Kata Kunci : Routing Protocol, Routing Information Protocol,Distance Vector.

dokumen-dokumen yang mirip
file:///c /Documents%20and%20Settings/Administrator/My%20Documents/My%20Web%20Sites/mysite3/ebook/pc/konsep%20router.txt

LATAR BELAKANG DAN SEJARAH

Statik Routing. School of Industrial and System Engineering System Information Program 2016

ROUTING PADA TCP/IP. Mata kuliah Jaringan Komputer Jurusan Teknik Informatika - UNIKOM

PERCOBAAN ROUTING INFORMATION PROTOCOL (RIP)

Dynamic Routing (RIP) menggunakan Cisco Packet Tracer

Jaringan Komputer. Konfigurasi Dynamic Routing RIP

Perancangan dan Analisis Redistribution Routing Protocol OSPF dan EIGRP

Analisis Routing EIGRP dalam Menentukan Router yang dilalui pada WAN

ANALISIS KINERJA ENHANCED INTERIOR GATEWAY ROUTING PROTOCOL PADA TOPOLOGI MESH

Dynamic Routing Topologi 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

DYNAMIC ROUTING. Semua router memiliki informasi lengkap mengenai topologi, link cost. Contohnya adalah algoritma link state.

Routing: Algoritma Routing (Dinamis) :

Distance Vector Routing Protocols

ANILISIS JARINGAN DENGAN ROUTING PROTOKOL BERBASIS SPF (SHORTEST PATH FIRST) DJIKSTRA ALGORITHM

Pembimbing : Rudi Haryadi Kelas : XII TKJ A. Dynamic Routing. Tanggal : 12 Januari 2013 Nilai dan Paraf :

ROUTING. Melwin Syafrizal Daulay, S.Kom.,., M.Eng.

Routing LOGO. Muh. Izzuddin Mahali, M.Cs.

Mata kuliah Jaringan Komputer Jurusan Teknik Informatika - UNIKOM

Protokol Routing. Muhammad Zen Samsono Hadi, ST. MSc.

Routing. Institut Tekonolgi Sepuluh Nopember Surabaya

IP Routing. Olivia Kembuan, M.Eng PTIK -UNIMA

STATIC & DYNAMIC ROUTING. Rijal Fadilah, S.Si

Static Routing & Dynamic Routing

Mata kuliah Jaringan Komputer Jurusan Teknik Informatika - UNIKOM ROUTING DINAMIK

Kholid Fathoni, S.Kom., M.T.

Routing adalah proses dimana suatu router mem-forward paket ke jaringan yang dituju. Suatu router membuat keputusan berdasarkan IP address yang

Dynamic Routing (OSPF) menggunakan Cisco Packet Tracer

SINGUDA ENSIKOM VOL. 7 NO. 3/ Juni 2014

Tujuan Menjelaskan role (peran) protokol routing dinamis dan menempatkannya dalam konteks desain jaringan modern.

BAB 1 PENDAHULUAN. Penggunaan internet semakin meningkat dari tahun ke tahun. Internet digunakan

Prodi D3 Teknik Telekomunikasi 2014

Perancangan dan Analisis Perbandingan Implementasi OSPF pada Jaringan IPv4 dan IPv6

Widianto Wahyu Perdana¹, Rendy Munadi ², Yudha Purwanto³. ¹Teknik Telekomunikasi, Fakultas Teknik Elektro, Universitas Telkom

LAPORAN SKRIPSI. ANALISIS PERBANDINGAN JARINGAN OSPF PADA IPv4 DAN IPv6 MENGGUNAKAN GNS3

PROTOKOL ROUTING. Budhi Irawan, S.Si, M.T

ANALISA PERBANDINGAN METODE ROUTING DISTANCE VECTOR DAN LINK STATE PADA JARINGAN PACKET

Muhamad Irawan Jurusan Teknik Informatika STMIK PalComTech Palembang. Abstrak

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

Perancangan dan Simulasi Routing Static Berbasis IPV4 Menggunakan Router Cisco

BAB I PENDAHULUAN. jaringan Local Area Network (LAN). LAN telah menjadi suatu teknologi yang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Analisa Pengaruh Model Jaringan Terhadap Optimasi Dynamic Routing. Border Gateway Protocol

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB 1 PENDAHULUAN. yang berbeda agar bisa melakukan komunikasi antar device di dalam jaringan

INTERNETWORKING. Dosen Pengampu : Syariful Ikhwan ST., MT. Submitted by Dadiek Pranindito ST, MT,. SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELEMATIKA TELKOM LOGO

Analisis Kinerja EIGRP dan OSPF pada Topologi Ring dan Mesh

Memahami cara kerja TCP dan UDP pada layer transport

Analisis Perbandingan Penggunaan Metric Cost dan Bandwidth Pada Routing Protocol OSPF

TK 2134 PROTOKOL ROUTING

ROUTING. Budhi Irawan, S.Si, M.T

ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA ROUTING ENHANCED INTERIOR GATEWAY PROTOCOL DENGAN ROUTING INFORMATION PROTOCOL KOMPETENSI JARINGAN KOMPUTER SKRIPSI

Perancangan dan Analisis Kinerja EIGRP pada Jaringan IPv6

LAPORAN PRAKTIKUM IV MANAGEMENT INTERNETWORKING & ROUTER ROUTING ROUTING DINAMIS. Disusun oleh: Oktavia Indriani IK 3B

Praktikum Minggu ke-9 Konfigurasi Routing Dinamis RIP menggunakan Mikrotik

BAB I PENDAHULUAN. Dengan semakin majunya teknologi telekomunikasi, routing protocol

Modul 4 Routing RIP (Routing Information Protocol)

Pendahuluan. 0Alamat IP berbasis kepada host dan network. 0Alamat IP berisi informasi tentang alamat network dan juga alamat host

KAJIAN ALGORITMA ROUTING DALAM JARINGAN KOMPUTER

ROUTING. Pengiriman Langsung & Tidak Langsung

BAB 2. LANDASAN TEORI

PENGARUH MODEL JARINGAN TERHADAP OPTIMASI ROUTING OPEN SHORTEST PATH FIRST (OSPF)

NETWORK LAYER : Routing

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

menyangkut semua router dan konfigurasi-konfigurasi yang menggunakan IP. Routing IP adalah proses memindahkan paket dari satu network ke network lain

ANALISIS PERBANDINGAN ROUTING PROTOKOL OSPFv3 DENGAN RIPng PADA JARINGAN IPv6

IGRP OPERASI IGRP. Tujuan dari IGRP yaitu:

ALGORITMA KRUSKAL UNTUK MENENTUKAN RUTE TERPENDEK PADA JARINGAN KOMPUTER

Jurnal JARKOM Vol. 4 No. 1 Desember 2016 IMPLEMENTASI ROUTING OPEN SHORTEST PATH FIRST (OSPF) MELALUI TUNNEL OPEN VPN

Laporan Resmi. Static Routing Pada MikroTik

MODUL SISTEM JARINGAN KOMPUTER MODUL 6 DYNAMIC ROUTING

Pada bab 6 akan dijelaskan tentang konsep Routing dan jenisnya serta jenis-jenis protokol routing untuk komunikasi antar router di jaringan.

INTERNETWORKING. Dosen Pengampu : Syariful Ikhwan ST., MT. Submitted by Dadiek Pranindito ST, MT,. SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELEMATIKA TELKOM LOGO

Modul 6 Routing dan protokol routing

IMPLEMENTASI ROUTING PROTOCOL OPEN SHORTEST PATH FIRST(OSPF) PADA MODEL TOPOLOGY RING

ping [- t] [- a] [- n ] [- l ] [- f] [- i TTL] [- v ] [- r ] [- s ] [{- j - k }] [- w ] [ Targetname]

ANALISA PERBANDINGAN ROUTING PROTOCOL LINK STATE OSPF DAN DYNAMIC ROUTING EIGRP MENGGUNAKAN GRAPHICAL NETWORK SIMULATOR 3 (GNS-3)

Analisis Kinerja Protokol Routing OSPF dan EIGRP Untuk Aplikasi VoIP Pada Topologi Jaringan Mesh

Konfigurasi dan Analisis Performansi Routing OSPF pada Jaringan LAN dengan Simulator Cisco Packet Tracer versi 6.2

Simulasi Pemanfaatan Dynamic Routing Protocol OSPF Pada Router Di Jaringan Komputer Unpar. Nama : Chandra Wijaya, S.T., M.T.

Nugroho Agus H., M.Si.

Analisis Perbandingan Performa Protokol Routing OSPF, IGRP dan EIGRP pada Topologi Mesh dan Tree

BAB 4. ANALISA. 4.1 Analisa Pengujian Pemilihan Jalur Pengiriman Data

Network Layer JARINGAN KOMPUTER. Ramadhan Rakhmat Sani, M.Kom

SIMULASI DYNAMIC ROUTING DENGAN PROTOKOL OPEN SHORTEST PATH FIRST DI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAWA TIMUR TUGAS AKHIR

ROUTING PADA TCP/IP. Mata kuliah Jaringan Komputer Jurusan Teknik Informatika - UNIKOM

Perbandingan Kinerja Protocol Routing Open Shortest Path First (OSPF) dan Routing Information Protocol (RIP) Menggunakan Simulator Cisco Packet Tracer

Dasar-dasar Routing. seth :80:ad:17:96: :20:4c:30:29:29. khensu :80:48:ea:35:10

Resmana Lim Program Studi Teknik Elektro ABSTRAK

SIMULASI ALGORITMA BELLMAN-FORD UNTUK PEMILIHAN JALUR TERPENDEK TABEL ROUTING

BAB 4. Implementasi Protokol BGP & OSPF Untuk Failover

Analisis Kelebihan dan Kekurangan Routing Protokol BGP dan OSPF untuk Failover Network PT.Orion Cyber Internet

KONFIGURASI CISCO ROUTER

PERANCANGAN JARINGAN MENGGUNAKAN HSRP DAN TEKNOLOGI VSAT PADA PT. CSM

BAB II LANDASAN TEORI

Chapter 3 part 3. Internetworking (Routing) Muhammad Al Makky

Modul 8 TCP/IP Suite Error dan Control Messages

Transkripsi:

ANALISIS KINERJA RIP (ROUTING INFORMATION PROTOCOL) UNTUK OPTIMALISASI JALUR ROUTING Kadek Chandra Tresna Wijaya Program Studi Teknik Informatika, Jurusan Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana. Email:kadek.chandratresna@cs.unud.ac.id ABSTRAK Jaringan adalah sekumpulan alat komunikasi yang saling terhubung satu sama lainnya. Seiring dengan berjalannya waktu jaringan komputer berkembang sangat pesat. Saat ini hamper semua instansi pemerintahan membutuhkan jaringan untuk melakukan komunikasi serta pertukaran informasi. Dalam melakukan pertukaran informasi tentunya akan sering mengalami suatu permasalahan komunikasi seperti time-out,data yang dikirimkan lambat, rusak dan bahkan tidak sampai ke tujuan karena rute yang dilalui oleh paket data yang dikirimkan terlalu jauh. Untuk mengoptimalkan kinerja router dalam mengalami status tersebut, perlu dipergunakan metode routing yang tepat. Routing Information Protocol (RIP) merupakan sebuah routing protocol yang mampu memberikan jalur rute terpendek serta rute terbaik yang dapat dilalui oleh suatu paket data yang dikirimkan sehingga dapat menghemat penggunaan bandwith, karena hop tujuan dapat dicapai dengan cepat. RIP menggunakan teknologi distance vector karena sangat efisien dalam proses pengiriman update informasi rute. Kemampuan ini membuat RIP menjadi sebuah routing protocol yang sangat stabil untuk interior routing, akan tetapi terdapat beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam mengimplementasikan RIP. Hal yang perlu diperhatikan dalam penelitian untuk mengetahui bagaimana kinerja RIP dalam mengoptimalkan kinerja jaringan yaitu, ping time request, angka time to live (TTL), Shortest Path, serta waktu konvergensi dari sebuah router dalam melakukan pembaharuan informasi routing. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, kecepatan waktu konvergensi rata-rata dibawah 30 detik dalam pembaharuan informasi routing, RIP mampu mengoptimalkan kinerja jaringan. Kata Kunci : Routing Protocol, Routing Information Protocol,Distance Vector. ABSTRACT The network is a collection of communication tools that are connected to each other. As time goes by computer networks is growing very rapidly. Currently almost all government agencies need a network for communication and information exchange. In the normal course of information exchange will often experience communication problems such as time-out, data is sent slowly, damaged and did not even get to the destination because the route through which the data packet is sent too far. To optimize the performance of routers in having such status, should use the appropriate routing method. Routing Information Protocol (RIP) is a routing protocol that can provide the shortest path or the best route that can be traversed by a packet of data that is sent in order to save on bandwidth usage, because hops goal can be achieved quickly. RIP uses distance vector technology because it is very efficient in the delivery route information updates. This capability makes RIP a routing protocol that is very stable for interior routing, but there are some important things to consider in implementing RIP.

Things to consider in research to find out how the performance of RIP in optimizing network performance that is, the ping time requests, numbers time to live (TTL), Shortest Path, as well as the convergence time of a router in the routing information update. Based on the research that has been done, the speed of convergence time on average under 30 seconds in the updating of routing information, RIP can optimize network performance. Keywords : Routing Protocol, Routing Information Protocol, Distance Vector. PENDAHULUAN Jaringan komputer saat ini sangat dibutuhkan untuk menghubungkan berbagai bidang, seperti pemerintahan, kampus, perusahaan. Sering kali terjadi permasalahan pada jaringan komputer antara lain komunikasi sering mengalami time-out,data yang dikirimkan lambat, rusak dan bahkan tidak sampai ke tujuan karena rute yang dilalui oleh paket data yang dikirimkan terlalu jauh. Jaringan komputer membutuhkan router untuk menjawab tantangan daripada permasalahan jaringan komputer itu sendiri. Dengan berbagai fasilitas yang dimiliki router, maka komunikasi pada jaringan komputer dapat berjalan dengan baik. Router memiliki kemampuan melewatkan paket IP dari satu jaringan ke jaringan lain dengan melakukan sebuah proses yang disebut routing. Proses routing dapat dilakukan dengan memasukkan informasi suatu alamat jaringan secara manual kedalam tabel routing ataupun dengan bantuan protokol routing. TINJAUN PUSTAKA 1. Jaringan Komputer Pengertian jaringan komputer adalah Jaringan dari komunikasi data yang melibatkan lebih dari sebuah komputer yang dihubungkan dengan jalur transmisi dan alat komunikasi yang membentuk sistem. (Jogiyanto,2008) 2. Routing Router adalah salah satu komponen pada jaringan komputer yang mampu melewatkan data melalui sebuah jaringan atau internet menuju sasarannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing dapat dilakukan dengan memasukkan informasi suatu alamat jaringan secara manual kedalam tabel routing ataupun dengan bantuan protokol routing. Sebuah Router mampu mengirimkan data/informasi dari satu jaringan ke jaringan lain yang berbeda, router hampir sama dengan bridge, namun router lebih pintar dibandingkan bridge, karena router mampu menghubungkan dua atau lebih jaringan yang berbeda, sedangkan bridge hanya mampu menghubungkan jaringan yang sama. Dalam pengembangan perangkat router dewasa ini sudah mulai mencapai bahkan melampaui batas tuntutan teknologi yang diharapkan. Router akan mencari jalur terbaik untuk mengirimkan sebuah pesan yang berdasarkan atas alamat tujuan dan alamat asal. Router mengetahui alamat secara keseluruhan dari masing-masing

komputer dilingkungan jaringan lokalnya, dan router lainnya. (Handriyanto, 2009) Router mempunyai fungsi untuk menghubungkan 2 atau lebih network yang berbeda. Router mempunyai routing table yang digunakan sebagai dasar dalam pencarian jalur menuju network yang dituju oleh paket. Bila terdapat lebih dari sisa jalur menuju network tujuan, maka router akan mencari jalur yang terbaik menurut aturan "best path" yang dimilikinya, jalur-jalur tersebut dinilai sama baik. (Sosinsky, 2009) 3. Routing Dinamis Routing dinamis adalah cara yang digunakan untuk melepaskan kewajiban mengisi entri-entri forwarding table secara manual. Protokol routing mengatur routerrouter sehingga dapat berkomunikasi satu dengan yang lain dan saling memberikan informasi routing yang dapat mengubah isi forwarding table, tergantung keadaan jaringannya. Dengan cara ini, router-router mengetahui keadaan jaringan yang terakhir dan mampu meneruskan datagram ke arah yang benar. Routing dinamis yang popular saat ini mengacu pada dua tipe algoritma yang dikenalkan oleh Bellman Ford dengan algoritma distance vector-nya dan oleh Djikstra dengan algoritma link state-nya. Cisco kemudian mengembangkan protocol untuk perangkat routernya yang merupakan gabungan dari kedua algoritma tersebut yang diberi nama protocol EIGRP. (Forouzan, 2007) 4. Time To Live (TTL) Time To Live adalah suatu nilai waktu yang disematkan dalam paket data yang dikirimkan melalui jaringan TCP/IP untuk menyatakan berapa lama paket tersebut bisa beredar/berjalan di dalam jaringan. Nilai tersebut akan memberitahukan kepada router apakah paket tersebut harus diteruskan ke router selajutnya (next hop router) atau di-discard. 5. Konvergensi Konvergensi adalah suatu bahasan dalam dynamic routing yang mempunyai keadaan dimana ketika semua router telah mempunyai routing tabel mereka sendiri sacara tetap dan konsisten. Jaringan yang Convergence ketika semua router telah mendapatkan hasil lengkap dan akurat mengenai informasi jaringan. Waktu convergence adalah waktu saar semua router berbagi informasi, menghitung jalur terbaik, memperbaharui Routing tabel mereka. Jaringan tidak akan berhenti beroperi sanpai semua network mendapatkan status convergence, kebanyakan jaringan mempunyai waktu yang singkat untuk mengubah statusnya menjadi konvergensi. (Graziani & Johnson, 2008) 6. Ping Time Average (PTA) Ping adalah sebuah utilitas yang digunakan untuk memeriksa konektivitas antar jaringan melalui sebuah protokol Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) dengan cara mengirim

sebuah paket Internet Control Message Protocol (ICMP) kepada alamat IP yang hendak diuji coba konektivitasnya. Utilitas ping akan menunjukkan hasil yang positif jika dua buah komputer saling terhubung di dalam sebuah jaringan. Hasil berupa statistik keadaan koneksi kemudian ditampilkan di bagian akhir. Kualitas koneksi dapat dilihat dari besarnya waktu pergi-pulang (roundtrip) dan besarnya jumlah paket yang hilang (packet loss). Semakin kecil kedua angka tersebut, semakin bagus kualitas koneksinya. 7. IGP (Interior Gateway Protocol) IGP (Interior Gateway Protocol) sebagai alat komunikasi pada sebuah kumpulan jaringan, dan ditempatkan untuk menghasilkan jalur-jalur optimal serta dapat menanggapi dengan cepat tentang adanya perubahan topologi jaringannya. IGP juga untuk pertukaran informasi routing pada satu buah SA jaringan sendiri. Beberapa protokol perutean populer yang masuk kelompok Interior Gateway Protocol (IGP) adalah (Forouzan, 2007): 1. Routing Information Protocol (RIP) 2. Open Shortest Path First (OSPF) 3. Interior Gateway Routing Protocol (IGRP) 8. RIP (Routing Internet Protocol) Routing Information Protocol (RIP) adalah protokol yang memanfaatkan algoritma Bellman-Ford (kelompok protokol distance-vector) dalam pemilihan rute terbaiknya. Dibandingkan dengan protokol OSPF, protokol RIP memiliki tingkat kompleksitas komputasional yang lebih rendah, sehingga konsumsi sumber daya memorinya juga lebih rendah. Akan tetapi, konsekuensi yang ditimbulkan dari hal tersebut adalah bahwa penggunaan RIP hanya terbatas pada jaringan menengah ke bawah dengan jumlah host yang tidak terlalu besar. Perlu diketahui bahwa RIP tidak mengadopsi protokol distance-vector begitu saja, melainkan dengan melakukan beberapa penambahan pada algoritmanya agar perutean dapat diminimalkan. Split horizon digunakan RIP untuk meminimalkan efek lambung (bouncing). Untuk mencegah kasus menghitung sampai tak hingga, RIP menggunakan metode Triggered Update. RIP memiliki penghitung waktu (timer) untuk mengetahui kapan perute harus kembali memberikan informasi perutean. Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, perute tetap harus mengirimkan informasi perutean karena dipicu oleh perubahan tersebut (triggered update). Dengan demikian, perute dalam jaringan dapat dengan cepat mengetahui perubahan yang terjadi dan meminimalkan kemungkinan kalang loop (routing loop) terjadi. Untuk jaringan komputer yang sangat kecil, terbatas untuk jaringan dengan pencarian jalur ke tujuan maksimum lompatan sebanyak 15 kali lompatan. (Edward & Bramante,2009)

METODE PENELITIAN Perancangan disain simulasi RIP dengan menggunakan software Packet Tracer. Pengujian dan pengambilan data dilakukan dengan cara mencatat apakah paket data yang dikirim benar-benar melalui rute terpendek atau shortest path, waktu rata-rata atau ping time request, Time To Live (TTL). Kemudian dilakukan pemutusan Link jaringan yang dilakukan sebanyak 3 kali untuk menentukan Convergence Time Average (CTA). Pengambilan data dilakukan masing-masing sebanyak 15 kali. Tabel 1: IP address masing-masing router Nama Router Interfaces Se2/0 Se3/0 Se6/0 Se7/0 Router 1 192.168.1.1 192.168.12.2 - - Router 2 192.168.1.2 192.168.2.1-192.168.13.1 Router 3 192.168.3.1 192.168.2.2 192.168.14.1 - Router 4 192.168.3.2 192.168.4.1 - - Router 5 192.168.5.1 192.168.4.2 192.168.15.2 - Router 6 192.168.5.2 192.168.6.1 192.168.16.2 - Router 7 192.168.7.1 192.168.6.2 - - Router 8 192.168.7.2 192.168.8.1 192.168.14.2 - Router 9 192.168.9.1 192.168.8.2 13.2 - Router 10 192.168.9.2 192.168.10.1 - - Router 11 192.168.11.1 192.168.10.2 192.168.16.1 - Router 12 192.168.11.2 192.168.12.1 192.168.15.1 - Tabel 2. IP Adress Pada PC Nama PC IP address Gateway PC 1 192.168.28.2/27 192.168.28.1/27 PC 2 192.168.17.2/27 192.168.17.1/27 PC 3 192.168.18.2/27 192.168.18.1/27 PC 4 192.168.19.2/27 192.168.19.1/27 PC 5 192.168.20.2/27 192.168.20.1/27 PC 6 192.168.21.2/27 192.168.21.1/27 PC 7 192.168.22.2/27 192.168.22.1/27 PC 8 192.168.23.2/27 192.168.23.1/27 PC 9 192.168.24.2/27 192.168.24.1/27 PC 10 192.168.25.2/27 192.168.25.1/27 PC 11 192.168.26.2/27 192.168.26.1/27 PC 12 192.168.27.2/27 192.168.27.1/27 Gambar 1. Topologi simulasi RIP HASIL DAN PEMBAHASAN Pengujian dibagi menjadi 2 tahap. Pengujian Awal dilakukan tanpa memutuskan link jaringan yang terhubung, sehingga waktu konvergensi awal adalah 0. Pengambilan data dilakukan secara acak sebanyak 15 kali. Gambar 2. Topologi simulasi RIP dengan link terputus

Tabel 3. Hasil Pengujian 1 No IP address PTA TTL SP CTA Soerce Destination (ms) (s) 1 192.168.28.2 192.168.22.2 98 123 6 0 2 192.168.17.2 192.168.25.2 61 125 4 0 3 192.168.18.2 192.168.25.2 77 124 5 0 4 192.168.19.2 192.168.27.2 53 125 4 0 5 192.168.20.2 192.168.18.2 67 125 4 0 6 192.168.19.2 192.168.26.2 79 124 5 0 7 192.168.20.2 192.168.17.2 80 124 5 0 8 192.168.21.2 192.168.27.2 63 125 4 0 9 192.168.22.2 192.168.17.2 105 122 7 0 10 192.168.23.2 192.168.28.2 78 124 5 0 11 192.168.24.2 192.168.27.2 83 124 5 0 12 192.168.25.2 192.168.18.2 77 124 5 0 13 192.168.26.2 192.168.27.2 45 126 3 0 14 192.168.27.2 192.168.22.2 70 124 5 0 15 192.168.19.2 192.168.25.2 97 123 6 0 Rata-Rata 75.53 124 5 0 Data diatas menunjukkan data awal dari kecepatan rata-rata dari waktu reply request yang dihasilkan adalah 75,35 ms. Hal ini menandakan RIP mampu memberikan rute terpendek sekaligus rute terbaik yang dilalui oleh suatu paket data yang dikirimkan dari hop awal ke hop tujuan. Data tersebut juga menunjukan rata-rata jumlah rute yang dilalui paket yang dikirimkan adalah sebanyak 5 hop, hal ini menunjukkan kestabilan jumlah rute yang dilalui, meskipun ada jumlah traceroute menghasilkan jumlah rute sebanyak 6 dan 7, hal tersebut diakibatkan karena ketika suatu router memiliki beban yang berlebih, maka rute yang dilalui akan dialihkan ke rute lainnya, karena dalam penentuan rute RIP memilih rute berdasarkan jumlah lompatan atau hop yang terkecil berdasarkan databasenya yang didapat dari hello packet yang dikirimkan pada proses pembentukkan hubungan dengan router tetangga lainnya dan kemudian dipergunakan sebagai rute yang akan dialui oleh suatu paket data yang dikirimkan. Rata-rata angka TTL sebesar 124 yang menunjukan bahwa paket yang dikirimkan rata-rata dapat menempuh sebanyak 124 hop sebelum paket data tersebut benarbenar hilang atau loss. Dari data tersebut dihasilkan perbandingan besarnya angka ping time request sebanding dengan angka TTL, dan jumlah shortest path. Tabel 4. Hasil Pengujian 2 No IP address PTA TTL SP CTA Soerce Destination (ms) (s) 1 192.168.28.2 192.168.22.2 44 123 6 3.33 2 192.168.17.2 192.168.25.2 58 122 7 33 3 192.168.18.2 192.168.25.2 52 123 6 22.33 4 192.168.19.2 192.168.27.2 34 125 4 0 5 192.168.20.2 192.168.18.2 36 125 4 0 6 192.168.19.2 192.168.26.2 40 124 5 11.07 7 192.168.20.2 192.168.17.2 40 124 5 0 8 192.168.21.2 192.168.27.2 36 125 4 5.67 9 192.168.22.2 192.168.17.2 56 122 7 6.67 10 192.168.23.2 192.168.28.2 40 124 5 6.33 11 192.168.24.2 192.168.27.2 51 123 6 28.33 12 192.168.25.2 192.168.18.2 50 123 6 25.33 13 192.168.26.2 192.168.27.2 40 125 4 13 14 192.168.27.2 192.168.22.2 37 124 5 0 15 192.168.19.2 192.168.25.2 50 123 6 14 Rata-Rata 44.13 124 5 11.31 Tabel diatas menunujukan data rata-rata dari besar Ping Time Average (PTA), Time To Live (TTL), Shortest Path (SP), Serta

Convergence Time Average (CTA) sesudah diakukan pemutusan terhadap link jaringan sebanyak 3 buah. Rata-rata angka TTL sebesar 124 yang menunjukan bahwa paket yang dikirimkan rata-rata dapat menempuh sebanyak 124 hop sebelum paket data tersebut benarbenar hilang atau loss. Rata-rata jumlah rute yang dilalui paket yang dikirimkan adalah sebanyak 5 hop, hal ini menunjukkan kestabilan jumlah rute yang dilalui, meskipun ada jumlah traceroute menghasilkan jumlah rute sebanyak 4, 6 dan 7. Data tabel diatas menunjukkan bahwa waktu saat semua router berbagi informasi, menghitung jalur terbaik, memperbaharui tabel routing. Jaringan tidak akan berhenti beroperasi sanpai semua network mendapatkan status convergence, kebanyakan jaringan mempunyai waktu yang singkat untuk mengubah statusnya menjadi convergence seperti yang terlihat pada tabel diatas, dimana waktu rata-rata convergencenya 30 detik. Kesimpulan Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah : 1. Kecepatan rata-rata dari waktu reply request yang dihasilkan lebih rendah pada saat link diputuskan. Hal ini menandakan RIP mampu memberikan rute terpendek sekaligus rute terbaik yang dilalui oleh suatu paket data yang dikirimkan dari hop awal ke hop tujuan pada saat link diputuskan. 2. Besarnya angka Time To Live (TTL), rata-rata tidak mengalami perubahan yang signifikan pada saat link tidak terputus dengan pada saat link diputuskan. 3. Perubahan kecepatan reply request suatu paket data yang dikirimkan dari hop awal menuju hop tujuan mengalami perubahan yaitu rata-rata sebesar 31,4 ms. Hal tersebut menunjukan bahwa RIP mampu memberikan rute terpendek sekaligus rute terbaik yang harus dilalui suatu paket data. 4. Jumlah Shortest Path (SP), rata-rata hanya mengalami perubahan sebanyak 1 hop. Waktu konvergensi dari RIP untuk mempebahuri informasi routing yaitu rata-rata dibawah 30 detik, sehingga dapat mengoptimalkan kinerja jaringan dalam mengalami status time out. DAFTAR PUSTAKA Edward, J., & Bramante, R. (2009). Networking Self Teaching Guide. Indianapolis: Willey Publishing. Forouzan, A. (2007). Data Communications And Networking 4th Edition. New York: McGraw-Hill. Graziani, R., & Johnson, A. (2008). Routing Protocols and Concepts, CCNA Exploration Companion Guide. Texas: Cisco. Handriyanto, D. F. (2009). Kajian Penggunaan Mikrotik Router Os Sebagai Router Pada Jaringan Komputer.

Jogiyanto, H. (2008). Metodologi Penelitian Sistem Informasi. Jogjakarta: CV Andi. Sosinsky, B. (2009). Networking Bible. Indianapolis: Willey Publishing.