KATA PENGANTAR DAFTAR ISI. Assalamualaikum Wr. Wb.

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "KATA PENGANTAR DAFTAR ISI. Assalamualaikum Wr. Wb."

Transkripsi

1

2 KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr. Wb. Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah S.W.T yang telah memberikan rahmat dan hidayah-nya sehingga Rancangan Rencana Kerja (RENJA) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pinti Provinsi Riau Tahun 28. Penyusunan Rancangan Rencana Kerja (RENJA) ini merupakan upaya merupakan dokumen perencanaan kinerja dari tahapan pelaksanaan Revisi Renstra Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Propvinsi Riau Tahun 27-29, yang disusun melalui rangkaian mekanisme dan pembahasan, yaitu pembahasan ditingkat TAPD Provinsi yang dituangkan dalam Forum Satuan Kerja Perangkat Daerah (FORUM-SKPD) Tahun 27. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan Rancangan Rencana Kerja (RENJA) Tahun 27 ini belum secara sempurna terselesaikan seperti yang diharapkan, namun setidaknya dapat memberikan gambaran tentang rencana kinerja yang akan dicapai oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Propvinsi Riau pada Tahun Anggaran 28. Pada kesempatan ini disampaikan kepada seluruh aparatur Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Propvinsi Riau yang terlibat dalam penyusunan Rancangan Rencana Kerja (RENJA) Tahun 28 ini Saya ucapkan terima kasih. Semoga upaya yang telah dilakukan mendapat Rahmat dan Hidayah dari Allah S.W.T dan dapat mewujudkan perencanaan yang baik pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Propvinsi Riau di masa yang akan datang. Wassalammualaikum Wr. Wb. Pekanbaru, Juni 27 KEPALA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU PROVINSI RIAU EVAREFITA, SE, M.Si Pembina Utama Muda NIP DAFTAR ISI i

3 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI Ii BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang..2. Landasan Hukum Maksud dan Tujuan Sistematika Penulisan... 7 BAB II EVALUASI KINERJA BP2T PROVINSI RIAU TAHUN Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun 25 dan Capaian Renstra SKPD Analisis Kinerja Pelayanan SKPD Isu Penting Penyelenggaran Tugas dan Fungsi SKPD Review Terhadap Rancangan Awal RKPD... 9 BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional Tujuan dan Sasaran Renja DPMPTSP Provinsi Riau Tahun Program dan Kegiatan DPMPTSP Provinsi Riau BAB IV PENUTUP ii

4 BAB I. PENDAHULUAN. LATAR BELAKANG Perencanaan pembangunan daerah merupakan proses penyusunan tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan di dalamnya, guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya yang ada dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial dalam suatu lingkungan wilayah/daerah dalam jangka waktu tertentu. Dokumen Perencanaan Pembangunan Jangka Menengah Daerah terdiri atas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Strategis SKPD (Renstra SKPD). Penyusunan dokumen RPJMD dikoordinasikan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), sedangkan penyusunan Renstra SKPD disusun oleh SKPD sesuai dengan tugas dan kewenangannya. Rencana Kinerja Tahunan (RKT) merupakan proses penetapan kegiatan tahunan dan indikator kinerja berdasarkan program, kebijakan, dan sasaran yang ditetapkan dalam Rencana Strategis (Renstra). Penyusunan dokumen RKT memperhatikan hasil evaluasi pelaksanaan kinerja SKPD tahun sebelumnya dalam rangka pencapaian rencana strategis juga memperhatikan dokumen perencanaan dan penganggaran daerah lainnya yaitu dokumen Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Riau Tahun 28 dan dokumen Rencana Kerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau Tahun 28.

5 Rencana Kinerja Tahunan Dinas Penanaman Modal Dan pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Riau Tahun 28 merupakan dokumen perencanaan kinerja dari tahapan pelaksanaan Revisi Renstra Dinas Penanaman Modal Dan pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Riau Tahun 27-29, yang disusun melalui rangkaian mekanisme dan pembahasan, yaitu pembahasan ditingkat Provinsi pada Forum Gabungan Satuan Kerja Perangkat Daerah (FORUM-SKPD) untuk membahas rencana kerja Pemerintah Daerah Tahun 28 hingga pembahasan-pembahasan teknis yang dilakukan antara SKPD dengan TAPD untuk penajaman program dan kegiatan yang dianggap prioritas. Secara hierarki penyusunan rencana kerja SKPD merupakan produk dasar bagi penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah yang merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, diserasikan dengan rencana Kerja Pemerintah dan menjadi pedoman dalam penyusunan Rencana Anggaran Pembangunan Belanja Daerah (RAPBD). Renja SKPD mempunyai kedudukan yang strategis, yaitu menjembatani antara perencanaan strategis jangka menengah dengan perencanaan dan penganggaran tahunan..2 LANDASAN HUKUM Rencana Kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayana Terpadu Satu Pintu Provinsi Riau Tahun 28 disusun dengan memperhatikan dan berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu : (Masukkan Lembaran Negara)

6 . Undang-undang Republik Indonesia Nomor Tahun 958 tentang Pembentukan Daerah Swatantra Tingkat I Sumatera Barat, Jambi, dan Riau; 2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Koprupsi, Kolusi, dan Nepotisme; 3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 23 tentang Keuangan Negara; 4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 24 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional; 5. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 24 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah;. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 27 tentang Penanaman Modal; 7. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 24 tentang Pemerintahan Daerah; 8. Undang-undang Nomor 32 Tahun 24 tentang Rencana Kinerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Riau Tahun 25; 9. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah;. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 27 tentang Pembagian Urusan Pemerintah antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota;

7 . Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 28 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 29 tentang Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Bidang Penanaman Modal; 3. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 59 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; 4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu; 5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 28 tentang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelayanan Terpadu di Daerah;. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 54 Tahun 2 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah No 8 Tahun 28 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah 7. Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Nomor 239/IX//8/23 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah; 8. Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 2 Tahun 28 tentang Urusan Pemerintah Yang Menjadi Kewenangan Daerah Provinsi Riau;

8 9. Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 4 Tahun 28 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah Provinsi Riau; 2. Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 9 Tahun 29 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Provinsi Riau Tahun ; 2. Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 9 Tahun 23 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Riau Tahun 24-29; 22. Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 3 Tahun 24 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, dan Lembaga Teknis Daerah Provinsi Riau; 23. Peraturan Gubernur Riau Nomor 42 Tahun 25 tentang Rincian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau; 24. Peraturan Gubernur Nomor 3 Tahun 25 tentang Rencana Kerja Pembangunan Daerah Provinsi Riau Tahun 2 (Lembar Daerah Provinsi Riau Tahun 25 Nomor 3). 25. Peraturan Gubernur Riau Nomor 23 Tahun 2 tentang Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Riau Tahun 27; 2. Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2 tentang Pembentukkan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Riau. 27. Peraturan Gubernur Riau Nomor 3 Tahun 27 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Riau Tahuin 28

9 .3 MAKSUD DAN TUJUAN A. Maksud Maksud penyusunan Rencana Kerja (RENJA) Dinas Penanaman Modal Dan pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Riau Tahun 28 adalah untuk dapat dijadikan pedoman dalam melaksanakan program/kegiatan di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau selama satu tahun dalam mendukung pencapaian prioritas pembangunan tahun 28. B. Tujuan Tujuan disusunnya Rencana Kerja (RENJA) Dinas Penanaman Modal Dan pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Riau Tahun 28 adalah untuk :. Membentuk kesepakatan bersama di lingkungan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau mengenai kinerja yang ditargetkan untuk dicapai pada Tahun Sebagai acuan dalam evaluasi kinerja dan dasar dalam pengukuran capaian kinerja Tahun Sebagai acauan dalam penyususunan RKA tahun anggaran 28.

10 .4 SISTEMATIKA PENULISAN Sistematika penyajian Rencana Kinerja Dinas Penanaman Modal Dan pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Riau Tahun 28 dibagi dalam beberapa bab dan lampiran. Uraian singkat masing-masing bab adalah sebagai berikut: Bab I Pendahuluan Memuat latar belakang, maksud, tujuan dan manfaat, landasan hukum, kedudukan, tugas pokok dan fungsi, serta sistematika penulisan. Bab II Evaluasi Kinerja Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau Tahun 2 (N-2) Memuat uraian tentang hasil evaluasi kinerja Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Tahun 2 berdasarkan pelaksanaan tugas dan fungsi serta program dan kegiatan tahun 2. Bab III Tujuan, Sasaran, Program dan Kegiatan Memuat Tujuan dan Sasaran Renja SKPD. Bab IV Penutup Memuat hubungan rancana kinerja dalam siklus sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dan dokumen perencanaan, serta kaedah pelaksanaan

11 BAB II EVALUASI KINERJA BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU PROVINSI RIAU DAN BADAN PENANAMAN MODAL DAN PROMOSI DAERAH TAHUN 2 (N-2) 2.. Evaluasi Pelaksanaan Renja BP2T Tahun 2 dan Capaian Renstra BP2T Evaluasi pelaksanaan kinerja dilakukan terhadap pelaksanaan Rencana Kerja (RENJA) Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau Tahun 2. Berkaitan dengan sedang sudah disusunya Revisi Renstra Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Riau Tahun dan mempertimbangkan bahwa Rencana Kerja (RENJA) Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau Tahun 2 merupakan Rencana Kerja tahun ke Dua dalam periode tersebut, maka berdasarkan Permendagri Nomor 54 Tahun 2, pengisian tabel tentang Rekapitulasi Hasil Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau s/d tahun berjalan hanya mencantumkan program/kegiatan, indikator kinerja program serta target akhir periode Renstra SKPD Tahun 29. Pencapaian kinerja kegiatan yang menjadi indikator kinerja utama Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau

12 dicapai melalui program dan kegiatan yang uraiannya evaluasinya dapat dilihat pada Tabel 2..

13 EVALUASI HASIL RENJA SKPD PROVINSI BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU PROVINSI RIAU Periode Pelaksanaan : 2 asaran RKPD yang akan dicapai dalam Renja SKPD : : Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau N o Kode Urusan / Bidang Urusan Pemerintahan Daerah dan Program / Kegiatan Indikator Kinerja Program (Outcome)/ Kegiatan (Output) Target Renstra SKPD pada Tahun 28 Target Kinerja dan Anggaran Renja SKPD Tahun 25 Target Kinerja dan Anggaran Renja SKPD Tahun 2 Realisasi Kinerja Pada Triwulan I II III IV Realisasi Capai dan Anggara SKPD Tahu ( ) (2) (3) (4) (5) () (7) (8) (9) () () (2) = 8+9+ k K Rp K Rp K Rp k K Rp K Rp K Rp K Rp K k 2 NON URUSAN 2 PROGRAM PELAYANAN ADMINISTRASI PERKANTORAN Terlaksananya Pelayanan Administrasi Perkantoran BP2T Provinsi Riau 2 Kegiatan : Penyediaan jasa surat menyurat Tersedianya Layanan Surat Menyurat Tahun Tahun, ,2 5.5., , Tahun 2 2 Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik Tersedianya Fasilitas Kantor dan Sarana Komunikasi Informasi Tahun Tahun, , , , Tahun Penyediaan Alat tulis Kantor Penyediaan barang cetakan dan penggandaan 3 Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor Tersedianya Alat Tulis Kantor Jenis 45 Tersedianya Barang Cetakan dan Penggandaan Jenis 22 Tersedianya Peralatan dan Perlengkapan Keperluan Kantor Unit Jenis Jenis Unit Jenis Jenis Unit

14 2 5 Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundangundangan Tersedianya Bahan Bacaan (Surat Kabar/Majalah, Buku Ilmu Pengetahuan Umum dan Buku Peraturan Perundang - undangan) Jenis Jenis Jenis Penyediaan Makanan dan Minuman Tersedianya Makanan dan Minuman Keperluan Kantor dan Pelayanan Tahun Tahun, , , , Tahun Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi Keluar Daerah Terlaksananya Koordinasi dan Konsultasi Dalam Pelaksanaan Tugas Tahun Tahun, , , , Tahun 2 Rata - rata Capaian Kin PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR Kegiatan : 23 Pemeliharaan Rutin/Berkala Mobil Jabatan TersedianyaSDA yang Berkualitas Terpeliharanya Mobil Jabatan dan Kendaraan Operasional Kantor dengan baik Unit Unit Unit Predikat Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor Terpeliharanya Peralatan Gedung Kantor dengan baik Jenis Jenis Jenis PROGRAM PENINGKATAN DISIPLIN APARATUR Terwujudnya Pegawai BP2T Provinsi Riau yang Disiplin Rata - rata Capaian Kin Predikat Kegiatan :

15 Predikat Kami siap melayani dengan CERIA Pengadaan Pakaian Khusus Hari-hari Tertentu Tersedianya Pakaian Khusus Hari - hari Tertentu bagi Pegawai BP2T Provinsi Riau Jenis Jenis Jenis Pembinaan Fisik dan Mental Aparatur Tersedianya Pembinaan Mental dan Fisik Aparatur bagi PNS BP2T Provinsi Riau Jenis Jenis Jenis 2 3 Rata - rata Capaian Kin PROGRAM PENINGKATAN KAPASITAS SUMBER DAYA APARATUR Kegiatan : 42 Diklat Fungsional Teknis Tersedianya SDA yang Berkualitas Tersedianya PNS yang Handal dalam Mengikuti Bimtek, Workshop, Diklat dsb Org Tahun Pendidikan dan Pelatihan Formal Tersedianya PNS yang Handal dalam Mengikuti Bimtek, Workshop, Diklat dsb Org org org Peningkatan dan Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Terselenggaranya Kegiatan Pelatihan Aparatur Pelayanan Pelatih an Pelatih an Paltiha n PROGRAM PENINGKATAN PENGEMBANGA N SISTEM PELAPORAN CAPAIAN KINERJA DAN KEUANGAN Kegiatan : Terwujudnya Pengelolaan Keuangan dan Kinerja Instansi yang Akuntabel Rata - rata Capaian Kin Predikat

16 2 Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD Tersusunnya Dokumen LAKIP BP2T Provinsi Riau dan Dokumen Laporan Realisasi Fisik dan Keuangan BP2T Provinsi Riau Dokum en Dokum en Dokum en Penyusunan Laporan Keuangan Semesteran Tersusunnya Laporan Keuangan Semesteran BP2T Provinsi Riau Dokum en Dokum en Dokum en 2 4 Penyusunan Laporan Keuangan Akhir Tahun Tersusunnya Laporan Keuangan Akhir Tahun BP2T Provinsi Riau Dokum en Dokum en Dokum en 2 5 Penyusunan Revisi RENSTRA BP2T Provinsi Riau Tersusunnya Revisi Dokumen RENSTRA BP2T Provinsi Riau Dokum en Dokum en Dokum en vcyhuy Tersusunnya Dokumen Rencana Program dan Kegiatan BP2T Provinsi Riau Dokum en Dokum en dokum en 3 7 Rata - rata Capaian Kin PROGRAM PENINGKATAN PROMOSI DAN KERJASAMA INVESTASI Kegiatan : Peningkatan Sistem Informasi/Publik asi Tentang Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan Provinsi 2 Sosialisasi, Promosi, dan Publikasi Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan Meningkatmya Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan terwujudnya Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi Tersedianya Media Informasi tentang Perizinan dan Non Perizinan Paket Paket 33.. Jenis 2 Jenis Paket Jenis Aplika si Jenis Media Inform asi Aplika si Jenis Media Inform asi Predikat Koordinasi Teknis Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan Terkoordinasinya Penerbitan Perizinan dan Non Perizinan Kab/Ko ta Kab/Ko ta Kab/Ko ta 2 2

17 2 5 4 Penerapan dan Pengendalian Manejemen Mutu Pelayanan Terukurnya Mutu Pelayanan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau Lapora n Lapora n Lapora n Pembuatan Data Survey Perizinan dan Non Perizinan Berbasis SIG Terukurnya Mutu Pelayanan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau Paket Paket paket Rata - rata Capaian Kin 7 2 PROGRAM PENINGKATAN IKLIM INVESTASI DAN REALISASI INVESTASI Kegiatan : Meningkanya Akuntabilitas Perizinan dan Non Perizinan.. Predikat 2 2 Peningkatan Kinerja Tim Teknis Perizinan dan Non Perizinan Optimalisasi Koordinasi Tim Teknis Survey Perizinan dan Non Perizinan Lapora n Lapora n 85.. Lapora n BAP BAP 2 3 Inventarisasi dan Verifikasi Perizinan dan Non Perizinan Tersedianya Laporan Hasil Inventarisasi dan Verifikasi Perizinan dan Non Perizinan Lapora n kab/kot a Tahun Monitoring dan Evaluasi Penerbitan Perizinan dan Non Perizinan Monitoring dan Evaluasi Penerbitan Perizinan dan Non Perizinan Lapora n 2 Lapor an Lapora n Lapora n Monev Lapor an Mone v 2 5 Rapat Koordinasi Pelayanan Terpadu Satu Pintu Se- Provinsi Riau Terlaksananya Rapat Koordinasi Pelayanan Terpadu Kabupaten/Kota se Provinsi Riau Lapora n Lapora n Lapora n 2

18 2 2 2 Penyusunan Dokumen Ketatalaksanaan Pelayanan Terpadu Tersedianya Standar Operasional Prosedur Perizinan dan Non Perizinan Dokum en SOP damn Dokum en SP Monitoring dan Evaluasi Kelembagaan PTSP Se- Provinsi Riau Terlaksananya Evaluasi dan Monitoring Kelembagaan PTSP se-provinsi Riau - 2 Lapor an Kab/K ota Pengelolaan Penanganan Pengaduan Perizinan dan Non Perizinan Terlaksananya Koordinasi Penanganan Pengaduan Perizinan dan Non Perizinan Lapora n lapora n 4.. laporan Org 2 Pak et Org 2 Paket Org 2 Paket - Rata - rata Capaian Kin JUMLAH ANGGARAN DAN REALISASI DARI SELURUH PROGRAM Predikat ####### ### 4 TOTAL RATA - RATA CAPAIAN KINERJA DAN ANGGARAN DARI SELURUH PROGRAM (PROGRAM s.d PROG Faktor Pendorong Keberhasilan Kinerja : Faktor Penghambat Pencapaian Kinerja : Tindak Lanjut yang Diperlukan dalam Triwulan Berikutnya : Tindak Lanjut yang Diperlukan dalam Renja SKPD Tahun Berikutnya : PREDIKAT KINERJA DARI SELURUH PROGRAM (PROGRAM s.d PROG

19 2..2 Evaluasi Pelaksanaan Renja BPMPD Tahun 2 dan Capaian Renstra BPMPD Evaluasi pelaksanaan kinerja dilakukan terhadap pelaksanaan Rencana Kerja (RENJA) Badan Penanaman Modal Promosi Daerah Provinsi Riau Tahun 2. Berkaitan dengan sedang disusunnya Renstra SKPD Badan Penanaman Modal Promosi Daerah Provinsi Riau Tahun Tahun dan mempertimbangkan bahwa Rencana Kerja (R ENJA) Badan Penanaman Modal Promosi Daerah Provinsi Riau Tahun 2 merupakan Rencana Kerja tahun ke tiga dalam periode tersebut, maka berdasarkan Permendagri Nomor 54 Tahun 2, pengisian tabel tentang Rekapitulasi Hasil Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau s/d tahun berjalan hanya mencantumkan program/kegiatan, indikator kinerja program serta target akhir periode Renstra SKPD Tahun 29. Pencapaian kinerja kegiatan yang menjadi indikator kinerja utama Badan Penanaman Modal Promosi Daerah Provinsi Riau dicapai melalui program dan kegiatan yang uraiannya evaluasinya dapat dilihat pada Tabel :

20

21

22 2.2. ANALISA KINERJA PELAYANAN SKPD A. Pendapatan Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi serta kewenangannya, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau tidak memiliki anggaran pendapatan. B. Belanja Pada Tahun Anggaran 2, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau dialokasikan anggaran sebesar Rp , yang terdiri dari Belanja Tidak Langsung sebesar Rp , dan Belanja Langsung sebesar Rp , dijabarkan dalam 7 Program dan 29 Kegiatan Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan APBD Tahun Anggaran 2 Pada Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Riau. alam struktur keuangan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2 pada Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau berdasarkan klasifikasi belanja menurut urusan merupakan SKPD yang melaksanakan Urusan Wajib Penanaman Modal, dan berdasarkan klasifikasi belanja daerah menurut fungsi Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau termasuk SKPD yang menjalankan Fungsi Ekonomi. Dana anggaran Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau yang dialokasikan

23 pada ABPD Provinsi Riau Tahun 2 setelah perubahan seluruhnya berjumlah Rp ,- (sembilan belas milyar tujuh ratus sembilan puluh empat juta dua puluh satu ribu dua ratus empat puluh delapan rupiah), dengan uraian serta realisasi anggaran sebagai berikut Tabel 2.2. Realisasi Anggaran Badan Pela yanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau Tahun 2 Tabel 2.2. Realisasi Anggaran Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah Provinsi Riau Tahun 2 No. Uraian Jumlah (Rp.) Realisasi (Rp.) I. PENDAPATAN,,, II. BELANJA DAERAH , , 84,97. Belanja Tidak Langsung , , 82,55 2. Belanja Langsung , , 94,8 a. Belanja Pegawai , 44.4., 97,25 b. Belanja Barang dan Jasa , , 94,4 c. Belanja Modal , 58.8., 94,3 Sumber : Sub. Bagian Keuangan dan Perlengkapan BP2T Provinsi Riau. % Anggaran Belanja Tidak Langsung dialokasikan untuk membiayai Belanja Pegawai berupa Gaji dan Tunjangan serta Tambahan Penghasilan PNS sebesar Rp ,,- (lima belas milyar tiga ratus lima puluh delapan juta seratus sepuluh ribu lima ratus sembilan puluh delapan rupiah) terealisasi sebesar Rp ,- (dua belas milyar enam ratus tujuh puluh tujuh juta lima ratus lima puluh sembilan ribu delapan ratus sembilan puluh lima rupiah) atau 82,55 persen. Anggaran Belanja Langsung dialokasikan sebesar Rp ,- (empat milyar emapt ratus ratus tiga puluh lima juta sembilan ratus sepuluh ribu enam ratus lima puluh rupiah) terealisasi sebesar Rp ,- (empat milyar

24 dua ratus juta sembilan ribu tiga ratus lima puluh lima rupiah) atau 94,8 persen digunakan untuk melaksanakan 28 (dua puluh delapan) kegiatan pada 7 (tujuh) program. Realisasi pelaksanaan program dan kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan APBD Provinsi Riau dan Rencana Kinerja Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau Tahun 2 melalui kegiatan-kegiatan yang uraiannya dapat dijelaskan sebagai berikut: A. Program Penunjang (Program SKPD). Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Realisasi pelaksanaan kegiatan pada program Pelayanan Administrasi Perkantoran ini adalah sebagai berikut : Kegiatan : a. Penyediaan jasa surat menyurat Rp.9.9.,- (sembilan juta sembilan ratus ribu rupiah) dan terealisasi sebesar Rp.9.3.5,- (sembilan juta enam ratus tiga puluh ribu lima ratus rupiah) Melalui kegiatan ini telah tersedianya pelayanan administrasi surat menyurat selama tahun. b. Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik Rp.8..,- (delapan puluh satu juta rupiah) dan terealisasi sebesar Rp ,- (enam puluh dua juta tujuh ratus delapan puluh delapan

25 ribu tujuh ratus enam puluh delapan rupiah). Melalui kegiatan ini telah tersedianya fasilitas kantor dan sarana komunikasi informasi berupa langganan telepon dan operasional website/internet pada Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau. c. Penyediaan alat tulis kantor Rp.47..,- (seratus empat puluh tujuh juta rupiah) dan terealisasi sebesar Rp ,- (seratus empat puluh enam juta enam ratus tiga puluh delapan ribu empat ratus rupiah). Melalui kegiatan ini telah tersedianya alat tulis kantor sebanyak 457jenis untuk keperluan kantor selama tahun. d. Penyediaan barang cetakan dan penggandaan Rp.32.2.,- (seratus tiga puluh dua juta dua ratus enam puluh satu ribu rupiah) dan terealisasi sebesar Rp.3.7.,- (seratus tiga puluh satu juta seratus tujuh puluh ribu rupiah). Melalui kegiatan ini telah tersedianya barang cetakan dan penggandaan sebanyak 4 jenis untuk keperluan kantor selama tahun. e. Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor Rp ,- (tiga ratus delapan puluh juta delapan ratus delapan puluh lima ribu empat ratus rupiah) dan terealisasi sebesar Rp ,-

26 (tiga ratus empat puluh sembilan juta tujuh ratus sembilan puluh delapan ribu rupiah). f. Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-Undangan Rp.59.2.,- (lima puluh sembilan juta seraus dua puluh ribu rupiah) dan terealisasi sebesar Rp ,- (lima puluh tujuh juta sembilan ratus delapan puluh ribu rupiah). Melalui kegiatan ini telah tersedianya bahan bacaan sebanyak 3 jenis kegiatan, yaitu bahan bacaan terbitan berkala (harian) berupa koran serta buku ilmu pengetahuan umumdan buku peraturan perundang-undangan. g. Penyediaan Makanan dan Minuman Rp ,- (dua ratus dua juta tujuh ratus empat puluh lima ribu rupiah) dan terealisasi sebesar Rp ,- (dua ratus dua juta tujuh ratus dua puluh enam ribu sembilan ratus rupiah). Melalui kegiatan ini telah tersedianya makan dan minum keperluan kantor serta untuk keperluan rapat, tamu dan kegiatan lainnya selama tahun. h. Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah Rp ,- (dua ratus empat puluh tujuh juta empat ratus delapan puluh tujuh ribu rupiah) dan terealisasi sebesar Rp

27 ,- (dua ratus tiga puluh delapan juta seratus enam puluh dua ribu empat ratus sembilan puluh rupiah). Melalui kegiatan ini menunjang keikutsertaan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau dalam rapat-rapat koordinasi dan konsultasi selama tahun. 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Realisasi pelaksanaan kegiatan pada program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur ini adalah sebagai berikut : a. Pemeliharaan rutin/berkala mobil jabatan Rp...,- (seratus sepuluh juta rupiah) dan terealisasi sebesar Rp ,- (sembilan puluh delapan juta delapan ratus sembilan puluh tujuh ribu empat ratus dua puluh lima rupiah). Melalui kegiatan ini telah terpeliharanya mobil jabatan sebanyak unit kendaraan roda empat secara rutin/berkala. b. Pemeliharaan rutin/berkala peralatan gedung kantor Rp.4.8.,- (seratus empat puluh enam juta delapan ratus ribu rupiah) dan terealisasi sebesar Rp ,- (seratus empat puluh enam juta empat ratus lima puluh delapan ribu rupiah). Melalui kegiatan ini telah terpeliharanya peralatan gedung kantor melalui service rutin, penggantian

28 tinta mesin fotocopy, perbaikan dan penggantian alat komputer, pemeliharaan telepon, perbaikan dan penggantian instansi listrik / telepon, pemeliharaan komputer secara rutin / berkala. 3. Program Peningkatan Disiplin Aparatur Realisasi pelaksanaan kegiatan pada program Peningkatan Disiplin Aparatur ini adalah sebagai berikut: a. Pengadaan pakaian khusus hari-hari tertentu Rp ,- (seratus sembilan juta delapan ratus empat puluh delapan ribu rupiah) dan terealisasi sebesar Rp.8.73.,- (seratus delapan juta enam ratus tujuh puluh tiga ribu rupiah). Melalui kegiatan ini telah tersedia pakaian sebanyak 2 jenis. b. Pembinaan fisik dan Mental Aparatur Rp.39..,- (tiga puluh sembilan juta enam ratus ribu rupiah) dan terealisasi sebesar Rp ,- (tiga puluh lima juta lima ratus dua puluh lima ribu rupiah). Melalui kegiatan ini tersedianya penunjang kegiatan pembinaan mental dan fisik aparatur (Provinsi Riau) selama tahun.

29 4. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Realisasi pelaksanaan kegiatan pada program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur ini adalah sebagai berikut: a. Pendidikan Dan Pelatihan Formal Rp.27..,- (dua ratus enam puluh tujuh juta enam ratus enam puluh ribu rupiah) dan terealisasi sebesar Rp ,-(dua ratus tiga puluh tujuh juta sembilan ratus lima puluh sembilan ribu lima ratus sembilan puluh tujuh rupiah). Melalui kegiatan ini sebanyak 4 pegawai telah diikutsertakan dalam bimtek, diklat di luar Provinsi Riau dan di dalam Provinsi Riau. b. Peningkatan Dan Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Rp ,- (tiga ratus tiga puluh delapan juta empat ratus lima puluh satu ribu tujuh ratus rupiah) dan terealisasi sebesar Rp ,- (tiga ratus tiga puluh empat juta empat ratus tujuh puluh dua ribu rupiah). 5. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Pencapaian Kinerja dan Keuangan Realisasi pelaksanaan kegiatan pada program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan

30 Pencapaian Kinerja dan Keuangan ini adalah sebagai berikut : a. Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD Rp ,- (delapan puluh empat juta delapan ratus tujuh ribu enam ratus rupiah) dan terealisasi sebesar Rp.7.5.4,- (tujuh puluh juta enam ratus enam puluh lima ribu empat ratus rupiah). Melalui kegiatan ini telah tersusun laporan capaian kinerja/realisasi fisik dan keuangan kegiatan belanja langsung setiap bulannya. b. Penyusunan laporan keuangan semesteran Rp..33.,- (sepuluh juta seratus tiga puluh tiga ribu seratus rupiah) dan terealisasi sebesar Rp..33.,- (sepuluh juta seratus tiga puluh tiga ribu seratus rupiah). Melalui kegiatan ini telah tersusunnya laporan keuangan semesteran. c. Penyusunan Laporan Keuangan Akhir Tahun Rp..33.,- (sepuluh juta seratus tiga puluh tiga ribu seratus rupiah) dan terealisasi sebesar Rp..33.,- (sepuluh juta seratus tiga puluh tiga ribu seratus rupiah. Melalui kegiatan ini telah tersusunnya laporan keuanganakhir tahunan berupa Laporan Realisasi Anggaran (LRA), Neraca Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK).

31 d. Penyusunan Rencana Kerja (RENJA) SKPD Rp ,- (tujuh puluh lima juta dua ratus tujuh puluh lima ribu dua ratus rupiah) dan terealisasi sebesar Rp ,- (tujuh puluh satu juta sembilan ratus tujuh puluh tiga ribu enam ratus rupiah). Melalui kegiatan ini telah tersusunnya dokumen rencana program/kegiatan dan anggaran Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau. e. Review Rencana Strategis (RENSTRA) SKPD Rp.5..,- (lima puluh juta rupiah) dan terealisasi sebesar Rp.4.5.,- (empat puluh enam juta seratus lima puluh ribu rupiah). Melalui kegiatan ini telah tersedianya dokumen renstra BP2T Provinsi Riautahun Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi Realisasi pelaksanaan kegiatan pada program Peningkatan Akuntabilitas Perizinan dan Non Perizinan adalah sebagai berikut: a. Peningkatan Sistem Informasi/Publikasi tentang Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan Rp ,- (sembilan puluh tiga juta enam ratus lima puluh tujuh ribu dua ratus rupiah) dan terealisasi sebesar Rp ,- (sembilan puluh dua juta enam ratus tiga puluh rubu dua

32 ratus rupiah). Melalui kegiatan ini tersedianya informasi pelayanan perizinan dan non perizinan pada Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau Tahun 2. b. Sosialisasi Promosi dan Publikasi Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan Rp ,- (dua ratus delapan puluh enam juta sembilan ratus delapan puluh sembilan ribu dua ratus rupiah) dan terealisasi sebesar Rp ,- (dua ratus lima puluh satu juta delapan ratus sembilan puluh enam ribu dua ratus rupiah). Melalui kegiatan ini tersedianya informasi untuk masyarakat dan pelaku dunia usaha tentang perizinan dan non perizinan melalui pameran, media cetak dan media elektronik Tahun 2. c. Koordinasi Teknis Pelayanan Perizinan Dan Non Perizinan Rp ,- (dua ratus delapan puluh dua juta enam ratus lima puluh dua ribuempat ratus rupiah) dan terealisasi sebesar Rp ,- (dua ratus enam puluh empat juta enam ratus lima puluh tujuh ribu empat ratus rupiah). Melalui kegiatan ini terlaksananya koordinasi perizinan dan non perizinan se Provinsi Riau Tahun 2.

33 d. Penerapan Pengendalian Managemen Mutu Pelayanan Rp ,- (seratus empat belas juta empat ratus tujuh puluh empat ribu empat ratus rupiah) dan terealisasi sebesar Rp ,- (seratus dua belas juta dua puluh empat ribu empat ratus rupiah). Melalui kegiatan ini terukurnya mutu pelayanan Badan Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan padabadan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau Tahun 25. e. Pembuatan Data Survey Perizinan Dan Non Perizinan Berbasis SIG Rp ,- (seratus sembilan puluh tiga juta sembilan ratus sembilan puluh tiga ribu tiga ratus lima puluh rupiah) dan terealisasi sebesar Rp ,- (seratus delapan puluh juta dua ratus tiga puluh tujuh ribu enam ratus tujuh puluh lima rupiah). Melalui kegiatan ini terbangunnya perangkat database survey perizinan dan non perizinan berbasis informasi geografis Tahun Program Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi Realisasi pelaksanaan kegiatan pada program Peningkatan Akuntabilitas Perizinan dan Non Perizinan adalah sebagai berikut:

34 a. Peningkatan Kinerja Tim Teknis Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau Rp ,- (enam ratus dua puluh sembilan juta sembilan ratus tiga puluh tujuh ribu delapan ratus rupiah) dan terealisasi sebesar Rp..42.5,- (enam ratus enam belas juta enam ratus empat puluh dua ribu lima ratus rupiah). Melalui kegiatan ini terlaksana survey turun ke lapangan terkait proses penerbitan perizinan yang direalisasikan dengan akurat. b. Monitoring dan Evaluasi Penerbitan Perizinan dan Non perizinan Rp ,- (seratus delapan juta seratus tujuh puluh delapan ribu sembilan ratus rupiah) dan terealisasi sebesar Rp ,- (seratus empat juta tiga ratus tiga puluh delapan ribu sembilan ratus rupiah). Melalui kegiatan ini Termonitornya dan Terevaluasinya penerbitan Perizinan dan Non perizinan yang Telah di keluarkan. c. Rapat Koordinasi Pelayanan Terpadu Satu Pintu Se Provinsi Riau Rp ,- (dua ratus dua puluh dua juta sembilan ratus dua puluh dua ribu tiga ratus rupiah) dan terealisasi sebesar Rp ,-

35 (dua ratus tujuh juta enam ratus empat puluh enam ribu delapan ratus rupiah). Melalui kegiatan ini tersedianya wadah komunikasi dan koordinasi penyelenggaraan pelayanan terpadu Provinsi Riau Tahun Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan APBD Tahun Anggaran 2 Pada Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Riau A. Pendapatan Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi serta kewenangannya, Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah Provinsi Riau Riau tidak memiliki anggaran pendapatan. B. Belanja Pada Tahun Anggaran 2, Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah Provinsi Riau dialokasikan anggaran sebesar Rp , yang terdiri dari Belanja Tidak Langsung sebesar Rp ,,- (Sepuluh milyar sebelas juta Sembilan ratus delapan puluh Sembilan ribu enam puluh satu rupiah) dan Belanja Langsung sebesar Rp ,,- (Lima milyar lima ratus dua puluh satu juta empat ratus tujuh puluh dua ribu Sembilan ratus lima puluh lima rupiah) dijabarkan dalam 4 (empat puluh) kegiatan pada 7 (tujuh) program. alam struktur keuangan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2 pada Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah Provinsi Riau berdasarkan klasifikasi

36 belanja menurut urusan merupakan SKPD yang melaksanakan Urusan Wajib Penanaman Modal, dan berdasarkan klasifikasi belanja daerah menurut fungsi Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah Provinsi Riau termasuk SKPD yang menjalankan Fungsi Ekonomi. Dana anggaran Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah Provinsi Riau yang dialokasikan pada ABPD Provinsi Riau Tahun 2 setelah perubahan seluruhnya berjumlah Rp ,,- (Lima belas milyar lima ratus tiga puluh tiga juta empat ratus enam puluh dua ribu delapan ratus delapan enam puluh satu rupiah), dengan uraian serta realisasi anggaran sebagai berikut : Tabel 2.2. Realisasi Anggaran Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah Provinsi Riau Tahun 2 No. Uraian Jumlah (Rp.) Realisasi (Rp.) I. PENDAPATAN... II. BELANJA DAERAH 5,533,42,88. 3,,39, Belanja Tidak Langsung,,989,853. 8,855,535, Belanja Langsung 5,52,472,955. 4,55,855, a. Belanja Pegawai 34,35,. 22,45,. 7. b. Belanja Barang dan Jasa 5,4,57,955. 4,387,457, c. Belanja Modal 7,,. 59,23, % Sumber : Sub. Bagian Keuangan dan Perlengkapan BPMPD Provinsi Riau. Anggaran Belanja Tidak Langsung dialokasikan untuk membiayai Belanja Pegawai berupa Gaji dan Tunjangan serta Tambahan Penghasilan PNS sebesar Rp ,,- (Sepuluh milyar sebelas juta Sembilan ratus delapan puluh Sembilan ribu enam puluh satu rupiah) terealisasi sebesar Rp ,-

37 (Delapan milyar delapan ratus lima puluh lima juta lima ratus tiga puluh lima ribu tiga ratus tiga belas rupiah) atau 88,45 persen. Anggaran Belanja Langsung dialokasikan sebesar Rp ,,- (Lima milyar lima ratus dua puluh satu juta empat ratus tujuh puluh dua ribu Sembilan ratus lima puluh lima rupiah) terealisasi sebesar Rp ,- (Empat milyar tujuh ratus lima puluh sembilan juta seratus delapan puluh lima ribu delapan ratus dua puluh rupiah) atau 8,9 persen digunakan untuk melaksanakan 4 (empat puluh) kegiatan pada 7 (tujuh) program. Realisasi pelaksanaan program dan kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan APBD Provinsi Riau dan Rencana Kinerja Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah Provinsi Riau Tahun 2 melalui kegiatan-kegiatan yang uraiannya dapat dijelaskan sebagai berikut: A. Program Penunjang (Program SKPD). Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Realisasi pelaksanaan kegiatan pada program Pelayanan Administrasi Perkantoran ini adalah sebagai berikut : a. Penyediaan jasa surat menyurat Rp ,- (Tujuh puluh dua juta Sembilan ratus delapan puluh ribu rupiah) dan terealisasi sebesar Rp..2.,- (Enam puluh satu juta dua ratus ribu Rupiah) Melalui kegiatan ini telah tersedianya pelayanan administrasi surat menyurat selama tahun.

38 b. Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik Rp.9..,- (Sembilan puluh juta rupiah) dan terealisasi sebesar Rp ,- (Lima puluh enam juta dua ratus tujuh puluh sembilan ribu enam ratus dua puluh enam rupiah). Melalui kegiatan ini telah tersedianya fasilitas kantor dan sarana komunikasi informasi berupa langganan telepon dan operasional website/internet pada Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah Provinsi Riau. c. Penyediaan Jasa Peralatan dan Perlengkapan Kantor Rp.54.2.,- (Lima puluh empat juta dua ratus ribu rupiah) dan terealisasi sebesar Rp ,- (Dua puluh tiga juta enam ratus lima puluh satu ribu tujuh ratus rupiah). Melalui kegiatan ini telah tersedianya peralatan dan perlengkapan kantor yang menunjang seluruh operasional kegiatan pada Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah Provinsi Riau d. Penyediaan Alat Tulis Kantor Rp.5..,- (Seratus lima puluh juta rupiah) dan terealisasi sebesar Rp.4.9.,- (Seratus empat puluh enam juta enam ratus sembilan belas ribu rupiah). Melalui kegiatan ini telah tersedianya alat tulis kantor selama tahun.

39 e. Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan Rp.89.4.,- (Delapan puluh sembilan juta empat ratus ribu rupiah) dan terealisasi sebesar Rp ,- (Tiga puluh delapan juta delapan ratus dua puluh ribu rupiah). Melalui kegiatan ini telah tersedianya barang cetakan dan penggandaan untuk keperluan kantor selama tahun. f. Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor Rp.9.72.,- (Seratus enam puluh sembilan juta tujuh ratus dua puluh ribu rupiah) dan terealisasi sebesar Rp..983.,- (Seratus enam puluh satu juta sembilan ratus delapan puluh tiga ribu rupiah). Melalui kegiatan ini telah tersedianya Peralatan dan Perlengkapan Kantor pada BPMPD Provinsi Riau selam tahun. g. Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundangundangan Rp.8.3.,- (Delapan puluh juta tiga ratus ribu rupiah) dan terealisasi sebesar Rp.55.8.,- (Lima puluh lima juta delapan ratus ribu rupiah). Melalui kegiatan ini telah tersedianya bahan bacaan berupa harian surat kabar (koran) dan majalah. h. Penyediaan Makanan dan Minuman Rp ,- (Seratus tiga puluh sembilan juta seratus empat puluh lima ribu rupiah) dan terealisasi sebesar Rp ,- (Seratus dua puluh satu juta tiga ratus

40 sembilan puluh lima ribu rupiah). Melalui kegiatan ini telah tersedianya makan dan minum keperluan kantor sebanyak 477 orang serta untuk keperluan rapat, tamu dan kegiatan lainnya selama tahun. i. Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi Ke Luar Daerah Rp.4..,- (Empat ratus juta rupiah) dan terealisasi sebesar Rp ,- (Tiga ratus tiga puluh sembilan juta tiga ribu empat ratus dua puluh satu rupiah). Melalui kegiatan ini menunjang keikutsertaan Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah Provinsi Riau dalam rapat-rapat koordinasi dan konsultasi selama tahun. 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Realisasi pelaksanaan kegiatan pada program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur ini adalah sebagai berikut : a. Pemeliharaan Rutin/Berkala Mobil Jabatan Rp.9..,- (Sembilan puluh juta rupiah) dan terealisasi sebesar Rp ,- (Tujuh puluh empat juta empat ratus dua puluh delapan ribu empat ratus tujuh puluh tiga rupiah). Melalui kegiatan ini telah terpeliharanya mobil jabatan sebanyak 2 unit kendaraan roda empat secara rutin/berkala. b. Pemeliharaan Rutin / Berkala Perlengkapan Gedung Kantor Rp.7..,- (Tujuh puluh juta rupiah) dan terealisasi sebesar Rp.7..,- (Tujuh puluh juta rupiah). Melalui

41 kegiatan ini telah terpeliharanya peralatan gedung kantor melalui service rutin, penggantian tinta mesin fotocopy, perbaikan dan penggantian alat komputer, pemeliharaan telepon, perbaikan dan penggantian instansi listrik / telepon, pemeliharaan komputer secara rutin / berkala. c. Pemeliharaan Rutin / Berkala Peralatan Gedung Kantor Rp.9..,- (Sembilan puluh juta rupiah) dan terealisasi sebesar Rp.25.8.,- (Dua puluh lima juta delapan puluh ribu rupiah). Melalui kegiatan ini telah terpeliharanya peralatan gedung kantor melalui perbaikan sarana dan prasarana ruangan gedung kantor, perbaikan audio visual, perbaikan dan pemeliharaan CCTV secara rutin / berkala. 3. Program Peningkatan Disiplin Aparatur Realisasi pelaksanaan kegiatan pada program Peningkatan Disiplin Aparatur ini adalah sebagai berikut: a. Pembinaan Fisik dan Mental Aparatur Rp.7.4.,- (Tujuh belas juta empat ratus ribu rupiah) dan terealisasi sebesar Rp.2.5.,- (Dua juta lima ratus ribu rupiah). Melalui kegiatan ini tersedianya penunjang kegiatan pembinaan mental dan fisik aparatur (Provinsi Riau) selama tahun. b. Pengadaan Pakaian Olahraga Beserta Kelengkapannya Rp.57..,- (Lima puluh tujuh juta rupiah) dan terealisasi sebesar Rp.4.2.,- (Empat puluh enam juta

42 dua puluh ribu rupiah). Melalui kegiatan ini telah tersedia pakaian olahraga pria dan wanita sebanyak 95 stel beserta sepatu dan kaos kaki. c. Pengadaan Pakaian Melayu dan Perlengkapannya Rp.58.5.,- (Lima puluh delapan juta lima ratus ribu rupiah) dan terealisasi sebesar Rp ,- (Empat puluh sembilan juta tiga ratus enam puluh delapan ribu rupiah). Melalui kegiatan ini telah tersedia pakaian melayu pria dan wanita sebanyak 9 stel. 4. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Realisasi pelaksanaan kegiatan pada program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur ini adalah sebagai berikut: a. Pendidikan dan Pelatihan Formal Rp.95..,- (Sembilan puluh lima juta rupiah) dan terealisasi sebesar Rp ,-(Sembilan puluh dua juta sembilan ratus enam puluh tiga ribu seratus lima puluh rupiah). Melalui kegiatan ini telah terwujudnya peningkatan kualitas kerja aparatur. b. Peningkatan Kinerja Aparatur Pengelolaan dan Penatausahaan Keuangan Rp.48..,- (Empat puluh delapan juta rupiah) dan terealisasi sebesar Rp ,- (Tiga puluh lima juta lima ratus enam puluh lima ribu seratus rupiah). Melalui

43 kegiatan ini telah terciptanya laporan keuangan yang qualified dan valid. 5. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Pencapaian Kinerja dan Keuangan Realisasi pelaksanaan kegiatan pada program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Pencapaian Kinerja dan Keuangan ini adalah sebagai berikut : a. Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD Rp.9.3.,- (Sembilan puluh juta tiga ratus sepuluh ribu rupiah) dan terealisasi sebesar Rp.5.4.4,- (Lima puluh juta empat ratus enam puluh ribu empat ratus rupiah). Melalui kegiatan ini telah tersusun laporan capaian kinerja/realisasi fisik dan keuangan kegiatan belanja langsung setiap bulannya. b. Penyusunan laporan keuangan semesteran Rp.25.4.,- (dua puluh lima juta empat ratus ribu rupiah) dan terealisasi sebesar Rp.4.5.,- (juta seratus lima puluh ribu rupiah). Melalui kegiatan ini telah tersusunnya laporan keuangan semesteran. c. Penyusunan Laporan Keuangan Akhir Tahun Rp.2.25.,- (Dua puluh enam juta dua ratus lima puluh ribu rupiah) dan terealisasi sebesar Rp..75.,- (Enam juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah). Melalui

44 kegiatan ini telah tersusunnya laporan keuangan akhir tahunan berupa Laporan Realisasi Anggaran (LRA), Neraca Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK). d. Penyusunan Rencana Kerja (RENJA) SKPD Rp ,- (Sembilan puluh tiga juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) dan terealisasi sebesar Rp ,- (Tujuh puluh sembilan juta delapan ratus delapan puluh ribu dua ratus rupiah). Melalui kegiatan ini telah tersusunnya dokumen rencana program/kegiatan dan anggaran Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah Provinsi Riau.. Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi Realisasi pelaksanaan kegiatan pada program Peningkatan Akuntabilitas Perizinan dan Non Perizinan adalah sebagai berikut: a. Peningkatan Kualitas SDM Guna Peningkatan Pelayanan Investasi Rp ,- (Delapan puluh delapan juta lima ratus empat puluh enam ribu enam ratus tiga puluh tujuh rupiah) dan terealisasi sebesar Rp ,- (Delapan puluh dua juta dua ratus empat puluh lima ribu rupiah). Melalui kegiatan ini telah terjadinya peningkatan kemampuan pelayanan aparatur penanaman modal.

45 b. Bimbingan dan Penyuluhan Pelaksanaan Penanaman Modal Rp...,- (Seratus juta rupiah) dan terealisasi sebesar Rp.9.8.8,- (Sembilan puluh satu juta delapan ratus satu ribu delapan ratus rupiah). Melalui kegiatan ini telah terwujudnya pemahaman oleh perusahaan PMA/PMDN dan aparatur penanaman modal mengenai ketentuan pelaksanaan penanaman modal. c. Monitoring dan Evaluasi Kinerja Badan Penanaman Modal Daerah Rp ,- (Tujuh puluh enam juta tiga ratus tiga puluh delapan ribu rupiah) dan terealisasi sebesar Rp.7.3.,- (Enam puluh tujuh juta seratus tiga ribu rupiah). Melalui kegiatan ini telah terwujudnya sinergi dan keselarasan program kerja bidang penanaman modal. d. Promosi Luar Negeri Rp.25.4.,- (Dua ratus enam puluh lima juta enam puluh empat ribu rupiah) dan terealisasi sebesar Rp ,- (Dua ratus enam puluh dua juta tujuh ratus tujuh puluh delapan ribu lima ratus rupiah). Melalui kegiatan ini telah tersebarnya informasi tentang segala potensi, sumber daya, peluang bisnis dan investasi melalui promosi luar negeri.

46 e. Promosi Dalam Negeri Rp.44.7.,- (Seratus empat puluh empat juta tujuh ratus ribu rupiah) dan terealisasi sebesar Rp.34.4.,- (Seratus tiga puluh empat juta empat ratus sepuluh ribu rupiah). Melalui kegiatan ini telah tersebarnya informasi tentang segala potensi, sumber daya, peluang bisnis dan investasi melalui promosi dalam negeri. f. Riau Expo Rp.2..,- (Dua ratus juta rupiah) dan terealisasi sebesar Rp ,- (Seratus tujuh puluh enam juta lima ratus tiga puluh satu ribu lima ratus rupiah). Melalui kegiatan ini telah tersebarnya informasi tentang segala potensi, sumber daya, peluang bisnis, dan investasi melalui kegiatan pameran pembangunan Riau Expo. g. Koordinasi dan Sinkronisasi Program Kerja Bidang Penanaman Modal Rp ,- (Seratus dua belas juta sembilan ratus delapan puluh empat ribu lima ratus rupiah) dan terealisasi sebesar Rp.2.7.4,- (Seratus dua juta tujuh ratus enam puluh satu ribu empat ratus rupiah). Melalui kegiatan ini telah terevaluasinya perencanaan dan pelaksanaan penanaman modal antara Pemerintah Provinsi Riau dengan Pemerintah Pusat.

47 h. Pelaksanaan Warta Promosi Daerah Rp ,- (Dua ratus lima puluh enam juta lima ratus tiga puluh ribu rupiah) dan terealisasi sebesar Rp ,- (Dua ratus tiga puluh tiga juta enam ratus lima puluh enam ribu rupiah). Melalui kegiatan ini telah tersedianya data/informasi umum tentang daerah Riau dengan segala potensi sumber daya, peluang investasi dan daya tarik wisata secara berkala melalui media cetak. i. Pelayanan Calon Investor Dalam Pelaksanaan Investasi Rp ,- (Enam puluh empat juta enam ratus delapan belas ribu tiga ratus sembilan puluh empat rupiah) dan terealisasi sebesar Rp.4.5.,- (Enam puluh empat juta lima ratus enam puluh ribu rupiah). Melalui kegiatan ini telah terwujudnya peningkatan pelayanan kepada calon investor pada masa pra investasi. 7. Program Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi Realisasi pelaksanaan kegiatan pada program Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi adalah sebagai berikut: a. Memfasilitasi dan Koordinasi Kerjasama di Bidang Investasi Rp ,- (Sembilan puluh delapan juta dua ratus dua puluh sembilan ribu empat ratus tujuh puluh dua rupiah) dan terealisasi sebesar Rp ,- (Sembilan puluh tujuh juta tujuh ratus tujuh puluh tiga ribu lima

48 ratus lima puluh rupiah). Melalui kegiatan ini telah terselesaikannya 4 permasalahan investasi yang dilaporkan oleh investor.. b. Konsolidasi Perencanaan dan Pelaksanaan Penanaman Modal Rp.47.5.,- (Empat puluh tujuh juta lima ratus ribu rupiah ) dan terealisasi sebesar Rp ,- (Empat puluh dua juta dua ratus dua puluh tiga ribu dua ratus rupiah). Melalui kegiatan ini telah terevaluasinya perencanaan dan pelaksanaan penanaman dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat. c. Pemberian Penghargaan (Investment Award) Kepada Kabupaten / Kota Yang Menunjang Iklim Investasi Rp...,- (Enam ratus juta rupiah) dan terealisasi sebesar Rp ,- (Lima ratus tujuh belas juta sembilan ratus dua puluh empat ribu tiga ratus rupiah). Melalui kegiatan ini terrciptanya iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan dan meningkatkan motivasi kabupaten/kota dalam menciptakan iklim ivestasi yang kondusif. d. Sinkronisasi dan Pemutakhiran Data Investasi PMDN / PMA Rp ,- (Seratus dua puluh tujuh juta lima ratus lima puluh ribu rupiah) dan terealisasi sebesar Rp.2.7.,- (Seratus dua puluh juta tujuh ratus ribu enam ratus rupiah). Melalui kegiatan ini terdapatnya

49 keseragaman data investasi PMDN/PMA yang mutakhir antara Pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah Kabupaten/Kota se Provinsi Riau dengan BKPM. 8. Program Penyiapan Potensi Sumber Daya Sarana dan Prasarana Daerah a. Pengadaan Buku Statistik Investasi Daerah Rp..34.,- (Enam puluh enam juta tiga ratus empat puluh ribu rupiah) dan terealisasi sebesar Rp.5.49.,- (Enam puluh lima juta seratus empat puluh sembilan ribu enam ratus rupiah). Melalui kegiatan ini telah tersedianya data/informasi perkembangan realisasi investasi PMA/PMDN yang akurat. b. Pencetakan Bahan Publikasi dan Promosi Daerah Rp.2..,- (Seratus dua puluh juta rupiah) dan terealisasi sebesar Rp.3.95.,- (Seratus tiga belas juta sembilan ratus lima puluh enam ribu rupiah). Melalui kegiatan ini telah tersedianya data/informasi umum tentang daerah Riau pada 2 daerah Kabupaten/Kota se- Provinsi Riau. c. Focus Group Discussion(FGD) Pengembangan Potensi Investasi Daerah Rp.3..,- (Seratus tiga puluh tujuh juta rupiah) dan terealisasi sebesar Rp.9.7.,- (Seratus sembilan belas juta seratus tujuh puluh enam ribu rupiah). Melalui

50 kegiatan ini telah terwujudnya kesepakatan terhadap arah pemetaan dan pengembangan penanaman modal Provinsi Riau. d. Koordinasi Pengembangan Gedung Pusat Promosi Sumatera (SPC) Batam Rp ,- (Sembilan puluh tiga juta enam ratus tiga puluh enam ribu lima ratus tujuh rupiah) dan terealisasi sebesar Rp ,- (Delapan puluh sembilan juta dua ratus lima puluh lima ribu tujuh ratus rupiah). Melalui kegiatan ini telah terwujudnya Pusat Kegiatan Promosi Sumatera. e. Penyusunan Database Potensi dan Peluang Investasi Kabupaten / Kota se- Provinsi Riau Rp.2..,- (Dua ratus juta rupiah) dan terealisasi sebesar Rp.9.49.,- (Seratus sembilan puluh juta empat puluh sembilan ribu rupiah). Melalui kegiatan ini telah tersedianya buku data base potensi dan peluang investasi 2 kabupaten / kota. f. Penyusunan Project Proposal Investasi Rp ,- (Enam ratus enam puluh dua juta delapan puluh ribu empat ratus empat puluh lima rupiah) dan terealisasi sebesar Rp ,- (Lima ratus delapan puluh lima juta dua ratus tiga belas ribu enam

51 ratus rupiah). Melalui kegiatan ini telah terlaksananya 2 buah dokumen Project Proposal Potensi Unggulan Investasi ISU-ISU PENTING PENYELENGGARAAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau sebagai penyelenggara pelayanan terpadu satu pintu dibentuk melalui Peraturan Gubernur Riau Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 8 Tahun 28 yang telah dirubah menjadi Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 3 Tahun 24 tentang Organisasi Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, dan Lembaga Teknis Daerah Provinsi Riau, yang secara legal-formal berdasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 28 tentang Organisasi Perangkat Daerah serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 28 tentang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelayanan Perizinan Terpadu di Daerah. Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau merupakan unsur penunjang tugas tertentu Pemerintah Provinsi Riau yang dipimpin oleh seorang Kepala Badan berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Gubernur Riau melalui Sekretaris Daerah Provinsi Riau. Untuk melaksanakan tugas tersebut Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau mempunyai fungsi :. Pelaksanaan Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan; 2. Koordinasi kegiatan survey di lapangan terhadap permohonan perizinan dan non perizinan;

52 3. Pengelolaan pengaduan masyarakat dengan koordinasi instansi terkait; 4. Pengelolaan informasi perizinan dan non perizinan; 5. Pengawasan atas pelaksanaan tugasnya;. Pelaksanaan pelayanan teknis adminstrasi Badan; 7. Pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan Gubernur sesuai dengan tugas dan fungsinya. Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 3 Tahun 24 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, dan Lembaga Teknis Daerah Provinsi Riau, susunan organisasi Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau, terdiri dari :. Kepala Badan 2. Sekretaris, terdiri dari : a. Sub Bagian Perencanaan Pogram b. Sub Bagian Umum; c. Sub Bagian Keuangan dan Perlengkapan. 3. Bidang Perizinan dan Rekomendasi a. Tim Teknis 4. Bidang Survey a. Tim Teknis 5. Bidang Penanganan Pengaduan a. Tim Teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. Berdasarkan Peraturan Gubernur Riau Nomor 42 Tahun 25 tentang Uraian Tugas Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau, tugas dan fungsi masing-masing unit kerja pada Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau adalah :

53 . Sekretariat Sekretariat mempunyai tugas pokok menyelenggarakan urusan pada Subbagian Perencanaan Program, Subbagian Keuangan dan Perlengkapan Serta Sub Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : ) Penyelenggaraan perencanaan pada Sub Bagian Perencanaan Program, Sub Bagian Keuangan dan Perlengkapan Serta Sub Bagian Umum; 2) Penyelenggaraaan pelaksanaan tugas pada Sub Bagian Perencanaan Program, Sub Bagian Keuangan dan Perlengkapan serta Sub Bagian Umum; 3) Penyelenggaraan koordinasi dan fasilitasi dalam rangka penyelenggaraan tugas dan fungsi pada Sub Bagian Perencanaan Program, Sub Bagian Keuangan dan Perlengkapan serta Sub Bagian Umum; 4) Penyelenggaraan pemantauan, evaluasi dan pelaporan dalam rangka penyelenggaraan tugas dan fungsi pada Sub Bagian Perencanaan Program, Sub Bagian Keuangan dan Perlengkapan Serta Sub bagian Umum; 5) Penyelenggaraan tugas dan fungsi lain sesuai dengan tugas dan fungsinya berdasarkan peraturan perundangundangan; ) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Badan. Sekretariat membawahi 3 (tiga) Sub Bagian, antara lain: a. Kepala Sub Bagian Perencanaan Program, dengan tugas : a. Merencanakan program kegiatan per tahun anggaran Sub Bagian Perencanaan Program berdasarkan tugas, fungsi dan renstra sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan;

54 b. Membagi tugas pokok kepada bawahan dengan disposisi tugas pokok dan secara lisan agar tugas pokok terbagi habis; c. Memberi petunjuk kepada bawahan baik secara lisan maupun tertulis untuk menghindari penyimpangan dan kesalahan dalam pelaksanaan tugas; d. Memeriksa hasil pekerjaan bawahan dengan membandingkan antara hasil kerja dengan petunjuk kerja untuk penyempurnaan hasil kerja; e. Menilai kinerja bawahan berdasarkan hasil kerja yang dicapai sebagai bahan dalam pembinaan dan peningkatan karier; f. Menghimpun dan mempelajari peraturan perundangundangan, kebijakan teknis, pedoman dan petunjuk teknis serta bahan-bahan lainnya yang berhubungan dengan Sub Bagian Perencanaan Program secara rutin maupun berkala untuk pengembangan wawasan pengetahuan dan kemampuan; g. Memberikan saran pertimbangan kepada Sekretaris Badan tentang langkah-langkah atau tindakan yang perlu diambil baik secara tertulis maupun lisan sebagai alternatif pilihan dalam pengambilan keputusan; h. Menginventarisasi permasalahan-permasalahan sesuai bidang tugas pokok Sub Bagian Perencanaan Program secara rutin maupun berkala sebagai bahan dasar pemecahan masalah;

55 i. Mengonsep naskah dinas sesuai bidang tugas pokok Sub Bagian Perencanaan Program berdasarkan disposisi atasan agar tersedia konsep naskah dinas yang dibutuhkan; j. Melaksanakan pekerjaan penyusunan rencana kegiatan, evaluasi, pengendalian dan pelaporan kegiatan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu; k. Mengevaluasi hasil kegiatan per tahun anggaran Sub Bagian Perencanaan Program berdasarkan capaian pelaksanaan kegiatan sebagai bahan penyempurnaannya; l. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas dan kegiatan kepada Sekretaris secara periodik sebagai bahan pertanggungjawaban; m. Melaksanakan tugas lain sesuai dengan tugasnya berdasarkan peraturan perundang-undangan. b. Kepala Sub Bagian Umum, dengan tugas: a. Merencanakan program kegiatan per tahun anggaran Sub Bagian Umum berdasarkan tugas, fungsi dan renstra sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan; b. Membagi tugas pokok kepada bawahan dengan disposisi tugas pokok dan secara lisan agar tugas pokok terbagi habis; c. Memberi petunjuk kepada bawahan baik secara lisan maupun tertulis untuk menghindari penyimpangan dan kesalahan dalam pelaksanaan tugas; d. Memeriksa hasil pekerjaan bawahan dengan membandingkan antara hasil kerja dengan petunjuk kerja untuk penyempurnaan hasil kerja;

56 e. Menilai kinerja bawahan berdasarkan hasil kerja yang dicapai sebagai bahan dalam pembinaan dan peningkatan karier; f. Menghimpun dan mempelajari peraturan perundangundangan, kebijakan teknis, pedoman dan petunjuk teknis serta bahan-bahan lainnya yang berhubungan dengan Sub BagianUmum secara rutin maupun berkala untuk pengembangan wawasan pengetahuan dan kemampuan; g. Memberikan saran pertimbangan kepada Sekretaris Badan tentang langkah-langkah atau tindakan yang perlu diambil baik secara tertulis maupun lisan sebagai alternatif pilihan dalam pengambilan keputusan; h. Menginventarisasi permasalahan-permasalahan sesuai bidang tugas pokok Sub Bagian Umum secara rutin maupun berkala sebagai bahan dasar pemecahan masalah; i. Mengonsep naskah dinas sesuai bidang tugas pokok Sub Bagian Umum berdasarkan disposisi atasan agar tersedia konsep naskah dinas yang dibutuhkan; j. Melaksanakan pekerjaan yang berhubungan dengan hukum, kelembagaan dan ketatalaksanaan di lingkup Badan Pelayanan Perizinan Terpadu; k. Mengumpulkan data dan menyiapkan bahan usul kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala, pensiun, pemberian penghargaan, penempatan formasi, kesejahteraan pegawai, mutasi, pemberhentian pegawai, diklat, ujian diklat, ujian dinas, izin belajar, pembuatan kartu pegawai (KARPEG), Asuransi Kesehatan (ASKES), TASPEN, Kartu Istri/Suami (Karis/Karsu);

57 l. Melaksanakan pengadaan barang yang dibutuhkan setelah berkoordinasi dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah; m. Mengevaluasi hasil kegiatan per tahun anggaran Sub Bagian Umum berdasarkan capaian pelaksanaan kegiatan sebagai bahan penyempurnaannya; n. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas dan kegiatan kepada Sekretaris secara periodik sebagai bahan pertanggungjawaban; o. Melaksanakan tugas lain sesuai dengan tugasnya berdasarkan peraturan perundang-undangan. c. Kepala Sub Bagian Keuangan dan Perlengkapan, dengan tugas: a. Merencanakan program kegiatan per tahun anggaran Sub Bagian Keuangan dan Perlengkapan berdasarkan tugas, fungsi dan renstra sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan; b. Membagi tugas pokokkepada bawahan dengan disposisi tugas pokok dan secara lisan agar tugas pokok terbagi habis; c. Memberi petunjuk kepada bawahan baik secara lisan maupun tertulis untuk menghindari penyimpangan dan kesalahan dalam pelaksanaan tugas; d. Memeriksa hasil pekerjaan bawahan dengan membandingkan antara hasil kerja dengan petunjuk kerja untuk penyempurnaan hasil kerja;

58 e. Menilai kinerja bawahan berdasarkan hasil kerja yang dicapai sebagai bahan dalam pembinaan dan peningkatan karier; f. Menghimpun dan mempelajari peraturan perundangundangan, kebijakan teknis, pedoman dan petunjuk teknis serta bahan-bahan lainnya yang berhubungan dengan Sub Bagian Keuangan dan Perlengkapan secara rutin maupun berkala untuk pengembangan wawasan pengetahuan dan kemampuan; g. Memberikan saran pertimbangan kepada sekretaris Badan tentang langkah-langkah atau tindakan yang perlu diambil baik secara tertulis maupun lisan sebagai alternatif pilihan dalam pengambilan keputusan; h. Menginventarisasi permasalahan-permasalahan sesuai bidang tugas pokok Sub Bagian Keuangan dan Perlengkapan secara rutin maupun berkala sebagai bahan dasar pemecahan masalah; i. Mengonsep naskah dinas sesuai bidang tugas pokok Sub Bagian Keuangan dan Perlengkapan berdasarkan disposisi atasan agar tersedia konsep naskah dinas yang dibutuhkan; j. Melaksanakan urusan adminsitrasi keuangan, pengelolaan anggaran, pertanggungjawaban dan pelaporan keuangan serta iurusan perlengkapan dan peralatan kantor k. Mengevaluasi hasil kegiatan per tahun anggaran Sub Bagian Keuangan dan Perlengkapan berdasarkan capaian pelaksanaan kegiatan sebagai bahan penyempurnaannya;

59 l. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas dan kegiatan kepada Sekretaris secara periodik sebagai bahan pertanggungjawaban; m. Melaksanakan tugas lain sesuai dengan tugasnya berdasarkan peraturan perundang-undangan. 2. Bidang Perizinan dan Rekomendasi Bidang Perizinan dan Rekomendasi mempunyai tugas pokok menyelenggarakan urusan pada bidang pelayanan perizinan dan non perizinan yang meliputi pengelolaan pelayanan, meneliti kelengkapan administrasi serta pengawasan prosedur dan mekanisme pelayanan perizinan dan non perizinan. Untuk melaksanakan tugas tersebut, Kepala Bidang Perizinan dan Rekomendasi mempunyai fungsi : ) Penyelenggaraan perencanaan pada bidang pelayanan perizinan dan non perizinan; 2) Penyelenggaraan pelaksanaan tugas pada bidang pelayanan perizinan dan non perizinan; 3) Penyelenggaraan koordinasi dan fasilitasi dalam rangka penyelenggaraan tugas dan fungsi pada bidang pelayanan perizinan dan non perizinan; 4) Penyelenggaraan pemantauan, evaluasi dan pelaporan dalam rangka penyelenggaraan tugas dan fungsi pada bidang pelayanan perizinan dan non perizinan; 5) Pengelolaan penyusunan prosedur dan mekanisme pelayanan perizinan dan non perizinan; ) Pengelolaan penerimaan berkas permohonan perizinan dan non perizinan;

60 7) Pengelolaan pemeriksaan atau penelitian berkas permohonan perizinan dan non perizinan; 8) Pengelolaan pemrosesan perizinan dan non perizinan serta mengkoordinasikan dengan tim teknis; 9) Pengelolaan penyerahan perizinan dan non perizinan yang telah selesai kepada pemohon. ) Penyelenggaraan tugas dan fungsi lain sesuai dengan tugas dan fungsinya berdasarkan peraturan perundang-undangan. Bidang Perizinan dan Rekomendasi terdiri dari Tim Teknis yang merupakan kelompok kerja yang terdiri dari unsur-unsur satuan kerja perangkat daerah terkait yang mempunyai kewenangan untuk memberikan masukan/saran teknis terhadap permohonan perizinan dan non perizinan serta bertanggungjawab kepada Kepala Badan melalui Kepala Bidang Perizinan dan Rekomendasi. Tim Teknis mempunyai tugas : ) Memberikan pertimbangan teknis terhadap permohonan perizinan dan non perizinan kepada Kepala Badan melalui Kepala Bidang Perizinan dan Rekomendasi; 2) Membantu menyebarluaskan informasi dan mensosialisasikan berbagai kebijakan dan peraturan yang terkait dengan perizinan dan non perizinan; 3) Menyediakan bahan dan petunjuk teknis yang berkenaan dengan perizinan dan non perizinan; 4) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan Kepala Bidang. Sesuai dengan dengan tugas pokok dan fungsinya, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu merupakan instansi yang melaksanakan pelayanan administrasi perizinan dan non perizinan

61 yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Riau secara terpadu. Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi tersebut, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau pada tahun 2 memproses perizinan dan non perizinan sebanyak. (sebelas ribu seratus enam) jenis perizinan dan non perizinan yang terdiri dari 798 (tujuh ratus sembilan puluh delapan) jenis pelayanan perizinan dan.38 (sepuluh ribu tiga ratus delapan) jenis pelayanan non perizinan. Adapun rincian jumlah penyelesaian perizinan dan non perizinan sepanjang tahun 2 pada Badan Pelayanan Perizinan Terpadu adalah sebagai berikut:

62 Tabel 2.3. Rekapitulasi Perizinan dan Non Perizinan Tahun 2 NO BIDANG PERIZINAN NON JLH KET PERIZINAN Tenaga Kerja Kesatuan Bangsa & Politik 3 Perindustrian dan Perdagangan 4 Sosial Perternakan dan Kesehatan Hewan Perikanan dan Kelautan Energi dan sumber Daya Mineral 8 Bidang Marga Perhubungan Kesehatan Lingkungan Hidup Perkebunan Penanam Modal Kehutanan - 5 Koperasi dan UKM Cipta Karya dan Sumber Daya Air 7 Pertanahan Pekerjaan Umum dan Penataan ruangan TOTAL Sumber : Bidang Perizinan dan Rekomendasi, 2

63 3. Bidang Survey Bidang Survey mempunyai tugas pokok menyelenggarakan urusan pada kegiatan survey lapangan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pelaporan hasil survey terhadap permohonan perizinan dan non perizinan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Untuk melaksanakan tugasnya, Kepala Bidang Survey mempunyai fungsi: ) Penyelenggaraan perencanaan pada kegiatan survey lapangan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pelaporan hasil survey terhadap permohonan perizinan dan non perizinan sesuai dengan peraturan perundangundangan; 2) Penyelenggaraan pelaksanaan tugas padakegiatan survey lapangan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pelaporan hasil survey terhadap permohonan perizinan dan non perizinan sesuai dengan peraturan perundangundangan; 3) Penyelenggaraan koordinasi dan fasilitasi dalam rangka penyelenggaraan tugas dan fungsi pada kegiatan survey lapangan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pelaporan hasil survey terhadap permohonan perizinan dan non perizinan sesuai dengan peraturan perundangundangan; 4) Penyelenggaraan pemantauan, evaluasi dan pelaporan dalam rangka penyelenggaraan tugas dan fungsi pada kegiatan survey lapangan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pelaporan hasil survey terhadap

64 permohonan perizinan dan non perizinan sesuai dengan peraturan perundang-undangan; 5) Pengelolaan administrasi peninjauan lapangan atau survey; ) Pengelolaan perencanaan peninjauan lapangan atau survey; 7) Pengelolaan pelaksanaan peninjauan lapangan atau survey bersama tim teknis, kabupaten/kota dan instansi terkait diluar provinsi; 8) Pengelolaan pelaporan hasil peninjauan lapangan dan survey; 9) Penyelenggaraantugas dan fungsi lain sesuai dengan tugas dan fungsinya berdasarkan peraturan perundangundangan. Bidang Survey terdiri dari Tim Teknis yang merupakan kelompok kerja yang terdiri dari unsur-unsur satuan kerja perangkat daerah terkait yang mempunyai kewenangan untuk memberikan masukan/saran teknis dan melaksanakan survey bersama Kabupaten/Kota dan instansi terkait di luar Provinsi dalam rangka penerbitan perizinan dan non perizinan serta bertanggungjawab kepada Kepala Badan melalui Kepala Bidang Survey. Hingga akhir tahun 2 telah dilaksanakan survey terhadap 8 permohonan perizinan dan non perizinan. Adapun rincian jumlah pelaksanaan survey perizinan dan non perizinan setiap bulannya sepanjang tahun 2 pada Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau.

65 TAHUN PERIZINAN NON PERIZINAN TOTAL JANUARI 2 4 FEBRUARI 2 MARET 2 3 APRIL 3 MEI 4 3 JUNI T 5 9 JULI a 2 5 AGUSTUS 2 5 SEPTEMBER b 8 2 OKTOBER e NOVEMBER l 33 DESEMBER Rincian Jumlah Pelaksanaan Survey Tahun 2 Sumber : BidSumber Bidang Survey BP2T Provinsi Riau, 2 4. Bidang Penanganan Pengaduan Bidang Penanganan Pengaduan mempunyai tugas pokok menyelenggarakan urusan pada bidang perizinan dan non perizinan yang diterbitkan oleh Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau. Untuk melaksanakan tugas tersebut, Kepala Bidang Penanganan Pengaduan mempunyai fungsi : ) Penyelenggaraan perencanaan pada bidang perizinan dan non perizinan yang diterbitkan oleh Badan Pelayanan Perizinan Terpadu; 2) Penyelenggaraan pelaksanaan tugaspada bidang perizinan dan non perizinan yang diterbitkan oleh Badan Pelayanan Perizinan Terpadu; 3) Penyelenggaraan koordinasi dan fasilitasi dalam rangka penyelenggaraan tugas dan fungsi pada bidang perizinan dan non perizinan yang diterbitkan oleh Badan Pelayanan Perizinan Terpadu;

66 4) Penyelenggaraan pemantauan, evaluasi dan pelaporan dalam rangka penyelenggaraan tugas dan fungsi pada bidang perizinan dan non perizinan yang diterbitkan oleh Badan Pelayanan Perizinan Terpadu; 5) Pengelolaan urusan administrasi penyelesaian pengaduan pelaksanaan perizinan dan non perizinan yang diterbitkan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu; ) Pengelolaan koordinasi penyelesaian pengaduan pelaksanaan perizinan dan non perizinan bersama Tim Teknis, Kabupaten/Kota dan Instansi terkait diluar provinsi; 7) Pengelolaan urusan peninjauan lapangan, penyelesaian pengaduan pelaksanaan perizinan dan non perizinan bersama Tim Teknis, Kabupaten/Kota dan Instansi terkait diluar Provinsi; 8) Pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap perizinan dan non perizinan yang telah diterbitkan; 9) Penyelenggaraantugas dan fungsi lain sesuai dengan tugas dan fungsinya berdasarkan peraturan perundangundangan. Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi dibidang penanganan pengaduan dilakukan langkah proaktif mengantisipasi keluhan/ pengaduan masyarakat terhadap pelayanan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau. Langkah proaktif tersebut adalah dengan mengetahui secara dini tingkat kepuasan masyarakat yang dilakukan melalui pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dengan membandingkan antara harapan dan kebutuhan.

67 Pengukuran IKM sendiri memiliki 2 (dua) tujuan yaitu : ) bagi penyelenggara pelayanan, adalah untuk mengetahui tingkat kinerja unit pelayanan secara berkala sebagai bahan untuk menetapkan kebijakan dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik selanjutnya; 2) bagi masyarakat, sebagai gambaran tentang kinerja pelayanan unit yang bersangkutan Pada tahun 2, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau telah melakukan survey IKM mengacu pada Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : Kep/25/M.PAN/2/24 tanggal 24 Februari 24 tentangpedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah. Pelaksanaan survey IKM dilaksanakan sendiri oleh Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau dengan periode bulan Januari s/d September 25. Untuk Periode Oktober s/d Desember, pelaksanaan survey IKM dilaksanakan berdasarkan PerMenPAN dan RB Nomor Tahun 24 tentang Pedoman Survey Kepuasan Masyarakat terhadap penyelenggaraan pelayanan publik, disederhanakan menjadi 9 (sembilan) unsur sebagai dasar pengukuran. Kuesioner IKM disampaikan kepada penerima layanan/masyarakat yang datang untuk yang mengurus izin dan non perizinan di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau dengan mengambil responden sebanyak 749 responden.dari hasil pengolahan data kuesioner, nilai akhir IKM Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau adalah 82,25 dengan kategori mutu pelayanan A (Sangat Baik). Adapun rata-rata nilai masing-masing unsur pelayanan dapat diuraikan sebagai berikut :

68 Tabel 2.5. Nilai IKM Per-Unsur Periode Januari s/d September 2 (Sesuai Permenpan No. Kep/25/M.PAN/2/24) NO UNSUR PELAYANAN NILAI U Kejelasan Kesesuaian Persyaratan 3235 U 2 Prosedur Pelayanan 3234 U 3 Kepastian jadwal pelayanan 322 U 4 Kepastian biaya/tariff yang dibayarkan 34 U 5 Kepuasan pelayanan perizinan 332 U Kemampuan petugas pelayanan 3472 U 7 Kedisiplinan, kesopanan dan 34 keramahanpetugas U 8 Pelaksanaan maklumat pelayanan 3232 U 9 Proses penanganan pengaduan 33 Sumber : Bidang Penanganan Pengaduan BP2T Provinsi Riau, ISU-ISU PENTING PENYELENGGARAAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN PENANAMAN MODAL DAN PROMOSI DAERAH Kedudukan BPMPD adalah sebagai lembaga teknis daerah yang diserahkan wewenang, tugas dan tanggungjawab menunjang pelaksanaan otonomi daerah, desentralisasi, dekonsentrasi dan tugas pembantuan di bidang penanaman modal dan promosi seluruh potensi daerah. Berdasarkan Pasal 3 Peraturan Daerah Provinsi Riau No 8 Tahun 28, BPMPD Provinsi Riau mempunyai tugas pokok:. Merumuskan kebijakan pemerintah daerah di bidang penanaman modal dan promosi seluruh potensi daerah;

69 2. Mengkoordinasikan, memadukan, menyelaraskan dan menyerasikan perencanaan promosi seluruh potensi daerah yang akan dilaksanakan oleh pemerintah daerah; 3. Menyusun rencana kerja dan program pembangunan di bidang penanaman modal dan promosi seluruh potensi daerah; 4. Melaksanakan rencana kerja dan program pembangunan di bidang penanaman modal dan promosi seluruh potensi daerah; 5. Melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program pembangunan di bidang penanaman modal dan promosi seluruh potensi daerah;. Membuat laporan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan; 7. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan lingkup tugasnya; 8. Melaksanakan pelatihan di bidang penanaman modal dan promosi seluruh potensi daerah; 9. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan Gubernur Riau. A. Evaluasi Realisasi Anggaran BP2T Dalam struktur keuangan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) pada Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau berdasarkan klasifikasi belanja menurut urusan

70 merupakan SKPD yang melaksanakan Urusan Wajib Penanaman Modal, dan berdasarkan klasifikasi belanja daerah menurut fungsi Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau termasuk SKPD yang menjalankan Fungsi Ekonomi. Lebih lanjut pencapaian kinerja Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau tahun 2 yang telah ditetapkan, dapat terwujud dengan adanya dukungan dana sebagaimana tertuang dalam APBD, baik yang dialokasikan pada anggaran Belanja Langsung maupun anggaran Belanja Tidak Langsung. Dana anggaran Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau yang dialokasikan pada ABPD Provinsi Riau Tahun 2 setelah perubahan seluruhnya berjumlah Rp ,- (Sembilan belas milyar tujuh ratus sembilan puluh empat juta dua puluh satu ribu dua ratus empat puluh delapan rupiah). Anggaran Belanja Tidak Langsung dialokasikan untuk membiayai Belanja Pegawai berupa Gaji dan Tunjangan serta Tambahan Penghasilan PNS sebesar Rp ,- (lima belas milyar tiga ratus lima puluh delapan juta seraus sepuluh ribu lima ratus sembilan puluh delapan rupiah) terealisasi sebesar Rp ,- (dua belas milyar enam ratus tujuh puluh tujuh juta lima ratus lima puluh sembilan ribu delapan ratus sembilan puluh lima rupiah) atau 82,55 persen. Anggaran Belanja Langsung dialokasikan sebesar Rp ,- (empat milyar empat ratus tiga puluh lima juta sembilan ratus satu ribu enam ratus lima puluh rupiah) terealisasi sebesar Rp ,- (empat milyar dua ratus sembilan ribu tiga ratus lima puluh lima rupiah) atau 94,8

71 persen digunakan untuk melaksanakan 28 (dua puluh delapan) kegiatan pada 7 (tujuh) program. Berkaitan dengan sedang disusunnya RENSTRA SKPD Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau Tahun dan mempertimbangkan bahwa Renja Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau Tahun 27 merupakan Renja Tahun ke empat dalam periode tersebut, maka berdasarkan Permendagri Nomor 54 Tahun 2 terhadap pengisian Tabel 2. tentang Rekapitulasi Hasil Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau s/d tahun berjalan hanya mencantumkan program/kegiatan, Indikator kinerja program serta target akhir periode Renstra. B. Evaluasi Realisasi Anggaran BPMPD Dalam struktur keuangan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) pada Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah Provinsi Riau berdasarkan klasifikasi belanja menurut urusan merupakan SKPD yang melaksanakan Urusan Wajib Penanaman Modal, dan berdasarkan klasifikasi belanja daerah menurut fungsi Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah Provinsi Riau termasuk SKPD yang menjalankan Fungsi Ekonomi. Lebih lanjut pencapaian kinerja Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah Provinsi Riau tahun 2 yang telah ditetapkan, dapat terwujud dengan adanya dukungan dana sebagaimana tertuang dalam APBD, baik yang dialokasikan pada anggaran Belanja Langsung maupun anggaran Belanja Tidak Langsung.

72 Dana anggaran Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah Provinsi Riau yang dialokasikan pada ABPD Provinsi Riau Tahun 2 setelah perubahan seluruhnya berjumlah Rp ,- (lima belas milyar lima ratus tiga puluh tiga juta empat ratus enam puluh dua ribu delapan ratus delapan rupiah). Anggaran Belanja Tidak Langsung dialokasikan untuk membiayai Belanja Pegawai berupa Gaji dan Tunjangan serta Tambahan Penghasilan PNS sebesar Rp ,- (sepuluh milyar sebelas juta sembilan ratus delapan puluh sembilan ribu delapan ratus lima puluh tiga rupiah) terealisasi sebesar Rp ,- (Delapan milyar delapan ratus lima puluh lima juta lima ratus tiga puluh lima ribu tiga ratus tiga belas rupiah) atau 88,45 persen. Anggaran Belanja Langsung dialokasikan sebesar Rp ,- (lima milyar liam ratus dua puluh satu juta empat ratus tujuh puluh dua ribu sembilan ratus lima puluh lima rupiah) terealisasi sebesar Rp ,- (empat milyar seratus lima puluh lima juta delapan ratus lima puluh lima ribu empat ratus sembilan rupiah) atau 75,27 persen digunakan untuk melaksanakan 28 (dua puluh delapan) kegiatan pada 7 (tujuh) program. Berkaitan dengan sedang disusunnya RENSTRA SKPD Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau Tahun dan mempertimbangkan bahwa Renja Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah Provinsi Riau Tahun 27 merupakan Renja Tahun ke empat dalam periode tersebut, maka berdasarkan Permendagri Nomor 54 Tahun 2 terhadap pengisian Tabel 2. tentang Rekapitulasi Hasil

73 Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau s/d tahun berjalan hanya mencantumkan program/kegiatan, Indikator kinerja program serta target akhir periode Renstra. Pelayanan Terpadu Satu Pintu dibentuk berdasarkan komitmen Kepala Negara dalam rangka mencegah korupsi dan menyajikan pelayanan publik yang cepat, tranparan, akuntabel dan murah. Terkait dengan program tersebut terdapat dua Kementerian dan satu Lembaga Tinggi Negara yang terlibat secara langsung dalam tata kelola pelayanan yang disajikan oleh PTSP, yaitu Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia, yaitu :. Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Visi Kementerian Dalam Negeri : Terwujudnya sistem politik yang demokratis, pemerintahan yang desentralistik, pembangunan daerah yang berkelanjutan, serta keberdayaan masyarakat yang partisipasif, dengan didukung sumber daya aparatur yang profesional dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia Pembinaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) berada pada Direktorat Pembangunan Daerah dengan Visi : Mengembangkan keserasian hubungan pusat-daerah, antar daerah dan antar kawasan, serta kemandirian

74 daerah dalam pengelolaan pembangunan daerah secara berkelanjutan Dengan strategi pencapaian program dalam koridor kebijakan strategik yaitu Mendorong Penyelenggaraan prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik dan penerapan reformasi birokrasi. Bahwa dalam rangka peningkatan perekonomian daerah dibutuhkan pelayanan publik yang dapat mendorong peningkatan investasi dalam rangka mendorong angka pertumbuhan ekonomi di daerah. 2. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Visi yang dirumuskan adalah : Mewujudkan Aparatur Negara Yang Bersih, Kompeten dan Melayani Agar pencapaian dapat dilakukan secara maksimal maka ditetapkan sasaran strategis yang terkait Pelayanan Terpadu Satu Pintu yakni mewujudkan pelayanan publik yang terus menerus meningkat kualitasnya dan yang menjadi indikator utamanya adalah Skor Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) rata-rata nasional 8. Peningkatan pelayanan publik dilakukan melalui rencana aksi : a. Peningkatan Pelayanan Perizinan : a.. Kejelasan Biaya dan Persyaratan Perizinan a.2. Penyederhanaan Deregulasi Perizinan Penguatan Pelayanan Terpadu Satu Pintu

75 Pembatasan Waktu Pengurusan Izin b. Penguatan Budaya Pelayanan Prima melalui : Penetapan dan Penerapan Standar Pelayanan Publik dan Maklumat Pelayanan (melalui implementasi UU tentang Pelayanan Publik dengan pembentukan perwakilan Komisi Ombudsman di daerah-daerah); Peningkatan Pelayanan Publik seluruh K/L dan Pemda; Survei IKM (Indeks Kepuasan Masyarakat); Pengelolaan Pengaduan Masyarakat. 3. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia Memiliki visi : Terwujudnya Iklim Penanaman Modal yang berdaya saing untuk menunjang kualitas perekonomian Indonesia Pengembangan iklim penanaman modal dan iklim usaha yang kondusif menjadi salah satu prioritas dari sebelah prioritas nasional dibidang penanaman modal. Dalam rencana strategis telah dituangkan bahwa iklim penanaman modal yang kondusif termasuk dalam penyelenggaraan perizinan dan non perizinan didaerah dan telah dilimpahkan kepada daerah kewenangan perizinan penanaman modal melalui implementasi sistem PTSP didaerah dan diimbangi peningkatan sistem pelayanan dikantor BKPM. Hal ini menjadi prioritas dalam rangka koordinasi pelayanan penanaman modal ditingkat Pemeritah, Pemerintah Daerah dan Pemerintah Kab/Kota.

76 Suatu perkembangan yang positif bagi BKPM adalah dengan telah dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 29 tentang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Berdasarkan Pepres ini, BKPM menyelenggarakan sistem PTSP di pusat dan utuk itu BKPM menerima pelimpahan kewenangan perizinan dan non perizinan dari Instansi terkait dan Pemerintah Daerah terkait penanaman modal yang menjadi urusan Pusat. Disamping itu juga BKPM berwenang menetapkan standar, norma. Standar dan prosedur serta kelayakan operasi sistem PTSP yang dijalankan Pemerintah Daerah melalui implementasi sistem SPEPISE yakni sistem online palayanan perizinan penanaman modal Review terhadap Rancangan Awal RKPD Perumusan rancangan awal RKPD merupakan awal dari seluruh proses penyusunan rancangan RKPD untuk memberikan panduan kepada seluruh SKPD Provinsi dalam menyusun rancangan Renja SKPD dan berfungsi sebagai koridor perencanaan pembangunan daerah dalam kurun waktu (satu) tahun yang disusun menggunakan pendekatan teknokratis dan partisipatif. Review terhadap rancangan awal RKPD Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Riau Tahun 27 dapat dilihat pada Tabel 2..

77

78

79

80

81

82

83

84

85 BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN 3.. Telaahan terhadap Kebijakan Nasional Tahun 28 merupakan tahun kedua pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) ketiga periode Arah kebijakan RPJMN dalam periode ini merupakan tahapan dalam mewujudkan visi pembangunan jangka panjang yaitu mewujudkan Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur. Adapun Tema RPJMN III (25-29) adalah : Memantapkan pembangunan secara menyeluruh dengan menekankan pembangunan daya saing kompetitif perekonomian berbasis keunggulan SDA, SDM yang berkualitas, serta kemampuan Iptek yang terus meningkat. VISI Pembangunan Nasional untuk tahun adalah: "Terwujudnya Indonesia yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong-royong" Visi ini diwujudkan melalui 7 (tujuh) MISI PEMBANGUNAN, yaitu:. Mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah, menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumber daya maritim, dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan.

86 2. Mewujudkan masyarakat maju, berkeseimbangan, dan demokratis berlandaskan negara hukum. 3. Mewujudkan politik luar negeri bebas-aktif dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim. 4. Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju, dan sejahtera. 5. Mewujudkan bangsa yang berdaya saing.. Mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional. 7. Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan. 9 AGENDA PRIORITAS NAWA CITA. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberi rasa aman pada seluruh Warga Negara. 2. Membangun tata kelola Pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya. 3. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan. 4. Memperkuat kehadiran Negara dalam melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya. 5. Meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat Indonesia.. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional. 7. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. 8. Melakukan revolusi karakter bangsa.

87 9. Memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial. BERDAULAT DALAM BIDANG POLITIK. Membangun wibawa politik luar negeri dan mereposisi peran Indonesia dalam isu-isu global. 2. Menguatkan sistem pertahanan negara. 3. Membangun politik keamanan dan ketertiban masyarakat. 4. Mewujudkan profesionalitas intelijen negara. 5. Membangun keterbukaan informasi dan komunikasi publik.. Mereformasi sistem dan kelembagaan demokrasi. 7. Memperkuat politik desentralisasi dan otda. 8. Mendedikasikan diri untuk memberdayakan desa. 9. Melindungi dan memajukan hak-hak masyarakat adat.. Pemberdayaan Perempuan dalam politik dan pembangunan.. Mewujudkan sistem dan penegakan hukum yang berkeadilan. 2. Menjalankan reformasi birokrasi dan pelayanan publik. BERDIKARI DALAM BIDANG EKONOMI. Dedikasikan pembangunan kualitas SDM. 2. Membangun kedaulatan pangan berbasis agribisnis kerakyatan. 3. Mendedikasikan program untuk membangun daulat energi berbasis kepentingan nasional. 4. Untuk penguasaan SDA melalui 7 langkah & membangun regulasi mewajibkan CSR &/atau saham untuk masyarakat lokal/sekitar tambang, penguatan kapasitas pengusaha nasional (termasuk penambang rakyat) dalam pengelolaan tambang berkelanjutan. 5. Membangun pemberdayaan buruh.. Membangun sektor keuangan berbasis nasional.

88 7. Penguatan investasi domestik. 8. Membangun penguatan kapasitas fiskal negara. 9. Membangun infrastruktur.. Membangun ekonomi maritim.. Penguatan sektor kehutanan. 2. Membangun tata ruang dan lingkungan berkelanjutan. 3. Membangun perimbangan pembangunan kawasan. 4. Membangun karakter dan potensi wisata. 5. Mengembangkan kapasitas perdagangan nasional.. Pengembangan industri manufaktur. BERKEPRIBADIAN DALAM BIDANG KEBUDAYAAN. Berkomitmen mewujudkan pendidikan sebagai pembentuk karakter bangsa. 2. Akan memperteguh kebhinekaan Indonesia dan memperkuat restorasi sosial. 3. Akan membangun jiwa bangsa melalui pemberdayaan pemuda dan olahraga. Pokok pokok Arah Kebijakan Fiskal Tahun 28 adalah sebagai berikut : Perpajakan Meningkatkan tax ratio menjadi sekitar 4% (termasuk SDA migas dan pertambangan). Meningkatkan kepatuhan WP melalui law enforcement (pemeriksaan dan penyidikan). Memperluas tax base. Pengajuan usul barang kena cukai baru.

89 PNBP Mengoptimalkan penerimaan SDA migas menahan turunnya lifting pengawasan SDA pertambangan, kehutanan dan Perikanan Optimalisasi Bagian Pemerintah atas Laba BUMN agar dapat mendorong peran BUMN sebagai agent of development. Memperbaiki peraturan perundang-undangan di bidang PNBP (mekanisme dan tarif). Subsidi Energi Memberikan subsidi tetap untuk BBM jenis minyak solar. Penerapan tariff adjusment untuk TTL. Perbaikan bauran energi input untuk pembangkit listik. Subsidi Non Energi Menyediakan Raskin kepada RTS selama 2 bulan sebesar 5 kg/rts/bulan dengan harga jual Rp./kg. Memenuhi kebutuhan pupuk dan benih petani dengan harga terjangkau dalam meningkatkan produksi pertanian. Transfer ke Daerah Melanjutkan kebijakan affirmatif DAK yang diprioritaskan pada bidang infrastruktur dasar untuk Meningkatkan alokasi DAK. Penajaman bidang DAK sehingga lebih efektif, selektif dan optimal pemanfaatannya. Dana Desa

90 Meningkatkan alokasi Dana Desa 2 sehingga setara persen dari dan diluar transfer ke daerah. Mengefektifkan program-program yang berbasis desa sesuai amanat UU Nomor Tahun 24 tentang Pokok- Pokok Kebijakan Defisit dan Pembiayaan 2 Defisit diupayakan terus menurun, menjadi sekitar,7% -,9% terhadap PDB. Primary balance diupayakan untuk terus membaik, sehingga menuju positif di tahun 29. Pengendalian rasio utang terhadap PDB. Mendukung program sejuta rumah bagi melalui alokasi dana bergulir untuk BLU PPP (FLPP). Melanjutkan pemberian beasiswa dan rehabilitasi fasilitas pendidikan yang rusak akibat bencana alam melalui program dana pengembangan pendidikan nasional. Mendukung percepatan pembangunan infrastruktur melalui pinjaminan pemerintah. Mendukung peran BUMN sebagai agen pembangunan. Mewujudkan peogram Prioritas Nasional (Nawacita) melalui alokasi PMN kepada BUMN. 3.2 Tujuan dan Sasaran Renja DPMPTSP Provinsi Riau Tahun 28 Perencanaan kinerja merupakan proses penyusunan rencana kinerja sebagai penjabaran dari sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam rencana strategis yang akan dilaksanakan oleh instansi pemerintah melalui berbagai kegiatan tahunan.

91 Instansi Pemerintah merupakan target indikator kinerja tingkat sasaran sratejik untuk masing-masing unit kerja. Rencana Kinerja ini menjabarkan target kinerja yang menunjukan kuantitatif yang melekat pada setiap indikator kinerja, baik pada tingkat sasaran strategis maupun pada tingkat kegiatan dan merupakan pembanding bagi proses pengukuran keberhasilan organisasi yang dilakukan setiap akhir priode pelaksanaan. Dalam rencana kinerja ditetapkan rencana capaian kinerja tahunan untuk seluruh indikator kinerja yang ada pada tingkat sasaran dan kegiatan. Ukuran keberhasilan dinyatakan dalam angka capaian realisasi atas indikator-indikator kinerja yang berorientasi indikator kinerja sasaran untuk masing-masing unit kerja/instansi. Pencapaian angka-angka indikator kinerja Instansi Pemerintah menggambarkan hasil pencapaian sasaran strategis. Berdasarkan rumusan yang tertuang dalam Renstra, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau telah mengidentifikasikan sasaran strategis yang ingin dicapai pada tahun 27 berdasarkan bidang kewenangan yang dimilikinya. Setiap sasaran strategis yang ada diidentifikasi indikator kinerja yang akan dijadikan tolak ukur keberhasilan pencapaian sasaran. Sasaran-sasaran strategis beserta indikator kinerjanya ini dirumuskan dari dokumen perencanaan strategis. Sasaran strategis ini sebagaimana tertuang dalam Kerangka Umum Anggaran (KUA) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau Tahun 27.

92 Adapun sasaran rencana kinerja yang ingin dicapai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Riau pada Tahun 27 sesuai dengan rumusan Rencana Strategis adalah :. Meningkatnya kepuasan masyarakat dalam proses pelayanan perizinan dan non perizinan, dengan indikator capaian adalah a. Angka Indeks Masyarakat, IKM = 82, b. Rasio jumlah pengaduan yang masuk dan diselesaikan, %. 2. Meningkatnya kegiatan pelayanan perizinan dan non perizinan yang menunjang percepatan investasi dan penanaman modal, dengan indikator : a. Jumlah perizinan dan non perizinan yang diproses, b. Rasio jumlah perizinan dan non perizinan yang masuk dan diselesaikan sesuai standar, %. Untuk mencapai sasaran kinerja tahun 28 tersebut, maka ditetapkan 7 (tujuh) program dan 25 (dua puluh lima) kegiatan. Program dan kegiatan tersebut telah dianggarkan dalam APBD Provinsi Riau Tahun 27, dan merupakan bagian dari komitmen Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau untuk mengimplementasikan rencana strategis. Uraian target sasaran program dan indikator kinerja kegiatan sebagaimana tercantum pada formulir RKT pada lampiran tabel Rencana Kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Provinsi Riau Tahun 28 terlampir.

93 3.3. Program dan Kegiatan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Riau Program dan Kegiatan Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Riau berisikan tentang faktor-faktor yang menjadi bahan pertimbangan terhadap rumusan program dan kegiatan Rancangan Awal RKPD, baik jenis program dan kegiatan dan pagu indikatif. Program dan Kegiatan Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Riau tahun 28 yaitu :. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Realisasi pelaksanaan kegiatan pada program Pelayanan Administrasi Perkantoran ini adalah sebagai berikut : a. Penyediaan jasa surat menyurat Rp...,- (supuluh juta rupiah) Melalui kegiatan ini telah tersedianya pelayanan administrasi surat menyurat selama tahun. b. Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik Rp.8..,- (delapan puluh juta rupiah). Melalui kegiatan ini telah tersedianya fasilitas kantor dan sarana komunikasi informasi berupa langganan telepon dan operasional website/internet pada Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau. c. Penyediaan alat tulis kantor Rp.5..,- (seratus lima puluh juta rupiah).

94 Melalui kegiatan ini telah tersedianya alat tulis kantor sebanyak 55 jenis untuk keperluan kantor selama tahun. d. Penyediaan barang cetakan dan penggandaan Rp.2..,- (dua ratus juta rupiah). Melalui kegiatan ini telah tersedianya barang cetakan dan penggandaan sebanyak 9 jenis untuk keperluan kantor selama tahun. e. Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang- Undangan Rp.5..,- (lima puluh juta rupiah). Melalui kegiatan ini telah tersedianya bahan bacaan sebanyak 55 eksampler. f. Penyediaan Makanan dan Minuman Rp.75..,- (seratus tujuh puluh lima juta rupiah). Melalui kegiatan ini telah tersedianya makan dan minum keperluan kantor dengan persentasi % serta untuk keperluan rapat, tamu dan kegiatan lainnya selama tahun. g. Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah Rp ,77- (dua ratus lima puluh lima juta seratus enam belas ribu empat ratus empat belas rupiah koma tujuh puluh tujuh). Melalui kegiatan ini menunjang keikutsertaan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau dalam rapat-rapat koordinasi dan konsultasi selama tahun.

95 2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Realisasi pelaksanaan kegiatan pada program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur ini adalah sebagai berikut : a. Pemeliharaan rutin/berkala mobil jabatan Rp.8..,- (seratus tiga puluh juta rupiah). Melalui kegiatan ini telah terpeliharanya mobil jabatan sebanyak 2 unit kendaraan roda empat secara rutin/berkala. b. Pemeliharaan rutin/berkala peralatan gedung kantor Rp.8..,- (delapan puluh juta rupiah). Melalui kegiatan ini telah terpeliharanya peralatan gedung kantor melalui service rutin, penggantian tinta mesin fotocopy, perbaikan dan penggantian alat komputer, pemeliharaan telepon, perbaikan dan penggantian instansi listrik / telepon, pemeliharaan komputer secara rutin / berkala. c. Pengadaan kendaraan operasional pelayanan perizinan Rp.75..,- (Tujuh Ratus Lima puluh juta rupiah). Melalui kegiatan ini tersedianya sarana dan prasarana inovasi pelayanan antar jemput perizinan. 3.Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi Realisasi pelaksanaan kegiatan pada program Peningkatan Akuntabilitas Perizinan dan Non Perizinan adalah sebagai berikut:

96 a. Peningkatan Sistem Informasi / Publikasi Tentang Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan Provinsi Riau Rp.7..,- (tujuh puluh juta rupiah). Melalui kegiatan ini tersedianya informasi perizinan dan non perizinan yang akurat pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Riau Tahun 27 b. Sosialisasi Promosi dan Publikasi Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan Rp...,- (seratus juta rupiah). Melalui kegiatan ini tersedianya informasi perizinan dan non perizinan yang akurat pada Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau Tahun 27 c. Promosi dalam negeri Rp.5..,- (seratus lima puluh juta rupiah). Melalui kegiatan ini terlaksananya promosi luar negeri dalam bentuk seminar/pameran/expo. d. Riau expo Rp.2..,- (dua ratus juta rupiah). Melalui kegiatan ini suksesnya penyelenggaraan pelaksanaan pameran pembangunan riau expo yang dapat menambah nilai investasi di provinsi riau.

97 4. Program Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi Realisasi pelaksanaan kegiatan pada program Peningkatan Akuntabilitas Perizinan dan Non Perizinan adalah sebagai berikut: a. Penerapan Dan Pengendalian Manajemen Mutu Pelayanan Rp.5..,- (lima puluh juta rupiah). Melalui kegiatan ini tersedianya hasil IKM tahun 28 serta terlaksananya sertifikasi manajemen mutu pelayanan di provinsi riau. b. Monitoring dan Evaluasi Penerbitan Perizinan dan Non perizinan Rp.75..,- (tujuh puluh lima juta rupiah). Melalui kegiatan ini Termonitornya dan Terevaluasinya penerbitan Perizinan dan Non perizinan yang Telah di keluarkan. c. Rapat Koordinasi Pelayanan Terpadu Satu Pintu Se Provinsi Riau Rp.4..,- (seratus empat puluh juta rupiah) Melalui kegiatan ini tersedianya wadah komunikasi dan koordinasi penyelenggaraan pelayanan terpadu Provinsi Riau Tahun 28

98 d. Peningkatan Kinerja Tim Survey Perizinan dan Non Perizinan Rp...,- (enam ratus juta rupiah) Melalui kegiatan ini terdapat jumlah berita acara penerbitan perizinan dan nonpeizinan sesuai dengan mekanisme survey e. Penganugerahan RIAU INVESMENT AWARD Untuk kegiatan ini dialokasikan anggartan sebesar Rp. 35..,- (Tiga Ratus Lima Puluh Juta Rupiah) Melalui kegiatan ini terciptanya iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan di kabupaten/kota 5. Program penyiapan potensi sumberdaya, sarana dan prasarana daerah. Realisasi pelaksanaan kegiatan pada program penyiapan potensi sumberdaya, sarana dan prasarana daerah. adalah sebagai berikut: a. Pelaksanaan warta promosi daerah Rp.5..,- (lima puluh juta rupiah) Melalui kegiatan ini terlaksananya penerbitan majalah atau bulletin warta promosi riau dan website penanaman modal. b. Pengadaan buku statistik investasi daerah Rp.5..,- (lima puluh juta rupiah) Melalui kegiatan ini tersedianya buku statistik investasi provinsi riau PMA/PMDM tahun 27 sebanyak 33 buku

99 c. Penyusunan Rencana Umum Penanaman Modal Rp...,- (Enam Ratus juta rupiah) Melalui kegiatan ini tersedianya data tentang peluang / potensi di Provinsi Riau. d. Penyusunan database potensi penanaman modal provinsi riau. Rp.7..,- (tujuh puluh juta rupiah) Melalui kegiatan ini tersedianya database penanaman modal dan pelayanan terpadu satupintu provinsi riau

100 BAB IV PENUTUP Demikian Rancangan Akhir Rencana Kerja (RENJA) Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Riau Tahun 28 ini dibuat untuk menjadi pedoman di lingkungan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau dalam menyusun program dan kegiatan prioritas pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Riau Tahun Anggaran 28. Melalui dokumen Rencana Kerja Tahun 28 ini, diharapkan untuk dapat dijadikan pedoman dalam melaksanakan program/kegiatan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Riau selama satu tahun dalam mendukung pencapaian prioritas pembangunan Tahun 28. Pekanbaru, Juni 27 KEPALA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU PROVINSI RIAU EVAREFITA, SE, M.Si Pembina Utama Muda NIP

PEMERINTAH KABUPATEN BANYUASIN INSPEKTORAT KABUPATEN TAHUN 2015 BAB I PENDAHULUAN

PEMERINTAH KABUPATEN BANYUASIN INSPEKTORAT KABUPATEN TAHUN 2015 BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sejak diundangkannya Peraturan Daerah Kabupaten Banyuasin Nomor 30 Tahun 2005 tanggal 16 Nopember 2005, maka Nomenklatur Badan Pengawas Daerah Kabupaten Banyuasin

Lebih terperinci

RENJA BAGIAN PERTANAHAN TAHUN 2015 (REVIEW)

RENJA BAGIAN PERTANAHAN TAHUN 2015 (REVIEW) 1 RENJA BAGIAN PERTANAHAN TAHUN 2015 (REVIEW) Renja Bagian Pertanahan Tahun 2015 (Review) Page 1 2 KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan Puji Syukur Kehadirat Allah SWT Rencana Kerja Bagian Pertanahan Sekretariat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2015 ditetapkan dengan Peraturan Daerah Sumatera Selatan Nomor 22 Tahun 2014 tentang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah adalah proses

BAB I PENDAHULUAN. Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah adalah proses BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah adalah proses kegiatan yang ditujukan untuk menjamin agar Pemerintah Daerah berjalan secara efisien dan efektif

Lebih terperinci

PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA A. Program Utama Dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sesuai visi misi Kantor Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal maka ditentukan oleh ketersedian anggaran

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Demikian yang dapat kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

KATA PENGANTAR. Demikian yang dapat kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih. PEMERINTAH KABUPATEN JOMBANG BAGIAN HUKUM SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN JOMBANG 2015 KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT karena atas limpahan dan rahmatnya, sehingga penyusunan

Lebih terperinci

BAB I I TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

BAB I I TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN Rencana Kinerja (Renja) BPPTPM Prov.Kep.Babel TA.2016 BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN 3.1. Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional dan Provinsi Visi BKPM dalam periode 2015-2019 adalah sebagai

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Bandung, 2013 KEPALA BPPT KOTABANDUNG. Drs. H. DANDAN RIZA WARDANA, M.Si PEMBINA TK. I NIP

KATA PENGANTAR. Bandung, 2013 KEPALA BPPT KOTABANDUNG. Drs. H. DANDAN RIZA WARDANA, M.Si PEMBINA TK. I NIP KATA PENGANTAR Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkat dan rahmat-nya, kami dapat menyelesaikan Rencana Kerja (RENJA) Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Bandung Tahun

Lebih terperinci

RENCANA KERJA BAGIAN PERTANAHAN SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN MALANG BAB I PENDAHULUAN

RENCANA KERJA BAGIAN PERTANAHAN SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN MALANG BAB I PENDAHULUAN 1 LAMPIRAN KEPUTUSAN KEPALA BAGIAN PERTANAHAN SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN MALANG NOMOR : 188.45/ /KEP/421.014/2015 TENTANG PENGESAHAN RENCANA KERJA BAGIAN PERTANAHAN SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN MALANG

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rencana kerja adalah dokumen rencana yang memuat program dan kegiatan yang diperlukan untuk mencapai sasaran pembangunan, dalam bentuk kerangka regulasi dan kerangka

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang Sejalan diterbitkan Peraturan Pemerintah nomor 8 tahun 2008 yang dijabarkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 54 Tahun 200 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah

Lebih terperinci

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kab. Banyuwangi 1

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kab. Banyuwangi 1 Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kab. Banyuwangi 1 Dengan berlakunya Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional serta Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 yang disempurnakan

Lebih terperinci

Program Pelayanan Meningkatnya KPPTSP 12 bulan 488,445, ,308,380

Program Pelayanan Meningkatnya KPPTSP 12 bulan 488,445, ,308,380 TABEL VII Rumusan Rencana Program dan Kegiatan SKPD Tahun 2017 dan Prakiraan Maju Tahun 2018 Kota Banda Aceh Nama SKPD : Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Lembar 1 dari 5 Rencana Tahun 2017

Lebih terperinci

Rumusan Rencana Program dan Kegiatan SKPD Tahun 2013 dan Prakiraan Maju Tahun 2014 Kabupaten Bogor

Rumusan Rencana Program dan Kegiatan SKPD Tahun 2013 dan Prakiraan Maju Tahun 2014 Kabupaten Bogor Rumusan Rencana Program dan Kegiatan SKPD Tahun 2013 dan Prakiraan Maju Tahun 2014 Kabupaten Bogor SKPD : INSPEKTORAT Indikator Rencana Tahun 2013 1 20 01 Program Pelayanan Administrasi 931,909,000 APBD

Lebih terperinci

TABEL XIV (Tabel 5.1)

TABEL XIV (Tabel 5.1) TABEL XIV (Tabel 5.1) Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran, dan Pendanaan Indikatif Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Banda Aceh Indikator Data Target Kinerja Program

Lebih terperinci

Rencana Kerja Perubahan Tahun 2016

Rencana Kerja Perubahan Tahun 2016 Lampiran Tahun 2016 Badan Pelayanan Perijinan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Bontang BAB I P E N D A H U L U A N I.1. LATAR BELAKANG Dengan ditetapkannya UU No. 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROVINSI BANTEN DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH ( DPA SKPD ) TAHUN ANGGARAN 2016 BELANJA LANGSUNG

PEMERINTAH PROVINSI BANTEN DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH ( DPA SKPD ) TAHUN ANGGARAN 2016 BELANJA LANGSUNG PEMERINTAH PROVINSI BANTEN DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN ( DPA SKPD ) TAHUN ANGGARAN 2016 BELANJA LANGSUNG NO DPA SKPD 1.16 01 02 05 5 2 URUSAN PEMERINTAHAN 1.16. 1.16 Urusan Wajib Penanaman Modal ORGANISASI

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. SKPD), adalah dokumen perencanaan Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk

BAB I PENDAHULUAN. SKPD), adalah dokumen perencanaan Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Rencana Pembangunan Tahunan Satuan Kerja Perangkat Daerah, yang selanjutnya disebut Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja- SKPD), adalah dokumen perencanaan

Lebih terperinci

Tabel 3.3 Rumusan Rencana Program dan Kegiatan SKPD Tahun 2015 dan Prakiraan Maju Tahun 2016 Kotabaru. Target Capaian Kinerja.

Tabel 3.3 Rumusan Rencana Program dan Kegiatan SKPD Tahun 2015 dan Prakiraan Maju Tahun 2016 Kotabaru. Target Capaian Kinerja. Tabel 3.3 Rumusan Rencana Program dan Kegiatan SKPD Tahun 2015 dan Prakiraan Maju Tahun 2016 Kelumpang Lembar dari.. Rencana Tahun 2015 Perkiraan Maju Rencana Tahun 2016 Kode Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan

Lebih terperinci

enyusunann Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2016

enyusunann Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2016 Kata Pengantar enyusunann Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 206 ini didasarkan pada Undang-undang Nomor 23 Tahun 204 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun

Lebih terperinci

I. P E N D A H U L U A N. Penyusunan Rencana Kerja didasarkan pada skala prioritas dengan tetap

I. P E N D A H U L U A N. Penyusunan Rencana Kerja didasarkan pada skala prioritas dengan tetap I. P E N D A H U L U A N Penyusunan Rencana Kerja didasarkan pada skala prioritas dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik yang dimiliki oleh wilayah. Namun demikian dinamika perkembangan

Lebih terperinci

DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH ( DPA SKPD )

DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH ( DPA SKPD ) PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI UTARA DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN ( DPA SKPD ) BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL TAHUN ANGGARAN 203 NAMA FORMULIR DPA SKPD DPA SKPD DPA SKPD 2. Ringkasan Dokumen Pelaksanaan

Lebih terperinci

RENCANA KERJA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN TAHUN 2015

RENCANA KERJA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN TAHUN 2015 RENCANA KERJA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN TAHUN 2015 REVISI KE II BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN 1 KATA PENGANTAR Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena

Lebih terperinci

RENCANA KERJA KECAMATAN ANGSANA TAHUN 2016

RENCANA KERJA KECAMATAN ANGSANA TAHUN 2016 RENCANA KERJA KECAMATAN ANGSANA TAHUN 2016 PEMERINTAH KABUPATEN TANAH BUMBU KECAMATAN ANGSANA DAFTAR ISI Halaman Daftar Isi... ii Daftar Tabel... iii Daftar Bagan... iv Daftar Singkatan... v BAB I PENDAHULUAN...

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2015 KEPALA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIJINAN TERPADU PROVINSI JAWA BARAT

KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2015 KEPALA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIJINAN TERPADU PROVINSI JAWA BARAT KATA PENGANTAR Sebagai tindaklanjut dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, yang mewajibkan bagi setiap pimpinan instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan

Lebih terperinci

KELURAHAN BERBAS PANTAI KECAMATAN BONTANG SELATAN

KELURAHAN BERBAS PANTAI KECAMATAN BONTANG SELATAN RENCANA KERJA SKPD (RENJA SKPD) TAHUN 2015 KOTA BONTANG BESSAI BERINTA KELURAHAN BERBAS PANTAI KECAMATAN BONTANG SELATAN KOTA BONTANG KATA PENGANTAR Rencana Kerja (Renja) Tahun 2015 merupakan tahun keempat

Lebih terperinci

RENCANA KERJA TAHUN 2018 PEMERINTAH KABUPATEN TEMANGGUNG

RENCANA KERJA TAHUN 2018 PEMERINTAH KABUPATEN TEMANGGUNG RENCANA KERJA TAHUN 2018 PEMERINTAH KABUPATEN TEMANGGUNG OPD : DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP No Urusan/ Bidang Urusan Pemerintahan Daerah, dan Program/Kegiatan Indikator Kinerja Program/Kegiatan Lokasi

Lebih terperinci

BAB 5 RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF

BAB 5 RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF BADAN PELAYANAN TERPADU DAN PENANAMAN MODAL RENCANA STRATEGIS (RENSTRA 214-218) BAB 1 : PENDAHULUAN BAB 5 RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF 1.1.

Lebih terperinci

BAB. I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Tugas Pokok dan Fungsi

BAB. I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Tugas Pokok dan Fungsi BAB. I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.1.1 Tugas Pokok dan Fungsi Berdasarkan Peraturan Gubernur Lampung Nomor 10 Tahu 2014 tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur Lampung Nomor 33 Tahun 2010 tentang

Lebih terperinci

RINCIAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN

RINCIAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN Lampiran III Peraturan Daerah Nomor Tanggal : : 1 TAHUN 201 31 December 201 PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA RINCIAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA SALATIGA TAHUN 2016

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA SALATIGA TAHUN 2016 LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA SALATIGA TAHUN 2016 DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA SALATIGA 2017 KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan

Lebih terperinci

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun 2012 dan Capaian Renstra SKPD

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun 2012 dan Capaian Renstra SKPD BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN 2012 2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun 2012 dan Renstra SKPD Pada tahun 2012, tidak semua kegiatan dalam Rencana Kerja tahun 2012 dapat dilaksanakan,

Lebih terperinci

RENCANA KERJA KECAMATAN ANGSANA TAHUN 2017

RENCANA KERJA KECAMATAN ANGSANA TAHUN 2017 RENCANA KERJA KECAMATAN ANGSANA TAHUN 2017 PEMERINTAH KABUPATEN TANAH BUMBU KECAMATAN ANGSANA DAFTAR ISI Halaman Daftar Isi... ii Daftar Tabel... iii Daftar Bagan... iv Daftar Singkatan... v BAB I PENDAHULUAN...

Lebih terperinci

Evaluasi Hasil Renja SKPD Perangkat Daerah : Dinas Kebudayaan dan Priwisata Kota Bima Periode Pelaksanaan: 2016

Evaluasi Hasil Renja SKPD Perangkat Daerah : Dinas Kebudayaan dan Priwisata Kota Bima Periode Pelaksanaan: 2016 ( Dalam Juta Rupiah) NO / BIDANG DAN / INDIKATOR (OUTPUT) 1 2 3 4 1 Urusan Wajib 1.17 Bidang Kebudayaan 1. 1.17.01 PELAYANAN ADMINISTRASI PERKANTORAN 1.17.01.01 Penyediaan Jasa Surat Menyurat 1.17.01.02

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT PROGRAM, KEGIATAN DAN RINCIAN KEGIATAN RENCANA KERJA SKPD (RENJA-SKPD) TAHUN 2014 SKPD : Inspektorat Kabupaten No Kode Program / Kegiatan / Rincian Kegiatan Tujuan

Lebih terperinci

RENCANA KERJA SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017 BAB I PENDAHULUAN

RENCANA KERJA SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017 BAB I PENDAHULUAN LAMPIRAN KEPUTUSAN SEKRETARIS DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN MALANG NOMOR : 88.4/ /KEP/35.07.04/20 TENTANG PENETAPAN RENCANA KERJA SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN MALANG

Lebih terperinci

DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH ( DPA SKPD )

DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH ( DPA SKPD ) PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI UTARA DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN ( DPA SKPD ) DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN TAHUN ANGGARAN 203 NAMA FORMULIR DPA SKPD DPA SKPD DPA SKPD 2. Ringkasan Dokumen Pelaksanaan Anggaran

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rencana Pembangunan Tahunan Satuan Kerja Perangkat Daerah, yang selanjutnya disebut Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja-SKPD), adalah dokumen perencanaan

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH BIRO HUKUM DAN ORGANISASI TAHUN 2015 Dengan diberlakukannya Undang-undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Peraturan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dokumen Rencana Kerja Bagian Humas Sekretariat Daerah Kabupaten. tahun yang digunakan sebagai acuan dalam penyusunan kebijakan

BAB I PENDAHULUAN. Dokumen Rencana Kerja Bagian Humas Sekretariat Daerah Kabupaten. tahun yang digunakan sebagai acuan dalam penyusunan kebijakan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dokumen Rencana Kerja Bagian Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Bandung merupakan dokumen perencanaan kerja untuk periode 1 (satu) tahun yang digunakan sebagai acuan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rencana kerja Dinas Pendapatan Daerah Kota Palangka Raya yang selanjutnya disingkat RENJA, adalah dokumen perencanaan Dinas Pendapatan Daerah Kota Palangka Raya untuk

Lebih terperinci

PERUBAHAN RENCANA KERJA Tahun 2015

PERUBAHAN RENCANA KERJA Tahun 2015 PERUBAHAN RENCANA KERJA Tahun 205 BAGIAN ADMINISTRASI PEMBANGUNAN SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN JOMBANG TAHUN 205 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat-nya, atas taufiq, hidayah dan karunia-nya

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN TEBO PENETAPAN KINERJA DINAS PERKOTAAN PERTAMANAN DAN KEBERSIHAN

PEMERINTAH KABUPATEN TEBO PENETAPAN KINERJA DINAS PERKOTAAN PERTAMANAN DAN KEBERSIHAN PEMERINTAH KABUPATEN TEBO PENETAPAN KINERJA DINAS PERKOTAAN PERTAMANAN DAN KEBERSIHAN Dalam rangka mewujudkan manajamen pemerintahan yang efektif, transparan, akuntabel dan berorientasi kepada hasil, bersama

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA SALATIGA DAFTAR INFORMASI PUBLIK RINGKASAN RENCANA KERJA BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU DAN PENANAMAN MODAL KOTA SALATIGA

PEMERINTAH KOTA SALATIGA DAFTAR INFORMASI PUBLIK RINGKASAN RENCANA KERJA BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU DAN PENANAMAN MODAL KOTA SALATIGA PEMERINTAH KOTA SALATIGA DAFTAR INFORMASI PUBLIK RINGKASAN RENCANA KERJA BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU DAN PENANAMAN MODAL KOTA SALATIGA TAHUN 2017 1 PERENCANAAN KINERJA 2.1. PERENCANAAN STRATEGIS

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA TAHUN 2015 BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU ACEH

RENCANA KINERJA TAHUN 2015 BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU ACEH RENCANA KINERJA TAHUN 2015 BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU ACEH 2014 RENCANA KINERJA BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU TAHUN 2015 BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU ACEH 2014 KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan

Lebih terperinci

RENCANA KERJA DINAS KEPENDUDUKAN, PENCATATAN SIPIL DAN KELUARGA BERENCANA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2018

RENCANA KERJA DINAS KEPENDUDUKAN, PENCATATAN SIPIL DAN KELUARGA BERENCANA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2018 RENCANA KERJA DINAS KEPENDUDUKAN, PENCATATAN SIPIL DAN KELUARGA BERENCANA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2018 DINAS KEPENDUDUKAN, PENCATATAN SIPIL DAN KELUARGA BERENCANA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

Lebih terperinci

Catatan Penting Program/Kegiatan. Kebutuhan Dana/ Target Capaian Kinerja

Catatan Penting Program/Kegiatan. Kebutuhan Dana/ Target Capaian Kinerja PROGRAM DAN KEGIATAN SKPD KABUPATEN BOGOR TAHUN 2013 SKPD : BADAN PERIZINAN TERPADU Indikator Rencana Tahun 2013 Prakiraan Maju Rencana Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah dan Kode Kinerja Program

Lebih terperinci

PENGUKURAN KINERJA (FISIK) TINGKAT SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KOTA PRABUMULIH TAHUN 2015

PENGUKURAN KINERJA (FISIK) TINGKAT SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KOTA PRABUMULIH TAHUN 2015 PENGUKURAN KINERJA (FISIK) TINGKAT SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KOTA PRABUMULIH TAHUN 01 NO 1 3 6 I Meningkatnya Kualitas dan Kuantitas Dokumen 93.00 Perencanaan Pembangunan

Lebih terperinci

RENCANA KERJA (RENJA) TAHUN 2017

RENCANA KERJA (RENJA) TAHUN 2017 RENCANA KERJA (RENJA) TAHUN 2017 DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN MINAHASA TENGGARA RENJA 2017 DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU 1 DAFTAR ISI BAB I

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Puji syukur kami panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi WaÇa / Tuhan Yang

KATA PENGANTAR. Puji syukur kami panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi WaÇa / Tuhan Yang KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi WaÇa / Tuhan Yang Maha Esa karena berkat Asung Kerta Wara Nugrahanya, maka penyusunan Rencana Kerja ( Renja ) Kabupaten Jembrana

Lebih terperinci

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU 2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu dan Capaian Renstra Proses penyusunan suatu perencanaan berkaitan erat dengan proses evaluasi, dari hasil

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN CIREBON PLAFON ANGGARAN SEMENTARA BERDASARKAN PROGRAM DAN KEGIATAN PPAS TAHUN ANGGARAN 2017

PEMERINTAH KABUPATEN CIREBON PLAFON ANGGARAN SEMENTARA BERDASARKAN PROGRAM DAN KEGIATAN PPAS TAHUN ANGGARAN 2017 PEMERINTAH KABUPATEN CIREBON PLAFON ANGGARAN SEMENTARA BERDASARKAN PROGRAM DAN KEGIATAN PPAS TAHUN ANGGARAN 201 Organisasi/SKPD : 1.08.01.00. SEKRETARIAT BLHD Hal 1 dari 5 PROGRAM/KEGIATAN NOMOR SASARAN

Lebih terperinci

Administrasi Perkantoran

Administrasi Perkantoran Lampiran I Hasil evaluasi pelaksanaan Rencana Kerja Inspektorat Daerah Kab. Nganjuk sampai dengan Tahun 2016 No Program/Kegiatan Anggaran Target TA. 2016 Realisasi TA. 2016 1 2 3 4 5 6 Belanja Tidak Langsung

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. penentu arah dan pedoman kegiatan organisasi. 2 Tahun 2005 tentang Perencanaan Pembangunan Daerah, Satuan Kerja

BAB I PENDAHULUAN. penentu arah dan pedoman kegiatan organisasi. 2 Tahun 2005 tentang Perencanaan Pembangunan Daerah, Satuan Kerja BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Inspektorat Kabupaten Wonogiri sebagai sebuah organisasi perlu melaksanakan fungsi-fungsi manajemen dalam menjalankan aktifitasnya agar tujuan organisasi dapat dicapai

Lebih terperinci

RUMUSAN RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SKPD TAHUN 2015 DAN PRAKIRAAN MAJU TAHUN 2016 KABUPATEN PULANG PISAU. Target Capaian Kinerja

RUMUSAN RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SKPD TAHUN 2015 DAN PRAKIRAAN MAJU TAHUN 2016 KABUPATEN PULANG PISAU. Target Capaian Kinerja RUMUSAN RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SKPD TAHUN 2015 DAN PRAKIRAAN MAJU TAHUN 2016 KABUPATEN PULANG PISAU Nama SKPD : BAPPEDA Kode Dana/Pagu BELANJA LANGSUNG 9.704.000.000,00 9.704.000.000,00 11.212.000.000,00

Lebih terperinci

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 3.1 KERANGKA PENGUKURAN DAN EVALUASI KINERJA Evaluasi kinerja dimulai dengan pengukuran kinerja berdasarkan dokumen penetapan kinerja Badan Pembangunan Daerah Kota Bandung

Lebih terperinci

RENCANA KERJA TAHUN 2017 BAGIAN PEMBANGUNAN SEKRETARIAT DAERAH KOTA PADANG

RENCANA KERJA TAHUN 2017 BAGIAN PEMBANGUNAN SEKRETARIAT DAERAH KOTA PADANG RENCANA KERJA TAHUN 2017 BAGIAN PEMBANGUNAN SEKRETARIAT DAERAH KOTA PADANG PEMERINTAH KOTA PADANG SEKRETARIAT DAERAH KOTA PADANG BAGIAN PEMBANGUNAN TAHUN 2016 KATA PENGANTAR Sebagai tindak lanjut instruksi

Lebih terperinci

PERJANJIAN KINERJA PERUBAHAN TAHUN 2015 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BOGOR

PERJANJIAN KINERJA PERUBAHAN TAHUN 2015 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BOGOR PERJANJIAN KINERJA PERUBAHAN TAHUN 2015 BADAN PERENCANAAN DAERAH KABUPATEN BOGOR Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan, akuntabel dan berorientasi kepada hasil, kami yang

Lebih terperinci

DAFTAR ISI DAFTAR ISI KATA PENGANTAR. ... i DAFTAR ISI. ... ii. A. Latar Belakang B. Landasan Hukum C. Maksud dan Tujuan...

DAFTAR ISI DAFTAR ISI KATA PENGANTAR. ... i DAFTAR ISI. ... ii. A. Latar Belakang B. Landasan Hukum C. Maksud dan Tujuan... DAFTAR ISI DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang... 1 B. Landasan Hukum... 4 C. Maksud dan Tujuan... 5 D. Sistematika Penulisan. 6 BAB II EVALUASI PELAKSANAAN

Lebih terperinci

3.4 Penentuan Isu-isu Strategis

3.4 Penentuan Isu-isu Strategis Negeri atas tugas pokok dan fungsinya dengan memperhatikan visi, misi, dan arah kebijakan Pemerintah Republik Indonesia untuk lima tahun ke depan, serta kondisi obyektif dan dinamika lingkungan strategis,

Lebih terperinci

SKPD : BADAN PERIZINAN TERPADU

SKPD : BADAN PERIZINAN TERPADU : BADAN PERIZINAN TERPADU Kode Program/ Keluaran 1 URUSAN WAJIB 1 16 BIDANG URUSAN PENANAMAN MODAL 1 16 01 Program Pelayanan Cibinong Terwujudnya - - 1,702,753,000 1,702,753,000 1,876,900,000 Administrasi

Lebih terperinci

URAIAN sebelum perubahan

URAIAN sebelum perubahan URUSAN PEMERINTAHAN ORGANISASI : 1.16. - PENANAMAN MODAL : 1.16.01. - BADAN PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU SATU PINTU KODE REKENING 1.16.1.16.01.00.00.4. 1.16.1.16.01.00.00.8. 1.16.1.16.01.00.00.4.1.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN. LATAR BELAKANG Undang-Undang Nomor 5 Tahun 004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 004 tentang Pemerintahan Daerah yang telah diubah beberapa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Renja Perubahan Tahun 2016 Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Banyuwangi

BAB I PENDAHULUAN. Renja Perubahan Tahun 2016 Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Banyuwangi BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Penyusunan Rencana Kerja (RENJA) Perubahan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, Menengah Kabupaten Banyuwangi ini merupakan dokumen komprehensif berwawasan 1 (satu)

Lebih terperinci

Kami ucapkan terima kasih kepada pihak pihak yang membantu Rencana Kerja (RENJA) Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten Lamandau Tahun 2011.

Kami ucapkan terima kasih kepada pihak pihak yang membantu Rencana Kerja (RENJA) Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten Lamandau Tahun 2011. Rencana Kerja (RENJA) Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu 2011 Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa akhirnya penyusunan Rencana Kerja (RENJA) Tahun Anggaran 2011 Kantor Pelayanan

Lebih terperinci

REKAPITULASI BELANJA LANGSUNG BERDASARKAN PROGRAM DAN KEGIATAN

REKAPITULASI BELANJA LANGSUNG BERDASARKAN PROGRAM DAN KEGIATAN KABUPATEN TEBO TAHUN ANGGARAN 2016 FORMULIR RKA-SKPD 2.2 Urusan Pemerintah : 1.06. PERENCANAAN PEMBANGUNAN Organisasi : 1.06.01. BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH Kode Program / Kegiatan REKAPITULASI

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) BPPTPM PROV. KEP.BABEL BAB I PENDAHULUAN

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) BPPTPM PROV. KEP.BABEL BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode lima (5) tahun, yang memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan yang

Lebih terperinci

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN KABUPATEN LAMANDAU TAHUN ANGGARAN 2014

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN KABUPATEN LAMANDAU TAHUN ANGGARAN 2014 RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN KABUPATEN LAMANDAU TAHUN ANGGARAN 2014 NO NAMA PROGRAM / KEGIATAN SASARAN APBD APBD PROV DAK TP DEKON UB 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 VOLUME / TARGET LOKASI SUMBER PEMBIAYAAN

Lebih terperinci

B A B PENDAHULUAN. Pertimbangan dilakukan perubahan atas Renja-DPPKD adalah sebagai berikut :

B A B PENDAHULUAN. Pertimbangan dilakukan perubahan atas Renja-DPPKD adalah sebagai berikut : B A B I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rencana kerja Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (Renja- DPPKD) merupakan bagian dari upaya menyeluruh untuk mewujudkan pencapaian visi, misi Dinas

Lebih terperinci

RENCANA PERUBAHAN PROGRAM KERJA KECAMATAN KUTAWARINGIN TAHUN 2015

RENCANA PERUBAHAN PROGRAM KERJA KECAMATAN KUTAWARINGIN TAHUN 2015 RENCANA PERUBAHAN PROGRAM KERJA KECAMATAN KUTAWARINGIN TAHUN 2015 PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG KECAMATAN KUTAWARINGIN TAHUN 2015 KATA PENGANTAR Puji dan syukuri Kami panjatkan kehadirat Alloh Subhanahu

Lebih terperinci

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH Urusan Pemerintahan : 2. 0 Urusan Wajib Bukan Pelayanan Dasar Organisasi : 2. 0. 0 DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA Sub Unit Organisasi : 2. 0. 0. 0 DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA RENCANA KERJA DAN ANGGARAN

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA TAHUNAN

RENCANA KINERJA TAHUNAN RENCANA KINERJA TAHUNAN SKPD : DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN WONOGIRI TAHUN : 08 No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target () () (3) (4). Meningkatnya iklim investasi

Lebih terperinci

DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN SAMPANG TAHUN ANGGARAN 2017

DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN SAMPANG TAHUN ANGGARAN 2017 Urusan Pemerintahan :.. PENANAMAN MODAL DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN SAMPANG TAHUN ANGGARAN 07 Formulir Halaman : DPAOPD. Organisasi :..0. DINAS PENANAMAN

Lebih terperinci

Rencana Kerja Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sintang 2018

Rencana Kerja Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sintang 2018 Rencana Kerja Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten 2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja OPD Tahun Lalu dan Capaian Renstra OPD Dalam pelaksanaan Rencana Kerja Tahun Anggaran 2016 terdiri dari

Lebih terperinci

Nama SKPD : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN Urusan Wajib/pilihan: OTODA

Nama SKPD : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN Urusan Wajib/pilihan: OTODA Format LPPD- Tahun 2015 Nama : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN Urusan Wajib/pilihan: OTODA 1. Program : PROGRAM/KEGIATAN ANGGARAN REALISASI TINGKAT CAPAIAN KINERJA (Rp.) (Rp.) (%) 3 4 7 8 PROGRAM PERENCANAAN

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. Rencana Kerja Pemerintah Daerah merupakan pedoman untuk penyusunan

PENDAHULUAN. Rencana Kerja Pemerintah Daerah merupakan pedoman untuk penyusunan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rencana Kerja Pemerintah Daerah merupakan pedoman untuk penyusunan rancangan APBD. Hal tersebut memiliki konsekuensi terhadap semua unit kerja yang ada di Kabupaten

Lebih terperinci

18,834,337,021 9,954,964, % % 5,397,317, % % 4,557,646, % %

18,834,337,021 9,954,964, % % 5,397,317, % % 4,557,646, % % Laporan Realisasi Program/Kegiatan APBD Tahun Anggaran 2014 Dinas Komunikasi Informatika dan Pengolahan Data Elektronik Provinsi Riau Bulan Oktober 2014 TOTAL PAGU ANGGARAN (TIDAK LANGSUNG & LANGSUNG)

Lebih terperinci

RENCANA KERJA TAHUN 2018 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN KUBU RAYA

RENCANA KERJA TAHUN 2018 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN KUBU RAYA RENCANA KERJA TAHUN 2018 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN KUBU RAYA KATA PENGANTAR Puji Syukur Kami Panjatkan Kehadirat Allah SWT, Tuhan yang Maha Kuasa, karena atas Petunjuk dan HidayahNya

Lebih terperinci

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BLITAR RENCANA KERJA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (RENJA SKPD) TAHUN 2015 SATUAN POLISI PAMONG PRAJA

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BLITAR RENCANA KERJA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (RENJA SKPD) TAHUN 2015 SATUAN POLISI PAMONG PRAJA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BLITAR RENCANA KERJA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (RENJA SKPD) TAHUN 25 SATUAN POLISI PAMONG PRAJA PEMERINTAH KABUPATEN BLITAR SATUAN POLISI PAMONG PRAJA Jl. Semeru No. 4 Telp./Fax

Lebih terperinci

Tabel 2.1 Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja SKPD dan Pencapaian Renstra SKPD s/d Tahun Berjalan (Tahun 2016) Kabupaten Lahat

Tabel 2.1 Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja SKPD dan Pencapaian Renstra SKPD s/d Tahun Berjalan (Tahun 2016) Kabupaten Lahat Tabel 2.1 Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja SKPD dan Pencapaian Renstra SKPD s/d Tahun Berjalan (Tahun 2016) Kabupaten Lahat Nama SKPD : KODE Bappeda Kabupaten Lahat Urusan / Bidang Urusan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Rappang terbentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 04 Tahun 2008 tentang

BAB I PENDAHULUAN. Rappang terbentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 04 Tahun 2008 tentang BAB I PENDAHULUAN A. Gambaran Umum Satuan Kerja Badan Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang terbentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 04 Tahun 2008 tentang Organisasi Lembaga Teknis

Lebih terperinci

RENCANA KERJA (RENJA)

RENCANA KERJA (RENJA) RENCANA KERJA (RENJA) TAHUN 2014 KANTOR PERPUSTAKAAN, ARSIP DAN DOKUMENTASI DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT Jalan Sutan Syahrir Nomor. 15 Pangkalan Bun 74112 Telp. [0532] 27934 Fax. [0532] 27963 Email

Lebih terperinci

BUPATI MALANG PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 20 TAHUN 2011 TENTANG MEKANISME TAHUNAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN KABUPATEN MALANG BUPATI MALANG,

BUPATI MALANG PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 20 TAHUN 2011 TENTANG MEKANISME TAHUNAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN KABUPATEN MALANG BUPATI MALANG, 1 BUPATI MALANG PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 20 TAHUN 2011 TENTANG MEKANISME TAHUNAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN KABUPATEN MALANG BUPATI MALANG, Menimbang : a. bahwa untuk lebih menjamin ketepatan dan

Lebih terperinci

Sasaran Indikator Kinerja Sasaran Satuan Target Tahun 2016 Keterangan

Sasaran Indikator Kinerja Sasaran Satuan Target Tahun 2016 Keterangan PROGRAM DAN KEGIATAN BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN SIDOARJO TAHUN 2016 Sasaran Indikator Kinerja Sasaran Satuan Target Tahun 2016 Keterangan Meningkatnya kualitas penataan SDM Aparatur Meningkatnya

Lebih terperinci

RENCANA KERJA TAHUN 2015 SEKRETARIAT DPRD KOTA BONTANG

RENCANA KERJA TAHUN 2015 SEKRETARIAT DPRD KOTA BONTANG RENCANA KERJA TAHUN 2015 SEKRETARIAT DPRD KOTA BONTANG DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI... i DAFTAR GAMBAR... ii BAB I Pendahuluan I.1 Latar Belakang... 1 I.2 Landasan Hukum... 2 I.3 Maksud dan Tujuan...

Lebih terperinci

RENCANA KERJA ( RENJA ) KANTOR PELAYANAN PERIJINAN TERPADU KABUPATEN JEMBRANA TAHUN 2015

RENCANA KERJA ( RENJA ) KANTOR PELAYANAN PERIJINAN TERPADU KABUPATEN JEMBRANA TAHUN 2015 RENCANA KERJA ( RENJA ) KANTOR PELAYANAN PERIJINAN TERPADU KABUPATEN JEMBRANA TAHUN 2015 Jalan Surapati Nomor 1 Telp. (0365)41210 Negara Bali 2014 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... Halaman ii

Lebih terperinci

PENETAPAN KINERJA INSPEKTORAT KABUPATEN MERANGIN TAHUN 2014 ANGGARAN URAIAN TARGET URAIAN TARGET (RP)

PENETAPAN KINERJA INSPEKTORAT KABUPATEN MERANGIN TAHUN 2014 ANGGARAN URAIAN TARGET URAIAN TARGET (RP) PENETAPAN KINERJA INSPEKTORAT KABUPATEN MERANGIN TAHUN 2014 1 Tersedianya Jasa Surat Prosentase Surat yang Dikirim 1 Tahun Tercapainya Prosentase Surat 1 Tahun PELAYANAN ADMINISTRASI Rp 6.780.000,00 Menyurat

Lebih terperinci

Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan. Data Capaian pada Tahun Awal Perencanaan. Indikator Kinerja Program (outcomes) dan Kegiatan (output)

Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan. Data Capaian pada Tahun Awal Perencanaan. Indikator Kinerja Program (outcomes) dan Kegiatan (output) Tabel 5.1. Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif Kantor Pelayanan Perijinan dan Penanaman Modal Kabupaten Provinsi Sulawesi Selatan Tujuan Sasaran Indikator

Lebih terperinci

Tabel 2.1. Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja SKPD dan. Pencapaian Renstra SKPD s.d Tahun Kabupaten Bandung.

Tabel 2.1. Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja SKPD dan. Pencapaian Renstra SKPD s.d Tahun Kabupaten Bandung. Tabel 2.1 Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja SKPD dan Pencapaian Renstra SKPD s.d Tahun Kabupaten Bandung Kode Target dan Realisasi Kinerja Kegiatan Target SKPD s.d Tahun 1 10 Urusan Wajib kependudukan

Lebih terperinci

DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN BOYOLALI

DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN BOYOLALI KATA PENGANTAR Puji syukur kami sampaikan kehadirat Allah S.W.T yang telah melimpahkan berkah dan rahmat-nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Penanaman Modal

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Padang, Maret Kepala Bagian Pertanahan Sekretariat Daerah Kota Padang AMASRUL, SH NIP

KATA PENGANTAR. Padang, Maret Kepala Bagian Pertanahan Sekretariat Daerah Kota Padang AMASRUL, SH NIP RENCANA KERJA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (SKPD) TAHUN 2015 BAGIAN PERTANAHAN SEKRETARIAT DAERAH KOTA PADANG KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang melimpahkan rakhmat, taufik

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

PEMERINTAH KOTA TANGERANG RINGKASAN RENJA SKPD KOTA TANGERANG LATAR BELAKANG, MAKSUD DAN TUJUAN Latar Belakang Badan Pelayanan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPPMPT) Kota Tangerang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah

Lebih terperinci

Program dan Kegiatan SKPD Kota Prabumulih Tahun 2017

Program dan Kegiatan SKPD Kota Prabumulih Tahun 2017 Program dan Kegiatan SKPD Tahun 207 SKPD : Dinas Komunikasi dan Informatika Urusan Kode : Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Rencana Tahun 207 Prakiraan Maju Tahun 208 Urusan/Bidang Urusan

Lebih terperinci

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Malang No. 1 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah, sebagaimana telah diubah keempat kalinya dengan

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Malang No. 1 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah, sebagaimana telah diubah keempat kalinya dengan Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten No. 1 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah, sebagaimana telah diubah keempat kalinya dengan Peraturan Daerah Kabupaten No. 9 Tahun 2014 bahwa Sekretariat

Lebih terperinci