Amir Hamzah 1, AnditaDwi Sefiani 2, Eman Serius Waruwu 3

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Amir Hamzah 1, AnditaDwi Sefiani 2, Eman Serius Waruwu 3"

Transkripsi

1 PENGUKURAN TINGKAT KEBISINGAN BANDAR UDARA MENGGUNAKAN METODE WCPNL (WEIGHTED EQUIVALENT CONTINOUS PERCEIVED NOISE LEVEL) (STUDI KASUS BANDARA AHMAD YANI SEMARANG) MEASUREMENTS NOISE LEVELS AIRPORT USING METHODS WCPNL ( WEIGHTED EQUIVALENT HABITUAL PERCEIVED NOISE LEVEL) (CASE STUDIES AIRPORT AHMAD YANI SEMARANG) Amir Hamzah 1, AnditaDwi Sefiani 2, Eman Serius Waruwu 3 Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor, Jln. Kamper Kampus IPB Dramaga, Bogor, [email protected] 1, [email protected] 2, [email protected] 3 Abstrak : Karyawan Bandara dan penduduk sekitar Bandara sangat rentan terhadap kerusakan pendengaran, ambang dengar temporer atau permanen. Oleh sebab itu diperlukan upaya pengendalian bising di lingkungan bandara. Tujuan penelitian ini adalah melakukan pengambilan dan pembacaan data tingkat kebisingan di bandar udara pada waktu tertentu, mengetahui tingkat kebisingan bandar udara pada titik tertentu, dan membandingkan hasil pengukuran dengan baku mutu tingkat kebisingan. Penelitian ini menggunakan metode WECPNL dengan menggunakan data penelitian Ramadhania (2012). Penelitian tersebut dilakukan di Apron Bandar Udara Ahmad Yani, Semarang. Tingkat kebisingan Bandar Udara Ahmad Yani Semarang dinyatakan tidak memenuhi baku mutu tingkat kebisingan dengan nilai diatas 55 db (A), sehingga dapat diidentifikasikan tidak memenuhi Baku Mutu Tingkat Kebisingan yang diisyaratkan oleh KEP. No.48/MenLH/1996 yaitu sebesar 55 db (A). Berdasarkan hasil yang didapat dari perhitungan nilai WECPNL sebesar db (A). Menurut Persetujuan dan Pengesahan Hasil Penelitian Kawasan Kebisingan (BKK) Disekitar Bandar Udara, kawasan tersebut termasuk pada kawasan kebisingan tingkat I. Upaya pengelolaan lingkungan dapat dilakukan dengan pemasangan insulasi atau peredam suara pada gedung administrasi perkantoran dan operasional bandar udara, menanam tanaman disekitar badan jalan yang menuju bandar udara serta mempertahankan dan mengembangkan penanaman tumbuhan perindang pada zona penyangga yang berbatasan dengan pemukiman. Kata kunci : Kebisingan di bandara, WECPNL, Bandar Udara Ahmad Yani Abstract: PT Airport and surrounding residents Airport is very vulnerable to damage hearing, the threshold hearing schedule or permanent. By because it is necessary to control noise in environmental airport. The purpose of this research is to make the decision making and reading the data noise levels in airport in a certain time, know noise levels at a certain point airport, and compare measurements with quality standard noise levels. This research uses WECPNL by using data or Ramadhania (2012). Research was done in the Apron Airport Ahmad Yani, Semarang. Noise levels Airport Ahmad Yani Semarang were stated did not fulfill quality standard noise levels with the above 55 db (A), so it could be identified did not fulfill Quality Standard Noise levels that hinted at by CONCERNING. No. 48/baq/1996 of 55 db (A). Based on the results obtained from the calculation of the WECPNL 55,763 db (A). According to The agreement and The results of research area Noise (BKK) Around Airport, the area was included in the region noise level I. Establish environmental management can be done with the installation-grade insulation or shock absorbers votes in administration office building and operations plant crops airport, the main road around the airport and maintain toward and develop planting buffer zone perindang plant on the border with humans. Key words : Noise levels in the airport, WECPNL, Ahmad Yani Airport

2 PENDAHULUAN Tempat kerja yang bising dan penuh getaran bisa mengganggu pendengaran dan keseimbangan para pekerja. Gangguan yang tidak dicegah maupun diatasi bisa menimbulkan kecelakaan, baik pada pekerja maupun orang di sekitarnya. Kebisingan bisa mengganggu percakapan sehingga mempengaruhi komunikasi yang sedang berlangsung, selain itu dapat menimbulkan gangguan psikologis seperti kejengkelan, kecemasan dan ketakutan. Gangguan psikologis akibat kebisingan tergantung pada intensitas, frekuensi, periode, saat dan lama kejadian, kompleksitas spektrum/kegaduhan dan tidak teraturnya suara kebisingan. Kebisingan dapat menimbulkan gangguan terhadap pekerjaan yang sedang dilakukan seseorang melalui gangguan psikologi dan gangguan konsentrasi sehingga menurunkan produktifitas kerja (Sasongko 2000). Karyawan Bandara dan penduduk sekitar Bandara sangat rentan terhadap kerusakan pendengaran dalam bentuk pergeseran, ambang dengar temporer atau permanen. Oleh sebab itu diperlukan upaya pengendalian bising di lingkungan bandara yang mencakup pengendalian untuk karyawan penerbangan dan juga untuk lingkungan sekitar bandara. Dalam upaya pengendalian kebisingan di lingkungan bandara agar lebih efektif, maka perlu dilakukan identifikasi masalah kebisingan di bandara, dan menentukan tingkat kebisingan yang diterima oleh karyawan bandara dan penduduk sekitar bandara. Kegiatan operasional Bandara Ahmad Yani Semarang yang umumnya mengoperasian pesawat terbang baik take off maupun landing serta pada saat bergerak ke apron mengeluarkan suara kebisingan yang perlu diamati terus menerus dan apakah mempunyai dampak pada karyawan operasional penerbangan dan penduduk di sekitar Bandara. Hasil penelitian ini akan dibandingkan dengan baku mutu lingkungan kerja yang diisyaratkan oleh Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor Kep51/MEN/1999 tanggal 16 April 1999 yaitu 85 dba. Pengukuran kali ini dilakukan dengan menggunakan alat Sound Level Meter (SLM) dengan cara sederhana. Tujuan penelitian ini adalah melakukan pengambilan dan pembacaan data tingkat kebisingan di bandar udara pada waktu tertentu, mengetahui tingkat kebisingan bandar udara pada titik tertentu, dan membandingkan hasil pengukuran dengan baku mutu tingkat kebisingan. TINJAUAN PUSTAKA Kebisingan adalah bunyi yang tidak dikehendaki karena tidak sesuai dengan konteks ruang dan waktu sehiingga menimbulkan gangguan terhadap kenyamanan dan kesehatan manusia (Sasongko et al 2000). Emisi kebisingan dari segi kejadiannya dibagi menjadi dua yaitu bising seketika (impulse noise) dan bising menerus (continous noise). Bising seketika adalah bising dalam waktu yang singkat dan intensitas yang besar. Sementara bising menerus adalah bising dalam durasi waktu yang lebih lama dan intensitas yang lebih rendah (Sugiharto 2000). Penelitian ini menganalisis tentang kebisingan Bandar Udara Ahmad Yani Semarang, dengan menggunakan data berupa data sekunder. Berdasarkan Kep. MenLH. No.48 Tahun 1996 tentang baku tingkat kebisingan di wilayah bandar udara untuk perumahan dan pemukiman, nilai baku mutu sebesar 55 db (A). Akibat dari kebisingan ini dapat mengganggu proses aktifitas pekerja dan penduduk disekitar bandara. Selain itu dapat mempengaruhi kesehatan terutama kesehatan pendengaran, baik yang sifatnya sementara ataupun yang permanen. Tingkat kebisingan di Bandar Udara dan sekitarnya ditentukan dengan indeks kebisingan

3 WECPNL (Weighted Equivalent Continous Perceived Noise Level) atau nilai ekuivalen tingkat kebisingan di suatu area yang dapat diterima terus menerus selama suatu rentang waktu dengan pembobotan tertentu. Pengaruh bising secara psikologi, yaitu berupa penurunan efektivitas kerja dan kinerja seseorang (Asmaningprojo 1995). Pengaruh kebisingan terhadap manusia secara fisik tidak hanya mengganggu organ pendengaran, tetapi juga dapat menimbulkan gangguan pada organ-organ tubuh yang lain, seperti penyempitan pembuluh darah dan sistem jantung (Sasongko et al 2000). Menurut (Olishifski 1971 dalam Primanda F.B 2012), Salah satu karakteristik kebisingan yang penting untuk kesehatan adalah intesitas. Intensitas adalah energi yang mengalir per satuan luas. Semakin jauh sumber suara, intensitas yang diterima akan semakin kecil, karena luas permukaan total yang dilalui semakin besar. Kebisingan berasal dari sumber suara, baik dari mesin pabrik, suara kendaraan bermotor, suara dari mesin pesawat terbang, dan lain-lain (Pratomo 2010). METODE PRAKTIKUM Penelitian mengenai penentuan tingkat kebisingan lingkungan di Bandar udara menggunakan metode WECPNL (Weighted Equivalent Continous Perceived Noise Level) dilakukan dengan menggunakan data penelitian Ramadhania pada tahun Penelitian tersebut dilakukan di Apron Bandar Udara Ahmad Yani, Semarang. Pengukuran mengacu pada Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor Kep51/MEN/1999 tanggal 16 April 1999 yaitu 85 dba. Tahapan penelitian kebisingan pada bandar udara dimulai dari melakukan pencatatan jumlah pesawat tinggal landas dan terbang landas beserta waktunya. Selanjutnya Sound Level Meter diletakkan pada beberapa titik pengukuran pada jarak yang telah ditentukan. Jarak titik pengukuran ditentukan berdasarkan rekomendasi ICAO (International Civil Avitation Organization) sehingga kebisingan bandar udara dapat terukur. Hasil pengukuran tersebut kemudian dapat dihitung menggunakan metode WECPNL (Weighted Equivalent Continous Perceived Noise Level). Pengukuran dilakukan dari pukul WIT hingga WIT sehingga dihasilkan 10 jumlah pesawat. Data tersebut kemudian dihitung dengan rumus berikut ini. EPNL (n) TNEL = 10 Log N n 1 (antilog )...(1) ECPNL=TNEL- (10 log T to ).. (2) WECPNL = ECPNL + 10 log N 27..(3) Keterangan : T = Total periode waktu pengukuran EPNL (n) = Effective Perceived Noise Level untuk pengukuran pada saat ke-n (terbang lintas atau di landasan) N = Jumlah kedatangan dan keberangkatan pesawat dari pukul to = 1 detik ECPNL = Equivalent Continous Perceived Noise Level WECPNL = Weighted Equivalent Continous Perceived Noise Level 10

4 Setelah semua data perhitungan diperoleh, maka dibandingkan nilai hasil pengukuran kebisingan dengan nilai baku mutu Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor Kep51/MEN/1999 tanggal 16 April 1999 yaitu 85 dba. Kemudian dibuat simpulan berdasarkan perhitungan yang telah didapat. HASIL DAN PEMBAHASAN Kebisingan adalah bunyi yang tidak diinginkan dari usaha atau kegiatan dalam tingkat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan (Kep. MenLH. No.48 Tahun 1996), atau semua suara yang tidak dikehendaki yang bersumber dari alat-alat proses produksi dan atau alatalat kerja pada tingkat tertentu dapat menimbulkan gangguan pendengaran (Kep. MenNaker. No.51 Tahun 1999). Kebisingan bandar udara adalah produk samping yang tidak diinginkan dari sebuah lingkungan Bandara Udara yang disebabkan oleh kegiatan operasional Bandara yaitu bunyi suara mesin pesawat terbang yang menimbulkan kebisingan yang tidak hanya mempengaruhi aktifitas karyawan bandara dan penduduk yang tinggal disekitar Bandara (Sasongko 2000). Tingkat kebisingan di Bandar Udara dan sekitarnya ditentukan dengan indeks kebisingan WECPNL (Weighted Equivalent Continous Perceived Noise Level) atau nilai ekuivalen tingkat kebisingan di suatu area yang dapat diterima terus menerus selama suatu rentang waktu dengan pembobotan tertentu. Penelitian yang dilakukan merupakan studi kasus Kebisingan Bandar Udara Ahmad Yani Semarang, sebagai pelaksana Rahmadhania. Data yang dianalisis dalam penelitian ini merupakan hasil data berupa data sekunder. Berdasarkan penelitian yang telah dialakukan, diperoleh data hasil pengukuran sebagai berikut. Tabel 1. Data pengukuran kebisingan Bandar Udara Ahmad Yani Semarang No Jenis Pesawat Waktu Landing [db(a)] Take Off [db(a)] 1 Garuda B737 Seri Wings Air ATR Wings Air ATR Lion Air B737 Seri Garuda B737 Seri Lion Air B737 Seri Merpati MA Sriwijaya B737 Seri Garuda B737 Seri Sriwijaya B737 Seri Sumber : Rahmadhania Analisis Pengaruh Suhu Udara Terhadap Intensitas Kebisingan di Bandar Udara (Studi Kasus Bandar Udara Ahmad Yani Semarang). IPB Analisis pengukuran tingkat kebisingan terhadap data tersebut bertujuan untuk dapat melakukan pengambilan dan pembacaan data tingkat kebisingan di bandar udara pada waktu tertentu, mengetahui tingkat kebisingan bandar udara pada titik tertentu, dan mempelajari baku mutu tingkat kebisingan pada suatu lokasi. Hasil dari data tersebut dapat ditentukan nilai tingkat kebisingan pada wilayah bandar udara. Berdasarkan hasil pengukuran pada Tabel 1 diatas, operasi pesawat terbang dari berbagai jenis pesawat dapat memberikan tingkat kebisingan pada pekerja dan

5 penduduk sekitar dalam tingkat bising yang tinggi. Hasil tersebut dapat dilihat bahwa tingkat kebisingan Bandar Udara Ahmad Yani Semarang dinyatakan diatas baku mutu tingkat kebisingan, sehingga diidentifikasikan tidak memenuhi Baku Mutu Tingkat Kebisingan yang diisyaratkan oleh KEP. No.48/MenLH/1996 yaitu untuk perumahan dan pemukiman sebesar 55 db (A) dan untuk kegiatan lainnya dapat disesuaikan dengan baku tingkat kebisingan yang ada (Lampiran 1). Sumber kebisingan tersebut berasal dari aktifitas pesawat terbang dari berbagai jenis pesawat (Tabel 1) yang tinggal landas (take off), mendarat (landing), dan terbang landas (flyover) yang mengeluarkan sumber bising dari mesin pesawat tersebut. Tingkat kebisingan di Bandar Udara dan sekitarnya ditentukan dengan indeks kebisingan WECPNL (Weighted Equivalent Continous Perceived Noise Level) atau nilai ekuivalen tingkat kebisingan di suatu area yang dapat diterima terus menerus selama suatu rentang waktu dengan pembobotan tertentu. Perhitungan pada nilai TNEL (Total Noise Exposure Level), ECPNL (Equivalent Continous Perceived Noise Level), Jumlah kedatangan dan keberangkatan dalam 24 jam (N), dan WECPNL (Weighted Equivalent Continous Perceived Noise Level) adalah dapat dilakukan sebagai berikut. Perhitungan nilai TNEL : TNEL = 10 log ( ) +10 log 10 = db (A) Perhitungan nilai ECPNL : ECPNL = log 7200 = db (A) 1 db (A) 1 db (A) Nilai N berdasarkan waktu pengamatan pada pukul : N = N2 = 10 db (A Perhitungan nilai WECPNL : WECPNL = (10 log (10)-27) = db (A) Persetujuan dan Pengesahan Hasil Penelitian Kawasan Kebisingan (BKK) Disekitar Bandar Udara, memberikan persyaratan tentang kawasan kebisingan di bandar udara diukur dan ditentukan dengan bertitik tolak pada rencana induk bandar udara. Tingkat kebisingan ditentukan berdasarkan Weighted Equivalent Continous Perceived Noise Level (WECPNL), dengan tingkat bising yang terdiri dari beberapa tingkat kebisingan. Pertama, kawasan kebisingan tingkat I dengan nilai WECPNL lebih besar atau sama dengan 70 db dan lebih kecil 75 db, yaitu tanah dan ruang udara yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis kegiatan dan atau bangunan kecuali untuk jenis bangunan sekolah dan rumah sakit. Kedua, kawasan kebisingan tingkat II dengan nilai WECPNL lebih besar atau sama dengan 75 db dan lebih kecil 80 db, yaitu tanah dan ruang udara yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis kegiatan dan atau bengunan kecuali untuk jenis kegiatan dan atau bangunan sekolah, rumah sakit dan rumah tinggal. Ketiga, kawasan kebisingan tingkat III

6 dengan nilai WECPNL lebih besar atau sama dengan 80 db, yaitu tanah dan ruang udara yang dapat dimanfaatkan untuk membangun fasilitas bandar udara yang dilengkapi insulasi suara dan dapat dimanfaatkan sebagai jalur hijau atau sarana pengendalian lingkungan dan pertanian. Hasil yang didapat dari perhitungan nilai WECPNL Bandar Udara Ahmad Yani Semarang sebesar db (A). Menurut Persetujuan dan Pengesahan Hasil Penelitian Kawasan Kebisingan (BKK) Disekitar Bandar Udara, kawasan Bandar Udara Ahmad Yani termasuk pada kawasan kebisingan tingkat I dengan nilai WECPNL lebih besar atau sama dengan 70 db dan lebih kecil 75 db, yaitu tanah dan ruang udara yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis kegiatan dan atau bangunan kecuali untuk jenis bangunan sekolah dan rumah sakit. Kawasan bandar udara tersebut masih memungkinkan untuk pembangunan pemukiman disekitar area bandar udara tersebut. Namun, perlu juga dilakukan analisis untuk pembangunan khususnya pemukiman untuk mengetahui berapa jarak dari kawasan bandar udara tersebut yang dimungkinkan untuk tempat pemukiman. Hal ini berguna untuk menghindari hal-hal mengenai gangguan lingkungan khususnya kebisingan untuk kenyaman dan keamanan penduduk disekitar bandar udara tersebut. Dampak kebisingan dari pesawat terhadap komunitas disekitar bandara telah menimbulkan masalah penerbangan yang serius. Dampak kebisingan pada masyarakat tergantung kepada beberapa faktor yaitu besarnya kebisingan yang dihasilkan, durasi dari kebisingan tersebut, jalur penerbangan yang digunakan selama take off dan landing, jumlah dan operasi penerbangan, prosedur pengoperasian pesawat, sistem runway yang digunakan, hari dan musim berlangsung operasi, dan juga kondisi meteorologi. Hal-hal yang berkaitan dengan pemaparan kebisingan pesawat terhadap masyarakat adalah penggunaan tanah dan bangunan disekitar bandara, tingkat kebisingan ambien, dan sikap masyarakat disekitar bandara (Primanda F.B 2012). Dampak kebisingan terhadap manusia bisa diklasifikasikan dalam dua kategori yaitu dampak sikap manusia (tingkah laku manusia) dan dampak terhadap kesehatan atau fisiolgis. Dampak terhadap sikap manusia adalah yang berkaitan dengan terjadinya gangguan terhadap aktivitas manusia. Ini mencakup kebisingan yang menimbulkan gangguan komunikasi, gangguan ketika istirahat dan tidur. Sedangkan dampak terhaadap kesehatan adalah yang berhubungan dengan hilangnya kemampuan pendengaran manusia atau juga dampak timbulnya penyakit kardiovaskular dan hipertensi (Yully M.L 2002). Secara umum upaya pengendalian kebisingan dilakukan melalui pengurangan dan pengendalian tingkat bising yang dapat dibagi dalam tiga aspek yaitu pengendalian pada sumber, pengendalian pada rambatan, dan pengendalian kebisingan pada manusia. Pengendalian kebisingan pada sumber meliputi perlindungan pada peralatan, struktur, dan pekerja dari dampak bising. Pembatasan tingkat bising yang boleh dipancarkan sumber. Reduksi kebisingan pada sumber biasanya memerlukan modifikasi atau mereduksi gaya-gaya penyebab getaran sebagai sumber kebisingan dan mereduksi komponen-komponen peralatan. Pengendalian pada media rambatan dilakukan diantara sumber dan penerima kebisingan. Prinsip pengendaliannya adalah melemahkan intensitas kebisingan yang merambat dari sumber kepenerima dengan cara membuat hambatanhambatan. Pengendalian kebisingan pada manusia dilakukan untuk mereduksi

7 tingkat kebisingan yang diterima setiap hari. Pengendalian ini terutama ditunjukkan pada orang yang setiap harinya menerima kebisingan, seperti operator pesawat terbang dan orang lain yang menerima kebisingan. Pada manusia kerusakan akibat kebisingan diterima oleh pendengaran (telinga bagian dalam) sehingga metode pengendaliannya memanfaatkan alat bantu yang bisa mereduksi tingkat kebisingan yang masuk ketelinga (Mahbubiyah A.E 2011). Jenis pesawat yang beroperasi di bandara sangat berpengaruh dalam pengendalian kebisingan. Identifikasi masalah kebisingan bandara, menentukan tingkat kebisingan yang diterima oleh karyawan dan penduduk seekitar bandara. Dari data yang ada ditempuh langkah penyesuaian kondisi operasional atau melakukan perawatan atau pemeliharaan engine pesawat terbang sehingga suara yang timbul dapat dikurangi. Usaha lain dalam pengendalian dapat dilakukan dengan menambahkan bahan-bahan penyerap suara, atau penghalang suara lainnya tergantung situasi dan kondisi area bising (Chaeran 2008). Beberapa upaya pengelolaan lingkungan yang dilakukan di wilayah bandar udara ahmad yani semarang terkait dengan kebisingan, akibat kegiatan pendaratan, tinggal landas dan parkir pesawat adalah pemasangan insulasi atau peredam suara pada gedung administrasi perkantoran dan operasional bandar udara, menanam tanaman disekitar badan jalan yang menuju bandar udara serta mempertahankan dan mengembangkan penanaman tumbuhan perindang pada zona penyangga yang berbatasan dengan pemukiman (Rachman R.M 2007). SIMPULAN Tingkat kebisingan Bandar Udara Ahmad Yani Semarang dinyatakan tidak memenuhi baku mutu tingkat kebisingan dengan nilai diatas 55 db (A), sehingga dapat diidentifikasikan tidak memenuhi Baku Mutu Tingkat Kebisingan yang diisyaratkan oleh KEP. No.48/MenLH/1996 yaitu sebesar 55 db (A). Berdasarkan hasil yang didapat dari perhitungan nilai WECPNL Bandar Udara Ahmad Yani Semarang sebesar db (A). Menurut Persetujuan dan Pengesahan Hasil Penelitian Kawasan Kebisingan (BKK) Disekitar Bandar Udara, kawasan Bandar Udara Ahmad Yani termasuk pada kawasan kebisingan tingkat I dengan nilai WECPNL lebih besar atau sama dengan 70 db dan lebih kecil 75 db, yaitu tanah dan ruang udara yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis kegiatan dan atau bangunan kecuali untuk jenis bangunan sekolah dan rumah sakit. Kawasan bandar udara tersebut masih memungkinkan untuk pembangunan pemukiman disekitar area bandar udara tersebut. Namun, perlu juga dilakukan analisis untuk pembangunan khususnya pemukiman untuk mengetahui berapa jarak dari kawasan bandara tersebut yang dimungkinkan untuk tempat pemukiman. Upaya pengelolaan lingkungan yang dilakukan di wilayah bandar udara ahmad yani semarang terkait dengan kebisingan, akibat kegiatan pendaratan, tinggal landas dan parkir pesawat adalah pemasangan insulasi atau peredam suara pada gedung administrasi perkantoran dan operasional bandar udara, menanam tanaman disekitar badan jalan yang menuju bandar udara serta mempertahankan dan mengembangkan penanaman tumbuhan perindang pada zona penyangga yang berbatasan dengan pemukiman.

8 Daftar Pustaka Chaeran M., Tesis : Kajian Kebisingan Akibat Aktivitas Bandara. Semarang : Univesitas Diponegoro. Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 48 Tahun 1996 Tentang Baku Tingkat Kebisingan, Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia. Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor 51 Tahun 1999 Tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika Di Tempat Kerja, Mahbubiyah A.E Analisis Pesawat Terbang Di Kawasan Sekitar Bandara (Studi Kasus : Bandara Pekanbaru Dan Surabaya). Jakarta : Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Sasongko D. P., dkk Kebisingan Lingkungan. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Sugiharto, Timmy. Tugas Akhir : Penerapan Model NEF Untuk Memprediksi Kebisingan Bandar Udara (Studi Kasus : Bandar Udara Adistjipto Yogyakarta). Bandumg : ITB Primanda F.B., Pemetaan Kebisingan Akibat Aktivitas Pesawat Dengan Software Integrated Noise di Sekitar Bandar Udara Internasional Soekarno- Hatta. Jurnal : Universitas Indonesia, Fakultas Teknik Lingkungan. Pratomo, Suko Sumber Daya Alam dan Pencemaran/Polusi. Yully M.L., Pengkajian Tingkat Kebisingan Pesawat Udara DC-10 Secara Offline. Jurnal : Teknik Lingkungan Fakultas Arsitektur Lanskap Dan Teknik Lingkungan, Universitas Trisakti Jakarta. Rachman R.M., Tesis : Kajian Manjemen Lingkugan Bandar Udara Ahmad Yani Semarang. Universitas Diponegoro Semarang

9 LAMPIRAN 1. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.48 Tahun 1996 Tanggal 25 Nopember 1996

10 LAMPIRAN 2. Persetujuan Dan Pengesahan Hasil Penelitian Kawasan Kebisingan (Bkk) Disekitar Bandar Udara PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN HASIL PENELITIAN KAWASAN KEBISINGAN (BKK) DISEKITAR BANDAR UDARA Persetujuan Direktorat Bandar Udara Persyaratan : a. Kawasan kebisingan di bandar udara diukur dan ditentukan dengan bertitik tolak pada rencana induk bandar udara; b. Tingkat kebisingan ditentukan berdasarkan Weighted Equivalent Continuous Perceived Noise Level (WECPNL); c. Tingkat kebisingan terdiri dari : Kawasan kebisingan tingkat I dengan nilai WECPNL lebih besar atau sarna dengan 70 dan lebih kecil 75 ( 70 = WECPNL < 75 ), yaitu tanah dan ruang udara yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis kegiatan dan atau bangunan kecuali untuk jenis bangunan sekolah dan rumah sakit; Kawasan kebisingan tingkat II dengan nilai WECPNL lebih besar atau sama dengan 75 dan lebih kecil 80 ( 75 = WECPNL < 80), yaitu tanah dan ruang udara yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis kegiatan dan atau bangunan kecuali untuk jenis kegiatan dan/atau bangunan sekolah, rumah sakit dan rumah tinggal; dan Kawasan kebisingan tingkat III dengan nilai WECPNL lebih besar atau sama dengan 80 (80 = WECPNL), yaitu tanah dan ruang udara yang dapat dimanfaatkan untuk membangun tasilitas bandar udara yang dilengkapi insulasi suara dan dapat dimanfaatkan sebagai jalur hijau atau sarana pengendalian Iingkungan dan pertanian yang tidak mengundang burung.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan berjalannya waktu, kemajuan teknologi di bidang transportasi turut serta berkembang dengan cepat, mulai dari transportasi darat, laut, hingga udara.

Lebih terperinci

KAJIAN KEBISINGAN PADA PEMUKIMAN DEKAT BANDARA UDARA INTERNASIONAL SULTAN HASANUDDIN

KAJIAN KEBISINGAN PADA PEMUKIMAN DEKAT BANDARA UDARA INTERNASIONAL SULTAN HASANUDDIN KAJIAN KEBISINGAN PADA PEMUKIMAN DEKAT BANDARA UDARA INTERNASIONAL SULTAN HASANUDDIN Jusriadi 1, Nurlaela Rauf 2, Dahlang Tahir 3. Program Studi Fisika Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Hasanuddin (UNHAS)

Lebih terperinci

Analisa Kebisingan Daerah Perumahan Angkasa Pura I Akibat Flyover Pesawat Terbang di Bandar Udara Sepinggan Balikpapan

Analisa Kebisingan Daerah Perumahan Angkasa Pura I Akibat Flyover Pesawat Terbang di Bandar Udara Sepinggan Balikpapan JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 1, (2014) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) 1 Analisa Kebisingan Daerah Perumahan Angkasa Pura I Akibat Flyover Pesawat Terbang di Bandar Udara Sepinggan Balikpapan Elysa

Lebih terperinci

Analisis Tingkat Kebisingan Di Kawasan Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru

Analisis Tingkat Kebisingan Di Kawasan Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Analisis Tingkat Kebisingan Di Kawasan Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Rudhi Andreas Komang ), Aryo Sasmita 2), David Andrio 3) ) Mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan, 2,3)

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2012 TENTANG PEMBANGUNAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP BANDAR UDARA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2012 TENTANG PEMBANGUNAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP BANDAR UDARA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2012 TENTANG PEMBANGUNAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP BANDAR UDARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang :

Lebih terperinci

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2012 TENTANG PEMBANGUNAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP BANDAR UDARA I. UMUM Kegiatan penerbangan merupakan

Lebih terperinci

DAILY MAPPING AIRCRAFT NOISE LEVEL IN UNIT APRON AHMAD YANI AIRPORT, SEMARANG, CENTRAL JAVA, USING CONTOUR NOISE METHOD

DAILY MAPPING AIRCRAFT NOISE LEVEL IN UNIT APRON AHMAD YANI AIRPORT, SEMARANG, CENTRAL JAVA, USING CONTOUR NOISE METHOD DAILY MAPPING AIRCRAFT NOISE LEVEL IN UNIT APRON AHMAD YANI AIRPORT, SEMARANG, CENTRAL JAVA, USING CONTOUR NOISE METHOD Evi, Irawan Wisnu Wardana, Endro Sutrisno Department of Environmental Engineering,

Lebih terperinci

ANALISA KEBISINGAN DAERAH PERUMAHAN ANGKASA PURA I AKIBAT FLYOVER PESAWAT TERBANG DI BANDAR UDARA SEPINGGAN BALIKPAPAN

ANALISA KEBISINGAN DAERAH PERUMAHAN ANGKASA PURA I AKIBAT FLYOVER PESAWAT TERBANG DI BANDAR UDARA SEPINGGAN BALIKPAPAN ANALISA KEBISINGAN DAERAH PERUMAHAN ANGKASA PURA I AKIBAT FLYOVER PESAWAT TERBANG DI BANDAR UDARA SEPINGGAN BALIKPAPAN ELYSA MARGARET 2410 100 084 IR. TUTUG DHANARDONO, MT NIP. 19520613 198103 1 004 LABORATORIUM

Lebih terperinci

Pemodelan Kebisingan akibat Aktifitas Pesawat dan Optimalisasi Kebisingan di Bandara Juanda dengan Menggunakan Model Les Frair

Pemodelan Kebisingan akibat Aktifitas Pesawat dan Optimalisasi Kebisingan di Bandara Juanda dengan Menggunakan Model Les Frair 57 Pemodelan Kebisingan akibat ktifitas dan Optimalisasi Kebisingan di Bandara Juanda dengan Menggunakan Model Les Frair Brigita Sance, Mardlijah, dan Nur siyah Departemen Matematika, Fakultas Matematka

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2012 TENTANG PEMBANGUNAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP BANDAR UDARA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2012 TENTANG PEMBANGUNAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP BANDAR UDARA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2012 TENTANG PEMBANGUNAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP BANDAR UDARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang :

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2012 TENTANG PEMBANGUNAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP BANDAR UDARA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2012 TENTANG PEMBANGUNAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP BANDAR UDARA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2012 TENTANG PEMBANGUNAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP BANDAR UDARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Total Penumpang

BAB I PENDAHULUAN. Total Penumpang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bandar Udara Adisutjipto Yogyakarta terletak 7 Km di sebelah timur kota Yogyakarta dan masuk di wilayah Kabupaten Sleman. Bandar Udara (Bandara) Adisutjipto Yogyakarta

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2012 TENTANG PEMBANGUNAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP BANDAR UDARA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2012 TENTANG PEMBANGUNAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP BANDAR UDARA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2012 TENTANG PEMBANGUNAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP BANDAR UDARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang :

Lebih terperinci

TIN206 - Pengetahuan Lingkungan Materi #9 Genap 2014/2015. TIN206 - Pengetahuan Lingkungan

TIN206 - Pengetahuan Lingkungan Materi #9 Genap 2014/2015. TIN206 - Pengetahuan Lingkungan Materi #9 Definisi 2 Noise (bising) adalah bunyi yang tidak dikehendaki, suatu gejala lingkungan (environmental phenomenon) yang mempengaruhi manusia sejak dalam kandungan dan sepanjang hidupnya. Bising

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kondisi kesehatan, aktivitas karyawan perlu dipertimbangkan berbagai potensi

BAB I PENDAHULUAN. kondisi kesehatan, aktivitas karyawan perlu dipertimbangkan berbagai potensi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan kerja merupakan bagian spesifik dari kesehatan umum, lebih memfokuskan lingkup kegiatannya pada peningkatan kualitas hidup tenaga kerja melalui penerapan upaya

Lebih terperinci

seperti transportasi darat, laut dan udara. Manusia sebagai makluk yang kompleks Bandar Udara Djalaludin Gorontalo merupakan satu-satunya bandara yang

seperti transportasi darat, laut dan udara. Manusia sebagai makluk yang kompleks Bandar Udara Djalaludin Gorontalo merupakan satu-satunya bandara yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kemajuan teknologi telah membawa kemajuan pada bidang transportasi seperti transportasi darat, laut dan udara. Manusia sebagai makluk yang kompleks membutuhkan sarana

Lebih terperinci

JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol. 3, No. 2, (2014) ( X Print) B-101

JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol. 3, No. 2, (2014) ( X Print) B-101 JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol. 3, No. 2, (2014) 2337-3520 (2301-928X Print) B-101 Kebisingan di Dalam Kabin Masinis Lokomotif Tipe CC201 Tri Sujarwanto, Gontjang Prajitno, dan Lila Yuwana Jurusan Fisika,

Lebih terperinci

PENGARUH KEBISINGAN DARI AKTIFITAS BANDARA INTERNASIONAL JUANDA SURABAYA

PENGARUH KEBISINGAN DARI AKTIFITAS BANDARA INTERNASIONAL JUANDA SURABAYA 19 Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 4 No. 1 PENGARUH KEBISINGAN DARI AKTIFITAS BANDARA INTERNASIONAL JUANDA SURABAYA Ninda Ramita dan Rudy Laksmono Progdi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan

Lebih terperinci

ANALISIS PEMETAAN KEBISINGAN DARI AKTIVITAS PESAWAT DI KAWASAN BANDAR UDARA INTERNASIONAL KUALANAMU PUTRI ZHAFIRAH CHUZNITA

ANALISIS PEMETAAN KEBISINGAN DARI AKTIVITAS PESAWAT DI KAWASAN BANDAR UDARA INTERNASIONAL KUALANAMU PUTRI ZHAFIRAH CHUZNITA ANALISIS PEMETAAN KEBISINGAN DARI AKTIVITAS PESAWAT DI KAWASAN BANDAR UDARA INTERNASIONAL KUALANAMU TUGAS AKHIR PUTRI ZHAFIRAH CHUZNITA 12 0407 045 Pembimbing Pertama Ivan Indrawan, ST., MT Pembimbing

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Profil Bandara Internasional Adisucipto Yogyakarta

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Profil Bandara Internasional Adisucipto Yogyakarta BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Profil Bandara Internasional Adisucipto Yogyakarta Perusahaan Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional Adisutjipto Yogyakarta merupakan Bandar Udara

Lebih terperinci

Kebisingan Kereta Api dan Kesehatan

Kebisingan Kereta Api dan Kesehatan Kebisingan Kereta Api dan Kesehatan Salah satu jenis transportasi darat yang cukup diminati oleh masyarakat adalah kereta api. Perkeretaapian tidak saja memberi dampak yang positif bagi masyarakat sekitarnya,

Lebih terperinci

EVALUASI TINGKAT KEBISINGAN DI BANDARA SULTAN SYARIF KASIM II PEKANBARU

EVALUASI TINGKAT KEBISINGAN DI BANDARA SULTAN SYARIF KASIM II PEKANBARU EVALUASI TINGKAT KEBISINGAN DI BANDARA SULTAN SYARIF KASIM II PEKANBARU Aryo Sasmita 1) dan David Andrio 1) 1) Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Riau email: [email protected]

Lebih terperinci

PENENTUAN TINGKAT KEBISINGAN SIANG MALAM DI PERKAMPUNGAN BUNGURASIH AKIBAT KEGIATAN TRANSPORTASI TERMINAL PURABAYA SURABAYA

PENENTUAN TINGKAT KEBISINGAN SIANG MALAM DI PERKAMPUNGAN BUNGURASIH AKIBAT KEGIATAN TRANSPORTASI TERMINAL PURABAYA SURABAYA TUGAS AKHIR PENENTUAN TINGKAT KEBISINGAN SIANG MALAM DI PERKAMPUNGAN BUNGURASIH AKIBAT KEGIATAN TRANSPORTASI TERMINAL PURABAYA SURABAYA Dosen Pembimbing 1 : Ir.Wiratno A.Asmoro,M.Sc Dosen Pembimbing 2

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bunyi adalah gelombang longitudinal yang merambat melalui medium. Bunyi dapat dihasilkan oleh dua benda yang saling berbenturan, alat musik, percakapan manusia, suara

Lebih terperinci

ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN PADA KAWASAN PERMUKIMAN SEKITAR BANDARA SULTAN HASANUDDIN DAN DAMPAKNYA TERHADAP LINGKUNGAN

ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN PADA KAWASAN PERMUKIMAN SEKITAR BANDARA SULTAN HASANUDDIN DAN DAMPAKNYA TERHADAP LINGKUNGAN ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN PADA KAWASAN PERMUKIMAN SEKITAR BANDARA SULTAN HASANUDDIN DAN DAMPAKNYA TERHADAP LINGKUNGAN Sumarni Hamid Aly 1, Muralia Hustim 2, Tika Purnamasari 3 1, 2 Staf pengajar Jurusan

Lebih terperinci

PENGARUH PAGAR TEMBOK TERHADAP TINGKAT KEBISINGAN PADA PERUMAHAN JALAN RATULANGI MAKASSAR ABSTRAK

PENGARUH PAGAR TEMBOK TERHADAP TINGKAT KEBISINGAN PADA PERUMAHAN JALAN RATULANGI MAKASSAR ABSTRAK VOLUME 8 NO. 1, FEBRUARI 2012 PENGARUH PAGAR TEMBOK TERHADAP TINGKAT KEBISINGAN PADA PERUMAHAN JALAN RATULANGI MAKASSAR Sri umiati 1 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebisingan

Lebih terperinci

PENENTUAN JARAK AMAN PEMUKIMAN BERDASARKAN KEBISINGAN DARI AKTIVITAS BANDARA HUSEIN SASTRANEGARA, BANDUNG YAHDI ISNU MIFTAHUDDIN

PENENTUAN JARAK AMAN PEMUKIMAN BERDASARKAN KEBISINGAN DARI AKTIVITAS BANDARA HUSEIN SASTRANEGARA, BANDUNG YAHDI ISNU MIFTAHUDDIN PENENTUAN JARAK AMAN PEMUKIMAN BERDASARKAN KEBISINGAN DARI AKTIVITAS BANDARA HUSEIN SASTRANEGARA, BANDUNG YAHDI ISNU MIFTAHUDDIN GEOFISIKA DAN METEOROLOGI MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT

Lebih terperinci

ANALISIS KEBISINGAN PADA KAWASAN COMPRESSOR HOUSE UREA-1 PT. PUPUK ISKANDAR MUDA, KRUENG GEUKUEH ACEH UTARA

ANALISIS KEBISINGAN PADA KAWASAN COMPRESSOR HOUSE UREA-1 PT. PUPUK ISKANDAR MUDA, KRUENG GEUKUEH ACEH UTARA ANALISIS KEBISINGAN PADA KAWASAN COMPRESSOR HOUSE UREA-1 PT. PUPUK ISKANDAR MUDA, KRUENG GEUKUEH ACEH UTARA Sabri 1* dan Suparno 2 1 Jurusan Teknik Mesin, Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Syech Abdurrauf

Lebih terperinci

PENENTUAN KAWASAN KEBISINGAN BANDARA POLONIA MEDAN

PENENTUAN KAWASAN KEBISINGAN BANDARA POLONIA MEDAN PENENTUAN KAWASAN KEBISINGAN BANDARA POLONIA MEDAN Oleh : Ataline Muliasari *) *) Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Udara Jl. Merdeka Timur No. 5 Jakarta 10110 Telp. (021) 34832944 Fax. (021)

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Lingkungan Belajar Menurut Suwarno (2006) lingkungan belajar adalah lingkungan sekitar yang melengkapi terjadinya proses pendidikan. Hal ini berarti bahwa lingkungan sebagai

Lebih terperinci

EVALUASI TINGKAT KEBISINGAN PADA KAWASAN PENDIDIKAN AKIBAT PENGARUH LALU LINTAS KENDARAAN

EVALUASI TINGKAT KEBISINGAN PADA KAWASAN PENDIDIKAN AKIBAT PENGARUH LALU LINTAS KENDARAAN Konferensi Nasional Teknik Sipil 3 (KoNTekS 3) Jakarta, 6 7 Mei 2009 EVALUASI TINGKAT KEBISINGAN PADA KAWASAN PENDIDIKAN AKIBAT PENGARUH LALU LINTAS KENDARAAN Sahrullah Program Studi Teknik Sipil, Universitas

Lebih terperinci

Rhaptyalyani Fakultas Teknik Univeristas Sriwijaya Jl. Raya Prabumulih- Palembang km 32 Indralaya, Sumatera Selatan.

Rhaptyalyani Fakultas Teknik Univeristas Sriwijaya Jl. Raya Prabumulih- Palembang km 32 Indralaya, Sumatera Selatan. PENGARUH KECEPATAN DAN JUMLAH KENDARAAN TERHADAP KEBISINGAN (STUDI KASUS KAWASAN KOS MAHASISWA DI JALAN RAYA PRABUMULIH- PALEMBANG KM 32 INDRALAYA SUMATERA SELATAN) Nyimas Septi Rika Putri Fakultas Teknik

Lebih terperinci

HUBUNGAN KECEPATAN KENDARAAN DENGAN KEBISINGAN YANG DITIMBULKAN

HUBUNGAN KECEPATAN KENDARAAN DENGAN KEBISINGAN YANG DITIMBULKAN HUBUNGAN KECEPATAN KENDARAAN DENGAN KEBISINGAN YANG DITIMBULKAN Muhammad Guntur, Syaiful Program Studi Teknik Sipil Universitas Ibn Khaldun Bogor Jl. KH. Sholeh Iskandar KM. 2 Kedung Badak, Tanah Sareal

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Peneletian

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Peneletian BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Peneletian Dalam pembangunan di Indonesia, industri akan terus berkembang sampai tingkat industri maju. Seperti diketahui bahwa hampir semua jenis industri mempergunakan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Lingkungan Permukiman Lingkungan pemukiman/perumahan adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung, baik berupa kawasan perkotaan maupun perdesaan, yang berfungsi

Lebih terperinci

Dany Garjito Slamet Suprayogi

Dany Garjito Slamet Suprayogi ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN EKIVALEN DESA CATURTUNGGAL KECAMATAN DEPOK DAN DESA KALITIRTO KECAMATAN BERBAH KABUPATEN SLEMAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Dany Garjito [email protected] Slamet Suprayogi

Lebih terperinci

ANALISIS KEBISINGAN RUANG WEAVING UNIT WEAVING B DI PT. DELTA MERLIN DUNIA TEXTILE IV

ANALISIS KEBISINGAN RUANG WEAVING UNIT WEAVING B DI PT. DELTA MERLIN DUNIA TEXTILE IV ANALISIS KEBISINGAN RUANG WEAVING UNIT WEAVING B DI PT. DELTA MERLIN DUNIA TEXTILE IV Nidya Yutie Pramesti *, Retno Wulan Damayanti Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret Jl.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Saat ini kota-kota besar di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam bidang industri, sarana transportasi, perluasan daerah pemukiman dan lain sebagainya.

Lebih terperinci

2012, No.71 2 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan: 1. Kebandarudaraan adalah segala sesuatu yang berkaita

2012, No.71 2 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan: 1. Kebandarudaraan adalah segala sesuatu yang berkaita LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.71, 2012 LINGKUNGAN HIDUP. Bandar Udara. Pembangunan. Pelestarian. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5295) PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK

Lebih terperinci

ANALISIS KEPADATAN LALU LINTAS TERHADAP KEBISINGAN YANG DITIMBULKAN KENDARAAN BERMOTOR (STUDI KASUS SDN BOJONG RANGKAS 4 BOGOR)

ANALISIS KEPADATAN LALU LINTAS TERHADAP KEBISINGAN YANG DITIMBULKAN KENDARAAN BERMOTOR (STUDI KASUS SDN BOJONG RANGKAS 4 BOGOR) ANALISIS KEPADATAN LALU LINTAS TERHADAP KEBISINGAN YANG DITIMBULKAN KENDARAAN BERMOTOR (STUDI KASUS SDN BOJONG RANGKAS 4 BOGOR) Syaiful, Mahasiswa Program Doktor Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan/Multidisiplin

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kemajuan teknologi di bidang transportasi sangat membantu manusia dalam menghemat waktu perjalanan yang tadinya berlangsung sangat lama menjadi lebih cepat. Teknologi

Lebih terperinci

Pengaruh Kebisingan Konstruksi Gedung Terhadap Kenyamanan Pekerja Dan Masyarakat

Pengaruh Kebisingan Konstruksi Gedung Terhadap Kenyamanan Pekerja Dan Masyarakat Pengaruh Kebisingan Konstruksi Gedung Terhadap Kenyamanan Pekerja Dan Masyarakat Sekarang ini pembangunan di kota Solo sangat pesat antara lain banyak hotel, mall dan gedung bertingkat yang didirikan di

Lebih terperinci

Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol.16 No.1 Tahun 2016

Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol.16 No.1 Tahun 2016 DAMPAK KEBISINGAN DARI AKTIFITAS BANDARA SULTAN THAHA JAMBI TERHADAP PEMUKIMAN SEKITAR BANDARA Peppy Herawati 1 Abstract The increasing needs of the people of Jambi on air transport makes Sultan Taha Airport

Lebih terperinci

STUDI HEARING LOSS TENAGA KERJA DAN MASYARAKAT DI WILAYAH BANDARA HASANUDDIN MAKASSAR

STUDI HEARING LOSS TENAGA KERJA DAN MASYARAKAT DI WILAYAH BANDARA HASANUDDIN MAKASSAR STUDI HEARING LOSS TENAGA KERJA DAN MASYARAKAT DI WILAYAH BANDARA HASANUDDIN MAKASSAR Study of Hearing Loss Labour and Community in The Area of Hasanuddin Airport Makassar Paul Miroslov H. Rettob, Rafael

Lebih terperinci

PENGKAJIAN KEBISINGAN DI SEKITAR BANDARA DI BEBERAPA KOTA BESAR DI INDONESIA (AIRPORT NOISE)

PENGKAJIAN KEBISINGAN DI SEKITAR BANDARA DI BEBERAPA KOTA BESAR DI INDONESIA (AIRPORT NOISE) PENGKAJIAN KEBISINGAN DI SEKITAR BANDARA DI BEBERAPA KOTA BESAR DI INDONESIA (AIRPORT NOISE) Tahun Anggaran 2011 Pusat Sarana Pengendalian Dampak Lingkungan Deputi Bidang Pembinaan Sarana Teknis Lingkungan

Lebih terperinci

HUBUNGAN TINGKAT KEBISINGAN PESAWAT UDARA TERHADAP KESEHATAN PEKERJA DI SEKITAR LANDAS PACU 1 DAN 2 BANDAR UDARA INTERNASIONAL SOEKARNO HATTA, BANTEN

HUBUNGAN TINGKAT KEBISINGAN PESAWAT UDARA TERHADAP KESEHATAN PEKERJA DI SEKITAR LANDAS PACU 1 DAN 2 BANDAR UDARA INTERNASIONAL SOEKARNO HATTA, BANTEN VOLUME 4 NO. 1, JUNI 2007 HUBUNGAN TINGKAT KEBISINGAN PESAWAT UDARA TERHADAP KESEHATAN PEKERJA DI SEKITAR LANDAS PACU 1 DAN 2 BANDAR UDARA INTERNASIONAL SOEKARNO HATTA, BANTEN Margareta Maria Sintorini,

Lebih terperinci

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado. Keywords : Noise Intensity, Hearing Threshold Values, Ground Handling Labor

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado. Keywords : Noise Intensity, Hearing Threshold Values, Ground Handling Labor HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS KEBISINGAN DI LINGKUNGAN KERJA DENGAN NILAI AMBANG DENGAR TENAGA KERJA GROUND HANDLING BANDAR UDARA INTERNASIONAL SAM RATULANGI MANADO. Jootje. M. L. Umboh *, Hengky. Loho *,

Lebih terperinci

JURNAL ILMU-ILMU TEKNIK - SISTEM, Vol. 10 No. 2

JURNAL ILMU-ILMU TEKNIK - SISTEM, Vol. 10 No. 2 PENGARUH AKTIVITAS KENDARAAN BERMOTOR TERHADAP KEBISINGAN DI KAWASAN PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA PANGUDI LUHUR SURAKARTA Dyah Ratri Nurmaningsih, Kusmiyati, Agus Riyanto SR 7 Abstrak: Semakin pesatnya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada masa sekarang ini industri permobilan terus meningkat. Peralatan industri seperti knalpot sepeda motor, peniup / penghembus, kipas angin, dan trafo menyebabkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bunyi adalah gelombang mekanis logitudinal yang merambat. Bunyi dihasilkan melalui benda atau zat yang bergetar seperti, bunyi mesin kereta api. Bunyi tersebut berpotensi

Lebih terperinci

Rhaptyalyani FakultasTeknik UniveristasSriwijaya Jl. Raya Prabumulih- Palembang km 32 Indralaya, Sumatera Selatan. Abstract

Rhaptyalyani FakultasTeknik UniveristasSriwijaya Jl. Raya Prabumulih- Palembang km 32 Indralaya, Sumatera Selatan. Abstract PENGARUH KECEPATAN DAN JUMLAH KENDARAAN TERHADAP KEBISINGAN (STUDI KASUS KAWASAN KOS MAHASISWA DI JALAN RAYA PRABUMULIH- PALEMBANG KM 32 INDRALAYA SUMATERA SELATAN) NyimasSepti Rika Putri FakultasTeknik

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Universitas Indonesia

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Universitas Indonesia BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di Negara-negara industri dan kota-kota besar di seluruh dunia, bising merupakan masalah utama kesehatan kerja. Kebisingan adalah bunyi atau suara yang tidak dikehendaki

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Menurut UU Kesehatan No. 36 Tahun 2009 mengenai kesehatan

BAB I PENDAHULUAN. Menurut UU Kesehatan No. 36 Tahun 2009 mengenai kesehatan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menurut UU Kesehatan No. 36 Tahun 2009 mengenai kesehatan lingkungan menyatakan bahwa setiap manusia mengupayakan kesehatan lingkungan yang salah satunya, lingkungan

Lebih terperinci

PENENTUAN TINGKAT KEBISINGAN PADA PABRIK KELAPA SAWIT PT TASMA PUJA KECAMATAN KAMPAR TIMUR

PENENTUAN TINGKAT KEBISINGAN PADA PABRIK KELAPA SAWIT PT TASMA PUJA KECAMATAN KAMPAR TIMUR PENENTUAN TINGKAT KEBISINGAN PADA PABRIK KELAPA SAWIT PT TASMA PUJA KECAMATAN KAMPAR TIMUR Jasmareni Sri Kurniati Baalijas *,Juandi, Sugianto Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Lebih terperinci

Studi Analisis Tingkat Kebisingan di Sekitar Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin

Studi Analisis Tingkat Kebisingan di Sekitar Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Studi Analisis Tingkat Kebisingan di Sekitar Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Sumarni Hamid Aly 1), Muralia Hustim 2), Fitri Yusmaniar 3) Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Universitas

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. udara tersebut ikut bergetar (Harnapp dan Noble, 1987). dirasakan sebagai gangguan (Mangunwijaya, 1988).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. udara tersebut ikut bergetar (Harnapp dan Noble, 1987). dirasakan sebagai gangguan (Mangunwijaya, 1988). BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Bunyi Bunyi dihasilkan dari pergesekan benda padat, gas, cair atau kombinasinya. Pergesekan tersebut mengakibatkan geteran yang akan menganggu keseimbangan molekul-molekul udara

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kebisingan adalah suara yang tidak dikehendaki oleh manusia dan merupakan faktor lingkungan yang dapat berpengaruh negatif terhadap kesehatan. [1-2] Berdasarkan Surat

Lebih terperinci

Kata Pengantar. Tekinfo --- Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi

Kata Pengantar. Tekinfo --- Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Tekinfo --- Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi --- 62 Kata Pengantar Alhamdulillahi robbil alamin, puji syukur kami sampaikan ke hadirat Allah SWT, karena Jurnal Tekinfo (Jurnal Ilmiah Teknik

Lebih terperinci

TINGKAT REDAM BUNYI SUATU BAHAN (TRIPLEK, GYPSUM DAN STYROFOAM)

TINGKAT REDAM BUNYI SUATU BAHAN (TRIPLEK, GYPSUM DAN STYROFOAM) 138 M. A. Fatkhurrohman et al., Tingkat Redam Bunyi Suatu Bahan TINGKAT REDAM BUNYI SUATU BAHAN (TRIPLEK, GYPSUM DAN STYROFOAM) M. Aji Fatkhurrohman*, Supriyadi Jurusan Pendidikan IPA Konsentrasi Fisika,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Perkembangan teknologi yang semakin meningkat mendorong Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Perkembangan teknologi yang semakin meningkat mendorong Indonesia BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Perkembangan teknologi yang semakin meningkat mendorong Indonesia mencapai tahap industrialisasi, yaitu adanya berbagai macam industri yang ditunjang dengan

Lebih terperinci

EFEK PARTISI TERHADAP UPAYA PENGENDALIAN KEBISINGAN

EFEK PARTISI TERHADAP UPAYA PENGENDALIAN KEBISINGAN EFEK PARTISI TERHADAP UPAYA PENGENDALIAN KEBISINGAN Jusma Karbi 1, Defrianto 2, Riad Syech 3 Mahasiswa Jurusan Fisika Bidang Akustik Jurusan Fisika Bidang Fisika Kelautan Jurusan Fisika Fakultas Matematika

Lebih terperinci

PENGARUH HUTAN KOTA TERHADAP REDUKSI KEBISINGAN LALU LINTAS DI JALAN A. YANI PONTIANAK (STUDI KASUS ARBORETUM SYLVA UNTAN DAN HALAMAN KANTOR GUBERNUR KALBAR) Dini Wahyu Sondag Ginting 1, Syafaruddin AS

Lebih terperinci

TUGAS AKHIR PEMETAAN NILAI KEKESATAN PADA PERMUKAAN PERKERASAN EKSISTING LANDAS PACU UTARA DI BANDARA SOEKARNO-HATTA

TUGAS AKHIR PEMETAAN NILAI KEKESATAN PADA PERMUKAAN PERKERASAN EKSISTING LANDAS PACU UTARA DI BANDARA SOEKARNO-HATTA TUGAS AKHIR PEMETAAN NILAI KEKESATAN PADA PERMUKAAN PERKERASAN EKSISTING LANDAS PACU UTARA DI BANDARA SOEKARNO-HATTA Diajukan sebagai syarat untuk meraih gelar Sarjana Teknik Stara 1 (S-1) Disusun Oleh

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang UPT. Balai Yasa Yogyakarta merupakan satu dari empat Balai Yasa yang dimiliki oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero). UPT. Balai Yasa Yogyakarta adalah industri yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kesehatan kerja merupakan kegiatan yang dilakukan guna memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya, baik fisik, mental, dan sosial bagi masyarakat pekerja

Lebih terperinci

PENENTUAN TINGKAT REDUKSI KEBISINGAN OLEH PAGAR BUATAN DI SEKITAR BANGUNAN RUMAH PENDUDUK DI KOTA PEKANBARU

PENENTUAN TINGKAT REDUKSI KEBISINGAN OLEH PAGAR BUATAN DI SEKITAR BANGUNAN RUMAH PENDUDUK DI KOTA PEKANBARU PENENTUAN TINGKAT REDUKSI KEBISINGAN OLEH PAGAR BUATAN DI SEKITAR BANGUNAN RUMAH PENDUDUK DI KOTA PEKANBARU Maya Asti*, Juandi M, Krisman Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Landasan teori ini sangat membantu untuk dapat memahami suatu sistem. Selain dari itu

BAB II LANDASAN TEORI. Landasan teori ini sangat membantu untuk dapat memahami suatu sistem. Selain dari itu 5 BAB II LANDASAN TEORI Landasan teori ini sangat membantu untuk dapat memahami suatu sistem. Selain dari itu dapat juga dijadikan sebagai bahan acuan didalam merencanakan suatu system. Dengan pertimbangan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seiring kemajuan zaman, kebutuhan manusia semakin banyak dan untuk memenuhi semua itu orang-orang berupaya menyediakan pemenuh kebutuhan dengan melakukan proses

Lebih terperinci

ANALISA TINGKAT KEBISINGAN LALU LINTAS DI JALAN RAYA DITINJAU DARI BAKU TINGKAT YANG DIIJINKAN

ANALISA TINGKAT KEBISINGAN LALU LINTAS DI JALAN RAYA DITINJAU DARI BAKU TINGKAT YANG DIIJINKAN ANALISA TINGKAT KEBISINGAN LALU LINTAS DI JALAN RAYA DITINJAU DARI BAKU TINGKAT YANG DIIJINKAN Galuh Renggani Wilis Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas pancasakti Tegal Email : [email protected]

Lebih terperinci

GANGGUAN PENDENGARAN DI KAWASAN KEBISINGAN TINGKAT TINGGI (Suatu Kasus pada Anak SDN 7 Tibawa) Andina Bawelle, Herlina Jusuf, Sri Manovita Pateda 1

GANGGUAN PENDENGARAN DI KAWASAN KEBISINGAN TINGKAT TINGGI (Suatu Kasus pada Anak SDN 7 Tibawa) Andina Bawelle, Herlina Jusuf, Sri Manovita Pateda 1 GANGGUAN PENDENGARAN DI KAWASAN KEBISINGAN TINGKAT TINGGI (Suatu Kasus pada Anak SDN 7 Tibawa) Andina Bawelle, Herlina Jusuf, Sri Manovita Pateda 1 Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan

Lebih terperinci

Evi Setiawati Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Semarang

Evi Setiawati Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Semarang ISSN 1410-9840 KAJIAN DAMPAK PENINGKATAN KEBISINGAN AKIBAT OPERASINALISASI JALUR GANDA KERETA API (STUDI KASUS PEMBANGUNAN JALAN KA PARTIAL DOUBLE TRACK BREBES LOSARI CIREBON) Evi Setiawati Jurusan Teknik

Lebih terperinci

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 2, (2013) ISSN: ( Print) D-156

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 2, (2013) ISSN: ( Print) D-156 JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 2, (2013) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) D-156 Peningkatan Insulasi Akustik Dinding Luar Kamar Hotel Studi Kasus Di Dalam Bandar Udara Benny Adi Nugraha, Andi Rahmadiansah,

Lebih terperinci

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado. Kata Kunci: Intensitas Kebisingan, Kelelahan Kerja, Tenaga Kerja Ground Handling

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado. Kata Kunci: Intensitas Kebisingan, Kelelahan Kerja, Tenaga Kerja Ground Handling HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS KEBISINGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA TENAGA KERJA GROUND HANDLING PT. GAPURA ANGKASA BANDAR UDARA INTERNASIONAL SAM RATULANGI KOTA MANADO Raudhah Nur Amalia Makalalag*, Angela

Lebih terperinci

PRISMA FISIKA, Vol. II, No. 2 (2014), Hal ISSN : TINGKAT KEBISINGAN AKIBAT AKTIVITAS MANUSIA DI RUANG INAP RUMAH SAKIT

PRISMA FISIKA, Vol. II, No. 2 (2014), Hal ISSN : TINGKAT KEBISINGAN AKIBAT AKTIVITAS MANUSIA DI RUANG INAP RUMAH SAKIT TINGKAT KEBISINGAN AKIBAT AKTIVITAS MANUSIA DI RUANG INAP RUMAH SAKIT Novi Suryanti 1), Nurhasanah 1), Andi Ihwan 1) 1)Program Studi Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tanjungpura

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang tidak sesuai dengan tempat dan waktunya (Suratmo, 2002). Suara tersebut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang tidak sesuai dengan tempat dan waktunya (Suratmo, 2002). Suara tersebut 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kebisingan Lalu lintas Kebisingan adalah bentuk suara yang tidak diinginkan atau bentuk suara yang tidak sesuai dengan tempat dan waktunya (Suratmo, 2002). Suara tersebut

Lebih terperinci

PEMETAAN TINGKAT KEBISINGAN AKIBAT AKTIVITAS TRANSPORTASI DI JALAN KALIWARON-KALIKEPITING SURABAYA

PEMETAAN TINGKAT KEBISINGAN AKIBAT AKTIVITAS TRANSPORTASI DI JALAN KALIWARON-KALIKEPITING SURABAYA SEMINAR TUGAS AKHIR PEMETAAN TINGKAT KEBISINGAN AKIBAT AKTIVITAS TRANSPORTASI DI JALAN KALIWARON-KALIKEPITING SURABAYA Masmulki Daniro J. NRP. 3307 100 037 Dosen Pembimbing: Ir. M. Razif, MM Semakin pesatnya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. strategis sehingga memiliki pengaruh positif dalam berbagai bidang. Moda

BAB I PENDAHULUAN. strategis sehingga memiliki pengaruh positif dalam berbagai bidang. Moda BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan yang letaknya sangat strategis sehingga memiliki pengaruh positif dalam berbagai bidang. Moda transportasi udara saat ini

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang sehat, baik fisik, kimia, biologi maupun sosial yang memungkinkan setiap orang

BAB I PENDAHULUAN. yang sehat, baik fisik, kimia, biologi maupun sosial yang memungkinkan setiap orang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat menjamin ketersediaan lingkungan yang sehat dan tidak mempunyai resiko buruk bagi kesehatan melalui upaya kesehatan lingkungan

Lebih terperinci

Analisis Tingkat Kebisingan SuaraDi Lingkungan Universitas Lampung

Analisis Tingkat Kebisingan SuaraDi Lingkungan Universitas Lampung Analisis Tingkat Kebisingan SuaraDi Lingkungan Khany Nuristian, Warsito, Gurum Ahmad Pauzidan Amir Supriyanto Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Jln. Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro

Lebih terperinci

Model Persamaan Tingkat Kebisingan Lalu Lintas Di Jalan Dr. Djunjunan Kota Bandung

Model Persamaan Tingkat Kebisingan Lalu Lintas Di Jalan Dr. Djunjunan Kota Bandung Model Persamaan Tingkat Kebisingan Lalu Lintas Di Jalan Dr. Djunjunan Kota Bandung A. M. S. SUFANIR Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Bandung Jl. Gegerkalong Hilir, Ds. Ciwaruga, Bandung 40012 E-mail:

Lebih terperinci

PEMETAAN TINGKAT KEBISINGAN AKIBAT AKTIVITAS TRANSPORTASI DI JALAN KERTAJAYA INDAH TIMUR- DARMAHUSADA INDAH TIMUR-DARMAHUSADA INDAH UTARA, SURABAYA

PEMETAAN TINGKAT KEBISINGAN AKIBAT AKTIVITAS TRANSPORTASI DI JALAN KERTAJAYA INDAH TIMUR- DARMAHUSADA INDAH TIMUR-DARMAHUSADA INDAH UTARA, SURABAYA PEMETAAN TINGKAT KEBISINGAN AKIBAT AKTIVITAS TRANSPORTASI DI JALAN KERTAJAYA INDAH TIMUR- DARMAHUSADA INDAH TIMUR-DARMAHUSADA INDAH UTARA, SURABAYA Oleh: Heru NRP. 3307100024 Dosen Pembimbing Ir. M. Razif,

Lebih terperinci

ANALISA KEBISINGAN AKIBAT AKTIVITAS TRANSPORTASI DI JALAN AHMAD YANI KOTA SORONG

ANALISA KEBISINGAN AKIBAT AKTIVITAS TRANSPORTASI DI JALAN AHMAD YANI KOTA SORONG ANALISA KEBISINGAN AKIBAT AKTIVITAS TRANSPORTASI DI JALAN AHMAD YANI KOTA SORONG Hendrik Pristianto Dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Sorong ABSTRAK Kebisingan merupakan polusi

Lebih terperinci

STUDI TINGKAT KEBISINGAN LALU LINTAS JALAN TOL PADALARANG-CILEUNYI TERHADAP PERUMAHAN TAMAN HOLIS INDAH KOTA BANDUNG.

STUDI TINGKAT KEBISINGAN LALU LINTAS JALAN TOL PADALARANG-CILEUNYI TERHADAP PERUMAHAN TAMAN HOLIS INDAH KOTA BANDUNG. STUDI TINGKAT KEBISINGAN LALU LINTAS JALAN TOL PADALARANG-CILEUNYI TERHADAP PERUMAHAN TAMAN HOLIS INDAH KOTA BANDUNG. SUSANTO ATMADJA NRP : 9721007 NIRM : 41077011970244 Pembimbing : V. Hartanto S.,Ir.

Lebih terperinci

ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN DI KAWASAN KAMPUS UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA (UPI) DI KECAMATAN LUBUK BEGALUNG KOTA PADANG

ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN DI KAWASAN KAMPUS UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA (UPI) DI KECAMATAN LUBUK BEGALUNG KOTA PADANG ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN DI KAWASAN KAMPUS UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA (UPI) DI KECAMATAN LUBUK BEGALUNG KOTA PADANG Fadjar Goembira, Taufiq Ihsan, Muhammad Fahyudi Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan jumlah pengguna angkutan transportasi udara baik domestik maupun internasional setiap tahunnya mengalami peningkatan yang pesat, hal ini disebabkan oleh

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR : KEP-48/MENLH/11/1996 TENTANG BAKU TINGKAT KEBISINGAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP,

KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR : KEP-48/MENLH/11/1996 TENTANG BAKU TINGKAT KEBISINGAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR : KEP-48/MENLH/11/1996 TENTANG BAKU TINGKAT KEBISINGAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, Menimbang : a. bahwa untuk menjamin kelestarian lingkungan hidup

Lebih terperinci

Tersedia online di: Jurnal Teknik Lingkungan, Vol. 5, No. 4 (2016)

Tersedia online di:  Jurnal Teknik Lingkungan, Vol. 5, No. 4 (2016) Analisis Sebaran Kebisingan Akibat Aktivitas Landing dan Take- Off Menggunakan Software Integrated Noise Model 7.0d Di Sekitar Bandar Udara Ahmad Yani Semarang Glorian Suhariani Silalahi*), Pertiwi Andarani**),

Lebih terperinci

ANALISIS PROFIL PENAMPANG GENTENG RUMAH TERHADAP TINGKAT KEBISINGAN SUARA AKIBAT LALU LINTAS PENERBANGAN DI SEKITAR BANDARA YOGYAKARTA

ANALISIS PROFIL PENAMPANG GENTENG RUMAH TERHADAP TINGKAT KEBISINGAN SUARA AKIBAT LALU LINTAS PENERBANGAN DI SEKITAR BANDARA YOGYAKARTA ANALISIS PROFIL PENAMPANG GENTENG RUMAH TERHADAP TINGKAT KEBISINGAN SUARA AKIBAT LALU LINTAS PENERBANGAN DI SEKITAR BANDARA YOGYAKARTA Haris Ardianto 1) dan Wawan Riyanta 2) 1) D3 Aeronautika, Sekolah

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci : Kebisingan, Jalan Raya.

ABSTRAK. Kata Kunci : Kebisingan, Jalan Raya. PENGARUH KECEPATAN DAN JUMLAH KENDARAAN TERHADAP KEBISINGAN (STUDI KASUS KAWASAN KOS MAHASISWA DI JALAN RAYA PRABUMULIH-PALEMBANG KM 32 INDRALAYA SUMATERA SELATAN) Anugra Setiawan Jurusan Teknik Sipil,

Lebih terperinci

Perhitungan Kebisingan pada Rumah Sakit dan Sekolah Akibat Arus Lalu Lintas di Jalan L.L. R.E. Martadinata Kota Bandung

Perhitungan Kebisingan pada Rumah Sakit dan Sekolah Akibat Arus Lalu Lintas di Jalan L.L. R.E. Martadinata Kota Bandung Reka Racana Jurusan Teknik Sipil Itenas No. 1 Vol. 4 Jurnal Online Institut Teknologi Nasional Maret 2018 Perhitungan Kebisingan pada Rumah Sakit dan Sekolah Akibat Arus Lalu Lintas di Jalan L.L. R.E.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Internasional Soekarno-Hatta terus meningkatkan pelayanan untuk. Soekarno-Hatta menimbulkan dampak positif dan negatif terhadap

BAB I PENDAHULUAN. Internasional Soekarno-Hatta terus meningkatkan pelayanan untuk. Soekarno-Hatta menimbulkan dampak positif dan negatif terhadap BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta merupakan salah satu pintu gerbang Indonesia yang melayani jasa transportasi udara. Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta

Lebih terperinci

HUBUNGAN INTENSITAS KEBISINGAN DENGAN GANGGUAN PENDENGARAN PETUGAS GROUND HANDLING PT. GAPURA ANGKASA BANDARA ADI SOEMARMO BOYOLALI SKRIPSI

HUBUNGAN INTENSITAS KEBISINGAN DENGAN GANGGUAN PENDENGARAN PETUGAS GROUND HANDLING PT. GAPURA ANGKASA BANDARA ADI SOEMARMO BOYOLALI SKRIPSI HUBUNGAN INTENSITAS KEBISINGAN DENGAN GANGGUAN PENDENGARAN PETUGAS GROUND HANDLING PT. GAPURA ANGKASA BANDARA ADI SOEMARMO BOYOLALI SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Sains Terapan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mengadakan transportasi udara adalah tersedianya Bandar Udara (Airport)

BAB I PENDAHULUAN. mengadakan transportasi udara adalah tersedianya Bandar Udara (Airport) BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Transportasi udara sangat efektif digunakan untuk membawa penumpang dengan jarak yang jauh dan dapat mempercepat waktu tempuh dibandingkan transportasi darat dan laut.

Lebih terperinci

TINGKAT KEBISINGAN PETUGAS GROUND HANDLING DI BANDARA NGURAH RAI BALI

TINGKAT KEBISINGAN PETUGAS GROUND HANDLING DI BANDARA NGURAH RAI BALI 63 TINGKAT KEBISINGAN PETUGAS GROUND HANDLING DI BANDARA NGURAH RAI BALI Nyoman Surayasa 1), I Made Tapayasa 2), I Wayan Putrayadnya 3) 1) Dosen Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dapat mengganggu kesehatan dan keselamatan. Dalam jangka panjang bunyibunyian

BAB I PENDAHULUAN. dapat mengganggu kesehatan dan keselamatan. Dalam jangka panjang bunyibunyian BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan Kebisingan adalah semua bunyi atau suara yang tidak dikehendaki yang dapat mengganggu kesehatan dan keselamatan. Dalam jangka panjang bunyibunyian tersebut

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. lingkungan dapat bersumber dari suara kendaraan bermotor, suara mesin-mesin

BAB I PENDAHULUAN. lingkungan dapat bersumber dari suara kendaraan bermotor, suara mesin-mesin 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pencemar fisik yang sering ditemukan adalah kebisingan. Kebisingan pada lingkungan dapat bersumber dari suara kendaraan bermotor, suara mesin-mesin industri dan sebagainya.

Lebih terperinci