ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR
|
|
|
- Djaja Sudirman
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 CRITICAL BOOK ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR D I S U S U N OLEH : NAMA : RINI FATMAWATI ZEGA NIM : KELAS : FISIKA NONDIK 2013 JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2015
2 KATA PENGANTAR Puji Syukur hanya milik Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan kasih sayang-nya dan memberikan waktu kepada penulis untuk menyelesaikan tugas Critical Book yang berjudul ILMU BUDAYA DASAR. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada beberapa pihak yang telah membantu dalam penyelesaian Critical Book ini. Critical Book tentang Ilmu Budaya Dasar salah satu tugas mata kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Penulis sangat menyadari bahwa critical book ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran baik secara tertulis ataupun secara lisan, khususnya kepada Dosen pengampu mata kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Bapak Drs. Muhammad Arif, agar penulis bisa mengembangkan ilmu pengetahuannya, khususnya memahami tentang Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Medan, 5 November 2015 Penulis
3 DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar Isi i ii BAB I Pendahulaun Latar Belakang Tujuan Penulisan Manfaat Penulisan 1 BAB II Isi Identitas Buku Pendahuluan ISBD Manusia dan Kebudayaan 5 BAB III Penutup 7 Kesimpulan Latar belakang BAB I PENDAHULUAN Mata kuliah ilmu social dan budaya dasar adalah mata kuliah umum yang diajarkan diperguruan tinggi dengan tujuan untuk membina individu (mahasiswa) menjadi warga
4 masyarakat dan warga negara yang baik. Materi pembelajaran meliputi hubungan manusia dengan kebudayaan, peradaban : nilai moral dan hukum, ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, keragaman dan kesederajatan serta hubungan manusia dengan lingkungannya. Ilmu budaya dasar bukan suatu disiplin ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri, melainkan suatu ilmu pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling mendasar dalam kehidupan manusia sebagai makhluk berbudaya (homo humanus) dan masalah-masalah yang terwujud dari padanya. Untuk mengetahui bagaimana kelebihan dan kekurangan suatu buku hendaknya mahasiswa harus teliti agar tidak salah menerima informasi dan ini juga merupakan salah satu syarat dati tugas mata kuliah Ilmu Sosial & Budaya Dasar mengkritik buku adalah salah satu dari indikator mahasiswa untuk mengetahui informasi yang baik dan benar. Oleh karena itu, baiknya mahasiswa melakukan yang namanya citical book untuk megetahui keakuratan suatu buku yang kita pelajari. 1.2 Tujuan 1.3 Manfaat 1.Untuk mendapatkan nilai sebagai syarat tugas mata kuliah Ilmu Sosial & Budaya dasar. 2.Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan buku 1.Menambah ilmu penulis dalam membuat critical book 2. Mampu mengkritik bagian isi buku yang kurang memadai. BAB II ISI 2.1 IDENTITAS BUKU 1. IDENTITAS BUKU I :
5 Judul Buku Penulis Penerbit : Ilmu Sosial dan Budaya Dasar : Tim Dosen ISBD Unimed : Unimed Press Tahun : 2014 ISBN : Edisi : Januari 2015 Tebal buku : 1 Cm Jumlah halaman : IDENTITAS BUKU II : Judul Buku Penulis Penerbit : Ilmu Budaya Dasar : Drs. Supartono Widyosiswoyo, M.M : Ghalia Indonesia Tahun : 1992 ISBN : Edisi :Revisi 2004 Tebal buku : 1,4 Cm Jumlah halaman : Pendahuluan ISBD (Ilmu Pengetahuan dan Budaya Dasar) Buku I (Ilmu Sosial dan Budaya Dasar) 1. Pendahuluan Kuliah Mata kuliah ilmu social dan budaya dasar adalah mata kuliah umum yang diajarkan diperguruan tinggi dengan tujuan untuk membina individu (mahasiswa) menjadi warga masyarakat dan warga negara yang baik. Materi pembelajaran meliputi hubungan manusia
6 dengan kebudayaan, peradaban : nilai moral dan hukum, ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, keragaman dan kesederajatan serta hubungan manusia dengan lingkungannya. Ilmu social dasar (Basic Social Studies) dan ilmu budaya dasar (Basic Humanities) diajarkan di Indonesia sejak sekitar tahun 1970-an. Pendekatan/ pembelajaran dapat dilakukan dengan pendekatan stuktural, fungsional, maupun pendekatan antar bidang ilmu ( interfiled). Visi mata kuliah ilmu social dan budaya dasar yang mengarahkan mahasiswa, selaku individu dan makhluk social yang beradab, memiliki landasan pengetahuan, wawasan, serta keyakinan untuk bersikap kritis, peka dan arif dalam mengahadapi persoalan social dan budaya yang berkembang di masyarakat. Misi ilmu social dan budaya dasar dideskripsikan sebagai berikut : Memberikan pengetahuan dan wawasan tentang keragaman, kesetaraan dan martabat manusia sebagai individu dan makhluk social dalam kehidupan bermasyarakat. Memberikan dasar-dasar nilai estetika, etika dan moral, hukum dan budaya sebagai landasan landasan untuk menghormati dan menghargai antara sesama manusia sehingga akan terwujud masyarakat yang tertib, teratur dan sejahtera. Memberikan dasar-dasar untuk memahami masalah social dan budaya serta mampu bersikap kritis, analitis dan responsive untuk memecahkan masalah tersebut secara arif di masyarakat. Buku II (Ilmu Budaya Dasar) 2. Pendahuluan Ilmu budaya dasar bukan suatu disiplin ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri, melainkan suatu ilmu pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling mendasar dalam kehidupan manusia sebagai makhluk berbudaya (homo humanus) dan masalah-masalah yang terwujud dari padanya. Ilmu budaya dasar dalam bahasa Inggris disebut Basic Humanities merupakan pengetahuan yang diharapakan dapat memberi pengetahuan dasar dan umum tentang konsep-konsep yang dapat digunakan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Ilmu budaya dasar sebagai salah satu komponen mata kuliah bertujuan untuk mengembangkan daya tanggap, persepsi, penalaran,dan apresiasi berkenaan dengan lingkungan budaya. Materi budaya dasar mencakup manusia dengan permasalahannya yang masing-masing merupakan pokok pembahasan, yang meliputi : manusia dan cinta kasi, manusia dan keindaha, manusia dan penderitaan, manusia dan keadilan, manusia dan pandangan hidup, manusia dan tanggung jawab serta pengabdian, manusia dan kegelisahan, manusia dan harapan. Kelemahan : Kelemahan Buku I (ISBD) diantaranya sebagai berikut :
7 1. Pada buku I (ISBD), penjeleasan pengantar mata kuliah ISBD sebagai mata kulaih umum tidak begitu lengkap, hanya penjelasan secara garis besarnya saja (terdapat pada halaman 1). 2. Tidak dikemukakan materi ilmu social dan ilmu budaya dasar pada BAB I secara terperinci (terdapat pada halaman 3). Kelemahan Buku II (IBD) diantaranya sebagai berikut : 1. Pada buku II (IBD), hanya menjelaskan ilmu budaya dasar (tidak menjelaskan bagaimana ilmu social dasar) ((terdapat pada halaman 4). 2. Tidak menjelaskan visi dan misi IBD bagi pembaca. 3. Pada buku II ini, tidak terdapat standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indicator 4. Tidak menjelaskan kapan ilmu budaya dasar diajarkan di Indonesia. 5. Tidak terdapat rangkuman/ ringkasan materi, setelah materi tersebut selesai pada sertiap BAB/ materi. Kelebihan : Kelebihan Buku I (ISBD) diantaranya sebagai berikut : 1. Menjelaskan Ilmu social dan ilmu budaya dasar bagi pembaca. 2. Terdapat standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indicator (terdapat pada halaman 1 dan 2). 3. Menjelaskan visi dan misi ISBD bagi pembaca dan tujuannya (terdapat pada halaman 6). 4. Menjelaskan kapan ilmu budaya dasar diajarkan di Indonesia (terdapat pada halaman 8). 5. Menjelaskan pendekatan/ pembelajaran yang dapat dilakukan dari materi ilmu social dan budaya dasar (terdapat pada halaman 8). 6. Terdapat rangkuman/ ringkasan materi, setelah materi tersebut selesai (terdapat pada halaman 9). 7. Adanya soal-soal latihan bagi pembaca buku tersebut (terdapat pada halaman 10). 8. Mencantumkan daftar pustaka/ sumber-sumber referensi dalam setiap materi/ BAB (terdapat pada halaman 10). Kelebihan Buku II (IBD) diantaranya sebagai berikut : 1. Menjelaskan pengantar mata kuliah IBD kepada pembaca sebagai mata kulaih umum secara lengkap (terdapat pada halaman 1-4). 2. Materi ilmu budaya dasar pada BAB I dijelaskan secara terperinci (terdapat pada halaman 4). 3. Menjelaskan materi ilmu budaya dasar yang mencakup manusia dan permaslahannya (terdapat pada halaman 7). 4. Adanya soal-soal latihan bagi pembaca buku tersebut (terdapat pada halaman 46).
8 2.3 Manusia Dan Kebudayaan Buku I (Ilmu Sosial dan Budaya Dasar) 1. Manusia Manusia adalah makhluk hidup yang berbudaya yang terus meningkatkan cara untuk memenuhi tuntutan kehidupannya. Manusia lebih unggul dari makhluk-makhluk hidup lainnya. Dengan akal dan budinya, manusia menciptakan kebudayaan. Makhluk Tuhan yang mempunyai akal dan budi adalah manusia. Akal adalah daya piker untuk memahami sesauatu. Budi adalah alat batin sebagai paduan akal dan perasaan dalam menimbang baik dan buruknya suatu tindakan. 2. Kebudayaan Ditinjau dari asal katanya, kata budaya berasal dari bahasa sansekerta budhayah, yaitu bentuk jamak dari kata budhi yang berarti budi atau akal.dalma bahasa latin kata kebudayaan disebut colera. Kata yang mengandung arti, mengolah, menyuburkan, dan mengembangkan tanah. Kebudayaan berkembang dengan berbagai model yang terstruktur. Kebudayaan merupakan bagian yang integral dari sapek kognitif, aspek tingkah laku, dan aspek material. Kebudayaan bersifat dinamis, seiring perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Factor yang menyebabkan perubahan kebudayaan adalah discovery dan invention, difusi, akulturasi, revolusi. Persoalan-persoalan kebudayaan salah satunya adalah perkembangan globalisasi( baik dalam hal nialai postif globalisasi maupun nilai negatif globalisasi), multikulturalisme dan masyarakat majemuk. 3. Sistem Budaya System budaya merupakan komponen-komponen dari suatu kebudayaan. Menurut Keesing( dalam Saifuddin 2005), komponen tersebut adalah kebudaayn sebagai system adaptif, system kognitif, system struktur dari simbol-simbol dan system symbol. Buku II (Ilmu Budaya Dasar) 2. Manusia Menurut jenisnya manusia merupakan homo sapiens yang berarti makhluk cerdas dan bijaksana. Ditingkat hominidae dan lebih-lebih sebagai homo sapiens, manusia sudah mampu menciptakan kebudayaan. Terdapat 3 aliran pada aspek-aspek manusia, yaitu : aliran materialisme, aliran spritualisme, aliran dualism. Manusia memiliki daya yang dapat menjadi raja dunia yang memerintahkan makhluk hidup lainnya, yaitu : akal dan inteligensi, perasaan dan emosi, kemauan (konasi), fantasi, serta perilaku.
9 3. Kebudayaan Kata kebudayaan berasal dari kata budh dalam bahasa sansekerta yang berarti akal, kemudian menjadi kata budhi (tunggal) atau budhaya (majemuk), sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil pemikiran atau akal manusia. Unsure kebudayaan dlaam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti bagian suatu kebudayaan yang dapat digunakan ebagai satuan analisis tertentu. Menurut Kluckhohn ada tujuh unsur dalam kebudayaan universal yaitu, system religi dan upacara keagamaan, system organisasi kemasyarakatan, system pengetahuan, system mata pencaharian hidup, system teknologi dan peralatan, bahasa, serta kesenian. Kebudayaan memiliki beberapa sifat, diantaranya sebagai berikut : kebudayaan beraneka ragam, kebudayaan dapat diteruskan secara social dengan pelajaran, kebudayaan dijabarkan dalam komponen-komponen biologi, psikologi, dan sosiologi, kebudayaan mempunyai struktur, kebudayaan mempunyai nilai, kebudayaan mempunyai sifat statis dan dinamis, kebudayaan dapat dibagi dalam bermacam-macam bidang atau aspek. Kelemahan : Kelemahan Buku I (ISBD) diantaranya sebagai berikut : 1. Pada BAB II, buku I (ISBD) tidak menjelaskan secara terperinci bagaimana manusia itu, baik secara umum maupun khusus. 2. Kurang menjelaskan unsur-unsur kebudayaan serta wujud kebudayaannya seperti pada buku II (IBD). 3. Tidak menjelaskan strategi kebudayaan seperti pada buku II (IBD). Kelemahan Buku II (IBD) diantaranya sebagai berikut : 1. Pada buku II ini, tidak terdapat standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indicator 2. Tidak terdapat model-model kebudayaan seperti pada buku I (ISBD). 3. Kurang menjelaskan persoalan-persoalan kebudayaan, contohnya pada buku I (ISBD) adalah globalisasi, multikulturalisme, dan masyarakat majemuk. 4. Tidak adanya rangkuman/ ringkasan pada BAB/ materi manusia dan kebudayaan. Kelebihan : Kelebihan Buku I (ISBD) diantaranya sebagai berikut : 1. Terdapat standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indicator (terdapat pada halaman 11 dan 12). 2. Menjelaskan secara terperinci hubungan manusia dan masyarkat (terdapat pada halaman 12). 3. Menjelaskan model-model kebudayaan serta persoalan-persoalan kebudayaan (terdapat pada halaman 15 dan 19). 4. Terdapat rangkuman/ ringkasan pada materi manusia dan kebudayaan (terdapat pada halaman 30). 5. Adanya soal-soal latihan bagi pembaca buku tersebut (terdapat pada halaman 31).
10 6. Mencantumkan daftar pustaka/ sumber-sumber referensi dalam setiap materi/ BAB (terdapat pada halaman 31). Kelebihan Buku II (IBD) diantaranya sebagai berikut : 1. Menjelaskan secara terperinci bagaimana manusia itu, baik secara umum maupun khusus (terdapat pada halaman 9). 2. Menejelaskan aspek-aspek manusia serta daya manusia (terdapat pada halaman 11, 14). 3. Menjelaskan unsur-unsur kebudayaan serta wujudnya secara lengkap (terdapat pada halaman 33,35 ). Kesimpulan BAB III PENUTUP 1. Pada buku I terdapat kelebihan dan kelemahan pada setiap materi, baik materi pendahuluan ISBD maupun materi Manusia dan Kebudayaan. Salah satu kelemahan buku I yaitu penjeleasan pengantar mata kuliah ISBD sebagai mata kulaih umum tidak begitu lengkap, hanya penjelasan secara garis besarnya saja. Sedangkan kelebihan buku I, salah satunya adalah Menjelaskan Ilmu social dan ilmu budaya dasar bagi pembaca. 2. Pada buku II terdapat kelebihan dan kelemahan pada setiap materi, baik materi pendahuluan ISBD maupun materi Manusia dan Kebudayaan. Salah satu kelemahan buku II yaitu hanya menjelaskan ilmu budaya dasar (tidak menjelaskan bagaimana ilmu social dasar). Sedangkan kelebihan buku II adalah menjelaskan pengantar mata kuliah IBD kepada pembaca sebagai mata kulaih umum secara lengkap.
11
Pertemuan ke-1 IBD sebagai bagian dari MKDU:
Pertemuan ke-1 IBD sebagai bagian dari MKDU: SUMBER PUSTAKA ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR, Dra. Elly M. Setiadi, M.Si, dkk. TIU : Kencana Prenada Media Group, Jakarta, 2008; Mahasiswa dapat memahami dan
Dosen Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Muhammadiyah Metro
Dosen Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Muhammadiyah Metro Dyson, L. 1999. Ilmu Budaya Dasar. Surabaya: Bina Ilmu. Habib Mustopo, M. 1983. Ilmu Budaya Dasar. Surabaya. Usaha Nasional. Hartoko,
GEOGRAFI BUDAYA Materi : 7
GEOGRAFI BUDAYA Materi : 7 Agus sudarsono 1 VII. KEBUDAYAAN 2 A. BUDAYA DAN KEBUDAYAAN Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi
MATAKULIAH BERKEHIDUPAN BERMASYARAKAT (MBB)
MATAKULIAH BERKEHIDUPAN BERMASYARAKAT (MBB) Hanya ada dalam kehidupan manusia Hanya diperoleh dalam anggota masyarakat Diwariskan dengan cara belajar Berwujud material dan non material Kelakuan manusia
SILABUS MATA KULIAH. Program Studi : Kode Mata Kuliah : Nama Mata Kuliah : Ilmu Sosial dan Budaya Dasar
SILABUS MATA KULIAH Program Studi : Kode Mata Kuliah : Nama Mata Kuliah : Ilmu Sosial dan Budaya Dasar Jumlah SKS : 3 SKS Semester : Mata Kuliah Pra Syarat : Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah Ilmu Sosial
A. DASAR PEMIKIRAN. Pengantar ISBD-D4 Terapi Wicara-Ig. Dodiet Aditya S, SKM, MPH. Page 1
PENGANTAR ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR A. DASAR PEMIKIRAN S ebagaimana tercantum dalam Keputusan Dirjen Dikti Depdiknas RI No. 38 Tahun 2002 Pasal 1 tentang Visi Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB)
BAB IV SISTEM SOSIAL 4.1 Pengantar 4.2 Sistem Sosial
BAB IV SISTEM SOSIAL 4.1 Pengantar Kebudayaan merupakan proses dan hasil dari kehidupan masyarakat. Tidak ada mayarakat yang tidak menghasilkan kebudayaan, hanya saja kebudayaan yang dimiliki masyarakat
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pendidikan dapat diartikan secara umum sebagai usaha proses
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan dapat diartikan secara umum sebagai usaha proses pembentukan budi-pekerti dan akhlak-iman manusia seacara sistematis, baik aspek ekspresifnya yaitu kegairahan,
BAB I PENDAHULUAN. demokratis senantiasa memberi perhatian terhadap pendidikan melalui regulasi yang mengatur
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan suatu konsep universal, dan diwajibkan setiap negara untuk memeberikan pendidikan yang layak bagi setiap warga negaranya. Indonesia sebagai salah
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) PROGRAM STUDI S1 SISTIM INFORMASI STMIK PRABUMULIH
Nomor Dokumen: Revisi ke : 00 Tanggal : Dibuat oleh : Direvisi oleh : Disetujui : Hepny Samosir, S.Pd., M.Pd. Tanda Tangan : Tanda Tangan: Tanda Tangan: RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) PROGRAM STUDI
om KOMPETENSI INTI 13. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu.
www.kangmartho.c om KOMPETENSI INTI 13. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu. (PKn) Pengertian Mata PelajaranPendidikan Kewarganegaraan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN PENELITIAN YANG RELEVAN. Kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, ialah
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN PENELITIAN YANG RELEVAN A. Tinjauan Pustaka 1. Definisi Kebudayaan Kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, ialah bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi
hsirait Hasanuddin Sirait/http://www.hsirait.wordpress.com / Phone:
PETUNJUK : UNTUK SOAL-SOAL DIBAWAH INI JAWABAN ADALAH : A BILA PERNYATAAN 1 DAN 2 BENAR B BILA PERNYATAAN 1 BENAR, PERNYATAAN 2 SALAH C. BILA PERNYATAAN 1 SALAH PERNYATAAN 2 BENAR D. BILA PERNYATAAN 1
BAB I Pengantar PLSBT. Dosen : Elly M. Setiadi
BAB I Pengantar PLSBT Dosen : Elly M. Setiadi BAB I Pengantar Pendidikan Lingkungan Sosial Budaya dan Teknologi (PLSBT) Bab ini memberikan dasar pemahaman tentang latar belakang lahirnya PLSBT, ruang lingkup
Mata Kuliah : Ilmu Budaya Dasar Dosen : Muhammad Burhan Amin
PERNYATAAN Mata Kuliah : Ilmu Budaya Dasar Dosen : Muhammad Burhan Amin Topik Makalah/Tulisan RUH 4 PILAR KEBANGSAAN DIBENTUK OLEH AKAR BUDAYA BANGSA Kelas : 1-IA21 Tanggal Penyerahan Makalah : 25 Juni
BUKU KODE ETIK DOSEN
Kode Dokumen Nama Dokumen Edisi Disahkan Tanggal Disimpan di- KED-AAYKPN Buku Kode Etik 01-Tanpa Revisi 31 Agustus 2010 UPM-AAYKPN Dosen BUKU KODE ETIK DOSEN AKADEMI AKUNTANSI YKPN YOGYAKARTA Disusun Oleh
KEBIJAKAN PENGEMBANGAN MATA KULIAH UMUM PLSBT
KEBIJAKAN PENGEMBANGAN MATA KULIAH UMUM PLSBT Disajikan pada Seminar dan Lokakarya (Semiloka) Mata Kuliah Pendidikan Lingkungan Sosial Budaya dan Teknologi (PLSBT) Jurusan Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU)
ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR (ISBD)
Universitas Negeri Jakarta ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR (ISBD) Unit Pelaksana Teknis UPT MKU UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA 2016 Universitas Negeri Jakarta DASAR PEMIKIRAN PEMBELAJARAN ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR
KONSEP-KONSEP POKOK DALAM ANTROPOLIGI: KEBUDAYAAN
KONSEP-KONSEP POKOK DALAM ANTROPOLIGI: KEBUDAYAAN Oleh: Suyatno, Ir., MKes. KEBUDAYAAN??? KE BUDAYA AN BUDAYA Sosioantro 2 adaptasi tantangan manusia Alam : (REAKSI) KEBUDAYAAN Geografis, Geologis, Iklim,
PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBAGANGAN ILMU
PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBAGANGAN ILMU Modul ke: 10 Udjiani Fakultas EKONOMI DAN BISNIS A. Nilai Ketuhanan Sebagai Dasar Pengembangan Ilmu B. Nilai Kemanusiaan Sebagai Dasar Pengembangan Ilmu
BAB I PENDAHULUAN. dijangkau dengan sangat mudah. Adanya media-media elektronik sebagai alat
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Majunya perkembangan IPTEK pada era globalisasi sekarang ini membuat dunia terasa semakin sempit karena segala sesuatunya dapat dijangkau dengan sangat mudah.
2015 PEWARISAN NILAI-NILAI BUDAYA SUNDA PADA UPACARA ADAT NYANGKU DI KECAMATAN PANJALU KABUPATEN CIAMIS
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Struktur masyarakat Indonesia yang majemuk menjadikan bangsa Indonesia memiliki keanekaragaman adat istiadat, budaya, suku, ras, bahasa dan agama. Kemajemukan tersebut
KEBUDAYAAN DAN MASYARAKAT Y E S I M A R I N C E, S. I P
KEBUDAYAAN DAN MASYARAKAT Y E S I M A R I N C E, S. I P Kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah yang berarti budi atau akal. Kebudayaan diartikan sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan
KONSEP MBB-ISBD DALAM KERANGKA GENERAL EDUCATION DI PERGURUAN TINGGI UMUM
KONSEP MBB-ISBD DALAM KERANGKA GENERAL EDUCATION DI PERGURUAN TINGGI UMUM A. Konsep General Education Kemajuan iptek di era globalisasi telah menuntut masyarakat untuk memiliki kemampuan spesialisasi yang
Dampak Perubahan Sosial Budaya
Dampak Perubahan Sosial Budaya Terhadap Kesehatan dr.taufik Suryadi,SpF ([email protected]) Ahli Kedokteran Forensik dan Medikolegal, Lulusan FK USU Lulusan Program Bioetika, Hukum Kedokteran dan HAM
BAB I PENDAHULUAN. seiring dengan dinamika perubahan sosial budaya masyarakat. mengembangkan dan menitikberatkan kepada kemampuan pengetahuan,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan sebagai kegiatan pembelajaran telah dilakukan manusia dalam pelaku pendidikan. Pendidikan merupakan suatu sistem yang harus dijalankan secara terpadu
BAB I PENDAHULUAN. Sosiologi pada dasarnya mempunyai dua pengertian dasar yaitu sebagai
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Sosiologi pada dasarnya mempunyai dua pengertian dasar yaitu sebagai ilmu dan sebagai metode. Sebagai ilmu, Sosiologi merupakan kumpulan pengetahuan tentang
NILAI-NILAI PANCASILA BERAKAR DARI BUDAYA BANGSA INDONESIA
NILAI-NILAI PANCASILA BERAKAR DARI BUDAYA BANGSA INDONESIA Di Susun Oleh: Prafasta Bruri Ginantaka NIM: 11.02.8086 Kelompok :A Kelas: D3-MI-03 Pengampu : M Khalis Purwanto, Drs, MM UNTUK MEMENUHI SYARAT
PENERAPAN SILA KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB
PENERAPAN SILA KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB Disusun oleh : Nama : Oky Prasetya Aji P. NIM : 11.11.4984 Program Studi : Pancasila Jurusan : S1 Teknik Informatika Nama Dosen : Drs. Tahajudin Sudibyo
STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
TUGAS AKHIR SILA KEDUA DARI PANCASILA KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB Nama : NARISWARI NIM : 11.02.7968 Kelompok : A Program Studi : Diploma 3 Jurusan : Manajemen Informatika Dosen : KALIS PURWANTA,
PEDOMAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH DASAR UMUM (MKDU)
PEDOMAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH DASAR UMUM (MKDU) LEMBAGA PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN (LP3TK) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO 2015 PENGANTAR Undang-Undang No 12 tahun
SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian prasyarat Guna mencapai derajat Sarjana S- 1. Pendidikan Kewarganegaraan ROSY HANDAYANI A.
PENGARUH PERSEPSI MAHASISWA TENTANG PROFESIONALITAS GURU DAN MOTIVASI UNTUK MENJADI GURU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN YANG PROFESIONAL TERHADAP KEDISIPLINAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN FKIP
ILMU SOSIAL DASAR DALAM PERGURUAN TINGGI. Disusun Oleh : NPM : Mata Kuliah : Ilmu Budaya Dasar
ILMU SOSIAL DASAR DALAM PERGURUAN TINGGI Disusun Oleh : Nama : Musafak NPM : 35412164 Kelas : 2ID08 Mata Kuliah : Ilmu Budaya Dasar JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS GUNADARMA
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan kunci utama dalam terlaksananya
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan kunci utama dalam terlaksananya pembangunan nasional suatu negara, sebab pendidikan merupakan tonggak dalam majunya suatu negara. Peningkatan
Ig. Dodiet Aditya Setyawan, SKM, MPH.
ISBD Ig. Dodiet Aditya Setyawan, SKM, MPH. PENGERTIAN & KONSEP DASAR PENGERTIAN Kebudayaan atau yang dapat disebut juga Peradaban mengandung pengertian yang sangat luas dan mengandung pemahaman perasaan
BAB I PENDAHULUAN. budi Koentjaraningrat (dalam Soeloeman, 2007:21). Kebudayaan dapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta kata budhayah yaitu dari kata buddhi yang berarti budi atau akal dengan demikian kebudayaan dapat diartikan hal-hal yang bersangkutan
Pertemuan6 Peradaban; Wujud kebudayaan danunsur-unsur kebudayaan MATA KULIAH ANTROPOLOGI BUDAYA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MEDAN AREA
Pertemuan6 Peradaban; Wujud kebudayaan danunsur-unsur kebudayaan MATA KULIAH ANTROPOLOGI BUDAYA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MEDAN AREA Kebudayaandan Peradaban Peradaban adalah suatu bentuk masayarakat
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BADAN PENJAMINAN MUTU (BAJAMTU) UNIVERSITAS GUNADARMA 2017 Deskripsi Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar
13. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu.
KOMPETENSI INTI 13. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu. (PKn) Pengertian Mata PelajaranPendidikan Kewarganegaraan Berdasarkan UU Nomor
SILABUS MATA KULIAH DAN RENCANA MUTU PEMBELAJARAN ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR (ISBD)
SILABUS MATA KULIAH DAN RENCANA MUTU PEMBELAJARAN ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR (ISBD) LEMBAGA PENGEMBANGAN ILMU DASAR DAN BAHASA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2013 Program Studi : Kode Mata Kuliah
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA EMPAT MACAM MAKHLUK : 1. Alam 2. Tumbuhan 3. Binatang 4. Manusia Perbedaan Manusia dengan makhluk lainnya adalah : manusia mempunyai akal budi yang merupakan kemampuan berpikir
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan tidak akan pernah hilang selama kehidupan manusia berlangsung. Karena pada hakikatnya manusia adalah makhluk yang harus dididik dan dapat dididik.
BUKU KODE ETIK TENAGA KEPENDIDIKAN
Kode Dokumen Nama Dokumen Edisi Disahkan Tanggal Disimpan di- KETK-AAYKPN Buku Kode Etik Tenaga Kependidikan 01-Tanpa Revisi 31 Agustus 2010 UPM-AAYKPN BUKU KODE ETIK TENAGA KEPENDIDIKAN AKADEMI AKUNTANSI
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menjadi bangsa yang maju merupakan cita-cita yang ingin dicapai oleh setiap negara di dunia. Salah satu faktor yang mendukung bagi kemajuan tersebut adalah pendidikan.
Lampiran 1I : Matriks pembentukan mata kuliah, bahan kajian dan capaian pembelajaran untuk MK PILIHAN PAKET ANTENA DAN PROPAGASI
Lampiran 1I : Matriks pembentukan mata kuliah, bahan kajian dan capaian pembelajaran untuk MK PILIHAN PAKET ANTENA DAN PROPAGASI Sikap 1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; 2. Menjunjung tinggi nilai-nilai
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA UNIT MATA KULIAH UMUM
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA UNIT MATA KULIAH UMUM SILABUS MATA KULIAH PENDIDIKAN SOSIAL BUDAYA Fakultas : MIPA/FT/FIK Mata Kuliah : Pendidikan Sosial
Statuta Poltekkes Kemenkes Kupang Tahun 2014
Statuta Poltekkes Kemenkes Kupang Edisi Kelima 2010 2 Statuta Poltekkes Kemenkes Kupang Tahun 2014 i KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan tuntunan-nya,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia sebagai makhluk sosial tentu tidak mungkin bisa memisahkan hidupnya dengan manusia lain. Sudah bukan rahasia lagi bahwa segala bentuk kebudayaan, tatanan
KEBUDAYAAN DALAM ILMU ANTROPOLOGI
KEBUDAYAAN DALAM ILMU ANTROPOLOGI Tatap Muka Minggu ke-7 Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Andalas Kebudayaan adalah suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. Dalam kehidupan manusia,
BUKU KODE ETIK MAHASISWA
Kode Dokumen Nama Dokumen Edisi Disahkan Tanggal Disimpan di- KEM-AAYKPN Buku Kode Etik 01-Tanpa Revisi 31 Agustus 2010 UPM-AAYKPN Mahasiswa BUKU KODE ETIK MAHASISWA AKADEMI AKUNTANSI YKPN YOGYAKARTA Disusun
KATA PENGANTAR. Bandarlampung, 11 Januari 2017 Direktur, Prof. Dr. Sudjarwo. M.S
1 KATA PENGANTAR Atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa, panduan Pengenalan Sistem Akademik Pascasarjana (PSAP) edisi revisi kelima ini telah selesai. Panduan ini sangat penting sebagai baku mutu dalam penyelenggaraan
DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 38/DIKTI/Kep/2002 TENTANG
SALINAN KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 38/DIKTI/Kep/2002 TENTANG RAMBU-RAMBU PELAKSANAAN MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN DI
Hasanuddin Sirait/http://www.hsirait.wordpress.com / Phone: /hsirait
PETUNJUK : UNTUK SOAL-SOAL DIBAWAH INI JAWABAN ADALAH : A BILA PERNYATAAN 1 DAN 2 BENAR B BILA PERNYATAAN 1 BENAR, PERNYATAAN 2 SALAH C. BILA PERNYATAAN 1 SALAH PERNYATAAN 2 BENAR D. BILA PERNYATAAN 1
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Tujuan pendidikan nasional dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tujuan pendidikan nasional dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 pada Pasal 3 menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk
KEBUDAYAAN & MASYARAKAT
KEBUDAYAAN & MASYARAKAT Pengantar Sosiologi FITRI DWI LESTARI MASYARAKAT Masyarakat adalah orang yang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan. Tak ada masyarakat yang tidak memiliki kebudayaan dan sebaliknya
MATA KULIAH : ILMU BUDAYA DASAR PERAN KEBUDAYAAN DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN
MATA KULIAH : ILMU BUDAYA DASAR PERAN KEBUDAYAAN DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN Nama : Heru Hermawan NPM : 13110283 Kelas : 1KA34 PROGRAM PASCA SARJANA : SISTEM INFORMASI UNIVERSITAS GUNADARMA Mata Kuliah
MATERI LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN OSIS ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH ( OSIS )
MATERI LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN OSIS ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH ( OSIS ) A. Pendahuluan Tujuan nasional Indonesia, seperti yang tercantum pada Pembukaan Undangundang Dasar 1945, adalah melindungi
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA TUJUAN PERKULIAHAN Mahasiswa memahami manusia sebagai makhluk budaya Mahasiswa mampu mengapresiasi kebudayaan Mahasiswa memahami problematika kebudayaan MANUSIA MANUSIA Apa
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) PROGRAM STUDI... FAKULTAS... UNIVERSITAS SEBELAS MARET
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) PROGRAM STUDI... FAKULTAS... UNIVERSITAS SEBELAS MARET Identitas Mata Kuliah Identitas Pengampu Mata Kuliah Kode Mata Kuliah : Nama Dosen : TIM MKU Nama Mata Kuliah
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai panduan penyelenggaraan kegiatan
LEARNING OUTCOME S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
LEARNING OUTCOME S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR ASOSIASI DOSEN PGSD INDONESIA KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas selesainya rumusan capaian pembelajaran
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pendidikan sebagai upaya dasar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan sebagai upaya dasar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat dan pemerintah, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan yang berlangsung
IV. PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN KIMIA. A. Identitas Program Studi
IV. PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN KIMIA A. Identitas Program Studi 1. NamaProgram Studi : Pendidikan Kimia 2. Izin Pendirian : 252/DIKTI/Kep/1996 (Ditetapkan kembali) 3. Status Akreditasi : B 4. Visi : Menjadi
I. PENDAHULUAN. maupun internal diidentifikasikan sebagai berikut. Faktor-faktor eksternal
I. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah Pembelajaran merupakan hal utama dari proses pendidikan dalam suatu institusi pendidikan. Kualitas pembelajaran bersifat komplek dan dinamis, dapat dipandang dari
BAB X PANCASILA DALAM PARADIGMA KEHIDUPAN BERMASYARAKAT, BERBANGSA DAN BERNEGARA
BAB X PANCASILA DALAM PARADIGMA KEHIDUPAN BERMASYARAKAT, BERBANGSA DAN BERNEGARA A. Pancasila Paradigma Pembangunan 1. Pengertian Paradigma Istilah paradigma menurut kamus Bahasa Indonesia, yaitu (1) daftar
BUPATI KLATEN PERATURAN DAERAH KABUPATEN KLATEN NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG PELESTARIAN BAHASA DAN BUDAYA JAWA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
BUPATI KLATEN PERATURAN DAERAH KABUPATEN KLATEN NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG PELESTARIAN BAHASA DAN BUDAYA JAWA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KLATEN, Menimbang : a. bahwa Bahasa dan Budaya Jawa
Materi ilmu alamiah dasar bersifat dasar, umum dan pengantar yang berkenaan dengan fenomena alam dan daya fikir manusia. Ilmu alamiah dasar bukan
Pengantar IAD o Ilmu Alamiah Dasar (IAD) merupakan salah satu mata kuliah yang termasuk mata kuliah wajib universitas (MKWU) dengan bobot 2 sks. o Mata kuliah ilmu alamiah dasar wajib diikuti oleh setiap
MATERI KULIAH ETIKA BISNIS. Pokok Bahasan: Pancasila sebagai Landasan Etika Bisnis
MATERI KULIAH ETIKA BISNIS Pokok Bahasan: Pancasila sebagai Landasan Etika Bisnis Latar Belakang Di zaman yang serba modern ini, nilai, etika, norma,dan moral seringkali diabaikan oleh rakyat Indonesia,
PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP IAD ISD IBD
PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP IAD ISD IBD Makalah Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah: IAD ISD IBD Dosen Pembimbing: M. Noor Sulaiman Syah, M.Pd Disusun Oleh : Kelompok 01 1. Ummi Rohmah 1510310001
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pendidikan merupakan pusat bagi kemajuan sebuah bangsa, melalui
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan pusat bagi kemajuan sebuah bangsa, melalui pendidikan kita semua sebagai masyarakat dapat mengetahui kearah mana negaranya akan dibawa, untuk
Oleh : Kian Amboro, S.Pd., M.Pd. Dosen Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Muhammadiyah Metro
Oleh : Kian Amboro, S.Pd., M.Pd. Dosen Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Muhammadiyah Metro 0823 7373 8962 PENGENALAN ILMU SOSIAL DASAR Pengantar ISD Sumber dari semua ilmu pengetahuan
BAB I PENDAHULUAN. peranan sekolah dalam mempersiapkan generasi muda sebelum masuk
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sekolah merupakan sarana yang secara sengaja dirancang untuk melaksanakan pendidikan. Semakin maju suatu masyarakat semakin penting peranan sekolah dalam mempersiapkan
BAB I PENDAHULUAN. kegiatan pendidikan di Sekolah atau lembaga pendidikan formal. Pada umumnya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan pada dasarnya merupakan unsur dari berbagai bidang dalam kegiatan pendidikan di Sekolah atau lembaga pendidikan formal. Pada umumnya ada tiga ruang
HAKIKAT PANCASILA TUGAS AKHIR. Disusun oleh : Sani Hizbul Haq Kelompok F. Dosen : Abidarin Rosidi, Dr, M.Ma.
HAKIKAT PANCASILA TUGAS AKHIR Disusun oleh : Sani Hizbul Haq 11.11.5585 Kelompok F Dosen : Abidarin Rosidi, Dr, M.Ma. JURUSAN S1 TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER AMIKOM
Maind map rangkuamn ke 2
Sejarah ilmu pegetahuan Ilmu pengetahuan bermula dari rasa ingin tahu, yang merupakan ciri khas manusia. Manusia mempunyai rasa ingin tahu tentang benda-benda disekitarnya, seperti bulan, bintang, dan
PANCASILA DAN IMPLEMENTASINYA
PANCASILA DAN IMPLEMENTASINYA Modul ke: 10 Fakultas TEKNIK AKTUALISASI SILA KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB DALAM KEHIDUPAN BERNEGARA. ( DALAM BIDANG POLITIK, EKONOMI, SOSIAL BUDAYA, HANKAM SERTA HUKUM
BAB I PENDAHULUAN. di tingkat dasar dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembangunan di bidang pendidikan dewasa ini dapat dilihat dari peningkatan sistem pelaksanaan pendidikan dan pengembangan pembelajaran yang selalu diusahakan
Disusun Oleh : LINA FIRIKAWATI A
PENGARUH KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 SUKOHARJO TAHUN AJARAN 2009/2010 SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan
III. PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR. A. Identitas Program Studi
III. PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR A. Identitas Program Studi 1. NamaProgram Studi : Pendidikan Guru Sekolah Dasar 2. Izin Pendirian : 14904/D/T/K-N/2013 3. Status Akreditasi : B 4. Visi
AKULTURASI BUDAYA ISLAM DAN BUDAYA HINDU (Studi Tentang Perilaku Keagamaan Masyarakat Islam Tradisional di Gununggangsir Beji Pasuruan)
AKULTURASI BUDAYA ISLAM DAN BUDAYA HINDU (Studi Tentang Perilaku Keagamaan Masyarakat Islam Tradisional di Gununggangsir Beji Pasuruan) A. Latar Belakang Masalah Setiap agama bagi para pemeluknya merupakan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan mempunyai peran yang sangat penting dalam perkembangan dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan mempunyai peran yang sangat penting dalam perkembangan dan kelangsungan hidup bangsa. Sasaran pendidikan adalah manusia, dengan tujuan menumbuhkembangkan
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan seni di sekolah umum SMA pada dasarnya diarahkan untuk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan seni di sekolah umum SMA pada dasarnya diarahkan untuk menumbuhkan kepekaan rasa estetik dan artistik sehingga terbentuk sikap kritis, apresiatif dan kreatif
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Undang-undang No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3 menyebutkan bahwa : Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
TINJAUAN MATA KULIAH...
iii Daftar Isi TINJAUAN MATA KULIAH... ix MODUL 1: PERKEMBANGAN MANUSIA 1.1 Prinsip-prinsip Perkembangan... 1.3 Latihan... 1.10 Rangkuman... 1.11 Tes Formatif 1..... 1.11 Isu dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi
BAB II MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA HAKIKAT MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA
BAB II MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA HAKIKAT MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA B. HAKEKAT MANUSIA SEBAGAI MAKLUK BUDAYA Manusia adalah salah satu makhluk Tuhan di dunia. Makhluk Tuhan di alam ini dapat dibagi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan pada dasarnya adalah usaha sadar manusia menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan bagi perannya dimasa yang akan datang.
PENGANTAR (PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN) MAKALAH KEWARGANEGARAAN : PENGANTAR (PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN)
PENGANTAR (PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN) MAKALAH KEWARGANEGARAAN : PENGANTAR (PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN) NAMA : HARRY FITRI USMANTO NPM : 38412209 KELAS : 1ID08 UNIVERSITAS GUNADARMA FAKULTAS TEKNOLOGI
BAHAN TAYANG MODUL 11 SEMESTER GASAL TAHUN AKADEMIK 2016/2017 RANI PURWANTI KEMALASARI SH.MH.
Modul ke: 11 Fakultas TEKNIK PANCASILA DAN IMPLEMENTASINYA SILA KETIGA PANCASILA KEPENTINGAN NASIONAL YANG HARUS DIDAHULUKAN SERTA AKTUALISASI SILA KETIGA DALAM KEHIDUPAN BERNEGARA ( DALAM BIDANG POLITIK,
BAB I PENDAHULUAN. kehidupan bangsa, oleh karena itu setiap individu yang terlibat dalam
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pendidikan memegang peranan penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, oleh karena itu setiap individu yang terlibat dalam pendidikan dituntut berperan
No membangun kurikulum pendidikan; penting dan mendesak untuk disempurnakan. Selain itu, ide, prinsip dan norma yang terkait dengan kurikulum
TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI No. 5410 PENDIDIKAN. Standar Nasional Pendidikan. Warga Negara. Masyarakat. Pemerintah. Perubahan. (Penjelasan Atas Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 71) PENJELASAN
FILSAFAT ILMU DAN PENDAHULUAN. Dr. H. SyahrialSyarbaini, MA. Modul ke: 01Fakultas PSIKOLOGI. Program Studi Psikologi
FILSAFAT ILMU DAN LOGIKA Modul ke: 01Fakultas PSIKOLOGI PENDAHULUAN Dr. H. SyahrialSyarbaini, MA. Program Studi Psikologi www.mercubuana.ac.id Pengertian Filsafat Secara Etimologis : kata filsafat berasal
BAB I PENDAHULUAN. Kode etik adalah norma-norma yang mengatur tingkah laku seseorang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kode etik adalah norma-norma yang mengatur tingkah laku seseorang yang berada dalam lingkungan kehidupan tertentu. 1 Tingkah laku seseorang yang menggambarkan baik dan
BAB I PENDAHULUAN. memberikan peran yang sangat besar dalam menciptakan sumber daya manusia
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah usaha untuk menyiapkan peserta didik menjadi manusia yang berkualitas meliputi kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan. Pendidikan memberikan
PROGRAM STUDI S1 TEKNIK LINGKUNGAN SIKAP
PROGRAM STUDI S1 TEKNIK LINGKUNGAN SIKAP a. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius; b. menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama, moral,
FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MEDAN AREA
ANTROPOLOGI BUDAYA oleh AgungSuharyanto, S.Sn., M.Si. FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MEDAN AREA Jumlah keseluruhan (100) SistemPenilaian 40% Tugas Kelompok (Resume Buku Antropologi (20%) dan Presentasi
Rasional. Visi, Misi, dan Tujuan
Rasional Program Magister Pendidikan Fisika Pascasarjana UM diselenggarakan dengan beberapa dasar pemikiran. Di antara pemikiran tersebut adalah untuk 1) memenuhi minat dan memfasilitasi peningkatan karir
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan sistem yang harus dijalankan secara terpadu dengan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan sistem yang harus dijalankan secara terpadu dengan sistem yang lain guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pendidikan akan berlangsung
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR. antara keadaan sistem tertentu dalam jangka waktu berlainan.
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR A. Kajian Pustaka 1. Perubahan Sosial Perubahan sosial dapat dibayangkan sebagai perubahan yang terjadi di dalam atau mencakup sistem sosial. Lebih tepatnya perbedaan
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN. Materi Kuliah. Latar Belakang Pendidikan kewarganegaraan. Modul 1
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Materi Kuliah Latar Belakang Pendidikan kewarganegaraan Modul 1 0 1. Tujuan Pembelajaran Umum Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan dapat mengerti dan memahami
