TATA-TERTIB PERKULIAHAN



dokumen-dokumen yang mirip
PROPORSI PENILAIAN Tugas Mingguan 40% Diskusi Mingguan 20% Ujian Tengah Semester 20% Ujian Akhir Semester 20%

PROPORSI PENILAIAN 1. Tugas Mingguan 40% 2. Diskusi Mingguan 20% 3. Ujian Tengah Semester 20% 4. Ujian Akhir Semester 20%

Menggunakan Metode Peta Pikiran (mind mapping) dalam Menulis

MENGENAL PEMBELAJARAN MODEL MIND MAPPING

IDENTITAS PETUNJUK PENGERJAAN. 1. Pilihlah 1 dari 4 pilihan jawaban yang tersedia yang paling sesuai dengan diri Saudara.

PENGENALAN OBYEK DESAIN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( R P P ) Standar Kompetensi** 1. Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS NARASI EKSPOSITORIS DENGAN METODE MIND MAPPING

BAB I PENDAHULUAN. karena adanya interaksi antara guru dan siswa. Interaksi yang dilakukan mengharapkan

Hakikat dan Penerapan Model Mind Mapping dalam Pembelajaran di SD/MI

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

BAB I PENDAHULUAN. Banyak hal penting dalam menjalankan sebuah kehidupan yaitu satu

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

Mind Mapping. Ikatan Guru Indonesia Kab. Grobogan 1 Penulis Suparjan, MM. M.Pd

KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL ( KKM )

Membangkitkan Kekuatan Pikiran Bawah Sadar. (Peace Of Mind)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Masalah merupakan suatu hal yang sangat melekat di. kehidupan manusia, mulai dari masalah yang dengan mudah dipecahkan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. membuat manusia terus berpikir di dalam hidupnya. Kemampuan berpikir ini

BAB I PENDAHULUAN. semakin pesat dan berkembang seiring dengan perkembangan zaman.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Bahasa Indonesia

Disusun Oleh : Nama : Novika Ginanto (23) Kelas : II TEL 6 SMK TELKOM SANDHY PUTRA JAKARTA

BAB IV PEMBAHASAN Pembahasan Data Hasil Observasi Dari data hasil observasi dapat dibahas sebagai berikut:

PENGARUH PENERAPAN MODEL PICTURE AND PICTURE TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS CERPEN SISWA KELAS X SMA SWASTA BANDUNG TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015

Kami sering melakukan kegiatan bersama, yaitu

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

Membangun Ide dengan Design Thinking

ASPEK DAN FUNGSI MANAJEMEN KELAS

BAB I PENDAHULUAN. Dunia pendidikan di indonesia sudah semakin maju dan berkembang, hal

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pembelajaran bahasa Indonesia pada dasarnya merupakan upaya untuk

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

LATIHAN PERNAFASAN. Pengantar

BAB I PENDAHULUAN. Vina Agustina, Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu

GAGAS TEMA DAN LANGKAH PENULISAN ARTIKEL JURNAL OLEH: HERMANTO SP

Nama Sekolah : Kelas / Semester : 2 (Dua) / 2 (Dua) : Kesehatan Waktu : 2 Minggu

10/27/2010. Mind Mapping

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BERFIKIR KREATIF Kelompok 8 Febrian Karunia M. Razuli Azmi Riuh Adi Pranata

Kalau kau mendengar sesuatu, itu akan hanya memudar dan menjadi bagian dari latar belakang.

kegiatan sehari hari pelajaran 2

LAMPIRAN I KATA PENGANTAR

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Peraturan Akademik Magister Manajemen

belajar yang efektif dan efisien. Koleksi : Drg Wayan Ardhana,MS.,Sp.Ort., Bagian Ortodonsia FKG UGM

by: AGB Kreativitas dalam Techopreneurship

Measurement I. DIGIT SPAN (Before Treatment)

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Ada empat keterampilan berbahasa yang diterima oleh peserta didik secara

KURIKULUM 2013 Perangkat Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia tidak terlepas dari karya sastra,

Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ILMU PENGETAHUAN SOSIAL EKONOMI

PENGANTAR. Kepada Yth : Siswa / Siswi Kelas I SMK Negeri 6 Yogyakarta

BAB I PENDAHULUAN. kekuatan daya hidup dan kreativitasnya. Karena berkat jasa orang orang. inilah maka kehidupan dapat dapat berkembang.

BAB II KAJIAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN

KONTRAK PERKULIAHAN (Pendidikan Jasmani dan Olahraga)

BAB III METODE PENELITIAN. berbentuk kata-kata. Bogdan, Tylor, dan Moleong dalam Margono (2007: 36)

BAB III METODE PENELITIAN

Internalisasi Kreativitas, Mentalitas dan Sosiologi Kritis dalam Kurikulum & PBM Perekonomian Berbasis Kewirausahaan dan Syariah

School of Communication Inspiring Creative Innovation. Perilaku Organisasi (Organizational Behavior) Pertemuan ke-4

UPAYA MENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL MIND MAPPING (PTK Pada Siswa Kelas IX B SMPN 3 Kota Cirebon)

LAMPIRAN SUKHASANA SHAVASANA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

UJIAN TENGAH SEMESTER

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. (2007:136) bahwa narasi berusaha menjawab: Apa yang telah terjadi? Setiap

cinta lingkungan pelajaran 3

BAB I PENDAHULUAN. sekolah. Dalam kegiatan ini, seorang penulis harus terampil memanfaatkan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TEMATIK

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Nomor : 58/KEP/UDN-01/VI/2007. tentang PENYELENGGARAAN UJIAN SEMESTER DI UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN MENULIS CERITA PENDEK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING

Kata Kunci: Pemberdayaan Membaca, Pembelajaran PAKEM

II. TINJAUAN PUSTAKA. bantuan catatan. Pemetaan pikiran merupakan bentuk catatan yang tidak

BRIEFING PENGAWAS UJIAN SEMESTER GANJIL TA 2014/2015. Oleh : Christanto Triwibisono (Direktur Akademik) 11 Desember 2014

12/17/2011. Mind Mapping

KURIKULUM Perangkat Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TEMA 6 : ORGAN TUBUH MANUSIA DAN HEWAN. Kelas / Semester : V / 2

LAMPIRAN A. Data Try Out A-1DATA TRY OUT KECEMASAN BERBICARA DI DEPAN KELAS A-2DATA TRY OUT BERPIKIR POSITIF

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan tidak dapat berjalan baik, tanpa adanya kerja sama dengan berbagai

MENGEMBANGKAN DAN MENJUAL IDE BERWIRAUSAHA

Cara Mengatasi Kecemasan

BAB I PENDAHULUAN. pikiran, pendapat, imajinasi, dan berhubungan dengan manusia lainnya.

UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE MIND MAPPING PADA PELAJARAN MATEMATIKA

Saya berharap bahwa dengan Paket CD ini anda mendapatkan sesuatu yang mudah dalem meningkatkan kecerdasan anda.

Apa bedanya? Apa yang ada dalam pikiran mahasiswa tentang karya ilmiah? MENGGALI POTENSI DIRI MELALUI KARYA ILMIAH. Mahasiswa yang baik?

BERPIKIR KREATIF PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PERPAJAKAN FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

2013 PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI MELALUI METODE MIND MAPPING DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR

Nama Sekolah : Kelas / Semester : 2 / 2 : Lingkungan Waktu : 4 minggu

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Nomor :... tentang PENYELENGGARAAN UJIAN SEMESTER DI UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

MENULIS FIKSI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN EFEKTIF UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR KELAS TINGGI. Nurmina 1*) ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. Saat ini perguruan tinggi di Bandung sudah sangat banyak, sehingga

Jadikanlah soal ini sebagai penambah wawasan, bukan PEDOMAN Nama : Provinsi : BERMAIN DENGAN KUPU-KUPU

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Transkripsi:

Mata Kuliah : KREATIVITAS SKS : 2 sks Dosen : Tim Deskripsi Kreativitas adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk mewujudkan suatu ide baru. Kemampuan tersebut dapat diperoleh dari akal pikiran dan juga dari kemampuan intuitif. Kemampuan ini secara inheren berada dalam setiap diri manusia, dapat dibangkitkan dan dikembangkan untuk membantu memecahkan masalah sehari-hari. Pikiran kreatif perlu diturunkan dalam bentuk yang applicable agar secara konkrit memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi. Pikiran kreatif yang aplikatif ini disebut dengan inovasi (Goman 2001, 4). Tujuan Instruksional Umum Setelah menempuh mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu berpikir kreatif dan inovatif. Berpikir kreatif dan inovatif merupakan instrumen yang dapat digunakan untuk mendobrak kebekuan berpikir agar mampu menciptakan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan praktik bisnis. Proporsi Penilaian 1. Tugas Mingguan 40% 2. Diskusi Mingguan 20% 3. Ujian Tengah Semester 20% 4. Ujian Akhir Semester 20% TATA-TERTIB PERKULIAHAN a. Mahasiswa diwajibkan hadir tepat waktu dengan maksimum keterlambatan 5 menit. Keterlambatan dosen selama 15 menit tanpa pemberitahuan berarti kelas dinyatakan kosong b. Mahasiswa harus berpakaian rapi, tidak merokok di kelas, tidak berbicara dengan rekannya di kelas, tidak mengganggu jalannya perkuliahan c. Mahasiswa tidak diperkenankan menyalakan handphone di dalam kelas d. Mahasiswa diharapkan bertindak sejujur-jujurnya, karena seluruh materi matakuliah ini dirancang untuk meningkatkan kualitas diri mahasiswa. Perilaku tidak jujur adalah perilaku menipu diri sendiri e. Mahasiswa mempunyai hak untuk mendapatkan nilai akhir dari matakuliah ini, jika: Mengikuti kuliah minimal 80% Mengumpulkan tugas (keterlambatan dianggap tidak mengumpulkan tugas) Satuan Acara Perkuliahan (SAP) Minggu ke- Tujuan Instruksional Khusus Materi Teknik Kuliah 1

1 Memberikan pemahaman umum tentang kreativitas 2 Melatih diri untuk keluar dari sikap negatif 3 Melatih diri untuk bersikap optimis 4 Melatih diri untuk mengatasi stres 5 Melatih diri untuk keluar dari belenggu aturan 6 Melatih diri untuk berpikir alternatif 7 Melatih diri untuk lebih intuitif 8 Melatih diri untuk lebih kreatif Pengantar Kreativitas Sikap Negatif 2. Latihan 1: Sikap Positif 3. Latihan Kreativitas Intuitif (KreatIn) Kreativitas Takut Gagal 2. Latihan 2: Teknik Mengambil Risiko 3. Latihan Kreatin Kreativitas Stres yang Berlebihan 2. Latihan 3: Mengatasi Stres 3. Latihan Kreatin Kreativitas Taat pada Aturan 2. Latihan 4: Melanggar Aturan 3. Latihan Kreatin Kreativitas Membuat Asumsi 2. Latihan 5: Memeriksa Asumsi 3. Latihan Kreatin Kreativitas Terlalu Mengandalkan Logika 2. Latihan 6: Iklim Kreatif Internal 3. Latihan Kreatin Kreativitas Merasa tidak Kreatif 2. Latihan 7: Yakin kalau Kreatif 3. Latihan Kreatin 9 - Ujian Tengah Semester - 10 Melatih mengembangkan imajinasi dan pikiran kreatif dan membangkitkan inspirasi 1. Latihan 8: Mind Mapping Tingkat I dan II 2. Latihan Kreatin 11 Melatih mengembangkan imajinasi dan pikiran kreatif dan membangkitkan inspirasi 12 Melatih mengembangkan imajinasi dan pikiran kreatif dan membangkitkan inspirasi 1. Latihan 9: Mind Mapping Tingkat III dan IV 2. Latihan Kreatin 1. Latihan 10: Mind Mapping Tingkat I sd IV dan Estetika 2. Latihan Kreatin Kuliah Latihan Sikap Positif & Kreatin Latihan Teknik Mengambil Risiko & Kreatin Latihan Mengatasi Stres & Kreatin Latihan Melanggar Aturan & Kreatin Latihan Memeriksa Asumsi & Kreatin Latihan Iklim Kreatif Internal & Kreatin Latihan Yakin kalau Kreatif & Kreatin Latihan Membangkitkan Inspirasi & Kreatin Latihan Membangkitkan Inspirasi dan Mind Map & Kreatin Latihan Membangkitkan Inspirasi dan Mind Map 2

& Kreatin 13 Melatih mengembangkan imajinasi dan pikiran kreatif dan membangkitkan inspirasi 1. Latihan 11: Mind Mapping Tanaman 2. Latihan Kreatin Latihan Membangkitkan Inspirasi dan Mind Map & Kreatin 14 Melatih mengembangkan imajinasi dan pikiran kreatif dan membangkitkan inspirasi 1. Latihan 12: Mind Mapping Binatang 2. Latihan Kreatin Latihan Membangkitkan Inspirasi + Metafora dan Analogi & Kreatin 15 Melatih mengembangkan imajinasi dan pikiran kreatif dan membangkitkan inspirasi 1. Latihan 13: Mind Mapping Matahari 2. Latihan Kreatin Latihan Membangkitkan Inspirasi + Metafora dan Analogi & Kreatin 16 Ujian Akhir Semester - Daftar Pustaka Goman, Carol Kinsey. 2001. Creativity in Business: Mengubah Gagasan Menjadi Keuntungan. (Terj. Boni Fatius Sindyarta). Jakarta: Penerbit PPM. Buzan, Tony and Barry Buzan. 2003. The Mind Map Book. London: BBC Worldwide Limited. Soenarno, Adi. 2006. Creativity Games. Yogyakarta: Andi Offset Kreativitas Intuitif (KreatIn) Kreativitas pada dasarnya ada dua macam, yaitu: kreativitas rasional dan kreativitas intuitif. Kreativitas rasional adalah kreativitas yang dibangkitkan dan dikembangkan melalui pemikiran yang rasional. Tetapi sebaliknya kreativitas intuitif adalah kreativitas yang tidak terpikirkan. Kreativitas ini muncul secara inspiratif tanpa secara sengaja dihadirkan atau dipikirkan. Latihan Kreativitas Intuitif 1. Siapkan buku harian kecil (atau alat lainnya yang dapat digunakan untuk menulis seperti PDA atau HP, dan lain-lainnya) yang mudah dikantongi dan dibawa kemanamana setiap saat 2. Tuliskan ide (atau apa saja yang tiba-tiba muncul dalam benak) di buku harian Saudara. 3

Ide yang dimaksud di sini adalah sesuatu yang tidak dipikirkan, tetapi tiba-tiba ada dalam pikiran. Sesuatu (bisa disebut juga inspirasi ) yang demikian (yaitu: tidak dipikirkan, tetapi tiba-tiba ada) adalah peristiwa yang muncul melalui proses intuitif. Dalam latihan ini, inspirasi tidak terbatas pada satu ide, tetapi juga warna, peristiwa, benda, dan lain-lainnya. 3. Catat setiap ide intuitif tersebut setiap hari selama enam hari 4. Pada hari ke-enam, baca kembali semua ide yang dicatat pada hari pertama hingga keenam 5. Setelah dibaca, pilih salah satu ide yang paling menarik dari semua daftar ide yang telah Saudara tulis 6. Ceritakan pengalaman Saudara di kelas 7. Simpan catatan ide Saudara ini hingga pada akhir semester (dan catatan ini dapat digunakan pada semester-semester berikutnya hingga Saudara lulus dari program studi Saudara) Penghambat dan Pendorong Kreativitas No. Penghambat Pendorong 1 Sikap Negatif Perubahan Sikap 2 Takut Gagal Teknik Mengambil Risiko 3 Stres yang Berlebihan Kemampuan Menyalurkan Stres 4 Taat pada Aturan Melanggar Aturan 5 Membuat Asumsi Memeriksa Asumsi 6 Terlalu Mengandalkan Logika Iklim Kreatif Internal 7 Merasa tidak Kreatif Yakin kalau Kreatif Latihan Pendorong Kreativitas Latihan 1: Sikap Positif 1. Mengatasi penghambat kreativitas sikap negatif 2. Membangkitkan pikiran positif secara kreatif 1. Perhatikan pernyataan/sikap teman, dosen, orang tua, tetangga, dan lain-lainnya yang menurut Saudara adalah negatif/pesimis 2. Tuliskan pernyataan/sikap yang negatif/pesimis tadi dalam buku catatan saudara 3. Buatlah tabel seperti contoh berikut ini (atau Saudara dapat membuat tabel versi Saudara sendiri): No. Pernyataan/Sikap Orang Lain Pikiran Kreatif Saudara 1 Semester ini saya kesulitan o Saya mengajukan keringanan 4

bayar SPP 2 Besok, saya gak siap menghadapi Ujian Tengah Semester penundaan pembayaran SPP pada Universitas o Saya mencari pinjaman untuk membayar SPP o Saya mencari kerja sampingan untuk memenuhi kebutuhan uang SPP o Dan seterusnya... o Saya siap mengikuti ujian tengah semester o Saya memanfaatkan waktu yang tersisa ini untuk belajar o Saya memahami materi yang akan diujikan o Dan seterusnya... 4. Temukan pernyataan/sikap negatif seperti di atas minimal lima kasus/hari. Masing-masing pernyataan/sikap negatif tersebut diatasi dengan pikiran kreatif Saudara seperti pada Tabel di atas. Latihan 2: Teknik Mengambil Risiko (Goman 2001, 20; dimodifikasi) Tujuan: 1. Mengatasi penghambat kreativitas takut gagal 2. Melatih berani mengambil risiko 3. Membangkitkan kreativitas 1. Risiko apa yang akan Saudara pertimbangkan ketika Saudara menggunakan uang Saudara sebesar Rp. 100.000,00 dalam bisnis untuk membayar SPP semester depan? 2. Mengapa berani mengambil risiko itu? 5

3. Jika risiko tersebut diambil dan ternyata gagal, hasil terburuk apa yang mungkin Saudara peroleh? 4. Bagaimana Saudara mengatasi kegagalan tersebut? 5. Atau, Saudara memiliki alternatif yang lain? Buatlah satu kasus/hari selama lima hari yang diambil dari pengalaman/pengamatan dalam kehidupan sehari-hari! Latihan 3: Mengatasi Stres (Goman 2001, 25-6; dimodifikasi) Tujuan: 1. Mengatasi penghambat kreativitas stres yang berlebihan 2. Melatih kemampuan untuk keluar dari stres 3. Melatih agar tubuh mental menjadi rileks dan sehat 1. Duduk di kursi atau bersila, punggung dalam kondisi tegak 2. Pejamkan mata, tarik nafas dalam-dalam, kemudian hembuskan 6

3. Rasakan udara yang masuk melalui hidung, rasakan pula udara yang dihembuskan melalui hidung 4. Jika ada pikiran yang masuk, ikuti pikiran itu hingga hilang. Jika muncul lagi, ikuti hingga hilang 5. Konsentrasikan lagi ke pernafasan hingga jarak pikiran yang satu dengan yang lain semakin jauh 6. Bayangkan Saudara berada dalam sebuah taman alami yang luas, di kejauhan terlihat gunung berwarna kebiruan dengan kabut tipis, terasa menyegarkan; udara berhembus sejuk... Di sekitar Saudara terlihat tanaman hijau, dengan bunga warna-warni, indah, dan bervariasi; aroma bunga yang lembut dan harum terasa melalui udara yang masuk dari lubang hidung..., sejuk..., segar... 7. Bayangkan Saudara terbang seperti kupu-kupu mengitari bunga-bunga yang indah..., terbang kesana-kemari dengan bebas dan dengan hati yang riang. Terbang tinggi dan jauh mendekati gunung yang tinggi dengan udara di sekelilingnya yang sejuk... terbang bebas...setinggi gunung dan langit, seluas bumi... 8. Dengan perlahan dan tenang, lakukan hitungan mundur dari sepuluh hingga nol...tenang, santai, dan rileks... 9. Rasakan diri Saudara begitu tenang, santai, dan rileks... 10. Pelan-pelan sadari sekeliling Saudara, kemudian...buka mata... Lakukan latihan ini setiap hari. Catatlah pengalaman yang dialami dan ceritakan di kelas untuk berbagi pengalaman dengan teman-teman yang lain Latihan 4: Melanggar Aturan (Goman 2001, 29-30; dimodifikasi) Tujuan: 1. Mengatasi penghambat kreativitas taat pada aturan 2. Melatih untuk keluar dari peraturan baku 1. Perhatikan kegiatan yang dilakukan oleh Saudara secara rutin (misalnya: naik sepeda motor ke kampus; gosok gigi sebelum tidur; dan lain-lainnya) 2. Lakukan kegiatan yang berbeda atau bahkan bertentangan dengan kegiatan rutin. Misalnya: pergi ke kampus dengan berjalan kaki (= tindakan yang bertentangan dengan kebiasaan naik sepeda motor); atau ke kampus naik sepeda motor yang dibonceng teman (tindakan sedikit berbeda dengan naik sepeda motor ke kampus); tidak menggosok gigi waktu mau tidur (= tindakan bertentangan dengan kebiasaan menggosok gigi ketika mau tidur); dan lain-lainnya 3. Perhatikan pikiran apa yang muncul, atau apa yang dirasakan, ketika Saudara melakukan tindakan yang bertentangan dengan kebiasaan 7

Lakukan latihan tersebut setiap hari satu kasus. Catat dan ceritakan pengalaman yang diperoleh Latihan 5: Memeriksa Asumsi (Goman 2001, 32-3; dimodifikasi) Tujuan: 1. Mengatasi penghambat kreativitas asumsi tunggal 2. Melatih untuk tidak terikat pada asumsi tunggal 3. Memperkaya asumsi (ide) dengan berbagai konsekuensinya 1. Perhatikan tetangga Saudara sedang mengerjakan sesuatu (misalnya: membeli sayuran) 2. Asumsi apa yang pertama kali timbul dalam pikiran Saudara? Catatlah! 3. Asumsi apa lagi yang muncul setelah Saudara mencoba untuk memikirkannya? Catatlah! 4. Konsekuensi apa saja yang muncul dari masing-masing asumsi tersebut di atas? Jelaskan! Lakukan latihan ini satu kasus tiap hari selama enam hari Latihan 6: Iklim Kreatif Internal (Goman 2001, 36; dimodifikasi) Tujuan: 1. Mengatasi penghambat kreativitas terlalu berpikir logis 2. Membangkitkan kemampuan mendapatkan ide dari dalam diri 1. Tetapkan sebuah masalah yang membutuhkan jawaban 2. Duduk rileks, santai, dan pejamkan mata 3. Tarik nafas melalui hidung, kemudian hembuskan nafas melalui hidung, pelan dan santai... 4. Setelah tenang dan tidak lagi ada pikiran yang mengganggu, tanyakan masalah tadi ke diri Saudara 5. Jika sudah ada jawaban (misalnya berupa simbol, huruf, angka, dan lain-lainnya), tapi Saudara belum paham, maka tanyakan lagi ke diri Saudara hingga paham 6. Setelah itu, sadari keadaan sekeliling dan... bukalah mata Saudara Lakukan tiap hari. Setiap hari satu kasus Latihan 7: Yakin kalau Kreatif (Goman 2001, 38-9; dimodifikasi) 8

Tujuan: 1. Mengatasi penghambat kreativitas merasa tidak kreatif 2. Menjadi kreatif dan optimis 1. Buatlah daftar tentang apa saja (sebanyak 3 sampai 5) yang membuat Saudara merasa tidak kreatif 2. Gantilah faktor tersebut dengan faktor yang positif (dimulai dari, atau berdasarkan pada, pikiran yang pertama kali muncul) Lakukan latihan ini setiap hari dengan kasus yang berbeda Latihan 8: Mind Mapping Tingkat I dan II (Buzan & Buzan 2003; dimodifikasi) Tujuan: 1. Mengembangkan kreativitas berpikir Bagian I 1. Temukan satu kata (tentang apa saja). Usahakan kata tersebut tidak diperoleh dari proses berpikir, tetapi dari proses intuisi 2. Tuliskan kata tersebut pada sebuah kertas 3. Buat map dari kata tersebut dengan cara menyambungnya dengan sepuluh kata lain yang berhubungan dengan kata tersebut (ini adalah mind map tingkat I) 4. Kemudian, dari masing-masing sepuluh kata tersebut kembangkan sepuluh kata lagi yang berhubungan (ini adalah mind map tingkat II) 5. Lakukan langkah 3-4 dalam waktu 10 menit 6. Diskusikan keterkaitan antara kata yang satu (dari satu kata awal) dengan sepuluh kata berikutnya (yaitu kata pada tingkat I) dan dengan sepuluh kata berikutnya (yaitu kata pada tingkat II) Bagian II 1. Temukan satu kata (tentang apa saja). Usahakan kata tersebut tidak diperoleh dari proses berpikir, tetapi dari proses intuisi 2. Tuliskan kata tersebut pada sebuah kertas 3. Buat map dari kata tersebut dengan cara menyambungnya dengan sepuluh kata lain yang tidak berhubungan dengan kata tersebut (ini adalah mind map tingkat I) 4. Kemudian, dari masing-masing sepuluh kata tersebut kembangkan sepuluh kata lagi yang tidak berhubungan (ini adalah mind map tingkat II) (catatan: untuk mendapatkan kata pada tingkat I dan II harus intuitif/tidak dipikir) 5. Lakukan langkah 3-4 dalam waktu 7 menit 6. Diskusikan keterkaitan antara kata yang satu (dari satu kata awal) dengan sepuluh kata berikutnya (yaitu kata pada tingkat I) dan dengan sepuluh kata berikutnya (yaitu kata pada tingkat II) yang pada dasarnya tidak berkaitan 9

lakukan latihan ini (Bagian I dan Bagian II) di bawah bimbingan Dosen di kelas. Kemudian pada hari berikutnya selama enam hari lakukan di rumah dengan kata awal yang berbeda dengan yang pernah dilakukan di kelas. Latihan 9: Mind Mapping Tingkat III dan IV (Buzan & Buzan 2003; dimodifikasi) 1. Temukan satu kata (tentang apa saja). Usahakan kata tersebut tidak diperoleh dari proses berpikir, tetapi dari proses intuisi 2. Tuliskan kata tersebut pada sebuah kertas 3. Buat map dari kata tersebut dengan cara menyambungnya dengan sepuluh kata lain yang berhubungan dengan kata tersebut (ini adalah mind map tingkat I) 4. Kemudian, dari masing-masing sepuluh kata tersebut kembangkan sepuluh kata lagi yang berhubungan (ini adalah mind map tingkat II) 5. Dari masing-masing sepuluh kata tingkat II kembangkan lagi sepuluh kata yang tidak berhubungan (ini adalah mind map tingkat III) 6. Dari masing-masing sepuluh kata tingkat III kembangkan lagi sepuluh kata yang tidak berhubungan (ini adalah mind map tingkat IV). ( untuk mendapatkan kata pada tingkat III sampai dengan tingkat IV harus dilakukan secara intuitif/tidak dipikir) 7. Lakukan langkah 3-6 dalam waktu 15 menit 8. Diskusikan keterkaitan antara kata yang satu (dari satu kata awal) dengan sepuluh kata berikutnya (yaitu kata pada tingkat I) dan dengan sepuluh kata berikutnya (yaitu kata pada tingkat II) yang pada dasarnya tidak berkaitan lakukan latihan ini di bawah bimbingan Dosen di kelas. Kemudian pada hari berikutnya selama enam hari, lakukan di rumah dengan kata awal yang berbeda dengan yang pernah dilakukan di kelas. Latihan 10: Mind Mapping Tingkat I sd IV + Estetika (Buzan & Buzan 2003; dimodifikasi) 1. Temukan satu kata (tentang apa saja). Usahakan kata tersebut tidak diperoleh dari proses berpikir, tetapi dari proses intuisi 2. Tuliskan kata tersebut pada sebuah kertas 3. Buat map dari kata tersebut dengan cara menyambungnya dengan sepuluh kata lain yang berhubungan dengan kata tersebut (ini adalah mind map tingkat I). 4. Kemudian, dari masing-masing sepuluh kata tersebut kembangkan sepuluh kata lagi yang berhubungan (ini adalah mind map tingkat II) 5. Dari masing-masing sepuluh kata tingkat II kembangkan lagi sepuluh kata yang tidak berhubungan (ini adalah mind map tingkat III) 6. Dari masing-masing sepuluh kata tingkat III kembangkan lagi sepuluh kata yang tidak berhubungan (ini adalah mind map tingkat IV). 10

( (1) untuk mendapatkan kata pada tingkat III sampai dengan tingkat IV harus dilakukan secara intuitif/tidak dipikir; (2) dalam menghubungkan kata pertama dengan sepuluh kata berikutnya harus dilakukan dengan membuat garis/gambar yang artistik) 7. Lakukan langkah 3-6 dalam waktu 25 menit 8. Diskusikan keterkaitan antara kata yang satu dengan yang lain beserta garis/gambar artistik yang Saudara buat lakukan latihan ini di bawah bimbingan Dosen di kelas. Kemudian pada hari berikutnya selama enam hari, lakukan di rumah dengan kata awal yang berbeda dengan yang pernah dilakukan di kelas. Latihan 11a: Mind Mapping Tanaman 1. Pilih sebuah tanaman! Usahakan proses memilih tanaman tersebut tidak diperoleh dari proses berpikir, tetapi dari proses intuisi 2. Gambarkan tanaman tersebut pada sebuah kertas 3. Buat map dari masing-masing bagian tanaman tersebut dengan cara menyambungnya dengan produk yang mungkin dapat dibuat dari masing-masing bagian tanaman (ini adalah mind map tingkat produk). 4. Kemudian, dari masing-masing sepuluh produk tersebut kembangkan sepuluh konsumen yang akan mengkonsumsinya (ini adalah mind map tingkat konsumen) ( dalam menghubungkan bagian-bagian tanaman dengan sepuluh produk harus dilakukan dengan membuat garis/gambar yang artistik) 5. Lakukan langkah 2-4 dalam waktu 15 menit 6. Diskusikan keterkaitan antara bagian-bagian tanaman dengan produk dan konsumennya beserta garis/gambar artistik yang Saudara buat 7. Diskusikan juga ide-ide yang dapat digunakan untuk melestarikan tanaman tersebut, jika tanaman tersebut dapat dibuat produk seperti telah disebutkan di atas lakukan latihan ini di bawah bimbingan Dosen di kelas. Kemudian pada hari berikutnya selama enam hari, lakukan di rumah dengan tanaman yang berbeda dengan yang pernah dilakukan di kelas. Latihan 11b: Mind Mapping Cakar Ayam 1. Duduk di kursi (atau duduk bersila di atas sajadah, atau tikar, atau karpet) dalam posisi punggung dan kepala tegak lurus, santai dan rileks, tanpa rasa tegang pada seluruh tubuh baik secara fisik maupun mental 2. Pejamkan mata, mohon kepada Tuhan agar latihan ini dapat memberi berkah pada kecerdasan pribadi Saudara 3. Kemudian konsentrasikan pikiran Saudara pada proses pernafasan 4. Rasakan udara yang masuk dan udara yang keluar (pastikan bahwa dalam proses ini Saudara benar-benar konsentrasi pada nafas, tidak ada pikiran lain selain konsentrasi pada nafas) 11

5. Sadari bahwa Saudara sedang memberikan apa yang menjadi hak dari tubuh Saudara, yaitu memberikan udara bersih kepada tubuh 6. Lakukan langkah 1-4 selama kira-kira 10 menit 7. Setelah itu (masih dalam posisi duduk, tutup mata, dan pensil di tangan Saudara), mulailah dengan menulis cakar ayam. Ini bukan tulisan cakar ayam seorang anak. Bayangkan bahwa Saudara adalah seorang seniman yang sedang mensketsa suatu bagan. Biarkan pensil bergerak pada halaman kertasnya. Apabila Saudara telah merasa membuat cukup banyak tulisan cakar ayam, bukalah mata Saudara. Lihat apa yang telah Saudara gambar. Apa yang sedang Saudara pikirkan dari gambar tersebut? Saudara kemudian ingat tentang apa? Bagaimana Saudara menggunakannya pada masalah Saudara? Karakteristik apa yang sesuai untuk suatu penyelesaian? Produk baru yang bagaimana yang diungkapkannya (atau yang dapat Saudara gunakan?) berusahalah untuk memikirkan sebanyak mungkin gambar-biarkan pikiran Saudara berkelana hanya untuk menafsirkan apa yang dimaksudkan oleh tulisan cakar ayam itu. 8. Lakukan latihan di kelas dengan bimbingan Dosen Latihan 12: Mind Mapping Binatang 1. Pilih seekor binatang! Usahakan proses memilih binatang tersebut tidak diperoleh dari proses berpikir, tetapi dari proses intuisi 2. Gambarkan binatang tersebut pada sebuah kertas 3. Buat map dari masing-masing bagian binatang tersebut dengan cara menyambungnya dengan produk yang mungkin dapat dibuat dari masing-masing bagian binatang (ini adalah mind map tingkat produk). 4. Kemudian, dari masing-masing sepuluh produk tersebut kembangkan sepuluh macam kebutuhan yang akan dibutuhkan untuk memproduksi produk tersebut (ini adalah mind map tingkat modal produksi) ( dalam menghubungkan bagian-bagian tanaman dengan sepuluh produk harus dilakukan dengan membuat garis/gambar yang artistik) 5. Lakukan langkah 2-4 dalam waktu 15 menit 6. Diskusikan keterkaitan antara bagian-bagian binatang dengan produk dan modal produksi beserta garis/gambar artistik yang Saudara buat 7. Diskusikan juga ide-ide yang dapat digunakan untuk melestarikan binatang tersebut, jika binatang tersebut dapat dibuat produk seperti telah disebutkan di atas lakukan latihan ini di bawah bimbingan Dosen di kelas. Kemudian pada hari berikutnya selama enam hari, lakukan di rumah dengan binatang yang berbeda dengan yang pernah dilakukan di kelas. Latihan 13: Mind Mapping Gambar dan Kata 12

1. Potonglah dua puluh kata dan dua puluh gambar dari koran. Gulunglah potongan kertas tadi seperti gulungan kertas untuk undian arisan (catatan: potongan kertas gambar dan kata besarnya harus sama) 2. Kemudian tempatkan dalam satu wadah dan kocok 3. Ambil secara acak sepuluh gulungan kertas 4. Hubungkan gambar dan kata-kata tadi sehingga bermakna 5. Diskusikan di kelas lakukan latihan ini di bawah bimbingan Dosen di kelas. Kemudian pada hari berikutnya selama enam hari, lakukan di rumah dengan potongan-potongan kertas yang berbeda dengan yang pernah dilakukan di kelas. 13