Kurikulum DP. Jilid 11, Bil 1/2011 Penyusunan Materi Pembelajaran melalui Teknik Delphi Face to Face: Suatu Pengalaman Effy Mulyasari Moh Salimi Pendahuluan Berlakunya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) memberikan keleluasaan pada sekolah (guru) untuk mengembangkan kurikulum sesuai keperluan sekolah. Pemerintah hanya memberikan Standar Isi dan Panduan Pengembangan, selebihnya sekolah (guru) yang mengembangkannya. Pengembangan kurikulum oleh guru terutama dalam hal perencanaan pembelajaran. Idealnya guru sudah dapat menyusun perencanaan yang tertuang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) secara mandiri. Tapi, setelah dilakukan wawancara tidak terstruktur, guru mengakui kesulitan dalam menyusun RPP. Kelemahan guru tersebut adalah pada saat mengembangkan bahan ajar. Penyebab dari kelemahan tersebut salah satunya adalah tidak dilakukannya Analisis Standar Isi dan Analisis Materi Pelajaran (AMP), serta cenderung terpaku pada buku pelajaran. Berdasarkan uraian di atas, cukup jelas bahwa keperluan guru adalah pengembangan secara bersama dan memperbaiki pengembangan bahan ajar dengan Analisis Standar Isi dan AMP. Oleh karena itu perlu dilakukan tindakan alternatif untuk memfasilitasi guru tersebut. Makalah ini akan membahas pengalaman guru-guru SDN Pasirkaliki 139 Kota Bandung dalam penyusunan materi pembelajaran secara kolaboratif melalui Teknik Delphi Face to Face. Standar Isi Standar Isi untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang selanjutnya disebut Standar Isi mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu (Permendiknas No. 22 Tahun 2006 Pasal 1). Dalam Standar Isi terdapat Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD). Kompetensi adalah kemampuan bersikap, berpikir, dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dimiliki oleh peserta didik, (BSNP, 2006). Standar kompetensi merupakan kualifikasi minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan sikap, pengetahuan dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap tingkat dan/atau semester. Sementara Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dimiliki peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan untuk menyusun indikator kompetensi (Sukirman dkk, 2009). Materi Pembelajaran Secara garis besar dapat dikemukakan bahwa Materi pembelajaran (instructional materials) adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dikuasai peserta didik dalam rangka memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan (BNSP, 2008). 56
DP. Jilid 11, Bil 1/2011 Kurikulum Jenis-jenis materi pembelajaran dapat diklasifikasi sebagai berikut (BNSP, 2008): 1. Fakta yaitu segala hal yang bewujud kenyataan dan kebenaran, meliputi namanama objek, peristiwa sejarah, lambang, nama tempat, nama orang, nama bagian atau komponen suatu benda, dan sebagainya. Contoh dalam mata pelajaran Sejarah: Peristiwa sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945 dan pembentukan Pemerintahan Indonesia. 2. Konsep yaitu segala yang berwujud pengertian-pengertian baru yang bisa timbul sebagai hasil pemikiran, meliputi definisi, pengertian, ciri khusus, hakikat, inti / isi dan sebagainya. Contoh, dalam mata pelajaran Biologi: Hutan hujan tropis di Indonesia sebagai sumber plasma nutfah, Usaha-usaha pelestarian keanekargaman hayati Indonesia secara in-situ dan ex-situ, dsb. 3. Prinsip yaitu berupa hal-hal utama, pokok, dan memiliki posisi terpenting, meliputi dalil, rumus, adagium, postulat, paradigma, teorema, serta hubungan antarkonsep yang menggambarkan implikasi sebab akibat. Contoh, dalam mata pelajaran Fisika: Hukum Newton tentang gerak, Hukum 1 Newton, Hukum 2 Newton, Hukum 3 Newton, Gesekan Statis dan Gesekan Kinetis, dsb. 4. Prosedur merupakan langkah-langkah sistematis atau berurutan dalam mengerjakan suatu aktivitas dan kronologi suatu sistem. Contoh, dalam mata pelajaran TIK: Langkah-langkah mengakses internet, trik dan strategi penggunaan Web Browser dan Search Engine, dsb. 5. Sikap atau Nilai merupakan hasil belajar aspek sikap, misalnya nilai kejujuran, kasih sayang, tolong-menolong, semangat dan minat belajar dan bekerja, dsb. Contoh, dalam mata pelajaran Geografi: Pemanfaatan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan, yaitu pengertian lingkungan, komponen ekosistem, lingkungan hidup sebagai sumberdaya, pembangunan berkelanjutan. Delphi Face to Face 1. Pengetahuan umum tentang Delphi Dalam metode Delphi, sekelompok ahli terpilih membentuk panel yang akan menghasilkan jawaban konsensus terhadap pertanyaan yang diajukan ke mereka. Dalam lingkungan simulasi, panel mungkin terdiri dari manager dan pengguna sistem yang sedang dimodelkan dan pertanyaan adalah tentang perilaku atau kinerja sistem di bawah kondisi operasi tertentu. Metode Delphi tidak memasukkan diskusi tatap muka,oleh karena itu terhindar dari ketegangan diskusi kelompok seperti dominasi peserta paling vokal. Metode ini bertujuan untuk menentukan sejumlah alternatif program. Mengeksplorasi asumsi-asumsi atau fakta yang melandasi judgements tertentu dengan mencari informasi yang diperlukan untuk mencapai suatu konsensus. Biasanya metode ini dimulai dengan melontarkan suatu masalah yang bersifat umum untuk diidentifikasi menjadi masalah yang lebih spesifik. Partisipan dalam metode ini biasanya orang yang dianggap ahli dalam disiplin ilmu tertentu (Ali, 2010). 2. Delphi Face to Face Berikut adalah penjelasan rinci tentang Delphi Face to Face: a. Kerja individual. Bekerja secara individual dan tanpa diskusi, setiap orang 57
Kurikulum DP. Jilid 11, Bil 1/2011 menanggapi pertanyaan yang mendefinisikan informasi yang diperlukan. Idealnya, pertanyaan ini cukup spesifik untuk menghilangkan sebagian informasi yang tidak relevan. b. Kelompok-kelompok kecil. Peserta berkumpul bersama-sama dalam kelompokkelompok orang yang sama. Mereka menyiapkan kelompok daftar informasi disusun dalam urutan kepentingan. c. Seluruh kelompok. Sediakan item penting dari masing-masing kelompok pada tulisan. Untuk ini, minta setiap kelompok pada gilirannya memberikan kontribusi penting item yang paling penting dalam daftar mereka yang belum ada pada daftar seluruh kelompok. d. Seluruh kelompok. Memilih beberapa prosedur digunakan untuk peringkat item dari yang penting hingga yang kurang penting. e. Kerja individual. Bekerja secara individual dan tanpa diskusi, setiap orang menanggapi pertanyaan yang mendefinisikan informasi yang diperlukan. Mengkaji kembali hasil seluruh kelompok. f. Kelompok-kelompok kecil. Peserta berkumpul bersama-sama dalam kelompokkelompok orang yang sama. Mereka menyiapkan kelompok daftar informasi disusun dalam urutan kepentingan. g. Seluruh kelompok. Sediakan item penting dari masing-masing kelompok pada tulisan. Untuk ini, minta setiap kelompok pada gilirannya memberikan kontribusi penting item yang paling penting dalam daftar mereka yang belum ada pada daftar seluruh kelompok. h. Seluruh kelompok. Kembali ke langkah 4 untuk mengulang siklus sejauh langkah 7. Lanjutkan melalui langkah-langkah 4 sampai 7 sampai konsensus muncul konsensus. Pelaksanaan 1. Substansi Delphi Face to Face Pada tahap ini peneliti melakukan pelatihan selama 2 jam dengan materi substansi Delphi Face to Face. Adapun alur kegiatan ini sebagai berikut: a. Brainstorming tentang harapan dari pelatihan ini. Beberapa hasil dari brainstorming ini adalah sebagai berikut: Tabel 1. Harapan Peserta Peserta Peserta 1 Peserta 2 Peserta 3 Harapan Ingin lebih semangat dalam penyampaian materi pembelajaran Ingin menyampaikan pembelajaran sesuai bahan ajar yang tepat Ingin mengetahui bagaimana cara pembuatan bahan ajar yang sesuai dengan SK-KD Ingin mengetahui cara menuangkan bahan ajar yang sempurna pada RPP Dapat memahamkan saya dalam membuat bahan ajar yang dapat memenuhi kebutuhan peserta didik 58
DP. Jilid 11, Bil 1/2011 Kurikulum Peserta 4 Peserta 5 Peserta 6 Peserta 7 Peserta 8 Peserta 9 Peserta 10 Memberikan keleluasaan kepada guru untuk mengembangkan materi pembelajaran Mengetahui cara yang tepat pembuatan bahan ajar Dapat memberikan materi ajar dengan cara yang menyenangkan Saya ingin pengetahuan bahasa Indonesia karena pengetahuan bahasa Indonesia sangat kurang Menambah, pengetahuan dan wawasan Menjalin hubungan baik Ingin pintar Mempunyai bekal di masa yang akan datang Mengetahui bagaimana cara membuat bahan ajar, karena selama ini saya mengajar hanya melihat buku Dengan mengikuti kegiatan ini akan menjadi guru profesional Lebih tahu memilih dan memilah bahan ajar untuk mendukung KBM menjadi optimal Memahami pentingnya bahan ajar Bisa terampil dalam membuat bahan ajar Mengetahui bahan ajar yang bagaimana yang sesuai dengan SK-KD Melihat beberapa hasil brainstorming di atas maka dapat dapat disimpulkan harapan peserta pada pelatihan ini adalah: 1) Mengetahui cara atau teknik membuat bahan ajar 2) Mengetahui bahan ajar yang tepat sesuai SK-KD 3) Mengetahui bahan ajar yang sesuai dengan peserta didik b. Simulasi Delphi Face to Face. Pada kegiatan ini dilakukan delapan tahap sebagai berikut: Tabel 2. Aktivitas Simulasi Tahap Analisis Individu Analisis Kelompok Kecil Analisis Kelompok Besar Judgement Kelompok Besar Aktivitas Peserta disajikan gambar Presiden SBY, kemudian peserta menuliskan beberapa hal penting yang terdapat dalam gambar Peserta secara berkelompok kecil (3-4 orang) menganalisis kembali hasil individunya dan menuliskan hasil diskusi dengan kelompok kecil tentang gambar Presiden SBY Wakil kelompok kecil menuliskan hasil diskusi tentang gambar Presiden SBY di papan tulis Wakil kelompok menjelaskan apa yang ditrulis di papan tulis Kelompok kecil saling komentar dan klarifikasi Seluruh peserta memberikan kesepakatan terhadap hasil analisis kelompok besar 59
Kurikulum DP. Jilid 11, Bil 1/2011 Analisis Kembali Individu Analisis Kembali Kelompok Kecil Analisis Kembali Kelompok Besar Judgement Kembali Kelompok Besar Peserta mengamati hasil judgement kelompok besar yang terdapat dalam papan tulis, kemudian menuliskan kembali dalam kertas Peserta secara berkelompok kecil (3-4 orang) menganalisis kembali hasil individunya Wakil kelompok kecil menuliskan hasil diskusi di papan tulis Wakil kelompok menjelaskan apa yang ditrulis di papan tulis Kelompok kecil saling komentar dan klarifikasi Seluruh peserta memberikan kesepakan terhadap hasil analisis kelompok besar Dengan simulasi ini dirasakan cukup mewakili cara Delphi Face to Face yang akan dilakukan pada tahap Analisis dan Penyusunan. c. Refleksi kegiatan. Ini dilakukan untuk mengungkap kesan-kesan yang peserta rasakan terhadap materi yang telah disampaikan. Beberapa hasil refleksi dari kegiatan ini sebagai berikut: Tabel 3. Kesan Peserta setelah Pelatihan Peserta Peserta 1 Peserta 2 Peserta 3 Peserta 4 Peserta 5 Peserta 6 Peserta 7 Peserta 8 Peserta 9 Peserta 10 Kesan Mengetahui delapan langkah Delphi Face to Face Materi yang diberikan harus sesuai dengan peserta didik Saya masih pesimis apakah bisa dilaksanakan teknik ini melihat keterbatasan waktu bapak dan ibu guru Mendapat pengetahuan tentang Delphi dan langkah-langkahlangkahnya Menambah pengalaman dalam diskusi sehingga menambah kemampuan berbahasa Sudah tergambar dalam benak saya bagaimana teknik dalam pengembangan bahan ajar Ternyata diskusi itu penting, dan hasilnya cepat terlihat Agak terbuka dalam penyusunan bahan ajar Mengetahui langkah-langkah pembuatan bahan ajar Mendapat gambaran dalam pembuatan bahan ajar Menganalisis esensi bahan ajar Mengetahu langkah-langkah Delphi dalam menyususn bahan ajar Diskusi itu penting Bisa belajar menulis dan berbicara Melatih keberanian untuk berpendapat dan berbicara Mengetahui beberapa tahap yang akan dilalui Pengembangan bahan ajar harus diterapkan di kelas masing-masing 60
DP. Jilid 11, Bil 1/2011 Kurikulum Melihat kesan yang disampaikan peserta dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: 1) Mengetahui cara/ teknik pengembangan bahan ajar berupa teknik Delphi yang terdiri dari delapan langkah 2) Diskusi itu penting dan cepat terlihat hasilnya 3) Melatih keberanian untuk berpendapat dan berbicara serta kemapuna menulis 2. Analisis dan Penyusunan (Analisis Keterampilan Mendengarkan) Pada kegiatan ini dilalui beberapa tahap yaitu: pendahuluan, analisis melalui teknik Delphi dan refleksi. Adapun hasil kegiatan sebagai berikut: a. Pendahuluan. Pada kegiatan ini fasilitator kembali mengingatkan kembali peserta terhadap delapan langkah Delphi dan jenis materi pembelajaran berdasarkan BNSP (2008). b. Analisis melalui Delphi. Delapan langkah Delphi telah dilalui, adapun hasilnya sebagai berikut: 61
Kurikulum DP. Jilid 11, Bil 1/2011 Tabel 4. Hasil Analisis Keterampilan Mendengarka Standar Kompetensi/ Kompetensi Dasar Mendengarkan 5. Mendengarkan dan pembacaan pantun 5.1 Menyampaikan kembali isi yang dibacakan AMP Tahap 1 (langkah 1-4) Kelompok 1 1. cara membuat 2. isi 3. definisi 4. waktu Kelompok 2 1. isi 2. hal-hal penting dalam 3. waktu 4. yang menyampaikan 5. tempat membuat Kelompok 3 1. isi 2. pokok-pokok (untuk siapa, dari siapa, waktu pembuatan dan pelaksanaan) Kelompok 4 1. isi 2. untuk siapa 3. waktu pelaksanaan 4. yang membuat 5. waktu pembuatan Kesimpulan 1 1. isi 2. bagian-bagian (siapa, tempat, waktu) 3. cara menyampaikan 4. definisi AMP Tahap 2 (langkah 5-8) Kelompok 1 1. isi 2. cara menyampaikan Kelompok 2 1. isi (siapa, waktu) 2. ciri kalimat Kelompok 3 1. bagian-bagian (siapa, waktu, tempat) 2. isi Kelompok 4 1. isi 2. cara menyampaikan (keutuhan dan kejelasan) Kesimpulan 2 1. Isi 2. Bagian-bagian 3. Cara menyampaikan (utuh, jelas) 62
DP. Jilid 11, Bil 1/2011 Kurikulum Standar Kompetensi/ Kompetensi Dasar 5.2 Menirukan pembacaan pantun anak dengan lafal dan intonasi yang tepat Kelompok 1 1. intonasi 2. artikulasi 3. ekspresi AMP Tahap 1 (langkah 1-4) Kelompok 2 1. aturan membuat pantun (sampiran isi) 2. cara membaca pantun (artikulasi, lafal, intonasi, ekspresi) Kelompok 3 1. cara pembacaan pantun (intonasi) 2. penjedaan kata Kelompok 4 1. bagian-bagian pantun (sampiran isi) 2. cara membaca pantun (lafal, intonasi, mimik, dinamika suara) 3. rima Kesimpulan 1 1. lafal (jelas, benar, tepat) panjang-pendek, tinggirendah) AMP Tahap 2 (langkah 5-8) Kelompok 1 1. lafal (jelas, benar, tepat) panjang-pendek, tinggi-rendah) Kelompok 2 1. lafal (jelas, benar, tepat) panjang-pendek, tinggi-rendah) Kelompok 3 1. lafal (jelas, benar, tepat) panjang-pendek, tinggi-rendah) Kelompok 4 1. lafal (jelas, benar, tepat) panjang-pendek, tinggi-rendah) Kesimpulan 2 1. lafal (jelas, benar, tepat) panjang-pendek, tinggi-rendah) c. Refleksi. Ini dilakukan untuk mengungkap kesan kesan yang peserta rasakan terhadap kegiatan yang telah dilakukan. Beberapa hasil refleksi dari kegiatan ini sebagai berikut: 63
Kurikulum DP. Jilid 11, Bil 1/2011 Tabel 5. Kesan Peserta setelah Analisis Peserta Peserta 1 Peserta 2 Peserta 3 Peserta 4 Peserta 5 Peserta 6 Peserta 7 Peserta 8 Peserta 9 Peserta 10 Kesan Setelah menyimak bahan ajar tersebut mudah-mudahan dapat tersampaikan kepada peserta didik Saya jadi tahu bagaimana ketika menganalisis materi pelajaran sesuai dengan SK-KD Dalam kegiatan tersebut didiskusikan hal-hal yang paling urgen untuk dikuasai siswa sehingga guru mengajar tidak akan melenceng Jadi tahu jenis-jenis materi pembelajaran (fakta, konsep, prinsip, prosedur, sikap dan nilai) Lebih mendalami langkah Delphi Face to Face Mengerti pembuatan materi ajar yang sebelumnya masih samar antara indikator dan materi ajar Dapat menentukan penilaian apa saja yang harus dibuat agar tujuan dari pembelajaran dapat tercapai Memperoleh cara menganalisis materi pelajaran Dengan cara itu analisis materi dapat dilakukan dengan cepat dan sesuai SK-KD Mendapat cara-cara menganalisis materi pembelajaran Dengan mengalisis materi kita bisa mengetahui bahan ajar yang akan disampaikan kepada peserta didik Kita bisa mempersiapkan materi lebih mudah Saya merasa bangga karena jadi tahu bagaimana menganalisis materi pembelajaran dan tidak terfokus pada buku pelajaran saja Selama proses penyusunan bahan ajar bagi saya kesulitan untuk memilih dan memilah bagian-bagian penting dalam menentukan bahan ajar untuk siswa sesuai prosedur sehingga konsep yang kita inginkan dapat tercapai Jadi mengerti apa yang pokoknya atau yang penting untuk disampaikan ke peserta didik Melihat kesan yang disampaikan peserta dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: 1) Lebih mendalami langkah Delphi Face to Face 2) Dapat menentukan hal-hal yang penting untuk dikuasai siswa 3) Menganalisis materi pelajaran tidak harus terpaku pada buku pelajaran saja 4) Mengetahui jenis-jenis materi pembelajaran (fakta, konsep, prinsip, prosedur, sikap dan nilai) 64
DP. Jilid 11, Bil 1/2011 Kurikulum Kesimpulan Dari pelaksanaan penelitian tersebut didapat langkah Delphi Face to Face dalam penyusunan materi pembelajaran adalah: 1) analisis individu; 2) analisis kelompok kecil; 3) analisis kelompok besar; 4) judgement kelompok besar (kesimpulan sementara); 5) analisis kembali individu; 6) analisis kembali kelompok kecil; 7) analisis kembali kelompok besar; 8) judgement kembali kelompok besar (kesimpulan akhir). Setelah melakukan delapan langkah tersebut dihasilkan beberapa contoh materi pembelajaran sesuai SK-KD seperti: 1) SK: Mendengarkan dan pembacaan pantun, KD: Menyampaikan kembali isi yang dibacakan, Materi: Isi, Bagian-bagian, Cara menyampaikan (utuh, jelas); 2) SK: Mendengarkan dan pembacaan pantun, KD: Menirukan pembacaan pantun anak dengan lafal dan intonasi yang tepat, Materi: lafal (jelas, benar, tepat) dan intonasi (jeda kata, panjang-pendek, tinggi-rendah). Selain itu, terungkap hal-hal yang dikemukakan guru setelah pelaksanaan diantaranya: 1) lebih mendalami langkah Delphi Face to Face; 2) dapat menentukan materi yang penting untuk dikuasai siswa; 3) menganalisis materi pelajaran tidak harus terpaku pada buku pelajaran saja; 4) mengetahui jenis-jenis materi pembelajaran (fakta, konsep, prinsip, prosedur, sikap dan nilai). Rujukan Ade Rukmana & Asep Suryana. (2006). Pengelolaan Kelas. UPI PRESS:Bandung Ali. (2010). Apa Itu Metode Delphi [On line]. Tersedia: http://www.aliperbanas.blogspot com/delphi-method_30.html Bognan & Biklen. (1982). Qualitative Research For Education An Introduction to Theory and Methods. Boston, Allyn and Bacon.Inc. Danin Sudarwan. (2000). Penelitian Kualitatif. Bandung: Bina Aksara. Depdiknas. (2008). Panduan Pengembangan Indikator. Jakarta: Dirjen Mandikdasmen Depdiknas. -------. (2008). Panduan Pengembangan Materi Pembelajaran. Jakarta: Dirjen Mandikdasmen Depdiknas. Dick, B. (2000) Delphi Face to Face [On line]. Tersedia: http://www.scu.edu.au/ schools/gcm/ar/arp/delphi.html Dimyati & Mudjiono. (2006). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta Sudarya et.al. (2010). Pembinaan Guru Melalui Implementasi Lesson Study Tingkat Sekolah Dasar Di Kota Bandung. Bandung: LPPM. Sukirma et.al. (2009). Perencanaan Pembelajaran SD. Bandung: UPI Press. 65