) analisis kembali kelompok kecil; 7) analisis kembali kelompok besar; 8) judgement kembali kelompok besar (kesimpulan akhir). Setelah melakukan delapan langkah tersebut dihasilkan beberapa contoh materi pembelajaran sesuai SK-KD seperti: 1) SK: Mendengarkan dan pembacaan pantun, KD: Menyampaikan kembali isi yang dibacakan, Materi: Isi, Bagian-bagian, Cara menyampaikan (utuh, jelas); 2) SK: Mendengarkan dan pembacaan pantun, KD: Menirukan pembacaan pantun anak dengan lafal dan intonasi yang tepat, Materi: lafal (jelas, benar, tepat) dan intonasi (jeda kata, panjang-pendek, tinggi-rendah). Selain itu, terungkap hal-hal yang dikemukakan guru setelah pelaksanaan diantaranya: 1) lebih mendalami langkah Delphi Face to Face; 2) dapat menentukan materi yang penting untuk dikuasai siswa; 3) menganalisis materi pelajaran tidak harus terpaku pada buku pelajaran saja; 4) mengetahui jenis-jenis materi pembelajaran (fakta, konsep, prinsip, prosedur, sikap dan nilai). Rujukan Ade Rukmana & Asep Suryana. (2006). Pengelolaan Kelas. UPI PRESS:Bandung Ali. (2010). Apa Itu Metode Delphi [On line]. Tersedia: http://www.aliperbanas.blogspot com/delphi-method_30.html Bognan & Biklen. (1982). Qualitative Research For Education An Introduction to Theory and Methods. Boston, Allyn and Bacon.Inc. Danin Sudarwan. (2000). Penelitian Kualitatif. Bandung: Bina Aksara. Depdiknas. (2008). Panduan Pengembangan Indikator. Jakarta: Dirjen Mandikdasmen Depdiknas. -------. (2008). Panduan Pengembangan Materi Pembelajaran. Jakarta: Dirjen Mandikdasmen Depdiknas. Dick, B. (2000) Delphi Face to Face [On line]. Tersedia: http://www.scu.edu.au/ schools/gcm/ar/arp/delphi.html Dimyati & Mudjiono. (2006). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta Sudarya et.al. (2010). Pembinaan Guru Melalui Implementasi Lesson Study Tingkat Sekolah Dasar Di Kota Bandung. Bandung: LPPM. Sukirma et.al. (2009). Perencanaan Pembelajaran SD. Bandung: UPI Press. 65