Pendidikan Biologi Volume 4, Nomor 3 September 2012 Halaman 73-80

dokumen-dokumen yang mirip
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR RASIONAL SISWA KELAS VIII-F SMP NEGERI 5 SURAKARTA TAHUN AJARAN

PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN PARTISIPASI SISWA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI MELALUI PENERAPAN INKUIRI TERBIMBING DI KELAS X

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY

Pendidikan Biologi Volume 4, Nomor 1 Januari 2012 Halaman

PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY

PENERAPAN ACTIVE LEARNING DENGAN SILENT DEMONSTRATION UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS VIII D SMP NEGERI 14 SURAKARTA

Peningkatan Motivasi Belajar dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Materi Ekosistem Melalui Penerapan Model Inkuiri Terbimbing

LINDA ROSETA RISTIYANI K

Sherli Malinda, Nyoman Rohadi dan Rosane Medriati

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS MELALUI MODEL PREDICT, OBSERVE, EXPLAIN (POE)

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARANACTIVE KNOWLEDGE SHARINGUNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BERTANYA BIOLOGISISWA KELAS XI IPA 1 SMA NEGERI 1 NGEMPLAKTAHUN

Skripsi. Oleh: Dwi Listiawan X

Pendidikan Biologi Volume 3, Nomor 3 September 2011 Halaman 72-78

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DALAM PEMBELAJARAN SAINS MELALUI METODE BERMAIN ANAK KELOMPOK B1 TK AISYIYAH PUNGGAWAN TAHUN 2016/2017

BIOEDUKASI Jurnal Pendidikan Biologi e ISSN Universitas Muhammadiyah Metro p ISSN

Rosyidatul Nur Laily Universitas Muhammadiyah Jember, Jl. Karimata No

PENERAPAN MODEL PBL MELALUI METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA PADA SUHU DAN KALOR KELAS X-5 SMAN GONDANGREJO

Amelia dan Syahmani. Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Melalui Pendekatan Scientific 32

: RANI PURWATI K

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VII-C SMP NEGERI 3 LINGSAR PADA MATERI SEGIEMPAT MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING

PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN ILMIAH MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN MANUSIA

PENERAPAN MODEL GROUP INVESTIGASI DENGAN MEDIA FILM

Akbar et al., Peningkatan Minat dan Hasil Belajar...

BIOLOGY EDUCATION FACULTY OF TEACHER TRAINING AND EDUCATION UNIVERSITY OF RIAU

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MERUMUSKAN DAN MENGUJI HIPOTESIS MELALUI PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DENGAN METODE PRAKTIKUM

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI METODE INKUIRI TERBIMBING DI KELAS V SD NEGERI TERBAHSARI ARTIKEL SKRIPSI

PENINGKATAN KETERAMPILAN BERCERITA MELALUI PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN PAIRED STORYTELLING

PENERAPAN METODE INKUIRI DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi (ISSN ) Volume 1 No 4, Oktober 2015

PENERAPAN GUIDED INQUIRY

PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING

Murniati 1,sainab 2. Kata Kunci : Hasil Belajar Kognitif, IPA Terpadu, Model Pembelajaran Aktif, dan Quiz Team

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A

Meningkatkan Aktivitas, Respon, dan Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Kewirausahaan Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw

PENERAPAN PROBLEM SOLVING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VII SMP N 1 BANGUNTAPAN

BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI PENDEKATAN GUIDED DISCOVERY LEARNING SISWA KELAS XE SMA NEGERI1 TANJUNGSARI, GUNUNG KIDUL TAHUN AJARAN 2012/2013

ARTIKEL SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan dalam Menyelesaikan Program Sarjana (S1) Pendidikan Matematika. Oleh

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION

PENERAPAN PROJECT BASED LEARNING

Diajukan Oleh: ARISKA DEVIE PRADISTA A

PENGGUNAAN MEDIA BENDA MANIPULATIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI PENJUMLAHAN BILANGAN PECAHAN

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INDUCTIVE THINKING BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN BIOLOGI SISWA KELAS X

UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA CERITA MELALUI MEDIA ANIMASI BAGI SISWA KELAS VI SDLB C SWADAYA SEMARANG TAHUN 2013

Oleh. I Putu Budhi Sentosa, NIM

PENERAPAN METODE PEMECAHAN MASALAH DENGAN PENDEKATAN RECIPROCAL TEACHING

SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Program Strata Satu (S-1)

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY

Keywords: guided inquiry, science

PENGGUNAAN STRATEGI INKUIRI DALAM PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII A DI SMPN I GENENG NGAWI TAHUN AJARAN

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN MENGGUNAKAN METODE INKUIRI DI KELAS VI SD NEGERI 30 SUNGAI NANAM KABUPATEN SOLOK

UNION: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 1, Maret 2014

Dewi Mayangsari dkk, Penerapan Metode Eksperimen Untuk Meningkatkan Aktivitas...

Machthumah et al., Penerapan Metode Inkuiri Terbimbing...

Keywords: cooperative learning, Two Stay Two Stray, learning outcomes.

Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jember Abstract

PENERAPAN METODE INKUIRI DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING

PENERAPAN OUTDOOR LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG ANAK KELOMPOK B1 TK AISYIYAH NUSUKAN I SURAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING

PENERAPAN MODEL GUIDED INQUIRY DENGAN SUMBER BELAJAR LINGKUNGAN DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SDN 1 SIKAYU TAHUN 2015/2016

UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KOGNITIF SISWA KELAS X SMAN 1 NGEMPLAK DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK

PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DI KELAS VII.B SMP NEGERI 10 KOTA BENGKULU

PENERAPAN PENDEKATAN JOYFUL LEARNING

PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN DI KELAS V SDN 21 PONTIANAK UTARA ARTIKEL PENELITIAN

PEGGUNAAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS III SD NEGERI TANJUNGREJO TAHUN AJARAN 2012/2013

PENERAPAN KURIKULUM 2013 PADA PEMBELAJARAN TEMATIK SAINTIFIK DENGAN MEDIA LINGKUNGAN SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA

SKRIPSI. Oleh : GIRI WIARTO K FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA Juni 2013.

PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERORIENTASI DALIL AL- QUR AN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI

UNION: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 2, Juni 2014

Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jember Abstract

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 PURBOLINGGO TAHUN PELAJARAN 2013/2014

PENGGUNAAN MEDIA BENDA KONKRET UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA ANAK TUNAGRAHITA PADA POKOK BAHASAN PERKALIAN

Ummu Muslihah, Trustho Raharjo, Dwi Teguh Raharjo

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION

XI MIA 2 SMA NEGERI 2 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN

Yuanis et al., Penerapan Model Quantum Learning...

Teams Achievement Division (STAD) pada mata pelajaran Matematika materi

PENERAPAN DISCOVERY LEARNING DIPADU READING ASSIGNMENT UNTUK MENINGKATKAN SCIENTIFIC WRITING SKILLS SISWA KELAS X MIA 4 SMA MUHAMMADIYAH 1 KARANGANYAR

Skripsi. Oleh: Puput Dwi Maret Tanti K

PENERAPAN PENDEKATAN SAVI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI JOHO 02 SUKOHARJO TAHUN 2015/2016

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SERVIS BAWAH

Rahayu 6, Chumi Z F 7, Ika L R 8

UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN ANALISIS SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATON

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A

PENERAPAN MODEL LEARNING CYCLE 7E UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN IPA TENTANG GAYA PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 2 SIDOHARUM TAHUN AJARAN 2016/2017

JURNAL SKRIPSI PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI DIPADUKAN MEDIA AUDIO VISUAL

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP GAYA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY (TSTS)

ilmiah serta rasa mencintai dan menghargai kebesaran Tuhan yang Maha Esa perlu ditanamkan kepada siswa. Hal tersebut dapat tercapai salah

Peningkatkan Sikap Ilmiah Siswa Melalui Penerapan Model Discovery Learning

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA MENGGUNAKAN MODEL INKUIRI DI SMP

SKRIPSII. Oleh : K

PENGOPERASIAN KAMERA DSLR DENGAN MODEL PEMBELAJARAN DIRECT INSTRUCTION

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING

PENERAPAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS II SDN SIDOTOPO WETAN I SURABAYA

Keywords: Process and Learning Outcomes, Learning Resources Environment, Scientific Approach

PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TIME TOKEN

Transkripsi:

Pendidikan Biologi Volume 4, Nomor 3 September 2012 Halaman 73-80 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR RASIONAL SISWA KELAS VIII-F SMP NEGERI 5 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2011/2012 IMPLEMENTATION OF GUIDED INQUIRY LEARNING MODEL TO INCREASE RATIONAL THINKING ABILITY OF VIII-F CLASS STUDENTS OF SMP 5 SURAKARTA YEARS 2011/2012 Eko budiono 1), Sri Dwiastuti 2), Riezky Maya Probosari 3) 1) Pendidikan Biologi FKIP UNS, Email: ekobudiono@ymail.com 2) Pendidikan Biologi FKIP UNS, Email: sridwiastuti@yahoo.com 3) Pendidikan Biologi FKIP UNS, Email: riezwan@gmail.com ABSTRACT Purpose of the researched is to improve the ability to rational thinkingh of through application of Guided Inquiry Strategies on all cognitive dimensions of VII F I Class Students SMP 5 Surakarta years 2011/2012. The research is an action research study Classroom what is done in several cycles. Each cycle consists of four stages: planning, action, observation and reflection. The research subjects are VIII-F Class Students SMP 5 Surakarta years 2011/2012. The data obtained by observation of written test. Techniques of data analysis using descriptive analysis technique. Validating data using triangulation research method. The research was motivated by the observation of the observations made on the VII-F class student of SMP 5 Surakarta. The results showed that the average achievement scores of rational thinking ability to process information on aspects on the 1st cycle by 56.15%, 69.73% in 2nd, and 70.68% in 3 rd. Aspects of solving problems on 1st cycle by 38.22%, 67.83% in the second, 67.71%in 3 rd. Aspects of a decision on the 1 st cycle by 56.87%, 63.51% the second and 71% on 3 rd.. The increase that occurs in every cycle showed that Guided Inquiry Learning model can improve the ability of rational thinking. Keywords: Guided Inquiry Learning Model, Rational Thinking, Cognitive Dimensions. PENDAHULUAN Pembelajaran merupakan proses meningkatkan kemampuan mengolah informasi dari suatu masalah, memecahkan masalah dan menarik kesimpulan dari suatu masalah merupakan suatu hal yang penting dalam hal meningkatkan dimensi kognitif pada siswa. Kegiatan pembelajaran saat ini kemampuan mengolah informasi dari suatu masalah, memecahkan masalah

74 Pendidikan Biologi Vol. 4, No. 3, hal 73-80 dan mengambil keputusan dari suatu masalah masih sangat kecil. Karena dalam pembelajaran saat ini masih bersifat guru sebagai sumber ilmu, sehingga kemampuan siswa dalam mengolah informasi, menyimpulkan serta mengambil keputusan menjadi kurang berperan. Observasi diatas memberikan gambaran bahwa tingkat kemampuan siswa dalam mengolah informasi sebesar 24,69%. Kemampuan siswa dalam memecahkan masalah sebesar 43,58%. Sedangkan kemampuan siswa dalam mengambil keputusan adalah 15,78%. Mulyasa (2006:101) memberikan pendapat bahwa proses pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagian besar siswa peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran. Sehingga dengan melihat hasil observasi tersebut perlu diadakannya suatu tindakan untuk meningkatkan kemampuan mengolah informasi, memecahkan masalah dan menarik kesimpulan dari siswa kelas VIII-F SMP Negeri 5 Surakarta. Mengacu pada peraturan perundangan, pendidikan kecakapan hidup (life skill education) merupakan aspek yang perlu mendapat perhatian pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Hal ini sesuai dalam PP 19 tahun 2005 Pasal 13 ayat (1) bahwa kurikulum untuk SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat, SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat, SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup. Kemampuan kecakapan hidup diantaranya adalah kemampuan berpikir rasional, yang didalamnya terdapat Kemampuan mengolah informasi, mengambil kesimpulan dan memecahkan masalah. Dimana hal-hal tersebut sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran dan memiliki peran yang sangat penting dalam hal peningkatan kualitas proses pembelajaran yang dilaksanakan. Pada dasarnya pembelajaran biologi berupaya untuk membekali siswa dengan berbagai kemampuan tentang cara mengetahui dan memahami konsep ataupun fakta secara mendalam. Pembelajaran biologi seharusnya dapat

Eko Budiono Penerapan Model Pembelajaran Guided Inquiry 75 menampung kesenangan dan kepuasan intelektual siswa dalam usahanya untuk menggali berbagai konsep. Dengan demikian dapat tercapai pembelajaran biologi yang efektif. Kemampuan mengolah informasi, menarik kesimpulan dan mengambil keputusan dalam pembelajaran biologi dapat memberikan suatu pengalaman dan kepuasan intelektual siswa yang manjalaninya, karena dengan mengembangkan kemampuan tersebut siswa akan merasa terlibat dalam membangun pengetahuannya sendiri. Keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran diawali dari rasa ingin tau siswa itu sendiri. Guru dapat memunculkan rasa ingin tahu siswa dengan cara memberikan suatu permasalahan sehingga akan menimbulkan suatu keinginan dari siswa untuk menyelesaikan masalah dengan menggunakan fakta yang kemudian dianalisa, sehingga akan meningkatkan kemampuan berfikir rasional siswa. Penyelesaian masalah yang ada dalam proses pembelajaran siswa kelas VIII-F SMP Negeri 5 Surakarta tahun pelajaran 2011/2012 yang dikoordinasikan oleh peneliti dengan guru kelas adalah penerapan model pembelajaran Guided Inquiry. Model pembelajaran ini tidak hanya mengembangkan keterampilan intelektual siswa. Akan tetapi juga mengembangkan seluruh potensi siswa, termasuk emosional dan keterampilan inquiry merupakan proses yang bermula dari merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, mengolah informasi mengambil kesimpulan dan memecahkan masalah. Model pembelajaran Guided Inquiry akan merangsang siswa untuk berfikir dan mengolah informasi, mengambil kesimpulan dan memecahkan masalah. Model pembelajaran Guided Inquiry sangat cocok untuk tingkatan siswa Sekolah menengah Pertama karena model pembelajaran ini guru berperan untuk mengarahkan siswa agar pembelajaran yang dilaksanakan dapat mencapai target yang sesuai harapan. Hal ini sesuai untuk menyelesaikan permasalahan yang ada pada kelas VIII-F SMP Negeri 5 Surakarta.

76 Pendidikan Biologi Vol. 4, No. 3, hal 73-80 METODE PENELITIAN Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR) yang dilakukan oleh peneliti berkolaborasi dengan guru. Penelitian tindakan kelas merupakan dengan menggunakan perlakuan dalam siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan dasar yang saling terkait dan berkesinambungan yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), pengamatan (observing) dan refleksi (reflecting). Semua dengan diawali tahapan pra PTK atau Prasiklus untuk mengetahui keadaan awal proses pembelajaran. Teknik analisis yang dilakukan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif yaitu penelitian ini lebih bersifat mendeskripsikan data atau analisis kualitatif berdasarkan fakta dan keadaan yang terjadi di sekolah tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan di kelas VIII-F SMP Negeri 5 Surakarta pada tahun pelajaran 2011/2012. Berdasarkan hasil penelitian ini pembelajaran menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Guided Inquiry mampu meningkatkan kemampuan bepikir rasional pada semua dimensi kognitif siswa. Peningkatan ini diukur melalui observasi, tes tertulis yang terdiri dari tes kemampuan pada dimensi kognitif. 1. Kemampuan Berpikir Rasional Kemampuan berpikir rasional dalam penelitian ini dibagi dalam tiga aspek yaitu mengolah informasi, memecahkan masalah dan mengambil keputusan. a. Mengolah Informasi kemampuan mengolah informasi dapat diukur memlalui pengamatan dan hasil dari kerja siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Dari hasil observasi yang dilakukan ada peningkatan kemampuan mengolah informasi pada siklus I, siklus II dan siklus III. Hasil dari prasiklus menunjukkan bahawa capaian skor kemampuan mengolah informasi siswa sebesar 53,21%. Siklus I sebesar 56,12%, siklus II sebesar 69,73% dan siklus III sebesar

Eko Budiono Penerapan Model Pembelajaran Guided Inquiry 77 70,68%. Model pembelajaran Guided Inquiry dapat meningkatkan kemampuan mengolah informasi ditinjau dari kemampuan siswa dalam Mempertimbangkan semua informasi, mendiskusikan semua informasi yang diperoleh dan menggunakan pertimbangan referensi untuk semua unformas yang diperoleh. Hal ini didukung oleh Wirtha (2008) yang menyatakan bahwa model pembelajaran Guided Inquiry dapat memberikan kesempatan siswa untuk membangun pengetahuannya sendiri. Dalam mengolah informasi siswa dapat menghubungkan semua informasi yang diperoleh dan dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang ada. b. Kemampuan Memecahkan Masalah Kemampuan memecahkan masalah dapat diukur dengan melakukan pengamatan terhadap siswa di dalam kelas dan penilaian terhadap pekerjaan siswa selama proses pemecahan masalah itu berlangsung. Dari hasil observasi yang dilakukan terdapat peningkatan hasil capaian skor pada setiap siklusnya. Dari hasil observasi selama kegiatan prasiklus diperoleh capaian skor sebesar 16,67%. Pada siklus I sebesar 38,22%, pada siklus II sebesar 67,83 dan pada siklus III sebesar 67,71%. Peningkatan yang terjadi dari Pra siklus meningkat pada siklus I dan dilanjutkan peningkatan pada siklus II. Namun terjadi penurunan 0,11% pada siklus III. Kenaikan capaian skor memecahkan masalah ini sesuai dengan pendapat Killen (1998) yang menyatakan bahawa memecahkan masalah memiliki keterkaitan positif dengan pengembangan kemampuan berpikir ( Fitriyanti, 2009). Penurunan yang terjadi pada siklus III disebabkan karena dalam

78 Pendidikan Biologi Vol. 4, No. 3, hal 73-80 pembelajaran siklus III memiliki titik awal yang berbeda. Pada siklus III pembelajaran dimulai dengan siswa menemukan sendiri permasalahan yang ada dengan melakukan observasi di halaman sekolah yang ditumbuhi tanaman. Dari hasil observasi siswa dilakukan diskusi untuk membahas apa yang telah diperole siswa selama proses observasi dialapangan. Hasilnya cukup bagus. Namun hal ini merupakan hal yang baru bagi siswa sehingga perlu adanya sebuah penyesuaian. Ini berdampak pada hasil perencanaan praktikum siswa serta hasil laporan siswa yang kurang maksimal. c. Kemampuan Mengambil Keputusan Kemampauan mengambil keputusan diukur dengan melakukan pengamatan terhadap siswa. Pengmatan dapat berupa pengamatan terhadap proses belajar siswa da pekerjaan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Dari hasil observasi yang dilakukan capaian skor pada prasiklus 56,87%, siklus I sebesar 63,51, siklus II sebesar 68,12 dan siklus III sebesar 70,71%. Penggunaan model embelajaran Guided Inquiry dapat meningkatkan kemampuan mengambil keputusan siswa dilihat dari rancangan eksperimen yang dibuat siswa, adanya referensi dan keputusan uji terhadap suatu hipotesis yang telah dibuat. Peningkatan kemampuan mengambil keputusan dari siklus ke siklus ini sesuai dengan pernyataan Astuti (2009) yang mengungkapkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan Discovery-Inquiry efektif untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menerapkan konsep pembelajaran biologi

Eko Budiono Penerapan Model Pembelajaran Guided Inquiry 79 2. Dimensi Kognitif Siswa Penilaian dimensi kognitif dilakukan dengan memberikan tes tertulis dan hasil pekerjaan siswa. Untuk dimensi kognitif pengetahuan faktual diukur menggunakan tes tertulis, procedural diukur dengan rancangan eksperimen siswa, konseptual diukur dengan hasil laporan kegiatan siswa dan kemampuan metakognisi diukur dengan. Hasil penilaian ke empat aspek dimensi kognitif diperoleh hasil capaian dari siklus ke siklus sebagai berikut. Pada prasiklus diperoleh capaian skor sebesar 39,44%, pada siklus I sebesar 48,53%, pada siklus II sebesar 52,29% dan siklus III sebesar 48%. Dari hasil diatas kenaikan pada setiap siklus terjadi karena model pembelajaran Guided Inquiry melibatkan siswa secara langsung dalam membangun konsep dari pembelajaran yang dilakukan melalui kegiatan praktikum. Praktikum akan menuntun siswa dalam menentukan konsep dari materi yang dipelajari dengan berpikir secara rasional. Artinya siswa akan menentukan keputusan dari hasil praktikum yang dilakukannya. Kegiatan praktikum ini akan membuat siswa berpikir secara rasional tingkat tinggi. Hal ini didukung dengan pendapat (Anderson, 2010:66) dan Parmin (2007) yang menyatakan bahawa pembelajaran berbasis SALING TEMAS (Sains, Lingkungan, Teknologi dan Masyarakat) dan praktikum dapat meningkatkan pembelajaran biologi dan keterampilan siswa dan kemampuan berpikir siswa (Astuti;2009). Capaian semua aspek dari siklus ke siklus dapat dilihat pada Gambar 1.

80 Pendidikan Biologi Vol. 4, No. 3, hal 73-80 Gambar I. Diagram capaian skor semua aspek kemampuan berpikir rasional dan dimensi kognitif siswa. Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahawa penerapan model pembelajaran Guided Inquiry dapat meningkatkan kemampuan berpikir rasional pada semua dimensi kognitif siswa. KESIMPULAN Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa penerapan Model pembelajaran Guided Inquiry dapat meningkatkan kemampuan berpikir rasional pada semua dimensi kognitif siswa kelas VIII-F SMP Negeri 5 Surakarta tahun ajaran 2011/2012 yang meliputi aspek mengolah informasi, memecahkan masalah, mengambil keputusan dan dimensi kognitif. DAFTAR PUSTAKA Anderson,L.W&Krathwohl,D.R.(201 0).Pembelajaran, Pengajaran dan Asesmen.Yogyakarta:Pustak a pelajar Astuti,Puji.(2009).Keefektivan Pendekatan Discovery- Inquiry Dalam Meningkatkan Kemampuan Menerapkan Konsep Biologi Pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Kudus.jurnal DIDAKTIKA Th.1 No.1 Fitriyanti.(2009). Pengaruh Penggunaan Metode Pemecahan Masalah Terhadap Kemampuan Berpikir Rasional Siswa. Jurnal Pendidikan, Volume 10, Nomor 1, Maret 2009, 38-47. Wirtha,I.M&Rapi,N.K.(2008).Penga ruh Model Pembelajaran Dan Penalaran Formal Terhadap Penguasaankonsep Fisika Dan Sikap Ilmiah Siswa Sma Negeri 4 Singaraja. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan (2), 15-29 Killen, Roy. (1998). Effective teaching strategies: lesson from research and practice, second edition.australia, Social Science Press.