PROSIDING SEMINAR NASIONAL PERIKANAN TANGKAP IPB KE 6
|
|
|
- Budi Lesmono
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1
2 PROSIDING SEMINAR NASIONAL PERIKANAN TANGKAP IPB KE 6 BOGOR, 22 OKTOBER 215 Pembangunan Perikanan Tangkap Berbasis Riset dan Teknologi dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean Penyunting: Dr. Iin Solihin, S.Pi,M.Si Dr. Yopi Novita, S.Pi,M.Si Dr. Fis Purwangka, S.Pi, M.Si Didin Komarudin, S.Pi, M.Si Kegiatan Seminar Nasional Perikanan Tangkap IPB ke 6 Diselenggarakan Oleh Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan FPIK IPB Bekerja Sama dengan Forum Komunikasi Kemitraan Perikanan Tangkap (FK2PT). Didukung Oleh Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB dan PT. EOS Consultans. Prosiding ini diterbitkan oleh: DEPARTEMEN PEMANFAATAN SUMBERDAYA PERIKANAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 215
3 Prosiding Seminar Nasional Perikanan Tangkap IPB ke-6 ISBN Halaman: KARAKTERISTIK CAHAYA LAMPU PADA BAGAN TANCAP DI PERAIRAN TELUK BANTEN Adi Susanto 1, Yuhelsa Putra 2, Aristi Dian Purnama Fitri 3, Heri Sutanto 4 1 Program Studi Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayaasa [email protected] 2 Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayaasa 3 Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, FPIK, Universitas Diponegoro 4 Program Studi Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Diponegoro ABSTRACT Light fishing was rapidly developedsince invention of electrical lamp that have significant impact to productivity and efficiency of fish capture. Light emitting diode (LED) is the new variant of electrical lamp for general lighting, but still undeveloped for fishing activity. This research aims to analyze the characteristics of LED lamp for fix lift net. The research was conducted using laboratory and filed experiment in Banten Bay. The results show light from LED lamps hasdominant direction at the bottom of the lamp with the value 783 lux. The illumination of 3-watt LED lamp at the same depth and distance is higher than 85-watt tubular lamps, sothe application of LED lamps for lift net fishing is much berecommended. Keywords: Banten Bay, illumination, lift net, lamp ABSTRAK Perikanan lampu telah berkembang pesat sejak ditemukannya lampu listrik yang mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi penangkapan.lampu LED merupakan generasi terbaru lampu listrik yang sudah banyak digunakan sebagai lampu penerangan, namun belum berkembang untuk bidang perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik lampu LED untuk penggunaan pada perikanan bagan tancap di Teluk Banten. Penelitian dilakukan melalui metode observasi di laboratorium dan penelitian lapangan dilakukan di perairan Teluk Banten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cahaya lampu LED memiliki arah sebaran yang paling dominan pada bagian bawah lampu dengan nilai iluminasi tertinggi 783 lux. Pengukuran pada jarak dan kedalaman yang sama, iluminasi cahaya yang dihasilkan oleh lampu LED 3 W lebih tinggi dibandingkan dengan lampu tabung 85 W sehingga penggunaan lampu LED untuk perikanan bagan sangat mungkin untuk dikembangkan. Kata kunci: bagan, iluminasi, lampu, Teluk Banten 66
4 PENDAHULUAN Teknologi penangkapan ikan menggunakan alat bantu cahaya sebagai pemikat telah berkembang pesat di berbagai belahan dunia. Sudirman dan Musbir (29) menyatakan bahwa pesatnya perkembangan perikanan lampu di Indonesia tidak terlepas dari peran nelayan di perairan Sulawesi Selatan yang mulai menggunakan bagan tancap dengan lampu petromaks pada era 195an. Penggunaan cahaya untuk menarik perhatian ikan untuk kepentingan penangkapan kemudian berkembang ke berbagai wilayah dengan berbagai variasi alat tangkap seperti bagan perahu, bagan rakit, pukat cincin hingga pancing cumicumi. Perairan Teluk Banten telah dikenal oleh nelayan sebagai salah satu daerah penangkapan bagan tancap yang potensial. Target utama penangkapan dengan bagan tancap di perairan ini adalah berbagai jenis teri (Stelophorus sp.), cumicumi (Loligo sp.) dan ikan tembang (Sardinella sp.). Pada era 199an hingga awal tahun 2, nelayan bagan tancap masih menggunakan lampu petromaks. Namun seiring perkembangan teknologi, saat ini semua nelayan bagan tancap sudah menggunakan lampu listrik yang didominasi oleh jenis lampu tabung dengan daya yang bervariasi mulai dari 24 watt hingga 9 watt sesuai dengan daya beli dan pengetahuan yang dimiliki. Anongponyoskun et al. (211), penggunaan lampu merupakan salah satu teknik modern dan cukup efektif dengan memanfaatkan tingkah laku ikan untuk menarik perhatiannya agar berkumpul di sekitar alat tangkap. Perkembangannya semakin pesat setelah ditemukannya lampu listrik berupa lampu merkuri, halogen, fluorescent (tabung) dan metal halida yang memiliki iluminasi cahaya lebih tinggi dibandingkan lampu petromaks. Namun sayangnya, penggunaan lampu listrik tersebut membutuhkan BBM dalam jumlah besar sehingga biaya operasional yang dibebankan untuk menghidupkan lampu untuk kegiatan operasi penangkapan juga semakin bertambah. Penggunaan lampu merkuri, halogen dan lampu tabung selain tidak efisien terhadap bahan bakar juga menghasilkan panas yang tinggi, membutuhkan daya yang besar, umur teknis yang pendek dan tidak efisien sehingga membutuhkan lampu pengganti yang lebih efisien (Shen et al. 213; Hua and Xing 213; Choi et al. 29).Lahirnya lampu generasi baru, Light Emitting Diode (LED) menjadi babak baru dalam pengembangan perikanan lampu. Ujicoba penangkapan menggunakan purse seine dan squid jigging telah mampu menurunkan tingkat konsumsi BBM hingga 25% dan meningkatkan hasil tangkapan yang diperoleh (Manomayidthikarn 213; Matsushita and Yamashita 212; An and Arimoto 213; Hua and Xing 213). Tyedmers et al. (25) mengemukaan bahwa pada kegiatan perikanan tangkap setidaknya dibutuhkan 62 liter BBM untuk mendaratkan 1 ton hasil tangkapan ikan dari laut.semakin rendah tingkat 67
5 konsumsi BBMnya maka biaya yang dibutuhkan akan semakin murah dan sumbangan polusi yang dihasilkan oleh armada penangkapan juga menurun. Meskipun lampu LED memiliki tingkat efisiensi energi yang tinggi, namun penggunaannya pada bidang perikanan di Indonesia masih belum berkembang. Hal ini disebabkan oleh belum banyaknya informasi terkait penggunaan lampu LED di bidang perikanan serta harga lampu LED yang jauh lebih mahal dibandingkan lampu konvensional. Oleh karena itu, dibutuhkan penelitian dan inovasi agar teknologi lampu LED dapat dimanfaatkan pada perikanan bagan sehingga dapat meningkatkan hasil tangkapan dan efisien penggunaan bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik cahaya lampu LED pada medium udara dan medium air yang dapat digunakanpada perikanan bagan tancap di perairan Teluk Banten Indonesia. METODOLOGI Identifikasi karakteristik cahaya lampu di medium udara dilakukan di Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa pada bulan April-Mei 215.Lampu yang digunakan adalah jenis Tubular Lamp (TL) tipe jari dengan kekuatan 85 watt dan lampu LED dengan tipe bulb berkekuatan 3 watt. Pengukuran iluminasi cahaya dilakukan menggunakan lux meter Lutron LX-13 dengan derajat ketelitian 1 lux. Pengukuran dilakukan pada jarak 1 meter dari sumber cahaya dengan bagian bawah lampu sebagai titik awal (sudut ) seperti disajikan pada Gambar 1.Interval pengukuran dilakukan setiap 1 hingga bagian atas lampu (sudut 18 ).Hasil pengukuran iluminasi selanjutnya diolah untuk mendapatkan grafik sebaran iluminasi cahayanya di sekitar lampu. Gambar 1 Ilustrasi pengukuran iluminasi cahaya lampu pada medium udara 68
6 Pengukuran karakteristik cahaya lampu pada medium air dilakukan pada bagan tancap dengan membandingkan lampu yang digunakan oleh nelayan dan lampu LED yang diujicobakan. Bagan yang digunakan berukuran (14 x 14) m dengan ukuran jaring (12x12) m. Jumlah lampu yang digunakan sebanyak enam unit untuk setiap jenisnya.pemasangan lampu dilakukan pada bagian bawah rumah bagan dengan jarak 3-5 cm dari permukaan air.pengukuran iluminasi cahaya dilakukan pada jarak horizontal (-7 m) dan vertikal (kedalaman -1 m) dari sumber cahaya sehingga radius penyebaran cahaya lampu dapat terdokumentasikan.ilustrasi pengukuran iluminasi lampu pada bagan tancap disajikan pada Gambar 2. Gambar 2 Ilustrasi pengukuran iluminasi lampu pada medium air Data hasil pengukuran dianalisis secara deskriptif dalam bentuk diagram radar dan grafik distribusi iluminasi cahaya berdasarkan kedalaman dan radius penyebaran. Hasil analisis selnjutnya dijadikan dasar ilmiah bagi pengembangan desain lampu LED yang tepat untuk perikanan bagan karena lampu yang ada saat ini masih di desain untuk kepentingan penerangan dalam rumah. HASIL DAN PEMBAHASAN Medium Udara Sebaran cahaya yang dihasilkan oleh lampu tabung menyebar ke segala arah dengan nilai iluminasi yang berbeda. Iluminasi paling tinggi terdapat pada sudut 9 dan 27 dengan nilai 215 lux, sedangkan iluminasi paling rendah 69
7 terdapat pada sudut 18 dengan nilai 62 lux seperti disajikan pada Gambar 3. Lampu tabung akanmenghasilkan nilai iluminasi yang menyebarke seluruh penjuru lampu.hal senada diungkapkan oleh Thenu (214), lampu tabung memancarkan cahanya ke segala arah dengan intensitas yang berbeda.bagian paling terang berada pada samping lampu karena permukaan tabung pada bagian sambung memiliki luas yanglebih besar dibandingkan dengan bagian bawah dan atas lampu.karakteristik sebaran cahaya yang demikian menyebabkan lampu tabung dianggap kurang efektif digunakan pada penangkapan bagan.untuk mengatasi hal tersebut umumnya nelayan menggunakan reflektor agar cahaya yang dihasilkan dapat diarahkan pada bagian tertentu.rohanah (212) menyatakan bahwa penggunaan reflektor terbukti efektif untuk mengarahkan cahaya lampu tabung sehingga adanya proses pemantulan dari reflektor menyebabkan iluminasi cahaya yang sampai ke perairan menjadi maksimal Gambar 3 Sebaran iluminasi lampu tabung pada medium udara Cahaya yang dihasilkan oleh lampu LED memiliki karakteristik yang mengarah pada sudut tertentu sehingga lebih mudah difokuskan sesuai dengan desain lampu yang dibuat. Penggunaan lampu LED dengan tipe bolam (bulb) untuk berbagai kepentingan, baik rumah tangga maupun industri telah terbukti meningkatkan efisiensi penggunaan energi sehingga pemanfaatannya semakin luas. Selain itu, umur teknis lampu LED yang lebih lama juga menjadi salah satu keunggulan yang menjadi dasar dipilihnya lampu jenis ini untuk berbagai kebutuhan penerangan. 7
8 Arah penyebaran cahaya dari lampu LED lebih terfokus pada bagian bawah dan samping lampu. Namun intensitas cahaya dan arah penyebaran cahaya pada bagian samping lampu LED tidak seluas dan setinggi pada lampu tabung. Hal ini dipengaruhi oleh konstruksi lampu yang secara teknis memang dirancang untuk memberikan penerangan pada bagian bawah lampu seperti disajikan pada Gambar Gambar 4 Sebaran iluminasi cahaya lampu LED pada medium udara Iluminasi cahaya lampu LED paling tinggi terdapat pada sudut dengan nilai 783 lux dan terus mengalami penurunan seiring dengan penambahan sudut ke arah bagian atas lampu. Hal ini dapat dipahami mengingat desain lampu LED yang umum di pasaran memang bertujuan untuk menghasilkan cahaya yang terang pada bagian bawah lampu. Meskipun cahaya lampu LED sudah mengarah ke bagian bawah lampu, namun penggunaan reflektor tetap diperlukan untuk lebih mengumpulkan cahaya lampu pada bagian samping lampu. Puspito (212) menyatakan bahwa penggunaan reflektor kerucut mampu memusatkan cahaya lampu pada perikanan bagan tancap sehingga penetrasi cahaya yang dihasilkan menjadi lebih baik.reflektor dengan warna perak menghasilkan pemusatan dan hasil tangkapan terbaik dibandingkan warna putih dan standar sehingga sangat dianjurkan untuk digunakan pada perikana bagan tancap. 71
9 Kedalaman (m) Medium Air Hasil pengukuran tingkat iluminasi cahaya pada lampu tabung pada medium air menunjukkan bahwa secara horizontal, intensitas cahaya yang dihasilkan mampu mencapai jarak 6 m, namun semakin jauh jaraknya dari sumber cahaya iluminasinya semakin rendah. Secara vertikal, semakin bertambah kedalaman perairan maka intensitas cahayanya juga semakin rendah dimana pada kedalaman 8 m di bagian tengah bagan, iluminasi yang terdeteksi hanya 2 lux.hal ini jauh berbeda dengan iluminasi cahaya pada permukaan perairan yang pada kedalaman 1-2 m iluminasi lampu yang terdeteksi berkisar 5-7 lux.kondisi ini terjadi karena jaraknya sangat dekat dengan sumber cahaya seperti disajikan pada Gambar 5. Lampu tabung yang digunakan oleh nelayan adalah tipe jari (bukan spiral) sehingga dengan penambahan reflektor cahaya yang dihasilkan pada bagian samping dan atas lampu lebih terarah ke bagian bawah bagan.meskipun demikian, karena konstruksinya yang memanjang, maka akumulasi luas permukaan tabung lampu pada bagian samping yang lebih besar dibandingkan pada bagian bawah menyebabkan cahaya yang dihasilkan tetap menyebar secara horizontal sehingga radius sebaran cahayanya menjadi lebih luas. Pada bagian tengah bagan sebagai pusat sumber cahaya, iluminasi yang terukur pada permukaan air sebesar 758 lux dan terus berkurang seiring dengan bertambahnya jarak dari sumber cahaya. Selain itu, pada kedalaman perairan 5 m, iluminasi yang terukur hanya sebesar 7 lux dan semakin kecil seiring bertambanya kedalaman. Hal ini mengindikasikan bahwa kedalaman efektif cahaya yang dihasilkan oleh lampu tabung berada pada kisaran kedalaman 3-5 m baik pada pusat sumber cahaya ataupun pada radius hingga 3 meter dari sumber cahaya. Jarak (m) Gambar 5 Karakteristik cahaya lampu tabung di dalam air 72
10 Kedalaman (m) Hasil pengukuran iluminasi cahaya enam lampu LED pada medium air menunjukkan bahwa cahaya yang dipancarkan mampu menembus hingga kedalaman 1 m dengan iluminasi sebesar 2 lux. Nilai iluminasi tertinggi terdapat pada kedalaman 1-2 meter karena dekat dari sumber cahaya dengan kisaran lux seperti disajikan pada Gambar 6. Lampu LED mampu menghasilkan iluminasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan lampu tabung pada radius dan kedalaman pengukuran yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa lampu LED sangat potensial untuk dijadikan sebagai lampu pengganti karena memiliki konsumsi listrik yang lebih rendah namun menghasilkan intensitas cahaya yang lebih tinggi. Jarak (m) Gambar 6 Karakterstik cahaya lampu LED di dalam air Sifat dasar cahaya yang dihasilkan oleh lampu LED yang mengarah pada sudut tertentu (straight light) seperti tercermin pada Gambar 13. Penggunaan reflektor semakin mengumpulkan cahaya yang dipancarkan pada bagian samping dan atas lampu LED ke bagian bawah sehingga mampu mencapai kedalaman yang lebih tinggi dengan iluminasi yang lebih besar. Pada permukaan perairan, iluminasi cahaya yang terukur sebesar lux dan pada pada radius 5 m dari sumber cahaya masih terdeteksi sebesar 25 lux.pada bagian tengah bagan, cahaya lampu LED yang dihasilkan bahkan mampu menembus hingga kedalaman 1 m dengan iluminasi sebesar 2 lux. Okamoto et al. (28) juga menemukan bahwa pada perikanan saori yang beroperasi di Samudera Pasifik, karakteristik iluminasi cahaya dari lampu LED 73
11 yang digunakan juga memiliki pola yang serupa. Distribusi cahaya lampu LED secara horizontal lebih pendek dari pada lampu konvensional (merkuri), namun secara vertikal cahaya lampu LED dapat mencapai hingga kedalaman 15 m dengan intensitas,12-,35 lux. Pada bagian tepat dibawah sumber cahaya iluminasi cahaya pada kedalaman 15 m sebesar,35 lux, namun pada jarak 1,5 m di kedalaman yang sama iluminasinya hanya sebesar,12 lux. Hal ini semakin menguatkan fakta bahwa sifat cahaya yang dihasilkan oleh lampu LED tidak menyebar ke segala arah namun terfokus pada sudut tertentu baik pada medium udara maupun medium air. Secara visual, cahaya yang dihasilkan oleh lampu LED lebih menyilaukan mata manusia. Hal ini disebabkan oleh sifat lampu cahaya dari lampu LED yang sesungguhnya lebih banyak mengandung spektrum sinar tampak warna biru dan hijau yang memiliki panjang gelombang lebih tinggi. Sementara itu, lampu tabung lebih banyak memancarkan spektruk kuning dan merah sehingga kemampuannya menembus perairan menjadi lebih rendah. Senada dengan hal tersebut, An and Arimoto (213) menyatakan bahwa karakteristik lampu LED yang lebih banyak memancarkan spektrum warna biru lebih efektif untuk digunakan pada perikanan cumi-cumi sehingga dapat menggantikan lampu merkuri dan halogen yang selama ini digunakan oleh nelayan Korea dan Jepang pada perikanan cumi-cumi skala industri. KESIMPULAN Cahaya yangdihasilkan oleh lampu LED memiliki sebaran yang mengumpul pada bagian bawah lampu dengan iluminasi yang lebih besar dibandingkan bagian lainnya. Pada jarak dan kedalaman yang sama, iluminasi cahaya lampu yang dihasilkan oleh lampu LED 3 watt lebih tinggi dibandingkan dengan lampu tabung 85 watt. Penggunaan lampu LED pada bagan tancap akan meningkatkan penetrasi cahaya lampu ke dalam perairan dibandingkan dengan lampu tabung yang digunakan oleh nelayan sehingga peluang untuk menarik perhatian ikan menjadi lebih tinggi. DAFTAR PUSTAKA An YI and Arimoto T Fishing Efficency of LED Fishing Lamp for Squid Jigging and Hair Tail Angling in Korean Waters.Paper presentation.wgftfb Bangkok. Anongponyoskun M, K Awaiwanont, S Ananpongsuk, S Arnupapboon.211. Comparison of Different Light Spectra in Fishing Lamps.Kasetsart Journal Natural Science.45: Choi JS, SK Choi, SJ Kim, GS Kil, CY Choi. 29. Photoreaction Analysis of Squids for The Development of a LED Fishing Lamp. Proceedings of the 74
12 2nd International Conference on Maritime and Naval Science and Engineering.p Hua LT, and Xing J Research on LED Fishing Light.Applied Sciences, Engineering and Technology.5(16): Manomayidthikarn K Aplication of Ligth Emitting Diode (LED) in Fishing in Japan.SEAFDEC.Paper Presentation.WGFTFB Bangkok. Matsushita Y and Yamashita Y Effect of a Stepwise Lighting Method Termed Stage Reduced Lighting Using LED and Metal Halide Fishing Lamps in The Japanese Common Squid Jigging Fishery. Fisheries Science. 78(5): Okamoto et al. 28.Application of LEDs to Fishing Lights for Pacific Saury.Journal Light and Visual Environment 32(2): Puspito G Pengaruh Pemusatan Cahaya Terhadap Efektivitas Bagan. Jurnal Saintek Perikanan 7(2): 5-9. Shen SC, CY Kuo, MC Fang Design and Analysis of an Underwater White LED Fish-Attracting Lamp and Its Light Propagation. International Journal of Advanced Robotic Systems.1(183): 1-1. Sudirman and Musbir.29.Impact of Light Fishing on Sustainable Fisheries in Indonesia.International Symposium on Ocean Science, Technology and Policy of World Ocean Conference. Manado-Indonesia, May pp. Tyedmers PH, Watson R and Pauly D. 25.Fueling Global Fishing Fleets.Ambio.(34):
13
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 5 No. 1 : Juni 2015
KONSUMSI BAHAN BAKAR LAMPU TABUNG DAN LAMPU LED PADA GENERATOR SET SKALA LABORATORIUM (Fuel Consumption of Tubular Lamp and Led Lamp in Generator Set On Laboratory Scale) Abid Mohamad Arif 1), Adi Susanto
3 METODOLOGI PENELITIAN
14 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilakukan dalam tiga tahap yaitu pengukuran iluminasi cahaya pada medium udara, pengoperasian bagan apung, dan pengukuran iluminasi
2 TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Bagan
2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Bagan Bagan merupakan suatu alat tangkap yang termasuk kedalam kelompok jaring angkat dan terdiri atas beberapa komponen, yaitu jaring, rumah bagan, dan lampu. Jaring bagan umumnya
4 METODE PENELITIAN 4.1 Waktu dan tempat 4.2 Alat dan bahan 4.3 Metode pengambilan data
21 4 METODE PENELITIAN 4.1 Waktu dan tempat Penelitian ini dilakukan antara bulan Juli 2010 Juli 2011 bertempat di laboratorium Teknologi Alat Penangkapan Ikan, PSP, IPB ; dan perairan Teluk Palabuhanratu,
JURNAL PEMANFAATAN SUBERDAYA PERIKANAN
JURNAL PEMANFAATAN SUBERDAYA PERIKANAN Vol. 4 No. 1 Hal. 14 Ambon, Mei 215 ISSN. 28519 HASIL TANGKAPAN BAGAN APUNG BERDASARKAN PERBEDAAN INTENSITAS CAHAYA LAMPU FLOURESCENT DI PERAIRAN TELUK AMBON DALAM
Studi ketertarikan ikan di keramba jaring apung terhadap warna cahaya lampu di perairan Sindulang I, Kecamatan Tuminting, Kota Manado
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Tangkap 2(Edisi Khusus): 39-43, Januari 2015 ISSN 2337-4306 Studi ketertarikan ikan di keramba jaring apung terhadap warna cahaya lampu di perairan Sindulang I, Kecamatan
JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 5, No.2, (2016) ( X Print) G-371
JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 5, No.2, (2016) 2337-3520 (2301-928X Print) G-371 Analisa Teknis Pemakaian Kombinasi Lampu Metal Halide dan Led sebagai Pemikat Ikan Pada Kapal Pukat Cincin (Purse Seine)
2 TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Sejarah Penggunaan Cahaya pada Penangkapan Ikan
8 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sejarah Penggunaan Cahaya pada Penangkapan Ikan Pada mulanya penggunaan lampu untuk penangkapan masih terbatas pada daerah-daerah tertentu dan umumnya dilakukan hanya di tepi-tepi
2 TINJAUAN PUSTAKA. Gambar 1 Macam-macam lampu tabung (http://www.kumpulanistilah.com/2011/06/pengertian-lampu-tl.html)
3 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Lampu Tabung (Tubular Lamp) Lampu adalah alat untuk menerangi atau pelita, sedangkan lampu tabung sama halnya dengan lampu neon yaitu lampu listrik berbentuk tabung yang berisi
Balai Diklat Perikanan Banyuwangi
Menangkap ikan, adalah kegiatan perburuan seperti halnya menangkap harimau, babi hutan atau hewan-hewan liar lainnya di hutan. Karena sifatnya memburu, menjadikan kegiatan penangkapan ikan mengandung ketidakpastian
Gambar 3 Lampu tabung.
3 METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan tempat Penelitian dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama penelitian yaitu pengukuran nilai iluminasi pada medium udara yang dilakukan di Laboratorium Teknologi Alat
RESPONS DAN ADAPTASI IKAN TERI (Stolephorus sp.) TERHADAP LAMPU LIGHT EMITTING DIODE (LED)
Marine Fisheries ISSN 287-4235 Vol. 8, No. 1, Mei 217 Hal: 39-49 RESPONS DAN ADAPTASI IKAN TERI (Stolephorus sp.) TERHADAP LAMPU LIGHT EMITTING DIODE (LED) Response and Adaptation of Anchovy (Stolephorus
KAJIAN TEKNIS LAMPU LED TYPE TABUNG DIBANDINGKAN DENGAN LAMPU TL
JHP17 Jurnal Hasil Penelitian LPPM Untag Surabaya Pebruari 2016, Vol. 01, No. 01, hal 53-60 KAJIAN TEKNIS LED TYPE TABUNG DIBANDINGKAN DENGAN TL Puji Slamet 1, Gatut Budiono 2 1Teknik Elektro, Universitas
LAPORAN AKHIR PROGRAM IPTEK BAGI MASYARAKAT (IbM) IbM KELOMPOK NELAYAN BAGAN TANCAP KECAMATAN LEKOK KABUPATEN PASURUAN
LAPORAN AKHIR PROGRAM IPTEK BAGI MASYARAKAT (IbM) IbM KELOMPOK NELAYAN BAGAN TANCAP KECAMATAN LEKOK KABUPATEN PASURUAN TAHUN PERTAMA DARI RENCANA SATU TAHUN Oleh : Ir. Sukandar, MP. 0012125913 (Ketua Tim)
1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Secara umum aktivitas perikanan tangkap di Indonesia dilakukan secara open access. Kondisi ini memungkinkan nelayan dapat bebas melakukan aktivitas penangkapan tanpa batas
1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Metode penangkapan ikan dengan menggunakan cahaya sudah sejak lama diketahui sebagai perlakuan yang efektif untuk tujuan penangkapan ikan tunggal maupun berkelompok (Ben-Yami,
SELEKSI UMPAN DAN UKURAN MATA PANCING TEGAK. (Selection on bait and hook number of vertical line) Oleh:
Marine Fisheries ISSN 2087-4235 Vol. 3, No.2, November 2012 Hal: 169-175 SELEKSI UMPAN DAN UKURAN MATA PANCING TEGAK (Selection on bait and hook number of vertical line) Oleh: Noor Azizah 1 *, Gondo Puspito
5 HASIL DAN PEMBAHASAN
31 5 HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 cahaya Menurut Cayless dan Marsden (1983), iluminasi atau intensitas penerangan adalah nilai pancaran cahaya yang jatuh pada suatu bidang permukaan. cahaya dipengaruhi oleh
Jurnal Perikanan dan Kelautan p ISSN Volume 7 Nomor 2. Desember 2017 e ISSN Halaman :
Jurnal Perikanan dan Kelautan p ISSN 2089 3469 Volume 7 Nomor 2. Desember 2017 e ISSN 2540 9484 Halaman : 167 180 Perbedaan Hasil Tangkapan Bagan Tancap dengan Menggunakan Lampu CFL dan LED Dalam Air (Leda)
PENENTUAN RESPON OPTIMAL FUNGSI PENGLIHATAN IKAN TERHADAP PANJANG GELOMBANG DAN INTENSITAS CAHAYA TAMPAK
PENENTUAN RESPON OPTIMAL FUNGSI PENGLIHATAN IKAN TERHADAP PANJANG GELOMBANG DAN INTENSITAS CAHAYA TAMPAK Fita Fitria, Welina Ratnayanti K, Tri Anggono P Laboratorium Biofisika, Departemen Fisika, Fakultas
BAB III METODE PENELITIAN. lamongan dan di Laboratorium Biofisika Departemen Fisika Fakultas Sains dan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan selama 6 bulan yang akan dilaksanakan di daerah pertambakan di Desa kemlagi kecamatan karanggeneng kabupaten lamongan
PENGARUH ILUMINASI ATRAKTOR CAHAYA TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN PADA BAGAN APUNG
PENGARUH ILUMINASI ATRAKTOR CAHAYA TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN PADA BAGAN APUNG EFFECT OF LIGHT ILLUMINATION OF ATTRACTOR ON CATCH OF LIFT NET IN PELABUHAN RATU ABSTRAK Regi Fiji Anggawangsa, Ignatius
Durasi keberadaan ikan di bawah cahaya lampu yang diamati melalui CCTV di perairan Teluk Manado, Sulawesi Utara
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Tangkap 2(2): 94-1, Desember 215 ISSN 2337-436 Durasi keberadaan ikan di bawah cahaya lampu yang diamati melalui CCTV di perairan Teluk Manado, Sulawesi Utara Duration
PENGARUH JUMLAH LAMPU TERHADAP HASIL TANGKAPAN PUKAT CINCIN MINI DI PERAIRAN PEMALANG DAN SEKITARNYA
Pengaruh Lampu terhadap Hasil Tangkapan... Pemalang dan Sekitarnya (Nurdin, E.) PENGARUH JUMLAH LAMPU TERHADAP HASIL TANGKAPAN PUKAT CINCIN MINI DI PERAIRAN PEMALANG DAN SEKITARNYA Erfind Nurdin Peneliti
Jurnal LPPM Bidang Sains dan Teknologi Volume 4 Nomor 2 November 2017
PENANGKAPAN IKAN UMPAN HIDUP UNTUK PERIKANAN POLE AND LINE DIKELURAHAN MAWALI KECAMATAN BITUNG SELATAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI, PEMASARAN DAN KEUANGAN Lefrand Manoppo 1) Meta S. Sompie 2) 1,2 Fakultas
I. PENDAHULUAN. sehingga, Indonesia disebut sebagai Negara Maritim. alamnya mayoritas mata pencaharian masyarakat indonesia setelah petani adalah
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang terdiri dari 17.508 pulau dan garis pantai sepanjang 81.000 Km yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, dengan wilayah laut seluas 5,8
ANALISIS UMUR LAMPU PIJAR TERHADAP PENGARUH POSISI PEMASANGAN
ANALISIS UMUR LAMPU PIJAR TERHADAP PENGARUH POSISI PEMASANGAN Ahmad Rizal Sultan 1) Abstrak : Secara umum, tiap jenis lampu listrik memiliki umur sendiri. Namun karena berbagai faktor umur rata-rata belum
PENGARUH PERIODE HARI BULAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN DAN TINGKAT PENDAPATAN NELAYAN BAGAN TANCAP DI KABUPATEN SERANG TESIS JAE WON LEE
PENGARUH PERIODE HARI BULAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN DAN TINGKAT PENDAPATAN NELAYAN BAGAN TANCAP DI KABUPATEN SERANG TESIS JAE WON LEE SEKOLAH PASCA SARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2010 PERNYATAAN
PENGARUH PERBEDAAN POSISI PENEMPATAN LAMPU TABUNG TERHADAP HASIL TANGKAPAN BAGAN APUNG NELA INDAH ERMAWATI
PENGARUH PERBEDAAN POSISI PENEMPATAN LAMPU TABUNG TERHADAP HASIL TANGKAPAN BAGAN APUNG NELA INDAH ERMAWATI PROGRAM STUDI TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN PERIKANAN TANGKAP DEPARTEMEN PEMANFAATAN SUMBERDAYA PERIKANAN
Efektifitas Modifikasi Rumpon Cumi sebagai Media Penempelan Telur Cumi Bangka (Loligo chinensis)
EFEKTIFITAS MODIFIKASI RUMPON CUMI SEBAGAI MEDIA PENEMPELAN TELUR CUMI BANGKA (Loligo Effectiveness of Squid Modification As a Media of Attachment Squid Eggs Bangka Indra Ambalika Syari 1) 1) Staff Pengajar
PENGARUH INTENSITAS LAMPU BAWAH AIR TERHADAP HASIL TANGKAPAN PADA BAGAN TANCAP. Effect of Underwater Lamp Intensity on The Lift Net s Fishing Catches
Marine Fisheries ISSN 2087-4235 Vol. 6, No. 2, November 2015 Hal: 195-202 PENGARUH INTENSITAS LAMPU BAWAH AIR TERHADAP HASIL TANGKAPAN PADA BAGAN TANCAP Effect of Underwater Lamp Intensity on The Lift
PENGATUR INTENSITAS LAMPU PHILIPS MASTER LED SECARA NIRKABEL
PENGATUR INTENSITAS LAMPU PHILIPS MASTER LED SECARA NIRKABEL PENGATUR INTENSITAS LAMPU PHILIPS MASTER LED SECARA NIRKABEL Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer, Universitas Kristen Satya Wacana [email protected]
Bab 7 Jenis-jenis Lampu. Dr. Yeffry Handoko Putra, S.T, M.T Jenis Lampu
Bab 7 Jenis-jenis Lampu Dr. Yeffry Handoko Putra, S.T, M.T E-mail: [email protected] 58 Jenis Lampu 59 1 Lampu Pijar (incadescent) Lampu Pelepasan (gas discharge lamp) - Tekanan rendah (Lampu Flurescent,
ABSTRAK. Kata kunci: Jumlah tangkapan; struktur ukuran; jenis umpan; ikan demersal dan rawai dasar
RESPON IKAN DEMERSAL DENGAN JENIS UMPAN BERBEDA TERHADAP HASIL TANGKAPAN PADA PERIKANAN RAWAI DASAR Wayan Kantun 1), Harianti 1) dan Sahrul Harijo 2) 1) Sekolah Tinggi Teknologi Kelautan (STITEK) Balik
HASIL KELUARAN SEL SURYA DENGAN MENGGUNAKAN SUMBER CAHAYA LIGHT EMITTING DIODE
HASIL KELUARAN SEL SURYA DENGAN MENGGUNAKAN SUMBER CAHAYA LIGHT EMITTING DIODE A. Handjoko Permana *), Ari W., Hadi Nasbey Universitas Negeri Jakarta, Jl. Pemuda No. 10 Rawamangun, Jakarta 13220 * ) Email:
4 HASIL DAN PEMBAHASAN
4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Iluminasi cahaya Cahaya pada pengoperasian bagan berfungsi sebagai pengumpul ikan. Cahaya yang diperlukan memiliki beberapa karakteristik, yaitu iluminasi yang tinggi, arah pancaran
Analisis Tingkat Pencahayaan Ruang Kuliah Dengan Memanfaatkan Pencahayaan Alami Dan Pencahayaan Buatanklorofil Pada Beberapa Varietas Tanaman eum
JURNAL MIPA UNSRAT ONLINE 5 (2) 108-112 dapat diakses melalui http://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jmuo Analisis Tingkat Pencahayaan Ruang Kuliah Dengan Memanfaatkan Pencahayaan Alami Dan Pencahayaan
Study on the use of different light intensities on fish catch of raft lift net in Dodinga Bay, West Halmahera Regency
Aquatic Science & Management, Vol. 2, No. 2, 38-43 (April 2014) Pascasarjana, Universitas Sam Ratulangi http://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jasm/index ISSN 2337-4403 e-issn 2337-5000 jasm-pn00054 Study
1 BAB I PENDAHULUAN. Saat ini terus dilakukan studi berkelanjutan oleh para peneliti mengenai apa
1 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini terus dilakukan studi berkelanjutan oleh para peneliti mengenai apa yang menyebabkan pemanasan global atau global warming. Salah satu hal yang telah dipelajari
ANALISIS HASIL TANGKAPAN IKAN TERI (Stolephorus sp.) DENGAN ALAT TANGKAP BAGAN PERAHU BERDASARKAN PERBEDAAN KEDALAMAN DI PERAIRAN MORODEMAK
ANALISIS HASIL TANGKAPAN IKAN TERI (Stolephorus sp.) DENGAN ALAT TANGKAP BAGAN PERAHU BERDASARKAN PERBEDAAN KEDALAMAN DI PERAIRAN MORODEMAK Analysis of Catching Anchovy (Stolephorus sp.) by Boat Lift Nets
PROSES PENANGKAPAN DAN TINGKAH LAKU IKAN BAGAN PETE PETE MENGGUNAKAN LAMPU LED CAPTURE PROCESS AND FISH BEHAVIOR ON BOAT LIFT NET USING LED LIGHTS
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 6 No. 2 November 2015: 169-178 ISSN 2087-4871 PROSES PENANGKAPAN DAN TINGKAH LAKU IKAN BAGAN PETE PETE MENGGUNAKAN LAMPU LED CAPTURE PROCESS AND FISH BEHAVIOR
BAB I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berdasarkan data International Energy Agency World Resource Institute, pencahayaan dari lampu memberikan kontribusi 19% dari penggunaan energi dunia, sehingga semakin
MAKALAH ILUMINASI DISUSUN OLEH : M. ALDWY WAHAB TEKNIK ELEKTRO
MAKALAH ILUMINASI DISUSUN OLEH : M. ALDWY WAHAB 14 420 040 TEKNIK ELEKTRO ILUMINASI (PENCAHAYAAN) Iluminasi disebut juga model refleksi atau model pencahayaan. Illuminasi menjelaskan tentang interaksi
ANALISIS KEBUTUHAN ENERGI UNTUK SEKTOR PERIKANAN DI PROVINSI GORONTALO
Perencanaan Energi Provinsi Gorontalo 2000-2015 ANALISIS KEBUTUHAN ENERGI UNTUK SEKTOR PERIKANAN DI PROVINSI GORONTALO Hari Suharyono Abstract Gorontalo Province has abundace fishery sources, however the
DENI ACHMAD SOEBOER, S.Pi, M.Si
DENI ACHMAD SOEBOER, S.Pi, M.Si 08121104059 [email protected] TIM PENGAJAR EKSPLORATORI PENANGKAPAN IKAN DEPARTEMEN PEMANFAATAN SUMBERDAYA PERIKANAN FPIK-INSTITUT PERTANIAN BOGOR Echo-sounder + alat yang
REKAYASA LAMPU LED CELUP UNTUK PERIKANAN BAGAN APUNG DI PERAIRAN PATEK KABUPATEN ACEH JAYA PROPINSI ACEH
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 6 No. 1 Mei 2015: 51-67 ISSN 2087-4871 REKAYASA LAMPU LED CELUP UNTUK PERIKANAN BAGAN APUNG DI PERAIRAN PATEK KABUPATEN ACEH JAYA PROPINSI ACEH SUBMERGED LED
KUAT PENERANGAN (ILUMINASI) RUANG KENDALI UTAMA UNTAI UJI TERMOHIDROLIKA PTRKN-BATAN
KUAT PENERANGAN (ILUMINASI) RUANG KENDALI UTAMA UNTAI UJI TERMOHIDROLIKA PTRKN-BATAN Oleh : Dedy Haryanto, Edy Karyanta, Paidjo Pusat Teknologi Reaktor dan Keselamatan Nuklir-BATAN ABSTRAK KUAT PENERANGAN
Analisis Pengaruh Medium Perambatan terhadap Intensitas Cahaya Lacuba (Lampu Celup Bawah Air)
ELECTRICIAN Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Analisis Pengaruh Perambatan terhadap Intensitas Cahaya Lacuba (Lampu Celup Bawah Air) Ferdi Setiawan 1, Sri Ratna Sulistiyanti 2, Ageng Sadnowo 3 Jurusan
DISTRIBUSI CAHAYA LAMPU DAN TINGKAH LAKU IKAN PADA PROSES PENANGKAPAN BAGAN PERAHU DI PERAIRAN MALUKU TENGAH. Haruna *)
DISTRIBUSI CAHAYA LAMPU DAN TINGKAH LAKU IKAN PADA PROSES PENANGKAPAN BAGAN PERAHU DI PERAIRAN MALUKU TENGAH Haruna *) *) Staf pengajar FPIK Univ.Pattimura E-mail ; [email protected] Abstract : The
OPTIMALISASI SISTIM PENCAHAYAAN IKAN MENGGUNAKAN LAMPU LISTRIK DALAM AIR BERTENAGA SURYA ABSTRAK
OPTIMALISASI SISTIM PENCAHAYAAN IKAN MENGGUNAKAN LAMPU LISTRIK DALAM AIR BERTENAGA SURYA Arifin ABSTRAK Pada penelitian ini telah dibuat suatu sistim pencahayaan ikan menggunakan lampu listrik dalam air
JURNAL MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN
JURNAL MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN Volume 8, Nomor 2, Oktober 2012 KOMPOSISI KIMIA DAN PEMANFAATAN CACING LAUT SIA SIA YANG DIKONSUMSI MASYARAKAT DI PULAU NUSALAUT MALUKU TENGAH AKURASI METODE KRIGING
I. PENDAHULUAN Visi
I. PENDAHULUAN 1.1. Visi Cahaya merupakan salah satu faktor keberhasilan dalam kegiatan penangkapan ikan yang memiliki sifat fototaksis positif. Penggunaan cahaya, terutama cahaya listrik dalam kegiatan
ANALISIS PENGUKURAN DISTRIBUSI PANAS DAN DISTRIBUSI CAHAYA PADA LAMPU LED
ANALISIS PENGUKURAN DISTRIBUSI PANAS DAN DISTRIBUSI CAHAYA PADA LAMPU LED Septyono Utomo 1, Rudy Setiabudy 2 Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia, Depok 16424 Email: [email protected]
TEKNIK PENGOPERASIAN PANCING TENGGIRI DENGAN MENGGUNAKAN ALAT BANTU CAHAYA
TEKNIK PENGOPERASIAN PANCING TENGGIRI DENGAN MENGGUNAKAN ALAT BANTU CAHAYA Agus Salim Teknisi Litkayasa pada Balai Riset Perikanan Laut, Muara Baru-Jakarta Teregistrasi I tanggal: 29 Mei 2008; Diterima
Simulasi pengaruh trim terhadap stabilitas kapal pukat cincin
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Tangkap 2(Edisi Khusus): 13-18, Januari 2015 ISSN 2337-4306 Simulasi pengaruh trim terhadap stabilitas kapal pukat cincin Simulation of trim effect on the stability
PENGARUH ATRAKTOR CUMI TERHADAP HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP BAGAN TANCAP DI PERAIRAN JEPARA
Available online at Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology (IJFST) Website: http://ejournal.undip.ac.id/index.php/saintek Jurnal Saintek Perikanan Vol.11 No.2: 134-139, Februari 2016 PENGARUH
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
tangkapan yang berbeda. Untuk hari pertama tanpa menggunakan lampu, hari ke menggunakan dua lampu dan hari ke menggunakan empat lampu. Dalam satu hari dilakukan dua kali operasi penangkapan. Data yang
Pengaruh warna umpan pada hasil tangkapan pancing tonda di perairan Teluk Manado Sulawesi Utara
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Tangkap 2(1): 9-13, Juni 2015 ISSN 2337-4306 Pengaruh warna umpan pada hasil tangkapan pancing tonda di perairan Teluk Manado Sulawesi Utara The effect of bait color
V. GAMBARAN UMUM PERAIRAN SELAT BALI
V. GAMBARAN UMUM PERAIRAN SELAT BALI Perairan Selat Bali merupakan perairan yang menghubungkan Laut Flores dan Selat Madura di Utara dan Samudera Hindia di Selatan. Mulut selat sebelah Utara sangat sempit
MODIFIKASI DAN REKAYASA RUMPON ELEKTRONIK SEBAGAI ALAT BANTU PENANGKAPAN IKAN BERBASIS CAHAYA LED
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, Vol. 9, No. 1, Hlm. 201-209, Juni 2017 MODIFIKASI DAN REKAYASA RUMPON ELEKTRONIK SEBAGAI ALAT BANTU PENANGKAPAN IKAN BERBASIS CAHAYA LED MODIFICATION AND REENGINEERING
LAMPU LED BAWAH AIR SEBAGAI ALAT BANTU PEMIKAT IKAN PADA BAGAN APUNG LED UNDERWATER LAMP AS FISH AGGREGATING DEVICE ON BOAT LIFTNET
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 5 No. 1 Mei 2014: 83-93 ISSN 2087-4871 LAMPU LED BAWAH AIR SEBAGAI ALAT BANTU PEMIKAT IKAN PADA BAGAN APUNG LED UNDERWATER LAMP AS FISH AGGREGATING DEVICE ON
BAB I PENDAHULUAN. diseluruh aspek kehidupan. Seiring kemajuan zaman, penggunaan energi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Energi listrik merupakan energi utama yang digunakan hampir diseluruh aspek kehidupan. Seiring kemajuan zaman, penggunaan energi listrik juga terus meningkat. Salah
dari perkembangan teknologi penangkapan ikan di dunia secara keseluruhan. Salah satu bentuk teknologi penangkapan ikan yang dianggap sukses dan
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi penangkapan ikan di Indonesia tidak terlepas dari perkembangan teknologi penangkapan ikan di dunia secara keseluruhan. Salah satu bentuk teknologi
4 KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN. 4.2 Keadaan Umum Perikanan di Sulawesi Utara
58 4 KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN 4.1 Keadaan Umum Provinsi Sulawesi Utara Provinsi Sulawesi Utara dengan ibu kota Manado terletak antara 0 15 5 34 Lintang Utara dan antara 123 07 127 10 Bujur Timur,
OPTIMASI PANJANG GELOMBANG CAHAYA LAMPU CELUP DALAM AIR SEBAGAI ALAT BANTU PENANGKAP IKAN DI BAGAN APUNG PERAIRAN BARRU, SULAWESI SELATAN
OPTIMASI PANJANG GELOMBANG CAHAYA LAMPU CELUP DALAM AIR SEBAGAI ALAT BANTU PENANGKAP IKAN DI BAGAN APUNG PERAIRAN BARRU, SULAWESI SELATAN ANUGRAH PERMANA PUTRA SYAFAAT DEPARTEMEN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA
DRIVE IN NET, LIFT NET
DRIVE IN NET, LIFT NET ROZA YUSFIANDAYANI DEPARTEMEN PEMANFAATAN SUMBERDAYA PERIKANAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN IPB - BOGOR DRIVE-IN NET * Penangkapan dengan cara menggiring ikan Ada kalanya
STUDI PENDAHULUAN PENGGUNAAN LAMPU TABUNG BEREFLEKTOR TERHADAP HASIL TANGKAPAN BAGAN APUNG SITI ROHANAH
STUDI PENDAHULUAN PENGGUNAAN LAMPU TABUNG BEREFLEKTOR TERHADAP HASIL TANGKAPAN BAGAN APUNG SITI ROHANAH PROGRAM STUDI TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN PERIKANAN TANGKAP DEPARTEMEN PEMANFAATAN SUMBERDAYA PERIKANAN
PENGEMBANGAN LAMPU BAWAH AIR SEBAGAI ALAT BANTU PADA BAGAN TANCAP DI DESA TAMBAK LEKOK KECAMATAN LEKOK PASURUAN
PENGEMBANGAN LAMPU BAWAH AIR SEBAGAI ALAT BANTU PADA BAGAN TANCAP DI DESA TAMBAK LEKOK KECAMATAN LEKOK PASURUAN DEVELOPMENT OF UNDER WATER LAMP AS A TOOL TO LIFT NET IN TAMBAK LEKOK VILLAGE PASURUAN Fuad
PENGUATAN CAHAYA PADA BAGAN MENGGUNAKAN REFLEKTOR KERUCUT SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL TANGKAPAN CUMI-CUMI
Marine Fisheries ISSN 2087-4235 Vol. 4, No. 2, November 2013 Hal 163-173 PENGUATAN CAHAYA PADA BAGAN MENGGUNAKAN REFLEKTOR KERUCUT SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL TANGKAPAN CUMI-CUMI Light Strengthening
PENGARUH PERIODE HARI BULAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN DAN TINGKAT PENDAPATAN NELAYAN BAGAN TANCAP DI KABUPATEN SERANG TESIS JAE WON LEE
PENGARUH PERIODE HARI BULAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN DAN TINGKAT PENDAPATAN NELAYAN BAGAN TANCAP DI KABUPATEN SERANG TESIS JAE WON LEE SEKOLAH PASCA SARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2010 PERNYATAAN
ALBACORE ISSN Volume I, No 3, Oktober 2017 Diterima: 6 Juni 2017 Hal Disetujui: 16 Oktober 2017
ALBACORE ISSN 2549-1326 Volume I, No 3, Oktober 2017 Diterima: 6 Juni 2017 Hal 285-296 Disetujui: 16 Oktober 2017 PENGGUNAAN LIGHT EMITTING DIODE (LED) CELUP BAWAH AIR DENGAN WARNA BERBEDA: PENGARUHNYA
I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kabupaten Aceh Besar merupakan salah satu kabupaten di Pemerintah Aceh yang memiliki potensi sumberdaya ikan. Jumlah sumberdaya ikan diperkirakan sebesar 11.131 ton terdiri
1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
2 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan daerah kepulauan dengan luas wilayah perairan mencapai 4 (empat) kali dari seluruh luas wilayah daratan Provinsi Kepulauan
Penghematan Biaya Listrik Dengan Memanfaatkan Lampu LED Di Rumah Tangga
Penghematan Biaya Listrik Dengan Memanfaatkan LED Di Rumah Tangga Bambang Winardi Jurusan Teknik Elektro, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Indonesia 50275
REKAYASA LAMPU LED CELUP UNTUK PERIKANAN BAGAN APUNG DI PERAIRAN PATEK KABUPATEN ACEH JAYA PROPINSI ACEH
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 6 No. 1 Mei 215: 51-67 ISSN 287-4871 REKAYASA LAMPU LED CELUP UNTUK PERIKANAN BAGAN APUNG DI PERAIRAN PATEK KABUPATEN ACEH JAYA PROPINSI ACEH (SUBMERGED LED
ANALISIS KECENDERUNGAN PRODUKSI IKAN PELAGIS KECIL DI PERAIRAN LAUT HALMAHERA TAHUN Adrian A. Boleu & Darius Arkwright
ANALISIS KECENDERUNGAN PRODUKSI IKAN PELAGIS KECIL DI PERAIRAN LAUT HALMAHERA TAHUN 2007 2008 Adrian A. Boleu & Darius Arkwright Abstract Small pelagic fishing effort made bythe fishermen in North Halmahera
5 PEMBAHASAN 5.1 Proses penangkapan pada bagan rambo
58 5 PEMBAHASAN 5.1 Proses penangkapan pada bagan rambo Dalam pengoperasiannya, bagan rambo menggunakan cahaya untuk menarik dan mengumpulkan ikan pada catchable area. Penggunaan cahaya buatan yang berkapasitas
8 SELEKSI ALAT TANGKAP DAN TEKNOLOGI YANG TEPAT DALAM PEMANFAATAN SUMBERDAYA LEMURU (Sardinella lemuru Bleeker 1853) DI SELAT BALI
131 8 SELEKSI ALAT TANGKAP DAN TEKNOLOGI YANG TEPAT DALAM PEMANFAATAN SUMBERDAYA LEMURU (Sardinella lemuru Bleeker 1853) DI SELAT BALI 8.1 Pendahuluan Mewujudkan sosok perikanan tangkap yang mampu mempertahankan
Distribusi tertangkapnya ikan selar pada lembaran jaring soma darape di rumpon
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Tangkap 2(Edisi Khusus): 1-5, Januari 2015 ISSN 2337-4306 Distribusi tertangkapnya ikan selar pada lembaran jaring soma darape di rumpon Distribution of caught trevally
Efektivitas Alat Tangkap Mini Purse Seine Menggunakan Sumber Cahaya Berbeda Terhadap Hasil Tangkap Ikan Kembung (Rastrelliger sp.)
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 3,No. 1, April 2011 Efektivitas Alat Tangkap Mini Purse Seine Menggunakan Sumber Cahaya Berbeda Terhadap Hasil Tangkap Ikan Kembung (Rastrelliger sp.) Fishing
1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang.
1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang. Kajian tentang konsep kapasitas penangkapan ikan berikut metoda pengukurannya sudah menjadi isu penting pada upaya pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. The Code of
ANALISIS SINAR MERAH, HIJAU, DAN BIRU (RGB) UNTUK MENGUKUR KELIMPAHAN FITOPLANKON (Chlorella sp.) Oleh: Merizawati C
ANALISIS SINAR MERAH, HIJAU, DAN BIRU (RGB) UNTUK MENGUKUR KELIMPAHAN FITOPLANKON (Chlorella sp.) Oleh: Merizawati C64104004 PROGRAM STUDI ILMU DAN TEKNOLOGI KELAUTAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
Produksi dan produktivitas hasil tangkapan kapal tuna hand line yang berpangkalan di Kelurahan Mawali, Kecamatan Lembeh Utara, Kota Bitung
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Tangkap 2(6): 205-211, Desember 2017 ISSN 2337-4306 dan produktivitas hasil tangkapan kapal tuna hand line yang berpangkalan di Kelurahan Mawali, Kecamatan Lembeh Utara,
PROFIL PENCAHAYAAN DAN DISTRIBUSI IKAN PADA AREAL PENANGKAPAN BAGAN RAMBO DI SELAT MAKASSAR
Tulisan ini merupakan makalah utama pada Seminar Nasional Perikanan Indonesia tgl 8-9 Oktober 2003, di Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta. Dimuat dalam Prosiding Vol. 3 hal 28-42. PROFIL PENCAHAYAAN DAN
4 KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN
20 4 KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN 4.1 Keadaan Geografis, Letak Topografi dan Luas Sibolga Kota Sibolga berada pada posisi pantai Teluk Tapian Nauli menghadap kearah lautan Hindia. Bentuk kota memanjang
4 HASIL DAN PEMBAHASAN
4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Reaksi Pengumpulan Pepetek terhadap Warna Cahaya dengan Intensitas Berbeda Informasi mengenai tingkah laku ikan akan memberikan petunjuk bagaimana bentuk proses penangkapan yang
ANALISA SPEKTRUM CAHAYA MENGGUNAKAN METODE GRATING BERBASIS MIKROKONTROLER AVR. Disusun oleh : Nama : Gunawan Kasuwendi NRP :
ANALISA SPEKTRUM CAHAYA MENGGUNAKAN METODE GRATING BERBASIS MIKROKONTROLER AVR Disusun oleh : Nama : Gunawan Kasuwendi NRP : 0422152 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik,, Jl. Prof.Drg.Suria Sumantri,
STUDI OPTIMASI SISTEM PENCAHAYAAN RUANG KULIAH DENGAN MEMANFAATKAN CAHAYA ALAM
JETri, Volume 5, Nomor 2, Februari 2006, Halaman 1-20, ISSN 1412-0372 STUDI OPTIMASI SISTEM PENCAHAYAAN RUANG KULIAH DENGAN MEMANFAATKAN CAHAYA ALAM Chairul Gagarin Irianto Dosen Jurusan Teknik Elektro-FTI,
ANALISIS USAHA PURSE SEINE DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA SIBOLGA KABUPATEN TAPANULI TENGAH PROVINSI SUMATERA UTARA
1 ANALISIS USAHA PURSE SEINE DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA SIBOLGA KABUPATEN TAPANULI TENGAH PROVINSI SUMATERA UTARA THE ANALYSIS OF PURSE SEINE AT THE PORT OF SIBOLGA ARCHIPELAGO FISHERY TAPANULI REGENCY
Karakteristik dan Efisiensi Lampu Light Emiting Dioda (LED) sebagai Lampu Hemat Energi
Karakteristik dan Efisiensi Lampu Light Emiting Dioda (LED) sebagai Lampu Hemat Energi Vandri Ahmad Isnaini 1) ; Rahmi Putri Wirman 2) ; Indrawata Wardhana 3) 1,2,3) Jurusan Pendidikan Fisika, FITK, IAIN
Comercial lamp, Michelson interferometer, prism spectroscope, color spectrum, coherence
ANALISA SPEKTRUM DAN PANJANG KOHERENSI BEBERAPA JENIS LAMPU MENGGUNAKAN SPEKTROSKOP PRISMA DAN INTERFEROMETER MICHELSON Maria*, Minarni, Walfred Tambunan Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
1 PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang
1 PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Kabupaten Buton diperkirakan memiliki luas sekitar 2.509,76 km 2, dimana 89% dari luas wilayah tersebut merupakan perairan laut. Secara geografis Kabupaten Buton terletak
PENGARUH JENIS DAN BENTUK LAMPU TERHADAP INTENSITAS PENCAHAYAAN DAN ENERGI BUANGAN MELALUI PERHITUNGAN NILAI EFIKASI LUMINUS
PENGARUH JENIS DAN BENTUK LAMPU TERHADAP INTENSITAS PENCAHAYAAN DAN ENERGI BUANGAN MELALUI PERHITUNGAN NILAI EFIKASI LUMINUS 1) Bima Brilliando Agam, 2) Yushardi, 2) Trapsilo Prihandono 1) Mahasiswa S-1
BAB I PENDAHULUAN. dan bagi kelanjutan suatu perusahaan, karena jika sebuah produk dipasarkan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pemasaran adalah faktor yang sangat penting bagi kesuksesan suatu produk dan bagi kelanjutan suatu perusahaan, karena jika sebuah produk dipasarkan dengan cara yang
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Tangkap 1(6): , Desember 2014 ISSN
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Tangkap 1(6): 204-208, Desember 2014 ISSN 2337-4306 Analisis tren hasil tangkapan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) dengan alat tangkap purse seine dan pole and line
PENGARUH WARNA LAMPU DALAM AIR TERHADAP HASIL TANGKAPAN BAGAN PERAHU DI PERAIRAN BACAN KABUPATEN HALMAHERA SELATAN
PENGARUH WARNA LAMPU DALAM AIR TERHADAP HASIL TANGKAPAN BAGAN PERAHU DI PERAIRAN BACAN KABUPATEN HALMAHERA SELATAN Henry James Kumajas 1 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unsrat Manado 95115 E-mail:
5 HASIL DAN PEMBAHASAN
5 HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Rangkaian Elektronik Lampu Navigasi Energi Surya Rangkaian elektronik lampu navigasi energi surya mempunyai tiga komponen utama, yaitu input, storage, dan output. Komponen input
KOMPARASI HULL PERFORMANCE PADA KONSEP DESIGN KAPAL IKAN MULTI FUNGSI DENGAN LAMBUNG KATAMARAN
KOMPARASI HULL PERFORMANCE PADA KONSEP DESIGN KAPAL IKAN MULTI FUNGSI DENGAN LAMBUNG KATAMARAN Eko Sasmito Hadi Program Studi Teknik Perkapalan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro ABSTRAK Bahan bakar
BAB III LANDASAN TEORI. dapat diketahui kelas jalan yang nantinya akan digunakan untuk menentukan
BAB III LANDASAN TEORI 3.1. Spesifikasi dan Kondisi Jalan Spesifikasi dan kondisi jalan cukup besar pengaruhnya dalam menentukan tingkat kelayakan suatu sistem penerangan karena dalam spesifikasi/kondisi
BAB 1 PENDAHULUAN. Gambar 1. Jumlah Penduduk DKI Jakarta Sumber : diakses tanggal 2 Oktober 2015
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jakarta merupakan salah satu kota di Indonesia yang pertumbuhan kotanya cenderung pesat. Sebagai ibu kota negara, Jakarta menjadi pusat dari berbagai kegiatan dibidang
