Pengeringan. Shinta Rosalia Dewi

dokumen-dokumen yang mirip
Satuan Operasi dan Proses TIP FTP UB

MODUL 8 PSIKROMETRIK CHART

A. Pengertian Psikometri Chart atau Humidty Chart a. Terminologi a) Humid heat ( Cs

BAB II LANDASAN TEORI

5/30/2014 PSIKROMETRI. Ahmad Zaki M. Teknologi Hasil Pertanian UB. Komposisi dan Sifat Termal Udara Lembab

Pengeringan. Shinta Rosalia Dewi

BAB 9. Kurva Kelembaban (Psychrometric) dan Penggunaannya

Campuran udara uap air

SMK NEGERI I CIREBON 2011 Visit us on : ptu.smkn1-cirebon.sch.id

MEKANISME PENGERINGAN By : Dewi Maya Maharani. Prinsip Dasar Pengeringan. Mekanisme Pengeringan : 12/17/2012. Pengeringan

PENGARUH KONSENTRASI LARUTAN, KECEPATAN ALIRAN DAN TEMPERATUR ALIRAN TERHADAP LAJU PENGUAPAN TETESAN (DROPLET) LARUTAN AGAR AGAR SKRIPSI

BAB II DASAR TEORI. BAB II Dasar Teori. 2.1 AC Split

Pengeringan Untuk Pengawetan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II DASAR TEORI 0,93 1,28 78,09 75,53 20,95 23,14. Tabel 2.2 Kandungan uap air jenuh di udara berdasarkan temperatur per g/m 3

FISIKA TERMAL Bagian I

HUMIDIFIKASI DEHUMIDIFIKASI

BAB II LANDASAN TEORI. tropis dengan kondisi temperatur udara yang relatif tinggi/panas.

Menurut Brennan (1978), pengeringan atau dehidrasi didefinisikan sebagai pengurangan kandungan air oleh panas buatan dengan kondisi temperatur, RH, da

TINJAUAN PUSTAKA. Df adalah driving force (kg/kg udara kering), Y s adalah kelembaban

...(2) adalah perbedaan harga tengah entalphi untuk suatu bagian. kecil dari volume.

FISIKA TERMAL(1) Yusron Sugiarto

Nama : Maruli Tua Sinaga NPM : 2A Jurusan : Teknik Mesin Fakultas : Teknologi Industri Pembimbing :Dr. Sri Poernomo Sari, ST., MT.

Pembekuan. Shinta Rosalia Dewi

PENGARUH VARIASI FLOW DAN TEMPERATUR TERHADAP LAJU PENGUAPAN TETESAN PADA LARUTAN AGAR-AGAR SKRIPSI

12/3/2013 FISIKA THERMAL I

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

UNIT 7 PROSES-PROSES PSYCHROMETRICS

Prinsip proses pengawetan dengan penurunan kadar air pada bahan pangan hasil ternak. Firman Jaya

II. TINJAUAN PUSTAKA. seperti kulit binatang, dedaunan, dan lain sebagainya. Pengeringan adalah

BAB II DASAR TEORI. BAB II Dasar Teori

PENINGKATAN KUALITAS PENGERINGAN IKAN DENGAN SISTEM TRAY DRYING

PSIKOMETRIK DAN CHART

KESETIMBANGAN ENERGI

Laporan Tugas Akhir BAB II TEORI DASAR

KALOR. Keterangan Q : kalor yang diperlukan atau dilepaskan (J) m : massa benda (kg) c : kalor jenis benda (J/kg 0 C) t : kenaikan suhu

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II LANDASAN TEORI

MODUL PRAKTIKUM SATUAN OPERASI II

BAB II LANDASAN TEORI

9/17/ KALOR 1

MENGAMATI ARUS KONVEKSI, MEMBANDINGKAN ENERGI PANAS BENDA, PENYEBAB KENAIKAN SUHU BENDA DAN PENGUAPAN

/ Teknik Kimia TUGAS 1. MENJAWAB SOAL 19.6 DAN 19.8

KESETIMBANGAN ENERGI

UNIT 4 SIKLUS REFRIGERASI

SIFAT SIFAT TERMIS. Pendahuluan 4/23/2013. Sifat Fisik Bahan Pangan. Unit Surface Conductance (h) Latent heat (panas laten) h =

Studi Eksperimental Sistem Pengering Tenaga Surya Menggunakan Tipe Greenhouse dengan Kotak Kaca

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan tentang aplikasi sistem pengabutan air di iklim kering

SUHU DAN KALOR DEPARTEMEN FISIKA IPB

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Proses Perpindahan Panas Konveksi Alamiah dalam Peralatan Pengeringan

KONSEP DASAR PENGE G RIN I GA G N

HIDROMETEOROLOGI Tatap Muka Ke 6 (KELEMBABAN UDARA)

BAB 4 UAP JENUH DAN UAP PANAS LANJUT

/ Teknik Kimia TUGAS 1. MENJAWAB SOAL 19.6 DAN 19.8

BAB III METODE PENELITIAN

III ZAT MURNI (PURE SUBSTANCE)

E V A P O R A S I PENGUAPAN

BAB 9. PENGKONDISIAN UDARA

BAB II DASAR TEORI. Tabel 2.1 Daya tumbuh benih kedelai dengan kadar air dan temperatur yang berbeda

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA II MODUL 7 WETTED WALL COLUMN

TOPIK: PANAS DAN HUKUM PERTAMA TERMODINAMIKA. 1. Berikanlah perbedaan antara temperatur, panas (kalor) dan energi dalam!

BAB II LANDASAN TEORI

MENENTUKAN JUMLAH KALOR YANG DIPERLUKAN PADA PROSES PENGERINGAN KACANG TANAH. Oleh S. Wahyu Nugroho Universitas Soerjo Ngawi ABSTRAK

BAB II LANDASAN TEORI

KALOR. Kelas 7 SMP. Nama : NIS : PILIHAN GANDA. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat!

TUGAS PERPINDAHAN PANAS

Fisika Dasar I (FI-321)

STUDI EXPERIMENT KARAKTERISTIK PENGERINGAN BATUBARA TERHADAP VARIASI SUDUT BLADE PADA SWIRLING FLUIDIZED BED DRYER.

EVAPORASI 9/26/2012. Suatu penghantaran panas pada cairan mendidih yang banyak terjadi dalam industri pengolahan adalah evaporasi.

2016 ACARA I. BLANCHING A. Pendahuluan Proses thermal merupakan proses pengawetan bahan pangan dengan menggunakan energi panas. Proses thermal digunak

AZAS TEKNIK KIMIA (NERACA ENERGI) PRODI TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

TUGAS AKHIR EKSPERIMEN HEAT TRANSFER PADA DEHUMIDIFIER DENGAN AIR DAN COOLANT UNTUK MENURUNKAN KELEMBABAN UDARA PADA RUANG PENGHANGAT

PENGARUH KECEPATAN UDARA TERHADAP TEMPERATUR BOLA BASAH, TEMPERATUR BOLA KERING PADA MENARA PENDINGIN

Pengeringan (drying)/ Dehidrasi (dehydration)

KALOR. Peta Konsep. secara. Kalor. Perubahan suhu. Perubahan wujud Konduksi Konveksi Radiasi. - Mendidih. - Mengembun. - Melebur.

Proses Pengeringan. Rosdaneli Hasibuan. Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara

PERANCANGAN DAN PENGUJIAN ALAT PENGERING KOPRA DENGAN TIPE CABINET DRYER UNTUK KAPASITAS 6 kg PER-SIKLUS

BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN

Fisika Umum (MA101) Kalor Temperatur Pemuaian Termal Gas ideal Kalor jenis Transisi fasa

Studi Eksperimen Pengaruh Sudut Blade Tipe Single Row Distributor pada Swirling Fluidized Bed Coal Dryer terhadap Karakteristik Pengeringan Batubara

BAB IV ANALISA. Gambar 4.1. Fenomena case hardening yang terjadi pada sampel.

BAB 1 Energi : Pengertian, Konsep, dan Satuan

III. METODE PENELITIAN. dan di Ruang Gudang Jurusan Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Universitas

Disusun Oleh : REZA HIDAYATULLAH Pembimbing : Dedy Zulhidayat Noor, ST, MT, Ph.D.

BAB VI HASIL DAN PEMBAHASAN

Studi Eksperimen Pemanfaatan Panas Buang Kondensor untuk Pemanas Air

BAB III METODOLOGI. 1.1 Lokasi dan Waktu. 1.2 Alat dan Bahan Alat Bahan

UJI PRESTASI PENDINGINAN EVAPORASI KONTAK TIDAK LANGSUNG (INDIRECT EVAPORATIVE COOLING) DENGAN VARIASI TEMPERATUR MEDIA PENDINGIN AIR

Bab IV Hasil dan Pembahasan

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... i. ABSTRAK... iii. DAFTAR GAMBAR... viii. DAFTAR TABEL... x. DAFTAR NOTASI... xi Rumusan Masalah...

ANALISIS PERFORMANSI MODEL PENGERING GABAH POMPA KALOR

PENYIMPANAN DAN PENGGUDANGAN PENDAHULUAN

Cara Menggunakan Tabel Uap (Steam Table)

KATA PENGANTAR. Tangerang, 24 September Penulis

PENGARUH STUDI EKSPERIMEN PEMANFAATAN PANAS BUANG KONDENSOR UNTUK PEMANAS AIR

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Air. Shinta Rosalia Dewi

KALOR (HEAT) Kalor. padat KALOR PERPINDAHAN KALOR

Transkripsi:

Pengeringan Shinta Rosalia Dewi

SILABUS Evaporasi Pengeringan Pendinginan Kristalisasi Presentasi (Tugas Kelompok) UAS

Aplikasi

Pengeringan merupakan proses pemindahan uap air karena transfer panas dan massa yang terjadi secara simultan Uap air dapat ditranspor ke permukaan produk dan diuapkan secara internal pada antarmuka larutan, kemudian ditranspor sebagai uap ke permukaan Transfer panas tergantung : T, kelembaban udara, kecepatan aliran udara, luas area, dan tekanan. Laju transfer dipengaruhi sifat fisik makanan : T, komposisi makanan, kadar air Alat pengering menggunakan prinsip konduksi, konveksi atau radiasi dalam mentransfer panas.

Tujuan pengeringan Memperpanjang daya simpan makanan tidak ada air tidak ada mikroba dan enzim yang menyebabkan pembusukan Mempermudah pengemasan Mempermudah pengiriman berat pengiriman berkurang

Kualitas produk Pengeringan Ekonomi Waktu Suhu Aktivitas air

Perubahan yang terjadi selama pengeringan 1.Reaksi pencoklatan (Enzimatis, non enzimatis) 2.Oksidasi Lipid 3.Kehilangan warna 4.Kelarutan 5.Tekstur 6.Aroma dan rasa 7.Kehilangan vitamin 8.Jumlah mikroba 9.Sifat viskoelastis makanan 10.Retakan

Teori dasar pengeringan

Pengeringan Transfer panas Menyediakan kalor laten penguapan Perpindahan uap air Penguapan (perpindahan air) dari makanan

kalor Kalor : energi yang diterima oleh benda sehingga suhu benda atau wujudnya berubah. Ukuran jumlah kalor dinyatakan dalam notasi British Thermal Unit (BTU). Air digunakan sebagai standar untuk menghitung jumlah panas karena untuk menaikkan temperature 1 o F untuk tiap 1 lb air diperlukan panas 1 BTU. Kalor laten : kalor yang diperlukan untuk merubah phasa (wujud) benda, tetapi temperaturnya tetap. Kalor laten penguapan (latent heat of vaporization) : jumlah energi yang dibutuhkan per kg zat cair (liquid) pada titik didihnya untuk menguap (menjadi gas)

Transfer panas Persamaan pindah panas : q = U A dt q : laju pindah panas (W) U : koefisien pindah panas menyeluruh (W/m 2.K) A : luas area (m 2 ) dt : perbedaan suhu keseluruhan (K)

Pengeringan Pengeringan Proses pemakaian panas dan pemindahan air dari bahan yang dikeringkan yang berlangsung secera serentak bersamaan Konduksi media Steam contoh Drum dryer Konveksi Radiasi media Udara Pemanas contoh Oven Spray Dryer Rotary dryer media Radiant Energy contoh Alat Pengering Energi Microwave

Faktor yang Mempengaruhi Kecepatan Pengeringan : 1. Suhu & kelembaban nisbi udara selama proses pengeringan: suhu rendah, RH tinggi pengeringan lama 2. Kecepatan pergerakan udara yang melalui produk pertanian atau lamanya bahan melalui alat pengering 3. Kadar air produk pertanian yang dikeringkan 4. Varietas dari produk pertanian itu 5. Banyaknya bahan yang dimasukkan dalam alat pengering per menitnya 6. Suhu udara pengering pada awal dan akhir proses (keluar alat pengering)

Laju Pengeringan Laju Pengeringan Sifat Bahan - Bulk Density - Kadar Air awal - Kadar Air kesetimbangan

PERHITUNGAN KADAR AIR Kadar air suatu bahan biasanya dinyatakan dalam persentase bobot terhadap bahan basah, misalnya dalam gram air untuk setiap 100 gram bahan, dan disebut kadar air berat basah atau basis basah (bb). Kadar air basis basah dapat ditetapkan dengan persamaan berikut:

PERHITUNGAN KADAR AIR Disamping kadar air bobot basah, kadar air bahan juga dapat dinyatakan dalam kadar air basis kering yaitu air yang diuapkan dibagi bobot bahan setelah pengeringan. Jumlah air yang diuapkan adalah bobot bahan sebelum pengeringan dikurangi bobot bahan setelah pengeringan, sebagaimana persamaan berikut:

Contoh soal 1 Sebuah padatan basah dikeringkan dari kandungan air 80% menjadi 5%, basis basah. Hitung air yang diuapkan/100 kg produk kering Jawab : Kandungan air mula2 = 0,8/(1-0,8) = 4 kg air/kg padatan kering Kandungan air akhir = 0.05/(1-0.05)=0,0527 kg air/kg padat kering

PERHITUNGAN KADAR AIR Menghitung kadar air basis basah dan basis kering pada soal berikut ini: 1. 100 kg gabah yang dikeringkan diperoleh data bobot air 20 kg dan bobot bahan kering 80 kg. Berapa kadar air Wet Basis dan Dry Basisnya 2. Jika kadar air bahan awal 20 % dikeringkan menjadi 14 %, berapa persen susutnya? 3.Sebanyak 100 kg kacang tanah dengan kadar air awal 25 persen (BB), dikeringkan sampai kadar air 14 persen (BB). Hitung jumlah air yang diuapkan dan bobot bahan keringnya

Dasar pengeringan Transfer panas tergantung : T, kelembaban udara, kecepatan aliran udara, luas area, dan tekanan. tekanan parsial : P V w w NRT P w = tekanan parsial uap air V w = volume (m3) N = jumlah mol gas R = konstanta gas (J/mol.K) T = suhu (K)

Dasar pengeringan Kelembaban : P m H w w P P m w g Kelembaban relatif : P P w o w P w = tekanan parsial uap air (Pa) P = tekanan total (Pa) mw = massa uap air (kg) mg = massa udara kering (kg) P wo = tekanan uap jenuh (Pa)

Psikrometric chart Chart psikrometrik merupakan tampilan secara grafikal sifat thermodinamik udara antara lain suhu, kelembaban, enthalpi, kandungan uap air dan volume spesific. Psikrometrik chart menyatakan hubungan antara suhu bola kering, suhu bola basah, suhu titik embun, kelembaban relatif, panas total (entalpi), volume speisifik, kelebaban spesifik, panas sensibel dan panas laten.

PSIKROMETRIK CHART Pengenalan letak garis skala pada Chart Tipikal pemetaan garis skala Psikrometrik chart

PSIKROMETRIK CHART Pengenalan letak garis skala pada Chart Tipikal pemetaan garis skala Suhu bola kering (DB), Kelembaban Spesifik (specific humidity, w), dan garis saturasi (saturation line)

PSIKROMETRIK CHART Pengenalan letak garis skala pada Chart Tipikal Pemetaan garis skala kelembaban relatif atau relative humidity (RH).

PSIKROMETRIK CHART Pengenalan letak garis skala pada Chart

PSIKROMETRIK CHART Definisi Istilah dan Plotting pada Chart Dry-bulb Temperature (DB) DB adalah suhu udara ruang yang diperoleh melalui pengukuran dengan Slink Psikrometer pada thermometer dengan bulb kering. Suhu DB ini merupakan ukuran panas sensibel. Perubahan suhu DB menunjukkan adanya perubahan panas sensibel.

PSIKROMETRIK CHART Definisi Istilah dan Plotting pada Chart Wet-bulb Temperature (WB) WB adalah suhu udara ruang yang diperoleh melalui pengukuran dengan Slink Psikrometer pada theremometer dengan bulb basah. Suhu WB ini merupakan ukuran panas total (enthalpi). Perubahan suhu WB menunjukkan adanya perubahan panas total.

Definisi Istilah dan Plotting pada Chart Dew-point temperature (DP) PSIKROMETRIK CHART Suhu DP adalah suhu di mana udara mulai menunjukkan aksi pengembunan ketika didinginkan. Specific Humidity (W) Specific humidity adalah jumlah kandungan uap air di udara yang diukur dalam satuan grains per pound udara. ( 7000 grains = 1 pound) dan diplotkan pada garis sumbu vertikal yang ada di bagian samping kanan chart.

Definisi Istilah dan Plotting pada Chart PSIKROMETRIK CHART Relative Humidity (% RH) % RH merupakan perbandingan jumlah actual dan jumlah maksimal (saturasi) dari uap air yang ada pada suatu ruang atau lokasi tertentu. Enthalpi (H) Enthalpi adalah jumlah panas total dari campuran udara dan uap air di atas titik nol. Dinyatakan dalam satuan Btu/lb udara. Harga enthapi dapat diperoleh sepanjang skala di atas garis saturasi

Definisi Istilah dan Plotting pada Chart PSIKROMETRIK CHART Specific volume (SpV) Specific volume atau volume spesifik adalah kebalikan dari berat jenis, dinyatakan dalam ft 3 /lb. Garis skalanya sama dengan garis skala bola basah (wet bulb)

PSIKROMETRIK CHART SOAL Hasil pengukuran kondisi suatu ruangan dengan slink psychrometer memberikan data sebagai berikut: suhu bola kering 56 o C DB, suhu bola basah 30 o C WB. Tentukan parameter udara lainnya dengan mengunakan psikrometrik chart.

PSIKROMETRIK CHART SOAL Hasil pengukuran kondisi suatu ruangan dengan slink psychrometer memberikan data sebagai berikut: suhu bola kering 95 o F DB, suhu bola basah 77 o F WB. Tentukan parameter udara lainnya dengan mengunakan psikrometrik chart.

PSIKROMETRIK CHART SOAL Hasil pengukuran kondisi suatu ruangan dengan slink psychrometer memberikan data sebagai berikut: suhu bola kering 59 o F DB, suhu bola basah 10 o C WB. Tentukan parameter udara lainnya dengan mengunakan psikrometrik chart.