KOMPOSISI TARI 1. Gerak Tari
|
|
|
- Ridwan Lesmana
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 KOMPOSISI TARI Ada sebagian orang yang mengatakan bahwa komposisi identik dengan lantai atau posisi penari di atas pentas. Namun ada pula yang mengatakan bahwa komposisi tari adalah segala sesuatu yang menimbulkan sebuah karya tari itu tercipta yang di dalamnya terdapat pula apa yang disebut dengan pola lantai. Pada uraian selanjutnya, akan mengupas hal-hal yang berhubungan dengan komposisi tari. Karena tari sebagai bentuk seni, maka perlu kiranya anda mengetahui tentang pengetahuan komposisi tari yang juga lazim disebut dengan pengetahuan koreografi. Pengetahuan ini harus diketahui, dipahami dan dipraktikkanoleh seorang koreografer atau penata tari atau orang yang menciptakan tarian. Pengetahuan ini haruslah dipahami dan dijalankan terutama bagi penata tari yang masih pemula untuk menghasilkan suatu yang harus anda ketahui, yaitu antara lain Gerak tari sebagai momen/unsur pokoknya, musik/ iringan, tema, tata busana, tata rias, tempat, pentas, tata lampu. 1. Gerak Tari Anda telah mengetahui bahwa elemen dasar tari adalah gerak. Halini telah diuraikan dan dijelaskan pada modul yang terdahulu. Gerak di dalam tari bukanlah gerak yang indah. Yang dimaksudkan degan gerak yang indah adalah gerak yang telah diberi sentuhan seni. Gerak-gerak keseharian yang telah diberi sentuhan seni akan menghasilkan gerak yang indah. Misalnya gerak berjalan, larim mencangkul, menimba air di sumur, memotong kayu dan sebagainya, jika diberi sentuhan emosional yang mengandung nilai seni, maka gerak-gerak keseharian tersebut akan tampak lain. Berdasarkan bentuk geraknya, secara garis besar ada dua jenis tari, yaitu tari yang representasional, dan tariyang non representasional. Tari yang representasional adalah tari yang menggambarkan sesuatu secara jelas. Sedangkan tari yang non representasional adalah tari yang tidak menggambarkan sesuatu (lihat gambar dibawah ini)
2 Tari Bondan Tari Represnetational, Tari Bondan dari Jawa Tengah Baik tari representational maupun non representational garapan geraknya terkandung dua jenis gerak, yaitu gerak maknawi dan gerak-gerak murni. Yang dimaksud dengan gerak maknawi ialah gerak yang mengandung arti jelas. Misalnya gerak ulap-ulap pada tari Jawa menggambarkan sedang melihat gerak menempel telapak tangan didada bisa mengandung arti sedih, gerak menirukan bertani, berbedak, bertepuk tangan dan sebagainya. Sudah barang tentu gerak-gerak maknawi tersebut telah mengalami stilisasi atau distorsi, yaitu gerak tersebut telah mengalami perubahan untuk dijadikan gerak tari. Adapun gerak murni ialah gerak yang digarap untuk mendapatkan bentuk yang artistik dan tidak dimaksudkan untuk menggambarkan sesuatu. Gerak-gerak murni ini banyak digunakan dalam garapan-garapan tari yang nonrepresentasional. Sedangkan garapan-garapan tari yang representasional banyak memerlukan gerak-gerak maknawi. Namun demikian, dalam garapan tari representasional diperlukan pula gerak-gerak murni, karena apabila garapan tersebut dipenuhi oleh gerak-gerak maknawi akan lebih mengarah ke bentuk pantonim. Tari nonrepresentational
3 a. Gerak menaburkan benih dari Tari Rampatin sebuah tari garapan baru dari Kalimantan b. Tari Sulintang dari Sunda c. Ulap-ulap dari Jawa Contoh gerak murni a. Gerakan-gerakan pada tari Jaipongan dari Jawa Barat b. Gerakan-gerakan pada tari Srimpi/ Bedaya dari Jawa Tengah
4 Didepan telah dikemukakan bahwa gerak di dalam tari berbeda dengan gerak sehari-hari. Gerak taru telah melalui perubahan atau dipindahkan dari gerak yang wantah diubah bentuknya menjadi gerak tari. Gerak tari tidaklepas dari unsur tenaga, ruang dan waktu. Tenaga Setiap kita melakukan gerak, pasti akan memerlukan tenaga. Tanpa tenaga, tidak mungkin dapat dihasilkan gerak yang baik, karena tenaga merupakan kekuatan yang akan mengawali, mengendalikan dan menghentikan gerak. Untuk lebih jelasnya sebagai contoh, misalnya jika anda menggerakkan tangan ke depan dan ke belakang dalam menari massal, agar gerakannya kelihatan seragam maka tenaga yang digunakan harus seragam pula, yaitu agar ayunan bisa sama. Penggunaan tenaga didalam gerak tari berbeda dengan penggunaan tenaga dalam kebutuhan lain. Untuk itu harus memahami cara penggunaannya, karena penggunaan tenaga dengan baik akan memberi efek dinamika dalam sebuah tarian. Unsur tenaga di dalam tari menggambarkan suatu usaha yang menentukan memberikan watak pada gerak. Ruang Diatas telah dikemukakan bahwa ruang adalah salah satu unsur pokok yang menentukan terwujudnya suatu gerak. Mustahil jika suatu gerak lahir tanpa adanya ruang, karena setiap gerak yang dibuatnya memiliki disain ruangan dan berhubungan dengan benda-benda lain dalam dimensi ruang dan waktu. Dengan demikian, penari semata-mata dapat bergerak atau menari karena adanya ruang. Ruang di dalam tari dapat dibedakan dariruang yang diciptakan oleh penari dan ruang pentas atau tempat penari melakukan gerak. a. Ruang yang diciptakan penari adalah ruang yang langsung berhubungan dengan penari, yang batas imajinasinya adalah batas yang paling jauh yang dapat dijangkau oleh tangan dan kaki penari dalam keadaan tidak pindah tempat. Misalnya jika anda bergerak menirukan burung terbang dengan menggunakan kedua tangan ke atas dan kebawah, sejauh jangkauan ayunan tangan itulah yang dimaksud dengan ruang yang diciptakan oleh penari. b. Ruang pentas atau tempat penari melakukan gerak adalah wujud ruang secara nyata, merupakan arena yang dilalui penari saat melakukan gerak.misalnya :
5 Panggung, halaman terbuka lapangan dan lain lain. Pokok permasalahan yang terkandung dalam ruang, baik itu berupa ruang yang diciptakan oleh penari maupun ruang tempat menari, meliputi : Garis, volume, arah, level dan fokus. Untuk lebih jelasnya dapat diuraikan sebagai berikut: a) Garis, yaitu kesan yang ditimbulkan setelah menggerakkan tubuh sedemikian rupa dengan membentuk garis tubuh diluar garis tubuh yang alami. Garis garis ini menimbulkan kesan yang tidak berbeda dengan garis garis dalam seni rupa. Misalnya garis tubuhyang melengkung menimbulkan kesan manis. Garis diagonal atau zig zag menimbulkan kesan dinamis. Garis tegak lurus memberi kesan tenang dan seimbang. Garis datar memberi kesan istirahat dan sebagainya. b) Volume, yaitu jangkauan gerak yang tergantung dari besar kecilnya ruangan yang digunakan seoerang penari. Misalnya, langkah ke depan dapat dilakukan dengan langkah pendek, langkah biasa dan langkah lebar. Gerakan ini sama tetapi dilakukan dengan ukuran yang berbeda. Dengan kata lain gerakan kecil bisa dikembangkan dan gerakan besar daoat dikecilkan volumenya. c) Arah,yaitu arah hadap penari ketika melakukan gerak. Arah itu bisa ke depan, ke belakang, kesamping dan ke arah lainnya. d) Level, berhubungan dengan tinggi rendahnya penari pada saat melakukan gerakan. Ketinggian maksimal dicapai penari adalah pada saat melompat ke udara dan ketinggian minimal dicapai ketika rebah dilantai. e) Fokus, yaitu sudut pandang suatu perspektid penonton dan yang diperlukan dalam melakukan rangkaian gerak. Waktu Waktu adalah elemen yang membentuk gerak tari selain unsur tenaga ruang dan yang tidak dapat dipisahkan antara satu dan lainnya, karena merupakan suatu struktur yang saling berhubungan perannya saja yang berbeda. Elemen waktu berkaitan dengan ritme tubuh dan ritme lingkungan. Gerak yang dilakukan dalam waktu sedang cepat maupun lambat akan memberikan daya hidup pada sebuah tarian. Unsur waktu sangat berkaitan dengan unsurirama yang meberi nafas sehingga tampak hidup.
6 Dalam unsur waktu ada dua faktor yang sangat penting yaitu tempo dan ritme. Tempo berarti kecepatan dari gerak tubuh kita, yang dapat dilihat dari perbedaan panjang pendeknya waktu yang diperlukan. Sedangkan ritme dalam ferak tari menunjukkan ukuran waktu dari setiap perubahan detail gerak. Oleh sebab itu, ritme lebih mengarah ukuran cepat atau lambatnya setiap gerakan yang dapat diselesaikan oleh penari. Gerakan yang dilakukan dalam tempo yang cepat dapat memberikan kesan aktif dan menggairahkan, sedangkan gerakan lambat akan berkesan tenang, agung, atau sebaliknya membosankan. Sebagai contoh, jika anda melihat suatu bentuk tarian anda akan melihat penari tersebut melakukan gerakan dengan tempo yang berbeda. Suatu saat gerakannya sangat lembut mengalun, saat berikutnya cepat dan menghentak. Jika suatu tarian gerakannya selalu dalam tempo yang lambat, penonton akan jenuh dan bosan. Sebaliknya jika selalu cepat akan memberikan kesan melelahkan dan membosankan pula. Dari uraian mengenai gerak tari di atas dapat disimpulkan bahwa gerak dalam tari adalah gerak wantah yang telahdiubah menjadi gerak seni yang indah, yang gerakannya telah mengalami stitisersi ataupun distorsi dengan memperhatikan unsur tenaga, ruang dan waktu. Desain Gerak dan Pola Lantai Desain penataan arah gerak dalam tari dibagi menjadi dua pola yaitu : 1. Pola Simetrik Dalam pola simetrik akan memberikan kesan seimbang, tenang, dan bahkan statis. Penggunaan pola lantai simetrik tampak pada tari kelompok terutama jenis tari rakyat. Pada tarian ini terdapat garis-garis sejajar, garis-garis lengkung, dan lingkaran membentuk pola yang terkesan simetrik. Demikian juga dalam tari pergaulan di mana para penarinya berpasangan dalam suatu kelompok baik gerak maupun pola lantainya menunjuk pola simetrik. Gambar Jayaprana dan Layonsari (Bali)
7 Gambar Sendratari Sriwagrha (Jawa Tengah) Gambar Pergelaran drama tari/ Randai Malin Duano (Minangkabau) 2. Pola Asimetrik Pada pola asimetrik pola arah gerak penari akan memberi kesan ketidakseimbangan, tidak tenang, dan bahkan dinamis. Gambar Contoh pola lantai simetrik dan pola lantai asimetrik a) Desain Lantai Yang dimaksud dengan desain lantai adalah garis-garis yang dilalui oleh seorang penari atau garis-garis di lantai yang dibuat oleh formasi penari kelompok. Secara garis besar ada dua pola garis dasar pada lantai, yaitu garis lurus dan garis lengkung. Garis lurus dapat dibuat ke depan, ke belakang, ke samping, atau serong. Selain itu garis lurus dapat menjadi desain huruf V atau kebalikannya, segitiga, segiempat, huruf T, Y atau desin zig-zag, misalnya :
8 Garis lurus memberikan kesan sederhana tapi kuat. Garis lurus banyak digunakanpada tari tradisional baik klasik maupun kerakyatan, teritama dari Jawa Tengah. Garis lengkung dapat dibuat melengkung ke depan, ke belakang, ke samping dan serong. Dari lengkung ini dapat pula dibuat disain lengkung ular, lingkaran, angka tiga atau delapan juga bentuk spiral, misalnya : Desain Atas Desain atas adalah desain yang membentuk pola atas lantai (biasanya terbentuk oleh penari itu sendiri) dan terlihat oleh penonton. Ada 16 unsur dasar yang masing-masing dapat digabungkan/ dimodifikasi. 1) Datar Postur tubuh penari yang dilihat oleh penonton (bukan yang dirasakan penari) hampir tanpa perspektif. Desain ini dapat berbentuk vertikal, horisontal, kontras (berlawanan), murni, statis, lengkung, tinggi, medium, rendah, lukisanm garis lanjutan, dan garis tertunda. Jika diberi putaran seperempat saja, akan menjadi desain dalam. Desain yang secara konstruktif dangkal ini justru memberikan kesan keterbukaan, kejujuran, dan ketenangan.
9 2) Dalam Penonton melihat penari dengan perspektif yang dalam. Hampir semua unsur desain dibawah ini (dari vertikal sampai garis tertunda) lebih mudah digarap dengan desain dalam. Terutama, untuk desain lengkung, lukisan, dan tertunda. Desain ini lebih memberikan kedalaman emosi/ perasaan dari pada desain datar. 3) Vertikal Penari membentuk garis ke atas dan kebawah. Desain dapat diterapkan pada semua unsur (kecuali horizontal). Ia memberi rasa menjangkau keatas dan/atau ke bawah (lihat desain tinggi dan desain rendah), egosentris,dan cocok untuk suasana menari diri dan pasrah. 4) Horizontal Postur dengan anggota badan membentuk garis melintang. Desain ini dapat diterapkan pada semua unsur (kecuali vertikal) memberi rasa menjangkau keluar dan kesadaran terhadap lingkungan. Cocok untuk suasana ekspresif/ mencurahkan. 5) Kontras Postur yang menggarap garis-garis bersilang pada lekukan-lekukan yang berlawanan dan mengandung suatu kontinuitas garis dalam oposisi. Merupakan garisgaris kontras yang bisa berupa berabgai unsur (kecuali murni) dan dapat memberikan sugesti kekuatan atau kebingungan. Jika digarap sebagai pengembangan desain murni yang mendahului, akan tercapai sugesti pengembangan intelektual dan emosional. 6) Murni Postur tanpa garis-garis yang kontras. Garis-garis murni dapat mengubah setiap unsur yang ada (kecuali garis berlawanan) garis yang paling sederhana ini dapat memberikan sentuhan ketenangan. 7) Statis Pose statis tapi bergerak. Garis statis dapat digunakan dalam semua desain, kecuali desain lukisan, garis lanjutan, dan tertunda. Garis ini memberi rasa teratur dan berisi. Kebanyakan tarian daerah timur digarap atas garis statis berupa seri dari pose-
10 pose yang mengalir yang disisipi garis lukisan dan kualitas dinamis. Tekanan dinamika tersebut dapat mengibaskan kesan ambisi dan nafsu. 8) Lengkung Postur dengan badan atau anggota badan yang dilengkungkan. Garis lengkung (dalam semua unsur kecuali bersudut) dapat memberi kesan penonton dekat dengan penari atau perubahan dinamis dapat memberikan rasa egosentris. 9) Bersudut Postur dengan badan atau anggota badan ditekuk membentuk sudut. Garis bersudut dapat digunakan dengan setiap unsur kecuali lengkung, spiral, garis lanjutan, dan tertunda. Garis ini dapat memberi sugesti penggunaan kekuatan secara sadar. 10) Spiral Postur dengan badan dan anggotabadan berputar. Spiral merupakan seri lingkaran naik-turun yang tak dapat digunakan pada garis datar, kontras, atau bersudut. Penari yang berputar mengikuti alunan naik-turun dapat merasa dekat dengan penonton. 11) Tinggi Menekankan ruang tari di bagian dada ke atas. Sesuai dengan sifatnya, aksen gera yang dibuat pada bagian ini dapat menghasilkan sentuhan intelektual dan spiritual. Tarian pemujaan sedikit menggunakan anggota badan bagian bawah, tapi efek dapat diatur atau dimanusiakan dengan memberikan tekanan gerak pada tubuh bagian atas ini. 12) Medium Menekankan ruang tari antara bagian dada hingga pinggang. Aksen gerak tubuh bagian tengah ini dapat menimbulkan sentuhan emosi dan motivasi. 13) Rendah Menekankan ruang tari di bagian pinggang ke bawah. Aksen gerak pada tubuh bagian bawah ini dapat memberikan gairah.
11 14) Terlukis Garis atau bentuk di udara yang terlukis lebih berkesan daripada anggota badan atau properti yang melukisnya. 15) Garis Lanjutan Kesan garis yang terlukis di udara di luar jangkauan tubuh penari. 16) Garis Tertunda Garis yang terlukis di udara oleh busana, rambut, atau properti, karena imbs gerak diluar motorik tapi terkontrol oleh kesadaran penari. 17) Lurus Desain ini adalah desain yang menggunakan garis-garis lurus pada anggota badan, seperti kaki, badan. Desain ini memberi kesan sederhana kokoh, tapi kalau terlalu banyak dipergunakan akan kurang menarik. 18) Simetris Desain simetris adalah desain yang dibuat dengan menempelkan garis-garis anggota badan yang kanan dan kiri berlawanan arah. Desain ini memberikan kesan sederhana, kokoh, tenang. 19) Asimetris Desain asimetris adalah desain yang dibuat dengan menempelkan garis-garis anggota badan yang kiri berlainan dengan yang kanan. Misalnya lengan kanan ke atas dan lengan kiri ke bawah. Desain ini memberikan kesan menarik dan dinamis. Cobalah anda untuk mempelajari ke-19 desain diatas, dengan seksama, kemudian cobalah amati beberapa buah tari-tarian di Indonesia, menurut anda desain apa yang lebih dominan digunakan pada tari-tarian yang digunakan pada tarian tersebut.
Mengenal Pola Lantai Pada Karya Tari
Mengenal Pola Lantai Pada Karya Tari Tari Baris Massal merupakan bentuk karya seni tari kelom pok dari Bali. Selama memperagakannya, posisi para penari selalu berubahubah membuat berbagai macam bentuk.
4. Simbol dan makna tari
4. Simbol dan makna tari Pernahkah Anda mengalami kondisi, melihat tari dari awal sampai akhir, tetapi tidak dapat mengerti maksud dari tari yang Anda amati?. Kondisi tersebut dapat terjadi karena dua
MATERI 2 PENCIPTAAN DAN PENATAAN TARI
MATERI 2 PENCIPTAAN DAN PENATAAN TARI A. Pengertian Tari Batasan konsep tetang tari banyak dikemukakan oleh beberapa ahli, tetapi perlu diingat bahwa batasan yang dikemukakan seseorang berkaitan dengan
Dasar Kreativitas Tari
Dasar Kreativitas Tari UNTUK PELATIHAN GURU SENI BUDAYA SMA ARTIKEL PERIODE JULI 2015 Disusun Oleh: G.S. Darto PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDADAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN SENI DAN BUDAYA YOGYAKARTA
ARTIKEL TENTANG SENI TARI
NAMA : MAHDALENA KELAS : VII - 4 MAPEL : SBK ARTIKEL TENTANG SENI TARI A. PENGERTIAN SENI TARI Secara harfiah, istilah seni tari diartikan sebagai proses penciptaan gerak tubuh yang berirama dan diiringi
Peta Konsep GERAK RITMIK
Gerak Ritmik Apakah kamu tahu tentang senam aerobik? Senam aerobik termasuk salah satu senam ritmik. Senam aerobik biasanya diiringi dengan musik dan dipandu oleh instruktur. Mengapa banyak orang yang
BAB II KAJIAN TEORI. relevan dengan penelitian ini. Berikut ini akan diuraikan beberapa kajian relevan
7 BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Kajian Penelitian yang Relevan Penelitian tentang Tengge-Tengge sebagai stimulus kreativitas tari belum pernah diteliti sebelumnya. Namun peneliti menemukan beberapa kajian yang
Berdasarkan hasil pengematan buatlah definisi tari menurut Anda:
1. Konsep Tari Definisi tari telah diungkapkan oleh tokoh-tokoh tari, seperti Curt Sach, Hawkins, Kemaladevi, Corie Hartong, Soedarsono, B.P.A Soerjadiningrat, dan sebagainya. Curt Sacs yang mengatakan
BAB IV LAPORAN HASIL PENCIPTAAN
BAB IV LAPORAN HASIL PENCIPTAAN A. Urutan Penyajian Tari 1. Introduksi Bagian introduksi ini dilakukan oleh satu penari digambarkan melaluisosok wanita Dayak Kenyah yang menari menggunakan properti bulu
SIKAP HORMAT DAN TEGAK
SIKAP HORMAT DAN TEGAK Sikap tegak yang digunakan untuk menghormati kawan maupun lawan. Posisi sikap hormat adalah badan tegap, kaki rapat tangan di depan dada terbuka dan rapat dengan jari-jari tangan
: mempraktikan tari tradisional tari zapin dengan menggunakan pola lantai dan. No. Ragam Nama gerak Hit Uraian gerak 1. Masuk awal
Soal iringan : mempraktikan tari tradisional tari zapin dengan menggunakan pola lantai dan No. Ragam Nama gerak Hit Uraian gerak 1. Masuk awal Posisi Awal Kedua tangan ngruji, tangan kiri nekuk di depan
Seminar Nasional BOSARIS III Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya
PENERAPAN DESAIN DALAM RANGKAIAN BUNGA SEBAGAI PELENGKAP DEKORASI RUANG Arita Puspitorini PKK Abstrak, Bunga sejak dulu hingga kini memiliki peran penting dalam kehidupan manusia, karena bunga dirangkai
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP 3)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP 3) Satuan Pendidikan : SMP Negeri 3 Pakem Mata Pelajaran : Seni Budaya ( Seni Tari ) Kelas / Semester Alokasi Waktu : VIII / I : 2 x 40 menit A. Standar Kompetensi
Teknik dan Kriteria Evaluasi Pendidikan Seni Tari Dewi Karyati dan Maman Tocharman
Modul IV Teknik dan Kriteria Evaluasi Pendidikan Seni Tari Dewi Karyati dan Maman Tocharman Pendahuluan Penilaian di bidang pendidikan, merupakan salah satu kewajiban mutlak yang harus dilakukan oleh setiap
TABEL POLA LANTAI LETO MANYAM KALONG. Pola Lantai
Lampiran 4 TABEL POLA LANTAI LETO MANYAM KALONG No. Adegan/ Motif 1 Introduksi Pola Lantai Keterangan Suasana: tenang dan hening dengan alunan vocal, seruling dan irama music sampeq. Satu penari putri
BAB. Eksplorasi Gerak Tari: Konsep, Teknik, dan Prosedur. Di unduh dari : Bukupaket.com. Alur Pembelajaran
BAB 4 Eksplorasi Gerak Tari: Konsep, Teknik, dan Prosedur Alur Pembelajaran Pada Bab 4 ini, peserta didik diharapkan: 1. Mengamati konsep ragam gerak tari tradisional: Kepala, Badan, Tangan dan Kaki. 2.
MENGGAMBAR PERSPEKTIF
BAB III MENGGAMBAR PERSPEKTIF Standar Kompetensi : Menerapkan Prinsip-prinsip seni grafis dalam desain komunikasi visual untuk MM Kompetensi Dasar : Menggambar Perspektif Materi Pembelajaran : Teknik menggambar
Garapan Abimanyu Wigna Kiriman: Kadek Sidik Aryawan, Mahasiswa PS. Seni Tari ISI Denpasar
Garapan Abimanyu Wigna Kiriman: Kadek Sidik Aryawan, Mahasiswa PS. Seni Tari ISI Denpasar 1. Deskripsi Garapan Abimanyu Wigna merupakan tari kreasi baru yang ditarikan oleh 5 orang penari putra, bertemakan
BAB 1 : PERSIAPAN MENGGAMBAR
BAB 1 : PERSIAPAN MENGGAMBAR 1.1 ALAT DASAR MENGGAMBAR Alat dasar dalam menggambar adalah pensil gambar, selanjutnya ada beberapa alat gambar lainnya seperti pensil warna, tinta, kuas, spidol, crayon,
BAB II SENI TARI DAN UNSUR VISUAL
BAB II SENI TARI DAN UNSUR VISUAL 2.1. Seni dan Tari 2.1.1. Pengertian Seni Seni dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1991: 915) didefinisikan sebagai keahlian membuat karya yang bermutu dilihat dari segi
Komposisi dalam Fotografi
Tujuan: mengorganisasikan berbagai komponen foto yang saling berlainan, menjadi sedemikian rupa sehingga gambar tersebut menjadi suatu kesatuan yang saling mengisi, serta mendukung satu sama lainnya; dengan
ESTETIKA BENTUK SEBAGAI PENDEKATAN SEMIOTIKA PADA PENELITIAN ARSITEKTUR
ESTETIKA BENTUK SEBAGAI PENDEKATAN SEMIOTIKA PADA PENELITIAN ARSITEKTUR Jolanda Srisusana Atmadjaja Jurusan Arsitektur FTSP Universitas Gunadarma ABSTRAK Penelitian karya arsitektur dapat dilakukan melalui
MODEL DESAIN GERAK TARI KELOMPOK UNTUK PELATIHAN GURU SENI BUDAYA SMP
MODEL DESAIN GERAK TARI KELOMPOK UNTUK PELATIHAN GURU SENI BUDAYA SMP Oleh: G.S. Darto PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDADAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN SENI DAN BUDAYA YOGYAKARTA 2015 1 MODEL DESAIN
TATA RIAS DAN BUSANA TARI PADMA MUSTIKANING KRIDA
1 TATA RIAS DAN BUSANA TARI PADMA MUSTIKANING KRIDA DALAM RANGKA PERESMIAN GEDUNG OLAH RAGA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA PADA TANGGAL 22 JANUARI 2008 Disusun oleh: Titik Putraningsih JURUSAN PENDIDIKAN
Senam Ritmik/ Irama (Lanjutan)
Bab 16 Senam Ritmik/ Irama (Lanjutan) Sumber: www.blitarkota.go.id id Kata Kunci gerakan tubuh pita/tali sit up putar badan mengayun tali lompat belakang dasar lompat depan dasar langkah kop ke depan langkah
3. Karakteristik tari
3. Karakteristik tari Pada sub bab satu telah dijelaskan jenis tari dan sub bab dua dijelaskan tentang fungsi tari. Berdasarkan penjelasan dari dua sub bab tersebut, Anda tentunya telah memperoleh gambaran
TEKNIK DASAR DALAM GERAKAN PENCAK SILAT Disampaikan Sebagai Materi Muatan Lokal Pencak Silat SMA NEGERI ARJASA
TEKNIK DASAR DALAM GERAKAN PENCAK SILAT Disampaikan Sebagai Materi Muatan Lokal Pencak Silat SMA NEGERI ARJASA Oleh: Muhammad Surur, S.Pd JEMBER 2012 TEKNIK DASAR DALAM GERAKAN PENCAK SILAT 1. KUDA-KUDA
terdiri dari Langkah Berirama terdiri dari Latihan Gerak Berirama Senam Kesegaran Jasmani
Gerak Berirama Gerak berirama disebut juga gerak ritmik. Gerak ini dilakukan dalam gerakan dasar di tempat. Contoh dari gerakan yang berirama adalah gerak jalan, menekuk, mengayun, dan sebagainya. Ayo
Elemen Elemen Desain Grafis
Elemen Elemen Desain Grafis Desain grafis sebagai seni dekat dengan apa yang kita sebut sebagai keindahan (estetika). Keindahan sebagai kebutuhan setiap orang, mengandung nilai nilai subyektivisme. Oleh
tidak dapat berkembang secara maksimal.oleh karena itu, dibutuhkan sarana yang memiliki kualitas dan kuantitas yang baik untuk mendukung apresiasi dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia adalah negara yang kaya akan kesenian dan kebudayaan. Namun budaya dan kesenian yang ada di Indonesia tidak didukung dengan wadah atau fasilitas yang menunjang
Program Studi Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala *
BENTUK PENYAJIAN TARI LINGGANG MEUGANTOE DI SANGGAR RAMPOE BANDA ACEH Janurul Aina 1*, Taat Kurnita 1, Cut Zuriana 1 1 Program Studi Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
1. Unsur pendukung tari a. Iringan Tari Iringan di dalam tari memegang peranan penting, tari dan iringan tidak dapat dipisahkan satu sama lain,
1. Unsur pendukung tari a. Iringan Tari Iringan di dalam tari memegang peranan penting, tari dan iringan tidak dapat dipisahkan satu sama lain, karena keduanya berasal dari sumber yang sama yaitu dorongan
bab 1 gerak dasar kata kunci berjalan memutar melempar berlari mengayun menangkap melompat menekuk menendang
bab 1 gerak dasar sumber www.sdialazhar14.wordpress.com tanggal 11 Juni 2009 kata kunci berjalan memutar melempar berlari mengayun menangkap melompat menekuk menendang meloncat menggiring setiap hari kamu
MELATIH SIKAP DAN GERAK DASAR PENCAK SILAT BAGI PESILAT PEMULA. Oleh: Agung Nugroho, A.M. Dosen Jurusan Pendidikan Kepelatihan FIK UNY
MELATIH SIKAP DAN GERAK DASAR PENCAK SILAT BAGI PESILAT PEMULA Oleh: Agung Nugroho, A.M. Dosen Jurusan Pendidikan Kepelatihan FIK UNY ABSTRAK Ajaran dalam pencak silat meliputi empat aspek, yaitu aspek
BAB I PENDAHULUAN. berkembang secara optimal. Berikut pernyataan tentang pendidikan anak usia
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan pendidikan awal yang akan sangat berpengaruh terhadap pendidikan selanjutnya, tujuan dari pendidikan anak usia dini
BAB III METODE PENELITIAN. mengarah pada tujuan penelitian serta dapat dipertanggungjawabkan secara. pada ketepatan dalam penggunaan metode.
32 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penggunaan metode penelitian dalam penelitian harus tepat sasaran dan mengarah pada tujuan penelitian serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah agar
SOAL PENILAIAN AKHIR SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2017/2018. Berilah Tanda silang( X ), hurup a,b,c, dan d pada jawaban yang benar dibawah!
PEMERINTAH PROVINSI BALI DINAS PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 TAMPAKSIRING Jl. DR. Ir. Soekarno, Desa Sanding, Kecamatan Tampaksiring Telp. (0361) 981 681 SOAL PENILAIAN AKHIR SEMESTER GANJIL
( ) Administrasi Bisnis 2014 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro
Nama: Jessica Talenta (075) Resa Junita Anwar (076) Muhammad Ilmal F (077) Rani Atika Marthalove (078) Dinar Rian Fiona (079) Ahmad Surya G (080) Yusian Tabita (081) Gilang Chrsitian E.K (082) Zenia Perwitasari
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
44 BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Jalannya Uji Coba Uji coba yang dilakukan ini terhadap pembangunan animasi panduan tari saman ini dilakukan agar hasil yang diperoleh sesuai dengan perencanaan sebelumnya.
ANALISIS OPERASI VEKTOR DAN KOMBINASI LINEAR DALAM POLA TARI GAMBYONG PAREANOM
ANALISIS OPERASI VEKTOR DAN KOMBINASI LINEAR DALAM POLA TARI GAMBYONG PAREANOM Ana Rosari Dian Sulistyarini 1), Agata Galuh Puspita Putri 2) 1 Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan
Main balet pakai fisika yuuk
Main balet pakai fisika yuuk Pada bulan April 1999 yang lalu penulis mengikuti suatu pertemuan fisika terbesar abad 20 di World Conggress Building Atlanta Amerika Serikat. Dalam pertemuan yang dihadiri
BAB I PENDAHULUAN. Dalam kehidupan sehari-hari, kita ketahui terdapat beberapa jenis seni yang di
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam kehidupan sehari-hari, kita ketahui terdapat beberapa jenis seni yang di antaranya adalah Seni Rupa, Seni Musik, Seni Tari, dan Seni Teater. Beberapa jenis
KESEIMBANGAN BENDA TEGAR
KESETIMBANGAN BENDA TEGAR 1 KESEIMBANGAN BENDA TEGAR Pendahuluan. Dalam cabang ilmu fisika kita mengenal MEKANIKA. Mekanika ini dibagi dalam 3 cabang ilmu yaitu : a. KINEMATIKA = Ilmu gerak Ilmu yang mempelajari
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PenjasOrkes) sebagai bagian
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PenjasOrkes) sebagai bagian integral dari pendidikan keseluruhan tentu saja memusatkan semua usahanya untuk dapat membantu
NIRMANA DUA DIMENSI. Oleh: Dr. Kasiyan, M.Hum. Jurusan Pendidikan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta 2013
NIRMANA DUA DIMENSI Oleh: Dr. Kasiyan, M.Hum. Jurusan Pendidikan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta 2013 PENGERTIAN NIRMANA Berasal dari dua akar kata, yakni nir yang artinya
BAB III Elemen-Elemen Desain Grafis
BAB III Elemen-Elemen Desain Grafis A. Garis / Line Garis atau line adalah suatu goresan, batas limit dari suatu benda, massa, ruang, warna, dan sebagainya. Dari pengertian diatas, garis dapat digolongkan
BAB V PENUTUP. terhadap bentuk tari Famadogo Omo dalam upacara memasuki rumah baru pada
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan dari uraian yang telah dijelaskan pada latar belakang hingga pembahasan, maka penulis dapat menyimpulkan keseluruhan hasil penelitian terhadap bentuk tari Famadogo
Aktivitas Ritmik melalui Pola Langkah dan Langkah Terpola
Modul 5 Aktivitas Ritmik melalui Pola Langkah dan Langkah Terpola Pendahuluan Sumber belajar untuk pembelajaran aktivitas ritmik sungguh amat kaya. Di masyarakat sendiri telah hidup dan berkembang berbagai
BAB 1 GERAK DASAR KATA KUNCI BERJALAN MEMUTAR MELEMPAR BERLARI MENGAYUN MENANGKAP MELOMPAT MENEKUK MENENDANG
BAB 1 GERAK DASAR KATA KUNCI BERJALAN MEMUTAR MELEMPAR BERLARI MENGAYUN MENANGKAP MELOMPAT MENEKUK MENENDANG bab 1 gerak dasar sumber www.sdialazhar14.wordpress.com tanggal 11 Juni 2009 kata kunci berjalan
Proses Penciptaan Tari. Oleh : Joko Pamungkas, M.Pd.
Proses Penciptaan Tari Oleh : Joko Pamungkas, M.Pd. SENI Tari? BAGAIMANA MEMBUAT SENI TARI? ANDA BISA??????? BAGAIMANA PROSES DAN STATEGINYA???????? IDE EKSPLORASI proses berfikir, berimajinasi, merasakan,
A. Pendahuluan. Dalam cabang ilmu fisika kita mengenal MEKANIKA. Mekanika ini dibagi dalam 3 cabang ilmu yaitu :
BAB VI KESEIMBANGAN BENDA TEGAR Standar Kompetensi 2. Menerapkan konsep dan prinsip mekanika klasik sistem kontinu dalam menyelesaikan masalah Kompetensi Dasar 2.1 Menformulasikan hubungan antara konsep
Berbagai Bentuk dan Kombinasi Gerak Dasar Anak Usia dini
Berbagai Bentuk dan Kombinasi Gerak Dasar Anak Usia dini Berbagai Gerakan Dasar BEBERAPA MACAM GERAKAN DASAR DAN VARIASINYA,YAITU; BERBARING, DUDUK, BERDIRI, BERJALAN, BERLARI, MENDAKI, MELONCAT DAN BERJINGKAT,
LAMPIRAN SUKHASANA SHAVASANA
55 LAMPIRAN TEKNIK PELAKSANAAN LATIHAN HATHA YOGA PERSIAPAN LATIHAN Partisipan menggunakan pakaian yang bersih dan longgar. Partisipan tidak memakai alas kaki selama latihan. Karena latihan yoga harus
Dilakukan. Komponen STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TEKNIK PEMIJATAN BAYI
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TEKNIK PEMIJATAN BAYI Komponen Ya Dilakukan Tidak Pengertian Gerakan/sentuhan yang diberikan pada bayi setiap hari selama 15 menit, untuk memacu sistem sirkulasi bayi dan denyut
BAB IV KAJIAN VISUAL PADA KOSTUM DAN GERAK TARI KESENIAN SURAK IBRA
BAB IV KAJIAN VISUAL PADA KOSTUM DAN GERAK TARI KESENIAN SURAK IBRA 4.1. Kajian Visual pada Kostum Kesenian Surak Ibra Pada kesenian Surak Ibra di Kampung Sindangsari, Desa Cinunuk terdapat kostum yang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. disekitar individu, belajar dapat dipandang sebagai proses yang diarahkan kepada
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pembelajaran Belajar pada hakikatnya adalah proses interaksi terhadap semua situasi yang ada disekitar individu, belajar dapat dipandang sebagai proses yang diarahkan kepada
PENERAPAN TARI RANTAK PADA PEMEBELAJARAN SENI TARI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KERJASAMA SISWA DI SMPN 9 BANDUNG
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pendidikan merupakan usaha sadar membentuk manusia menuju kedewasaannya, baik secara mental, intelektual maupun emosional. Pendidikan juga sebagai sarana
MATERI SENAM AEROBIK LOW IMPACT DAN HIGH IMPACT
MATERI SENAM AEROBIK LOW IMPACT DAN HIGH IMPACT I. LOW IMPACT A. Gerakan Kaki 1. Marching Gerakan jalan di tempat. Kaki kiri dan kanan diangkat secara bergantian dengan tumpuan berada di satu kaki. 2.
MENGGAMBAR PROYEKSI BENDA
MENGGAMBAR PROYEKSI BENDA A. MENGGAMBAR PROYEKSI Proyeksi adalah ilmu yang mempelajari tentang cara menggambarkan penglihatan mata kita dari suatu benda tiga dimensi kedalam kertas gambar secara dua dimensi
Tolak Peluru. Presented By Suci Munasharah
Tolak Peluru Presented By Suci Munasharah A. Teknik Dasar Tolak Peluru Terdapat beberapa teknik dasar dalam tolak peluru, diantaranya : Teknik Memegang Peluru Ada 3 teknik memegang peluru : Jari-jari direnggangkan
TARI ADI MERDANGGA SIWA NATA RAJA LINGGA
DESKRIPSI TARI ADI MERDANGGA SIWA NATA RAJA LINGGA Produksi ISI Denpasar pada Pembukaan Pesta Kesenian Bali XXXI di Depan Banjar Kayumas Denpasar Tahun 2009 OLEH : I Gede Oka Surya Negara,SST.,M.Sn INSTITUT
BAB III TATA DEKORASI. STANDAR KOMPETENSI : Mahasiswa mampu memahami Unsur-unsur Tata Dekorasi (Scenery)
BAB III TATA DEKORASI STANDAR KOMPETENSI : Mahasiswa mampu memahami Unsur-unsur Tata Dekorasi (Scenery) KOMPETENSI DASAR : Menyebutkan pengertian Dekorasi Menyebutkan Tujuan dan Fungsi Dekorasi Menyebutkan
BAB III Membuat Sketsa
BAB III Membuat Sketsa Pada dasarnya sketsa merupakan sebuah gambar sederhana dengan sentuhan goresan pensil namun tetap memperlihatkan nilai estetika pada objek yang digambar. Permasalahannya menggambar
ANGKA UKUR. Angka ukur diletakan di tengah-tengah garis ukur. Angka ukur tidak boleh dipisahkan oleh garis gambar. Jadi boleh ditempatkan dipinggir.
PEMBERIAN UKURAN ANGKA UKUR Angka ukur diletakan di tengah-tengah garis ukur. Angka ukur tidak boleh dipisahkan oleh garis gambar. Jadi boleh ditempatkan dipinggir. ANGKA UKUR Jika angka ukur ditempatkan
Perseptual motorik pada dasarnya merujuk pada aktivitas yang dilakukan. dengan maksud meningkatkan kognitif dan kemampuan akademik.
Mata Kuliah Kode Mata Kuliah : IOF 220 : Perkembangan Motorik Materi 9: Peseptual Motorik HAKIKAT PERSEPTUAL MOTORIK Perseptual motorik pada dasarnya merujuk pada aktivitas yang dilakukan dengan maksud
I. PENDAHULUAN. Tari adalah gerak-gerak dari seluruh bagian tubuh manusia yang disusun selaras
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tari adalah gerak-gerak dari seluruh bagian tubuh manusia yang disusun selaras dengan irama musik serta mempunyai maksud tertentu. Tari juga merupakan ekspresi jiwa
ANALISIS UNSUR GERAK TARI LAWEUT DI SANGGAR SEULAWEUT
ANALISIS UNSUR GERAK TARI LAWEUT DI SANGGAR SEULAWEUT Oleh: Syarifah Novarijah 1*, Taat Kurnita 1, Lindawati 1 1 Program Studi Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
NIRMANA DESAIN KOMUNIKASI VISUAL. Nama : Deddy Award Widya Laksana, M.Pd
NIRMANA DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Nama : Deddy Award Widya Laksana, M.Pd Email: [email protected] Pengenalan Nirmana Apa itu nirmana? (Defenisi) (1) Nirmana kurang lebih berarti kosong alias tidak
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Fitri Chintia Dewi, 2013
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Tari adalah ekspresi jiwa yang media ungkapnya gerak tubuh. Gerak yang digunakan untuk mengekspresikan isi hati merupakan gerak yang sudah diolah sehingga sesuai
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian ini masih orisinal apabila diamati dari buku-buku serta penelitian yang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Penelitian ini masih orisinal apabila diamati dari buku-buku serta penelitian yang telah ada. Buku-buku penelitian yang didapatkan tentang pembelajaran gerak tari dan lagu serta
BAB I PENDAHULUAN. Secara alamiah anak-anak sangat suka menggambar atau membuat coretancoretan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Secara alamiah anak-anak sangat suka menggambar atau membuat coretancoretan pada banyak media yang ditemukannya, seperti dinding, kain alas tempat tidur, kertas,
BAB V KEBUGARAN JASMANI. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 117
BAB V KEBUGARAN JASMANI Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 117 Kebugaran jasmani merupakan alat pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, juga merupakan upaya untuk meningkatkan dan
BAB V KESIMPULAN. Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya, kiranya. telah cukup menjawab berbagai permasalahan yang diajukan
305 BAB V KESIMPULAN Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya, kiranya telah cukup menjawab berbagai permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini. Penjelasan yang terkait dengan keberadaan seni lukis
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN INTERAKTIF KEMAMPUAN GERAK DASAR PADA SISWA SEKOLAH DASAR. Isa Ansori dan Sukardi PGSD FIP UNNES
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN INTERAKTIF KEMAMPUAN GERAK DASAR PADA SISWA SEKOLAH DASAR Isa Ansori dan Sukardi PGSD FIP UNNES Abstrak Usia siswa Sekolah Dasar merupakan proses pengembangan dan perbaikan kemampuan
ANTROPOMETRI TEKNIK TATA CARA KERJA PROGRAM KEAHLIAN PERENCANAAN PRODUKSI MANUFAKTUR DAN JASA
ANTROPOMETRI TEKNIK TATA CARA KERJA PROGRAM KEAHLIAN PERENCANAAN PRODUKSI MANUFAKTUR DAN JASA Definisi Antropometri adalah suatu studi yang berhubungan dengan pengukuran dimensi tubuh manusia Antropometri
Bab ini akan membahas unsur-unsur yang membentuk tarian
BENTUK TARI 121 BAB 4 BENTUK TARI Bab ini akan membahas unsur-unsur yang membentuk tarian komunal. Beberapa aspek penting yang menjadi fokus pembahasan, antara lain adalah menyangkut hal teknis, seperti
SENI BUDAYA (TARI) SMA/MA
DOKUMEN NEGARA 1 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2017/2018 SENI BUDAYA (TARI) SMA/MA Paket 3 SMA... DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT 2018 K2006
Gambar 3 Tata Rias Wajah Penari Pria dan Wanita
Analisa Penyajian, Properti, dan iringan musik Garapan Goresan Ilusi Kiriman Ngurah Krisna Murti, Mahasiswa PS Seni Tari. ISI Denpasar Analisa Penyajian Penyajian suatu garapan tari diperlukan cara yang
LOMPAT JANGKIT. Dalam lompat jangkit ada 3 tahapan yang harus dilaksanakan yaitu : 1. Tahapan Hop ( Jingkat ) Design by R2 Bramistra
LOMPAT JANGKIT Definisi lompat jangkit : Lompat jangkit disebut juga lompat-lompat tiga, karena dilakukan dengan tiga lompatan yaitu jingkat (hop), langkah (step), lompat (jump) atau jingkat langkah lompat.
MAKNA DAN SIMBOL GERAK TARI RADDAT KOKO DI DESA SEKUDUK KECAMATAN SEJANGKUNG KABUPATEN SAMBAS
1 MAKNA DAN SIMBOL GERAK TARI RADDAT KOKO DI DESA SEKUDUK KECAMATAN SEJANGKUNG KABUPATEN SAMBAS Liza Hastuti, Winda Istiandini, Chiristianly Yery Silaban Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik FKIP
Matematika dalam Gerakan Tari Sajojo
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Pendidikan Sains (2016) 6:43 53; ISSN: 2087-0922 Tersedia online di : http://fsm.uksw.edu/ojs Matematika dalam Gerakan Tari Sajojo Dewi Chandra Florentina Ester Lilis
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kebudayaan itu adalah sesuatu yang sangat berhubungan erat dengan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kebudayaan itu adalah sesuatu yang sangat berhubungan erat dengan manusia atau dengan masyarakat. Kebudayaan merupakan sesuatu yang di dalamnya terkandung pengetahuan,
BAB IV KOMPOSISI PENTAS. STANDAR KOMPETENSI : Mahasiswa mampu memahami dan mengetahui hakikat Komposisi Pentas
BAB IV KOMPOSISI PENTAS STANDAR KOMPETENSI : Mahasiswa mampu memahami dan mengetahui hakikat Komposisi Pentas KOMPETENSI DASAR: Menyebutkan pengertian komposisi Menjelaskan Aspek-aspek motif Komposisi
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SD Mata Pelajaran : Seni Budaya dan Keterampilan Kelas/Semester : 1/1 Tema : Diri Sendiri Standar Kompetensi : Seni Rupa 1. Mengapresiasi karya seni rupa.
Kata Kunci : In Control, Keseimbangan, Liris
Keseimbangan Dalam Gerak Liris Pada Karya Tari In Control Oleh : Nihayah 12020134020 Email: [email protected] Dosen Pembimbing: Dra Jajuk Dwi Sasanadjati, M.Hum Abstrak Karya tari In Control merupakan
SENAM REFLEKSI TAHAP PELEBURAN (terdiri dari tujuh gerakan)
SENAM REFLEKSI Senam refleksi dilakukan dengan menggabungkan gerakan tubuh dan teknik pengaturan pernapasan. Tujuannya adalah memperbaiki fungsi-fungsi otot-otot yang berhubungan dengan alat-alat/organ
GAMBAR 3 TATA RIAS WAJAH PENARI PRIA DAN WANITA
GAMBAR 3 TATA RIAS WAJAH PENARI PRIA DAN WANITA Analisa Penyajian, Properti, dan iringan musik Garapan Goresan Ilusi Kiriman Ngurah Krisna Murti, Mahasiswa PS Seni Tari. ISI Denpasar Analisa Penyajian
Meliputi pertimbangan secara detail terhadap alternatif struktur yang
BAB II TINJAUAN PIISTAKA 2.1 Pendahuluan Pekerjaan struktur secara umum dapat dilaksanakan melalui 3 (tiga) tahap (Senol,Utkii,Charles,John Benson, 1977), yaitu : 2.1.1 Tahap perencanaan (Planningphase)
Materi Garapan Tari Dwapara Kiriman: Ngakan Made Wikrama Jaya, Mahasiswa PS Seni Tari, ISI Denpasar. Materi garapan Tari Dwapara ini terdiri dari :
Materi Garapan Tari Dwapara Kiriman: Ngakan Made Wikrama Jaya, Mahasiswa PS Seni Tari, ISI Denpasar. Materi garapan Tari Dwapara ini terdiri dari : 1. Ide yaitu hal mendasar dalam menggarap karya tari
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Deskripsi umum Desain struktur merupakan salah satu bagian dari keseluruhan proses perencanaan bangunan. Proses desain merupakan gabungan antara unsur seni dan sains yang membutuhkan
PROGRAM PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DAN KETRAMPILAN SEKOLAH DASAR KELAS I SEMESTER 2
PROGRAM PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DAN KETRAMPILAN SEKOLAH DASAR KELAS I SEMESTER 2 1 Standar Kompetensi : 7. Mengapresiasi karya seni rupa PROGRAM SEMESTER SENI RUPA Kompetensi Dasar Indikator Materi Pokok
TEKNIK GAMBAR DASAR A. PERALATAN DAN PERLENGKAPAN GAMBAR
TEKNIK GAMBAR DASAR A. PERALATAN DAN PERLENGKAPAN GAMBAR 1. MEJA GAMBAR Meja gambar yang baik mempunyai bidang permukaan yang rata tidak melengkung. Meja tersebut dibuat dari kayu yang tidak terlalu keras
(MSPI), p A. A. M. Djelantik, 1999, Estetika Sebuah Pengantar, Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia
Wujud Garapan Kembang Ratna Kiriman Ni Luh Lisa Susanti Mahasiswa PS. Seni Tari ISI Denpasar Wujud merupakan salah satu bagian dari tiga elemen karya seni (wujud, isi/bobot, dan penampilan), serta menjadi
2.2.1 Menunjukkan sikap tanggung jawab Menunjukkan kemauan bekerjasama dalam melakukan berbagai aktivitas fisik.
I. Penilaian 1. Instrumen Penilaian sikap Indikator : 1.2.1 Tumbuhnya kesadaran bahwa tubuh harus dipelihara dan dibina, sebagai wujud syukur kepada sang Pencipta. 2.2.1 Menunjukkan sikap tanggung jawab.
Pert Kompetensi Dasar Indikator Hasil Belajar Kegiatan Pembelajaran Rujukan
Pert Kompetensi Dasar Indikator Hasil Belajar Kegiatan Pembelajaran Rujukan I, II dan III 1. Pemerolehan pemahaman ruang lingkup seni drama baik sebagai teori maupun praktik. 2. Pemerolehan pemahaman tentang
OLEH KELOMPOK XI IPA 4 ARHAM AMRI ANDI ANSYAR ANANDA ARIK YUDHI PRASETYO MUHAMMAD ARSYAD S.
OLEH KELOMPOK XI IPA 4 ARHAM AMRI ANDI ANSYAR ANANDA ARIK YUDHI PRASETYO MUHAMMAD ARSYAD S. KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT. karena kita semua telah diberikan akal
Keberadaan Tari Tarik Jalur di Pisang Berebus Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau
Keberadaan Tari Tarik Jalur di Pisang Berebus Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau Oleh : Susfiarni Safitri Abstrak Tari Tarik Jalur merupakan salah satu kesenian tradisi yang hidup dan berkembang
BENTUK-BENTUK LATIHAN MULTILATERAL
BENTUK-BENTUK LATIHAN MULTILATERAL [email protected] KOORDINASI ANGGOTA BADAN Fokus: koordinasi anggota badan 1. Berdiri dengan kedua lengan lurus disamping. 2. Berdiri dengan koordinasi kedua lengan diputar
BAB VIII RENANG. 150 Kelas X SMA/MA/SMK/MAK
BAB VIII RENANG 150 Kelas X SMA/MA/SMK/MAK Olahraga renang merupakan alat pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, juga merupakan upaya mempelajari manusia bergerak. Pilih salah satu gaya
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kabupaten Boalemo dengan jumlah penduduk 150kk. Dahulu desa Kaaruyan ini
16 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Desa Kaaruyan Penelitian ini di laksanakan di desa Kaaruyan Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo dengan jumlah penduduk 150kk. Dahulu desa Kaaruyan
