FOKUS PEMBAHASAN DAYA TARIK INTERPERSONAL PENGANTAR 4/3/2008

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. berbeda dengan keadaan yang nyaman dalam perut ibunya. Dalam kondisi ini,

HUBUNGAN ANTAR PRIBADI

BAB I PENDAHULUAN. (Papalia, 2009). Menurut Undang-Undang Republik Indonesia nomor 1 pasal 1

PERKEMBANGAN SOSIO-EMOSIONAL PADA MASA DEWASA AWAL

MASA DEWASA Dewasa Awal ( tahun ) Dewasa Madya ( tahun ) Dewasa Akhir ( di atas 60 tahun )

DEWASA DINI. Periode penyesuaian thd pola kehidupan baru peran baru sbg : masa dewasa dini/awal : usia 20 s/d 40 th

BAB I PENDAHULUAN. masa beralihnya pandangan egosentrisme menjadi sikap yang empati. Menurut Havighurst

UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Mahasiswa sebagai bagian dari kelompok remaja akhir terlibat dalam

Konseling Kelompok. Pertemuan ke-13

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kebutuhan mencari pasangan hidup untuk melanjutkan keturunan akan

KESEHATAN MENTAL DLM KEHIDUPAN REMAJA

HUBUNGAN ANTAR PRIBADI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Penyesuaian Sosial. Manusia adalah makhluk sosial.di dalam kehidupan sehari-hari manusia

BAB I PENDAHULUAN. Menjaga hubungan romantis dengan pasangan romantis (romantic partner) seperti

Perkembangan Sepanjang Hayat

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Sebagai makhluk sosial, remaja akan selalu mengadakan kontak denganorang lain.

BAB I PENDAHULUAN. tentang orang lain. Begitu pula dalam membagikan masalah yang terdapat pada

PERKEMBANGAN EMOSI. Sunardi, PLB FIP UPI

BAB I PENDAHULUAN. manusia pun yang dapat hidup sendiri tanpa membutuhkan kehadiran manusia lain

10/17/2013. Suatu proses yang kita gunakan untuk mencoba memahami orang lain. Garis besar pembahasan meliputi: Baron & Byrne (2002) :

BAB I PENDAHULUAN. kehidupannya senantiasa membutuhkan orang lain.kehadiran orang lain bukan hanya untuk

BAB I PENDAHULUAN. Sebagai manusia yang telah mencapai usia dewasa, individu akan

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia adalah termasuk negara yang memasuki era penduduk

BAB I PENDAHULUAN. Masa remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak menuju masa

BAB I PENDAHULUAN. berubah dari perubahan kognitif, fisik, sosial dan identitas diri. Selain itu, terjadi pula

BAB 1 PENDAHULUAN. Keberadaan manusia sebagai makhluk sosial tidak lepas dari hubungan

BANG EMOSI YG NORMAL

BAB I PENDAHULUAN. istri adalah salah satu tugas perkembangan pada tahap dewasa madya, yaitu

BAB I PENDAHULUAN. mempengaruhi perkembangan psikologis individu. Pengalaman-pengalaman

BAB I PENDAHULUAN. Pencapaian utama masa dewasa awal berkaitan dengan pemenuhan. intimasi tampak dalam suatu komitmen terhadap hubungan yang mungkin

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB V PENUTUP. menjadi tidak teratur atau terasa lebih menyakitkan. kebutuhan untuk menjadi orang tua dan menolak gaya hidup childfree dan juga

Hubungan Remaja dengan Orangtua,Saudara kandung & Teman Sebaya

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkawinan merupakan suatu hal yang penting dalam kehidupan manusia.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Permasalahan. bahkan kalau bisa untuk selama-lamanya dan bertahan dalam menjalin suatu

Sebagai pengalaman baru

Persepsi Sosial : Memahami orang lain

Perspektif biopsikososial

BAB I PENDAHULUAN. Sebagai mahluk sosial, manusia senantiasa hidup bersama dalam sebuah

Gangguan Tidur (Sleep Disorder) Pertemuan-16

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Dukungan sosial merupakan keberadaan, kesediaan, keperdulian dari

BAB I PENDAHULUAN. Manusia adalah makhluk sosial yang artinya manusia membutuhkan orang lain dalam

PENDAHULUAN. seperti ayah, ibu, dan anak. Keluarga juga merupakan lingkungan yang

Perkembangan dari Attachment (kelekatan) Kita harus memakai orang yang khusus di dalam kehidupan yang dapat membimbing anak-anak untuk merasakan rasa

Perkembangan Sepanjang Hayat

Ditandai dg penurunan kekuatan fisik & daya ingat Dibagi dlm 2 bagian :

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. hubungan romantis. Hubungan romantis (romantic relationship) yang juga

MASA USIA LANJUT. Menurut UU No. 13 Th.1998 ttg Kesejahteraan Lanjut Usia yg dimaksud Lanjut Usia adalah seseorang yg berusia 60 th ke atas.

Menurut UU No. 13 Th.1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia yang dimaksud Lanjut Usia adalah seseorang yang berusia 60 tahun ke atas.

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kehidupannya, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh

KETERTARIKAN ANTAR PRIBADI

dasar peran 1. Kepercayaan dasar >< Ketidakpercayaan

BAB II LANDASAN TEORI. Pada bab ini akan dibahas mengenai teori-teori yang menguraikan tahap

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. adalah masa dewasa muda. Pada masa ini ditandai dengan telah tiba saat bagi

BAB I PENDAHULUAN. Pada masa kanak-kanak, relasi dengan orangtua sangat menentukan pola attachment dan

Psikologi Konseling Adhyatman Prabowo, M.Psi. Kompetensi konselor & Karakteristik klien

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Kualitas Perkawinan. Definisi lain menurut Wahyuningsih (2013) berdasarkan teori Fowers dan

BAB I PENDAHULUAN. Manusia tidak dapat hidup seorang diri karena manusia merupakan

DATA SUBJEK SUBJEK I SUBJEK II SUBJEK III

Kesehatan Mental. Mengatasi Stress / Coping Stress. Aulia Kirana, M.Psi, Psikolog. Modul ke: Fakultas Psikologi. Program Studi Psikologi

COPING REMAJA AKHIR TERHADAP PERILAKU SELINGKUH AYAH

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Attachment menurut Bowlby (dalam Mikulincer & Shaver, 2007) adalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. proses pertumbuhan dan perkembangan. Individu pada masa remaja mulai

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. komunikasi menjadi lebih mudah untuk dilakukan. Teknologi yang semakin

BAB 2 Tinjauan Pustaka

MASA USIA LANJUT Menurut UU No. 13 Th.1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia yang dimaksud Lanjut Usia adalah seseorang yang berusia 60 tahun ke atas.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dalam kehidupan individu. Kesepian bukanlah masalah psikologis yang langka,

BAB I PENDAHULUAN. cinta, seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan individu dewasa.

BAB I PENDAHULUAN. melalui tahap intimacy vs isolation. Pada tahap ini, individu berusaha untuk

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Setiap manusia dalam perkembangan hidupnya akan mengalami banyak

134 Perpustakaan Unika LAMPIRAN

BAB I PENDAHULUAN. pemenuhan hasrat seksual, dan menjadi lebih matang. Pernikahan juga

BAB I PENDAHULUAN. orang tua dengan anak. Orang tua merupakan makhluk sosial pertama yang

BERDUKA DAN KEHILANGAN. Niken Andalasari

BAB II LANDASAN TEORI

Kognisi Sosial. (Berpikir mengenai dunia sosial)

MODUL PERKULIAHAN. Kesehatan Mental. Kesehatan Mental yang Berkaitan dengan Kesejahketaan Psikologis (Penyesuaian Diri)

Suryo Dharmono Bag. Psikiatri FKUI/RSCM

Kadang-kadang motivasi itu jelas, tak jelas, tak nampak, atau merupakan gabungan dari beberapa motif. Kita dapat mengetahui motivasi seseorang dari:

SELF & LOVE AND BAB 8 IDENTITY ELATIONSHIP

HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS KOMUNIKASI DAN CITRA DIRI

Meliputi: Konformitas (conformity): berperilaku yg wajar, dpt diterima oleh kelompok/masyarakat. Kesepakatan ( compliance): usaha utk membuat orang

MASA KANAK-KANAK AKHIR

Mata kuliah PERKEMBANGAN & BELAJAR PESERTA DIDIK

BAB I PENDAHULUAN. dapat diabaikan dalam kehidupan manusia. Namun demikian, orang tua masih

EMOSI & PERASAAN. PERTEMUAN KE- 7

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. menempuh berbagai tahapan, antara lain pendekatan dengan seseorang atau

Transkripsi:

FOKUS PEMBAHASAN DAYA TARIK INTERPERSONAL KEBUTUHAN UNTUK DITERIMA KETERIKATAN PADA ANAK & ORANG DEWASA RASA SUKA PEMILIHAN PASANGAN CINTA ROMANTIS PENGANTAR Sejak lahir hingga mati, hubungan adalah inti dari pengalaman manusia Manusia memiliki kebutuhan utk berhubungan dg orang lain Menjadi anggota kelompok memungkinkan orang utk bertahan hidup scr fisik dan fisiologis KEBUTUHAN UTK DITERIMA Menjalin hub sosial adl bagian warisan evolusi manusia Sejak hari pertama, keberlangsungan hidup bayi bergantung pd orang lain Manusia dilengkapi dg kemampuan membentuk ikatan emosional (ortu, pengasuh, teman, sahabat) Kebutuhan utk diterima adl elemen universal dlm diri manusia Kesepian dan penolakan sbg sumber utama penderitaan atau stres personal 1

KESEPIAN (Loneliness) 2 Tipe kesepian Ketidaknyamanan psikologis yg kita rasakan saat kita merasa hub sosial kita kurang memadai Kekurangan kuantitatif : tidak punya teman Kualitatif : hub sangat dangkal Kesendirian adl keadaan objektif di mana seseorang terpisah dari orang lain. Scr umum remaja lebih merasa kesepian saat sedang sendirian Namun tdk merasa kesepian saat belajar atau belanja meskipun sedang sendirian. Emotional loneliness Kesepian krn kurangnya sosok yg intim Orang tua, kekasih hati Social loneliness Merasa kurang dlm berintegrasi scr sosial Komunitas pertemanan, tempat kerja Pengalaman kesepian Bisa berupa perasaan tdk nyaman sampai penderitaan Situasi penyebab kesepian : pindah ke kota lain, pindah sekolah Pekerjaan baru Terpisah dr sahabat dekat Sakit fisik, kecelakaan Dampak kesepian : Problem personal (depresi, narkoba, rendah nilai ujian) Kesehatan buruk, resiko masuk rumah sakit Siapa beresiko kesepian Kesepian saat kanak2 Kurang percaya diri Rendah terlibat situasi sosial Perkawinan tdk puas Kekurangan teman di luar hub perkwn Orang2 miskin Usia : <18 th : 79% (transisi sosial) 45-54 th : 53% >55 th : 37% 2

Penolakan sosial Eksklusi sosial merupakan hukuman yg efektif Tindakan mendiamkan sbg cara mengubah /menghentikan perilaku orang Ostracism (pengkucilan) adl perasaan diabaikan oleh orang lain dpt menyebabkan stres dan menyakitkan. Penolakan sosial : dpt meningkatkan monitoring ssorang thd informasi sosial, ini berguna agar bisa diterima kembali oleh orang lain dpt mengurangi pengendalian rasa marah & sikap agresif. Anxious/ambi valent attachment Ortu cemas & tdk merespon scr konsisten thd kebut bayi Anak mjd waspada Secure attachmen t Ortu hadir dan responsif kebutuhan anak Anak merasa aman & mendapat dukungan Tiga (3) gaya keterikatan ortu & bayi Avoidant attachmen t Ortu bersikap dingin, tdk responsif, menolak Anak menjauh, mandiri scr prematur dan cemas KETERIKATAN : ANAK & ORANG DEWASA Keterikatan (attachment) : bayi merespon scr positif kpd orang tertentu, merasa lebih baik ketika dekat dan mencarinya saat ketakuatan. Empat (4) ciri penting keterikatan anak : Menjaga kedekatan (proximity maintenance) :fisik & psikologis Kegelisahan perpisahan (separation distress) Tempat berteduh (safe heaven) : situasi asing, takut Sebagai basis keamanan (secure base) : utk eksplorasi lingk fisik & sosial Dapatkah orang tua saya utk merespon kebutuhan saya? 3

Keterikatan romantis orang dewasa romantik adl proses biologis yg didisain oleh evolusi utk memfasilitasi keterikatan antara patner seksual dewasa yg mungkin akan menjadi ortu bg anak mereka. Ikatan romantis orang dewasa sama bentuknya dg tipe keterikatan bayi (aman, penghindaran & ambivalen). Keterikatan orang dewasa bersifat resiprokal (timbal balik), dibentuk di antara rekan sebaya & melibatkan daya tarik seksual. Tipe hub anak ortu mungkin mempengaruhi cara menjalin hub asmara RASA SUKA : Basis daya tarik interpersonal Mengapa kita menyukai sebagian orang tetapi tidak suka kpd sebagian yg lain? Memberi manfaat bagi kita Menilai kita scr positif Daya tarik timbal balik Social exchan ge theory Interaksi kita : manfaat > kerugian Gaya ketertarikan & kualitas hub romatik Secure adult Merasa aman, pantas menerima perhatian & kasih sayang Hub cinta : kebahagiaan, persahabatan, saling percaya Avoidant adult Kurang nyaman, kurang mempercayai pasangan, pasang surut emosi, cemburu, independensi Hub cinta : kurang terbuka, menyangkal kebut keterikatan, inkonsekuensial hub Ambivalent adult Mencari intimasi ttp takut tdk terbalas Hub cinta : sbg obsesi, sbg hub timbal balik, dayatarik seksual ekstrim, kecemburuan, jatuh cinta pd pandangang Empat determinan daya tarik interpersonal Kedekatan adl kekuatan utama dlm daya tarik interpersonal Jarak yg dekat lebih mungkin menjadi akrab Teori disonansi kognitif : dekat & menyukai (nyaman) Kehangatan : mempunyai sikap positif thd orang Kompetensi :secara sosial cerdas & kompeten (memberi manfaat) Fatal attraction : pada awalnya menarik kita utk menyukai, namun bisa berubah mjd cacat fatal Kedekatan Kualitas personal Keakraban Kemiripan Pertemuan berulang2 meningkatkan rasa suka (Mere exposure effect) Semakin akrab kita mudah memperkirakan respon yg tepat Bila sejak awal menilai negatif justru semakin tdk suka (konflik) Kita cenderung menyukai orang yg mirip dg kita (sikap, kepentingan, nilai, latar belakang, personalitas) Matching principle : memilih pasangan yg mirip dg kita 4

Kita cenderung menyukai orang yg menarik scr fisik Stereotip : orang yg menarik berhub dg mental sehat, dominasi, cerdas memperbesar rasa suka (konsep evolusi) Siapa yg menarik : wajah pasaran, wajah simetris, Pria Wanita PEMILIHAN PASANGAN Apa yg dicari dlm diri partner jangka panjang? Tidak mengutamakan penampilan fisik, tetapi kualitas personal yg sesuai Pasangan yg hangat, baik, dan dapat dipercaya Mengutamakan responsivitas dan selera humor yg baik Kompetensi..? CINTA ROMATIS CINTA merupakan pengalaman personal yg paling intensif (penyair, penulis lagu..) namun kultur turut membentuknya. Kebanyakan orang sulit membayangkan ada perkawinan tanpa dasar cinta (kultur Amerika), di sebagian India, perkawinan di atur orang tua, shg cinta tdk dianggap penting sbg basis perkawinan. Memilih gadis : sifat, ketaatan, ketrampilan rumah tangga, religiusitas, penampilan Memilih pria : latar belakang ekonomi, sosial, dan pendidikan 5

permainan Menikmati permainan cinta altruistik Membahagi akan dulu sang kekasih romantis Punya chemistry Gay a cint a pragmatis pemenuh kebutuhan dasar posesif Tidak diperhati kan = rasa sakit kawan sejati Cita buah dari persahabata n Riset thd 679 mahasiswa ttg intensitas perasaan cinta asmara (Kanin, Davidson & Scheck, 1970) Bingung & riang 20% Keringat dingin, mulas, merinding, insomnia 20% Gugup sebelum kencan 22% Ingin lari, melompat, teriak 22% Nyaman & tenang 79% Sulit konsentrasi 37% Melayang di awan 29% sebagai sikap Perasa an cinta Tema ttg pemikiran cinta Perilak u cinta sbg sikap Pemiki ran cinta Keterikatan Memahami kebutuhan & saling ketergantung an Perhatian Meningkatka n kebahagiaan & responsif thd kebutuhan or lai Kepercayaa n & keterbukaa n Menekanka n pd rasa saling percaya & terbuka 6

Perilaku cinta Mengatakan pernyataan kasih sayang I love you 1 Ekspresi cinta fisik 2 Membuka diri secara verbal 3 Teori Segitiga INTIMASI Rasa suka 4 Berkomunikasi scr nonverbal romantis berdasar persahabatan 5 Tanda cinta berupa materi sempurna Tanda cinta berupa non-materi : dukungan minat 6 Kesediaan toleransi & berkorban 7 HASRAT membara tolol KOMITMEN hampa Passionat e love Tipe cinta yg penuh emosi Perasaan lembut & hasrat seksual Kegembiraan & kesedihan, Kecemasan & ketenangan Kadang muncul di awal hub romantis Companionat e love Penuh kasih sayang, rasa percaya & perhatian Nada emosional se dang2 saja Basis hub jangka panjang KECEMBURUAN Kecemburuan (jealousy) : emosi yg muncul ketika kita merasakan adanya ancaman oleh rival terhadap persahabatan yg amat kita hargai. Kecemburuan melibatkan 2 jenis ancaman : Hilangnya partner Rasa harga diri karena ditolak partner atau kalah oleh rival Biasanya akan muncul perasaan marah, cemas, dan depresi Pria & wanita sama2 tertekan dan bersedih saat ada ancaman thd hub yg berharga. Pria lebih bersedih thd ketidaksetiaan seksual Wanita lebih bersedih thd ketidaksetiaan emosional 7

Faktor-faktor kecemburuan Penjelasan tugas Ketergantun gan Kurang dlm membina hubungan Kultural Tidak punya banyak alternatif, lebih cemburu Perilakunya kurang memenuhi syarat AS : wanita cemburu bila suami punya hub seksual dg wanita lain Budaya boleh poligami : cemburu suami pilih kasih 1. Berdasarkan uraian di atas, lakukan analisis sisi positif dan negatif dari kondisi tersebut! 2. Bagaimana sikap Anda apabila mengalami situasi seperti tersebut di atas, agar keluarga tetap harmonis? (pilih salah satu posisi Anda : sebagai Suami atau Istri) 3. Tugas ditulis minimal 2 halaman, kuarto, spasi 1.5, font time new roman 12, (tanpa cover) 4. Tugas dikumpulkan pada saat UJIAN AKHIR SEMESTER (Lihat jadwal UAS). Terima kasih Tugas E-learning Psikologi Sosial 1 (5 JANUARI 2014) Pengantar ( bacalah dengan cermat) Dalam masyarakat kita dewasa ini, istri berkarir (baca: bekerja) tak lagi menjadi hal yang tabu dan aneh. Tentunya ada banyak faktor yang mendorong terciptanya situasi tersebut. Yang paling sering didengar adalah faktor ekonomi, dimana kebutuhan hidup yang kian hari kian menanjak sehingga memaksa orang untuk menciptakan sumber pendapatan baru. Salah satunya dengan suami dan istri bekerja keduaduanya. Sebagai seorang suami yang notabene adalah kepala keluarga tentu memiliki alasan yang cukup benar sehingga harus mempersilahkan istrinya bekerja juga. Sang istri juga harus memiliki batasan-batasan tatkala ia meninggalkan rumahnya untuk mencari penghasilan dan tetap bisa melakukan kewajibannya ketika kembali ke rumah. Sang suami, terlepas dari penghasilan mana yang lebih besar, tetaplah memegang fungsinya sebagai kepala keluarga. Tidak terlalu menjadi masalah jika gaji sang istri lebih kecil atau cuma sebagai tambahan saja, namun bagaimana jika gaji istri mendominasi? (Sumber : http://lifestyle.kompasiana.com/urban/2012/12/14/suami-dan-gaji-sangistri-510924.html) Lanjut 8