BAB I P E N D A H U L U A N
|
|
|
- Dewi Budiaman
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat BAB I P E N D A H U L U A N. Latar Belakang Penyelenggaraan pembangunan nasional secara sistematis dan berkesinambungan dengan berdasarkan pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJP-N) Tahun merupakan amanat UUD 945. Pembangunan kesehatan sebagai bagian dari pembangunan nasional diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dapat terwujud. Pembangunan kesehatan diselenggarakan dengan berdasarkan pada perikemanusiaan, pemberdayaan dan kemandirian, adil dan merata, serta mengutamakan perhatian khusus pada penduduk rentan, antara lain ibu, bayi, anak, lanjut usia (lansia), dan keluarga miskin. Pembangunan kesehatan dilaksanakan dengan meningkatkan upaya kesehatan, pembiayaan kesehatan, tenaga kesehatan, sediaan farmasi, alat kesehatan, manajemen dan informasi kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat. Upaya tersebut dilakukan dengan memperhatikan dinamika kependudukan, epidemiologi penyakit, perubahan ekologi dan lingkungan, kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), serta globalisasi dan demokratisasi dengan semangat kemitraan dan kerjasama lintas sektoral. Sebagai salah satu pelaku pembangunan kesehatan, Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NTB telah menyusun Rencana Strategis (Renstra) Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NTB tahun Renstra Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NTB merupakan dokumen perencanaan yang bersifat indikatif yang memuat Visi, Misi, Tujuan, Strategi, Kebijakan, Program Kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya, yang akan dilaksanakan langsung oleh Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NTB maupun dengan mendorong peran aktif masyarakat untuk kurun waktu Tahun Renstra ini mengacu pada Rencana Pembanguan Jangka Panjang Nasional Tahun , Rencana Pembanguan Jangka Panjang Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun serta Peraturan Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
2 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat Daerah nomor tahun 207 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang memuat Visi, Misi dan Program Kerja Kepala Daerah. Rencana Strategis Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma tahun merupakan tolok ukur penilaian kinerja dengan menyatukan pandangan dan langkah semua komponen Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma guna melaksanakan prioritas pembangunan dan pelayanan selama lima tahun kedepan. Renstra ini diharapkan dapat memfasilitasi komunikasi, partisipasi serta mengakomodir berbagai kepentingan yang berbeda sehingga membantu pembuat kebijakan untuk membuat keputusan yang tepat dan atau sebagai indikator keberhasilan terhadap implementasi kegiatan sekaligus sebagai bahan pertanggungjawaban atas kinerja yang telah dicapai..2 Landasan Hukum Rencana Strategis Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NTB Tahun didasarkan pada landasan penyelenggaraan, yakni :.2. Landasan Idiil yaitu Pancasila.2.2 Landasan Konstitusional yaitu UUD Landasan operasional yang terdiri dari peraturan perundang-undangan yang sehubungan yaitu : a. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); b. Undang-Undang Nomor Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); c. Undang-Undang Nomor 0 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389); d. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara ( Lembaran Negara Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
3 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400); e. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 04, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 442); f. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2004 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang- Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang_undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); g. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 26, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); h. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700); i. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 44, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3637); j. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5072); k. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
4 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); l. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 474); m. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah; n. Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 3 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun ; o. Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 2 Tahun 204 tentang Perubahan kedua Atas Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 8 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Bappeda dan Lembaga Teknis Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat; p. Peraturan Daerah Nusa Tenggara Barat Nomor 2 Tahun 204 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun ; q. Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Barat nomor 56 Tahun 20 tentang Penerapan Status Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) pada Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NTB; r. Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Barat No tahun 204 tentang Perubahan nama RSJ Provinsi NTB menjadi RSJ Mutiara Sukma..3 Maksud Dan Tujuan Rencana Strategis Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NTB Tahun merupakan rencana kegiatan program pelayanan kesehatan jiwa di RSJ Mutiara Sukma untuk jangka waktu 5 (lima) tahun, ditetapkan dengan maksud untuk memberi arah dan acuan bagi seluruh unit kerja di lingkungan Rumah Sakit Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
5 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat Jiwa Mutiara Sukma NTB dan dasar dalam menggerakkan semua pemangku kepentingan dalam perencanaan pembangunan pelayanan kesehatan jiwa di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dengan ditetapkannya Rencana Strategis (Renstra) Rumah Sakit Jiwa ini, diharapkan seluruh kegiatan perencanaan dan pembangunan pelayanan kesehatan jiwa yang dilakukan oleh semua unit kerja di lingkungan Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NTB dan semua pemangku kepentingan dalam perencanaan dan pembangunan pelayanan kesehatan jiwa dapat berkembang secara dinamis dan sinergis, serta saling melengkapi dan saling mendukung..4 Sistematika Penulisan Dokumen Renstra Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NTB Tahun disusun sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang.2 Landasan Hukum.3 Maksud dan Tujuan.4 Sistematika Penulisan BAB II GAMBARAN PELAYANAN RUMAH SAKIT JIWA MUTIARA SUKMA 2. Tugas, fungsi dan struktur organisasi RSJ Mutiara Sukma 2.2 Susunan kepegawaian dan aset yang dikelola 2.3 Jenis pelayanan dan kelompok sasaran 2.4 Capaian kinerja pelayanan BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI 3. Gambaran umum daerah terkait dengan pelayanan SKPD 3.2 Hasil-hasil yang dicapai lima tahun sebelumnya 3.3 Analisis isu strategis terkait dengan tugas dan fungsi SKPD 3.4 Analisis lingkungan Strategis BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4. Visi dan Misi Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
6 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat 4.2 Tujuan dan Sasaran 4.3 Strategi dan Kebijakan BAB V RENCANA PROGRAM, KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF BAB VI INDIKATOR KINERJA RSJ MUTIARA SUKMA YANG MENGACU KEPADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD BAB VII PENUTUP LAMPIRAN Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
7 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat BAB II GAMBARAN PELAYANAN RUMAH SAKIT JIWA MUTIARA SUKMA 2. Tugas, Fungsi Dan Struktur Organisasi RSJ Berpedoman pada Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat nomor : 8 tahun 2008 tanggal 25 Agustus 2008, yang diubah dengan Perda Provinsi NTB Nomor 2 tahun 204 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Bappeda dan Lembaga Teknis Daerah Provinsi NTB, tugas pokok dan fungsi Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NTB adalah sebagai berikut : 2.. Tugas Pokok. a. Menyelenggarakan tugas umum pemerintahan. b. Melaksanakan upaya kesehatan khusus jiwa secara berdayaguna dan berhasilguna dengan mengutamakan upaya penyembuhan dan pemulihan yang dilaksanakan secara serasi dan terpadu dengan upaya peningkatan kesehatan khusus jiwa, pencegahan penyakit khusus jiwa dan melaksanakan upaya rujukan kesehatan khusus jiwa dan melaksanakan pelayanan bermutu sesuai standar pelayanan Rumah Sakit Jiwa Kelas B Fungsi : a. Melaksanakan pelayanan pencegahan, pemulihan dan rehabilitasi kesehatan jiwa dan pelaksanaan pelayanan rujukan b. Melaksanakan upaya kesehatan jiwa masyarakat c. Melaksanakan pelayanan upaya pencegahan, terapi dan rehabilitasi penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya. d. Melaksanakan pendidikan dan pelatihan serta penelitian di bidang kesehatan jiwa e. Melaksanakan pengkoordinasian dan pembinaan Rumah sakit Jiwa f. Melaksanakan pengendalian evaluasi pelaksanaan tugas sesuai tugas pokok dan fungsinya Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
8 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat 2..3 Struktur Organisasi Gambar 2.. Bagan Struktur Organisasi RSJ Mutiara Sukma NTB 2..4 Kedudukan Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat nomor: 8 tahun 2008 tanggal 25 Agustus 2008, yang diubah dengan Perda Provinsi NTB Nomor 2 tahun 204, Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NTB dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya bertanggung jawab kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah dan secara teknis operasional berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan serta dikoordinasikan oleh asisten administrasi umum dan kesejahteraan rakyat. Adapun Struktur Organisasi Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NTB terdiri dari : a. Direktur b. Sub Bagian Tata Usaha. Urusan umum 2. Urusan Kepegawaian 3. Urusan Perlengkapan Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
9 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat 4. Urusan keuangan 5. Urusan Perencanaan, Program dan Pelaporan 6. Urusan Kerjasama dan IT c. Seksie Pelayanan Medik. Instalasi gawat darurat 2. Instalasi rehabilitasi mental 3. Instalasi rawat inap 4. Instalasi rawat jalan 5. Instalasi intensif psikiatrik 6. Instalasi terapi dan rehabilitasi narkoba dan HIV/AIDS 7. Instalasi rekam medik 8. Instalasi kesehatan jiwa masyarakat (Keswamas) d. Seksie Penunjang Medik. Instalasi gizi 2. Instalasi laboratorium 3. Instalasi farmasi 4. Instalasi Pemeliharaan Sarana Prasarana Rumah Sakit (IPSPRS) 5. Instalasi pendidikan dan penelitian (Diklit) e. Seksie Keperawatan 2.2 Susunan Kepegawaian Dan Aset Yang Dikelola 2.2. Susunan Kepegawaian Ketenagaan di RSJ Mutiara Sukma terdiri dari tenaga medis, keperawatan, tenaga sanitarian, tenaga farmasi, tenaga gizi, tenaga teknis medis (fisioterafis, analis, teknis elektromedis, rontgen dan perawat gigi), tenaga kesehatan lain (psikolog, rekam medis, pekerja sosial, sarjana kesehatan masyarakat) dan tenaga tata usaha (magister kesehatan, pendidikan, sarjana administrasi dan lain-lain). Berdasarkan laporan tahunan RSJ Mutiara Sukma NTB, jumlah ketenagaan di RSJ Mutiara Sukma NTB setiap tahun mengalami peningkatan. Peningkatan paling besar terjadi dari tahun 2009 ke tahun 200, yaitu sebesar 3%, dengan penambahan jumlah pegawai dengan status PNS yang paling banyak. Selanjutnya penambahan jumlah Pegawai mengalami Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
10 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat penurunan setiap tahunnya berturut-turut dari tahun 200 sampai tahun 203 adalah, 5%, 4% dan %. Susunan kepegawaian RSJ Mutiara Sukma NTB didominasi oleh Pegawai Negeri Sipil, adapun distribusi kepegawaian berdasarkan status kepegawaian adalah sebagai berikut: NO 2 Tabel 2.. Ditribusi Jumlah SDM RSJ Mutiara Sukma NTB Berdasarkan Status Kepegawaian Tahun URAIAN Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pegawai Tidak Tetap (PTT) JUMLAH Kontrak JUMLAH Sumber : Urusan Kepegawaian RSJ Mutiara Sukma NTB 206 Susunan kepegawaian Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NTB terdistribusi berdasarkan pendidikan, mulai dari dokter spesialis, dokter umum, perawat serta dari berbagai disiplin ilmu yang lain. Berikut adalah gambaran penyebaran Pegawai RSJ Mutiara Sukma NTB berdasarkan pendidikan dalam kurun waktu : Tabel 2.2. Ditribusi Jumlah SDM RSJ Mutiara Sukma NTB Berdasarkan Pendidikan Tahun N JUMLAH TENAGA PENDIDIKAN O Medis a. Psikiater b. Dokter Umum c. Dokter Gigi d. Spesialis Gigi Jumlah Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
11 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat N JUMLAH TENAGA PENDIDIKAN O Keperawatan a. SPK b. Diploma III keperawatan c. Sarjana keperawatan d. Nurse e. Nurse + S2 Manajemen f. S2 Keperawatan jiwa Jumlah Tenaga Sanitarian a. Sekolah Pembantu Penilik Kesehatan b. Akademi Kesehatan Lingkungan Jumlah Tenaga Farmasi a. Asisten Apoteker b. Apoteker Jumlah Tenaga Gizi a. Diploma IV Gizi b. Sarjana Gizi c. Akademi Gizi d. Sekolah Pembantu Ahli Gizi e. SKM Jurusan Gizi Jumlah Tenaga Teknis Medis a. Fisioterapis b. D III Analis c. SMAK (analis kesehatan) d. Analis (S Biologi) e. Teknisi Elektromedis f. Penata Rontgent g. Perawat Gigi h. Terapi Okupasi i. Terapi Wicara Jumlah Tenaga Kesehatan Lain a. Sarjana Kesehatan Masyarakat b. S2 Psikolog c. S Psikolog d. Ahli Madya Perekam Medis e. Pekerja Sosial f. SMA Perekam Medis Jumlah Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
12 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat N JUMLAH TENAGA PENDIDIKAN O Tata Usaha a. Strata II (S2) Pendidikan b. Strata II (S2) Kesehatan c. Strata II (S2) Manajemen d. Strata II (S2) Akutansi e. S ekonomi f. S sosial g. S Sains h. S Administrasi i. S Teknik j. S komunikasi k. S Pendidikan l. S Tekhnik Informatika m. SMA/sederajat n. SMP/sederajat o. SD/sederajat p. Sarjana hukum q. D III r. D Jumlah PTT/Outsourcing/kontrak a. SD/sederajat b. SMA/sederajat c. Patologi klinik d. dr.anak e. Neurolog f. Radiolog g. Akuntan h. Psikolog i. Pearawat j. Dr. Penyakit Dalam k. Spesialis Gigi l. D III Farmasi m. SMK Farmasi n. Spesialis Jiwa o. SMP / Sederajat p. D III Okupasi Terapi Jumlah Jumlah: Sumber : Urusan Kepegawaian RSJ Mutiara Sukma NTB Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
13 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat Berikut ditribusi jumlah SDM RSJ Mutiara Sukma NTB Berdasarkan pendidikan Tahun dalam bentuk diagram: Medis Keperawatan Tenaga Sanitarian Tenaga Farmasi Tenaga Gizi Tenaga Teknis Medis Tenaga Kesehatan Lain Tata Usaha Pendidikan Gambar 2.2. Diagram Keadaan Pegawai Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NTB Tahun berdasarkan pendidikan Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
14 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat Aset Yang Dikelola Pada awal berdiri, RSJ Mutiara Sukma adalah RS Khusus milik Pemerintah Pusat, namun sejak otonomi daerah, RSJ Mutiara Sukma beralih kepemilikan menjadi milik Pemerintah Daerah termasuk aset. Selain hibah Pemerintah Pusat, setiap tahun RSJ Mutiara Sukma berupaya mengadakan peralatan melalui APBD untuk mengganti peralatan yang rusak, aus ataupun peralatan yang masih konvensional. a. Tanah dan bangunan Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NTB terdiri atas tanah seluas m 2 dengan luas bangunan 7.04,6 m 2, terdiri dari bangunan gedung.984,6 m 2 dan Non Gedung m 2. RSJ Mutiara Sukma memiliki 7 ruang peerawatan, ruang rehabilitasi dan IGD dengan kapasitas tampung sejumlah 50 tempat tidur. b. Peralatan medis Peralatan medis yang tersedia di RSJ antara lain ECT, Stimulator, Dhiatermi, Faradasi, EEG bermonitor, Tread Mild Test, UGD Kit, Drug Monitor, Dental Unit, ECG, Radiologi, Spektrofotomer, Centrifuge, Humalyzer Junior, Human Reader Plus, Ultra Sound dan peralatan minor surgery. c. Alat Transportasi Rumah Sakit Jiwa memiliki alat transportasi baik kendaraan roda empat (mobil dinas/ mobil operasional, ambulance, mobil jenazah,) maupun kendaraan roda dua. d. Mesin Mesin antara lain berupa genset, mesin incenerator, mesin pengolah air limbah dan lain-lain yang sangat dibutuhkan dalam memberikan pelayanan penunjang Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
15 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat Daftar peralatan yang menjadi aset Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NTB s.d. Desember 206 selengkapnya dapat dilihat pada lampiran. 2.3 Jenis Pelayanan Pelayanan kesehatan selalu berkembang seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan IPTEK termasuk dibidang kesehatan/kedokteran. RSJ Mutiara Sukma yang merupakan satu-satunya instansi Pemerintah Daerah NTB yang bergerak dibidang kesehatan jiwa terus berupaya menghilangkan stigma negatif RSJ dan meningkatkan brand imagenya dengan berbagai program kegiatan, baik yang dilaksanakan secara intramural (dalam gedung) dan ekstramural (luar gedung). Sampai dengan Desember 206, RSJ Mutiara Sukma melaksanakan pelayanannya melalui 8 unit pelayanan medik yakni instalasi gawat darurat, instalasi rehabilitasi mental, instalasi rawat inap, instalasi rawat jalan, instalasi terapi dan rehablitasi narkoba dan HIV/AIDS, instalasi rekam medik, instalasi intensif psikiatrik dan instalasi kesehatan jiwa masyarakat (Keswamas) dan 5 instalasi penunjang yaitu instalasi gizi, instalasi laboratorium, instalasi farmasi, instalasi pendidikan dan penelitian (Diklit) dan Instalasi pemeliharaan sarana prasarana rumah sakit serta didukung oleh administrasi dan manajemen yang terdiri dari bagian kepegawaian, perencanaan dan pelaporan, urusan aset, umum, keuangan, serta kerjasama tersedia di RSJ Mutiara Sukma NTB : dan IT). Berikut gambaran jenis pelayanan yang Tabel 2.3 Jenis Layanan dan Kelompok Sasaran NO BIDANG JENIS PELAYANAN Pelayanan Medis. Rawat Jalan. Poli psikiatri, Neurologi, Geriatri, Anak, dan poli penyakit dalam. 2. Pemeriksaan radiologi : X-Ray Diagnostik 3. Pemeriksaaan gigi & mulut KELOMPOK SASARAN Pasien dan masyarakat umum Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
16 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat NO BIDANG JENIS PELAYANAN 4. Pemeriksaan psikologi : tes IQ, Psikotes untuk umum dan pejabat, MMPI, tes bakat-minat, tes kemampuan verbal dan lainnya 5. Pemeriksaan elektromedik : EEG, ECG, Brain Mapping dan stress analyzer, infrared, stimulasi, faradisasi, ultra sound dan terapi latihan 2. Rawat Inap Kelas I, Kelas II, Kelas III dan PHCU 3. Gawat Darurat Psikiatrik Dan Umum 4. Electroconvulsive Therapy (ECT) 5. Terapi Dan Rehabilitasi Ketergantungan Narkoba Ruang Triase, Resusitasi, Observasi dan Ruang Tindakan Pelayanan ECT - Program kuratif : detoksifikasi dan rehabilitasi (termasuk outing) - Program Preventif : FSG dan sosialisasi 6. HIV/AIDS Pelayanan statis (pelayanan di RSJ) : konsultasi dan pengobatan Pelayanan Mobile : Penjangkauan, mobile clinic, dan kegiatan sosialisasi Pasien KELOMPOK SASARAN Pasien dan masyarakat umum Pasien rawat inap Pasien napza dan masyarakat umum Pasien HIV/AIDS dan masyarakat umum 7. Kesehatan Jiwa Masyarakat (Keswamas) - Kegiatan mobile clinic kesehatan jiwa dan HIV/AIDS - Kegiatan home visit - Integrasi kesehatan jiwa ke dinas kesehatan kab/kota, RSU dan Puskesmas Pasien dan masyarakat umum Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
17 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat NO BIDANG JENIS PELAYANAN 8. Rehabilitasi Mental 2 Penunjang Medis - Family Support Group (FSG) Napza, HIV/AIDS,temu konsultasi jiwa - Penyuluhan kesehatan jiwa, narkoba dan HIV/AIDS - Penyaluran rehabilitan & jasa penjemputan pasien - Dropping pasien khususnya Jamkesmas - Acertive Community Treatment (ACT) hotline layanan krisis dan Community Mental Health Nursing (CMHN) - Pelayanan pasien pasung (penjangkauan, terapi, dan rehabilitasi) - Terapi gerak - Terapi rekreasi - Terapi keluarga - Terapi kelompok - Terapi perilaku - Terapi relaksasi - Terapi kerja - One Day care - Laboratorium Pemeriksaan rutin, Serologi, Kimia Klinik, Narkoba - Gizi Pelayanan konseling gizi, pengadaan makanan dan penelitian sederhana - Farmasi Penyediaan obat dan - Pemeliharaan rumah sakit - Pendidikan Dan Penelitian (Diklit) konseling Pelayanan pemeliharaan sarana prasarana, laundry, pengolahan limbah padat dan cair Praktik mahasiswa Penelitian ilmiah Studi banding KELOMPOK SASARAN Pasien rawat inap dan rawat jalan Pasien dan masyarakat umum Pasien dan masyarakat umum Pasien dan masyarakat umum Pasien dan lintas sektor Mahasiswa dan instansi lain Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
18 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat NO BIDANG JENIS PELAYANAN 3 Keperawatan 4 Tata Usaha - Urusan umum dan perlengkapan - Urusan Kepegawaian - Perencanaan dan Pelaporan - Askep Isolasi Sosial - Askep harga diri rendah - Askep Perilaku kekerasan - Askep Halusinasi - Askep Defisit perawatan diri - Askep Waham - Askep Perilaku bunuh diri - Pelayanan administrasi suratmenyurat dan rumah tangga - Membuat dokumen perjanjian kerjasama - Melakukan monitoring pelaksanaan kerjasama - Pelayanan administrasi kepegawaian - Penatausahaan ketenagaan Pelayanan dibidang perencanaan, penganggaran dan pelaporan - IT - Menyiapkan layanan IT Rumah Sakit - Pemeliharaan layanan IT RS - Keuangan Pelayanan/penatausahaan urusan keuangan RS - Urusan aset - Menyelenggarakan kegiatan pengelolaan barang milik daerah KELOMPOK SASARAN Pasien Masyarakat dan pegawai Internal PNS, Tenaga Kontrak, Masyarakat, Instansi terkait;bkd, SETDA, POL PP dll Lintas sektor, masyarakat umum, dan pegawai internal Masyarakat umum, lintas sektor dan pegawai internal Pegawai internal Pegawai internal Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
19 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat 2. 4 Pencapaian Kinerja Pelayanan RSJ Mutiara Sukma 2.4. Visite Rate Untuk mengetahui tingkat keberhasilan atau kinerja diperlukan indikator dan parameter. Visite rate merupakan salah satu indikator untuk menilai tingkat keberhasilan rumah sakit yang menggambarkan tingkat utilisasi/pemanfaatan rumah sakit oleh masyarakat. Berikut gambaran tingkat pemanfaatan RSJ Mutiara Sukma 5 (lima) tahun terakhir : Tabel 2.4. Gambaran Tingkat Pemanfaatan RSJ Mutiara Sukma Tahun Uraian Total Kunjungan RS Jumlah penduduk NTB (jiwa) 4,55 jt 4,57 jt 4,63 jt 4,77 jt 4,89jt Visite rate RSJ (%) 0,4 0,46 0,53 0,83 0,0096 Sumber : Rekam Medik RSJ Mutiara Sukma 206 Dari tabel di atas terlihat visite rate RSJ Mutiara Sukma cenderung mengalami peningkatan setiap tahun. Walaupun visite rate RSJ Mutiara Sukma mengalami peningkatan namun masih belum mencapai standar yang ada yaitu,5% (untuk rumah sakit khusus belum ada standar baku). Jumlah kunjungan dan populasi penduduk sangat mempengaruhi pencapaian visite rate. Walaupun terjadi peningkatan jumlah kunjungan yang cukup signifikan namun visite rate RSJ Mutiara Sukma tetap tidak mencapai target dan standar karena populasi penduduk NTB juga mengalami peningkatan Pelayanan Rawat Jalan Angka kunjungan rawat jalan cenderung mengalami peningkatan dalam 5 (lima) tahun terakhir. Berikut gambaran perkembangan kunjungan rawat jalan di RSJ Mutiara Sukma : Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
20 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat kunjungan Gambar 2.3. PERKEMBANGAN KUNJUNGAN RAWAT JALAN TAHUN 202 s.d ,000 40,000 35,000 30,000 25,000 20,000 5,000 0,000 5, ,740 5,593 8,005 2, TAHUN STATUS BAYAR Kunjungan RSJ Mutiara Sukma didominasi oleh pasien pemegang kartu BPJS dibandingkan dengan pasien umum. Setiap tahun kunjungan BPJS mengalami peningkatan. Berikut gambaran kunjungan pasien rawat jalan berdasarkan status pembayaran : Tabel 2.5 Kunjungan Pasien Rawat Jalan Berdasarkan Status Bayar Sumber : Rekam Medik RSJ Mutiara Sukma Pelayanan Rawat Inap Untuk pelayanan pasien rawat inap, RSJ Mutiara Sukma menyediakan 5 ruang perawatan yang melayani pasien dengan gangguan jiwa dan ruangan perawatan yang khusus melayani pasien Napza. Kinerja rawat inap dapat dilihat dari pencapaian indikator mutu, yakni BOR, ALOS, TOI dan indikator mutu lainnya. Gambaran pencapaian kinerja rawat inap berdasarkan indikator mutu RSJ Mutiara Sukma 5 (lima) tahun terakhir dapat dilihat pada tabel berikut : % % % % % Umum 3,078 9,74 3,390 8,83 3,748 7, 4,028 0,96 5,726 2,89 Askes,794,50 2,007, Jamkesmas/da / Prov/ BPJS/Bansos 0,72 68,76 2,608 70,0 8,6 82,89 32,72 89,04 38,683 87, TOTAL 5, , , , , Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
21 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat STATUS BAYAR Tabel 2.6 Pencapaian Kinerja RSJ Mutiara Sukma Berdasarkan Indikator Mutu NO INDIKATOR TAHUN BOR 96,6% 92.2% 86,% 90,76% 72,64% (Bed Occupancy Rate) 2 ALOS 6,5 hari 6 hari 4,5 hari 7,8 hari 29,9 hari (Average Length Of Stay) 3 BTO 20,5 kali 2,5 kali 22,87 kali 9,64 kali 8,44 kali (Bed Turn Over) 4 TOI 0,6 hari,3 hari 2,2 hari,7 hari,8 hari (Turn Over Interval) 5 NDR (Nett Death Rate) 6 GDR (Gross Death Rate) 7 Jumlah TT Hari Perawatan 35,92 33,640 3,437 34,994 35,630 8 Lama Perawatan 33,869 34,466 33,243 33,3 33,925 Sumber : Rekam Medik RSJ Mutiara Sukma 206 Dari tabel tersebut terlihat bahwa BOR RSJ Mutiara Sukma cenderung mengalami inkonsisten, namun mampu melampaui standar nasional (75-85%) kecuali pada tahun 206, walaupun untuk RS Khusus belum ada standar baku, begitu pula dengan standar ALOS, BTO, TOI dan standar mutu lainnya. Berdasarkan laporan tahunan, setiap tahun jumlah pasien cenderung mengalami peningkatan dan sebagian besar merupakan pasien dengan status pembayaran Jamkesmas/prov/da/BPJS/Bansos. Berikut gambaran jumlah pasien berdasarkan status pembayaran dalam 5 (lima) tahun terakhir: Umum 95 Tabel 2.7 Kunjungan Pasien Rawat Inap Berdasarkan Status Bayar % % % % % 4,5 27 7, , , ,93 Askes 07 7, , Jamkesmas/da/Pr ov/bpjs/bansos , , , , ,07 TOTAL,344 00,225 00,270 00,296 00,39 00 Sumber : Rekam Medik RSJ Mutiara Sukma 206 Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
22 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat Pelaksanaan kebijakan NTB bebas pasung dan kerja keras serta kerjasama yang baik semua pihak adalah faktor-faktor yang mendukung pencapaian kinerja yang positif. Diharapkan di tahun mendatang RSJ Mutiara Sukma mampu mempertahankan kinerjanya yang baik dan tetap mampu mencapai standar nasional ataupun target yang ditetapkan Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Kunjungan pasien ke IGD dalam 5 (lima) tahun terakhir mengalami peningkatan. Berikut gambaran kunjungan pasien ke IGD 5 (lima) tahun terakhir : Gambar 2.4. KUNJUNGAN PASIEN IGD Pemegang kartu BPJS masih merupakan pasien dominan baik kunjungan rawat jalan, rawat inap maupun IGD. Berikut rincian kunjungan pasien berdasarkan status pembayaran : STATUS BAYAR Tabel 2.8 Kunjungan Pasien IGD Berdasarkan Status Bayar % % % % % Umum , , , , ,5 Askes 5 6, , Jamkesmas/da/ Prov/BPJS.38 67,82,206 67,27,076 72,56,036 64, ,85 TOTAL,678 00,793 00,483 00,609 00, Sumber : Rekam Medik RSJ Mutiara Sukma 206 Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
23 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat Pelayanan Napza RSJ Mutiara Sukma adalah satu-satunya rumah sakit yang memiliki unit khusus terapi dan rehabilitasi penyalahgunaan Napza di NTB yang dinamakan One Stop Centre (OSC) Wisma Anggrek dan satu-satunya institusi pelayanan yang ditunjuk sebagai Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) bagi Orang Dengan Penyalahgunaan Napza (ODPGN). Dalam 5 (lima) tahun terakhir, di RSJ Mutiara Sukma tercatat terjadi peningkatan jumlah ODPGN yang dirawat. Semua kasus yang datang ke RSJ Mutiara Sukma mendapat penanganan (00% tertangani). Berikut gambaran kasus narkoba yang menjalani perawatan di Klinik OSC RSJ Mutiara Sukma 5 (lima) tahun terakhir : Gambar 2.5. Jumlah Kasus Napza yang Datang dan Ditangani RSJ Mutiara Sukma 38 Tahun Hal yang menarik dari sejumlah kasus yang ditangani adalah zat yang digunakan, ODPGN tidak hanya menggunakan narkotika dan psikotropika aktif, tetapi juga zat adiktif lainnya, seperti dextro, mushroom dan obat batuk yang berlebihan, bahkan ditemukan ODPGN dengan polidrug (penyalahgunaan obat-obatan medis berlebihan yang adiktif) dan pengguna tramadol yang adiktif dan berlebihan juga. Penemuan ini perlu mendapat perhatian dari semua pihak mengingat bahaya dari penggunaannya dan korbannya yang sebagian besar masih berusia produktif. Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
24 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat Pelayaann HIV/AIDS Pelayanan HIV/AIDS di RSJ Mutiara Sukma dilaksanakan di unit VCT (Voluntary Counseling and Testing) Bale Matahari. Berdasarkan laporan dari unit VCT Bale Matahari, jumlah klien yang menjalani test setiap tahun mengalami peningkatan, begitu pula dengan jumlah penemuan kasus HIV/AIDS. Berikut gambaran jumlah klien yang menjalani test dan positif HIV/AIDS di unit VCT Bale Matahari RSJ Mutiara Sukma 5 (lima) tahun terakhir: Gambar 2.6. JUMLAH PASIEN IKUT TEST DAN POSITIF HIV/AIDS test positif HIV/AIDS Pada gambar di atas terlihat bahwa jumlah klien baru yang menjalani test dan menjalani perawatan meningkat cukup signifikan. Kerja keras, kerjasama dan dukungan dari semua pihak adalah faktor yang mendukung tim VCT menemukan kasus baru lebih banyak. Klien yang ditemukan positif oleh RSJ Mutiara Sukma semuanya dapat ditangani atau 00% tertangani Kinerja Keuangan. Laporan Aktivitas (Target & Realisasi Pembiayaan) Th Aktivitas keuangan dalam hal realisasi pembiayaan diasumsikan sebagai kegiatan belanja dari masing-masing program/kegiatan pada unitunit yang ada di Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma. Belanja dilakukan dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip penghematan dan efisiensi, namun tetap menjamin terlaksananya kegiatan sebagaimana yang telah Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
25 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat ditetapkan dalam Rencana Kerja Daerah (Renstrada). Belanja meliputi Belanja Operasional dan Belanja Modal. Belanja Operasional terdiri dari Belanja Pegawai, Belanja Barang, Belanja Subsidi, Belanja Hibah, Belanja Bantuan Sosial dan Belanja Bantuan Keuangan. Sedangkan Belanja Modal terdiri dari Belanja Modal Tanah, Peralatan dan Mesin, Bangunan dan Gedung, Jalan Irigasi dan Jaringan dan Belanja Aset Tetap Lainnya. Sejak tahun 202 sumber pembiayaan program kegiatan RSJ Mutiara Sukma berbeda dengan tahun sebelumnya karena pada tahun 202 RSJ Mutiara Sukma mulai menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) sehingga sumber pembiayaan selain bersumber dari subsidi Pemerintah Daerah, juga bersumber dari pendapatan fungsional BLUD. Pembiayaan bersumber dari APBN dalam bentuk dana Tugas Pembantuan baru diperoleh kembali pada tahun 203. Berikut gambaran pembiayaan dan realisasinya dalam 5 (lima) tahun terakhir : Tabel 2.9. Sumber Pembiayaan/Anggaran RSJ Mutiara Sukma Tahun Tahun APBD (Subsidi) BTL BL APBN Jumlah Sumber: bagian keuangan dan perencanaan RSJ Mutiara Sukma 206 Pada tabel di atas terlihat bahwa terjadi peningkatan pembiayaan yang signifikan karena dipengaruhi oleh pendanaan dari BLUD. Peningkatan pembiayaan yang signifikan memberi pengaruh bermakna pada alokasi Belanja Langsung yang meningkat. Sedangkan peningkatan pembiayaan Belanja Tidak Langsung dipengaruhi oleh pertambahan jumlah pegawai akibat dari mutasi, kenaikan gaji dan kenaikan tunjangan. Berikut gambaran alokasi Belanja Langsung selama 5 (lima) tahun : Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
26 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat Tabel 2.0 Alokasi Belanja Langsung Tahun Belanja Langsung Tahun Belanja % Belanja Barang % Belanja Modal % Pegawai dan Jasa , , , , , , , , , , , , , ,73 29, ,7 Sumber: bagian keuangan dan perencanaan RSJ Mutiara Sukma 206 Untuk realisasi anggaran, RSJ Mutiara Sukma juga termasuk kategori baik dengan pencapaian realisasi rata-rata >90%. Berikut gambaran alokasi dan realisasi anggaran RSJ Mutiara Sukma dalam 5 (lima) tahun terakhir: Tabel 2.. Alokasi dan Penggunaan Dana APBD (Subsidi dan BLUD) RSJ Mutiara Sukma NTB Tahun Tahun Alokasi Realisasi % , , , , , ,9 Sumber: Laporan Tahunan RSJ Mutiara Sukma 206 dan Keuangan 206 Realisasi anggaran yang termasuk kategori baik antara lain dipengaruhi oleh komitmen dan kerjasama semua pihak dalam mensukseskan pelaksanaan kegiatan. Untuk program kegiatan yang belum terlaksana dengan optimal, kedepannya RSJ Mutiara Sukma harus melakukan perbaikan-perbaikan terutama dalam pengawasan pelaksanaan kegiatan sehingga pencapaian kinerja bisa lebih optimal. 2. Target dan Realisasi Pendapatan Th Berdasarkan SK Gubernur NTB Nomor 56 Tahun 20 tertanggal 29 Januari 20 menetapkan Penerapan Status Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
27 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat pada Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NTB. Direktur Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NTB dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah. Dengan status PPK-BLUD, Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi mempunyai tugas dan kewajiban sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan BLUD yang berlaku. Sebagai unit pelayanan teknis dengan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah maka sejak penerapannya Januari 202, penerimaan dari retribusi pelayanan sudah langsung dikelola oleh pihak RSJ Mutiara Sukma 206 dan pelaksanaan pembiayaan kegiatan operasional pelayanan sebagian besar sudah mengacu pada dokumen Rencana Bisnis Anggaran RS Jiwa Provinsi. Operasional pelayanan dipakai untuk membiayai jasa sarana prasarana dan membiayai jasa pelayanan bagi kesejahteraan pegawai RSJ Mutiara Sukma NTB. Tabel 2.2 Target dan Realisasi Pendapatan RSJ Mutiara Sukma Tahun Target Realisasi % , , , , ,24 Sumber : Bagian Keuangan RSJ Mutiara Sukma 206 Pada tabel di atas terlihat bahwa setiap tahun realisasi pendapatan RSJ Mutiara Sukma melampaui target yang ditetapkan kecuali tahun 203 dan tahun 206. Pencapaian pendapatan tahun 203 tidak mencapai target akibat dari adanya kebijakan pusat tentang klaim Jamkesmas yang menunda pembayaran klaim pada tahun berikutnya (piutang) sehingga berimbas pada pendapatan RSJ Mutiara Sukma karena >60% pasien RSJ Mutiara Sukma adalah pasien Jamkesmas. Jumlah piutang pada tahun 203 sebesar Rp mengalami peningkatan sebesar Rp Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
28 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat atau 79,42% jika dibandingkan dengan tahun 202 sebesar Rp Besarnya piutang pada tahun 203 merupakan akumulasi dari piutang Jamkesmas Pusat sebesar Rp , piutang Jamkesda NTB sebesar Rp , piutang Bansos sebesar Rp Penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) mampu mendorong rumah sakit jiwa meningkatkan pendapatannya sehingga lebih mandiri untuk meningkatkan kinerja dan mutu pelayanannya. PPK-BLUD memberikan kemudahan bagi rumah sakit karena lebih fleksibel dalam pengelolaan anggarannya termasuk pengelolaan pendapatan dan belanja, pengelolaan kas, dan pengadaan barang jasa. Fleksibilitas dalam hal pengelolaan keuangan menyebabkan rumah sakit jiwa dapat menggunakan kembali piutang pada tahun-tahun sebelumnya untuk pembiayaan kegiatan di tahun selanjutnya sehingga mendorong kearah perbaikan kualitas pelayanan dan pencapaian kepuasan masyarakat. Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
29 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI RSJ MUTIARA SUKMA 3.. Gambaran Umum Daerah Terkait dengan Pelayanan SKPD Sesuai Peraturan Daerah Nusa Tenggara Barat Nomor 8 tahun 2008 tanggal 25 Agustus 2008, yang diubah dengan Perda Nomor 2 tahun 204 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Bappeda dan Lembaga Teknis Daerah Provinsi NTB, tugas RSJ Mutiara Sukma NTB adalah melaksanakan upaya kesehatan khusus jiwa secara berdayaguna dan berhasilguna dengan mengutamakan upaya penyembuhan dan pemulihan yang dilaksanakan secara serasi dan terpadu dengan upaya peningkatan kesehatan khusus jiwa, pencegahan penyakit khusus jiwa dan melaksanakan upaya rujukan kesehatan khusus jiwa serta melaksanakan pelayanan bermutu sesuai standar pelayanan Rumah Sakit Jiwa Kelas B. Dalam melaksanakan pelayanan yang bermutu sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit, RSJ Mutiara Sukma NTB menyelenggarakan fungsi: melaksanakan pelayanan pencegahan, pemulihan dan rehabilitasi kesehatan jiwa; melaksanakan upaya kesehatan jiwa masyarakat; melaksanakan pelayanan upaya pencegahan, terapi dan rehabilitasi penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya; melaksanakan pelayanan rujukan; melaksanakan pendidikan dan pelatihan serta penelitian di bidang kesehatan jiwa; melaksanakan pengkoordinasian dan pembinaan Rumah sakit Jiwa; melaksanakan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan tugas sesuai tugas pokok dan fungsinya. Nusa Tenggara Barat dengan penduduk tahun 203 berjumlah jiwa merupakan peluang yang cukup signifikan bagi perkembangan pelayanan kesehatan jiwa. Terlebih-lebih RSJ Mutiara Sukma NTB merupakan satu-satunya rumah sakit jiwa di Provinsi NTB. Hasil Riskesdas 203 menyebutkan bahwa prevalensi gangguan jiwa berat di Provinsi NTB mencapai 2, masih cukup tinggi jika dibandingkan dengan angka nasional yang hanya,7. Demikian Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
30 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat pula dengan prevalensi gangguan mental emosional di NTB juga masih berada diatas angka nasional yaitu 6,4%, sementara angka untuk Indonesia hanya 6%. Keadaan ini menggambarkan adanya kesenjangan pelayanan kesehatan jiwa, yang mungkin disebabkan oleh stigma dan pengekangan HAM (pemasungan, penelantaran), akses ke RSJ yang sulit dijangkau karena kondisi geografis NTB, sementara Puskesmas tidak siap memberikan pelayanan kesehatan jiwa dan tidak menjadi prioritas program, sehingga tidak ada program khusus terkait kesehatan jiwa, bahkan belum ada poli jiwa di Puskesmas se-ntb, kecuali Puskesmas Gerung yang pernah dibina oleh RSJ. Kesenjangan pelayanan kesehatan jiwa ini juga menyebabkan angka kekambuhan pasien gangguan jiwa cukup tinggi, akibat pasien drop out (berhenti berobat) sehingga pasen setiap kali datang ke RSJ dalam keadan kekambuhan yang berat. Masalah utama adanya kesejangan pelayanan ini adalah tidak adanya komunikasi antara RSJ dengan Puskesmas, yang merupakan mata rantai pelayanan rujukan. Akibatnya setiap pasien paska rawat di RSJ, tidak ada yang memonitor apakah pasien minum obat, kontrol teratur atau tidak. Sejak tahun 2008, RSJ Mutiara Sukma NTB melalui program Kesehatan Jiwa Masyarakat (Keswamas) telah memberikan pelayanan kesehatan jiwa yang dapat menjangkau masyarakat sampai ke pelosok. Berbagai kegiatan Keswamas yang telah dijalankan antara lain integrasi pelayanan di Puskesmas se NTB, mobile clinic, home visit, pelatihan Community Mental Health Nursing (CMHN) bagi petugas Puskesmas dan kader kesehatan jiwa dan pelayanan kesehatan jiwa gratis di beberapa desa. Dari berbagai upaya layanan kesehatan jiwa yang ada, maka muncullah gagasan untuk menjembatani masalah di atas yang tujuan utamanya mendekatkan akses meningkatkan mutu yaitu dengan membangun sistem rujukan, yang diberi nama SISTEM RUJUKAN MODEL NTB (sistem rujukan komunikatif). Model ini menyatukan mata rantai pelayanan kesehatan jiwa masarakat di RSJ melalui Tim Assertive Community Treatment (ACT), membentuk tim Community Mentah Health Nursing di Puskesmas dan Self Help Group (SHG/ Kelompok Swa Bantu) yang merupakan kelompok yang berasal dari pasen dan keluarganya. Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
31 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat Sistem ini mulai diujicobakan melalui Pilot Project di Puskesmas Keruak Lotim pada tahun melalui anggran APBD, dan terus berkembang sampai sekarang. Saat ini telah ada 5 Puskesmas yang mempunyai Tim Terlatih (CMHN) yang tersebar di 0 Kabupaten/ Kota, melalui anggran APBN, APBD I dan II yang ada di Dinas Kesehatan. Keutamaan sistem ini adalah terjalinnya sistem komunikasi antara RSJ- Puskesmas-pasien atau keluarga, sehingga mata rantai yang terputus antara RSJ, Puskesmas dan keluarga pasen dapat terjaga untuk mengatasi kesenjangan pelayanan kesehatan jiwa di NTB. Melalui model ini, sumberdaya lain yang ada di daerah juga diberdayakan. Kader kesehatan dilatih untuk menjadi kader kesehatan jiwa, sehingga mereka juga ikut memantau pasien dan keluarganya yang sedang menjalani terapi, dan dapat mendeteksi sedini mungkin gangguan jiwa yang ada di masyarakat sehingga dapat segera dirujuk ke Puskesmas. Dengan terlatihnya Tim dan dibukanya poli Jiwa di Puskesmas maka akses pelayanan menjadi lebih dekat ke masyarakat dan mutu pelayanan juga lebih baik. Dampak lain untuk RSJ adalah meningkatnya angka kunjungan, BOR Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
32 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat meningkat dari tahun ke tahun, yang semula dibawah 50 persen, pada tahun 202 dan 203 meningkat menjadi diatas 90 persen. Harapannya anggaran untuk mengembangkan poli jiwa dan melatih TIM CMHN menjadi prioritas juga di Dikes, sehingga semua Puskesmas di NTB dapat membuka poli Jiwa. Gambaran pelayanan yang diuraikan di atas merupakan gambaran peran RSJ Mutiara Sukma NTB dibidang kesehatan terutama kesehatan jiwa yang merupakan bagian dari pelaksanaan Renstra RSJ Mutiara Sukma. Pelaksanaan Rencana Strategis sebelumnya ( ) dan Rencana Strategis Bisnis (RSB) yang tergambarkan oleh indikator kinerja sebagian telah mencapai target. Namun, ada beberapa yang belum terealisir di akhir tahun 203. Sejumlah permasalahan atau kendala telah diidentifikasi, baik yang internal maupun eksternal. Berikut permasalahan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi di masing-masing seksi RSJ Mutiara Sukma NTB :. Sekretariat/Tata Usaha : a. Administrasi keuangan terutama pencatatan dan pengelolaan keuangan belum tertib b. Belum terintegrasinya sistim akuntansi BLUD yang accrual basic dengan akuntansi Pemda yang menggunakan cash basic c. Perencanaan dan penganggaran belum sepenuhnya berdasarkan analisa kebutuhan dan belum didukung oleh sistem IT yang handal d. Usulan perencanaan yang telah disusun dan diusulkan belum sepenuhnya mendapat kepastian penganggarannya e. Pelaporan kadang-kadang tidak tepat waktu f. Pengelolaan asset dan administrasi kepegawaian belum optimal. g. Sistim administrasi umum terutama surat menyurat, kearsipan belum terkelola dengan baik h. Setiap tahun RSJ Mutiara Sukma memiliki piutang dari klaim pelayanan i. Belum tersedianya SIM RS j. Belum semua pembuat dan pengambil kebijakan di tingkat provinsi memiliki persepsi yang sama tentang implementasi BLUD Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
33 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat 2. Seksi Pelayanan Medik : a. Tenaga kesehatan terutama tenaga dokter spesialis kurang b. Komitmen, motivasi, attitude pegawai dalam memberikan dan pengembangan pelayanan masih kurang c. Beberapa tarif pelayanan sudah tidak sesuai dengan kondisi pasar d. Tenaga fungsional di semua unit pelayanan merangkap sebagai tenaga administrasi e. Beberapa SOP belum disusun dan diterapkan dengan optimal f. Monev belum dilakukan secara berkala 3. Seksi Penunjang Medik : a. Pengelolaan pelayanan kefarmasian belum efektif dan tertib b. Sarana prasarana belum sesuai standar c. Ketersediaan tenaga laboratorium dan IPRS belum sesuai standar d. Belum ada tenaga yang bertugas di instalasi diklit secara definitif e. Pemeliharaan peralatan belum terprogram dengan baik f. Kegiatan diklat belum terprogram dengan baik 4. Seksi Keperawatan : a. Jumlah tenaga keperawatan belum sesuai standar b. Belum tersusun standar jenjang perawat klinik c. Belum terbangunnya sistim transformasi ilmu yang berkesinambungan antar perawat 3.2. Hasil-Hasil Yang Dicapai Lima Tahun Sebelumnya Dalam RPJMD tercantum 2 (dua) indikator yang berhubungan dengan tupoksi RSJ Mutiara Sukma yaitu : penanganan Napza dan penanganan HIV/ AIDS. Berikut hasil capaian indikator tersebut selama 5 (lima) tahun : Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
34 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat N o Tabel 3. Capaian Indikator Kinerja RSJ Mutiara Sukma Dalam RPJMD Provinsi NTB Indikator Target (T) dan Realisasi (R) per Tahun Kinerja dalam RPJMD Penanganan Napza (%) 2 Penanganan penderita HIV & AIDS (%) 3 Penanganan pasung (%) T R T R T R T R T R Gangguan Jiwa Sumber : LAKIP RSJ Mutiara Sukma NTB,Tahun 206 RSJ Mutiara Sukma adalah satu-satunya rumah sakit yang memiliki unit khusus terapi dan rehabilitasi penyalahgunaan Napza di NTB yang dinamakan One Stop Centre (OSC) Wisma Anggrek dan satu-satunya institusi pelayanan yang ditunjuk sebagai Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) bagi Orang Dengan Penyalahgunaan Napza (ODPGN). Semua kasus yang datang atau ditemukan RSJ Mutiara Sukma mendapat penanganan (00% tertangani). Hal yang menarik dari penanganan ODPGN adalah mereka tidak hanya menggunakan narkotika dan psikotropika aktif, tetapi juga zat adiktif lainnya, seperti dextro, mushroom dan obat batuk yang berlebihan, bahkan ditemukan ODPGN dengan polidrug (penyalahgunaan obat-obatan medis berlebihan yang adiktif) dan pengguna tramadol yang adiktif dan berlebihan juga. Penemuan ini perlu mendapat perhatian dari semua pihak mengingat bahaya dari penggunaannya dan korbannya yang sebagian besar masih berusia produktif. Pelayanan HIV/AIDS di RSJ Mutiara Sukma dilaksanakan di unit VCT (Voluntary Counseling and Testing) Bale Matahari. Semua klien yang datang atau ditemukan oleh tim RSJ Mutiara Sukma mendapat penanganan (00% tertangani). Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
35 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat Tahun 203 RSJ Mutiara Sukma telah menyusun Rencana Strategi yang berlaku mulai tahun 203 s.d.208. tahun 20 RSJ Mutiara Sukma ditetapkan menjadi PPK-BLUD, selain Renstra, program kegiatan RSJ Mutiara Sukma juga mengacu kepada Rencana Strategis Bisnis (RSB) yang berlaku mulai tahun 20 s.d.205 dilanjutkan dengan RSB tahun 206 s.d. 208 yang disesuaikan dengan masa berlakunya renstra. Evaluasi pelaksanaan Renstra dan RSB dilakukan melalui pencapaian indikator-indikator yang telah ditetapkan. Evaluasi RSB dilakukan melalui hasil pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM). Berikut capaian kinerja berdasarkan indikator Renstra RSJ Mutiara Sukma NTB tahun : Tabel. 3.2 Capaian Kinerja Berdasarkan Indikator Renstra Tahun N o Indikator Kinerja dalam Renstra Target (T) dan Realisasi (R) per Tahun T R T R T R A Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Jumlah kegiatan penyediaan jasa administrasi keuangan terselenggara 2 Jumlah kegiatan penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik tersedia keg keg keg keg keg keg keg keg keg keg keg keg 3 Jumlah kegiatan penyediaan jasa administrasi dan teknik perkantoran keg keg keg keg keg keg 4 Jumlah kegiatan pengadaan alat listrik dan elektronik keg keg B Program Peningkatan Sarana Prasarana Aparatur Jumlah gedung terbangun pkt pkt 3 pkt 3 pkt 4 pkt 4 pkt 2 Jumlah gedung terpelihara (renovasi) dinas dan gedung terselenggara pkt pkt 2 pkt 2 pkt 2 pkt 2 pkt Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
36 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat N o Indikator Kinerja dalam Renstra Target (T) dan Realisasi (R) per Tahun T R T R T R C Program Upaya Kesehatan Masyarakat % pasung terlayani 00% 00% 00% 00% 00% 00% 2 % pasien gangguan jiwa terlayani 00% 00% 00% 00% 00% 00% 3 % Napza terlayani 00% 00% 00% 00% 00% 00% 4 % HIV/AIDS terlayani 00% 00% 00% 00% 00% 00% 5 % korban bencana gangguan jiwa, dropping, hotline layanan krisis terlayani 00% 00% 00% 00% 00% 00% D Program Standarisasi Pelayanan kesehatan Persentase dokumen akreditasi tersusun sesuai pokja 80% 80% 80% 80% 80% 80% E Program Peningkatan Kapasitas SD Aparatur % pegawai yang mengikuti atau terpapar pelatihan dan pendidikan lanjut % 85% F Program Pemeliharaan Sarana Prasarana RS Jumlah kegiatan pemeliharaan alat kesehatan terselenggara 2 Jumlah kegiatan pemeliharaan ambulance terselenggara 3 Jumlah kegiatan pemeliharaan meubeler terselenggara keg keg keg keg keg keg Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
37 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat Evaluasi pelaksanaan RSB dilakukan secara kontinyu melalui survei Standar Pelayanan Minimal (SPM). Berikut hasil pencapaian RSB ditinjau dari pencapaian SPM RSJ Mutiara Sukma : No Tabel 3.3. Target dan Hasil Survei Standar Pelayanan Minimal Unit yang Disurvey Jumlah parameter Jumlah Parameter belum Terccapai Pencapaian (%) IGD ,5 87,5 2 Rawat Jalan Rawat Inap ,6 84,6 69,2 4 Rehabilitasi Mental 5 Pelayanan Psikologi 6 Pelayanan Laboratorium 7 Pelayanan Farmasi ,67 66,67 66, Pelayanan Gizi Pelayanan Keluarga Miskin Rekam Medik Pengolah Limbah Administrasi ,56 66,67 77,78 3 Ambulsnce/Ke reta Jenazah 4 Pemulasaraan Jenazah IPSRS ,67 6 Laundry PPI ,33 33,33 66,67 Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
38 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat 8 Pelayanan , ,7 Napza HIV/AIDS 9 Keamanan ,67 66,67 20 Keswamas PHCU TOTAL Sumber : LAKIP RSJ Mutiara Sukma 206 Berdasarkan tabel di atas, Indikator-indikator yang belum mencapai target menjadi bahan masukan bagi pengambil kebijakan agar kedepannya hambatanhambatan tersebut dapat diatasi dan pelayanan tersebut dapat dilaksanakan Analisis Isu Strategis Terkait Dengan Tugas Dan Fungsi SKPD Kompleksitas pelayanan kesehatan yang dipengaruhi oleh lingkungan eksternal dan internal akan membawa konsekuensi pada organisasi terkait. Berbagai permasalahan dan isu yang berkembang di masyarakat menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi terutama organisasi yang bergerak dibidang pelayanan jasa seperti RSJ Mutiara Sukma. Peningkatan kasus gangguan jiwa, penyalahgunaan Napza dan penderita HIV/AIDS menjadi permasalahan utama di NTB dan mejadi tugas utama bagi RSJ Mutiara Sukma sebagai satu-satunya institusi kesehatan yang khusus memberikan pelayanan kesehatan jiwa. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 203 menyebutkan bahwa angka gangguan jiwa berat di Provinsi NTB mengalami peningkatan dibandingkan hasil Riskesdas Provinsi NTB merupakan 5 besar gangguan jiwa berat dengan prevalensi 2, per mil di Indonesia, lebih tinggi dari angka nasional,7 per mil. Untuk prevalensi gangguan mental emosional pada penduduk umur 5 tahun keatas di Indonesia adalah 6% sedangkan Provinsi NTB menempati urutan ke 7 dengan 6,4%, lebih tinggi dari angka nasional. Indonesia Bebas Pasung 208 adalah salah satu program nasional yang dicanangkan dengan harapan tahun 208 tidak ada lagi Orang Dengan Masalah Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
39 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat Kejiwaan (ODMK) dipasung. Program NTB Bebas Pasung 208 adalah bentuk komitmen Pemerintah Daerah untuk mensuskseskan program nasional Indonesia Bebas Pasung 208. Estimasi pasien pasung di NTB adalah 39 orang, yang didasarkan pada estimasi WHO, yaitu bahwa diperkirakan % dari pasien yang mengalami gangguan jiwa berat mengalami tindakan pemasungan, sedangkan prevalensi gangguan jiwa berat di NTB menurut Riskesdas 2007 adalah 0,99% (dibulatkan menjadi %) dari jumlah penduduk 5 thn keatas atau sekitar orang. Rencana penyisiran atau penjangkauan sampai tahun 203 diperkirakan dapat menjangkau 26 orang dan tahun 204 sebanyak 9 orang (tuntas). Sampai dengan tahun 203, RSJ Mutiara Sukma sudah menjangkau 332 pasien pasung dan sebagian besar menjalani perawatan di RSJ Mutiara Sukma. Berikut permasalahan dan isu-isu strategis yang dihadapi RSJ Mutiara Sukma dalam menjalankan tugas dan fungsinya : N O Tabel 3.4. Keterkaitan Masalah dengan Isu Strategis SEKSI MASALAH ISU STRATEGIS SEKRETARIAT/ TU 2 PELAYANAN MEDIK - Pengelolaan administrasi keuangan belum tertib - Pencatatan dan pelaporan aset belum tertib - Koordinasi perencanaan program kesehatan lintas sektor belum optimal - Penanganan pasien gangguan jiwa belum optimal - Penanganan penyalahgunaan Napza belum sesuai standar - Penanganan kasus - Pelayanan keuangan belum optimal - Pengelolaan aset belum optimal - Penyediaan anggaran untuk program kesehatan jiwa masih terbatas - Kasus gangguan jiwa meningkat - Penanganan Napza belum optimal - Penanganan kasus Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
40 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat N O SEKSI MASALAH ISU STRATEGIS HIV/IDS terkendala sumberdaya HIV/AIDS belum optimal PELAYANAN PENUNJANG MEDIK - Fasilitas atau sarana prasarana medis dan penunjang masih terbatas - Peralatan dan bangunan banyak yang aus atau - Peralatan dan bangunan belum sesuai standar - Pemeliharaan peralatan belum terkelola dengan baik konvensional dan tidak layak PELAYANAN KEPERAWATA N - Asuhan keperawatan belum berjalan optimal antara lain pendokumentasian yang belum tertib dan pelaksanaan MPKP yang kurang optimal - SDM keperawatan belum sesuai standar - Pelayanan keperawatan belum optimal - Kompetensi dan profesionalisme keperawatan belum sesuai standar Komitmen Pemerintah Daerah Provinsi NTB dibidang kesehatan tergambar jelas dalam visi misinya. Visi Gubernur/ Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Tahun , adalah: Mewujudkan Masyarakat Nusa Tenggara Barat Yang Beriman, Berbudaya, Berdayasaing dan Sejahtera. Adapun misi yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi tersebut adalah:. Mempercepat perwujudan masyarakat yang berkarakter melalui pemantapan ketaatan beragama, peningkatan budipekerti, dan pengembangan toleransi. 2. Mengembangkan budaya dan kearifan lokal untuk pembangunan. 3. Melanjutkan ikhtiar reformasi birokrasi yang bersih dan melayani, penegakan hukum yang berkeadilan, dan memantapkan stabilitas keamanan. Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
41 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat 4. Meningkatkan mutu sumberdaya manusia yang berdayasaing melalui optimalisasi pelayanan pendidikan, kesehatan, keluarga berencana, dan kesejahteraan sosial yang berkualitas, terjangkau dan berkeadilan gender. 5. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mempercepat penurunan kemiskinan, dan mengembangkan keunggulan daerah melalui industri pariwisata, agroindustri, dan ekonomi kreatif berbasis budaya, sumberdaya lokal, dan iptek. 6. Melanjutkan percepatan pembangunan infrastruktur dan konektivitas antar wilayah berbasis tata ruang. 7. Memantapkan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan Dari ketujuh misi tersebut, terdapat misi yang berkaian erat dengan kesehatan termasuk RSJ Mutiara Sukma yaitu misi keempat. Meningkatkan mutu sumberdaya manusia yang berdaya saing tidak hanya membutuhkan fisik yang kuat tetapi juga jiwa yang sehat. Untuk itu Pemerintah Provinsi NTB menjamin bahwa setiap warganya mendapatkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan sosial termasuk kesehatan secara berkeadilan dan tanpa membedakan gender, dengan harapan terwujud layanan sosial dasar yang bermutu, terjangkau dan adil serta masyarakat yang sehat dan cerdas. Upaya nyata yang dilakukan RSJ Mutiara Sukma untuk mendukung misi tersebut adalah dengan mendekatkan akses pelayanan kesehatan jiwa kepada masyarakat melalui pelayanan langsung mobile clinic, home visit, dan dropping pasien terutama bagi masyarakat miskin, pasien pasung dan pasien yang secara geografis sulit menjangkau pelayanan kesehatan jiwa. Penyediaan pelayanan yang bermutu, tepat dan cepat di dalam gedung (internal RS) serta mengembangkan pelayanan sesuai kemajuan teknologi dan tuntutan masyarakat, menyiapkan sarana prasarana sesuai standar dan kebutuhan pelayanan serta kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat telah dirintis dan dijalankan juga oleh RSJ Mutiara Sukma. Keterbatasan sumberdaya dengan daerah saasaran yang sulit dijangkau menjadi hambatan yang dihadapi RSJ Mutiara Sukma dalam mendukung misi tersebut. Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
42 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat Selain visi misi Gubernur/Wakil Gubernur Terpilih, Renstra RSJ Mutiara Sukma juga harus selaras dengan visi misi Kementerian Kesehatan RI. Visi Kementerian Kesehatan RI adalah Masyarakat Sehat Yang Mandiri dan Berkeadilan. Adapun misi yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi tersebut adalah :. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, melalui pemberdayaan masyarakat, termasuk swasta dan masyarakat madani. 2. Melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin tersedianya upaya kesehatan yang paripurna, merata bermutu dan berkeadilan 3. Menjamin ketersediaan dan pemerataan sumber daya kesehatan 4. Menciptakan tata kelola kepemerintahan yang baik Salah satu program Kementerian Kesehatan RI yang terkait langsung dengan RSJ Mutiara Sukma adalah Indonedia Bebas Pasung 208 yang dijalankan oleh Pemerintah Provinsi NTB dengan NTB Bebas Pasung 208. Kegiatan tersebut menjamin bahwa pada tahun 208 tidak ada lagi pasien yang kehilangan hak-haknya sebagai manusia karena pemasungan karena semua masyarakat mendapat jaminan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan paripurna, merata dan berkeadilan seperti tertuang dalam misi Kementerian Kesehatan RI. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat dilakukan RSJ Mutiara Sukma melalui kegiatan Community Mental Health Nursing (CMHN) dengan membuat pilot project dan membentuk Self Help Group (SHG) dan mendorong TPKJM Provinsi berperan aktif. Diharapkan dengan kegiatan tersebut, pemberdayaan masyarakat dalam kesehatan jiwa masyarakat dapat terwujud. Penyusunan Renstra RSJ Mutiara Sukma NTB juga mempertimbangkan kebijakan pemerintah provinsi NTB yaitu Peraturan Daerah Provinsi NTB Nomor 3 Tahun 200 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Dalam Perda tersebut terdapat 3 (tiga) kebijakan pengembangan struktur ruang untuk Provinsi NTB, salah satunya memiliki keterkaitan dengan peran RSJ Mutiara Sukma walaupun tidak langsung Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
43 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat yakni peningkatan kualitas dan jangkauan pelayanan jaringan infrastruktur transportasi, telekomunikasi, energi dan ketenagalistrikan, sumber daya air, persampahan, dan sanitasi yang terpadu dan sesuai kebutuhan wilayah provinsi. Kebijakan ini terkait dengan program kegiatan di RSJ Mutiara Sukma yaitu pengembangan dan pemanfaatan teknologi pengolahan sampah ramah lingkungan serta pengembangan instalasi pengolahan air limbah terpadu dan berkelanjutan. Strategi RTRW yang tertuang dalam Perda tersebut sejalan dengan kebijakan pelayanan kesehatan. Tabel 3.5. Keterkaitan Rencana Tata Ruang Provinsi NTB dengan Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma NTB KEBIJAKAN Peningkatan kualitas dan jangkuan pelayanan jaringan infrastruktur, telekomunikasi, energi dan ketenagalistrikan, sumberdaya air, persampahan, dan sanitasi yang terpadu dan sesuai kebutuhan wilayah provinsi STRATEGI RTRW PROV. NTB Pengembangan dan pemanfaatan teknologi pengolahan sampah ramah lingkungan Pengembangan instalasi pengolahan air limbah terpadu dan berkelanjutan TUJUAN RENSTRA RSJ Meningkatkan mutu peralatan medis dan non medis sesuai standar 3.4 Analisis Lingkungan Strategis Organisasi yang berhasil harus memahami lingkungan eksternal dan internalnya sehingga mampu mengambil langkah-langkah antisipatif terhadap berbagai kemungkinan yang terjadi. Analisis faktor lingkungan eksternal adalah gambaran mengenai situasi diluar organisasi, dan merupakan gambaran mengenai apa yang harus dilakukan, melalui analisis peluang yang dimiliki (opportunity) Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
44 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat dan ancaman yang mungkin dihadapi (threath). Analisis faktor lingkungan internal adalah gambaran kondisi didalam organisasi dan informasi kapabilitas organisasi dan memberikan gambaran mengenai apa yang dapat dilakukan, melalui analisis kekuatan yang dimiliki (strength) dan kelemahan organisasi (weakness). Berikut analisis faktor intern dan ekstern RSJ Mutiara Sukma: Analisis Internal Strength (Kekuatan). RSJ Mutiara Sukma adalah satu-satunya RS yang memberikan pelayanan khusus dibidang kesehatan jiwa (+9) 2. RSJ Mutiara Sukma berada di lokasi yang strategis, sehingga mudah dijangkau dari berbagai jurusan. (+7) 3. RSJ Mutiara Sukma adalah satu-satunya yang memiliki unit One Stop Centre (OSC) yang khusus menangani korban penyalahgunaan Napza dan ditunjuk sebagai Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) bagi Orang Dengan Penyalahgunaan Napza (ODPGN) (+9) 4. Tarif pelayanan di RSJ Mutiara Sukma sangat terjangkau oleh masyarakat (+8) 5. RSJ Mutiara Sukma memiliki pelayanan penunjang yang cukup memadai (+4) 6. Status RSJ Mutiara Sukma sebagai BLUD menjadikan RSJ Mutiara Sukma memiliki fleksibilitas pengelolaan keuangan (+8) 7. RSJ Mutiara Sukma menjadi pilot project dibidang pelayanan kesehatan jiwa kelas B di Indonesia (+8) 8. Dari segi kualifikasi pendidikan, sebagian besar pegawai RSJ Mutiara Sukma telah memenuhi kualifikasi pendidikan dan telah memiliki spesialis keperawatan jiwa (+7) 9. Memiliki kerjasama dengan pihak ketiga (+6) Weakness (Kelemahan). Sebagai satu-satunya institusi khusus dibidang kesehatan jiwa, RSJ Mutiara Sukma memiliki dokter spesialis jiwa terbatas hanya 3 orang ( -6 ) Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
45 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat 2. Komitmen pegawai masih rendah ( -4 ). 3. Belum memiliki peralatan medis yang memadai untuk RSJ tipe B dan menjadi kelas A ( -5 ) 4. Sarana fisik atau bangunan RSJ Mutiara Sukma secara fungsional dan estetika belum memadai untuk bisa memfasilitasi pengembangan pelayanan yang diharapkan sesuai dengan visi dan misi rumah sakit ( -5 ) 5. Selama ini penetapan tarif pelayanan di RSJ Mutiara Sukma belum mempertimbangkan analisis unit cost, besar subsidi pemerintah dan daya beli masyarakat sehingga belum diketahui tarif yang seharusnya untuk satu pelayanan yang diberikan ( -4 ) 6. Sebagian tenaga kesehatan belum memenuhi persyaratan untuk memberikan pelayanan di ruang pelayanan (-3) 7. Penjenjangan karier, reward dan punisment belum berjalan optimal (-4) 8. Keberadaan pegawai dropingan yang tidak sesuai kebutuhan dan standar kompetensi (-3) 9. Manajemen keuangan belum tertata dengan baik (-4) Analisis Eksternal Opportunity (Peluang). Peningkatan institusi pendidikan kesehatan memberikan peluang bagi RSJ Mutiara Sukma karena merupakan satu-satunya lahan praktek dibidang kesehatan jiwa bagi mahasiswa (+9 ) 2. Kebijakan pusat tentang BPJS membuka peluang bagi RSJ Mutiara Sukma untuk mengembangkan pelayanan ( +7 ) 3. RSJ Mutiara Sukma sebagai tempat pemeriksaan narkoba dan kesehatan jiwa (+6) 4. Meningkatnya kerjasama dengan institusi swasta dan pemerintah dalam pemanfaatan produk RSJ Prov ( +8 ) 5. Penunjukkan RSJ Mutiara Sukma sebagai pilot project membuka peluang RSJ Mutiara Sukma sebagai tempat studi banding bagi provinsi lain (+7) 6. Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mendapatkan pelayanan bermutu termasuk kesehatan jiwa (+5) Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
46 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat Threat (Ancaman). Adanya stigma negatif masyarakat tentang RSJ Mutiara Sukma ( -5 ) 2. Semakin kritisnya pelanggan terhadap mutu pelayanan kesehatan dan adanya Undang-Undang perlindungan konsumen ( -3 ) 3. Kebijakan Pemda tentang pemeriksaan narkoba yang tidak hanya menunjukkan RSJ Mutiara Sukma sebagai satu-satunya tempat pemeriksaan narkoba tetapi juga institusi lain ( -4 ) 4. Peningkatan pengobatan alternatif /tradisional ( -4 ) 5. Kebijakan pusat tentang pembiayaan BPJS dapat menjadi ancaman apabila kebijakan tersebut dicabut atau tingginya nilai piutang karena sebagian besar pendapatn RSJ Prov. Berasal dari pasien BPJS ( -7 ) 6. Adanya kebijakan global tentang tenaga kesehatan asing yang boleh bekerja di Indonesia (-5) GRAFIK SWOT IV Deffensive Strength I Offensive/Agressive 28 Treaths 4 Opportunities III Liquidation II Reconsiliation Weaknesess Penjelasan : Berdasarkan analisa SWOT RSJ Mutiara Sukma berada pada kuadran Offensive/Aggressive, artinya RSJ Mutiara Sukma memiliki kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada. Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
47 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat Tabel 3.6. Penentuan Langkah Strategis EKSTERNAL INTERNAL PELUANG Peningkatan jumlah institusi pendidikan kesehatan Kebijakan pemerintah tentang JKN membuka peluang bagi RSJ untuk mengembangkan pelayanan Sebagai tempat pemeriksaan Narkoba dan pemeriksaan kesehatan jiwa KEKUATAN RSJ adalah satu-satunya RS yang memberikan pelayanan khusus di bidang kesehatan jiwa RSJ Mutiara Sukma berada pada lokasi strategis, sehingga mudah dijangkau dari berbagai jurusan RSJ Mutiara Sukma adalah satusatunya yang memiliki One Stop Center (OSC) Tarif pelayanan di RSJ Mutiara Sukma terjangkau RSJ Mutiara Sukma memberikan pelayanan penunjang RSJ Mutiara Sukma menerapkan PPK BLUD RSJ Prov.NTB adalah Pilot Project RS Jiwa kelas B Telah memiliki tenaga spesialisasi keperawatan SO Koordinasi dan advokasi lintas sektoral dan stakeholder Standarisasi dan publikasi pelayanan kesehatan yang ada di RSJ Mutiara Sukma Intensifikasi, diversifikasi dan revitalisasi pelayanan Sosialisasi dan publikasi pelayanan Evaluasi dan revisi standar pelayanan KELEMAHAN Sebagai satu-satunya institusi di bidang kesehatan jiwa tetapi memiliki dokter spesialis jiwa terbatas hanya 3 orang Komitmen pegawai masih rendah Belum memiliki peralatan medis yang memadai untuk RSJ kelas B dan menjadi kelas A Sarana fisik belum memadai Penetapan tarif pelayanan belum berdasarkan unit cost Sebagian tenaga kesehatan belum memenuhi persyaratan Penjenjangan karir, reward and punisment belum optimal Keberadaan PNS dropingan tidak sesuai kebutuhan dan standar kompetensi Manajemen keuangan belum tertata dengan baik WO Fasilitasi usulan SDM kesehatan dan koordinasi dengan sektor terkait Optimalisasi sumberdaya dan renovasi ruang perawatan dan pelayanan sesuai usulan pengadaan sarana dan prasarana ke pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk menunjang pelayanan Rasionalisasi tarif pelayanan berdasarkan unit cost dan evaluasi pola tarif pelayanan yang digunakan RSJ Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
48 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat Meningkatnya kerjasama dengan institusi swasta dan pemerintah dalam pemanfaatan produk RSJ Sebagai pilot project RSJ kelas B Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mendapatkan pelayanan bermutu ANCAMAN Stigma negatif dari masyarakat tentang RSJ Semakin kritisnya pelanggan terhadap mutu pelayanan kesehatan dan adanya undang undang perlindungan konsumen Kebijakan Pemda tentang pemeriksaan Narkoba Meningkatnya jumlah lembaga yang memberikan jasa pengobatan alternatif/ tradisional Kebijakan pemerintah tentang JKN Kebijakan global tentang tenaga asing yang boleh bekerja di Indonesia ST Sosialisasi, publikasi pelayanan dan advokasi program ke masyarakat Standarisasi pelayanan Koordinasi dan advokasi lintas sektoral dan stakeholder Koordinasi, supervisi, advokasi dan edukasi administrasi keuangan secara berkala oleh direksi dan tim keuangan provinsi WT Revitalisasi pegawai Restrukturisasi pola hubungan dan pembagian tugas pegawai Sosialisasi, publikasi pelayanan dan advokasi program ke masyarakat Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
49 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.. Visi Dan Misi VISI Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NTB yang merupakan salah satu Lembaga Teknis Daerah (LTD) Pemerintah Provinsi mempunyai visi : RUMAH SAKIT JIWA DAMBAAN MASYARAKAT DENGAN MUTU TERKINI Ada dua kata kunci dalam visi pembangunan kesehatan yang dilaksanakan oleh RSJ Mutiara Sukma , yaitu: Kata Dambaan Masyarakat yang dimaksud adalah RSJ Mutiara Sukma menjadi harapan dan kepercayaan masyarakat dalam pengembangan dan penanganan kesehatan jiwa masyarakat. Kata Mutu Terkini yang dimaksud adalah pelayanan yang diberikan RSJ Mutiara Sukma sesuai dengan tuntutan kebutuhan masyarakat serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. MISI Untuk mencapai visi tersebut, Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma menetapkan misi yang diemban sebagai berikut:. Meningkatkan ketertiban dan kelancaran pelayanan dan pengelolaan administrasi perkantoran Pelayanan yang berkualitas membutuhkan dukungan manajemen dan administrasi serta kebijakan yang baik, tepat dan akuntabel, baik dibidang keuangan, pengelolaan aset, perencanaan pelaporan, kepegawaian maupun urusan rumah tangga RSJ. Pengelolaan administrasi yang baik akan tercermin dalam performa kerja antara lain peningkatan ketertiban administrasi. 2. Meningkatkan kemudahan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan jiwa dan Napza secara paripurna dan bermutu standar nasional Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
50 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat Setiap pelayanan yang diberikan khususnya bagi penderita gangguan jiwa, penyalahgunaan Napza maupun penderita HIV/AIDS dilakukan secara bersama dalam suatu tim dengan melibatkan multidisiplin ilmu agar pelayanan dapat diberikan menyeluruh sesuai standar yang berlaku secara nasional. Pelayanan paripurna akan menciptakan pelayanan yang lebih efektif, efisien, safety serta terjamin kualitasnya sehingga terbangun brand image dan citra positif RSJ Mutiara Sukma. 3. Meningkatkan ketersediaan fasilitas fisik, peralatan medis dan non medis sesuai standar untuk menunjang pelayanan Pelayanan yang baik atau berkualitas harus didukung dengan penyediaan sarana dan prasarana, bukan hanya dari segi kuantitas tetapi juga dari segi kualitas serta sejalan dengan kemajuan teknologi dibidang kesehatan dan ilmu kedokteran. Penyediaan peralatan yang sesuai standar adalah kewajiban yang harus dipenuhi sebagai salah satu persyaratan penilaian mutu dan klasifikasi suatu RS. 4. Meningkatkan kelancaran dan kemudahan pelayanan keperawatan profesional untuk mencapai kepuasan pelanggan Sebagai salah satu organisasi yang bergerak dibidang jasa, RSJ Mutiara Sukma mempunyai kewajiban untuk memberikan pelayanan terbaiknya termasuk dibidang keperawatan. Keperawatan adalah unsur penting dalam pelayanan karena merupakan tenaga yang langsung terlibat dengan pasien maupun masyarakat. Peningkatan kualitas pelayanan keperawatan agar lebih profesional diharapkan akan berkontribusi signifikan pada pencapaian kepuasan pelanggan. Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
51 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat 4.2. TUJUAN DAN SASARAN JANGKA MENENGAH RSJ MUTIARA SUKMA NTB N O TUJUAN. Meningkatkan efektivitas pengelolaan administrasi keuangan dan aset.2 Meningkatkan efektivitas pengelolaan administrasi umum dan teknis perkantoran.3 Meningkatkan kualitas dan kapasitas layanan administrasi perkantoran Tabel 4.. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah RSJ Mutiara Sukma NTB SASARAN.. Terwujudnya administrasi perkantoran yang tertib..2 Terkelolanya aset/barang daerah secara efektif, aset tepat waktu dan akurat.2. Terwujudnya administrasi umum perkantoran yang tertib.3. Tersedianya sarana perkantoran untuk kelancaran pelayanan INDIKATOR KINERJA SASARAN (OUTCOME) Pelaporan keuangan tepat waktu dan akurat Jumlah laporan aset/barang daerah yang tersusun Jasa administrasi umum dan perkantoran terlaksana Tingkat kelancaran layanan administrasi perkantoran SATU AN TARGET KINERJA SASARAN PER TAHUN Persen Persen Dokumen Persen Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
52 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat N O TUJUAN 2 2. Meningkatakan mutu pelayanan dan keselamatan pasien SASARAN 2.. Tercapainya pelayanan sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) 2..2 Terakreditasinya RSJ sesuai versi 202 INDIKATOR KINERJA SASARAN (OUTCOME) Kepuasan pelanggan meningkat SATU- AN RSJ terakreditasi Tingkat 5 pela yana n TARGET KINERJA SASARAN PER TAHUN Persen 77, , pela yana n Pari purn a Pari purn a Pari purn a 2.2 Menyediakan pelayanan terjangkau 3 3. Menyediakan ruang perawatan dan perkantoran yang sesuai standar 2.2. Tersedianya pelayanan kesehatan yang memadai, mudah diakses dan sesuai daya beli masyarakat 3.. Tersedia ruang perawatan dan perkantoran yang layak dan sesuai fungsi ruang Visite rate meningkat Persen 0,47 0,5 0,53 0,56 0,59 Kelas RSJ meningkat Tipe B B B B A Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
53 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat N O TUJUAN 3.2 Meningkatkan efektifitas layanan 4 4. Meningkatkan kapasitas dan produktifitas kerja layanan SASARAN 3..2 Terpeliharanya fisik bangunan secara rutin 3.2. Terpeliharanya sarana dan prasarana rumah sakit yang memadai Tersedianya sarana dan prasarana rumah sakit yang memadai 4.. Terwujudnya sumber daya aparatur yang profesional dan sehat jasmani INDIKATOR KINERJA SASARAN (OUTCOME) Umur teknis sarana dan prasarana rumah sakit Jumlah gedung terpelihara Jumlah sarana dan prasaranan yang tersedia Persentase karyawan yang mengikuti dan terpapar pelatihan SATU- AN TARGET KINERJA SASARAN PER TAHUN Tahun Paket Paket Persen Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
54 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat 4.3. STRATEGI DAN KEBIJAKAN Tabel 4.2 Strategi dan Kebijakan RSJ Mutiara Sukma NTB Tahun Visi Rumah Sakit Jiwa Dambaan Masyarakat Dengan Mutu Terkini Misi Meningkatkan ketertiban dan kelancaran pelayanan dan pengelolaan administrasi perkantoran Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan. Meningkatkan efektivitas pengelolaan administrasi keuangan dan aset.2 Meningkatkan efektivitas pengelolaan administrasi umum dan teknis perkantoran.3 Meningkatkan kualitas dan kapasitas layanan administrasi perkantoran.. Terwujudnya administrasi perkantoran yang tertib..2 Terkelolanya aset/barang daerah secara efektif, aset tepat waktu dan akurat.2. Terwujudnya administrasi umum perkantoran yang tertib.3. Tersedianya sarana perkantoran untuk kelancaran pelayanan... Standarisasi pelayanan..3. Evaluasi dan revisi pengelolaan asset/barang.2.. Standarisasi pelayanan.3.. Renovasi ruang perkantoran dan optimalisasi sumber daya... Mendorong penerapan SPO dan SPM RSJ..3.. Pembentukan tim kerja asset san evaluasi.2... Mendorong penerapan SPO dan SPM RSJ.3... Meningkatkan koordinasi dan evaluasi penyediaan fasilitas perkantoran Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
55 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat Visi Rumah Sakit Jiwa Dambaan Masyarakat Dengan Mutu Terkini Misi 2 Meningkatkan kemudahan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan jiwa dan Napza secara paripurna dan bermutu standar nasional Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan 2. Meningkatakan mutu pelayanan dan keselamatan pasien 2.. Tercapainya pelayanan sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) 2... Intensifikasi, diversifikasi dan revitalisasi pelayanan Sosialisasi dan publikasi pelayanan 2... Pengembangan dan pembaharuan pelayanan Meningkatkan promosi dan publisitas 2.2 Menyediakan pelayanan terjangkau 2..2 Terakreditasinya RSJ sesuai versi Tersedianya pelayanan kesehatan yang memadai, mudah diakses dan sesuai daya beli masyarakat Koordinasi dan advokasi lintas sektoral dan stakeholder Standarisasi pelayanan Evaluasi revisi pelayanan dan standar Renovasi ruang perawatan dan pelayanan, optimalisasi sumber daya, rasionalisasi dan evaluasi pola tarif Melanjutkan kemitraan dengan lintas sektoral dan stakeholder Pembentukan tim kerja/akreditasi Mendorong penerapan SPO dan SPM serta pengembangan SPO Meningkatkan koordinasi dan evaluasi penyediaan fasilitas kesehatan, menjalin kemitraan, menyusun pola tarif baru, dan pengaturan pengelolaan smberdaya Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
56 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat Visi Rumah Sakit Jiwa Dambaan Masyarakat Dengan Mutu Terkini Misi 3 Meningkatkan ketersediaan fasilitas fisik, peralatan medis serta non medis sesuai standar untuk menunjang pelayanan Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan 3. Menyediakan ruang perawatan dan perkantoran yang sesuai standar 3.. Tersedia ruang perawatan dan perkantoran yang layak dan sesuai fungsi ruang 3..2 Terpeliharanya fisik bangunan secara rutin 3... Konstruksi dan renovasi ruang perawatan dan perkantoran sesuai standar bangunan Koordinasi dan advokasi pendanaan 3... Penyusunan usulan pendanaan pembangunan renovasi dan perluasan bangunan Menjalin kemitraan tingkat vertical horizontal (Pemda/Pusat) dan 3.2 Meningkatkan efektifitas layanan 3.2. Terpeliharanya sarana dan prasarana rumah sakit yang memadai Tersedianya sarana dan prasarana rumah sakit yang memadai Optimalisasi sumber daya Inventarisasi sumber daya Penyusunan, monitoring dan evaluasi pedoman pemeliharaan bangunan Pengaturan pengelolaan sumber daya Menyusun daftar kebutuhan sumber daya Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
57 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat Visi Rumah Sakit Jiwa Dambaan Masyarakat Dengan Mutu Terkini Misi 4 Meningkatkan kelancaran dan kemudahan pelayanan keperawatan profesional untuk mencapai kepuasan pelanggan Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan 4. Meningkatkan kapasitas dan produktifitas kerja layanan 4.. Terwujudnya sumber daya aparatur yang profesional 4... Peningkatan Kompetensi dan profesionalisme karyawan melalui diklat 4... Pemberian kesempatan kepada semua karyawan untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
58 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat Tujuan Sasaran Indikator Sasaran Kode Rekening Tabel 5.2 Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran, dan Pendanaan Indikatif Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Program dan Kegiatan Indikator kinerja Program (outcome) dan Kegiatan (output) Target Kinerja Target 204 Meningkatkan - Terwujudnya administrasi pelaporan Program pelayanan Tingkat kelancaran 0% - 0% 0 00% 69,724 00% 69,624 00% 8,056 00% 220,404 efektifitas perkantoran yang tertib keuangan tepat administrasi administrasi perkantoran pengelolaan waktu dan akurat perkantoran administrasi keuangan dan asset Penyediaan jasa Jumlah kegiatan keg 69,724 keg 69,624 keg 8,056 3 keg 220,404 RSJMS RSJ administrasi keuangan penyediaan jasa (tata usaha; administrasi keuangan keuangan) terselenggara Terkelolanya aset/barang Jumlah laporan Program pelayanan Tingkat kelancaran 0% 0 0% 0 00% 25,230 00% 7,500 00% 20,00 00% 62,830 daerah secara efektif asset/barang administrasi administrasi perkantoran Meningkatkan kemudahandaerah yang perkantoran akurat tersusun Rp.(000) Target Kinerja Target 205 Rp.(000) Target Kinerja Target 206 Target 207 Target 208 Rp.(000) Target Kinerja Rp.(000) Target Kinerja Rp.(000) Kondisi kinerja pada akhir periode Target Kinerja Rp.(000) Unit Kerja SKPD Penanggung jawab Lokasi Penyediaan jasa Jumlah kegiatan 0 keg 0 0 keg 0 keg 25,230 keg 7,500 keg 20,00 3 keg 62,830 RSJMS RSJ administrasi keuangan penyediaan jasa (tata usaha; (tim aset) administrasi keuangan keuangan) (tim aset)terselenggara Meningkatkan - Terwujudnya Jasa administrasi Program pelayanan Tingkat kelancaran 00% 36,00 00% 87,400 00% 527,000 00% 965,000 00% 563,20 00% 2,78,70 efektivitas administrasi umum umum dan administrasi administrasi perkantoran pengelolaan perkantoran yang perkantoran perkantoran administrasi tertib terlaksana umum dan Penyediaan jasa Jumlah kegiatan keg 22,00 keg 63,400 keg 503,000 keg 468,000 keg keg,056,50 RSJMS RSJ teknis perkantoran administrasi dan teknis penyediaan jasa (tata usaha; perkantoran administrasi dan keuangan, teknis perkantoran kepegawaian) Penyediaan jasa Jumlah kegiatan keg 4,000 keg 24,000 keg 24,000 keg 324,000 keg 372,000 5 keg 758,000 RSJMS RSJ komunikasi,sumber penyediaan jasa (Tata Usaha, daya air dan listrik komunikasi,sumber Umum) daya air dan listrik tersedia Penyediaan alat listrik Tersedianya komponen 0 keg 0 0 keg 0 0 keg 0 keg 73,000 keg 9,200 2 keg 364,200 RSJMS RSJ dan elektronik instalasi listrik gedung (tata usaha; rumah sakit perlengkapan) Meningkatkan Tersedianya sarana Tingkat Program peningkatan Tingkat kelancaran 0% 0 0% - 00% 38,350 00% 705,98 00% 58,00 00%,668,368 kualitas dan perkantoran untuk kelancaran sarana prasarana tugas aparatur kapasitas layanan kelancaran pelayanan layanan aparatur administasi administrasi perkantoran perkantoran Pengadaan kendaraan dinas /Tersedianya kendaraan unit 38,350 2 unit 572, unit 954,268 RSJMS Operasional operaional (Tata Usaha, Asset) Pengadaan perlengkapan Tersedianya perlengkapan unit 47,900 3 unit 47,900 RSJMS gedung kantor gedung kantor yang (Tata Usaha, memadai Asset) Pengadaan UPS/Stabilizer, Tersedianya komputer unit 33,000 8 unit 09, unit 242,200 RSJMS komputer dan alat-alat dan UPS yang memadai (Tata Usaha, elektronik Asset) Meningkatkan - Tercapainya Kepuasan Program peningkatan Persentase target 00% 8,000,000 00% 6,000,000 00% 4,000,000 00% 5,000,000 00% 6,000,000 00% 69,000,000 mutu pelayanan dan pelayanan sesuai pelanggan mutu pelayanan BLUD pendapatan keselamatan Standar Pelayanan meningkat pasien Minimal (SPM) Pelayanan dan Cost Recovery meningkat 54% 8,000,000 55% 6,000,000 56% 4,000,000 57% 5,000,000 60% 6,000,000 60% 69,000,000 RSJMS RSJ pendukung pelayanan (penunjang; BLUD diklit dan TU; kepegawaian Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
59 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat Tujuan Sasaran Indikator Sasaran Kode Rekening Program dan Kegiatan Indikator kinerja Program (outcome) dan Kegiatan (output) Target Kinerja Target 204 Rp.(000) Target Kinerja Target 205 Rp.(000) Target Kinerja Target 206 Target 207 Target 208 Rp.(000) Target Kinerja Rp.(000) Target Kinerja Rp.(000) Kondisi kinerja pada akhir periode - Terakreditasinya RSJ Program standarisasi RSJ terakreditasi 5 85, ,880 tingkat 525,66 tingkat 20,000 tingkat 50,000 tingkat,27,976 RSJ sesuai versi 202 terakreditasi pelayanan RS pelayanan pelayanan paripurna paripurna paripurna paripurna Target Kinerja Rp.(000) Unit Kerja SKPD Penanggung jawab Lokasi Penyusunan standar persentase dokumen 80% 85,480 80% 246,880 80% 525,66 80% 20,000 80% 50,000 80%,27,976 RSJMS. Pela- RSJ pelayanan kesehatan akreditasi tersusun yanan medik, sesuai pokja Penunjang, keperawatan, TU) Menyediakan - Tersedianya pelayanan Visite Rate Program Upaya BOR mencapai standar pelayanan kesehatan yang meningkat kesehatan masyarakat 85% 593,252 85% 268,429 85%,353,280 85% 737,267 85%,39,440 85% 4,27,668 terjangkau memadai, mudah diakses dan sesuai Peningkatan kesehatan - % pasung terlayani 00% 30,795 00% 268,429 00% 228,68 00% 737,267 00% 766,920 00% 2,3,579 RSJMS se-ntb daya beli masyarakat masyarakat - %pasien gangguan 00% 00% 00% 00% 00% 00% - (pelayanan jiwa terlayani medik) -%Napza terlayani 00% 00% 00% 00% 00% 00% Peningkatan pelayanan -% HIV/AIDS terlayani 00% 282,457 00% 470,96 00%,25,2 00% 482,663 00% 552,520 00% 2,92,948 RSJMS se-ntb dan penanggulangan -% korban bencana 00% 00% 00% 00% 00% 00% - (pelayanan masalah kesehatan gangguan jiwa,dropping, medik) hotline layanan krisis terlayani Menyediakan - Tersedia ruang Kelas RSJ Program peningkatan Tingkat kelancaran 00% 2,664,883 00%,796,365 00% 9,277,02 00%,999,897 00% 0,890,557 00% 56,628,74 ruang perkantoran perawatan dan meningkat sarana prasarana tugas aparatur dan perawatan perkantoran yang aparatur yang sesuai layak dan sesuai standar fungsi ruang Pembangunan gedung Jumlah gedung pkt,372,000 4 pkt 3,626,794 4 pkt 6,68,676 pkt,999,897 3 pkt 0,890,557 3 pkt 34,057,924 RSJ MS RSJ kantor terbangun (tata usaha, penunjang) - Terpeliharanya fisik Umur teknis Pemeliharaan rutin/ Jumlah gedung pkt,292,883 3 pkt 8,69,57 3 pkt 3,08,336 0 pkt - 7 pkt 22,570,790 RSJMS RSJ bangunan secara rutin sarana dan berkala gedung kantor terpelihara (renovasi/ (penunjang prasarana rumah dinas dan gedung) medik) sakit terselenggara Meningkatkan - Terpeliharanya Jumlah gedung Program pemeliharaan Jumlah kunjungan gangguan ,724, ,376,500 56,600 2,05, ,5,84 efektifitas Sarana dan Prasarana terpelihara sarana prasarana RS jiwa tertangani kunjungan kunjungan kunjungan kunjungan layanan Rumah Sakit yang memadai Pemeliharaan rutin/ Jumlah gedung 0% 0 0% 0 2 paket 8,724,39 pkt 2,376,500 2 pkt 2,05,75 3 keg 3,5,84 RSJMS RSJ berkala rumah sakit rumah sakit (penunjang yang terpelihara medik) Tersedianya sarana dan Jumlah sarana dan Program pengadaaan Jumlah kunjungan gangguan ,645 3,290, ,646, ,86,04 56,600 3,76, ,975,05 prasarana rumah sakit yang prasarana yang peningkatan sarana jiwa tertangani kunjungan kunjungan kunjungan kunjungan kunjungan memadai tersedia prasarana RS/RSJ Pengadaan alat-alat Jumlah kegiatan 0 keg 0 2 paket 3,290,750 2 paket,584,20 3 pkt,642,99 pkt 960,04 3 keg 9,036,705 RSJMS RSJ kesehatan RS pengadaan alkes (pelayanan terselenggara medik) Pengadaan obat-obatan Jumlah kegiatan 0 keg 0 0 keg 0 keg,000,000 keg,500,000 keg 2,000,000 3 keg 4,500,000 RSJMS RSJ RS pengadaan obat (Penunjang terselenggara medik) Pengadaan meubeler Jumlah kegiatan 0 keg 0 0 keg 0 keg 309,500 keg 37,400 keg 50,000 3 keg 830,900 RSJMS. RSJ pengadaan meubeler (tata usaha; terselenggara Aset) Pengadaan perlengkapan Jumlah kegiatan 0 keg 0 0 keg 0 2 paket,753,240 3 pkt 346,650 pkt 66,350 3 keg 2,66,240 RSJMS. RSJ rumahtangga RS pengadaan perlengkapan (tata usaha; RS terselenggara Aset) Penambahan ruang rawat Jumlah ruang rawat inap pkt 0,064,954 pkt,828,40 3 pkt,893,094 inap rumah sakit rumah sakit yang dibangun Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma Pembangunan rumah sakit Tersedianya ruang pkt 4,53,863 3 pkt 4,53,863 perawatan yang memadai
60 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat Tujuan Sasaran Indikator Sasaran Kode Rekening Program dan Kegiatan Indikator kinerja Program (outcome) dan Kegiatan (output) Target Kinerja Target 204 Rp.(000) Target Kinerja Target 205 Rp.(000) Target Kinerja Target 206 Target 207 Target 208 Rp.(000) Target Kinerja Rp.(000) Target Kinerja Rp.(000) Kondisi kinerja pada akhir periode Meningkatkan Terwujudnya sumber daya Persentase Program peningkatan % Kinerja pegawai 7% 00,000 72% 25,000 73% 50,000 74% #REF! 75% 637,200 75% #REF! kapasitas aparatur yang profesional karyawan yang kapasitas SD aparatur dan produktifitas dan sehat jasmani mengikuti dan kerja layanan terpapar pelatihan Pendidikan dan % pegawai yang 85% 00,000 85% 25,000 85% 50,000 85% 250,000 85% 637,200 85%,262,200 RSJMS. luar dan pelatihan formal mengikuti atau terpapar (seksi dalam pelatihan dan penunjang Medik, daerah pendidikan lanjut keperawatan Target Kinerja Rp.(000) Unit Kerja SKPD Penanggung jawab Lokasi Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
61 Rumah Sakit Jiwa Provinsi Nusa Tenggara Barat BAB V RENCANA PROGRAM, KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF Perubahan pengelolaan keuangan menjadi Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) sejak tahun 202 berimplikasi pada perubahan pola pembiayaan di RSJ Mutiara Sukma NTB. Untuk pembiayaan operasional bersumber dari pendapatan fungsional BLUD (DPA-BLUD), sedangkan pembiayaan bersumber dari APBD diperuntukkan untuk belanja program kesehatan jiwa dan investasi, begitu pula pembiayaan yang bersumber APBN dalam bentuk dana Tugas Pembantuan (TP). Pendapatan BLUD sangat tergantung dari capaian hasil pelayanan dan tarif pelayanan, sehingga untuk estimasi pendapatan BLUD 5 (lima) tahun ( ) dibutuhkan estimasi progres capaian hasil pelayanan 5 tahun juga. Rincian estimasi progres capaian hasil pelayanan dapat dilihat pada lampiran 2, sedangkan hasil perhitungan estimasi pendapatan untuk 5 (lima) tahun kedepan dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 5.. Estimasi Progres Pendapatan BLUD Selama 5 (lima) tahun Sumber Pendapatan Tahun Pasien Jumlah Pasien Umum Lain-lain Jaminan Untuk pembiayaan yang bersumber dari APBD direncanakan untuk membiayai 0 Program RSJ Mutiara Sukma NTB. Rincian 5 (lima) program dan kegiatan dengan anggaran sumber APBD Provinsi NTB diuraikan sebagai berikut : Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
62 Rumah Sakit Jiwa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran. Kegiatan yang akan dilaksanakan: a. Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan b. Penyediaan Jasa Administrasi Teknis dan Perkantoran c. Pengadaan alat listrik dan elektronik 2. Program Peningkatan Sarana Prasarana Aparatur kegiatan yang akan dilaksanakan: a. Pembangunan gedung kantor b. Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor 3. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Kegiatan yang akan dilaksanakan: a. Pendidikan dan Pelatihan Formal 4. Program Peningkatan pengembangan sisitim capaian kinerja keuangan Kegiatan yang akan dilaksanakan: a. Penyusunan laporan kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja b. Penyusunan pelaporan keuangan akhir tahun c. Penyusunan rencana kerja d. Penyusunan RKA dan DPA 5. Program Upaya Kesehatan Masyarakat kegiatan yang akan dilaksanakan: a. Peningkatan kesehatan masyarakat b. Peningkatan Pelayanan dan Penanggulangan Masalah Kesehatan 6. Program Standarisasi Pelayanan RS Kegiatan yang akan dilaksanakan: a. Penyusunan standar pelayanan kesehatan Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
63 Rumah Sakit Jiwa Provinsi Nusa Tenggara Barat 7. Program Pegadaan, Peningkatan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit Paru-paru/ Rumah Sakit Mata Kegiatan yang akan dilaksanakan: a. Pengadaan alat-alat kesehatan RS b. Pengadaan obat-obatan RS c. Pengadaan meubeler d. Pengadaan perlengkapan rumahtangga RS e. Pengadaan logistik (makanan pasien) f. Pengadaan pencetakan administrasi RS 8. Program Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit Paru-paru/ Rumah Sakit Mata Kegiatan yang akan dilaksanakan: a. Pemeliharaan rutin/berkala alat kesehatan b. Pemliharaan rutin/berkala ambulance c. Pemeliharaan rutin/berkala meubeler 9. Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan Kegiatan yang akan dilaksanakan: a. Kemitraan asuransi kesehatam masyarakat b. Kemitraan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular c. Kemitraan pengolahan limbah d. Kemitraan peningkatan kualitas dokter dan paramedis e. Kemitraan bagi pasien kurang mampu f. Kemitraan dengan media massa 0. Program Kebijakan dan Manajemen kesehatan Kegiatan yang akan dilaksanakan: a. Penyusunan dokumen pelaporan Pembiayaan yang bersumber dari pendapatan fungsional BLUD digunakan untuk Program Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan BLUD di RSJ Mutiara Sukma NTB, dengan kegiatan sebagai berikut : Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
64 Rumah Sakit Jiwa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Program Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan BLUD Kegiatan yang akan dilaksanakan: a. Pelayanan dan Pendukung Pelayanan BLUD, yang dibagi dalam 3 kelompok belanja : ) Belanja Pegawai 2) Belanja Barang dan Jasa 3) Belanja Modal Rincian kegiatan, indikator kinerja, target dan pendanaan indikatif akan diuraikan dalam bentuk RKA (rencana Kerja Anggaran) untuk pembiayaan yang bersumber dari APBD dan RBA (Rencana Bisnis anggaran) untuk pembiayaan yang bersumber dari pendapatan fungsional BLUD. Secara umum uraian tersebut dapat dilihat pada tabel berikut : Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
65 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat BAB VI INDIKATOR KINERJA RSJ MUTIARA SUKMA YANG MENGACU KEPADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD Dalam RPJMD Provinsi NTB dibahas permasalahanpermasalahan pembangunan yang masih dihadapi Provinsi NB ke depan dan perlu ditangani dengan lebih baik yakni bagaimana membangun masyarakat berkarakter, mampu mengembangkan budaya dan kearifan lokal, reformasi birokrasi dan penegakan hukum, pengembangan SDM yang berdaya saing, pengentasan kemiskinan, pengembangan konektifitas antar wilayah dan tata ruang, serta pengelolaan lingkungan hidup. Membangun masyarakat berkarakter dan SDM berdaya saing membutuhkan masyarakat yang sehat jiwa dan raganya, sehingga salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi NTB adalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Hal tersebut juga tertuang dalam salah satu pernyataan misi RPJMD Provinsi NTB yakni meningkatkan mutu sumberdaya manusia yang berdayasaing melalui optimalisasi pelayanan pendidikan, kesehatan, keluarga berencana, dan kesejahteraan sosial yang berkualitas, terjangkau dan berkeadilan gender. Tujuan pada misi ini adalah menjamin bahwa aksesibilitas dan kualitas pelayanan sosial dasar termasuk kesehatan dapat diperoleh masyarakat secara berkeadilan dan tanpa membedakan gender, dengan sasaran terwujud layanan sosial dasar bermutu, terjangkau dan adil, serta terwujudnya masyarakat yang sehat dan cerdas. Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NTB sebagai salah satu penyedia layanan sosial dasar untuk masyarakat Provinsi NTB dan sekitarnya, ikut berperan aktif dan berkontribusi dalam mencapai visi, misi, tujuan dan sasaran tersebut dengan program-program dan kegiatannya yang langsung maupun tidak langsung ke masyarakat. Berikut program kegiatan yang telah disusun RSJ Mutiara Sukma beserta indikator dan target yang telah diselaraskan dengan tujuan dan sasaran RPJMD Provinsi NTB : Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
66 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat N o Aspe/Indikator Kinerja RSJ Mutiara Sukma NTB I PELAYANAN. Kepuasan pelanggan meingkat Visite rate (angka 2. pemanfaatan RS) meningkat Tabel 6. Indikator Kinerja SKPD yang mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD Renstra RSJ Mutiara Sukma NTB Nilai IKM Satuan Kondisi Awal (203) Target Kinerja Kondisi Akhir 77 77, , % 0,46 0,47 0,49 0,53 0,56 0,59 0,59 Kelas RSJ meningkat tipe B B B B A A A RSJ terakreditasi 5. Persentase pasung terlayani Persentase pasien 6. gangguan jiwa terlayani 7. Persentase kasus Napza tertangani 8. Persentase kasus HIV/AIDS tertangani Persentase korban 9. bencana traumatik tertangani BOR (tingkat 0. pemanfaatan tempat tidur RS) mencapai standar nasional. Jumlah gedung terbangun 2. Jumlah gedung terpelihara Jumlah pegawai ikut 3. atau terpapar pelatihan 4. Kinerja pegawai meningkat II. KEUANGAN Cost recovery meningkat Pendapatan 2 meningkat Kerjasama dengan pi 3 hak ketiga meningkat tingkat 5 pela yanan 5 pelayanan % % % % % % pkt pkt % 80, % % 52, pelayanan Paripurna Paripurna Paripurna Paripurna Milyar Kesep akatan 7, Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma
67 RSJ Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat BAB VII P E N U T U P Rencana Strategis (Renstra) Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat Tahun ini disusun dengan pendekatan kombinasi top down dan bottom up yang melibatkan seluruh pejabat struktural dan segenap unsur pimpinan yang ada di RSJ Mutiara Sukma. Dengan demikian diharapkan Renstra ini relevan dengan isu-isu strategis di tingkat lapangan sampai dengan isu di tingkat koorporat. Secara umum Renstra ini merupakan hasil pemikiran dan komitmen dari seluruh level dan jajaran RSJ Mutiara Sukma sehingga diharapkan dapat diimplementasikan dengan baik. Renstra ini merupakan pedoman bagi manajemen dan unit kerja di lingkungan RSJ Mutiara Sukma dalam menjalankan dan mengembangkan RSJ terutama dalam menyusun Rencana Kerja dan Anggaran tahunan. Selain itu, Renstra ini juga akan membantu RSJ Mutiara Sukma untuk berkomunikasi dan bekerjasama dengan para stakeholder, antara lain pihak pemerintah, DPRD, masyarakat, maupun investor. Implementasi Renstra selayaknya diikuti dengan pengendalian dalam bentuk monitoring dan evaluasi untuk menjamin Renstra ini selalu relevan dengan perkembangan dan kondisi lingkungan. Kemauan melakukan perubahan, komitmen, konsistensi, dan dukungan sumberdaya organisasi dalam menjalankan Renstra merupakan kunci agar Renstra ini dapat memberikan manfaat sebesarbesarnya bagi RSJ Mutiara Sukma dan semua pihak. Akhir kata, semua gambaran kondisi RSJ Mutiara Sukma dalam 5 (lima) tahun mendatang yang dinyatakan dalam Renstra ini merupakan suatu kondisi yang diproyeksikan akan terjadi berdasarkan asumsi-asumsi operasional dan finansial. Perubahan asumsi yang cukup signifikan dapat mengakibatkan gambaran kondisi RSJ Mutiara Sukma dan pencapaian kinerjanya berbeda dari perkiraan semula, sehingga penyesuaian atau revisi lebih lanjut dari Renstra ini mungkin dilaksanakan. Rencana Strategis RSJ Provinsi
68 RSJ Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat Semoga program kerja RSJ Mutiara Sukma sampai dengan tahun 208 lebih terarah dan terukur sesuai ketentuan yang berlaku, dilakukan dengan dedikasi yang tinggi dan kerja keras serta memberi sumbangsih nyata bagi upaya segenap komponen dalam memantapkan kebijakan, dan mendukung visi dan misi Pemerintah Daerah dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan kesehatan jiwa di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Rencana Strategis RSJ Provinsi
69 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat KATA PENGANTAR Puji Syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-nya sehingga dokumen Rencana Strategis (Renstra) Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma ini dapat terselesaikan. Penyusunan Renstra RSJ Mutiara Sukma mengacu pada RPJMD Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat serta Renstra Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Rencana Strategis ini merupakan dokumen perencanaan memuat visi, misi, tujuan, program kerja, indikator, target kinerja dan sumber pembiayaannya, yang diharapkan dapat menjadi acuan bagi semua elemen yang ada di RSJ Mutiara Sukma baik perencana, pelaksana dan pihak-pihak yang berkepentingan serta dasar evaluasi kegiatan RSJ Mutiara Sukma selama 5 (lima) tahun mendatang. Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh unit/instalasi dan pihakpihak yang telah membantu dan berperan serta dalam penyusunan Rencana Strategis ini. Tiada gading yang tak retak, saran dan masukan dari berbagai pihak akan menjadi pertimbangan dalam menyempurnakan Rencana Strategis ini kedepannya. Mataram, Januari 207 DIREKTUR RUMAH SAKIT JIWA MUTIARA SUKMA Dr. ELLY ROSILA WIJAYA, Sp.KJ., MM Pembina Tk. I NIP Rencana Strategis Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma i
70 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii DAFTAR LAMPIRAN iii DAFTAR TABEL iv DAFTAR GAMBAR v BAB I : PENDAHULUAN.. Latar Belakang.2. Landasan Hukum 2.3. Maksud dan Tujuan 4.4. Sistematika Penuisan 5 BAB II : GAMBARAN PELAYANAN RUMAH SAKIT JIWA 7 MUTIARA SUKMA 2.. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi Susunan Kepegawaian dan Aset yang Dikelola Jenis Pelayanan Pencapaian Kinerja Pelayanan 9 BAB III : ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS 29 POKOK DAN FUNGSI RSJ PROVINSI 3.. Gambaran Umum Daerah Terkait dengan 29 Pelayanan SKPD 3.2. Hasil-Hasil yang Dicapai Lima Tahun 33 Sebelumnya 3.3 Analisis Isu Strategis Terkait dengan Tugas dan 38 Fungsi SKPD 3.4. Analisis Lingkungan Strategis 43 BAB IV : VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN 49 KEBIJAKAN 4.. Visi dan Misi Tujuan dan Sasaran Strategi dan Kebijakan 57 BAB V : RENCANA PROGRAM, KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF 63 BAB VI : INDIKATOR KINERJA RSJ MUTIARA SUKMA YANG MENGACU KEPADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD BAB VII : PENUTUP 73 LAMPIRAN 7 Rencana Strategis Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma ii
71 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat DAFTAR LAMPIRAN Nomor lampiran Judul tabel Halaman. Aset yang Dikelola RSJ Mutiara Sukma s.d. 75 Desember Estimasi Progres Capaian Hasil Pelayanan 94 Rencana Strategis Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma iii
72 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat Nomor Tabel DAFTAR TABEL Judul Tabel Halaman 2.. Distribusi Jumlah SDM RSJ Mutiara Sukma NTB 0 berdasarkan Status Kepegawaian Tahun Distribusi Jumlah SDM RSJ Mutiara Sukma NTB 0 Berdasarkan Pendidikan Tahun Jenis Layanan dan Kelompok Sasaran Gambaran Tingkat Pemanfaatan RSJ Mutiara Sukma 7 Tahun Kunjungan Pasien Rawat Jalan Berdasarkan Status 20 Bayar 2.6 Pencapaian Kinerja RSJ Mutiara Sukma Berdasarkan 2 Indikator Mutu 2.7 Kunjungan Pasien Rawat Inap Berdasarkan Status 2 Bayar 2.8 Kunjungan Pasien IGD Berdasarkan Status Bayar Sumber Pembiayaan/Anggaran RSJ Mutiara Sukma Alokasi Belanja Langsung Tahun Alokasi dan Penggunaan Dana APBD (Subsidi dan BLUD) RSJ Mutiara Sukma NTB Tahun Target dan Realisasi Pendapatan RSJ Mutiara Sukma Capaian Indikator Kinerja RSJ Mutiara Sukma Dalam 34 RPJMD Provinsi NTB Capaian Kinerja Berdasarkan Indikator Renstra Tahun Target dan Hasil Survei SPM Keterkaitan Masalah dengan Isu Strategis Keterkaitan Rencana Tata Ruang Provinsi NTB dengan Rencana Strategis RSJ Mutiara Sukma NTB Penentuan Langkah Strategis Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah RSJ Mutiara 5 Sukma NTB 4.2 Strategi dan Kebijakan RSJ Mutiara Sukma NTB Estimasi Progres Pendapatan BLUD Selama 5 tahun Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, 67 Kelompok Sasaran, dan Pendanaan Indikatif RSJ Mutiara Sukma 6. Indikator Kinerja SKPD yang Mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD Renstra RSJ Mutiara Sukma Rencana Strategis Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma iv
73 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat DAFTAR GAMBAR Nomor Gambar Judul Gambar Halaman 2. Struktur organisasi RSJ Mutiara Sukma Diagram keadaan pegawai RSJ Mutiara Sukma NTB 3 Tahun Berdasarkan Pendidikan 2.3 Perkembangan Kunjungan Pasien Rawat Jalan Kunjungan Pasien IGD Jumlah Kasus Napza yang Datang dan Ditangani RSJ 23 Mutiara Sukma Tahun Jumlah Pasien Ikut Test dan Positif HIV/AIDS Tahun Rencana Strategis Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma v
74 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii DAFTAR LAMPIRAN... iii DAFTAR TABEL iv DAFTAR GAMBAR... v BAB I : PENDAHULUAN..... Latar Belakang Landasan Hukum Maksud dan Tujuan Sistematika Penuisan... 5 BAB II : GAMBARAN PELAYANAN RUMAH SAKIT JIWA 7 MUTIARA SUKMA Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi Susunan Kepegawaian dan Aset yang Dikelola Jenis Pelayanan Pencapaian Kinerja Pelayanan. 9 BAB III : ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS 29 POKOK DAN FUNGSI RSJ PROVINSI. 3.. Gambaran Umum Daerah Terkait dengan 29 Pelayanan SKPD Hasil-Hasil yang Dicapai Lima Tahun 33 Sebelumnya Analisis Isu Strategis Terkait dengan Tugas dan 38 Fungsi SKPD 3.4. Analisis Lingkungan Strategis. 43 BAB IV : VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN 49 KEBIJAKAN Visi dan Misi Tujuan dan Sasaran Strategi dan Kebijakan. 57 BAB V : RENCANA PROGRAM, KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF BAB VI : INDIKATOR KINERJA RSJ MUTIARA SUKMA YANG MENGACU KEPADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD... BAB VII : PENUTUP LAMPIRAN 7 Rencana Strategis Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma vi
75 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat Rencana Strategis Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma vii
76 Rumah Sakit Jiwa Provinsi Nusa Tenggara Barat Lampiran. N o ASET YANG DIKELOLA RSJ MUTIARA SUKMA Jenis Barang / Nama Barang s.d. DESEMBER 206 Tahun Pembuatan/ Pembelian RAWAT INAP Jumlah Barang Baik (B) Keadaan Barang Kurang Baik (KB) Rusak Berat (RB) MELATI Tempat Tidur Besi/Metal (Lengkap) 2 Meja Makan 2007, Stetoscope 200, Tensi Meter 202, Timbangan Badan Measuring Scale Instrument Table Senter O2 Mobile Concentrator 0 Suction Pump Hammer Reflex,korentang 2 Thermometer Oral, Air 200, Raksa,tong spatel,pinset 3 Resusitasi Whell Chair Alat Keamanan Lainlain (Infinity/CCTV) 6 Instrument troley Lemari alkes Dressing troley MAWAR Tempat tidur kayu 999, Meja Periksa Pasien Stetoscope 200, 20, ,203 4 Tensi Meter 200, Timbangan Badan Measuring Scale Senter Rencana Strategis RSJ Provinsi
77 Rumah Sakit Jiwa Provinsi Nusa Tenggara Barat N o Jenis Barang / Nama Barang Tahun Pembuatan/ Pembelian Jumlah Barang Baik (B) Keadaan Barang Kurang Baik (KB) Rusak Berat (RB) 8 Hammer Reflex Dressing Troley Troley instrument Kursi roda Oksigen konsentrat DAHLIA Tempat Tidur Besi/Metal (Lengkap) 2 Meja Periksa Pasien Stetoscope Stetoscope Tensi Meter Tensi Meter Timbangan Badan Measuring Scale O2 Mobile Concentrator Hammer Reflex Resusitasi Dressing Troley Troley instrument Whell chair Sterilisator Nebulizer ANGSOKA Meja Periksa Pasien Stetoscope 200, Tensi Meter 200, Timbangan Badan 200, Measuring Scale Hammer Reflex Dressing Troley Tempat tidur besi Tempat tidur kayu Stand waskom FLAMBOYAN Lemari kayu Tempat Tidur 999, Besi/Metal (Lengkap) 3 Meja Periksa Pasien Rencana Strategis RSJ Provinsi
78 Rumah Sakit Jiwa Provinsi Nusa Tenggara Barat N o Jenis Barang / Nama Barang Tahun Pembuatan/ Pembelian Jumlah Barang Baik (B) Keadaan Barang Kurang Baik (KB) Rusak Berat (RB) 4 Stetoscope Tensi Meter 20, Timbangan Badan Measuring Scale Hammer Reflex Thermometer Oral, Air Raksa 0 Dressing Troley Troley instrument Kursi roda Oksigen konsentrat ANGGREK Meja Periksa Pasien Stetoscope 20, Tensi Meter Dressing Troley Tempat tidur besi Tempat tidur kayu Kursi roda Lemari alkes Stand waskom Instrument troley Tong spatel, korentang, tromol,pingset,gunting, reflek hammer WIJAYA KUSUMA Tempat tidur Tensimteter Stetoskop Foot step Lemari alkes Oksigen konsentrat Loker 2 pintu Bramcard Suction pump Minor set Pispot, urinal,kateter Neirbeken,tong spatel, korentang, pinset Rencana Strategis RSJ Provinsi
79 Rumah Sakit Jiwa Provinsi Nusa Tenggara Barat N o Jenis Barang / Nama Barang Tahun Pembuatan/ Pembelian Jumlah Barang Baik (B) Keadaan Barang Kurang Baik (KB) Rusak Berat (RB) 3 Lampu tindakan halogen 4 Stand waskom Instrumen troley Dressing troley IGD Lemari Besi Tempat Tidur Besi/Metal (Lengkap) 3 Sterilisator Stetoscope 200, Tensi Meter 200, 202, Timbangan Badan Instrument Table 200, Tabung Oksigen Minor Surgeri Set 200, 20, Mayor Surgeri Set Suction Pump Electrocardiograph 200, Operating Lamp Emergency Trolly 998, Instrument troley Whell chair RAWAT JALAN/POLIKINIK PSIKIATER Stetoscope Timbangan Badan Tensimeter 205, Meja Periksa AC Split REKAM MEDIK Lemari Besi Filling Besi/Metal Rotary Filling 2004, 2005, , AC Split dan AC Staanding 5 P.C Unit 2008, Meja Kerja DOKTER UMUM Rencana Strategis RSJ Provinsi
80 Rumah Sakit Jiwa Provinsi Nusa Tenggara Barat Keadaan Barang Tahun N Jenis Barang / Jumlah Kurang Rusak Pembuatan/ Baik o Nama Barang Barang Baik Berat Pembelian (B) (KB) (RB) P.C Unit Lemari Arsip untuk arsip Dinamis 3 Tensi Meter 200, 205, Instrument Table Meja Periksa AC Split SARAF DAN PENYAKIT DALAM Lemari Besi Tempat Tidur Besi/Metal (Lengkap) 3 AC Split P.C Unit Stetoscope Tensi Meter Instrument troley Nebulizer RADIOLOGI General XRay CR Processing Scaling Printer PCU Unit Meja Periksa Meja Komputer Tempat Tidur Pasien AC Split POLI GIGI Lemari kayu Sterilisator 202, Dental Unit+aksesoris 2003, Dental Equipment Micromotor Scaler 2008, Lemari Es Tensimeter Tabung O Meja Kerja PSIKOMETRI Lemari Besi Rencana Strategis RSJ Provinsi
81 Rumah Sakit Jiwa Provinsi Nusa Tenggara Barat N o Jenis Barang / Nama Barang Tahun Pembuatan/ Pembelian Jumlah Barang Baik (B) Keadaan Barang Kurang Baik (KB) Rusak Berat (RB) 2 Filling Besi/Metal AC Unit Sofa REHAB MEDIK AC Split Electro Stimulator ALat Kedokteran Neurologi / TDXFLX 4 USG Faradic Galavanic Therapy 6 Infra Red Tread Mill Tensimeter Meja Kerja Exercise Blicyles REHAB Lemari Besi Lemari kayu Lemari Arsip untuk arsip Dinamis 4 Timbangan Badan Alat Musik/Band Alat Kesenian 2008,202, Alat Olah Raga 2008,202, POLI ANAK Papan Pengumunan Meja Sekolah Bangku Sekolah Kipas Angin Alat Rumah Tangga/ Sketsel FARMASI Filling Besi/Metal Lemari Kaca 2007, 2009, Kursi Besi/Metal 998, Lemari Es Lemari Kaca Palet Obat/Alat Rak Rencana Strategis RSJ Provinsi
82 Rumah Sakit Jiwa Provinsi Nusa Tenggara Barat N o Jenis Barang / Nama Barang Tahun Pembuatan/ Pembelian Jumlah Barang Baik (B) Keadaan Barang Kurang Baik (KB) Rusak Berat (RB) 7 Meja Racik AC Split LABORATORIUM Lemari Besi 985, 988, Filling Besi/Metal Lemari Es AC Split P.C Unit automatic Volatge Regulator (AVR) Clinical Chemistry Analizer SFRI Centrifuge Microscope Gelas Takaran Photometer Haemocytometer Cimarac / Rotator LED Analizer Aquadestilator Micro Pippetes 202, 205, Hematology Analyzer GIZI Timbangan Barang Rak Besi/Metal 986, 988, ,997 3 Filling Besi/Metal 999, Meja Makan Tudung Saji Lemari Es 985, 989, , 2002, Reach in Frezzer Kompor Gas 990, 994, , 998, Kitchen Set 997, Tabung Gas 990, Treng Air Rencana Strategis RSJ Provinsi
83 Rumah Sakit Jiwa Provinsi Nusa Tenggara Barat N o Jenis Barang / Nama Barang Tahun Pembuatan/ Pembelian Jumlah Barang Baik (B) Keadaan Barang Kurang Baik (KB) Rusak Berat (RB) 2 Nakas 990, 996, Dispenser 2008, Lap Top Kereta Makan 989, 996, 200, 203, Freezer 202, Rice Cooker Food Processor Cheiler IPSRS DAN LAUNDRY Tool Kit Set Mesin pengering 2005, Mesin setrika 2005, Lemari Besi 988, Incenerator Mesin Potong Rumput Mesin Cuci 2005, Meja Kerja Tangga Alumunium Dispenser Alat Rumah Tangga Lain-lain 2 Kursi Kerja IPAL TATA USAHA R. DIREKTUR Sofa AC Split P.C Unit Buffet Kayu 993, AC Standing RUANG SEKRETARIS DIREKTUR Rak Kayu Facsimile Kursi Besi/Metal Meja Kerja Lemari Es AC Split Rencana Strategis RSJ Provinsi
84 Rumah Sakit Jiwa Provinsi Nusa Tenggara Barat N o Jenis Barang / Nama Barang Tahun Pembuatan/ Pembelian Jumlah Barang Baik (B) Keadaan Barang Kurang Baik (KB) Rusak Berat (RB) 7 Lap Top RUANG KA. SUB. BAG. TATA USAHA, UMUM, PERLENGKAPAN, POS JAGA Filling Besi/Metal Sofa AC Split Rotary Filling Lemari Kaca Meja Kerja P.C Unit Lemari Arsip untuk arsip Dinamis 9 Sound Wireless Lap Top Mesin Absensi RUANG KEUANGAN Mesin Ketik Manual Longewagen (8) 2 Lemari Besi 985, Filling Besi/Metal Brangkas 985, Lemari kayu 994, 202, Meja Tik Meja Komputer Jam Elektronik AC Split Lap Top 2008, 200, , 203, 205 Printer 200, Meja Kerja Pegawai Non Struktural PERENCANAAN DAN PELAPORAN Filling Besi/Metal Lemari kayu 20, Meja Kerja AC Unit Televisi P.C Unit Rencana Strategis RSJ Provinsi
85 Rumah Sakit Jiwa Provinsi Nusa Tenggara Barat N o Jenis Barang / Nama Barang Tahun Pembuatan/ Pembelian Jumlah Barang Baik (B) Keadaan Barang Kurang Baik (KB) Rusak Berat (RB) 7 Lap Top 202, Printer Sofa Lemari Es IT DAN MULTIMEDIA Lemari Besi 985, Lemari kayu 985, Kursi Besi AC Split Kipas Angin 2007, Meja Kerja PABX P.C Unit 2009, 200, Monitor Printer 20, Server 203, BENDAHARA PENERIMA Lemari Besi 985, Meja Komputer Dispenser P.C Unit 2008, Lap Top Printer UPS AC Standing PEMBUAT JAMINAN ASKES Lemari Besi P.C Unit Printer UPS Rencana Strategis RSJ Provinsi
86 Rumah Sakit Jiwa Provinsi Nusa Tenggara Barat Lampiran 2. ESTIMASI PROGRES CAPAIAN HASIL PELAYANAN a. Estimasi Progres Capaian Pelayanan Pasien Umum No Unit pelayanan Activity Driver Tahun Gawat Darurat Kunjungan Rawat Jalan Kunjungan Rawat Inap hari rawat Kelas I Kelas II Kelas III Mandiri hari rawat VIP Kelas I Kelas II Anak hari rawat Kelas I Kelas II Kelas III Geriatri hari rawat Kelas I Kelas II Kelas III PHCU hari rawat Gigi dan Mulut Tindakan Penambalan Gigi Tetap Penambalan Gigi 2 2 Sulung Perawatan saluran akar pencabutan gigi tetap Rencana Strategis RSJ Provinsi
87 Rumah Sakit Jiwa Provinsi Nusa Tenggara Barat N Unit Pelayanan Activity Tahun o Driver Pengobatan periodontal pengobatan pembersihan karang gigi Dry Socket Radiologi Foto tanpa kontras Laboratorium Pemeriksaa Darah urin rutin Malaria Widal Gula darah SGOT SGPT Ureum/creatin Creatinin Cholestrol Triliserida Uric acid Bilirubin THC/Ganja Amphetamin Opiat Benzodiazepin metaphetamin HbsAg LDL HDL PPT Rehab Mental Tindakan Terapi gerak terapi pertanian Terapi Terapi agama Terapi kerajinan/ 2 Farmasi R Rencana Strategis RSJ Provinsi
88 Rumah Sakit Jiwa Provinsi Nusa Tenggara Barat N Unit Pelayanan Activity Tahun o Driver Psikologi Pasien MMPI sederhana MMPI kompleks Test IQ Sederhana Test IQ Kompleks Test Minat/Bakat Kepribadian Psycotest Psikoterapi Elektromedik Pasien EKG EEG ECT Konvensional Diatermi/Infrared Faradisasi/Stimulas Terapi Latihan Ultrasound Incenerator KG Laundry KG Diklit Orang Lain-Lain Tahun Rencana Strategis RSJ Provinsi
89 Rumah Sakit Jiwa Provinsi Nusa Tenggara Barat b. Estimasi Progres Capaian Pelayanan Pasien BPJS N Unit Activity Tahun o pelayanan Driver Gawat Darurat Kunjunga Rawat Jalan Kunjunga Rawat Inap hari rawat Kelas I Kelas II Kelas III Mandiri hari rawat Kelas I Kelas II Anak hari rawat Kelas I Kelas II Kelas III Geriatri hari rawat Kelas I Kelas II Kelas III PHCU hari rawat Farmasi R Rencana Strategis RSJ Provinsi
90 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma I. EXECUTIVE SUMMARY Penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) oleh Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma (RSJ Mutiara Sukma) adalah amanat Undang-Undang nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit (RS). Dalam pelaksanaan PPK-BLUD, RSJ Mutiara Sukma mengacu pada Undang-Undang nomor tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Peraturan Pemerintah nomor 23 tahun 2005 tentang Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU) serta Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 6 tahun 2007 tentang PPK-BLU. RSJ Mutiara Sukma dilauncing menjadi PPK BLUD tahun 200 yang kemudian diperkuat dengan Surat Keputusan Gubernur NTB nomor 56 tahun 20. Akan tetapi penerapannya dimulai pada tahun 202 karena kendala payung hukum yang belum terselesaikan. Tahun 205 adalah tahun ke-4 penerapan PPK-BLUD di RSJ Mutiara Sukma. Setelah penerapan PPK-BLUD, seluruh biaya operasional RSJ Mutiara Sukma dibebankan kepada pendapatan fungsional yang diperoleh dari pelayanan dan pendapatan lainnya yang sah, sehingga fokus utama RSJ Mutiara Sukma sejak menerapkan PPK-BLUD adalah peningkatan mutu pelayanan karena akan berpengaruh terhadap tingkat kepuasan pelanggan, yang berdampak kepada peningkatan income. Fleksibiltas dalam PPK-BLUD membuka peluang bagi RSJ Mutiara Sukma untuk lebih berkembang. Rencana pengembangan dan target yang akan dicapai dalam 5 (lima) tahun kedepan dituangkan dalam bentuk Rencana Strategis Bisnis (RSB) RSB juga memuat tentang visi, misi, value, strategi, sasaran strategis, dokumen marketing plan dan dokumen keuangan. Dalam dokumen RSB disebutkan bahwa tahun 205 RSJ Mutiara Sukma akan melaksanakan pengembangan fasilitas fisik, peralatan medis dan nonmedis untuk persiapan akreditasi sesuai versi 202. Diperkirakan pada tahun 206 neraca RSJ Mutiara Sukma akan memperoleh profit dari pendapatan operasionalnya, dengan besar pendapatan Rp ,00-,dan setiap tahun di estimasi pendapatan meningkat 7,%, sehingga besar pendapatan RSJMS pada tahun 2020 ditargetkan Rp ,00. Beberapa pelayanan/produk dikembangkan RSJ Mutiara Sukma setelah menjadi PPK-BLUD, antara lain pelayanan rawat inap khusus geriatri dan rencana Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
91 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma membuka pelayanan VIP dan pelayanan penunjang lainnya. Untuk mendukung pengembangan produk, RSJ Mutiara Sukma berkomitmen melakukan pengembangan kompetensi SDM sesuai SPM dan setiap pegawai mendapat pelatihan minimal 20 jam/thn. Penerapanan service excellent adalah upaya mencapai kepuasan pelanggan dengan perbaikan attitude dan mindset pegawai, disamping penyediaan fasilitas pelayanan lainnya seperti ruang tunggu yang nyaman, parkir yang luas, dan keamanan yang terjamin. Membangun masyarakat berkarakter dan SDM berdaya saing membutuhkan masyarakat sehat jiwa dan raganya, sehingga penyediaan pelayanan kesehatan jiwa bermutu dengan pengelolaan keuangan PPK-BLUD yang sehat di RSJ Mutiara Sukma adalah bentuk kontibusi RSJ Mutiara Sukma membentuk Generasi Emas NTB dan masyarakat sehat yang mampu berdaya saing. Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
92 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma II. RENCANA ORGANISASI LATAR BELAKANG Mewirausahakan pemerintah (enterprising the government) adalah paradigma untuk mendorong peningkatan pelayanan oleh pemerintah. Penganggaran berbasis kinerja dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, sedangkan Undang-Undang Nomor Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara Pasal 68 dan Pasal 69 memberikan arahan baru bahwa instansi pemerintah yang tugas pokok dan fungsinya memberi pelayanan kepada masyarakat dapat menerapkan pola pengelolaan keuangan yang fleksibel dengan mengutamakan produktivitas, efisiensi, dan efektivitas. Pokok-pokok yang tertuang dalam kedua undang-undang tersebut menjadi dasar instansi pemerintah untuk menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU). PPK-BLU diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pembaharuan manajemen keuangan sektor publik, demi meningkatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat. BLU merupakan instansi pemerintah yang menyediakan barang dan jasa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Oleh karena BLU menyediakan barang dan jasa kepada masyarakat maka ada pendapatan yang diperoleh oleh BLU dari biaya yang dibebankan kepada konsumennya. Pendapatan BLU ini merupakan Penerimaan Bukan Pajak/PNBP sedangkan pendapatan BLUD merupakan lain-lain Pendapatan Asli Daerah/PAD yang sah bagi suatu daerah. Prinsip-prinsip efektifitas dan efisiensi, optimalisasi, cost dan benefit menjadi indikator dalam pelaksanaannya. Penerapan PPK-BLUD di Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma (RSJ Mutiara Sukma) selama 4 (empat) tahun terakhir ( ) memberikan dampak positif, yang dilihat dari peningkatan capaian kinerja baik kinerja pelayanan maupun kinerja keuangan terutama ditinjau dari peningkatan pendapatan. Peningkatan kinerja pelayanan ditunjukkan dengan peningkatan angka kunjungan di rawat jalan, Bed Occupancy Rate (BOR) rawat inap maupun IGD, serta pelayanan penunjang lainnya. Fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan yang bersumber dari pendapatan fungsional memudahkan RSJ Mutiara Sukma untuk melakukan peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien, pengembangan produk dan menjalin kemitraan dengan stakeholder dalam bidang kesehatan jiwa dan pemanfaatan fasilitas RSJ Mutiara Sukma. Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
93 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma RSJ Mutiara Sukma sebagai satu-satunya pusat rujukan dan pelayanan dibidang kesehatan jiwa di Provinsi NTB merupakan tempat pendidikan tenaga kesehatan, khususnya dalam bidang ilmu kedokteran jiwa dan lahan penelitian. Kerjasama dan kemitraan yang selama ini telah berjalan dengan beberapa institusi pendidikan seperti Fakultas Kedokteran, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan dan beberapa institusi pendidikan lainnya dengan program studi keperawatan baik jenjang Strata maupun Diploma III menjadi target peningkatan kemitraan ditahun-tahun mendatang karena menjadi salah satu revenue center bagi RSJ Mutiara Sukma. Tuntutan akan pelayanan bermutu, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan dibidang kesehatan dan kedokteran yang begitu dinamis dan cepat, perubahan mindset dan attitude pegawai serta enterprising the government dengan praktek-praktek bisnis yang sehat masih menjadi tantangan yang harus dihadapi RSJ Mutiara Sukma. Untuk itu, manajemen pengelolaan yang fleksibel dan responsif dengan ditopang perencanaan yang agresif yaitu perencanaan yang proaktif, berkesinambungan dan tidak sekedar reaktif sangat diperlukan. Diharapkan dengan pengelolaan dan perencanaan yang lebih fleksibel dan responsif akan lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA RUMAH SAKIT JIWA Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma (RSJMS) mulai beroperasi tanggal 27 Oktober 987, diresmikan 27 Januari 990 oleh Menteri Kesehatan RI (Bapak Dr. Adhyatma MPH) dengan nama Rumah Sakit Jiwa Pusat (RSJP) Mataram. Pada awal beroperasi hanya melayani rawat jalan sekaligus sebagai unit gawat darurat. Pelayanan rawat inap baru dilaksanakan tahun 988/989 dengan 2 ruangan perawatan (Ruang Mawar dan Melati). Struktur Organisasi RSJP Mataram semula adalah Rumah Sakit Jiwa Klas C berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan: 395/MenKes/SK/VI/989 tanggal 9 Juni 989. RSJP Mataram sejak semula direncanakan sebagai Rumah Sakit Jiwa Klas B, untuk itu Rumah Sakit Jiwa Selebung diintegrasikan dengan RSJP Mataram dan menjadi Rumah Sakit Jiwa Pusat Mataram Kelas B berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor: 656/Menkes/SK/X/99 tanggal 30 Oktober 99 dan ditetapkan kembali pada 25 Maret 203 dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor: HK.02.03/I/0548/203. Tahun 99 RSJP Mataram menambah kapasitas pelayanan rawat inapnya dengan penambahan 2 ruang perawatan (ruang Angsoka dan Dahlia) dan tahun 996 kembali Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
94 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma memperluas ruang perawatan dengan membangun ruang rehabilitasi mental (ruang sandat), IGD, gizi dan IPRS, ruang generator dan incenerator. Tahun 2000 dibangun ruang khusus terapi dan rehabilitasi narkoba dan tahun 2004 dilakukan pengembangan dan diresmikan sebagai pusat rehabilitasi narkoba One Stop Centre (OSC), dua tahun kemudian (2005) RSJP Mataram membangun unit konseling dan tes HIV Bale matahari dan tahun 2007 pembangunan ruang perawatan kelas I dan II (ruang Flamboyan) untuk mengganti ruang Angsoka yang sebelumnya merupakan kelas I, II dan pada tahun 204 membangun ruang perawatan khusus geriatri kelas III. Sampai dengan Desember 204, RSJ Provinsi sudah memiliki 7 ruang perawatan, ruang rehabilitasi mental dan IGD. Sebelum otonomi daerah tahun 200 Rumah Sakit Jiwa Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan Rumah Sakit khusus milik pemerintah pusat dan sejak otonomi daerah tahun 200, RSJ Mataram menjadi milik Pemerintah Daerah dan merupakan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Kesehatan Provinsi NTB berdasarkan Peraturan Daerah No.3 tahun 200. Sejak bulan Agustus 200 berdasarkan Peraturan Daerah No. 8 Tahun 2008 RSJP Mataram berubah status menjadi LembagaTeknis Daerah (LTD) dengan nama RSJ Provinsi, dan Desember 204 menjadi Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma berdasarkan Peraturan Daerah No. 2 tahun 204. Sejak diresmikan tahun 990 sampai dengan sekarang, RSJ Mutiara Sukma telah berganti pimpinan 5 kali, berikut periode kepepimpinan RSJP Mataram-RSJ Mutiara Sukma :. Tahun : Dr. Haryono Padmosudiro 2. Tahun : Dr. Ngadiono Hastering, SpKJ 3. Tahun : Dr. Helmy Azhar, SpKJ 4. Tahun : Dr. Endro Suprayitno, SpKJ 5. Tahun sekarang : Dr. Elly Rosila Wijaya, SpKJ LANDASAN HUKUM BEROPERASINYA RSJ MUTIARA SUKMA Dasar Hukum/Landasan berdiri dan operasional RSJ Mutiara Sukma :. Surat Keputusan Menteri Kesehatan: 395/MenKes/SK/VI/989 Tanggal 9 Juni 989 Tentang Pembentukan Rumah Sakit Jiwa di Mataram; 2. Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor: 656/Menkes/SK/X/99 Tanggal 30 Oktober 99 Tentang Peningkatan Kelas Rumah Sakit Jiwa Mataram; Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
95 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma 3. Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : HK.02.03/I/0548/203 tentang Klasifikasi Kelas Rumah Sakit Jiwa Provinsi NTB 4. Peraturan Daerah Provinsi NTB No. 3 Tahun 200 Tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi dan Susunan Organisasi RSJ Mataram; 5. Peraturan Daerah Provinsi NTB Nomor 2 Tahun 204 tentang Perubahan kedua Atas Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Inspektorat, Bappeda Dan Lembaga Teknis Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat 6. Surat Keputusan Gubernur NTB No. 56 Tahun 20 tanggal 25 Januari 20 Tentang Penerapan Status Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Nusa Tenggara Barat; Peraturan lain yang menjadi dasar hukum RSJ Mutiara Sukma dalam operasionalnya adalah peraturan-peraturan sebagai berikut :. Undang-Undang Dasar 945 Pasal H ayat yang menegaskan Tentang hak untuk hidup sejahtera lahir batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan yang baik, sehat dan hak mendapatkan pelayanan kesehatan; 2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 999 Tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (Lembaran Negara Tahun 999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Nomor 385); 3. Undang-Undang No.7 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 4. Undang-Undang No. Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 5. Undang-Undang No. 5 Tahun 2004 Tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung jawab Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400); 6. Undang-Undang No.25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional; 7. Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437) yang kemudian diubah dengan UU No.8 Tahun 2005 tentang Penetapan PP Pengganti UU No.3 Tahun 2005 tentang perubahan No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
96 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma menjadi UU (Lembaran Negara Tahun 2005 No.08, Tambahan Lembaran Negara No.4548); 8. Undang-undang No. 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah; 9. Undang-Undang RI No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia No. 5063); 0. Undang-Undang RI No. 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia No. 5072);. Peraturan Pemerintah No. 58 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah; 2. Peraturan Pemerintah No.65 Tahun 2005 Tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4585); 3. Peraturan Pemerintah No.8 Tahun 2006 Tentang Laporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah; 4. Instruksi Presiden Indonesia Nomor 07 Tahun 999 Tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah; 5. Peraturan Gubernur Nomor 46 Tahun 20 Tentang Jenjang Nilai Pengadaan Barang Dan Jasa; 6. Peraturan Gubernur Nomor 47 Tahun 202 Tentang sistem Akutansi Keuangan Badan Layanan Umum Daerah; 7. Peraturan Gubernur Nomor Tahun 202 Tentang Tarif Pelayanan Rumah Sakit; 8. Peraturan Gubernur Nomor 37 Tahun 20 Tentang Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah; 9. Peraturan Gubernur Nomor 2 Tahun 202 Pengangkatan Pegawai Non PNS Pada Satuan Perangkat Daerah yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan BLUD; 20. Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Barat No Tahun 204 Tentang Perubahan Nama Rumah Sakit Jiwa Provinsi NTB menjadi Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma 2. Undang-undang No 8 Tahun 204 Tentang Kesehatan Jiwa. Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
97 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma GAMBARAN SINGKAT BISNIS VISI Rumah Sakit Jiwa Dambaan Masyarakat Dengan Mutu Terkini Ada dua kata kunci dalam visi pembangunan kesehatan yang dilaksanakan oleh RSJ Mutiara Sukma , yaitu : Kata Dambaan Masyarakat yang dimaksud adalah, RSJ Mutiara Sukma menjadi harapan dan kepercayaan masyarakat dalam pengembangan dan penanganan kesehatan jiwa masyarakat. Kata Mutu Terkini yang dimaksud adalah pelayanan yang diberikan RSJ Mutiara Sukma sesuai dengan tututan kebutuhan masyarakat serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. MISI. Meningkatkan ketertiban dan kelancaran pelayanan dan pengelolaan administrasi perkantoran Pelayanan yang berkualitas membutuhkan dukungan manajemen dan administrasi serta kebijakan yang baik, tepat dan akuntabel, baik dibidang keuangan, pengelolaan aset, perencanaan pelaporan, kepegawaian maupun urusan rumah tangga RSJ. Pengelolaan administrasi yang baik akan tercermin dalam performa kerja antara lain peningkatan ketertiban administrasi. 2. Meningkatkan kemudahan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan jiwa dan Napza secara paripurna dan bermutu standar nasional Setiap pelayanan yang diberikan khususnya bagi penderita gangguan jiwa, penyalahgunaan Napza maupun penderita HIV/AIDS dilakukan secara bersama dalam suatu tim dengan melibatkan multidisiplin ilmu agar pelayanan dapat diberikan menyeluruh sesuai standar yang berlaku secara nasional. Pelayanan paripurna akan menciptakan pelayanan yang lebih efektif, efisien, safety serta terjamin kualitasnya sehingga terbangun brand image dan citra positif RSJ. 3. Meningkatkan ketersediaan fasilitas fisik, peralatan medis dan non medis sesuai standar untuk menunjang pelayanan Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
98 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Pelayanan yang baik atau berkualitas harus didukung dengan penyediaan sarana dan prasarana, bukan hanya dari segi kuantitas tetapi juga dari segi kualitas serta sejalan dengan kemajuan teknologi dibidang kesehatan dan ilmu kedokteran. Penyediaan peralatan yang sesuai standar adalah kewajiban yang harus dipenuhi sebagai salah satu persyaratan penilaian mutu dan klasifikasi suatu RS. 4. Meningkatkan kelancaran dan kemudahan pelayanan keperawatan profesional untuk mencapai kepuasan pelanggan Sebagai salah satu organisasi yang bergerak dibidang jasa, RSJ Mutiara Sukma mempunyai kewajiban untuk memberikan pelayanan terbaiknya termasuk dibidang keperawatan. Keperawatan adalah unsur penting dalam pelayanan karena merupakan tenaga yang langsung terlibat dengan pasien maupun masyarakat. Peningkatan kualitas pelayanan keperawatan agar lebih profesional diharapkan akan berkontribusi signifikan pada pencapaian kepuasan pelanggan. NILAI-NILAI DASAR (CORE VALUE) Core Value RSJ Mutiara Sukma adalah : BRAIN BRAIN, berasal dari bahasa Inggris yang berarti OTAK yang merupakan pusat aktivitas berpikir dan pusat pengendalian emosi. Bagaimana cara seseorang berpikir akan berdampak pada perasaannya, yang kemudian akan bermanifestasi dalam bentuk perilaku. Keseimbangan dan keserasian antara pikiran, perasaan dan perilaku dalam berinteraksi dengan lingkungan merupakan faktor penting dalam membangun jiwa yang sehat. B = Bisnis Rumah Sakit yang sehat Artinya mengelola RS dengan pola pengelolaan bisnis RS yang sehat, tidak sematamata untuk mencari keuntungan (not for profit) tetapi mengedepankan pelayanan yang professional, terjangkau dan mudah di akses oleh masyarakat. R = Ramah A = Aktif Dalam memberikan pelayanan mengutamakan keramahan dan santun berlandaskan komitmen dan budaya kasih sayang. Semua petugas aktif memberikan informasi kepada pasien dan keluarganya, secara aktif membangun kemitraan dengan individu, keluarga mereka, lembaga lain dan masyarakat pada umumnya, atas dasar kepercayaan, saling menghormati dan saling pengertian untuk keberhasilan mengatasi masalah kesehatan yang kompleks. Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
99 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma I = Inovatif Semua pegawai harus terus menerus berinovasi mengembangkan pelayananan yang profesional dan bermutu untuk menyenangkan pelanggan. N = Normatif Memberikan pelayanan sesuai standar, memahami peraturan-peraturan, berkomitmen serta mampu menghindari kekeliruan, kesalahan dan berkemauan untuk menegakkan kebenaran. FALSAFAH Tumbuh dan berkembang secara berkesinambungan MOTTO Melayani Dengan Empati E = Empati M = Mumpuni P = Profesional A = Akurat T = Tanggung jawab I = Ikhlas BUDAYA Cepat, Tanggap dan bertangung jawab MODEL BISNIS (BUSSINESS MODEL) Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma merupakan Rumah Sakit milik Pemerintah Provinsi NTB yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) dengan prinsip pengelolaan bisnis sehat, dan tidak semata mata untuk mencari keuntungan (not for profit). Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
100 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Alasan Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma menganut model bisnis tersebut adalah amanat Undang-Undang Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit terutama pasal 7 ayat (3) bahwa RS milik pemerintah harus dikelola dengan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU), Undang-Undang Nomor tahun 994 tentang Perbendaharaan Negara, Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah. ANALISIS LINGKUNGAN BISNIS Analisis Internal Strength (Kekuatan). RSJ Mutiara Sukma adalah satu-satunya RS yang memberikan pelayanan khusus dibidang kesehatan jiwa (+9) 2. RSJ Mutiara Sukma berada di lokasi yang strategis, sehingga mudah dijangkau dari berbagai jurusan. (+7) 3. RSJ Provinsi adalah satu-satunya yang memiliki unit One Stop Centre (OSC) yang khusus menangani korban penyalahgunaan Napza dan ditunjuk sebagai Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) bagi Orang Dengan Penyalahgunaan Napza (ODPGN) (+9) 4. Tarif pelayanan di RSJ Mutiara Sukma sangat terjangkau oleh masyarakat ( +8 ) 5. RSJ Mutiara Sukma memiliki pelayanan penunjang yang cukup memadai ( +4 ) 6. Status RSJ Mutiara Sukma sebagai BLUD menjadikan RSJ Mutiara Sukma memiliki fleksibilitas pengelolaan keuangan (+8) 7. RSJ Mutiara Sukma menjadi pilot project dibidang pelayanan kesehatan jiwa kelas B di Indonesia (+8) 8. Dari segi kualifikasi pendidikan, sebagian besar pegawai RSJ Mutiara Sukma telah memenuhi kualifikasi pendidikan dan telah memiliki spesialis keperawatan jiwa (+7) 9. Memiliki kerjasama dengan pihak ketiga (+6) Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
101 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Weakness (Kelemahan). Sebagai satu-satunya institusi khusus dibidang kesehatan jiwa, RSJ Mutiara Sukma memiliki dokter spesialis jiwa terbatas hanya 3 orang ( -6 ) 2. Komitmen pegawai masih rendah ( -4 ). 3. Belum memiliki peralatan medis yang memadai untuk RSJ tipe B dan menjadi kelas A ( -5 ) 4. Sarana fisik atau bangunan RSJ Mutiara Sukma secara fungsional dan estetika belum memadai untuk bisa memfasilitasi pengembangan pelayanan yang diharapkan sesuai dengan visi dan misi rumah sakit ( -5 ) 5. Selama ini penetapan tarif pelayanan di RSJ Mutiara Sukma belum mempertimbangkan analisis unit cost, besar subsidi pemerintah dan daya beli masyarakat sehingga belum diketahui tarif yang seharusnya untuk satu pelayanan yang diberikan ( -4 ) 6. Sebagian tenaga kesehatan belum memenuhi persyaratan untuk memberikan pelayanan di ruang pelayanan (-3) 7. Penjenjangan karier, reward dan punisment belum berjalan optimal (-4) 8. Keberadaan pegawai dropingan yang tidak sesuai kebutuhan dan standar kompetensi (-3) 9. Manajemen keuangan belum tertata dengan baik (-4) Analisa Eksternal Opportunity (Peluang). Peningkatan institusi pendidikan kesehatan memberikan peluang bagi RSJ Mutiara Sukma karena merupakan satu-satunya lahan praktek dibidang kesehatan jiwa bagi mahasiswa (+9 ) 2. Kebijakan pusat tentang BPJS membuka peluang bagi RSJ Mutiara Sukma untuk mengembangkan pelayanan ( +7 ) 3. RSJ Mutiara Sukma sebagai tempat pemeriksaan narkoba dan kesehatan jiwa (+6) 4. Meningkatnya kerjasama dengan institusi swasta dan pemerintah dalam pemanfaatan produk RSJ Mutiara Sukma( +8 ) 5. Penunjukkan RSJ Mutiara Sukma sebagai pilot project membuka peluang RSJ Mutiara Sukma sebagai tempat studi banding bagi provinsi lain (+7) 6. Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mendapatkan pelayanan bermutu termasuk kesehatan jiwa (+5) Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
102 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Threat (Ancaman). Adanya stigma negatif masyarakat tentang RSJ Mutiara Sukma ( -5 ) 2. Semakin kritisnya pelanggan terhadap mutu pelayanan kesehatan dan adanya Undang-Undang perlindungan konsumen ( -3 ) 3. Kebijakan Pemda tentang pemeriksaan narkoba yang tidak hanya menunjukkan RSJ Mutiara Sukma sebagai satu-satunya tempat pemeriksaan narkoba tetapi juga institusi lain ( -4 ) 4. Peningkatan pengobatan alternatif /tradisional ( -4 ) 5. Kebijakan pusat tentang pembiayaan BPJS dapat menjadi ancaman apabila kebijakan tersebut dicabut atau tingginya nilai piutang karena sebagian besar pendapatan RSJ Mutiara Sukma berasal dari pasien BPJS ( -7 ) 6. Adanya kebijakan global tentang tenaga kesehatan asing yang boleh bekerja di Indonesia (-5) GRAFIK SWOT IV Deffensive Strength I Offensive/Agressive 28 Treaths 4 Opportunities III Liquidation II Reconsiliation Weaknesess Penjelasan : Berdasarkan analisa SWOT RSJ Mutiara Sukma berada pada kuadran Offensive/ Aggressive, artinya RSJ Mutiara Sukma memiliki kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada. Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
103 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma SIKLUS KEHIDUPAN BISNIS 00% Maturity Decline 75% % Growth 25% Menemukan formula keberhasilan Keputusan kembangkan Membangun posisi keunggulan kompetitif Memanen keuntungan Pembaruan formula keberhasilan Keputusan investasi tambah atau tidak : Nilai diperoleh dari hasil perhitungan cost recovery Penjelasan : Berdasarkan grafik siklus kehidupan organisasi RSJ Mutiara Sukma masih berada pada fase pengembangan. ISUE-ISUE STRATEGIS Indonesia Bebas Pasung 208 yang dijalankan di NTB menjadi NTB Bebas Pasung 208 adalah bentuk komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi issue penting dan menjadi agenda nasional. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 203 menyebutkan bahwa angka gangguan jiwa berat di Provinsi NTB mengalami peningkatan dibandingkan hasil Riskesdas Provinsi NTB merupakan 5 besar gangguan jiwa berat dengan prevalensi 2, per mil di Indonesia, lebih tinggi dari angka nasional,7 per mil. Untuk prevalensi gangguan mental emosional pada penduduk umur 5 tahun keatas di Indonesia adalah 6% sedangkan Provinsi NTB menempati urutan ke 7 dengan 6,4%, lebih tinggi dari angka nasional. Estimasi pasien pasung di NTB semula 39 orang didasarkan pada estimasi WHO yang memperkirakan % dari pasien yang mengalami gangguan jiwa berat mengalami tindakan pemasungan, sedangkan prevalensi gangguan jiwa berat di NTB menurut Riskesdas 2007 adalah 0,99% (dibulatkan menjadi %) dari jumlah penduduk 5 tahun ke Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
104 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma atas atau sekitar orang. Akan tetapi berdasarkan hasil Riskesdas 203, estimasi pasien pasung bertambah menjadi 409 orang karena peningkatan estimasi gangguan jiwa di Provinsi NTB. Peningkatan tersebut menjadi dilema bagi RSJ Mutiara Sukma, karena keterbatasan ruang perawatan dan Tempat Tidur (TT). Berdasarkan laporan dari ruang rawat inap, sampai dengan Desember 205, jumlah TT yang tersedia adalah 00 TT, sehingga coverage pelayanan kesehatan jiwa bagi pasien pasung di RSJ Mutiara Sukma adalah 7,09% dan ada treatment gap hampir 92,9%. Angka tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat gangguan jiwa yang mengalami pemasungan belum mampu dilayani di RSJ Mutiara Sukma karena keterbatasan fasilitas pelayanan yang tersedia. Tingginya demand masyarakat akan fasilitas pelayanan kesehatan jiwa, didukung oleh letaknya sangat strategis karena berada di ibukota provinsi, mudah dijangkau dari segala arah, dan memiliki areal yang luas merupakan kekuatan bagi RSJ Mutiara Sukma. Selain itu, terjadi peningkatkan jumlah institusi pendidikan yang memerlukan lahan praktek kesehatan jiwa, sehingga lima tahun kedepan RSJ Mutiara Sukma sangat mungkin menjadi institusi dambaan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan jiwa. Namun disisi lain, RSJ Mutiara Sukma masih menghadapi masalah yang sama yakni alokasi anggaran APBD untuk program kesehatan jiwa yang masih terbatas, sarana prasarana yang belum memadai, kualitas kuantitas SDM yang belum memadai, komitmen pegawai yang rendah, serta lambatnya perubahan mindset pegawai. Kondisi tersebut dapat menjadi penghambat bagi RSJ Mutiara Sukma menjadi RS dambaan masyarakat dan mendukung pembentukan Generasi Emas NTB. STRATEGI. Konsolidasi dengan unit-unit terkait dan koordinasi lintas sektoral 2. Advokasi, supervisi, edukasi oleh direksi dan tim provinsi 3. Evaluasi dan revisi pengelolaan aset dan standar pelayanan (SOP dan SPM) 4. Inventarisasi kebutuhan dan persediaan RSJ secara rutin 5. Koordinasi dan fasilitasi proses perencanaan dan penganggaran 6. Standarisasi, intensifikasi, diversifikasi dan revitalisasi pelayanan 7. Revitalisasi pegawai, restrukturasi pola hubungan serta pembagian tugas pegawai Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
105 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma 8. Sosialisasi, publikasi dan advokasi program/pelayanan ke masyarakat 9. Renovasi ruang perawatan dan optimalisasi sumberdaya 0. Rasionalisasi dan evaluasi pola tarif. Standarisasi kelayakan peralatan dan pembangunan ruang perawatan dan perkantoran sesuai standar TUJUAN ORGANISASI. Tujuan pada misi Meningkatkan ketertiban dan kelancaran pelayanan dan pengelolaan administrasi perkantoran Tujuan : a. Meningkatkan efektivitas pengelolaan administrasi keuangan, aset dan perlengkapan b. Meningkatkan efektivitas perencanaan, penganggaran, pendataan dan pelaporan c. Meningkatkan efektivitas pengelolaan administrasi umum, kepegawaian, multimedia dan IT 2. Tujuan pada misi 2 Meningkatkan kemudahan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan jiwa dan Napza secara paripurna Tujuan : a. Meningkatkan mutu pelayanan b. Menyediakan pelayanan terjangkau 3. Tujuan pada misi 3 Meningkatkan ketersediaan fasilitas fisik, peralatan medis serta non medis sesuai standar untuk menunjang pelayanan Tujuan : a. Menyediakan ruang perawatan dan perkantoran yang sesuai standar b. Meningkatkan mutu peralatan medis dan nonmedis sesuai standar Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
106 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma 4. Tujuan pada misi 4 Meningkatkan kelancaran dan kemudahan pelayanan keperawatan profesional untuk mencapai kepuasan pelanggan Tujuan : a. Meningkatkan mutu pelayanan keperawatan b. Meningkatkan kualitas rencana pengembangan keperawatan SASARAN DAN TARGET STRATEGIS. Sasaran dari Misi Tujuan a. Meningkatkan efektivitas pengelolaan administrasi keuangan, aset dan perlengkapan Sasaran : Terwujudnya pengelolaan administrasi keuangan yang tertib Tersedianya data, informasi dan laporan aset tepat waktu dan akurat Tersedianya kebutuhan barang rumah tangga dan perlengkapan kantor RSJ dengan tertib 2. Sasaran dari Misi Tujuan b. Meningkatkan efektivitas perencanaan, penganggaran, pendataan dan pelaporan Sasaran : Terwujudnya sistim perencanaan dan penganggaran yang terpadu Tersusunnya dokumen perencanaan dan penganggaran yang akurat dan tepat waktu Tersedianya data dan informasi kinerja yang valid dan tepat waktu 3. Sasaran dari Misi Tujuan c. Meningkatkan efektivitas pengelolaan administrasi umum, kepegawaian, multimedia dan IT Sasaran : Terwujudnya administrasi umum perkantoran yang tertib Terpenuhinya usulan kebutuhan tenaga kesehatan sesuai standar Terkirimnya tenaga untuk peningkatan kompetensi dan profesionalisme Terwujudnya kerjasama antara RSJ dengan mitra kerja lintas sektor/swasta Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
107 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma 4. Sasaran dari Misi 2 Tujuan a. Meningkatnya mutu pelayanan Sasaran : Tercapainya pelayanan sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Terakreditasinya RSJ sesuai standar versi Sasaran dari Misi 2 Tujuan b. Menyediakan pelayanan terjangkau Sasaran : Tersedianya pelayanan kesehatan yang memadai, mudah diakses dan sesuai daya beli masyarakat Terbentuknya citra positif dan terhapusnya stigma negatif terhadap RSJ 6. Sasaran dari Misi 3 Tujuan a. Menyediakan ruang perawatan dan perkantoran yang sesuai standar Sasaran : Tersedianya ruang perawatan dan perkantoran yang layak dan sesuai fungsi ruang Terpeliharanya fisik bangunan secara rutin 7. Sasaran dari Misi 3 Tujuan b. Meningkatkan mutu peralatan medis dan nonmedis sesuai standar Sasaran : Tersedianya peralatan medis dan nonmedis yang layak dan sesuai standar Terpeliharanyaperlatan medis dan non medis 8. Sasaran dari Misi 4 Tujuan a. Meningkatnya mutu pelayanan keperawatan Sasaran : Terwujudnya pelayanan keperawatan dengan SDM yang kompeten Tersedia dan terpeliharanya sarana prasarana kerja keperawatan Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
108 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma 9. Sasaran dari Misi 4 Tujuan b. Meningkatkan kualitas rencana pengembangan keperawatan Sasaran : Tersedianya perencanaan keperawatan yang tertib Terwujudnya administrasi dan manajemen keperawatan yang tertin dalam implementasi keperawatan profesional Tabel : Sasaran Indikator dan Target/Standar No SASARAN INDIKATOR TARGET/ STANDAR Terwujudnya pengelolaan administrasi keuangan yang tertib Pelaporan keuangan tepat waktu dan akurat 00% Tersedianya data, informasi dan laporan aset tepat waktu dan akurat Tersedianya kebutuhan barang rumah tangga dan perlengkapan kantor RSJ dengan tertib Pelaporan aset tepat waktu dan akurat Nilai kepuasan pelanggan baik 00% Skor IKM Terwujudnya sistim perencanaan dan penganggaran yang terpadu Tersusunnya dokumen perencanaan dan penganggaran yang akurat dan tepat waktu Perencanaan dan penganggaran tepat waktu Jumlah dokumen perencanaan dan penganggaran 00% 0 dok Tersedianya data dan informasi kinerja yang valid dan tepat waktu Pelaporan kinerja tepat waktu dan akurat 00% 3. Terwujudnya administrasi umum perkantoran yang tertib Terpenuhinya usulan kebutuhan tenaga kesehatan sesuai standar Terkirimnya tenaga untuk peningkatan kompetensi dan profesionalisme Terwujudnya kerjasama antara RSJ dengan mitra kerja lintas sektor/swasta Nilai kepuasan pelanggan baik Persen kinerja pegawai Nilai kepuasan pelanggan baik Jumlah kerjasama dengan pihak ketiga Skor IKM 80 75% Skor IKM kesepakatan bersama 4 Tercapainya pelayanan sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Terakreditasinya RSJ sesuai standar versi 202 Nilai kepuasan pelanggan baik RSJ terakreditasi Skor IKM 80 Paripurna Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
109 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Tersedianya pelayanan kesehatan yang memadai, mudah diakses dan sesuai daya beli masyarakat Visite rate meningkat dan BOR mencapai standar nasional 0,59 dan 85% Terbentuknya citra positif dan terhapusnya stigma negatif Persen keberlanjutan kemitraan dibidang 00% terhadap RSJ pelayanan dengan pihak ketiga 6. Tersedianya ruang perawatan dan perkantoran yang layak dan sesuai fungsi ruang Terpeliharanya fisik bangunan secara rutin Kelas RSJ meningkat menjadi A RSJ Terakreditasi Kelas A Paripurna 7. Tersedianya peralatan medis dan nonmedis yang layak dan sesuai standar Terpeliharanyaperlatan medis dan non medis RSJ terakreditasi Paripurna 8. Terwujudnya pelayanan keperawatan dengan SDM yang kompeten Tersedia dan terpeliharanya sarana prasarana kerja keperawatan Nilai kepuasan pelanggan baik RSJ terakreditasi Skor IKM 80 Paripurna 9. Tersedianya perencanaan keperawatan yang tertib Terwujudnya administrasi dan manajemen keperawatan yang tertin dalam implementasi keperawatan profesional Jumlah dokumen perencanaan keperawatan tersedia 00% Nilai kepuasan pelanggan baik 5 dok Skor IKM 80 Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
110 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Tabel : SPM setiap jenis pelayanan, Indikator dan Standar NO JENIS PELAYANAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL TARGET PENCAPAIAN INDIKATOR STANDAR KET Pelayanan Gawat Darurat. Jam buka pelayanan gawat darurat 2. Kemampuan menangani pasien dengan kegawat daruratan psikiatri 3. Pemberi pelayanan kegawatdaruratan yang bersertifikat kegawatdaruratan psikiatri/atls/acls/p PGD/BLS 24 jam 00% 00% 00% 00% 00% 00% 00% 00% 85% 90% 00% 4. Emergency psychiatric respon time (EPRT) 240 menit 00% 00% 00% 5. Waktu tanggap pelayanan dokter < 5 Mnt 00% 00% 00% 2 Pelayanan Rawat Jalan 6. Kepuasan pelanggan 85% 85% 85% 85 % 7. Kematian pasien di igd 2.5 % 2.5 % 2.5 % 2.5 %. Pemberi pelayanan di klinik spesialis 00% 00 % 00 % 00 % 2. Jam buka pelayanan 00 % 00 % 00 % 00 % 3. Ketersediaan pelayanan a. Anak b. Dewasa c. Usia lanjut d. Napza e. Mental organik f. Gigi dan mulut 00 % 00 % 00 % 00 % 4. Waktu tunggu rawat jalan (WTRJ) 60 Menit 90 % 95 % 00 % 5. Kepuasan pelanggan di rawat jalan 85% 85% 85% 85 % Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
111 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma STANDAR PELAYANAN MINIMAL TARGET PENCAPAIAN JENIS NO PELAYANAN INDIKATOR STANDAR KET 3 Pelayanan Rawat Inap (Ranap) 4 Pelayanan rehabilitasi psikososial. Pemberi pelayanan di rawat inap sesuai kompetensi 00% 00% 00% 00% 2. DPJP Ranap 00% 00% 00% 00% 3. Ketersediaan pelayanan Ranap a. Anak b. Dewasa c. Lanjut usia d. Napza e. Mental organik 4. Jam visite dokter spesialis, sesuai ketentuan : s/d 4.00 setiap hari kerja 5. Tidak ada pasien yang di fixaxi >24 jam 6. Persentase Kejadian Pasien Jatuh 7. Tidak adanya kejadian pasien bunuh diri di rawat inap psikiatri 8. Tidak adanya kejadian pasien yang dirawat inap psikiatri >42 hari 9. Kejadian re-admission pasien gangguan jiwa tidak kembali dalam perawatan dalam waktu bulan 0. Tidak adanya kejadian pasien melarikan diri. Tidak ada Kematian pasien 48 jam 00% 00% 00% 00% 00% 70% 80% 90% 00% 00% 00% 00% 3 % 3 % 3 % 3 % 90 % 00% 00% 00% 90 % 80% 85% 90% 00 % 85% 90% 90 % 90% 85% 90% 00% 00 % 00 % 00% 00 % 2. Pulang atas permintaan sendiri 5% 0% 7% 5% 3. Kepuasan pelanggan 85% 80% 85% 90 %. Pemberi pelayanan di unit rehabilitasi oleh 00% tim multidisiplin 00% 00% 00% 2. Ketersediaan pelayanan di unit 00% 00% 00% 00% rehabilitasi 3. Jam buka pelayanan 00% rehabilitasi sesuai 00% 00% 00% ketentuan 4. Kepuasan pelanggan unit rehabilitasi 85% 80% 85% 90 % Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
112 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NO JENIS PELAYANAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL TARGET PENCAPAIAN INDIKATOR STANDAR KET 5 Pelayanan Psikometrii. Pemberi pelayanan psikometri 2. Ketersediaan pelayanan psikometri 00% 00% 00% 00% 00% 00% 00% 00% 3. Jam buka pelayanan 00 % 00 % 00 % 00 % 6 Pelayanan Laboratorium 7 Pelayanan Farmasi 8 Pelayanan Gizi 9 Pelayanan keluarga miskin 4. Kepuasan pelanggan pelayanan psikometri. Waktu tunggu pelayanan laboratorium 2. Tidak ada kesalahan penyerahan hasil pemeriksaan laboratorium 3. Angka pengulangan pemeriksaan lab 4. Kecepatan pendistribusian sampel (KPS) 5. Waktu Lapor Tes Kritis Laboratorium 6. Kepuasan pelanggan Pelayanan Laboratorium. Waktu tunggu pelayanan resep obat jadi 2. Waktu tunggu pelayanan resep obat racikan 3. Kejadian nyaris cedera peresepan obat 4. Kepatuhan Penggunaan Formularium Nasional (Fornas). Ketepatan waktu pemberian makanan kepada pasien 2. Sisa makanan yang tidak termakan oleh pasien 3. Tidak ada kesalahan dalam pemberian diet Pelayanan terhadap pasien gakin yang datang ke RS pada setiap unit pelayanan 85% 85% 85% 85 % 2 jam 80% 90% 90% 00% 00% 00% 00% APL<5 APL<7 APL<6 APL<5 KPS 5me nit 00% 00% 00% 00% 80% 90% 00% 85% 85% 85% 85 % 30mnt 00% 00% 00% 60mnt 00% 00% 00% < 5% < 5% < 5% < 5% 80% 75% 80% 80% 00% 90% 90% 00% 20% 00% 00% 00% 00% 00% 00% 00% 00% terlayani 00% 00% 00% Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
113 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NO JENIS PELAYANAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL STANDA INDIKATOR R 0 Rekam medik. Pengembalian rekam medik lengkap dalam 24 jam 2 Pengolahan Limbah Administrasi dan Manajemen 2. Kelengkapan informed consent setelah mendapat informasi yang jelas 3. Waktu penyediaan dokumen rekam medik pelayanan rawat jalan 4. Waktu penyediaan dokumen rekam medik rawat inap. Baku mutu limbah cair a. BOD b. COD c. TSS d. PH 2. Pengolahan limbah padat berbahaya sesuai aturan. Tindak lanjut penyelesaian hasil pertemuan tingkat direksi 2. Kelengkapan laporan akuntabilitas kinerja 3. Ketepatan waktu pengusulan kenaikan pangkat 4. Ketepatan waktu pengurusan kenaikan gaji berkala 5. Karyawan yg mendapat pelatihan minimal 20 jam per tahun TARGET PENCAPAIAN KET >80 % 85% 85% 90% 00 % 00% 00% 00% < 0 mnt < 0 mnt < 0 mnt < 0 mnt < 5 mnt < 5 mnt < 5 mnt < 5 mnt 00% 80% 90% 00% 00% 00% 00% 00% 00% 00% 00% 00% 00% 00% 00% 00% 00% 90% 95% 00% 00% 00% 00% 00% 00% 00% 00% 00% 6. Cost Recovery 40% 30% 35% 40% 7. Ketepatan waktu penyusunan laporan keuangan 00% 00% 00% 00% 8. Kecepatan waktu pemberian informasi tentang tagihan pasien Rawat ianp 9. Ketepatan waktu pemberian imbalan (insentif) sesuai kesepakatan waktu 0. Kecepatan respon terhadap komplain. Rasio PNBP terhadap biaya operasional (PB) < 2 jam < 2 jam < 2 jam < 2 jam 00% 00% 00% 00% >75% >50% >60% >75% >65% >50% >60% >65% Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
114 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma JENIS NO PELAYANAN 3 Ambulance/K ereta Jenazah 4 5 Pelayanan Pemulasaran Jenazah Pemeliharaan Sarana RS 6 Laundry 7 PPI 8 Instalasi Rawat Intensif Psikiatri (IRIP) STANDAR PELAYANAN MINIMAL TARGET PENCAPAIAN INDIKATOR STANDAR KET. Ketersediaan pelayanan ambulance/kereta 24 jam 00 % 00 % 00 % jenazah 2. Kecepatan memberikan pelayanan < 30 menit 80% 90% 00% ambulance/kereta jenazah di RS Waktu tanggap pelayanan < 2 jam 00 % 00 % 00 % pemulasaran jenazah. Kecepatan waktu menanggapi 5 Menit 00 % 00 % 00 % kerusakan alat 2. Ketepatan waktu pemeliharaan alat 00% 80% 90% 00% 3. Ketepatan kalibrasi alat sesuai jadwal 00% 80% 90% 00%. Tidak adanya kejadian linen yang 00% 00% 00% 00% hilang 2. Ketepatan waktu penyediaan linen untuk ruang rawat 00% 00% 00% 00% inap. Komite PPI yang terlatih 75 % 60% 70% 75% 2. Ketersedian APD 75% 75% 75% 75% 3. Kegiatan Pencatatan Pelaporan Infeksi Nosokomial di RS. Tidak ada kejadian pasien dirawat 0 hari 2. Tidak ada fiksasi dalam 24 jam 3. Cedera/trauma fisik akibat fiksasi 4. Tidak ada luka lecet akibat fiksasi 5. Tidak ada kejadian pasien yang dirawat di IRIP melarikan diri dari RS 6. Tidak adanya kejadian kematian pasien gangguan jiwa karena bunuh diri 75%% 75% 75% 75% 90% 80% 85% 90% 95% 95% 95% 95%,5%,5%,5%,5% 00% 00% 00% 00% 00% 00% 00% 00% 95% 90% 95% 95% Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
115 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma JENIS NO PELAYANAN 9 Pelayanan terapi rehabilitasi narkoba dan HIV/AIDS STANDAR PELAYANAN MINIMAL TARGET PENCAPAIAN INDIKATOR STANDAR KET. Kelengkapan tim pemberi 00% 00% 00% 00% pelayanan di unit rehabilitasi narkoba dan HIV/AIDS 2. Adanya pelayanan (detoksifikasi, konseling narkoba, family support group, home visit, Rehabilitasi, Outing, Tes narkoba dan HIV/AIDS, mobile VCT HIV/AIDS ) di unit rehabilitasi narkoba dan HIV/AIDS 00% 00% 00% 00% 20 Pelayanan Keswamas 3. Keteraturan pengambilan obat ARV 4. Ketepatan waktu pelaksanaan program dengan perencanaan program di unit OSC 5. Tidak ada kejadian readmission kurang dari bulan karena relaps 6. Tidak adanya kejadian pasien melarikan diri dari Rumah Sakit. Ketersediaan tim KESWAMAS ( lengkap ) 2. Ketepatan waktu pelaksanaan pelayanan sesuai jadwal 90% 90% 90% 90% 00% 00% 00% 00% 90% 90% 90% 90% 00% 90% 00% 00% 00% 00% 00% 00% 00% 00% 00% 00% 2 Keamanan. Tidak ada kejadian kehilangan barang milik RS 2. Tidak ada kejadian kehilangan barang milik pasien dan keluarga 3. Jam tugas satuan pengamanan 00% 00% 00% 00% 00% 00% 00% 00% 24 jam 00% 00% 00% 22 Pelayanan Radiologi 23 Pelayanan Gigi dan Mulut. Waktu Lapor Hasil Tes Kritis Radiologi 2. Waktu Tunggu Pelayanan Radiologi (WTPR) 8. Respon time pelayanan klinik Gigi dan Mulut 9. Angka infeksi paska bedah 00% 80% 90% 00% 3 Jam 80% 90% 00% 30 menit 98 % 00 % 00% 2% 0 % 0 % 0 % Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
116 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma POTENSI PASAR Perhitungan target strategis berdasarkan estimasi permintaan pasar selama lima tahun dari mulai tahun 206 s.d 208 menggunakan rumus ekstrapolasi linear. (Analisis Trend) Perhitungan dilakukan terhadap jenis pasien berdasarkan pengelompokan yaitu pasien umum, pasien BPJS atau asuransi lainnya. Perhitungan ekstrapolasi linier adalah perhitungan dasar. Angka target strategis bisa saja bertambah lebih tinggi dari angka perhitungan berdasarkan rumus, tergantung pada jenis pelayanan yang akan dikembangkan selama tahun 206 s.d tahun 208. Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
117 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma ESTIMASI PROGRES KINERJA SELAMA LIMA TAHUN PASIEN UMUM Tahun 206 s.d 208 No Jenis Pelayanan Activity Driver Tahun Gawat Darurat Kunjungan Rawat Jalan Kunjungan Rawat Inap Hari rawat Kelas I Kelas II Kelas III Mandiri Hari rawat VIP Anak Hari rawat Kelas I 300 Kelas II Kelas III Geriatri Hari rawat Kelas III 970, PHCU Hari rawat Gigi dan Mulut Tindakan Penambalan Gigi Tetap Penambalan Gigi Sulung Perawatan saluran akar Pencabutan gigi tetap Pembersihan karang gigi Radiologi Foto Tanpa Kontras 0 Laboratorium Darah rutin Urin rutin Malaria Widal Gula darah SGOT SGPT Ureum/creatin Creatinin Cholesterol Trigliserida Uric acid Bilirubin THC/ganja Amphetamin Opiat Benzodiazepin HBsAg LDL HDL PPT Pemeriksaan Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
118 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma No Jenis Pelayanan Activity Driver Tahun Rehab. Mental Tindakan Seleksi pre/post rehab Terapi gerak Terapi pertanian Terapi kelompok Terapi Agama Terapi kerajinan Farmasi R/ Psikologi MMPI Sederhana MMPI Kompleks Test IQ Sederhana Test IQ Kompleks Test Minat/Bakat KepribadianKompleks KepribadianSederhana Psychotest Psikoterapi 4 Elektromedik EKG EEG ECTnon premedikasi ECT Pre Medikasi Brain Mapping Treadmill stress analyzer Pasien Pasien Incenerator Kg Laundry KgKering Diklit Orang Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
119 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma ESTIMASI PROGRES KINERJA SELAMA LIMA TAHUN PASIEN BPJS Tahun 206 s.d 208 No Jenis Pelayanan Activity Driver Tahun Gawat Darurat Kunjungan Rawat Jalan Kunjungan Rawat Inap Hari rawat Kelas I Kelas II Kelas III Anak Hari rawat Kelas III Geriatri Hari rawat Kelas III PHCU Hari rawat Farmasi R Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
120 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma TARGET PEMBIAYAAN DAN PENDAPATAN. TARGET PEMBIAYAAN DAN PENDAPATAN TAHUN 206 A. Pasien umum Tahun 206 No Jenis Pelayanan Activity Driver EP PEMBIAYAAN 206 PENDAPATAN 206 Unit COST Revenue EP Tarif Cost (Ribuan) (Ribuan) Gawat Darurat Kunjungan Rawat Jalan Kunjungan Rawat Inap Kelas I Kelas II Kelas III 4 Mandiri VIP 5 Anak Kelas I Kelas II Kelas III 6 Geriatri Kelas III Hari rawat Hari rawat Hari rawat Hari rawat PHCU Hari rawat Gigi dan Mulut Tindakan Penambalan Gigi Tetap Penambalan Gigi Sulung Perawatan saluran akar Pencabutan gigi tetap Pembersihan karang gigi Radiologi Tanpa Kontras 0 Laboratorium Darah rutin Urin rutin Malaria Widal Gula darah SGOT SGPT Ureum/creatin Creatinin Cholesterol Trigliserida Uric acid Bilirubin THC/ganja Amphetamin Opiat Benzodiazepin HBsAg LDL HDL PPT Foto Pemeriksaan Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
121 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Rehab. Mental Tindakan Seleksi pre/post rehab Terapi gerak Terapi pertanian Terapi kelompok Terapi Agama Terapi kerajinan Farmasi R/ Psikologi Pasien MMPI Sederhana MMPI Kompleks Test IQ Sederhana Test IQ Kompleks Test Minat/Bakat KepribadianKompleks KepribadianSederhana Psychotest Psikoterapi Elektromedik EKG EEG ECTnon premedikasi ECT Pre Medikasi Brain Mapping Treadmill stress analizer Pasien Incenerator Kg Laundry KgKering Diklit Orang Lain-lain (lahan,legalisir,aula) ESTIMASI Total Biaya Total Pendapatan Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
122 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma No B. Pasien BPJS Tahun 206 Jenis Pelayanan Activity Driver EP PEMBIAYAAN 206 PENDAPATAN 206 COST Unit Cost EP Tarif Revenue(Ribuan) (Ribuan) Gawat Darurat Kunjungan Rawat Jalan Kunjungan Rawat Inap Hari rawat Kelas I Kelas II Kelas III Anak Hari rawat Kelas III Geriatri Hari rawat Kelas III PHCU Hari rawat Farmasi R ESTIMASI Total Biaya Total Pendapatan TOTAL PEMBIAYAAN DAN PENDAPATAN TAHUN 206 No Jenis Pasien Pembiayaan (Rp.) Pendapatan (Rp.) Pasien Umum Pasien BPJS Total Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
123 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma 2. TARGET PEMBIAYAAN DAN PENDAPATAN TAHUN 207 A. Pasien umum Tahun 207 No Jenis Pelayanan Activity Driver EP PEMBIAYAAN 207 PENDAPATAN 207 Unit COST Revenue EP Tarif Cost (Ribuan) (Ribuan) Gawat Darurat Kunjungan Rawat Jalan Kunjungan Rawat Inap Kelas I Kelas II Kelas III Hari rawat Mandiri Hari rawat VIP Anak Hari rawat Kelas III Geriatri Hari rawat Kelas III, , PHCU Hari rawat Gigi dan Mulut Tindakan Penambalan Gigi Tetap Penambalan Gigi Sulung Perawatan saluran akar Pencabutan gigi tetap Pembersihan karang gigi Radiologi Foto Tanpa Kontras Laboratorium Darah rutin Urin rutin Malaria Widal Gula darah SGOT SGPT Ureum/creatin Creatinin Cholesterol Trigliserida Uric acid Bilirubin THC/ganja Amphetamin Opiat Benzodiazepin HBsAg LDL HDL PPT Pemeriksaan Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
124 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Rehab. Mental Tindakan Seleksi pre/post rehab Terapi gerak Terapi pertanian Terapi kelompok Terapi Agama Terapi kerajinan Farmasi R/ Psikologi Pasien MMPI Sederhana MMPI Kompleks Test IQ Sederhana Test IQ Kompleks Test Minat/Bakat KepribadianKompleks KepribadianSederhana Psychotest Psikoterapi Elektromedik EKG EEG ECTnon premedikasi ECT Pre Medikasi Brain Mapping Treadmill stress analizer Pasien Incenerator Kg Laundry KgKering Diklit Orang Lain-lain (lahan,legalisir,aula) ESTIMASI Total Biaya Total Pendapatan Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
125 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma No B. Pasien BPJS Tahun 207 Jenis Pelayanan Activity Driver EP PEMBIAYAAN 207 PENDAPATAN 207 COST Revenue Unit Cost EP Tarif (Ribuan) (Ribuan) Gawat Darurat Kunjungan Rawat Jalan Kunjungan Rawat Inap Hari rawat Kelas I Kelas II Kelas III Anak Hari rawat Kelas III Geriatri Hari rawat Kelas III PHCU Hari rawat Farmasi R ESTIMASI Total Biaya Total Pendapatan TOTAL PEMBIAYAAN DAN PENDAPATAN TAHUN 207 No Jenis Pasien Pembiayaan (Rp.) Pendapatan (Rp.) Pasien Umum Pasien BPJS Total Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
126 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma 3. TARGET PEMBIAYAAN DAN PENDAPATAN TAHUN 208 A. Pasien umum Tahun 208 No Jenis Pelayanan Activity Driver EP PEMBIAYAAN 208 PENDAPATAN 208 Unit COST Revenue EP Tarif Cost (Ribuan) (Ribuan) Gawat Darurat Kunjungan Rawat Jalan Kunjungan Rawat Inap Kelas I Kelas II Kelas III Hari rawat Mandiri Hari rawat VIP Anak Hari rawat Kelas III Geriatri Hari rawat Kelas III PHCU Hari rawat Gigi dan Mulut Penambalan Gigi Tetap Penambalan Gigi Sulung Perawatan saluran akar Pencabutan gigi tetap Pembersihan karang gigi 9 Radiologi Tanpa Kontras 0 Laboratorium Darah rutin Urin rutin Malaria Widal Gula darah SGOT SGPT Ureum/creatin Creatinin Cholesterol Trigliserida Uric acid Bilirubin THC/ganja Amphetamin Opiat Benzodiazepin HBsAg LDL HDL PPT Tindakan Foto Pemeriksaan Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
127 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Rehab. Mental Tindakan Seleksi pre/post rehab Terapi gerak Terapi pertanian Terapi kelompok Terapi Agama Terapi kerajinan Farmasi R/ Psikologi MMPI Sederhana MMPI Kompleks Test IQ Sederhana Test IQ Kompleks Test Minat/Bakat KepribadianKompleks KepribadianSederhana Psychotest Psikoterapi 4 Elektromedik EKG EEG ECTnon premedikasi ECT Pre Medikasi Brain Mapping Treadmill stress analizer Pasien Pasien Incenerator Kg Laundry KgKering Diklit Orang Lain-lain (lahan,legalisir,aula) ESTIMASI Total Biaya Total Pendapatan Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
128 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma No B. Pasien BPJS Tahun 208 Jenis Pelayanan Activity Driver EP PEMBIAYAAN 208 PENDAPATAN 208 COST Revenue Unit Cost EP Tarif (Ribuan) (Ribuan) Gawat Darurat Kunjungan Rawat Jalan Kunjungan Rawat Inap Hari rawat Kelas I Kelas II Kelas III Anak Hari rawat Kelas III Geriatri Hari rawat Kelas III PHCU Hari rawat Farmasi R ESTIMASI Total Biaya Total Pendapatan TOTAL PEMBIAYAAN DAN PENDAPATAN TAHUN 208 No Jenis Pasien Pembiayaan (Rp.) Pendapatan (Rp.) Pasien Umum Pasien BPJS Total Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
129 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma HUBUNGAN STRATEGIS Organisasi RSJ Mutiara Sukma terdiri dari 3 elemen penting yaitu elemen direksi/struktural, elemen tenaga medis dan elemen keperawatan Secara internal ketiga elemen ini merupakan elemen terpenting di RSJ Mutiara Sukma sebab kolaborasi, kerjasama, saling mendukung diantara ketiga elemen tersebut akan tergambar didalam bentuk-bentuk pelayanan di RSJ Mutiara Sukma. Oleh karenanya hubungan strategis manajemen dengan elemen lainnya di rumah sakit sangat penting untuk diutamakan dalam rangka penguatan komitmen seluruh karyawan rumah sakit didalam mewujudkan visi dan menjalankan misi rumah sakit secara keseluruhan. Hubungan Strategis antara RSJ Mutiara Sukma dengan stakeholder sangat penting terutama Gubernur dan DPRD karena keduanya adalah penentu kebijakan di Provinsi NTB. Demikian pula dengan para pemasok dan masyarakat pengguna hubungan strategis amatlah diperlukan. RISIKO Risiko yang harus dihadapi oleh RSJ Mutiara Sukma adalah : Tuntutan masyarakat pengguna layanan jika terjadi malpraktek dan pelayanan tidak sesuai standar. Kerusakan bangunan RSJ Mutiara Sukma akibat bencana alam dan kebakaran serta akibat akibat lain. Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
130 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma JENIS PELAYANAN Pelayanan kesehatan selalu berkembang seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan IPTEK termasuk dibidang kesehatan/kedokteran. RSJ Provinsi yang merupakan satu-satunya instansi Pemerintah Daerah NTB yang bergerak dibidang kesehatan jiwa terus berupaya menghilangkan stigma negatif RSJ dan meningkatkan brand imagenya dengan berbagai program kegiatannya, baik yang dilaksanakan secara intramural (dalam gedung) dan ekstramural (luar gedung). Berikut gambaran jenis pelayanan yang tersedia di RSJ Provinsi NTB : Tabel Jenis Layanan dan Kelompok Sasaran NO BIDANG JENIS PELAYANAN Pelayanan Medis. Rawat Jalan. Poli psikiatri, Neurologi, Geriatri dan Anak 2. Pemeriksaan radiologi : X-Ray Diagnostik 3. Pemeriksaaan gigi & mulut 4. Pemeriksaan psikologi : tes IQ, Psikotes untuk umum dan pejabat, MMPI, tes bakat-minat, tes kemampuan verbal dan lainnya 5. Pemeriksaan elektromedik : EEG, ECG, Brain Mapping dan stress analyzer, infrared, stimulasi, faradisasi, ultra sound dan terapi latihan 2. Rawat Inap Kelas I, Kelas II, Kelas III 3. Gawat Darurat Psikiatrik Dan Umum 4. Electroconvulsive Therapy (ECT) 5. Terapi Dan Rehabilitasi Ketergantungan Narkoba dan PHCU Ruang Triase, Resusitasi, Observasi dan Ruang Tindakan Pelayanan ECT - Program kuratif : detoksifikasi dan rehabilitasi (termasuk outing) - Program Preventif : FSG dan sosialisasi KELOMPOK SASARAN Pasien dan masyarakat umum Pasien Pasien dan masyarakat umum Pasien rawat inap Pasien napza dan masyarakat umum 6. HIV/AIDS Pelayanan statis Pasien HIV/AIDS dan Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
131 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NO BIDANG JENIS PELAYANAN (pelayanan di RSJ) : konsultasi dan pengobatan Pelayanan Mobile : Penjangkauan, mobile clinic, dan kegiatan sosialisasi KELOMPOK SASARAN masyarakat umum 7. Kesehatan Jiwa Masyarakat (Keswamas) - Kegiatan mobile clinic kesehatan jiwa dan HIV/AIDS - Kegiatan home visit - Integrasi kesehatan jiwa ke dinas kesehatan kab/kota, RSU dan Puskesmas - Family Support Group (FSG) Napza, HIV/AIDS,temu konsultasi jiwa - Penyuluhan kesehatan jiwa, narkoba dan HIV/AIDS - Penyaluran rehabilitan & jasa penjemputan pasien - Dropping pasien khususnya Jamkesmas - Acertive Community Treatment (ACT) hotline layanan krisis dan Community Mental Health Nursing (CMHN) - Pelayanan pasien pasung (penjangkauan, terapi, dan rehabilitasi) Pasien dan masyarakat umum 8. Rehabilitasi Mental 2 Penunjang Medis - Terapi gerak - Terapi rekreasi - Terapi keluarga - Terapi kelompok - Terapi perilaku - Terapi relaksasi - Terapi kerja - One Day care - Laboratorium Pemeriksaan rutin, Serologi, Kimia Klinik, Narkoba Pasien rawat inap dan rawat jalan Pasien dan masyarakat umum - Gizi Pelayanan konseling gizi, Pasien dan Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
132 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NO BIDANG JENIS PELAYANAN pengadaan makanan dan penelitian sederhana - Farmasi Penyediaan obat dan konseling - Pemeliharaan Pelayanan pemeliharaan rumah sakit sarana prasarana, laundry, pengolahan - Pendidikan Dan Penelitian (Diklit) 3 Keperawatan 4 Tata Usaha - Urusan umum dan perlengkapan - Urusan Kepegawaian - Perencanaan dan Pelaporan limbah padat dan cair Praktik mahasiswa Penelitian ilmiah Studi banding - Askep Isolasi Sosial - Askep harga diri rendah - Askep Perilaku kekerasan - Askep Halusinasi - Askep Defisit perawatan diri - Askep Waham - Askep Perilaku bunuh diri Pelayanan administrasi surat-menyurat dan rumah tangga - Pelayanan administrasi kepegawaian - Penatausahaan ketenagaan Pelayanan dibidang perencanaan, penganggaran dan pelaporan - Kerjasama dan IT - Membuat dokumen perjanjian kerjasama - Melakukan monitoring pelaksanaan kerjasama - Menyiapkan layanan IT Rumah Sakit - Pemeliharaan layanan IT RS - Keuangan Pelayanan/penatausahaan urusan keuangan RS KELOMPOK SASARAN masyarakat umum Pasien dan masyarakat umum Pasien dan lintas sektor Mahasiswa dan instansi lain Pasien Masyarakat dan pegawai Internal PNS, Tenaga Kontrak, Masyarakat, Instansi terkait;bkd, SETDA, POL PP dll Lintas sektor, masyarakat umum, dan pegawai internal Masyarakat umum, lintas sektor dan pegawai internal Pegawai internal Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
133 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma PERALATAN PENDUKUNG ) Tindakan penunjang diagnosa antara lain : Electro Enchephalo Graphic (EEG), Electro Cardio Graphic (ECG), Brain Mapping dan Stress Analyser, radiologi 2) Tindakan terapi/fisioterapi : Infra merah/diathermi, stimulasi listrik, faradisasi, ultra sound, terapi latihan (treadmill, static bicycle). ALASAN MEMBERIKAN PRODUK PELAYANAN Pelayanan kesehatan adalah hak masyarakat yang dilindungi oleh Undang-Undang Dasar (UUD) 945 pasal 28 ayat () dan pasal 34 ayat (3), Undang-Undang Sistim Jaminan Sosial Nasional (UU SJSN) dan udang-udang lainya serta didukung peraturanperaturan lainnya. Kementerian Kesehatan RI dengan visinya Masyarakat Sehat Yang Mandiri dan Berkeadilan menegaskan hal tersebut bahwa pelayanan kesehatan harus menyeluruh, merata dan mengakomodir rasa keadilan masyarakat. Pemerintah Daerah Provinsi NTB memiliki komitmen yang kuat dibidang kesehatan yang tergambar jelas dalam visinya Mewujudkan Masyarakat Nusa Tenggara Barat Yang Beriman, Berbudaya, Berdaya saing dan Sejahtera. Mewujudkan masyarakat yang berdaya saing tidak hanya membutuhkan fisik yang kuat tetapi juga jiwa yang sehat. Untuk itu Pemerintah Provinsi NTB menjamin bahwa setiap warganya mendapatkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan sosial termasuk kesehatan secara berkeadilan dan tanpa membedakan gender, dengan harapan terwujud layanan sosial dasar bermutu, terjangkau dan adil serta masyarakat yang sehat dan cerdas. RSJ Mutiara Sukma sebagai bagian dari Pemerintah Daerah Provinsi NTB dan satu-satunya yang bergerak khusus dibidang kesehatan jiwa memiliki kewajiban mendukung pencapaian komitmen tersebut. Upaya kesehatan jiwa yang dimaksud meliputi upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif, yang menjadi tanggung jawab bersama pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat. Pemerintah dan pemerintah daerah berkewajiban untuk mengembangkan upaya kesehatan jiwa berbasis masyarakat, sebagai bagian dari upaya kesehatan jiwa keseluruhan, termasuk kemudahan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan jiwa, yang selanjutnya menjadi concern RSJ Mutiara Sukma. Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
134 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma KEUNIKAN PELAYANAN Keunikan pelayanan yang diberikan RSJ Mutiara Sukma adalah satusatunya yang memberikan pelayanan kesehatan jiwa di Nusa Tenggara. PEMBERI PRODUK PELAYANAN Pelayanan diberikan oleh dokter spesialis kedokteran jiwa (Psikiater), dibantu oleh dokter umum, dokter spesialis lain (dokter spesialis neurologi, dr. Sp radiologi, Spesialis Penyakit dalam, spesialis anak, Spesialis Patologi Klinik paruh waktu) dan dokter gigi yang pernah mengikuti pelatihan-pelatihan dibidang kesehatan jiwa, Napza maupun HIV/AIDS. No Nama Keahlian. Dr. Elly Rosila Wijaya, SpKJ Psikiater (Direktur) 2. Dr. Ketut Pasek Cindra Budi Dokter Umum (Kasie Pelayanan Medis) 3. Dr. A.A.A. Arimawati Dokter Umum ( Khusus VCT/HIV AIDS) 4. Dr. Gede Mahartyke S Dokter Umum (Khusus Narkoba) 5. Dr. Wayan Sumarjaya Dokter IGD 6 Dr. Qomarul Islamiyati Dokter umum (Sedang Pendidikan Spesialis Jiwa ) 7 Dr. Dian Vitara Psikiater (Sedang Pendidikan Sub Spesialis Anak ) 8 Dr. Fauzi Ma ruf Dokter umum ( Sedang Pendidikan Spesialis Radiologi) 9 Drg. A.A.A.A. Subiantari Dewi Dokter Gigi Spesialis Prosthodonsia 0 Dr. Lisa Putri Setiawati Dokter umum Dr. Ni Putu Winda Dwijayanti Dokter umum 2 Dr. I Komang Yose Antara Dokter umum ( Sedang Pendidikan Spesialis Bedah) 3 Dr. Siti Nafsiah Dokter umum 4 Dr. Diayanti Tenti L. Dokter umum 5 Dr. Harida Zahraini Dokter umum 6 Dr. Nurul Basirah Dokter Umum 7 Dr. Maria Lisdiana Dokter umum 8 Dr. Syarifah Nurazain Dokter umum 9 Dr. Sindi Antika Dokter umum 20 Dr. Lale Mulya Dokter Umum 2 Drg. Sarah Eveline Desita N. Dokter Gigi 22 Dr. Fitriah Susanti Dokter Umum Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
135 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma CARA MENJUAL PRODUK. Memberikan pelayanan secara langsung diseluruh unit pelayanan RSJ 2. Menjemput pasien yang memesan melalui telepon atau sms 3. Bekerjasama dengan instansi pemerintah dan swasta 4. Mobile Clinic, Home Visite, integrasi, dan one day care 5. Konsultasi psikiatri dan psikologi melalui internet, radio dan rubrik kesehatan jiwa di bulletin KEKAYAAN INTELEKTUAL 4. HAK PATENT/ CIPTA Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NTB sampai saat ini belum memiliki hak paten, tetapi sedang merintis untuk mempatenkan hal-hal tertentu yang akan bermanfaat bagi masyarakat 5. MEREK DAGANG / LOGO Sementara ini Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma menggunakan merek/logo yaitu Lambang Provinsi NTB dengan diskripsi sesuai dengan Perda No.7 Tahun 968 Tentang Lambang Daerah Provinsi NTB, sebagai berikut : Keterangan Logo : Perisai Tulisan Nusa Tenggara Barat Bintang : melambangkan kebudayaan/kesenian rakyat Provinsi NTB dan juga jiwa kepahlawanannya : nama daerah yang berpemerintahan sendiri yang terdiri dari Pulau Sumbawa dan Lombok : melambangkan 5 sila pancasila Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
136 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Kapas dan padi Rantai Menjangan Gunung Berasap Kubah Warna Biru Warna Hijau Warna Putih : melambangkan kemakmuran dan tanggal terbentuknya Provinsi NTB 4 Agustus 958, diungkapkan secara simbolik dengan jumlah kuantum dan untaian padi 58 : rantai terdiri dari 4 berbentuk bulat dan 5 berbentuk segi empat, melambangkan tahun 45 (945) sebagai tahun kemerdekaan RI : Merupakan salah satu satwa yang banyak berada di Pulau Sumbawa : melukiskan kemegahan Gunung Rinjani sebagai gunung tertinggi di Lombok : melambangkan ketaatan beragama masyarakat Provinsi NTB : melambangkan kesetian Daerah Provinsi NTB pada perjuangan Bangsa Indonesia dan kesetiaan pada Pemerintah RI : melambangkan kemakmuran, cita-cita dan kesuburan dari daerah Provinsi NTB : melambangkan kesucian, keluhuran rakyat Provinsi NTB yang senantiasa taat, bertaqwa kepada Tuhan YME yang langsung menjiwai rakyatnya, bercita-cita luhur dan suci serta tindak tanduknya baik rohaniah maupun jasmaniah berdasarkan kesucian Warna Kuning : melambangkan kejayaan, keberanian berjuang atas dasar kesucian dan akan membawa kita pada kejayaan Warna Hitam : melambangkan abadi, kejayaan, berdasarkan atas Warna Merah landasan yang luhur akan abadi : melambangkan keberanian, kepahlawanan berjiwa hidup dan dinamis untuk menegakkan kebenaran dan keadilan Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
137 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma LOKASI BISNIS Nama Rumah Sakit : RSJ Mutiara Sukma Pemilik : Pemerintah Provinsi NTB Alamat : Jl. Ahmad Yani No. Selagalas Mataram Telepon : Fax : Website : [email protected] [email protected] Hotline Service : Kelas : B SEJARAH LOKASI Sebelum didirikan Rumah Sakit Jiwa Pusat (RSJP) Mataram, lokasi adalah areal persawahan milik masyarakat yang dibeli oleh pemerintah pusat. RSJP Mataram didirikan berdasarkan surat Penunjukan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan tanggal 3 Oktober 983 No. 7867/Yankes/DKJ/983 kepada PT. Yodya Karya, Jl. D.I Panjaitan No.8 Cawang Jakarta dan Perwakilannya di Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai Konsultan Perencanaan, dengan tugas pembuatan Masterplan Rumah Sakit Jiwa Pusat Mataram dan pembuatan design/dokumen tender dan memberikan penjelasan dalam aanwijzing. Rumah Sakit Jiwa Pusat Mataram didirikan dengan pertimbangan bahwa Rumah Sakit Jiwa Selebung (milik Daerah) tidak dapat dikembangkan karena letaknya terpencil dan bangunannya tidak memenuhi syarat sebagai Rumah Sakit. Pembiayaan pembangunan Rumah Sakit Jiwa Pusat Mataram berasal dari Anggaran Pembangunan tahun 982/983, mulai beroperasi tanggal 27 Oktober 987, diresmikan 27 Januari 990 oleh Menteri Kesehatan RI (Bapak Dr. Adhyatma MPH). Pada awal beroperasi hanya melayani rawat jalan sekaligus sebagai unit gawat darurat. Pelayanan rawat inap baru dilaksanakan tahun 988/989 dengan 2 ruangan perawatan (Ruang Mawar dan Melati). Struktur Organisasi Rumah Sakit Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
138 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Jiwa Pusat Mataram semula adalah Rumah Sakit Jiwa Klas C berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan: 395/MenKes/SK/VI/989 tanggal 9 Juni 989. Rumah Sakit Jiwa Pusat Mataram sejak semula direncanakan sebagai Rumah Sakit Jiwa Klas B, untuk itu Rumah Sakit Jiwa Selebung diintegrasikan dengan Rumah Sakit Jiwa Pusat Mataram dan menjadi Rumah Sakit Jiwa Pusat Mataram Kelas B berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor: 656/Menkes/SK/X/99 tanggal 30 Oktober 99. Tahun 99, RSJP Mataram menambah kapasitas pelayanan rawat inapnya dengan penambahan 2 ruang perawatan (ruang angsoka dan Dahlia) dan tahun 996 kembali memperluas ruang perawatan dengan membangun ruang rehabilitasi (ruang sandat), IGD, gizi dan IPRS, ruang generator dan incenerator. Tahun 2000 dibangun ruang khusus terapi dan rehabilitasi narkoba dan tahun 2004 dilakukan pengembangan dan diresmikan sebagai pusat rehabilitasi narkoba One Stop Centre (OSC), dua tahun kemudian (2005) RSJP Mataram membangun klinik VCT Bale Matahari dan yang terakhir tahun 2007 pembangunan ruang perawatan kelas I dan II (ruang Flamboyan) untuk mengganti ruang Angsoka yang sebelumnya merupakan kelas I dan II. Sampai dengan Desember 2009, RSJ Provinsi sudah memiliki 6 ruang perawatan, ruang rehabilitasi dan IGD. Sebelum otonomi daerah RSJP Mataram merupakan RS khusus milik pemerintah pusat dan sejak otonomi daerah tahun 200, RSJP Mataram menjadi milik Pemerintah Daerah dan merupakan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Kesehatan Provinsi NTB berdasarkan Peraturan Daerah No.3 tahun 200. Sejak bulan Agustus 2008 berdasarkan Peraturan Daerah No. 8 Tahun 2008 RSJP Mataram berubah status menjadi Lembaga Teknis Daerah (LTD) dengan nama RSJ Provinsi yang merupakan unsur pelayanan kesehatan khusus jiwa yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah dan secara teknis operasional berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan dengan status Rumah Sakit Khusus Kelas B. Menurut Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Barat No Tahun 204 Tentang Perubahan Nama Rumah Sakit Jiwa Provinsi NTB menjadi Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma. Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
139 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma LOKASI DAN LINGKUNGAN Keamanan Lingkungan Keamanan di lingkungan Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma kurang mendukung karena berdasarkan historis lokasi Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma sebelumnya adalah lingkungan yang keras sehingga pemulihannya memerlukan waktu yang lama. Perlu dukungan seluruh potensi yang ada di Provinsi NTB dari mulai Pemerintah Daerah, Kepolisian dan dukungan keamanan di sekitar lokasi Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma. Namun demikian pihak internal Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma memiliki kerjasama sistem keamanan dengan pihak ketiga. Bisnis Lain Sekitar Lokasi Di depan Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma terdapat gedung serba guna, sekolah dasar dan persawahan Di sebelah kanan Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma adalah Pom Bensin Di sebelah kiri adalah Rumah Sakit Harapan Keluarga Di belakang terdapat pemukiman penduduk Akses ke Lokasi Lokasi RSJ Mutiara Sukma dapat diakses dari berbagai arah, Dari Timur : masyarakat yang bermukim di daerah Lingsar, Sesaot, Suranadi dan Narmada dapat mengakses RSJ Mutiara Sukma dengan kendaraan umum melalui jalan perintis Lingsar-Narmada Dari Barat : masyarakat dapat mengakses RSJ Mutiara Sukma melalui Jalan Gora dengan kendaraan umum Dari Utara : masyarakat dapat mengakses RSJ Mutiara Sukma melalui melalui Sayang-Sayang Dari Selatan : masyarakat dari daerah Sumbawa, Bima, Dompu, Kabupaten Sumbawa Barat Lombok Timur dan Lombok Tengah dapat mengakses melalui Sweta. Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
140 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Ketersediaan Bahan Baku Ketersediaan bahan baku penting seperti bahan kimia, obat-obatan, dan bahan habis pakai lainnya sangat mudah didapat karena RSJ Mutiara Sukma bekerja sama dengan beberapa pemasok barang. Area Parkir Luas Area Parkir yang dikelola saat ini adalah 240 m2. Kapasitas menampung kendaraan roda empat 80 unit dan roda dua 305 unit. Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
141 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Denah Area Parkir JUDUL GAMBAR AREAL PARKIR RS JIWA PROVINSI MATARAM Digambar oleh G.Shanti Sapta P S MENGETAHUI Nip Ka Seksi Penunjang Medik TOTAL AREA PARKIR MOBIL 80 UNIT MOTOR 305 UNIT SPBU SELAGALAS PARKIR DIREKTUR DAN DOKTER MOBIL 5 UNIT PARKIR LAPANGAN OLAH RAGA NOBIL 6 UNIT MOTOR 8 UNIT PARKIR RUMDIN MOBIL 2 UNIT KE CAKRA JL.GORA CC C PARKIR POLIKLINIK DAN DIKLAT MOBIL 6 UNIT MOTOR85 UNIT C A A 2 B PARKIR B2 H C C C C C C C C C C C C C aa C C C a a a C C C a a a a aa O R Q T U T 2 PARKIR ASRAMA MOBIL 22 UNIT MOTOR 58 UNIT G H D N K P V PARKIR AULA MOBIL 9 UNIT MOTOR 28 UNIT PARKIR IGD MOBIL 3 UNIT MOTOR 3 UNIT E2 a a I J K L L Z3 s w e t a K e E F Z5 M M W PARKIR VCT & NARKOBA MOBIL 7 UNIT MOTOR 37 UNIT PARKIR AMBULANCE MOBIL 5 UNIT PARKIR VIP MOBIL20 UNIT MOTOR 48 UNIT ASPEK LEGAL Badan Hukum yang dipilih oleh rumah sakit Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat nomor: 8 tahun 2008 tanggal 25 Agustus 2008, yang diubah dengan Perda Provinsi NTB Nomor 9 tahun 20, Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya bertanggung jawab kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah dan secara teknis operasional berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
142 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Pemilik dan direksi serta kekuatan yang dimilikinya Pemilik RSJ adalah Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat yang diwakili oleh TGH. Zainul Majdi, MA, beliau adalah seorang yang sangat agamis dan seorang guru berpendidikan Strata dua (S2) lulusan Universitas Al- Azhar Kairo sehingga sangat memahami dan memiliki komitmen yang tinggi dibidang sosial, serta sangat mendukung pentingnya pelayanan kesehatan. RSJ Mutiara Sukma dipimpin oleh Dr. Elly Rosila Wijaya, SpKJ,MM beliau adalah seorang dokter spesialis kedokteran jiwa dan berpengalaman dalam bidang manajemen, beliau sangat berkomitmen dalam pengembangan RSJ Mutiara Sukma untuk menjadi RSJ dambaan masyarakat. MANAJEMEN KARYAWAN Struktur Organisasi RSJ Mutiara Sukma DIREKTUR KELOMPOK JAFUNG SUBBAGIAN TATA USAHA SEKSI PELAYANAN MEDIK SEKSI PENUNJANG MEDIK SEKSI KEPERAWATAN Instalasi Instalasi Instalasi Kekuatan dan Kelemahan Struktur Organisasi Kekuatan sruktur organisasi yang berbasis Peraturan Pemerintah No. 4 tahun 2007 adalah sah dan kuat secara hukum, akan tetapi memiliki kelemahan Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
143 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma yaitu struktur organisasi seperti ini hanya cocok untuk birokrat dan kurang sesuai untuk organisasi pelayanan publik yang bergerak dibidang jasa. Komposisi Karyawan RSJ NO. PENDIDIKAN JUMLAH KETERANGAN Medis a. Psikiater b. Dokter Umum c. Dokter Gigi Spesialis d. Dokter Gigi 2 Paramedis Keperawatan a. SPK b. Diploma III keperawatan c. Sarjana keperawatan d. Sarjana Keperawatan nurse e. Sarjana Nurse + S2 Manajemen f. Strata II Keperawatan Jiwa 3 Tenaga Sanitarian a. Sekolah Pembantu Penilik Kesehatan b. Akademi Kesehatan Lingkungan 4 Tenaga Farmasi a. Asisten Apoteker (SMF) b. Asisten Apokteker (DIII) c. Asisten Apoteker (SKM) d. Apoteker 5 Tenaga Gizi a. SKM Gizi b. Diploma III Akademi Gizi c. Diploma I Akademi Gizi 6 Tenaga Teknis Medis a. D III Fisioterapis b. SMAK (analis kesehatan) c. Analis (S Biologi) d. Teknisi Elektromedis (D III ATEM) e. Teknisi Elektromedis (D IV ATEM) f. D III Penata Rontgent g. Penata Rontgent (S Fisika Medik) h. D III Perawat Gigi i. Diploma Terapis Okupasi j. Diploma Terapis Wicara 7 Tenaga Kesehatan Lain a. Sarjana Kesehatan Masyarakat b. S2 Psikolog c. Sarjana Psikologi d. Diploma III Perekam Medis e. SMA Perekam Medis f. Pekerja Sosial (SMPS) 2 8 Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah 4 8 Jumlah Jumlah Jumlah 7 3 Direktur, org pendd Sub Sp org Kasie Yanmed & 3 Tubel Spesialis Prostodonsi Sedang Pendidikan S2 2 orang org Kasie Keperawatan sedang Pend S2 Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
144 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NO. PENDIDIKAN JUMLAH KETERANGAN 8 Tata Usaha a. Strata II (S2) Kesehatan 2 b. Strata II (S2) Akuntansi c. S Ekonomi d. S Sosial e. SSains f. S Teknik g. S Pendidikan h. S Administrasi Negara i. S Teknik Informatika j. S Komunikasi k. SMA/sederajat l. SMP/sederajat m. SD/sederajat 9. PTT/Outsourcing/Kontrak a. SD/sederajat b. SMA/sederajat c. Spesialis Penyakit Dalam d. Spesialis Patologi Klinik e. Spesialis Syaraf/Neurologi f. Spesialis Radiologi g. Spesialis Anak h. Spesialis Jiwa i. Psikolog j. Akuntan k. Perawat l. Diploma III Farmasi m. SMK Farmasi Jumlah Jumlah 9 54 Jumlah: Kasie Penunjang & Kasubbag TU orang juru masak 9 Org Satpam, Supir, 4 Pramusaji, 3 Operator MoU dengan UNRAM MoU dengan UNRAM MoU dengan RSU Kota Mtr MoU dengan RSU Kota Mtr Part Time Sistem Remunerasi Sistem Remunerasi adalah imbalan kerja yang dapat berupa gaji, tunjangan tetap, honorarium, insentif, bonus atau prestasi, uang lembur, pesangon, dan atau pensiun yang diberikan kepada Dewan Pengawas, Pejabat Pengelola rumah sakit, pegawai rumah sakit non PNS dan PNS. Sistem remunerasi ditetapkan oleh peraturan Gubernur berdasarkan usulan Direktur melalui Sekretaris Daerah. Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
145 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Jenjang Karier Penjenjangan karier di RSJ Mutiara Sukma disusun berdasarkan competency based dan prestasi kerja, masa kerja, tingkat pendidikan serta keterampilan khusus yang dimiliki karyawan didukung dengan attitude yang baik. Sistem Pensiun Sistem pensiun mengikuti aturan yang ditetapkan oleh pemerintah yang difasilitasi PT. Taspen. Asuransi Karyawan Semua karyawan tidak diasuransikan kecuali asuransi kesehatan sesuai peraturan yang berlaku yang difasilitasi oleh BPJS. Jaminan Perawatan Kesehatan Karyawan Untuk memelihara kesehatan karyawan akibat risiko kerja, RSJ Mutiara Sukma memberikan fasilitas pemeliharaan kesehatan bagi karyawannya dengan melakukan perawatan dan check up di RSJ sendiri berdasarkan kebijakan direktur dan aturan lain yang telah ditetapkan. AKUNTANSI DAN BANTUAN HUKUM Akuntansi Sistem Akuntansi yang digunakan adalah sistem akuntansi accrual based atau double entry sesuai dengan amanat Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD). Penanggung Jawab adalah Kasubag Tata Usaha. Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
146 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma HUKUM Gambaran Aset Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Menurut Nilai buku per 3 Desember 205 Keterangan Nilai (Rupiah) Tanah ,00 Peralatan dan mesin ,00 Gedung dan Bangunan ,00 Jalan Irigasi dan Jaringan ,00 Konstruksi dalam pengerjaan ,00 Aset tetap lainnya ,00 Aset lainnya ,00 Jumlah ,00 Badan Hukum Yang Memback-up Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma sementara ini belum menggunakan badan hukum dalam memback-up masalah-masalah hukum di rumah sakit. KEAMANAN Keamanan Umum Keamanan umum cukup terjamin dan aman karena jumlah personel security cukup memadai serta ditunjang dengan letak rumah sakit yang dekat dengan Kantor Polsek Cakranegara. Keamanan Pasien Keamanan pasien terjamin karena adanya bantuan tenaga security yang selalu melakukan pengawasan disetiap ruang perawatan. Keamanan Dokumen terkunci. Dokumen penting dan rahasia, diamankan di dalam brankas dan lemari Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
147 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma III. RENCANA PEMASARAN (MARKETING PLAN) Riset pasar o Demografi Secara demografis RSJ Mutiara Sukma dikelilingi oleh 6 kecamatan di kota mataram dengan total jumlah penduduk jiwa, seperti yang nampak pada tabel berikut ini: Tabel : Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin Per Kecamatan Kota Mataram Tahun 203 Kecamatan Laki-laki Perempuan Jumlah Ampenan Sekarbela Mataram Selaparang Cakranegara Sandubaya Total Sumber: Survei Sosial Ekonomi Nasional dan SP200 o Tingkat Pendidikan Tabel : Persentase Penduduk 0 Tahun ke Atas Menurut Pendidikan Tertinggi Ditamatkan Kota Mataram Tahun 203 Tingkat Pendidikan Jumlah Tidak pernah sekolah/ tidak tamat SD 22,23% SD/MI/sederajat 20,84% SLTP/Mts/Sederajat 6,59% SLTA/Sederajat 29,64% Diploma 2,67% Perguruan Tinggi 8,02% Total 00,0 Sumber: BPS Kota Mataram (Susenas 203) Tingginya tingkat pendidikan yang ditamatkan di suatu wilayah dapat menggambarkan tingkat intelektualitas penduduk wilayah tersebut. Berikut gambaran angka melek huruf 5 tahun ke atas di Kota Mataram selama tahun : Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
148 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Tabel : Persentase Angka Melek Hurup 5 Tahun ke Atas Kota Mataram Tahun Tahun Melek Huruf Buta Huruf 202 9,64 8, ,44 6, ,59 6,4 Sumber: BPS Kota Mataram (Susenas) Angka melek huruf mencerminkan kemampuan minimal masyarakat untuk dapat menerima informasi sekaligus dapat berperan dalam pembangunan. Berdasarkan data diatas, dapat diasumsikan bahwa kota Mataram sebagai kota yang sedang berkembang tingkat pendidikan dan angka melek huruf penduduknya sudah cukup tinggi, sehingga diharapkan akan dapat mempengaruhi perilaku hidup sehat masyarakat. Gangguan Jiwa di Provinsi NTB Angka penderita gangguan jiwa setiap tahun cenderung mengalami peningkatan, saat ini juta orang di dunia menderita gangguan mental, neurologis maupun psikososial, termasuk kecanduan alkohol dan penyalahgunaan narkoba. Data WHO menunjukkan 3 tahun terakhir, sedikitnya 50 ribu orang Indonesia melakukan bunuh diri dan menurut Menkes 25% penduduk Indonesia mengalami gangguan neurotik, artinya dari 4 orang terkena gangguan neurotik ( juta dari 4 juta penduduk NTB mengalami neurotik). Hasil Survey kesehatan Rumah Tangga (SKRT) yang dilakukan badan Litbang Depkes 995, menunjukkan 40 dari 000 anggota rumah tangga yang berusia 5 tahun mengalami gangguan mental emosional. Hasil Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) 203 menunjukkan bahwa prevalensi gangguan mental emosional Provinsi NTB lebih tinggi dari angka nasional dan menempati urutan ke-9 tertinggi di Indonesia, yakni 2,8% sedangkan angka nasional,6%. Berikut rincian prevalensi gangguan mental emosional pada penduduk berumur 5 tahun ke atas. Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
149 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Tabel : Prevalensi Gangguan Mental Emosional Pada Penduduk Berumur 5 Tahun Ke Atas Menurut Kabupaten/Kota Di Provinsi Nusa Tenggara Barat Kabupaten/Kota Gangguan Mental Emosional (%) Lombok Barat 5,6 Lombok Tengah 7,9 Lombok Timur 2,5 Sumbawa 0,6 Dompu 4,4 Bima 5,6 Sumbawa Barat 3,0 Lombok Utara 2,0 Mataram 5,5 Kota Bima 2,3 NTB 6,4 NASIONAL 6,0 Sumber : Hasil Riskesdas 203 Dari tabel di atas terlihat bahwa prevalensi Gangguan Mental Emosional di Provinsi NTB tertinggi di Pulau Lombok yakni daerah Bima (5,6%) dan terendah di Pulau Sumbawa yakni di Sumbawa (0,6%). Hasil Riskesdas juga menunjukkan bahwa prevalensi Gangguan Mental Emosional meningkat dengan pertambahan umur, pada kelompok usia 5-34th prevalensinya dibawah 0%, diatas 4% pada usia diatas 45th, 30% lebih pada usia 50th keatas dan mencapai 40% lebih pada usia diatas 75th. Kelompok yang rentan mengalami gangguan mental emosional adalah perempuan, sedangkan berdasarkan tingkat pendidikan, cenderung prevalensi tinggi pada penduduk dengan pendidikan rendah, tinggal di desa dan tingkat pengeluaran per kapita rumah tangga rendah. Penyakit jiwa digolongkan dalam penyakit keturunan dan tidak menular. Seperti halnya gangguan mental emosional, prevalensi penyakit jiwa berat di Provinsi NTB (2,%) juga lebih tinggi dibandingkan nasional (,7%), berikut gambaran prevalensi gangguan jiwa berat di Provinsi NTB. Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
150 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Tabel : Prevalensi Penyakit Keturunan Gangguan Jiwa Berat Menurut Kabupaten/Kota Di Provinsi Nusa Tenggara Barat Kabupaten/Kota Gangguan Jiwa Berat (psikosis/skizofrenia) (permil) Lombok Barat 0,2 Lombok Tengah 0,5 Lombok Timur 0,2 Sumbawa 0, Dompu 0, Bima 0,4 Sumbawa Barat 0, Lombok Utara 0,0 Kota Mataram 0,4 Kota Bima 0, NTB 2, NASIONAL,7 Sumber : Hasil Riskesdas 203 Kasus NAPZA Berdasarkan laporan dari unit OSC, tahun 205 jumlah kasus penyalahgunaan Napza yang ditangani di RSJ Mutiara Sukma adalah 284 kasus, meningkat sebesar 55,9% dibandingkan tahun 204. Peningkatan disebabkan oleh meningkatnya ODPGN yang menjalani rawat jalan. Semua kasus yang datang ke RSJ Mutiara Sukma mendapat penanganan (00% tertangani). Berikut gambaran kasus narkoba yang menjalani perawatan di unit OSC RSJ Mutiara Sukma 3 (tiga) tahun terakhir : Gambar 3.3. Jumlah Kasus Napza yang Datang dan Ditangani RSJ Mutiara Sukma Tahun Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
151 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Kalau pada 2 (dua) tahun terakhir penggunaan zat selain psikotropika aktif, zat adiktif dan polidrug (penyalahgunaan obat-obatan medis berlebihan yang adiktif) banyak ditemukan, maka kondisi berbeda terjadi pada tahun 205. Berdasarkan laporan OSC, pengguna zat tropika aktif dan narkoba (shabu dan ganja) adalah kasus terbanyak di tahun 205 yakni 68,7% pengguna shabu. Kasus yang dirawat sebagian besar adalah kasus dengan jenis kelamin laki-laki (00%), berpendidikan SMA/sederajat (5,4%) dan merupakan usia produktif (6-49th). Kasus yang terjadi ditahun 204 dan tahun 205 hampir sama yakni mayoritas pengguna zat tropika aktif jenis shabu. Penemuan ini perlu mendapat perhatian dari semua pihak mengingat bahaya dari penggunaannya dan sebagian besar penggunanya masih berusia produktif. Kasus HIV/AIDS Perkembangan kasus HIV/AIDS sangat mengkhawatirkan karena hampir menyebar di seluruh kabupaten/kota di NTB. Kecenderungan peningkatan kasus HIV/AIDS antara lain disebabkan oleh perilaku hidup yang tidak sehat atau kontak dengan kelompok beriisiko tinggi (pekerja seks, pengguna napza injeksi, TKI yang terinfeksi, penerima donor darah, organ atau lainnya). Kasus HIV/AIDS di NTB tahun 202 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2008, untuk kasus HIV meningkat 20% dan 80% untuk kasus AIDS. Berikut gambaran jumlah kasus HIV/AIDS dari tahun Tabel : Penemuan Kasus HIV Di Provinsi NTB Tahun Tahun HIV Kumulatif Ket orang kasus lama Sumber : KPA NTB 204 Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
152 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Tabel : Penemuan Kasus AIDS DI Provinsi NTB Tahun Tahun AIDS Kumulatif Jumlah yang ditangani RSJ Sumber : KPA NTB 204 Ket Berdasarkan tabel di atas terjadi penurunan kasus AIDS di tahun 203 dari sebelumnya 7 kasus pada tahun 202 menjadi 77, sedangkan yang ditangani di RSJ Mutiara Sukma mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Untuk jenis kelamin baik kasus HIV maupun AIDS terbanyak pada kelompok laki-laki, sedangkan berdasarkan faktor risiko terbanyak pada heteroseksual dan pengguna IDUs. o Ceruk pasar Pasar potensial RSJ Mutiara Sukma yang saat ini merupakan prospek meliputi perumahan mewah dan kawasan perdagangan yang berada di kecamatan Mataram dan Cakranegara yang berada pada radius 2-0 km. o Metode riset yang digunakan Analisa data primer bersumber dari data kunjungan pasien, sedangkan data sekunder berasal dari Badan Pusat Statistik dan instansi lain yang berwenang. o Tingkat Inflasi Tingkat inflasi sampai dengan bulan Desember 205 adalah 3,35 %, sedangkan tingkat inhatan sekitar... o Pertumbuhan Ekonomi Makro Perkiraan Tingkat pertumbuhan ekonomi makro tahun 205 adalah 4,73% o Tingkat Suku Bunga Tingkat suku bunga tahun 205 adalah 7,50%. Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
153 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Analisa Pesaing RSJ Mutiara Sukma tidak memiliki pesaing karena merupakan satu-satunya rumah sakit jiwa di Provinsi NTB. Daya Tarik RSJ Mutiara Sukma Terhadap Konsumen No Segmen Pasar Daya Tarik yang Ditawarkan Saat Ini INDIVIDU. Kemudahan mendapatkan pelayanan. 2. Tarif terjangkau 2 BPJS. Biaya ditanggung Pemerintah 2. Kemudahan mendapat pelayanan Analisis Detail No Pertanyaan Kunci Jawaban Kunci Produk apa yang diinginkan konsumen. Ingin dilayani oleh dokter spesialis 2. Ingin dilayani dengan peralatan medis yang lengkap 3. Pelayanan yang menyenangkan 2 Apa sebetulnya kebutuhan utama konsumen. Ingin bicara dan di dengar oleh dokter 2. Ingin dilayani dengan ramah 3. Pelayanan yang menyenangkan Bagaimana produk anda bisa memuaskan konsumen Siapa yang berpengaruh terhadap pembelian produk anda Siapa yang mengambil keputusan dalam proses pembelian produk anda Siapa yang bertanggungjawab terhadap penjualan produk anda Pelayanan yang bermutu dan berkualitas Pasien, keluarga pasien, karyawan rumah sakit dan masyarakat sekitar Pasien, keluarga dan masyarakat Seluruh karyawan 7 Bagaimana dukungan pemerintah terhadap produk yang anda hasilkan Dukungan baik, sesuai peraturan dan perundangundangan yang berlaku Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
154 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Trend Yang Diminati Pasar No Trend yang diminati pasar berkaitan dengan pelayanan produk Anda Faktor pengungkit trend yang diminati pasar IGD - Meningkatkan waktu tanggap pelayanan Dokter - Mempercepat waktu pengiriman pasien ke ruang rawat inap - Dilayani oleh dokter terlatih - Meningkatkan kebersihan ruangan - Berorientasi pada kepuasan pelanggan 2 Rawat Jalan - Penambahan jumlah dan jenis pelayanan spesialis - Pelayanan tepat waktu - Pelayanan yang ramah, nyaman, aman dan terjangkau - Mempersingkat waktu tunggu - Meningkatkan kebersihan ruangan pendaftaran, ruang tunggu, lobby dan ruang pemeriksaan - Berorientasi pada kepuasan pelanggan 3 Rawat Inap - Penambahan jumlah & jenis ketersediaan pelayanan rawat inap - Pelayanan / visite yang tepat waktu - Pelayanan yang ramah, nyaman, aman dan terjangkau - Menambah jumlah TT - Membuat R. Tunggu kel. pasien - Meningkatkan kebersihan ruang perawatan, koridor, lobby dan ruang tunggu - Penambahan jumlah dan jenis pelayanan spesialis - Berorientasi pada kepuasan pelanggan 4 Laboratorium - Mempercepat respon time terhadap permintaan pemeriksaan - Hasil pemeriksaan yang akurat - Mempersingkat waktu tunggu - Expertisi hasil pemeriksaan laboratorium dilakukan oleh Dokter Spesialis Patologi Klinik (Sp.PK) - Penambahan peralatan untuk pemeriksaan canggih - Pelayanan yang ramah, nyaman dan terjangkau - Meningkatkan kebersihan ruangan - Berorientasi pada kepuasan pelanggan Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
155 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma No Trend yang diminati pasar berkaitan dengan pelayanan produk Anda Faktor pengungkit trend yang diminati pasar 5 Radiologi - Mempercepat respon time terhadap permintaan pemeriksaan - Hasil pemeriksaan yang akurat - Mempersingkat waktu tunggu - Penambahan peralatan sesuai kemajuan ilmu dan teknologi kedokteran - Mencegah terjadinya kerusakan foto - Pelayanan yang ramah, nyaman dan terjangkau - Meningkatkan kebersihan ruangan - Berorientasi pada kepuasan pelanggan 6 Farmasi - Mempersingkat waktu tunggu pelayanan obat - Terjaminnya ketersediaan obat baik jumlah maupun jenis obat - Meningkatkan ketepatan pemberian obat - Menyediakan ruang tunggu pasien - Tersedianya gudang obat yang mudah diakses oleh petugas apotik - Pelayanan yang ramah, nyaman dan terjangkau - Meningkatkan kebersihan ruangan - Berorientasi pada kepuasan pelanggan 7 Pelayanan Gizi - Meningkatkan ketepatan waktu pemberian makan kepada pasien - Ketepatan pemberian makanan sesuai diet pasien - Variasi menu yang menarik sesuai dengan diet pasien - Pelayanan yang ramah, nyaman dan terjangkau - Meningkatkan kebersihan ruangan - Berorientasi pada kepuasan pelanggan Peluang Pasar o Rumah sakit memiliki peluang pasar yang cukup besar karena mempunyai letak yang strategis dan merupakan satu-satunya rumah sakit jiwa di Provinsi NTB. o Peluang pasar berasal dari masyarakat memilih RSJ Mutiara Sukma menjadi tempat pemeriksaan penderita gangguan jiwa, penyalahgunaan napza dan kasus HIV/AIDS setiap tahunnya. Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
156 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Analisa Kecendrungan (Trend Analysys) Trend Segmen Pasar berdasarkan Kepesertaan Segmen Pasar Data Kegiatan (Pasien) Rata2 volume % Trend Umum ,75 Turun Askes ,44 Turun Jamkesmas/BPJS ,8 Turun JUMLAH Turun Trend Segmen Pasar berdasarkan Jenis Pelayanan Segmen Pasar Data Kegiatan Rata2 Volume % Trend IGD ,2 Naik Jalan ,00 Turun Rawat Inap ,88 Naik JUMLAH Turun Trend Segmen Pasar berdasarkan Asal Rujukan Segmen Pasar Kota Mataram Lombok Timur Lombok Barat Lombok Tengah Lombok Utara Kota Bima Bima Dompu Sumbawa Sumbawa Barat RSU/RSUD Dokter Intern Umum JUMLAH Data Kegiatan Rata2 volume % Trend ,63 Naik ,29 Turun ,85 Turun ,55 Naik ,69 Turun ,049 Turun ,2 Stabil ,04 Naik ,26 Naik , Turun ,98 Naik ,09 Turun ,22 Naik ,03 Turun Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
157 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Tujuan Pemasaran dan Target o Terciptanya Brand Image RSJ Provinsi NTB. o Meningkatnya customer prospect, dan rumah sakit mampu memanfaatkan prospek tersebut. o Mengetahui keinginan pelanggan sebagai dasar strategi pelayanan RSJ Mutiara Sukma. Strategi Pemasaran Metode Pelayanan ) Pelayanan utama RSJ Mutiara Sukma dilakukan di dalam area rumah sakit, dalam bentuk pelayanan medik dan penunjang medik antara lain: Pelayanan medik yang meliputi: Pelayanan kesehatan jiwa rawat jalan dan elektromedik. Pelayanan kesehatan jiwa rawat inap. Pelayanan gawat darurat psikiatrik dan umum. Pelayanan terapi dan rehabilitasi ketergantungan narkoba ( One Stop Center Wisma Anggrek). Pelayanan klinik konsultasi keluarga Bale Matahari (klinik Voulentary Counseling and Testing HIV/AIDS) Pelayanan kesehatan jiwa masyarakat (Keswamas) Pelayanan rehabilitasi medik penderita cacat jiwa. Pelayanan penunjang medik meliputi: Laboratorium. Gizi. Farmasi. Pemeliharaan rumah sakit. Pendidikan dan pelatihan (Diklat). 2) Pelayanan yang dapat dilakukan di luar rumah sakit (pelayanan kesehatan jiwa masyarakat), yaitu: Pelayanan mobile clinic Pelayanan home visite Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
158 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Pelayanan integrasi. 3) Pelayanan lain-lain, yaitu: Pelayanan kemitraan (kerjasama). Pelayanan tata usaha. Manajemen Produk Produk pelayanan diberikan berdasarkan fungsi pelayanan yang dimiliki rumah sakit, yaitu: rawat jalan, rawat inap, IGD, serta fasilitas penunjang seperti laboratorium, rontgen, farmasi dan lain-lain. Penetapan Merek/Logo Logo RSJ Mutiara Sukma saat ini masih mengikuti logo Provinsi NTB dan sedang merintis untuk membuat logo sendiri. Pentarifan o Tarif rumah sakit menggunakan rumus: 40% jasa pelayanan + 60% jasa sarana. o Kebijakan tarif ditetapkan oleh pemerintah provinsi NTB. Strategi Penjualan o o Customer service yang diterapkan adalah lebih mengutamakan pelayanan yang mampu menyenangkan pelanggan. Pemasaran: Strategi pemasaran difokuskan kepada garapan prospek pasar dengan melihat komponen produk, harga dan promosi, melalui tahapantahapan: Menciptakan minat & mencoba. Memaksimalkan pangsa pasar. Memaksimalkan laba & mempertahankan pasar. Evaluasi produk. Promosi Rumah Sakit Promosi rumah sakit dilakukan dengan berbagai cara yaitu: Melalui seminar,simposium dan pameran. Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
159 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Cetakan poster, leaflet dan buletin. Penyuluhan kepada tenaga dan kader kesehatan. Penyuluhan kepada masyarakat umum, anggota LSM, pesantren dan ormas lainnya. Temu konsultasi kesehatan jiwa. Pelayanan integrasi ke Rumah Sakit Umum dan Puskesmas. Melalui website RSJ Mutiara Sukma Iklan melalui radio dan televisi lokal. Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
160 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma IV. FINANCING DOKUMEN SHAREHOLDER RSJ Rumah Sakit Jiwa tidak mengenal shareholder karena pemiliknya adalah pemerintah daerah. BIAYA OPERASIONAL Biaya Operasional Rumah Sakit Jiwa Dalam Periode ,64 Dimana : sebesar : Rp. Untuk Pembayaran Gaji, Tunjangan, dantambahan Penghasilan PNS bersumber dari Dana DAU sebesar Rp ,64 Untuk Kegiatan Pelayanan dan lain-lain bersumber dari DPA-APBD sebesar Rp ,00 Dan RBA-BLUD sebesar Rp ,00 NERACA 203 URAIAN TAHUN 203 ASET LANCAR ASET LANCAR Kas dan Setara Kas ,00 Piutang Pelayanan ,00 Penyisihan Piutang - Piutang Lain-lain - Penyisihan Piutang - Persediaan ,00 Uang Muka - Total Aset Lancar ,00 ASET TETAP Tanah ,00 Peralatan dan mesin ,00 Gedung dan bangunan ,00 Jalan irigasi dan jaringan ,00 Aset tetap lainnya ,00 Konstruksi dalam pengerjaan ,00 Harga Perolehan ,00 Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
161 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Akumulasi Penyusutan ( ,00) Nilai Buku Aset Tetap ,00 ASET LAINNYA Aset lain-lain ,00 JUMLAH ASET ,00 NERACA 204 URAIAN TAHUN 204 ASET LANCAR ASET LANCAR Kas dan Setara Kas ,6 Piutang Pelayanan ,5 Penyisihan Piutang - Piutang Lain-lain - Penyisihan Piutang - Persediaan ,43 Uang Muka - Total Aset Lancar ,55 ASET TETAP Tanah ,00 Peralatan dan mesin ,00 Gedung dan bangunan ,00 Jalan irigasi dan jaringan ,00 Aset tetap lainnya ,00 Konstruksi dalam pengerjaan ,00 Harga Perolehan ,00 Akumulasi Penyusutan ( ,00) Nilai Buku Aset Tetap ,00 ASET LAINNYA Aset lain-lain ,00 JUMLAH ASET ,55 Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
162 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NERACA PER 3 DESEMBER 205 URAIAN TAHUN 205 ASET LANCAR ASET LANCAR Kas dan Setara Kas ,2 Piutang Pelayanan ,00 Penyisihan Piutang ( ,50) Piutang Lain-lain - Penyisihan Piutang - Persediaan ,44 Uang Muka - Total Aset Lancar ,06 ASET TETAP Tanah ,00 Peralatan dan mesin ,00 Gedung dan bangunan ,00 Jalan irigasi dan jaringan ,00 Aset tetap lainnya ,00 Konstruksi dalam pengerjaan ,00 Harga Perolehan ,00 Akumulasi Penyusutan ,2 Nilai Buku Aset Tetap ,88 ASET LAINNYA Aset lain-lain ,00 JUMLAH ASET ,94 Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
163 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma LAPORAN OPERASIONAL RSJ MUTIARA SUKMA PERIODE 3 DESEMBER 203 NO URAIAN DESEMBER 203 I. PENDAPATAN A. PENDAPATAN DARI JASA LAYANAN ,00. Pendapatan Rawat Jalan ,00 2. Pendapatan Rawat Inap ,00 3. Pendapatan Gawat Darurat ,00 B. PENDAPATAN APBD. Pendapatan APBD ,00 a. Pendapatan APBD ,00 C. PENDAPATAN LAIN-LAIN. Pendapatan Jasa Lain-lain ,00 II. BIAYA A. BIAYA PELAYANAN ,00. Biaya Pegawai ,00 2. Biaya Bahan ,00 3. Biaya Jasa Pelayanan ,00 4. Biaya Pemeliharaan ,00 5. Biaya Barang dan Jasa - 6. Biaya Amortisasi dan Depresiasi - 6. Biaya Langganan Daya dan Jasa ,00 7. Biaya Pelayanan Lain-lain ,00 B. BIAYA UMUM DAN ADMINISTRASI ,00. Biaya Pegawai ,00 2. Biaya Administrasi Kantor ,00 3. Biaya Pemeliharaan - 4. Biaya Barang dan Jasa - 5. Biaya Promosi ,00 6. Biaya Amortisasi dan Depresiasi ,00 6. Biaya Umum dan Administrasi Lainnya ,00 SURPLUS (DEFISIT) SURPLUS (DEFISIT) TAHUN BERJALAN ,00 SURPLUS (DEFISIT) TAHUN BERJALAN DILUAR PENDAPATAN APBD ,00 Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
164 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma LAPORAN OPERASIONAL RSJ MUTIARA SUKMA PERIODE 3 DESEMBER 204 NO URAIAN DESEMBER 204 I. PENDAPATAN ,00 A. PENDAPATAN DARI JASA LAYANAN ,00. Pendapatan Rawat Jalan ,00 2. Pendapatan Rawat Inap ,00 3. Pendapatan Gawat Darurat ,00 B. PENDAPATAN APBD ,00. Pendapatan APBD ,00 a. Pendapatan APBD ,00 C. PENDAPATAN LAIN-LAIN ,00. Pendapatan Jasa Lain-lain ,00 II. BIAYA ,24 A. BIAYA PELAYANAN ,24. Biaya Pegawai ,00 2. Biaya Bahan ,24 3. Biaya Jasa Pelayanan ,00 4. Biaya Pemeliharaan ,00 5. Biaya Barang dan Jasa - 6. Biaya Amortisasi dan Depresiasi 6. Biaya Langganan Daya dan Jasa ,00 7. Biaya Pelayanan Lain-lain ,00 B. BIAYA UMUM DAN ADMINISTRASI ,00. Biaya Pegawai ,00 2. Biaya Administrasi Kantor ,00 3. Biaya Pemeliharaan - 4. Biaya Barang dan Jasa ,00 5. Biaya Promosi ,00 6. Biaya Amortisasi dan Depresiasi ,00 6. Biaya Umum dan Administrasi Lainnya ,00 SURPLUS (DEFISIT) SURPLUS (DEFISIT) TAHUN BERJALAN ,76 SURPLUS (DEFISIT) TAHUN BERJALAN DILUAR PENDAPATAN APBD ( ,24) Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
165 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma LAPORAN OPERASIONAL RSJ MUTIARA SUKMA PERIODE 3 DESEMBER 205 NO URAIAN DESEMBER 205 I. PENDAPATAN ,00 A. PENDAPATAN DARI JASA LAYANAN ,00. Pendapatan Rawat Jalan ,00 2. Pendapatan Rawat Inap ,00 3. Pendapatan Gawat Darurat ,00 B. PENDAPATAN APBD ,00. Pendapatan APBD ,00 a. Pendapatan APBD ,00 C. PENDAPATAN LAIN-LAIN ,00. Pendapatan Jasa Lain-lain ,00 II. BIAYA ,30 A. BIAYA PELAYANAN ,80. Biaya Pegawai ,00 2. Biaya Bahan ,40 3. Biaya Jasa Pelayanan ,00 4. Biaya Pemeliharaan ,00 5. Biaya Barang dan Jasa ,00 6. Biaya Amortisasi dan Depresiasi ,40 6. Biaya Langganan Daya dan Jasa - 7. Biaya Pelayanan Lain-lain ,00 B. BIAYA UMUM DAN ADMINISTRASI ,50. Biaya Pegawai ,00 2. Biaya Administrasi Kantor ,00 3. Biaya Pemeliharaan ,00 4. Biaya Barang dan Jasa ,00 5. Biaya Promosi ,00 6. Biaya Amortisasi dan Depresiasi ,50 6. Biaya Umum dan Administrasi Lainnya ,00 SURPLUS (DEFISIT) SURPLUS (DEFISIT) TAHUN BERJALAN ,70 SURPLUS (DEFISIT) TAHUN BERJALAN DILUAR PENDAPATAN APBD ( ,30) Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
166 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma LAPORAN ARUS KAS 3 DESEMBER 203 URAIAN DESEMBER 203 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASIONAL Arus Masuk Pendapatan Operasional ,00 Pendapatan Hibah - Pendapatan APBN ,00 Pendapatan APBD ,00 Arus Keluar Biaya Pelayanan ,00 Biaya Umum dan Administrasi - Arus Kas Neto dari aktivitas Operasi ,00 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Arus Masuk Hasil Penjualan Aset Tetap - Hasil Penjualan Aset Lainya - Jumlah Arus Masuk Investasi - Arus Keluar Perolehan Aset Tetap ,00 Jumlah Arus Keluar Investasi ,00 Arus Kas Bersih Investasi ( ,00) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Arus Masuk Perolehan Pinjaman Arus Keluar Pembayaran Pokok Pinjaman Arus Kas Neto dari Aktivitas Pendanaan Kenaikan (Penurunan) Kas ,00 Kas dan Setara Kas Awal ,00 Jumlah Saldo Kas ,00 Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
167 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma LAPORAN ARUS KAS 3 DESEMBER 204 URAIAN DESEMBER 204 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASIONAL Arus Masuk ,00 Pendapatan Operasional ,00 Pendapatan Hibah - Pendapatan APBN - Pendapatan APBD ,00 Arus Keluar ,00 Biaya Pelayanan ,00 Biaya Umum dan Administrasi ,00 Arus Kas Neto dari aktivitas Operasi ,00 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Arus Masuk Hasil Penjualan Aset Tetap - Hasil Penjualan Aset Lainya - Jumlah Arus Masuk Investasi - Arus Keluar Perolehan Aset Tetap ,00 Jumlah Arus Keluar Investasi ,00 Arus Kas Bersih Investasi ( ,00) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Arus Masuk - Perolehan Pinjaman - Arus Keluar - Pembayaran Pokok Pinjaman - Arus Kas Neto dari Aktivitas Pendanaan - Kenaikan (Penurunan) Kas ,00 Kas dan Setara Kas Awal ,6 Jumlah Saldo Kas ,6 Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
168 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma LAPORAN ARUS KAS 3 DESEMBER 205 URAIAN DESEMBER 205 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASIONAL Arus Masuk ,00 Pendapatan Operasional ,00 Pendapatan Hibah - Pendapatan APBN - Pendapatan APBD ,00 Arus Keluar ,40 Biaya Pelayanan ,40 Biaya Umum dan Administrasi ,00 Arus Kas Neto dari aktivitas Operasi ,60 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Arus Masuk Hasil Penjualan Aset Tetap - Hasil Penjualan Aset Lainya - Jumlah Arus Masuk Investasi - Arus Keluar Perolehan Aset Tetap ,00 Jumlah Arus Keluar Investasi ,00 Arus Kas Bersih Investasi ( ,00) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Arus Masuk - Perolehan Pinjaman - Arus Keluar - Pembayaran Pokok Pinjaman - Arus Kas Neto dari Aktivitas Pendanaan - Kenaikan (Penurunan) Kas ,60 Kas dan Setara Kas Awal ( ,48) Jumlah Saldo Kas ,2 Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
169 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma KESEHATAN KEUANGAN LIQUIDITY RATIO TH. 205 RESUME PENJELASAN Current Ratio 20.60% Cash Ratio 3.949% Acid Tes Ratio % hal ini berarti setiap Rp. hutang lancar dijamin oleh Rp ,- harta lancar hal ini berarti setiap Rp. hutang lancar dijamin oleh Rp ,- kas dan setara kas. hal ini berarti kemampuan Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva yang lebih likuid adalah kali LAVERAGE RATIO RESUME PENJELASAN Rasio Perputaran Aktiva Ratio Piutang Turn Over Profitability Ratio,3 kali kali Profit Margin Ratio 62,44% Return of Total Asset 70,62% Rasio Perputaran Aktiva RSJ Mutiara Sukma sebesar,3 kali dari seluruh aktiva yang dimilikinya. Ratio Piutang Turn Over RSJ Mutiara Sukma dalam satu tahun sebesar kali dari nilai piutang. Rasio profit margin RSJ Mutiara Sukma sebesar 62,44%, hal ini berarti setiap Rp. 00,- pendapatan RSJ Mutiara Sukma dapat menghasilkan keuntungan sebesar Rp. 62,- hal ini menunjukkan bahwa untuk setiap Rp. 00,- dana yang tertanam dalam keseluruhan harta Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma memperoleh keuntungan sebesar Rp. 7,- COST RECOVERY TAHUN PENDAPATAN FUNGSIONAL BIAYA OPERASIONAL , , , , ,00 68,6 COST RECOVERY (%) Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
170 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma IMPLEMENTATION PLAN (RENCANA APLIKASI) A. PROGRAM DAN KEGIATAN SASARAN PROGRAM KEGIATAN Terwujudnya administarasi umum perkantoran yang tertib Tersedia ruang perawatan dan perkantoran yang layak dan sesuai fungsi ruang Terkirimnya tenaga untuk peningkatan kompetensi dan profesionalisme Terwujudnya pengelolaaan administrasi keuangan yang tertib, tersusunnya dokumen perencanaan yang tepat waktu dan akurat serta tersedia data dan informasi kinerja yang valid Tersedianya pelayanan kesehatan yang memadai, mudah diakses dan sesuai daya beli masyarakat Terakreditasinya RSJ sesuai versi 202 Tersedianya peralatan medis dan nonmedis yang layak dan sesuai standar Terpeliharanya peraqlatan medis dan nonmedis Terbentuknya citra positif dan terhapusnya stigma Pelayanan administrasi perkantoran Peningkatan sarana prasarana aparatur Peningkatan kapasitas SD aparatur Program peningkatan pengembangan sistim capaian kinerja dan keuangan Upaya kesehatan masyarakat Standarisasi pelayanan RS Pengadaan, peningkatan sarana prasarana RS/RSJ Pemeliharaan sarana prasarana RS Kemitraan peningkatan pelayanan kesehatan Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik Penyediaan jasa administrasi keuangan Penyediaan jasa administrasi dan teknis perkantoran Pengadaan alat listrik dan elektonik Pembangunan gedung kantor Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor Pendidikan dan pelatihan formal Penyusunan laporan kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja Penyusunan pelaporan keuangan akhir tahun Penyusunan rencana kerja Penyusunan RKA dan DPA Peningkatan kesehatan masyarakat Peningkatan dan penanggulangan masalah kesehatan Penyusunan standar pelayanan kesehatan (sesuai standar akreditasi 202) Pengadaan alat kesehatan Pengadaan obat-obatan Pengadaan meubeler Pengadaan perlengkapan rumahtangga RS Pengadaan logistik (makanan pasien) Pengadaan pencetakan administrasi dan surat RS Pemeliharaan rutin/berkala alat kesehatan Pemeliharaan rutin/berkala ambulance Pemeliharaan rutin/berkala meubeler Kemitraan asuransi kesehatan masyarakat Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
171 Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma SASARAN PROGRAM KEGIATAN negatif terhadap RSJ Kemitraan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular Tercapainya standar sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kebijakan dan manajemen kesehatan Peningkatan mutu pelayanan kesehatan BLUD Kemitraan pengolahan limbah RS Kemitraan peningkatan kualitas dokter dan paramedis Kemitraan bagi pasien kurang mampu Kemitraan dengan media massa Penyusunan dokumen pelaporan survei SPM Pelayanan dan pendukung pelayanan BLUD B. TARGET PENDAPATAN Pendapatan BLUD sangat tergantung dari capaian hasil pelayanan dan tarif pelayanan, sehingga untuk estimasi pendapatan BLUD 3 (tiga) tahun kedepan ( ) dibutuhkan estimasi progres capaian hasil pelayanan 3 tahun juga. Rincian estimasi progres capaian hasil pelayanan dapat dilihat pada lampiran 2, sedangkan hasil perhitungan estimasi pendapatan untuk 3 (tiga) tahun kedepan dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel Estimasi Progres Pendapatan BLUD Selama 3 (tiga) tahun Tahun Sumber Pendapatan Pasien Umum Pasien Jaminan Jumlah , Rencana Strategis Bisnis RSJ Mutiara Sukma
172 KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT JIWA MUTIARA SUKMA NOMOR : / / RSJMS TENTANG PERUBAHAN KEPUTUSAN DIREKTUR NOMOR: 907 /557 /RSJP /204 TENTANG PENETAPAN RENCANA STRATEGIS RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI TAHUN DIREKTUR RUMAH SAKIT JIWA MUTIARA SUKMA Menimbang Mengingat : : a. bahwa Rencana Strategis merupakan penjabaran dari visi misi dan program Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma yang penyusunannya berpedoman kepada Revisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah; b. bahwa Rencana Strategis Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma disusun untuk mencapai tujuan kesehatan terutama dibidang kesehatan jiwa dan sebagai pedoman menyelenggarakan tugas pokok dan fungsinya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat; c. bahwa berdasarkan pertimbangan butir-butir di atas, maka perlu menetapkan Rencana Strategis Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma dengan surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Jiwa.. Undang Undang nomor 64 tahun 958 tentang Pembentukan Daerah Daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (Lembaran Negara tahun 958 nomor 5, Tambahan Lembaran Negara nomor 649); 2. Undang Undang nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara tahun 2004 nomor 04, Tambahan Lembaran Negara nomor 442); 3. Undang Undang nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara nomor 25 tahun 2004, Tambahan Lembaran Negara nomor 4437) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang Undang nomor 2 tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Repblik Indonedia tahun 2008 nomor 59, Tambahan Lembaran Negara nomor 4844); 4. Undang-Undang nomor 7 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2007 nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia nomor 4700); 5. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063); 6. Undang-Undang RI nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5072); Rumah Sakit Jiwa Dambaan Masyarakat dengan Mutu Terkini
173 7. Peraturan Pemerintah nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2005 nomor 65, Tambahan Lembaran Negara nomor 4593); 8. Peraturan Pemerintah nomor 8 tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah; 9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 tahun200 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah; 0. Keputusan Menteri Kesehatan nomor 32/Menkes/SK/I/203 tentang Rencana Strategis Kementerian Kesehatan ;. Peraturan Daerah Nusa Tenggara Barat nomor 9 tahun 20 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Bappeda dan Lembaga Teknis Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (perubahan atas Perda No.8 tahun 2008); 2. Peraturan Daerah Nusa Tenggara Barat nomor 2 tahun 204 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun Surat Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Barat nomor 56 tahun 20 tentang Penerapan Status Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Nusa Tenggara Barat; MEMUTUSKAN Menetapkan KESATU KEDUA KETIGA : : : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT JIWA MUTIARA SUKMA TENTANG PERUBAHAN KEPUTUSAN DIREKTUR NOMOR : 907 / 557 / RSJP / 204 TENTANG PENETAPAN RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI TAHUN Rencana Strategis Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Nusa Tenggara Barat Tahun sebagaimana terlampir dalam Keputusan ini. Rencana Strategis sebagaimana dimaksud Diktum Kesatu digunakan sebagai acuan bagi Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam penyelenggaraan program pembangunan kesehatan. Pada saat Keputusan ini mulai berlaku, maka Revisi Rencana Strategis Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Provinsi NTB Tahun dinyatakan berlaku. Rumah Sakit Jiwa Dambaan Masyarakat dengan Mutu Terkini
174 KEEMPAT : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan apabila dikemudian hari ternyata ditemukan kekeliruan di dalamnya, akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya. Ditetapkan di Mataram Pada tanggal 6 Januari 207 DIREKTUR RUMAH SAKIT JIWA MUTIARA SUKMA Dr.ELLY RISILA WIJAYA,Sp.KJ.,MM Pembina Tk.I/ IV b NIP Rumah Sakit Jiwa Dambaan Masyarakat dengan Mutu Terkini
KATA PENGANTAR. Mataram, November 2013 Direktur RSJ Provinsi. Dr. Elly Rosila Wijaya, SpKJ, MM NIP
KATA PENGANTAR Puji Syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-nya sehingga dokumen Rencana Strategis (Renstra) Rumah Sakit Jiwa Provinsi 03-08 ini dapat terselesaikan.
I. SEJARAH RSJ Mataram Rumah Sakit Jiwa Provinsi. Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma
I. SEJARAH Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mataram didirikan berdasarkan surat Penunjukan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan tanggal 31 Oktober 1983 No. 17867/Yankes/DKJ/1983 kepada PT. Yodya Karya, Jl. D.I
GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH
SALINAN GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH NOMOR 17 TAHUN 2015 T E N T A N G TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS RUMAH SAKIT JIWA KALAWA ATEI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
BAB I PENDAHULUAN. Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Latar belakang Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan peraturan tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Daerah) yaitu Peraturan Pemerintah Nomor
GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH
1 SALINAN GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 10 TAHUN 2014 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT JIWA KALAWA ATEI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR
PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN NOMOR 23 TAHUN 2009 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT JIWA SAMBANG LIHUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN. 4.1 Visi dan Misi Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan a.
BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1 Visi dan Misi Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan a. Visi Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 pasal
BAB I BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Obat merupakan komponen penting dalam pelayanan kesehatan. Pengelolaan obat yang efisien diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi rumah sakit dan pasien
NAMA SKPD VISI MISI TUGAS POKOK FUNGSI. a. Penyelenggaraan pelayanan medis
NAMA SKPD VISI MISI TUGAS POKOK FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BA'A Terwujudnya Rumah Sakit Umum Daerah Berkualitas Bertumpu Pada Semangat Melayani Dengan Memanfaatkan Sumber Daya Secara Optimal 1. Mewujudkan
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) RUMAH SAKIT JIWA MUTIARA SUKMA TAHUN 2017
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) RUMAH SAKIT JIWA MUTIARA SUKMA TAHUN 2017 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-nya,
TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN VISI : BERKUALITAS DI SEMUA LINI PELAYANAN MISI TUJUAN SASARAN
TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN VISI : BERKUALITAS DI SEMUA LINI MISI TUJUAN SASARAN Meningkatan Pengembangan Pelayanan Medis Spesialis Pengembangan Pelayanan Rumah Sakit Memenuhi Kebutuhan Sarana
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 9 TAHUN 2013 SERI D NOMOR 9 TAHUN 2013 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 9 TAHUN 2013 SERI D NOMOR 9 TAHUN 2013 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT
GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG NOMOR: 30 TAHUN 2017 TENTANG
GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG NOMOR: 30 TAHUN 2017 TENTANG TARIF PELAYANAN PADA RUMAH SAKIT JIWA DAERAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG DENGAN RAHMAT
BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN. 4.1 Visi dan Misi Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan a.
BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1 Visi dan Misi Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan a. Visi Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 pasal
GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH
GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH NOMOR 48 TAHUN 2008 T E N T A N G TUGAS POKOK DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DORIS SYLVANUS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR
Rencana Kerja Tahun 2014 (Revisi) 1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Upaya Peningkatan Pelayanan di RS Jiwa Menur yang cepat, bermutu, dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
LAPORAN KINERJA (LKj) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LAWANG TAHUN 2015
LAPORAN KINERJA (LKj) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LAWANG TAHUN 2015 PEMERINTAH KABUPATEN MALANG 2016 DAFTAR ISI Kata Pengantar Ringkasan Eksekutif Daftar Isi BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang... 1 B. Maksud
RENCANA KERJA (RENJA ) RUMAH SAKIT JIWA SAMBANG LIHUM TAHUN 2016
RENCANA KERJA (RENJA ) RUMAH SAKIT JIWA SAMBANG LIHUM TAHUN 2016 PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN RUMAH SAKIT JIWA SAMBANG LIHUM Jl. Gubernur Syarkawi Km 3,9 Kec. Gambut Kab. Banjar, Kalimantan Selatan
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR : 66 TAHUN : 2004 SERI : D NOMOR : 25
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR : 66 TAHUN : 2004 SERI : D NOMOR : 25 PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR 54 TAHUN 2004 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN PENGELOLAAN RUMAH
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 113 TAHUN 2008 TENTANG
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 113 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS DIREKTUR, WAKIL DIREKTUR, BIDANG, BAGIAN, SEKSI DAN SUB BAGIAN Dl RUMAH SAKIT JIWA MENUR PROVINSI JAWA TIMUR
EVALUASI KINERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) PATUT PATUH PATJU KABUPATEN LOMBOK BARAT TAHUN 2015
EVALUASI KINERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) PATUT PATUH PATJU KABUPATEN LOMBOK BARAT TAHUN 2015 I. Pelayanan RSUD Patut Patuh Patju Lombok Barat RSUD Patut Patuh Patju kabupaten Lombok Barat merupakan
BUPATI BOYOLALI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOYOLALI NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG
BUPATI BOYOLALI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOYOLALI NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG TARIF PELAYANAN KESEHATAN KELAS III PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PANDAN ARANG KABUPATEN BOYOLALI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
GUBERNUR PAPUA PERATURAN GUBERNUR PAPUA
GUBERNUR PAPUA PERATURAN GUBERNUR PAPUA NOMOR 36 TAHUN 2015 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH JAYAPURA PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR PAPUA, Menimbang :
BAB II TINJAUAN UMUM LOKASI PENELITIAN. A. Sejarah Berdirinya Rumah Sakit Jiwa Tampan Pekanbaru
BAB II TINJAUAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Sejarah Berdirinya Rumah Sakit Jiwa Tampan Pekanbaru Rumah Sakit Jiwa Tampan Pekanbaru telah berdiri pada tahun 1980 dan beroperasi pada tanggal 5 Juli 1984 melalui
BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 15 TAHUN 2018 TENTANG
BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 15 TAHUN 2018 TENTANG PEMBENTUKAN, KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH PADA
LAPORAN KINERJA UPT RUMAH SAKIT KUSTA SUMBERGLAGAH TAHUN 2016
LAPORAN KINERJA UPT RUMAH SAKIT KUSTA SUMBERGLAGAH TAHUN 2016 DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TIMUR RUMAH SAKIT KUSTA SUMBERGLAGAH JL.SUMBERGLAGAH PACET, MOJOKERTO Telp. (0321) 690441 Kode Pos. 61374 Fax
BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT NOMOR TAHUN 2016
BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT NOMOR TAHUN 2016 PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 3 TAHUN 2016 TENTANG STADAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT H.L. MANAMBAI ABDULKADIR DENGAN RAHMAT
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 114 TAHUN 2008 TENTANG
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 114 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS DIREKTUR, WAKIL DIREKTUR, BIDANG, BAGIAN SEKSI DAN SUB BAGIAN Dl RUMAH SAKIT UMUM HAJI SURABAYA PROVINSI JAWA
BAB I PENDAHULUAN. Sedangkan Luas Bangunan Rumah Sakit terdiri dari 2 Lantai Gedung, yaitu : Lantai Bawah : 5.721,71 m 2 Lantai Atas : 813,84 m 2
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Penyusunan Laporan Tahunan Rumah Sakit Umum Daerah Cicalengka merupakan bagian pertanggung jawaban Rumah Sakit sebagai SKPD dalam menyampaikan laporan hasil program
Rencana Kerja Tahun 2015 (Revisi) 1 BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Upaya Peningkatan Pelayanan di RS Jiwa Menur yang cepat, bermutu, dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH
SALINAN GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH NOMOR 18 TAHUN 2012 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH RUMAH SAKIT JIWA KALAWA ATEI PADA
BAB II PROFIL PERUSAHAAN. A.Sejarah Singkat Perkembangan Rumah Sakit Dr. H. Kumpulan Pane Kota
BAB II PROFIL PERUSAHAAN A.Sejarah Singkat Perkembangan Rumah Sakit Dr. H. Kumpulan Pane Kota Tebing Tinggi Rumah Sakit Dr. H. Kumpulan Pane Kota Tebing Tinggi mulai dibangun oleh anggota Dewan Perwakilan
INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP)
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) RSUD PLOSO KABUPATEN JOMBANG TAHUN 2016 RSUD PLOSO KABUPATEN JOMBANG JL. DARMO SUGONDO NO. 83 REJOAGUNG PLOSO TELP. (0321) 888615, FAX. (0321) 885311 KODE POS
PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG
PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN TIMUR,
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 115 TAHUN 2008 TENTANG
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 115 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS DIREKTUR, WAKIL DIREKTUR, BIDANG, BAGIAN, SEKSI DAN SUB BAGIAN Dl RUMAH SAKIT UMUM Dr. SOEDONO MADIUN PROVINSI
Rencana Kerja Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum
Rencana Kerja 2017 Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan jiwa yang berhasil-guna dan berdayaguna sebagaimana Visi Menciptakan Rumah
LAPORAN KINERJA (LKj) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LAWANG TAHUN 2015
LAPORAN KINERJA (LKj) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LAWANG TAHUN 2015 PEMERINTAH KABUPATEN MALANG 2016 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan ridhonya. Laporan Kinerja (LKj)
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN.. Latar Belakang Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) perencanaan pembangunan tahunan daerah dilaksanakan melalui Musyawarah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perencanaan pembangunan daerah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem perencanaan pembangunan nasional yang diatur dalam Undangundang Nomor 25
2. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan ( Lembaran Negara RI Tahun 1992 Nomor 100, Tambah Lembaran Negara Nomor 3445 );
PERATURAN DAERAH PROPINSI DAERAH ISTIMEWA ACEH NOMOR 42 TAHUN 2001 TENTANG PEMBENTUKAN SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN PELAYANAN KESEHATAN JIWA PROPINSI DAERAH ISTIMEWA ACEH BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG. ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr.
PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DORIS SYLVANUS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH,
BAB I PENDAHULUAN. memberikan pelayanan rawat jalan, rawat inap dan gawat darurat. Dari
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Rumah sakit merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan rawat jalan, rawat inap dan gawat darurat. Dari kegiatan pelayanan tersebut
BAB I PENDAHULUAN Kondisi Umum Identifikasi Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Kondisi Umum RSUD Pasaman Barat merupakan Rumah sakit Kelas C yang berdiri berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2005 pada tanggal 1 April 2005 dalam bentuk Lembaga Teknis Daerah
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP)
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) RSUD PLOSO KABUPATEN JOMBANG TAHUN 2015 RSUD PLOSO KABUPATEN JOMBANG JL. DARMO SUGONDO NO. 83 REJOAGUNG PLOSO TELP. (0321) 888615, FAX. (0321)
PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG. ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr.
PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DORIS SYLVANUS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH,
LAPORAN KINERJA RS JIWA SAMBANG LIHUM 2015
2015 LAPORAN KINERJA RS JIWA SAMBANG LIHUM 2015 RUMAH SAKIT JIWA SAMBANG LIHUM PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN KATA PENGANTAR Puji Syukur Kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kekuatan, kesehatan
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH RSUD Dr. HARYOTO KABUPATEN LUMAJANG TAHUN 2016
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH RSUD Dr. HARYOTO KABUPATEN LUMAJANG TAHUN 2016 RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. HARYOTO Jl. Basuki Rahmat No. 5 Telp (0334) 881666 FAX (0334) 887383 LUMAJANG 67311 TAHUN
BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 65 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN SITUBONDO
BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 65 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN SITUBONDO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SITUBONDO, Menimbang
BAB 4 METODE PENELITIAN. 4.2 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di RS. Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor pada bulan Juni 2009.
BAB 4 METODE PENELITIAN 4.1 Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penilaian sistem, dalam hal ini peneliti melakukan analisis terhadap interaksi yang terjadi pada input-proses-output yang terjadi untuk
BUPATI BANYUMAS PERATURAN BUPATI BANYUMAS NOMOR 61 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANYUMAS
BUPATI BANYUMAS PERATURAN BUPATI BANYUMAS NOMOR 61 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANYUMAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANYUMAS, Menimbang
PENETAPAN KINERJA TAHUN 2014 RUMAH SAKIT UMUM HAJI SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR
PENETAPAN KINERJA TAHUN 2014 RUMAH SAKIT UMUM HAJI SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel serta berorientasi pada hasil, kami
RENCANA PROGRAM, KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF RSUD CIBINONG KABUPATEN BOGOR TAHUN
RENCANA,, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK PENAAN INDIKATIF RSUD CIBINONG KABUPATEN BOGOR TAHUN 2008- TUJUAN INDIKATOR KINERJA KERANGKA PENAAN (OUTCOME) PADA TAHUN AWAL PADA AKHIR PERIODE KERJA RENSTRA SKPD
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BINTAN TAHUN 2012 NOMOR 7 SERI D NOMOR 3 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BINTAN NOMOR : 7 TAHUN 2012 TENTANG
1 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BINTAN TAHUN 2012 NOMOR 7 SERI D NOMOR 3 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BINTAN NOMOR : 7 TAHUN 2012 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN
Walikota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat
Menimbang Walikota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR 103 TAHUN 2016 TENTANG TATA KELOLA BADAN LAYANAN UMUM DAERAH PUSKESMAS DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA TASIKMALAYA
BAB II RENCANA STRATEGIS
BAB II RENCANA STRATEGIS 2.1. INDIKATOR KINERJA UTAMA Dalam lampiran Keputusan Bupati Siak Nomor 378/HK/KPTS/2016 tentang Penetapan Indikator Kinerja Utama Rumah Sakit Umum Daerah Siak disebutkan bahwa
PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 1 TAHUN 2012
GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG TARIF LAYANAN KESEHATAN PADA RUMAH SAKIT UMUM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT DAN RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI NUSA
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembiayaan kesehatan di Indonesia mempunyai tujuan untuk menyediakan pembiayaan kesehatan yang berkesinambungan dengan jumlah yang mencukupi, teralokasi secara adil,
BUPATI MOJOKERTO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO,
BUPATI MOJOKERTO PERATURAN BUPATI MOJOKERTO NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROF. DR. SOEKANDAR KABUPATEN MOJOKERTO DENGAN
-1- BUPATI BANYUWANGI SALINAN PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 67 TAHUN 2011 TENTANG
-1- BUPATI BANYUWANGI SALINAN PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 67 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA RSUD DI KABUPATEN BANYUWANGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANYUWANGI,
-1- GUBERNUR ACEH PERATURAN GUBERNUR ACEH NOMOR 141 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT JIWA
-1- GUBERNUR ACEH PERATURAN GUBERNUR ACEH NOMOR 141 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT JIWA DENGAN RAHMAT ALLAH YANG MAHA KUASA GUBERNUR ACEH, Menimbang
PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA
WALIKOTA TASIKMALAYA PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR : 24 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KESEHATAN DI KOTA TASIKMALAYA WALIKOTA TASIKMALAYA Menimbang : a. bahwa berdasarkan ketentuan
BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2002 NOMOR 31 SERI D
BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2002 NOMOR 31 SERI D PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA NOMOR 12 TAHUN 2002 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN
BUPATI MAJENE PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAJENE NOMOR 22 TAHUN 2012 TENTANG
BUPATI MAJENE PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAJENE NOMOR 22 TAHUN 2012 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN MAJENE DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI
PENETAPAN KINERJA RUMAH SAKIT UMUM HAJI SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2013
PENETAPAN KINERJA RUMAH SAKIT UMUM HAJI SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2013 Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintah yang efektif, transparan dan akuntable serta berorientasi pada hasil, kami yang
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEMBRANA,
PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBRANA NOMOR 4 A TAHUN 2001 TENTANG PEMBENTUKAN SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN PELAYANAN KESEHATAN RUMAH SAKIT UMUM NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI
INDIKATOR KINERJA UTAMA
Instansi Visi Misi Tujuan Tugas Fungsi : RS Jiwa Menur : RS Jiwa kelas A pendidikan dengan pelayanan prima : 1. Mewujudkan pelayanan kesehatan jiwa subspesialistik yang prima dan paripurna serta pelayanan
INDIKATOR KINERJA UTAMA
Instansi Visi Misi Tujuan Tugas Fungsi : RS Jiwa Menur : RS Jiwa kelas A pendidikan dengan pelayanan prima : 1. Mewujudkan pelayanan kesehatan jiwa subspesialistik yang prima paripurna serta pelayanan
BAB III PROFIL PERUSAHAAN
BAB III PROFIL PERUSAHAAN 3.1. Tinjauan Umum Perusahaan A. SEJARAH Rumah Sakit Daerah Soreang adalah salah satu Rumah Sakit Pemerintah yang berada di wilayah Kabupaten Bandung yang berdiri pada tahun 1996
WALIKOTA TASIKMALAYA
WALIKOTA TASIKMALAYA PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR 39 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN RINCIAN TUGAS UNIT RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KELAS B DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TASIKMALAYA,
LEMBARAN DAERAH TINGKAT II YOGYAKARTA (Berita Resmi Daerah Tingkat II Yogyakarta)
LEMBARAN DAERAH TINGKAT II YOGYAKARTA (Berita Resmi Daerah Tingkat II Yogyakarta) Nomor : 6 Tahun 1996 Seri D ================================================================= PERATURAN DAERAH KOTAMADYA
BUPATI JEMBRANA PROVINSI BALI PERATURAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 62 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS RUMAH SAKIT UMUM NEGARA
BUPATI JEMBRANA PROVINSI BALI PERATURAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 62 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS RUMAH SAKIT UMUM NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEMBRANA, Menimbang
BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG TAHUN 2008 NOMOR 52 NOMOR 52 TAHUN 2008
BERITA DAERAH KOTA SEMARANG TAHUN 2008 NOMOR 52 PERATURAN WALIKOTA SEMARANG NOMOR 52 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA SEMARANG Menimbang : a. DENGAN RAHMAT TUHAN
BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF
BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF Rencana Program dan Kegiatan adalah cara untuk melaksanakan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan serta
BAB I PENDAHULUAN. Rumah Sakit Umum Daerah Cicalengka sampai saat ini memiliki fasilitas pelayanan kesehatan sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Dasar Hukum Dalam penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ini didasarkan pada dasar hukum yang telah ditetapkan sebagai berikut 1. Tap MPR RI Nomor XI/MPR/1998
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.25, 2008 DEPARTEMEN PERTAHANAN. RUMAH SAKIT dr Suyoto. Organisasi. Tata Kerja.
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.25, 2008 DEPARTEMEN PERTAHANAN. RUMAH SAKIT dr Suyoto. Organisasi. Tata Kerja. PERATURAN MENTERI PERTAHANAN NOMOR: 12 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH
LAPORAN LAYANAN INFORMASI PUBLIK PEJABAT PENGELOLA INFORMASI DAN DOKUMENTASI PEMBANTU (PPID PEMBANTU) RSUD UNGARAN TAHUN 2017
LAPORAN LAYANAN INFORMASI PUBLIK PEJABAT PENGELOLA INFORMASI DAN DOKUMENTASI PEMBANTU (PPID PEMBANTU) RSUD UNGARAN TAHUN 2017 RUMAH SAKIT UMUM DAERAH UNGARAN KABUPATEN SEMARANG Jl. Diponegoro No. 125,
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN,
PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN NOMOR 3 TAHUN 2013 TENTANG PEMBENTUKAN, ORGANISASI, DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG
PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 115 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN DAN PENETAPAN BESARAN TARIF PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN
BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF
BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN Dari penetapan visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan dan memperhatikan analisis lingkungan internal dan eksternal maka Rumah
BUPATI TOLITOLI PERATURAN BUPATI TOLITOLI NOMOR 38 TAHUN 2015 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MOKOPIDO TOLITOLI
SALINAN BUPATI TOLITOLI PERATURAN BUPATI TOLITOLI NOMOR 38 TAHUN 2015 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MOKOPIDO TOLITOLI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TOLITOLI, Menimbang
GAMBARAN UMUM RSUD INDRASARI RENGAT
GAMBARAN UMUM RSUD INDRASARI RENGAT A. SEJARAH DAN KEDUDUKAN RUMAH SAKIT Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rengat Kabupaten Indragiri Hulu pada awalnya berlokasi di Kota Rengat Kecamatan Rengat (sekarang
PROVINSI BANTEN PERATURAN WALIKOTA TANGERANG SELATAN
SALINAN PROVINSI BANTEN PERATURAN WALIKOTA TANGERANG SELATAN NOMOR 27 TAHUN 2017 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN WALIKOTA TANGERANG SELATAN NOMOR 31 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA
PEMERINTAH KABUPATEN MALINAU
PEMERINTAH KABUPATEN MALINAU PERATURAN DAERAH KABUPATEN MALINAU NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN MALINAU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MALINAU,
2018, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166,
No.315, 2018 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMHAN. ORTA RS Kelas B dr. Suyoto. PERATURAN MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 01 TAHUN 2018 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT KELAS
BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG
BERITA DAERAH KOTA SEMARANG TAHUN 2007 NOMOR 16 SERI D PERATURAN WALIKOTA SEMARANG NOMOR 16 TAHUN 2007 T E N T A N G PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA SEMARANG DENGAN RAHMAT TUHAN
PEMERINTAH KOTA MAGELANG PERATURAN DAERAH KOTA MAGELANG NOMOR 5 TAHUN 2008 TENTANG
PEMERINTAH KOTA MAGELANG PERATURAN DAERAH KOTA MAGELANG NOMOR 5 TAHUN 2008 TENTANG SUSUNAN, KEDUDUKAN DAN TUGAS POKOK ORGANISASI LEMBAGA TEKNIS DAERAH, BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU DAN SATUAN POLISI
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Setiap
PROGRAM DAN KEGIATAN RSUD KABUPATEN PASAMAN BARAT TAHUN 2014
PROGRAM DAN KEGIATAN RSUD KABUPATEN PASAMAN BARAT TAHUN 2014 Kode Urusan/Bidang Urusan Pemerintah Daerah dan Program Kegiatan Indikator Kinerja Program/Kegiatan Lokasi Rencana Tahun 2014 Target capaian
BUPATI JEMBRANA PERATURAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 67 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM NEGARA
BUPATI JEMBRANA PERATURAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 67 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM NEGARA Menimbang : a. DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEMBRANA, bahwa dengan
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II INDRAMAYU NOMOR : 21 TAHUN : 1999 SERI : D.4.
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II INDRAMAYU NOMOR : 21 TAHUN : 1999 SERI : D.4. PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II INDRAMAYU NOMOR : 6 TAHUN 1996 T E N T A N G ORGANISASI DAN TATA KERJA
MISI MENJADI RUMAH SAKIT BERSTANDAR KELAS DUNIA PILIHAN MASYARAKAT KEPUASAN DAN KESELAMATAN PASIEN ADALAH TUJUAN KAMI
MISI MENJADI RUMAH SAKIT BERSTANDAR KELAS DUNIA PILIHAN MASYARAKAT 1. Mewujudkan kualitas pelayanan paripurna yang prima dengan mengutamakan keselamatan pasien dan berfokus pada kepuasan pelanggan. 2.
BUPATI TRENGGALEK SALINAN PERATURAN BUPATI TRENGGALEK NOMOR 51 TAHUN 2012 TENTANG
BUPATI TRENGGALEK SALINAN PERATURAN BUPATI TRENGGALEK NOMOR 51 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PEMBERIAN BANTUAN SOSIAL PELAYANAN KESEHATAN BAGI PASIEN DENGAN JAMINAN KESEHATAN MASYARAKAT DAERAH DI RUMAH
PERATURAN BUPATI LANDAK NOMOR 34 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI, STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN LANDAK
PERATURAN BUPATI LANDAK NOMOR 34 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI, STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN LANDAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LANDAK, Menimbang
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO,
PERATURAN BUPATI MOJOKERTO NOMOR 67 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN BUPATI NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROF.
KATA PENGANTAR. Buku Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) RSUD Ambarawa
KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat, taufik, dan karunia Nya, kami dapat menyelesaikan Penyusunan Buku Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi
PERATURAN DAERAH KABUPATEN MOJOKERTO NOMOR 24 TAHUN 2000 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
PERATURAN DAERAH KABUPATEN MOJOKERTO NOMOR 24 TAHUN 2000 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO Menimbang : Mengingat : 1.
