MOJAKOE INVESTASI DAN PASAR MODAL

dokumen-dokumen yang mirip
Mentoring SPA FEB Investasi Pasar Modal. Official. UAS Semester Gasal 2015/2016

MOJAKOE INVESTASI PASAR MODAL UTS INVESTASI PASAR MODAR 2010/2011. Accounting Study Division

Mentoring SPA FEB Investasi Pasar Modal. Official. UTS Semester Gasal 2015/2016

Saham. Bukti kepemilikan Tidak ada waktu jatuh tempo Ada dua macam: Saham biasa Saham preferen

BAB III METODE PENELITIAN. Ketiga perusahaan tersebut adalah PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dengan

BAB I PENDAHULUAN. memperoleh pembiayaan atau dana dengan cara penjualan saham. Pasar modal

BAB II LANDASAN TEORI

1. Berapa pengembalian yang diharapkan dan standar deviasi, berdasarkan data sebagai berikut? % 6% 4%

Return Portofolio. Bahan ajar digunakan sebagai materi penunjang Mata Kuliah: Manajemen Investasi Dikompilasi oleh: Nila Firdausi Nuzula, PhD

TEORI INVESTASI DAN PORTFOLIO MATERI 4.

MOJAKOE MANAJEMEN INVESTASI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Tinjuan Umum Terhadap Objek Studi Gambaran Umum LQ Kriteria Pemilihan Saham LQ45

PENGGUNAAN PENDEKATAN CAPITAL ASSET PRICING MODEL DAN METODE VARIANCE-COVARIANCE DALAM PROSES MANAJEMEN PORTOFOLIO SAHAM

ANDRI HELMI M, SE., MM ANALISIS INVESTASI DAN PORTOFOLIO ANALISIS PERUSAHAAN

BAB I PENDAHULUAN. datang. (Tandelilin, 2010:2). Investasi merupakan Penundaan konsumsi sekarang

BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. dekade 1950-an yang disebut dengan Teori Portofolio Markowitz. Teori ini

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan pasar modal di Indonesia makin menunjukkan perkembangan

I. PENDAHULUAN. panjang seperti saham, obligasi, reksadana, instrumen derivatif dan instrumen

Analisis Fundamental untuk menentukan nilai intrinsik saham sebagai dasar pengambilan keputusan investasi saham pada PT. Kimia Farma, Tbk.

PAYBACK PERIOD (Periode Pengembalian)

BAB II URAIAN TEORITIS. Parwati (2005) melakukan penelitian yang berjudul: Faktor-Faktor yang

A. Expected Return. 1. Perhitungan expected return investasi tahunan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PORTOFOLIO MODEL MARKOWITZ SEBAGAI PERTIMBANGAN INVESTASI PERUSAHAAN TELEKOMUNIKASI DI BURSA EFEK INDONESIA

MOJAKOE INVESTASI DAN PASAR MODAL

MATERI 10 ANALISIS PERUSAHAAN

CAKUPAN PEMBAHASAN 1/23

MATERI 10 ANALISIS PERUSAHAAN. Prof. DR. DEDEN MULYANA, SE., M.Si. CAKUPAN PEMBAHASAN

MATERI 2 PENGERTIAN DAN INSTRUMEN PASAR MODAL. Prof. DR. DEDEN MULYANA, SE., M.Si.

PENGARUH CURRENT RATIO

PENGERTIAN DAN INSTRUMEN PASAR MODAL

BAB II LANDASAN TEORI

ANALISA UNTUK INVESTOR

MATERI 10 ANALISIS PERUSAHAAN. Prof. DR. DEDEN MULYANA, SE., M.Si.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Investasi. cukup, pengalaman, serta naluri bisnis untuk menganalisis efek-efek mana yang

SKRIPSI. Disusun oleh :

Model-model Keseimbangan

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Kegiatan investasi pada umumnya dilakukan untuk memperoleh

BAB IV METODE PENELITIAN

Bab I PENDAHULUAN. Pasar modal merupakan salah satu komponen pembiayaan struktur modal

Bab I PENDAHULUAN. ekspansi dengan lingkup ekonomi global seiring perkembangan ekonomi dunia.

a. Hanya III b. I, III dan IV c. I dan III d. II dan III

PENILAIAN SURAT BERHARGA

THE COST OF CAPITAL 1. AN OVERVIEW OF THE COST OF CAPITAL

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. bab sebelumnya, maka peneliti mengambil kesimpulan sebagai berikut :

ANALISIS FUNDAMENTAL UNTUK INVESTASI SAHAM

III. METODOLOGI PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dalam portofolio sering disebut dengan return. Return merupakan hasil yang

Dua model keseimbangan:

MATERI 5 PEMILIHAN PORTFOLIO. Prof. DR. DEDEN MULYANA, SE., M.Si.

BAB I PENDAHULUAN. memperoleh rasa aman melalui tindakan berjaga-jaga dengan mencadangkan. yang mungkin akan timbul karena adanya ketidakpastian.

BAB 1 PENDAHULUAN. dana. Menurut Fahmi dan Hadi (2009:41), pasar modal (capital market) adalah

PORTFOLIO EFISIEN & OPTIMAL

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Saham juga berarti sebagai tanda penyertaan atau pemilikan seorang

BAB II LANDASAN TEORI. tertentu untuk mencapai suatu tingkat pengembalian (rate of return) yang. dan dampaknya terhadap harga surat berharga tersebut.

BAB IV PEMBAHASAN. Sebelum melangkah dalam penghitungan nilai instrinsik melalui pendekatan

CAKUPAN PEMBAHASAN MATERI 6 MODEL-MODEL KESEIMBANGAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. optimal pada saham yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII). Jumlah keseluruhan

PENGERTIAN DAN INSTRUMEN PASAR MODAL ANALISIS PORTOFOLIO DAN INVESTASI ANDRI HELMI M, SE., MM.

PENILAIAN SAHAM DAN STRATEGI PORTFOLIO SAHAM. Andri Helmi M, SE., MM Manajemen Investasi dan Portofolio

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Definisi Indeks LQ Kriteria Indeks LQ45

ANALISA LAPORAN KEUANGAN ERDIKHA ELIT

BAB IV METODE PENELITIAN

NILAI INTRINSIK DAN NILAI PASAR

BAB I PENDAHULUAN. biasanya mereka akan mendasarkan keputusannya pada beberapa informasi yang

MATERI 6 MODEL-MODEL KESEIMBANGAN

Penilaian Nilai Intrinsik Saham (Valuation)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Analisis Portofolio Optimal Menggunakan Model Indeks Tunggal

ANALISIS FUNDAMENTAL SAHAM DENGAN PENDEKATAN PRICE EARNING RATIO (PER) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (Skripsi)

RETURN YANG DIHARAPKAN DAN RISIKO

BAB I PENDAHULUAN. tersebut. Pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai instrumen

RETURN DAN RESIKO AKTIVA TUNGGAL

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu fungsi utama pasar modal adalah sebagai sarana untuk

MODEL MARKOWITZ UNTUK MENENTUKAN PORTOFOLIO EFISIEN PADA PERUSAHAAN TELEKOMUNIKASI DI BEI

BAB II TIMJAUAN PUSTAKA

BAB 2 LANDASAN TEORI. Setiap individu atau badan mempunyai keinginan agar harta yang dimilikinya dapat terus

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan yang membutuhkan dana. Transaksi yang dilakukan dapat dengan

BAB I PENDAHULUAN. dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan yang memerlukan dana dalam jumlah

BAB IV METODE PENELITIAN

PENILAIAN SAHAM DAN STRATEGI PORTFOLIO SAHAM

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang umumnya memiliki umur lebih dari satu tahun. Bentuk instrumen di pasar

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Globalisasi yang terjadi saat ini memberikan dampak yang signifikan bagi

ANALISIS PERBEDAAN VOLUME PERDAGANGAN SAHAM-SAHAM YANG OPTIMAL PADA JAKARTA ISLAMIC INDEX (JII) DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)

BAB II KAJIAN PUSTAKA. harapan untuk memperoleh keuntungan di masa mendatang. Menginvestasikan

BAB I PENDAHULUAN. investor/pemilik modal. Media yang digunakan perusahaan dalam menjual

AKTIVA TUNGGAL. Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Tunas Pembangunan Surakarta.

PENGGUNAAN SIMULASI MONTE CARLO UNTUK PENGUKURAN VALUE AT RISK

BAB I PENDAHULUAN. (subprime mortgage crisis) telah menimbulkan dampak yang signifikan secara

Transkripsi:

MOJAKOE INVESTASI DAN PASAR MODAL Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEUI. Download MOJAKOE dan SPA Mentoring di : http://spa-feui.com

Ujian Tengah Semester Gasal 2013/2014 Investasi dan Pasar Modal (ACCT 19119) 22 Oktober 2013 Soal 1 (Bobot 25%) a. Jelaskan kelebihan dan kelemahan Exchange-Traded Fund (ETF). Apa bedanya ETF ini dengan reksa dana (mutual fund)? Berikan contoh ETF di bursa kita. b. Jelaskan pemahaman Anda berikut contoh-contoh nyata yang Anda ketahui mengenai discount securities, order-driven market vs dealer-driven market, price-weighted index vs value-weighted index. Tukul Reynaldi membeli saham BBRI pada harga Rp8.400 per saham sebanyak 1.000 lot dengan marjin awal 50%. c. Jika biaya transaksi diabaikan dan margin call 30%, hitunglah harga marjin call. d. Berapa rasio utang dan jumlah uang yang harus disetor jika harga BBRI turun menjadi Rp5.900? e. Susunlah neraca portofolio Tukul sebelum dan sesudah setoran dana. Soal 2 (Bobot 25%) Data harga penutupan akhir tahun saham HANA adalah sbb. Tahun Harga Penutupan (Rp) 20X0 4.050 20X1 4.825 20X2 4.950 20X3 4.325 20X4 5.500 20X5 5.250 Annual required rate of return yang relevan adalah 6,00%. A. Jika Anda berniat untuk membeli saham HANA pada akhir tahun 20X5, berdasarkan informasi di atas, apakah annual return yang diberikan saham HANA selama ini memadai sehingga Anda bersedia membeli saham tersebut? Jelaskan dengan singkat.

B. Jika Anda telah memiliki saham HANA sejak akhir tahun 20X0, berdasarkan informasi di atas, apakah Anda akan tetap mempertahankan kepemilikan pada saham HANA tersebut? Jelaskan dengan singkat. C. Jika pada tahun 20X6, return saham HANA tergantung pada kondisi perekonomian dan terdapat tiga kemungkinan kondisi ekonomi, hitung return dan risiko berinvestasi pada saham HANA untuk tahun 20X6 menggunakan data berikut. Kondisi Ekonomi Probabilita Return Resesi 0,20 8,00% Normal 0,50 12,00% Ekspansi 0,30 16,00% Keterangan: Bulatkan jawaban Anda minimal hingga empat angka di belakang koma. Soal 3 (Bobot 25%) Jujur ingin menginvestasikan uangnya sebesar Rp 25.000.000 ke saham-saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pilihan sangat banyak, Jujur bingung memutuskan saham mana yang akan dibelinya. Berikut adalah informasi return dan resiko dari saham-saham yang ditawarkan: Mean Standard deviasi PT A 20% 28% PT B 18% 26% PT C 16% 24% PT D 14% 22% PT E 12% 25%

Koefisien korelasi saham-saham tersebut adalah sebagai berikut: PT A PT B PT C PT D PT E PT A 1.0 0,3 0,4 0,5 0,6 PT B 0,3 1.0 0,4 0,5 0,6 PT C 0,4 0,4 1.0 0,5 0,6 PT D 0,5 0,5 0,5 1.0 0,6 PT E 0,6 0,6 0,6 0,6 1.0 Beberapa pilihan portfolio untuk investasi Jujur adalah sebagai berikut: Portfolio 1 : 50% investasi ke saham PT A dan 50% investasi ke saham PT B Portfolio 2 : 30% investasi ke saham PT A dan 70% investasi ke saham PT E Portfolio 3 : 60% investasi ke saham PT C dan 40% investasi ke saham PT D Portfolio 4 : 40% investasi ke saham PT A dan 60% investasi ke saham PT D Portfolio 5 : 75% investasi ke saham PT B dan 25% investasi ke saham PT D Pertanyaan: 1. Tentukan expected return dan standard deviasi untuk setiap pilihan portfolio yang ada? 2. Pilihan portfolio mana yang tidak terletak pada efficient frontier seperti yang dijelaskan oleh Markowitz? Jelaskan. 3. Apa yang anda ketahui tentang diversifikasi? Tunjukkan apakah ada diversifikasi? 4. Portfolio mana yang Anda sarankan untuk dibeli? Soal 4 (Bobot 25%) Sebagai seorang analisis investasi, Anda diminta untuk melakukan analisis atas lima saham di bawah ini. Terlampir pula informasi mengenai beta dan ekspektasi hasil investasi (expected return) investor atas masing-masing saham. Saham Beta Expected PT Abadi 0,8 Return 11,00% PT Ceria 1,1 9,00%

PT Enggal 0,6 8,75% PT Sejati 1,3 11,00% PT Waspada 1,0 12,00% Anda juga mendapatkan informasi pasar sebagai berikut: Expected market return 10% Standard Deviation 20% Risk-free Securities Return 8% Dari kelima pilihan saham di atas, manakah saham yang paling Anda rekomendasikan untuk dibeli? Metode apa yang Anda gunakan dan Jelaskan alasannya Soal 5 (Bobot 25%) (1) PT Harum Energy Tbk (HRUM) s stock is currently selling for Rp4.200,- and paying a dividend of Rp300,-. If Mr. Hakim, an investor, expects dividends to double in 8 years, what is the required rate of return for Mr. Hakim? (2) Board Of Directors PT Alam Sutra Realty Tbk (ASRI) expect to pay a dividend of Rp200,- (annual) a year from today. It is estimated that during the next four years (i.e. years 2 through 5), the dividend will grow at an annual rate of 16 percent. After that, the growth rate (g 2 ) will be equal to 12 percent per year and continue at that rate indefinitely. Calculate the present value of ASRI s stock if the required rate of return is 15 percent and given the data below. Year PVIF,15%,n 1 0.869565 2 0.756144 3 0.657516

4 0.571753 5 0.497177 (3) PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) sells at Rp4.000,- per share, and its latest 12 month earnings were Rp800,- per share, of which Rp320,- per share were paid as dividends. (a) What is CPIN's current P/E ratio? (b) If CPIN's earnings are expected to grow by 9 percent per year, what is the projected price for next year assuming that the P/E ratio remains constant? (c) If you had a required rate of return of 15 percent, expected the dividend payout ratio to remain constant, and dividends to grow at a rate of 9 percent, would you buy this stock? Explain your answer.

JAWABAN SOAL 1 a. Kelebihan Exchange-Traded Fund : - Full Diversification -> Perusahaan ETF membeli berbagai saham - Liquidity -> Mudah diperjualbelikan - Transparancy -> Nilai saham ETF dapat dimonitor terus menerus - Minimum investasi kecil - Harga transaksi lebih rendah - Biaya pajak lebih efisien Kelemahan Exchange-Traded Fund : - komposisi saham ETF tidak dapat diubah - ubah - Selisih harga bid-ask besar - No Dividend Yield Perbedaan Exchange-Traded Fund dan Reksa Dana ETF Reksa Dana Perdagangan Diperdagangkan di bursa efek Melalui Manajer Investasi selama jam bursa Minimun Investasi Tidak ada Bervariasi Harga Mengikuti tren kenaikan / penurunan indeks Ditentukan nilai asset bersih Reksa Dana Pengumuman Harga Ditampilkan secara berkesinambungan oleh bursa Diumumkan oleh manajer investasi berdasarkan perhitungan nilai asset bersih Market Making Ada Tidak Ada Efek Derivatif Beberapa ETF memiliki option Tidak Ada Contoh : - Bond Index Based -> Bahana Investment Project - LQ 45 Index Based -> Indo Premier b. - Discount Securities adalah sekuritas yang dijual dibawah face value-nya. Investor dapat mendapatkan keuntungan dari menjual sekuritas tersebut di kemudian hari dengan harga yang lebih tinggi atau dari penerimaan arus kas yang melebihi harga pembeliannya. Contoh : Obligasi PT XYZ Rp 1,000,000,000 dijual pada harga Rp 898,587,651 - Order-Driven Market adalah pasar finansial dimana harga bid-ask ditampilkan beserta dengan volume yang ingin dijual atau dibeli. Keuntungan terbesar market ini adalah transparansi dimana setiap investor dapat mengakses informasi mengenai harga maupun volume sekuritas pada pasar. Kelemahannya adalah tidak ada jaminan bahwa suatu order sekuritas dapat tereksekusi karena harus menunggu harga bid-ask bertemu. - Dealer-Driven Market atau quote-driven market adalah pasar finansial yang hanya menampilkan harga bid-ask dari market makers, dealers, atau spesialis walaupun harga bidask ini pun juga mengikuti permintaan dan penawaran pada pasar. Order investor tidak akan terlihat di pasar namun market maker akan mencatatnya dan mencari order yang cocok.

Keuntungan dari pasar ini adalah likuiditasnya karena market maker bertanggung jawab dalam mengeksekusi suatu order. Kelemahannya adalah tidak adanya transparansi. - Price-Weighted Index adalah index saham yang berubah secara proporsional dengan perubahan harga saham saham di dalamnya. - Value-Weighted Index adalah index saham yang individual komponennya dibobotkan sesuai dengan total kapitalisasi pasar sehingga tidak seperti price-weighted index perubahan harga suatu saham memengaruhi index hanya sebatas persentase kapitalisasi saham tersebut dalam pasar. c. Initial Margin = 50% Initial Margin = Amount Investor Puts Up Value of Transaction 50% = Amount Investor Puts Up 8.400 X 100 X 500 *1 Lot = 500 lembar Saham Amount Investor Puts Up = Rp. 4,200,000,000 X 50% Mulai 6 Januari 2014 1 Lot = 100 lembar Saham Amount Investor Puts Up = Rp. 2,100,000,000 Amount Borrowed = Value of Transaction Amount Investor Puts Up Amount Borrowed = Rp. 4,200,000,000 Rp. 2,100,000,000 = Rp. 2,100,000,000 Margin Call Price = Amount Borrowed Number of Shares ( 1 Maintenance Margin Percentage ) Margin Call Price = Rp. 2,100,000,000 50,000 ( 1 30% ) Margin Call Price = 60,000 d. Current Value of Securities = Current Price x Number of Shares Current Value of Securities = Rp. 5,900 x 50,000 Current Value of Securities = Rp. 2,950,000,000

Debt Ratio = Debt Ratio = Amount Borrowed Current Value of Securities Rp. 2,100,000,000 Rp. 2,950,000,000 Debt Ratio = 71.18% Investment = Current Value of Securities Amount Borrowed Investment = Rp. 2,950,000,000 Rp. 2,100,000,000 Investment = Rp. 850,000,000 Maintenance Margin = 30% x Rp. 2,950,000,000 = Rp. 885,000,000 Amount Investor Needs to Put Up = Rp. 885,000,000 Rp. 850,000,000 = Rp. 35,000,000 e. Sebelum Setoran Dana Setelah Setoran Dana SOAL 2 a. Required Rate of Return = 6.00 % Annual Return = P n P n 1 P n 1 Tahun Closing Price Annual Return 20X0 4,050 20X1 4,825 19.14%

20X2 4,950 2.59% 20X3 4,325-12.63% 20X4 5,500 27.17% 20X5 5,250-4.55% 4,825 4,050 Return 20X1 = 4,050 = 19.14% 4,950 4,825 Return 20X2 = 4,825 = 2.59% 4,325 4,950 Return 20X3 = 4,950 = 12.63% 5,500 4,325 Return 20X4 = 4,325 = 27.17% 5,250 5,500 Return 20X5 = 5,500 = 4.55%

Karena kita ingin menentukan apakah kita akan membeli saham HANA maka lebih baik menggunakan arithmetic mean yang baik untuk memperkirakan expected return untuk periode selanjutnya. 19.14% + 2.59% 12.63% + 27.17% 4.55% Average Return = 5 Average Return = 6.34% Karena Annual Return yang dihasilkan oleh saham HANA (6.34%) lebih besar dari required annual return (6.00%), maka saya akan berminat membeli saham HANA b. Geometric Mean menggunakan konsep backward-looking untuk mengukur compound rate of return dalam suatu waktu. Average Return = [(1 + TR 20X1 )(1 + TR 20X2 )(1 + TR 20X3 )(1 + TR 20X4 )(1 + TR 20X5 )] 1/5 1 c. Average Return = [(1.1914)(1.0259)(0.8737)(1.2717)(0.9545)] 1/5 1 Average Return = [1.29624] 1/5 1 Average Return = 0.05326 Average Return = 5.33% Karena Annual Return yang dihasilkan oleh saham HANA (5.33%) lebih rendah dari required annual return (6.00%), maka saya akan memilih untuk tidak mempertahankan saham HANA Kondisi Ekonomi Probabilita Return (R E(R)) (R E(R)) 2 μ(r E(R)) 2 Resesi 0.2 8% 0.016-0.044 0.001936 0.0003872 Normal 0.5 12% 0.06-0.004 0.000016 0.000008 Ekspansi 0.3 16% 0.048 0.036 0.001296 0.0003888 1 E(R)= 0.124 0.000784 Return = 0.124 = 12.4% Risk = μ(r E(R)) 2 Risk = 0.000784 Risk = 2, 8% A. SOAL 3 Portfolio Expected Return = E(R)P = w i. E(R i )

IPM UTS 2014 Portfolio Risk = Standard Deviation = σp 2 = w i 2 σ i 2 + w i w j ρ ij σ i σ j Portfolio 1 W A = 50% W B = 50% E(R)P 1 = ( 50% x 0.2 ) + ( 50% x 0.18 ) E(R)P 1 = 19% σp 1 2 = (w A 2 σ A 2 + w B 2 σ B2 ) + (2 w A w B ρ AB σ A σ B ) σp 2 1 = (50% 2. 28% 2 + 50% 2. 26% 2 ) + (2.50%. 50%. 0,3.28%. 26%) Portfolio Risk = 0.21776 = 21.78% Portfolio 2 W A = 30% W E = 70% E(R)P 2 = ( 30% x 0.2 ) + ( 70% x 0.12 ) E(R)P 1 = 14.4% σp 2 2 = (w A 2 σ A 2 + w E 2 σ E2 ) + (2 w A w E ρ AE σ A σ E ) σp 2 2 = (30% 2. 28% 2 + 70% 2. 25% 2 ) + (2.30%. 70%. 0,6.28%. 25%) Portfolio Risk = 0.2352 = 23.52% Portfolio 3 W c = 60% W D = 40% E(R)P 3 = ( 60% x 0.16 ) + ( 40% x 0.14 ) E(R)P 1 = 15.2% σp 3 2 = (w C 2 σ C 2 + w D 2 σ D2 ) + (2 w C w D ρ CD σ C σ D ) σp 3 2 = (60% 2. 24% 2 + 40% 2. 22% 2 ) + (2.60%. 40%. 0,5.24%. 22%) Portfolio Risk = 0.20286 = 20.29% Portfolio 4 W A = 40% W D = 60% spa-feui.com

IPM UTS 2014 E(R)P 4 = ( 40% x 0.20 ) + ( 60% x 0.14 ) E(R)P 1 = 16.4% σp 4 2 = (w A 2 σ A 2 + w D 2 σ D2 ) + (2 w A w D ρ AD σ A σ D ) σp 4 2 = (40% 2. 28% 2 + 60% 2. 22% 2 ) + (2.40%. 60%. 0,5.28%. 22%) Portfolio Risk = 0.2115 = 21.15% Portfolio 5 W B = 75% W D = 25% E(R)P 5 = ( 75% x 0.18 ) + ( 25% x 0.14 ) E(R)P 1 = 17% σp 5 2 = (w B 2 σ B 2 + w D 2 σ D2 ) + (2 w B w D ρ BD σ B σ D ) σp 5 2 = (75% 2. 26% 2 + 25% 2. 22% 2 ) + (2.75%. 25%. 0,5.26%. 22%) Portfolio Risk = 0.2275 = 22.75% Portfolio Return Portfolio Standard Deviation Portfolio 1 19% 21.78% Portfolio 2 14.4% 23.52% Portfolio 3 15.2% 20.29% Portfolio 4 16.4% 21.15% Portfolio 5 17% 22.75% 2. Portfolio 3 akan menjadi acuan karena memiliki standar deviasi terendah (minimum variance portfolio). spa-feui.com

IPM UTS 2014 Yang berada pada efficient frontier Markowitz tidak hanya yang berada pada garis efficient frontier namun juga yang berada di atas garis minimum variance portfolio. Sehingga, yang tidak terdapat pada efficient frontier menurut Markowitz adalah portofolio 2 3. Diversifikasi adalah upaya untuk berinvestasi di kelas asset yang berbeda dan dalam banyak emiten sekuritas untuk mengurangi resiko dan untuk menghindari penurunan kinerja portofolio dari kinerja buruk dari satu industri, negara atau lainnya. Telah terdapat diversifikasi pada alternatif portfolio ditandai dengan saham yang memiliki resiko yang berbeda beda. Namun diversifikasi belum ideal karena hanya terdiri dari 2 saham. 4. Portfolio 2 sebaiknya dihindari karena berada diluar efficient frontier. Selain itu saya merekomendasikan untuk membeli saham portfolio 1 karena memiliki expected return yang paling tinggi dengant tingkat resiko menengah. SOAL 4 k i = RF + β i [E(R M ) RF] RF = Risk Free Rate = 8% E(R M ) = Expected Market Return = 10% Β i = beta Required Rate of Return PT Abadi k Abadi = 0.08 + 0.8[0.1 0.08] k Abadi = 0.08 + 0.8[0.1 0.08] k Abadi = 0.096 = 9.6% Expected return 11% > 9.6% -> Undervalued, Buy Required Rate of Return PT Ceria k Ceria = 0.08 + 1.1[0.1 0.08] k Ceria = 0.08 + 1.1[0.1 0.08] k Ceria = 0.102 = 10.2% Expected return 9% < 10.2% -> Overvalued, Sell Required Rate of Return PT Enggal k Enggal = 0.08 + 0.6[0.1 0.08] k Enggal = 0.08 + 0.6[0.1 0.08] k Enggal = 0.092 = 9.2% Expected return 8.75% < 9.2% -> Overvalued, Sell Required Rate of Return PT Sejati k Sejati = 0.08 + 1.3[0.1 0.08] spa-feui.com

IPM UTS 2014 k Sejati = 0.08 + 1.3[0.1 0.08] k Sejati = 0.106 = 10.6% Expected return 11% > 10.6% -> Undervalued, Buy Required Rate of Return PT Waspada k Waspada = 0.08 + 1.0[0.1 0.08] k Waspada = 0.08 + 1.0[0.1 0.08] k Waspada = 0.1 = 10% Expected return 12% > 10% -> Undervalued, Buy Saya akan memilih saham PT Waspada yang undervalued dan memiliki selisih antara expected return dan required rate of return yang paling besar. Soal 5 (1) Rule of 72. (2) Years = 8 number of years investment to double = annual rate of return = 72 8 annual rate of return = 9% 72 annual rate of return Dividend PVIF V 0 D1 200 0.869565 173.913 D2 232 0.756144 175.4254 D3 269.12 0.657516 176.9507 D4 312.18 0.571753 178.4894 D5 362.13 0.497177 180.0416 884.8202 D 2 =D 1 x (1+g) spa-feui.com

IPM UTS 2014 D 3 =D 2 x (1+g) D 4 =D 3 x (1+g) D 5 =D 4 x (1+g) D 6 = 362.13 X 1.12 = 405.58 Harga ASRI = 6,721.5 + 884.82 = 7,606.32 V 0 = D 6 k g. 1 (1 + k) 5 V 0 = 405.58 0.15 0.12. 1 (1 + 0.15) 5 V 0 = 405.58 0.15 0.12. 1 (1 + 0.15) 5 V 0 = 6,721.5 (3.) (a) CPIN Current P/E Ratio = Current Market Price of Stock / Latest 12-month Earnings CPIN Current P/E Ratio = 4,000 / 800 = 5 (b) Earning Growth = 9% Current P/E Ratio = Next Year P/E Ratio 5 = P 800(1 + 9%) 5 = P 872 P = 4, 360 (c) D E P E = k g 0.4 P E = 0.15 0.09 P E = 6.67 Angka 6.67 menandakan bahwa investor bersedia membayar Rp 6.67 untuk setiap Rp 1 pendapatan perusahaan. Hal ini menunjukan optimisme investor dalam melihat prospek perusahaan. P/E Ratio yang tinggi membuat saham perusahaan lebih mahal namun juga menandakan prospek perusahaan yang baik sehingga saya akan membelinya. spa-feui.com