Aplikasi Pengiriman Data Serial Tanpa Kabel

dokumen-dokumen yang mirip
PEMBUATAN PERANGKAT APLIKASI PEMANFAATAN WIRELESS SEBAGAI MEDIA UNTUK PENGIRIMAN DATA SERIAL

Pengiriman Data Serial Tanpa Kabel Menggunakan Transceiver 2.4Ghz

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

BAB II LANDASAN TEORI

Decoder/Encoder UART ke IrDA Menggunakan IrDA Kontroller

BAB I PENDAHULUAN. Cuaca adalah salah satu komponen yang sangat penting dalam kehidupan

Real Time Clock Menggunakan I2C Bus pada Modul DST-52

BAB II DASAR TEORI. Dasar teori yang mendukung untuk tugas akhir ini adalah teori tentang device atau

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III PERANCANGAN SISTEM

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Published By Stefanikha

Pengiriman Data Serial Tanpa Kabel Menggunakan Transceiver 2.4Ghz Bagian 2 Konfigurasi Transceiver 2.4GHz

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TELEMETRI Abstrak I. Pendahuluan

TEKNIK DAN MODEL KOMUNIKASI

Sistem Transmisi Modulasi & Multiplexing

Yunifa Miftachul Arif S.S.T., M.T

BAB III PERANCANGAN SISTEM

Kata kunci: Amplitude Shift Keying, nir kabel, elektromagnetik

BAB 4 MODULASI DAN DEMODULASI. Mahasiswa mampu memahami, menjelaskan mengenai sistem modulasi-demodulasi

BAB II SISTEM KOMUNIKASI

Identifikasi Menggunakan RFID

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III STUDI KOMPONEN. tugas akhir ini, termasuk fungsi beserta alasan dalam pemilihan komponen. 2. Sudah memiliki Kecepatan kerja yang cepat

AN2014 : Pembuatan Jam Digital dengan Development System DST -R8C

Wireless Infrared Printer dengan DST-51 (Komunikasi Infra Merah dengan DST-51)

LAPISAN FISIK. Pengertian Dasar. Sinyal Data

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI

BAB I PENDAHULUAN. pengendali yang dapat diandalkan semakin meningkat yang kemudian. menghasilkan perkembangan baru dalam perancangannya.

BABII TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

Gambar 3.1 Blok Diagram Port Serial RXD (P3.0) D SHIFT REGISTER. Clk. SBUF Receive Buffer Register (read only)

BAB IV ANALISIS DAN PENGUJIAN. Berikut ini adalah diagram blok rangkaian secara keseluruhan dari sistem alat ukur curah hujan yang dirancang.

RANCANG BANGUN TELEMETRI TEMPERATUR DAN KELEMBABAN BERBASIS SENSOR SHT11 DAN ARDUINO UNO R3

Dalam sistem komunikasi saat ini bila ditinjau dari jenis sinyal pemodulasinya. Modulasi terdiri dari 2 jenis, yaitu:

PERTEMUAN. KOMUNIKASI MIKROKONTROLER 89C51 DENGAN KOMPUTER (Lanjutan)

BAB I PENDAHULUAN. Temperatur atau suhu merupakan salah satu besaran pokok fisika yang

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA SISTEM

APLIKASI MODUL ASK (AMPLITUDO SHIFT KEYING) SEBAGAI MEDIA TRANSMISI UNTUK MEMBUKA DAN MENUTUP PINTU BERBASIS MIKROKONTROLLER AT MEGA 8

BAB IV PENGUKURAN DAN ANALISIS SISTEM. diharapkan dengan membandingkan hasil pengukuran dengan analisis. Selain itu,

BAB 2 LANDASAN TEORI

MODULASI. Adri Priadana. ilkomadri.com

BAB III DESKRIPSI DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM

TEKNIK MODULASI. Kelompok II

BAB III PERANCANGAN DAN CARA KERJA SISTEM. Pada bab ini diterangkan tentang langkah dalam merancang cara kerja

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA. Oleh : Nila Feby Puspitasari

No Output LM 35 (Volt) Termometer Analog ( 0 C) Error ( 0 C) 1 0, , ,27 26,5 0,5 4 0,28 27,5 0,5 5 0, ,

PENGENDALIAN ROBOT MENGGUNAKAN MODULASI DIGITAL FSK (Frequency Shift Keying )

Teknik Komunikasi Data

MODE TRANSMISI DATA LAPISAN FISIK. Budhi Irawan, S.Si, M.T

APLIKASI SENSOR RADIO FREKUENSI (RF)

FREQUENCY HOPPING SPREAD SPECTRUM TRANSMITTER DENGAN PSEUDO NOISE CODE

Dalam kondisi normal receiver yang sudah aktif akan mendeteksi sinyal dari transmitter. Karena ada transmisi sinyal dari transmitter maka output dari

BAB I PENDAHULUAN. 500 KHz. Dalam realisasi modulator BPSK digunakan sinyal data voice dengan

BAB II KONSEP DASAR PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB I PENDAHULUAN. komunikasi data telah menjadi layanan utama pada sistem telekomunikasi.

MAKALAH KOMUNIKASI DATA

TSK304 - Teknik Interface dan Peripheral. Eko Didik Widianto

1. PENGERTIAN PEMANCAR RADIO

ALAT PEMESANAN NOMOR BANGKU BIS TERINTEGRASI SECARA WIRELESS

Pengantar Komunikasi Data. Muhammad Zen Samsono Hadi, ST. MSc. Lab. Telefoni Gedung D4 Lt. 1

Gambar Komunikasi serial dengan komputer

PROSES PENGAMBILAN DATA SENSOR DARI DQI

BAB II LANDASAN TEORI. tergantung pada besarnya modulasi yang diberikan. Proses modulasi

PENGERTIAN GELOMBANG RADIO

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Perancangan Dan Pembuatan Robot Beroda Dan Berlengan Yang Dilengkapi Dengan Kamera Video Berbasis Mikrokotroler AT89S51

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA. regulator yang digunakan seperti L7805, L7809, dan L Maka untuk

PERANCANGAN ALAT SERVICE BELL NIR-KABEL. Disusun Oleh : Nama : Budi Hartono Ong Nrp :

BAB 2 LANDASAN TEORI. suatu media transmisi (Forouzan, 2007). transmitter, transmission system, receiver, dan media

Menggunakan ADC 16-bit DST-R8C

Percobaan 3 PENGENALAN INTERFACE I 2 C

ANALISIS KINERJA MODULASI ASK PADA KANAL ADDITIVE WHITE GAUSSIAN NOISE (AWGN)

Wireless Infrared Printer dengan DST-51 (Pengambilan Data dari Standard Parallel Port)

Rijal Fadilah. Transmisi & Modulasi

BAB III PERANCANGAN SISTEM

MODULATOR DAN DEMODULATOR. FSK (Frequency Shift Keying) Budihardja Murtianta

MODULASI. Ir. Roedi Goernida, MT. Program Studi Sistem Informasi Fakultas Rekayasa Industri Institut Teknologi Telkom Bandung

BAB III PERANCANGAN ALAT

BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL PUSAT TEKNOLOGI AKSELERATOR DAN PROSES BAHAN Jl. Babarsari Kotak Pos 6101 Ykbb, Yogyakarta 55281

Faculty of Electrical Engineering BANDUNG, 2015

PERCOBAAN IV Komunikasi Data MODEM

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI TELMETRI SUHU BERBASIS ARDUINO UNO

Jurnal Teknologi Elektro, Universitas Mercu Buana ISSN: Sistem Logger Suhu dengan Menggunakan Komunikasi Gelombang Radio

II. DASAR TEORI. 2.1 Visible Light Communication [2][3]

Rijal Fadilah. Transmisi Data

PENDETEKSI BANJIR BERBASIS MIKROKONTROLLER DENGAN MENGGUNAKAN TRANSMISI GELOMBANG RADIO

Teknik komunikasi data

SERPIH-SERPIH (IC) INTERFACE DASAR PADA PC

Sistem Telekomunikasi

BAB V PENGUJIAN DAN ANALISIS

BAB III LANDASAN TEORI

IMPLEMENTASI SISTEM NIRKABEL PADA PENGENDALIAN ROBOT MOBIL PENGAKUISISI DATA SUHU

KOMUNIKASI DATA SUSMINI INDRIANI LESTARININGATI, M.T

PEMODELAN SISTEM AUDIO SECARA WIRELESS TRANSMITTER MENGGUNAKAN LASER POINTER

Transkripsi:

Aplikasi Pengiriman Data Serial Tanpa Kabel Pada dunia digital terdapat dua metode pengiriman data yang umum digunakan, yaitu pengiriman data secara pararel dan pengiriman data secara serial. Pada pengiriman data serial, data dikirim satu persatu perbit data. Sedangkan pada pengiriman data secara pararel data dikirimkan sekaligus bersama-sama, sehingga proses transfer data memerlukan waktu yang lebih sedikit daripada secara serial. Kerugian dari pengiriman data secara pararel adalah memerlukan jalur data yang banyak sesuai dengan jumlah bit data yang akan dikirimkan. Pengiriman data secara pararel memerlukan jalur data yang banyak dikarenakan pengiriman bit-bit data dilakukan secara bersama-sama, melalui jalur data masing-masing bit data tersebut. Berbeda dengan pengiriman data secara serial, yang mana bit data dikirimkan satu-persatu sesuai dengan urutannya melalui jalur data yang sama, sehingga tidak memerlukan jalur data yang tidak terlalu banyak. Pengiriman data secara serial dibagi menjadi dua cara, yaitu secara synchronous dan asynchronous. Pengiriman data secara synchronous berarti sinyal clock turut dikirim pada saat proses pengiriman data. Sinyal clock dikirim sebagai sinyal sinkronisasi data pada receiver. Pada pengiriman data serial secara synchronous, antara transmiter dan receiver tidak harus menyamakan seting baudrate dan parameter waktu terlebih dahulu. Contoh pengiriman data serial secara synchronous adalah seperti pada gambar. Sedangkan pada pengiriman data secara asynchronous sinyal clock tidak ikut dikirim, sehingga hanya sinyal data saja yang dikirim. Karena sinyal clock tidak ikut dikirimkan maka antara transmiter dan receiver harus menyamakan seting baudrate dan parameter waktu terlebih dahulu. Selain itu terdapat tanda untuk setiap kali pengiriman paket data serial, misalnya untuk menandakan awal bit dari data yang dikirim menggunakan bit tanda yaitu start bit, sedangkan untuk menandakan akhir bit data menggunakan bit tanda stop bit. Contoh pengiriman data serial secara asynchronous adalah seperti pada gambar 2. Untuk mengirim dan menerima data secara serial dapat menggunakan Universal Asynchronous Receiver Transmitter (UART). Komunikasi data serial menggunakan UART sangat umum dan mudah penggunaannya, misalnya pada port serial PC. Pada UART jalur pengiriman dan menerima data serial dipisahkan. Pada bagian transmitter, UART merubah bentuk data pararel yang akan dikirim menjadi untaian data serial. Sebaliknya pada receiver UART merubah untaian data serial yang diterima menjadi data pararel. Setiap pengiriman data mempergunakan bit tanda start bit dan stop bit. Jalur data yang dipergunakan hanya untuk setiap arah pengiriman data. Data-data serial dikirim melewati jalur data yang

sama satu-persatu setiap satuan waktu. Media transmisi data yang dipergunakan dapat bermacam-macam bisa berupa kabel, ataupun yang lain misalnya udara. Pada aplikasi kali ini akan dicontohkan pengiriman data serial menggunakan modul DST-52 dengan media transmisi bukan kabel, tetapi berupa udara. Pengiriman data serial melalui media udara menggunakan gelombang radio sebagai pembawa data. Secara sederhana proses pengiriman data menggunakan gelombang radio adalah, sinyal informasi atau data yang akan dikirimkan ditumpangkan terlebih dahulu ke sinyal pembawa. Proses menumpangkan sinyal informasi ini disebut dengan modulasi. Gabungan antara kedua sinyal tersebut kemudian akan dipancarkan oleh transmiiter. Pada receiver, gelombang pembawa yang membawa sinyal informasi tersebut diterima, kemudian dipisahkan antara gelombang pembawa dan sinyal informasi, sehingga diperoleh kembali sinyal informasi. proses ini disebut demodulasi. Pada aplikasi kali ini untuk transmiter menggunakan modul TLP 96 dan untuk receiver menggunakan modul RLP 96. Modul TLP 96 menggunakan modulasi ASK (Amplitudo Shift Keying), Modul ini bekerja dengan frekuensi 96MHz. Mempunyai daya output RF sebesar 2-2mW. Kecepatan data serial maksimun yang dapat ditransmisikan adalah sebesar 200Kbps. Contoh bentuk gelombang modulasi ASK adalah seperti pada gambar 3. Pada modul DST-52 telah terdapat internal UART sehingga data pararel dapat langsung ditransmisikan dan diterima secara serial lewat port serial modul. Data serial dari modul DST-52 akan dimodulasi dan dipancarkan menjadi gelombang radio menggunkan modul TLP 96. Contoh cara menghubungkan antara modul DST-52 dengan modul pemancar TLP 96 adalah seperti pada gambar 4. Data yang akan

diumpankan ke modul TLP 96 terlebih dahulu dibuffer dan diinvert menggunakan IC 74HC4. Pada bagian penerima, gelombang radio yang dipancarkan oleh modul TLP 96 diterima melalui modul RLP 96, oleh modul ini sinyal yang diterima akan didemodulasi sehingga diperoleh sinyal data. Data serial yang telah diterima akan diumpankan ke modul DST-52 dengan terlebih dahulu dibuffer dan diinvert menggunakan IC 74HC4. Contoh cara menghubungkan antara modul DST-52 dengan modul penerima RLP 96 adalah seperti pada gambar 5. AsoB 230405,Delta Electronic Data D0 D D2 D3 D4 D5 D6 D7 Clock Gambar Data Gambar 2 Start Bit D0 D D2 D3 D4 D5 D6 D7 Stop Bit

Gambar 3 VCC ANTENNA J 2 3 4 TLP 96 2 TX/Serial Out 74HC4 Modul DST-52 Gambar 4

ANTENNA VCC RLP 96 8 2 7 3 6 4 5 2 74HC4 RX/Serial In Modul DST-52 Gambar 5