PENAWARAN UMUM TERBATAS I

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PENAWARAN UMUM TERBATAS I"

Transkripsi

1 Tanggal RUPS : 20 Desember 2010 Periode Distribusi Saham dan Waran Seri II Hasil : 7 13 Januari 2011 Tanggal Efektif : 20 Desember 2010 Pelaksanaan HMETD Tanggal Terakhir Perdagangan Saham dengan HMETD : Tanggal Terakhir Pembayaran Pesanan Tambahan : 13 Januari Pasar Reguler dan Negosiasi : 28 Desember 2010 Tanggal Penjatahan : 14 Januari Pasar Tunai : 3 Januari 2011 Tanggal Pengembalian Kelebihan Uang Pesanan : 18 Januari 2011 Tanggal Dimulai Perdagangan Saham Tanpa HMETD : Tanggal Dimulainya Perdagangan Waran Seri II di BEI : 5 Januari Pasar Reguler dan Negosiasi : 29 Desember 2010 Tanggal Awal Pelaksanaan Waran Seri II : 14 Juli Pasar Tunai : 4 Januari 2011 Tanggal Berakhirnya Perdagangan Waran Seri II di BEI : Tanggal Pencatatan Pemegang Saham Yang Berhak Atas HMETD : 3 Januari Pasar Reguler dan Negosiasi : 29 Desember 2015 Tanggal Distribusi HMETD : 4 Januari Pasar Tunai : 4 Januari 2016 Periode Perdagangan dan Pelaksanaan HMETD : 5 11 Januari 2011 Tanggal Akhir Pelaksanaan Waran Seri II : 5 Januari 2016 Tanggal Berakhirnya Masa Berlaku Waran Seri II : 5 Januari 2016 BAPEPAM DAN LK TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM. PT MOBILE-8 TELECOM Tbk ( PERSEROAN ) BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI ATAU FAKTA MATERIAL, SERTA KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS INI. PT MOBILE-8 TELECOM Tbk Kegiatan Usaha Utama : Penyelenggara Jasa dan Jaringan Telekomunikasi Berkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia Kantor Pusat : MNC Tower Lantai 18 Jalan Kebon Sirih Kavling Jakarta Telepon : (021) , Faksimili : (021) PENAWARAN UMUM TERBATAS I Sejumlah (tujuh puluh lima miliar enam ratus delapan puluh empat juta tujuh ratus lima puluh tiga ribu enam ratus lima puluh delapan) Saham Seri B baru dengan nilai nominal Rp50,- (lima puluh Rupiah) setiap saham, yang ditawarkan dengan harga pelaksanaan Rp50,- (lima puluh Rupiah) setiap saham. Setiap pemegang 200 (dua ratus) Saham Seri A dan/atau Saham Seri B yang namanya tercantum dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal 3 Januari 2011 pukul WIB memperoleh 353 (tiga ratus lima puluh tiga) Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu ( HMETD ), dimana 1 (satu) HMETD dapat digunakan untuk membeli 1 (satu) Saham Seri B dengan nilai nominal Rp50,- (lima puluh Rupiah) setiap saham yang dikeluarkan dari portepel Perseroan, dengan harga pelaksanaan Rp50,- (lima puluh Rupiah) setiap saham, yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pembelian Saham Seri B Baru. Saham Seri B Baru yang ditawarkan dalam rangka Penawaran Umum Terbatas I dengan menerbitkan HMETD ini seluruhnya adalah saham yang dikeluarkan dari portepel Perseroan dan mempunyai hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan seluruh Saham Seri A atau Saham Seri B yang telah ditempatkan dan disetor penuh sebelum pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas I. Nilai Penawaran Umum Terbatas I ini adalah Rp ,- (tiga triliun tujuh ratus delapan puluh empat miliar enam ratus delapan puluh dua sembilan ratus Rupiah). Para pemegang saham Perseroan yang memiliki saham PT Smart Telecom dapat melakukan pelaksanaan HMETD miliknya dengan cara memberikan saham PT Smart Telecom miliknya kepada Perseroan sebagai pembayaran atas Saham Seri B baru yang dibelinya berdasarkan HMETD. Bersamaan dengan penerbitan HMETD, Perseroan juga menerbitkan Waran Seri II dengan ketentuan bahwa pada setiap 101 (seratus satu) Saham Seri B Baru yang dilaksanakan melekat 20 (dua puluh) Waran Seri II yang diberikan secara cuma-cuma. Waran Seri II adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melakukan pembelian Saham Seri B Baru yang bernilai nominal Rp50,- (lima puluh Rupiah) setiap saham dengan Harga Pelaksanaan Waran Seri II sebesar Rp50,- (lima puluh Rupiah) setiap saham, yang dapat dilaksanakan mulai tanggal 14 Juli 2011 sampai dengan 5 Januari 2016 dimana setiap 1 (satu) Waran Seri II berhak membeli 1 (satu) Saham Seri B Baru pada Harga Pelaksanaan Waran Seri II. Pemegang Waran Seri II tidak mempunyai hak sebagai pemegang saham, termasuk hak atas dividen selama Waran Seri II tersebut belum dilaksanakan menjadi Saham Seri B Baru. Bila Waran Seri II tidak dilaksanakan sampai habis periode pelaksanaannya, maka Waran Seri II tersebut menjadi kadaluarsa, tidak bernilai dan tidak berlaku. Masa pelaksanaan Waran Seri II tidak dapat diperpanjang. Nilai Waran Seri II seluruhnya adalah sejumlah Rp ,- (tujuh ratus empat puluh sembilan miliar tiga ratus lima puluh tiga juta sembilan ratus sembilan puluh enam ribu enam ratus Rupiah). Jumlah Waran Seri II yang dikeluarkan adalah sebesar (empat belas miliar sembilan ratus delapan puluh tujuh juta tujuh puluh sembilan ribu sembilan ratus tiga puluh dua) Waran Seri II. Persentase dari jumlah Waran Seri II yang akan diterbitkan oleh Perseroan adalah sebesar 35% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan pada saat Pernyataan Pendaftaran disampaikan kepada Bapepam dan LK. Waran Seri I telah berakhir masa berlakunya pada tahun Jika saham-saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Terbatas I ini tidak seluruhnya diambil atau dibeli oleh pemegang HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang saham hasil pelaksanaan HMETD dan pemegang saham yang melakukan pemesanan lebih besar dari haknya secara proporsional berdasarkan hak yang dilaksanakan. Apabila setelah alokasi tersebut masih terdapat sisa saham yang ditawarkan, maka sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Akta Perjanjian Kesanggupan Pembelian Sisa Saham Dalam Rangka Penawaran Umum Terbatas I PT Mobile-8 Telecom Tbk No. 23 tanggal 5 November 2010, dan Akta Addendum I Perjanjian Kesanggupan Pembelian Sisa Saham Dalam Rangka Penawaran Umum Terbatas I PT Mobile-8 Telecom Tbk No. 92 tanggal 17 Desember 2010, yang keduanya dibuat di hadapan Linda Herawati, SH, Notaris di Jakarta, PT Bali Media Telekomunikasi, PT Global Nusa Data dan PT Wahana Inti Nusantara dengan kesanggupan penuh (full commitment) akan mengambil bagian dan membeli Saham Seri B yang masih tersisa dalam Penawaran Umum Terbatas I PT Mobile-8 Telecom Tbk. Porsi Saham Seri B yang akan diambil bagian oleh masing-masing Pembeli Siaga adalah PT Bali Media Telekomunikasi sebesar 29,4%, PT Global Nusa Data sebesar 32,8% dan PT Wahana Inti Nusantara sebesar 37,8%. Dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku, pembayaran bagian kesanggupan dari masing-masing pembeli siaga akan dilakukan dengan cara menukarkan bagian kesanggupan dengan saham-saham PT Smart Telecom milik masing-masing pembeli siaga dan dana tunai. HMETD DAPAT DIPERDAGANGKAN DI BURSA EFEK INDONESIA MAUPUN DI LUAR BURSA EFEK INDONESIA MULAI TANGGAL 5 JANUARI 2011 SAMPAI DENGAN TANGGAL 11 JANUARI DALAM HAL PEMEGANG HMETD MEMILIKI HMETD DALAM BENTUK PECAHAN, MAKA HAK ATAS PECAHAN EFEK TERSEBUT MENJADI MILIK PERSEROAN DAN AKAN DIJUAL OLEH PERSEROAN, SERTA HASIL PENJUALANNYA DIMASUKKAN KE REKENING PERSEROAN. PENAWARAN UMUM TERBATAS I MENJADI EFEKTIF SETELAH DISETUJUI OLEH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA PERSEROAN. DALAM HAL RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA TIDAK MENYETUJUI PENERBITAN HMETD, MAKA SEGALA KEGIATAN YANG AKAN DILAKSANAKAN OLEH PERSEROAN DALAM RANGKA PENERBITAN HMETD SESUAI JADWAL TERSEBUT DI ATAS DIANGGAP TIDAK PERNAH ADA. RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN ADALAH RISIKO PERSAINGAN USAHA. SELAIN ITU, PERSEROAN JUGA MENGHADAPI RISIKO APABILA PT SMART TELECOM, SEBAGAI CALON PERUSAHAAN YANG AKAN DIAMBILALIH OLEH PERSEROAN, LALAI MEMENUHI KEWAJIBAN PINJAMANNYA, KELALAIAN MANA MENIMBULKAN HAK BAGI PEMEGANG GADAI UNTUK MENGEKSEKUSI GADAI ATAS SAHAM-SAHAM PT SMART TELECOM, YANG APABILA DILAKSANAKANNYA MAKA PERSEROAN AKAN KEHILANGAN HAK ATAS SAHAM-SAHAM PT SMART TELECOM, NAMUN DI PIHAK LAIN PERSEROAN TETAP MEMPUNYAI HAK SUBROGASI TERHADAP PT SMART TELECOM. RISIKO USAHA PERSEROAN SELENGKAPNYA DICANTUMKAN PADA BAB VI DALAM PROSPEKTUS INI. PENTING UNTUK DIPERHATIKAN APABILA PEMEGANG SAHAM SERI A ATAU SAHAM SERI B TIDAK MELAKSANAKAN HMETD YANG DIPEROLEHNYA, MAKA AKAN TERJADI PENURUNAN PERSENTASE KEPEMILIKAN (DILUSI) DALAM JUMLAH MAKSIMUM SEBESAR 63,8% (ENAM PULUH TIGA KOMA DELAPAN PERSEN) SEBELUM WARAN SERI II DILAKSANAKAN ATAU 67,9% (ENAM PULUH TUJUH KOMA SEMBILAN PERSEN) SETELAH WARAN SERI II DILAKSANAKAN. PERSEROAN TIDAK MENERBITKAN SURAT KOLEKTIF SAHAM DALAM PENAWARAN UMUM INI, TETAPI SAHAM-SAHAM TERSEBUT AKAN DIDISTRIBUSIKAN SECARA ELEKTRONIK YANG AKAN DIADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN KOLEKTIF PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIA ( KSEI ). PENCATATAN SAHAM-SAHAM YANG DITAWARKAN DALAM PENAWARAN UMUM TERBATAS I INI AKAN DILAKUKAN DI BURSA EFEK INDONESIA Prospektus ini diterbitkan di Jakarta tanggal 20 Desember 2010

2 PT Mobile-8 Telecom Tbk (selanjutnya dalam Prospektus ini disebut Perseroan ) telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran sehubungan dengan Penawaran Umum Terbatas I kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan ( Bapepam dan LK ) dengan surat No. 148/M8Tbk- CS/XI/2010 pada tanggal 8 November 2010 sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal, yang dimuat dalam Lembaran Negara Republik Indonesia No. 64 tahun 1995, Tambahan Lembaran Negara No dan peraturan pelaksanaannya. Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam rangka Penawaran Umum Terbatas I ini bertanggung jawab sepenuhnya atas kebenaran semua data dan kejujuran pendapat, keterangan atau laporan yang disajikan dalam Prospektus ini sesuai dengan bidang tugas masing-masing berdasarkan ketentuan yang berlaku dalam wilayah Republik Indonesia dan kode etik, norma serta standar profesi masing-masing. Sehubungan dengan Penawaran Umum Terbatas I ini, setiap pihak terafiliasi tidak diperkenankan memberi penjelasan dan/atau membuat pernyataan apapun mengenai hal-hal yang tidak tercantum dalam Prospektus ini tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Perseroan. Lembaga serta Profesi Penunjang Pasar Modal yang turut dalam proses Penawaran Umum Terbatas I ini menyatakan tidak menjadi pihak yang terafiliasi dengan Perseroan, baik secara langsung maupun tidak langsung, sebagaimana didefinisikan dalam Undang-Undang Pasar Modal. Penawaran Umum Terbatas I ini tidak didaftarkan berdasarkan undang-undang dan/atau peraturan lain selain yang berlaku di Indonesia. Barangsiapa di luar wilayah Indonesia menerima Prospektus ini, maka dokumen tersebut tidak dimaksudkan sebagai penawaran untuk membeli saham atau melaksanakan HMETD, kecuali bila penawaran, pelaksanaan HMETD dan atau pembelian saham-saham bersebut tidak bertentangan atau bukan merupakan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan serta ketentuan pasar modal yang berlaku di negara atau yurisdiksi di luar Indonesia tersebut. Perseroan telah mengungkapkan semua informasi material yang wajib diketahui oleh publik dan tidak terdapat lagi informasi material yang belum diungkapkan sehingga dapat mengakibatkan informasi yang tercantum dalam Prospektus ini menjadi tidak benar dan/ atau menyesatkan.

3 DAFTAR ISI DAFTAR ISI DEFINISI DAN SINGKATAN RINGKASAN I. PENAWARAN UMUM TERBATAS I 1 II. RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM TERBATAS I 6 III. KETERANGAN MENGENAI TRANSAKSI MATERIAL 8 IV. PERNYATAAN HUTANG 29 V. ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN Umum Dasar Penyajian Laporan Keuangan Analisa Keuangan Kondisi Likuiditas dan Pembelanjaan Modal Perseroan Kondisi Perekonomian, Risiko Pasar dan Manajemen Risiko 59 VI. RISIKO USAHA 61 VII. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN 83 VIII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN DAN ANAK PERUSAHAAN 84 IX. KEGIATAN USAHA 107 X. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING 135 XI. EKUITAS 138 XII. KEBIJAKAN DIVIDEN 140 XIII. PERPAJAKAN 141 XIV. PIHAK YANG BERTINDAK SEBAGAI PEMBELI SIAGA 143 XV. LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL 148 XVI. PENDAPAT HUKUM 151 XVII. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI PERSEROAN 165 XVIII. LAPORAN PENILAIAN KEWAJARAN 299 XIX. LAPORAN PENILAIAN HARGA SAHAM 327 XX. KETERANGAN TENTANG HMETD DAN WARAN SERI II 339 XXI. PERSYARATAN PEMESANAN PEMBELIAN SAHAM 351 XXII. PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS 357 i iii viii i

4 Halaman ini sengaja dikosongkan ii

5 DEFINISI DAN SINGKATAN Abonemen : Biaya berlangganan bulanan. Afiliasi : Pihak-pihak sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 angka 1 UUPM. Airtime : Lamanya waktu pemakaian/pendudukan frekuensi oleh pelanggan telepon bergerak selular yang dihitung berdasarkan durasi percakapan yang berhasil. AMPS : Advance Mobile Phones System, yaitu salah satu teknologi telepon selular analog. Anak Perusahaan : Anak-anak perusahaan Perseroan yang kepemilikannya secara langsung maupun tidak langsung dikuasai oleh Perseroan dan kepemilikan saham-saham Perseroan pada perusahaan tersebut adalah sebesar 50% atau lebih dan laporan keuangan perusahaan tersebut dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan Perseroan. Analog : Suatu sinyal suara, video atau data yang ditransmisikan secara terus menerus. ARPU : Average Revenue Per User merupakan total pendapatan dari pelanggan prabayar atau pascabayar (tidak termasuk pendapatan jelajah Internasional untuk pengunjung yang datang ke Indonesia, penjualan kartu perdana kepada pelanggan prabayar, biaya aktivasi, apabila ada, untuk pelanggan pascabayar dan potongan harga kepada distributor) dibagi dengan jumlah rata-rata pelanggan prabayar atau pascabayar setiap bulannya. Rata-rata ARPU per bulan dalam periode tertentu merupakan jumlah ARPU dibagi dengan jumlah bulan dalam periode tersebut. BAE : Biro Administrasi Efek, salah satu lembaga penunjang pasar modal Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 48 UUPM. Bapepam : Badan Pengawas Pasar Modal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 Ayat (1) UUPM. Bapepam dan LK : Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. KMK/606/KMK.01/2005 tanggal 30 Desember 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. BEI : Bursa efek sebagaimana didefinisikan dalam Pasal 1 Angka 4 UUPM yang diselenggarakan oleh PT Bursa Efek Indonesia, suatu perseroan terbatas yang didirikan dan dijalankan berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia serta berkedudukan di Jakarta Selatan, dan merupakan bursa efek dimana saham-saham Perseroan akan dicatatkan. BTS : Base Transceiver Station yaitu perangkat transmisi tetap pada jaringan telekomunikasi seluler yang berfungsi untuk mengirim dan menerima sinyal radio dari dan ke telepon selular. iii

6 CDMA : Code Division Multiple Access, teknologi transmisi dimana setiap transmisi dikirimkan melalui akses jamak (multiple) dengan diberikan kode yang unik kepada setiap transmisi data atau suara yang memungkinkan pelanggan untuk menggunakan spektrum frekuensi yang sama. CDMA2000 1X : Pengembangan sistem CDMA yang dapat dipergunakan untuk melakukan komunikasi suara dan data, dimana untuk kecepatan data mencapai 307 Kpbs. CDMA2000 1X EV-DO : CDMA2000 1X Evolution Data Optimized, yaitu tahap pengembangan jaringan CDMA2000 1X yang mampu menyediakan komunikasi data dengan kecepatan hingga 2,4 Mbps. Churn rate : Jumlah pemutusan dan penonaktifan dari jaringan telekomunikasi Perseroan baik secara sepihak maupun tidak sepihak di suatu periode tertentu, dibagi dengan jumlah pelanggan pada akhir periode tersebut, dan dinyatakan dalam persentase. Untuk menghitung rata-rata churn rate bulanan untuk periode tersebut, hasil penghitungan churn rate dibagi dengan jumlah bulan dalam periode tersebut. Digital : Suatu metode penyimpanan, pemrosesan dan transmisi informasi dengan menggunakan gelombang elektromagnetik atau gelombang optik khusus, yang direpresentasikan dengan angka binari 0 dan 1. Transmisi digital dan teknologi switching menggunakan gelombang yang berurutan untuk menyampaikan informasi secara digital sejalan dengan sinyal analog yang bervariasi secara terus menerus. Dibandingkan dengan jaringan analog, jaringan digital menghasilkan kapasitas yang jauh lebih besar, gangguan lebih rendah, perlindungan terhadap penyadapan dan koreksi terhadap kesalahan secara otomatis. DPS : Daftar Pemegang Saham. Efek : Surat berharga, yaitu surat pengakuan hutang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti hutang, unit penyertaan Kontrak Investasi Kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif Efek. Efektif : Terpenuhinya seluruh persyaratan Pernyataan Pendaftaran sesuai dengan ketentuan Peraturan Bapepam dan LK No. IX.A.2 mengenai Tata Cara Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum. GPRS : General Packet Radio Services, yaitu standar untuk komunikasi selular yang membutuhkan spektrum yang luas dan khususnya digunakan untuk mengirim dan menerima data termasuk dan data pada standar GSM. GSM : Global System for Mobile Telephones, yaitu sistem telekomunikasi selular digital yang distandarisasi oleh ETSI berdasarkan arsitektur jaringan selular dan transmisi digital yang digunakan di seluruh Eropa, Asia dan beberapa negara lainnya. Sistem GSM digunakan pada frekuensi 900 MHz (GSM 900), 1800 MHz (GSM 1800) dan 1900 MHz (GSM 1900). iv

7 Harga Pelaksanaan HMETD : Harga pembelian 1 (satu) Saham Seri B sebagai hasil pelaksanaan 1 (satu) HMETD, yaitu sebesar Rp50,- (lima puluh Rupiah) setiap Saham Seri B. Harga Pelaksanaan Waran Seri II : Harga pembelian 1 (satu) Saham Seri B sebagai hasil pelaksanaan 1 (satu) Waran Seri II, yaitu sebesar Rp50,- (lima puluh Rupiah) setiap Saham Seri B. Hari Bursa : Hari-hari diselenggarakannya perdagangan Efek di BEI, yaitu hari Senin sampai dengan Jumat, kecuali hari libur nasional atau hari yang dinyatakan sebagai hari libur oleh BEI. Hari Kerja : Hari Senin sampai dengan hari Jumat, kecuali hari libur nasional yang ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia. HMETD : Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, yaitu hak yang melekat pada Saham yang memungkinkan para pemegang Saham membeli Saham Seri B yang dikeluarkan dari portepel Perseroan, dengan ketentuan bahwa setiap pemegang 200 (dua ratus) Saham Seri A atau Saham Seri B yang namanya terdaftar dalam DPS tanggal 3 Januari 2011 pukul WIB memperoleh 353 (tiga ratus lima puluh tiga) HMETD dimana 1 (satu) HMETD dapat digunakan untuk membeli 1 (satu) Saham Seri B yang dikeluarkan dari portepel Perseroan. Kartu RUIM : Kartu Removable User Identity Module yaitu kartu elektronik yang dimasukkan ke dalam telepon selular CDMA untuk menyimpan informasi tentang identitas pelanggan yang memiliki fungsi yang sama dengan kartu Subscriber Identity Module ( SIM ) dalam jaringan GSM. Kbps : Kilobytes per second, yaitu suatu ukuran kecepatan transmisi sinyal digital dalam ribuan bit per detik. KSEI : PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, suatu perseroan terbatas yang didirikan dan dijalankan berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia serta berkedudukan di Jakarta Selatan, yang mempunyai kegiatan usaha dan mempunyai izin sebagai lembaga penyimpanan dan penyelesaian sebagaimana didefinisikan dan ditentukan dalam UUPM. Masyarakat : Perorangan dan badan hukum, baik warga negara Indonesia maupun warga negara asing dan badan hukum Indonesia maupun badan hukum asing, baik yang bertempat tinggal atau berkedudukan hukum di Indonesia maupun bertempat tinggal atau berkedudukan di luar wilayah hukum Negara Republik Indonesia. Mbps : Megabytes per second, yaitu ukuran kecepatan transmisi sinyal digital dalam jutaan bit per detik. Pembeli Siaga : PT Bali Media Telekomunikasi, PT Global Nusa Data dan PT Wahana Inti Nusantara, yaitu pihak-pihak yang berdasarkan Akta Perjanjian Kesanggupan Pembelian Sisa Saham Dalam Rangka Penawaran Umum Terbatas I PT Mobile-8 Telecom Tbk No. 23 tanggal 5 November 2010 dan Akta Addendum I Perjanjian Kesanggupan Pembelian Sisa Saham Dalam Rangka Penawaran Umum Terbatas I PT Mobile-8 Telecom Tbk No. 92 tanggal 17 Desember 2010, yang keduanya dibuat di hadapan Linda Herawati, SH, Notaris di Jakarta akan melakukan pembelian Saham Seri B Baru yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Terbatas I ini, yang tidak seluruhnya diambil bagian oleh pemegang HMETD. v

8 Pemerintah : Pemerintah Negara Republik Indonesia. Penawaran Umum Terbatas I : Penawaran umum Saham Perseroan dengan menerbitkan HMETD sebagaimana didefinisikan dan ditentukan dalam UUPM dan peraturan-peraturan pelaksanaannya. Pernyataan Pendaftaran : Dokumen-dokumen yang wajib disampaikan kepada Bapepam dan LK oleh Perseroan dalam rangka Penawaran Umum Terbatas I sesuai dengan ketentuan-ketentuan UUPM. Perseroan : PT Mobile-8 Telecom Tbk, suatu perseroan terbatas yang didirikan dan dijalankan berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia serta berkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia. Prospektus : Prospektus yang diterbitkan oleh Perseroan dalam rangka Penawaran Umum Terbatas I ini. Rekening Efek : Rekening yang memuat catatan saham milik pemegang Saham yang diadministrasikan oleh KSEI atau pemegang rekening berdasarkan kontrak pembukaan Rekening Efek yang ditandatangani pemegang Saham. RUPS : Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan sebagaimana didefinisikan dalam UUPT dan diselenggarakan menurut ketentuan Anggaran Dasar Perseroan. RUPSLB : RUPS Luar Biasa. Rp atau Rupiah : Mata uang yang berlaku di Republik Indonesia. Saham atau Saham Biasa Atas : Saham biasa yang diterbitkan oleh Perseroan, yang terdiri Nama dari 2 (dua) seri yaitu Saham Seri A dengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah) setiap Saham Seri A dan Saham Seri B dengan nilai nominal Rp50,- (lima puluh Rupiah) setiap Saham Seri B, dimana sejumlah maksimum (sembilan puluh miliar enam ratus tujuh puluh satu juta delapan ratus tiga puluh tiga ribu lima ratus sembilan puluh) Saham Seri B dari portepel Perseroan dapat dilaksanakan berdasarkan HMETD dan Waran Seri II yang akan diterbitkan oleh Perseroan dalam Penawaran Umum Terbatas I. Seluruh Saham Perseroan dicatatkan di BEI, termasuk Saham Seri B yang akan dikeluarkan. Saham Seri B Baru : Sejumlah maksimum (sembilan puluh miliar enam ratus tujuh puluh satu juta delapan ratus tiga puluh tiga ribu lima ratus sembilan puluh) Saham Seri B Perseroan dengan nilai nominal Rp50,- (lima puluh Rupiah) setiap Saham Seri B yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Terbatas I dan dapat dilaksanakan berdasarkan HMETD dan Waran Seri II. SLI : Sambungan Langsung Internasional. SLJJ : Sambungan Langsung Jarak Jauh. vi

9 Smartel : PT Smart Telecom, suatu perseroan terbatas yang berkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia, dimana sebesar (dua ratus delapan belas juta empat puluh tiga ribu dua ratus empat puluh sembilan) saham seri A, masing-masing bernilai nominal Rp1.000,- (seribu Rupiah) setiap saham seri A; dan (empat puluh tiga miliar tiga puluh juta lima ratus empat puluh satu ribu lima ratus enam puluh enam) saham seri B, masing-masing bernilai nominal Rp30,- (tiga puluh Rupiah) setiap saham seri B; yang seluruhnya telah dikeluarkan oleh Smartel, akan dibeli oleh Perseroan. SMS : Short Message Service, yaitu sistem telekomunikasi selular yang memungkinkan pelanggan untuk mengirimkan dan menerima pesan berbentuk teks (baik angka maupun huruf). Tanggal Penjatahan : Tanggal di mana Perseroan akan melakukan penjatahan atas Saham Seri B yang dikeluarkan dalam Penawaran Umum Terbatas I, apabila terjadi kelebihan pemesanan. TDP : Tanda Daftar Perusahaan. USD atau Dolar Amerika Serikat : Mata uang yang berlaku di Amerika Serikat. UUPM : Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tanggal 10 November 1995 tentang Pasar Modal sebagaimana dimuat dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 64 Tahun 1995, Tambahan No beserta peraturan pelaksanaannya. UUPT : Undang-undang No. 40 Tahun 2007 tanggal 16 Agustus 2007 tentang Perseroan Terbatas yang dimuat dalam Lembaran Negara Republik Indonesia No. 106 Tahun 2007, Tambahan No beserta peraturan pelaksanaannya. VoIP atau ITKP : Voice over Internet Protocol atau Internet Teleponi untuk Keperluan Publik, yaitu layanan komunikasi antara suara berbasis internet. W-CDMA : Wideband Code Division Multiple Access, teknologi CDMA, dengan menggunakan spektrum lebar yang digunakan oleh European Telecommunication Standard Institute untuk sistem 3G yang dirancang untuk dapat dipergunakan di standar teknologi sebelumnya, yaitu GSM. vii

10 RINGKASAN Ringkasan di bawah ini dibuat atas dasar fakta fakta dan pertimbangan pertimbangan yang paling penting bagi Perseroan, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dan harus dibaca dalam kaitannya dengan keterangan yang lebih rinci dan laporan keuangan serta catatan catatan yang tercantum di dalam Prospektus ini. Semua informasi keuangan Perseroan disusun dalam mata uang Rupiah dan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. 1. Riwayat Singkat Perseroan didirikan dengan nama PT Mobile-8 Telecom berdasarkan akta No. 11 tanggal 2 Desember 2002 dari Imas Fatimah, SH, Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat keputusan No. C HT TH.2002 tanggal 16 Desember 2002, yang dimuat dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 3 Maret 2003 No. 18, Tambahan No ( Akta Pendirian ). Anggaran Dasar Perseroan sebagaimana dimuat dalam Akta Pendirian telah mengalami beberapa kali perubahan dengan perubahan terakhir dilakukan berdasarkan akta No. 54 tanggal 25 Oktober 2010 yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat keputusan No. AHU AH th2010 tanggal 3 November Terhitung sejak Penawaran Umum Perdana Perseroan pada tahun 2006 sampai dengan tanggal Prospektus ini diterbitkan, tidak terdapat perubahan kegiatan usaha Perseroan. Sesuai dengan ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan adalah melakukan kegiatan usaha dalam bidang telekomunikasi dengan ruang lingkup kegiatan usaha sebagai berikut : a. menawarkan jasa telekomunikasi di dalam wilayah Republik Indonesia; b. menyediakan berbagai produk multimedia dan jasa terkait lainnya termasuk tetapi tidak terbatas pada penjualan secara langsung maupun tidak langsung voice services, data/image dan jasa-jasa komersial mobile lainnya; c. membangun, menyewakan dan memiliki jaringan telekomunikasi tanpa kabel di frekuensi 800 MHz yang secara eksklusif berbasis teknologi CDMA khususnya teknologi CDMA2000 1X dan CDMA2000 1X EV-DO (jaringan); d. memperdagangkan barang-barang, perangkat-perangkat dan/atau produk-produk telekomunikasi, termasuk tetapi tidak terbatas pada impor atas barang-barang, perangkat-perangkat dan/atau produk-produk telekomunikasi tersebut; e. mendistribusikan dan menjual barang-barang, perangkat-perangkat dan/atau produk-produk telekomunikasi; f. menyediakan layanan purna jual atas penjualan barang-barang, perangkat-perangkat dan/atau produk-produk telekomunikasi. Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 8 Desember 2003 dan saat ini berdomisili di MNC Tower Lantai 18, Jl. Kebon Sirih Kav , Jakarta Ikhtisar Data Keuangan Tabel di bawah ini menggambarkan ikhtisar data keuangan penting Perseroan yang didasarkan atas laporan keuangan konsolidasi Perseroan untuk periode 8 (delapan) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Mulyamin Sensi Suryanto dimana pihak akuntan publik tidak menyatakan pendapat dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Mulyamin Sensi Suryanto dengan pendapat wajar tanpa pengecualian, untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja, Suhartono dengan pendapat wajar tanpa pengecualian, serta viii

11 untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio & Rekan dengan pendapat wajar tanpa pengecualianpada tanggal 31 Desember 2009 ecualia. Sedangkan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Osman Ramli Satrio & Rekan dengan pendapat wajar tanpa pengecualian. Neraca (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 31 Agustus 31 Desember * 2007* 2006* 2005* Total aset Total kewajiban Total ekuitas Laba Rugi (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 8 bulan 12 bulan * 2007* 2006* 2005* Pendapatan usaha** Beban usaha** Laba (rugi) bersih setelah hak minoritas** ( ) ( ) ( ) ( ) Keterangan: * disajikan kembali ** untuk periode 8 bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2010 dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2009, 2008, 2007, 2006 dan Penawaran Umum Terbatas I Perseroan dengan ini melakukan Penawaran Umum Terbatas I atas (tujuh puluh lima miliar enam ratus delapan puluh empat juta tujuh ratus lima puluh tiga ribu enam ratus lima puluh delapan) Saham Seri B dengan cara menerbitkan HMETD dan membagikannya kepada para pemegang Saham Seri A atau Saham Seri B Perseroan yang namanya tercatat dalam DPS Perseroan pada tanggal 3 Januari 2011 pukul WIB secara proporsional sesuai dengan kepemilikan saham dari masingmasing pemegang saham tersebut, dengan ketentuan bahwa setiap pemegang saham Perseroan yang memiliki 200 (dua ratus) Saham Seri A dengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah) setiap saham atau Saham Seri B dengan nilai nominal Rp50,- (lima puluh Rupiah) setiap saham akan memperoleh 353 (tiga ratus lima puluh tiga) HMETD, dimana 1 (satu) HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 (satu) Saham Seri B Baru yang dikeluarkan dari portepel Perseroan dengan Harga Pelaksanaan HMETD Rp50,- (lima puluh Rupiah) setiap saham, yang seluruhnya harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pembelian Saham Seri B Baru. Nilai Penawaran Umum Terbatas I adalah sebesar Rp ,- (tiga triliun tujuh ratus delapan puluh empat miliar dua ratus tiga puluh tujuh juta enam ratus delapan puluh dua ribu sembilan ratus Rupiah). Para pemegang saham Perseroan yang memiliki saham PT Smart Telecom dapat melakukan pelaksanaan HMETD miliknya dengan cara memberikan saham PT Smart Telecom miliknya kepada Perseroan sebagai pembayaran atas Saham Seri B baru yang dibelinya berdasarkan HMETD. Bersamaan dengan penerbitan HMETD, Perseroan juga menerbitkan Waran Seri II dengan ketentuan bahwa pada setiap 101 (seratus satu) Saham Seri B Baru yang dilaksanakan, melekat 20 (dua puluh) Waran Seri II yang diberikan secara cuma-cuma. Waran Seri II adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melakukan pembelian Saham Seri B Baru yang bernilai nominal Rp50,- (lima puluh Rupiah) setiap saham dengan Harga Pelaksanaan Waran Seri II sebesar Rp50,- (lima puluh Rupiah) setiap saham, yang dapat dilaksanakan mulai tanggal 14 Juli 2011 sampai dengan 5 Januari 2016 dimana setiap 1 (satu) Waran Seri II berhak membeli 1 (satu) Saham Seri B Baru pada Harga Pelaksanaan Waran Seri II. Pemegang Waran Seri II tidak mempunyai hak sebagai pemegang saham, termasuk hak atas dividen selama Waran Seri II tersebut belum dilaksanakan menjadi Saham Seri B Baru. Bila Waran Seri II tidak dilaksanakan sampai habis periode pelaksanaannya, maka Waran Seri II tersebut menjadi kadaluarsa, tidak bernilai dan tidak berlaku. ix

12 Saham Seri B Baru, baik yang dikeluarkan sebagai hasil pelaksanaan HMETD maupun hasil pelaksanaan Waran Seri II, seluruhnya adalah saham baru yang dikeluarkan dari portepel Perseroan dan akan dicatatkan di BEI serta akan memberikan kepada pemegangnya hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan Saham Seri A dan Saham Seri B dari Perseroan yang saat ini telah ditempatkan dan disetor penuh. Berdasarkan Akta Perjanjian Pembelian Sisa Saham Dalam Rangka Penawaran Umum Terbatas I PT Mobile-8 Telecom Tbk No. 23 tanggal 5 November 2010, dan Akta Addendum I Perjanjian Kesanggupan Pembelian Sisa Saham Dalam Rangka Penawaran Umum Terbatas I PT Mobile-8 Telecom Tbk No. 92 tanggal 17 Desember 2010, yang keduanya dibuat di hadapan Linda Herawati, SH, Notaris di Jakarta, apabila Saham Seri B yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Terbatas I ini tidak seluruhnya diambil bagian oleh pemegang HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang saham hasil pelaksanaan HMETD dan pemegang saham yang melakukan pemesanan lebih dari haknya secara proporsional berdasarkan hak yang telah dilaksanakan. Apabila setelah alokasi tersebut masih terdapat Saham Seri B yang tersisa dalam Penawaran Umum Terbatas I, maka PT Bali Media Telekomunikasi, PT Global Nusa Data, dan PT Wahana Inti Nusantara dengan kesanggupan penuh (full commitment) akan mengambil bagian dan membeli Saham Seri B yang masih tersisa dalam Penawaran Umum Terbatas I tersebut. Dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku, pembayaran bagian kesanggupan dari masing-masing pembeli siaga akan dilakukan dengan cara menukarkan bagian kesanggupan dengan saham-saham Smartel milik masing-masing pembeli siaga serta dengan dana tunai. Berikut ini adalah struktur permodalan Perseroan berdasarkan Akta No. 54 tanggal 25 Oktober 2010 dan proforma struktur permodalan setelah Penawaran Umum Terbatas I, namun sebelum pelaksanaan Waran Seri II, apabila seluruh pemegang saham Perseroan melaksanakan HMETD yang dimilikinya : Keterangan Sebelum Penawaran Umum Terbatas I Setelah Penawaran Umum Terbatas I Sebelum Pelaksanaan Waran Seri II Jumlah Saham Nilai Modal Disetor % Jumlah Saham Nilai Modal Disetor % Modal Dasar : Saham Seri A Saham Seri B Total Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : Saham Seri A (nilai nominal Rp100,- per saham) : Jerash Investment Ltd , ,4615 Henry Cratein Suryanaga , ,0004 Masyarakat dan lain-lain di bawah 5% , ,6053 Saham Seri B (nilai nominal Rp50,- per saham) : Jerash Investment Ltd ,6396 Henry Cratein Suryanaga ,0007 Corporate United Investments Ltd , ,7639 PT Etrading Securities , ,2774 Masyarakat dan lain-lain di bawah 5% , ,2512 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : Saham Seri A Saham Seri B Total Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Portepel : Saham Seri A Saham Seri B Total Modal dalam Portepel x

13 Berikut ini adalah proforma struktur permodalan Perseroan setelah dilakukannya Penawaran Umum Terbatas I dengan perbandingan sebelum dan sesudah pelaksanaan Waran Seri II, apabila seluruh pemegang saham Perseroan melaksanakan HMETD dan Waran Seri II miliknya : Keterangan Setelah Penawaran Umum Terbatas I Setelah Penawaran Umum Terbatas I Sebelum Pelaksanaan Waran Seri II Setelah Pelaksanaan Waran Seri II Jumlah Saham Nilai Modal Disetor % Jumlah Saham Nilai Modal Disetor % Modal Dasar : Saham Seri A Saham Seri B Total Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : Saham Seri A (nilai nominal Rp100,- per saham) : Jerash Investment Ltd , ,3637 Henry Cratein Suryanaga , ,0004 Masyarakat dan lain-lain di bawah 5% , ,3974 Saham Seri B (nilai nominal Rp50,- per saham) : Jerash Investment Ltd , ,2525 Henry Cratein Suryanaga , ,0008 Corporate United Investments Ltd , ,7639 PT Etrading Securities , ,2774 Masyarakat dan lain-lain di bawah 5% , ,5535 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : Saham Seri A Saham Seri B Total Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Portepel : Saham Seri A Saham Seri B Total Modal dalam Portepel Berikut ini adalah struktur permodalan Perseroan berdasarkan Akta No. 54 tanggal 25 Oktober 2010 dan proforma struktur permodalan setelah Penawaran Umum Terbatas I, namun sebelum pelaksanaan Waran Seri II, apabila seluruh pemegang saham Perseroan tidak melaksanakan HMETD yang dimilikinya, sehingga seluruh Saham Seri B yang ditawarkan diambilbagian oleh masing-masing Pembeli Siaga : Keterangan Sebelum Penawaran Umum Terbatas I Setelah Penawaran Umum Terbatas I Sebelum Pelaksanaan Waran Seri II Jumlah Saham Nilai Modal Disetor % Jumlah Saham Nilai Modal Disetor % Modal Dasar : Saham Seri A Saham Seri B Total Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : Saham Seri A (nilai nominal Rp100,- per saham) : Jerash Investment Ltd , ,4615 Henry Cratein Suryanaga , ,0004 Masyarakat dan lain-lain di bawah 5% , ,6053 Saham Seri B (nilai nominal Rp50,- per saham) : Corporate United Investments Ltd , ,5313 PT Etrading Securities , ,9936 Masyarakat dan lain-lain di bawah 5% , ,5743 PT Bali Media Telekomunikasi ,7784 PT Global Nusa Data ,9164 PT Wahana Inti Nusantara ,1389 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : Saham Seri A Saham Seri B Total Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Portepel : Saham Seri A Saham Seri B Total Modal dalam Portepel xi

14 Berikut ini adalah proforma struktur permodalan Perseroan setelah dilakukannya Penawaran Umum Terbatas I dengan perbandingan sebelum dan sesudah pelaksanaan Waran Seri II, apabila seluruh pemegang saham Perseroan tidak melaksanakan HMETD, sehingga seluruh Saham Seri B yang ditawarkan diambilbagian oleh masing-masing Pembeli Siaga dan para Pembeli Siaga melaksanakan Waran Seri II yang dimilikinya : Keterangan Setelah Penawaran Umum Terbatas I Setelah Penawaran Umum Terbatas I Sebelum Pelaksanaan Waran Seri II Setelah Pelaksanaan Waran Seri II Jumlah Saham Nilai Modal Disetor % Jumlah Saham Nilai Modal Disetor % Modal Dasar : Saham Seri A Saham Seri B Total Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : Saham Seri A (nilai nominal Rp100,- per saham) : Jerash Investment Ltd , ,8486 Henry Cratein Suryanaga , ,0004 Masyarakat dan lain-lain di bawah 5% , ,3030 Saham Seri B (nilai nominal Rp50,- per saham) : Corporate United Investments Ltd , ,1350 PT Etrading Securities , ,6577 Masyarakat dan lain-lain di bawah 5% , ,1632 PT Bali Media Telekomunikasi , ,9723 PT Global Nusa Data , ,2462 PT Wahana Inti Nusantara , ,6736 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : Saham Seri A Saham Seri B Total Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Portepel : Saham Seri A Saham Seri B Total Modal dalam Portepel Keterangan selengkapnya mengenai Penawaran Umum Terbatas I dapat dilihat pada Bab I Prospektus ini. 4. Risiko Usaha Setiap industri tidak terlepas dari berbagai risiko yang dapat mempengaruhi kegiatan operasional perusahaan dalam industri terkait, begitu pula halnya dengan Perseroan. Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan menghadapi risiko-risiko usaha antara lain sebagai berikut : Risiko yang berkaitan dengan kegiatan usaha Perseroan dan industri telekomunikasi selular - Perseroan menghadapi persaingan yang ketat dari operator telekomunikasi lainnya di Indonesia - Apabila PT Smart Telecom, sebagai calon perusahaan yang akan diambilalih oleh Perseroan, lalai memenuhi kewajiban pinjamannya, kelalaian mana menimbulkan hak bagi pemegang gadai untuk mengeksekusi gadai atas saham-saham PT Smart Telecom yang apabila dilaksanakannya, maka Perseroan akan kehilangan hak atas saham-saham PT Smart Telecom, namun di pihak lain Perseroan tetap mempunyai hak subrogasi terhadap PT Smart Telecom. - Perseroan mengalami arus kas negatif dan penurunan jumlah pelanggan dan karenanya Perseroan memerlukan sumber daya tambahan untuk mengembangkan kegiatan operasional dan kembali membukukan keuntungan - Perseroan mengalami arus kas negatif dan penurunan jumlah pelanggan dan karenanya Perseroan memerlukan sumber daya tambahan untuk mengembangkan kegiatan operasional dan kembali membukukan keuntungan - Perseroan telah gagal memenuhi syarat dan kondisi dalam perjanjian kredit yang ada saat ini dan menunda pembayaran pinjaman kepada para kreditur - Perseroan memiliki sejarah kerugian dan dapat mengalami kerugian lagi di masa depan - Perseroan akan tetap memiliki pinjaman yang substansial dan pinjaman tersebut dapat berakibat negatif terhadap kondisi keuangan Perseroan - Kegiatan usaha dan hasil operasi Perseroan bergantung dari permintaan produk CDMA secara nasional, yang mungkin dipengaruhi secara negatif oleh perubahan preferensi konsumen dan faktorfaktor lainnya xii

15 - Perseroan menghadapi kesulitan dalam mengembangkan jaringan CDMA di luar pulau Jawa, dan kegagalan pengembangan jaringan serta kegiatan usaha Perseroan dapat berdampak negatif terhadap arus kas, hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek usaha Perseroan - Perseroan bergerak dalam industri yang diatur ketat serta iklim hukum dan peraturan-peraturan serta kebijakan Pemerintah yang sedang dan sering mengalami pembaharuan. Pembaharuan dan perubahan peraturan-peraturan tersebut dapat memberikan dampak negatif terhadap kegiatan usaha, arus kas, hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek Perseroan. - Perseroan belum dapat mengintegrasikan, memasarkan atau mengembangkan produk FWA dan Perseroan tidak dapat memberikan jaminan waktu pelaksanaannya - Data operasional Perseroan mungkin tidak dapat dibandingkan dengan data operasional dari operator telekomunikasi selular lainnya - Perseroan mungkin tidak berhasil memperluas dan/atau meluncurkan produk dan jasa yang sudah ada atau baru ke pasar yang baru - Harga dan pilihan yang terbatas dari telepon selular CDMA dapat secara signifikan melemahkan kemampuan Perseroan untuk menarik pelanggan baru - Kegagalan Perseroan dalam meresponi perubahan teknologi secara cepat dapat berdampak negatif terhadap kegiatan usaha, arus kas, hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek usaha Perseroan - Pembangunan infrastruktur jaringan atau provision of our wireless services tidak dapat dijamin - Perseroan mengeluarkan belanja modal yang signifikan dalam kegiatan usahanya dan Perseroan mungkin tidak bisa mendapatkan sumber pendanaan eksternal untuk mendanai rencana belanja modal tersebut - Perseroan mungkin telah menyebabkan kegagalan atau telah gagal berdasarkan kontrak dan perjanjian Perseroan dengan pihak ketiga - Fluktuasi nilai tukar Rupiah dapat berpengaruh secara negatif dan material terhadap kondisi kegiatan usaha dan keuangan Perseroan - Kemampuan Perseroan untuk memperoleh pendanaan yang cukup dalam industri dimana Perseroan beroperasi sangat tergantung pada situasi bisnis dan ekonomi di Indonesia dan secara global - Pertumbuhan bisnis telepon selular Perseroan dapat dipengaruhi secara negatif oleh hambatan ketersediaan pita lebar dan kepadatan jaringan telekomunikasi telepon selular - Perseroan merupakan satu di antara enam operator telekomunikasi Indonesia yang bertanggung jawab atas penetapan harga SMS - Apabila Perseroan tidak dapat menambah dan mempertahankan pelanggan, kinerja keuangan Perseroan dapat terkena dampak negatif - Jumlah pelanggan Perseroan kemungkinan dapat meningkat tanpa adanya peningkatan pendapatan, meskipun Perseroan telah mengeluarkan dana yang signifikan untuk meningkatkan jumlah pelanggannya - Perseroan menyewa lahan untuk beberapa BTS Perseroan dan kemungkinan tidak mampu mempertahankan penyewaan tersebut - Kegagalan dalam kelangsungan operasi jaringan Perseroan, sistem-sistem utama tertentu, atau titik interkoneksi ( gateway ) ke jaringan penyelenggara lainnya dapat berdampak negatif terhadap kegiatan usaha Perseroan - Pemerintah, sebagai pemegang saham mayoritas Telkom dan pemegang saham Indosat, dapat mengimplementasikan kebijakan yang menguntungkan Telkom dan Indosat - Ketergantungan pada staf manajemen - Jika Perseroan tidak mampu merekrut, melatih, mempertahankan dan memotivasi tenaga terlatih, kegiatan usaha Perseroan dapat terkena dampak dampak negatif dan material - Keperdulian atas dampak kesehatan dari peralatan nirkabel dapat menyebabkan turunnya permintaan atas jasa pelayanan Perseroan - Penyisihan untuk piutang ragu-ragu diperkirakan akan meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah pelanggan pascabayar - Kemampuan Perseroan dalam menjaga dan mengembangkan jaringan telepon selular atau menjalankan kegiatan usahanya dapat dipengaruhi oleh gangguan pasokan dan layanan dari supplier utama dan penghentian sewa area BTS - Perseroan mungkin tidak dapat mengatur secara berhasil risiko pertukaran mata uang asing - Polis asuransi Perseroan mungkin tidak cukup untuk menutupi kerugian xiii

16 - Perseroan mungkin tidak mampu menyelesaikan kerjasama usaha yang diusulkan dengan PT Smart Telecom secara tepat waktu atau keseluruhan, dan jika Perseroan tidak mampu menyelesaikan kerjasama usaha tersebut, bagian dari laporan keuangan proforma dalam Prospektus ini tidak diaplikasikan - Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding MOU) mengenai usulan kerjasama usaha dengan PT Smart Telecom tidak mengikat Perseroan atau PT Smart Telecom, dan pelaksanaan kerjasama usaha akan bergantung pada persetujuan dari Perseroan dan PT Smart Telecom, termasuk syarat dan kondisi lainnya, dan Perseroan tidak dapat memastikan bahwa kerjasama usaha atau transaksi lainnya akan terjadi - Jika kerjasama usaha dengan PT Smart Telecom berhasil dilaksanakan, para pemegang saham PT Smart Telecom dapat memegang saham Perseroan dalam jumlah yang besar, dan kepentingan dari pemegang saham tersebut dapat berbeda - Perseroan kemungkinan tidak memperoleh seluruh manfaat dari usulan kerjasama usaha dengan PT Smart Telecom atau potensi kerjasama usaha lainnya di masa mendatang. - Ketidakpastian peraturan dan/atau kebijakan Pemerintah dalam industri telekomunikasi. Risiko berkaitan dengan Indonesia - Peristiwa politik dan sosial di Indonesia dapat berdampak negatif terhadap kegiatan usaha di Indonesia - Indonesia terletak di lokasi gempa bumi dan merupakan wilayah yang rentan terhadap risiko geologis yang dapat mengarah pada kerusuhan sosial dan kerugian ekonomi - Wabah flu burung, virus H1N1 atau penyakit infeksi lainnya dapat berpengaruh secara negatif terhadap kegiatan usaha, arus kas, hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek usaha Perseroan - Aktivitas terorisme di Indonesia dapat memperburuk stabilitas di Indonesia, yang berdampak negatif dan material terhadap kegiatan usaha Perseroan - Aktivitas dan konflik buruh dapat berdampak negatif terhadap Perseroan dan pelanggan Perseroan secara umum, yang selanjutnya mempengaruhi kegiatan usaha, arus kas, hasil operasi, kondisi keuangan, dan prospek usaha Perseroan - Otonomi daerah dapat berpengaruh secara negatif terhadap kegiatan usaha Perseroan melalui pengenaan pembatasan, pajak, dan restribusi lokal - Indonesia bergantung pada pendanaan dari kreditur multinasional dan ketidakmampuan dalam mendapatkan pendanaan akan memiliki konsekuensi yang merugikan bagi Indonesia dan Perseroan - Peningkatan tingkat gaji dapat merugikan kegiatan usaha Perseroan - Perbedaan standar akuntansi pada perusahaan di Indonesia berbeda dari Amerika Serikat, negaranegara di Uni Eropa dan yurisdiksi lainnya - Penurunan peringkat hutang negara Indonesia atau perusahaan-perusahaan di Indonesia dapat berpengaruh secara merugikan kepada Perseroan - Peraturan dan ketentuan di bidang pasar modal pada umumnya saat ini dapat membatasi kemampuan Perseroan menerbitkan tambahan efek bersifat hutang - Laporan penilaian dapat tidak akurat dan lengkap sehingga tidak dapat dinilai. 5. Kebijakan Dividen Seluruh saham Perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh, termasuk Saham Seri B Baru yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Terbatas I ini, mempunyai hak yang sama dan sederajat termasuk hak atas pembagian dividen. Dengan tidak mengabaikan tingkat kesehatan keuangan Perseroan, tingkat kecukupan modal dan arus kas dalam rangka mencapai tingkat pertumbuhan yang optimal di masa yang akan datang dan dengan memperhatikan keharusan Perseroan membentuk dana cadangan, manajemen Perseroan merencanakan untuk mengusulkan pembagian dividen hanya secara kas atau dalam bentuk tunai kepada pemegang saham yang namanya tercantum dalam DPS sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun dengan jumlah sekurang-kurangnya 20% (dua puluh persen) dari laba bersih yang ditentukan penggunaannya setelah laba bersih dikurangi cadangan umum dan cadangan lainnya (jika ada), kecuali ditentukan lain oleh RUPS terhitung sejak Perseroan membukukan saldo laba positif. Hingga saat ini, Perseroan belum pernah membagikan dividen. xiv

17 6. Rencana Penggunaan Dana Dana hasil dari Penawaran Umum Terbatas I setelah dikurangi biaya-biaya yang berhubungan dengan Penawaran Umum Terbatas I akan digunakan : 1. Sekitar 99,9% atau sebesar Rp ,- untuk melakukan pembelian (dua ratus delapan belas juta empat puluh tiga ribu dua ratus empat puluh sembilan) saham seri A, masing-masing bernilai nominal Rp1.000,- (seribu Rupiah) setiap saham seri A; dan (empat puluh tiga miliar tiga puluh juta lima ratus empat puluh satu ribu lima ratus enam puluh enam) saham seri B, masing-masing bernilai nominal Rp30,- (tiga puluh Rupiah) setiap saham seri B; yang seluruhnya telah dikeluarkan oleh PT Smart Telecom. 2. Sekitar 0,1% akan digunakan sebagai modal kerja Perseroan, yaitu antara lain pembayaran untuk pembelian handset, gaji pegawai, biaya iklan dan promosi, biaya operasi jaringan, dan lain-lain. Dana yang diperoleh Perseroan dari hasil pelaksanaan Waran Seri II seluruhnya akan digunakan sebagai modal kerja Perseroan, yaitu antara lain pembayaran untuk pembelian handset, gaji pegawai, biaya iklan dan promosi, biaya operasi jaringan, dan lain-lain. Seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Saham Perdana Tahun 2006 dan Penawaran Obligasi I Mobile-8 Telecom Tahun 2007 Dengan Tingkat Bunga Tetap telah digunakan sesuai rencana penggunaan dana dalam Prospektus Penawaran Umum Saham Perdana yang diterbitkan pada tanggal 21 November 2006 dan Prospektus Penawaran Obligasi I Mobile-8 Telecom Tahun 2007 Dengan Tingkat Bunga Tetap yang diterbitkan pada tanggal 6 Maret Rincian mengenai rencana penggunaan dana dari hasil Penawaran Umum Terbatas I dapat dilihat pada Bab II Prospektus ini. 7. Keterangan Mengenai Penawaran Umum Yang Telah Dilakukan Berikut ini keterangan mengenai penawaran umum yang telah dilakukan oleh Perseroan dan Anak Perusahaan : a. Sehubungan dengan perjanjian fasilitas pinjaman pada tanggal 20 September 2006, Perseroan dan Lehman Brothers Opportunity Ltd. ( LBOL ) mengadakan perjanjian waran yang kemudian diubah dengan perjanjian waran tanggal 29 November 2006, dimana Perseroan menerbitkan waran kepada LBOL dengan memberikan hak untuk memesan saham sebanyak saham dengan nilai nominal Rp100,- per saham dan harga pelaksanaan Rp225,- per saham. Dana yang diperoleh dari pelaksanaan waran digunakan untuk membayar pinjaman kepada LCPI. b. Pada tanggal 15 November 2006, Perseroan memperoleh surat pernyataan Efektif dari Ketua Bapepam dan LK No. S-2777/BL/2006 untuk melakukan penawaran umum saham perdana sejumlah saham kepada Masyarakat dengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah) setiap saham dan harga penawaran sebesar Rp225,- (dua ratus dua puluh lima Rupiah) setiap saham. Pada tanggal 29 November 2006, seluruh saham tersebut telah dicatatkan di BEI. c. Pada tanggal 2 Maret 2007, Perseroan memperoleh surat pernyataan Efektif dari Ketua Bapepam dan LK No. S-980/BL/2007 untuk melakukan penawaran umum Obligasi I Mobile-8 Telecom Tahun 2007 Dengan Tingkat Bunga Tetap, dengan nilai nominal maksimum sebesar Rp675 miliar pada tingkat bunga tetap 12,375% per tahun yang jatuh tempo pada tanggal 15 Maret Pada tanggal 16 Maret 2007, obligasi tersebut tercatat di BEI. d. Pada tanggal 15 Agustus 2007, Mobile-8 B.V. menerbitkan Guaranteed Senior Notes sejumlah USD100 juta dengan tingkat bunga 11,25% per tahun dan jatuh tempo pada tanggal 1 Maret Surat hutang tersebut dicatatkan di Bursa Efek Singapura. xv

18 Halaman ini sengaja dikosongkan xvi

19 I. PENAWARAN UMUM TERBATAS I 1. Penerbitan HMETD Perseroan dengan ini melakukan Penawaran Umum Terbatas I atas (tujuh puluh lima miliar enam ratus delapan puluh empat juta tujuh ratus lima puluh tiga ribu enam ratus lima puluh delapan) Saham Seri B dengan cara menerbitkan HMETD dan membagikannya kepada para pemegang Saham Seri A atau Saham Seri B Perseroan yang namanya tercatat dalam DPS Perseroan pada tanggal 3 Januari 2011 pukul WIB, secara proporsional sesuai dengan kepemilikan saham dari masing-masing pemegang saham tersebut, dengan ketentuan bahwa setiap pemegang saham Perseroan yang memiliki 200 (dua ratus) Saham Seri A dengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah) setiap saham atau Saham Seri B dengan nilai nominal Rp50,- (lima puluh Rupiah) setiap saham akan memperoleh 353 (tiga ratus lima puluh tiga) HMETD, dimana 1 (satu) HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 (satu) Saham Seri B Baru yang dikeluarkan dari portepel Perseroan dengan Harga Pelaksanaan HMETD Rp50,- (lima puluh Rupiah) setiap saham, yang seluruhnya harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pembelian Saham Seri B Baru. Nilai Penawaran Umum Terbatas I adalah sebesar Rp ,- (tiga triliun tujuh ratus delapan puluh empat miliar dua ratus tiga puluh tujuh juta enam ratus delapan puluh dua ribu sembilan ratus Rupiah). Para pemegang saham Perseroan yang memiliki saham PT Smart Telecom dapat melakukan pelaksanaan HMETD miliknya dengan cara memberikan saham PT Smart Telecom miliknya kepada Perseroan sebagai pembayaran atas Saham Seri B baru yang dibelinya berdasarkan HMETD. Bersamaan dengan penerbitan HMETD, Perseroan juga menerbitkan Waran Seri II dengan ketentuan bahwa pada setiap 101 (seratus satu) Saham Seri B Baru yang dilaksanakan, melekat 20 (dua puluh) Waran Seri II. Waran Seri II diberikan secara cuma-cuma. Waran Seri II adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melakukan pembelian Saham Seri B Baru yang bernilai nominal Rp50,- (lima puluh Rupiah) setiap saham dengan Harga Pelaksanaan Waran Seri II sebesar Rp50,- (lima puluh Rupiah) setiap saham, yang dapat dilaksanakan mulai tanggal 14 Juli 2011 sampai dengan 5 Januari 2016 dimana setiap 1 (satu) Waran Seri II berhak membeli 1 (satu) Saham Seri B Baru pada Harga Pelaksanaan Waran Seri II. Pemegang Waran Seri II tidak mempunyai hak sebagai pemegang saham, termasuk hak atas dividen selama Waran Seri II tersebut belum dilaksanakan menjadi Saham Seri B Baru. Bila Waran Seri II tidak dilaksanakan sampai habis periode pelaksanaannya, maka Waran Seri II tersebut menjadi kadaluarsa, tidak bernilai dan tidak berlaku. Masa pelaksanaan Waran Seri II tidak dapat diperpanjang. Nilai Waran Seri II seluruhnya adalah sejumlah Rp ,- (tujuh ratus empat puluh sembilan miliar tiga ratus lima puluh tiga juta sembilan ratus sembilan puluh enam ribu enam ratus Rupiah). Jumlah Waran Seri II yang dikeluarkan adalah sebesar (empat belas miliar sembilan ratus delapan puluh tujuh juta tujuh puluh sembilan ribu sembilan ratus tiga puluh dua) Waran Seri II. Persentase dari jumlah Waran Seri II yang akan diterbitkan oleh Perseroan adalah sebesar 35% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan pada saat Pernyataan Pendaftaran disampaikan kepada Bapepam dan LK. Waran Seri I telah berakhir masa berlakunya pada tahun Saham Seri B Baru, baik yang dikeluarkan sebagai hasil pelaksanaan HMETD maupun hasil pelaksanaan Waran Seri II, seluruhnya adalah saham baru yang dikeluarkan dari portepel Perseroan dan akan dicatatkan di BEI serta akan memberikan kepada pemegangnya hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan Saham Seri A dan Saham Seri B dari Perseroan yang saat ini telah ditempatkan dan disetor penuh. PT Mobile-8 Telecom Tbk Kegiatan Usaha : Penyelenggara Jasa dan Jaringan Telekomunikasi Kantor Pusat : MNC Tower Lantai 18 Jalan Kebon Sirih Kavling 17-19, Jakarta Telepon : (021) , Faksimili : (021) RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN ADALAH RISIKO PERSAINGAN USAHA. SELAIN ITU, PERSEROAN JUGA MENGHADAPI RISIKO APABILA PT SMART TELECOM, SEBAGAI CALON PERUSAHAAN YANG AKAN DIAMBILALIH OLEH PERSEROAN, LALAI MEMENUHI KEWAJIBAN PINJAMANNYA, KELALAIAN MANA MENIMBULKAN HAK BAGI PEMEGANG GADAI UNTUK MENGEKSEKUSI GADAI ATAS SAHAM-SAHAM PT SMART TELECOM, YANG APABILA DILAKSANAKANNYA MAKA PERSEROAN AKAN KEHILANGAN HAK ATAS SAHAM-SAHAM PT SMART TELECOM, NAMUN DI PIHAK LAIN PERSEROAN TETAP MEMPUNYAI HAK SUBROGASI TERHADAP PT SMART TELECOM. RISIKO USAHA PERSEROAN SELENGKAPNYA DICANTUMKAN PADA BAB VI DALAM PROSPEKTUS. 1

20 Perseroan didirikan berdasarkan akta No. 11 tanggal 2 Desember 2002 dari Imas Fatimah, SH, Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat keputusan No. C HT TH.2002 tanggal 16 Desember 2002, yang dimuat dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 3 Maret 2003 No. 18, Tambahan No Anggaran Dasar Perseroan sebagaimana dimuat dalam Akta Pendirian telah mengalami beberapa kali perubahan dengan perubahan terakhir dilakukan berdasarkan akta No. 54 tanggal 25 Oktober 2010 yang dibuat di hadapan Linda Herawati, SH, Notaris di Jakarta dan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan surat keputusan No. AHU AH th2010 tanggal 3 November Struktur permodalan dan susunan pemegang saham serta komposisi kepemilikan saham dalam Perseroan berdasarkan Akta No. 54 tanggal 25 Oktober 2010 adalah sebagai berikut : Keterangan Jumlah Saham Nilai (Rp) Persentase Modal Dasar : Saham Seri A Saham Seri B Total Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : Saham Seri A (nilai nominal Rp100,- per saham) : Jerash Investment Ltd ,101 Henry Cratein Suryanaga ,001 Masyarakat dan lain-lain di bawah 5% ,089 Saham Seri B (nilai nominal Rp50,- per saham) : Corporate United Investments Ltd ,764 PT Etrading Securities ,277 Masyarakat dan lain-lain di bawah 5% ,768 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : Saham Seri A Saham Seri B Total Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Portepel : Saham Seri A - - Saham Seri B Total Modal dalam Portepel Kesanggupan Pembeli Siaga Berdasarkan Akta Perjanjian Kesanggupan Pembelian Sisa Saham Dalam Rangka Penawaran Umum Terbatas I PT Mobile-8 Telecom Tbk No. 23 tanggal 5 November 2010, dan Akta Addendum I Perjanjian Kesanggupan Pembelian Sisa Saham Dalam Rangka Penawaran Umum Terbatas I PT Mobile-8 Telecom Tbk No. 92 tanggal 17 Desember 2010, yang keduanya dibuat di hadapan Linda Herawati, SH, Notaris di Jakarta, apabila Saham Seri B yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Terbatas I ini tidak seluruhnya diambil bagian oleh pemegang HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang saham hasil pelaksanaan HMETD dan pemegang saham yang melakukan pemesanan lebih dari haknya secara proporsional berdasarkan hak yang telah dilaksanakan. Apabila setelah alokasi tersebut masih terdapat Saham Seri B yang tersisa dalam Penawaran Umum Terbatas I, maka PT Bali Media Telekomunikasi, PT Global Nusa Data, dan PT Wahana Inti Nusantara dengan kesanggupan penuh (full commitment) akan mengambil bagian dan membeli Saham Seri B yang masih tersisa dalam Penawaran Umum Terbatas I tersebut, dengan porsi sebagai berikut : Pembeli Siaga Jumlah Saham Persentase PT Bali Media Telekomunikasi ,4 PT Global Nusa Data ,8 PT Wahana Inti Nusantara ,8 Total ,0 Dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku, pembayaran bagian kesanggupan dari masing-masing pembeli siaga akan dilakukan dengan cara menukarkan bagian kesanggupan dengan saham-saham Smartel milik masing-masing pembeli siaga serta dengan dana tunai. Keterangan lebih rinci mengenai Pembeli Siaga dapat dilihat pada Bab XIV mengenai Pihak Yang Bertindak Sebagai Pembeli Siaga. 2

21 3. Proforma Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Berikut ini proforma struktur permodalan dan pemegang saham setelah Penawaran Umum Terbatas I Perseroan jika diasumsikan seluruh pemegang saham yang namanya tercatat dalam DPS Perseroan pada tanggal 3 Januari 2011 pukul WIB melaksanakan haknya : Keterangan Jumlah Saham Nilai (Rp) Persentase Modal Dasar : Saham Seri A Saham Seri B Total Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : Saham Seri A (nilai nominal Rp100,- per saham) : Jerash Investment Ltd ,4615 Henry Cratein Suryanaga ,0004 Masyarakat dan lain-lain di bawah 5% ,6053 Saham Seri B (nilai nominal Rp50,- per saham) : Jerash Investment Ltd ,6396 Henry Cratein Suryanaga ,0007 Corporate United Investments Ltd ,7639 PT Etrading Securities ,2774 Masyarakat dan lain-lain di bawah 5% ,2512 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : Saham Seri A Saham Seri B Total Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Portepel : Saham Seri A - - Saham Seri B Total Modal dalam Portepel Berikut ini proforma struktur permodalan dan pemegang saham setelah Penawaran Umum Terbatas I Perseroan jika diasumsikan seluruh pemegang saham yang namanya tercatat dalam DPS Perseroan pada tanggal 3 Januari 2011 pukul WIB melaksanakan HMETD dan Waran Seri II miliknya : Keterangan Jumlah Saham Nilai (Rp) Persentase Modal Dasar : Saham Seri A Saham Seri B Total Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : Saham Seri A (nilai nominal Rp100,- per saham) : Jerash Investment Ltd ,3637 Henry Cratein Suryanaga ,0004 Masyarakat dan lain-lain di bawah 5% ,3974 Saham Seri B (nilai nominal Rp50,- per saham) : Jerash Investment Ltd ,2525 Henry Cratein Suryanaga ,0008 Corporate United Investments Ltd ,7639 PT Etrading Securities ,2774 Masyarakat dan lain-lain di bawah 5% ,5535 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : Saham Seri A Saham Seri B Total Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Portepel : Saham Seri A - - Saham Seri B Total Modal dalam Portepel

22 Berikut ini proforma struktur permodalan dan pemegang saham setelah Penawaran Umum Terbatas I Perseroan jika diasumsikan seluruh pemegang saham yang namanya tercatat dalam DPS Perseroan pada tanggal 3 Januari 2011 pukul WIB tidak melaksanakan haknya dan seluruhnya dibeli oleh Pembeli Siaga : Keterangan Jumlah Saham Nilai (Rp) Persentase Modal Dasar : Saham Seri A Saham Seri B Total Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : Saham Seri A (nilai nominal Rp100,- per saham) : Jerash Investment Ltd ,4615 Henry Cratein Suryanaga ,0004 Masyarakat dan lain-lain di bawah 5% ,6053 Saham Seri B (nilai nominal Rp50,- per saham) : Corporate United Investments Ltd ,5313 PT Etrading Securities ,9936 Masyarakat dan lain-lain di bawah 5% ,5743 PT Bali Media Telecom (Pembeli Siaga) ,7784 PT Global Nusa Data (Pembeli Siaga) ,9164 PT Wahana Inti Nusantara (Pembeli Siaga) ,1389 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : Saham Seri A Saham Seri B Total Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Portepel : Saham Seri A - - Saham Seri B Total Modal dalam Portepel Berikut ini proforma struktur permodalan dan pemegang saham setelah Penawaran Umum Terbatas I Perseroan jika diasumsikan seluruh pemegang saham yang namanya tercatat dalam DPS Perseroan pada tanggal 3 Januari 2011 pukul WIB tidak melaksanakan haknya sehingga seluruh saham dibeli oleh Pembeli Siaga dan seluruh Waran Seri II telah dilaksanakan : Keterangan Jumlah Saham Nilai (Rp) Persentase Modal Dasar : Saham Seri A Saham Seri B Total Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : Saham Seri A : Jerash Investment Ltd ,8486 Henry Cratein Suryanaga ,0004 Masyarakat dan lain-lain di bawah 5% ,3030 Saham Seri B : Corporate United Investments Ltd ,1350 PT Etrading Securities ,6577 Masyarakat dan lain-lain di bawah 5% ,1632 PT Bali Media Telecom ,9723 PT Global Nusa Data ,2462 PT Wahana Inti Nusantara ,6736 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : Saham Seri A Saham Seri B Total Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Portepel : Saham Seri A - - Saham Seri B Total Modal dalam Portepel

23 Setelah seluruh saham yang berasal dari pelaksanaan HMETD dalam rangka Penawaran Umum Terbatas I menjadi saham tercatat di Bursa seluruhnya, maka seluruh saham Perseroan yang tercatat di Bursa akan menjadi sebanyak-banyaknya (seratus tiga puluh tiga miliar lima ratus lima puluh dua juta tujuh ratus tiga belas ribu delapan ratus lima puluh) saham, yang terdiri dari : a (dua puluh miliar dua ratus tiga puluh lima juta delapan ratus tujuh puluh dua ribu empat ratus dua puluh tujuh) Saham Seri A yang telah ditempatkan dan disetor penuh; b (dua puluh dua miliar enam ratus empat puluh lima juta tujuh ribu delapan ratus tiga puluh tiga) Saham Seri B yang telah ditempatkan dan disetor penuh; c (tujuh puluh lima miliar enam ratus delapan puluh empat juta tujuh ratus lima puluh tiga ribu enam ratus lima puluh delapan) Saham Seri B Baru yang telah ditempatkan dan disetor penuh, yang berasal dari pelaksanaan HMETD; d (empat belas miliar sembilan ratus delapan puluh tujuh juta tujuh puluh sembilan ribu sembilan ratus tiga puluh dua) Saham Seri B Baru yang telah ditempatkan dan disetor penuh, yang berasal dari pelaksanaan Waran Seri II. Perseroan tidak bermaksud untuk mengeluarkan atau mencatatkan saham lain dan/atau efek lain yang dapat dikonversi menjadi saham dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal Penawaran Umum Terbatas I ini menjadi Efektif kecuali untuk pelaksanaan Waran Seri II, Obligasi Wajib Konversi I dan Opsi Obligasi Wajib Konversi. Apabila di kemudian hari Perseroan bermaksud melakukan hal tersebut, maka Perseroan akan mengikuti semua ketentuan dan/atau peraturan yang berlaku. 5

24 II. RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM TERBATAS I Dana hasil dari Penawaran Umum Terbatas I setelah dikurangi biaya-biaya yang berhubungan dengan Penawaran Umum Terbatas I akan digunakan : 1. Sekitar 99,9% atau sebesar Rp ,- untuk melakukan pembelian (dua ratus delapan belas juta empat puluh tiga ribu dua ratus empat puluh sembilan), masing-masing bernilai nominal Rp1.000,- (seribu Rupiah) setiap saham seri A; dan (empat puluh tiga miliar tiga puluh juta lima ratus empat puluh satu ribu lima ratus enam puluh enam) saham seri B, masing-masing bernilai nominal Rp30,- (tiga puluh Rupiah) setiap saham seri B; yang seluruhnya telah dikeluarkan oleh PT Smart Telecom. 2. Sekitar 0,1% akan digunakan sebagai modal kerja Perseroan, yaitu antara lain pembayaran untuk pembelian handset, gaji pegawai, biaya iklan dan promosi, biaya operasi jaringan, dan lain-lain. Dana yang diperoleh Perseroan dari hasil pelaksanaan Waran Seri II seluruhnya akan digunakan sebagai modal kerja Perseroan, yaitu antara lain pembayaran untuk pembelian handset, gaji pegawai, biaya iklan dan promosi, biaya operasi jaringan, dan lain-lain. Keterangan lebih lanjut mengenai rencana transaksi pembelian saham PT Smart Telecom dapat dilihat pada Bab III tentang Keterangan Mengenai Transaksi Material. Sesuai dengan surat edaran yang diterbitkan oleh Bapepam dan LK No. SE-05/BL/2006 tanggal 29 September 2006 tentang Keterbukaan Informasi Mengenai Biaya yang Dikeluarkan Dalam Rangka Penawaran Umum, perkiraan total biaya yang dikeluarkan oleh Perseroan adalah sebesar 0,171% dari total dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Terbatas I ini, yang meliputi : - Biaya penasehat keuangan : 0,055% - Biaya jasa profesi dan lembaga penunjang pasar modal : 0,079%, yang terdiri dari: i. Biaya jasa Konsultan Hukum : 0,035% ii. Biaya jasa Akuntan Publik : 0,015% iii. Biaya jasa Penilai : 0,024% iv. Biaya jasa BAE : 0,001% v. Biaya jasa Notaris : 0,004% - Biaya lain-lain antara lain percetakan, iklan, pencatatan saham, pelaksanaan RUPS, dokumentasi : 0,037%. Seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Saham Perdana Tahun 2006 dan Penawaran Obligasi I Mobile-8 Telecom Tahun 2007 Dengan Tingkat Bunga Tetap telah digunakan sesuai rencana penggunaan dana dalam Prospektus Penawaran Umum Saham Perdana yang diterbitkan pada tanggal 21 November 2006 dan Prospektus Penawaran Obligasi I Mobile-8 Telecom Tahun 2007 Dengan Tingkat Bunga Tetap yang diterbitkan pada tanggal 6 Maret Perseroan akan melaporkan realisasi perubahan penggunaan dana hasil Penawaran Umum Terbatas I secara periodik kepada para pemegang saham dalam RUPS dan kepada Bapepam dan LK sesuai dengan Peraturan Bapepam No. X.K.4 tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum (Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-27/PM/2004 tanggal 17 Juli 2003). Selain itu, penggunaan dana hasil Penawaran Umum Terbatas I juga akan diumumkan sesuai dengan Peraturan Bapepam No. X.K.1. Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-86/PM/1996 tanggal 24 Januari 1996 tentang Keterbukaan Informasi Yang Harus Segera Diumumkan Kepada Publik. 6

25 Apabila di kemudian hari Perseroan mengubah penggunaan dana hasil dari Penawaran Umum Terbatas I menjadi tidak seperti yang diungkapkan dalam Prospektus ini, maka Perseroan akan terlebih dahulu melaporkan rencana tersebut kepada Bapepam dan LK dengan mengemukakan alasan beserta pertimbangannya dan meminta persetujuan dari para pemegang saham Perseroan dalam RUPS. Setiap penggunaan dana hasil Penawaran Umum Terbatas I akan mengikuti seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Pasar Modal. 7

26 III. KETERANGAN MENGENAI TRANSAKSI MATERIAL 1. Transaksi Pembelian PT Smart Telecom ( Smartel ) 1.1. Latar Belakang, Tujuan dan Manfaat Pelaksanaan Transaksi Perseroan berencana untuk menggunakan dana hasil Penawaran Umum Terbatas I ini untuk melakukan pembelian atas (dua ratus delapan belas juta empat puluh tiga ribu dua ratus empat puluh sembilan) saham seri A, masing-masing bernilai nominal Rp1.000,- (seribu Rupiah) setiap saham seri A; dan (empat puluh tiga miliar tiga puluh juta lima ratus empat puluh satu ribu lima ratus enam puluh enam) saham seri B, masing-masing bernilai nominal Rp30,- (tiga puluh Rupiah) setiap saham seri B; yang seluruhnya telah dikeluarkan oleh PT Smart Telecom, dengan rincian sebanyak saham seri A dan saham seri B dimiliki oleh PT Bali Media Telekomunikasi, sebanyak saham seri B dimiliki oleh PT Global Nusa Data serta sebanyak saham seri A dan saham seri B dimiliki oleh PT Wahana Inti Nusantara. Pembelian saham-saham tersebut merupakan langkah strategis Perseroan di dalam mengembangkan usahanya di sektor telekomunikasi. Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan telah menandatangani Akta Pengikatan Jual Beli Saham PT Smart Telecom No. 19 tanggal 5 November 2010 yang dibuat di hadapan Linda Herawati, SH, Notaris di Jakarta dengan PT Bali Media Telekomunikasi, PT Global Nusa Data dan PT Wahana Inti Nusantara. Berdasarkan perjanjian tersebut, dinyatakan bahwa nilai jual beli secara keseluruhan adalah sebesar Rp ,-, sehingga rata-rata harga setiap saham Smartel adalah sebesar Rp87,3. Saham-saham tersebut saat ini sedang digadaikan kepada pihak ketiga dan akan dialihkan dalam keadaan digadaikan dengan persetujuan dari pemegang gadai Latar Belakang Sejak akhir tahun 2007, pertumbuhan usaha Perseroan telah mengalami berbagai kendala di antaranya kendala dalam hal roll out telecommunication network/pengembangan jaringan telekomunikasi akibat keterlambatan instalasi oleh vendor sehingga sejak tahun 2008, Perseroan tidak siap menghadapi persaingan yang sangat ketat bahkan perang tarif di antara operator-operator CDMA dan GSM. Oleh karenanya, Perseroan juga mengalami pertumbuhan yang negatif disertai dengan kerugian yang signifikan. Selama 8 (delapan) bulan tahun 2010, Perseroan mengalami kerugian bersih sebesar Rp964,9 miliar akibat tingginya beban operasional dan beban bunga. Perseroan terus mengalami arus kas negatif selama periode tersebut tahun Perseroan dapat bertahan di tahun 2010 terutama karena adanya pinjaman jangka pendek sebesar Rp646 miliar. Neraca Perseroan menunjukkan posisi keuangan yang lemah. Mempertimbangkan kendala-kendala tersebut, Perseroan sangat memerlukan investor strategis untuk membantu dalam upaya penyelamatan atas Perseroan. Adapun strategi dan upaya penyelamatan yang dipertimbangkan oleh Perseroan, adalah melanjutkan efisiensi kegiatan usaha yang telah dilakukan Perseroan saat ini dengan mengkonsolidasikan kegiatan usahanya dengan kegiatan usaha Smartel, operator jasa telekomunikasi berbasis CDMA yang sejenis dengan Perseroan. Usulan akuisisi Smartel oleh Perseroan merupakan opsi terbaik yang dimiliki Perseroan pada saat ini karena Perseroan masih memiliki nilai tambah (advantage) untuk bersaing dengan izin penyelenggaraan jaringan dan jasa telekomunikasi yang lengkap baik sebagai operator jaringan telekomunikasi selular di pita frekuensi 800 MHz dan jaringan telekomunikasi tetap lokal nirkabel dengan mobilitas terbatas. Di sisi lain Smartel adalah satu-satunya CDMA operator yang memiliki kemampuan bersaing dengan izin penyelenggaran jaringan dan jasa telekomunikasi selular di pita frekuensi 1900 MHz dan memiliki basis pelanggan terutama pelanggan data yang relatif signifikan. Smartel sebagai pemula telah menunjukkan dirinya memiliki daya saing dan berpotensi menjadi pemenang sebagai operator CDMA dengan teknologi termutakhir sebagaimana tercermin dalam kinerja operasi dan keuangannya yang relatif lebih baik. 8

27 Tujuan Rencana pengambilalihan ini ditujukan untuk meningkatkan kinerja Perseroan dengan cara melakukan konsolidasi dengan Smartel, operator jasa telekomunikasi berbasis CDMA yang serupa dengan Perseroan. Konsolidasi kegiatan usaha Perseroan dan Smartel akan mampu memotong biaya modal dan biaya operasional dalam jumlah yang signifikan. Di sisi lain, dalam pelaksanaan kegiatan usahanya, kedua perusahaan tersebut akan dapat bersinergi dan saling mendukung dalam menghadapi persaingan ketat dan tangguh di industri telekomunikasi Indonesia Manfaat Konsolidasi kegiatan usaha Perseroan dengan kegiatan usaha Smartel bermanfaat untuk memotong belanja modal dan biaya operasional dalam jumlah yang signifikan. Di sisi lain, konsolidasi kedua kegiatan usaha jasa telekomunikasi tersebut akan saling mendukung satu dan lainnya dalam bersaing merebut pasar dan merekrut pelanggan, serta menghadapi persaingan ketat dan tangguh dari operator-operator selular dan jaringan tetap lokal tanpa kabel dengan mobilitas terbatas (fixed-wireless access atau FWA) di Indonesia. Konsolidasi usaha dan sinergi di antara Perseroan dan Smartel akan menghasilkan skala ekonomi dengan bergabungnya sekitar 5,7 juta pelanggan (proforma gabungan jumlah pelanggan dari kedua perusahaan per tanggal 31 Agustus 2010). Adapun sinergi yang akan direncanakan oleh Perseroan dan Smartel adalah sebagai berikut: Area Sinergi Keuntungan Sinergi Yang Akan Diperoleh Penjualan Outlet-outlet penjualan bersama (Joint sales outlets) dan gallery bersama dengan menempatkan produk kedua perusahaan di outlet penjualan dan gallery bersama Pemanfaatan bersama sumber daya manusia untuk efisiensi dan peningkatan volume penjualan Benchmarking dan optimalisasi biaya distribusi Strategi Produk Penyelarasan jenis produk untuk menghilangkan head-to-head competition dan mengurangi biaya promosi Dapat melakukan inovasi pentarifan yang diyakini akan meningkatkan komunitas pengguna dari kedua perusahaan (on-net traffic) Potensi untuk melakukan roaming bagi pelanggan dari kedua perusahaan sehingga memperluas jaringan yang dapat digunakan oleh pelanggan dari kedua perusahaan Rencana pembelian handset dan produk-produk lainnya bersama-sama untuk memperoleh harga dan syarat-syarat yang lebih baik Teknis Pengoperasian jaringan dual-band CDMA dengan menggunakan dua jaringan yang memiliki frekuensi yang berbeda sehingga dapat menyediakan kualitas jangkauan (coverage quality) yang lebih baikß Kerjasama perencanaan pengembangan teknologi dan produk di masa yang akan datang Pemasaran Penggunaan merek dagang bersama (joint branding) untuk meningkatkan brand awareness dan brand recognition Rencana penempatan media/advertising bersama-sama untuk memperoleh tarif dan syarat-syarat yang lebih baik Biaya Operasional Pengurangan beban operasional jaringan karena penggunaan jaringan bersama Efisiensi jumlah tower dan infrastruktur terkait Rencana pengadaan belanja modal dan biaya operasional yang dilakukan bersama-sama untuk meningkatkan bargaining power terhadap pemasok Sinergi untuk customer service center dan call center serta sarana penunjang lainnya 1.2. Pihak-pihak Yang Melakukan Transaksi Pihak-pihak yang akan melakukan transaksi jual beli saham PT Smart Telecom adalah : a. PT Bali Media Telekomunikasi ( BMT ) BMT berkantor Graha BIP Lantai 11, Jalan Jenderal Gatot Subroto Kavling 23, Jakarta dengan nomor telepon (021) dan nomor faksimili (021)

28 Riwayat Singkat BMT merupakan suatu perseroan terbatas yang berkedudukan di Jakarta dan didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku di Republik Indonesia berdasarkan Akta Pendirian No. 21 tanggal 9 September 2003, yang dibuat di hadapan Myra Yuwono, SH, Notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. C HT TH.2003, tanggal 17 November 2003, Berita Negara Republik Indonesia No. 24 tanggal 23 Maret Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 28 tanggal 9 November 2009, yang dibuat di hadapan Sri Hidianingsih Adi Sugijanto, SH, Notaris di Jakarta, struktur permodalan BMT adalah sebagai berikut : Keterangan Jumlah Saham Nilai Nominal (Rp) Persentase Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : PT Infinity Investama , % PT Ascend Unity Capital , % Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Portepel Pengurusan dan Pengawasan Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 3 tanggal 2 November 2010, yang dibuat di hadapan Sri Hidianingsih Adi Sugijanto, SH, Notaris di Jakarta, Komisaris dan Direktur BMT adalah : Komisaris : Darmanto Winata Direktur : Lim Bing Tjay Direktur : James Wewengkang b. PT Global Nusa Data ( GND ) GND berkantor Graha BIP Lantai 11, Jalan Jenderal Gatot Subroto Kavling 23, Jakarta dengan nomor telepon (021) dan nomor faksimili (021) Riwayat Singkat GND merupakan suatu perseroan terbatas yang berkedudukan di Jakarta dan didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku di Republik Indonesia berdasarkan Akta Pendirian No. 20 tanggal 9 September 2003, dibuat di hadapan Myra Yuwono, SH, Notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. C HT TH.2003 tanggal 17 November 2003 dan telah dimuat dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 24 tanggal 23 Maret Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham Struktur permodalan GND sebagaimana tercantum dalam Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 27 tanggal 9 November 2009, yang dibuat di hadapan Sri Hidianingsih Adi Sugijanto, SH, Notaris di Jakarta, yaitu sebagai berikut : Keterangan Jumlah Saham Nilai Nominal (Rp) Persentase Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : PT Prima Mas Abadi , % PT Kharisma Bangun Persada , % Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Portepel

29 Pengurusan dan Pengawasan Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 9 tanggal 3 Juli 2008, yang dibuat di hadapan Sri Hidianingsih Adi Sugijanto, SH, Notaris di Jakarta dan telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU AH Tahun 2008, tanggal 11 Agustus 2008, antara lain adalah sebagai berikut: Komisaris : Arthur Tahya Direksi Presiden Direktur : Marco Paul Iwan Sumampouw Direktur : Antony Susilo c. PT Wahana Inti Nusantara ( WIN ) WIN berkantor Plaza BII Tower 2 Lantai 14, Jalan MH Thamrin nomor 51, Jakarta Pusat dengan nomor telepon (021) dan nomor faksimili (021) Riwayat Singkat WIN merupakan suatu perseroan terbatas yang berkedudukan di Jakarta dan didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku di Republik Indonesia berdasarkan Akta Pendirian No. 18 tanggal 31 Juli 2006, yang dibuat di hadapan Yulia, SH, Notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. C HT TH.2006 tanggal 24 Agustus 2006 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 96 tanggal 30 November Struktur Permodalan Struktur permodalan WIN sebagaimana tercantum dalam Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 65 tanggal 27 Juni 2008 yang dibuat di hadapan Yulia, SH, Notaris di Jakarta, adalah sebagai berikut : Keterangan Jumlah Saham Nilai Modal Disetor * Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : PT Gerbangmas Tunggal Sejahtera ,01% PT Wireless Indonesia ,99% Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Portepel Pengurusan dan Pengawasan Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 65 tanggal 27 Juni 2008 yang dibuat di hadapan Yulia, SH, Notaris di Jakarta, yang telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 89 tanggal 6 Nopember 2009 antara lain sebagai berikut: Dewan Komisaris Komisaris Utama : Gandi Sulistiyanto Soeherman Komisaris : Steve Kasmun Direksi Direktur Utama Direktur : Sutikno Widjaja : Handra Karnadi Perseroan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan BMT, GND dan WIN. 11

30 1.3. Keterangan Mengenai Materialitas Pada saat Transaksi Pengambilalihan dilaksanakan, transaksi tersebut merupakan Transaksi Material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.2 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama. Berdasarkan laporan keuangan audit Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2010, total ekuitas Perseroan adalah sebesar Rp ,-. Nilai saham akuisisi saham PT Smart Telecom adalah sebesar Rp ,- atau ,04% dari total ekuitas Perseroan per tanggal 31 Agustus Dengan demikian, transaksi tersebut memenuhi ketentuan Transaksi Material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.2 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama Keterangan Mengenai PT Smart Telecom ( Smartel ) Riwayat Singkat Smartel, dahulu bernama PT Indoprima Mikroselindo, didirikan pada tanggal 16 Agustus 1996 berdasarkan akta No. 60 yang dibuat di hadapan Achmad Abid, SH, pengganti Sutjipto, SH, Notaris di Jakarta, yang diubah dengan akta No. 195 tanggal 25 April 1997 yang dibuat di hadapan Sutjipto, SH, Notaris di Jakarta. Akta pendirian dan perubahannya telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan surat keputusan No. C HT Th.97 tanggal 25 Juli 1997 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 90 Tambahan No tanggal 11 November Berdasarkan Akta No. 10 tanggal 11 April 2007 yang dibuat di hadapan Yulia, SH, Notaris di Jakarta, PT Indoprima Mikroselindo berubah nama menjadi PT Smart Telecom. Akta perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan surat keputusan No. W HT TH.2007 tanggal 12 April 2007 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 90 Tambahan No tanggal 9 November Anggaran Dasar Perseroan sebagaimana dimuat dalam Akta Pendirian telah mengalami beberapa kali perubahaan dengan perubahan terakhir dilakukan dengan Akta No. 5 tanggal 4 Oktober 2010 yang dibuat di hadapan Sri Hidianingsih Adi Sugijanto, SH, Notaris di Jakarta Barat, yang telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat keputusan No. AHU-AH AH Tahun 2010 tanggal 13 Oktober Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Berdasarkan Akta No. 5 tanggal 4 Oktober 2010 yang dibuat di hadapan Sri Hidianingsih Adi Sugijanto, SH, Notaris di Jakarta Barat, struktur permodalan dan susunan pemegang saham Smartel adalah sebagai berikut : Keterangan Jumlah Saham Nilai Modal Disetor Persentase Modal Dasar : Saham Seri A Saham Seri B Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : Saham Seri A : PT Bali Media Telekomunikasi ,3 PT Wahana Inti Nusantara ,2 PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) ,1 Saham Seri B : PT Global Nusa Data ,5 PT Bali Media Telekomunikasi ,2 PT Wahana Inti Nusantara ,8 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : Saham Seri A Saham Seri B Portepel : Saham Seri A - - Saham Seri B

31 Pada tanggal 28 Desember 2006, Smartel menandatangani Perjanjian Fasilitas Kredit Pembelian sebesar USD dimana Smartel sebagai peminjam, PT Prima Mas Abadi dan PT Global Nusa Data sebagai penjamin, China Development Bank (CDB) sebagai pemberi pinjaman dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk sebagai agen jaminan. Pinjaman ini dijamin dengan seluruh saham Smartel yang dimiliki oleh para pemegang saham kecuali PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero), akta transfer fidusia untuk semua aset yang dibeli dengan menggunakan fasilitas pinjaman ini, piutang usaha, persediaan, pengalihan atas seluruh kas milik Smartel dan saham PT Global Nusa Data dan PT Prima Mas Abadi serta corporate guarantee dari PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSS). Berdasarkan Perjanjian Perubahan tanggal 22 Februari 2010, corporate guarantee dari DSS kemudian digantikan dengan corporate guarantee dari PT Sinar Mas Tunggal dan lembar saham DSS yang dimiliki oleh PT Sinar Mas Tunggal. Total dana pinjaman digunakan untuk membiayai pembangunan jaringan telekomunikasi yang merupakan bagian dari kegiatan usaha Smartel. Pokok Pinjaman ini dibayar dalam 12 kali cicilan semesteran dengan pembayaran pertama pada bulan Mei 2009 dan pembayaran cicilan pokok terakhir pada bulan November Jangka waktu perjanjian tidak dapat diperpanjang tanpa kesepakatan kedua belah pihak. Sampai dengan 31 Agustus 2010, telah dilakukan 3 kali pembayaran pokok pinjaman sehingga jumlah outstanding pinjaman adalah sebesar USD269,863, Smartel tidak pernah telambat dalam pembayaran pokok dan bunga pinjaman. Pinjaman ini dikenakan bunga dengan tingkat bunga LIBOR enam (6) bulan ditambah marjin sebesar 1,7%. Bunga dibayar setiap semester. Smartel harus memperoleh persetujuan tertulis sebelumnya dari CDB untuk menjaminkan aset yang dimiliki Smartel, melakukan restrukturisasi Smartel, merger, de-merger, akusisi, perubahan bisnis dan penambahan investasi yang tidak sesuai dengan bidang usaha Smartel. Smartel juga memiliki batasan tertentu untuk menjual, memindahkan, menghapus aset Smartel, melakukan transaksi dengan pihak afiliasi, membagikan dividen, menarik modal atau menerbitkan saham baru ke pihak lain. Smartel harus menjaga Debt Service Coverage Ratio (DSCR) minimal 1,5. Apabila tidak tercapai maka pemegang saham harus menambah modal. Smartel juga harus menjaga Debt to Assets Ratio sebesar 70% untuk tahun 2008 dan tahun-tahun berikutnya. Selain itu setiap perubahan dalam kepemilikan saham milik Smartel harus mendapatkan persetujuan tertulis sebelumnya dari CDB. Rencana pengalihan saham Smartel milik PT Global Nusa Data, PT Bali Media Telekomunikasi dan PT Wahana Inti Nusantara kepada Perseroan telah memperoleh persetujuan dari CDB sebagaimana termaktub dalam suratnya tertanggal 6 Desember Apabila Smartel lalai atas pemenuhan kewajibannya berdasarkan perjanjian kredit tersebut, kelalaian mana menimbulkan hak bagi pemegang gadai untuk mengeksekusi gadai atas saham-saham Smartel, yang apabila dilaksanakannya, maka Perseroan akan kehilangan hak atas saham-saham Smartel. Namun di pihak lain, Perseroan tetap mempunyai hak subrogasi terhadap Smartel Pengurusan dan Pengawasan Berdasarkan Akta No. 19 tanggal 21 Juli 2010 yang dibuat di hadapan Sri Hidianingsih Adi Sugijanto, SH, Notaris di Jakarta, susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Smartel adalah sebagai berikut : Dewan Komisaris Presiden Komisaris Komisaris Direksi Presiden Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur : Ir. Gandi Sulistiyanto Soeherman : Handra Karnadi : Ir. Sutikno Widjaja : Marco Paul Iwan Sumampouw : Ir. Ubaidillah Fatah : Antony Susilo : Djanadi Bimo Prakoso : Lim Bing Tjay 13

32 Ikhtisar Data Keuangan Penting Berikut ini adalah ikhtisar data keuangan penting Smartel yang diambil dari laporan keuangan Smartel untuk periode 8 (delapan) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Mulyamin Sensi Suryanto dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Richard Risambessy & Rekan dengan pendapat wajar tanpa pengecualian : Neraca (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 31 Agustus 31 Desember Aset Aset Lancar Aset Tidak Lancar Jumlah Aset Kewajiban dan Ekuitas Kewajiban Lancar Kewajiban Tidak Lancar Jumlah Kewajiban Jumlah Ekuitas Jumlah Kewajiban dan Ekuitas Laba Rugi (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 8 bulan 12 bulan Pendapatan Usaha Bersih Beban Usaha Rugi Usaha ( ) ( ) ( ) Penghasilan (Beban) Lain-Lain : Keuntungan penjualan aset tetap Keuntungan (kerugian) selisih kurs bersih (20.660) Beban bunga bersih (20.307) (13.664) (6.839) Beban lain-lain bersih ( ) (56.467) Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-lain Bersih (83.578) Laba (Rugi) Sebelum Pajak Penghasilan ( ) ( ) Manfaat (Beban) Pajak : Pajak kini Pajak tangguhan (39.683) Jumlah (39.683) Laba (Rugi) Bersih ( ) ( ) Transaksi Afiliasi Smartel melakukan beberapa transaksi dengan pihak-pihak terafiliasi sebagaimana yang akan diuraikan di bawah ini. Sifat hubungan istimewa Perusahaan PT Bank Sinarmas PT Duta Pertiwi Tbk PT Smart Tbk PT Asuransi Jiwa Sinarmas PT Asuransi Sinarmas PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk PT Bumi Serpong Damai Tbk PT Dian Swastatika Sentosa Tbk Hubungan dengan Smartel Tergabung dalam Grup Sinar Mas Tergabung dalam Grup Sinar Mas Tergabung dalam Grup Sinar Mas Tergabung dalam Grup Sinar Mas Tergabung dalam Grup Sinar Mas Tergabung dalam Grup Sinar Mas Tergabung dalam Grup Sinar Mas Tergabung dalam Grup Sinar Mas Tergabung dalam Grup Sinar Mas Tergabung dalam Grup Sinar Mas 14

33 Saldo Transaksi Akun Nilai per 31 Agustus 2010 Persentase Terhadap Nilai Aset Kas dan setara kas : Bank : PT Bank Sinarmas ,40 Deposito : PT Bank Sinarmas 36 0,00 Piutang usaha : PT Bumi Serpong Damai Tbk ,03 PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk 775 0,01 PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk 632 0,01 PT Smart Tbk 246 0,00 PT Bank Sinarmas 171 0,00 PT Duta Pertiwi Tbk 114 0,00 PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills 113 0,00 PT Asuransi Sinarmas Lain-lain (di bawah Rp100 juta) 356 0,01 Piutang lain-lain : Karyawan ,02 PT Indonesia Mobilindo 550 0,01 Lain-lain 42 0,00 Utang lain-lain : PT Dian Swastatika Sentosa Tbk ,68 Pendapatan : PT Smart Tbk ,48 PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk 848 0,09 PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills ,23 PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk ,51 PT Bumi Serpong Damai Tbk ,22 PT Duta Pertiwi Tbk 129 0,01 Lain-lain (masing-masing di bawah 500 juta) 539 0,06 Beban usaha : PT Duta Pertiwi Tbk 68 0,01 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk ,68 Smartel menempatkan dana berupa rekening koran dan deposito kepada PT Bank Sinarmas. Berdasarkan Perjanjian Jaminan tanggal 22 Februari 2010, pinjaman Smartel kepada China Development Bank dijamin dengan saham-saham milik PT Sinar Mas Tunggal pada PT Dian Swastatika Sentosa Tbk dan Corporate Guarantee dari PT Sinar Mas Tunggal. Smartel juga melakukan perjanjian kerjasama lainnya dengan pihak-pihak hubungan istimewa sehubungan dengan sewa menyewa ataupun pembelian lahan/properti untuk lokasi menara telekomunikasi maupun kantor milik Smartel. Pada tanggal 6 September 2010, berdasarkan Facility Agreement, Smartel memperoleh fasilitas pinjaman sebesar USD dari Infinity Capital Holding Pte. Ltd. Fasilitas pinjaman dikenakan bunga tahunan sebesar LIBOR ditambah 1,7%, dibayar dalam cicilan semesteran, dan akan dikaji ulang setiap tiga bulan sekali. Fasilitas pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 6 September Fasilitas pinjaman ini disubordinasikan ke pinjaman dari China Development Bank yang dimiliki Perseroan. Pada tanggal 11 Oktober 2011, perjanjian tersebut diubah dengan Amendment to the Facility Agreement, dimana fasilitas pinjaman yang diperoleh Smartel meningkat menjadi maksimum USD Kontinjensi Sampai dengan saat ini, Perseroan sedang mengupayakan peninjauan kembali atas pengenaan Biaya Hak Penggunaan (BHP) spektrum frekuensi oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika. Hal ini terkait dengan perbedaan interpretasi penerapan dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika karena alokasi pita frekuensi yang dimiliki Perseroan tidak secara jelas tercakup dalam peraturan tersebut. 15

34 Berikut ini perjanjian-perjanjian antara Smartel dengan pihak terafiliasinya : No. Judul Pihak Tanggal 1. Perjanjian Induk sewa Menyewa Penyediaan Lahan dan Infrastruktur Menara untuk Penempatan PT Dian Swastatika Sentosa + Base Transceiver Station PT Samudra Teknindo Hydraumatic 28-Feb Perjanjian Induk sewa Menyewa Penyediaan Lahan dan Infrastruktur Menara untuk Penempatan PT Dian Swastatika Sentosa + Base Transceiver Station PT Nurama Indotama 5-Mar Perjanjian Induk sewa Menyewa Penyediaan Lahan dan Infrastruktur Menara untuk Penempatan PT Dian Swastatika Sentosa + Base Transceiver Station PT Indonusa Mora Prakarsa 26-Apr Perjanjian Induk sewa Menyewa Penyediaan Lahan dan Infrastruktur Menara untuk Penempatan PT Dian Swastatika Sentosa + Base Transceiver Station PT Tanjung Putra Pertiwi 20-Feb Perjanjian Kerjasama Penyediaan Infrastruktur Telekomunikasi PT Dian Swastatika Sentosa 5-Jan Perjanjian Sewa Menyewa Infrastruktur PT Dian Swastatika Sentosa 6-Sep Perjanjian Bersama Penyediaan Infrastruktur untuk penempatan BTS PT Dian Swastatika Sentosa 30-Aug Nota Kesepakatan PT Wireless Indonesia 3-Dec Perjanjian Kerjasama Interbank Bulktransfer PT Bank Sinarmas 1-Jun Perjanjian Kerjasama Payroll Service PT Bank Sinarmas 11-Dec Perjanjian Kerjasama Tentang Penerimaan Pembayaran Tagihan Telepon Selular Pasca Bayar SMART dan Pembelian Pulsa Isi Ulang Telepon Selular Prabayar SMART melalui Electronic Banking PT Bank Sinarmas PT Bank Sinarmas 28-Feb Addendum I Perjanjian Kerjasama Tentang Penerimaan Pembayaran Tagihan Telepon Selular Pasca Bayar SMART dan Pembelian Pulsa Isi Ulang Telepon Selular Prabayar SMART melalui Electronic Banking PT Bank Sinarmas PT Bank Sinarmas 19-Jan Addendum II Perjanjian Kerjasama Tentang Penerimaan Pembayaran Tagihan Telepon Selular Pasca Bayar SMART dan Pembelian Pulsa Isi Ulang Telepon Selular Prabayar PT Bank Sinarmas PT Bank Sinarmas 30-Apr Assignment Agreement PT Global Nusa Data - Equimark Investment Holding, LTD 15-Jul Assignment Agreement PT Global Nusa Data - Equimark Investment Holding, LTD 12-Aug Assignment Agreement PT Bali Media Telekomunikasi - Equimark Investment Holding, LTD 15-Jul Assignment Agreement PT Bali Media Telekomunikasi - Equimark Investment Holding, LTD 12-Aug Assignment Agreement PT Wahana Inti Nusantara - Equimark Investment Holding, LTD 12-Aug Share Subscription Agreement Equimark Investment Holding, LTD 10-Mar Perjanjian Kerjasama Direct Credit service PT Bank Sinarmas 9-Dec Perjanjian Kerjasama Korporasi Pemakaian Produk dan Berlangganan Jasa Telekomunikasi Seluler PT Duta Pertiwi Tbk 15-Feb Perjanjian Kerjasama Korporasi Pemakaian Produk dan Berlangganan Jasa Telekomunikasi Seluler PT Arara Abadi 4-Nov Perjanjian Kerjasama Korporasi Pemakaian Produk dan Berlangganan Jasa Telekomunikasi Seluler PT Asuransi Sinar Mas 17-Sep Perjanjian Kerjasama Korporasi Pemakaian Produk dan Berlangganan Jasa Telekomunikasi Seluler PT Wirakarya Sakti 4-Nov Perjanjian Kerjasama Korporasi Pemakaian Produk dan Berlangganan Jasa Telekomunikasi Seluler PT Sebangun Bumi Andalas Wood Industries 4-Nov Perjanjian Pelayanan Jasa Jaringan VPN Access PT Bumi Serpong Damai 25-Sep Perjanjian Kerjasama Korporasi Pemakaian Produk dan Berlangganan Jasa Telekomunikasi Seluler PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk 3-Sep Perjanjian Kerjasama Korporasi Pemakaian Produk dan Berlangganan Jasa Telekomunikasi Seluler PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk 22-Jan Perjanjian Kerjasama Korporasi Pemakaian Produk dan Berlangganan Jasa Telekomunikasi Seluler PT AB Sinar Mas Multifinance 16-Oct Perjanjian Kerjasama Korporasi Pemakaian Produk dan Berlangganan Jasa Telekomunikasi Seluler PT Sinartama Gunita 16-Oct Perjanjian Kerjasama Korporasi Pemakaian Produk dan Berlangganan Jasa Telekomunikasi Seluler PT Sinar Mas Multiartha Tbk 16-Oct Perjanjian Kerjasama Korporasi Pemakaian Produk dan Berlangganan Jasa Telekomunikasi Seluler PT Dian Swastatika Sentosa 20-Oct Perjanjian Kerjasama Korporasi Pemakaian Produk dan Berlangganan Jasa Telekomunikasi PT Dian Swastatika Sentosa 28-Jul Perjanjian Kerjasama Korporasi Pemakaian Produk dan Berlangganan Jasa Telekomunikasi Seluler PT Kalibesar Raya Utama 16-Jun Perjanjian Kerjasama Korporasi Pemakaian Produk dan Berlangganan Jasa Telekomunikasi Seluler PT Rolimex Kimia Nusamas 5-Sep Perjanjian Kerjasama Korporasi Pemakaian Produk dan Berlangganan Jasa Telekomunikasi Seluler Dana Pensiun Smart 14-Jan Perjanjian Kerjasama Korporasi Pemakaian Produk dan Berlangganan Jasa Telekomunikasi Seluler PT Dami Mas Sejahtera 14-Jan Perjanjian Kerjasama Korporasi Pemakaian Produk dan Berlangganan Jasa Telekomunikasi Seluler Yayasan Dharma Eka Tjipta Widjaja 25-Jun Perjanjian Kerjasama Korporasi Pemakaian Produk dan Berlangganan Jasa Telekomunikasi Seluler PT Bina Sinar Amity 20-Nov Perjanjian Kerjasama Korporasi Berlangganan Jasa Telekomunikasi Seluler (Kerjasama PBX) PT Sinar Mas Agro resource and Technology Tbk (Smart Tbk) 5-Aug Perjanjian Kerjasama Korporasi Pemakaian Produk dan Berlangganan Jasa Telekomunikasi Seluler PT Sinar Mas Agro resource and Technology Tbk (Smart Tbk) 14-Jan Perjanjian Kerjasama Korporasi Pemakaian Produk dan Berlangganan Jasa Telekomunikasi Seluler PT Bank Sinarmas 10-Sep Perjanjian Kerjasama Korporasi Pemakaian Produk dan Berlangganan Jasa Telekomunikasi Seluler PT Sinarmas Multifinance 5-Sep Perjanjian Kerjasama Korporasi Pemakaian Produk dan Berlangganan Jasa Telekomunikasi Seluler PT Sinar Syno Kimia 26-Aug Perjanjian Kerjasama Korporasi Pemakaian Produk dan Berlangganan Jasa Telekomunikasi Seluler PT Jakarta Teknologi Utama Motor 25-Sep Perjanjian Kerjasama Korporasi Pemakaian Produk dan Berlangganan Jasa Telekomunikasi Seluler PT Super Wahana Tehno 15-Sep Perjanjian Kerjasama Korporasi Pemakaian Produk dan Berlangganan Jasa Telekomunikasi Seluler PT Asuransi Jiwa Sinarmas 17-Mar Perjanjian Kerjasama Korporasi Pemakaian Produk dan Berlangganan Jasa Telekomunikasi Seluler PT Sumber Indahperkasa 14-Jan Perjanjian Kerjasama Korporasi Pemakaian Produk dan Berlangganan Jasa Telekomunikasi Seluler PT Bumipermai Lestari 14-Jan Perjanjian Kerjasama Korporasi Pemakaian Produk dan Berlangganan Jasa Telekomunikasi Seluler PT Bumi Sawit Permai 14-Jan Perjanjian Kerjasama Korporasi Pemakaian Produk dan Berlangganan Jasa Telekomunikasi Seluler PT Buana Wiralestari Mas 14-Jan Perjanjian Kerjasama Korporasi Pemakaian Produk dan Berlangganan Jasa Telekomunikasi Seluler PT Persada Graha Mandiri 14-Jan Perjanjian Kerjasama Korporasi Pemakaian Produk dan Berlangganan Jasa Telekomunikasi Seluler PT Bhakti Manunggal Karya 14-Jan Perjanjian Kerjasama Korporasi Pemakaian Produk dan Berlangganan Jasa Telekomunikasi Seluler PT Sinarmas Sekuritas 25-Aug Perjanjian Kerjasama Korporasi Pemakaian Produk dan Berlangganan Jasa Telekomunikasi Seluler PT Duta Pertiwi Tbk 24-Sep-08 16

35 No. Judul Pihak Tanggal 56. Nota Kesepakatan PT. Sinarmas Multifinance 13-Feb Perjanjian Kerjasama Korporasi Pemakaian Produk dan Berlangganan Jasa Telekomunikasi Seluler PT Kuansing Inti Makmur 5-Aug Perjanjian Kerjasama (Merek) PT. Sinar Mas Cakrawala 28-Mar Perjanjian Kerjasama (Merek) PT. Smart Tbk 28-Mar Akta Pemindahan Hak atas Merek PT. Smart Tbk 1-Sep Perjanjian Sewa Menyewa Ruangan - Jl Riau PT Smart Tbk 1-Aug Perjanjian Sewa Menyewa Ruangan - Gallery Medan PT. Perusahaan Perkebunan Panigoran 2-Jan Perjanjian Sewa Menyewa Ruangan PT. Sinarmas Sekuritas 4-Mar Perjanjian Sewa Menyewa Lahan Untuk Penempatan Pole PT. Wijaya Pratama Raya 30-Oct Perjanjian Sewa Menyewa Kios - Gallery Semarang PT. Wijaya Pratama Raya 24-May Perjanjian Sewa Menyewa Kios - Gallery Semarang PT. Wijaya Pratama Raya 24-May Perjanjian Sewa Menyewa Lahan - HO Sabang PT. Masagi Propertindo 1-May Addendum Perjanjian Sewa Menyewa Lahan - HO Sabang PT. Masagi Propertindo 30-Apr Perjanjian Kerjasama Penggunaan Tempat - Office BSD PT. Bank Sinarmas 26-Apr Perjanjian Sewa Menyewa Kios- Gallery Surabaya PT. Citraagung Tirta Jatim 3-Jan Perjanjian Sewa Menyewa Kios- Gallery Surabaya PT. Citraagung Tirta Jatim 3-Jan Perjanjian Sewa Menyewa Kios- Gallery Surabaya PT. Citraagung Tirta Jatim 3-Jan Perjanjian Sewa Menyewa Kios- Gallery Surabaya PT. Citraagung Tirta Jatim 3-Jan Perjanjian Sewa Menyewa Kios- Gallery Surabaya PT. Citraagung Tirta Jatim 3-Jan Perjanjian Sewa Menyewa Kios- Gallery Surabaya PT. Citraagung Tirta Jatim 3-Jan Lease Agreement Plaza BII Jakarta PT. Royal Oriental 13-Oct Agreement PT. Royal Oriental 13-Oct Perjanjian Kerjasama Penyediaan Jaringan Telekomunikasi CDMA PT. Bumipalma Lestaripersada 15-Aug Perjanjian Kerjasama Penyediaan Jaringan Telekomunikasi CDMA PT. Meganusa Intisawit 15-Aug Perjanjian Kerjasama Penyediaan Jaringan Telekomunikasi CDMA PT. Satya Kisma Usaha 15-Aug Perjanjian Kerjasama Penyediaan Jaringan Telekomunikasi CDMA PT. Sumber Indahperkasa 15-Aug Perjanjian Kerjasama Penyediaan Jaringan Telekomunikasi CDMA PT. Perusahaan Perkebunan Panigoran 4-Dec Perjanjian Kerjasama Penyediaan Jaringan Telekomunikasi CDMA PT. Bumi Sawit Permai 15-Aug Perjanjian Kerjasama Penyediaan Jaringan Telekomunikasi CDMA PT. Smart Tbk 15-Aug Perjanjian Kerjasama Penyediaan Jaringan Telekomunikasi CDMA PT. Smart Tbk - Upstream 15-Aug Perjanjian Kerjasama Penyediaan Jaringan Telekomunikasi CDMA PT. Smart Tbk - Downstream 4-Sep Perjanjian Kerjasama Penyediaan Jaringan Telekomunikasi CDMA PT. Djuandasawit Lestari 15-Aug Perjanjian Kerjasama Penyediaan Jaringan Telekomunikasi CDMA PT. Sawit Mas Sejahtera 15-Aug Perjanjian Kerjasama Penyediaan Jaringan Telekomunikasi CDMA PT. Ramajaya Pramukti 15-Aug Perjanjian Kerjasama Penyediaan Jaringan Telekomunikasi CDMA PT. Buana Wiralestari Mas 15-Aug Perjanjian Kerjasama Penyediaan Jaringan Telekomunikasi CDMA PT. Sawitkarya Manunggal 15-Aug Perjanjian Kerjasama Penyediaan Jaringan Telekomunikasi CDMA PT. Tapian Nadenggan 15-Aug Perjanjian Kerjasama Penyediaan Jaringan Telekomunikasi CDMA PT. Buana Wiralestari Mas 15-Aug Perjanjian Sewa Menyewa Ruangan PT Bank Sinarmas 1-Jun Nota Kesepahaman PT Bumi Serpong Damai Tbk 2-Nov Nota Kesepahaman PT Duta Pertiwi Tbk. 2-Nov Nota Kesepahaman PT Purimas Sasmita 3-Nov Nota Kesepahaman PT Sinarmas Multiartha 3-Nov Nota Kesepahaman PT Purinusa Ekapersada 3-Nov Nota Kesepahaman PT Bumi Kencana Ekasakti 3-Nov Perjanjian Kerjasama Korporasi Pemakaian Produk dan Berlangganan Jasa Telekomunikasi Seluler Pulp & Paper 06/01/ Amandemen Pertama Atas PKS Korporasi Pemakaian Produk dan Berlangganan Jasa Telekomunikasi Pulp & Paper 08/10/ Perjanjian Kerjasama Korporasi Pemakaian Produk dan Berlangganan Jasa Telekomunikasi Seluler PT Tarunacipta Kencana 11/20/ Kegiatan Usaha A. Izin Operasional Pada tanggal 26 Januari 1998, Smartel memperoleh izin penyelenggaraan jasa telekomunikasi seluler PHS dari Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi dengan surat keputusan No. KM10/PT102/MPPT-98. Pada tanggal 18 Desember 2003, Smartel mendapat persetujuan dari Menteri Perhubungan Republik Indonesia untuk migrasi izin penyelenggaraan jasa telekomunikasi seluler dengan teknologi PHS ke teknologi CDMA dengan surat No. PT.003/7/17 BHB 2003, yang kemudian diperpanjang dengan surat dari Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia No. 409/M/KOMINFO/12/2005 tanggal 30 Desember

36 Berdasarkan surat No. 52/KEP/M.KOMINFO/6/2006 tanggal 1 Juni 2006 dari Menteri Komunikasi dan Informatika ditetapkan pemberian izin penyelenggaraan jaringan bergerak selular sistem CDMA kepada Smartel pada band frekuensi 1905 MHz-1910 MHz berpasangan dengan frekuensi 1985 MHz-1990 MHz dan jasa teleponi dasar dengan cakupan nasional. Berdasarkan surat No. 88/KEP/M.KOMINFO/9/2006 tanggal 7 September 2006 dari Menteri Komunikasi dan Informatika ditetapkan: Penambahan alokasi frekuensi radio Smartel dari MHz dan MHz (3 kanal) menjadi 1903, ,000 MHz (5 kanal) dalam rangka aliansi usaha antara Smartel dengan PT Wireless Indonesia (WIN); Setelah aliansi usaha Smartel menjadi pemegang izin penyelenggaraan jaringan bergerak seluler dengan alokasi frekuensi radio 1903, ,000 MHz dan 1983, ,000 MHz (5 kanal). Izin penyelenggaraan jaringan bergerak seluler Smartel diperbaharui sehubungan dengan perubahan nama Smartel menjadi PT Smart Telecom sesuai dengan Surat Keputusan No. 351/KEP/M.KOMINFO/08/2007 tanggal 10 Agustus 2007 dari Menteri Komunikasi dan Informatika. Izin penyelenggaraan jaringan bergerak seluler Smartel terakhir diperbaharui dengan surat keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 148/KEP/M.KOMINFO/05/2009 tanggal 11 Mei Pada 28 September 2006, ST dan WIN telah menyetujui Perjanjian Aliansi Usaha sehubungan dengan keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika dalam rangka penataan kembali frekuensi radio. Perjanjian diaktakan dengan Akta Penyimpanan (depot) No. 21 tanggal 27 Desember 2006 yang dibuat dihadapan Yulia, SH, Notaris di Jakarta. Mekanisme untuk merealisasikan maksud dan tujuan aliansi usaha adalah sebagai berikut: WIN bersedia dilaksanakannya pencabutan izin penyelenggaraan jaringan tetap lokal berbasis packet-switched yang dimilikinya. Dampak dari pencabutan tersebut, Smartel akan mendapatkan tambahan alokasi frekuensi radio dari 3 kanal menjadi 5 kanal. Sebagai imbalan, Smartel memberikan WIN penyertaan saham di Smartel sejumlah saham seri B atau senilai Rp ,-. Penyertaan saham WIN pada Smartel ini kemudian dialihkan kepada PT Wahana Inti Nusantara berdasarkan Akta Penyimpanan (depot) No. 22 yang dibuat di hapadan Yulia, SH, Notaris di Jakarta. Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi No. 017/Dirjen/2007 ditetapkan bahwa Smartel mendapatkan izin penyelenggaraan jasa internet untuk keperluan publik (ITKP). Izin penyelenggaraan jasa internet untuk keperluan publik Smartel diperbarui dengan Surat Keputusan Direktur Jendral Pos dan Telekomunikasi No. 60/Dirjen/2008 tanggal 17 Januari Smartel memulai kegiatan operasi acara komersial pada tanggal 3 September Sesuai dengan ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar Smartel, maksud dan tujuan Smartel adalah melakukan kegiatan usaha dalam bidang jasa telekomunikasi dengan ruang lingkup sebagai berikut : a. Jasa Komunikasi Radio; b. Jasa Komunikasi Satelit; c. Jasa Komunikasi Data paket; d. Jasa Operator Telephone Selular; e. Jasa Internet Provider; f. Jasa Voice Over Internet Protocol, Fax Over Internet Protocol serta jasa komunikasi terkait; g. Jasa Business To Business dan Business To Customers termasuk E-Commerce serta jasa Komunikasi terkait; h. Jasa Pelayanan Jaringan Global; i. Jasa Perawatan Peralatan Telekomunikasi; j. Jasa Konsultasi Bidang Telekomunikasi; k. Jasa Perencanaan Pembangunan Sarana dan Pra Sarana Telekomunikasi; l. Jasa Pengadaan Sumber Daya Manusia dalam Bidang Telekomunikasi; m. Jasa Pengembangan Jaringan Telekomunikasi; n. Jasa Pemeliharaan Jaringan; o. Jasa penyimpanan uang elektronik (e-money) baik dengan media kartu pra-bayar (pre-paid card) maupun kartu pasca bayar (post-paid card); dan 18

37 p. Jasa pembayaran dan/atau pengiriman uang dalam negeri dan luar negeri (domestic dan international money remittance services). B. Kegiatan Operasional Smartel adalah pemain yang relatif baru dan memiliki riwayat yang lebih singkat dibandingkan dengan Perseroan. Namun demikian, dalam waktu yang singkat tersebut, Smartel mampu meningkatkan pendapatan bulannya ke titik yang melebihi Perseroan. Hal tersebut dicapai melalui pendekatan target yang terfokus pada teknologi efisiensi data wireless broadband yaitu CDMA 1X dan EVDO Revision A. Smartel beroperasi pada pita frekuensi 1900 MHz dan memiliki 5 carrier masing-masing 1,25 MHz. Pita frekuensi 1900 MHz memiliki karakteristik yang cocok untuk penyelenggaraan jasa telekomunikasi yang terbatas dan sesuai untuk golongan penduduk dengan kemampuan terbatas pula. Selama dua tahun terakhir, Smartel telah mengembangkan jaringan nirkabel/wireless broadband yang kuat dan memiliki pelanggan yang setia. Hingga saat ini, Smartel memiliki BTS yang tersebar di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan Lombok, Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Sulawesi Selatan. Saat ini Smartel menjalankan kegiatan usaha dalam bidang penyelenggaraan jasa telekomunikasi sambungan telepon seluler dengan teknologi CDMA2000 1X - EVDO yang beroperasi dalam pita frekuensi 1900 Mhz. Produk Smartel dibagi menjadi 2 kategori, yaitu : Smart Prabayar Merupakan produk Smartel yang menggunakan sistem pembayaran pulsa di awal melalui nomor perdana atau voucher. Pelanggan dapat mengisi ulang nomornya dengan voucher yang tersedia di toko-toko handphone ataupun melalui ATM. Voucher dapat berupa kartu atau elektronik. Smart Pascabayar Merupakan produk Smartel yang menggunakan sistem pembayaran berdasarkan penggunaan bulanan. Pembayaran dapat dilakukan melalui ATM atau secara tunai di galeri Smart Telecom. Berikut ini adalah jasa layanan yang disediakan oleh Smartel : Layanan Voice dan SMS Layanan dasar dari Smartel yang memungkinkan pelanggan untuk menghubungi atau mengirimkan pesan SMS ke pengguna telepon lainnya. Layanan Data Mobile Broadband Merupakan layanan komunikasi data yang menyediakan akses internet berkecepatan tinggi kepada pelanggan. Layanan Blackberry Layanan BIS (Blackberry Internet Service) atau BES (Blackberry Enterprise Service) bagi pelanggan individu atau korporat. Aktivasi, Tagihan dan Pembayaran Calon pelanggan kartu pascabayar dapat mengajukan pendaftaran untuk menjadi pelanggan di berbagai agen penjualan, distributor maupun gerai. Gerai-gerai Smartel dan beberapa agen dapat memproses pendaftaran calon pelanggan baru, melakukan verifikasi alamat calon pelanggan, dan melakukan persetujuan serta aktivasi pelanggan baru. Untuk pelanggan retail, proses aktivasi untuk pelanggan pascabayar rata-rata memerlukan waktu 1-3 hari. Sementara untuk pelanggan korporat yang tagihannya dibebankan ke perusahaan masing-masing, hanya diperlukan waktu 1 hari karena tidak diperlukan verifikasi yang terlalu panjang. Smartel menawarkan pilihan cara pembayaran bagi pelanggan pascabayar. Pelanggan dapat melakukan pembayaran secara tunai, auto debet, ATM, maupun kartu kredit melalui gerai Smartel dan beberapa bank dan institusi seperti BCA, Bank Mandiri, Bank Sinarmas dan lain-lain. Untuk pelanggan prabayar, sistem penagihan dilakukan secara otomatis melalui pengurangan nilai pulsa yang dimiliki oleh pelanggan prabayar sejalan dengan penggunaan pulsanya. 19

38 Customer Relation Manajemen Smartel meyakini bahwa kunci kesuksesan dalam memberikan layanan kepada pelanggan adalah melalui customer relation yang baik dengan pelanggan, yang selalu memahami kebutuhan para pelanggan dengan lebih baik dan selalu meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan dengan lebih baik. Pada saat ini, Smartel mengoperasikan fasilitas Call Center yang berlokasi di Jakarta dengan kapasitas 100 tempat duduk yang dipakai 3 shift per hari. Infrastruktur Jaringan Smartel menggunakan jaringan seluler berteknologi CDMA2000 1X - EVDO yang memiliki sejumlah keunggulan diantaranya kualitas suara yang jernih, kapasitas yang besar relatif terhadap spektrum frekuensi dan layanan data yang bisa mencapai 3,1 Mbps. Teknologi CDMA2000 1X - EVDO juga menggunakan kompresi dan paket data yang lebih baik, dan memiliki metode signaling yang lebih efisien. Fitur ini membuat biaya operasional jaringan menjadi lebih rendah dan penggunaan spektrum yang lebih efisien, sehingga Smartel dapat melakukan kontrol terhadap biaya operasional. Komponen utama dari jaringan seluler Smartel adalah : BTS (Base Transceiver Stations) adalah perangkat pemancar dan penerima radio yang berfungsi sebagai penghubung antara pengguna telepon dan jaringan sentral. Hingga saat ini, Smartel telah menempatkan BTS di lokasi, yakni di atap gedung-gedung tinggi atau tanah/greenfield dengan menggunakan menara. Beberapa lokasi tersebut dimiliki oleh Smartel dan lainnya menyewa kepada pemilik gedung, pemilik tanah atau penyedia tower dengan masa sewa berkisar 2-10 tahun. BSC (Base Station Controller) adalah perangkat yang bertugas mengendalikan BTS dalam suatu area. BSC juga bertindak sebagai antarmuka antara perangkat BTS dengan MSC. MSC (Mobile Switching Center) adalah perangkat yang bertugas untuk melakukan proses switching dan routing panggilan telepon. MSC juga menjadi gerbang interkoneksi dengan sentral operator lain. HLR (Home Location Register) adalah perangkat yang berfungsi sebagai penyimpan database pelanggan. PDSN (Packet Data Serving Node) adalah perangkat yang bertugas untuk melakukan proses swicthing dan routing panggilan data. IN (Intelligent Network) adalah perangkat yang melakukan penghitungan, pencatatan maupun tagihan kepada pelanggan. Dalam pembangunan peralatan telekomunikasi fixed wireless-nya, Smartel bekerjasama dengan vendor telekomunikasi ternama di dunia, seperti ZTE Corporation, Cisco, Juniper, NEC, Ceragon, Emerson dan lain-lain. Saat ini, Smartel telah memiliki jaringan di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lombok, Aceh, Medan, Palembang, Pekanbaru, Lampung, dan Makassar. Pemasaran Smartel membagi pasarnya menjadi 3 segmen, yaitu : Status Pekerjaan Segmen ini membagi pasar berdasarkan status pekerjaan, yaitu apakah seseorang tersebut merupakan pekerja full-time, wiraswasta, tidak bekerja, pelajar/mahasiswa, bekerja dari rumah, pensiun. Jenis Pekerjaan Segmen ini membagi pasar berdasarkan jenis pekerjaan, yaitu apakah seseorang tersebut pekerja semi-skilled, pekerja kantoran, buruh, profesional, pemilik usaha, dan lain-lain. Status Sosial dan Ekonomi Segmen ini membagi pasar berdasarkan kelompok sosial ekonominya, yaitu : - A : kelompok ekonomi atas - AB : kelompok ekonomi menengah ke atas 20

39 - B : kelompok ekonomi menengah - C : kelompok ekonomi ke bawah. Pembagian segmentasi di atas bila dipadukan dengan produk-produk yang dimiliki oleh Smartel, maka target pasar Smartel adalah sebagai berikut : - Pria/wanita; - Kelompok umur tahun; - Karyawan, pelajar/mahasiswa; - SES : B-C. Produk Smart Low End ditujukan untuk unskilled worker, yang menyukai handphone yang murah dengan tarif yang kompetitif, sedangkan untuk skilled worker, pelajar dan mahasiswa, lebih ditargetkan untuk layanan data. Smartel diposisikan menjadi operator telekomunikasi yang menyediakan tarif murah dan merupakan operator penyedia layanan internet tercepat, dan terhemat. Oleh karena itu, semua branding dan material promosi dikemas untuk mencerminkan hal tersebut. Jumlah pelanggan Smartel pada tanggal 31 Agustus 2010 adalah sebanyak 3,4 juta, pada tanggal 31 Desember 2009 adalah sebanyak 2,6 juta dan pada tanggal 31 Desember 2008 adalah sebanyak 1,5 juta. Distribusi Smartel memiliki jaringan distribusi yang terbagi menjadi beberapa saluran/channel : Telco Channel Merupakan jalur distribusi dari Smartel yang menjual produk melalui toko-toko handphone yang biasanya berpusat di mall atau handphone center. Jalur distribusi ini menargetkan pada konsumen secara umum. Untuk mempercepat penetrasi pasar, Smartel bekerjasama dengan beberapa distributor. Distributor ini akan mendistribusikan produk ke toko-toko handphone. Modern Channel Merupakan jalur distribusi yang menjual produk melalui perusahaan yang memiliki outlet retail yang tersebar luas seperti bank (melalui katalog kartu kredit), hypermarket (Carrefour, Giant), atau jaringan supermarket (Alfamart, Indomart). Direct Sales Merupakan jalur distribusi yang menjual produk langsung kepada customer, penjualan ini dilakukan melalui tenaga penjualan Smartel di tempat-tempat khusus yang tidak terjangkau oleh jalur distribusi lainnya, seperti di sekolah, kampus, pasar tradisional, toko-toko non-handphone atau tempat keramaian lainnya. Community Merupakan jalur distribusi yang menjual produk langsung kepada kelompok komunitas yang ada, seperti kelompok pengajian, suzuki motorclub dan lain-lainnya. Gallery Gallery berfungsi selain sebagai jalur distribusi untuk penjualan, juga berfungsi dalam menyediakan layanan purna jual kepada pelanggan. Persaingan Usaha Persaingan dalam industri telekomunikasi cukup ketat dengan barrier to entry yang relatif tinggi, terkait dengan ketersediaan spektrum, belanja modal yang besar, akuisisi lahan atau perizinan pembangunan tower yang semakin sulit dan perang tarif. Menyikapi hal ini, Smartel akan terus melakukan inovasi-inovasi terbaru dalam hal produk dan juga akan terus memperkuat posisinya sebagai mobile data provider. Dengan kerjasama dengan Perseroan serta mengusung merek baru, yaitu Smartfren, Smartel dan Perseroan akan memiliki cakupan layanan yang lebih luas dengan dual frequency di 1900 Mhz dan 800 Mhz, serta diharapkan akan memberikan daya saing yang signifikan untuk melakukan penetrasi pasar. 21

40 1.5. Perjanjian-perjanjian Penting a. ZTE Corporation Pada tanggal 24 Mei 2006, Smartel dan ZTE Corporation menandatangani Master Agreement sehubungan dengan desain, teknik, pengadaan, konstruksi, instalasi, pengujian, persiapan, operasi awal, dan bantuan teknis untuk jaringan telekomunikasi nasional CDMA2000 di Indonesia dengan nilai kontrak sebesar USD Pada tanggal 4 Juni 2010, Smartel dan ZTE Corporation menandatangani : - Master Agreement sehubungan dengan disain, teknik pengadaan, konstruksi, instalasi, pengujian, persiapan, pengoperasian dan pemeliharaan jaringan telekomunikasi terpadu nasional CDMA2000 1X, EV-DO Rev. A dan EV-DO Rev. B dengan nilai kontrak sebesar USD Master Agreement sehubungan dengan disain, teknik pengadaan, konstruksi, instalasi, pengujian, persiapan, pengoperasian dan pemeliharaan Business Support System (BSS) and Value Added Services (VAS) Platform untuk jaringan telekomunikasi terpadu nasional CDMA2000 1X, EV-DO Rev. A and EV-DO Rev. B dengan nilai kontrak sebesar USD b. Perjanjian Kerjasama Interkoneksi Jaringan Telekomunikasi Pada tahun 2007 dan 2008, Smartel menandatangani perjanjian kerjasama interkoneksi jaringan dengan beberapa operator. Perjanjian interkoneksi meliputi perjanjian kerjasama Smartel dengan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, PT Telekomunikasi Selular, PT Excelcomindo Pratama Tbk, PT Indosat Tbk dan lain-lain. Perjanjian ini menjelaskan tentang tarif interkoneksi, hak dan kewajiban masing-masing pihak, proses settlement, rekonsiliasi atas penagihan dan sanksi. c. Perjanjian Kerjasama Penyediaan Konten Pada tahun 2007 dan 2008, Smartel menandatangani perjanjian kerjasama dengan beberapa pihak penyedia konten. Tarif yang dibebankan ke pelanggan bervariasi tergantung pada layanan konten dan durasi waktu yang dipakai. Pembagian keuntungan (tarif setelah dikurangi beban) bervariasi mulai dari 30% sampai dengan 70% menjadi bagian Smartel. Jangka waktu perjanjian adalah 12 (dua belas) bulan sejak tanggal perjanjian dan diperpanjang otomatis selama 1 (satu) tahun apabila tidak ada pemberitahuan tertulis untuk memutuskan perjanjian dari salah satu pihak yang disampaikan 1 (satu) bulan sebelum perjanjian berakhir. d. Perjanjian Pembagian Tarif Interkoneksi Smartel mempunyai perjanjian-perjanjian bilateral dengan operator telekomunikasi domestik lainnya mengenai pembagian tarif interkoneksi untuk setiap percakapan interkoneksi. Perjanjian tersebut sesuai dengan peraturan serta undang-undang yang berlaku Ringkasan Penilaian Independen dan Opini Kewajaran Penilaian Saham Perseroan telah menunjuk KJPP Nirboyo A., Dewi A. & Rekan ( Penilai Saham ) untuk melakukan penilaian atas 100% saham Smartel sehubungan dengan rencana akuisisi Smartel oleh Perseroan. Berikut ini adalah ringkasan keterangan mengenai penilaian yang dilakukan, yang tercantum dalam Laporan Penilaian Saham PT Smart Telecom tanggal 8 Oktober 2010 yang dibuat oleh KJPP Nirboyo A., Dewi A. & Rekan : Identitas Pihak Pihak pembeli adalah Perseroan, sedangkan pihak penjual adalah PT Bali Media Telekomunikasi, PT Global Nusa Data dan PT Wahana Inti Nusantara. 22

41 Obyek Penilaian 100% saham PT Smart Telecom. Tujuan Penilaian Penilaian ini dimaksudkan untuk mengungkapkan nilai pasar wajar dari 100% saham Smartel per tanggal 31 Agustus 2010 dan dimaksudkan untuk memberikan keterangan yang dapat digunakan sebagai salah satu dasar pertimbangan internal manajemen Perseroan terkait dengan adanya rencana akuisisi Perseroan terhadap Smartel. Asumsi-asumsi Dalam melakukan penilaian, Penilai Saham menggunakan asumsi-asumsi antara lain sebagai berikut : - Penilaian dilakukan dalam mata uang Rupiah; - Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap iklim politik, ekonomi dan hukum dimana Smartel melakukan bisnisnya; - Tidak ada perubahan yang material dan signifikan atas tariff perpajakan, tingkat suku bunga atau kurs mata uang asing yang didapat dari laporan proyeksi yang telah diberikan kepada penilai; - Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap struktur dan manajemen Smartel; - Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap peraturan dan hukum yang berlaku di dalam Negara di mana Smartel mempunyai bisnis usaha yang mempengaruhi pendapatan Smartel; - Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap bahan baku, tenaga kerja, dan biaya lain-lain yang signifikan; - Tidak ada gangguan yang material dan signifikan terhadap pertikaian antar industry atau asosiasi tenaga kerja; - Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap kebijakan akuntansi yang digunakan oleh manajemen Smartel; - Tidak ada perubahan yangmaterial dan signifikan terhadap teknologi industry dan kompetisi pasar di Negara di mana Smartel menjalankan bisnisnya. Kondisi Pembatas Penilaian dilakukan dengan kondisi pembatas antara lain sebagai berikut : - Penilai Saham tidak melakukan verifikasi maupun konfirmasi atas data-data yang telah diterima, sehingga Penilai Saham tidak bertanggungjawab atas kebenaran dan kelengkapan data maupun kebenaran atas penyajian dari data-data tersebut. Penilai Saham tidak bertanggungjawab atas segala kerugian, biaya ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga data yang Penilai Saham peroleh menjadi tidak lengkap atau dapat disalahartikan. - Penilaian yang dilakukan oleh Penilai Saham didasarkan pada data yang diberikan oleh manajemen. Mengingat hasil dari penilaian Penilai Saham sangat tergantung dari kelengkapan, keakuratan dan penyajian data serta asumsi-asumsi yang mendasarinya, perubahan pada data serta adanya informasi baru dari public, informasi yang merupakan hasil penyelidikan khusus, ataupun dari sumbersumber lainnya akan mengubah hasil dari penilaian Penilai Saham. Oleh karena itu, Penilai Saham menyampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian, dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bersifat material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang professional, Penilai Saham tidak bertanggung jawab atas adanya kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh analisis tambahan, ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian. - Penilai Saham tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi penilaian ini akibat dari peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan penilaian. Walaupun demikian, Penilai Saham mengharapkan untuk tetap memiliki hak untuk menegaskan kembali laporan penilaian, jika diperlukan, mengubah atau melengkapi hasil dari laporan, dan jika terdapat tambahan informasi yang relevan setelah tanggal laporan yang dianggap dapat berpengaruh secara signifikan terhadap hasil penilaian Penilai Saham. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat dipergunakan untuk tujuan lain. 23

42 - Penilai Saham maupun para penilai dan karyawan lainnya sama sekali tidak mempunyai kepentingan financial terhadap nilai yang diperoleh. - Analisa, pendapat serta kesimpulan yang Penilai Saham buat dalam laporannya telah sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI 2007). Pendekatan dan Metode Penilaian Untuk mendapatkan nilai pasar wajar, Penilai Saham menggunakan pendekatan dan metode penilaian sebagai berikut : - Pendekatan Pendapatan dengan Metode Diskonto Arus Kas (DCF) Dalam metode ini, Penilai Saham menggunakan prosedur : - Melakukan analisa faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi kegiatan usaha perusahaan; - Melakukan analisa historis atas laporan keuangan perusahaan; - Melakukan analisa atas proyeksi keuangan perusahaan yang disiapkan oleh manajemen perusahaan serta melakukan diskusi dengan manajemen perusahaan mengenai proyeksi keuangan; - Melakukan perhitungan nilai pasar wajar ekuitas berdasarkan Metode Diskonto Arus Kas. - Pendekatan Pasar dengan Metode Perusahaan Terbuka sebagai Pembanding (Guideline Publicly Trade Company Method). Metode ini dilakukan dengan cara mengaplikasikan market multiple perusahaan publik yang sejenis dan kemudian menerapkan rasio tersebut kepada perusahaan yang dinilai. Indikasi nilai yang dihasilkan dari metode ini adalah indikasi nilai minoritas. Penilai Saham menggunakan kedua metode di atas dengan dasar bahwa : - Smartel adalah perusahaan yang going concern ; - Pada saat ini, Smartel sedang dalam masa perkembangan/pertumbuhan, sehingga memiliki kemungkinan pendapatan yang baik di masa yang akan datang; - Data pembanding untuk perusahaan sejenis cukup banyak berada di bursa; - Penilai Saham tidak menggunakan Pendekatan Berbasis Aset meskipun aset tetap telah dinilai kembali berdasarkan nilai pasar, dengan latar belakang bahwa dalam industri telekomunikasi, aset tetap tidak menentukan besar kecilnya nilai dari sebuah perusahaan. Dalam industri tersebut, yang menentukan dalam memperoleh pendapatan adalah adanya sistem jaringan yang luas. Kesimpulan Berdasarkan metode perhitungan yang digunakan dan dengan mempertimbangkan seluruh informasi yang relevan dan analisis yang dilakukan serta berbagai faktor yang mempengaruhi nilai ekuitas perusahaan, Penilai Saham berkesimpulan bahwa nilai pasar wajar dari 100% saham Smartel per tanggal 31 Agustus 2010 adalah sebesar Rp ,- (tiga triliun delapan ratus delapan miliar tujuh ratus sembilan puluh delapan juta Rupiah) Opini Kewajaran Berdasarkan Laporan Penilaian Kewajaran Atas Rencana Akuisisi Saham PT Smart Telecom No. STH R-LF tanggal 16 Desember 2010 oleh KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan, rencana transaksi berupa rencana akuisisi saham Smartel atau setara dengan kepemilikan 99,944% dengan nilai akuisisi sebesar Rp ,- dimana nilai akuisisi tersebut dibawah nilai pasar wajarnya sebesar Rp ,- dan Perseroan sebagai pihak pembeli, adalah wajar (fair) dan akan menguntungkan untuk kepentingan seluruh pemegang saham Perseroan, termasuk pemegang saham minoritas/publik Perseroan, dipandang dari segi keuangan apabila dalam pelaksanaannya sesuai dengan kondisi dan asumsi sebagaimana diuraikan dalam laporan tersebut. Berikut ini adalah ringkasan analisa atas kewajaran transaksi tersebut : a. Perseroan telah menandatangani kesepakatan pendahuluan jual beli saham Smartel sebanyak saham dengan PT Bali Media Telekomunikasi, PT Global Nusa Data, dan PT Wahana Inti Nusantara. Nilai jual beli saham Smartel sesuai dengan kesepakatan 24

43 pendahuluan tersebut adalah Rp ,-. Nilai jual beli saham ini dibawah nilai pasar wajar saham Smartel sebesar Rp ,-. b. Dengan mengakuisisi saham Smartel, maka Perseroan menjadi pemegang saham mayoritas dari Smartel, dengan kepemilikan sebesar 99,944%. Akuisisi Smartel oleh Perseroan diharapkan merupakan jalan keluar terbaik bagi Perseroan pada saat ini guna peningkatan kinerja Perseroan karena Perseroan masih memiliki nilai tambah (advantage) untuk bersaing dengan ijin penyelenggaraan jaringan dan jasa telekomunikasi yang lengkap baik sebagai operator jaringan telekomunikasi selular di pita frekuensi 800 MHz dan jaringan telekomunikasi tetap lokal nirkabel dengan mobilitas terbatas. Di sisi lain Smartel adalah salah satu CDMA operator yang memiliki kemampuan bersaing dengan ijin penyelenggaraan jaringan dan jasa telekomunikasi selular di pita frekuensi 1900 MHz dan memiliki basis pelanggan terutama pelanggan data yang relatif signifikan. Smartel sebagai pemula telah menunjukkan dirinya memiliki daya saing dan berpotensi menjadi pemenang sebagai operator CDMA dengan teknologi termutakhir sebagaimana tercermin dalam kinerja operasi dan keuangannya yang relatif lebih baik. c. Smartel merupakan perusahaan yang kegiatan usahanya dalam jasa telekomunikasi. Usaha Smartel tersebut sejenis dengan usaha yang selama ini dilakukan oleh Perseroan. Oleh karenanya diharapkan terdapat sinergi antara Perseroan dengan Smartel. Sinergi tersebut menyangkut bidangbidang penjualan, strategi produk, teknis, pemasaran dan biaya pemasaran. Dengan adanya sinergi di antara Perseroan dan Smartel, diharapkan dapat meningkatkan kinerja Perseroan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan nilai tambah kepada pemegang saham Perseroan. d. Berdasarkan proyeksi laporan keuangan Perseroan dari tahun 2010 sampai 2018, laba bersih Perseroan, PV NCF dan NCF untuk kondisi setelah rencana transaksi dibandingkan dengan kondisi sebelum rencana transaksi menggambarkan kinerja dan kondisi keuangan dari proyeksi keuangan Perseroan pada tahun-tahun mendatang lebih baik Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi Pembelian PT Smart Telecom Berikut ini proforma keuangan Perseroan yang telah direview oleh Kantor Akuntan Publik Mulyamin Sensi Suryanto dengan laporan auditor per tanggal 15 Desember Proforma disusun dengan latar belakang bahwa Perseroan berencana melaksanakan beberapa transaksi berikut ini: a. Perseroan akan melakukan konversi hutang menjadi modal disetor tahap ketiga dengan beberapa pemasok yang telah menyetujui untuk mengkonversi piutangnya menjadi saham Perseroan. Jumlah hutang yang akan dikonversi adalah sebesar Rp ,-. Konversi dilakukan dengan harga Rp50,- per saham sehingga jumlah saham Perseroan bertambah sebesar saham. b. Perseroan dalam proses pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas I, sejumlah saham seri B dengan nilai nominal Rp50,- setiap saham yang ditawarkan dengan harga nominal, dengan cara menerbitkan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), dimana setiap pemegang 200 saham seri A dengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah) setiap saham atau seri B dengan nilai nominal Rp 50,- (lima puluh Rupiah) setiap saham akan memperoleh 353 HMETD. Dimana 1 (satu) HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 (satu) saham seri B baru yang dikeluarkan dari portepel Perseroan dengan Harga Pelaksanaan HMETD Rp50,- (lima puluh Rupiah) setiap saham, yang seluruhnya harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pembelian saham seri B baru. Apabila Saham Seri B yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Terbatas I ini tidak seluruhnya diambil bagian oleh pemegang HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang HMETD yang melakukan pemesanan lebih dari haknya secara proporsional berdasarkan hak yang telah dilaksanakan. Bersamaan dengan penerbitan HMETD, Perseroan juga menerbitkan Waran Seri II dengan ketentuan bahwa: setiap 35 (tiga puluh lima) saham seri B yang dilaksanakan oleh pemegang HMETD selain Pembeli Siaga, melekat 1 (satu) Waran Seri II dan setiap 101 (seratus satu) saham seri B baru yang dilaksanakan oleh Pembeli Siaga, melekat 20 (dua puluh) Waran Seri II. Waran Seri II diberikan secara cuma-cuma. Waran Seri II merupakan efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melakukan pembelian saham seri B baru dengan nominal Rp50,- lembar saham, yang dapat dilaksanakan dari tanggal 14 Juli 2011 sampai dengan tanggal 5 Januari 2016, dimana 1 (satu) Waran seri II berhak membeli 1 saham seri B baru dengan Harga Pelaksanaan Waran Seri II. Bila Waran Seri II tidak dilaksanakan sampai habis periode pelaksanaannya maka Waran Seri II tersebut menjadi kadaluarsa. 25

44 Apabila setelah alokasi tersebut masih terdapat Saham Seri B yang tersisa, maka PT Bali Media Telekomunikasi, PT Global Nusa Data, PT Wahana Inti Nusantara dengan kesanggupan penuh (full commitment) akan mengambil bagian dan membeli Saham Seri B yang masih tersisa tersebut. Dana hasil Penawaran Umum Terbatas I akan digunakan untuk mengakuisisi saham PT Smart Telecom yang terdiri dari saham seri A dan saham seri B dengan harga perolehan sebesar Rp ,-. Tabel di bawah ini menunjukkan neraca proforma laporan keuangan Perseroan apabila Transaksi Pengambilalihan terjadi pada tanggal 31 Agustus 2010, yang telah direview oleh Kantor Akuntan Publik Mulyamin Sensi Suryanto dengan asumsi-asumsi sebagai berikut : a. Neraca konsolidasi proforma terlampir disusun berdasarkan laporan keuangan konsolidasi auditan atas Perseroan dan Smartel per 31 Agustus 2010 yang disusun dengan basis kelangsungan usaha. b. Seluruh transaksi tersebut di atas diasumsikan akan dilaksanakan pada tanggal 31 Agustus Dalam transaksi akusisi ini Smartel tidak akan melebur dengan Perseroan, namun merupakan anak perusahaan Perseroan dan merupakan entitas tersendiri. c. Penyusunan neraca konsolidasi proforma menggunakan metode pembelian (purchase method), dimana dalam menerapkan metode pembelian, selisih lebih yang dapat diidentifikasi antara biaya perolehan dengan nilai wajar aset bersih anak perusahaan yang diakuisisi pada tanggal transaksi dibukukan sebagai goodwill dan diamortisasi dengan metode garis lurus selama masa manfaatnya. Aset dan kewajiban yang diperoleh diakui secara terpisah pada tanggal akuisisi apabila besar kemungkinan bahwa manfaat ekonomis masa depan akan mengalir ke atau dari pengakuisisi; dan tersedia dasar pengukuran atas biaya perolehan atau nilai wajar yang dapat diandalkan. d. Nilai wajar aset dan kewajiban Smartel pada tanggal akuisisi adalah sebesar nilai buku pada tanggal tersebut (31 Agustus 2010), kecuali aset tetap sebesar Rp ,- yang ditentukan berdasarkan laporan appraisal KJPP Suhartanto Budhihardjo dan Rekan No. SBR-PN tanggal 1 Oktober Selisih lebih yang dapat diidentifikasi antara harga perolehan Smartel dengan nilai wajar asetnya setelah diperhitungkan dengan efek pajak tangguhan sebesar Rp ,- diakui sebagai goodwill. e. Transaksi penerbitan waran tidak diperhitungkan dalam neraca konsolidasi proforma. f. Neraca konsolidasi proforma ini sudah memperhitungkan eliminasi transaksi antara Perseroan dan anak perusahaan dan Smartel. (dalam jutaan Rupiah) Keterangan Sebelum Transaksi Setelah Transaksi Pengambilalihan Pengambilalihan ASET LANCAR Kas dan setara kas Investasi jangka pendek Piutang usaha : Pihak hubungan istimewa Pihak ketiga bersih Piutang lain-lain Persediaan bersih Pajak dibayar dimuka Biaya dibayar dimuka Aset lancar lainnya Jumlah Aset Lancar ASET TIDAK LANCAR Aset pajak tangguhan Aset tetap bersih Goodwill bersih Beban tangguhan bersih Aset tidak lancar lainnya Jumlah Aset Tidak Lancar JUMLAH ASET KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR Hutang usaha : Pihak hubungan istimewa Pihak ketiga - bersih Hutang jangka pendek Hutang lain-lain

45 (dalam jutaan Rupiah) Keterangan Sebelum Transaksi Setelah Transaksi Pengambilalihan Pengambilalihan Hutang pajak Biaya masih harus dibayar Pendapatan diterima di muka Uang jaminan pelanggan Uang jaminan pemasok Hutang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun Hutang sewa pembiayaan Hutang bank Jumlah Kewajiban Lancar KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Hutang jangka panjang setelah dikurangi bagian jatuh tempodalam satu tahun Hutang sewa pembiayaan Hutang bank Hutang obligasi Kewajiban imbalan pasca kerja Jumlah Kewajiban Tidak Lancar JUMLAH KEWAJIBAN Hak Minoritas EKUITAS Modal saham Tambahan modal disetor Uang muka setoran modal - - Obligasi wajib konversi - - Defisit ( ) ( ) Total Ekuitas TOTAL KEWAJIBAN DAN EKUITAS Struktur Permodalan dan Kelompok Usaha Perseroan Setelah Pelaksanaan Transaksi Pembelian PT Smart Telecom Perseroan berencana untuk melakukan pembelian atas (dua ratus delapan belas juta empat puluh tiga ribu dua ratus empat puluh sembilan) saham seri A, masing-masing bernilai nominal Rp1.000,- (seribu Rupiah) setiap saham seri A; dan (empat puluh tiga miliar tiga puluh juta lima ratus empat puluh satu ribu lima ratus enam puluh enam) saham seri B, masing-masing bernilai nominal Rp30,- (tiga puluh Rupiah) setiap saham seri B yang seluruhnya telah dikeluarkan oleh PT Smart Telecom. Berikut ini adalah proforma struktur permodalan dan susunan pemegang saham Smartel, apabila transaksi pembelian saham Smartel tersebut telah dilaksanakan : Keterangan Jumlah Saham Nilai Modal Disetor % Modal Dasar : Saham Seri A Saham Seri B Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : Saham Seri A : Perseroan ,5 PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) ,1 PT Wahana Inti Nusantara ,0 Saham Seri B : Perseroan ,4 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : Saham Seri A Saham Seri B Portepel : Saham Seri A - - Saham Seri B

46 Apabila Transaksi Pengambilalihan telah dilaksanakan, maka struktur kelompok usaha Perseroan akan menjadi sebagai berikut : Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan dengan ini menyatakan bahwa : 1. Semua informasi material telah diungkapkan dan informasi tersebut tidak menyesatkan; dan, 2. Transaksi material sebagaimana diuraikan di atas tidak mengandung Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.1 mengenai Transaksi Afiliasi Dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu karena tidak ada perbedaan antara kepentingan ekonomis Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, atau Pemegang Saham utama yang dapat merugikan pemegang saham dimaksud. 3. Transaksi material sebagaimana diuraikan di atas tidak merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.1 mengenai Transaksi Afiliasi Dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu karena tidak dilakukan oleh Perseroan atau perusahaan terkendali dengan afiliasi dari Perseroan atau afiliasi dari anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris atau Pemegang Saham Utama Perseroan. Bagi pemegang saham yang memerlukan informasi lebih lanjut berkenaan dengan transaksi material sebagaimana telah diuraikan di atas, dipersilahkan untuk menghubungi Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary) Perseroan pada jam kerja dengan alamat sebagai berikut : PT Mobile-8 Telecom Tbk MNC Tower Lantai 18 Jalan Kebon Sirih Kavling Jakarta Telepon : (021) , Faksimili : (021)

47 IV. PERNYATAAN HUTANG Sesuai dengan Laporan Keuangan untuk periode 8 (delapan) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Mulyamin Sensi Suryanto dimana akuntan publik tidak menyatakan pendapat, Perseroan memiliki kewajiban yang seluruhnya berjumlah Rp juta yang terdiri dari kewajiban lancar sebesar Rp juta dan kewajiban tidak lancar sebesar Rp juta. Perincian lebih lanjut mengenai kewajiban tersebut adalah sebagai berikut : (dalam jutaan Rupiah) Keterangan Nilai per 31 Agustus 2010 KEWAJIBAN LANCAR Hutang usaha : Pihak hubungan istimewa 32 Pihak ketiga Hutang jangka pendek Hutang lain-lain Hutang pajak Biaya masih harus dibayar Pendapatan diterima di muka Uang jaminan pelanggan Hutang sewa pembiayaan jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun Jumlah Kewajiban Lancar KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Hutang sewa pembiayaan - setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam satu tahun Hutang obligasi Kewajiban imbalan pasca kerja Jumlah Kewajiban Tidak Lancar Total Kewajiban Hutang Usaha Hutang usaha Perseroan pada tanggal 31 Agustus 2010 adalah sebesar Rp juta dengan perincian berdasarkan pemasok sebagai berikut : (dalam jutaan Rupiah) Keterangan Nilai per 31 Agustus 2010 Pihak hubungan istimewa : Qualcomm Incorporated 32 Total pihak hubungan istimewa 32 Pihak ketiga : Operator dalam negeri : PT Indosat Tbk PT Telekomunikasi Indonesia Tbk PT Smart Telecom PT XL Axiata Tbk PT Bakrie Telecom 166 PT Telekomunikasi Selular Lain-lain (dibawah Rp1 miliar) 289 Sub total Kontraktor dan pemasok : Upwood Investment Ltd Huawei Technologies, Co., Ltd PT Smart Telecom PT Huawei Tech. Investments PT Mora Telematika Indonesia

48 Keterangan Nilai per 31 Agustus 2010 PT Global Informasi Bermutu PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia PT NEC Indonesia PT MNC Network PT Infokom Elektrindo PT Media Nusantara Informasi PT Starcom Worldwide Indonesia PT Maxima Citra Integrasi 599 PT Interindo Internusa 261 PT Dawamiba Engineering 212 PT Wahyu Abadi 51 Lain-lain (masing-masing dibawah Rp1 miliar) Sub total Penyedia konten : PT Freekoms Indonesia PT Monstermob Indonesia Lain-lain (masing-masing dibawah Rp1 miliar) Sub total Total pihak ketiga Total Hutang Jangka Pendek Hutang jangka pendek Perseroan pada tanggal 31 Agustus 2010 adalah sebesar Rp juta dengan rincian sebagai berikut : (dalam jutaan Rupiah) Keterangan Nilai per 31 Agustus 2010 Surat hutang komersial I Surat hutang komersial II Surat hutang komersial III Surat hutang komersial IV Jumlah Hutang Lain-lain Hutang lain-lain pada tanggal 31 Agustus 2010 adalah sebesar Rp juta dengan rincian sebagai berikut: (dalam jutaan Rupiah) Keterangan Nilai per 31 Agustus 2010 Lehman Brothers Special Financing PT Kalibesar Raya Utama PT Cipta Reksa Pitama PT Azec Indonesia Management Services PT Serasi Autoraya 758 PT Pandu Siwi Sentosa 64 Lain-lain (masing-masing dibawah Rp1 miliar) Jumlah Hutang Pajak Hutang pajak Perseroan pada tanggal 31 Agustus 2010 adalah sebesar Rp8.552 juta dengan rincian : (dalam jutaan Rupiah) Keterangan Nilai per 31 Agustus 2010 Pajak Penghasilan: Pasal Pasal Jumlah

49 5. Biaya Masih Harus Dibayar Biaya masih harus dibayar pada tanggal 31 Agustus 2010 adalah sebesar Rp juta dengan rincian sebagai berikut : (dalam jutaan Rupiah) Keterangan Nilai per 31 Agustus 2010 Pihak ketiga Bunga Sewa Pengunaan frekuensi Biaya operasional Lain-lain Jumlah Pendapatan Diterima Di Muka Pendapatan diterima di muka Perseroan pada tanggal 31 Agustus 2010 adalah sebesar Rp juta yang merupakan pendapatan atas penjualan voucher pulsa isi ulang prabayar yang belum digunakan dan belum melewati masa berlakunya. 7. Uang Jaminan Pelanggan Uang jaminan pelanggan pada tanggal 31 Agustus 2010 adalah sebesar Rp juta yang berasal dari pembelian voucher. 8. Hutang Sewa Pembiayaan Pada tanggal 31 Agustus 2010, Perseroan mencatatkan hutang sewa pembiayaan sebesar Rp juta. Hutang ini timbul dari perjanjian sewa antara Perseroan dengan beberapa penyedia menara pemancar (lessor) untuk jangka waktu tahun. Perseroan memiliki opsi untuk memperpanjang sewa selama 10 tahun. Kewajiban Perseroan atas sewa pembiayaan ini dijamin dengan hak pemilikan lessor atas menara pemancar yang disewa. 9. Hutang Obligasi Pada tanggal 31 Agustus 2010, Perseroan membukukan hutang obligasi sebesar Rp juta yang terdiri dari hutang obligasi dalam rupiah sebesar Rp juta dan guaranteed senior notes sebesar Rp juta. Obligasi Rupiah Term Awal Pada tanggal 2 Maret 2007, Perseroan memperoleh pernyataan Efektif dari Bapepam dan LK dengan surat No. S-980/BL/2007 dalam rangka Penawaran Umum Obligasi I sebesar Rp675 miliar. Sehubungan dengan penerbitan obligasi tersebut, PT Bank Permata Tbk bertindak sebagai Wali Amanat, berdasarkan Akta Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi I No. 114 tanggal 22 Februari 2007 dari Sutjipto, SH, Notaris di Jakarta. Hasil penerbitan obligasi digunakan untuk melunasi seluruh hutang pembelian aset tetap beserta bunga yang belum dibayar kepada vendor Perseroan yaitu Samsung Electronics Corporation dan modal kerja. 31

50 Obligasi ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 12,375% per tahun. Bunga obligasi dibayarkan setiap tiga bulan dimana pembayaran pertama dilakukan pada tanggal 15 Juni 2007 dan pembayaran terakhir akan dibayarkan pada tanggal 15 Maret Obligasi ini berjangka waktu lima tahun. Perseroan diperkenankan untuk membeli kembali sebagian pokok obligasi sebelum tanggal jatuh tempo pelunasan obligasi, baik sebagai pelunasan lebih awal maupun sebagai treasury bonds, dengan ketentuan pembelian kembali dilaksanakan setelah hari jadi pertama penerbitan obligasi (15 Maret 2007). Sebelum tanggal 1 Januari 2010, biaya yang berhubungan dengan penerbitan obligasi sebesar Rp ,- dicatat sebagai biaya emisi pinjaman dan diamortisasi selama periode pinjaman. Biaya emisi pinjaman belum diamortisasi sebesar Rp ,- dan Rp ,- masingmasing pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 dicatat sebagai pengurang pinjaman. Sejak tanggal 1 Januari 2010 hutang obligasi dinilai sebesar biaya diamortisasi (amortized cost), sebagai akibat dari pengaruh penerapan metode tingkat bunga efektif untuk amortisasi biaya emisi pinjaman yang belum diamortisasi. Perseroan disyaratkan untuk memenuhi beberapa batasan keuangan dan umum sesuai dengan kondisi obligasi. Pada tanggal 16 Maret 2007, Obligasi tersebut didaftarkan pada Bursa Efek Indonesia. Pada saat tanggal penerbitan, obligasi Perseroan memperoleh peringkat BBB+ (stable outlook) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Obligasi tersebut dijamin dengan jaminan fidusia atas sebagian perangkat infrastruktur telekomunikasi Perseroan sebesar 110% dari seluruh jumlah pokok obligasi yang masih beredar apabila peringkat obligasi adalah BBB atau lebih baik. Apabila tidak, maka jaminan fidusia menjadi 130%. Pada laporan terakhir Pefindo tertanggal 16 Maret 2009, peringkat obligasi Perseroan adalah idd (default). Restrukturisasi Obligasi Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Obligasi tanggal 29 Juni 2009 yang dinyatakan dalam akta No. 246 dari Sutjipto, SH, Notaris di Jakarta, para pemegang Obligasi menyetujui untuk melakukan restrukturisasi hutang Obligasi Perseroan dengan persyaratan sebagai berikut : - Jatuh tempo diperpanjang menjadi 15 Juni Pembayaran bunga kupon Obligasi diubah menjadi : i. 12,375% untuk 9 kuartal dimulai pada tanggal 15 Juni 2007 ii. 5% untuk 8 kuartal dimulai pada tanggal 15 September 2009 iii. 8% untuk 12 kuartal dimulai pada tanggal 15 September 2011 iv. 18% untuk 12 kuartal dimulai pada tanggal 15 September Kupon terhutang untuk periode 15 Maret dan 15 Juni 2009 termasuk denda akan dibayarkan dalam 4 kali pembayaran, dimana pembayaran terakhir adalah tertanggal 15 Maret Perseroan disyaratkan untuk menjaga dana sinking fund sebesar 2 kali pembayaran bunga berikutnya. - Perseroan disyaratkan untuk memenuhi beberapa batasan umum dan keuangan. Salah satu klausul mensyaratkan adanya injeksi modal di tahun 2010 apabila Perseroan tidak memenuhi batasan tersebut. Pada tanggal 19 Februari 2009, Perseroan dan PT Bank Permata Tbk selaku Wali Amanat dalam Obligasi I Perseroan, telah menandatangani Adendum Pembebanan Jaminan Secara Fidusia Atas Peralatan No. 104, yang dibuat di hadapan Aulia Taufani, SH, notaris pengganti dari Sutjipto, SH, Notaris di Jakarta, sehubungan dengan kewajiban Perseroan untuk menambah jaminan menjadi 130% dari jumlah terutang apabila Perseroan mengalami penurunan peringkat Obligasi. Pada tanggal 12 Maret 2010, Perseroan dan PT Bank Permata Tbk Wali Amanat dalam Obligasi I Perseroan menandatangani Adendum Kedua Pembebanan Jaminan Secara Fidusia Atas Peralatan No. 129 yang dibuat di hadapan notaris Aulia Taufani, SH, notaris pengganti dari Sutjipto, SH, Notaris di Jakarta, guna memperbarui jaminan fidusia menjadi 130% dan mengurangi jumlah jaminan sebagai akibat konversi hutang menjadi saham pada tanggal 9 Desember

51 Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Obligasi tanggal 18 Agustus 2010 yang dinyatakan dalam akta No. 71 dari Linda Herawati, SH, Notaris di Jakarta, para pemegang Obligasi menyetujui beberapa hal untuk melakukan restrukturisasi hutang obligasi Perseroan dengan persyaratan sebagai berikut : a. Membukukan dan menjaga EBITDA positif terhitung sejak kuartal pertama tahun b. Setiap saat, sampai dengan obligasi lunas, Perseroan wajib menyediakan dana simpanan (sinking fund) sebesar 1 (satu) periode pembayaran bunga. Dan untuk pertama kalinya penyediaan dana tersebut akan dilakukan paling lambat tanggal 15 November 2010 sebesar satu kali bunga Obligasi yang harus dibayarkan pada periode pembayaran bunga berikutnya. c. Wajib memenuhi kembali dana simpanan (sinking fund) tersebut dalam waktu selambat-lambatnya 60 hari kalender setelah pembayaran bunga Obligasi, apabila dana simpanan tersebut digunakan untuk pembayaran bunga obligasi atau diperlukan penambahan dana simpanan dikarenakan adanya kenaikan bunga obligasi untuk periode berikutnya. d. Paling lambat, tanggal 31 Juli 2011, memastikan untuk dapat dilakukan penambahan (injeksi) modal Perseroan dan/atau pinjaman subordinasi kepada Perseroan, dalam hal berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit per tanggal 31 Maret 2011 yang diterima oleh Wali Amanat paling lambat tanggal 30 Juni 2011, EBITDA untuk kuartal pertama per tanggal 31 Maret 2011 tidak positif. Pada tanggal 15 Maret 2010, Perseroan gagal melakukan pembayaran bunga serta dendanya seluruhnya sebesar Rp ,- sesuai restrukturisasi Obligasi. Akibat kegagalan ini Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan transaksi saham Perseroan. Pada tanggal 26 Maret 2010, Perseroan telah membayar seluruh bunga dan denda yang jatuh tempo pada tanggal 15 Maret Berdasarkan pengumuman Bursa Efek Indonesia No. Peng-UPT-0006/ BEI.PPJ/ tanggal 29 Maret 2010, pemberhentian sementara perdagangan transaksi saham Perseroan telah dicabut. Perseroan gagal melakukan pembayaran bunga ke-14 Obligasi I sebesar Rp ,- yang jatuh tempo pada tanggal 15 September Akibat kegagalan ini Bursa Efek Indonesia kembali menghentikan sementara perdagangan efek (saham dan obligasi) Perseroan sejak tanggal 15 September 2010 hingga pengumuman lebih lanjut. Konversi Hutang Menjadi Saham Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 30 Oktober 2009, pemegang saham menyetujui hutang Perseroan dikonversi menjadi saham Perseroan. Pada tanggal 9 Desember 2009, Perseroan melakukan kesepakatan dengan beberapa pemegang Obligasi untuk melakukan konversi hutang menjadi saham. Per 31 Desember 2009, Perseroan telah mengkonversi Obligasi dengan nilai nominal sebesar Rp ,- berikut bunga serta denda seluruhnya sebesar Rp ,- menjadi Saham Seri B Perseroan. Guaranteed Senior Notes - USD100 juta Pada tanggal 15 Agustus 2007, Mobile-8 Telecom Finance Company B.V. ( Mobile-8 B.V. ), anak perusahaan Perseroan, menerbitkan 11,25% Guaranteed Senior Notes ( Notes ) sebesar USD100 juta yang jatuh tempo pada tanggal 1 Maret Notes ini tercatat di Bursa Efek Singapura. Dalam rangka penerbitan Notes ini, Deutsche Bank Trustees (Hong Kong) Limited bertindak sebagai wali amanat dan agen penjamin. Notes ditawarkan pada nilai nominal dengan tingkat bunga tetap sebesar 11,25% per tahun. Bunga obligasi dibayarkan setiap tanggal 1 Maret dan 1 September dimulai sejak 1 Maret

52 Setiap saat pada atau setelah tanggal 15 Agustus 2010, Mobile-8 B.V. dapat menebus Notes, secara keseluruhan atau sebagian, pada harga tebusan yang sama dengan persentase dari nilai pokok yang telah ditetapkan, ditambah bunga yang belum dibayar, jika ada, pada tanggal dilakukannya penebusan. Harga penebusan selama masa 12 bulan sejak tanggal 15 Agustus dari tahun berikut : - tahun 2010 adalah sebesar 105,625% - tahun 2011 adalah sebesar 102,813%, dan - tahun 2012 dan seterusnya adalah sebesar 100%. Setiap saat sebelum tanggal 15 Agustus 2010, Mobile-8 B.V. mempunyai opsi untuk menebus Notes, secara keseluruhan tetapi tidak secara sebagian, dengan harga tebusan 100% dari nilai pokok Notes, ditambah premi yang berlaku saat itu, dan bunga yang belum dibayar, jika ada, pada saat tanggal penebusan dilakukan. Selain itu, setiap saat sebelum 15 Agustus 2010, Mobile-8 B.V. dapat menebus sampai dengan 35% dari nilai pokok Notes, ditambah dengan bunga yang belum dibayar, jika ada, pada saat tanggal penebusan dilakukan; asalkan setidaknya 65% dari nilai pokok agregat Notes yang diterbitkan pada tanggal penerbitan awal, tetap beredar setelah tebusan tersebut dan tebusan tersebut dilakukan dalam 60 hari setelah penutupan penawaran saham di masa datang. Hasil penerbitan Notes digunakan untuk melunasi seluruh pinjaman dan bunga yang belum dibayar dari fasilitas Lehman Commercial Paper Inc. dengan jumlah USD dan untuk pembelian perlengkapan jaringan serta untuk tujuan umum Perseroan. Perseroan dan Mobile-8 B.V. diwajibkan untuk memenuhi persyaratan umum dan keuangan tertentu. Notes ini dijamin oleh Perseroan dan Mobile-8 B.V., dimana Perseroan menjaminkan sahamnya di Mobile-8 B.V. dan Mobile-8 B.V. mengalihkan seluruh haknya atas pinjaman antar perusahaan. Pinjaman antar perusahaan yang dibuat pada tanggal penerbitan Notes merupakan pinjaman dalam USD yang diberikan oleh Mobile-8 B.V. kepada Perseroan sebesar jumlah yang sama dengan penerimaan Mobile-8 B.V. dari penawaran Notes berdasarkan ketentuan yang terdapat dalam perjanjian pinjaman antar perusahaan awal yang dibuat oleh dan antara Mobile-8 B.V. dan Perseroan. Pada saat penerbitan, Notes ini memperoleh peringkat B dari Standard & Poor s Rating Group (Standard & Poor s), yang merupakan divisi dari Mc Graw-Hill Companies Inc, dan B2 dari Moody s Investors Service, Inc. (Moody s). Pada tanggal 23 Juni 2010 Standard & Poor s tidak lagi memberikan peringkat terhadap Notes tersebut, sedangkan Moody s tidak lagi memberikan peringkat terhadap Notes tersebut sejak 20 Februari Biaya yang berhubungan dengan penerbitan Notes sebesar Rp ,-, dicatat sebagai biaya emisi obligasi dan sebelum tanggal 1 Januari 2010 diamortisasi selama periode pinjaman. Biaya emisi obligasi belum diamortisasi sebesar Rp ,- dan Rp ,- masing-masing pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008, disajikan sebagai pengurang nilai Notes. Sejak 1 Januari 2010, hutang obligasi dinilai sebesar biaya diamortisasi (amortized cost), sebagai akibat dari pengaruh penerapan metode tingkat bunga efektif untuk amortisasi biaya emisi obligasi yang belum diamortisasi. Pada laporan terakhir Standard & Poor s yang diterbitkan tanggal 2 Desember 2008, peringkat Notes tersebut adalah D (Default). Moody s tidak lagi memberikan peringkat terhadap Notes tersebut sejak 20 Februari Pada tanggal 31 Agustus 2010, jumlah tercatat atas penyisihan biaya bunga yang belum dibayar Perseroan sebesar USD atau setara dengan Rp ,-. Pada tanggal 31 Desember 2009, jumlah tercatat atas penyisihan biaya bunga yang belum dibayar Perseroan sebesar USD atau ekuivalen Rp ,- 34

53 Pada tanggal 20 Januari 2009, Perseroan telah menerima panggilan dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat ( Pengadilan ) untuk sidang gugatan perdata wanprestasi yang diajukan oleh DB Trustee (Hong Kong) Limited bertindak sebagai wali amanat atas kegagalan Perseroan untuk melakukan penawaran untuk membeli oleh Perseroan sebagai konsekuensi atas terjadinya penurunan saham PT Global Mediacom Tbk di bawah 51% tahun Pada tanggal 3 Desember 2009, DB Trustee (Hong Kong) Limited menyatakan mencabut gugatan wanprestasi melalui surat pencabutan gugatan yang disampaikan kepada Pengadilan. Pada tanggal 29 Juni 2009, Perseroan selaku Tergugat III telah menerima panggilan dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk sidang gugatan perdata Perbuatan Melawan Hukum yang diajukan oleh PT Global Mediacom Tbk ( MCOM ), sehubungan dengan ketidaktahuan dan tidak adanya persetujuan MCOM atas klausula change of control di dalam indenture. Pada tanggal 3 Desember 2009, MCOM menyatakan mencabut gugatan perdata tersebut melalui surat Pencabutan Gugatan yang disampaikan pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. 10. Kewajiban Imbalan Pasca Kerja Kewajiban imbalan pasca kerja Perseroan pada tanggal 31 Agustus 2010 adalah sebesar Rp juta. Manajemen Perseroan menyatakan bahwa per tanggal 31 Agustus 2010, Perseroan tidak memiliki kewajiban dan ikatan lain kecuali yang telah dinyatakan di atas, dan yang telah diungkapkan dalam Laporan Keuangan Perseroan serta disajikan dalam Prospektus ini. Setelah tanggal 31 Agustus 2010 hingga tanggal laporan auditor independen serta dari tanggal laporan auditor independen hingga tanggal Efektifnya Pernyataan Pendaftaran, Perseroan tidak memiliki kewajiban baru yang jumlahnya material, selain hutang usaha dan kewajiban lain yang timbul dari kegiatan operasional Perseroan serta tambahan pinjaman yang berasal dari commercial paper IV dan V yang diterbitkan oleh Perseroan. Manajemen Perseroan dengan ini menyatakan sanggup untuk menyelesaikan seluruh kewajiban yang dimiliki Perseroan saat ini, sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan, apabila Penawaran Umum Terbatas I Perseroan telah dilaksanakan. 35

54 V. ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN Pembahasan dan analisa atas kondisi keuangan dan kinerja operasional Perseroan harus dibaca bersama dengan audit laporan keuangan konsolidasi Perseroan dan catatan-catatannya yang termuat dalam Bab XVII Prospektus ini mengenai Laporan Auditor Independen dan Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan. Laporan keuangan konsolidasi Perseroan untuk periode 8 (delapan) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2010 dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2009 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Mulyamin Sensi dan Suryanto dimana akuntan publik tidak menyatakan pendapat untuk periode 8 (delapan) bulan yang berakhir tanggal 31 Agustus 2010 dan pendapat wajar tanpa pengecualian dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009, serta tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja, Suhartono serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio & Rekan dengan pendapat wajar tanpa pengecualian. 1. Umum Perseroan mengalami penurunan kinerja keuangan yang signifikan dalam tiga tahun terakhir. EBITDA Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 adalah Rp(357,1) miliar, Rp(83,8) miliar, dan Rp399,5 miliar. EBITDA Perseroan untuk periode 8 (delapan) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2010 adalah Rp(351,9) miliar dibandingkan dengan EBITDA Perseroan sebesar Rp(257,0) miliar untuk periode 8 (delapan) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus Pendapatan kotor Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 adalah Rp537,4 miliar menurun sebesar 42,0% dibandingkan dengan pendapatan kotor Perseroan sebesar Rp926,5 miliar pada tanggal 31 Desember Selain itu, Perseroan belum mampu meningkatkan jumlah pelanggan sejak tahun Total pelanggan Perseroan menurun dari 3 juta pelanggan per tanggal 31 Desember 2008 menjadi kurang lebih 2,9 juta pelanggan per tanggal 31 Desember 2009, dimana secara persentase mengalami penurunan sebesar 3,4%. 2. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Laporan keuangan konsolidasi Perseroan disusun dengan menggunakan prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, yakni Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). Dasar pengukuran laporan keuangan konsolidasi ini adalah konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain, sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan keuangan konsolidasi ini disusun dengan metode akrual, kecuali laporan arus kas. Laporan arus kas konsolidasi disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi adalah mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal neraca, aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs tengah pada tanggal tersebut sesuai Bank Indonesia. Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal neraca, aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut sesuai yang diterbitkan oleh Bank Indonesia. Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan. 36

55 Laporan keuangan konsolidasi meliputi laporan keuangan Perseroan dan anak perusahaan yang dikendalikannya, dimana Perseroan memiliki lebih dari 50%, baik langsung maupun tidak langsung, hak suara di anak perusahaan dan dapat menentukan kebijakan keuangan dan operasi dari anak perusahaan untuk memperoleh keuntungan dari aktivitas anak perusahaan tersebut. Sebuah anak perusahaan tidak dikonsolidasikan apabila sifat pengendaliannya adalah sementara karena anak perusahaan tersebut diperoleh dengan tujuan akan dijual kembali dalam waktu dekat; atau jika ada pembatasan jangka panjang yang mempengaruhi kemampuan anak perusahaan untuk memindahkan dananya ke Perseroan. Dalam hal pengendalian terhadap anak perusahaan dimulai atau diakhiri pada suatu periode tertentu, maka hasil usaha anak perusahaan yang diperhitungkan ke dalam laporan keuangan konsolidasi hanya sebatas hasil pada saat pengendalian tersebut mulai diperoleh hingga saat pengendalian atas anak perusahaan itu berakhir. Saldo dan transaksi termasuk keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi atas transaksi antar perusahaan dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha Perseroan dan anak perusahaan sebagai satu kesatuan usaha. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Usaha Perseroan Kondisi bisnis dan keuangan Perseroan telah dan akan dipengaruhi oleh sejumlah faktor penting, yaitu: i. Average Revenue Per User (ARPU ) Rata-rata bulanan ARPU Perseroan adalah sebesar Rp39.795,- pada tahun 2007, Rp23.962,- pada tahun 2008, dan Rp13.366,- per tahun 2009 serta Rp10.253,- pada delapan bulan yang berakhir tanggal 31 Agustus Rata-rata ARPU bulanan untuk pelanggan pascabayar adalah Rp ,- pada tahun 2007, Rp86.409,- pada tahun 2008, Rp58.678,- pada tahun 2009 dan Rp50.189,- pada delapan bulan yang berakhir tanggal 31 Agustus Rata-rata ARPU bulanan untuk pelanggan prabayar adalah Rp37.221,- pada tahun 2007, Rp21.501,- pada tahun 2008, Rp11.129,- pada tahun 2009, dan Rp11.947,- pada delapan bulan yang berakhir tanggal 31 Agustus Penurunan ARPU bulanan antara tahun 2007 dan delapan bulan yang berakhir tanggal 31 Agustus 2010 terutama disebabkan oleh (i) rendahnya tarif untuk menjadikan daya tarik bagi pelanggan baru; dan (ii) peningkatan penetrasi dari pasar yang menyebabkan peningkatan jumlah pelanggan baru dengan tingkat pemakaian yang rendah. Tabel di bawah menunjukkan informasi yang berkaitan ARPU Perseroan pada periode berikut : Keterangan 1 Januari 2010 s/d 1 Januari 2009 s/d 1 Januari 2008 s/d 1 Januari 2007 s/d 31 Agustus Desember Desember Desember 2007 Pendapatan kotor *) Jumlah pelanggan **) 2.343, , , ,8 ARPU Prabayar **) 10,3 11,1 21,5 37,2 ARPU Pascabayar **) 50,2 58,7 86,4 115,3 ARPU Campuran **) 11,9 13,4 24,0 39,8 *) dalam jutaan Rupiah **) dalam ribuan ii. Pertumbuhan Pelanggan Jumlah pelanggan Perseroan mengalami penurunan dari per 31 Desember 2007 menjadi per 31 Desember 2008, dan per 31 Desember Pada tanggal 31 Agustus 2010 jumlah pelanggan Perseroan berjumlah mencerminkan penurunan sebesar 18,4% dari tanggal 31 Desember Penurunan jumlah pelanggan disebabkan oleh kurangnya sumber daya Perseroan untuk menjaga kualitas jaringan disertai dengan penghentian operasi beberapa BTS Perseroan yang memiliki efisiensi operasi yang rendah. Perseroan akan tetap fokus untuk mendapatkan pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Churn pelanggan mengukur kemampuan Perseroan dalam mempertahankan pelanggannya. Rata-rata bulanan churn rate campuran untuk pelanggan Perseroan adalah 5,5% pada tahun 2007, 8,7% pada tahun 2008, 7,8% pada tahun 2009 dan 8,6% pada delapan bulan yang berakhir tanggal 31 Agustus Churn rate Perseroan meningkat pada enam bulan pertama di tahun 2010 sebagai hasil dari peningkatan kompetisi di pasar dan batasan kapasitas. 37

56 iii. Pembelanjaan Modal Perseroan telah mengeluarkan belanja modal untuk membangun jaringan dan pengembangan produk dan layanan Perseroan. Belanja modal Perseroan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2007, 2008, dan 2009 dan untuk delapan bulan yang berakhir pada 31 Agustus 2010 berturut-turut adalah Rp1.378,3 miliar, Rp1.212,1 miliar, Rp248,7 miliar dan Rp317,3 juta. Jumlah belanja modal yang besar menyebabkan beban depresiasi secara signifikan selama umur aset termasuk hutang dan tambahan beban pendanaan. Sebagian besar belanja modal Perseroan untuk peralatan dilakukan dalam Dolar Amerika Serikat yang dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar mata uang asing. Oleh sebab itu, depresiasi Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat akan menyebabkan peningkatan belanja modal Perseroan. iv. Kerugian Fiskal Perseroan memiliki kerugian fiskal secara signifikan. Pada tanggal 17 April 2008, Perseroan diijinkan untuk memanfaatkan kerugian fiskal dari anak perusahaan sebesar Rp251,1 miliar kepada Perseroan. Pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2009, Perseroan membukukan akumulasi kerugian pajak sebesar Rp1.825,8 miliar dan Rp2.620,7 miliar secara berturut-turut, dan pada tanggal 31 Agustus 2010, Perseroan mengakumulasi kerugian fiskal sebesar Rp3.226,8 miliar. Kerugian fiskal akan berakhir antara tahun 2008 dan Perseroan mengakui aset pajak tangguhan pada akumulasi kerugian pajak dalam tingkat dimana Perseroan berkeyakinan bahwa aset pajak tersebut dapat diutilisasi untuk mengimbangi pajak pendapatan nantinya yang akan mengurangi pengeluaran arus kas untuk pajak penghasilan badan di masa mendatang. v. Kompetisi Perseroan menghadapi persaingan dalam industri telekomunikasi di Indonesia terutama dalam hal harga, jangkauan jaringan, kualitas dan layanan konsumen. Perseroan bersaing dengan beberapa penyedia layanan telepon selular. Perusahaan telekomunikasi telepon selular papan atas di Indonesia adalah Telkomsel, Indosat dan Excelcom. Ketiga perusahaan tersebut memiliki pangsa pasar kurang lebih 80% dalam hal jumlah pelanggan telepon selular pada tahun Selain itu, Pemerintah memberikan izin kepada perusahaan pendatang baru seperti Bakrie Telecom dan Axis untuk menyediakan layanan telepon selular GSM dan atau CDMA. Perseroan memperkirakan pasar menjadi kompetitif akibat pendatang baru dalam industri dan adanya perkembangan teknologi baru, produk dan layanan. Peningkatan persaingan dapat menyebabkan rendahnya tingkat pertumbuhan jumlah pelanggan, tingginya churn rate, peningkatan biaya untuk mendapatkan pelanggan serta pertumbuhan pendapatan yang rendah. vi. Peraturan Pemerintah Industri telekomunikasi di Indonesia terikat pada peraturan Pemerintah dan tindakan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah. Perseroan tidak dapat memprediksi dampak dari peraturan yang baru atau diperbaharui pada bisnis Perseroan. Peraturan-peraturan yang baru atau diperbaharui tersebut dapat menyebabkan persaingan yang semakin ketat, tarif yang rendah, dan terciptanya batasan-batasan kepemilikan asing, serta dapat berdampak pada kegiatan usaha, kondisi keuangan, hasil operasi dan prospek usaha Perseroan. vii. Interkoneksi Depkominfo mengimplementasikan aturan interkoneksi berbasis biaya pada tahun 2007 dan memperbaharui aturan interkoneksi tersebut pada bulan April Berdasarkan peraturan interkoneksi yang telah diperbaharui tersebut, biaya interkoneksi yang dikenakan oleh operator didasarkan pada biaya yang dikeluarkan oleh operator tersebut atas infrastruktur jaringan yang digunakan. Sebagai dampaknya, para operator mulai menurunkan tarifnya. Pada kuartal ketiga tahun 2007, Perseroan menurunkan tarif ritel agar dapat bersaing dengan operator lainnya. Akibatnya, menit penggunaan meningkat, namun ARPU Perseroan menurun. viii. Peraturan Penetapan Harga Formula tarif minimum Perseroan ditentukan oleh Depkominfo, dihitung dengan menambahkan biaya originasi dan biaya terminasi. Berdasarkan peraturan, Perseroan juga diwajibkan untuk membayar kepada Pemerintah berbagai biaya, termasuk biaya perizinan, biaya frekuensi dan biaya kewajiban layanan umum (USO Universal Service Obligation). Adanya perubahan kebijakan Pemerintah atas tarif dan biaya di masa mendatang dapat mempengaruhi kegiatan usaha, kondisi keuangan, hasil operasi dan prospek usaha Perseroan. 38

57 Aktivitas persaingan usaha di Indonesia diatur oleh Undang-undang No. 5 tahun 1999 mengenai Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Undang-undang tersebut mendefinisikan praktek monopoli sebagai penguasaan atas produksi dan atau pemasaran barang dan atau atas penggunaan jasa tertentu oleh satu pelaku usaha atau satu kelompok pelaku usaha dan persaingan usaha tidak sehat merupakan persaingan antar pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan produksi dan atau pemasaran barang dan atau jasa yang dilakukan dengan cara tidak jujur atau melawan hukum atau menghambat persaingan usaha. Perseroan berkeyakinan bahwa kegiatan usaha Perseroan saat ini telah sesuai dengan peraturan perundangundangan mengenai persaingan usaha. Namun, tidak ada jaminan bahwa peraturan perundangundangan mengenai persaingan tersebut tidak akan berubah atau terdapat interpretasi yang berbeda di masa mendatang mengenai penerapannya dalam aktivitas usaha Perseroan, yang akan berdampak negatif pada kondisi keuangan, hasil operasi dan prospek usaha Perseroan. Undang-undang telekomunikasi mewajibkan setiap operator untuk memberikan jaminan kepada pelanggannya dalam hal kualitas layanan, tarif, kompensasi dan hal-hal lainnya. Undang-undang telekomunikasi juga memberikan hak kepada konsumen untuk mengajukan klaim kepada operator telekomunikasi atas kerugian atau kerusakan yang ditimbulkan akibat kelalaian operator. Perseroan beroperasi pada industri yang diatur secara ketat dan iklim hukum dan peraturan yang sedang dalam proses reformasi/pembaharuan. Reformasi dan perubahan-perubahan peraturan dapat memberikan dampak yang merugikan pada kegiatan usaha, kondisi keuangan, dan hasil operasi Perseroan. ix. Situasi Ekonomi dan Politik di Indonesia Perseroan melakukan seluruh kegiatan operasinya di Indonesia. Oleh karena itu, hasil operasi dan kondisi keuangan Perseroan sangat dipengaruhi secara signifikan oleh kondisi ekonomi dan politik Indonesia. Kondisi makroekonomi di Indonesia mempengaruhi kinerja keuangan dan operasi Perseroan, khususnya, kemampuan Perseroan dalam menghasilkan pendapatan dari para pelanggan. Perseroan berkeyakinan bahwa dengan bertumbuhnya perekonomian Indonesia, akan semakin banyak masyarakat Indonesia yang memerlukan layanan telekomunikasi selular. Tingkat pertumbuhan PDB di Indonesia adalah sebesar 6,3% pada tahun 2007, 6,1% pada tahun 2008, dan 4,5% pada tahun Berdasarkan Laporan Tahunan Bank Indonesia tahun 2009, konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,8%, 5,8%, dan 4,9% pada tahun 2007, 2008, dan 2009, serta tingkat kenaikan gaji sebesar 11,4%, 10,9%, dan 8,4% pada tahun 2007, 2008, dan Tingkat inflasi tahunan diukur dengan rata-rata bulanan tingkat inflasi yaitu kurang lebih 6,4%, 10,3%, dan 4,9% pada tahun 2007, 2008, dan 2009 secara berturut-turut dan cenderung meningkatkan beban operasional Perseroan. Tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) pada tanggal 31 Desember 2007, 2008, dan 2009 berturut-turut adalah 8,0%, 10,8%, 6,5% dan 6,5% pada tanggal 31 Agustus Pelambatan pertumbuhan ekonomi atau pertumbuhan negatif di Indonesia dapat berdampak negatif pada kegiatan usaha, arus kas, hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek usaha Perseroan. x. Pergerakan Nilai Tukar Mata Uang Asing Seluruh pendapatan usaha Perseroan menggunakan mata uang Rupiah. Meskipun pengeluaran Perseroan, termasuk biaya tenaga kerja, menggunakan denominasi Rupiah yang memberikan Perseroan perlindungan nilai terhadap fluktuasi nilai tukar mata uang asing, sebagian besar belanja modal Perseroan untuk peralatan-peraltan dilakukan dalam mata uang Dolar Amerika Serikat. Penurunan nilai mata uang Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat akan meningkatkan jumlah pendapatan Perseroan dalam mata uang Rupiah yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan belanja modal Perseroan, meningkatkan biaya belanja modal Perseroan dalam Rupiah dan menyebabkan peningkatan beban depresiasi. Pada tanggal 31 Agustus 2010, Perseroan memiliki kewajiban dalam mata uang asing terutama Dolar Amerika Serikat sebesar USD172,2 juta atau setara dengan Rp1.593,5 miliar, termasuk Guaranteed Secured Bonds dengan tingkat bunga 11,75% per tahun dan aset dengan mata uang asing sebesar USD6,1 juta atau setara dengan Rp56,1 miliar yang terutama terdiri dari kas dan setara kas serta investasi jangka pendek. Oleh karena itu, peningkatan yang signifikan pada nilai Dolar Amerika Serikat terhadap Rupiah dapat berdampak negatif pada belanja modal Perseroan dan laba bersih. 39

58 xi. Kebijakan Akuntansi Penting Laporan keuangan konsolidasi Perseroan disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Penyusunan laporan keuangan konsolidasi dengan prinsip akuntansi yang berlaku di Indonesia membutuhkan asumsi dan estimasi dari manajemen yang mempengaruhi jumlah pelaporan aset dan kewajiban serta keterbukaan kontijensi aset dan hutang pada saat konsolidasi laporan keuangan dan jumlah pelaporan pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Hasil aktual dapat berbeda secara material dari estimasi. Perseroan mendasarkan estimasi pada pengalaman historis dan berbagai asumsi yang manajemen yakini logis pada keadaan saat ini. Namun, kebijakan akuntansi mencerminkan penilaian yang signifikan dan ketidakpastian serta hasilnya berbeda secara material pada perbedaan asumsi dan kondisi. Prinsip Akuntansi Perseroan Pendapatan Pendapatan jasa prabayar terdiri dari penjualan paket perdana dan penjualan voucher pulsa isi ulang. Paket perdana terdiri dari kartu Removable User Identification Module (RUIM) dan pulsa. Penjualan kartu RUIM diakui sebagai pendapatan pada saat paket perdana diserahkan kepada distributor, agen atau pelanggan dan pulsa paket perdana dicatat sebagai pendapatan diterima dimuka dan diakui sebagai pendapatan pada saat jasa diserahkan berdasarkan pulsa yang digunakan oleh pelanggan. Penjualan voucher pulsa isi ulang kepada distributor, agen atau pelanggan dicatat sebagai pendapatan diterima dimuka dan diakui sebagai pendapatan pada saat jasa diserahkan berdasarkan pulsa yang digunakan oleh pelanggan atau pada saat voucher tersebut kadaluarsa. Pendapatan dari jasa pasca bayar diakui pada saat jasa diserahkan kepada pelanggan berdasarkan tarif yang berlaku dan durasi hubungan telepon melalui jaringan selular Perusahaan. Pendapatan jasa bulanan (abonemen) dan jasa layanan nilai tambah diakui berdasarkan tagihan atas jasa yang diberikan pada bulan tersebut. Pendapatan dan beban interkoneksi yang didasarkan pada perjanjian interkoneksi dengan penyelenggara telekomunikasi dalam negeri dan luar negeri, diakui pada saat terjadinya. Pendapatan penjualan modem dan telepon selular diakui pada saat pengalihan barang kepada pelanggan. Pendapatan komunikasi data diakui berdasarkan periode penggunaan dan biaya tetap bulanan tergantung pada kesepakatan dengan pelanggan. Aset Tetap Perseroan mengestimasi umur aset tetap kecuali tanah untuk menentukan jumlah beban depresiasi yang dicatat pada periode pelaporan. Aset tetap kecuali tanah didepresiasi berdasarkan metode garis lurus (straight-line method) selama masa manfaat aset tetap. Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan tersebut termasuk biaya pinjaman yang terjadi selama masa pembangunan yang timbul dari hutang yang digunakan untuk pembangunan aset tersebut. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap yang bersangkutan pada saat siap digunakan. Penurunan Nilai Aset Perseroan menelaah ada atau tidaknya indikasi penurunan nilai aset pada tanggal neraca dan kemungkinan penyesuaian ke nilai yang dapat diperoleh kembali (recoverable amount) apabila terdapat keadaan yang mengindikasikan penurunan nilai aset tersebut. 40

59 Penyisihan Piutang Ragu-Ragu Piutang dicatat pada jumlah tagihan dikurangi dengan penyisihan piutang ragu-ragu. Perseroan memeriksa seluruh piutang yang ada pada neraca dan mencatat penyisihan piutang ragu-ragu. Perseroan mempersiapkan penyisihan berdasarkan status piutang individu pada setiap akhir periode. Perseroan juga mengevaluasi piutang spesifik dimana terdapat indikasi bahwa piutang menjadi ragu-ragu atau tidak dapat tertagih. Perseroan mencatat penyisihan berdasarkan estimasi terbaik Perseroan untuk mengurangi saldo piutang berdasarkan jumlah yang diekspektasikan dapat diterima. Sewa Perseroan menyewa seluruh menara yang dibutuhkan. Transaksi sewa Perseroan akan meningkat sejalan dengan jumlah lokasi jaringan baru dan dimulai pada tanggal menara digunakan untuk jaringan operasional Perseroan. Perseroan menggunakan PSAK 30 (Revisi 2007), sewa untuk transaksi sewa, termasuk amandemen untuk melakukan transaksi sewa. Dalam PSAK 30 (Revisi 2007), sewa diklasifikasikan sebagai finance/capital lease apabila persyaratan dalam sewa mentransfer seluruh risiko dan kepemilikan kepada lessee. Contoh dari situasi dimana individu atau kombinasi yang menyebabkan sewa diklasifikasikan sebagai finance lease adalah: (a) lease mentransfer kepemilikan aset kepada lessee di akhir masa sewa; (b) lessee mempunyai opsi untuk membeli aset pada harga yang diekpektasikan cukup rendah dari harga wajar pada waktu opsi dapat dilaksanakan; (c) masa sewa sebagai bagian dari umur ekonomis aset sekalipun kepemilikan tidak ditransfer; dan, (d) aset yang disewakan merupakan jenis yang khusus dimana hanya lessee yang dapat menggunakannya tanpa modifikasi. Indikator dari situasi dimana individu atau kombinasi dapat menyebabkan sewa diklasifikasikan sebagai finance lease adalah: (a) jika lessee membatalkan sewa, kerugian pihak yang menyewakan sehubungan dengan pembatalan dibebankan kepada lessee. (b) keuntungan atau kerugian dari fluktuasi nilai wajar residu yang diakui kepada lessee (sebagai contoh, dalam bentuk potongan sewa setara dengan hasil penjualan pada akhir sewa) dan (c) lessee mempunyai kemampuan untuk melanjutkan sewa pada periode kedua sewa yang lebih rendah dari harga pasar sewa. Aset pada finance lease diakui pada nilai wajar yang lebih rendah dari aset yang disewa atau nilai kini dari pembayaran minimum sewa. Nilai kini dihitung dengan mendiskontokan pembayaran minimum sewa dengan menggunakan tingkat suku bunga implisit, atau tingkat bunga pinjaman tambahan. Sebagaimana didefinisikan pada standar akuntansi, tingkat suku bunga implisit adalah tingkat diskonto yang akan menyebabkan nilai kini pembayaran minimum sewa setara dengan dengan total nilai wajar dari aset yang disewa dan biaya awal dari lessor. Tingkat bunga tambahan adalah tingkat dimana lessee harus membayar pada sewa yang sejenis atau jika tidak dapat ditentukan, tingkat dimana lessee akan meminjam dana untuk membeli aset dengan jangka waktu dan efek yang setara. Kewajiban terhadap lessor dicatat sebagai kewajiban finance lease. Pembayaran sewa dibagi antara beban pembiayaan dan pengurangan kewajiban sewa. Seluruh sewa yang tidak memenuhi syarat kepada finance lease diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Persediaan Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah (the lower of cost and net realizable value). Nilai realisasi bersih merupakan estimasi harga jual dalam kondisi usaha normal dikurangi estimasinya penyelesaian dan biaya penjualan. Biaya persediaan ditentukan berdasarkan metode rata-rata tertimbang. Penyisihan persediaan usang dan penyisihan penurunan nilai persediaan dibentuk untuk menyesuaikan nilai persediaan ke nilai realisasi bersih. 41

60 Beban Tangguhan Biaya langsung dalam rangka program perolehan pelanggan dicatat sebagai beban tangguhan dan diamortisasi berdasarkan tingkat penurunan pelanggan dan tidak melebihi tiga pulah enam (36) bulan. Tingkat penurunan pelanggan ditelaah secara periodik untuk mencerminkan tingkat penurunan aktual tahun berjalan, dan tambahan penurunan nilai, jika ada, dibebankan pada tahun berjalan. Goodwill Goodwill positif merupakan selisih lebih antara biaya perolehan dan bagian atas nilai wajar aset dan kewajiban anak perusahaan yang dapat diidentifikasi. Goodwill positif diakui sebagai aset dan diamortisasi secara garis lurus selama dua puluh tahun. Pajak Penghasilan Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku. Aset dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan kewajiban menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan kewajiban. Kewajiban pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan manfaat pajak dari saldo rugi fiskal yang belum digunakan sepanjang besar kemungkinan timbulnya laba fiskal dan besar kemungkinan perbedaan temporer dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa yang akan datang. 3. Analisa Keuangan Tabel berikut ini menggambarkan ikhtisar data keuangan penting Perseroan yang didasarkan atas laporan keuangan konsolidasi Perseroan untuk periode 8 (delapan) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2010 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Mulyamin Sensi Suryanto dimana akuntan publik tidak menyatakan pendapat untuk periode 8 (delapan) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2010 dan pendapat wajar tanpa pengecualian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009, untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja, Suhartono dengan pendapat wajar tanpa pengecualian, serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio & Rekan dengan pendapat wajar tanpa pengecualian. Neraca (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 31 Agustus 31 Desember * 2007* Aset Aset Lancar Aset Tidak Lancar Jumlah Aset Kewajiban dan Ekuitas Kewajiban Lancar Kewajiban Tidak Lancar Jumlah Kewajiban Jumlah Ekuitas Jumlah Kewajiban dan Ekuitas

61 Laba Rugi Keterangan 8 bulan 12 bulan (dalam jutaan Rupiah) * 2007* Pendapatan Usaha - Bersih Beban Usaha Pendapatan Usaha - Bersih Beban Usaha Laba (Rugi) Usaha ( ) ( ) ( ) Penghasilan (Beban) Lain-Lain Keuntungan (kerugian) kurs mata uang asing ( ) Keuntungan (kerugian) perubahan nilai wajar derivatif (25.946) ( ) - Keuntungan atas realisasi selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali Keuntungan (kerugian) penjualan dan penghapusan aset tetap (2.269) Penghasilan (beban) investasi (19.682) Penghasilan bunga Amortisasi goodwill bersih (7.635) (11.452) (11.452) (11.452) Beban bunga dan keuangan ( ) ( ) ( ) ( ) Kerugian atas penurunan nilai aset tetap Lain-lain bersih (2.991) (7.633) ( ) Penghasilan (Beban) Lain-lain Bersih ( ) 835 ( ) ( ) Laba (Rugi) Sebelum Pajak ( ) ( ) ( ) Beban Pajak Pajak kini (281) (458) - - Pajak tangguhan (30.231) (49.264) (6.496) Jumlah (30.512) (49.722) (6.496) Laba (Rugi) Bersih Sebelum Hak Minoritas ( ) ( ) ( ) Hak Minoritas Laba (Rugi) Bersih Setelah Hak Minoritas ( ) ( ) ( ) Keterangan: * disajikan kembali 3.1 Perkembangan Pendapatan dan Laba Perseroan Berikut ini adalah perkembangan pendapatan dan laba Perseroan : Grafik Perkembangan Pendapatan dan Laba Untuk Periode 12 bulan Tahun 2007, 2008, 2009 dan 8 bulan Tahun 2010 (dalam miliar Rupiah) bulan 2010 (403) (1.069) (676) (588) (724) (965) Pendapatan Usaha Laba (Rugi) Usaha Laba (Rugi) Bersih 43

62 Perkembangan Pendapatan Usaha Bersih Pendapatan usaha terdiri dari pendapatan (i) layanan telekomunikasi dan (ii) layanan interkoneksi. Jasa telekomunikasi CDMA Perseroan merupakan sumber utama pendapatan Perseroan yang terdiri dari pendapatan layanan jasa telekomunikasi berupa (i) Percakapan, (ii) Layanan Pesan Singkat (SMS), (iii) Data, (iv) Abonemen dan (v) Lain-lain. Perseroan juga memperoleh pendapatan dari interkoneksi domestik dan internasional yang diterima dari penyelenggara telekomunikasi lainnya. Jumlah pendapatan usaha Perseroan disajikan dengan mengurangi Beban Interkoneksi atas interkoneksi yang dilakukan oleh pelanggan Perseroan kepada jaringan penyelenggara lainnya tersebut dan potongan harga. Pendapatan Jasa Telekomunikasi Pendapatan jasa telekomunikasi terdiri dari pendapatan jasa telekomunikasi percakapan prabayar dan pascabayar, SMS, data, abonemen, pulsa dalam voucher tidak terpakai yang kadaluwarsa dan layanan bernilai tambah lainnya, sebelum memperhitungkan potongan harga. Pendapatan jasa telekomunikasi prabayar terutama terdiri dari penjualan paket perdana, yang berisi kartu RUIM beserta pulsa, pendapatan penggunaan pada saat voucher isi ulang digunakan dan pendapatan non-penggunaan pada saat voucher telah kadaluwarsa. Pendapatan penggunaan diperoleh dari airtime, panggilan lokal, panggilan jarak jauh domestik, panggilan internasional, SMS, data dan layanan nilai tambah lainnya. Pendapatan jasa telekomunikasi pascabayar terdiri dari airtime, panggilan lokal, panggilan jarak jauh domestik, panggilan internasional, SMS, data dan layanan nilai tambah lainnya. Perseroan tidak membebankan biaya layanan bulanan kepada pelanggan prabayar. Pelanggan pascabayar Perseroan dibebankan biaya minimum pemakaian sebesar Rp50.000,- per bulan. Perseroan tidak membebankan kepada pelanggan untuk layanan roaming domestik atau panggilan masuk. Untuk panggilan dari jaringan Perseroan ke jaringan operator lain, Perseroan mengakui seluruh jumlah biaya yang dibebankan kepada pelanggan atas panggilan, termasuk tarif jarak jauh dan tarif internasional seperti suara dan data revenue. Perseroan akan mengirim kepada operator lain jumlah biaya interkoneksi seperti tarif jarak jauh dan tarif internasional. Pendapatan Jasa Interkoneksi Pendapatan jasa interkoneksi terdiri dari pendapatan layanan jasa interkoneksi domestik dan jelajah internasional. Pendapatan jasa interkoneksi domestik terdiri dari pendapatan yang Perseroan terima dari penyelenggara layanan telekomunikasi domestik lainnya untuk interkoneksi ke dalam jaringan Perseroan pada saat pelanggan penyelenggara lainnya tersebut melakukan panggilan kepada pelanggan Perseroan. Hal ini termasuk pendapatan layanan interkoneksi yang Perseroan terima untuk panggilan masuk internasional yang diterima melalui gateways internasional Indosat dan Telkom. Biaya untuk interkoneksi domestik didasarkan pada perjanjian interkoneksi yang Perseroan jajaki dengan operator domestik lainnya. Untuk panggilan internasional non VoIP, Perseroan menerima persentase tarif panggilan internasional untuk panggilan masuk dari Indosat dan jumlah yang disetujui per menit untuk panggilan masuk dari Telkom. Untuk panggilan dari jaringan operator fixed line lain (termasuk operator telepon selular) kepada jaringan Perseroan, operator tersebut akan mengirim kepada Perseroan biaya pemutusan sebesar Rp203,- per menit untuk panggilan lokal dan Rp626,- per menit untuk panggilan jarak jauh. Untuk panggilan dari jaringan operator telepon selular lainnya kepada jaringan Perseroan, operator tersebut kan mengirim kepada Perseroan biaya pemutusan sebesar Rp261,- per menit untuk panggilan lokal dan Rp493,- per menit untuk panggilan jarak jauh. Pendapatan yang Perseroan terima untuk pemutusan interkoneksi jarak jauh domestik bergantung pada apakah Perseroan membawa sinyal jarak jauh antara titik interkoneksi. 44

63 Pendapatan roaming internasional mencerminkan pendapatan yang Perseroan terima untuk roaming internasional dari operator telepon selular negara lain untuk pelanggan mereka di Indonesia melalui jaringan Perseroan. Per tanggal 30 Juni 2010, Perseroan memiliki perjanjian roaming internasional dengan 19 operator CDMA di negara lain termasuk Jepang, Korea, Taiwan, Thailand, Cina, Selandia Baru, Amerika Serikat, Vietnam, Makau, India, Guam, Jamaika, Bangladesh, Mexico dan Kanada serta 56 operator GSM di Algeria, Australia, Brunei, Bulgaria, Kamboja, Cina, Kongo, Siprus, Mesir, Perancis, Yunani, Hongkong, India, Italia, Luxemburg, Makau, Malaysia, Monako, Belanda, Selandia Baru, Nigeria, Pakistan, Filipina, Portugal, Rusia, Saudi Arabia, Singapura, Slovenia, Afrika Selatan, Srilanka, Swiss, Thailand, Tunisia, Turki, UAE, Uzbekistan, Vietnam dan Yaman. Perjanjian roaming dengan operator tersebut membentuk biaya untuk layanan tersebut. Biaya untuk roaming internasional adalah dengan mata uang Dolar Amerika Serikat dan Perseroan menerima pembayaran dari operator luar Indonesia untuk layanan tersebut dalam mata uang Dolar Amerika Serikat. Beban Interkoneksi dan Potongan Harga Dengan diterimanya pendapatan Jasa Interkoneksi dari penyelenggara layanan telekomunikasi lainnya, Perseroan juga berkewajiban untuk membayar biaya interkoneksi sehubungan dengan panggilan yang dilakukan oleh pelanggan Perseroan kepada pelanggan dari penyelenggara layanan telekomunikasi domestic dan internasional lain. Perseroan mencatat potongan harga yang Perseroan berikan kepada para distributor dan agen untuk penjualan kartu perdana dan voucher isi ulang sebagai beban potongan harga. Berdasarkan perjanjian pembagian pendapatan antara Perseroan dengan rekanan penyedia layanan jasa nilai tambah (misalnya ring back tones), Perseroan juga harus membayar pembagian pendapatan kepada rekanan Perseroan pada saat pelanggan Perseroan mengakses data dan layanan yang disediakan oleh rekanan Perseroan tersebut, dan Perseroan membukukannya sebagai bagian beban interkoneksi dan potongan harga. Diskon merupakan diskon yang Perseroan sediakan kepada distributor-distributor dan agen untuk penjualan kartu perdana dan voucher. Berikut ini adalah perkembangan pendapatan bersih Perseroan : (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 8 bulan 12 bulan * 2007* Pendapatan Usaha : Jasa telekomunikasi Jasa interkoneksi Jumlah pendapatan Potongan harga (9.368) (32.886) (31.589) (41.775) Pendapatan Usaha - Bersih Keterangan: * disajikan kembali Pendapatan bersih Perseroan untuk periode 8 (delapan) bulan yang berakhir tanggal 31 Agustus 2010 adalah sebesar Rp juta, yang terdiri dari pendapatan (i) percakapan sebesar 57,5% dari jumlah pendapatan bersih, (ii) SMS sebesar 15,4% dari jumlah pendapatan bersih, (iii) data sebesar 13,4% dari jumlah pendapatan bersih, (iv) abonemen sebesar 1,0% dari jumlah pendapatan bersih dan (v) lain-lain sebesar 2,6% dari jumlah pendapatan bersih, serta dikurangi dengan (vi) diskon sebesar 3,6% dari jumlah pendapatan bersih. Saat ini, Perseroan sedang berusaha untuk meningkatkan penjualan dengan terus meluncurkan produkproduk baru yang didukung dengan perluasan dan penguatan jariang distribusi dan penjualan seperti meningkatkan direct selling dan outsourced sale, mendorong channel community selling dan corporate sales, aktif melakukan customer retention dan loyalty program. Selain itu juga, Perseroan aktif melakukan pemasaran baik melalui above the line maupun below the line untuk berusaha meningkatkan penjualan. 45

64 Pada dasarnya produk dari industri telekomunikasi memiliki siklus yang singkat yaitu 3-6 bulan, karena itu Perseroan harus tetap mengeluarkan penawaran-penawaran baru. Produk Perseroan telah disesuaikan agar sesuai dengan siklus tersebut. Berikut ini adalah metode-metode penjualan yang dilakukan oleh Perseroan : Memperluas inisiatif pemasaran dan membuat penawaran produk baru dengan fitur unggulan untuk Fren dan Duo Mobi. Memperluas jaringan distribusi dan penjualan seperti : o lebih memperkuat jaringan distribusi dan penjualan, khususnya di Jakarta dan Jawa Timur o meningkatkan jaringan direct selling dan outsourced sales o melalui community selling dan corporate sales Fokus kepada customer retention dan loyalty program untuk menjaga tingkat churn pada tingkat yang wajar. Perbandingan pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 Perseroan mencatat pendapatan bersih Rp juta atau mengalami penurunan Rp juta atau 43,6% dibandingkan pendapatan tahun Penurunan tersebut disebabkan oleh adanya penurunan pendapatan yang signifikan dari percakapan, SMS, data dan jasa interkoneksi domestik. Jumlah pendapatan dari percakapan memberikan kontribusi terbesar, yaitu 58,1% dari total pendapatan usaha sementara sisanya terutama berasal dari kontribusi layanan SMS dan data. Pada tahun 2009, pendapatan jasa telekomunikasi menurun sebesar 43,4% dari Rp juta pada tahun 2008 menjadi Rp juta pada tahun Penurunan tersebut terutama disebabkan jumlah pelanggan yang relatif sama dengan tahun 2009, sedangkan ARPU pada tahun 2009 menurun dibandingkan pada tahun 2008 terutama disebabkan karena tingkat persaingan yang sangat ketat antar operator telekomunikasi di Indonesia selama tahun Pendapatan jasa interkoneksi di tahun 2009 menurun 31,5% dari Rp juta pada tahun 2008 menjadi Rp juta pada tahun Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh menurunnya pendapatan dari jasa interkoneksi domestik, sebagai akibat gabungan dari penurunan tarif interkoneksi dan lalu lintas panggilan masuk. Secara persentase dari pendapatan usaha, beban interkoneksi dan potongan harga Perseroan meningkat dari 21,0% di tahun 2008 menjadi 31,3% di tahun Peningkatan tersebut terutama sebagai akibat dari meningkatnya lalu lintas panggilan keluar (outgoing call) dibandingkan dengan lalu lintas panggilan masuk (incoming call) yang mengakibatkan naiknya biaya yang wajib dibayarkan ke operator lain. Perbandingan pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 31 Desember 2007 Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 Perseroan mencatat pendapatan bersih sebesar Rp juta atau mengalami penurunan Rp juta atau 16,8% dibandingkan pendapatan pada tahun 2007 yang hanya sebesar Rp juta. Penurunan ini diakibatkan oleh penurunan pendapatan yang signifikan dari percakapan, SMS, data dan jasa interkoneksi domestik. Jumlah pendapatan dari percakapan memberikan kontribusi terbesar yang meliputi 71,8% dari total pendapatan usaha, sementara sisanya terutama berasal dari kontribusi layanan SMS dan data. Pada tahun 2008, pendapatan jasa telekomunikasi menurun sebesar 17,3% dari Rp juta pada tahun 2007 menjadi Rp juta pada tahun Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh jumlah pelanggan yang relatif sama dengan tahun 2007, sedangkan ARPU menurun dari tahun 2007 dikarenakan tingkat persaingan yang sangat ketat antar operator telekomunikasi Indonesia selama tahun

65 Pada tahun 2008, pendapatan jasa interkoneksi menurun 15,5% dari Rp juta pada tahun 2007 menjadi Rp juta di tahun Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan dari jasa interkoneksi domestik, sebagai akibat gabungan dari penurunan tarif interkoneksi dan lalu lintas panggilan masuk. Beban interkoneksi dan potongan harga menurun sebesar 17,2% dari Rp juta pada tahun 2007 menjadi Rp juta di tahun Penurunan ini terutama sebagai akibat gabungan dari penurunan tarif interkoneksi dan lalu lintas panggilan yang mengakibatkan penurunan beban interkoneksi, serta penurunan jumlah paket perdana dan voucher yang terjual, yang dijual dengan potongan harga kepada para distributor/penyalur Perseroan sehingga mengakibatkan penurunan potongan harga secara keseluruhan Perkembangan Beban Usaha Beban Usaha Perseroan terdiri dari (i) Penyusutan dan Amortisasi, (ii) Operasi, Pemeliharaan dan Jasa Telekomunikasi, (iii) Karyawan, (iv) Penjualan dan Pemasaran dan (v) Umum dan Administrasi. Beban Penyusutan dan Amortisasi Beban penyusutan dan amortisasi terdiri dari (i) penyusutan infrastruktur telekomunikasi, bangunan dan prasarana, kendaraan, peralatan kantor dan peralatan penunjang lainnya selama taksiran masa manfaat ekonomis aset aset tersebut, dan (ii) amortisasi dari biaya yang berkaitan dengan perolehan pelanggan melalui program promosi tertentu, termasuk subsidi yang diberikan kepada pembeli handset. Beban Operasi, Pemeliharaan, dan Jasa Telekomunikasi Beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi terdiri dari (i) sewa tempat untuk stasiun pengendali dan infrastruktur telekomunikasi, yang termasuk kontrak sewa kapasitas backbone, link interkoneksi dan transmisi, sewa menara, (ii) beban interkoneksi, (iii) beban penggunaan frekuensi yang terdiri dari (a) Biaya Hak Penggunaan Jasa Telekomunikasi (BHP Jastel) sebesar 0,5% dari pendapatan usaha yang telah disesuaikan dengan unsur tertentu termasuk Beban Interkoneksi dan Potongan Harga, (b) biaya frekuensi radio yang dihitung dengan menggunakan formula yang ditetapkan Pemerintah berdasarkan antara lain jumlah carriers dalam BTS Perseroan, dan (c) biaya USO sebesar 1,25% dari pendapatan usaha disesuaikan dengan hal-hal tertentu termasuk beban interkoneksi dan potongan harga, (iii) listrik dan generator, (iv) perbaikan dan pemeliharaan dan (vi) transportasi operasional. Beban Karyawan Beban karyawan terdiri dari (i) gaji dan tunjangan karyawan, (ii) tenaga kerja outsource, (iii) beban manfaat pekerja, (iv) perekrutan, pelatihan, dan pengembangan, serta (v) beban karyawan lainnya. Beban Penjualan dan Pemasaran Beban penjualan dan pemasaran terdiri dari (i) iklan dan promosi, (ii) kartu RUIM dan biaya voucher, (iii) distribusi, (iv) komisi dan (v) biaya-biaya lain seperti beban riset pemasaran eksternal. Beban Umum dan Administrasi Beban umum dan administrasi terdiri dari (i) sewa gedung kantor dan Mobile-8 Centers, (ii) transportasi, (iii) listrik, air, dan telepon, (iv) biaya perjalanan, (v) beban penyisihan piutang tak tertagih, (vi) biaya kantor, (vii) asuransi, (viii) keamanan dan kebersihan, (ix) biaya profesional, (x) jamuan dan sumbangan dan (xi) beban umum dan administrasi lainnya, termasuk biaya yang berkaitan dengan pos dan pengiriman serta administrasi penagihan dan pengurusan izin. 47

66 Berikut ini adalah tabel yang menunjukkan perkembangan beban usaha Perseroan: (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 8 bulan 12 bulan * 2007* Beban Usaha Operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi Penyusutan dan amortisasi Penjualan dan pemasaran Karyawan Umum dan administrasi Jumlah Beban Usaha Keterangan: * disajikan kembali Beban usaha Perseroan untuk periode 8 (delapan) bulan yang berakhir tanggal 31 Agustus 2010 adalah sebesar Rp juta. Beban operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi sebesar Rp juta yang terdiri dari beban (i) sewa tempat untuk stasiun pengendali dan infrastruktur telekomunikasi sebesar 37,8% dari jumlah beban, (ii) penggunaan frekuensi sebesar 21,8% dari jumlah beban, (iii) listrik dan generator sebesar 12,8% dari jumlah beban, (iv) perbaikan dan pemeliharaan sebesar 3,4% dari jumlah beban, (v) interkoneksi sebesar 23,3% dari jumlah beban dan (vi) transportasi operasional sebesar 0,9% dari jumlah beban. Secara persentase dari pendapatan usaha kotor Perseroan, beban operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi sebesar 115,4%. Beban karyawan sebesar Rp juta terdiri dari beban (i) gaji dan tunjangan sebesar 76,7% dari jumlah beban, (ii) tenaga kerja outsource sebesar 11,8% dari jumlah beban, (iii) manfaat kerja sebesar 10,5% dari jumlah beban, (iv) perekrutan, pelatihan dan pengembangan sebesar 0,3% dari jumlah beban dan (v) lain-lain sebesar 0,7% dari jumlah beban. Secara persentase dari pendapatan usaha kotor Perseroan, beban karyawan sebesar 34,2%. Beban umum dan administrasi Perseroan sebesar Rp juta yang terdiri dari beban (i) sewa gedung dan Mobile-8 Centers sebesar 36,9% dari jumlah beban, (ii) penyisihan piutang ragu-ragu sebesar 13,7% dari jumlah beban, (iii) keamanan dan kebersihan sebesar 8,8% dari jumlah beban, (iv) asuransi sebesar 7,3% dari jumlah beban, (v) listrik, air dan telepon sebesar 6,8% dari jumlah beban, (vi) jasa profesional sebesar 6,7% dari jumlah beban, (vii) biaya kantor sebesar 3,4% dari jumlah beban, (viii) perjalanan dinas sebesar 3,0% dari jumlah beban, (iv) transportasi sebesar 1,4% dari jumlah beban, (x) perbaikan dan pemeliharaan peralatan kantor sebesar 1,1% dari jumlah beban, (x) perbaikan dan pemeliharaan peralatan kantor sebesar 1,1% dari jumlah beban, (xi) jamuan dan sumbangan sebesar 0,5% dari jumlah beban dan (xii) lain-lain sebesar 9,3% dari jumlah beban. Secara persentase dari pendapatan usaha kotor Perseroan, beban umum dan administrasi sebesar 12,5%. Beban penjualan dan pemasaran sebesar Rp juta yang terdiri dari beban (i) iklan dan promosi sebesar 83,9% dari jumlah beban, (ii) kartu perdana dan voucher sebesar 11,4% dari jumlah beban, (iii) distribusi sebesar 3,3% dari jumlah beban dan (iv) komisi sebesar 1,3% dari jumlah beban. Secara persentase dari pendapatan usaha kotor Perseroan, beban penjualan dan pemasaran sebesar 64,5%. Perbandingan beban usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 dengan 31 Desember 2008 Beban usaha Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 adalah sebesar Rp juta. Angka ini mengalami penurunan sebesar Rp juta atau 9,1% dibandingkan beban usaha tahun Beban usaha yang mengalami penurunan terbesar adalah beban pendapatan dan pemasaran sebesar Rp juta, beban karyawan sebesar Rp juta serta beban umum dan administrasi sebesar Rp juta. 48

67 Beban operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi meningkat 10,0% atau sebesar Rp juta, yaitu dari Rp juta pada tahun 2008 menjadi Rp juta pada tahun Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh meningkatnya sewa tempat untuk stasiun pengendali dan infrastruktur telekomunikasi dari Rp juta pada tahun 2008 menjadi Rp juta pada tahun 2009, beban penggunaan frekuensi dari Rp juta pada tahun 2008 menjadi Rp juta pada tahun 2009 serta biaya listrik dan generator dari Rp juta pada tahun 2008 menjadi Rp juta pada tahun Secara persentase dari pendapatan usaha Perseroan, beban operasi, pemeliharaan dan jasa meningkat dari 50,8% pada tahun 2008 menjadi 96,4% pada tahun Beban penyusutan dan amortisasi menurun 0,3% dari Rp juta pada tahun 2008 menjadi Rp juta pada tahun Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penjualan aset dalam bentuk infrastruktur telekomunikasi dan bangunan pada tahun Secara persentase terhadap pendapatan usaha Perseroan, beban penyusutan dan amortisasi meningkat dari 34,5% di tahun 2008 menjadi 59,2% di tahun Beban penjualan dan pemasaran Perseroan menurun 44,8% dari Rp juta di tahun 2008 menjadi Rp juta di tahun Penurunan ini disebabkan menurunnya iklan dan promosi dari Rp juta pada tahun 2008 menjadi Rp juta pada tahun 2009, biaya kartu RUIM dan biaya voucher dari Rp juta pada tahun 2008 menjadi Rp juta pada tahun 2009 dan biaya distribusi dari Rp9.290 juta pada tahun 2008 menjadi Rp7.001 juta pada tahun Selain itu, juga ada kenaikan biaya komisi dari Rp4.467 juta pada tahun 2008 menjadi Rp4.706 juta di tahun Secara persentase terhadap pendapatan usaha, beban penjualan dan pemasaran turun dari 29,4% pada tahun 2008 menjadi 28,0% pada tahun Beban karyawan turun 15,7% dari Rp juta di tahun 2008 menjadi Rp juta di tahun Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan beban gaji dan tunjangan karyawan dari Rp juta di tahun 2008 menjadi Rp juta di tahun 2009, beban tenaga kerja outsource dari Rp juta di tahun 2008 menjadi Rp juta di tahun 2009 serta biaya perekrutan, pelatihan dan pengembangan dari Rp2.858 juta pada tahun 2008 menjadi Rp190 juta di tahun Penurunan tersebut diimbangi dengan kenaikan beban manfaat kerja dari Rp8.779 juta pada tahun 2008 menjadi Rp juta pada tahun Secara persentase dari pendapatan usaha Perseroan, beban karyawan meningkat dari 17,3% di tahun 2008 menjadi 25,1% di tahun Beban umum dan administrasi Perseroan menurun 22,4% dari Rp juta pada tahun 2008 menjadi Rp juta pada tahun Penurunan ini terutama disebabkan oleh beban penyisihan piutang tak tertagih dari Rp9.619 juta di tahun 2008 menjadi Rp3.315 juta di tahun 2009, biaya perjalanan dinas dari Rp6.037 juta pada tahun 2008 menjadi Rp1.880 juta pada tahun 2009, biaya transportasi dari Rp4.028 juta pada tahun 2008 menjadi Rp1.344 juta pada tahun 2009, biaya listrik, air dan telepon dari Rp5.570 juta pada tahun 2008 menjadi Rp3.762 juta pada tahun 2009, biaya kantor dari Rp3.400 juta pada tahun 2008 menjadi Rp1.815 juta pada tahun 2009 dan sewa gedung kantor dan Mobile-8 Centers dari Rp juta pada tahun 2008 menjadi Rp juta pada tahun Namun, penurunan ini diimbangi oleh kenaikan biaya jamuan dan sumbangan dari Rp1.423 juta pada tahun 2008 menjadi Rp6.630 juta di tahun Secara persentase dari pendapatan usaha Perseroan, beban umum dan administrasi naik dari 8,1% pada tahun 2008 menjadi 10,8% di tahun Perbandingan beban usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 dengan 31 Desember 2007 Untuk tahun 2008 beban usaha adalah sebesar Rp juta atau mengalami peningkatan Rp juta atau 42,9% dibandingkan beban usaha tahun 2007 sebesar Rp juta. Beban usaha yang mengalami peningkatan terbesar adalah beban operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi meningkat sebesar Rp juta, beban pendapatan dan pemasaran sebesar Rp juta, dan beban penyusutan dan amortisasi sebesar Rp juta. 49

68 Pada tahun 2008, beban operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi meningkat 43,0% dari Rp juta di tahun 2007 menjadi Rp juta di tahun Kenaikan ini terutama disebabkan oleh peningkatan sewa tempat untuk stasiun pengendali dan infrastruktur telekomunikasi dari Rp juta pada tahun 2007 menjadi Rp juta pada tahun 2008, beban penggunaan frekuensi dari Rp juta pada tahun 2007 menjadi Rp juta pada tahun 2008, biaya listrik dan generator dari Rp juta di tahun 2007 menjadi Rp juta pada tahun 2008, biaya perbaikan dan pemeliharaan dari Rp juta pada tahun 2007 menjadi Rp juta di tahun 2008, serta biaya transportasi operasional dari Rp1.342 juta pada tahun 2007 menjadi Rp4.333 juta pada tahun Kenaikan unsur beban-beban tersebut terutama sejalan dengan ekspansi jaringan selama tahun Secara persentase terhadap pendapatan usaha Perseroan, beban operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi meningkat dari 29,5% di tahun 2007 menjadi 50,8% di tahun Beban penjualan dan pemasaran meningkat 79,2% dari Rp juta di tahun 2007 menjadi Rp juta di tahun Peningkatan tersebut disebabkan oleh meningkatnya iklan dan promosi dari Rp juta pada tahun 2007 menjadi Rp juta pada tahun 2008 yang diimbangi oleh penurunan biaya kartu dan biaya voucher dari Rp juta di tahun 2007 menjadi Rp juta di tahun 2008, biaya distribusi dari Rp juta di tahun 2007 menjadi Rp9.290 juta di tahun 2008 dan biaya komisi dari Rp6.490 juta di tahun 2007 menjadi Rp4.467 juta di tahun Secara persentase terhadap pendapatan usaha Perseroan, beban penjualan dan pemasaran meningkat dari 13,6% pada tahun 2007 menjadi 29,4% pada tahun Beban karyawan meningkat 21,5% dari Rp juta pada tahun 2007 menjadi Rp juta pada tahun Kenaikan ini terutama disebabkan oleh peningkatan gaji untuk menyesuaikan dengan besarnya tingkat inflasi yang menyebabkan kenaikan beban gaji dari Rp juta pada tahun 2007 menjadi Rp juta pada tahun 2008, serta tenaga kerja outsource dari Rp juta pada tahun 2007 menjadi Rp juta pada tahun Peningkatan tersebut diimbangi dengan penurunan beban manfaat kerja dari Rp juta pada tahun 2007 menjadi Rp8.779 juta pada tahun 2008 serta penurunan biaya perekrutan, pelatihan dan pengembangan dari Rp4.725 juta pada tahun 2007 menjadi Rp2.858 juta pada tahun Secara persentase terhadap pendapatan usaha Perseroan, beban karyawan meningkat dari 11,8% pada tahun 2007 menjadi 17,3% pada tahun Beban umum dan administrasi meningkat 18,3% dari Rp juta pada tahun 2007 menjadi Rp juta pada tahun Kenaikan ini terutama disebabkan oleh peningkatan dalam beban penyisihan piutang tak tertagih dari Rp4.309 juta pada tahun 2007 menjadi Rp9.619 juta pada tahun 2008, jumlah sewa gedung kantor dan Mobile-8 Centers dari Rp juta pada tahun 2007 menjadi Rp juta pada tahun 2008 dan biaya keamanan dan kebersihan dari Rp3.735 juta di tahun 2007 menjadi Rp5.735 juta di tahun Namun, peningkatan ini diimbangi oleh penurunan biaya transportasi dari Rp7.163 juta pada tahun 2007 menjadi Rp4.028 juta pada tahun Secara persentase terhadap pendapatan usaha Perseroan, beban umum dan administrasi naik dari 5,7% pada tahun 2007 menjadi 8,1% di tahun Perkembangan Laba (Rugi) Usaha (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 8 bulan 12 bulan * 2007* Laba (Rugi) Usaha ( ) ( ) ( ) % marjin usaha -217,3% -125,7% -43,5% 15,2% Keterangan: * disajikan kembali Rugi usaha Perseroan untuk periode 8 (delapan) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2010 adalah sebesar Rp juta. Rugi usaha Perseroan untuk tahun yang berakhir 2009 adalah sebesar Rp juta. Angka ini mengalami peningkatan sebesar Rp juta atau 67,6% dibandingkan rugi usaha tahun Rugi usaha untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 adalah sebesar Rp juta. Angka ini mengalami penurunan sebesar Rp juta dibandingkan laba usaha tahun 2007 sebesar Rp juta. 50

69 Perkembangan Pendapatan (Beban) Lain-lain Bersih dan Laba (Rugi) Bersih Perseroan membukukan beban lain-lain bersih Rp juta pada tahun 2010 yang terdiri dari (i) beban bunga dan keuangan sebesar 97,9% dari jumlah beban, (ii) kerugian perubahan nilai wajar instrumen derivatif sebesar 7,5% dari jumlah beban, (iii) kerugian bersih investasi sebesar 5,7% dari jumlah beban, (iv) beban amortisasi goodwill sebesar 2,2% dari jumlah beban, serta terkompensasi oleh (v) keuntungan penjualan aset tetap sebesar 0,7% dari jumlah beban, (vi) keuntungan kurs mata uang asing sebesar 14,7% dari jumlah beban, (vii) pendapatan bunga deposito sebesar 0,1% dari jumlah beban dan (viii) beban lain-lain sebesar 0,9% dari jumlah beban. Rugi bersih Perseroan untuk periode 8 (delapan) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2010 adalah sebesar Rp juta. Perbandingan pendapatan (beban) lain-lain bersih dan laba (rugi) bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 Perseroan membukukan penghasilan lain-lain bersih sebesar Rp835 juta pada tahun 2009 dibandingkan dengan beban lain-lain bersih Rp juta pada tahun Perubahan ini terutama disebabkan oleh keuntungan kurs mata uang asing sebesar Rp juta pada tahun 2009 dibandingkan dengan kerugian kurs mata uang asing Rp juta pada tahun 2008, keuntungan perubahan nilai wajar instrumen keuangan derivatif sebesar Rp juta pada tahun 2009 dibandingkan posisi kerugian yang dialami Perseroan sebesar Rp juta pada tahun 2008, pengakuan keuntungan atas realisasi selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali sebesar Rp juta pada tahun 2009 serta keuntungan penjualan aset tetap dari Rp741 juta pada tahun 2008 menjadi Rp juta pada tahun Selain itu, Perseroan juga mengalami penurunan penghasilan investasi dari Rp juta pada tahun 2008 menjadi Rp juta pada tahun 2009 serta kenaikan beban bunga dan keuangan terutama disebabkan kenaikan bunga hutang obligasi dari Rp juta pada tahun 2008 menjadi Rp juta pada tahun 2009 dan kenaikan denda penalty penggunaan frekuensi dari Rp5.818 juta pada tahun 2008 menjadi Rp juta pada tahun Rugi bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2009 adalah sebesar Rp juta atau mengalami penurunan sebesar Rp juta dibandingkan rugi bersih tahun 2008 yaitu sebesar Rp juta. Perbandingan pendapatan (beban) lain-lain bersih dan laba (rugi) bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 31 Desember 2007 Perseroan membukukan beban lain-lain bersih sebesar Rp juta pada tahun 2008 atau meningkat dibandingkan dengan Rp juta pada tahun Peningkatan beban tersebut terutama disebabkan oleh kerugian kurs mata uang asing di tahun 2008 sebesar Rp juta dibandingkan dengan laba kurs mata uang asing yang diperoleh Perseroan pada tahun 2007 sebesar Rp4.440 juta, kenaikan beban bunga dan keuangan sebesar 81,6% serta pengakuan kerugian perubahan nilai wajar instrumen keuangan derivatif sebesar Rp juta pada tahun Peningkatan beban bunga dan keuangan terutama disebabkan oleh peningkatan bunga hutang sewa pembiayaan dari Rp juta pada tahun 2007 menjadi Rp juta pada tahun 2008, sehubungan dengan bertambahnya jumlah menara yang disewa oleh Perseroan melalui hutang sewa pembiayaan pada tahun Rugi bersih tahun 2008 adalah sebesar Rp juta. Angka ini mengalami penurunan sebesar Rp juta atau 2.223,1% dibandingkan laba bersih tahun 2007 sebesar Rp juta. 51

70 3.2. Perkembangan Aset, Kewajiban dan Ekuitas Berikut ini adalah perkembangan aset, kewajiban dan ekuitas Perseroan : Grafik Perkembangan Aset, Kewajiban dan Ekuitas Pada Tanggal 31 Desember 2007, 2008, 2009 dan 31 Agustus 2010 (dalam miliar Rupiah) Des Des Des Ags-2010 Aset Kewajiban Ekuitas Aset Berikut adalah perincian mengenai akun-akun dalam aset Perseroan: (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 31 Agustus 31 Desember * 2007* Aset Lancar Kas dan setara kas Bank yang dibatasi penggunaannya Investasi jangka pendek Piutang usaha : Pihak hubungan istimewa Pihak ketiga - bersih Piutang lain-lain Persediaan bersih Pajak dibayar dimuka Biaya dibayar dimuka Aset lancar lainnya Jumlah Aset Lancar Aset Tidak Lancar Aset pajak tangguhan Aset tetap bersih Goodwill dan aset tidak berwujud bersih Beban tangguhan bersih Biaya dibayar di muka jangka panjang Aset tidak lancar lainnya Jumlah Aset Tidak Lancar Jumlah Aset Keterangan: * disajikan kembali Perbandingan total aset pada tanggal 31 Agustus 2010 dan 31 Desember 2009 Jumlah aset Perseroan pada tanggal 31 Agustus 2010 adalah sebesar Rp juta atau menurun 1,45% dari jumlah aset pada tanggal 31 Desember Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan investasi jangka pendek, yaitu sekitar 86,99%, meskipun terjadi peningkatan persediaan. 52

71 Penurunan investasi jangka pendek sebesar Rp juta atau menurun 87% disebabkan karena Perseroan melakukan penarikan investasi yang dananya digunakan keperluan operasional. Persediaan bersih mengalami kenaikan sebesar Rp juta atau 466% sebagian besar disebabkan karena Perseroan melakukan pembelian handset (dengan berbagai type dan dan merk) untuk program penjualan yang dilakukan Perseroan. Aset tetap mencakup 75% dari total asset. Aset tetap terbesar adalah infrastruktur telekomunikasi (62%) yg terdiri dari peralatan network dan penunjangnya seperti genset dan perangkat listrik. Biaya dibayar dimuka terdiri dari sewa jaringan ke pihak ketiga dan biaya atas penggunaan spektrum frekuensi radio (BHP frekuensi) ke Dirjen Postel. Aset tidak lancar lainnya sebagian besar terdiri dari uang jaminan sewa yang diberikan Perusahaan untuk mendapatkan jaminan kontinuitas pemberian jasa dari para pemasok serta untuk mendukung proses restrukturisasi hutang Perusahaan. Perbandingan total aset pada tanggal 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 Jumlah aset Perseroan pada tanggal 31 Desember 2009 mengalami penurunan yang tidak signifikan dibanding dengan tanggal 31 Desember 2008, yaitu sebesar Rp5.000 juta atau 0,1%. Aset lancar menurun sebesar 29,1%, sebagai akibat dari penurunan investasi jangka pendek sebesar Rp juta karena penarikan dana yang digunakan untuk keperluan operasional, penurunan persediaan sebesar Rp karena penjualan handset, penurunan pajak dibayar dimuka sebesar Rp juta terutama disebabkan karena Perseroan menerima restitusi pajak penghasilan badan, serta penurunan piutang usaha sebesar Rp7.978 juta disebabkan karena kenaikan penyisihan piutang. Jumlah aset tidak lancar meningkat sebesar 4,2%, terutama disebabkan oleh peningkatan bersih aset lain-lain sebesar Rp juta karena adanya security deposit atas perjanjian penyediaan sirkit dan infrastruktur menara. Kenaikan tersebut diimbangi dengan penurunan aset pajak tangguhan sebesar Rp juta dan penurunan aset tetap sebesar Rp juta yang disebabkan karena adanya penjualan gedung dan menara BTS. Perbandingan total aset pada tanggal 31 Desember 2008 dan 31 Desember 2007 Jumlah aset Perseroan pada tanggal 31 Desember 2008 adalah sebesar Rp juta. Angka ini mengalami peningkatan sebesar Rp juta atau 5,0% dibandingkan jumlah aset tahun 2007 sebesar Rp juta. Pada tanggal 31 Desember 2008, aset lancar menurun 57,8% terutama disebabkan oleh penurunan kas dan setara kas serta bank yang dibatasi penggunaannya sebesar 97,2%. Saldo kas dan setara kas serta bank yang dibatasi penggunaannya di 2007 mencerminkan perolehan dana obligasi yang diterbitkan oleh Perseroan dan dan tersebut mulai digunakan di 2008, penurunan persediaan sebesar 52,8% karena penjualan handset, serta penurunan pajak dibayar di muka sebesar 20,0% karena Perseroan menerima restitusi pajak penghasilan badan. Penurunan tersebut diimbangi oleh peningkatan investasi jangka pendek sebesar 45,7% yang dananya berasal dari obligasi yang diterbitkan Perseroan, peningkatan aset lancar lainnya yang sebagian besar berupa uang muka kepada pemasok sebesar 551,7%, peningkatan biaya dibayar di muka sebesar 39,0% terutama karena kenaikan sewa jaringan ke pihak ketiga dan peningkatan piutang usaha bersih sebesar 28,2% terutama karena kenaikan tagihan pelanggan. Pada tanggal 31 Desember 2008, aset tidak lancar tercatat meningkat 35,2%. Kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan bersih aset tetap sebesar Rp juta seiring dengan proyek perluasan jaringan selama tahun 2008, termasuk penambahan bersih aset tetap sewa pembiayaan sebesar Rp juta yang merupakan menara-menara pemancar yang disewa dari sejumlah penyedia menara. Transaksi sewa ini diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan karena secara substansial seluruh risiko dan manfaat terkait dengan pemilikan menara pemancar tersebut beralih kepada Perseroan. 53

72 Kewajiban Berikut adalah perincian mengenai akun-akun kewajiban Perseroan : (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 31 Agustus 31 Desember * 2007* Kewajiban Lancar Hutang Bank Wesel bayar Hutang usaha : Pihak hubungan istimewa Pihak ketiga - bersih Hutang jangka pendek Hutang lain-lain Hutang pajak Biaya masih harus dibayar Pendapatan diterima di muka Uang jaminan pelanggan Hutang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun Jumlah Kewajiban Lancar Kewajiban Tidak Lancar Hutang kepada pihak hubungan istimewa Hutang jangka panjang setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam satu tahun Hutang obligasi Pinjaman jangka panjang Hutang jangka panjang lain Kewajiban imbalan pasca kerja Negatif goodwill - net Jumlah Kewajiban Tidak Lancar Jumlah Kewajiban Keterangan: * disajikan kembali Perbandingan total kewajiban pada tanggal 31 Agustus 2010 dan 31 Desember 2009 Jumlah kewajiban Perseroan pada tanggal 31 Agustus 2010 adalah sebesar Rp juta atau meningkat 17,62% dari jumlah kewajiban pada tanggal 31 Desember Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan hutang jangka pendek sebesar 807,50%. Perbandingan total kewajiban pada tanggal 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 Jumlah kewajiban Perseroan pada tanggal 31 Desember 2009 mengalami penurunan yang tidak signifikan sebesar Rp juta atau 1,7% dibandingkan jumlah kewajiban tahun Pada tanggal 31 Desember 2009, kewajiban lancar meningkat 16,8% yang terutama disebabkan oleh kenaikan biaya masih harus dibayar sebesar Rp juta, yang sebagian besar merupakan biaya bunga dan biaya penggunaan frekuensi, serta adanya pengakuan surat hutang komersil sebesar Rp juta pada tanggal 31 Desember Kenaikan tersebut diimbangi dengan penurunan hutang usaha sebesar Rp juta dan penurunan hutang lain-lain sebesar Rp juta. Penurunan hutang tersebut terutama disebabkan oleh adanya restrukturisasi yang dilakukan oleh Perseroan dengan melakukan konversi hutang menjadi modal saham. Pada tanggal 31 Desember 2009, kewajiban tidak lancar menurun 8,6%, terutama disebabkan oleh penurunan hutang obligasi sebesar Rp juta akibat konversi sebagian hutang obligasi Rupiah menjadi modal saham. 54

73 Perbandingan total kewajiban pada tanggal 31 Desember 2008 dan 31 Desember 2007 Jumlah kewajiban tahun 2008 mengalami peningkatan sebesar Rp juta atau 47,2% dibandingkan tahun Kewajiban lancar meningkat 214,9%, terutama disebabkan oleh meningkatnya hutang usaha sebesar Rp juta yang sebagian besar merupakan hutang atas pembelian peralatan infrastruktur telekomunikasi, kenaikan hutang lain-lain sebesar Rp juta terutama karena pengakuan hutang atas kerugian nilai wajar instrumen keuangan derivatif, kenaikan biaya masih harus dibayar sebesar Rp juta dan kenaikan hutang sewa pembiayaan jatuh tempo dalam satu tahun sebesar Rp juta. Pada tanggal 31 Desember 2008, kewajiban tidak lancar tercatat meningkat 23,1%, terutama disebabkan oleh peningkatan hutang sewa pembiayaan jangka panjang sebesar Rp juta sehubungan dengan sewa menara pemancar, kenaikan hutang obligasi akibat depresiasi nilai Rupiah terhadap USD yang mempengaruhi Guaranteed Senior Notes yang diterbitkan oleh Anak Perusahaan sebesar Rp juta, kenaikan kewajiban imbalan pasca kerja sebesar Rp6.926 juta serta terkompensasi atas penurunan hutang kepada pihak hubungan istimewa sebesar Rp9.384 juta Ekuitas Berikut adalah perincian mengenai akun-akun ekuitas Perseroan: (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 31 Agustus 31 Desember * 2007* Modal saham Tambahan modal disetor Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali Saldo laba (defisit) : Ditentukan penggunaannya Tidak ditentukan penggunaannya ( ) ( ) ( ) ( ) Jumlah Ekuitas Keterangan: * disajikan kembali Perbandingan total ekuitas pada tanggal 31 Agustus 2010 dan 31 Desember 2009 Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Agustus 2010 adalah sebesar Rp juta atau menurun 96,83% dari jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh meningkatnya saldo defisit Perseroan akibat kerugian yang dialami selama periode 8 (delapan) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus Perbandingan total ekuitas pada tanggal 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2009 mengalami peningkatan sebesar Rp juta atau 9,0% dibandingkan jumlah ekuitas tahun Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh konversi sebagian hutang obligasi menjadi modal saham yang dilakukan pada tahun Perbandingan total ekuitas pada tanggal 31 Desember 2008 dan 31 Desember 2007 Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2008 mengalami penurunan sebesar Rp juta atau 59,5% dibandingkan tahun Penurunan ini diakibatkan oleh rugi bersih yang dialami Perseroan selama tahun

74 3.3 Likuiditas, Solvabilitas dan Rentalbilitas Likuiditas Likuiditas diukur dengan menggunakan rasio lancar, yaitu perbandingan aset lancar terhadap kewajiban lancar dan merupakan indikator kemampuan Perseroan untuk memenuhi semua kewajiban jangka pendek dengan menggunakan aset lancar yang dimiliki. Perseroan untuk periode 8 (delapan) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2010 memiliki rasio lancar sebesar 0,18 kali, sedangkan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 masing-masing memiliki rasio lancar sebesar 0,35 kali, 0,57 kali, dan 4,27 kali Solvabilitas Solvabilitas adalah kemampuan untuk memenuhi seluruh kewajiban dengan menggunakan seluruh aset atau ekuitas. Solvabilitas diukur dengan membandingkan jumlah kewajiban dengan jumlah ekuitas (solvabilitas ekuitas), maupun jumlah kewajiban dengan seluruh jumlah aset (solvabilitas aset). Solvabilitas ekuitas Perseroan untuk periode 8 (delapan) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2010 adalah 185,34 kali sedangkan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, adalah 5,00 kali, 5,55 kali dan 1,53 kali. Solvabilitas aset Perseroan periode 8 (delapan) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2010 adalah 0,99 kali, sedangkan untuk tahun yang berakhir pada pada tanggal tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 adalah 0,83 kali, 0,85 kali, dan 0,60 kali Rentabilitas Rentabilitas antara lain diukur dengan rasio-rasio Marjin Laba Bersih (Net Profit Margin), Imbal Hasil Aset (Return on Assets) dan Imbal Hasil Ekuitas (Return On Equity). Marjin Laba Bersih (Net Profit Margin) menggambarkan tingkat kembalian keuntungan bersih terhadap pendapatan bersih Perseroan yang diukur dengan membandingkan laba bersih terhadap pendapatan bersih. Imbal Hasil Aset (Return On Assets) menggambarkan efektivitas perseroan di dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan aset yang dimiliki yang diukur dengan membandingkan laba bersih terhadap total aset. Imbal Hasil Ekuitas (Return On Equity) menggambarkan efektivitas perseroan di dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan ekuitas yang dimiliki yang diukur dengan membandingkan laba bersih terhadap total ekuitas. (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 8 bulan 31 Desember * 2007* Marjin laba bersih -356,6% -134,8% -115,4% 4,5% Imbal hasil rata-rata aset na -15,2% -23,0% 1,3% Imbal hasil rata-rata ekuitas na -95,3% -84,7% 3,0% 56

75 4. Kondisi Likuiditas dan Pembelanjaan Modal Perseroan Kondisi Likuiditas Perseroan yang tercermin dalam pernyataan arus kas Perseroan dapat dilihat pada tabel di bawah ini: (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 31 Agustus 31 Desember * 2007* Kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas operasi ( ) (69.291) ( ) Kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas investasi ( ) ( ) Kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas pendanaan (42.106) Kenaikan (penurunan) kas dan setara kas ( ) (7.392) Kas dan setara kas awal tahun Pengaruh kurs mata uang asing (20) (88) Kas dan setara kas akhir tahun Keterangan: * disajikan kembali Dalam tahun-tahun terakhir, penggunaan kas Perseroan ditujukan untuk beban operasional, pembayaran bunga pada pinjaman dan kewajiban sewa, serta ekspansi jaringan. Sementara itu piutang Perseroan pada tahun 2009 diperoleh dari penjualan aset tetap dan penerimaan dari klaim pengembalian pajak. Sumber utama likuiditas sejak Perseroan melakukan operasi di tahun 2003 adalah arus kas dari aktivitas pendanaan, termasuk pendapatan dari penerbitan saham, pinjaman bank, fasilitas modal kerja dan surat sanggup bayar (promissory notes). Sumber utama likuiditas pada tahun 2009 adalah penjualan aset tetap dan penerimaan dari klaim pengembalian pajak. Arus Kas dari Aktivitas Operasional Kas bersih yang diperoleh (digunakan) dari aktivitas operasional terdiri dari penerimaan kas dari pelanggan, kas yang dibayarkan kepada pemasok dan karyawan, kas yang dihasilkan (digunakan) dalam operasi, penerimaan kas atas klaim pengembalian pajak, penerimaan bunga, pembayaran pajak dan bunga, serta pembayaran denda dan beban pembiayaan. Kas yang digunakan dari aktivitas operasional berjumlah Rp69,3 miliar pada tahun 2009, menurun dibandingkan dengan kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasional sebesar Rp476,8 miliar pada tahun Perubahan ini terutama disebabkan oleh penurunan pembayaran bunga dan beban keuangan sebesar Rp89,7 miliar pada tahun 2009, dibandingkan Rp349,5 miliar pada tahun 2008 termasuk dari (i) penurunan penerimaan kas dari pengembalian pajak sebesar Rp41,7 miliar pada tahun 2009 dibandingkan Rp58,7 miliar pada tahun 2008 dan (ii) penurunan penerimaan kas dari pendapatan bunga dan investasi sebesar Rp1,3 miliar pada tahun 2009 dibandingkan Rp13,4 miliar pada tahun Arus Kas dari Aktivitas Investasi Bentuk transaksi yang secara historis mempengaruhi arus kas yang digunakan dalam kegiatan investasi adalah penerimaan dari (pembayaran untuk) deposit, hasil penjualan properti dan peralatan, pembayaran pajak pertambahan nilai dari belanja modal, pembelian properti dan peralatan, penempatan dan penerimaan dari investasi jangka pendek, tambahan pada kas yang dibatasi penggunaannya dan investasi pada anak perusahaan. Kas yang diperoleh dari aktivitas investasi adalah sebesar Rp11,9 miliar pada tahun 2009 dibandingkan dengan arus kas yang digunakan dari aktivitas investasi sebesar Rp310,6 miliar pada tahun Perubahan ini terutama disebabkan oleh (i) penerimaan arus kas bersih dari penjualan investasi jangka pendek sebesar Rp100,2 miliar pada tahun 2009, dibandingkan Rp1.196,0 miliar pada tahun 2008, (ii) penurunan pada arus kas yang digunakan pada pembelian properti dan peralatan sebesar Rp145,4 miliar pada tahun 2009 dibandingkan Rp266,9 miliar pada tahun 2008 dan (iii) peningkatan arus kas dari penjualan properti dan peralatan sebesar Rp57,0 miliar pada tahun 2009 dibandingkan Rp1,1 miliar pada tahun

76 Arus Kas dari Kegiatan Pendanaan Sumber utama untuk likuiditas Perseroan ketika Perseroan memulai operasi telepon selular pada tahun 2003 berasal dari aktivitas pendanaan, dan bentuk transaksi yang secara historis mempengaruhi arus kas yang diperoleh dari aktivitas pendanaan adalah perolehan pinjaman jangka panjang dari wesel bayar, penerimaan dari (pembayaran atas) pinjaman kepada pihak hubungan istimewa, penerimaan dari uang muka setoran modal, pembayaran hutang bank, pembayaran kewajiban untuk pembelian properti dan peralatan, tambahan pinjaman bank, penerimaan dana dari penerbitan obligasi dan penerimaan dana dari penerbitan saham. Kas yang diperoleh dalam aktivitas pendanaan meningkat menjadi Rp57,6 miliar pada tahun 2009 dibandingkan kas yang digunakan dari aktivitas pendanaan sebesar Rp42,1 miliar pada tahun Penurunan ini disebabkan oleh (i) penerimaan pinjaman jangka pendek sebesar Rp80 miliar pada tahun 2009 (ii) penurunan kas yang digunakan pada pembayaran kewajiban sewa sebesar Rp15,2 miliar pada tahun 2009, dibandingkan Rp31,6 miliar pada tahun 2008 dan (iii) penurunan kas bersih yang digunakan pada pembayaran hutang kepada hubungan istimewa sebesar Rp7,2 miliar pada tahun 2009 dibandingkan Rp10,5 miliar pada tahun Belanja Modal Perseroan telah melakukan investasi yang material atas jaringan infrastruktur Perseroan selama tiga tahun terakhir. Mayoritas belanja modal Perseroan terutama untuk melakukan instalasi jaringan CDMA2000 1X di Jawa termasuk meningkatkan kapasitas jaringan dan jangkauannya. Perseroan memasukkan biaya instalasi peralatan pada jaringan Perseroan dan properti serta peralatan lainnya sebagai belanja modal. Biaya perolehan dimasukkan ke dalam neraca pada saat Perseroan menerima peralatan dari pemasok. Tabel di bawah merangkum data historis belanja modal Perseroan sehubungan dengan jaringan infrastruktur Perseroan, properti dan peralatan (kecuali tambahan pada properti dan peralatan yang berasal dari akusisi anak perusahaan) untuk periode-periode : (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 31 Agustus 31 Desember * 2007* Belanja Modal Tanah - 2,6 3,0 9,9 Infrastruktur telekomunikasi 309,0 156,4 518,2 500,0 Bangunan dan prasarana - - 1,2 2,8 Peralatan kantor 4,6 0,5 18,9 24,7 Kendaraan ,7 Peralatan pendukung - 66,7 211,0 26,6 Aset infrastruktur telekomunikasi yang disewa 3,7 22,5 459,8 812,6 Jumlah Belanja Modal 317,3 248, , ,3 Keterangan: * tidak diaudit Pada tahun 2010, Perseroan berkeyakinan bahwa Perseroan akan memperoleh sekitar Rp350,0 miliar untuk belanja modal terutama untuk peningkatan kualitas jaringan dan infrastruktur lainnya serta kebutuhan peralatan. Perseroan memperkirakan akan mengeluarkan sekitar Rp350,0 miliar pada tahun 2010 untuk berbagai jenis proyek, termasuk ekspansi dan pembaharuan jangkauan jaringan telepon selular. Belanja modal Perseroan secara aktual mungkin akan berbeda dari perencanaan sebelumnya akibat dari berbagai faktor, termasuk arus kas masa mendatang, hasil operasi dan kondisi keuangan, perubahan ekonomi Indonesia, ketersediaan vendor atau pembiayaan lainnya dengan persyaratan yang dapat diterima Perseroan, masalah-masalah teknikal atau lainnya dalam memperoleh atau menginstalasi peralatan, perubahan peraturan di Indonesia, perubahan rencana bisnis dan strategi serta perubahan nilai tukar antara Dolar Amerika Serikat dan Rupiah yang dapat mempengaruhi biaya pembelian peralatan. Perseroan masih mengalami kondisi likuiditas yang tidak sehat dan membutuhkan dana pihak ketiga untuk membiayai operasional perusahaan. 58

77 Di tahun yang akan datang, diharapkan dengan adanya sinergi dengan anak perusahaan baru, dalam peningkatan pendapatan maupun efisiensi biaya, sehingga dapat memperbaiki posisi likuiditas dan arus kas Perseroan. 5. Kondisi Perekonomian, Risiko Pasar dan Manajemen Risiko Kondisi perekonomian dunia dan regional pada umumnya masih mengalami kondisi ketidakpastian yang tinggi dengan kemungkinan dibutuhkan bail out dan hampir terjadi gagal bayar dari surat hutang beberapa negara, terutama di kawasan Eropa. Secara global, kondisi perekonomian dunia masih belum keluar dari resesi sepenuhnya. Hal tersebut dapat berpengaruh terhadap nlai tukar terutama USD, sehingga dapat berpengaruh terhadap belanja modal perusahaan yang sebagian besar dalam mata uang USD. Kondisi perekonomian Indonesia masih dalam kondisi yang relatif baik secara umum dengan perekonomian yang masih bertumbuh dan peningkatan masuknya modal asing. Akan tetapi perkonomian di Indonesia masih dibayangi oleh ketidakpastian ekonomi dunia dan regional yang baik secara langsung maupun secara tidak langsung akan berdampak kepada perekonomian Indonesia. Risiko pasar utama yang dihadapi Perseroan adalah perubahan pada nilai tukar mata uang dan tingkat suku bunga. Risiko Nilai Tukar Mata Uang Asing Mata uang asing meningkatkan risiko pasar Perseroan dalam kaitannya dengan pergerakan nilai tukar terhadap Rupiah sebagai mata uang fungsional dan pelaporan Perseroan. Pada tanggal 31 Agustus 2010, Perseroan memiliki USD161 juta, SGD4.166 dan THB 400 (atau seluruhnya setara dengan Rp1.455,4 miliar) hutang dengan denominasi mata uang asing terutama Dolar Amerika Serikat serta USD1,35 juta, SGD8, THB8.000 dan EUR (atau seluruhnya setara dengan Rp juta) aset dengan denominasi mata uang asing terutama Dolar Amerika Serikat yang terdiri dari kas dan setara kas serta investasi jangka pendek. Perubahan nilai tukar telah dan seterusnya dapat mempengaruhi jumlah fasilitas pinjaman yang tersedia dalam denominasi Dolar Amerika Serikat. Hampir semua pendapatan Perseroan berada dalam mata uang Rupiah. Perseroan kemungkinan juga memperoleh pinjaman jangka panjang dalam mata uang lainnya, selain Rupiah, termasuk tambahan dalam Dolar Amerika Serikat, untuk membiayai belanja modal Perseroan. Perseroan tidak melakukan kontrak lindung nilai untuk membatasi risiko nilai tukar. Pada saat mata uang Rupiah mengalami penurunan terhadap Dolar Amerika Serikat, nilai kewajiban bersih Perseroan dalam Dolar Amerika Serikat akan meningkat dalam Rupiah. Perseroan tidak menggunakan lindung nilai atas pinjaman Perseroan dan ikatan dalam mata uang asing, karena : - Manajemen Perseroan berpendapat bahwa mata uang Rupiah akan menguat terhadap mata uang asing, khususnya Dolar Amerika Serikat yang merupakan denominasi pinjaman dan ikatan dalam mata uang asing; - Biaya untuk melakukan lindung nilai cukup mahal dikarenakan jangka waktu pinjaman yang panjang. Risiko tingkat suku bunga Perseroan menghadapi risiko tingkat suku bunga yang berasal dari fluktuasi tingkat suku bunga. Pada tanggal 31 Agustus 2010, hutang obligasi Perseroan mempunyai tingkat suku bunga yang tetap. Perseroan menghadapi risiko tingkat suku bunga yang berasal dari dana tunai yang disimpan dalam rekening simpanan berbunga. Perseroan umumnya menempatkan kas Perseroan pada investasi jangka pendek dan deposito berjangka. Saat ini Perseroan tidak menggunakan instrumen derivatif untuk mengantisipasi risiko tingkat suku bunga. 59

78 Saat ini seluruh hutang Perseroan memiliki tingkat suku bunga tetap, atau mengambang dengan batasan tertentu, sehingga peningkatan suku bunga tidak akan berpengaruh banyak terhadap Perseroan. Namun, tingkat nilai tukar akan berpengaruh secara signifikan dimana Perseroan memiliki hutang dalam USD100 juta atau 39% terhadap total pinjaman yang berbunga (interest bearing debt) Perseroan secara keseluruhan pada tanggal 31 Agustus Dampak inflasi Berdasarkan data dari Bank Indonesia, Indonesia memiliki tingkat inflasi tahunan sebesar 6,4% pada tahun 2007, 10,3% pada tahun 2008, dan 4,9% pada tahun 2009, yang diukur dengan menggunakan rata-rata tingkat inflasi bulanan. Perseroan berpendapat bahwa inflasi di Indonesia, dimana seluruh operasi Perseroan berada, tidak memiliki dampak material pada hasil operasi Perseroan. Inflasi di Indonesia dapat berpengaruh negatif pada laba bersih Perseroan dan arus kas pada saat Perseroan tidak mampu meningkatkan pendapatan Perseroan untuk menutupi adanya peningkatan beban operasional akibat inflasi. Di masa lalu, dan kemungkinan di masa mendatang, Perseroan mengalami keterbatasan kemampuan untuk menaikkan harga kepada konsumen sebagai respon/jawaban atas inflasi, yang disebabkan oleh antara lain tekanan persaingan dan peraturan Pemerintah. Berikut ini hal-hal yang akan dilakukan oleh Perseroan dalam mengantisipasi dampak dari risiko usaha yang dihadapinya : a. Industri telekomunikasi nasional semakin kompetitif dengan banyaknya produk-produk yang baru dengan tarif yang semakin bersaing. Untuk menghadapi tantangan ini, Perseroan akan terus memperkenalkan produk maupun layanan atau fitur baru yang inovatif dengan harga yang kompetitif. Perseroan akan melanjutkan program bundling handset-nya, dan menawarkan berbagai variasi produk Fren dan Mobi, serta produk hibrid FrenDuo yang memanfaatkan mobilitas dari lisensi selular dan tarif yang lebih murah dari lisensi FWA. b. Kondisi perekonomian keuangan global yang masih tidak menentu akan mempengaruhi melemahnya daya beli masyarakat dan dapat berdampak pada penurunan ARPU maupun melemahnya tingkat pertumbuhan penetrasi. Oleh karena itu, Perseroan akan terus memantaru perkembangan dan memperkenalkan produk yang lebih sesuai dengan kondisi pasar. c. Kegiatan usaha Perseroan dapat dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar Rupiah, terutama terhadap mata uang USD akibat hutang Perseroan belanja modal untuk jaringan telekomunikasi dan juga pembelian handset untuk mendukung program bundling yang berdenominasi USD. Selain itu, fluktuasi nilai tukar Rupiah juga akan berpengaruh terhadap profitabilitas dimana Perseroan memiliki hutang obligasi senilai USD dengan tingkat bunga 11,25% per tahun. d. Pertumbuhan pelanggan dan penggunaan jaringan oleh pelanggan yang tidak diimbangi dengan ketersediaan jumlah kapasitas jaringan yang memadai dapat berdampak negatif pada kinerja dan kegiatan usaha Perseroan. Untuk itu, Perseroan akan terus menjaga kualitas network-nya. Selain itu, dengan berkurangnya kemampuan Perseroan dalam mendapatkan pendanaan untuk memenuhi kebutuhan belanja modal dapat semakin menghambat perbaikan kualitas maupun perluasan network coverage. e. Kegagalan atas (a) operasi jaringan Perseroan secara berkesinambungan, (b) sistem-sistem utama tertentu, atau (c) titik interkoneksi (gateway) ke jaringan penyelenggara lainnya, dapat berdampak negatif terhadap kegiatan usaha Perseroan. Untuk menghindari kegagalan ini, Perseroan terus meningkatkan kualitas pemeliharaan seluruh jaringan serta perangkat pendukungnya termasuk memastikan bahwa kegiatan usaha tidak akan terganggu terlalu lama pada saat terjadinya suatu gangguan. f. Perseroan beroperasi pada teknologi CDMA, di tengah penggunaan teknologi GSM yang lebih populer sehingga terdapat risiko perubahan teknologi yang dapat mempengaruhi kegiatan usaha Perseroan. Terlebih lagi, Perseroan juga menghadapi persaingan dari kehadiran teknologi Wi-Max, yang lisensinya telah dikeluarkan oleh Pemerintah kepada beberapa perusahaan. Dalam upaya mengantisipasi hal ini, Perseroan akan terus mengikuti perkembangan teknologi CDMA dengan mengaplikasikan teknologi EVDO, yang setara dengan teknologi 3G. 60

79 VI. RISIKO USAHA Sebelum membuat keputusan berinvestasi, investor harus berhati-hati dalam mempertimbangkan berbagai faktor risiko, termasuk informasi dalam Prospektus ini. Risiko-risiko di bawah ini bukan merupakan satu-satunya yang mempengaruhi Perseroan. Risiko lainnya yang tidak diketahui Perseroan pada saat ini ataupun tidak material dapat mempengaruhi bisnis, arus kas, hasil operasi, kondisi keuangan atau prospek usaha Perseroan. Seluruh risiko telah diungkapkan dan disusun sesuai dengan bobot risiko yang dimulai dari risiko utama Perseroan. Semua risiko material telah diungkapkan. Risiko yang berkaitan dengan kegiatan usaha Perseroan dan industri telekomunikasi selular 1. Perseroan menghadapi persaingan yang ketat dari operator telekomunikasi lainnya di Indonesia Perseroan menghadapi persaingan ketat dalam industri telekomunikasi di Indonesia, terutama dalam hal harga, jangkauan dan kualitas jaringan, berbagai layanan dan fitur yang ditawarkan serta pelayanan kepada pelanggan. Jasa selular Perseroan bersaing terutama dengan operator CDMA lainnya seperti Bakrie Telecom dengan merek Esia dan Indosat dengan merek StarOne. Selain itu, Perseroan juga menghadapi persaingan yang ketat dari operator GSM, platform selular yang dominan di Indonesia, seperti PT Telekomunikasi Selular ( Telkomsel ), PT Indonesia Satellite Corporation Tbk ( Indosat ) dan PT Excelcomindo Pratama Tbk ( Excelcomindo ). Ketiga operator besar di Indonesia tersebut memiliki pangsa pasar sekitar 83,8% dalam hal jumlah pelanggan selular pada tahun Pemerintah mungkin masih akan memberikan izin baru kepada perusahaan lainnya di masa mendatang, yang akan meningkatkan intensitas persaingan dengan Perseroan. Beberapa pesaing Perseroan lebih besar dibandingkan Perseroan dan memiliki sumber daya keuangan, teknis, pemasaran dan lainnya untuk menghadapi perkembangan yang kompetitif dalam industri telekomunikasi selular yang lebih besar dari Perseroan, dan mungkin menikmati skala ekonomi yang lebih baik serta menawarkan jasa dengan harga yang lebih rendah dibandingkan dengan Perseroan, sehingga berdampak negatif terhadap pendapatan, pertumbuhan dan profitabilitas Perseroan. Perseroan, dan para pesaingnya, dapat menghadapi persaingan dari penyedia jasa telekomunikasi terbaru, yang muncul sebagai dampak dari pembaharuan teknologi. Sebagai contoh, internet-based carriers seperti Google Voice, Yahoo Voice dan Skype, mengizinkan penggunanya untuk melakukan panggilan dan pengiriman SMS, serta menawarkan jasa tambahan seperti jalur panggilan ke berbagai telepon selular dan akses pada jasa internet. Penyedia jasa alternatif seperti ini dapat menawarkan paket produk dan layanan yang mungkin tidak dapat disaingi oleh Perseroan. Oleh karena itu, Perseroan tidak dapat memberikan jaminan bahwa Perseroan dapat bersaing lebih lanjut secara efektif di pasar untuk jasa telekomunikasi selular atau bahwa tingkat persaingan yang ada saat ini dan di masa mendatang tidak akan berdampak negatif terhadap kegiatan usaha, arus kas, hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek usaha Perseroan. 2. Apabila PT Smart Telecom, sebagai calon perusahaan yang akan diambilalih oleh Perseroan, lalai memenuhi kewajiban pinjamannya, kelalaian mana menimbulkan hak bagi pemegang gadai untuk mengeksekusi gadai atas saham-saham PT Smart Telecom, yang apabila dilaksanakannya maka Perseroan akan kehilangan hak atas saham-saham PT Smart Telecom. Pada tanggal 28 Desember 2006, Smartel menandatangani Perjanjian Fasilitas Kredit Pembelian sebesar USD dimana Smartel sebagai peminjam, PT Prima Mas Abadi dan PT Global Nusa Data sebagai penjamin, China Development Bank sebagai pemberi pinjaman dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk sebagai agen jaminan. Pinjaman ini dijamin dengan seluruh saham Smartel yang dimiliki oleh para pemegang saham kecuali PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero), akta transfer fidusia untuk semua aset yang dibeli dengan menggunakan fasilitas pinjaman ini, piutang usaha, persediaan, pengalihan atas seluruh kas milik Smartel dan saham PT Global Nusa Data dan PT Prima Mas Abadi serta corporate guarantee dari PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSS). Berdasarkan 61

80 Perjanjian Perubahan tanggal 22 Februari 2010, corporate guarantee dari DSS kemudian digantikan dengan corporate guarantee dari PT Sinar Mas Tunggal dan saham DSS yang dimiliki oleh PT Sinar Mas Tunggal. Berdasarkan perjanjian, Smartel harus memperoleh persetujuan tertulis sebelumnya dari CDB untuk menjaminkan aset yang dimiliki Smartel, melakukan restrukturisasi Smartel, merger, de-merger, akusisi, perubahan bisnis dan penambahan investasi yang tidak sesuai dengan bidang usaha Smartel. Smartel juga memiliki batasan tertentu untuk menjual, memindahkan, menghapus aset Smartel, melakukan transaksi dengan pihak afiliasi, membagikan dividen, menarik modal atau menerbitkan saham baru ke pihak lain. Smartel harus menjaga Debt Service Coverage Ratio (DSCR) minimal 1,5. Apabila tidak tercapai maka pemegang saham harus menambah modal. Smartel juga harus menjaga Debt to Assets Ratio sebesar 70% untuk tahun 2008 dan tahun-tahun berikutnya. Selain itu setiap perubahan dalam kepemilikan saham milik Smartel harus mendapatkan persetujuan tertulis sebelumnya dari CDB. Rencana pengalihan saham Smartel milik PT Global Nusa Data, PT Bali Media Telekomunikasi dan PT Wahana Inti Nusantara kepada Perseroan telah memperoleh persetujuan dari China Development Bank sebagaimana termaktub dalam suratnya tertanggal 6 Desember Pengalihan saham-saham Smartel tersebut tidak menyebabkan hapusnya hak gadai atas saham tersebut atau dengan kata lain hak gadai tersebut akan tetap melekat pada saham-saham yang sedang digadaikan tersebut. Apabila Smartel lalai atas pemenuhan kewajibannya berdasarkan perjanjian kredit tersebut, kelalaian mana menimbulkan hak bagi pemegang gadai untuk mengeksekusi gadai atas saham-saham Smartel, yang apabila dilaksanakannya maka Perseroan akan kehilangan hak atas saham-saham Smartel. Namun di pihak lain, Perseroan tetap mempunyai hak subrogasi terhadap Smartel. 3. Perseroan mengalami arus kas negatif dan penurunan jumlah pelanggan dan karenanya Perseroan memerlukan sumber daya tambahan untuk mengembangkan kegiatan operasional dan kembali membukukan keuntungan Persaingan yang semakin ketat dalam industri telekomunikasi memberikan dampak negatif terhadap kegiatan usaha, arus kas, imbal hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek usaha Perseroan. Sejak tahun 2007, Perseroan telah gagal dalam meningkatkan jumlah pelanggan dan mengalami penurunan jumlah pelanggan yang signifikan, yang selanjutnya memberikan dampak negatif terhadap kegiatan usaha, arus kas, imbal hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek usaha Perseroan. Oleh karenanya, Perseroan tidak dapat memberikan kepastian bahwa kondisi keuangan Perseroan akan pulih kembali dalam jangka waktu yang akan datang atau selamanya. 4. Perseroan telah gagal memenuhi syarat dan kondisi dalam perjanjian kredit yang ada saat ini dan menunda pembayaran pinjaman kepada para kreditur Pada tanggal 19 September 2008, PT Global Mediacom Tbk menjual beberapa porsi sahamnya dalam Perseroan dan karenanya menurunkan kepemilikannya menjadi di bawah 51%. Hal ini menyebabkan adanya perubahan pengendalian atas Perseroan berdasarkan syarat dan kondisi dalam perjanjian kredit (surat hutang) dan mewajibkan Perseroan untuk menawarkan pelunasan kepada pemegang surat hutang. Pada tanggal 6 November 2008, Perseroan mengindikasikan bahwa Perseroan tidak mampu melunasi hutang sehubungan dengan adanya perubahan pengendalian dan disebabkan kondisi keuangan Perseroan saat itu serta krisis keuangan global. Ketidakmampuan Perseroan dalam menawarkan pelunasan merupakan suatu kegagalan menurut perjanjian hutang dan pada tanggal 12 November 2008, wali amanat mempercepat jangka waktu surat hutang dengan memberikan pemberitahuan kepada Perseroan. Pada tanggal 7 Januari 2009, wali amanat mengajukan klaim ke Pengadilan Jakarta Pusat atas seluruh saldo yang tersisa, atau sekitar USD100 juta, ditambah dengan bunga sebesar USD3,5 juta. Pada tanggal 3 Desember 2009, wali amanat menarik pengajuan klaim tersebut. Perseroan belum melakukan pembayaran atas nilai pokok pinjaman ataupun bunga sejak percepatan surat hutang tersebut. 62

81 Kegagalan Perseroan dalam menghasilkan arus kas yang positif dapat menimbulkan efek material yang merugikan pada kegiatan usaha Perseroan, kondisi keuangan dan hasil operasi, maupun kemampuan Perseroan untuk memenuhi kewajiban pada surat hutang yang baru. Perseroan tidak dapat memastikan bahwa Perseroan tidak akan gagal dalam pembayaran atau kewajiban hutangnya. 5. Perseroan memiliki sejarah kerugian dan dapat mengalami kerugian lagi di masa depan Persaingan yang semakin ketat dalam industri telekomunikasi Indonesia telah berdampak negatif terhadap kinerja usaha dan keuangan Perseroan. Persaingan yang meningkat telah menghasilkan persaingan harga yang agresif di antara operator telekomunikasi. Selain itu, tertundanya ekspansi Perseroan telah mengakibatkan kerugian yang material bagi Perseroan. Sejak tahun 2008, Perseroan telah mengalami penurunan permintaan yang signifikan dari para pelanggan atas produk-produk CDMA, yang berdampak merugikan pada kinerja bisnis dan keuangan Perseroan. Perseroan membukukan pendapatan yang menurun sejak tahun Sebagai hasilnya, Perseroan mengalami kerugian bersih sebesar Rp1.068,9 miliar untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 dan Rp724,4 miliar untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember Bila kondisi pasar dan usaha tidak membaik, Perseroan dapat mengalami kerugian lagi di masa mendatang. Perseroan perlu memperoleh tambahan pendapatan dan mengurangi biaya operasional untuk memperoleh keuntungan. Kemampuan Perseroan untuk mencapai profitabilitas yang stabil bergantung antara lain pada faktor-faktor berikut : - Tingkat pertumbuhan pasar telekomunikasi nirkabel di Indonesia; - Daya saing layanan telekomunikasi nirkabel Perseroan; - Kemampuan Perseroan untuk menyediakan layanan-layanan baru sesuai permintaan pelanggan dan kemampuan untuk meningkatkan pendapatan dan jumlah pelanggan, serta memanfaatkan skala ekonomi yang timbul dari adanya peningkatan jumlah pelanggan; - Peraturan Pemerintah; dan - Kebijakan harga dari para pesaing. Perseroan tidak dapat memberikan jaminan bahwa Perseroan dapat memperoleh pendapatan atau laba kotor yang cukup, atau bahwa pertumbuhan Perseroan dan strategi bisnis lainnya akan dapat dilaksanakan dengan baik, dan bahwa Perseroan dapat mencapai keuntungan yang stabil di masa depan. 6. Perseroan akan tetap memiliki pinjaman yang substansial dan pinjaman tersebut dapat berakibat negatif terhadap kondisi keuangan Perseroan Pada tanggal 31 Agustus 2010, total pinjaman Perseroan adalah sebesar Rp juta. Perseroan dapat mengajukan tambahan pinjaman dari waktu ke waktu untuk keperluan belanja modal atau kebutuhan lainnya, dengan tetap mengikuti persyaratan yang tercantum dalam perjanjian-perjanjian kredit Perseroan. Sebagai akibat dari besarnya nilai pinjaman Perseroan, Perseroan akan membutuhkan arus kas yang substansial untuk memenuhi kewajiban tersebut. Oleh karena itu, sebagian besar dari arus kas operasional Perseroan tidak akan dapat digunakan untuk kegiatan usaha Perseroan. Selain itu, pinjaman yang besar tersebut juga akan membawa konsekuensi sebagai berikut : - Risiko Perseroan secara umum terhadap kondisi ekonomi yang negatif dapat meningkat; - Perseroan mungkin mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajibannya dan jika Perseroan gagal untuk memenuhi persyaratan-persyaratan tersebut, risiko gagal bayar dapat terjadi; - Kegagalan dalam memenuhi covenant yang tercantum dalam instrumen hutang Perseroan atau risiko gagal bayar dari instrumen tersebut dapat mengarah pada percepatan pelunasan atas seluruh nilai pinjaman yang tersisa; - Kepatuhan Perseroan terhadap provisi dari instrumen hutang Perseroan mungkin tidak dapat diawasi oleh Perseroan secara keseluruhan; - Persyaratan keuangan dan covenant lainnya pada instrumen hutang Perseroan membatasi tambahan jumlah dana yang dapat dipinjam oleh Perseroan dan kemampuan Perseroan dalam menyelesaikan penjualan aset; - Fleksibilitas Perseroan dalam menanggapi perubahan yang terjadi dalam industri mungkin terbatas; - Perseroan akan menjadi sensitif terhadap fluktuasi nilai Rupiah terhadap USD dan mata uang asing lainnya karena porsi signifikan dari pinjaman Perseroan dan biaya modal berada dalam denominasi USD, sedangkan pendapatan Perseroan sebagian besar menggunakan denominasi Rupiah; 63

82 - Sebagai akibat dari pelaksanaan klausul mengenai cross default pada perjanjian hutang Perseroan, kegagalan pada salah satu perjanjian hutang dapat mengakibatkan risiko gagal bayar pada perjanjian hutang lainnya; - Pinjaman Perseroan saat ini dapat mengakibatkan adanya risiko kenaikan suku bunga; - Perseroan mungkin diwajibkan untuk mencadangkan porsi yang substansial dari arus kas operasi untuk pembayaran pinjaman, dan karenanya menurunkan kemampuan arus kas Perseroan untuk keperluan modal kerja, belanja modal dan kegiatan korporasi secara umum lainnya; dan - Fleksibilitas Perseroan dalam merencanakan atau menanggapi perubahan dalam industri mungkin terbatas dan menempatkan Perseroan pada kondisi yang tidak mampu bersaing dibandingkan dengan pesaing lainnya yang tidak menggunakan hutang dalam jumlah besar. Perseroan tidak dapat memberikan jaminan bahwa nilai pinjaman yang substansial dan pembatasanpembatasan tersebut tidak berdampak material dan negatif terhadap kemampuan Perseroan untuk mendanai kegiatan operasional dan kebutuhan modal di masa mendatang atau untuk melakukan kegiatan usaha lainnya, atau bila tidak, berdampak negatif terhadap kegiatan usaha, arus kas, hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek usaha Perseroan. Kemampuan Perseroan untuk mengatur hutang Perseroan saat ini dan hutang Perseroan pada masa mendatang akan bergantung pada kinerja Perseroan di masa mendatang, yang pada akhirnya, bergantung pada keberhasilan pelaksanaan strategi Perseroan dan pada kondisi keuangan Perseroan, persaingan, peraturan, teknis dan faktor-faktor lainnya, kondisi ekonomi pada umumnya, tarif dan permintaan atas jasa Perseroan, serta faktor-faktor lainnya yang spesifik dalam industri telekomunikasi, banyak di antaranya berada di luar kendali Perseroan. Perseroan tidak dapat memberikan jaminan bahwa arus kas operasi akan mencukupi, atau bahwa investasi serta pendanaan tambahan akan tersedia, yang memampukan Perseroan untuk memenuhi pembayaran kewajiban Perseroan. 7. Kegiatan usaha dan hasil operasi Perseroan bergantung dari permintaan produk CDMA secara nasional, yang mungkin dipengaruhi secara negatif oleh perubahan preferensi konsumen dan faktor-faktor lainnya Penjualan produk CDMA Perseroan bergantung pada pertumbuhan dari pembelian produk CDMA di Indonesia, termasuk telepon selular dan layanan broadband selular. Permintaan dan penjualan produk CDMA dipengaruhi oleh perubahan preferensi konsumen sebagai hasil dari perubahan teknologi, khususnya dengan meningkatnya ketersediaan smartphones seperti Blackberry dan Apple iphone. Akibat penurunan kondisi ekonomi saat ini, permintaan global atas produk-produk CDMA mengalami penurunan secara signifikan sejak tahun Perseroan mengalami penurunan yang signifikan atas permintaan produk Perseroan sebagai akibat kondisi ekonomi yang memburuk. Perseroan tidak dapat memastikan seberapa besar atau lamanya penurunan ini akan terjadi. Perseroan tidak dapat memastikan kapan penjualan produk Perseroan akan kembali sama seperti sebelumnya. Selain itu, perubahan yang signifikan pada preferensi konsumen dapat berdampak material pada permintaan produk Perseroan secara nasional, yang selanjutnya berdampak material pada kegiatan usaha, arus kas, hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek Perseroan. 8. Perseroan menghadapi kesulitan dalam mengembangkan jaringan CDMA di luar pulau Jawa, dan kegagalan pengembangan jaringan serta kegiatan usaha Perseroan dapat berdampak negatif terhadap arus kas, hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek usaha Perseroan Jaringan CDMA Perseroan terkonsentrasi di pulau Jawa dan selama periode , Perseroan berusaha untuk mengembangkan jaringannya ke daerah-daerah lain di Indonesia seperti pulau Bali, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan. Perseroan menunjuk vendor khusus pada awal tahun 2007 untuk mengembangkan jaringan CDMA Perseroan sebagai bagian dari pengembangan usaha. Namun, vendor yang bersangkutan tidak dapat menyelesaikan instalasi jaringan tersebut secara tepat waktu dan karenanya, Perseroan menghadapi kesulitan dalam memperoleh izin konstruksi serta pasokan listrik. Sebagai akibatnya, hingga tahun 2008, jaringan Perseroan di luar pulau Jawa tidak terintegrasi secara menyeluruh dan membatasi kemampuan Perseroan dalam menghadapi persaingan di daerah yang sama. Perseroan juga mengalami penundaan konstruksi jaringan sebagai akibat dari penurunan kondisi ekonomi secara umum pada semester kedua tahun Perseroan telah memutuskan untuk membatasi program-program pengembangan dan untuk sementara waktu tidak melakukan ekspansi di beberapa wilayah baru. 64

83 9. Perseroan bergerak dalam industri yang diatur ketat serta iklim hukum dan peraturan-peraturan serta kebijakan Pemerintah yang sedang dan sering mengalami pembaharuan. Pembaharuan dan perubahan peraturan-peraturan tersebut dapat memberikan dampak negatif terhadap kegiatan usaha, arus kas, hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek Perseroan. Industri telekomunikasi Indonesia diatur dengan ketat dan terdapat sejumlah ketidakpastian sehubungan dengan peraturan-peraturan yang berlaku dalam industri telekomunikasi ini, khususnya Undang-Undang Telekomunikasi No. 36 tahun 1999 ( Undang-Undang Telekomunikasi ) yang mengatur mengenai reformasi industri termasuk liberalisasi industri telekomunikasi dan pemberian kesempatan untuk masuknya pemain baru serta perubahan struktur persaingan dalam industri. Pada tahun-tahun belakangan ini, kompleksitas dan perubahan isi peraturan serta kebijakan Pemerintah telah menciptakan iklim ketidakpastian. Selain itu, dengan berjalannya reformasi industri telekomunikasi di Indonesia, pesaing lain, termasuk yang memiliki sumber daya yang lebih banyak dari Perseroan, dapat memasuki sektor telekomunikasi dan bersaing dengan Perseroan dalam penyediaan layanan telekomunikasi nirkabel. Perizinan. Kegiatan usaha Perseroan tergantung pada izin yang dikeluarkan oleh Departemen Komunikasi dan Informasi Teknologi (Depkominfo) untuk jenis jasa telekomunikasi selular dan penggunaan spektrum frekuensi yang telah dialokasikan. Pelanggaran atas syarat dan kondisi dalam izin tersebut atau kegagalan untuk menaati peraturan yang terkait dapat mengakibatkan pengenaan denda terhadap Perseroan atau pencabutan izin oleh Pemerintah. Pemerintah telah menyesuaikan izin regional yang dimiliki oleh anak perusahaan Perseroan dahulu dan pada bulan Mei 2007, memberikan Perseroan izin untuk mengoperasikan jasa selular di seluruh Indonesia. Pada saat yang bersamaan, Pemerintah juga memberikan izin akses telepon selular yang memungkinkan Perseroan untuk membangun jaringan fixed wireless access ( FWA ). Perseroan juga memperoleh izin pengoperasian Voice over Internet Protocol ( VoIP ) dari Depkominfo pada bulan Oktober Seluruh izin usaha Perseroan tersebut diberikan oleh Depkominfo untuk jangka waktu yang tidak terbatas, dengan memperhatikan kepatuhan Perseroan pada peraturan dan ketentuan yang berlaku. Depkominfo, secara berkala, melakukan evaluasi atas kepatuhan para operator atas peraturanperaturan yang berlaku. Depkominfo juga dapat meminta perubahan atas syarat-syarat dan kondisi atas perizinan Perseroan dalam pelaksanaan tugas pengawasannya. Sehubungan dengan ini, pada bulan April dan Mei 2007, Pemerintah meminta Perseroan dan Perseroan telah setuju untuk, secara sukarela menyerahkan sekitar 5 MHz spektrum radio, yang merupakan 3 (tiga) dari 7 (tujuh) kanal dengan jangkauan nasional. Depkominfo telah mengalokasikan hampir seluruh frekuensi selular yang tersedia yaitu 450, 800, 900, 1800 dan 1900 MHz. Namun, Perseroan tidak dapat memberikan jaminan bahwa tidak akan akan ada tambahan frekuensi lagi di masa yang akan datang yang akan diberikan pada pesaing baru atau penyelenggara yang ada sekarang, atau bahwa Pemerintah tidak akan mengubah alokasi spektrum yang sudah ada. Adanya pemberian spektrum baru, penarikan kembali spektrum yang sudah ada atau perubahan yang tidak menguntungkan atas syarat dan kondisi pada lisensi Perseroan (termasuk biaya perizinan), dapat berdampak negatif terhadap kegiatan usaha, arus kas, hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek usaha Perseroan. Tarif. Depkominfo merupakan pengawas utama dalam industri telekomunikasi di Indonesia, dan melalui Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia ( BRTI ) bertanggungjawab untuk menentukan dan mengubah kebijakan tarif di industri telekomunikasi. Tarif minimum Perseroan untuk seluruh jasa layanan ditentukan oleh Depkominfo dengan memperhatikan tinjauan dan penyesuaian secara berkala. Seluruh penyedia jasa layanan dasar telepon yang menggunakan jaringan selular diwajibkan untuk menyampaikan kepada BRTI rencana untuk melakukan penyesuaian tarifnya. Setiap perubahan penyesuaian dari operator yang dominan harus memperoleh persetujuan dari BRTI. Operator disebut sebagai operator yang dominan bila operator tersebut mengontrol minimum 25% dari total pendapatan usaha yang diperoleh seluruh operator di segmen jasa yang sama. Melalui pengawasan terhadap skema tarif pada operator yang dominan, Pemerintah secara tidak langsung melakukan kontrol atas tarif yang diterapkan oleh para operator. Perseroan tidak dapat memberikan jaminan bahwa tarif yang berlaku saat ini tidak akan naik atau turun di masa mendatang. Oleh karena sebagian besar pendapatan usaha Perseroan tergantung pada tarif yang ditetapkan oleh Pemerintah dari waktu ke waktu, maka kebijakan menyangkut perubahan tarif akan memberikan dampak negatif terhadap kegiatan usaha, arus kas, hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek usaha Perseroan. 65

84 Menara. Pada tanggal 30 Maret 2009, Pemerintah, melalui keputusan bersama dari Departemen Dalam Negeri, Departemen Tenaga Kerja, Depkominfo and Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM ) mengimplementasikan kewajiban penggunaan menara secara bersama-sama antara operator. Kewajiban ini telah diimplementasikan sebelumnya di wilayah DKI Jakarta berdasarkan keputusan Gubernur DKI Jakarta. Namun, melalui kesepakatan bersama tersebut, kewajiban penggunaan menara bersama telah diimplementasikan di seluruh daerah. Perseroan tidak dapat memberikan jaminan bahwa adanya perubahan peraturan Pemerintah lainnya, serta penambahan atau interpretasi dari peraturan dan perundangan yang berlaku, atau penerapan peraturan dan perundangan tambahan tidak akan memberikan dampak negatif terhadap kegiatan usaha, arus kas, hasil operasi, kinerja keuangan dan prospek usaha Perseroan. 10. Perseroan belum dapat mengintegrasikan, memasarkan atau mengembangkan produk FWA dan Perseroan tidak dapat memberikan jaminan waktu pelaksanaannya Perseroan memperoleh izin FWA pada bulan Desember 2007 yang memampukan Perseroan untuk mengembangkan jaringan FWA. Perseroan memasarkan produk FWA dengan merek Hepi. Namun, kurangnya sumber daya menyebabkan Perseroan tidak dapat mengembangkan dan memasarkan Hepi secara efektif, yang sebelumnya diposisikan sebagai merek kedua Perseroan dan diharapkan dapat bersaing dengan penyedia jasa FWA lainnya. Selain itu, Perseroan juga mengintegrasikan FWA dengan layanan telepon selular dalam platform tunggal, yang memungkinkan pelanggan Perseroan untuk melakukan registrasi dua nomor telepon dalam chip yang sama. Perseroan meluncurkan produk tersebut dengan merek Fren Duo pada bulan Juni Fren Duo tersedia di 13 kota utama di Indonesia dan Perseroan berencana untuk terus mengembangkan pemasarannya untuk produk-produk FWA, beserta dengan produk-produk lainnya, serta untuk mengintegrasikan layanan FWA dengan layanan lainnya. Perseroan tidak dapat menjamin integrasi, inisiatif marketing dan ekspansi Perseroan atas layanan FWA akan sukses. Kegagalan untuk secara efektif mengintegrasikan, memasarkan atau mengembangkan produk-produk FWA akan berdampak negatif pada kegiatan usaha, arus kas, hasil operasi, kinerja keuangan dan prospek usaha Perseroan. 11. Data operasional Perseroan mungkin tidak dapat dibandingkan dengan data operasional dari operator telekomunikasi selular lainnya Praktek yang terjadi dalam industri telekomunikasi dalam hal perhitungan jumlah menit penggunaan, ARPU, rata-rata pendapatan per menit (average revenue per minute atau ARPM ), churn dan jumlah pelanggan prabayar mungkin diterapkan secara berbeda di antara berbagai operator telekomunikasi. Sebagai contoh, Perseroan menghitung jumlah menit penggunaan berdasarkan pemakaian menit panggilan keluar untuk periode tertentu, sedangkan operator telekomunikasi lainnya mungkin menghitung menit penggunaan berdasarkan pemakaian menit panggilan masuk dan keluar, sehingga hasil dari setiap menit panggilan awal dan akhir pada jaringan telekomunikasi selular yang sama akan dihitung dua kali, satu untuk panggilan keluar dan satu untuk panggilan masuk. Masa tenggang sebelum deaktivasi pelanggan prabayar kemungkinan berbeda dari operator telekomunikasi lainnya. Lebih lanjut, pada saat Perseroan menawarkan program insentif gratis menit panggilan kepada pelanggannya, Perseroan memasukkan tambahan menit gratis tersebut dalam perhitungan menit penggunaan, sedangkan operator telekomunikasi lainnya yang menawarkan program insentif yang sama mungkin memasukkan atau tidak memasukkan tambahan menit gratis tersebut dalam perhitungan menit penggunannya. Selain itu, perhitungan menit penggunaan Perseroan hanya terdiri dari penggunaan panggilan suara dan tidak termasuk penggunaan SMS, sedangkan operator telekomunikasi lainnya mungkin mengkonversi menit penggunaan SMS dalam perhitungan menit penggunaan (satu SMS sama dengan satu menit penggunaan). Hal-hal tersebut, disertai dengan perbedaan-perbedaan potensial lainnya dalam hal perhitungan pelanggan, menit penggunaan, ARPU, ARPM dan churn, menyebabkan perhitungan Perseroan mengenai hal-hal tersebut mungkin tidak dapat secara akurat dibandingkan dengan perhitungan dari operator telekomunikasi yang lainnya. Berdasarkan hal tersebut, investor sebaiknya tidak membandingkan Perseroan dengan pesaingnya berdasarkan ukuran-ukuran tersebut. 66

85 12. Perseroan mungkin tidak berhasil memperluas dan/atau meluncurkan produk dan jasa yang sudah ada atau baru ke pasar yang baru Perseroan telah mengeluarkan, dan berencana untuk meneruskan pengembangan, beberapa produk dan layanan kepada para pelanggan Perseroan, khususnya, layanan data. Tidak ada jaminan bahwa Perseroan akan berhasil memperluas dan/atau meluncurkan produk dan jasa yang sudah ada atau yang baru. Perseroan mungkin tidak dapat mengidentifikasikan tren pasar dengan benar, dan produk serta layanan baru yang diluncurkan mungkin tidak dapat disediakan secara efektif atau pada harga yang bersaing karena kekeliruan Perseroan dalam membaca permintaan pelanggan. Sebagian bagian dari strategi Perseroan, Perseroan menjajaki sinergi kerjasama / joint venture dengan PT Smart Telecom pada tanggal 3 Maret Jasa layanan bersama tersebut akan menggunakan merek SmartFren dan kedua perusahaan akan berbagi promosi pemasaran, saluran distribusi, produksi selular, dan menara BTS. Kemampuan Perseroan untuk mengimplementasikan strategi tersebut secara sukses tergantung pada sejumlah risiko, termasuk waktu yang lebih banyak dari yang diperkirakan guna mencapai brand awareness di pasar yang baru dan biaya implementasi yang lebih tinggi dari yang diantisipasi, yang pada gilirannya menyebabkan Perseroan membatalkan atau menunda rencana ekspansi. Jika Perseroan gagal untuk memperluas dan/atau meluncurkan produk dan layanan baru, atau memperluas kegiatan usaha Perseroan di pasar yang baru maka dapat berdampak negatif secara material pada kegiatan usaha, arus kas, hasil operasi, dan prospek usaha Perseroan. 13. Harga dan pilihan yang terbatas dari telepon selular CDMA dapat secara signifikan melemahkan kemampuan Perseroan untuk menarik pelanggan baru Telepon selular CDMA di Indonesia tersedia dengan pilihan yang terbatas dengan pasar sekunder yang juga sangat terbatas. Pelanggan GSM dengan telepon selular GSM perlu membeli telepon selular CDMA untuk menggunakan layanan Perseroan. Telepon selular CDMA umumnya lebih mahal dibandingkan dengan telepon selular GSM. Pilihan yang terbatas dan perbandingan biaya dalam memiliki telepon selular CDMA dapat melemahkan kemampuan Perseroan secara signifikan untuk menarik pelanggan baru. Hal tersebut dapat memiliki dampak negatif pada kegiatan usaha, arus kas, hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek usaha Perseroan. 14. Kegagalan Perseroan dalam meresponi perubahan teknologi secara cepat dapat berdampak negatif terhadap kegiatan usaha, arus kas, hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek usaha Perseroan Karakteristik industri telekomunikasi adalah adanya perubahan teknologi secara cepat dan tingginya permintaan konsumen akan produk dan layanan baru. Perkembangan teknologi juga memperpendek siklus produk dan memfasilitasi pengembangan produk baru yang menawarkan berbagai segmen telekomunikasi pada satu medium. Perkembangan teknologi baru dapat memicu perkembangan teknologi komunikasi nirkabel atau produk dan layanan alternatif yang melebihi kemampuan teknologi yang dihasilkan Perseroan. Sebagai contoh, perusahaan-perusahaan seperti Vonage Holdings Corporation, Google, dan Skype menawarkan jasa telepon dengan pita lebar berbasis VoIP, suatu teknologi yang memungkinkan komunikasi suara melalui internet dengan melakukan konversi sinyal suara ke dalam paket data. Saat ini semakin banyak alat komunikasi mobile, termasuk telepon seluler, yang telah menerapkan teknologi skype atau sejenisnya yang dapat menyediakan komunikasi suara melalui internet dengan menggunakan saluran suara yang biasa dipakai selama ini. Perseroan tidak dapat memprediksi apakah perkembangan teknologi di masa datang akan membawa dampak terhadap kegiatan usaha maupun tingkat persaingan usaha Perseroan. Perseroan tidak dapat menjamin bahwa teknologi yang dimilikinya saat ini tidak akan tergantikan oleh teknologi lain atau Perseroan dapat terus mengikuti perkembangan teknologi untuk terus mempertahankan daya saing di industrinya. 67

86 15. Pembangunan infrastruktur jaringan atau provision of our wireless services tidak dapat dijamin Perseroan telah melakukan investasi yang cukup besar untuk infrastruktur jaringan dan sistem teknologi informasi. Saat ini, jaringan Perseroan mencakup kota-kota besar dan kota-kota penting lainnya, termasuk daerah pedesaan di pulau Jawa dan beberapa area di pulau Bali. Sebelum tahun 2006, Perseroan membangun jaringan CDMA2000 1X di pulau-pulau lainnya di luar pulau Jawa dan juga menambah BTS di pulau Jawa, untuk membangun jaringan dengan jangkauan nasional. Saat ini akibat kekurangan sumber daya manusia, Perseroan menghentikan jangkauan ke area-area baru dan menghentikan pembangunan jaringan. Perseroan tidak dapat menjamin bahwa Perseroan dapat kembali membangun atau meneruskan pembangunan jaringan secara nasional atau menyediakan jasa nirkabel sesuai jadwal, efektif dan dengan biaya yang efisien. Apabila Perseroan tidak dapat melakukan hal tersebut maka Perseroan dapat mengalami penurunan pada jumlah pelanggan dimana pelanggan akan memilih layanan pesaing dengan jaringan yang lebih luas dan baik. 16. Perseroan mengeluarkan belanja modal yang signifikan dalam kegiatan usahanya dan Perseroan mungkin tidak bisa mendapatkan sumber pendanaan eksternal untuk mendanai rencana belanja modal tersebut Perseroan mengeluarkan belanja modal yang substansial dalam kegiatan usahanya, termasuk perluasan jaringan dan pengembangan layanan dan produk Perseroan. Perseroan memperkirakan bahwa Perseroan akan mengeluarkan sekitar Rp350,0 miliar pada tahun 2010 untuk berbagai proyek termasuk ekspansi dan peningkatan jangkauan jaringan telepon selular. Belanja modal Perseroan pada kenyataannya mungkin lebih tinggi dari yang diperkirakan. Perseroan tidak dapat menjamin berapa besar biaya yang harus dikeluarkan untuk melaksanakan rencana-rencana proyek tersebut dan apakah proyek-proyek tersebut dapat diselesaikan atau apakah Perseroan mampu memperoleh pendanaan untuk keperluan belanja modalnya. Kemampuan Perseroan mendapatkan sumber pendanaan eksternal pada masa mendatang dengan persyaratan yang dapat diterima oleh Perseroan tergantung kepada beberapa faktor, antara lain: Kondisi operasional, keuangan dan arus kas Perseroan di masa yang akan datang; Kondisi perekonomian Indonesia; Kebijakan Pemerintah terkait pinjaman dalam bentuk mata uang asing; Jumlah modal yang bisa diperoleh perusahaan telekomunikasi Indonesia lainnya dari pasar modal luar negeri; Tingkat suku bunga, ketersediaan sumber pendanaan untuk industri telekomunikasi dan kondisi pasar keuangan; dan Risiko investasi di Indonesia. Bila Perseroan tidak berhasil mendapatkan sumber pendanaan yang cukup, atau tidak berhasil mendapatkan pendanaan dengan persyaratan yang secara komersial dapat diterima oleh Perseroan atau tidak memiliki sumber pendanaan internal yang cukup, maka Perseroan mungkin harus membatalkan atau menunda beberapa rencana belanja modal Perseroan. 17. Perseroan mungkin telah menyebabkan kegagalan atau telah gagal berdasarkan kontrak dan perjanjian Perseroan dengan pihak ketiga Disebabkan kurangnya faktor sumber daya dan faktor lainnya, Perseroan telah gagal melakukan pembayaran dan/atau telah menjajaki rencana restrukturisasi dengan beberapa pemasok dan pihak lain berdasarkan perjanjian lainnya. Perseroan tidak dapat menjamin bahwa Perseroan akan dapat melakukan pembayaran berdasarkan kontrak dan perjanjian lainnya dengan pihak ketiga, atau bahwa pembahasan restrukturisasi dengan pihak ketiga tersebut akan berhasil. Kegagalan untuk menyelesaikan perdebatan dengan para pemasok atau pihak ketiga lainnya dapat menyebabkan pihak-pihak tersebut menghentikan perjanjian kontraktual dengan Perseroan dan mengajukan klaim, yang dapat berdampak negatif terhadap kegiatan usaha, arus kas, hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek usaha Perseroan. 68

87 18. Fluktuasi nilai tukar Rupiah dapat berpengaruh secara negatif dan material terhadap kondisi kegiatan usaha dan keuangan Perseroan Salah satu penyebab penting atas krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia pada pertengahan tahun 1997 adalah depresiasi dan volatilitas nilai Rupiah yang diukur dengan mata uang lain seperti Dolar Amerika Serikat. Meskipun nilai Rupiah mengalami apresiasi dari titik terendah kurang lebih Rp17.000,- per satu Dolar Amerika Serikat pada bulan Januari 1998, Rupiah terus mengalami volatilitas yang signifikan. Mata uang Rupiah secara umum mudah dikonversi dan ditransfer (kecuali bank-bank di Indonesia tidak diperkenankan melakukan pemindahan Rupiah kepada orang di luar Indonesia tanpa adanya transaksi atau tujuan investasi). Namun demikian, dari waktu ke waktu, Bank Indonesia telah melakukan intervensi ke dalam pasar uang melalui kebijakannya, baik dengan menjual Rupiah atau menggunakan cadangan mata uang asing untuk membeli Rupiah. Tidak ada jaminan bahwa kebijakan nilai tukar mata uang mengambang dari Bank Indonesia saat ini tidak akan dimodifikasi, atau bahwa adanya tambahan depresiasi dari Rupiah terhadap mata uang lain, termasuk Dolar Amerika Serikat tidak akan terjadi, atau bahwa Pemerintah akan mengambil tindakan untuk menstabilisasi, mempertahankan atau meningkatkan nilai Rupiah, atau apabila salah satu dari tindakan-tindakan tersebut dilaksanakan akan berhasil. Modifikasi kebijakan mengambang atas nilai tukar mata uang saat ini dapat menyebabkan peningkatan suku bunga domestik secara signifikan, kurangnya likuiditas, pengawasan atas modal atau pertukaran serta pemotongan tambahan bantuan finansial dari kreditur multinasional. Hal tersebut dapat menyebabkan pengurangan aktivitas ekonomi, resesi ekonomi, kegagalan dalam pembayaran hutang dan peningkatan harga impor. Setiap konsekuensi yang telah disebutkan tersebut dapat memiliki dampak yang merugikan pada kegiatan usaha, arus kas, hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek usaha Perseroan. 19. Kemampuan Perseroan untuk memperoleh pendanaan yang cukup dalam industri dimana Perseroan beroperasi sangat tergantung pada situasi bisnis dan ekonomi di Indonesia dan secara global Penyaluran produk dan layanan Perseroan bersifat padat modal. Untuk menjadi kompetitif, Perseroan harus terus menerus melakukan ekspansi, melakukan modernisasi dan memperbaharui teknologi Perseroan, yang melibatkan investasi modal dalam jumlah besar. Kemampuan Perseroan untuk mendanai belanja modal di masa mendatang akan bergantung pada kinerja operasi di masa mendatang, yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, tingkat suku bunga dan pendanaan, bisnis dan faktor lainnya, dimana banyak yang berada di luar kendali Perseroan, serta kemampuan Perseroan untuk mendapatkan tambahan pembiayaan eksternal. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan Perseroan untuk memperoleh pendanaan meliputi lemahnya sistem finansial pada saat terjadi penurunan pasar finansial dan risiko gangguan pasar yang dapat berdampak negatif terhadap likuiditas, tingkat suku bunga dan ketersediaan sumber dana dari pihak ketiga. Jika pasar modal dan kredit mengalami volatilitas dan ketersediaan dana terbatas, credit spread dapat melebar, yang kemudian meningkatkan biaya pendanaan. Lebih lanjut, kemampuan Perseroan untuk mengakses pasar modal dan kredit mungkin terbatas pada saat Perseroan membutuhkannya, yang kemudian dapat berdampak secara material dan merugikan terhadap kemampuan Perseroan untuk mengembangkan bisnis, membiayai kembali hutang yang jatuh tempo, membayar dividen, menjaminkan atau menjaga peringkat kredit atau bereaksi terhadap perubahan ekonomi dan bisnis. 69

88 Lebih lanjut, fasilitas kredit di masa mendatang dapat mengandung covenant yang membatasi aktivitas operasi dan pendanaan Perseroan serta membutuhkan jaminan berupa aset. Selain itu, Perseroan hanya dapat memperoleh tambahan pembiayaan apabila sesuai dengan persyaratan dari perjanjian hutang Perseroan. Oleh karena itu, Perseroan tidak dapat menjamin bahwa Perseroan memiliki jumlah modal yang cukup untuk berkembang atau melakukan ekspansi, sebagai contoh, infrastruktur telekomunikasi selular Perseroan, atau memperbaharui teknologi Perseroan lainnya pada tingkat yang diperlukan untuk tetap kompetitif di pasar telekomunikasi Indonesia. Tanpa hal tersebut, maka kegiatan usaha, arus kas, hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek usaha Perseroan akan terkena dampak yang negatif. 20. Pertumbuhan bisnis telepon selular Perseroan dapat dipengaruhi secara negatif oleh hambatan ketersediaan pita lebar dan kepadatan jaringan telekomunikasi telepon selular Salah satu keterbatasan utama kapasitas pelanggan dari suatu jaringan telepon selular adalah jumlah spektrum yang tersedia untuk digunakan dalam sistem. Meskipun masih tersedia tempat untuk ekspansi spektrum di area yang belum berkembang di Indonesia, namun ada keterbatasan untuk melakukan ekspansi lebih jauh di area yang padat seperti Jakarta, dimana kepadatan mempengaruhi kualitas layanan secara negatif. Pertumbuhan yang pesat dari jumlah pelanggan bersamaan dengan peningkatan permintaan telah menyebabkan tingginya penggunaan oleh pelanggan. Spektrum yang tersedia untuk digunakan oleh Perseroan memiliki berbagai implikasi pada kegiatan usahanya. Seiring dengan peningkatan jumlah pelanggan, tingkat utilisasi dari jaringan Perseroan juga meningkat, yang kemudian mengakibatkan terbatasnya kapasitas bandwidth dalam jangka yang lebih panjang. Perseroan berkeyakinan bahwa Perseroan dapat mengatasi hal tersebut pada tingkat tertentu melalui penambahan jumlah BTS, pembaharuan sistem dan alokasi bandwidth yang efisien, namun Perseroan dapat menghadapi kesulitan dan/atau tambahan biaya dalam memperoleh area untuk BTS. Tidak ada jaminan bahwa usaha-usaha tersebut akan cukup. Ketidakmampuan untuk mengatasi hambatan kapasitas tersebut tepat waktu, atau membiayai belanja modal yang diperlukan untuk menggunakan kapasitas spektrum secara sukses ketika Perseroan membutuhkan hal tersebut, dapat menyebabkan Perseroan mengalami kesulitan mempertahankan dan menarik pelanggan. Hal ini dapat berpengaruh secara negatif dan material terhadap kegiatan usaha, arus kas, hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek Perseroan. Jika tren peningkatan penggunaan transmisi data oleh para pelanggan saat ini berkelanjutan, kebutuhan kapasitas bandwidth Perseroan kemungkinan meningkat. Pertumbuhan kegiatan usaha Perseroan akan bergantung sebagian pada kemampuan Perseroan untuk mengatur secara efektif kapasitas bandwidth dan mengimplementasikan secara tepat waktu dan efisien teknologi efisiensi bandwidth yang baru jika tersedia. Perseroan tidak menjamin bahwa hambatan bandwidth tidak mempengaruhi secara negatif pertumbuhan dari bisnis telepon selular Perseroan. 21. Perseroan merupakan satu di antara enam operator telekomunikasi Indonesia yang bertanggung jawab atas penetapan harga SMS Pada tanggal 1 November 2007, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menerbitkan keputusan yang berkaitan dengan investigasi pendahuluan dari delapan perusahaan telekomunikasi (termasuk Perseroan) atas dugaan penetapan harga SMS dalam periode antara awal tahun 2004 dan April 2008 yang melanggar Pasal 5 Undang-undang No. 5 tahun 1999 mengenai Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat (Undang-undang Anti Monopoli). Pada tanggal 18 Juni 2008, Perseroan dan lima perusahaan telekomunikasi lainnya yaitu Telkom, Telkomsel, Excelcomindo, Bakrie Telecom dan Smart Telecom diputuskan oleh KPPU terbukti bertanggung jawab atas penetapan harga. Perseroan diminta oleh KPPU untuk membayar denda sebesar Rp5,0 miliar (USD0,5 juta) dan merevisi biaya SMS. Perseroan dan operator telekomunikasi lainnya mengajukan banding atas keputusan KPPU pada yurisdiksi terpisah di bulan Juli 2008, dan Pengadilan Tinggi saat ini sedang mempertimbangkan pertanyaan mengenai yurisdiksi banding yang diajukan bersama. Sebagai konsekuensinya Perseroan merevisi biaya SMS. Akan tetapi, tindakan hukum lainnya yang timbul dari keputusan KPPU dapat menyebabkan Perseroan mengalami kerugian, serta juga menyebabkan penurunan pendapatan Perseroan dan mempengaruhi kegiatan usaha, arus kas, hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek Perseroan. 70

89 22. Apabila Perseroan tidak dapat menambah dan mempertahankan pelanggan, kinerja keuangan Perseroan dapat terkena dampak negatif Kemampuan Perseroan untuk bersaing dalam memperoleh pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan yang ada, tergantung pada beberapa faktor berikut ini: Penetapan harga Aktivitas pemasaran dan penjualan Perseroan serta pelayanan yang diberikan, Kemampuan Perseroan untuk mengantisipasi dan mengembangkan layanan baru atau meningkatkan layanan yang sudah ada, yang menarik bagi pelanggan dan calon pelanggan, Kemampuan Perseroan untuk menghadapi dan mengantisipasi faktor-faktor persaingan usaha termasuk layanan baru yang mungkin diperkenalkan oleh para pesaing Perseroan, perubahan pilihan pelanggan, tren demografik, kondisi ekonomi, potongan harga dan strategi-strategi lainya yang mungkin diterapkan oleh para pesaing Perseroan. Faktor penting dalam keberhasilan penyedia jasa telekomunikasi adalah kemampuan untuk mempertahankan jumlah pelanggan, yang diukur dari churn rate pelanggan. Kemampuan Perseroan untuk mempertahankan jumlah pelanggan dan menekan churn rate dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk kualitas dan cakupan jaringan nirkabel Perseroan dan menariknya layanan yang ditawarkan Perseroan. Kemampuan Perseroan untuk mempertahankan pelanggan yang ada juga dipengaruhi oleh persaingan harga dan kualitas layanan Perseroan. Usaha Perseroan untuk menekan churn rate mungkin tidak berhasil. Churn rate yang tinggi dapat memberikan dampak negatif terhadap pendapatan Perseroan atau mengurangi marjin usaha dari bisnis Perseroan. 23. Jumlah pelanggan Perseroan kemungkinan dapat meningkat tanpa adanya peningkatan pendapatan, meskipun Perseroan telah mengeluarkan dana yang signifikan untuk meningkatkan jumlah pelanggannya Perseroan telah mengeluarkan dana secara signifikan untuk mengembangkan dan memperluas jaringan telepon selular dan menambah basis jumlah pelanggan. Namun, faktor-faktor seperti peningkatan harga barang primer di Indonesia dapat menurunkan daya beli dari pelanggan Perseroan. Selain itu, meski adanya peningkatan pada jumlah pelanggan Perseroan, Perseroan mungkin tidak memperoleh peningkatan pendapatan sehubungan dengan tarif harga Perseroan yang kompetitif. Perseroan berkeyakinan bahwa hal ini terutama disebabkan oleh penurunan pemakaian percakapan telepon, tren peningkatan pemakaian SMS dalam industri, peningkatan penetrasi pada segmen berpendapatan rendah yang terutama terdiri dari pelanggan dengan tingkat pemakaian yang rendah dan kebutuhan penawaran diskon dari tarif normal dalam rangka program pemasaran, loyalitas, dan retensi. Perseroan tidak dapat menjamin bahwa ekspansi jumlah pelanggan akan meningkatkan pendapatan Perseroan. 24. Perseroan menyewa lahan untuk beberapa BTS Perseroan dan kemungkinan tidak mampu mempertahankan penyewaan tersebut Manfaat Perseroan atas aset tidak bergerak dimana BTS dan call center berada terdiri atas hak penyewaan atau, dalam kasus co-located BTS, perjanjian site sharing. Hilangnya manfaat, termasuk kerugian yang timbul dari kegagalan satu atau lebih pihak pemberi sewa atas pendanaan hutang mereka dapat mengganggu kemampuan Perseroan dalam melakukan kegiatan usahanya dan menghasilkan pendapatan. Ketidakmampuan Perseroan dalam melindungi hak atas lahan BTS dapat memberikan dampak yang merugikan pada kegiatan usaha, arus kas, hasil operasi, kondisi keuangan, dan prospek usaha Perseroan. 25. Kegagalan dalam kelangsungan operasi jaringan Perseroan, sistem sistem utama tertentu, atau titik interkoneksi ( gateway ) ke jaringan penyelenggara lainnya dapat berdampak negatif terhadap kegiatan usaha Perseroan Perseroan bergantung secara signifikan terhadap kelangsungan operasi jaringan telekomunikasi Perseroan untuk terus memberikan layanan. Selain itu, Perseroan juga bergantung pada interkoneksi ke jaringan dari operator telekomunikasi lainnya untuk melakukan sambungan telepon dari pelanggan 71

90 Perseroan ke pelanggan fixed line/fixed wireless dan pelanggan operator selular lainnya di Indonesia maupun di luar Indonesia. Jika karena sebab apapun, pengelolaan dan sistem interkoneksi mengalami gangguan dari pihak manapun, yang diakibatkan kegagalan para pihak dalam memenuhi kewajibankewajiban sesuai perjanjian interkoneksi yang telah disepakati bersama, atau dengan alasan apapun, satu atau lebih layanan Perseroan dapat mengalami gangguan. Hal tersebut dapat menurunkan kualitas layanan Perseroan, meningkatnya churn rate pelanggan atau naiknya biaya interkoneksi Perseroan, yang pada akhirnya akan berdampak negatif terhadap kegiatan usaha, kondisi keuangan, kinerja dan prospek Perseroan. Perseroan juga tergantung pada sistem teknologi informasi dan sistem-sistem lainnya, seperti sistem tagihan dan sistem layanan dan hubungan pelanggan, untuk menunjang kegiatan usaha secara keseluruhan. Sistem jaringan, sistem informasi teknologi, infrastruktur penunjang dan sistem-sistem milik pihak lain dapat mengalami gangguan yang dapat disebabkan oleh beragam faktor seperti gempa bumi, kebakaran, gangguan listrik, kegagalan perangkat keras, kegagalan perangkat lunak, kegagalan transmisi atau faktor-faktor lainnya. Pada saat ini, Perseroan tidak memiliki disaster recovery system jika terjadi gangguan-gangguan material. Contohnya, sistem tagihan Perseroan beserta infrastrukturnya terpusat di satu lokasi di Jakarta. Gangguan material terhadap sistem tagihan Perseroan beserta infrastruktur pendukungnya dapat menyebabkan Perseroan tidak dapat melakukan penagihan secara akurat terhadap para pelanggan. Gangguan-gangguan di atas, baik disebabkan oleh bencana alam atau teknis operasional, dapat memberikan dampak negatif untuk menarik pelanggan baru maupun mempertahankan pelanggan yang ada, yang pada akhirnya dapat memberikan dampak negatif terhadap kegiatan usaha, kondisi keuangan, kinerja dan prospek Perseroan. 26. Pemerintah, sebagai pemegang saham mayoritas Telkom dan pemegang saham Indosat, dapat mengimplementasikan kebijakan yang menguntungkan Telkom dan Indosat Pemerintah memiliki sekitar 51,2% kepemilikan atas PT Telekomunikasi Indonesia Tbk ( Telkom ). Pemerintah juga memiliki sekitar 14,3% kepemilikan atas Indosat. Pemerintah melalui Depkominfo, menjalankan kekuasaan atas industri telekomunikasi di Indonesia dan mungkin memiliki tujuan yang tidak sejalan dalam memaksimumkan laba dari para pelaku industri. Beberapa kebijakan Pemerintah atau tujuannya dapat menguntungkan Telkom dan/atau Indosat dan memiliki dampak yang material yang merugikan terhadap kegiatan usaha, arus kas, hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek usaha Perseroan. Perseroan tidak dapat memastikan bahwa kebijakan dan rencana Pemerintah tidak akan merugikan Perseroan. Perseroan tidak dapat memastikan bahwa Pemerintah tidak akan memberikan keuntungan kepada Telkom dan Indosat ketika mengimplementasikan keputusannya di masa mendatang, atau menjalankan kekuasaan atas industri telekomunikasi Indonesia. 27. Ketergantungan pada staf manajemen Kesuksesan Perseroan tergantung kepada usaha-usaha yang dilakukan oleh staf manajemen secara berkelanjutan. Perseroan mengandalkan keahlian dan pengalaman kerja para staf manajemen Perseroan dalam mengatur kegiatan usaha dan menerapkan strategi Perseroan. Jika satu atau lebih staf manajemen Perseroan tidak dapat atau tidak bersedia untuk menempati posisi dan pekerjaan mereka saat ini, atau jika mereka bergabung dengan pihak pesaing atau mendirikan perusahaan saingan, Perseroan mungkin tidak dapat segera memperoleh penggantinya dan hal ini dapat menyebabkan terganggunya kegiatan usaha Perseroan yang bersifat terganggu sementara. 28. Jika Perseroan tidak mampu merekrut, melatih, mempertahankan dan memotivasi tenaga terlatih, kegiatan usaha Perseroan dapat terkena dampak dampak negatif dan material Keberhasilan Perseroan sangat tergantung kepada kemampuan Perseroan untuk merekrut, melatih, mempertahankan dan memotivasi tenaga terlatih. Pada saat ini, industri telekomunikasi Indonesia mengalami kekurangan tenaga terlatih, dan kekurangan ini masih mungkin terus berlanjut. Hal ini menyebabkan kompetisi dalam merekrut karyawan dengan keahlian tertentu semakin ketat. Ketidakmampuan Perseroan untuk merekrut, melatih, mempertahankan dan memotivasi karyawan kunci dapat berdampak negatif terhadap kegiatan usaha, kondisi keuangan, kinerja dan prospek Perusahaan. 72

91 29. Keperdulian atas dampak kesehatan dari peralatan nirkabel dapat menyebabkan turunnya permintaan atas jasa pelayanan Perseroan Unit telepon selular dan BTS diduga memiliki dampak negatif terhadap kesehatan, antara lain menimbulkan kanker, sebagai akibat dari pengaruh frekuensi radio pada telepon selular dan medan elektromagnetik pada BTS. Beberapa tuntutan pengadilan telah diajukan terhadap sejumlah penyelenggara layanan selular di beberapa negara yang meminta ganti rugi, termasuk biaya perawatan, yang dapat meningkatkan biaya usaha. Perseroan tidak dapat menjamin bahwa kegiatan usaha dan kondisi keuangan Perseroan tidak akan berdampak negatif yang disebabkan oleh tuntutan hukum atau persepsi publik yang negatif tentang risiko kesehatan. Meskipun telepon selular CDMA menggunakan kekuatan transmisi yang lebih rendah dibandingkan dengan telepon selular GSM, namun risiko kesehatan yang ditimbulkan atau yang dipersepsikan dapat berdampak negatif tetap ada pada Perseroan dan industri selular pada umumnya, melalui penurunan jumlah pelanggan, ARPU atau penurunan ketersediaan pembiayaan untuk industri selular pada umumnya. Riset dan studi mengenai hal ini masih berlangsung, dan Perseroan tidak dapat menjamin bahwa hasil riset dan studi tidak akan menunjukkan korelasi positif antara emisi frekuensi radio atau medan elektromagnetik dengan kesehatan. 30. Penyisihan untuk piutang ragu-ragu diperkirakan akan meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah pelanggan pascabayar Operasional dari jaringan telekomunikasi telepon selular memiliki risiko adanya piutang macet yang dapat menyebabkan hilangnya pendapatan dan biaya yang telah dikeluarkan. Terdapat risiko yang berkaitan dengan operasional jaringan telekomunikasi telepon selular yang disebabkan oleh menghindarnya individu, grup, bisnis atau perusahaan lainnya yang menggunakan layanan Perseroan dari kewajiban pembayaran. Dampak dari hal tersebut adalah hilangnya pendapatan Perseroan dan munculnya beban di luar kendali Perseroan yang harus dibayarkan oleh Perseroan kepada pihak ketiga atas layanan seperti biaya interkoneksi, pembayaran kepada operator lainnya dan pembayaran kepada penyedia content. Kebanyakan atau seluruh pembayaran tersebut adalah non-recoverable. Pelanggaran dan piutang tidak tertagih yang dialami Perseroan pada periode tertentu akan berpengaruh pada hasil operasi Perseroan dan secara langsung mengurangi arus kas Perseroan. Proses penyaringan, skema deposit dan batasan pada akses layanan Perseroan dalam hal terjadi penunggakan mungkin tidak efektif dalam membatasi piutang macet Perseroan. Oleh karena itu, Perseroan dapat mempunyai banyak pelanggan yang tidak mampu membayar atau tidak membayar tagihan mereka secara tepat waktu atau sama sekali tidak melakukanpembayaran, yang dapat memberikan dampak merugikan pada kegiatan usaha, arus kas, hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek Perseroan. Perseroan menyediakan penyisihan piutang ragu-ragu berdasarkan pertimbangan kemungkinan pemulihan piutang pada saat jatuh tempo. Untuk pelanggan pascabayar, penyisihan akan dilakukan sepenuhnya terhadap seluruh jumlah piutang yang telah jatuh tempo lebih dari 120 hari. Total biaya penyisihan piutang ragu-ragu untuk tahun 2007, 2008, 2009 dan periode 8 (delapan) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2010 adalah Rp3,3 miliar, Rp8,9 miliar, Rp12,3 miliar dan Rp12,4 miliar, atau masing-masing 0,3%, 1,0%, 2,3% dan 8,3% secara berturut-turut. Pada saat ini, Perseroan sedang menjajaki berbagai tindakan untuk meningkatkan jumlah pelanggan pascabayar, seiring dengan rencana untuk lebih fokus terhadap layanan data dan multimedia, dan sebagai bagian dari upaya Perseroan untuk meningkatkan jumlah pelanggan dan pendapatan Perseroan. Perseroan telah menerapkan proses pendaftaran pelanggan pascabayar yang lebih sederhana dan cepat dimana verifikasi hanya dilakukan setelah aplikasi calon pelanggan pascabayar telah disetujui secara prinsip. Perseroan juga telah meningkatkan batas kredit minimum bagi para calon pelanggan seiring dengan diperkenalkannya kriteria evaluasi kredit yang lebih komprehensif pada proses persetujuan yang baru. Dengan adanya usaha-usaha untuk meningkatkan jumlah pelanggan pascabayar, Perseroan memperkirakan akan terjadi kenaikan penyisihan piutang ragu-ragu untuk pelanggan pascabayar. Kegagalan dalam mengendalikan jumlah piutang ragu-rahu seiring dengan bertambahnya jumlah pelanggan akan berdampak negatif terhadap kegiatan usaha, arus kas, kegiatan usaha, kondisi keuangan dan prospek usaha Perseroan. 73

92 31. Kemampuan Perseroan dalam menjaga dan mengembangkan jaringan telepon selular atau menjalankan kegiatan usahanya dapat dipengaruhi oleh gangguan pasokan dan layanan dari supplier utama dan penghentian sewa area BTS Perseroan bergantung pada beberapa vendor untuk memasok bagian penting dari peralatan yang dibutuhkan untuk memelihara dan mengembangkan jaringan telepon selular Perseroan, termasuk microwave backbone, dan beberapa vendor lainnya yang berkaitan dengan pasokan yang dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan usaha Perseroan. Perseroan telah menghentikan perjanjian pemasokan dengan supplier utama peralatan jaringan yaitu Samsung Electronics Co. Ltd. Saat ini Perseroan masih memiliki kontrak dengan ZTE untuk BTS telepon selular. Namun, Perseroan belum memutuskan pemasok peralatan jaringan maupun sistem informasi selanjutnya untuk masa mendatang. Sistem informasi dan manajemen pelanggan Perseroan dipasok oleh Huawei Technology Co. Ltd.. Saat ini Perseroan terlibat diskusi dengan Huawei untuk mencapai kata sepakat dalam penyelesaian perselisihan sehubungan dengan kontrak Perseroan dengan nilai sekitar USD11,8 juta. Perseroan menyewa sebanyak 636 menara dari PT Profesional Telekomunikasi Indonesia, 294 menara dari PT Tower Bersama, 182 menara dari PT Solusindo Kreasi Pratama, 127 menara dari PT Komet Konsorsium dan 338 menara dari 18 penyedia menara lainnya yang memberikan sewa kurang dari 100 menara. Perseroan bergantung pada peralatan dan pasokan lainnya serta layanan dari vendor dan pihak ketiga untuk memelihara dan mengganti komponen inti dari jaringan telepon selular Perseroan, menyewa BTS dan menara serta mengoperasikan kegiatan usaha Perseroan. Jika Perseroan tidak dapat memperoleh pasokan atau layanan yang sesuai atau menyewa area untuk BTS atau menara secara tepat waktu atau dengan persyaratan yang dapat diterima, atau jika terdapat peningkatan secara signifikan atas biaya pasokan, layanan atau sewa, kemampuan Perseroan untuk menjaga dan memperluas jaringan telepon selular, kegiatan usaha, arus kas, hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek usaha dapat terpengaruh secara negatif. 32. Perseroan mungkin tidak dapat mengatur secara berhasil risiko pertukaran mata uang asing Perubahan nilai tukar mata uang telah dan dapat seterusnya mempengaruhi kegiatan usaha, arus kas, hasil operasi, kondisi keuangan, dan prospek usaha Perseroan. Saat ini, dan Perseroan memperkirakan demikian pula seterusnya, kebanyakan dari kewajiban Perseroan dan belanja modal Perseroan berada dalam mata uang Dolar Amerika Serikat. Kebanyakan pendapatan Perseroan berada dalam mata uang Rupiah. Perseroan mungkin juga memperoleh tambahan pinjaman jangka panjang dalam mata uang selain Rupiah, termasuk Dolar Amerika Serikat, untuk membiayai belanja modal Perseroan selanjutnya. 33. Polis asuransi Perseroan mungkin tidak cukup untuk menutupi kerugian Perseroan memiliki polis asuransi untuk aset tetap dan peralatan di mana Perseroan percaya jumlah dan cakupan polis tersebut cukup untuk menutupi terjadinya kerugian-kerugian yang secara umum dapat diperkirakan. Selain itu, Perseroan juga memiliki polis asuransi dalam hal terjadi kehilangan keuntungan akibat gangguan kegiatan usaha (business interruption) yang disebabkan oleh kerusakan aset-aset yang diasuransikan. Perseroan juga memiliki polis asuransi atas kendaraan, serta asuransi jiwa, kesehatan dan kecelakaan untuk para karyawan. Namun demikian, jika terjadi bencana alam atau kejadiankejadian yang tidak dapat diprediksi yang mengakibatkan kerusakan berat pada sebagian besar aset tetap Perseroan, polis asuransi Perseroan mungkin tidak mencukupi untuk menutupi kerugian-kerugian yang dapat terjadi. Jika Perseroan menderita kerugian aset tetap yang tidak dilindungi oleh asuransi, kejadian-kejadian tersebut dapat berdampak negatif terhadap kegiatan usaha, kondisi keuangan, kinerja dan prospek Perseroan. 74

93 34. Perseroan mungkin tidak mampu menyelesaikan kerjasama usaha yang diusulkan dengan PT Smart Telecom secara tepat waktu atau keseluruhan, dan jika Perseroan tidak mampu menyelesaikan kerjasama usaha tersebut, bagian dari laporan keuangan proforma dalam Prospektus ini tidak diaplikasikan Perseroan tidak dapat menjamin bahwa kerjasama usaha yang diusulkan dengan PT Smart Telecom akan terjadi dalam waktu yang diantisipasi atau secara keseluruhan. Jika Perseroan tidak mampu menyelesaikan kerjasama usaha yang diusulkan dengan PT Smart Telecom, banyak hal dalam laporan keuangan proforma dan informasi lainnya termasuk Prospektus ini, tidak mencerminkan masa depan Perseroan. Oleh karena itu, investor perlu mempertimbangkan secara hati-hati informasi keuangan dalam Prospektus ini yang menggambarkan kondisi Perseroan tanpa melihat dampaknya kepada kerjasama usaha tersebut. 35. Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding MOU) mengenai usulan kerjasama usaha dengan PT Smart Telecom tidak mengikat Perseroan atau PT Smart Telecom, dan pelaksanaan kerjasama usaha akan bergantung pada persetujuan dari Perseroan dan PT Smart Telecom, termasuk syarat dan kondisi lainnya, dan Perseroan tidak dapat memastikan bahwa kerjasama usaha atau transaksi lainnya akan terjadi Pada bulan September 2010, Perseroan menandatangani nota kesepahaman yang tidak mengikat dengan PT Smart Telecom dimana Perseroan dan PT Smart Telecom menyetujui untuk melakukan perbincangan sehubungan dengan transaksi kerjasama usaha. Nota kesepahaman tersebut tidak mengikat, dan penyelesaian kerjasama usaha tersebut atau transaksi lainnya dengan PT Smart Telecom bergantung pada pertimbangan mengenai risiko pelaksanaannya. Tidak ada jaminan bahwa kerjasama usaha atau transaksi lainnya akan dapat dilaksanakan dengan baik atau seperti yang direncanakan. 36. Jika kerjasama usaha dengan PT Smart Telecom berhasil dilaksanakan, para pemegang saham PT Smart Telecom dapat memegang saham Perseroan dalam jumlah yang besar, dan kepentingan dari pemegang saham tersebut dapat berbeda Berdasarkan persyaratan yang tercantum dalam nota kesepahaman usulan kerjasama usaha dengan PT Smart Telecom, dinyatakan bahwa Perseroan dapat mengakusisi mayoritas saham PT Smart Telecom dan pemegang saham PT Smart Telecom saat ini akan menjadi pemegang saham Perseroan melalui proses Penawaran Umum Terbatas. PT Smart Telecom dimiliki dan dikendalikan oleh grup Sinar Mas, yang memiliki saham Perseroan melalui PT Gerbangmas Tunggal Sejahtera dengan kepemilikan kurang dari 3% dari keseluruhan modal ditempatkan Perseroan. Dalam hal kerjasama usaha dan transaksi sehubungan dengan hal tersebut berhasil diselesaikan, para pemegang saham PT Smart Telecom saat ini dapat memiliki wewenang layaknya yang dimiliki pemegang saham untuk secara signifikan mempengaruhi manajemen, kebijakan dan kegiatan usaha Perseroan. Tidak ada jaminan bahwa tujuan pemegang saham yang baru tidak mengalami konflik dengan kepentingan pemegang saham saat ini. 37. Perseroan kemungkinan tidak memperoleh seluruh manfaat dari usulan kerjasama usaha dengan PT Smart Telecom atau potensi kerjasama usaha lainnya di masa mendatang Kemampuan Perseroan untuk memperoleh manfaat dari usulan kerjasama usaha dengan PT Smart Telecom atau potensi kerjasama usaha lainnya di masa mendatang atau akusisi akan bergantung sebagian pada kemampuan Perseroan untuk mengintegrasi bisnis dari perusahaan yang diakusisi dengan bisnis Perseroan. Kombinasi dari dua perusahaan independen merupakan suatu proses yang kompleks, menelan biaya besar dan memakan waktu. Proses tersebut dapat mengganggu kegiatan usaha salah satu atau kedua perusahaan, dan mungkin tidak memberikan manfaat penuh sesuai perkiraan. Kesulitan dari penggabungan operasional kedua perusahaan meliputi: koordinasi fungsi pemasaran; adanya isu-isu yang tidak diantisipasi sebelumnya dalam mengintegrasikan informasi, komunikasi, dan sistem lainnya; adanya ketidakcocokan yang tidak diantisipasi sebelumnya dalam hal metode pembelian, logistik, pemasaran dan administrasi; mempertahankan karyawan kunci; 75

94 konsolidasi infrastruktur korporasi dan administrasi; teralihkannya perhatian pihak manajemen dari kegiatan usaha yang sedang yang dijalankan; koordinasi organisasi yang terpisah secara geografis; dan intervensi dari Pemerintah, terutama terkait dengan lisensi Perseroan dan Smartel. Tidak ada jaminan bahwa Perseroan akan memperoleh manfaat secara penuh dari usulan kerjasama usaha dengan PT Smart Telecom atau kerjasama usaha lainnya atau akusisi. Risiko berkaitan dengan Indonesia Perseroan berkantor pusat di Jakarta, ibu kota Indonesia dan mayoritas dari komisaris, direktur dan karyawan, serta keseluruhan aset dan operasional berada di Jakarta. Oleh karena itu, kondisi politik, ekonomi, hukum dan sosial Indonesia di masa mendatang, termasuk tindakan dan kebijakan Pemerintah Indonesia yang diambil atau tidak diambil atau diadopsi, dapat memiliki dampak yang merugikan pada kegiatan usaha, arus kas, hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek Perseroan. 38. Peristiwa politik dan sosial di Indonesia dapat berdampak negatif terhadap kegiatan usaha di Indonesia Sejak tahun 1998, Indonesia mengalami proses perubahan demokrasi yang menyebabkan timbulnya peristiwa, politik dan sosial yang ditandai oleh perubahan dinamis peta politik di Indonesia. Peristiwaperistiwa tersebut mengakibatkan ketidakstabilan politik, dan berbagai kerusuhan sipil dan sosial terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Sejak tahun 2000, ribuan masyarakat Indonesia telah berpartisipasi dalam demonstrasi di Jakarta dan kota lainnya di Indonesia, baik untuk mendukung maupun melawan Pemerintah dan karyawan Pemerintahan, termasuk respon atas isu yang spesifik, seperti pengurangan subsidi bahan bakar, swastanisasi badan usaha milik negara, anti korupsi, desentralisasi dan otonomi daerah, peningkatan tarif dasar listrik dan tindakan militer Amerika di Afghanistan dan Irak. Meskipun demonstrasi tersebut aman, beberapa di antaranya memicu kekerasan. Sebagai contoh, di bulan Juni 2001, demonstrasi dan pemogokan yang terjadi sedikitnya pada 19 kota setelah Pemerintah mengumumkan kenaikan harga bahan bakar sebesar 30%. Demonstrasi serupa terjadi pada bulan Januari 2003, ketika Pemerintah kembali berusaha untuk menaikkan harga bahan bakar, termasuk kenaikan listrik dan telepon. Pada kedua kejadian tersebut, Pemerintah diserukan untuk membatalkan atau mengurangi sebagian besar dari rencana kenaikan tersebut. Pada bulan Maret 2005, Pemerintah mengimplementasikan kenaikan harga bahan bakar sekitar 29,0%. Pada bulan Oktober 2005, Pemerintah mengimplementasikan kebijakan baru yang menyebabkan kenaikan yang signifikan atas harga bahan bakar. Sebagai respon, terjadi aksi protes tanpa kekerasan untuk menentang kenaikan harga bahan bakar, dan tekanan politik akibat keputusan Pemerintah tersebut. Tidak ada jaminan bahwa situasi tersebut atau sumber ketidakpuasan di masa mendatang tidak akan menyebabkan ketidakstabilan politik dan sosial. Berbagai gerakan separatis dan perselisihan antar golongan agama dan etnik juga menimbulkan kerusuhan sipil dan sosial di sebagian wilayah Indonesia. Di propinsi Aceh dan Papua (sebelumnya propinsi Irian Jaya), telah terjadi beberapa perselisihan antara pendukung gerakan separatis dengan tentara Indonesia. Di propinsi Papua, aktivitas yang dilakukan oleh gerakan separatis telah menyebabkan insiden kekerasan. Di propinsi Maluku, perselisihan antar agama telah menimbulkan banyak korban dan pengungsian dalam beberapa tahun terakhir ini. Di Kalimantan, perselisihan antar etnis telah menyebabkan kematian dan pengungsian dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun-tahun terakhir, Pemerintah telah berusaha untuk melakukan negosiasi dengan daerah-daerah bermasalah ini (termasuk penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah dengan para pemimpin gerakan separatis Aceh), namun tidak ada jaminan bahwa syarat-syarat dalam perjanjian-perjanjian yang telah disepakati oleh Pemerintah dan gerakan separatis tersebut dapat dilaksanakan. Pelanggar hak asasi manusia, termasuk yang berasal dari pejabat militer tingkat atas, akhir-akhir ini telah mulai ditindak di Indonesia, terutama yang berhubungan dengan dugaan pelanggaran di Timor Leste (dahulu Timor Timur), Aceh, Papua dan Maluku. Namun demikian, tindakan hukum tersebut belum berhasil, dan banyak komentator publik dan para demonstran yang mengritik kegagalan Pemerintah dalam menindak pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia dengan lebih tegas. 76

95 Pada tahun 2004, masyarakat Indonesia secara langsung memilih presiden, wakil presiden dan wakil parlemen Indonesia untuk pertama kalinya melalui pemungutan suara dengan daftar kandidat yang terbuka. Pada tingkat pemerintahan yang lebih rendah, masyarakat Indonesia telah memulai pemilihan langsung kepala perwakilan pemerintahan daerah. Pada tahun 2009, pemilihan umum dilaksanakan untuk memilih presiden, wakil presiden, dan perwakilan daerah. Hasil pemilihan presiden di bulan Juli 2009 adalah terpilihnya kembali Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Meskipun pemilihan umum pada tahun 2004 dan 2009 terlaksana dengan aman, kampanye politik di Indonesia dapat menyebabkan tingkat ketidakpastian politik dan sosial di Indonesia. Kerusuhan politik dan ekonomi dapat terjadi apabila hasil dari pemilihan umum di masa mendatang dipermasalahkan atau tidak disukai. Perkembangan politik dan sosial di Indonesia pada masa lalu tidak dapat diprediksi, dan sebagai hasilnya kepercayaan pada ekonomi Indonesia tetap rendah. Ketidakstabilan politik dapat mempengaruhi secara negatif perekonomian Indonesia yang dapat merugikan kegiatan usaha Perseroan. Tidak ada jaminan bahwa gangguan sipil dan sosial tidak akan terjadi lagi di masa yang akan datang dan pada skala yang lebih luas, atau gangguan-gangguan tersebut secara langsung maupun tidak langsung tidak akan berdampak negatif terhadap kegiatan usaha, arus kas, hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek usaha Perseroan. 39. Indonesia terletak di lokasi gempa bumi dan merupakan wilayah yang rentan terhadap risiko geologis yang dapat mengarah pada kerusuhan sosial dan kerugian ekonomi Kepulauan Indonesia merupakan salah satu daerah vulkanik yang aktif di dunia. Karena letaknya di daerah pertemuan tiga lempengan litosfer utama, Indonesia dipengaruhi oleh aktivitas seismik yang signifikan, yang dapat menciptakan gempa bumi yang menghancurkan dan tsunami, atau gelombang besar. Pada tanggal 26 Desember 2004, gempa bumi yang terjadi di bawah laut di lepas pantai Sumatra menyebabkan tsunami yang menghancurkan kehidupan masyarakat daerah pantai di Indonesia, Thailand dan Sri Lanka. Di Indonesia, lebih dari orang meninggal atau dilaporkan hilang dalam bencana tersebut, yang menyebabkan kerugian senilai miliaran Dolar Amerika Serikat. Pada bulan Mei 2006, gempa dengan kekuatan 6,3 skala Richter terjadi di lokasi 30 mil sebelah Barat Daya Gunung Merapi, Jawa Tengah, menyebabkan sekurangnya orang meninggal dan penduduk kehilangan tempat tinggal di Yogyakarta, serta menyebabkan letusan gunung berapi. Pada bulan Juli 2006 terjadi gempa 7,7 skala Richter di bawah permukaan laut yang mengguncang sekitar 220 mil sebelah Selatan Jakarta dan menyebabkan tsunami yang menewaskan sekurangnya 500 orang dan menyebabkan sedikitnya penduduk kehilangan rumah. Gempa dengan kekuatan 7,9 skala Richter mengguncang Bengkulu dan Sumatera Barat pada tanggal 12 September 2007, menyebabkan 25 orang meninggal, banyak orang terluka dan evakuasi sebanyak penduduk. Belum lama ini, pada bulan September 2009, terjadi dua gempa bumi mengguncang Jawa Barat dan Sumatera Barat berkekuatan 7,0 dan 7,6 skala Richter yang menyebabkan kematian lebih dari 600 orang. Pada bulan Januari dan Februari 2007, sebagian Jakarta dan area sekitarnya mengalami banjir. Sekitar 100 orang meninggal dan orang lainnya di Jakarta dan daerah sekitarnya dievakuasi ke daerah yang lebih aman dan kering. Banjir tahun 2007 tersebut menyebabkan banyak kerusakan, kematian, dan korban kehilangan tempat tinggal dibandingkan banjir-banjir sebelumnya di Jakarta. Banjir dan tanah longsor di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang terjadi pada akhir tahun 2007 hingga awal tahun 2008 telah menyebabkan 100 orang meninggal dan diperkirakan kerugian mencapai Rp2,0 triliun. Walaupun bencana alam ini tidak berdampak signifikan terhadap pasar modal Indonesia, Pemerintah telah mengerahkan sumberdaya dalam jumlah besar untuk pertolongan darurat dan pengungsian. Sebagian besar bantuan tersebut berasal dari pemerintah asing dan lembaga bantuan internasional. Namun tidak ada jaminan bahwa bantuan tersebut akan terus berlanjut atau diterima tepat pada waktunya. Jika Pemerintah tidak mampu menyalurkan bantuan dari pihak asing secara tepat waktu kepada masyarakat yang terkena bencana, keresahan politik dan sosial dapat terjadi. Selain itu, perbaikan dan usaha-usaha pemulihan akan menyebabkan ketatnya keuangan Pemerintah dan dapat mempengaruhi kemampuan Pemerintah dalam memenuhi kewajiban hutang luar negeri. Kegagalan Pemerintah atau permohonan keringanan Pemerintah atas hutang luar negerinya dapat menyebabkan risiko gagal bayar atas pinjaman sektor swasta termasuk Perseroan, dan karenanya berdampak negatif dan material terhadap kegiatan usaha, arus kas, hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek usaha Perseroan. 77

96 Tidak ada jaminan bahwa bencana alam ataupun peristiwa lainnya yang mungkin terjadi pada masa yang akan datang tidak akan berdampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Gempa bumi atau bencana alam lainnya di kota-kota yang berpenduduk lebih padat dan pusat-pusat keuangan dapat menggangu ekonomi Indonesia dan mempengaruhi kepercayaan investor yang selanjutnya dapat berpengaruh negatif terhadap kegiatan usaha, arus kas, hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek usaha Perseroan. 40. Wabah flu burung, virus H1N1 atau penyakit infeksi lainnya dapat berpengaruh secara negatif terhadap kegiatan usaha, arus kas, hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek usaha Perseroan Dengan munculnya wabah infeksi penyakit di Asia dan negara lainnya, bersama dengan larangan travel atau karantina, dapat berdampak negatif pada ekonomi dan aktivitas usaha Perseroan, yang selanjutnya berdampak negatif terhadap pendapatan Perseroan. Sebagai contoh, wabah penyakit Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) yang terjadi pada tahun 2003 di Asia, wabah flu Avian atau flu burung di Asia di tahun 2004 dan 2005, serta akhir-akhir ini munculnya Influenza A ( H1N1 ). Tidak ada jaminan bahwa tindakan-tindakan pencegahan yang telah dilaksanakan akan efektif. Selama tiga tahun terakhir, sebagian besar negara Asia mengalami wabah flu burung. Pada tanggal 6 Mei 2009, World Health Organization (WHO) melaporkan 258 kematian dari 423 kasus yang dilaporkan ke WHO, yaitu kasus-kasus Avian flu yang telah dikonfirmasi berdasarkan hasil tes laboratorium. Mengenai hal ini, Menteri Kesehatan melaporkan ke WHO terjadinya 115 kematian dari 141 kasus flu burung di Indonesia. Pada bulan Juni 2006, WHO mengumumkan transmisi flu burung antar manusia di Sumatera, Indonesia. Berdasarkan Food and Agricultural Organization (FAO) dari PBB, virus flu burung terjadi di 31 propinsi dari total 33 propinsi di Indonesia dan usaha-usaha untuk menghambat penyebaran flu burung gagal di Indonesia. Hal ini berarti terdapat kemungkinan yang lebih besar bahwa virus tersebut bermutasi ke dalam bentuk yang lebih mematikan. Tidak ada vaksin flu burung yang efektif yang telah dikembangkan dan vaksin yang efektif kemungkinan tidak ditemukan pada waktunya sebagai perlindungan terhadap potensi wabah flu burung. Belum lama ini, pada bulan April 2009, terjadi wabah penyakit virus H1N1 yang berasal dari Mexico namun telah menyebar secara global ke negara-negara termasuk, berdasarkan laporan resmi, Indonesia, Hong Kong, Jepang, Malaysia, Singapura, dan tempat lainnya di Asia. Pada bulan Agustus dan September 2009, terjadi sejumlah kasus kematian akibat H1N1 di Indonesia. Virus H1N1 diyakini cepat menular dan tidak mudah dibasmi. Pada tanggal 25 Oktober 2009, WHO melaporkan lebih dari kematian dalam lebih dari kasus H1N1 yang dilaporkan ke WHO, dimana laporan tersebut hanya menyatakan jumlah kasus yang telah dikonfirmasikan berdasarkan tes laboratorium. Munculnya wabah penyakit atau penyakit serius lainnya di masa mendatang dapat secara serius membahayakan kegiatan usaha Perseroan di negara-negara tempat Perseroan beroperasi. Munculnya epidemic di masa lalu, bergantung pada skalanya, telah menyebabkan berbagai kerugian dengan kadar yang berbeda terhadap kondisi ekonomi lokal dan nasional dari negara yang terkena wabah. Wabah flu burung, SARS, H1N1 atau virus lainnya yang cepat menular atau langkah yang diambil dari negara yang terjangkit dapat mempengaruhi kegiatan operasional Perseroan. Hal tersebut dapat memberikan dampak yang merugikan pada kegiatan usaha, arus kas, hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek usaha Perseroan. Persepsi bahwa munculnya wabah flu burung, SARS, H1N1 atau penyakit menular lainnya dapat terjadi lagi juga akan berdampak merugikan pada kondisi ekonomi negara Indonesia di mana Perseroan beroperasi. 41. Aktivitas terorisme di Indonesia dapat memperburuk stabilitas di Indonesia, yang berdampak negatif dan material terhadap kegiatan usaha Perseroan Tindakan terorisme yang terjadi di Amerika Serikat pada tanggal 11 September 2001 bersamaan dengan tindakan militer dari Amerika Serikat atas Irak dan Afganistan telah menyebabkan volatilitas ekonomi yang substansial dan berkelanjutan, serta kerusuhan sosial di kawasan Asia Tenggara. Tindakan kekerasan teroris yang terjadi belakangan ini di negara-negara yang berada di kawasan Asia Tenggara telah memperburuk volatilitas tersebut. Perkembangan lebih lanjut dari kejadian tersebut atau kejadian 78

97 serupa dapat menyebabkan volatilitas lebih lanjut. Respon tambahan yang signifikan dari pihak militer atau lainnya atau aktivitas terorisme lebih lanjut dapat mempengaruhi secara material dan merugikan terhadap pasar keuangan internasional dan ekonomi Indonesia. Dalam delapan tahun terakhir, di Indonesia telah terjadi beberapa ledakan bom yang ditujukan pada Pemerintah Indonesia, pemerintah-pemerintah asing, gedung-gedung publik dan perdagangan yang banyak dikunjungi oleh orang asing, termasuk Gedung BEI dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pada tanggal 12 Oktober 2002, lebih dari 200 orang meninggal dalam pemboman di daerah turis di Bali. Pada tanggal 5 Agustus 2003, sebuah bom meledak di hotel JW Marriot Jakarta yang menelan korban sedikitnya 13 orang meninggal dan melukai 149 lainnya. Pada tanggal 9 September 2004, sebuah bom mobil meledak di kedutaan Australia di Jakarta menelan korban lebih dari 6 orang. Pada tanggal 28 Mei 2005, ledakan bom di Sulawesi Tengah memakan korban sebanyak 22 orang meninggal dan melukai hampir 60 orang. Pada tanggal 1 Oktober 2005, bom kembali meledak di Bali dan menelan korban sebanyak 23 orang meninggal dan melukai 100 orang lebih. Belum lama ini, pada tanggal 17 Juli 2009, bom kembali meledak di hotel JW Marriott dan Ritz Carlton di Jakarta dan menyebabkan sekurangnya 8 orang meninggal dan 50 orang terluka. Pemerintah Indonesia, Australia dan Amerika Serikat mengindikasikan bahwa peledakan bom tersebut terkait dengan organisasi teroris internasional. Aksi demonstrasi juga terjadi di Indonesia sebagai respon terhadap rencana aksi militer Amerika Serikat, Inggris, dan Australia terhadap Irak. Pihak otoritas Indonesia masih melakukan pemeriksaan atas insiden tersebut, namun menduga bahwa aksi tersebut memiliki hubungan dengan aktivitas kelompok militan Islam tertentu. Tidak ada jaminan bahwa tindakan teroris tidak akan terjadi lagi di masa mendatang. Tindakan teroris dapat terjadi lagi di masa mendatang. Setelah keterlibatan militer Amerika Serikat dan sekutunya di Irak, sejumlah pemerintah asing, dari waktu ke waktu mengeluarkan peringatan kepada warganya sehubungan dengan meningkatnya dugaan kemungkinan adanya aksi teroris di Indonesia, dengan sasaran hal-hal yang berhubungan dengan kepentingan pihak-pihak asing di Indonesia. Aksiaksi tersebut dapat menyebabkan ketidakstabilan di Indonesia dan meningkatkan terjadinya pemisahan internal dalam Pemerintah Indonesia seiring dengan responnya terhadap ketidakstabilan dan keresahan tersebut, dan karenanya berdampak negatif terhadap kepercayaan investor kepada Indonesia dan ekonomi Indonesia. Aksi-aksi kekerasan yang timbul dari dan mengarah kepada ketidakstabilan dan kerusuhan telah dan dapat seterusnya memberikan dampak negatif yang material terhadap investasi dan kepercayaan dalam, dan kinerja, perekonomian Indonesia, serta pada akhirnya kegiatan usaha Perseroan. Meskipun tindakan tersebut tidak ditargetkan terhadap aset Perseroan atau terhadap para pelanggan Perseroan, tidak terdapat jaminan bahwa teroris tidak akan melakukannya di masa mendatang. Kebijakan asuransi Perseroan saat ini tidak mencakup tindakan terorisme. Tindakan terorisme, termasuk pengrusakan infrastruktur Perseroan atau pelanggan Perseroan, dapat menyebabkan gangguan terhadap sebagian kegiatan usaha Perseroan, dan berpengaruh secara material dan negatif terhadap kegiatan usaha, arus kas, hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek usaha Perseroan. 42. Aktivitas dan konflik buruh dapat berdampak negatif terhadap Perseroan dan pelanggan Perseroan secara umum, yang selanjutnya mempengaruhi kegiatan usaha, arus kas, hasil operasi, kondisi keuangan, dan prospek usaha Perseroan Undang-undang yang memperbolehkan pembentukan serikat pekerja, disertai dengan kurang kuatnya kondisi perekonomian, memungkinkan terjadinya aksi unjuk rasa dan pergerakan aktivis-aktivis buruh di Indonesia. Pada tahun 2000, Pemerintah Indonesia menerbitkan peraturan tenaga kerja mengenai peningkatan uang pesangon, pembayaran jasa atau kompensasi bagi karyawan yang diberhentikan. Karyawan yang berhenti bekerja selama perubahan kendali atas Perseroan juga berhak atas pembayaran jasa dan kompensasi, dengan ketentuan karyawan tersebut telah bekerja minimal tiga tahun. Undangundang tenaga kerja yang baru mulai berlaku secara efektif pada tanggal 25 Maret 2003, mengizinkan karyawan untuk membentuk serikat pekerja tanpa campur tangan dari para pemberi kerja. Undang-undang tersebut mempersulit kegiatan usaha, termasuk kegiatan usaha Perseroan, dalam pengaturan kebijakan tenaga kerja yang fleksibel. Tidak ada jaminan bahwa demo dan aktivitas buruh tidak akan terjadi lagi di masa mendatang, atau bahwa kerusuhan dan aktivitas tersebut tidak akan berdampak merugikan pada investasi dan kepercayaan dalam, dan kinerja perekonomian Indonesia, yang selanjutnya berdampak merugikan terhadap kegiatan usaha, arus kas, hasil operasi, kondisi keuangan, dan prospek usaha Perseroan. 79

98 Adanya konflik, kerusuhan dan aktivitas buruh di Indonesia dapat berdampak negatif terhadap kegiatan usaha, hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek usaha Perseroan. 43. Otonomi daerah dapat berpengaruh secara negatif terhadap kegiatan usaha Perseroan melalui pengenaan pembatasan, pajak, dan restribusi lokal Indonesia merupakan negara yang besar dengan beraneka ragam etnis, bahasa, tradisi dan budaya. Selama pemerintahan Presiden Suharto, pemerintah pusat Indonesia mengatur dan menjalankan pengambilan keputusan di seluruh aspek administrasi nasional dan daerah, termasuk alokasi pendapatan yang diperoleh dari pengambilan sumber alam di berbagai daerah. Hal ini menyebabkan permintaan yang lebih tinggi atas otonomi daerah terutama terkait pengaturan ekonomi daerah dan sumber daya keuangan. Sebagai respon dari permintaan tersebut, parlemen Indonesia pada tahun 1999 mengeluarkan Undang-undang No. 22 tahun 1999 mengenai Otonomi Daerah dan Undang-undang No. 25 tahun 1999 mengenai Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah yang kemudian ditarik kembali dan diganti dengan pasal mengenai otonomi daerah dalam Undang-undang No. 8 tahun 2005 dan Undang-undang No. 32 tahun Berdasarkan Undang-undang Otonomi Daerah ini, otonomi daerah diharapkan memberikan kekuasaan dan tanggung jawab yang lebih besar kepada daerah atas penggunaan aset nasional dan menciptakan keseimbangan dan hubungan finansial yang adil antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Namun demikian, berdasarkan otonomi daerah, beberapa Pemerintah Daerah telah menetapkan berbagai batasan, pajak dan retribusi yang berbeda dari batasan, pajak, dan retribusi yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah yang lain dan/atau sebagai tambahan terhadap batasan, pajak dan retribusi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat Indonesia. Kegiatan usaha dan operasi Perseroan berlokasi di seluruh Indonesia dan dapat dipengaruhi secara negatif oleh batasan-batasan yang saling bertolak belakang atau batasan-batasan tambahan, pajak dan retribusi yang mungkin dikenakan oleh pihak Pemerintah Daerah. 44. Indonesia bergantung pada pendanaan dari kreditur multinasional dan ketidakmampuan dalam mendapatkan pendanaan akan memiliki konsekuensi yang merugikan bagi Indonesia dan Perseroan Pada tahun 1997, Pemerintah Indonesia mencari bantuan keuangan dari International Monetary Fund (IMF) dan pada bulan Oktober 1997, IMF menyetujui memberikan dana bantuan tergantung pada implementasi reformasi ekonomi, seperti penjualan aset Pemerintah dan penghapusan subsidi komoditi dan produk konsumsi lainnya. Pendanaan dari IMF yang terakhir adalah pada tanggal 19 Desember 2003 dengan jumlah kurang lebih USD505,0 juta kepada Pemerintah. Indonesia meninggalkan program bantuan IMF pada akhir tahun 2003 dengan total pinjaman sebesar USD9,8 miliar. Pada tanggal 12 Oktober 2006, Pemerintah membayar kembali hutang sebesar USD3,2 miliar kepada IMF, melunasi seluruh hutang kepada IMF lebih cepat dari jadwal pelunasan selama tujuh tahun yang berakhir pada tahun Selain IMF, Bank Dunia menjadi sumber pendanaan penting bagi pengembangan proyek dan program di seluruh sektor perekonomian Indonesia. Program pendanaan dari Bank Dunia tergantung pada tinjauan secara rutin atas kepatuhan Pemerintah Indonesia dan dapat dikurangi atau ditarik setiap waktu. Total hutang Pemerintah Indonesia dan sektor swasta dari kreditur luar negeri berjumlah USD164,5 miliar pada tanggal 31 Desember 2009, yaitu sekitar 31,6% dari GDP Indonesia pada tahun tersebut. Para anggota Paris Club dan Consultative Group on Indonesia (CGI) merupakan sumber pendanaan yang penting bagi Pemerintah Indonesia. Paris Club adalah grup informal yang bersifat sukarela, yang terdiri dari 19 negara kreditur, yang mengkoordinasi penyelesaian kesulitan pembayaran dari negara-negara peminjam. CGS adalah kelompok yang beranggotakan 19 negara pendonor dan 13 organisasi internasional, yang bertemu setiap tahunnya untuk mengkoordinasikan bantuan donor ke Indonesia. CGI merupakan organisasi pengganti dari IGGI, sebuah kelompok kreditur internasional yang dibentuk pada tahun 1967 oleh Belanda untuk mengkoordinasikan bantuan multilateral kepada Indonesia. Pemerintah Indonesia membubarkan IGGI pada tanggal 24 Maret Oleh karena itu, sejak tanggal 8 April 1992, IGGI digantikan oleh CGI yang dipimpin oleh Bank Dunia. Mayoritas anggota CGI sebelumnya adalah anggota IGGI seperti Jepang, Amerika Serikat, Australia, Perancis, Jerman, Itali, Bank Dunia, dan IMF. Paris Club dan CGI membukukan kurang lebih dua per lima dari total hutang Pemerintah Indonesia pada akhir tahun Namun demikian, Paris Club telah memberikan pernyataan publik bahwa sebagai hasil dari keputusan Pemerintah Indonesia 80

99 untuk mengakhiri program IMF, Paris Club tidak lagi memperpanjang jadwal pembayaran hutang Pemerintah Indonesia kepada anggotanya atau kreditur yang lain, meskipun terdapat penjadwalan kembali hutang sebagai akibat gempa bumi dan tsunami pada bulan Desember Ketidakmampuan Pemerintah Indonesia dalam memperoleh pendanaan yang cukup sebagai akibat dari penghentian program IMF, pengurangan atau eliminasi pendanaan dari Bank Dunia, atau kreditur lainnya atau dukungan kreditur untuk penjadwalan hutang kembali, dapat menyebabkan konsekuensi yang negatif terhadap perekonomian, politik dan sosial di Indonesia, yang selanjutnya berdampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha, arus kas, hasil operasi, kondisi keuangan, dan prospek usaha Perseroan. Terkait dengan perjanjian mendatang dengan Bank Dunia atau kreditur lainnya, Pemerintah Indonesia dapat membuat rencana tambahan dalam hal perekonomian atau struktur yang efeknya saat ini belum diketahui. 45. Peningkatan tingkat gaji dapat merugikan kegiatan usaha Perseroan Dalam tahun belakangan ini, gaji di daerah dimana Perseroan beroperasi telah meningkat sebagai akibat dari devaluasi mata uang Rupiah, peningkatan harga bahan bakar dan peningkatan harga pada umumnya. Selama lima tahun terakhir, gaji minimum di Indonesia meningkat antara 9,0% dan 16,0% per tahun. Peningkatan gaji secara nasional akan berdampak signifikan terhadap biaya operasional dan tingkat profitabilitas Perseroan. 46. Perbedaan standar akuntansi pada perusahaan di Indonesia berbeda dari Amerika Serikat, negara-negara di Uni Eropa dan yurisdiksi lainnya Laporan keuangan Perseroan disusun berdasarkan standar akuntansi Indonesia yang berbeda dari standar akuntansi Amerika Serikat. Oleh karena itu, laporan keuangan dan pelaporan atas keuntungan Perseroan dapat berbeda apabila disusun dengan standar akuntansi Amerika Serikat. Prospektus ini tidak memuat rekonsiliasi dari laporan keuangan Perseroan terhadap standar akuntansi Amerika Serikat dan tidak ada jaminan bahwa rekonsiliasi tersebut jika dilaksanakan akan menunjukkan perbedaan yang material. 47. Penurunan peringkat hutang negara Indonesia atau perusahaan-perusahaan di Indonesia dapat berpengaruh secara merugikan kepada Perseroan Pada tahun 2007, agen pemeringkat terpercaya seperti Moody dan Standard & Poor menurunkan peringkat hutang luar negeri Indonesia dan peringkat kredit dari berbagai instrumen kredit Pemerintah dan sejumlah besar bank Indonesia dan perusahaan Indonesia. Saat ini, hutang jangka panjang luar negeri Indonesia memiliki peringkat Ba2 oleh Moody dan naik menjadi Ba3 pada tanggal 16 September 2009, BB- oleh Standard & Poor meningkat dari B+ pada tanggal 26 Juli 2006, dan BB oleh Fitch meningkat dari BB- pada tanggal 14 Februari Peringkat hutang luar negeri jangka pendek Indonesia memiliki peringkat NP dari Moody, B oleh Standard & Poor, dan B dari Fitch. Pada tanggal 11 Juni 2009, Moody merevisi peringkat hutang luar negeri Indonesia dari stabil menjadi positif. Peringkat tersebut mencerminkan penilaian atas kemampuan finansial Pemerintah secara keseluruhan untuk membayar kewajibannya dan kemampuan atau kemauan untuk menepati komitmen pembayaran ketika jatuh tempo. Tidak ada jaminan yang dapat diberikan oleh Moody, Standard & Poor, Fitch atau perusahaan pemeringkat lainnya yang tidak akan menurunkan peringkat hutang negara Indoensia atau perusahaan-perusahaan di Indonesia. Penurunan peringkat dapat memiliki dampak yang merugikan terhadap likuiditas pasar keuangan Indonesia, kemampuan Pemerintah dan perusahaan-perusahaan Indonesia termasuk Perseroan untuk memperoleh tambahan pendanaan, serta terhadap tingkat suku bunga dan persyaratan komersial lainnya dimana tambahan pendanaan tersedia, dan dapat memiliki dampak merugikan pada Perseroan. 81

100 48. Peraturan di bidang pasar modal termasuk peraturan Bapepam saat ini dapat membatasi kemampuan Perseroan menerbitkan tambahan efek bersifat hutang Pada tanggal 25 November 2009, Peraturan Bapepam-LK No. IX.E.2 mengenai Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama dikeluarkan, yang merupakan pengembangan atas peraturan sebelumnya yang diterbitkan pada tahun 2001 (Peraturan Transaksi Material). Peraturan ini berlaku terhadap perusahaan publik di Indonesia dan anak perusahaannya yang dikonsolidasikan namun bukan perusahaan terbuka. Sesuai Peraturan Transaksi Material, setiap pinjaman dan pemberian pinjaman dalam satu transaksi atau beberapa transaksi yang berkaitan untuk tujuan tertentu atau aktivitas yang memiliki nilai transaksi antara 20% hingga 50% dari ekuitas perusahaan publik, sebagaimana ditentukan dalam laporan keuangan audit terakhir, laporan tengah tahunan atau laporan keuangan audit sementara, harus diumumkan kepada publik dan perusahaan publik harus menyiapkan laporan penilaian. Pengumuman kepada publik berkaitan dengan transaksi material harus dilaksanakan sekurangnya pada satu suratkabar yang memiliki peredaran nasional, tidak lebih dari dua hari kerja setelah transaksi material dilaksanakan. Pengumuman tersebut wajib memasukkan ringkasan transaksi, ringkasan laporan penilaian (termasuk tujuan, pihak yang terlibat, asumsi, kualifikasi dan metodologi yang digunakan pada laporan penilaian serta pendapat kewajaran), jumlah pinjaman, dan ringkasan syarat dan kondisi pinjaman atau pemberian pinjaman. Persyaratan tersebut membatasi kemampuan Perseroan untuk membiayai operasional Perseroan di masa mendatang dan kebutuhan modal serta mengejar peluang bisnis dan aktivitas yang mungkin diminati Perseroan, dimana dapat memberikan dampak yang merugikan pada kegiatan usaha, arus kas, hasil operasi, kondisi finansial, dan prospek Perseroan. 49. Laporan penilaian dapat tidak akurat dan lengkap sehingga tidak dapat dinilai Penilai bergantung pada keakuratan dan kelengkapan informasi termasuk proyeksi yang diberikan oleh Perseroan. Laporan penilaian akan didasarkan pada asumsi dan proyeksi yang bersifat subyektif dan tidak pasti serta dapat berbeda dengan hasil aktual. Penilai tidak melakukan verifikasi atas informasi tersebut secara independen dan tidak bertanggung jawab atas serta tidak memberikan opini terhadap informasi, proyeksi atau asumsi yang mereka peroleh. Auditor independen Perseroan tidak memeriksa, mengulas atau mengkompilasi proyeksi dan tidak memberikan opini atau bentuk jaminan apapun terhadap hal tersebut. Kejadian yang tidak dapat diantisipasi sebelumnya, atau perubahan pada kegiatan usaha Perseroan atau industri telekomunikasi, atau perubahan secara umum atau pada kondisi perekonomian dan faktor relevan lainnya dapat mempengaruhi proyeksi dan kesimpulan dalam laporan penilaian. Setelah pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas I, baik Perseroan dan penilai menyatakan tidak akan melakukan pembaharuan laporan terkait dengan adanya perbedaan proyeksi atau asumsi yang dibuat dalam laporan penilaian dengan aktual. Laporan penilaian bukan merupakan prediksi atau suatu indikasi dari kemampuan Perseroan untuk melaksanakan kewajibannya. Berdasarkan hal tersebut, para investor sebaiknya tidak bergantung pada laporan penilaian ketika membuat keputusan investasi. 82

101 VII. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Tidak ada kejadian penting yang mempunyai dampak cukup material terhadap keadaan keuangan dan hasil usaha Perseroan yang terjadi setelah tanggal Laporan Auditor Independen tertanggal 6 Desember 2010 atas laporan keuangan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Mulyamin Sensi Suryanto dimana akuntan publik tidak memberikan pendapat, yang perlu diungkapkan dalam Prospektus ini. 83

102 VII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN DAN ANAK PERUSAHAAN 1. Riwayat Singkat Perseroan Perseroan didirikan dengan nama PT Mobile-8 Telecom berdasarkan akta No. 11 tanggal 2 Desember 2002 dari Imas Fatimah, SH, Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat keputusan No. C HT TH.2002 tanggal 16 Desember 2002, yang dimuat dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 3 Maret 2003 No. 18, Tambahan No Anggaran Dasar Perseroan sebagaimana dimuat dalam Akta Pendirian telah mengalami beberapa kali perubahan dengan perubahan terakhir dilakukan berdasarkan akta No. 54 tanggal 25 Oktober 2010 yang dibuat di hadapan Linda Herawati, SH, Notaris di Jakarta dan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan surat keputusan No. AHU AH th2010 tanggal 3 November Terhitung sejak Penawaran Umum Perdana Perseroan pada tahun 2006 sampai dengan tanggal Prospektus ini diterbitkan, tidak terdapat perubahan kegiatan usaha Perseroan. Sesuai dengan ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan adalah berusaha dalam bidang telekomunikasi dengan ruang lingkup kegiatan usaha sebagai berikut : a. menawarkan jasa telekomunikasi di dalam wilayah Republik Indonesia; b. menyediakan berbagai produk multimedia dan jasa terkait lainnya termasuk tetapi tidak terbatas pada pendapatan secara langsung maupun tidak langsung voice services, data/image dan jasa-jasa komersial mobile lainnya; c. membangun, menyewakan dan memiliki jaringan telekomunikasi tanpa kabel di frekuensi 800 MHz yang secara eksklusif berbasis teknologi CDMA khususnya teknologi CDMA2000 1X dan CDMA2000 1X EV-DO (jaringan); d. memperdagangkan barang-barang, perangkat-perangkat dan/atau produk-produk telekomunikasi, termasuk tetapi tidak terbatas pada impor atas barang-barang, perangkat-perangkat dan/atau produk-produk telekomunikasi tersebut; e. mendistribusikan dan menjual barang-barang, perangkat-perangkat dan/atau produk-produk telekomunikasi; f. menyediakan layanan purna jual atas barang-barang, perangkat-perangkat dan/atau produk-produk telekomunikasi. Anak Perusahaan Perseroan bergerak dalam bidang keuangan, yang merupakan salah satu media bagi penyediaan pendanaan Perseroan. 2. Perkembangan Kepemilikan Saham Dalam Perseroan Berikut di bawah ini adalah uraian mengenai perkembangan kepemilikan saham dalam Perseroan yang meliputi penjelasan atas perubahan struktur permodalan, susunan pemegang saham dan komposisi kepemilikan saham dalam Perseroan sejak Penawaran Umum Obligasi I Mobile-8 Telecom Tahun 2007 Dengan Tingkat Bunga Tetap hingga tanggal penerbitan Prospektus ini. Tahun 2007 Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham atas Perubahan Anggaran Dasar No. 153 tanggal 22 Mei 2007 yang dibuat di hadapan Aulia Taufani, SH, pengganti Sutjipto, SH, Notaris di Jakarta, para pemegang saham menyetujui pengeluaran saham baru kepada pemegang saham minoritas Komselindo dalam rangka penggabungan usaha sebanyak saham dengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah) setiap saham. Akta tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui surat keputusan No. W7.HT tanggal 29 Mei

103 Berikut ini struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan berdasarkan Akta No. 153 tanggal 22 Mei 2007 : Keterangan Jumlah Saham Nilai Nominal (Rp) Persentase Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : PT Global Mediacom Tbk ,6 PT Centralindo Pancasakti Cellular ,6 PT TDM Aset Manajemen ,4 Asia Link, B.V ,0 Qualcomm Incorporated ,2 KT Freetel Co. Ltd ,1 Masyarakat ,1 Total Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Portepel Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Komisaris No. 181 tanggal 15 Agustus 2007 yang dibuat di hadapan Aulia Taufani, SH, pengganti Sutjipto, SH, Notaris di Jakarta, para anggota komisaris Perseroan, berdasarkan kewenangan yang diberikan oleh para pemegang saham Perseroan, menyetujui penerbitan saham baru sebesar saham dengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah) setiap saham atau sebesar Rp ,- yang diambil bagian oleh pihak yang secara sah memiliki hak atas Waran Seri I berdasarkan Exercise Notice yang diterima oleh Perseroan. Akta tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai surat No. W7.HS tanggal 5 September Berikut ini struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan berdasarkan Akta No. 181 tanggal 15 Agustus 2007 : Keterangan Jumlah Saham Nilai Nominal (Rp) Persentase Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : PT Global Mediacom Tbk ,7 Qualcomm Incorporated ,0 KT Freetel Co. Ltd ,0 Masyarakat ,3 Total Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Portepel Tahun 2009 Berdasarkan RUPSLB tanggal 30 Oktober 2009 yang dinyatakan dalam akta No. 18 tanggal 5 November 2009 yang dibuat di hadapan Sutjipto, SH, MKn, Notaris di Jakarta, pemegang saham Perseroan menyetujui hal-hal berikut : a. Peningkatan modal dasar dari semula sebesar Rp ,- yang terdiri dari saham dengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah) setiap saham menjadi setinggi-tingginya Rp ,- yang terbagi atas Saham Seri A dengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah) setiap Saham Seri A dan Saham Seri B dengan nilai nominal Rp50,- (lima puluh Rupiah) setiap Saham Seri B. b. Pelaksanaan konversi hutang obligasi dan hutang usaha Perseroan, termasuk namun tidak terbatas pada nilai pokok, bunga dan denda sebesar-besarnya Rp ,- menjadi Saham Seri B Perseroan. 85

104 Struktur permodalan Perseroan sebagaimana termaktub dalam Akta No. 18 tanggal 5 November 2009 adalah sebagai berikut : Keterangan Jumlah Saham Nilai Nominal (Rp) Persentase Modal Dasar : Saham Seri A Saham Seri B Total Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : Saham Seri A : PT Global Mediacom Tbk (d/h PT Bimantara Citra Tbk) ,04 Masyarakat ,32 Saham Seri B : Masyarakat ,64 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : Saham Seri A Saham Seri B Total Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Portepel : Saham Seri A - - Saham Seri B Total Modal dalam Portepel Perseroan telah melakukan kesepakatan bersama dengan beberapa pemegang obligasi dan kreditur tentang konversi hutang Perseroan menjadi Saham Seri B. Hingga tanggal 31 Desember 2009, jumlah hutang obligasi dan hutang usaha yang dikonversi menjadi Saham Seri B adalah sebesar Rp ,- dan konversi dilakukan dengan harga pasar Rp65,- (enam puluh lima Rupiah) setiap Saham Seri B. Berikut ini adalah para pemegang obligasi dan kreditur Perseroan yang mendapatkan Saham Seri B Perseroan melalui mekanisme konversi obligasi dan utang menjadi saham : No Nama Jumlah Saham 1 UOB Kay Hian Private Limited PT Ramayana Makmur Sentosa East Ocean Asset Co. Ltd PT Bank Yudha Bhakti PT Mora Telematika Indonesia Samsung Electronics Co., Ltd PT Inti Bangun Sejahtera PT Sapta Prima Talenta PT Investasi Hasil Sejahtera Total Tahun 2010 Berdasarkan akta No. 71 tanggal 27 Mei 2010 yang dibuat di hadapan Linda Herawati, SH, Notaris di Jakarta Pusat, pemegang saham Perseroan menyetujui hal-hal antara lain pelaksanaan konversi hutang usaha Perseroan termasuk tetapi tidak terbatas pada nilai pokok, bunga dan denda sampai sebesarbesarnya Rp ,- (dua ratus sembilan miliar lima puluh juta sembilan ratus tujuh puluh empat ribu enam ratus lima puluh empat Rupiah) menjadi penyertaan dalam Perseroan kepada kreditur Perseroan dengan harga konversi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 86

105 Berdasarkan akta tersebut dan Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 30 September 2010, struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut : Keterangan Jumlah Saham Nilai Nominal (Rp) Persentase Modal Dasar : Saham Seri A Saham Seri B Total Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : Saham Seri A : Jerash Investment Ltd ,48 Masyarakat dan lain-lain di bawah 5% ,15 Saham Seri B : Corporate United Investments Ltd ,30 PT Etrading Securities ,68 Masyarakat dan lain-lain di bawah 5% ,38 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : Saham Seri A Saham Seri B Total Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Portepel : Saham Seri A - - Saham Seri B Total Modal dalam Portepel Berikut ini adalah para pemegang obligasi dan kreditur Perseroan yang mendapatkan Saham Seri B Perseroan melalui mekanisme konversi obligasi dan utang menjadi saham : No Nama Jumlah Saham 1 PT Hitelnet Nusantara PT Freekoms Indonesia PT Samsung Telecomunication Indonesia Great Vanguard International Ltd PT Solu Sindo Kreasi Pratama PT Komet Konsorsium PT Gihon Telekomunikasi Indonesia PT Kopnatel Jaya Total Berdasarkan akta No. 54 tanggal 25 Oktober 2010 yang dibuat di hadapan Linda Herawati, SH, Notaris di Jakarta Pusat, pemegang saham Perseroan menyetujui hal-hal antara lain : 1. Meningkatkan modal dasar Perseroan dari yang semula sebesar Rp ,- menjadi sebesar Rp ,-. 2. Meningkatkan modal ditempatkan dan disetor Perseroan melalui penerbitan saham baru Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebagaimana diatur dalam Peraturan Bapepam dan LK No. IX.D.4, sejumlah saham seri B dengan nilai nominal Rp50,- per saham atau sebesar Rp ,- sehingga menjadi sebesar Rp ,-. 87

106 Berdasarkan akta tersebut, struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut : Keterangan Jumlah Saham Nilai Nominal (Rp) Persentase Modal Dasar : Saham Seri A Saham Seri B Total Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : Saham Seri A : Jerash Investment Ltd ,1 Masyarakat dan lain-lain di bawah 5% ,1 Saham Seri B : Corporate United Investments Ltd ,8 PT Etrading Securities ,3 Masyarakat dan lain-lain di bawah 5% ,8 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : Saham Seri A Saham Seri B Total Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Portepel : Saham Seri A - - Saham Seri B Total Modal dalam Portepel Berikut ini adalah para pemegang obligasi dan kreditur Perseroan yang mendapatkan Saham Seri B Perseroan melalui mekanisme konversi obligasi dan utang menjadi saham : No Nama Jumlah Saham 1 MNC International Middle East Limited PT Global Informasi Bermutu PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia PT MNC Sky Vision PT Radio Arif Rahman Hakim PT Radio Suara Monalisa PT Radio Tridjaja Shakti PT Radio Garda Asiabumi PT Media Nusantara Informasi PT MNI Global Upwood Investment Ltd Total Pengurusan dan Pengawasan Berdasarkan akta No. 62 tanggal 24 Mei 2010, susunan anggota Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal Prospektus ini diterbitkan adalah sebagai berikut : Dewan Komisaris Presiden Komisaris : Henry Cratein Suryanaga Wakil Presiden Komisaris/Independen : Sarwono Kusumaatmadja Komisaris/Independen : Reynold Manahan Batubara Direksi Presiden Direktur : Merza Fachys Direktur : Anthony Chandra Kartawiria Direktur : Lim Juliana Dotulong Direktur : Ir. Agus Heryanto Lukas Direktur : Yopie Widjaya 88

107 Selama 8 (delapan) bulan tahun 2010, besar remunerasi bagi Dewan Komisaris dan Direksi adalah sebesar Rp ,-. Remunerasi tersebut ditetapkan berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diselenggarakan pada tanggal 29 April tahun 2010 sebagaimana tertuang didalam Akta Berita Acara Rapat nomor 134 tanggal 29 April 2010 yang dibuat oleh Linda Herawati S.H, Notaris di Jakarta, yang salah satu keputusannya menyebutkan memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk menetapkan gaji dan tunjangan bagi anggota Direksi Perseroan serta memberikan wewenang kepada Rapat Dewan Komisaris Perseroan untuk menetapkan besarnya honorarium bagi seluruh anggota Dewan Komisaris Perseroan. Berdasarkan surat keputusan Dewan Komisaris per tangal 12 November 2009, Dewan Komisaris Perseroan telah membentuk Komite Audit sebagai berikut : Ketua : Reynold M. Batubara Anggota : Wahjudi Prakarsa Anggota : Andreas Bahana Berikut ini adalah uraian riwayat hidup para anggota Komite Audit Perseroan : Prof. Wahjudi Prakarsa, Ph.D Anggota Komite Audit Warga negara Indonesia, 72 tahun. Menjabat sebagai Komite Audit Perseroan. Saat ini menjabat pula sebagai Komisaris Independen di PT Asuransi Jiwa Sinar Mas, Komite Audit di Pindo Deli & Lontar Papyrus sejak 2008, Komite Audit di Federal International Finance sejak 2008, Ketua Dewan Penasehat & Staf Ahli Magister Akuntasi FEUI sejak 2003, Komisaris Independen di PT Indofood Sukses Makmur Tbk sejak 2002, Komisaris di PT Ever Shine Tex Tbk sejak 1992, Dosen FE-UI sejak Sebelumnya menjabat sebagai Anggota Komite Audit di PT Global Mediacom Tbk ( ), Anggota Dewan Audit IPB ( ), Komisaris di PT Krakatau Steel ( ), Anggota Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi ( ), Ketua Komite Prinsip Akuntansi Indonesia ( ), Anggota Komite Standar Akuntansi Keuangan ( ), Pendiri dan Ketua Program Studi Magister Akuntansi, Universitas Indonesia ( ), Pendiri dan Ketua Program Studi Magister Manajemen, Universitas Indonesia ( ), Ketua pertama Program Studi Manajemen, Program Pascasarjana UI ( ), Pendiri dan Direktur Pusat Pengembangan Akuntansi, FEUI ( ). Selain itu juga sebagai Founder Center For Corporate Leadership (1993-sekarang), Founder Indonesian Society of Independent Commissioners (2001-sekarang), Anggota Dewan Penyantun STIE Jayakusuma. Lulus sebagai Sarjana Ekonomi dari Jurusan Akuntansi, Universitas Indonesia (1968), Master of Business Administration dari University of Wisconsin (1974), dan Doctor of Philosophy in Accountancy dari University of Missouri (1980). Andreas Bahana Anggota Komite Audit Warga negara Indonesia, 68 tahun. Menjabat sebagai Komite Audit sejak 2006 hingga sekarang. Sebelumnya menjabat sebagai Konsultan di PT Optik Melawai Prima ( ), Rep.Officer di PT Pastika Bhinna Ekapaksa ( ), Project Officer di PT Ciputra Development ( ), Director di PT Goldstar ASTRA ( ), Director di PT Graha Kartika Kencana ( ), Business Development di PT Federal Motor ( ), Director di PT Hardaya Shoes Industry ( ), General Manager di PT Pembangunan Jaya ( ), Vice Director dan Teacher di Sekolah Menengah Farmasi Kristen ( ). Lulus sebagai Insinyur dari Jurusan Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung (1972) dan Master of Business Administration dari Institut Manajemen Prasetya Mulya, Jakarta (1986). Berdasarkan surat keputusan Direksi No. 103/M8Tbk-CS/V/08 tanggal 30 Mei 2008, Perseroan mengangkat Chris Taufik sebagai Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary) Perseroan. 89

108 Berikut di bawah ini adalah riwayat singkat dari masing-masing anggota Komisaris dan Direksi Perseroan: Dewan Komisaris Henry Cratein Suryanaga Presiden Komisaris Warga Negara Indonesia, 48 tahun. Menjabat sebagai Presiden Komisaris Perseroan sejak bulan November Memulai karirnya sebagai Manager Audit di Sinar Mas Insurance Division dari tahun , meneruskan karirnya di berbagai posisi manajerial sebagai General Manager di PT Asuransi Jiwa Eka Life ( ) dan PT Asuransi Sinar Mas ( ), sebagai Presiden Direktur di PT Asuransi Sinar Mas ( ), BII Lend Lease Investment Services ( ), PT Asuransi Jiwa Allstate Indonesia ( ), PT Asuransi Jiwa Eka Life ( ), PT AsuransiJiwa Mega Life ( ) dan PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk ( ), menjadi Komisaris di PT Asuransi Sinar Mas ( ), PT Asuransi Jiwa Eka Life ( ), PT Asuransi Jiwa Mega Life ( ), PT Asuransi Umum Mega ( ), serta menjadi Komisaris Utama di PT Vayatour (2008) dan PT Mega Capital Indonesia ( ). Meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari New York University, New York, Amerika Serikat dan gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Katolik Atmajaya, Jakarta, Indonesia (1986). Sarwono Kusumaatmadja Wakil Presiden Komisaris/Komisaris Independen Warga Negara Indonesia, 66 tahun. Menjabat sebagai Wakil Presiden Komisioner/ Komisaris Independen Perseroan sejak bulan November Negarawan yang berpengalaman di layanan umum dan pemerintahan, akfif di berbagai kegiatan dan lembaga berskala nasional dan internasional khususnya di bidang lingkungan hidup, pendidikan dan permasalahan sosial. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan ( ), Menteri Lingkungan Hidup ( ), Menteri Pendayagunaaan Aparatur Negara ( ), Anggota DPD-RI ( ) dan DPR-RI ( ). Menjabat sebagai Anggota Dewan Kelautan Indonesia serta Ketua Dewan Penasehat MAPPEL. Meraih gelar Sarjana Teknik dari Institut Teknologi Bandung pada tahun Reynold Manahan Batubara Komisaris/Komisaris Independen Warga Negara Indonesia, 53 tahun. Menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak bulan November Memiliki karir profesional di bidang audit, dan telah berkarir di berbagai bidang audit keuangan, dengan posisi terakhir sebagai Manajer Audit di Kantor Akuntan Ernst & Young di Jakarta dan Amsterdam. Pernah menjabat sebagai Kepala Satuan Kerja Audit Intern dan anggota Komite Audit dan Manajemen Risiko di beberapa bank berskala internasional sejak tahun Meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia, Jakarta. 90

109 Direksi Merza Fachys Presiden Direktur Warganegara Indonesia, 53 tahun. Menjabat sebagai Presiden Direktur Perseroan sejak Juni Sebelumnya menjabat sebagai Direktur dan Chief Corporate Affairs di Perseroan sejak Mei Profesional yang berkarir di bidang telekomunikasi dan pernah menjabat berbagai posisi manajer di sektor telekomunikasi, termasuk sebagai Account Manager, Regional Manager dan General Manager di PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) dan PT Siemens Indonesia selama tahun Lulusan Master of Business Administration dari IPMI Business School, Jakarta pada tahun 2006 dan meraih gelar Sarjana Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung pada tahun Anthony Chandra Kartawiria Direktur Warga Negara Indonesia, 53 tahun. Menjabat sebagai Direktur dan Chief of Financial Officer Perseroan sejak Maret Profesional yang berkarir di bidang keuangan dengan pengalaman di bidang perbankan dan pasar modal. Sebelumnya menjabat berbagai posisi direksi di sektor pembiayaan, perbankan dan keuangan selama tahun Meraih gelar Bachelor of Commerce pada tahun 1985 dari University of Ottawa, Carleton, Canada. Lim Juliana Dotulong Direktur Warga Negara Indonesia, 49 tahun. Menjabat sebagai Direktur Perseroan sejak April 2010 yang membawahi bagian pemasaran. Mulai berkarir di Perseroan sejak bulan Mei 2003 dengan menjabat sebagai VP Marketing & Business Development. Sebelumnya pernah berkarir di PT Exelcomindo Pratama ( ), PT Bank Post Nusantara ( ) dan PT Bank Rajawali International ( ). Meraih gelar Bachelor of Science pada tahun 1984 dari California Polytechnic State University, San Luis Obispo, California, Amerika Serikat. Ir. Agus Heryanto Lukas Direktur Warga Negara Indonesia, 53 tahun. Menjabat sebagai Direktur dan Chief Network Development Officer Perseroan sejak tahun Profesional di bidang teknologi informasi dan telekomunikasi. Sebelumnya pernah menjabat berbagai posisi senior sebagai Manajer Teknik di Centralindo Panca Sakti dan Wakil Presiden Operasional, Direktur dan Presiden Direktur di Metro Selular Nusantara ( ). Lulusan Sarjana Teknik dari Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga pada tahun Yopie Widjaya Direktur Warga Negara Indonesia, 38 tahun. Menjabat sebagai Direktur Perseroan sejak bulan November 2009 yang menangani compliance Perseroan. Eksekutif bisnis dengan pengalaman di bidang keuangan, teknologi informasi dan industri telekomunikasi. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Manajer, Senior Executive dan Direktur dari beberapa perusahaan seperti Prasetyo, Utomo & Co., PT Multipolar Tbk., Share Star Indonesia dan beberapa perusahaan telekomunikasi lainnya sejak tahun Lulusan Sarjana Ekonomi dari Universitas Katolik Atmajaya, Jakarta, Indonesia pada tahun

110 4. Sumber Daya Manusia Perseroan menyadari bahwa sumber daya manusia sebagai aset dan mitra yang berperan aktif dalam mendukung keberhasilan Perseroan. Perseroan berusaha meningkatkan kualitas dan keahlian tenaga kerja dengan berbagai program pendidikan maupun pelatihan dengan intensif dan berkesinambungan. Perseroan juga memperhatikan kesejahteraan bagi seluruh karyawan baik secara teknis fungsional maupun manajerial. Berbagai fasilitas yang diberikan Perseroan, antara lain : a. Gaji yang kompetitif. Perseroan telah memenuhi ketentuan mengenai Upah Minimum Regional dari Departemen Tenaga Kerja. Selain itu terdapat Tunjangan Hari Raya. b. Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek). c. Tunjangan pengobatan. d. Bagi karyawan tetap diberikan uang lembur dan uang transportasi. e. Fasilitas kendaraan untuk level manajerial. Pada tanggal 31 Agustus 2010, karyawan Perseroan dan Anak Perusahaan seluruhnya berjumlah 834 orang. Berikut ini jumlah dan komposisi karyawan berdasarkan jenjang jabatan dan menurut tingkat pendidikan : Komposisi Karyawan Menurut Jenjang Jabatan Jabatan Perseroan Anak Perusahaan Total Persentase Dewan Direksi ,7 Senior Vice President 6-6 0,7 Vice President ,6 Manajer Senior ,3 Manajer ,0 Supervisor ,9 Staf ,8 Total ,0 Komposisi Karyawan Menurut Tingkat Pendidikan Tingkat Pendidikan Perseroan Anak Perusahaan Total Persentase S ,9 S ,6 D ,7 SMA ,7 Total ,0 Komposisi Karyawan Menurut Jenjang Usia Jenjang Usia Perseroan Anak Perusahaan Total Persentase tahun , tahun , tahun , tahun ,6 > 50 tahun ,2 Total ,0 Komposisi Karyawan Menurut Status Jenjang Usia Perseroan Anak Perusahaan Total Persentase Tetap ,7 Kontrak ,3 Total ,0 92

111 Berikut ini adalah keterangan mengenai tenaga kerja asing yang dimiliki oleh Perseroan : No. Nama Warga Negara Jabatan IMTA KITAS Nomor Berlaku Hingga Nomor Berlaku Hingga 1. Angelica Manalo Lamberte Filipina T.A. Bid. Marketing sedang dalam proses 2C11JC0431-J IMTA : Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing KITAS : Kartu Izin Tinggal TerbataS Jumlah karyawan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2009 adalah 777 orang, sedangkan pada tanggal 31 Desember 2008 sebanyak 865 orang dan pada tanggal 31 Desember 2007 sebanyak 865 orang. Sejak tahun 2008 hingga 2009, Perseroan mengalami pengurangan jumlah karyawan sebesar 10,2% yang disebabkan pengunduran diri karyawan dari Perseroan. Perseroan memiliki Peraturan Perusahaan antara Perseroan dengan karyawan yang telah disahkan oleh Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja berdasarkan surat keputusan No. KEP. 151/PHIJSK-PKKAD/PP/III/2010 tanggal 22 Maret 2010 yang berlaku terhitung sejak tanggal 29 Maret 2010 hingga 28 Maret 2012 dan telah dimuat dalam Buku Registrasi Pengesahan Peraturan Perusahaan pada Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi cq. Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja No. 27/PP/P-3/III/2010. Perseroan menggunakan tenaga kerja outsource untuk Mobile-8 Centers dan call center pada jenjang karyawan di bawah supervisor. Perseroan secara aktif berupaya untuk merekrut karyawan yang memiliki kemampuan. Di tahun 2009, Bagian Rekrutmen Perseroan tetap melakukan perekrutan karyawan, baik di luar Pulau Jawa maupun di Pulau Jawa. Strategi yang digunakan dalam perekrutan karyawan pada dasarnya menggunakan metode yang sama dengan tahun sebelumnya yaitu Employee Referral, iklan, Internal Opportunity System serta Campus Recruitment. Sementara itu, sebagai komitmen Perseroan untuk menggali potensi internal, Internal Promotion juga merupakan salah satu metode yang cukup baik untuk memperoleh kemampuan unggul dari dalam Perseroan melalui mekanisme penilaian karyawan. Perseroan memberikan penekanan yang besar terhadap pendidikan seperti pelatihan dan pengembangan karyawan. Perseroan mengirim karyawan pada berbagai tipe program pelatihan internal dan eksternal serta kursus yang mencakup program-program seperti penjualan dan teknis, meliputi kursus kepemimpinan dan program cross training. Perseroan juga mengembangkan kemampuan karyawan outsource seperti Fren Ambassador dan customer service dengan program pelatihan dan pengembangan serta sistem jenjang karir. Perseroan memiliki 230 program pelatihan yang meliputi peserta pada tahun Perseroan juga menghargai kemampuan karyawan dan memiliki program pengembangan manajemen untuk mendorong dan mengembangkan kemampuan serta keahlian dari para karyawan. Melalui program jaminan sosial untuk hari tua bagi seluruh karyawan, Perseroan mengkontribusikan 4,2% dari gaji pokok setiap karyawan dan karyawan mengkontribusikan 2,0% dari gaji pokok karyawan ke dalam jaminan sosial untuk hari tua. Tidak ada karyawan Perseroan yang tergabung dalam serikat pekerja dan Perseroan tidak mempunyai serikat pekerja. Berikut ini adalah struktur organisasi Perseroan : 93

112 5. Keterangan Singkat Mengenai Anak Perusahaan Mobile-8 Telecom Finance Company B.V. ( MTFC ) A. Riwayat Singkat MTFC merupakan perusahaan yang berkedudukan hukum di Amsterdam, Belanda. Berdasarkan akta tertanggal 18 Juli 2007 yang dibuat di hadapan A.A. Voorneman, Notaris di Amsterdam, Belanda, dinyatakan bahwa MTFC didirikan pada tanggal 16 Juli 2007 dengan No. BV : B. Susunan Pengurus dan Pengawasan Berdasarkan Register of Directors, dinyatakan bahwa Direktur MTFC adalah Yok Sew Tan. C. Permodalan Berdasarkan Register of Shareholders, struktur permodalan dan susunan pemegang saham MTFC adalah sebagai berikut : Keterangan Nilai Nominal EUR100 per saham Jumlah Saham Nilai Nominal (EUR) % Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : Perseroan Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Portepel D. Kegiatan Usaha MTFC bergerak dalam bidang keuangan. E. Ikhtisar Data Keuangan Penting Berikut ini adalah ikhtisar data keuangan penting MTFC yang diambil dari laporan keuangan MTFC untuk periode 8 (delapan) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2010 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 yang telah diaudit oleh Moore Stephens MSN BV : Neraca (dalam USD) Keterangan 31 Agustus 31 Desember Total Aset Total Kewajiban Total Ekuitas Laba Rugi (dalam USD) Keterangan 8 bulan 12 bulan Pendapatan Usaha Beban Usaha Laba (Rugi) Bersih Setelah Pajak (8.218) 94

113 6. Hubungan Pengurusan dan Pengawasan Perseroan dan Anak Perusahaan Diagram Hubungan Kepemilikan Perseroan Berikut ini adalah diagram hubungan kepemilikan Perseroan adalah sebagai berikut : 7. Transaksi Dengan Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa Perseroan melakukan perjanjian kerjasama dengan pihak hubungan istimewa sehubungan dengan penyelenggaraan jasa telekomunikasi kepada pelanggan. Rincian pendapatan jasa telekomunikasi dan piutang usaha, beban interkoneksi dan potongan harga, serta hutang usaha kepada pihak hubungan istimewa per tanggal 31 Agustus 2010 adalah sebagai berikut : Akun Nilai Pendapatan Usaha Jasa Content : Qualcomm Inc Persentase terhadap total pendapatan usaha 0,04% Beban Interkoneksi dan Potongan Harga Jasa Content : Qualcomm Inc Persentase terhadap total beban interkoneksi dan potongan harga 0,26% Hutang Usaha Jasa Content : Qualcom Inc Persentase terhadap total kewajiban 0,001% Sifat Hubungan Istimewa : Qualcom Inc. merupakan salah satu pendiri dan pemegang 2,75% kepemilikan saham Perseroan. Pada tanggal 13 Oktober 2003, Perseroan mengadakan perjanjian BREW Carrier Agreement dengan Qualcom Inc yang kemudian diamandemen dengan perjanjian yang ditandatangani pada tanggal 20 Agustus Berdasarkan perjanjian, Qualcomm Inc. Menyediakan perangkat lunak BREW dan beberapa jasa pelatihan serta pendukung integrasi, termasuk pendukung on-site, untuk set-up, pengoperasian, integrasi dan memelihara BREW Distribution System. Atas biaya set-up awal dan pengoperasian perangkat lunak tersebut, Perseroan harus membayar senilai USD Keterangan Mengenai Keterlibatan Perkara Hingga tanggal Prospektus ini diterbitkan, Perseroan dan anak perusahaan tidak terlibat dalam perkara baik perkara perdata, pidana, tata usaha negara, pajak, maupun ketenagakerjaan, kecuali untuk perkaraperkara sebagai berikut: 95

114 No. Uraian 1. a. Nomor Perkara : 209/Pdt.G/2005/PN.Jkt.Pst tanggal 7 Juli 2005 b. Yurisdiksi : Pengadilan Negeri Jakarta Pusat c. Para Pihak : 1. Penggugat : CV Putra Jabar Telekomunikasi 2. Tergugat : Perseroan d. Pokok Permasalahan : Pada tanggal 2 Juli 2004, Pengugat dan Tergugat telah menandatangani Perjanjian No. 021/M8T-PJT/SLS/VII/04 mengenai Penjualan dan Distribusi Layanan Telepon Selular Rumah (TSR) di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya ( Perjanjian ). Pada saat layanan jasa telekomunikasi berdasarkan Perjanjian dioperasikan, timbul sejumlah tagihan sebesar Rp ,- dari Tergugat terhadap Penggugat dan kemudian Penggugat mendalihkan bahwa Perjanjian tersebut tidak memenuhi rasa keadilan dan kepatutan, yang mana Tergugat tidak diberikan kesempatan untuk mengoreksi draft Perjanjian tersebut. Kemudian Tergugat mengajukan gugatan balik (rekonpensi) terhadap Penggugat atas dasar wanprestasi, karena Penggugat tidak melaksanakan kewajibannya di dalam Perjanjian yaitu mengembalikan/ membayar hutangnya (yaitu sejumlah Rp ,-). e. Putusan : Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah menjatuhkan putusan pada tanggal 12 Desember 2005 yang amar putusannya sebagai berikut:dalam Rekonpensi: - menolak Eksepsi dari Tergugat untuk seluruhnya; Dalam Pokok Perkara: - menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya; Dalam Rekonpensi: 1. mengabulkan gugatan Penggugat Rekonpensi untuk sebagian; 2. menyatakan Tergugat Rekonpensi telah melakukan perbuatan ingkar janji atau wanprestasi ; 3. menghukum Tergugat Rekonpensi untuk membayar hutangnya kepada Penggugat Rekonpensi sebesar Rp ,- secara tunai dan sekaligus; 4. menghukum Tergugat Rekonpensi untuk membayar bunga sebesar 6% per tahun dari total hutang Rp ,- kepada Penggugat Rekonpensi terhitung semenjak gugatan didaftarkan sampai saat putusan berkekuatan hukum tetap; 5. menolak gugatan Penggugat Rekonpensi untuk selebihnya. Dalam Konpensi dan Rekonpensi: - menghukum Penggugat Konpensi/ Tergugat Rekonpensi untuk membayar biaya perkara ini sebesar Rp ,- f. Status Akhir : Berdasarkan Relaas Pemberitahuan Isi Putusan Pengadilan Tinggi DKI tanggal 24 September 2010 Pengadilan Tinggi DKI telah menyampaikan pemberitahuan isi putusan banding sebagai berikut:1. menyatakan permohonan banding dari Pembanding (semula Penggugat) tidak dapat diterima; dan2. menghukum Pembanding (semula Penggugat) membayar biaya perkara dalam kedua tingkat Pengadilan yang dalam tingkat banding ditetapkan sebesar Rp ,- (tigaratus ribu rupiah).sampai saat ini, belum diketahui ada atau tidaknya proses pengajuan permohonan kasasi oleh Pembanding (semula Penggugat). 2. a. Nomor Perkara : 247/Pdt.G/2010/PN.Jkt.Pst tanggal 26 Mei 2010 b. Yurisdiksi : Pengadilan Negeri Jakarta Pusat c. Para Pihak : 1. Penggugat : Perseroan 2. Tergugat : Lehman Brothers Special Financing Inc d. Pokok Permasalahan : Penggugat mendalilkan bahwa Tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum karena melakukan rekayasa tagihan fiktif sebesar USD , yang timbul sehubungan dengan ISDA Master Agreement. Menurut Penggugat, bahwa ISDA Master Agreement masih belum ditandatangani oleh Penggugat dan tidak mengikat terhadap Penggugat, sehingga tuduhan Tergugat bahwa Penggugat telah melanggar ketentuan Pasal 5 (a) (i) ISDA Master Agreement adalah tidak berdasar. e. Petitum : Tuntutan-tuntutan yang diajukan oleh Penggugat adalah sebagai berikut:dalam Provisi: 1. mengabulkan permohonan provisi Penggugat untuk seluruhnya; 2. memerintahkan Tergugat dan/atau para kuasanya atau pihak yang mewakilinya atau pihak yang menerima pengalihan hak dan wewenang darinya, atau pihak manapun agar sebelum putusan perkara aquo mempunyai kekuatan hukum mengikat (inkracht van gewisjde) untuk status quo atau untuk tidak melakukan tindakan apapun, baik tindakan hukum berupa gugatan perdata, permohonan kepailitan terhadap Penggugat, permohonan arbitrase di dalam negeri dan/atau di luar negeri, tindakan permohonan eksekusi, tindakan penagihan, tindakan pendaftaran, tindakan pengalihan atau cessie atas semua surat/dokumen maupun setiap harta kekayaan milik Penggugat, baik yang bergerak atau yang tidak bergerak, di lembaga peradilan dan lembaga/badan arbitrase di dalam negeri maupun diluar negeri; 96

115 No. Uraian 3. menghukum Tergugat membayar uang paksa (dwangsom) kepada Penggugat sebesar Rp ,- per hari untuk secara terus menerus setiap kali Tergugat lalai melaksanakan atau melanggara sebagian atau seluruh isi putusan provisi ini. Dalam Pokok Perkara: 1. mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya; 2. menyatakan sah dan berharga sita jaminan yang telah diletakkan; 3. menyatakan Tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum; 4. menyatakan Penggugat dan Tergugat bukan pihak dan tidak terikat secara hukum atas suatu surat perjanjian atau transaksi swap dan derivatives atau transaksi pertukaran mata uang asing dalam bentuk apapun, baik secara lisan maupun dengan surat dalam bentuk apapun, dan menyatakan Penggugat tidak mempunyai kewajiban keuangan apapun terhadap Tergugat atas suatu transaksi swap atau transaksi derivatives atau transaksi pertukaran mata uang asing apapun; 5. menyatakan konsep Perjanjian ISDA (International Swap and Derivatives Association Inc) Master Agreement hanya berupa konsep yang belum berlaku dan tidak mengikat dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat bagi Penggugat dan Tergugat; 6. menyatakan tidak sah dan tidak berlaku surat-surat yang dikirimkan oleh Tergugat kepada Penggugat yaitu surat Tergugat tertanggal 4 September 2008, surat Tergugat tertanggal 31 Maret 2009, dan surat Tergugat tertanggal 18 Juni 2009 yang kesemuanya dikirimkan dan dialamatkan kepada Penggugat; 7. menyatakan tagihan dari Tergugat sebesar USD ,- yang dikirimkan dengan surat Tergugat tertanggal 4 September 2008 yang kemudian jumlahnya bertambah menjadi sebesar USD ,- yang dikirimkan dengan surat Tergugat tertanggal 18 Juni 2009 yang dialamatkan kepada Penggugat sebagai tagihan yang tidak sah dan tidak berdasar dan oleh karenanya batal demi hukum; 8. menghukum Tergugat untuk segera membayar ganti kerugian materil kepada Penggugat secara tunai dan sekaligus sebesar USD ,- ditambah bunga sebesar 6% per tahun terhitung sejak tanggal pendaftaran gugatan ini; 9. menghukum Tergugat untuk segera membayar ganti kerugian immaterial kepada Penggugat secara tunai dan sekaligus sebesar USD ,- dan bunga 6% per tahun; 10. menghukum Tergugat untuk membayar uang paksa (dwangsom) kepada Penggugat sebesar Rp ,- per hari secara terus menerus setiap kali Tergugat melanggar isi putusan ini, baik sebagian atau seluruhnya terhitung sejak dijatuhkannya putusan dalam perkara a quo sampai dengan tanggal dilaksanakannya putusan perkara a quo oleh Tergugat; 11. menyatakan putusan ini dapat dilaksanakan terlebih dahulu meskipun ada upaya hukum perlawanan, banding, kasasi maupun peninjauan kembali; 12. menghukum Tergugat membayar biaya perkara. f. Status Akhir : Perkara ini sedang dalam proses pemeriksaan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan sidang pertama akan diadakan pada tanggal 8 September a. Nomor Perkara : 185/Pdt.G/2007/PN.Jkt.Pst tanggal 16 Mei 2007 b. Yurisdiksi : Pengadilan Negeri Jakarta Pusat c. Para Pihak : 1. Pengugat : Monica Miranda Kristiani 2. Para Tergugat : a. Perseroan (Tergugat I) b. Hidayat Tjandradjaja (Tergugat II) c. Lucy Suyanto (Tergugat III) d. Zen Smith (Tergugat IV) e. Inez Kurniawan (Tergugat V) d. Pokok Permasalahan : Sebelumnya Penggugat adalah karyawan Tergugat I, yang mana atasan langsung dari Penggugat saat itu adalah Tergugat III. Penggugat kemudian dilakukan pemutusan hubungan kerja oleh Tergugat I dengan menggunakan alat bukti berupa isi SMS dari Penggugat. Penggugat mendalilkan bahwa Para Tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum karena telah melakukan pencetakan isi SMS Penggugat tanpa seizin Penggugat, melanggar kerahasiaan informasi dalam melakukan telekomunikasi, dan melakukan tindakan tidak menyenangkan serta perbuatan intimidasi terhadap Penggugat. e. Putusan : Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah menjatuhkan putusan dengan amar putusan sebagai berikut: - mengabulkan Eksepsi Para Tergugat; - menyatakan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tidak berwenang untuk mengadili perkara a quo; - menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara sebesar Rp ,-. f. Status Akhir : Perkara ini sedang dalam proses banding sebagaimana yang diajukan oleh Para Tergugat sesuai dengan Risalah Pernyataan Permohonan Banding No. 155/Srt.Pdt. Bdg/2007/PN.Jkt.Pst tanggal 5 Oktober

116 No. Uraian 4 a. Nomor Perkara : 26/KPPU-L/2007 b. Yurisdiksi : Komisi Pengawas Persaingan Usaha Republik Indonesia c. Para Pihak : Para Terlapor: 1. PT Excelcomindo Pratama, Tbk (Terlapor I) 2. PT Telekomunikasi Selular (Terlapor II) 3. PT Indosat Tbk (Terlapor III) 4. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Terlapor IV) 5. PT Hutchison CP Telecommunication (Terlapor V) 6. PT Bakrie Telecom Tbk (Terlapor VI) 7. Perseroan (Terlapor VII) 8. PT Smart Telecom (Terlapor VIII) 9. PT Natrindo Telepon Seluler (Terlapor IX) d. Pokok Permasalahan : Terlapor I s/d Terlapor IX telah melakukan penetapan tarif SMS pada interval harga Rp250,- Rp350,- yang diduga melanggar ketentuan Pasal 5 Undang-Undang No. 5 Tahun e. Putusan : KPPU telah menjatuhkan putusan pada tanggal 17 Juni 2008 dengan amar putusan sebagai berikut: 1. menyatakan bahwa Terlapor I, Terlapor II, Terlapor IV, Terlapor VI, Terlapor VII, dan Terlapor VIII terbukti secara sah dan menyakinkan melanggar Pasal 5 Undang- Undang No. 5 Tahun 1999; 2. menyatakan bahwa Terlapor III, Terlapor V, dan Terlapor IX tidak terbukti melanggar Pasal 5 Undang-Undang No. 5 Tahun 1999; 3. menghukum Terlapor I, Terlapor II masing-masing membayar denda sebesar Rp ,- yang harus disetor ke kas negara sebagai setoran pendapatan denda pelanggaran di bidang persaingan usaha Departemen Perdagangan Sekretariat Jenderal Satuan Kerja Komisi Pengawas Persaingan Usaha melalui bank Pemerintah dengan kode penerimaan (Pendapatan Denda Pelanggaran di Bidang Persaingan Usaha); 4. menghukum Terlapor IV membayar denda sebesar Rp ,- yang harus disetor ke kas negara sebagai setoran pendapatan denda pelanggaran di bidang persaingan usaha Departemen Perdagangan Sekretariat Jenderal Satuan Kerja Komisi Pengawas Persaingan Usaha melalui bank Pemerintah dengan kode penerimaan (Pendapatan Denda Pelanggaran di Bidang Persaingan Usaha); 5. menghukum Terlapor VI membayar denda sebesar Rp ,- yang harus disetor ke kas negara sebagai setoran pendapatan denda pelanggaran di bidang persaingan usaha Departemen Perdagangan Sekretariat Jenderal Satuan Kerja Komisi Pengawas Persaingan Usaha melalui bank Pemerintah dengan kode penerimaan (Pendapatan Denda Pelanggaran di Bidang Persaingan Usaha); 6. menghukum Terlapor VII membayar denda sebesar Rp ,- yang harus disetor ke kas negara sebagai setoran pendapatan denda pelanggaran di bidang persaingan usaha Departemen Perdagangan Sekretariat Jenderal Satuan Kerja Komisi Pengawas Persaingan Usaha melalui bank Pemerintah dengan kode penerimaan (Pendapatan Denda Pelanggaran di Bidang Persaingan Usaha). f. Status Akhir : Upaya keberatan atas putusan KPPU Ni. 26/KPPU-L/2007 telah diajukan oleh: 1. Perseroan sebagaimana terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor register: 03/KPPU/2008/PN.Jkt.Pst tanggal 14 Juli 2008; dan 2. PT Bakrie Telecom Tbk, terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nomor register: 05/Pdt.KPPU/2008/PN.Jkt.Sel tanggal 23 Juli Pengadilan Negeri Jakarta Pusat belum melakukan panggilan sidang dalam perkara ini karena masih menunggu fatwa dari Mahkamah Agung sebagaimana yang dimintakan oleh KPPU sehubungan dengan tempat dan kedudukan dari Para Terlapor tersebut berada pada wilayah yurisdiksi pengadilan yang berbeda-beda. Seluruh perkara tersebut tidak berdampak material terhadap kegiatan usaha dan kondisi keuangan Perseroan, serta kelangsungan rencana Penawaran Umum Terbatas I Perseroan. 98

117 9. Ikatan dan Perjanjian Penting Berikut ini ikatan dan perjanjian penting yang dilakukan oleh Perseroan dengan pihak ketiga : a. Pada tanggal 21 Desember 2002, Perseroan menandatangani Supply Agreement dengan Samsung Electronics Co., Ltd (SEC) dan Samsung Corporation (SC) terutama untuk penyediaan perangkat CDMA X Cellular Network dan penyediaan jasa tertentu yang terkait dengan Initial Network dan Expansion Network. Pada tanggal 23 Desember 2005, Perseroan menandatangani After Warranty Service Agreement dengan PT Samsung Telecommunication Indonesia (STIN) untuk jasa pemeliharaan perangkat lunak dan perangkat keras CDMA X dari Initial Network yang dibeli berdasarkan Supply Agreement. Pada tanggal 28 Februari 2007, Perseroan menandatangani Network System and Equipment Supply, Installation and Support Agreement dengan SC dan STIN untuk implementasi sistem baru dan penyediaan peralatan baru untuk area Jawa dan luar Jawa dengan nilai kontrak sebesar USD untuk jangka waktu 9 tahun dari tanggal kontrak sebagaimana terakhir dirubah dengan amandemen perjanjian tanggal 1 Agustus Sehingga, berdasarkan perhitungan nilai kontrak menjadi USD80,2 juta. Perjanjian ini termasuk penyediaan jasa warranty atas perangkat yang dibeli sebelumnya oleh Perseroan berdasarkan Supply Agreement dan After Warranty Service Agreement. Berdasarkan perjanjian ini, sejak 1 April 2006, Perseroan tidak dikenakan biaya atas penyediaan jasa warranty yang dilakukan oleh STIN dan tidak terdapat hutang atas jasa yang sudah diberikan kepada Perseroan. Pada tanggal 21 Mei 2010, Perseroan menandatangani Termination and Release Agreement dengan STIN dan SEC untuk mengakhiri Network System and Equipment Supply, Installation and Support Agreement tanggal 28 Februari 2007 dan Amandemen Perjanjian tanggal 1 Agustus 2008, termasuk menyepakati pengalihan seluruh hak tagih milik STIN dan SEC ke Niven Holdings Ltd. b. Perseroan sebagai operator telekomunikasi mempunyai kewajiban kepada pemerintah sebagai berikut: Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 7/2009, setiap operator telekomunikasi dikenakan BHP Jastel sebesar 0,5% dari pendapatan telekomunikasi. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 7/2009 mengenai kontribusi kewajiban Pelayanan Universal Telekomunikasi, setiap operator telekomunikasi dikenakan biaya Pelayanan Universal Telekomunikasi sebesar 1,25% dari pendapatan telekomunikasi. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 7/2009, setiap operator telekomunikasi dikenakan BHP Spektrum Frekuensi Radio Jastel berdasarkan formula sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. c. Pada tanggal 19 Desember 2007, Perseroan menandatangani Perjanjian Kerjasama tentang Interkoneksi Jaringan Telekomunikasi Jartap Telkom Jarbersel Mobile-8 yang kemudian diamandemen dengan perjanjian tertanggal 29 Desember Berdasarkan perjanjian tersebut, para pihak sepakat untuk mengadakan interkoneksi jaringan telekomunikasi, termasuk di dalamnya penyaluran panggilan interkoneksi berbagai jenis jasa telekomunikasi di antara jaringan telekomunikasi masing-masing pihak. Masing-masing pihak antara lain berhak untuk menerima pembayaran biaya interkoneksi yang menjadi haknya dan berkewajiban antara lain melakukan proses billing interkoneksi untuk keperluan settlement interkoneksi. Perjanjian ini berlaku hingga 31 Desember 2011 dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan para pihak. d. Perseroan menandatangani persetujuan roaming internasional dengan provider jasa telekomunikasi di beberapa negara seperti Australia, Hong Kong, Taiwan, Thailand, China, Korea, New Zealand, Singapura, India, Malaysia, Amerika Serikat, Vietnam, Guam, Filipina dan Saudi Arabia. 99

118 e. Pada tanggal 19 Desember 2006, Perseroan telah menandatangani Perjanjian System Implementation, License and Maintenance Agreement dengan Huawei Technology Co., Ltd (Huawei) untuk pembelian billing system dengan nilai kontrak sebesar USD49 juta untuk jumlah pembelian selama lima tahun, dimana pada tahun pertama sebesar USD21 juta, sedangkan tahun kedua dan seterusnya pembelian billing system akan sepenuhnya tergantung pada pertumbuhan pelanggan. f. Perseroan mengadakan perjanjian pembangunan/penyediaan dan penyewaan menara pemancar dengan 28 menara pemancar (pemasok). Jangka waktu perjanjian sewa berkisar antara tahun dengan opsi perpanjangan 10 tahun. Harga sewa menara pemancar bervariasi tergantung pada ketinggian dan lokasi menara pemancar. Pada tahun 2009, Perseroan berhasil menandatangani perjanjian restrukturisasi hutang dengan beberapa pemasok dimana secara umum pemasok setuju atas usulan penjadwalan ulang pembayaran hutang yang jatuh tempo tidak mengenakan denda keterlambatan, konversi hutang ke saham Perseroan, komitmen untuk tetap memberikan jasa ke Perseroan, pemberian jaminan pembayaran dan lainnya. g. Pada tanggal 28 November 2007, Perseroan dan PT Mora Telematika Indonesia (Moratel) menandatangani perjanjian berlangganan sirkit, dimana Moratel menyewakan saluran jaringan milik PT Excelcomindo Pratama Tbk kepada Perseroan selama 8 tahun. Perjanjian tersebut terutama meliputi pengaturan tentang biaya sirkit dan jangka waktu pembayaran, perhitungan hak dan kewajiban dari kedua belah pihak, sanksi, dan penghentian perjanjian. h. Pada tanggal 11 Agustus 2008, Perseroan telah menandatangani Network System & Equipment Supply, Installation and Maintenance Agreement dengan ZTE (HK) Ltd, dan ZTE Corporation Indonesia untuk implementasi sistem dan penyediaan peralatan baru dengan nilai kontrak USD Pada tanggal 21 Juni 2010, berdasarkan Surat Pengakuan Hutang yang disepakati pada tanggal 17 Juni 2010, kontrak ini dinyatakan berakhir. Pada tanggal 21 Juni 2010, Perseroan menandatangani Termination and Release Agreement dengan ZTE (HK) Ltd untuk mengakhiri Network System and Equipment Supply, Installation and Maintenance Agreement tanggal 11 Agustus 2008, termasuk menyepakati pengalihan seluruh hak tagih milik ZTE (HK) Ltd ke Upwood Investment Ltd dengan nilai sebesar USD i. Pada tanggal 11 Januari 2010, Perseroan menandatangani Perjanjian Kerjasama Co-Branding dengan PT Smart Telecom dengan jangka waktu 1 tahun dan dapat diperpanjang secara otomatis untuk periode satu tahunan sepanjang tidak diakhiri oleh salah satu pihak. Berdasarkan perjanjian ini, para pihak dapat menggunakan merek dagang dan logo SmartFren dalam produk/jasa telekomunikasinya. j. Perseroan juga memiliki beberapa perjanjian berikut : No. Judul Perjanjian Pihak Nomor Perjanjian Tanggal 1. Berita Acara Kesepakatan PT Smart Telecom No. 573A.M8/573A.SMART.09/REVA/ 30 November 2009 Diskon tariff Interkoneksi XI/2009 dan No. 567/Marketing- ICR/SMART/MOU-Mobile8/XII/09 2 Perjanjian Jual Beli PT Smart Telecom No. 074/Finance-Collection/SMART/ 12 Februari 2010 AJB-Mobile8/II/10 3. Kesepakatan Bersama PT Duta Pertiwi Tbk 309.M8/BOD/XI/ Oktober Kesepakatan Bersama PT Smart Telecom No. Smart: 363/Commercial/SMART/ 4 November 2010 Pemanfaatan Jaringan PKS- M8/XI/10No. M8: 310.M8/ 310.ST.10/BOD/XI/ Perjanjian Kerjasama Penyediaan PT Dian Swastatika 377.M8/377.DSS.09/TEK/IX/ September 2009 Infrastruktur Tower Existing Sentosa Tbk Dengan Pola Sewa 6 Perjanjian Kerjasama penggunaan PT Smart Telecom No. Smart: 315/C-Log/SMART/10 21 September 2010 fasilitas produksi, distribusi dan PKS-M8/IX/ gudang (warehouse) No M8: 288.M8/288.ST.10/FIN/X/

119 No. Judul Perjanjian Pihak Nomor Perjanjian Tanggal 7 Kesepakatan Bersama penggunaan PT Smart Telecom No. 331/Finance-Treasury/Smart/ 12 Oktober 2010 sumber daya yang dimiliki oleh MOU-M8/X/10 masing-masing pihak dalam berbagai bidang, antara lain: a. bidang marketing; b. bidang tehnologi; c. bidang-bidang lainnya yang merupakan penunjang operasional kegiatan usaha masing-masing pihak. 8. Kesepakatan Bersama PT Bumi Kencana N/A 29 Oktober 2010 Eka Sakti 9. Kesepakatan Bersama PT Duta Pertiwi Tbk N/A 19 Oktober Kesepakatan Bersama PT Bumi Serpong N/A 19 Oktober 2010 Damai Tbk 11. Perjanjian Kerja Sama tentang PT Smart Telecom 624.M8/597.SMART.07/TEK/X/ Oktober 2007 Interkoneksi Jaringan Telekomunikasi 12. Perjanjian Kerjasama Co-Branding PT Smart Telecom 045/Commercial/SMART/ 11 Januari 2010 PKS-Mobile-8/I/ Asuransi Berikut adalah asuransi yang dimiliki oleh Perseroan : No. Nama Nama Nomor Jenis Obyek Masa Nilai Penanggung Tertanggung Polis Asuransi Asuransi Berlaku Pertanggungan 1. PT Asuransi AIU PT Mobile Business Prospectus USD Indonesia Telecom Guard for Claim s/d (Limit of Liability) IPO Protector Insurance 2. PT Asuransi PT Mobile Asuransi Karyawan s/d Berbeda antara Sinar Mas Telecom Kesehatan beserta karyawan yang satu Kumpulan Tanggungan dengan yang lainnya Karyawan. 3. PT Asuransi PT Mobile Asuransi Karyawan s/d Meninggal dunia dan Sinar Mas Telecom Kecelakaan cacat tetap: Diri IDR ,- Biaya pengobatan maksimal: IDR ,- 4. PT Asuransi PT Mobile Marine Cargo Starter Pack s/d Rp ,- Rama Satria Telecom 0304 Insurance and Money cancelled, (Maximum Limit of Wibawa Voucher subject to Liability per any one (Asuransi Rama) 30 days notice private car and/or per of cancellation any one truck Box and/ or per any one train and/or per any one Regularly scheduled airlines) 5. PT Asuransi PT Mobile Motor Mercedes s/d IDR ,- Sinar Mas Telecom Tbk Vehicle Benz C (Gabungan) EI/2007 B1042GZ Honda New s/d IDR ,- Oddysey A/ (Gabungan) 2007 B1047GF Toyota New s/d IDR ,- Camry/ (Gabungan) B1516OQ Toyota New s/d IDR ,- Camry/ (Gabungan) B1417OQ Isuzu Prona s/d IDR ,- NKR 55/ (Gabungan) B8700LP Isuzu Prona s/d IDR ,- NKR 55/ (Gabungan) B9081QO Isuzu Prona s/d IDR ,- NKR 55/ (Gabungan) B9192QO Isuzu Prona s/d IDR ,- NKR 55/ (Gabungan) B9088QO Isuzu Prona s/d IDR ,- NKR 55/ (Gabungan) B9100QO Isuzu Panther s/d IDR ,- 2.3L Pick Up / (Gabungan) 2005 L9452A Isuzu Panther s/d IDR ,- 2.3L Pick Up / (Gabungan) 2005 H1654SA 101

120 No. Nama Nama Nomor Jenis Obyek Masa Nilai Penanggung Tertanggung Polis Asuransi Asuransi Berlaku Pertanggungan 6. PT Asuransi Firdaus Motor Nissan Serena s/d IDR ,- Sinar Mas Masduky qq Vehicle Highway/ (Gabungan) PT Mobile-8 B8027IJ Telecom Tbk 7. PT Asuransi Christophorus Motor Nissan Serena s/d IDR ,- Sinar Mas Taufik Vehicle Highway/ (Gabungan) Siswandi qq. B8428PG PT Mobile-8 Telecom Tbk 8. PT Asuransi PT Mobile Kendaraan Honda New s/d IDR ,- Sinar Mas Telecom Bermotor Mega Pro/ B6691PFA Honda New s/d IDR ,- Mega Pro/ B6809PFA Honda Astrea s/d IDR ,- NF 100 D/ B6808PEZ Honda Supra s/d IDR ,- Fit DB/ B6374PHJ 9. a. PT Zurich PT Mobile-8 09 ZI-PLA- Public Liability Public Liability s/d USD Insurance Telecom Commercial and Employers *) (Limit of Liability) Indonesia (70%) Liability b. PT Asuransi Sinar Mas (30%) 10. PT Chartis PT Mobile Business Directors and s/d Limits of Liability is Insurance Telecom Guard - Officers Liability, USD (any Indonesia for Directors & and Corporate (retroactive date: one claim and in the Officers Reimbursement ) annual aggregate for all loss, arising out of all claims made against all insureds under all insurance covers combined, including defense costs) 11. a. PT Tugu PT Mobile-8 PUF Industrial Material s/d Material Damage: Pratama Telecom Tbk (Endorsement Special Damage USD Indonesia (25%) dated Risks b. PT Asuransi 18 August Central Asia 2010) (20%) c. PT Asuransi MSIG Indonesia (20%) d. PT Asuransi Wahana Tata (10%) e. PT Asuransi Expor Indonesia (10%) a. PT Asuransi Sinar Mas (10%) b. PT Asuransi Adira Dinamika (5%) 12. a. PT Tugu PT Mobile-8 PUF Industrial Material s/d Material Damage: Pratama Telecom Tbk (Endorsement Special Damage & USD Indonesia (25%) dated Risks Business Business Interruption: b. PT Asuransi 18 August Interruption USD Central Asia 2010) Total: USD (20%) c. PT Asuransi MSIG Indonesia (20%) d. PT Asuransi Wahana Tata (10%) e. PT Asuransi Expor Indonesia (10%) f. PT Asuransi Sinar Mas (10%) g. PT Asuransi Adira Dinamika (5%) 13. a. PT Asuransi PT Mobile-8 AI Property Office and s/d IDR ,- Indrapura (50%) Telecom All Risks Warehouse b. PT Asuransi and/or Reliance sales activities Indonesia (25%) and/or operation c. PT Asuransi activities and/or Sinar Mas (25%) other activities related to the insured s business. - Contents + Stocks (Handset, Voucher & Starter Pack) Keterangan : *) Terdapat Cover Note No. 3723/CV/CGL/ KBRU/11/2010 tertanggal 5 November 2010 sebagai bukti perpanjangan polis ini sebelum penerbitan polis asli dengan periode pertanggungan 22 Oktober 2010 sampai dengan 22 Oktober 2011 oleh PT Asuransi Sinar Mas (100%) sebagai penanggung Perseroan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan perusahaan-perusahaan asuransi yang tercantum di atas. 102

121 11. Aset Tanah Perseroan Berikut ini adalah daftar aset tanah milik Perseroan : NO. SERTIPIKAT HGB/ HMSRS LUAS LOKASI KETERANGAN NOMOR BERLAKU M² HINGGA 1. HGB No. 01/ Desa Pongongaila, Kecamatan Tibawa, Pemegang Hak : PT Komunikasi Selular Desa Pongongaila Kabupaten Dati II Gorontalo, Sulawesi Utara Indonesia ( PT Komselindo ) 2. HGB No. 11/ Desa/ Kel Tongkeina, Kecamatan Molas, Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Tongkeina Kotamadya Manado, Sulawesi Utara 3. HGB No. 01/ Desa Iloponu, Kecamatan Tibawa, Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Iloponu Kabupaten Dati II Gorontalo, Sulawesi Utara 4. HGB No. 01/ Desa Molantadu, Kecamatan Kwandang, Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Molantadu Kabupaten Dati II Gorontalo, Sulawesi Utara 5. HGB No.03/ Kelurahan Kotobangon, Kecamatan Pemegang Hak : PT Komselindo Kel Kotobangon Kotamobagu, Kabupaten Dati II Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara 6. HGB No. 02/ Desa Wangga, Kecamatan Passi, Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Wangga Kabupaten Dati II Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara 7. HGB No. 01/ Desa Lalow, Kecamatan Lolak, Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Lalow Kabupaten Dati II Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara 8. HGB No.01/ Desa Sangkub I, Kecamatan Sangtombolang, Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Sangkub I Kabupaten Dati II Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara 9. HGB No. 1323/ Desa Paniki Bawah, Kecamatan Mapanget, Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Paniki Bawah Kotamadya Manado, Sulawesi Utara 10. HGB No. 219/ Desa Singkil, Kecamatan Molas, Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Singkil Kotamadya Manado, Sulawesi Utara 11. HGB No. 33/ Kelurahan Tanjung Batu, Kecamatan Sario, Pemegang Hak : PT Komselindo Kel Tanjung Batu Kotamadya Manado, Sulawesi Utara 12. HGB No. 02/ Desa Kairagi Satu, Kecamatan Mapanget, Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Kairagi Satu Kotamadya Manado, Sulawesi Utara 13. HGB No.06/ Kelurahan Matani II, Kecamatan Tomohon, Pemegang Hak : PT Komselindo Kel Matani II Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara 14. HGB No.01/ Desa Raanan Baru, Kecamatan Motoling, Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Raanan Baru Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara 15. HGB No.71/ Desa Tateli, Kecamatan Pineleng, Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Tateli Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara 16. HGB No.01/ Desa Marawas, Kecamatan Toulimambot, Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Marawas Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara 17. HGB No.28/ Kelurahan Airmadidi Atas, Kecamatan Pemegang Hak : PT Komselindo Kel Airmadidi Atas Airmadidi, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara 18. HGB No.01/ Kelurahan Talete II, Kecamatan Tomohon, Pemegang Hak : PT Komselindo Kel Talete II Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara 19. HGB No.01/ Desa Warembungan, Kecamatan Pineleng, Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Warembungan Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara 20. HGB No.84/ Kelurahan Pakadoodan, Kecamatan Bitung Pemegang Hak : PT Komselindo Kel Pakadoodan Tengah, Kabupaten Bitung, Sulawesi Utara 21. HGB No.56/ Desa Mahakeret Timur, Kecamatan Wenang, Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Mahakeret Timur Kabupaten Manado, Sulawesi Utara 22. HGB No.55/ Desa Mahakeret Timur, Kecamatan Wenang, Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Mahakeret Timur Kabupaten Manado, Sulawesi Utara 23. HGB No.66/ Desa Danginpuri Kangin, Kecamatan Pemegang Hak: PT Telekomindo Desa Danginpuri Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali Selular Raya ( PT Telesera ) Kangin 24. HGB No.36/ Desa Danginpuri Kangin, Kecamatan Pemegang Hak: PT Telesera Desa Danginpuri Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali Kangin 25. HGB No.35/ Desa Danginpuri Kangin, Kecamatan Pemegang Hak: PT Telesera Desa Danginpuri Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali Kangin 26. HGB No.34/ Desa Danginpuri Kangin, Kecamatan Pemegang Hak: PT Telesera Desa Danginpuri Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali Kangin 27. HGB No.67/ Kelurahan Cot Bau, Kecamatan Pemegang Hak : PT Komselindo Kel Cot Bau Suka Jaya, Kota Sabang, Nangroe Aceh Darussalam 28. HGB No.02/ Gang Sentosa Baru, Sudut Gang Buntu, Pemegang Hak : PT Komselindo Kel Tegal Sari Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Mandala III Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Sumatera Utara 29. HGB No.2002/ Desa Lamgugob, Kecamatan Syiah Kuala, Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Lamgugob Kota Banda Aceh, Nangroe Aceh Darussalam 30. HGB No.01/ Desa Motung, Kecamatan Ajibata, Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Motung Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara 103

122 NO. SERTIPIKAT HGB/ HMSRS LUAS LOKASI KETERANGAN NOMOR BERLAKU M² HINGGA 31. HGB No.02/ Jalan Desa, Desa Kebun Tanah Terban, Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Kebun Tanah Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Terban Tamiang, Nangroe Aceh Darussalam 32. HGB No.200/ Jalan Cempaka, Kelurahan Brandan Timur, Pemegang Hak : PT Komselindo Kel Brandan Timur Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara 33. HGB No.02/ Desa Meunasah Ranto, Kecamatan Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Meunasah Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Ranto Nangroe Aceh Darussalam 34. HGB No.05/ Jalan Keluarga, Desa kwala Bingai, Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Kwala Bingai Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara 35. HGB No.84/ Jalan Bulu Tangkis, Desa Siringgo-ringo, Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Sironggo-ringgo Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara 36. HGB No.01/ Dari Rantau Prapat ke Medan, Desa Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Kampung Pajak Kampung Pajak, Kecamatan NA.IX-X, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara 37. HGB No.01/ Desa Perdagangan II, Kecamatan Bandar, Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Perdagangan II Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara 38. HGB No.76/ Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Pemegang Hak : PT Komselindo Kel Pahlawan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara, Kotamadya Binjai, Sumatera Utara 39. HGB No.57/ Jalan Haji Ahmad Bilal (belakang), Pemegang Hak : PT Komselindo Kel Tebing Tinggi Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Padang Hilir, Kotamadya Tebing Tinggi, Sumatera Utara 40. HGB No.02/ Desa Dolok Parmonangan, Kecamatan Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Dolok Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, Parmonangan Sumatera Utara 41. HGB No.80/ Jalan Dusun V, Desa Deli Serdang, Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Deli Serdang Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 42. HGB No.7/ Jalan Setia Budi, Desa Sekip, Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Sekip Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 43. HGB No.1/ Jalan Saudara, Desa Hulu, Kecamatan Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Hulu Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 44. HGB No.32/ Jalan Boksik, Desa Kota Bangun, Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Kota Bangun Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara 45. HGB No.213/ 20 tahun sejak 256 Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal, Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Helvetia Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 46. HGB No.17/ Jalan Bakung/Anggrek, Kelurahan Pemegang Hak : PT Komselindo Kel Simarito Simarito, Kecamatan Siantar Barat, Kotamadya Pematang Siantar, Sumatera Utara 47. HGB No.496/ Jalan Karya Kasih, Desa Pangkalan Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Pangkalan Masyhur, Kecamatan Medan Johor, Masyhur Kotamadya Medan, Sumatera Utara 48. HGB No.16/ 30 tahun sejak 375 Jalan Citandui Barat, Kelurahan Belawan II, Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Belawan II Kecamatan Medan Kota Belawan, Kotamadya Medan, Sumatera Utara 49. HGB No.543/ Gang Citra Anggrek, Kelurahan Simpang Pemegang Hak : PT Komselindo Kel Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan, Selayang Kotamadya Medan, Sumatera Utara 50. HGB No.273/ Jalan Bajak II, Gang Coklat, Kelurahan Pemegang Hak : PT Komselindo Kel Harjo Sari II Harjo Sari II, Kecamatan Medan Amplas, Kotamadya Medan, Sumatera Utara 51. HGB No.27/ Jalan Letda Sujono, Kelurahan Tembung, Pemegang Hak : PT Komselindo Kel Tembung Kecamatan Medan Tembung, Kotamadya Tembung, Sumatera Utara 52. HGB No.482/ Jalan Perkutut, Kelurahan Helvetia Tengah, Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Helvetia Kecamatan Medan Helvetia, Kotamadya Tengah Medan, Sumatera Utara 53. HGB No.1094/ Jalan Kenanga Sari, Desa Tanjung Sari, Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Tanjung Sari Kecamatan Medan Selayang, Kotamadya Medan, Sumatera Utara 54. HGB No.96/ Jalan Lukah, Desa Amplas, Kecamatan Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Amplas Medan Amplas, Kotamadya Medan, Sumatera Utara 55. HGB No.27/ Jalan Busi, Desa Sitirejo I, Kecamatan Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Sitirejo I Medan, Kotamadya Medan, Sumatera Utara 56. HGB No.8/ Jalan Letda Sujono, Dahlia, Desa Sidorejo Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Sidorejo Hilir Hilir, Kecamatan Medan Tembung, Kotamadya Medan, Sumatera Utara 57. HGB No.1/ Gang Inpres, Desa Wonosari, Kecamatan Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Wonosari Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 104

123 NO. SERTIPIKAT HGB/ HMSRS LUAS LOKASI KETERANGAN NOMOR BERLAKU M² HINGGA 58. HGB No.86/ Desa Tanah Terban, Kecamatan Karang Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Tanah Terban Baru, Kabupaten Aceh Timur, Daerah Istimewa Aceh 59. HGB No.3/ 30 tahun sejak 218 Jalan Karya, Desa Selat Lancang, Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Selat Lancang Kecamatan Datuk Bandar, Kotamadya Tanjungbalai, Sumatera Utara 60. HGB No.398/ Kelurahan Sentang, Kecamatan Kota Pemegang Hak : PT Komselindo Kel Sentang Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara 61. HGB No.00040/ Jalan Palapa, Kelurahan Kemaraya, Pemegang Hak : PT Komselindo Kel Kemaraya Kecamatan Kendari Barat, Kotamadya Kendari, Sulawesi Tenggara 62. HGB No.20826/ Desa/Kelurahan Pai, Kecamatan Pemegang Hak : PT Komselindo Desa/Kel Pai Biringkanaya, Kotamadya Ujung Pandang II, Sulawesi Selatan 63. HGB No.00304/ Desa/Kelurahan Tareada Lingkungan Pemegang Hak : PT Komselindo Desa/Kel Tareada Ballu-Ballu, Kecamatan Mares Baru, Lingkungan Ballu- Kabupaten Mares, Sulawesi Selatan Ballu 64. HGB No.00028/ Jalan Kesehatan, Kelurahan Padoang- Pemegang Hak : PT Komselindo Kel Padoang- doangan, Kecamatan Pangkajene, doangan Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan 65. HGB No.00001/ Kp. Batara, Desa Batara, Kecamatan Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Batara Labakkang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan 66. HGB No.5902/ Jalan P. Kemerdekaan Lrg. 5, Desa Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Tamalanrea Tamalanrea, Kecamatan Biringkanaya, Kotamadya Ujung Pandang, Sulawesi Selatan 67. HGB No.2/ Jalan Sawerigading, Desa Persiapan Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Sawerigading Sawerigading, Kecamatan Ujung Pandang, Kotamadya Ujung Pandang, Sulawesi Selatan 68. HGB No.01/ Jalan La Siming, Kelurahan Ujung Bulu, Pemegang Hak : PT Komselindo Kel Ujung Bulu Kecamatan Ujung, Kotamadya Parepare, Sulawesi Selatan 69. HGB No.128/ Desa Lolu Utara, Kecamatan Palu Selatan, Pemegang Hak : PT Komselindo Kel Lolu Utara Kotamadya Palu, Sulawesi Tengah 70. HGB No.130/ 30 tahun sejak 395 Kelurahan Malino, Kecamatan Pemegang Hak : PT Komselindo Kel Malino Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan 71. HGB No.02/ Desa Bojo, Kecamatan Mallusetasi, Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Bojo Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan 72. HGB No.01/ Kelurahan Sumpang Binangae, Pemegang Hak : PT Komselindo Kel Sumpang Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Binangae Sulawesi Selatan 73. HGB No.131/ Jalan Mallombasang Lorong I, Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Jongaya Desa Jongaya, Kecamatan Tamalate, Kotamadya Ujung pandang, Sulawesi Selatan 74. HGB No.01/ Lingkungan Solojirang II, Kelurahan Pemegang Hak : PT Komselindo Kel Turikale, Turikale, Kabupaten Maros Baru, Lingkungan Sulawesi Selatan Solojirang II 75. HGB No.01/ Desa La Sitae, Dusung Butung, Pemegang Hak : PT Komselindo Desa La Sitae Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan 76. HGB No.2/ Kelurahan Bontoparang, Kecamatan Pemegang Hak : PT Komselindo Kel Bontoparang Parangloe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan 77. HGB No.28/ Kelurahan Batangkaluku, Pemegang Hak : PT Komselindo Kel Batangkaluku Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan 78. HGB No.68/ Jalan Urip Sumoharjo, Desa Karuwisi, Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Karuwisi Kecamatan Panakkukang, Kotamadya Ujung Pandang, Sulawesi Selatan 79. HGB No.67/ Jalan Urip Sumoharjo, Desa Karuwisi, Pemegang Hak : PT. Komselindo Desa Karuwisi Kecamatan Panakkukang, Kotamadya Ujung Pandang, Sulawesi Selatan 80. HGB No.185/ Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Pemegang Hak : PT Komselindo Kel Jombang Wetan Jombang, Kota Cilegon, Banten 81. HGB No.3478/ Jalan Balawan No. 11A, Kelurahan Cideng, Pemegang Hak : PT Komselindo Kel Cideng Kecamatan Gambir, Kotamadya Jakarta Pusat, DKI Jakarta 82. HGB No.40/ Jalan Layungsari III, Kelurahan Empang, IMB No. 640/SK.1636.Dinpu/1997 Kel Empang Kecamatan Kota Bogor Selatan, tanggal Kotamadya Bogor, Jawa Barat 105

124 NO. SERTIPIKAT HGB/ HMSRS LUAS LOKASI KETERANGAN NOMOR BERLAKU M² HINGGA 83. HGB No.577/ Desa Bojongherang, Kecamatan Cianjur, Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Bojongherang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat 84. HGB No.55/ Blok Cipelang Leutik, Kelurahan Selabatu, Pemegang Hak : PT Komselindo Kel Selabatu Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat 85. HGB No.180/ Jalan Surapati No. 233, Kelurahan Sukaluyu, Pemegang Hak : PT Komselindo Kel Sukaluyu Kecamatan Cibeunying Kaler, Kotamadya Bandung, Wilayah Cibeunying, Jawa Barat 86. HGB No.75/ Kel Majalengka Wetan Blok Sawah Pemegang Hak : PT Komselindo Kel Majalengka Bugang, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Wetan Majalengka, Jawa Barat 87. HGB No.9/ Desa Patrol, Kecamatan Sukra, IMB No /SK/841-PUK/1998 Desa Patrol Kabupaten Indramayu, Jawa Barat tanggal Pemegang Hak : PT Komselindo 88. HGB No.00830/ Desa/Kelurahan Ciluncat, Kecamatan IMB No /1/178/PB-CK Desa Ciluncat Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat tanggal Pemegang Hak : PT Komselindo 89. HGB No.307/ Kelurahan Lemahabang, Kecamatan Pemegang Hak : PT Komselindo Kel Lemahabang Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat 90. HGB No.5/ Blok Pasir, Kelurahan Cirendang, Pemegang Hak : PT Komselindo Kel Cirendang Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat 91. HGB No.62/ Blok Tugu, Desa Pasirhalang, Kecamatan Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Pasirhalang Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat 92. HGB No.310/ Blok Cipanas, Kelurahan Cibadak, IMB No /SK 128-PU/Periz/1997 Kel Cibadak Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, tanggal Jawa Barat Pemegang Hak : PT Komselindo 93. HGB No.207/ Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Cileunyi Kabupaten Bandung, Jawa Barat Wetan 94. HGB No.2/ Desa Nagreg, Kecamatan Cicalengka, Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Nagreg Kabupaten Bandung, Jawa Barat 95. HGB No.436/ Gang Arya Kiban II, Kelurahan Pekiringan, IMB No /527/IB-DISBANG/97 Kel Pekiringan Kecamatan Kesambi, Kotamadya Cirebon, tanggal Jawa Barat Pemegang Hak : PT Komselindo 96. HGB No.1/ Blok Desa, Desa Karangpawitan, Pemegang Hak : PT Komselindo Desa Karangpawitan Kecamatan Padaherang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat 97. HGB No.202/ Blok Karangpaninggal, Kelurahan Ciamis, IMB No. 503/IMB 79 DPUK/1997 Kel Ciamis Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, tanggal Jawa Barat Pemegang Hak : PT Komselindo 98. HGB No.1/ Desa Astana, Kecamatan Gunungjati, Pemegang Hak: Perseroan Desa Astana Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 99. HGB No.01/ Jalan Songket, Kelurahan Sapta Marga, Pemegang Hak: Perseroan Kel Sapta Marga Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat 100. HGB No.10/RJ.R/ Kelurahan Rajabasa Raya, Kecamatan Pemegang Hak: Perseroan Kel Rajabasa Raya Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 101. HGB No.30/ Kelurahan Pemurus Luar, Kecamatan Pemegang Hak: Perseroan Kel Pemurus Luar Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 102. HGB No.1243/ Kelurahan Gunung Samarinda, Kecamatan Pemegang Hak: Perseroan Kel Gunung Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Samarinda Kalimantan Timur 103. HGB No.163/ Kelurahan Simpang IV Sipin, Kecamatan Pemegang Hak: Perseroan Kel Simpang IV Sipin Telanaipura, Kotamadya Jambi, Jambi 104. HGB No.793/ Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Pemegang Hak: Perseroan Kel Lorok Pakjo Barat I, Kotamadya Palembang, Sumatera Selatan 105. HGB No.1007/ Desa Bangka Belitung, Kecamatan Pemegang Hak: Perseroan Desa Bangka Belitung Pontianak Selatan, Kotamadya Pontianak, Kalimantan Barat 106

125 IX. KEGIATAN USAHA 1. Pendahuluan Perseroan adalah operator telepon selular di Indonesia, dengan jumlah pelanggan sekitar 2,3 juta pada tanggal 31 Agustus 2010, baik untuk produk Fren, Hepi maupun Mobi. Perseroan menawarkan layanan CDMA prabayar dan pasca bayar termasuk layanan suara dan data. Jangkauan jaringan Perseroan saat ini mencakup seluruh kota besar, mayoritas kota-kota besar di tingkat propinsi dan seluruh pulau Jawa, Bali, Batam, sebagian wilayah Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, sebagian wilayah Sulawesi Utara dan Selatan dan Kalimantan. Perseroan mengalami penurunan kinerja keuangan yang signifikan pada tiga tahun terakhir. EBITDA Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 adalah Rp(357,1) miliar, Rp(83,8) miliar, dan Rp399,5 miliar. EBITDA Perseroan untuk periode 8 (delapan) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2010 adalah Rp(351,9) miliar dibandingkan dengan EBITDA Perseroan sebesar Rp(257,0) miliar untuk periode 8 (delapan) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus Pendapatan kotor Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 adalah Rp537,4 miliar menurun sebesar 42,0% dibandingkan dengan pendapatan kotor Perseroan sebesar Rp926,5 miliar pada tanggal 31 Desember Selain itu, Perseroan belum mampu meningkatkan jumlah pelanggan sejak tahun Total pelanggan Perseroan menurun dari 3 juta pelanggan per tanggal 31 Desember 2008 menjadi kurang lebih 2,9 juta pelanggan per tanggal 31 Desember 2009, dimana secara persentase mengalami penurunan sebesar 3,4%. Per tanggal 31 Desember 2009, jumlah pelanggan Perseroan berjumlah 2,8 juta dengan perincian 95,7% merupakan pelanggan prabayar dan sisanya 0,1 juta atau 4,3% merupakan pelanggan pasca bayar. Berdasarkan Business Monitor International per kuartal kedua tahun 2010, jumlah pelanggan telepon selular di Indonesia per September 2009 adalah sebanyak 171,1 juta, yang mencerminkan tingkat penetrasi sebesar 73,8%, telah meningkat 22,6% dari 139,6 juta pelanggan per 31 Desember 2008 dan peningkatan sebesar 75,8% dari 97,3 pelanggan per 31 Desember Meskipun terdapat peningkatan dari sisi jumlah pelanggan, tingkat penetrasi telepon selular di Indonesia masih merupakan salah satu yang terendah di wilayah Asia Pasifik. Jaringan Perseroan beroperasi di spektrum 800 MHz dengan menggunakan teknologi CDMA2000 1X. Per tanggal 31 Agustus 2010, komponen-komponen utama dari infrastruktur CDMA2000 1X terdiri dari BTS, 55 BSC yang mengkoneksikan satu BTS ke BTS yang lainnya, dan 28 MSC. Perseroan merupakan operator pertama di Indonesia yang memperkenalkan layanan telepon selular dengan kecepatan 3G berdasarkan teknologi CDMA2000 1X EV-DO pada bulan Mei Perseroan mengadopsi strategi multi-channel untuk distribusi dan penjualan, dengan saluran distribusi utama sebanyak 126 distributor independen, 42 Mobile-8 Centers, tenaga penjual dan distribusi alternatif seperti jaringan ATM Bank dan pihak vendor PC. Per tanggal 31 Agustus 2010, Perseroan memiliki hubungan kerjasama dengan sekitar gerai yang mendistribusikan produk Perseroan. Restrukturisasi Pada bulan Maret 2007, Perseroan menerbitkan obligasi dalam Rupiah sebesar Rp675 miliar berdasarkan perjanjian tanggal 22 Februari 2007 antara Perseroan sebagai penerbit dan PT Bank Permata Tbk sebagai wali amanat. Obligasi tersebut dicatatkan di Bursa Efek Indonesia. Pada tahun 2009, Perseroan melakukan restrukturisasi dalam jumlah besar atas kewajiban jangka panjang Perseroan termasuk hutang obligasi. Restrukturisasi obligasi disetujui pada tanggal 29 Juni 2009, dan sebesar Rp68,5 miliar dari obligasi tersebut dikonversi menjadi saham. Selain itu, persyaratan keuangan dalam obligasi diubah dan jatuh tempo obligasi diperpanjang hingga 15 Juni Sejumlah Rp829,3 juta dari hutang dan kewajiban lainnya meliputi hutang dari Samsung sebesar Rp230,7 miliar yang dikonversi menjadi saham. 107

126 Konversi hutang menjadi saham tersebut memperkuat neraca Perseroan dan memungkinkan Perseroan mengejar peluang pertumbuhan yang baru. Hingga saat ini Perseroan telah melakukan konversi atas sebagian hutang yang dimilikinya ke saham dan Perseroan akan terus melanjutkan proses penawaran konversi dari utang menjadi saham. Pada tanggal 15 Agustus 2007, anak perusahaan Perseroan yaitu Mobile-8 B.V. menerbitkan Guaranteed Senior Notes senilai USD100,0 juta dengan tingkat bunga sebesar 11,25% yang akan jatuh tempo pada 1 Maret Guaranteed Senior Notes tersebut dicatatkan di Bursa Efek Singapura. Pada tanggal 19 September 2008, PT Global Mediacom Tbk menjual sebagian kepemilikan sahamnya atas Perseroan sehingga kepemilikannya menjadi di bawah 51%. Hal ini merupakan suatu perubahan pengendalian di dalam persyaratan surat hutang dan penerbit surat hutang diwajibkan untuk membuat suatu penawaran pelunasan kepada pemegang surat hutang. Pada tanggal 6 November 2008, Perseroan mengindikasikan bahwa Perseroan tidak mampu melunasi kewajiban disebabkan oleh perubahan pengendalian Perseroan akibat kondisi keuangan dan krisis ekonomi global. Kegagalan Perseroan dalam melunasi kewajiban tersebut merupakan kelalaian berdasarkan surat hutang dan pada tanggal 12 November 2008 wali amanat mempercepat jangka waktu surat hutang tersebut dengan memberikan pemberitahuan kepada Perseroan. Pada tanggal 7 Januari 2009, wali amanat mengajukan klaim kepada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk seluruh jumlah hutang yang tersisa, yaitu senilai USD100,0 juta ditambah dengan bunga sebesar USD3,5 juta. Pada tanggal 3 Desember 2009, wali amanat menarik klaim tersebut. Perseroan belum melakukan pembayaran sejak percepatan surat hutang tersebut. Sejarah Perseroan didirikan pada tahun Pada bulan Desember 2003, Perseroan memulai kegiatan operasinya dengan menawarkan layanan selular prabayar dengan merek Fren berbasis CDMA2000 1X. Hingga tahun 2007, Perseroan memiliki tiga anak perusahaan: (i) Metrosel, merupakan anak perusahaan pertama yang diakusisi penuh melalui share swap pada tanggal 7 Maret 2003, (ii) Komselindo, merupakan anak perusahaan dengan kepemilikan sebesar 98,6% melalui share swap pada tanggal 21 Februari 2003 dan (iii) Telesera, merupakan anak perusahaan dengan kepemilikan secara penuh yang diakusisi pada tanggal 28 September Sebelum diakusisi Perseroan, setiap anak perusahaan tersebut beroperasi pada layanan nirkabel dengan sistem selular AMPS. Sejak tahun 2004, Perseroan secara progresif menghapus sistem AMPS setelah meluncurkan layanan berbasis CDMA2000 1X - khusus untuk Telesera dilakukan sejak akusisi. Pada tanggal 31 Maret 2007, Perseroan menghapus seluruh operasi AMPS yang dioperasikan oleh anak perusahaan. Pada tanggal 18 Juli 2007, Perseroan mendirikan anak perusahaan, Mobile-8 Telecom Finance B.V. ( Mobile-8 B.V. ). Mobile-8 B.V. merupakan perseroan terbatas di bawah hukum negara Belanda. Pada tanggal 29 November 2006, Perseroan melakukan penawaran umum perdana atas saham Perseroan dan dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. Perseroan menerbitkan saham sejumlah 3,9 miliar saham dengan harga penawaran Rp225,- setiap saham, sehingga jumlah nilai penawaran umum adalah sebesar Rp877,5 miliar. Berdasarkan harga penutupan bursa di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 31 Agustus 2010, kapitalisasi pasar Perseroan adalah sebesar Rp1.845 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2009, kurang lebih sebanyak 33,0 miliar saham Perseroan dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia. Untuk merasionalisasi struktur korporasi Perseroan, Perseroan melakukan reorganisasi korporasi dimana Metrosel, Komselindo, dan Telesera dilebur ke dalam Perseroan pada tanggal 31 Mei Setelah reorganisasi, Perseroan memegang izin operasi dalam satu kesatuan. Pada bulan Mei 2007, Pemerintah memberikan izin fixed wireless access ( FWA ) kepada Perseroan dan di bulan Mei 2008 Perseroan meluncurkan produk FWA pertama Perseroan. Pada akhir tahun 2009, Perseroan menawarkan layanan FWA di 13 kota utama di Indonesia. Pada bulan April 2008, Perseroan memperkenalkan fitur baru World Passport, dimana Perseroan menjadi operator CDMA pertama di dunia yang bergabung dengan asosiasi GSM sehingga memungkinkan pelanggan Perseroan melakukan komunikasi di seluruh dunia baik melalui jaringan CDMA dan GSM. 108

127 Pada bulan Februari 2009, Perseroan meluncurkan produk baru bernama Mobile Data Service baik untuk pelanggan pascabayar dan prabayar. Pada bulan Mei 2009, Perseroan meluncurkan layanan pascabayar FWA untuk melengkapi portofolio produk. Lebih lanjut pada bulan Juni 2009, Perseroan meluncurkan FrenDuo, suatu layanan hybrid yang mengintegrasikan baik selular maupun layanan FWA dalam satu kartu yang memungkinkan konsumen melakukan registrasi untuk dua layanan pada satu chip. FrenDuo menerima respon yang baik dari para pelanggan yang memperoleh manfaat dengan memiliki layanan FWA sebagai tambahan terhadap layanan selular. FrenDuo memberikan pelanggan kesempatan untuk menikmati manfaat berupa tarif yang lebih rendah dari layanan FWA dengan layanan selular secara penuh. Pada tanggal 31 Desember 2009, FrenDuo tersedia di 13 kota besar di seluruh Indonesia. Pada tanggal 3 Maret 2010, Perseroan mengumumkan strategi aliansi dengan operator selular lainnya di Indonesia yakni PT Smart Telecom untuk memperkenalkan layanan telepon selular gabungan antara Mobile-8 - Fren dan Smart Telecom SMART. Perseroan mempercayai merek baru yakni SmartFren akan memberikan penghematan biaya bagi Perseroan dengan cara: (i) konsolidasi aset tetap berupa galeri dan menara, (ii) promosi pemasaran bersama dengan merek SmartFren, (iii) berbagi biaya yang berkaitan dengan outlet-outlet dan jaringan distribusi, dan (iv) penggunaan bersama logistik dan alat-alat penunjang termasuk handset dan RUIM. Selain itu, Perseroan berkeyakinan bahwa dengan kerjasama tersebut, Perseroan akan lebih mampu bersaing dengan pesaing-pesaing yang lebih besar. Per tanggal 31 Agustus 2010, aliansi Mobile-8 dan Smart Telecom memiliki pelanggan dengan jumlah sekitar 5.7 juta. Strategi Operasional Meningkatkan strategi aliansi dengan PT Smart Telecom (Smartel) Perseroan berencana untuk mengimplementasikan strategi aliansi dengan Smartel untuk mencapai penghematan biaya dan efisiensi yang telah dideskripsikan di atas. Perseroan bermaksud untuk menjalin hubungan dengan Smartel. Pada bulan September 2010, Perseroan menjajaki nota kesepahaman yang tidak mengikat dengan Smartel dimana Perseroan dan Smartel menyetujui untuk melanjutkan pembicaraan berkaitan dengan potensi kerjasama usaha. Menata kembali dan meningkatkan cakupan area jaringan dari area yang sudah ada Perseroan berencana untuk menata kembali jaringannya dengan memfokuskan pada area layanan yang sudah ada. Saat ini, akibat kurangnya sumber daya, Perseroan telah menghentikan ekspansi jaringan ke area baru, dan sebagai penggantinya, Perseroan berencana untuk meningkatkan cakupan jaringan pada area yang sudah ada dalam hal layanan. Mengurangi belanja modal dan mempercepat infrastruktur jaringan Dalam hal ekspansi jaringan, Perseroan berencana untuk menyewa dalam jumlah besar seluruh menara yang dibutuhkan untuk mengurangi risiko, mempercepat proses jaringan dan mengurangi belanja modal. Operator menara akan menyediakan lokasi, layanan operasi dan pemeliharaan serta power supply pada kondisi tertentu. Perseroan berkeyakinan bahwa strategi tersebut akan memungkinkan Perseroan untuk berkonsentrasi dalam hal penyediaan, peningkatan dan pemasaran layanan nirkabel Perseroan. Mengakusisi pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan yang sudah ada Perseroan berkeyakinan dapat melanjutkan meningkatkan pangsa pasar Perseroan dengan fokus pada mass market dengan segmentasi tertentu seperti pangsa pasar anak muda dan perusahaan kecil hingga menengah, serta dengan menawarkan layanan yang bernilai tambah kepada para pelanggan. Perseroan juga akan melanjutkan kerjasama dengan pemasok handset guna menawarkan berbagai macam handset kepada para pelanggan Perseroan. Selain mencari pelanggan yang baru, Perseroan juga akan tetap fokus mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Memperkuat dan memperluas distribusi dan pemasaran Perseroan baru saja mengimplementasikan apa yang Perseroan yakini sebagai platform distribusi yang terbaru, yang menciptakan insentif bagi para distributor untuk menjual produk Perseroan dan meningkatkan kemampuan Perseroan dalam mencapai target pangsa pasar. Perseroan juga menyusun alternatif saluran distribusi seperti ATM dan PC vendor untuk memperluas cakupan. Perseroan akan meningkatkan dan memperluas jaringan distribusi serta menjadi inovatif dalam saluran distribusi guna memastikan Perseroan mencapai banyak pelanggan yang berpotensi. 109

128 Perseroan juga akan melanjutkan menyempurnakan inisiatif dan promosi pemasaran dengan bertambahnya jumlah pelanggan dan berubahnya karakteristik para pelanggan. Perseroan terus memperkenalkan promosi pemasaran yang baru dari waktu ke waktu untuk mempromosikan nilai-nilai Perseroan yaitu kesederhanaan, nilai terbaik, inovatif, dan produk serta layanan yang modern. Rencana penetapan harga Perseroan pada awalnya difokuskan pada usaha untuk menghasilkan pertumbuhan jumlah pelanggan, sedangkan promosi mengenai tarif saat ini ditargetkan untuk peningkatan profitabilitas. Kegiatan Usaha Kegiatan utama Perseroan ditujukan pada penyediaan layanan telekomunikasi nirkabel, yang meliputi layanan percakapan dan jasa nilai tambah. Jaringan Perseroan memiliki interkoneksi dengan jaringan dari seluruh fixed line dan operator nirkabel di Indonesia sehingga memungkinkan para pelanggan menelpon dan menerima panggilan dari pelanggan operator telekomunikasi lain di Indonesia maupun dari internasional. Perseroan menerima pendapatan interkoneksi dari dan membayar biaya interkoneksi kepada operator yang melakukan interkoneksi dengan Perseroan. Perseroan beroperasi pada jaringan CDMA2000 1X dengan menggunakan spektrum 800 MHz. Perseroan menawarkan layanan telepon selular berkecepatan tinggi dengan teknologi 3G berdasarkan teknologi CDMA2000 1X EV-DO. Tabel di bawah menjelaskan komponen pendapatan Perseroan untuk periode sebagaimana yang tertera di dalam tabel : (dalam miliar Rupiah) Keterangan 12 bulan 8 bulan Jasa Telekomunikasi : Suara 272,7 275,5 785,6 665,1 331,5 150,2 SMS 94,0 125,1 156,5 116,9 82,9 40,2 Data 9,5 26,6 37,2 27,2 32,1 35,0 Biaya jasa bulanan 7,2 3,4 2,4 3,2 4,2 2,5 Lainnya 4,5 10,7 10,5 7,9 14,0 6,8 Subtotal 387,9 441,3 992,1 820,4 464,7 234,7 Layanan Interkoneksi : Domestik 88,5 97,6 109,0 87,3 59,4 28,3 Internasional 6,2 12,2 16,6 18,8 13,3 7,5 Subtotal 94,7 109,9 125,6 106,2 72,7 35,9 Jumlah Pendapatan 482,6 551, ,7 926,6 537,4 270,6 Potongan Harga (34,0) (39,1) (41,8) (31,6) (32,9) (9,4) Pendapatan Usaha - Bersih 448,6 512, ,9 895,0 504,5 261,2 Layanan Jasa Telekomunikasi Perseroan menawarkan berbagai layanan telekomunikasi selular (baik untuk layanan percakapan dan non-percakapan) kepada pelanggan Perseroan dengan basis prabayar dan pascabayar dengan merek Fren dan merek Mobi untuk layanan internet mobile. Layanan dasar telekomunikasi selular Perseroan termasuk layanan percakapan, SMS, internet selular, jasa nilai tambah, layanan jelajah di dalam jaringan Perseroan untuk pelanggan Perseroan dan internasional. Tabel berikut memperlihatkan informasi operasional yang berhubungan dengan kegiatan usaha Perseroan untuk periode sebagaimana yang tertera di dalam tabel: Keterangan 31 Desember 31 Agustus Jumlah Pelanggan (ribuan) : Prabayar 776, , , , , ,0 Pasca Bayar 18,9 47,7 92,6 148,9 122,3 107,3 Total Jumlah Pelanggan 795, , , , , ,3 Rata-rata Pendapatan per Pelanggan (ribuan Rp) : Prabayar 57,3 46,0 37,2 21,5 11,1 10,3 Pascabayar 215,8 140,5 115,3 86,4 58,7 50,2 Campuran 62,3 48,0 39,8 24,0 13,4 11,9 Rata-rata Bulanan churn rate-blended 3,8% 6,2% 5,5% 8,7% 7,8% 8,6% 110

129 Perseroan mengalami pertumbuhan jumlah pelanggan yang pesat pada tahun pertama setelah Perseroan memulai layanan CDMA nirkabel prabayar pada bulan Desember 2003 dan layanan pasca bayar pada bulan April Perseroan memiliki kurang lebih pelanggan per 31 Desember 2005, 1,8 juta pelanggan per 31 Desember 2006, dan 3 juta pelanggan per 31 Desember Namun demikian, selama tiga tahun terakhir Perseroan tidak mampu meningkatkan jumlah pelanggan. Jumlah pelanggan Perseroan turun dari 3 juta per 31 Desember 2008 menjadi sekitar 2,9 juta pelanggan per 31 Desember 2009, yang mencerminkan penurunan kurang lebih sebesar 3,4%. Per tanggal 31 Desember 2009 jumlah pelanggan Perseroan berjumlah 2,8 juta dengan perincian 95,7% merupakan pelanggan prabayar dan sisanya 0,1 juta atau 4,3% merupakan pelanggan pasca bayar. ARPU Perseroan menunjukkan perbedaan yang signifikan antara pelanggan pascabayar dan prabayar. ARPU pelanggan pascabayar cenderung lebih tinggi dibandingkan ARPU pelanggan prabayar. Hal ini mencerminkan layanan pascabayar lebih diminati oleh pelanggan dengan rata-rata pemakaian tinggi, sedangkan layanan prabayar lebih diminati oleh pelanggan dengan rata-rata pemakaian relatif lebih rendah. ARPU untuk pelanggan prabayar pada tahun 2007, 2008, dan 2009 adalah Rp37,2 ribu, Rp21,5 ribu, dan Rp11,1 ribu, sedangkan untuk pascabayar pada periode yang sama adalah Rp115,3 ribu, Rp86,4 ribu, dan Rp58,7 ribu. Layanan Fren Prabayar Seperti halnya dengan penyelenggara selular lainnya di Indonesia, pelanggan prabayar Perseroan merupakan mayoritas dari total pelanggan Perseroan. Per tanggal 31 Desember 2009, Perseroan memiliki sekitar 2,8 juta pelanggan, dimana 95,7% merupakan pelanggan prabayar. Pelanggan prabayar membeli kartu isi ulang yang memuat nilai nominal dari layanan dan tidak menerima tagihan setiap bulannya serta tidak membayar Abonemen atau biaya bulanan lainnya. Layanan prabayar meningkatkan kemudahan layanan nirkabel terhadap pelanggan dengan rata-rata pendapatan yang rendah. Untuk menjadi pelanggan prabayar, calon pelanggan cukup membeli kartu perdana yang berisi kartu RUIM, atau satu paket yang meliputi handset. Kartu perdana dipasarkan dengan merek Fren Sobat dan Fren Duo dengan harga Rp5.000,- termasuk pulsa sebesar Rp5.000,-. Dari waktu ke waktu, Perseroan dapat menawarkan paket-paket perdana lainnya. Perseroan tidak membebankan biaya aktivasi atas kartu perdana dan pelanggan sudah bisa langsung melakukan panggilan atau menerima panggilan tanpa menambahkan nilai layanan ke dalam kartu RUIM. Pelanggan prabayar dapat melakukan isi ulang dengan membeli voucher isi ulang fisik maupun elektronik. Voucher isi ulang fisik dijual dengan denominasi Rp10.000,-, Rp20.000,-, Rp30.000,-, Rp50.000,- dan Rp ,-. Voucher isi ulang fisik berbentuk kartu plastik yang di dalamnya terdapat kode numerik yang harus digosok pada bagian berhologram untuk melihat kode voucher yang kemudian dimasukkan ke dalam sistem dan secara otomatis akan menambah saldo pulsa prabayar sebesar nilai voucher isi ulang yang dibeli. Voucher isi ulang secara elektronik dijual dengan denominasi antara Rp10.000,- sampai Rp50.000,-, dan layanan tambahan pulsa akan diberikan ketika pelanggan telah membayar dan tanpa perlu kartu voucher. Voucher isi ulang akan jatuh tempo di akhir masa aktif dan diberikan 30 (tiga puluh) hari masa tenggang. Pelanggan hanya dapat menerima panggilan selama masa tenggang tersebut. Masa aktif voucher isi ulang berbeda-beda tergantung dari nilai denominasi yang dipilih, yaitu antara 15 (lima belas hari) hari untuk voucher Rp10.000,- sampai dengan 180 (seratus delapan puluh) hari untuk voucher Rp ,- atau lebih. Ketika telepon selular CDMA tidak tersedia secara luas dari pihak ketiga, Perseroan telah menawarkan berbagai paket prabayar yang disubsidi dengan selular CDMA beserta kartu perdana untuk menarik perhatian pelanggan. Sebagai contoh, Perseroan menawarkan paket dengan harga terjangkau Rp ,- (sebelum pajak) yang terdiri dari selular SmartFren OT 203c dan kartu perdana senilai Rp5.000,- 111

130 Saat ini, Perseroan menawarkan tujuh paket prabayar termasuk telepon selular yang Perseroan tidak subsidi dimulai dari harga Rp ,- (sebelum pajak) hingga Rp ,- (sebelum pajak) termasuk kartu perdana senilai Rp5.000,- per unit paket. Manfaat dalam paket tersebut bervariasi seperti SMS gratis, bebas net call atau bebas data. Kebanyakan manfaat diberikan kepada para pelanggan berdasarkan jumlah isi ulang voucher. Dari waktu ke waktu, Perseroan merevisi paket-paket yang sudah ada atau menawarkan promosi paket baru. Bonus loyalitas pelanggan diberikan berdasarkan dua kategori, (i) jangka waktu layanan dan (ii) denominasi isi ulang voucher. Bonus diberikan kepada pelanggan selama event khusus seperti hari kemerdekaan Indonesia, hari Natal, atau hari raya. Perseroan juga bekerja sama dengan pihak ketiga dalam menyalurkan program loyalitas. Sebagai contoh, satu dari program loyalitas pelanggan termasuk paket makan gratis di KFC untuk setiap pelanggan yang melakukan top up dengan jumlah minimum Rp50.000,-. Pelanggan prabayar Perseroan dapat mengubah untuk layanan pascabayar setiap waktu tanpa perlu mengganti nomor mereka, dengan syarat syarat tertentu. Layanan Fren Pascabayar Pada tanggal 31 Desember 2009, Perseroan memiliki jumlah pelanggan pascabayar yang mewakili kurang lebih 4,3% dari total pelanggan Perseroan. Layanan pascabayar Perseroan ditargetkan pada pelanggan dengan pendapatan besar, pelanggan korporasi dan pelanggan dengan kebutuhan pemakaian data. Perseroan menawarkan lima paket layanan pascabayar: (i) Maxi; (ii) Duo yang menyediakan dua layanan pada satu kartu dan gratis benefit on-net; (iii) paket FWA yang menyediakan maksimum diskon bulanan sebesar Rp25.000,-; (iv) pascabayar untuk korporasi, dan (v) SHOP (SmartFren Handphone Ownership Program). Perseroan menawarkan seluruh pelanggan pascabayar gratis roaming nasional. Perseroan tidak membebankan biaya aktivasi kepada pelanggan pascabayar untuk mengaktifkan kartu RUIM. Biaya bulanan minimum untuk layanan pascabayar adalah Rp25.000,-. Perseroan juga menawarkan paket selular dengan gratis telepon selular bagi pelanggan pascabayar yang menandatangani kontrak dengan minimum pengeluaran yang disyaratkan pada program SHOP. Program ini ditargetkan pada para professional dan pihak korporasi. Dari waktu ke waktu, Perseroan merevisi program paket atau menawarkan paket promosi. Perseroan telah menyederhanakan dan mempercepat proses aktivasi bagi calon pelanggan pascabayar. Dalam prosedur baru tersebut, proses persetujuan aplikasi dapat dilakukan dalam jangka waktu 24 jam. Dalam proses verifikasi selanjutnya, revisi batas kredit, pemblokiran nomor dan terminasi rekening dapat dilakukan sewaktu-waktu bila diperlukan. Perseroan juga telah meningkatkan batas kredit pelanggan dan di saat yang bersamaan mengimplementasi kriteria evaluasi kredit yang lebih komprehensif. Dengan demikian proses aktivasi menjadi lebih sederhana dan cepat tanpa mengesampingkan proses verifikasi yang dibutuhkan untuk menghindari potensi kredit macet dan penipuan. SMS, Data dan Layanan Nilai Tambah Lainnya Perseroan menawarkan data dan layanan bernilai tambah termasuk SMS. Berikut ini layanan-layanan nilai tambah Fren yang dapat dinikmati baik pelanggan pascabayar maupun prabayar Fren, yaitu: Short Message Service (SMS) Fasilitas yang memungkinkan untuk mengirim dan menerima pesan-pesan teks lewat telepon selular Fren hingga 160 karakter per SMS. Pelanggan Perseroan dapat mengirimkan SMS kepada pelanggan operator CDMA/GSM lain di Indonesia termasuk pelanggan operator GSM internasional lain. Sejak tahun 2007, Perseroan menjajaki perjanjian dengan operator GSM internasional di regional Asia Pasifik, Eropa dan Saudi Arabia untuk layanan SMS internasional. Perseroan berencana menjajaki kerja sama lebih lanjut dengan operator ternama GSM internasional lain termasuk operator CDMA internasional untuk layanan SMS internasional. 112

131 Mobile Internet / Wireless Data Fasilitas untuk akses internet, dengan kecepatan transfer data yang cepat baik melalui telepon selular yang telah diperlengkapi kabel network atau dengan notebook yang dilengkapi dengan kartu data nirkabel, di wilayah jaringan Perseroan. Perseroan juga menawarkan CDMA2000 1X dan kartu data modem EV-DO untuk akses internet pada notebook. Perseroan telah meluncurkan layanan 3G internet selular berkecepatan tinggi di Jakarta dengan menggunakan platform CDMA2000 1X EV-DO. WAP Access Akses WAP memungkinkan telepon selular dilengkapi dengan akses berbagai informasi seperti berita, informasi keuangan, dan rute jalan yang macet di Jakarta. SMS On Demand Fasilitas ini memberikan fitur interaktif dan berbagai informasi melalui SMS dan memungkinkan pelanggan mendapatkan berita, info, terjemahan kata Indonesia/Inggris dan konten religius, partisipasi dalam lelang SMS, memberikan komentar pada forum tertentu, pengecekan pemakaian dan saldo dibayar di muka serta kredit isi ulang. Voice Mail Service Fasilitas ini memungkinkan seseorang yang menelpon dapat meninggalkan pesan, baik dalam bentuk percakapan, call back number, ataupun berupa faksimili apabila telepon selular sedang dimatikan atau berada di luar area layanan. Bila telepon selular dalam kondisi aktif, maka panggilan akan dialihkan ke fasilitas call waiting dan apabila masih tidak diterima maka panggilan tersebut akan dialihkan ke voice mail service. Call Forwarding Fasilitas untuk mengalihkan semua panggilan yang masuk ke telepon selular Fren ke manapun juga apabila sedang sibuk, tidak menjawab panggilan, berada di luar jangkauan atau tanpa kondisi tertentu. Fren Ringo Fasilitas ini memberikan pelanggan untuk mengganti nada tunggu pada pendengar ketika mereka menelpon pelanggan dan sebelum panggilan tersebut dijawab, baik dari nada umum hingga lagu yang populer. Calling Number Identification Restriction Fasilitas untuk menyembunyikan dan tidak menampilkan nomor Fren pada telepon selular penerima. Call Waiting Fasilitas untuk menjawab panggilan lain yang masuk pada saat sedang melakukan percakapan. Domestic Roaming Fasilitas untuk menggunakan nomor Fren di luar wilayah asal, memungkinkan layanan Fren digunakan di mana saja di dalam jaringan Perseroan. Interkoneksi Perseroan mengadakan kerjasama interkoneksi dengan semua penyelenggara baik domestik dan internasional (PSTN, Selular, Sambungan Langsung Internasional, maupun Satelit) kecuali Batam Bintan Telecommunication ( BBT ), yang merupakan operator lokal degan jangkauan area Batam dan pulau Bintan. Dengan adanya perjanjian kerjasama interkoneksi tersebut memungkinkan pelanggan Perseroan untuk melakukan maupun menerima panggilan dan juga SMS dari pelanggan penyelenggara telekomunikasi lainnya, dan memberikan akses gateway internasional yang dioperasikan oleh Indosat dan Telkom untuk SLI. Perseroan berhak menerima pendapatan interkoneksi dari penyelenggara lainnya yang melakukan interkoneksi ke jaringan Perseroan apabila pelanggan penyelenggara lain tersebut melakukan panggilan kepada pelanggan Perseroan. Sebaliknya Perseroan diharuskan untuk membayar biaya interkoneksi pada penyelenggara lain apabila pelanggan Perseroan melakukan panggilan kepada pelanggan penyelenggara tersebut. Depkominfo menetapkan panduan biaya interkoneksi antar operator telekomunikasi. Operator telepon selular diizinkan secara langsung untuk berinterkoneksi satu sama lain, dan operator selular bagian penyelesaian dapat menerima pendapatan dari tarif yang umumnya dialokasikan kepada Telkom untuk interkoneksi secara tidak langsung dengan PTSN. 113

132 International Roaming Pada saat ini Perseroan telah memiliki perjanjian dengan 19 (sembilan belas) penyelenggara CDMA di Negara lain, yaitu Jepang, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, Thailand, Cina, Hong Kong, Taiwan, Amerika Serikat, Kanada, Guam, Vietnam, dan Makau yang memungkinkan pelanggan selular dari negara lain dapat menikmati fasilitas jelajah ke seluruh wilayah jaringan Perseroan. Oleh karena Perseroan merupakan satu-satunya penyelenggara selular CDMA yang beroperasi pada spectrum 800 MHz, di mana spektrum tersebut paling banyak digunakan oleh negara-negara penyelenggara CDMA di dunia, maka besar kemungkinan pelanggan CDMA luar negeri yang datang ke Indonesia akan menggunakan jaringan Perseroan. Perjanjian roaming dengan operator-operator tersebut menetapkan biaya dalam mata uang USD untuk layanan tersebut dimana Perseroan menerima pembayaran dari operator luar Indonesia dalam mata uang USD. Perseroan telah melakukan instalasi peralatan yang dapat memberikan layanan kepada pelanggan Perseroan untuk melakukan jelajah internasional di jaringan CDMA. Selain itu, Perseroan juga memiliki perjanjian dengan 56 (lima puluh enam) penyelenggara GSM, yaitu Australia, Hongkong, Malaysia, Filipina, Saudi Arabia, Singapore, Sri Lanka, dan Thailand dan beberapa Negara lainnya untuk memungkinkan pelanggan Perseroan melakukan jelajah internasional di jaringan GSM dengan menggunakan kartu RUIM CDMA pada telepon selular GSM. Produk dan Layanan Per tanggal 31 Agustus 2010, Perseroan menawarkan berbagai macam produk dan layanan antara lain : Produk FREN Prabayar Produk ini menawarkan keuntungan bagi pelanggannya dengan bebas biaya aktivasi, bebas roaming, dengan tarif yang kompetitif. Kartu perdananya, Fren, dipasarkan di lebih dari gerai. Mobile-8 juga bekerja sama dengan beberapa bank untuk kemudahan isi ulang, menggunakan lebih dari ATM, Internet Banking, Phone Banking, dan bahkan lewat VISA. Fren Duo Produk yang menawarkan pelanggan dapat menikmati layanan seluler Fren dan layanan nomor telepon rumah (FWA) di dalam satu kartu RUIM secara bersamaan (dual-on). Kelebihan Fren Duo: dua nomor aktif bersamaan dalam satu kartu; 1 kali isi ulang, 2 nomor langsung terisi; nomor telpon lokal tetap/tidak berubah; murah menelpon dan ditelpon. Fren SOBAT Produk yang menawarkan solusi komunikasi terbuka tanpa adanya syarat dan ketentuan menjebak yang didedikasikan bagi pelanggan untuk berkomunikasi dengan orang-orang terdekatnya. Sesama sahabat dekat ataupun keluarga dapat berkomunikasi dengan tarif Fren ke Fren gratis dan tarif SMS yang murah ke semua operator sebesar Rp88/SMS. Fren Sobat menawarkan fasilitas call conference yang sangat murah, dan 50% bonus pulsa isi ulang untuk 8 kali isi ulang pertama. Fren Pascabayar Paket MAXI (50 & 100): Adalah paket pascabayar yang memberikan berbagai kejutan menguntungkan, semakin sering digunakan, semakin banyak kejutan bonus, seperti unlimited talk, unlimited sms, unlimited internet dan diskon tagihan. Fren Pascabayar Paket Corporate Adalah layanan pascabayar yang ditujukan bagi perusahaan-perusahaan yang ingin menikmati biaya komunikasi hemat dan tidak repot dengan kualitas pelayanan yang terbaik dan khusus ditawarkan untuk pelanggan korporat dengan system One Bill. Pelanggan korporat dapat menikmati Gratis Bicara, Gratis SMS dan Gratis Internet/Data dengan pilihan-pilihan paket yang sangat fleksibel. Fren Duo Pascabayar Adalah innovasi 2 nomor aktif bersamaan dalam 1 kartu dengan layanan Fren Pascabayar, pelanggan dapat menikmati kenyamanan GSM dengan nomor seluler (0888xxx) dan hematnya CDMA dengan nomor FWA (021xxx, 031xxx, dsb). 114

133 FWA Pasca Bayar Paket Diskon (khusus perumahan dan kantor kecil) Program ini merupakan paket diskon yang diperuntukkan pelanggan di perumahan dan kantor kecil. Dalam paket diskon ini, pelanggan yang terdaftar akan mendapatkan diskon tagihan per bulan maksimum Rp25.000,-. Diskon tagihan akan dikenakan setelah minimal pembayaran (minimum payment) sebesar Rp25.000,- tercapai. FREN Mobile Internet Layanan ini dikembangkan dengan dukungan teknologi CDMA2000 1X dan CDMA2000 1X EV-DO, untuk memenuhi kebutuhan akses internet berkecepatan tinggi, seperti browsing, , chatting, video streaming ataupun on-line game. Selain stabil, layanan ini 40 kali lebih cepat dari kecepatan transfer data menggunakan GPRS dengan biaya yang sangat terjangkau. Fren Smart Buy (FSB) Adalah program bundling handphone dan modem dengan aktivasi instant dan non-instant approval menggunakan layanan Fren Pascabayar yang ditujukan bagi pelanggan pascabayar personal dan corporate. World Passport Merupakan layanan roaming internasional ke seluruh dunia, baik di jaringan GSM maupun CDMA. Dengan adanya layanan ini, maka seluruh pelanggan Perseroan dapat menggunakan nomor Fren pada saat berada di luar negeri dan saling berkomunikasi melalui panggilan telepon maupun berkirimkiriman SMS. Untuk layanan roaming internasional, Perseroan telah terhubung langsung dengan 52 negara baik di jaringan GSM maupun CDMA. Saat ini, layanan roaming internasional Perseroan hanya terbatas bagi pelanggan Fren pascabayar. Mobile Broadband Internet / Mobi Layanan Mobile Broadband Internet berbasis teknologi CDMA EVDO Rev. A yang setingkat dengan layanan 3,5G yang dapat dinikmati oleh pelanggan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Bandung. Dengan kecepatan download hingga 3,1 Mbps serta upload hingga 1,8 Mbps, Mobi mendukung berbagai aplikasi yang memerlukan bandwidth besar sehingga memungkinkan proses pengiriman dan penerimaan file berukuran besar dengan cepat dan mudah Mobi Prabayar Produk prabayar yang menawarkan banyak pilihan dan keuntungan bagi pelanggannya, untuk harga starter pack Mobi, pelanggan dapat membelinya Rp75.000,- dan mendapat Preload Balance Rp50.000,-, serta juga penawaran harga Modem USB EVDO Rev A yang murah habis, dengan Rp ,- dimana akan mendapatkan bonus 50% untuk 5 kali isi ulang. Mobi juga menawarkan tarif online yang kompetitif, Rp0,1/KB pada jam ( ) dan di luar jam itu Rp0,5/KB. Selain itu, mereka tidak perlu mengisi pulsa senilai nominal tertentu untuk tetap bermain internet. Mobi Unlimited Kebutuhan akan akses internet tanpa batas dengan kecepatan maksimal membuat banyak orang memilih paket internet unlimited. Menjawab hal tersebut, Mobi menawarkan paket unlimited termurah dari produk internet unlimited yang ada sekarang ini. Dengan harga mulai dari Rp50.000,-, pelanggan dapat menikmati akses internet unlimited selama 1 bulan penuh dimanapun dan kapanpun. Mobi Pascabayar Mobi pascabayar memberikan kemudahan untuk pelanggan untuk menikmati tarif murah Mobi tanpa di batasi oleh waktu dan mereka tidak perlu repot untuk mengisi ulang Mobi. Pelanggan dapat berubah ke layanan Pascabayar dengan kemudahan proses berlangganan di mana mereka tidak harus berlangganan 12 bulan dan selain itu pelanggan dapat berganti-ganti paket setiap bulannya. Ketiga paket yang di tawarkan akan membuat pelanggan dengan leluasa mengatur kebutuhan internet setiap bulannya. Paket Modem Mobi Mobi memberikan penawaran yang sangat terjangkau untuk mendapatkan Paket Modem Mobi yaitu hanya dengan Rp ,-. Pelanggan akan mendapatkan Modem USB EVDO REV.A (3,5G CDMA), tarif murah yaitu Rp0,1/Kb dan nomor Mobi gratis dan memberikan bonus 50% untuk 5x isi ulang. Paket Internet Sehat Mobi Layanan Paket Modem Mobi memberikan manfaat yang sangat besar bagi para orang tua, guru dan pendidik, khususnya dalam pengawasan alur informasi yang akan diterima oleh anak melalui internet. Pengguna layanan ini secara otomatis tidak dapat mengakses situs pornografi, yang selanjutnya akan berkembang untuk konten-konten negatif seperti pelanggaran kesusilaan, perjudian, SARA, kekerasan dan sebagainya. 115

134 Layanan Layanan Korporasi Pada saat ini, Perseroan menawarkan suatu konsep total solusi komunikasi untuk pelanggan korporasi, baik untuk komunikasi percakapan maupun data, seperti: Mobile Access Hunting, Data Access Services, Mobile Virtual Private Network, dan Layanan VoIP (Voice over Internet Protocol) dan Corporate Milis. Sambungan Internasional Pelanggan Fren dan Hepi dapat melakukan panggilan internasional melalui layanan SLI dengan penghematan biaya hingga 80%. Dengan menggunakan kode akses [Kode Negara] [Nomor Tujuan] pelanggan dapat berkomunikasi dengan sanak saudara, sahabat maupun relasi usaha ke seluruh nomor selular dan PSTN di luar negeri. SMS International 001 Layanan yang dapat digunakan oleh pelanggan Fren untuk mengirimkan SMS ke nomor handphone yang berada di luar negeri, tanpa harus registrasi atau mengganti kartunya. Pelanggan cukup tekan [001+ Kode Negara+ Nomor Hp Tujuan]. Traffic Monitoring (Live Traffic) Layanan nilai tambah (Value Added Services) yang memungkinkan pelanggan untuk melihat kondisi jalan raya: 5 points (Bundaran HI, Tol Kebon Jeruk, Semanggi, Cawang, Graha Pasifik-Surabaya). SMS Millis Layanan ini disediakan untuk mendukung pengiriman informasi ke banyak nomor. Pelanggan dapat menggunakan SMS milis ini untuk membuat komunitasnya sehingga mempermudah untuk berbagi berita ataupun pesan kepada sesama anggota komunitas. Layanan ini bisa digunakan untuk personal maupun korporat serta dapat digunakan untuk pelanggan Fren dan Hepi. Yahoo Messenger Aplikasi layanan chatting yang mudah dan praktis yang memungkinkan para pengguna menggunakannya dari ponselnya masing-masing. Pengguna dapat mengoperasikan seluruh fungsi dalam layanan chatting melalui ponsel hanya dengan mengunakan SMS seperti untuk menambah teman (add), get, ignore, membaca, membalas dan berinteraksi secara langsung dengan pengguna lainnya. FunCall Layanan yang memungkinkan pelanggan untuk menikmati fitur berkaraoke ria sambil merekam suara dan mengirimkan pesan diiringi dengan lagu yang disukai, dengan cara menelepon ke M-Call Me Merupakan layanan yang ditawarkan bila pelanggan tidak memiliki pulsa tetapi hendak dihubungi. Pelanggan hanya mengetik #83+nomer Fren dan pesan akan terkirim ke nomer tujuan dan meminta nomer tersebut untuk menghubungi. M-Talk Fasilitas di mana pelanggan dapat mengirim dan menerima pesan pendek dalam bentuk suara (voice). M-Talk merupakan salah satu alternative untuk mengirimkan pesan, baik ke nomor Fren ataupun seluler lain. Cara mengirimkan pesan dengan menggunakan M-Talk hanya dengan mengetik #81 + Nomer Fren atau nomor selular lain. Data-ku Fasilitas ini mendukung pelanggan untuk menyimpan nomor telpon sehingga pelanggan tidak perlu khawatir bila kehilangan telpon atau mengganti handset. Pelanggan dapat download/mengunduh nomor telpon dari server bila pelanggan memerlukannya cukup dengan menggunakan SMS. Untuk informasi ketik : Info kirim ke RingGo Perseroan menawarkan Melodi Sambung Pribadi sebagai layanan bernilai tambah yang memungkinkan pelanggan Fren memilih berbagai macam melodi sambung pribadi sebagai ungkapan ekspresi kepribadian. Fren RingGo juga menyediakan fitur menarik lainnya seperti pengelompokkan berdasarkan waktu, penelepon, serta bisa juga memberikan melodi sambung sebagai hadiah kepada pengguna Fren lainnya. Informasi RingGo bisa di akses melalui website: 116

135 b-live Sebuah layanan kaya isi berbasis aplikasi BREW dan telah diluncurkan oleh Perseroan dengan tajuk b-live. Layanan ini disebut sebagai One Click Entertainment yang memungkinkan pelanggan untuk men-download dan menikmati berbagai macam aplikasi menarik antara lain : facebook, ring tone, membaca berita on-line, bermain games. Pelanggan dapat menikmati layanan ini melalui handset low-end hingga handset high-end. Fren Geger atau Fren Gesek-Gesek-Grreengg Fren Geger adalah program rewards yang ditujukan untuk pelanggan Fren Prabayar. Dengan mengikuti program ini pelanggan prabayar dapat memenangkan jutaan hadiah yang spektakuler. SMS 123 Sebuah portal SMS untuk mengakses berbagai macam informasi produk dan promo secara mudah dan gratis. Layanan ini di akses dengan cara : ketik Fren kirim SMS ke 123. WAP Sebuah portal WAP untuk mengakses berbagai macam layanan hiburan dan streaming secara mobile. Layanan ini dapat langsung di akses pada handphone yang menyediakan WAP akses. Alamat WAP Perseroan : Voice Mail Service Fasilitas ini memungkinkan seseorang yang menelepon dapat meninggalkan pesan, baik dalam bentuk suara, nomor telepon kembali ataupun berupa faksimili. Bila telepon sedang aktif, maka telepon akan dialihkan ke fasilitas call waiting dan apabila masih tidak diterima maka panggilan tersebut akan dialihkan ke voice mail service. Short Message Service Fasilitas yang memungkinkan untuk mengirim dan menerima pesan-pesan teks lewat telepon seluler Fren hingga 160 karakter. Calling Number Identification Restriction Fasilitas untuk menyembunyikan dan tidak menampilkan nomor Fren pada telepon seluler penerima. Call Forward Unconditional Fasilitas untuk mengalihkan semua panggilan yang masuk ke telepon seluler Fren ke manapun juga tanpa kondisi tertentu. Call Forward Default Fasilitas untuk mengalihkan semua panggilan yang masuk ke telepon seluler Fren kemanapun juga apabila sedang sibuk, tidak ada jawaban, ataupun berada di luar jangkauan. Call Forward Busy Fasilitas untuk mengalihkan semua panggilan yang masuk ke telepon seluler Fren ke manapun juga apabila sedang sibuk. Call Forward No Answer Fasilitas untuk mengalihkan semua panggilan yang masuk ke telepon seluler Fren ke manapun juga apabila tidak menjawab panggilan. Call Waiting Fasilitas untuk menjawab panggilan lain yang masuk pada saat sedang melakukan percakapan. Call Hold Fasilitas untuk menahan percakapan dengan satu orang tanpa terputus untuk menerima panggilan lain yang masuk. Mobile Internet Data Access Fasilitas untuk akses internet dengan kecepatan transfer data yang cepat baik melalui telepon seluler yang telah dilengkapi kabel network atau dengan notebook yang dilengkapi dengan modem data nirkabel, di wilayah jaringan Perseroan. Roaming Fasilitas untuk menggunakan nomor Fren di luar wilayah asal, memungkinkan layanan Fren digunakan di mana saja di dalam wilayah jangkauan Perseroan. 117

136 Tarif dan Biaya Interkoneksi Sistem Tarif Pada tahun 2002, Perseroan menjajaki perjanjian bilateral dengan operator telekomunikasi domestik lainnya perihal pembagian tarif interkoneksi untuk setiap panggilan yang dikirim dari atau diterima jaringan Perseroan. Berdasarkan Peraturan Depkominfo No. 8/Per/M.KOMINFO/02/2006 pada tanggal 8 Februari 2006, tarif interkoneksi ditentukan dengan basis biaya sesuai tarif interkoneksi yang harus termasuk dalam dokumen penawaran interkoneksi pada setiap operator. Tarif Percakapan Tarif percakapan termasuk tarif yang dibebankan pada penelepon untuk panggilan ke operator selular lain, PSTN lokal, panggilan jarak jauh dan panggilan internasional. Perseroan tidak membebankan biaya atas panggilan masuk kepada pelanggan Perseroan. Formula tarif minimum untuk prabayar dan pasca bayar Perseroan ditentukan oleh Depkominfo, dihitung dengan menambahkan biaya originasi dan biaya terminasi. Meskipun beban aktivasi dapat secara bebas ditentukan oleh operator telepon selular, saat ini Perseroan tidak membebankan adanya biaya aktivasi untuk layanan selular Perseroan. Tarif Pascabayar Biaya maksimum untuk panggilan keluar domestik untuk pelanggan pascabayar efektif per tanggal 31 Agustus 2010 adalah sebagai berikut : Daerah Maksimum Tarif Pascabayar (Rp per menit) Panggilan ke PSTN (1) lokal 454 Panggilan ke PSTN jarak jauh Panggilan ke jaringan selular lokal lainnya 454 Panggilan ke jaringan selular jarak jauh lainnya Panggilan ke pelanggan Perseroan (untuk seluruh daerah domestik) Bebas Dari waktu ke waktu, Perseroan merevisi tarif atau menawarkan paket promosi dengan tarif yang lebih rendah daripada tarif yang disebutkan di atas. Untuk panggilan internasional, pelanggan pascabayar Perseroan umumnya dibebankan antara Rp8.000,- hingga Rp11.000,- per menit tergantung pada negara tujuan panggilan dan waktu panggilan. Perseroan juga menawarkan tarif yang tetap untuk VoIP berdasarkan panggilan sebesar Rp1.000,- per menit untuk 22 negara tujuan dan Rp2.000,- per menit untuk negara lainnya. Tarif Prabayar Biaya maksimum untuk panggilan keluar domestik untuk pelanggan prabayar efektif per tanggal 31 Agustus 2010 adalah sebagai berikut: Daerah Maksimum Tarif Prabayar (Rp per menit) Panggilan ke lokal PSTN 1) 500 Panggilan ke PSTN jarak jauh Panggilan ke jaringan selular lainnya 500 Panggilan ke jaringan selular jarak jauh lainnya Panggilan ke pelanggan Perseroan (untuk seluruh daerah domestik) 2) Bebas Sama halnya dengan tarif pasca bayar, untuk tarif prabayar, dari waktu ke waktu, Perseroan merevisi tarif atau menawarkan paket promosi dengan tarif yang lebih rendah daripada tarif yang disebutkan di atas. Untuk panggilan internasional, pelanggan prabayar Perseroan umumnya dibebankan antara Rp8.000,- hingga Rp ,- per menit tergantung pada megara tujuan panggilan dan waktu panggilan. Perseroan juga menawarkan tarif yang tetap untuk VoIP berdasarkan panggilan sebesar Rp1.000,- per menit untuk 22 negara tujuan dan Rp2.000,- per menit untuk negara lainnya. 118

137 SMS Kecuali bagi pelanggan yang sedang dalam paket promosi layanan prabayar, Perseroan membebankan pelanggan pascabayar dan prabayar biaya Rp88,- per pesan untuk SMS domestik. Sedangkan untuk SMS Internasional, Perseroan membebankan biaya Rp500,- per pesan. SMS antar operator yang berbeda di Indonesia sedang dalam basis pengirim menanggung semua beban. Untuk SMS yang dikirimkan ke operator internasional, Perseroan membayar biaya penyelesaian sekitar USD0,0032 per SMS. Tarif Data Perseroan menawarkan tiga jenis paket data nirkabel pasca bayar dengan tarif yang berbeda yaitu (i) 500 Mb data dengan biaya sebesar Rp88.000,- per bulan, (ii) 1,25 Gb data dengan biaya sebesar Rp ,- per bulan dan (iii) 3 Gb dengan biaya sebesar Rp ,- per bulan. Umumnya Perseroan membebankan biaya untuk pelanggan pascabayar Rp0,90 per Kb di luar paket promosi. Untuk pelanggan prabayar, Perseroan membebankan biaya Rp1,0 per Kb. Pelanggan juga diberikan pilihan untuk dikenakan biaya berdasarkan waktu pemakaian. Untuk layanan tersebut, pelanggan diharuskan melakukan registrasi dengan penyelenggara jasa internet dan ditagih langsung oleh penyelenggara jasa internet dengan biaya Rp176,- per menit baik untuk pelanggan prabayar dan pascabayar, di mana Perseroan mendapatkan porsi bagi hasil dari biaya yang dikenakan tersebut. Biaya Interkoneksi Perseroan berhak mendapatkan pendapatan interkoneksi dari penyelenggara lain apabila penyelenggara tersebut melakukan interkoneksi ke jaringan Perseroan di saat pelanggan dari penyelenggara tersebut melakukan panggilan ke pelanggan Perseroan. Sebaliknya, Perseroan harus membayar biaya interkoneksi kepada penyelenggara tersebut apabila Perseroan melakukan interkoneksi dengan penyelenggara tersebut di saat pelanggan Perseroan melakukan panggilan ke pelanggan penyelenggara tersebut. Berikut ini adalah ringkasan mengenai tipe-tipe umum interkoneksi dan pembagian pendapatan antar penyelenggara. Beban interkoneksi yang akan dibayarkan ke operator berdasarkan tingkat pemakaian adalah sebagai berikut: Tipe Panggilan PSTN (Rp per menit) Selular (Rp per menit) Lokal: Dari PSTN Dari Selular Non-Lokal: Dari PSTN Dari Selular Transit: Lokal Non-lokal Internasional Interkoneksi Domestik Lokal dengan Jaringan Fixed Line Untuk panggilan domestik lokal dari jaringan Perseroan ke jaringan fixed line, penyelenggara fixed line berhak menerima Rp203,- per menit yang mencerminkan pembagian tarif panggilan interkoneksi lokal. Interkoneksi Domestik Jarak Jauh dengan Jaringan Fixed Line Untuk panggilan domestik jarak jauh dari jaringan Perseroan ke jaringan fixed line, penyelenggara fixed line berhak menerima Rp626,- per menit. Interkoneksi Domestik Jarak Jauh dengan Jaringan Selular Semenjak operator telepon selular di Indonesia tidak membebankan biaya kepada pelanggan mereka untuk roaming domestik di Indonesia, maka dalam hal pelanggan Perseroan melakukan roaming domestik di luar area mereka dan memanggil pelanggan operator lain di area yang berbeda, Perseroan membebankan biaya kepada pelanggan Perseroan biaya panggilan jarak jauh yang akan dibebankan untuk interkoneksi lokal dengan operator lain dimana tidak terdapat titik koneksi di kota lain. Namun 119

138 sebaliknya, jika pelanggan Perseroan melakukan roaming domestik di luar area mereka dan memanggil operator lain di area mereka, Perseroan membebankan pelanggan biaya panggilan lokal namun hanya akan dibebankan biaya interkoneksi jarak jauh oleh operator lain jika tidak terdapat titik interkoneksi di kota asal dari pelanggan operator lain. Interkoneksi Domestik Lokal dengan Jaringan Selular Untuk panggilan domestik lokal dari jaringan Perseroan ke jaringan selular, penyelenggara selular tersebut berhak menerima Rp449,- per menit, sedangkan untuk panggilan yang berasal dari jaringan selular ke jaringan Perseroan, Perseroan berhak menerima Rp449,- per menit. Interkoneksi Internasional Perseroan melakukan interkoneksi dengan gateway internasional Indosat dan Telkom untuk panggilan keluar (outgoing) dan masuk internasional (incoming). Untuk panggilan outgoing internasional melalui saluran non-voip yang melalui gateway Indosat maupun Telkom, Perseroan akan dikenakan biaya tertentu per menit yang yang telah disepakati antara Perseroan dengan Indosat atau Telkom. Sebaliknya, Perseroan memperoleh pendapatan yang telah disepakati dari panggilan incoming internasional dari Indosat atau Telkom. Per bulan April 2008, Pemerintah telah mengatur koneksi internasional sehingga Perseroan menerima Rp498,- per menit untuk setiap panggilan masuk dari operator internasional. Infrastruktur Jaringan Jaringan infrastruktur berbasis CDMA2000 1X, dengan Digital Technology Spread Spectrum CDMA2000 1X, selain dapat menghasilkan kualitas percakapan yang jernih dan kecepatan data yang tinggi juga memungkinkan untuk menghasilkan kapasitas saluran yang jauh lebih besar. Hal ini sangat diperlukan untuk melayani kota-kota yang berpopulasi padat seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, dan lain-lain. Di sisi lain teknologi ini juga mempunyai kelebihan jangkauan yang lebih jauh sehingga sangat sesuai untuk memberikan layanan di daerah pedesaan dan highway coverage ataupun jangkauan tepi pantai (sea coast coverage). Per 31 Agustus 2010, komponen utama dari jaringan selular CDMA2000 1X Perseroan terdiri dari : BTS, 50 BTS CDMA2000 1X EV-DO, dan 61 peralatan repeater, yang dipasang di lokasi sel (cell sites), yang mencakup pemancar, penerima dan peralatan lainnya yang berkomunikasi melalui sinyal radio dengan telepon selular di dalam jangkauan jaringan. Sebagian besar dari BTS dan repeater Perseroan terletak di atas gedung atau pada tanah kosong yang dimiliki atau disewa Perseroan untuk periode yang berkisar antara 1 sampai 10 tahun. 55 BSC 28 MSC, atau Mobile Switching Center. Infrastruktur transmisi backbone dengan arsitektur SDH dan fasilitas transmisi lainnya, termasuk menara transmisi, yang menyambungkan MSC, BSC dan BTS. Perseroan memiliki fasilitas transmisi backbone dengan gelombang mikro (microwave), kecuali di beberapa daerah di Jakarta dan Surabaya, dimana Perseroan menyewa koneksi serat optik dari Telkom, ICON+ dan Moratel. Fasilitas transmisi backbone Perseroan terkonfigurasi dalam ring structure dan ring regional, yang memungkinkan bertahannya sinyal transmisi apabila terjadi kegagalan di satu titik sepanjang ring dan meningkatkan stabilitas jaringan. Jaringan backbone Perseroan terdiri dari 2 ring di Jakarta, ring Jakarta-Bandung, ring Surabaya, ring Surabaya-Malang, backbone utara dan backbone selatan. Jaringan Perseroan juga dilengkapi dengan proteksi standby yang memungkinkan rerouting secara otomatis, dan melindungi service circuits dan meminimalkan downtime apabila terjadi kerusakan peralatan. Infrastruktur transmisi backbone diluar Jawa menggunakan jaringan yang disewa. 9 HLR, atau Home Location Registers, yaitu database yang berisi informasi dan profil dari pelanggan Perseroan. 19 PDSN, atau Packet Data Serving Nodes, yaitu gateway untuk lalu lintas data termasuk layanan internet selular. 4 SMS center yang mengatur lalu lintas SMS. Peralatan lainnya seperti IN-CCBS, peralatan yang melakukan penghitungan tarif percakapan dan penggunaan data. 120

139 Tabel berikut ini menunjukkan informasi mengenai pertumbuhan infrastruktur jaringan CDMA Perseroan: Keterangan 31 Desember 31 Agustus Base transceiver stations * 1.458* Base station controllers Mobile switching centers Home location registers * Beberapa BTS tidak difungsikan sementara, untuk proses relokasi Pemasok utama untuk peralatan jaringan Perseroan adalah ZTE Corporation dan untuk sistem informasi dan manajemen pelanggan adalah Huawei Technology Co. Ltd. Pada tanggal 19 Desember 2006, Perseroan menandatangani System Implementation, License and Maintenance Agreement dengan Huawei Technology Co., Ltd untuk pembelian sistem informasi dan manajemen pelanggan senilai USD49 juta untuk masa perjanjian lima tahun, dimana pembelian untuk tahun pertama adalah sebesar USD21 juta, sedangkan untuk tahun kedua dan seterusnya jumlah pembelian disesuaikan dengan kebutuhan Perseroan dengan mempertimbangkan pertumbuhan jumlah pelanggan. Sebesar USD15 juta sedang dalam tahap negosiasi dengan Huawei. Pada tanggal 25 Juni 2007, Perseroan menandatangani Supply Agreement dengan ZTE Corporation. Perseroan menyetujui untuk membeli produk peralatan jaringan dengan volume tertentu dari ZTE Corporation. Persyaratan dari perjanjian pasokan dimulai dari tanggal penandatanganan perjanjian dan berlanjut hingga satu tahun pertama atau hingga jatuh tempo perjanjian. Perjanjian tersebut dapat pula diakhiri oleh Perseroan. Saat ini Perjanjian tersebut telah diakhiri dengan ditandatanganinya Termination and Release Agreement in respect of the Network System & Equipment Supply, Installation and Maintenance Agreement tanggal 21 Juni Telepon Selular Oleh karena telepon selular CDMA tidak selalu tersedia dari pemasok pihak ketiga, Perseroan telah menawarkan berbagai tipe paket prabayar dengan telepon selular CDMA beserta kartu perdana untuk menarik perhatian pelanggan. Sebagai contoh, Perseroan menawarkan paket dengan harga yang terjangkau di harga Rp ,- (termasuk pajak pertambahan nilai) yang terdiri dari telepon selular Samsung dan kartu perdana senilai Rp10.000,-. Harga terendah untuk paket Perseroan adalah Rp ,- untuk tipe ZTE C169 (termasuk pajak pertambahan nilai) yang terdiri dari telepon selular ZTE dan kartu perdana senilai Rp10.000,-. Telepon selular dari Samsung menawarkan dua fungsi. Saat ini terdapat lebih dari 20 model telepon selular yang beredar di pasar. Perseroan berusaha untuk bekerja sama dengan distributor untuk menawarkan tambahan telepon selular yang diimpor. Perseroan menandatangani perjanjian pasokan dari ZTE (HK) Ltd. pada 20 Juni 2007 untuk pembelian dan pasokan minimum 1 juta unit selular CDMA 800 MHz, dimana setiap pengiriman ditentukan dengan order pembelian individu, yang terakhir dikeluarkan tidak lebih dari tanggal 31 Desember Perjanjian ini mendeskripsikan hubungan pemasokan yang eksklusif antara ZTE (HK) Ltd. dan Perseroan, sehingga memudahkan Perseroan untuk menawarkan paket ZTE dengan harga Rp ,- termasuk telepon selular ZTE dan kartu perdana senilai Rp10.000,-. Saat ini perjanjian tersebut telah diakhiri dengan ditandatanganinya Termination and Release Agreement in respect of the Supply Agreement No M8/324.07/VI/2007 tanggal 21 Juni Saat ini Perseroan tidak mensubsidi penjualan telepon selular selain untuk program pascabayar. Perseroan berencana untuk fokus dalam melakukan promosi untuk telepon selular dengan merek Perseroan yang dipasok dari ZTE dengan target telepon selular yang terjangkau, untuk mempermudah pelanggan memiliki telepon selular dengan biaya rendah. 121

140 Pada bulan September 2007, Perseroan memperkenalkan BREW, suatu aplikasi yang memungkinkan pelanggan dengan telepon selular CDMA menikmati konten layanan multimedia dan internet dengan kecepatan tinggi. Lebih lanjut, Perseroan menjadi operator pertama yang mengoperasikan BREW di Indonesia. Pada bulan Desember 2007, b-live diluncurkan secara komersial sebagai One Click Entertainment dengan aplikasi BREW, tersedia dalam telepon selular CDMA ZTE C300 dan C330, yang menawarkan sembilan aplikasi termasuk browser nada dering, berita, horoskop, kamus, permainan, dan lainnya. Hingga tahun 2009, aplikasi BREW terus dikembangkan sehingga saat ini dapat digunakan dengan berbagai merek telepon selular termasuk Nokia, Motorola, Samsung, Haier, ZTE. Selain itu, pengembangan aplikasi BREW menjadi lebih komprehensif dengan enam tipe kategori yakni b-entertained, b-fun, b-genius, b-smskatalog, b-updated, dan b-woman yang menawarkan lebih dari 20 aplikasi. Pengembangan aplikasi BREW masih berlanjut untuk menyediakan layanan terbaik bagi para pelanggan saat ini dan mendatang. Pada tahun 2006, untuk mendukung merek Perseroan lebih efektif, Perseroan mengintensifkan hubungan bisnis dengan importir telepon selular dan distributor untuk menyatukan layanan Fren dan Mobi sebagai satu paket penawaran yang menarik. Program pemasaran dan distribusi lainnya oleh Perseroan selama tahun 2009 antara lain menawarkan pembagian pendapatan secara top-up dengan distributor telepon selular dan ritel, membentuk tim direct sales untuk melakukan penetrasi lebih dalam ke daerah perumahan di kota-kota besar, dan lebih fokus pada kampanye penjualan serta promosi di antara komunitas di wilayah Jakarta, Surabaya, Semarang, dan Bandung. Pemeliharaan Jaringan Pusat jaringan operasi Perseroan memonitor dan mengatur jaringan 24 jam dalam sehari, tujuh hari dalam seminggu. Pusat operasional jaringan Perseroan (NOC) dapat mengatur lalu lintas jaringan untuk meminimalkan downtime yang dialami oleh pelanggan. Perseroan memiliki sistem pengelolaan jaringan yang terintegrasi yang memungkinkan Perseroan untuk memonitor seluruh infrastruktur jaringannya melalui platform tunggal. Spektrum Alokasi frekuensi untuk layanan selular CDMA2000 1X yang ditetapkan Pemerintah untuk Perseroan adalah 880 MHz 890 MHz (down link) berpasangan dengan 835 MHz 845 MHz (up link), sehingga lebar pita frekuensi adalah sebesar 10 MHz. Pada bulan Mei 2007, sesuai dengan permintaan Pemerintah, Perseroan secara sukarela menyerahkan kembali kepada Pemerintah 3 dari 7 carriers, atau sekitar 5 MHz dari frekuensi pita lebar Perseroan, dengan jangkauan nasional. Alokasi frekuensi Perseroan berada dalam spektrum CDMA2000 1X sesuai standar internasional ITU CDMA2000 1X, sehingga memungkinkan dilakukannya interoperability telepon selular dan roaming internasional. Teknologi CDMA memberikan kapasitas sistem yang meningkat sehingga memungkinkan untuk mengakomodasi lebih banyak pemakai untuk lebar pita frekuensi yang sama, Perseroan berkeyakinan pita lebar Peresroan cukup untuk mendukung peningkatan jumlah pelanggan. Perkembangan Jaringan dan Ekspansi Infrastruktur jaringan Perseroan per 31 Agustus 2010 menjangkau seluruh wilayah Pulau Jawa, Bali, Batam, dan sebagian wilayah Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Lampung, sebagian wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, sebagian wilayah Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan. Sejak tahun 2007, Perseroan telah mengembangkan jaringan generasi berikutnya CDMA2000 1X (NGN CDMA2000 1X), jaringan nasional berbasis Internet Protocol (IP) yang efektif dari segi biaya dalam hal investasi dan operasi. Jaringan berbasis IP tersebut memungkinkan Perseroan untuk menyediakan jangkauan layanan dengan investasi minimal, sehingga memungkinkan provisi layanan panggilan jarak jauh dengan harga yang terjangkau. 122

141 Pada tahun 2008, pengembangan NGN CDMA2000 1X sebagai tambahan layanan selular juga menyediakan layanan FWA dan EVDO. Pada akhir tahun 2009, Perseroan telah berhasil membangun BTS, 55 BSC yang berhubungan dan mengontrol satu BTS dengan BTS lainnya, 28 switching center (MSC/WSS), 9 HLR, satu database yang berisikan informasi profil pelanggan, 19 PSDN, yang berfungsi sebagai jembatan untuk lalu lintas data internet selular, 4 SMS center yang mengontrol dan mendistribusikan SMS, serta peralatan termasuk sistem jaringan penagihan sebagai layanan pelanggan dan sistem pembayaran yang menghitung total tagihan untuk layanan percakapan dan penggunaan data. Perseroan mengoperasikan sebuah transmisi pendukung dengan kapasitas tinggi Microwave SDH (Synchronous Digital Hierarchy) dan fasilitas fiber optic yang berhubungan dengan pusat kontrol percakapan selular, MSC/WSS, WGW, BSC, dan unit BTS. Jaringan transmisi Perseroan didesain dengan konfigurasi Redundance Hot Stand by maupun Loop sehingga memberikan ketersediaan yang tinggi atau menghindari terputusnya transmisi bila terjadi kerusakan di salah satu element node transmisi. Perseroan memiliki pusat jaringan operasi (NOC) yang memonitor dan mengatur jaringan 24 jam dalam sehari. Perseroan juga memilliki sistem manajemen jaringan yang terintegrasi, NMS, sehingga memungkinkan Perseroan memonitor keseluruhan infrastruktur jaringan. Perizinan Perseroan bergantung pada izin operasi yang dikeluarkan oleh Depkominfo untuk provisi layanan telekomunikasi telepon selular termasuk jaringan operasi dan utilisasi dari alokasi frekuensi spektrum. Perseroan memiliki izin untuk menyediakan layanan dasar telekomunikasi melalui jaringan selular CDMA2000 1X dengan jangkauan nasional. Pemerintah telah menyesuaikan izin regional dengan anak perusahaan Perseroan terdahulu serta memberikan Perseroan izin operasi untuk akses telepon selular. Izin operasi telepon selular memberikan kemudahan bagi Perseroan untuk menyediakan layanan telepon selular secara nasional dan berlaku untuk jangka waktu yang tidak terhingga, tergantung dari kepatuhan Perseroan pada peraturan yang relevan dan klausul-klausul dalam izin tersebut. Saat ini, Perseroan sedang menawarkan layanan FWA di 13 kota besar di Indonesia dan berusaha untuk memperluas layanan ke kota-kota lainnya di tahun Dalam melaksanakan perannya, Depkominfo dapat meminta perubahan persyaratan perizinan Perseroan berdasarkan hukum dan peraturan yang berlaku. Perseroan juga memiliki izin operasi VoIP dimana Perseroan bergantung pada penyediaan layanan VoIP. Biaya izin Perseroan terdiri dari 3 komponen yaitu: (a) tagihan frekuensi pemakaian dimana termasuk biaya izin konsensi sekitar 0,5% dari pendapatan kotor Perseroan, yang disesuaikan dengan kondisi tertentu termasuk biaya interkoneksi dan diskon, wajib dibayar apabila menunggak, (b) biaya frekuensi radio yang dihitung dengan menggunakan formula yang ditetapkan oleh Pemerintah berdasarkan jumlah carriers di BTS Perseroan, yang wajib dibayarkan 1 tahun di muka, serta (c) biaya USO sebesar 1,25% dari pendapatan kotor Perseroan, yang disesuaikan dengan kondisi tertentu termasuk biaya interkoneksi dan diskon, serta wajib dibayar apabila menunggak. Penggunaan Menara Bersama Pemerintah regional DKI Jakarta telah mengeluarkan peraturan mengenai implementasi penggunaan menara bersama di Jakarta dengan harapan daerah lain juga mengikuti. Sebagai konsekuensi, Perseroan melakukan outsource menara kepada operator menara yang menyediakan lokasi, layanan operasional dan pemeliharaan, dan dalam beberapa kasus khusus menyediakan listrik. Perseroan telah menandatangani kesepakatan sewa dengan PT Tower Bersama, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia dan penyedia menara lainnya. Perseroan beroperasi di dalam industri yang diatur secara ketat dimana iklim hukum dan peraturan sedang mengalami reformasi secara signifikan. Reformasi dan perubahan peraturan tersebut dapat berdampak merugikan bagi kegiatan usaha Perseroan, kondisi keuangan dan hasil operasi. Perseroan berusaha menyewa secara keseluruhan menara di masa mendatang dan sedang melakukan diskusi dengan operator menara. 123

142 Keuntungan melakukan outsource menara termasuk (1) biaya yang lebih rendah sebagai hasil dari penggunaan menara bersama, (2) percepatan proses pembangunan jaringan, (3) pengeluaran belanja modal yang menurun, sehingga pengeluaran kas secara besar pada tahap awal dapat dihindari, dan (4) permintaan akan manajemen dan sumber daya manusia berkurang. Customer Service Untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, Perseroan memiliki sistem Customer Relationship Management (CRM) yang memungkinkan staf customer service mengakses informasi pelanggan yang relevan. Perseroan menyediakan layanan pelanggan sebagai berikut : Customer Care Line Perseroan mengoperasikan call center 24 jam sehari yang dapat diakses oleh pelanggan melalui nomor bebas pulsa 888 dari nomor Fren pelanggan dan dari nomor lainnya. Customer Care Line Perseroan memiliki sistem suara interaktif dengan dua pilihan bahasa yaitu Indonesia dan Inggris. Perseroan juga mengoperasikan toll free number 444 untuk aktivitas registrasi prabayar dan dalam dua pilihan bahasa yaitu Indonesia dan Inggris. Call center Perseroan yang baru beroperasi dengan satu sistem dan dilengkapi dengan teknologi serta menggunakan peralatan baru seperti workforce management dan knowledge database. Perseroan sedang memperluas customer care line untuk saluran pelanggan prioritas sehingga memungkinan Perseroan memenuhi permintaan pelanggan berdasarkan pemakaian mereka dan metode pembayaran. Mobile-8 Center Per tanggal 31 Agustus 2010, Perseroan memiliki 44 Mobile-8 Center. Situs Internet Situs internet Perseroan memberikan informasi umum mengenai produk, jasa dan kegiatan usaha Perseroan dalam bahasa Inggris dan Indonesia. SMS Pelanggan dapat mengakses beberapa informasi melalui SMS, seperti mengecek pulsa dan registrasi data pelanggan prabayar yang diharuskan menurut hukum Indonesia. Tim Penjualan kepada Korporasi Perseroan memiliki staf direct sales untuk melayani pelanggan korporasi, yang menyediakan akses atas produk dan jasa Perseroan termasuk untuk layanan pelanggan. Distributor Hotline Perseroan menyediakan hotline untuk mendukung distributor Perseroan. Distribusi, Penjualan dan Marketing Distribusi dan Penjualan Perseroan menerapkan strategi multi-channel untuk distribusi dan penjualan produknya dengan tujuan untuk meningkatkan distribusi dan ketersediaan produk Perseroan sehingga dapat menambah basis pelanggan baru. Perseroan berkeyakinan bahwa Perseroan dapat meningkatkan pangsa pasar melalui brand awareness Mobile-8 dengan model distribusi yang tepat. Perseroan menyediakan penawaran eksklusif secara regional dan menawarkan insentif serta program bonus kepada para distributor. Para distributor juga mendapatkan professional sales training. Pada tahun 2009, Perseroan melakukan program pemasaran dan distribusi, antara lain: Program kemitraan untuk selular, dimana distributor mengimpor telepon selular sementara Perseroan menyediakan layanan; Tetap melanjutkan top-up revenue sharing melalui berbagai jaringan distribusi; Mengembangkan tim direct sales untuk melakukan penetrasi lebih jauh ke daerah perumahan yang prospektif di kota-kota besar; Memperkuat distribusi di Jawa, khususnya di area Jakarta dan Jawa Timur; dan Memfokuskan komunitas penjualan dan tenaga penjual korporasi di daerah Jakarta, Surabaya, Semarang, dan Bandung 124

143 Disebabkan keterbatasan jangkauan di luar Jawa, Perseroan mengadaptasi strategi pemasaran dan distribusi di tahun Sebelumnya, Perseroan telah mengembangkan saluran pemasaran dan distribusi yang terdiri atas distributor, M8 Ambassador, Mobile-8 Center, Direct Sales Team dan saluran alternatif lainnya. Selama semester pertama tahun 2009, Perseroan mengembangkan saluran distribusi melalui seluruh saluran yang ada. Pada akhir tahun 2009, Perseroan memiliki sebanyak 55 distributor yang didukung oleh 257 M-8 Ambassadors, 42 M-8 Centers, dan tim direct sales yang terdiri dari lebih 200 karyawan. Saat ini, produk Perseroan tersebar di gerai dan lebih dari gerai dikunjungi secara rutin oleh M-8 Ambassadors sebagai M-8 touch points. Lebih lanjut, Perseroan didukung oleh alternatif distribusi lainnya seperti ATM Banking, fasilitas internet banking, serta jaringan kartu kredit VISA melalui SMS yang memberikan fasilitas isi ulang secara elektronik untuk Fren dan voucher Hepi prabayar. Pada semester kedua tahun 2009, Perseroan mengkaji ulang implementasi ekspansi jaringan, penjualan dan strategi distribusi di dalam pasar yang semakin kompetitif akibat kinerja Perseroan yang melemah. Hasil kajian tersebut adalah penataan kembali pengembangan jaringan yang lebih memprioritaskan pada: Peningkatan pelayanan pada jaringan yang beroperasi di pulau Jawa Berusaha untuk membangun jaringan operasi di luar Jawa, khususnya yang menjangkau area dengan tingkat populasi yang tinggi. Pada akhir tahun 2009, jaringan Perseroan telah menjangkau seluruh Jawa dan Bali, sekitar Medan, Palembang, Lampung, Batam, Banjarmasin, Makasar, dan Manado. a. Prabayar Perseroan mendistribusikan dan menjual produk dan jasa prabayar melalui berbagai jaringan distribusi sebagai berikut : Mobile-8 Center Sebanyak 42 Mobile-8 Center dimiliki dan dikelola oleh Perseroan untuk memberikan layanan lengkap atas seluruh produk dan jasa Perseroan. Distributor nasional dan distributor lokal Distributor nasional dan distributor lokal beroperasi secara independen dan pada umumnya memiliki area distribusi tertentu di dalam mendistribusikan produk Perseroan. Hal tersebut untuk memastikan produk-produk Perseroan tersebar di jaringan pedagang ritel dan gerai selular. Perseroan menjual produk Perseroan kepada distributor nasional dan distributor lokal dengan sistem tunai. Penjualan baik dari produk dan layanan melalui distributor meningkat secara tajam antara tahun 2005 dan tahun 2006, dimana mayoritas penjualan terjadi di tahun Per 31 Agustus 2010, Perseroan memiliki hubungan kerjasama dengan sekitar gerai yang mendistribusikan produk Perseroan. Tenaga Penjual Langsung Tenaga penjual langsung Perseroan menjual voucher fisik, kartu perdana dan paket telepon selular kepada dealer, pedagang ritel dan gerai. Tenaga penjual langsung Perseroan dilengkapi oleh Fren Ambassadors yang merupakan tenaga kerja outsource. Tenaga penjual langsung Perseroan mendatangi dealer, pedagang ritel, dan gerai setiap minggu dan menjual produk Perseroan secara tunai. Per 31 Agustus 2010, Perseroan memiliki 546 tenaga penjual langsung dan 344 M8 Ambassadors. Dealer, Pedagang Ritel dan Gerai Dealer, pedagang ritel dan gerai beroperasi secara independen. Perseroan telah meningkatkan secara pesat jumlah dealer, pedagang ritel dan gerai tahun lalu. 125

144 Bank Voucher isi ulang elektronik senilai Rp50.000,-, Rp ,-, Rp ,-, Rp ,-, Rp ,- dan Rp ,- dapat dibeli melalui tujuh bank yaitu BCA, Bank Mandiri, BII, Bank Permata, Bank BNI, Bank NISP dan Citibank, melalui ATM, internet banking, phone banking dan SMS banking. Selain itu, voucher isi ulang elektronik dengan nilai Rp50.000,-, Rp ,-, Rp ,-, Rp ,-, Rp ,- dan Rp ,- dapat dibeli dengan kartu kredit VISA, dengan cara ini pelanggan prabayar dapat memilih untuk melakukan isi ulang secara otomatis dengan salah satu cara sebagai berikut: (i) ketika saldo di bawah Rp10.000,-; (ii) jumlah tetap bulanan; atau (iii) melalui SMS. Perseroan berencana untuk melanjutkan ekspansi jaringan distribusinya, dengan menambah jumlah gerai penjualan dan layanan, serta depot dan juga meningkatkan jumlah canvasser. Perseroan juga berencana untuk melakukan audit distribusi per kuartal untuk memeriksa jangkauan distribusi produk Perseroan. b. Pascabayar Pelanggan dapat mendaftar untuk menjadi pelanggan pascabayar hanya melalui Mobile-8 Center. Perseroan juga memiliki tim penjual kepada korporasi yang bertugas untuk mengelola pelanggan korporasi yang mencakup daerah Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah. Perseroan menetapkan harga produk dan jasa kepada pelanggan korporasi yang serupa dengan pelanggan pascabayar. Untuk menjadi pelangan korporasi, suatu perusahaan harus mendaftarkan minimal 25 pelanggan. Perseroan menyediakan pelanggan korporasi dengan satu tagihan dan jaminan layanan selama 12 bulan yang dapat diperpanjang. Perseroan tidak menagih pelanggan pascabayar biaya aktivasi untuk mengaktifkan kartu RUIM mereka. Tagihan layanan bulanan secara umum untuk pelanggan pascabayar adalah Rp50.000,- per bulan. Untuk pelanggan pascabayar, Perseroan juga menawarkan paket telepon seluler dengan berbagai macam diskon bagi pelanggan yang menandatangani kontrak dengan persyaratan penggunaan minimum. Paket tersebut ditargetkan bagi para professional dan pihak korporasi. Perseroan menawarkan seluruh pelanggan pascabayar gratis biaya nasional roaming. Dari waktu ke waktu, Perseroan merevisi paket atau menawarkan paket promosi. Pemasaran dan Branding Perseroan melakukan program pemasaran melalui media cetak, iklan televisi dan radio, roadshow, brosur, staf layanan pelanggan dan kampanye promosi khusus, untuk memperkuat merek, meningkatkan profil dan mengedukasi publik tentang Perseroan serta produk dan jasanya. Perseroan mengeluarkan dana sejumlah Rp152,2 miliar di tahun 2007, Rp272,9 miliar di tahun 2008, Rp150,5 miliar di tahun 2009 dan Rp174,4 miliar untuk 8 (delapan) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2010 untuk iklan dan aktivitas promosi. Departemen Produk dan Pengembangan melakukan riset pemasaran untuk mengeksplorasi cara menggabungkan teknologi bagi kepentingan para pelanggan. Perseroan juga melakukan riset dari waktu ke waktu secara internal dan eksternal melalui perusahaan riset pemasaran. Perseroan mencari kombinasi media atau metode iklan yang paling efektif atau sesuai untuk produk tertentu. Sebagai contoh, Perseroan menggunakan iklan televisi untuk promosi utama, Perseroan bergantung pada iklan radio di daerah tertentu dimana radio lebih banyak digunakan, dan Perseroan memperkenalkan kartu Fren melalui roadshow di mall dan area kantor untuk memberikan demonstrasi langsung mengenai produk kepada target pelanggan. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh pihak ketiga berdasarkan permintaan Perseroan, Fren memiliki brand awareness sebesar 98%. Perseroan terus memperkuat merek Fren. Nilai-nilai dari merek Perseroan adalah Kesederhanaan, Inovasi, Nilai Terbaik, dan Muda dan Trendi, dimana hal ini dicapai melalui penggunaan telepon selular bermerek Fren, outlet bermerek Fren, Fren Ambassadors, dan media program yang luas (meliputi TV dan media cetak). 126

145 Selain itu, Perseroan memperkenalkan promosi tarif dari waktu ke waktu. Saat ini, Perseroan menawarkan satu harga yang sama secara nasional, yaitu sebesar Rp500,- per menit untuk setiap pengguna selular dan PSTN, sementara untuk panggilan jarak jauh Perseroan mematok biaya Rp1.200,- per menit. Bebas biaya untuk on-net call ketika top-up. Setiap top-up dengan minimum Rp50.000,-, pelanggan akan mendapatkan gratis 30 hari on-net call, sementara top-up di bawah Rp50.000,- akan mendapatkan gratis 15 hari on-net call. Perseroan berusaha untuk mendapatkan pelanggan baru dengan menawarkan paket selular perdana dengan harga yang terjangkau. Saat ini paket promosi selular prabayar adalah sebesar Rp ,- yang terdiri dari telepon selular SmartFren yang tidak disubsidi oleh Perseroan dan kartu perdana senilai Rp5.000,-. Paket tersebut gratis SMS dan on-net call berdasarkan denominasi top-up. Pada tahun 2009, Perseroan menawarkan program pemasaran sebagai berikut : Nonton Bareng Fren Merupakan program loyalitas dan retensi untuk pelanggan Fren prabayar dan paskabayar. Bentuk apresiasi kepada pelanggan setia Fren ini diberikan bertepatan di hari Valentine dengan memberikan tiket nonton gratis yang dapat digunakan bersama pasangannya. Banting Tarif Panggilan Interlokal Penawaran yang diberikan dengan menurunkan tarif komunikasi Rp100,- untuk 30 detik untuk panggilan hemat Interlokal ke telepon rumah (PSTN) di seluruh pelosok Nusantara. Voucher Rp30.000,- Edisi Ramadhan Merupakan voucher edisi ramadhan Rp30.000,- yang memberikan fasilitas pelanggan untuk mengisi voucher sekaligus berinfaq Rp600,- secara automatis tanpa mengurangi pulsa yang disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Beli Voucher Fren Gratis Produk Indomaret Penawaran yang diberikan kepada pelanggan saat pembelian pulsa Fren di Indomaret dengan memberikan bonus gratis berupa produk-produk rumah tangga. Ayo Menabung Perseroan bekerjasama dengan Megalife, memberikan kemudahan menabung menggunakan pulsa untuk pelanggan Fren. Cukup kirim SMS melalui Fren dengan mengetik MENABUNG dan mengirim ke Bonus Pulsa 25% bagi Fren Reguler Bonus Pulsa 25% bagi Fren Reguler setiap isi ulang pulsa dalam periode masa aktif nomor Frennya. Bonus Pulsa 25% Bonus Pulsa 25% setiap isi ulang Fren di ATM BCA. Program On Time Payment Program apresiasi bagi pelanggan pascabayar Fren yang selalu membayar tagihan tepat waktu dengan mendapatkan hadiah voucher belanja Carrefour. Promo Asuransi Mudik Program berupa perlindungan asuransi kecelakaan bagi semua pelanggan Fren yang mudik selama bulan Ramadhan dan Lebaran. Event Rampak Beduk Bekerjasama dengan BAZNAS dalam rangka menyambut bulan puasa dan bersamaan dengan peluncuran SMS Infaq dan voucher Ramadhan Rp30.000,-. 127

146 Hape Musik Promo Frenduo dengan Nexian NX-981 seharga Rp ,-, Paket Hape Musik 2 ON, 2 Nomor Aktif Dalam Satu Hape. Promo Frenduo dengan Vitell V306 & V305, seharga Rp ,-, Paket Hape Musik 2 ON, 2 Nomor Aktif Dalam Satu Hape. Hape Multimedia Dual On Promo Frenduo dengan Cross CG31 seharga Rp ,-, Paket Hape Multimedia 2 ON, 2 Nomor Aktif dalam 1 kartu + 1 Nomor Aktif. Hape Murah Promo Frenduo dengan TiPhone 1233 seharga Rp ,-, Paket Hape Murah 2 ON, 2 Nomor Aktif dalam satu hape. Hape Qwerty EVDO Promo Frenduo dengan Motorola Q CDMA seharga Rp ,-, Paket Hape Qwerty EVDO, 2 Nomor Aktif dan Bonus 1 Gb Dalam Satu Hape. Hape Musik Murah Promo Frenduo dengan Motorola W212 seharga Rp ,-, Paket Hape Musik Murah 2 ON, 2 Nomor Aktif Dalam Satu Hape. Asuransi Handset All Risk Program asuransi telepon dengan menggunakan nomor Fren dan premi sekali bayar Rp30.000,- berlaku untuk bundling tipe telepon tertentu selama 12 bulan. Kemudahan Pembayaran Sebagai usaha untuk memberikan kemudahan kepada pelanggan, Perseroan membuka berbagai jalur pembayaran untuk pembelian isi ulang pulsa prabayar maupun pelunasan tagihan pascabayar. Didukung oleh jaringan ATM, internet banking, kartu kredit dan SMS banking dari berbagai bank ternama di Indonesia, pelanggan Perseroan akan mendapatkan kemudahan dalam hal ini. Pada tahun 2010, Perseroan tetap melanjutkan seluruh program yang diimplementasikan pada tahun 2009 dan menawarkan paket-paket program, seperti program apresiasi konsumen untuk mempercepat penetrasi Fren di pasar. Program-program yang ditawarkan antara lain: Hape Fren Seru Adalah paket telepon selular dasar yang menawarkan konten Facebook. Program ini ditujukan sebagai respon dari tingginya permintaan untuk kemudahan akses Facebook di pasar telekomunikasi Indonesia. Hape Fren SUMO Hape Fren SUMO menawarkan Super Modem. Selular ini menawarkan kapasitas modem untuk akses internet kepada penggunanya. Adapun program ini diterima secara baik di kota-kota yang menggunakan teknologi CDMA2000 1X. Hape Fren Browzer Hape Fren Browzer merupakan selular QWERTY yang menawarkan layanan GSM dan CDMA pada satu telepon selular. Harga telepon selular ini kurang lebih Rp ,- sebelum pajak dan ditujukan bagi segmen kelas menengah. Adapun paket program ini cocok untuk pengguna yang membutuhkan kenyamanan layanan komunikasi selular secara terjangkau. Hape Fren Starberry Paket program ini menawarkan selular QWERTY yang mengikuti mode terakhir dan ringan dengan harga sekitar Rp ,- (sebelum pajak pertambahan nilai). Permintaan yang tinggi untuk telepon selular QWERTY di pasar telekomunikasi Indonesia merupakan salah satu alasan Fren untuk membawa Starberry ke pasar CDMA. Paket program ini ditujukan kepada segmen remaja dan wanita. 128

147 Persaingan Pasar telepon selular di Indonesia telah tumbuh secara signifikan selama beberapa tahun terakhir. Sebanyak 11 operator telepon selular melayani kurang lebih 143 juta pelanggan terutama di kota-kota besar Indonesia. Perseroan bersaing untuk mendapatkan pelanggan terutama dengan Telkomsel, Indosat dan Excelcom, yang pada saat ini mendominasi pangsa pasar selular dengan total pangsa pasar sekitar 80% per tanggal 30 Juni Perseroan bersaing terutama dalam hal harga, ketersediaan produk, jangkauan distribusi, fitur bernilai tambah, kualitas layanan, jangkauan jaringan, kualitas layanan data dan merek. Perseroan berkeyakinan bahwa seiring dengan berkembangnya pasar jasa telekomunikasi selular di Indonesia, pelanggan akan lebih menghargai fitur bernilai tambah dan kualitas layanan. Tabel berikut ini menjabarkan informasi mengenai penyelenggara utama jasa telekomunikasi telepon selular di Indonesia : Operator Produk Jaringan Prefiks Jumlah Pelanggan (Q1-2009), kecuali ada catatan Bakrie Telecom Esia CDMA (FWA) 10,6 juta (Q4-2009) 800 MHz Excelcom XL GSM 0817,0818,0819, 31,437 juta (Q4-2009) 0859,0877,0878 Hutchison 3 GSM 0896,0897,0898,0899 6,4 juta Indosat IM3 GSM 0856, ,1 juta (Q4-2009) Matrix GSM 0816,0815,0855 Mentari GSM 0815,0816,0858 StarOne CDMA (FWA) MHz Mobile-8 Fren CDMA 0885,0886,0887, 800MHz 0889,0889 2,7 juta Hepi CDMA (FWA) MHz Natrindo Axis GSM 0831, juta Sampoerna Ceria CDMA FWA dan Telecom 450MHz Smart Telecom Smart CDMA 0881,0882,0883,0884 > 2 juta 1900MHz Telkom Flexi CDMA (FWA) 13,49 juta 800MHz Telkomsel Kartu AS GSM 0852, ,644 juta (Q4-2009) Kartu HALO GSM 0812,0813,0811 Simpati GSM 0812,0813,0811,0821 Telkomsel (6 7(0,5-6)) Rg.1 (Sum Mut) (6(0,2-9) 7(0,5-6)) (6 0-3,5) 7(0-1,4-6,8) 77(0-4) 96 97) Telkomsel (7(3-4)) Reg.2 (Sum Sel) (61 7(0-4,7-9)) (6(4,6-9) 7(2-3,9) 77(5-9)) (6(4,6-9) 7(2-3,9)) Telkomsel ( ) Reg.3 (Jabotabek) 0812 (1(0-3,8,9) 8 9 (0,2-9)) 0813 (1(0,1,4-9) ) 085(21(0,3-9) 28(0-7) 288 (0-3) 31) Telkomsel (21 22) Reg.4 (Jawa Barat) 0812 (1(0,4) 2(0,4)) 0813 (12 2(0-4) 94 95) 0852 (11 2(0-4) ) 08523(2-6) Telkomsel (26(0,3,6) 27 29) Reg.5 (Jawa Tengah) 0812 (15 2(5-9)) 0813 (2(5-9) 9(0-3)) 0852 (2(5-9) 9(0-3,8)) 129

148 Operator Produk Jaringan Prefiks Jumlah Pelanggan (Q1-2009), kecuali ada catatan Sumber : Wikipedia Telkomsel (3(0,2,3,5,6)) Reg.6 (Jawa Timur) 0812 ( (0-5) ) 0813 (3(0-6) 5(7-9)) 0852 (3(0-6) 5(7-9)) Telkomsel (37 38) Reg.7 (Bali Nusra) 0812 (3(6-9) 46) 0813 (3(7-9) 53) 0852 (3(7-9) 53) Telkomsel ( ) Reg.8 (Kalimantan) 0812 (5(0-1,3-8)) 0813 (4(5-9) 5(0-2)) 0852 (4(5-9) 5(0-25)) Telkomsel (34 4(1,2,8)) Reg.9 (Sumalija) 0812 (4(0-2) ) 0813 (4(0-4) 5(4-6)) 0852 (4(0-4) 5(4-6) 99) Dalam persaingan untuk memperoleh pelanggan, Perseroan juga bersaing dengan operator lainnya untuk mengakses berbagai saluran distribusi. Pada umumnya operator GSM dan distributor selular GSM telah mempunyai saluran distribusi, sementara Perseroan harus membangun saluran distribusi untuk produk CDMA yang merupakan teknologi baru di pasar selular. Menghadapi hal ini, Perseroan mengadopsi strategi dengan secara langsung menyalurkan selular berbasis CDMA dan menggunakan kebijakan distribusi multi channel. Perseroan mempercayai bahwa Perseroan telah sukses berkompetisi untuk mengakses saluran distribusi. Selain bersaing dengan penyelenggara jasa telepon selular, Perseroan juga bersaing dengan penyelenggara jasa fixed wireless yang pada saat ini ditawarkan oleh Telkom di Jawa, PT Bakrie Telecom Tbk di Jabodetabek, Banten dan Jawa Barat, serta Indosat di Surabaya. Sejak Desember 2002, Telkom sebagai pemegang saham mayoritas Telkomsel telah mengoperasikan TelkomFlexi, suatu layanan selular berbasis CDMA. Perseroan juga berkompetisi dengan layanan selular dari PT Bakrie Telecom Tbk dan Indosat di kota-kota tertentu. Penyelenggara jasa telekomunikasi fixed wireless membebankan pelanggannya tarif PSTN, yang lebih rendah dari tarif telekomunikasi selular, namun pelanggan fixed wireless menggunakan telepon selular nirkabel dengan mobilitas terbatas (dalam kode area yang sama), walaupun penyelenggara tertentu memungkinkan pelanggan untuk memiliki beberapa nomor telepon, dan masing-masing nomor tersebut dilokasikan untuk digunakan di kota yang berbeda. Berdasarkan regulasi, penyelenggara fixed wireless membayar biaya-biaya tertentu yang lebih rendah dari biaya yang dibebankan kepada penyelenggara selular, walaupun pelanggan fixed wireless pada umumnya mendapatkan semua fitur yang disediakan oleh jasa telekomunikasi selular kecuali jelajah ke kode area lain dan jelajah internasional. Pada bulan Juni 2010, Perseroan diberikan izin oleh Pemerintah yang memungkinkan Perseroan menyediakan layanan fixed wireless kepada pelanggan, dimana Perseroan berencana untuk memperkenalkan di masa mendatang sebagai produk komplemen di kota-kota terpilih. Selanjutnya pada tahun 2005, Pemerintah memberikan izin untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi telepon selular pada spektrum 1800 MHz, dan 1900 MHz kepada 2 (dua) perusahaan yaitu PT Hutchison CP Telecommunications Indonesia, sebuah perusahaan patungan antara Hutchison Telecommunications International Limited dan Grup Charoen Pokphand Indonesia, dan PT Natrindo Telepon Seluler, anak perusahaan dari Maxis Communication Berhad, sebuah penyelenggara telekomunikasi telepon selular di Malaysia. PT Hutchison CP Telecommunications baru saja meluncurkan GSM dan kecepatan tinggi generasi ketiga, atau 3G, layanan selular WCDMA dengan merek 3. Perseroan memperkirakan PT Natrindo Telepon Selular menawarkan jasa layanan yang sama ke depannya. Operator 3G tersebut harus membayar uang muka guna mendapatkan izin 3G. Perseroan berkeyakinan bahwa Perseroan memiliki sejumlah keunggulan kompetitif, yaitu CDMA2000 1X yang memungkinkan Perseroan untuk bersaing secara sukses di pasar selular Indonesia. Perseroan juga menghadapi persaingan dari teknologi baru dan yang sedang muncul. 130

149 Penagihan, Pembayaran dan Manajemen Kredit Sistem manajemen informasi pelanggan Perseroan yang baru memiliki berbagai fitur untuk menarik perhatian konsumen termasuk: pembebanan regional yang memungkinkan setiap area memiliki perbedaan rancangan tarif, dan program friends and family dan closed user group yang menarik perhatian pelanggan dengan tarif yang atraktif dan meningkatkan retensi konsumen melalui pemberian bonus berdasarkan pemakaian, tipe panggilan dan jangka waktu Perseroan menagih pelanggan pascabayar Perseroan berdasarkan sistem bulanan dan mengirim penagihan melalui jasa kurir. Pelanggan Perseroan dapat menyelesaikan tagihan mereka melalui berbagai metode pembayaran di lima belas bank, ATM, internet banking, telephone banking dan SMS banking, kartu kredit auto debit, atau kas serta kartu kredit pada Mobile-8 Center. Perseroan mempunyai empat siklus penagihan kepada pelanggan tergantung pada minggu dalam bulan dimana nomor pelanggan diaktivasi dan tambahan siklus untuk karyawan Perseroan. Setiap tagihan jatuh tempo 20 hari setelah tanggal tagihan, dimana tagihan untuk suatu periode dikenakan pada hari sebelum tanggal penagihan. Perseroan mengirimkan SMS untuk pelanggan pascabayar pada tanggal penagihan untuk menginformasikan para pelanggan jumlah tagihan dan pelanggan menerima tagihan fisik delapan hari atau lebih sebelum jatuh tempo. Jika pelanggan tidak menyelesaikan pembayaran pada saat jatuh tempo, Perseroan akan mengirimkan SMS pada jatuh tempo untuk mengingatkan pelanggan tentang jatuh tempo tagihan. Pemberitahuan melalui telepon dan langkah tambahan dilakukan jika tagihan tetap belum diselesaikan. Tiga hari setelah jatuh tempo, Perseroan akan memblokir panggilan keluar dan mengirim SMS untuk memberitahukan bahwa panggilan keluar telah diblokir. Tujuh hingga sepuluh hari setelah jatuh tempo, Perseroan akan mengirimkan SMS ketiga bahwa panggilan masuk dan keluar telah diblokir. Perseroan akan membuat tagihan kedua sepuluh hari setelah jatuh tempo dan tambahan tagihan setiap 30 hari hingga tujuh tagihan 160 hari setelah jatuh tempo. Perseroan akan mendeaktivasi nomor 120 hari setelah jatuh tempo dan menghapus tagihan. Perseroan tidak mengenakan bunga pada keterlambatan pembayaran, meskipun Perseroan membebankan biaya reaktivasi sebesar Rp15.000,- untuk mengganti kartu RUIM jika nomor telah dideaktivasi. Perseroan juga mempunyai tim penagih di Jakarta, Surabaya dan Bandung yang mengunjungi para pelanggan untuk melakukan penagihan dan menggunakan agen penagih eksternal jika tagihan jatuh tempo lebih dari 60 hari di area luar Jakarta, Surabaya dan Bandung. Untuk pelanggan dengan tagihan lebih dari empat bulan, Perseroan akan mendiskusikan dengan pelanggan rencana cicilan pembayaran untuk penyelesaian tagihan. Revenue Assurance dan Pencegahan terhadap Fraud Divisi Revenue Assurance memonitor area-area yang memungkinkan terjadinya kebocoran dan berusaha untuk mengeliminasi atau meminimumkannya. Divisi Revenue Assurance memeriksa seluruh kelengkapan data dari sistem manajemen informasi pelanggan untuk penagihan interkoneksi, dan memverifikasi pemakaian pelanggan serta menghitung tarif. Divisi Revenue Assurance fokus pada bagaimana memaksimalkan pendapatan dengan cara proaktif dalam pembuatan produk baru bersama dengan tim pemasaran, dan sebisa mungkin meminimalkan biaya yang ada misalnya biaya interkoneksi. Di masa yang akan datang, revenue assurance akan lebih fokus pada kegiatan revenue management. Perseroan mengimplementasikan tata cara pencegahan atas terjadinya penipuan untuk pelanggan pascabayar. Perseroan memverifikasi dokumen aplikasi pelanggan misalnya alamat, nomor telepon rumah, nomor telepon kantor dan informasi personal lainnya. Perseroan tidak mengalami kerugian pendapatan secara material yang dikaitkan dengan penipuan. 131

150 Standar Kualitas Perseroan melakukan perbandingan standar kualitas selularnya dengan standar industri dan parameterparameter yang ditetapkan dalam lisensi, termasuk ketersediaan jaringan, dan kesuksesan call ratio. Sejak peluncuran secara komersial, Perseroan telah memenuhi atau bahkan melebihi parameter minimum yang telah di persyaratkan oleh regulator. Teknologi Informasi Sistem teknologi informasi utama Perseroan, selain dari sistem jaringan, terdiri dari Oracle finance system, sistem penagihan dan manajemen informasi pelanggan dari Huawei Technology Co. Ltd dan sistem manajemen voucher. Database Perseroan selalu dibackup setiap hari. Perseroan juga mengimplementasikan supply chain management dan sistem penagihan. Benefit dari sistem manajemen informasi pelanggan meliputi kemampuan untuk melacak pemakaian, memudahkan Perseroan untuk memberikan bonus pemakaian berdasarkan masa aktivasi, tipe panggilan dan tambahan pembelian voucher. Sistem manajemen informasi pelanggan memudahkan Perseroan untuk menawarkan friends and family calling plans, group calling plans, tarif panggilan regional, tingkat pemakaian yang secara otomatis disesuaikan dan tagihan berdasarkan durasi pemakaian data. Teknologi Informasi (TI) memainkan peranan kunci dalam penyelenggaraan jasa telepon selular bergerak dan tetap nirkabel (FWA) seperti Perseroan. Untuk itu, Perseroan mengupayakan penyempurnaan serta peningkatan sistem teknologi informasi sebagai penunjang operasional sehari-hari yang efisien dan efektif. Beberapa pencapaian di bidang TI selama tahun 2009, antara lain: Ketersediaan Jaringan 99,59% Evaluasi bagaimana teknologi informatika telah menyalurkan layanannya kepada para pengguna dan rekanan dengan memastikan ketersediaan peralatan jaringan tepat waktu untuk memenuhi kebutuhan usaha sebuah perusahaan. Meningkatkan Produktivitas Karyawan melalui TI Meningkatkan produktivitas karyawan melalui TI dengan hanya mengirimkan dan situs-situs yang sah kepada para pengguna dengan memblok 43% dari total lalu lintas data. Memberlakukan Tanda sign on Tunggal pada Sistem Pengiriman Pesan Sistem pengiriman pesan yang terintegrasi dengan Windows AD sehingga pengguna hanya mengingat satu akun nama untuk mengakses sumber daya-sumber daya perusahaan. Sistem Penanda SMS Mengimplementasikan sistem penanda otomatis melalui SMS untuk seluruh jaringan peralatan dan pemberitahuan akan adanya masalah, dengan demikian, hal ini dapat meningkatkan waktu respon dan resolusi waktu dari seluruh kejadian TI. Meningkatkan infrastruktur di dalam Perseroan Meningkatkan infrastruktur dalam Perseroan untuk meningkatkan ketersediaan, keamanan dan kinerja dari sistem. Meningkatkan Layanan TI untuk Para Pengguna Meningkatkan Layanan TI untuk para pengguna dengan melengkapi 98,98% dari masalah-masalah pemakai dan hanya 1,77% tiket yang belum terselesaikan. Perpindahan Pengatur Domain Utama Perpindahan Pengatur Domain Utama dari mesin lama ke baru untuk meningkatkan kinerja sistem TI. E-Leave Development E-Leave adalah suatu sistem aplikasi dimana divisi Human Capital Management (HCM) meminta TI untuk mengatur karyawan yang cuti, dimana saat ini, masih diatur manual oleh HCM. Kekayaan Intelektual Perseroan adalah pemilik merek dagang Mobile-8 dan Fren, Hore, Kartu Hore, Fren Smartbuy, Fren Rame, dan Fren Sip. Perseroan juga bekerja sama dengan PT Samsung Electronic Indonesia yang merupakan pemilik SAMSUNG SCH N-356, program komputer untuk telepon selular. Perseroan juga merupakan pemilik merek dagang V, Spirit lebih nyata iritnya, Komselindo Sahabat Komunikasi Anda, Komselindo, Manis Manado dan Minahasa dan Terasa Terima Saja serta logo Komselindo dan Metrosel yang didaftarkan atas nama anak perusahaan Perseroan. 132

151 Tata Kelola Perusahaan Perseroan menghayati pentingnya Tata Kelola Perusahaan untuk meningkatkan shareholder value dalam jangka panjang dan untuk melindungi kepentingan para pemegang saham minoritas. Perseroan sedang dalam proses mengembangkan platform Tata Kelola Perusahaan sebagai strategi untuk mencapai sasaran-sasaran usaha. Beberapa hal pokok mengenai kebijakan dan penerapan Tata Kelola Perusahaan di Perseroan antara lain adalah pemisahan otoritas dan tanggung jawab yang jelas antara Dewan Komisaris dan Direksi; visi dan arah bisnis yang jelas; mengutamakan pengendalian risiko dan pengawasan internal antara lain melalui peran Komite Audit dan Audit Internal; menjalankan usaha secara wajar dan transparan; penyebarluasan informasi yang material secara tepat waktu kepada para pihak yang berkepntingan, dan sikap yang bertanggungjawab terhadap permasalahan sosial, lingkungan dan pembangunan. Tanggung Jawab Sosial Perseroan melakukan beberapa kegiatan sosial kepada masyarakat sebagai bentuk kepeduliannya, yaitu : - Quick Count Pemilihan Umum Legislatif 2009 Perseroan bekerjasama dengan RCTI ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan Pemilu Legislatif yang diselenggarakan tanggal 9 April 2009 dalam proses perhitungan cepat (quick count) yang dilakukan oleh lembaga survey terkemuka Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES). Dalam hal ini, Perseroan menyediakan infrastruktur jaringan telekomunikasi untuk mendukung sarana komunikasi LP3ES dengan para relawan quick count se-indonesia. Melalui keikutsertaan ini, Perseroan ikut mensukseskan penyelenggaraan Pemilu dengan menghadirkan informasi yang cepat dan akurat dan juga ikut melakukan edukasi tentang pendidikan politik kepada seluruh masyarakat Indonesia. - Quick Count Pemilihan Umum Presiden 2009 Mengulang kesuksesan pada acara quick count Pemilu Legislatif pada bulan April 2009, Perseroan kembali berpartisipasi pada acara Pemilu Presiden 2009 dengan menyediakan infrastruktur layanan data untuk penyajian hasil quick count yang dilakukan oleh LP3ES. - Satu Keluarga Satu Sarjana Kegiatan ini merupakan program CSR Perseroan dalam bidang pendidikan yang diberikan bagi pelanggan Perseroan. Bersama-sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Perseroan memberikan beasiswa kepada pelajar yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dari keluarga yang anggotanya belum pernah mengenyam pendidikan lanjutan di perguruan tinggi. Program ini ditujukan bagi pelajar di suatu daerah, yang setelah lulus masa pendidikannya bersedia kembali ke daerah asalnya untuk membangun daerah tersebut. Mellaui program ini, Perseroan mengajak para pelanggannya untuk menumbuhkan rasa kepedulian dan membantu Pemerintah dalam meningkatkan kehidupan masyarakat melalui program pendidikan. - Voucher Edisi Khusus Ramadhan Menyambut bulan suci Ramadhan tahun 1430 Hijriyah, Perseroan mengajak masyarakat bersedekah dan berinfaq melalui peluncuran voucher edisi khusus Ramadhan untuk pelanggan prabayar. Voucher ini ditawarkan dengan harga Rp30.000,- sudah termasuk PPN 10%, dimana pelanggan dapat langsung berinfaq secara otomatis sebesar Rp600,- yang akan disalurkan melalui BAZNAS. Program ini tidak mengurangi nominal pulsa yang telah dibeli. Peluncuran produk ini diadakan bersamaan dengan acara Tarhib Ramadhan 1430 H di sepanjang Jl. HR Rasuna Said, Jakarta. - Food for Work Dalam rangkaian memperingati bulan suci Ramadhan 1430 Hijriyah, Perseroan bekerjasama dengan BAZNAS menggelar kegiatan Food for Work secara nasional. Kegiatan ini merupakan bentuk penyaluran dana zakat dan infaq kepada fakir miskin, melalui gerakan pemberian kerja dengan membersihkan mesjid dan musholla di terminal bis maupun kereta api dengan pemberian upah berupa bahan makanan pokok (sembako). Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengajarkan arti penting bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. 133

152 - Mobi Internet Sehat & Aman Kegiatan ini merupakan kerjasama strategis antara Perseroan, Departemen Komunikasi dan Informatika, PT Masterdata dan Mall Artha Gading, yang dibentuk untuk mensosialisasikan dampak positif dan negatif dari internet untuk anak-anak berusia di bawah 18 tahun. Keempat institusi ini sepakat untuk mendukung program Insan (Internet Sehat Aman), yang memberikan manfaat besar bagi para orang tua, guru dan pendidik, khususnya dalam pengawasan alur informasi yang akan diterima oleh anak melalui internet. Tujuan program Insan adalah memberikan perlindungan kepada generasi muda terhadap konten negatif sekaligus melakukan penetrasi terhadap tumbuhnya konten-konten lokal yang positif. - Bantuan Bagi Korban Gempa Tasikmalaya dan Padang Perseroan melakukan wujud nyata program peduli soisal kepada masyarakat korban gempa di Jawa Barat dan Padang dengan memberikan dan menyalurkan bantuan melalui kegiatan dapur umum, telepon umum gratis, SMS donasi dan sumbangan karyawan Perseroan. Kegiatan sosial ini bertujuan membantu mempercepat penanganan bencana gempa yang masih menyisakan trauma bagi masyarakat, serta meringankan penderitaan korban gempa yang selamat. Bantuan komunikasi juga diberikan oleh Perseroan untuk membantu pemulihan keadaan dengan lebih cepat. Tersedianya jaringan komunikasi pada saat bencana sangat diperlukan dan memegang peranan penting, baik untuk melakukan pemantauan wilayah bencana maupun dalam proses penyaluran berbagai bantuan kepada korban bencana. 3. Prospek Usaha Industri telekomunikasi Indonesia yang terus berkembang dan didukung dengan perkembangan teknologi yang cukup pesat, semakin didominasi oleh layanan nirkabel baik untuk layanan seluler, layanan FWA dan layanan Internet Broadband. Hal ini dikarenakan bentuk geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan, dan memiliki wilayah yang sangat luas, selain itu keterjangkauan masyarakat atas layananlayanan tersebut pun semakin meningkat dengan tarif yang kompetitif antar operator. Menurut Business Monitor International, Pelanggan seluler dan pelanggan FWA di Indonesia diperkirakan akan mencapai 391,5 juta pelanggan pada tahun 2014, dengan tingkat pertumbuhan CAGR(Compund Annual Growth) sebesar 17,5% dari 2009 sampai dengan Sementara pelanggan internet broadband diperkirakan akan mencapai 12,5 juta pelanggan pada tahun 2014, dengan tingkat pertumbuhan CAGR(Compund Annual Growth) pada CAGR 40,9% dari 2009 sampai dengan Industri telekomunikasi di Indonesia di dominasi oleh kartu prabayar yang diperkirakan mencapai 97,4% dari seluruh pasar (sumber: Business Monitor International Q3 2010), dimana pelanggan prabayar tersebut dapat dengan mudah berpindah ke operator lain. Karena itu Perseroan akan tetap memiliki peluang untuk bersaing mendapatkan pelanggan di pasar telekomunikasi Indonesia dengan memberikan kualitas jaringan yang baik dan terus aktif memberikan penawaran-penawaran yang menarik secara berkesinambungan. 134

153 X. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING Tabel di bawah ini menggambarkan ikhtisar data keuangan penting Perseroan yang didasarkan atas laporan keuangan konsolidasi Perseroan untuk periode 8 (delapan) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Mulyamin Sensi Suryanto dimana pihak akuntan publik tidak menyatakan pendapat dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Mulyamin Sensi Suryanto dengan pendapat wajar tanpa pengecualian, untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja, Suhartono dengan pendapat wajar tanpa pengecualian, serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio & Rekan dengan pendapat wajar tanpa pengecualian. Sedangkan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Osman Ramli Satrio & Rekan dengan pendapat wajar tanpa pengecualian. Neraca (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 31 Agustus 31 Desember * 2007* 2006* 2005* ASET LANCAR Kas dan setara kas Bank yang dibatasi penggunaannya Investasi jangka pendek Piutang usaha : Pihak hubungan istimewa Pihak ketiga - bersih Piutang lain-lain Persediaan bersih Pajak dibayar dimuka Biaya dibayar dimuka Aset lancar lainnya Jumlah Aset Lancar ASET TIDAK LANCAR Aset pajak tangguhan Aset tetap bersih Goodwill dan aset tidak berwujud bersih Beban tangguhan bersih Biaya dibayar di muka jangka panjang Aset tidak lancar lainnya Jumlah Aset Tidak Lancar JUMLAH ASET KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR Hutang Bank Wesel bayar Hutang usaha : Pihak hubungan istimewa Pihak ketiga - bersih Hutang jangka pendek Hutang lain-lain Hutang pajak Biaya masih harus dibayar Pendapatan diterima di muka Uang jaminan pelanggan Hutang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun Jumlah Kewajiban Lancar

154 Keterangan 31 Agustus 31 Desember (dalam jutaan Rupiah) * 2007* 2006* 2005* KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Hutang kepada pihak hubungan istimewa Hutang jangka panjang setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam satu tahun Hutang obligasi Pinjaman jangka panjang Hutang jangka panjang lain Kewajiban imbalan pasca kerja Negatif goodwill - net Jumlah Kewajiban Tidak Lancar TOTAL KEWAJIBAN Hak Minoritas EKUITAS Modal saham Tambahan modal disetor Modal disetor lainnya Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali Saldo laba : Ditentukan penggunaannya Tidak ditentukan penggunaannya ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Total Ekuitas TOTAL KEWAJIBAN DAN EKUITAS Keterangan: * disajikan kembali Laporan Laba Rugi (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 8 bulan 12 bulan * 2007* 2006* 2005* PENDAPATAN USAHA BEBAN USAHA LABA (RUGI) USAHA ( ) ( ) ( ) ( ) PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN Keuntungan (kerugian) kurs mata uang asing ( ) (29.785) Keuntungan (kerugian) bersih transaksi derivatif (25.946) ( ) Keuntungan atas realisasi selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali Keuntungan pendapatan dan penghapusan aset tetap (2.269) (884) Penghasilan (beban) investasi (19.681) Penghasilan bunga Amortisasi goodwill bersih (7.635) (11.452) (11.452) (11.452) (11.452) (11.452) Beban bunga dan keuangan ( ) ( ) ( ) ( ) (72.602) (59.133) Kerugian atas penurunan nilai aset tetap (36.058) Lain-lain bersih (2.991) (7.633) ( ) (3.967) (14.070) Penghasilan (Beban) Lain-lain - Bersih ( ) 835 ( ) ( ) ( ) LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK ( ) ( ) ( ) ( ) BEBAN PAJAK Pajak kini (281) (458) Pajak tangguhan (30.231) (49.264) (6.496) (50.029) Jumlah (30.512) (49.722) (6.496) (50.029) LABA (RUGI) BERSIH SEBELUM HAK MINORITAS ( ) ( ) ( ) ( ) HAK MINORITAS LABA (RUGI) BERSIH SETELAH HAK MINORITAS ( ) ( ) ( ) ( ) EBITDA ( ) ( ) (83.776) Keterangan: * disajikan kembali 136

155 Rasio-rasio Keuangan Keterangan 31 Agustus 31 Desember * 2007* 2006* 2005* Rasio Pertumbuhan (%) Pendapatan usaha bersih na* -43,6-17,1 49,9 67,8 na* Laba usaha na* 67,6-337,5 482,6-116,3 na* Laba bersih na* -32,2-2223,1 45,3-112,0 na* Aset na* -0,1 5,0 50,9 27,1 na* Kewajiban na* -1,7 47,2 93,7-13,8 na* Ekuitas na* 9,0-59,5 12,9 120,1 na* Rasio Usaha (%) Laba Usaha/Pendapatan Bersih -225,1-133,9-45,0 19,2 4,9-51,1 Laba Bersih/Pendapatan Bersih -369,4-143,6-119,4 5,7 5,9-81,7 Laba Bersih/Rata-rata Aset na* -15,2-23,0 1,3 1,3 na* Laba Bersih/Rata-rata Ekuitas na* -95,3-84,7 3,0 3,0 na* Rasio Keuangan (kali) Kewajiban/Ekuitas 185,34 5,00 5,55 1,53 0,89 2,27 Kewajiban/Aset 0,99 0,83 0,85 0,60 0,47 0,69 Aset Lancar/Kewajiban Lancar 0,18 0,35 0,57 4,27 2,14 0,12 Kewajiban yang menimbulkan bunga/total Ekuitas 104,87 3,46 4,07 1,32 0,71 1,71 Rasio Produktivitas Perputaran Persediaan 6,9 36,2 15,9 4,1 48,8 56,5 Jumlah Hari Persediaan Jumlah Hari Piutang Usaha Keterangan: * disajikan kembali na* tidak dapat dibandingkan 137

156 XI. EKUITAS 1. Permodalan Tabel berikut ini menggambarkan posisi ekuitas Perseroan yang didasarkan atas laporan keuangan konsolidasi Perseroan untuk periode 8 (delapan) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2010 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Mulyamin Sensi Suryanto dimana akuntan publik tidak menyatakan pendapat untuk periode 8 (delapan) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2010 dan pendapat wajar tanpa pengecualian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009, untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja, Suhartono dengan pendapat wajar tanpa pengecualian, serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio & Rekan dengan pendapat wajar tanpa pengecualian. (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 31 Agustus 31 Desember * 2007* Modal saham Tambahan modal disetor Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali Saldo laba (defisit) : Ditentukan penggunaannya Tidak ditentukan penggunaannya ( ) ( ) ( ) ( ) Jumlah Ekuitas Keterangan: * disajikan kembali 2. Perubahan Struktur Permodalan Berikut ini adalah keterangan mengenai perubahan struktur permodalan Perseroan sejak Penawaran Umum Obligasi I Mobile-8 Telecom Tahun 2007 Dengan Tingkat Bunga Tetap sampai dengan tanggal diterbitkannya Prospektus ini. Tahun 2007 Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham atas Perubahan Anggaran Dasar No. 153 tanggal 22 Mei 2007 yang dibuat di hadapan Aulia Taufani, SH, pengganti Sutjipto, SH, Notaris di Jakarta, para pemegang saham menyetujui pengeluaran saham baru kepada pemegang saham minoritas Komselindo dalam rangka penggabungan usaha sebanyak saham dengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah) setiap saham. Akta tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui surat keputusan No. W7.HT tanggal 29 Mei Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Komisaris No. 181 tanggal 15 Agustus 2007 yang dibuat di hadapan Aulia Taufani, SH, pengganti Sutjipto, SH, Notaris di Jakarta, para anggota komisaris Perseroan, berdasarkan kewenangan yang diberikan oleh para pemegang saham Perseroan, menyetujui penerbitan saham baru sebesar saham dengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah) setiap saham atau sebesar Rp ,- yang diambil bagian oleh pihak yang secara sah memiliki hak atas Waran Seri II berdasarkan Exercise Notice yang diterima oleh Perseroan. Akta tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai surat No. W7.HS tanggal 5 September

157 Tahun 2009 Berdasarkan RUPSLB tanggal 30 Oktober 2009 yang dinyatakan dalam akta No. 18 tanggal 5 November 2009 yang dibuat di hadapan Sutjipto, SH, MKn, Notaris di Jakarta, pemegang saham Perseroan menyetujui hal-hal berikut : a. Peningkatan modal dasar dari semula sebesar Rp ,- yang terdiri dari saham dengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah) setiap saham menjadi setinggi-tingginya Rp ,- yang terbagi atas Saham Seri A dengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah) setiap Saham Seri A dan Saham Seri B dengan nilai nominal Rp50,- (lima puluh Rupiah) setiap Saham Seri B. b. Pelaksanaan konversi hutang obligasi dan hutang usaha Perseroan, termasuk namun tidak terbatas pada nilai pokok, bunga dan denda sebesar-besarnya Rp ,- menjadi Saham Seri B Perseroan. Perseroan telah melakukan kesepakatan bersama dengan beberapa pemegang obligasi dan kreditur tentang konversi hutang Perseroan menjadi Saham Seri B. Hingga tanggal 31 Desember 2009, jumlah hutang obligasi dan hutang usaha yang dikonversi menjadi Saham Seri B adalah sebesar Rp ,- dan konversi dilakukan dengan harga pasar Rp65,- (enam puluh lima Rupiah) setiap Saham Seri B. Tahun 2010 Berdasarkan akta No. 71 tanggal 27 Mei 2010 yang dibuat di hadapan Linda Herawati, SH, Notaris di Jakarta Pusat, pemegang saham Perseroan menyetujui hal-hal antara lain pelaksanaan konversi hutang usaha Perseroan termasuk tetapi tidak terbatas pada nilai pokok, bunga dan denda sampai sebesarbesarnya Rp ,- (dua ratus sembilan miliar lima puluh juta sembilan ratus tujuh puluh empat ribu enam ratus lima puluh empat Rupiah) menjadi penyertaan dalam Perseroan kepada kreditur Perseroan dengan harga konversi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tidak terdapat penambahan modal setelah tanggal laporan auditor independen. 3. Proforma Ekuitas Pada tanggal 8 November 2010, Perseroan mengajukan Pernyataan Pendaftaran kepada Bapepam dan LK sehubungan dengan Penawaran Umum Terbatas I. Proforma ekuitas pada tanggal tersebut adalah sebagai tersebut : (dalam jutaan Rupiah) Uraian Modal Ditempatkan Tambahan Saldo Laba Jumlah Ekuitas dan Disetor modal disetor Penuh Posisi ekuitas menurut laporan keuangan pada tanggal ( ) Agustus 2010, dengan modal dasar Rp ,- Perubahan ekuitas setelah tanggal 31 Agustus 2010 jika diasumsikan pada tanggal tersebut dilaksanakan HMETD dari Penawaran Umum Terbatas I sejumlah Saham Seri B Baru dengan nilai nominal Rp50,- setiap saham Proforma ekuitas pada tanggal 31 Agustus 2010 setelah ( ) Penawaran Umum Terbatas I sebelum pelaksanaan Waran Seri II Perubahan ekuitas setelah tanggal 31 Agustus 2010 jika diasumsikan pada tanggal tersebut dilaksanakan Penawaran Umum Terbatas I sejumlah Saham Seri B Baru dengan nilai nominal Rp50,- setiap saham dan pelaksanaan seluruh Waran Seri II menjadi Saham Seri B Baru dengan nilai nominal Rp50,- setiap saham Proforma ekuitas pada tanggal 31 Agustus 2010 setelah ( ) Penawaran Umum Terbatas I setelah pelaksanaan Waran Seri II 139

158 XII. KEBIJAKAN DIVIDEN Seluruh saham Perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh, termasuk Saham Seri B Baru yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Terbatas I ini, mempunyai hak yang sama dan sederajat termasuk hak atas pembagian dividen. Sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, pembayaran dividen harus disetujui oleh pemegang saham dalam RUPS tahunan berdasarkan usulan dari Direksi. Anggaran dasar Perseroan menyatakan bahwa dividen hanya dapat dibayarkan sesuai dengan kemampuan keuangan Perseroan berdasarkan keputusan yang diambil dalam RUPS. Direksi dapat mengubah kebijakan dividen sewaktu-waktu sepanjang mendapat persetujuan dari RUPS. Dengan tidak mengabaikan tingkat kesehatan keuangan Perseroan, tingkat kecukupan modal dan arus kas dalam rangka mencapai tingkat pertumbuhan yang optimal di masa yang akan datang dan dengan memperhatikan keharusan Perseroan membentuk dana cadangan, manajemen Perseroan merencanakan untuk mengusulkan pembagian dividen hanya secara kas atau dalam bentuk tunai kepada pemegang saham yang namanya tercantum dalam DPS sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun dengan jumlah sekurang-kurangnya 20% (dua puluh persen) dari laba bersih yang ditentukan penggunaannya setelah laba bersih dikurangi cadangan umum dan cadangan lainnya (jika ada), kecuali ditentukan lain oleh RUPS, terhitung sejak Perseroan membukukan saldo laba positif. Hingga saat ini, Perseroan belum membagikan dividen. 140

159 XIII. PERPAJAKAN Pajak Penghasilan atas dividen yang berasal dari kepemilikan saham dikenakan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 36 tahun 2008 (berlaku efektif 1 Januari 2009) mengenai perubahan keempat atas Undang-Undang No. 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan, dividen atau pembagian keuntungan yang diterima oleh Perseroan Terbatas sebagai wajib pajak dalam negeri, Koperasi, Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah, dari penyertaan modal pada badan usaha yang didirikan dan bertempat kedudukan di Indonesia tidak termasuk sebagai Objek Pajak Penghasilan sepanjang seluruh syarat-syarat di bawah ini terpenuhi: - Dividen berasal dari cadangan laba yang ditahan; dan - Bagi Perseroan Terbatas, Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah yang menerima dividen, kepemilikan saham pada badan yang memberikan dividen paling rendah 25% dari jumlah modal yang disetor. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 14 tahun 1997 tanggal 29 Mei 1997 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 41 tahun 1994 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Transaksi Penjualan Saham di Bursa Efek dan Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak No. SE-06/ Pj.4/1997 tanggal 20 Juni 1997 perihal Pelaksanaan Pemungutan Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Transaksi Penjualan Saham di Bursa Efek yang mengubah Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak No. SE-07/PJ.42/1995 tanggal 21 Februari 1995 perihal Pengenaan Pajak Penghasilan atas Penghasilan Transaksi Penjualan Saham di Bursa Efek, telah diatur sebagai berikut: 1) Atas penghasilan yang diterima atau diperoleh orang pribadi dan badan dari transaksi penjualan saham di Bursa Efek dipungut Pajak Penghasilan sebesar 0,10% dari jumlah bruto nilai transaksi penjualan dan bersifat final. Pembayaran dilakukan dengan cara pemotongan oleh penyelenggara Bursa Efek melalui perantara pedagang efek pada saat pelunasan transaksi penjualan saham. 2) Pemilik saham pendiri dikenakan tambahan Pajak Penghasilan Final sebesar 0,50% dari nilai saham Perseroan pada saat Penawaran Umum Perdana. Penyetoran tambahan Pajak Penghasilan final dilakukan oleh Perseroan atas nama pemilik saham pendiri dalam jangka waktu selambat-lambatnya 1 bulan setelah saham diperdagangkan di Bursa Efek. 3) Namun apabila pemilik saham pendiri tidak bermaksud untuk membayar tambahan pajak penghasilan final di atas, maka pemilik saham pendiri terhutang pajak penghasilan atas capital gain pada saat penjualan saham pendiri. Penghitungan Pajak Penghasilan tersebut sesuai dengan tarif umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 Undang-Undang No. 36 tahun Sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan No. 651/KMK.04/1994 tanggal 29 Desember 1994 tentang Bidang-Bidang Penanaman Modal Tertentu Yang Memberikan Penghasilan Kepada Dana Pensiun Yang Tidak Termasuk Sebagai Objek Pajak Penghasilan, Dana Pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan, atas dividen yang diterimanya dari saham pada perseroan terbatas yang tercatat di BEI, tidak termasuk sebagai Objek Pajak Penghasilan. Sesuai dengan Pasal 17 ayat 2 (c) Undang-Undang No. 36 tahun 2008, tarif yang dikenakan atas penghasilan berupa dividen yang dibagikan kepada Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri adalah paling tinggi sebesar 10% dan bersifat final. 141

160 Dividen yang dibayarkan atau terutang kepada Wajib Pajak Luar Negeri akan dipotong Pajak Penghasilan sesuai dengan Pasal 26 Undang-Undang No. 36 tahun 2008 dengan tarif sebesar 20% (dua puluh persen) atau lebih rendah dari itu apabila dividen diterima oleh pemegang saham yang merupakan penduduk dari suatu negara yang telah menandatangani suatu Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B), dengan Indonesia. Untuk dapat memperoleh fasilitas tarif yang lebih rendah, wajib pajak harus memenuhi ketentuan dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak No. SE-03/PJ.101/1996 tanggal 29 Maret 1996 tentang Penerapan Persertujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B), dengan ketentuan harus menyerahkan Sertifikat Domisili asli yang diterbitkan oleh pihak yang berwenang di negara asal dan konfirmasi tempat tinggal atau tempat kedudukan dari penerima manfaat dari dividen dimaksud. Dalam hal penerima manfaat adalah orang pribadi, negara domisilinya adalah negara tempat orang pribadi tersebut bertempat tinggal atau berada. Sedangkan apabila penerima manfaat adalah badan, negara domisilinya adalah negara tempat pemilik atau lebih dari 50% pemegang saham baik sendirisendiri maupun bersama-sama berkedudukan atau efektif manajemennya berada. Sertifikat ini berlaku untuk masa 1 (satu) tahun dan selanjutnya harus diperpanjang. Namun untuk bank, selama bank tersebut tidak mengubah alamat seperti yang tercantum pada sertifikat tersebut, sertifikat tersebut tetap berlaku. CALON PEMBELI SAHAM DALAM PENAWARAN UMUM TERBATAS I INI DIHARAPKAN UNTUK BERKONSULTASI DENGAN KONSULTAN PAJAK MASING-MASING MENGENAI AKIBAT PERPAJAKAN YANG TIMBUL DARI PEMBELIAN, PEMILIKAN MAUPUN PENJUALAN SAHAM YANG DIBELI MELALUI PENAWARAN UMUM TERBATAS I INI. 142

161 XIV. PIHAK YANG BERTINDAK SEBAGAI PEMBELI SIAGA Berdasarkan Akta Perjanjian Kesanggupan Pembelian Sisa Saham Dalam Rangka Penawaran Umum Terbatas I PT Mobile-8 Telecom Tbk No. 23 tanggal 5 November 2010, dan Akta Addendum I Perjanjian Kesanggupan Pembelian Sisa Saham Dalam Rangka Penawaran Umum Terbatas I PT Mobile-8 Telecom Tbk No. 92 tanggal 17 Desember 2010, yang keduanya dibuat di hadapan Linda Herawati, SH, Notaris di Jakarta, apabila Saham Seri B yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Terbatas I ini tidak seluruhnya diambil bagian oleh pemegang HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang saham hasil pelaksanaan HMETD dan pemegang saham yang melakukan pemesanan lebih dari haknya secara proporsional berdasarkan hak yang telah dilaksanakan. Apabila setelah alokasi tersebut masih terdapat Saham Seri B yang tersisa dalam Penawaran Umum Terbatas I, maka PT Bali Media Telekomunikasi, PT Global Nusa Data, dan PT Wahana Inti Nusantara dengan kesanggupan penuh (full commitment) akan mengambil bagian dan membeli Saham Seri B yang masih tersisa dalam Penawaran Umum Terbatas I tersebut, dengan porsi sebagai berikut : Pembeli Siaga Jumlah Saham Persentase PT Bali Media Telekomunikasi ,4 PT Global Nusa Data ,8 PT Wahana Inti Nusantara ,8 Total ,0 Dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku, pembayaran bagian kesangupan dari masing-masing pembeli siaga akan dilakukan dengan cara menukarkan bagian kesanggupan dengan saham-saham Smartel milik masing-masing pembeli siaga serta dengan dana tunai. Sahamsaham Smartel milik para pembeli siaga tersebut saat ini tidak sedang dalam penyitaan, namun sedang digadaikan pada pihak ketiga dan akan dialihkan dalam keadaan digadaikan dengan persetujuan dari pemegang gadai. Berdasarkan Akta Perjanjian Kesanggupan Pembelian Sisa Saham Dalam Rangka penawaran Umum Terbatas I PT Mobile-8 Telecom Tbk No. 23 tanggal 5 November 2010 dan Akta Addendum I Perjanjian Kesanggupan Pembelian Sisa Saham Dalam Rangka Penawaran Umum Terbatas I PT Mobile-8 Telecom Tbk No. 92 tanggal 17 Desember 2010, yang keduanya dibuat di hadapan Linda Herawati, SH, Notaris di Jakarta, pembayaran bagian kesanggupan para pembeli siaga akan dilakukan dengan cara menukarkan bagian kesanggupan dengan sejumlah saham Smartel milik para Pembeli Siaga dengan rasio perhitungan 58 : 100 atau dengan perhitungan lainnya yang disepakati antara Perseroan dengan para Pembeli Siaga. Jika jumlah saham Smartel tidak mencukupi untuk melunasi bagian kesanggupan para Pembeli Siaga, maka kekurangannya akan dilunasi secara tunai. Apabila seluruh HMETD dari Penawaran Umum Terbatas I Perseroan tidak dilaksanakan oleh para pemegang HMETD, maka para pembeli siaga akan melakukan kewajiban pembayaran bagian kesanggupannya dengan cara : 1. Pembayaran dengan saham Smartel yang dimiliki, yaitu lembar saham seri A dengan nilai nominal Rp1.000,- setiap saham seri A dan saham seri B dengan nilai nominal Rp30,- setiap saham seri B atau total saham Smartel dengan nilai keseluruhan sebesar Rp ,-. Jumlah saham Perseroan yang akan ditukarkan adalah sejumlah lembar saham Seri B dengan nilai nominal Rp50,- setiap Saham Seri B. 2. Pembayaran dengan dana tunai yang akan dipenuhi secara bersama-sama oleh para pembeli siaga dengan nilai keseluruhan Rp ,-. Berikut ini adalah keterangan singkat mengenai Pembeli Siaga : PT Bali Media Telekomunikasi ( BMT ) BMT berkantor Graha BIP Lantai 11, Jalan Jenderal Gatot Subroto Kavling 23, Jakarta dengan nomor telepon (021) dan nomor faksimili (021) Riwayat Singkat BMT merupakan suatu perseroan terbatas yang berkedudukan di Jakarta dan didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku di Republik Indonesia berdasarkan Akta Pendirian No. 21 tanggal 9 September 2003, yang dibuat di hadapan Myra Yuwono, SH, Notaris di Jakarta. Akta 143

162 pendirian tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No.C HT TH.2003, tanggal 17 November 2003, Berita Negara Republik Indonesia No. 24 tanggal 23 Maret Pengurusan dan Pengawasan Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 3 tanggal 2 November 2010, yang dibuat di hadapan Sri Hidianingsih Adi Sugijanto, SH, Notaris di Jakarta, Komisaris dan Direktur BMT adalah : Komisaris Direktur Direktur : Darmanto Winata : Lim Bing Tjay : James Wewengkang Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 28 tanggal 9 November 2009, yang dibuat di hadapan Sri Hidianingsih Adi Sugijanto, SH, Notaris di Jakarta, struktur permodalan dan susunan pemegang saham BMT adalah sebagai berikut : Keterangan Jumlah Saham Nilai Nominal (Rp) % Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : PT Infinity Investama , % PT Ascend Unity Capital , % Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Portepel Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan BMT sebagaimana tercantum dalam Pasal 3 Anggaran Dasar BMT yang tercantum dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No.1 tanggal 4 Februari 2008, yang dibuat di hadapan Sri Hidianingsih Adi Sugijanto, SH, Notaris di Jakarta yaitu berusaha dalam bidang jasa dan perdagangan. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, BMT dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut : a. menjalankan usaha-usaha dalam bidang jasa : - jasa konsultasi bidang bisnis, manajemen dan administrasi; - jasa computer hardware dan peripheral; - jasa instalasi dan perawatan jaringan computer dan peripheral; - jasa telekomunikasi umum; - jasa teknologi informasi dan internet content; b. menjalankan usaha di bidang perdagangan umum, antara lain tetapi tidak terbatas pada perdagangan komputer, alat elektronika, peralatan informatika dan multimedia serta peralatan transmisi telekomunikasi, termasuk ekspor dan impor, dagang antar pulau dan lokal baik untuk perhitungan orang atau badan hukum lain atas dasar komisi atau secara amanat, bertindak sebagai leveransir, grossir, supplier, distributor, keagenan atau perwakilan dari perusahaan-perusahaan atau badanbadan hukum lain baik dari dalam maupun dari luar negeri kecuali agen perjalanan. PT Global Nusa Data ( GND ) GND berkantor Graha BIP Lantai 11, Jalan Jenderal Gatot Subroto Kavling 23, Jakarta dengan nomor telepon (021) dan nomor faksimili (021) Riwayat Singkat GND merupakan suatu perseroan terbatas yang berkedudukan di Jakarta dan didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku di Republik Indonesia berdasarkan Akta Pendirian No. 20 tanggal 9 September 2003, dibuat di hadapan Myra Yuwono, SH, Notaris di Jakarta. Akta pendirian 144

163 tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. C HT TH.2003 tanggal 17 November 2003 dan telah dimuat dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 24 tanggal 23 Maret Pengurusan dan Pengawasan Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 9 tanggal 3 Juli 2008, yang dibuat di hadapan Sri Hidianingsih Adi Sugijanto, SH, Notaris di Jakarta dan telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU AH Tahun 2008 tanggal 11 Agustus 2008, Komisaris dan Direksi GND adalah sebagai berikut : Komisaris Direksi Presiden Direktur Direktur : Arthur Tahya : Marco Paul Iwan Sumampouw : Antony Susilo Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham Struktur permodalan dan susunan pemegang saham GND sebagaimana tercantum dalam Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 27 tanggal 9 November 2009, yang dibuat di hadapan Sri Hidianingsih Adi Sugijanto, SH, Notaris di Jakarta, yaitu sebagai berikut : Keterangan Jumlah Saham Nilai Nominal (Rp) % Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : PT Prima Mas Abadi , % PT Kharisma Bangun Persada , % Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Portepel Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan GND sebagaimana tercantum dalam Pasal 3 Anggaran Dasar GND yang tercantum dalam Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 9 tanggal 3 Juli 2008, yang dibuat di hadapan Sri Hidianingsih Adi Sugijanto, SH, Notaris di Jakarta yaitu berusaha dalam bidang jasa dan perdagangan. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas GND dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut : a. menjalankan usaha-usaha dalam bidang jasa : - jasa konsultasi bidang bisnis, manajemen dan administrasi; - jasa computer hardware dan peripheral; - jasa instalasi dan perawatan jaringan komputer dan peripheral; - jasa telekomunikasi umum; - jasa teknologi informasi dan internet content; b. menjalankan usaha di bidang perdagangan umum, antara lain tetapi tidak terbatas pada perdagangan komputer, alat elektronika, peralatan informatika dan multimedia serta peralatan transmisi telekomunikasi, termasuk ekspor dan impor, dagang antar pulau dan lokal baik untuk perhitungan orang atau badan hukum lain atas dasar komisi atau secara amanat, bertindak sebagai leveransir, grossir, supplier, distributor, keagenan atau perwakilan dari perusahaan-perusahaan atau badanbadan hukum lain baik dari dalam maupun dari luar negeri kecuali agen perjalanan. PT Wahana Inti Nusantara ( WIN ) WIN berkantor Plaza BII Tower 2 Lantai 14, Jalan MH Thamrin nomor 51, Jakarta Pusat dengan nomor telepon (021) dan nomor faksimili (021)

164 Riwayat Singkat WIN merupakan suatu perseroan terbatas yang berkedudukan di Jakarta dan didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku di Republik Indonesia berdasarkan Akta Pendirian No. 18 tanggal 31 Juli 2006, yang dibuat di hadapan Yulia, SH, Notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. C HT TH.2006 tanggal 24 Agustus 2006 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 96 tanggal 30 November Pengurusan dan Pengawasan Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 65 tanggal 27 Juni 2008 yang dibuat di hadapan Yulia, SH, Notaris di Jakarta, yang telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 89 tanggal 6 Nopember 2009, Dewan Komisaris dan Direksi WIN adalah sebagai berikut : Dewan Komisaris Komisaris Utama Komisaris Direksi Direktur Utama Direktur : Gandi Sulistiyanto Soeherman : Steve Kasmun : Sutikno Widjaja : Handra Karnadi Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham Struktur permodalan dan susunan pemegang saham WIN sebagaimana tercantum dalam Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 65 tanggal 27 Juni 2008 yang dibuat di hadapan Yulia, SH, Notaris di Jakarta, adalah sebagai berikut : Keterangan Jumlah Saham Nilai Modal Disetor % Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : PT Gerbangmas Tunggal Sejahtera ,01% PT Wireless Indonesia ,99% Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Portepel Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan WIN sebagaimana tercantum dalam Pasal 3 Anggaran Dasar WIN yang tercantum dalam Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 65 tanggal 27 Juni 2008 yang dibuat di hadapan Yulia, SH, Notaris di Jakarta adalah berusaha dalam bidang perdagangan, pengangkutan, pembangunan, perindustrian, jasa, pertambangan, dan pertanian. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, WIN dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut : a. menjalankan perdagangan pada umumnya termasuk import dan ekspor, dagang interinsuler dan lokal baik untuk perhitungan orang atau badan lain atas dasar komisi atau secara amanat dan bertindak sebagai leveransir, grosir, distributor, komisioner, perwakilan atau peragenan dari perusahaanperusahaan atau badan hukum lain, baik dari dalam maupun luar negeri; b. menjalankan usaha pengangkutan di darat dengan menerima dan mengangkut orang dan/atau barang-barang dari tempat yang satu ke tempat yang lain dengan mempergunakan bus dan truk; c. mengusahakan biro bangunan dengan menerima, merencanakan dan melaksanakan pembangunan rumah-rumah, gedung-gedung, jembatan-jembatan, jalanan-jalanan, pekerjaan dari beton, pengerukan, pembuatan saluran air, irigasi, pemasangan instalasi listrik, air leiding, gas telepon, pemeliharaan dan perawatan bangunan-bangunan dan lain-lain pembangunan atau bertindak sebagai kontraktor umum; 146

165 d. mengusahakan industri berat/ringan termasuk makanan, elektronika serta memperdagangkan hasilhasilnya e. bergerak dibidang jasa administrasi kecuali dibidang jasa hukum dan perpajakan; f. menjalankan usaha pertambangan meliputi penggalian batuan tambang, tanah liat, granit, gamping dan pasir liat, serta usaha yang berhubungan dengan tambang non migas; g. menjalankan usaha dibidang pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan. Perseroan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan BMT, GND dan WIN. Pemegang saham pengendali dari ketiga perusahaan tersebut di atas adalah keluarga Widjaja (Sinarmas Group). 147

166 XV. LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal yang membantu dan berperan dalam Penawaran Umum Terbatas I ini adalah sebagai berikut : 1. Akuntan Publik : Mulyamin Sensi Suryanto Intiland Tower Lantai 7 Jalan Jenderal Sudirman Kavling 32 Jakarta Telp. (021) , Faks. (021) Anggota Ikatan Akuntan Indonesia No atas nama Ludovicus Sensi Wondabio STTD No. 275/PM/STTD-AP/2000 atas nama Ludovicus Sensi Wondabio Surat Penunjukkan No. 838/VIII/2010/GA/LSW/MSS tanggal 2 Agustus Tugas dan kewajiban pokok Akuntan Publik di dalam Penawaran Umum Terbatas I Saham ini adalah untuk melaksanakan audit berdasarkan standar audit yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Menurut standar tersebut, Akuntan Publik diharuskan untuk merencanakan dan melaksanakan audit agar diperoleh keyakinan yang memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji yang material. Dalam hal ini, Akuntan Publik bertanggung jawab penuh atas pendapat yang diberikan terhadap laporan keuangan yang diauditnya. Audit yang dilakukan oleh Akuntan Publik meliputi pemeriksaan atas dasar pengujian bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan dan juga penilaian atas dasar prinsip akuntansi yang dipergunakan dan estimasi yang signifikan, yang dibuat oleh manajemen tentang penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. 2. Konsultan Hukum : Tumbuan Pane Jalan Gandaria Tengah III No. 8 Kebayoran Baru, Jakarta Telp. (021) , , , Anggota Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal No atas nama Marjan E. Pane STTD No. 57/STTD-KH/PM/1994 atas nama Marjan E. Pane Surat Penunjukkan No. 101A/M8Tbk-CS/VIII/2010 tanggal 11 Agustus Tugas dan kewajiban pokok Konsultan Hukum selaku profesi penunjang dalam rangka Penawaran Umum Terbatas I ini adalah melakukan pemeriksaan dan penelitian atas fakta yang ada mengenai Perseroan dan keterangan lain yang berkaitan sebagaimana yang disampaikan oleh Perseroan ditinjau dari segi hukum. Hasil pemeriksaan dan penelitian hukum tersebut dimuat dalam Laporan Pemeriksaan Segi Hukum, yang menjadi dasar dari Pendapat Hukum yang diberikan secara obyektif dan mandiri, sesuai dengan kode etik, standar profesi dan peraturan pasar modal yang berlaku. 3. Notaris : Linda Herawati, SH Jalan Cideng Timur Nomor 31 Jakarta Pusat Telp. (021) , , Faks. (021) , STTD Nomor 35/STTD-N/PM/1996 atas nama Linda Herawati, SH Anggota Ikatan Notaris Indonesia dengan No atas nama Linda Herawati, SH Surat Penunjukkan No. 102A/M8Tbk-CS/VIII/2010 tanggal 12 Agustus Ruang lingkup tugas Notaris selaku profesi penunjang dalam rangka Penawaran Umum Terbatas I antara lain menyiapkan dan membuat akta-akta dalam rangka Penawaran Umum Terbatas I, antara lain Perjanjian Pembeli Siaga, Perjanjian Pengelolaan Administrasi Saham, Pernyataan Penerbitan Waran Seri II dan Perjanjian Pengelolaan Administrasi Waran Seri II. 148

167 4. Penilai Independen : KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan Wisma Sirca Jalan Johar No. 18 Jakarta Pusat Telp. (021) , Faks. (021) Anggota MAPPI No. 81-S Izin Penilai Publik No. PB STTD No. 09/PM/STTD-P/AB/2006 Surat Penunjukkan No. 228B.M8/228B.KJPPSTHnR.10/FIN/VIII/2010 tanggal 9 Agustus Tugas dan kewajiban pokok Penilai Kewajaran di dalam Penawaran Umum Terbatas I Saham ini adalah memberikan pendapat atas kewajaran nilai transaksi terkait dengan rencana Transaksi Pengambilalihan yang akan dilakukan oleh Perseroan, dengan berpedoman pada Standar Penilaian Indonesia (SPI 2007) dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) serta Peraturan Pasar Modal yang berlaku. 5. Penilai Independen : KJPP Nirboyo A., Dewi A. & Rekan Jalan Pejompongan V Dalam No. 3 Jakarta Pusat Telp. (021) , Faks. (021) Anggota MAPPI No. 91-S-0175 Ijin Penilai No. PB Surat Penunjukkan No. 226B.M8/226B.KJPPNDR.10/FIN/VIII/2010 tanggal 11 Agustus Tugas dan kewajiban pokok Penilai Saham di dalam Penawaran Umum Terbatas I Saham ini adalah memberikan penilaian atas nilai pasar wajar saham dengan berpedoman pada Standar Penilaian Indonesia (SPI 2007) dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) serta Peraturan Pasar Modal yang berlaku. 6. Biro Administrasi Efek : PT Sinartama Gunita Plaza BII Tower 3 Lantai 12 Jalan M.H. Thamrin No. 51 Jakarta Telp. (021) Faks. (021) Surat Izin Nomor KEP-82/PM/1991 atas nama PT Sinartama Gunita Surat Penunjukkan No. 102B/M8Tbk-CS/VIII/2010 tanggal 12 Agustus Ruang lingkup tugas BAE dalam Penawaran Umum Terbatas I ini meliputi menyiapkan DPS yang berhak atas HMETD, mendistribusikan HMETD dalam bentuk elektronik ke dalam penitipan kolektif di KSEI, menerima permohonan pelaksanaan HMETD dan melakukan rekonsiliasi dana atas pembayaran permohonan tersebut dengan Bank yang ditunjuk Perseroan, melakukan proses penerbitan dan pendistribusian saham dalam bentuk elektronik ke dalam penitipan kolektif di KSEI serta melaksanakan proses pengembalian uang pemesanan pembelian saham. Selain itu, BAE bertugas menerima permintaan para pemegang saham atau HMETD Perseroan yang menginginkan saham atau HMETD-nya dicetak dalam bentuk Sertifikat Saham atau Sertifikat HMETD. Selain itu, BAE juga bertindak sebagai Pengelola Administrasi Waran Seri I. Para Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam rangka Penawaran Umum Terbatas I, menyatakan dengan tegas tidak mempunyai hubungan Afiliasi baik secara langsung maupun tidak langsung dengan Perseroan sebagaimana didefinisikan dalam Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. 149

168 Halaman ini sengaja dikosongkan

169 XVI. PENDAPAT HUKUM 151

170 Halaman ini sengaja dikosongkan 15

171 Kepada 1. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) Gedung Baru DepKeu R.I. Lt. 4 Jl. Dr. Wahidin Raya Jakarta u.p.: Bapak A. Fuad Rahmany Ketua Bapepam dan LK 2. PT Mobile-8 Telecom Tbk Menara MNC Lantai 18 Jl. Kebon Sirih Kav Jakarta u.p.: Bapak Merza Fachys Presiden Direktur No. 329/TP/12/10 17 Desember 2010 Dengan hormat, Dalam rangka memenuhi ketentuan dalam Pasal 70 dari Undang-Undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal ( UUPM ), PT Mobile-8 Telecom Tbk, suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum negara Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta Pusat ( Perseroan ) akan mengajukan pernyataan pendaftaran kepada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan ( Bapepam dan LK ) untuk melakukan penawaran umum terbatas I ( PUT I ) dengan cara menerbitkan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu ( HMETD ) kepada para pemegang Saham Seri A atau Saham Seri B Perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal yang akan ditentukan kemudian secara proporsional sesuai dengan kepemilikan saham mereka masing-masing, dengan ketentuan bahwa setiap pemegang 200 (dua ratus) Saham Seri A atau Seri B Perseroan memperoleh 353 (tiga ratus lima puluh tiga) HMETD, dimana 1 (satu) HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 (satu) Saham Seri B yang dikeluarkan dari portepel Perseroan dengan harga pelaksanaan yang sama dengan nilai nominal Saham Seri B yaitu Rp 50,- (lima puluh Rupiah) sehingga seluruh Saham Seri B yang akan diterbitkan adalah sebanyak (tujuh puluh lima miliar enam ratus delapan puluh empat juta tujuh ratus lima puluh tiga ribu enam ratus lima puluh delapan) Saham Seri B ( Saham ) sebagaimana termaktub dalam Akta Perjanjian Pengelolaan Administrasi Saham dan Agen Pelaksanaan Dalam Rangka Penawaran Umum Terbatas I PT Mobile-8 Telecom Tbk No. 20 tanggal 5 November 2010 jo. Addendum I Perjanjian Pengelolaan Administrasi Saham dan Agen Pelaksanaan Dalam Rangka Penawaran Umum Terbatas I PT Mobile-8 Telecom Tbk No. 94 tanggal 17 Desember 2010, keduanya dibuat di hadapan Linda Herawati, S.H., Notaris di Jakarta. Bersamaan dengan penerbitan HMETD, Perseroan juga menerbitkan Waran Seri II dengan ketentuan bahwa pada setiap 101 (seratus satu) Saham Seri B yang dilaksanakan, melekat 20 (dua puluh) Waran Seri II. Setiap Waran Seri II dapat digunakan untuk membeli 1 (satu) Saham Seri B dengan harga pelaksanaan yang sama dengan nilai nominal Saham Seri B yaitu Rp 50,- (lima puluh Rupiah) setiap saham sehingga jumlah Waran Seri II yang akan dikeluarkan adalah sebanyak (empat belas miliar sembilan ratus delapan puluh tujuh juta tujuh puluh sembilan ribu sembilan ratus tiga puluh dua), yang dapat dilaksanakan mulai tanggal 6 Juli 2011 sampai dengan 5 Januari 2016 sebagaimana termaktub dalam Akta Pernyataan Penerbitan Waran Seri II Penawaran Umum Terbatas

172 I PT Mobile-8 Telecom Tbk No. 21 tanggal 5 November 2010 jo. Addendum I Akta Pernyataan Penerbitan Waran Seri II Penawaran Umum Terbatas I PT Mobile-8 Telecom Tbk No. 81 tanggal 16 Desember 2010, keduanya dibuat di hadapan Linda Herawati, S.H., Notaris di Jakarta. Dana hasil PUT I setelah dikurangi biaya-biaya PUT I akan digunakan untuk melakukan pembelian (dua ratus delapan belas juta empat puluh tiga ribu dua ratus empat puluh sembilan) saham seri A, masing-masing bernilai nominal Rp 1.000,- (seribu Rupiah) dan (empat puluh tiga miliar tiga puluh juta lima ratus empat puluh satu ribu lima ratus enam puluh enam) saham seri B, masing-masing bernilai nominal Rp 30,- (tiga puluh Rupiah), yang seluruhnya telah dikeluarkan oleh PT Smart Telecom ( PT Smartel ) yang saat ini dimiliki oleh pemegang sahamnya yaitu PT Bali Media Telekomunikasi, PT Wahana Inti Nusantara, dan PT Global Nusa Data ( Pemegang Saham PT Smartel ) sebagaimana dirinci dalam prospektus yang diterbitkan sehubungan dengan PUT I ( Prospektus ). Kami menerima penugasan sebagai konsultan hukum independen sebagaimana termaktub dalam Surat Penunjukan No. 101A/M8Tbk-CS/VIII/2010 tanggal 11 Agustus Untuk menerima penugasan ini kami telah memenuhi ketentuan sebagaimana disyaratkan dalam UUPM yaitu telah menjadi anggota Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal ( HKHPM ) dan telah mendaftarkan diri sebagai konsultan hukum Pasar Modal dengan memperoleh Surat Tanda Terdaftar (STTD) Profesi Penunjang Pasar Modal yang diterbitkan oleh Bapepam berturut-turut atas nama: 1. Fred B.G. Tumbuan, SH., LPh., LTh., STTD No. 13/STTD-KH/PM/1992 tanggal 23 Desember 1992, Anggota HKHPM No ; dan 2. Marjan E. Pane, SH., STTD No. 57/STTD-KH/PM/1994 tanggal 20 April 1994, Anggota HKHPM No Tugas utama kami sebagai konsultan hukum independen dalam rangka PUT I adalah untuk memeriksa aspek hukum Perseroan serta menerbitkan pendapat dari segi hukum atas Perseroan ( Pendapat Hukum ) dengan berpedoman pada Standar Profesi Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal Lampiran Keputusan HKHPM No. KEP.01/HKHPM/2005 tanggal 18 Februari 2005 sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 66 UUPM. Pendapat hukum kami terbitkan berdasarkan hasil pemeriksaan dari segi hukum (uji tuntas hukum) yang kami lakukan atas dokumen-dokumen Perseroan dan PT Smartel (perusahaan yang akan diambilalih oleh Perseroan) sebagaimana termuat dalam Laporan Hasil Uji Tuntas Hukum tertanggal 8 Desember 2010 berikut tambahan informasi sebagaimana termaktub dalam surat kami tertanggal 17 Desember 2010 ( Laporan Uji Tuntas ) dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku termasuk namun tidak terbatas pada UUPM dan Undang-Undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas ( UUPT ). Pemeriksaan dari segi hukum yang kami lakukan terhadap Perseroan dan PT Smartel meliputi antara lain pemeriksaan terhadap: A. Pendirian dan Anggaran Dasar Perseroan Perseroan berkedudukan di Jakarta Pusat dan didirikan dengan nama PT Mobile-8 Telecom sebagaimana termaktub dalam akta Perseroan Terbatas PT Mobile-8 Telecom No. 11 tanggal 2 Desember 2002, yang dibuat di hadapan Imas Fatimah, S.H., Notaris di Jakarta dan telah memperoleh pengesahan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (sekarang Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia ( Menteri Hukum )) sesuai dengan Surat Keputusannya No. C HT TH.2002 tanggal 16 Desember 2002 dan telah didaftarkan di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Pusat di bawah No. 0285/BH.09.05/II/2003 tanggal 6 Februari 2003 serta telah diumumkan dalam Tambahan No Berita Negara Republik Indonesia No. 18 tanggal 3 Maret Perubahan status Perseroan dari perusahaan tertutup menjadi perusahaan terbuka sebagaimana termaktub dalam akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Perubahan Anggaran Dasar PT Mobile-8 Telecom No. 111 tanggal 18 September 2006 jo. akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Perubahan Anggaran Dasar PT Mobile-8 Telecom No. 112 tanggal 18 September 2006, keduanya dibuat di hadapan Aulia Taufani, S.H., pengganti dari Sutjipto, S.H., Notaris di Jakarta dan telah memperoleh persetujuan Menteri 154

173 Hukum sesuai dengan Surat Keputusannya No. W HT TH.2006 tanggal 22 September 2006 serta telah diumumkan dalam Tambahan No Berita Negara Republik Indonesia No. 92 tanggal 17 November Perubahan anggaran dasar Perseroan yang terakhir adalah sebagaimana termaktub dalam akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Mobile-8 Telecom Tbk No. 54 tanggal 25 Oktober 2010, yang dibuat di hadapan Linda Herawati, S.H., Notaris di Jakarta dan telah memperoleh persetujuan Menteri Hukum sesuai dengan Surat Keputusannya No. AHU AH TH2010 tanggal 3 November 2010 ( Akta No. 54/2010 ). B. Maksud dan Tujuan Perseroan Pada saat Pendapat Hukum ini diterbitkan, maksud dan tujuan Perseroan sebagaimana termaktub dalam akta Pernyataan Keputusan rapat Perubahan Anggaran Dasar PT Mobile-8 Telecom Tbk No. 158 tanggal 24 April 2008, yang dibuat di hadapan Sutjipto, S.H., Notaris di Jakarta dan telah memperoleh persetujuan Menteri Hukum sesuai dengan Surat Keputusannya No. AHU AH Tahun 2008 tanggal 19 Agustus 2008 serta telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan di bawah No. AHU AH Tahun 2008 tanggal 19 Agustus 2008 adalah berusaha dalam bidang telekomunikasi. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut: a. menawarkan jasa telekomunikasi di dalam wilayah Republik Indonesia; b. menyediakan berbagai produk multimedia dan jasa terkait lainnya termasuk tetapi tidak terbatas pada penjualan secara langsung maupun tidak langsung voice services, data/image dan jasa-jasa komersial mobile lainnya; c. membangun, menyewakan dan memiliki jaringan telekomunikasi tanpa kabel di frekwensi 800 MHz (delapan ratus Mega Hertz) yang secara eksklusif berbasis teknologi Code Division Multiple Access ( CDMA ), khususnya teknologi CDMA20001x dan CDMA200 1xEV-DO (Jaringan); d. memperdagangkan barang-barang, perangkat-perangkat dan/atau produk-produk telekomunikasi, termasuk tetapi tidak terbatas import atas barang-barang, perangkat-perangkat dan/atau produk-produk telekomunikasi tersebut; e. mendistribusikan dan menjual barang-barang, perangkat-perangkat dan/atau produk-produk telekomunikasi; f. menyediakan layanan purna jual atas penjualan barang-barang, perangkat-perangkat dan/atau produkproduk telekomunikasi. C. Modal dan Susunan Pemegang Saham Perseroan Pada saat Pendapat Hukum ini diterbitkan, struktur modal dan susunan pemegang saham Perseroan sebagaimana termaktub dalam Akta No. 54/2010 adalah sebagai berikut: SAHAM SERI A RP 100,- PER SAHAM DAN SAHAM SERI RP 50,- PER SAHAM KETERANGAN SAHAM SERI A NILAI NOMIMAL (RUPIAH) SAHAM SERI B NILAI NOMIMAL (RUPIAH) JUMLAH NILAI NOMINAL (RUPIAH) (%) Modal Dasar , , ,- Modal Ditempatkan dan Disetor , , ,- Pemegang Saham: 1. Jerash Investment Ltd 2. Masyarakat 3. Corporate United Investments Ltd 4. PT Etrading Securities , , , , , , , , ,- 100,00 15,1 66,9 9,8 8,3 Saham Dalam Portepel

174 D. Susunan Anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan Sebagaimana termaktub dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Mobile-8 Telecom Tbk No. 62 tanggal 24 Mei 2010, yang dibuat di hadapan Linda Herawati, S.H., Notaris di Jakarta Pusat dan telah diterima dan dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia di bawah No. AHU-AH tanggal 25 Agustus 2010 serta telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan di bawah No. AHU AH Tahun 2010 tanggal 25 Agustus 2010, susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris Presiden Komisaris (Independen) Wakil Presiden Komisaris (Independen) Komisaris (Independen) : Henry Cratein Suryanaga : Sarwono Kusumaatmadja : Reynold Manahan Batubara Direksi Presiden Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur sebagaimana diuraikan dalam Bab VI Laporan Uji Tuntas. : Merza Fachys : Anthony Chandra Kartawiria : Lim Juliana Dotulong : Agus Heryanto Lukas : Yopie Widjaya E. Ijin Kegiatan Usaha dan Dokumen Operasional Perseroan 1. Ijin Kegiatan Usaha Perseroan, antara lain: a. Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 293/KEP/M.KOMINFO/6/2007 tentang Izin Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler PT Mobile-8 Telecom Tbk tanggal 15 Juni 2007, dengan masa berlaku tidak terbatas; b. Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 510/KEP/M.KOMINFO/12/2007 tentang Izin Penyelenggaraan Jaringan Tetap Lokal Tanpa Kabel dengan Mobilitas Terbatas PT Mobile-8 Telecom Tbk tanggal 7 Desember 2007, dengan masa berlaku tidak terbatas; c. Surat No. 076/Dittel/Inf/III/05 tentang Izin Penggunaan kode akses ITKP Single Stage dan Double Stage tanggal 16 Maret 2005, dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi, Departemen Perhubungan, berlaku terus menerus sepanjang tidak ada penetapan lain dari pemerintah. 2. Dokumen Sehubungan Dengan Ketenagakerjaan Perseroan, antara lain: a. Sertifikat Asuransi Sosial Tenaga Kerja (Astek) No. 95FJP023 tanggal 1 Pebruari 2006, yang dikeluarkan oleh PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) dan bukti pembayaran iuran Jamsostek untuk bulan Juli, Agustus dan September 2010; b. Peraturan Perusahaan Perseroan yang telah disahkan sebagaimana termaktub dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja No. KEP. 151/PHIJSK-PKKAD/PP/III/2010 tanggal 22 Maret 2010 tentang Pengesahan Peraturan Perusahaan PT Mobile-8 Telecom Tbk dan berlaku terhitung sejak tanggal 29 Maret 2010 sampai dengan tanggal 28 Maret 2012; c. Wajib lapor ketenagakerjaan oleh Perseroan kepada instansi yang berwenang untuk kantor pusat Perseroan; d. Surat Pernyataan Direksi Perseroan tertanggal 18 Oktober 2010, bahwa Perseroan akan senantiasa melaksanakan ketentuan mengenai upah mínimum yang ditetapkan oleh pemerintah daerah dari waktu ke waktu tanpa mengurangi tunjangan-tunjangan yang telah diberikan sebelumnya kepada karyawan Perseroan. 156

175 3. Dokumen Operasional Perseroan Lainnya a. Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP) No. 58/ /2010 tanggal 18 Januari 2010, yang dikeluarkan oleh Kelurahan Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat yang menerangkan bahwa Perseroan berdomisili di Menara Kebon Sirih (sekarang MNC Tower) Lt , Jl. Kebon Sirih No , Kelurahan Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat dan berlaku hingga 18 Januari 2011; b. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No ; c. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) No tanggal 5 Pebruari 2008, yang dikeluarkan oleh Kepala Suku Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kodya Jakarta Pusat selaku Kepala Kantor Pendaftaran Perusahaan Daerah Tingkat II dan TDP ini berlaku hingga 6 Pebruari 2013; sebagaimana diuraikan dalam Bab VII Laporan Uji Tuntas. F. Aset/Kekayaan Perseroan Aset/kekayaan Perseroan yang dapat didaftarkan terdiri dari benda bergerak maupun tidak bergerak sebagaimna dirinci dalam Bab VIII Laporan Uji Tuntas. G. Perjanjian-perjanjian Perseroan Perjanjian yang dibuat oleh Perseroan dengan pihak lain, antara lain: 1. Perjanjian pinjaman/penerbitan obligasi; 2. Perjanjian kerjasama; 3. Perjanjian teknologi informasi (information techonology); dan 4. Perjanjian sewa menyewa; sebagaimana diuraikan dalam Bab IX Laporan Uji Tuntas. H. Perjanjian-perjanjian sehubungan dengan PUT I 1. Akta Pernyataan Penerbitan Waran Seri II Penawaran Umum Terbatas I PT Mobile-8 Telecom Tbk No. 21 tanggal 5 November 2010 juncto Akta Addendum I Pernyataan Penerbitan Waran Seri II Penawaran Umum Terbatas I PT Mobile-8 Telecom Tbk No. 81 tanggal 16 Desember 2010; 2. Akta Perjanjian Pengelolaan Administrasi Waran Seri II Penawaran Umum Terbatas I PT Mobile--8 Telecom Tbk No. 22 tanggal 5 November 2010 jo. akta Addendum I dan Pernyataan Kembali Perjanjian Pengelolaan Administrasi Waran Seri II Penawaran Umum Terbatas I PT Mobile--8 Telecom Tbk No. 93 tanggal 17 Desember 2010; 3. Akta Pengikatan Diri Untuk Melakukan Jual Beli Saham No. 19 tanggal 5 November 2010; 4. Akta Perjanjian Kesanggupan Pembelian Sisa Saham Dalam Rangka Penawaran Umum Terbatas I PT Mobile-8 Telecom Tbk No. 23 tanggal 5 November 2010 jo. akta Addendum I Perjanjian Kesanggupan Pembelian Sisa Saham Dalam Rangka Penawaran Umum Terbatas I PT Mobile-8 Telecom Tbk No. 92 tanggal 17 Desember 2010; dan 5. Akta Perjanjian Pengelolaan Administrasi Saham dan Agen Pelaksanaan Dalam Rangka Penawaran Umum Terbatas I PT Mobile-8 Telecom Tbk No. 20 tanggal 5 November 2010 jo. Addendum I Perjanjian Pengelolaan Administrasi Saham dan Agen Pelaksanaan Dalam Rangka Penawaran Umum Terbatas I PT Mobile-8 Telecom Tbk No. 94 tanggal 17 Desember 2010, keduanya dibuat di hadapan Linda Herawati, S.H., Notaris di Jakarta; semua akta tersebut dalam angka 1 sampai dengan 5 di atas dibuat di hadapan Linda Herawati, SH., Notaris di Jakarta (selanjutnya disebut Perjanjian Emisi ). I. Dokumen Lainnya 1. Surat keterangan dari badan peradilan /badan arbitrase sehubungan dengan ada/tidaknya perkara yang sedang dihadapi oleh Perseroan dengan susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan yaitu: 157

176 NO. NAMA PENGADILAN/ BADAN ABITRASE SURAT KETERANGAN PENGADILAN/ BADAN ARBITRASE NOMOR TANGGAL KETERANGAN a. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat b. Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta W10.UI.PMH/415/I X/2010/03 W2-TUN1.394/ HK.06/IX/ menerangkan bahwa sejak tahun 2007 hingga dikeluarkannya surat keterangan ini, Perseroan dengan susunan anggota Direksi dan Dewan Komisarisnya tidak terdaftar/tercatat dalam register perkara perdata dan pidana di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat., kecuali perkara No.: 0247/Pdt.G/2010/JKT.Pst antara Perseroan sebagai Penggugat dan Financing, Inc sebagai Tergugat, yang sampai saat ini masih dalam proses persidangan menerangkan bahwa sejak tanggal 1 Januari 2007 sampai dengan tanggal dikeluarkannya surat keterangan ini, Perseroan dengan susunan anggota Direksi dan Dewan Komisarisnya tidak terdaftar dalam suatu sengketa tata usaha negara di Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta sebagai pihak, baik sebagai Penggugat, Tergugat maupun Intervensi. c. Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat d. Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) W10.U1/3712/Pdt. 02/IX/2010/ /SKB/IX/BA NI/WD menerangkan bahwa sejak tahun 2007 sampai dengan tanggal dikeluarkannya surat keterangan ini, Perseroan dengan susunan anggota Direksi dan Dewan Komisarisnya tidak terdaftar sebagai pihak (baik Pemohon atau Termohon) dalam register kepailitan/penundaan Kewajiban Pembayaran Utang di Kepaniteraan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menerangkan bahwa untuk periode tahun 2008, 2009, dan sampai dengan tanggal surat ini, Perseroan dengan susunan anggota Direksi dan Dewan Komisarisnya tidak terdaftar dalam register arbitrase di Badan Arbitrase Nasional Indonesia. e. Pengadilan Pajak S-965/SP.5/ menerangkan bahwa selama kurun waktu terhitung sejak tanggal 12 April 2002 sampai dengan tanggal 28 September 2010, Perseroan dengan susunan anggota Direksi dan Dewan Komisarisnya tidak terdaftar dalam register perkara di Pengadilan Pajak, kecuali perkara perpajakan yang terdaftar pada Pengadilan Pajak di bawah No tanggal 4 Mei 2007, yang diajukan oleh Perseroan (selaku Pemohon Banding) dan saat ini perkara tersebut sedang dalam proses peninjauan kembali. f. Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat W7.DC.PHI/601/IX /2010/ menerangkan bahwa sejak tanggal 14 Januari 2006 hingga dikeluarkannya surat keterangan ini, Perseroan dengan susunan anggota Direksi dan Dewan Komisarisnya tidak tercatat sebagai pihak (baik Penggugat, Turut Penggugat, Tergugat, Para Tergugat, Pelawan, Terlawan, 158

177 NO. NAMA PENGADILAN/ BADAN ABITRASE SURAT KETERANGAN PENGADILAN/ BADAN ARBITRASE NOMOR TANGGAL KETERANGAN Pembantah, Terbantah) di Kepaniteraan Pengadilan Hubungan Industrial DKI Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. 2. Perkara yang melibatkan Perseroan sebagai pihak sebagaimana diuraikan dalam Bab XI Laporan Uji Tuntas. 3. Surat Pernyataan-Surat Pernyataan yang diterbitkan oleh Perseroan termasuk No. 215/M8Tbk-CS/XII/2010 tanggal 15 Desember 2010 mengenai tersedianya dana untuk pelunasan bunga dan denda Obligasi. J. Dokumen korporasi PT Smartel Pemeriksaan terhadap PT Smartel meliputi antara lain: 1. Pendirian PT Smartel; 2. Anggaran Dasar PT Smartel; 3. Riwayat Kepemilikan Modal dan Pemegang Saham PT Smartel 4. Pemegang Saham PT Smartel; 5. Maksud dan Tujuan PT Smartel; 6. Direksi dan Dewan Komisaris PT Smartel; 7. Ijin-ijin dan Dokumen Operasional PT Smartel; 8. Aset PT Smartel; 9. Perjanjian antara PT Smartel dengan Pihak Lainnya; 10. Perkara Yang Sedang Dihadapi PT Smartel; 11. Dokumen Lainnya. Sebagaimana dirinci dalam Lampiran Laporan Uji Tuntas. Dalam melakukan pemeriksaan dari segi hukum tersebut di atas, kami mengasumsikan bahwa: (i) (ii) (iii) (iv) selain dari dokumen-dokumen yang telah kami terima untuk melaksanakan uji tuntas dari segi hukum, tidak ada dokumen-dokumen lain mengenai perubahan anggaran dasar, perubahan susunan anggota Direksi maupun susunan anggota Dewan Komisaris, pembubaran dan likuidasi, ijin-ijin usaha, ataupun pencabutan/pembatalan/pembekuan perijinan, serta dokumen-dokumen lain yang berkaitan dengan pendirian, pengaturan, keberadaan, pelaksanaan kegiatan usaha, kekayaan dari Perseroan maupun perjanjian-perjanjian antara Perseroan dengan pihak lain yang belum diserahkan kepada kami; semua dokumen yang disampaikan dalam bentuk salinan/copy adalah sama dengan aslinya; semua tanda tangan yang ada pada dokumen asli dari semua dokumen yang disampaikan kepada kami adalah tanda tangan asli dari orang-orang yang mempunyai kewenangan dan kecakapan hukum untuk menandatangani dokumen-dokumen tersebut; dan semua pernyataan mengenai atau sehubungan dengan fakta material sebagaimana dimuat dalam dokumen-dokumen yang disampaikan adalah benar. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, kami sebagai konsultan hukum independen menyampaikan Pendapat Hukum dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia sebagai berikut: 159

178 a. Perseroan yang bernama PT Mobile-8 Telecom Tbk adalah perseroan terbatas terbuka yang didirikan dengan sah menurut dan berdasarkan peraturan perundang-undangan Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta Pusat serta diakui sebagai subjek pajak sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. Sampai diterbitkannya Pendapat Hukum ini, semua perubahan atas anggaran dasar Perseroan telah disetujui dan/atau didaftarkan oleh/pada instansi yang berwenang serta diumumkan sesuai ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Selain penyesuaian format maksud dan tujuan dengan format yang ditentukan dalam Peraturan Bapepam dan LK No. IX.J.1, Anggaran Dasar Perseroan telah memenuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku sebagai perusahaan terbuka. b. Perseroan telah memperoleh ijin-ijin yang diperlukan dan melakukan pendaftaran yang disyaratkan untuk menjalankan kegiatan usahanya dan sampai dengan tanggal diterbitkannya Pendapat Hukum ini ijin-ijin tersebut masih berlaku. Perseroan melaksanakan kegiatan usahanya sesuai dengan maksud dan tujuan yang tercantum dalam Anggaran Dasarnya serta ijin-ijin yang telah diperoleh. c. Saham-saham Perseroan telah diterbitkan dengan sah dan telah diambil bagian dan disetor penuh oleh masingmasing pemegang saham Perseroan sesuai dengan anggaran dasar Perseroan. Perolehan saham Perseroan oleh para pemegang sahamnya melalui konversi hutang telah memenuhi ketentuan dalam anggaran dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perolehan saham Perseroan oleh para pemegang sahamnya melalui konversi bunga dan denda dengan memperhatikan: - Peningkatan modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor sebagai akibat dari konversi hutang usaha maupun hutang Obligasi beserta bunga dan denda telah dilaksanakan dan telah mendapatkan persetujuan dari serta telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia; - Terdapat ketentuan sebagaimana termaktub dalam Pasal 1425 KUHPerdata yang mengatur sebagai berikut: Jika dua orang saling berutang satu pada yang lain, maka terjadilah antara mereka suatu perjumpaan, dengan mana utang-utang antara kedua orang tersebut dihapuskan, dengan cara dan dalam hal-hal yang akan disebutkan sesudah ini ; - Perseroan mempunyai cukup dana tunai untuk melunasi bunga dan denda Obligasi kepada pemegang Obligasi sebagaimana tercantum dalam Laporan Keuangan untuk tahun buku 2009, yang dinyatakan dalam Surat Pernyataan. adalah sah karena (i) telah tersedia dana tunai yang cukup untuk membayar bunga dan denda Obligasi I Mobile- 8 Telecom Tahun 2007 Dengan Tingkat Bunga Tetap ( Obligasi ) sebagaimana tercantum dalam laporan keuangan Perseroan; (ii) penambahan modal untuk menampung hasil konversi bunga dan denda Obligasi yang telah dilaksanakan adalah sesuai dengan ketentuan mengenai perjumpaan hutang sebagaimana diatur dalam Pasal 1425 KUHPerdata; dan (iii) pilihan pemegang Obligasi untuk menerima saham sebagai pengganti pembayaran tunai atas hutang berupa bunga dan denda Obligasi yang wajib dibayar oleh Perseroan kepada pemegang Obligasi tidak bertentangan dengan ketentuan dalam Pasal 35 UUPT mengingat bahwa tersedia uang tunai dalam jumlah yang cukup untuk membayar bunga dan denda Obligasi. Saham mempunyai hak yang sama dengan saham lainnya yang telah diterbitkan oleh Perseroan. Saham yang diterbitkan melalui pelaksanaan Waran Seri II mempunyai hak yang sama dengan saham lain yang telah diterbitkan oleh Perseroan. 160

179 d. Waran Seri II yang diterbitkan bersamaan dengan Saham dikeluarkan sesuai dengan ketentuan Peraturan No. IX.D.1 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-26/PM/2003 tanggal 17 Juli 2003 tentang Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. e. Masing-masing anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan telah diangkat sesuai dengan ketentuan dalam anggaran dasar Perseroan serta telah didaftarkan sesuai dengan peraturan yang berlaku dan karenanya sah bertindak dalam kewenangannya masing-masing sebagai anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan. f. Karyawan Perseroan dipekerjakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku termasuk pemenuhan Perseroan mengenai ketentuan upah minimum dan Jamsostek. Peraturan Perusahaan Perseroan sah berlaku dan mengikat Perseroan dan karyawannya. g. Kekayaan Perseroan berupa tanah dan bangunan, kendaraan mobil, dan sepeda motor yang terdaftar atas nama Perseroan memberi hak kepada Perseroan sebagai pemilik untuk dilaksanakan terhadap kekayaan tersebut dan sepanjang pengetahuan kami, kekayaan tersebut tidak sedang dalam sengketa serta sebagian kekayaan tersebut telah diasuransikan. Kekayaan Perseroan berupa tanah dan bangunan yang diperoleh berdasarkan akta penggabungan sebagaimana diatur dalam Pasal 122 ayat 3 UUPT maupun akta jual beli yang diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, meskipun belum dibalik nama atas nama Perseroan memberikan hak kepada Perseroan sebagai pemilik untuk dilaksanakan terhadap kekayaan tersebut. Perangkat telekomunikasi yang dipergunakan oleh Perseroan sehubungan dengan kegiatan usahanya sesuai dengan surat pernyataan Perseroan tertanggal 2 Nopember 2010 merupakan hak Perseroan dengan memperhatikan ketentuan dalam Pasal 1977 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). h. Perseroan telah memberikan jaminan perusahaan terhadap penerbitan dan pelaksanaan kewajiban berdasarkan Indenture tanggal 15 Agustus 2007 (US$ ,-) (11,25% Guaranteed Senior Notes 2013) yang diterbitkan oleh anak perusahaan yang dimiliki 100% oleh Perseroan yaitu Mobile-8 Telecom Finance Company B.V. sehingga berlaku ketentuan dalam Pasal 1131 dan Pasal 1132 KUHPerdata dimana seluruh kekayaan Perseroan menjadi jaminan bagi kewajiban Perseroan berdasarkan jaminan perusahaan yang diberikan tersebut. i. Aspek hukum Perseroan termasuk struktur permodalan Perseroan dan susunan pemegang saham Perseroan dalam Prospektus adalah sesuai dengan hasil pemeriksaan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Uji Tuntas. j. Perseroan tidak terlibat sebagai pihak dalam perkara perdata, pidana, ketenagakerjaan, perpajakan, kepailitan ataupun arbitrase di muka pengadilan/ badan arbitrase yang secara material dapat mempengaruhi kegiatan usaha Perseroan. k. Pada saat ini Perseroan belum dapat memenuhi kewajibannya membayar bunga yang telah jatuh tempo berdasarkan akta Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi I Mobile-8 Telecom Tahun 2007 Dengan Tingkat Bunga Tetap No. 191 Tanggal 22 Januari 2007 jis. akta Addendum Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi I Mobile 8 Telecom Tahun 2007 Dengan Tingkat Bunga Tetap No. 114 tanggal 22 Februari 2007 yang dibuat di hadapan Sutjipto, S.H., Notaris di Jakarta, akta Addendum II Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi I Mobile-8 Telecom Tahun 2007 Dengan Tingkat Bunga Tetap No.73 tanggal 17 Juli 2009 yang dibuat di hadapan Aulia Taufani, S.H., pengganti dari Sutjipto, S.H., Notaris di Jakarta dan akta Addendum III Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi I Mobile-8 Telecom Tahun 2007 Dengan Tingkat Bunga Tetap No. 01 tanggal 1 September 2010 yang dibuat di hadapan Linda Herawati, S.H., Notaris di Jakarta, namun berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) tanggal 23 November 2010, telah disetujui bahwa pembayaran kupon ke-14 beserta dendanya akan dilakukan selambat-lambatnya tanggal 15 Desember 2010, namun hingga saat diterbitkannya Pendapat 161

180 Hukum ini belum dilaksanakan karena menunggu pernyataan pendaftaran menjadi efektif untuk HMETD. Penundaan pembayaran kupon obligasi ke-14 pada tanggal 15 Desember 2010 tersebut menyebabkan saham Perseroan tetap di-suspend. l. Perjanjian-perjanjian antara Perseroan dengan pihak lain termasuk perjanjian sewa menyewa menara telah ditandatangani oleh pihak-pihak yang berwenang dan karenanya sah dan mengikat Perseroan. Penerbitan Saham serta Waran Seri II tidak melanggar ketentuan dalam perjanjian-perjanjian Perseroan dengan pihak lain. Tidak terdapat pembatasan-pembatasan (negative covenants) dalam perjanjian-perjanjian pinjaman antara Perseroan dengan pihak lain yang dapat merugikan hak pemegang saham Perseroan, khususnya pemegang saham publik. m. Masing-masing Perjanjian Emisi telah ditandatangani oleh pihak yang berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku termasuk anggaran dasar masing-masing pihak dan ketentuan-ketentuan dalam masing-masing Perjanjian Emisi tidak bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku dan mengikat para pihak di dalamnya dan pelaksanaannya terhadap para pihak dapat dipaksakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. n. Tujuan penggunaan dana hasil penerbitan Saham setelah dikurangi dengan biaya emisi untuk membeli 99% saham PT Smartel dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Saham Pemegang Saham PT Smartel sedang dijaminkan untuk kepentingan Kreditor PT Smartel yaitu China Development Bank dan pelaksanaan pengambilalihan saham PT Smartel telah memperoleh persetujuan dari China Development Bank sesuai dengan suratnya tertanggal 6 Desember Dengan memperhatikan catatan di bawah ini, apabila PT Smartel lalai memenuhi kewajibannya berdasarkan US$ Buyer s Credit Facility Agreement tanggal 28 Desember 2006 jo. Amendment and Release Agreement tanggal 22 Februari 2010, maka kelalaian tersebut menimbulkan hak bagi China Development Bank untuk mengeksekusi gadai atas saham-saham tersebut, yang apabila dilaksanakan maka Perseroan dapat kehilangan hak atas saham-saham tersebut namun di pihak lain tetap mempunyai hak subrogasi terhadap PT Smartel yang menjadi debitor China Development Bank. o. Khusus mengenai PT Smartel: - PT Smartel adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan dengan sah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; - Seluruh saham yang dikeluarkan oleh PT Smartel telah disetor penuh oleh para pemegang sahamnya; Peralihan kepemilikan saham dalam PT Smartel telah dilaksanakan sesuai dengan anggaran dasarnya dan peraturan perundang-undangan yang berlaku; - PT Smartel telah memperoleh ijin-ijin yang diperlukan dan melakukan pendaftaran yang disyaratkan untuk melaksanakan kegiatan usahanya dalam bidang telekkomunikasi; - Kekayaan PT Smartel yang didaftarkan atas nama PT Smartel memberikan hak yang penuh sebagai pemilik untuk dilaksanakan terhadap kekayaan tersebut; Kekayaan PT Smartel berupa tanah dan bangunan yang diperoleh berdasarkan akta penggabungan sebagaimana diatur dalam Pasal 122 ayat 3 UUPT maupun akta jual beli yang diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, meskipun belum dibalik nama atas nama PT Smartel memberikan hak kepada PT Smartel sebagai pemilik untuk dilaksanakan terhadap kekayaan tersebut. Perangkat telekomunikasi yang dipergunakan oleh PT Smartel sehubungan dengan kegiatan usahanya sesuai dengan surat pernyataan PT Smartel No. 033/LO/LGL/Smart/X/I/2010 tanggal 5 November 2010 merupakan hak PT Smartel dengan memperhatikan ketentuan dalam Pasal 1977 KUHPerdata; - Perjanjian-perjanjian antara PT Smartel dengan pihak lain termasuk perjanjian sewa menyewa menara telah ditandatangani oleh pihak-pihak yang berwenang dan karenanya sah dan mengikat PT Smartel; - rencana penjualan saham-saham dalam PT Smartel kepada Perseroan tidak bertentangan dengan perjanjian-perjanjian yang dibuat oleh PT Smartel dengan pihak lain; 162

181 - PT Smartel tidak terlibat dalam perkara perdata, pidana, ketenagakerjaan, tata usaha negara, dan arbitrase yang secara material dapat mempengaruhi kegiatan usaha PT Smartel serta tidak sedang dimohonkan kepailitan atau penundaan kewajiban pembayaran hutang di pengadilan niaga; - PT Smartel sedang memohon kebijaksanaan dari Menteri Komunikasi dan Informatika untuk meninjau kembali tagihan Biaya Hak Penggunaan frekuensi radio yang dinilai oleh PT Smartel menggunakan dasar penilaian yang keliru; - Tujuan penggunaan dana hasil penerbitan Saham untuk membeli 99% saham PT Smartel dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, anggaran dasar PT Smartel serta anggaran dasar masing-masing Pemegang Saham PT Smartel. Pendapat Hukum ini diterbitkan dengan catatan sebagai berikut: - Kecuali secara khusus dikesampingkan oleh para pihak dalam Penawaran Umum Saham yang berhubungan dengan peraturan perundang-undangan yang sifatnya mengatur (tidak mengikat), maka seluruh peraturan perundang-undangan Republik Indonesia yang ada hubungannya dengan Penawaran Umum Saham berlaku bagi para pihak, termasuk tetapi tidak terbatas pada ketentuan dalam KUHPerdata khususnya ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 1338 KUHPerdata. - Pelaksanaan kewajiban-kewajiban oleh dan terhadap pemegang saham Perseroan tunduk kepada peraturan perundang-undangan tentang kepailitan, reorganisasi dan penundaan kewajiban pembayaran utang serta peraturan perundang-undangan lainnya yang berlaku umum. - Penawaran Umum Saham melalui HMETD baru dapat dilaksanakan setelah pernyataan pendaftaran Perseroan menjadi efektif serta diperolehnya persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan. Pendapat hukum ini kami buat dengan sebenarnya selaku konsultan hukum yang independen dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dengan merujuk pada peraturan perundang-undangan yang berlaku dan kami bertanggung jawab atas isi pendapat hukum ini. Pendapat Hukum ini dialamatkan kepada dan sepenuhnya untuk kepentingan Bapepam dan LK serta Perseroan, dan kecuali dengan persetujuan tertulis dari kami, tidak diperkenankan diberikan atau dipergunakan oleh pihak lain. Hormat kami, TUMBUAN PANE Marjan E. Pane 163

182 Halaman ini sengaja dikosongkan

183 XVII. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI PERSEROAN 165

184 Halaman ini sengaja dikosongkan 162

185

186 Halaman ini sengaja dikosongkan 149

187 169

188 170

189 171

190 Halaman ini sengaja dikosongkan 149

191 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Neraca Konsolidasi Consolidated Balance Sheets 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, Agustus/ 31 Desember/ 31 Desember/ Catatan/ August 31, December 31, December 31, Notes Rp Rp Rp ASET ASSETS ASET LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 2d,2g,2h,5,41, Cash and cash equivalents Investasi jangka pendek 2d,2h,6,41, Short-term investments Piutang usaha 2d,2h,7,41,42 Trade accounts receivable Pihak hubungan istimewa 2e, Related parties Pihak ketiga - setelah dikurangi Third parties - net of allowance penyisihan piutang ragu-ragu sebesar for doubtful accounts of Rp periode 2010, Rp 22,441,750,109 in 2010, Rp tahun 2009 dan Rp 12,265,914,335 in 2009 and Rp tahun Rp 8,950,704,253 in 2008 Piutang lain-lain 2h,41, Other accounts receivable Persediaan - setelah dikurangi penyisihan Inventories - net of allowance penurunan nilai persediaan sebesar for decline in value of Rp i, Rp3,168,744,260 Pajak dibayar dimuka 2t, Prepaid taxes Biaya dibayar dimuka 2j, Prepaid expenses Aset lancar lain-lain Other current assets Jumlah Aset Lancar Total Current Assets ASET TIDAK LANCAR NONCURRENT ASSETS Aset pajak tangguhan - bersih 2t, Deferred tax assets - net Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Property and equipment - net of accumulated Rp periode 2010, depreciation of Rp 1,393,745,070,520 in 2010 Rp tahun 2009 dan Rp 1,162,827,676,968 in 2009 and Rp tahun k,2l,12,17, and Rp 1,192,581,303,846 in 2008 Goodwill dan aset tidak berwujud Goodwill and other intangible asset - lainnya - setelah dikurangi amortisasi net of accumulated amortization of sebesar Rp periode 2010, Rp 107,901,370,149 in 2010, Rp tahun 2009 dan Rp 99,681,378,365 in 2009 and Rp tahun m, Rp 87,351,390,793 in 2008 Beban tangguhan - bersih 2n, Deferred charges - net Biaya dibayar dimuka jangka panjang 2j, Long-term prepaid expenses Aset lain-lain 2d,15, Other assets Jumlah Aset Tidak Lancar Total Noncurrent Assets JUMLAH ASET TOTAL ASSETS Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan See accompanying notes to consolidated financial statements bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi. which are an integral part of the consolidated financial statements. 173

192 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Neraca Konsolidasi Consolidated Balance Sheets 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 (Lanjutan) August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 (Continued) 31 Agustus/ 31 Desember/ 31 Desember/ Catatan/ August 31, December 31, December 31, Notes Rp Rp Rp KEWAJIBAN DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY KEWAJIBAN LANCAR CURRENT LIABILITIES Hutang usaha 2d,2h,16,25,41,42 Trade accounts payable Pihak hubungan istimewa 2e, Related parties Pihak ketiga Third parties Hutang jangka pendek 17,41, Short-term loans Hutang lain-lain 18,41, Other accounts payable Hutang pajak 2t, Taxes payable Biaya masih harus dibayar 2d,2h,20,40,41, Accrued expenses Pendapatan diterima dimuka Unearned revenues Uang jaminan pelanggan Deposits from customers Hutang sewa pembiayaan jangka panjang Current portion of long-term yang jatuh tempo dalam satu tahun 2h,2l,24, lease liabilities Jumlah Kewajiban Lancar Total Current Liabilities KEWAJIBAN TIDAK LANCAR NONCURRENT LIABILITIES Hutang kepada pihak hubungan istimewa 2d,2e,2h,40, Due to related parties Hutang sewa pembiayaan - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo Long-term lease liabilities - net of dalam satu tahun 2h,2l,24, current portion Hutang obligasi 2d,2h,23,41, Bonds payable Kewajiban imbalan pasca kerja 2s, Post-employment benefits obligation Jumlah Kewajiban Tidak Lancar Total Noncurrent Liabilities Jumlah Kewajiban Total Liabilities EKUITAS EQUITY Modal saham Capital stock Tahun 2010 dan 2009: In 2010 and 2009: - Seri A - nilai nominal Rp100 per saham - Series A - Rp100 par value per share - Seri B - nilai nominal Rp50 per saham - Series B - Rp50 par value per share Tahun nilai nominal Rp100 per saham In Rp100 par value per share Modal dasar Authorized: Tahun 2010 dan 2009: In 2010 and 2009: - Seri A saham - Series A - 20,235,872,427 shares - Seri B saham - Series B - 119,528,255,146 shares Tahun saham In ,000,000,000 shares Modal disetor Issued and paid-up: Tahun 2010: In 2010: - Seri A saham - Series A - 20,235,872,427 shares - Seri B saham - Series B - 16,800,141,007 shares Tahun 2009: In 2009: - Seri A saham - Series A - 20,235,872,427 shares - Seri B saham - Series B - 12,797,783,900 shares Tahun saham In ,235,872,427 shares Tambahan modal disetor Additional paid-up capital Difference in value arising from restructuring Selisih nilai transaksi restrukturisasi transactions among entities under entitas sepengendali common control Saldo laba (defisit) Retained earnings (deficit) Ditentukan penggunaannya Appropriated Tidak ditentukan penggunaannya ( ) ( ) ( ) Unappropriated Jumlah Ekuitas Total Equity JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS TOTAL LIABILITIES AND EQUITY Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan See accompanying notes to consolidated financial statements bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi. which are an integral part of the consolidated financial statements. 174

193 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Laporan Laba Rugi Konsolidasi Consolidated Statements of Operations Untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 dan For the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 For the Years Ended December 31, 2009 and Agustus/ 31 Desember/ 31 Desember/ August 31, December 31, December 31, Catatan/ Notes (8 bulan/months ) (12 bulan/months ) (12 bulan/months ) Rp Rp Rp PENDAPATAN USAHA 2e,2q,28,40,50 OPERATING REVENUES Pendapatan usaha bruto Gross operating revenues Diskon ( ) ( ) ( ) Discount Jumlah Pendapatan Usaha Bruto setelah dikurangi Diskon Net Operating Revenues BEBAN USAHA 2q OPERATING EXPENSES Operasi, pemeliharaan dan jasa Operations, maintenance and telekomunikasi 29,40, telecommunication services Penyusutan dan amortisasi 2k,12,14, Depreciation and amortization Penjualan dan pemasaran Sales and marketing Karyawan 32, Personnel Umum dan administrasi General and administrative Jumlah Beban Usaha Total Operating Expenses RUGI USAHA ( ) ( ) ( ) LOSS FROM OPERATIONS PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN OTHER INCOME (EXPENSES) Keuntungan (kerugian) kurs mata uang asing - bersih 2d ( ) Gain (loss) on foreign exchange - net Penghasilan bunga Interest income Keuntungan atas realisasi selisih nilai Realized gain arising from restructuring transaksi restrukturisasi entitas transactions among entities under sepengendali common control Keuntungan (kerugian) penjualan dan Gain (loss) on sale of property and penghapusan aset tetap 2k,12 ( ) equipment Amortisasi goodwill 2m,13 ( ) ( ) ( ) Amortization of goodwill Penghasilan (rugi) investasi 6 ( ) Investment income (loss) Keuntungan (kerugian) bersih transaksi Net gain (loss) on derivative derivatif 2h,46 ( ) ( ) transactions Interest expense and other Beban bunga dan keuangan lainnya 34 ( ) ( ) ( ) financial charges Lain-lain - bersih ( ) ( ) ( ) Others - net Pendapatan (Beban) Lain-lain - Bersih ( ) ( ) Other Income (Expenses) - Net RUGI SEBELUM PAJAK ( ) ( ) ( ) LOSS BEFORE TAX PENGHASILAN (BEBAN) PAJAK 2t,36 TAX BENEFIT (EXPENSE) Pajak kini ( ) ( ) - Current tax Pajak tangguhan ( ) ( ) Deferred tax Jumlah ( ) ( ) Total RUGI BERSIH ( ) ( ) ( ) NET LOSS RUGI PER SAHAM DASAR 2u,38 (27,14) (34,54) (52,82) BASIC LOSS PER SHARE Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan See accompanying notes to consolidated financial statements bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi. which are an integral part of the consolidated financial statements 175

194 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi Consolidated Statements of Changes in Equity Untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 dan For the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 For the Years Ended December 31, 2009 and 2008 Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali/ Difference in Value Arising from Restructuring Saldo Laba (Defisit)/Retained Earnings (Deficit) Tambahan Modal Modal Disetor/ Transactions Among Ditentukan Tidak Ditentukan Catatan/ Disetor/ Additional paid-up Entities under Penggunaannya/ Penggunaannya/ Jumlah Ekuitas/ Notes Capital Stock capital Common Control Appropriated Unappropriated Total Equity Rp Rp Rp Rp Rp Rp Saldo per 1 Januari ( ) Balance as of January 1, 2008 Rugi bersih tahun berjalan ( ) Net loss for the year Saldo per 31 Desember ( ) Balance as of December 31, 2008 Penerbitan modal saham selama tahun berjalan Issuance of shares of stock Keuntungan atas realisasi selisih nilai Reversal of difference in value of transaksi restrukturisasi 27 restructuring transactions among entitas sepengendali - - ( ) - - ( ) entities under common control Rugi bersih tahun berjalan ( ) ( ) Net loss for the year Saldo per 31 Desember ( ) Balance as of December 31, 2009 Saldo pada tanggal 1 Januari ( ) Balance as of January 1, 2010 Dampak penerapan awal atas PSAK 50 (Revisi 2006) Effect of first adoption of PSAK 50 (Revised 2006) and dan PSAK 55 (Revisi 2006) 2b ( ) ( ) PSAK 55 (Revised 2006) Saldo pada tanggal 1 Januari 2010 setelah Balance at January 1, 2010, after effect of dampak penerapan awal PSAK 50 (Revisi 2006) first adoption of PSAK 50 (Revised 2006) dan PSAK 55 (Revisi 2006) ( ) and PSAK 55 (Revised 2006) Penerbitan modal saham selama tahun berjalan Issuance of shares of stock Rugi bersih periode berjalan ( ) ( ) Net loss for the period Saldo per 31 Agustus ( ) Balance as of August 31, 2010 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan See accompanying notes to consolidated financial statements bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi. which are an integral part of the consolidated financial statements. 176

195 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Laporan Arus Kas Konsolidasi Consolidated Statements of Cash Flows Untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 dan For the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 For the Years Ended December 31, 2009 and Agustus/ 31 Desember/ 31 Desember/ August 31, December 31, December 31, (8 bulan/months ) (12 bulan/months ) (12 bulan/months ) Rp Rp Rp ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES Penerimaan kas dari pelanggan Cash receipts from customers Pembayaran kas kepada pemasok ( ) ( ) ( ) Cash paid to suppliers Pembayaran kas kepada karyawan ( ) ( ) ( ) Cash paid to employees Kas digunakan untuk dari operasi ( ) ( ) ( ) Net cash used in operations Penerimaan restitusi pajak Cash receipts from tax refund Penerimaan bunga Interest received Pembayaran pajak penghasilan ( ) ( ) ( ) Income tax paid Pembayaran beban bunga dan keuangan ( ) ( ) ( ) Interest expense and financial charges paid Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi ( ) ( ) ( ) Net Cash Used in Operating Activities ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI NET CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES Pencairan investasi jangka pendek Proceeds from redemption of short-term investments Hasil bersih penjualan aset tetap Net proceeds from sale of property and equipment Penurunan bank yang dibatasi penggunaannya Withdrawal of restricted cash in bank Penempatan investasi jangka pendek - - ( ) Placement in short-term investments Perolehan aset tetap ( ) ( ) ( ) Acquisitions of property and equipment Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan Untuk) Net Cash Provided by (Used in) Aktivitas Investasi ( ) Investing Activities ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES Pembayaran hutang kepada Payment of accounts payable pihak hubungan istimewa - bersih - ( ) ( ) to related parties - net Penerimaan dari hutang jangka pendek Proceeds from short-term loans Pembayaran atas hutang sewa pembiayaan ( ) ( ) ( ) Payment of lease liabilities Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Net Cash Provided by (Used in) Aktivitas Pendanaan ( ) Financing Activities KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN NET INCREASE (DECREASE) IN CASH AND SETARA KAS ( ) CASH EQUIVALENTS CASH AND CASH EQUIVALENTS KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE AT THE BEGINNING OF THE PERIOD Pengaruh perubahan kurs mata uang asing ( ) ( ) Effect of foreign exchange rate changes CASH AND CASH EQUIVALENTS AT THE KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE END OF THE PERIOD PENGUNGKAPAN TAMBAHAN Aktivitas investasi dan pendanaan yang tidak SUPPLEMENTAL DISCLOSURES mempengaruhi kas: Noncash investing and financing activities: Pembayaran hutang melalui penerbitan saham Conversion of liabilities into shares of stock (Catatan 25) (Note 25) Hutang timbul dari penambahan aset tetap Liabilities arising from acquisition of property melalui: and equipment: Hutang usaha (Catatan 16) Accounts payable (Note 16) Hutang sewa pembiayaan (Catatan 24) Lease liabilities (Note 24) Kenaikan (penurunan) nilai aset bersih investasi Increase (decrease) in net asset value of jangka pendek (Catatan 6) ( ) short-term investments (Note 6) Penambahan aset tetap melalui Borrowing cost capitalized to property and kapitalisasi biaya pinjaman (Catatan 12) equipment (Note 12) Penambahan nilai aset tetap melalui Foreign exchange difference capitalized to kapitalisasi selisih kurs (Catatan 12) property and equipment (Note 12) Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan See accompanying notes to consolidated financial statements bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi. which are an integral part of the consolidated financial statement 177

196 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Umum 1. General a. Pendirian dan Informasi Umum a. Establishment and General Information PT M obile-8 T elecom Tbk ( Perusahaan ) didirikan berdasarkan akta N o. 11 tanggal 2 Desember 2002 dari Imas Fatimah, S.H., notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh M enteri Kehakiman dan H ak Asasi M anusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusanny a No. C HT TH.2002 tanggal 16 Desember 2002, y ang dimuat dalam Tambahan N o. 1772, Berita N egara Republik Indonesia N o.18 tanggal 3 Maret Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir dilakukan dengan akta No. 71 tanggal 27 M ei 2010 dari Linda Herawati, S.H., notaris di Jakarta, mengenai perubahan modal y ang ditempatkan Perusahaan. Perubahan ini telah diterima dan disetujui oleh Kementerian H ukum dan Hak Asasi Manusia R epublik Indonesia dalam Surat No. AHU-AH Sesuai dengan ketentuan Pasal 3 Anggaran D asar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah melakukan kegiatan usaha dalam bidang telekomunikasi, y ang seluruhny a telah diselenggarakan oleh Perusahaan dengan ruang lingkup kegiatan usaha adalah sebagai berikut: a. M enawarkan jasa telekomunikasi di dalam wilayah Republik Indonesia; b. Menyediakan berbagai produk multimedia dan jasa terkait lainny a, termasuk tetapi tidak terbatas pada penjualan secara langsung maupun tidak langsung voice services, data/image dan jasa-jasa komersial mobile lainnya; c. Membangun, meny ewakan dan memiliki jaringan telekomunikasi tanpa kabel di frekuensi 800 M Hz yang secara eksklusif berbasis teknologi Code Division Multiple Access (C DMA), khususnya teknologi CDMA X dan 1X EVDO; d. M emperdagangkan barang-barang, perangkat-perangkat dan/atau produkproduk telekomunikasi, termasuk tetapi tidak terbatas pada impor atas barangbarang, perangkat-perangkat dan/atau produk-produk telekomunikasi tersebut; PT Mobile-8 Telecom Tbk (the Company ) was established based on N otarial D eed No. 11 dated on December 2, 2002 of Imas Fatimah, S.H., public notary in Jakarta. The Deed of Establishment w as approv ed by the Minister of Justice and Human Rights of the R epublic of Indonesia in his Decision Letter N o. C HT TH.2002 dated on D ecember 16, 2002, as stated in Supplement N o to State G azette of the R epublic of Indonesia N o. 18, dated on M arch 3, T he C ompany s Article of Association hav e been amended several times, most recently through N otarial D eed N o. 71 dated on May 27, 2010 of Linda H erawati, S.H., public notary in Jakarta, concerning the change in paid up capital of the C ompany. These changes hav e been receiv ed and approved by the M inister of Justice and Human Rights of the Republic of Indonesia in Letter No. AHU-AH In accordance with Article 3 of the Article of Association, the C ompany s objectiv e and purpose is to conduct business in the area of telecommunication, all of w hich have been held by the C ompany w ith the following scope of activities: a. Offer telecommunication serv ices in the Republic of Indonesia; b. Provide multimedia products and related services, including but not limited to direct and indirect sales of voice services, data/image and mobile commercial services; c. Develop, lease and ow n a wireless telecommunications netw ork in 800 MHZ band based exclusively on Code D ivision M ultiple Access (CDMA) technology, specifically CDMA X and 1X EVD O technology; d. Trading telecommunication goods, equipment and/or products, including but not limited to import of such telecommunication goods, equipment and/or products; 178

197 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Umum (Lanjutan) 1. General (Continued) a. Pendirian dan Informasi Umum (Lanjutan) e. Mendistribusikan dan menjual barang-barang, perangk at-perangkat dan/atau produk-produk telekomunikasi; f. Menyediakan lay anan purna jual atas barang-barang, perangk at-perangkat dan/atau produk-produk telekomunikasi. Pada tanggal 4 M aret 2003, Perusahaan memperoleh persetujuan dari Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM ) m elalui suratnya No. 21/V/PM A/2003 mengenai perubahan status Perusahaan dari Perusahaan Non Penanaman M odal Asing/Penanaman Modal D alam N egeri menjadi Perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA). Perusahaan berdomisili di Jakarta dengan kantor pusat beralamat di Menara Kebon Sirih Lt. 18, Jl. Kebon Sirih Kav , Jakarta Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 8 Desember Sebelumnya, Perusahaan telah memiliki perangkat teknologi CDMA X dan CDMA X EVD O serta memperoleh Izin Penyelenggaraan Jasa T eleponi Dasar berdasarkan Surat Keputusan M enteri Perhubungan N o. KP.309 T ahun 2003 tanggal 23 O ktober 2003, dimana Perusahaan dapat meny elenggarakan jasa teleponi dasar melalui jaringan bergerak selular milik PT Komunikasi Selular Indonesia (Komselindo) dan PT Metro Selular Nusantara (M etrosel). Komselindo, Metrosel dan PT Telekomindo Selular Raya (Telesera) memperoleh iz in Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Selular dengan menggunakan teknologi CDMA masing-masing berdasarkan (i) Surat Keputusan M enteri Perhubungan No. KP.284 T ahun 2003 tanggal 5 September 2003, (ii) N o. KP.282 Tahun 2003 tanggal 27 Agustus 2003 dan (iii) Keputusan M enteri Komunikasi dan Informatika No. 82/KEP/M.KOMINFO/8/ 2006 tanggal 25 Agustus a. Establishment and General Information (Continued) e. Distribute and sell telecommunication goods, equipment and/or products; f. Provide after sales serv ices for telecommunication goods, equipment and/or products. On March 4, 2003, the C ompany obtained the approv al from the C hairman of the Capital Inv estment C oordinating Board (BKPM) in his Letter No. 21/V/PMA/2003 with regard to the change in the Company s legal status from D omestic C apital Investment Company to a Foreign C apital Investment Company. The C ompany is domiciled in Jakarta and its head office is located at the 18 th Floor of M enara Kebon Sirih, Jl. Kebon Sirih No Jakarta T he Company started its commercial operations on December 8, Previously, the C ompany ow ned C DMA X and C DMA X EVDO technology equipment and was granted with Basic Telephony Operating License by the Minister of Communication based on its Decision Letter N o. KP.309 Y ear 2003 dated O ctober 23, 2003, w hereby the Company can operate basic telephony services through mobile cellular netw ork owned by PT Komunikasi Selular Indonesia (Komselindo) and PT Metro Selular Nusantara (M etrosel). Komselindo, Metrosel and PT Telekomindo Selular Raya (Telesera) each were granted w ith mobile cellular network operating license using the Code D ivision M ultiple Access (CDMA) technology based on (i) the Ministry of Transportation D ecision Letter No. KP.284/2003 dated September 5, 2003, (ii) the M inistry of Transportation Decision Letter N o. KP.282/2003 dated on August 27, 2003 and (iii) the Ministry of C ommunication and Information T echnology Decree No. 82/KEP/M.KOMINFO/8/2006 dated August 25,

198 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Umum (Lanjutan) 1. General (Continued) a. Pendirian dan Informasi Umum (Lanjutan) Dengan mengakuisisi Komselindo, Metrosel dan Telesera, Perusahaan dapat menjadi penyelenggara jasa telekomunikasi nasional. Sebelum memperoleh iz in-izin di atas, Komselindo, M etrosel dan Telesera (anak perusahaan) telah memperoleh izin penyelenggaraan jasa bergerak selular dengan menggunakan teknologi AMPS masing-masing berdasarkan (i) Surat Keputusan M enteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi No. KM.84/HK.501/MPPT-95 tanggal 22 November 1995, (ii) Surat Keputusan Menteri Pariw isata, Pos dan Telekomunikasi N o. PT102/6/22/MPPT-96 tanggal 1 N ovember 1996 dan No. KM.22/PT102/MPPT-97 tanggal 30 Januari 1997 dan (iii) Surat Keputusan M enteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi No. KM.81/PT102/MPPT-97 tanggal 8 Juli Iz in peny elenggaraan jasa bergerak selular dengan menggunakan teknologi AM PS berakhir setelah masingmasing anak perusahaan memperoleh izin penyelenggaraan jasa bergerak selular dengan menggunakan teknologi CDMA. Melalui Surat Keputusan D irektur Jenderal Pos dan T elekomunikasi No. 258/D irjen/2005 tanggal 5 O ktober 2005, Perusahaan memperoleh izin penyelenggaraan jasa Internet Teleponi untuk Keperluan Publik (ITKP) Berdasarkan Surat Menteri Komunikasi dan Informatika R epublik Indonesia, No. 459/M.KOMINFO/XII/2006 tanggal 15 Desember 2006, Pemerintah mendukung rencana penggabungan usaha (merger) Metrosel, Komselindo, dan Telesera (anak perusahaan) ke dalam Perusahaan. Selama proses merger, Perusahaan dan anak perusahaan dapat tetap menjalankan usaha dengan tetap tunduk kepada hak dan kew ajiban yang terdapat dalam iz in peny elenggaraan masing-masing perusahaan. a. Establishment and General Information (Continued) By acquiring Komselindo, M etrosel and Telesera, the C ompany became a nationw ide telecommunication service provider. Before being granted w ith the abov e licenses, Komselindo, M etrosel and Telesera were granted w ith mobile cellular network operating license using the Advanced M obile Phone Sy stem (AMPS) technology by Minister of Tourism, Post and T elecommunication based on its ( i) D ecision Letter No. KM.84/HK.501/MPPT-95 dated November 22, 1995, (ii) D ecision Letter N o. PT102/6/22/MPPT-96 dated November 1, 1996 and No. KM.22/PT102/MPPT-97 dated January 30, 1997, and (iii) D ecision Letter No. KM.81/PT102/MPPT-97 dated July 8, 1997, respectiv ely. T he mobile cellular network operating license using the AMPS technology w as terminated after each of the subsidiaries receiv ed the license to prov ide mobile cellular netw ork services using the CDMA technology. Based on the D ecision Letter of G eneral Director of Post and T elecommunication No. 258/Dirjen/2005 dated O ctober 5, 2005, the C ompany obtained license of Telephony Internet for Public Serv ices (ITKP). Based on the D ecision Letter No. 459/M.KOMINFO/XII/2006 of the Minister of C ommunication and Information Technology of the R epublic of Indonesia (MoCIT), dated D ecember 15, 2006, the Government supported the Company s plan of merging M etrosel, Komselindo, and Telesera (the subsidiaries) into the Company. D uring the merger process, the Company and its subsidiary continued to conduct their normal business in accordance with the rights and obligations under their respective licenses. 180

199 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Umum (Lanjutan) 1. General (Continued) a. Pendirian dan Informasi Umum (Lanjutan) Setelah Perusahaan memperoleh persetujuan atas perubahan Anggaran Dasar Perusahaan dalam rangka penggabungan usaha (merger) dari Departemen H ukum dan H ak Asasi Manusia Republik Indonesia, Perusahaan memperoleh Iz in Peny elenggaraan Jaringan Bergerak Seluler yang meliputi seluruh w ilayah Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 293/KEP/M.KOMINFO/6/ 2007 tanggal 15 Juni D engan diberikanny a iz in penyelenggaraan jaringan bergerak selular ini, maka iz in peny elenggaraan jaringan bergerak selular dan iz in penyelenggaraan jasa teleponi dasar y ang sebelumnya diberikan kepada Perusahaan dan anak perusahaan tidak berlaku lagi. Selain iz in tersebut di atas, Perusahaan juga memperoleh Izin Penyelenggaraan Jaringan T etap Lokal Tanpa Kabel D engan Mobilitas Terbatas berdasarkan Surat Keputusan M enteri Komunikasi dan Informatika No. 510/KEP/M.KOMINFO/12/ 2007, pada tanggal 7 Desember b. Penawaran Umum Perdana Saham dan Hutang Obligasi Penawaran Saham Shares Pada tanggal 15 November 2006, Perusahaan memperoleh Surat Perny ataan Efektif dari Ketua Badan Pengaw as Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) dengan Suratnya No. S-2777/BL/2006 untuk melakukan penawaran umum perdana saham Perusahaan kepada masy arakat dengan nilai nominal Rp100 per saham dan harga penaw aran sebesar Rp 225 per saham. Pada tanggal 29 November 2006, seluruh saham tersebut telah dicatat di Bursa Efek Indonesia. Pada tanggal 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 D esember 2008 seluruh saham Perusahaan masing-masing sejumlah saham, saham dan saham telah tercatat di Bursa Efek Indonesia. a. Establishment and General Information (Continued) After the C ompany obtained the approval from the D epartment of Law and Human Rights of the R epublic of Indonesia on the changes in the C ompany s Articles of Association with regard to such merger, the C ompany w as granted w ith a Mobile Cellular Network O perating License with N ationwide C overage by MoCIT based on its Decision Letter No. 293/KEP/M.KOMINFO/6/2007 dated June 15, After being granted with the mobile cellular netw ork operating license, the mobile cellular operating license and basic telephony serv ice operating license which were prev iously granted to the Company and its subsidiary w ere terminated. Besides the abov ementioned licenses, the Company w as also granted w ith Local Fixed Wireless N etwork Serv ices w ith Limited Mobility License by M ocit based on its D ecision Letter No. 510/KEP/M.KOMINFO/12/2007 dated December 7, b. Initial Public Offering of Shares and Bonds Offering On N ovember 15, 2006, the C ompany obtained an Effectiv e N otice from the Chairman of the C apital Market and Financial Institution Superv isory Agency (BAPEPAM-LK) in his Letter No. S-2777/BL/2006 for the Company s initial public offering of 3,900,000,000 shares w ith R p100 par value per share, at an offering price of R p 225 per share. On November 29, 2006, all of these shares were listed in the Indonesia Stock Exchange. As of August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008, all of the Company s outstanding shares totaling to 37,036,013,434, 33,033,656,327 and 20,235,872,427, respectively, were listed in the Indonesia Stock Exchange. 181

200 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Umum (Lanjutan) 1. General (Continued) b. Penawaran Umum Perdana Saham dan Hutang Obligasi (Lanjutan) Penawaran Obligasi Bonds Pada tanggal 2 M aret 2007, Perusahaan memperoleh Surat Perny ataan Efektif dari Ketua BAPEPAM -LK dengan Suratnya No. S-980/BL/2007 untuk melakukan penawaran umum O bligasi I M obile-8 Telecom Tahun 2007 D engan T ingkat Bunga Tetap (O bligasi) dengan nilai nominal maksimum sebesar R p 675 miliar pada tingkat bunga tetap 12,375% per tahun y ang jatuh tempo pada tanggal 15 M aret Pada tanggal 16 Maret 2007, Obligasi ini tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pada tanggal 15 September 2010, Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan transaksi efek Perusahaan hingga pengumuman lebih lanjut karena Perusahaan gagal melakukan pembay aran bunga ke-14 Obligasi I (Catatan 23). b. Initial Public Offering of Shares and Bonds (Continued) Offering On March 2, 2007, the C ompany obtained a Notice of Effectivity from the C hairman of the BAPEPAM -LK in his Letter No. S-980/BL/2007 for the C ompany s public offering of Mobile-8 Telecom Bond I Year 2007 W ith Fix ed Interest Rate (the Bonds) with a maximum nominal value of R p 675 billion at % fix ed interest rate per annum w hich w ill be due on March 15, On March 16, 2007, the bonds w ere listed in the Indonesia Stock Exchange. On September 15, 2010, the Indonesia Stock Exchange has suspended the trading of the C ompany s equity and debt instruments transactions until further announcement since the C ompany has defaulted in the pay ment of the fourteenth interest on Bond I (Note 23). c. Anak Perusahaan c. Subsidiary Pendirian Anak Perusahaan Pada tanggal 18 Juli 2007, Perusahaan mendirikan M obile-8 T elecom Finance Company B.V. (M obile-8 B.V.), suatu perseroan terbatas y ang didirikan berdasarkan hukum y ang berlaku di Belanda dengan modal dasar sebesar EUR yang terbagi atas 900 lembar saham dengan nilai nominal EU R 100 per lembar. Dari modal dasar tersebut telah ditempatkan dan disetor penuh sebesar EUR oleh Perusahaan. Pada tanggal 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 D esember 2008, M obile-8 B.V. mempunyai jumlah aset masing-masing sebesar US$ atau setara dengan Rp , U S$ atau setara dengan R p dan U S$ atau setara dengan Rp Establishment of a Subsidiary On July 18, 2007, the Company established M obile-8 T elecom Finance Company B.V. (M obile-8 B.V.), a priv ate limited liability C ompany under the laws of The N etherlands w ith authoriz ed capital stock of EUR 90,000 w hich is div ided into 900 shares at EU R 100 par v alue per share. M obile-8 B.V. had issued and paid-up capital of EU R 18,000 w hich was paid up by the Company. As of August 31, 2010, December 31, 2009 and 2008, Mobile-8 B.V. has total assets of US$ 124,088,452 or equiv alent to Rp 1,121,883,694,532, U S$ 116,500,419 or equivalent to Rp 1,095,103,938,600 and US$ 105,044,757 or equiv alent to Rp 1,150,240,089,150, respectively. 182

201 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Umum (Lanjutan) 1. General (Continued) c. Anak Perusahaan (Lanjutan) c. Subsidiary (Continued) Penawaran U mum Perdana Obligasi Anak Perusahaan Pada tanggal 15 Agustus 2007, M obile-8 B.V. menerbitkan 11,25% G uaranteed Senior N otes (N otes) sebesar US$ 100 juta, jatuh tempo pada tanggal 1 M aret Bunga N otes terhutang tengah tahunan setiap tanggal 1 M aret dan 1 September, dimulai sejak 1 M aret Notes ini tercatat di Bursa Efek Singapura. Initial Bonds Offering of a Subsidiary On August 15, 2007, M obile-8 B.V. issued 11.25% Guaranteed Senior N otes (the Notes) amounting to U S$ 100 million, due on M arch 1, Interest on the Notes w ill be pay able semi-annually in arrears on M arch 1 and September 1 of each year, commencing on March 1, The Notes were listed in the Singapore Stock Exchange. d. Karyawan, Direktur dan Komisaris d. Employees, Directors and Commissioners Pada tanggal 31 Agustus 2010, berdasarkan rapat umum pemegang saham tanggal 29 April 2010 y ang didokumentasikan pada akta No. 134 tanggal 29 April 2010 dari Linda Herawati, S.H., notaris di Jakarta, susunan pengurus Perusahaan adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris As of August 31, 2010, based on a resolution on Stockholders M eeting dated April 29, 2010, as documented in Notarial Deed No. 134 dated on April 29, 2010, of Linda Herawati, S.H., public notary in Jakarta, the C ompany s management consists of the following: Board of Commissioners Presiden Komisaris/ President Commissioner/ Komisaris Independen : Henry Cratein Suryanaga : Independent Commissioner Wakil Presiden Komisaris/ Vice President Commissioner/ Komisaris Independen : Sarwono Kusumaatmadja : Independent Commissioner Komisaris Independen : Reynold M. Batubara : Independent Commissioner Direksi Board of Directors Presiden Direktur : Merza Fachyz : President Director Direktur : Anthony C.Kartawiria : Directors Agus Heryanto Lukas Yopie Widjaya Juliana Dotulong Pada tanggal 31 August 2010, berdasarkan Keputusan Komisaris Perusahaan tanggal 13 Juli 2009, susunan Komite Audit Perusahaan adalah sebagai berikut: As of August 31, 2010, based on the Circular Decision of the Board of Commissioners of the C ompany dated July 13, 2009, the composition of audit committee is as follows: Ketua : Reynold M. Batubara : Chairman Anggota : Wahjudi Prakarsa : Members Andreas Bahana : 183

202 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Umum (Lanjutan) 1. General (Continued) d. Karyawan, Direktur dan Komisaris (Lanjutan) Jumlah karyawan Perusahaan, termasuk karyawan kontrak (tidak diaudit) adalah 833 orang pada tahun 2010, 777 orang pada tahun 2009 dan 865 orang pada tahun Jumlah gaji dan tunjangan y ang dibay ar atau diakru untuk Komisaris Perusahaan untuk periode delapan bulan yang berakhir 31 Agustus 2010, dan tahun-tahun y ang berakhir 31 D esember 2009 dan 2008 masing-masing sebesar R p , Rp dan Rp Jumlah gaji dan tunjangan y ang dibay ar atau diakru untuk Direksi Perusahaan untuk periode delapan bulan y ang berakhir 31 Agustus 2010, dan tahun-tahun y ang berakhir 31 D esember 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp , Rp dan Rp Sekretaris Perusahaan selama periode delapan bulan y ang berakhir 31 Agustus 2010, dan tahun-tahun y ang berakhir 31 D esember 2009 dan 2008 adalah Christophorus Taufik Siswandi. Direksi telah meny elesaikan laporan keuangan konsolidasi PT Mobile-8 Telecom T bk dan anak perusahaan pada tanggal 6 Desember 2010 dan bertanggung jawab atas laporan keuangan konsolidasi tersebut. d. Employees, Directors and Commissioners (Continued) The C ompany has total number of employees, including temporary employees, (unaudited) of 833 in 2010, 777 in 2009 and 865 in Total aggregate salaries and benefits paid and accrued by the Company to all commissioners for the eight month period ended August 31, 2010 and years ended December 31, 2009 and 2008 each amounted to R p 491,061,664, Rp 1,551,431,281dan R p 1,416,657,250, respectively. Total aggregate salaries and benefits paid and accrued by the Company to all directors for the eight month period ended August 31, 2010 and y ears ended December 31, 2009 and 2008 each amounted to R p 4,760,463,142, Rp 5,236,047,857 and Rp 8,004,669,288, respectively. The Company s Corporate Secretary for the eight month period ended August 31, 2010 and y ears ended D ecember 31, 2009 and 2008 is Christophorus Taufik Siswandi. The Board of D irectors had completed the consolidated financial statements of PT M obile-8 T elecom T bk and its subsidiary on D ecember 6, 2010 and was responsible for the consolidated financial statements. 184

203 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting a. Dasar Penyusunan dan Pengukuran Laporan Keuangan Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi disusun dengan menggunakan prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, yakni Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan dan Peraturan N o. VIII.G.7 tentang Pedoman Peny ajian Laporan Keuangan, Lampiran Keputusan Ketua Badan Pengaw as Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) No. KEP-06/PM /2000 tanggal 13 Maret Dasar pengukuran laporan keuangan konsolidasi ini adalah konsep biay a perolehan ( historical cost), kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain, sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan keuangan konsolidasi ini disusun dengan metode akrual, kecuali laporan arus kas. Laporan arus kas konsolidasi disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Mata uang pelaporan y ang digunakan dalam peny usunan laporan keuangan konsolidasi adalah mata uang Rupiah (Rp). 2. Summary of Significant Accounting and Financial Reporting Policies a. Basis of Consolidated Financial Statements Preparation and Measurement The consolidated financial statements have been prepared using accounting principles and reporting practices generally accepted in Indonesia such as the Statements of Financial Accounting Standards (PSAK) and Regulation No. VIII.G.7 regarding Financial Statements Presentation G uidelines included in the Appendix of the D ecree of the C hairman of the Capital M arket and Financial Institutions Superv isory Agency (Bapepam-LK) No. KEP-06/PM /2000 dated March 13, Such consolidated financial statements are an English translation of the C ompany and its subsidiary statutory report in Indonesia, and are not intended to present the financial position, results of operations, changes in equity and cashflow s in accordance w ith accounting principles and reporting practices generally accepted in other countries and jurisdictions. The measurement basis used is the historical cost, ex cept for certain accounts which are measured on the bases described in the related accounting policies. T he consolidated financial statements, except for the consolidated statements of cash flow s, are prepared under the accrual basis of accounting. The consolidated statements of cash flow s are prepared using the direct method with classifications of cash flow s into operating, investing and financing activities. The reporting currency used in the preparation of the consolidated financial statements is the Indonesian Rupiah (Rp). 185

204 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan) b. Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Revisi Efektif tanggal 1 Januari 2010, Perusahaan menerapkan secara prospektif PSAK revisi berikut: (1) PSAK 50 (Rev isi 2006), Instrum en Keuangan: Peny ajian dan Pengungkapan, y ang berisi persyaratan pengungkapan instrumen keuangan dan kriteria informasi yang harus diungkapkan. Persyaratan pengungkapan diterapkan berdasarkan klasifikasi instrumen keuangan, dari perspektif penerbit, yakni aset keuangan, kew ajiban keuangan dan instrumen ekuitas; pengklasifikasian bunga, div iden, keuntungan dan kerugian yang terkait; dan situasi tertentu dimana saling hapus aset dan kew ajiban keuangan diizinkan. PSAK ini juga mewajibkan pengungkapan atas, antara lain, informasi mengenai faktor-faktor y ang mempengaruhi pemilihan kebijakan akuntansi atas instrumen keuangan. 2. Summary of Significant Accounting and Financial Reporting Policies (Continued) b. Adoption of Revised Statements of Financial Accounting Standards The Company and its subsidiary hav e adopted the follow ing rev ised PSAKs effective January 1, 2010 and hav e applied these standards prospectively: (1) PSAK 50 (Rev ised 2006), Financial Instruments: Presentation and Disclosures, w hich contains the requirements for the presentation of financial instruments and identifies the information that should be disclosed. The presentation requirements apply to the classification of financial instruments, from the perspective of the issuer, into financial assets, financial liabilities and equity instruments; the classification of related interest, dividends, losses and gains; and the circumstances in which financial assets and financial liabilities should be offset. T his PSAK also requires the disclosure of, among others, information about factors that affect the accounting policies applied to those instruments. Standar ini m enggantikan PSAK 50 Akuntansi Investasi Efek Tertentu. (2) PSAK 55 (Rev isi 2006), Instrum en Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, y ang menetapkan dasar-dasar pengakuan dan pengukuran aset keuangan, kewajiban keuangan dan kontrakkontrak pembelian atau penjualan instrumen non-keuangan. PSAK ini menjelaskan di antarany a definisi derivatif, kategori instrumen keuangan, pengakuan dan pengukuran, akuntansi lindung nilai dan penentuan kriteria lindung nilai. Standar ini m enggantikan PSAK 55 (Revisi 1999) Akuntansi Instrumen Derivatif dan Lindung Nilai. This standard superseded PSAK 50, Accounting for Certain Investments in Securities. (2) PSAK 55 (Rev ised 2006), Financial Instruments: R ecognition and Measurement, w hich establishes the principles for recogniz ing and measuring financial assets, financial liabilities and some contracts to buy or sell non-financial item s. T his PSAK provides the definitions and characteristics of deriv atives, the categories of financial instruments, recognition and measurement, hedge accounting and determination of hedging relationships, among others. This standard superseded PSAK 55 (Revised 1999), Accounting for Derivative Instruments and H edging Activities. 186

205 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan) b. Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Revisi (Lanjutan) Dalam penerapan standar baru di atas, Perusahaan telah mengidentifikasi sejumlah penyesuaian transisi sesuai dengan Buletin T eknis N o. 4 mengenai Ketentuan T ransisi Penerapan Aw al PSAK 50 (Rev isi 2006) dan PSAK 55 (Revisi 2006) yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Dampak transisi PSAK 50 (Rev isi 2006) dan PSAK 55 (Rev isi 2006) terhadap neraca Perusahaan pada tanggal 1 Januari 2010 dijelaskan pada tabel berikut: 2. Summary of Significant Accounting and Financial Reporting Policies (Continued) b. Adoption of Revised Statements of Financial Accounting Standards (Continued) In adopting the abov e new standards, the Company and its subsidiary have identified the follow ing transition adjustments in accordance with the T echnical Bulletin N o. 4 concerning the T ransition Prov isions for the First Adoption of PSAK 50 (Revised 2006) and PSAK 55 (Rev ised 2006) as issued by the Indonesian Institute of Accountants. The effec t of the trans ition to PSAK 50 (Revised 2006) and PSAK 55 (Rev ised 2006) to the consolidated balance sheet as of January 1, 2010 is set out in the following table: Sebagaimana Set elah dilaporkan Penyesuai an disesuaikan 1 Januari 2010/ Transisi/ 1 Januari 2010/ As reported Transition As adjusted January 1, 2010 Adjustments January 1, 2010 Rp Rp Rp Aset Assets Piutang usaha ( ) Trade accounts receivable Aset pajak tangguhan Deferred tax assets Ekuitas Equity Saldo laba belum ditentukan Unappropriated retained penggunaannya ( ) ( ) ( ) earnings Penyesuaian transisi di atas berasal dari dampak penilaian kembali kerugian penurunan nilai aset keuangan dan efek pajak penghasilan. (3) PSAK 26 (Rev isi 2008), Biay a Pinjaman, yang berisi perlakuan akuntansi untuk biay a pinjaman dan mengharuskan entitas untuk mengkapitalisasi biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara langsung terhadap perolehan, konstruksi atau pembuatan aset kualifikasian sebagai bagian dari biay a perolehan aset tersebut. Standar ini juga mengharuskan entitas untuk mengakui biay a pinjaman lainnya sebagai beban. Standar ini menggantikan PSAK 26 (1997) Biay a Pinjaman. Penerapan standar ini tidak memiliki dampak material terhadap laporan keuangan Perusahaan. The abov e transition adjustments were derived from the reassessment of impairment losses for financial assets and the related effect on deferred tax. (3) PSAK 26 (Revised 2008), Borrow ing Costs, which contains the accounting treatment for borrow ing costs and requires an entity to capitaliz e borrowing costs that are directly attributable to the acquisition, construction or production of a qualifying asset as part of the cost of that asset. This standard also requires an entity to recognize other borrowing costs as ex pense. T his standard superseded PSAK 26 (1997), Borrowing Costs. The adoption of this standard has no material impact on the C ompany and its subsidiary s consolidated financial statements. 187

206 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan) 2. Summary of Significant Accounting and Financial Reporting Policies (Continued) c. Prinsip Konsolidasi c. Principles of Consolidation Laporan keuangan konsolidasi meliputi laporan keuangan Perusahaan dan anak perusahaan yang dikendalikanny a, dimana Perusahaan memiliki lebih dari 50%, baik langsung maupun tidak langsung, hak suara di anak perusahaan dan dapat menentukan kebijakan keuangan dan operasi dari anak perusahaan untuk memperoleh keuntungan dari aktivitas anak perusahaan tersebut. Sebuah anak perusahaan tidak dikonsolidasikan apabila sifat pengendaliannya adalah sementara karena anak perusahaan tersebut diperoleh dengan tujuan akan dijual kembali dalam waktu dekat; atau jika ada pembatasan jangka panjang y ang mempengaruhi kemampuan anak perusahaan untuk memindahkan dananya ke Perusahaan. Dalam hal pengendalian terhadap anak perusahaan dimulai atau diakhiri suatu periode tertentu, maka hasil usaha anak perusahaan y ang diperhitungkan ke dalam laporan keuangan konsolidasi hany a sebatas hasil pada saat pengendalian tersebut mulai diperoleh hingga saat pengendalian atas anak perusahaan itu berakhir. Saldo dan transaksi termasuk keuntungan atau kerugian y ang belum direalisasi atas transaksi antar perusahaan dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha Perusahaan dan anak perusahaan sebagai satu kesatuan usaha. Laporan keuangan konsolidasi disusun dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk peristiw a dan transaksi sejenis dalam kondisi y ang sama. Apabila anak perusahaan menggunakan kebijakan akuntansi y ang berbeda dari kebijakan akuntansi y ang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasi, maka dilakukan penyesuaian yang diperlukan terhadap laporan keuangan anak perusahaan tersebut. The consolidated financial statements include the financial statements of the Company and its subsidiary, w herein the Company has direct or indirect ow nership interest of more than 50% of the voting rights of the subsidiary s capital stock or is able to gov ern the financial and operating policies of an enterprise so as to benefit from its activ ities. A subsidiary is excluded from consolidation when the control in such subsidiary is intended on to be temporary because the subsidiary is acquired and held exclusively with a v iew to its subsequent disposal in the near future; or when the subsidiary operates under longterm restrictions w hich significantly impair its ability to transfer funds to the Parent Company. When an entity either began or ceased to be controlled during the year, the results of the operations of that entity are included in the consolidated financial statements only from the date that the control commenced up to the date that the control ceased. Intercompany balances and transactions, including unrealiz ed gains or losses on intercompany transactions, are eliminated to reflect the financial position and the results of operations of the Company and its subsidiary as one business entity. The consolidated financial statements are prepared using uniform accounting policy for like transactions and ev ents in similar circumstances. If a s ubsidiary s financial statements are prepared using accounting policies other than those adopted in the consolidated financial statements, appropriate adjustments are made to its financial statements. 188

207 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan) 2. Summary of Significant Accounting and Financial Reporting Policies (Continued) c. Prinsip Konsolidasi (Lanjutan) c. Principles of Consolidation (Continued) Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali Transaksi restrukturisasi antara entitas sepengendali, berupa pengalihan aset, kewajiban, saham atau instrumen kepemilikan lainny a y ang dilakukan dalam rangka reorganisasi entitas-entitas y ang berada dalam suatu kelompok usaha y ang sama, bukan merupakan perubahan kepemilikan dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi demikian tidak dapat menimbulkan laba atau rugi bagi seluruh kelompok perusahaan ataupun bagi entitas individual dalam kelompok perusahaan tersebut. Karena transaksi restrukturisasi antara entitas sepengendali tidak mengakibatkan perubahan substansi ekonomi pemilikan atas aset, saham, kewajiban atau instrumen kepemilikan lainnya yang dipertukarkan, maka aset maupun kew ajiban y ang pemilikanny a dialihkan (dalam bentuk hukumny a) harus dicatat sesuai dengan nilai buku. Selisih antara harga perolehan dan nilai buku atas transaksi resturukturisasi antara entitas sepengendali dicatat dalam akun selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali dan disajikan dalam unsur ekuitas. Saldo akun selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali diakui dalam laporan rugi laba konsolidasi sebagai keuntungan atau kerugian yang direalisasi akibat dari (1) hilangny a entitas sepengendali, dan (2) pengalihan aset, kewajiban, ekuitas atau efek kepemilikan lainnya kepada pihak y ang bukan sepengendali. Jika terdapat transaksi resiprokal antara entitas sepengendali, saldo tercatat akan saling hapus dengan transaksi baru, sehingga menimbulkan saldo yang baru dalam akun tersebut. Restructuring transactions among entities under common control Restructuring transactions between entities under common control in the form of transfer of assets, liabilities, shares or other instruments of ow nership carried out within the framew ork of reor ganizing the entities under the same business segment, do not constitute a change of ownership within the meaning of economic substance, so that such transactions would not result in a gain or loss to the company, group or to the individual entity within the same group. Since a restructuring transaction between entities under common control does not result in a change of the economic substance of the ow nership of assets, shares, liabilities or other instruments of ownership which are ex changed, assets or liabilities transferred (in their legal form) are recorded at book values. Any difference betw een the transfer or acquisition price and book value of restructuring transaction among entities under common control are recorded in the account Difference in value of restructuring transactions among entities under common control presented as a component of equity. The balance of D ifference in v alue of restructuring transactions among entities under common control account is taken to the consolidated statement of operations as realized gain or loss as a result of (1) lost of under common control substance, and (2) transfer of the assets, liabilities, equity or other ow nership instruments to another party who is not under common control. O n the other hand, w hen there are reciprocal transactions betw een entities under common control, the existing balance is set off with the new transaction, hence creating a new balance for this account. 189

208 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan) d. Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing Pembukuan Perusahaan diselenggarakan dalam mata uang R upiah. T ransaksitransaksi selama periode berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadiny a transaksi. Pada tanggal neraca, aset dan kew ajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi periode yang bersangkutan. Keuntungan atau kerugian selisih kurs atas aset dan kew ajiban moneter merupakan selisih antara biaya perolehan diamortisasi dalam R upiah pada aw al periode yang disesuaikan dengan bunga efektif dan pembayaran selama periode berjalan, dengan biaya perolehan diamortisasi dalam mata uang asing y ang dijabarkan ke dalam Rupiah menggunakan kurs yang berlaku pada akhir periode. Kurs konversi yang digunakan Perusahaan dan anak perusahaan adalah sebagai berikut: 2. Summary of Significant Accounting and Financial Reporting Policies (Continued) d. Foreign Currency Transactions and Balances The books of accounts of the C ompany are maintained in R upiah. T ransactions during the period inv olving foreign currencies are recorded at the rates of ex change prevailing at the time the transactions are made. At balance sheet date, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are adjusted to reflect the rates of ex change prev ailing at that date. T he resulting gains or losses are credited or charged to current operations. The foreign exchange gains or losses on monetary items is the difference betw een the amortized cost in R upiah at the beginning of the year, adjusted for effective interest and pay ments during the period, and the amortiz ed cost in foreign currency translated into Rupiah at the exchange rate at the end of the period. The conversion rates used by the Company and its subsidiary were as follows: 31 Agustus Desember Desember 2008 August 31, 2010 December 31, 2009 December 31, 2008 Rp Rp 1 USD USD 1 1 SGD SGD 1 1 THB THB 1 1 EUR EUR 1 e. Transaksi Hubungan Istimewa e. Transactions with Related Parties Pihak-pihak y ang mempuny ai hubungan istimewa adalah: 1) perusahaan baik langsung maupun melalui satu atau lebih perantara, mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada di baw ah pengendalian bersama, dengan Perusahaan (termasuk holding companies, subsidiaries dan fellow subsidiaries); Related parties consist of the following: 1) companies that through one or more intermediaries, control, or are controlled by, or are under common control w ith, the C ompany (including holding companies, subsidiaries and fellow subsidiaries); 2) perusahaan asosiasi; 2) associated companies; 190

209 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan) e. Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing (Lanjutan) 3) perorangan yang memiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung, suatu kepentingan hak suara di Perusahaan y ang berpengaruh secara signifikan, dan anggota keluarga dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksudkan dengan anggota keluarga dekat adalah mereka y ang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksiny a dengan Perusahaan); 4) karyawan kunci, y aitu orang-orang yang mempunyai w ewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan kegiatan Perusahaan, y ang meliputi anggota dewan komisaris, direksi dan manajer dari Perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut; dan 5) perusahaan di mana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam butir (3) atau (4), atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. Ini mencakup perusahaan-perusahaan y ang dimiliki anggota dewan komisaris, direksi atau pemegang saham utama dari Perusahaan dan perusahaanperusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci y ang sama dengan Perusahaan. Semua transaksi dengan pihak hubungan istimewa, baik y ang dilakukan dengan atau tidak dengan persy aratan dan kondisi y ang sama sebagaimana dilakukan dengan pihak ketiga, diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasi. 2. Summary of Significant Accounting and Financial Reporting Policies (Continued) e. Foreign Currency Transactions and Balances (Continued) 3) individuals ow ning, directly or indirectly, an interest in the v oting power of the C ompany that giv es them significant influence ov er the Company, and close family members such indiv iduals (close family members are those who can influence or can be influenced by such individuals in their transactions with the Company); 4) key management personnel, that is, those persons hav ing the authority and responsibility for planning, directing and controlling the Company s activ ities, including commissioners, directors and managers of the C ompany and close family members of such individuals; and 5) companies in w hich a substantial interest in the v oting power is ow ned, directly or indirectly, by any person described in (3) or (4), or ov er which such a person is able to exercise significant influence. T hese include companies owned by commissioners, directors or major stockholders of the Company and companies which have a common key member of management as the Company. All transactions w ith related parties, whether or not made at similar terms and conditions as those done w ith third parties, are disclosed in the consolidated financial statements. 191

210 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan) f. Penggunaan Estimasi, Pertimbangan dan Asumsi Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi y ang berlaku umum di Indonesia mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan kewajiban y ang dilaporkan dan pengungkapan aset dan kew ajiban kontinjensi pada tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. R ealisasi dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi. Estimasi dan asumsi yang digunakan tersebut ditelaah kembali secara terusmenerus. R evisi atas estimasi akuntansi diakui dalam periode y ang sama pada saat terjadinya revisi estimasi atau pada periode masa depan yang terkena dampak. Informasi mengenai ketidakpastian y ang melekat pada estimasi dan pertimbangan yang mendasari dalam penerapan kebijakan akuntansi y ang memiliki dampak signifikan terhadap jumlah-jumlah y ang diakui dalam laporan keuangan konsolidasi, dijelaskan pada C atatan 3 atas laporan keuangan konsolidasi. 2. Summary of Significant Accounting and Financial Reporting Policies (Continued) f. Use of Estimates, Judgement and Assumptions The preparation of consolidated financial statements in conformity w ith accounting principles generally accepted in Indonesia requires management to make estimates and assumptions that affect the reported amounts of assets and liabilities, and disclosure of contingent assets and liabilities at the date of the financial statements, and the reported amounts of revenues and ex penses during the reporting period. Actual results could be different from those estimates. Estimates and underly ing assumptions are reviewed on an ongoing basis. Revisions to accounting estimates are recognized in the period in w hich the estimate is revised and in any future periods affected. Information about significant areas of estimation, uncertainty and critical judgments in apply ing accounting policies on financial instruments that hav e significant effect on the amounts recognized in the consolidated financial statements are described in N ote 3 to the consolidated financial statements. g. Kas dan Setara Kas g. Cash and Cash Equivalents Kas terdiri dari kas dan bank. Setara kas terdiri dari semua inv estasi y ang jatuh tempo dalam w aktu tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehanny a dan y ang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya. Cash consists of cash on hand and in banks. C ash equiv alents are short-term, highly liquid inv estments that are readily convertible to know n amounts of cash with original maturities of three months or less from the date of placements. h. Instrumen Keuangan h. Financial Instruments Kebijakan Akuntansi Efektif Tanggal 1 Januari 2010 Sebagaimana dijelaskan pada Catatan 2b, Perusahaan dan anak perusahaan telah menerapkan kebijakan akuntansi berik ut berdas arkan PSAK 50 dan 55 yang berlaku efektif 1 Januari 2010: Accounting Policies Effective January 1, 2010 As discussed in Note 2b, the Company and its subsidiary hav e adopted the following accounting policies in accordance w ith PSAK 50 and PSAK 55 effective January 1, 2010: 192

211 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan) 2. Summary of Significant Accounting and Financial Reporting Policies (Continued) h. Instrumen Keuangan (Lanjutan) h. Financial Instruments (Continued) Kebijakan Akuntansi Efektif Tanggal 1 Januari 2010 (Lanjutan) Perusahaan dan anak perusahaan mengakui aset keuangan atau kew ajiban keuangan pada neraca konsolidasi, jika dan hanya jika, Perusahaan dan anak perusahaan menjadi salah satu pihak dalam ketentuan pada kontrak instrumen tersebut. Pembelian atau penjualan y ang lazim atas instrumen keuangan diakui pada tanggal penyelesaian. Instrumen keuangan pada pengakuan awal diukur pada nilai w ajarnya, y ang merupakan nilai wajar kas yang diserahkan (dalam hal aset keuangan) atau yang diterima (dalam hal kew ajiban keuangan). Nilai wajar kas y ang diserahkan atau diterima ditentukan dengan mengacu pada harga transaksi atau harga pasar y ang berlaku. Jika harga pasar tidak dapat ditentukan dengan andal, maka nilai wajar kas yang diserahkan atau diterima dihitung berdasarkan estimasi jumlah seluruh pembayaran atau penerimaan kas masa depan, y ang didiskontokan menggunakan suku bunga pasar y ang berlaku untuk instrumen sejenis dengan jatuh tempo yang sama atau hampir sama. Pengukuran awal instrumen keuangan, kecuali untuk instrumen keuangan y ang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, termasuk biaya transaksi. Biaya transaksi adalah biay a-biaya y ang dapat diatribusikan secara langsung pada perolehan atau penerbitan aset keuangan atau kew ajiban keuangan, dimana biaya tersebut adalah biay a y ang tidak akan terjadi apabila entitas tidak memperoleh atau menerbitkan instrumen keuangan. Biaya transaksi tersebut diamortisasi sepanjang umur instrumen menggunakan metode suku bunga efektif. Accounting Policies Effective January 1, 2010 (Continued) The Company and its subsidiary recognizes a financial asset or a financial liability in the consolidated balance sheet w hen it becomes a party to the contractual provisions of the instrument. All regular way purchases and sales of financial instruments are recogniz ed on the settlement date. Financial instruments are recogniz ed initially at fair v alue, which is the fair value of the consideration giv en (in case of an asset) or received (in case of a liability ). The fair value of the consideration giv en or received is determined by reference to the transaction price or other market prices. If such market prices are not reliably determinable, the fair v alue of the consideration is estimated as the sum of all future cash pay ments or receipts, discounted using the prev ailing market rates of interes t for similar instruments with similar maturities. T he initial measurement of financial instruments, ex cept for financial instruments at fair v alue through profit and loss (FVPL), includes transaction costs. Transaction costs include only those costs that are directly attributable to the acquisition of a financial asset or issue of financial liability and they are incremental costs that w ould not hav e been incurred if the instrument had not been acquired or issued. Such transaction costs are amortized over the terms of the instruments based on the effective interest rate method. 193

212 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan) 2. Summary of Significant Accounting and Financial Reporting Policies (Continued) h. Instrumen Keuangan (Lanjutan) h. Financial Instruments (Continued) Kebijakan Akuntansi Efektif 1 Januari 2010 (Lanjutan) Tanggal Accounting Policies Effective January 1, 2010 (Continued) Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan atau kew ajiban keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga atau beban bunga selama periode selama periode y ang relev an, menggunakan suku bunga y ang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan kas di masa depan selama perkiraan umur instrumen keuangan, atau jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari instrumen keuangan. Pada saat menghitung suku bunga efektif, Perusahaan dan anak perusahaan mengestimasi arus kas dengan mempertimbangkan seluruh persy aratan kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut, tanpa mempertimbangkan kerugian kredit di masa depan, namun termasuk seluruh komisi dan bentuk lain yang dibay arkan atau diterima, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari suku bunga efektif. Biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan atau kewajiban keuangan adalah jumlah aset keuangan atau kewajiban keuangan y ang diukur pada saat pengakuan aw al dikurangi pembay aran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan metode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai aw al dan nilai jatuh temponya, dan dikurangi penurunan untuk penurunan nilai atau nilai yang tidak dapat ditagih. Effective interest rate method is a method of calculating the amortiz ed cost of a financial asset or a financial liability and allocating the interest income or ex pense over the relev ant period by using an interest rate that exactly discounts estimated future cash pay ments or receipts through the expected life of the instruments or, w hen appropriate, a shorter period to the net carry ing amount of the financial instruments. W hen calculating the effective interest, the C ompany and its subsidiary estimate future cash flow s considering all contractual terms of the financial instruments excluding futur e cr edit losses and includes all fees and points paid or received that are an integral part of the effective interest rate. Amortized cost is the amount at w hich the financial asset or financial liability is measured at initial recognition, minus principal repay ments, plus or minus the cumulative amortization using the effectiv e interest rate method of any difference between the initial amount recogniz ed and the maturity amount, minus any reduction for impairment. 194

213 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan) 2. Summary of Significant Accounting and Financial Reporting Policies (Continued) h. Instrumen Keuangan (Lanjutan) h. Financial Instruments (Continued) Kebijakan Akuntansi Efektif Tanggal 1 Januari 2010 (Lanjutan) Pengklasifikasian instrumen keuangan dilakukan berdasarkan tujuan perolehan instrumen tersebut dan mempertimbangkan apakah instrumen tersebut memiliki kuotasi harga di pasar aktif. Pada saat pengakuan awal, Perusahaan dan anak perusahaan mengklasifikasikan instrumen keuangan dalam kategori berikut: aset keuangan yang diukur pada nilai w ajar melalui laporan laba rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi dimiliki hingga jatuh tempo, aset keuangan tersedia untuk dijual, kewajiban keuangan yang diukur pada nilai w ajar melalui laporan laba rugi dan kewajiban lain-lain; dan melakukan evaluasi kembali atas kategori-kategori tersebut pada setiap tanggal pelaporan, apabila diperlukan dan tidak melanggar ketentuan yang disyaratkan. Penentuan Nilai Wajar Nilai wajar instrumen keuangan y ang diperdagangkan di pasar aktif pada tanggal neraca konsolidasi adalah berdasarkan kuotasi harga pasar atau harga kuotasi penjual/dealer ( bid price untuk posisi beli dan ask price untuk posisi jual), tanpa memperhitungkan biaya transaksi. Apabila bid price dan ask price y ang terkini tidak tersedia, maka harga transaksi terakhir yang digunakan untuk mencerminkan bukti nilai wajar terkini, sepanjang tidak terdapat perubahan signifikan dalam perekonomian sejak terjadinya transaksi. U ntuk seluruh instrumen keuangan y ang tidak terdaftar pada suatu pasar aktif, kecuali investasi pada instrumen ekuitas y ang tidak memiliki kuotasi harga, maka nilai wajar ditentukan menggunakan teknik penilaian. T eknik penilaian meliputi teknik nilai kini (net present value), perbandingan terhadap instrumen sejenis y ang memiliki harga pasar yang dapat diobservasi, model harga opsi ( options pricing models), dan model penilaian lainny a. D alam hal nilai wajar tidak dapat ditentukan dengan andal menggunakan teknik penilaian, maka investasi pada instrumen ekuitas yang tidak memiliki kuotasi harga dinyatakan pada biaya perolehan setelah dikurangi penurunan nilai. Accounting Policies Effective January 1, 2010 (Continued) The classification of the financial instruments depends on the purpose for which the instruments w ere acquired and whether they are quoted in an activ e market. At initial recognition, the Company and its subsidiary classify their financial instruments in follow ing categories: financial assets at FVPL, loans and receivables, held-to-maturity (H TM) investments, av ailable for sale (AFS) financial assets, financial liabilities at FVPL and other financial liabilities; and, w here allowed and appropriate, re-evaluate such classification at every reporting date. Determination of Fair Value The fair value of financial instruments traded in activ e markets at the balance sheet date is based on their quoted market price or dealer price quotations (bid price for long positions and ask price for short positions), w ithout any deduction for transaction costs. When current bid and asking prices are not available, the price of the most recent transaction is used since it provides evidence of the current fair v alue as long as there has not been a significant change in economic circumstances since the time of the transaction. For all other financial instruments not listed in an active market, ex cept inv estment in unquoted equity securities, the fair v alue is determined by using appropriate v aluation techniques. Valuation techniques include net present v alue techniques, comparison to s imilar ins truments for w hich market observable prices ex ist, options pricing models, and other relevant valuation models. In the absence of a reliable basis for determining fair v alue, inv estments in unquoted equity securities are carried at cost, net of any impairment. 195

214 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan) 2. Summary of Significant Accounting and Financial Reporting Policies (Continued) h. Instrumen Keuangan (Lanjutan) h. Financial Instruments (Continued) Kebijakan Akuntansi Efektif 1 Januari 2010 (Lanjutan) Laba/Rugi Hari ke-1 Tanggal Accounting Policies Effective January 1, 2010 (Continued) Day 1 Profit/Loss Apabila harga transaksi dalam suatu pasar yang tidak aktif berbeda dengan nilai wajar instrumen sejenis pada transaksi pasar terkini yang dapat diobservasi atau berbeda dengan nilai w ajar y ang dihitung menggunakan teknik penilaian dimana variabelnya merupakan data yang diperoleh dari pasar y ang dapat diobserv asi, maka Perusahaan dan anak perusahaan mengakui selisih antara harga transaksi dengan nilai w ajar tersebut (yakni Laba/Rugi hari ke-1) dalam laporan laba rugi konsolidasi, kecuali jika selisih tersebut memenuhi kriteria pengakuan sebagai aset yang lain. D alam hal tidak terdapat data yang dapat diobservasi, maka selisih antara harga transaksi dan nilai y ang ditentukan berdasarkan teknik penilaian hanya diakui dalam laporan laba rugi konsolidasi apabila data tersebut menjadi dapat diobservasi atau pada saat instrumen tersebut dihentikan pengakuanny a. U ntuk masingmasing transaksi, Perusahaan dan anak perusahaan menerapkan metode pengakuan Laba/R ugi H ari ke-1 y ang sesuai. Aset Keuangan (1) Aset Keuangan y ang Diukur pada Nilai Wajar melalui Laporan Laba Rugi Aset keuangan y ang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi meliputi aset keuangan dalam kelompok diperdagangkan dan aset keuangan yang pada saat pengakuan awal ditetapkan untuk diukur pada nilai w ajar melalui laporan laba rugi. Aset keuangan diklasifikasikan dalam kelompok dimiliki untuk diperdagangkan apabila aset keuangan tersebut diperoleh terutama untuk tujuan dijual kembali dalam waktu dekat. D erivatif juga diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan, kecuali derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang efektif. Where the transaction price in a non-active market is different from the fair v alue of other observ able current market transactions in the same instrument or based on a v aluation technique whose variables include only data from observable market, the Company and its subsidiary recognize the difference between the transaction price and fair v alue (a D ay 1 profit/loss) in the consolidated statement of operations, unless it qualifies for recognition as some other ty pe of asset. In cases where the data is not observable, the difference betw een the transaction price and model v alue is only recogniz ed in the consolidated statement of operations when the inputs become observ able or w hen the instrument is derecogniz ed. For each transaction, the C ompany and its subsidiary, determine the appropriate method of recognizing the D ay 1 profit/loss amount. Financial Assets (1) Financial Assets at FVPL Financial assets at FVPL include financial assets held for trading and financial assets designated upon initial recognition at FVPL. Financial assets are classified as held for trading if they are acquired for the purpose of selling in the near term. Derivatives are also classified as held for trading, unless they are designated as effectiv e hedging instruments. 196

215 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan) 2. Summary of Significant Accounting and Financial Reporting Policies (Continued) h. Instrumen Keuangan (Lanjutan) h. Financial Instruments (Continued) Kebijakan Akuntansi Efektif 1 Januari 2010 (Lanjutan) Tanggal Accounting Policies Effective January 1, 2010 (Continued) Aset Keuangan (Lanjutan) (1) Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar melalui Laporan Laba R ugi (Lanjutan) Aset keuangan ditetapkan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi pada saat pengakuan aw al jika memenuhi kriteria sebagai berikut: a. penetapan tersebut mengeliminasi atau mengurangi secara signifikan ketidakkonsistenan pengukuran dan pengakuan y ang dapat timbul dari pengukuran aset atau pengakuan keuntungan dan kerugian karena penggunaan dasar-dasar yang berbeda; atau b. aset tersebut merupakan bagian dari kelompok aset keuangan, kewajiban keuangan, atau keduanya, y ang dikelola dan kinerjanya diev aluasi berdasarkan nilai w ajar, sesuai dengan manajemen risiko atau strategi inv estasi yang didokumentasikan; atau c. instrumen keuangan tersebut memiliki deriv atif melekat, kecuali jika deriv atif melekat tersebut tidak memodifikasi secara signifikan arus kas, atau terlihat jelas dengan sedikit atau tanpa analisis, bahw a pemisahan deriv atif melekat tidak dapat dilakukan. Aset keuangan y ang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dicatat pada neraca konsolidasi pada nilai wajarnya. Perubahan nilai w ajar langsung diakui dalam laporan laba rugi konsolidasi. Bunga yang diperoleh dicatat sebagai pendapatan bunga, sedangkan pendapatan dividen dicatat sebagai bagian dari pendapatan lain-lain sesuai dengan persyaratan dalam kontrak, atau pada saat hak untuk memperoleh pembayaran atas div iden tersebut telah ditetapkan. Financial Assets (Continued) (1) Financial Assets at FVPL (Continued) Financial assets may be designated at initial recognition at FVPL if the following criteria are met: a. the designation eliminates or significantly reduces the inconsistent treatment that would otherw ise arise from measuring the financial assets or recogniz ing gains or losses on them on a different basis; or b. the assets are part of a group of financial assets, financial liabilities or both w hich are managed and their performance evaluated on a fair v alue basis, in accordance w ith a documented risk management or investment strategy; or c. the financial instruments contain an embedded deriv ative, unless the embedded deriv ative does not significantly modify the cash flows or it is clear, with little or no analysis, that it w ould not be separately recorded. Financial assets at FVPL are recorded in the consolidated balance sheet at fair v alue. C hanges in fair value are recognized directly in the consolidated statement of operations. Interest earned is recorded as interest income, w hile div idend income is recorded as part of other income according to the terms of the contract, or w hen the right of pay ment has been established. 197

216 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan) 2. Summary of Significant Accounting and Financial Reporting Policies (Continued) h. Instrumen Keuangan (Lanjutan) h. Financial Instruments (Continued) Kebijakan Akuntansi Efektif 1 Januari 2010 (Lanjutan) Aset Keuangan (Lanjutan) Tanggal Accounting Policies Effective January 1, 2010 (Continued) Financial Assets (Continued) (1) Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar melalui Laporan Laba R ugi (Lanjutan) Pada tanggal 31 Agustus 2010, kategori ini meliputi inv estasi Perusahaan dan anak perusahaan yang dikelola oleh PT Bhakti Asset Management. (1) Financial Assets at FVPL (Continued) As of August 31, 2010, this category includes the C ompany s inv estments which are managed by PT Bhakti Asset Management. (2) Pinjaman yang Diberikan dan Piutang (2) Loans and Receivables Pinjaman y ang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembay aran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempuny ai kuotasi di pasar aktif. Aset keuangan tersebut tidak dimaksudkan untuk dijual dalam w aktu dekat dan tidak diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, investasi dimiliki hingga jatuh tempo atau aset tersedia untuk dijual. Setelah pengukuran aw al, pinjaman yang diberikan dan piutang diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode bunga efektif, dikurangi peny isihan penurunan nilai. Biaya perolehan diamortisasi tersebut memperhitungkan premi atau diskonto yang timbul pada saat perolehan serta imbalan dan biay a yang merupakan bagian integral dari suku bunga efektif. Amortisasi dicatat sebagai bagian dari pendapatan bunga dalam laporan laba rugi konsolidasi. Kerugian yang timbul akibat penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi konsolidasi. Pinjaman y ang diberikan dan piutang disajikan sebagai aset lancar jika akan jatuh tempo dalam w aktu 12 bulan setelah tanggal neraca konsolidasi, jika tidak, maka disajikan sebagai aset tidak lancar. Loans and receiv ables are nonderivative financial assets with fixed or determinable pay ments that are not quoted in an activ e market. T hey are not entered into w ith the intention of immediate or short-term resale and are not classified as financial assets at FVPL, H TM inv estments or AFS financial assets. After initial measurement, loans and receivables are subsequently measured at amortized cost using the effective interest rate method, less allowance for impairment. Amortiz ed cost is calculated by taking into account any discount or premium on acquisition and fees and costs that are an integral part of the effective interest rate. T he amortiz ation is included as part of interest income in the consolidated statement of operations. T he losses arising from impairment are recogniz ed in the consolidated statement of operations. Loans and receivables are included in current assets if maturity is w ithin 12 months after the balance sheet date, otherwise these are classified as noncurrent assets. 198

217 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan) 2. Summary of Significant Accounting and Financial Reporting Policies (Continued) h. Instrumen Keuangan (Lanjutan) h. Financial Instruments (Continued) Kebijakan Akuntansi Efektif 1 Januari 2010 (Lanjutan) Aset Keuangan (Lanjutan) Tanggal Accounting Policies Effective January 1, 2010 (Continued) Financial Assets (Continued) (2) Pinjaman yang Diberikan dan Piutang (Lanjutan) Pada tanggal 31 Agustus 2010, kategori ini meliputi kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang lainlain yang dimiliki oleh Perusahaan dan anak perusahaan. (2) Loans and Receivables (Continued) As of August 31, 2010, the C ompany and its subsidiary s cash and cash equivalents, trade accounts receivable and other accounts receivable are included in this category. (3) Investasi Dimiliki Hingga Jatuh Tempo (3) HTM Investments Investasi dimiliki hingga jatuh tempo adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembay aran tetap atau telah ditentukan dan jatuh tempony a telah ditetapkan, dan manajemen Perusahaan dan anak perusahaan memiliki intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo. Apabila Perusahaan atau anak perusahaan menjual atau mereklasifikasi inv estasi dimiliki hingga jatuh tempo dalam jumlah yang lebih dari jumlah y ang tidak signifikan sebelum jatuh tempo, maka seluruh aset keuangan dalam kategori tersebut terkena aturan pembatasan (tainting rule) dan harus direklasifikasi ke kelompok tersedia untuk dijual. Setelah pengukuran awal, investasi ini diukur pada biay a perolehan diamortisasi menggunakan metode bunga efektif, setelah dikurangi penurunan nilai. Biay a perolehan diamortisasi tersebut memperhitungkan premi atau diskonto yang timbul pada saat perolehan serta imbalan dan biay a yang merupakan bagian integral dari suku bunga efektif. Amortisasi dicatat sebagai bagian dari pendapatan bunga dalam laporan laba rugi konsolidasi. Keuntungan dan kerugian yang timbul diakui dalam laporan laba rugi konsolidasi pada saat penghentian pengakuan dan penurunan nilai dan melalui proses amortisasi menggunakan metode bunga efektif. HTM investments are quoted nonderivative financial assets with fixed or determinable payments and fix ed maturities for which the Company and its subsidiary s management has the positive intention and ability to hold to maturity. W hen the C ompany or its subsidiary sells or reclassifies other than an insignificant amount of H TM investments before maturity, the entire category would be tainted and reclassified as AFS financial assets. After initial measurement, these investments are subsequently measured at amortized cost using the effective interest rate method, less impairment in value. Amortized cost is calculated by taking into account any discount or premium on acquisition and fees that are an integral part of the effective interest rate. T he amortization is included as part of interest income in the consolidated statement of operations. G ains and losses are recogniz ed in the consolidated statement of operations when the H TM inv estments are derecognized and impaired, as w ell as through the amortization process using the effectiv e interest rate method. 199

218 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan) 2. Summary of Significant Accounting and Financial Reporting Policies (Continued) h. Instrumen Keuangan (Lanjutan) h. Financial Instruments (Continued) Kebijakan Akuntansi Efektif 1 Januari 2010 (Lanjutan) Aset Keuangan (Lanjutan) Tanggal Accounting Policies Effective January 1, 2010 (Continued) Financial Assets (Continued) (3) Investasi Dimiliki Hingga Jatuh Tempo (Lanjutan) Pada tanggal 31 Agustus 2010, Perusahaan dan anak perusahaan tidak memiliki aset keuangan dalam bentuk inv estasi dimiliki hingga jatuh tempo. (3) HTM Investments (Continued) As of August 31, 2010, the C ompany and its subsidiary hav e not classified any financial assets as H TM investments. (4) Aset Keuangan Tersedia untuk Dijual (4) AFS Financial Assets Aset keuangan tersedia untuk dijual merupakan aset y ang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau tidak diklasifikasikan dalam kategori instrumen keuangan y ang lain. Aset keuangan ini diperoleh dan dimiliki untuk jangka w aktu y ang tidak ditentukan dan dapat dijual sew aktuwaktu untuk memenuhi kebutuhan likuiditas atau karena perubahan kondisi ekonomi. Setelah pengukuran aw al, aset keuangan tersedia untuk dijual diukur pada nilai w ajar. Komponen hasil (yield) efektif dari surat berharga hutang tersedia untuk dijual serta dampak penjabaran mata uang asing (untuk surat berharga hutang dalam mata uang asing) diakui dalam laporan laba rugi konsolidasi. Laba atau rugi y ang belum direalisasi yang timbul dari penilaian pada nilai w ajar atas aset keuangan tersedia untuk dijual tidak diakui dalam laporan laba rugi konsolidasi, melainkan dilaporkan sebagai laba atau rugi bersih y ang belum direalisasi pada bagian ekuitas dalam neraca konsolidasi dan laporan perubahan ekuitas konsolidasi. Aset keuangan tersedia untuk dijual disajikan sebagai aset lancar jika akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan setelah tanggal neraca konsolidasi, jika tidak, maka disajikan sebagai aset tidak lancar. AFS financial assets are those which are designated as such or not classified in any of the other categories. T hey are purchased and held indefinitely and may be sold in response to liquidity requirements or changes in market conditions. After initial measurement, AFS financial assets are subsequently measured at fair v alue. The effective yield component of AFS debt securities, as w ell as the impact of translation on foreign currencydenominated AFS debt securities, is reported in the consolidated statement of operations. T he unrealized gains and losses arising from the fair valuation of AFS financial assets are ex cluded from the consolidated statement of operations and are reported as net unrealized gains and losses on AFS financial assets in the equity section of the consolidated balance sheet and in the consolidated statement of changes in equity. AFS financial assets are included in current assets if to be realized w ithin 12 months after the balance sheet date, otherwise these are classified as noncurrent assets. 200

219 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan) 2. Summary of Significant Accounting and Financial Reporting Policies (Continued) h. Instrumen Keuangan (Lanjutan) h. Financial Instruments (Continued) Kebijakan Akuntansi Efektif 1 Januari 2010 (Lanjutan) Aset Keuangan (Lanjutan) Tanggal Accounting Policies Effective January 1, 2010 (Continued) Financial Assets (Continued) (4) Aset Keuangan T ersedia untuk D ijual (Lanjutan) Apabila aset keuangan dilepaskan, atau dihentikan pengakuanny a, maka laba atau rugi kumulatif y ang sebelumnya diakui dalam laporan laba rugi konsolidasi langsung diakui dalam laporan laba rugi konsolidasi. Jika Perusahaan dan anak perusahaan memiliki lebih dari satu jenis surat berharga yang sama, maka diterapkan dasar masuk pertama keluar pertama (first-in, first out basis). Bunga yang diperoleh dari aset keuangan tersedia untuk dijual diakui sebagai pendapatan bunga y ang dihitung berdasarkan suku bunga efektif. Kerugian y ang timbul akibat penurunan nilai aset keuangan juga diakui dalam laporan laba rugi konsolidasi. Pada tanggal 31 Agustus 2010, Perusahaan dan anak perusahaan tidak memiliki aset keuangan dalam bentuk aset keuangan tersedia untuk dijual. Kewajiban Keuangan (1) Kewajiban Keuangan y ang Diukur pada Nilai W ajar melalui Laporan Laba Rugi Kewajiban keuangan diklasifikasikan dalam kategori ini apabila kew ajiban tersebut merupakan hasil dari aktivitas perdagangan atau transaksi derivatif yang tidak dimaksudkan sebagai lindung nilai, atau jika Perusahaan dan anak perusahaan memilih untuk menetapkan kew ajiban keuangan tersebut dalam kategori ini. Perubahan dalam nilai wajar langsung diakui dalam laporan laba rugi konsolidasi. (4) AFS Financial Assets (Continued) When the financial asset is disposed of, the cumulativ e gains or losses previously recogniz ed in equity is recognized in the consolidated statement of operations. W hen the Company and its subsidiary hold more than one inv estment in the same security, these are deemed to be disposed of on a first-in, first-out basis. Interest earned on holding AFS financial assets are reported as interest income using the effectiv e interest rate. T he losses arising from impairment of such financial assets are also recogniz ed in the consolidated statement of operations. As of August 31, 2010, the C ompany and its subsidiary hav e not classified any financial assets as AFS financial assets. Financial Liabilities (1) Financial Liabilities at FVPL Financial liabilities are classified in this category if these result from trading activities or deriv ative transactions that are not accounted for as accounting hedges, or when the Company and its subsidiary elect to designate a financial liability under this category. Changes in fair v alue are recognized directly in the consolidated statement of operations. 201

220 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan) 2. Summary of Significant Accounting and Financial Reporting Policies (Continued) h. Instrumen Keuangan (Lanjutan) h. Financial Instruments (Continued) Kebijakan Akuntansi Efektif 1 Januari 2010 (Lanjutan) Kewajiban Keuangan (Lanjutan) Tanggal Accounting Policies Effective January 1, 2010 (Continued) Financial Liabilities (Continued) (1) Kewajiban Keuangan y ang Diukur pada Nilai W ajar melalui Laporan Laba Rugi (Lanjutan) Pada tanggal 31 Agustus 2010, Perusahaan dan anak perusahaan tidak memiliki kew ajiban keuangan yang ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi. (1) Financial Liabilities at FVPL (Continued) As of August 31, 2010, the C ompany and its subsidiary hav e not classified any financial liabilities at FVPL. (2) Kewajiban Keuangan Lain-lain (2) Other Financial Liabilities Kategori ini merupakan kew ajiban keuangan y ang tidak dimiliki untuk diperdagangkan atau pada saat pengakuan awal tidak ditetapkan untuk diukur pada nilai w ajar melalui laporan laba rugi. Kewajiban keuangan lain-lain pada pengakuan awal diukur pada nilai wajar dan sesudah pengakuan awal diukur pada biay a perolehan diamortisasi, dengan memperhitungkan dampak amortisasi (atau akresi) berdasarkan suku bunga efektif atas premi, diskonto dan biaya transaksi y ang dapat diatribusikan secara langsung. Pada tanggal 31 Agustus 2010, kategori ini meliputi hutang jangka pendek, hutang usaha, hutang lainlain, biaya masih harus dibay ar dan hutang obligasi y ang dimiliki oleh Perusahaan dan anak perusahaan. This category pertains to financial liabilities that are not held for trading or not designated at FVPL upon the inception of the liability. Other financial liabilities are recognized initially at fair value and are subsequently carried at amortiz ed cost, taking into account the impact of applying the effectiv e interest rate method of amortiz ation (or accretion) for any related premium, discount and any directly attributable transaction costs. As of August 31, 2010, the C ompany and its subsidiary s short-term loans, trade accounts pay able, other payables, accrued ex penses, and bonds pay able, are included in this category. 202

221 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan) 2. Summary of Significant Accounting and Financial Reporting Policies (Continued) h. Instrumen Keuangan (Lanjutan) h. Financial Instruments (Continued) Kebijakan Akuntansi Efektif 1 Januari 2010 (Lanjutan) Instrumen Keuangan Derivatif Tanggal Accounting Policies Effective January 1, 2010 (Continued) Derivative Financial Instruments Derivatif melekat dipisahkan dari kontrak utama dan dicatat sebagai derivatif jika seluruh kondisi berikut terpenuhi: a. karakteristik ekonomi dan risiko dari derivatif melekat tidak berkaitan erat dengan karakteristik ekonomi dan risiko dari kontrak utama. b. instrumen terpisah y ang memiliki persyaratan yang sama dengan derivatif melekat memenuhi definisi sebagai derivatif; dan c. nstrumen campuran atau instrumen yang digabungkan tidak diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi. Derivatif y ang berdiri sendiri dan derivatif melekat y ang dipisahkan diklasifikasikan sebagai aset atau kew ajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, kecuali deriv atif tersebut ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang efektif. Pada pengakuan awal, instrumen derivatif diukur pada nilai w ajar pada tanggal transaksi deriv atif terjadi atau dipisahkan, dan selanjutny a diukur pada nilai wajar. Derivatif disajikan sebagai aset apabila nilai wajarnya positif, dan disajikan sebagai kewajiban apabila nilai w ajarnya negatif. Laba atau rugi dari perubahan nilai w ajar derivatif langsung diakui dalam laporan laba rugi konsolidasi. Manajemen menelaah apakah derivatif melekat harus dipisahkan dari kontrak utamanya pada saat pertama kali Perusahaan menjadi salah satu pihak dari kontrak tersebut. Penelaahan kembali dilakukan apabila terdapat perubahan syarat-syarat kontrak y ang mengakibatkan modifikasi arus kas secara signifikan. An embedded deriv ative is separated from the host contract and accounted for as derivative if all the follow ing conditions are met: a. the economic characteristics and risks of the embedded deriv ative are not closely related to economic characteristics of the host contract. b. separate instrument w ith the same terms as the embedded derivative would meet the definition of the derivative; and c. hybrid or combined instrument is not recognized at fair value through profit or loss. Freestanding and separated embedded derivatives are classified as financial assets or financial liabilities at FVPL, unless they are designated as effective hedging instruments. D erivative instruments are initially recognized at fair v alue on the date in which a deriv ative transaction is entered into or bifurcated, and are subsequently remeasured at fair value. Derivatives are carried as assets w hen the fair value is positiv e and as liabilities when the fair value is negativ e. C onsequently, gains and losses from changes in fair value of these deriv atives are recogniz ed immediately in the consolidated statement of operations. The management assesses w hether embedded deriv atives are required to be separated from host contracts w hen the Company first becomes party to the contract. R eassessment only occurs if there is a change in the terms of the contract that significantly modifies the cash flows that would otherwise be required. 203

222 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan) 2. Summary of Significant Accounting and Financial Reporting Policies (Continued) h. Instrumen Keuangan (Lanjutan) h. Financial Instruments (Continued) Kebijakan Akuntansi Efektif 1 Januari 2010 (Lanjutan) Tanggal Accounting Policies Effective January 1, 2010 (Continued) Saling Hapus Instrumen Keuangan Aset keuangan dan kewajiban keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam neraca konsolidasi jika, dan hany a jika, Perusahaan dan anak perusahaan saat ini memiliki hak y ang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan berniat untuk meny elesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan kew ajibannya secara simultan. Penurunan Nilai Aset Keuangan Pada setiap tanggal neraca, manajemen Perusahaan dan anak perusahaan menelaah apakah suatu aset keuangan atau kelompok aset keuangan telah mengalami penurunan nilai. (1) Aset Keuangan pada Biaya Perolehan Diamortisasi Manajemen pertama-tama menentukan apakah terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai secara indiv idual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, atau secara kolektif untuk aset keuangan yang jumlahnya tidak signifikan secara individual. Jika manajemen menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan y ang dinilai secara individual, baik aset keuangan tersebut signifikan atau tidak signifikan, maka aset tersebut dimasukkan ke dalam kelompok aset keuangan y ang memiliki karakteristik risiko kredit y ang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset y ang penurunan nilainya dinilai secara indiv idual, dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau tetap diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif. Offsetting of Financial Instruments Financial assets and liabilities are offset and the net amount reported in the consolidated balance sheet if, and only if, there is a currently enforceable right to offset the recogniz ed amounts and there is intention to settle on a net basis, or to realize the asset and settle the liability simultaneously. Impairment of Financial Assets The C ompany and its subsidiary s management assess at each balance sheet date whether a financial asset or group of financial assets is impaired. (1) Assets Carried at Amortized Cost The management first assesses whether objectiv e ev idence of impairment ex ists indiv idually for financial assets that are individually significant, or collectiv ely for financial assets that are not individually significant. If the management determines that no objectiv e evidence of impairment exists for an individually assessed financial asset, w hether significant or not, the asset is included in a group of financial assets w ith similar cr edit r isk char acteristics and that group of financial assets is collectively assessed for impair ment. Assets that are indiv idually assessed for impairment and for w hich an impairment loss, is or continues to be recognized are not included in a collective assessment of impairment. 204

223 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan) 2. Summary of Significant Accounting and Financial Reporting Policies (Continued) h. Instrumen Keuangan (Lanjutan) h. Financial Instruments (Continued) Kebijakan Akuntansi Efektif 1 Januari 2010 (Lanjutan) Tanggal Accounting Policies Effective January 1, 2010 (Continued) Penurunan Nilai Aset Keuangan (Lanjutan) (1) Aset Keuangan pada Biaya Perolehan Diamortisasi (Lanjutan) Jika terdapat bukti oby ektif bahw a penurunan nilai telah terjadi atas aset dalam kategori pinjaman y ang diberikan dan piutang atau inv estasi dimiliki hingga jatuh tempo, maka jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa depan (tidak termasuk kerugian kredit di masa depan yang belum terjadi) y ang didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal dari aset tersebut (yang merupakan suku bunga efektif yang dihitung pada saat pengakuan aw al). N ilai tercatat aset tersebut langsung dikurangi dengan penurunan nilai y ang terjadi atau menggunakan akun peny isihan. Jumlah kerugian yang terjadi diakui di laporan laba rugi konsolidasi. Jika, pada tahun berikutny a, jumlah kerugian penurunan nilai bertambah atau berkurang karena suatu peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai tersebut diakui, maka dilakukan penyesuaian atas penyisihan kerugian penurunan nilai y ang sebelumnya diakui. Pemulihan penurunan nilai selanjutnya diakui dalam laporan laba rugi konsolidasi, dengan ketentuan nilai tercatat aset setelah pemulihan penurunan nilai tidak melampaui biaya perolehan diamortisasi pada tanggal pemulihan tersebut. Impairment of Financial Assets (Continued) (1) Assets C arried at Amortiz ed C ost (Continued) If there is objectiv e ev idence that an impairment loss on loans and receivables or held to maturity investments carried at amortiz ed cost has been incurred, the amount of the loss is measured as the difference between the asset s carrying amount and the present v alue of estimated future cash flow s (ex cluding future credit losses that hav e not been incurred) discounted at the financial asset s original effectiv e interest rate (i.e., the effectiv e interest rate computed at initial recognition). The carrying amount of the asset shall be reduced either directly or through the use of an allow ance account. The amount of loss is charged to the consolidated statement of operations. If, in a subsequent y ear, the amount of the impairment loss increases or decreases because of an ev ent occurring after the impairment w as recognized, the prev iously recognized impairment loss is rev ersed. Any subsequent reversal of an impairment loss is recogniz ed in the consolidated statement of operations, to the ex tent that the carry ing v alue of the asset does not exceed its amortiz ed cost at the reversal date. 205

224 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan) 2. Summary of Significant Accounting and Financial Reporting Policies (Continued) h. Instrumen Keuangan (Lanjutan) h. Financial Instruments (Continued) Kebijakan Akuntansi Efektif 1 Januari 2010 (Lanjutan) Tanggal Accounting Policies Effective January 1, 2010 (Continued) Penurunan Nilai Aset Keuangan (Lanjutan) (2) Aset Keuangan y ang D icatat pada Biaya Perolehan Jika terdapat bukti oby ektif bahw a kerugian penurunan nilai telah terjadi atas instrumen ekuitas y ang tidak memiliki kuotasi harga di pasar aktif dan tidak diukur pada nilai w ajar karena nilai w ajarnya tidak dapat diukur secara andal, maka jumlah kerugian penurunan nilai diukur berdasarkan selisih antara nilai tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus kas masa depan yang didiskontokan pada tingkat pengembalian y ang berlaku di pasar untuk aset keuangan serupa. Impairment of Financial Assets (Continued) (2) Assets Carried at Cost If there is an objectiv e ev idence that an impairment loss has been incurred on an unquoted equity instrument that is not carried at fair v alue because its fair v alue cannot be reliably measured, the amount of the loss is measured as the difference between the asset s carry ing amount and the present value of estimated future cash flows discounted at the current market rate of return for a similar financial asset. (3) Aset Keuangan Tersedia untuk Dijual (3) AFS Financial Assets Dalam hal instrumen ekuitas dalam kelompok tersedia untuk dijual, penelaahan penurunan nilai ditandai dengan penurunan nilai w ajar dibawah biay a perolehanny a y ang signifikan dan berkelanjutan. Jika terdapat bukti oby ektif penurunan nilai, maka kerugian penurunan nilai kumulatif y ang dihitung dari selisih antara biaya perolehan dengan nilai wajar kini, dikurangi kerugian penurunan nilai y ang sebelumnya telah diakui dalam laporan laba rugi konsolidasi, dikeluarkan dari ekuitas dan dan diakui dalam laporan laba rugi konsolidasi. Kerugian penurunan nilai yang diakui pada laporan laba rugi konsolidasi tidak boleh dipulihkan melalui laporan laba rugi (harus diakui melalui ekuitas). Kenaikan nilai w ajar setelah terjadinya penurunan nilai diakui di ekuitas. In case of equity inv estments classified as AFS, assessment of any impairments w ould include a significant or prolonged decline in the fair value of the inv estments below its cost. W here there is ev idence of impairment, the cumulativ e loss measured as the difference between the acquisition cost and the current fair value, less any impairment loss on that financial asset previously recognized in the consolidated statement of operations is removed from equity and recogniz ed in the consolidated statement of operations. Impairment losses on equity investments are not rev ersed through the consolidated statement of operations. Increases in fair v alue after impairment are recogniz ed directly in equity. 206

225 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan) 2. Summary of Significant Accounting and Financial Reporting Policies (Continued) h. Instrumen Keuangan (Lanjutan) h. Financial Instruments (Continued) Kebijakan Akuntansi Efektif Tanggal 1 Januari 2010 (Lanjutan) Penurunan Nilai Aset Keuangan (Lanjutan) (3) Aset Keuangan T ersedia untuk D ijual (Lanjutan) Dalam hal instrumen hutang dalam kelompok tersedia untuk dijual, penurunan nilai ditelaah berdasarkan kriteria y ang sama dengan aset keuangan y ang dicatat pada biay a perolehan diamortisasi. Bunga tetap diakru berdasarkan suku bunga efektif asal y ang diterapkan pada nilai tercatat aset y ang telah diturunkan nilainya, dan dicatat sebagai bagian dari pendapatan bunga dalam laporan laba rugi konsolidasi. Jika, pada tahun berikutnya, nilai wajar instrumen hutang meningkat dan peningkatan nilai w ajar tersebut karena suatu peristiwa y ang terjadi setelah penurunan nilai tersebut diakui, maka penurunan nilai y ang sebelumnya diakui harus dipulihkan melalui laporan laba rugi konsolidasi. Penghentian Pengakuan Aset dan Kewajiban Keuangan Accounting Policies Effective January 1, 2010 (Continued) Impairment of Financial Assets (Continued) (3) AFS Financial Assets (Continued) In the case of debt instruments classified as AFS, impairment is assessed based on the same criteria as financial assets carried at amortized cost. Interest continues to be accrued at the original effectiv e interest rate on the reduced carry ing amount of the asset and is recorded as part of interest income in the consolidated statement of operations. If, in subsequent year, the fair value of a debt instrument increased and the increase can be objectiv ely related to an ev ent occurring after the impairment loss was recognized in the consolidated statement of operations, the impairment loss is rev ersed through the consolidated statement of operations. Derecognition of Financial Assets and Liabilities (1) Aset Keuangan (1) Financial Assets Aset keuangan (atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa) dihentikan pengakuannya jika: a. Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; b. Perusahaan dan anak perusahaan tetap memiliki hak untuk menerima arus kas dari aset keuangan tersebut, namun juga menanggung kewajiban kontraktual untuk membayar kepada pihak ketiga atas arus kas y ang diterima tersebut secara penuh tanpa adany a penundaan y ang signifikan berdasarkan suatu kesepakatan; atau Financial asset (or, w here applicable, a part of a financial asset or part of a group of similar financial assets) is derecognized when: a. the rights to receiv e cash flow s from the asset have expired; b. the C ompany and/or its subsidiary retains the right to receive cash flow s from the asset, but has assumed an obligation to pay them in full without material delay to a third party under a pass-through arrangement; or 207

226 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan) 2. Summary of Significant Accounting and Financial Reporting Policies (Continued) h. Instrumen Keuangan (Lanjutan) h. Financial Instruments (Continued) Kebijakan Akuntansi Efektif 1 Januari 2010 (Lanjutan) Tanggal Accounting Policies Effective January 1, 2010 (Continued) Penghentian Pengakuan Aset dan Kewajiban Keuangan (Lanjutan) Derecognition of Financial Assets and Liabilities (Continued) (1) Aset Keuangan (Lanjutan) (1) Financial Assets (Continued) c. Perusahaan dan/atau anak perusahaan telah mentransfer haknya untuk menerima arus kas dari aset keuangan dan (i) telah mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, atau (ii) secara substansial tidak mentransfer atau tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, namun telah mentransfer pengendalian atas aset keuangan tersebut. Ketika Perusahaan dan/atau anak perusahaan telah mentransfer hak untuk menerima arus kas dari suatu aset keuangan atau telah menjadi pihak dalam suatu kesepakatan, dan secara substansial tidak mentransfer dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan dan masih memiliki pengendalian atas aset tersebut, maka aset keuangan diakui sebesar keterlibatan berkelanjutan dengan aset keuangan tersebut. Keterlibatan berkelanjutan dalam bentuk pemberian jaminan atas aset yang ditransfer diukur berdasarkan jumlah terendah antara nilai aset yang ditransfer dengan nilai maksimal dari pembay aran y ang diterima y ang mungkin harus dibay ar kembali oleh Perusahaan dan/atau anak perusahaan. c. the C ompany and/or its subsidiary has transferred its rights to r eceive cash flows from the asset and either (i) has transferred substantially all the risks and rew ards of the asset, or (ii) has neither transferred nor retained substantially all the risks and rew ards of the asset, but has transferred control of the asset. Where the C ompany and/or its subsidiary has transferred its rights to receive cash flow s fr om an asset or has entered into a pass-through arrangement, and has neither transferred nor retained substantially all the risks and r ewards of the asset nor transferred control of the asset, the asset is recogniz ed to the extent of the C ompany and/or its subsidiary continuing inv olvement in the asset. Continuing involvement that takes the form of a guarantee ov er the transferred asset is measured at the lower of the original carry ing amount of the asset and the max imum amount of consideration that the Company and/or its subsidiary could be required to repay. 208

227 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan) 2. Summary of Significant Accounting and Financial Reporting Policies (Continued) h. Instrumen Keuangan (Lanjutan) h. Financial Instruments (Continued) Kebijakan Akuntansi Efektif 1 Januari 2010 (Lanjutan) Tanggal Accounting Policies Effective January 1, 2010 (Continued) Penghentian Pengakuan Aset dan Kewajiban Keuangan (Lanjutan) Derecognition of Financial Assets and Liabilities (Continued) (2) Kewajiban Keuangan (2) Financial Liabilities Kewajiban keuangan dihentikan pengakuannya jika kew ajiban keuangan tersebut berakhir, dibatalkan atau telah kadaluarsa. Jika kewajiban keuangan tertentu digantikan dengan kew ajiban keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama namun dengan persyaratan y ang berbeda secara substansial, atau terdapat modifikasi secara substansial atas ketentuan kewajiban keuangan y ang ada saat ini, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dianggap sebagai penghentian pengakuan kewajiban keuangan awal. Pengakuan timbulnya kewajiban keuangan baru serta selisih antara nilai tercatat kew ajiban keuangan aw al dengan yang baru diakui dalam laporan laba rugi konsolidasi. Kebijakan Akuntansi Sebelum Tanggal 1 Januari 2010 Piutang Piutang diny atakan sebesar nilai bersih yang dapat direalisasikan setelah dikurangi dengan peny isihan piutang ragu-ragu. Piutang y ang tidak dapat ditagih dihapuskan. Penyisihan piutang ragu-ragu ditetapkan berdasarkan penelaahan terhadap masingmasing akun piutang pada akhir tahun. A financial liability is derecogniz ed when the obligation under the liability is discharged, cancelled or has expired. Where an ex isting financial liability is replaced by another from the same lender on substantially different terms, or the terms of an existing liability are substantially modified, such an ex change or modification is treated as a derecognition of the original liability. The recognition of a new liability and the difference in the respective carrying amounts is recognized in the consolidated statement of operations. Accounting Policies Prior to January 1, 2010 Accounts Receivable Accounts receiv able are stated at net realizable v alue, after providing an allowance for doubtful accounts. Accounts receivable deemed uncollectible are written off. Allowance for doubtful accounts is provided based on a rev iew of the status of the individual receivable accounts at the end of the year. 209

228 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan) 2. Summary of Significant Accounting and Financial Reporting Policies (Continued) h. Instrumen Keuangan (Lanjutan) h. Financial Instruments (Continued) Kebijakan Akuntansi Sebelum Tanggal 1 Januari 2010 (Lanjutan) Investasi Investasi y ang dikelola oleh manajer investasi dinyatakan berdasarkan nilai aset bersih. Laba atau rugi yang belum direalisasi akibat kenaikan atau penurunan nilai aset bersih disajikan dalam laporan laba rugi tahun berjalan. Investasi dalam surat tagih diny atakan sebesar nilai nominal ditambah dengan bunga yang akan diterima. Biaya Emisi Obligasi Biaya emisi obligasi langsung dikurangkan dari hasil emisi dalam rangka menentukan hasil emisi neto obligasi tersebut. Selisih antara hasil emisi neto dengan nilai nominal merupakan diskonto atau premium yang diamortisasi selama jangka w aktu obligasi tersebut dengan metode garis lurus. Instrumen Keuangan Derivatif Perusahaan melakukan perjanjian Swap untuk mengelola resiko y ang berkaitan erat dengan kurs mata uang asing dan mutasi tingkat bunga yang berasal dari hutang dan obligasi Perusahaan dalam mata uang asing. Instrumen keuangan derivatif dinilai berdasarkan nilai w ajar. N ilai w ajar merupakan perhitungan nilai sekarang dengan menggunakan tanggal dan asumsi yang umum digunakan. Berdasarkan persyaratan tertentu untuk akuntansi lindung nilai dalam PSAK 55 (rev isi 1999), instrumen Perusahaan tidak memenuhi syarat dan tidak ditujukan sebagai aktivitas lindung nilai untuk tujuan akuntansi. Perusahaan dan anak perusahaan tidak menggunakan instrumen keuangan derivatif ini untuk tujuan spekulasi. Perubahan nilai wajar dari instrumen derivatif dibebankan atau dikreditkan pada laporan laba rugi tahun berjalan. Accounting Policies Prior to January 1, 2010 (Continued) Investments Investment in funds handled by the fund managers are stated at net asset value. Unrealized gains or losses from increase or decrease in net asset v alue of the funds are recognized in the current operations. Investment in promissory notes are stated at nominal v alue plus accrued interest receivable. Bonds Issuance Costs Bonds issuance costs are deducted directly from the proceeds of the related bonds to determine the net proceeds from the bonds. D ifferences betw een the net proceeds and nominal v alues represent discounts or premiums which are amortized using the staright line method over the term of the bonds. Derivative Financial Instruments The Company enters into sw ap agreement for the purpose of managing its foreign exchange and interest rate exposures emanating from the C ompany s loans and bonds payable in foreign currencies. Derivative financial instruments are measured at fair v alue. Fair v alue is a computation of present v alue by using date and assumptions w hich are commonly used. Based on the specific requirements for hedge accounting under PSAK 55 (revised 1999), the C ompany s instruments do not qualify and are not designated as hedge activities for accounting purposes. The Company and its subsidiary do not use the deriv ative financial instruments for speculative purposes. T he changes in the fair value of such derivative instruments are recorded directly as a charge or credit to current operations. 210

229 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan) 2. Summary of Significant Accounting and Financial Reporting Policies (Continued) h. Instrumen Keuangan (Lanjutan) h. Financial Instruments (Continued) Kebijakan Akuntansi Sebelum Tanggal 1 Januari 2010 (Lanjutan) Accounting Policies Prior to January 1, 2010 (Continued) Instrumen Keuangan Derivatif (Lanjutan) Derivative Financial Instruments (Continued) Derivatif y ang melekat pada instrumen keuangan lainnya atau kontrak lainnya atau kontrak utama non-finansial lainnya diperlakukan sebagai derivatif terpisah bila resiko dan karakteristikny a tidak secara jelas dan erat berhubungan dengan resiko dan karakteristik kontrak utama dan kontrak utama tersebut tidak dinyatakan dengan nilai wajar, dengan keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi diakui pada laporan laba rugi konsolidasi. Perubahan bersih pada nilai w ajar perjanjian sw ap, biay a atau penghasilan swap dan biay a penghentian atau pendapatan dari instrumen keuangan derivatif dibebankan atau dikreditkan pada Keuntungan (kerugian) transaksi derivatif - bersih pada laporan laba rugi konsolidasi. Embedded deriv ative in other financial instruments or other non-financial host contracts are treated as separate derivative when their risk and characteristics are not closely related to those of the host contracts and the host contracts are not carried at fair v alue, with unrealized gain or loss recogniz ed in the consolidated statement of operations. The net changes in fair value of swap agreement, sw ap cost or income, and termination cost or income from deriv ative financial instruments are charged or credited to N et gain (loss) on derivative transactions in the consolidated statement of operations. i. Persediaan i. Inventories Persediaan diny atakan berdasarkan biay a atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah (the lower of cost and net realizable value). N ilai realisasi bersih merupakan estimasi harga jual dalam kondisi usaha normal dikurangi estimasi biay a penyelesaian dan biay a penjualan. Biaya persediaan ditentukan berdasarkan metode rata-rata tertimbang. Penyisihan persediaan usang dan peny isihan penurunan nilai persediaan dibentuk untuk meny esuaikan nilai persediaan ke nilai realisasi bersih. Inventories are stated at cost or net realizable value, w hichever is low er. N et realizable value is the estimated selling price in the ordinary course of business less the estimated cost necessar y to make the sale. Cost is determined by using weighted av erage method. Allowance for inventory obsolescence and decline in value of the inv entories are prov ided to reduce the carrying value of inv entories to their net realizable values. j. Biaya Dibayar Dimuka j. Prepaid Expenses Biaya dibay ar dimuka diamortisasi selama manfaat masing-masing biay a dengan menggunakan metode garis lurus. Prepaid expenses are amortiz ed over their beneficial periods using the straight-line method. 211

230 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan) 2. Summary of Significant Accounting and Financial Reporting Policies (Continued) k. Aset Tetap k. Property and Equipment Aset tetap, kecuali tanah, dinyatakan berdasarkan biay a perolehan, tetapi tidak termasuk biaya peraw atan sehari-hari, dikurangi akumulasi peny usutan dan akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada. Tanah tidak disusutkan dan diny atakan berdasarkan biay a perolehan dikurangi akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada. Biaya perolehan aw al aset tetap meliputi harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak pembelian y ang tidak boleh dikreditkan dan biay a-biaya y ang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi y ang diinginkan sesuai dengan tujuan penggunaan yang ditetapkan. Beban-beban yang timbul setelah aset tetap digunakan, seperti beban perbaikan dan pemeliharaan, dibebankan ke laba rugi konsolidasi pada saat terjadiny a. Apabila beban-beban tersebut menimbulkan peningkatan manfaat ekonomis di masa datang dari penggunaan aset tetap tersebut yang dapat melebihi kinerja normalny a, maka beban-beban tersebut dikapitalisasi sebagai tambahan biay a perolehan aset tetap. Peny usutan dihitung berdasarkan metode garis lurus (straight-line method) selama masa manfaat aset tetap sebagai berikut: Property and equipment, ex cept land, are carried at cost, ex cluding day -to-day servicing, less accumulated depreciation and any impairment in v alue. Land is not depreciated and is stated at cost less any impairment in value. The initial cost of property and equipment consists of its purchase price, including import duties and tax es and any directly attributable costs in bringing the property and equipment to its w orking condition and location for its intended on use. Expenditures incurred after the property and equipment hav e been put into operations, such as repairs and maintenance costs, are normally charged to operations in the y ear such costs are incurred. In situations w here it can be clearly demonstrated that the ex penditures have resulted in an increase in the future economic benefits expected to be obtained from the use of the property and equipment beyond its originally assessed standard of performance, the ex penditures are capitalized as additional costs of property and equipment. D epreciation is computed on a straight-line basis ov er the property and equipment s useful lives as follows: Tahun/Years Infrastruktur telekomunikasi Telecommunication infrastructure Peralatan telekomunikasi 5, 8, 10,15 Telecommunication equipment Menara pemancar 8-20 Relay towers Fasilitas dan perangkat listrik 8 Electricity equipment and facility Bangunan 20 Buildings Prasarana 2-8 Improvements Kendaraan 4 Vehicles Peralatan kantor 4 Office equipment Peralatan penunjang lainnya 4-8 Other supporting equipment Nilai tercatat aset tetap ditelaah kembali dan dilakukan penurunan nilai apabila terdapat peristiw a atau perubahan kondisi tertentu yang mengindikasikan nilai tercatat tersebut tidak dapat dipulihkan sepenuhnya. The carry ing v alues of property and equipment are rev iewed for impairment when events or changes in circumstances indicate that the carrying values may not be recoverable. 212

231 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan) 2. Summary of Significant Accounting and Financial Reporting Policies (Continued) k. Aset Tetap (Lanjutan) k. Property and Equipment (Continued) Dalam setiap inspeksi y ang signifikan, biaya inspeksi diakui dalam jumlah tercatat aset tetap sebagai suatu penggantian apabila memenuhi kriteria pengakuan. Biaya inspeksi signifikan y ang dikapitalisasi tersebut diamortisasi selama periode sampai dengan saat inspeksi signifikan berikutnya. Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya ( derecognized) pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Aset tetap y ang dijual atau dilepaskan, dikeluarkan dari kelompok aset tetap berikut akumulasi peny usutan dan amortisasi serta akumulasi penurunan nilai yang terkait dengan aset tetap tersebut. Laba atau rugi y ang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap ditentukan sebesar perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan, jika ada, dengan jumlah tercatat dari aset tetap tersebut, dan diakui dalam laporan laba rugi konsolidasi pada tahun terjadiny a penghentian pengakuan. Nilai residu, umur manfaat, serta metode penyusutan ditelaah setiap akhir tahun dan dilakukan penyesuaian apabila hasil telaah berbeda dengan estimasi sebelumnya. Aset dalam peny elesaian diny atakan sebesar biay a perolehan. Biay a perolehan tersebut termasuk biay a pinjaman y ang terjadi selama masa pembangunan y ang timbul dari hutang y ang digunakan untuk pembangunan aset tersebut. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap y ang bersangkutan pada saat selesai dan siap digunakan. When each major inspection is performed, its cost is r ecognized in the car rying amount of the item of property and equipment as a replacement if the recognition criterias are satisfied. Such major inspection is capitaliz ed and amortized ov er the period until the next major inspection activity. An item of property and equipment is derecognized upon disposal or w hen no future economic benefits are expected from its use or disposal. W hen assets are sold or retired, the cost and related accumulated depreciation and any impairment loss are eliminated from the accounts. Any gain or loss arising from derecognition of property and equipment (calculated as the difference betw een the net disposal proceeds, if any, and the carry ing amount of the item) is included in the consolidated statement of operations in the year the item is derecognized. The asset s residual v alues, useful liv es and depreciation method are reviewed and adjusted if appropriate, at each financial year end. Construction in progress is stated at cost, which includes borrow ing costs during construction on debts incurred to finance the construction. C onstruction in progress is transferred to the respective property and equipment account w hen completed and ready for use. l. Sewa l. Leases Penentuan apakah suatu kontrak merupakan, atau mengandung unsur sewa adalah berdasarkan substansi kontrak pada tanggal aw al sew a, y akni apakah pemenuhan syarat kontrak tergantung pada penggunaan aset tertentu dan kontrak tersebut berisi hak untuk menggunakan aset tersebut. The determination of whether an arrangement is, or contains a lease is based on the substance of the arrangement at inception date of whether the fulfillment of the arrangement is dependent on the use of a specific asset or assets and the arrangement conv eys a right to use the asset. 213

232 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan) 2. Summary of Significant Accounting and Financial Reporting Policies (Continued) l. Sewa (Lanjutan) l. Leases (Continued) Evaluasi ulang atas perjanjian sewa dilakukan setelah tanggal awal sewa hanya jika salah satu kondisi berikut terpenuhi: a. Terdapat perubahan dalam persyaratan perjanjian kontraktual, kecuali jika perubahan tersebut hany a memperbarui atau memperpanjang perjanjian yang ada; b. Opsi pembaruan dilakukan atau perpanjangan disetujui oleh pihakpihak yang terkait dalam perjanjian, kecuali ketentuan pembaruan atau perpanjangan pada aw alnya telah termasuk dalam masa sewa; c. Terdapat perubahan dalam penentuan apakah pemenuhan perjanjian tergantung pada suatu aset tertentu; atau d. Terdapat perubahan subtansial atas aset yang disewa. Apabila ev aluasi ulang telah dilakukan, maka akuntansi sew a harus diterapkan atau dihentikan penerapanny a pada tanggal dimana terjadi perubahan kondisi pada skenario a, c atau d dan pada tanggal pembaharuan atau perpanjangan sew a pada skenario b. Sewa pembiayaan, y ang mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat y ang terkait dengan kepemilikan suatu aset kepada Perusahaan/anak perusahaan, dikapitalisasi pada aw al sewa sebesar nilai w ajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembay aran sew a minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Pembay aran sew a dipisahkan antara bagian y ang merupakan beban keuangan dan bagian y ang merupakan pelunasan kew ajiban sehingga menghasilkan suatu tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo kewajiban. Beban keuangan dibebankan ke laba rugi konsolidasi tahun berjalan. A reassessment is made after inception of the lease only if one of the follow ing applies: a. there is a change in contractual terms, other than a renew al or extension of the agreement; b. a renew al option is exercised or extension granted, unless the term of the renewal or ex tension w as initially included in the lease term; c. there is a change in the determination of whether the fulfillment is dependent on a specified asset; or d. there is a substantial change to the asset. Where a reassessment is made, lease accounting shall commence or cease from the date when the change in circumstances gave rise to the reassessment for scenarios a, c or d and the date of renewal or extension period for scenario b. Leases which transfer to the C ompany substantially all the risks and benefits incidental to ownership of the leased item, are capitalized at the inception of the lease at the fair value of the leased property or, if lower, at the present v alue of the minimum lease pay ments. Lease pay ments are apportioned betw een the finance charges and reduction of the lease liability so as to achieve a constant rate of interest on the remaining balance of the liability. Finance charges are charged directly against income. 214

233 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan) 2. Summary of Significant Accounting and Financial Reporting Policies (Continued) l. Sewa (Lanjutan) l. Leases (Continued) Aset sewaan disusutkan secara penuh selama jangka w aktu y ang lebih pendek antara periode masa sew a dan umur manfaatnya, jika tidak ada kepastian yang memadai bahwa Perusahaan akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa. Pembayaran sew a dalam sew a operasi diakui sebagai beban dalam laporan laba rugi konsolidasi dengan dasar kapasitas pemakaian dan garis lurus (straight-line basis) selama masa sewa. m. Goodwill dan Aset Tidak Berwujud Lainnya Goodwill positif merupakan selisih lebih antara biay a perolehan dan bagian atas nilai w ajar aset dan kewajiban anak perusahaan y ang dapat diidentifikasi. Goodwill positif diakui sebagai aset dan diamortisasi secar a gar is lur us selama dua puluh (20) tahun. Perusahaan menetapkan masa manfaat goodwill positif berdasarkan manfaat ekonomis yang diperoleh dari akuisisi anak perusahaan yang memiliki iz in jaringan telekomunikasi. Dengan akuisisi tersebut, Perusahaan memperoleh manfaat ekonomis sebagai penyelenggara telekomunikasi meliputi seluruh wilayah Indonesia. Goodwill negatif merupakan selisih lebih antara bagian Perusahaan atas nilai w ajar aset dan kew ajiban yang dapat diidentifikasi dengan biaya perolehan anak peusahaan, setelah pengurang nilai w ajar aset non-moneter y ang diperoleh. G oodwill negatif diperlakukan sebagai penghasilan ditangguhkan dan diakui sebagai penghasilan dengan menggunakan metode garis lurus selama dua puluh (20) tahun. Aset tidak berwujud terdiri dari piranti lunak komputer diny atakan dalam biaya perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan penurunan nilai, jika ada. Aset tidak berwujud diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama delapan (8) tahun. Capitalized leased assets are depreciated over the shorter of the estimated useful life of the asset and the lease term, if there is no reasonable certainty that the C ompany will obtain ownership by the end of the lease term. Operating lease pay ments are recognized as an ex pense in the consolidated statement of operations on usage capacity and a straight-line basis ov er the lease term. m. Goodwill and Other Intangible Asset Positive goodw ill represents the excess of the cost of acquisition ov er the C ompany s interest in the fair v alue of the identifiable assets and liabilities of a subsidiary. Positive goodwill is recognized as an asset and amortized using the straight-line method ov er tw enty (20) years. T he Company determined the useful life of goodwill based on the economic benefits obtained from acquisition of subsidiary with telecommunication network licenses, w hich entitles the C ompany as a nationwide telecommunication service prov ider in Indonesia. Negative goodwill represents the ex cess of the C ompany s interest in fair value of the identifiable assets and liabilities over the cost of acquisition of a subsidiary, after reducing the fair v alue of non-monetary assets acquired. N egative goodw ill is treated as deferred income and recognized as income using the straight-line method over twenty (20) years. Intangible asset consists of computer software is stated at cost less accumulated amortization and any impairment in v alue. Intangible asset is amortiz ed using the straight-line method over eight (8) years. 215

234 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan) m. Goodwill dan Aset Tidak Berwujud Lainnya (Lanjutan) Perusahaan menelaah nilai tercatat goodwill dan aset tidak berw ujud lainny a pada saat terdapat peristiw a atau keadaan yang menunjukkan bahw a nilainya menurun. Kerugian penurunan nilai diakui sebagai beban usaha tahun berjalan. 2. Summary of Significant Accounting and Financial Reporting Policies (Continued) m. Goodwill and Other Intangible Asset (Continued) The Company reviews the carrying amount of goodw ill and other intangible asset whenever events or circumstances indicate that its value is impaired. Impairment loss is recognized as a charge to current operations. n. Beban Tangguhan n. Deferred Charges Biaya langsung dalam rangka program perolehan pelanggan dicatat sebagai beban tangguhan dan diamortisasi berdasarkan tingkat penurunan pelanggan dan tidak melebihi tiga puluh enam (36) bulan. T ingkat penurunan pelanggan ditelaah secara periodik untuk mencerminkan tingkat penurunan aktual tahun berjalan, dan tambahan penurunan nilai, jika ada, dibebankan pada tahun berjalan. Direct cost incur red in r elation to the subscriber acquisition program is deferred and amortiz ed based on the subscribers churn rate, and not ex ceeding thirty six months. Churn rate is rev iewed periodically to reflect actual churn rate of a subscriber for the y ear, and additional impairment losses, if any, are charged to current operations. o. Biaya Emisi Saham o. Stock Issuance Costs Biaya emisi saham disajikan sebagai bagian dari tambahan modal disetor dan tidak diamortisasi. Stock issuance costs are presented as part of additional paid-up capital and are not amortized. p. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan p. Impairment of Non-Financial Assets Manajemen menelaah ada atau tidaknya indikasi penurunan nilai aset non keuangan pada tanggal neraca dan kemungkinan penyesuaian ke nilai y ang dapat diperoleh kembali ( recoverable amount) apabila terdapat keadaan y ang mengindikasikan penurunan nilai aset tersebut. Nilai aset non keuangan y ang dapat diperoleh kembali dihitung berdasarkan nilai pakai atau harga jual neto, mana y ang lebih tinggi. Kerugian penurunan nilai diakui jika nilai tercatat aset non keuangan melebihi nilai yang dapat diperoleh kembali. Di lain pihak, pemulihan penurunan nilai diakui apabila terdapat indikasi bahw a penurunan aset non keuangan nilai tersebut tidak lagi terjadi. Penurunan (pemulihan) nilai aset diakui sebagai beban (pendapatan) pada laba rugi konsolidasi tahun berjalan. An assessment by management of the non-financial asset v alue is made at each balance sheet date to determine w hether there is any indication of impairment of any asset and possible w rite-down to its recoverable amount w henever ev ents or changes in circumstances indicate that the non-financial asset value may not be recoverable. A non-financial asset s recoverable amount is computed as the higher of the asset s value in use and its net selling price. An impairment loss is recognized only if the carrying amount of a non-financial asset exceeds its recov erable amount. O n the other hand, a rev ersal of an impairment loss is recogniz ed w henever there is an indication that the non-financial asset is not impaired anymore. The amount of impairment loss (reversal of impairment loss) is recogniz ed in the current period s operations. 216

235 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan) 2. Summary of Significant Accounting and Financial Reporting Policies (Continued) q. Pengakuan Pendapatan dan Beban q. Revenue and Expense Recognition Sampai dengan tanggal 31 Desember 2009, Perusahaan telah menerapkan PSAK 35, Akuntansi Pendapatan Jasa Telekomunikasi, dalam mengakui pendapatan untuk jasa telekomunikasi interkoneksi dan jasa telekomunikasi y ang dilaksanakan sendiri. Pada bulan Juni 2009, Pernyataan Pencabutan Stándar Akuntansi Keuangan 1, Pencabutan PSAK 32, Akuntansi Kehutanan, PSAK 35, Akuntansi Pendapatan Jasa Telekomunikasi, PSAK 37, Ak untansi Penyelenggaraan Jalan T ol telah diterbitkan, y ang mengatur penentuan untuk peristiwa dan transaksi lainny a yang ada dalam SAK-SAK tersebut m engacu ke PSAK-PSAK lain y ang relevan. Efektif tanggal 1 Januari 2010, Perusahaan mengacu ke PSAK 23, Pendapatan dalam mengakui pendapatanny a. Pengaruh pencabutan tersebut terdapat pada penyajian pendapatan y ang disajikan secara bruto. Pendapatan jasa prabay ar terdiri dari penjualan paket perdana dan penjualan voucher pulsa isi ulang. Paket perdana terdiri dari kartu Removable User Identification Module (R UIM) dan pulsa. Penjualan kartu R UIM diakui sebagai pendapatan pada saat paket perdana diserahkan kepada distributor, agen atau pelanggan dan pulsa paket perdana dicatat sebagai pendapatan diterima dimuka dan diakui sebagai pendapatan pada saat jasa diserahkan berdasarkan pulsa y ang digunakan oleh pelanggan. Penjualan v oucher pulsa isi ulang kepada distributor, agen atau pelanggan dicatat sebagai pendapatan diterima dimuka dan diakui sebagai pendapatan pada saat jasa diserahkan berdasarkan pulsa y ang digunakan oleh pelanggan atau pada saat voucher tersebut kadaluarsa. Up to D ecember 31, 2009, the C ompany applied PSAK 35, Accounting for Revenue from T elecommunication Services, in recogniz ing interconnection telecommunication serv ices and self conducted telecommunication services. In June 2009, Financial Accounting Standards R evocation Statement No. 1, Revocation PSAK 32, Accounting for Forestry, PSAK 35, Accounting for Revenues from T elecommunication Services, PSAK 37, Ac counting for Highway Operators hav e been issued, which prov ide that ev ents and other transactions in those standards should be referred to relev ant accounting standards. Accordingly, effective January 1, 2010, the Company referred to PSAK 23, Rev enue, in recogniz ing its rev enues. T he impact to Company of those rev ocations is only on the presentation of rev enue in the financial statements which is presented on a gross basis. Revenue from prepaid serv ices consists of sale of starter packs and pulse reload vouchers. Starter packs consist of Removable U ser Identification M odule (RUIM) card and preloaded pulse. Sale of RUIM cards is recognized as revenue upon delivery of the starter packs to distr ibutors, agents or customers and the preloaded pulse is initially recorded as unearned revenue and then proportionately recognized as revenue w hen the related service is rendered based on usage of pulse by customer. Sale of pulse reload v ouchers to distributors, agents and customers is initially recorded as unearned rev enue and then recognized as rev enue w hen the related service is rendered based on usage of pulse by customer or w henever the unused stored v alue of the v ouchers has expired. 217

236 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan) q. Pengakuan Pendapatan dan Beban Lainnya (Lanjutan) Pendapatan dari jasa pasca bay ar diakui pada saat jasa diserahkan kepada pelanggan berdasarkan tarif y ang berlaku dan durasi hubungan telepon melalui jaringan selular Perusahaan. Pendapatan jasa bulanan (abonemen) dan jasa lay anan nilai tambah diakui berdasarkan tagihan atas jasa y ang diberikan pada bulan tersebut. Pendapatan dan beban interkoneksi y ang didasarkan pada perjanjian interkoneksi dengan peny elenggara telekomunikasi dalam negeri dan luar negeri, diakui pada saat terjadinya. Pendapatan penjualan modem dan telepon selular diakui pada saat pengalihan barang kepada pelanggan. Pendapatan komunikasi data diakui berdasarkan periode penggunaan dan biay a tetap bulanan tergantung pada kesepakatan dengan pelanggan. Pendapatan jasa lainny a diakui pada saat jasa tersebut diberikan kepada pelanggan. 2. Summary of Significant Accounting and Financial Reporting Policies (Continued) q. Revenue and Expense Recognition (Continued) Revenues from postpaid serv ices is recognized when the services are rendered to customers based on prevailing tariffs and duration of successful phone calls and other usage made through the Company s cellular network. Revenues from monthly serv ice fee and value added services are recognized based on the monthly billings during the period. Revenues from netw ork interconnection and interconnection charges which are based on agreements w ith other domestic and international telecommunications carriers, are recognized as incurred. Revenues from sales of w ireless broadband modems and cellular handsets are recogniz ed upon deliv ery to the customers. Revenues from w ireless broadband data communications are recognized based on the duration or usage or fixed monthly charges depending on the arrangement with the customers. Revenues from other serv ices are recognized when the services are rendered to the customers. Beban diakui sesuai manfaatny a pada tahun bersangkutan (accrual basis). Expenses are recogniz (accrual basis). ed w hen incurred Efektif tanggal 1 Januari 2010, biaya transaksi y ang terjadi dan dapat diatribusikan secara langsung terhadap perolehan atau penerbitan instrumen keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi diamortisasi sepanjang umur instrumen keuangan menggunakan metode suku bunga efektif dan dicatat sebagai bagian dari pendapatan bunga untuk biay a transaksi terkait aset keuangan, dan sebagai bagian dari beban bunga untuk biay a transaksi terkait kewajiban keuangan. Effective January 1, 2010, transaction costs incurred that are directly attributable to acquisition or issuance of a financial instrument that is not classified at FVPL are amortized over the term of the financial instruments using the effective interest rate method and recorded as part of interest income for transaction costs related to financial asset or interest ex pense for transaction costs related to financial liabilities. 218

237 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan) q. Pengakuan Pendapatan dan Beban (Lanjutan) Efektif tanggal 1 Januari 2010, pendapatan bunga dan beban bunga diakui dalam laporan laba rugi menggunakan metode suku bunga efektif. Sebelum 1 Januari 2010, pendapatan bunga dan beban bunga diakui berdasarkan metode akrual berdasarkan suku bunga kontraktual. 2. Summary of Significant Accounting and Financial Reporting Policies (Continued) q. Revenue and Expense Recognition (Continued) Effective January 1, 2010, interest income and interest expense are recogniz ed in the financial statements using the effectiv e interest rate method. Prior to January 1, 2010, interest income and interest expense are recogniz ed using accrual method based on contractual interest rates. r. Biaya Pinjaman r. Borrowing Costs Biaya pinjaman merupakan bunga dan selisih kurs pinjaman y ang diterima dalam mata uang asing dan biaya lainnya (amortisasi diskonto/premi dari pinjaman diterima) y ang terjadi sehubungan dengan peminjaman dana. Biaya pinjaman y ang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan, konstruksi, atau pembuatan aset kualifikasian dikapitalisasi sebagai bagian dari biay a perolehan aset tersebut. Biaya pinjaman lainny a diakui sebagai beban pada saat terjadinya. Jika Perusahaan meminjam dana secara khusus untuk tujuan memperoleh aset kualifikasian, maka Perusahaan menentukan jumlah biay a pinjaman y ang layak dikapitalisasikan sebesar biaya pinjaman aktual y ang terjadi selama tahun berjalan dikurangi penghasilan inv estasi atas inv estasi sementara dari pinjaman tersebut. Jika pengembangan aktif atas aset kualifikasian dihentikan, Perusahaan dan anak perusahaan menghentikan kapitalisasi biaya pinjaman selama periode yang diperpanjang tersebut. Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan saat selesainya secar a subtansi seluruh aktivitas y ang diperlukan untuk mempersiapkan aset kualifikasian agar dapat digunakan atau dijual sesuai dengan maksudnya. Borrowing costs are interest and exchange difference on foreign currency denominated borrowings and other costs (amortization of discounts/premiums on borrow ings, etc.) incurred in connection with the borrowing of funds. Borrowing costs w hich are directly attributable to the acquisition, construction, or production of qualify ing assets are capitalized as part of the acquisition cost of the qualifying assets. O ther borrow ing costs are recognized as ex penses in the period in which they are incurred. To the ex tent that the Company and its subsidiary borrow funds specifically for the purpose of obtaining a qualifying asset, the entity shall determine the amount of borrowing costs eligible for capitalization as the actual borrow ing costs incurred on that borrowing during the y ear less any investment income on the temporary investment of those borrowings. Capitalization of borrow ing costs is suspended during ex tended periods in which activ e dev elopment of a qualifying asset is suspended. The C ompany and its subsidiary cease capitalizing borrowing costs w hen substantially all the activ ities necessary to prepare the qualifying asset for its intended on use or sale are complete. 219

238 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan) 2. Summary of Significant Accounting and Financial Reporting Policies (Continued) s. Imbalan Kerja s. Employment Benefits Imbalan kerja diterapkan berdasarkan PSAK No. 24 Imbalan Kerja (Revisi 2004). Imbalan Kerja Jangka Pendek Imbalan kerja jangka pendek merupakan upah, gaji, dan iuran jaminan sosial. Imbalan kerja jangka pendek diakui sebesar jumlah y ang tak-terdiskonto sebagai kewajiban pada neraca konsolidasi setelah dikurangi dengan jumlah yang telah dibayar dan sebagai beban pada laba rugi konsolidasi tahun berjalan. Imbalan Pasca-Kerja Imbalan pasca-kerja merupakan manfaat pasti y ang dibentuk tanpa pendanaan khusus dan didasarkan pada masa kerja dan jumlah penghasilan kary awan saat pensiun. Metode penilaian aktuarial y ang digunakan untuk menentukan nilai kini cadangan imbalan pasti, beban jasa kini yang terkait dan beban jasa lalu adalah metode Projected Unit Credit. Beban jasa kini, beban bunga, beban jasa lalu y ang telah menjadi hak kary awan dan dampak kurtailmen atau peny elesaian (jika ada) diakui pada laba rugi konsolidasi tahun berjalan. Beban jasa lalu dan keuntungan atau kerugian aktuarial bagi kary awan yang masih aktif bekerja diamortisasi selama jangka waktu rata-rata sisa masa kerja karyawan. Cadangan imbalan pasti pasca-kerja disajikan bersih sebesar nilai kini cadangan imbalan pasti setelah memperhitungkan keuntungan atau kerugian aktuarial y ang tidak diakui, beban jasa lalu yang belum diakui. Employment benefit is applied based on PSAK No. 24 Em ployment Benefit (Revision 2004). Short-term Employee Benefits Short-term employee benefits are in the form of wages, salaries, and social security (Jamsostek) contribution. Short-term employee benefits are recogniz ed at its undiscounted amount as a liability after deducting any amount already paid in the consolidated balance sheets and as an expense in the consolidated statement of operations. Post-employment Benefits Post-employment benefits are an unfunded defined-benefit plans w hich amounts are determined based on y ears of service and salaries of the employ ees at the time of pension. T he actuarial valuation method used to determine the present v alue of defined-benefit reserv e, related current service costs and past serv ice costs is the Projected U nit C redit. Current service costs, interest costs and v ested past service costs effects of cur tailments and settlements (if any ) are charged directly to current operations. Past serv ice costs which are not y et v ested and actuarial gains or losses for w orking (activ e) employees are amortiz ed during the employees av erage remaining years of service, until the benefit become vested. Defined-benefit post-employment reserve is presented at the present v alue of unfunded defined-benefit reserve net of unrecognized actuarial gains or losses and unrecogniz ed past service costs. t. Pajak Penghasilan t. Income Tax Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan y ang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku. Current tax ex pense is determined based on the tax able income for the year computed using prevailing tax rates. 220

239 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan) 2. Summary of Significant Accounting and Financial Reporting Policies (Continued) t. Pajak Penghasilan (Lanjutan) t. Income Tax (Continued) Aset dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan kew ajiban menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan kew ajiban. Kew ajiban pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer y ang boleh dikurangkan dan manfaat pajak dari saldo rugi fiskal y ang belum digunakan sepanjang besar kemungkinan timbulny a laba fiskal dan besar kemungkinan perbedaan temporer dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa yang akan datang. Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal neraca. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi konsolidasi, kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas. Nilai tercatat aset pajak tangguhan ditinjau kembali pada tanggal neraca dan nilai tercatat tersebut diturunkan apabila laba fiskal tidak mungkin memadai untuk mengkompensasi sebagian atau semua aset pajak tangguhan. Penurunan tersebut harus disesuaikan kembali apabila besar kemungkinan laba fiskal memadai untuk kompensasi tersebut. Aset dan kew ajiban pajak tangguhan disajikan di neraca, kecuali aset dan kewajiban pajak tangguhan untuk entitas yang berbeda, atas dasar kompensasi sesuai dengan peny ajian aset dan kewajiban pajak kini. Perubahan atas kew ajiban pajak dicatat ketika hasil pemeriksaan diterima atau, jika banding diajukan oleh Perusahaan dan anak perusahaan, ketika hasil banding ditentukan. Deferred tax assets and liabilities are recognized for the future tax consequences attributable to differences betw een the financial statement carry ing amounts of existing assets and liabilities and their respective tax bases. Deferred tax liabilities are recogniz ed for all tax able temporary differences and deferred tax assets are recognized for deductible temporary differences and carry forward tax benefit of unused fiscal losses to the extent that it is probable that tax able income w ill be available in future periods against which the deductible temporary differences and carryforward tax benefit of unused fiscal losses can be utilized. Deferred tax is calculated at the tax rates that hav e been enacted or substantively enacted at the balance sheet date. Deferred tax is charged to or credited in the consolidated statement of operations, except when it relates to items charged to or credited directly to equity, in w hich case the deferred tax is also charged to or credited directly to equity. The carrying amount of a deferred tax asset is reviewed at each balance sheet date and is reduced to the ex tent that it is no longer probable that sufficient tax able income will be av ailable to allow the benefit of part or all of that deferred tax asset to be utiliz ed. Any such reduction is rev ersed to the extent that it becomes probable that sufficient tax able income would be available. Deferred tax assets and liabilities are offset in the balance sheets, ex cept if these are for different legal entities, in the same manner the current tax assets and liabilities are presented. Amendments to tax obligations are recorded when an asessment is receiv ed or, if appealed against by the Company and subsidiary, w hen the result of the appeal has been determined. 221

240 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting (Lanjutan) 2. Summary of Significant Accounting and Financial Reporting Policies (Continued) u. Laba (Rugi) Per Saham u. Earnings (Loss) Per Share Laba (rugi) per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih residual dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan. Laba (rugi) per saham dilusian dihitung dengan membagi laba (rugi) bersih residual dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa y ang telah disesuaikan dengan dampak dari semua efek berpotensi saham biasa yang dilutif. Basic earnings (loss) per share is computed by dividing net income (loss) by the w eighted av erage number of shares outstanding during the period. Diluted earnings (loss) per share is computed by dividing net income (loss) by the w eighted av erage number of shares outstanding as adjusted for the effects of all dilutive potential ordinary shares. v. Informasi Segmen v. Segment Information Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi y ang dianut dalam penyusunan dan peny ajian laporan keuangan konsolidasi. Bentuk primer pelaporan segmen adalah segmen usaha, sedangkan segmen sekunder adalah segmen geografis. Segmen usaha adalah komponen Perusahaan y ang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa (baik produk atau jasa indiv idual maupun kelompok produk atau jasa terkait) dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen lain. Segmen geografis adalah komponen Perusahaan y ang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa pada lingkungan (w ilayah) ekonomi tertentu dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan pada komponen y ang beroperasi pada lingkungan (wilayah) ekonomi lain. w. Kejadian Setelah Tanggal Neraca Konsolidasi Kejadian-kejadian yang terjadi setelah tanggal neraca y ang meny ediakan informasi mengenai posisi keuangan Perusahaan dan anak perusahaan pada tanggal neraca sehingga perlu dilakukan penyesuaian, jika ada, telah tercermin dalam laporan keuangan konsolidasi. Kejadian-kejadian setelah tanggal neraca yang tidak memerlukan peny esuaian, apabila jumlahny a material, telah diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasi. Segment information is prepared using the accounting policies adopted for preparing and presenting the consolidated financial statements. T he primary segment information is based on business segments, w hile secondary segment information is based on geographical segments. A business segment is a distinguishable component of an enterprise that is engaged in providing an individual product or service or a group of related products or serv ices and that is subject to risks and returns that are different from the other business segments. A geographical segment is a distinguishable component of an enterprise that is engaged in prov iding products or services within a particular economic environment and that is subject to risks and returns that are different from those components operating in other economic environments. w. Event After the Balance Sheet Date Post y ear-end ev ents that prov ide additional information about the C ompany and its subsidiary s financial position at the date of the balance sheet (adjusting events), if any, are reflected in the consolidated financial statements. Post year-end events that are not adjusting events are disclosed in the notes to consolidated financial statements w hen material. 222

241 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Penggunaan Estimasi, Pertimbangan dan Asumsi Manajemen atas Instrumen Keuangan Manajemen berkeyakinan bahwa pengungkapan berikut telah mencakup ikhtisar estimasi, pertimbangan dan asumsi signifikan y ang dibuat oleh manajemen, y ang berdampak terhadap jumlah-jumlah yang dilaporkan serta pengungkapan dalam laporan keuangan konsolidasi. Nilai Wajar Aset Keuangan dan Kewajiban Keuangan Efektif tanggal 1 Januari 2010, prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mensyaratkan pengukuran aset keuangan dan kewajiban keuangan tertentu pada nilai w ajarnya, dan penyajian ini mengharuskan penggunaan estimasi dan pertimbangan akuntansi. Komponen pengukuran nilai w ajar y ang signifikan ditentukan berdasarkan bukti oby ektif yang dapat div erifikasi (seperti nilai tukar, suku bunga), sedangkan saat dan besaran perubahan nilai w ajar dapat menjadi berbeda karena penggunaan metode penilaian yang berbeda. 3. Management Use of Estimates, Judgments and Assumptions on Financial Instruments Management believ es that the following represent a summary of the significant estimates, judgment and assumptions made that affected certain reported amounts and disclosures in the consolidated financial statements. Fair Value of Financial Assets and Financial Liabilities Effective January 1, 2010, generally accepted accounting principles in Indonesia require that certain financial assets and financial liabilities be carried at fair v alue, w hich requires the use of accounting estimates and judgments. While significant components of fair value measurement are determined using verifiable objective evidence (i.e. foreign ex change rates, interest rates), the timing and amount of changes in fair v alue, w ould differ using a different valuation methodology. Nilai w ajar aset keuangan keuangan diungkapkan pada C laporan keuangan konsolidasi. dan kewajiban atatan 41 atas The fair v alue of financial assets and financial liabilities are set out in N ote 41 to the consolidated financial statements. Penyisihan Penurunan Nilai Piutang Penyisihan piutang ragu-ragu dipelihara pada jumlah yang menurut manajemen adalah memadai untuk menutup kemungkinan tidak tertagihnya piutang. Efektif tanggal 1 Januari 2010, pada setiap tanggal neraca Perusahaan dan anak perusahaan secara spesifik menelaah apakah telah terdapat bukti obyektif bahwa suatu aset keuangan telah mengalami penurunan nilai (tidak tertagih). Jumlah penyisihan yang dibentuk adalah berdasarkan pengalaman penagihan masa lalu dan faktor-faktor lainnya yang mungkin mempengaruhi kolektibilitas, antara lain kemungkinan kesulitan likuiditas atau kesulitan keuangan y ang signifikan y ang dialami oleh debitur atau penundaan pembay aran y ang signifikan. Allowance for Impairment of Receivables Allowance for doubtful accounts is maintained at a lev el considered adequate to provide for potentially uncollectible receiv ables. Effective January 1, 2010, the Company and its subsidiary assess specifically at each balance sheet date whether there is objectiv e evidence that a financial asset is impaired (uncollectible). T he level of allow ance is based on past collection experience and other factors that may affect collectability such as the probability of insolvency or significant financial difficulties of the debtor or significant delay in payments. 223

242 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Penggunaan Estimasi, Pertimbangan dan Asumsi Manajemen atas Instrumen Keuangan (Lanjutan) Penyisihan Penurunan Nilai Piutang (Lanjutan) Jika terdapat bukti oby ektif penurunan nilai, maka saat dan besaran jumlah y ang dapat ditagih diestimasi berdasarkan pengalaman kerugian masa lalu. Cadangan kerugian penurunan nilai dibentuk atas akun-akun yang diidentifikasi secara spesifik telah mengalami penurunan nilai. Akun piutang dihapusbukukan berdasarkan keputusan manajemen bahwa aset keuangan tersebut tidak dapat ditagih atau direalisasi meskipun segala cara dan tindakan telah dilaksanakan. Suatu evaluasi atas piutang, yang bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah penyisihan y ang harus dibentuk, dilakukan secara berkala sepanjang tahun. Oleh karena itu, saat dan besaran jumlah peny isihan piutang ragu-ragu yang tercatat pada setiap periode dapat berbeda tergantung pada pertimbangan dan estimasi yang digunakan. 3. Management Use of Estimates, Judgments and Assumptions on Financial Instruments (Continued) Allowance for Impairment of Receivables (Continued) When there is objective evidence of impairment, the amount and timing of collection is estimated based on historical loss ex perience. Prov isions are made for accounts specifically identified to be impaired. Accounts are w ritten off w hen management believ es that the financial asset cannot be collected or realiz ed after ex hausting all efforts and courses of action. An evaluation of the receiv ables, designed to identify potential charges to the allow ance, is performed on a continuous basis throughout the y ear. T he amount and timing of recorded prov ision for doubtful accounts for any period would therefore differ based on the judgments or estimates made. 4. Penggabungan Usaha 4. Merger Pada tanggal 2 M ei 2007, Perusahaan memperoleh Surat Perny ataan Efektif dari Ketua BAPEPAM -LK dalam Suratny a No. S-2065/BL/2007 sehubungan dengan penggabungan usaha Komselindo, Metrosel dan Telesera ke dalam Perusahaan. Sebelum penggabungan usaha, Perusahaan memiliki 100% saham PT M etro Selular Nusantara (M etrosel) dan PT Telekomindo Selular R aya (T elesera), serta 98,57% saham PT Komunikasi Selular Indonesia (Komselindo). Penggabungan usaha dilakukan dengan metode penyatuan kepemilikan ( pooling of interest), dimana Perusahaan tetap berdiri dan Komselindo, Metrosel serta Telesera bubar demi hukum tanpa melalui proses likuidasi. Penggabungan usaha diny atakan dalam akta No. 152 dan 153 tanggal 22 Mei 2007 dari Aulia Taufani S.H., pengganti Sutjipto S.H., notaris di Jakarta. Berdasarkan akta penggabungan usaha, seluruh aktiv itas, operasi, kekay aan, izin, kewajiban serta kary awan Komselindo, Metrosel dan Telesera beralih secara hukum kepada Perusahaan. Perubahan Anggaran D asar Perusahaan hasil penggabungan usaha tersebut telah diterima oleh M enteri H ukum dan H ak Asasi M anusia R epublik Indonesia dalam Surat No. W7-HT tanggal 29 Mei On May 2, 2007, the Company obtained a Notice of Effectiv ity from the Chairman of the BAPEPAM-LK in his Letter No. S-2065/BL/2007 concerning the merger of Komselindo, M etrosel and Telesera into the Company. Prior to the merger, the C ompany owned 100% of the shares of PT M etro Selular N usantara (Metrosel) and PT T elekomindo Selular R aya (Telesera), and 98.57% of the shares of PT Komunikasi Selular Indonesia (Komselindo). Accordingly, the merger was accounted for using the pooling of interest method, w herein the Company became the surv iving entity and Komselindo, Metrosel and T elesera were legally dissolved w ithout undergoing liquidation. The merger was stated in Notarial Deed No. 152 and No. 153 dated M ay 22, 2007 of Aulia Taufani S.H., substitute of Sutjipto S.H., public notary in Jakarta. Based on the merger deed, all activities, operations, assets, permits, liabilities and employ ees of Komselindo, Metrosel and T elesera w ere legally transferred to the C ompany. T he change of the Article of Association of the C ompany as a result of the merger had been receiv ed by the Minister of Law and H uman R ights of the Republic of Indonesia in his Letter No. W7-HT dated May 29,

243 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Penggabungan Usaha (Lanjutan) 4. Merger (Continued) Pada tanggal 29 M ei 2007, Perusahaan memperoleh persetujuan atas penggabungan usaha dari Kepala Badan Koordinasi Penanaman M odal (BKPM ) dalam Suratnya No. 715/III/PMA/2007. Pada tanggal 31 Mei 2007, perubahan Anggaran Dasar Perusahaan dalam rangka penggabungan usaha telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan D epartemen Perdagangan Republik Indonesia dengan agenda No. 1300/RUB.09.05/V/2007. Sehubungan dengan penggabungan usaha tersebut, tidak ada saham baru yang dikeluarkan untuk Metrosel dan Telesera karena Perusahaan memiliki seluruh saham M etrosel dan Telesera, sedangkan untuk Komselindo, terdapat sebanyak saham dimiliki oleh pemegang saham minoritas. Sebagai konsekuensi, Perus ahaan mengeluarkan saham baru kepada pemegang saham minoritas tersebut dengan menggunakan faktor konv ersi satu saham Komselindo akan memperoleh saham Perusahaan. Faktor konv ersi tersebut didasarkan pada laporan penilaian dari PT Zodiac Perintis Penilai, penilai independen. Dengan penggunaan faktor konversi tersebut, seluruh pemegang saham minoritas Komselindo memperoleh sebany ak saham Perusahaan dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Saldo aw al hak minoritas Komselindo sebesar R p akan tereliminasi dan dicatat sebagai tambahan modal disetor atas penerbitan saham kepada pemegang saham minoritas Komselindo. Seluruh perjanjian signifikan y ang dilakukan Telesera, M etrosel dan Komselindo telah dialihkan secara hukum kepada Perusahaan. On M ay 29, 2007, the C ompany obtained the approval for the merger from the Chairman of the Capital Investment Coordinating Board (BKPM ) in his Letter No. 715/III/PMA/2007. On May 31, 2007, the amendment of the C ompany s Articles of Association pursuant to the merger w as registered in the List of Companies of the D epartment of T rade of the Republic of Indonesia w ith agenda No. 1300/RUB.09.05/V/ In relation to this merger, no new shares w ere issued to M etrosel and T elesera since the Company ow ned 100% of the shares of these companies. W hile for Komselindo, there w ere 4,319,692 shares ow ned by the minority stockholders, consequently, the Company issued new shares to the minority stockholders, using conversion factor of one Komselindo s share is equivalent to 9,964,962 of the C ompany s shares. T his conv ersion factor is based on the valuation report of PT Zodiac Perintis Penilai, an independent appraiser. U sing this conversion factor, all the minority stockholders of Komselindo received 43,045,567 of the Company s shares, w ith par value of Rp100 per share. The beginning balance of the minority interest of Komselindo amounting to Rp 1,254,540,742 w ill be eliminated and to be recorded under additional paid-up capital for the shares to be issued to minority stockholders of Komselindo. All the significant agreements entered into by Telesera, Metrosel and Komselindo w ere legally transferred to the Company. 225

244 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Kas dan Setara Kas 5. Cash and Cash Equivalents 31 Agustus 2010/ 31 Desember 2009/ 31 Desember 2008/ August 31, 2010 December 31, 2009 December 31, 2008 Rp Rp Rp Kas Cash on hand Bank Cash in banks Rupiah Rupiah PT Bank Sinarmas PT Bank Sinarmas PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Permata Tbk PT Bank Permata Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank Internasional Indonesia Tbk PT Bank Internasional Indonesia Tbk Dolar Amerika Serikat (Catatan 42) U.S. Dolar (Note 42) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Sinarmas PT Bank Sinarmas PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia Standard Chartered Bank Standard Chartered Bank Deutsche Bank AG, Amsterdam Deutsche Bank AG, Amsterdam PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk Euro (Note 42) Euro (Note 42) Deutsche Bank AG, Amsterdam Deutsche Bank AG, Amsterdam Subjumlah Subtotal Deposito berjangka Time deposits Rupiah Rupiah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Euro (Note 42) Euro (Note 42) Deutsche Bank AG, Amsterdam Deutsche Bank AG, Amsterdam Subjumlah Subtotal Jumlah Total Tingkat bunga per tahun deposito berjangka Interest rates per annum on time deposits Rupiah 7,00% 9,04% 6,75% Rupiah Euro - 0,10% 0,40% Euro Seluruh kas dan setara kas y ang dimiliki Perusahaan ditempatkan pada pihak ketiga. Cash and cash equiv alents are placement to third parties. 6. Investasi Jangka Pendek 6. Short-term Investments 31 Agustus 2010/ 31 Desember 2009/ 31 Desember 2008/ August 31, 2010 December 31, 2009 December 31, 2008 Rp Rp Rp Investasi dalam kelompok diperdagangkan Held-for-trading investments pada nilai wajar at fair value Surat tagih Promissory notes PT Bhakti Asset Management PT Bhakti Asset Management TDM Aset Manajemen TDM Aset Manajemen Clariden Leu Ltd Clariden Leu Ltd. Jumlah To tal Pada periode delapan bulan y ang berakhir 31 Agustus 2010 beban inv estasi sebesar Rp , sementara untuk tahuntahun y ang berakhir 31 D esember 2009 dan 2008, penghasilan inv estasi masing-masing sebesar Rp dan Rp For the eight month period ended August 31, 2010, inv estment loss amounted to Rp 19,681,682,750, w hile for the years ended December 31, 2009 and 2008, inv estment income amounted to R p 10,697,096,784 and Rp 32,854,289,241, respectively. 226

245 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Investasi Jangka Pendek (Lanjutan) 6. Short-term Investments (Continued) Surat Tagih Perusahaan mempunyai investasi jangka pendek dalam bentuk beberapa surat tagih yang diterima pada saat pemutusan Kontrak Pengelolaan Dana dengan T DM Aset M anajemen pada tanggal 5 N ovember 2009 sebesar Rp yang memiliki tingkat bunga tetap 9% per tahun dan jatuh tempo pada tanggal 17 Juni Selama 2010, Perusahaan telah melakukan penarikan sebesar R p dan selisih sebesar R p diakui sebagai kerugian investasi. PT Bhakti Asset Management (BAM) Berdasarkan Kontrak Pengelolaan Dana tanggal 15 Desember 2006, Perusahaan menunjuk BAM, pihak hubungan istimew a, sebagai manajer investasi, untuk mengelola dana milik Perusahaan sesuai dengan arahan investasi Perusahaan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selama periode delapan bulan y ang berakhir 31 Agustus 2010 dan tahun y ang berakhir 31 D esember 2009, Perusahaan melakukan penarikan dana masing-masing sebesar Rp dan Rp Pada tanggal 31 Agustus 2010, 31 D esember 2009 dan 2008, harga perolehan dana masingmasing adalah sebesar R p , Rp dan R p Kenaikan nilai aset bersih adalah sebesar Rp , R p dan Rp masing-masing pada tanggal 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan TDM Aset Manajemen (TDM) Berdasarkan Kontrak Pengelolaan Dana tanggal 14 Desember 2007, Perusahaan menunjuk TDM, sebagai manajer inv estasi, untuk mengelola dana milik Perusahaan sesuai dengan arahan investasi Perusahaan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pada tanggal 5 N ovember 2009, Perusahaan memutuskan Kontrak Pengelolaan Dana dengan TDM, di mana pihak TDM menyerahkan beberapa surat tagih, termasuk bunga, kepada Perusahaan sebesar R p yang sesuai dengan nilai dana kelolaan pada saat itu. Promissory Notes The Company has short-term inv estment in promissory notes w hich w as received when the Company terminated the Fund M anagement Contract with TDM Aset M anajemen on November 5, 2009 totaling to Rp 92,680,000,000 and bear fix ed interest rate at 9% per annum and w ill be due on June 17, During 2010, the C ompany already withdrew amounting to R p 56,500,000,000 and the difference of R p 10,523,125,000 w as recorded as loss on investment. PT Bhakti Asset Management (BAM) Based on the Fund M anagement Contract dated December 15, 2006, the Company had appointed BAM, a related party, as fund manager, to manage the C ompany s fund in line with the C ompany s inv estment policy and prevailing regulations. For the eight month period ended August 31, 2010 and the y ear ended December 31, 2009, the Company withdrew from its fund amounting to R p 97,332,115,858 and Rp 75,854,981,327, respectively. As of August 31, 2010, D ecember 31, 2009 and 2008, the cost of the fund amounted to Rp 20,221,777,056, R p 103,373,892,821 and Rp 179,228,874,148, respectiv ely. Increase in net asset v alue amounted to Rp 5,734,030,343, R p 29,072,588,186 and Rp 21,418,616,402 as of August 31, 2010, December 31, 2009 and 2008, respectively. TDM Aset Manajemen (TDM) Based on the Fund M anagement Contract dated December 14, 2007, the Company had appointed TDM, as fund manager, to manage the C ompany s fund in line w ith the Company s investment policy and prevailing regulations. On November 5, 2009, the Company terminated the Fund M anagement C ontract with TDM, wherein TDM submitted to the Company several promissory notes including interest totaling to Rp 92,680,000,000 which is equivalent to the net asset value at the termination date. 227

246 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Investasi Jangka Pendek (Lanjutan) 6. Short-term Investments (Continued) Clariden Leu Ltd. Pada tanggal 31 D esember 2008, nilai aset bersih investasi sebesar U S$ atau ekuivalen R p Pada bulan Januari 2009, Perusahaan menarik investasi sementara di Clariden Leu sebesar U S$ atau Rp Clariden Leu Ltd. As of December 31, 2008, the net asset v alue of the fund amounted to U S$ 78,511 or equiv alent to R p 859,696,983. In January 2009, the Company w ithdrew the balance of the fund amounting to U S$ 78,511 or equivalent to Rp 891,492, Piutang Usaha 7. Trade Accounts Receivable a. Berdasarkan pelanggan a. By Debtors 31 Agustus 2010/ 31 Desember 2009/ 31 Desember 2008/ August 31, 2010 December 31, 2009 December 31, 2008 Rp Rp Rp Pihak hubungan istimewa (Catatan 40) Related parties (Note 40) Penyedia konten Content provider Agen dan pelanggan Subscriber and agency Lain-lain Others Subjumlah Subtotal Pihak ketiga Third parties Agen dan pelanggan Subscriber and agency Pelanggan pasca bayar Postpaid subscriber PT Selular Prima Sukses Jaya PT Selular Prima Sukses Jaya Lain-lain (masing-masing Others (each below dibawah Rp 1 miliar) Rp 1 billion) Subjumlah Subtotal Operator dalam negeri Domestic operator PT Telekomunikasi Selular PT Telekomunikasi Selular Lain-lain (masing-masing Others (each below dibawah Rp 1 miliar) Rp 1 billion) Subjumlah Subtotal Operator luar negeri Overseas operator China Telecom China Telecom SK Telecom Co., Ltd SK Telecom Co., Ltd. Lain-lain (masing-masing Others (each below dibawah Rp 1 miliar) Rp 1 billion) Subjumlah Subtotal Jumlah Total Allowance for doubtful Penyisihan piutang ragu-ragu ( ) ( ) ( ) accounts Bersih Net Jumlah piutang usaha - bersih Total trade accounts receivables - net 228

247 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Piutang Usaha (Lanjutan) 7. Trade Accounts Receivable (Continued) b. Berdasarkan Umur b. By Age 31 Agustus 2010/ 31 Desember 2009/ 31 Desember 2008/ August 31, 2010 December 31, 2009 December 31, 2008 Rp Rp Rp Belum jatuh tempo Not yet due Sudah jatuh tempo Past due 1-30 hari days hari days hari days hari days > 120 hari More than 120 days Jumlah Total Penyisihan piutang ragu-ragu ( ) ( ) ( ) Allowance for doubtful accounts Bersih Net c. Berdasarkan Mata Uang c. By Currency 31 Agustus 2010/ 31 Desember 2009/ 31 Desember 2008/ August 31, 2010 December 31, 2009 December 31, 2008 Rp Rp Rp Rupiah Rupiah Dollar Amerika Serikat (Catatan 42) U.S. Dollar (Note 42) Jumlah Total Penyisihan piutang Allowance for doubtful ragu-ragu ( ) ( ) ( ) accounts Bersih Net Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu: The changes in allow ance for doubtful accounts are as follows: 31 Agustus 2010/ 31 Desember 2009/ 31 Desember 2008/ August 31, 2010 December 31, 2009 December 31, 2008 Rp Rp Rp Saldo awal Beginning balance Dampak penerapan awal atas PSAK 50 Effect of first adoption of PSAK 50 (Revisi 2006) dan PSAK 55 (Revised 2006) and PSAK 55 (Revisi 2006) (Revised 2006) Penambahan (Catatan 33) Additions (Note 33) Penghapusan - - ( ) Write-off Saldo akhir Ending balance Manajemen berpendapat bahw a penyisihan piutang ragu-ragu atas piutang kepada pihak ketiga adalah cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihny a piutang tersebut. Manajemen juga berpendapat bahw a tidak terdapat risiko y ang terkonsentrasi secara signifikan atas piutang usaha pihak ketiga. Management believ es that the allowance for doubtful accounts is adequate to cov er possible losses on uncollectible receiv ables based on a review of the status of the individual receivable accounts at the end of the period. Management believes that there are no significant concentrations of credit risk on trade accounts receivable from third parties. 229

248 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Persediaan 8. Inventories 31 Agustus 2010/ 31 Desember 2009/ 31 Desember 2008/ August 31, 2010 December 31, 2009 December 31, 2008 Rp Rp Rp Telepon genggam dan aksesoris Handsets and accessories Kartu perdana dan voucher pulsa isi ulang Starter packs and vouchers Jumlah Total Penyisihan penurunan nilai persediaan ( ) ( ) ( ) Allowance for decline in value Bersih Net Manajemen berpendapat bahw a penyisihan penurunan nilai persediaan tersebut adalah cukup untuk menutup kerugian y ang mungkin timbul. Pada tanggal 31 Agustus 2010, 31 D esember 2009 dan 2008, seluruh persediaan telah diasuransikan masing-masing kepada PT Kalibesar Raya U tama, PT Asuransi AIU Indonesia dan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, pihak ketiga, terhadap risiko kebakaran, pencurian dan risiko lainnya masingmasing sebesar R p , Rp dan R p Manajemen berpendapat bahw a nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset y ang diasuransikan. Management believ es that the allowance for decline in value of inv entories is adequate to cover possible losses on decline in value of inventories. As of August 31, 2010, D ecember 31, 2009 and 2008 inv entories are insured w ith PT Kalibesar Raya U tama, PT Asuransi AIU Indonesia and PT Asuransi Allianz U tama Indonesia, third parties, against fire, theft and other possible risks with total coverage of Rp 104,750,000,000, Rp 39,000,000,000 and R p 111,500,000,000, respectively. Management believ es that the insurance cov erage is adequate to cover possible losses on the assets insured. 9. Pajak Dibayar Dimuka 9. Prepaid Taxes 31 Agustus 2010/ 31 Desember 2009/ 31 Desember 2008/ August 31, 2010 December 31, 2009 December 31, 2008 Rp Rp Rp Pajak penghasilan Income tax Pasal 28A Article 28 A Pasal Article 21 Pasal Article 23 Pasal Article 26 Pajak pertambahan nilai - bersih Value added tax - net Jumlah Total Pada tanggal 12 M ei 2010 Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bay ar (SKPLB) Pajak Pertam bahan Nilai (PPN) untuk masa pajak tahun 2008 sebesar Rp y ang telah diterima Perusahaan pada tanggal 18 Juni On May 12, 2010, the C ompany receiv ed Overpayment T ax As sessment Letter (SKPLB) for overpayment of value added tax for the fiscal year 2008 amounting to R p 34,244,567,400 which w as receiv ed by the C ompany on June 18,

249 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Pajak Dibayar Dimuka (Lanjutan) 9. Prepaid Taxes (Continued) Pada tanggal 28 Agustus 2008, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bay ar (SKPLB) Pajak Pertam bahan Nilai (PPN) No /407/07/054/08 untuk masa pajak tahunan 2007 sebesar R p y ang telah diterima Perusahaan pada bulan September Perusahaan mengajukan keberatan atas SKPLB tersebut untuk jumlah PPN sebesar Rp , karena menurut Perusahaan jumlah kelebihan bay ar PPN sebesar R p Pada tanggal 7 Juli 2009, Perusahaan menerima Surat Keputusan D irektur Jenderal Pajak No. KEP-766/W PJ.07/BD.05/2009 yang menerima sebagian keberatan Perusahaan sebesar R p Atas jumlah sisanya sebesar R p Perusahaan mengajukan banding dan terhadap banding tersebut telah keluar putusan banding dengan surat Keputusan No. Put.24450/PP/M.VII/16/2010 tanggal 19 Juli 2010 yang mengabulkan banding perusahaan sebesar Rp dan telah diterima perusahaan pada tanggal 1 September 2010 Pada tanggal 17 Juli 2008, Perusahaan menerima Surat Keputusan D irektur Jenderal Pajak No. KEP-1293/WPJ.06/BD.06/2008 tentang keberatan W ajib Pajak atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) Pajak Pertambahan N ilai yang menetapkan untuk m empertahankan SKPKB No /207/05/073/07 tanggal 30 April 2007 untuk tahun pajak 2005 sebesar Rp y ang sudah dibay ar oleh Perusahaan pada bulan Agustus 2007, sementara menurut Perusahaan adalah nihil. Perusahaan menerima Surat Keputusan Pengadilan Pajak No. Put.20388/PP/M.VII/16/2009 tertanggal 29 O ktober 2009 y ang memutuskan kurang bayar sebesar R p Pada tanggal 11 Desember 2009, Perusahaan menerima hasil banding tersebut sebesar Rp dan bunganya sebesar Rp Berdasarkan Surat Keputusan Pengadilan Pajak tersebut, Perusahaan mengajukan permohonan pembetulan atas pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi No. KEP-1294/W PJ.06/BD.06/2008 tanggal 17 Juli 2008 dan telah terbit Surat Keputusan D irektur Jenderal Pajak No. KEP-556/WPJ.07/2010 tanggal 9 Juni 2010 yang mengabulkan permohonan perusahaan untuk pengembalian sanksi administrasi sebesar Rp y ang digunakan Perusahaan untuk peny elesaian hutang pajak penghasilan pasal 26 tahun On August 28, 2008, the C ompany receiv ed Overpayment T ax As sessment Letter (SKPLB) No /407/07/054/08 for overpayment of value added tax for the fiscal year 2007 amounting to R p 57,776,067,796, in w hich such amount has been receiv ed in September The Company objected on such SKPLB for an amount of R p 1,176,574,767, w hile according to the C ompany total ov erpayment amounted to Rp 58,952,642,563. O n July 7, 2009, the Company receiv ed a D ecision Letter No. KEP-766/W PJ.07/BD.05/2009 from Director General of T axation w hich granted part of the Company s objection amounting to Rp 289,189,642. O n such remaining amount of Rp 887,385,125 the C ompany had filed an appeal and the C ompany receiv ed a D ecision Letter No. Put.24450/PP/M.VII/16/2010 dated July 19, 2010 approv ing the Company s appeal amounting to R p 835,205,282 w hich the Company has received on September 1, On July 17, 2008, the Company received a D ecision Letter No. KEP-1293/W PJ.06/BD.06/2008 from the Director General of T axation regarding the Company s objection on Underpayment Tax Assessment Letter (SKPKB) No /207/05/073/07 dated April 30, 2007 for underpayment of value added tax for the year 2005 amounting to R p17,897,451,678, w hich has been paid by the C ompany in August The C ompany receiv ed T ax C ourt D ecision Letter No. Put.20388/PP/M.VII/16/2009 dated October 29, 2009, w hich deciding underpayment amounting to R p 14,269,932. O n December 11, 2009, the Company receiv ed the refund from such appeal amounting to R p 17,883,181,746 and its interest amounting to Rp 8,583,927,238. Based on such T ax C ourt D ecision Letter, the C ompany had filed an appeal for rectification of penalty reduction No. KEP-1294/W PJ.06/BD.06/2008 dated July 17, 2008 and has been been decided based on Decision Letter No. KEP-556/W PJ.07/2010 dated June 9, 2010 from D irector General of Taxation approv ing the C ompany s appeal amounting to R p 2,264,982,703 and compensated against the C ompany s tax payable for income tax article 26 for fiscal year

250 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Pajak Dibayar Dimuka (Lanjutan) 9. Prepaid Taxes (Continued) Pada tanggal 5 Februari 2007, Perusahaan menerima Surat Keputusan D irektur Jenderal Pajak No. KEP-116/W PJ.06/BD.06/2007 tentang keberatan Perusahaan atas SKPKB No /201/04/073/05 tanggal 30 D esember 2005 pajak penghasilan kurang bayar pasal 21 untuk tahun pajak 2004 y ang menyatakan bahw a kurang bay ar Perusahaan sebesar R p , sementara menurut Perusahaan adalah nihil. Perusahaan telah membayar sebesar R p dan mengajukan banding atas ketetapan tersebut. Perusahaan menerima Surat Keputusan Pengadilan Pajak No. Put.23512/PP/M.VII/10/2010 tertanggal 24 M ei 2010, y ang menetapkan bahw a jumlah pajak kurang bay ar adalah sebesar Rp dan Perusahaan mendapatkan lebih bay ar sebesar R p y ang digunakan Perusahaan untuk peny elesaian hutang pajak penghasilan pasal 26 tahun Pada tanggal 5 Februari 2007, Perusahaan menerima Surat Keputusan D irektur Jenderal Pajak No. KEP-115/W PJ.06/BD.06/2007 tentang keberatan Perusahaan atas SKPKB No /203/04/073/05 tanggal 30 Desember 2005 untuk tahun pajak 2004 yang menyatakan bahw a kurang bay ar PPh pasal 23 Perusahaan sebesar R p , sementara menurut Perusahaan adalah nihil. Perusahaan telah membay ar sebesar Rp dan mengajukan banding atas ketetapan tersebut. Perusahaan menerima Surat Keputusan Pengadilan Pajak No. Put.18160/PP/M.VII/12/ 2009 tertanggal 14 M ei 2009, y ang menetapkan bahw a jumlah pajak kurang bay ar adalah sebesar Rp Pada tanggal 23 Juli 2009, Perusahaan menerima pengembalian atas kelebihan pajak tersebut dan bunga masingmasing, sebesar R p dan Rp On February 5, 2007, the Company received a D ecision Letter No. KEP-116/W PJ.06/BD.06/2007 from the Director General of T axation regarding the Company s objection on SKPKB No /201/04/073/05 dated December 30, 2005 for underpayment of income tax Article 21 for the year Based on D ecision Letter, the Company's underpayment amounted to Rp 1,022,384,685. T he C ompany had paid Rp 1,022,384,685 and at the same time had filed an appeal to such decision. T he Company received T ax C ourt D ecision Letter No. Put.23512/PP/M.VII/10/2010 dated May 24, 2010, stating that the underpay ment amounted to R p 186,283,750 and the Company received tax refund and interest amounting to Rp 836,100,936 w hich w as compensated against the C ompany s tax pay able for income tax article 26 for fiscal year On February 5, 2007, the Company received a D ecision Letter No. KEP-115/W PJ.06/BD.06/2007 from the Director General of T axation regarding the Company s objection on SKPKB No /203/04/073/05 dated December 30, 2005 for underpayment of income tax Article 23 for the year Based on the D ecision Letter, the C ompany's underpay ment amounted to Rp 1,964,940,401. T he C ompany had paid Rp 1,964,940,401 and at the same time had filed an appeal to such decision. T he Company received T ax C ourt D ecision Letter No. Put.18160/PP/M.VII/12/2009, dated May 14, 2009, stating that the underpayment amounted to Rp 384,509,387. On July 23, 2009, the C ompany receiv ed tax refund and interest amounting to R p 1,580,431,014 and Rp 758,606,887, respectively. 232

251 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Pajak Dibayar Dimuka (Lanjutan) 9. Prepaid Taxes (Continued) Pada tanggal 5 Februari 2007, Perusahaan menerima Surat Keputusan D irektur Jenderal Pajak No. KEP-127/WPJ.06/BD.06/2007 tentang keberatan W ajib Pajak atas SKPKB Pajak Penghasilan pasal 26 y ang menetapkan untuk mempertahankan SKPKB No /204/04/073/05 tanggal 30 Desember 2005 untuk tahun pajak 2004 yang menyatakan bahw a kurang bay ar Perusahaan sebesar R p sementara menurut Perusahaan adalah nihil. Jumlah tersebut sudah dikompensasikan dengan lebih bay ar Pajak Pertambahan Nilai tahun pajak 2004 dan diakui sebagai Pajak dibay ar dimuka, Perusahaan mengajukan banding atas keputusan tersebut dan sampai dengan tanggal laporan keuangan konsolidasi ini diterbitkan, belum ada tanggapan atas keberatan tersebut. On February 5, 2007, the Company received a D ecision Letter No. KEP-127/W PJ.06/BD.06/2007 from the Director General of T axation regarding the Company s objection on SKPKB No /204/04/073/05 dated December 30, 2005 for underpayment of income tax Article 26 for the year Based on the D ecision Letter, the C ompany's underpay ment amounted to Rp 4,411,287,397. The amount has been compensated against ov erpayment of value added tax for fiscal year 2004 and recognized as part of Prepaid T axes. T he Company filed an appeal to such decision and until the date of completion of the consolidated financial statements, the C ompany has not received the response from the Tax Court. 10. Biaya Dibayar Dimuka 10. Prepaid Expenses 31 Agustus 2010/August 31, 2010 Jangka Pendek/ Jangka Panjang/ Short-term Long-term Jumlah/Total Rp Rp Rp Sewa R ental Penggunaan spektrum frekuensi Radio frequency spectrum radio (Catatan 44b) usage charge (Note 44b) Asuransi Insurance Transportasi Transportation Lain-lain Others Jumlah To tal 31 Desember 2009/December 31, 2009 Jangka Pendek/ Jangka Panjang/ Short-term Long-term Jumlah/Total Rp Rp Rp Sewa R ental Asuransi Insurance Transportasi Transportation Lain-lain Others Jumlah To tal 233

252 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Biaya Dibayar Dimuka (Lanjutan) 10. Prepaid Expenses (Continued) 31 Desember 2008/December 31, 2008 Jangka Pendek/ Jangka Panjang/ Short-term Long-term Jumlah/Total Rp Rp Rp Sewa R ental Penggunaan spektrum frekuensi Radio frequency spectrum radio (Catatan 44b) usage charge (Note 44b) Asuransi Insurance Transportasi Transportation Lain-lain Others Jumlah To tal 11. Aset Lancar Lain-lain 11. Other Current Assets Akun ini terdiri dari uang muka atas perluasan jaringan, perjalanan dinas dan biaya operasional. This account consists of adv ances for netw ork expansion, business trav el and operational expenses. 12. Aset Tetap 12. Property and Equipment Perubahan selama periode 2010/ Changes during 2010 (8 months) 1 Januari/ Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ 31 Agustus 2010/ January 1, 2010 Additions Deductions Reclassifications August 31, 2010 R p Rp Rp Rp Rp Biaya perolehan: At cost: Pemilikan langsung Direct acquisitions Tanah Land Infrastruktur telekomunikasi Telecommunication infrastructure Bangunan dan prasarana Building and improvements Kendaraan Vehicles Peralatan kantor Office equipment Peralatan penunjang lainnya Other supporting equipment Aset dalam penyelesaian: Construction in progress: Infrastruktur telekomunikasi ( ) - Telecommunication infrastructure Bangunan dan prasarana Building and improvements Peralatan kantor ( ) Office equiment Peralatan penunjang lainnya ( ) - Other supporting equipment Aset sewa pembiayaan Leased t elecommunication Infrastruktur telekomunikasi infrastructure Jumlah Total Akumulasi penyusutan: Accumulated depreciation: Pemilikan langsung Direct acquisitions Infrastruktur telekomunikasi Telecommunication infrastructure Bangunan dan prasarana Building and improvements Kendaraan Vehicles Peralatan kantor Office equipment Peralatan penunjang lainnya Other supporting equipment Aset sewa pembiayaan Leased t elecommunication Infrastruktur telekomunikasi infrastructure Jumlah Total Jumlah Tercatat Net Book Value 234

253 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Aset Tetap (Lanjutan) 12. Property and Equipment (Continued) Perubahan selama tahun 2009 (12 bulan)/ Changes during 2009 (12 months) 1 Januari/ Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ 31 Desember/ January 1, 2009 Additions Deductions Reclassifications December 31, 2009 R p Rp Rp Rp Rp Biaya p erolehan: At cost: Pemilikan langsung Direct acquisitions Tanah Land Infrastruktur telekomunikasi Telecommunication infrastructure Bangunan dan prasarana Building and improvements Kendaraan Vehicles Peralatan kantor Office equipment Peralatan penunjang lainnya Other supporting equipment Aset dalam penyelesaian: Construction in progress: Infrastruktur telekomunikasi ( ) Telecommunication infrastructure Bangunan dan prasarana Building and improvements Peralatan kantor ( ) Office equiment Peralatan penunjang lainnya ( ) Other supporting equipment Aset sewa pembiayaan Leased telecommunication Infrastruktur telekomunikasi infrastructure Jumlah Total Akumulasi penyusutan: Accumulated depreciation: Pemilikan langsung Direct acquisitions Infrastruktur telekomunikasi Telecommunication infrastructure Bangunan dan prasarana Building and improvements Kendaraan Vehicles Peralatan kantor Office equipment Peralatan penunjang lainnya Other supporting equipment Aset sewa pembiayaan Leased telecommunication Infrastruktur telekomunikasi infrastructure Jumlah Total Jumlah Tercatat Net Book Value Perubahan selama tahun 2008 (12 bulan)/ Changes during 2008 (12 months) 1 Januari/ Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ 31 Desember/ January 1, 2008 Additions Deductions Reclassifications December 31, 2008 R p Rp Rp Rp Rp Harga perolehan: At cost: Pemilikan langsung Direct acquisitions Tanah Land Infrastruktur telekomunikasi Telecommunication infrastructure Bangunan dan prasarana Building and improvements Kendaraan Vehicles Peralatan kantor Office equipment Peralatan penunjang lainnya Other supporting equipment Aset dalam penyelesaian: Construction in progress: Infrastruktur telekomunikasi ( ) Telecommunication infrastructure Peralatan kantor ( ) Office equipment Peralatan penunjang lainnya ( ) Other supporting equipment Aset sewa pembiayaan Leased telecommunication Infrastruktur telekomunikasi infrastructure Jumlah Total Akumulasi penyusutan: Accumulated depreciation: Pemilikan langsung Direct acquisitions Infrastruktur telekomunikasi Telecommunication infrastructure Bangunan dan prasarana Building and improvements Kendaraan Vehicles Peralatan kantor Office equipment Peralatan penunjang lainnya Other supporting equipment Aset sewa pembiayaan Leased telecommunication Infrastruktur telekomunikasi infrastructure Jumlah Total Jumlah Tercatat Net Book Value Pada periode delapan bulan y ang berakhir 31 Agustus 2010, Perusahaan melakukan penghapusan aset tetap dengan nilai buku sebesar Rp For the eight month period ended August 31, 2010, the C ompany has w ritten off its property and equipment with a net book value of Rp 2,269,237,

254 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Aset Tetap (Lanjutan) 12. Property and Equipment (Continued) Pada tahun 2010, Perusahaan melakukan negosiasi kembali dengan beberapa peny edia menara dan memperoleh penurunan pembayaran sewa bulanan sampai dengan akhir masa sewa sehingga biaya perolehan aset sewa pembiayaan berkurang sebesar Rp Pengurangan aset tetap di 2009 dan 2008 termasuk penjualan aset tetap sebagai berikut: In 2010, the C ompany renegotiated w ith several tower prov iders and w as granted w ith reduction in monthly lease pay ments until the end of the lease period, thus the cost of leased asset decreased by Rp 63,143,016,067. Deductions in 2009 and 2008 include the sale of certain property and equipment w ith details as follow: 31 Desember 2009/ 31 Desember 2008/ December 31, 2009 December 31, 2008 Rp Rp Harga perolehan Acquisition cost Akumulasi penyusutan ( ) ( ) Accumulated depreciation Nilai tercatat Net book value Harga jual Sales price Keuntungan penjualan dan Gain on sale of property and pelepasan aset tetap equipment Biaya sehubungan dengan Cost related to sale of penjualan aset ( ) - assets Keuntungan penjualan dan Gain on sale of property and pelepasan aset tetap - bersih equipment - net Pada bulan M aret 2009, Perusahaan mengadakan perjanjian pengikatan jual beli atas tanah dan bangunan milik Perusahaan y ang berlokasi di Jalan Patimura, D enpasar-bali dan Jalan Galaxi, Surabay a dengan harga jual masing-masing sebesar R p dan Rp Akta Jual Beli telah ditanda tangani pada tanggal 28 Mei Pada tanggal 5 O ktober 2009, Perusahaan menanda tangani Perjanjian Jual Beli M enara Antena sebanyak 36 menara dengan harga jual Rp Atas penjualan tersebut Perusahan mencatat keuntungan sebesar Rp Pengurangan aset tetap pada tahun 2009 termasuk aset sew a pembiayaan infrastruktur telekomunikasi yang dihentikan oleh Perusahaan dengan nilai tercatat Rp Beban peny usutan adalah sebesar Rp , R p dan Rp masing-masing untuk periode delapan bulan yang berakhir 31 Agustus 2010 dan tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 (Catatan 30). In M arch 2009, the C ompany entered into sales and purchase agreement relating to Company s land and building located in Jalan Patimura, D enpasar-bali and Jalan Galaxi, Surabaya for a total sales price of Rp 3,100,000,000 and R p 26,000,000,000, respectively. Sale transaction has been executed on May 28, On October 5, 2009, the C ompany entered into Sales and Purchase agreement relating to 36 towers for total sales price of Rp 28,800,000,000. The Company recorded gain on such transaction amounting to Rp 11,395,265,795. Deduction in 2009, include the leased telecommunication infrastructure with a net book value of Rp 9,179,433,076, the contract on which was pre-terminated by the Company. Depreciation expense amounted to Rp 236,113,068,815, R p 312,453,977,703 and Rp 248,303,186,698 for the eight month period ended August 31, 2010, and the years ended December 31, 2009 and 2008, respectively (Note 30). 236

255 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Aset Tetap (Lanjutan) 12. Property and Equipment (Continued) Pada tahun 2008, beban bunga dan beban keuangan lain y ang dikapitalisasi ke aset dalam penyelesaian R p dan kerugian kurs mata uang asing-bersih sebesar Rp Perusahaan memiliki beberapa bidang tanah yang terletak di Jakarta, Jaw a Barat, Jaw a Tengah, Jawa T imur, M edan, Banda Aceh, Padang, Ujung Pandang, Palu, Kendari, Manado, Bali, Jambi, Palembang, Lampung, Mataram, Balikpapan, Banjarmasin dan Pontianak seluruhnya seluas meter persegi dengan hak guna bangunan (H GB) atas nama Perusahaan dengan jangka w aktu antara 20 sampai dengan 30 tahun, jatuh tempo antara tahun 2014 dan 2031 dan tanah seluas 660 meter persegi masih dalam proses sertifikasi. Manajemen Perusahaan berpendapat tidak terdapat masalah dengan sertifikasi dan perpanjangan hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti pemilikan yang memadai. Aset dalam peny elesaian merupakan pengembangan infrastruktur telekomunikasi dan peralatan penunjang lainny a dalam rangka ekspansi Perusahaan. Aset dalam penyelesaian per 31 Agustus 2010 adalah sebesar 63% dari nilai kontrak dan diperkirakan selesai pada akhir tahun Aset dalam peny elesaian per 31 Desember 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp 95% dan 85% dari nilai kontrak dan diperkirakan selesai pada tahun Pada tanggal 31 Agustus 2010, seluruh aset tetap, kecuali tanah, telah diasuransikan kepada PT Tugu Pratama Indonesia, PT Asuransi Central Asia, PT Asuransi M SIG Indonesia, PT Asuransi W ahana Tata, PT Asuransi Ekspor Indonesia, PT Asuransi Sinar M as dan PT Asuransi Adira D inamika, pihak ketiga, terhadap risiko kebakaran, pencurian dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan sebesar US$ Perusahaan juga mengasuransikan menar a pemancar kepada PT Zurich Insurance Indonesia, pihak ketiga, terhadap risiko kerugian publik dengan jumlah pertanggungan US$ In 2008, the Company capitalized to construction in progress, interest and other financial charges amounting to Rp 22,101,648,057 and net loss on foreign ex change amounting to Rp 33,754,792,676. The C ompany ow ns sev eral parcels of land located in Jakar ta, W est Java, Central Java, East Java, Medan, Banda Aceh, Padang, Ujung Pandang, Palu, Kendari, M anado, Bali, Jambi, Palembang, Lampung, M ataram, Balikpapan, Banjarmasin and Pontianak totally measuring 64,265 square meters w ith Building Use Right (Hak Guna Bangunan or H GB) under the name of the C ompany with term of 20 to 30 y ears and will be ex pired betw een 2014 to 2031 and land measuring 660 square meters is still in process of certification. Management believ es that there will be no difficulty in the ex tension and legal processing of the landrights since these were acquired legally and supported by sufficient evidence of ownership. Construction in progress represents the development of telecommunication infrastructure and other supporting equipment under installation for business ex pansion of the Company. C onstruction in progress as of August 31, 2010 is amounted to 63% of contract amount and estimated to be completed by the end of C onstruction in progress as of December 31, 2009 and 2008 are amounted to 95% and 85% of contract amount, respectively, and estimated to be completed in As of August 31, 2010, the C ompany s telecommunication infrastructure w ere insured with PT T ugu Pratama Indonesia, PT Asuransi Central Asia, PT Asuransi M SIG Indonesia, PT Asuransi W ahana Tata, PT Asuransi Ekspor Indonesia, PT Asuransi Sinar M as and PT Asuransi Adira D inamika, third parties, against fire, theft and other possible risks w ith total coverage of U S$ 228,916,667. The Company also insured its tow er assets against public liability risk with PT Zurich Insurance Indonesia, third party, for a total coverage of US$ 5,000,

256 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Aset Tetap (Lanjutan) 12. Property and Equipment (Continued) Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008, aset tetap infrastruktur telekomunikasi telah diasuransikan kepada PT Asuransi Export Indonesia, PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, PT Asuransi Central Asia, PT Asuransi W ahana Tata dan PT Asuransi M itsui Sumitomo, pihak ketiga, terhadap risiko kebakaran, pencurian dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan masing-masing sebesar U S$ dan US$ , sedangkan aset tetap lainnya, kecuali tanah telah diasuransikan kepada PT Asuransi AIU Indonesia dan PT Citra International U nderwriters, pihak ketiga, dengan jumlah pertanggungan masing-masing sebesar Rp , U S$ dan Rp , berturut-turut. Perusahaan juga mengasuransikan menara pemancar kepada PT Zurich Insurance Indonesia, pihak ketiga, terhadap risiko kerugian publik dengan jumlah pertanggungan US$ Manajemen berpendapat bahw a nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset y ang dipertanggungkan. Pada tanggal 31 D esember 2009, sebagian infrastruktur telekomunikasi dijadikan jaminan atas obligasi I (C atatan 23) dan hutang jangka pendek (Catatan 17). Pada tanggal 31 Agustus 2010, 31 D esember 2009 dan 2008, menurut manajemen Perusahaan tidak terdapat penurunan nilai atas aset tetap. As of December 31, 2009 and 2008 the Company s telecommunication infrastructure were insured with PT Asuransi Export Indonesia, PT Asuransi Allianz U tama Indonesia, PT Asuransi Central Asia, PT Asuransi W ahana Tata and PT Asuransi M itsui Sumitomo, third parties, against fire, theft and other possible risks with total cov erage of U S$ 180,210,500 and U S$ 213,594,324, respectiv ely, while other property and equipment, ex cluding land, were insured w ith PT Asuransi AIU Indonesia and PT Citra International U nderwriters, third parties, with total cov erage of R p 3,475,100,000, US$ 330,534 and Rp 4,344,585,086, respectively. The Company also insured its tower assets against public liability risk with PT Zurich Insurance Indonesia, third party, for a total coverage of US$ 5,000,000. Management believ es that the insurance coverages are adequate to cover possible losses on the assets insured. As of December 31, 2009, part of the Company s telecommunication infrastructures w ere used as collateral for the C ompany s Bond I (N ote 23) and short-term loans (Note 17). As of August 31, 2010, D ecember 31, 2009 and 2008, based on the C ompany s management, there is no impairment in v alues of the aforementioned property and equipment. 13. Goodwill dan Aset Tidak Berwujud 13. Goodwill and Other Intangible Asset Akun ini terdiri dari: This account consists of the following: 31 Agustus/August 31, 2010 Aset tidak berwujud lainnya / Goodwill / Other intangible Jumlah/ Goodwill asset Total Rp Rp Rp Nilai tercatat bruto Gross carrying amount Akumulasi am ortisasi: Accumulated amortization Saldo awal tahun Balance at the beginning of the year Beban amortisasi Amortization during the year Saldo akhir tahun Balance at the end of the year Nilai buku bersih Net book value 238

257 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Goodwill dan Aset Tidak Berwujud (Lanjutan) 13. Goodwill and Other Intangible Asset (Continued) 31 Desember/December 31, 2009 Aset tidak berwujud lainnya / Goodwill / Other intangible Jumlah/ Goodwill asset Total Rp Rp Rp Nilai tercatat bruto Gross carrying amount Akumulasi am ortisasi: Accumulated amortization: Saldo awal tahun Balance at the beginning of year Beban amortisasi Amortization during the year Saldo akhir tahun Balance at the end of the year Nilai buku bersih Net book value 31 Desember/December 31, 2008 Aset tidak berwujud lainnya / Goodwill / Other intangible Jumlah/ Goodwill asset Total Rp Rp Rp Nilai tercatat bruto Gross carrying amount Akumulasi am ortisasi: Accumulated amortization: Saldo awal tahun Balance at the beginning of year Beban amortisasi Amortization during the year Saldo akhir tahun Balance at the end of the year Nilai buku bersih Net book value Goodwill merupakan goodw ill positif yang berasal dari akuisisi Metrosel dan T elesera dan goodwill negatif y ang berasal dari akuisisi Komselindo. M asing-masing perusahaan merupakan pemegang iz in peny elenggaraan jasa bergerak selular. D engan akuisisi ini, Perusahaan memperoleh manfaat ekonomis sebagai peny elenggara telekomunikasi y ang meliputi seluruh w ilayah Indonesia. Selanjutny a pada tahun 2007, M etrosel, T elesera dan Komselindo telah dilebur ke dalam Perusahaan. Oleh karena itu, goodw ill positif dan goodwill negatif dari akuisisi perusahaan tersebut digabungkan. Aset tidak berw ujud lainny a merupakan perangkat lunak BR EW y ang diperoleh dari Qualcomm Incorporate, pihak hubungan istimewa (Catatan 40e). Goodwill represents positiv e goodw ill arising from the acquisitions of M etrosel and T elesera, and negative goodw ill from the acquisition of Komselindo. Each company held the license to provide mobile cellular netw ork serv ices. By acquiring these companies, the C ompany obtains economic benefits as a nationwide telecommunication serv ices prov ider. Furthermore in 2007, M etrosel, T elesera and Komselindo had been merged into the Company, and therefore, positiv e goodw ill and negativ e goodwill arising from the acquisitions of the companies were combined. Other intangible asset represents the BREW software provided by Q ualcomm Incorporated, a related party (Note 40e). 239

258 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Goodwill dan Aset Tidak Berwujud (Lanjutan) 13. Goodwill and Other Intangible Asset (Continued) Pada tanggal 31 Agustus 2010, 31 D esember 2009 dan 2008, berdasarkan penilaian manajemen, tidak terdapat penurunan nilai atas goodw ill dan aset tidak berw ujud lainnya tersebut. As of August 31, 2010, D ecember 31, 2009 and 2008, based on management assessment, there is no impairment in values of the aforementioned goodwill and other intangible asset. 14. Beban Tangguhan - Bersih 14. Deferred Charges - Net Akun ini merupakan biay a subsidi ditangguhkan dalam rangka program perolehan pelanggan sebagai berikut: This account represents deferred charges incurred in relation to subscribers acquisition programs as follows: 31 Agustus 2010/ 31 Desember 2009/ 31 Desember 2008/ August 31, 2010 December 31, 2009 December 31, 2008 Rp Rp Rp Program frensip Frensip program Program stylo Stylo program Program slimo Slimo program Jumlah Total Akumulasi amortisasi ( ) ( ) ( ) Accumulated amortization Jumlah tercatat Carrying amount Beban amortisasi untuk periode delapan bulan yang berakhir 31 Agustus 2010 dan untuk tahuntahun y ang berakhir 31 D esember 2009 dan 2008 masing-masing sebesar nihil, Rp dan R p (Catatan 30). Amortization expense for the eight month period ended August 31, 2010, and the y ears ended December 31, 2009 and 2008 amounted to nil, Rp 5,933,698,473 and R p 70,971,984,620, respectively (Note 30). 15. Aset Lain-lain 15. Other Assets 31 Agustus 2010/ 31 Desember 2009/ 31 Desember 2008/ August 31, 2010 December 31, 2009 December 31, 2008 Rp Rp Rp Uang jaminan sewa Rental deposits (Catatan 42 dan 44g) otes 42 and 44g) Lain-lain Others Jumlah Total Uang jaminan sew a merupakan jumlah y ang diberikan Perusahaan pada bulan September 2009 untuk mendapatkan jaminan kontinuitas pemberian jasa dari para pemasok serta untuk mendukung proses restrukturisasi hutang Perusahaan (Catatan 42 dan 44g). Rental deposits represent the amount rendered by the C ompany in September 2009 to obtain guarantee from the v endors to continue to provide services to the C ompany and to support the restructuring of the outstanding pay ables of the Company (Notes 42 and 44g). 240

259 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Hutang Usaha 16. Trade Accounts Payable a. Berdasarkan Pemasok a. By Creditor 31 Agustus 2010/ 31 Desember 2009/ 31 Desember 2008/ August 31, 2010 December 31, 2009 December 31, 2008 Rp Rp Rp Pihak hubungan istimewa Related parties (Catatan 40) (Note 40) Qualcomm Incorporated Qualcomm Incorporated PT Freekoms Indonesia PT Freekoms Indonesia PT Flash Mobile PT Flash Mobile PT Infokom Elektrindo PT Infokom Elektrindo Jumlah pihak hubungan istimewa Total related parties Pihak ketiga Third parties Operator dalam negeri Domestic operators PT Indosat Tbk PT Indosat Tbk PT Telekomunikasi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Indonesia Tbk PT Smart Telecom PT Smart Telecom PT XL Axiata Tbk PT XL Axiata Tbk (dahulu PT Excelcomindo (formerly PT Excelcomindo Pratama Tbk) Pratama Tbk) PT Bakrie Telecom PT Bakrie Telecom PT Telekomunikasi Selular PT Telekomunikasi Selular Lain-lain (dibawah Rp 1 miliar) Others (below Rp 1 billion) Subjumlah Subtotal Kontraktor dan pemasok Contractors and suppliers Upwood Investment Ltd Upwood Investment Ltd (Catatan 44j) (Note 44j) Huawei Technologies, Co., Ltd Huawei Technologies, Co., Ltd PT Smart Telecom PT Smart Telecom PT. Huawei Tech. Investment PT. Huawei Tech. Investment PT Mora Telematika Indonesia PT Mora Telematika Indonesia PT Global Informasi Bermutu PT Global Informasi Bermutu PT Cipta Televisi Pendidikan PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia Indonesia PT NEC Indonesia PT NEC Indonesia PT MNC Network PT MNC Network PT Infokom Elektrindo PT Infokom Elektrindo PT Media Nusantara Informasi PT Media Nusantara Informasi PT Starcom Worldwide Indonesia PT Starcom Worldwide Indonesia PT Maxima Cipta Integrasi PT Maxima Cipta Integrasi PT Interindo Internusa PT Interindo Internusa PT Dawamiba Engineering PT Dawamiba Engineering PT Wahyu Abadi PT Wahyu Abadi ZTE Corporation ZTE Corporation PT Samsung Telecommunication PT Samsung Telecommunication Indonesia Indonesia Samsung Electronics Co., Ltd Samsung Electronics Co., Ltd Lain-lain (masing-masing dibawah Rp 1 miliar) Others (each below Rp 1 billion) Subjumlah Subtotal 241

260 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Hutang Usaha (Lanjutan) 16. Trade Accounts Payable (Continued) a. Berdasarkan Pemasok (Lanjutan) a. By Creditor (Continued) 31 Agustus 2010/ 31 Desember 2009/ 31 Desember 2008/ August 31, 2010 December 31, 2009 December 31, 2008 Rp Rp Rp Pihak ketiga (Lanjutan) Third parties ( Continued) Penyedia konten Content provider PT Freekoms Indonesia PT Freekoms Indonesia PT Monstermob Indonesia PT Monstermob Indonesia Lain-lain (masing-masing dibawah Rp 1 m iliar) Others (each below Rp 1 billion) Subjumlah Subtotal Jumlah pihak ketiga Total third parties Jumlah Total Rincian hutang usaha pihak ketiga berdasarkan umurnya adalah sebagai berikut: The details of third parties trade accounts payable by age are as follows: 31 Agustus 2010/ 31 Desember 2009/ 31 Desember 2008/ August 31, 2010 December 31, 2009 December 31, 2008 Rp Rp Rp Pihak ketiga Third parties Belum jatuh tempo Not yet due Sudah jatuh tempo Past due 1-30 hari da ys hari da ys hari da ys hari days > 120 hari More than 120 days Jumlah - Pihak ketiga Total - Third parties b. Berdasarkan Mata Uang b. By Currency 31 Agustus 2010/ 31 Desember 2009/ 31 Desember 2008/ August 31, 2010 December 31, 2009 December 31, 2008 Rp Rp Rp Dolar Amerika Serikat (Catatan 42) U.S. Dollar (Note 42) Rupiah Rupiah Jumlah Total Perusahaan melakukan kesepakatan dengan beberapa kreditur sehubungan dengan mengkonversi hutang usaha Perusahaan menjadi saham Perusahaan Seri B (Catatan 25). The Company had entered into M emorandum of Understanding w ith Sev eral C reditors regarding the conv ersion of the outstanding payables of the C ompany into the C ompany s Series B shares (Note 25). 242

261 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Hutang Jangka Pendek 17. Short-term Loans Jumlah maksimum/ Maximum 31 Agustus 2010/ 31 Desember 2009/ 31 Desember 2008/ Tanggal jatuh tempo/maturity date amount August 31, 2010 December 31, 2009 December 31, 2008 Rp Rp Rp Rp Surat hutang komersial I 30 November 2010/November 30, Commercial paper I Surat hutang komersial II 28 Februari 2011/February 28, Commercial paper II Surat hutang komersial III 31 Mei 2011/May 31, Commercial paper III Surat hutang komersial IV 31 Agustus 2011/August 31, Commercial paper IV Jumlah Total Sampai dengan tanggal 31 Agustus 2010, Perusahaan telah menandatangani perjanjian dengan PT Sinar M as Sekuritas ( SM S ), untuk melaksanakan penerbitan surat hutang komersil atas dasar kemampuan terbaik dengan nilai maksimum sebesar R p Penerbitan akan dilakukan dalam beberapa tahap, berdasarkan permintaan penarikan dana kepada SMS. Pada tanggal 31 Agustus 2010 dan 31 D esember 2009, Perusahaan telah melakukan penarikan masing-masing sebesar Rp dan R p Surat hutang komersil ini dikenakan tingkat bunga tetap sebesar 16% per tahun y ang dibayarkan setiap 3 bulanan. Seluruh surat hutang komersil tersebut dijamin aset tetap Perusahaan (Catatan 12). Until August 31, 2010, the C ompany has signed several agreements with PT Sinar Mas Sekuritas ( SMS ) to issue commercial loans with total maximum amount of Rp 800,000,000,000. The loan issuance w ill be made in sev eral stages, based on the withdrawal request to SMS. As of August 31, 2010, and December 31, 2009, the C ompany has w ithdrawals of Rp 726,000,000,000 and R p 80,000,000,000, respectively. The loans bear a fixed interest rate of 16% per annum and payable quarterly. The commercial loans are secured by property and equipment (Note 12). 18. Hutang Lain-Lain 18. Other Accounts Payable 31 Agustus 2010/ 31 Desember 2009/ 31 Desember 2008/ August 31, 2010 December 31, 2009 December 31, 2008 Rp Rp Rp Lehman Brothers Special Lehman Brothers Special Financing (Catatan 46) Financing (Note 46) PT Kalibesar Raya Utama PT Kalibesar Raya Utama PT Cipta Reksa Pitama PT Cipta Reksa Pitama PT Azec Indonesia Management PT Azec Indonesia Management Services Services PT Serasi Autoraya PT Serasi Autoraya PT Pandu Siwi Sentosa PT Pandu Siwi Sentosa PT Perusahaan Listrik Negara PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (Persero) Lain-lain (masing-masing dibawah Rp 1 Milyar) Others (each below Rp 1 billion) Jumlah Total 243

262 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Hutang Pajak 19. Taxes Payable 31 Agustus 2010/ 31 Desember 2009/ 31 Desember 2008/ August 31, 2010 December 31, 2009 December 31, 2008 Rp Rp Rp Pajak penghasilan Income taxes Pasal Article 21 Pasal Article 23 Pasal Article 26 Jumlah Total Besarnya pajak penghasilan terhutang ditetapkan berdasarkan perhitungan pajak yang dilakukan sendiri oleh w ajib pajak (self assessment). Berdasarkan Undang-Undang No. 28 Tahun 2007 mengenai Perubahan Ketiga atas Ketentuan Umum dan T ata C ara Perpajakan, Kantor Pajak dapat melakukan pemeriksaan atas perhitungan pajak dalam jangka waktu 5 tahun (dari sebelumny a 10 tahun) setelah terhutangny a pajak, dengan beberapa pengecualian, sedangkan untuk tahun pajak 2007 dan sebelumny a ketetapan tersebut berakhir paling lama pada akhir tahun pajak The filing of tax returns is based on the Company s own calculation of tax liabilities (self assessment). Based on the T hird Amendment of the G eneral T axation Prov isions and Procedures No. 28 Year 2007, the time limit for the Tax Authorities to assess or amend tax es was reduced from 10 to 5 years, subject to certain ex ceptions, since the tax became payable and for y ear 2007 and prior y ears, the time limit w ill end at the latest on fiscal year Biaya Masih Harus Dibayar 20. Accrued Expenses 31 Agustus 2010/ 31 Desember 2009/ 31 Desember 2008/ August 31, 2010 December 31, 2009 December 31, 2008 Rp Rp Rp Pihak hubungan istimewa Related parties (Catatan 40 ) (Note 40) Biaya operasional Operating expenses Sewa Rental Subjumlah Subtotal Pihak ketiga Third parties Bunga Interest Sewa Rental Biaya operasional Operating expenses Pengunaan frekuensi Frequency usage charges (Catatan 44b) (Note 44b) Perbaikan dan pemeliharaan Repairs and maintenance Lain-lain Others Subjumlah Subtotal Jumlah Total 244

263 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Pendapatan Diterima Dimuka 21. Unearned Revenues Akun ini merupakan pendapatan atas penjualan voucher pulsa isi ulang prabay ar y ang belum digunakan dan belum melew ati masa berlakunya. This account represents revenue from preloaded voucher sales that had not been used with unexpired stored values. 22. Uang Jaminan Pelanggan 22. Deposits from Customers 31 Agustus 2010/ 31 Desember 2009/ 31 Desember 2008/ August 31, 2010 December 31, 2009 December 31, 2008 Rp Rp Rp Pembelian voucher Vouchers Sewa fasilitas telekomunikasi Telecommunication facilities (Catatan 44d) usage (Note 44d) Jumlah Total 23. Hutang Obligasi 23. Bonds Payable 31 Agustus 2010/ 31 Desember 2009/ 31 Desember 2008/ August 31, 2010 December 31, 2009 December 31, 2008 Rp Rp Rp Obligasi - Rupiah Bonds - Rupiah Guaranteed Senior Guaranteed Senior Notes - US$ 100 juta Notes - US$ 100 million Jumlah Total Biaya emisi hutang obligasi Unamortized bonds/notes yang belum diamortisasi - ( ) ( ) issuance cost Bersih Net Obligasi - Rupiah Term awal pada saat diterbitkan Perusahaan memperoleh perny ataan efektif dari Ketua BAPEPAM -LK dengan Suratnya No. S-980/BL/2007 tanggal 2 M aret 2007 dalam rangka Penaw aran U mum O bligasi I (O bligasi) sebesar Rp 675 miliar. Sehubungan dengan penerbitan obligasi tersebut, PT Bank Permata Tbk bertindak sebagai w ali amanat, berdasarkan Akta Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi I No. 114 tanggal 22 Februari 2007 dari Sutjipto S.H., notaris di Jakarta. Bonds - Rupiah Initial terms at the issuance date The Company obtained an Effectiv e Notice from the Chairm an of BAPEPAM -LK in his Letter No. S-980/BL/2007 dated March 2, 2007 for the Public Offering of Bond I of R p 675 billion. In relation to the issuance of the Bonds, PT Bank Permata Tbk was appointed as T rustee, based on Trust Deed on the Bond I N o. 114 dated February 22, 2007 of Sutjipto, S.H., public notary in Jakarta. 245

264 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Hutang Obligasi (Lanjutan) 23. Bonds Payable (Continued) Obligasi - Rupiah (Lanjutan) Term awal pada saat diterbitkan (Lanjutan) Hasil penerbitan obligasi digunakan untuk melunasi seluruh hutang pembelian aset tetap beserta bunga y ang belum dibay ar kepada Samsung Corporation dan modal kerja. Obligasi ini ditaw arkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 12,375% per tahun. Bunga obligasi dibayarkan setiap tiga bulan dimana pembayaran pertama dilakukan pada tanggal 15 Juni 2007 dan pembay aran terakhir akan dibayarkan pada tanggal 15 Maret Obligasi ini berjangka w aktu lima tahun. Perusahaan diperkenankan untuk membeli kembali sebagian pokok obligasi sebelum tanggal jatuh tempo pelunasan obligasi, baik sebagai pelunasan lebih awal maupun sebagai treasury bonds, dengan ketentuan pembelian kembali dilaksanakan setelah hari jadi pertama penerbitan obligasi (15 Maret 2007). Sebelum tanggal 1 Januari 2010, biay a y ang berhubungan dengan penerbitan obligasi sebesar R p dicatat sebagai biaya emisi pinjaman dan diamortisasi selama periode pinjaman. Biaya emisi pinjaman belum diamortisasi sebesar R p dan Rp masing-masing pada tanggal 31 D esember 2009 dan 2008 dicatat sebagai pengurang pinjaman. Sejak tanggal 1 Januari 2010 hutang obligasi dinilai sebesar biaya diamortisasi ( amortized cost), sebagai akibat dari pengaruh penerapan metode tingkat bunga efektif untuk amortisasi biay a emisi pinjaman yang belum diamortisasi. Perusahaan disyaratkan untuk memenuhi beberapa batasan keuangan dan umum sesuai dengan kondisi obligasi. Pada tanggal 16 Maret 2007, obligasi tersebut didaftarkan pada Bursa Efek Indonesia. Bonds - Rupiah (Continued) Initial terms at the issuance date (Continued) The proceeds were used to pay all outstanding liability and accrued interest to Samsung Corporation and the remaining proceeds were used for working capital purposes. The bonds w ere offered at 100% of the bonds principal amount, with fix ed interest rate of % per annum. T he interest is pay able on a quarterly basis w here the first pay ment will be executed on June 15, 2007 and the last payment on M arch 15, T he Bonds will mature in 5 years. T he C ompany is allow ed to buy back, either as treasury bonds or early redemption, a portion or the entire bonds prior to its maturity date, after the first anniv ersary of the bonds issuance (March 15, 2007). Prior to January 1, 2010, the costs incurred in relation to the issuance of the bonds totaling to Rp 11,225,194,490 w ere recorded as debt issuance cost and are amortized over the term of the bonds. Unamortized bonds issuance costs amounting to R p 4,370,621,372 and Rp 7,109,291,664 as of D ecember 31, 2009 and 2008, respectively, are presented as deduction from the outstanding face v alue of the bonds. Beginning January 1, 2010, bonds payable is carried at amortized cost, taking into amount the impact of apply ing the effectiv e interest rate method of amortiz ation for unamortiz ed bond issuance cost. The Company is required to fulfill certain general and financial cov enants in accordance with the Bonds conditions. On March 16, 2007, the bonds were listed in the Indonesia Stock Exchange. 246

265 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Hutang Obligasi (Lanjutan) 23. Bonds Payable (Continued) Obligasi - Rupiah (Lanjutan) Term awal pada saat diterbitkan (Lanjutan) Pada saat tanggal penerbitan, obligasi Perusahaan tersebut memperoleh peringkat BBB+ (Stable Outlook) dari PT Pem eringkat Efek Indonesia (Pefindo). O bligasi yang dijamin dengan jaminan fidusia atas sebagian perangkat infrastruktur telekomunikasi Perusahaan (Catatan 12) sebesar 110% dari seluruh jumlah pokok obligasi yang masih beredar apabila peringkat obligasi adalah BBB atau lebih baik, apabila tidak, maka jaminan fidusia menjadi 130%. Pada laporan terakhir Pefindo tertanggal 16 Maret 2009 peringkat obligasi tersebut adalah idd (Default). Restrukturisasi Obligasi Berdasarkan Rapat U mum Pemegang O bligasi tanggal 29 Juni 2009 y ang diny atakan dalam akta No. 246 dari Sutjipto S.H. notaris di Jakarta, para pemegang obligasi meny etujui untuk melakukan restrukturisasi hutang obligasi Perusahaan dengan persy aratan sebagai berikut: 1. Jatuh tempo diperpanjang menjadi 15 Juni Pembayaran bunga kupon obligasi diubah menjadi: a. 12,375% untuk 9 kuartal dimulai pada 15 Juni 2007 b. 5% untuk 8 kuartal dimulai pada 15 September 2009 c. 8% untuk 12 kuartal dimulai pada 15 September 2011 d. 18% untuk 12 kuartal dimulai pada 15 September Kupon terhutang untuk periode 15 M aret dan 15 Juni 2009, termasuk denda akan dibayarkan dalam 4 pembayaran dimana pembayaran terakhir adalah tertanggal 15 Maret Perusahaan disyaratkan untuk menjaga dana sinking fund sebesar 2 kali pembayaran bunga berikutnya. Bonds - Rupiah (Continued) Initial terms at the issuance date (Continued) At issuance date, the bonds hav e BBB+ (Stable Outlook) from PT Pemeri ngkat Efek Indonesia (Pefindo). T he bonds are secured by fiduciary guarantee ov er the Company s infrastructure telecommunication equipment (N ote 12) amounting to 110% of the total outstanding bonds principal if the bond rating is BBB or above, otherw ise the fiduciary guarantee is 130%. Based on the latest report from Pefindo released on March 16, 2009, the bonds hav e idd (default) rating. Restructuring of Bonds Based on the Bondholders Meeting dated June 29, 2009 as stated in N otarial D eed No. 246 of Sutjipto S.H., public notary in Jakarta, the Bondholders agreed to restructure the outstanding bonds pay able of the Company with the following terms: 1. The maturity date w as extended until June 15, Interest payment is set as of follows: a % for 9 quarters starting on June 15, 2007 b. 5% for 8 quarters starting on September 15, 2009 c. 8% for 12 quarters starting on September 15, 2011 d. 18% for 12 quarters starting on September 15, Outstanding interest due on M arch 15 and June 15, 2009, including penalty is to be paid in 4 equal pay ments and the last payment date is on March 15, The Company is required to maintain a sinking fund in the amount of 2 times next interest payment. 247

266 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Hutang Obligasi (Lanjutan) 23. Bonds Payable (Continued) Obligasi - Rupiah (Lanjutan) Restrukturisasi Obligasi (Lanjutan) 5. Perusahaan disyaratkan untuk memenuhi beberapa batasan umum dan keuangan. Salah satu klausul mensy aratkan adany a injeksi modal di tahun 2010 apabila Perusahaan tidak memenuhi batasan tersebut. Pada tanggal 19 Februari 2009, Perusahaan dan PT Bank Permata T bk (Permata), selaku wali amanat dalam O bligasi I Perusahaan, telah menandatangani Addendum Pembebanan Jaminan Secara Fidusia Atas Peralatan N o. 104 yang dibuat di hadapan notaris Aulia Taufani, S.H., notaris pengganti dari Sutjipto, S.H., Notaris di Jakarta, sehubungan dengan kewajiban Perusahaan untuk menambah jaminan menjadi 130% dari jumlah terutang apabila Perusahaan mengalami penurunan peringkat obligasi. Pada tanggal 12 M aret 2010, Perusahaan dan PT. Bank Permata T bk (Permata) telah menandatangani Addendum Kedua Pembebanan Jaminan Secara Fidusia Atas Peralatan N o. 129 y ang dibuat di hadapan notaris Aulia Taufani, SH., notaris pengganti dari Sutjipto, SH., Notaris di Jakarta guna memperbarui jaminan Fidusia menjadi 130% dan mengurangi jumlah jaminan sebagai akibat konversi hutang menjadi saham pada tanggal 9 Desember Berdasarkan Rapat U mum Pemegang O bligasi tanggal 18 Agustus 2010 y ang dinyatakan dalam akta N o. 71 dari Linda Herawati, S.H., notaris di Jakarta, para pemegang obligasi meny etujui beberapa hal untuk melakukan restrukturisasi hutang obligasi Perusahaan dengan persy aratan sebagai berikut: a. Membukukan dan menjaga EBITDA positif terhitung sejak kuartal pertama tahun b. Setiap saat, sampai dengan obligasi lunas, Perusahaan w ajib meny ediakan dana simpanan (sinking fund) sebesar 1 (satu) periode pembayaran bunga. D an untuk pertama kaliny a peny ediaan dana tersebut akan dilakukan paling lambat tanggal 15 November 2010 sebesar 1x (satu kali) Bunga O bligasi y ang harus dibayarkan pada periode pembay aran bunga berikutnya. Bonds - Rupiah (Continued) Restructuring of Bonds (Continued) 5. The C ompany is required to fulfill certain general and financial cov enants. O ne clause requires capital injection in 2010 if the Company fails to meet the covenants. On February 19, 2009, the C ompany and PT Bank Permata T bk (Permata), acting as trustee in Bond I, entered into Amendment of Fiduciary O ver the C ompany s Equipment as stated in N otarial D eed N o. 104 of Aulia Taufani, S.H., substitute of Sutjipto, S.H., public notary in Jakarta concerning the C ompany s obligation to increase the guarantee to 130% of the total outstanding bonds since the rating of the bonds has deteriorated. On March 12, 2010, the C ompany and PT. Bank Permata T bk (Permata), entered into a Second Amendment of Fiduciary O ver the Company s Equipment as stated in N otarial D eed N o. 129, made appeared before Aulia T aufani, SH., substitute of Sutjipto, S.H., public notary in Jakarta, to renew the Fiduciary G uarantee to maintain 130% level and to low er the fiduciary amount as a result of debt-to-equity conversion on December 9, Based on Bondholder s M eeting dated August 18, 2010 as stated in N otarial D eed No. 71 from Linda H erawati, S.H., public notary in Jakarta, the Bondholders agreed to restructure the outstanding bonds pay able of the C ompany with the following terms: a. Record and maintain positive EBITDA since first quarter in b. Each time, until the bonds are paid off, the Company shall prov ide a deposit of funds (sinking fund) of one (1) the interest payment period. And for the first time provision of funds w ill be made not later than N ovember 15, 2010 at 1x (once) interest on the Bonds to be paid on the next interest payment period. 248

267 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Hutang Obligasi (Lanjutan) 23. Bonds Payable (Continued) Obligasi - Rupiah (Lanjutan) Restrukturisasi Obligasi (Lanjutan) c. Wajib memenuhi kembali dana simpanan (sinking fund) tersebut dalam waktu selambat-lambatnya 60 hari kalender setelah Pembay aran Bunga Obligasi, apabila dana simpanan tersebut digunakan untuk pembay aran bunga obligasi atau diperlukan penambahan dana simpanan dikarenakan adanya kenaikan bunga obligasi untuk periode berikutnya. d. Paling lambat, tanggal 31 Juli 2011, memastikan untuk dapat dilakukan penambahan (injeksi) modal Perusahaan dan/atau pinjaman subordinasi kepada Perusahaan, dalam hal berdasarkan laporan keuangan y ang diaudit per tanggal 31 Maret 2011 y ang diterima oleh W ali Amanat paling lambat tanggal 30 Juni 2011, EBIT DA untuk kuartal pertama per tanggal 31 M aret 2011 tidak positif. Perusahaan gagal melakukan pembay aran bunga ke-14 O bligasi I sebesar Rp y ang jatuh tempo pada tanggal 15 September Akibat kegagalan ini Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan efek (saham dan obligasi) Perusahaan sejak tanggal 15 September 2010 hingga pengumuman lebih lanjut. Konversi hutang menjadi saham D Berdasarkan R apat U mum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 30 O ktober 2009, pemegang saham meny etujui hutang Perusahaan menjadi saham Perusahaan. Pada tanggal 9 D esember 2009, Perusahaan melakukan kesepakatan dengan beberapa pemegang obligasi untuk melakukan konversi hutang menjadi saham. Per 31 D esember 2009, Perusahaan telah mengkonversi obligasi dengan nilai nominal sebesar R p berikut bunga serta denda seluruhny a sebesar Rp menjadi saham perusahaan seri B (Catatan 25). Bonds - Rupiah (Continued) Restructuring of Bonds (Continued) c. Shall meet the re-deposit funds (sinking fund) not later than 60 calendar days after the Interest Payment Bonds, if such deposit funds used for pay ment of interest or needed additional savings due to the increase in interest on the bonds for the next period. d. At the latest, dated July 31, 2011, assurance to be able to provide additional (injection), capital of the C ompany and/or subordinated loans to the C ompany, in case, based on audited financial statements as of M arch 31, 2011 received by the T rustee not later than June 30, 2011, EBIT DA for the first quarter ended March 31, 2011 is not positive. The Company has defaulted on the pay ment of the fourteenth interest on Bond I amounting to Rp 7,581,250,000 w hich w as due on September 15, C onsequently, the Indonesia Stock Ex change has suspended the trading of the C ompany s equity and debt instrument transactions since September 15, 2010 until further announcement. ebt-to-equity conversion Based on the Ex traordinary Stockholders General Meeting held on O ctober 30, 2009, the Stockholders approv ed the debt-to-equity conversion. On December 9, 2009, the Company has entered into agreement with few bondholders to ex ecute the debt-to-equity conversion. As of D ecember 31, 2009, the Company has converted bonds w ith face v alue of Rp 68,500,000,000 and the related interest and penalty totaling to Rp 2,534,065,625 to Company s Series B shares (Note 25). 249

268 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Hutang Obligasi (Lanjutan) 23. Bonds Payable (Continued) Guaranteed Senior Notes - US$ 100 juta Pada tanggal 15 Agustus 2007, M obile-8 Telecom Finance Company B.V. (Mobile-8 B.V.), anak Perusahaan, menerbitkan 11,25% Guaranteed Senior N otes (N otes) sebesar US$ 100 juta, jatuh tempo pada tanggal 1 Maret Notes ini tercatat di Bursa Efek Singapura. Dalam rangka penerbitan N otes ini, D eutsche Bank T rustees (H ong Kong) Limited bertindak sebagai wali amanat dan agen penjamin. Notes ini ditawarkan pada nilai nominal dengan tingkat bunga tetap sebesar 11,25% per tahun. Bunga obligasi dibay arkan setiap tanggal 1 M aret dan 1 September dimulai sejak 1 Maret Setiap saat pada atau setelah tanggal 15 Agustus 2010, M obile-8 B.V. dapat menebus Notesnya, secara keseluruhan atau sebagian, pada harga tebusan y ang sama dengan persentase dari nilai pokok y ang telah ditetapkan, ditambah bunga yang belum dibayar, jika ada, pada tanggal tebusan, jika ditebus selama masa 12 bulan sejak tanggal 15 Agustus dari tahun berikut: tahun 2010 sebesar 105,625%, tahun 2011 sebesar 102,813% dan tahun 2012 dan seterusny a sebesar 100%. Setiap saat sebelum tanggal 15 Agustus 2010, Mobile-8 B.V. mempuny ai opsi untuk menebus Notes, secara keseluruhan tetapi tidak secara sebagian, dengan harga tebusan 100% dari nilai pokok Notes, ditambah premi y ang berlaku saat itu, dan bunga y ang belum dibay ar, jika ada, pada saat tanggal tebusan. Selain itu, setiap saat sebelum 15 Agustus 2010, Mobile-8 B.V. dapat menebus sampai dengan 35% dari nilai pokok Notes, ditambah dengan bunga y ang belum dibay ar, jika ada, pada saat tanggal tebusan; asalkan setidakny a 65% dari nilai pokok agregat N otes yang diterbitkan pada tanggal penerbitan aw al, tetap beredar setelah tebusan tersebut dan tebusan tersebut dilakukan dalam 60 hari setelah penutupan penaw aran saham di masa datang. Hasil penerbitan N otes digunakan untuk melunasi seluruh pinjaman dan bunga yang belum dibayar dari fasilitas Lehman C ommercial Paper Inc. dengan jumlah U S$ dan untuk pembelian perlengkapan jaringan serta untuk tujuan umum Perusahaan. Guaranteed Senior Notes - US$ 100 million On August 15, 2007, M obile-8 Telecom Finance Company B.V (M obile-8 B.V.), a subsidiary, issued 11.25% G uaranteed Senior Notes (the Notes) amounting to U S$ 100 million, due on March 1, T he notes are listed in the Singapore Stock Exchange. In relation to the issuance of the N otes, Deutsche Bank T rustees (H ong Kong) Limited was appointed as T rustee and C ollateral Agent. The Notes were offered at face v alue with fixed interest rate of 11.25% per annum. The interest of the Notes is pay able on M arch 1 and September 1 of each y ear, starting from March 1, At any time on or after August 15, 2010, Mobile-8 B.V. may redeem the N otes, in whole or in part, at a redemption price equal to the percentage of determined principal amount already set, plus accrued and unpaid interest, if any, on the redemption date, if redeemed during the 12 months period commencing on August 15 of any year set forth as follow s: y ear 2010 at %, y ear 2011 at % and year 2012 and years there after at 100%. At any time prior to August 15, 2010, Mobile-8 B.V. may at its option redeem the N otes, in w hole but not in part, at a redemption price equal to 100% of the principal amount of the Notes plus the applicable premium as of, and accrued and unpaid interest, if any, to the redemption date. In addition, at any time prior to August 15, 2010, Mobile-8 B.V. may redeem up to 35% of the aggregate principal amount of the Notes, plus accrued and unpaid interest, if any, to the redemption date; prov ided that at least 65% of the aggregate principal amount of the Notes originally issued on the original issue date remains outstanding after each such redemption and any such redemption takes place within 60 days after the closing of any future equity offering. The proceeds w ere used to pay all amounts outstanding plus accrued interest under the Company s loan facility w ith Lehman Commercial Paper Inc. totaling to US$ 71,600,000 and the balance for the purchase of network equipment and for general corporate purpose. 250

269 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Hutang Obligasi (Lanjutan) 23. Bonds Payable (Continued) Guaranteed Senior Notes - US$ 100 juta (Lanjutan) Perusahaan dan M obile-8 B.V. diw ajibkan untuk memenuhi persy aratan umum dan keuangan tertentu. Notes ini dijamin oleh Perusahaan dan Mobile-8 B.V., dimana Perusahaan menjaminkan sahamnya di M obile-8 B.V. dan M obile-8 B.V. mengalihkan seluruh haknya atas pinjaman antar perusahaan. Pinjaman antar perusahaan dibuat pada tanggal penerbitan Notes merupakan pinjaman dalam Dolar Amerika Serikat y ang diberikan oleh Mobile-8 B.V. kepada Perusahaan sebesar jumlah y ang sama dengan penerimaan Mobile-8 B.V. dari penaw aran N otes sesuai dengan perjanjian pinjaman antar perusahaan awal y ang dibuat antara Mobile-8 B.V. dan Perusahaan. Pada saat penerbitan, N otes ini telah memperoleh peringkat B dari Standard & Poor s Rating G roup (Standard & Poor s), y ang merupakan div isi dari M c G raw-hill Companies Inc, dan B2 dari Moody s Investors Service, Inc. (Moody s). Pada tanggal 23 Juni 2010 Standard & Poor s tidak lagi memberikan peringkat terhadap N otes tersebut, sedangkan M oody s tidak lagi memberikan peringkat terhadap N otes tersebut sejak 20 Februari Biaya yang berhubungan dengan penerbitan Notes sebesar R p , dicatat sebagai biay a emisi obligasi dan sebelum tanggal 1 Januari 2010 diamortisasi selama periode pinjaman. Biaya emisi obligasi belum diamortisasi sebesar R p dan Rp masing-masing pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008, disajikan sebagai pengurang nilai N otes. Sejak 1 Januari 2010, hutang obligasi dinilai sebesar biaya diamortisasi (amortized cost), sebagai akibat dari pengaruh penerapan metode tingkat bunga efektif untuk amortisasi biaya emisi obligasi y ang belum diamortisasi. Pada tanggal 31 Agustus 2010, jumlah tercatat atas penyisihan biaya bunga yang belum dibayar Perusahaan sebesar U S$ atau ekuivalen Rp (Catatan 20). Guaranteed Senior Notes - US$ 100 million (Continued) The Company and M obile-8 B.V. are required to fulfill certain general and financial covenants. The Notes are guaranteed by the Company and Mobile-8 B.V. w here the Company pledged its shares in M obile-8 B.V. and an assignment by Mobile-8 B.V. of all of its interest and rights under the Intercompany Loan. Intercompany loan represents the loan in U.S. Dollars made on the original issue date by M obile-8 B.V. to the Company in the amount equal to the amount of the gross proceeds receiv ed by M obile-8 B.V. from the offering of the Notes pursuant to the intercompany loan agreement entered on the original issue date betw een M obile-8 B.V. and the Company. At the issuance, the N otes have been rated B by Standard & Poor s R ating Group (Standard & Poor s), a div ision of M cgraw-hill C ompanies, Inc. and B2 by Moody s Investors Service, Inc. (Moody s). As of June 23, 2010 Standard & Poor s has withdrawn its rating, w hile the M oody s has withdrawn its rating on February 20, Prior to January 1, 2010, the costs incurred in relation to the issuance of the N otes totaling to Rp 40,038,575,421, w ere recorded as notes issuance costs and amortiz ed ov er the term of the notes. U namortized notes issuance costs amounting to R p 22,711,549,194 and Rp 29,877,538,150 as of D ecember 31, 2009 and 2008, respectiv ely, are presented as deduction from the outstanding face v alue of the Notes. Beginning January 1, 2010, bonds payable is carried at amortiz ed cost, taking into amount the impact of applying the effective interest rate method of amortiz ation for unamortized notes issuance costs. As of August 31, 2010, the accrued interest on Notes amounted to U S$ 22,500,000 or equivalent to Rp 203,422,500,000 (Note 20). 251

270 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Hutang Obligasi (Lanjutan) 23. Bonds Payable (Continued) Guaranteed Senior Notes - US$ 100 juta (Lanjutan) Pada tanggal 31 Desember 2009, jumlah tercatat atas penyisihan biaya bunga yang belum dibayar Perusahaan sebesar U S$ atau ekuivalen Rp Pada tanggal 20 Januari 2009, Perusahaan telah menerima panggilan dari Pengadilan N egeri Jakarta Pusat ( Pengadilan ) untuk sidang gugatan perdata Wanprestasi yang diajukan oleh DB Trustee (Hong Kong) limited atas kegagalan Perusahaan untuk melakukan penaw aran untuk membeli oleh Perseroan sebagai konsekw ensi atas terjadiny a penurunan saham PT Global Mediacom Tbk dibaw ah 51% tahun Pada tanggal 3 D esember 2009, D B Trustee (Hong Kong) limited menyatakan mencabut Gugatan W anprestasi melalui surat Pencabutan Gugatan yang disampaikan pada Pengadilan. Pada tanggal 29 Juni 2009, Perusahaan selaku Tergugat III telah menerima panggilan dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk sidang gugatan perdata Perbuatan M elawan Hukum yang diajukan oleh PT G lobal M ediacom T bk ( MCOM ), sehubungan dengan ketidaktahuan dan tidak adany a persetujuan M COM atas klausula change of control didalam indenture. Pada tanggal 3 D esember 2009, MCOM menyatakan mencabut gugatan perdata tersebut melalui surat Pencabutan G ugatan yang disampaikan pada Pengadilan N egeri Jakarta Pusat. Guaranteed Senior Notes - US$ 100 million (Continued) As of D ecember 31, 2009, the accrued interest on N otes amounted to U S$ 15,000,000 or equivalent to Rp 141,000,000,000. On January 20, 2009, the C ompany w as summoned to the C entral Jakarta Indonesia Court of Justice ( Court ) over a civil case placed by D B T rustee (H ong Kong) Limited due to the Company s failure to conduct offer to purchase as a consequence of PT G lobal Mediacom Tbk ownership s fell below 51% in On December 3, 2009, DB Trustee (Hong Kong) limited withdrew the case through a letter sent to the Central Jakarta Indonesia Court. On June 29, 2009, the Company was summoned to the Central Jakarta Indonesia C ourt of Justice over a civil case placed by PT Global Mediacom Tbk ( M COM ), because M COM was not aware and did not prov ide any consent for the change control clause under the indenture. On December 3, 2009, MCOM withdrew the case through a letter sent to the Central Jakarta Indonesia Court. 24. Hutang Sewa Pembiayaan 24. Lease Liabilities Perusahaan mengadakan perjanjian sew a dengan beberapa peny edia menara pemancar (lessor) untuk jangka w aktu tahun. Perusahaan mempunyai opsi untuk memperpanjang selama 10 tahun. Kewajiban Perusahaan atas sew a pembiay aan ini dijamin dengan hak pemilikan lessor atas menara pemancar yang disewa. The C ompany entered into lease agreements with s everal tow er prov iders (les sor) with lease terms ranging from 11 to 12 y ears. T he Company has an option to ex tend the leases for additional 10 years. T he C ompany s obligations under the finance leases are secured by the lessors title to the leased towers. 252

271 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Hutang Sewa Pembiayaan (Lanjutan) 24. Lease Liabilities (Continued) Jumlah pembayaran minimum sewa pembiayaan dan nilai kini pembay aran minimum sewa pembiayaan adalah sebagai berikut: The total of future minimum lease pay ments and present value of future minimum lease payments are as follows: Pembayaran minimum sewa pembiayaan di masa depan/ Future minimum lease payments Nilai kini pembayaran minimum sewa pembiayaan di masa depan/ Present value of future minimum lease payments 31 Agustus Desember Desember Agustus Desember Desember 2008 August 31, 2010 December 31, 2009 December 31, 2008 August 31, 2010 December 31, 2009 December 31, 2008 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Tidak lebih dari 1 tahun No later than 1 year Lebih dari 1 tahun sampai Later than 1 year but not dengan 5 tahun later than 5 years Lebih dari 5 tahun Later than 5 years Jumlah Total Dikurangi beban keuangan Less future finance di masa depan ( ) ( ) ( ) charges Nilai kini pembayaran minimum Present value of future sewa pembiayaan dimasa depan minimum lease payments Disajikan sebagai Presented as Kewajiban lancar Current liabilities Kewajiban tidak lancar Noncurrent liabilities Jumlah Total Berdasarkan lessor: By lessor: 31 Agustus 2010/ 31 Desember 2009/ 31 Desember 2008/ August 31, 2010 December 31, 2009 December 31, 2008 Rp Rp Rp PT Profesional Telekomunikasi PT Profesional Telekomunikasi Indonesia Indonesia PT Tower Bersama PT Tower Bersama PT Solusindo Kreasi Pratama PT Solusindo Kreasi Pratama PT Komet Konsorsium PT Komet Konsorsium PT Linggar Jati Al-Manshurin PT Linggar Jati Al-Manshurin PT Kopnatel Jaya PT Kopnatel Jaya PT Sarana Inti Persada PT Sarana Inti Persada PT Inti Bangun Sejahtera PT Inti Bangun Sejahtera PT Gihon Telekomunikasi Indonesia PT Gihon Telekomunikasi Indonesia PT Gametraco Tunggal PT Gametraco Tunggal Lain-lain (masing-masing dibawah Rp 10 miliar) Others (below Rp 10 billion) Total Total 253

272 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Modal Saham 25. Capital Stock Modal saham Perusahaan pada tanggal 31 Agustus 2010, 31 D esember 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: The C ompany s capital stock ownership as of August 31, 2010, D ecember 31, 2009 and 2008 is as follows: 31 Agustus/August 31, 2010 Jumlah Persentase Jumlah saham/ pemilikan/ modal disetor/ Nama Pemegang Saham/ Number of Percentage Total paid-up Name of Stockholder Shares of ownership capital % Rp Saham seri A/Series A shares Jerash Investment Ltd , Qualcomm Incorporated , Masyarakat/Public, pemilikan kurang dari 5%/ less than 5% ownership , Saham seri B/Series B shares Corporate United Investments Ltd , Etrading Securities , Masyarakat, pemilikan kurang dari 5%/ Public (each holding below 5%) , Jumlah/Total , Berdasarkan R apat U mum Pemegang Saham Luar Biasa yang dinyatakan dalam Akta No. 135 tanggal 29 April 2010 dari N otaris Linda Herawati, S.H., para pemegang saham Perusahaan meny etujui D ireksi melaksanakan konversi hutang usaha Perusahaan, termasuk tapi tidak terbatas pada nilai pokok, bunga dan denda maksimum adalah sebesar Rp Perusahaan telah melakukan Kesepakatan Bersama dengan beberapa pemegang obligasi dan kreditur tentang konv ersi hutang Perusahaan menjadi saham Perusahaan Seri B. Berdasarkan Akta N o. 71 tanggal 25 M ei 2010 dari N otaris Linda H erawati, S.H., para pemegang saham meny etujui mengeluarkan saham baru seri B sejumlah saham atau sebesar Rp y ang seluruhny a diambil bagian oleh kreditur Perusahaan. Konversi dilakukan dengan harga pasar sebesar Rp 50,4 per saham atau seluruhnya sebesar Rp Selisih antara nilai nominal dan harga pasar sebesar R p dicatat sebagai T ambahan modal disajikan sebagai unsur ekuitas pada neraca konsolidasi (Catatan 26). Based on the Ex traordinary Stockholders General M eeting as stated in N otarial Deed No. 135 dated April 29, 2010 of Linda Herawati, S.H., the shareholders agreed to the D irectors plan to conduct debt to equity conversion, including but not limited to principal, interest and penalty w ith max imum amount of Rp 209,050,974,654. The Company has entered into Memorandum of Understanding w ith sev eral bondholders and creditors regarding the conv ersion of the outstanding pay ables of the C ompany into the Company s Series B shar es. Based on N otarial Deed N o. 71 dated M ay 25, 2010 of Linda Herawati, S.H., public notary in Jakarta, the shareholders agreed to issue series B shares amounting to 4,002,357,107 shares or amounting to R p 200,117,855,350 w hich all are held by the C ompany s creditor. T he market price used for conversion was Rp 50.4 per share or totaling to R p 201,718,798,193. The difference betw een par v alue and market price amounted to R p 1,600,942,834 was recorded as Additional Paid-up C apital in the equity section of the consolidated balance sheet (Note 26). 254

273 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Modal Saham (Lanjutan) 25. Capital Stock (Continued) 31 Desember/December 31, 2009 Jumlah Persentase Jumlah saham/ pemilikan/ modal disetor/ Nama Pemegang Saham/ Number of Percentage Total paid-up Name of Stockholder Shares of ownership capital % Rp Saham seri A/Series A shares Jerash Investment Ltd , Qualcomm Incorporated , Masyarakat/Public, pemilikan kurang dari 5%/ less than 5% ownership , Saham seri B/Series B shares Corporate United Investments Ltd , Etrading Securities , Masyarakat, pemilikan kurang dari 5%/ Public (each holding below 5%) , Jumlah/Total , Berdasarkan R apat U mum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 30 O ktober 2009 y ang dinyatakan dalam Akta N o. 18 tanggal 5 N ovember 2009 dari notaris Sutjipto, S.H.,M.Kn., para pemegang saham Perusahaan menyetujui hal-hal berikut: a. Peningkatan modal dasar y ang semula Rp 6 triliun yang terdiri dari 60 miliar saham dengan nilai nominal R p 100 menjadi setinggi-tingginya R p 8 triliun y ang terbagi atas saham Seri A dengan nilai nominal Rp 100 per saham dan saham Seri B dengan nilai nominal Rp 50. b. Pelaksanaan konv ersi hutang obligasi dan hutang usaha Perusahaan, termasuk namun tidak terbatas pada nilai pokok, bunga dan denda sebesar-besarnya Rp , menjadi saham Perusahaan Seri B. Based on the Ex traordinary Stockholders General Meeting dated O ctober 30, 2009, as stated in Notarial D eed N o. 18 dated November 5, 2009 of Sutjipto, S.H., M.Kn, public notary in Jakarta, the shareholders agreed to: a. Increase the authoriz ed capital stock from Rp 6 trillion, consisting of 60 billion shares with Rp 100 par v alue per share, to Rp 8 trillion, consisting of 20,235,872,427 Series A shares with Rp 100 par v alue per share and 119,528,255,146 Series B shares with Rp 50 par value per share. b. Conversion of the bonds payable and trade accounts payable, including but not limited to principal, interest and penalty, w ith maximum amount of Rp 1,435,821,887,464 to Series B shares of the Company. 255

274 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Modal Saham (Lanjutan) 25. Capital Stock (Continued) Perusahaan telah melakukan Kesepakatan Bersama dengan beberapa pemegang obligasi dan kreditur tentang konv ersi hutang Perusahaan menjadi saham Perusahaan Seri B. Sampai dengan 31 D esember 2009, jumlah hutang obligasi dan hutang usaha y ang dikonversi menjadi saham Perusahaan Seri B adalah sebesar R p dan konversi dilakukan dengan harga pasar Rp 65 per saham. Beberapa kreditur telah menunjuk pihak ketiga sebagai pihak y ang menerima hasil konv ersi tersebut. Saham seri B hasil konv ersi adalah sebesar saham atau R p Selisih sebesar R p dicatat sebagai Tambahan modal disajikan sebagai unsur ekuitas pada neraca konsolidasi (Catatan 26). The Company has entered into Memorandum of Understanding w ith sev eral bondholders and creditors regarding the conv ersion of the outstanding pay ables of the C ompany into the Company s Series B shares. Until December 31, 2009, bonds pay able and trade accounts payable totaling to Rp 831,855,953,500 hav e been conv erted to Company s Series B shares at a conversion price of Rp 65 per share. Sev eral creditors have appointed third parties as recipient of the conversion. T he debt-to-equity conversion resulted to issuance of 12,797,783,900 Series B shares or equivalent to Rp 639,889,195,000. The difference of R p 191,966,758,500 w as recorded as Additional Paid-U p C apital in the equity section of the consolidated balance sheet (Note 26). 31 Desember/December 31, 2008 Jumlah Persentase Jumlah saham/ pemilikan/ modal disetor/ Nama Pemegang Saham/ Number of Percentage Total paid-up Name of Stockholder Shares of ownership capital % Rp Jerash Investment Ltd , PT Global Mediacom Tbk , UOB Kay Hian Private Limited , Qualcomm Incorporated , KT Freetel Co., Ltd., Korea , Masyarakat, pemilikan kurang dari 5%/ Public (each holding below 5%) , Jumlah/Total ,

275 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Tambahan Modal Disetor 26. Additional Paid-Up Capital Tambahan modal disetor merupakan selisih setoran modal dari pemegang saham dengan nilai nominal saham setelah dikurangi dengan biaya penerbitan saham, sebagai berikut: Additional paid-up capital represents the difference betw een the total paid-up capital received from the stockholders and par v alue of stocks issued less stocks issuance costs, as follows: 31 Agustus 2010/ 31 Desember 2009/ 31 Desember 2008/ August 31, 2010 December 31, 2009 December 31, 2008 Rp Rp Rp Agio saham atas pengeluaran Additional paid-up capital from saham (Catatan 24) stocks issued (Note 24) Tahun In 2010 Tahun In 2009 Tahun In 2006 Tahun In 2005 Tahun In 2004 Tahun In 2003 Dikurangi Less Biaya penerbitan saham ( ) ( ) ( ) Stocks issuance cost Konversi tambahan modal Conversion of additional disetor ( ) ) ( ) paid-up capital Jumlah - bersih Total - net Agio saham atas penawaran umum saham kepada masyarakat Additional paid-up capital from setelah dikurangi dengan biaya initial public offering - emisi saham sebesar net of stock issuance Rp costs of Rp 45,594,340,944 Tambahan modal disetor atas Additional paid-up capital hak minoritas pemegang saham from minority interest of Komselindo sehubungan Komselindo's stockholders dengan merger (Catatan 4) in relation to merger (Note 4) Penurunan agio saham atas Decrease in additional paid-up penerbitan saham baru kepada capital from the issuance of new pemegang saham minoritas shares to minority stockholders Komselindo ( ) ( ) ( ) of Komselindo Penjualan dan pelaksanaan waran Sale and exercise of warrants Jumlah agio saham Total additional paid-up capital 27. Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali merupakan selisih antara nilai transaksi dengan jumlah tercatat atas perolehan saham Komselindo dalam rangka restrukturisasi entitas sepengendali. 27. Difference In Value Of Restructuring Transactions Among Entities Under Common Control Difference in v alue of restructuring transactions among entities under common control represents difference in transaction price ov er book value of Komselindo s shares purchased by the Company, w hich is considered as a transaction among entities under common control. 257

276 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali (Lanjutan) Pada tanggal 11 N ovember 2009, PT Global Mediacom T bk menjual seluruh saham Perusahan milikny a. Be rdasarkan PSAK No. 38 (Revisi 2004) Akuntansi R estrukturisasi Entitas Sepengendali, saldo selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali diakui sebagai realisasi keuntungan atau kerugian jika terdapat perubahan pada aset, kew ajiban, saham, atau instrumen kepemilikan lainnya yang dikuasai oleh entitas sepengendali dialihkan ke entitas tidak sepengendali. O leh sebab itu, sejak tanggal penjualan saham Perusahaan oleh PT Global Mediacom T bk saldo selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali diakui sebagai keuntungan dan disajikan dalam akun Keuntungan atas realisasi selisih nilai transaksi entitas sepengendali dalam laporan laba rugi konsolidasi. 27. Difference In Value Of Restructuring Transactions Among Entities Under Common Control (Continued) On November 11, 2009, PT G lobal M ediacom Tbk has sold the outstanding ow nership over the Company s com mon stock. Based on PSAK No. 38 (R evised 2004) Accounting for Restructuring of Entities U nder C ommon Control, the balance of the difference arising from restructuring transac tions of entities under common control is recognized as realized gain or loss if the underly ing assets, liabilities, shares or other ownership instruments, w hich prev iously resulted in the difference arising from restructuring transactions of entities under common control, have been disposed to another party not under common control. Accordingly, on the date of sale of the Company s stock by PT Global Mediacom Tbk in value of the balance of the difference arising from the restructuring transactions among entities under common control is recogniz ed as realiz ed gain and presented under Realized gain on difference arising from restructur ing transactions among entities under common control account in the consolidated statement of operations. 28. Pendapatan Usaha 28. Operating Revenues (Delapan Bulan/ (Dua Belas Bulan/ (Dua Belas Bulan/ Eight Months) Twelve Months) Twelve Months) Rp Rp Rp Jasa telekomunikasi Telecommunication services Percakapan Voice Short message Pesan singkat (SMS) service (SMS) Data Data Abonemen Monthly service charges Lain-lain Others Subjumlah Subtotal Jasa interkoneksi Interconnection services Domestik Domestic Jelajah Internasional International Roaming Subjumlah Subtotal Jumlah Pendapatan Gross Revenues Potongan harga ( ) ( ) ( ) Discount Pendapatan Usaha - Bersih Operating Revenues - Net 258

277 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Beban Operasi, Pemeliharaan dan Jasa Telekomunikasi 29. Operations, Maintenance and Telecommunication Services Expenses (Delapan Bulan/ (Dua Belas Bulan/ (Dua Belas Bulan/ Eight Months) Twelve Months) Twelve Months) Rp Rp Rp Sewa tempat untuk stasiun Rental of spaces for base station pengendali dan infrastruktur and telecommunication telekomunikasi infrastructure Beban interkoneksi Interconnection charges Beban penggunaan frekuensi Frequency usage charges (Catatan 44b) (Note 44b) Listrik dan generator Electricity and generator Perbaikan dan pemeliharaan Repairs and maintenance Transportasi operasional Operational transportation Jumlah Total 30. Beban Penyusutan dan Amortisasi 30. Depreciation and Amortization Expenses (Delapan Bulan/ (Dua Belas Bulan/ (Dua Belas Bulan/ Eight Months) Twelve Months) Twelve Months) Rp Rp Rp Penyusutan as et tetap Depreciation of property (Catatan 12) and equipment (Note 12) Amortisasi beban tangguhan Amortization of deferred (Catatan 14) charges (Note 14) Jumlah Total 31. Beban Penjualan dan Pemasaran 31. Sales and Marketing Expenses (Delapan Bulan/ (Dua Belas Bulan/ (Dua Belas Bulan/ Eight Months) Twelve Months) Twelve Months) Rp Rp Rp Iklan dan promosi Advertising and promotion Kartu dan biaya voucher Card and voucher costs Distribusi Distribution Komisi Commissions Lain-lain (masing-masing Others dibawah Rp 1 miliar) (each below Rp 1 billion) Jumlah Total Pada tahun 2010, 2009 dan 2008 beban penjualan dan pemasaran y ang dilakukan dengan pihak hubungan istimew a adalah sebesar nihil, nihil, dan 52,37% secara berturutturut (Catatan 40). In 2010, 2009 and 2008, nil, nil and 52.37%, respectively, of total sales and marketing expenses pertain to transactions w ith related parties (Note 40). 259

278 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Beban Karyawan 32. Personnel Expenses (Delapan Bulan/ (Dua Belas Bulan/ (Dua Belas Bulan/ Eight Months) Twelve Months) Twelve Months) Rp Rp Rp Gaji dan tunjangan karyawan Salaries and allowances Tenaga outsource Outsourcing of employees Imbalan kerja ( Catatan 35 ) Post-employment benefits (Note 35) Perekrutan, pelatihan dan Recruitment, training and pengembangan development Lain-lain (masing-masing Others dibawah Rp 1 miliar) (each below Rp 1 billion) Jumlah To tal 33. Beban Umum dan Administrasi 33. General and Administrative Expenses (Delapan Bulan/ (Dua Belas Bulan/ (Dua Belas Bulan/ Eight Months) Twelve Months) Twelve Months) Rp Rp Rp Sewa Rental Penyisihan piutang ragu-ragu Provision for doubtful accounts (Catatan 7) (Note 7) Keamanan dan kebersihan Security and cleaning Asuransi Insurance Listrik, air dan telepon Electricity, water and telephone Jasa profesional Professional fees Beban kantor Office expenses Perjalanan dinas Travel expenses Transportasi Transportation Jamuan dan sumbangan Entertainment and donation Lain-lain (masing-masing dibawah Rp 1 miliar) Others (each below Rp 1 billion) Jumlah Total 260

279 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Beban Bunga dan Keuangan Lainnya 34. Interest and Other Financial Charges (Delapan Bulan/ (Dua Belas Bulan/ (Dua Belas Bulan/ Eight Months) Twelve Months) Twelve Months) Rp Rp Rp Beban bunga Interest of: Hutang sewa pembiayaan (Catatan 24) Lease liabilities (Note 24) Guaranteed Senior Notes Guaranteed Senior Notes (Catatan 23) (N ote 23) Hutang obligasi (Catatan 23) Bonds payable (Note 23) Surat hutang komersial (Catatan 17) Short-term loans (Note 17) Beban keuangan lainnya Other financial charges Denda penalti sewa Penalty on lease liabilities pembiayaan (Catatan 24) (Note 24) Denda penalti penggunaan Penalty on frequency frekuensi (Catatan 44b) usage charges (Note 44b) Lain-lain (masing-masing Others (each below dibawah Rp 1 miliar) Rp 1 billion) Jumlah To tal 35. Imbalan Pasca Kerja 35. Post-Employment Benefits Besarnya imbalan pasca kerja dihitung berdasarkan Undang-undang No. 13 Tahun 2003 tanggal 25 Maret T idak terdapat pendanaan khusus y ang disisihkan oleh Perusahaan sehubungan dengan imbalan pasca kerja tersebut. Laporan aktuaria terakhir atas cadangan imbalan pasti pasca kerja Perusahaan dan anak perusahaan, tertanggal 20 September 2010, dilakukan oleh PT Eldridge Guna Prima Solution, aktuaris independen. Rekonsiliasi dari nilai kini cadangan imbalan pasti yang tidak didanai dan cadangan imbalan pasti pasca kerja dalam neraca konsolidasi adalah sebagai berikut: The amount of post-employ ment benefits is determined based on the outstanding regulation Law No. 13 Year 2003, dated M arch 25, No funding of the benefits has been made to date. The latest actuarial v aluation report on the defined post-employ ment benefits, dated September 20, 2010, w as from PT Eldridge Guna Prima Solution, an independent actuary. A reconciliation of the present v alue of unfunded defined benefit reserve to the amount of definedbenefit post-employ ment reserv e presented in the consolidated balance sheets is as follows: 31 Agustus 2010/ 31 Desember 2009/ 31 Desember 2008/ August 31, 2010 December 31, 2009 December 31, 2008 Rp Rp Rp Nilai kini cadangan imbalan Present value of unfunded pasti yang tidak didanai defined-benefit reserve Unrecognized past service Beban jasa lalu yang belum diakui ( ) ( ) ( ) costs (Keuntungan) kerugian aktuarial Unrecognized actuarial (gains) yang tidak diakui ( ) losses Cadangan imbalan pasti pasca Defined-benefit kerja post-employment reserve 261

280 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Imbalan Pasca Kerja (Lanjutan) 35. Post-Employment Benefits (Continued) Beban imbalan pasca kerja adalah berikut: sebagai Defined-benefit post-employ ment ex pense consists of the following: (Delapan Bulan/ (Dua Belas Bulan/ (Dua Belas Bulan/ Eight Months) Twelve Months) Twelve Months) Rp Rp Rp Biaya jasa kini Current service cost Biaya bunga Interest cost Biaya jasa lalu ( ) Past service costs Biaya pemutusan kontrak kerja Contract termination cost Jumlah Total Beban imbalan pasti pasca kerja disajikan sebagai bagian dari Beban kary awan dalam laporan laba rugi konsolidasi (Catatan 32). Defined-benefit post-employ ment ex pense is presented as part of Personal expenses (Note 32) in the consolidated statement of operations. Mutasi cadangan imbalan pasti pasca-kerja adalah sebagai berikut: Movement of defined-benefit post-employ reserve is as follows: ment 31 Agustus 2010/ 31 Desember 2009/ 31 Desember 2008/ August 31, 2010 December 31, 2009 December 31, 2008 Rp Rp Rp Cadangan imbalan pasti pasca-kerja Defined benefit post-employment awal tahun reserve at the beginning of the period Beban imbalan pasti pasca-kerja Defined benefit post-employment tahun berjalan expense during the period Pembayaran selama tahun berjalan ( ) ( ) ( ) Payments made during the period Cadangan imbalan pasti pasca-kerja Defined benefit post-employment akhir tahun reserve at the end of the period Asumsi utama y ang digunakan dalam menentukan penilaian aktuarial adalah sebagai berikut: The actuarial valuation was carried out using the following key assumptions: 31 Agustus 2010/ 31 Desember 2009/ 31 Desember 2008/ August 31, 2010 December 31, 2009 December 31, 2008 Tingkat diskonto per tahun 8,5% 10,5% 10% Discount rate per annum Tingkat kenaikan gaji per tahun 8% 9% 9% Salary increase rate per annum Tingkat pensiun normal 55 tahun/years 55 tahun/years 55 tahun/years Normal pension rate Tingkat Kematian Tabel Kematian Indonesia Tabel Kematian Indonesia Tabel Kematian Indonesia Mortality rate 1999 (of TMI II) 1999 (of TMI II) 1999 (of TMI II) Tingkat cacat 10% of TMI II % of TMI II % of TMI II 1999 Disability rate 36. Pajak Penghasilan 36. Income Tax Penghasilan (beban) pajak Perusahaan dan anak perusahaan terdiri dari: The tax benefit (ex pense) of the C ompany and its subsidiary consist of the following: (Delapan Bulan/ (Dua Belas Bulan/ (Dua Belas Bulan/ Eight Months) Twelve Months) Twelve Months) Rp Rp Rp Pajak kini - anak perusahaan ( ) ( ) - Current tax - subsidiary Pajak tangguhan ( ) ( ) Deferred tax Jumlah ( ) ( ) Total 262

281 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Pajak Penghasilan (Lanjutan) 36. Income Tax (Continued) Pajak Kini Rekonsiliasi antara rugi sebelum pajak menurut laporan laba rugi konsolidasi dengan akumulasi rugi fiskal Perusahaan adalah sebagai berikut: Current Tax A reconciliation between loss before tax expense per consolidated statement of operations and accumulated fiscal losses is as follows: (Delapan Bulan/ (Dua Belas Bulan/ (Dua Belas Bulan/ Eight Months) Twelve Months) Twelve Months) Rp Rp Rp Rugi sebelum pajak menurut Loss before tax per consolidated laporan laba rugi konsolidasi ( ) ( ) ( ) statements of operations Laba sebelum pajak Income before tax anak perusahaan ( ) ( ) ( ) of a subsidiary Rugi sebelum pajak Perusahaan ( ) ( ) ( ) Loss before tax of Company Perbedaan temporer: Temporary differences: Penyusutan aset sewa Depreciation of finance pembiayaan leased assets Amortisasi biaya bunga obligasi Amortization of bonds interest Beban imbalan pasca kerja Post- leased assets Beban piutang ragu-ragu Provision for doubtful accounts Beban tangguhan Deferred charges Pembayaran sewa pembiayaan ( ) ( ) ( ) Payments of finance lease Perbedaan penyusutan komersial Difference between commercial dan fiskal ( ) ( ) ( ) and fiscal depreciation expense Lain-lain ( ) Others Jumlah ( ) ( ) Total Perbedaan yang tidak dapat diperhitungkan menurut fiskal: Permanent differences: Amortisasi goodwill Goodwill amortization Beban pajak Tax expenses Perjamuan dan sumbangan Entertainment and donation Transportasi Transportation Kesejahteraan karyawan Personnel expenses Keuntungan atas realisasi selisih Gain on realization of difference in value nilai transaksi restrukturisasi of restructuring transaction among entitas sepengendali - ( ) - entities under common control Penghasilan bunga dikenakan Interest income subjected pajak final ( ) ( ) ( ) to final tax Lain-lain ( ) ( ) ( ) Others Jumlah ( ) Total Rugi sebelum rugi fiskal Loss before fiscal loss Perusahaan tahun sebelumnya ( ) ( ) ( ) carryforward of the Company Akumulasi rugi fiskal tahun-tahun Fiscal loss carryforward - net of sebelumnya - setelah penyesuaian adjustment per tax assessment dengan surat ketetapan pajak dan letter and the Company's surat keberatan Perusahaan dan objection letter and tax keputusan pengadilan pajak court decision 2009 ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) 2003 Akumulasi rugi fiskal ( ) ( ( ) ) Fiscal loss carryforward 263

282 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Pajak Penghasilan (Lanjutan) 36. Income Tax (Continued) Pajak Kini (Lanjutan) Untuk periode delapan bulan y ang berakhir 31 Agustus 2010 dan tahun-tahun yang berakhir 31 D esember 2009 dan 2008, Perusahaan mengalami rugi fiskal sehingga tidak terdapat taksiran pajak kini untuk periode tersebut. Rugi fiskal Perusahaan dan anak perusahaan tahun 2009 dan 2008 sesuai dengan Pemberitahuan (SPT) T ahunan y ang disampaikan Perusahaan kepada Kantor Pelayanan Pajak. Pada tanggal 30 Juni 2010 Perusahaan melakukan pembetulan SPT tahun R ugi fiskal tahun R ugi fiskal tahun 2009 berdasarkan pembetulan SPT adalah sebesar Rp Pada tanggal 18 Juni 2010, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bay ar (SKPLB) Pajak Penghasilan Badan No /406/08/054/10 untuk masa pajak tahunan 2008 milik Perusahaan yang menyatakan bahwa lebih bay ar pajak penghasilan badan tahun 2008 sebesar Rp dan rugi fiskal Perusahaan sebesar Rp Sementara itu Perusahaan juga menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) Pajak Penghasilan pasal 26 N o /204/08/054/10 untuk masa pajak tahun y ang sama sebesar Rp Atas kedua SKP tersebut, Perusahaan mengajukan permohonan pemindahbukuan dan disetujui. Pada tanggal 18 M aret 2009, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bay ar (SKPLB) Pajak Penghasilan Badan No /406/07/054/09 untuk masa pajak tahunan 2007 milik Perusahaan yang menyatakan bahwa lebih bay ar pajak penghasilan badan tahun 2007 sebesar Rp dan laba fiskal Perusahaan sebesar Rp Sementara Perusahaan juga menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) Pajak Penghasilan pasal 21, 23, 4 ay at 2 dan 26 dengan jumlah Rp Pada bulan April 2009 Perusahaan telah menerima pengembalian bersih atas lebih bay ar tersebut sebesar Rp Current Tax (Continued) For the eight month period ended August 31, 2010 and the years ended December 31, 2009 and 2008, the C ompany w as in fiscal loss position, hence, no prov ision for current income tax was recognized. The fiscal loss of the C ompany and its subsidiary in 2009 and 2008 is in accordance with the corporate income tax returns filed w ith the Tax Service Office. On June 30, 2010, the C ompany rev ised the 2009 corporate income tax return filed with Tax Service O ffice. Based on the rev ised corporate income tax return, the fiscal loss is amounted to Rp 727,363,009,622. On June 18, 2010, the C ompany receiv ed Overpayment T ax As sessment Letter (SKPLB) on Corporate Income T ax No /406/08/054/10 for the fiscal year 2008, which stated that the C ompany s corporate income tax overpayment for fiscal year 2008 amounted to Rp 6,889,389,270 and taxable loss amounted to Rp 1,122,841,692,746. Meanwhile, the C ompany also receiv ed Underpayment Tax Assessment Letter (SKPKB) on Income T ax Article 26 No /204/08/054/10 for the same fiscal year, amounted to Rp 10,362,911,174. Based on both Tax Assessment Letters, the C ompany filed a claim to thetax Service Office for overpayment and has been approved. On M arch 18, 2009, the C ompany received Overpayment T ax As sessment Letter (SKPLB) on Corporate Income T ax No /406/07/054/09 for the fiscal y ear 2007, which stated that the Company s corporate income tax overpayment for fiscal y ear 2007 amounted to R p 12,239,025,011 and tax able income amounted to Rp 61,218,176,523. At the same time, the C ompany also received Underpayment Tax Assessment Letter (SKPKB) on Income T ax Article 21, 23, 4 (2) and 26 totaling to R p 1,490,868,666. In April 2009, the C ompany receiv ed the refund for aforementioned ov erpayment, net of underpayment, amounting to Rp 10,748,156,

283 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Pajak Penghasilan (Lanjutan) 36. Income Tax (Continued) Pajak Kini (Lanjutan) Pada tanggal 30 Januari 2009, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bay ar (SKPLB) Pajak Penghasilan Badan No /406/07/014/09 untuk masa pajak tahunan 2007 milik anak Perusahaan sebelum merger, PT Komunikasi Selular Indonesia (KSI), yang menyatakan bahw a lebih bay ar pajak penghasilan badan tahun 2007 sebesar Rp dan laba fiskal Perusahaan sebesar R p Pada bulan Maret 2009 Perusahaan telah menerima pengembalian lebih bay ar tersebut sebesar Rp dan sisany a sebesar Rp digunakan untuk penyelesaian hutang Pajak Penghasilan pasal 23, 4 ayat 2 dan Pajak Pertambahan Nilai Perusahaan. Pada tanggal 12 Januari 2008, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bay ar (SKPLB) Pajak Penghasilan Badan No /406/06/901/08 untuk masa pajak tahunan 2006 milik anak Perusahaan sebelum merger, PT T elekomindo Selular Raya (TSR), yang menyatakan bahw a lebih bay ar pajak penghasilan badan tahun 2007 sebesar Rp dan rugi fiskal Perusahaan sebesar R p Pada bulan Februari 2008, Perusahaan telah menerima pengembalian tersebut sebesar R p dan sisany a sebesar R p digunakan untuk peny elesaian hutang pajak penghasilan pasal 21 Perusahaan. Pada tanggal 15 O ktober 2008, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bay ar (SKPLB) Pajak Penghasilan Badan No /406/06/054/08 dan Pajak Pertambahan N ilai N o /407/06/054/08 untuk masa pajak tahunan 2006 masing-masing sebesar Rp dan R p Pada bulan November 2008, Perusahaan telah menerima pengembalian tersebut sebesar Rp dan sisany a sebesar Rp digunakan untuk penyelesaian hutang Pajak Penghasilan pasal 23, 26 dan Pajak Pertambahan Nilai Perusahaan. Current Tax (Continued) On January 30, the C ompany received Overpayment T ax Assessment Letter (SKPLB) on Corporate Inc ome T ax No /406/07/014/09 for the fiscal y ear 2007, on behalf of PT Komunikasi Selular Indonesia (KSI), w hich stated that the Company s corporate income tax ov erpayment for fiscal y ear 2007 amounted to Rp 2,347,189,369 and taxable income amounted to Rp 110,473,929,831. In M arch 2009, the Company received the refund for aforementioned ov erpayment amounted to Rp 2,137,035,481 and the remaining balance of Rp 210,153,888 w as compensated against the Company s tax pay able for Income Tax Article 23, 4 (2) and Value Added Tax. On January 12, 2008, the C ompany received Overpayment T ax As sessment Letter (SKPLB) on Corporate Income T ax No /406/06/901/08 for the fiscal y ear 2006, on behalf of PT Telekomindo Selular Raya (TSR), which stated that the C ompany s corporate income tax overpayment for fiscal year 2007 amounted to R p 4,885,435 and fiscal loss amounted to R p 10,770,510,718. In February 2008, the C ompany has received the refund for the aforementioned ov erpayment amounting to R p 3,465,346 and the remaining balance of R p 1,420,089 w as compensated against the C ompany s tax pay able for income tax Article 21. On O ctober 15, 2008, the C ompany received Overpayment T ax As sessment Letter (SKPLB) on Corporate Income tax No /406/06/054/08 and Value Added T ax No /407/06/054/08 for the fiscal year 2006 amounting to R p 868,055,309 and Rp 6,065,736,163, respectiv ely. In November 2008, the C ompany receiv ed the refund for the aforementioned ov erpayment amounting to Rp 5,145,150,360 and the remaining balance of R p 1,788,641,112 w as compensated against the C ompany s tax payable for Income Tax Article 23, 26 and Value Added Tax. 265

284 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Pajak Penghasilan (Lanjutan) 36. Income Tax (Continued) Pajak Kini (Lanjutan) Pada tanggal 8 Juli 2008, Perusahaan menerima Surat Keputusan D irektur Jenderal Pajak No. KEP-1079/W PJ.06/BD.06/2008 tentang keberatan W ajib Pajak atas Surat Keterangan Pajak Lebih Bay ar (SKPLB) Pajak Penghasilan Badan y ang menetapkan untuk mempertahankan SKPLB No /406/05/073/07 tanggal 30 April 2007 untuk tahun pajak 2005 yang menyatakan bahwa peredaran usaha Perusahaan sebesar Rp , sementara menurut Perusahaan adalah R p Perusahaan menerima Surat Keputusan Pengadilan Pajak N o. Put.20387/PP/M.VII/15/ 2009 tertanggal 29 O ktober 2009, y ang mengabulkan banding Perusahaan. Sehubungan dengan penggabungan usaha, pada tanggal 25 Juni 2007, Perusahaan mengajukan surat permohonan kepada Kantor Pelayanan Pajak untuk penggunaan nilai buku atas pengalihan harta dalam rangka merger sehingga Perusahaan dapat menggunakan akumulasi rugi fiskal anak perusahaan. Pada tanggal 16 Agustus 2007, Perusahaan menerima Surat Keputusan D irektur Jenderal Pajak No. 30/PJ.03/2007 tentang penolakan permohonan penggunaan akumulasi rugi fiskal anak perusahaan. Pada tanggal 12 September 2007, Perusahaan mengajukan banding kepada pengadilan pajak. Pada tanggal 30 April 2008, Perusahaan menerima Surat Keputusan Pengadilan Pajak No. Put.13799/PP/M.VII/99/2008 tertanggal 17 April 2008, y ang mengabulkan banding Perusahaan. D engan adany a keputusan Pengadilan Pajak ini, maka rugi fiskal anak perusahaan yang dapat diperhitungkan dalam Perusahaan berjumlah R p , terdiri dari masing-masing Rp dari rugi fiskal 2003, R p dari rugi fiskal 2004, Rp dari rugi fiskal 2005, dan R p dari rugi fiskal Current Tax (Continued) On July 8, 2008, the C ompany receiv ed a Decision Letter No. KEP-1079/WPJ.06/BD.06/ 2008 from the D irector G eneral of T axation regarding the C ompany s objection on Overpayment Tax Assessment Letter (SKPLB) on the C ompany s Income Tax wherein defending SKPLB No /406/05/073/07 dated April 30, 2007 for fiscal y ear 2005 which stated the C ompany s rev enue amounted to Rp 413,244,435,394, while according to the Company amounted to Rp 321,694,453,611. The Company receiv ed the T ax C ourt D ecision Letter No. Put.20387/PP/M.VII/15/2009 dated October 29, 2009, approv ing the Company s appeal. In relation to the merger, on June 25, 2007, the Company filed a request to the T ax Serv ice Office to allow the C ompany to transfer fiscal loss carryforward of the former subsidiaries to the C ompany. O n August 16, 2007, the Company received the D irector G eneral of Taxation Decision Letter N o. 30/PJ.03/2007 rejecting the request to transfer the former subsidiaries accumulated fiscal loss carryforward to the C ompany in relation to the merger. On September 12, 2007, the C ompany had appealed to the T ax C ourt. O n April 30, 2008, the C ompany receiv ed the T ax C ourt Decision Letter N o. Put.13799/PP/M.VII/99/2008 dated April 17, 2008, approv ing the Company s appeal. W ith such court decision, accumulated fiscal loss carry forwards w hich w ere transferred to the C ompany totaling to Rp 251,126,636,375, comprises of Rp 8,257,890,849 from tax loss of 2003, Rp 66,141,656,045 from tax loss of 2004, Rp 119,213,807,672 from tax loss of 2005, and Rp 57,513,281,809 from tax loss of

285 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Pajak Penghasilan (Lanjutan) 36. Income Tax (Continued) Pajak Kini (Lanjutan) Pada tanggal 5 Februari 2007, Perusahaan menerima Surat Keputusan D irektur Jenderal Pajak No. KEP-147/W PJ.06/BD.06/2007 tentang keberatan W ajib Pajak atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bay ar (SKPKB) Pajak Penghasilan Badan y ang menetapkan untuk m empertahankan SKPKB No /406/04/073/05 tanggal 30 Desember 2005 untuk tahun pajak 2004 y ang menyatakan bahwa rugi fiskal Perusahaan sebesar Rp , sementara menurut Perusahaan adalah R p Perusahaan mengajukan banding atas keputusan tersebut dan sudah menerima Surat Keputusan Pengadilan Pajak No. Put.17019/PP/M.VII/15/2009 tanggal 18 Februari 2009 y ang memutuskan bahw a rugi fiskal perusahaan adalah Rp Pada tanggal 29 Juni 2005, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bay ar (SKPLB) Pajak Penghasilan Badan No /406/03/073/05 dari Direktorat Jenderal Pajak y ang meny atakan bahw a lebih bayar pajak penghasilan badan Perusahaan tahun 2003 adalah R p dan rugi fiskal tahun 2003 adalah R p Atas lebih bay ar tersebut dilakukan pemindahbukuan dengan hutang pajak PPh pasal 23 dengan jumlah y ang sama sebesar Rp Pada tanggal 6 September 2005, Perusahaan mengajukan keberatan atas rugi fiskal tahun 2003 berdasarkan SKPLB tersebut. Berdasarkan surat keberatan Perusahaan tersebut, rugi fiskal 2003 menurut Perusahaan adalah Rp Pada tanggal 6 September 2006, Perusahaan menerima Keputusan D irjen Pajak No. KEP-1073/W PJ.06/BD.06/2006 yang menolak Keberatan Perusahaan. Pada T anggal 5 O ktober 2006, Perusahaan mengajukan banding atas KEP-1073/W PJ.06/BD.06/2006. Pada tanggal 22 Agustus 2008, Perusahaan menerima Surat Keputusan Pengadilan Pajak No. Put.14694/PP/M.VII/15/2008, yang mengabulkan banding Perusahaan. Current Tax (Continued) On February 5, 2007, the C ompany received a decision letter No. KEP-147/WPJ.06/BD.06/2007 from the D irector General of T axation regarding the Company s objection on T ax U nderpayment Assessment Letter (SKPKB) on the Com pany s Income T ax w herein defending SKPKB No /406/04/073/05 dated December 30, 2005 for fiscal y ear 2004 w hich stated the Company s fiscal loss amounted to Rp 463,515,783,060, while according to the Company amounted to Rp 466,766,718,031. The C ompany appealed to such decision and received Tax C ourt D ecision Letter No. Put.17019/PP/M.VII/15/2009, dated February 18, 2009 approv ing the C ompany s fiscal loss amounting to Rp 464,628,868,048. On June 29, 2005, the C ompany receiv ed Overpayment T ax As sessment Letter (SKPLB) No /406/03/073/05 from the D irector General of T axation w hich stated that the Company s corporate income tax ov erpayment for fiscal year 2003 amounted to Rp 557,753,145 and tax loss for fiscal y ear 2003 amounted to Rp 62,062,457,743. T he overpayment had been compensated against w ithholding tax article 23 in the same amount totaling to R p 557,753,145. On September 6, 2005, the C ompany filed an objection letter against the fiscal loss amount for fiscal year 2003 as stated in the SKPLB. Based on the objection letter, the 2003 fiscal loss per Company s calculation amounted to Rp 80,506,410,717. On September 6, 2006, the Company receiv ed the D irector General of T axation D ecision Letter No. KEP-1073/W PJ.06/BD.06/2006 which rejected the C ompany s objection. On October 5, 2006, the C ompany filed an appeal of KEP-1073/WPJ.06/BD.06/2006. On August 22, 2008, the C ompany received T ax C ourt D ecision Letter No. Put.14694/PP/M.VII/15/2008, approv ing the Company s appeal. 267

286 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Pajak Penghasilan (Lanjutan) 36. Income Tax (Continued) Pajak Tangguhan Rincian aset (kew ajiban) pajak tangguhan Perusahaan adalah sebagai berikut: Deferred Tax The details of the Company s deferred tax assets (liabilities) are as follows: Dikreditkan Dikreditkan Dikred itkan (dibebankan) ke (dibeban kan) ke (dibebankan) ke lap oran l aporan laporan laba rugi/ laba rugi/ Penyesuaia n laba rugi/ 1 Januari Cre dited 31 Desember Credited 31 Desember transisi PSAK 55/ Credited 31 Agustus 2008/ (charged) to 2008/ (charged) 2009/ Adjustment on (charged) to 2010/ January 1, consolidated statement December 31, con solidated statement De cember 31, transisition to consolidated state ment A ugust 31, 2008 of o perations 2008 of operations 2009 PSAK 55 of operations Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Aset (kewajiban) pajak Deferred tax assets tangguhan: (liabilities): Rugi fiskal ( ) ( ) Fiscal loss Depresiasi aset sewa Depreciation of pembiayaan leased assets P ost-em plo ym ent Imbala n pasca kerja benefits obligation Penyisihan piutang A llowance for doubtful ragu-ragu ( ) accounts Penyisihan penurunan A llowance for decline nilai persediaan ( ) in value of inventory Beban tanggu han ( ) ( ) Deferred charges Pembayaran aset sewa P ayments of finan ce pembiayaan ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) - ( ) ( ) leases Penyusu tan aset tetap ( ) ( ) ( ) ( ) - ( ) ( ) Depreciation of fixed assets Amortisasi biaya bunga A mortization of bond s obligasi interest Lain-la in ( ) O thers Jumla h ( ) ( ) Total Pada 31 Agustus 2010 dan 31 D esember 2009 dan 2008, Perusahaan mempuny ai akumulasi rugi fiskal masing-masing sebesar Rp , R p , dan Rp R ugi fiskal yang dapat dikompensasikan dengan laba kena pajak di masa datang masing-masing sebesar Rp dan Rp dan Rp Pada 31 Agustus 2010, Perusahaan mengakui aset pajak tangguhan dari sebagian rugi fiskal periode berjalan sebesar Rp , dan pada 31 D esember 2009 dan 2008, Perusahaan mengakui aset pajak tangguhan dari rugi fiskal tahun berjalan masing-masing sebesar R p dan R p Pada 31 Agustus 2010, dan pada 31 D esember 2009 dan 2008, pajak tangguhan atas rugi fiskal masing-masing sebesar R p , Rp dan R p tidak diakui karena Perusahaan belum memiliki dasar memadai untuk memperkirakan laba kena pajak di masa mendatang y ang dapat dikompensasikan. Pada bulan September 2008, Undang-Undang No. 7 T ahun 1983 tentang Pajak Penghasilan direvisi melalui penerbitan U ndang-undang No. 36 T ahun Undang-Undang revisi tersebut mengatur perubahan tarif pajak penghasilan badan, dari sebelumny a tarif progresif menjadi tarif tunggal sebesar 28% untuk tahun pajak 2009 dan sebesar 25% untuk tahun pajak 2010 dan seterusny a. Perusahaan telah menghitung dampak perubahan tarif pajak tersebut dalam perhitungan aset dan kewajiban pajak tangguhan dan membukukannya sebagai bagian dari beban pajak pada laba rugi konsolidasi. As of August 31, 2010, D ecember 31, 2009 and 2008, the C ompany has accumulated fiscal losses carryforward amounting to Rp 3, 236, 608,632,546, R p 2,620,683,346,476 and R p 1,825,764,410,136, respectively. The fiscal losses carryforward is av ailable for offset against future tax able income amounted to Rp 2,861,654,785,477, R p 2,191,896,857,417 and R p 1,817,506,519,287, respectiv ely. As of August 31, 2010, a deferred tax asset has been recognized in respect of the portion of current period s fiscal loss amounting to Rp 623,138,000,000, w hile as of D ecember 31, 2009 and 2008 a deferred tax asset has been recognized in respect of the current y ear s fiscal loss amounting to R p 717,536,043,028 and Rp 1,129,422,378,838, respectively. No deferred tax asset on unused fiscal losses has been recognized w ith respect to the remaining Rp 2,238,516,785,477, R p 1,474,360,814,389, and Rp 688,084,140,449, as of August 31, 2010, December 31, 2009 and 2008, respectively, since the management believ es that it is not probable that future tax able income w ill be available against w hich these unused fiscal losses can be utilized. In September 2008, Law N o. 7 Y ear 1983 regarding Income T ax has been revised with Law No. 36 Y ear T he rev ised Law stipulates changes in corporate income tax rate from progressiv e tax rates to a flat rate of 28% for fiscal year 2009 and 25% for fiscal y ear 2010 onward. The Company has recorded the impact of changes in tax rates in the calculation of deferred tax assets and liabilities as part of tax expense in the consolidated statement of operations. 268

287 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Pajak Penghasilan (Lanjutan) 36. Income Tax (Continued) Rekonsiliasi antara beban pajak dan hasil perkalian rugi akuntansi sebelum pajak dengan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut: A reconciliation betw een the total tax expense and the amounts computed by apply ing the effective tax rates to loss before tax is as follows: (Delapan Bulan/ (Dua Belas Bulan/ (Dua Belas Bulan/ Eight Months) Twelve Months) Twelve Months) Rp Rp Rp Rugi sebelum pajak menurut Loss before tax expense per consolidated laporan laba rugi konsolidasi ( ) ( ) ( ) s tatements of operations Laba anak perusahaan sebelum pajak ( ) ( ) ( ) Income before tax of subsidiary Rugi sebelum beban pajak - Loss before tax expense - Perusahaan ( ) ( ) ( ) the Company Pajak penghasilan dengan tarif yang berlaku ( ) ( ) ( ) Tax benefit at effective tax rate Pengaruh pajak tangguhan: Deferred tax effects of: Perbedaan tetap: Permanent differences: Amortisasi goodwill Goodwill amortization Beban pajak Tax expenses Perjamuan dan sumbangan Entertainment and donation Transportasi Transportation Kesejahteraan karyawan Personnel expenses Keuntungan atas realisasi selisih Gain on realization of difference in value nilai transaksi restrukturisasi of restructuring transaction among entitas sepengendali - ( ) - entities under common control Penghasilan bunga Interest income subjected dikenakan pajak final ( ) ( ) ( ) to final tax Lain-lain ( ) ( ) ( ) Others Bersih ( ) Net Subjumlah ( ) ( ) ( ) Subtotal Penyesuaian at as aset pa jak Derecognition of prior year's tangguhan tahun sebelumnya deferred tax asset on rugi fiskal fiscal losses Pengaruh perubahan tarif pajak penghasilan dan lainnya - ( ) - Effect of change on income tax rate Beban (penghasilan) pajak Tax expense (benefit) Perusahaan ( ) The Company Anak perusahaan The Subsidiary Jumlah ( ) Total 37. Sewa Operasi 37. Operating Leases Perusahaan mengadakan perjanjian sewa operasi menara pemancar dengan beberapa penyedia menara pemancar untuk masa sew a sampai dengan 10 tahun. Perjanjian tersebut juga memuat ketentuan y ang dapat mengakibatkan pengakhiran perjanjian sebelum masa sewa berakhir. Tanah atas aset sew a pembiay aan diklasifikasi sebagai sewa operasi karena hak pemilikan atas tanah tidak akan beralih pada akhir masa sew a dan tanah tersebut mempuny ai manfaat tidak terbatas. The Company entered into operating lease agreements w ith sev eral tow er prov iders in relation to the rentals of transmitter tow ers w ith lease terms of up to 10 y ears. T he lease agreements include certain conditions that may cause the leases to be terminated prior to the expiry of the lease terms. Land related to the leased asset is classified as operating lease since the title of ownership on the land does not transfer to the Company at the end of the lease term and land has an indefinite economic useful life. 269

288 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Sewa Operasi (Lanjutan) 37. Operating Leases (Continued) Beban sewa operasi atas perjanjian sew a operasi menara pemancar, biay a jasa dan tanah atas aset sew a pembiay aan untuk periode delapan bulan y ang berakhir 31 Agustus 2010 dan tahun-tahun y ang berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp , R p dan Rp (Catatan 29). Operating lease ex penses relating to such operating lease agreements, serv ice charge and land related to the finance leased assets amounted to R p 74,896,625,843, Rp 89,407,309,572 and R p 61,037,931,367 for eight month period ended August 31, 2010, and for the y ears ended D ecember 31, 2009 and 2008, respectively (Note 29). 38. Rugi Dasar Per Saham 38. Basic Loss Per Share Perhitungan rugi dasar per saham sebagai berikut: adalah The calculation of basic loss per share follows: is as 31 Agustus 2010/ 31 Desember 2009/ 31 Desember 2008/ August 31, 2010 December 31, 2009 December 31, 2008 Rp Rp Rp Rugi bersih untuk perhitungan Net loss for computation rugi per saham ( ) ( ) ( ) of basic loss per share Rata-rata tertimbang saham Weighted average number untuk perhitungan rugi dasar of shares outstanding to compute per saham basic loss per share Rugi per saham (27,14) (34,54) (52,82) Basic loss per share Perusahaan tidak menghitung rugi per saham dilusian karena tidak ada efek berpotensi dilusian atas saham biasa. The C ompany did not compute for the diluted loss per share since there w ere no potentially dilutive ordinary shares. 39. Program Opsi Saham Manajemen dan Karyawan Berdasarkan R apat U mum Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 8 Mei 2007, sebagaimana tercantum dalam Akta N otaris No. 60 dari Aulia T aufani, S.H., pengganti Sutjipto, S.H., notaris di Jakarta, para pemegang saham meny etujui pengeluaran saham atau 3% dari jumlah saham beredar Perusahaan tanpa hak memesan efek terlebih dahulu sehubungan dengan Program Opsi Saham M anajemen dan Kary awan Perusahaan (Program). Jumlah Saham Manajemen dan kary awan Perusahaan y ang memenuhi kriteria Program (peserta) akan menerima penghargaan dalam bentuk opsi saham dalam tiga periode, dimana sepertiga dari opsi merupakan penghargaan y ang menjadi hak peserta pada setiap periode penghargaan. Program opsi saham di berikan dalam lima tahap yang dimulai pada tahun 2008 dan berakhir pada 2014 (20% dari jumlah opsi saham y ang dapat dikeluarkan berdasarkan program tersebut dialokasi untuk setiap tahap). 39. Management and Employee Stock Option Plan Based on the minutes of the extraordinary general meeting of stockholders dated May 8, 2007, as stated in N otarial D eed N o. 60 of Aulia T aufani, S.H., the substitute of Sutjipto, S.H., public notary in Jakarta, the stockholders approved the issuance of 587,560,805 shares or equal to 3% of the Company s total issued shares of stock which will be made w ithout pre-emptiv e rights in relation to the C ompany s M anagement and Employees Stock Option Plan (the Plan). The Number of Shares The Company s management and employ ees qualified to avail of the Plan (participants) w ill receive awards in the form of stock options which w ill v est ov er a three-y ear period, with one-third of the options w hich are the subject of the award vesting on each anniv ersary of the award. The Stock option plan w ill be granted in five phases commencing in 2008 and ending in 2014 (w ith 20% of the total stock options issuable under the Plan allocated in each phase). 270

289 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Program Opsi Saham Manajemen dan Karyawan (Lanjutan) Jumlah Saham (Lanjutan) Harga pelaksanaan opsi saham untuk setiap tahap adalah harga rata-rata penutupan harga saham Perusahaan di Bursa Efek Indonesia dalam kurun waktu 25 hari bursa berturut-turut sebelum tanggal pemberitahuan rencana pelaksanaan opsi saham kepada Bursa Efek Indonesia. Sampai dengan tanggal 31 Agustus 2010, tidak ada opsi saham y ang telah diberikan untuk manajemen dan karyawan Perusahaan. 39. Management and Employee Stock Option Plan (Continued) The Number of Shares (Continued) The ex ercise price of the stock option granted under any phase of the Plan will be the weighted average of the closing price per share for 25 consecutive trading day s prior to the date on which the participant notifies the Indonesia Stock Exchange of the exercise of such stock option. As of August 31, 2010, no shares option hav e been granted to the Company s management and employees. 40. Sifat Dan Transaksi Hubungan Istimewa 40. Nature of Relationship and Transactions With Related Parties Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan dan anak perusahaan melakukan transaksi dengan pihak yang mempuny ai hubungan istimewa.transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimew a, dilaksanakan dengan sy arat dan kondisi yang sama sebagaimana bila dilaksanakan dengan pihak ketiga Sifat Hubungan Istimewa a. PT Bhakti Inv estama T bk (Bhakti) merupakan pemegang saham induk PT Global Mediacom Tbk (Mediacom). b. PT Infokom Elektrindo (IE), PT M NC Sky Vision, PT Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI), PT M edia N usantara C itra Tbk (MNC), PT M edia N usantara Informasi (MNI), PT Global Informasi Bermutu (Global TV), PT Cipta T elevisi Pendidikan Indonesia (TPI), PT Freekoms Indonesia (Freekoms), PT M NI G lobal (M NI Global), PT Telesindo M edia U tama (Telesindo), PT Flash Mobile, PT Bhakti Asset Management (BAM ), PT Bhakti Securities (Bsec), PT Bhakti Share Registrar, PT G lobal Land Development Tbk., PT Usaha Gedung Bimantara (U GB) dan PT C ross M edia International merupakan pihak hubungan istimew a karena pemegang sahamny a sama (M ediacom) atau pada akhirny a sama dengan pemegang saham induk Perusahaan (Bhakti) atau mempuny ai pengurus yang sama. In the normal course of business, the Company and its subsidiary entered into certain transactions with the related parties.transactions with a related party were done under terms and conditions similar to those done with third parties. Nature of Relationship a. PT Bhakti Inv estama T bk (Bhakti) is the ultimate stockholder of PT Global Mediacom Tbk (Mediacom). b. PT Infok om Elek trindo (IE), PT MNC Sky Vision, PT Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI), PT Media N usantara C itra T bk (MNC), PT M edia N usantara Informasi (MNI), PT G lobal Informasi Bermutu (Global T V), PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (T PI), PT Freekoms Indonesia (Freekoms), PT MNI G lobal (M NI G lobal), PT Telesindo Media U tama (T elesindo), PT Flash M obile, PT Bhakti Asset Management (BAM ), PT Bhakti Securities (Bsec), PT Bhakti Share R egistrar, PT G lobal Land D evelopment T bk, PT U saha G edung Bimantara (U GB) and PT Cross M edia International are related parties w hich hav e the same stockholder (Mediacom) or ultimate stockholder as the Company (Bhakti) or the same management. 271

290 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Sifat Dan Transaksi Hubungan Istimewa (Lanjutan) Sifat Hubungan Istimewa c. Mediacom, Q ualcomm Incorporated (Qualcomm), dan KT Freetel Co., Ltd., Korea (KTF) merupakan pemegang saham Perusahaan. Pada tanggal 11 N ovember 2009, Mediacom menjual seluruh saham Perusahaan y ang dimilikinya. Sehubungan dengan pergantian pemegang saham tersebut, Perusahaan tidak lagi memiliki hubungan istimew a dengan perusahaan y ang berada dalam grup Global Mediacom maupun Bhakti Investama. Transaksi-transaksi Hubungan Istimewa 40. Nature of Relationship and Transactions With Related Parties (Continued) Nature of Relationship c. Mediacom, Q ualcomm Incorporated (Qualcomm), and KT Freetel C o., Ltd., Korea (KT F) are stockholders of the Company. On November 11, 2009, M ediacom sold all of its shares in the C ompany. Follow ing the changes in the Company s Shareholders, the C ompany is no longer affiliated to the companies within the Global Mediacom group and Bhakti Investama. Transactions with Related Parties Perusahaan melakukan transaksi tertentu dengan pihak hubungan istimew a, yang meliputi antara lain: The Company has certain transactions w related parties, among others, as follow: ith a. Perusahaan melakukan perjanjian kerjasama dengan pihak hubungan istimewa sehubungan dengan penyelenggaraan jasa telekomunikasi kepada pelanggan. R incian pendapatan jasa telekomunikasi dan piutang usaha, beban interkoneksi dan potongan harga, serta hutang usaha kepada pihak hubungan istimewa sebagai berikut: a. The C ompany entered into agreements with related parties regarding telecommunication serv ices for their customers. T he details of rev enue from telecommunication serv ices, trade accounts receiv able, interconnection charges and discount and trade accounts payable to related parties are as follow: 31 Agustus/August 31, 2010 Beban Interkoneksi dan Pendapatan Piutang Potongan harga/ Hutang Usaha/ Usaha/ Interconnection Usaha/ Operating Trade Accounts Charges and Trade Accounts Revenues Receivable Discount Payable Rp Rp Rp Rp Jasa content Content provider Qualcom Inc Qualcom Inc. Persentase dari pendapatan Percentage to operating usaha 0,04% revenues Persentase dari beban interkoneksi dan potongan Percentage to interconnection harga 0,26% charges and di scount Persentase dari jumlah kewajiban 0,00% Percentage to total liabilities 272

291 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Sifat Dan Transaksi Hubungan Istimewa (Lanjutan) Transaksi-transaksi Hubungan Istimewa (Lanjutan) 40. Nature of Relationship and Transactions With Related Parties (Continued) Transactions with Related Parties (Continued) 31 Desember/December 31, 2009 Beban Interkoneksi dan Pendapatan Piutang Potongan harga/ Hutang Usaha/ Usaha/ Interconnection Usaha/ Operating Trade Accounts Charges and Trade Accounts Revenues Receivable Discount Payable Rp Rp Rp Rp Jasa content Content provider Qualcom Inc Qualcom Inc. Persentase dari pendapatan Percentage to operating usaha 0,07% revenues Persentase dari beban interkoneksi dan potongan Percentage to interconnection harga 0,65% charges and di scount Persentase dari jumlah kewajiban 0,00% Percentage to total liabilities 31 Desember/December 31, 2008 Beban Interkoneksi dan Pendapatan Piutang Potongan harga/ Hutang Usaha/ Usaha/ Interconnection Usaha/ Operating Trade Accounts Charges and Trade Accounts Revenues Receivable Discount Payable Rp Rp Rp Rp Jasa content Content provider PT Freekoms Indonesia PT Freekoms Indonesia PT Infokom Elektrindo PT Infokom Elektrindo PT Flash Mobile PT Flash Mobile Qualcom Inc Qualcom Inc. Lain-lain Others PT Flash Mobile PT Flash Mobile PT Rajawali Citra PT Rajawali Citra Televisi Indonesia Televisi Indonesia PT Media Nusantara Informasi PT Med ia Nusantara Informasi PT Freekoms Indonesia PT Freekoms Indonesia Jumlah Total Persentase dari pendapatan Percentage to operating usaha 1,81% revenues Persentase dari jumlah aset 0,09% Percentage to total assets Persentase dari beban interkoneksi dan potongan Percentage to interconnection harga 5,50% charges and di scount Persentase dari jumlah kewajiban 0,08% Percentage to total liabilities b. Pada tahun 2009 dan 2008, Perusahaan juga melakukan transaksi dengan pihak hubungan istimew a sehubungan dengan sewa ruangan, pemasangan iklan dan promosi serta operasi dan pemeliharaan. Pada tahun 2010 dan 2009 tidak terdapat transaksi hubungan istimewa. b. In 2009 and 2008, the Company entered into a space rental agreement, adv ertising, and operation and maintenance transactions with related parties. In 2010 and 2009, there w ere no transactions with related parties. 273

292 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Sifat Dan Transaksi Hubungan Istimewa (Lanjutan) Transaksi-transaksi Hubungan Istimewa (Lanjutan) Pada tahun 2008, hutang y ang timbul dari transaksi ini tidak dikenakan bunga dan tanpa jangka w aktu pembayaran tertentu. Rincian beban usaha, hutang kepada pihak hubungan istimewa dan biay a masih harus dibayar adalah sebagai berikut: 40. Nature of Relationship and Transactions With Related Parties (Continued) Transactions with Related Parties (Continued) In 2008, the pay ables arising from this transaction are not subject to interest and without any terms of pay ment. D etails of operating ex penses, accounts pay able to related parties and accrued ex penses are as follows: 2008 Hutang kepada Beban pihak hubungan Biaya masih usaha/ istimewa/ harus dibayar/ Operating Accounts payable Accrued expenses to related parties expenses Rp Rp Rp Sewa ruangan Space rental PT Usaha Gedung Bimantara PT Usaha Gedung Bimantara PT Global Mediacom Tbk PT Global Mediacom Tbk PT Infokom Elektrindo PT Infokom Elektrindo PT Global Land Development Tbk PT Global Land Development Tbk PT Bhakti Investama Tbk PT Bhakti Investama Tbk Subjumlah Subtotal Pemasangan iklan Advertising placement PT Cross Media Internasional PT Cross Media Internasional PT Rajawali Citra Televisi Indo nesia PT Rajawali Citra Televisi Indonesia PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia PT Global Informasi Bermutu PT Global Informasi Bermutu PT Media Nusantara Informasi PT Media Nusantara Informasi PT Media Nusantara Citra Network PT Media Nusantara Citra Network PT Media Nusantara Informasi Global PT Media Nusantara Informasi Global PT Media Nusantara Citra PT Media Nusantara Citra PT MNC Sky Vision PT MNC Sky Vision Subjumlah Subtotal Operasi dan pemeliharaan Operation and maintenance PT Infokom Elektrindo PT Infokom Elektrindo Biaya pemeliharaan infrastruktur Information technology infrastructure teknologi informasi maintenance Lainnya Others PT Bhakti Share Registrar PT Bhakti Share Registrar Jumlah Total Persentase dari beban usaha 13,18% Percentage to operating expenses Persentase dari jumlah kewajiban 0,18% 0,47% Percentage to total liabilities c. Perusahaan menunjuk BAM sebagai pengelola dana, untuk mengelola dana Perusahaan sesuai dengan kebijakan investasi Perusahaan dan peraturan y ang berlaku (Catatan 6). c. The Company had appointed BAM, as fund manager, to manage the C ompany s fund in line w ith the C ompany s inv estment policy and prevailing regulations (Note 6). 274

293 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Sifat Dan Transaksi Hubungan Istimewa (Lanjutan) Transaksi-transaksi Hubungan Istimewa (Lanjutan) d. Perusahaan menunjuk Bsec sebagai penjamin untuk penerbitan hutang obligasi dalam mata uang Rupiah. Biaya-biaya yang terjadi dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari biaya penerbitan obligasi. e. Perusahaan mengadakan perjanjian BREW Carrier Agreement dengan Qualcomm. Berdasarkan perjanjian, Qualcomm akan meny ediakan perangkat lunak BR EW dan beberapa jasa pelatihan serta pendukung integrasi, termasuk pendukung on-site, untuk set-up, pengoperasian, integrasi dan memelihara BREW Distribution System. Sesuai dengan perjanjian, Perusahaan harus membay ar kepada Q ualcomm atas biay a set-up aw al dan pengoperasian perangkat lunak tersebut sebesar U S$ Peralatan tersebut telah terpasang dan dibukukan sebagai aset tidak berwujud lainnya (Catatan 13). Perusahaan juga sepakat membayar dalam jumlah tertentu kepada Q ualcomm untuk setiap aktiv asi perangkat lunak BREW beserta akses datany a oleh pelanggan melalui pola Revenue Share. 40. Nature of Relationship and Transactions With Related Parties (Continued) Transactions with Related Parties (Continued) d. The Company engaged Bsec to perform underwriting activ ities in relation to the issuance of the R upiah bonds pay able. Such costs incur red w ere consider ed as part of the bonds issuance cost. e. The Company entered into a BREW Carrier Agreement with Qualcomm. Based on the agreement, Q ualcomm w ill prov ide the Company w ith BR EW softw are, certain training and integration support services, including on-site support, set-up, deployment, integration and maintenance of the BR EW D istribution Sy stem. As stated in the agreement, the Company shall pay Q ualcomm for the initial set-up and deployment of the softw are amounting to U S$ 300,000. T he softw are was installed, and was presented as other intangible assets (Note 13). The C ompany also agreed to pay Qualcomm on behalf of each activ ation BREW softw are and its data content by subscriber through R evenue Share method. 41. Nilai Wajar Aset dan Kewajiban Keuangan 41. Fair value of Financial Assets and Liabilities Nilai w ajar adalah nilai dimana suatu instrumen keuangan dapat dipertukarkan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi w ajar, dan bukan merupakan nilai penjualan akibat kesulitan keuangan atau likuidasi yang dipaksakan. N ilai wajar diperoleh dari kuotasi harga atau model arus kas diskonto. Fair value is defined as the amount at w hich the financial instruments could be ex changed in a current transaction betw een knowledgeable, willing parties in an arm s length transaction, other than in a forced sale or liquidation. Fair values are obtained from quoted prices, discounted cash flows model, as appropriate. 275

294 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Nilai Wajar Aset dan Kewajiban Keuangan (Lanjutan) Berikut adalah nilai tercatat dan estimasi nilai wajar atas aset dan kew ajiban keuangan Perusahaan dan Anak Perusahaan pada tanggal 31 Agustus 2010: Nilai Tercatat/ Carrying Amount Rp 41. Fair Value of Financial Assets and Liabilities (Continued) The follow ing table sets forth the carrying amounts and estimated fair v alues of Company and its subsidiary s financial assets and liabilities as of August 31, 2010: Estimasi Nilai Wajar/Estimated Fair Values Rp Aset Keuangan Financial Assets Kas dan setara kas Cash and cash equivalents Investasi jangka pendek Short-term investments Piutang usaha-bersih Trade accounts receivable-net Piutang lain-lain Other accounts receivable Jumlah Aset Keuangan Total Financial Assets Kewajiban Keuangan Financial Liabilities Hutang usaha Trade accounts payable Hutang jangka pendek Short-term loan Hutang lain-lain Other payables Biaya masih harus dibayar Accrued expenses Hutang obligasi Bonds payable Jumlah Kewajiban Keuangan Total Financial Liabilities Metode dan asumsi berikut ini digunakan oleh Perusahaan dan anak Perusahaan untuk melakukan estimasi atas nilai w ajar setiap kelompok instrumen keuangan. Aset dan kewajiban keuangan dengan periode 12 bulan atau kurang Instrumen keuangan berupa kas dan setara kas, investasi jangka panjang, piutang usaha, piutang lain-lain yang jatuh tempo kurang dari 12 bulan, hutang usaha, hutang lain-lain dan biaya masih harus dibayar jatuh tempo dalam jangka pendek maka nilai tercatat aset dan kewajiban keuangan telah mendekati estimasi nilai wajarnya. Kewajiban keuangan jangka panjang (lebih dari 12 bulan) dengan suku bunga variabel Merupakan hutang obligasi, y ang nilai wajarnya ditentukan dengan mendiskontokan arus kas masa datang y ang disesuaikan untuk mencerminkan risiko kredit Perusahaan menggunakan suku bunga pasar terkini untuk instrumen serupa. The follow ing methods and assumptions were used by the C ompany and its subsidiary to estimate the fair value of each class of financial instrument. Financial assets and liabilities with terms of 12 months or less Due to the short term nature of the transactions for cash and cash equiv alents, long-term investments, trade accounts receiv able, other accounts receivables, trade accounts pay able, short-term loans, other pay ables and accrued expenses, the carrying amounts of the these financial assets and financial liabilities approximate the estimated fair market values. Long-term (more than 12 months) variable-rate financial liabilities Consists of bonds pay able which fair v alues are determined based on discounted future cash flows adjusted to reflect the Company s credit risk using c urrent m arket rates for s imilar instruments. 276

295 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan Tingkat probabilitas risiko y ang sangat potensial terjadi dari instrumen keuangan Perusahaan dan anak perusahaan adalah risiko suku bunga, risiko nilai tukar mata uang asing, risiko ekuitas, risiko kredit serta risiko likuiditas. Kebijakan akan pentingnya mengelola tingkat risiko ini telah meningkat secara signifikan dengan mempertimbangkan beberapa parameter perubahan dan v olatilitas pasar keuangan baik di Indonesia maupun internasional. Direksi Perusahaan menelaah dan menyetujui kebijakan risiko y ang mencakup toleransi risiko dalam strategi mengelola risiko-risiko y ang dirangkum dibawah ini. Risiko Suku Bunga Risiko terhadap suku bunga merupakan risiko nilai w ajar atau arus kas masa datang dari instrumen keuangan y ang berfluktuasi akibat perubahan tingkat suku bunga pasar. Eksposur Perusahaan dan anak perusahaan terhadap perubahan suku bunga pasar y ang terkait pada hutang baik jangka pendek - surat hutang komersil dan jangka panjang - hutang obligasi mempunyai tingkat severity risiko y ang sangat besar. Pada saat ini Perusahaan dan anak Perusahaan memiliki eksposur terutama pada pinjaman jangka pendek dan berpengaruh terhadap pembiay aan kembali atas pinjaman tersebut pada saat jatuh tempo. Tabel berikut adalah nilai tercatat, berdasarkan jatuh tempony a, atas aset dan kewajiban keuangan konsolidasi Perusahaan dan anak perusahaan yang terkait risiko suku bunga: 42. Financial Risk Management Objectives and Policies Potential risks arising from financial instr uments of the C ompany and its subsidiary relate to interest rate risk, foreign c urrency ex change rates, equity risk, credit risk and liquidity risk. Policies of the importance of managing this risk level has increased significantly by considering some parameters change and volatility of financial markets both in Indonesia and internationally. T he C ompany s Director reviews and approv es risk policies cov ering the risk tolerance in the strategy to manage the risks which are summarized below. Interest Rate Risk Interest rate risk is the risk that fair v alue or future cash flow s of financial instruments fluctuate due to changes in market interest rates. Exposure of the C ompany and its subsidiary against changes in market interest rates relate to both short-term debt - commercial debt and long term - the bonds sev erity lev el of risk is very large. At this time the C ompany and its subsidiary have interest rate exposure mainly on short-term loans, and effect on refinancing the loan at maturity. The following table sets out the carry ing amount, by maturity, of the C ompany and it subsidiary consolidated financial assets and liabilities that are exposed to interest rate risk: Rata-rata Suku Bunga Efektif/ Jatuh Tempo Jatuh Tempo Jatuh Tempo Jatuh Tempo Jatuh Tempo Average Effective dalam Satu Tahun/ Pada Tahun ke - 2/ Pada Tahun ke - 3/ Pada Tahun ke - 4/ lebih dari 4 tahun/ Jumlah/ Interest Rate Within One Year In the 2 nd Year In the 3 rd Year In the 4 th Year More than 4 Year Total % Rp Rp Rp Rp Rp RP Aset/Assets Bunga Tetap/Fixed Rate Kas dan Setara Kas/Cash and cash equivalents Investasi jangka pendek/short-term investment Kewajiban/Liabilities Bunga Tetap/Fixed Rate Hutang jangka pendek/short-term loan Hutang obligasi/bonds Payable Rupiah 10, US$ 12,

296 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan (Lanjutan) 42. Financial Risk Management Objectives and Policies (Continued) Risiko Nilai Tukar Mata Uang Asing Foreign Ex change R isk Against Foreign Currency Risiko terhadap nilai tukar mata uang asing merupakan risiko nilai wajar atau arus kas masa datang dari instrumen keuangan yang berfluktuasi akibat perubahan nilai tukar mata uang asing. Severity risiko ini mempuny ai nilai toleransi risiko y ang cukup dominan. Eksposur Perusahaan dan anak perusahaan terhadap nilai tukar berasal dari hutang obligasi, hutang usaha, hutang pengadaan dan pembelanjaan modal yang banyak menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat. Pada risiko ini, perusahaan tidak mengelola dampak risiko atau menerima risiko secara penuh, dengan pertimbangan nilai hutang Perusahaan merupakan hutang jangka panjang sehingga biay a atas pengelolaan risiko tersebut tidak sebanding dengan keuntungan yang didapat. D isamping itu, Perusahaan optimis dalam jangka panjang kondisi perekonomian dalam negeri terus bergerak ke arah yang lebih baik sehingga mata uang R upiah cenderung terapresiasi. Pada tanggal 31 Agustus 2010, 31 D esember 2009 dan 2008, Perusahaan mempunyai aset dan kew ajiban moneter dalam mata uang asing sebagai berikut: Risk of exchange rate against foreign currencies is a risk of fair v alue or future cash flows of financial instruments fluctuate due to changes in foreign currency exchange rates. Severity of risk is the risk tolerance v alue w hich is quite dominant. Ex posure of the C ompany and its subsidiary against exchange rate deriv ed from bonds pay able, accounts payable, procurement and capital ex penditure loans are a lot of U.S. dollar currency. At this risk, the company does not manage the impact of risk or accept the full risk, with consideration of the value of the Company's debt is long-term debt so that the cost of managing these r isks is not w orth the benefits. The Company is optimistic in the long term domestic economic conditions continue to move to better so inclined appreciated Rupiah. As of August 31, 2010, D ecember 31, 2009 and 2008, the C ompany and its subsidiary had monetary assets and liabilities in foreign currencies as follow: 31 Agustus/August 31, Desember/December 31, Desember/December 31, 2008 Mata uang Mata uang Mata uang asing/ Ekuivalen/ asing/ Ekuivalen/ asing/ Ekuivalen/ Foreign Equivalent in Foreign Equivalent in Foreign Equivalent in currency Rp currency Rp currency Rp Aset Assets Kas dan setara kas USD Cash and cash equivalents SGD THB EUR Investasi jangka pendek USD Short-term investments Piutang usaha USD Trade accounts receivable Aset Lain-lain USD Other asset Jumlah aset Total assets Kewajiban Liabilities Hutang usaha USD Trade accounts payable Hutang lain-lain USD Other accounts payable SGD THB Biaya masih harus dibayar USD Accrued expenses Hutang obligasi USD Bonds payable Hutang kepada pihak hubungan istimewa USD Due to related parties Jumlah kewajiban Total liabilities Kewajiban - Bersih ( ) ( ) ( ) Liabilities - Net 278

297 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan (Lanjutan) Risiko Kredit Risiko kredit adalah risiko bahw a Perusahaan dan anak perusahaan akan mengalami kerugian yang timbul dari pelanggan, klien atau pihak lawan y ang gagal memenuhi kewajiban kontraktual mereka. T idak ada risiko kredit yang terpusat secara signifikan. Perusahaan dan anak perusahaan mengelola dan mengendalikan risiko kredit dengan menetapkan batasan jumlah risiko yang dapat diterima untuk pelanggan indiv idu dan memantau eksposur terkait dengan batasanbatasan tersebut. Perusahaan dan anak perusahaan melakukan hubungan usaha hany a dengan pihak ketiga yang diakui dan kredibel. Perusahaan dan anak perusahaan memiliki kebijakan untuk semua pelanggan y ang akan melakukan perdagangan secara kredit harus melalui prosedur v erifikasi kredit. Sebagai tambahan jumlah piutang dipantau secara terus menerus untuk mengurangi risiko piutang ragu-ragu. Berikut adalah eksposur neraca konsolidasi yang terkait risiko kredit pada tanggal 31 Agustus 2010: Jumlah Bruto/ Gross Amounts Rp 42. Financial Risk Management Objectives and Policies (Continued) Credit Risk Credit risk is the risk that the Company and its subsidiary will incur a loss arising from the customer, client or other party who failed to meet their contractual obligations. T here is no significant concentration of credit risk. The Company and its subsidiary manage and control credit risk by setting limits of acceptable risk for individual customers and monitor the exposure associated with these restrictions. The Company and its subsidiary conduct business relationships only with recognized and credible third parties. T he C ompany and its subsidiary have a policy to go through customer credit verification procedures. In addition, the amount of receiv ables are monitored continuously to reduce the risk for doubtful accounts. The table below show s consolidated balance sheet ex posures related to credit risk as of August 31, 2010: Jumlah Neto/ Net Amounts Rp Pinjaman yang diberikan dan piutang Loans and receivables Kas dan setara kas Cash and cash equivalents Investasi jangka pendek - surat tagih Short-term investments - promissory notes Piutang usaha Trade accounts receivable Piutang lain-lain Other receivables Jumlah Total Risiko Likuiditas Risiko likuiditas merupakan risiko disaat posisi arus kas Perusahaan dan anak perusahaan menunjukan nilai pendapatan jangka pendek tidak mencukupi untuk menutupi kebutuhan nilai pengeluaran jangka pendek sehingga kecenderungan nilai aset Perusahaan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Liquidity Risk Liquidity risk is a risk arising w hen the cash flow position of the C ompany and its subsidiary demonstrate the v alue of short term rev enues are not sufficient to cover the needs of short term expenditure so that the tendency of the Company s asset v alue has decreased significantly. 279

298 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan (Lanjutan) Risiko Likuiditas (Lanjutan) Kebutuhan likuiditas Perusahaan dan anak perusahaan secara awal pertumbuhannya timbul dari kebutuhan dalam membiay ai inv estasi dan pengeluaran barang modal y ang terkait dengan perluasan bisnis telekomunikasi. D imana bisnis ini memerlukan dukungan modal y ang substansial untuk membangun serta memperluas infrastruktur selular dan jaringan data serta untuk mendanai operasional, khususnya pada tahap pengembangan jaringan. Perusahaan dan anak perusahaan memiliki jaringan infrastruktur yang relatif cukup baik, namun kondisi likuiditas Perusahaan saat ini telah memaksa Perusahaan untuk mengambil kebijakan strategis dalam mengurangi pengeluaran barang modal dengan tidak memperluas jaringan ke daerah cakupan baru, hal ini diharapkan agar nilai arus kas mengalami keseimbangan antara pengeluaran dan pendapatan, sehingga pengembangan akan dilakukan secara terbatas dan berfokus pada pengembangan jaringan selular di daerah cakupan saat ini untuk meningkatkan kualitas jaringan yang ada. Pada normanya, di dalam mengelola risiko likuiditas, Perusahaan dan anak perusahaan memantau dan menjaga tingkat kas dan setara kas yang dianggap memadai untuk membiay ai operasional Perusahaan dan anak perusahaan dan untuk mengatasi dampak dari fluktuasi arus kas. Perusahaan dan anak perusahaan juga secara rutin mengevaluasi proyeksi arus kas dan arus kas aktual, termasuk jadw al jatuh tempo hutang jangka panjang mereka, dan terus menelaah kondisi pasar keuangan untuk mengambil inisiatif penggalangan dana. Kegiatan ini dapat meliputi pinjaman bank, penerbitan surat hutang ataupun penerbitan ekuitas di pasar modal. 42. Financial Risk Management Objectives and Policies (Continued) Liquidity Risk (Continued) Liquidity needs of the C ompany and its subsidiary in the early grow th arises from the need to finance inv estment and capital expenditures relating to ex pansion of the telecommunications business. W here this business requires substantial capital support to build and expand the infrastructure prov ider and data network and to fund operations, especially at this stage of network development. The Company and its subsidiary have a network infrastructure that is relatively quite good, but the current liquidity conditions hav e forced the company to take a strategic policy to reduce capital expenditures by not ex panding into new territory, it is ex pected that the v alue of cash flows hav e a balance betw een spending and income, so that the dev elopment w ill be limited and focused on the dev elopment of cellular networks in the current coverage area to improve the quality of the existing network. In the norm, in managing liquidity risk, the Company and its subsidiary monitor and maintain lev els of cash and cash equivalents deemed adequate to finance the operations of the Company and its Subsidiary and to overcome the impact of fluctuations in cash flow. The Company and its subsidiary also regularly evaluate cash flow projections and actual cash flows, including the schedule of maturing longterm debt, and continue to examine the condition of financial markets to take a fundraising initiative. These activ ities may include bank loans, issuance of debt or equity issuance in the capital market. 280

299 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan (Lanjutan) Risiko Likuiditas (Lanjutan) Berikut adalah jadwal jatuh tempo aset dan kewajiban keuangan konsolidasi berdasarkan pembayaran kontraktual y ang tidak didiskontokan pada tanggal 31 Agustus Financial Risk Management Objectives and Policies (Continued) Liquidity Risk (Continued) The table below summarizes the maturity profile of consolidated financial assets and liabilities based on contractual undiscounted pay ments as of August 31, <= 1 tahun/ 1-2 tahun/ 3-5 tahun/ > 5 tahun/ Jumlah/ Nilai Tercatat/ <= 1 year 1-2 years 3-5 years > 5 years Total As Reported Rp Rp Rp Rp Rp Rp Aset Assets Kas dan setara kas Cash and cash equivalents Investasi jangka pendek Short-term investments Piutang usaha Trade accounts receivables Piutang lain-lain Other receivables Jumlah Total Kewajiban Liabilities Hutang usaha Trade accounts payable Hutang jangka pendek Short-term loans Hutang lain-lain Other payables Biaya masih harus dibayar Accrued expenses Kewajiban sewa pembiayaan Lease liabilities Hutang obligasi Bonds payable Rupiah Rupiah USD US$ Jumlah Total Selisih aset dengan kewajiban ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Maturity gap assets and liabilities 43. Informasi Segmen 43. Segment Information Segmen Usaha Perusahaan menjalankan dan mengelola usahanya dalam satu segmen yaitu menyediakan jasa selular C DMA dan jasa jaringan telekomunikasi untuk para pelanggannya. Business Segments The Company operates and maintains its business in one segment, that is, providing CDMA cellular serv ice and telecommunication network service for subscribers. 281

300 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Informasi Segmen (Lanjutan) 43. Segment Information (Continued) Pendapatan berdasarkan pasar geografis Berikut ini adalah jumlah pendapatan Perusahaan berdasarkan pasar geografis: Revenue by geographical market The following table shows the distribution of the Company s revenues by geographical market: 31 Agustus (8 bulan)/august 31, 2010 (8 months) Jasa Pendapatan telekomunikasi/ usaha - bersih/ Telecommunication Diskon/ Operating Area services Discount revenues - net Area Rp Rp Rp Jakarta, Bogor, Tangerang Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi and Bekasi Jawa Tengah Central Java Jawa Timur East Java Jawa Barat West Java Sumatera Sumatera Sulawesi Sulawesi Bali Bali Kalimantan Kalimantan Jumlah Total 31 Desember (12 bulan)/december 31, 2009 (12 months) Jasa Pendapatan telekomunikasi/ usaha - bersih/ Telecommunication Diskon/ Operating Area services Discount revenues - net Area Rp Rp Rp Jakarta, Bogor, Tangerang Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi and Bekasi Jawa Tengah Central Java Jawa Timur East Java Jawa Barat West Java Sumatera Sumatera Sulawesi Sulawesi Bali Bali Kalimantan Kalimantan Jumlah Total 31 Desember (12 bulan)/december 31, 2008 (12 months) Jasa Pendapatan telekomunikasi/ usaha - bersih/ Telecommunication Diskon/ Operating Area services Discount revenues - net Area Rp Rp Rp Jakarta, Bogor, Tangerang Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi and Bekasi Jawa Timur East Java Jawa Tengah Central Java Jawa Barat West Java Sumatera Sumatera Sulawesi Sulawesi Bali Bali Kalimantan Kalimantan Jumlah Total 282

301 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikatan dan Perjanjian 44. Commitments and Agreements a. Pada tanggal 21 D esember 2002, Perusahaan menandatangani Supply Agreement dengan Samsung Electronics Co., Ltd (SEC ) dan Samsung Corporation (SC) terutama untuk peny ediaan perangkat CDMA X C ellular N etwork dan penyediaan jasa tertentu y ang terkait dengan Initial Network dan Expansion Network. Pada tanggal 23 D esember 2005, Perusahaan menandatangani After Warranty Service Agreement dengan PT Samsung Telecommunication Indonesia (STIN) untuk jasa pemeliharan perangkat lunak dan perangkat keras C DMA X dari Initial Network yang dibeli berdasarkan Supply Agreement. Pada tanggal 28 Februari 2007, Perusahaan menandatangani Network System and Equipment Supply, Installation and Support Agreement dengan SC dan STIN untuk implementasi sistem baru dan penyediaan peralatan baru untuk area Jawa dan luar Jaw a dengan nilai kontrak sebesar U S$ untuk jangka waktu 9 tahun dari tanggal kontrak sebagaimana terakhir dirubah dengan amandemen perjanjian tanggal 1 Agustus Sehingga, berdasarkan perhitungan nilai kontrak menjadi US$ 80,2 juta. Perjanjian ini termasuk penyediaan jasa warranty atas perangkat y ang dibeli sebelumnya oleh Perusahaan berdasarkan Supply Agreement dan After Warranty Service Agreement. Berdasarkan perjanjian ini, sejak 1 April 2006, Perusahaan tidak dikenakan biaya atas peny ediaan jasa warranty yang dilakukan oleh ST IN dan tidak terdapat hutang atas jasa y ang sudah diberikan kepada Perusahaan. Pada tanggal 21 M ei 2010, Perusahaan menandatangani Termination and Release Agreement dengan ST IN dan SEC untuk mengakhiri Network System and Equipment Supply, Installation and Support Agreement tanggal 28 Februari 2007 dan Amandemen Perjanjian tanggal 1 Agustus 2008, termasuk menyepakati pengalihan seluruh hak tagih milik STIN dan SEC ke Niven Holdings Ltd. a. On D ecember 21, 2002, the C ompany entered into a Supply Agreement w ith Samsung Electronics Co., Ltd (SEC ) and Samsung C orporation (SC ) mainly to provide the C DMA X Cellular Network and perform certain serv ices w ith respect to the Initial Netw ork and Expansion Network On D ecember 23, 2005, the C ompany entered into an After W arranty Serv ices Agreement w ith PT Samsung Telecommunication Indonesia (ST IN) for maintenance services of softw are and hardware of C DMA X from Initial Network which were purchased based on the Supply Agreement. On February 28, 2007, the C ompany entered into the N etwork Sy stem and Equipment Supply, Installation and Support Agreement with SC and ST IN for new systems implementation and equipment supply for Jav a and non Jav a sites with contract value of US$ 372,939,071 for nine years from the date of the contract as last amended on by Amendment Agreement dated on August 1, T herefore, based on contract v alue calculation the amount became US$ 80.2 million. This agreement includes w arranty services of the equipment bought by the C ompany based on Supply Agreement and After Warranty Serv ice Agreement. U nder this agreement, since April 1, 2006, the Company was not charged for the w arranty services delivered by ST IN and the Company is under no obligation to make any pay ment to ST IN w ith respect of warranty services. On May 21, 2010, the C ompany entered into T ermination and R elease Agreement with ST IN and SEC to terminate Network System and Equipment Supply, Installation and Support Agreement dated February 28, 2007 and its Amendment dated August 1, 2008, including the assignment of cession of ST IN and SEC to Niven Holdings Ltd. 283

302 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikatan Perjanjian (Lanjutan) 44. Commitments and Agreements (Continued) b. Perusahaan sebagai operator telekomunikasi mempuny ai kew ajiban kepada pemerintah sebagai berikut: Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 7/2009, setiap operator telekomunikasi dikenakan BHP Jastel sebesar 0,5% dari pendapatan telekomunikasi. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia N o. 7/2009 mengenai kontribusi kewajiban Pelayanan U niversal T elekomunikasi, setiap operator telekomunikasi dikenakan biay a Pelay anan Universal Telekomunikasi sebesar 1,25% dari pendapatan telekomunikasi. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 7/2009, setiap operator telekomunikasi dikenakan BHP Spektrum Frekuensi Radio Jastel berdasarkan formula sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. Beban sehubungan dengan ketentuan ini dicatat sebagai beban penggunaan frekuensi (Catatan 29). c. Sebelum penggabungan usaha, Komselindo, M etrosel dan Telesera memiliki perjanjian kerjasama dengan Telkom untuk penggunaan alat dan fasilitas komunikasi pendukung. Setelah penggabungan usaha, perjanjian anak perusahaan ini secara hukum beralih kepada Perusahaan. Biay a atas penggunaan alat dan fasilitas komunikasi pendukung berdasarkan tarif y ang disepakati (Catatan 4). b. The C ompany as telecommunication operator has obligations to government as follows: Based on the Government of Republic of Indonesia R egulation N o. 7/2009, each of telecommunication operators is charged with 0.5% of its telecommunication serv ices rev enue for Frequency Fee (BHP Jastel). Based on the Government of Republic of Indonesia R egulation N o. 7/2009 regarding U niversal Serv ices Obligation (USO), each of telecommunication operators is charged 1.25% of its telecommunication serv ices rev enue for USO. Based on the Government of Republic of Indonesia R egulation N o. 7/2009, each of telecommunication operators is charged w ith Radio Frequency Spectrum U sage C harges (BH P Spektrum Frekuensi R adio Jastel) based on formula determined under the prevailing laws and regulations. The related ex penses arising from these regulations were recogniz ed under frequency usage charges (Note 29). c. Prior to merger, Komselindo, M etrosel and Telesera have agreements w ith Telkom for the utilization of equipment and supporting telecommunication facilities. After the merger, these subsidiary agreements were legally transferred to the Company. Charges for the utiliz ation of the equipment and supporting telecommunication facilities are based on the agreed tariffs (Note 4). 284

303 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikatan Perjanjian (Lanjutan) 44. Commitments and Agreements (Continued) d. Pada tanggal 3 September 2005, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT N atrindo T elepon Seluler (Natrindo) untuk penggunaan ruangan, menara dan fasilitas komunikasi pendukung yang dimiliki Perusahaan. Biaya atas penggunaan ruangan, menara dan fasilitas komunikasi pendukung didasarkan pada perjanjian tarif y ang disetujui kedua belah pihak. Pada tanggal 31 D esember 2008, saldo deposit dari Natrindo sebesar R p dicatat sebagai uang jaminan pelanggan (Catatan 22). Pada tahun 2009, deposit tersebut telah digunakan untuk pembayaran sew a ruangan, menara dan fasilitas komunikasi pendukung milik Perusahaan. e. Perusahaan menandatangani persetujuan roaming internasional dengan provider jasa telekomunikasi di beberapa negara seperti Australia, H ong Kong, Taiwan, Thailand, China, Korea, N ew Zealand, Singapura, India, Malaysia, Amerika Serikat, Vietnam, Guam, Filipina dan Saudi Arabia. f. Pada tanggal 19 D esember 2006, Perusahaan telah menandatangani Perjanjian System Implementation, License and Maintenance Agreement dengan H uawei T echnology C o., Ltd (Huawei) untuk pembelian billing system dengan nilai kontrak sebesar U S$ 49 juta untuk jumlah pembelian selama lima tahun, dimana pada tahun pertama sebesar US$ 21 juta, sedangkan tahun kedua dan seterusnya pembelian billing system akan sepenuhnya tergantung pada pertumbuhan pelanggan. g. Perusahaan mengadakan perjanjian pembangunan/penyediaan dan peny ewaan menara pemancar dengan 28 menara pemancar (pemasok). Jangka w aktu perjanjian sewa berkisar antara tahun dengan opsi perpanjangan 10 tahun. H arga sew a menara pemancar bervariasi tergantung pada ketinggian dan lokasi menara pemancar. d. On September 3, 2005, the C ompany entered into a cooperation agreement w ith PT Natrindo Telepon Seluler (N atrindo) for the utilization of rooms, tow er and supporting telecommunication facilities owned by the C ompany. C harges for the utilization of the equipment and supporting telecommunication facilities are based on the rates agreed by both parties. As of D ecember 31, 2008, deposit from Natrindo amounted to R p 3,099,600,000, was recorded under deposits from customers (Note 22). In 2009, such deposit has been applied to the current y ear rental of rooms, tow er and supporting telecommunication facilities. e. The C ompany entered into international roaming agreements with telecommunication operators/serv ice providers on sev eral countries such as Australia, H ong Kong, T aiwan, T hailand, China, Korea, N ew Zealand, Singapore, India, M alaysia, U nited States of America, Vietnam, G uam, Philippines and Saudi Arabia. f. On D ecember 19, 2006, the C ompany signed the System Implementation, License and M aintenance Agreement w ith Huawei Technology C o., Ltd (H uawei) for the purchase of billing sy stem with the contract value of U S$ 49 million for the total purchase for five years, wherein purchases for the first y ear amounted to US$ 21 million, w hile in the second and subsequent y ears, the purchase of billing system will depend on the grow th of subscribers. g. The C ompany entered into Build-to-Suit Agreements and Transmitter Tower R ental Agreement with 28 third parties (tow er provider). The lease term is for 10 to 12 y ears with an option to extend for additional 10 years. Rental for such tow ers generally v aries depending on the height and location of the tower transmitter. 285

304 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikatan Perjanjian (Lanjutan) 44. Commitments and Agreements (Continued) Pada tahun 2009, Perusahaan berhasil menandatangani perjanjian restrukturisasi hutang dengan beberapa pemasok dimana secara umum pemasok setuju atas usulan penjadwalan ulang pembayaran utang yang jatuh tempo tidak mengenakan denda keterlambatan, konv ersi hutang ke saham perusahaan, komitmen untuk tetap memberikan jasa ke Perusahaan, pemberian jaminan pembay aran dan lainnya (Catatan 15). h. Pada tanggal 25 Juni 2007, Perusahaan dan ZT E C orporation (ZT E) menandatangani perjanjian pengadaan. Perusahaan setuju untuk membeli produk dengan jumlah tertentu dari ZTE. Perjanjian berlaku sejak ditandatanganiny a perjanjian ini dan akan terus berlanjut sampai tahun berikutnya atau sampai kadaluarsany a setelah perjanjian purna jual, mana yang lebih lama, kecuali bila perjanjian ini diputus oleh Perusahaan. i. Pada tanggal 28 November 2007, Perusahaan dan PT M ora Telematika Indonesia (M oratel) menandatangani perjanjian berlangganan sirkit, dimana Moratel menyewakan saluran jaringan milik PT Ex celcomindo Pratama T bk kepada Perusahaan selama delapan (8) tahun. Perjanjian tersebut terutama meliputi pengaturan tentang biaya sirkit dan jangka waktu pembay aran, perhitungan hak dan kewajiban dari kedua belah pihak, sanksi, dan penghentian perjanjian. j. Pada tanggal 11 Agustus 2008, Perusahaan telah menandatangani Network Sy stem & Equipment Supply, Installation and M aintenance Agreement dengan ZTE (HK) Ltd, dan ZTE Corporation Indonesia untuk implementasi sistem dan penyediaan peralatan baru dengan nilai kontrak US$ Pada tanggal 21 Juni 2010, berdasarkan Surat Pengakuan Hutang y ang disepakati pada tanggal 17 Juni 2010, kontrak ini dinyatakan berakhir. In 2009, the C ompany entered into agreements w ith sev eral v endors w ith regards to the restructuring of the Company s outstanding pay ables. Based on the agreements, the v endors agreed, among others, to reschedule the matured loan pay ments, not to charge penalty for delay in payment, conv ert the outstanding payable of the C ompany to C ompany s shares, commit to continue to provide services to the C ompany and obtain the guarantee payment from the C ompany (Note 15). h. On June 25, 2007, the C ompany and ZT E Corporation (ZTE) entered into a supply agreement. The C ompany agreed to purchase specific pr oduct w ith specific volume from ZT E. T he term of this supply agreement commences on the date of signing of the agreement and continues until the first anniv ersary date or until the expiry of the after sales agreement whichever is the latest, unless terminated earlier by the Company. i. On November 28, 2007, the C ompany and PT M ora T elematika Indonesia (Moratel) had signed the circuit subscription agreement, w herein M oratel lease the circuit owned by PT Excelcomindo Pratama Tbk to the C ompany for eight (8) years. The agreement includes among others the circuit lease cost and term, rights and obligation of each party, penalty, and agreement termination. j. On August 11, 2008, the C ompany entered into a N etwork Sy stem & Equipment Supply, Installation and M aintenance Agreement w ith ZT E (H K) Ltd, and ZTE Corporation Indonesia for new sy stems implementation w ith contract v alue US$ 32,709,770. On June 21, 2010, based on D ebt Acknow ledgement Letter w hich has been consummated on June 17, 2010, this contract was terminated. 286

305 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Ikatan Perjanjian (Lanjutan) 44. Commitments and Agreements (Continued) Pada tanggal 21 Juni 2010, Perusahaan menandatangani Termination and Release Agreement dengan ZT E (H K) Ltd untuk mengakhiri Network System and Equipment Supply, Installation and Maintenance Agreement tanggal 11 Agustus 2008, termasuk meny epakati pengalihan seluruh hak tagih milik ZTE (HK) Ltd ke U pwood Inv estment Ltd dengan nilai sebesar US$ (Catatan 16). k. Pada tanggal 11 Januari 2010, Perusahaan menandatangani Perjanjian Kerjasama Co-Branding dengan PT Smart Telecom. l. Pada beberapa tanggal di bulan Februari dan M aret 2010, Perusahaan melakukan kesepakatan bersama dengan beberapa pemasok untuk melakukan restrukturisasi hutang dan melakukan konversi hutang menjadi saham Seri B sebesar R p y ang persetujuannya telah disetujui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) tanggal 29 April On June 21, 2010, the C ompany entered into a Termination and R elase Agreement with ZTE (HK) Ltd to terminate the Network System and Equipment Supply, Installation and M aintenance Agreement dated August 11, 2008, including the assignment of cession of ZT E (H K) Ltd to U pwood Investment Ltd for an amount of US$ 23,399,211 (Note 16). k. On January 11, 2010, the C ompany entered into agreement of Co-Branding with PT Smart Telecom. l. In February and March 2010, the C ompany entered into memorandum of understanding w ith sev eral vendors to restructure the C ompany s outstanding payables and conv ert to C ompany s Series B shares totaling to Rp 209,050,974,654 w hich had been approved in Stockholders Extraordinary Meeting on April 29, Sistem Tarif 45. Tariff System a. Pada tahun 2008 Pemerintah mengimplementasikan Peraturan M enteri Komunikasi dan Informatika No. 09/Per/M.KOMINFO/04/2008 tertanggal 7 April 2008 tentang tata cara penetapan tarif jasa telekomunikasi y ang disalurkan melalui jaringan bergerak selular, dan Peraturan M enteri Komunikasi dan Informatika N o. 15/Per/M.KOMINFO/04/ 2008 tertanggal 30 April 2008 tentang tata cara penetapan prosedur jasa teleponi dasar y ang disalurkan melalui jaringan tetap. Sebelumnya, tarif jasa sambungan telepon bergerak selular diatur dalam Peraturan M enteri Komunikasi dan Informatika N o. 12/Per/M.KOMINFO/02/ 2006 tanggal 28 Februari 2006 tentang tarif dasar jasa telepon jaringan bergerak seluler. a. In 2008, the G overnment implemented Regulation N o. 09/Per/M.KOMINFO/04/ 2008 of the M inister of C ommunication and Information Technology dated April 7, 2008 regarding the determination procedures of the telecommunication service tariff for cellular mobile network services, and R egulation No. 15/Per/M.KOMINFO/04/ 2008 of the Minister of C ommunication and Information Technology dated April 30, 2008 regarding the determination procedure of the basic telephony service tariff for fix ed netw ork services. Previously, the tariff for cellular providers is set on the basis of the Decree of C ommunication and Information No. 12/Per/M.KOMINFO/02/2006 dated February 28, 2006 regarding the basic tariff of cellular network based telephone. 287

306 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Sistem Tarif (Lanjutan) 45. Tariff System (Continued) Berdasarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika N o.12/per/m.kominfo/02/ 2006 tersebut, struktur tarif jasa teleponi dasar melalui jaringan bergerak selular lainnya terdiri dari: Biay a aktivasi Biaya berlangganan bulanan Biay a penggunaan Biaya fasilitas tambahan Biaya penggunaan telepon bergerak selular dikelompokkan menjadi 3 kategori: Based on the M inister of Communication and Information T echnology Regulation No. 12/Per/M.KOMINFO/02/ 2006, the tariff structure of cellular serv ices consists of the following elements: Activ ation fee M onthly fee U sage fee Value added fee Usage fee of cellular serv ices are grouped into 3 categories: Biaya penggunaan jasa teleponi dasar Biaya penggunaan jelajah Biaya penggunaan jasa multimedia Usage fee for basic telephony services Usage fee for roaming services Usage fee for multimedia services Sedangkan biay a penggunaan pada telepon melalui jaringan tetap lokal dengan mobilitas terbatas merupakan biay a y ang dibebankan oleh peny elenggara kepada pengguna atas penggunaan suatu jenis layanan. Formula tarif y ang ditetapkan dalam Peraturan Menteri tersebut merupakan formula tarif maksimum. Adapun tarif pungut jasa teleponi dasar dan fasilitas tambahan SM S untuk telepon bergerak selular dihitung dengan formula sebagai berikut: Tarif Pungut = Biay a Elemen Jaringan + Biaya Aktiv itas Lay anan R etail + Profit Margin As for the usage fee of local fixed wireless is the fee charged to customer by the provider for the usage of certain ty pe of service. Formula of retail tariff as stipulated in the Decree of M inister of C ommunication and Information is set as max imum price. The retail tariff for basic telephony and additional facility SMS in cellular netw ork is calculated with the formula as follows: Retail T ariff = Netw ork Element Cost + Retail Serv ice Activ ities Cost + Profit Margin Sedangkan besaran tarif jasa teleponi dasar y ang disalurkan melalui jaringan tetap dan atau fasilitas tambahan SMS ditetapkan peny elenggara dengan menggunakan formula perhitungan tarif berbasis biaya. b. Perusahaan mempuny ai perjanjianperjanjian bilateral dengan operator telekomunikasi domestik lainny a mengenai pembagian tarif interkoneksi untuk setiap percakapan interkoneksi. Perjanjian tersebut sesuai dengan peraturan serta undang-undang yang berlaku. As for the retail tariff for basic telephony and additional facility SMS in fixed wireless network is stipulated by the provider using the cost based tariff formula. b. The Company entered into several bilateral agreements w ith other domestic telecommunication operators regarding interconnection tariff sharing for each call sent from or terminated on the Company s network. T hese agreements are in accordance with the prevailing regulation. 288

307 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Sistem Tarif (Lanjutan) 45. Tariff System (Continued) Berdasarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika N o. 8/Per/M.KOMINFO/02/ 2006 tanggal 8 Februari 2006, tarif interkoneksi ditetapkan berdasarkan biay a yang harus dicantumkan dalam D okumen Penawaran Interkoneksi dari masingmasing operator. Peraturan tersebut diterapkan oleh seluruh operator terhitung sejak 1 Januari Based on the M inister of Communication and Information T echnology Regulation No. 8/Per/M.KOMINFO/02/2006 dated February 8, 2006, the interconnection tariff is determined using the cost based interconnection tariff w hich should be included in the Interconnection O ffering Document of each operator. T he regulation is implemented by all operators effective on January 1, Instrumen Keuangan Derivatif 46. Derivative Financial Instrument Pada tanggal 8 Agustus 2007, Perusahaan mengadakan perjanjian sw ap dengan Lehman Brothers Special Financing (LBSF) y ang berlaku efektif tanggal 15 Agustus 2007 sampai dengan 1 Maret 2013 untuk mengelola risiko pergerakan tingkat bunga dengan nilai nosional sebesar US$ 100 juta. Berdasarkan perjanjian tersebut Perusahaan membayar tingkat bunga tetap sebesar 10,45% per tahun secara enam bulanan dan menerima tingkat bunga floating maksimum 11,25% dikalikan dengan R ange Accrual per tahun sebagaimana didefinisikan dalam perjanjian swap. Pada tanggal 26 Agustus 2008, Perusahaan menerima tagihan peny elesaian transaksi swap dari LBSF untuk periode perhitungan sejak tanggal 3 M aret 2008 sampai dengan 2 September 2008 sebesar U S$ ,03. Selanjutnya, pada tanggal 15 September 2008, Lehman Brothers H olding Inc, yang merupakan holding dari LBSF mengajukan permohonan kepailitan di Amerika Serikat. Pada tanggal 29 Juni 2009, Perusahaan menerima surat dari LBSF tertanggal 18 Juni 2009, y ang meny atakan bahwa pihak LBSF secara sepihak melakukan early termination atas transaksi ini per tanggal 7 April 2009 dan meny atakan bahw a terdapat jumlah y ang harus dibay ar Perusahaan kepada LBSF sebesar US$ untuk pengakhiran transaksi (Termination Fee). Selanjutnya, perusahaan menerima surat dari LBSF tertanggal 23 Februari 2010, yang menyatakan bahwa jumlah y ang harus dibay ar Perusahaan kepada LBSF menjadi US$ Penambahan tagihan LBSF tersebut berdasarkan kew ajiban yang harus dibayar Perusahaan kepada LBSF ditambah dengan bunganya. On August 8, 2007, the C ompany entered into a swap agreement with Lehman Brothers Special Financing (LBSF) effective August 15, 2007 until March 1, 2013 w ith a notional amount of US$ 100 million to manage the ex posure to interest rate movement. Based on the agreement, the C ompany will pay fixed interest rate of 10.45% per annum semiannually and w ill receiv e floating interest rate maximum of 11.25% multiplied by R ange Accrual as defined in the sw ap agreement per annum. On August 26, 2008, the C ompany receiv ed settlement claim of swap transaction from LBSF for the period from M arch 3, 2008 to September 2, 2008 amounting to US$ 2,047, Further, on September 15, 2008, Lehman Brothers H olding Inc, the holding company of LBSF filed for bankruptcy in USA. On June 29, 2009, the C ompany receiv ed a letter from LBSF dated June 18, 2009, stating that LBSF had determined April 7, 2009 as the Early Termination Date for such agreement, and for such termination the Company is required to pay a T ermination Fee amounting to US$ 2,560,472. Furthermore, the Company received a letter from LBSF dated February 23, 2010, stating that LBSF has further requested for settlement demand of US$ 5,416,997. LBSF s additional claim was based on certain default in payment of interest. 289

308 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Instrumen Keuangan Derivatif (Lanjutan) 46. Derivative Financial Instrument (Continued) Atas surat ini, Perusahaan telah mengirimkan surat kepada LBSF pada tanggal 3 Juli 2009 untuk menany akan dasar perhitungan jumlah yang harus dibay arkan tersebut, dan menegaskan bahwa Perusahaan tidak pada posisi untuk menindaklanjuti isi surat tersebut lebih lanjut sampai Perusahaan mempelajari seluruh informasi y ang relevan termasuk perhitungan jumlah y ang harus dibayarkan tersebut. Perusahaan sudah mencatat biay a pengakhiran tansaksi tersebut namun saat ini sedang dalam proses negosiasi untuk pengurangan jumlah yang akan disetujui. Perusahaan mendaftarkan gugatan Perbuatan Melawan H ukum kepada LBSF di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, tanggal 26 M ei 2010, nomor 247/PD T.G/2010/PN.JKT.PST, berkaitan dengan adany a kelalaian LBSF untuk menyelesaikan pembahasan dan penandatanganan ISD A Agreement (International Swap and Derivatives Association, INC). Perusahaan telah memenangkan gugatan tersebut pada persidangan tanggal 3 N ovember Sehubungan dengan kondisi di atas, Manajemen Perusahaan beranggapan bahwa masih terdapat ketidakpastian akan kelanjutan perjanjian swap ini dan jumlah y ang harus diselesaikan akibat transaksi tersebut. In response, the C ompany has replied to LBSF on July 3, 2009 requiring information on how the Termination Fee w as calculated, and the Company stated that it is in no position to comment on the termination fee until the Company assess all the relev ant information including the calculation of the Termination fee. The C ompany already accrued the aforementioned termination fee but currently still negotiating for the reduction of amount to be settled. A civil law suit has been registered at Central Jakarta Court of Justice by the Company to LBSF with regards to LBSF negligence to finalize and ex ecute ISD A Agreement (International Swap and D erivatives Association, INC), dated on M ay 26, 2010, no. 247/PD T.G/2010/PN.JKT.PST. The Company has w on the law suit at hearing on November 3, With respect to conditions abov e, the Management of the C ompany is in the opinion that there is a high degree of uncertainty on the continuity of the sw ap transaction and the settlement amount. Keuntungan dan kerugian atas perjanjian tersebut diakui dalam laporan laba rugi y terdiri dari : ang Gains and losses on these contracts recognized in the consolidated statement of operations consist of: 31 Agustus 2010/ 31 Desember 2009/ 31 Desember 2008/ August 31, 2010 December 31, 2009 December 31, 2008 (8 bulan/8 months) (12 bulan/12 months ) (12 ulan/12 b months) Rp Rp Rp Perubahan nilai wajar ( ) Net changes in fair value Biaya terminasi ( ) ( ) - Termination fee Bersih ( ) ( ) Total 290

309 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Kontinjensi 47. Contingencies a. Berdasarkan Keputusan Komisi Pengaw as Persaingan Usaha (KPPU) perkara No. 26/KPPU-L/2007, y aitu sebagai berikut : - Bahwa KPPU telah m emberikan laporan Pemeriksaan Perkara No. 26/KPPU-L/2007, y ang menyimpulkan PT M obile-8 Telecom Tbk terbukti melanggar pasal 5 Undang-undang No. 5 tahun Bahwa selanjutny a, pada tanggal 18 Juni 2008, perkara aquo telah diputus oleh KPPU, dengan putusan yaitu: - PT Mobile-8 T elecom T bk terbukti melanggar pasal 5 Undang-undang N o 5 tahun PT Mobile-8 T elecom T bk dikenakan denda sebesar Rp dan dituduh mengakibatkan kerugian konsumen periode tahun 2004 sampai dengan 2007 sebesar Rp Perusahaan telah mengajukan keberatan terhadap putusan KPPU tersebut yang terdaftar dalam register perkara No. 03/KPPU/2008/PN.JKT.PST dan sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan ini, Perusahaan masih menunggu proses persidangan lebih lanjut. b. Berdasarkan Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika R epublik Indonesia No. 46 tahun 2002 pasal 16 ayat 1c ditetapkan bahw a airtime y ang menjadi hak pengusaha w artel sekurangkurangnya adalah 10%. Peraturan tersebut telah dihapus dengan Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika N o. 5 tahun 2006 dengan masa peralihan satu tahun. Pada tanggal 26 Juli 2010, Perusahaan telah memperoleh tagihan atas kew ajiban kepada pengusaha w artel sebesar Rp untuk pembay aran hak airtime Wartel periode April 2005 sampai dengan Januari a. The C ommission for the Supervision of Business Com petition (KPPU) had issued decision No. 26/KPPU-L/2007, for the following: - KPPU had giv en the inv estigation report case No. 26/KPPU-L/2007, which concluded that PT M obile-8 Telecom Tbk has proven to violate the Law No. 5 year 1999 act 5. - Furthermore, on June 18, 2008, the aquo case has been decided by KPPU, with decision: - PT M obile-8 T elecom T bk proved v iolating the Law N o. 5 year 1999 act 5. - PT Mobile-8 T elecom T bk w as fined to pay R p 5,000,000,000 and being suspected of creating customers loss for the years 2004 to 2007 amounting to Rp 52,300,000,000. The Company filed an objection on such decision w ith case registration No. 03/KPPU/2008/PN.JKT.PST and as of the date of completion of the consolidated financial statements, the C ompany is still waiting for further court process. b. Based on D ecree of Minister of Communication and Information of Republic of Indonesia N o. 46 Y ear 2002 Article 16 (1c) airtime w hich became the rights of telecommunication kiosk owners is 10%. T his regulation w as superseded by the D ecree of M inister Information and Information No. 5 y ear 2006 with one year transition period. On July 26, 2010, the C ompany receiv ed an inv oice on the liability to telecommunication kiosk owners amounting to Rp 406,028,605 for the period from April 2005 until January

310 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Kelangsungan Usaha 48. Going Concern Untuk periode delapan bulan y ang berakhir 31 Agustus 2010, Perusahaan memperoleh rugi usaha sebesar R p , dan rugi bersih sebesar R p Pada tanggal 31 Agustus 2010, akumulasi defisit Perusahaan tercatat sebesar Rp Perusahaan gagal melakukan pembayaran bunga ke-14 O bligasi I sebesar R p y ang jatuh tempo pada tanggal 15 September Akibat kegagalan ini Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan efek (saham dan obligasi) Perusahaan sejak tanggal 15 September 2010 hingga pengumuman lebih lanjut. Perusahaan dan anak perusahaan juga memiliki jumlah hutang usaha, biaya masih harus dibay ar, hutang sew a pembiay aan dan hutang obligasi yang signifikan. Untuk menghadapi kondisi tersebut, Perusahaan telah dan akan tetap fokus mengambil langkahlangkah sebagai berikut: For the eight month period ended August 31, 2010, the C ompany continued to incur loss from operations of R p 587,977,345,057, and net loss of R p 964,928,254,416. As of August 31, 2010, the C ompany has accumulated deficit of Rp 3,565,136,569,881. Further, the C ompany has defaulted on the pay ment of the fourteenth interest of Bond I amounting to Rp 7,581,250,000 w hich w as due on September 15, C onsequently, the Indonesia Stock Ex change has suspended the trading of the C ompany s equity and debt instrument transactions since September 15, 2010 until further announcement. T he Company and its subsidiary also hav e significant outstanding amounts of trade accounts payable, accrued expenses, lease liabilities and bonds payable. In response to such condition, the Company has and will remain focus on the following measures: R estrukturisasi, Guaranteed Senior Notes Perusahaan sebesar US$ 100 juta. Restructure its US$ 100 million Guaranteed Senior Notes. Melanjutkan melakukan negosiasi dengan para kreditur dan pemegang obligasi untuk mengimplementasikan konv ersi hutang menjadi saham Perusahaan. Mendapatkan tambahan pendanaan baru melalui penerbitan saham untuk mendukung rencana bisnis Perusahaan. Meningkatkan jumlah basis pelanggan agar dapat menghasilkan pendapatan y ang memadai untuk menutupi beban usaha. Melakukan pembaharuan dalam rencana usaha Perusahaan untuk dapat fokus pada hal-hal berikut: 1. Melakukan perubahan dalam desain jaringan, dimana Perusahaan akan lebih tarif di daerah-daerah yang sudah beroperasi dan menunda perluasan jaringan di daerah baru. Selain itu Perusahaan juga akan memperluas jaringan dari produk Hepi di beberapa kota baru, dengan menggunakan jaringan y ang telah ada, sehingga penambahan biaya modal sangat minimal; Continue the negotation w ith creditors and bondholders to implement the debt-toequity conversion. Raise additional new equity to finance the company s business plan. Increase its number of subscribers to generate adequate revenues to cov er its operating expenses. Revisit business plans to focus on the following: 1. Re-design netw ork to focus on existing areas and to delay expansion into new areas. Further, the Company will ex pand the cov erage of H epi product into new cities. T he cost to rollout Hepi is incremental as H epi operate under ex isting C DMA network; 292

311 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Kelangsungan Usaha (Lanjutan) 48. Going Concern (Continued) 2. M elakukan beberapa inisiatif pemasaran, dimana Perusahaan akan mempertegas positioning dari Fren maupun H epi, termasuk jasa layanan data kecepatan tinggi - M obi, dan produk hybrid (Fren D uo), y ang merupakan kombinasi dari Fren (selular) dan H epi (lay anan mobilitas terbatas) dengan tarif interkoneksi yang lebih rendah; 3. Memperluas jaringan penjualan dan distribusi. Perusahaan juga akan mengembangkan armada direct selling Perusahaan agar dapat lebih mengontrol penyebaran produk; 4. Fokus pada pengembangan C RM (Customer Relationship Management) untuk dapat mengontrol level churn. 2. Re-strengthen our product positioning for Fren and H epi through creative marketing initiativ es, including high speed data services - Mobi and hybrid product (Fren D uo), a combination of Fren - full mobile serv ices and Hepi - limited mobile services but w ith lower interconnect tariff; 3. Expand sales cov erage and distribution. T he C ompany plan to increase direct selling teams to control production penetration; 4. Focus on dev eloping CRM (Customer Relationship M anagement) to control subscriber churn. 49. Reklasifikasi Akun 49. Reclassification of Accounts Beberapa akun dalam laporan keuangan tahun 2009 dan 2008 telah direklasifikasi agar sesuai dengan penyajian laporan keuangan konsolidasi tahun R angkuman reklasifikasi tersebut adalah sebagai berikut: Several accounts in the 2009 and 2008 consolidated financial statements hav e been reclassified to conform w ith the 2010 consolidated financial statement presentation. A summary of such is as follows: Sesudah Reklasifikasi/ Sebelum Reklasifikasi/ After Reclassification Before Reclassification Rp Rp Rp Rp Beban interkoneksi dan Interconnection charges and potongan harga discount Diskon Discount Beban operasi, pemeliharaan Operations, maintenance and dan jasa telekomunikasi telecommunication services expense Reklasifikasi di atas tidak mempengaruhi laporan laba rugi konsolidasi dan laporan perubahan ekuitas konsolidasi Perusahaan dan anak perusahaan tahun 2009 dan The above reclassifications did not affect the 2009 and 2008 consolidated statements of changes in equity of the C ompany and its subsidiary. 293

312 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Peristiwa Setelah Tanggal Neraca 50. Subsequent Events a. Pada tanggal 19 O ktober 2010, Perusahaan melakukan R apat U mum Pemegang Saham Luar Biasa (R UPSLB) yang keputusanny a tercantum pada akta notaries N o. 54 tanggal 25 Oktober 2010 dari notaris Linda H erawati S.H, notaris di Jakarta, adalah sebagai berikut: 1. Meningkatkan modal dasar Perusahaan dari R p 8 triliun menjadi Rp 12,6 triliun, dan modal ditempatkan dan disetor dari Rp menjadi Rp Mengeluarkan saham baru tanpa H ak Memesan Efek T erlebih D ahulu (HMETD) sejumlah saham seri B atau sebesar Rp Setelah dikonversi menjadi sejumlah saham seri B atau sebesar Rp b. Perusahaan dalam proses pelaksanaan Penawaran U mum T erbatas I, sejumlah saham seri B dengan nilai nominal R p 50 setiap saham yang ditawarkan dengan harga nominal, dengan cara menerbitkan H ak M emesan Efek Terlebih D ahulu (H METD). D ana hasil Penawaran U mum T erbatas I akan digunakan untuk mengakuisisi saham seri A dan saham seri B PT Smart T elecom dengan harga perolehan sebesar Rp a. On O ctober 19, 2010, the Company held extraordinary shareholders meeting which its decision contained in the notarial deed No.54 dated October 25, 2010 of notary Linda H erawati S.H, public notary in Jakarta, are as follows: 1. Increase the authoriz ed capital of the Company from R p 8 trillion to Rp 12.6 trillion, and paid-up capital from Rp 2,863,594,293,050 to Rp 3,150,000,000, Issue new share w ithout pre-emptiv e rights amounted to 5,844,866,820 series B shares or Rp 292,243,341,000, w hile after the conversion the number of shares is amounted to 5,844,866,826 series B shares Rp 292,243,341,300. b. The Company is in process of rights issue of 75,684,753,658 series B shares with nominal of Rp 50 per share which is offered in par v alue as pre-emptiv e rights shares. The fund proceeds from the rights issue will be used to acquire of 218,043,249 series A shares and 43,030,541,566 series B shares of PT Smart T elecom with acquisition cost of Rp 3,775,371,942,

313 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Peristiwa Setelah Tanggal Neraca (Lanjutan) 50. Subsequent Events (Continued) c. Perusahaan menerbitkan O bligasi W ajib Konversi I (O WK Seri I) dengan nilai nominal sebany ak-banyaknya Rp Pada setiap 5 lembar sertifikat O WK Seri I melekat 38 lembar sertifikat opsi O WK, y aitu opsi yang diberikan kepada pemegang O WK Seri I untuk membeli O bligasi W ajib Konv ersi Baru (OWK Baru), selanjutnya disebut Opsi OWK berdasarkan penaw aran oleh Perusahaan. Perusahaan akan menerbitkan O WK baru sebagai hasil konversi O psi O WK dengan jumlah sebanyak-banyaknya 38 lembar OWK Baru. O WK akan diterbitkan dengan denominasi sebesar R p untuk setiap sertifikat O WK y ang tidak dapat dipecah menjadi denominasi y ang lebih kecil. Jangka waktu obligasi ini adalah 5 tahun dari tanggal penerbitan O psi OWK dengan tingkat bunga 6% per tahun dengan dasar bunga berbunga. Pada tanggal jatuh tempo setiap OWK beserta bunganya akan dikonversi menjadi saham seri B. D ana hasil OWK Seri I akan digunakan untuk memabayar hutang jangka pendek sebesar Rp dan sisany a akan digunakan untuk operasional Perusahaan. d. Pada tanggal 26 O ktober 2010, Perusahaan melalui Deutsche International Trust Company N.V., mew akili D B T rustee (Hong Kong) Limited, menerbitkan permohonan persetujuan (Consent Solicitation) y ang isiny a antara lain adalah permohonan kepada setiap pemegang Notes untuk meny etujui pelaksanaan akuisisi PT Smart T elecom oleh Perseroan dengan menggunakan dana yang diperoleh Perseroan berupa hasil dari Penaw aran Umum Terbatas I Perseroan. e. Berdasarkan R apat U mum Pemegang Obligasi tanggal 23 N opember 2010, para pemegang obligasi meny etujui beberapa hal sebagai berikut: 1) Pembayaran kupon ke-14 senilai Rp beserta dendanya akan dilakukan selambat-lambatny a tanggal 15 Desember c. The Company issued M andatory Convertible Bonds I (M CB Series I) with a nominal v alue of up to Rp 500,000,000,000. At ev ery 5 copies of certificates of M CB Series I 38 sheets attached certificate M CB options, namely options granted to holders of M CB Series I to purchase the N ew M andatory Convertible Bonds (N ew MCB), hereinafter referred to as O ption MCB based offerings by the C ompany. T he company will issue new MCB as a result of conv ersion option MCB by the number as much as 38 sheets New M CB. M CB w ill be issued with denominations of R p 100,000,000,000 for each MCB certificate that can not be broken dow n into smaller denominations. The term of these bonds is 5 years from the date of issuance of O ption M CB w ith an interest rate of 6% per year on the basis of compounded interest. On the maturity date of each M CB and interest thereon w ill be converted into shares of series B. M CB Fund Series I results w ill be used to paid short-term debt amounting to Rp 300,000,000,000 and the rest will be used for business operations d. On O ctober 26, 2010, the Company through Deutsche International T rust Company NV, representing D B T rustee (Hong Kong) Limited, issued a consent solicitation, w hose contents include the bondholder to approv e the implementation of PT Smart T elecom's acquisition by the Company with use of funds obtained by the Company in the form of the results of the Limited Rights Issue I of the Company. e. Based on the Bondholder s Meeting dated November 23, 2010, the Bondholders agreed to these following points: 1) The fourteenth coupon pay ment amounted to R p 7,581,250,000 and penalties w ill be made no later than December 15,

314 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Peristiwa Setelah Tanggal Neraca (Lanjutan) 50. Subsequent Events (Continued) 2) Kew ajiban Perusahaan menyediakan dana simpanan untuk pembay aran kupon ke-15 ditiadakan, sedangkan kewajiban meny ediakan dana simpanan untuk pembay aran kupon ke-16 dan seterusny a tetap mengacu pada Perjanjian Perwaliamanatan 3) Konversi hutang O bligasi menjadi saham Perusahaan menjadi optional: Harga konversi Rp 50 / saham Perusahaan akan membayar penalti sebesar 5% untuk pemegang obligasi yang melakukan konv ersi O bligasi menjadi saham selama 30 hari masa penawaran Nilai nominal Rp 50 / saham 4) Bunga kupon ke-30 sampai dengan kupon ke-41 dari 18% diturunkan menjadi sesuai dengan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) atau instrumen lain yang sejenis yang berlaku 3 bulan sebelum tanggal pembayaran kupon O bligasi dengan batas minimum 8% per tahun dan batas maksimum 10% per tahun, dan akan berlaku efektif setelah Perusahaan meny ampaikan surat pernyataan kepada w ali amanat bahwa persetujuan dari calon investor telah diperoleh dan juga apabila investor telah menjadi pemegang saham 2) The obligation of the C ompany provides deposit of funds (sinking fund) for payment coupons to the 15th abolished, w hereas the obligation to provide reserv e funds for payment coupons to the 16th and so on still refer to the Trusteeship Agreement 3) Convertible Bonds into shares to be optional: Conversion price Rp 50 / share The Company will pay a penalty of 5% to bondholders to conv ert bonds into shares during the offering period of 30 days Par value Rp 50 / share 4) Interest coupons of 30th until the 41st of 18% w as reduced in accordance with the interest from Bank Indonesia (BI rate) or other similar instruments that apply 3 months before the date of payment coupon bonds w ith a minimum limit of 8% per y ears and a maximum limit of 10% per y ear, and will become effectiv e after the Company submitted a statement to the trustee that approv al has been obtained from prospectiv e inv estors and if inv estors hav e become shareholders 51. Penerbitan Standar Akuntansi Keuangan Baru Sampai dengan tanggal peny elesaian laporan keuangan, Ikatan Akuntan Indonesia telah menerbitkan revisi Perny ataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK). Standarstandar akuntansi keuangan tersebut akan berlaku efektif sebagai berikut: Periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2011 PSAK 1. PSAK 1 (rev isi 2009), Peny ajian Laporan Keuangan 51. Prospective Accounting Pronouncements As of date of completion of the consolidated financial statements, the Indonesian Institute of Accountants has issued the follow ing rev ised financial accounting standards (PSAK) and interpretations (ISAK). T hese standards will be applicable to financial statements as follow: Periods beginning or after January 1, 2011 PSAK 1. PSAK 1 (Rev ised 2009), Presentation of Financial Statements 2. PSAK 2 (revisi 2009), Laporan Arus Kas 2. PSAK 2 (Revised 2009), Statements of Cash Flows 296

315 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Penerbitan Standar Akuntansi Keuangan Baru (Lanjutan) Periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2011 (Lanjutan) PSAK (Lanjutan) 3. PSAK 4 (revisi 2009), Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri. 51. Prospective Accounting Pronouncements (Continued) Periods beginning on or after January 1, 2011 (Continued) PSAK (Continued) 3. PSAK 4 (Rev ised 2009), Consolidated and Separate Financial Statements 4. PSAK 5 (revisi 2009), Segmen Operasi. 4. PSAK 5 (Revised 2009), Operating Segments 5. PSAK 7 (rev isi 2010), Pengungkapan Pihak-pihak y ang M empunyai Hubungan Istimewa 6. PSAK 12 (revisi 2009), Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama 7. PSAK 15 (revisi 2009), Inv estasi Pada Entitas Asosiasi 8. PSAK 19 (rev isi 2010), Aset T idak Berwujud 5. PSAK 7 (Rev ised 2010), Related Parties Disclosures 6. PSAK 12 (Revised 2009), Inv estments in Joint Ventures 7. PSAK 15 (Revised 2009), Inv estments in Associates 8. PSAK 19 (Revised 2010), Intangible Assets 9. PSAK 22 (revisi 2010), Kombinasi Bisnis 9. PSAK 22 (Rev ised 2010), Business Combination 10. PSAK 23 (revisi 2010), Pendapatan 10. PSAK 23 (Revised 2010), Revenues 11. PSAK 25 (rev isi 2009), Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan 12. PSAK 48 (rev isi 2009), Penurunan Nilai Aset 13. PSAK 57 (rev isi 2009), Prov isi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi 14. PSAK 58 (rev isi 2009), Aset T idak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan ISAK 1. ISAK 7 (rev isi 2009), Konsolidasi Entitas Bertujuan Khusus 2. ISAK 9, Perubahan atas Liabilitas Purna Operasi, Liabilitas R estorasi, dan Liabilitas Serupa 11. PSAK 25 (Rev ised 2009), Accounting Policies, C hanges in Accounting Estimates and Errors 12. PSAK 48 (Revised 2009), Im pairment of Assets 13. PSAK 57 (Rev ised 2009), Prov isions, Contingent Liabilities and Contingent Assets 14. PSAK 58 (Rev ised 2009), Non-Current Assets H eld for S ale and Discontinued Operations ISAK 1. ISAK 7 (Rev ised 2009), Consolidation- Special Purpose Entities 2. ISAK 9, Changes in Existing Decommissioning, Restoration and Similiar Liabilities 297

316 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Agustus 2010, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 serta untuk Periode Delapan Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2010 serta untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008 PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY Notes to Consolidated Financial Statements August 31, 2010, December 31, 2009 and December 31, 2008 and for the Eight Month Period Ended August 31, 2010 and for the Years Ended December 31, 2009 and Penerbitan Standar Akuntansi Keuangan Baru (Lanjutan) Periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2011 (Lanjutan) ISAK (Lanjutan) 51. Prospective Accounting Pronouncements (Continued) Periods beginning on or after January 1, 2011 (Continued) ISAK (Continued) 3. ISAK 10, Program Loyalitas Pelanggan 3. ISAK 10, Customer Loyalty Program 4. ISAK 11, Distribusi Aset Nonkas Kepada Pemilik 5. ISAK 12, Pengendalian Bersam a Entitas: Kontribusi Nonmoneter oleh Venturer 4. ISAK 11, Distribution of Non-Cash Assets to Owners 5. ISAK 12, J ointly Controlled Entities- Nonmonetary Contributions by Venturers 6. ISAK 14 (2010), Biaya Situs Web 6. ISAK 14 (2010), Web Site Costs Periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari PSAK 10 (Rev isi 2010), Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Valuta Asing 2. ISAK 13 (2010), Lindung Nilai Inv estasi Neto dalam Kegiatan Usaha Luar Negeri. Perusahaan dan anak perusahaan mengevaluasi dam pak penerapan PSAK dan ISAK revisi di atas dan dampak terhadap laporan keuangan dari penerapan PSAK dan ISAK rev isi tersebut belum dapat ditentukan. Periods beginning on or after January 1, PSAK 10 (Rev ised 2010), T he Effects of Changes in Foreign Exchange Rates 2. ISAK 13 (2010), Hedges of a Net Investment in a Foreign Operation. The C ompany and its subsidiary are still evaluating the effects of thes e rev ised PSAKs and ISAKs and hav e not y et determ ined the related effects on the consolidated financial statements. 52. Penerbitan Kembali Laporan Keuangan Konsolidasi Sehubungan dengan rencana Perusahaan untuk melaksanakan Penaw aran U mum Terbatas I dengan H ak M emesan Efek Terlebih Dahulu, Perusahaan telah menerbitkan kembali laporan keuangan untuk periode delapan bulan y ang berakhir 31 Agustus 2010 dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 D esember 2009 dan 2008, dengan disertai beberapa perubahan dalam laporan arus kas serta tambahan pengungkapan dalam C atatan 1a, 1d, 2a, 2s, 5, 6, 12, 16, 36, 40, 46, 50, dan 52 atas laporan keuangan. 52. Reissuing of Consolidated Finacial Statements In connection with the Company s plan of Limited Right Issue I, the C ompany has reissued the financial statements for the eight month period ended August 31, 2010 and for the years ended December 31, 2009 and 2008 w ith the changes in statements of cash flow s and additional disclosures in Notes 1a, 1d, 2a, 2s, 5, 6, 12, 16, 36, 40, 46, 50 and 52 to the financial statements. ******* 298

317 XVIII. LAPORAN PENILAIAN KEWAJARAN 299

318 Halaman ini sengaja dikosongkan

319 301

320 302

321 303

322 304

323 305

324 306

325 307

326 308

327 309

328 310

329 311

330 312

331 313

332 314

333 315

334 316

335 317

336 318

337 319

338 320

339 321

340 322

341 323

342 324

343 325

344 Halaman ini sengaja dikosongkan

345 XIX. LAPORAN PENILAIAN HARGA SAHAM 327

346 Halaman ini sengaja dikosongkan 324

347 329

348 330

349 331

350 332

351 333

352 334

353 335

354 336

355 337

356 338

357 XX. KETERANGAN TENTANG HMETD DAN WARAN SERI II Perseroan dengan ini melakukan Penawaran Umum Terbatas I dengan cara menerbitkan HMETD dan membagikannya kepada para pemegang Saham Seri A atau Saham Seri B Perseroan yang namanya tercatat dalam DPS Perseroan pada tanggal 3 Januari 2011 pukul WIB secara proporsional sesuai dengan kepemilikan saham dari masing-masing pemegang saham tersebut, dengan ketentuan bahwa setiap pemegang saham Perseroan yang memiliki 200 (dua ratus) Saham Seri A dengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah) setiap Saham Seri A atau Saham Seri B dengan nilai nominal Rp50,- (lima puluh Rupiah) setiap Saham Seri B akan memperoleh 353 (tiga ratus lima puluh tiga) HMETD, dimana 1 (satu) HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 (satu) Saham Seri B Baru yang dikeluarkan dari portepel Perseroan dengan Harga Pelaksanaan HMETD Rp50,- (lima puluh Rupiah) setiap saham, yang seluruhnya harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pembelian Saham Seri Baru. Bersamaan dengan penerbitan HMETD, Perseroan juga menerbitkan Waran Seri II dengan ketentuan bahwa pada setiap 101 (seratus satu) Saham Seri B Baru yang dilaksanakan, melekat 20 (dua puluh) Waran Seri II. Waran Seri II diberikan secara cuma-cuma. Waran Seri II adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melakukan pembelian Saham Seri B Baru yang bernilai nominal Rp50,- (lima puluh Rupiah) setiap saham dengan Harga Pelaksanaan Waran Seri II sebesar Rp50,- (lima puluh Rupiah) setiap saham, yang dapat dilaksanakan mulai tanggal 14 Juli 2011 sampai dengan 5 Januari 2016 dimana setiap 1 (satu) Waran Seri II berhak membeli 1 (satu) Saham Seri B Baru pada Harga Pelaksanaan Waran Seri II. Pemegang Waran Seri II tidak mempunyai hak sebagai pemegang saham, termasuk hak atas dividen selama Waran Seri II tersebut belum dilaksanakan menjadi Saham Seri B Baru. Bila Waran Seri II tidak dilaksanakan sampai habis periode pelaksanaannya, maka Waran Seri II tersebut menjadi kadaluarsa, tidak bernilai dan tidak berlaku. Saham Seri B Baru, baik yang dikeluarkan sebagai hasil pelaksanaan HMETD ataupun Waran Seri II, seluruhnya adalah saham baru yang dikeluarkan dari portepel Perseroan dan akan memberikan kepada pemegangnya hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan Saham Seri A dan Saham Seri B dari Perseroan yang saat ini telah ditempatkan dan disetor penuh. Saham Seri B tersebut akan dicatatkan di BEI pada papan yang sama dengan kode dan harga yang identik dengan saham-saham yang telah dicatatkan sebelumnya oleh Perseroan. A. Keterangan Tentang HMETD Berikut ini adalah ringkasan mengenai HMETD : 1. Penerima HMETD Yang Berhak Para pemegang Saham Seri A atau Saham Seri B yang berhak memperoleh HMETD adalah pemegang Saham Seri A atau Saham Seri B yang namanya tercatat dalam DPS Perseroan pada tanggal 3 Januari 2011 pukul WIB. 2. Pemegang HMETD Yang Sah Pemegang HMETD yang sah adalah para pemegang saham yang namanya tercatat dalam DPS atau memiliki saham Perseroan di Rekening Efek Perusahaan Efek/Bank Kustodian pada tanggal 3 Januari 2011 pukul WIB dan yang HMETD-nya tidak dijual, atau pemegang HMETD yang tercatat dalam penitipan kolektif KSEI sampai dengan tanggal terakhir periode perdagangan HMETD. 339

358 3. Pendistribusian HMETD HMETD dalam bentuk elektronik akan didistribusikan ke dalam Rekening Efek di KSEI atau didistribusikan kepada pemegang saham melalui Pemegang Rekening KSEI selambat-lambatnya 1 (satu) Hari Kerja setelah tanggal DPS Perseroan yang berhak atas HMETD (recording date) yaitu pada tanggal 4 Januari Perdagangan dan Pelaksanaan HMETD HMETD ini dapat dijual atau dialihkan selama masa perdagangan HMETD yaitu mulai tanggal 5 Januari 2011 sampai dengan 11 Januari Para pemegang HMETD yang bermaksud mengalihkan haknya tersebut dapat melaksanakannya baik melalui BEI maupun di luar bursa sesuai dengan peraturan Pasar Modal yang berlaku. Agar HMETD tersebut dapat diperdagangkan di BEI selama periode perdagangan HMETD sebagaimana tersebut di atas, maka HMETD ini harus dimasukan ke dalam penitipan kolektif KSEI, dengan cara membuka Rekening Efek pada Perusahaan Efek/Bank Kustodian. Para pemegang saham Perseroan harus memenuhi semua syarat dan ketentuan untuk membuka Rekening Efek pada Perusahaan Efek/ Bank Kustodian yang dipilihnya atas beban dan biaya para pemegang saham Perseroan sendiri. Para pemegang HMETD dapat mengalihkan haknya melalui perusahaan perantara pedagang efek yang terdaftar di BEI sesuai dengan peraturan Pasar Modal yang berlaku. Berdasarkan Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia No. Kep-OH/BEJ/0399 tanggal 30 Maret 1999 tentang Peraturan Perdagangan Efek Mengenai Hak Memesan EfekTerlebih Dahulu Dengan Warkat Secara Imobilisasi, maka berlaku ketentuan-ketentuan antara lain sebagai berikut : a) Semua fisik Sertifikat Bukti HMETD yang akan diperdagangkan akan disimpan di KSEI sampai saat berakhirnya masa perdagangan; b) Dalam periode perdagangan HMETD tidak akan ada perpindahan fisik maupun pemecahan HMETD; c) Perdagangan HMETD dilakukan tanpa warkat, dimana penyelesaian transaksi dilaksanakan melalui mekanisme pendebetan dan pengkreditan Rekening Efek atas nama Perusahaan Efek/Bank Kustodian di KSEI yang selanjutnya masing-masing Rekening Efek bagi para nasabah sebagai pemilik rekening Perusahaan Efek/Bank Kustodian pada hari yang sama; d) Penyelesaian transaksi bursa atas HMETD dilakukan pada Hari Kerja yang sama dengan dilakukannya transaksi bursa (T+0) selambat-lambatnya pukul WIB. Para pemegang HMETD yang bermaksud mengalihkan HMETD-nya tersebut dapat melaksanakannya melalui perantara pedagang efek yang terdaftar di BEI serta di luar bursa sesuai dengan peraturan Pasar Modal yang berlaku; e) Berdasarkan Surat Edaran PT Bursa Efek Jakarta No. SE-006/BEJ/1998 tanggal 9 September 1998, ditetapkan bahwa satu satuan perdagangan HMETD adalah sebanyak 500 (lima ratus) HMETD. 5. Bentuk dari HMETD HMETD akan diterbitkan tanpa warkat. Untuk pertama kalinya Sertifikat Bukti HMETD diterbitkan dalam bentuk jumbo sebanyak 1 (satu) lembar yang mewakili jumlah saham yang menjadi hak masing-masing pemegang saham. 6. Nilai HMETD a) Nilai HMETD yang ditawarkan oleh pemegang HMETD akan berbeda-beda antara pemegang HMETD satu dengan yang lainnya, berdasarkan permintaan dan penawaran dari pasar yang ada. b) Perhitungan nilai HMETD di bawah ini merupakan salah satu cara untuk menghitung nilai HMETD, tetapi tidak menjamin bahwa hasil perhitungan nilai HMETD yang diperoleh adalah nilai HMETD yang sesungguhnya berlaku di pasar. Penjelasan di bawah ini diharapkan dapat memberikan gambaran urnum untuk menghitung nilai HMETD. 340

359 Asumsi : Harga pasar satu saham : Rp a Harga saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Terbatas I : Rp r Jumlah saham yang beredar sebelum Penawaran Umum Terbatas I : A Jumlah saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Terbatas I : R Jumlah saham yang beredar sesudah Penawaran Umum Terbatas I : A + R Nilai teoritis saham pada tanggal Ex HMETD (Rp X) : Nilai teoritis HMETD adalah = Rp X Rp r 7. Pecahan HMETD (Rp a x A) + (Rp r x R) (A+R) Berdasarkan Peraturan Bapepam No. IX.D.1. Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-26/PM/2003 tanggal 17 Juli 2003 tentang Hak Memesan EfekTerlebih Dahulu bahwa dalam hal pemegang saham memiliki HMETD dalam bentuk pecahan, maka HMETD tersebut tidak diserahkan kepada pemegang saham, namun akan dikumpulkan oleh Perseroan untuk dijual sehingga Perseroan akan mengeluarkan HMETD dalam bentuk bulat, dan selanjutnya hasil penjualan HMETD pecahan tersebut dimasukkan ke dalam rekening Perseroan. 8. Lain-lain Segala biaya yang timbul dalam rangka pemindahan hak atas HMETD menjadi beban tanggungan pemegang HMETD. B. Keterangan Tentang Waran Seri II Waran Seri II yang diterbitkan Perseroan seluruhnya berjumlah sebanyak-banyaknya (empat belas miliar sembilan ratus delapan puluh tujuh juta tujuh puluh sembilan ribu sembilan ratus tiga puluh dua) Waran Seri II. Waran Seri II ini diberikan secara cuma-cuma kepada para pemegang Saham Seri B Baru hasil pelaksanaan HMETD dalam rangka Penawaran Umum Terbatas I Perseroan. Waran Seri II tersebut diterbitkan berdasarkan Akta Pernyataan Penerbitan Waran Seri II PT Mobile-8 Telecom Tbk No. 21 tanggal 5 November 2010 dan Akta Addendum I Pernyataan Penerbitan Waran Seri II Penawaran Umum Terbatas I PT Mobile-8 Telecom Tbk No. 83 tanggal 16 Desember 2010, yang keduanya dibuat di hadapan Linda Herawati, SH, Notaris di Jakarta ( Akta Penerbitan Waran Seri II ). Keterangan mengenai Waran Seri II di bawah ini merupakan rangkuman dari Akta Penerbitan Waran Seri II, namun bukan merupakan salinan selengkapnya dari keseluruhan ketentuan dan persyaratan yang tercantum di dalam akta tersebut. Adapun salinan selengkapnya dapat diperoleh atau dibaca di kantor Perseroan dan kantor Pengelola Administrasi Waran Seri II pada setiap hari dan jam kerja. 1. Definisi a. Bukti Pembayaran Harga Pelaksanaan berarti bukti telah dibayarkannya Harga Pelaksanaan oleh Pemegang Waran kepada Perseroan (in good funds). b. Daftar Pemegang Waran Seri II, berarti suatu daftar yang mencatat nama, alamat Pemegang Waran Seri II, dan nomor Surat Kolektip Waran Seri II, dan keterangan lain yang dianggap perlu, atau tercatat atas nama KSEI untuk kepentingan Pemegang Rekening, selanjutnya untuk kepentingan Pemegang Waran Seri II, termasuk keterangan yang diperlukan untuk Waran Seri II, yang terdaftar dalam penitipan kolektip, yang untuk pertama kalinya merupakan Daftar Penjatahan Penawaran Umum Terbatas I. 341

360 c. Dokumen Pelaksanaan berarti Formulir Pelaksanaan Waran Seri II, disertai asli Surat Kolektip Waran Seri II, yang akan dilaksanakan atau bukti lain sesuai dengan ketentuan KSEI dan Bukti Pembayaran Harga Pelaksanaan sebesar Harga Pelaksanaan atau Formulir Pelaksanaan Waran Seri II, disertai bukti lain yang dikeluarkan oleh KSEI yang memberikan hak kepada Pemegang Waran Seri II, untuk dipergunakan sebagai Pelaksanaan Waran Seri II, dengan memperhatikan ketentuan KSEI dan Bukti Pembayaran Harga Pelaksanaan sebesar Harga Pelaksanaan. d. Efektif berarti terpenuhinya seluruh tata cara dan persyaratan Pernyataan Pendaftaran sebagaimana yang dimaksud dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 1995 tanggal 10 November 1995 tentang Pasar Modal dan peraturan pelaksanaannya. e. Formulir Pelaksanaan Waran Seri II, berarti permohonan yang disampaikan oleh Pemegang Waran Seri II, untuk melakukan Pelaksanaan Waran Seri II, yang tersedia di Kantor Pengelola Administrasi Waran Seri II, formulir tersebut melekat pada asli Surat Kolektip Waran Seri II, atau bukti lain yang dikeluarkan oleh KSEI yang memberikan hak kepada Pemegang Waran Seri II, untuk dipergunakan sebagai Pelaksanaan Waran Seri II, dengan memperhatikan ketentuan KSEI. f. Formulir Konfirmasi Penjatahan berarti surat bukti kepemilikan sejumlah Waran Seri II, dengan kelipatan tertentu yang diterbitkan oleh Perseroan, dimana di dalamnya tercatat nama, alamat Pemegang Waran Seri II, dan jumlah Waran Seri II, sehubungan Waran Seri II tersebut. g. Hari Kerja berarti hari dimana Bursa Efek dibuka untuk mengadakan transaksi akan tetapi sepanjang mengenai pembayaran berarti hari dimana Bank Indonesia buka untuk mengadakan kliring antar Bank. h. Harga Pelaksanaan berarti harga setiap saham yang harus dibayar pada saat Pelaksanaan Waran Seri II, dan sebagai Harga Pelaksanaan awal ditentukan sebesar Rp50,-. Terhadap Harga Pelaksanaan awal tersebut dapat terjadi perubahan apabila terjadi penyesuaian harga pelaksanaan sebagaimana tersebut dalam Syarat dan Kondisi 5 yang merupakan lampiran dari akta ini. i. Jangka Waktu Pelaksanaan berarti jangka waktu dapat dilaksanakannya Waran Seri II, yaitu untuk Waran Seri II, 6 bulan sejak Tanggal Pencatatan Waran Seri II, di Bursa Efek, yang tanggalnya sebagaimana dimuat dalam Prospektus yang diterbitkan Perseroan dalam rangka Penawaran Umum Terbatas. j. Pengelola Administrasi Waran Seri II, berarti perseroan terbatas PT Sinartama Gunita, berkedudukan di Jakarta Pusat, atau pengganti haknya yang ditunjuk oleh Perseroan yang berkewajiban untuk melaksanakan pengelolaan administrasi Saham Hasil Pelaksanaan dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Perjanjian Pengelolaan Administrasi Waran Seri II. k. Pemegang Waran Seri II, berarti individu atau orang-orang atau badan-badan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku khususnya peraturan dibidang Pasar Modal, yang memegang Waran Seri II, dan namanya terdaftar dalam Daftar Pemegang Waran Seri II, atau individu atau orang-orang atau badan hukum yang memiliki Waran Seri II, yang merupakan Pemegang Rekening di Perusahaan Efek dan/atau Bank Kustodian sesuai peraturan KSEI. l. Penerbitan Waran Seri II, berarti akta Pernyataan Penerbitan Waran Seri II Penawaran Umum terbatas Perseroan, dan lampiran-lampirannya serta perubahan-perubahannya dan/atau penambahanpenambahannya dan/atau pembaharuan-pembaharuannya yang dibuat di kemudian hari. m. Pelaksanaan Waran Seri II, berarti pelaksanaan hak membeli Saham baru oleh Pemegang Waran Seri II. n. Saham berarti surat saham atau Surat Kolektip Saham atau saham yang masuk dalam Penitipan Kolektip untuk kepentingan pemegang saham sebagaimana diatur dalam anggaran dasar Perseroan. o. Saham Hasil Pelaksanaan berarti Saham baru yang dikeluarkan dari portepel Perseroan sebagai hasil pelaksanaan Waran Seri II, dan merupakan saham yang telah disetor penuh yang menjadi bagian dari modal saham Perseroan serta memberikan kepada pemegangnya yang namanya dengan sah terdaftar dalam daftar pemegang saham yang mempunyai hak-hak yang sama dengan hak-hak pemegang saham Perseroan lainnya, satu dan lain dengan memperhatikan ketentuan KSEI yang berlaku. p. Surat Kolektip Waran Seri II, berarti bukti pemilikan sejumlah Waran Seri II, dalam kelipatan tertentu yang diterbitkan oleh Perseroan yang memuat nama, alamat dan jumlah Waran Seri II, serta keterangan lain yang dianggap perlu. q. Surat Konfirmasi Pencatatan Waran berarti bukti pencatatan yang dikeluarkan Perseroan atas nama KSEI untuk kepentingan pemegang rekening dan selanjutnya untuk kepentingan Pemegang Waran Seri II, dengan memperhatikan Peraturan Pasar Modal dan ketentuan Kustodian Sentral Efek Indonesia bagi Waran Seri II. 342

361 r. Syarat dan Kondisi berarti semua Syarat dan Kondisi untuk penerbitan Waran Seri II, sebagaimana tercantum dalam lampiran akta ini yang isinya pada pokoknya dimuat kembali dalam Surat Kolektip Pasar Modal dan dapat diubah sesuai dengan ketentuan dalam Penerbitan Waran Seri II. s. Tanggal Pelaksanaan berarti Hari Kerja yang termasuk dalam Jangka Waktu Pelaksanaan dalam mana semua syarat dan ketentuan Pelaksanaan Waran Seri II, telah dipenuhi atau apabila dipenuhi pada tanggal-tanggal yang berbeda, pada tanggal terakhir syarat dan ketentuan Pelaksanaan Waran Seri II, dipenuhi. t. Tanggal Jatuh Tempo berarti hari terakhir berlakunya Waran Seri II, yang tanggalnya sebagaimana dimuat dalam prospektus yang diterbitkan Perseroan dalam rangka Penawaran Umum Terbatas I. u. Waran Seri II, berarti Surat Kolektip Waran Seri II, atau Bukti Kepemilikan yang merupakan tanda bukti yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli Saham Hasil Pelaksanaan sesuai dengan Syarat dan Kondisi serta Penerbitan Waran Seri II, dan dengan memperhatikan Peraturan Pasar Modal dan ketentuan Kustodian Sentral Efek Indonesia yang berlaku. v. Waran Seri II Yang Belum Dilaksanakan berarti semua Surat Waran Seri II, atau bukti lain yang dikeluarkan oleh KSEI yang diterbitkan berdasarkan Penerbitan Waran Seri II, selama Waran Seri II, tersebut belum lewat waktu (kadaluarsa) sesuai dengan Syarat dan Kondisi 3 selain dari : (a) Waran Seri II, yang telah dilaksanakan sesuai dengan Syarat dan Kondisi dan (b) Waran Seri II, yang telah dibatalkan sesuai dengan Penerbitan Waran Seri II. 2. Syarat Waran Seri II Jumlah seluruh Waran Seri II yang akan dikeluarkan adalah sejumlah (empat belas miliar sembilan ratus delapan puluh tujuh juta tujuh puluh sembilan ribu sembilan ratus tiga puluh dua) yang pada waktu diterbitkannya menyertai Saham yang baru dikeluarkan dari portepel PERSEROAN yang berasal dari Penawaran Umum sesuai dengan Daftar Pemegang Waran Seri II. Waran Seri II dapat dilaksanakan dengan Harga Pelaksanaan dan diterbitkan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku dan ketentuan Kustodian Sentral Efek Indonesia yang berlaku Setiap Pemegang Waran Seri II berhak atas segala manfaat dan tunduk pada semua ketentuan dalam Syarat dan Kondisi, Penerbitan Waran Seri II dan Peraturan Pasar Modal Hak atas Waran Seri II melekat pada pemegang Saham yang berasal dari Saham yang ditawarkan/ dijual melalui Penawaran Umum dengan ketentuan pada setiap 101 (seratus satu) Saham Seri B Baru yang dilaksanakan, melekat 20 (dua puluh) Waran Seri II. Waran Seri II diberikan secara cuma-cuma. Waran yang diterbitkan adalah Waran Seri II atas nama yang terdaftar dalam Daftar Pemegang Waran Seri II dan dapat diperdagangkan di Bursa Efek selama periode perdagangan Waran Seri II. Pengelola Administrasi Waran Seri II wajib menyimpan dan mengelola Daftar Pemegang Waran Seri II untuk kepentingan Perseroan dengan memperhatikan ketentuan dalam Perjanjian Pengelolaan Administrasi Waran Seri II Perseroan hanya mengakui 1 (satu) Pemegang Waran Seri II sebagai pemilik yang sah atas 1 (satu) unit Waran Seri II atau lebih. Dalam hal 1 (satu) Waran Seri II atau lebih karena alasan apapun menjadi hak beberapa orang dan/atau badan hukum maka kepada orang atau pihak atau badan hukum yang memiliki secara bersama-sama tersebut wajib menunjuk secara tertulis 1 (satu) orang atau 1 (satu) individu atau 1 (satu) badan hukum diantara mereka sebagai wakil mereka bersama dan hanya nama wakil tersebut yang akan dimasukkan ke dalam Daftar Pemegang Waran Seri II dan wakil ini akan dianggap sebagai pemegang yang sah dari Waran Seri II bersangkutan dan berhak untuk melaksanakan dan menggunakan semua hak yang diberikan atas Waran Seri II tersebut. Sebelum Pengelola Administrasi Waran Seri II menerima pemberitahuan secara tertulis sehubungan dengan penunjukan Wakil bersama tersebut, Pengelola Administrasi Waran Seri II atau Perseroan akan memperlakukan pihak yang namanya terdaftar dalam Daftar Pemegang Waran Seri II sebagai satu-satunya pihak yang berhak untuk melaksanakan dan menggunakan hak-hak sebagai Pemegang Waran Seri II berdasarkan Peraturan Pasar Modal, Penerbitan Waran Seri II serta Syarat dan Kondisi Yang berhak mendapatkan Waran Seri II untuk pertama kali adalah para pemegang saham atas saham yang berasal dari Penawaran Umum, yang terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham Yang Berhak Atas Waran Seri II. 343

362 2.6. Setelah pendaftaran Waran Seri II dalam Daftar Pemegang Waran Seri II dan Waran Seri II tercatat pada Bursa Efek, maka Waran Seri II dapat dialihkan secara terpisah dari Saham baru Pemegang Waran Seri II berhak melaksanakan Waran Seri II selama Jangka Waktu Pelaksanaan Waran Seri II. Setelah lewat Jangka Waktu Pelaksanaan Waran Seri II maka setiap Waran Seri II Yang Belum Dilaksanakan menjadi kadaluwarsa dan tidak berlaku lagi untuk kepentingan apapun juga dan Pemegang Waran Seri II tersebut tidak dapat menuntut ganti rugi maupun kompensasi berupa apapun kepada Perseroan Pemegang Waran Seri II yang namanya tercantum dalam Surat Kolektip Waran Seri II berhak mengalihkan Waran Seri II dengan mengisi dan menandatangani formulir pengalihan hak yang dilekatkan dibelakang Surat Kolektif Waran Seri II dan menyerahkannya kepada Pengelola Administrasi Waran Seri II dengan memperhatikan Syarat Dan Kondisi, Penerbitan Waran Seri II serta ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Pengelolaan Administrasi Waran Seri II Perseroan dapat menerbitkan Surat Kolektip Waran Seri II sebagai bukti pemilikan dari 1 (satu) Waran Seri II atau lebih oleh 1 (satu) Pemegang Waran Seri II yang mencantumkan jumlah Waran Seri II diberi nomor urut serta ditandatangani sesuai dengan ketentuan dalam anggaran dasar Perseroan satu dan lain dengan memperhatikan Peraturan Pasar Modal Pemegang Waran Seri II tidak mempunyai hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan, tidak mempunyai hak atas pembagian dividen dari Perseroan, tidak berhak atas saham bonus yang berasal dari agio dan saham dividen yang berasal dari kapitalisasi laba, dengan demikian juga tidak mempunyai hak memesan efek terlebih dahulu yang akan dikeluarkan Perseroan kemudian hari sepanjang Waran Seri II yang dimilikinya belum dilaksanakan menjadi saham Saham Hasil Pelaksanaan yang dikeluarkan dari portepel Perseroan atas Pelaksanaan Waran Seri II diperlakukan sebagai saham yang telah disetor penuh dan yang menjadi bagian dari modal saham Perseroan serta memberi hak yang sama dengan pemegang saham Perseroan lainnya sebagaimana ditentukan dalam anggaran dasar Perseroan. Pencatatan Saham Hasil Pelaksanaan Waran Seri II dalam Daftar Pemegang Saham dilakukan pada Tanggal Pelaksanaan Perseroan wajib memberitahukan kepada Pemegang Waran Seri II antara lain apabila terjadi penyesuaian terhadap Harga Pelaksanaan dan/atau jumlah Waran Seri II Semua ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Perubahan I Penerbitan Waran Seri II, serta Peraturan Pasar Modal berlaku atas Waran Seri II dan mengikat Perseroan, Pemegang Waran Seri II dan pihak-pihak lain yang terkait sehubungan dengan penerbitan Waran Seri II ini Pemindahan hak atas Waran Seri II di luar dari Penitipan Kolektip Kustodian Sentral Efek Indonesia dilakukan di luar Bursa sesuai dengan peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal Untuk Waran Seri II yang berada dalam Penitipan Kolektip berlaku juga ketentuan-ketentuan sebagai berikut: Waran Seri II telah didaftarkan pada Kustodian Sentral Efek Indonesia berdasarkan Perjanjian tentang Pendaftaran Efek Bersifat Ekuitas Pada Penitipan Kolektip dengan memperhatikan ketentuan di bidang Pasar Modal dan ketentuan Kustodian Sentral Efek Indonesia yang berlaku. 1. Waran Seri II tidak diterbitkan dalam bentuk Sertipikat Waran Seri II akan tetapi didistribusikan dalam bentuk elektronik. 2. Pemegang Waran Seri II wajib menunjuk Perusahaan Efek atau Bank Kustodian yang telah menjadi Pemegang Rekening di Kustodian Sentral Efek Indonesia untuk menerima dan menyimpan Waran Seri II yang didistribusikan oleh Perseroan. 3. Pemegang Waran Seri II yang menghendaki Sertipikat Kolektip Waran Seri II dapat melakukan penarikan Waran Seri II keluar dari Penitipan Kolektip di Kustodian Sentral Efek Indonesia dengan memperhatikan ketentuan Kustodian Sentral Efek Indonesia. 4. Pengalihan kepemilikan Waran Seri II dilakukan dengan pemindahbukuan antar Rekening Efek di Kustodian Sentral Efek Indonesia. Waran Seri II yang dapat ditransaksikan di Bursa Efek hanya Waran Seri II yang telah disimpan dalam Penitipan Kolektip dan tidak dalam keadaan gadai atau diblokir. 344

363 3. Hak Untuk Membeli Saham Perseroan Dan Jangka Waktu Waran Seri II. a. Setiap pemegang 1 (satu) Waran Seri II yang terdaftar dalam Daftar Pemegang Waran Seri II berhak untuk membeli 1 (satu) saham biasa dengan cara melakukan Pelaksanaan Waran Seri II, setiap Hari Bursa selama Jangka Waktu Pelaksanaan Waran Seri II dengan membayar Harga Pelaksanaan, dengan memperhatikan ketentuan ketentuan Penerbitan Waran Seri II. b. Pemegang Waran Seri II berhak melaksanakan Waran Seri II menjadi Saham selama Jangka Waktu Pelaksanaan Waran Seri II yang tanggalnya sebagaimana dimuat dalam Prospektus yang diterbitkan Perseroan dalam rangka Penawaran Umum. c. Setiap Waran Seri II yang belum dilaksanakan melalui cara sebagaimana ditentukan dalam Syarat dan Kondisi 4 (empat) selambat-lambatnya pada pukul (enam belas) Waktu Indonesia Barat pada tanggal Jatuh Tempo menjadi batal dan tidak berlaku lagi untuk kepentingan apapun juga dan Pemegang Waran Seri II tersebut tidak dapat menuntut ganti rugi maupun kompensasi berupa apapun dari Perseroan. 4. Prosedur Pelaksanaan Waran Seri II. a. Pada jam kerja yang umumnya berlaku selama Jangka Waktu Pelaksanaan, setiap Pemegang Waran Seri II dapat melakukan Pelaksanaan Waran Seri II menjadi saham baru yang dikeluarkan dari saham portepel yang dipegangnya menjadi Saham Hasil Pelaksanaan berdasarkan syarat dan ketentuan dalam akta Penerbitan Waran Seri II. b. Pelaksanaan Waran Seri II dapat dilakukan di kantor pusat Pengelola Administrasi Waran Seri II. c. Pada tanggal Pelaksanaan, Pemegang Waran Seri II yang bermaksud melaksanakan Waran Seri IInya menjadi saham baru, wajib menyerahkan Dokumen Pelaksanaan kepada Pengelola Administrasi Waran Seri II. Formulir Pelaksanaan dilekatkan pada setiap Surat Kolektip Waran Seri II atau bukti lain yang dikeluarkan oleh KSEI yang memberikan hak kepada Pemegang Waran Seri II. Bukti Pembayaran Harga Pelaksanaan adalah bukti telah dibayarnya Harga Pelaksanaan oleh Pemegang Waran Seri II kepada Perseroan. Atas penyerahan Dokumen Pelaksanaan, Pengelola Administrasi Waran Seri II wajib menyerahkan bukti telah diterimanya Dokumen Pelaksanaan (selanjutnya akan disebut Bukti Penerimaan Dokumen Pelaksanaan ). d. Dokumen Pelaksanaan yang sudah diterima oleh Pengelola Administrasi Waran Seri II, tidak dapat ditarik kembali. e. Pemegang Waran Seri II yang tidak menyerahkan Dokumen Pelaksanaan dalam Jangka Waktu Pelaksanaan tidak berhak lagi melaksanakan Pelaksanaan Waran Seri II menjadi Saham. f. Dalam waktu 1 (satu) Hari Bursa setelah Pengelola Administrasi Waran Seri II menerima Dokumen Pelaksanaan, Pengelola Administrasi Waran Seri II melakukan penelitian terhadap kelengkapan Dokumen Pelaksanaan serta kebenaran tentang terdaftarnya Pemegang Waran Seri II dalam Daftar Pemegang Waran Seri II. Pada Hari Kerja berikutnya Pengelola Administrasi Waran Seri II meminta konfirmasi dari Perseroan mengenai pembayaran atas Harga Pelaksanaan telah diterima dengan baik (in good funds) dan mengenai dapat atau tidaknya Waran Seri II dilaksanakan, dan Perseroan pada Hari Bursa - berikutnya harus telah memberikan persetujuan kepada Pengelola Administrasi Waran Seri II mengenai hal-hal tersebut di atas. Dalam waktu 3 (tiga) Hari Bursa setelah tanggal penerimaan Dokumen Pelaksanaan, Pengelola Administrasi Waran Seri II memberikan konfirmasi kepada Pemegang Waran Seri II mengenai diterimanya atau ditolaknya permohonan untuk pelaksanaan. Selambat-lambatnya 1 (satu) Hari Bursa setelah Pengelola Administrasi Waran Seri II menerima persetujuan dari Perseroan, maka Pemegang Waran Seri II dapat menukarkan Bukti Penerimaan Dokumen Pelaksanaan dengan Saham Hasil Pelaksanaan kepada Pengelola Administrasi Waran Seri II, dan Pengelola Administrasi Waran Seri II wajib menyerahkan Saham Hasil Pelaksanaan kepada Pemegang Waran Seri II. g. Untuk keperluan penerimaan atas pembayaran Harga Pelaksanaan dan biaya-biaya lain sehubungan dengan Pelaksanaan Waran Seri II, Perseroan membuka dan mengoperasikan rekening khusus, apabila terjadi perubahan rekening khusus maka Perseroan melalui Pengelola Administrasi Waran Seri II akan memberitahukan kepada Pemegang Waran Seri II sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Syarat dan Kondisi 11 (sebelas). h. Dalam hal pelaksanaan sebagian jumlah Waran Seri II yang diwakili dalam Surat Kolektip Waran Seri II, terlebih dahulu harus diadakan pemecahan atas sertipikat tersebut maka pemecahan atas Sertipikat tersebut menjadi biaya Pemegang Waran Seri II yang bersangkutan. 345

364 Pengelola Administrasi Waran Seri II selanjutnya menerbitkan Surat Kolektip Waran Seri II baru atas nama Pemegang Waran Seri II dalam jumlah yang sesuai dengan Waran Seri II yang belum atau tidak dilaksanakan berdasarkan ketentuan dalam Syarat dan Kondisi 4 (empat) dari Waran Seri II. i. Saham Hasil Pelaksanaan memberikan hak kepada pemegangnya yang namanya dengan sah terdaftar dalam daftar pemegang saham yang mempunyai hak yang sama seperti saham yang lainnya dalam Perseroan. j. Perseroan wajib menanggung semua biaya sehubungan dengan Pelaksanaan Waran Seri II menjadi Saham baru dan pencatatan Saham hasil Pelaksanaan pada Bursa Efek. k. Apabila terjadi penyesuaian terhadap rasio Pelaksanaan Waran Seri II sebagaimana diatur dalam Syarat dan Kondisi 5 (lima) Perseroan wajib segera memberitahukan secara tertulis kepada Pengelola Administrasi Waran Seri II mengenai rasio Pelaksanaan Waran Seri II (berikut pernyataan singkat mengenai fakta-fakta sehingga diperlukannya penyesuaian tersebut) pemberitahuan tersebut disampaikan dalam jangka waktu tidak lebih dari 30 (tiga puluh) hari kalender sejak diterimanya fakta-fakta yang menyebabkan penyesuaian tersebut, penyesuaian dimaksud berlaku efektif sesuai dengan Syarat dan Kondisi 11 (sebelas). l. Setelah Tanggal Jatuh Tempo apabila Waran Seri II tersebut masih belum dilaksanakan maka Waran Seri II tersebut menjadi batal dan tidak berlaku lagi dan Pemegang Waran Seri II tersebut tidak dapat menuntut ganti rugi maupun kompensasi berupa apapun kepada Perseroan. m. Prosedur Pelaksanaan Waran Seri II yang berada dalam Penitipan Kolektip berlaku sesuai dengan ketentuan Kustodian Sentral Efek Indonesia dan Peraturan Pasar Modal. 5. Penyesuaian Harga Pelaksanaan Dan Jumlah Waran Seri II. a. Harga awal pelaksanaan adalah sebesar Rp. 50,- (lima puluh rupiah). b. Jumlah Waran Seri II yang diterbitkan sejumlah (empat belas miliar sembilan ratus delapan puluh tujuh juta tujuh puluh sembilan ribu sembilan ratus tiga puluh dua) Waran Seri II. c. Harga Pelaksanaan dan jumlah Waran Seri II tersebut di atas akan mengalami pengubahan apabila terjadi hal-hal sebagai berikut: (i). Bila terjadi perubahan nilai nominal terhadap Saham Perseroan dari saham-saham yang sudah disetor penuh karena alasan apapun juga termasuk karena penggabungan, peleburan, pemecahan nilai nominal (stock split), maka: harga nominal baru setiap saham Harga Pelaksanaan Baru : x A harga nominal lama setiap saham harga nominal lama setiap saham Jumlah Waran Seri II Baru : x B harga nominal baru setiap saham A B = harga Pelaksanaan Waran Seri II yang lama. = jumlah awal Waran Seri II yang beredar. Penyesuaian tersebut mulai berlaku pada saat dimulai Perdagangan Saham di Bursa Efek dengan nilai nominal yang baru yang diumumkan di dalam 2 (dua) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang memiliki peredaran yang luas. (ii). Perubahan jumlah saham Perseroan sebagai akibat dari pembagian saham bonus atau saham dividen, konversi atau efek lainnya yang dapat dikonversi menjadi saham, penggabungan atau peleburan, maka : Harga Pelaksanaan Baru A : x X ( A + B ) ( A + B ) Jumlah Waran Seri II Baru : x Y A 346

365 A B X Y = Jumlah saham yang disetor penuh dan beredar sebelum pembagian saham bonus atau saham dividen. = Jumlah saham baru yang disetor penuh dan beredar yang merupakan hasil pembagian saham bonus atau saham dividen, atau tambahan saham akibat penggabungan atau peleburan. = Harga Pelaksanaan Waran Seri II yang lama. = Jumlah awal Waran Seri II yang beredar. Penyesuaian tersebut mulai berlaku pada saat saham bonus atau saham dividen mulai berlaku efektif yang diumumkan dalam 2 (dua) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran luas. (iii). Pengeluaran saham baru dengan cara penawaran umum terbatas : ( C - D ) Harga Pelaksanaan Baru : x X C C Jumlah Waran Seri II Baru : ( C - D ) x Y C = harga pasar saham sebelum pengeluaran pengumuman penawaran umum terbatas. X = harga Pelaksanaan Waran Seri II yang lama. Y = jumlah awal Waran Seri II yang beredar. D = harga teoritis right untuk 1 (satu) saham yang dihitung dengan formula : ( C - F ) ( G + 1 ) F = harga pembelian 1 (satu) saham berdasarkan hak memesan efek terlebih dahulu (Right). G = Jumlah saham yang diperlukan untuk memesan tambahan 1 (satu) saham dengan hak memesan efek terlebih dahulu (Right). Penyesuaian ini berlaku efektif 1 (satu) Hari Kerja setelah tanggal penjatahan pemesanan saham tambahan dalam rangka penawaran umum terbatas. d. Apabila Harga Pelaksanaan baru dan jumlah Waran Seri II baru karena penyesuaian menjadi pecahan maka dilakukan pembulatan ke bawah. e. Penyesuaian Harga Pelaksanaan Waran Seri II jumlah Waran Seri II tersebut tidak lebih rendah dari nilai nominal tiap saham Perseroan satu dan lain dengan memperhatikan anggaran dasar Perseroan, ketentuan Pasar Modal dan peraturan perundangan yang berlaku. Penyesuaian tersebut akan diumumkan dalam surat kabar sesuai dengan Syarat dan Kondisi 11 (sebelas) dengan mengindahkan Peraturan Pasar Modal. Apabila terjadi penyesuaian harga yang akan mempengaruhi Harga Pelaksanaan baru menjadi di bawah nilai nominal maka harga penyesuaiannya sama dengan nilai nominal dan jumlah warannya akan disesuaikan. f. Setelah penyesuaian terhadap Harga Pelaksanaan Waran Seri II dan jumlah Waran Seri II menjadi efektif, Perseroan akan mengumumkan tanggal penutupan Daftar Para Pemegang Waran Seri II dan periode penyerahan Surat Kolektip Waran Seri II tambahan hasil penyesuaian tersebut. 6. Pengalihan Hak Atas Waran Seri II. a. Hak atas Waran Seri II dapat beralih karena terjadinya tindakan hukum antara lain transaksi jual beli, hibah maupun peristiwa hukum pewarisan akibat kematian seorang Pemegang Waran Seri II. b. Dengan memperhatikan Peraturan Pasar Modal, Pengelola Administrasi Waran Seri II tidak akan mengakui permohonan pengalihan Waran Seri II kecuali apabila ketentuan-ketentuan dalam Syarat dan Kondisi 6 (enam) telah dipenuhi. Permohonan pengalihan harus dilakukan dengan menggunakan formulir pengalihan. Penyerahan dokumen dokumen yang masih kurang harus dilengkapi selambat lambatnya 3 (tiga) Hari Bursa sejak tanggal pengajuan permohonan, dengan memperhatikan peraturan Pasar Modal yang berlaku. 347

366 c. Setiap orang yang memperoleh hak atas Waran Seri II karena hibah maupun pewarisan akibat kematian seorang Pemegang Waran Seri II atau karena sebab lain yang mengakibatkan pemilikan Waran Seri II beralih dapat mengajukan permohonan tertulis kepada Pengelola Administrasi Waran Seri II yang bertindak untuk dan atas nama Perseroan untuk didaftar sebagai Pemegang Waran Seri II dengan mengajukan bukti-bukti haknya dan dengan membayar biaya administrasi dan biaya lainnya yang dikeluarkan untuk pengalihan Waran Seri II, permohonan tersebut harus mendapat persetujuan dari Perseroan. d. Pendaftaran hanya dapat dilakukan apabila Pengelola Administrasi Waran Seri II dapat menerima dokumen pendukung dengan baik dan disetujui oleh Perseroan dengan memperhatikan Peraturan Pasar Modal. e. Pengelola Administrasi Waran Seri II bertanggung jawab untuk menerbitkan Surat Kolektip Waran Seri II yang baru karena terjadinya hibah maupun peristiwa hukum pewarisan berdasarkan dokumendokumen pendukungnya termasuk surat persetujuan Direksi Perseroan atas terjadinya hibah/warisan tersebut yang telah diperiksa keabsahannya oleh Pengelola Administrasi Waran Seri II menyerahkan kepada penerima hibah atau (para) ahli waris yang bersangkutan. f. Dalam hal satu Waran Seri II karena warisan atau karena sebab apapun menjadi hak beberapa orang dan/atau badan maka kepada orang atau pihak atau badan hukum yang memiliki secara bersamasama tersebut wajib menunjuk secara tertulis 1 (satu) orang atau 1 (satu) badan hukum diantara mereka sebagai wakil mereka bersama dan hanya nama wakil tersebut yang akan dimasukan ke dalam Daftar Pemegang Waran Seri II dan wakil ini akan dianggap sebagai pemegang yang sah dari Waran Seri II bersangkutan dan berhak untuk melaksanakan dan menggunakan semua hak yang diberikan kepada Pemegang Waran Seri II. Sebelum Pengelola Administrasi Waran Seri II menerima pemberitahuan secara tertulis sehubungan dengan penunjukan wakil bersama tersebut, Pengelola Administrasi Waran Seri II atau Perseroan akan memperlakukan pihak yang namanya terdaftar dalam Daftar Pemegang Waran Seri II sebagai satu-satunya pihak yang berhak untuk melaksanakan dan menggunakan hak-haknya sebagai Pemegang Waran Seri II. g. Pendaftaran pengalihan hak atas Waran Seri II dilakukan oleh Pengelola Administrasi Waran Seri II yang bertindak untuk dan atas nama Perseroan dengan memberikan catatan mengenai peralihan hak itu didalam Daftar Pemegang Waran Seri II berdasarkan surat-surat yang cukup membuktikan mengenai pengalihan hak termasuk bukti akta hibah yang ditandatangani oleh kedua belah pihak dan telah disetujui oleh Direksi Perseroan dengan memperhatikan Peraturan Pasar Modal. h. Peralihan hak atas Waran Seri II mulai berlaku setelah pendaftaran dari peralihan tersebut tercatat dalam Daftar Pemegang Waran Seri II. i. Untuk Waran Seri II yang masuk pada Penitipan Kolektip berlaku peraturan kustodian Sentral Efek Indonesia. 7. Penggantian Waran Seri II. a. Jika surat kolektip Waran Seri II rusak atau tidak dapat dipakai lagi atau karena sebab lain yang ditetapkan oleh Perseroan atas permintaan tertulis dari yang berkepentingan kepada Pengelola Administrasi Waran Seri II, Pengelola Administrasi Waran Seri II akan memberikan pengganti Surat Kolektip Waran Seri II yang baru menggantikan Surat Kolektip Waran Seri II yang tidak dipakai lagi tersebut, sedangkan asli Surat Kolektip Waran Seri II yang rusak atau tidak dapat dipakai lagi tersebut harus dikembalikan kepada Perseroan. b. Jika Pengelola Administrasi Waran Seri II menolak memberi pengganti Surat Kolektip Waran Seri II maka Pengelola Administrasi Waran Seri II wajib memberikan alasan penolakan tersebut kepada Pemegang Waran Seri II secara tertulis dengan tembusan kepada Perseroan dan BAPEPAM Dan LK dalam waktu 6 (enam) Hari Bursa setelah diteri-manya permintaan tersebut. c. Jika Surat Kolektip Waran Seri II hilang atau musnah maka untuk surat Kolektip Waran Seri II tersebut akan diterbitkan Surat Kolektip Waran Seri II yang baru dengan terlebih dahulu menyerahkan bukti-bukti yang cukup dengan jaminan-jaminan yang dianggap perlu oleh Pengelola Administrasi Waran Seri II serta diumumkan di Bursa Efek dengan memperhatikan Peraturan Pasar Modal dan peraturan Kustodian Sentral Efek Indonesia. d. Perseroan atau Pengelola Administrasi Waran Seri II berhak untuk menetapkan dan menerima jaminan-jaminan tentang pembuktian dan penggantian kerugian kepada pihak yang meminta pengeluaran penggantian Surat Kolektip Waran Seri II yang dianggap perlu untuk mencegah adanya kerugian yang akan diderita oleh Perseroan. 348

367 e. Semua biaya yang berhubungan dengan pengeluaran peng gantian Surat Kolektip Waran Seri II yang hilang atau rusak ditanggung dan dibayar oleh mereka yang meminta pengeluaran pengganti Surat Kolektip Waran Seri II tersebut. f. Asli Surat Kolektip Waran Seri II yang telah dikeluarkan penggantinya tersebut tidak berlaku lagi. g. Setelah lewat Jangka Waktu Pelaksanaan Waran Seri II maka setiap Waran Seri II yang belum dilaksanakan tidak akan berlaku lagi untuk kepentingan apapun juga. h. Perseroan melalui Pengelola Administrasi Waran Seri II berkewajiban menyampaikan pemberitahuan secara tertulis kepada BAPEPAM Dan LK mengenai setiap penggantian Surat Kolektip Waran Seri II yang hilang atau rusak. i. Tata cara penggantian Sertipikat Kolektip Waran Seri II dilakukan mengikuti tata cara yang berlaku pada Bursa Efek dan Kustodian Sentral Efek Indonesia untuk penggantian saham dengan memperhatikan Peraturan Pasar Modal. 8. Pengelolaan Administrasi Waran Seri II. a. Penunjukan, tugas dan kewajiban Pengelola Administrasi Waran Seri II tercantum dalam Perjanjian Pengelolaan Administrasi Waran Seri II. b. Pengelolaan Administrasi Waran Seri II: Pengelola Administrasi Waran Seri II bertugas melakukan Pengelolaan Administrasi Waran Seri II dan Pengelolaan Administrasi Saham Hasil Pelaksanaan Waran Seri II antara lain meliputi: (i). Menerbitkan dan menyerahkan Waran Seri II kepada Pemegang Waran Seri II. (ii). Bertanggung jawab atas penerimaan Dokumen Pelaksanaan dan memeriksa kelengkapan data serta lampiran-lampiran termasuk identitas pemesan dan verifikasi mengenai pelunasannya. (iii). Melaksanakan pengalihan pemilikan, penggantian, pemecahan dan penggabungan Waran Seri II. (iv). Menerbitkan dan menyerahkan Saham Hasil Pelaksanaan kepada Pemegang Saham. (v). Melaporkan Saham Hasil Pelaksanaan pada Bursa Efek dan Kustodian Sentral Efek Indonesia. c. Jika terjadi penggantian Pengelola Administrasi Waran Seri II Perseroan wajib memberitahukan kepada Pemegang Waran Seri II sesuai dengan Syarat dan Kondisi 11 (sebelas) dan kepada BAPEPAM Dan LK dalam waktu 60 (enam puluh) hari kalender sebelumnya. d. Perseroan berkewajiban untuk setiap saat mempertahankan hanya 1 (satu) Pengelola Administrasi Waran Seri II dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan dalam Penerbitan Waran Seri II, Perjanjian Pengelolaan Administrasi Waran Seri II dan Peraturan Pasar Modal. 9. Status Saham Hasil Pelaksanaan Waran Seri II. a. Saham Hasil Pelaksanaan yang dikeluarkan dari portepel Perseroan atas Pelaksanaan Waran Seri II diperlakukan sebagai saham yang telah disetor penuh yang menjadi bagian dari modal saham Perseroan serta memberi hak kepada pemegangnya yang namanya dengan sah terdaftar dalam daftar pemegang saham Perseroan yang mempunyai hak yang sama seperti pemegang saham Perseroan lainnya sebagaimana ditentukan dalam anggaran dasar Perseroan. b. Pencatatan Saham Hasil Pelaksanaan dalam daftar pemegang saham dilakukan pada tanggal pelaksanaan. 10. Penggabungan, Peleburan Dan Likuidasi. a. Apabila dalam Jangka Waktu Waran Seri II terjadi penggabungan, peleburan dan likwidasi maka dalam waktu selambat-lambatnya 7 (tujuh) Hari Bursa setelah keputusan tersebut diambil Perseroan berkewajiban memberi tahukan kepada Pemegang Waran Seri II sesuai dengan Syarat dan Kondisi 11 (sebelas). b. Perseroan memberi hak kepada Pemegang Waran Seri II dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan sebelum keputusan tersebut berlaku efektif untuk melaksanakan Waran Seri II yang dimilikinya. c. Dalam hal Perseroan melakukan penggabungan atau peleburan dengan perusahaan lain maka perusahaan yang menerima penggabungan atau peleburan yang merupakan hasil penggabungan atau peleburan dengan Perseroan wajib bertanggung jawab dan tunduk pada syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan Waran Seri II yang berlaku dalam Syarat dan Kondisi ini serta Penerbitan Waran Seri II. 349

368 d. Sesuai dengan ketentuan diatas, semua Waran Seri II yang belum dilaksanakan pada tanggal keputusan tersebut berlaku efektif menjadi kadaluarsa dan tidak berlaku lagi untuk tujuan apapun dan Pemegang Waran Seri II bersangkutan tidak dapat menuntut ganti rugi maupun kompensasi berupa apapun dari Perseroan. 11. Pemberitahuan Kepada Pemegang Waran Seri II. a. Setiap pemberitahuan kepada Pemegang Waran Seri II adalah sah jika diumumkan dalam 2 (dua) surat kabar berbahasa Indonesia, satu diantaranya berperedaran nasional dalam jangka waktu yang telah ditentukan dalam Penerbitan Waran Seri II dan lampiran-lampirannya atau apabila tidak ditentukan lain dalam jangka waktu sedikit-dikitnya 30 (tiga puluh) hari kalender sebelum suatu tindakan atau peristiwa yang mensyaratkan adanya pemberitahuan kepada Pemegang Waran Seri II menjadi efektif. Pemberitahuan tersebut diatas wajib dilakukan oleh Perseroan. b. Setiap pemberitahuan dianggap telah disampaikan kepada Pemegang Waran Seri II pada tanggal pertama kali diumum kan dalam surat kabar tersebut diatas. 12. Perubahan. a. Dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku, Perseroan dapat mengubah Penerbitan Waran Seri II, terkecuali pengubahan untuk jangka waktu Waran Seri II, dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Persetujuan Pemegang Waran Seri II yang mewakili lebih dari 50 % (lima puluh persen) dari Waran Seri II. 2. Perseroan wajib mengumumkan setiap pengubahan Penerbitan Waran Seri II dalam 2 (dua) surat kabar harian berbahasa Indonesia berperedaran luas dan salah satunya beredar di tempat kedudukan Perseroan selambatnya dalam waktu 30 (tigapuluh) hari kalender sebelum ditandatangani Pengubahan Penerbitan Waran Seri II dan bilamana selambatnya dalam waktu 21 (dua puluh satu) hari kalender setelah pengumuman tersebut pemegang Waran Seri II lebih dari 50 % (lima puluh persen) tidak menyatakan keberatan secara tertulis atau tidak memberikan tanggapan secara tertulis kepada Perseroan maka Pemegang Waran Seri II dianggap telah menyetujui usulan pengubahan tersebut. Setiap pengubahan Penerbitan Waran Seri II harus -dilakukan dengan akta yang dibuat secara notariil dan pengubahan tersebut mengikat EMTIEN dan Pemegang Waran Seri II dengan memperhatikan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan dalam Penerbitan Waran Seri II dan syarat dan Kondisi Peraturan Pasar Modal dan ketentuan Kustodian Sentral Efek Indonesia. b. Setelah akta Pengubahan Penerbitan Waran Seri II ditandatangani maka harus diberitahukan kepada Pemegang Waran Seri II, pemberitahuan atas setiap pengubahan Penerbitan Waran Seri II harus diberitahukan oleh Perseroan kepada Pemegang Waran Seri II sesuai dengan Syarat dan Kondisi 11 (sebelas). c. Pengubahan tersebut mengikat Perseroan dan Pemegang Waran Seri II sejak akta perubahan bersangkutan dibuat, dengan memperhatikan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan dalam Penerbitan Waran Seri II dan Syarat dan Kondisi serta Peraturan Pasar Modal. d. Perseroan dapat merubah Pernyataan Penerbitan Waran Seri II berikut lampiran-lampirannya sebelum Pernyataan Pendaftaran Menjadi Efektif dengan mengesampingkan ketentuan tersebut dalam angka 12 huruf a, b, dan c tersebut diatas. 13. Ketentuan Lain. Ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat yang tercantum dalam lampiran ini dengan memperhatikan ketentuan Kustodian Sentral Efek Indonesia. 14. Hukum Yang Berlaku. Syarat dan Kondisi Waran Seri II ini berada dan tunduk pada hukum yang berlaku di negara Republik Indonesia. 350

369 XXI. PERSYARATAN PEMESANAN PEMBELIAN SAHAM Perseroan telah menunjuk PT Sinartama Gunita sebagai Pelaksana Pengelola Administrasi Saham (BAE) dan sebagai Agen Pelaksana, sebagaimana termaktub dalam Akta Perjanjian Pengelolaan Administrasi Saham Dalam Rangka Penawaran Umum Terbatas I PT Mobile-8 Telecom Tbk No. 20 tanggal 5 November 2010 dan perubahan-perubahannya yang dibuat di hadapan Linda Herawati, SH, Notaris di Jakarta. Berikut ini adalah persyaratan dan tata cara pemesanan pembelian saham : 1. Pemesan Yang Berhak Para pemegang saham yang namanya tercatat dalam DPS Perseroan pada tanggal 3 Januari 2011 pukul WIB berhak memperoleh HMETD dengan ketentuan bahwa setiap pemegang 200 (dua ratus) Saham Seri A atau Saham Seri B berhak atas 353 (tiga ratus lima puluh tiga) HMETD dimana 1 (satu) HMETD dapat digunakan untuk membeli 1 (satu) Saham Seri B Baru dengan nilai nominal Rp50,- (lima puluh Rupiah) setiap Saham Seri B dan Harga Pelaksanaan HMETD Rp50,- (lima puluh Rupiah) setiap saham. Keseluruhannya harus dibayar penuh pada saat mengajukan pelaksanaan HMETD menjadi Saham Seri B Baru. Pemesan yang berhak membeli Saham Seri B Baru yang dikeluarkan dalam Penawaran Umum Terbatas I adalah : 1. pemegang HMETD yang tercatat dalam penitipan kolektif pada KSEI, pada saat pelaksanaan HMETD atau sampai dengan tanggal terakhir periode perdagangan HMETD; atau, 2. para pemegang Sertifikat Bukti HMETD yang sah dan tidak dijual/dialihkan kepada pihak lain. Pemesan dapat terdiri atas perorangan, warga negara Indonesia dan/atau asing dan/atau lembaga dan/ atau badan hukum/badan usaha baik Indonesia/asing sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal berikut dengan peraturan pelaksanaannya. 2. Distribusi HMETD HMETD dalam bentuk elektronik akan didistribusikan ke dalam Rekening Efek KSEI atau didistribusikan kepada pemegang saham melalui Pemegang Rekening KSEI selambat-lambatnya 1 (satu) Hari Kerja setelah tanggal DPS yang berhak atas HMETD (recording date) yaitu pada tanggal 4 Januari Pendaftaran/Pelaksanaan HMETD 1) Para pemegang HMETD dalam penitipan kolektif KSEI (scripless) yang bermaksud melaksanakan haknya untuk membeli Saham Seri B yang dikeluarkan Perseroan berdasarkan HMETD yang dimilikinya dapat mengajukan permohonan pelaksanaan haknya melalui Perusahaan Efek/Bank Kustodian yang mengelola efeknya. Selanjutnya Perusahaan Efek/Bank Kustodian tersebut harus memberikan instruksi pelaksanaan pemesanan pembelian saham dalam rangka HMETD tersebut kepada KSEI sesuai dengan peraturan dan prosedur operasional yang telah ditetapkan oleh KSEI, dengan memberikan keterangan mengenai efek yang akan dibeli. Untuk dapat memberikan instruksi pemesanan pembelian saham tersebut, maka Perusahaan Efek/ Bank Kustodian harus telah memenuhi ketentuan sebagai berikut : (i) Pemegang HMETD harus telah memiliki dana yang cukup untuk sejumlah HMETD yang akan dilaksanakannya dan efek yang akan dibelinya, pada saat mengajukan permohonan tersebut; (ii) Kecukupan HMETD dan dana tersebut harus telah tersedia di dalam Rekening Efek yang melakukan pemesanan pembelian saham, dan; 351

370 (iii) Perusahaan Efek/Bank Kustodian harus telah membuka sub account untuk Pemegang HMETD yang akan melakukan pemesanan pembelian saham. Pada Hari Kerja berikutnya setelah Perusahaan Efek/Bank Kustodian memberikan instruksi pelaksanaan pembelian saham, maka KSEI akan menyampaikan kepada BAE Perseroan, Daftar Pemegang HMETD dalam penitipan kolektif KSEI yang melaksanakan haknya, berikut lampiran dokumen identitas masing-masing pemegang HMETD serta jumlah dan jenis efek yang dibeli oleh pemegang HMETD tersebut, serta menyetorkan dana pembayaran HMETD tersebut ke rekening bank Perseroan dan menyerahkan bukti setoran pembayaran dananya kepada BAE. HMETD yang tidak dilaksanakan sampai dengan lewatnya batas waktu yang telah ditetapkan oleh Perseroan menjadi tidak berlaku lagi dan akan dihapuskan pencatatannya dalam Rekening Efek oleh KSEI. Untuk ini KSEI akan menyampaikan konfirmasi mengenai penghapusan pencatatan efek tersebut kepada Perusahaan Efek/Bank Kustodian yang bersangkutan. 2) Para pemegang Sertifikat Bukti HMETD (di luar penitipan kolektif KSEI) yang bermaksud melaksanakan haknya untuk membeli Saham Seri B yang dikeluarkan Perseroan berdasarkan HMETD yang dimilikinya, harus telah membuka Rekening Efek pada Perusahaan Efek/Bank Kustodian yang ditunjuknya dan permohonan pelaksanaan Sertifikat Bukti HMETD tersebut harus diajukan oleh Perusahaan Efek/Bank Kustodian yang bersangkutan kepada : dengan menyerahkan dokumen yang berupa : PT Sinartama Gunita Plaza BII Tower 3 Lantai 12 Jalan M.H. Thamrin No. 51 Jakarta Telp. (021) Faks. (021) (i) Sertifikat Bukti HMETD asli yang telah ditandatangani dan diisi lengkap; (ii) Bukti pembayaran asli bank berupa bukti transfer/bilyet giro/cek/tunai/pemindahbukuan; (iii) Formulir Penyetoran Efek (FPE) yang dikeluarkan oleh KSEI yang telah diisi lengkap untuk keperluan pendistribusian saham hasil pelaksanaan HMETD; (iv) Surat kuasa asli kepada Perusahaan Efek/Bank Kustodian untuk mengajukan permohonan pelaksanaan Sertifikat HMETD dan mendistribusikan saham hasil pelaksanaan HMETD ke dalam penitipan kolektif pada KSEI serta untuk melakukan mutasi atas Rekening Efeknya yang dibuka di Perusahaan Efek/Bank Kustodian yang bersangkutan; (v) Fotokopi kartu identitas/jati diri (untuk pemesan perorangan) yang masih berlaku atau fotokopi anggaran dasar (bagi pemegang badan hukum/lembaga) dengan lampiran susunan Direksi/ Pengurus terbaru serta fotokopi kartu identitas/jati diri Direksi/Pengurus yang bersangkutan; (vi) Surat kuasa (jika dikuasakan) bermeterai Rp6.000,- (enam ribu Rupiah) dilengkapi dengan fotokopi kartu identitas/jati diri yang masih berlaku baik dari yang memberi kuasa maupun penerima kuasa. Bagi pemesan berkewarganegaraan asing harus mencantumkan nama dan alamat penerima kuasa secara lengkap dan jelas, serta nama dan alamat di luar negeri/domisili hukum yang sah dari pemberi kuasa secara lengkap dan jelas. 3) Para pemegang HMETD yang bermaksud melaksanakan haknya untuk membeli Saham Seri B yang dikeluarkan Perseroan berdasarkan HMETD yang dimilikinya wajib membeli Saham Seri B yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Terbatas I dengan ketentuan setiap 1 (satu) HMETD dapat dilaksanakan menjadi 1 (satu) Saham Seri B dengan nilai nominal Rp50,- (lima puluh Rupiah) per Saham Seri B dan Harga Pelaksanaan HMETD Rp50,- (lima puluh Rupiah) per Saham Seri B. Pelaksanaan HMETD dapat dilakukan mulai tanggal 5 Januari 2011 hingga tanggal 11 Januari 2011, dari pukul WIB hingga WIB pada setiap Hari Kerja. 352

371 Permohonan pelaksanaan pembelian Saham Seri B secara elektronik atau pelaksanaan Sertifikat Bukti HMETD, yang telah diserahkan tidak dapat ditarik kembali oleh pemesan. Bilamana pengisian Sertifikat Bukti HMETD tidak sesuai dengan petunjuk/syarat-syarat pemesanan pembelian Saham Seri B yang tercantum dalam Sertifikat Bukti HMETD dan Prospektus atau prosedur yang telah ditetapkan oleh KSEI untuk pelaksanaan HMETD ini atau tidak dipenuhi oleh pemegang HMETD dalam penitipan kolektif KSEI, maka hal ini dapat mengakibatkan penolakan pemesanan. HMETD hanya dapat dianggap telah dilaksanakan apabila pada saat pembayaran tersebut, telah terbukti bahwa dana telah diterima dengan baik (in good funds) di rekening bank Perseroan sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam persyaratan pembayaran. 4. Pemesanan Saham Tambahan Pemegang HMETD yang telah melaksanakan haknya dapat melakukan pemesanan Saham Seri B tambahan melebihi porsi yang ditentukan sesuai dengan jumlah HMETD yang dimiliki dengan mengisi asli Formulir Pemesanan Pembelian Saham Tambahan atau bagi pemegang Sertifikat Bukti HMETD dapat mengisi kolom pemesanan Saham Seri B Tambahan yang telah disediakan pada Sertifikat Bukti HMETD serta memenuhi persyaratan pembayaran sebagaimana tersebut pada butir f) di bawah. Pemesanan efek tambahan melebihi porsi kepemilikannya hanya dapat dilaksanakan oleh pemilik HMETD yang telah melaksanakan haknya secara penuh dan tidak memiliki HMETD yang tersisa. Pemesanan Saham Seri B tambahan yang dikeluarkan dalam Penawaran Umum Terbatas I harus dilakukan dengan cara mengajukan permohonan kepada BAE Perseroan melalui Anggota Bursa/Bank Kustodian dengan menyerahkan : a) Formulir Pemesanan Pembelian Saham Tambahan yang telah diisi dengan lengkap dan benar. Formulir Pemesanan Pembelian Saham Tambahan telah disediakan di kantor BAE Perseroan; b) Surat kuasa asli dari pemegang HMETD kepada Perusahaan Efek/Bank Kustodian untuk mengajukan permohonan pemesanan pembelian Saham Seri B tambahan dan menerima Saham Seri B hasil pelaksanaan HMETD dalam penitipan kolektif pada KSEI serta untuk melakukan mutasi atas Rekening Efeknya yang dibuka di Perusahaan Efek/Bank Kustodian yang bersangkutan; c) Fotokopi kartu identitas/jati diri (untuk pemesan perorangan) yang masih berlaku atau fotokopi anggaran dasar (bagi pemesan badan hukum/lembaga) dilampirkan dengan susunan direksi/ pengurus terbaru serta fotokopi kartu identitas/jati diri direksi/pengurus yang bersangkutan; d) Instruksi pelaksanaan asli yang telah berhasil dilakukan (settled) melalui C-BEST yang sesuai atas nama pemegang HMETD tersebut; e) Formulir Penyetoran Efek (FPE) yang dikeluarkan oleh KSEI yang telah diisi lengkap untuk keperluan pendistribusian Saham Seri B hasil pelaksanaan HMETD oleh BAE; f) Bukti pembayaran asli dari bank berupa bukti transfer/bilyet giro/cek/tunai/pemindahbukuan. Pembayaran pemesanan pembelian Saham Seri B tambahan yang dikeluarkan dalam Penawaran Umum Terbatas I dapat dilaksanakan dan harus diterima dengan baik (in good funds) pada rekening Perseroan selambat-lambatnya pada tanggal 13 Januari Pemesanan yang tidak memenuhi petunjuk sesuai dengan yang tercantum dalam Sertifikat Bukti HMETD dan Prospektus yang sah dapat mengakibatkan penolakan pemesanan. 353

372 5. Penjatahan Atas Pemesanan Saham Seri B Tambahan Yang Dikeluarkan Dalam Penawaran Umum Terbatas I Penjatahan atas pemesanan Saham Seri B tambahan yang dikeluarkan dalam Penawaran Umum Terbatas I akan ditentukan pada tanggal 14 Januari 2011 dan dilakukan secara proporsional berdasarkan atas jumlah HMETD yang telah dilaksanakan oleh masing-masing pemegang HMETD yang meminta penambahan Saham Seri B berdasarkan jumlah pemesanan. 6. Persyaratan Pembayaran Bagi Para Pemegang Sertifikat Bukti HMETD (di luar penitipan kolektif KSEI) dan Pemesan Saham Tambahan Pemegang HMETD dalam penitipan kolektif KSEI, pembayaran agar dilakukan sesuai dengan persyaratan pada butir 3.1). Untuk pembayaran pemesanan pembelian Saham Seri B hasil pelaksanaan Sertifikat Bukti HMETD (pemegang Saham Seri B di luar penitipan kolektif KSEI) sebagaimana dimaksud pada butir 3.2) tersebut di atas, harus dibayar penuh (in good funds) dalam mata uang Rupiah pada saat pengajuan pemesanan dengan cara tunai, cek, bilyet giro, wesel, bank transfer atau pemindahbukuan dengan mencantumkan nomor Sertifikat Bukti HMETD, nama pemesan, dan jumlah saham yang dipesan. Pembayaran dapat disetor ke rekening Perseroan yaitu : Bank Sinarmas Cabang Jalan Sabang - Jakarta Nomor rekening : Atas nama : PT Mobile-8 Telecom Tbk Segala biaya bank dan biaya transfer yang timbul dalam rangka pembelian Saham Seri B yang dikeluarkan dalam Penawaran Umum Terbatas I Perseroan menjadi beban pemesan. Pemesanan akan dibatalkan jika persyaratan pembayaran tidak dipenuhi. Semua cek dan wesel bank akan segera dicairkan pada saat diterima. Bilamana pada saat pencairan cek dan wesel bank tersebut ditolak oleh bank yang bersangkutan, maka pemesanan pembelian saham dianggap batal. Bila pembayaran dilakukan dengan cek atau pemindahbukuan atau bilyet giro, maka tanggal pembayaran dihitung berdasarkan tanggal penerimaan cek/pemindahbukuan/giro yang dananya telah diterima dengan baik (in good funds) di rekening Perseroan tersebut di atas. Untuk pemesanan pembelian Saham Seri B tambahan yang dikeluarkan dalam Penawaran Umum Terbatas I, pembayaran dilakukan pada hari pemesanan dimana pembayaran tersebut harus diterima dengan baik (in good funds) dalam rekening Perseroan tersebut di atas selambat-lambatnya pada tanggal 13 Januari Bukti Tanda Terima Pemesanan Pembelian Saham Seri B dalam Penawaran Umum Terbatas I Pada saat menerima pengajuan pemesanan pembelian Saham Seri B, Perseroan melalui BAE akan menyerahkan kepada pemesan bukti tanda terima pemesanan pembelian Saham Seri B yang merupakan bagian dari Sertifikat Bukti HMETD yang telah dicap dan ditandatangani sebagai bukti tanda terima pemesanan pembelian Saham Seri B yang dapat dijadikan bukti pada saat mengambil Formulir Konfirmasi Penjatahan dan/atau pengembalian uang pemesanan yang tidak dipenuhi. Bukti tanda terima pemesanan ini bukan merupakan jaminan dipenuhinya pemesanan Saham Seri B. Bagi pemegang HMETD dalam penitipan kolektif KSEI, maka tanda terima pelaksanaan pemesanan saham akan diterima dalam bentuk konfirmasi atas permohonan pelaksanaan HMETD melalui C-BEST dari KSEI melalui pemegang rekening KSEI. 354

373 8. Pembatalan Pemesanan Saham Perseroan berhak membatalkan pemesanan Saham Seri B yang dikeluarkan dalam Penawaran Umum Terbatas I secara keseluruhan atau sebagian dengan memperhatikan persyaratan yang berlaku dimana pemberitahuan pembatalan pemesanan saham akan diumumkan bersamaan dengan pengumuman penjatahan atas pemesanan yaitu pada tanggal 14 Januari Hal-hal yang menyebabkan dibatalkannya pemesanan antara lain : a) Pengisian Sertifikat Bukti HMETD tidak sesuai dengan petunjuk/syarat-syarat pemesanan Saham Seri B yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Terbatas I yang tercantum dalam Sertifikat Bukti HMETD dan Prospektus; b) Persyaratan pembayaran tidak terpenuhi. 9. Pengembalian Uang Pemesanan Dalam hal tidak terpenuhinya sebagian atau seluruh pemesanan Saham Seri B yang lebih besar daripada haknya atau dalam hal terjadi pembatalan pemesanan Saham Seri B, maka pengembalian uang oleh Perseroan akan dilakukan selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja setelah Tanggal Penjatahan yaitu pada tanggal 18 Januari Apabila terjadi keterlambatan pengembalian uang, jumlah yang akan dikembalikan akan disertai bunga dengan memperhatikan tingkat bunga jasa giro rata-rata Rupiah Bank Mandiri, yang diperhitungkan sejak tanggal 19 Januari 2011, kecuali bila keterlambatan tersebut disebabkan oleh force majeur (kejadian di luar kemampuan dan kekuasaan Perseroan) atau apabila keterlambatan tersebut disebabkan oleh pemesan yang tidak mengambil pengembalian sesuai dengan waktu yang ditentukan. Pengembalian uang pemesanan dilakukan dalam mata uang Rupiah dengan pemindahbukuan ke rekening atas nama pemesan atau pengeluaran cek atas nama pemesan. 10. Penyerahan Saham Seri B Hasil Pelaksanaan HMETD Dengan telah diterapkannya scripless trading, maka penyerahan Saham Seri B hasil pelaksanaan HMETD dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut : a) Perseroan tidak menerbitkan Surat Kolektif Saham dalam Penawaran Umum Terbatas I ini, tetapi Saham Seri B hasil pelaksanaan HMETD akan didistribusikan secara elektronik ke dalam penitipan kolektif KSEI; b) Saham Seri B hasil pelaksanaan Sertifikat Bukti HMETD serta Saham Seri B hasil pemesanan tambahan yang telah dipenuhi akan didistribusikan/dikreditkan secara elektronik oleh Perseroan melalui BAE ke Rekening Efek pemegang HMETD yang melaksanakan haknya atau memperoleh pesanan tambahan tersebut; c) Penyerahan Saham Seri B Baru hasil Penawaran Umum Terbatas I akan didistribusikan secara elektronik mulai tanggal 7 Januari 2011, dengan ketentuan bahwa : i) bagi pemesan yang memesan kurang dari atau sama dengan jumlah HMETD yang dimiliki, maka Saham Seri B hasil pelaksanaan akan dikredit secara elektronik selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja setelah tanggal pendaftaran dan pembayaran uang pemesanan diterima dengan baik pada rekening bank Perseroan (in good funds); ii) bagi pemesan yang memesan lebih dari jumlah HMETD yang dimilikinya, maka Saham Seri B hasil pelaksanaan atas sejumlah hak yang dimilikinya akan dikreditkan secara elektronik selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja setelah tanggal pembayaran uang pemesanan yang telah diterima dengan baik (in good funds) pada rekening bank Perseroan. Untuk kelebihan pemesanan di atas jumlah HMETD yang dimiliki akan dilakukan penjatahan terlebih dahulu secara proporsional berdasarkan HMETD yang dilaksanakan dan Saham Seri B miliknya akan dikreditkan secara elektronik selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja setelah Tanggal Penjatahan. d) Pemegang saham yang bermaksud memperoleh Surat Kolektif Saham (SKS) sewaktu-waktu dapat melakukan penarikan efek keluar dari penitipan kolektif KSEI untuk dikonversikan menjadi sertifikat saham. Atas saham yang dikeluarkan dari penitipan kolektif KSEI tersebut akan diterbitkan SKS atas nama pemegang saham dan dicatat dalam DPS Perseroan atas nama pemegang saham tersebut; 355

374 e) Penarikan saham keluar dari penitipan kolektif KSEI harus dilakukan oleh Perusahaan Efek/Bank Kustodian kepada KSEI dengan menyampaikan permohonan penarikan efek melalui C-BEST; f) Atas saham yang ditarik dari penitipan kolektif KSEI tersebut akan diterbitkan SKS atas nama pemegang saham sesuai permintaan Perusahaan Efek/Bank Kustodian yang mengelola saham tersebut selambat-lambatnya 5 (lima) Hari Kerja setelah permohonan penarikan saham tersebut diterima oleh BAE; g) Saham-saham yang telah ditarik keluar dari penitipan kolektif KSEI dan telah diterbitkan SKS-nya tidak dapat digunakan untuk menyelesaikan transaksi di Bursa Efek. Informasi lebih lanjut pengenai prosedur penarikan saham dapat diperoleh melalui Perusahaan Efek/Bank Kustodian; h) Pemegang saham yang telah mengeluarkan sahamnya dari penitipan kolektif KSEI dan kemudian bermaksud memasukannya kembali ke dalam penitipan kolektif KSEI, harus membayar dan menanggung sepenuhnya semua biaya yang berkaitan dengan pemasukan kembali saham tersebut ke dalam penitipan kolektif di KSEI. 11. Alokasi Terhadap Sisa Saham Seri B yang Dikeluarkan dalam Penawaran Umum Terbatas I Berdasarkan Akta Perjanjian Kesanggupan Pembelian Sisa Saham Dalam Rangka Penawaran Umum Terbatas I PT Mobile-8 Telecom Tbk No. 23 tanggal 5 November 2010 dan Akta Addendum I Perjanjian Kesanggupan Pembelian Sisa Saham Dalam Rangka Penawaran Umum Terbatas I PT Mobile-8 Telecom Tbk No. 92 tanggal 17 Desember 2010, yang keduanya dibuat di hadapan Linda Herawati, SH, Notaris di Jakarta, apabila Saham Seri B yang dikeluarkan dalam Penawaran Umum Terbatas I ini tidak seluruhnya diambilbagian oleh pemegang HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang saham hasil pelaksanaan HMETD dan pemegang saham yang melakukan pemesanan lebih dari haknya secara proporsional berdasarkan hak yang telah dilaksanakan. Apabila setelah alokasi tersebut masih terdapat Saham Seri B yang ditawarkan tersisa, maka PT Bali Media Telekomunikasi, PT Global Nusa Data, dan PT Wahana Inti Nusantara dengan kesanggupan penuh (full commitment) akan mengambil bagian dan membeli Saham Seri B yang masih tersisa tersebut. 356

375 XXII. PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS Bagi para pemegang saham dapat mengambil Prospektus di kantor BAE yang telah ditunjuk Perseroan, yaitu : PT Sinartama Gunita Plaza BII Tower 3 Lantai 12 Jalan M.H. Thamrin No. 51 Jakarta Telp. (021) Faks. (021)

376 Halaman ini sengaja dikosongkan

KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM TENTANG RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU

KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM TENTANG RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM TENTANG RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU Keterbukaan Informasi ini dibuat dan dilakukan dalam rangka memenuhi Peraturan

Lebih terperinci

PT Guna Timur Raya Tbk

PT Guna Timur Raya Tbk KETERBUKAAN INFORMASI DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM INFORMASI DALAM DOKUMEN INI MASIH DAPAT DILENGKAPI DAN/ATAU DIUBAH. PERNYATAAN PENDAFTARAN EFEK INI TELAH DISAMPAIKAN KEPADA OTORITAS JASA KEUANGAN NAMUN

Lebih terperinci

PT MNC KAPITAL INDONESIA TBK.

PT MNC KAPITAL INDONESIA TBK. PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN INFORMASI ATAS KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PT MNC KAPITAL INDONESIA TBK TERKAIT RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU INFORMASI

Lebih terperinci

Penyusunan Prospektus Penawaran Umum Terbatas Dalam Rangka Penerbitan HMETD

Penyusunan Prospektus Penawaran Umum Terbatas Dalam Rangka Penerbitan HMETD Penyusunan Prospektus Penawaran Umum Terbatas Dalam Rangka Penerbitan HMETD Oleh: Genio Atyanto Equity Tower 49th Floor, Jalan Jenderal Sudirman, Kav. 52-53 P / +62 21 2965 1262 SCBD, Jakarta 12190, indonesia

Lebih terperinci

- 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA - 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 54 /POJK.04/2017 TENTANG BENTUK DAN ISI PROSPEKTUS DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM DAN PENAMBAHAN MODAL DENGAN

Lebih terperinci

PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN KETERBUKAAN INFORMASI RENCANA PENAMBAHAN MODAL DENGAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU

PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN KETERBUKAAN INFORMASI RENCANA PENAMBAHAN MODAL DENGAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN KETERBUKAAN INFORMASI RENCANA PENAMBAHAN MODAL DENGAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU PT BANK MNC INTERNASIONAL TBK Berkedudukan di Kota Administrasi Jakarta Pusat, Indonesia

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR. PT LOTTE CHEMICAL TITAN Tbk Pasal

ANGGARAN DASAR. PT LOTTE CHEMICAL TITAN Tbk Pasal ANGGARAN DASAR PT LOTTE CHEMICAL TITAN Tbk ----------------------------------------------- Pasal 1 ---------------------------------------------- 1. Perseroan Terbatas ini bernama PT LOTTE CHEMICAL TITAN

Lebih terperinci

PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN INFORMASI ATAS KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM PT MNC SKY VISION TBK

PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN INFORMASI ATAS KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM PT MNC SKY VISION TBK PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN INFORMASI ATAS KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM PT MNC SKY VISION TBK Dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.38/POJK.04/2014 tentang Penambahan

Lebih terperinci

INFORMASI PENAWARAN UMUM TERBATAS V ( PUT V ) KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PERSEROAN DALAM RANGKA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU ( HMETD )

INFORMASI PENAWARAN UMUM TERBATAS V ( PUT V ) KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PERSEROAN DALAM RANGKA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU ( HMETD ) INFORMASI PENAWARAN UMUM TERBATAS V ( PUT V ) KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PERSEROAN DALAM RANGKA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU ( HMETD ) PERNYATAAN PENDAFTARAN PENAWARAN UMUM TEBATAS V INI TELAH DISAMPAIKAN

Lebih terperinci

PROSPEKTUS INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA.

PROSPEKTUS INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. INFORMASI TAMBAHAN DAN/ATAU PERBAIKAN PENAWARAN UMUM TERBATAS V ( PUT V ) KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PERSEROAN DALAM RANGKA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU ( HMETD ) PENGUMUMAN INI MERUPAKAN INFORMASI

Lebih terperinci

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.04/ TENTANG BENTUK DAN ISI PROSPEKTUS DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM DAN PENAMBAHAN MODAL DENGAN MEMBERIKAN HAK MEMESAN

Lebih terperinci

KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM PT SMARTFREN TELECOM TBK. ("Perseroan )

KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM PT SMARTFREN TELECOM TBK. (Perseroan ) KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM PT SMARTFREN TELECOM TBK. ("Perseroan ) Keterbukaan Informasi ini penting untuk diperhatikan oleh para Pemegang Saham Perseroan untuk mengambil keputusan yang

Lebih terperinci

Penawaran Umum Terbatas Dalam Rangka HMETD

Penawaran Umum Terbatas Dalam Rangka HMETD Penawaran Umum Terbatas Dalam Rangka HMETD Oleh: Genio Atyanto Equity Tower 49th Floor, Jalan Jenderal Sudirman, Kav. 52-53 P / +62 21 2965 1262 SCBD, Jakarta 12190, indonesia F / +62 21 2965 1222 www.nacounsels.com

Lebih terperinci

PEMBERITAHUAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN PT AGUNG PODOMORO LAND TBK.

PEMBERITAHUAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN PT AGUNG PODOMORO LAND TBK. PEMBERITAHUAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN PT AGUNG PODOMORO LAND TBK. Untuk memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 32/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014 tentang Rencana

Lebih terperinci

Telepon : (021) Telepon : (0321) Faksimili : (021) Faksimili : (0321)

Telepon : (021) Telepon : (0321) Faksimili : (021) Faksimili : (0321) Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa 26 Juni 2014 Periode Perdagangan Dan Pelaksanaan HMETD 10-16 Juli 2014 Tanggal Terakhir Perdagangan Saham Dengan HMETD Periode Distribusi Saham Hasil Pelaksanaan

Lebih terperinci

DRAFT PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT. ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DALAM RANGKA PENYESUAIAN DENGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN. Tetap. Tetap.

DRAFT PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT. ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DALAM RANGKA PENYESUAIAN DENGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN. Tetap. Tetap. DRAFT PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT. ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DALAM RANGKA PENYESUAIAN DENGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN Anggaran Dasar Lama NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 1. Perseroan terbatas ini

Lebih terperinci

PT Guna Timur Raya Tbk

PT Guna Timur Raya Tbk INFORMASI TAMBAHAN DAN/ATAU PERUBAHAN ATAS KETERBUKAAN INFORMASI DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM INFORMASI DALAM DOKUMEN INI MERUPAKAN INFORMASI TAMBAHAN DAN/ATAU PERUBAHAN ATAS KETERBUKAAN INFORMASI DALAM

Lebih terperinci

PT Bank MNC Internasional Tbk. Kegiatan Usaha Utama: Bergerak dalam bidang usaha jasa perbankan Berkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia

PT Bank MNC Internasional Tbk. Kegiatan Usaha Utama: Bergerak dalam bidang usaha jasa perbankan Berkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia INFORMASI TAMBAHAN DAN/ATAU PERBAIKAN PENAWARAN UMUM TERBATAS VI ( PUT VI ) KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PERSEROAN DALAM RANGKA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU ( HMETD ) PERNYATAAN PENDAFTARAN PENAWARAN

Lebih terperinci

INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM SEHUBUNGAN DENGAN RENCANA PEMBELIAN KEMBALI SAHAM PT PROVIDENT AGRO TBK ( PERSEROAN )

INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM SEHUBUNGAN DENGAN RENCANA PEMBELIAN KEMBALI SAHAM PT PROVIDENT AGRO TBK ( PERSEROAN ) INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM SEHUBUNGAN DENGAN RENCANA PEMBELIAN KEMBALI SAHAM PT PROVIDENT AGRO TBK ( PERSEROAN ) Informasi ini penting untuk diperhatikan oleh Pemegang Saham Perseroan. Jika Anda mengalami

Lebih terperinci

INFORMASI PENAWARAN UMUM TERBATAS VI ( PUT VI ) KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM DALAM RANGKA PENERBITAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU ( HMETD )

INFORMASI PENAWARAN UMUM TERBATAS VI ( PUT VI ) KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM DALAM RANGKA PENERBITAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU ( HMETD ) INFORMASI PENAWARAN UMUM TERBATAS VI ( PUT VI ) KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM DALAM RANGKA PENERBITAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU ( HMETD ) OTORITAS JASA KEUANGAN ( OJK ) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN

Lebih terperinci

KETERBUKAAN INFORMASI PT VISI TELEKOMUNIKASI INFRASTRUKTUR TBK ( PERSEROAN )

KETERBUKAAN INFORMASI PT VISI TELEKOMUNIKASI INFRASTRUKTUR TBK ( PERSEROAN ) KETERBUKAAN INFORMASI PT VISI TELEKOMUNIKASI INFRASTRUKTUR TBK ( PERSEROAN ) Keterbukaan Informasi ini dibuat dan ditujukan dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) No. 32/POJK.04/2015

Lebih terperinci

PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN KETERBUKAAN INFORMASI RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU

PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN KETERBUKAAN INFORMASI RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN KETERBUKAAN INFORMASI RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU INFORMASI SEBAGAIMANA TERCANTUM DALAM PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN INFORMASI ATAS KETERBUKAAN

Lebih terperinci

PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM PT J RESOURCES ASIA PASIFIK

PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM PT J RESOURCES ASIA PASIFIK PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM PT J RESOURCES ASIA PASIFIK Tbk. Dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 32/POJK.04/2015 tentang Penambahan Modal

Lebih terperinci

PT TD RESOURCES Tbk.

PT TD RESOURCES Tbk. Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) : 18 September 2008 Tanggal Distribusi Sertifikat Bukti HMETD : 7 Oktober 2008 Tanggal Efektif Pengesahan RUPSLB : 18 September 2008 Tanggal Pencatatan

Lebih terperinci

Kamus Pasar Modal Indonesia. Kamus Pasar Modal Indonesia

Kamus Pasar Modal Indonesia. Kamus Pasar Modal Indonesia Kamus Pasar Modal Indonesia Kamus Pasar Modal Indonesia Kamus Pasar Modal A Afiliasi 1 hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal; 2

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN 32 /POJK.04/2015 TENTANG PENAMBAHAN MODAL PERUSAHAAN TERBUKA DENGAN MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU

Lebih terperinci

PEMBELI SIAGA PT ANCORA RESOURCES

PEMBELI SIAGA PT ANCORA RESOURCES Tanggal Efektif Pengesahan RUPSLB : 11 September 2009 Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa ( RUPSLB ) : 11 September 2009 Tanggal Cum HMETD di Pasar Reguler dan Negosiasi : 24 September 2009 Tanggal

Lebih terperinci

PROSPEKTUS SAHAM-SAHAM YANG DITAWARKAN INI SELURUHNYA AKAN DICATATKAN PADA PT BURSA EFEK INDONESIA ( BEI )

PROSPEKTUS SAHAM-SAHAM YANG DITAWARKAN INI SELURUHNYA AKAN DICATATKAN PADA PT BURSA EFEK INDONESIA ( BEI ) PENAWARAN UMUM TERBATAS II PT MNC KAPITAL INDONESIA TBK TAHUN 2015 ( PUT II ) KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM DALAM RANGKA PENERBITAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU ( HMETD ) PROSPEKTUS Tanggal Rapat Umum

Lebih terperinci

PEMESANAN DAN PENJATAHAN SAHAM SERTA PROSEDUR PENJATAHAN SAHAM PT BANK QNB KESAWAN Tbk UMUM Berdasarkan Prospektus Penawaran Umum Terbatas IV yang diterbitkan pada tanggal 2 Juni 2014, PT Bank QNB Kesawan

Lebih terperinci

Afiliasi 1 hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal;

Afiliasi 1 hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal; Kamus Pasar Modal Afiliasi 1 hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal; 2 hubungan antara Pihak dengan pegawai, direktur, atau komisaris

Lebih terperinci

MATRIKS PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk

MATRIKS PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk MATRIKS PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk MATRIKS PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk DAFTAR ISI Halaman Pasal 1 Nama dan Tempat Kedudukan... 1 Pasal 2 Jangka

Lebih terperinci

PT JAYA TRISHINDO Tbk

PT JAYA TRISHINDO Tbk INFORMASI TAMBAHAN DAN/ATAU PERUBAHAN ATAS KETERBUKAAN INFORMASI INFORMASI INI MERUPAKAN PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN DARI KETERBUKAAN INFORMASI YANG TELAH DITERBITKAN PADA SITUS WEB PT JAYA TRISHINDO TBK

Lebih terperinci

2017, No Tahun 2011 Nomor 111, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5253); MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGA

2017, No Tahun 2011 Nomor 111, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5253); MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGA No.45, 2017 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEUANGAN OJK. Prospektus. Efek Bersifat Ekuitas. Bentuk dan Isi. (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6029) PERATURAN OTORITAS

Lebih terperinci

MATRIKS PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk

MATRIKS PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk MATRIKS PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk MATRIKS PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk DAFTAR ISI Halaman Pasal 1 Nama dan Tempat Kedudukan... 1 Pasal 2 Jangka

Lebih terperinci

Kamus Istilah Pasar Modal

Kamus Istilah Pasar Modal Sumber : www.bapepam.go.id Kamus Istilah Pasar Modal Afiliasi 1 hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal; 2 hubungan antara Pihak dengan

Lebih terperinci

KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM TENTANG RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU

KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM TENTANG RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM TENTANG RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU Keterbukaan Informasi ini dibuat dan dilakukan dalam rangka memenuhi Peraturan

Lebih terperinci

SAHAM YANG DITAWARKAN DALAM PENAWARAN UMUM INI SELURUHNYA AKAN DICATATKAN DI PT BURSA EFEK INDONESIA.

SAHAM YANG DITAWARKAN DALAM PENAWARAN UMUM INI SELURUHNYA AKAN DICATATKAN DI PT BURSA EFEK INDONESIA. JADWAL Tanggal Efektif : 16 Maret 2018 Awal Perdagangan Waran Seri I : 27 Maret 2018 Masa Penawaran Umum : 19-20 Maret 2018 Akhir Perdagangan Waran Seri I Tanggal Penjatahan : 22 Maret 2018 - Pasar Reguler

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR PT BANK CIMB NIAGA NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN

ANGGARAN DASAR PT BANK CIMB NIAGA NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN ANGGARAN DASAR PT BANK CIMB NIAGA ------------------ NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN -------------------- -------------------------------------- PASAL 1 -------------------------------------- 1.1. Perseroan

Lebih terperinci

NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1

NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 1. Perseroan ini bernama PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (selanjutnya dalam Anggaran Dasar ini cukup disingkat dengan Perseroan ), berkedudukan dan berkantor pusat

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR PT TRIMEGAH SECURITIES TBK

ANGGARAN DASAR PT TRIMEGAH SECURITIES TBK ANGGARAN DASAR PT TRIMEGAH SECURITIES TBK Sesuai Dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Trimegah Securities Tbk No. 51 tanggal 27 Mei 2015, yang dibuat dihadapan Fathiah

Lebih terperinci

KETERBUKAAN INFORMASI RENCANA PENAMBAHAN MODAL DENGAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU

KETERBUKAAN INFORMASI RENCANA PENAMBAHAN MODAL DENGAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU KETERBUKAAN INFORMASI RENCANA PENAMBAHAN MODAL DENGAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU PT BANK MNC INTERNASIONAL TBK Berkedudukan di Kota Administrasi Jakarta Pusat, Indonesia ( Perseroan ) Kegiatan Usaha:

Lebih terperinci

PT DUTA INTIDAYA TBK. Kegiatan Usaha: Perdagangan Produk Kesehatan dan Kecantikan Berkedudukan di Jakarta Selatan, Indonesia

PT DUTA INTIDAYA TBK. Kegiatan Usaha: Perdagangan Produk Kesehatan dan Kecantikan Berkedudukan di Jakarta Selatan, Indonesia KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM PT DUTA INTIDAYA TBK ("PERSEROAN") SEHUBUNGAN DENGAN RENCANA PENINGKATAN MODAL DENGAN MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU KETERBUKAAN INFORMASI INI DISIAPKAN

Lebih terperinci

PROSPEKTUS. Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 25 Jun 2015

PROSPEKTUS. Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 25 Jun 2015 PROSPEKTUS Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 25 Jun 2015 Periode Pelaksanaan Sertifikat Bukti HMETD 9 Jul 2015 22 Jul 2015 Tanggal Cum HMETD Periode Penyerahan Saham dan Waran Seri

Lebih terperinci

PT Bank Yudha Bhakti Tbk

PT Bank Yudha Bhakti Tbk Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa 10 Maret 2016 Periode Perdagangan HMETD 18 24 Mei 2016 Tanggal Efektif 2 Mei 2016 Periode Pelaksanaan HMETD 18 24 Mei 2016 Tanggal Terakhir Perdagangan Saham dengan

Lebih terperinci

INFORMASI PENAWARAN UMUM TERBATAS V ( PUT V ) KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM DALAM RANGKA PENERBITAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU ( HMETD )

INFORMASI PENAWARAN UMUM TERBATAS V ( PUT V ) KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM DALAM RANGKA PENERBITAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU ( HMETD ) INFORMASI PENAWARAN UMUM TERBATAS V ( PUT V ) KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM DALAM RANGKA PENERBITAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU ( HMETD ) OTORITAS JASA KEUANGAN ( OJK ) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI

Lebih terperinci

RENCANA PENYESUAIAN ANGGARAN DASAR PT BAKRIELAND DEVELOPMENT TBK DENGAN PERATURAN POJK No. 32/ POJK.04/2014 dan No. 33/POJK.

RENCANA PENYESUAIAN ANGGARAN DASAR PT BAKRIELAND DEVELOPMENT TBK DENGAN PERATURAN POJK No. 32/ POJK.04/2014 dan No. 33/POJK. RENCANA PENYESUAIAN ANGGARAN DASAR PT BAKRIELAND DEVELOPMENT TBK DENGAN PERATURAN POJK No. 32/ POJK.04/2014 dan No. 33/POJK.04/2014 Pasal Anggaran Dasar BLD Sebelum Disesuaikan Dengan POJK Ps. 1 Ayat (1)

Lebih terperinci

(corporate guarantee) oleh Perseroan dan/atau untuk memberikan persetujuan, dalam kapasitas Perseroan sebagai Pemegang Saham, kepada anak-anak

(corporate guarantee) oleh Perseroan dan/atau untuk memberikan persetujuan, dalam kapasitas Perseroan sebagai Pemegang Saham, kepada anak-anak PENGUMUMAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN DAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk. ( Perseroan ) SERTA JADWAL DAN TATA CARA PEMBAGIAN DIVIDEN TUNAI

Lebih terperinci

PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN INFORMASI KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM

PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN INFORMASI KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN INFORMASI KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PENAWARAN UMUM UNTUK PENAMBAHAN MODAL DENGAN MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU IV ( PMHMETD IV ) OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 23 /POJK.04/2016 TENTANG REKSA DANA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 23 /POJK.04/2016 TENTANG REKSA DANA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF - 1 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 23 /POJK.04/2016 TENTANG REKSA DANA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 77 /POJK.04/2017 TENTANG PEDOMAN MENGENAI BENTUK DAN ISI PERNYATAAN PENDAFTARAN PERUSAHAAN PUBLIK

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 77 /POJK.04/2017 TENTANG PEDOMAN MENGENAI BENTUK DAN ISI PERNYATAAN PENDAFTARAN PERUSAHAAN PUBLIK - 1 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 77 /POJK.04/2017 TENTANG PEDOMAN MENGENAI BENTUK DAN ISI PERNYATAAN PENDAFTARAN PERUSAHAAN PUBLIK DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

2017, No c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan te

2017, No c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan te No.298, 2017 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEUANGAN OJK. Perusahaan Publik. Pernyataan Pendaftaran. Bentuk dan Isi. Pedoman (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6166)

Lebih terperinci

PT PARAMITA BANGUN SARANA TBK

PT PARAMITA BANGUN SARANA TBK Tanggal Efektif 16 September 2016 Tanggal Distribusi Saham 27 September 2016 Masa Penawaran Umum 19 21 September 2016 Tanggal Pengembalian Uang Pesanan 27 September 2016 Tanggal Penjatahan 23 September

Lebih terperinci

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALSINAN SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 33 /POJK.04/2015 TENTANG BENTUK DAN ISI PROSPEKTUS DALAM RANGKA PENAMBAHAN MODAL PERUSAHAAN TERBUKA DENGAN

Lebih terperinci

PERATURAN NOMOR I-D: TENTANG PENCATATAN SERTIFIKAT PENITIPAN EFEK INDONESIA (SPEI) DI BURSA

PERATURAN NOMOR I-D: TENTANG PENCATATAN SERTIFIKAT PENITIPAN EFEK INDONESIA (SPEI) DI BURSA LAMPIRAN Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor : Kep-00389/BEI/06-2009 Tanggal dikeluarkan :12 Juni 2009 Tanggal diberlakukan : 12 Juni 2009 PERATURAN NOMOR I-D: TENTANG PENCATATAN SERTIFIKAT

Lebih terperinci

PT Solusi Tunas Pratama Tbk. Berkedudukan di Jakarta Selatan ( Perseroan )

PT Solusi Tunas Pratama Tbk. Berkedudukan di Jakarta Selatan ( Perseroan ) KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM PT SOLUSI TUNAS PRATAMA TBK. Dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.38/POJK.04/2014 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka Tanpa Memberikan

Lebih terperinci

NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1

NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 -----------------------NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN ------------------------ --------------------------------------------- Pasal 1 ------------------------------------------- 1. Perseroan Terbatas ini bernama

Lebih terperinci

UU No. 8/1995 : Pasar Modal

UU No. 8/1995 : Pasar Modal UU No. 8/1995 : Pasar Modal BAB1 KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan: 1 Afiliasi adalah: hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat a. kedua, baik

Lebih terperinci

PT EQUITY DEVELOPMENT INVESTMENT TBK.

PT EQUITY DEVELOPMENT INVESTMENT TBK. JADWAL Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 29 Januari 2016 Tanggal Distribusi HMETD 12 Februari 2016 Tanggal Pernyataan Pendaftaran Menjadi Efektif 29 Januari 2016 Tanggal Pencatatan

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 64 /POJK.04/2017 TENTANG DANA INVESTASI REAL ESTAT BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 64 /POJK.04/2017 TENTANG DANA INVESTASI REAL ESTAT BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF - 1 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 64 /POJK.04/2017 TENTANG DANA INVESTASI REAL ESTAT BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

- 1 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 1 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA - 1 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 8 /POJK.04/2017 TENTANG BENTUK DAN ISI PROSPEKTUS DAN PROSPEKTUS RINGKAS DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM EFEK

Lebih terperinci

KETERBUKAAN INFORMASI SEHUBUNGAN DENGAN TRANSAKSI AFILIASI. PT. ERAJAYA SWASEMBADA TBK ( Perseroan ) Berkedudukan di Jakarta, Indonesia

KETERBUKAAN INFORMASI SEHUBUNGAN DENGAN TRANSAKSI AFILIASI. PT. ERAJAYA SWASEMBADA TBK ( Perseroan ) Berkedudukan di Jakarta, Indonesia KETERBUKAAN INFORMASI SEHUBUNGAN DENGAN TRANSAKSI AFILIASI PT. ERAJAYA SWASEMBADA TBK ( Perseroan ) Berkedudukan di Jakarta, Indonesia KEGIATAN USAHA UTAMA: Distribusi dan pedagang ritel produk dan layanan

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk. NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN PASAL 1

ANGGARAN DASAR PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk. NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN PASAL 1 ANGGARAN DASAR PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk. NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN PASAL 1 1. Perseroan Terbatas ini bernama PT. BFI FINANCE INDONESIA Tbk, (selanjutnya cukup disingkat dengan Perseroan ) berkedudukan

Lebih terperinci

PENGUMUMAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN TAHUN BUKU 2016 PT BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAWA BARAT DAN BANTEN, Tbk.

PENGUMUMAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN TAHUN BUKU 2016 PT BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAWA BARAT DAN BANTEN, Tbk. PENGUMUMAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN TAHUN BUKU 2016 PT BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAWA BARAT DAN BANTEN, Tbk. Direksi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. (selanjutnya

Lebih terperinci

MATRIX KOMPARASI PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT GRAHA LAYAR PRIMA Tbk. NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1

MATRIX KOMPARASI PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT GRAHA LAYAR PRIMA Tbk. NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 MATRIX KOMPARASI PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT GRAHA LAYAR PRIMA Tbk. Ayat 1 Tidak Ada Perubahan Perubahan Pada Ayat 2 menjadi berbunyi Sbb: NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 Perseroan dapat membuka kantor

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR KEP-56/PM/1996 TENTANG PEDOMAN MENGENAI BENTUK DAN ISI PROSPEKTUS DALAM RANGKA

KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR KEP-56/PM/1996 TENTANG PEDOMAN MENGENAI BENTUK DAN ISI PROSPEKTUS DALAM RANGKA KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR KEP-56/PM/1996 TENTANG PEDOMAN MENGENAI BENTUK DAN ISI PROSPEKTUS DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM OLEH PERUSAHAAN MENENGAH ATAU KECIL KETUA BADAN PENGAWAS PASAR

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR PT MANDOM INDONESIA Tbk. Nama dan Tempat Kedudukan Pasal 1. Jangka Waktu berdirinya Perseroan Pasal 2

ANGGARAN DASAR PT MANDOM INDONESIA Tbk. Nama dan Tempat Kedudukan Pasal 1. Jangka Waktu berdirinya Perseroan Pasal 2 ANGGARAN DASAR PT MANDOM INDONESIA Tbk Nama dan Tempat Kedudukan Pasal 1 1. Perseroan Terbatas ini diberi nama: PT Mandom Indonesia Tbk (selanjutnya disebut Perseroan ), berkedudukan dan berkantor pusat

Lebih terperinci

PT Bank Yudha Bhakti Tbk

PT Bank Yudha Bhakti Tbk INFORMASI PENAWARAN UMUM TERBATAS II ( PUT II ) KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PERSEROAN DALAM RANGKA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU ( HMETD ) PENAWARAN UMUM TERBATAS II INI TELAH MEMPEROLEH PERSETUJUAN

Lebih terperinci

PERATURAN NOMOR IX.B.1 : PEDOMAN MENGENAI BENTUK DAN ISI PERNYATAAN PENDAFTARAN PERUSAHAAN PUBLIK

PERATURAN NOMOR IX.B.1 : PEDOMAN MENGENAI BENTUK DAN ISI PERNYATAAN PENDAFTARAN PERUSAHAAN PUBLIK PERATURAN NOMOR IX.B.1 : PEDOMAN MENGENAI BENTUK DAN ISI PERNYATAAN PENDAFTARAN PERUSAHAAN PUBLIK Lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor Kep-49/PM/1996, Tanggal 17 Januari 1996 Suatu Pernyataan Pendaftaran

Lebih terperinci

PROSPEKTUS RINGKAS. Berkedudukan Di Jakarta Timur, Indonesia

PROSPEKTUS RINGKAS. Berkedudukan Di Jakarta Timur, Indonesia PROSPEKTUS RINGKAS OTORITAS JASA KEUANGAN ( OJK ) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS RINGKAS INI. SETIAP

Lebih terperinci

POKOK POKOK PERUBAHAN ISI PROSPEKTUS HMETD

POKOK POKOK PERUBAHAN ISI PROSPEKTUS HMETD SOSIALISASI PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 33 TAHUN 2015 TENTANG BENTUK DAN ISI PROSPEKTUS DALAM RANGKA PENAMBAHAN MODAL PERUSAHAAN TERBUKA DENGAN MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU Jakarta,

Lebih terperinci

JANGKA WAKTU BERDIRINYA PERSEROAN PASAL 2 Perseroan didirikan untuk jangka waktu tidak terbatas.

JANGKA WAKTU BERDIRINYA PERSEROAN PASAL 2 Perseroan didirikan untuk jangka waktu tidak terbatas. NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN PASAL 1 1. Perseroan Terbatas ini bernama PT NUSANTARA PELABUHAN HANDAL Tbk. (selanjutnya cukup disingkat dengan Perseroan ), berkedudukan di Jakarta Pusat. 2. Perseroan dapat

Lebih terperinci

NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1

NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 1. Perseroan Terbatas ini bernama PT. ABM INVESTAMA Tbk. (selanjutnya cukup disingkat dengan Perseroan ), berkedudukan di Jakarta Selatan. 2. Perseroan dapat membuka cabang,

Lebih terperinci

PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS TBK.

PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS TBK. INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM TENTANG RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS TBK. Berkedudukan di Kabupaten Tangerang, Banten, Indonesia Kegiatan

Lebih terperinci

PT SMARTFREN TELECOM TBK ( Perseroan ) PANGGILAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN DAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA

PT SMARTFREN TELECOM TBK ( Perseroan ) PANGGILAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN DAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA PT SMARTFREN TELECOM TBK ( Perseroan ) PANGGILAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN DAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA Dengan ini Direksi Perseroan mengundang seluruh Pemegang Saham Perseroan untuk

Lebih terperinci

PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA Tbk. ( Perseroan ) RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN

PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA Tbk. ( Perseroan ) RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA Tbk. ( Perseroan ) RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN Direksi Perseroan dengan ini mengumumkan kepada para pemegang saham Perseroan keputusan Rapat Umum Pemegang

Lebih terperinci

PENGUMUMAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN PT ADARO ENERGY TBK

PENGUMUMAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN PT ADARO ENERGY TBK PENGUMUMAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN PT ADARO ENERGY TBK Direksi PT ADARO ENERGY TBK (selanjutnya disebut Perseroan ), berkedudukan di Jakarta Selatan, dengan ini memberitahukan

Lebih terperinci

PT Bank QNB Indonesia Tbk

PT Bank QNB Indonesia Tbk INFORMASI TAMBAHAN DAN/ATAU PERBAIKAN PROSPEKTUS RINGKAS INFORMASI INI MERUPAKAN PERBAIKAN DAN/ATAU PENAMBAHAN INFORMASI ATAS INFORMASI TAMBAHAN YANG TELAH DIPUBLIKASIKAN DI WEBSITE BURSA EFEK INDONESIA

Lebih terperinci

PT FATRAPOLINDO NUSA INDUSTRI Tbk. Bidang Usaha: Bergerak Dalam Bidang Industri Plastik Lembaran

PT FATRAPOLINDO NUSA INDUSTRI Tbk. Bidang Usaha: Bergerak Dalam Bidang Industri Plastik Lembaran Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) : 12 Desember 2007 Tanggal Efektif : 12 Desember 2007 Tanggal Cum-HMETD di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi : 19 Desember 2007 Tanggal Ex-HMETD di

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR PT INDOSAT Tbk NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN. Pasal 1

ANGGARAN DASAR PT INDOSAT Tbk NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN. Pasal 1 ANGGARAN DASAR PT INDOSAT Tbk NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 Perseroan Terbatas ini bernama : PT. Indosat Tbk, berkedudukan dan berkantor pusat di Jakarta Pusat dengan cabang-cabang, perwakilan-perwakilan

Lebih terperinci

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN TENTANG

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN TENTANG OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.04/ TENTANG PERNYATAAN PENDAFTARAN DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM DAN PENAMBAHAN MODAL DENGAN MEMBERIKAN HAK MEMESAN

Lebih terperinci

PERATURAN NOMOR IX.C.3 : PEDOMAN MENGENAI BENTUK DAN ISI PROSPEKTUS RINGKAS DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM

PERATURAN NOMOR IX.C.3 : PEDOMAN MENGENAI BENTUK DAN ISI PROSPEKTUS RINGKAS DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM PERATURAN NOMOR IX.C.3 : PEDOMAN MENGENAI BENTUK DAN ISI PROSPEKTUS RINGKAS DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM Suatu Prospektus harus mencakup semua rincian dan fakta material mengenai Penawaran Umum dari Emiten,

Lebih terperinci

PT SUMMARECON AGUNG Tbk. PENGUMUMAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN DAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA

PT SUMMARECON AGUNG Tbk. PENGUMUMAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN DAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA PT SUMMARECON AGUNG Tbk. PENGUMUMAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN DAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA Direksi PT Summarecon Agung Tbk. (selanjutnya disebut Perseroan ) dengan

Lebih terperinci

INFORMASI PENAWARAN UMUM TERBATAS VI ( PUT VI ) KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PERSEROAN DALAM RANGKA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU ( HMETD )

INFORMASI PENAWARAN UMUM TERBATAS VI ( PUT VI ) KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PERSEROAN DALAM RANGKA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU ( HMETD ) INFORMASI PENAWARAN UMUM TERBATAS VI ( PUT VI ) KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PERSEROAN DALAM RANGKA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU ( HMETD ) PERNYATAAN PENDAFTARAN PENAWARAN UMUM TEBATAS VI INI TELAH DISAMPAIKAN

Lebih terperinci

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR KEP- 179/BL/2008 TENTANG POKOK-POKOK

Lebih terperinci

PROSPEKTUS. Jadwal PENAMBAHAN MODAL DENGAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (PMHMETD) PT MARGA ABHINAYA ABADI TBK

PROSPEKTUS. Jadwal PENAMBAHAN MODAL DENGAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (PMHMETD) PT MARGA ABHINAYA ABADI TBK PENAMBAHAN MODAL DENGAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (PMHMETD) PT MARGA ABHINAYA ABADI TBK PROSPEKTUS Jadwal Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham : 19 Oktober 2017 Periode Perdagangan HMETD : 22 Desember

Lebih terperinci

LAMPIRAN: Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor : Kep- 67/BL/2007 Tanggal : 13 April 2007 PROSPEKTUS DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM OBLIGASI DAERAH

LAMPIRAN: Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor : Kep- 67/BL/2007 Tanggal : 13 April 2007 PROSPEKTUS DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM OBLIGASI DAERAH PERATURAN NOMOR IX.C.13: PEDOMAN MENGENAI BENTUK DAN ISI PROSPEKTUS DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM OBLIGASI DAERAH 1. Umum a. Seluruh definisi yang tercantum dalam Peraturan Nomor IX.C.12 tentang Pedoman

Lebih terperinci

PERATURAN NOMOR IX.J.1 : POKOK-POKOK ANGGARAN DASAR PERSEROAN YANG MELAKUKAN PENAWARAN UMUM EFEK BERSIFAT EKUITAS DAN PERUSAHAAN PUBLIK

PERATURAN NOMOR IX.J.1 : POKOK-POKOK ANGGARAN DASAR PERSEROAN YANG MELAKUKAN PENAWARAN UMUM EFEK BERSIFAT EKUITAS DAN PERUSAHAAN PUBLIK PERATURAN NOMOR IX.J.1 : POKOK-POKOK ANGGARAN DASAR PERSEROAN YANG MELAKUKAN PENAWARAN UMUM EFEK BERSIFAT EKUITAS DAN PERUSAHAAN PUBLIK I. KETENTUAN UMUM II. 1. Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan:

Lebih terperinci

PT SUMMARECON AGUNG Tbk. PENGUMUMAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN DAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA

PT SUMMARECON AGUNG Tbk. PENGUMUMAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN DAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA PT SUMMARECON AGUNG Tbk. PENGUMUMAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN DAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA Direksi PT Summarecon Agung Tbk. (selanjutnya disebut Perseroan ) dengan

Lebih terperinci

PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk ( Perseroan )

PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk ( Perseroan ) 1 KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PT NUSANTARA PELABUHAN HANDAL TBK DALAM RANGKA PENAMBAHAN MODAL DENGAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU Informasi ini dibuat dan ditujukan kepada para

Lebih terperinci

PT BUMI SERPONG DAMAI Tbk BERKEDUDUKAN DI KABUPATEN TANGERANG PENGUMUMAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN TAHUN BUKU 2014

PT BUMI SERPONG DAMAI Tbk BERKEDUDUKAN DI KABUPATEN TANGERANG PENGUMUMAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN TAHUN BUKU 2014 RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN TAHUN BUKU 2014, berkedudukan di Kabupaten Tangerang (selanjutnya disebut Perseroan ) dengan ini mengumumkan bahwa hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang

Lebih terperinci

PT SUMMARECON AGUNG Tbk PEMBERITAHUAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN DAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA

PT SUMMARECON AGUNG Tbk PEMBERITAHUAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN DAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA PT SUMMARECON AGUNG Tbk PEMBERITAHUAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN DAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA Direksi PT Summarecon Agung Tbk (selanjutnya disebut Perseroan ) dengan

Lebih terperinci

PEMBERITAHUAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN PT UNITED TRACTORS Tbk

PEMBERITAHUAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN PT UNITED TRACTORS Tbk PEMBERITAHUAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN PT UNITED TRACTORS Tbk Kami, Direksi PT United Tractors Tbk, perseroan terbatas yang telah mencatatkan seluruh sahamnya di Bursa Efek Indonesia,

Lebih terperinci

PENGUMUMAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN DAN LUAR BIASA

PENGUMUMAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN DAN LUAR BIASA PENGUMUMAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN DAN LUAR BIASA Dengan ini Direksi PT Impack Pratama Industri Tbk. (selanjutnya disebut Perseroan) mengumumkan Ringkasan Risalah Rapat Umum

Lebih terperinci

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Draft 10042014 OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.04/2013 TENTANG PENJAMINAN PENYELESAIAN TRANSAKSI BURSA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER

Lebih terperinci

PENGUMUMAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN TAHUN BUKU 2017 PT BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAWA BARAT DAN BANTEN, Tbk.

PENGUMUMAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN TAHUN BUKU 2017 PT BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAWA BARAT DAN BANTEN, Tbk. PENGUMUMAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN TAHUN BUKU 2017 PT BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAWA BARAT DAN BANTEN, Tbk. Direksi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. (selanjutnya

Lebih terperinci

PT Smartfren Telecom Tbk. Berkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia

PT Smartfren Telecom Tbk. Berkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia TAMBAHAN DAN/ATAU PERUBAHAN KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM PT SMARTFREN TELECOM TBK. ("PERSEROAN ) ( TAMBAHAN DAN/ATAU PERUBAHAN KETERBUKAAN INFORMASI ) TAMBAHAN DAN/ATAU PERUBAHAN KETERBUKAAN

Lebih terperinci

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR: KEP- 67/BL/2007 TENTANG PEDOMAN MENGENAI

Lebih terperinci