Kata Kunci: model learning cycle tipe 7E; model direct instruction; pemahaman konsep. I. PENDAHULUAN
|
|
|
- Shinta Oesman
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PENGARUH MODEL LEARNING CYCLE TIPE 7E TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 19 PALU Resky Nurmalasari, Amiruddin Kade, Kamaluddin Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan MIPA, Universitas Tadulako, Jl. Soekarno Hatta KM. 9 Kampus Bumi Tadulako Tondo Palu Sulawesi Tengah Abstrak- Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan pemahaman konsep fisika antara kelompok siswa yang mengikuti model learning cycle tipe 7E dengan kelompok siswa yang mengikuti model direct instruction. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 19 Palu yang terdiri dari 19 orang siswa kelas eksperimen yang diajar menggunakan model learning cycle tipe 7E dan 19 orang siswa kelas kontrol yang diajar menggunakan model direct instruction. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen kuasi dan desain yang digunakan adalah nonequivalent pretest-posttest group design. Instrumen pemahaman konsep fisika berupa tes berbentuk pilihan ganda beralasan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis data menunjukan bahwa nilai rata-rata pemahaman fisika siswa yang mengikuti model learning cycle tipe 7E dan direct instruction masing-masing sebesar 57,50 dan 49,08. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kedua sampel berasal dari populasi yang homogen. Pengujian hipotesis ini dilakukan dengan menggunakan program SPSS (Statical Product and Service Solution) yang berdasarkan uji Fisher (Uji F). Pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi (α = 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan ada perbedaan pemahaman konsep fisika antara kelompok siswa yang mengikuti model learning cycle tipe 7E dan kelompok siswa yang mengikuti model direct instruction (F=4,595 ; sig=0,039; sig<0,05). Kata Kunci: model learning cycle tipe 7E; model direct instruction; pemahaman konsep. I. PENDAHULUAN Kegiatan pembelajaran di dalam kelas merupakan salah satu tugas utama guru sehingga pembelajaran dapat diartikan sebagai kegiatan yang ditujukan untuk pembelajaran siswa. Dalam pelaksanaan proses pembelajaran masih sering ditemui adanya kecenderungan meminimalkan keterlibatan siswa. Guru sangat mendominasi proses pembelajaran sehingga menyebabkan kecenderungan siswa lebih bersifat pasif sehingga mereka lebih banyak menunggu penjelasan dari guru jika dibandingkan mencari dan menemukan sendiri pengetahuannya. Oleh karena itu perlu adanya suatu perubahan strategi pembelajaran dari yang berpusat pada guru (teacher centered) menjadi berpusat pada siswa (student centered). Pembelajaran berpusat pada siswa adalah pembelajaran yang lebih berpusat pada kebutuhan, minat, bakat, dan kemampuan peserta didik, sehingga pembelajaran akan lebih bermakna. Sehingga siswa dapat mengeluarkan potensi dan kemampuan yang mereka miliki. Dengan melibatkan siswa dalam proses pembelajaran siswa akan lebih mudah dalam memahami apa yang dipelajari dan siswa akan lebih mudah untuk mengingatnya. Salah satu teori yang dapat digunakan untuk melibatkan siswa dalam proses pembelajaran adalah teori konstruktivisme. Pada teori konstruktivisme siswa dapat mengeluarkan pendapat mereka, ide-ide yang mereka punya tanpa takut berbeda dari temannya. Siswa diberikan kesempatan untuk memahami materi yang diajarkan dan mencari makna dari materi tersebut. Teori kostruktivisme menggunakan strategi berpusat pada siswa (student centered). 1
2 Model learning cycle merupakan salah satu model pembelajaran yang menggunakan pendekatan teori konstruktivisme. Model pembelajaran ini dapat membantu untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, dan dapat menjadikan siswa lebih aktif karena siswa memiliki peranan yang sangat penting dalam proses belajar mengajar sehingga diharapkan siswa akan lebih mudah dalam memahami konsep fisika. Banyak versi learning cycle (pembelajaran bersiklus) bermunculan dengan fase dari tiga (3E) ke lima (5E) sampai tujuh (7E). Tipe pertama terdiri dari tiga tahap yaitu eksplorasi (exploration), pengenalan konsep (concept introduction), penerapan konsep (concept application). Selanjutnya pada tahun 1989 Biological Science Curriculum Study (BSCS) mengembangkan model pembelajaran ini dari 3 tahap menjadi 5 tahap. Tahap-tahap tersebut adalah engagement, exploration, explanation, elaboration dan evaluation [1]. Selanjutnya Eisenkraft [2] mengembangkan learning cycle menjadi 7 tahapan, perubahan yang terjadi pada tahapan siklus belajar 5E menjadi 7E terjadi pada fase engagement menjadi 2 tahapan yaitu Elicit dan Engage, sedangkan pada tahapan Elaborate Evaluate menjadi 3 tahapan yaitu menjadi Elaborate, Evaluate dan Extend. Menurut Hulse, Egeth dan Deese definisi konsep adalah sekumpulan atau seperangkat sifat yang dihubungkan oleh aturan-aturan tertentu atau konsep merupakan bayangan mental, ide dan proses. Walgito mengemukakan bahwa konsep merupakan konstruksi simbolik yang menggambarkan ciri-ciri suatu objek atau kejadian. Pembentukan konsep merupakan suatu proses dimana siswa dituntut untuk menentukan dasar terhadap apa yang akan mereka gunakan untuk membangun kategori-kategori atau pembentukan konsep merupakan ketajaman berfikir dalam mengklsifikasikan objek atau ide. Pemahaman sangat relevan bila kita tinjau dari sudut pandang fisika. Fisika bukan hanya sebagai kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematik tetapi juga yang terpenting sebagai suatu proses. Perubahan konsep sangat penting dimiliki oleh siswa yang telah mengalami proses belajar. Pemahaman konsep yang dimiliki oleh siswa dapat digunakan untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang ada kaitannya dengan konsep yang dimilki. Dalam pemahaman konsep siswa tidak terbatas hanya mengenal tetapi siswa harus dapat menghubungkan antara satu konsep dengan konsep lainnya [3]. Model learning cycle dapat meningkatkan pemahaman siswa hal ini dapat dilihat dari tahapannya. Tahapan pada model pembelajaran ini dapat mengukur beberapa aspek pada ranah kognitif Bloom diantaranya adalah C2 (memahami), C3 (Menerapkan) dan C4 (menganalisis) sehingga akan dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa. Oleh karena itu, peneliti ingin melakukan penelitian untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan pemahaman konsep fisika antara kelompok siswa yang mengikuti model Pembelajaran Learning Cycle tipe 7E dengan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung. II. METODELOGI Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian eksperimen kuasi. Adapun populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 19 Palu tahun ajaran 2013/2014 yang tersebar dalam 4 kelas. Kelas VII A sebagai kelas kontrol yang siswanya mengikuti model direct instruction dan kelas VII B sebagai kelas eksperimen yang siswanya mengikuti model learning cycle tipe 7E. Pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu dari guru mata pelajaran fisika pada kedua kelas di sekolah tersebut. Kedua kelas yang dipilih merupakan kelas yang dianggap homogen secara akademik. [4] 19
3 Data yang diambil dari penelitian ini yaitu pemahaman konsep fisika siswa berupa tes yang diberikan pada awal dan akhir perlakuan. Desain penelitian yang digunakan seperti pada Tabel 1. TABEL 1. NONEQUIVALENT PRETEST-POSTTEST GROUP DESIGN Kelas Tes Tes Perlakuan Awal Akhir Kelas Eksperimen (KE) O1 X O2 Kelas Kontrol (KK) O1 - O2 Keterangan: KE : Kelas Eksperimen KK : Kelas Kontrol O1 : Tes Awal (Pretest) O2 : Tes Akhir (Posttest) X : Perlakuan menggunakan Model Learning Cycle tipe 7E III. HASIL DAN PEMBAHASAN Nilai pemahaman konsep fisika siswa diperoleh dari hasil pretest dan posttest yang dilakukan pada kedua kelas tersebut. Data hasil pemahaman konsep fisika siswa yang diperoleh seperti pada Tabel 2. Nilai_Pem ahaman_ Konsep Model_Pembelaj aran Shapiro-Wilk Statistic Df Sig. Pemb_Langsung LC_7E Pada data uji normalitas posttest kelas kontrol memiliki sig.=0,330 dan pada kelas ekperimen sig.=0,685. Kedua kelas memiliki sig. >0,05, oleh karena itu data terdistribusi normal. TABEL 4. UJI HOMOGENITAS POSTTEST KELAS KONTROL DAN KELAS Levene's Test of Equality of Error Variances a Dependent Variable:Nilai_Pemahaman_Konsep F df1 df2 Sig Tests the null hypothesis that the error variance of the dependent variable is equal across groups. a. Design: Intercept + Model_Pembelajaran Hasil uji homogenitas posttest kelas kontrol dan eksperimen sig.=0,203. Hasil dari kedua data tersebut memiliki sig. >0,05, maka kedua varians kelompok data sama (homogen). TABEL 2. SKOR PRETEST DAN POSTTEST KELAS KONTROL DAN KELAS Nilai Kelas Kontrol Kelas Eksperimen Pretest Posttest Pretest Posttest Maksimum Tertinggi 25,00 70,00 25,00 80,00 Terendah 5,00 35,00 5,00 30,00 Rata-Rata 15,26 49,08 15,79 57,50 Pengujian dilakukan dengan menggunakan program SPSS (Statical Product and Service Solution). Uji yang dilakukan adalah uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Hasil uji normalitas posttest yang diperoleh seperti pada Tabel 3. Hasil uji homogenitas posttest yang diperoleh seperti pada Tabel 4. Hasil uji hipotesis posttest yang diperoleh seperti pada Tabel 5. TABEL 3. UJI NORMALITAS POSTTEST KELAS KONTROL DAN KELAS Tests of Normality TABEL 5. UJI HIPOTESIS POSTTEST KELAS KONTROL DAN KELAS Tests of Between-Subjects Effects Dependent Variable:Nilai_Pemahaman_Konsep Source Corrected Model Type III Sum of Squares df Mean Square F Sig a Intercept Model_Pembel ajaran Error Total Corrected Total a. R Squared =.113 (Adjusted R Squared =.089) 20
4 Hasil uji hipotesis posttest kelas kontrol dan eksperimen pada model pembelajaran menunjukkan sig.=0,039. Nilai sig. <0,05 maka H0 ditolak atau H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep fisika antara kelas yang menggunakan model learning cycle tipe 7E dan kelas yang menggunakan model direct instruction. Pada penelitian ini, kegiatan pembelajaran dilakukan sebanyak 5 kali pertemuan terdiri dari 3 kali tatap muka dan 2 kali pertemuan untuk pemberian pretest dan posttest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Penelitian ini menggunakan 2 model pembelajaran, yaitu model pembelajaran learning cycle tipe 7E pada kelas eksperimen (VII B) dan model pembelajaran langsung pada kelas kontrol (VII A). Analisis data posttest untuk menentukan apakah ada perbedaan pemahaman konsep fisika antara kelas yang menggunakan model pembelajaran learning cycle tipe 7E dan model pembelajaran langsung. Pada pengujian normalitas data kelas kontrol dan eksperimen diperoleh bahwa kedua data terdistribusi normal. Hasil uji homogenitas pada kedua data adalah varians kedua kelompok homogen. Pada uji hipotesis diperoleh bahwa hipotesis 1 atau H0 ditolak dan hipotesis 2 (H1) diterima. Artinya terdapat perbedaan pemahaman konsep fisika antara kelas yang menggunakan model Learning cycle tipe 7E dan model pembelajaran langsung. Siswa pada kelas eksperimen memiliki rata-rata nilai lebih tinggi dibandingkan siswa pada kelas kontrol. Ada perbedaan pemahaman konsep fisika pada keles eksperimen dan kontrol disebabkan oleh tahapan pembelajaran (fase pembelajaran). Ada 7 fase pembelajaran pada learning cycle yaitu, Elicit, Engage, Explore, Explain, Elaborate, Evaluate, Extend. Fase pertama yaitu Elicit bertujuan untuk merangang pengetahuan awal siswa dengan memberikan pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang akan dipelajari. Pada fase ini siswa mulai aktif dalam menjawab pertanyaan yang diberikan. Hal ini dapat terlihat dari antusias semua siswa dalam menjawab. Fase kedua yaitu Engage yang bertujun untuk memberitahu rencana pembelajaran atau tujuan pembelajaran dan saling bertukar pengalaman atau kejadian yang pernah dialami oleh siswa. Pada fase ini siswa mulai tertarik untuk mempelajari materi yang akan dipelajari. Siswa cenderung aktif untuk menceritakan peristiwa yang pernah mereka alami atau dari pengalaman mereka. Hal ini akan lebih memudahkan kita untuk melanjutkan ke fase selanjutnya yaitu fase Explore. Fase Explore bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyelidiki sendiri atau melakukan eksperimen sederhana. Pada fase ini siswa akan berkelompok untuk melakukan ekperimen sederhana dan mulai menyelidiki konsep yang berhubungan dengan hal yang sedang dipelajari. Siswa menjadi lebih aktif dan guru hanya mengarahkan siswa untuk dapat menemukan konsep yang dimaksud dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan agar siswa menjadi lebih mengerti. Fase selanjutnya adalah fase Explain yang bertujuan untuk menjelaskan. pada fase ini siswa akan memberikan perwakilan dari setiap kelompok untuk maju mempresentasikan hasil yang diperoleh pada fase Explore. Siswa akan menjelaskan konsep yang peroleh dari ekperimen sederhana yang telah dilakukan dengan menggunakan bahasa mereka sendiri atau bahasa yang mereka pahami. Guru akan meluruskan jawaban siswa. Fase yang kelima yaitu Elaborate yang bertujuan agar siswa dapat menerapkan konsep yang baru saja mereka pelajari. Pada fase ini siswa akan mengerjakan LKS (Lembar Kerja Siswa) secara berkelompok. Siswa akan lebih mudah dalam mengerjakan LKS karena mereka telah mengetahui konsep yang dipelajari. Selain itu, siswa akan mengetahui contoh penerapan dari konsep yang telah dipelajari. Fase selanjutnya adalah fase evaluate, pada ini siswa diuji dengan beberapa pertanyaan 21
5 spontan yang diberikan oleh guru. Fase yang terakhir adalah extend, pada fase ini pengetahuan siswa akan diperluas dengan mencari contoh penerapan konsep pada kehidupan sehari-hari. Hasil perhitungan statistik yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran learning cycle tipe 7E dapat meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa. Hal ini dapat ditunjukkan dari nilai yang diperoleh siswa. Siswa pada kelas eksperimen memiliki rata-rata nilai yang lebih tinggi dibandingkan nilai pada siswa di kelas kontrol. Hasil yang diperoleh sama dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ni Putu Sri Ratna Dewi [5] yaitu terdapat perbedaan pemahaman konsep dan keterampilan proses antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan siklus belajar 7E dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung. Mabsuthoh [6] mengemukakan bahwa terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran Learning cycle terhadap hasil belajar fisika siswa. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Hartono [7] adalah penerapan model learning cycle tipe 7E dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Begitupun menurut Simatuang [8] penggunaan model pembelajaran Learning cycle dapat mempermudah belajar siswa karena mereka secara langsung berinteraksi dengan lingkungan untuk menganalisis fenomena-fenomena perilaku sosial sehingga mereka dapat memahami konsep-konsep materi ajar sehingga tujuan pengajaran dapat tercapai. Kelebihan dari model pembelajaran ini dibandingkan dengan model pembelajaran langsung adalah keaktifan siswa. Karena dengan menggunakan model Laerning Cycle tipe 7E siswa memiliki kesempatan untuk menyelidiki sendiri, menemukan konsep, dan menjelaskan konsep dengan bahasa yang lebih mereka pahami. Selain memiliki kelebihan model ini juga memiliki kekurangan yaitu waktu pembelajaran. Waktu pembelajaran yang dibutuhkan cenderung lebih banyak karena banyaknya fase atau langkah yang harus dilakukan. Selain itu, kita juga butuh kesabaran yang lebih dalam membimbing siswa agar dapat fokus dalam melakukan kegiatan pembelajaran. V. KESIMPULAN (1) Rata-rata nilai pemahaman konsep fisika untuk pretest pada kelas kontrol adalah 15,26 dan pada kelas ekperimen adalah 15,79. (2) Rata-rata nilai pemahaman konsep fisika untuk posttest pada kelas kontrol adalah 49,08 dan pada kelas eksperimen adalah 57,50. (3) Signifikansi yang diperoleh pada uji hipotesis adalah 0,039 atau H0 ditolak sehingga terdapat perbedaan pemahaman konsp fisika antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran learning cycle tipe 7E dengan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung. DAFTAR RUJUKAN [1] Hardiansyah, D. (2010). Penerapan model learning cycle tipe 7E untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan penguasaan konsep siswa SMA. Skripsi pada FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia Bandung: tidak diterbitkan. [2] Eisenkraft. A. (2003). Expanding the 5E Model. Journal of National Science Teachers Association (NSTA). Vol. 70, (6), Hal [3] Suciyati. (2011). Pengaruh Pemberian Tugas Konseptual dengan Model Model Pembelajaran Investigasi Kelompok Terhadap Pemahaman Konsep Fisika Siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Palu. Skripsi pada FKIP Universitas Tadulako Palu: tidak diterbitkan. [4] Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT. Alfabeta. [5] Dewi, N.P.S. (2012). Pengaruh Model Siklus Belajar 7E Terhadap Pemahaman Konsep dan Keterampilan Proses Siswa SMA Negeri 1 Sawan. Artikel Tesis pada Program Pascasarjana Universitas pendidikan Ganesha, Bali: tidak diterbitkan [6] Mabsuthoh, N. (2010). Pengaruh Model learning cycle Terhadap Hasil Belajar Fisika Pada konsep Massa Jenis. 22
6 Skripsi pada FITK Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta: tidak diterbitkan. [7] Hartono. (2012). Learning Cycle-7E model to Increase Student s critical Thinking on Science. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia (JPFI). Vol 9, hal [8] Simatupang, D. (2008). Pembelajaran Model Siklus Belajar (Learning cycle). Jurnal Kewarganegaraan vol 10(1) hal
Kata kunci : Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, pengetahuan awal, pemahaman konsep I. PENDAHULUAN
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK PENGETAHUAN AWAL YANG BERBEDA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP FISIKA PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 9 PALU Iin Setiani J 1, Amiruddin Kade 2, dan Hendrik
Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Pada Materi Gerak di Kelas X SMA Negeri 6 Sigi
Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Pada Materi Gerak di Kelas X SMA Negeri 6 Sigi Sayid Ali Rahmat, Marungkil Pasaribu dan I Wayan Darmadi e-mail: [email protected]
Model Pembelajaran Guided Discovery dan Direct Instruction Berbasis Keterampilan Proses Sains Siswa SMA Negeri 4 Palu
Model Pembelajaran Guided Discovery dan Direct Instruction Berbasis Keterampilan Proses Sains Siswa SMA Negeri 4 Palu Dian Yurahly, I Wayan Darmadi, dan Darsikin email: [email protected] Program Studi
Model Pembelajaran Learning Cycle Tipe 5E untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Fisika Siswa Kelas X MA Al-khairaat Pusat Palu
Model Pembelajaran Learning Cycle Tipe 5E untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Fisika Siswa Kelas X MA Al-khairaat Pusat Palu Dedi Prasojo, Amiruddin Kade dan Yusuf Kendek [email protected]
Pengaruh Model Self Regulated Learning terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa SMP Negeri 18 Palu
Pengaruh Model Self Regulated Learning terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa SMP Negeri 8 Palu Sitti Rabia, Syamsu dan Muslimin [email protected] Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Tadulako
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbasis Peer Instruction Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Sigi
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbasis Peer Instruction Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa X SMA Negeri 2 Sigi Dita Puspitasari,Marungkil Pasaribu, dan Yusuf Kendek e-mail: [email protected]
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Menggunakan Asesmen Ranking Task Exercise (RTE) terhadap Pemahaman Konsep Hukum Newton
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Menggunakan Asesmen Ranking Task Exercise (RTE) terhadap Pemahaman Konsep Hukum Newton Eko Muhtar Syafaat, Nurjannah, dan I Komang Werdhiana Email: [email protected]
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Data yang diperoleh dari penelitian ini berupa nilai pretest dan posttest siswa dan hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran. Data tersebut kemudian dianalisis melalui
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA FISIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 18 PALU
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA FISIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 18 PALU Risnawaty, I Komang Werdhiana dan H. Amiruddin hatibe [email protected]
Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako (JPFT) Vol. 2 No. 1 ISSN
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Square Terhadap Pemahaman Konsep Pada Pokok Bahasan Usaha Dan Energi Siswa VIII SMP Negeri 9 Palu Jumarni, Marungkil Pasaribu dan Hendrik Arung Lamba
Nurun Fatonah, Muslimin dan Haeruddin Abstrak Kata Kunci:
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK UNTUK MENINGKATKAN KEMAHIRAN GENERIK SAINS PADA SISWA SMP NEGERI 1 DOLO Nurun Fatonah, Muslimin dan Haeruddin e-mail: [email protected] Program Studi Pendidikan
Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako (JPFT) Vol. 3 No. 3 ISSN Kata Kunci : Guided Inquiry dengan Teknik Think Pair Share, Hasil Belajar [1]
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY DENGAN TEKNIK THINK PAIR SHARE TERHADAP HASIL BELAJAR IPA FISIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI MODEL TERPADU MADANI Yurika, Syamsu, Muhammad Ali [email protected]
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE BERBASIS EKSPERIMEN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK ZAT DAN WUJUDNYA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE BERBASIS EKSPERIMEN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK ZAT DAN WUJUDNYA Eva M. Ginting dan Harin Sundari Jurusan Fisika, FMIPA Universitas Negeri
Sujono, Yezinta Dewimaharani. Kata-kata Kunci: open ended, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar.
Sujono, Dewimaharani; Pengaruh Penerapan Pembelajaran Open Ended Terhadap Hasil Belajar Siswa Yang Memiliki Kemampuan Berpikir Kritis Pada Kompetensi Kejuruan Basis Data di Kelas XII TKJ PENGARUH PENERAPAN
Tabel 18 Deskripsi Data Tes Awal
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Pamona Utara yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman no 21 Tentena, Kecamatan Pamona Puselemba, Kabupaten
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data nilai tes kemampuan
6162 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data nilai tes kemampuan komunikasi matematis siswa dan data hasil skala sikap. Selanjutnya,
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan dibahas mengenai analisis data hasil penelitian yang diperoleh dalam setiap kegiatan yang dilakukan selama penelitian. Pada penjelasan pada bab
Penerapan Model Pembelajaran Interactive Engagement untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 4 Palu
Penerapan Model Pembelajaran Interactive Engagement untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 4 Palu Ma wa Hamran, Muhammad Ali dan Unggul Wahyono e-mail: [email protected]
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Jenis dan Desain Penelitian 3.1.1 Jenis penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan penelitian quasi eksperimen yaitu desain eksperimen dengan kelompok kontrol dan kelompok
Lampiran 1. Data Eksperimen
1 Lampiran 1. Data Eksperimen No. Kelas Kelompok Lingkungan Produksi Insentif Moneter Kinerja Kelompok Uji Manipulasi 1 A 0 Lini Perakitan Piece Rate 13 Lolos 2 A 1 Lini Perakitan Piece Rate 6 Lolos 3
Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako (JPFT) Vol. 2 No. 2 ISSN
Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako (JPFT) Vol. No. ISSN 338 340 Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievment Division Berbantuan Media Kartu Alir Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa
Pengaruh Penggunaan Media Video Terhadap Peningkatan Pemahaman Konsep Suhu dan Kalor Pada Siswa Kelas X Man 1 Palu.
Pengaruh Penggunaan Media Video Terhadap Peningkatan Pemahaman Konsep Suhu dan Kalor Pada Siswa Kelas X Man 1 Palu. Puput Istiqomah, I Komang Werdhiana, dan Unggul Wahyono [email protected] Program
PENERAPAN MODEL PROBLEM SOLVING LABORATORY TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP KALOR PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 4 PALU
PENERAPAN MODEL PROBLEM SOLVING LABORATORY TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP KALOR PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 4 PALU Nurbaya, Nurjannah dan I Komang Werdhiana [email protected] Program
Nurhalima Sari, I Wayan Darmadi, dan Sahrul Saehana
PERBEDAAN HASIL BELAJAR FISIKA ANTARA SISWA YANG BELAJAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY BERBANTUAN SIMULASI KOMPUTER DENGAN MODEL KONVENSIONAL DI SMA NEGERI 7 PALU Nurhalima Sari, I Wayan Darmadi,
: Model Pembelajaran Guided Discovery, Hasil Belajar Fisika.
Perbedaan Model Pembelajaran Guided Discovery terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Sindue Aniar, Marungkil Pasaribu dan Syamsu e-mail: [email protected] Program Studi Pendidikan
Pengaruh Model Problem Based Learning Menggunakan Simulasi Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Gerak Lurus Kelas VII MTs Bou
Pengaruh Model Problem Based Learning Menggunakan Simulasi Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Gerak Lurus VII MTs Bou Ika Hikmayanti, Sahrul Saehana dan Muslimin [email protected] Program Studi
MODUL III LINGKUNGAN KERJA FISIK
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam dunia industri, sumber daya manusia merupakan salah satu aspek terpenting dalam jalannya sistem. Namun seringkali banyak ditemui halangan keberhasilan dikarenakan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam bab IV ini berisi analisis instrumen penelitian, uji keseimbangan pretest dan uji beda rerata posttest, deskripsi data hasil belajar, normalitas data hasil
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang diterapkan adalah penelitian eksperimen dengan dua kelompok
37 BAB III METODE PENELITIAN A. Disain penelitian Melalui uraian yang dikemukakan dalam latar belakang dan rumusan masalah, penelitian yang diterapkan adalah penelitian eksperimen dengan dua kelompok sampel
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. kemampuan pemahaman matematik siswa dan data hasil skala sikap.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil dan Temuan Penelitian Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data nilai tes kemampuan pemahaman matematik siswa dan data hasil skala sikap. Selanjutnya,
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Obyek/Subyek Penelitian Penelitian ini menggunakan beberapa perusahaan perbankan yang ada di Kabupaten Brebes dan Tegal sebagai obyek penelitian
Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako (JPFT) Vol. 5 No. 3 p-issn /e-ISSN
Pengaruh Pemberian Tugas Awal dengan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Investigasi Kelompok terhadap Pemahaman Konsep Fisika Siswa Kelas VII SMP Karuna Dipa Palu Reni Novriani Mbatono, Syamsu dan Yusuf
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Populasi/ Sampel Lokasi dilakukannya penelitian ini adalah Sekolah Menengah Atas Negeri 25 yang beralamat di Jl. Baturaden VIII no.21 kota Bandung. Populasi dalam
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
62 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Untuk mengetahui apakah model pembelajarandan jenis kelamin memberikan pengaruh terhadap keterampilan sosial serta untuk mengetahui apakah
Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako (JPFT) Vol. 4 No. 1 ISSN : Pembelajaran Berbasis Proyek, Pembelajaran Langsung, Pemahaman Konsep
PERBEDAAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA ANTARA MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 14 PALU Nur Azizah, Syamsu dan Yusuf Kendek e-mail: [email protected]
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING TERHADAP KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH FISIKA PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 4 PALU
Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako (JPFT) Vol. 1 No.2 ISSN 2338 3240 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING TERHADAP KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH FISIKA PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 4 PALU
Kata Kunci: Model Pembelajaran Sinektik, Hasil Belajar Fisika I. PENDAHULUAN
Pengaruh Model Pembelajaran Sinektik Terhadap Hasil Belajar Fisika Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Palu Silva Agustina, Marungkil Pasaribu dan Sahrul Saehana e-mail: [email protected] Program
PENGARUH PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KOLOID
PENGARUH PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KOLOID ARTIKEL PENELITIAN OLEH: NUR DESI YANI NIM. F02111007 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN PENDIDIKAN
ANALISIS KETERAMPILAN PROSES SAINS MENGGUNAKAN PEER ASSESSMENT PADA PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DAN DIRECT INSTRUCTION
ANALISIS KETERAMPILAN PROSES SAINS MENGGUNAKAN PEER ASSESSMENT PADA PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DAN DIRECT INSTRUCTION Fera Mulya Sari (1), Nengah Maharta (2), Undang Rosidin (3) (1) Mahasiswa Pendidikan
III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Al-Huda Jati
III. METDE PENELITIAN A. Populasi Peneletian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Al-uda Jati Agung pada semester genap Tahun Pelajaran 0/0. B. Sampel Peneltian Pengambilan sampel
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di SMPN 2 Pogalan dengan mengambil populasi seluruh siswa kelas VIII yang ada sebanyak 3 kelas yaitu kelas VIII-A, VIII-B, VIII-C, Terbuka dengan jumlah
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN 5E TERHADAP PERUBAHAN KONSEP TENTANG HUKUM NEWTON PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 6 PALU
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN 5E TERHADAP PERUBAHAN KONSEP TENTANG HUKUM NEWTON PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 6 PALU Fitriani Yusuf, Jusman Mansyur dan Fihrin [email protected] Program Studi Pendidikan
BAB IV HASIL PENELITIAN N PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN N PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri II Ngadipiro Wonogiri sebagai kelas eksperimen yang merupakan salah satu SD
PENGARUH MODEL LEARNING CYCLE 7E TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS X SMA
PENGARUH MODEL LEARNING CYCLE 7E TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS X SMA Kristinawati Widoratih, Eny Enawaty, Ira Lestari Program Studi Pendidikan Kimia FKIP UNTAN Email: [email protected] Abstrak:
Suhaemi, I Komang Werdhiana dan H.Amiruddin Hatibe.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATIONDENGAN PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 5 PALU Suhaemi, I Komang Werdhiana dan H.Amiruddin
Pengaruh Model Pembelajaran Predict, Observe And Explain terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas X Sma Negeri 1 Balaesang
Pengaruh Model Pembelajaran Predict, Observe And Explain terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa X Sma Negeri 1 Balaesang Zulaeha, I Wayan Darmadi dan Komang Werdhiana e-mail: [email protected] Program
LAMPIRAN 1 Angket Penelitian
LAMPIRAN-LAMPIRAN 1 LAMPIRAN 1 Angket Penelitian 2 PENGANTAR Hal: Permohonan pengisian angket Dengan ini, saya: Nama : Salomina Patty NPM : 832012010 Status: Mahasiswa UKSW Program Pascasarjana Magister
Department Of Chemistry Education Faculty Of Teacher Training And Education University Of Riau
1 IMPLEMENTATION OF LEARNING MODEL LEARNING CYCLE 7E TO IMPROVE STUDENTS CRITICAL THINKING SKILLS ON THE SUBJECT EQUILIBRIUM SOLUBILITY AT THE CLASS XI SCIENCE SMAN 12 PEKANBARU Niffi Nedia Sari 1, Betty
BAB VI HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB VI HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Sampel Penelitian Sampel yang diambil adalah 2 kelas yaitu kelas X-1 yang terdiri dari 21 siswa dan X-2 yang terdiri dari 20 siswa. Siswa kelas X-1 ditetapkan sebagai
LAMPIRAN. Lampiran 1. Gambar lokasi pengambilan sampel daun singkong di desa Sumampir
LAMPIRA Lampiran 1. Gambar lokasi pengambilan sampel daun singkong di desa Sumampir Lampiran 2. Gambar rearing area yang berisi tungau predator Phytoseius sp. dengan Tetranychus urticae (2, 4, dan 6) 17
Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako (JPFT) Vol. 1 No.1 ISSN
PERBEDAAN HASIL BELAJAR FISIKA ANTARA MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT DAN MODEL PEMBELAJARAN DIRECT INSTRUCTION PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 PALU Lailatul Fikria Rahmawati 1, Muhammad
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. sebagai kelas kontrol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan
80 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi dan Analisis Data Penelitian yang telah penulis lakukan di SMPN 1 Batang Anai terdiri dari tiga kelas sampel, yaitu dua kelas sebagai kelas eksperimen dan satu
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Penyajian Statistik Deskripsi Hasil Penelitian 1. Kemampuan Awal Siswa Dalam penelitian ini seperti telah dijelaskan pada bab III, analisis tentang data kemampuan awal digunakan
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation terhadap Hasil Belajar Fisika pada Siswa Kelas XI MA Alkhairaat Kalangkangan
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation terhadap Hasil Belajar Fisika pada Siswa Kelas XI MA Alkhairaat Kalangkangan Dwi Wahyuni, Fihrin dan Muslimin *E-mail: [email protected]
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Hasil dan Temuan Penelitian Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data nilai tes kemampuan pemahaman matematis siswa dan data hasil skala sikap.
PERBANDINGAN KETERAMPILAN PROSES SAINS ANTARA KELOMPOK SISWA YANG DIAJAR DENGAN MODEL POE DAN MODEL DISCOVERY
p-issn: 2337-5973 e-issn: 2442-4838 PERBANDINGAN KETERAMPILAN PROSES SAINS ANTARA KELOMPOK SISWA YANG DIAJAR DENGAN MODEL POE DAN MODEL DISCOVERY Rosnaeni Muslimin Sahrul Saehana Program Studi Pendidikan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Statistik Deskriptif Analisis statistik deskriptif merupakan suatu metode dimana datadata yang dikumpulkan dan dikelompokkan kemudian dianalisis dan diinterprestasikan
Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako (JPFT) Vol. 2 No. 3 ISSN
Perbedaan Model Pembelajaran Air (Auditory, Intellectualy, Repetition) dengan Model Pembelajaran Konvensional terhadap Hasil Belajar Fisika pada Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Biromaru Selviana, I Wayan Darmadi
Bonitalia, Hendrik Arung Lamba dan Sahrul Saehana
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA POWERPOINT DENGAN PENDEKATAN METAKOGNITIF BERBASIS MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS XI MIA 4 SMAN PALU Bonitalia, Hendrik Arung Lamba dan Sahrul Saehana e-mail:
Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako (JPFT) Vol. 4 No. 4 ISSN
Perbedaan Pemahaman Konsep Kalor antara Siswa yang Belajar Melalui Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat Dengan Pembelajaran Konvensional di SMA Negeri 4 Palu Arini Faradina, Unggul Wahyono dan
PENERAPAN MODEL LEARNING CYCLE 6E UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN HIDROKARBON DI KELAS X SMA NEGERI 3 PEKANBARU
PENERAPAN MODEL LEARNING CYCLE 6E UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN HIDROKARBON DI KELAS X SMA NEGERI 3 PEKANBARU Ilse Astiraji, Betty Holiwarni, dan Jimmi Copriady Program Studi
Pengaruh Model Experiential Learning Berbasis Eksperimen Inquiry Terhadap Pemahaman Konsep Fisika pada Siswa Kelas XI IPA MAN 1 Palu
Pengaruh Model Experiential Learning Berbasis Eksperimen Inquiry Terhadap Pemahaman Konsep Fisika pada Siswa Kelas XI IPA MAN 1 Palu Ika Nurul Fitriani, Kamaluddin dan Muhammad Jarnawi [email protected]
Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako (JPFT) Vol. 2 No. 1 ISSN
Perbandingan Hasil Belajar Fisika antara Model pembelajaran Aptitude Treatment Interaction (ATI) dengan Model Pembelajaran Student Teams Achievment Division (STAD) pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Ampana
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN HIDROKARBON DI KELAS X SMA N 3 TAPUNG
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN HIDROKARBON DI KELAS X SMA N 3 TAPUNG Wiwik Susanti, Armiyus Thaib, Elva Yasmi Amran Program Studi
Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako (JPFT) Vol. 5 No. 2 ISSN
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbantuan Alat Praktikum Sederhana Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas VIII SMP Negeri 16 Palu Delpina Nggolaon, I Wayan Darmadi, dan Muhammad
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. antara kelas yang menggunakan LKS paperless dan kelas yang menggunakan LKS
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Data Hasil Penelitian Skor hasil belajar siswa diperoleh dengan menggunakan tes hasil belajar siswa. Data hasil penelitian didapatkan dengan membandingkan hasil
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimental Design (quasi eksperimen) dengan melihat efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. sampai bulan April. Mulai dari tahap persiapan, observasi, eksperimen dan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Penelitian Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan, dari bulan Februari sampai bulan April. Mulai dari tahap persiapan, observasi, eksperimen
Pengaruh Pembelajaran Kooperatif tipe STAD Berbasis Mind Maping terhadap Hasil Belajar Fisika pada Pokok Bahasan Cahaya di SMP Negeri 18 Palu
Pengaruh Pembelajaran Kooperatif tipe STAD Berbasis Mind Maping terhadap Hasil Belajar Fisika pada Pokok Bahasan Cahaya di SMP Negeri 18 Palu Niluh Suwaningsih, Marungkil Pasaribu, dan Darsikin [email protected]
ANALISIS VARIANSI MANOVA (MULTIVARIATE ANALYSIS OF VARIANCE)
ANALISIS VARIANSI MANOVA (MULTIVARIATE ANALYSIS OF VARIANCE) Manova merupakan uji beda varian. Jika pada anava varian yang dibandingkan berasal dari satu variable terikat (Y), pada manova varian yang dibandingkan
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMA Desti Anggistia*, Eko Suyanto, I Dewa Putu Nyeneng FKIP Universitas Lampung, Jl. Prof. Dr. Soemantri Brojonegoro No.
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data Statistik deskriptif ini digunakan sebagai dasar untuk menguraikan kecenderungan jawaban responden dari tiap-tiap variabel, baik mengenai program kegiatan masjid,
Pengaruh Pembelajaran Kooperatif dengan Asesmen Otentik Teknik Saling Silang terhadap Pemahaman Konsep Microteaching
Pengaruh Pembelajaran Kooperatif dengan Asesmen Otentik Teknik Saling Silang terhadap Pemahaman Konsep Microteaching Any Fatmawati dan Ida Royani Program Studi Pendidikan Biologi, FP MIPA IKIP Mataram
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERBANTUAN ALTERNATIVE SOLUTIONS WORKSHEET UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERBANTUAN ALTERNATIVE SOLUTIONS WORKSHEET UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA Arief, Yulis Jamiah, Bistari Program Studi Pendidikan Matematika
BAB III METODE PENELITIAN. digunakan untuk penelitian, sehingga peneliti harus menerima apa adanya
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment). Penelitian eksperimen semu merupakan desain pengembangan
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA DAN SIKAP ILMIAH SISWA KELAS X SMAN 7 MALANG
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA DAN SIKAP ILMIAH SISWA KELAS X SMAN 7 MALANG Binti Ni matul Khoir 1, Purbo Suwasono, dan Sumarjono Jurusan Fisika, FMIPA Universitas
PENGARUH PENERAPAN METODE PEMECAHAN MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA
Syntax Literate : Jurnal Ilmiah Indonesia ISSN : 2541-0849 e-issn : 2548-1398 Vol. 1, no 3 November 2016 PENGARUH PENERAPAN METODE PEMECAHAN MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Abdul Wakhid
LAMPIRAN. Lampiran 1. Lokasi pengambilan sampel daun singkong daerah sekitar Purwokerto
LAMPIRA Lampiran 1. Lokasi pengambilan sampel daun singkong daerah sekitar Purwokerto Lampiran 2. Rearing yang berisi tungau predator Amblysieus sp. (1 individu) dengan Tetranychus urticae (2, 4, dan 6
BAB III METODE PENELITIAN. menggunakkan seluruh subjek dalam kelompok belajar untuk diberi perlakuan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Kuasi Eksperimen atau eksperimen semu. Pada penelititian kuasi eksperimen (eksperimen semu) menggunakkan
DIKTAT MATA KULIAH STATISTIKA PENELITIAN PENDIDIKAN MATEMATIKA
DIKTAT MATA KULIAH STATISTIKA PENELITIAN PENDIDIKAN MATEMATIKA Oleh : Wahyu Hidayat, S.Pd., M.Pd. NIDN. 0404088402 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP)
III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA Negeri 4 Bandar
22 III. METODE PENELITIAN A. Penentuan Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA Negeri 4 Bandar Lampung tahun ajaran 2011/2012 yang berjumlah 274 siswa
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian 4.1.1. Gambaran Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP N I BERGAS yang beralamat di Karangjati, Kec. Bergas, Kab. Semarang. Populasi
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam penelitian ini akan dilakukan pembahasan mengenai deskripsi tempat penelitian yaitu di Yayasan Pendidikan Eben Haezer Salatiga, deskripsi responden penelitian yaitu guru-guru
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan di SMA Kartika XIX-1 Bandung yang bertempat di jalan Taman Pramuka No. 163. 2. Populasi Populasi dalam
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E DENGAN BANTUAN MEDIA LKS TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI IPA SMAN 1 NARMADA TAHUN AJARAN 2015/2016 PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Data Skor Motivasi Belajar Peserta Didik
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data 1. Data Skor Motivasi Belajar Peserta Didik Data tentang skor motivasi belajar peserta didik diperoleh melalui angket yang dimaksudkan untuk meninjau
III. METODE PENELITIAN. Negeri 1 Gadingrejo tahun ajaran 2011/2012 yang berjumlah 248 siswa dan
III. METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X semester genap SMA Negeri 1 Gadingrejo tahun ajaran 2011/2012 yang berjumlah 248 siswa
PENGARUH CHALLENGE BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 1 GETASAN KABUPATEN SEMARANG
PENGARUH CHALLENGE BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 1 GETASAN KABUPATEN SEMARANG Retno Nursanti, Kriswandani, Tri Nova Hasti Yunianta Progam Studi Pendidikan Matematika
III. METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Hal
III. METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Hal ini sesuai dengan tujuan penelitian yaitu mengetahui perbandingan keterampilan proses
METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMAN 15 Bandar Lampung
III. METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMAN 15 Bandar Lampung tahun ajaran 2011/2012 yang berjumlah 184 siswa dan tersebar dalam
PENGARUH PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME TERHADAP SIKAP PADA MATEMATEMATIKA DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS SISWA IX SMP PANGUDI LUHUR SALATIGA
PENGARUH PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME TERHADAP SIKAP PADA MATEMATEMATIKA DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS SISWA IX SMP PANGUDI LUHUR SALATIGA Caesar Listya Mahendra; Kriswandani; Erlina Prihatnani Email
