CONTOH A PROPOSAL RESUBMISSION. Kepada Yth. USAID Project. Dengan Hormat,

dokumen-dokumen yang mirip
PERMOHONAN BANTUAN HIBAH KECIL

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2. Jenis dan Sumber Data

PENDAHULUAN Latar Belakang

2013, No.291.

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

KERANGKA PEMIKIRAN. berupa derasnya arus liberalisasi perdagangan, otonomi daerah serta makin

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. untuk mendapatkan data yang akan dianalisis sehubungan dengan tujuan

2015 PENGARUH BUDIDAYA TANAMAN MENDONG

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian

2015 PENGARUH KREATIVITAS, INOVASI DAN DIFERENSIASI PRODUK TERHADAP LABA PENGUSAHA

I. PENDAHULUAN. berkaitan dengan sektor-sektor lain karena sektor pertanian merupakan sektor

Analisis Isu-Isu Strategis

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. suatu proses dimana pemerintah daerah dan masyarakatnya mengelola

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Wajak Kabupaten Malang, tepatnya di

Deskripsikan Maksud dan Tujuan Kegiatan Litbangyasa :

I. PENDAHULUAN. Sektor pertanian di Indonesia masih memegang peranan penting dari keseluruhan

KEUNGGULAN KOMPARATIF USAHATANI JAGUNG MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI PROVINSI NTT. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, 2

I. PENDAHULUAN. Tingkat perekonomian suatu wilayah didukung dengan adanya. bertahap. Pembangunan adalah suatu proses multidimensional yang meliputi

I. PENDAHULUAN. perekonomian nasional. Peran terpenting sektor agribisnis saat ini adalah

HAND OUT : MANAJEMEN KEUANGAN PENDIDIKAN KODE MATA KULIAH : AP 408. PERTEMUAN : 3, 4 dan 5 : BUDGETING (PENGANGGARAN)

KEUNGGULAN KOMPETITIF SISTEM USAHATANI TANAMAN PANGAN DI KABUPATEN SUMBA TIMUR, NTT

Pertumbuhan yang telah dicapai dari berbagai kebijakan akan memberi dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja, dan mengurangi angka pengangguran

III. METODE PENELITIAN. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive). Daerah

4.2.7 URUSAN PILIHAN PERINDUSTRIAN KONDISI UMUM

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

ANALISIS USAHATANI JAGUNG (Zea Mays L) (Suatu kasus di Desa Pancawangi Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya)

I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pulau Jawa merupakan wilayah pusat pertumbuhan ekonomi dan industri.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V STRATEGI NAFKAH MASYARAKAT LOKAL DESA GOROWONG. 5.1 Strategi Nafkah Kampung Ater dan Kampung Ciawian

BAB IV METODE PENELITIAN

I. PENDAHULUAN. Pembangunan merupakan suatu hal yang cukup penting dalam mewujudkan

ARAHAN PENGEMBANGAN PERWILAYAHAN KEGIATAN AGRIBISNIS DI KABUPATEN GROBOGAN TUGAS AKHIR. Oleh : NURUL KAMILIA L2D

PENJABARAN APBD PEMERINTAH PROVINSI BENGKULU

IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2 Jenis dan Sumber Data

BAB I PENDAHULUAN. diamati dan dikaji. Otonomi acap kali menjadi bahan perbincangan baik di

KETERKAITAN JENIS SUMBERDAYA LAHAN DENGAN BESAR DAN JENIS PENGELUARAN RUMAH TANGGA DI PEDESAAN LAMPUNG

Abstrak. Kata Kunci: tingkat upah, teknologi, produktivitas kerja, penyerapan tenaga kerja

I. PENDAHULUAN. besar penduduk, memberikan sumbangan terhadap pendapatan nasional yang

VALUE CHAIN ANALYSIS (ANALISIS RANTAI PASOK) UNTUK PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI KOPI PADA INDUSTRI KOPI BIJI RAKYAT DI KABUPATEN JEMBER ABSTRAK

I. PENDAHULUAN. Tabel 1. Nilai PDB Hortikultura Berdasarkan Harga Berlaku Tahun (Milyar rupiah)

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KUASA PENGGUNA ANGGARAN SATUAN KERJA DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN,

BAB I PENDAHULUAN. Sektor pertanian mempunyai peranan yang sangat penting dalam. secara langsung maupun secara tidak langsung dalam pencapaian tujuan

BAB I PENDAHULUAN. mengalami transformasi dari perekonomian yang berbasis industri. Sektor industri

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH KABUPATEN INDRAGIRI HULU TAHUN ANGGARAN 2017

BAB II PERKEMBANGAN DAN PERMASALAHAN

I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI DAN TINGKAT EFISIENSI PENCURAHAN TENAGA KERJA PADA USAHATANI PADI SAWAH

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan ekonomi masyarakat senantiasa berawal dari adanya target pemenuhan kebutuhan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

WALIKOTA PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Geografis dan Demografis Provinsi Kalimantan Timur

BAB I PENDAHULUAN. teknik sipil mengalami kemajuan, baik ditinjau dari segi mutu, bahan, struktur

BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan merupakan usaha yang meliputi perubahan pada berbagai aspek

STUDI EKONOMI PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN MELALUI PENERAPAN MODEL KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI (M-KRPL) DI KOTA BENGKULU ABSTRAK PENDAHULUAN

SAMBUTAN GUBERNUR KALIMANTAN BARAT PADA ACARA PERESMIAN PROYEK-PROYEK PEMBANGUNAN DAN PENCANANGAN KOTA TERPADU MANDIRI DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT

I. PENDAHULUAN. diarahkan pada berkembangnya pertanian yang maju, efisien dan tangguh.

I. PENDAHULUAN. (agribisnis) terdiri dari kelompok kegiatan usahatani pertanian yang disebut

I. PENDAHULUAN. masyarakat adil dan makmur. Dengan demikian segala upaya pelaksanaan

IV. METODE PENELITIAN

I. PENDAHULUAN. Sektor pertanian merupakan salah satu penggerak utama dari roda. perekonomian. Indonesia merupakan negara agraris dimana pertanian

BAB I PENDAHULUAN. perekonomian nasional. Hal ini dapat dilihat dari kontribusi yang dominan, baik

II PENDAHULUAN PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan ekonomi menjadi prioritas utama bagi negara-negara

PENGARUH FAKTOR-FAKTOR SOSIAL TERHADAP CURAHAN WAKTU KERJA KELOMPOK WANITA TANI PADI DI DESA BANJARAN KECAMATAN BANGSRI KABUPATEN JEPARA

I. PENDAHULUAN. Daya saing Indonesia menurut World Economic Forum tahun 2008/2009 berada

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. Setiap upaya pembangunan ekonomi daerah mempunyai tujuan utama untuk. bersama-sama mengambil inisiatif pembangunan daerah.

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 47 TAHUN 2015 TENTANG

KAJIAN EKONOMI REGIONAL Triwulan IV 2012

VII. ANALISIS DAYA SAING USAHATANI JAGUNG

PENDAHULUAN. 1 http ://cianjur.go.id (diakses15 Mei 2011)

PEMBINAAN AHLI MUDA K3 KONSTRUKSI

BAB 5 ARAHAN PENGEMBANGAN USAHA TAPE KETAN SEBAGAI MOTOR PENGGERAK PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL

MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA TERM OF REFERENCE (TOR) SEMINAR NASIONAL SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA

PROPOSAL PEMBANGUNAN GUDANG SRG BESERTA FASILITAS PENDUKUNGNYA DALAM RANGKA PERCEPATAN IMPLEMENTASI SISTEM RESI GUDANG DI KABUPATEN LAMPUNG BARAT

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

industri dalam negeri, meningkatkan ekspor, meningkatkan pendapatan petani, Peningkatan pengembangan sektor pertanian menuntut perhatian khusus dari

BANTUAN PENYELENGGARAAN SEMINAR INTERNASIONAL TERINDEKS SCOPUS BAGI JURUSAN DI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA TAHUN ANGGARAN 2018

PETUNJUK PELAKSANAAN KOMPETENSI MENELITI BAGI MAHASISWA

BAB I PENDAHULUAN. ekonomi, dan (4) keberlanjutan pembangunan dari masyarakat agraris menjadi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. dari definisi ini bahwa pembangunan ekonomi mempunyai tiga sifat penting

DOKUMEN LEVEL Standar Operasional Prosedur (SOP)

BAB III METODE PENELITIAN

PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR BIAYA KEGIATAN BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR TAHUN ANGGARAN 2007

PENGARUH PERSEBARAN LOKASI UMKM BERBASIS RUMAH (HOME BASED ENTERPRISES) TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI KEL. BUGANGAN DAN JL.

Transkripsi:

CONTOH A PROPOSAL RESUBMISSION Kepada Yth. USAID Project Dengan Hormat, Bu Tuti. Berikut ini saya sampaikan revisi proposal hasil pembicaraan dengan Ibu tanggal 22 Maret 2003. Mudah.mudahan dapat memenuhi harapan Ibu. Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan, sebagai berikut : 1. Sesuai dengan saran dan usulan Ibu, maka judul saya ubah dengan tidak mengurangi tujuan semula untuk meneliti Kontribusi tenaga kerja wanita, Judul menjadi : KONTRIBUSI WANITA DALAM AKTIVITAS EKONOMI & RUMAH TANGGA SERTA PROFITABILITAS DAN EFISIENSl USAHA KERAJINAN MENDONG (Kasus Pada lndustri Kerajinan Mendong di Kecamatan X Wilayah Jawa Barat). 2. Variabel apa saja yang akan saya teliti, tercantum dalam Identifikasi Masalah. 3. Jadwal Kegiatan penelitian ini saya sesuaikan dengan penjadwalan dari Proyek USAID mulai tanggal 1Maret 2003 s/d 14 Mei 2003 (keseluruhannya selama 75 hari kalender). 4. Metodologi saya sempurnakan dengan menambahkan 8 alat analisis Policy Analysis Matrix (PAM), sesuai saran Ibu untuk mengkaji masalah Profitability and Efficiency. 5. Karena cakupan penelitian ini lebih kompleks/meluas, tidak hanya mencakup maslaah tenaga kerja wanita saja tetapi juga menyangkut pengusaha/pengrajin industri kecil. Maka konsekuensinya biaya penelitian bertambah. Khususnya untuk kegiatan pengumpulan data primer di lapangan. 6. Pada akhirnya saya menyerahkan pertimbangan sepenuhnya, baik materi penelitian maupun besarnya pembiayaan penelitian kepada Ibu. 7. Saya berharap bahwa penelitian ini dapat dimulai per 1 Maret 2003, supaya waktunya tidak terbuang sesuai dengan batasan waktu yang diberikan dari Proyek USAID, bahwa seluruh aktivitas harus dirancang dan selesai sebelum 15 Mei 2003. 8. Akhirnya saya berharap mudah-mudahan Revisi ini sesuai dengan harapan Ibu, saya nantikan koreksi dan usul penyempurnaan proposal apabila masih ada. Dan saya menunggu kabar selanjutnya. 9. Halaman fax ini ada 6 (enam) lembar. 10. Terima kasih. Hormat saya, Fakultas Pertanian Universitas Merah Putih cc. Ibu Proyek USAID

KONTRIBUSI WANITA DALAM AKTIVITAS EKONOMI DAN AKTIVITAS RUMAH TANGGA (Kasus Tenaga Kerja Wanita Pada Industri Kerajinan Mendong di Kecamatan X di Jawa Barat ) 1. Latar Belakang Sejalan dengan meningkatnya peranan sektor perdagangan, industri dan jasa dalam sistem perekonomian Indonesia, maka kesempatan dan sempan tenaga kerja di sektor pertanian lambat laun menunjukkan kecenderungan penurunan. Khususnya peralihan dari sektor pertanian ke non-pertanian yang terjadi dengan cepat pada periode 1970-an dan kemudian melambat pada tahun 1980-an. Kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB (Product Domestic Regional Brutto) menunjukkan penurunan dari tahun ke tahun. Kecenderungan tersebut menjadi salah satu indikator melemahnya sektor pertanian dalam menyerap tenaga kerja dan memberikan pendapatan bagi sebagian besar penduduk, sehingga pada akhirnya peranan pekerjaan di sektor non-pertanian menjadi sangat penting (Ken Suratiyah dkk, 1996). Proses pembangunan pertanian khususnya di pedesaan telah pula menyebabkan berkurangnya kesempatan kerja di pedesaan dan merangsang timbulnya usaha-usaha non-pertanian di pedesaan diantaranya sektor perdagangan, industri kecil/rumah tangga termasuk industri kerajinan yang merupakan komoditas specific lokalita di beberapa daerah. Pengembangan industri kecil, khususnya industri kerajinan sesungguhnya dirasakan sebagai salah satu strategi yang cukup ampuh untuk mengatasi berbagai gejolak yang timbul di dalam sektor pertanian sendiri yang meliputi antisipasi terjadinya kegagalan panen, perubahan struktural di sektor pertanian serta untuk mengurangi dampak terjadinya kemiskinan di pedesaan. Sebagai akibat dari berkurangnya lapangan pekerjaan dalam usahatani di pedesaan, juga berpengaruh terhadap kaum wanita sebagai salah satu komponen rumah tangga pedesaan. Pada akhirnya kaum wanita mencari pekerjaan ke luar sektor pertanian baik di wilayah pedesaan maupun diwilayah perkotaan. Selama ini bahwa konsentrasi ahli ekonomi pembangunan lebih menitik beratkan penelaahan pada para pekerja wanita yang ber-migrasi ke kota. Namun demikian pada kenyataannya masih banyak tenaga kerja wanita yang tetap berdomisili di pedesaan dan terlibat dalam berbagai aktivitas ekonomi. Keterlibatan wanita dalam aktivitas ekonomi dan sekaligus aktivitas rumah tangga hubungannya dengan perubahan struktur ekonomi khususnya di pedesaan merupakan salah satu hal menarik yang belum banyak diungkap, khususnya wanita yang terikat dalam industri kerajinan Mendong di Jawa Barat. Di daerah ini bekerja di sektor kerajinan merupakan salah satu jenis usaha yang sebagian besar dilakukan kaum wanita. Sesuai dengan tujuan untuk meningkatkan produktifitas dan nilai tambah komoditaskomoditas pertanian bernilai ekonomis tinggi, maka peningkatan produktifitas komoditas tanaman mendong dan peningkatan kualitas olahannya memainkan peranan yang sangat penting khususnya dalam rangka meningkatkan pendapatan petani dan pengrajinnya serta diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan Product Domestic Regional Brutto (PDRB). Mendong (Fimbristylis globulosa) adalah merupakan tanaman yang memiliki banyak kegunaan. Salah satu diantaranya adalah sebagai bahan baku pembuatan barang-barang kerajinana termasuk tikar, tas, topi serta berbagai bentuk kerajinan lainnya. Dewasa ini komoditi anyamana serta hasil lainnya yang terbuat dari Mendong mempunyai prospek dan peluang yang cukup baik untuk dikembangkan. Khususnya anyaman Mendong, saat ini m erupakan salah satu potensi unggulan daerah Jawa Barat selain industri Bordir, anyaman bambu, anyaman Pandan, kelom dan lainnya. Kota X merupakan pusat pembangunan di wilayah Jawa Barat dan merupakan daerah yang memiliki potensi sebagai sentra pengembangan produk-produk anyaman. Hal ini dihubungkan dengan banyaknya UKM terlibat yang dewasa ini tercatat sebanyak lebih dari 2.500 unit usaha yang menggunakan bahan baku Mendong dan telah memberikan kontribusi terhadap perolehan PDRB. Saat ini kondisi tersebut terus menerus menunjukkan peningkatan seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap produk-produk mendong dengan sentuhan design yang lebih baik. Namun demikian disamping memiliki berbagai potensi sebagai unggulan daerah, juga menghadapi berbagai kendala dan tantangan. Diantaranya bahwa dengan semakin terbatasnya areal tanam, maka jumlah kebutuhan bahan baku Mendong sebanyak lebih dari13.000.000 kg/tahun tidak dapat diimbangi dengan produksi sendiri. Walaupun mulai tahun ini Pemda telah berupaya untuk

melaksanakan penanaman Mendong seluas 50 ha yang tersebar di beberapa Kecamatan di Kabupaten di Jawa Barat. Namun hingga saat ini, Kabupaten di Jawa Barat tetap harus mendatangkan bahan baku dari luar daerah diantaranya dari Kota T (Jawa Tengah) serta dari beberapa daerah lainnya untuk memenuhi kekurangan bahan baku tersebut. Potensi unggulan daerah itu sesungguhnya apabila dikelola dengan baik akan mendatangkan manfaat yang cukup besar khususnya dalam kontribusinya terhadap PDRB. Effek pengganda lainnya akan terasa dari meningkatnya serapan tenaga kerja, makin bergairahnya usaha home industry yang pada akhimya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.. Melihat potensi dan prospek yang demikian besar tersebut serta permasalahan yang ada maka harus segera diupayakan berbagai solusi agar mendong dan produk olahannya dapat memberikan kontribusi yang lebih besar lagi terhadap kondisi kesejahteraan petani dan pengrajin khususnya, umumnya dapat meningkatkan PDRB Kota Jawa Barat. Namun sampai saat ini, sejauhmana tingkat profitabilitas dan efisiensi usaha kerajinan Mendong ini belum banyak diketahui, khususnya yang berhubungan dengan pcnggunaan sumberdaya bahan baku yang masih didominasi dari luar daerah. Berdasarkan latar belakang diatas, maka kajian yang akan dilaksanakan ini terbagi menjadi beberapa bagian meliputi kajian untuk mengetahui sampai sejauh mana keterlibatan wanita dalam industri kerajinan Mendong terutama yang menyangkut alasan keterlibatan dalam usaha, ataukah juga merupakan salah satu bentuk respons terhadap perubahan struktural yang terjadi di pedesaan. Bagian lainnya adalah melihat sampai sejauh mana tingkat profitabilitas dan efisiensi usaha kerajinan Mendong di Sentra Kerajinan Mendong Jawa Barat. 8. Identifikasi Masalah Masalah yang dapat diidentifikasikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Bagaimana karakteristik, tingkat motivasi, alasan keterlibatan dan pengambilan keputusan wanita dalam Industri Kerajinan Mendong di Jawa Barat? b. Bagaimana pola alokasi waktu oleh wanita pekerja pada aktivitas ekonomi dan aktivitas rumah tangga pada Industri Kerajinan Mendong di Jawa Barat? c. Berapa banyak kontribusi pendapatan wanita pekerja terhadap pendapatan rumah tangganya pada Industri Kerajinan Mendong di Jawa Barat? d. Berapa besar tingkat profitabilitas pada usaha kerajinan Mendong?. e. Berapa nilai Rasio Biaya Sumberdaya Domestik ( DRCR ) pada usaha Kerajinan Mendong? f. Apakah usaha kerajinan Mendong tersebut efisien? C. Pemecahan Masalah Guna mengetahui kondisi faktual tentang hal-hal tersebut diatas, maka tahap pertama diperlukan penelitian yang akan dilakukan terhadap wanita pekerja dan Pengusaha pada Industri Kerajinan Mendong di Kecamatan X Wilayah Pemkot Jawa Barat. Dari penelitian yang dilakukan diharapkan diperoleh informasi penting dan berharga yang dapat digunakan untuk kajian lebih lanjut khususnya yang menyangkut proses perubahan struktur ekonomi di pedesaan dan lebih jauh multiplier effect terhadap sektor lain. Bagian lainnya akan menyoroti masalah profitabilitas dan tingkat efisiensi usaha kerajinan Mendong. Tahap berikutnya setelah diperoleh informasi akurat tentang keterlibatan wanita dalam industri kerajinan Mendong dan segala permasalahannya serta tingkat profitabilitas dan efisiensi usahanya, maka akan dilanjutkan dengan sosialisasi hasil penelitian kepada semua pihak terkait melalui kegiatan Seminar. D. Dampak Yang Diharapkan Dampak yang diharapkan dari hasil penelitian ini diantaranya adalah terbentuknya pemahaman dan diperolehnya gambaran tentang keterlibatan wanita pekerja dalam industri Kerajinan Mendong di Jawa Barat, menyangkut karakteristik, tingkat motivasi, alasan keterlibatan, pola alokasi waktu dan kontribusi pendapatan oleh wanita pekerja terhadap pendapatan rumah tangganya pada Industri Kerajinan Mendong di Jawa Barat, sehingga dapat dikaji lebih jauh khususnya dalam

memahami proses pembangunan di pedesaan dan proses transformasi masyarakat yang sedang terjadi saat ini dimana status dan peran wanita mengalami perkembangan yang cukup berarti. Selain itu pula dapat diketahui tingkat profitabilitas dan efisiensi pada usaha kerajinan Mendong. Lebih lanjut diharapkan hasil kajian ini dapat digunakan sebagai bahan bagi pengambil kebijakan dalam menentukan arah dan kebijakan pembangunan ekonomi di pedesaan, khususnya dalam pengembangan usaha-usaha kerajinan yang diproklamirkan sebagai komoditas andalan kota. E. Jadwal Kegiatan Rencana kegiatan penelitian dan Seminar ini dijadwdalkan selama 75 (tujuh puluh lima) hari kalender, dimulai tanggal 1 Maret 2003 sampai dengan 14 Mei 2003, dengan jadwal selengkapnya sebagai berikut: Tabel 1. Rencana Jadwal Kegiatan Penelitian Jadwal pelaksanaan No. Uraian Kegiatan Maret April Mei Tanggal Tanggal Tanggal 1. Persiapan (perijinan dll) (Februari) 2. Pengumpulan data sekunder 1-5 Maret 03 3. Survey Penetapan responden 6-10 Maret 03 4. Pengambilan data primer 11-30 Maret 03 5. Pengolahan data: a. Tabulasi data 31/03 s/d 4 April 03 b. Analisis data 5-14 April 03 6. Pembahasan awal 15-19 April 03 7. Penyusunan dan Pembuatan 20 April 03 S/d 9 Mei 03 Laporan 8. Seminar hasil penelitian 13 Mei 2003 Ket F. Metodologi Penelitian Metode dan Lokasi Penelitian Metode penelitian yang akan dilaksanakan adalah metode Survei. Penelitian direncanakaan akan dilaksanakan di Kecamatan X Wilayah Jawa Barat. Lokasi penelitian ini dipilih secara purposive berdasarkan pertimbangan bahwa Kecamatan ini adalah sentra industri kerajinan mendong di Wilayah Jawa Barat. Populasi dan Sampel Populasi penelitian adalah wanita pekerja yang terikat pada lndustri Kerajinan Mendong dan Pengusaha kerajinan Mendong di Kecamatan X Wilayah Jawa Barat. Sampel ditarik secara simple random sampling. Macam dan Sumber data Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang dikumpulkan dari responden wanita pekerja dan pengusaha pada Industri Kerajinan Mendong di Kecamatan X Wilayah Jawa Barat. Pendataan dilakukan dengan bantuan Kuisioner yang telah dipersiapkan sebelumnya dengan jenis pertanyaan disesuaikan dengan data yang diperlukan. Selain wawancara, juga dilaksanakan observasi langsung di lapangan untuk memahami permasalahan secara mendalam. Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dari beragam sumber data meliputi hasil kajian, Dinas/Instansi/Lembaga lain yang relevan dengan materi penelitian ini. 6.4. Analisis Data Teknik analisis data yang akan dilakukan terdiri dari kombinasi berdasarkan keragaman data yang diperoleh baik dari data primer maupun data sekunder yang akan digunakan untuk menjawab identifikasi masalah yang telah disusun sebelumnya.

Analisis deskriptif akan digunakan untuk menjelaskan tentang bagaimana karakteristik, tingkat motivasi, alasan keterlibatan, dan pola alokasi waktu yang dicurahkan oleh wanita pekerja pada aktivitas ekonomi dan aktivitas rumah tangga pada Industri Kerajinan Mendong di Jawa Barat. Sedangkan kontribusi pendapatan wanita pekerja terhadap pendapatan rumah tangganya pada lndustri Kerajinan Mendong di Jawa Barat akan dianalisis tersendiri. Sedangkan menyangkut tingkat profitabilitas dan efisiensi usaha kerajinan Mendong akan dianalisis menggunakan model Policy Analysis Matrix (PAM). 7. Perincian Kebutuhan Dana Tahapan kegiatan ini terbagi menjadi dua bagian yaitu : tahap pertama. adalah melaksanakan kajian/penelitian dengan topik : KONTRIBUSI WANITA DALAM AKTIVITAS EKONOMI DAN AKTIVITAS RUMAH TANGGA (Kasus Tenaga Kerja Wanita Pada lndustri Kerajinan Mendong di Kecamatan X di Wilayah). Tahap kedua, melaksanakan Seminar dan merupakan sosialisasi kepada pihak terkait. Kebutuhan dana seluruhnya berjumlah Rp. 51.960.000.- (Terbilang : Lima Puluh Satu Sembilan Ratus Enam Puluh Ribu Rupiah), dengan perincian sebagai berikut : Tabel. Perincian Kebutuhan Dana Penelitian dan Seminar No. Komponen Biaya Jumlah Biaya (Rp)/Sumber dana Total biaya Proyek USAID UNMP (Rp) I. PELAKSANAAN PENELITIAN A. Jasa Layanan Ahli/Peneliti 2 orang x 3 bulanx Rp 1.000.000,- 6,000,000.00 --- 6,000,000.00 B. Pekerjaan Persiapan 1. Pekerjaan Alat-alat Tulis 500,000.00 500,000.00 1 unit x Rp 500.000,- 2. Sewa Komputer: --- 2,550,000.00 2,550,000.00 3 bulan x Rp 850.000,-/bln 3. Pembuatan dan tes questioner --- 1,500,000.00 1,500,000.00 C. KEGIATAN LAPANGAN DAN ANALISIS DATA 1. Pengumpulan data sekunder 1,500,000.00 --- 1,500,000.00 4 orang x 5 hari x Rp 75.000,- 2. Survey Pendahuluan ut. Penetapan resp. 1,500,000.00 --- 1,500,000.00 4 orang x 5 hari x Rp. 75.000,- 3. Pengumpulan data primer 12,000,000.00 --- 12,000,000.00 8 orang x 20 hari x Rp. 75.000,- 4. Tabulasi data 2,000,000.00 --- 2,000,000.00 4 orang x 5 hari x Rp 100.000,- 5. Analisis data 4,000,000.00 --- 4,000,000.00 4 orang x 10 hari x Rp. 100.000,- 6. Pembahasan materi laporan 1,000,000.00 --- 1,000,000.00 D. PEMBUATAN LAPORAN 1. Studi Pustaka 500,000.00 --- 500,000.00 2. Penyusunan laporan akhir 2,500,000.00 1,000,000.00 3,500,000.00 3. Pengetikan laporan akhir 500,000.00 250,000.00 750,000.00 4. Perbanyakan laporan 5 exp. 300,000.00 200,000.00 500,000.00 Sub Total I 31,800,000.00 6,000,000.00 37,800,000.00

II. SEMINAR HASIL PENELITIAN 1. Persiapan administrasi: Alat tulis, 250,000.00 500,000.00 750,000.00 pencetakan undangan dan sertifikat 2. Pembuatan spanduk: 2 bh x Rp. 100.000,- 200,000.00 --- 200,000.00 3. Ekspos untuk media cetak: Transport + tayang : 2 media x 100.000,- --- 200,000.00 200,000.00 4. Sewa gedung lengkap 1,000,000.00 1,250,000.00 2,250,000.00 5. Dokumentasi: 2 rol (cuci cetak) 100,000.00 --- 100,000.00 6. Seminar kit: a. Foto copy materi 60 x 45 kb x Rp 100,- 270,000.00 --- 270,000.00 b. Map dari anyaman: 60 bh x Rp 10.000,- 600,000.00 --- 600,000.00 c. Jilid (soft cover): 60 x Rp 1.500,- 90,000.00 --- 90,000.00 7. Sewa komputer ut. Administrasi seminar dan perlengkapan lainnya (in-focus, OHP) --- 500,000.00 500,000.00 8. Honor Nara sumber + pemakalah (Peneliti, Lemlit, Proyek USAID) 2 orang dari Jakarta x Rp. 1.000.000,- 2,000,000.00 --- 2,000,000.00 2 orang dr Jbr x Rp.500.000,- 1,000,000.00 --- 1,000,000.00 9. Moderator: 2 orang x Rp. 250.000,- 500,000.00 --- 500,000.00 10. Akomodasi Penyaji dari luar Jbr: a. 2 orang dari Jakarta (Proyek USAID dan Lemlit) 1,000,000.00 --- 1,000,000.00 b. Transport (Penyaji Lokal): 1 x Rp. 250.000,- 500,000.00 --- 500,000.00 c. Wakil dari Pimpinan UNMP 1 orang 200,000.00 --- 200,000.00 11. Konsumsi : a. Snack dll (Coffee break) : 60 x 2 kali x Rp. 7.500,- 900,000.00 --- 900,000.00 b. Makan siang: 60 orang x Rp. 15.000,- 900,000.00 --- 900,000.00 12. Transport peserta: 60 orang x Rp. 20.000,- 1,200,000.00 --- 1,200,000.00 13. Insentif Penyelenggara Seminar: a. Ketua 250,000.00 --- 250,000.00 b. Sekretaris 150,000.00 --- 150,000.00 c. Bendahara 150,000.00 --- 150,000.00 d. Seksi : 6 orang x Rp. 75.000,- 450,000.00 --- 450,000.00 Sub total II 11,710,000.00 2,450,000.00 14,160,000.00 Jumlah Total ( I + II ) 41,510,000.00 8,450,000.00 51,960,000.00