dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilakukan di apotek Mega Farma Kota Gorontalo pada tanggal

Jangan Sembarangan Minum Antibiotik

Penyebab: si kecil diserang jasad renik, seperti kuman, mikroba atau virus. Namun penyebab terbesar adalah virus.

1. Mitos: Menyikat gigi beberapa kali sehari merugikan enamel.

BAB XXV. Tuberkulosis (TB) Apakah TB itu? Bagaimana TB bisa menyebar? Bagaimana mengetahui sesorang terkena TB? Bagaimana mengobati TB?

KUESIONER PENELITIAN SKRIPSI HUBUNGAN PENGETAHUAN PENDERITA TENTANG TUBERKULOSIS PARU DENGAN PERILAKU KEPATUHAN MINUM OBAT

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Batasan anak balita adalah setiap anak yang berada pada kisaran umur

BAB I PENDAHULUAN. masalah besar yang harus benar-benar diperhatikan oleh setiap orang tua. Upaya

Gejala Penyakit CAMPAK Hari 1-3 : Demam tinggi. Mata merah dan sakit bila kena cahaya. Anak batuk pilek Mungkin dengan muntah atau diare.

CARA BIJAK MEMILIH OBAT BATUK

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Gonore Menyebabkan Vagina Bernanah

1. Apakah anda mengetahui tentang imunisasi? a. Ya b. Tidak 2. Apakah anda mengetahui tentang tujuan imunisasi? a. Ya b. Tidak

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha

PENYAKIT MENULAR SEKSUAL DAN HIV / AIDS

Mengapa disebut sebagai flu babi?

Cara Mengobati Gatal Jamur Eksim

BAB I PENDAHULUAN. anak-anak dan dewasa muda. Penyakit ini mencapai lebih dari 13 juta kematian per

Bab II. Solusi Terhadap Masalah-Masalah Kesehatan. Cerita Juanita. Apakah pengobatan terbaik yang dapat diberikan? Berjuang untuk perubahan

Awal Kanker Rongga Mulut; Jangan Sepelekan Sariawan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Penyakit infeksi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Diare,

APA ITU TB(TUBERCULOSIS)

BAB I PENDAHULUAN. kematian di negara-negara berkembang termasuk Indonesia, sebagai akibatnya

Lampiran 1 Kuesioner Penelitian

Tips Mengatasi Susah Buang Air Besar

No. Responden : Tanggal wawancara: Kuesioner Penelitian Gambaran Peran Keluarga Terhadap Penderita TBC di wilayah kerja Puskesmas Kota Datar

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT MODUL - 2 PENILAIAN DAN KLASIFIKASI ANAK SAKIT UMUR 2 BULAN SAMPAI 5 TAHUN

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha

Buku Kesehatan dan Hak Seksual serta Reproduksi GWLmuda. - Keluar nanah dari lubang kencing, dubur dan vagina,

Jika ciprofloxacin tidak sesuai, Anda akan harus minum antibiotik lain untuk menghapuskan kuman meningokokus.

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Sakit Gigi Akibatkan Penyakit Jantung dan Stroke

Famili : Picornaviridae Genus : Rhinovirus Spesies: Human Rhinovirus A Human Rhinovirus B

Komplikasi Diabetes Mellitus Pada Kesehatan Gigi

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan kesehatan di Indonesia saat ini dihadapkan pada dua

dalam terapi obat (Indrasanto, 2006). Sasaran terapi pada pneumonia adalah bakteri, dimana bakteri merupakan penyebab infeksi.

Aneka kebiasaan turun temurun perawatan bayi

BAB I PENDAHULUAN. dan tempat pelayanan kesehatan (DepKes RI, 2002). paling tepat dan murah (Triyanto & Sanusi, 2003).

BAB I PENDAHULUAN. daya kesehatan dimasa depan. Salah satu pokok program pembangunan kesehatan

Kesehatan Anak - Aneka penyakit anak yg perlu diketahui semua ortu

TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TENTANG PEMAKAIAN ANTIBIOTIKA AMOXICILLIN DI RUMAH SAKIT UMUM Dr. H. KOESNADI BONDOWOSO TAHUN 2014

Obat Luka Diabetes Pada Penanganan Komplikasi Diabetes

BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang

UJI ANTIBAKTERI EKSTRAK TANAMAN PUTRI MALU (Mimosa pudica) TERHADAP PERTUMBUHAN Shigella dysentriae

Written by Administrator Sunday, 07 August :30 - Last Updated Wednesday, 07 September :03

Pola buang air besar pada anak

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT MODUL - 6

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha 1

BAB I PENDAHULUAN. makanan dicerna untuk diserap sebagai zat gizi, oleh sebab itu kesehatan. penyakit dalam dan kehidupan sehari-hari (Hirlan, 2009).

Efektivitas Pengobatan Obat Herbal Untuk Diabetes Kering Pada Luka Kaki Penggunaan Obat Herbal Untuk Diabetes Kering

Bagaimana menghadapi anak dengan kejang dan epilepsi ; Peran orangtua. dr. Setyo Handryastuti

BAB III VIRUS TOKSO PADA KUCING

BAB I PENDAHULUAN. penyebarannya sangat cepat. Penyakit ini bervariasi mulai dari hiperemia

BAB I PENDAHULUAN. mamalia. Beberapa spesies Candida yang dikenal dapat menimbulkan penyakit

Kenali Penyakit Periodontal Pada Anjing

Tak perlu khawatir dan jangan dipaksakan,karena nanti ia trauma.

BAB I PENDAHULUAN. Di berbagai negara khususnya negara berkembang, peranan antibiotik dalam

I. PENDAHULUAN. dialami oleh siapa saja dan dapat terjadi dimana saja baik dirumah, tempat

BAB I PENDAHULUAN. Menurut data World Health Organization (WHO), diare adalah penyebab. Sementara menurut United Nations Childrens Foundation (UNICEF)

3. Apakah anda pernah menderita gastritis (sakit maag)? ( ) Pernah ( ) Tidak Pernah

Tentang Penyakit SIPILIS dan IMPOTEN...!!! Posted by AaZ - 12 Aug :26

Hepatitis C: Bom Waktu didalam Hati

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT MODUL - 5 TINDAK LANJUT

STREPTOCOCCUS PNEUMONIAE

BAB 1 PENDAHULUAN. Disentri basiler yang berat pada umumnya disebabkan oleh Shigella

BAB I PENDAHULUAN. oleh infeksi saluran napas disusul oleh infeksi saluran cerna. 1. Menurut World Health Organization (WHO) 2014, demam tifoid

ANALISIS COLIFORM PADA MINUMAN ES DAWET YANG DIJUAL DI MALIOBORO YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. Madu adalah pemanis tertua yang pertama kali dikenal dan digunakan oleh

SMP JENJANG KELAS MATA PELAJARAN TOPIK BAHASAN VIII (DELAPAN) ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) SISTEM PENCERNAAN MANUSIA

DAN INFORMASI KESEHATAN SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI MALANG 2011/2012

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

KUESIONER PENGARUH PROMOSI KESEHATAN TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN TUBERKULOSIS PARU DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS 1 DAN RUMAH TAHANAN KELAS 1 MEDAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

SATUAN ACARA PENYULUHAN ( SAP )

Pada anak anak yang menggunakan dot, menghisap ibu jari atau yang menggunakan dot mainan, keadaan semua ini juga bisa menimbulkan angular cheilitis.

TANDA-TANDA AWAL KEHAMILAN. Ditulis oleh Rabu, 02 May :10 -

Kanker Usus Besar. Bowel Cancer / Indonesian Copyright 2017 Hospital Authority. All rights reserved

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. diberikan antibiotik pada saat dirawat di rumah sakit. Dari jumlah rekam medik

GENERASI CERDAS BIJAK MENGGUNAKAN ANTIBIOTIK Oleh :

Menggunakan alat-alat tradisional yang tidak steril seperti alat tumpul. Makan nanas dan minum sprite secara berlebihan

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Batuk pilek merupakan gangguan saluran pernafasan atas yang paling

Apa Obat Diabetes Untuk Komplikasi Neuropati Otonom?

Kuesioner Gambaran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Ibu Bayi dan Balita Mengenai Penyakit Polio Pasca PIN V

Pertanyaan yang Sering Diajukan (PSD) tentang Suplementasi Vitamin A

MANAJEMEN TERPADU UMUR 1 HARI SAMPAI 2 BULAN

BAB I PENDAHULUAN. maupun anaerob. Bakteri Streptococcus viridans dan Staphylococcus aureus

KISI KISI SOAL PRETEST DAN POST TEST. Ranah Kognitif Deskripsi Soal Jawaban

BAB I PENDAHULUAN. (Infeksi Saluran Pernafasan Akut). Saat ini, ISPA merupakan masalah. rongga telinga tengah dan pleura. Anak-anak merupakan kelompok

BAB I PENDAHULUAN. tubuh) terhadap penyakit (Biddulph, 1999). Salah satu penyakit. yang umumnya diderita oleh bayi dan balita adalah jenis

ISOLASI ACTINOMYCETES DARI LALAT RUMAH (Musca domestica) YANG BERPOTENSI SEBAGAI ANTIBIOTIK TERHADAP BAKTERI Staphyllococcus aureus

TETAP SEHAT! PANDUAN UNTUK PASIEN DAN KELUARGA

Pembahasan Video : :1935/testvod/_definst_/mp4:(21). 8 SMP BIOLOGI/4. SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIA/BIO mp4/manifest.

BAB 1 PENDAHULUAN. berkontribusi terhadap terjadinya resistensi akibat pemakaian yang irasional

BAB I PENDAHULUAN. antigen (bakteri, jamur, virus, dll.) melalui jalan hidung dan mulut. Antigen yang

Transkripsi:

www.rajaebookgratis.com Obat yang mengandung antibiotik seringkali diibaratkan buah simalakama. Pada satu sisi dipercaya dapat mempercepat proses penyembuhan, namun di sisi lain juga diyakini akan menimbulkan masalah kesehatan baru pada si kecil. Obat antibiotika, umumnya banyak dipakai untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Obatobatan sepertipenisilin(khusus bayi),cloran Feniko,Sefalos Sporin,Tetrasiklin (khusus anak di atas 8 tahun) danquinolon(khusus anak besar), diberikan dokter bersama sejumlah obat lain. Umumnya, dokter akan menyarankan untuk 'meminumnya sampai habis', baik pada resep maupun secara lisan. Secara medis, Antibiotik merupakan senyawa mikroorganisme seperti jamur atau bakteri tertentu yang telah 'dijinakkan' dan bila dimasukkan ke dalam tubuh dapat Hati-hati Menggunakan Antibiotik!

menjadi penyembuh yang ampuh 'berperang' dengan bakteri-bakteri 'musuh' di dalam tubuh. Namun penggunaannya tidak boleh sembarangan, lho, karena bila dikonsumsi berlebihan malah akan beresiko tinggi pada kesehatan si kecil. Jangan Sembarangan Pada dasarnya obat yang ditemukan oleh Alexander Fleming dari Scotlandia di tahun 1928 ini, mempunyai dua cara kerja, yaitu mampu menghambat pertumbuhan bakteri penyakit ataubakteriostasisdan membunuh bakteri penyakit tersebut atau baktericidal. Sehingga obat ini mampu menghilangkan dan membasmi bakteri, tanpa menimbulkan efek samping yang berarti pada tubuh yang mengkonsumsinya. Namun, bukan berarti semua penyakit dapat diberikan antibiotik. Menurut Dr. Hinky Hindra Irawan Satari, Sp.A., M.Tropaed., obat antibiotika umumnya diberikan pada penyakit-penyakit infeksi atau yang disebabkan oleh bakteria saja. Misalnya, penyakit-penyakit yang berkenaan dengan infeksi saluran pernapasan, saluran pencernaan, atau peradangan telinga. Meski antibiotik mampu secara langsung membunuh jamur atau bakteri penyebab penyakit, tapi penggunaannya tidak boleh sembarangan," tegasnya. Pemberian antibiotik yang terlalu banyak akan menyebabkan jamur atau bakteria tersebut menjadi kebal terhadap daya sembuh obat ini. "Bila ini terjadi, maka penyakit yang diderita tidak akan sembuh, meski telah diberikan antibiotik." Nah, untuk lebih jelasnya, berikut ini beberapa mitos dan

fakta tentang penggunaan obat antibiotika: 1. Berhenti Minum Obat Setelah Sembuh Menurut Hindra, banyak masyarakat awam yang meminum obat antibiotik secara salah, yaitu tidak menepati petunjuk meminum obat yang diberikan oleh dokter. "Kebanyakan masyarakat awam, bila ia merasa sudah baikan, obat yang diberikan tidak lagi diminum." Misalnya, bila obat yang diberikan seharusnya diminum selama 7 hari, tapi baru 3 hari diminum sudah tidak diminum lagi. Pendapat ini, merupakan cara yang salah. "Umumnya, hal ini akibat pertimbangan orangtua yang salah." Mungkin lantaran anaknya sendiri susah untuk diminta minum obat, karena orangtua takut anak kebanyakan obat, atau karena khawatir anak terkena efek samping antibiotik seperti disebut-sebut orang, misalnya, membuat gigi anak menjadi cokelat,"

www.rajaebookgratis.com jelasnya. Padahal, meminum obat antibiotik tidak sesuai anjuran dokter atau penggunaan antibiotik dengan dosis rendah ini berbahaya. Selain bisa merusak daya kerja antibiotik itu sendiri - akibat penyembuhan penyakit anak belum tuntas - pemakaian yang dihentikan sebelum waktunya akan menimbulkan efek negatif, karena bakteri 'jinak' yang dimasukkan ke dalam tubuh akan kalah 'berperang' dan memancing bakteri 'musuh' terus berkembang dan berlipatganda. Faktanya, pemakaian obat antibiotik yang tidak sesuai aturan akan menyebabkan penyakit si kecil menjadi bertambah parah. "Tapi sepanjang penggunaaan antibiotik benar, yaitu disiplin minum dan menghabiskannya sesuai resep dokter. Meski anak sering sakit - minimal 5-6 kali setahun, dan selalu diberi antibiotik oleh dokter, tidak akan berbahaya." 2. Obat Antibiotik Tidak Efektif Banyak masyarakat awam, banyak juga yang 'kecewa' dengan pemberian obat antibiotik. Banyak yang mengatakan, bahwa obat ini tidak efektif dalam menyembuhkan beberapa penyakit. Pada kenyataannya, antibiotik yang tidak efektif ini bisa disebabkan oleh bakteri yang sudah menjadi kebal terhadap beberapa jenis obat antibiotik.

Misalnya, konon penyakit akibat bakteri Streptococcus(penyebab penyakit pneumonia atau radang paru-paru) tidak bisa lagi disembuhkan dengan antibiotik jenisvancomycin. MenurutCentre for Disease Control and Prevention(CDCP), hal ini terjadi akibat adanya mutasi bakteri di dalam tubuh yang membuat bakteri Streptococcus kebal terhadap antibiotik. Nah, bakteri-bakteri yang kebal ini, akan terus menginfeksi dan bahkan terus melipatgandakan jumlahnya sehingga menimbulkan ancamanancaman baru yang lebih mengerikan pada tubuh. Penyebabnya, juga akibat penggunaan antibiotik yang tidak pada tempatnya, misalnya, penggunaan dosis yang rendah, terlalu tinggi atau penggunaan resep antibiotik yang tak perlu. "Kuman-kuman yang resisten sangat sulit diobati dengan antibiotik biasa. Sehingga perlu antibiotik generasi baru yang tentunya mahal," ujar dr. Latre Buntaran SpMK dari Bagian Mikrobiologi RSAB Harapan Kita, Jakarta. Kuman-kuman itu bisa menyebabkan penyakit apa saja, misalnya pneumonia, infeksi saluran kemih, infeksi perut, dan infeksi luka operasi. 3. Antibiotik Menyebabkan Gigi Kuning Saat ini teknologi dunia kedokteran sudah canggih, sehingga ahli medis dapat menekan sebanyak mungkin efek samping antibiotik yang merugikan terhadap tumbuhkembang si kecil. Sebagian besar jenis antibiotik yang digunakan dokter saat ini tidak akan membuat gigi berubah warna. Tetapi, memang ada satu jenis antibiotik

yang sensitif bagi gigi, biasanya obat ini tidak boleh diberikan sebelum seorang anak berusia 8 tahun, yaitu jenis Tetrasiklin, karena sifatnya yang mengendap pada gigi. 4. Antibiotik Bisa Mengganggu Kecerdasan Pendapat ini, menurut Hindra adalah mitos belaka. "Penggunaan obat antibiotik tidak ada hubungannya sama sekali dengan kecerdasan anak," tukasnya. Pada kenyataannya, kecerdasan anak dapat terganggu jika pada masa keemasan anak (usia 0-5 tahun), ia sering sakit dan pengobatan

www.rajaebookgratis.com dilakukan tidak secara maksimal atau serampangan. Misalnya, salah dalam menggunakan obat - termasuk antibiotik - yang mengakibatkan penyakit si kecil menjadi berlarut-larut. Sehingga ia tidak dapat memanfaatkan waktunya untuk menjalani proses tumbuh-kembang. 5. Menyebabkan Jamur pada Rongga Mulut Jamur yang terlihat seperti lapisan atau selaput putih yang menonjol pada mulut, merupakan jenis jamurcandida albicans. Jamur ini sebenarnya merupakan penghuni normal di mulut. Namun jika keseimbangannya terganggu, seperti penggunaan antibiotik yang tidak tepat, akan menguntungkan jamur untuk tumbuh dan menyebabkan gejala infeksi. Infeksi jamur ini sendiri tidak berbahaya, tapi nyerinya dapat mengganggu si kecil. Hubungi dokter jika Anda menduga adanya infeksi jamur ini. 6. Antibiotik Pencetus Diare Pada bayi, penggunaan antibiotik kadang bisa menyebabkan terjadinya diare. Gejalanya seperti tinja yang encer, kadang ditambah kondisi lebih sering buang air besar, kotoran lebih banyak, ada lendir, dan muntah. Keadaan ini kemungkinan besar akibat efek samping dari kerja obat dalam mengatasi infeksi dan bakteri penyebab penyakit. Cara mengatasinya sebenarnya mudah, yaitu dengan memberikan yogurt dengan biakan utuh pada bayi yang sedang mendapatkan antibiotik.

Gunakan Antibiotika Secara Aman 1. Perhatikan petunjuk penggunaan obat yang diberikan oleh dokter, misalnya apakah penggunaan antibiotik memang diperlukan oleh penyakit si kecil. Gunakan sesuai dosis yang dianjurkan, jangan memberikan antibiotik dengan dosis yang kelewat rendah atau tinggi, karena bisa berbahaya. Berapa kali sehari, apakah diberikan sesudah atau sebelum makan. 2. Tanyakan pada dokter, apakah obat yang diberikan mempunyai efek samping, bila ya tanyakan apa saja efek itu. Apakah selama mengkonsumsinya, si kecil harus berpantang makanan atau tidak. 3. Buatlah catatan setiap kali obat diberikan, sehingga Anda selalu tahu kapan Anda memberikan dosis terakhir. Jika sedikit terlambat memberikan obat, kembalilah pada jadwal pada pemberian dosis berikutnya. 4. Bacalah label pemeliharaan/penyimpanan obat, misalnya obat harus disimpan di tempat kering/sejuk. 5. Jangan memberikan antibiotik yang diresepkan bagi orang lain tanpa persetujuan dokter - bahkan pada penyakit yang sama sekalipun. 6. Selalu memberikan antibiotik untuk jangka waktu ditentukan dokter, kecuali jika dokter mengatakan hal lain, bahkan jika si kecil tampak sudah pulih benar. 7. Catat semua obat yang Anda berikan pada bayi (termasuk antibiotik), untuk penyakit apa diberikan, jangka waktu pemberian, efek samping atau efek terbalik yang timbul, pada buku riwayat kesehatan anak.

8. Jangan meminum obat antibiotik sisa. Meski jarak sakit si kecil hanya satu bulan dengan gejala penyakit sama persis dengan penyakit sebelumnya, sisa antibiotik tak boleh diminumkan kembali. Ini lantaran selain masa aman obat tak terjamin, pada dasarnya setiap kali anak sakit, kadar penyakit dan kumannya berbeda. Jadi antibiotik 'bekas sakit kemarin' belum tentu cocok digunakan lagi. Obat ini memang berbeda dengan obat penurun panas atau pilek yang dapat ditebus kembali jika diserang penyakit yang sama.

www.rajaebookgratis.com