BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN
|
|
|
- Yanti Santoso
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan pada saat internship dan telah dipaparkan pada bab 4 maka dapat ditarik kesimpulan atas pengujian modul Business Trip, Human Capital Management Systems (HCMS) pada Federal International Finance (FIF) GROUP adalah sebagai berikut: 1) Berdasarkan pada bug report sub bab 4.1 bahwa masih banyak ditemukan bug/error pada test setup, test functionality, test integration dan test report. Dimana bug/error merupakan masalah yang muncul ketika melakukan pengujian pada sistem HCMS modul Business Trip, dan merupakan kondisi yang tidak memenuhi persyaratan/spesifikasi pada software atau harapan end user. Hal ini menunjukkan bahwa pada saat pengujian Human Capital Management Systems (HCMS) modul Business Trip pada FIF GROUP masih belum memenuhi spesifikasi yang diinginkan oleh end user. Ditemukan sebanyak 61 bug dengan rentang Risk Priority Number (RPN) sebesar 1 sampai 6. Dimana rentang RPN itu harus dilakukan perbaikan sebelum samai ke tangan end user dan harus dilakukan pengujian ulang sebagai pengujian konfirmasi setelah dilakukannya perbaikan oleh tim developer untuk memastikan apakah perbaikan tersebut membuat sistem telah sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan sebelumnya yang tertuang dalam Functional System Design (FSD) dan untuk melihat apakah perbaikan yang dilakukan pada sistem tersebut menimbulkan efek-efek error/kegagalan kepada fungsi yang lainnya. 2) Hasil dari proses testing juga terdapat pada test tracking spreedsheet, dimana test tracking spreedsheet merupakan to-do list yang digunakan untuk membantu memudahkan di dalam pelaksanaan proses testing HCMS modul Business Trip dengan kemampuan melacak status bug pada case yang telah diuji, dapat melihat konfigurasi test yang dijalankan dan siapa yang menjalankan test tersebut serta merupakan dokumen yang menyatakan rangkuman dari hasil proses testing yang dipaparkan secara numerik. Test Tracking Spreedsheet memaparkan status bug dalam proses testing yang dilakukan pada setiap cycle. Dimana test cycle merupakan proses eksekusi satu, 585
2 586 beberapa atau seluruh test suite yang sudah dirancang untuk fase-fase tertentu. Dan terdapat tiga cycle dalam melakukan ke-empat fase testing. Ke-empat fase itu adalah test setup, test functionality, test integration dan test report. Jadi, setiap fase testing yang dilakukan melewati 3 test cycle. Dimana dapat dilihat pada fase test setup, cycle pertama menemukan 13 bugs dan developer belom menyelesaikan bugs tersebut pada cycle pertama. Pada cycle kedua, tidak ditemukan bug sama sekali, tim developer menyelesaikan seluruh bug yang telah ditemukan, kemudian pada cycle terakhir tidak ada bug yang ditemukan dan tidak adanya aktivitas penyelesaian bug karena bug sudah diselesaikan pada cycle kedua. Fase test functonality ditemukan 27 bugs pada cycle pertama. Dan tim developer baru menyelesaikan 3 bugs pada cycle pertama. Kemudian pada cycle kedua ditemukan 7 bugs kembali, dari total bugs yang ditemukan tim developer baru menyelesaikan 19 bugs pada cycle kedua. Dan pada cycle terakhir tidak ditemukan bug sama sekali namun di cycle ketiga ini semua bug baru terselesaikan oleh developer, yaitu 12 bugs sisanya yang belom terselesaikan pada cycle kedua terselesaikan di cycle terakhir ini. Fase test integration ditemukan 9 bugs pada cycle pertama, dan tim developer tidak menyelesaikan bugs tersebut di cycle pertama. Pada cycle kedua ditemukan bug kembali sebanyak 3 bugs dan tim developer baru selesai melakukan perbaikan 9 bugs pada cycle kedua ini. Kemudian, pada cycle ketiga tidak ditemukan bug sama sekali namun sisa bug sebanyak 3 bugs yang belom berstatus closed baru diselesaikan pada cycle terakhir. Fase yang terakhir yaitu test report, pada cycle pertama ditemukan bug sebanyak 2 bugs. Dan tim developer tidak melakukan perbaikan pada bug tersebut di cycle pertama. Kemudian, cycle kedua tidak ditemukan bug dan developer telah memperbaiki semua bug yang ditemukan. Pada cycle ketiga tidak ditemukan bug sama sekali sehingga tidak adanya aktivitas penyelesaian bugs yang dilakukan oleh developer di cycle terakhir. 3) Hasil dari bug report tersebut dibuatlah opened/closed charts dimana ini merupakan chart dasar yang digunakan untuk analisa defect dengan mengelompokkan seluruh total bugs yang masih berstatus open atau belom diselesaikan terhadap total bugs yang telah diselesaikan oleh tim developer dan kurun waktu satu hari dalam testing yang dilakukan oleh tim tester pada modul
3 587 Business Trip. Berdasarkan opened/closed charts dapat ditarik kesimpulan bahwa semua bug yang ditemukan telah diselesaikan oleh developer dimana tidak ada perbedaan yang mendalam antara garis cumulative opened dan cumulative closed pada opened/closed charts. Dari chart itu juga dapat disimpulkan bahwa kinerja dari tim developer kurang baik terhadap penanganan bugs. Terdapat kondisi dimana penanganan bugs tidak dilakukan secara segera. 4) Berdasarkan root cause charts, dimana ini merupakan chart yang digunakan untuk menjelaskan akar kerusakan penyebab bug digambarkan bahwa bug paling banyak ditemukan disebabkan oleh kesalahan code, total bug sebanyak 35 bugs dengan persentase sebesar 57.5% dan yang paling sedikit disebabkan oleh process-arithmetic dengan total bug sebanyak 1 bug dan persentase sebesar 1.6%. Berdasarkan angka ini dapat diartikan bahwa bug terbanyak disebabkan karena kesalahan developer dalam proses pembuatan code. Dimana kesalahan terdapat pada kesalahan pengetikan, ejaan, stilistik atau variasi gaya bahasa dan penggunaannya serta kesalahan pada coding yang terjadi sehingga menimbulkan kegagalan. Selain itu akar kerusakan penyebab bug juga ditemukan pada process-initialiation, process-other, documentation, standards dan other. Dimana process-initialization merupakan gagal pada saat pengoperasian pertama kali, process-other merupakan aliran kontrol dan numculnya error yang tidak sesuai dengan pemrosesan, documentation merupakan kesalahan seperti dokumentasi sistem tidak X pada kondisi Y, tetapi kenyataannya sistem melakukan Z sebagai tindakannya, standards merupakan gagal memenuhi standard yang ditetapkan seperti gagal memenuhi standard code, dan other yang merupakan akar penyebab masalah diketahui tetapi tidak satupun yang cocok dengan kategori sebelumnya. 5) Dari bug report maka dapat pula dibuat subsystem charts, dimana ini merupakan chart yang menggambarkan subsytem pada modul Business Trip mana yang paling banyak terdapat bug. penemuan bug paling banyak adalah pada subsystem Business Trip Request (BTR) dengan bug sebanyak 17 bugs, persentase sebesar 27.9% dan yang paling sedikit terdapat pada subsystem Ticket Invoice Approval dengan persentase sebesar 0% yang berarti tidak ditemukan bug sama sekali pada subsytem tersebut. Kemudian di dalam modul Business Trip terdapat subsytem lainnya yaitu pada setup terdiri dari Expense
4 588 Type, Purpose Type. Kemudian pada transaksi atau functionality terdapat BTR Approval, Business Trip Settlement (BTS), BTS Approval, Ticket, Voucher, Voucher Invoice Approval, dan Report. Dimana ditemukan bug pula pada ke sembilan subsytem tersebut. 6) Berdasarkan apa yang sudah dipaparkan pada simpulan point kedua, dimana dari hasil testing tersebut disimpulkan bahwa test setup dan test report telah berhasil melalui 1 test cycle dengan kondisi dimana tidak ditemukan satu bug pun pada sistem, dan semua bug yang ditemukan telah diselesaikan semuanya pada cycle kedua. Pada cycle terakhir tidak adanya aktivitas penemuan dan perbaikan bugs. Dengan begitu dapat diartikan bahwa submodul setup dan report sudah layak untuk implementasi. 7) Kemudian, berdasarkan pula pada apa yang sudah dipaparkan pada simpulan point kedua, test functionality dan integration belum melalui 1 test cycle dengan kondisi dimana tidak ditemukan satu bug pun pada sistem, dan aktivitas penyelesaian bug baru selesai dilakukan pada cycle ketiga/terakhir. Dengan begitu dapat diartikan bahwa submodul functionality dan integration belum layak untuk implementasi. 5.2 Saran Untuk dapat memberikan hasil yang lebih baik setelah pelaksanaan proses pengujian Human Capital Management Systems (HCMS), submodul Business Trip pada FIF GROUP, maka saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut: 1) Setelah seluruh bug yang ada telah diperbaiki, diperlukan proses pengujian ulang sebagai pengujian konfirmasi, khususnya dilakukan pengujian ulang pada functionality dan integration minimal 1 test cycle lagi dengan tidak ditemukan bug dan tidak adanya aktivitas penyelesaian bug untuk memasikan bahwa sistem layak untuk implementasi/go-live. 2) Apabila ditemukan bug kembali maka diperlukan perbaikan segera pada bug sesuai dengan bug report yang ada dan diperlukan perbaikan yang didasarkan oleh prioritas penanganan bug yang sebelumnya telah ditetapkan di dalam bug report. 3) Diperlukan pengawasan dan standar khusus ketika proses testing berlangsung, khususnya pada tim developer, karena berdasarkan data pada Root Cause Charts terlihat bahwa penyebab utama adanya bug adalah kesalahan pada code
5 589 yaitu sebesar 57.5%, yang menyebabkan requirement dari user tidak dapat terpenuhi. 4) Diperlukan pengawasan dan standar khusus pada saat dilakukannya testing kembali khususnya pada subsystem Business Trip Request (BTR) yang memiliki persentase ditemukannya bug paling banyak berdasarkan data yang diperoleh dari Subsystem Charts yaitu sebesar 27,9%.
Testing pada Implementasi ERP HCMS modul Business Trip pada FIF Group
Testing pada Implementasi ERP HCMS modul Business Trip pada FIF Group Jayatri Puspa Dewi Universitas Bina Nusantara, 081280271899, [email protected] Woro Tanting Hesti Universitas Bina Nusantara, 081318281418,
BAB 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang
BAB 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, perusahaan menyadari bahwa teknologi dapat berperan dalam mencapai tujuan pada bagian yang kritis seperti keunggulan
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang. Persaingan yang semakin ketat dalam dunia bisnis dan perkembangan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Persaingan yang semakin ketat dalam dunia bisnis dan perkembangan teknologi yang semakin cepat, memicu sebagian besar perusahaan untuk mempercepat proses bisnis mereka.
Review Slide. Testing & Implementasi
Review Slide Testing & Implementasi 1. Software testing adalah sebuah proses untuk menyakinkan suatu kualitas dari software development, yang bertujuan untuk mengetahui apakah software tersebut sudah sesuai
BAB 1 PENDAHULUAN. bisnis dalam dunia usaha. Persaingan yang semakin ketat membuat perusahaan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi berdampak pada perubahan proses bisnis dalam dunia usaha. Persaingan yang semakin ketat membuat perusahaan harus bergerak cepat dalam
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penggunaan sistem informasi pada sebuah perusahaan diharapkan dapat membuat kinerja perusahaan menjadi lebih efektif dan efesien. Oleh karena itu, sebuah sistem informasi
BAB 2 LANDASAN TEORI Enterprise Resource Planning (ERP)
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum 2.1.1 Enterprise Resource Planning (ERP) Enterprise Resource Planning (ERP) merupakan sistem yang mengintegrasikan antara perancangan, manajemen, dan semua sumber daya
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori-teori Dasar/Umum Teori-teori umum yang menjadi dasar penulisan adalah sebagai berikut: 2.1.1 Data Data berasal dari bahasa Latin datum yang berarti sesuatu yang diberikan.
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Kerangka Teori Teori Teori Umum Sistem Informasi Enterprise Resource Planning
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Kerangka Teori 2.1.1. Teori Teori Umum 2.1.1.1. Sistem Informasi Sistem Informasi adalah kombinasi dari orang, hardware, software, jaringan komunikasi, sumber daya data, dan aturan
BAB 1 PENDAHULUAN. Secara umum, diketahui bahwa dalam suatu siklus pengembaangan perangkat lunak selalu terdapat empat proses utama, yaitu :
BAB 1 PENDAHULUAN Secara umum, diketahui bahwa dalam suatu siklus pengembaangan perangkat lunak selalu terdapat empat proses utama, yaitu : Gambar Siklus Pengembangan secara umum Penamaan untuk empat proses
TECHNICAL TESTING DAN FUNCTIONAL TESTING UNTUK IMPLEMENTASI E- PROCUREMENT OLEH PT. INTEGRASI SOLUTIONS
TECHNICAL TESTING DAN FUNCTIONAL TESTING UNTUK IMPLEMENTASI E- PROCUREMENT OLEH PT. INTEGRASI SOLUTIONS Hendy Salim, Mishael Ledwinardi, Sylvia Alverina, Johan Bina Nusantara University, Jalan Kebon Jeruk
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi yang terus meningkat menyebabkan perubahan dalam berbagai macam hal. Munculnya teknologi-teknologi baru memberikan efek yang sangat besar terutama
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Sistem Menurut Satzinger, Jackson dan Burd (2010: 6), sistem adalah kumpulan komponen yang saling terkait yang berfungsi secara bersama-sama untuk mencapai hasil tertentu.
Configuration Management
Configuration Management Budi Irawan facebook.com/deerawan @masbugan blog.budiirawan.com Kenapa Butuh Configuration Management? 1 2 Software juga butuh dibelai dikonfigurasi Configuration Management (CM)
BAB 4 PELAKSANAAN PENGUJIAN
BAB 4 PELAKSANAAN PENGUJIAN Strategi pengujian dilakukan untuk mengintegrasikan metode perancangan kasus pengujian software ke dalam langkah-langkah terencana yang tersusun rapi sehingga menghasilkan konstruksi
PENGUJIAN PERANGKAT LUNAK
PENGUJIAN PERANGKAT LUNAK Aprilia Sulistyohati, S.Kom Jurusan Teknik Informatika Universitas Islam Indonesia Your Logo DASAR PENGUJIAN PL PENGUJIAN : proses eksekusi suatu program dengan maksud menemukan
BAB 2 Landasan Teori
BAB 2 Landasan Teori 2.1 Teori-teori Dasar/Umum Teori-teori umum yang menjadi dasar penulisan adalah sebagai berikut: 2.1.1 Data Menurut Kelly Rainer dan Casey (2011:10), data mengarahkan pada deskripsi
PERTEMUAN 13 STRATEGI PENGUJIAN PERANGKAT LUNAK
PERTEMUAN 13 STRATEGI PENGUJIAN PERANGKAT LUNAK Strategi Pengujian Strategi uji coba perangkat lunak dilakukan untuk memudahkan para perancang untuk menentukan keberhasilan system yang telah dikerjakan
CHAPTER 12. DEVELOPING BUSINESS SYSTEM (SUMMARY)
Mata Kuliah : Sistem Informasi Manajemen Batas Pengumpulan : 04 Oktober 2013 Dosen: Dr. Ir. Arif Imam Suroso, MSc. Tanggal Penyerahan : 03 Oktober 2013 CHAPTER 12. DEVELOPING BUSINESS SYSTEM (SUMMARY)
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada awal abad ke-21 ini, kegunaan internet sudah cukup memengaruhi kehidupan masyarakat. Pada tahun 2012, pengguna internet di dunia tercatat sudah mencapai 2,4 miliar
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Ruang Lingkup PT Jasa Asuransi Indonesia (JASINDO) meliputi kegiatan asuransi, baik itu bersifat corporate maupun individual. PT Jasa Asuransi Indonesia (JASINDO) hingga
I. PENDAHULUAN. Perkembangan software sekarang ini sudah semakin maju. Banyak softwaresoftware
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan software sekarang ini sudah semakin maju. Banyak softwaresoftware yang berkualitas telah diciptakan. Permintaan terhadap software dalam negeri pun meningkat.
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Teori Dasar / Umum 2.1.1 Pengertian Data Menurut Turban et al. (2007, p5), data adalah suatu deskripsi dasar dari benda benda, kejadian kejadian, aktivitas aktivitas, dan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Kerangka Teori 2.1.1 Teori-Teori Umum 2.1.1.1 Sistem Mengacu pada pendapat Dixit dan Raj (2007 :1), kata 'system' berasal dari kata Yunani 'system' (menggabungkan), yang berarti
BAB 3 Analisa dan Perancangan Sistem
1 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMMASI BAB 3 Analisa dan Perancangan Sistem 3.1 Pengertian Analisa dan Perancangan Sistem Analisa sistem didefinisikan sebagai bagaimana memahami dan menspesifikasi
System Testing Pengujian terhadap integrasi sub-system, yaitu keterhubungan antar sub-system.
PENGUJIAN / TESTING Definisi Proses eksekusi suatu program dengan maksud menemukan kesalahan. Sebuah ujicoba kasus yang baik adalah yang memiliki probabilitas yang tinggi dalam menemukan kesalahan-kesalahan
http://www.brigidaarie.com INPUT [ Source ] [ Requirements ] Process ACTIVITIES (TASKS), CONSTRAINTS, RESOURCES PROCEDURES TOOLS & TECHNIQUES OUTPUT [ Results ] [ Product ] [ Set of Goals ] [ Standards
Armi BINUS University, Jakarta, Indonesia, Yolanda Chintanu BINUS University, Jakarta, Indonesia,
FUNCTIONAL TESTING DAN INTEGRATION TESTING UNTUK IMPLEMENTASI SAP BUSINESS ONE DAN INTEGRATED RETAIL APPLICATION POINT OF SALES (IREAP POS) OLEH PT. STERLING TULUS CEMERLANG Armi BINUS University, Jakarta,
System Development Life Cycle (SDLC)
System Development Life Cycle (SDLC) SI-215 Analisa & Desain Sistem Informasi I Rosa Ariani Sukamto Permasalahan Perangkat Lunak Software used, but criticized or dropped 19% Software delivered and used
Analisis dan Perancangan Sistem Hanif Al Fatta M.kom
Analisis dan Perancangan Sistem Hanif Al Fatta M.kom Abstraks System informasi telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kegiatan bisnis suatu perusahaan atau organisasi modern. Sehingga system informasi
Pengantar Test dan Implementasi Sistem. Rudi Susanto
Pengantar Test dan Implementasi Sistem Rudi Susanto 1 Rudi Susanto Wonogiri, 14 Februari 1987 S1 dan S2 di Universitas Sebelas Maret [email protected] 085647296211 Rudist.wordpress.com 2 Tujuan Mengenal
BAB 1 PENDAHULUAN. ERP (Enterprise Resource Planning) merupakan sebuah konsep sistem yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ERP (Enterprise Resource Planning) merupakan sebuah konsep sistem yang dirancang untuk mengintegrasikan seluruh area fungsi dalam sebuah perusahaan untuk menghasilkan
Siklus Pengembangan Perangkat Lunak
Siklus Pengembangan Perangkat Lunak (Software Development Life Cycle) Endy Muhardin http://endy.artivisi.com last updated : 2007-08-01 Who am I Endy Muhardin [email protected]
STRATEGI PENGUJIAN PERANGKAT LUNAK
STRATEGI PENGUJIAN PERANGKAT LUNAK Strategi uji coba perangkat lunak dilakukan untuk memudahkan para perancang untuk menentukan keberhasilan system yang telah dikerjakan Proses testing Unit Module Sub-system
PEMELIHARAAN PERANGKAT LUNAK. Ign.F.Bayu Andoro.S, M.Kom
PEMELIHARAAN PERANGKAT LUNAK Ign.F.Bayu Andoro.S, M.Kom PERAWATAN PL Membahas langkah-langkah yang harus dikerjakan sebagai bagian dari pengujian. Strategi untuk pengujian perangkat lunak mengintegrasikan
3/17/16 Testing dan Audit Perangkat Lunak - Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Dosen Pengampu: Anief Fauzan Rozi, S.Kom., M.Eng. Phone/WA: 0856 4384 6541 PIN BB: 29543EC4 Email: [email protected] Website: http://anief.mercubuana- yogya.ac.id 3/17/16 Testing dan Audit Perangkat
UNIT DAN INTEGRATION TESTING PADA DISTRIBUTION MANAGEMENT SYSTEM PT. UNIJAYA PRATAMA
UNIT DAN INTEGRATION TESTING PADA DISTRIBUTION MANAGEMENT SYSTEM PT. UNIJAYA PRATAMA Mealvin Binus Square Hall A Lt. 12 Unit A1201 Jl. Budi Raya No. 21 Kebon Jeruk, Jakarta Barat, 081513224775, [email protected]
Hubungan antara rencana pengujian dan proses pengembangan system. Tim RPL 1 3
Pertemuan 10-11 Rencana Pengujian Proses testing Deskripsi fase-fase utama dalam pengujian Pelacakan Kebutuhan Semua kebutuhan user diuji secara individu Item yg diuji Menspesifikasi komponen sistem yang
SDLC Concepts. Muhammad Yusuf D3 Manajemen Informatika Universitas Trunojoyo
SDLC Concepts Muhammad Yusuf D3 Manajemen Informatika Universitas Trunojoyo Http://yusufxyz.wordpress.com Email: [email protected] IVS Task Group Produk terdiri dari : hardware, software, dokumentasi,
TESTING DAN IMPLEMENTASI SISTEM. WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI.
TESTING DAN IMPLEMENTASI SISTEM WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI. PERTEMUAN 1 TESTING DAN IMPLEMENTASI SISTEM Pendahuluan Ruang Lingkup Testing dan Implementasi Sistem. Sasaran Pembelajaran Testing dan Implementasi
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular langsung yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium Tuberculosis). Penyakit ini diketahui mengenai hampir semua organ
PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI ORDER TRACKING UNTUK BAGIAN PURCHASING BERBASIS WEB PADA PT.ABC
PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI ORDER TRACKING UNTUK BAGIAN PURCHASING BERBASIS WEB PADA PT.ABC Budi Handoko 1 ; Yulita 2 ; Yen lina Prasetio, S.Kom., MCompSc 3 1,2,3 Computer Science Department,
BAB 4 HASIL EVALUASI IMPLEMENTASI SAP. 4.1 Analisis Kesesuaian Sistem dengan Kebutuhan Perusahaan
96 BAB 4 HASIL EVALUASI IMPLEMENTASI SAP 4.1 Analisis Kesesuaian Sistem dengan Kebutuhan Perusahaan Untuk menganalisa kesesuaian sistem dengan kebutuhan perusahaan digunakan metode analisa Fit/Gap. Analisa
TESTING & IMPLEMENTASI SISTEM 4KA PENDAHULUAN. helen.staff.gunadarma.ac.id
TESTING & IMPLEMENTASI SISTEM 4KA PENDAHULUAN Overview Pengembangan Perangkat Lunak Pengujian Perangkat Lunak Implementasi Pemeliharaan Siklus Pengembangan Perangkat Lunak Pelaksanaan kegiatan pada tahap
Proposed Document MBT. Purchasing and Fixed Asset Management PT XXX
Proposed Document Purchasing and Fixed Asset Management PT XXX 1.PENAWARAN TEKNIS...3 1.PENAWARAN TEKNIS...3 1.1 Kebutuhan Khusus PT XXX...3 1.2 Modul Modul...5 1.3 Arsitektur Teknis...7 RENCANA IMPLEMENTASI...9
Software Development Life Cycle (SDLC)
Software Development Life Cycle (SDLC) Budi Irawan facebook.com/deerawan @masbugan blog.budiirawan.com Kenapa butuh SDLC? 1 2 Software pun harus punya dan butuh siklus hidup SDLC 3 Apa itu SDLC? Siklus
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada era globalisasi sekarang ini segala sesuatu berkembang dengan cepat, salah satunya adalah teknologi informasi yang kini telah menjadi salah satu bagian penting
Implementasi dan Maintenance Sistem. Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Jurusan Sistem Informasi Univesitas Gunadarma PTA 2015/2016
Implementasi dan Maintenance Sistem Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Jurusan Sistem Informasi Univesitas Gunadarma PTA 2015/2016 Tujuan Pembelajaran Mengimplementasi Sistem dan Memelihara
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi informasi pada era globalisasi saat ini berkembang dengan sangat pesat. Dengan adanya teknologi informasi, maka dapat membantu berbagai kegiatan di semua
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era globalisasi saat ini, perkembangan teknologi seluler sangat pesat, perkembangan ini berjalan seiring dengan inovasi dan kebutuhan yang berguna untuk memudahkan
BAB 9 FASE PEMROGRAMAN 2. LANGKAH-LANGKAH PEMROGRAMAN (THE PROGRAMMING STEPS)
BAB 9 FASE PEMROGRAMAN AKTIVITAS Aktifitas-aktifitas pada fase ini adalah menulis program. Kejadian pentingnya adalah menguji program, Rencana Tes Sistem, dan paling tidak mulai pada Dokumentasi User.
BAB 1 PENDAHULUAN. pesat. Hampir semua perusahaan baik yang berskala kecil hingga besar telah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam era globalisasi ini, perkembangan teknologi sudah berkembang dengan pesat. Hampir semua perusahaan baik yang berskala kecil hingga besar telah memanfaatkan perkembangan
STMIK GI MDP. Program Studi Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Genap Tahun 2009/2010
STMIK GI MDP Program Studi Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Genap Tahun 2009/2010 APLIKASI PEMESANAN MENU MENGGUNAKAN PERANGKAT WI-FI PADA RIVER SIDE RESTAURANT PALEMBANG Fauzie 2006250091
PERAN PENTING TESTING DAN QUALITY ASSURANCE DALAM SIKLUS PENGEMBANGAN SISTEM
PERAN PENTING TESTING DAN QUALITY ASSURANCE DALAM SIKLUS PENGEMBANGAN SISTEM Hari Mantik [email protected] Abstrak Testing merupakan kegiatan pengujian dalam menilai tingkat fungsionalitas dalam suatu
Sistem Informasi System Development Life Cycle (SDLC)
Sistem Informasi System Development Life Cycle (SDLC) Pendekatan sistem umum yang dikembangkan adalah pendekatan berbasis Siklus Kehidupan Pengembangan Sistem (Systems Development Life Cycle) yang dimulai
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH Berikut ini adalah metode yang digunakan dalam melakukan penelitian dan pengolahan data: Mula i Observasilapangan / studi awal Studipusta ka Identifikasi dan perumusan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini proses pengiriman dan penerimaan barang antar satu perusahaan dengan perusahaan lainnya tidak luput dari jasa transportasi baik dari transportasi darat, laut
EDU SOFT. Statement Of Work
EDU SOFT Aplikasi Penilaian Perkembangan Anak Usia 3-4 Tahun Statement Of Work Version: (1) Date: (02/18/2010) Document History and Distribution Revision History : Revision # Revision Date Description
PENGANTAR RUP & UML. Pertemuan 2
PENGANTAR RUP & UML Pertemuan 2 PENGANTAR RUP Rational Unified Process (RUP) atau dikenal juga dengan proses iteratif dan incremental merupakan sebuah pengembangan perangkat lunak yang dilakukan secara
BAB 3 PENGUJIAN DALAM SIKLUS PENGEMBANGAN
BAB 3 PENGUJIAN DALAM SIKLUS PENGEMBANGAN Pengujian perangkat lunak dilakukan untuk mendapatkan suatu perangkat unak yang layak untuk digunakan. Suatu perangkat lunak yang telah selesai diujikan harus
Kualitas Software dan Pengujian
Kualitas Software dan Pengujian Pendahuluan Kualitas (dalam bahasa Inggris: quality, berasal dari bahasa latin: qualitas) merupakan konsep yang selalu dicari pada setiap apapun yang dibuat oleh manusia.
Review of Process Model. SE 3773 Manajemen Proyek Teknologi Informasi *Imelda Atastina*
Review of Process Model SE 3773 Manajemen Proyek Teknologi Informasi *Imelda Atastina* Beberapa Model Proses RPL Linear Sequential Model Evolutionary Software Process Model Incremental Model Spiral Model
SOFTWARE TESTING AUTOMATION MENGGUNAKAN RATIONAL SOFTWARE
SOFTWARE TESTING AUTOMATION MENGGUNAKAN RATIONAL SOFTWARE Adi Pratomo, ST, M.Kom Dosen STMIK ASIA Malang ABSTRAKSI Tujuan dari setiap pengembang perangkat lunak adalah menghasilkan suatu perangkat lunak
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA BERBASIS WEB
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA BERBASIS WEB Devie Firmansyah, S.Kom., M.Kom 1, Rudi Nugraha 2 1,2 Program Studi Sistem Informasi STMIK LPKIA Jln. Soekarno Hatta No. 456 Bandung 40266,
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Jurusan Sistem Informasi Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil 2006 / 2007
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Jurusan Sistem Informasi Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil 2006 / 2007 PERENCANAAN MANAJEMEN PROYEK LIPPOBANK EXTENDED SUPPORT ( E-DISCOUNT ) PADA PT. MULTIPOLAR CORPORATION
MANAJEMEN RISIKO PROYEK
MANAJEMEN RISIKO PROYEK 1. D E F I N I S I R I S I K O 2. D E F I N I S I M A N A J E M E N R I S I K O 3. T O L E R A N S I T E R H A D A P R I S I K O 4. P R O S E S M A N A J E M E N R I S I K O 1 DEFINISI
Rekayasa Perangkat Lunak
Rekayasa Perangkat Lunak Profil Dosen Nama Lengkap Email : Brigida Arie Minartiningtyas, M.Kom. : [email protected] Telp : 081999717767 Perkuliahan Pelaksanaan dan Tata tertib Presensi minimal 75%
Pengujian Aplikasi Join Finance pada OpenCams PT. SIGMA CIPTA CARAKA BaliCamp
Pengujian Aplikasi Join Finance pada OpenCams PT. SIGMA CIPTA CARAKA BaliCamp Rahmayanti 1, Agus Pratondo 2, Yudi Tri Wibowo 3 Program Studi Manajemen Informatika, Politeknik Telkom Bandung [email protected],
BAB 2 LANDASAN TEORI
5 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Data Menurut (Laudon & Laudon, 2009), data adalah aliran fakta-fakta yang belum diolah yang mewakili suatu peristiwa yang terjadi di lingkungan fisik atau organisasi
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini perkembangan teknologi informasi sedang berkembang dengan sangat pesat. Perkembangan teknologi informasi berimbas juga kepada dunia bisnis, di mana saat
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I 1.1 Latar Belakang PENDAHULUAN Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan dan memanipulasi data dalam berbagai
Program Development Cycle
Program Development Cycle Kartika Firdausy - UAD [email protected] blog.uad.ac.id/kartikaf Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa diharapkan mampu: menguraikan langkah-langkah dalam membangun program
PENGEMBANGAN SISTEM ERP MODUL PROJECT MANAGEMENT PADA CLIENT PT. JIVA VENTURES (STUDI KASUS : PT. BEST PLANTATION INTERNATIONAL)
PENGEMBANGAN SISTEM ERP MODUL PROJECT MANAGEMENT PADA CLIENT PT. JIVA VENTURES (STUDI KASUS : PT. BEST PLANTATION INTERNATIONAL) Devi, Deborah Kristianti Sitompul, Stephanie Veronica Watuna, Yanti Bina
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Arsefn Company adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang fashion (pakaian) seperti jeans Denim atau jeans dengan menggunakan label perusahaan itu sendiri yaitu
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Koperasi Bina Sejahtera Paguyuban Keluarga Bogem terletak di Kelurahan Kebonjayanti Kecamatan Kiaracondong Kota Bandung yang beralamat di Jl. Kebonjayanti No. 39 Kota
TUGAS KLIPING SISTEM INFORMASI MANAJEMEN V-MODEL
TUGAS KLIPING SISTEM INFORMASI MANAJEMEN V-MODEL Disusun Oleh Jurusan Semester Dosen : 1. Tohari 2. Anni Mariaty : Manajemen Informatika : V : Asep Jalaludin, ST., MM. SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA
BAB II LANDASAN TEORI. dibuat untuk menolong manusia dalam melaksanakan tugas tertentu (Noviansyah, dirancang untuk menjalankan tugas tertentu.
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Informasi Aplikasi adalah penggunaan atau penerapan suatu konsep yang menjadi suatu pokok pembahasan. Aplikasi dapat diartikan juga sebagai program komputer yang dibuat
BAB III LANDASAN TEORI. mengumpulkan (input), memanipulasi (process), menyimpan, dan menghasilkan
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Sistem Informasi Ialah sebuah set elemen atau komponen terhubung satu sama lain yang mengumpulkan (input), memanipulasi (process), menyimpan, dan menghasilkan (output) data dan
10/21/2016. Titan Parama Yoga, S.Kom, M.Kom
Titan Parama Yoga, S.Kom, M.Kom [email protected] 1 Plan (Menyiapkan Rencana) Mendefinisikan tujuan serta menentukan strategi dan metode yang mendukung pencapaiian tujuan Do (Melaksanakan Rencana)
BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN. Gambaran umum PT WOM Finance, Tbk. adalah sebagai berikut:
BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN 3.1 Gambaran Umum Perusahaan Gambaran umum PT WOM Finance, Tbk. adalah sebagai berikut: 3.1.1 Sejarah Perusahaan PT Wahana Ottomitra Multiartha, Tbk. (WOM Finance) sebagai
3/17/16 Testing dan Audit Perangkat Lunak - Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Dosen Pengampu: Anief Fauzan Rozi, S.Kom., M.Eng. Phone/WA: 0856 4384 6541 PIN BB: 29543EC4 Email: [email protected] Website: http://anief.mercubuana- yogya.ac.id 3/17/16 Testing dan Audit Perangkat
LANDASAN TEORI. perusahaan yang usaha utamanya membeli obat untuk dijual kembali dengan
BAB II LANDASAN TEORI LANDASAN TEORI 2.1 Perusahaan Dagang Menurut Marwan dan Suprihanto (2008), perusahaan dagang adalah perusahaan yang usaha utamanya membeli obat untuk dijual kembali dengan mengharapkan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi sangat cepat seiring dengan kebutuhan akan informasi dan pertumbuhan tingkat kecerdasan manusia. Saat ini telah banyak aplikasi yang
PENDAHULUAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI
PENDAHULUAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI Pengembangan Sistem Pengembangan sistem informasi sering disebut sebagai proses pengembangan sistem (System Development) Pengembangan sistem didefinisikan sebagai
Project Integration Management. Inda Annisa Fauzani Indri Mahadiraka Rumamby
Project Integration Management Inda Annisa Fauzani 1106010300 Indri Mahadiraka Rumamby 1106070376 Project Integration Management Develop Project Charter Develop Project Management Plan Direct and Manage
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH 3.1. Metodologi Pemecahan Masalah Metodologi pemecahan masalah adalah serangkaian urutan langkah-langkah yang disusun secara sistematis untuk digunakan sebagai pedoman
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Teori Dasar / Umum 2.1.1 Pengertian Sistem Pengertian sistem menurut Williams dan Sawyer (2005, p457) adalah sekelompok komponen yang saling berhubungan yang berinteraksi
Ringkasan Chapter 12 Developing Business/ IT Solution
TUGAS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Dosen : Dr. Ir. Arif Imam Suroso, M.Sc Ringkasan Chapter 12 Developing Business/ IT Solution Oleh : Shelly Atriani Iskandar P056121981.50 KELAS R50 PROGRAM PASCA SARJANA
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ERP merupakan salah satu cara untuk mengintegrasikan aspek-aspek yang ada dalam perusahaan. Menurut Satzinger, Jackson, & Burd (2005, p.11) Enterprise Resource Planning
TESTING DAN IMPLEMENTASI SISTEM. WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI.
TESTING DAN IMPLEMENTASI SISTEM WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI. PERTEMUAN 4 TESTING DAN IMPLEMENTASI SISTEM Dasar-dasar Pengujian Perangkat Lunak Dasar-dasar Pengujian Perangkat Lunak. Pengujian White Box.
3/17/16 Testing dan Audit Perangkat Lunak - Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Dosen Pengampu: Anief Fauzan Rozi, S.Kom., M.Eng. Phone/WA: 0856 4384 6541 PIN BB: 29543EC4 Email: [email protected] Website: http://anief.mercubuana- yogya.ac.id 3/17/16 Testing dan Audit Perangkat
Systems Development Life Cycle (SDLC)
Systems Development Life Cycle (SDLC) OPINI 28 September 2010 14:04 Dibaca: 3263 Komentar: 2 0 SDLC (Systems Development Life Cycle) dalam rekayasa sistem dan rekayasa perangkat lunak adalah proses pembuatan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ERP adalah sebuah paket software yang mengintegrasikan semua informasi dalam perusahaan seperti informasi keuangan dan akuntansi (Finance & Accounting), informasi sumber
BAB IV. IMPLEMENTASI dan PENGUJIAN
86 BAB IV IMPLEMENTASI dan PENGUJIAN 1.1 IMPLEMENTASI Tahap implementasi merupakan tahap penerapan hasil perancangan sistem kedalam suatu bahasa mesin dan untuk pertama kalinya digunakan dalam suatu kegiatan
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1. Implementasi Aplikasi Pada bab ini akan dilakukan impelementasi dan pengujian terhadap sistem. Implementasi merupakan penerapan dari proses sebelumnya, yakni proses
KATA PENGANTAR. Penulis
KATA PENGANTAR Assalamualaikum wr. wb. Puji syukur atas kehadirat Allah SWT berkat rahmat dan hidayah-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan proyek akhir ini tepat pada waktunya. Segala kesulitan dan
