Modul 8 Jaringan Tanpa Kabel

dokumen-dokumen yang mirip
WIRELESS NETWORK. Pertemuan VI. Pengertian Wireless Network. Klasifikasi Wireless Network

Dukungan yang diberikan

Istilah istilah umum Radio Wireless (db, dbm, dbi,...) db (Decibel)

BAB II DASAR TEORI. cara menitipkan -nya pada suatu gelombang pembawa (carrier). Proses ini

Materi II TEORI DASAR ANTENNA

Dasar Sistem Transmisi

Antenna NYOMAN SURYADIPTA, ST, CCNP

Makalah Media Unguided Mata Kuliah Komunikasi Data

4.2. Memonitor Sinyal Receive CPE/SU Full Scanning BAB V. PENUTUP Kesimpulan Saran...

Agus Setiadi BAB II DASAR TEORI

Wireless Network. Melwin Syafrizal, S.Kom.,M.Eng.

Multiple Access. Downlink. Handoff. Uplink. Mobile Station Distributed transceivers Cells Different Frequencies or Codes

ULANGAN HARIAN JARINGAN NIRKABEL

Jaringan Wireless. Komponen utama pembangun jaringan wireless. 1. PC Personal Computer)

ANALISIS COVERAGE AREA WIRELESS LOCAL AREA NETWORK (WLAN) b DENGAN MENGGUNAKAN SIMULATOR RADIO MOBILE

Teknologi Seluler. Pertemuan XIV

BAB II DASAR TEORI. menggunakan media gelombang mikro, serat optik, hingga ke model wireless.

Perangkat Wireless LAN Teknologi Wireless LAN

Bluetooth. Pertemuan III

KONSEP CELLULAR DENNY CHARTER, ST. Websites :

BAB II CODE DIVISION MULTIPLE ACCESS (CDMA) CDMA merupakan singkatan dari Code Division Multiple Access yaitu teknik

Layanan Broadband dapat dipenuhi dengan berbagai teknologi, seperti :

Teknologi Komunikasi Data Jaringan Nirkabel. Adri Priadana - ilkomadri.com

JARINGAN WIRELESS. Jurusan T-informatika STT-Harapan Medan T.A 2016/2017 Oleh : Tengku Mohd Diansyah, ST, M.Kom 30/05/2017 1

PERSYARATAN TEKNIS ALAT DAN PERANGKAT TELEKOMUNIKASI WIRELESS LOCAL AREA NETWORK

BAB III PERANCANGAN SISTEM

HALAMAN PENGESAHAN TUGAS AKHIR

SISTEM SELULAR. Pertemuan XIV

BAB I PROTOKOL KOMUNIKASI

WIRELESS LAN. Mata kuliah Jaringan Komputer Iskandar Ikbal, S.T., M.Kom

MODUL TEKNOLOGI KOMUNIKASI (3 SKS) Oleh : Drs. Hardiyanto, M.Si

Jakson Petrus M.B., S.Kom

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Tabel 5. Hasil Perhitungan Link Budget

KOMUNIKASI DATA ST014 Komunikasi data nirkabel dan topologi jaringan

BAB II PEMODELAN PROPAGASI. Kondisi komunikasi seluler sulit diprediksi, karena bergerak dari satu sel

PERCOBAAN VI Komunikasi Data SISTEM KOMUNIKASI BLUETOOTH

III. METODE PENELITIAN

TUGAS AKHIR ANALISIS KINERJA JARINGAN KOMPUTER WIRELESS DI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Standar NYOMAN SURYADIPTA, ST, CCNP NYOMAN SURYADIPTA.ST.CCNP COMPUTER SCIENCE FACULTY - NAROTAMA UNIVERSITY

SEKILAS WIRELESS LAN

SINGUDA ENSIKOM VOL. 7 NO. 2/Mei 2014

BAB III. IMPLEMENTASI WiFi OVER PICOCELL

Wireless Network. Melwin Syafrizal, S.Kom

BAB II LANDASAN TEORI

Komunikasi dan Jaringan

Teknik Multiple Akses FDMA, TDMA, CDMA

Pengukuran Coverage Outdoor Wireless LAN dengan Metode Visualisasi Di. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Pengantar Teknologi Informasi Jaringan (Layer Fisik)

SISTEM KOMUNIKASI BEGERAK WHAT TECHNOLOGY ABOUT THIS???

BAB II DASAR SISTEM KOMUNIKASI WIRELESS. Jaringan wireless menggunakan gelombang radio (Radio Frequency/RF) atau

BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN

Wireless Network. Konsep Dasar Jaringan Nirkabel. Muhammad Riza Hilmi, ST.

TAKARIR. Kapasitas transmisi dari sambungan elektronik. Percakapan melalui jaringan intenet.

PERENCANAAN ANALISIS UNJUK KERJA WIDEBAND CODE DIVISION MULTIPLE ACCESS (WCDMA)PADA KANAL MULTIPATH FADING

BAB IV ANALISA PERFORMANSI BWA

BAB I PENDAHULUAN UNIVERSITAS INDONESIA

II. TINJAUAN PUSTAKA. perang ataupun sebagai bagian dari sistem navigasi pada kapal [1].

IEEE b 1.1 INTRODUCTION

Faktor terpenting dalam jaringan komputer adalah transfer data antar dua komputer di tempat yang berbeda.

STANDARISASI FREKUENSI

Radio dan Medan Elektromagnetik

METODE PENGUJIAN ALAT DAN/ATAU PERANGKAT TELEKOMUNIKASI WIRELESS LOCAL AREA NETWORK

Komunikasi dan Jaringan

INTERFERENSI BLUETOOTH TERHADAP THROUGHPUT WLAN IEEE B

BAB II LANDASAN TEORI

IEEE g Sarah Setya Andini, TE Teguh Budi Rahardjo TE Eko Nugraha TE Jurusan Teknik Elektro FT UGM, Yogyakarta

Pertemuan ke 5. Wireless Application Protocol

Designing WLAN based Metropolitan Area Network (MAN)

TELECOMMUNICATIONS & NETWORKS

BAB II TEORI PENUNJANG

DAFTAR ISI.. HALAMAN JUDUL... HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING... HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI... HALAMAN PERSEMBAHAN... HALAMAN MOTTO... KATA PENGANTAR...

Diajukan guna melengkapi sebagian syarat Dalam mencapai gelar Sarjana Strata Satu (S1) Disusun Oleh :

2.2.1 ARSITEKTUR WIRELESS LAN INTERFERENSI JANGKAUAN DESAIN WIRELESS LAN KEAMANAN WIRELESS LAN...

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB II CODE DIVISION MULTIPLE ACCESS. Konsep selular mulai muncul di akhir tahun 1940-an yang digagas oleh

Wireless Network. Konsep Dasar Jaringan Nirkabel. Muhammad Riza Hilmi, ST.

BAB 2 SISTEM KOMUNIKASI VSAT

Pengantar Jaringan Nirkabel (Wireless Networks)

Topologi WiFi. Topotogi Ad Hoc

BAB II LANDASAN TEORI

Code Division multiple Access (CDMA)

Aplikasi Multiplexer -8-

BAB II LANDASAN TEORI

Wireless Technology atau teknologi nirkabel, atau lebih sering disingkat wireless adalah teknologi elektronika yang beroperasi tanpa kabel.

BAB III SISTEM JARINGAN TRANSMISI RADIO GELOMBANG MIKRO PADA KOMUNIKASI SELULER

Wireless LAN. Pendahuluan

Teknologi Komunikasi Data Seluler. Adri Priadana ilkomadri.com

BAB I PENDAHULUAN. analog AMPS (Advanced Mobile Phone System), diikuti suara digital GSM

RANCANGAN PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2012 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. ke lokasi B data bisa dikirim dan diterima melalui media wireless, atau dari suatu

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Antena Kaleng. Teknologi Jaringan Wireless

JARINGAN TEKNOLOGI KOMUNIASI

Jenis-jenis Antena pada Wireless

TEKNOLOGI VSAT. Rizky Yugho Saputra. Abstrak. ::

BAB IV DATA DAN ANALISA SERTA APLIKASI ANTENA. OMNIDIRECTIONAL 2,4 GHz

Multiplexing. Meningkatkan effisiensi penggunaan bandwidth / kapasitas saluran transmisi dengan cara berbagi akses bersama.

Sekilas Tentang WIFI. Berdasarkan kemampuan roaming wireless data dibagi menjadi:

BAB II LANDASAN TEORI. II. 1. Jenis dan Standar dari Wireless Local Area Network

Transkripsi:

Modul 8 Jaringan Tanpa Kabel Jaringan Tanpa kabel adalah teknologi pengiriman data dari satu titik ke titik lain tanpa kabel fisik, antara lain menggunakan radio, selular, infrared, dan satelit. Elemen Radio dan Spektrum Frekuensi Radio adalah transmisi dan penerimaan sinyal dengan gelombang elektromagnetik tanpa kabel. Gelombang elektromagnetik mempresentasikan semua frekuensi. Spektrum Radio Frequency (RF) menempati range 9 KHz 300 GHz. Anatomi Gelombang Frekuensi di hitung dengan rumus : Sebuah sebuah sinyal radio dikirimkan ke suatu titik lain, sinyal tersebut harus dimodulasi ke dalam suatu frekuensi sinyal pembawa (carrier), yang merupakan frekuensi konstant dan lebih tinggi dari frekuensi sinyal input. Alasan modulasi diperlukan : Budi Susanto, S. Kom. Modul Jaringan Komputer UKDW1

untuk transmisi yang lebih baik, karena sinyal radio yang kita kirim sebagian besar menggunakan frekuensi rendah Untuk memungkinkan beberapa sinyal dikirimkan secara bersamaan tanpa saling mengganggu (interference). Baca kembali Frekuency Division Multiplexing (FDM)! Modulasi Analog Budi Susanto, S. Kom. Modul Jaringan Komputer UKDW2

Modulasi Digital Budi Susanto, S. Kom. Modul Jaringan Komputer UKDW3

FSK digunakan pada spesifikasi 802.11 untuk modulasi Frequency Hopping Spread Spectrum (FHSS) dan Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS). Perambatan Sinyal Radio Agar jaringan tanpa kabel dapat berfungsi, sinyal harus memiliki jalur dari pengirim ke penerima dan tiba dengan kekuatan sinyal yang masih cukup untuk diterjemahkan. Kekuatan Sinyal dapat diukur dengan dua satuan : dbm (decibel above 1 milliwatt) dalam satuan Watt atau Volt S/N Ratio (Singnal-to-Noise) menggambarkan rasio antara kekuatan sinyal dan kekuatan noise. Untuk sinyal digital, S/N Ratio lebih kecil dari pada S/N untuk sinyal analog. Hal lain yang perlu diperhatikan untuk perambatan sinyal radio adalah pelemahan (Attenuation) sinyal. Pelemahan dapat dipengaruhi oleh jarak. Gambaran pelemahan sinyal dapat ditunjukkan dengan cahaya dari dua sumber yang berbeda Omnidirectional Directional Budi Susanto, S. Kom. Modul Jaringan Komputer UKDW4

Rumus untuk konversi Watt ke dbm atau sebaliknya : dbm = 30 + 10 Log (Watts) Watts = 10^((dBm - 30)/10) MilliWatts = 10^(dBm/10) 100 W 50 dbm 10 W 40 dbm 2W 33 dbm 1W 30 dbm 100 mw 1 mw 0 dbm 100 uw -10 dbm 0.001 nw -80 dbm Gelombang Elektromagnetik tidak dapat menembus elemen bumi, misal gunung, lembah, sehingga perlu meninggikan penerima atau pengirim di atas gunung atau gedung tinggi. Penyebab pelemahan sinyal adalah hujan. Suatu sinyal yang memiliki frekuensi semakin tinggi akan memiliki kerapatan (panjang gelombang) yang semakin pendek. Gelombang Elektromagnetik dapat melewati beberapa objek, namun juga dapat dipantulkan oleh suatu objek. Pemantulan ini sering disebut dengan baunching atau scattering. Budi Susanto, S. Kom. Modul Jaringan Komputer UKDW5

Baunching dapat menurunkan unjuk kerja suatu sistem dan dapat pula meningkatkan unjuk kerja lainnya. Sebagai contoh sinyal broadcast radio AM dapat dipantulkan oleh lapisan atmosfir bumi. Beberapa aplikasi yang menggunakan frekuensi rendah dapat menggunakan lapisan atmosfir sebagai pemantul untuk meningkatkan jarak jangkaunya. Namun untuk frekuensi tinggi tidak dapat dipantulkan pada lapisan atmosfir, karena frekuensi tinggi akan diserap oleh atmosfir. Sehingga untuk frekuensi tinggi diperlukan suatu pemantul buatan, yang disebut satelit. Tidak semua yang didapat dari akibat bounching baik, salah satunya disebut dengan multipath scattering pada komunikasi bergerak. Multipath Scattering adalah sinyal yang mencapai penerima dari beberapa jalur yang merupakan hasil dari bounching. Jika sinyal diterima diluar fase, maka sinyal dibatalkan. Jika sinyal diterima pada fase namun tidak tersinkronisasi, akan diterima echo sinyal. Contoh yang menerapkan ini adalah CDMA (Code Division Multiple Accessing) Budi Susanto, S. Kom. Modul Jaringan Komputer UKDW6

Line-of-sight Jalur lurus yang bersih dari hambatan antara penerima dan pengirim disebut line-of-sight. Untuk frekuensi tinggi membutuhkan line-of-sight lebih baik daripada frekuensi rendah. Ada dua istilah Optical Line-of-sight, kedua stasiun secara optik dapat saling lihat Radio line-of-sight, tidak ada refleksi ataupun Pehitungan line-of-sight ini sangat diperlukan ketika Anda membangun jaringan tanpa kabel di luar gedung (outdoor). Di site http://www.ydi.com menyediakan kalkulator untuk membantu kita menghitung sambungan radio outdoor. Ada 4 parameter yang digunakan untuk menghitung bahwa sistem W-LAN outdoor berjalan baik : System Operating Margin (SOM), berhubungan dengan kekuatan pengirim, tipe antena, panjang kabel coaxial dan jarak. Budi Susanto, S. Kom. Modul Jaringan Komputer UKDW7

Sebagai gambaran perhitungan, pada spesifikasi 802.11b, penerima (receiver) memiliki sensitifitas antara -80 sampai -85 dbm. Pada sisi client, secara normal kita menggunakan antena directional, seperti antena parabola dengan penambahan antara 19 24 dbm. Kehilangan sinyal untuk kabel coaxial antara 2-3 db. Untuk mencakup margin operasi (SOM) 10 15 db sangat tergantung pada tipe antena yang digunakan pada Access Point. Jika menggunakan antena (akan dibahas berikutnya) omnidirectional dengan penambahan 10 12 db, kita mendapat cakupan area 4 5 km. Jika menggunakan antena sectoral (directional) dengan penambahan 12-14 db kita dapat mencakup 6 8 Km. Free Space Loss (FSL), kehilangan kekuatan radio setelah dirambatkan pada jarak tertentu. FSL (db) = 20 Log10 (MHz) + 20 Log10 (Distance in Miles) + 36.6 Meter = Feet * 0.3048 Km = Miles * 1.609344 Contoh : FSL untuk jarak 5 km pada frekuensi 2.4 GHz adalah 114 db. Secara normal (menurut Onno W Purbo) tiap jarak 1 Km pada frekuensi 2.4 Ghz akan memiliki FSL dalam range 100dB. Fresnel Zone Clearance (FZC), untuk melihat kebutuhan tinggi antena untuk melewati rintangan. Fresnel Zones 3rd* 2nd* 1st* * Fresnel Zones Fresnel Zone adalah area tidak ada rintangan antara dua terminal. Biasanya untuk 1st Fresnel Zone 80%. Pada www.ydi.com menyediakan rumus : R = 43.3 sqrt (d / 4f) dimana R = radius fresnel zone (feet) d = jarak antara 2 node f = frekuensi Budi Susanto, S. Kom. Modul Jaringan Komputer UKDW8

Berikut adalah tabel FZC untuk jarak 1-7 Km untuk terminal Wi-Fi yang beroperasi pada 2.4 GHz Distance (km) 1 3 4 5 6 7 Minimal Clearence (m) 3.3 5.9 6.7 7.5 8.2 9.0 Antenna bearing, kemiringan menurun antena dan radius cakupan antena yang perlu diketahui untuk mencakup suatu area. Budi Susanto, S. Kom. Modul Jaringan Komputer UKDW9

Dimana Hb adalah tinggi antena BTS dan Hr adalah tinggi antena penerima dan A adalah sudut dalam radian. Sebagai contoh : untuk sebuah BTS dengan tinggi 30 m untuk mencakup jarak 3 Km, membutuhkan sudut kemiringan 0.35 derajat untuk mencapai antena penerima setinggi 10 m. Dalam beberapa kasus kita membutuhkan perkiraan area cakupan yang dapat dihitung dengan rumus : Dimana H adalah tinggi BTS, A adalah sudut kemiringan antena, BW adalah lebar cakupan (beam). Sebagai contoh : untuk sebuah access point dengan tinggi antena 30 m, dan lebar beam 10 derajat dengan sudut kemiringan 0.2 derajat, kita akan mencapat inner radius 150 m dan outer radius 8.7 Km. Antena Antena diperlukan jika kita memasang infrastruktur jaringan tanpa kabel untuk outdoor. Antena akan mengubah dari sinyal listrik ke sinyal Budi Susanto, S. Kom. Modul Jaringan Komputer UKDW10

elektromagnetik. Jumlah energi yang dapat dikuatkan oleh antena pada sisi penerima atau pengirim disebut dengan antena gain. Penguatan atau gain dari antena diukur dengan dbi - nilai relatif isotropic radiator dbd - nilai relatif depole radiator 0 dbd = 2.15 dbi Antena Omnidirectional antena yang merambatkan dan menerima sinyal dari semua arah. Tipe antena ini cocok untuk point-to-multipoint seperti stasiun radio. Penambahan kekuatan sinyal yang dapat diberikan antara 3 10 dbi. Antena Directional antena yang menguatkan sinyal dari pengirim untuk dirambatkan pada satu atau dua arah. Ada dua kategori : parabolic dan phased array. Parabolic digunakan untuk jarak menengah atau jauh dan dapat memberikan gain antara 18 28 dbi. Contoh : Budi Susanto, S. Kom. Modul Jaringan Komputer UKDW11

Yagi Phased Array Antena ini sangat cocok untuk jarak pendek dengan gain antara 7 15 dbi. Antena Sectoral merupakan tipe phased array yang membagi area cakupan lingkaran menjadi beberapa sektor untuk membantu alokasi kanal dan penggunaan ulangnya. Satu antena sectoral memiliki beam kurang lebih 120 derajat yang membagi satu area lingkaran menjadi 3 area. Budi Susanto, S. Kom. Modul Jaringan Komputer UKDW12

Dengan pemakai sectoral antena tentu akan lebih mengefisiensikan instalasi daripada pemakaian omnidirectional. Pengkanalan RF Semua komunikasi RF cukup memerlukan satu segmen kecil dari total spektrum RF yang tersedia. Satu segmen ini disebut dengan kanal (channel). Untuk memungkinkan beberapa sinyal digunakan bersamaan, setiap kanal membutuhkan frekuensi tersendiri dengan bantuan FDMA. Frekuensi satu kanal adalah adalah frekuensi tengah dari satu spektrum kanal tersebut. Lebar satu spektrum kanal disebut sebagai bandwidth kanal. Budi Susanto, S. Kom. Modul Jaringan Komputer UKDW13

Pemakaian kanal seperti itu, sangat tergantung pula pada tipe komunikasinya. Pada radio CB (handy talky), menggunakan tipe halfduplex, sehingga cukup dibutuhkan satu kanal saja. Pada sistem multi kanal, seperti mobile phone, digunakan untuk mendukung tipe full-duplex. Untuk dapat menerapkan full-duplex, maka kanal kedua dibuat disamping kanal utama, yang memungkinkan dua arah dapat dirambatkan secara bersamaan. Contoh lainnya adalah dua kanal penerima pada sistem stereo (kanal kiri dan kanal kanan) radio FM. Dengan semakin maraknya pemakaian RF untuk banyak kepentingan, maka pemanfaatan kanal sangat diperhatikan, sehingga kemudian muncul konsep pemakaian ulang frekuensi (Frequency Reuse). Contoh pada pemakaian frekuensi stasiun radio antara di yogyakarta dengan di jakarta bisa saja menggunakan satu frekuensi yang sama. Hal ini mungkin karena jarak yang sudah melebihi cakupan kemampuan sinyal FM. Budi Susanto, S. Kom. Modul Jaringan Komputer UKDW14

Pada komunikasi mobile phone, juga diterapkan konsep frequency reuse ini,yang pertama kali dipelopori oleh AMPS (Advanced Mobile Phone Service). Time Division Multiple Accessing (TDMA) TDMA digunakan untuk menambah kemampuan FDMA. Setiap kanal dibagi menjadi beberapa slot waktu, dimana setiap satu slot digunakan oleh satu pemakai. Contohnya adalah GSM (Global System for Mobile Communication) merupakan satu tipe TDMA. Code Division Multiple Access (CDMA) CDMA adalah teknologi terbaru untuk multiple access. CDMA tidak membagi sekumpulan frekuensi yang digunakan menjadi beberapa kanal. CDMA memberikan kode unik untuk setiap sinyal dan kemudian mengkombinasikan semua sinyal menjadi satu kanal besar. CDMA dikenal sebagai teknologi wireless phone 3G oleh karena sangat efisien dalam pemakaian bandwidth dan juga sangat rahasia oleh karena komunikasi di enkodekan secara unik. Beberapa Spesifikasi Jaringan Tanpa Kabel Berikut akan kita pelajari beberapa spesifikasi teknologi yang dapat digunakan sebagai dasar acuan dalam pembangunan infrastruktur jaringan tanpa kabel, baik indoor ataupun outdoor, bahkan MAN. A. Fixed Wireless adalah teknologi tanpa kabel dimana pengirim dan penerima menempati satu lokasi tetap seperti rumah atau kantor. Teknologi yang menerapkan ini adalah MMDS (Multichannel Multipoint Distribution Service), LMDS (Local Multipoint Distribution Services), Point-to-Point Microwave, atau WLAN. A.1 MMDS (Multichannel Multipoint Distribution Service) beroperasi pada spektrum 2.5 2.7 Ghz dengan lebar 200 Mhz. Throughput yang dapat diberikan adalah 1-2 Mbps. Jarak yang dapat ditempuh adalah 35 mile dari radio port controller (RPC) yang di dasarkan pada kekuatan sinyal. Budi Susanto, S. Kom. Modul Jaringan Komputer UKDW15

A.2 LMDS (Local Multipoint Distribution Services) merupakan sistem komunikasi microwave dengan model point-to-multipoint yang bekerja pada frekuensi 20 Ghz. Bandwidth yang disediakan sampai 500 Mbps. Biasanya digunakan untuk jarak dekat yang membutuhkan bandwidth yang tinggi, seperti kampus, perusahaan, dsb. Contoh : Budi Susanto, S. Kom. Modul Jaringan Komputer UKDW16

A.3 Point-to-point Microwave merupakan teknologi line-of-sight yang sangat dipengaruhi oleh multipath dan penyerapan suatu objek lain, seperti halnya MMDS dan LMDS A.4 Wireless LAN Jenis sambungan Wireless LAN W-LAN Outdoor dipakai untuk menghubungkan perangkat yang ada di luar ruangan, mengikuti standar 802.16 W-LAN Indoor dipakai untuk menghubungkan perangkat yang ada di dalam ruangan, mengikuti standar 802.11 Pemanfaatan teknologi tanpa kabel untuk jaringan lokal, dapat mengikuti standarisasi IEEE 802.11x, dimana x adalah sub standar yang terdiri dari : 802.11-2,4GHz kecepatan sampai 2Mbps 802.11a - 5GHz kecepatan sampai 54Mbps 802.11a 2X - 5GHz kecepatan sampai 108Mbps 802.11b - 2,4GHz kecepatan sampai 11Mbps 802.11g - 2,4GHz kecepatan sampai 22Mbps 802.11n - 2,4GHz kecepatan sampai 120Mbps MAC 802.11 dikenal DFWMAC (distributed foundation wireless MAC). Flowchart dari algoritma tersebut : Budi Susanto, S. Kom. Modul Jaringan Komputer UKDW17

Berikut adalah jenis-jenis perangkat W-LAN PCI Card Access Point PCMCIA Compact Flash USB Embedded Contoh spesifikasi perangkat W-LAN Output Power 5.150 ~5.700 GHz 15 dbm(+/- 2dB) for 6 Mbps 12 dbm(+/- 2dB) for 54 Mbps 5.745 ~5.850 GHz Budi Susanto, S. Kom. Modul Jaringan Komputer UKDW18

15 dbm(+/- 2dB) for 6 Mbps 10 dbm(+/- 2dB) for 54 Mbps Antenna Gain 2.81dBi Max. Receiver Sensitivity Min. 67dBm for 54 Mbps @ 10% PER Min. 73dBm for 36 Mbps @ 10% PER Power Consumption 520 ma at transmit mode 310 ma at receive mode Pemanfaatan spesifikasi 802.16 (broadband wireless) untuk jaringan outdoor sangatlah mahal, sehingga tidak ada salahnya jika kita juga menggunakan spesifikasi 802.11 untuk jaringan outdoor tersebut. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan : Radio 802.11B hanya punya 11 kanal Pemasangannya harus mengikuti kaidah Line of Sight Membutuhkan tower jika dua titik berada di level yang berbeda Pemanfaatan daya yang kecil harus betul-betul diperhitungkan Harus mengatasi interferensi yang terjadi Menggunakan PCMCIA di dalam komputer Budi Susanto, S. Kom. Modul Jaringan Komputer UKDW19

Menggunakan Access Point untuk terhubung ke Antena luar 802.11 yang dipakai di indoor dikenal dengan nama HotSpot dan standar WiFi Satu access point tidak bisa melayani lebih dari 50 client Pemasangan access point tidak boleh saling mengganggu frekwensi (ingat : hanya ada 3 frekwensi yang tidak saling tumpuk) World Wide Band 915 MHz 2.4 GHz 26 MHz 84.5 MHz 1 2401 2423 5.8 GHz 125 MHz 6 2426 2412 2448 2 2406 2428 7 2453 3 2433 8 2458 4 2438 2421 13 9 2463 2443 2446 2432 2430 Top of channel 14 2473 2452 5 Channel number 2483 2472 2441 2427 2420 2461 2447 2416 2478 2467 2436 2422 2410 12 2456 2442 2411 2473 2462 2431 2417 2400 11 2451 2437 2495 2484 10 Center frequency 2468 2457 2440 2450 2460 2470 2480 MHz Bottom of channel ISM Band 17 Sistem keamanan data sangat tidak terjamin Butuh Radius Server untuk pengelolaan database pelanggan Ada dua konfigurasi (topologi) dasar 802.11 Budi Susanto, S. Kom. Modul Jaringan Komputer UKDW20

a. Ad-Hoc b. Infrastructure Langkah perancangan 802.11 indoor (disadur dari Michael Sunggiardi) 1.Mulai dengan memasang access point di pojok ruangan dan jalan ke arah luar untuk memonitor kualitas sambungan dan jarak 2.Geser Access Point ke titik yang paling optimal di sel yang akan kita bikin Catatan : pastikan proses test ini memasukan faktor yang paling buruk, bukan yang terbaik - Tutup semua pintu - Gunakan badan sebagai penghalang 3.Periksa ke arah berikutnya, sehingga : Didapatkan jangkauan dari perangkat Catat semua tempat yang mendapatkan sinyal paling lemah Dari seluruh data, akan didapat satu sel yang dilayani oleh satu access point (titik nomor 2) 4.Letakan AP di sel yang pertama Pastikan berada di tempat overlap antara dua sel Budi Susanto, S. Kom. Modul Jaringan Komputer UKDW21

Periksa jaraknya Garis titik-titik merupakan batas maksimum jarak AP dari titik 4 X X 1 2 2 X 1 2 2 1 2 1 1 Lakukan hal yang sama untuk semua sel A.5 WPAN (Wireless Personal Area Network) WPAN merupakan jaringan tanpa kabel yang menempati disekitar perangkat individu, umumnya mencapai jarak 10 m (disebut sebagai Personal Operating Space (POS)). WPAN mengacu pada standarisasi 802.15 yang mendefinisikan short-distance wireless network). A.6 Bluetooth Bluetooth dimulai tahun 1994 oleh Ericsson yang melihat ketidak-efisiensian dalam komunikasi antara handphone dengan PDA. Pada tahun 1998, Ericsson, IBM, Nokia, dan Toshiba membentuk Bluetooth Special Interest Group (SIG). Bluetooth beroperasi pada 2.4 Ghz dengan menggunakan FHSS. Jaringan bluetooth terdiri dari piconets, yang mendekati jaringan ad-hoc. Piconets terdiri dari satu master node dan 7 active slave secara bersamaan atau sejumlah node tidak aktif yang secara virtual terkoneksi. Master node berkomunikasi dengan slave dengan pola hopping yang ditentukan oleh 3 bit Active Member Address (AMA). Parked nodes dialamati dengan 8-bit Parked Member Address (PMA). Sepuluh piconets dapat di alokasikan dan disambungkan ke dalam suatu jaringan yang disebut scatternets. Sebuah node menjadi master dalam satu piconet dan sebagai slave dalam piconet lain pada saat yang sama, atau sebuah slave pada dua piconets pada saat yang sama. Sinyal Bluetooth Budi Susanto, S. Kom. Modul Jaringan Komputer UKDW22

mampu melewati tembok, orang, dan perabotan sehingga bluetooth bukanlah teknologi line-of-sight. Kapasitas maksimal Bluetooth adalah 740 Kbps per piconet dengan raw bit rate adalah 1 Mbps. Konfigurasi Piconet dan scatternet Bluetooth: Pemakaian Bluetooth B. Mobile Wireless Komunikasi cell phone mengikuti 2 standarisasi : CDMA yang digunakan di US dan GSM yang digunakan di Eropa. Berikut adalah contoh arsitektur dasar sel yang menerapkan frequency reuse. Budi Susanto, S. Kom. Modul Jaringan Komputer UKDW23

Teknologi 1G Yang termasuk dalam generasi ini adalah AMPS, TAC (Total Access Communication System) dan NMT (Nordic Mobile Telephone). Menggunakan modulasi analog untuk sinyal suara. Teknologi 2G Menerapkan modulasi digital untuk sinyal suara. Teknologi pada generasi ini adalah GSM yang juga mampu menangani dual band dan roaming antar perangkat mobile digital melalui area 1G. Teknologi lain adalah sudah dimulainya penerapan CDMA 2G. Teknologi 2.5G Dimulai dengan munculnya protokol untuk aplikasi mobile pertama, yaitu WAP (Wireless Application Protocol). GPRS (General Packet Radio Service) dikembangkan untuk menerapkan packet-switching. Dengan GPRS dimungkinkan pemberian IP yang tetap pada sebuah perangkat mobile untuk terkoneksi ke internet. Enhanced Data Rates for GSM Evolution (EDGE) juga dikembangkan untuk meningkatkan unjuk kerja GSM yang tidak hanya terbatas pada pemakaian TDMA yang digunakan pada GSM awal. Teknologi 3G Teknologi 3G untuk mobile mendukung aplikasi multimedia yang membutuhkan bandwidth yang lebih lebar lagi. Kemampuan ini disebut dengan broadband dengan bandwidth minimal 1 Mbps. Wideband CDMA dan cdma2000 adalah dua versi sistem yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Sebuah organisasi bersama yaitu Third-Generation Partnership Project (3GPP), telah mengembangkan standarisasi untuk teknologi 3G ini, yang diberi nama dengan Universal Mobile Telecommunications System (UMTS). Silahkan kunjungi http://www.umts.com Budi Susanto, S. Kom. Modul Jaringan Komputer UKDW24

Penutup Demikian pembahasan tentang jaringan tanpa kabel. Kiranya memberi gambaran yang cukup luas untuk Anda semua dan terlebih semakin menyadari bahwa teknologi jaringan tanpa kabel menjadi salah satu basis perkembangan teknologi masa mendatang. Belajar yang rajin ya... Budi Susanto, S. Kom. Modul Jaringan Komputer UKDW25