Sebagai pengalaman baru

dokumen-dokumen yang mirip
Psikologi Konseling Adhyatman Prabowo, M.Psi. Kompetensi konselor & Karakteristik klien

KONSELING KELOMPOK.

KOMUNIKASI INTERPERSONAL. Rizqie Auliana

Konseling merupakan inti kegiatan bimbingan secara keseluruhan yang berkenaan dengan pengentasan masalah dan fasilitasi perkembangan individu

TEKNIK-TEKNIK PSIKOEDUKASI

# Kemampuan Komunikasi # Komunikasi Jitu (1)

Pengertian Bentuk komunikasi yang dilakukan oleh individu, khususnya profesi (konselor, guru, relawan, rohaniawan) dalam membantu & mendampingi klien

Duduk saling membelakangi, salah seorang berperan sebagai konseli berbicara dan konselor mendengarkan dengan perhatian Duduk berhadapan.

SOFT SKILLS. Rizqie Auliana

Konseling Kelompok. Pertemuan ke-13

MODUL PEDOMAN DAN MATERI KONSELING INDIVIDUAL PENANGGULANGAN NAFZA BAGI FASILITATOR DENGAN SASARAN ORANG TUA DAN REMAJA

Interaksi yang dilakukan perawat menimbulkan dampak terapeutik yang memungkinkan klien untuk tumbuh dan berkembang.

PRINSIP KEBUTUHAN DASAR MANUSIA

HAMBATAN INTERAKSI DAN KOMUNIKASI

KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN KONSELING ( KIP/K ) RURY NARULITA SARI, SST., M.Kes

Dalam penanganan pasien perlu memperhatikan dua aspek: raga dan jiwa atau jasmani dan rohani

KESEHATAN MENTAL DLM KEHIDUPAN REMAJA

PERKEMBANGAN EMOSI. Sunardi, PLB FIP UPI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pada prinsipnya sebagai makhluk sosial, antara individu yang satu dengan

PROFESSIONAL IMAGE. Modul ke: Fakultas FIKOM. Program Studi Public Relations.

JENIS LAYANAN DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING

Persepsi Sosial : Memahami orang lain

Menjelaskan sistem penilaian Menjelaskan pengertian penilaian kelas Menjelaskan Prinsip penilaian kelas Menjelaskan Teknik penilaian kelas

BANG EMOSI YG NORMAL

Apa bedanya? Apa yang ada dalam pikiran mahasiswa tentang karya ilmiah? MENGGALI POTENSI DIRI MELALUI KARYA ILMIAH. Mahasiswa yang baik?

TEORI-TEORI KOMUNIKASI PERSUASIF

Lampiran 1. Hasil Validitas dan Reliabilitas

10/17/2013. Suatu proses yang kita gunakan untuk mencoba memahami orang lain. Garis besar pembahasan meliputi: Baron & Byrne (2002) :

TUGAS DAN PERAN PELATIH (Hak dan Kewajiban Pelatih) OLEH: YUNYUN YUDIANA

Mendampingi Perkembangan Mental Anak

BAB II LANDASAN TEORI

INTERPERSONAL COMMUNICATION SKILL. Presented by : Dr. Mohammad Yamien,M.Si

KETERAMPILAN KONSELING : KLARIFIKASI, MEMBUKA DIRI, MEMBERIKAN DORONGAN, MEMBERIKAN DUKUNGAN, PEMECAHAN MASALAH DAN MENUTUP PERCAKAPAN

Organisasi dan Kode Etik Profesi

RETNONINGSIH SUHARNO, S.Pd

BAB I PENDAHULUAN. individu dengan individu yang lain merupakan usaha manusia dalam

MBTI (Myers Briggs Type Indicator) Mengenali : -Kekuatan, keunikan, motivasi, potensi -Menghargai/berkomunikasi dg mereka yg berbeda dg kita

KEDISIPLINAN, KONFLIK, KEPUASAN KERJA, STRESS & FRUSTASI DALAM PERKERJAAN. Pertemuan 9. 10/9/2016 Nova Yanti Maleha,S.E.MM 1

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Masa remaja merupakan masa transisi dari masa anak-anak menuju masa dewasa yang

KOMUNIKASI EFEKTIF. By : Lastry. P, SST

Kognisi Sosial. (Berpikir mengenai dunia sosial)

Tujuan Instruksional Umum Peserta memahami cara meningkatkan kemampuan penguasaan tertentu dalam merealisasikan keinginan sesungguhnya dlm kehidupan s

MASALAH PARTISIPASI. Masalah pembentukan partisipasi menurut Jochen Ropke adalah : 1. Konflik kepentingan / Perbedaan keinginan (Conflict of interest)

TEORI BIROKRASI WEBER Kuliah Minggu ke-5 dan 6

Leadership Karakteristik, Kompetensi, Perilaku

UNSUR-UNSUR TANGGUNG JAWAB KOMANDAN. Rudi M. Rizki, S.H., LL.M

UNSUR-UNSUR S TANGGUNG GJAWAB A KOMANDAN

Danang Setyo Budi Baskoro, M.Psi

Falsafah PANTUN FILSAFAT ADA ORANG YANG TAHU DI TAHUNYA ADA ORANG YANG TAHU DI

Komunikasi Interpersonal. Dwi Kurnia Basuki

Lampiran 1. Uji validitas dan reliabilitas. Hasil try out Penyesuaian diri

BAB I PENDAHULUAN. Masa remaja merupakan saat yang penting dalam mempersiapkan

# Kemampuan Komunikasi # Human Relations (Hubungan Manusiawi / Antar Manusia) Arif Basofi, S.Kom, M.T

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Efikasi Diri. Menurut Bandura (1997) Efikasi diri merupakan bagian penting dalam

PENDEKATAN PSIKOLOGIS DALAM OLAHRAGA USIA DINI

BAB II TINJAUAN TEORITIS. A. Karyawan PT. INALUM. capital, yang artinya karyawan adalah modal terpenting untuk menghasilkan nilai

Ciri akhir masa kanak-kanak

LEADERSHIP (Kepemimpinan Efektif)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Harga Diri. Harris, 2009; dalam Gaspard, 2010; dalam Getachew, 2011; dalam Hsu,2013) harga diri

Keterampilan Dasar Mengajar (Generic Teaching Skill) Oleh : Susiwi S.

KEMAMPUAN KHUSUS INDIVIDU & ANTISIPASI PENDIDIKAN

Penyesuaian Diri LIA AULIA FACHRIAL, M.SI

ETIKA BAGI PENGEVALUASI AMDAL HADI S. FAKULTAS KEHUTANAN IPB

MENGEMBANGKAN KREATIVITAS GURU DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN OLEH: YATI SITI MULYATI

Nurlaila Susilowati SKM, MKes

MASA KANAK-KANAK AWAL. Masa ini dialami pada usia Masa Usia Pra Sekolah : 2-4 th Play group atau TK : 4 5,6 th

B A B PENDAHULUAN. Setiap manusia yang lahir ke dunia menginginkan sebuah kehidupan yang

PERSEPSI DIRI & PERSEPSI SOSIAL

KIAT MELAKUKAN KONSELING SEKSUALITAS TERHADAP KLIEN YANG BERMASALAH DENGAN PASANGANNYA. Present by : Rr. Ivonne YS. S.Psi., M.Psi.

Setelah mengikuti kegiatan belajar, diharapkan dapat : Menjelaskan pengertian KIP&K dlm pelayanan kes Menjelaskan perbedaan KIP&K dg jenis komunikasi

Merintis, memulai, dan menggembangkan usaha. Oleh Azmi Hikmah Fajrina

Meliputi: Konformitas (conformity): berperilaku yg wajar, dpt diterima oleh kelompok/masyarakat. Kesepakatan ( compliance): usaha utk membuat orang

THINK RICH! YOU WILL GET IT COMES TRUE T.H. EKER

BAB II KAJIAN TEORI. 2010:523) menyatakan bahwa self efficacy mempengaruhi pilihan aktivitas

KEPEMIMPINAN KEPERCAYAAN

EMOSI & PERASAAN. PERTEMUAN KE- 7

BAB II TINJAUAN TEORI

Dr. Sri wahyu Lelly Hana Setyanti, SE., M.Si

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. informasi baik verbal atau non verbal (Chitty, 2001, dalam Marquis,

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. terhadap perilakunya seseorang perlu mencari tahu penyebab internal baik fisik,

APLIKASI KOMUNIKASI NON-VERBAL DI DALAM KELAS

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Sebagai makhluk sosial, manusia tidak akan dapat bertahan hidup sendiri.

HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KECEMASAN KOMUNIKASI PADA REMAJA DI JAKARTA BAB 1 PENDAHULUAN

BAB II LANDASAN TEORI. A. Kepuasan Pernikahan. 1. Pengertian Kepuasan Pernikahan

PROSES DAN TEKNIK-TEKNIK KONSELING

WEWENANG, DELEGASI DAN DESENTRALISASI

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Anak merupakan generasi penerus dan aset pembangunan. Anak menjadi

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS

POLA PENGASUHAN ANAK BERWAWASAN GENDER

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Kreatif & Etika bisnis

Manajemen Sumber Daya Manusia DOSEN : DIANA MA RIFAH

KATA PENGANTAR KUESIONER. Dalam rangka memenuhi persyaratan pembuatan skripsi di Fakultas

Prosiding Seminar Nasional Dalam Rangka Dies Natalis Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

PENDEKATAN PUBLIC RELATION (PR) DLM PENINGKATAN KAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN

Konsep Manusia dan Kebutuhan Dasar Manusia

Small Groups in Counseling and Therapy. Sigit Sanyata 07 Juni 2009

Transkripsi:

Sebagai pengalaman baru

Sekurang2nya ada 6 macam pengalaman baru yg diperoleh oleh klien dalam proses konseling yaitu : 1. Mengenal konflik internal 2. Menghadapi realitas 3. Mengembangkan konsep diri 4. Memulai suatu hubungan baru 5. Meningkatnya kebebasan psikologis 6. Memperbaiki konsep-konsep yang keliru

1. Mengenal konflik internal penyebab terjadinya : a. Penilaian negatif terhadap diri sendiri (misal : saya bodoh, tidak tampan, tidak menarik, salah tingkah dsb) akan menimbulkan konflik, karena : waktu dan tenaga akan digunakan utk melawan/menghindar, bermasalah dengan lingkungan, menyalahkan lingkungan b. Keharusan Psikologis, adalah pikiran/perasaan yg mengharuskan (misal ; aku harus jadi nomor satu. ; aku harus dihormati. ; aku harus jadi panutan ). Perasaan ini akan membebani klien, memvonis diri sendiri telah gagal apabila keharusan tsb tdk tercapai c. Konflik kebutuhan akan timbul jika klien dihadapkan pd suatu kondisi harus memuaskan beberapa kebutuhan sekaligus (misal : memenuhi kepuasan pribadi sekaligus membanggakan orangtua)

2. Menghadapi realitas Penyebab seseorang tdk mampu menghadapi realitas (kegagalan, kehilangan, kesedihan ) antara lain : 1. Menghindar dengan lebih banyak mengenang pada masa lalu atau merencanakan masa depan menghindari realitas masa kini yg sesungguhnya ( Dulu waktu SMA saya pelajar teladan se kotamadya, dan kelak setelah lulus saya akan jadi pengusaha yg sukses ) pdhal saat ini nilai IPK nya <2,00 2. Generalisasi berlebihan baik thdpdiri sendiri, orang lain dan lingkungan (misal : seseorang merasa pandai dalam segala hal.pdhal kenyataannya hanya pandai pd satu bidang saja ) 3. Menyalahkan baik thdpdiri sendiri, orang lain dan lingkungan (Misal : menyalahkan dosen, orangtua, teman2nya sbg penyebab keterlambatan studi) Dgn menyalahkan orang lain --> sementara klien merasa terbebas dr masalah > pdhal justru menambah beban masalah

3. Mengembangkan konsep diri 1. Kesan palsu apa yg ditampilkan sesungguhnya bukan gambaran keadaan dirinya sendiri ( misal : kpd pihak tertentu menunjukkan kesan kuat, pandai, supel, tppd pihak lain menunjukkan kesan sebaliknya : lemah, perlu dikasihani, dikucilkan dsb menimbulkan konflik dan khawatir apabila kepalsuannya terbongkar. Konseling membantu individu berani menampilkan diri sendiri apa adanya 2. Saringan (filter) psikologis adalah kesan yg telah lama melekat dlm diri seseorg shg menghalangi penampilan yg sebenarnya; dpt terjadi karena 2 hal, yaitu (1) indoktrinasi yg bersifat dogmatis yg diterima sejak kecil (misal ; kamu harus rajin, taaat, tekun, ulet dsb ); (2) peranan yg hrs dipikul (misal : orang yg lama berperan sbg pemimpin, ketika tdk menjabat lagi akan mengalami kesulitan menampilkan dirinya sendiri) 3. Kebingungan Mungkin seseorg tahu ttg dirinya, tetapi ragu2 krn lingkungan tdk menganggapnya demikian

4. Memulai suatu hubungan baru Hub konseling mempunyai kualitas tersendiri yg mungkin tdk didptkan dari hub lainnya, dg alasan : a. Ketulusan konselor utk membantu, ditandai sikap ramah, hangat, bersahabat b. Pemahaman yg diberikan konselor kpd klien klien merasa diterima c. Dikembangkan interaksi yg tulus d. Resiko akibat hub konselor-klien menunjang perkembangan e. Klien belajar membuat respon2 baru dan efektif 5. Meningkatnya kebebasan psikologis a. Kebebasan mengakui ketidaksempurnaan diri sendiri b. Kebebasan mempertanggungjawabkan perilaku diri sendiri c. Kebebasan mengecewakan orang lain d. Kebebasan menyatakan perasaan

6. Memperbaiki konsep-konsep yg keliru Ada bbrpa konsepsi keliru yg banyak dibawa ke dlm konseling, yaitu : a. Konsepsi adanya masalah2 yg tdk dpt dipecahkan b. Konsepsi bhw janji2 tdk dpt dibatalkan, dan hrs ditepati scra pasti c. Konsepsi bhw masalah yg dihadapi adalah korban dr situasi atau org yg bersifat merusak d. Konsepsi bhw apa yg dipersepsikan dan diinterpretasikan sesuai e. Konsepsi bhw orang lain tahu persis apa yg dilakukannya

KLIEN Dalam Konseling

1. Konsep Psychological stregth (daya psikologis) yaitu sesuatu kekuatan yg diperlukan utk menghadapi berbagai permasalahan kehidupan; mempunyai 3 dimensi : a. Need fulfillment (pemenuhan kebutuhan) makin besar kekuatan psikis, makin besar kemampuan memenuhi kebutuhan b. Intrapersonal competencies makin besar daya dlm menghadapi diri sendiri, makin efektif perilaku individu dlm interaksi dg lingkungannya c. Interpersonal competencies makin besar kemampuan interaksi dg orang lain, makin efektif hub dg orang lain makna dan kebahagiaan hidup tercapai

Relationship between the dimensions of psychological strength Competencies Need fulfillment Psychological strength Level of functioning Very good High Good Psychologically healthy Average Average Average Normal Inadequate Insufficient Below Normal-distressed Very poor Low Average poor Abnormal

Pemenuhan kebutuhan 1. Memberi dan menerima kasih sayang 2. Kebebasan 3. Memiliki kesenangan 4. Menerima stimulasi 5. Perasaan mencapai prestasi 6. Memiliki harapan 7. Memiliki ketenangan 8. Memiliki tujuan hidup secara nyata

Kompetensi Intra pribadi 1. Pengetahuan diri 2. Pengarahan diri 3. Harga diri Kompetensi Antarpribadi 1. Kepekaan terhadap diri sendiri dan orang lain 2. Ketegasan diri (assertiveness) 3. Menjadi nyaman dg diri sendiri danorang lain 4. Menjadi diri yg bebas 5. Harapan realistis thdp diri sendiri dan orang lain 6. Perlindungan diri dalam situasi antar pribadi

KONSELOR dalam Konseling

Kualitas Konselor 1. - menyadari kebutuhannya - menyadari perasaannya - menyadari apa yg membuat cemas selama konseling, dan cara yg hrs dilakukan utk mengurangi kecemasan - menyadari kelebihan dan kekurangan diri 2. Kompetensi - berusaha meningkatkan pengetahuan ttg perilaku dan konseling : - mencoba pengalaman hidup baru - mencoba berbagai pendekatan dlm konseling - mengevaluasi langkah konseling efektif

3.. Kesehatan psikologis yg baik - mencapai pemuasan kebutuhan hidup - tidak membawa masalah pribadi ke dlm proses konseling - menyadari titik penyimpangan dan kelemahan yg dpt membantu penyelesaian masalah - berusaha mencapai kehidupan yg lebih baik 4. Dapat dipercaya - dpt dipercaya dlm menepati janji, dlm ucapan dan perbuatan - menjamin kerahasiaan klien - membuat klien tdk merasa menyesal telah membuka rahasia dirinya - bertanggungjawab thdp semua ucapan dlm konseling Hambatan utama : kesibukan konselor mempengaruhi konsistensi konselor, misal : tdk tepat waktu, tempat dsb

5. Kejujuran konselor hrs terbuka, otentik dan sejati dlm penampilannya - tranparansi memudahkan konselor-klien berinteraksi dlm suasana keakraban psikologis - kejujuran memungkinkan konselor memberi umpan balik - kejujuran konselor mampu mengajak klien utk menjadi jujur - konselor dpt menjadi model bgmna menjadi manusia jujur dgn cara2 konstruktif Hambatan memperoleh kejujuran adalah adanya stress yg dialami konselor hrs bebas stress 6. Kekuatan (Strength) - mampu membina hub baik - mampu membuat keputusan yg tdk populer - fleksibel dlm melakukan pendekatan konseling - mampu menjaga jarak dg klien, tdk terbawa emosi saat melakukan konseling

7. Kehangan (Warmth) ramah, peduli, menghibur dikomunikasikan dg cara non verbal : tekanan suara, ekspresi mata, mimik wajah, isyarat badan Kehangatan diperlukan utk : - mencairkan kebekuan - mengundang utk berbagi pengalaman emosional - memungkinkan klien menjadi hangat kpd dirinya sendiri 8. Pendengar yg baik - menunjukkan komunikasi yg penuh kepedulian - merangsang dan memberanikan klien utk bereaksi secara spontan thdp konselor - menimbulkan situasi yg mengajarkan - klien membutuhkan gagasan2 baru Hambatan : ketakutan konselor menjadi terlibat, peka dan bertgjwb terhdp permasalahan klien

9. Kesabaran - memiliki toleransi thdp ambiguitas (makna ganda) yg terjadi dlm konseling - mampu berdampingan dg klien - mentolerir pemborosan waktu oleh klien - mempertahankan konsep diri 10. Kepekaan - peka thdp resksi dirinya sendiri - mengetahui kapan, dimana dan berapa lama melakukan penelusuran klien - mengajukan pertanyaan dan mengaitkan informasi yg dipandang mengancam dgn cara yg arif - peka thdp hal2 yg menyentuh dlm dirinya

HAL-HAL YG HRS DIPERHATIKAN OLEH KONSELOR PEMULA 1. Kesehatan psikologis 2. Merugikan klien 3. tanggungjawab konselor 4. Kepedulian dan penerimaan 5. Kurang pengalaman 6. Kegagalan 7. Kesulitan tersembunyi - berusaha terlalu banyak dan terlalu dini - lebih banyak mengajar drpd menciptakan hubungan - penerimaan yg berlebihan - menampilkan masalah konseling secara berlebihan - kecenderungan menampilkan kepribadian konseling - merenung setelah mengalami sesi yg sulit