BAB 2 : PERILAKU ORGANISASI
|
|
|
- Susanti Kurniawan
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 2 : PERILAKU ORGANISASI Disajikan oleh : SUNARYO, SE. C.MM [email protected] BLOG S:
2 PENGERTIAN ORGANISASI MERUPAKAN SEKELOMPOK MANUSIA YANG BERSERIKAT UNTUK MENCAPAI TUJUAN BERSAMA, YANG TERDIRI DARI KOMPONEN MANUSIA, PEKERJAAN, DAN LINGKUNGAN DALAM PENGENDALIAN MANAJEMEN, PERILAKU ORGANISASI MERUPAKAN HAL KRUSIAL UNTUK DAPAT MEMAHAMI, MENJELASKAN, MEMPERKIRAKAN DAN MEMPENGARUHI/MENGUBAH PERILAKU MANUSIA DI ORGANISASI.
3 PENGERTIAN DI ATAS MENGANDUNG TIGA UNSUR : 1. PERILAKU ORGANISASI MENCERMATI TINGKAH LAKU YANG KASAT MATA, SEPERTI DISKUSI DENGAN TEMAN KERJA, DLL. 2. PERILAKU ORGANISASI MEMPELAJARI TINGKAH LAKU MANUSIA, BAIK SEBAGAI INDIVIDU MAUPUN SEBAGAI ANGGOTA KELOMPOK ORGANISASI 3. PERILAKU ORGANISASI JUGA MENGANALISA PERILAKU KELOMPOK DAN ORGANISASI ITU SENDIRI
4 JENIS JENIS ORGANISASI STRATEGI PERUSAHAAN UNTUK MENCAPAI TUJUANNYA SANGAT MEMPENGARUHI BENTUK DARI STRUKTUR ORGANISASINYA. SETIDAKNYA ADA 3 KATEGORI UMUM BENTUK STRUKTUR ORGANISASI : 1. STRUKTUR FUNGSIONAL 2. STRUKTUR UNIT BISNIS 3. STRUKTUR MATRIKS
5 JENIS JENIS ORGANISASI STRUKTUR FUNGSIONAL SETIAP MANAJER BERTANGGUNGJAWAB PADA FUNGSI MASING MASING YANG TELAH DISPESIALISASIKAN SEPERTI BAGIAN PRODUKSI DAN PEMASARAN
6 CEO STAFF MANAJER MANUFAKTUR MANAJER MARKETING STAFF STAFF Kepala Seksi Kepala Seksi Kepala Seksi Kepala Seksi Kepala Seksi Kepala Seksi
7 JENIS JENIS ORGANISASI STRUKTUR UNIT BISNIS SETIAP MANAJER BERTANGGUNGJAWAB PADA AKTIVITAS MASING MASING DARI UNIT BISNIS, DAN UNIT BISNIS BERFUNGSI SEBAGAI BAGIAN YANG SEMI INDEPENDEN DARI PERUSAHAAN
8 CEO DIREKTUR UNIT X DIREKTUR UNIT Y DIREKTUR UNIT Z MANAJER PEMASARAN MANAJER PABRIK MANAJER PEMASARAN MANAJER PABRIK MANAJER PEMASARAN MANAJER PABRIK
9 JENIS JENIS ORGANISASI STRUKTUR MATRIKS UNIT UNIT FUNGSIONAL MEMILIKI TANGGUNG JAWAB RANGKAP. MANAJER A DAPAT MENANGANI PEKERJAAN MANAJER B, DAN SEBALIKNYA
10 CEO MANAJER FUNGSI A MANAJER FUNGSI A MANAJER FUNGSI A MANAJER FUNGSI A MANAJER FUNGSI A MANAJER FUNGSI A
11 MOTIVASI MERUPAKAN BAGIAN TIDAK KASAT MATA YANG TERCERMIN DALAM PERILAKU ORGANISASI TERMASUK JUGA KEMAUAN UNTUK MELAKUKAN TINGKAT UPAYA YANG TINGGI KEARAH TUJUAN ORGANISASI. DENGAN DEMIKIAN MOTIVASI DALAM SPM MERUPAKAN BAGIAN INTEGRAL DALAM UPAYA MENGOPTIMALKAN PENGENDALIAN MANAJEMEN SUATU ORGANISASI.
12 TEORI MOTIVASI AWAL TEORI HIERARKI KEBUTUHAN (ABRAHAM MASLOW) 1. KEBUTUHAN FISIOLOGIS, SEPERTI PANGAN, SANDANG, TEMPAT TINGGAL 2. KEBUTUHAN ATAS JAMINAN KEAMANAN, SEPERTI TERLINDUNGI DARI RESIKO JASMANI DAN ROHANI 3. KEBUTUHAN SOSIAL, SEPERTI KELUARGA, SAHABAT 4. KEBUTUHAN HARGA DIRI, DISEGANI, DIAKUI, DIHORMATI 5. KEBUTUHAN AKTUALISASI DIRI, SEPERTI PRESTASI, KARIER, TANGGUNGJAWAB, KEPUASAN DIRI.
13 TEORI X DAN Y (DOUGLAS Mc. GREGOR) MANAJER YANG MEMILIKI KATEGORI X (KURANG BAIK) 1. KARYAWAN PADA DASARNYA TIDAK MENYUKAI PEKERJAAN DAN SEDAPAT MUNGKIN MENGHINDARINYA. 2. KARYAWAN DITEKAN, DIMONITOR, DIANCAM SANKSI AGAR BEKERJA UNTUK MENCAPAI TUJUAN 3. KARYAWAN TIDAK MAU BERTANGGUNG JAWAB DAN HANYA MAU MELAKSANAKAN PERINTAH SAJA. 4. KARYAWAN MEMENTINGKAN JAMINAN KEPASTIAN KERJA DAN TIDAK MEMPUNYAI AMBISI.
14 TEORI X DAN Y (DOUGLAS Mc. GREGOR) MANAJER YANG DIKATEGORIKAN Y (BAIK) 1. KARYAWAN BISA MEMANDANG KERJA ITU SANGAT RILEKS 2. KARYAWAN SADAR AKAN TUGASNYA DAN TIDAK BERTINDAK SEMAUNYA 3. UMUMNYA KARYAWAN BISA MENERIMA, BAHKAN MENCARI TANGGUNGJAWAB, SEPERTI MENERIMA BILA DIPROMOSIKAN 4. KARYAWAN SELALU DIBERIKAN KESEMPATAN UNTUK BELAJAR SEHINGGA DAPAT MENGAKTUALISASIKAN DIRI
15 MOTIVASI KONTEMPORER 1. TEORI EXISTENCE, RELATEDNESS, GROWTH (CLAYTON ALDERFER) a. EXISTENCE, BERKAITAN DENGAN PERSYARATAN KEBERADAAN DASAR MANUSIA, MISAL PANGAN, SANDANG KEAMANAN b. RELATEDNESS, BERKAITAN DENGAN INTERAKSI SOSIAL, STATUS ATAU HARMONISASI HUBUNGAN ANTAR PRIBADI c. GROWTH, BERKAITAN DENGAN PENGEMBANGAN DIRI, BERPRESTASI DAN BERTANGGUNGJAWAB
16 2. TEORI EVALUASI KOGNITIF TEORI INI MENYATAKAN BAHWA PEMBERIAN IMBALAN EKSTRINSIK, UNTUK PERILAKU KERJA YANG SEBELUMNYA MENDAPATKAN IMBALAN INTRINSIK JUSTRU CENDERUNG MENURUNKAN MOTIVASI SECARA KESELURUHAN.
17 TEORI SIFAT SIFAT TUGAS TEORI INI BERUPAYA UNTUK MENGENALI KARAKTERISTIK TUGAS DARI SETIAP PEKERJAAN, BAGAIMANA SIFAT SIFAT TERSEBUT DIKOMBINASIKAN UNTUK MEMBENTUK MASING MASING TUGAS DAN HUBUNGANNYA DENGAN MOTIVASI, KEPUASAN SERTA PRESTASI KARYAWAN
18 ADA TIGA TEORI SIFAT SIFAT TUGAS : 1. SIFAT TUGAS YANG DIBUTUHKAN (TURNER DAN LAWRENCE) TEORI INI MENILAI DAMPAK KOMPLEKSITAS TUGAS ATAS TINGKAT KEPUASAN DAN KEHADIRAN. HAL INI MENYANGKUT ENAM SIFAT TUGAS YAITU ; VARIASI, LINGKUP KEWENANGAN, TANGGUNG JAWAB, PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN, INTERAKSI SOSIAL (WAJIB DAN OPTIMAL) 2. MODEL SIFAT SIFAT PEKERJAAN (HACKMAN DAN OLDHAM) MENURUT MODEL SIFAT SIFAT PEKERJAAN, SETIAP PEKERJAAN DAPAT DIJELASKAN MENURUT 5 DIMENSI a. VARIASI KETERAMPILAN, DERAJAT VARIASI KEGIATAN YANG DIBUTUHKAN PEKERJAAN
19 b. IDENTITAS TUGAS, DERAJAT PENYELESAIAN MENYELURUH DAN BAGIAN KERJA YANG DIPERLUKAN PEKERJAAN c. PENTINGNYA TUGAS, DERAJAT DAMPAK PEKERJAAN ATAS KERJA ORANG LAIN d. OTONOMI, DERAJAT KEBEBASAN YANG DIBERIKAN PEKERJAAN BAGI INDIVIDU DALAM PENJADWALAN KERJA DAN DALAM PENENTUAN PROSEDUR YANG DIGUNAKAN UNTUK MELAKSANAKANNYA e. UMPAN BALIK, DERAJAT PELAKSANAAN KEGIATAN KERJA BAGI INDIVIDU, UNTUK MEMPEROLEH INFORMASI LANGSUNG DAN JELAS TENTANG EFEKTIVITAS PRESTASINYA.
20 MODEL PENGOLAHAN INFORMASI SOSIAL MODEL INI MENYATAKAN BAHWA SIKAP DAN PERILAKU KARYAWAN MERUPAKAN REAKSI ATAS TANDA TANDA SOSIAL YANG MEREKA TERIMA DARI LINGKUNGAN YANG MEMILIKI HUBUNGAN SEPERTI REKAN/KOLEGA, ATASAN, ATAU KLIEN.
21 VISI DAN MISI VISI, MERUPAKAN WAWASAN LUAS KE MASA DEPAN DARI MANAJEMEN DAN KONDISI IDEAL YANG HENDAK DICAPAI PERUSAHAAN DI MASA MENDATANG MISI, PERNYATAAN DAN KEGIATAN ATAS WAWASAN LUAS MANAJEMEN YANG HENDAK DICAPAI, DAN BERMANFAAT UNTUK MEMBERIKAN PEDOMAN KEPADA MANAJEMEN DALAM MEMUSATKAN KEGIATANNYA.
22 PERBEDAAN SUBTANTIF VISI DAN MISI VISI 1. DICIPTAKAN MELALUI PERMUFAKATAN/KONSESUS 2. MEMBERIKAN PANDANGAN ATAS SESUATU YANG TERBAIK DI MASA YANG AKAN DATANG 3. MEMPENGARUHI ORANG ORANG UNTUK MENUJU KE MISI 4. TANPA KETERBATASAN DIMENSI WAKTU 4.
23 MISI 1. MENGEJAWANTAHKAN ALASAN DAN KEBERADAAN ORGANISASI 2. TIDAK SELALU MENCERMINKAN SUATU KINERJA KENDATI ADA DASAR PENGALOKASIAN SUMBER DAYA DAN PENETAPAN TUJUAN 3. TANPA DIMENSI WAKTU ATAU TOLOK UKUR TERTENTU 4. MENGEJAWANTAHKAN KEGIATAN USAHA YANG SEDANG DILAKSANAKAN DAN YANG AKAN DIUPAYAKAN, BAIK MENYANGKUT PRODUK, KONSUMEN MAUPUN TARGET MARKET-NYA
24 PERUMUSAN VISI DAN MISI PERUMUSAN VISI DAN MISI BISA DIUPAYAKAN DALAM SUATU TIM KERJA YANG DIANGGAP REPRESENTATIF (MEMILIKI NILAI KEMAMPUAN UNTUK MERUMUSKAN VISI DAN MISI). BIASANYA ANGGOTANYA TIDAK LEBIH DARI 8 ORANG, AGAR KERJANYA DAPAT LEBIH TAKTIS.
25 VISI DAN MISI BANK INDONESIA VISI MEWUJUDKAN BANK INDONESIA SEBAGAI LEMBAGA BANK SENTRAL TERPERCAYA DAN DISEGANI MISI MENCAPAI DAN MEMELIHARA KESTABILAN MONETER UNTUK MEWUJUDKAN KESTABILAN NILAI RUPIAH MELALUI PENETAPAN DAN PELAKSANAAN TUGAS SECARA AKUNTABEL, TRANSPARAN, DAN DENGAN INTEGRITAS YANG TINGGI
26 KIAT KIAT MENYUSUN VISI DAN MISI 1. CURAH PENDAPAT MERUPAKAN METODE DIMANA SETIAP ANGGOTA DIHARAPKAN MEMBERIKAN PENDAPATNYA MASING. HAL INI EFEKTIF UNTUK MENGHASILKAN BANYAK IDE DAN PENJABARAN IDE
27 2. MENYELEKSI IDE IDE YANG TERKUMPUL GAGASAN GAGASAN YANG BERAGAM HARUS DISELEKSI AGAR RELEVAN DENGAN VISI DAN MISI YANG DICANANGKAN, DIHARAPKAN MEMBERIKAN PERSEPSI YANG LEBIH RINCI TENTANG KRONOLOGI/URUTAN 3. MELAKUKAN EVALUASI TERHADAP ALTERNATIF ALTERNATIF YANG ADA 4. MENDAPATKAN PERSETUJUAN DARI MANAJEMEN PUNCAK
28 TUJUAN TUJUAN MERUPAKAN PERNYATAAN BERMAKNA KEINGINAN YANG DIJADIKAN PEDOMAN MANAJEMEN PUNCAK PERUSAHAAN UNTUK MERAIH HASIL TERTENTU ATAS KEGIATAN YANG DILAKUKAN DALAM DIMENSI WAKTU TERTENTU.
29 KARAKTERISTIK TUJUAN SESUAI (SUITABLE), TUJUAN BISA SELARAS DENGAN VISI DAN MISI BERDIMENSI WAKTU (MEASURABLE TIME), HARUS KONKRET DAN BISA DIANTISIPASI KAPAN TERJADINYA LAYAK (FEASIBLE), HENDAKNYA BERUPA SUATU TEKAD YANG BISA DIWUJUDKAN LEWUS (FLEXSIBLE), SENANTIASA BISA DISESUAIKAN ATAU PEKA TERHADAP PERUBAHAN SITUASI DAN KONDISI BISA DIPAHAMI (UNDERSTANDABLE), HARUS MUDAH DIPAHAMI
30 SASARAN SASARAN MERUPAKAN PERNYATAAN YANG DITETAPKAN OLEH MANAJEMEN PUNCAK UNTUK MENENTUKAN ARAH ORGANISASI DALAM JANGKA PANJANG
31 KARAKTERISTIK SASARAN KARAKTERISTIK SASARAN 1. MERUPAKAN CITRA IDEAL YANG HENDAK DICAPAI DI MASA MENDATANG TANPA DIMENSI WAKTU SPESIFIK 2. MENGARAHKAN PEMBUATAN KEPUTUSAN DAN KEGIATAN KONKRET YANG RASIONAL DALAM AKTIVITAS KESEHARIAN 3. TIDAK HARUS DIKAITKAN DENGAN KINERJA YANG BISA DIKUANTIFIKASI
32 TERIMA KASIH
[email protected] SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN Sistim formal dan proses informal mempengaruhi perilaku manusia dalam organisasi. Sistim formal terdiri dari perencanaan starategis, anggaran dan pelaporan.
DEFINISI MOTIVASI. Proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan usaha seorang. Komponen Motivasi : Intensitas, arah dan ketekunan
MOTIVASI DEFINISI MOTIVASI Proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan usaha seorang individu untuk mencapai suatu tujuan. Komponen Motivasi : Intensitas, arah dan ketekunan INTENSITAS Berhubungan
Riset Per iila il k O u rgan isas
Riset Perilaku Organisasi i Perilaku organisasi merupakan telaah dan penerapan pengetahuan tentang bagaimana orang-orang bertindak dalam organisasi 3 unsur perilaku organisasi: Orang Struktur Teknologi
Definisi. Motivasi merupakan proses untuk mencoba mempengaruhi seseorang agar melakukan sesuatu yang kita inginkan (Heidjachman dan Husnan, 2003:197)
Materi Motivasi Definisi Motivasi merupakan proses untuk mencoba mempengaruhi seseorang agar melakukan sesuatu yang kita inginkan (Heidjachman dan Husnan, 2003:197) Dorongan yang timbul pada diri seseorang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi dan Demografi Intent to Leave Intent to leave adalah minat untuk mengundurkan diri permanen secara sukarela ataupun tidak dari suatu organisasi (Robbins, 2001). Tingkat
BAB I PENDAHULUAN. yang dimilikinya saja dan itu dilakukan secara monoton atau tradisional dari
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dahulu karyawan dalam melakukan tugasnya hanya menurut kemampuan yang dimilikinya saja dan itu dilakukan secara monoton atau tradisional dari waktu ke waktu tanpa ada
KOMPENSASI / IMBALAN
KOMPENSASI / IMBALAN Pengertian Banyak pengertian kompensasi yang telah diberikan. Namun tidak ada satu pengertian pun yang pasati dan diterima secara umum. Pemberian kompensasi merupakan salah satu tugas
Konsep - Konsep Motivasi Dasar
Konsep - Konsep Motivasi Dasar 2005 Prentice Hall Inc. All rights reserved. ORGANIZATIONAL BEHAVIOR S T E P H E N P. R O B B I N S E L E V E N T H E D I T I O N W W W. P R E N H A L L. C O M / R O B B
Pokok Bahasan : Motivasi Sub Pokok Bahasan : Pengertian, Teori Motivasi,Bentuk Motivasi, Jenis Motivasi, Tantangan dan Alat2 Motivasi
Pengantar Manajemen Umum Pokok Bahasan : Motivasi Sub Pokok Bahasan : Pengertian, Teori Motivasi,Bentuk Motivasi, Jenis Motivasi, Tantangan dan Alat2 Motivasi By Erma Sulistyo Rini Asumsi dasar Mengenai
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS. Menurut Veithzal Rivai (2004:309) mendefinisikan penilaian kinerja
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Penilaian Kinerja 2.1.1.1 Pengertian Penilaian Kinerja Menurut Veithzal Rivai (2004:309) mendefinisikan penilaian kinerja
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Strategi Manajemen SDM Dewasa ini dalam dunia praktik, manajer SDM semakin terlibat dalam komite strategis untuk menentukan arah strategis perusahaan. Manajemen SDM telah menjadi
Motivasi : proses yg berperan pada intensitas, arah, dan lamanya berlangsung upaya individu, ke arah pencapaian sasaran.
Motivasi Oleh : Rino A Nugroho [email protected] Definisi Motivasi : proses yg berperan pada intensitas, arah, dan lamanya berlangsung upaya individu, ke arah pencapaian sasaran. Forces acting on an employee
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kompensasi Kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima para karyawan sebagai balas jasa untuk kerja mereka (Handoko, 2001:155). Masalah kompensasi merupakan fungsi manajemen
BAB I PENDAHULUAN. memberikan peluang bisnis yang cepat berkembang. Keadaan ini menimbulkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan kini sudah menjadi salah satu jenis usaha yang mulai banyak diperhitungkan dalam perkembangan bisnis. Pembiayaan mobil
Konsep Konsep Motivasi BAHAN AJAR 7
Konsep Konsep Motivasi BAHAN AJAR 7 Konsep Motivasi Motivasi merupakan satu penggerak dari dalam hati seseorang untuk melakukan atau mencapai sesuatu tujuan. Motivasi juga bisa dikatakan sebagai rencana
BAB I PENDAHULUAN. profesionalisme staf rumah sakit (Hasibuan, 2002). Sebuah RS. pencegahan, penyembuhan dan pemulihan bagi pelanggan (pasien dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pelayanan rumah sakit (RS) di Indonesia sudah bersifat padat modal, padat karya dan padat teknologi, yang diandalkan untuk memberikan pengayoman medik untuk pusat pusat
Konsep Sistem dan Sistem Informasi pada Organisasi dan Manajemen Perusahaan (Lanjutan..) Konsep Sistem Informasi (TIF 1205)
Konsep Sistem dan Sistem Informasi pada Organisasi dan Manajemen Perusahaan (Lanjutan..) Konsep Sistem Informasi (TIF 1205) Analisis Sistem Langkah langkah pada Analisis Sistem Perancangan Sistem Tujuan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. beraksi. Menurut Sarwono (2002) Motivasi menunjuk pada proses gerakan,
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Motivasi 2.1.1. Pengertian Motivasi Motivasi berasal dari kata latin MOREVE yang berarti dorongan atau daya penggerak. Secara umum, motivasi artinya mendorong untuk berbuat
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia sebagai salah satu negara berkembang menitikberatkan pada
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia sebagai salah satu negara berkembang menitikberatkan pada perkembangan perekonomian dan juga sumber daya manusia. Proses perekonomian yang terjadi
Motivasi untuk Berprestasi
Motivasi untuk Berprestasi OLEH Budi Sulistyo Motivasi Keinginan untuk meningkatkan kemampuan dan usaha agar dapat meraih tujuan individu ataupun organisasi disertai dengah usaha untuk memenuhi kepuasan
BAB II TELAAH PUSTAKA
BAB II TELAAH PUSTAKA 2.1. Deskripsi Konsep 2.1.1. Pengertian Upah Pungut Upah pungut menurut Muljani (2002) merupakan salah satu faktor yang memotivasi karyawan untuk bekerja lebih giat dan terus berusaha
DAFTAR ISI ABSTRAK ABSTRACT KATA PENGANTAR DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR. 1.1 Latar Belakang Masalah Perumusan Masalah Tujuan Penelitian 7
DAFTAR ISI ABSTRAK ABSTRACT KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR i ii iii vi x xvii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah 1 1.2 Perumusan Masalah 7 1.3 Tujuan Penelitian 7 1.4 Manfaat
TEORI MOTIVASI & TEKNIK MEMOTIVASI
PERILAKU ORGANISASI TEORI MOTIVASI & TEKNIK MEMOTIVASI Manager yang berhasil adalah yang mampu menggerakkan bawahannya dengan menciptakan motivasi yang tepat bagi bawahannya PEMBAGIAN TEORI MOTIVASI TEORI
PENGARUH MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN (STUDI PADA KARYAWAN PT. PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA TIMUR AREA PELAYANAN DAN JARINGAN MALANG)
PENGARUH MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN (STUDI PADA KARYAWAN PT. PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA TIMUR AREA PELAYANAN DAN JARINGAN MALANG) Alfarez Fajar Sandhria Kusdi Rahardjo Hamidah Nayati Utami Fakultas
PERILAKU KEORGANISASIAN IT
PERILAKU KEORGANISASIAN IT-021251 U M M U K A L S U M U N I V E R S I TA S G U N A D A R M A 2016 PERILAKU INDIVIDU DAN PENGARUHNYA TERHADAP ORGANISASI PERILAKU ORGANISASI Membahas perilaku manusia dlm
PENDAHULUAN A. Pengertian Manajemen dan Perkembangannya. 1. Pengertian Manajemen 2. Tingkat Manajemen
PENDAHULUAN A. Pengertian Manajemen dan Perkembangannya. 1. Pengertian Manajemen Peran manajemen dalam memajukan organisasi cukup penting bila organisasi mempunyai manajer yang baik, maka organisasi akan
Adalah proses yang menghasilkan intensitas, arah dan ketekunan individu dalam usaha untuk mencapai tujuan.
Definisi Motivasi Adalah proses yang menghasilkan intensitas, arah dan ketekunan individu dalam usaha untuk mencapai tujuan. Elemen Kunci : 1. Intensitas : Seberapa keras usaha seseorang 2. Arah : Tujuan
BAB I PENDAHULUAN. Dunia telah memasuki era perubahan dan transformasi yang sangat cepat.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dunia telah memasuki era perubahan dan transformasi yang sangat cepat. Hal tersebut ditandai dengan adanya perkembangan dan perubahan budaya sosial, meningkatnya persaingan,
PIAGAM AUDIT INTERNAL
PIAGAM AUDIT INTERNAL Latar Belakang Unit Audit Internal unit kerja dalam struktur organisasi Perseroan yang dibentuk untuk memberikan keyakinan yang memadai dan konsultasi yang bersifat independen dan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Motivasi 2.1.1 Pengertian Motivasi Kerja Motivasi adalah tindakan yang dilakukan orang untuk memenuhi kebutuhan yang belum terpenuhi. Hal ini adalah keinginan untuk melakukan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Teori Hierarki Kebutuhan Terdapat berbagai macam teori motivasi, salah satu teori motivasi yang umum dan banyak digunakan adalah Teori Hierarki Kebutuhan. Teori
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. seorang karyawan agar karyawan tersebut dapat tergerak untuk melakukan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Motivasi Kerja 2.1.1 Pengertian Motivasi Kerja Motivasi merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam diri seorang karyawan agar karyawan tersebut dapat tergerak untuk
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Proyek Konstruksi Proyek konstruksi merupakan suatu rangkaian kegiatan yang hanya satu kali dilaksanakan dan umumnya berjangka waktu pendek dengan sumber daya tertentu untuk
Komunikasi Organisasi
Modul ke: Komunikasi Organisasi Iklim Komunikasi Organisasi Fakultas FIKOM Reddy Anggara, S.Ikom., M.Ikom Program Studi PUBLIC RELATIONS www.mercubuana.ac.id b A. Iklim Organisasi Payne dan Pugh (1976)
1. Peran individu dalam organisasi olahraga. 2. Menjelaskan tentang perilaku organisasi.
[email protected] 1. Peran individu dalam organisasi olahraga. 2. Menjelaskan tentang perilaku organisasi. 3. Membahas sejumlah topik yang terkait dengan individu yang bekerja dalam manajemen olahraga.
BAB I PENDAHULUAN. Hakekat dari otonomi daerah adalah adanya kewenangan daerah yang lebih
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Hakekat dari otonomi daerah adalah adanya kewenangan daerah yang lebih besar dalam pengurusan maupun pengelolaan pemerintahan daerah, termasuk didalamnya pengelolaan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI A. Komunikasi organisasi Komunikasi organisasi pada umumnya membahas tentang struktur dan fungsi organisasi hubungan antarmanusia, komunikasi dan proses pengorganisasian serta budaya
BAB II LANDASAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS. 2.1 Manajemen Sumber Daya Manusia ( MSDM ) Pengertian Sumber Daya manusia
BAB II LANDASAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS 2.1 Manajemen Sumber Daya Manusia ( MSDM ) 2.1.1 Pengertian Sumber Daya manusia Sumber Daya manusia merupakan satu satunya sumber daya yang memiliki
BAB V PENYAJIAN VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN
BAB V PENYAJIAN VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN Visi dan misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tapin tahun 2013-2017 selaras dengan arah Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah
KELOMPOK 3. Mia Resmiati Novi Febriyanti
KELOMPOK 3 Mia Resmiati 2108022 Novi Febriyanti 2108025 Integrasi Integrasi adalah pembauran hingga menjadi kasatuan yang utuh atau bulat. Memiliki pemahaman dan keinginan untuk menyesuaikan diri dengan
KUESIONER. 1 Apakah perusahaan memiliki struktur organisasi yang jelas dan rinci? V
L1 KUESIONER Berilah tanda (V) pada jawaban yang dipilih UMUM 1 Apakah perusahaan memiliki struktur organisasi yang jelas dan rinci? V 2 Apakah struktur organisasi perusahaan memuat secara jelas garis
BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN. 4.1 Visi dan Misi Rumah Sakit Visi Rumah Sakit
BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1 Visi dan Misi Rumah Sakit 4.1.1 Visi Rumah Sakit Visi adalah gambaran arah pembangunan atau kondisi masa depan yang ingin dicapai Rumah
Pemangku Kepentingan, Manajer, dan Etika
Modul ke: Pemangku Kepentingan, Manajer, dan Etika Fakultas Pasca Sarjanan Dr. Ir. Sugiyono, Msi. Program Studi Magister Manajemen www.mercubuana.ac.id Source: Jones, G.R.2004. Organizational Theory, Design,
Evolusi Teori. Manajemen Manajer. Teori Manajem en Klasik
Pengertian Manajemen Manajemen dan Manajer Evolusi Teori Manajemen Manajemen dan Lingkungan Eksternal Manajemen sebagai Ilmu dan Seni Definisi Manajemen Fungsi fungsi Manajemen Tingkatan Manajemen Keterampilan
IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. A. Sejarah Singkat Dinas Tata Kota Kabupaten Lampung Utara
IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Sejarah Singkat Dinas Tata Kota Kabupaten Lampung Utara Dinas Tata Kota awal terbentuknnya merupakan pengembangan dari struktur organisasi Dinas Kebersihan dan Pertamanan
Motivasi dalam Organisasi
Motivasi dalam Organisasi Motivasi berasal dari kata latin movere yang berarti dorongan atau daya penggerak. Motivasi ini diberikan kepada manusia, khususnya kepada para bawahan atau pengikut. Adapun kerja
MOTIVASI. Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Internal Kegiatan yang dapat diamati Kepuasan Eksternal. Motivasi. Hambatan pencapai Tujuan Mengurangi Tekanan
Harrison Papande Siregar Tugas Resumé Mata Kuliah Perilaku Organisasi MOTIVASI Di dalam manajemen, kepemimpinan, atau perilaku organisasi, barangkali tidak ada isu paling terkenal selain motivasi. Hal
A. Rencana Strategis Kementerian Sekretariat Negara 2010-
A. Rencana Strategis Kementerian Sekretariat Negara 2010-2014 Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Sekretariat Negara Tahun 2010-2014 terakhir disempurnakan dengan Peraturan Menteri Sekretaris Negara
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Hana_kyu MOTIF DAN MOTIVASI
Hana_kyu Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang MOTIF DAN MOTIVASI A. Devinisi Motif dan Motivasi Devinisi Motif menurut beberapa sumber 1. Sherif& Sherif ( 1956) menyebutkan motif sebagai
PENGARUH ANTARA KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN KEMAMPUAN MENJUAL ADAPTIF TERHADAP PRESTASI PENJUALAN. Skripsi
PENGARUH ANTARA KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN KEMAMPUAN MENJUAL ADAPTIF TERHADAP PRESTASI PENJUALAN Skripsi Untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam mencapai derajat Sarjana S-1 Diajukan oleh
BAB 2 LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN
BAB 2 LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Manajemen Sumber Daya Manusia Sumber daya manusia sebagai salah satu unsur dalam organisasi dapat diartikan sebagai manusia yang bekerja
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Manajemen Sumber Daya Manusia 2.2. Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia
5 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam menjalankan roda aktivitasnya, suatu perusahaan maupun organisasi tidak lepas dari kebutuhan akan sumber daya. Sumber daya manusia (SDM)
VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN STRATEGIS
- 26 - II VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN STRATEGIS A. Visi Sekretariat Wakil Dalam rangka memberikan dukungan teknis, administrasi dan analisis dalam menyelenggarakan kekuasaan negara guna menyukseskan
BAB I PENDAHULUAN. Keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai tujuannya tidak dapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai tujuannya tidak dapat dilepaskan dari peran pemimpinnya. Dalam suatu perusahaan, seorang pemimpin bukan semata-mata
II. TINJAUAN PUSTAKA.1
16 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Manajemen Sumber Daya Manusia Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) merupakan suatu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan atas pengadaan, pengembangan, kompensasi,
Lyndall Urwick ( ): Panduan Manajemen (Managerial Guidelines) Max Weber ( ): Birokrasi dalam Organisasi Kesimpulan mengenai
Lyndall Urwick (1891-1983): Panduan Manajemen (Managerial Guidelines) Max Weber (1864-1920): Birokrasi dalam Organisasi Kesimpulan mengenai Perspektif Manajemen Klasik Kontribusi Manajemen Klasik spesialisasi
BAB 3 : PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN
BAB 3 : PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN Disajikan oleh : SUNARYO, SE. C.MM EMAIL : [email protected] BLOG S:www.naryo1981.wordpress.com PUSAT PERTANGGUNG JAWABAN PENGERTIAN PUSAT PERTANGGUNG JAWABAN ADALAH
PENDEKATAN KLASIK DAN HUMAN RELATIONS
MODUL PERKULIAHAN PENDEKATAN KLASIK DAN HUMAN RELATIONS Pokok Bahasan 1. Pendekatan Klasik 2. Pendekatan Human Relations Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Ilmu Komunikasi Public Relations
MOTIVASI KONTEN TEORI/ TEORI KEPUASAN
MOTIVASI KONTEN TEORI/ TEORI KEPUASAN PENGERTIAN Motivasi berasal dari bahasa latin movere yang artinya bergerak Istilah lain yang dipergunakan secara bergantian dengan istilah motivasi antara lain: desire
Philip Kotler Perencanaan Strategi
Philip Kotler mengemukakan tentang pengertian strategi yaitu suatu rencana permainan untuk mencapai sasaran yang dinginkan dari suatu unit bisnis.tetapi kesimpulan dari pengertian strategi adalah suatu
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS. Tugas utama pihak manajerial adalah memberikan motivasi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Tinjauan Pustaka 1. Inisiatif manajerial Tugas utama pihak manajerial adalah memberikan motivasi kepada tenaga kerja perusahaan untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pengakuan, pekerjaan itu sendiri, tanggung jawab mempunyai pengaruh
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Penelitian Terdahulu Berdasarkan penelitian Yustina (2000) dengan judul Analisis Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan Pabrik Gula Djatiroto Lumajang. Tujuan penelitian
ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN(MAHASISWA) TERHADAP KUALITAS PELAYANAN BIRO ADMINISTRASI UMUM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN(MAHASISWA) TERHADAP KUALITAS PELAYANAN BIRO ADMINISTRASI UMUM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA SKRIPSI SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Syarat - Syarat Guna Memperoleh
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. adanya dorongan dalam diri manusia sebagai usaha untuk memenuhi
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Perilaku Kepemimpinan Efektif 2.1.1 Perilaku Purwanto (1998) mendefinisikan perilaku sebagai penyesuaian diri dari adanya dorongan dalam diri manusia sebagai usaha untuk memenuhi
BAB V SIMPULAN DAN SARAN. hasil analisis yang telah dilakukan, simpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1. Simpulan Berdasarkan teori-teori yang ada, hasil-hasil penelitian sebelumnya, dan hasil analisis yang telah dilakukan, simpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah:
BAB II URAIAN TEORITIS. Liza (2006) melakukan penelitian yang berjudul Peranan Struktur
BAB II URAIAN TEORITIS A. Penelitian Terdahulu Liza (2006) melakukan penelitian yang berjudul Peranan Struktur Organisasi dalam Meningkatkan Efektivitas Kerja Pada Perusahaan Mandala Airlines Perwakilan
DAFTAR ISI. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian... 45
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i PERSETUJUAN SKRIPSI... ii PERNYATAAN ORISINALITAS... iii ABSTRACT... iv ABSTRAK... v LEMBAR PERSEMBAHAN... vi KATA PENGANTAR... vii DAFTAR ISI... x DAFTAR TABEL... xiii DAFTAR
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI A. Motivasi Terbentuknya persepsi positif pekerja terhadap organisasi, secara teoritis merupakan determinan penting terbentuknya motivasi kerja yang tinggi. Para pekerja adalah manusia
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Setiap perusahaan memiliki tujuan yang hendak dicapai. Tujuan tersebut
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setiap perusahaan memiliki tujuan yang hendak dicapai. Tujuan tersebut dicapai melalui pelaksanaan pekerjaan tertentu dengan menggunakan tenaga manusia sebagai
BAB 1 PENDAHULUAN. Kepmendagri memuat pedoman penyusunan rancangan APBD yang. dilaksanakan oleh Tim Anggaran Eksekutif bersama-sama Unit Organisasi
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Proses penganggaran daerah dengan pendekatan kinerja dalam Kepmendagri memuat pedoman penyusunan rancangan APBD yang dilaksanakan oleh Tim Anggaran Eksekutif bersama-sama
BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI. 1) kesimpulan, 2) implikasi dan saran hasil penelitian.
BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI Pada bagian akhir tesis ini akan diuraikan secara berturut-turut mengenai: 1) kesimpulan, 2) implikasi dan saran hasil penelitian. A. Kesimpulan Berdasarkan
School of Communication Inspiring Creative Innovation. Perilaku Organisasi (Organizational Behavior) Pertemuan ke-5
Penempatan School of Communication Pegawai & Business Inspiring Creative Innovation Perilaku Organisasi (Organizational Behavior) Pertemuan ke-5 Konsep - Konsep Motivasi Dasar PERILAKU ORGANISASI 2 Definisi
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tugas pokok Bank Indonesia (BI) sebagaimana ditetapkan dalam Undang undang tentang Bank Sentral, memiliki fungsi yang sangat strategis yaitu mencapai dan memelihara
BAB II TINJAUAN UMUM LOKASI PENELITIAN. A. Gambaran Umum PT. Freshklindo Graha Solusi
14 BAB II TINJAUAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Gambaran Umum PT. Freshklindo Graha Solusi PT. Freshklido Graha Solusi adalah perusahaan jasa kebersihan terkemuka di Indonesia, yang menawarkan solusi cerdas
BAB I PENDAHULUAN. Di era reformasi yang telah berjalan sejak beberapa tahun yang lalu,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Di era reformasi yang telah berjalan sejak beberapa tahun yang lalu, membawa angin segar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bangsa Indonesia telah bertekad
BAB XIII TEKNIK MOTIVASI
BAB XIII TEKNIK MOTIVASI Tim LPTP FIA - UB 13.1 Pendahuluan Tantangan : 1. Volume kerja yang meningkat 2. Interaksi manusia yang lebih kompleks 3. Tuntutan pengembangan kemampuan sumber daya insani 4.
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2011 TENTANG PENILAIAN PRESTASI KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2011 TENTANG PENILAIAN PRESTASI KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa untuk
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Motivasi Motivasi berasal dari kata Latin movere yang berarti dorongan atau menggerakkan. Motivasi (motivation) dalam manajemen hanya ditujukan pada sumber daya manusia
BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN
BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1 Visi dan Misi Rumah Sakit 4.1.1 Visi Rumah Sakit Visi adalah gambaran arah pembangunan atau kondisi masa depan yang ingin dicapai Rumah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan adalah suatu lembaga yang bertujuan memenuhi kebutuhankebutuhan konsumen melalui barang dan jasa disamping mencari laba sebanyakbanyaknya. Perusahaan agar
BAB I PENDAHULUAN. reformasi diindikasikan dengan adanya perombakan di segala bidang kehidupan,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Era reformasi yang sedang berjalan atau bahkan sudah memasuki pasca reformasi diindikasikan dengan adanya perombakan di segala bidang kehidupan, politik, moneter, pertahanan
PENGEMBANGAN METODE IMBALAN
PENGEMBANGAN METODE IMBALAN Disusun untuk Memenuhi Tugas Terstruktur Matakuliah Manajemen Kinerja & Kompensasi Oleh: Kelompok 5 Tiara Putri Usmany 125030200111061 M. Nizar Al Qofiqi 125030200111122 Mega
BAB II LANDASAN TEORITIS. tersebut ketika bekerja sendiri atau dengan karyawan lain (Jones, 2010).
BAB II LANDASAN TEORITIS A. Happiness at Work 1. Definisi Happiness at Work Happiness at work dapat diidentifikasikan sebagai suatu pola pikir yang memungkinkan karyawan untuk memaksimalkan performa dan
08.00 teknik pengendalian pengembangan organisasi dan program kerja teknik pengendalian pengembangan organisasi dan program kerja
1 08.00 teknik pengendalian pengembangan organisasi dan program kerja 10-12.00 teknik pengendalian pengembangan organisasi dan program kerja 2 TEKNIK PENGENDALIAN ORGANISASI & PENGEMBANGAN PROGRAM KERJA
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, HIPOTESIS
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, HIPOTESIS 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Pengertian Motivasi Motivasi berasal dari kata latin movere yang berarti dorongan, daya penggerak atau kekuatan yang menyebabkan
BAB II LANDASAN TEORI. berkaitan dengan komitmen afektif dan budaya organisasi. karena mereka menginginkannya (Meyer dan Allen, 1997)
BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dijabarkan teori-teori yang menjadi kerangka berfikir dalam melaksanakan penelitian ini. Beberapa teori yang dipakai adalah teori yang berkaitan dengan komitmen
MOTIVASI. MOTIVASI keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatankegiatan tertentu untuk mencapai tujuan
Bab 10 MOTIVASI MOTIVASI MOTIVASI keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatankegiatan tertentu untuk mencapai tujuan Beberapa Definisi Motivasi Definisi 1:
