BAB 2 LANDASAN TEORI
|
|
|
- Hengki Sudirman
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 8 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Strategi Menurut Ward dan Peppard (2002, p69), strategi adalah kumpulan tindakan yang tergabung yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan jangka panjang dari perusahaan yang terkait dengan para pesaingnya. Strategi dapat membuat suatu kebijakan baru yang bisa digunakan dalam praktek seperti merancang ulang prose-proses produksi dalam bisnis. Menurut Rangkuti (2008, p3), strategi adalah alat untuk mencapai tujuan perusahaan dalam kaitannya dengan tujuan jangka panjang, program tindak lanjut serta prioritas alokasi sumber daya. Berdasarkan prinsipnya strategi dapat dibagi dalam 3 tipe, (Rangkuti, 2008, p7), yakni: 1. Strategi manajemen: meliputi strategi yang dapat dilakukan oleh manajemen dengan orientasi pengembangan strategi secara makro misalnya, strategi pengembangan produk, strategi penerapan harga, dan sebagainya. 2. Strategi investasi: merupakan kegiatan yang berorientasi pada investasi misalnya apakah perusahaan ingin melakukan strategi pertumbuhan agresif, strategi bertahan. 3. Strategi bisnis: merupakan strategi yang berorientasi pada fungsifungsi kegiatan manajemen misalnya strategi produksi atau operasional, strategi distribusi, dan strategi yang berhubungan dengan keuangan.
2 9 Jadi, berdasarkan beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa strategi adalah suatu tindakan yang digunakan untuk mencapai tujuan jangka panjang perusahaan agar mampu bersaing dengan para pesaingnya. 2.2 Pengertian Strategi Bisnis Menurut Rangkuti (2006, p7), strategi bisnis adalah strategi fungsional yang berorientasi pada fungsi-fungsi kegiatan manajemen, misalnya strategi pemasaran, strategi produksi atau operasional, strategi distribusi, strategi organisasi, dan strategi-strategi yang berhubungan dengan keuangan dari suatu bisnis. Menurut Ward dan Peppard (2002, p69), strategi bisnis adalah sekumpulan tindakan terintegrasi yang bertujuan untuk mencapai tujuan jangka panjang dan kekuatan perusahaan untuk menghadapi pesaing. Jadi, berdasarkan beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa strategi bisnis adalah suatu tindakan yang terintegrasi dan berorientasi pada fungsi-fungsi kegiatan manajemen yang bertujuan untuk mencapai tujuan jangka panjang. 2.3 Pengertian Teknologi Informasi Teknologi informasi adalah perangkat keras, perangkat lunak, perangkat telekomunikasi, manajemen database dan teknologi pengolahan informasi lainnya yang digunakan dalam sebuah sistem informasi berbasis komputer (O Brien, 2003, p10). Teknologi informasi atau yang biasa disingkat TI secara spesifik mengacu pada teknologi, baik berupa hardware, software maupun network yang memfasilitasi dan mendukung proses pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan pertukaran informasi. Dan dapat disimpulkan
3 10 bahwa IT adalah alat yang mendukung aktivitas sebuah sistem informasi (Ward and Peppard, 2002, p3). Jadi, berdasarkan beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa teknologi informasi adalah sekumpulan dari hardware, software, network, dan database yang digunakan untuk mendukung berbagai macam aktivitas sebuah sistem informasi. 2.4 Pengertian Enterprise Scott A. Bernard (2005, p31) enterprise adalah suatu area tempat segala aktifitas dan tujuan-tujuannya dalam suatu organisasi atau antar beberapa organisasi dimana informasi dan sumber daya lainnya saling bertukar dan berinteraksi. Enterprise adalah sebuah sistem dari manusia, peralatan, material, data, kebijakan dan prosedur yang muncul untuk menyediakan sebuah produk atau pelayanan,dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Sistem enterprise mendukung struktur organisasi yang sebelumnya tidak mungkin untuk menciptakan budaya organisasi yang lebih disiplin Enterprise Architecture Scott A. Bernard (2005, p31) enterprise architecture adalah suatu profesi dan praktek manajemen yang didedikasikan untuk meningkatkan kinerja suatu enterprise dengan cara membuat perusahaan tersebut mampu secara keseluruhan mengintegrasikan strategi praktek bisnisnya, alur-alur informasinya dan sumber daya teknologinya.
4 11 EA dimaksudkan untuk membantu pembaca mengingat perbedaan jelas antara EA dan jenis lain dari perencanaan IT, yaitu bahwa EA didorong oleh tujuan strategis dan kebutuhan bisnis. EA = S + B + T Enterprise Architecture = Strategy + Business +Technology Gambar 2.1 Enterprise Architecture Menghubungkan EA dan Strategi Untuk EA dalam mendukung Perusahaan, harus menghubungkan strategi, bisnis, dan teknologi. EA sangat efektif pada saat mendukung topdown executive planning dan decision-making secara simultan pada seluruh perusahaan dan bottom-up management planning dan decision-making pada setiap bagian line of business. - Strategy EA Framework dan methodology mengatur EA documentation dengan cara yang memungkinkan strategi untuk mempengaruhi bisnis dan perencanaan teknologi dan pengambilan keputusan. - Business Seperti yang tercermin dalam desain dalam EA framework, strategi dapat membuat kebutuhan bisnis dan teknologi mendukung solusi untuk mencapai kebutuhan tersebut.
5 12 - Technology Teknologi adalah tipe sumber daya yang dapat memberikan informasi dan sumber daya yang laen untuk mendukung menciptakan dan menghantarkan produk bisnis dan servis, di mana dapat mencapai tujuan dari strategic goals Menghubungkan EA dan Perencanaan Bisnis Seperti tercermin dalam desain kerangka kerja EA, strategi menciptakan kebutuhan bisnis dan teknologi mendukung solusi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. EA mendokumentasikan tiga isu utama ditingkat bisnis: 1. Mendukung Tujuan Strategis. Sentuh poin antara inisiatif strategis dan kegiatan bisnis perlu didokumentasikan secara jelas. Tidak semua kegiatan usaha yang strategis dan penting untuk membedakan dalam dokumentasi EA antara mereka yang langsung link ke inisiatif strategis dan mereka yang menyediakan fungsi dukungan umum untuk perusahaan. 2. Dokumentasi Kegiatan Usaha. Mendokumentasikan penciptaan dan pengiriman produk bisnis dan layanan penting dalam mendukung Perbaikan Proses Bisnis (BPI) dan Business Process Reengineering (BPR) dalam mendokumentasikan proyek dan kegiatan usaha untuk menunjukkan input, output, hasil dan elemen lain dari pengaruh tentang setiap proses bisnis. Ini juga penting untuk mengidentifikasi bagaimana proses bisnis terkait satu sama lain. 3. Mengidentifikasi Teknologi Pendukung. Menganalisa kebutuhan bisnis dan kegiatan dapat mengungkapkan teknologi pendukung kritis
6 13 (misalnya kegiatan pemasaran memerlukan data penjualan tren analisis dan proses manufaktur membutuhkan berbagai jenis sumber termasuk bahan baku, sarana, tenaga kerja, komputer, data, dan / atau robotika). EA membantu untuk mengidentifikasi dan mendokumentasikan teknologi. 2.5 EA sebagai Program Manajemen Sebagai management program EA mampu memberikan pendekatan strategis serta terintegrasi pada resource planning. EA juga bisa digunakan untuk identifikasi celah performa dari kegiatan bisnis dan kemampuan untuk mendukung pelayanan IT, sistem, serta jaringan (Bernard, 2005, p34) Resource Alignment Merencanakan segala sumber daya perusahaan tersebut agar dapat digunakan secara efektif & efisien, sumber daya manusia, modal, data, teknologi, efesien dari segi biaya, efektif dari segi waktu. EA dapat membantu dalam proses perencanaan strategis serta perencanaan sumber daya lain dengan memberikan gambaran makro dan mikro tentang bagaimana penggunaan sumber daya seefisien mungkin agar sasaran dapat diraih (Scott A. Bernard, 2005, p35).
7 14 Gambar 2.2 Resource Alignment Standarized Policy Kebijakan-kebijakan di perusahaan yang telah ditetapkan. Menurut Bernard (2005, p35) EA mendukung pembentukan kebijakan atas: - Identifikasi kebutuhan strategis dan operasional - Menentukan penyelarasan strategis atas aktivitas dan sumber daya - Mengembangkan bisnis enterprise-wide dan sumber daya teknologi - Memprioritaskan pendanaan dari program dan proyek - Mengawasi manajemen dari program dan proyek - Identifikasi performa metris dari program dan proyek - Identifikasi dan menegakkan standar serta susunan dari manajemen
8 Decision Support Menentukan IT yang tepat guna pengambilan keputusan yang baik. EA juga mampu memberikan dukungan dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan sumber daya teknologi informasi yang baik pada tingkat eksekutif, manajemen, bahkan tingkat staff (Scott A. Bernard, 2005, p36) Resource Development Mengembangkan sumber daya yang ada agar dapat menjadi lebih baik. EA mampu mendukung evaluasi usaha-usaha yang dilakukan oleh perusahaan dalam rangka mengembangkan sumber daya-sumber daya yang dimiliki (Bernard, 2005, p35). 2.6 EA sebagai Metode Dokumentasi Metodologi EA adalah rincian langkah demi langkah deskripsi tentang bagaimana program EA yang akan didirikan dan dijalankan serta bagaimana dokumentasi EA yang akan dikembangkan.dipelihara dan digunakan. Gambar 2.3 Element of EA Documentation Dokumentasi EA adalah pencapaian melalui 6 elemen dasar :
9 EA Documentation Framework EA documentation framework mengidentifikasikan ruang lingkup dari rancangan menjadi terdokumentasi dan menetapkan hubungan antara area arsitektur. Sebagai contoh dapat di ilustrasikan di dalam Gambar 2.4 EA Cube Documentation Framework Menurut gambar tersebut tingkatan dari contoh framework tersebut adalah hierarki jadi dapat membedakan arsitektur dan sub arsitektur. Hal ini diselesaikan dengan cara high-level strategic goals/initiative pada urutan atas, business products/service and data or information flow ditengahnya. Mengurangi resiko dan mengefesiensikan promosi, tahap metode pengimplementasian, EA framework dibagi menjadi beberapa segmen aktifitas yang berbeda, dimaksudkan kepada Lines of Business(LOB). Line of Business adalah perbedaan area dari aktifitas dengan enterprise. Ini bisa melibatkan perusahaan dalam produk-produk tertentu, ketentuan service, atau fungsi internal administratif.
10 17 Architecture Segment adalah bagian dari keseluruhan EA yang mendokumentasikan satu atau lebih lines of business pada semua level dan rangkaian. Sebuah segment bisa ada sebagai sebuah bagian dari EA yang berdiri sendiri EA Component Melakukan perubahan terhadap goal, standarisasi,sumber daya, dan garis bisnis perusahaan yang ada di perusahaan agar dapat berjalan lebih baik.. Gambar 2.5 Examples of EA Components Vertical Component merupakan tujuan, proses, atau sumber (equipment, systems, data.) yang memfungsikan hanya satu line of business. Horizontal (Crosscutting) Component merupakan tujuan, proses, atau sumber yang memfungsikan beberapa line of business EA Current Architecture Mengandung beberapa EA komponen yang saat ini ada dengan enterprise pada setiap level dari setiap framework. Current architecture dari sebuah EA disediakan untuk membuat sebuah base line persediaan dari sumber daya saat ini dan aktivitas yang didokumentasikan dalam sebuah arah
11 18 yang konsisten dengan future architecture dari sebuah EA jadi yang dianalisa dapat dilihat perbedaanya dalam kinerja antara rencana masa depan dan kemampuan yang ada saat ini. current architecture dari sebuah EA terdiri dari artifacts (document, diagram, data, spreedsheet, charts, dll) pada salah satu tingkatan dari framework dimana arsip didalam sebuah online EA repository untuk membuat mereka lebih mudah digunakan oleh beberapa EA stakeholder EA Future Architecture Future architecture dikendalikan oleh dua hal strategy and tactical level yang dilakukan dalam tiga arah seperti yang ditampilkan pada gambar Gambar 2.6 Drivers of Change EA Management Plan Elemen ini berfungsi untuk mengartikulasi program serta dokumentasi dari pendekatan EA. EA Management Plan juga memberikan deskripsi dari gambaran masa kini dan masa depan dari arsitektur, serta menyusun perencanaan untuk mengatur transisi ke teknologi di masa mendatang (Scott A. Bernard, 2005, p42). Sebuah dokumen yang nyata yang penting untuk merealisasikan keuntungan dari sebuah EA sebagai program manajemen. Bagaimana sebuah enterprise berjalan secara berkelanjutan pindah dari current architercture ke future architecture adalah sebuah perencanaan yang signifikan dan tantangan
12 19 manajemen, khususnya apabila sumberdaya TI dapat mendukung fungsi kunci bisnis yang telah diganti atau di kembangkan. EA manajemen plan memiliki beberapa bagian : Part I EA program manajemen Governance and principles Menjelaskan cara bahwa kebijakan dan pengambilan keputusan akan terjadi dalam program EA. Hal ini juga dimana prinsip-prinsip yang mendasari program EA diartikulasikan. EA pemerintahan yang mungkin terbaik digambarkan melalui narasi yang menyediakan kebijakan EA program dan diagram alir terlampir yang menunjukan bagaimana dan kapas keputusan dibuat pada isu-isu seperti EA Proposal investasi TI, Review proyek, persetujuan dokumen, dll (Scott A. Bernard,2005,p177). Supports strategy and business Pada sesi ini menjelaskan tentang salah satu tujuan utama dari EA Program dimana tujuannya adalah untuk mendukung dan meningkatkan strategi dari enterprise dan rencana bisnis serta untuk mengidentifikasi kesenjangan kinerja yang dapat membantu komponen EA (Scott A. Bernard,2005,p178). EA roles and responsibilities Pada sesi ini menerangkan stakeholders yang terlibat dan apa tanggung jawab dalam aturan EA ini (Scott A.Bernard,2005,p178). EA program budget Menjelaskan tentang biaya dari program pembuatan EA mulai dari awal sampai keseluruhan (Scott A.Bernard,2005,p179).
13 20 EA program performance measure Pada sesi ini menerangkan tentang untuk menetahui apakan program EA dapat menjadi lebih efektif dan efisien. Pengukuran program EA dapat dilakukan dengan 2 tahap yaitu dari segi outcome measure dan output measures (Scott A. Bernard,2005,p180). Part II EA current architecture summary Strategic goals and initiative Menjelaskan tentang bagaimana Program EA dan spesifikasi dari komponen EA dapat mendukung strategi goal dan inisiatif enterprise yang diinginkan (Scott A.Bernard,2005,p182). Business service and information flow Sesi ini menekankan peran yang dimainkan EA dalam mendukung bisnis proses analisis dan perbaikan, serta mengidentifikasi dan mengoptimalkan arus informasi didalam proses-proses bisnis (Scott A.Bernard,2005,p182). System and application Pada sesi ini menerangkan bagaimana komponen Current EA dan artifak pada sistem dan aplikasi pada setiap level yang ada pada Framework EA dapat mendukung alur informasi dan setiap Line Of Business (Scott A.Bernard,2005,p184). Technology infrastructure Menjelaskan tentang suara, data, dan video komponen EA dan artifak yang membentuk teknologi infrastruktur dari setiap tingkatan EA Framework (Scott A.Bernard,2005,p184).
14 21 IT security Menjelaskan tentang keamanan teknologi informasi yang ada pada setiap keseluruhan tingkatan EA Framework (Scott A.Bernard,2005,p184). EA standards Pada sesi ini menerangkan tentang dokumen Technical Standars Reference Model (TSRM) yang menyediakan EA Standars untuk suara, data, video, dan keamanan teknologi informasi yang digunakan selama pengembangan komponen EA (Scott A.Bernard,2005,p184). Workforce requirements Workforce mencakup strategi untuk mempekerjakan retensi dan pengembangan profesional ditingkat eksekutif, manajemen, dan staf dari perusahaan (Scott A.Bernard,2005,p185). Part III EA future architecture summary Future operating scenarios Skenario operasi masa depan dibuat bersama dengan deskripsi narasi tujuan skenario dan spektrum lingkungan operasi yang menanggapi skenario (Scott A.Bernard,2005,p186). Planning assumption Adalah asumsi perencanaan dari skenario dibahas lebih lanjut dalam hal apa yang mereka maksud dengan prioritas perusahaan karena menerapkan Future EA. Asumsi mengidentifikasikan kemampuan baru dan sumber daya yang akan diperlukan jika perusahaan berhasil dalam masing-masing skenario. bagian ini kemudian memfokuskan
15 22 pada skenario yang dipilih dan asumsi-asumsi perencanaan yang akan mendasari tindakan yang diambil (Scott A.Bernard,2005,p186). Updating current and future architecture Menjelaskan tentang dokumentasi perubahan yang direncanakan dalam proses dan sumber daya yang menciptakan pandangan masa depan EA pada semua tingkatan dari framework yang ada pada EA (Scott A.Bernard,2005,p186). Sequencing plan Menjelaskan rencana urutan EA dokumen tugas, tonggak, dan jangka waktu untuk menerapkan komponen baru EA dan artifak. Perusahaan besar dan menengah sering memiliki banyak perkembangan baru yang berlangsung pada waktu tertentu dan ini memerlukan koordinasi untuk menetapkan urutan kegiatan yang optimal. (Scott A Bernard, 2005, p188) Configuration management Configuration Management adalah konfigurasi EA manajemen dari rencana manajemen EA yang berfungsi untuk mendukung sub proses dimana perubahan EA dikelola dan standar dalam Technical Standars Reference Model (TSRM) diterapkan. (Scott A.Bernard,2005,p189). Part IV glosarry and references
16 EA Planning Threads Dokumentasi EA termasuk threads dari aktifitas umum yang tersedia pada setiap level dari sebuah framework. Threads ini termasuk ITrelated security, standards, dan workforce consideration. IT security Sebuah program IT security yang komprehensif memiliki beberapa focus area termasuk : informasi, SDM, pengoperasian dan fasilitas. Akan efektif, IT security harus dapat bekerja pada semua tingkatan dari sebuah EA framework dan semua EA component. IT standards EA seharusnya menggambarkan persetujuan standar internasional, nasional, dan industri dalam mempromosikan penggunaan dari solusi non-proprietary dalam komponen EA. IT workforce Manusia sangat berguna dalam EA karena dapat memastikan kebutuhan ITrelated staffing skill dan training agar dapat di identifikasikan untuk LOB dan aktifitas pendukung layanan pada salah satu tingkatan EA framework dan solusi yang sesuai adalah merefleksikan kedalam current dan future architecture 2.7 EA Repository EA repository merupakan sebuah website dan database yang menyimpan informasi dan mengembangkan link ke EA tools dan sumber daya program EA lainnya. Gambar 1-8 menampilkan bahwa untuk dokumentasi pendukung teroganisir melalui penggunaan EA framework.
17 24 Gambar 2.7 EA Repository Design 2.8 The Structure & Culture The Structure of Enterprise Salah satu model yang lebih masuk akal dari struktur organisasi umum adalah mengenai pandangan tiga tingkat yang awalnya dibayangkan oleh seorang sosiolog, Talcott Parsons, di tahun 1950 dan selanjutnya dikembangkan oleh seorang sosiolog, James Thompson, pada tahun Penelitian oleh Parson mengidentifik asi tiga tingkatan umum yang umum untuk kebanyakan organisasi sosial (teknis, manajerial, dan institusional), berdasarkan pengamatan bahwa berbagai jenis kegiatan terjadi di setiap tingkat. Pandangan Thompson dibangun berdasarkan gagasan Parsons dengan lebih lanjut mengidentifikasi berbagai jenis kegiatan yang dilakukan oleh organisasi. Pada gambar dibawah ini menjelaskan konsep organisasi dengan model Parsons / Thompson.
18 25 Tabel 2.1 The Structure of Enterprise Pengukuran berdasarkan Model Parson / Thompson telah diadaptasi oleh penulisan yang menyerupai serangkaian lingkaran konsentris. Hal ini dapat memberikan citra yang lebih berguna untuk menggambarkan sebuah organisasi sosial yang berinteraksi dengan lingkungannya melalui tingkat model institusional, memfasilitasi sumber daya internal melalui jenjang karir, dan melindungi sebuah inti dari proses penting dan sumber daya di tingkat
19 26 teknis. Gambar dibawah ini menunjukkan versi bentuk bola dari model Parsons / Thompson, yang juga lebih berguna dalam berhubungan dengan bagaimana kerangka EA dapat mendokumentasikan fungsi organisasi. Gambar 2.8 EA Relating Models of Organizational Function and Structure Understanding Culture Memahami budaya suatu perusahaan sangat penting untuk mengembangkan pandangan yang realistis tentang bagaimana tujuan strategis ditetapkan, bagaimana fungsi proses, dan bagaimana sumber daya digunakan. Setiap perusahaan berbeda dalam beberapa cara, seperti adalah, vertikal horisontal, dan / atau diperpanjang sub-perusahaan. Hal ini disebabkan budaya perusahaan menjadi sebuah penggabungan dari nilainilai, keyakinan, kebiasaan, dan preferensi dari semua orang di seluruh perusahaan atau subperusahaan. Perubahan dalam perusahaan akan terjadi terlepas dari adanya program EA, namun mereka akan terjadi dengan cara yang lebih terputusputus atau benar-benar independen tanpa EA. Efek dari program EA
20 27 adalah untuk mengkoordinasikan perubahan sedemikian rupa sehingga jauh lebih didorong oleh strategi baru dan kebutuhan bisnis, dan kurang oleh teknologi baru. Kebanyakan dapat bertahan terhadap perubahan yang terjadi di lingkungan mereka, apakah itu di rumah atau tempat kerja. Jika program EA mempromosikan perubahan di perusahaan, dan jika orang selalu bertahan terhadap semua jenis perubahan ketika mereka tidak memiliki beberapa tingkat kontrol, maka program EA mungkin dilawan oleh para pemangku kepentingan jika tidak dilakukan sesuatu untuk meningkatkan tingkat kontrol. Meningkatkan tingkat kontrol dapat membantu untuk menyukseskan dalam mengelola perubahan, dan dapat dicapai dengan beberapa cara, termasuk: - Melibatkan stakeholders dalam pembentukan program EA dan manajemen - Secara teratur dan efektif mengkomunikasikan kegiatan EA untuk stakeholder - Memungkinkan untuk masukan dari stakeholder untuk perencanaan EA dan pengambilan keputusan - Mengelola keinginan dari para pemangku kepentingan dalam melaksanakan program EA. 2.9 EA Artifact Goal and Initiatives Goal and Initiatives adalah kekuatan pendorong dibelakang arsitektur. Tingkat atas dari kerangka arsitektur perusahaan yang mengidentifikasi arah
21 28 strategis, tujuan, dan inisiatif dari perusahaan dan memberikan gambaran yang jelas dari kontribusi bahwa IT akan mencapai tujuan perusahaan. Komponen EA pada tingkat tujuan dan inisiatif : 1. Strategic Plan Merupakan arahan mengenai rencana strategi perusahaan selama periode 3-5 tahun ke depan. 2. Mission Statement Merupakan misi perusahaan yang menggambarkan tujuan dan arah perusahaan dalam jangka pendek. 3. Vision Statement Merupakan visi perusahaan yang menggambarkan tujuan dan arah perusahaan dalam jangka panjang. 4. SWOT Analysis Salah satu kegiatan awal perusahaan dalam menganalisa kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman perusahaan. 5. CONOPS Sebuah konsep skenario operasi adalah dokumen narasi yang menjelaskan bagaimana perusahaan beroperasi saat ini atau akan beroperasi beberapa tahun. 6. CONOPS Diagram Merupakan diagram yang menggambarkan atau menjelaskan tentang bagaimana fungsi perusahaan secara keseluruhan atau sebagian saja. 7. Strategic Goals
22 29 Merupakan tujuan strategis perusahaan yang akan dicapai oleh perusahaan dalam mewujudkan visi dan misi perusahaan Product and Services Ini adalah area arsitektur yang termasuk dalam area pengaruh primer. Tingkat kedua dari kerangka EA yang mengidentifikasi produk bisnis layanan dari perusahaan dan kontribusi teknologi untuk mendukung proses tersebut. EA komponen dari produk dan servis : 1. Business Services Layanan bisnis perusahaan adalah kegiatan yang secara langsung berkontribusi terhadap pencapaian misi. Ini bisa dalam bentuk insiatif strategis untuk mengembangkan layanan baru atau yang ditingkatkan, kegiatan manufaktur yang sedang berlangsung, pelayanan publik, dan Back Office keuangan, akuntansi, administrasi, dan fungsi sumber daya manusia. 2. Business Products Produk bisnis adalah barang berwujud atau tidak berwujud yang diproduksi oleh perusahaan dalam mengejar tujuan bisnis dan strategis. 3. IT Capital Planning Portofolio Karena sumber daya yang terbatas di kebanyakan perusahaan, nilai dari membuat investasi yang signifikan dalam IT harus ditampilkan dalam rangka untuk mengidentifikasi biaya, manfaat, dan tingkat pengembalian modal.
23 Business Plan Menurut Scott A. Bernard (2005, p297), Bussines plan adalah perencanaan yang menghasilkan fungsi bisnis dan strategi financial yang sejalan dengan tujuan perusahaan. Bussines plan memiliki beberapa item pendukung yaitu: 1. Business overview Business overview menjelaskan mengenai proses bisnis perusahaan secara keseluruhan. 2. Executive team profile Executive team profile menjelaskan keterangan tentang level eksekutif pada perusahaan. 3. Relationship of business activites to strategic goal Relationship of business activites to strategic goal menjelaskan tentang hubungan dari aktivitas bisnis dengan tujuan strategi perusahaan. 4. Organizational structure Organizational structure menjelaskan tentang struktur organisasi pada perusahaan. 5. Market outlook and competitive strategi Market outlook and competitive strategi menjelaskan tentang pangsa pasar dan strategi untuk bersaing dengan perusahaan lain. 6. Business cycles Business cycles menjelaskan tentang gambaran mengenai lingkaran bisnis perusahaan.
24 31 7. Capitalization strategy Capitalization strategy menjelaskan tentang strategi kapitalisasi perusahaan atau strategi pengelolaan modal perusahaan. 8. Financial strategy Financial strategy menjelaskan tentang strategi keuangan perusahaan. 9. Current financial status summary Current financial status summary menjelaskan tentang keadaan keuangan perusahaan saat ini. 10. Business partnerships and alliances Business partnerships and alliances menjelaskan tentang rekan bisnis serta kerjasama perusahaan Business Process Diagram Menurut Scott A. Bernard (2005, p300), Business Process Diagram adalah sebuah diagram yang menggambarkan setiap aktivitas secara keseluruhan dari proses bisnis perusahaan termasuk setiap tingkatan aktivitas dan hubungan antar aktivitas di dalam proses bisnis perusahaan. Diagram Proses Bisnis menunjukkan pemecahan aktivitas yang didetailkan, mencakup bagaimana setiap langkah dalam aktivitas berhubungan dengan yang lainnya. Diagram mengikuti teknik pemodelan IDEF-0 untuk menunjukkan apa input, kontrol, output, dan mekanisme pada setiap langkah dalam proses.
25 32 Gambar 2.9 Pemodelan IDEF-0 Input : Suatu hal yang memulai / memicu aktivitas dan diubah, dikonsumsi, atau menjadi bagian. Control : Memandu atau mengatur aktivitas, biasanya mengindikasikan kapan/ bagaimana akan dilakukan. Output : Hasil yang diproduksi oleh aktivitas, alasan mengapa proses dilaksanakan. Mekanisme : sistem, orang, dan peralatan yang digunakan untuk melakukan aktivitas. Pemodelan aktivitas IDEF-0 cocok untuk pendokumentasian proses bisnis yang menyediakan sudut pandang konteks tingkat tinggi, dan juga sudut pandang yang didetailkan pada setiap langkah dalam aktivitas dalam format yang dapat didekomposisi lebih lanjut dan dihubungkan dengan proses lainnya untuk menunjukkan kaitannya. Tipe diagram ini berguna untuk menunjukkan hubungan antara langkah langkah dan pengaruh internal / eksternal, tetapi tidak mengindikasikan urutan waktu.
26 Swim Lane Process Diagram Menurut Scott A. Bernard (2005, p299), Swim Lane Process Diagram adalah diagram yang menggambarkan aktivitas dari setiap stakeholder garis bisnis perusahaan yang terlibat di dalam kegiatan bisnis perusahaan. Seorang pemangku kepentingan menunjukkan diagram aktivitas dimana pra pemangku kepentingan (orang-orang dengan kepentingan dalam perusahaan) yang terlibat dengan garis proses bisnis, dan waktu interaksi. Diagram menggunakan format swim lane untuk mengatur pemangku kepentingan demi baris dan kerangka waktu oleh kolom, maka overlay kegiatan dengan flowchart simbologi Use Case Narrative & Diagram Menurut Scott A. Bernard (2005, p302), Use Case Narative & Diagram adalah diagram yang mengambarkan interaksi antara aktor (stakeholder), peraturan bisnis, sistem dan layanan, dan aplikasi. Use Case Narative & Diagram digunakam untuk mengidentifikasi solusi teknologi yang di butuhkan dalam pengembangan. Menurut CIO Council (2004, p78), Business Use Case Model adalah penggambaran kegiatan bisnis perusahaan beserta bagian bagian yang terlibat sesuai dengan proses bisnis dan struktur organisasi yang ada. Penjelesan mengenai model ini dijelaskan dalam Diagram Use Case dan Use Case Specification. Use Case adalah rangkaian/uraian sekelompok yang saling terkait dan membentuk sistem secara teratur yang dilakukan atau diawasi oleh sebuah aktor. Umumnya use case digambarkan dengan sebuah elips dengan garis
27 34 yang solid, biasanya mengandung nama. Use Case menggambarkan proses system (kebutuhan system dari sudut pandang user). Use Case diagram terdiri dari: Use case Actors Relationship System boundary boxes (optional) Packages (optional)
28 Data dan Informasi Mengoptimalkan data dan pertukaran informasi adalah tujuan sekunder dari arsitektur. Tingkat ketiga dari kerangka arsitektur perusahaan dimaksudkan untuk mendokumentasikan bagaimana informasi saat ini sedang digunakaan dalam perusahaan dan bagaimana masa depan arus informasi akan terlihat. Pengoptimalisasi data dan pertukaran informasi adalah tujuan sekunder dari arsitektur. Tingkat ketiga dari kerangka arsitektur perusahaan dimaksudkan untuk mendokumentasikan bagaimana informasi saat ini sedang digunakan dalam perusahaan dan bagaimana masa depan arus informasi akan terlihat. Komponen EA pada data dan informasi : 1. Knowledge Warehouse Knowledge Warehouse berevolusi dari database mainframe besar yang melayani beberapa aplikasi dan kelompok pengguna di beberapa system dan jaringan. Sebuah gudang pengetahuan adalah one-stop-shop untuk data dan informasi tentang berbagai kegiatan dan proses dalam perusahaan. 2. Information System Data, menurut O Brien (2005, p38), merupakan fakta mentah tentang orang, tempat, acara, dan hal-hal yang berkaitan dalam suatu organisasi yang umumnya ditemukan dalam penggambaran kejadian dan transaksi dalam organisasi. Informasi, menurut O Brien (2005, p38) merupakan data yang telah diproses atau ditata kembali ke bentuk yang lebih bermakna bagi seseorang. Informasi dibentuk dari kombinasi data yang diharapkan memiliki makna kepada penerima. Pengetahuan adalah data dan informasi yang lebih halus berdasarkan fakta, kebenaran, kepercayaan, penilaian, pengalaman, dan keahlian dari penerima. Idealnya informasi mengarah ke kebijaksanaan.
29 36 3. Database Database merupakan sebuah perangkat lunak berbentuk aplikasi yang dirancang untuk mendukung penyimpanan, pengambilan, memperbaharui, dan penghapusan elemen data dan atau objek data. Unsur data adalah fakta fundamental dan nilai-nilai yang tersimpan dalam database Object State Transition Diagram Menurut Scott A. Bernard (2005, p306), Object State Transition Diagram adalah diagram yang menggambarkan daur hidup dari setiap aktivitas, mulai dari awal sampai aktivitas tersebut berakhir. Diagram transisi bagian menggunakan notasi dari UML untuk menunjukkan bagaimana siklus hidup objek data tertentu. Diagram ini menunjukkan perubahan atribut, link, dan atau perilaku dari objek akibat peristiwa sistem internal atau eksternal yang memicu perubahan dalam bagian.
30 37 Gambar 2.10 Object State Transition Diagram Logical Data Model Menurut Scott A Bernard (2005, p308), Logical Data Model adalah model data semantik yang dapat dikembangkan dengan menggunakan metode terstruktur tradisional dan menggunakan simbol (Entity Relationship Diagram), atau dapat juga menggunakan metode oject-oriented dan penggunanaan simbol dari Unified Modeling Language (UML), yang menghasilkan class diagram. ERD merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi. Menurut Abdul Kadir (2003, p48), ERD digunakan untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data dengan menggunakan notasi dan simbol-simbol. Pada dasarnya ada 3 simbol yang digunakan yaitu: 1. Entity Entity merupakan objek yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain. Simbol dari entity ini biasanya digambarkan dengan persegi panjang. 2. Atribut
31 38 Setiap entitas pasti mempunyai elemen yang disebut atribut yang berfungsi untuk mendeskripsikan karakteristik dari entitas tersebut. Isi dari atribut mempunyai sesuatu yang dapat mengidentifikasikan isi elemen satu dengan yang lainnya. Gambar atribut diwakili oleh simbol elips. 3. Hubungan atau relasi Hubungan antara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda. Relasi dapat digambarkan sebagai berikut: One to one Hubungan relasi satu ke satu yaitu setiap entitas pada himpunan entitas a berhubungan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas b. One to many Setiap entitas pada himpunan entitas a dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas b, tetapi setiap entitas pada entitas b dapat berhubungan dengan satu entitas pada himpunan entitas a. Many to many Setiap entitas pada himpunan entitas a dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas b Activity/Entity Matrix (CRUD) Menurut Scott A. Bernard (2005, p310), Activity/Entity Matrix adalah pemetaan yang dikembangkan oleh subjek data dipengaruhi oleh garis yang terkait dengan kegiatan usaha. Disebut dengan CRUD matriks karena mengidentifikasi jenis dasar transformasi yang dilakukan pada data (create,
32 39 read, update, delete) proses bisnis. Activity / Entity Matrix adalah suatu diagram yang berisi pemetaan dari hubungan antara fungsi bisnis dengan subjek data dimana subjek data tersebut diciptakan (create), dibaca (read), diupdate (update), dan dihapus (delete). Matrix ini disusun dengan menggunakan 3 tahapan, tahapan pertama dilakukan pemetaan terhadap semua fungsi bisnis dan menentukan hubungan antara fungsi bisnis dengan subjek data (apakah subjek tersebut diciptakan atau hanya dibaca pada fungsi bisnis tersebut), tahapan kedua semua create akan digeser ke sebelah kiri atau sesuai dengan urutan dari fungsi bisnis, tahapan ketiga akan dilakukan pengelompokkan dari fungsi tersebut sesuai dengan area bisnisnya lalu kita menentukan arah aliran data pada matrix tersebut dimana aliran data akan digambarkan dengan tanda panah antara satu clustering dengan clustering lainnya yang melewati fungsi read, hal tersebut dilakukan agar aliran data antar satu subsystem yang satu dengan subsystem lainnya dapat terlihat dalam matrix EA System and Application Sistem dan aplikasi merupakan tingkat keempat dari kerangka arsitektur perusahaan yang dimaksudkan untuk mengatur dan mendokumentasikan kelompok saat ini dari sistem informasi, dan aplikasi bahwa perusahaan menggunakannya untuk memberikan kemampuan IT. Tingkat keempat dari kerangka arsitektur perusahaan dimaksudkan untuk mengatur dan mendokumentasi kelompok saat ini dari system informasi, dan aplikasi bahwa perusahaan menggunakannya untuk memberikan kemampuan teknologi informasi. Komponen EA pada System and Application : 1. Software Application
33 40 Aplikasi adalah program perangkat lunak (software) yang menyediakan kemampuan fungsional untuk front office dalam menggunakan system berbasis teknologi informasi (seperti manufaktur, penjualan, layanan pemerintahan, logistik, dan gudang pengetahuan) atau back office sistem terotomatisasi teknologi informasi seperti pengolah kata, spreadsheet, diagram, editor foto, dan web browser. 2. Web Services Penggunaan Plug-and-play pada aplikasi perangkat lunak, penggunaan web berbasis layanan teknologi informasi secara signifikan memperluas dan mempercepat konsep ini. Standar ini membuka layanan berbasis web menggantikan aplikasi perangkat lunak yang memiliki hosting yang unik dan kebutuhan akses. 3. Services Bus / Middleware Services Bus adalah istilah SOA untuk lingkungan operasi umum untuk sistem, aplikasi, dan layanan web yang dicirikan oleh non protocol hak milik standar terbuka dan middleware untuk pertukaran data, perangkat lunak atau perangkat keras antarmuka. 4. Enterprise Resource Planning (ERP) Solutions Solusi ERP yang dipasarkan oleh vendor sebagai salah satu cara untuk meningkatkan interoperabilitas aplikasi dan mengurangi duplikasi fungsi. 5. Operating Systems Sistem operasi adalah aplikasi yang memungkinkan komputer untuk menyediakan jaringan dasar dan fungsi pengolahan. Berbeda dalam
34 41 sistem operasi adalah bagian besar dari apa yang membedakan desain mainframe yang lebih tua terpusat dari server yang desain klien baru desentralisasi System Communication Description Menurut Scott A. Bernard (2005, p313), System Communication Description adalah sistem diagram antar muka yang mendukung di dalam mendeskripsikan bagaimana data berkomunikasi dengan sistem yang ada di perusahaan, termasuk spesifikasi mengenai links, paths, jaringan, dan media System Data Flow Diagram Menurut Scott A. Bernard (2005, p315), System Data Flow Diagram lebih dikenal dengan nama Data Flow Diagram dan berguna untuk menunjukkan proses yang terjadi dengan sistem yaitu pertukaran data dan bagaimana pertukaran tersebut dapat terjadi. Sistem diagram aliran data yang lebih dikenal sebagai aliran data diagram dan dimaksudkan untuk menunjukkan proses dalam sistem yang pertukaran data, dan bagaimana pertukaran data terjadi. Artefak pada System Data Flow Diagram terlihat pada gambaran proses bisnis, dan bisa diurai untuk menunjukkan detail tambahan.
35 42 Gambar 2.11 System Data Flow Diagram EA Network and Infrastucture Network dan infrastructure merupakan tulang punggung arsitektur. Network dan infrastructure merupakan tingkat kelima dari kerangka arsitektur perusahaan yang dimaksudkan untuk mengatur dan
36 43 mendokumentasikan pandangan saat ini dan masa depan dari voice, data, dan video network dimana perusahaan menggunakan untuk host systems, aplikasi, website, dan database. Merupakan tingkat infrastruktur teknologi dalam fungsi kerangka EA untuk mengintegrasikan dan menghubungkan teknologi informasi sumber daya perusahaan di tingkat aplikasi dan informasi. Seperti sumber daya integrasi suara, data, video, dan transportasi (kabel / nirkabel) adalah salah satu kunci untuk menciptakan infrastruktur teknologi informasi secara operasional efektif dan hemat biaya. Komponen EA pada EA Network and Infrastructure: 1. Jaringan Data Jaringan data yang dirancang untuk mengangkut data dan informasi dalam bentuk kode digital antara berbagai komputer yang mendukung penyimpanan, pengambilan, pembaharuan, dan pengolahan untuk enduser. 2. Jaringan Telekomunikasi Jaringan Telekomunikasi yang dirancang untuk mengangkut sinyal suara dalam bentuk kode (gelombang analog atau digital elektron/arus foton) antara pengguna akhir. 3. Jaringan Video Jaringan video yang dirancang untuk mengangkut sinyal gambar video dalam bentuk kode (gelombang analog atau digital elektron/arus foton) antara lokasi produksi dan lokasi melihat.
37 44 4. Kekuatan Transmisi Kemampuan transmisi jaringan informasi (suara, data, atau video) memiliki dasar dalam konektivitas antara peralatan jaringan. Konektivitas ini dapat diberikan melalui berbagai media termasuk kabel (copper or glass fiber), sel nirkabel (short-range radio waves), menara transmisi (medium range microwaves), dan link satelit (longrange uplink and down-link of VHF, UHF, or EHF radio waves) Network Connectivity Diagram Menurut Scott A. Bernard (2005, p321), Network Connectivity Diagram menunjukkan hubungan fisikal jaringan yang ada di suatu perusahaan seperti data, video jaringan, WAN, LAN, ekstranet, dan intranet Analisis Lingkungan Internal dan Eksternal Bisnis Dalam menganalisis suatu lingkungan bisnis perusahaan terdapat 2 analisis yang dapat digunakan yaitu analisis lingkungan internal dan analisis lingkungan eksternal Analisis Lingkungan Eksternal Bisnis Analisis lingkungan external merupakan analisis semua faktor external dari suatu perusahaan. Faktor external tersebut meliputi: faktor ekonomi, sosial, politik, teknologi, pesaing, dll. Dengan adanya faktor-faktor tersebut, perusahaan mampu mengetahui peluang dan ancaman yang ada disekitarnya. Peluang dan ancaman tersebut akan memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk maju dan berkembang. Adapun teknik-teknik analisis yang digunakan untuk memahami kondisi pada lingkungan external bisnis diantaranya adalah:
38 Analisis Lima Daya Porter Menurut Ward dan Peppard (2002, p95), teori ini telah memberikan pengaruh yang nyata dalam perencanaan strategi bisnis berbagai perusahaan selama tahun terakhir ini. Gambar 2.12 Lima Daya Persaingan Porter Lima kekuatan Proter dapat dijelaskan sebagai berikut (Wheelen dan Hunger, 2004, pp 61-63): 1. Ancaman Pesaing Sejenis Persaingan tersebut bertingkat dari industri yang kuat sampai industri yang terlemah. Ketika tingkat persaingan tinggi keuntungan akan menjadi cenderung rendah dan sebaliknya. Menurut Porter tingkat
39 46 persaingan dipengaruhi oleh Faktor, yaitu: jumlah kompetitor, tingkat pertumbuhan industri, karakteristik produk, biaya tetap yang besar, kapasitas dan hambatan keluar. 2. Ancaman Masuknya Pendatang Baru Masuknya pendatang baru akan menimbulkan sejumlah implikasi bagi perusahaan yang sudah ada, misalnya, kapasitas menjadi bertambah, terjadinya perebutan pangsa pasar, serta perebutan sumber daya produksi yang terbatas. Kondisi seperti ini menimbulkan ancaman bagi perusahaan yang telah ada. Ada beberapa faktor faktor penghambat pendatang baru untuk masuk ke dalam suatu industri, yaitu : skala ekonomi, diferensiasi produk, kecukupan modal, biaya peralihan, akses kesaluran distribusi dan peraturan pemerintah. 3. Ancaman dari produk atau Jasa Pengganti Ketika tingkat ancaman ini menjadi lebih tinggi maka keuntungan organisasi menjadi rendah dan pelanggan akan berubah ketika harga produk kita menjadi tinggi. Pelanggan akan lebih memilih untuk menggunakan produk subtitusi menjadi lebih kuat bilamana konsumen dihadapkan pada switching cost (biaya peralihan) yang sedikit jika produk subtitusi itu mempunyai harga yang lebih murah atau kualitasnya sama, bahkan lebih tinggi dari produk produk suatu industri. 4. Kekuatan Tawar Menawar Pembeli Para pembeli dengan kekuatan yang mereka miliki, mampu mempengaruhi perusahaan untuk menurunkan harga produk, meningkatkan mutu dan pelayanan, serta mengadu perusahaan dengan
40 47 pesaingnya. Hal ini tergantung sensitifitas harga pembelian dan kemampuan mempengaruhi tawar menawar pembeli. 5. Kekuatan Tawar Menawar Pemasok Pemasok dapat mempengaruhi industri melalui kemampuan mereka menaikkan harga dan mengurangi kualitas produk atau jasa yang ditawarkan. Pemasok sebagai penyedia produk atau jasa turun berperan serta dalam persaingan dalam suatu industri, oleh sebab itu pembeli dan juga pemasok harus bekerjasama agar tercipta hubungan yang baik diantara kedua belah pihak Analisis PEST (Politic, Economic, Social, and Technology) Menurut Ward dan Peppard (2002, p70), analisa PEST adalah analisa terhadap faktor lingkungan eksternal bisnis yang meliputi bidang politik, ekonomi, sosial dan teknologi. 1. Politik Faktor politik meliputi kebijakan pemerintah, masalah-masalah hukum, serta mencakup aturan-aturan formal dan informal dari lingkungan dimana perusahaan melakukan kegiatannya. Contoh : peraturan ketenagakerjaan, peraturan daerah, kebijakan tentang pajak, stabilitas politik, peraturan perdagangan. 2. Ekonomi Faktor ekonomi meliputi semua faktor yang mempengaruhi daya beli dari pelanggan dan mempengaruhi iklim berbisnis suatu perusahaan. Contoh : tingkat inflasi, tingkat suku bunga, pertumbuhan ekonomi, standar nilai tukar,harga-harga produk dan jasa. 3. Sosial
41 48 Faktor sosial meliputi semua faktor yang dapat mempengaruhi kebutuhan dari pelanggan dan mempengaruhi ukuran dari besarnya pangsa pasar yang ada. Contoh : kondisi lingkungan social, kondisi lingkungan kerja, keselamatan dan kesejahteraan social, tingkat pendidikan masyarakat, tingkat pertumbuhan penduduk. 4. Teknologi Faktor teknologi meliputi semua yang dapat membantu dalam menghadapi tantangan bisnis dan mendukung efisiensi proses bisnis. Contoh : automatisasi, aktivitas penelitian dan pengembangan teknologi, tingkat kadaluarsa teknologi, kecepatan transfer teknologi Analisis Lingkungan Internal Bisnis Analisis lingkungan bisinis dari perusahaan digunakan untuk mengetahui strategi bisnis perusahaan pada saat ini dan visi misi perusahaan, aktivitas dan proses bisnis, sumber daya yang dimiliki dan informasi yang dibutuhkan perusahaan. Adapun teknik-teknik analisis yang digunakan dalam memahami kondisi lingkungan external bisnis diantaranya adalah: Analisis SWOT Menurut Rangkuti (2006, p18-19) analisis SWOT adalah suatu identifikasi dari bermacam faktor secara sistematis yang digunakan untuk merumuskan strategi suatu perusahaan. Analisis ini dilakukan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan dan peluang dan secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan dan ancaman. Jadi, analisis SWOT membandingkan antara faktor eksternal peluang dan ancaman dengan faktor internal kekuatan dan kelemahan.
42 49 Analisis SWOT adalah suatu identifikasi dari bermacam faktor secara sistematis yang digunakan untuk merumuskan strategi, berdasarkan logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan peluang (Opportunities), dan secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (Threats). Jadi, analisis SWOT membandingkan antara faktor eksternal Peluang dan Ancaman dengan faktor internal Kekuatan dan Kelemahan. Analisis ini terbagi atas 4 komponen dasar yaitu: Strength (Kekuatan) Suatu keunggulan sumber daya yang relatif terhadap pesaing dan kebutuhan dari pusat yang dilayani atau hendak dilayani oleh perusahaan kekuasaan yang dimiliki oleh suatu perusahaan dibandingkan dengan pesaing. Contoh: Memiliki produk yang berkualitas. Weakness (Kelemahan) Keterbatasan atau kekurangan dalam sumber daya, keterampilan dan kemampuan yang secara serius menghalangi kinerja efektif perusahaan. Keterbatasan dalam fasilitas, sumber daya keuangan, kemampuan menejemen, keterampilan pemasaran merupakan sumber dari kelemahan. Contoh: Pelayanan terhadap pelanggan yang kurang baik atau memuaskan pelanggan.
43 50 Opportunity (Peluang) Suatu daerah kebutuhan pembeli dimana perusahaan dapat beroperasi secara menguntungkan dan untuk merebut lebih banyak konsumen dibanding dengan para pesaing. Threat (Ancaman) Merupakan ancaman dari luar bagi organisasi dan dapat mengancam eksistensi organisasi dimasa mendatang. Contoh: Banyaknya pendatang baru. Analisis SWOT dapat digunakan dengan berbagai cara untuk meningkatkan analisis dalam usaha penetapan strategi. Umumnya yang sering digunakan adalah sebagai kerangka sistematis dalam diskusi untuk membahas kondisi alternatif dasar yang mungkin menjadi pertimbangan perusahaan Matrik SWOT Matrik SWOT adalah alat yang dipakai untuk menyusun faktor-faktor strategis perusahaan. Matrik ini menggambarkan bagaimana peluang dan ancaman eksternal (EFAS) yang dihadapi perusahaan dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan (IFAS) yang dimilikinya. Matrik ini dapat menghasilkan empat set kemungkinan alternatif strategis (Rangkuti, 2006, p31). Cara membuat Matrik SWOT adalah dengan menggunakan faktorfaktor strategis eksternal maupun internal sebagaimana telah dijelaskan dalam tabel EFAS dan IFAS, yaitu dengan memasukan peluang dan ancaman dari tabel EFAS serta memasukan kekuatan dan kelemahan dari tabel IFAS kedalam sel yang sesuai dalam Matrik SWOT. Kemudian dengan
44 51 membandingkan faktor-faktor strategis tersebut lalu dibuatkan empat set kemungkinan alternatif strategi (SO, ST, WO, WT). Strategi SO : Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan, yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya. Strategi ST : Strategi dalam menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk mengatasi ancaman. Strategi WO : Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada. Strategi WT : Strategi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defendsive dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman. IFAS EFAS Opportunity (O) Tentukan 5-10 faktorfaktor peluang eksternal. Threats (T) Tentukan 5-10 faktorfaktor ancaman eksternal. Strength (S) Tentukan 5-10 faktorfaktor kekuatan internal. Strategi SO Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang. Strategi ST Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan Weakness (W) Tentukan 5-10 faktorfaktor kelemahan internal. Strategi WO Ciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang. Strategi WT Ciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan
45 52 untuk mengatasi ancaman. dan menghindari ancaman. Tabel 2.2 Matrix SWOT (Rangkuti, 2006, p31) Matrik EFAS Menurut Rangkuti (2006, p22), sebelum membuat matrix faktor strategi external, kita perlu mengetahui terlebih dahulu faktor strategi EFAS (External Factors Analysis Summary). Berikut ini adalah cara-cara penentuan Faktor Strategi External (EFAS): a. Tentukan faktor-faktor yang menjadi peluang serta ancaman perusahaan dalam kolom 1. b. Beri bobot masing-masing faktor tersebut dengan skala dari 1,0 (sangat penting) sampai 0.0 (tidak penting), berdasarkan pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap posisi strategis perusahaan. (Semua bobot tersebut jumlahnya tidak boleh melebihi skor total 1,00). c. Hitung rating (dalam kolom 3) untuk masing-masing faktor dengan memberikan skala mulai dari 4 (Outstanding) sampai dengan 1 (poor), berdasarkan pengaruh faktor tersebut terhadap kondisi perusahaan yang bersangkutan. Variabel yang bersifat positif diberi nilai dari +1 sampai dengan +4 (sangat baik) dengan membandingkan rata-rata industri atau dengan pesaing utama sedangkan variabel yang bersifat negatif merupakan
46 53 kebalikannya. Contohnya, jika ancaman perusahaan besar sekali dibandingkan dengan rata-rata industri nilainya adalah 1 sedangkan jika peluang perusahaan dibandingkan rata-rata industri nilainya adalah 4. d. Kalikan bobot pada kolom 2 dengan rating pada kolom 3, untuk memperoleh faktor pembobotan dalam kolom 4. Hasilnya berupa skor pembobotan untuk masing-masing faktor yang nilainya bervariasi mulai dari 4,0 (Outstanding) sampai dengan 1,0 (Poor). e. Gunakan kolom 5 untuk memberikan komentar atau catatan mengapa faktorfaktor tertentu dipilih dan bagaimana skor pembobotannya dihitung. f. Jumlahkan skor pembobotan (pada kolom 4), untuk memperoleh total skor pembobotan bagi perusahaan yang bersangkutan. Nilai total ini menunjukan bagaimana perusahaan tertentu bereaksi terhadap faktor-faktor strategis eksternalnya. Skor total ini dapat digunakan untuk membandingkan perusahaan ini dengan perusahaan lainnya dalam kelompok industri yang sama. Berikut adalah tabel matrik EFAS : FAKTOR STRATEGI BOBOT RATING BOBOT X RATING EKSTERNAL PELUANG TOTAL PELUANG ANCAMAN
47 54 TOTAL ANCAMAN TOTAL EFAS Tabel 2.3 Tabel EFAS Matrik IFAS Menurut Rangkuti(2006, p24-25), setelah faktor-faktor strategi internal suatu perusahaan diidentifikasi, suatu tabel IFAS (Internal Strategic Factor Analysis Summary) disusun untuk merumuskan faktor-faktor strategis internal tersebut dalam kerangka Strength and Weakness perusahaan. Tahapnya adalah sebagai berikut : a. Tentukan faktor-faktor yang menjadi kekuatan serta kelemahan perusahaan dalam kolom 1. b. Beri bobot masing-masing faktor tersebut dengan skala dari 1,0 (sangat penting) sampai 0.0 (tidak penting), berdasarkan pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap posisi strategis perusahaan. (Semua bobot tersebut jumlahnya tidak boleh melebihi skor total 1,00). c. Hitung rating (dalam kolom 3) untuk masing-masing faktor dengan memberikan skala mulai dari 4 (Outstanding) sampai dengan 1 (poor), berdasarkan pengaruh faktor tersebut terhadap kondisi perusahaan yang bersangkutan. Variabel yang bersifat positif (semua variabel yang masuk kategori kekuatan) diberi nilai dari +1 sampai dengan +4 (sangat baik) dengan membandingkan rata-rata industri atau dengan pesaing utama
48 55 sedangkan variabel yang bersifat negatif merupakan kebalikannya. Contohnya, jika kelemahan perusahaan besar sekali dibandingkan dengan rata-rata industri nilainya adalah 1 sedangkan jika kelemahan perusahaan dibandingkan rata-rata industri nilainya adalah 4. d. Kalikan bobot pada kolom 2 dengan rating pada kolom 3, untuk memperoleh faktor pembobotan dalam kolom 4. Hasilnya berupa skor pembobotan untuk masing-masing faktor yang nilainya bervariasi mulai dari 4,0 (Outstanding) sampai dengan 1,0 (Poor). e. Gunakan kolom 5 untuk memberikan komentar atau catatan mengapa faktor-faktor tertentu dipilih dan bagaimana skor pembobotannya dihitung. f. Jumlahkan skor pembobotan (pada kolom 4), untuk memperoleh total skor pembobotan bagi perusahaan yang bersangkutan. Nilai total ini menunjukan bagaimana perusahaan tertentu bereaksi terhadap faktorfaktor strategis internalnya. Skor total ini dapat digunakan untuk membandingkan perusahaan ini dengan perusahaan lainnya dalam kelompok industri yang sama. Berikut adalah tabel matriks IFAS : FAKTOR STRATEGI BOBOT RATING BOBOT X RATING INTERNAL KEKUATAN TOTAL KEKUATAN
49 56 KELEMAHAN TOTAL KELEMAHAN TOTAL IFAS Tabel 2.4 Tabel IFAS Value Chain Analysis Menurut Porter (2002, p244) value chain analysis adalah kegiatan menganalisis kumpulan aktivitas yang dilakukan untuk merancang, memproduksi, memasarkan, dan mendukung produk atau jasa. Untuk perusahaan yang bergerak pada bidang jasa, analisis rantai nilai ini lebih tepat digambarkan dengan menggunakan analisis value shop. Jadi, value shop merupakan suatu gambaran dari kegiatan perusahaan yang menunjukan uraian aktivitas. Aktivitas organisasi dikelompokan dalam dua aktivitas besar, yaitu aktivitas utama dan aktivitas pendukung. Aktivitas utama adalah seluruh aktivitas yang berkaitan langsung dengan proses untuk menghasilkan produk atau jasa yang untuk diserahkan kepada pelanggan sedangkan aktivitas pendukung adalah seluruh aktivitas yang tidak berkaitan langsung dengan aktivitas untuk menghasilkan jasa. Pendekatan rantai nilai (value chain) dibedakan menjadi dua tipe aktivitas bisnis (Ward dan Peppard, 2002, p263) : 1. Akitivitas Utama ( Primary Activities)
50 57 Aktivitas-aktivitas utama pada perusahaan yang pada akhirnya memberikan kepuasan pada pelanggan. Aktivitas-aktivitas tersebut tidak hanya dilakukan dengan baik, tapi juga harus saling berhubungan dengan efektif jika keseluruhan performa bisnis hendak dioptimalkan. Aktivitas utama terdiri dari, yaitu : a. Inbound Logistic Mendapatkan, menerima, menyimpan dan pengadaan input kunci dan sumber daya dalam kualitas dan kuantitas yang tepat bagi bisnis. Ini mungkin termasuk merekrut staf serta membeli bahan, komponen dan jasa, dan berurusan dengan subkontraktor dan memperoleh peralatan. b. Operations Mengubah input menjadi produk atau layanan yang diperlukan oleh para pelanggan. Ini mencakup sumber daya dan membawa bahan bersama-sama untuk membuat produk atau menyediakan layanan. c. Outbound logistics Mendistribusikan produk ke pelanggan baik secara langsung kepada pelanggan atau ke agen yang sesuai untuk didistribusi, sehingga pelanggan dapat memperoleh produk atau jasa dan membanyarnya dengan tepat. d. Marketing and sales Menyediakan cara-cara dimana pelanggan dan konsumen sadar akan produk atau jasa dan bagaimana mereka dapat
51 58 memperoleh itu, termasuk cara untuk membujuk mereka untuk membeli atau menggunakan produk atau jasa. e. Services Memberikan nilai tambah lebih jauh kepada pelanggan dengan memastikan pelanggan mendapatkan keuntungan penuh atau nilai dari produk yang dibeli. 2. Aktivitas pendukung Merupakan aktivitas yang dibutuhkan untuk mengontrol dan mengembangkan bisnis dari waktu ke waktu dengan cara menambahkan nilai secara tidak langsung, nilainya akan diketahui melalui kesuksesan dari aktivitas utama. a. Firm Infrastructure Infrastruktur merupakan saran dan prasarana yang diperlukan perusahaan. b. Human Resources Management Merupakan cara dari perusahaan dalam mengatur sumber daya manusianya, misalnya dengan memberikan pelatihan atau pembekalan skill dan ilmu c. Technology Menjelaskan teknologi apa saja yang digunakan dalam perusahaan tersebut. d. Procurement
52 59 Suatu proses lengkap untuk mendapatkan barang dan jasa dari persiapan mulai dari persiapan dan pengolahan dari sebuah daftar permintaan atas invoice untuk pembayaran Balance Scorecard Balanced Scorecard menjadi kesuksesan dibalik ukuran finansial untuk enterprise dan membangun tujuan dan pengukuran dalam 4 kunci sudut pandang bisnis : konsumen, finansial, proses bisnis internal, dan pembelajaran dan perkembangan. Menurut Scott A. Bernard (2005, p296), Balanced Scorecard adalah sistem manajemen dan pengukuran yang mendukung enterprise untuk menyatakan dengan jelas visi dan strategi mereka dan menerjemahkan mereka dalam tindakan. Scorecard ini menyediakan umpan balik pada proses bisnis internal dan hasil eksternal untuk meningkatkan kinerja dan hasil strategik secara berkelanjutan. Saat diterapkan sepenuhnya, balance scorecard mengubah perencaaan strategik dari latihan akademik menjadi pusat saraf enteprise CONOPS Sebuah konsep skenario operasi adalah dokumen narasi yang menjelaskan bagaimana perusahaan beroperasi saat ini atau akan beroperasi beberapa tahun CONOPS Scenario Menurut Scott A. Bernard (2005, p294), CONOPS Scenario adalah dokumen narasi yang menjelaskan tentang bagaimana cara perusahaan beroperasi pada saat ini atau di masa yang akan datang. CONOPS dibuat
53 60 berdasarkan faktor internal dan eksternal yang didapat melalui SWOT Analisis. CONOPS bukanlah skenario mutlak melainkan berupa asumsi perencanaan CONOPS Diagram Menurut Scott A. Bernard (2005, p295), CONOPS Diagram adalah diagram yang menggambarkan atau menjelaskan tentang bagaimana fungsi perusahaan secara keseluruhan atau sebagian saja Strategic Strategi sebagai arah dan cakupan jangka panjang organisasi untuk mendapatkan keunggulan melalui konfigurasi sumber daya alam dan lingkungan yang berubah untuk mencapai kebutuhan pasar dan memenuhi harapan pihak yang berkepentingan (stakeholder) Security Plan Menurut Scot A. Bernard (2005, p328), Security Plan adalah perencanaan keamanan yang menyediakan keamanan tingkat tingggi dan mendeskripsikan mengenai program keamanan yang dijalankan pada perusahaan. Keamanan tersebut dapat termasuk fisik, data, petugas, elemen operasional keamanan, dan prosedur yang berlaku. Keamanan adalah hal yang paling penting dalam program manajemen EA dan metodologi dokumentasi. Sebuah rencana keamanan yang komprehensif focus kepada beberapa elemen diantaranya informasi, personil, operasi, dan fasilitas. Agar lebih efektif keamanan IT harus bekerjasama di semua tingkat dari kerangka EA dan di dalam semua komponen EA Technology Forecast
54 61 Menurut Scot A. Bernard (2005, p334), Technology Forecast adalah suatu perkiraan rancangan dukungan teknologi yang akan dikembangkan ke depannya agar dapat berjalan lebih baik sesuai dengan standar yang ada di perusahaan. Technology Forecast adalah perkiraan teknologi yang didukung dan berkaitan dengan profil standart teknologi. Dokumen perkiraan teknologi diharapkan dapat melakukan perubahan dalam standar dimana untuk memperkirakan perubahan masa depan yang terjadi maupun yang akan terjadi Workforce Plan Menurut Scot A. Bernard (2005, p335), Workforce plan merupakan deskripsi tingkat tinggi bagaimana mengelola sumber daya manusia yang ada di perusahaan, termasuk strategi di dalam mengkontrak karyawan, retensi, dan membangun eksekutif manajemen yang profesional, serta tingkatan staff yang ada di perusahaan. Workforce Plan merupakan rencana tenaga kerja yang memberikan gambaran tingkat tinggi tentang bagaimana sumber daya manusia di kelola di seluruh perusahaan. Rencana tenaga kerja termasuk strategi untuk mempekerjakan, retensi, dan pengembangan professional ditingkat executive management serta staff dari perusahaan Aplikasi Sistem Informasi dan Teknologi Informasi Customer Relationship Management Customer Relationship Management adalah suatu jenis manajemen yang secara khusus membahas teori mengenai penanganan hubungan antara
55 62 perusahaan dengan pelanggannya, dengan tujuan untuk meningkatkan nilai perusahaan dimata para pelanggannya. Menurut Kalakota dan Robinson, 2001 menjelaskan bahwa CRM didefinisikan sebagai integrasi dari strategi penjualan, pemasaran, dan pelayanan yang terkoordinasi. Ada 3 tahapan CRM yaitu : - Mendapatkan pelanggan baru (Acquire) Pelanggan baru didapatkan dengan memberikan kemudahan pengaksesan informasi, inovasi baru, dan pelayanan yang menarik. - Meningkatkan hubungan dengan pelanggan yang telah ada (Enhance) Perusahaan berusaha menjalin hubungan dengan pelanggan melalui pemberian pelayanan yang baik terhadap pelanggannya (Customer Service). Dengan kerjasama yang baik dengan pelanggan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dan mengurangi biaya untuk memperoleh pelanggan. - Mempertahankan pelanggan (Retain) Tahap ini merupakan usaha mendapatkan loyalitas pelanggan dengan mendengarkan pelanggan dan berusaha memenuhi keinginan pelanggan. CRM dapat mendukung suatu perusahaan untuk menyediakan pelayanan kepada pelanggan secara real time dan menjalin hubungan dengan setiap pelanggan melalui penggunaan informasi tentang pelanggan.
56 63 Sasaran utama dari CRM adalah untuk meningkatkan pertumbuhan jangka panjang dan profitabilitas perusahaan melalui pengertian yang lebih baik lagi terhadap kebiasaan pelanggan. CRM bertujuan untuk menyediakan umpan balik yang lebih effektif dan terintegrasi dengan baik terhadap pelanggan. CRM melingkupi semua aspek yang berhubungan dengan calon pelanggan dan pelanggan saat ini termasuk didalamnya adalah pusat panggilan (call center), tenaga penjualan (sales force), pemasaran, dukungan teknis (technical support), dan layanan lapangan (field service) Supply Chain Management Menurut Turban (2004, p302), SCM adalah kolaborasi penggunaan teknologi untuk meningkatkan proses business to business dan meningkatkan kecepatan, kemampuan, pengawasan real time, dan kepuasan pelanggan. Hal ini meliputi penggunaan teknologi informasi untuk meningkatkan kinerja aktivitas supply chain (misalnya pengadaan barang) sekaligus manajemen supply chain (misalnya perencanaan, koordinasi, dan pengontrolan). Menurut O Brien dan Marakas (2008, p305) menjelaskan bahwa SCM adalah suatu fungsi yang saling berhubungan dalam internal sistem perusahaan yang menggunakan teknologi informasi untuk mendukung dan mengelola keterkaitan antara beberapa kunci proses bisnis diantara pemasok, pelanggan, dan partner bisnis. Tujuan dari SCM adalah menciptakan jaringan bisnis yang cepat, efisien, dan harga yang relatif terjangkau.
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori-teori Umum 2.1.1 Pengertian Perencanaan Perencanaan merupakan sebuah analisis yang menyeluruh dan sistematis dalam mengembangkan sebuah rencana kegiatan (Ward & Peppard,
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum 2.1.1 Pengertian Hotel Menurut Sulastiyono (2011:5), hotel adalah suatu perusahaan yang dikelola oleh pemiliknya dengan menyediakan pelayanan makanan, minuman, dan fasilitas
BAB 2 LANDASAN TEORI Perencanaan Strategi Sistem Informasi
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Teori Umum 2.1.1. Perencanaan Strategi Sistem Informasi 2.1.1.1. Pengertian Perencanaan Menurut Ward dan Peppard (2002, p69), perencanaan merupakan sebuah analisis yang menyeluruh
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum Pada sub bab ini, penulis akan membahas tentang teori-teori dasar yang berkaitan dengan topik tugas akhir, seperti teori mengenai perencanaan strategi sistem informasi
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum 2.1.1 Pengertian Perencanaan Perencanaan merupakan sebuah analisis yang menyeluruh dan sistematis dalam mengembangkan sebuah rencana kegiatan (Ward & Peppard, 2002,
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1Enterprise Architecture Menurut Bernard (2012:31), Enterprise Architecture adalah praktik manajemen dan teknologi yang ditujukan untuk meningkatkan kinerja perusahaan dengan memungkinkan
Developing an Enterprise Architecture Management Plan
Developing an Enterprise Architecture Management Plan Learning Objectives LOGO Memahami tujuan dari rencana pengelolaan EA Melihat format contoh untuk rencana pengelolaan EA Memahami jenis konten yang
PERENCANAAN STRATEGIS SISTEM INFORMASI PENGIRIMAN BARANG DAN WESEL PADA PT.POS INDONESIA DENGAN METODE ENTERPRISE ARCHITECTURE LAPORAN TUGAS AKHIR
PERENCANAAN STRATEGIS SISTEM INFORMASI PENGIRIMAN BARANG DAN WESEL PADA PT.POS INDONESIA DENGAN METODE ENTERPRISE ARCHITECTURE LAPORAN TUGAS AKHIR Oleh Adeline 1301036780 Erwin Rianto 1301036811 Dennis
BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Perencanaan Strategi Sistem Teknologi Informasi. baik dari pada sebelumnya.
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Perencanaan Strategi Sistem Teknologi Informasi 2.1.1 Definisi perencanaan Menurut McLeod dan Schell (2001, p39) perencanaan merupakan dasar semua aktivitas selanjutnya. Perencanaan
PENERAPAN METODE ENTERPRISE ARCHITECTURE DALAM MENINGKATKAN STRATEGI, BISNIS DAN TEKNOLOGI PADA PT.GETRACO UTAMA
PENERAPAN METODE ENTERPRISE ARCHITECTURE DALAM MENINGKATKAN STRATEGI, BISNIS DAN TEKNOLOGI PADA PT.GETRACO UTAMA LAPORAN TUGAS AKHIR Oleh : Dimas Soeratno 1100024185 Fuad Perdana Putra 1100027943 Muhammad
BAB 2 LANDASAN TEORI
6 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori-Teori Dasar/Umum Sub Bab ini berisikan teori-teori yang dipakai dalam pembuatan skripsi mengenai perencanaan sistem dan teknologi informasi 2.1.1 Pengertian Perencanaan
ANALISIS LINGKUNGAN INTERNAL DAN EKSTERNAL BISNIS STMIK SUMEDANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE SWOT ANALYSIS
ANALISIS LINGKUNGAN INTERNAL DAN EKSTERNAL BISNIS STMIK SUMEDANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE SWOT ANALYSIS Kiki Alibasah Dosen Jurusan Sistem Informasi STMIK Sumedang Email : [email protected] ABSTRAK
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI Teori Umum 2.1 Perencanaan Strategi Sistem Informasi 2.1.1 Pengertian Perencanaan Menurut (Robbins and Coulter, 2005, p160), Perencanaan adalah suatu proses yang meilibatkan penentuan
BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Pengertian Perencanaan Strategi Informasi
7 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Perencanaan Strategi Informasi 2.1.1 Pengertian Perencanaan Perencanaan adalah proses untuk mengkaji apa yang hendak dikerjakan di masa yang akan datang (Sukarno,
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Perencanaan Strategi Sistem dan Teknologi Informasi 2.1.1 Pengertian Perencanaan Strategis Perencanaan strategis, menurut Ward dan Peppard (2002, p462) adalah analisa
Enterprise Architecture. Muhammad Bagir, S.E., M.T.I
Enterprise Architecture Muhammad Bagir, S.E., M.T.I 1 2 Outline Materi Kriteria Framework EA Perbandingan EA Framework Elemen Dasar Dokumentasi EA Pendekatan Lengkap EA 3 Kriteria Framework EA Untuk memilih
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum Pada bab ini menjelaskan mengenai teori-teori yang digunakan dalam menunjang isi dari penelitian dalam bab 3 maupun bab 4. 2.1.1 Data Data adalah faktah mentah yang
BAB 2 LANDASAN TEORI. Strategi dapat di definisikan sebagai suatu rangkaian tindakan-tindakan terpadu
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Strategi Strategi dapat di definisikan sebagai suatu rangkaian tindakan-tindakan terpadu yang menjadi alat untuk meningkatkan keberhasilan dan kekuatan jangka panjang
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum 2.1.1 Pengertian Sistem Menurut O'Brien (2005,p22) sistem adalah kelompok komponen yang saling berhubungan dan bekerjasama dalam mencapai tujuan bersama dengan menerima
BAB 2 LANDASAN TEORI. daya organisasi yang di perlukan untuk mencapai tujuannya Pengertian Strategi Teknologi Informasi
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Teori Umum 2.1.1 Pengertian Perencanaan Menurut Dyck & Neubert (2009, p.8) perencanaan di definisikan sebagai mengidentifikasikan tujuan organisasi, strategi dan mengalokasikan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini telekomunikasi sangatlah penting untuk medukung kehidupan sehari hari. Industri yang maju tidak luput oleh adanya teknologi telekomunikasi yang baik, dengan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Dewasa ini, kebutuhan rumah tangga semakin meningkat, disertai dengan gaya hidup masyarakat yang semakin konsumtif, menyebabkan pengeluaran menjadi semakin
BAB 2 LANDASAN TEORI. utamanya adalah agar perusahaan dapat melihat secara obyektif kondisi-kondisi
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum 2.1.1 Pengertian Strategi Berikut adalah beberapa pendapat menurut para ahli mengenai strategi yaitu, menurut (Rangkuti, 2009, p3), strategi adalah alat untuk mencapai
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dunia bisnis dewasa ini mengalami tekanan-tekanan yang sangat berat. Persaingan bisnis yang semakin ketat membuat perusahaan bisnis meningkatkan atau bahkan mengubah
BAB 2 LANDASAN TEORI. Teori teori yang menjadi dasar dari penulisan adalah :
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Teori Teori Dasar Teori teori yang menjadi dasar dari penulisan adalah : 2.1.1. Data Pengertian data menurut Bernard (2013, p130) adalah kumpulan fakta mengenai manusia,kejadian,
Meningkatkan Kualitas Strategi, Proses Bisnis, dan Teknologi. Informasi Pada PT.Trinaga Cemerlang Dengan Metode Enterprise. Architecture SKRIPSI
Meningkatkan Kualitas Strategi, Proses Bisnis, dan Teknologi Informasi Pada PT.Trinaga Cemerlang Dengan Metode Enterprise Architecture SKRIPSI Oleh : Yongko (1000871063) Ria Selvani (1100027716) 08 PAM
BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Teori-teori Umum Visi, Misi, Goal & Strategi
2.1 Teori-teori Umum BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1.1 Visi, Misi, Goal & Strategi Menurut Scott A.Bernard (2005, p117), sebuah visi mendeskripsikan secara singkat strategi kompetitif dari sebuah perusahaan.
BAB III KERANGKA PEMIKIRAN. teoretik. Manajemen strategi didefinisikan sebagai ilmu tentang perumusan
22 BAB III KERANGKA PEMIKIRAN 3.1. Kerangka Pemikiran Teoritis 3.1.1. Manajemen Strategi Penelitian ini menggunakan perencanaan strategi sebagai kerangka teoretik. Manajemen strategi didefinisikan sebagai
BAB 2 LANDASAN TEORI Pengertian Perencanaan. & Peppard, 2002, p.69). mengkoordinasikan pekerjaan organisasi Pengertian Strategis
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Kerangka Teori 2.1.1. Teori Dasar 2.1.1.1. Pengertian Perencanaan Perencanaan merupakan sebuah analisis yang menyeluruh dan sistematis dalam mengembangkan sebuah rencana kegiatan
BAB 2 LANDASAN TEORI. Subbab ini berisikan teori-teori yang dipakai dalam penulisan skripsi mengenai
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Dasar/Umum Subbab ini berisikan teori-teori yang dipakai dalam penulisan skripsi mengenai perencanaan strategi sistem dan teknologi informasi. 2.1.1 Perencanaan Strategi
PENERAPAN METODE ENTERPRISE ARCHITECTURE DALAM MENINGKATKAN STRATEGI BISNIS DAN TEKNOLOGI PADA PT. PAKARTI GRAHA SENTOSA
1 PENERAPAN METODE ENTERPRISE ARCHITECTURE DALAM MENINGKATKAN STRATEGI BISNIS DAN TEKNOLOGI PADA PT. PAKARTI GRAHA SENTOSA Galih Permadi Putra Binus University, Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia dan Derly
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum 2.1.1 Definisi Data Menurut R. Kelly Rainer dan Casey G. Cegielski dalam Introduction to Information Systems Enabling and Transforming Business (2011, p 10), data adalah
BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Perencanaan Strategi Sistem dan Teknologi Informasi. berkaitan dengan perencanaan strategi sistem dan teknologi informasi.
9 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Perencanaan Strategi Sistem dan Teknologi Informasi Dalam Sub bab ini akan dijabarkan mengenai definisi dari teori-teori yang berkaitan dengan perencanaan strategi sistem dan
BAB 2 LANDASAN TEORI Perencanaan Strategi Sistem Informasi Pengertian Perencanaan
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum 2.1.1 Perencanaan Strategi Sistem Informasi 2.1.1.1 Pengertian Perencanaan Menurut Ward & Peppard (2002, p.69), perencanaan merupakan suatu cara untuk menyusun dan bukan
BAB III Landasan Teori
BAB III Landasan Teori 3.1 Sistem Informasi Sistem Informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolaan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Strategi IS/IT Strategi berasal dari kata Yunani yaitu strategos yang memiliki arti komandan militer pada zaman demokrasi Athena. Kata ini pada mulanya digunakan untuk kepentingan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pada bab ini akan membahas tentang semua aktifitas mulai dari tahap
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini akan membahas tentang semua aktifitas mulai dari tahap awal, tahap visioning, tahap analysis, tahap direction, dan tahap recommendation. Tahap perencanaan STI
PERENCANAAN STRATEGI SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA PT. SINARBUDI INTRACO DENGAN METODE ENTERPRISE ARCHITECTURE LAPORAN TUGAS AKHIR.
PERENCANAAN STRATEGI SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA PT. SINARBUDI INTRACO DENGAN METODE ENTERPRISE ARCHITECTURE LAPORAN TUGAS AKHIR Oleh : Antony Juwono 1301034926 Kelas/Kelompok : 08PCM/Kelompok
BAB III KERANGKA PEMIKIRAN
BAB III KERANGKA PEMIKIRAN 3.1. Kerangka Pemikiran Teoritis 3.1.1. Konsep Strategi Perusahaan Manajemen meliputi perencanaan, pengarahan, pengorganisasian dan pengendalian atas keputusan-keputusan dan
BAB II LANDASAN TEORI. semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain
5 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Perencanaan Perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi.
BAB 2 LANDASAN TEORI. Perencanaan Strategi Sistem dan Teknologi Informasi pada PT.verdanco dengan metoda
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori-teori Dasar / Umum Sub bab ini berisikan teori-teori yang dipakai dalam pembuatan skripsi mengenai Perencanaan Strategi Sistem dan Teknologi Informasi pada PT.verdanco dengan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Teori Umum 2.1.1. Pengertian Organisasi Menurut Robbins (2003:2), organisasi adalah suatu unit sosial yang dikoordinasikan dengan sadar, yang terdiri dari dua orang atau lebih,
Gambar 2.5 Diagram Analisis SWOT
32 Gambar 2.5 Diagram Analisis SWOT Kuadran 1: Ini merupakan situasi yang sangat menguntungkan. Perusahaan tersebut memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi
BAB 2 LANDASAN TEORI Pengertian Sistem Informasi
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori-teori Umum 2.1.1 Pengertian Sistem Informasi Sistem merupakan elemen yang saling terkait atau terpadu untuk mencapai suatu tujuan (Abdul Kadir, Pengenalan Sistem Informasi,
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Perencanaan Strategis STI Cassidy (2006:41) mendefinisikan perencanaan adalah suatu proses penetapan tujuan organisasi/perusahaan, menentukan strategi untuk pencapaian tujuan
III. KERANGKA PEMIKIRAN
III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1. Kerangka Pemikiran Teoritis 3.1.1. Manajemen Manajemen merupakan proses pengkoordinasian kegiatan-kegiatan pekerjaan sehingga pekerjaan tersebut terselesaikan secara efisien
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Salah satunya adalah penelitian yang melakukan analisa lingkungan internal dan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Penelitian yang dilakukan tidak terlepas dari hasil penelitian terdahulu yang pernah dilakukan sebagai bahan perbandingan kajian. Berikut ini adalah pemaparan secara singkat yang
cenderung terbuka dan menganut proses pembelajaran. Analisis lingkungan eksternal bisnis dari sebuah perusahaan sangat bagus
24 cenderung terbuka dan menganut proses pembelajaran. 2.7 Analisis Lingkungan Eksternal Bisnis Analisis lingkungan eksternal bisnis dari sebuah perusahaan sangat bagus apabila digunakan untuk membantu
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum Pengertian Strategi
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum 2.1.1 Pengertian Strategi Menurut Rangkuti (2006, p183), strategi adalah perencanaan induk yang komprehensif, yang menjelaskan bagaimana perusahaan akan mencapai semua
Analisis Swot Digital Library STIKOM Bali
Konferensi Nasional Sistem & Informatika 2017 STMIK STIKOM Bali, 10 Agustus 2017 Analisis Swot Digital Library STIKOM Bali Ratna Kartika Wiyati STIKOM Bali Jalan Raya Puputan No. 86 Renon Denpasar, (0361)244445
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Analisis SWOT (strengths-weaknessesopportunities-threats)
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Strategi Pemasaran Strategi Pemasaran ialah paduan dari kinerja wirausaha dengan hasil pengujian dan penelitian pasar sebelumnya dalam mengembangkan keberhasilan strategi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Pemasaran BAB II TINJAUAN PUSTAKA Menurut Stanton dalam Tambajong (2013:1293), pemasaran adalah suatu sistem dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan
ANALISA STRATEGIS SI/TI: MENILAI DAN MEMAHAMI KONDISI SAAT INI. Titien S. Sukamto
ANALISA STRATEGIS SI/TI: MENILAI DAN MEMAHAMI KONDISI SAAT INI Titien S. Sukamto Pengantar Dalam proses mencapai keselarasan dan dampaknya, diperlukan adanya pemahaman akan lingkungan bisnis dan teknologi,
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori-Teori Dasar/Umum Pada tugas akhir ini pertama-tama akan dijelaskan tentang teori dasar mengenai organisasi dalam suatu perusahaan. Setelah menjelaskan tentang teori dasar
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum 2.1.1 Pengertian Perencanaan Menurut Ward dan Peppard (2002:69) perencanaan merupakan suatu cara untuk menyusun dan membuka untuk menemukan. Perencanaan merupakan sistematika,
BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Perencanaan Strategi Sistem dan Teknologi Informasi. mengkoordinasikan kegiatan (Coulter, 1999, p200).
7 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Perencanaan Strategi Sistem dan Teknologi Informasi 2.1.1 Definisi Perencanaan Perencanaan adalah suatu proses yang melibatkan penentuan sasaran atau tujuan organisasi, menyusun
BAB III METODOLOGI. proses penyusunan perencanaan strategi, terdapat beberapa komponen yang perlu. diperhatikan. Komponen-komponen tersebut adalah :
19 BAB III METODOLOGI 3.1. Komponen Sebuah Perencanaan Penyusunan sebuah perencanaan terdiri atas beberapa komponen. Pada proses penyusunan perencanaan strategi, terdapat beberapa komponen yang perlu diperhatikan.
PERENCANAAN STRATEGI SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI DENGAN METODE ENTERPRISE ARCHITECTURE PADA PT. MANUNGGAL JAYA MAKMUR
PERENCANAAN STRATEGI SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI DENGAN METODE ENTERPRISE ARCHITECTURE PADA PT. MANUNGGAL JAYA MAKMUR Faldhi Firdhaus, Chairul Anwar, Anugrah Ramadhany, Universitas Bina Nusantara, Jl.
LANDASAN TEORI. Enterprise Resource Planning (ERP) adalah sebuah aplikasi bisnis yang
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Enterprise Resource Planning Enterprise Resource Planning (ERP) adalah sebuah aplikasi bisnis yang didisain untuk dapat menyediakan lingkungan yang terintegrasi dan sistematis
BAB II LANDASAN TEORI. Apabila mengharapkan penerapan TI yang optimal, dibutuhkan strategi
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Strategi STI Apabila mengharapkan penerapan TI yang optimal, dibutuhkan strategi STI yang selaras dengan strategi bisnis perusahaan. Hal ini sangat diperlukan agar investasi yang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Investasi Investasi merupakan suatu tindakan pembelanjaan atau penggunaan dana pada saat sekarang dengan harapan untuk dapat menghasilkan dana di masa datang yang
BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Pengertian Perencanaan Strategi Informasi. dikerjakan di masa yang akan datang (Sukarno, 2002, p129).
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Perencanaan Strategi Informasi 2.1.1 Pengertian Perencanaan Perencanaan adalah proses untuk mengkaji apa yang hendak dikerjakan di masa yang akan datang (Sukarno, 2002,
BAB II LANDASAN TEORI. disebut dengan Siklus Hidup Pengembangan Sistem (SHPS). SHPS adalah. dijelaskan langkah-langkah yang terdapat pada SHPS.
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Siklus Hidup Pengembangan Sistem Dalam melakukan kegiatan berupa analisa dan merancang sistem informasi, dibutuhkan sebuah pendekatan yang sistematis yaitu melalui cara yang disebut
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1. Pengertian Dasar Enterprise Arsitektur 3.1.1. Enterprise Architecture Enterprise Architecture atau dikenal dengan arsitektur enterprise adalah deskripsi yang didalamnya termasuk
BAB 1 PENDAHULUAN. terpadu atau dengan microprosesor dan memori. Smartcard mempunyai. beberapa jenis sesuai dengan bidang kebutuhannya.
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era informasi seperti saat ini, teknologi dituntut untuk mempermudah tugas keseharian manusia. Kepentingan manusia yang sangat beragam membuat banyak celah dalam
III. METODOLOGI KAJIAN
152 III. METODOLOGI KAJIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dalam rangka menyelesaikan tugas akhir ini dilaksanakan di Pengolahan Ikan Asap UKM Petikan Cita Halus yang berada di Jl. Akar Wangi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2.1 Tinjauan Pustaka Pemanfaatan enterprise Architecture planning (EAP) untuk perencanaan system informasi melibatkan pemahaman dan kejelasan beberapa definisi
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori-Teori Umum Pada dasarnya Enterprise Architecture (EA) adalah sebuah evaluasi dan penggambaran aspek manusia, proses dan sumber daya dalam suatu organisasi. Pemahaman ini
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Teori-teori Dasar/Umum Sub bab ini berisikan teori-teori yang dipakai dalam pembuatan skripsi mengenai perencanaan strategi sistem dan teknologi informasi. 2.1.1. Pengertian Perencanaan
BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Perencanaan Strategi Sistem dan Teknologi Informasi. mengintegrasikan dan mengkoordinasikan kegiatan.
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Perencanaan Strategi Sistem dan Teknologi Informasi 2.1.1 Pengertian Perencanaan Menurut Robbins dan Coulter (1999, p200) perencanaan adalah suatu proses yang melibatkan penentuan
PERENCANAAN STRATEGI SISTEM INFORMASI PADA PT. KAKADA PRATAMA
PERENCANAAN STRATEGI SISTEM INFORMASI PADA PT. KAKADA PRATAMA Christian Agape UNIVERSITAS BINA NUSANTARA [email protected] Ignatius Joko Dewanto, Ir., MM Taufik Hidayat, S.Kom., MM ABSTRAK Tujuan
BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Pengertian Perencanaan Strategi Sistem Informasi. mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang
6 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Perencanaan Strategi Sistem Informasi 2.1.1 Sistem informasi Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen
MATERI 3 ANALISIS PEMECAHAN MASALAH DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
MATERI 3 ANALISIS PEMECAHAN MASALAH DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN A. Kerangka Analisis Strategis Kegiatan yang paling penting dalam proses analisis adalah memahami seluruh informasi yang terdapat pada suatu
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Perkembangan dunia bisnis dalam era informasi ini sangat kompetitif.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan dunia bisnis dalam era informasi ini sangat kompetitif. Informasi merupakan kekuatan vital dalam menentukan jalannya suatu perusahaan, karena informasi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Konsep Strategi Menurut Kotler (2008:58), strategi pemasaran adalah logika pemasaran dimana perusahaan berharap untuk menciptakan nilai pelanggan dan mencapai hubungan yang
TINJAUAN PUSTAKA Information Technology Infrastructure Library (ITIL) Framework Tujuan Penelitian Ruang Lingkup Penelitian
2 sebanyak 92% pada incident bisnis kritis pada tahun 2003. Dari beberapa fakta di atas terbukti bahwa ITIL framework dapat memberikan solusi penanganan incident di perusahaan. Pada penelitian ini, ITIL
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Disain Penelitian Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Manajemen Proyek 2.1.1. Pengertian Manajemen Menurut James A.F. Stoner (2006) Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Strategi Menurut Umar (2001, p31), strategi adalah suatu proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai
BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Perencanaan Strategi Sistem dan Teknologi Informasi. mengkoordinasikan kegiatan (Robbins and Coulter, 2002, p176).
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Perencanaan Strategi Sistem dan Teknologi Informasi 2.1.1 Definisi Perencanaan Perencanaan adalah suatu proses yang melibatkan penentuan sasaran atau tujuan organisasi. Menyusun
Sistem Informasi Manajemen dan Perencanaan Strategis SI/TI (Pertemuan Pertama) Perencanaan Strategis Sistem Informasi (Ward-Peppard)
Sistem Informasi Manajemen dan Perencanaan Strategis SI/TI (Pertemuan Pertama) Perencanaan Strategis Sistem Informasi (Ward-Peppard) 1 Pokok Bahasan dalam Perencanaan Strategis Sistem Informasi (Ward-Peppard)
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. domain & Web Hosting. Untuk lebih jelas mengenai gambaran umum perusahaan,
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian Penulis melakukan objek penelitian pada Qwords.com perusahaan penyedia jasa layanan Web Hosting (Web Hosting Provider) yang melayani registrasi
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum 2.1.1 Pengertian Perencanaan Menurut Shim dan Siegel (2009,p3) perencanaan adalah menentukan kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan dan sasaran. Perencanaan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori umum 2.1.1 Pengertian Sistem Menurut McLeod (2001, p9), Sistem adalah sekelompok elemen yang saling terintegrasi dan memiliki peran masing-masing untuk mencapai suatu tujuan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini akan membahas tentang semua aktifitas pengerjaan tugas akhir ini dalam melakukan analisis perencanaan strategis sistem informasi kami menggunakan metode Ward
