Prosiding Pendidikan Dokter ISSN: X

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 1 PENDAHULUAN. lapisan, yaitu pleura viseral dan pleura parietal. Kedua lapisan ini dipisahkan oleh

DAFTAR ISI. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian...

BAB I PENDAHULUAN. Efusi pleura merupakan manifestasi penyakit pada pleura yang paling sering

BAB 1 PENDAHULUAN. kejadiannya secara internasional diperkirakan lebih dari 3000 orang dalam 1 juta

BAB 1 PENDAHULUAN. menyebabkan kematian. Lebih dari satu juta orang per tahun di dunia meninggal

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Ekspertise Efusi Pleura

ABSTRAK GAMBARAN PENDERITA CARCINOMA MAMMAE DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE JANUARI 2012-DESEMBER 2013

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Susunan Peneliti. a. Nama Lengkap : Dr. Samson Sembiring. d. Fakultas : Kedokteran. e. Perguruan Tinggi : Universitas Sumatera Utara

Karakteristik Efusi Pleura di Rumah Sakit Persahabatan. Characteristic of Pleural Effusion in Persahabatan Hospital

ABSTRAK GAMBARAN PENDERITA PENYAKIT KANKER PARU PERIODE 1 JANUARI DESEMBER 2012 DI RS. IMMANUEL KOTA BANDUNG

ABSTRAK. Wilianto, 2010 Pembimbing I :dr. July Ivone.,M.K.K.,M.Pd.Ked Pembimbing II :dr. Sri Nadya S., M.Kes

HUBUNGAN KEJADIAN EFUSI PLEURA PADA PASIEN GAGAL JANTUNG KONGESTIF BERDASARKAN FOTO THORAKS DI RSUP DR KARIADI TAHUN 2015

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

PENDAHULUAN ETIOLOGI EPIDEMIOLOGI

PROFIL RADIOLOGIS TORAKS PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI POLIKLINIK PARU RSUD DR HARDJONO-PONOROGO SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. jantung, seorang pasien harus memiliki tampilan berupa gejala gagal. gangguan fungsi struktur atau fungsi jantung saat istirahat.

ABSTRAK ANGKA KEJADIAN KANKER PARU DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE 1 JANUARI DESEMBER 2010

ABSTRAK GAMBARAN PENYAKIT DIABETES MELITUS PADA ORANG DEWASA YANG DIRAWAT INAP DIRUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE JANUARI DESEMBER 2014

ABSTRAK GAMBARAN PENDERITA KANKER PARU DI RUMAH SAKIT HASAN SADIKIN BANDUNG PERIODE JANUARI DESEMBER 2011

ABSTRAK ANALISIS KASUS PENDERITA PNEUMONIA DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG TAHUN 2007

ABSTRAK PREVALENSI KANKER PAYUDARA DI RUMAH SAKIT HASAN SADIKIN, BANDUNG PERIODE JANUARI DESEMBER 2009

BAB I PENDAHULUAN. ini terdapat diseluruh dunia, bahkan menjadi problema utama di negara-negara

ABSTRAK. Angka Kejadian Karsinoma Mammae di Rumah Sakit Immanuel Bandung Periode Januari 2007 Desember 2009

BAB I PENDAHULUAN. kedua pleura pada waktu pernafasan. Penyakit-penyakit yang dapat

ABSTRAK KARAKTERISTIK PASIEN SINUSITIS DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR PADA APRIL 2015 SAMPAI APRIL 2016 Sinusitis yang merupakan salah

ABSTRAK GAMBARAN PENDERITA HEPATITIS B DI RUMAH SAKIT SANTO YUSUP BANDUNG TAHUN 2014

HUBUNGAN JUMLAH VOLUME DRAINASE WATER SEALED DRAINAGE DENGAN KEJADIAN UDEMA PULMONUM RE- EKSPANSI PADA PASIEN EFUSI PLEURA MASIF

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB III EFUSI PLEURA 1. DEFINISI 3,4 (1) Dalam keadaan normal, jumlah cairan dalam rongga pleura sekitar ml. a. Hidrotoraks b.

ABSTRAK PREVALENSI KARSINOMA MAMAE DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE 1 JANUARI 31 DESEMBER 2008

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

ABSTRAK GAMBARAN PENDERITA TB PARU DI PUSKESMAS PAMARICAN KABUPATEN CIAMIS PERIODE JANUARI 2013 DESEMBER : Triswaty Winata, dr., M.Kes.

KANKER PARU MERUPAKAN FAKTOR RISIKO TERJADINYA EFUSI PLEURA DI RUMAH SAKIT Dr. MOEWARDI SURAKARTA. Oleh. Agus Suprijono, Chodidjah, Agung Tri Cahyono

HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN MEROKOK DENGAN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS PADA WANITA DI RUMAH SAKIT HA. ROTINSULU BANDUNG PERIODE ARTIKEL

BAB I PENDAHULUAN. Efusi pleura adalah keadaan dimana terjadi akumulasi cairan yang abnormal. dalam rongga pleura. (Tierney, 2002)

GAMBARAN FAKTOR RISIKO PADA PENDERITA STROKE ISKEMIK. Oleh : YULI MARLINA

TUBERKULOSIS PADA PASIEN DENGAN HIV AIDS. dr. Bambang Satoto,Sp.Rad(K),M.Kes Departemen Radiology F.K Undip /RSUP Dr Kariadi Semarang

ANGKA KEJADIAN SINDROMA KORONER AKUT DAN HUBUNGANNYA DENGAN HIPERTENSI DI RSUP H. ADAM MALIK, MEDAN PADA TAHUN 2011 KARYA TULIS ILMIAH

5.2 Distribusi Pasien Tumor Tulang Berdasarkan Kelompok Usia dan Jenis Kelamin Distribusi Pasien Tumor Tulang Berdasarkan Lokasi

PENUNTUN KETERAMPILAN KLINIK IV BLOK 2.5 (RONTGEN)

Relations between Chronic Renal Failure and Pulmonary Edema in Terms of Radiology HUBUNGAN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN EDEMA PARU DITINJAU DARI

ABSTRAK TINJAUAN TERHADAP PENERAPAN HOSPITAL DOTS LINKAGE DI RUMAH SAKIT IMMANUEL KOTA BANDUNG TAHUN 2012 DALAM UPAYA PENANGANAN TUBERKULOSIS PARU

HUBUNGAN OBESITAS TERHADAP PENINGKATAN INDEKS RASIO KARDIOTORAKS LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH

POLA KLINIS KANKER PARU DI RSUP DR. KARIADI SEMARANG PERIODE JULI JULI 2014 LAPORAN HASIL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH

KESESUAIAN GAMBARAN CT SCAN TORAKS DENGAN SITOLOGI CAIRAN PLEURA DALAM MENILAI MALIGNITAS EFUSI PLEURA

Etiologi Efusi Pleura pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar, Bali Tahun 2013

ABSTRAK. Yusup Subagio Sutanto Eddy Surjanto, Suradi, A Farih Raharjo SMF Pulmonologi dan Ilmu kedokteran Respirasi RSUD Dr Moewardi/ FK UNS Surakarta

ABSTRAK GAMBARAN PENYAKIT STROKE DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE 1 JANUARI DESEMBER 2009

Hubungan Karakteristik dan Etiologi Efusi Pleura di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru

ABSTRAK PROFIL PENDERITA HEMOPTISIS PADA PASIEN RAWAT INAP RSUP SANGLAH PERIODE JUNI 2013 JULI 2014

ABSTRAK GAMBARAN KARAKTERISTIK BALITA PENDERITA PNEUMONIA DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG TAHUN 2013

ABSTRAK GAMBARAN KARAKTERISTIK PASIEN RAWAT INAP DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE 1 JANUARI DESEMBER 2012

BAB 2 TINJAUAN KEPUSTAKAAN. sering dengan etiologi yang bermacam-macam mulai dari kardiopulmoner,

ABSTRAK KARAKTERISTIK PASIEN KANKER PAYUDARA DAN PENANGANANNYA DI RSUD ARIFIN ACHMAD PEKANBARU PERIODE JANUARI 2010 DESEMBER 2012

Gambaran Jenis dan Biaya Obat pada Pasien Rawat Inap dengan. Sindroma Koroner Akut di Rumah Sakit Umum Pusat. Haji Adam Malik Medan pada Tahun 2011

ABSTRAK GAMBARAN PENYAKIT KANKER OVARIUM DI RUMAH SAKIT HASAN SADIKIN BANDUNG PERIODE JANUARI 2011-DESEMBER 2011

GAMBARAN BAYI BARU LAHIR DENGAN HIPERBILIRUBINEMIA DI RSUP H.ADAM MALIK PADA TAHUN Oleh : PRIYA DARISHINI GUNASEGARAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pleura visceral yang membungkus paru-paru dan pleura parietal yang

PROPORSI DAN KARAKTERISTIK PENYEBAB PERDARAHAN SALURAN CERNA BAHAGIAN ATAS BERDASARKAN HASIL PEMERIKSAAN ENDOSKOPI DI RSUP H. ADAM MALIK MEDAN TAHUN

ABSTRAK. Gambaran Riwayat Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Periksa Payudara Sendiri (SADARI) Pasien Kanker Payudara Sebagai Langkah Deteksi Dini

PENGETAHUAN DOKTER MUDA (Co-Ass) TENTANG PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK RADIOLOGI FOTO TORAKS DI RSUP HAJI ADAM MALIK MEDAN 2010

DAFTAR RIWAYAT HIDUP. Tempat / tanggal lahir : Kuala Lumpur, Malaysia / 24 November 1987

1 Kevin G. Pitojo 2 Adrian Tangkilisan 2 Alwin Monoarfa.

ABSTRAK PREVALENSI AMEBIASIS DI RUMAH SAKIT HASAN SADIKIN BANDUNG, JAWA BARAT PERIODE TAHUN

Prosiding Pendidikan Dokter ISSN: X

ABSTRAK GAMBARAN PENYAKIT ATRIAL SEPTAL DEFECT DI RUMAH SAKIT HASAN SADIKIN BANDUNG, PERIODE 1 JANUARI DESEMBER 2009

FREKUENSI PERNAFASAN SEBAGAI INDIKATOR ADANYA EFUSI PLEURA PADA DEMAM BERDARAH DENGUE ANAK DI RSUP Dr. KARIADI SEMARANG ARTIKEL ILMIAH

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

ABSTRAK Gambaran Karakteristik Penderita Akne Vulgaris di Klinik Spesialis Kulit dan Kelamin Sakura Derma Bandung

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. Tempat dilaksanakannya penelitian adalah di bagian bangsal bedah Rumah

AZIMA AMINA BINTI AYOB

PENUNTUN KETRAMPILAN KLINIS PEMERIKSAAN RADIOGRAFI TORAKS BLOK 2.6 GANGGUAN RESPIRASI. Edisi 1, 2016

KARAKTERISTIK GAMBARAN HISTOPATOLOGI PENDERITA KANKER PAYUDARA BERDASARKAN UMUR DI KOTA MEDAN PERIODE

JOURNAL READING Imaging of pneumonia: trends and algorithms. Levi Aulia Rachman

BAB 1 PENDAHULUAN. ditemukan di seluruh dunia dewasa ini (12.6% dari seluruh kasus baru. kanker, 17.8% dari kematian karena kanker).

ABSTRAK GAMBARAN PASIEN KANKER PARU DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE JANUARI 2013 DESEMBER 2014

GAMBARAN KANKER PAYUDARA BERDASARKAN STADIUM DAN KLASIFIKASI HISTOPATOLOGI DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT HAJI ADAM MALIK MEDAN TAHUN

POLA KLINIS PNEUMONIA KOMUNITAS DEWASA DI RSUP DR. KARIADI SEMARANG LAPORAN HASIL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH

BAB I PENDAHULUAN. akhir tahun 2011 sebanyak lima kasus diantara balita. 1

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

BAB I PENDAHULUAN. oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis sebagian besar bakteri ini menyerang

Profil Infeksi Luka Operasi di Bagian Bedah RSUP H. Adam Malik Periode Januari Juni Oleh : LANDONG SIHOMBING

PREVALENSI KOMPLIKASI TUBERKULOSIS PARU PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI RSUP H ADAM MALIK MEDAN PADA TAHUN Oleh: YUEN KOK FOONG

HUBUNGAN SKOR APRI DENGAN DERAJAT VARISES ESOFAGUS PASIEN SIROSIS HATI KARENA HEPATITIS B

NILAI DIAGNOSTIK PEMERIKSAAN MIKROSKOPIS SPUTUM BTA PADA PASIEN KLINIS TUBERKULOSIS PARU DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

PROFIL PENDERITA TUMOR JINAK DAN GANAS TULANG DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT HAJI ADAM MALIK MEDAN TAHUN Oleh: AULADI HALIM UMAR LUBIS

INTISARI. Lisa Ariani 1 ; Erna Prihandiwati 2 ; Rachmawati 3

SANITAS: JURNAL TEKNOLOGI DAN SENI KESEHATAN ISSN : (PRINT) Vol. 08 No. 02, 2017 : 37-43

BAB I PENDAHULUAN. Kanker merupakan masalah kesehatan utama masyarakat di dunia dan. penyebab kematian nomor dua di Amerika Serikat.

KARAKTERISTIK PENYAKIT HERNIA INGUINALIS PADA ANAK DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT HAJI ADAM MALIK MEDAN PERIODE

BAB 1 PENDAHULUAN. lebih dini pada usia bayi, atau bahkan saat masa neonatus, sedangkan

HASIL PENELITIAN PROFIL PASIEN PENYAKIT JANTUNG BAWAAN PADA ANAK DI RSUP HAJI ADAM MALIK TAHUN Oleh: ANGGIA ANGGRAENI

ABSTRAK KARAKTERISTIK PASIEN PERDARAHAN UTERUS DISFUNGSIONAL YANG DIRAWAT-INAP DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE JULI JUNI 2005

PROFIL PENDERITA INFEKSI SISTEM SARAF PUSAT PADA ANAK DI RSUP. H. ADAM MALIK TAHUN 2012

ABSTRAK. Hubungan Penurunan Pendengaran Sensorineural dengan Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Terkontrol dan Tidak Terkontrol di RSUP Sanglah

BAB I PENDAHULUAN. terjadi selama inspirasi, lapisan terluar mengembang; daya ini disalurkan

Transkripsi:

Prosiding Pendidikan Dokter ISSN: 2460-657X Karakteristik dan Gambaran Hasil Foto Toraks Pasien Efusi Pleura Rawat Inap di Rumah Sakit Al-Ihsan Bandung Tahun 2015 The Characteristic And Imaging Of Hospitalized Pleural Effusion Patient s Chest X- Ray At Al-Ihsan Bandung During 2015 1 Humaira A, 2 Roekmantara T, 3 Widayanti 1 Prodi Pendidikan dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung 2 Departemen Bagian Radiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung 3 Departemen Bagian Fisiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung Jl. Tamansari No.1 Bandung 40116 email: 1 iccahumaira@yahoo.com, 2 tjoekra.roekmantara@gmail.com, 3 widays737@gmail.com Abstract. Pleural effusion is a condition when the lung cavity suffered excessive fluid buildup. Radiological imaging plays an important role as a diagnostic tool in pleural effusion cases as well as therapy results monitoring testing tools. The thorax x-ray can show a picture in the form of typical or atypical, massive or not massive, unilateral or bilateral. The purpose of this research is to know and take a look at the characteristics of thorax x-ray examination results on patient with pleural effusion in Al-Ihsan Hospital Bandung during 2015. This research was performed using descriptive method by looking at radiological expertise from medical records. The data collection and data processing was done towards all medical records during 2015 that meet the criteria. The obtained results show that female is the most common patient in this case with 36 patients (53%). If we categorize by age group, the research shows that the most number age group is 31-50 years with 26 patients (39%) and the least is 11-20 years with 6 patients (9%). The thorax x-ray examination shows that the most number are typical pleural effusion with 66 patients from total 68 hospitalized patients with pleural effusion. Keywords: Age, Chest X-Ray, Gender, Pleural Effusion Abstrak. Efusi pleura adalah suatu kondisi penumpukan cairan berlebih di dalam rongga paruparu.pencitraan radiologi berperan penting sebagai alat bantu diagnostik kasus efusi pleura sekaligus alat uji pemantauan hasil terapi. Hasil pemeriksaan foto toraks dapat memperlihatkan gambaran berupa tipikal atau atipikal, masif atau tidak masif, unilateral atau bilateral. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat karakteristik hasil pemeriksaan foto toraks pada pasien efusi pleura di Rumah Sakit Al-Ihsan Bandung selama tahun 2015. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan melihat ekspertise radiologi dari rekam medis. Pengumpulan dan pengolahan data dilakukan terhadap seluruh rekam medis selama tahun 2015 yang memenuhi kriteria inklusi. Didapatkan hasil jenis kelamin tersering adalah perempuan dengan jumlah 36 pasien (53%). Berdasarkan kelompok usia, dari hasil penelitian ini menunjukkan usia tersering adalah kelompok usia 31-50 tahun berjumlah 26 pasien (39%) dan yang terjarang adalah usia 11-20 tahun sebanyak 6 pasien (9%). Gambaran hasil pemeriksaan foto toraks terbanyak adalah efusi pleura tipikal sebanyak 66 pasien dari total 68 pasien efusi pleura rawat inap (97%) Kata Kunci : Efusi Pelura, Foto Toraks, Jenis Kelamin, Usia 217

218 Humaira A, et al. A. Pendahuluan Suatu penelitian di salah satu Rumah Sakit Umum Daerah Semarang terhadap 53 pasien pada periode Januari-April 2011 mendapatkan kelompok efusi pleura dengan volume moderate (600-1000 ml) berjumlah 24 pasien (45,3%), pasien efusi pleura dengan volume mild dan severe sebanyak 15 (28,3%) dan 14 pasien (26,4%). Gambaran hasil foto toraks supinasi (anteroposterior) pada semua pasien dalam penelitian ini berupa peningkatan densitas homogen hemitoraks dan kesuraman sinus kostofrenikus lateralis. (Wulandari et al. 2014) Penelitian salah satu rumah sakit di Jakarta pada tahun 2010-2011, mendapatkan 119 kasus dengan sebagian besar penderita berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 66 orang (55,5%) dan perempuan sebanyak 53 orang(44,5%). Kelompok usia terbanyak atara 40-59 tahun. Berdasarkan hemitoraks yang terlibat, efusi yang melibatkan satu hemitoraks (unilateral) terjadi pada 103 pasien (86,6%) dan 16 pasien (13,4%) mengalami efusi pleura bilateral. Sisi hemitoraks paling sering adalah hemitoraks kanan sebanyak 82 pasien (68,9%), 34 pasien hemitoraks kiri dan hanya 3 pasien dengan efusi pleura yang sama besarnya di kedua sisi. Berdasarkan sifat efusi pleura, sifat efusi tidak masif didapatkan pada 61 pasien (51,3%) dan sifat efusi masif didapatkan pada 58 pasien (48,7%). Penentuan masif atau tidaknya efusi pleura dilihat dari seberapa luas efusi tersebut terjadi. Efusi bersifat masif apabila cairan terlihat sudah menutupi 2/3 bagian hemitoraks pada pemeriksaan foto toraks. (Khairani et al. 2012) Suatu penelitian pada tahun 2011 di salah satu Rumah Sakit Umum Pusat di Medan terhadap 136 pasien efusi pleura mendapatkan pasien efusi pleura berjenis kelamin perempuan sebanyak 47 orang (34,6%) dan laki-laki 89 orang (65,4%). Pasien efusi pleura terbanyak pada kelompok umur 45-59 tahun yaitu 44 orang (32,4%). Berdasarkan tempat tinggal, pasien di perkotaan 110 orang (80,9%) dan pedesaan 26 orang (19,1%). Berdasarkan lokasi cairan, efusi di hemitoraks dekstra 68 orang (50%), hemitoraks sinistra 59 orang (43,3%), dan efusi bilateral 9 orang (6,7%). (Tobing et al. 2011) Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka perumusan masalah dalam penelitian ini sbb. 1. Bagaimanakah karakteristik usia dan jenis kelamin pasien efusi pleura rawat inap di Rumah Sakit Al-Ihsan Bandung selama tahun 2015 2. Bagaimanakah gambaran foto toraks pasien efusi pleura rawat inap di Rumah Sakit Al-Ihsan Bandung selama tahun 2015 Selanjutnya, tujuan dalam penelitian ini diuraikan dalam pokok-pokok sbb. 1. Menilai karakteristik usia dan jenis kelamin pasien efusi pleura rawat inap di Rumah Sakit Al-Ihsan Bandung selama tahun 2015 2. Menilai gambaran foto toras pasien efusi pleura rawat inap di Rumah Sakit Al- Ihsan Bandung selama tahun 2015 B. Landasan Teori Efusi pleura merupakan penumpukan abnormal cairan di rongga pleura akibat peningkatan produksi atau penurunan absorpsi. Normalnya, terdapat 5 ml cairan pleura sebagai lubrikan untuk pergerakan paru-paru selama pernafasan. Secara umum, efusi pleura diklasifikasikan menjadi transudat dan eksudat berdasarkan mekanisme pembentukan cairan dan komposisi cairan pleura. (Rubbins et al. 2014). Secara umum, penyebab tersering efusi pleura adalah tuberkulosis (32,5%), diikuti oleh pneumonia (19,0%), keganasan (15,5%), dan gagal jantung (13,0%). (Khan et al. Volume 2, No.2, Tahun 2016

Karakteristik dan Gambaran Hasil Foto Toraks Pasien Efusi 219 2011) Rongga pleura normalnya terdiri cairan hasil dari keseimbangan antara tekanan hidrostatik dan onkotik di viseral dan parietal pembuluh pleura dan drainase limfatik. Efusi pleura timbul akibat gangguan dari keseimbangan tersebut. Efusi pleura merupakan indikator dari suatu proses penyakit bisa berasal dari pulmonal ataupun nonpulmonal dan bisa saja akut ataupun kronis. (Rubbins et al. 2014) Tingginya tekanan hidrostatik kapiler dan interstisial akan mengakibatkan akumulasi cairan pleura abnormal (contohnya pada gagal jantung), dan bisa juga terjadi akibat penurunan tekanan onkotik kapiler (contohnya pada sindroma nefrotik). (Saguil et al. 2014) Ketika pasien diduga mengalami efusi pleura, foto toraks dilakukan untuk mengonfirmasi diagnosis. Temuan abnormal dapat dideteksi pada radiografi posteroanterior dengan adanya 200 ml cairan dan pada lateral dekubitus sebanyak 50 ml cairan. Lateral dekubitus dapat dilakukan untuk membantu menentukan ukuran dari efusi dan apakah termasuk free-flowing atau loculated dan bisa membedakan antara penebalan pleura dengan efusi. (Saguil et al. 2014) Apabila foto toraks tidak berhasil, bisa dilakukan computed tomography ataupun ultrasonografi. Computed tomography dapat mendeteksi efusi yang tidak jelas pada foto toraks, membedakan antara cairan pleura dan penebalan pleura, dan memberikan petunjuk etiologi apa yang mendasari. Ultrasonografi lebih akurat untuk mengestimasi volum cairan pleura dan membantu proses torakosentesis. (Saguil et al. 2014; Wedzicha et al. 2010) Banyak faktor yang mempengaruhi temuan radiografi efusi pleura, termasuk sifat cairan (free & loculated), jumlah cairan, posisi pasien, proyeksi radiografi, dan adanya kelainan paru-paru yang mendasari. Pada gambaran efusi pleura tipikal dengan tidak adanya perubahan parenkim paru secara klinis yang signifikan, cairan pleura bebas cenderung menumpuk di bagian paling menggantung dari dada karena perbedaan kepadatan dibandingkan dengan paru-paru berisi udara. Tekanan cairan menyebabkan atelektasis pada jaringan paru-paru sekitarnya. (Lababede et al. 2015) Sejumlah kecil efusi terakumulasi di lokasi subpulmonal, menyebabkan sedikit peningkatan hemidiafragma. Dengan meningkatnya cairan, cairan mulai tumpah ke sulkus kostofrenikus paling dependen. Efusi kecil mungkin tidak divisualisasikan pada pandangan frontal karena orientasi diafragma, karena sulkus kostofrenikus posterior lebih rendah daripada sulkus kostofrenikus lateral. Cairan yang terkumpul di posterior dapat dilihat pada tampilan lateral sebelum kemudian terlihat pada tampilan frontal. (Lababede et al. 2015) Efusi pleura atipikal contohnya large subpulmonary effusion, biasanya terjadi unilateral di sebelah kanan. Dari arah pandang frontal dan lateral, efusi subpulmoner menunjukka suatu elevasi diafragma (kontur pseudodiafragmatik). Distribusi atipikal pada cairan pleura dapat juga disebabkan oleh lokulasi sekunder untuk perlekatan atau oleh perubahan parenkim paru yang mengubah karakteristik rekoil paru-paru. Mekanisme kedua bisa terjadi pada atelektasis. Efusi lokulasi menghasilkan opasitas jaringan lunak perifer dengan marjin halus, tumpul, dan lonjong apabila dilihat secara tangensial. (Lababede et al. 2015) C. Hasil Penelitian dan Pembahasan Penelitian dilakukan terhadap 68 dari 84 rekam medis pasien efusi pleura rawat inap di Rumah Sakit Al-Ihsan Bandung selama tahun 2015 yang telah memenuhi kriteria inklusi dan tidak terdapat faktor eksklusi yang telah ditentukan. Pendidikan Dokter, Gelombang 2, Tahun Akademik 2015-2016

220 Humaira A, et al. Tabel 1. Usia Pasien Efusi Pleura Rawat Inap di Rumah Sakit Al-Ihsan selama tahun 2016 Usia Jumlah < 10 tahun 9 10-20 tahun 6 21-30 tahun 7 31-40 tahun 13 41-50 tahun 13 51-60 tahun 10 >60 tahun 10 Tabel 2. Jenis Kelamin Pasien Efusi Pleura Rawat Inap di Rumah Sakit Al-Ihsan selama tahun 2016 Jenis Kelamin 68 Jumlah Laki-laki 32 Perempuan 36 Berdasarkan tabel 1 dan 2, hasil penelitian pada 68 pasien rawat inap efusi pleura di Rumah Sakit Al-Ihsan selama tahun 2015 menunjukkan usia terbanyak adalah usia 31-50 tahun sedangkan yang terjarang adalah usia 10-20 tahun dan jenis kelamin tersering adalah perempuan. Tabel 3. Karakteristik dan Gambaran Hasil Foto Toraks Pasien Efusi Pleura Rawat Inap di Rumah Sakit Al-Ihsan berdasarkan usia Karakteristik Jenis Efusi Usia (tahun) >10 10-20 21-30 31-40 41-50 51-60 >60 Tipikal 9 6 7 13 11 10 10 Atipikal 0 0 0 0 2 0 0 Hemitoraks yang terlibat Unilateral Kanan 5 5 3 4 7 2 6 Unilateral kiri 2 1 3 6 3 4 3 Bilateral 2 0 1 3 3 4 1 Jenis Efusi Masif 0 1 0 3 2 4 2 Tidak Masif 9 5 7 10 11 6 8 68 Volume 2, No.2, Tahun 2016

Karakteristik dan Gambaran Hasil Foto Toraks Pasien Efusi 221 Tabel 4. Karakteristik dan Gambaran Hasil Foto Toraks Pasien Efusi Pleura Rawat Inap di Rumah Sakit Al-Ihsan berdasarkan Jenis Kelamin Karakteristik Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan n % n % Jenis Efusi Tipikal 31 46 35 51 Atipikal 1 1,5 1 1,5 Hemitoraks yang Terlibat Unilateral Kanan 18 26 14 21 Unilateral Kiri 10 15 12 18 Bilateral 4 6 10 14 Sifat Efusi Masif 4 6 7 10 Tidak Masif 28 41 29 43 Berdasarkan tabel 3 dan 4 di atas bahwa hasil dari penelitian ini menunjukan klasifikasi pasien efusi pleura rawat inap berdasarkan usia yang paling sering terjadi adalah usia antara 31-40 tahun dan 41-50 tahun dengan masing-masing 13 pasien (39%). Pada penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kasus efusi pleura terbanyak adalah pada kelompok usia 40-59 tahun akibat penyakit kronis seperti keganasan, tuberkulosis dan penyakit jantung. (Khairani et al. 2012) Berdasarkan klasifikasi jenis kelamin yang sering terjadi adalah perempuan dengan jumlah 36 pasien (53%) daripada perempuan dengan jumlah 32 pasien (47%). Hasil ini tidak sesuai dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan di salah satu rumah sakit di Jakarta pada tahun 2011 menunjukkan bahwa perbandingan pasien yang didiagnosis efusi pleura berjenis kelamin laki-laki sebanyak 55,5% dibandingkan dengan pasien berjenis kelamin perempuan sebanyak 44,5%. (Khairani et al. 2012). Ketidaksesuaian hasil penelitian ini dengan hasil penelitian sebelumnya dapat terjadi karena data yang didapatkan jumlahnya sangat terbatas. Secara umum tidak ada perbedaan insidens efusi pleura berdasarkan jenis kelamin, meskipun beberapa penyebab efusi pleura mempunyai predileksi jenis kelamin. Sekitar 2/3 efusi pleura masif di Amerika terjadi pada perempuan yang disebabkan karena kanker payudara dan serviks. (Afful et al. 2008) Klasifikasi berdasarkan gambaran radiologi yang paling sering terjadi pada pasien efusi pleura adalah gambaran tipikal dibandingkan dengan gambaran atipikal. Gambaran tipikal terbentuk karena cairan mengisi hemitoraks sehingga paru-paru akan terdorong ke arah sentral/hilus dan terkadang mendorong mediastinum ke arah kontralateral. Permukaan cairan yang terdapat dalam rongga pleura akan membentuk bayangan seperti kurva, dengan permukaan lateral lebih tinggi daripada bagian medial. Gambaran atipikal loculated disebabkan oleh lokulasi sekunder hingga adhesi atau perubahan parenkim paru, bisa juga terjadi pada kondisi atelektasis. Efusi loculated ini Pendidikan Dokter, Gelombang 2, Tahun Akademik 2015-2016

222 Humaira A, et al. terlihat sebagai opasitas elips yang jelas dengan margin runcing. Berdasarkan hemitoraks yang terlibat, efusi pleura kanan lebih sering terjadi dibandingkan efusi pleura kiri dan bilateral sesuai dengan penelitian sebelumnya di salah satu rumah sakit di Medan didapatkan efusi di hemitoraks dekstra 68 orang (50%), hemitoraks sinistra 59 orang (43,3%), dan efusi bilateral 9 orang (6,7%). (Tobing S & Widirahardjo 2011). Foto toraks juga dapat memberikan tanda-tanda penting tentang penyebab efusi. Efusi unilateral besar tanpa adanya pergeseran mediastinum ke arah kontralateral mengacu pada atelektasis berat, infiltrasi paru disertai tumor, mesotelioma, atau kekakuan mediastinum akibat tumor atau fibrosis. (Yataco & Dweik 2005) Karakteristik efusi pleura sangat tergantung penyebab efusi pleura. Gagal jantung kongestif (CHF) adalah penyebab efusi pleura di negara maju. Lebih dari setengah pasien CHF akan mengalami efusi pleura bersifat bilateral (88%) sisanya efusi unilateral dengan dominasi sisi kanan (8%) dan sisi kiri (4%). Dilaporkan 58% pasien dengan gagal jantung kiri mempunyai efusi pleura bilateral dan sisanya unilateral dengan dominasi hemitoraks kanan. (Marel 2002) Berdasarkan sifat efusi pleura didapatkan efusi pleura tidak masif lebih sering terjadi dibandingkan efusi pleura masif sesuai dengan penelitian sebelumnya di salah satu rumah sakit di Jakarta didapatkan sifat efusi tidak masif pada 61 pasien (51,3%) dan sifat efusi masif pada 58 pasien (48,7%). Sifat masif lebih sering terjadi pada perempuan diakibatkan keganasan seperti kanker payudara. atau tidaknya efusi pleura dilihat dari seberapa luas efusi tersebut terjadi. Efusi bersifat masif apabila cairan terlihat sudah menutupi 2/3 bagian hemitoraks pada pemeriksaan foto toraks. (Khairani et al. 2012) D. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan dalam penelitian ini, peneliti menyimpulkan hasil penelitian ini adalah usia tersering adalah usia 31-50 tahun dan lebih sering terjadi pada perempuan. Berdasarkan hasil gambaran foto toraks didapatkan gambara tersering adalah gambaran efusi pleura tipikal, keterlibatan unilateral kanan lebih sering dan bersifat tidak masif. E. Saran Saran untuk penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Perlunya dilakukan penelitian lebih lanjut tentang hal yang sama ataupun dengan variabel yang berbeda dan dapat dicari hubungannya lebih lanjut, misalnya penyebab (underying disease) Daftar Pustaka Afful B, Murphy S, Antunes G, Dudzevicius V. The characteristics and causes of pleural effusion in Kumasi Ghana: a prospective study. Tropical Doctor. 2008;38:219-20. Khairani R, Syahruddin E, Partakusuma L. Karakteristik efusi pleura di rumah sakit persahabatan. J Respir Indo Vol 32; 2012 Jul 03. Tersedia dari : http://jurnalrespirologi.org Khan Y, Alsamawi M, Yasin M, Ibrahim, Lingawi M. Etiology of pleural effusion among adults in the state of qatar: a 1-year hospital-based study. EMJH. 2011; vol 7 (10) Tersedia dari : https://www.researchgate.net Volume 2, No.2, Tahun 2016

Karakteristik dan Gambaran Hasil Foto Toraks Pasien Efusi 223 Lababede O, Coombs B, Garg K. Pleural effusion imaging. Medscape; 2015 Oct 27. Tersedia dari: http://emedicine.medscape.com/article/355524 Marel M. Epidemiology of pleural effusion. Eur Respir Mon.2002;22:146-56. Rubbins J, Byrd R. Pleural Effusion. Medscape; 2014 Sep 5. Tersedia dari: http://emedicine.medscape.com/article/299959-overview Saguil A, Wyrick K, Hallgren J. Diagnostic approach to pleural effusion. AAFP. 2014 Jul 15; 90(2):90-104 Tobing S, Widirahardjo. Karakteristik penderita efusi Pleura di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2011. E-Jurnal FK USU. 2013; 1 (2). Tersedia dari : http://download.portalgaruda.org/article.php?article=51350&val=4098 Wedzicha J, Johnston S, Brown J. The BTS pleural disease. BMJ. Thorax. 2010;65 Wulandari K, Satoto B, Agus Suryanto. Hubungan gambaran foto toraks posisi supine dengan volume efusi pleura berdasarkan pemeriksaan ultrasonografi. Medica Hospitalia. 2013; 1 (3): 187-90 Yataco J, Dweik R. Pleural effusion: evaluation and management. Cleveland Clinic Journal of Medicine; 2005;72 Pendidikan Dokter, Gelombang 2, Tahun Akademik 2015-2016