Jurnal Keperawatan Muhammadiyah 2 (1) 2017
|
|
|
- Devi Ratna Kurnia
- 7 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TERHADAP PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN SPIRITUAL DI RUANG PERAWATAN RUMAH SAKIT NENE MALLOMO KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG TAHUN 217 Hasrul, Rini Muin Kutipan: Hasrul, Rini Muin. (217). Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawat Terhadap Pelaksanaan Asuhan Keperawatan Spiritual Di Ruang Perawatan Rumah Sakit Nene Mallomo Kabupaten Sidenreng Rappang Tahun 217. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, x (x) INFORMASI Korespondensi [email protected] Keywords: Asuhan Keperawatan Spiritual, Pengetahuan ABSTRACT Pendampingan spiritual merupakan kompetensi mandiri perawat dalam memberikan asuhan keperawatan secara holistik. Pendampingan spiritual dapat diberikan pada semua pasien yang membutuhkan khususnya pada pasien dalam kondisi terminal atau pun pada pasien yang menghadapi kondisi krisis. Asuhan keperawatan spiritual yang berorientasi Islam di awali dengan pengkajian meliputi konsep klien tentang Tuhan, sumber kekuatan atau harapan, praktik religious dan hubungan antara keyakinan spiritual dengan status kesehatan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional untuk mendapatkan hubungan tingkat pengetahuan perawat terhadap pelaksanaan asuhan keperawatan spiritual di ruang perawatan rumah sakit Nene Mallomo Kabupaten Sidenreng Rappang Tahun 217. Pelaksanaan asuhan keperawatan spiritual diruang perawatan rumah sakit nene mallomo tahun 217 dari uji statistik dengan menggunakan program SPSS versi 16. dengan bantuan uji Chi-Square di dapatkan ada hubungan pengetahuan perawat dengan pelaksanaan asuhan keperawatan dengan nilai p=,16 dengan tingkat kemaknaan α =,5
2 PENDAHULUAN Latar Belakang Menurut WHO (World Health Organization) 2, pengertian Sehat meliputi kesehatan manusia seutuhnya yang meliputi aspek biologik, psikologik, sosial dan spritual. Menurut WHO dalam Nona (213), sehat adalah keadaan sejahtera secara fisik, mental dan sosial yang merupakan satu kesatuan, bukan hanya terbebas dari penyakit maupun cacat. Sejalan dengan definisi sehat menurut WHO, menurut Undang-Undang Kesehatan No. 36 Tahun 29 sehat adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial sehingga memungkinkan setiap orang dapat hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Hal ini berarti kesehatan seseorang berperan penting untuk menunjang produktifitas orang tersebut dalam hidupnya. Mutu pelayanan sangat mempengaruhi kualitas pelayanan kesehatan, bahkan menjadi salah satu faktor penentu citra institusi pelayanan kesehatan. Salah satu mutu pelayanan kesehatan yang harus ditingkatkan secara berkesinambungan adalah mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit (Depkes RI, 212). Hal ini terjadi karena keperawatan merupakan kelompok profesi dengan jumlah terbanyak, paling depan, dan terdekat dengan penderitaan orang lain. Perilaku Caring perawat menjadi jaminan apakah layanan perawatan bermutu atau tidak (Abdul Muhith,21).Caring merupakan dasar dalam praktik keperawatan. Perawat sebagai tenaga kesehatan professional mempunyai kesempatan paling besar untuk memberikan pelayanan kesehatan khususnya asuhan keperawatan yang komprehensif meliputi biologi, psikologi, sosial, dan spiritual (Abdul Muhith,21). Undang-undang Keperawatan nomor 38 tahun 214, Pelayanan Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok, atau masyarkat, baik sehat maupun sakit. Undang undang Rumah Sakit pasal 12, menyebutkan sumber daya manusia yang memberikan pelayanan kesehatan terdiri dari tenaga medis dan penunjang medis, tenaga keperawatan, kefarmasian, manajemen, dan tenaga Non Kesehatan. Data dari Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (BPPSDMK) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jumlah Tenaga kesehatan di Indonesia pada tahun 213 sebanyak dengan jumlah perawat sebanyak orang. Perawat sebagai tenaga keperawatan profesional (Ners) merupakan bagian tenaga kesehatan terbesar di Indonesia dengan jumlah 6 % dari seluruh tenaga kesehatan yang ada. Badan Pusat Statistik (BPS), Di Indonesia, mayoritas penduduknya adalah Muslim (88.1%). Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan tahun 215, masyarakat kabupaten Sidenreng Rappang berjumlah jiwa dari data tersebut beragama Islam sebanyak jiwa. Sehingga Islam memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan bermasyarakat, dan perawat memegang 11
3 peranan penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat/pasien. Pendampingan spiritual dapat diberikan pada semua pasien yang membutuhkan khususnya pada pasien dalam kondisi terminal atau pun pada pasien yang menghadapi kondisi krisis. Hasil penelitian di atas menunjukkan pemenuhan kebutuhan spiritual oleh tenaga kesehatan, termasuk perawat merupakan hal yang penting bagi semua klien. Namun kenyataanya pemenuhan kebutuhan spiritual oleh perawat belum optimal. Rumah Sakit Nene Mallomo Kabupaten Sidenreng Rappang merupakan rumah sakit yang berada di kota Pangkajene dengan jumlah perawat 114 orang dengan jumlah laki-laki sebanyak 2 orang dan perempuan sebanyak 94 orang. Dari keseluruhan jumlah perawat, status kepegawaian PNS sebanyak 15 orang dan sukarela sebanyak 99 orang dengan jenjang pendidikan D.III sebanyak 38 orang, D.IV sebanyak 6 orang, S.1 sebanyak 55 orang, Ners sebanyak 1 orang, dan S.2 sebanyak 5 orang. Seperti dalam pemenuhan asuhan keperawatan spiritual masih kurangnya pengetahuan perawat dalam pemenuhan kebutuhan spiritual pasien. Pengetahuan, pendidikan dan Motivasi perawat merupakan landasan utama dalam melaksanakan pelayanan atau asuhan keperawatan yang professional sehingga perlu diteliti hubungan pengetahuan, pendidikan dan motivasi perawat dengan pelaksanaan asuhan keperawatan spiritual. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional untuk mendapatkan hubungan tingkat pengetahuan perawat terhadap pelaksanaan asuhan keperawatan spiritual di ruang perawatan rumah sakit Nene Mallomo Kabupaten Sidenreng Rappang Tahun 217 Lokasi dan waktu penelitian Penelitian ini telah di lakukan di ruang perawatan rumah sakit Nene Mallomo waktu penelitian dilaksanakan pada 9 Mei sampai dengan 9 Juni 217. Populasi dan Sampel Populasi Populasi pada penelitian ini populasinya adalah semua perawat yang bekerja di Rumah Sakit Nene Mallomo Kabupaten Sidenreng Rappang yang berjumlah 114 orang. Sampel Pada penelitian ini teknik pengambilan sampel yang di gunakan adalah purposive sampling yakni sampel yang di ambil adalah 3 perawat yang bekerja di Rumah Sakit Nene Mallomo Kabupaten Sidrap yang memenuhi kriteris inklusi. a. kriteria inklusi adalah karakteristik umum subyek penelitian suatu populasi target dan terjangkau yang akan di teliti (Nursalam,213). Pada penelitian ini kriteria inklusi adalah sebagai berikut: 1) Perawat yang bertugas di ruang ICU dan Sambiloto 2) Bersedia menjadi responden 3) Perawat yang beragama Islam. b. Kriteria eklusi adalah menghilangkan/mengeluarkan subyek 12
4 yang memenuhi kriteria inklusi dan studi karena berbagai sebab antara lain: 1) Kepala ruangan dan staf administrasi 2) Subyek menolak berpartisipasi 3) Perawat yang tidak beragama Islam Pengumpulan dan Penyajian data 1. Data primer Untuk memperoleh data yang lebih akurat, sehingga relevan dengan objek penelitian maka peneliti menggunakan tehnik pengumpulan data yakni: a. Observasi, yaitu mengadakan pengamatan secara langsung kepada objek penelitian tentang masalah yang akan diteliti. b. Kuisioner,yaitu teknik pengumpulan data dengan menggunakan daftar pertanyaan kepada para responden sesuai dengan objek penelitian. 2. Data sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh dari Rumah Sakit Nene Mallomo Kabupaten Sidenreng Rappang. Prosedur Pengolahan Data 1. Coding adalah melakukan pengkodean data agar tidak terjadi kekeliruan dalam melakukan tabulasi data. 2. Editing adalah menyeleksi data yang didapat dari hasil wawancara untuk mendapatkan data yang akurat. 3. Scoring adalah proses penjumlahan untuk memperoleh total skor setiap butir pertanyaan. 4. Tabulating adalah penyusunan data sedemikian rupa sehingga memudahkan dalam penjumlahan data dan disajikan dalam bentuk tulisan. Analisa Data Data yang diperoleh pada saat penelitian akan dianalisis datanya dengan teknik analisis data Deskriptif Analitik secara sistematis dengan pendekatan Cross Sectional agar hasil penelitian nantinya akan diketahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap pelaksanaan asuhan keperawatan spiritual diruang perawatan rumah sakit Nene Mallomo Kabupaten Sidenreng Rappang. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penelitian in dilaksanakan di ruang perawatan rumah sakit Nene Mallomo yang merupakan salah satu rumah sakit yang berada di Kabupaten Sidenreng Rappang. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 9 Mei sampai dengan 9 Juni 217 dalam bentuk pengambilan data melalui penyebaran kuisioner kepada responden. Sebelum pengisian kuisioner, peneliti menjelaskan tentang cara pengisian serta menjaga kerahasiaan dari jawaban responden. Penelitian bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan pengetahuan, pendidikan dan motivasi terhadap pelaksanaan asuhan keperawatan di ruang perawatan Rumah Sakit Nene Mallomo Kabupaten Sidenreng Rappang. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan rancangan cross sectional study serta tehnik pengambilan sampel yaitu purposive sampling yang mengambil 3 responden sebagai sampel. Berdasarkan hasil pengumpulan data penelitian dengan mengedarkan kuisioner penelitian dan menggunakan lembar yang disesuaikan dengan tujuan penelitian dan kemudian diolah dengan menggunakan komputer program SPSS 16. for windows 13
5 maka dapat disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut : Karakteristik Responden a. Jenis Kelamin Respoden Distribusi responden berdasarkan jenis kelamin dikelompokkan menjadi 2 (dua) kelompok yaitu jenis kelamin lakilaki dan perempuan. Berikut frekuensi jenis kelamin responden dapat dilihat pada tabel 5.1 sebagai berikut : Tabel 1 Distribusi responden berdasarkan Jenis Kelamin di Ruang Perawatan Rumah Sakit Nene Mallomo Kabupaten Sidenreng Rappang Tahun 217 No Jenis Jumlah Kelamin n % 1 2 Laki-laki Perempuan ,7 83,3 Total 3 1 Sumber : Data Primer 217 Tabel 1 menunjukkan bahwa dari 3 responden di ruang perawatan rumah sakit Nene Mallomo Kabupaten Sidenreng Rappang tahun 217, jenis kelamin perempuan yang paling banyak yaitu 83,3%. Dan yang paling sedikit yaitu jenis kelamin laki-laki sebanyak 16,7 %. b. Umur Responden Distribusi umur dapat dilihat pada tabel 2 sebagai berikut : Tabel 2 Distribusi Responden Berdasarkan Umur Responden Di Ruang Perawatan Rumah Sakit Nene Mallomo Kabupaten Sidenreng Rappang Tahun 217 No Umur Jumlah n % tahun 1 3, tahun 21 7, 3 >36 tahun 8 26,7 4 Total 3 1 Sumber : Data Primer 217 Tabel 5.2 menunjukkan bahwa dari 3 responden, umur responden di ruang perawatan rumah sakit Nene Mallomo Kabupaten Sidenreng Rappang tahun 217 yang paling banyak umur tahun yaitu sebanyak 7, %. Dan yang paling sedikit yaitu umur tahun sebanyak 3,3%. c. Masa Kerja Perawat Distribusi masa kerja perawata dapat dilihat pada tabel 3 sebagai berikut : Tabel 3 Distribusi Responden Berdasarkan Masa Kerja Di Ruang Perawatan Rumah Sakit Nene Mallomo Kabupaten Sidenreng Rappang Tahun 217 No Masa Kerja Jumlah n % tahun 6-1 tahun 11-2 tahun 21-3 tahun , 4, 16,7 3,3 Total 3 1 Sumber : Data Primer
6 N o 1 2 Tabel 3 menunjukan bahwa dari 3 responden, masa kerja responden di ruang perawatan rumah sakit Nene Mallomo Kabupaten Sidenreng Rappang tahun 217 yang paling banyak 1-5 tahun sebanyak 4, % dan 6-1 tahun sebanyak 4,%. Dan yang paling sedikit yaitu 21-3 tahun sebanyak 3,3 Analisa Bivariat Analisa univariat pada penelitian ini beertujuan untuk melihat distribusi frekuensi dari variabel independen yaitu pengetahuan variabel dependen yaitu pelaksanaan asuhan keperawatan spiritual. Tabel 4 Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan Terhadap Pelaksanaan Asuhan Keperawatan Spiritual Di Ruang Perawatan Rumah Sakit Nene Mallomo Kabupaten Sidenreng Rappang Tahun 217 Penge tahua n Tahu Tidak Tahu Pelaksanaan Asuhan Keperawatan Spiritual Ya Tidak Jumlah N % N % N % , 2, 3,3 16, 7 Jumlah 24 8, 6 2, Sumber : Data Primer ,3 36,7 3 1 P, 16 Berdasarkan tabel 4 terlihat bahwa dari 19 (63,3%) responden di ruang perawatan rumah sakit nene mallomo dengan pengetahuan yang tahu sebanyak 18 responden (6,%) yang melaksanakan asuhan keperawatan spiritual, sedangkan yang tidak melaksanakan sebanyak 1 responden (3,3%). Dan dari 11 (36,7%) responden yang memiliki pengetahuan yang tidak tahu, ada 6 responden (2,%) yang melaksanakan asuhan keperawatan spiritual sedangkan yang tidak melaksanakan sebanyak 5 (16,7 %) responden. Dari uji statistik dengan menggunakan program SPSS versi 16. dengan bantuan uji Chi-Square di dapatkan nilai p =,16 dengan tingkat kemaknaan α =,5. Hal ini menunjukkan bahwa nilai p < α, berarti ada hubungan antara pengetahuan terhadap pelaksanaan asuhan keperawatan spiritual di ruang perawatan Rumah Sakit Nene Mallomo Kabupaten Sidenreng Rappang Tahun 217. PEMBAHASAN Hubungan Pengetahuan Terhadap Pelaksanaan Asuhan Keperawatan Spiritual Berdasarkan hasil penelitian pada tabel 4 menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan terhadap pelaksanaan asuhan keperawatan spiritual di ruang perawatan Rumah Sakit Nene Mallomo Kabupaten Sidenreng Rappang Tahun 217 dibuktikan dengan nilai p=,16. Di dalam praktek pemberian pelayanan asuhan keperawatan spiritual yang berkualitas diperlukan pengetahuan sebagai petunjuk dan dasar dalam memberikan intervensi keperawatan tetapi hal tersebut terkadang tidak disadari oleh perawat. Tanpa pengetahuan, suatu hal tak dapat di 15
7 laksanakan dengan maksimal. Pemberian asuhan keperawatan spiritual harus ditunjang dengan adanya pengetahuan tentang asuhan keperawatan spiritual oleh perawat. Perawat yang memiliki pengetahuan tentang Asuhan Keperawatan Spiritual di ruang perawatan Rumah Sakit Nene Mallomo akan melaksanakan asuhan keperawatan spiritual dan memberikan pelayanan keperawatan spiritual sesuai dengan kebutuhan spiritual pasien berbeda dengan perawat yang tidak memiliki pengetahuan tentang Asuhan Keperawatan Spiritual, terkadang tidak memberikan pelayanan keperawatan spiritual kepada pasien, terkadang pula diberikan tetapi tidak terlaksana secara optimal yang sesuai dengan kebutuhan pasien. Masa kerja atau lama bekerja perawat menjadi salah satu faktor, perawat yang lama bekerja akan memiliki pengalaman yang mumpuni sehingga akan meningkatkan pula pengetahuan yang dimilikinya terkait dengan pelaksanaan asuhan keperawatan spiritual. Hasil penelitian ini sesuai dengan pendapat Yuanita Saiful dan Setya Wibawa (214), dimana Aspek pertama yang harus diperhatikan perawat dalam pemenuhan kebutuhan spritual klien adalah peningkatan pengetahuan perawat tentang perawatan spiritual klien dan manfaatnya, sebab sikap positif atau negatif seseorang terhadap suatu obyek, sangat ditentukan oleh tingkat pengetahuan seseorang terhadap manfaat obyek tersebut. Kurangnya pengetahuan perawat tentang asuhan keperawatan spiritual klien menjadi salah satu penyebab pemenuhan kebutuhan spiritual klien kurang diperhatikan oleh perawat. Menurut Notoatmodjo (27) dalam Intan Silviana (214), Pengetahuan adalah merupakan suatu hasil dari tahu sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui indera penglihatan dan pendengaran. Apabila suatu tindakan didasari oleh suatu pengetahuan maka perilaku tersebut akan bersifat langgeng, sebaliknya apabila tidak didasari oleh pengetahuan dan kesadaran maka tidak akan berlangsung lama. Pengetahuan merupakan desain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan tentang asuhan keperawatan spiritual akan menstimulasi kerja perawat dalam pelaksanaan atau pengaplikasian asuhan keperawatan spiritual di ruang perawatan Rumah Sakit Nene Mallomo Kabupaten Sidenreng Rappang. Jadi semakin tinggi pengetahuan perawat tentang asuhan keperawatan spiritual maka semakin baik pula dalam pelaksanaan asuhan keperawatan spiritual. KESIMPULAN Kesimpulan Dari hasil penelitian tentang Faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan asuhan keperawatan spiritual di ruang perawatan Rumah Sakit Nene Mallomo Kabupaten Sidenreng Rappang yang dilaksanakan pada tanggal 9 Mei sampai dengan 9 Juni 217, maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut : Ada hubungan antara pengetahuan terhadap pelaksanaan asuhan keperawatan spiritual di ruang perawatan Rumah Sakit Nene Mallomo Kabupaten Sidenreng Rappang Tahun 217 dengan nilai p =,16. 16
8 DAFTAR PUSTAKA Asmadi. (28). Konsep Dasar Keperawatan. EGC. Jakarta Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan Hasil Sensus Penduduk, Online, iew/id/115, diakses pada tanggal 24 April 217 pukul 22.3 WITA. Bahtiar, Yanyan, S.Suarli. (213). Manajemen Keperawatan dengan Pendekatan Praktis. Peneribit Erlangga. Jakarta Juherana. (213). Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Terhadap Asuhan Keperawatan Di Puskesmas Belawa Kabupaten Wajo. Sidrap Kritis Dengan Implementasi Keperawatan. Vol 5 No 1 Juni Maulani. (216). Hubungan Pendidikan, Motivasi Kerja, Supervisi Kepala Ruangan Dengan Kinerja Perawat. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Akademi Keperawatan Dharma Wacana. Lampung Nursalam. (213). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Salemba Medika. Jakarta Satrianegara, M.Fais. (214). Organisasi dan Manajemen Pelayanan Kesehatan. Salemba Medika. Jakarta Jurnal Keperawatan Padjadjaran(JKP). (214). Diterbitkan Oleh Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran bekerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Jawa Barat. Jatinagoro Jurnal Ners (Ners.J). (215). Diterbitkan Oleh Program Studi Ilmu Keperawatan FKp Unair Bekerjasama dengan PPNI Proivinsi Jawa Timur. Terakreditasi B Nomor:58/DIKTI/Kep/213. Surabaya Jurnal Pustaka Kesehatan. (215). Tricahyono,et all. Motivasi Perawat dalam Pemenuhan Kebutuhan Spiritual pada Klien di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Daerah Balung (Nurses Motivation to Patients Spiritual Needs Fulfillment at Balung Hospital). Jember Jurnal of Ners Community. (214). Pengetahuan Dan Sikap Perawat Memenuhi Kebutuhan Spiritual Pasien 17
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu 3.1.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Tamalate Kecamatan Kota Timur Kota Gorontalo. Adapun alasan pemilihan lokasi karena tersedianya
ANALISIS KINERJA PERAWAT PELKASANA DALAM PENERAPAN PROSES KEPERAWATAN DI RUANGAN RAWAT INAP RSUD LABUANG BAJI MAKASSAR
ANALISIS KINERJA PERAWAT PELKASANA DALAM PENERAPAN PROSES KEPERAWATAN DI RUANGAN RAWAT INAP RSUD LABUANG BAJI MAKASSAR Sarnita 1, Yasir haskas 2 1 STIKES Nani Hasanuddin 2 STIKES Nani Hasanuddin ABSTRAK
BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Ruang kebidanan RSUD.Dr.M.M
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Lokasi dan Waktu Penelitian 3.1.1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Ruang kebidanan RSUD.Dr.M.M Dunda Limboto Tahun 2012. 3.1.2. Waktu Penelitian Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah correlation study yaitu penelitian yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah correlation study yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengungkapkan hubungan korelasi antara variabel independen dan variabel
BAB III METODE PENELITIAN. Bab ini membahas tentang metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian
BAB III METODE PENELITIAN Bab ini membahas tentang metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian gambaran faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian malaria di Kelurahan Kayubulan Kecamatan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian explanatory research yaitu suatu penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara variabel-variabel melalui
BAB III METODE PENELITIAN
55 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan adalah survey analitik, yang mana akan diteliti hubungan variabel
Jurnal Keperawatan, Volume XII, No. 2, Oktober 2016 ISSN
PENELITIAN HUBUNGAN PRODUKTIFITAS PERAWAT DENGAN PENDOKUMENTASIAN BERKAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT Maria Lily Hozana*, Gustop Amatiria** *Perawat RS Panti Secanti Gisting **Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan jenis korelasi dan pendekatan cross sectional. Penelitian deskriptif adalah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan jenis korelasi dan pendekatan cross sectional. Penelitian deskriptif adalah penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
19 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis & Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi yaitu mendeskripsikan variabel independen dan dependen, kemudian melakukan analisis
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Rancangan penelitian ini menggunakan studi analitik untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas yaitu tingkat pengetahuan dan variabel terikat yaitu praktik
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis/ rancangan penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik yang digunakan untuk mengukur hubungan (korelasi) tingkat pengetahuan vulva hygiene dengan
BAB III METODE PENELITIAN
21 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini adalah survei analitik yaitu untuk mencari hubungan antara variable bebas dan terikat yang dilakukan dengan pendekatan
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan metode
3 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif analitik yang bertujuan menerangkan masalah penelitian yang terjadi pada anak
BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan desain penelitian deskriptif korelatif yaitu untuk
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian deskriptif korelatif yaitu untuk menggambarkan hubungan antara
HUBUNGAN KOMPETENSI BIDANG KOMUNIKASI DENGAN MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUANG PERAWATAN BEDAH DAN INTERNA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SALEWANGANG MAROS
HUBUNGAN KOMPETENSI BIDANG KOMUNIKASI DENGAN MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUANG PERAWATAN BEDAH DAN INTERNA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SALEWANGANG MAROS Vera Susanti 1, Dewi Yuliani H 2 1 STIKES Nani Hasanuddin
HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN JUMLAH PERAWAT DI PUSKESMAS WAEPANA KECAMATAN SOA KABUPATEN NGADA PROPINSI NTT TAHUN 2013
HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN JUMLAH PERAWAT DI PUSKESMAS WAEPANA KECAMATAN SOA KABUPATEN NGADA PROPINSI NTT TAHUN 203 Paulinus Masa Sato, Adriani Kadir 3 STIKES Nani Hasanuddin Makassar 2 STIKES Nani Hasanuddin
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik korelasi yaitu
39 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik korelasi yaitu untuk mencari arah dan kuatnya hubungan antara dua variabel atau lebih (Sugiyono,
BAB III METODE PENELITIAN. metode survei dengan pendekatan Cross Sectional. Cross Sectional adalah data
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini adalah analitik. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan Cross Sectional. Cross Sectional adalah data
BAB III METODE PENELITIAN
25 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional atau penelitian hubungan antara dua variabel pada suatu situasi
BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan cross sectional dimana peneliti menekankan waktu
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik. Dengan pendekatan cross sectional dimana peneliti menekankan waktu pengukuran/observasi data variabel
PENGARUH PENERAPAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN HALUSINASI TERHADAP KEMAMPUAN KLIEN MENGONTROL HALUSINASI DI RSKD DADI MAKASSAR
PENGARUH PENERAPAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN HALUSINASI TERHADAP KEMAMPUAN KLIEN MENGONTROL HALUSINASI DI RSKD DADI MAKASSAR Purniaty Kamahi 1, Sudirman 2, H. Muhammad Nur 3 1 STIKES Nani Hasanuddin
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik yaitu untuk mencari hubungan antara variabel bebas dan terikat yang dilakukan dengan pendekatan
BAB I PENDAHULUAN. pelayanan kesehatan dasar tersebut (Depkes, 2009). yang meliputi pelayanan: curative (pengobatan), preventive (upaya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Puskesmas adalah sarana pelayanan kesehatan dasar yang sangat penting di Indonesia. Puskesmas merupakan kesatuan organisasi fungsional yang menyelenggarakan upaya kesehatan
BAB III METODE PENELITIAN
47 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian 1. Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Analitik dengan desain penelitian cross sectional dimana variabel independen (umur,
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian diskriptif korelatif, karena menjelaskan hubungan antara dua
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Rancangan Penelitian Berdasarkan hipotesa yang ditetapkan, penelitian ini merupakan penelitian diskriptif korelatif, karena menjelaskan hubungan antara
Promotif, Vol.4 No.2, April 2015 Hal 86-94
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK) DI RUANGAN PERAWATAN JIWA RUMAH SAKIT DAERAH MADANI PROPINSI SULAWESI TENGAH Sugeng Adiono Politeknik Kesehatan Kementerian
BAB III METODE PENELITIAN
29 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain penelitian 1. Rancangan Penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey analitik, yang mana akan diteliti hubungan variabel dengan
BAB III METODE PENELITIAN
51 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain penelitian 1. Rancangan Penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey analitik, yang mana diteliti hubungan variabel dengan variabel
BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian dan Rancangan Penelitian. ini menggunakan rancangan penelitian Cross Sectional yaitu rancangan
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini menggunakan survei analitik yang mana penelitian ini dilakukan dengan memberikan kuesioner, serta terdapat hubungan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini adalah survai analitik yaitu survai atau penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi.
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi yaitu penelitian yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi yaitu penelitian yang bertujuan mengungkapkan hubungan korelatif antar variabel. Pada rancangan
Khodijah, Erna Marni, Hubungan Motivasi Kerja Terhadap Perilaku Caring Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau Tahun 2013
1 Khodijah, Erna Marni, Hubungan Motivasi Kerja Terhadap Perilaku Caring Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Hubungan Motivasi Kerja terhadap Perilaku Caring Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN METODE PENUGASAN DALAM MODEL PRAKTEK KEPERAWATAN PROFESIONAL (MPKP) DI RSUD WATES
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN METODE PENUGASAN DALAM MODEL PRAKTEK KEPERAWATAN PROFESIONAL (MPKP) DI RSUD WATES Annisa Nur Erawan INTISARI Latar Belakang : Perawat merupakan sumber
GAMBARAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DIRUANG RAWAT INAP RSUD SULTANSYARIF MOHAMAD ALKADRIE KOTA PONTIANAK
GAMBARAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DIRUANG RAWAT INAP RSUD SULTANSYARIF MOHAMAD ALKADRIE KOTA PONTIANAK EKA FEBRIANI I32111019 NASKAH PUBLIKASI PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini akan dibahas mengenai : Desain penelitian, populasi dan sampel, definisi operasional, tempat dan waktu penelitian, etika penelitian, tehnik pengumpulan data,
BAB III METODA PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif, dengan rancangan
BAB III METODA PENELITIAN A. Jenis Dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif, dengan rancangan deskriptif analitik yaitu dengan melakukan pengukuran variabel independen
PENGARUH KINERJA PERAWAT DAN PENGORGANISASIAN TERHADAP PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP MENGGUNAKAN METODE TIM DI RSI FAISAL MAKASSAR
PENGARUH KINERJA PERAWAT DAN PENGORGANISASIAN TERHADAP PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP MENGGUNAKAN METODE TIM DI RSI FAISAL MAKASSAR Sarlota Y Momay 1, Chaeruddin 2, Adriani Kadir 3 1 STIKES
III. METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, observasional dengan
III. METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, observasional dengan pendekatan cross sectional yaitu dengan variabel independen dan dependen dinilai sekaligus
STIKES Nani Hasanuddin Makassar 2. STIKES Nani Hasanuddin Makassar 3. STIKES Nani Hasanuddin Makassar ABSTRAK
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIFITAS PELAKSANAAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI INSTALASI RAWAT INAP BEDAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ANDI MAKKASAU PAREPARE Sandra Aswar 1, St. Hamsinah 2, Adriani
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian 1. Ruang lingkup keilmuan : Ilmu Kulit dan Kelamin 2. Ruang lingkup tempat : RSUD Tugurejo Semarang 3. Ruang lingkup waktu : Periode Agustus September
ISSN Vol 5, ed 2, Oktober 2014
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN PENERAPAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA TAMPAN PROVINSI RIAU TAHUN 2014 ALINI Dosen STIKes Tuanku
BAB III. penelitian ini menggunakan metode pendekatan cross sectional, yaitu
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik yaitu penelitian yang terdiri atas variabel bebas dan terikat (Hidayat, 2007). Metode
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. terpadu kepada masyarakat dalam upaya untuk mengatasi masalah kesehatan serta
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian Puskesmas Tilote sebagai salah satu pelayanan dasar dan terdepan di Kecamatan Tilango memberikan pelayanan rawat jaan dan rawat
BAB III METODE PENELITIAN. mengapa fenomena kesehatan itu terjadi. Kemudian melakukan analisis
37 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Berdasarkan tujuan yang telah diterapkan, Penelitian ini merupakan penelitian analitik yaitu penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan
BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Bilungala Kecamatan Bonepantai. Alasan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu 3.1.1 Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Bilungala Kecamatan Bonepantai. Alasan mengambil tempat ini karena selama 3 tahun terakhir
BAB III METODE PENELITIAN
37 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah korelasi, karena bertujuan untuk mencari hubungan antara
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasi karena menjelaskan hubungan korelatif antar variabel (Nursalam, 2008). Tujuan
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian analitik komparatif dengan pendekatan
III. METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian analitik komparatif dengan pendekatan cross sectional (Notoatmodjo, 2010). Pengambilan data primer dari semua pemulung di
METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan case control.
20 III. METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan case control. Pendekatan case control adalah suatu penelitian non-eksperimental yang menyangkut bagaimana
BAB III METODA PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental yang bersifat
BAB III METODA PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental yang bersifat kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional dan dengan pendekatan cross sectional
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis atau Rancangan dan Metode Pendekatan Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasional yang bertujuan untuk mengungkapkan hubungan korelatif antara variabel
BAB I PENDAHULUAN. Pelayanan kesehatan di Rumah sakit yang diberikan kepada pasien
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Rumah sakit adalah bagian integral dari keseluruhan sistem pelayanan kesehatan yang dikembangkan melalui rencana pembangunan kesehatan. Pelayanan kesehatan di Rumah
Jurnal Keperawatan, Volume XI, No. 1, April 2015 ISSN HUBUNGAN PERUBAHAN FISIK USIA REMAJA DENGAN RASA PERCAYA DIRI PADA SISWI KELAS 7
PENELITIAN HUBUNGAN PERUBAHAN FISIK USIA REMAJA DENGAN RASA PERCAYA DIRI PADA SISWI KELAS 7 Vivin Sabrina Pasaribu*, El Rahmayati*, Anita Puri* *Alumni Jurusan Keperawatan Poltekkes Tanjungkarang *Dosen
BAB III METODE PENELITIAN. desain cross sectional, yaitu data variabel bebas ( pengetahuan mobilisasi )
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional, yaitu data variabel bebas ( pengetahuan mobilisasi
BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan cross sectional, yaitu data variabel bebas (caring perawat) dengan
4 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, yaitu data variabel bebas (caring perawat) dengan variabel
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini
BAB III METODE PENELITIAN A. DesainPenelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif
BAB III METODA PENELITIAN
BAB III METODA PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Metode Pendekatan Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasi yaitu penelitian yang dilakukan untuk menganalisis ada tidaknya hubungan antara
HUBUNGAN STATUS GIZI IBU DENGAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RUMAH SAKIT SOEDARSO PONTIANAK ABSTRAK
ORIGINAL RESEARCH HUBUNGAN STATUS GIZI IBU DENGAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RUMAH SAKIT SOEDARSO PONTIANAK Ns. Yenni Lukita, S.Kep 1, Suhardi 2 1 Dosen STIK Muhammadiyah Pontianak 2 Mahasiswa STIK
BAB III METODE PENELITIAN
39 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis/ Rancangan Penelitian dan Metode Pendekatan 1. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian analitik yang bersifat penjelasan (Explanatory), yaitu menjelaskan
BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian deskriptif. analitik Comparative Study dengan pendekatan cross sectional.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian yang dipilih adalah metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian deskriptif analitik Comparative Study dengan pendekatan
BAB III METODE PENELITIAN. dengan pendekatan cross sectional. Pendekatan cross sectional ialah suatu
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pendekatan cross sectional ialah suatu penelitian untuk
BAB III METODE PENELITIAN. correlative dengan menggunakan pendekatan cross-sectional yaitu jenis
34 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan correlative dengan menggunakan pendekatan cross-sectional yaitu jenis penelitian
BAB III METODELOGI PENELITIAN
BAB III METODELOGI PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian Jenis penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dengan metode korelasional. Kerangka penelitian ini menggambarkan korelasi
Syntax Literate : Jurnal Ilmiah Indonesia ISSN : e-issn : Vol. 2, No 2 Februari 2017
Syntax Literate : Jurnal Ilmiah Indonesia ISSN : 251-089 e-issn : 258-1398 Vol. 2, No 2 Februari 2017 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA KECEMASAN PADA LANJUT USIA DI PANTI WREDHA WELAS ASIH
HUBUNGAN PELATIHAN PEMBERIAN MAKANAN PADA BAYI DAN ANAK (PMBA) DENGAN KETERAMPILAN KONSELING PADA BIDAN DI WILAYAH KAWEDANAN PEDAN TAHUN 2014
HUBUNGAN PELATIHAN PEMBERIAN MAKANAN PADA BAYI DAN ANAK (PMBA) DENGAN KETERAMPILAN KONSELING PADA BIDAN DI WILAYAH KAWEDANAN PEDAN TAHUN 2014 Endang Wahyuningsih Latar Belakang Penelitian, Asupan makanan
PROFIL TINGKAT PENGETAHUAN PENDERITA KUSTA TENTANG PENYAKIT KUSTA DI PUSKESMAS KEMUNINGSARI KIDUL KABUPATEN JEMBER
PROFIL TINGKAT PENGETAHUAN PENDERITA KUSTA TENTANG PENYAKIT KUSTA DI PUSKESMAS KEMUNINGSARI KIDUL KABUPATEN JEMBER Rosida 1, Siti Anawafi 1, Fanny Rizki 1, Diyan Ajeng Retnowati 1 1.Akademi Farmasi Jember
BAB III METODE PENELITIAN
49 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Metode Pendekatan Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian berbentuk discriptive correlation yaitu penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. mengkaji hubungan antara variabel dengan melibatkan minimal dua variabel
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Metoda Pendekatan Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi. Penelitian korelasi mengkaji hubungan antara variabel dengan melibatkan minimal
III. METODE PENELITIAN. Desain penelitian yang akan digunakan adalah desain penelitian
III. METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian yang akan digunakan adalah desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk menganalisa adanya
BAB III METODE PENELITIAN
34 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian 1. Rancangan Penelitian Desain penelitian ini adalah Analitik Kuantitatif dengan rancangan penelitian Cross Sectional yaitu penelitian ini
ABSTRAK HUBUNGAN DUKUNGAN ORANG TUA DENGAN TINDAKAN INVASIF PEMASANGAN INFUS PADA ANAK USIA BALITA (1-5 TAHUN) DI RUMAH SAKIT IBNU SINA MAKASSAR
ABSTRAK HUBUNGAN DUKUNGAN ORANG TUA DENGAN TINDAKAN INVASIF PEMASANGAN INFUS PADA ANAK USIA BALITA (1-5 TAHUN) DI RUMAH SAKIT IBNU SINA MAKASSAR ASTATI Sakit dan dirawat di rumah sakit merupakan krisis
PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN PERILAKU PERAWAT
PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN PERILAKU PERAWAT Devi Shintana O S* Cholina Trisa Siregar** *Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara **Staf Pengajar Departemen
BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif menggunakan metode observasional korelatif dengan jenis
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan kualitatif. Penelitian kuantitatif menggunakan metode observasional korelatif dengan jenis pendekatan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan rancangan Cross Sectional yaitu dengan melakukan pengukuran variabel tingkat
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan
39 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional, dimana data pengukuran pengetahuan, sikap dan kebiasaan minum
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan termasuk jenis penelitian non-eksperimental observasional bersifat diskriptif analitik (eksplanatori reseach),
METODE PENELITIAN. Bentuk penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian deskriptif
22 III. METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Bentuk penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, yaitu penelitian yang dilakukan dengan
BAB III METODE PENELITIAN. adalah analitik, dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional yaitu mengukur
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Berdasarkan dengan tujuan penelitian, maka jenis penelitian ini yang digunakan adalah analitik, dengan menggunakan rancangan penelitian cross
III. METODOLOGI PENELITIAN
III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 DESAIN PENELITIAN Penelitian ini di desain melalui pendekatan cross-sectional study yaitu rancangan suatu studi epidemiologi yang mempelajari hubungan penyakit dan paparan
BAB III METODE PENELITIAN. korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional yaitu pengumpulan
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptik korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional yaitu pengumpulan data penelitian
Jurnal Keperawatan, Volume IX, No. 2, Oktober 2013 ISSN PERILAKU CARING PERAWAT DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP
PENELITIAN PERILAKU CARING PERAWAT DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP Tiara*, Arena Lestari* Perilaku perawat di tempat pelayanan kesehatan atau rumah sakit dalam menghadapi pasien sangat menentukan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Mopuya, Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango. Waktu penelitian ini dilaksanakan selama 1 minggu pada bulan mei dari
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian 3.1.1 Lokasi Penelitian Lokasi penelitian di SMP Negeri 1 Bulawa yang terletak di desa Mopuya, Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango. 3.1.2
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN METODE ASUHAN KEPERAWATAN PROFESIONAL(MAKP) DI INSTALASI RAWAT INAP
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN METODE ASUHAN KEPERAWATAN PROFESIONAL(MAKP) DI INSTALASI RAWAT INAP Yulianto Program Studi Ilmu Keperawatan STIKES Dian Husada Mojokerto Email : [email protected]
BAB I PENDAHULUAN. pasien dalam merawat pasien. Dengan demikian maka perawatan dan spiritual telah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Aspek Spiritual itu sendiri pada tahun tahun awal praktek keperawatan telah menjadi sentral dari perawatan bahkan lebih dari satu abad yang lalu Florence Nightingale
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. ZAINOEL ABIDIN, 2013.
Jurnal Ilmu keperawatan ISSN: 2338-6371 HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. ZAINOEL ABIDIN, 2013 Correlation between Therapeutic
BAB III METODE PENELITIAN. Desain yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu korelasi, karena menjelaskan hubungan antara dua variabel yaitu
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. TIPE PENELITIAN Desain dalam penelitian ini menggunakan tipe penelitian kuantitatif. 3.2. DESAIN PENELITIAN Desain yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu korelasi, karena
BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN 4.1. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan tujuan untuk mengamati hubungan antara pemilihan tenaga persalinan dengan faktor yang mempengaruhi
BAB III METODE PENELITIAN. antar variabel bebas dan variabel terikat dengan menggunakan pendekatan cross
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan dan Jenis Penelitian Penelitian ini adalah penelitian penjelasan yaitu menjelaskan hubungan antar variabel bebas dan variabel terikat dengan menggunakan pendekatan
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional yang bertujuan
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional yang bertujuan menganalisis untuk mencari hubungan antar variabel melalui pengamatan
