STANDAR DOSEN PENDIDIKAN TINGGI VOKASI TENAGA KESEHATAN PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TENAGA KESEHATAN BADAN PPSDM KESEHATAN 2013
i
i
KATA PENGANTAR Ketentuan yang termaktub dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi menyatakan bahwa dosen wajib memiliki kualifikasi akademis, kompetensi dan sertifikat pendidik. Guna memenuhi amanat UU tersebut Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan Badan PPSDM Kesehatan pada tahun 2013 ini melakukan revisi terhadap Standar Dosen Pendidikan Tenaga Kesehatan yang diterbitkan tahun 2009. Revisi ini dilakukan agar standar ini lebih spesifik mengatur standarisasi terhadap kualifikasi akademik dan kompetensi bagi dosen pendidikan vokasi tenaga kesehatan. Walaupun demikian mengingat bahwa tenaga kesehatan saat ini terdiri dari berbagai kategori dan berbagai jenis serta masih dalam pengembangan keilmuan berkaitan pendidikan akademis, profesi dan vokasi maka standar ini belum dapat sepenuhnya memuaskan semua stakeholder terkait. Kritik dan saran tetap diharapkan agar Standar ini dapat digunakan dengan seutuhnya. Sebagai akhir kata kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak berkat bantuan dan kerjasama yang sangat berharga dalam menyelesaikan penyusunan Standar Dosen Pendidikan Tenaga Kesehatan. Jakarta, Desember 2013 Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan dr. Donald Pardede, MPPM NIP. 195804021986111001 ii
DAFTAR ISI SAMBUTAN... KATA PENGANTAR... i ii DAFTAR ISI... BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang... B. Tujuan Standar... C. Manfaat Standar... D. Pengertian... E. Landasan Hukum... iii 1 1 3 3 4 6 BAB II KARAKTERISTIK DOSEN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN A. Kualifikasi Akademik Dosen... B. Kompetensi Dosen... C. Jabatan Akademik Dosen... D. Beban Kerja Dosen... E. Hak dan Kewajiban Dosen... F. Pembinaan dan Pengembangan... G. Penghargaan... H. Rasio Dosen dengan Mahasiswa... 9 10 10 12 14 15 17 18 18 BAB III SERTIFIKASI DOSEN... 19 BAB IV PENUTUP... 21 KONTRIBUTOR iii
iii
DAFTAR LAMPIRAN LAMPIRAN I. LAMPIRAN II. Kompetensi Dosen Pendidikan Vokasi Kualifikasi Akademik Dosen Pendidikan Tinggi Vokasi Tenaga Kesehatan iv
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kondisi dosen Pendidikan Vokasi Tenaga Kesehatan saat ini masih heterogen baik kualifikasi akademik maupun kompetensinya. Untuk menyikapi kesenjangan tersebut maka perlu adanya antisipasi dan strategi kebijakan dalam perencanaan dan penataan yang tepat dan menyeluruh agar arah pengembangan dan pembinaan dosen Pendidikan Vokasi Tenaga Kesehatan terarah sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi Pasal 1 angka 14 dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2009 tentang Dosen Pasal 1 angka 1 menyatakan Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, dan teknologi, melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Selanjutnya Pasal 12, ayat (1) menyatakan dosen sebagai anggota sivitas akademika memiliki tugas mentransformasikan ilmu pengetahuan dan/atau teknologi yang dikuasainya kepada mahasiswa dengan mewujudkan suasana belajar dan pembelajaran sehingga mahasiswa aktif mengembangkan potensinya. Ayat (2) Dosen sebagai ilmuwan memiliki tugas mengembangkan suatu cabang ilmu pengetahuan dan/atau teknologi melalui penalaran dan penelitian ilmiah serta menyebarluaskannya. Ayat (3) Dosen secara perseorangan atau kelompok wajib menulis buku ajar atau buku teks, yang diterbitkan oleh Perguruan Tinggi dan/atau 1
publikasi ilmiah sebagai salah satu sumber belajar dan untuk pengembangan budaya akademik serta pembudayaan kegiatan baca tulis bagi sivitas akademika. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 pasal 45 tentang Guru dan Dosen menyatakan bahwa Dosen wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, dan sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, dan memenuhi kualifikasi lain yang dipersyaratkan satuan pendidikan tinggi tempat bertugas serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Pasal 46 ayat (1) Kualifikasi sebagaimana dimaksud dalam pasal 45 diperoleh melalui pendidikan tinggi program pasca sarjana yang terakreditasi sesuai dengan bidang keahlian, ayat (2) Dosen memiliki kualifikasi akademik minimum lulusan Program Magister untuk program diploma atau program sarjana. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2009 tentang Dosen, Pasal 2 menyatakan bahwa Dosen wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, dan memenuhi kualifikasi lain yang dipersyaratkan satuan pendidikan tinggi tempat bertugas, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Selanjutnya pula Pasal 1 angka 4 disebutkan bahwa Sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk dosen. Pasal 1 angka 5 Sertifikat pendidik adalah bukti formal sebagai pengakuan yang diberikan kepada dosen sebagai tenaga profesional. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi Pasal 44 ayat (1) Sertifikat kompetensi merupakan pengakuan kompetensi atas prestasi lulusan yang sesuai dengan keahlian cabang ilmunya dan/atau memiliki prestasi di luar program studinya. Ayat (2) Sertifikat kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diterbitkan oleh Perguruan Tinggi bekerja sama dengan organisasi profesi, lembaga pelatihan, atau lembaga sertifikasi yang 2
terakreditasi kepada lulusan yang lulus uji kompetensi. Pasal 16 ayat (1) Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi program diploma yang menyiapkan mahasiswa untuk pekerjaan dengan keahlian tertentu sampai program sarjana terapan. Ayat (2) Pendidikan vokasi sebagaimana dimaksud ayat (1) dapat dikembangkan oleh Pemerintah sampai program magister terapan atau program doktor terapan. Penyusunan standar dosen pendidikan vokasi dimaksudkan untuk memberi kepastian agar dosen benar-benar mampu menjalankan misi pendidikan di perguruan tinggi dan memenuhi tuntutan kualitas tenaga pendidik yang profesional. B. Tujuan Standar Dosen Standar dosen bertujuan sebagai acuan nasional bagi pengelola Institusi penyelenggara pendidikan dalam pengembangan kualifikasi akademik dan kompetensi dosen. Secara spesifik, standar ini mempunyai tujuan sebagai berikut: 1. Pedoman bagi pengelola pendidikan dalam menyusun berbagai kebijakan yang berkenaan dengan seleksi, rekruitmen, penempatan, pembinaan, penghargaan dan sistem karir dosen. 2. Pedoman bagi dosen untuk selalu menyelaraskan kinerja dengan ukuranukuran kualitas yang berlaku secara nasional. 3. Penyelaras pengembangan dosen dengan komponen-komponen lain dalam sistem pendidikan tinggi. 4. Acuan bagi kinerja dosen sehingga dapat diperoleh instrumen dan prosedur penilaian yang sahih dan handal. 5. Acuan dalam penilaian kinerja dosen yang bertugas pada satuan penyelenggara pendidikan kesehatan. 3
C. Manfaat Standar Dosen 1. Bagi Institusi Pendidikan : a. Perencanaan dan pelaksanaan rekruitmen tenaga pendidik. b. Perencanaan program pelatihan bagi dosen yang memerlukannya sesuai dengan hasil supervisi dan evaluasi. c. Penyusunan pola supervisi dan evaluasi kinerja tenaga dosen. d. Seleksi tenaga dosen yang berprestasi, yang mungkin akan mendapat promosi. e. Menyediakan dukungan bagi pengembangan program pendidikan baik berupa fasilitas, sarana prasarana, maupun kesejahteraan bagi dosen. f. Penjaminan mutu institusi pendidikan tinggi tenaga kesehatan. 2. Bagi masyarakat : a. Menilai mutu layanan yang diberikan oleh dosen dan institusi pendidikan sehingga masyarakat dapat menetapkan pilihan pendidikan yang tepat. b. Mengidentifikasi terjadinya pelanggaran dalam penyelenggaraan pendidikan oleh dosen. c. Menjadi pengendali mutu pendidikan. 3. Bagi dosen, manfaat standar ini adalah untuk mengukur kualitas diri, kualitas kinerja dan pengembangan diri. D. Pengertian 1. Standar adalah suatu kriteria baku minimal yang harus dipenuhi dan menjadi acuan untuk menentukan sesuatu. 2. Standar pendidik dan Tenaga Kependidikan adalah kriteria minimal tentang kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat 4
jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. 3. Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. 4. Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat 5. Dosen tetap adalah dosen yang bekerja penuh waktu yang berstatus sebagai tenaga pendidik tetap pada satuan pendidikan tinggi tertentu. 6. Dosen tidak tetap adalah dosen yang bekerja paruh waktu yang berstatus sebagai tenaga pendidik tidak tetap pada satuan pendidikan tinggi tertentu. 7. Kualifikasi akademik adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 8. Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Kompetensi yang harus dikuasai oleh dosen meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial. 9. Sertifikat Pendidik adalah bukti formal sebagai pengakuan yang diberikan kepada dosen sebagai tenaga profesional. 10. Sertifikasi dosen adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk dosen dalam jabatan. 11. Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang 5
dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. 12. Satuan pendidikan tinggi adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi. E. Landasan Hukum 1. Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara RI Tahun 2003 No.78, Tambahan Lembaran Negara RI No. 4301). 2. Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara RI Tahun 2005 No.157, Tambahan Lembaran Negara RI No. 4586). 3. Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara RI Nomor 144 Tahun 2009, Tambahan Lembaran Negara RI Tahun 2009 No. 5063). 4. Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. (Lembaran Negara RI Tahun 2012 Nomor 158 dan Tambahan Lembaran Negara RI No. 5336) 5. Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara RI Tahun 1996 No.49, Tambahan Lembaran Negara RI No. 3637). 6. Peraturan Pemerintah Nomor 37 tahun 2009 tentang Dosen (Lembaran Negara RI Tahun 2009 No.6, Tambahan Lembaran Negara RI No. 5007) 7. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 8. Peraturan Presiden Nomor 8 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia 6
9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 17 tahun 2008 tentang perubahan pertama atas Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 42 Tahun 2007 Tentang Sertifikasi Dosen. 10. Peraturan Menteri Kesehatan HK.03.051/I.2/03086/2012 tentang Petunjuk Teknis Organisasi dan Tatalaksana Politeknik Kesehatan Kemenkes 11. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No. 17 Tahun 2013 tentang Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya. 7
8
BAB II KARAKTERISTIK DOSEN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN Pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan merupakan komponen strategis pembangunan kesehatan guna mempercepat pemerataan pelayanan kesehatan dan pencapaian tujuan pembangunan kesehatan. Tujuan dari upaya pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan adalah meningkatnya pemberdayaan dan penyediaan sumber daya manusia dibidang kesehatan dari masyarakat dan pemerintah yang bermutu dalam jumlah dan jenis yang cukup sesuai dengan kebutuhan. Salah satu komponen sumber daya manusia di Kementerian Kesehatan adalah dosen di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan. Dosen Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Politeknik Kesehatan adalah unit pelaksana teknis Kementerian Kesehatan yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (BPPSDMK), yang dapat nyelenggarakan program pendidikan Diploma, Sarjana Sain Terapan, Magister Terapan dan Doktor Terapan bidang Kesehatan. Kualitas manusia yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia pada masa yang akan datang adalah manusia yang produktif, kreatif, inovatif dan afektif serta mampu menghadapi persaingan yang semakin ketat dengan bangsa lain di dunia. Kualitas manusia tersebut dihasilkan melalui penyelenggaraan pendidikan yang bermutu dan dilakukan oleh dosen yang kompeten. 8
A. KUALIFIKASI AKADEMIK DOSEN Dosen di lingkungan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan harus memenuhi syarat sebagai insan yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, berwawasan Pancasila dan UUD 1945, memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai tenaga pengajar, mempunyai moral dan integritas yang tinggi serta berakhlak mulia serta memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap masa depan bangsa dan negara serta agama. Dosen wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani serta memenuhi kualifikasi lain yang dipersyaratkan oleh institusi pendidikan tinggi yang bersangkutan, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kualifikasi akademik adalah tingkat pendidikan akademik yang harus dimiliki oleh dosen yang dibuktikan dengan kepemilikan ijazah sesuai dengan jenis, jenjang, dan satuan pendidikan formal. Dosen memiliki kualifikasi akademik minimum lulusan program magister untuk membina mahasiswa program sarjana dan program diploma dan lulusan program doktor untuk membina mahasiswa program pascasarjana. Kualifikasi akademik dosen diperoleh melalui pendidikan tinggi program pascasarjana yang terakreditasi sesuai dengan bidang keahlian. Sertifikat pendidik untuk dosen diberikan setelah memenuhi syarat memiliki pengalaman kerja sebagai pendidik pada perguruan tinggi sekurangkurangnya 2 (dua) tahun, memiliki jabatan akademik sekurang-kurangnya asisten ahli dan lulus sertifikasi, hal ini sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. 9
B. KOMPETENSI DOSEN Dosen memiliki kompetensi pendidik minimum yang dinyatakan dengan sertifikat yang meliputi: 1. Kompetensi pedagogik: a) Memahami karakteristik dan kebutuhan belajar mahasiswa; b) Membuat silabus dan RPP; c) Mengembangkan strategi pembelajaran yang mendidik, kreatif, humanis dan mencerdaskan; d) Mengelola pembelajaran dengan menekankan penerapan prinsip andragogi dan meningkatkan kemampuan soft skill mahasiswa; e) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran; f) Melakukan penilaian dan evaluasi pembelajaran yang valid dan reliabel; g) Melaksanakan bimbingan dalam rangka mengembangkan potensi mahasiswa. 2. Kompetensi profesional: a) Memahami filosofi, konsep, struktur, materi dan menerapkan pola pikir yang sesuai dengan bidang ilmunya; b) Mengembangkan materi pembelajaran yang inspiratif sesuai dengan tuntutan yang selalu berkembang; c) Mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi masyarakat, dan mencari alternatif solusinya; d) Memahami metodologi keilmuan dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan dan atau teknologi; e) Belajar sepanjang hayat dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan dan/atau teknologi atau profesi; 10
f) Melakukan penelitian dan/atau pengembangan serta mempresentasikan hasilnya dalam forum ilmiah dan/atau profesi; g) Menghasilkan dan mempublikasikan karya ilmiah, seni atau prototipe dalam bidang keahliannya; h) Melakukan pengabdian kepada masyarakat sesuai bidang keahliannya; i) Menggunakan bahasa asing untuk mendukung pengembangan bidang keilmuan dan/atau profesinya. 3. Kompetensi kepribadian: a) Bertindak sesuai dengan norma dan tata nilai agama yang dianut, hukum, sosial,dan budaya Indonesia; b) Menampilkan diri sebagai pribadi yang ikhlas, jujur, adil, stabil, berwibawa dan memiliki integritas; c) Menunjukkan loyalitas terhadap institusi, bertanggung jawab, dan memiliki etos kerja yang tinggi; d) Berperilaku sesuai kode etik dosen dan/atau kode etik profesi; e) Berperilaku kreatif, inovatif, adaptif dan produktif, berorientasi pada pengembangan berkelanjutan; f) Menampilkan sikap kepemimpinan yang visioner. 4. Kompetensi Sosial: a) Bersikap inklusif, tidak diskriminatif dan memiliki kesadaran serta kecakapan untuk berpartisipasi aktif sebagai warga negara yang demokratis dan menghargai multibudaya; b) Berinteraksi dan berkomunikasi efektif, santun dan adaptif dengan berbagai kalangan, termasuk inter dan antar komunitas profesi; c) Bersikap terbuka dan menghargai pendapat, saran, serta kritik dari pihak lain. 11
Secara terperinci kompetensi dosen vokasi pendidikan tenaga kesehatan diuraikan pada lampiran I C. JABATAN AKADEMIK DOSEN Jabatan fungsional dosen atau jabatan akademik dosen adalah kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggungjawab, wewenang dan hak seorang dosen dalam satu satuan pendidikan tinggi yang dalam pelaksanaannya didasarkan pada keahlian tertentu serta bersifat mandiri. Tugas pokok jabatan akademik dosen meliputi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat. Jenjang jabatan akademik dosen merupakan jabatan keahlian, dibawah pembinaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jabatan akademik dari yang paling rendah sampai tinggi meliputi : 1. Asisten ahli 2. Lektor 3. Lektor Kepala 4. Profesor Sedangkan jenjang pangkat, golongan ruang setiap jenjang jabatan akademik dosen dari yang paling rendah sampai tinggi, meliputi : 1. Asisten ahli, Penata Muda Tingkat I, Golongan Ruang III/b 2. Lektor, terdiri dari : a) Penata, golongan ruang III/c b) Penata tingkat I, golongan ruang III/d 3. Lektor kepala, terdiri dari : a) Pembina, golongan ruang IV/a b) Pembina tingkat 1, golongan ruang IV/b 12
c) Pembina utama muda, golongan IV/c 4. Profesor, terdiri dari : a) Pembina utama madya, golongan ruang IV/d b) Pembina utama, golongan ruang IV/e Penetapan pangkat, golongan ruang sesuai dengan masing-masing jenjang jabatan akademik yang ditentukan berdasarkan jumlah angka kredit yang telah ditetapkan. Penetapan jenjang jabatan akademik dosen untuk pengangkatan dalam jabatan ditetapkan berdasarkan jumlah angka kredit yang dimiliki setelah ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit, sehingga jenjang jabatan, pangkat dapat tidak sesuai dengan jenjang jabatan dan pangkat. D. BEBAN KERJA DOSEN Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 pasal 72 menyatakan bahwa beban kerja dosen mencakup kegiatan pokok yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran, melakukan evaluasi pembelajaran, membimbing dan melatih, melakukan penelitian, melakukan tugas tambahan, serta melakukan pengabdian kepada masyarakat. Beban kerja dosen sebagaimana dimaksud tersebut sekurang-kurangnya 12 (dua belas) satuan kredit semester (SKS) dan maksimal 16 (enam belas) SKS. Sedangkan sesuai dengan PP nomor 37 tahun 2009 tentang dosen bahwa beban kerja paling sedikit sepadan dengan 12 (dua belas) SKS dan paling banyak 16 (enam belas) SKS pada tiap semester sesuai dengan kualifikasi akademiknya mencakup pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan Karya Ilmiah, pengabdian kepada masyarakat serta penunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Adapun ketentuan dalam pelaksanaan beban kerja tersebut adalah: 1. Beban kerja pendidikan dan penelitian paling sedikit sepadan dengan 9 13
(sembilan) SKS yang dilaksanakan di perguruan tinggi yang bersangkutan. 2. Beban kerja pengabdian kepada masyarakat dapat dilaksanakan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggrakan oleh program tinggi yang bersangkutan atau melalui lembaga lain. 3. Beban kerja penunjang dapat dilaksanakan dalam kedudukan panitia dalam institusi pendidikan yang bersangkutan, lembaga lain/ pemerintahan, organisasi profesi, delegasi antar lembaga, mendapat penghargaan/tanda kehormatan. 4. Tugas melakukan pengabdian kepada masyarakat dan tugas penunjang paling sedikit sepadan dengan 3 ( tiga ) SKS 5. Dosen yang mendapat penugasan sebagai pimpinan perguruan tinggi sampai dengan tingkat jurusan/prodi diwajibkan melaksanakan dharma pendidikan paling sedikit sepadan dengan 3 ( tiga ) SKS. Penghitungan beban kerja dosen mengacu pedoman beban kerja dosen Kementrian Kesehatan. E. HAK DAN KEWAJIBAN DOSEN 1. Hak Dosen Dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya, dosen mempunyai hak : a) Dosen berhak mendapatkan tunjangan profesi diberikan kepada dosen yang memenuhi persyaratan dengan melaksanakan tridharma perguruan tinggi dengan beban kerja paling sedikit sepadan dengan 12 (dua belas) SKS dan paling banyak 16 (enam belas) SKS pada setiap semester sesuai dengan kualifikasi akademiknya b) Dosen yang diangkat oleh Pemerintah atau penyelenggara pendidikan tinggi atau satuan pendidikan tinggi yang diselenggarakan masyarakat dan ditugaskan oleh Pemerintah pada perguruan tinggi di daerah khusus berhak memperoleh tunjangan khusus yang ditanggung oleh Pemerintah. 14
c) Pemerintah memberikan tunjangan kehormatan kepada profesor yang diangkat oleh penyelenggara pendidikan tinggi atau satuan pendidikan tinggi setara 2 (dua) kali gaji pokok profesor yang diangkat oleh Pemerintah pada tingkat, masa kerja, dan kualifikasi yang sama. d) Tunjangan profesi, tunjangan khusus, dan tunjangan kehormatan bagi dosen tetap yang bukan pegawai negeri sipil diberikan sesuai dengan kesetaraan tingkat, masa kerja, dan kualifikasi yang berlaku bagi dosen pegawai negeri sipil. e) Pemerintah menjamin terwujudnya maslahat tambahan kepada dosen yang diangkat oleh Pemerintah, penyelenggara pendidikan tinggi atau satuan pendidikan tinggi yang diselenggarakan masyarakat. f) Dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, dosen berhak mendapatkan promosi sesuai dengan prestasi kerja. g) Dosen yang melaksanakan tugas keprofesionalannya berhak mendapatkan penghargaan. Dosen yang mendapat penghargaan merupakan dosen berprestasi, berdedikasi luar biasa, dan/atau bertugas di daerah khusus. h) Dosen berhak memperoleh kesempatan meningkatkan Akses Sumber Belajar, Informasi, Sarana dan Prasarana Pembelajaran, serta Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat i) Dosen berhak mendapat perlindungan dalam melaksanakan tugas dalam bentuk rasa aman dan jaminan keselamatan dari Pemerintah, pemerintah daerah, penyelenggara pendidikan tinggi atau satuan pendidikan tinggi, organisasi profesi, dan/atau masyarakat sesuai dengan kewenangannya. j) Dosen berhak memiliki kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan otonomi keilmuan, merupakan kebebasan yang dimiliki dosen untuk melaksanakan kegiatan akademik yang terkait dengan pendidikan dan 15
pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan/atau olahraga secara mandiri dan bertanggung jawab. k) Dosen berhak memiliki kebebasan dalam memberikan penilaian dan menentukan kelulusan mahasiswa sesuai dengan kriteria dan prosedur yang ditetapkan oleh perguruan tinggi dan peraturan perundang-undangan. l) Dosen berhak memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi atau organisasi profesi keilmuan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan. m) Dosen yang diangkat Pemerintah berhak memperoleh cuti sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2. Kewajiban Dosen Dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya, dosen berkewajiban : a) Melaksanakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat; b) Merencanakan, melaksanakan proses pembelajaran, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran; c) Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni; d) Bertindak obyektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, kondisi fisik tertentu, atau latar belakang sosioekonomi peserta didik dalam pembelajaran; e) Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik, serta nilai-nilai agama dan etika; dan f) Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa. F. PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN 16
Pembinaan dan Pengembangan Dosen meliputi pembinaan dan pengembangan profesi dan karier. 1. Pembinaan profesi meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional 2. Pembinaan dan pengembangan profesi dosen dilakukan melalui jabatan fungsional. 3. Pembinaan dan pengembangan karir meliputi penugasan, kenaikan pangkat dan promosi. G. PENGHARGAAN Penghargaan terhadap dosen diberikan atas dasar prestasi, dedikasi yang luar biasa dan yang bertugas di daerah khusus. Penghargaan diberikan oleh Pemerintah, Pemerintah daerah, masyarakat, organisasi profesi keilmuan dan atau satuan pendidikan tinggi. Bentuk penghargaan tersebut dapat berupa tanda jasa, kenaikan pangkat istimewa, finansial, piagam, dan/atau bentuk penghargaan lain. Pemberian penghargaan dapat diberikan pada saat memperingati Hari Ulang Tahun kemerdekaan republik Indonesia, Hari Kesehatan Nasional, Dies Natalis, Hari Pendidikan Nasional. H. RASIO DOSEN DENGAN MAHASISWA Rasio dosen tetap dengan mahasiswa pendidikan tenaga kesehatan yaitu 1 : 17-23 (satu banding tujuh belas sampai dua puluh tiga). Implementasi rasio dalam proses pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan metode proses pembelajaran yang digunakan, mengingat proses pembelajaran pendidikan tenaga kesehatan selain teori dikelas juga dilakukan di laboratorium serta praktik dilapangan dan masyarakat (RS, Puskesmas, dan fasilitas pelayanan kesehatan), pelayanan yang diberikan berfokus kepada manusia yang beresiko 17
tinggi. BAB III SERTIFIKASI DOSEN Sertifikasi dosen yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, dan Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 42 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Dosen bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Kompetensi dosen menentukan kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagaimana yang ditunjukkan dalam kegiatan profesional dosen. Dengan adanya sertifikasi diharapkan mutu dosen terjamin mutunya, karena hanya dosen profesional yang memiliki sertifikat pendidik, yang berwenang mengelola proses pembelajaran di institusi pendidikan. Sertifikat pendidik untuk dosen diberikan setelah memenuhi syarat sebagai berikut : 1. Memiliki pengalaman kerja sebagai pendidik pada perguruan tinggi sekurangkurangnya 2 (dua) tahun; 2. Memiliki jabatan akademik sekurang-kurangnya asisten ahli ; dan 3. Lulus sertifikasi yang dilakukan oleh perguruan tinggi yang menyelenggarakan program pengadaan tenaga kependidikan pada perguruan tinggi yang ditetapkan oleh Pemerintah. Manfaat sertifikasi bagi dosen adalah sebagai berikut : 1. Melindungi profesi dosen dari praktik-praktik yang tidak kompeten, yang dapat merusak citra profesi dosen. 2. Melindungi masyarakat dari praktik-praktik pendidikan yang tidak berkualitas dan 18
profesional. 3. Menjadi wahana penjaminan mutu dan kontrol mutu bagi pengguna layanan pendidikan. 4. Menjaga lembaga penyelenggara pendidikan tenaga kesehatan dari keinginan internal dan tekanan eksternal yang menyimpang dari ketentuan yang berlaku. 5. Memperoleh tunjangan profesi bagi dosen yang lulus sertifikasi 19
BAB IV PENUTUP Standar Dosen Pendidikan Tenaga Kesehatan ini dimaksudkan sebagai pedoman institusi pendidikan di lingkungan Pendidikan Tenaga Kesehatan dalam menyiapkan dan mengembangkan dosen sebagai pendidik profesional dan ilmuwan. Oleh karenanya, penggunaan standar ini digunakan dalam membantu perencanaan peningkatan kualifikasi akademik dan sertifikasi dosen agar menghasilkan dosen yang memiliki sertifikat kompetensi sesuai dengan tingkat dan bidang keahlian yang diajarkan yang dihasilkan oleh perguruan tinggi serta memiliki kemampuan untuk dapat bersaing baik di taraf Nasional maupun Internasional. Pengakuan kedudukan dosen sebagai tenaga profesional yang telah memenuhi standar nasional akan dapat mengangkat harkat dan martabat dosen, meningkatkan kompetensi dosen dalam meningkatkan mutu pendidikan. Peningkatan mutu dosen sebagai pendidik profesional dan ilmuan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan sangat diperlukan untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu, relevan dengan kebutuhan masyarakat, dan berdaya saing dalam kehidupan global. Dosen masa depan adalah dosen yang memenuhi standar nasional sebagai acuan dasar dalam pelaksanaan pendidikan mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, tekhnologi dan seni melalui pendidikan, peneltian dan pengabdian masyarakat yang bermutu, sehingga penyelenggara pendidikan mampu menghasilkan lulusan yang bermutu. 20
LAMPIRAN 22
LAMPIRAN I Tabel 1 Kompetensi Dosen Pendidikan Vokasi No. Kompetensi Sub Kompetensi 1. Kompetensi Pedagogik 1.1 Mengembangkan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran 1.2 Melaksanakan pembelajaran berdasarkan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran 1.3 Menerapkan berbagai pendekatan pembelajaran sesuai dengan ciri pendidikan vokasi 1.4 Mengembangkan strategi pembelajaran sesuai dengan karakteristik mahasiswa dan bahan ajar 1.5 Menerapkan berbagai metode pembelajaran yang inspiratif, komunikatif, interaktif, kreatif, inovatif, menantang, menyenangkan, dan memotivasi 1.6 Mengembangkan bahan ajar, lembar kerja, checklist yang menunjang pembelajaran di kelas, laboratorium, bengkel kerja, studio, klinik dan/atau sejenisnya 2. Kompetensi Kepribadian 1.7 Melaksanakan prosedur operasi standar (POS) kegiatan di kelas, laboratorium, bengkel kerja, studio, klinik dan/atau sejenisnya 1.8 Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam merancang dan melaksanakan kegiatan pembelajaran 1.9 Membimbing mahasiswa dengan pendekatan belajar tuntas (mastery learning) 1.10 Menerapkan metode yang tepat dalam mengembangkan jiwa kewirausahaan dan kemandirian mahasiswa 1.11 Melaksanakan penilaian proses dan hasil pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik pendidikan vokasi 2.1 Menjadi pribadi yang disiplin, teliti, tekun, jujur, gigih, adil, bertanggung jawab dan memiliki integritas tinggi yang patut diteladani 2.2 Menjadi pribadi yang kreatif, inovatif, adaptif, dan produktif, berorientasi pada pengembangan berkelanjutan 2.3 Berperilaku sesuai dengan ajaran agama, norma, hukum, dan nilai-nilai yang dikembangkan oleh perguruan tinggi masing-masing sesuai dengan budaya Indonesia 2.4 Memiliki etos kerja dan dedikasi yang tinggi 2.5 Memiliki loyalitas terhadap institusi 2.6 Berperilaku sesuai dengan kode etik dosen dan/atau kode etik profesi 3. Kompetensi 3.1 Bersikap inklusif dan menghargai keragaman agama, sosial 23
No. Kompetensi Sub Kompetensi Sosial 4. Kompetensi Profesional dan budaya 3.2 Berkomunikasi secara efektif dan santun dengan pemangku kepentingan 3.3 Menjalin kerja sama dalam tim dan dengan berbagai pihak terkait 3.4 Menghargai pendapat, saran dan kritik yang membangun 4.1 Melakukan penelitian terapan yang bermanfaat bagi masyarakat dan Ilmu Pengetahuan Teknologi, dan mempresentasikan hasil penelitiannya di tingkat lokal dan/atau nasional 4.2 Melakukan pengembangan dan pemutakhiran ilmu, teknologi, dan seni yang bermanfaat bagi kemanusiaan 4.3 Menyelesaikan berbagai permasalahan yang terkait dengan bidang keahlian berdasarkan pendekatan inter disiplin atau multi disiplin 4.4 Mengembangkan budaya kerja secara profesional dalam penyelesaian masalah 4.5 Menguasai konsep teoretis dan keterampilan praktis di bidang keahliannya 4.6 Menguasai minimal satu bahasa internasional 4.7 Menerapkan prosedur operasi standar kerja dan keselamatan dan kesehatan kerja 4.8 Menerapkan standar nasional dan/atau standar internasional yang terkait 4.9 Mengelola dan mensupervisi kelompok kerja 4.10 Memiliki kemampuan belajar mandiri secara berkelanjutan 4.11 Melakukan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan bidang keahliannya 4.12 Menyusun laporan tertulis secara komprehensif 24
LAMPIRAN II Kualifikasi Akademik Dosen Pendidikan Tinggi Vokasi Tenaga Kesehatan dari 20 program studi yaitu : 1. Keperawatan 2. Kebidanan 3. Farmasi 4. Analisa Farmasi dan Makanan 5. Kesehatan Lingkungan 6. Gizi 7. Fisioterapi 8. Okupasi Terapi 9. Terapi Wicara 10. Teknik Radiologi dan Radioterapi 11. Teknik Gigi 12. 13. Teknik Elektromedik 14. Analis Kesehatan 15. Refraksionis Optisi 16. Ortetik Prostetik 17. Kardiovaskuler 18. Akupuntur 19. Perekam Medis dan Informasi Kesehatan 20. Jamu 24
Standar Dosen Pendidikan Tinggi Vokasi Tenaga Kesehatan 1. Tabel pada lampiran II berisi program magister (S2) bagi dosen pengampu mata kuliah sesuai dengan mata kuliah yang diampu pada masing-masing program studi. 2. Nomor urut nama program yang terdapat pada kolom (3) dan (4) tidak menunjukkan urutan atau prioritas. 3. Standar Dosen Pendidikan Tingi Vokasi Tenaga Kesehatan berlaku sejak Surat Keputusan Kepala Badan PPSDM Kesehatan tentang Standar Dosen Pendidikan Tinggi Vokasi Tenaga Kesehatan, maka bagi dosen yang sudah mengambil pendidikan magister sebelum Standar Dosen ini diberlakukan tetap dapat menjadi dosen pengampu mata kuliah. 4. Tedapat beberapa program studi yang belum memiliki pendidikan magister yang inline, maka pendekatan yang dapat diambil adalah menggunakan pendekatan rumpun kesehatannya atau menggunakan rumpun ilmu sesuai dengan mata kuliah yang terdapat pada program studi tersebut. 5. Pada tatanan perencanaan standar ini harus digunakan sebagai dasar menyusun perencanaan pengembangan tenag dosen, artinya program studi yang dipilih untuk melanjutkan studi bagi dosen harus sudah disesuaikan dengan standar ini. 6. Dalam rekruitmen dosen, standar ini harus digunakan untuk menentukan criteria dosen yang diminta, sebagai contoh : apabila program studi kebidanan meminta formasi dosen maka dapat menuliskan syarat latar belakang pendidikannya adalah : S2 Kesehatan dengan peminatan Kespro/KIA dan memiliki latar belakang pendidikan D3 atau D4 Kebidanan 25
PROGRAM STUDI : KEPERAWATAN No Mata Kuliah Program Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 1. Keperawatan Kesehatan Jiwa 1. Magister Terapan Keperawatan 2. Sp Keperawatan Jiwa 3. Magister Keperawatan 4. Magister Kesehatan Peminatan Ilmu Perilaku atau Promosi Kesehatan 5. Magister Psikologi 1. D IV Keperawatan Jiwa/ Perawat Pendidik Minat Jiwa 2. S.Kp/ Ners 3. S1 Kesmas (D III Keperawatan) 4. S1 Psikologi (D III Keperawatan) 2. Keperawatan anak 1. Magister Terapan Keperawatan 2. Sp Keperawatan Anak 3. Magister Keperawatan 4. Magister Kesehatan peminatan KIA 3. Keperawatan Maternitas 1. Magister Terapan Keperawatan 2. Sp Keperawatan Maternitas 3. Magister Keperawatan 4. Magister Kesehatan peminatan Kesehatan Reproduksi 5. Magister Kesehatan peminatan KIA 4. Keperawatan Medikal bedah 1. Magister Terapan Keperawatan 2. Sp Keperawatan Medikal Bedah 3. Magister Keperawatan 5. Keperawatan Keluarga 1. Magister Terapan Keperawatan 2. Sp Keperawatan Komunitas 3. Magister Keperawatan 4. Magister Kesehatan Minat Promosi Kesehatan atau Kesehatan Reproduksi 5. Magister Kesehatan Minat KIA 6. Keperawatan Gerontik 1. Magister Terapan Keperawatan 2. Sp Keperawatan Komunitas 1. D IV Keperawatan Anak/ Perawat Pendidik Minat Anak 2. S.Kp/ Ners 3. S1 Kesmas/S1 Non Kesehatan dengan latar belakang D3 Keperawatan 1. D IV Keperawatan /Perawat Pendidik Minat Maternitas 2. S.Kp/Ners 3. S1 Kesmas/S1 Non Kesehatan dengan latar belakang D3 Keperawatan 1. D IV Keperawatan Medical Bedah/ Perawat Pendidik Minat Medical Bedah 2. S.Kp/Ners 1. D IV Keperawatan /Perawat Pendidik Minat Komunitas 2. S.Kp/Ners 3. S1 Kesehatan Masyarakat/S1 Non Kesehatan dengan Latar Belakang D3 Keperawatan 1. D IV Keperawatan (Perawat Pendidik Minat Jiwa) 2. S.Kp/ Ners 26
No Mata Kuliah Program Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 3. Sp Keperawatan Medikal Bedah 4. Magister Keperawatan 5. Magister Kesehatan 7. Keperawatan Komunitas 1. Magister Terapan Keperawatan 2. Sp Keperawatan Komunitas 3. Magister Keperawatan 4. Magister Kesehatan 1. D.IV Keperawatan 2. S.Kp/ Ners 3. S1 Kesmas/ / S1 Non Kesehatan Belakang D3 Keperawatan 8. Keperawatan Kegawat daruratan 1. Magister Terapan Keperawatan 2. Sp Keperawatan Medikal bedah/ Anak/ Maternitas/ Jiwa 3. Magister Keperawatan 9. Konsep dasar Keperawatan 1. Magister Terapan Keperawatan 2. Sp Keperawatan Medikal Bedah/ Anak/ Maternitas/ Jiwa 3. Magister Keperawatan 4. Magister Kesehatan 10. Kebutuhan dasar manusia 1. Magister Terapan Keperawatan 2. Magister Keperawatan 11. Etika Keperawatan 1. Magister Terapan Keperawatan 2. Magister Keperawatan 12. Keperawatan Profesional 1. Magister Terapan Keperawatan 2. Sp. Keperawatan 3. Magister Keperawatan 13. Komunikasi dalam Keperawatan 1. Magister Terapan Keperawatan 2. Magister Keperawatan 14. Riset keperawatan 1. Magister Terapan Keperawatan 1. D IV Keperawatan Medikal Bedah/Gawat Darurat (anak, dll) 2. S.Kp/ Ners 1. D.IV Keperawatan 2. S.Kp/ Ners 1. D IV Keperawatan 2. S.Kp/ Ners 3. S1 Kesmas/ S1 Non Kesmas dengan latar belakang D3 Keperawatan 1. D IV Keperawatan 2. S.Kp/ Ners 3. S1 Kesmas/ S1 Non Kesehatan dengan latar belakang D3 Keperawatan 1. DIV Keperawatan 2. S.Kp/ Ners 1. D IV Keperawatan 2. S.Kp/ Ners 3. S1 Non Kesehatan dengan latar belakang D3 Keperawatan 1. D IV Keperawatan 2. S.Kp/ Ners 27
No Mata Kuliah Program Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 2. Magister Keperawatan Peminatan Biostatistik 15. Dokumentasi keperawatan 1. Magister Terapan Keperawatan 2. Magister Keperawatan 16. Manajemen dan Kepemimpinan Dalam Keperawatan 1. Magister Terapan Keperawatan 2. Magister Keperawatan 17. Promosi Kesehatan 1. Magister Terapan Keperawatan 2. Magister Keperawatan Peminatan Promosi Kesehatan 3. S1 kesmas/s1 Non Kesehatan dengan latar belakang D3 Keperawatan 1. D IV Keperawatan 2. S.Kp/ Ners 1. D IV Keperawatan 2. S.Kp/ Ners 1. D IV Keperawatan 2. S.Kp/ Ners 28
PROGRAM STUDI : KEBIDANAN No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 1. Biologi Dasar dan Biologi Perkembangan 2. Komunikasi dalam Praktik Kebidanan 1. Magister Biomedik 1. Dokter 1. Magister Terapan Kebidanan 2. Magister Kebidanan peminatan Promkes 4. Magister Komunikasi 5. Magister Psikologi 3. Ketrampilan Dasar Kebidanan I 1. Magister Terapan Kebidanan 2. Magister Kebidanan (peminatan Kespro/ KIA) 4. Magister Kesehatan 4. Ketrampilan Dasar Kebidanan II 1. Magister Terapan Kebidanan 2. Magister Kebidanan (peminatan Kespro/ KIA) 5. Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana 4. Magister Kesehatan 1. Magister Terapan Kebidanan 2. Magister Kebidanan peminatan Kespro 6. Asuhan Kebidanan Kehamilan 1. Magister Kebidanan dengan peminatan Kespro/KIA 3. Magister Terapan Kebidanan 7. Asuhan Kebidanan Persalinan dan Bayi Baru Lahir 8. Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui 1. Magister Terapan Kebidanan 2. Magister Kebidanan peminatan Kespro/ KIA 1. Magister Terapan Kebidanan 2. Magister Kebidanan peminatan Kespro/ KIA 1. D IV Kebidanan 2. S1 Kebidanan 3. S1 Kesehatan peminatan Promkes 4. S1 Non Kesehatan dengan latar belakang D3 Kebidanan 5. S1 Komunikasi 6. S1 Psikologi 1. D IV Kebidanan 2. S1 Kebidanan/ S1 Kesmas/ S1 Non Kesehatan dengan latar belakang D3 Kebidanan 1. D IV Kebidanan 2. S1 Kebidanan/ S1 Kesmas/ S1 Non Kesehatan dengan latar belakang D3 Kebidanan 1. D IV Kebidanan 2. S1 Kebidanan/ S1 Kesmas/ S1 Non Kesehatan dengan latar belakang D3 Kebidanan 1. D IV Kebidanan 2. S1 Kebidanan/ S1 Kesmas/ S1 Keperawatan/ S1 Non Kesehatan dengan latar belakang D3 Kebidanan 1. D IV Kebidanan 2. S1 Kebidanan/ S1 Kesmas/ S1 Non Kesehatan dengan latar belakang D3 Kebidanan 1. D IV Kebidanan 2. S1 Kebidanan/ S1 Kesmas/ S1 Non Kesehatan dengan latar belakang D3 Kebidanan 29
No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 9. Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi, Balita dan Anak pra Sekolah 10. Asuhan Kebidanan Kegawat daruratan Maternal Neonatal 1. Magister Terapan Kebidanan 2. Magister Kebidanan Sp. maternal dan perinatal peminatan KIA 1. Magister Terapan Kebidanan 2. Magister Kebidanan peminatan Kespro/ KIA 11. Asuhan Kebidanan Komunitas 1. Magister Terapan Kebidanan 2. Magister Kebidanan peminatan Kespro/Promkes/ KIA 12. Praktik Kebidanan I (Asuhan Bersalin, Nifas, KB, Neonatus, Bayi, Balita dan Anak pra Sekolah Normal) 1. Magister Kebidanan peminatan Kespro/ KIA 3. Magister Terapan Kebidanan 1. D IV Kebidanan 2. S1 Kebidanan/ S1 Kesmas/ S1 Non Kesehatan dengan latar belakang D3 Kebidanan 1. D IV Kebidanan 2. S1 Kebidanan/ S1 Kesmas/ S1 Non Kesehatan dengan latar belakang D3 Kebidanan 1. D IV Kebidanan 2. S1 Kebidanan/ S1 Kesmas/ S1 Non Kesehatan dengan latar belakang D3 Kebidanan 1. D IV Kebidanan 2. S1 Kebidanan/ S1 Kesmas/ S1 Non Kesehatan dengan latar belakang D3 Kebidanan 13. Prakti Kebidanan II (Asuhan Kebidanan Komunitas, Kesehatan Reproduksi dan Kegawatdaruratan Maternal neonatal) 14. Praktik Kebidanan III (Praktik Komprehensif) 1. Magister Terapan Kebidanan 2. Magister Kebidanan peminatan Kespro/ KIA 4. Magister Terapan Kebidanan 5. Magister Kebidanan 6. Magister Kesehatan peminatan Kespro/ KIA 15. Konsep Kebidanan 1. Magister Terapan Kebidanan 2. Magister Kebidanan peminatan Kespro 1. D IV Kebidanan 2. S1 Kebidanan/ S1 Kesmas/ S1 Non Kesehatan dengan latar belakang D3 Kebidanan 1. D IV Kebidanan 2. S1 Kebidanan/ S1 Kesmas/ S1 Non Kesehatan dengan latar belakang D3 Kebidanan 1. D IV Kebidanan 2. S1 Kebidanan/ S1 Kesmas/ S1 Non Kesehatan dengan latar belakang D3 Kebidanan 16. Etikolegal dalam Praktik Kebidanan 1. Magister Terapan Kebidanan 2. Magister Kebidanan 3. Magister Hukum Kesehatan 4. Magister Kesehatan peminatan Promkes 1. D IV Kebidanan 2. S1 Kebidanan/ S1 Kesmas/ S1 Non Kesehatan dengan latar belakang D3 Kebidanan 30
No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 17. Kesehatan Masyarakat 1. Magister Terapan Kebidanan 2. Magister Kebidanan peminatan Kespro/ KIA 18. Metode Penelitian dan Statistik Dasar 1. Magister Terapan Kebidanan 2. Magister Kebidanan 1. D IV Kebidanan 2. S1 Kebidanan/ S1 Kesmas/ S1 Non Kesehatan dengan latar belakang D3 Kebidanan 1. D IV Kebidanan 2. S1 Kebidanan/ S1 Kesmas/ S1 Non Kesehatan dengan latar belakang D3 Kebidanan 31
PROGRAM STUDI : FARMASI No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 1. Ilmu Perilaku & Etika 1. Magister Farmasi 2. Fisika Farmasi 1. Magister Farmasi 2. Magister Fisika 3. Perundang-undangan Kesehatan 1. Magister Farmasi 2. Magister Hukum Kesehatan 4. Farmasetika Dasar 1. Magister Teknologi Farmasi 2. Magister Farmasi 5. Farmasetika I, II 1. Magister Teknologi Farmasi 2. Magister Farmasi 6. Farmakologi Dasar 1. Magister Farmakologi 2. Magister Farmasi 7. Farmakologi I, II 1. Magister Farmakologi 2. Magister Farmasi 8. Farmakognosi I, II 1. Magister Fitokimia/ Bahan Alam 2. Magister Farmasi 9. Kimia Farmasi I, II 1. Magister Farmasi 2. Magister Kimia Farmasi 10. Farmasi Rumah Sakit 1. Magister Farmasi 2. Magister Farmasi Klinik Sp Farmasi Rumah Sakit 1. S1 Farmasi 2. Apoteker 1. S1 Farmasi 2. S1 Fisika + (DIII Farmasi) 3. Apoteker 1. S1 Farmasi 1. S1 Farmasi 1. S1 Farmasi 1. S1 Farmasi 2. Apoteker 1. S1 Farmasi 2. Apoteker 1. S1 Farmasi 1. S1 Farmasi 2. S1 Kimia + Sertifikat Kompetensi Bidang Kimia Farmasi 1. S1 Farmasi 2. Apoteker 11. Teknologi Farmasi 1. Magister Farmasi 1. S1 Farmasi 2. Apoteker 12. Pemasaran Farmasi 1. Magister Manajemen Farmasi 2. Magister Farmasi 1. S1 Farmasi + Sertifikat Kompetensi Bidang Pemasaran Farmasi 13. Spesialite dan Alat Kesehatan 1. Magister Farmasi 1. S1 Farmasi + Sertifikat Kompetensi Bidang Alat Kesehatan, 14. Manajemen, Pengadaan Farmasi dan Akuntansi 1. Magister Farmasi 2. Magister Manajemen Rumah Sakit 3. Magister Manajemen Farmasi, Spesialias Farmasi Rumah Sakit 1. S1 Farmasi + Sertifikat Kompetensi Akuntansi 32
PROGRAM STUDI : ANALISA FARMASI DAN MAKANAN No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 1. Teknik Pemisahan 1. Magister Kimia 2. Magister Farmasi 2. Teknik Analisis Kromatografi 1. Magister Kimia 2. Magister Farmasi 3. Teknik Analisis Fisika 1. Magister Kimia 2. Magister Fisika 1. S1 Farmasi 2. S1 Kimia + Mempunyai sertifikat Kompetensi dalam bidang Tehnologi Analisa Laboratorium 1. S1 Farmasi 2. S1 Kimia + Mempunyai sertifikat Kompetensi dalam bidang Tehnologi Analisa Laboratorium 1. S1 Fisika 2. S1 Kimia + Mempunyai sertifikat Kompetensi dalam bidang Tehnologi Analisa Laboratorium 4. Teknik Analisis Elektro Kimia 1. Magister Kimia 1. S1 Kimia + Mempunyai sertifikat Kompetensi dalam bidang Tehnologi Analisa Laboratorium 5. Analisa Hayati 1. Magister Biologi 2. Magister Mikrobiologi 3. Magister Biomed 6. Teknologi Analisa Spektro Fotometri 1. Magister Farmasi 2. Magister Kimia 1. S1 Biologi + Mempunyai sertifikat Kompetensi dalam bidang Tehnologi Mikrobiologi 1. S1 Kimia + Mempunyai sertifikat Kompetensi dalam bidang Analisa Instrumen 7. Analisa Obat dan Narkoba 1. Magister Farmasi 1. S1 Farmasi 8. Analisa Obat Tradisional 1. Magister Farmasi 1. S1 Farmasi 2. Magister Kimia 9. Analisa Kosmetika dan Alat 1. Magister Farmasi 1. S1 Farmasi Kesehatan 2. Magister Kimia 10. Analisa Makanan dan Minuman 1. Magister Kimia 1. S1 Kimia 2. Magister Farmasi 11. Kimia Analisa 1. Magister Kimia 1. S1 Kimia 12. Kimia Fisika 1. Magister Kimia 1. S1 Kimia 2. Magister Fisika 13. Kimia Organik 1. Magister Kimia 1. S1 Kimia 14. Kimia Dasar 1. Magister Kimia 1. S1 Kimia 15. Biologi 1. Magister Biologi 1. S1 Biologi 2. Magister Biomed 16. Mikrobiologi 1. Magister Biologi 2. Magister Biomed 3. Magister Mikrobiologi 1. S1 Biologi 2. S1 Mikrobiologi 33
No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 17. Metodologi Penelitian 1. Magister Kesehatan 1. S1 Kesehatan 18. Statistika 1. Magister Kesehatan (Biostatistik) 2. Magister Statistik 1. S1 Kesehatan 2. S1 Statistik 34
PROGRAM STUDI : KESEHATAN LINGKUNGAN No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 1. Dasar-dasar Kesehatan Lingkungan 1. Magister Terapan Kesehatan Lingkungan 2. Magister Terapan Sanitasi Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan 4. Magister Ilmu Lingkungan 2. Per Undang Undangan 1. Magister Hukum Kesehatan Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan 3. Parasitologi 1. Magister Parasitologi dan Entomologi kesehatan 2. Magister Biologi 3. Magister Biomedik 4. Magister Terapan Sanitasi 4. Dasar teknik 1. Magister Kesehatan Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan 2. Magister Teknik Lingkungan 3. Magister Teknologi Lingkungan 4. Magister Terapan Sanitasi 5. Statistik Kesehatan 1. Magister Kesehatan Masyarakat Peminatan Biostatistika/ Epidemiologi/ Kesehatan Lingkungan 6. Toksikologi Lingkungan 1. Magister Kesehatan Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan 2. Magister Teknik Lingkungan 3. Magister Teknologi Lingkungan 4. Magister Terapan Sanitasi 7. Instrumentasi 1. Magister Kesehatan Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan 2. Magister Teknik Lingkungan 3. Magister Ilmu Lingkungan 4. Magister Teknologi Lingkungan 5. Magister Terapan Sanitasi 1. D IV Kesling 2. S1 Kesehatan Masyarakat 1. S1 Kesehatan Masyarakat 2. S1 Hukum 1. D IV Kesling 2. S1 Biologi 3. S1 Kesehatan Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan 1. D IV Kesehatan Lingkungan 2. S1 Kesehatan Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan 1. D IV Kesehatan Lingkungan 2. S1 Kesehatan Masyarakat Peminatan Biostatistik/ Epidemiologi 1. D IV Kesehatan Lingkungan 2. S1 Kesehatan Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan 3. S1 Kimia 1. D IV Kesehatan Lingkungan 2. S1 Kesehatan Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan 8. Entomologi Kesehatan 1. Magister Kesehatan 1. D IV Kesehatan Lingkungan 35
No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan 2. Magister Entomologi Kesehatan 3. Magister Biomedik 4. Magister Terapan Sanitasi 9. Ekologi kesehatan 1. Magister Kesehatan Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan 2. Magister Ilmu Lingkungan 3. Magister Teknik Lingkungan 4. Magister Teknologi Lingkungan 5. Magister Terapan Sanitasi 10. Penyehatan Udara 1. Magister Kesehatan Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan 2. Magister Teknik Lingkungan 3. Magister Teknologi Lingkungan 4. Magister Ilmu Lingkungan 5. Magister Terapan Sanitasi 11. Penyehatan Makanan Minuman A 12. Penyehatan Tanah dan Pengelolaan Sampah 1. Magister Kesehatan Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan/ Epidemiologi 2. Magister Teknologi Pangan 3. Magister Terapan Sanitasi 1. Magister Kesehatan Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan 2. Magister Teknik Lingkungan 3. Magister Teknologi Lingkungan 4. Magister Kimia 5. Magister Terapan Sanitasi 13. Epidemiologi Lingkungan A 1. Magister Kesehatan Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan/ Epidemiologi 2. Magister Terapan Sanitasi 14. Penyehatan Air dan Pengelolaan Limbah Cair - A 1. Magister Teknik lingkungan 2. Magister Teknologi Lingkungan 3. Magister Kimia 4. Magister Kesehatan 2. S1 Kesehatan Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan 1. D IV Kesehatan Lingkungan 2. S1 Kesehatan Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan 3. S1 Biologi 1. D IV Kesehatan Lingkungan 2. S1 Kesehatan Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan 3. S1 Teknik Lingkungan 1. D IV Kesehatan Lingkungan 2. S1 Kesehatan Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan 3. S1 Biologi 1. D IV Kesehatan Lingkungan 2. D IV Teknik Lingkungan 3. S1 Teknik Lingkungan 4. S1 Kesehatan Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan 1. D IV Kesehatan Lingkungan 2. S1 Kesehatan Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan/ Epidemiologi 1. D IV Kesehatan Lingkungan 2. D IV Teknik Lingkungan 3. S1 Kesehatan Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan 36
No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan 5. Magister Terapan Sanitasi 4. S1 Teknik Lingkungan 15. Pengendalian vektor dan binatang pengganggu - A 16. Analisis Dampak Kesehatan Lingkungan 1. Magister Entomologi Kesehatan Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan 3. Magister Biologi 4. Magister Terapan Sanitasi 1. Magister Kesehatan Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan 2. Magister Teknik Lingkungan 3. Magister Teknologi Lingkungan 4. Magister Ilmu Lingkungan 5. Magister Terapan Sanitasi 17. Tata Graha 1. Magister Kesehatan Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan 2. Magister Teknik Sanitasi 3. Magister Teknik Interior 18. Sanitasi Tempat-tempat Umum dan Pariwisata 1. Magister Kesehatan Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan 2. Magister Teknik Lingkungan 3. Magister Teknologi Lingkungan 4. Magister Terapan Sanitasi 19. Sanitasi Pemukiman 1. Magister Kesehatan Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan 2. Magister Teknik Lingkungan 3. Magister teknologi Lingkungan 4. Magister Terapan Sanitasi 20. Sanitasi Rumah Sakit 1. Magister teknik Lingkungan 2. Magister Teknologi Lingkungan 3. Magister Ilmu Lingkungan 4. Magister Terapan Sanitasi 21. Promosi Kesehatan 1. Magister Kesehatan Masyarakat Peminatan Promosi Kesehatan/ 1. D IV Kesehatan Lingkungan 2. S1 Kesehatan Masyarakat peminatan Kesehatan Lingkungan 3. S1 Biologi 1. D IV Kesehatan Lingkungan 2. D IV Teknik Lingkungan 3. S1 Kesehatan Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan 4. S1 Teknik Lingkungan 1. D IV Kesehatan Lingkungan 2. S1 Perhotelan 3. S1 Kesehatan Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan 1. D IV Kesehatan Lingkungan 2. S1 Kesehatan Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan 1. D IV Kesehatan Lingkungan 2. D IV Teknik Lingkungan 3. S1 Kesehatan Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan 4. S1 Teknik Lingkungan 1. D IV Kesehatan Lingkungan 2. D IV Teknik Lingkungan 3. S1 Kesehatan Masyarakat 4. S1 Teknik Lingkungan 1. D IV Kesehatan Lingkungan 2. S1 Kesehatan Masyarakat Peminatan Promosi 37
No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) Kesehatan Lingkungan Kesehatan 2. Magister Terapan Sanitasi 22. Sanitasi Industri dan Keselamatan Kerja 1. Magister Kesehatan Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan/ Hyperkes/ Kesehatan Lingkungan 2. Magister Teknik Lingkungan 3. Magister Teknologi Lingkungan 4. Magister Ilmu Lingkungan 5. Magister Terapan Sanitasi 23. Manajemen HACCP 1. Magister Kesehatan Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan/ Epidemiologi 2. Magister Teknologi Pangan 24. Dasar-dasar Pemecahan Masalah Kesehatan Lingkungan 1. Magister Kesehatan Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan/ Epidemiologi 2. Magister Terapan Lingkungan 25. K3 1. Magister Kesehatan Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan/ Hyperkes 2. Magister Teknik Lingkungan 3. Magister Teknologi Lingkungan 4. Magister Terapan Sanitasi 5. Magister Ergonomi 26. Fisio Anatomi 1. Magister Biomedik 2. Magister Kedokteran Dasar Peminatan Faal 3. Magister Keperawatan 1. D IV Kesehatan Lingkungan 2. D IV Teknik Lingkungan 3. S1 Kesehatan Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan 4. S1 Hyperkes 5. S1 Teknik Lingkungan 1. D IV Kesehatan Lingkungan 2. S1 Kesehatan Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan 3. S1 Teknologi Pangan 1. D IV Kesehatan Lingkungan 2. S1 Kesehatan Masyarakat peminatan Kesehatan Lingkungan 1. D IV Kesehatan Lingkungan 2. D IV Hyperkes 3. D IV Teknik Lingkungan 4. S1 Kesehatan Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan/ Hyperkes 5. S1 Teknik Lingkungan 1. S1 Kedokteran Umum 2. S1 Keperawatan 38
PROGRAM STUDI : GIZI No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 1. Ilmu Gizi Dasar 1. Magister Terapan Gizi Masyarakat Peminatan Gizi/Promosi Kesehatan 3. Magister Gizi Klinik 2. Ilmu Kimia Dasar 1. Magister Terapan Gizi 2. Magister Kimia 3. Magister Biomedik 4. Magister Kesehatan Masyarakat Minat Gizi 3. Ilmu Kimia Makanan 1. Magister Terapan Gizi 2. Magister Gizi 3. Magister Kimia 4. Magister Kesehatan Masyarakat Peminatan Gizi 5. Magister Teknologi Pangan 4. Anatomi Fisiologi 1. Magister Biomedik/ Biokimia 2. Magister Gizi Klinik 3. Magister Terapan Gizi 4. Magister Kesehatan 1. D-IV Gizi 2. S1 Kesehatan Masyarakat Peminatan Gizi 3. S1 Gizi 1. D-IV Gizi 2. S1 Kimia 3. S1 Gizi 4. S1 Kesehatan Masyarakat PeminatanGizi 1. D-IV Gizi 2. S1 Gizi 3. S1 Teknologi Pangan 4. S1 Kesehatan Masyarakat PeminatanGizi 1. S1 Kedokteran Umum 2. S1 Kedokteran Hewan 3. D-IV Gizi 4. S1 Gizi 5. S1 Kesmas Peminatan Gizi 5. Biokimia Gizi 1. Magister Biomedik Masyarakat Peminatan Gizi 3. Magister Biokimia 4. Magister Terapan Gizi 5. Magister Gizi Klinik 6. Ilmu Bahan Makanan 1. Magister Terapan Gizi Masyarakat Peminatan Gizi 3. Magister Gizi 4. Magister Teknologi Pangan 7. Mikrobiologi Pangan 1. Magister Kesehatan Masyarakat Peminatan Gizi 2. Magister Mikrobiologi Pangan 3. Magister Teknologi Pangan 8. IKM Promosi Kesehatan 1. Magister Terapan Gizi 2. Magister Gizi Masyarakat Peminatan Promosi Kesehatan / Gizi 1. S1 Kedokteran Umum 2. S1 Kedokteran Hewan 3. D-IV Gizi 4. S1 Gizi 5. S1 Kesmas Peminatan Gizi 1. D IV Gizi 2. S1 Gizi 3. S1 Kesmas Peminatan Gizi 1. D IV Gizi 2. S1 Gizi 3. S1 Teknologi Pangan 4. S1. Biologi 1. D-IV Gizi 2. S1 Gizi 3. S1 Kesmas Peminatan Promosi Kesehatan / Gizi 39
No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 9. Statistika 1. Magister Terapan Gizi 2. Magister Gizi Masyarakat Peminatan Biostatistika / Epidemiologi 10. Manajemen Dasar 1. Magister Kesehatan Masyarakat 2. Magister Gizi 3. Magister Terapan Gizi 11. Psikologi 1. Magister Psikologi Masyarakat Peminatan Promosi Kesehatan / Gizi 3. Magister Gizi Terapan 4. Magister Gizi 12. Patologi Manusia (Dasar Lanjut) 1. Magister Biomedik/ Biokimia Masyarakat Peminatan Gizi 3. Magister Terapan Gizi 4. Magister Gizi Klinik 13. Gizi Kuliner Dasar dan Lanjut 1. Magister Terapan Gizi Masyarakat Peminatan Gizi 3. Magister Gizi 4. Magister Tata Boga 14. Penyuluhan dan Konseling Gizi (PKG) Dasar 15. Gizi Dalam Daur Kehidupan (GDDK) 1. Magister Kesehatan Masyarakat Peminatan Gizi Masyarakat Peminatan Promosi Kesehatan 3. Magister Gizi Klinik 4. Magister Terapan Gizi 5. Magister Gizi dan Ekologi Manusia 1. Magister Terapan Gizi Masyarakat peminatan Gizi 3. Magister Gizi Klinik 4. Magister Kesehatan Olahraga 5. Magister Biomedik 6. Magister Gizi dan Ekologi Manusia 16. Komunikasi 1. Magister Kesehatan 1. D-IV Gizi 1. D-IV Gizi 2. S1 Gizi 3. S1 Kesmas Peminatan Biostatistika / Epidemiologi 1. D-IV Gizi 2. S1 Gizi 3. S1 Kesehatan Masyarakat 1. D-IV Gizi 2. S1 Gizi 3. S1 Kesehatan Masyarakat 1. D-IV Gizi 2. S1 Gizi 3. S1 Kesmas Peminatan Gizi 1. D-IV Gizi 2. S 1 Gizi 3. S1 Kesehatan Masyarakat Peminatan Gizi 4. S1 Tata Boga 1. D-IV Gizi 2. S1 Gizi 3. S1 Kesehatan Masyarakat Peminatan Gizi / Promosi Kes 4. S1 GMSK 1. D IV Gizi 2. S1 Gizi 3. S1 Kesehatan Masyarakat Peminatan Gizi 4. S1 GMSK 40
No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) Masyarakat Peminatan Gizi / Promosi Kes 2. Magister Gizi dan Ekologi Manusia 3. Magister Terapan Gizi 4. Magister Gizi 17. Ekonomi Pangan dan Gizi 1. Magister Kesehatan Masyarakat Peminatan Gizi Masyarakat 2. Magister Teknologi Pangan 3. Magister Gizi dan Ekologi Manusia 4. Magister Ekonomi Pangan 5. Magister Terapan Gizi 6. Magister Gizi Masyarakat 18. Penilaian Status Gizi (PSG) 1. Magister Kesehatan Masyarakat Peminatan Gizi 2. Magister Terapan Gizi 3. Magister Gizi 4. Magister Biomedik 19. Epidemiologi Gizi 1. Magister Kesehatan Masyarakat Peminatan Gizi 2. Magister Terapan Gizi 3. Magister Gizi 4. Magister Epidemiologi 20. Teknologi Pangan 1. Magister Kimia Masyarakat Peminatan Gizi 3. Magister Gizi 4. Magister Teknologi Pangan 5. Magister Terapan Gizi 21. Komputer 1. Magister Sains Terapan Gizi Masyarakat Peminatan Gizi 3. Magister Epidemiologi 4. Magister Biostatistik 5. Magister Gizi 22. Metodologi Penelitian 1. Magister Sains Terapan Gizi Masyarakat 3. Magister Epidemiologi 4. Magister Biostatistik 5. Magister Gizi 23. Kewirausahaan 1. Magister Sains Terapan Gizi 1. D. IV Gizi 2. S1 Gizi 3. S1 Kesehatan Masyarakat Peminatan Gizi 4. S1 GMSK 1. D IV Gizi 2. S1 Gizi 3. S1 Kesehatan Masyarakat Peminatan Gizi 4. S1 GMSK 1. D-IV Gizi 2. S1 Gizi 3. S1 Kesmas peminatangizi 1. D-IV Gizi 2. S1 Gizi 3. S1 Kesmas peminatangizi/epidemiologi 1. D-IV Gizi 2. S1 Gizi 3. S1 Teknologi Pangan 4. S1 Kesmas Peminatan Gizi 1. D. IV Gizi 2. S1 Kesmas peminatan Gizi / Epidemiologi / Biostatistik 3. S1 Gizi 4. D. IV Gizi 5. S1 Kesmas peminatan Gizi / Epidemiologi / Biostatistik 6. S1 Gizi 41
No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 24. Isu Mutakhir Iptek Kesehatan Gizi 3. Magister Boga 4. Magister Gizi 1. Magister Kesehatan Masyarakat Peminatan Gizi 2. Magister Gizi Klinik 3. Magister Terapan Gizi 4. Magister Teknologi Pangan 5. Magister Biomedik 25. Dietetika Dasar dan Lanjut 1. Magister Kesehatan Masyarakat Peminatan Gizi 2. Magister Gizi Klinik 3. Magister Terapan Gizi 4. Magister Biomedik 26. Survei Konsumsi Pangan 1. S2 Kesehatan Masyarakat Peminatan Gizi 2. Magister Terapan Gizi 3. Magister Gizi 27. Pengawasan Mutu Pangan 1. Magister Kimia Masyarakat Peminatan Gizi 3. Magister Gizi Magister 4. Teknologi Pangan 5. Magister Terapan Gizi 28. Perencanaan Program Gizi (PPG) 1. Magister Kesehatan Masyarakat Peminatan Gizi 2. Magister Terapan Gizi 3. Magister Epidemiologi 4. Magister Biostatistik 5. Magister Gizi 29. Etika Profesi 1. Magister Kesehatan Masyarakat Peminatan Gizi 2. Magister Terapan Gizi 3. Magister Gizi 30. Manajemen Sistem Penyelenggaraan Makanan Institusi (Dasar dan Lanjut) 1. Magister Kesehatan Masyarakat Peminatan Gizi 2. Magister Gizi 3. Magister Terapan Gizi 31. Asuhan Gizi Klinik 1. Magister Kesehatan Masyarakat Peminatan Gizi 2. Magister Biomedik 3. Magister Terapan Gizi 4. Magister Gizi 32. Program Intervensi Gizi 1. Magister Kesehatan 1. D-IV Gizi 2. S1 Kesmas peminatan Gizi 3. S1 Gizi 1. D-IV Gizi 2. S1 Kesmas peminatan Gizi 3. S1 Gizi 1. D-IV Gizi 2. S1 Gizi 3. S1 Kesmas Peminatan Gizi 1. D-IV Gizi 2. S1 Gizi 3. S1 Kesehatan Masyarakat Peminatan Gizi 1. D-IV Gizi 2. S1 Gizi 3. S1 Kesehatan Masyarakat 1. D-IV Gizi 2. S1 Gizi 3. S1 Kesehtaan Masyarakat Peminatan Gizi/Epidemiologi/ Biostatistik 1. D-IV Gizi 2. S1 Gizi 3. S1 Kesehatan Masyarakat Peminatan Gizi 1. D-IV Gizi 2. S1 Gizi 3. S1 Kesehatan Masyarakat Peminatan Gizi 1. D-IV Gizi 2. S1 Gizi 3. S1 Kesmas Peminatan Gizi 42
No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) Masyarakat 33. Sistem Penyelenggaraan Makanan Institusi Masyarakat Peminatan Gizi 2. Magister Terapan Gizi 3. Magister Gizi 4. Magister Epidemiologi 5. Magister Biostatistik 1. Magister Kesehatan Masyarakat Peminatan Gizi 2. Magister Teknologi Pangan 3. Magister Terapan Gizi 4. Magister Gizi 2. S1 Gizi 3. S1 Kesehtaan Masyarakat Peminatan Gizi/Biostatistik 1. D-IV Gizi 2. S1 Gizi 3. S1 Kesehatan Masyarakat Peminatan Gizi 43
PROGRAM STUDI : FISIOTERAPI No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 1. Sumber Fisis I, II 1. Magister Fisioterapi 2. Magister terapan Fisioterapi 4. Magister Kesehatan Masyarakat 5. Magister Fisiologi Peminatan Fisioterapi 6. Magister Biomedik Konsentrasi Fisiologi 7. Magister Biomedik Konsentrasi Farmakologi 8. Magister Fisiologi 2. Terapi Latihan I, II 1. Magister Fisioterapi 2. Magister terapan Fisioterapi 4. Magister Kesehatan Masyarakat 5. Magister Fisiologi Konsentrasi/ Peminatan Fisioterapi 6. Magister Biomedik Konsentrasi Fisiologii 7. Magister Olahraga 8. Magister K3 3. Biomekanik 1. Magister Fisioterapi 2. Magister terapan Fisioterapi 4. Magister Kesehatan Masyarakat 5. Magister Fisiologi Peminatan Fisioterapi 6. Magister Biomedik Konsentrasi Fisiologi 7. Magister Olahraga 8. Magister K3 9. Magister Fisiologi 4. Fisiologi Latihan 1. Magister Fisioterapi 2. Magister terapan Fisioterapi 4. Magister Fisiologi Peminatan Fisioterapi 1. D.IV Fisioterapi (SST) 2. S1 Fisioterapi (SFT) 3. Profesi Fisioterapi (Physio) 1. D.IV Fisioterapi (SST) 2. S1 Fisioterapi (SFT) 3. Profesi Fisioterapi (Physio) 1. D.IV Fisioterapi (SST) 2. S1 Fisioterapi (SFT) 3. Profesi Fisioterapi (Physio) 1. D.IV Fisioterapi (SST) 2. S1 Fisioterapi (SFT) 3. Profesi Fisioterapi (Physio) 44
No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 5. Magister Kesehatan Masyarakat 6. Magister Biomedik Konsentrasi Fisiologi 7. Magister Olahraga 8. Magister K3 9. Magister Fisiologi 5. Pemeriksaan Fisioterapi I, II 1. Magister Fisioterapi 2. Magister terapan Fisioterapi 4. Magister Kesehatan Masyarakat 5. Magister Fisiologi Peminatan Fisioterapi 6. Magister Biomedik Konsentrasi Fisiologi 7. Magister Olahraga 8. Magister K3 6. FT Pediatri 1. Magister Fisioterapi 2. Magister terapan Fisioterapi 4. Magister Kesehatan Masyarakat konsentrasi KIA 5. Magister Fisiologi Peminatan Fisioterapi 6. Magister Biomedik Konsentrasi Fisiologii 7. Magister Olahraga 8. Magister Biomedik Konsentrasi Farmakologi 7. FT Muskuloskeletal I, II 1. Magister Fisioterapi 2. Magister terapan Fisioterapi 4. Magister Kesehatan Masyarakat 5. Magister Fisiologi Peminatan Fisioterapi 6. Magister Biomedik Konentrasi Fisiologi 7. Magister Olahraga 8. Magister K3 9. Magister Biomedik Konsentrasi Farmakologi 1. D.IV Fisioterapi (SST) 2. S1 Fisioterapi (SFT) 3. Profesi Fisioterapi (Physio) 1. D.IV Fisioterapi (SST) 2. S1 Fisioterapi (SFT) 3. Profesi Fisioterapi (Physio) 1. D.IV Fisioterapi (SST) 2. S1 Fisioterapi (SFT) 3. Profesi Fisioterapi (Physio) 45
No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 8. FT Neuromuskuler 1. Magister Fisioterapi 2. Magister terapan Fisioterapi 4. Magister Kesehatan Masyarakat 5. Magister Fisiologi Peminatan Fisioterapi 6. Magister Biomedik Konsentrasi Fisiologi 7. Magister Olahraga 8. Magister K3 9. Magister Biomedik Konsentrasi Farmakologi 9. FT Kardiovaskuler 1. Magister Fisioterapi 2. Magister terapan Fisioterapi 4. Magister Kesehatan Masyarakat 5. Magister Fisiologi Peminatan Fisioterap 6. Magister Biomedik Konsentrasi Fisiologi 7. Magister Olahraga 8. Magister K3 9. Magister Biomedik Konsentrasi Farmakologi 10. FT Respirasi 1. Magister Fisioterapi 2. Magister terapan Fisioterapi 4. Magister Kesehatan Masyarakat 5. Magister Fisiologi Peminatan Fisioterapi 6. Magister Biomedik Konsentrasi Fisiologi 7. Magister Olahraga 8. Magister K3 9. Magister Biomedik Konsentrasi Farmakologi 11. Terapi Manual/ Massage 1. Magister Fisioterapi 2. Magister terapan Fisioterapi 4. Magister Kesehatan Masyarakat 1. D.IV Fisioterapi (SST) 2. S1 Fisioterapi (SFT) 3. Profesi Fisioterapi (Physio) 1. D.IV Fisioterapi (SST) 2. S1 Fisioterapi (SFT) 3. Profesi Fisioterapi (Physio) 1. D.IV Fisioterapi (SST) 2. S1 Fisioterapi (SFT) 3. Profesi Fisioterapi (Physio) 1. D.IV Fisioterapi (SST) 2. S1 Fisioterapi (SFT) 3. Profesi Fisioterapi (Physio) 46
No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 5. Magister Fisiologi Peminatan Fisioterapi 6. Magister Biomedik Konsentrasi Fisiologi 7. Magister Olahraga 12. FT Kesehatan wanita 1. Magister Fisioterapi 2. Magister terapan Fisioterapi 4. Magister Kesehatan Masyarakat peminatan Reproduksi/ KIA 5. Magister Fisiologi Peminatan Fisioterapi 6. Magister Biomedik Kons,Fisiologi 7. Magister Olahraga 8. Magister K3 13. Manajemen Pelayanan Fisioterapi 1. Magister Fisioterapi 2. Magister terapan Fisioterapi 4. Magister Kesehatan Masyarakat 5. Magister Fisiologi Peminatan Fisioterapi 6. Magister Biomedik Konsentrasi Fisiologi 7. Magister K3 8. Magister Biomedik Konsentrasi Farmakologi 9. Magister SDM 14. FT Komprehensif I, II 1. Magister Fisioterapi 2. Magister terapan Fisioterapi 4. Magister Kesehatan Masyarakat 5. Magister Fisiologi Peminatan Fisioterapi 6. Magister Biomedik Konsentrasi Fisiologi 7. Magister K3 8. Magister Biomedik Konsentrasi Farmakologi 1. D.IV Fisioterapi (SST) 2. S1 Fisioterapi (SFT) 3. Profesi Fisioterapi (Physio) 1. D.IV Fisioterapi (SST) 2. S1 Fisioterapi (SFT) 3. Profesi Fisioterapi (Physio) 1. D.IV Fisioterapi (SST) 2. S1 Fisioterapi (SFT) 3. Profesi Fisioterapi (Physio) 47
No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 15. FT Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat 1. Magister Fisioterapi 2. Magister terapan Fisioterapi 4. Magister Kesehatan Masyarakat 5. Magister Fisiologi Peminatan Fisioterapi 6. Magister Biomedik Konsentrasi Fisiologi 7. Magister K3 16. FT Olah Raga 1. Magister Fisioterapi 2. Magister terapan Fisioterapi 4. Magister Kesehatan Masyarakat 5. Magister Fisiologi Peminatan Fisioterapi 6. Magister Biomedik Konsentrasi Fisiologi 7. Magister Olahraga 8. Magister K3 9. Magister Biomedik Konsentrasi Farmakologi 17. Terapi Latihan 1. Magister Fisioterapi 2. Magister terapan Fisioterapi 4. Magister Kesehatan Masyarakat 5. Magister Fisiologi Peminatan Fisioterapi 6. Magister Biomedik Konsentrasi Fisiologi 7. Magister K3 8. Magister Fisiologi 18. Etika Profesi 1. Magister Fisioterapi 2. Magister terapan Fisioterapi 4. Magister Kesehatan Masyarakat 5. Magister Fisiologi Peminatan Fisioterapi 6. Magister Biomedik Konsentrasi Fisiologi 7. Magister Hukum Kesehatan 1. D.IV Fisioterapi (SST) 2. S1 Fisioterapi (SFT) 3. Profesi Fisioterapi (Physio) 1. D.IV Fisioterapi (SST) 2. S1 Fisioterapi (SFT) 3. Profesi Fisioterapi (Physio) 1. D.IV Fisioterapi (SST) 2. S1 Fisioterapi (SFT) 3. Profesi Fisioterapi (Physio) 1. D.IV Fisioterapi (SST) 2. S1 Fisioterapi (SFT) 3. Profesi Fisioterapi (Physio) 48
No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 19. Fisioterapi Pada Integument 1. Magister Fisioterapi 2. Magister terapan Fisioterapi 4. Magister Kesehatan Masyarakat 1. D.IV Fisioterapi (SST) 2. S1 Fisioterapi (SFT) 3. Profesi Fisioterapi (Physio) 49
PROGRAM STUDI : OKUPASI TERAPI No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 1. Konsep dan Pendekatan Okupasi Terapi 1. Magister Okupasi Terapi 2. Pemeriksaan Okupasi Terapi 1. Magister Okupasi Terapi 3. Perkembangan Manusia 1. Magister Okupasi Terapi 3. Magister Psikologi 4. AnalisIs Aktivitas 1. Magister Okupasi Terapi 5. Biomekanik Aktivitas 1. Magister Okupasi Terapi 2. Magister Biomekanik 4. Magister Fisiologi Exercise 6. Fisiologi Aktivitas 1. Magister Okupasi Terapi 3. Magister Fisiologi Aktivitas 4. Magister Olahraga 5. Magister Biomedik 7. Analisis Lingkungan & Ergonomi 1. Magister Okupasi Terapi 8. OT Pada Psikososial I 1. Magister Okupasi Terapi 3. Magister Psikologi 4. Kedokteran Sp Kesehatan Jiwa 9. OT Pada Seksualitas 1. Magister Okupasi Terapi 2. Magister Psikologi 4. Magister Keperawatan 5. Magister Kebidanan 10. OT Rematologi 1. Magister Okupasi Terapi 2. Kedokteran Sp Orthopedi dan Trauma 11. OT Pada penyakit Dalam dan Bedah 1. Magister Okupasi Terapi 3. Kedokteran Sp Penyakit dalam dan bedah 12. OT Pada Problematika Tangan 1. Magister Okupasi Terapi 3. Kedokteran Sp Orthopedi dan Trauma 1. D. IV Okupasi Terapi 1. D. IV Okupasi Terapi 2. D4 Fisioterapi 3. S1 Kedokteran 1. D. IV Okupasi Terapi 2. S1 Psikologi 1. D. IV Okupasi Terapi 1. D. IV Okupasi Terapi 2. D4 Fisioterapi 3. S1 Biomedik 4. S1 Kedokteran 1. D. IV Okupasi Terapi 2. S1 Kedokteran 1. D. IV Okupasi Terapi 2. S1 Kesehatan 1. D. IV Okupasi Terapi 2. S1 Kedokteran 1. D. IV Okupasi Terapi 2. S1 Psikologi 1. D. IV Okupasi Terapi 2. S1 Kedokteran 1. D. IV Okupasi Terapi 2. S1 Kedokteran 1. D. IV Okupasi Terapi 2. S1 Kedokteran 50
No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 13. OT Pada Pediatri 1. Magister Okupasi Terapi 3. Magister Psikologi 4. Kedokteran Sp anak 14. OT Pada Neurologi 1. Magister Okupasi Terapi 3. Kedokteran Sp saraf 15. OT Pada Psikososial II 1. Magister Okupasi Terapi 3. Magister Psikologi 4. Kedokteran Sp Kesehatan Jiwa 16. OT Pada Ortopedi 1. Magister Okupasi Terapi 3. Kedokteran Sp Orthopedi dan Trauma 17. Praktek Klinik 1. Magister Okupasi Terapi 3. Magister Psikologi 4. Kedokteran Sp Rehab Medik 18. OT Pada Geriatri 1. Magister Okupasi Terapi 3. Magister Psikologi 19. OT Pada Rehabilitasi Sumber Daya Masyarakat 4. Kedokteran Sp kesehatan jiwa 1. Magister Okupasi Terapi 3. Magister Psikologi 4. Kedokteran Sp Rehab Medik 20. Manajemen Pelayanan OT 1. Magister Okupasi Terapi 3. Magister Psikologi 4. Kedokteran Sp Rehab Medik 21. Teori OT Dan Okupasi Terapetik 1. Magister Okupasi Terapi 3. Magister Psikologi 4. Kedokteran Sp Rehab Medik 1. D. IV Okupasi Terapi 2. S1 Psikologi 1. D. IV Okupasi Terapi 1. D. IV Okupasi Terapi 2. S1 Psikologi 1. D. IV Okupasi Terapi 2. D IV Fisioterapi 3. S1 Kedokteran 1. D. IV Okupasi Terapi 2. S1 Psikologi 1. D. IV Okupasi Terapi 2. S1 Psikologi 3. S1 Kedokteran 1. D. IV Okupasi Terapi 2. S1 Psikologi 1. D. IV Okupasi Terapi 2. S1 Psikologi 1. D. IV Okupasi Terapi 2. S1 Psikologi 51
PROGRAM STUDI : TERAPI WICARA No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 1. Pengantar Terapi Wicara 1. Magister Terapi Wicara 2. Perilaku Komunikasi Normal 1. Magister Terapi Wicara 3. Magister Psikologi 3. Ortopedagogik 1. Magister Pendidikan Luar Biasa 2. Magister Pendidikan 4. Audiologi 1. Dokter Spesialis THT 2. Magister Terapi Wicara 5. Linguistik 1. Magister Terapi Wicara 2. Magister Linguistik 6. Dasar-dasar Afasia 1. Magister Terapi Wicara 3. Dokter Spesialis Saraf 7. Dasar-dasar Disfonia Afonia 1. Magister Terapi Wicara 3. Dokter Spesialis THT 8. Disartria 1. Magister Terapi Wicara 3. Dokter Spesialis Saraf 9. Disaudia 1. Magister Terapi Wicara 3. Dokter Spesialis THT 10. Disfagia 1. Magister Terapi Wicara 3. Dokter Spesialis THT 11. Disglosia 1. Magister Terapi Wicara 3. Dokter Spesialis THT 12. Dislalia 1. Magister Terapi Wicara 3. Dokter Spesialis THT 13. Dislogia 1. Magister Terapi Wicara 3. Dokter Spesialis THT 14. Disfonia 1. Magister Terapi Wicara 1. D.IV Terapi Wicara 2. S1 Kesehatan berlatar belakang profesi 1. D.IV Terapi Wicara 2. S1 Kesehatan berlatar belakang profesi 3. S1 Psikologi 1. D.IV Terapi Wicara 2. S1 Pendidikan Luar Biasa 1. D.IV Terapi Wicara 2. S1 Kedokteran 1. D IV Terapi Wicara 2. S1 Bahasa Indonesia 3. S1 Sastra Bahasa indonesia 1. D.IV Terapi Wicara 2. S1 Terapi Wicara 3. S1 Kedokteran 1. D.IV Terapi Wicara 2. S1 Terapi Wicara 3. S1 Kedokteran 1. D.IV Terapi Wicara 2. S1 Terapi Wicara 3. S1 Kedokteran 1. D.IV Terapi Wicara 2. S1 Terapi Wicara 3. S1 Kedokteran 1. D.IV Terapi Wicara 2. S1 Terapi Wicara 3. S1 Kedokteran 1. D.IV Terapi Wicara 2. S1 Terapi Wicara 3. S1 Kedokteran 1. D.IV Terapi Wicara 2. S1 Terapi Wicara 3. S1 Kedokteran 1. D.IV Terapi Wicara 2. S1 Terapi Wicara 3. S1 Kedokteran 1. D.IV Terapi Wicara 2. S1 Terapi Wicara 52
No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 15. Afonia 1. Magister Terapi Wicara 3. Dokter Spesialis THT 16. Afasia Perkembangan, Dewasa 1. Magister Terapi Wicara 3. Magister Psikologi 17. Gagap 1. Magister Terapi Wicara 3. Magister Psikologi 18. Klater Latah 1. Magister Terapi Wicara 3. Magister Psikologi 19. Peralatan Terapi Wicara 1. Magister Terapi Wicara 20. Manajemen Klinik I, II, III 1. Magister Terapi Wicara 3. Dokter Spesialis THT 3. S1 Kedokteran 1. D.IV Terapi Wicara 2. S1 Terapi Wicara 3. S1 Kedokteran 1. D.IV Terapi Wicara 2. S1 Terapi Wicara 3. S1 Psikologi 1. D.IV Terapi Wicara 2. S1 Terapi Wicara 3. S1 Psikologi 1. D.IV Terapi Wicara 2. S1 Terapi Wicara 3. S1 Psikologi 1. D.IV Terapi Wicara 2. S1 Terapi Wicara 3. S1 Kesehatan berlatar belakang profesi 1. D.IV Terapi Wicara 2. S1 Terapi Wicara 3. S1 Kesehatan berlatar belakang profesi 21. Manajemen Pelayanan 1. Magister Kesehatan 1. D.IV Terapi Wicara 2. S1 Kesehatan berlatar belakang profesi 53
PROGRAM STUDI : TEKNIK RADIODIAGNOSTIK DAN RADIOTERAPI No Mata Kuliah Program Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang Melatarbelakangi Program Magister pada Kolom (3) 1. Anatomi Fisiologi I Anatomi Fisiologi II 1. Magister Biomedik 3. Magister Radiologi 4. Magister Terapan Kesehatan (Teknologi Imejing Diagnostik) 2. Patofisiologi 1. Dokter Spesialis 2. Magister Biomedik 3. Keperawatan Radiologi 1. Magister Keperawatan 3. Magister Terapan Kesehatan (Keperawatan) 4. Magister Terapan Kesehatan (Teknologi Imejing Diagnostik) 1. S1 Kedokteran + Profesi 2. S1 Kesehatan / S1 Lainnya (+D. III TRR) 3. D. IV TR 1. S1 Kedokteran + Profesi 2. S1 Kesehatan / S1 Lainnya (+ D. III TRR) 3. D. IV TR 1. S1 Keperawatan + Profesi 2. D. IV Keperawatan 3. S1 Kesehatan / S1 lainyya + D III TRR 4. D. IV TR 4. Fisika Dasar 1. Magister Fisika 5. Teknik Pesawat Radiologi 1. Magister Elektro (Medik) 2. Magister Teknik / Enginering (Medik) 3. Magister Radiologi 4. Magister Terapan Kesehatan (Peminatan Teknologi Imejing Diagnostik) 5. Magister Terapan (Peminatan Elektromedik) 6. Radiobiologi 1. Magister Biomedik 2. Magister Fisika Medik 3. Magister Radiologi 4. Magister Terapan Kesehatan (Teknologi Imejing Diagnostik) 5. Magister Kesehatan 7. Matematika Radiologi 1. Magister Matematika 2. Magister Fisika 8. Komputer Radiologi 1. Magister Komputer 1. S1 Fisika / S1 Pendidikan Fisika 2. S1 Fisika Medik 1. S1 Fisika Medik (+D. III TRR/ D3 TEM) 2. D IV TEM 3. D IV TR 1. S1 Fisika Medik 2. D. IV TR 3. S1 Kesehatan / S 1 Lainnya (+D III TRR) 1. S1 Matematika / S1 Pendidikan Matematika 2. S1 Fisika / Fisika Medik 1. S1 Komputer 2. S1 Kesehatan / S1 Lainnya 54
No Mata Kuliah Program Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang Melatarbelakangi Program Magister pada Kolom (3) 3. Magister Radiologi 4. Magister Terapan Kesehatan (Teknologi Imejing Diagnostik) 9. Farmasetika Radiologi 1. Magister Farmasi 3. Magister Radiologi 4. Magister Terapan Kesehatan (Teknologi Imejing Diagnostik) 10. Teknik Pesawat Imejing 1. Magister Elektro (Medik) 2. Magister Teknik/ Engineering (Medik) 3. Magister Radiologi 4. Magister Kesehatan 5. Magister Terapan Kesehatan (Peminatan Teknologi Imejing Diagnostik) 11. Fisika Radiasi 1. Magister Fisika 12. Teknik Radiografi 1 Teknik Radiografi 2 Teknik Radiografi 3 Teknik Radiografi 4 Teknik Radiografi 5 1. Magister Radiologi 2. Magister Terapan Kesehatan (Peminatan Teknologi Imejing Diagnostik) 13. Anatomi Radiologi 1. Sp 1 Radiologi 2. Magister Biomedik 3. Magister Radiologi 4. Magister Terapan Kesehatan (Peminatan Teknologi Imejing Diagnostik) 5. Magister Kesehatan 14. Radiofotografi I Radiofotografi II 1. Magister Radiologi 2. Magister Terapan Kesehatan (Peminatan Teknologi Imejing Diagnostik) 15. Teknik USG Dasar 1. Sp 1 Radiologi 2. Magister Radiologi 3. Magister Terapan Kesehatan (Peminatan Teknologi Imejing Diagnostik) 4. Magister Kesehatan (+D. III TRR) 3. D IV TR 1. S1 Farmasi 2. S1 Kedokteran + profesi 3. S1 Kesehatan / S1 Lainnya (+D. III TRR) 4. DIV TR 1. S1 Fisika Medik (+D. III TEM) 2. D IV TEM 3. D IV TR 4. S1 Kesehatan/S1 Lainnya (+ D III TRR) 1. S1 Fisika / Pendidikan Fisika 2. Fisika Medik 1. D IV TR 2. S1 Kesehatan / S1 Lainnya (+D. III TRR) 1. S1 Kedokteran + Profesi 2. D. IV TR 3. S1 Kesehatan / S1 Lainnya (+ D. III TRR) 1. D. IV TRR 2. S1 Kesehatan / S1 Lainnya (+D. III TRR) 3. S1 Fisika/Fisika Medik 1. S-1 Kedokteran + Profesi 2. D. IV TR 3. S1 Kesehatan / S1 Lainnya (+D. III TRR) 16. Teknik Kedokteran Nuklir 1. Magister Radiologi 1. S1 Kedokteran + Profesi 55
No Mata Kuliah Program Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang Melatarbelakangi Program Magister pada Kolom (3) 2. Sp-1 Radiologi / Kedokteran Nuklir 3. Magister Terapan Kesehatan (Peminatan Teknologi Imejing Diagnostik) 4. Magister Kesehatan 17. Teknik Radioterapi Dasar 1. Magister Fisika Medik 2. Magister Radiologi 3. Sp Radioterapi / Radiologi / Onkologi 4. Magister Terapan Kesehatan (Peminatan Teknologi Imejing Diagnostik) 18. Jaminan dan Kendali Mutu Radiologi 5. Magister Kesehatan 1. Magister Fisika Medik 2. Magister Radiologi 3. Magister Terapan Kesehatan (Teknologi Imejing Diagnostik) 4. Magister Kesehatan 19. Teknik CT Scan Dasar 1. Magister Radiologi 2. Magister Terapan Kesehatan (Peminatan Teknologi Imejing Diagnostik) 3. Sp Radiologi 20. Teknik MRI Dasar 1. Magister Radiologi 2. Magister Terapan Kesehatan (Peminatan Teknologi Imejing Diagnostik) 3. Sp Radiologi 21. Fisika Imejing 1. Magister Fisika / Fisika Medik 2. Magister Radiologi 4. Magister Terapan Kesehatan (Peminatan Teknologi Imejing Diagnostik) 22. Jaminan Mutu Radiologi Lanjut 1. Magister Fisika Medik 2. Magister Radiologi 4. Magister Terapan Kesehatan (Peminatan Teknologi Imejing Diagnostik) 2. D. IV TR 3. S1 Kesehatan / S1 lainnya (+D. III TRR) 1. S1 Fisika / Pendidikan Fisika 2. S1 Fisika Medik 3. S1 Kedokteran + Profesi 4. D. IV TR 5. S1 Kesehatan / S1 Lainnya (+D III TRR) 1. S1 Fisika / Fisika Medik 2. D. IV TR 3. S1 Kesehatan / S 1 Lainnya (+D. III TRR) 1. D.IV TRR 2. S1 Kesehatan / S1 Lainnya + D III TRR 3. S1 Kedokteran + Profesi 1. D.IV TRR 2. S1 Kesehatan / S1 Lainnya + D III TRR 3. S1 kedokteran + Profesi 1. S1 Fisika / Fisika Medik 2. S1 Kesehatan / S1 lainnya + D III TRR 3. D IV TR 1. S1 Fisika / Fisika Medik 2. D. IV TR 3. S1 Kesehatan / S1 Lainnya (+D. III TRR) 23. Anatomi Crossectional 1. Magister Radiologi 1. S1 Kedokteran + Profesi 56
No Mata Kuliah Program Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang Melatarbelakangi Program Magister pada Kolom (3) 2. Sp Radiologi 3. Magister Biomedik 4. Magister Kesehatan 5. Magister Terapan Kesehatan (Teknologi Imejing Diagnostik) 24. Teknik MRI Lanjut I 1. Magister Radiologi 2. Magister Terapan Kesehatan (Peminatan Teknologi Imejing Diagnostik) 3. Sp1 Radiologi 25. Teknik CT lanjut I 1. Magister Radiologi 2. Magister Terapan Kesehatan (Peminatan Teknologi Imejing Diagnostik) 3. Sp1 Radiologi 26. Teknik MRI Lanjut II 1. Magister Radiologi 2. Magister Terapan Kesehatan (Peminatan Teknologi Imejing Diagnostik) 3. Sp1 Radiologi 27. Teknik CT Lanjut II 1. Magister Radiologi 2. Magister Terapan Kesehatan (Peminatan Teknologi Imejing Diagnostik) 3. Sp1 Radiologi 28. Teknik Imejing 1. Magister Radiologi 3. Magister Terapan Kesehatan (Peminatan Teknologi Imejing Diagnostik) 29. Etika Profesi dan Hukum Pelayanan Kesehatan 4. Sp 1 Radiologi 1. Magister Hukum Kesehatan 30. Proteksi Radiasi 1. Magister Fisika Medik 3. Magister Radiologi 4. Magister Terapan Kesehatan (Peminatan Teknologi Imejing Diagnostik) 31. Fisika Radiodiagnostik 1. Magister Fisika Medik 3. Magister Radiologi 2. D. IV TR 3. S1 Kesehatan / S1 Lainnya (+ D. III TRR) 1. D. IV TR 2. S1 Kesehatan / S1 Lainnya + D III TRR 3. S1 Kedokteran + Profesi 1. D.IV TRR 2. S1 Kesehatan / S1 Lainnya + D III TRR 3. S1 kedokteran + Profesi 1. D.IV TRR 2. S1 Kesehatan / S1 Lainnya + D III TRR 3. S1 Kedokteran + Profesi 1. D.IV TRR 2. S1 Kesehatan / S1 lainnya + D III TRR 3. S1 Kedokteran + Profesi 1. D.IV TR 2. S1 Kesehatan / S1 Lainnya (+D. III TRR) 3. S1 Kedokteran + Profesi 1. S1 Hukum 2. S1 Kesehatan / S1 Lainnya (+D. III TRR) 1. S1 Fisika Medik 2. D. IV TR 3. S1 Kesehatan / S 1 Lainnya + D III TRR 1. S1 Fisika Medik 2. D IV TR 3. S1 Kesehatan / S1 Lainnya 57
No Mata Kuliah Program Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang Melatarbelakangi Program Magister pada Kolom (3) 4. Magister Terapan Kesehatan (Peminatan Teknologi Imejing Diagnostik) 32. Metodologi Penelitian 1. Magister Kesehatan 2. Magister Radiologi 3. Magister Terapan Kesehatan (Peminatan Teknologi Imejing Diagnostik) 33. Statistik 1. Magister Kesehatan 2. Magister Statistik 34. Keselamatan dan Kesehatan Kerja 1. Magister Kesehatan 2. Magister Radiologi 3. Magister Terapan Kesehatan (Peminatan Teknologi Imejing Diagnostik) 35. Manajemen Radiologi 1. Magister Manajemen 3. Magister Radiologi 4. Magister Terapan Kesehatan (Peminatan Teknologi Imejing 36. Epidemiologi dan Ekologi 1. Magister Epidemiologi 37. Pendidikan dan Promosi Magister Kesehatan Kesehatan 38. Biostatistika 1. Magister Kesehatan 2. S2 Radiologi 3. Magister Terapan Kesehatan (Teknologi Imejing Diagnostik) 39. Manajemen Radiologi Lanjut 1. Magister Manajemen 3. Magister Radiologi 4. Magister Terapan Kesehatan (Teknologi Imejing Diagnostik 40. Tugas Akhir 1. Magister Radiologi 2. Magister Terapan Kesehatan (Peminatan Teknologi Imejing Diagnostik) 4. Sp 1 Radiologi + D III TRR 1. S1 Kesehatan / S1 Lainnya 2. D IV TR 1. S1 Kesehatan / S1 Lainnya 2. S1 Statistik 1. S1 Kesehatan / S1 Lainnya (+D.III TRR) 2. DIV TR 1. S1 Kesehatan / S1 Lainnya (+ D. III TRR) 2. DIV TR S1 Kesehatan / S1 Lainnya S1 Kesehatan / S1 Lainnya 41. Tugas Akhir Lanjut 1. Magister Kesehatan 1. D. IV TRR 1. S1 Kesehatan / S1 Lainya (+ D.III TRR) 2. DIV TRR 1. S1 Kesehatan / S1 lainnya (+ D. III TRR) 2. DIV TRR 1. D. IV TRR 2. S1 Kesehatan / S1 Lainnya (+D. III TRR) 3. S1 Kedokteran + Profesi 58
No Mata Kuliah Program Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang Melatarbelakangi Program Magister pada Kolom (3) 2. Magister Radiologi 3. Magister Terapan Kesehatan (Teknologi Imejing Diagnostik) 4. Sp1 Radiologi 2. S1 Kesehatan / S1 lainnya (+D. III TRR) 3. S1 Kedokteran + Profesi 59
PROGRAM STUDI : TEKNIK GIGI No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 1. Gigi Tiruan Sebagian Lepasan 1. Magister Kedokteran Gigi 2. Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia 2. Gigi Tiruan lengkap Lepasan 1. Magister Kedokteran Gigi 2. Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia 3. Gigi Tiruan Cekat Akrilik 1. Magister Kedokteran Gigi 2. Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia 4. Gigi Tiruan Cekat Logam 1. Magister Kedokteran Gigi 2. Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia 5. Gigi Tiruan Kerangka Logam 1. Magister Kedokteran Gigi 2. Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia 6. Gigi Tiruan Cekat Porselen 1. Magister Kedokteran Gigi 2. Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia 7. Ilmu Pembuat Alat Orthodonti 1. Magister Kedokteran Gigi 2. Dokter Gigi spesialis Prostodonsia 3. Dokter gigi Spesialis Orthodonsia 4. Magister Kesehatan 8. Etika Profesi 1. Magister Kedokteran Gigi 1. Dokter gigi 2. D.IV 3. DIII Teknik Gigi + Pelatihan Keteknisian Gigi khusus Prostodonsia 1. Dokter Gigi 2. D.IV 3. DIII Teknik Gigi + Pelatihan Keteknisian gigi Khusus Prostodonsia 1. Dokter Gigi 2. D.IV Spesialis Prosto 3. D.IV 4. DIII Teknik Gigi + Pelatihan Keteknisian Gigi Khusus Prostodonsia 1. Dokter Gigi 2. D.IV Spesialis Prosto 3. D.IV 4. DIII Teknik Gigi + Pelatihan Keteknisian Gigi Khusus Prostodonsia 1. Dokter Gigi 2. D.IV Spesialis Prosto 3. D.IV 4. DIII Teknik Gigi + Pelatihan Keteknisian Gigi Khusus Prostodonsia 1. Dokter Gigi 2. D.IV 3. DIII Teknik Gigi + Pelatihan Keteknisian Gigi Khusus Prostodonsia 1. Dokter Gigi 2. D.IV 3. DIII Teknik Gigi + pelatihan Keteknisian Gigi Khusus Prostodonsia 1. Dokter Gigi 2. D.IV 60
No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 9. Manajemen Laboratorium 1. Magister Kedokteran Gigi 2. Magister Manejemen Pelayanan Kesehatan gigi 10. Penggunaan dan Pemeliharaan Alat 3. Magister kesehatan 1. Magister Kedokteran Gigi 11. Dental Material 1. Magister Kedokteran Gigi 2. Dokter Gigi spesialis Dental Material 12. Anatomi Gigi 1. Magister Kedokteran Gigi 2. Magister Biomedik 3. D III Teknik gigi 1. Dokter Gigi 2. D IV 3. D III Teknik Gigi 1. Dokter Gigi 2. D.IV 3. D. III Teknik Gigi + Sertifikat Pelatihan Pemeliharaan Alat Kesehatan Gigi 1. Dokter Gigi 2. D.IV 3. D. III Teknik Gigi+ Sertifikat Pelatihan Dental Material 1. Dokter Gigi 2. D.IV 61
PROGRAM STUDI : KEPERAWATAN GIGI No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 1. Farmakologi 1. Magister Sains Terapan 2. Magister Farmasi 2. Pengendalian infeksi silang 1. Magister Sains Terapan 3. Dental Morfologi gigi 1. Magister Sains Terapan 2. Magister Biologi Mulut 4. Konservasi Gigi 1. Magister Sains Terapan 2. Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi 5. Dental Material 1. Magister Kesehatan 2. Dokter Gigi Spesialis Dental Material 3. Magister Biomatrial 6. Penggunaan dan Pemeliharaan Alat Kedokteran Gigi (PPAKG) 1. Magister Sains Terapan 7. Dental asistensi 1. Magister Sains Terapan 8. Ilmu Penyakit Gigi dan Mulut 1. Magister Sains Terapan 2. Dokter Gigi Spesialis Oral Medis 4. Magister Biologi Mulut 5. Magister Oral Medis 9. Preventif Dentistry 1. Magister Sains Terapan Gigi Promotif-Preventif 3. Dokter Gigi Spesialis Periodontologi 4. Magister Kesehatan 5. Dr. Spesialis gigi anak 1. D. IV Kesehatan Gigi/ 2. Dokter Gigi 1. D. IV Kesehatan Gigi/ 2. Dokter Gigi 1. D. IV Kesehatan Gigi/ 2. Dokter Gigi 1. D. IV Kesehatan Gigi/ 2. Dokter Gigi 1. D. IV Kesehatan Gigi / 2. Dokter Gigi 1. D. IV Kesehatan Gigi / 2. Dokter Gigi 1. D.IV Kesehatan Gigi / 2. Dokter Gigi 1. D. IV Kesehatan Gigi / 2. Dokter Gigi 1. D. IV Kesehatan/ 2. Dokter Gigi 11. Pendidikan Kesehatan Gigi 1. Magister Sains Terapan 1. D. IV Kesehatan / 62
No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 12. Etika Profesi dan Hukum Kesehatan 13. Pelayanan Asuhan dan Mulut Individu 14. Pelayanan Asuhan Keperawatan Gigi dan Mulut Masyarakat 15. Pelayanan Asuhan Keperawatan Gigi dan Mulut Pasien Rawat Inap Gigi Promotif-Preventif 1. Magister Sains Terapan 2. Magister Hukum Kesehatan 1. Magister Sains Terapan 2. Magister Manajemen Pelayanan Kesehatan Gigi 1. Magister Sains Terapan 2. Magister Manajemen Pelayanan Kesehatan Gigi 1. Magister Sains Terapan 2. Magister Manajemen Pelayanan Kesehatan Gigi 16. Ilmu Kesehatan Masyarakat 1. Magister Sains Terapan 2. Dokter Gigi 1. D.IV Kesehatan / 2. Dokter Gigi 1. D. IV Kesehatan/ 2. Dokter Gigi 1. D. IV Kesehatan/ 2. Dokter Gigi 1. D. IV Kesehatan/ 2. Dokter Gigi 1. D.IV Kesehatan/ 2. Dokter Gigi 17. Metodologi penelitian dan Statistik 6. Magister Sains Terapan 7. Magister Manajemen Pelayanan Kesehatan Gigi 8. Magister Kesehatan 18. Histologi dan Anatomi Fisiologi 1. Magister Sains Terapan 2. Magister Biomaterial 19. Mikrobiologi 1. Magister Sains Terapan 2. Magister Biomedik 7. D. IV Kesehatan/ 8. Dokter Gigi 1. D. IV Kesehatan/ 2. Dokter Gigi 1. D. IV Kesehatan/ 2. Dokter Gigi 63
No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 20. Dasar-Dasar Pencabutan Gigi 1. Magister Sains Terapan 3. Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut 21. Manajemen Kesehatan Gigi dan Mulut 1. Magister Sains Terapan 22. Media Komunikasi 1. Magister Komunikasi 2. Magister Sains Terapan 4. Magister Manajemen Pelayanan Kesehatan Gigi 23. Komunikasi Dalam 1. Magister Komunikasi 2. Magister Sains Terapan 4. Magister Manajemen Pelayanan Kesehatan Gigi 24. Kebutuhan Dasar Manusia 1. Magister Sains Terapan 3. Magister Keperawatan 25. Kewirausahaan 5. Magister Sains Terapan 6. Magister Kesehatan 7. Magister Kewira usahaan 8. Magister Manajemen Pelayanan Kesehatan Gigi 26. Sosiologi Kesehatan 1. Magister Sains Terapan 3. Magister Manajemen Pelayanan Kesehatan Gigi 1. D. IV Kesehatan/ 2. Dokter Gigi 1. D. IV Kesehatan/ 2. Dokter Gigi 9. D. IV Kesehatan/ 10. Dokter Gigi 1. D. IV Kesehatan/ 2. Dokter Gigi 1. D. IV Kesehatan/ 2. Dokter Gigi 4. D. IV Kesehatan/ 5. Dokter Gigi 1. D. IV Kesehatan/ 2. Dokter Gigi 64
PROGRAM STUDI : TEKNIK ELEKTROMEDIK No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 1. Matematika 1. Magister MIPA 2. Magister teknik Elektro 2. Fisika Dasar 1. Magister MIPA 2. Magister Teknik Elektro 3. Elektronika Diskrit 1. Magister Teknik Elektro 2. Magister Sains Terapan 4. Rangkaian Listrik 1. Magister Teknik Fisika 2. Magister Teknik Elektro 3. Magister Sains Terapan 1. S1 MIPA 2. S1 Teknik Fisika 3. S1 Teknik Elektro 1. S1 MIPA 2. S1 Teknik Fisika 1. S1 Teknik Fisika 2. S1 Teknik Elektro 3. S1 Pendidikan Elektronika 4. DIV TEM 1. S1 Teknik Fisika 2. S1 Teknik Elektro 3. S1 Pendidikan Elektronika 4. DIV TEM 5. Kimia Klinik 1. Magister Teknik Kimia 1. D IV Analis Kesehatan 2. S1 Teknik Kimia 3. DIV Analis Kimia 6. Menggambar Teknik Dasar 1. Magister Teknik Elektro 2. Magister Sains Terapan 7. Instalasi Listrik 1. Magister Teknik Elektro 2. Magister Sains Terapan 8. Anatomi Fisiologi 1. Magister Kesehatan 1. Dokter 9. Bahasa Pemrograman 1. Magister Informatika 2. Magister Teknik Elektro 3. Magister Sains Terapan (TEM) 10. Sensor dan Transduser 1. Magister Teknik Fisika 2. Magister Teknik Elektro 3. Magister Teknologi Biomedis 4. Magister Sains Terapan (TEM) 11. Elektronika Terintegrasi 1. Magister Teknik Elektro 2. Magister Sains Terapan (TEM) 12. Teknik Tenaga Listrik 1. Magister Teknik Elektro 2. Magister Sains Terapan (TEM) 13. Teknik Digital 1. Magister Teknik Elektro 2. Magister Teknik Fisika 3. Magister Sains Terapan (TEM) 1. D IV TEM 2. S1 Teknik Elektro 1. D IV TEM 2. S1 Teknik Elektro 3. S1 Pendidikan Elektronika 1. D IV TEM 2. S1 Teknik Elektro 1. S1 Teknik Fisika 2. S1 teknik Elektro 3. S1 MIPA 4. DIV TEM 1. S1 Teknik Fisika 2. S1 Teknik Elektro 3. DIV TEM 1. S1 Teknik Fisika 2. S1 Teknik Elektro 3. S1 Pendidikan Elektronika 4. DIV TEM 1. S1 Teknik Fisika 2. S1 Teknik Elektro 3. S1 Fisika 4. DIV TEM 65
No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 14. Elektronika Terapan 1. Magister Teknik Elektro 2. Magister Sains Terapan (TEM) 15. Fisika Lanjut 1. Magister MIPA 2. S2 Teknik Elektro 16. Radiologi Dasar 1. Magister Teknik Elektro (+DIII TEM) 2. Magister Teknologi Biomedis 3. Magister Sains Terapan (TEM) 17. Teknologi Mekanik 1. Magister Teknik Mesin 2. Magister Sains Terapan (TEM) 18. Peralatan Laboratorium Teknik Dasar 1. Magister Teknik Elektro (+DIII TEM) 2. Magister Teknik Fisika(+DIII TEM 3. Magister Teknologi Biomedis(+DIII TEM) 4. Magister Sains Terapan (TEM) (+DIII TEM) 19. Peralatan terapi 1. Magister Teknik Elektro(+DIII TEM) 2. Magister Teknik Fisika 3. Magister Sains Terapan (TEM) 4. Magister Teknologi Biomedik 20. Peralatan Diagnostik Dasar 1. Magister Teknik Elektro 2. Magister Teknik Fisika 3. Magister Sains Terapan (TEM) 4. Magister Teknologi Biomedis 1. S1 Teknik Elektro 2. DIV TEM 1. S1 MIPA 2. S1 Teknik Fisika 1. D IV TRO 2. D IV TEM 3. S1 Teknik Nuklir 4. S1 Teknik Elektro (Peminatan Instrumentasi Medik) 1. D IV TEM 2. S1 Teknik Mesin 1. D IV TEM 2. D IV Analis Kesehatan 3. S1 Teknik Fisika 4. S1 Elektro (Peminatan Instrumentasi Medik) 1. D IV Fisioterapi 2. D IV TEM 3. S1 Teknik Fisika 4. S1 Elektro (Peminatan Instrumentasi Medik) 1. D IV TEM 2. S1 Teknik Fisika 3. S1 Elektro (Peminatan Instrumentasi Medik) 21. Microcontroller 1. Magister Teknik Elektro 1. D IV TEM 2. S1 Teknik Elektro 22. Radiologi Lanjut 1 & 2 1. Magister Teknik Elektro 2. Magister Teknologi Biomedis 3. Magister Sains Terapan (TEM) 1. D IV TEM 2. D IV TRO 3. S1 Teknik Nuklir 23. Peralatan Laboratorium Klinik Lanjut 1. Magister Teknik Elektro 2. Magister Teknik Fisika 3. Magister Teknologi Biomedis 4. Magister Sains Terapan 1. D IV Analis Kesehatan 2. D IV TEM 3. S1 Teknik Fisika 4. S1 Elektro (Peminatan 66
No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) (TEM) 24. Peralatan Diagnostik Lanjut 1. Magister Teknik Elektro (DIII TEM) 2. Magister Teknik Fisika 3. Magister Sains Terapan (TEM) 4. Magister Teknologi Biomedis 25. Kalibrasi Peralatan Kesehatan 1. Magister Teknik Elektro 2. Magister Teknik Fisika 3. Magister Sains Terapan (TEM) 4. Magister Teknologi Biomedis 26. Peralatan Bedah dan Anastesi 1. Magister Teknik Elektro (DIII TEM) 2. Magister Teknik Fisika 3. Magister Sains Terapan (TEM) 4. Magister Teknologi Biomedis 27. Peralatan Life Support dan Life 1. Magister Teknik Elektro(DIII Saving TEM) 2. Magister Teknik Fisika(DIII TEM) 3. Magister Sains Terapan (TEM) 4. Magister Teknologi Biomedis 28. Sistem Jaringan Rumah Sakit 1. Magister Sains Terapan 2. Magister Informatika 3. Magister Teknik Elektro 4. Magister Teknologi Biomedis 29. Etika Profesi 1. Magister Sains Terapan (TEM) 2. Magister Teknik Elektro 30. Manajemen Pemeliharaan Peralatan Kesehatan 31. Keselamatan Keamanan Peralatan Kesehatan (+DIII TEM) 1. Magister Manajemen Teknik 2. Magister Manajemen 3. Magister Teknik Biomedik 4. Magister Sains Terapan (TEM) 5. Magister Teknik Elektro 6. Magister Kesehatan 1. Magister Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) 2. Magister Sains Terapan (TEM) Instrumentasi Medik) 1. D IV TEM 2. S1 Teknik Fisika 3. S1 Elektro (Peminatan Instrumentasi Medik) 1. D IV TEM 2. S1 Teknik Fisika 3. S1 Elektro (Peminatan Instrumentasi Medik) 1. D IV TEM 2. S1 Teknik Fisika 3. S1 Elektro (Peminatan Instrumentasi Medik) 1. D IV TEM 2. S1 Teknik Fisika 3. S1 Elektro (Peminatan Instrumentasi Medik) 1. D IV TEM 2. S1 Informatika 1. D IV TEM 1. D IV TEM 1. D IV TEM 2. S1 Teknik Fisika 67
No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 3. Magister Teknik Elektro 32. Perancangan Peralatan Medis 1. Magister Teknik Elektro 2. Magister Sains Terapan 33. Ekonomi Teknik 1. Magister Manajemen Teknologi 2. Magister Teknik Elektro 3. Magister Manajemen 4. Magister Sains Terapan (TEM) 1. D IV TEM 2. S1 Teknik Eletro 1. S1 Ekonomi 68
PROGRAM STUDI : ANALIS KESEHATAN No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 1. Kimia Analitik 1. Magister Terapan Analis Kesehatan 2. Magister Kimia 2. Biokimia 1. Magister Terapan Analis Kesehatan 2. Magister Biokimia 3. Magister Kedokteran Laboratorium 4. Magister Kimia 5. Magister Biomedik Peminatan biokimia 3. Biologi Molekuler 1. Magister Terapan Analis Kesehatan 2. Magister Biokimia 3. Magister Biomedik Peminatan Mikrobiologi 4. Magister Immunologi 5. Magister Biomedik peminatan Immunologi 4. Instrumentasi 1. Magister Terapan Analis Kesehatan 2. Magister Kimia 3. Magister Biomedik (Instrumentasi) 4. Magister Farmasi 5. Media dan Reagensia 1. Magister Terapan Analis Kesehatan 2. Magister Kimia 3. Magister Kedokteran Laboratorium 4. Magister Mikrobiologi 5. Magister Famasi 6. Magister Parasitologi 7. Magister Biologi 6. Analisa Air, Makanan dan Minuman 1. Magister Kimia 2. Magister Biomedik 3. Magister Ilmu Pangan Konsentrasi Kimia Pangan 1. D IV Analis Kesehatan 2. S1 Kimia 1. D IV Analis Kesehatan 2. S1 Kimia 3. S1 Biologi 1. D IV Analis Kesehatan 2. S1 Biologi 3. S1 Kimia 4. Dokter 1. D IV Analis Kesehatan 2. D IV TEM 3. S1 Kimia 4. S1 Biologi 5. S1 Farmasi 1. D IV Analis Kesehatan 2. S1 Kimia 3. S1 Biologi 4. S1 Farmasi 1. D IV Analis Kesehatan 2. S1 Kimia 7. Bakteriologi 1. Magister Mikrobiologi 1. D IV Analis Kesehatan 2. S1 Biologi 3. Dokter 8. Parasito logi 1. Magister Parasitologi 1. D IV Analis Kesehatan 69
No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 9. Mikologi 1. Magister Parasitologi 2. Magister Mikrobiologi 10. Virologi 1. Magister Mikrobiologi 2. Magister Biomedik 2. Magister Mikrobiologi 2. S1 Biologi 3. Dokter Hewan 4. Dokter 11. Imunoserologi 1. Magister Imunoserologi 2. Dokter Spesialis Anatomi 12. Kimia Klinik 1. Magister Kedokteran Laboratorium 2. Dokter Spesialis Patologi Klinik 13. Hematologi 1. Magister Imunologi 2. Magister Kedokteran Laboratorium 14. Toksikologi 1. Magister Farmasi 2. Magister Kimia 15. Sitohistoteknologi 1. Dokter Spesialis Patologi Anatomi 2. Magister Imunologi 16. Transfusi darah/ Imonohematologi 17. Manajemen dan Pengelolaan Laboratorium 1. Magister Imunologi 2. Magister Kedokteran Laboratorium 1. Magister Manajemen Kesehatan 2. Magister Kimia 3. Magister Famasi 1. D IV Analis Kesehatan 2. S1 Biologi 3. Dokter Hewan 4. Dokter 1. D IV Analis Kesehatan 2. S1 Biologi 3. Dokter Hewan 1. D IV Analis Kesehatan 2. S1 Biologi 3. Dokter 1. D IV Analis Kesehatan 2. Dokter 3. S1 Kimia 1. D IV Analis Kesehatan 2. Dokter 3. S1 Kimia 4. S1 Biologi 1. D IV Analis 2. S1 Kimia 3. S1 Farmasi 4. Kesehatan 1. D IV Analis Kesehatan 2. Dokter 3. S1 Biologi 4. S1 Kimia 1. D IV Analis Kesehatan 2. Dokter 3. S1 Kimia 4. S1 Biologi 1. D IV Analis Kesehatan 2. D4 Hiperkes 3. S1 Kesehatan Masyarakat Peminatan Mutu Pelayanan Kesehatan 4. S1 Farmasi 18. Pemantapan Mutu laboratorium 1. Magister Kedokteran Laboratorium 2. Magister Kimia 3. Magister Farmasi 1. D IV Analis Kesehatan 2. D4 Hiperkes 3. Dokter 70
No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 19. Etika Profesi dan Ilmu Perilaku 1. Magister Kesehatan Masyarakat Peminatan Ilmu Perilaku/Promosi Kesehatan 2. Magister Manajemen Kesehatan 3. Magister Hukum Kesehatan 20. Epidemiologi 1. Magister Kesehatan Masyarakat Peminatan Epidemiologi/ Biostatistika 21. IKM dan Promosi Kesehatan 1. Magister Kesehatan Masyarakat Peminatan Promosi Kesehatan Lingkungan 22. Kesehatan dan Keselamatan Kerja 1. Magister Kesehatan Masyarakat Peminatan K3/Ergonomi 2. Magister Manajemen Kesehatan 3. Magister Promosi Kesehatan 1. D IV Analis Kesehatan 2. S1 Kesehatan Masyarakat Peminatan Ilmu Perilaku 1. D IV Analis Kesehatan 2. S1 Kesehatan Masyarakat Peminatan Epidemiologi/ Biostatistika 1. DIV Analis Kesehatan 2. S1 Kesehatan Masyarakat 1. D IV Analis Kesehatan 2. S1 Kesehatan Masyarakat Peminatan K3 23. Statistik 1. Magister Biostatistika 1. D IV Kesehatan 2. S1 Kesehatan Masyarakat Peminatan Biostatistika 71
PROGRAM STUDI : REFRAKSIONIS OPTISI No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 1. Instrumentasi Laboratorium Optik 1. Magister Optometris 2. Magister Terapan Optometris + DIII RO 2. Klinik Refraksi 1. Magister Optometris 2. Magister Terapan Optometris 3. Dokter Spesialis Mata 4. Magister Kesehatan + DIII RO 3. Klinik Optiks I (Surfacing) 1. Magister Optometris 2. Magister Terapan Optometris + DIII RO 4. Klinik Optiks II (Dispensing) 1. Magister Optometris 2. Magister Terapan Optometris + DIII RO 5. Lensa Kontak 1. Magister Optometris 2. Magister Terapan Optometris 3. Dokter Spesialis Mata 4. Magister Kesehatan + DIII RO 6. Penglihatan Sub Normal 1. Magister Optometris 2. Magister Terapan Optometris 3. Dokter Spesialis Mata 4. Magister Kesehatan + DIII RO 7. Penilaian Penglihatan Binokuler 1. Magister Optometris 2. Magister Terapan Optometris 1. S1 Optometris 2. S1 Terapan Optometris 3. S1 Kesehatan + D III RO 1. S1 Optometris 2. S1 Terapan Optometris 3. S1 Kesehatan + D III RO 1. S1 Optometris 2. S1 Terapan Optometris 3. S1 Kesehatan + D III RO 1. S1 Optometris 2. S1 Terapan Optometris 3. S1 Kesehatan + D III RO 1. S1 Optometris 2. S1 Terapan Optometris 3. Dokter 4. S1 Kesehatan + D III RO 1. S1 Optometris 2. S1 Terapan Optometris 3. S1 Kesehatan + D III RO 1. S1 Optometris 2. S1 Terapan Optometris 3. Dokter Spesialis Mata 4. Magister Kesehatan + DIII RO 8. Penglihatan Binokuler dan 1. Magister Optometris Ortoptik 2. Magister Terapan Optometris 3. Dokter Spesialis Mata 4. Magister Kesehatan + DIII RO 9. Ergonomi Penglihatan 1. Magister Optometris 2. MagisterTerapan Optometris 3. Magister Ergonomi 4. Magister K3 5. Magister Kesehatan + DIII RO 10. Fisiologi Penglihatan dan Persepsi 1. Magister Optometris 2. Magister Terapan Optometris 3. Dokter Spesialis Mata 4. Magister Kesehatan + DIII RO 11. Penilaian Visual dan Okuler 1. Magister Optometris 2. Magister Terapan Optometris 3. S1 Kesehatan + D III RO 1. S1 Optometris 2. S1 Terapan Optometris 3. S1 Kesehatan + D III RO 1. S1 Optometris 2. S1 Terapan Optometris 3. S1 Kesehatan + D III RO 1. S1 Optometris 2. S1 Terapan Optometris 3. Dokter 4. S1 Kesehatan + D III RO 1. S1 Optometris 2. S1 Terapan Optometris 72
No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 3. Dokter Spesialis Mata 4. Magister Kesehatan + DIII RO 12. Praktek Klinik Dasar ( Klinik 1. Magister Optometris Refraksi,Lensa Kontak, Klinik 2. Magister Terapan Optometris Optik I, Klinik Optik II ) + DIII RO 13. Praktek Klinik Lanjutan ( Klinik 1. Magister Optometris Refraksi,Lensa Kontak, Klinik 2. Magister Terapan Optometris Optik I, Klinik Optik II ) + DIII RO 14. Etika Profesi 1. Magister Optometris 2. Magister Terapan Optometris + DIII RO 15. Anatomi dan Fisiologi Mata 1. Dokter Spesialis Mata 2. Magister Biomed peminatan Anatomi 3. Magister Optometris 4. Magister Terapan Optometris 5. Magister Kesehatan + DIII RO 16. Fisika Optik Mata 1. Magister Fisika 2. Magister Optometris 3. Magister Terapan Optometris 4. Magister Kesehatan + DIII RO 17. Farmakologi Umum dan Mata 1. Magister Farmasi 2. Dokter Spesialis Mata 3. Magister Optometris 4. Magister Terapan Optometris 5. Magister Kesehatan + DIII RO 18. Manajemen Optik 1. Magister Manajemen peminatan Manajemen Pelayanan Kesehatan + DIII RO 19. Patologi Mata dan Mikrobiologi 1. Dokter Spesialis Mata 2. Magister Mikrobiologi 3. Magister Optometris 4. Magister Terapan Optometris 5. Magister Kesehatan + DIII RO 20. Pencegahan Kebutaan 1. Dokter Spesialis Mata 2. Magister Optometris 3. Magister Terapan Optometris 4. Magister Kesehatan + DIII RO 3. Dokter 4. S1 Kesehatan + D III RO 1. S1 Optometris 2. S1 Terapan Optometris 3. S1 Kesehatan + D III RO 1. S1 Optometris 2. S1 Terapan Optometris 3. S1 Kesehatan + D III RO 1. S1 Optometris 2. S1 Terapan Optometris 3. S1 Kesehatan + D III RO 1. Dokter 2. S1 Optometris 3. S1 Terapan Optometris 4. S1 Kesehatan + D III RO 1. S1 Fisika 2. S1 Optometris 3. S1 Terapan Optometris 4. S1 Kesehatan + D III RO 1. S1 Farmasi 2. Dokter 3. S1 Optometris 4. S1 Terapan Optometris 5. S1 Kesehatan + D III RO 1. S1 Manajemen + D III RO 2. S1 Manajemen 3. S1 Kesehatan + D III RO 1. Dokter 2. S1 Mikrobiologi 3. S1 Optometris 4. S1 Terapan Optometris 5. S1 Kesehatan + DIII RO 1. Dokter 2. S1 Optometris 3. S1 Terapan Optometris 4. S1 Kesehatan + DIII RO 73
PROGRAM STUDI : ORTOTIK PROSTOTIK No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 1. Psikologi 1. Magister Psikologi 1. Sarjana Psikologi 2. Rehabilitasi Fisik 1. Spesialis Rehabilitasi Medik 1. D IV/S1 Fisioterapi 2. Magister Fisoterapi 2. Sarjana Kedokteran 3. Anatomi 1. Magister Anatomi 2. Spesialis Anatomi 3. Magister OP 4. Magister Kesehatan 4. Fisiologi 1. Magister Fisoterapi 2. Magister Fisiologi 1. D IV/S1 OP 2. D IV Fisioterapi 3. Sarjana Kedokteran 1. D IV/S1 Fisoterapi 2. Sarjana Kedokteran 3. Sarjana Kesehatan 1. Sarjana Kedokteran 5. Patologi 1. Magister Patologi 2. Spesialis Patologi 6. Menggambar Teknik dan 1. Magister Teknik Sipil 1. S1 Teknik Sipil Estetika 2. Magister Arsitektur 2. S1 Arsitektur 7. Teknologi Mekanika 1. Magister Teknik Mesin 1. S1 Teknik Mesin 8. Pengantar OP 1. Magister Ortotik Prostotik 9. Pengetahuan Bahan OP 1. Magister Ortotik Prostotik 1. D.IV OP 2. Kategori I OP Standar ISPO 3. S1 OP 1. D.IV OP 2. Kategori I OP Standar ISPO 3. S1 OP 10. Matematika Teknik 1. Magister Teknik 1. S1 Teknik 11. Praktek Kerja Bangku 1. Magister Ortotik Prostotik 12. Dokumentasi Persiapan Praktek Profesional (DP3OP) 13. Teknik Ortotik Anggota Gerak Atas (AGA) 14. Teknik Prostetik Anggota Gerak Atas (AGA) 1. Magister Ortotik Prostotik 1. Magister Ortotik Prostotik 1. Magister Ortotik Prostotik 1. D.IV OP 2. Kategori I OP Standar ISPO 3. S1 OP 1. D.IV OP 2. Kategori I OP Standar ISPO 3. S1 OP 1. D.IV OP 2. Kategori I OP Standar ISPO 3. S1 OP 1. D.IV OP 2. Kategori I OP Standar ISPO 74
No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 15. Teknik Ortotik Spinal 1. Magister Ortotik Prostotik 16. Teknik Ortotik Anggota Gerak Bawah (AGB) 17. Teknik Prostetik Anggota Gerak Bawah (AGB) 1. Magister Ortotik Prostotik 1. Magister Ortotik Prostotik 3. S1 OP 1. D.IV OP 2. Kategori I OP Standar ISPO 3. S1 OP 1. D.IV OP 2. Kategori I OP Standar ISPO 3. S1 OP 1. D.IV OP 2. Kategori I OP Standar ISPO 3. S1 OP 75
PROGRAM STUDI : KARDIOVASKULER No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 1. Pengenalan Teknik Kardiovaskuler 1. Dokter Spesialis Jantung 1. D IV Teknik Kardiovaskuler 2. Patofisiologi Kasdiovaskuler 1. Dokter Spesialis Jantung 1. S1 Kedokteran dan Pembuluh Darah 2. Dokter Spesialis Penyakit Dalam 3. Struktur Fungsi dan Dinamika Kardiovaskuler 1. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah 2. Dokter Spesialis Penyakit 1. S1 Kedokteran 4. Teknik Non Invasif KV/ Elektrokardiografi Dalam 1. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah 2. Dokter Spesialis Kardiovaskuler 5. Teknik Ekokardiografi I 1. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah 2. Dokter Spesialis kardiovaskuler 6. Teknik Elektrofisiologi I 1. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah 2. Dokter Spesialis Kardiovaskuler 7. Teknik Perfusi I 1. Dokter Spesialis jantung dan Pembuluh Darah 2. Dokter Spesialis Penyakit Dalam 8. Teknik CPRD dan ACLS 1. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah 9. Teknik Invasif Kardiovaskuler I 1. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah 2. Dokter Spesialis Penyakit Dalam 10. Farmakologi Kardiovaskuler 1. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah 2. Magister Farmasi 3. Dokter Ahli Farmakologi Klinik 1. D.IV Teknik kardiovaskuler 2. D.IV Keperawatan (Kardiovaskuler) 1. D. IV teknik Kardiovaskuler 2. D.IV Keperawatan (Kardiovaskuler) 1. D.IV Teknik Kardiovaskuler 2. D. IV Keperawatan (Kardiovaskuler) 1. D. IV Teknik Kardiovaskuler 2. D. IV Keperawatan ( Kardiovaskuler) 1. D. IV Keperawatan ( Kardiovaskuler) 1. D. IV Tekbik Kardiovaskuler 2. D. IV Keperawatan ( Kardiovaskuler) 1. S1 Kedokteran 2. S1 Farmasi 11. Teknik Non Invasif KV II: Uji Latih 1. Dokter Spesialis Jantung 1. D. IV Teknik Kardiovaskuler jantung dan Pembuluh Darah 2. D. IV Keperawatan 2. Dokter Spesialis Penyakit (Kardiovaskuler) Dalam 12. Teknik Elektrofisiologi II 1. Dokter Spesialis Jantung 1. D. IV Teknik Kardiovaskuler 76
No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) dan Pembuluh Darah 2. Dokter Spesialis Penyakit Dalam 13. Teknik Ekokardiografi II 1. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah 2. Dokter Spesialis Penyakit Dalam 14. Teknik Perfusi II 1. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah 2. Dokter Spesialis Penyakit Dalam 15. Teknik Invasif Kardiovaskuler II 1. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah 2. Dokter Spesialis Penyakit Dalam 16. Teknik Non Invasif kardiovaskuler III 1. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh darah 2. Dokter Spesialis Penyakit Dalam 17. Teknik Ekokardiografi III 1. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah 2. Dokter Spesialis Penyakit Dalam 18. Teknik Elektrofisiologi III 1. Dokter Spesialis jantung dan Pembuluh Darah 2. Dokter Spesialis Penyakit Dalam 19. Teknik Perfusi III 1. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah 2. Dokter Spesialis Penyakit Dalam 2. D. IV Keperawatan (Kardiovaskuler) 1. D. IV Teknik Kardiovaskuler 2. D. IV Keperawatan (Kardiovaskuler) 1. D. IV Teknik Kardiovaskuler 2. D. IV Keperawatan (Kardiovaskuler) 1. D. IV Teknik Kardiovaskuler 2. D.IV Keperawatan (Kardiovaskuler) 1. D. IV Teknik Kardiovaskuler 2. D. IV Keperawatan (Kardiovaskuler) 1. D. IV Teknik Kardiovaskuler 2. D. IV Keperawatan (Kardiovaskuler) 1. D. IV Teknik Kardiovaskuler 2. D. IV Keperawatan (Kardiovaskuler) 1. D. IV Teknik Kardiovaskuler 2. D. IV Keperawatan (Kardiovaskuler) 20. Teknik Invasif Kardiovaskuler III 1. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah 2. Dokter Spesialis Penyakit Dalam 21. Rehabilitasi dan Prevensi 1. Dokter Spesialis Jantung 1. S1 keperawatan dan Pembuluh Darah 22. Instrumentasi Medik 1. Magister Biomedikal 1. S1 Biomedik Enginering 23. Ilmu Perawatan Dasar 1. Magister Keperawatan 1. S1 Keperawatan 24. Proteksi Radiasi 1. Magister Fisika Medis 1. S1 Fisika 25. Dokumentasi Hasil Pemerikasaan 1. Magister Rekam Medis 1. S1 Rekam Medis 77 1. D. IV Teknik Kardiovaskuler 2. D. IV Keperawatan (Kardiovaskuler)
No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 26. Teknik Vaskuler Sonografi 1. Dokter Spesialis Jantung 1. S1 Kedokteran dan Pembuluh Darah 27. Etika Profesi 1. Magister Kesehatan 1. D. IV Teknik Kardiovaskuler 78
ROGRAM STUDI : AKUPUNKTUR No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 1. Dasar Akupunktur (I, II, III, IV) 1. Magister Akupunktur 3. Magister Kedokteran dengan peminatan Akupunktur 2. Diagnosa Akupunktur (I, II, III) 1. Magister Akupunktur 3. Magister Kedokteran dengan peminatan Akupunktur 3. Terapi Akupunktur (I, II, III) 1. Magister Akupunktur 3. Magister Kedoteran dengan peminatan Akupunktur 4. Penerapan Akupunktur pada berbagai kasus (I, II, III, dan IV) 1. Magister Akupunktur 3. Magister Kedoteran dengan peminatan Akupunktur 1. D IV Akupunktur 2. Dokter 3. S1 Kesehatan dengan latar belakang D III Akupunktur 1. D IV Akupunktur 2. Dokter 3. S1 Kesehatan dengan latar belakang D III Akupunktur 1. D IV Akupunktur 2. Dokter 3. S1 Kesehatan dengan latar belakang D III Akupunktur 1. D IV Akupunktur 2. Dokter 3. S1 Kesehatan dengan latar belakang D III Akupunktur 5. Akupunktur Lanjut 1. Magister Akupunktur 3. Magister Kedoteran dengan peminatan Akupunktur 6. Korelasi Anatomi, Fisiologi dan Akupunktur 1. Magister Akupunktur 2. Magister Kedokteran dengan peminatan Akupunktur 3. Magister Anatomi Fisiologi 7. Anatomi Akupunktur 1. Magister Akupunktur 3. Magister Kedoteran dengan peminatan Akupunktur 8. Biologi Akupunktur 1. Magister Akupunktur 3. Magister Kedokteran dengan peminatan Akupunktur 4. Magister Biomedik 9. Kimia Terapan 1. Magister Akupunktur 3. Magister Akupunktur 1. D IV Akupunktur 2. Dokter 3. S1 Kesehatan dengan latar belakang D III Akupunktur 1. D IV Akupunktur 2. Dokter 3. S1 Kesehatan dengan latar belakang D III Akupunktur 1. D IV Akupunktur 2. Dokter 3. S1 Kesehatan dengan latar belakang D III Akupunktur 1. S1 Kesehatan 2. S1 Biologi 3. D IV Akupunktur 4. Dokter 1. S1 Kesehatan 2. S1 Kimia 79
No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 4. Magister Biomedik 10. Biofisika 1. Magister Akupunktur 3. Magister Kedokteran peminatan Akupunktur 4. Magister Biomedik 11. Fisika Terapan 1. Magister Akupunktur 3. Magister Biomedik 12. Keterapian Fisik 1. Magister Akupunktur 3. Magister Kedoteran dengan peminatan Akupunktur 13. Ilmu Faal (Fisiologi) 1. Magister Biomedik 2. Magister Fisiologi 3. Dokter Spesialis Fisiologi 14. Ilmu Penyakit (Patofisiologi) 1. Magister Biomedik 2. Magister Patologi 3. Dokter Spesialis Patologi 15. Asuhan Akupunktur 1. Magister Akupunktur 3. Magister dengan peminatan Akupunktur 16. Istilah Kesehatan dan Akupunktur 1. Magister Kesehatan 2. Magister Kedokteran dengan peminatan Akupunktur 3. Magister Biomedik 17. Kegawatdaruratan Akupunktur 1. Magister Kesehatan 2. Magister Kedokteran dengan peminatan Akupunktur 3. Dokter Spesialis Anastesi 18. Etika Profesi dan Hukum Kesehatan 1. Magister Kedoteran dengan peminatan Akupunktur 2. Magister Hukum Kesehatan 1. S1 Kesehatan 2. Dokter 3. S1 Fisika 4. S1 Biologi 1. S1 Kesehatan 2. S1 MIPA 1. D-IV/S1 Akupunktur 2. D-IV/S1 Fisioterapi 3. S1 Kesehatan dengan latar belakang D III Akupunktur 1. Dokter 2. S1 Biomedik 3. S1 Kesehatan dengan latar belakang D III Akupunktur 1. Dokter 1. D IV Akupunktur 2. S1 Kesehatan dengan latar belakang D III Akupunktur 1. D IV Akupunktur 2. Dokter 3. S1 Kesehatan dengan latar belakang D III Akupunktur 1. D IV Akupunktur 2. S1 Kesehatan dengan latar belakang D III Akupunktur 1. D IV Akupunktur 2. S1 Hukum Kesehatan 3. S1 Kesehatan dengan latar belakang D III Akupunktur 19. Bahasa Mandarin 1. Magister Sastra Mandarin 1. S1 Sastra Mandarin 20. Pengantar Herbal dan Bahan 1. Magister Herbal Alam 2. Magister Farmakologi 1. S1 Farmasi 2. Dokter 3. S1 Kesehatan 80
No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 21. Kewirausahaan 1. Magister Kesehatan 2. Magister Managemen 22. Managemen Klinik 1. Magister Akupunktur 3. Magister Manajemen Kesehatan 1. S1 Kesehatan 2. S1 Managemen 1. D IV Akupunktur 2. S1 Kesehatan dengan latar belakang D III Akupunktur 81
PROGRAM STUDI : REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN (RMIK) No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatarbelakangi Program Magister pada kolom (3) 1. Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) I, II, III, IV, V 2. Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) I, II, III, IV, V, VI 3. Klasifikasi dan Kodefikasi Penyakit Masalah terkait kesehatan serta Tindakan (KKPMT) I, II, III, IV, V, VI, VII 4. Sistem Informasi Kesehatan (SIK) I, II, III 5. Manajemen Unit Kerja (MUK ) I, II, III 1. Magister kesehatan (Simkes) 2. Magister Informasi Kesehatan (Simkes) 1. Magister Komputer 2. Magister Informasi Kesehatan (Simkes) 3. Magister Informasi Kesehatan 4. Magister Kesehatan 1. Magister Ilmu Kedokteran Dasar 1. Magister Informasi Kesehatan (Simkes) 2. Magister Informasi Kesehatan 1. Magister Manajemen 6. Farmakologi 1. Magister Farmakologi 3. Magister Farmasi 7. Manajemen Mutu Informasi Kesehatan (MMIK) I, II, III 1. Magister Informasi Kesehatan (Simkes) 2. Magister Informasi Kesehatan 1. DIV RMIK 2. S1 Ilmu Kesehatan (+DIII RMIK) 1. S1 Komputer (+DIII RMIK) 2. DIV RMIK 1. DIV RMIK 2. S 1 Kesehatan Masyarakat (+DIII RMIK) 3. Dokter 4. S1 Keperawatan (+DIII RMIK) 1. DIV RMIK 2. S1 Ilmu Kesehatan 3. S1 lainnya (+DIII RMIK) 1. S1 Manajemen (+DIII RMIK) 2. S1 Ilmu Kesehatan (+DIII RMIK) 3. DIV RMIK 1. S1 Sains 2. Dokter 3. DIV RMIK 1. DIV RMIK 2. S1 Kesehatan masyarakat (+DIII RMIK) 3. S1 lainnya (+DIII RMIK) 8. Metodologi Penelitian Kesehatan 1. Magister Kesehatan 1. S1 Ilmu Kesehatan 2. DIV RMIK 82
PROGRAM STUDI : JAMU No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatar belakangi Program Magister pada kolom (3) 1. Anatomi Fisiologi 1. Magister Biomedik/IKD 2. Magister Anatomi 3. Magister Fisiologi 1. S1 Kesehatan 2. Dokter 2. Psikologi 1. Magister Psikologi 1. S1 Psikologi 3. Ilmu Gizi 1. Magister Gizi 2. Dokter Spesialis Herbal 3. Magister Herbal 4. Mikrobiologi & Parasitologi 1. Magister Biomedik/IKD 2. Magister Mikrobiologi/ Parasitologi 5. Farmakologi dan Toxikologi 1. Magister Farmasi/ Farmakologi 1. S1 Kesehatan 2. D4/S1 Gizi 1. S1 Kesehatan 2. S1 Mikrobiologi/ Parasitologi 1. S1 Farmasi 2. S1 Apoteker 6. Biokimia 1. Magister Biomedik/ IKD 2. Magister Herbal 7. Patologi 1. Magister Kesehatan 2. Magister Patologi 3. Dokter Spesialis Patologi 9. Kimia Dasar 1. Magister Farmasi 2. Magister Biokimia 10. Analisis Intrumen 1. Magister Kesehatan 2. Magister Farmasi 1. S1 Kesehatan 2. S1 Biokimia 3. Dokter 1. Dokter 2. S1 Kesehatan 1. S1 Farmasi 2. S1 Kesehatan 3. S1 Apoteker 1. S1 Kesehatan 2. S1 Farmasi 3. S1 Apoteker 11. Analisis Farmasi 1. Magister Farmasi 1. S1 Farmasi 2. S1 Apoteker 12. Biofarmasetika dan Fitofarmasi 1. Magister Farmasi 1. S1 Farmasi 2. S1 Apoteker 13. Pelayanan Jamu Pada Kasus Medik I 1. Magister Kesehatan 2. Dokter spesialis Herbal 3. Magister herbal 14. Riset 1. Magister Kesehatan 2. Magister Farmasi 3. Magister Herbal 1. S1 Kesehatan dengan latar belakang D III Jamu 2. Dokter 1. S1 Kesehatan dengan latar belakang D III Jamu 15. Pelayanan Jamu Pada Kasus Medik II 1. Magister Kesehatan 2. S1 Kesehatan dengan latar 2. Dokter Spesialis Herbal belakang D III Jamu 3. Magister herbal 3. Dokter 16. Pelayanan Jamu Pada Kasus Medik III 1. Magister Kesehatan 1. S1 Kesehatan dengan latar 83
No Mata Kuliah Program Magister Magister (S2) Program Sarjana (S1/D4) yang melatar belakangi Program Magister pada kolom (3) 2. Dokter Spesialis Herbal 3. Magister Herbal 17. Pelayanan Jamu Pada Klien Gerontik 1. Magister Kesehatan 2. Dokter Spesialis Herbal 3. Magister Herbal 18. Teknologi Pasca Panen 1. Magister Farmasi 3. Magister Pertanian 19. Interaksi Jamu 1. Magister Farmasi 2. Magister Herbal 20. Ekstraksi bahan alam 1. Magister Farmasi 2. Magister Herbal 21. Botani Tanaman Obat 1. Magister Pertanian 2. Magister Farmasi 3. Magister Biologi 22. Formulasi&Teknologi SediaanJamu 1. Magister Farmasi 2. Magister Herbal 23. Kebutuhan dasar Manusia 1. Magister Kesehatan 2. Magister Herbal 24. Dokumentasi 1. Magister Kesehatan 2. Magister Farmasi 3. Magister Herbal 25. Konsep dasar Jamulogi 1. Magister Kesehatan 2. Magister Herbal 3. Magister Humaniora belakang D III Jamu 2. Dokter 1. S1 Kesehatan dengan latar belakang D III Jamu 2. Dokter 1. S1 Kesehatan dengan latar belakang D III Jamu 2. S1 Pertanian 1. S1 Farmasi 2. S1 Apoteker 3. S1 Kesehatan 1. S1 Farmasi 2. S1 Apoteker 3. S1 Kesehatan 1. S1 Pertanian 2. S1 Farmasi 3. S1 Apoteker 4. S1 Biologi 1. S1 Farmasi 2. S1 Apoteker 3. S1 Kesehatan 1. Dokter 2. S1 Kesehatan 1. S1 Kesehatan 2. S1 Farmasi 3. S1 Apoteker 1. S1 Kesehatan dengan latar belakang D III Jamu 2. Dokter 3. S1 Humaniora /Sosiologi 84
KONTRIBUTOR Standar Dosen Pendidikan Vokasi Tenaga Kesehatan ini berhasil disusun atas pertisipasi aktif dan kontribusi positif dari berbagai pihak, antara lain: Narasumber: Prof. Dr. Mungin Eddy Wibowo, M. Pd, Kons (BSNP) Tingkat Pusat: dr. Donald Pardede, MPPM; Dra. Trini Nurwati, M.Kes; Asep Fithri Hilman, S.Si, M.Pd; Syafdewiyani, SKp, M.Kep; Armey Yudha Purwitasari, SE, MKM; Ns. I Ratnah, S.Kep; Dora Handyka, SST; Eric Irawati, S.SiT. Tingkat Daerah: Arnisam, SKM, M.Kes (Poltekkes Kemenkes Aceh); drg. Ngena Ria, M.Kes Poltekkes Kemenkes Medan); Hj. Anita Puri, SKp, MM (Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang); Wahyu Widagdo, SKp, M.Kes, Sp. Kom (Poltekkes Kemenkes Jakarta I); Dra. Misde Yola, M.Pd (Poltekkes Kemenkes Jakarta II); Yeti Resnayati, S.Kp, M.Kes (Poltekkes Kemenkes Jakarta III); Dra. Hj. Euis Nurhayati, M.Kes (Poltekkes Kemenkes Bandung); drg. Yayah Sopianah, M.Kes (Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya); drg. Supriyana, M.Pd (Poltekkes Kemenkes Semarang); Rini Indriati, S.Si, M.Kes (Epid) (Poltekkes Kemenkes Semarang); Satino, SKM, MScN (Poltekkes Kemenkes Surakarta); Abidillah Mursyid, SKM, MS (Poltekkes Kemenkes Yogyakarta); Dra. Wieke Sriwulan, ST, M.Kes (Poltekkes Kemenkes Surabaya); Her Gumiwang Ariswati, ST, MT (Poltekkes Kemenkes Surabaya); Afnani Toyibah, A.Per.Pen, M.Pd (Poltekkes Kemenkes Malang); Anak Agung Gde Raka Kayanaya, SST, M.Kes (Poltekkes Kemenkes Denpasar); Hj. Nurlaila, S.Pd, SST, M.Pd (Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur); Dini Nahariyah, S.Sos (Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur); H. Muhammad Muslim, M.Kes (Poltekkes Kemenkes Banjarmasin); H. Muhammad Nur, S.SiT, S.Kep, M.Kes (Poltekkes Kemenkes Makassar); Drs. Meildy Pascoal, M.Kes (Poltekkes Kemenkes Manado); dr. Zulazmi Mamdy, MPH (Uhamka), Sri Wahyu Budoyo K, Amd RO, S.Pd (ARO Gapopin). 85
Dan semua individu/pihak yang telah membantu penyusunan Standar Dosen Pendidikan Vokasi Tenaga Kesehatan yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan nama dan gelar 86