PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE DIANA RAHMAWATI

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE

MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE

PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE (lanjutan)

PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE

PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE (lanjutan)

Sistem Informasi Akuntansi

PEMODELAN DATA DAN DESAIN DATABASE

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN TUNAI MENGGUNAKAN MODEL RESOURCE EVENT AGENT SEBAGAI ALAT BANTU PADA BENGKEL RESMI EDDY MOTOR

PERTEMUAN 6 MANAJEMEN DESAIN DATABASE

PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE

12Feb. Sistem Informasi Akuntansi I. Pendekatan REA Untuk Membuat Model Proses Bisnis Afrizon, SE, M.Si, Ak. Modul ke: Fakultas

ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM. By Tim Dosen

SATUAN ACARA PERKULIAHAN DAN SILABUS MATA KULIAH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI I JURUSAN AKUNTANSI STIE SEBELAS APRIL SUMEDANG

ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD)

DATABASE FILE PENJUALAN FILE PELANGGAN FILE PERSEDIAAN CATATAN 3: PELANGGAN 3 CATATAN 2: PELANGGAN 2 CATATAN 1: PELANGGAN 1 CATATAN 100: PELANGGAN 100

BAB II DASAR TEORI. terbagi atas beberapa tahap yaitu: perancangan basis data secara konseptual, logis dan fisis.

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN TUNAI PADA CAHAYA MOTOR

BAB IX SIKLUS PRODUKSI

SIKLUS PRODUKSI. N. Tri Suswanto Saptadi. 6/1/2016 nts/sia 1. Aktivitas Siklus Produksi

sedang mengadakan perkumpulan arisan, rapat PKK, dan perkumpulan RT yang

PERANCANGAN DATABASE PADA SIKLUS PENDAPATAN DAN PENGELUARAN PT. INDO JAYA ANUGERAH LESTARI

Perancangan Database adalah proses untuk menentukan isi dan pengaturan data yang dibutuhkan untuk mendukung berbagai rancangan sistem.

: ENDRO HASSRIE NIM : MATKUL : REKAYASA PERANGKAT LUNAK PEMODELAN DATA

Hanif Fakhrurroja, MT

ANALISIS PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENERIMAAN KAS DAN PENGENDALIAN INTERNAL PADA PT. CITRA KARTINI MANDIRI

Pemodelan Data dan Proses Pengembangan Database

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN TUNAI PADA RUMAH MAKAN PECEL PINCUK KALIBATA

BAB 7 ENTITY MODELLING 1

PERANCANGAN DATABASE PADA SIKLUS PENDAPATAN DAN SIKLUS PENGELUARAN (STUDI KASUS PADA TOKO SHINTA TEKSTIL/KORDEN KUDUS) Valentina Stefany Muljono

Basis Data. Roni Andarsyah, ST., M.Kom Lecture Series

BAB II DASAR TEORI. serta menyediakan informasi kepada pihak pihak yang berkepentingan sebagai. perhitungan akuntansi biaya oleh bagian akuntansi.

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI 1

Database Systems: Ch. 4: Entity Relational Diagram (ERD) Notation. Introduction. Apa itu entity relational diagram (ERD)?

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. CV. Kayu Laris adalah suatu usaha yang bergerak dibidang perdangangan

cek, wesel (kiriman uang atau money orders), dan uang yang tersimpan di bank yang penarikannya tidak dibatasi (Warren et al. 2006).

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI SIKLUS PENDAPATAN DAN SIKLUS PENGELUARAN PADA APOTEK EKA FARMA

PERTEMUAN 3. Model E-R (Lanjutan)

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Penulis melakukan penelitian pada Toko Nada Bandung yang beralamat di

PENDAHULUAN Latar Belakang Perkembangan teknologi saat ini ternyata memberikan pengaruh signifikan terhadap aktivitas bisnis. Berbagai teknologi

Database Design. Pemodelan data & Model Entity-Relationship. Pertemuan 4. Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom

Pertemuan Transformasi ER-MODEL INDIKATOR. 1. Memahami ER model 2. Menerapkan transformasi ER- Model ke Model Relasional.

BAB III TAHAPAN ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. aplikasi penjualan perangkat komputer pada CV. Data Baru. Tahap-tahap tersebut

BAB I PENDAHULUAN. partner dalam kelangsungan bisnis suatu perusahaan. Bagi perusahaan-perusahaan

BAB II LANDASAN TEORI. disebut dengan Siklus Hidup Pengembangan Sistem (SHPS). SHPS adalah. dijelaskan langkah-langkah yang terdapat pada SHPS.

Entity Relationship Diagram (ERD)

BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah

Diagram konteks gram sistem buku besar konteks dan pela dan poran

BAB I PENDAHULUAN. Aplikasi Pengelolaan Bantuan Sosial

SISTEM INFORMASI DENGAN METODE REA PADA UKM PT ABIRAWA. Ivica Olivia 4EB03 / Pembimbing : Dr. Widyatmini

ELEMEN DAN PROSEDUR GENERAL LEDGER BASED AIS

Rekayasa Perangkat Lunak

PERTEMUAN 14 BUKU BESAR DAN PELAPORAN

ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN TUNAI PADA ERAMOTOR DEALER YAMAHA

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Bandung yang beralamat di jalan Tubagus Ismail Raya No. 22 Dago Bandung.

PERANCANGAN DATABASE E-R DIAGRAM. Pengolahan Basis Data D3-TI STMIK AMIKOM

PENGEMBANGAN SISTEM DAN TEKNIK DOKUMENTASI DIANA RAHMAWATI

PENGANTAR DATA BASE. DATA adalah fakta mengenai objek yang dinyatakan

PERANCANGAN BASIS DATA. Alif Finandhita, S.Kom

OVERVIEW BASIS DATA RELASIONAL. Oleh: Ir. M. Ramadhan, MT

ERD, EERD DAN PEMETAAN KE MODEL RELASIONAL

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Penulis melakukan penelitian pada toko AP Music Gallery Bandung yang

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI. untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu (Jogiyanto, 2001)

SISTEM BASIS DATA Presented By

MEMAHAMI DAN MENDESAIN FORMULIR

Elemen Basis Data. Manajemen Sumber Daya Data. Jenis-Jenis Database. Database Operasional. Hendri Sopryadi, M.T.I 10/12/2011.

BAB II LANDASAN TEORI

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

Model Model Basis Data

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tujuan tertentu melalui tiga tahapan, yaitu input, proses, dan output. yang berfungsi dengan tujuan yang sama.

ER-DIAGRAM (ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM)

BAB VII SIKLUS PENDAPATAN: PENJUALAN DAN PENAGIHAN KAS

ERD (Entity Relationship Diagram)

BAB VIII SIKLUS PENGELUARAN: PEMBELIAN DAN PENGELUARAN KAS

Materi 1 BASIS DATA 3 SKS Semester 4 S1 Sistem Informasi UNIKOM 2016 Nizar Rabbi Radliya

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III OBJEK DAN METODOLOGI PENELITIAN. mengenai objek penelitian yaitu Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota

Diagram E-R. ERD (Entity Relationship Diagram) Alat Bantu Perancangan Basis Data

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dan menyebarkan data dan informasi (Murhada dkk, 2011). Menurut Al-Bahra Bin

Materi 1 SISTEM BASIS DATA 3 SKS Semester 2 S1 Sistem Informasi UNIKOM 2017 Nizar Rabbi Radliya

Pemodelan Database. Pengolahan Basis Data

BAB III LANDASAN TEORI

Desain Data Base. Proses Desain Data Base

Nama : Rendi Setiawan Nim :

KONSEP SISTEM BASIS DATA

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP)

BAB II LANDASAN TEORI. Institut merupakan Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan

1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

BAB 1 PENDAHULUAN. Informasi dikatakan baik bila informasi tersebut tepat waktu (time liness),

Entity Relationship Diagram. Rima Dias Ramadhani, S.Kom., M.Kom Wa:

MODEL DATA DIANA RAHMAWATI MAHENDRA ADI NUGRAHA

BAB III LANDASAN TEORI. Henry Simamora (2000) dalam buku Akuntansi Basis Pengambilan

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. peluang yang dimiliki tidak akan mampu dimanfaatkan.

BAB III LANDASAN TEORI. adalah sebagai berikut: Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur

Transkripsi:

PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE DIANA RAHMAWATI

PROSES DESAIN DATABASE PERENCANAAN PEMBUATAN MODEL DATA TERJADI DISINI ANALISIS PERASYARATAN DESAIN PENGKODEAN IMPLEMENTASI OPERASIONAL DAN PEMELIHARAAN

PERAN AKUNTAN DALAM DESAIN DATABASE Tahap Perencanaan :akuntan menyediakan informasi yang digunakan untuk mengevaluasi kelayakan proyek yang diajukan, dan terlibat dalam membuat keputusan mengenai hal tsb. Tahap analisis persyaratan dan tahap desain: akuntan berpartisipasi dalam mengidentifikasi kebutuhan informasi pemakai, mengembangkan skema logis, mendesain kamus data serta menentukan pengendalian. Tahap pengkodean: akuntan dengan keahlian SIA nya melakukan pengkodean Tahap implementasi: akuntan membantu menguji keakuratan database yang baru dan program aplikasi yang akan digunakan. Tahap operasional dan pemeliharaan : akuntan menggunakan sistem database untuk memproses transaksi dan membantu mengelolanya.

Diagram Hubungan Entitas (Entity-Relationship) Diagram E-R : suatu tehnik grafis yang menggambarkan skema database yang menunjukkan berbagai entitas yang dimodelkan dan hubungan antar entitas tersebut. Disamping itu juga secara grafis merupakan model suatu organisasi. Entitas : segala sesuatu yang informasinya ingin dikumpulkan dan disimpan dalam organisasi. Dalam diagram E-R digambarkan dalam bentuk persegipanjang

PEGAWAI mengelola SUPERVISOR Bagian dari DEPARTEMEN mengelola PESANAN PELANGGAN Mengarah ke PENJUALAN Mengarah ke PENERIMAAN KAS PEMAIN Bagian dari TIM Bagian Dari LIGA

MODEL DATA REA Model data REA : model data yang digunakan untuk mendesain database secara konseptual dengan cara mengidentifikasikan entitas apa saja yang seharusnya dimasukkan kedalam database dan menentukan bagaimana membuat struktur antar entitas dalam database tersebut. Jenis-jenis entitas : 1. R = Resources (sumber daya) adalah hal-hal yang memiliki nilai ekonomi bagi organisasi. 2. E = Event (kegiatan) adalah berbagai aktivitas bisnis yang dilakukan yang informasinya ingin dikumpulkan perush untuk tujuan perencanaan dan pengendalian 3. A = Agent (pelaku) adalah orang-orang yangn terlibat dalam kegiatan yang informasinya ingin didapatkan untuk tujuan perencanaan, pengendalian dan evaluasi.

lanjutan Di dalam kegiatan terdapat dua kategori hubungan yaitu: a. Dualitas ekonomi (pertukaran ekonomi) : hubungan kegiatan yang jika perusahaan ingin memperoleh suatu sumberdaya maka harus memberi sumberdaya yang lain dan sebaliknya. b. Komitmen : janji yang diberikan perusahaan kepada pihak lain untuk melakukan pertukaran ekonomi dimasa datang. Diagram REA : adalah diagram E-R yang menggambarkan entitas sumber daya, kegiatan dan pelaku dan menunjukkan hubungan antar entitas-entitas tersebut.

CONTOH DIAGRAM REA/ POLA DASAR REA SUMBER DAYA A Arus masuk MENERIMA SUMBER DAYA A pelaku Pelaaku Internal Dualitas ekonomi pelaku Pelaku eksternal SUMBER DAYA B Arus keluar MEMBERI SUMBER DAYA B pelaku pelaku Pelaku Internal Pelaku ekaterna

MEMBANGUN DIAGRAM REA UNTUK SATU SIKLUS Terdiri dari empat langkah/tahap yaitu : 1. Identifikasi kegiatan pertukaran ekonomi 2. Identifikasi sumber daya dan pelaku 3. Masukkan kegiatan komitmen 4. Menetapkan kardinalitas hubungan.

KARDINALITAS Kardinalitas: Entitas yang mewakili kelas atau rangkaian objek Contoh: entitas pelanggan mewakili seluruh pelangan organisasi. Kardinalitas menunjukkan bagaimana suatu perumpamaan dalam satu entitas dapat dihubungkan ke perumpamaan tertentu dalam entitas lainnya. Contoh: kardinalitas menunjukkan berapa banyak transaksi penjualan dapat dihubungakan kesetiap individu pelanggan dan sebaliknya. Kardinalitas ditunjukkan sebagai pasangan nomor disetiap entitas. Terdapat dua jenis kardinalitas yaitu: kardinalitas minimum dan kardinalitas maksimum

Lanjutan Kardinalitas minimum : Ditunjukkan dalam nomor pertama yang menunjukkan apakah sebuah baris dalam tabel harus dihubungkan dengan paling tidak satu baris didalam tabel yang letaknya berseberangan dalam hubungan tersebut. Kardinalitas minimum nol (0) berarti bahwa sebuah baris baru dapat ditambahkan didalam tabel tanpa harus dihubungkan dengan baris tertentu dalam tabel lainnya yang letaknya berseberangan dalam hubungan tersebut. contoh : kardinalitas minimum 0 yang terletak didekat entitas pelanggan dalam hubungan pelangganpenjualan, menunjukkan informasi tentang pelanggan baru (prospektif) dapat ditambahkan ke tabel pelanggan tanpa harus dihubungkan ke suatu transaksi penjualan.

lanjutan kardinalitas minimum 1memiliki arti bahwa setiap baris dalam suatu tabel harus dihubungkan ke paling tidak satu baris dalam tabel lainnya di hubungan tsb. Contoh: kardinalitas yang terletak didekat entitas penjualan dalam hubungan pelanggan-penjualan, menunjukkan bahwa informasi mengenai transaksi penjualan baru dapat ditambahkan hanya apabila terhubung dengan sebuah baris dalam tabel pelanggan.

lanjutan Kardinalitas maksimum Ditunjukkan dalam angka kedua dalam setiap pasangan yang berarti bahwa apakah suatu baris dalam tabel dapat di hubungkan kelebih dari satu baris dalam tabel lainnya. Kardinalitas maksimum 1 artinya bahwa setiap baris di dalam tabel dapat dihubungkan ke paling banyak hanya satu baris dalam tabel lainnya. Contoh: gambar 5-6 hubungan pelangganpenjualan dengan kardinalitas maksimum 1 di entitas penjualannya berarti bahwa setiap transaksi penjualan dapat dihubungkan hanya kesatu pelanggan tertentu saja.

lanjutan Kardinalitas maksimum N berarti banyak/many Contoh: kardinalitas maksimum N didekat entitas pelanggan berarti bahwa setiap baris dalam tabel pelanggan dapat dihubungkan kelebih dari satu baris tabel penjualan. Terdapat tiga jenis hubungan antar entitas tergantung pada dari kardinalitas maksimumnya yaitu: 1. Hubungan satu-kesatu (1:1) terjadi saat kardinalitas maksimum untuk setiap entitas dalam hubungannya adalah 1 (panel A) 2. Hubungan satu ke banyak (1:N) terjadi saat kardinalitas maksimum dari suatun entitas dalam hubungan adalah 1 dan kardinalitas maksimum entitas lainnya dalam hubungan tersebut adalah N. (panel B dan C) 3. Hubungan banyak-ke banyak (N:N) terjadi saat kardinalitas maksimum kedua entitas dalam hubungan adalan N (panel D)

Panel A : Hubungan satu ke satu (1:1) Penjualan (0,1) (1,1) Penerimaan Kas Panel B : Hubungan Banyak ke Satu (1:N) Penjualan (0,N) (1,1) Penerimaan Kas Panel C : Hubungan satu ke banyak (1:N) Penjualan (0,1) (1,N) Penerimaan Kas Penjualan Panel D : Hubungan banyak ke banyak (N:N) (0,N) (1,N) Penerimaan Kas

Aturan kardinalitas untuk hubungan pelaku-kegiatan Pelaku (0,N) (1,1) Kegiatan Aturan kardinalitas untuk hubungan sumberdaya-kegiatan Sumber (0,N) (1,N) Kegiatan Daya (1,1) Aturan kardinalitas untuk hubungan kegiatan-kegiatan (0,1) (0,1) (0,N) Kegiatan (0,N) Kegiatan (1,N) (1,N)

Penggunaan Diagram REA 1. Untuk Dokumentasi praktik bisnis berkaitan dengan keperluan dokumentasi SIA yang menggunakan database dan mencerminkan operasi bisnis perusahaan 2. Untuk Pengambilan informasi dari SIA khususnya untuk keperluan : a. menghasilkan jurnl dan buku besar b. menyediakan informasi laporan keuangan lainnya c. Menyiapkan laporan manajerial

Implementasi Diagram REA Dalam Database Relasional 1. Membuat tabel untuk setiap entitas dan hubungan banyak-ke-banyak 2. Menetapkan atribut untuk setiap tabel 3. Menggunakan kunci luar untuk mengimplementasikan hubungan 1:1 dan 1:N