BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
|
|
|
- Hadian Pranata
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Berbagai entitas memiliki potensi untuk terindikasi melakukan berbagai penyimpangan, salah satunya adalah kecurangan laporan keuangan. Laporan keuangan menjadi instrumen penting dalam mencerminkan kondisi perusahaan secara finansial. Laporan keuangan merupakan hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat komunikasi perusahaan untuk menginformasikan data keuangan atau aktivitas operasional perusahaan kepada para pengguna informasi perusahaan selama periode tertentu. Hal ini membuat manajemen perusahaan berusaha agar dapat menyajikan laporan keuangan perusahaan yang menggambarkan bahwa perusahaan dalam kondisi yang sehat (Hanani, 2015). Namun di sisi lain, hal ini menjadi motivasi dan dorongan bagi perusahaan untuk cenderung melakukan kecurangan melalui manipulasi laporan keuangan sehingga informasi yang disajikan menjadi tidak semestinya. Menurut Association of Certified Fraud Examiners (ACFE, 2016) dalam Report to the Nations on Occupational Fraud and Abuse, kecurangan laporan keuangan dapat didefinisikan sebagai penyimpangan yang disengaja atas kondisi keuangan perusahaan yang dilakukan oleh manajemen dalam bentuk salah saji material yang disengaja untuk menipu pengguna laporan keuangan. Ada tiga 1
2 2 kategori utama dalam kecurangan pekerjaan, yaitu penyalahgunaan aset (asset misappropriation), korupsi (corruption), dan kecurangan laporan keuangan (financial statement fraud). Pada tahun 2016, sebanyak 83,5% kasus terkait penyalahgunaan aset, 35,4% terkait dengan kasus korupsi, serta sebanyak 9,6% terkait dengan kecurangan laporan keuangan. Walaupun kasus kecurangan laporan keuangan yang terjadi tidak lebih dari 10%, tetapi memiliki dampak kecurangan yang paling merugikan diantara jenis kecurangan lainnya dengan rata-rata kerugian $ (ACFE, 2016). Pada pertengahan tahun 2009, terungkap kasus perekayasaan laporan keuangan pada perusahaan BUMN di bidang jasa properti Waskita Karya. Awal mula terungkapnya kasus ini ketika dilakukan pemeriksaan kembali neraca dalam rangka menyiapkan perusahaan untuk Innitial Public Offering (IPO). Mantan Direktur Keuangan PT. Adhi Karya (Persero), M. Choliq yang merupakan Direktur Utama Waskita Karya yang baru menemukan kelebihan pencatatan sejumlah Rp. 400 miliar dan diduga direksi periode sebelumnya melakukan rekayasa pelaporan keuangan keuangan sejak tahun 2004 hingga 2008 dengan memasukkan proyeksi pendapatan proyek multi tahun ke depan sebagai pendapatan tahun tertentu (Putra, 2009). Teori yang digunakan sebagai acuan dalam penelitian ini adalah teori yang dikemukakan oleh Jensen dan Meckling (1976) yaitu, teori keagenan (agency theory). Jensen dan Meckling (1976) mendefinisikan hubungan agen sebagai kontrak dimana satu atau lebih orang (pemilik) melibatkan orang lain (manajer) untuk
3 3 melakukan beberapa layanan atas nama pemilik dengan mendelegasikan beberapa wewenang pengambilan keputusan kepada manajer. Pemilik dan manajer dapat memilih tindakan yang berbeda karena preferensi risiko yang berbeda. Hal ini mengakibatkan timbulnya konflik kepentingan antara pemilik dan manajer. Berbagai penelitian mengenai kecurangan telah dilakukan dan salah satunya adalah mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi adanya kecurangan laporan keuangan dengan menggunakan metode fraud score model (f-score) sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Dechow et al. (2012) (Annisya, Lindrianasari, dan Asmaranti, 2016). Fraud score model menggunakan dua komponen yaitu accrual quality yang diproksikan dengan RSST accrual dan financial performance yang diproksikan dengan change in receiveable, change in inventory, change in cash sales, dan change in earnings yang menggambarkan tinggi rendahnya potensi resiko terjadinya fraud pada laporan keuangan (Skousen dan Twedt, 2009). Bremman dan McGrath (2007) dalam Tiffani dan Marfuah (2014) mengungkapkan berbagai penelitian mengenai pendeteksian terhadap kecurangan laporan keuangan tidak selalu mendapatkan titik terang karena banyaknya metode serta berbagai motivasi yang mendasari untuk melakukan kecurangan pelaporan keuangan. Untuk memberikan titik terang dalam permasalahan terhadap terjadinya kecurangan, diterbitkanlah Statement of Auditing Standards No. 99 (SAS No. 99) mengenai Consideration of Fraud in a Financial
4 4 Statement Audit oleh American Institute Certified Public Accountant (AICPA) pada Oktober 2002 (Skousen et all., 2008). SAS No. 99 dikeluarkan dengan tujuan peningkatan efektivitas auditor dalam mendeteksi kecurangan dengan menilai faktor resiko kecurangan dalam perusahaan. Faktor resiko kecurangan yang diadopsi dalam SAS No. 99 didasarkan pada teori fraud triangle yang dikemukakan oleh Cressey (1953). Dalam teori fraud triangle terdapat tiga kondisi yang selalu ada dalam tindakan kecurangan yaitu tekanan (pressure), peluang (opportunity), dan rasionalisasi (rationalization). Ketiga kondisi tersebut merupakan faktor resiko munculnya kecurangan dalam berbagai situasi. Teori ini disempurnakan menjadi fraud diamond oleh Wolfe dan Hermanson (2004) yang menambahkan elemen kemampuan (capability) sebagai elemen keempat. Menurut Wolfe dan Hermanson (2004), kecurangan tidak mungkin dapat terjadi tanpa orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan kecurangan tersebut. Orang tersebut harus memiliki kemampuan yang baik untuk melakukan taktik kecurangan dengan tepat untuk meraih keuntungan maksimal. Faktor pertama dari fraud diamond adalah pressure. Pressure merupakan kondisi dimana adanya motivasi atau dorongan yang menyebabkan seseorang untuk melakukan kecurangan. Dorongan tersebut antara lain seperti masalah ekonomi atau tuntutan kerja dalam perusahaan. Manajer dituntut untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan berupa tingkat pengembalian yang
5 5 tinggi atas investasi yang ditanamkan oleh pemilik, yang secara tidak langsung dapat menimbulkan tekanan bagi manajer untuk mencari cara agar perusaaan tetap dalam kondisi yang baik untuk menghasilkan tingkat pengembalian yang tinggi (Selano, Wardani dan Tedjasuksmana, 2017) Menurut SAS No. 99 (2002), terdapat empat kategori pressure yang mungkin mengakibatkan kecurangan pada laporan keuangan. Kategori tersebut adalah financial stability, external pressure, personal financial need, dan financial target. Beberapa penelitian terdahulu mengenai tekanan yang mempengaruhi kecurangan laporan keuangan telah banyak dilakukan. Sihombing dan Rahardjo (2014) serta Annisya, Lindrianasari dan Asmaranti (2016) menyimpulkan bahwa pada faktor tekanan berupa finacial stability memiliki pengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan, sedangkan Manurung dan Hardika (2015) serta Selano, Wardani dan Tedjasuksmana (2017) menunjukkan hasil bahwa financial stability tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Pada external pressure, Sihombing dan Rahardjo (2014), serta Yesiariani dan Rahayu (2016) mengungkapkan bahwa external pressure berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan, sedangkan menurut Manurung dan Hardika (2015), Annisya, Lindrianasari dan Asmaranti (2016) serta Selano, Wardani dan Tedjasuksmana (2017) menyatakan bahwa external pressure tidak memiliki pengaruh terhadap kecurangan pelaporan keuangan. Pada financial target, Hanani (2016) dan serta Selano, Wardani dan
6 6 Tedjasuksmana (2017) financial target berpengaruh terhadap kecurangan pelaporan keuangan. Namun, Widyashanti (2015), Annisya, Lindrianasari dan Asmaranti (2016) serta Yesiariani dan Rahayu (2016) tidak menemukan adanya pengaruh financial target terhadap kecurangan laporan keuangan. Faktor kedua dari fraud diamond adalah opportunity. Opportunity merupakan situasi dimana adanya kesempatan untuk memungkinkan terjadinya kecurangan. Kesempatan tersebut muncul sebagai akibat dari lemahnya internal kontrol suatu organisasi, kurangnya pengawasan, atau penyalahgunaan wewenang. Terbukanya kesempatan ini juga dapat membuat individu maupun kelompok yang sebelumnya tidak memiliki motif untuk melakukan tindak kecurangan. Tidak adanya kontrol yang efektif dapat memberikan kesempatan bagi karyawan di perusahaan untuk melakukan tindak kecurangan, seperti melakukan income smoothing, pengakuan pendapatan yang tidak seharusnya serta tidak dihapusnya piutang yang tidak mungkin tertagih (Selano dkk., 2017). Menurut SAS No. 99 (2002), terdapat tiga kategori opportunity yang mungkin mengakibatkan kecurangan pada laporan keuangan. Kategori tersebut adalah nature of industry, ineffective monitoring, dan organizational structure. Sihombing dan Rahardjo (2014), Widyashanti (2015) serta Selano, Wardani dan Tedjasuksmana (2017) menyimpulkan bahwa pada faktor peluang berupa nature of industry memiliki pengaruh terhadap kecurangan pelaporan keuangan. Namun, Manurung dan Hardika (2015), Hanani
7 7 (2016), Yesiariani dan Rahayu (2016) serta Annisya, Lindrianasari dan Asmaranti (2016) tidak menemukan pengaruh nature of industry terhadap kecurangan pelaporan keuangan. Pada ineffective monitoring, Selano, Wardani dan Tedjasuksmana (2017) menemukan pengaruh ineffective monitoring terhadap kecurangan laporan keuangan, sedangkan Sihombing dan Rahardjo (2014), Manurung dan Hardika (2015) serta Yesiariani dan Rahayu (2016) tidak menemukan pengaruh dari ineffective monitoring terhadap kecurangan pelaporan keuangan. Faktor ketiga dari diamond fraud adalah rationalization. Norbarani dan Rahardjo (2011) dalam Selano, Wardani dan Tedjasuksmana (2017) mengemukakan bahwa rasionalisasi merupakan sikap, karakter, atau nilai-nilai etika yang memperbolehkan seseorang untuk melakukan tindakan kecurangan, atau orang-orang yang berada dalam lingkungan yang menekan sehingga membuat mereka merasionalisasikan fraud yang mereka lakukan. Pada umumnya para pelaku kecurangan meyakini atau merasa bahwa tindakannya bukan merupakan suatu kecurangan tetapi adalah suatu yang memang merupakan haknya, bahkan kadang pelaku merasa telah berjasa karena telah berbuat banyak untuk organisasi. Faktor rasionalisasi yang ada dalam penelitian Sihombing dan Rahardjo (2014), Selano, Wardani dan Tedjasuksmana (2017) serta Yesiariani dan Rahayu (2016) memilki pengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan sedangkan faktor rasionalisasi yang
8 8 terdapat dalam penelitian Widyashanti (2015), Hanani (2016), serta Manurung dan Hardika (2015) tidak memiliki pengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Faktor keempat dalam diamond fraud adalah capability. Capability merupakan kemampuan seseorang dalam mengenali peluang yang ada dan memanfaatkan peluang tersebut untuk melakukan tindak kecurangan. Capability bisa berkembang ketika orang melakukan fungsi tertentu berulang kali, seperti rekonsiliasi bank atau membuat akun vendor baru. Kemampuan mereka untuk melakukan kecurangan meningkat seiring pengetahuan mereka tentang proses dan kontrol fungsi tersebut. Faktor capability merupakan faktor yang sulit untuk diukur dan masih belum banyak diteliti dalam penelitian terdahulu. Dalam penelitian Manurung dan Hardika (2015) memiliki pengaruh terhadap kecurangan pelaporan keuangan. Namun, Widyashanti (2015), Hanani (2016), serta Annisya, Lindrianasari dan Asmaranti (2016) tidak menemukan pengaruh capability terhadap kecurangan pelaporan keuangan. Berdasarkan penelitian terdahulu hasil yang didapatkan masih beragam, sehingga penelitian mengenai fraud diamond masih menarik untuk dilakukan. Objek penelitian ini adalah sektor property, real estate, dan building construction. Di Indonesia, sektor properti dan real estate sedang berkembang, banyak pengembang proyek yang membangun berbagai macam hunian seperti perkantoran, ritel, kawasan apartemen, hotel, lahan industri, perumahan dan lain sebagainya. Hal ini perlu menjadi perhatian
9 9 karena seiring berkembangnya suatu sektor akan mendorong adanya kemungkinan terjadi kecurangan. Dalam ACFE (2016) kasus terkait konstruksi mencapai 86 kasus dan real estate sebanyak 41 kasus. Walaupun presentase kasusnya hanya 3,9% dan 1,9% dibandingkan dengan perbankan yang mempunyai presentase 16,8% dengan kerugian $ , kerugian yang ditimbulkan atas kasus pada sektor konstruksi dan real estate rata-rata mencapai $ Tidak hanya itu, berdasarkan data Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), pengaduan untuk kasus di sektor properti pada tahun 2014 menempati peringkat ketiga setelah perbankan dan telekomunikasi dengan jumlah 70 kasus. Pengaduan ini meningkat menjadi 160 kasus pada tahun 2015 dan membuat peringkat pengaduan atas kasus di sektor properti ini naik ke peringkat dua mengalahkan kasus pada sektor telekomunikasi. Sepanjang 2014, jumlah pengaduan konsumen property mencapai 157 kasus yang ditujukan kepada 100 pengembang dan dari keseluruhan kasus terdapat 17 jenis keluhan, diantaranya adalah pengembalian dana yang tidak segera diselesaikan, penjadwalan ulang cicilan dan perbedaan kualitas, spesifikasi dan desain tata letak bangunan (Lamak, 2015 dalam Selano, Wardani, dan Tedjasuksmana, 2017). Pada tahun 2016, YLKI menyatakan pengaduan konsumen untuk sektor properti masih menduduki peringkat dua terbanyak setelah perbankan. Pengaduan terbanyak untuk sektor properti ini berhubungan dengan pembangunan dan
10 10 pengelolaan dimana 40% terkait pembangunan dan 39% terkait pengelolaan dari 780 kasus (liputan6.com). Berdasarkan latar belakang diatas, maka penelitian ini akan meneliti mengenai pendeteksian kecenderungan kecurangan pelaporan keuangan pada perusahaan property, real estate and building construction yang terdaftar di bursa efek Indonesia tahun Permasalahan yang dianalisis adalah mengenai pengaruh pressure (financial stability, external pressure, dan financial target), opportunity (nature of industry dan ineffective monitoring), rationalization, dan capability terhadap kecenderungan kecurangan pelaporan keuangan Rumusan Masalah Penelitian ini membahas pengaruh dari fraud diamond dalam mendeteksi kecenderungan kecurangan pelaporan keuangan yang dilakukan oleh manajemen perusahaan. Sehingga rumusan masalah sebagai berikut: 1. Apakah financial stability berpengaruh terhadap kecenderungan kecurangan pelaporan keuangan? 2. Apakah external pressure berpengaruh terhadap kecenderungan kecurangan pelaporan keuangan? 3. Apakah financial target berpengaruh terhadap kecenderungan kecurangan pelaporan keuangan? 4. Apakah nature of industry berpengaruh terhadap kecenderungan kecurangan pelaporan keuangan?
11 11 5. Apakah ineffective monitoring berpengaruh terhadap kecenderungan kecurangan pelaporan keuangan? 6. Apakah rationalization berpengaruh terhadap kecenderungan kecurangan pelaporan keuangan? 7. Apakah capability berpengaruh terhadap kecenderungan kecurangan pelaporan keuangan? 1.3. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas, penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti yang empiris mengenai adanya pengaruh antara: 1. Financial stability terhadap kecenderungan kecurangan pelaporan keuangan 2. External pressure terhadap kecenderungan kecurangan pelaporan keuangan 3. Financial target terhadap kecenderungan kecurangan pelaporan keuangan 4. Nature of industry terhadap kecenderungan kecurangan pelaporan keuangan 5. Ineffective monitoring terhadap kecenderungan kecurangan pelaporan keuangan 6. Rationalization terhadap kecenderungan kecurangan pelaporan keuangan
12 7. Capability terhadap kecenderungan kecurangan pelaporan keuangan Manfaat Penelitian Penelitian ini memiliki dua manfaat, yaitu: 1. Manfaat akademis Untuk dapat memberikan penjelasan konsep dan unsur-unsur fraud diamond dalam mendeteksi kecenderungan pelaporan keuangan serta diharapkan penelitian ini menjadi bahan referensi penelitian-penelitian yang akan dilakukan di masa yang akan datang. 2. Manfaat praktis a. Bagi Manajemen Memberikan pandangan kepada menajemen sebagai agen terkait tanggung jawabnya dalam melindungi kepentingan pemilik dan memberikan pandangan kepada manajer mengenai dampak dari kecurangan pelaporan keuangan bagi perusahaan. b. Bagi Masyarakat Memberikan informasi mengenai adanya kecenderungan kecurangan laporan keuangan serta pengetahuan tentang bagaimana cara mendeteksi fraud yang terjadi di perusahaan Sistematika Penulisan Tugas Akhir Skripsi Untuk memberikan gambaran secara keseluruhan mengenai isi dari skripsi ini, maka garis besar isi penelitian akan dikelompokan sebagai berikut:
13 13 BAB 1: PENDAHULUAN Bagian ini menjelaskan latar belakang masalah dari penelitian ini, tujuan penelitian yang ingin dicapai, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan tentang garis besar dari penelitian ini. BAB 2: TINJAUAN PUSTAKA Bagian ini membahas penelitian terdahulu, landasan teori yang digunakan, pengembangan hipotesis, dan model analisis dari penelitian ini. BAB 3:METODE PENELITIAN Bagian ini membahas mengenai desain penelitian, identifikasi variabel, definisi variabel, dan operasionalisasi variabel, jenis dan sumber data, metode pengumpulan data, populasi, sampel, teknik pengambilan sampel, serta teknik analisis data. BAB 4: ANALISIS DAN PEMBAHASAN Bagian ini membahas karakteristik objek penelitian, deskripsi data, analisis data, dan pembahasan. BAB 5: SIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN Bagian ini merupakan penutup dari penelitian ini yang berisi tentang simpulan, keterbatasan penelitian, dan saran untuk penelitian berikutnya.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tujuan pelaporan keuangan untuk tujuan umum adalah memberikan informasi keuangan entitas yang berguna untuk investor dan kreditor dalam membuat keputusan tentang penyediaan
BAB I PENDAHULUAN. pemanfaatan sumber daya ekonomi perusahaan ke dalam sebuah media
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Setiap perusahaan berkewajiban melaporkan aktivitasnya dalam pemanfaatan sumber daya ekonomi perusahaan ke dalam sebuah media tertulis yang dinamakan laporan
BAB I PENDAHULUAN. Laporan keuangan merupakan bentuk alat komunikasi kepada pihak luar
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Laporan keuangan merupakan bentuk alat komunikasi kepada pihak luar perusahaan untuk menginformasikan aktivitas perusahaan selama periode waktu tertentu. Penginformasian
BAB I PENDAHULUAN. Laporan keuangan merupakan alat bagi pihak manajemen untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Laporan keuangan merupakan alat bagi pihak manajemen untuk menginformasikan kondisi keuangan dan aktivitas oprasional perusahaan kepada para pengguna laporan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
1.1 Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN Laporan keuangan menyediakan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan bagi pemangku kepentingan dan calon pemangku kepentingan (Pernyataan Standar
BAB I PENDAHULUAN. pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi sesuai dengan yang. dinyatakan dalam Standar Akuntansi Keuangan.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Laporan keuangan perusahaan berfungsi untuk memberikan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan. Laporan keuangan tersebut
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Laporan keuangan merupakan laporan yang menunjukkan kondisi perusahaan saat ini. Kondisi perusahaan terkini maksudnya adalah keadaan keuangan perusahaan pada
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang terjadi antara pemilik dan pemegang saham (principal) dengan
1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Teori Keagenan Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teori agensi (agency theory) yang dikemukakan oleh Jensen dan Meckling dalam Ratmono (2014) yang
BAB I PENDAHULUAN. memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Laporan keuangan merupakan alat komunikasi informasi antara manajer dengan bawahan serta kepada pihak luar perusahaan. Laporan keuangan bertujuan memberikan informasi
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Laporan keuangan merupakan media yang digunakan oleh suatu
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Laporan keuangan merupakan media yang digunakan oleh suatu perusahaan dalam menyediakan informasi yang dibutuhkan bagi pengguna. Menurut PSAK no 1, laporan keuangan
BAB I PENDAHULUAN. Selain itu, auditor juga diwajibkan untuk mendeteksi adanya fraud dalam suatu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Audit ditujukan untuk menilai kewajaran penyajian laporan keuangan. Selain itu, auditor juga diwajibkan untuk mendeteksi adanya fraud dalam suatu perusahaan.
BAB 1 PENDAHULUAN. pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi sebagai mana yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Laporan keuangan perusahaan berperan memberikan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan tersebut. Laporan keuangan bertujuan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Teori Keagenan Hubungan keagenan yakni dimana agent dan principal atau manajer dengan pemilik memiliki sebuah kontrak kerja sama atau sebagainya (Jensen dan
BAB II KAJIAN PUSTAKA. Berbagai literatur mendefinisikan tentang fraud. Defenisi fraud secara
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Kecurangan (Fraud) Berbagai literatur mendefinisikan tentang fraud. Defenisi fraud secara harfiah diartikan sebagai kecurangan. Menurut the Association of Certified Fraud Examiners
BAB I PENDAHULUAN. menggambarkan kinerja perusahaan selama satu periode akuntansi. Lewat laporan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Laporan keuangan merupakan sebuah alat pertanggungjawaban manajemen terhadap pihak-pihak yang terkait dengan perusahaan, seperti pemegang saham, investor, kreditor,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Laporan keuangan merupakan cermin kondisi perusahaan dalam suatu periode tertentu. Laporan keuangan harus disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Siklus akuntansi yang terjadi dalam setiap perusahaan akan selalu diakhiri dengan pembuatan laporan keuangan. Laporan keuangan menurut Kieso dkk. (2011:4) adalah sarana
BAB II LANDASAN TEORI. Teori keagenan dalam perusahaan mengidentifikasi adanya pihak-pihak dalam
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Agency Theory Teori keagenan dalam perusahaan mengidentifikasi adanya pihak-pihak dalam perusahaan yang memiliki berbagai kepentingan untuk mencapai tujuan dalam kegiatan perusahaan.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pada setiap periode akuntansi, perusahaan akan mengungkapkan laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan catatan atas informasi keuangan suatu perusahaan
BAB II TEORI DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. pelaporan keuangan. berikut ini beberapa penelitian yaang berkaitan dengan
BAB II TEORI DAN PERUMUSAN HIPOTESIS A. Tijauan Penelitian Terdahulu Ada beberapa penelitian sebelumnya yang membahas tentang kecurangan pelaporan keuangan. berikut ini beberapa penelitian yaang berkaitan
BAB I PENDAHULUAN. terjadi dapat bersifat material dan merugikan pihak pihak berkepentingan, seperti
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Berbagai organisasi mulai dari nirlaba hingga yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan, memiliki potensi untuk terindikasi melakukan berbagai penyimpangan
BAB III METODE PENELITIAN. Populasi adalah seluruh kumpulan elemen yang dapat kita gunakan untuk
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Populasi Penelitian Populasi adalah seluruh kumpulan elemen yang dapat kita gunakan untuk membuat beberapa kesimpulan (Cooper dan Schindler, 2003). Menurut Sugiyono (1998)
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kerangka Teoritis 1. Agency Theory Menurut Jensen dan Meckling (1976) menyatakan bahwa agency theory mendeskripsikan pemegang saham sebagai principal dan manajemen sebagai agent.
BAB III METODE PENELITIAN. adalah pada penelitian Kusumawardhani (2015) menyebutkan bahwa secara
1 BAB III METODE PENELITIAN A. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini merupakan laporan keuangan perusahaan perbankan yang telah terdaftar (listing) di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2013 2015. Pertimbangan
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan dunia perekonomian yang begitu pesatnya antara lain ditandai
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan dunia perekonomian yang begitu pesatnya antara lain ditandai dengan kemajuan di bidang teknologi informasi, persaingan yang ketat, pertumbuhan inovasi
BAB I PENDAHULUAN. Banyaknya isu kecurangan yang diteliti belakangan ini menunjukkan bahwa kasus
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Banyaknya isu kecurangan yang diteliti belakangan ini menunjukkan bahwa kasus kecurangan semakin sering terjadi. Berita mengenai indikasi penyimpangan (fraud) di dalam
BAB I PENDAHULUAN. Dalam perkembangan dunia bisnis, berbagai persaingan dilakukan oleh
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam perkembangan dunia bisnis, berbagai persaingan dilakukan oleh manajemen perusahaan dalam mengoperasikan kinerjanya. Persaingan beberapa perusahaan tersebut dapat
BAB I PENDAHULUAN. tentang aktivitas perusahaan selama periode waktu tertentu. Pemakai internal
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Laporan keuangan merupakan sarana yang disediakan oleh perusahaan kepada para pemakai baik internal maupun eksternal untuk memperoleh informasi tentang aktivitas
FRAUND DIAMOND DALAM MENDETEKSI KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN. Poppy Indriani 1 M. Titan Terzaghi 2
FRAUND DIAMOND DALAM MENDETEKSI KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN Poppy Indriani 1 ([email protected]) M. Titan Terzaghi 2 ([email protected]) Abstract Effect of Diamond Fraud in Financial Statement Fraud
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Laporan keuangan merupakan salah satu bentuk alat komunikasi oleh manajer puncak kepada bawahannya serta kepada pihak luar perusahaan untuk menginformasikan
BAB I PENDAHULUAN. terasa lama,koran-koran dipenuhi dengan perincian baru tentang skandal akuntansi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Profesi akuntansi menghadapi berbagai masalah karena sepanjang musim panas yang terasa lama,koran-koran dipenuhi dengan perincian baru tentang skandal akuntansi korporasi.
BAB III METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan perusahaan manufaktur di
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan perusahaan manufaktur di Indonesia yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2010 2013. Metode
BAB III METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor energi yang terdaftar
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2011-2014. Pemilihan populasi menggunakan
BAB 5 SIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN
BAB 5 SIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa personal financial need (tekanan, OSHIP) berpengaruh positif secara signifikan terhadap potensi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS. dasar dalam mendeteksi kecurangan pelaporan keuangan dengan menggunakan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Bab ini menyajikan teori, kerangka konseptual dan hipotesis yang menjadi dasar dalam mendeteksi kecurangan pelaporan keuangan dengan menggunakan fraud
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dalam beberapa dekade terakhir, jumlah dari skandal akuntansi yang utama disebabkan dari banyaknya spekulasi salah satu di antaranya adalah bahwa manajemen
TINJAUAN PUSTAKA Kecurangan (Fraud) Menurut Sawyer et al. (2006: 339) kecurangan merupakan sebuah representasi yang salah atau penyembunyian
TINJAUAN PUSTAKA Kecurangan (Fraud) Menurut Sawyer et al. (2006: 339) kecurangan merupakan sebuah representasi yang salah atau penyembunyian fakta-fakta yang material untuk mempengaruhi seseorang agar
BAB I PENDAHULUAN. manajemen perusahaan dalam mengoperasikan bisnisnya. Dari sisi negatif,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam perkembangan zaman terutama pada dunia bisnis, berbagai persaingan bisnis, baik itu bersifat positif maupun negatif dilakukan oleh manajemen perusahaan dalam
Jenis Sesi Paper: Full paper
ANALISIS FRAUD DIAMOND DALAM MENDETEKSI FINANCIAL STATEMENT FRAUD (Studi Empiris pada Perusahaan LQ-45 yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2014) Jenis Sesi Paper: Full paper Merissa Yesiariani
BAB I PENDAHULUAN. pengauditan disebut dengan fraud akhir akhir ini menjadi berita utama dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kecenderungan Kecurangan Akuntansi atau yang dalam bahasa pengauditan disebut dengan fraud akhir akhir ini menjadi berita utama dalam pemberitaan media yang
BAB I PENDAHULUAN 1. LATAR BELAKANG. Kecurangan belakangan ini menjadi sorotan publik dan menjadi
BAB I PENDAHULUAN 1. LATAR BELAKANG Kecurangan belakangan ini menjadi sorotan publik dan menjadi pusat perhatian di kalangan pelaku bisnis di seluruh dunia. Di Indonesia pun tindakan kecurangan sepertinya
Mendeteksi Kecurangan Laporan Keuangan dengan Analisis Fraud Pentagon.
Jurnal Akuntansi, Keuangan dan Bisnis Vol. 11, No. 1, Mei 2018, 11-23 11 Jurnal Politeknik Caltex Riau http://jurnal.pcr.ac.id Mendeteksi Kecurangan Laporan Keuangan dengan Analisis Fraud Pentagon. Yossi
BAB 5 SIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN
BAB 5 SIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN 5.1. Simpulan Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh faktor-faktor dalam teori fraud triangle yakni tekanan (stabilitas keuangan, tekanan eksternal, kebutuhan
ANALISIS FRAUD DIAMOND DALAM MENDETEKSI FINANCIAL STATEMENT FRAUD
ANALISIS FRAUD DIAMOND DALAM MENDETEKSI FINANCIAL STATEMENT FRAUD (Studi pada Perusahaan Property, Real Estate and Building Construction yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011-2015) SKRIPSI
BAB I PENDAHULUAN. Isu tentang sistem pengendalian internal pemerintahan (SPIP) mendapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Isu tentang sistem pengendalian internal pemerintahan (SPIP) mendapat perhatian cukup besar belakangan ini. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selaku auditor eksternal
PENDETEKSIAN FINANCIAL STATEMENT...
PENDETEKSIAN FINANCIAL STATEMENT FRAUD DALAM PERSPEKTIF FRAUD DIAMOND (Studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2012-2014) DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN
BAB I PENDAHULUAN. memastikan laporan keuangan tidak mengandung salah saji (misstatement)
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Salah satu peran auditor eksternal adalah untuk memberikan keyakinan kepada pihak yang berkepentingan bahwa laporan keuangan telah disusun sesuai standar yang berlaku
BAB I PENDAHULUAN. (risk-oriented effort). Salah saji bisa disebutkan dalam asersi manajemen
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Mengaudit laporan keuangan adalah upaya yang berorientasi pada resiko (risk-oriented effort). Salah saji bisa disebutkan dalam asersi manajemen (management assertion),
Pengaruh Fraud Triangle
Pengaruh Fraud Triangle untuk Mendeteksi Tindak Kecurangan Laporan Keuangan pada Perusahaan Property dan Real Estate di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2012 ABSTRAK Rahmad Pulukadang 1, Sahmin Noholo
Total % 2.9% 3.5%
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Gambaran umum objek penelitian Perusahaan manufaktur adalahperusahaan yang mengubah bahan baku menjadi produk jadi melalui proses produksi kemudian dijual kepada pelanggan.dari definisi
PENGARUH FRAUD DIAMOND DALAM MENDETEKSI KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN MENGGUNAKAN F-SCORE MODEL PADA PERBANKAN DI INDONESIA
PENGARUH FRAUD DIAMOND DALAM MENDETEKSI KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN MENGGUNAKAN F-SCORE MODEL PADA PERBANKAN DI INDONESIA OLEH: EVELYN LIEM CHRISLIANTI 3203014009 JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS BISNIS UNIVERSITAS
BAB I PENDAHULUAN. memiliki risiko terjadinya kecurangan atau Fraud. Kecurangan atau biasa disebut
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Laporan keuangan merupakan laporan yang berisi angka angka hasil kinerja perusahaan dalam suatu periode yang biasanya diterbitkan setiap satu tahun. laporan
BAB I PENDAHULUAN. Menurut Tuanakotta (2010: 106) terdapat tiga sikap dan tindak-pikir yang selalu
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Skeptisisme profesional merupakan hal yang mendasar dalam audit. Menurut Tuanakotta (2010: 106) terdapat tiga sikap dan tindak-pikir yang selalu harus melekat pada
BAB 1 PENDAHULUAN. efisiensi operasional, dan dipatuhinya kebijakan-kebijakan yang digariskan oleh manajemen
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Tujuan dari suatu perusahaan pada umumnya adalah untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal. Selain untuk mendapatkan keuntungan, tujuan lain dari suatu perusahaan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dalam dunia bisnis seringkali terjadi kecurangan-kecurangan atau tindakan yang menyimpang dari prosedur akuntansi yang benar, dimana kecurangan tersebut disebut
BAB I PENDAHULUAN. yang diperlukan adalah informasi yang diperoleh dari laporan keuangan suatu
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Kebutuhan informasi yang lengkap dan berkualitas dalam berbagai bentuk sangat dibutuhkan dalam pengambilan keputusan ekonomi. Salah satu informasi yang
Deteksi Financial Statement Fraud dengan Analisis Fraud Triangle pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Deteksi Financial Statement Fraud dengan Analisis Fraud Triangle pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia LAILA TIFFANI MARFUAH Universitas Islam Indonesia Abstract: The purpose
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Setiap perusahaan publik yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setiap perusahaan publik yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki kewajiban untuk melaporkan laporan keuangannya secara berkala sebagai wujud
DETEKSI FINANCIAL STATEMENT FRAUD DENGAN ANALISIS FRAUD TRIANGLE PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
DETEKSI FINANCIAL STATEMENT FRAUD DENGAN ANALISIS FRAUD TRIANGLE PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Laila Tiffani Universitas Islam Indonesia Yogyakarta e-mail: [email protected]
BAB I PENDAHULUAN. penyebab terjadinya fraud. Lebih jauh lagi, dalam teori segitiga fraud yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Fraud dapat diartikan sebagai tindakan curang dan melawan hukum yang dilakukan dengan cara sedemikian rupa untuk menguntungkan pelakunya dan merugikan pihak
BAB I PENDAHULUAN. kepentingan (agen dan pemilik). Dalam teori keagenan (agency theory) menyatakan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sebagai media komunikasi, laporan keuangan harus dapat mempertemukan dua kepentingan (agen dan pemilik). Dalam teori keagenan (agency theory) menyatakan bahwa hubungan
BAB I PENDAHULUAN. menyebabkan masalah yang dihadapi para pelaku usaha semakin kompleks.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Persaingan dalam dunia bisnis yang semakin meningkat sekarang ini menyebabkan masalah yang dihadapi para pelaku usaha semakin kompleks. Tuntutan untuk mencapai
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Perkembangan ekonomi pada saat ini, persaingan antara para pelaku
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan ekonomi pada saat ini, persaingan antara para pelaku bisnispun akan semakin ketat. Hal tersebut mengakibatkan para pelaku bisnis berusaha dengan berbagai
BAB I PENDAHULUAN. persoalan-persoalan kecurangan (fraud) mengingat bahwa manajemen senior
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini, pemegang saham perseroan memberikan perhatian lebih terhadap persoalan-persoalan kecurangan (fraud) mengingat bahwa manajemen senior perusahaan yang sahamnya
BAB 1 PENDAHULUAN. Teori kontrakting atau bisa disebut juga teori keagenan (agency
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Teori kontrakting atau bisa disebut juga teori keagenan (agency theory), hubungan agensi muncul ketika satu orang atau lebih (principal) mempekerjakan orang
PENDETEKSIAN KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN DENGAN ANALISIS FRAUD TRIANGLE YANG DIADOPSI DALAM SAS NO.99
PENDETEKSIAN KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN DENGAN ANALISIS FRAUD TRIANGLE YANG DIADOPSI DALAM SAS NO.99 SKRIPSI Diajukan sebagai salah satu syarat untuk meyelesaikan Program Sarjana (S1) pada Program Sarjana
OLEH: FRANSISCA HARTOYO
ANALISIS PENTAGON FRAUD DALAM MENDETEKSI FRAUDULENT FINANCIAL REPORTING PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2011-2015 OLEH: FRANSISCA HARTOYO 3203013022 JURUSAN AKUNTANSI
BAB I PENDAHULUAN. Pihak - pihak yang terlibat dalam suatu perusahaan (principal dan. menyebabkan munculnya hubungan agensi antara principal (pemegang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pihak - pihak yang terlibat dalam suatu perusahaan (principal dan agent) umumnya mempunyai kepentingan yang berbeda. Hal ini menyebabkan munculnya hubungan
KECENDERUNGAN KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN DENGAN ANALISIS DIAMOND FRAUD PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG LISTING DI BEI (Tahun )
KECENDERUNGAN KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN DENGAN ANALISIS DIAMOND FRAUD PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG LISTING DI BEI (Tahun 2013 2015) The Tendency of Financial Statement Fraud using Diamond Fraud Analysis
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia. Kecurangan akuntansi yang berkembang secara luas menimbulkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Kecurangan akuntansi telah berkembang di berbagai Negara, termasuk di Indonesia. Kecurangan akuntansi yang berkembang secara luas menimbulkan kerugian yang
Fenomena korupsi di Timor Leste dibuktikan dengan adanya penyalahgunaan kekuasaan, pemalsuan dokumen tender dengan memberi proyek jutaan dollar
PENDAHULUAN Kecurangan merupakan sebuah representasi yang salah atau penyembunyian fakta-fakta yang material untuk mempengaruhi seseorang agar mau mengambil bagian dalam suatu hal yang berharga (Sawyer
1. Tekanan (pressure) yang diukur dengan pertumbuhan keuangan
BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5.1. Simpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Tekanan (pressure) yang diukur dengan pertumbuhan keuangan
SISTEM PENGENDALIAN KECURANGAN (FRAUD CONTROL SYSTEM) KEP DIREKSI NO: KEP/04/012015
SISTEM PENGENDALIAN KECURANGAN (FRAUD CONTROL SYSTEM) KEP DIREKSI NO: KEP/04/012015 DASAR Peraturan Perundangan: 1. UU Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi,
PENDETEKSIAN KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN MENGGUNAKAN ANALISIS TEORI FRAUD TRIANGLE
PENDETEKSIAN KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN MENGGUNAKAN ANALISIS TEORI FRAUD TRIANGLE OLEH : CLAUDIA GANADHI 3203012075 JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS BISNIS UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA 2016 PENDETEKSIAN
BAB I PENDAHULUAN. tahun 2016 lalu kasus kecurangan yang terungkap oleh KPK yaitu Kasus Korupsi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu kasus kecurangan yang terbesar adalah kasus perusahaan yang paling disegani di Amerika Serikat tertangkap basah telah mengelembungkan laba dan aset dengan
BAB I PENDAHULUAN. dilakukan oleh perusahaan yang dilaporkan kepada pihak internal maupun
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Laporan keuangan merupakan hasil dari kegiatan operasional yang dilakukan oleh perusahaan yang dilaporkan kepada pihak internal maupun eksternal perusahaan.
BAB I PENDAHULUAN. dan juga mempengaruhi minat investor untuk menanam atau menarik investasinya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Persaingan di dunia bisnis menjadi prioritas utama bagi manajemen perusahaan untuk menampilkan yang terbaik dari perusahaan yang dipimpinnya, karena baik buruknya
