Kredit Pajak Luar Negeri

dokumen-dokumen yang mirip
PERTEMUAN 12: PPh Pasal 24 (Umum /Perhitungan)

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 164/KMK.03/2002 TENTANG KREDIT PAJAK LUAR NEGERI MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

Nama :... (1) NPWP :... (2) Alamat :... (3) Daftar Jumlah Penghasilan dan Pembayaran PPh Pasal 25. Peredaran Usaha (Perdagangan) Alamat

Pajak Penghasilan. Pasal 24

PPh Pasal 24. Pengertian. Andi Wijayanto, S.Sos., M.Si

PERPAJAKAN LANJUTAN. by Ely Suhayati SE MSi Ak

Modul ke: PERPAJAKAN I. PPh PASAL Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Tarmidi, SE., M.Ak., BKP. Program Studi Akuntansi.

PERTEMUAN 7 By Ely Suhayati SE MSi Ak PENGKREDITAN PPH PASAL 24 DAN ANGSURAN PPH PASAL 25

BAB I PENDAHULUAN. pajak, baik pajak pusat maupun pajak daerah, ini terbukti pada tahun 2014

SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lainnya dengan nama

PAJAK PENGHASILAN PASAL 24

LAMPIRAN I PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR : 21/PJ/2009 TANGGAL : 02 MARET 2009

SPT TAHUNAN PPh WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI

Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put.42997/PP/M.XIII/99/2013. Tahun Pajak : 2010

NPWP dan Pengukuhan PKP

SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI. YANG DIKENAKAN PPh FINAL DAN/ATAU BERSIFAT FINAL

SOSIALISASI. SPT Tahunan PPh WP Orang Pribadi Tahun Pajak 2017

SPT TAHUNAN PPh WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI

SPT TAHUNAN PPh WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI

SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI. YANG DIKENAKAN PPh FINAL DAN/ATAU BERSIFAT FINAL

SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI

SPT TAHUNAN PPh WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI

SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) DAN BATAS PEMBAYARAN PAJAK

KUP PELAPORAN DAN PENYETORAN PAJAK

PELATIHAN PENGISIAN SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI PADA USAHA KECIL

SPT TAHUNAN PPH WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI

SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI

SPT TAHUNAN PPh WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI 2 0

TINJAUAN MATA KULIAH...

SPT TAHUNAN PPh WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI

Landasan Hukum: Pasal 24 UU PPh, KMK No. 164/ KMK.03/ 2002

SPT TAHUNAN PPh WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI

..., ) Yth. Kepala Kantor Pelayanan Pajak... 3) Di... 4) Dengan hormat,

Kementerian Keuangan RI Direktorat Jenderal Pajak Tata Cara Pembetulan

RESUME SANKSI PERPAJAKAN SANKSI BUNGA

SPT TAHUNAN PPh WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI 2 0 6

SPT TAHUNAN PPh WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI 6

BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN

3) Penundaan atau Perpanjangan Penyampaian SPT

DATA IDENTITAS WAJIB PAJAK DATA IDENTITAS WAJIB PAJAK

..., ) Yth. Kepala Kantor Pelayanan Pajak... 3) Di... 4) Dengan hormat,

PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK

Yth. Kepala Kantor Pelayanan Pajak. 3) Di.. 4)

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72/PMK.03/2010 TENTANG TATA CARA PENGEMBALIAN KELEBIHAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI ATAU PAJAK

Y. PEMBERITAHUAN PERPANJANGAN JANGKA WAKTU PENYAMPAIAN SPT TAHUNAN PPh WP ORANG PRIBADI FORMULIR TAHUN PAJAK

PETUNJUK PENGISIAN SPT TAHUNAN WP ORANG PRIBADI SEDERHANA (FORMULIR 1770 S DAN LAMPIRANNYA) (Sesuai PER-34/PJ./2009 dan PER-66/PJ.

Ketentuan Umum Dan Tata Cara Perpajakan. Oleh Ruly Wiliandri

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK

Ika Vikni Nawang Risma Yuniar Sindy Sukmamulya Ramadhani

PERLAKUAN DAN FASILITAS PERPAJAKAN UNTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF DENGAN SKEMA TERTENTU (KIK-DIRE)

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR PER - 5/PJ/2011 TENTANG

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Pajak Pertambahan Nilai-nya sebagai Pengusaha Kena Pajak dengan

RENCANA PERKULIAHAN SEMESTER

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR KEP-...(1)... TENTANG

SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR SE - 43/PJ/2010 TENTANG

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 198/PMK.03/2013 TENTANG

SE - 11/PJ/2011 PELAKSANAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR PER-1/PJ/2011 TENTANG TATA CARA

TENTANG KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR KEP-...(1)...

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

2017, No tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tenta

KUP NPWP DAN SPT. Amanita Novi Yushita, M.Si

Definisi. SPT (Surat Pemberitahuan)

SPT (Surat Pemberitahuan) Saiful Rahman Yuniarto

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK LAMPIRAN I PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR PER-26/PJ/2013 TENTANG

BAB IV PEMBAHASAN. IV. 1 Analisis Mekanisme Pajak Penghasilan Pasal 22 di PT. KAS

Pokok Sengketa : Ralat Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put.37529/PP/M.XIII/15/2012 tanggal 23 April 2012

SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WP BADAN 1771

2017, No dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- Undang Nomor 5 Tahun 2008 tentang Pe

SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN

MANAJEMEN PERPAJAKAN

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 91/PMK.03/2015 TENTANG

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 91/PMK.03/2015 TENTANG

Buku Panduan Perpajakan Bendahara Pemerintah. BAB VIII SURAT KETERANGAN BEBAS PEMOTONGAN dan/atau PEMUNGUTAN PPh

AKUNTANSI PERPAJAKAN KELOMPOK : IV APRIDA DEWI DEVI JUNIANTY ( ) TASLIM GOTAMI

SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN

Peraturan pelaksanaan Pasal 21 ayat (5) Penghasilan yang Dibebankan Kepada Keuangan Negara atau Keuangan Daerah Peraturan Pemerintah

SPT TAHUNAN SEBELUM MENGISI BACA DAHULU BUKU PETUNJUK PENGISIAN ISI DENGAN HURUF CETAK/DIKETIK DENGAN TINTA HITAM BERI TANDA "X" PADA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2000 TENTANG

NOMOR :. TANGGAL : MULAI TAHUN PAJAK :

Kementerian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pajak

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

SKEMA KEMUNGKINAN PENGEMBALIAN PAJAK

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR 27/PJ/2008 TENTANG

Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put.43733/PP/M.XIII/99/2013. Tahun Pajak : 2010

FORMAT SURAT KEPUTUSAN PENGEMBALIAN PENDAHULUAN KELEBIHAN PAJAK: KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

Nur ain Isqodrin, SE., Ak., M.Acc Isqodrin.wordpress.com

PENGANTAR PERPAJAKAN HAK WAJIB PAJAK

MINGGU PERTAMA KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN

Kementerian Keuangan RI Direktorat Jenderal Pajak PJ.091/PL/S/006/

Sistem/Cara Pemungutan Pajak ada 3, yaitu:

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

Surat Ketetapan Pajak. Nur ain Isqodrin, SE., Ak., M.Acc Isqodrin.wordpress.com

RINGKASAN KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN

PPh Pasal 26. Pengantar

Transkripsi:

Pajak Penghasilan Pasal 24 Kredit Pajak Luar Negeri

Penggabungan Penghasilan yang Berasal dari Luar Negeri Penghasilan dari usaha dilakukan dalam tahun pajak diperolehnya penghasilan Penghasilan berupa dividen, dilakukan dalam tahun pajak pada saat perolehan dividen tersebut Penghasilan lainnya, dilakukan dalam tahun pajak diterimanya penghasilan tersebut Kerugian yang diderita di luar negeri tidak boleh digabungkan dalam menghitung Penghasilan Kena Pajak di Indonesia.

Mekanisme Pengkreditan PPh yang Dibayar di Luar Negeri Pajak Penghasilan yang dibayar atau terutang di Luar Negeri dapat dikreditkan dengan Pajak Penghasilan yang terutang di Indonesia. Pengkreditan PPh yang dibayar di Luar Negeri (PPh Pasal 24) dilakukan dalam tahun pajak digabungkannya penghasilan dari luar negeri tersebut dengan penghasilan di Indonesia. Jumlah PPh Pasal 24 yang dapat dikreditkan maksimum sebesar jumlah yang lebih rendah di antara PPh yang dibayar atau terutang di Luar Negeri dan jumlah yang dihitung menurut perbandingan antara penghasilan dari luar negeri dan seluruh Penghasilan Kena Pajak, atau maksimum sebesar PPh yang terutang atas seluruh Penghasilan Kena Pajak dalam hal di dalam negeri mengalami kerugian (Penghasilan dari LN lebih besar dari jumlah Penghasilan Kena Pajak).

Mekanisme Pengkreditan PPh yang Dibayar di Luar Negeri Apabila penghasilan dari luar negeri berasal dari beberapa negara, maka penghitungan PPh Pasal 24 dilakukan untuk masing-masing negara. Penghasilan Kena Pajak (PKP) yang dikenakan PPh Final (Pasal 4 ayat (2) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008) dan/atau penghasilan yang dikenakan pajak tersendiri (Pasal 8 ayat (1 dan 4) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008) tidak dapat digabungkan dengan penghasilan lainnya, baik yang diperoleh dari Dalam Negeri maupun dari Luar Negeri.

Mekanisme Pengkreditan PPh yang Dibayar di Luar Negeri Dalam hal jumlah PPh yang dibayar atau terutang di luar negeri melebihi PPh Pasal 24 yang dapat dikreditkan, kelebihan tersebut tidak dapat diperhitungkan di tahun berikutnya, tidak boleh dibebankan sebagai biaya, dan tidak dapat direstitusi. Untuk melaksanakan pengkreditan PPh Luar Negeri, wajib pajak wajib menyampaikan permohonan ke KPP bersamaan dengan penyampaian SPT Tahunan PPh, dilampiri dengan: - Laporan Keuangan dari penghasilan yang berasal dari luar negeri - Foto kopi Surat Pemberitahuan Pajak yang disampaikan di luar negeri - Dokumen pembayaran PPh di luar negeri. Atas permohonan wajib pajak, Kepala KPP dapat memperpanjang jangka waktu penyampaian lampiran-lampiran di atas, karena alasan-alasan di luar kekuasaan wajib pajak.

Mekanisme Pengkreditan PPh yang Dibayar di Luar Negeri Dalam hal terjadi perubahan besarnya penghasilan yang berasal dari luar negeri, wajib pajak harus melakukan pembetulan SPT Tahunan yang bersangkutan dengan melampirkan dokumen-dokumen yang berkenaan dengan perubahan tersebut. Apabila karena pembetulan SPT tersebut menyebabkan PPh kurang dibayar, maka atas kekurangan bayar tersebut tidak dikenakan sanksi bunga. Apabila karena pembetulan SPT tersebut menyebabkan lebih bayar, maka atas kelebihan tersebut dapat dikembalikan kepada wajib pajak setelah diperhitungkan dengan utang pajak lainnya

Rumus Umum Kredit Pajak Maksimum Penghasilan Luar Negeri Penghasilan Kena Pajak x PPh mnrt Peraturandi Indonesia

Contoh 1 PT A berkedudukan di Indonesia pada tahun 2009 memperoleh penghasilan sebagai berikut: Negara Laba (rugi) Pajak terutang di negara sumber Dalam Negeri Rp80.000.000 Malaysia 20.000.000 Rp6.000.000 Total penghasilan Rp100.000.000

Contoh 1 PPh menurut peraturan di Indonesia 28% x Rp100.000.000 = Rp28.000.000 Kredit Pajak Maksimum di Malaysia: = (20.000.000/100.000.000) x Rp28.000.000 = Rp5.600.000

Contoh 1 Negara Kredit Pajak Maksimum Pajak terutang di negara sumber Malaysia Rp5.600.000 Rp6.000.000 Pajak yang masih harus dibayar di Indonesia = Rp28.000.000 Rp5.600.000 = Rp22.400.000

Contoh 2 PT B berkedudukan di Indonesia pada tahun 2009 memperoleh penghasilan sebagai berikut: Negara Laba (rugi) Pajak terutang di Dalam Negeri Rp70.000.000 negara sumber Brunei 30.000.000 Rp9.000.000 Singapura 50.000.000 Rp10.000.000 Total penghasilan Rp150.000.000

Contoh 2 PPh menurut peraturan di Indonesia 28% x Rp150.000.000 = Rp42.000.000

Contoh 2 Kredit Pajak Maksimum: Brunei = (Rp30.000.000/150.000.000)x Rp42.000.000 = Rp8.400.000 Singapura = (Rp50.000.000/150.000.000)x Rp42.000.000 = Rp14.000.000

Contoh 2 Negara Kredit Pajak Maksimum Pajak terutang di negara sumber Brunei Rp8.400.000 Rp9.000.000 Singapura Rp14.000.000 Rp10.000.000 Pajak yang masih harus dibayar di Indonesia = Rp42.000.000 Rp8.400.000 Rp10.000.000 = Rp23.600.000

Contoh 3 PT C berkedudukan di Indonesia pada tahun 2009 memperoleh penghasilan sebagai berikut: Negara Laba (rugi) Pajak terutang di negara sumber Dalam Negeri Rp70.000.000 Brunei (30.000.000) Singapura 50.000.000 Rp5.000.000 Total penghasilan Rp120.000.000

Contoh 3 PPh menurut peraturan di Indonesia 28% x Rp120.000.000 = Rp33.600.000

Contoh 3 Kredit Pajak Maksimum: Singapura = (Rp50.000.000/Rp120.000.000) x Rp33.600.000 = Rp14.000.000

Contoh 3 Negara Kredit Pajak Maksimum Pajak terutang di negara sumber Singapura Rp14.000.000 Rp5.000.000 Pajak yang masih harus dibayar di Indonesia = Rp33.600.000 - Rp5.000.000 = Rp28.600.000

Contoh 4 PT D berkedudukan di Indonesia pada tahun 2009 memperoleh penghasilan sebagai berikut: Negara Laba (rugi) Pajak terutang di negara sumber Dalam Negeri (Rp10.000.000) Brunei 30.000.000 Rp9.000.000 Singapura 50.000.000 Rp15.000.000 Total penghasilan Rp70.000.000

Contoh 4 PPh menurut peraturan di Indonesia 28% x Rp70.000.000 = Rp19.600.000

Contoh 4 Kredit Pajak Maksimum: Brunei = (30.000.000/70.000.000) x Rp19.600.000 = Rp8.400.000 Singapura = (50.000.000/70.000.000) x Rp19.600.000 = Rp14.000.000

Contoh 4 Negara Kredit Pajak Maksimum Pajak terutang di negara sumber Brunei Rp8.400.000 Rp9.000.000 Singapura Rp14.000.000 Rp15.000.000 Pajak yang masih harus dibayar di Indonesia = Rp19.600.000 Rp8.400.000 Rp14.000.000 = -Rp2.800.000 N I H I L

Contoh 5 Bp Edi (K/2) berkedudukan di Indonesia pada tahun 2009 memperoleh penghasilan sebagai berikut: Negara Laba (rugi) Pajak terutang di negara sumber Dalam Negeri Rp80.000.000 Malaysia 20.000.000 Rp6.000.000 Total penghasilan Rp100.000.000

Contoh 5 Penghasilan neto Rp100.000.000 (-) PTKP 19.800.000 PKP 80.200.000 PPh menurut peraturan di Indonesia 5% x Rp50.000.000 = Rp2.500.000 15%x Rp30.200.000 = Rp4.530.000 Rp7.030.000

Contoh 5 Kredit Pajak Maksimum di Malaysia = (20.000.000/80.200.000) x Rp7.030.000 = Rp1.753.117

Contoh 5 Negara Kredit Pajak Maksimum Pajak terutang di negara sumber Malaysia Rp1.753.117 Rp6.000.000 Pajak yang masih harus dibayar di Indonesia = Rp7.030.000 Rp1.753.117 = Rp5.276.883