Bantuan Pembangunan Ruang Belajar. Pendidikan Pesantren
|
|
|
- Shinta Irawan
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren DIREKTORAT PENDIDIKAN DINIYAH DAN PONDOK PESANTREN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA RI TAHUN 2018
2 Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
3 KEMENTERIAN AGAMA RI DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM Jl. Lapangan Banteng Barat No. 3-4, Telp. (021) , Fax. (021) JAKARTA Kata Pengantar ALHAMDULILLAH dengan rahmat dan hidayah-nya, petunjuk teknis pelaksanaan Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren telah selesai dan menjadi pedoman pelaksanaan penerima manfaat bantuan kemitraan bagi pondok pesantren. Buku Petunjuk teknis pelaksanaan Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren digunakan untuk Program Bantuan Kemitraan Tahun Anggaran Isi buku ini tentang konten dan esensi bantuan, teknis pelaksanaan bantuan, standard dan spesifikasi pembangunan, tugas dan fungsi masingmasing jenjang organisasi, pengendalian dan pengawasan serta layanan pengaduan masyarakat. Buku ini diterbitkan dalam rangka memberikan petunjuk, rambu-rambu dan arah perjalanan pelaksanaan bantuan kemitraan. Diharapkan, penerima manfaat bantuan ini dapat melaksanakan dengan baik, efisien, efektif dan dapat dipertanggung- iii
4 jawabkan baik mutu pembangunan maupun tertib administrasi laporan keuanganya. Dengan demikian, pemberi dan penerima manfaat bantuan kemitraan ini dapat melaksanakan tugas masing-masing sesuai dengan petunjuk teknis yang sudah dijelaskan dalam buku ini, sehingga pada akhirnya bantuan tersebut dapat memberikan manfaat untuk meningkatkan mutu, layanan dan akses pendidikan keagamaan kita. Demikian petunjuk teknis ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasama semua pihak kami ucapkan terimakasih. Jakarta, Desember 2018 An. Direktur Jenderal, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Dr. H. Ahmad Zayadi, M.Pd NIP iv Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
5 Daftar Isi Kata Pengantar... iii Daftar Isi... v Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam... ix Bab I : Pendahuluan A. Latar Belakang... 1 B. Maksud dan Tujuan... 4 C. Ruang Lingkup... 4 D. Pengertian Umum... 5 Bab II : Pelaksanaan Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren A. Pemberi Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren... 9 B. Persyaratan Penerima Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren... 9 v
6 C. Bentuk Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren D. Tata Kelola Pencairan Dana Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren E. Penyaluran Dana Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren Bab III : Laporan Pertanggungjawaban, Larangan dan Sanksi A. Pertanggungjawaban Program B. Larangan dan Sanksi Bab IV : Standar dan Spesifikasi Teknis Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren A. Ruang Lingkup B. Pelaksanaan Pembangunan Bab V : Tugas dan Tanggung Jawab Organisasi A. Organisasi B. Tugas dan Tanggung Jawab Bab VI : Pengendalian dan Pengawasan A. Pengendalian B. Pengawasan vi Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
7 Bab VII : Penutup Lampiran-lampiran *** Daftar Isi vii
8 Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren viii Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
9 KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM NOMOR: 7209 TAHUN 2017 TENTANG PETUNJUK TEKNIS BANTUAN PEMBANGUNAN RUANG BELAJAR PENDIDIKAN PESANTREN TAHUN 2018 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM, Menimbang : a. bahwa dalam rangka penyediaan ruang belajar pendidikan pesantren yang memadai untuk proses pembelajaran para santri, perlu diberikan bantuan pembangunan ruang belajar pendidikan pesantren; ix
10 b. bahwa dalam rangka pengelolaan bantuan pembangunan ruang belajar pendidikan pesantren secara tertib, efisien, ekonomis, efektif, transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan, dipandang perlu adanya petunjuk teknis; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam tentang Petunjuk Teknis Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan pesantren Tahun Anggaran 2018; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 134, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4247); 2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); x Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
11 3. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301); 4. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2016 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2018 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 240, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5948); 5. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 124, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4769); 6. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2015 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah; Keputusan Direktorat Jenderal xi
12 7. Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2015 tentang Kementerian Agama; 8. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung; 9. Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Kementerian Agama; 10. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 190/ PMK.05/2012 tentang Tata Cara Pembayaran Dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; 11. Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Islam. 12. Peraturan Menteri Agama Nomor 45 Tahun 2014 tentang Pejabat Perbendaharaan Negara Pada Kementerian Agama sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 63 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Agama Nomor 45 Tahun 2014 tentang Pejabat Perbendaharaan Pada Kementerian Agama. xii Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
13 13. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/ PMK.05/2015 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah Pada Kementerian Negara/Lembaga sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 173/PMK.05/2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.05/2015 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah Pada Kementerian Negara/Lembaga; 14. Peraturan Menteri Agama Nomor 67 Tahun 2015 tentang Bantuan Pemerintah pada Kementerian Agama sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 62 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Agama Nomor 67 Tahun 2015 tentang Bantuan Pemerintah pada Kementerian Agama; 15. Peraturan Menteri Agama Nomor 42 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama; Keputusan Direktorat Jenderal xiii
14 MEMUTUSKAN: Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM TENTANG PETUNJUK TEKNIS BANTUAN PEMBANGUNAN RUANG BELAJAR PENDIDIKAN PESANTREN TAHUN ANGGARAN KESATU KEDUA KETIGA : Menetapkan Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang belajar pendidikan pesantren Tahun Anggaran 2018 sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini. : Petunjuk Teknis sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU merupakan acuan dalam Pelaksanaan Pemberian Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan pesantren Tahun Anggaran : Keputusan ini berlaku untuk Tahun Anggaran xiv Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
15 Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 30 Desember 2017 DIREKTUR JENDERAL, TTD KAMARUDDIN AMIN Keputusan Direktorat Jenderal xv
16 Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren xvi Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
17 LAMPIRAN KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM NOMOR: 7209 TAHUN 2017 TENTANG PETUNJUK TEKNIS BANTUAN PEMBANGUNAN RUANG BELAJAR PENDIDIKAN PESANTREN TAHUN ANGGARAN 2018 Bab I Pendahuluan A. Latar Belakang UNDANG-UNDANG Nomor 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu, relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global sehingga perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana, terarah, dan ber- 1
18 kesinambungan. Dalam Bab IV pasal 5 Undang-Undang Sisdiknas juga dipertegas bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. Oleh karena itu, pesantren merupakan lembaga pendidikan keagamaan juga membuka akses bagi anak bangsa untuk belajar secara informal. Pondok Pesantren sebagai bagian elemen lembaga masyarakat yang salah satu perannya melaksanakan pendidikan agama Islam telah memberikan kontribusi besar pembentukan karakter bangsa. Dalam babakan sejarah, peran besar pesantren ini tidak bisa dipungkiri telah memberi warna bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Meskipun demikian, dengan kemandirian yang telah dibuktikan selama ini, pesantren dapat menujukkan diri sebagai lembaga independen yang bisa menjaga irama kehidupan yang harmonis di tengah-tengah kemajemukkan warga negara Indonesia, sehingga NKRI tetap kokoh dan terbina dengan baik kehidupan masyarakat Indonesia. Dengan kontribusi yang ditunjukkan pesantren tersebut, pemerintah harus hadir dan memberikan apresiasi pada pesantren dalam menjaga harmonisasi kehidupan masyarakat. Pemberian penghargaan pada pesantren ini dilakukan dengan memberikan stimulan bantuan, baik melalui program peningkatan mutu akademik, mutu peningkatan kapasitas dan 2 Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
19 kualitas bagi ustadz/santri, maupun mutu dibidang sarana dan prasarana. Dalam kaitan persoalan tersebut, Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren dipandang sangat penting karena tingkat kebutuhan yang nyata di lapangan, mengingat masih terdapat ribuan pondok pesantren yang masih kekurangan ruang belajar bagi santrinya, sehingga banyak calon santri yang semula bermaksud belajar di pondok pesatren harus terpaksa mengurungkan niatnya karena tidak tersedianya ruang belajar santri yang memadai. Agar pengalokasian dan pengelolaan dana belanja Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren pada bidang pendidikan Islam dapat dilaksanakan secara tertib, efisien, ekonomis, efektif, transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan, maka dipandang perlu untuk mengatur ketentuan mengenai Petunjuk Teknis pengelolaan belanja Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren untuk program Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren. Bab I: Pendahuluan 3
20 B. Maksud dan Tujuan 1. Maksud Petunjuk Teknis ini untuk menjelaskan pengelolaan dana belanja Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren agar tertib, efisien, ekonomis, efektif, transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. 2. Tujuan Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pondok Pesantren adalah sebagai berikut: a. Untuk mendukung ketersediaan ruang yang berfungsi sebagai tempat untuk proses kegiatan pembelajaran pada pondok pesantren. b. Untuk menstimulasi dukungan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan ruang belajar pada pondok pesantren. C. Ruang Lingkup Ruang lingkup Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pondok Pesantren ini meliputi: Pendahuluan, Pelaksanaan Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren, Laporan Pertanggungjawaban, Larangan, dan Sanksi, Tugas dan Tanggungjawab Organisasi, Standar dan Spesifikasi Teknis Pembangunan Ruang Belajar 4 Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
21 Pendidikan Pesantren, Pengendalian dan Pengawasan serta Penutup. D. Pengertian Umum 1. Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren adalah pemberian bantuan pembangunan ruang yang berfungsi sebagai tempat untuk proses kegiatan pembelajaran pada pondok pesantren. 2. Pengguna Anggaran yang selanjutnya disingkat PA adalah Menteri Agama sebagai pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran Kementerian Agama. 3. Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disingkat KPA adalah pejabat yang memperoleh kuasa dari PA untuk melaksanakan sebagian kewenangan dan tanggung jawab penggunaan anggaran pada Kementerian Agama. 4. Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disingkat PPK adalah pejabat yang melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran belanja negara. 5. Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren adalah Direktorat pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI yang melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bim- Bab I: Pendahuluan 5
22 bingan teknis serta evaluasi di bidang pendidikan diniyah dan pondok pesantren. 6. Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren/TOS adalah bidang pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi yang melaksanakan pelayanan, bimbingan, pembinaan dan pengelolaan sistem informasi di bidang pendidikan diniyah dan pondok pesantren. 7. Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren/TOS adalah seksi pada Kantor Kementerian Agama Kab/Kota yang melaksanakan pelayanan, bimbingan teknis, pembinaan serta pengelolaan data dan informasi di bidang pendidikan diniyah dan pondok pesantren. 8. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran adalah Dokumen Pelaksanaan Anggaran yang digunakan sebagai acuan Pengguna Anggaran dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan sebagai pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja Negara. 9. Aparat Pengawas Intern Pemerintah adalah pengawas internal pada institusi lain yang selanjutnya disebut APIP yang melakukan pengawasan melalui audit, review, evaluasi, pemantauan dan kegiatan pengawasan lain terhadap penyelenggaraan tugas dan fungsi organisasi. 6 Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
23 10. Swakelola adalah Pengadaan Barang/Jasa dimana pekerjaannya direncanakan, dikerjakan dan/atau diawasi sendiri oleh K/L/D/I sebagai penanggung jawab anggaran, instansi pemerintah lain dan/atau kelompok masyarakat. 11. Kelompok Masyarakat (POKMAS) adalah sekumpulan orang yang dibentuk oleh masyarakat untuk mewujudkan kesamaan maksud dan tujuan tertentu di bidang sosial, keagamaan, pendidikan agama dan pendidikan keagamaan, dan kemanusiaan yang tidak membagikan keuntungan kepada anggotanya. 12. Surat Perjanjian yang selanjutnya disebut Kontrak adalah perjanjian tertulis antara PPK dengan Kelompok masyarakat. 13. Pakta Integritas adalah surat pernyataan kesanggupan melaksanakan pembangunan secara akuntabel, efektif, efisien dan bebas dari korupsi. 14. Rencana Anggaran Biaya (RAB) adalah perhitungan perkiraan biaya pekerjaan yang disusun oleh Tim Perencana, dikalkulasikan secara keahlian berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan serta digunakan oleh Tim Pelaksana untuk melaksanakan pembangunan. Bab I: Pendahuluan 7
24 15. Jadwal Pelaksanaan adalah jadwal yang menunjukkan kebutuhan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan pembangunan, terdiri atas tahap pelaksanaan yang disusun secara logis, realistik dan dapat dilaksanakan. *** 8 Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
25 Bab II Pelaksanaan Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren A. Pemberi Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren PEMBERI Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren Tahun Anggaran 2018 adalah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam/Kantor Wilayah Kemenag Propinsi/Kantor Kemenag Kab/Kota B. Persyaratan Penerima Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren Persyaratan penerima Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren tahun 2018 diantaranya sebagai berikut: 9
26 1. Aktif menyelenggarakan kegiatan kepesantrenan. 2. Memiliki Santri Mukim 3. Belum memiliki/masih minimnya asrama yang memadai, sehingga berdampak pada penurunan perkembangan lembaga dan mutu pendidikan. 4. Terdaftar pada Kantor Kementerian Agama Kab./Kota setempat dibuktikan dengan piagam Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP). 5. Mendapatkan rekomendasi dari Kantor Kementerian Agama Kab./Kota atau Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi, yang menyatakan keberadaan, keaktifan, dan kelayakan sebagai lembaga penerima bantuan. 6. Memiliki Akte Notaris pendirian yayasan atau lembaga/ Sertifikat Wakaf/Akta Ikrar Wakaf/Akta Hibah. 7. Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atas nama lembaga. 8. Memiliki rekening bank yang aktif atas nama lembaga yang bersangkutan 10 Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
27 C. Bentuk Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren adalah program bantuan pendidikan Islam yang diberikan kepada lembaga pondok pesantren untuk membangun ruang yang berfungsi sebagai tempat untuk proses kegiatan pembelajaran pada pondok pesantren. D. Tata Kelola Pencairan Dana Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren 1. Prosedur Pengajuan dan Seleksi Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren a. Pendaftaran Proposal Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren 1) Pendaftaran proposal Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren dilakukan secara online melalui website Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama. 2) Proposal tertulis ditandatangani oleh pimpinan lembaga ditujukan kepada KPA dan dikirimkan ke alamat Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Bab II: Pelaksanaan Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan 11
28 Agama RI Jalan Lapangan Banteng Barat No 3-4 Jakarta. b. Seleksi Calon Penerima Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren 1) PPK merekapitulasi pengajuan Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren berupa Daftar Pengajuan Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren Tahun Anggaran 2018, yang antara lain memuat: a) Nama lembaga. b) Alamat lengkap lembaga. c) Nama pimpinan dan pendiri lembaga yang mengajukan permohonan Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren. d) Jumlah santri. e) Kelengkapan persyaratan Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren: - Piagam Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP). - Surat rekomendasi Kantor Kementerian Agama Kab/Kota atau Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi, yang menyatakan keberadaan, 12 Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
29 keaktifan, dan kelayakan lembaga penerima bantuan. - Akte Notaris pendirian yayasan atau lembaga/ Sertifikat Wakaf/Akta Ikrar Wakaf/Akta Hibah. - NPWP atas nama lembaga (jika ada). - Nomor rekening bank yang aktif atas nama lembaga yang bersangkutan. f) Jenis usulan Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren. g) Jumlah usulan Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren. h) Dokumen penunjang; foto/kondisi Pondok Pesantren. 2) Daftar nama-nama Pondok Pesantren yang mengajukan Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren akan dimasukkan dalam daftar pemohon Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren (long list). 3) PPK dalam melakukan verifikasi dibantu Tim Verikasi dalam mengoreksi dan menelaah daftar penerima Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Bab II: Pelaksanaan Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan 13
30 Pesantren dan akan dibuat daftar menengah (middle list). 4) Hasil Daftar menengah (middle list) dilakukan verifikasi dan validasi untuk diajukan menjadi calon penerima Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren. 5) Untuk mendapatkan data yang valid, Daftar Calon Penerima Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren Tahun Anggaran 2018 diverifikasi dengan cara: a) PPK Pusat/Provinsi/Kab/Kota dapat memberikan tugas perjalanan dinas verifikasi dan validasi calon penerima bantuan melalui kunjungan ke lokasi calon penerima bantuan dengan mekanisme Perjalanan Dinas Dalam Negeri, untuk melihat kebenaran data pengajuan dan kelayakan lembaga sebagai penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren, atau b) PPK Pusat berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama Provinsi/Kab./Kota untuk mendapat kebenaran data pengajuan dan kelayakan pondok pesantren sebagai penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren, dan 14 Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
31 c) PPK Provinsi berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama Kab/Kota untuk mendapat kebenaran data pengajuan dan kelayakan pondok pesantren sebagai penerima Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren. d) PPK Pusat/Provinsi/Kab/Kota dapat bekerjasama dengan Inspektorat Jenderal Kementerian Agama untuk verifikasi dan validasi calon penerima bantuan melalui kunjungan ke lokasi calon penerima bantuan. 6) Hasil Verifikasi dan Validasi berupa: a) Dokumen Instrumen Verifikasi dan Validasi yang berisi keterangan tentang kesesuaian dengan persyaratan penerima Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren dan kelayakan sebagai penerima bantuan. b) Dokumen lain yang mendukung pemohon Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren untuk diajukan calon penerima bantuan (ketersediaan tempat/lahan, foto-foto dan dokumen lainnya). 7) PPK melakukan seleksi penerima Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren Bab II: Pelaksanaan Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan 15
32 berdasarkan kriteria/persyaratan yang telah ditetapkan di dalam petunjuk teknis. 8) Seleksi penerima Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren dapat dilaksanakan sebelum tahun anggaran berjalan dan atau tahun berjalan. 9) Berdasarkan hasil seleksi, PPK menetapkan Surat Keputusan penerima Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren yang disahkan oleh KPA. 2. Penetapan dan Pengesahan Penerima Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren a. Berdasarkan hasil seleksi calon penerima Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren Tahun Anggaran 2018, PPK menyusun draft Surat Keputusan Penetapan Penerima Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren Tahun Anggaran 2018 yang paling sedikit memuat: 1) Identitas penerima Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren. 2) Nilai uang Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren, dan 16 Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
33 3) Nomor rekening dan nama Bank penerima Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren. b. PPK memastikan calon penerima Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren dalam draft Surat Keputusan Penetapan Penerima Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren Tahun Anggaran 2018 yang telah memenuhi persyaratan. c. PPK menyusun Surat Keputusan Penetapan Penerima Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren Tahun Anggaran 2018 untuk kemudian diserahkan kepada KPA untuk disahkan. d. Surat Keputusan Penetapan Penerima Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren Tahun Anggaran 2018 yang disahkan merupakan dasar pemberian Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren kepada penerima. e. Untuk mempercepat pemberian Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren, Surat Keputusan Penetapan Penerima Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren Tahun Anggaran 2018 dapat dilakukan secara bertahap bagi penerima bantuan yang telah memenuhi persyaratan. Bab II: Pelaksanaan Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan 17
34 3. Pemberitahuan dan Kelengkapan Administrasi a. Pondok pesantren yang ditetapkan sebagai penerima bantuan harus melengkapi persyaratan yang telah ditetapkan. b. Masing-masing penerima Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren yang tercantum dalam Surat Keputusan Penetapan Penerima Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren Tahun Anggaran 2018 diberikan surat pemberitahuan yang menyatakan bahwa pondok pesantren tersebut telah ditetapkan sebagai penerima bantuan. Surat pemberitahuan tersebut dilampirkan dan/atau memuat ketentuan persyaratan administrasi yang sekurangnya meliputi: 1) Permohonan Pencairan. 2) RAB (Rencana Anggaran Biaya). 3) Jadwal Pelaksanaan. 4) Kerangka Acuan Kerja (KAK). 5) Susunan Panitia Pembangunan. 6) Pakta Integritas. 7) Rekening Lembaga. 18 Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
35 8) NPWP atas nama Pesantren/Yayasan. 9) Kwitansi. 10) Surat Perjanjian. 11) SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak). c. Persyaratan administrasi dikirim melalui layanan pos/ jasa pengiriman tercatat/diantar langsung kepada Pemberi Bantuan. 4. Pencairan Dana Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren Penyaluran Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren Tahun Anggaran 2018 dilaksanakan sebagai berikut: a. Pencairan Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren dilakukan setelah penerima bantuan melengkapi persyaratan administrasi. b. Pencairan dana Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren yang nilainya di bawah Rp l ,00 (seratus juta rupiah) dilakukan sekaligus. c. Pencairan dana Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren yang nilainya Rp l ,00 (seratus juta rupiah) ke atas, dilakukan melalui tahapan sebagai berikut: Bab II: Pelaksanaan Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan 19
36 1) Tahap I sebesar 70% (tujuh puluh persen) dari keseluruhan dana Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren setelah perjanjian kerjasama ditandatangani oleh penerima bantuan dan PPK. 2) Tahap II sebesar 30% (tiga puluh persen) dari keseluruhan dana Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren, apabila prestasi pekerjaan telah mencapai 50% (lima puluh persen) d. Penggunaan dana Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren dari tahap pertama dan kedua disertai bukti penggunaan dana bantuan. e. Membuat laporan pertanggungjawaban hasil pelaksanaan program Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren kepada Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren/Kanwil Kementerian Agama/Kantor Kementerian Agama Kab/Kota. 20 Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
37 E. Penyaluran Dana Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren Dana Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren ini disalurkan secara langsung (LS) ke rekening penerima Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren. *** Bab II: Pelaksanaan Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan 21
38 Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren 22 Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
39 Bab III Laporan Pertanggungjawaban, Larangan dan Sanksi A. Pertanggungjawaban Program 1. Pertanggungjawaban Penerima Bantuan a. Penerima Bantuan memberikan laporan dalam 2 (dua) tahap. Tahap pertama dilaporkan 50% dari prestasi pekerjaan, tahap kedua dilaporkan 100% penggunaan dana bantuan. Adapun laporan penggunaan dana bantuan, meliputi: 1) Identitas Penerima Bantuan. 2) Jenis Bantuan Yang Diterima. 3) Jumlah Bantuan Yang Diterima. 4) Penggunaan Dana Bantuan. 5) Foto-Foto/Dokumen Lain. 23
40 b. Penyerahan laporan tahap pertama dan tahap kedua dapat dilakukan secara langsung atau online (jika memungkinkan) disertai bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. c. Penyerahan laporan akhir pekerjaan dalam bentuk laporan tertulis. d. Laporan diserahkan/dikirim pada pemberi bantuan. 2. Pertanggungjawaban Pemberi Bantuan a. PPK menyusul laporan penyaluran penerima Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren dengan tertib administrasi, transparan, akuntabel, tepat waktu, tepat sasaran, tepat jumlah dan terhindar dari penyimpangan. b. PPK memberikan laporan tahapan penerima Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren, mulai dari longlist, middlelist, shortlist calon penerima bantuan kepada KPA. c. Laporan tersebut berupa laporan tertulis, sekurangnya memuat jumlah pagu Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren, Realisasi Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren yang telah disalurkan, dan sisa dana Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren 24 Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
41 yang disetorkan ke Rekening Kas Umum Negara, serta lampiran berupa salinan Surat Keputusan Penetapan Penerima Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren Tahun Anggaran d. Laporan pertanggungjawaban tersebut dilampirkan sebagai suplemen pada Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga. B. Larangan dan Sanksi 1. Larangan Dana bantuan pembangunan ruang belajar pendidikan pesantren ini dilarang digunakan untuk membiayai pembangunan selain pembangunan ruang belajar pendidikan pesantren. 2. Sanksi Segala bentuk pelanggaran atas pengelolaan bantuan pembangunan ruang belajar pendidikan pesantren yang tidak sesuai dengan ketentuan akan diberikan sanksi menurut peraturan perundang-undangan dan hukum yang berlaku. *** Bab III: Laporan Pertanggungjawaban, Larangan dan Sanksi 25
42 Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren 26 Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
43 Bab IV Standar dan Spesifikasi Teknis Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren A. Ruang Lingkup RUANG Belajar pada Pondok Pesantren harus memenuhi standar kelayakan sebagai tempat proses kegiatan belajarmengajar santri selama proses pendidikan. Adapun Standar Ruang Belajar pada Pondok Pesantren meliputi: 1. Memiliki fungsi sebagai tempat proses kegiatan pembelajaran santri di pondok pesantren. 2. Memiliki ruang sirkulasi horizontal berupa koridor yang akan menghubungkan ruang-ruang di dalam bangunan Pondok Pesantren. 3. Memiliki fasilitas yang memungkinkan pencahayaan yang memadai untuk membaca buku dan untuk memberikan pandangan ke luar ruangan. 27
44 4. Memiliki pintu yang memadai agar santri/ustadz dapat segera keluar ruangan jika terjadi bahaya, dan dapat dikunci dengan baik saat tidak digunakan. B. Pelaksanaan Pembangunan Pelaksanaan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren dapat mencakup beberapa pekerjaan yang dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Pekerjaan Persiapan Pekerjaan persiapan meliputi pengkoordinasian dan mempersiapkan format-format pengendalian evaluasi pelaksanaan pembangunan antara lain: a. Pembersihan lahan pekerjaan terlebih dahulu dimulai dari menghilangkan pohon, rumput, alang-alang dan lainnya untuk mempermudah pengukuran dan penentuan elevasi lantai bangunan. b. Pekerjaan pemerataan muka tanah dimana bangunan harus berdiri di atasnya. c. Apabila dibangun di atas bangunan yang sudah ada harus dipastikan terlebih dahulu pondasi yang ada harus sudah siap untuk dua atau tiga lantai atau lebih. 28 Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
45 d. Penyediaan peralatan yang diperlukan dalam pengukuran dan pemasangan bouwplank (seperti waterpass, slang plastik, segitiga siku-siku dan lain sebagainya). e. Tempat kerja untuk melaksanakan pekerjaan persiapan dan perakitan komponen-komponen bangunan. f. Fasilitas air bersih (disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi/kondisi setempat). g. Mengadakan dokumentasi pekerjaan mulai tahap awal sampai akhir. 2. Pekerjaan Pondasi Pengerjaan pondasi hendaknya harus mampu menyangga struktur atas bangunan yang tahan gempa. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan sepatu atau pondasi beton (foot plate) pada bagian-bagian tertentu yang diperlukan yaitu pada setiap bagian struktur kolom. 3. Pekerjaan Dinding Dinding yang disyaratkan pada Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren adalah dinding batu bata. Namun pada daerah tertentu yang sulit dalam mendapatkan material batu bata maka dimungkinkan bahwa dinding dibuat dari bahan lain yang terdapat di sekitar lokasi yang akan dikerjakan, misalnya dari papan kayu atau bahan yang Bab IV: Standar dan Spesifikasi Teknis Pembangunan Ruang Belajar 29
46 lainnya. Pada dasarnya apapun bahan/material yang digunakan untuk pembuatan dinding semaksimal mungkin dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna ruang belajar tersebut. a. Dinding Pasangan Bata Pekerjaan dinding pasangan bata meliputi: pekerjaan pasangan batu bata, pekerjaan plesteran dan benangan. Pekerjaan pasangan batu bata untuk dinding disesuaikan dengan kebutuhan. Pekerjaan plesteran meliputi plesteran trasraam (kedap air) pada kaki bangunan atau dinding lainnya yang berhubungan langsung dengan air, plesteran dinding bata serta benangan sudut tembok dan sudut beton. Komposisi campuran spesi (adukan) untuk masing-masing jenis pekerjaan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan, berdasarkan pertimbangan fungsi dan kekuatan pasangan atau plesteran. Untuk pasangan atau plesteran trasraam dan beton digunakan spesi dengan campuran 1PC:3Ps sedangkan untuk pasangan dan plesteran biasa digunakan spesi dengan campuran 1PC:5Ps. Untuk memperoleh hasil pekerjaan pasangan dan plesteran yang baik harus dipenuhi persyaratan sebagai berikut: 30 Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
47 1) Batu bata sebelum dipasang harus dibasahi sampai jenuh sehingga dapat melekat dengan sempurna. 2) Batu bata pecah terpasang tidak lebih dari 20% dari jumlah batu utuh terpasang. 3) Pasangan dinding bata dilaksanakan dengan hubungan verband siar/nat masing-masing lapisan tidak saling bertemu, tegak lurus, siku dan rata. 4) Seluruh permukaan yang akan diplester harus dibasahi dengan air bersih, baru kemudian di plester dengan rata, halus dan merupakan satu bidang tegak lurus dan siku. 5) Pada bagian luar diberi lapisan acian dengan rata dan halus sehingga bebas dari keretakan ataupun cacat-cacat lainnya. b. Dinding Papan Kayu Apabila dinding bangunan dibuat dari papan kayu, maka papan papan kayu tersebut harus disusun dengan rapi, rapat dan kuat sehingga dapat menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pemakai ruang tersebut serta dapat mengurangi kebisingan atau gangguan suara sehingga aktivitas pada masing-masing ruang kelas tidak saling mengganggu. Bab IV: Standar dan Spesifikasi Teknis Pembangunan Ruang Belajar 31
48 Jika menggunakan bahan dari kayu, diupayakan kayu yang kuat dan berkualitas serta dilindungi terhadap hama perusak kayu. Dalam hal ini banyak cara yang dapat dilakukan, misalnya dengan cara pencelupan, pengolesan bahan anti rayap dan sebagainya. 4. Pekerjaan Beton Pekerjaan beton meliputi sloof, kolom, balok dan ringbalk dilaksanakan sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku dengan mempertimbangkan faktor keamanan terhadap gempa. Semua beton struktural maupun non struktural seperti kolom struktur, kolom praktis dan komponen struktur lainnya setidak-tidaknya dibuat dengan mutu beton K175 atau dengan campuran 1PC:2Ps:3Kr dan baja tulangan U 24. Bekisting hendaknya dibuat sedemikian rupa sehingga pada saat dilakukan pengecoran cukup kuat, kedudukannya stabil, tidak bocor dan tidak terjadi perubahan bentuk ataupun ukuran. Pembongkaran bekisting hanya dapat dilakukan setelah beton mencapai kekerasan tertentu. Pembongkaran hendaknya dilakukan dengan hatihati, yaitu pada saat melepas bagian-bagian/papan bekisting tidak dengan cara dipukul atau menggunakan alat yang tidak semestinya, misalnya menggunakan linggis 32 Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
49 untuk mencongkel bekisting yang dapat mengakibatkan kerusakan. 5. Pekerjaan Kusen, Daun Pintu dan Jendela Pekerjaan kusen, daun pintu dan jendela meliputi membuat dan memasang serta pengecatan sesuai bentuk dan ukuran. Jumlah dan tata letak pintu, jendela dan ventilasi disesuaikan dengan kebutuhan cahaya dan aliran udara yang baik. Untuk kusen dan daun pintu/jendela atau ventilasi (angin-angin) dibuat dari kayu yang kuat dan berkualitas. Sambungan-sambungan kayu, baik untuk kusen maupun untuk daun pintu dan jendela dibuat sambungan lubang dan pen dan dikunci dengan nagel (pantek/pen) sehingga diperoleh sambungan yang kuat. Dalam pengerjaannya harus memperhitungkan faktor iklim/cuaca yang dapat mempengaruhi konstruksi. Untuk memperoleh ikatan yang kuat terhadap dinding, kusen harus diberi angkur sebanyak yang diperlukan. Semua pekerjaan kayu yang menempel pada dinding tembok harus dimeni terlebih dahulu. Bab IV: Standar dan Spesifikasi Teknis Pembangunan Ruang Belajar 33
50 6. Pekerjaan Atap Pekerjaan atap meliputi pembuatan dan pemasangan kuda-kuda, nok, gording, balok tembok, usuk dan reng, dan lisplank, serta pemasangan penutup atap. Bahan yang digunakan adalah kayu yang kuat dan berkualitas diberi lapisan pelindung hama perusak kayu.konstuksi atap bisa menggunakan baja ringan. 7. Pekerjaan Langit-langit (Plafon) Pekerjaan langit-langit meliputi pemasangan rangka dan penutup plafon. Untuk rangkadigunakan kayu yang kuat dan diberi lapisan pelindung hama perusak kayu serta bagian bawah diketam untuk mendapatkan bidang langitlangit yang datar dan rata. Rangka bisa menggunakan besi hollow plafon. Penutup plafon dapat menggunakan papan grc, multiplek, atau bahan lain yang tersedia di sekitar lokasi. 8. Pekerjaan Lantai dan Penutup Lantai Lantai bangunan yang terletak pada permukaan tanah dilapisi penutup lantai dari keramik. Bagian dalam ruangan dapat digunakan keramik polos sedangkan bagian luar dipilih keramik dof dengan warna lebih gelap. Pemilihan warna keramik agar dibuat yang serasi dengan warna cat/politur sehingga secara keseluruhan dapat menam- 34 Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
51 pilkan sebuah bangunan yang serasi, indah dan menarik. Sebelum dipasang keramik, bagian bawah harus diberi urugan pasir setebal 10cm dan dipasang rabat beton atau patahan bata. Pemasangan penutup lantai dilakukan dengan baik sehingga diperoleh garis nat yang lurus dan permukaan yang rata. Jika lantai terbuat dari papan kayu, maka pada bagian bawah lantai harus diberi balok melintang sebagai bahan penyangga dengan jarak yang diperhitungkan cukup kuat menyangga beban lantai dan beban-beban lain yang ada di atasnya. Pemasangan papan lantai disarankan dilakukan dengan sambungan alur dan lidah sehingga diperoleh permukaan lantai yang rata dan papan-papan lantai tersebut tidak baling atau melengkung. Kayu yang digunakan adalah kayu yang kuat dan berkualitas. 9. Pekerjaan Penggantung, Pengunci dan Kaca Pekerjaan ini meliputi pemasangan engsel, grendel, pengunci untuk pintu dan jendela, serta lubang angin untuk jendela, pemasangan kaca pada daun jendela serta penyetelan daun pintu dan jendela. Semua bahan yang digunakan minimal harus memenuhi syarat kekuatan dan awet sehingga dapat menahan beban dan berfungsi dalam waktu cukup lama. Bab IV: Standar dan Spesifikasi Teknis Pembangunan Ruang Belajar 35
52 Setiap daun pintu dipasang 3 (tiga) buah engsel dan jendela dipasang 2 (dua) buah engsel. Pada daun pintu dipasang pengunci lengkap dengan handelnya, sedangkan pada daun jendela dipasang grendel dan lubang angin. Kaca yang digunakan harus memiliki permukaan yang halus dan rata. Semua pekerjaan harus dilakukan dengan rapi sehingga pintu dan jendela berfungsi dengan sempurna. 10. Pekerjaan Instalasi Listrik Pemasangan instalasi listrik harus memenuhi persyaratan teknis dan semua bahan yang digunakan harus berkualitas baik sehingga dapat berfungsi dengan baik dalam waktu yang cukup lama. 11. Pekerjaan Pengecatan/Politur Pekerjaan pengecatan/politur meliputi kayu kusen, daun pintu dan jendela, ventilasi, lisplank dan balok-balok kayu yang nampak serta pengecatan dinding dan plafon. Penggunaan jenis cat atau politur harus yang berkualitas baik dengan komposisi warna yang serasi. 12. Pekerjaan Perapihan Pekerjaan perapihan merupakan pekerjaan penyempurnaan dan merapikan pekerjaan yang pada hakekatnya 36 Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
53 telah selesai dikerjakan namun masih perlu penyempurnaan. Sebagai contoh misalnya terdapat pintu yang tidak dapat dibuka/ditutup dengan sempurna, maka perlu disempurnakan, atau terdapat cat yang belum menutup permukaan bidang secara merata, maka perlu di cat ulang sehingga diperoleh permukaan bidang cat yang rata, dan sebagainya. *** Bab IV: Standar dan Spesifikasi Teknis Pembangunan Ruang Belajar 37
54 Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren 38 Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
55 Bab V Tugas dan Tanggung Jawab Organisasi A. Organisasi ORGANISASI pelaksanaan kegiatan Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren akan melibatkan unsurunsur sebagai berikut: 1. Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI. 2. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi. 3. Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota. 4. Pondok Pesantren. 39
56 B. Tugas dan Tanggung Jawab 1. Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren a. Merencanakan dan menganggarkan program Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren tahun anggaran 2018 melalui DIPA Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren. b. Merancang pelaksanaan program kegiatan dengan Petunjuk Teknis (Juknis) program Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren tahun anggaran c. Melaksanakan sosialisasi pelaksanaan program Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren tahun anggaran 2018 kepada Bidang Pendidikan Pakis/ Pontren/Pendis/TOS. d. Menerima data Pondok pesantren yang membutuhkan Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren dari Kanwil Kemenag Provinsi/Kemenag Kabupaten/Kota dan atau pondok pesantren. e. Melakukan verifikasi, seleksi dan finalisasi data pondok pesantren yang membutuhkan Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren. 40 Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
57 f. Menetapkan dan menerbitkan Surat Keputusan tentang Penerima Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren. g. Menyampaikan pemberitahuan kepada Kanwil Kementerian Agama tentang penerima program Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren. h. Memproses pencairan program Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren yang sumber pembiayaannya dari DIPA Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Tahun Anggaran i. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren tahun anggaran j. Melakukan koordinasi dengan Bidang Pendidikan Pakis/ Pontren/Pendis/TOS Kanwil Kemenag Propinsi dan Seksi Pakis/Pontren/Pendis/TOS Kankemenag Kabupaten/Kota. k. Melaporkan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Islam tentang pelaksanaan program Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren sebagai bahan masukan dalam rangka penyusunan kebijakan lebih lanjut. Bab V: Tugas dan Tanggung Jawab Organisasi 41
58 2. Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi a. Merencanakan dan menganggarkan program Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren tahun anggaran 2018 melalui DIPA Kanwil Kemenag Propinsi. b. Melaksanakan sosialisasi pelaksanaan program Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren tahun anggaran 2018 kepada Bidang Pendidikan Pakis/ Pontren/Pendis. c. Menerima data pondok pesantren yang membutuhkan Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren dari Kankemenag Kab/Kota dan atau pondok pesantren. d. Melakukan verifikasi, seleksi dan finalisasi data pondok pesantren yang membutuhkan Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren. e. Menetapkan dan menerbitkan Surat Keputusan tentang Penerima Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren. f. Menyampaikan pemberitahuan kepada Kankemenag Kab/Kota tentang penerima program Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren. 42 Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
59 g. Memproses pencairan program Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren yang sumber pembiayaannya dari DIPA Kanwil Kemenag Propinsi Tahun Anggaran h. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren tahun anggaran i. Melakukan koordinasi dengan Seksi Pakis/Pontren/ Pendis/TOS Kankemenag Kabupaten/Kota. j. PPK Melaporkan kepada KPA tentang pelaksanaan program Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren sebagai bahan masukan dalam rangka penyusunan kebijakan lebih lanjut. 3. Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota a. Merencanakan dan menganggarkan program Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren tahun anggaran 2018 melalui DIPA Kankemenag Kab/ Kota. b. Melaksanakan sosialisasi pelaksanaan program Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren tahun anggaran 2018 kepada pondok pesantren. Bab V: Tugas dan Tanggung Jawab Organisasi 43
60 c. Menerima data pondok pesantren yang membutuhkan Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren dari pondok pesantren. d. Melakukan verifikasi, seleksi dan finalisasi data pondok pesantren yang membutuhkan Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren. e. Menetapkan dan menerbitkan Surat Keputusan tentang Penerima Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren. f. Menyampaikan pemberitahuan kepada penerima program Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren. g. Memproses pencairan program Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren yang sumber pembiayaannya dari DIPA Kankemenag Kab/Kota Tahun Anggaran h. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren tahun anggaran i. Melakukan koordinasi dengan Seksi Pakis/Pontren/ Pendis/TOS Kankemenag Kabupaten/Kota. j. PPK Melaporkan kepada KPA tentang pelaksanaan program Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendi- 44 Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
61 dikan Pesantren sebagai bahan masukan dalam rangka penyusunan kebijakan lebih lanjut. 4. Pondok Pesantren a. Melengkapi persyaratan administrasi yang diperlukan untuk proses pencairan anggaran Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren. b. Membentuk kepanitiaan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren yang terdiri atas: 1) Tim Perencana. 2) Tim Pelaksana. 3) Tim Pengawas. c. Susunan Tim Kepanitiaan ini ditetapkan oleh Pimpinan Pondok Pesantren penerima program Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren. Tugas dan Tanggung Jawab Panitia Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren adalah sebagai berikut: 1) Menyusun rencana kerja pembangunan asrama pondok pesantren. 2) Menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB). 3) Menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK). Bab V: Tugas dan Tanggung Jawab Organisasi 45
62 4) Menggalang partisipasi masyarakat. 5) Melaksanakan pembangunan asrama pondok pesantren dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab. 6) Memilih dan menetapkan pekerja sesuai dengan keahliannya. 7) Membeli bahan bangunan dengan harga yang lebih murah. 8) Mengadministrasikan dan mendokumentasikan segala kegiatan pembangunan. 9) Mengembalikan sisa dana program ke Kas Umum Negara apabila terdapat kelebihan anggaran. 10) Menyusun dan membuat Laporan Pertanggungjawaban realisasi penggunaan dana sesuai RAB. 11) Membayarkan pajak sesuai ketentuan yang berlaku. d. Membuat Jadwal Pelaksanaan Pembangunan (contoh terlampir). e. Menyampaikan Laporan Pertanggung Jawaban pelaksanaan program Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren kepada Pemberi Bantuan. *** 46 Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
63 Bab VI Pengendalian dan Pengawasan A. Pengendalian KPA menyelenggarakan pengendalian intern terhadap pelaksanaan pengelolaan dana Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren. B. Pengawasan 1. Dalam rangka pengawasan penyaluran dana belanja Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren, KPA dapat melakukan koordinasi dengan aparat pengawasan fungsional. 47
64 2. PPK dapat melaksanakan pengawasan penggunaan dana Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren dengan mekanisme: a. PPK menyusun instrumen/dokumen monitoring/pengawasan yang memuat minimal: 1) Identitas Penerima Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren. 2) Jenis Bantuan Yang Diterima. 3) Jumlah Bantuan Yang Diterima. 4) Pemanfaatan Dana Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren. b. Monitoring/pengawasan dilakukan dengan teknik populasi/sampling acak menggunakan dokumen/instrumen pengawasan/monitoring yang disusun oleh PPK dengan mekanisme: 1) PPK memberikan tugas perjalanan dinas pengawasan/monitoring penggunaan dana bantuan melalui kunjungan ke lokasi penerima bantuan dengan mekanisme Perjalanan Dinas Dalam Negeri, atau 2) Korespondensi/komunikasi via telpon kepada penerima Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren. 48 Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
65 3. Pengawasan penggunaan dana Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren sebagaimana dimaksud dalam nomor 2, dapat juga dilakukan dengan meminta Laporan Pertanggungjawaban Penerima Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren. *** Bab VI: Pengendalian dan Pengawasan 49
66 Bab VII Penutup DEMIKIAN Petunjuk Teknis ini disusun untuk dapat digunakan sebagai acuan bagi pengelolaan Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren Tahun Anggaran Hal-hal yang belum diatur dalam Petunjuk Teknis ini akan diatur kemudian dalam pedoman/aturan dan menjadi bagian tidak terpisahkan dari Petunjuk Teknis ini. DIREKTUR JENDERAL, TTD KAMARUDDIN AMIN 50
67 Lampiran-Lampiran Lampiran-lampiran 51
68 Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren 52 Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
69 Format 1: Contoh Surat Perjanjian/Kontrak...(KOP K/L)... (DENGAN ALAMAT LENGKAP) SURAT PERJANJIAN Pekerjaan : Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren Nomor:...(nomor surat dari K/L) Surat Perjanjian ini berikut semua lampirannya (selanjutnya disebut Kontrak ) dibuat dan ditandatangani di...(nama kota)... pada hari...(hari)... tanggal...(tanggal)... bulan...(bulan)... tahun...(tahun)... antara: 1. Nama :...(nama)... NIP :...(nip)... Jabatan :...(jabatan pada satuan kerja)... Alamat Kantor :...(alamat kantor tempat kerja)... selaku Pejabat Pembuat Komitmen, yang bertindak untuk dan atas nama...(institusi tempat kerja).., yang berkedudukan di...(alamat)... (selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA ); 2. Nama :...(nama Pimpinan Pondok Pesantren)... Jabatan :...(jabatan)... Alamat :...(alamat)... Lampiran-lampiran 53
70 selaku pimpinan pondok pesantren yang bertindak untuk dan atas nama...(nama pondok pesantren)..., alamat..(alamat)..., nomor rekening..(nomor rekening).. atas nama rekening..(atas nama rekening).., bank..(nama bank).. cabang..(bank cabang).., (selanjutnya disebut PIHAK KEDUA ). Dengan ini kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan surat perjanjian, dalam rangka pelaksanaan Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren dengan ketentuan sebagai berikut: Pasal 1 Ketentuan Umum 1. Yang dimaksud Surat Perjanjian adalah perjanjian dimana Pihak Pertama mengikat Pihak Kedua, dan Pihak Kedua telah sepakat untuk melaksanakan ketentuan-ketentuan dalam Surat Perjanjian ini dengan mengacu pada Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren; 2. Surat Perjanjian ini ditandatangani berdasarkan kesepakatan Pihak Pertama dan Kedua tanpa ada unsur paksaan. Pasal 2 Lingkup Pekerjaan 1. Pihak Kedua melaksanakan pekerjaan Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren berdasarkan Kerangka Acuan Kerja (KAK), Jadwal Perencanaan, dan Rincian Anggaran Biaya (RAB) yang disepakati; 2. Output pekerjaan yang harus diserahkan Pihak Kedua kepada Pihak Pertama berupa: 54 Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
71 a. Dokumen persiapan pelaksanaan pekerjaan sebanyak 1 (satu) bendel; b. Laporan pekerjaan tahap awal sampai akhir pekerjaan; c. Rincian laporan mengacu pada Petunjuk Teknis; 3. Pihak Kedua harus melaksanakan pekerjaan dengan segala kemampuan untuk mencapai hasil optimal. Pasal 3 Hak dan Kewajiban 1. Pihak Pertama memiliki hak dan kewajiban: a. Mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh Pihak Kedua; b. Meminta laporan-laporan mengenai pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh Pihak Kedua; c. Membayar pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan aturan dan mekanisme pembayaran; 2. Pihak Kedua memiliki hak dan kewajiban: a. Melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik kepada PPK; b. Melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam Kontrak; c. Melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan secara cermat, akurat dan penuh tanggung jawab; d. Memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan PPK; Lampiran-lampiran 55
72 e. Menyerahkan laporan pekerjaan sesuai dengan jadwal pekerjaan yang telah ditetapkan dalam Kontrak. Pasal 4 Jangka Waktu Pelaksanaan 1. Pekerjaan Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren dilaksanakan dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari kalender dimulai sejak ditandatanganinya perjanjian ini; 2. Jangka waktu pelaksanaan dapat diperpanjang, atas persetujuan Pihak Pertama, didasarkan pada: Surat Permohonan Perpanjangan dari Pihak Kedua dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Pasal 5 Biaya Pekerjaan Biaya pekerjaan dalam pekerjaan ini adalah sebesar Rp... (disesuaikan Dokumen Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Pusat/ Kanwil/ Kankemenag). Pasal 6 Cara Pembayaran Biaya pekerjaan Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren akan dibayarkan, dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Tahap Pertama diberikan 70% dari keseluruhan anggaran atau senilai Rp... (disesuaikan Dokumen Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Pusat/Kanwil/Kankemenag), dengan ketentuan Pihak Kedua 56 Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
73 telah menenuhi persyaratan administrasi sebagaimana ketentuan di dalam Petunjuk Teknis; 2. Tahap Kedua dibayarkan 30% dari keseluruhan anggaran atau senilai Rp... (disesuaikan Dokumen Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Pusat/Kanwil/Kankemenag), apabila prestasi pekerjaan telah mencapai 50% sebagaimana ketentuan di dalam Petunjuk Teknis. Pasal 7 Penanggungan dan Risiko Pihak Kedua berkewajiban untuk melindungi, membebaskan, dan menanggung tanpa batas PPK beserta instansinya terhadap semua bentuk tuntutan, tanggungjawab, kewajiban, kehilangan, kerugian, denda, gugatan atau tuntutan hukum, proses pemeriksaan hukum, dan biaya yang dikenakan terhadap PPK beserta instansinya, sehubungan dengan klaim yang timbul dari hal-hal tuntutan sejak ditandatangani perjanjian ini. Pasal 8 Keadaan Memaksa (Force Majeure) 1. Yang dimaksud keadaan memaksa (Force Majeure) adalah peristiwa seperti: Bencana Alam (gempa bumi, tanah longsor, banjir), Kebakaran, Perang, Huru-hara, Pemogokan, Pemberontakan, dan Epidemi yang secara keseluruhan ada hubungan langsung dengan penyelesaian pekerjaan; 2. Apabila terjadi keterlambatan yang disebabkan pada pasal 8 nomor 1 di atas, maka kedua belah pihak setuju meninjau Surat Perjanjian dan pelaksanaan pekerjaan ini. Lampiran-lampiran 57
74 Pasal 9 Lain-Lain 1. Surat Perjanjian ini dianggap sah setelah ditandatangani oleh kedua belah pihak; 2. Surat Perjanjian ini dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak rangkap 3 (tiga) pada lembar pertama dan kedua ditandatangani di atas materai Rp ,- yang masing-masing mempunyai ketentuan hukum yang sama; 3. Hal-hal yang belum tercantum di dalam surat perjanjian ini akan ditentukan kemudian....(kota domisili)..., tgl/bln/tahun Pejabat Pembuat Komitmen, Pimpinan Pondok Pesantren, Materai 6000 Materai 6000 (...) (...) NIP 58 Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
75 Format 2: Contoh Jadwal Pelaksanaan JADWAL PELAKSANAAN BANTUAN PEMBANGUNAN ASRAMA PONDOK PESANTREN Nama Pondok Pesantren : Alamat : Desa/Kelurahan : Kecamatan : Kabupaten/Kota : Propinsi : Bulan Ke I II III (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) No Uraian Pekerjaan Lampiran-lampiran 59
76 Format 3: Contoh Kerangka Acuan Kerja (KAK) KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PEMBANGUNAN RUANG BELAJAR PENDIDIKAN PESANTREN (NAMA PONDOK PESANTREN) TAHUN ANGGARAN Latar Belakang Menerangkan tentang gambaran umum secara singkat pekerjaan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren yang akan dilaksanakan serta permasalahan yang dihadapi terkait dengan kebutuhan pekerjaan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren ini. 2. Maksud dan Tujuan a. Maksud Menerangkan tentang maksud dari pelaksanaan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren ini. b. Tujuan Menerangkan tentang tujuan dari pelaksanaan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren ini. 3. Target dan Sasaran a. Target Menerangkan tentang target yang ingin dicapai dari pelaksanaan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren ini. 60 Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
77 b. Sasaran Menerangkan tentang sasaran/penerima manfaat dari pelaksanaan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren ini. 4. Sumber Dana dan Perkiraan Biaya a. Sumber Dana Menerangkan tentang sumber dana untuk membiayai Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren ini. b. Perkiraan Biaya Menerangkan tentang perkiraan total biaya yang dibutuhkan untuk Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren ini. 5. Ruang Lingkup dan Lokasi Pekerjaan a. Ruang Lingkup Menerangkan tentang batasan dari pelaksanaan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren ini. b. Lokasi Pekerjaan Menerangkan tentang lokasi untuk Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren ini. 6. Jangka Waktu Pelaksanaan Menerangkan tentang jangka waktu pelaksanaan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren, yakni selama 90 (sembilan puluh) hari kalender, terhitung sejak tanggal. sampai dengan. termasuk waktu yang diperlukan untuk pemeliharaan pekerjaan (apabila diperlukan). Lampiran-lampiran 61
78 7. Acuan Kerja Menerangkan tentang acuan kerja Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren yang meliputi: a. Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren b. Rencana Anggaran Biaya (RAB) c. Foto Lokasi/Lahan yang Akan Dibangun d. Jadwal Pelaksanaan e. Lain-lain yang Diperlukan.., Pimpinan Pondok Pesantren,... (Nama Jelas) 62 Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
79 Format 4: Contoh Rencana Anggaran Biaya (RAB) KOP LEMBAGA PONDOK PESANTREN (DENGAN ALAMAT LENGKAP) RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) PEMBANGUNAN RUANG BELAJAR PENDIDIKAN PESANTREN (NAMA PONDOK PESANTREN) TAHUN ANGGARAN 2018 No Uraian Pekerjaan Volume Satuan Harga Satuan (Rp) Jumlah (Rp) (1) (2) (3) (4) (5) (6) I II III IV PEKERJAAN PERSIAPAN/PEMBERSIHAN LOKASI Dst Sub Total PEKERJAAN GALIAN DAN URUGAN Dst Sub Total PEKERJAAN PONDASI DAN BETON Dst Sub Total PEKERJAAN DINDING DAN PLESTERAN 1. Lampiran-lampiran 63
80 2. Dst Sub Total V PEKERJAAN ATAP DAN PLAFON Dst Sub Total VI PEKERJAAN KUSEN PINTU, JENDELA & KUNCI Dst Sub Total VII PEKERJAAN LANTAI Dst Sub Total VIII PEKERJAAN PENGECATAN Dst Sub Total IX PEKERJAAN FINISHING Dst Sub Total GRAND TOTAL 64 Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
81 .., Pimpinan Pondok Pesantren, Ketua Panitia Perencana,... (Nama Jelas)... (Nama Jelas) Lampiran-lampiran 65
82 Format 5: Contoh SK Kepanitiaan KOP LEMBAGA PONDOK PESANTREN (DENGAN ALAMAT LENGKAP) SURAT KEPUTUSAN PIMPINAN PONDOK PESANTREN (NAMA PONDOK PESANTREN) NOMOR:... TENTANG PENETAPAN PANITIA PEMBANGUNAN RUANG BELAJAR PENDIDIKAN PESANTREN (NAMA PONDOK PESANTREN) TAHUN ANGGARAN 2018 Bismillaahirrahmaanirrahiim Menimbang : 1. bahwa dalam rangka merealisasikan Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren dari Kementerian Agama RI, maka dibentuklah kepanitiaan; 2. bahwa untuk menunjang kelancaran dan akuntabilitas pelaksanaan bantuan tersebut perlu dibentuk Panitia Perencana, Panitia Pelaksana dan Panitia Pengawas. 66 Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
83 Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 20 tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional; 2. Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren, Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI, dan; 3. Hasil rapat pembentukan Panitia Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren. Memperhatikan : Hasil rapat Pimpinan Pondok Pesantren selaku Kelompok Masyarakat pada tanggal MEMUTUSKAN Menetapkan : Pertama Kedua Ketiga : Menetapkan Susunan Panitia Perencana, Panitia Pelaksana dan Panitia Pengawas Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren.(Nama Pondok Pesantren). Tahun Anggaran 2018 sebagaimana terlampir. : Panitia sebagaimana butir pertama di atas berfungsi sebagai perencana, pelaksana teknis dan pengawas pelaksanaan Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren Tahun Anggaran 2018; : Surat Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila di kemudian hari terdapat Lampiran-lampiran 67
84 kekeliruan, maka akan ditinjau ulang sebagaimana mestinya..., Pimpinan Pondok Pesantren,... (Nama Jelas) 68 Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
85 Lampiran 1 : Surat Keputusan Pimpinan Pondok Pesantren Nomor :.... Tanggal :.... SUSUNAN PANITIA PERENCANA PEMBANGUNAN RUANG BELAJAR PENDIDIKAN PESANTREN (NAMA PONDOK PESANTREN) TAHUN ANGGARAN 2018 NO NAMA JABATAN DALAM KEPANITIAAN 1 Ketua 2 Sekretaris 3 Anggota 4 Anggota 5 Anggota Pimpinan Pondok Pesantren,... (Nama Jelas) Lampiran-lampiran 69
86 Lampiran 2 : Surat Keputusan Pimpinan Pondok Pesantren Nomor :.... Tanggal :.... SUSUNAN PANITIA PELAKSANA PEMBANGUNAN RUANG BELAJAR PENDIDIKAN PESANTREN (NAMA PONDOK PESANTREN) TAHUN ANGGARAN 2018 NO NAMA JABATAN DALAM KEPANITIAAN 1 Ketua 2 Sekretaris 3 Bendahara 4 Anggota 5 Anggota 6 Anggota Pimpinan Pondok Pesantren,... (Nama Jelas) 70 Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
87 Lampiran 3 : Surat Keputusan Pimpinan Pondok Pesantren Nomor :.... Tanggal :.... SUSUNAN PANITIA PENGAWAS PEMBANGUNAN RUANG BELAJAR PENDIDIKAN PESANTREN (NAMA PONDOK PESANTREN) TAHUN ANGGARAN 2018 NO NAMA JABATAN DALAM KEPANITIAAN 1 Ketua 2 Sekretaris 3 Anggota 4 Anggota 5 Anggota Pimpinan Pondok Pesantren... (Nama Jelas) Lampiran-lampiran 71
88 Format 6: Contoh Laporan Progres Fisik Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren KOP LEMBAGA PONDOK PESANTREN (DENGAN ALAMAT LENGKAP) LAPORAN PROGRES FISIK BANTUAN PEMBANGUNAN RUANG BELAJAR PENDIDIKAN PESANTREN (NAMA PONDOK PESANTREN) TAHUN ANGGARAN 2018 No Jenis Pekerjaan Besar Anggaran Persentase Prestasi Pekerjaan 1 Biaya Bahan Bangunan Rp. 100% 2 Biaya Tukang Rp. 100% 3 Biaya Lain-lain Rp. 70% 70%.., Mengetahui: Pimpinan Pondok Pesantren, Ketua Panitia Pengawas,... (Nama Jelas)... (Nama Jelas) 72 Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
89 Contoh Form (07.A) Buku Kas Umum KOP LEMBAGA PONDOK PESANTREN (DENGAN ALAMAT LENGKAP) BUKU KAS UMUM BANTUAN PEMBANGUNAN RUANG BELAJAR PENDIDIKAN PESANTREN (NAMA PONDOK PESANTREN) TAHUN ANGGARAN 2018 No Tanggal Uraian Pengeluaran TOTAL Catatan: semua pengeluaran dilampirkan foto copynya.., Mengetahui: Bendahara Pelaksana, Ketua Panitia Pelaksana, (Nama Jelas) (Nama Jelas) Lampiran-lampiran 73
90 Contoh Form (07.B) Daftar Penerimaan Upah Tukang KOP LEMBAGA PONDOK PESANTREN (DENGAN ALAMAT LENGKAP) DAFTAR PENERIMAAN UPAH TUKANG Nama Kegiatan : Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren Nama Pondok Pesantren :. Tahun : 2018 No Nama Tukang Jabatan Lama Kerja Perhitungan Jumlah Yang Diterima Tanda Tangan 1 xxxxxxxxxx xxxxxxxxxx 30 hari 30 hari x = Rp xxxxxxxxxx xxxxxxxxxx 30 hari 30 hari x = Rp xxxxxxxxxx xxxxxxxxxx 30 hari 30 hari x = Rp xxxxxxxxxx xxxxxxxxxx 30 hari 30 hari x = Rp xxxxxxxxxx xxxxxxxxxx 30 hari 30 hari x = Rp JUMLAH Catatan: Semua pengeluaran disertakan foto copy-nya Mengetahui:.., Bendahara Pelaksana, Ketua Panitia Pelaksana, (Nama Jelas) (Nama Jelas) 74 Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
91 Format 8: Contoh Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan KOP LEMBAGA PONDOK PESANTREN (DENGAN ALAMAT LENGKAP) BERITA ACARA PEMERIKSAAN PEKERJAAN BANTUAN PEMBANGUNAN RUANG BELAJAR PENDIDIKAN PESANTREN TAHUN ANGGARAN 2018 Nomor : Pada hari ini...(hari)... tanggal...(tanggal)... bulan...(bulan)... tahun...(tahun)... telah dilaksanakan pemeriksaan pekerjaan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren di Pondok Pesantren...(nama pondok pesantren)... Hasil pengamatan dan pemeriksaan secara seksama, pekerjaan tersebut dinyatakan berjalan baik telah mencapai progress...%. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut maka Pondok Pesantren layak untuk mendapatkan anggaran senilai Rp.... (terbilang) Demikian berita acara ini dibuat dengan sesungguhnya, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagaimana mestinya..., Pimpinan Pondok Pesantren Ketua Panitia Pengawas... (Nama Jelas)... (Nama Jelas) Lampiran-lampiran 75
92 Format 9 : Contoh Laporan Kemajuan Penyelesaian Pekerjaan Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren KOP LEMBAGA PONDOK PESANTREN (DENGAN ALAMAT LENGKAP) LAPORAN KEMAJUAN PENYELESAIAN PEKERJAAN BANTUAN PEMBANGUNAN RUANG BELAJAR PENDIDIKAN PESANTREN (NAMA PONDOK PESANTREN) TAHUN ANGGARAN 2018 NOMOR... Pada hari ini... tanggal... bulan... tahun..., yang bertanda tangan di bawah ini: Nama :... Jabatan : Pimpinan Pondok Pesantren... Alamat :... dengan ini menyatakan sebagai berikut : Berdasarkan Surat Keputusan Nomor...(SK Penetapan Penerima Bantuan)... dan Perjanjian Kerja Sama Nomor... mendapatkan bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren dengan nilai bantuan sebesar Rp. (disesuaikan dengan jumlah bantuan). 76 Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
93 1. Sampai dengan tanggal..., kemajuan penyelesaian pekerjaan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren sebesar...%. 2. Apabila di kemudian hari, atas laporan penyelesaian pekerjaan yang telah dibuat mengakibatkan kerugian negara, maka saya bersedia untuk dituntut penggantian kerugian negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Demikian Laporan Kemajuan Penyelesaian Pekerjaan ini dibuat dengan sebenar-benarnya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. (tempat), (tanggal) (bulan) 2018 Pimpinan Pondok Pesantren, materai (...) Lampiran-lampiran 77
94 Format 10: Contoh Berita Acara Serah Terima KOP LEMBAGA PONDOK PESANTREN (DENGAN ALAMAT LENGKAP) BERITA ACARA SERAH TERIMA BANTUAN PEMBANGUNAN RUANG BELAJAR PENDIDIKAN PESANTREN TAHUN ANGGARAN 2018 Nomor : Pada hari ini...(hari)... tanggal...(tanggal)... bulan...(bulan)... tahun...(tahun)... yang bertanda tangan di bawah ini : 1. Nama :... Jabatan : Pimpinan Pondok Pesantren... Alamat :... yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KESATU 2. Nama :... NIP :... Jabatan : PPK Satker... Alamat :... yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan sebagai berikut : 1. PIHAK KESATU telah melaksanakan penyelesaian pekerjaan berupa Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren sesuai dengan Surat Keputusan Nomor...(SK Penetapan Penerima 78 Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
95 Bantuan)... dan Perjanjian Kerja Sama Nomor PIHAK KESATU telah menerima dana bantuan dari PIHAK KEDUA dan telah dipergunakan untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan Perjanjian Kerja Sama, dengan rincian sebagai berikut: a. Jumlah total dana yang telah diterima: Rp. (disesuaikan dengan jumlah bantuan). b. Jumlah total dana yang dipergunakan: Rp. (disesuaikan dengan jumlah penggunaan). c. Jumlah total sisa dana: Rp. (disesuaikan dengan jumlah sisa penggunaan). 3. PIHAK KESATU menyatakan bahwa bukti-bukti pengeluaran dana Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren sebesar Rp. (disesuaikan dengan jumlah bantuan) telah disimpan sesuai dengan ketentuan untuk kelengkapan administrasi dan keperluan pemeriksaan aparat pengawas fungsional. 4. PIHAK KESATU menyerahkan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima dari PIHAK KESATU berupa Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren dengan nilai sebesar Rp. (disesuaikan dengan jumlah bantuan). 5. PIHAK KESATU telah menyetorkan sisa dana bantuan ke Kas Negara sebesar Rp. (disesuaikan dengan jumlah sisa penggunaan) sebagaimana Bukti Penerimaan Negara (BPN) terlampir. Demikian Berita Acara Serah Terima ini dibuat dengan sebenarnya dan ditandatangani oleh Para Pihak pada hari ini dan tanggal tersebut di atas, untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. Lampiran-lampiran 79
96 PIHAK KESATU PIHAK KEDUA Pimpinan PPK Satker..., Pondok Pesantren... (Nama Jelas) (Nama Jelas) NIP. 80 Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren
97
Bantuan Rehabilitasi Asrama. Pondok Pesantren
Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren DIREKTORAT PENDIDIKAN DINIYAH DAN PONDOK PESANTREN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA RI TAHUN 2018 Bantuan Rehabilitasi Asrama Pondok Pesantren
Bantuan Pembangunan Asrama. Pondok Pesantren
Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren DIREKTORAT PENDIDIKAN DINIYAH DAN PONDOK PESANTREN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA RI TAHUN 2018 Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren
Pembangunan Ruang Belajar
Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Pesantren DIREKTORAT PENDIDIKAN DINIYAH DAN PONDOK PESANTREN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA RI TAHUN 2017 Petunjuk Teknis
Pembangunan Perpustakaan
Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Perpustakaan Pada Pondok Pesantren DIREKTORAT PENDIDIKAN DINIYAH DAN PONDOK PESANTREN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA RI TAHUN 2017 Petunjuk Teknis
Rehabilitasi Ruang Kelas
Petunjuk Teknis Bantuan Rehabilitasi Ruang Kelas Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren DIREKTORAT PENDIDIKAN DINIYAH DAN PONDOK PESANTREN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA RI
Petunjuk Teknis. Bantuan. Sarana dan Prasarana. Pondok Pesantren
Petunjuk Teknis Bantuan Sarana dan Prasarana Pondok Pesantren DIREKTORAT PENDIDIKAN DINIYAH DAN PONDOK PESANTREN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA RI TAHUN 2017 Petunjuk Teknis Bantuan
Pembangunan Ruang Belajar
Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Belajar Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren DIREKTORAT PENDIDIKAN DINIYAH DAN PONDOK PESANTREN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA RI
Petunjuk Teknis. Bantuan. Meubelair Asrama. Pondok Pesantren
Petunjuk Teknis Bantuan Meubelair Asrama Pondok Pesantren DIREKTORAT PENDIDIKAN DINIYAH DAN PONDOK PESANTREN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA RI TAHUN 2017 Petunjuk Teknis Bantuan
Petunjuk Teknis. Bantuan. Pembangunan MCK. pada Pondok Pesantren
Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan MCK pada Pondok Pesantren DIREKTORAT PENDIDIKAN DINIYAH DAN PONDOK PESANTREN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA RI TAHUN 2017 Petunjuk Teknis Bantuan
Insentif Guru/Ustadz
Petunjuk Teknis Bantuan Insentif Guru/Ustadz Madrasah Diniyah Takmiliyah DIREKTORAT PENDIDIKAN DINIYAH DAN PONDOK PESANTREN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA RI TAHUN 2017 Petunjuk
Petunjuk Teknis. Bantuan. Pembangunan Asrama. Pondok Pesantren
Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren DIREKTORAT PENDIDIKAN DINIYAH DAN PONDOK PESANTREN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA RI TAHUN 2016 KEMENTERIAN AGAMA DIREKTORAT
Petunjuk Teknis. Bantuan. Rehabilitasi. Pondok Pesantren
Petunjuk Teknis Bantuan Rehabilitasi Pondok Pesantren DIREKTORAT PENDIDIKAN DINIYAH DAN PONDOK PESANTREN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA RI TAHUN 2015 Petunjuk Teknis Bantuan Rehabilitasi
Madrasah Diniyah Takmiliyah Unggulan
Petunjuk Teknis Bantuan Madrasah Diniyah Takmiliyah Unggulan DIREKTORAT PENDIDIKAN DINIYAH DAN PONDOK PESANTREN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA RI TAHUN 2017 Petunjuk Teknis Bantuan
Asrama Pondok Pesantren
Petunjuk Teknis Bantuan Asrama Pondok Pesantren DIREKTORAT PENDIDIKAN DINIYAH DAN PONDOK PESANTREN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA RI TAHUN 2015 Petunjuk Teknis Bantuan Asrama Pondok
Petunjuk Teknis. Bantuan. Operasional. Pondok Pesantren
Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Pondok Pesantren DIREKTORAT PENDIDIKAN DINIYAH DAN PONDOK PESANTREN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA RI TAHUN 2015 Petunjuk Teknis Bantuan Operasional
PEMBANGUNAN PERPUSTAKAAN MADRASAH Untuk MI/MTs/MA. (Bantuan Pemerintah)
PEMBANGUNAN PERPUSTAKAAN MADRASAH Untuk MI/MTs/MA (Bantuan Pemerintah) DIREKTORAT PENDIDIKAN MADRASAH DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2015 PETUNJUK TEKNIS
Program Rehabilitasi Ruang Kelas Untuk MI/MTs/MA. (Bantuan Pemerintah)
Program Rehabilitasi Ruang Kelas Untuk MI/MTs/MA (Bantuan Pemerintah) DIREKTORAT PENDIDIKAN MADRASAH DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2015 PETUNJUK TEKNIS
Program Rehabilitasi Ruang Kelas Untuk Madrasah/RA/BA
Program Rehabilitasi Ruang Kelas Untuk Madrasah/RA/BA BANTUAN PEMERINTAH DIREKTORAT KURIKULUM, SARANA, KELEMBAGAAN DAN KESISWAAN MADRASAH DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK
Petunjuk Teknis. Pengelolaan Bantuan Insentif Guru. Pendidikan Al-Qurán
Petunjuk Teknis Pengelolaan Bantuan Insentif Guru Pendidikan Al-Qurán DIREKTORAT PENDIDIKAN DINIYAH DAN PONDOK PESANTREN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA RI TAHUN 2017 Petunjuk Teknis
Petunjuk Teknis. Bantuan. Halaqoh. Pendidikan Keagamaan
Petunjuk Teknis Bantuan Halaqoh Pendidikan Keagamaan DIREKTORAT PENDIDIKAN DINIYAH DAN PONDOK PESANTREN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA RI TAHUN 2015 Petunjuk Teknis Bantuan Halaqoh
Program Rehabilitasi Ruang Kelas Untuk MI/MTs/MA
Program Rehabilitasi Ruang Kelas Untuk MI/MTs/MA DIREKTORAT PENDIDIKAN MADRASAH DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2015 PETUNJUK TEKNIS REHABILITASI RUANG
Program Pembangunan Ruang Kelas Baru Untuk Madrasah/RA/BA
Program Pembangunan Ruang Kelas Baru Untuk Madrasah/RA/BA BANTUAN PEMERINTAH DIREKTORAT KURIKULUM, SARANA, KELEMBAGAAN DAN KESISWAAN MADRASAH DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK
PEMBANGUNAN PERPUSTAKAAN MADRASAH Untuk MI/MTs/MA. (Bantuan Pemerintah)
PEMBANGUNAN PERPUSTAKAAN MADRASAH Untuk MI/MTs/MA (Bantuan Pemerintah) DIREKTORAT PENDIDIKAN MADRASAH DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2016 PETUNJUK TEKNIS
SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 32 TAHUN 2011 TANGGAL 9 AGUSTUS 2011
SALINAN LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 32 TAHUN 2011 TANGGAL 9 AGUSTUS 2011 STANDAR DAN SPESIFIKASI TEKNIS REHABILITASI RUANG KELAS RUSAK, PEMBANGUNAN RUANG KELAS BARU BESERTA
2016, No Peraturan Menteri Keuangan Nomor 254/PMK.05/2015 tentang Belanja Bantuan Sosial Pada Kementerian Negara/Lembaga; Mengingat : 1. Undan
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.2147, 2016 KEMENKEU. Belanja Bantuan Sosial. K/L. Perubahan. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 228/PMK.05/2016 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI
Program Pembangunan Ruang Kelas Baru Untuk MI/MTs/MA
Program Pembangunan Ruang Kelas Baru Untuk MI/MTs/MA DIREKTORAT PENDIDIKAN MADRASAH DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2015 PETUNJUK TEKNIS PEMBANGUNAN RUANG
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KUASA PENGGUNA ANGGARAN SATUAN KERJA DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN,
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH Komplek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jl. Jenderal Sudirman, Senayan Jakarta 10270 Telp. 5725058, 57906195
DESKRIPSI PROGRAM BEASISWA PRESTASI TAHUN 2016
KATA PENGANTAR Puji Syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan kekuatan sehingga telah tersusun Petunjuk Teknis (Juknis) Bantuan Pemerintah untuk pembinaan SMK
PEDOMAN BANTUAN SOSIAL PENELITIAN ILMIAH
PEDOMAN BANTUAN SOSIAL PENELITIAN ILMIAH DIREKTORAT JENDERAL BIMBINGAN MASYARAKAT BUDDHA KEMENTERIAN AGAMA RI TAHUN 2014 KATA PENGANTAR Pedoman bantuan penelitian ini menjelaskan kebijakan pengelolaan
KERANGKA ACUAN KERJA ( KAK )
KERANGKA ACUAN KERJA ( KAK ) REHAB GEDUNG KANTOR YANG DIPINJAM PAKAI OLEH PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA DAN PEMERINTAH PUSAT KEPADA PEMERINTAH KOTA GUNUNGSITOLI (DAU-2017) BIDANG PERUMAHAN, PRASARANA,SARANA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TRENGGALEK,
BUPATI TRENGGALEK SALINAN PERATURAN BUPATI TRENGGALEK NOMOR 13 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN BELANJA BANTUAN UNTUK PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PERDESAAN TAHUN ANGGARAN 2014 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 34 TAHUN 2016 TENTANG
SALINAN BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 34 TAHUN 2016 TENTANG TATA CARA PENGELOLAAN BANTUAN KEUANGAN YANG BERSIFAT KHUSUS KEPADA PEMERINTAH DESA YANG BERSUMBER
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
No.563, 2012 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KEUANGAN. Belanja. Bantuan Sosial. Kementerian/Lembaga. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 81/PMK.05/2012 TENTANG BELANJA BANTUAN
2015, No perlu menetapkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tentang Bantuan Uang Muka Bagi Masyarakat Berpenghasilan Renda
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 1477, 2015 KEMENPU-PR. Aksesibilitas Kredit. Rumah Subsidi. Masyarakat Berpenghasilan Rendah. Bantuan. Uang Muka. PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
DESKRIPSI PROGRAM BANTUAN PAMERAN PRODUK KREATIF SISWA SMK BESERTA MITRA INDUSTRI
KATA PENGANTAR Puji Syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan kekuatan sehingga telah tersusun Petunjuk Teknis (Juknis) Bantuan Pemerintah untuk pembinaan SMK
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KUASA PENGGUNA ANGGARAN SATUAN KERJA DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN,
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH Komplek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jl. Jenderal Sudirman, Senayan Jakarta 10270 Telp. 5725058, 57906195
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 32 TAHUN 2011 TANGGAL 9 AGUSTUS 2011
LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 32 TAHUN 2011 TANGGAL 9 AGUSTUS 2011 PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) BIDANG PENDIDIKAN TAHUN ANGGARAN 2011 UNTUK SEKOLAH DASAR/SEKOLAH
DESKRIPSI PROGRAM BANTUAN PERALATAN E-PEMBELAJARAN. 2. NAMA PROGRAM : BANTUAN PERALATAN e-pembelajaran
KATA PENGANTAR Puji Syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan kekuatan sehingga telah tersusun Petunjuk Teknis (Juknis) Bantuan Pemerintah untuk pembinaan SMK
SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 194/PMK.05/2014 TENTANG
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 194/PMK.05/2014 TENTANG PELAKSANAAN ANGGARAN DALAM RANGKA PENYELESAIAN PEKERJAAN YANG TIDAK TERSELESAIKAN
PETUNJUK TEKNIS I. KETENTUAN UMUM
SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 74 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK TEKNIS
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
No.668, 2013 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT. Bantuan Prasarana. Sarana. Utilitas Umum. Perumahan Tapak. Petunjuk Pelaksanaan. PERATURAN MENTERI PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK
2017, No dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 173/PMK.05/2016; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.295, 2017 KEMEN-LHK. Penyaluran Bantuan Lainnya. Karakteristik Bantuan Pemerintah. Pedoman. Pencabutan. PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA
TENTANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURABAYA,
SALINAN PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 47 TAHUN 2012 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PEMBERIAN HIBAH KEPADA BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ILMU PELAYARAN (BP2IP) UNTUK BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN BAGI PESERTA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KUASA PENGGUNA ANGGARAN SATUAN KERJA DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN,
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH Komplek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jl. Jenderal Sudirman, Senayan Jakarta 10270 Telp. 5725058, 57906195
PERATURAN DEPUTI BIDANG PEMBIAYAAN KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH. NOMOR : 07 / Per / Dep.2 / XII /2016
1 KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA PERATURAN DEPUTI BIDANG PEMBIAYAAN KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH NOMOR : 07 / Per / Dep.2 / XII /2016 TENTANG
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR P.55/MenLHK/Setjen/Kum.1/6/2016 TENTANG PEDOMAN UMUM PENYALURAN BANTUAN LAINNYA YANG MEMILIKI KARAKTERISTIK BANTUAN PEMERINTAH
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KUASA PENGGUNA ANGGARAN SATUAN KERJA DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN,
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH Komplek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jl. Jenderal Sudirman, Senayan Jakarta 10270 Telp. 5725058, 57906195
SALINAN PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 45 TAHUN 2013
SALINAN PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 45 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PEMBERIAN BANTUAN SOSIAL DALAM BENTUK UANG KEPADA BADAN KESWADAYAAN MASYARAKAT DALAM RANGKA PELAKSANAAN PROGRAM NASIONAL
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KUASA PENGGUNA ANGGARAN SATUAN KERJA DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN,
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH Komplek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jl. Jenderal Sudirman, Senayan Jakarta 10270 Telp. 5725058, 57906195
2016, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tam
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.2135, 2016 KEMENPORA. Bantuan Pemerintah. Pedoman Umum. Juknis. Pencabutan. PERATURAN MENTERI PEMUDA DAN OLAHRAGA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN
DESKRIPSI PROGRAM BANTUAN BEASISWA PROGRAM KEAHLIAN KHUSUS TAHUN NAMA PROGRAM : BEASISWA PROGRAM KEAHLIAN KHUSUS
KATA PENGANTAR Puji Syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan kekuatan sehingga telah tersusun Petunjuk Teknis (Juknis) Bantuan Pemerintah untuk pembinaan SMK
2018, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 201
No.403, 2018 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENPU-PR. BSPS. Pencabutan. PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 07/PRT/M/2018 2018 TENTANG BANTUAN STIMULAN PERUMAHAN
SALINAN PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 81 TAHUN 2012
SALINAN PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 81 TAHUN 2012 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PEMBERIAN BANTUAN SOSIAL DALAM BENTUK UANG KEPADA BADAN KESWADAYAAN MASYARAKAT DALAM RANGKA PELAKSANAAN PROGRAM NASIONAL
BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PATI NOMOR 49 TAHUN 2017 TENTANG
SALINAN BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PATI NOMOR 49 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN TATA CARA PEMBERIAN, PENYALURAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN BANTUAN KEUANGAN KHUSUS KEPADA PEMERINTAH DESA
BUPATI BLORA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI BLORA NOMOR 2 TAHUN 2017
BUPATI BLORA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI BLORA NOMOR 2 TAHUN 2017 TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH YANG BERSUMBER DARI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA
DESKRIPSI PROGRAM BEASISWA KEWIRAUSAHAAN SISWA SMK TAHUN KODE JUKNIS : 28-PS NAMA PROGRAM : BEASISWA KEWIRAUSAHAAN SISWA SMK
KATA PENGANTAR Puji Syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan kekuatan sehingga telah tersusun Petunjuk Teknis (Juknis) Bantuan Pemerintah untuk pembinaan SMK
BAB 8 RENCANA ANGGARAN BIAYA
BAB 8 RENCANA ANGGARAN BIAYA 8.1. Rencana Anggaran Biaya (RAB) Rencana anggaran biaya (RAB) adalah tolok ukur dalam perencanaan pembangunan,baik ruma htinggal,ruko,rukan maupun gedung lainya. Dengan RAB
PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2017 TENTANG REHABILITASI SOSIAL RUMAH TIDAK LAYAK HUNI DAN SARANA PRASARANA LINGKUNGAN
PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2017 TENTANG REHABILITASI SOSIAL RUMAH TIDAK LAYAK HUNI DAN SARANA PRASARANA LINGKUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI SOSIAL REPUBLIK
2017, No d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuang
No.1646, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENKEU. Dana Cadangan JKN. Penyediaan, Pencairan, dan Pertanggungjawaban. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 167 /PMK.02/2017 TENTANG TATA
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 34 /PB/2008 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA PROGRAM
PERATURAN KUASA PENGGUNAANGGARAN SATUAN KERJA DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN,
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH Jalan Jenderal Sudirman, Gedung E Lantai 12 13, Senayan, Jakarta 10270 Telepon (021) 5725477 (Hunting), 5725471-74
TENTANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURABAYA,
SALINAN PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 44 TAHUN 2012 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PEMBERIAN HIBAH KEPADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN TEKNIK PAL SURABAYA UNTUK BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN BAGI PESERTA DIDIK YANG
2013, No
2013, No.834 8 LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 74 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK
2016, No menetapkan Pedoman Umum Pemberian dan Pengelolaan Bantuan di Lingkup Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak; Menging
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.940, 2016 KEMENPP-PA. Bantuan. Pemberian dan Pengelolaan. Pedoman. PERATURAN MENTERI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2016
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KUASA PENGGUNA ANGGARAN SATUAN KERJA DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN,
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH Komplek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jl. Jenderal Sudirman, Senayan Jakarta 10270 Telp. 5725058, 57906195
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KUASA PENGGUNA ANGGARAN SATUAN KERJA DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN,
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH Jalan Jenderal Sudirman, Gedung E Lantai 12 13, Senayan, Jakarta 10270 Telepon (021) 5725477 (Hunting), 5725471-74
BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 28 TAHUN 2017 TENTANG
SALINAN BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 28 TAHUN 2017 TENTANG TATA CARA PEMBAGIAN DAN PENETAPAN RINCIAN DANA DESA DI KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN ANGGARAN 2017
WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR
SALINAN WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 60 TAHUN 2014 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PEMBERIAN BANTUAN SOSIAL DALAM BENTUK UANG KEPADA BADAN KESWADAYAAN MASYARAKAT DALAM
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 14 /PB/2008 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA BANTUAN
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN UMUM MEKANISME PELAKSANAAN ANGGARAN BANTUAN PEMERINTAH DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN SOSIAL TAHUN 2018 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.953, 2015 KEMENSETNEG. Hibah. Pengelolaan. PERATURAN MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG PENGELOLAAN HIBAH DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN
BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PATI NOMOR 16 TAHUN 2017 TENTANG
SALINAN BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PATI NOMOR 16 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PEMBERIAN, PENYALURAN, DAN PERTANGGUNGJAWABAN BANTUAN KEUANGAN PEMERINTAH KABUPATEN PATI KEPADA
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 43 /PB/2007 TENTANG PETUNJUK PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA PROGRAM KELUARGA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KUASA PENGGUNA ANGGARAN SATUAN KERJA DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN,
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH Komplek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jl. Jenderal Sudirman, Senayan Jakarta 10270 Telp. 5725058, 57906195
DESKRIPSI PROGRAM BANTUAN PENYEDIAAN PERALATAN, BAHAN, DAN KELENGKAPAN LAINNYA UNTUK LKS TAHUN 2016
KATA PENGANTAR Puji Syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan kekuatan sehingga telah tersusun Petunjuk Teknis (Juknis) Bantuan Pemerintah untuk pembinaan SMK
BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO
BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO NOMOR : 37 TAHUN : 2015 PERATURAN BUPATI KULON PROGO NOMOR 36 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN REHABILITASI SOSIAL RUMAH TIDAK LAYAK HUNI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
PERATURANMENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 42/PRT/M/2015 TENTANG
PERATURANMENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 42/PRT/M/2015 TENTANG BANTUAN UANG MUKA BAGI MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH UNTUK MENINGKATKAN AKSESIBILITAS KREDIT/PEMBIAYAAN
Program Rehabilitasi Ruang Kelas Untuk MI/MTs/MA. (Bantuan Pemerintah)
Program Rehabilitasi Ruang Kelas Untuk MI/MTs/MA (Bantuan Pemerintah) DIREKTORAT PENDIDIKAN MADRASAH DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2016 PETUNJUK TEKNIS
SALINAN PERATURAN BUPATI PEKALONGAN NOMOR 76 TAHUN 2012 TENTANG
SALINAN PERATURAN BUPATI PEKALONGAN NOMOR 76 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN BUPATI PEKALONGAN NOMOR 44 TAHUN 2011 TENTANG SISTEM DAN PROSEDUR PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN
DESKRIPSI PROGRAM BANTUAN REHABILITASI GEDUNG SMK TAHUN 2016
KATA PENGANTAR Puji Syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan kekuatan sehingga telah tersusun Petunjuk Teknis (Juknis) Bantuan Pemerintah untuk pembinaan SMK
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH Komplek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jl. Jenderal Sudirman, Senayan Jakarta 10270 Telp. 5725058, 57906195
PEDOMAN BANTUAN SOSIAL PROGRAM BEASISWA MAHASISWA MISKIN
PEDOMAN BANTUAN SOSIAL PROGRAM BEASISWA MAHASISWA MISKIN DIREKTORAT JENDERAL BIMBINGAN MASYARAKAT BUDDHA KEMENTERIAN AGAMA RI TAHUN 2014 KATA PENGANTAR Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KUASA PENGGUNA ANGGARAN SATUAN KERJA DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN,
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH Komplek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jl. Jenderal Sudirman, Senayan Jakarta 10270 Telp. 5725058, 57906195
2016, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tam
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 674, 2016 KEMENPORA. Bantuan. Pengelolaan dan Pertanggungjawaban. PERATURAN MENTERI PEMUDA DAN OLAHRAGA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN UMUM
KATA SAMBUTAN Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan DIKMAS) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
KATA SAMBUTAN Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan DIKMAS) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL REPUBLIK INDONESIA,
SALINAN PERATURAN BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL NOMOR 15 TAHUN 2017 TENTANG PELIMPAHAN DAN PEDOMAN PENYELENGGARAAN DEKONSENTRASI BIDANG PENGENDALIAN PELAKSANAAN PENANAMAN MODAL TAHUN ANGGARAN 2018 DENGAN
BUPATI LOMBOK TIMUR PERATURAN BUPATI LOMBOK TIMUR NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PENATAAN DAN RELOKASI PERUMAHAN MASYARAKAT
SALINAN BUPATI LOMBOK TIMUR PERATURAN BUPATI LOMBOK TIMUR NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PENATAAN DAN RELOKASI PERUMAHAN MASYARAKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LOMBOK TIMUR,
2 Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lemba
No.1210, 2014 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMEN KKP. Tunjangan Kinerja. Pembayaran. Tata Cara. PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37/PERMEN-KP/2014 TENTANG TATA CARA
PETUNJUK TEKNIS I. KETENTUAN UMUM
SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DAK BIDANG PENDIDIKAN MENENGAH TAHUN ANGGARAN 2013 I. KETENTUAN UMUM
PROPOSAL PENGEMBANGAN SMK PEMBANGUNAN UNIT SEKOLAH BARU (USB) SMK SMK...
PROPOSAL PENGEMBANGAN SMK PEMBANGUNAN UNIT SEKOLAH BARU (USB) SMK SMK................. TAHUN 2015 PAKET KEAHLIAN :............................................................................ PEMERINTAH
BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 42 TAHUN 2016 TENTANG
BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 42 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PROGRAM GERAKAN BERSAMA RAKYAT ATASI KAWASAN PADAT, KUMUH, DAN MISKIN DI KABUPATEN TANGERANG
BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 13 TAHUN 2017 TENTANG
SALINAN BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 13 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN UMUM BANTUAN SOSIAL KEGIATAN REHABILITASI RUMAH TIDAK LAYAK HUNI DI KABUPATEN PURBALINGGA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KUASA PENGGUNA ANGGARAN SATUAN KERJA DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN,
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH Jalan Jenderal Sudirman, Gedung E Lantai 12 13, Senayan, Jakarta 10270 Telepon (021) 5725477 (Hunting), 5725471-74
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KUASA PENGGUNA ANGGARAN SATUAN KERJA DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN,
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH Jalan Jenderal Sudirman, Gedung E Lantai 12 13, Senayan, Jakarta 10270 Telepon (021) 5725477 (Hunting), 5725471-74
2017, No untuk pembangunan bendungan serta sejalan dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 21/PMK.06/2017 tentang Tata Cara Pendanaan Pengadaan
No.611, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENPU-PR. Penggunaan Dana Badan Usaha Terlebih Dahulu. Pengadaan Tanah bagi Pembangunan Bendungan. PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
BUPATI BLORA PERATURAN BUPATI BLORA NOMOR 8A TAHUN 2012 TENTANG
BUPATI BLORA PERATURAN BUPATI BLORA NOMOR 8A TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENGANGGARAN, PELAKSANAAN DAN PENATAUSAHAAN, PERTANGGUNGJAWABAN DAN PELAPORAN SERTA MONITORING DAN EVALUASI HIBAH DI KABUPATEN
PERATURAN KUASA PENGGUNA ANGGARAN SATUAN KERJA DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN,
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH Jalan Jenderal Sudirman, Gedung E Lantai 12 13, Senayan, Jakarta 10270 Telepon (021) 5725477 (Hunting), 5725471-74
BUPATI MALANG PROVINSI JAWA TIMUR
1 BUPATI MALANG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 35 TAHUN 2017 TENTANG PERUBAHAN KETIGA ATAS PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 21 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN ALOKASI DANA DESA DENGAN
DESKRIPSI PROGRAM BANTUAN PERALATAN PRAKTIK SISWA SMK TAHUN 2016
KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan kekuatan sehingga telah tersusun Petunjuk Teknis (Juknis) Bantuan Pemerintah untuk pembinaan SMK
PERATURAN KUASA PENGGUNA ANGGARAN SATUAN KERJA DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN,
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH Jalan Jenderal Sudirman, Gedung E Lantai 12 13, Senayan, Jakarta 10270 Telepon (021) 5725477 (Hunting), 5725471-74
