BAB II LANDASAN TEORI
|
|
|
- Leony Setiabudi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Algoritma Algoritma adalah deskripsi langkah-langkah penyelesaian masalah yang tersusun secara logis atau urutan logis pengambilan keputusan untuk pemecahan suatu masalah. Algoritma ditulis dengan notasi khusus, notasi mudah dimengerti dan notasi dapat diterjemahkan menjadi sintaks suatu bahasa pemrograman (Nugraha, 2012). Suatu algoritma akan memerlukan masukan (input) tertentu untuk memulainya, dan akan menghasilkan keluaran ( output) tertentu pada akhirnya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam algoritma adalah mencari langkah-langkah yang paling sesuai untuk penyelesaian suatu masalah, karena setiap algoritma memiliki karakteristik tertentu yang memiliki kelebihan dan kekurangan (Nugraha, 2012) Algoritma Shell sort Metode ini disebut juga dengan metode pertambahan menurun (diminishing increment) yang ditemukan oleh tokoh bernama Donald Shell pada tahun 1959 yang kemudian populer dengan istilah Shell Sort. Metode ini mengurutkan data dengan cara membandingkan suatu data dengan data yang lain yang memiliki jarak tertentu, kemudian dilakukan pertukaran bila diperlukan (Warni, 2012). Proses pengurutan dengan metode Shell sort dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Gambar 1 merupakan data awal yang di acak dengan banyak data (N) adalah 8. Gambar 2.1. Data awal (Shell sort) 2. Langkah pertama proses pengurutannya adalah menentukan jarak data yang akan dibandingkan yaitu dengan cara banyak data (N) dibagi 2 (8/2 = 4). Jadi, jarak perbandingan datanya adalah 4. Lihat Gambar 2. II-1
2 Gambar 2.2. Jarak perbandingan data langkah pertama (Shell sort) Data pertama dibandingkan dengan data pada jarak ke-4 dari data pertama (7 dan 31), karena 7 lebih kecil daripada 31 maka data tidak ditukar. Kemudian data kedua dibandingkan dengan data pada jarak ke-4 dari data kedua (19 dan 8), karena 19 lebih besar dari 8, maka kedua data tersebut ditukar. Pada data ketiga dibandingkan dengan data pada jarak ke-4 dari data ketiga (24 dan 82), karena 24 lebih kecil daripada 82, maka kedua data tidak ditukar. Pada data keempat dibandingkan dengan data pada jarak ke-4 dari data keempat (13 dan 18), kedua data tidak ditukar karena 13 lebih kecil daripada 18. Hasil pengurutan sementara dari langkah pertama seperti terlihat pada Gambar 3. Gambar 2.3 Hasil pengurutan sementara langkah pertama (Shell sort) 3. Pada langkah kedua digunakan jarak (N/2)/2 yaitu ((8/2)/2)=2. Jadi, jarak perbandingan datanya adalah 2. Lihat Gambar 4. Gambar 2.4. Jarak perbandingan data langkah kedua (Shell sort) Data pertama dibandingkan dengan data pada jarak ke-2 dari data pertama (7 dan 24), karena 7 lebih kecil daripada 24, maka data tidak ditukar. Pada data kedua dibandingkan dengan data pada jarak kedua dari data kedua (8 dan 13), karena 8 lebih kecil daripada 13, maka data tidak ditukar. Selanjutnya, pada data ketiga dibandingkan dengan data pada jarak ke-2 dari data ketiga (24 dan 31), karena 24 lebih kecil dari 31, maka data tidak ditukar. Pada data keempat dibandingka dengan data pada jarak ke-2 dari data keempat (13 dan 19), karena II-2
3 13 kecil dari 19, maka data tidak ditukar. Pada data kelima dibandingkan dengan data pada jarak ke-2 dari data kelima (31 dan 82), karena 31 lebih kecil daripada 82, maka data tidak ditukar. Pada data keenam dibandingkan dengan data pada jarak ke-3 dari data keenam (19 dan 18), karena 19 lebih besar daripada 18, maka data ditukar. Hasil pengurutan sementara dari langkah kedua terlihat pada Gambar 5. Gambar 2.5. Hasil pengurutan data sementara langkah kedua (Shell sort) 4. Langkah ketiga digunakan jarak ((N/2)/2)/2 yaitu ((8/2)/2)/2=1. Jadi, jarak perbandingan data adalah 1 yang merupakan perbandingan terakahir pada data. Lihat Gambar 6. Gambar 2.6. Jarak perbandingan data langkah ketiga (Shell sort) Pada Gambar 6, data pertama dibandingkan dengan data pada jarak ke-1 dari data pertama (7 dan 8), karena 7 lebih kecil daripada 8, maka data tidak ditukar. Pada data kedua dibandingkan dengan daa pada jarak ke-1 dari data kedua (8 dan 24), karena 8 lebih kecil d aripada 24, maka data tidak ditukar. Pada data ketiga dibandingkan dengan data pada jarak ke-1 (24 dan 13) karena 24 lebih besar daripada 13, maka data diukar. Pada data keempat dibandingkan dengan data pada jarak ke-1 dari data keempat (24 dan 31) karena 24 lebih kecil daripada 31, maka data tidak ditukar. Lihat gambar 7. Gambar 2.7. Perbandingan data keempat (Shell sort) Pada data kelima dibandingkan dengan data pada jarak ke-1 dari data kelima (31 dan 18), karena 31 lebih besar daripada 18, maka data ditukar, kemudian 18 dibandingkan lagi dengan data pada jarak ke-1 kearah kiri dari data kelima II-3
4 yaitu (18 dan 24), karena 18 lebih kecil daripada 24, maka data ditukar. Lihat Gambar 2.8. Gambar 2.8. Perbandingan data kelima (shell sort) Gambar 2.9. Perbandingan data keenam (Shell sort) Pada Gambar 2.9, data keenam dibandingkan dengan data pada jarak ke-1 dari data keenam (31 dan 82), karena 31 lebih kecil daripada 82, maka data tidak ditukar. Selanjutnya pada data ketujuh dibandingkan dengan data pada jarak ke-1 dari data ketujuh (82 dan 19), karena 82 lebih besar daripada 19 maka data ditukar. Lihat gambar Gambar Perbandingan data ketujuh (Shell sort) Kemudian 19 dibandingkan lagi dengan data pada jarak ke-1 kearah kiri dari data 19 (19 dan 31), karena 31 lebih besar daripada 19 maka data ditukar. Kemudian 19 dibandingkan lagi dengan data pada jarak ke-1 kearah kiri dari data 19 (19 dan 24), karena 24 lebih besar daripada 19 maka data ditukar Lihat Gambar Gambar Perbandingan data (19 dan 24) II-4
5 Gambar Perbandingan data (19 dan 18) Pada Gambar 2.12, selanjutnya 19 dibandingkan lagi dengan data pada jarak ke-1 dari angka 19 (19 dan 18), karena 18 lebih kecil daripada 19 berarti pada bagian data kiri dari 19 sudah tidak ada lagi data yang lebih besar dari 19, pengurutan data selesai seperti yang terlihat pada Gambar 13. Gambar Hasil akhir pengurutan data dengan metode Shell sort Algoritma Shell sort lima kali lebih cepat dibandingkan algoritma pengurutan gelembung ( bubble sort) dan dua kali lebih cepat dibandingkan algoritma pengurutan penyisipan ( insertion sort). Algoritma Shell sort sangat sederhana tetapi sulit untuk di analisis secara teoritis (Durrani dkk, 2009). Kompleksitas waktu Shell sort pada kondisi best case yaitu O(n), ini terjadi pada saat list data acak dalam keadaan yang sudah hampir terurut dan pada ukuran data yang sedikit. Pada kondisi worst case kompleksita waktu algoritma Shell sort menjadi O(n 2 ), ini terjadi pada saat mengurutkan data yang besar. Pada kondisi average case, algoritma Shell sort memilki kompleksitas waktu O(n(log n) 2 ) (Durrani dkk, 2009) Algoritma Quick sort Metode Quick sort merupakan suatu metode yang paling cepat dalam proses pengurutan data. Quick sort sering disebut juga metode partisi (partition exchange sort). Metode ini diperkenalkan pertama kali oleh C.A.R. Hoare pada tahun Untuk mempertinggi efektifitas dari metode ini, digunakan teknik menukarkan dua elemen dengan jarak yang cukup besar (Warni, 2012). Quick sort merupakan sebuah algoritma sorting dari model divide dan conquer. Divide dan conquer adalah metode pemecahan masalah yang bekerja II-5
6 dengan membagi masalah menjadi beberapa sub-masalah yang lebih kecil, kemudian menyelesaikan masing-masing sub-masalah secara independen, dan akhirnya menggabungkannya ( Durrani dkk, 2009). Berikut proses pengurutan Quick sort : 1. Pada Gambar 2.14 merupakan data awal yang di acak dengan banyak data (N) adalah 8. Gambar Data awal (Quick sort) 2. Langkah pertama dipilih pivot pada data tertentu, misalnya angka 30. Pivot adalah nilai acuan yang dipilih untuk mengatur data di sebelah kiri pivot agar lebih kecil daripada pivot dan data di sebelah kanan pivot agar lebih besar daripada pivot. Lihat gambar Gambar Pemilihan pivot (Quick sort) 3. Setelah pivot ditentukan, langkah kedua adalah membagi data menjadi dua bagian dengan melakukan perbandingan terlebih dahulu pada data kanan (R) dan data kiri (L) dengan pivot yang dimulai dari data paling kanan (R). Berikut perbandingan dimulai pada data pertama dari data kanan (R) dengan pivot, yaitu 80 dan 30 yang terlihat pada Gambar 16. Gambar Perbandingan data dengan pivot (80 dan 30) Karena 80 lebih besar daripada 30 maka data tidak ditukar. Selanjutnya data kedua dari kanan (R) yaitu 50 dibandingkan dengan 30, karena 50 lebih besar daripada 30 maka data tidak ditukar. Lihat Gambar II-6
7 Gambar Perbandingan data dengan pivot (50 dan 30) Selanjutnya data ketiga dari kanan (R) dibandingkan dengan pivot, yaitu 20 dengan 30, karena 20 lebih kecil daripada 30 maka data ditukar. Lihat Gambar 2.18 dan Gambar Perbandingan data dengan pivot (20 dan 30) Gambar Pertukaran data dengan pivot (20 dan 30) Karena terjadi pertukaran, maka perbandingan data selanjutnya dimulai dari data kiri (L) yaitu data kedua dari kiri (L) dengan pivot. Perbandingannya yaitu 70 dan 30, karena 70 lebih besar daripada 30 maka data ditukar. Lihat Gambar 2.20 dan Gambar Perbandingan data dengan pivot (70 dan 30) Gambar Pertukaran data dengan pivot (70 dan 30) Karena terjadi pertukaran, maka selanjutnya membandingkan data keempat dari kanan (R) dengan pivot (60 dan 30), karena 60 lebih besar dari 30 maka data tidak ditukar. Lihat Gambar II-7
8 Gambar Perbandingan data dengan pivot (60 dan 30) Selanjutnya data kelima dari data kanan (R) dibandingkan dengan pivot (40 dan 30), karena 40 lebih besar daripada 30, maka data tidak ditukar. Lihat Gambar Gambar Perbandingan data dengan pivot (40 dan 30) Selanjutnya data keenam dari kanan (R) dibandingkan dengan pivot (10 dan 30), karena 10 lebih kecil daripada 30, maka data ditukar. Lihat Gambar Gambar Perbandingan data dengan pivot (10 dan 30) Kemudian perbandingan data kanan (R) dan data kiri (L) bertemu pada pivot, perbandingan data dihentikan yang berarti data telah berada pada posisi dimana semua data kanan (R) lebih besar daripada pivot dan semua data kiri (L) lebih kecil daripada pivot, seperti yang terlihat pada Gambar 2.25 dan Gambar Perbandingan data bertemu pada pivot (30) Gambar Semua data kanan dari pivot lebih besar daripada pivot dan semua data kiri dari pivot lebih kecil daripada pivot. II-8
9 Langkah selanjutnya membagi data menjadi tiga bagian yaitu tumpukan data kiri dari pivot, data pivot, dan tumpukan data kanan dari pivot. Lihat Gambar Gambar Pembagian data Lagkah kedua dilakukan pengurutan dengan cara sebelumnya pada tumpukan data kanan dan tumpukan data kiri dari pivot, yaitu dengan cara menentukan pivot dan membagikan data. Pada tumpukan data kiri dan data kanan dipilih pivot pada data pertama yaitu 20 dan 40. Sedangkan data 30 sudah tidak dilakukan perbandingan lagi. Lihat Gambar Gambar Pemilihan pivot pada tumpukan data kiri dan data kanan Pada tumpukan data kiri dilakukan perbandingan pada data kanan (R) dengan pivot (10 dan 20), karena 10 lebih kecil daripada 20 maka data ditukar, dan data tidak ada yang dibandingkan lagi. Kemudian pada tumpukan data kanan dilakukan perbandingan pada data pertama dari kanan (R) dengan pivot (80 dan 40), karena 80 lebih besar daripada 40, maka data tidak ditukar. Lihat Gambar Gambar Perbandingan data dengan pivot pada tumpukan data kiri (10 dan 20) dan data kanan (80 dan 40) Semua data pada tumpukan kiri telah dibandingkan. Selanjutnya pada tumpukan data kanan, perbandingan dimulai pada data kedua dari kanan (R) II-9
10 dengan pivot (50 dan 40), karena 50 lebih besar daripada 40 maka data tidak ditukar. Lihat Gambar Gambar Perbandingan data dengan pivot pada tumpukan data kanan (50 dan 40) Pada tumpukan data kiri yaitu 10 dan 20 dipisahkan karena sudah tidak dilakukan perbandingan lagi. Pada tumpukan data kanan dilakukan perbandingan pada data ketiga dari kanan (R) dengan pivot (70 dan 40), karena 70 lebih besar daripada 40 maka data tidak ditukar. Lihat Gambar Gambar Perbandingan data dengan pivot (70 dan 40) Selanjutnya data keempat dari kanan (R) dengan pivot (60 dan 40), karena 60 lebih besar daripada 40 maka data tidak ditukar. Kemudian tidak ada data yang dibandingkan lagi dengan pivot. Lihat Gambar 2.32 dan Gambar Perbandingan data dengan pivot (60 dan 40) Gambar Perbandingan bertemu pada pivot (40) Selanjutnya karena perbandingan data pada tumpukan kanan dengan pivot telah selesai, maka data 40 dipisahkan. Kemudian dipilih pivot pada data pertama II-10
11 dari tumpukan data kanan, yaitu 60. Kemudian dilakukan perbandingan pada data pertama dari kanan (R) dengan pivot (80 dan 60), karena 80 lebih besar daripada 60 maka data tidak ditukar. Lihat Gambar 2.34 dan Gambar Pemilihan pivot Gambar Perbandingan data dengan pivot (80 dan 60) Selanjutnya perbandingan dilakukan pada data kedua dari kanan (R) dengan pivot yaitu 50 dan 60, karena 50 lebih kecil daripada 60 maka data ditukar. Lihat Gambar 2.36 dan Gambar Perbandingan data dengan pivot (50 dan 60) Gambar Pertukaran data dengan pivot (50 dan 60) Selanjutnya, karena telah terjadi pertukaran, maka perbandingan data dimulai dari data kiri (L) yaitu data kedua dari data kiri (L) dibandingkan dengan pivot (70 dan 60), karena 70 lebih besar daripada 60 maka data ditukar. Lihat Gambar 2.38 dan Gambar Perbandingan data dengan pivot (70 dan 60) II-11
12 Gambar Pertukaran data dengan pivot (70 dan 60) Selanjutnya membagi tumpukan data menjadi tiga bagian yaitu bagian tumpukan kiri dari pivot, pivot, dan bagian kanan dari pivot. Lihat Gambar 40. Gambar Pembagian data Pada tumpukan data kiri dan juga pivot tidak ada data yang dibandingkan lagi. Pada tumpukan data kanan dipilih pivot pada data pertama dari kiri data (L) yaitu 70. Kemudian melakukan perbandingan pada data pertama dari data kiri (L) dengan pivot (80 dan 70), karena 80 lebih besar dari 70 maka data tidak ditukar. Kemudian kedua data dipisahkan. Lihat Gambar 2.41, 2.42 dan Gambar Perbandingan data dengan pivot (80 dan 70) Gambra Pertukaran data dengan pivot (80 dan 70) Gambar Hasil dari semua data yang terpisahkan Karena sudah tidak ada lagi data yang dibandingkan, maka data yang terpisah digabungkan kembali yang telah siap terurut seperti yang terlihat pada Gambar II-12
13 Gambar Hasil pengurutan dengan metode Quick sort Kompleksitas waktu Quick sort pada kondisi best case dan average case adalah sama, yaitu O(nlog n). Pada kondisi worst case kompleksitas waktunya menjadi O(n 2 ), ini terjadi apabila data yang akan diurutkan sudah dalam keadaan urut terbalik (Durrani dkk, 2009). 2.2 Kompleksitas Waktu Sebuah algoritma tidak saja harus menghasilkan keluaran yang benar, tetapi juga harus efisien. Kebenaran suatu algoritma harus diuji dengan jumlah masukan tertentu untuk melihat kinerja algoritma berupa waktu yang diperlukan untuk menjalankan algoritmanya. Algoritma yang bagus adalah algoritma yang efisien. Keefisien algoritma diukur dari jumlah waktu yang dibutuhkan untuk menjalankan algoritma tersebut. Algoritma yang efisien adalah algoritma yang meminimumkan kebutuhan waktu (Nugraha, 2012). Kompleksitas waktu dari algoritma adalah mengukur jumlah perhitungan komputasi yang dikerjakan oleh komputer ketika menyelesaikan suatu masalah dengan menggunakan algoritma. Ukuran yang dimaksud mengacu ke jumlah langkah-langkah perhitungan dan waktu tempuh pemrosesan. Kompleksitas waktu merupakan hal penting untuk mengukur efisiensi suatu algoritma. Kompleksitas waktu dari suatu algoritma yang terukur sebagai suatu fungsi ukuran masalah. Kompleksitas waktu dari algoritma berisi ekspresi bilangan dan jumlah langkah yang dibutuhkan sebagai fungsi dari ukuran permasalahan (Nugraha, 2012). 2.3 Pemrograman Paralel Pemrograman paralel adalah teknik pemrograman komputer yang memungkinkan eksekusi perintah/operasi secara bersamaan (komputasi paralel), baik dalam komputer dengan satu (prosesor tunggal) ataupun banyak (prosesor ganda dengan mesin paralel) CPU. Pada komputasi serial, permasalahan diselesaikan dengan serangkaian instruksi yang dieksekusi satu demi satu oleh CPU, dimana hanya satu instruksi yang bisa berjalan pada satu waktu saja. Hal ini akan membutuhkan waktu eksekusi yang panjang II-13
14 dan membutuhkan sumber daya komputasi yang besar pada prosesor dan memori (Syaputra dan Akbar, 2011). Gambar perbandingan antara komputasi serial dengan komputasi paralel seperti terlihat pada Gambar (a) (b) Gambar 2.45 (a) Komputasi Tunggal/Serial, (b) Komputasi Paralel (Sumber : Syaputra dan Akbar, 2011) Dari gambar di atas terlihat bahwa kinerja komputasi paralel lebih efektif dan dapat menghemat waktu bila dibandingkan dengan komputasi serial, karena permasalahan pada komputasi paralel diselesaikan secara bersamaan. Sedangkan pada komputasi serial permasalah diselesaikan secara satu persatu. Supaya kemampuan komputer paralel dapat dimanfaatkan sepenuhnya maka diperlukan program yang secara khusus ditulis untuk komputer paralel. Dalam pembuatan program khusus tersebut digunakan bahasa pemrograman paralel beserta kompilatornya (Syaputra dan Akbar 2011). Selain pembuatan program dan bahasa pemrograman, hal penting yang perlu diketahui yaitu parameter untuk mengukur kinerja pada komputasi paralel adalah waktu eksekusi dan speed up. Waktu eksekusi dapat diartikan sebagai waktu berlangsungnya (running) program pada arsitektur komputer. Speed up dari suatu program paralel adalah waktu eksekusi sekuensial dibagi dengan waktu eksekusi paralel (Syaputra dan Akbar 2011). Untuk menghitung nilai speed up dapat dinyatakan dengan persamaan (Wilkinson dan Allen, 2010): = (2.1) II-14
15 = Speed up = Waktu eksekusi menggunakan satu prosesor (algoritma serial) = Waktu eksekusi menggunakan prosesor (algoritma paralel) Speed up pada satu prosesor adalah sama dengan satu, dan speed up pada prosesor bernilai 1. Secara ideal speed up meningkat sebanding dengan bertambahnya jumlah prosesor. Jadi jika digunakan p prosesor, speed up idealnya adalah. Selain nilai speed up, sebuah sistem pararel sering kali dievaluasi dengan nilai efisiensi. Efisiensi merupakan indikator atas tingkat kinerja speed up yang dicapai dibandingkan dengan nilai maksimum yang dapat dicapai. Nilai kisaran efisiensi antara 1 (Kartawidjaja, 2008). Secara matematis efisiensi dinyatakan pada persaman (Wilkinson dan Allen, 2010): = x 100% (2.2) E = Efisiensi = Speed up = Jumlah prosesor yang digunakan 2.4 Message Passing Interface (MPI) Message Passing Interface (MPI) adalah sebuah standar pemrograman yang memungkinkan pemrogram untuk membuat sebuah aplikasi yang dapat dijalankan secara paralel dengan spesifikasi library pemrograman untuk meneruskan pesan ( messagepassing), yang diajukan sebagai standar oleh berbagai komite dari vendor, pelaksana dan pemakai. MPI menyediakan fungsi-fungsi untuk menukarkan antar pesan (Suhartanto, 2006). Pada message passing, salah satu komputer akan bertindak sebagai master dengan tugas utama sebagai manajer dan lainnya sebagai slave dengan tugas melakukan komputasi sesuai arahan master. Karena masing-masing pemroses tersebut harus turut melakukan komputasi, maka interaksi pengiriman data dari satu pemroses ke pemroses lainnya dilakukan dengan cara pertukaran data/pesan (message passing) (Suhartanto, 2006). Model message passing dapat dilihat pada Gambar II-15
16 Gambar Model Massage Passing (Sumber : Suhartanto, 2006) Dengan model message passing memungkinkan sekumpulan komputer yang heterogen terlibat didalam satu sistem komputer. Teknologi yang menerapkan paradigma message passing yaitu pada komputer cluster, dimana beberapa komputer digabungkan kedalam satu sistem oleh suatu sistem operasi dan menggunakan teknologi jaringan. Komputer tersebut bisa berupa workstation, multiprocessor, specialized graphic engine sampai dengan vector supercomputer yang dihubungkan dengan jaringan (Syaputra dan Akbar, 2011). Pertengahan tahun 90-an muncul suatu konsorsium yang mencoba membuat standarisasi untuk teknologi perangkat lunak pertukaran pesan pada MPI, yang kemudian telah berhasil membuat standarisasi MPI-1 menggunakan bahasa pemrograman standar yaitu bahasa C dan Fortran-77, kemudian dilanjutkan tahun 1995 dengan standarisasi MPI- 2 yang meliputi bahasa pemrograman standar C, C++, Fortran-77 dan Fortran-90, serta MATLAB pada tahun Pada tahun 2012 muncul standarisasi MPI-3 yang hanya meliputi tiga bahasa pemrograman yaitu Fotran-90, Fortran 2008 dan C (Forum MPI, 2012). MPI telah diimplementasikan oleh beberapa pihak pengembang dan institusi tertentu dalam teknologi komputasi paralel sehingga muncul beberapa versi MPI seperti LAM-MPI, MPICH dan OpenMPI (Syaputra dan Akbar, 2011). Dalam implementasinya MPI menggunakan fungsi-fungsi pustaka yang dapat dipanggil dari program C, C++, Fortran-77, dan Fortran-90 untuk menjalankannya secara paralel dengan memanggil rutin library yang sesuai (Suhartanto, 2006). Namun, bahasa pemrograman C++ telah dihapus dari standarisasi MPI-3 dan diganti dengan bahasa pemograman Fortran 2008 (Forum MPI, 2012). Mekanisme dasar dari sistem komunikasi pada MPI adalah proses pertukaran data pada sepasang proses dimana satu sebagai pengirim dan satunya lagi sebagai penerima. Hampir sebagian besar komunikasi yang terjadi pada MPI didasarkan pada komunikasi II-16
17 point to point, sehingga komunikasi ini sangatlah penting dan sebagai dasar untuk komunikasi pada MPI (Kurniawan, 2010). Komunikasi point to point seperti terlihat pada Gambar Proses A Proses B MPI_Send() MPI_Recv() Proses A MPI_Recv() Proses B MPI_Send() Gambar Komunikasi point to point (Sumber : Kurniawan, 2010) Dari Gambar 2.47 terlihat bahwa proses A mengirim pesan ke proses B, kemudian proses B kembali mengirim pesan ke proses A. Kedua proses tersebut saling melakukan pertukaran pesan dengan saling mengirim dan menerima data diantara keduanya. Pada MPI ada beberapa fungsi yang disediakan untuk mengirim dan menerima data baik secara blocking maupun nonblocking (Kurniawan, 2010). Pada penelitian ini digunakan fungsi operasi nonblocking. Operasi Nonblocking send/receive adalah proses yang akan mengembalikan suatu nilai meskipun buffer belum penuh dengan data yang akan dikirim/diterima, artinya nonblocking send/receive akan mengembalikan nilai walaupun data yang dikirim/diterima belum dieksekusi. Operasi nonblocking MPI dikenali dengan nama operasinya dimana dapat dikategorikan menjadi empat bagian yaitu (Kurniawan, 2010): a. Immediate, disingkat dengan I atau i b. Buffer, disingkat dengan B atau b c. Synchronous, disingkat dengan S atau s d. Ready, disingkat dengan R atau r Pada penelitian ini operasi nonblocking yang digunakan adalah nonblocking send/recv immediate. Pada operasi MPI_Isend() dan MPI_Irecv, karakter I menunjukkan operasi MPI dengan mode segera ( Immediate). Operasi MPI_Isend() dan MPI_Irecv merupakan operasi untuk pengiriman dan penerimaan data secara nonblocking dan bersifat II-17
18 segera ( immediate) (Kurniawan, 2010). Deklarasi kode nonblocking send/recv mode immediate seperti terlihat pada Tabel 2.1. Kode Bahasa C Send Recv int MPI_Isend(void* buf, int count, MPI_Datatype datatype, int dest, int tag, MPI_Comm comm, MPI_Request *request) int MPI_Irecv(void* buf, int count, MPI_Datatype datatype, int source, int tag, MPI_Comm comm, MPI_Request *request) Tabel 2.1. Deklarasi kode nonblocking send/recv mode immediate Sumber : Kurniawan (2010) Dari deklarasi kode pada Tabel 2.1 terdapat beberapa fungsi dan keterangan parameter nonblocking send/recv immediate seperti terlihat pada Tabel 2.2 dan 2.3. Tabel 2.2. Keterangan parameter nonblocking send immediate Parameter Fungsi Keterangan Buf Input Buffer data yang akan dikirim Count Input Jumlah buffer data Datatype Input Tipe data dari data yang akan dikirim Dest Input Tujuan rank yang akan dikirim Tag Input Message tag yang nilainya antara 0 sampai Comm Input Communicator yang digunakan Request Output Output dari komunikasi Sumber : Forum MPI (2012) Tabel 2.3. Keterangan parameter nonblocking recv immediate Parameter Fungsi Keterangan Buf Output Buffer data yang akan diterima Count Input Jumlah buffer data Datatype Input tipe data dari data yang akan diterima Source Input Sumber rank yang akan ditunggu data yang masuk II-18
19 Tag Input Message tag yang nilainya antara 0 sampai Comm Input Communicator yang digunakan Request Output Output dari komunikasi Sumber : Forum MPI (2012) 2.5 Jaringan Komputer Jaringan komputer merupakan sekumpulan komputer yang terhubung bersama dan dapat berbagi sumber daya yang dimilikinya, seperti printer, CDROM, pertukaran file, dan komunikasi secara elektronik antar komputer. Hubungan antar komputer dalam jaringan dapat menggunakan media kabel, telepon, gelombang radio, satelit atau sinar infra merah (infrared) (Zulkarnain dan Saripurna, 2012) LAN (Local Area Network) adalah jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor perusahaan atau pabrik-pabrik untuk pemakaian bersama resource (misalnya printer, scanner) dan saling bertukar informasi (Zulkarnain dan Saripurna, 2012). Jaringan kerja point to point merupakan jaringan kerja yang paling sederhana tetapi dapat digunakan secara luas. Begitu sederhananya jaringan ini, sehingga seringkali tidak dianggap sebagai suatu jaringan tetapi hanya merupakan komunikasi biasa (Zulkarnain dan Saripurna, 2012). Jaringan kerja point to point seperti terlihat pada Gambar Gambar Topologi jaringan point to point II-19
20 (Sumber : Zulkarnain dan Saripurna, 2012) Dari Gambar 2.48, terlihat kedua simpul mempunyai kedudukan yang setingkat, sehingga simpul manapun dapat memulai dan mengendalikan hubungan dalam jaringan tersebut. Data dikirim dari satu simpul langsung ke simpul lainnya sebagai penerima, misalnya antara terminal dengan CPU (Zulkarnain dan Saripurna, 2012). 2.6 Konfigurasi Kabel LAN / UTP (Unshielded Twisted Pair) Kabel UTP merupakan salah satu media transmisi yang paling banyak digunakan untuk membuat sebuah jaringan local (Local Area Network), selain karena harganya relatif murah, mudah dipasang dan cukup bisa diandalkan. Sesuai namanya, Unshielded Twisted Pair berarti kabel pasangan berpilin/terbelit ( twisted pair) tanpa pelindung ( unshielded). Fungsi lilitan ini adalah sebagai eliminasi terhadap induksi dan kebocoran. Contoh kabel UTP dapat dilihat pada Gambar 2.49 (Yudianto, 2007). Gambar Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) (Sumber : Yudianto, 2007) Untuk pemasangan kabel UTP, terdapat dua jenis pemasangan kabel UTP yang umum digunakan pada jaringan komputer terutama LAN, yaitu Straight Through Cable dan Cross Over Cable. Penggunaan kabel cross over adalah untuk komunikasi antar komputer (langsung tanpa HUB), atau dapat juga digunakan untuk meng-cascade HUB jika diperlukan. Sekarang ini ada beberapa jenis HUB yang dapat di-cascade tanpa harus menggunakan kabel cross over, tetapi juga dapat menggunakan kabel straight through. Kabel cross over menggunakan EIA/TIA 568A pada salah satu ujung kabelnya dan EIA/TIA 568B pada ujung kabel lainnya. Konfigurasi kabel cross over seperti terlihat pada Gambar 2.52 (Yudianto, 2007). II-20
21 Gambar Susunan kabel cross over (Sumber : Yudianto, 2007) Pada gambar di atas, pin 1 dan 2 di ujung A terhubung ke pin 3 dan 6 di ujung B, begitu pula pin 1 dan 2 di ujung B terhubung ke pin 3 dan 6 di ujung A. Jadi, pin 1 dan 2 pada setiap ujung kabel digunakan untuk mengirim data, sedangkan pin 3 dan 6 pada setiap ujung kabel digunakan untuk menerima data, karena pin 1 dan 2 saling terhubung secara berseberangan dengan pin 3 dan 6. Untuk mengenali sebuah kabel apakah cross over ataupun straight adalah dengan hanya melihat salah satu ujung kabel. Jika urutan warna kabel pada pin 1 adalah putih hijau, maka kabel tersebut adalah kabel cross over (padahal jika ujung yang satunya lagi juga memiliki urutan warna yang sama yaitu putih hijau sebagai pin 1, maka kabel tersebut adalah kabel straight). Tapi untungnya, kebanyakan kabel menggunakan standar EIA/TIA 568B pada kedua ujung kabelnya (Yudianto, 2007). Manfaat kabel cross over : 1. Menghubungkan 2 buah komputer secara langsung. 2. Menghubungkan 2 buah HUB/switch menggunakan port biasa di antara kedua HUB/switch. 3. Menghubungkan komputer ke port uplink switch. 4. Menghubungkan port LAN router ke port biasa di HUB/switch. II-21
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Metode FDTD (Finite Difference Time Domain) Finite Difference Time Domain (FDTD) adalah metode yang menggunakan pendekatan pada domain ruang dan waktu. Metode FDTD diperkenalkan
Mengenal Kabel UTP Cross Dan Straight
Mengenal Kabel UTP Cross Dan Straight M Jafar Noor Yudianto [email protected] http://jafaryudianto.blogspot.com/ Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Pada penelitian ini, dilakukan analisis pendahuluan dari waktu eksekusi algoritma Shell sort dan Quick sort untuk mengetahui titik perpotongan data antara kedua algoritma. Setelah
BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pencarian sebuah dokumen akan lebih cepat apabila informasi mengenai dokumen yang dicari tersebut telah diurutkan terlebih dahulu daripada saat kita akan mencari
Penggunakan lebih dari satu CPU untuk menjalankan sebuah program secara simultan. Tujuan Utama Untuk meningkatkan performa komputasi.
PARALLEL PROCESSING Penggunakan lebih dari satu CPU untuk menjalankan sebuah program secara simultan. Tujuan Utama Untuk meningkatkan performa komputasi. Komputasi Parallel Salah satu teknik melakukan
10. PARALLEL PROCESSING
10. PARALLEL PROCESSING Parallel Processing Penggunakan lebih dari satu CPU untuk menjalankan sebuah program secara simultan. Tujuan Utama Untuk meningkatkan performa komputasi. Komputasi Parallel Salah
9/3/2014 STRAIGHT & CROSS
STRAIGHT & CROSS Dalam jaringan lan atau yang umumnya menggunakan Ethernet dikenal 2 jenis kabel jaringan yaitu STRAIGHT dan CROSS, dimana keduanya memiliki fungsi konektifitas yang berbeda dalam jaringan.
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Deteksi Tepi (Edge Detection) Deteksi tepi (edge detection) adalah suatu proses yang menghasilkan tepi-tepi dari obyek-obyek citra, tujuannya adalah untuk memperbaiki detail dari
STRATEGI DIVIDE AND CONQUER
Pemrogram bertanggung jawab atas implementasi solusi. Pembuatan program akan menjadi lebih sederhana jika masalah dapat dipecah menjadi sub masalah - sub masalah yang dapat dikelola. Penyelesaian masalah
PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER SEMESTER GENAP MODUL I INSTALASI KABEL UTP (STRAIGHT DAN CROSS)
PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER SEMESTER GENAP MODUL I INSTALASI KABEL UTP (STRAIGHT DAN CROSS) A. TUJUAN PRAK TIKUM Memahami dalam pembuatan dan penggunaan kabel straight dan kabel cross Memahami fungsi dari
BAB VI SORTIR ATAU PENGURUTAN
BAB VI SORTIR ATAU PENGURUTAN SORTIR TERHADAP RECORD File adalah Himpunan record, misalkan suatu perusahaan mempunyai file yang berisi seluruh data yang diperlukan oleh perusahaan itu tentang para pegawainya.
PERAKITAN MEDIA KABEL UTP DAN RJ45 UNTUK KOMUNIKASI DATA
BAB 3. PERAKITAN MEDIA KABEL UTP DAN RJ45 UNTUK KOMUNIKASI DATA 3.1 TUJUAN 1. Mahasiswa mampu memahami kegunaan kabel UTP dengan konektor RJ45. 2. Mahasiswa mampu memahami fungsi dari masing-masing pin
PERCOBAAN I KOMUNIKASI DATA PERAKITAN KABEL NULL MODEM DB9, RJ11, RJ45
PERCOBAAN I KOMUNIKASI DATA PERAKITAN KABEL NULL MODEM DB9, RJ11, RJ45 TUJUAN 1. Mahasiswa mampu memahami kegunaan kabel/konektor DB9, RJ11, RJ45. 2. Mahasiswa mampu memahami fungsi dari masing-masing
SISTEM KONEKSI JARINGAN KOMPUTER. Oleh : Dahlan Abdullah
SISTEM KONEKSI JARINGAN KOMPUTER Oleh : Dahlan Abdullah Sistem Koneksi dalam Jaringan Komputer Peer to Peer Client - Server Next 2 Peer to Peer Peer artinya rekan sekerja Adalah jaringan komputer yang
BAB IV PEMBAHASAN Sistem Jaringan LAN di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa
BAB IV PEMBAHASAN 4.1. Sistem Jaringan LAN di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat Jaringan komputer LAN digunakan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat terutama pada bidang
VIRTUAL PARALLEL ENVIRONMENT USING PVM CASE STUDY BUBBLE SORT ALGORITHM
VIRTUAL PARALLEL ENVIRONMENT USING PVM CASE STUDY BUBBLE SORT ALGORITHM Iwan Pratama Program Studi Teknik Informatika, Unika Soegijapranata Semarang [email protected] Abstract Parallel computing
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Konfigurasi Cluster PC Multicore Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh algortima paralel pada kinerja komputasi paralel. Untuk itu konfigurasi hardware disusun
PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI PERTEMUAN VI : KONSEP DASAR JARINGAN
PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI PERTEMUAN VI : KONSEP DASAR JARINGAN POKOK BAHASAN Pengenalan Jaringan ( LAN, MAN, WAN ) Pengenalan Arsitektur Jaringan PengenalanTopologi Jaringan Macam macam Perangkat Komunikasi
BAB VI Pengurutan (Sorting)
BAB VI Pengurutan (Sorting) Tujuan 1. Menunjukkan beberapa algoritma dalam Pengurutan 2. Menunjukkan bahwa pengurutan merupakan suatu persoalan yang bisa diselesaikan dengan sejumlah algoritma yang berbeda
Tujuan Standarisasi dalam Pengkabelan
Network Cabling Tujuan Standarisasi dalam Pengkabelan Menekan biaya dan waktu untuk administrasi sistem Memudahkan dalam pemeliharaan Memudahkan untuk mengadaptasi perubahan dalam sistem yang ada The EIA/TIA-568
TUJUAN PEMBELAJARAN: PERALATAN YANG DIBUTUHKAN DASAR TEORI
PENGENALAN PERALATAN JARINGAN DAN TEKNIK PENGKABELAN TUJUAN PEMBELAJARAN: 1. Mahasiswa memahami konsep Protokol pada jaringan komputer 2. Mahasiswa memahami peralatan yang dibutuhkan untuk membangun jaringan
PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI KOMUNIKASI & JARINGAN KOMPUTER
PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI KOMUNIKASI & JARINGAN KOMPUTER Jaringan Komputer Pada masa permulaan perkembangan sistem komputer hanya dikenal satu jenis sistem, yaitu sistem komputer dengan proses yang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Yayasan Pendidikan Al Muhajirin Yayasan pendidikan Al Muhajirin adalah sebuah lembaga pendidikan yang berdiri sejak dua puluh tahun yang lalu, berikut ini paparan tentang
ANALISIS PERBANDINGAN METODE ALGORITMA QUICK SORT DAN MERGE SORT DALAM PENGURUTAN DATA TERHADAP JUMLAH LANGKAH DAN WAKTU
ANALISIS PERBANDINGAN METODE ALGORITMA QUICK SORT DAN MERGE SORT DALAM PENGURUTAN DATA TERHADAP JUMLAH LANGKAH DAN WAKTU Yolanda Y.P Rumapea Prodi Sistem Informasi, Universitas Methodist Indonesia Jl.
TUJUAN PEMBELAJARAN: 1. Siswa memahami tentang konsep Jaringan 2. Siswa memahami kegunaan jaringan 3. Siswa mampu menggunakan contoh layanan jaringan
PENGENALAN LAYANAN JARINGAN TUJUAN PEMBELAJARAN: 1. Siswa memahami tentang konsep Jaringan 2. Siswa memahami kegunaan jaringan 3. Siswa mampu menggunakan contoh layanan jaringan DASAR TEORI Jaringan komputer
ANALISIS PERBANDINGAN ALGORITMA BUBBLE SORT, MERGE SORT, DAN QUICK SORT DALAM PROSES PENGURUTAN KOMBINASI ANGKA DAN HURUF
ANALISIS PERBANDINGAN ALGORITMA BUBBLE SORT, MERGE SORT, DAN QUICK SORT DALAM PROSES PENGURUTAN KOMBINASI ANGKA DAN HURUF Anisya Sonita 1, Febrian Nurtaneo 2 1,2 Program Studi Informatika, Fakultas Teknik,
PERCOBAAN I PERAKITAN KABEL NULL MODEM DB9,DB25,RJ45
PERCOBAAN I PERAKITAN KABEL NULL MODEM DB9,DB25,RJ45 TUJUAN 1. Mahasiswa mampu memahami kegunaan kabel/konektor DB9, DB25, RJ45. 2. Mahasiswa mampu memahami fungsi dari masing-masing pin dari konektor
CRIMPING KABEL UTP. Alat dan bahan yang digunakan dalam penyusunan kabel UTP untuk LAN, yaitu:
CRIMPING KABEL UTP Pengertian crimping ialah cara untuk membuat sebuah kabel menjadi kabel yang dapat digunakan dengan memasang konektor di ujung ujungnya. Crimping Kabel UTP Kabel UTP memang terdiri dari
JARINGAN KOMPUTER. Zaid Romegar Mair, S.T., M.Cs
JARINGAN KOMPUTER PENGENALAN JARINGAN Pertemuan 1 Zaid Romegar Mair, S.T., M.Cs PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA Jl. Kolonel Wahid Udin Lk. I Kel. Kayuara, Sekayu 30711 web:www.polsky.ac.id mail: [email protected]
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Algoritma Secara informal, sebuah algoritma adalah prosedur komputasi yang didefinisikan dengan baik yang mengambil beberapa nilai, atau seperangkat nilai sebagai input dan menghasilkan
STRUKTUR DATA. Nama : Sulfikar Npm : STMIK Handayani Makassar
STRUKTUR DATA Nama : Sulfikar Npm : 2013020076 STMIK Handayani Makassar Pengertian Quick Sort Algoritma sortir yang efisien yang ditulis oleh C.A.R. Hoare pada 1962. Dasar strateginya adalah memecah dan
LAPORAN PRAKTIKUM KONSEP DASAR JARINGAN
TEKNIK PENGKABELAN LAPORAN PRAKTIKUM KONSEP DASAR JARINGAN Nama : DWIKI DARMAWAN Nim : 1120305004 Jurusan Prodi Kelas : Teknik elektro : TMKJ : N1 KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL POLITEKNIK NEGERI LHOKSEUMAWE
Kompleksitas Algoritma Dalam Algoritma Pengurutan
Kompleksitas Algoritma Dalam Algoritma Pengurutan Rio Cahya Dwiyanto Jurusan Teknik Informatika ITB, Bandung, email: [email protected] Abstract Makalah ini membahas tetang beberapa algoritma, terutama
Perbedaan Kabel Utp dan Coaxial. Perbedaan Kabel Utp dan Coaxial. A.Kabel Coaxial
Perbedaan Kabel Utp dan Coaxial A.Kabel Coaxial Kabel Coaxial atau populer dipanggil coax terdiri atas konduktor silindris melingkar yang mengelilingi sebuah kabel tembaga ini yang konduktif. Untuk LAN,
Analisis Kecepatan Sorting Dengan Notasi Big O
Analisis Kecepatan Sorting Dengan Notasi Big O Rama Aulia NIM : 13506023 Program Studi Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha 10, Bandung E-mail : [email protected] Abstrak Sorting
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA ANALISA JARINGAN KOMPUTER 4.1. Umum Jaringan komputer LAN digunakan oleh PT.CEO SUITE, terutama pada gedung kantor mempunyai sistem jaringan komputer yang terdiri
Jawaban Ulangan Harian XI TKJ Media, Macam, Topologi Jaringan
Jawaban Ulangan Harian XI TKJ Media, Macam, Topologi Jaringan Soal Pilihan Ganda. 1. Kabel yang digunakan sebagai media penghubung dalam jaringan komputer, kecuali? a. Twisted Pair b. Fiber Optic c. Untwisted
PERCOBAAN PERAKITAN KABEL NULL MODEM DB9, DB25, RJ45
PERCOBAAN PERAKITAN KABEL NULL MODEM DB9, DB25, RJ45 I. TUJUAN 1. Mahasiswa mampu memahami kegunaan kabel/konektor DB9, DB25, RJ45. 2. Mahasiswa mampu memahami fungsi dari masing-masing pin dari konektor
SEKILAS JARINGAN KOMPUTER
SEKILAS JARINGAN KOMPUTER Definisi Jaringan Komputer Sekumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya (peripherals I/O) yang saling berhubungan. Dengan jaringan informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel/
LAPORAN PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER PRAKTIKUM 1 STRAIGHT. DOSEN: MULIADI, S.Pd, M.Pd TANGGAL KUMPUL PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA DAN KOMPUTER
LAPORAN PRAKTIKUM KELAS PTIK 05 2014 JARINGAN KOMPUTER PRAKTIKUM 1 STRAIGHT DOSEN: MULIADI, S.Pd, M.Pd NAMA NIM TANGGAL KUMPUL TANDA TANGAN PRAKTIKAN ASISTEN ABD.MALIK RAUF 1429040053 PENDIDIKAN TEKNIK
Pengembangan Jaringan Internet Dan Intranet. Workshop Pengembangan Jaringan Internet Kementrian Agama Wilayah Riau Pekanbaru, 31 Mei 2012
Pengembangan Jaringan Internet Dan Intranet O L E H : N O V R I Y A N T O, S T., M. S C Workshop Pengembangan Jaringan Internet Kementrian Agama Wilayah Riau Pekanbaru, 31 Mei 2012 DEFINISI JARINGANKOMPUTER
9/6/2014. Topologi Jaringan. Sesi 2. Mahasiswa mengenal tipe-tipe topologi jaringan komputer secara umum
Sesi 2 Topologi Jaringan Danny Kriestanto 2 Topologi Jaringan Topologi Bus Topologi Ring Topologi Star Kode MK : MI Revisi Terakhir : 3 Mahasiswa mengenal tipe-tipe topologi jaringan komputer secara umum
Pengantar Komputer. Jaringan Komputer. Salhazan Nasution, S.Kom
Pengantar Komputer Jaringan Komputer Salhazan Nasution, S.Kom Jaringan Komputer 2 Pengertian Jaringan Komputer sebuah rangkaian dua atau lebih komputer yang dihubungkan satu sama lain dengan sebuah sistem
Analisis Kompleksitas Waktu Untuk Beberapa Algoritma Pengurutan
Analisis Kompleksitas Waktu Untuk Beberapa Algoritma Pengurutan Dibi Khairurrazi Budiarsyah, 13509013 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
Pertemuan 1. Tujuan Teknik Komunikasi
Pertemuan 1 Tujuan Teknik Komunikasi Adalah bagaimana menyampaikan informasi ke tempat tujuan dengan cepat dan tepat (menukar informasi antara dua perantara), karena masalah utama dalam komunikasi adalah
Penerapan Algoritma Bucket Sort Untuk melakukan Pengurutan n buah Bilangan Mata Kuliah Pemrosesan Paralel
Penerapan Algoritma Bucket Sort Untuk melakukan Pengurutan n buah Bilangan Mata Kuliah Pemrosesan Paralel OLEH : SUPRIYANTO (G651090191) OKE HENDRADHY (G651090101) KAMALUDDIN MAHFUDZ (G651090231) DEPARTEMEN
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Defenisi Jaringan Komputer Wendell Odom (2004, hal: 5) menyatakan bahwa jaringan adalah kombinasi perangkat keras, perangkat lunak, dan pengkabelan (cabeling), yang memungkinkan
KOMPUTASI PADA JARINGAN KOMPUTER SEBAGAI ALTERNATIF PENINGKATAN KINERJA KOMPUTASI
KOMPUTASI PADA JARINGAN KOMPUTER SEBAGAI ALTERNATIF PENINGKATAN KINERJA KOMPUTASI Saat ini peningkatan kecepatan prosesor sangat luar biasa. Meskipun kecepatan processor dapat ditingkatkan terus, namun
9/6/2014. Dua komputer atau lebih dapat dikatakan terinterkoneksi apabila komputer-komputer tersebut dapat saling bertukar informasi.
Danny Kriestanto 2 Pengantar Jaringan Komputer Konsep Jaringan Komputer Sesi 1 Pengantar Jaringan Komputer Klasifikasi Jaringan Komputer Terminologi Jaringan Komputer Komponen Jaringan Komputer Kode MK
Pada motherboard komputer biasanya ada slot (tempat menancap card) yang disebut expansion slot. Slot ini biasa juga dipakai untuk menancapkan VGA Card
MODUL 2 PENGENALAN PERALATAN JARINGAN DAN TEKNIK PENGKABELAN TUJUAN PEMBELAJARAN: 1. Mahasiswa memahami konsep Protokol pada jaringan komputer 2. Mahasiswa memahami peralatan yang dibutuhkan untuk membangun
Θ KONSEP JARINGAN KOMPUTER Θ
Θ KONSEP JARINGAN KOMPUTER Θ A. Konsep Jaringan Komputer Computer Network atau jaringan komputer merupakan sekumpulan komputer yang dihubungkan melalui media fisik dan software yang memfasilitasi komunikasi
STRUKTUR DATA SORTING ARRAY
STRUKTUR DATA SORTING ARRAY Sorting Pengurutan data dalam struktur data sangat penting untuk data yang beripe data numerik ataupun karakter. Pengurutan dapat dilakukan secara ascending (urut naik) dan
Merupakan gabungan dua teknik yang berbeda yaitu Perpaduan Teknik Komunikasi dan Pengolahan Data
KOMUNIKASI DATA Merupakan gabungan dua teknik yang berbeda yaitu Perpaduan Teknik Komunikasi dan Pengolahan Data Pengertian Komunikasi Data: Penggabungan antara dunia komunikasi dan komputer, - Komunikasi
NETWORK SYSTEM INTERNET AND INTRANET
NETWORK SYSTEM INTERNET AND INTRANET www.sitimustiani.com Sekolah Tunas Bangsa Your Logo Here GOALS Apa yang kamu pelajari? 1. Mengenal Jaringan Komputer 2. Perangkat Keras Jaringan 3. Topologi Jaringan
keadaan 0 atau 1. Data digital dikirimkan dengan diwakili dua kondisi saja yaitu 0 dan 1.
JARINGAN KOMPUTER Pengantar Komunikasi awalnya bergantung pada transportasi: jalan antar kota, antar provinsi/negara bagian kemudian antar negara/benua. Kemudian komunikasi dapat terjadi jarak jauh melalui
1. Memahami cara pemasangan dan pengecekan kabel UTP. 2. Memahami perangkat dan konsep dasar dari suatu LAN.
Modul III-1 INSTALASI KABEL UTP I. TUJUAN PRAKTIKUM 1. Memahami cara pemasangan dan pengecekan kabel UTP. 2. Memahami perangkat dan konsep dasar dari suatu LAN. II. TUTORIAL Created by Team Lab Hardware
Laporan Pratikum Instalasi Jaringan Komputer Media Jaringan
Laporan Pratikum Instalasi Jaringan Komputer Media Jaringan Nama : Ria Permata Sari NIM : 1107020 Prodi : Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang 2013 A. TUJUAN
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Beberapa penelitian terdahulu tentang jaringan komputer diskless. Nauri, Yogi Ichwan., Fadlillah, Umi., & Wantoro, Ian (2013) Analisis dan Perancangan Jaringan
BAB I PERSYARATAN PRODUK
Universitas Kristen Maranatha BAB I PERSYARATAN PRODUK 1.1 Pendahuluan RatRace merupakan sebuah permainan yang di desain khusus untuk mempelajari dan juga menguji pengetahuan para pengguna dalam bidang
Algoritma dan Struktur Data. Searching dan Sorting
Algoritma dan Struktur Data Searching dan Sorting Searching Pada suatu data seringkali dibutuhkan pembacaan kembali informasi (retrieval information) dengan cara searching. Searching adalah pencarian data
1. Percakapan antar individu(manusia) 2. Mengirim dan atau menerima surat 3. Percakapan melalui telepon 3. Menonton Televisi 4. Mendengarkan radio
Komunikasi dan Informasi Komunikasi memegang peranan penting dalam kehidupan umat manusia, karena kita selalu terlibat dalam salah satu bentuk dari komunikasi tersebut, misalnya: 1. Percakapan antar individu(manusia)
Komputer Yang Terhubung Jaringan
Komputer Yang Terhubung Jaringan A. Definisi Jaringan Komputer dan Fungsi dan Tujuan Jaringan Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung. Informasi
Kompleksitas Algoritma Rank Sort dan Implementasi pada Parallel Programming Dengan Menggunakan OpenMP
Kompleksitas Algoritma Rank Sort dan Implementasi pada Parallel Programming Dengan Menggunakan OpenMP Muhammad Indra NS - 23515019 1 Program Magister Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika
KRIMPING KABEL DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA PELAJARAN JARINGAN DASAR DIBINA OLEH BPK. HIRGA
KRIMPING KABEL DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA PELAJARAN JARINGAN DASAR DIBINA OLEH BPK. HIRGA NAMA : Nabilla MBR NO.ABS : 23 KELAS: X RPL 1 NABILLA BASYARAHIL 1 DALAM MENGKRIMPING KABEL ALAT DAN BAHAN
DASAR DASAR JARINGAN KOMPUTER
DASAR DASAR JARINGAN KOMPUTER by Arif Rahman Hakim - Friday, November 27, 2015 http://arif.staf.akademitelkom.ac.id/index.php/2015/11/27/dasar-dasar-jaringan-komputer/ Dasar -Dasar Jaringan Komputer 1.
PERCOBAAN 1 PERAKITAN KABEL RJ45
PERCOBAAN 1 PERAKITAN KABEL RJ45 A. TUJUAN 1. Mahasiswa mampu memahami kegunaan kabel RJ45 2. Mahasiswa mampu memahami fungsi masing-masing pin pada konektor RJ45 3. Mahasiswa mampu merakit kabel RJ45
BAB II LANDASAN TEORI
7 BAB II LANDASAN TEORI II.1 Konsep Jaringan Komputer Jaringan komputer adalah sekelompok komputer yang dihubungkan dengan yang lainnnya menggunakan protokol komnuikasi melalui media transmisi atau media
Algoritma Sorting. Ahmad Kamsyakawuni, S.Si, M.Kom. Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember
Algoritma Sorting Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember - 2016 Pengurutan (Sorting) Pengurutan data sangat penting untuk data yang beripe data numerik ataupun
BAB I PENDAHULUAN. seiring perkembangan teknologi mikroprosesor, proses komputasi kini dapat
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Proses komputasi yang dapat dilakukan oleh komputer telah berkembang dengan pesat. Pada awalnya proses komputasi hanya dapat dilakukan secara sekuensial saja. Sebuah
JARINGAN KOMPUTER. A. PENGERTIAN Apa itu Jaringan Komputer
BAB II JARINGAN KOMPUTER A. PENGERTIAN Apa itu Jaringan Komputer Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung. Informasi dan data bergerak melalui perantara
KONSEP JARINGAN KOMPUTER
KONSEP JARINGAN KOMPUTER Pendahuluan Pada modul ini dibahas mengenai cara membangun jaringan komputer, hal-hal yang dibutuhkan dalam pembangunan jaringan komputer dan implementasi jaringan komputer pada
Jaringan Internet. A. Pengertian Jaringan Komputer. B. Protokol jaringan
A. Pengertian Jaringan Komputer Jaringan Internet Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer dan perangkat jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan
BAB IV PEMBAHASAN. tersebut berisi personal computer (PC) sebanyak 5 buah dan 1 hardisk could. Pembuatan
BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Identifikasi Masalah Company co. Sursoft Indonesia membuat sebuah jaringan komputer. Jaringan tersebut berisi personal computer (PC) sebanyak 5 buah dan 1 hardisk could. Pembuatan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Sebelumnya mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Semarang, pernah melakukan penelitian mengenai pemanfaatan jaringan LAN dalam fungsinya sebagai otomatisasi
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis Analisis adalah penguraian dari suatu pembahasan, dalam hal ini pembahasan mengenai aplikasi keamanan pengiriman data pada jaringan Local Area Network (LAN),
JARINGAN KOMPUTER DAN PRODUK PERANGKAT KERAS INTERNET
JARINGAN KOMPUTER DAN PRODUK PERANGKAT KERAS INTERNET Pengertian Jaringan Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas computer dan perangkat jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama untuk
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Jalannya uji coba Pada perancangan aplikasi chatting menggunakan algoritma kriptografi vigenere cipher, penulis melakukan uji coba terhadap program aplikasi yang telah selesai
BAB 2 LANDASAN TEORI. Wendell Odom (2004, hal: 5) menyatakan bahwa jaringan adalah kombinasi
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Dasar Jaringan Komputer 2.1.1 Definisi Jaringan Komputer Wendell Odom (2004, hal: 5) menyatakan bahwa jaringan adalah kombinasi perangkat keras, perangkat lunak, dan pengkabelan
BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan perkembangan Teknologi Informasi (TI) yang semakin
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan Teknologi Informasi (TI) yang semakin pesat, kebutuhan akan suatu konsep dan mekanisme belajar mengajar (pendidikan) berbasis TI menjadi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1 Arsitektur Komputer dengan Memori Terdistribusi Cluster yang dibangun di dalam penelitian ini termasuk dalam sistem komputer dengan arsitektur memori terdistribusi. Komputer-komputer
Modul 8 SORTING (PENGURUTAN)
Modul 8 SORTING (PENGURUTAN) 1. Tujuan Instruksional Umum a. Mahasiswa mampu melakukan perancangan aplikasi menggunakan Struktur Sorting ( pengurutan ) b. Mahasiswa mampu melakukan analisis pada algoritma
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. 1.2 Rumusan Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era teknologi yang semakin maju ini, banyak komunitas seperti di bidang kedokteran, penelitian, bisnis maupun akademik yang membutuhkan komputasi yang cepat guna
Pertemuan 3. Dedy Hermanto/Jaringan Komputer/2010
Pertemuan 3 Local Area Network (LAN) Metropolitan Area Network (MAN) Wide Area Network (WAN) Jaringan Tanpa Kabel (Wireless) LAN Adalah : Suatu jaringan komputer yang terbatas dalam jarak atau area setempat
BAB IV PEMBAHASAN Teknik Pengkabelan Twisted Pair
BAB IV PEMBAHASAN 4.1. Teknik Pengkabelan Twisted Pair Pengkabelan Twisted Pair menggunakan sebuah konektor Registered Jack (RJ). Adapun konektor RJ untuk kabel UTP CAT5/5 enchanced adalah RJ-45. Hal-hal
Studi Mengenai Perbandingan Sorting Algorithmics Dalam Pemrograman dan Kompleksitasnya
Studi Mengenai Perbandingan Sorting Algorithmics Dalam Pemrograman dan Kompleksitasnya Ronny - 13506092 Jurusan Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung Email : [email protected] 1. Abstract
~ Jaringan Komputer ~
~ Jaringan Komputer ~ PENGENALAN JARINGAN KOMPUTER Jaringan Komputer merupakan salah satu alternatif yg banyak dipakai dlm suatu perusahaan dg tujuan utk memperlancar arus informasi dlm perusahaan tersebut.
Bubble Sort dan Shell-Sort. Yuliana Setiowati
Bubble Sort dan Shell-Sort Yuliana Setiowati Bubble Sort Disebut juga exchange sort : metode yang mengurutkan data dengan cara membandingkan masing2 elemen, kemudian melakukan penukaran bila perlu. Algoritma
MENGENAL HARDWARE JARINGAN KOMPUTER - KABEL
MENGENAL HARDWARE JARINGAN KOMPUTER - KABEL 1 Hardware Jaringan Membangun suatu jaringan, baik itu bersifat LAN (Local Area Network) maupun WAN (Wide Area Network), kita membutuhkan media baik hardware
Tipe Pengkabelan Pada LAN ( Cross Dan Straight )
Tipe Pengkabelan Pada LAN ( Cross Dan Straight ) Untuk menghubungkan komputer - komputer tersebut ada 2 tipe konfigurasi kabel yang digunakan, yaitu tipe straight dan tipe cross. UTP (Unshielded Twisted
SORTING ARRAY FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI UNISBANK SEMARANG : ANDY KRISTIANTO : Disusun Oleh :
SORTING ARRAY Disusun Oleh : Nama : ANDY KRISTIANTO NIM : 07.0..02 Kelompok : D FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI UNISBANK SEMARANG 2009/200 Sorting Array ARRAY Array merupakan suatu group yang terdiri dari
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bilangan prima merupakan suatu hal yang mendasar dan sangat penting dalam bidang matematika secara umum dan teori bilangan secara khusus (Agrawal et al, 2002). Sejak
MEDIA TRANSMISI. Pertemuan II
MEDIA TRANSMISI Pertemuan II Secara garis besar ada dua kategori media transmisi, yakni : guided (terpandu) dan unguided (tidak terpandu). Media transmisi yang terpandu maksudnya adalah media yang mampu
Pertemuan IV. Media Transmisi
Pertemuan IV Media Transmisi Sasaran Pertemuan 4 - Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan struktur bus dan contoh-contoh dari sistem bus dan local bus beberapa definisi mengenai Interfacing Media Transmisi
Quick Sort dan Merge Sort. Arna Fariza Yuliana Setiowati
Quick Sort dan Merge Sort Arna Fariza Yuliana Setiowati Ide Quicksort Tentukan pivot. Bagi Data menjadi 2 Bagian yaitu Data kurang dari dan Data lebih besar dari pivot. Urutkan tiap bagian tersebut secara
STRUKTUR DATA (3) sorting array. M.Cs
STRUKTUR DATA (3) sorting array Oleh Antonius Rachmat C, S.Kom, M.Cs Sorting Pengurutan data dalam struktur data sangat penting untuk data yang beripe data numerik ataupun karakter. Pengurutan dapat dilakukan
Jaringan Komputer Pendahuluan
Jaringan Komputer Pendahuluan Pengertian Jaringan Komputer Menurut Odom (2004), jaringan komputer adalah kombinasi antara perangkat keras, perangkat lunak, dan pengkabelan yang secara bersama-sama memungkinkan
PROGRAM STUDI S1 SISTEM KOMPUTER UNIVERSITAS DIPONEGORO. Oky Dwi Nurhayati, ST, MT
PROGRAM STUDI S SISTEM KOMPUTER UNIVERSITAS DIPONEGORO Oky Dwi Nurhayati, ST, MT email: [email protected] Sorting = pengurutan Sorted = terurut menurut kaidah/aturan tertentu Data pada umumnya disajikan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Arduino Uno Arduino Uno merupakan board mikrokontroler berbasis Atmega328 yang memiliki 14 pin input dan output digital dimana 6 pin input tersebut dapat digunakan sebagai output
