BAB III METODE PENELITIAN
|
|
|
- Susanto Darmadi
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III METODE PENELITIAN Pada penelitian implementasi pemrograman paralel pada deteksi tepi dengan menggunakan metode Canny, program komputerdiprogram dengan bahasa pemrograman C++. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan untuk mengambil data adalah dengan menggunakan sebuah eksperimen dengan menjalankan program-program yang telah dibuat pada prosesor PC yang digunakan pada penelitian ini. Untuk mendapatkan hasil dari penelitian diperlukan beberapa langkah penelitian. Langkah-langkah penelitian tersebut dapat disimpulkandalam diagram blok seperti terlihat pada Gambar 3.1. Rancang bangun pemrograman serial Pengembangan pemrograman serial ke OpenMP Pengembangan pemrograman serial ke MPI Pengambilan data Pengolahan data Gambar 3.1 Diagram blok metode peneltian Pembuatan diagram blok digunakan untuk menampilkan langkah-langkah dalam penelitian ini. Langkah yang pertama yaitu merancang dan membangun pemrograman serial dengan menggunakan metode Canny dalam bahasa pemrograman C++.Untuk mempermudah pembuatan pemrograman serial, terlebih dahulu dibuatflowchart pemrograman serial, kemudian flowchart tersebut diterjemahkan dalam kode-kode program dalam bahasa pemrograman C++. Langkah selanjutnya adalah pengembangan pemrograman serial ke pemrograman paralel. Dalam pemrograman paralel ada dua pustaka yang digunakan yaitu pustaka OpenMP dan pustaka MPI. Langkah ketiga adalah pengambilan data waktu eksekusi dengan cara menjalankan kode program yang telah dibuat baik pemrograman serial maupun pemrograman paralel sebanyak 10 kali, kemudian waktu eksekusi dicatat. III-1
2 Tahapan keempat adalah pengolahan data waktu eksekusi dengan cara menghitung nilai speedup.untuk mendapatkan nilai speedup dibutuhkan dua nilai yaitu waktu eksekusipemrograman serial dan waktu eksekusi pemrograman paralel menggunakan pustaka OpenMP dan MPI pada bahasa pemrograman C Rancang Bangun Pemrograman Serial Dalam merancang dan membangun pemrograman serial pada deteksi tepi dengan menggunakan metode Canny, diperlukan pembuatan flowchart pemrograman serial. Flowchart yang telah dibuat kemudian diterjemahkan dalam bentuk potongan-potongan kode program dengan menggunakan bahasa pemrograman C++. Flowchart adalah bagan alir yang menceritakan bagaimana langkah-langkah dan prosedur-prosedur pada suatu program.flowchart juga memberikan suatu kemudahan bagi seorang programmer untuk membuat sebuah program. Setelah flowchart selesai dibuat kemudian dilanjutkan dengan penulisan kode program sesuai dengan flowchart yang telah dibuat. Adapun flowchartpemrograman serial deteksi tepi menggunakan metode Cannyseperti terlihat pada Gambar 3.2. Mulai 1 2 Inisialisasi sumber citra Input citra warna Tampilkan citra asli Inisialisasi grayscale Inisialisasi threshold Inisialisasi konstanta windowname Inisialisasi waktu mulai Inisialisasi waktu akhir Konversi citra input ke grayscale Jalankan waktu eksekusi Haluskan dan hilangkan noise pada citra Buat window dengan nama objek windowname Tampilkan citra grayscale Akhiri waktu eksekusi Tampilkan waktu eksekusi Selesai 1 2 III-2
3 Gambar 3.2Flowchartpemrogaman serial deteksi tepi menggunakan operator Canny Pada pemrograman serial deteksi tepi menggunakan metode Canny, program dimulai dengan inisialisasi data-data yang diperlukan dalam deteksi tepi.mulai dari inisialisasi sumber citra yang digunakan, inisialisasi grayscale, inisialisasi konstanta windowname, hingga inisialisasi waktu ekekusi. Pada inisialisasi threshold skala yang dipakai mulai dari 15, karena pada skala 15 program dapat dijalankan. Jika threshold dibawah 15, maka program yang dijalankan membutuhkan waktu yang sangat lama pada citra yang berukuran besar. Kode program inisialisasi secara berturut-turut yaitu:.. Mat src, grey; int thresh = 15; const char* windowname = "Contours"; clock_t start, finish;. Langkah selanjutnya adalah peng-input-an citra digital dari sebuah fileyang akan dideteksi.input dari program yang dibuat adalah file citra berwarna dengan jenis file citra bitmap (BMP).Fungsi imreadadalah untuk membaca citra yang akan digunakan pada deteksi tepi Canny.Sintaks dasar yang digunakan pada imread adalah sebagai berikut: src = imread("2.jpg"); Pada sintaks dasar pemrograman di atas, src adalah sebagai objek untuk menyimpan sementara file gambar, sedangkan imread adalah objekdari pustakaopencv yang berfungsi untuk membaca citra. Citra yang telah di-input kemudian dikonversi ke grayscale untuk mendapatkan keabuan pada citra. Untuk mengubah gambar RGB ke gambar grayscale dapat dilakukan dengan cara mengambil piksel pada gambar kemudian warna tiap pikselakan diambil informasi mengenai 3 warna dasar yaitu merah, biru dan hijau. Ketiga warna dasar ini akan dijumlahkan kemudian dibagi tiga sehingga didapat nilai rata-rata. Nilai rata-rata inilah yang akan dipakai untuk memberikan warna pada piksel gambar sehingga warna menjadi III-3
4 grayscale.tiga warna dasar sebuah piksel akan diset menjadi nilai rata-rata.sintaks dasar yang digunakan untukgrayscale adalah sebagai berikut: cvtcolor(src,grey,cv_bgr2gray); cvtcolor pada sintaks dasar berfungsi untuk mengkonversi gambar warna. src yaitu file gambar yang akan dikonversi, sedangkan grey adalah file hasil dari konversi, CV_BGR2GRAY yaitu objekdari pustakaopencv yang berfungsi untuk mengubah citra warna menjadi citra keabuan (grayscale). Setelah proses konversicitra kegrayscaleselesai, maka langkah selanjutnya adalah menjalankan waktu eksekusi. Sintaks dasar yang digunakan untuk menjalankan waku eksekusiadalah sebagai berikut:.. start=clock();.. Setelah cacah waktu berjalan, langkah selanjutnya adalah citra grayscale dihaluskan dan dihilangkan noise-nya dengan menggunakan fungsi gaussian blur. Sintaks dasar yang digunakan pada gaussian blur adalah sebagai berikut: cv::gaussianblur(grey,grey,size(3,3),0); cv::gaussianblur adalah fungsi dari OpenCV yang bertugas untuk menghaluskan dan menghilangkan noise. grey yang pertama adalah citra yang akan diproses pada gaussian blur, sedangkan grey yang kedua adalah hasil dari blurring. size(3,3) adalah ukuran gambar dengan tinggi 3 dan lebar 3, dan 0 adalah nilai standar deviasi dari gaussian baik dalam arah sumbu Y maupun sumbu X. Langkah selanjutnya adalah pembuatan window untuk menampilkan citra dengan nama fungsi sesuai dengan citra yang akan ditampilkan. Sintaks dasar yang digunakan pada pembuatan window adalah sebagai berikut: namedwindow(windowname); namedwindow berfungsi untuk membuat tampilan window highgui, sedangkan windowname adalah nama jendela yang digunakan sebagai induk citra yang ditampilkan. III-4
5 Langkah selanjutnya adalah menampilkan citra asli dan citragrayscalepada masingmasing window yang telah dibuat. Sintaks dasar yang digunakan adalah sebagai berikut: namedwindow("original"); imshow("original",src); namedwindow("grey"); imshow("grey",grey); Objek namedwindow berfungsi untuk membuat tampilan window highgui, sedangkan imshow adalah perintah untuk menampilkan citra. Langkah selanjutnya adalah membuat trackbar pada window contoursdengan interval Trackbar ini berfungsi sebagai pengatur tingkat kecerahan pada citra hasil deteksi tepi Canny. Sintaks dasar yang digunakan adalah sebagai berikut: cv::createtrackbar("thresholding",windowname,&thresh,255,detectcontours);. cv::createtrackbar adalah objek dari pustaka OpenCV untuk membuat trackbar padawindowyaitu thresholding. windowname adalah objek dari nama window threshold, &thresh adalah nilai awal dari threshold, yaitu sebesar 255, 255 adalah nilai maksimum rangedari threshold, sedangkan detectcontours adalahfungsi yang dipanggil. Langkah selanjutnya adalah memanggil fungsi detectcontours.pada fungsi tersebut terdapat proses-proses deteksi tepi Canny. Adapun pemanggilan fungsi detectcontoursadalah sebagai berikut:. detectcontours(0,0);. (0,0) adalah nilai argumen untuk menghubungkan dengan variabel pada fungsi detectcountours(). Pada fungsi detectcontours terjadi beberapa proses diantaranya mendeteksi tepi dengan metode Canny, menemukan contoursdan menggambarkannya. Fungsi detectcontoursdipanggil oleh fungsi utama. Sintaks dari detectcontoursadalah sebagai berikut: void detectcontours(int,void*) III-5
6 void detectcontours adalah fungsi tanpa tipe data dengan nama fungsi detectcontours, sedangkan int,void* adalah tipe data argumen untuk menghubungkan dengan variabel pada fungsi utama yaitu detectcontours(0,0). Selanjutnya pada detectcontours terdapat dua variabel dengan tipe data Mat. Sintaks dari variabel tersebut adalah:. Mat canny_output,drawing; Mat merupakan kelas 2D atau berdimensi banyak yang berbentuk array yang dapat menyimpan matriks, gambar, histogram, penggambaran fitur canny_output, drawing merupakan variabel yang bertipe datamat. Langkah selanjutnya yang terdapat pada detectcontours() dan lain-lain,sedangkan adalah penyimpanan sementara detectcontours()yang disimpan sebagai vector point. Adapun sintaks untuk penyimpanan hasil sementara detectcontours() adalah sebagai berikut:.. vector<vector<point>> contours; vector<vec4i>heirachy;.. Selain penyimpanan sementara detectcontours() terdapat juga objek OpenCV untuk melakukan deteksi tepi dengan menggunakan metode canny. Adapun sintaks untuk mendeteksi dengan metode Canny adalah sebagai berikut:... cv::canny(grey,canny_output,thresh,2*thresh,3);... cv::canny adalah objek dari OpenCV yang berfungsi untuk menemukan tepian gambar dengan menggunakan algoritma Canny, grey adalah citra input yang akan diproses dengan menggunakan metode Canny, canny_output adalah hasil dari deteksi tepi dengan metode Canny, sedangkan thresh adalah batas ambang pertama untuk prosedur histeresis dan 2*thresh adalah batas ambang kedua untuk prosedur histeresis. Pada deteksi contours terdapat juga perintah untuk menampilkan hasil citra deteksi tepi dengan menggunakan metode Canny dan hasil dari contours. Adapun sintaks untuk menampilkan deteksi tepi Canny dan contours adalah sebagai berikut: NamedWindow("Canny"); imshow("canny",canny_output); III-6
7 imshow(windowname,drawing);.. Objek namedwindow berfungsi untuk membuat tampilan window highgui, sedangkan imshow adalah perintah untuk menampilkan citra Perintah selanjutnya pada deteksi contours adalah mencari tingkat kecerahan hasil deteksi tepi pada contours dengan mengubah nilai pada trackbar. Adapun sintaks untuk mencari kecerahan pada hasil deteksi tepi Canny adalah sebagai berikut:. cv::findcontours(canny_output,contours,heirachy,cv_retr_tree,cv_chain_approx_ SIMPLE,Point(0,0));. cv::findcontours adalah objek dari OpenCV untuk mencari contours, canny_output adalah citra input yang akan dicari kecerahannya, sedangkan contours merupakan hasil dari pencerahan. heirachy adalah opsional keluaran vector yang berisi tentang informasi topologi gambar, karena pada heirachy memiliki banyak elemen sebagai jumlah contours. CV_RETR_TREE berfungsi untuk menemukan kembali semua contours dan memperbaiki susunan nested contourssecara penuh. CV_CHAIN_APPROX_SIMPLE adalah pengkompresan segmen horizontal, vertikal, dan diagonal pada titik akhir contours. point adalah titik 2D pada kelas template, sedangkan 0,0 adalah nilai sementara dari contours baik secara horizontal dan vertikal. Selanjutnya perintah yang terdapat pada deteksi contours adalah membuat latar belakang citra yang berwarna hitam. Adapun sintaks untuk pembuatan latar belakang citra adalah sebagai berikut:. drawing = Mat::zeros(canny_output.size(),CV_8UC1);. drawing adalah variabel untuk menyimpan nilai konstanta dari sebuah objek zeros, yaitu untuk membuat warna hitam, canny_output.size() adalah nilai piksel dari citra yang sudah dideteksi tepi dengan metode size, CV_8UC1 adalah nilai-nilai piksel dari gambar hitam putih Perintah selanjutnya yang terdapat pada deteksi contours adalah menggambar contours. Adapun sintaks untuk menggambar contours adalah sebagai berikut: III-7
8 .. for(int i=0;i<contours.size();i++) { cv::drawcontours(drawing,contours,i,scalar(255),1,8,heirachy,0,point()); }.. for adalah pengulangan increment mulai dari 0 sampaikurang dari ukuran contours. cv::drawcontours adalah objek dari OpenCV untuk menggambar contours, drawing adalah input berupa gambar yang akan digambar pada contours, contours adalah input berupa garis tepi, i adalah nilai indexdari contours. scalar adalah vektor 4 elemen, 255 adalah jumlah maksimum dari kecerahan citra, 1 adalah ketebalan garis pada contours, 8 adalah tipe garis yang terdapat padacontours, heirachy adalah fungsi untuk menarik contours tertentu, 0 adalah tingkat maksimal untuk memanggil contours, nilai 0 berarti contours yang dipanggil hanya padacontours tertentu, sedangkan point adalah adalah titik 2D pada kelas template. Langkah selanjutnya adalah mengatur trackbar pada window contour untuk menentukan tingkat kecerahan pada citra output deteksi tepi Canny. Namun apabila pada citra tersebut tingkat kecerahan sudah cukup cerah sesuai kebutuhan, maka langkah selanjutnya adalah menyimpan citra pada folder yang telah ditentukan. Adapun citra yang disimpan adalah citra asli, citra grayscale, dan citra deteksi tepi Canny. Sintaks dasar yang digunakan pada penyimpanan citra adalah sebagai berikut:.. imwrite("canny.bmp",canny_output); imwrite("grey.bmp",grey); imwrite("original.bmp",src);. imwrite adalah perintah untuk menyimpan hasil dari citra yang telah diproses. Langkah selanjutnya adalah mengakhiri waktu eksekusi. Adapun sintaksyang digunakan adalah sebagai berikut:.. finish=clock();.. Setelah waktu eksekusi diakhiri, maka waktu eksekusi ditampilkan pada command prompt dengan cara mengurangi waktu akhir dengan waktu awal. Adapun sintaks yang digunakan untuk menampilkan waktu eksekusi adalah sebagai berikut: III-8
9 .. cout<<"waktu eksekusi="<<float(finish-start)/clocks_per_sec<<" DETIK"<<endl;. Setelah waktu eksekusi ditampilkan maka proses pada deteksi tepi dengan menggunakan metode Cannytelahselesai dan hasil deteksi tepi dapat dilihat pada folder yang telah ditentukan. 3.2 Pengembangan Pemrograman Serial Ke Pemrograman Paralel 3.2.1Pengembangan Pemrograman Serial Ke OpenMP Setelah rancang bangun pemrograman serial telah selesai, selanjutnya dikembangkan pemrograman serial tersebut ke pemrograman paralel dengan menggunakan pustaka OpenMP. Pengembangan pemrograman serial ke OpenMP dilakukan dengan cara merancang flowchart, kemudian flowchart yang telah jadi diterjemahkan dalam bentuk program dalam bahasa C++. Flowchart sangatlah penting sebagai tahap awal dari perancangan sebuah algoritma, karena flowchart menggambarkan langkah-langkah program yang akan dibuat. Setelah flowchart dirancang, selanjutnya adalah penulisan kode program paralel dengan menggunakan pustaka OpenMP ke dalam bahasa C++.Adapun flowchartpengembangan pemrograman serial deteksi tepi menggunakan metode Cannyke pemrograman paralel dengan menggunakan pustaka OpenMP seperti terlihat pada Gambar 3.3. III-9
10 Mulai 1 2 Inisialisasi sumber citra Inisialisasi grayscale Inisialisasi threshold Inisialisasi konstanta windowname Inisialisasi waktu mulai Inisialisasi waktu akhir Jalankan waktu eksekusi Spawn wilayah paralel dengan direktif OpenMP Haluskan dan hilangkan noise pada citra Gabungkanspawn pada master Buat window dengan nama objek windowname Buat trackbar pada window contours dengan skala Panggil fungsi deteksi contours Akhiri waktu eksekusi Tampilkan waktu eksekusi Input citra warna Tampilkan citra asli Selesai Konversi citra input ke grayscale Tampilkan citra grayscale 1 2 Gambar 3.3 Flowchart pemrograman OpenMP deteksi tepi menggunakan metode Canny Model dari pemrograman OpenMP untuk spawning wilayah agar masing-masing thread dapat menghaluskan dan menghilangkannoise pada citra dapat dilihat pada gambar 3.4 spawning wilayah penghalusan dan penghilangan noise pada citra Master thread fork Master thread join Gambar 3.4 Model pemrograman OpenMP untuk penghalusan dan penghilangan noise pada citra III-10
11 Paralelisasi dengan menggunakan direktif parallel untuk membangkitkan thread agar konvolusi yang terjadi pada penghalusan dan penghilangan noise pada citra dapat bekerja secara bersama. Piksel pada citra dibagi sesuai dengan banyaknya jumlah thread, matriks kolom dikerjakan olehthreadnol dan matriks baris dikerjakan oleh thread satu.ketika semua thread telah melakukan task-nya sampai selesai, tahap selanjutnya adalah menggabungkan kembali hasil dari eksekusi masing-masing threadpada master thread.sintaks dasar dari paralelisasi pada penghalusan dan penghilangannoise adalah sebagai berikut: #pragma omp parallel { cv::gaussianblur(grey,grey,size(3,3),0); } #pragma omp adalah direktif compiler, sedangkan parallel adalah nama direktif. Langkah selanjutnya adalah memparelisasikanproses penggambaran contoursyang terdapat pada fungsi detectcontours( ).Pada fungsi detectcontours( ) terjadi beberapa proses diantaranya mendeteksi tepi dengan menggunakan metode Canny, menemukan contours, dan menggambarkannya.adapun model pemrograman OpenMP didalam fungsi detectcontours( )seperti terlihat pada Gambar 3.5. Spawningwilayah penggambaran contours Master thread fork Master thread join Gambar 3.5 Model pemrograman paralel OpenMP untuk pemanggilan fungsi detectcontours Paralelisasi pada penggambaran contours ini bertujuan agar master thread membangkitkan beberapa thread yang dibutuhkan. Master thread melakukan spawning di masing-masing thread untuk mengeksekusi pemrograman secara paralel. Masing-masing thread akan melakukan proses-proses yang terjadi pada iterasi penggambaran contours, sehingga kode program yang mengalami spawning akan melakukan semua fungsi secara paralel dalam iterasi III-11
12 penggambaran contours. Ketika semua thread telah melakukan task-nya sampai selesai, tahap selanjutnya adalah menggabungkan kembali hasil dari eksekusi masing-masing thread pada master thread. Paralelisasi yang dilakukan didalam fungsidetectcontours( ) bertujuan untuk mempercepat proses-proses yang terjadi pada fungsi detectcontours( ) tersebut. Sintaks paralelisasi didalam fungsi detectcontours( ) untukpenggambaran contours adalah sebagai berikut:... #pragma omp parallel for num_threads(2) For(int i=0;i<contours.size();i++) { cv::drawcontours(drawing,contours,i,scalar(255),1,8,heirachy,0,point()); }... Flowchart didalam fungsi detectcontours( )seperti terlihat pada Gambar 3.6. III-12
13 Mulai Inisialisasi outputuntuk Canny Inisialisasi gambar contours Simpan nilai contours Temukan tepian citra dengan menggunakan metode Canny Tampilkan citra deteksi tepi Canny Temukan contours Gambar background dengan warna hitam Spawnpenggambaran contours dengan direktif parallel for Gambarkan contours Gabungkanspawn pada master Tampilkan citra contours Simpan citra Canny Simpan citra grayscale Simpan citra asli Selesai Gambar 3.6 Flowchart pemrograman paralel OpenMP di dalam fungsi detectcontours( )untuk penggambaran contours III-13
14 3.2.2 Pengembangan Pemrograman Serial Ke MPI Pengembangan pemrograman serial ke MPI pada deteksi tepi dengan menggunakan metode Canny, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seorang programmer. Pada MPI,master dan slave saling berhubungan untuk bisa bekerja secara paralel seperti yang diharapkan.master bertanggung jawab untuk mengatur dan mendistribusikan data,sedangkanslave beroperasi pada task yang diterima. Adapun flowchart pemrograman paralel dengan menggunakan pustaka MPI pada deteksi tepi dengan menggunakan metode Canny seperti terlihat pada gambar 3.7. Mulai 1 2 Inisialisasi sumber citra Inisialisasi permintaan komunikasi Tanpilkan citra asli Inisialisasi grayscale Inisialisasi manajemen lingkungan MPI Tanpilkan citra grayscale Inisialisasi threshold Buat trackbar pada window contours dengan skala Dapatkan proses rank Inisialisasi konstanta windownamed Input citra warna Panggil fungsi deteksi contours Inisialisasi argumen count Konversi citra input ke grayscale Rank = 0? T Inisialisasi size Jalankan waktu eksekusi Y Rank 1 terima data Inisialisasi rank Haluskan dan hilangkan noise pada citra Rank 0 kirim data Akhiri waktu eksekusi Inisialisasi waktu mulai Rank = 0? T Inisialisasi waktu selesai Y Rank 0 kirim data Rank 1 terima data Tampilkan waktu eksekusi Inisialisasi argumen vektor Buat window dengan nama objek windowname Terminasi lingkungan MPI 1 2 Selesai Gambar 3.7flowchart pemrograman paralel MPI deteksi tepi menggunakan metode Canny III-14
15 Dilihat dari gambar flowchartdi atas, pemrograman paralel dengan pustaka MPI dimulai dengan inisialisasi data-data yang diperlukan dalam pemrograman paralel. Sintaks dasar dari inisialisasi pemrograman paralel adalah sebagai berikut:... int argc, size, rank; double start, end; char **argv; MPI_Request request; MPI_Init(&argc, &argv);... argc adalah variabel untuk menghitung jumlah argumen, dan size adalah variabel untuk mencari banyak prosesor, sedangkan rank adalah variabel komunikator. double adalah tipe data untuk waktu, dan start adalah variabel untuk waktu mulai, sedangkan end adalah variabel untuk penghentian waktu. char adalah tipe data untuk argumen vektor, sedangkan argv adalah variabel untuk menentukan arah. MPI_Request request adalah fungsi untuk meminta komunikasi, sedangkan MPI_Init adalah fungsi inisialisasi untuk manajemen lingkungan MPI, dan &argc adalah variabel untuk menunjukkan jumlah argumen, sedangkan &argv adalah variabel yang menunjukkan arah vektor. Proses yang dilakukan selanjutnya adalah memanggil fungsirankpada komunikator,sintaks dasarnya adalah sebagai berikut:... MPI_Comm_rank(MPI_COMM_WORLD, &rank);... MPI_Comm_rank adalah fungsi dari MPI yangberfungsi untuk mengembalikan rank dari suatu proses, sedangkan MPI_COMM_WORLD adalah komunikatoryang mendefinisikan jangkauan operasi komunikasi, dan &rank adalah inisialisasi dari MPI_COMM_rank. Langkah selanjutnya adalah memulai waktu cacah pada pemrograman paralel dengan pustaka MPI, sintaks dasarnya adalah sebagai berikut:... start=mpi_wtime();... Langkah selanjutnya adalah melakukan paralelisasi pada fungsi GaussianBlur( ),karena pada fungsi ini tejadi konvolusi matriks citra yang membutuhkan waktu cukup lama. Proses komunikasi paralel terjadi jika rank 0 mengirim data ke rank 1, dan rank 1 menerima data dari III-15
16 rank 0. Sintaks dasar untuk pemrograman MPI pada fungsi GaussianBlur( ) adalah sebagai berikut: cv::gaussianblur(grey,grey,size(3,3),0); if(rank==0) { MPI_Isend(&getGaussianKernel, 3, MPI_INT, 0, 1, MPI_COMM_WORLD, &request); } Else if (rank==1) { MPI_Irecv(&getGaussianKernel, 3, MPI_INT, 1, 0, MPI_COMM_WORLD, &request); } if(rank==0) adalah rank 0mengirim data, sedangkan MPI_Isend adalah sebuah operasi yang digunakan untuk mengirim data secara non-blocking dan bersifat segera ( immediate). &getgaussiankernel adalah data yang dikirim ke rank 1. 3 adalah jumlah buffer data yang dikirim. MPI_INT adalah tipe data dari buffer yang dikirim. 0 adalah tujuan rank yang dikirim. 1 adalah jumlah pesan tag yang dikirim. MPI_COMM_WORLD adalah komunikator yang digunakan untuk mengirim data. &request adalah output dari komunikasi. Else if ( rank==1) adalah rank 1 menerima data. MPI_Irecv adalah sebuah operasi yang digunakan untuk menerima data secara non-blocking dan bersifat segera (immediate). &getgaussiankernel adalah data yang diterima. 3 adalah jumlah buffer data yang diterima. MPI_INT adalah tipe data dari buffer yang diterima. 1 adalah tujuan rank yang diterima. 0 adalah jumlah pesan tag yangditerima. MPI_COMM_WORLD adalah komunikator yang digunakan untuk menerima data. &request merupakan output dari komunikasi. Jika dilihat dari sintaks program di atas, apabila rank 0, maka rank melakukan pengiriman data yaitu berupa data gaussian,dan rank 1 melakukan penerimaan data. Kedua rank tersebutmasing-masing menginisialisasi buf yang dikirim dan diterima yaitu data gaussian. Langkah selanjutnya adalah memparalelkan fungsi detectcontours( ).Didalam fungsi detectconturs( ) terdapat proses-proses deteksi tepi Canny. Sintaks dasarnya adalah sebagai berikut: III-16
17 ... { detectcontours(0,0); if(rank==0) { MPI_Isend(&detectContours, 3, MPI_INT, 0, 1, MPI_COMM_WORLD, &request); } else { MPI_Irecv(&detectContours, 3, MPI_INT, 1, 0, MPI_COMM_WORLD, &request); }... Dilihat dari sintaks program di atas, jika rank 0 maka rank melakukan pengiriman data yaitu berupa data detectcontors,dan rank 1 melakukan penerimaan data detectcontors. Setelah detectcontours( ) diparalel,selanjutnya dihentikan waktu cacah dari pemrograman paralel dengan menggunakan pustaka MPI. Sintaks dasarnya adalah sebagai berikut:... end=mpi_wtime();... Setelah waktu cacah dihentikan, langkah selanjutnya menampilkan waktu cacah dari pemrograman paralel dengan menggunakan pustaka MPI. Sintaks dasarnya adalah sebagai berikut:. cout<<"waktu Eksekusi Parallel : "<<end-start<<" Detik"<<endl;. Langkah selanjutnya adalah menghentikan proses pemrograman paralel, sintaks dasarnya adala sebagai berikut:... MPI_Finalize();... Setelah pemrograman paralel dihentikan, maka proses paralelisasi dengan menggunakan pustaka MPI pada deteksi tepi dengan menggunakan metode canny sudah selesai. 3.3 Pengambilan Data Pengambilan data dalam penelitian implementasi pemrograman paralel dalam deteksi tepi menggunakan metode Canny dalam pustaka pemrograman OpenMP dan MPI III-17
18 menggunakan jenis metode penelitian eksperimen, dimana dengan mengambil 10 data eksperimen pada pemrograman serial dan pemrograman paralel.kode program tersebut dijalankan untuk mendapatkan output citra asli,output citra grayscale, output window contours, output citra deteksi tepi Canny dan hasil waktu eksekusi. Pada penelitian eksperimen ini menggunakan PCkomputer sebagai salah satu alat ukur untuk mendapatkan data dari masing-masing program.spesifikasi alat ukut yang di gunakan dalam penelitian eksperimen ini dapat dilihat pada Tabel 3.1. Tabel 3.1. Spesifikasi alat ukur. No Piranti Kapasitas dan Jenis 1 Prosesor AMD E APU, 1.00 GHz, 350 GB 2 Memori SATA 2,00 GB 3 Windows OS Windows 8.0 pro 4 Aplikasi Pendukung Visual Studio Express 2012 Penelitian eksperimen ini menggunakan citra sebagaisalah satu objek dalam deteksi tepi dengan menggunakan metode Canny.Adapun spesifikasi citra yang dipakai dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 3.2. Tabel 3.2 Spesifikasi citra No Nama Citra Ukuran Citra 1 Citra_1 12,0 MB dan 2580x1636 piksel 2 Citra_2 24,3 MB dan 3570x2381 piksel 3 Citra_3 38,2 MB dan 3872x2852 piksel 4 Citra_4 44,4 MB dan 4678x3321 piksel 5 Citra_5 51,2 MB dan 5184x3456 piksel Citra input warna yang nantinya dikonversi ke grayscale kemudian diproses tepiannya dengan menggunakan metode Canny, baik menggunakan pemrograman serial maupun dengan pemrograman paralel dengan menggunakan pustaka OpenMP maupun MPI. III-18
19 3.4 Pengolahan Data Dalam penelitian ini, pengolahan data dilakukan dengan carastatistik, dalam ilmu statistik ada beberapa teknik yang sering digunakan, namun dalam penelitian ini teknik yang digunakan adalah teknik perata-rataan, yaitu menghitung nilai rata-rata waktu eksekusi yang diperoleh dari data 10 kali percobaan pada masing-masing program dengan banyak pengambilan data pada pemrograman serial 10 data, pemrograman paralel OpenMP 10 data dan pemrograman MPI 10 data, sehingga banyak data yang diambil dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 data waktu eksekusi pada satu citra input, proses ini dilakukan pada tahapan sebelumnya. Langkah selanjutnya adalah melakukan rasio rata-rata waktu eksekusi program serial terhadap rata-rata waktu eksekusi program paralel menggunakan pustaka OpenMP maupun MPI, gunanya untuk memperoleh seberapa besar peningkatan kecepatan (speedup) yang diperoleh. III-19
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Penelitian implementasi pemrograman paralel dalam deteksi tepi menggunakan metode operator Sobel dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman C++. Metode penelitian yang digunakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Pada penelitian ini, dilakukan analisis pendahuluan dari waktu eksekusi algoritma Shell sort dan Quick sort untuk mengetahui titik perpotongan data antara kedua algoritma. Setelah
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Deteksi Tepi (Edge Detection) Deteksi tepi (edge detection) adalah suatu proses yang menghasilkan tepi-tepi dari obyek-obyek citra, tujuannya adalah untuk memperbaiki detail dari
DAFTAR ISI. Lembar Pengesahan Penguji... iii. Halaman Persembahan... iv. Abstrak... viii. Daftar Isi... ix. Daftar Tabel... xvi
DAFTAR ISI Halaman Judul... i Lembar Pengesahan Pembimbing... ii Lembar Pengesahan Penguji... iii Halaman Persembahan... iv Halaman Motto... v Kata Pengantar... vi Abstrak... viii Daftar Isi... ix Daftar
BAB III ANALISA KEBUTUHAN DAN RANCANGAN
BAB III ANALISA KEBUTUHAN DAN RANCANGAN 3.1 Kebutuhan Program Hitung Dalam bab ini akan dibahas tentang perancangan algoritma yang dibagi menjadi perancangan tampilan dan perancangan program yang terdiri
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Dalam pengerjaan tugas akhir ini memiliki tujuan untuk mengektraksi
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Model Pengembangan Dalam pengerjaan tugas akhir ini memiliki tujuan untuk mengektraksi fitur yang terdapat pada karakter citra digital menggunakan metode diagonal
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi Program Aplikasi Pada bagian ini, Penulis akan menjelaskan kebutuhan spesifikasi perangkat keras dan perangkat lunak, serta menjelaskan bagaimana cara program
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis Sistem Tahapan analisis merupakan tahapan untuk mengetahui tahapan awal didalam sebuah sistem pendeteksian filter sobel. Didalam aplikasi filter sobel ini
BAB III METODE PENELITIAN. melacak badan manusia. Dimana hasil dari deteksi atau melacak manusia itu akan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Model Pengembangan Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk membuat sebuah aplikasi untuk mengatur kontras pada gambar secara otomatis. Dan dapat meningkatkan kualitas citra
PENDETEKSI TEMPAT PARKIR MOBIL KOSONG MENGGUNAKAN METODE CANNY
PENDETEKSI TEMPAT PARKIR MOBIL KOSONG MENGGUNAKAN METODE CANNY Minati Yulianti 1, Cucu Suhery 2, Ikhwan Ruslianto 3 [1] [2] [3] Jurusan Sistem Komputer, Fakultas MIPA Universitas Tanjungpura Jl. Prof.
OPERASI PERNYATAAN KONDISI
OPERASI PERNYATAAN KONDISI A. Pernyataan IF pernyataan if mempunyai pengertian, jika kondisi bernilai benar, maka perintah dikerjakan dan jiak tidak memenuhi syarat maka diabaikan. Dapat dilihat dari diagram
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN. perangkat lunak yang sama untuk semua pengujian. analisa citra bioinformatika ini dalah sebagai berikut:
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1 Spesifikasi Sistem Perangkat analisis citra bioinformatika ini menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang sama untuk semua pengujian. 4.1.1 Spesifikasi Perangkat
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Metode Perancangan Perancangan sistem didasarkan pada teknologi computer vision yang menjadi salah satu faktor penunjang dalam perkembangan dunia pengetahuan dan teknologi,
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis Fungsi utama perancangan program aplikasi tugas akhir ini adalah melakukan konversi terhadap citra dengan format raster atau bitmap ke format vektor dengan tipe
Pendahuluan. Praktikum Pengantar Pengolahan Citra Digital Departemen Ilmu Komputer Copyright 2008 All Rights Reserved
1 Pengenalan Matlab Pendahuluan Matlab adalah perangkat lunak yang dapat digunakan untuk analisis dan visualisasi data. Matlab didesain untuk mengolah data dengan menggunakan operasi matriks. Matlab juga
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah: b. Memori : 8192 MB. c. Sistem Model : Lenovo G40-45
20 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan Penelitian 3.1.1 Alat Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah: a. Hardware a. Prosesor : AMD A8-6410 APU (4 CPUs), ~2.0 GHz b. Memori : 8192
Bab III Perangkat Pengujian
Bab III Perangkat Pengujian Persoalan utama dalam tugas akhir ini adalah bagaimana mengimplementasikan metode pengukuran jarak menggunakan pengolahan citra tunggal dengan bantuan laser pointer dalam suatu
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. a. Spesifikasi komputer yang digunakan dalam penelitian ini adalah
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan Penelitian 3.1.1 Alat Penelitian a. Spesifikasi komputer yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Prosesor Intel (R) Atom (TM) CPU N550
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
48 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Sistem Sistem yang akan dibangun dalam penelitian ini adalah Implementasi Algoritma Template Matching dan Feature Extraction untuk Pengenalan Pola Angka Untuk
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Dalam tugas akhir ini penguji melakukan pengujian dari judul tugas akhir sebelumnya, yang dilakukan oleh Isana Mahardika. dalam tugas akhir tersebut membahas pendeteksian tempat
BAB III METODE PENELITIAN. Mulai. Studi Pustaka. Perancangan Perangkat Lunak. Pembuatan Sistem. Uji. Selesai. Gambar 3.1 Diagram Alir Penelitian
20 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Diagram Alir Penelitian Diagram blok penelitian yang akan dilakukan dapat digambarkan pada gambar berikut: Mulai Studi Pustaka Perancangan Perangkat Lunak Pembuatan Sistem
TEKNIK PENGOLAHAN CITRA MENGGUNAKAN METODE KECERAHAN CITRA KONTRAS DAN PENAJAMAN CITRA DALAM MENGHASILKAN KUALITAS GAMBAR
TEKNIK PENGOLAHAN CITRA MENGGUNAKAN METODE KECERAHAN CITRA KONTRAS DAN PENAJAMAN CITRA DALAM MENGHASILKAN KUALITAS GAMBAR Zulkifli Dosen Tetap Fakultas Ilmu Komputer Universitas Almuslim Email : [email protected]
BAB II DASAR TEORI. CV Dokumentasi CV berisi pengolahan citra, analisis struktur citra, motion dan tracking, pengenalan pola, dan kalibrasi kamera.
BAB II DASAR TEORI Pada bab ini akan dibahas teori yang berkaitan dengan skripsi ini, meliputi pustaka OpenCV, citra, yaitu citra grayscale dan citra berwarna, pengolahan citra meliputi image enhancement
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI Bab ini berisi analisis pengembangan program aplikasi pengenalan karakter mandarin, meliputi analisis kebutuhan sistem, gambaran umum program aplikasi yang
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengolahan Citra Pengolahan citra (image processing) merupakan proses untuk mengolah pixel-pixel dalam citra digital untuk tujuan tertentu. Beberapa alasan dilakukan pengolahan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini diperlukan sebuah desain dan metode penelitian agar dalam pelaksanaaannya dapat menjadi lebih teratur dan terurut. 3.1. Desain Penelitian Bentuk dari desain
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI UNTUK MENDESAIN KARTU UCAPAN
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI UNTUK MENDESAIN KARTU UCAPAN Rudy Adipranata 1, Liliana 2, Gunawan Iteh Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Informatika, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto
BAB III PROSEDUR DAN METODOLOGI. Pada bab ini kita akan melihat masalah apa yang masih menjadi kendala
52 BAB III PROSEDUR DAN METODOLOGI 3.1 ANALISA MASALAH Pada bab ini kita akan melihat masalah apa yang masih menjadi kendala melakukan proses retrival citra dan bagaimana solusi untuk memecahkan masalah
MKB3383 TEKNIK PENGOLAHAN CITRA Pemrosesan Citra Biner
MKB3383 TEKNIK PENGOLAHAN CITRA Pemrosesan Citra Biner Dosen Pengampu: Muhammad Zidny Naf an, M.Kom. Genap 2016/2017 Definisi Citra biner (binary image) adalah citra yang hanya mempunyai dua nilai derajat
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Dalam pengerjaan perancangan dan pembuatan aplikasi pengenalan karakter alfanumerik JST algoritma Hopfield ini menggunakan software Borland Delphi 7.0. 3.1 Alur Proses Sistem
BAB IV DESAI SISTEM. Tabel 4.1 Lingkungan Desain Perangkat Lunak Prosesor : Core 2 Duo, 2 GHz Memori : 2 GB
BAB IV DESAI SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai perancangan dan pembuatan aplikasi perangkat lunak. Perangkat lunak yang akan dibuat pada tugas akhir ini adalah aplikasi HVF Pada perancangan sistem
BAB III METODE PENELITIAN. ada beberapa cara yang telah dilakukan, antara lain : akan digunakan untuk melakukan pengolahan citra.
BAB III METODE PENELITIAN Untuk pengumpulan data yang diperlukan dalam melaksanakan tugas akhir, ada beberapa cara yang telah dilakukan, antara lain : 1. Studi Kepustakaan Studi kepustakaan berupa pencarian
Kompleksitas Algoritma Rank Sort dan Implementasi pada Parallel Programming Dengan Menggunakan OpenMP
Kompleksitas Algoritma Rank Sort dan Implementasi pada Parallel Programming Dengan Menggunakan OpenMP Muhammad Indra NS - 23515019 1 Program Magister Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika
BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN
44 BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 Analisa Analisa yang dilakukan terdiri dari : a. Analisa terhadap permasalahan yang ada. b. Analisa pemecahan masalah. 3.1.1 Analisa Permasalahan Pengenalan uang kertas
BAB III METODE PENELITIAN. tracking obyek. Pada penelitian tugas akhir ini, terdapat obyek berupa bola. Gambar 3.1. Blok Diagram Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam pengerjaan Tugas Akhir ini adalah studi literatur, pembuatan program serta melakukan deteksi dan tracking obyek. Pada
BAB III METODE ROBERTS DAN SOBEL DALAM MENDETEKSI TEPI SUATU CITRA DIGITAL
BAB III METODE ROBERTS DAN SOBEL DALAM MENDETEKSI TEPI SUATU CITRA DIGITAL 3.1 Tepi Objek Pertemuan antara bagian obyek dan bagian latar belakang disebut tepi obyek. Dalam pengolahan citra, tepi obyek
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian adalah menjelaskan seluruh kegiatan selama berlangsungnya penelitian untuk menghasilkan informasi yang lebih akurat sesuai dengan permasalahan yang akan
BAB 3 IMPLEMENTASI SISTEM
BAB 3 IMPLEMENTASI SISTEM Bab ini akan membahas mengenai proses implementasi dari metode pendeteksian paranodus yang digunakan dalam penelitian ini. Bab ini terbagai menjadi empat bagian, bagian 3.1 menjelaskan
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis Pada penelitian ini dilakukan kombinasi edges detectionpada citra manuscripts kuno dengan mengimplementasikan metode gradientedges detection operator Sobel dengan
COMPUTING GRAYSCALE OF FACE DETECTION MENGGUNAKAN METODE SOBEL DAN LAPLACIAN OF GAUSSIAN
COMPUTING GRAYSCALE OF FACE DETECTION MENGGUNAKAN METODE SOBEL DAN LAPLACIAN OF GAUSSIAN Kustanto Jurusan Informatika Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Islam Balitar Blitar email : [email protected]
BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisa Program Aplikasi Dalam proses identifikasi karakter pada plat nomor dan tipe kendaraan banyak menemui kendala. Masalah-masalah yang ditemui adalah proses
BAB III METODE PENELITIAN. Tujuan tugas akhir ini akan membangun suatu model sistem yang
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Model Pengembangan Tujuan tugas akhir ini akan membangun suatu model sistem yang melakukan proses data mulai dari pengolahan citra otak hingga menghasilkan output analisa
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dijelaskan mengenai kebutuhan-kebutuhan yang digunakan dalam membuat program ini. Setelah semua kebutuhan selesai di analisa, maka penulis akan
PERANGKAT LUNAK PERBAIKAN KUALITAS CITRA DIGITAL MODEL RGB DAN IHS DENGAN OPERASI PENINGKATAN KONTRAS
PERANGKAT LUNAK PERBAIKAN KUALITAS CITRA DIGITAL MODEL RGB DAN IHS DENGAN OPERASI PENINGKATAN KONTRAS Tole Sutikno, Kartika Firdausy, Eko Prasetyo Center for Electrical Engineering Research and Solutions
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Algoritma Algoritma adalah deskripsi langkah-langkah penyelesaian masalah yang tersusun secara logis atau urutan logis pengambilan keputusan untuk pemecahan suatu masalah. Algoritma
Algoritma Kohonen dalam Mengubah Citra Graylevel Menjadi Citra Biner
Jurnal Ilmiah Teknologi dan Informasia ASIA (JITIKA) Vol.9, No.2, Agustus 2015 ISSN: 0852-730X Algoritma Kohonen dalam Mengubah Citra Graylevel Menjadi Citra Biner Nur Nafi'iyah Prodi Teknik Informatika
BAB III METODE PENELITIAN. pada blok diagram tersebut antara lain adalah webcam, PC, microcontroller dan. Gambar 3.1 Blok Diagram
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Model Penelitian Pengerjaan Tugas Akhir ini dapat terlihat jelas dari blok diagram yang tampak pada gambar 3.1. Blok diagram tersebut menggambarkan proses dari capture gambar
BAB III METODE PENELITIAN. ada beberapa cara yang telah dilakukan, antara lain:
BAB III METODE PEELITIA Untuk pengumpulan data yang diperlukan dalam melaksanakan tugas akhir, ada beberapa cara yang telah dilakukan, antara lain: 1. Studi kepustakaan Studi kepustakaan berupa pencarian
BAB 3. ANALISIS dan RANCANGAN. eigenfaces dan deteksi muka dengan color thresholding akan mempunyai proses
BAB 3 ANALISIS dan RANCANGAN 3.1 Analisa metode Secara garis besar, tahap pada pengenalan wajah dengan metode eigenfaces dan deteksi muka dengan color thresholding akan mempunyai proses yang dilakukan
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 Analisa Sistem Tahap analisis merupakan tahapan yang paling awal dalam sistem sebuah pendeteksian tepi pada citra digital. Analisis sistem dilakukan dengan tujuan untuk
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. pengkodean dan implementasi, memberikan petunjuk pemakaian program, dan
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI Bab ini menjelaskan tentang spesifikasi sistem yang digunakan dalam melakukan pengkodean dan implementasi, memberikan petunjuk pemakaian program, dan mengevaluasi program
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Konfigurasi Cluster PC Multicore Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh algortima paralel pada kinerja komputasi paralel. Untuk itu konfigurasi hardware disusun
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Prinsip Kerja Sistem Prinsip kerja sistem yaitu dengan melakukan pengambilan data berupa foto fisik dari permukaan buah manggis kemudian melakukan sampling data
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI Implementasi Program Simulasi. mengevaluasi program simulasi adalah sebagai berikut :
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1. Implementasi Program Simulasi Dari keseluruhan perangkat lunak yang dibuat pada skripsi ini akan dilakukan implementasi untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan simulasi
BAB 1 PENDAHULUAN. Perbaikan kualitas citra merupakan sebuah langkah awal dalam proses
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perbaikan kualitas citra merupakan sebuah langkah awal dalam proses pengolahan citra digital. Hal ini dilakukan karena citra yang akan diolah kemungkinan memiliki
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI Pada bab ini dibahas mengenai implementasi serta evaluasi terhadap metode transformasi wavelet dalam sistem pengenalan sidik jari yang dirancang. Untuk mempermudah evaluasi,
BAB II Tinjauan Pustaka
23 BAB II Tinjauan Pustaka II.1. Pengolahan Citra Digital Citra yang diperoleh dari lingkungan masih terdiri dari warna yang sangat komplek sehingga masih diperlukan proses lebih lanjut agar image tersebut
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dibahas teori yang berkaitan dengan pemrosesan data untuk sistem pendeteksi senyum pada skripsi ini, meliputi metode Viola Jones, konversi citra RGB ke grayscale,
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
26 IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Pengukuran Parameter Mutu Jeruk Pontianak Secara Langsung Dari Hasil Pemutuan Manual Pemutuan jeruk pontianak secara manual dilakukan oleh pedagang besar dengan melihat diameter
Analisa Hasil Perbandingan Metode Low-Pass Filter Dengan Median Filter Untuk Optimalisasi Kualitas Citra Digital
Analisa Hasil Perbandingan Metode Low-Pass Filter Dengan Median Filter Untuk Optimalisasi Kualitas Citra Digital Nurul Fuad 1, Yuliana Melita 2 Magister Teknologi Informasi Institut Saint Terapan & Teknologi
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM Program aplikasi ini dirancang dengan menggunakan perangkat lunak Microsoft Visual C# 2008 Express Edition. Proses perancangan menggunakan pendekatan Object Oriented
BAB IV PENGUJIAN SISTEM. mendeteksi tempat parkir yang telah selesai dibuat. Dimulai dari pengambilan
BAB IV PENGUJIAN SISTEM Pengujian sistem yang dilakukan merupakan pengujian terhadap program mendeteksi tempat parkir yang telah selesai dibuat. Dimulai dari pengambilan citra dari webcam, pengolahan citra
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2012) 1-6 1
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2012) 1-6 1 Rancang Bangun Sistem Pemantau Ruangan Berbasis Multi Kamera untuk Smartphone Android pada Jaringan Pikonet yang Adaptif terhadap Perubahan Situasi Ruangan
BAB 2 LANDASAN TEORI
7 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Citra Digital Citra digital merupakan sebuah fungsi intensitas cahaya, dimana harga x dan y merupakan koordinat spasial dan harga fungsi f tersebut pada setiap titik merupakan
Pemrograman MPI (1) Kuliah#11 TSK617 Pengolahan Paralel - TA 2011/2012. Eko Didik Widianto. Teknik Sistem Komputer - Universitas Diponegoro
Kuliah#11 TSK617 Pengolahan Paralel - TA 2011/2012 Eko Didik Teknik Sistem Komputer - Universitas Diponegoro Tentang Kuliah #11 Pemrograman MPI: Pemrograman Akan dibahas tentang pemrograman paralel dengan
Tipe Data, Variabel, Input/Output
Tipe Data, Variabel, Input/Output Pendahuluan Untuk membuat program dengan bahasa pemrograman C harus memperhatikan struktur dasarnya. Strukturnya diawali dengan bagian preprocessor directive yang biasanya
pbab 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI PROGRAM APLIKASI uji coba terhadap program aplikasi pengenalan plat nomor kendaraan roda empat ini,
pbab 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI PROGRAM APLIKASI Bab ini berisi penjelasan tentang implementasi sistem meliputi kebutuhan perangkat lunak dan perangkat keras yang digunakan untuk melakukan perancangan
KULIAH 1 TEKNIK PENGOLAHAN CITRA PENGANTAR MATRIKS
KULIAH TEKNIK PENGOLAHAN CITRA PENGANTAR MATRIKS Matriks merupakan sebuah susunan segiempat siku-siku dari bilanganbilangan, dalam baris dan kolom. Bilangan-bilangan tersebut disebut entri atau elemen
III METODOLOGI PENELITIAN
13 III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Kerangka Penelitian Penelitian dilakukan dalam lima tahapan utama, yaitu ekstraksi frame video, ekstraksi fitur SIFT dari seluruh frame, pembentukan kantong kata visual
3.2.1 Flowchart Secara Umum
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis Sistem Tahapan analisis merupakan tahapan untuk mengetahui dan memahami permasalahan dari suatu sistem yang akan dibuat. Dalam aplikasi menghilangkan derau
GLOSARIUM Adaptive thresholding Peng-ambangan adaptif Additive noise Derau tambahan Algoritma Moore Array Binary image Citra biner Brightness
753 GLOSARIUM Adaptive thresholding (lihat Peng-ambangan adaptif). Additive noise (lihat Derau tambahan). Algoritma Moore : Algoritma untuk memperoleh kontur internal. Array. Suatu wadah yang dapat digunakan
PENERAPAN METODE SOBEL DAN GAUSSIAN DALAM MENDETEKSI TEPI DAN MEMPERBAIKI KUALITAS CITRA
PENERAPAN METODE SOBEL DAN GAUSSIAN DALAM MENDETEKSI TEPI DAN MEMPERBAIKI KUALITAS CITRA HASNAH(12110738) Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, STMIK Budidarma Medan Jl. Sisingamangaraja No. 338
BAB IV ANALISA. 4.1 Analisa teknik pengolahan citra
BAB IV ANALISA 4.1 Analisa teknik pengolahan citra Pada proses pengolahan citra ada beberapa teknik lain yang digunakan selain teknik restorasi citra blur untuk memperjelas citra blur, seperti proses grayscale
PENGENALAN TANDA TANGAN DENGAN MENGGUNAKAN NEURAL NETWORK DAN PEMROSESAN AWAL THINNING ZHANG SUEN
PENGENALAN TANDA TANGAN DENGAN MENGGUNAKAN NEURAL NETWORK DAN PEMROSESAN AWAL THINNING ZHANG SUEN Chairisni Lubis 1) Yuliana Soegianto 2) 1) Fakultas Teknologi Informasi Universitas Tarumanagara Jl. S.Parman
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilaksanakan ini merupakan peneltian eksperimental, yaitu penelitian yang pengumpulan datanya melalui pencatatan langsung dari hasil
MODUL I PENGENALAN MATLAB
MODUL I PENGENALAN MATLAB 1. Apa Matlab itu? Matlab merupakan bahasa pemrograman dengan kemampuan tinggi dalam bidang komputasi. Matlab memiliki kemampuan mengintegrasikan komputasi, visualisasi, dan pemrograman.
corak lukisan dengan seni dekorasi pakaian, muncul seni batik tulis seperti yang kita kenal sekarang ini. Kain batik merupakan ciri khas dari bangsa I
Pembuatan Perangkat Lunak Untuk Menampilkan Deskripsi Mengenai Batik dan Pola Citra Batik Berdasarkan Segmentasi Objek Maulana Sutrisna, [email protected] Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi
Array 1 A. TUJUAN PEMBELAJARAN
PRAKTIKUM 18 Array 1 A. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Memahami konsep array dan penyimpanannya dalam memori 2. Mempelajari pengunaan variabel array berdimensi satu 3. Memahami penggunaan variabel array berdimensi
BAB III PERANCANGAN Gambaran Sistem
BAB III PERANCANGAN Pada bab ini di jelaskan tentang bagaimana realisasi dari CPU computing, GPU computing, dan Cluster Computing serta sistem pengaturan dan struktur coding dari masing masing metode computing.
PEMBIMBING : Dr. Cut Maisyarah Karyati, SKom, MM, DSER.
PROSES PENYARINGAN PENGOLAHAN CITRA DENGAN MENGGUNAKAN METODE GAUSSIAN, LOW PASS FILTERING DAN HIGH PASS FILTERING NAMA : DWI PUTRI ANGGRAINI NPM : 12112301 PEMBIMBING : Dr. Cut Maisyarah Karyati, SKom,
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengolahan Citra Pengolahan citra adalah kegiatan memanipulasi citra yang telah ada menjadi gambar lain dengan menggunakan suatu algoritma atau metode tertentu. Proses ini mempunyai
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM III.1 Analisis Sistem Analisis sistem merupakan penguraian dari suatu sistem yang utuh ke dalam beberapa komponen dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
35 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Implementasi GUI GUI diimplementasikan sesuai dengan program pengolah citra dan klasifikasi pada tahap sebelumya. GUI bertujuan untuk memudahkan pengguna mengidentifikasi
BAB 1 PENDAHULUAN. beragam produk seperti tampilan suara, video, citra ditawarkan oleh perusahaan untuk
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang masalah Perkembangan multimedia dalam era sekarang ini meningkat dengan pesatnya, beragam produk seperti tampilan suara, video, citra ditawarkan oleh perusahaan
Pemrograman Dasar C. Minggu 6
Pemrograman Dasar C Minggu 6 Topik Bahasan Fungsi Menulis sekali digunakan berulang kali Tugas yang dikompartemenkan Variabel lokal dalam fungsi Teknik Mendesain Top-Down Kode Pseudo Struktur dan Diagram
... BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Citra
6 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Citra Citra atau image adalah suatu matriks dimana indeks baris dan kolomnya menyatakan suatu titik pada citra tersebut dan elemen matriksnya (yang disebut sebagai elemen gambar
BAB 3 PERANCANGAN PROGRAM. dilanjutkan dengan rancangan cetak biru untuk program yang akan dibangun.
BAB 3 PERANCANGAN PROGRAM Pada bab 3 ini, akan dijelaskan proses rancangan program aplikasi pengurangan noise pada citra digital. Dimulai dari analisa kebutuhan sistem yang akan dirancang, dilanjutkan
ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA POINTER DAN FUNCTION
ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA POINTER DAN FUNCTION POINTER POINTER ADALAH SUATU VARIABEL PENUNJUK, BERISI NILAI YANG MENUNJUK ALAMAT SUATU LOKASI MEMORI TERTENTU. JADI POINTER TIDAK BERISI NILAI DATA, MELAINKAN
BAB III METODELOGI PENELITIAN. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah: a. Prosesor : Intel Core i5-6198du (4 CPUs), ~2.
BAB III METODELOGI PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan Penelitian 3.1.1 Alat Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Hardware a. Prosesor : Intel Core i5-6198du CPU @2.30GHz (4 CPUs), ~2.40GHz b.
PENGENALAN POLA PLAT NOMOR KENDARAAN BERBASIS CHAIN CODE
PENGENALAN POLA PLAT NOMOR KENDARAAN BERBASIS CHAIN CODE Muhammad Luqman Afif - A11.2009.04985 Program Studi Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro Semarang ABSTRAK Program
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Citra Digital Istilah citra biasanya digunakan dalam bidang pengolahan citra yang berarti gambar. Suatu citra dapat didefinisikan sebagai fungsi dua dimensi, di mana dan adalah
BAB 1V HASIL SIMULASI DAN ANALISIS
BAB 1V HASIL SIMULASI DAN ANALISIS Hasil simulasi yang didapat dari script coding atau program simulasi menggunakan Matlab. Hasil yang dianalisis pada Tugas akhir ini yaitu luas area objek buah semangka
BAB II Tinjauan Pustaka
BAB II Tinjauan Pustaka Pada bab ini dibahas mengenai konsep-konsep yang mendasari ekstraksi unsur jalan pada citra inderaja. Uraian mengenai konsep tersebut dimulai dari ekstraksi jalan, deteksi tepi,
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER STMIK AMIKOM YOGYAKARTA S1-TI ALGORITMA & PEMROGRAMAN MODUL V STRUKTUR KONTROL PERULANGAN SEM I WAKTU 100 MNT I. STRUKTUR PERULANGAN Salah satu kelebihan
