BAB III METODE PENELITIAN
|
|
|
- Yanti Gunardi
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 1 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metodelogi Penelitian Metoda yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dan eksperimen di laboratorium. Kegiatan penelitian ini dilakukan di Bengkel Observatorium Bosscha dan Laboratorium Instrumentttasi Prodi Fisika UPI. Perancangan, pembangunan serta untuk kerja dari sistem kendali dan telemetri untuk memantau memantau kinerja alat penghilang embun berbasis mikrokontroler ini terdiri dari beberapa tahapan proses, yaitu : 1. Perancangan perangkat keras 2. Perancangan server 3. Perancangan perangkat lunak menggunakan Arduino IDE 4. Perancangan database menggunakan XAMPP. 5. Perancangan pengiriman dan penerimaan data antara mikrokontroler dan database XAMPP menggunakan PHP, MySQL, AJAX dan Json. 6. Perancangan komunikasi antara database XAMPP dan halaman web. 7. Perancangan tampilan halaman web. 8. Pengujian semua komunikasi mikrokontroler, database dan browser. 9. Analisis hasil pengujian. 3.2 Waktu dan lokasi penelitian Penelitian pembuatan sistem pemantauan dan kendali alat penghilang embun berbasis Arduino UNO R3 ATMEGA 328 dan Ethernet Shield dilaksanakan pada : Waktu Pelaksanaan : Maret 2015 September Tempat pelaksanaan : 1. Bengkel Observatorium Bosscha. 2. Laboratorium Instrumentasi Prodi Fisika UPI. 1
2 2 3.3 Diagram alir penelitian Dalam penelitian ini terdapat tahapan-tahapan yang akan dilalui. Tahapannya adalah sebagai berikut: Gambar 3. 1 Diagram alir penelitian 2
3 3 3.4 Perancangan sistem komunikasi Sistem yang akan dibuat untuk komunikasi miktrokontroler ke web dijelaskan dalam gambar 3.2 berikut. Gambar 3. 2 Sistem komunikasi mikrokontroler, server dan user. Sistem yang dibuat akan bekerja sperti pada gambar 3.2. Data yang dihasilkan mikrkontroller akan dikirim ke server yang selanjutnya akan dikirim ke web(user). Sekalian dengan itu, user mengirim perintah berupa data yang dikirim ke server dan diteruskan ke mikrokontroler untuk di eksekusi oleh miktrokontroler. Dengan katalain, mikrokontroler ini dijadikan sebagai client Perancangan Server 1. Setting akses pengguna server Server dibuat mengggunakan XAMPP. Dalam merancang server, dibutuhkan beberapa konfigurasi network seperti IP Address, subnet mask dan domain name server (DNS) untuk menginisialisasi server tersebut agar memiliki identitas. Agar server dapat diakses oleh pengguna lain, server harus disetting terlebih dahulu dengan membuka httpd.conf pada...\xampp\apache\conf dengan menggunakan notepad. Kemudian cari Include "conf/extr1a/httpdvhosts.conf" dan LoadModule vhost_alias_module modules/mod_vhost_alias.so, jika bagian ini masih berupa komentar yang ditandai dengan # pada bagian 3
4 4 depannya, maka hilangkan tanda # pada bagian depannya agar fungsi Load dan Include dapat dijalankan sistem. Setelah kedua fungsi tadi bekerja, tahap selanjutnya mengatur siapa saja yang dapat mengakses ke server dengan membuka httpd-xampp.conf pada...\xampp\apache\conf\extra dengan menggunakan notepad. Cari bagian allow from ip address, kemudian ganti Ip Address dengan IP yang akan dapat mengakses server. Jika server ingin dibuka untuk umum, cari bagian Deny from menjadi allow from all seperti pada gambar dibawah ini Gambar 3. 3 setting akses pengguna server Gambar 3.9 merupakan settingan server yang dapat diakses oleh semua pengguna. 2. konfigurasi alamat server Server yang dibuat harus memiliki alamat agar data yang dikirimkan oleh mikrokontroler sesuai pada tujuannya. Konfigurasi network yang harus disetting adalah IP Address, subnet mask dan domain name server (DNS). Untuk mengisi IP Address, subnet mask dan DNS adalah dengan memasuki...\control panel\network and internet\network and sharing center. pilih change adapter setting, maka akan muncul tampilan seperti berikut. : Gambar 3. 4 Opsi Koneksi Pada gambar 3.10 dapat dilihat beberapa opsi untuk mengatur sambungan kepada server. Untuk alat penghilang embun, pilihan yang digunakan adalah Local Area Networ (LAN) dengan menggunakan perantara router sebagai getway. 4
5 5 Untuk masuk settingan pilihan, klik pada local area connection, kemudian pilih properties maka akan muncul tampilan seperti berikut : Gambar 3. 5 Local area conection properties Setelah masuk pada local area conection properties pilih opsi Internet Protocol version 4 seperti pada Gambar 3.11 sebelah kanan, maka akan muncul formulir untuk mengisi IP Address, subnet mask, Default Getway dan domain name server (DNS). Isi IP address dengan alamat , subnet mask dengan kode , Default Getway dengan alamat router yang di setel dan domain name server (DNS) dengan kode dan alternative setelah semua terisi klik ok. Dengan demikian, server telah memiliki identitas seperti pada Gambar 3.11 bagian kanan Perancangan pemograman menggunakan Arduino IDE Pemograman yang yang dibuat dalam arduino IDE, secara garis besar akan bekerja seperti pada diagram alir berikut pada gambar
6 6 Gambar 3. 6 Diagram alir program Arduino Pada gambar 3.12, dapat dilihat bahwa program akan bekerja dengan menginisialisasi variabel dan konstanta yang digunakan, selanjutnya menjalankan setup yang sesuai dengan instrumen yang digunakan. Setelah setup ini selesai, program memasuki bagian pengulangan. karena adanya pengulanangan (looping) dibagian akhir, pemograman arduino yang dibuat tidak akan memiliki titik ahir (bekerja terus-menerus). Selain dari bagian looping, program akan dieksekusi sekali saja. Untuk mengisi program pada mikrokontroller ATMEGA 328 digunakan aplikasi Arduino IDE yang menggunakan bahasa C++. Penggunaan instrument sebagai input ataupun output dibutuhkan library sebagai driver dari instrumen yang diguakan. Penulisan program pada arduino terdapat tiga bagian. Antara lain inisialisasi, setup dan looping. Jika dilihat pada gambar 3.12, program dalam looping terdapat beberapa bagian yang berisi perintah yang berbeda. 6
7 7 Pada bagian inisialisasi ini digunakan untuk menginisilisasi library, integer, karakter dan variabel yang digunakan. Untuk alat penghilang embun sendiri terdapat inisialisasi seperti berikut : #include <SPI.h> #include <Ethernet.h> #include <JsonParser.h> #include <SHT1x.h> using namespace ArduinoJson::Parser; byte mac[] = { 0xDE, 0xAD, 0xBE, 0xEF, 0xFE, 0xED ; // Mac Address Default byte ip[] = { 192,168,1,11 ; // Ip untuk Ethernet shield byte dnsserver[] = { 8,8,8,8 ; // DNS Server untuk Ethernet shield byte gateway[] = { 192,168,1,1; // Gateway untuk Ethernet shield byte subnet[] = { 255, 255, 255, 0 ; // Subnet untuk Ethernet shield EthernetClient client; #define datain 5 #define dataout 6 #define clock 7 float a = ; // konstanta magnus float b = ; // konstanta magnus SHT1x shtin(datain, clock); SHT1x shtout(dataout, clock); boolean lastconnected = false; char* statdriv = "0"; char* statspry = "0"; String strlineresult; boolean startread = false; int sensor_hujan = 2; int limswitch1 = 3 ; int limswitch2 = 4; int sprayer = 8; int driver1 = 9; int driver2 = 10; int driver = A1; int s; int u; String k; String embi; String dsci; String hjn; 7
8 8 Dari teks boks di atas dapat dilihat bahwa library yang digunakan pada alat ini adalah SPI, Ethernet, JsonParser dan SHT1x. setelah inisial library selanjutnya menginisialisasi Json Parser untuk dieksekusi selanjutnya menginisialisasi ethernet atau menyeting alamat untuk mikrokontroler. Seperti pada textbox di atas. Alamat yang disetting dengan IP Address agar memiliki IP setingkat dengan ip server dan ip getway. 8 subnet mask, Default Getway dan domain name server (DNS) di setel sama dengan server. Byte mac di setting default sesuai dengan pabrikan. Selanjutnya menginisialisasi SHT #define datain 5 #define dataout 6 #define clock 7 SHT yang digunakan disini dua, SHT pertama data pinnya di setting ke pin 5 mikrokontroler dan yang kedua data pinnya di setting ke pin 6 dan kedua clock yang digunakan kedua SHT ini di satukan ke pin 7. SHT11 ini akan bekerja dengan memanggil data dan clock sehingga SHT pertama di deklarasi SHTin(datain,clock) dan sht kedua di setting SHTout (dataout,clock). Float a dan float b digunakan untuk menginisialisasi variabel magnus yang akan digunakan untuk mencari dewpoint terjadinya kabut. lastconnected digunakan untuk mengdeklarasikan koneksi terakhir yang akan digunakan tidak berhenti dan terus melakukan pengulangan. Char* statdriv dan char* statspry; digunakan sebagai pengguna untuk pembanding karakter yang akan dibaca oleh mikrokontroler dari database. Selanjutnya mesetting integer dari sensor dan aktuator agar hasil dari sensor dan data yang dikirim ke aktuator menjadi bilangan bulat. sensor hujan disetting menjadi integer adalah sensor hujan, limit switch, dan driver. Integer s dan u digunakan untuk variabel yang akan mengambil data dari database yang akan digunakan sebagai set point terjadinya kabut dan pengaman agar alat dapat bekerja sebelum berembun. Tahap selanjutnya menginisialkan string. String yang digunakan pada program ini bekerja untuk memberikan keterangan yang akan dikirim ke database sehingga alat dapat mengirim data berupa teks. String k; digunakan untuk memberika komentar keadaan kabut, String embi; digunakan untuk memberikan komentas terjadinya
9 9 embun pada bagian dalam String dsci; digunakan untuk memberikan kometar keadaan Silika gel dan String hjn; digunakan untuk komentar keadaan hujan atau tidak hujan. Pada bagian setup dibuat program seperti berikut : Serial.begin(9600); Ethernet.begin(mac, ip, dnsserver, gateway, subnet); pinmode(driver, OUTPUT); digitalwrite(driver, LOW); pinmode(sprayer, OUTPUT); digitalwrite(sprayer, LOW); pinmode(sensor_hujan, INPUT); Pada bagian Serial.begin(9600); berfungsi untuk menyetelkan kecepatan transmisi data dengan kecepatan 9600 bits per detik. Perintah selanjutnya adalah Ethernet.begin(mac, ip, dnsserver, gateway, subnet) yang berfungsi untuk menjalankan modul ethernet dengan mac, ip, dns server, gateway dan subnet berasal dari hasil inisialisasi sebelumnya. Pinmode digunakan untuk mendeklarasikan bahwa pin yang digunakan akan bekerja sebagai input atau output. Pada kode ini driver dan relay untuk sprayer di set sebagai output sedangkan sensor hujan sebagai input. Sedangakan digitalwrite dipasang LOW untuk driver dan relay sprayer. Hal ini dilakukan untuk pengaman agar saat miktrokontroler digunakan, aktuator dalam kondisi mati. Meski resikonya sedikit, namun jika aktuator langsung bekerja saat mikro kontroler mulai dijalankan, shock dari input luar bisa saja mempengaruhi dan menjadikan alat cepat rusak. Setelah bagian setup selesai, selanjutnya membuat bagian looping dengan membuat perintah. Pada bagian looping, semua program digunakan untuk perintah yang akan di ulang terus menerus. Di bagian ini diawali dengan perintah mengambil data hasil dari pengukuran sensor hujan dan SHT11 yang telah di inisialisasi sebelumnya. data yang diambil dari sensor hujan adalah data digital yang berarti data itu hanya menampilkan 0 dan 1. Sedangkan untuk memanggil data hasil pengukuran SHT11 digunakan perintah read. Data yang akan di ambil 9
10 10 dari hasil pengukuran tersebut diambil dua angka di belakang koma sehingga digunakan fungsi float. Sehingga perintahnya akan ditulis sebagai berikut: int HUJAN = digitalread(sensor_hujan); float Ti = shtin.readtemperaturec(); float Hi = shtin.readhumidity(); float To = shtout.readtemperaturec(); float Ho = shtout.readhumidity(); Pada kode ini dapat dilihat bahwa data yang dibaca dari sensor hujan adalah data digital yang perintahnya dituliskan dengan digitalread. Sehingga jika data yang di ambil kurang dari 5 volt, data akan dijadikan nol (0) atau LOW dan jika data yang di ambil lebih atau samadengan 5 volt, data akan dijadikan satu (1) atau HIGH. Pengambilan data hasil pengukuran SHT11 digunakan float untuk mengambil data dua angka dibelakang koma. Variable Ti dan Hi digunakan untuk mengambil data dari SHTin, sedangkan To dan Ho digunakan untuk membaca data dari SHTout shtin.readtemperaturec() untuk membaca data suhu dari hasil pengukuran SHTin dalam satuan ᵒC dan sht.readhumidity() untuk membaca data kelembaban dari SHTin dalam satuan %. Data yang dibaca dari senson SHT11 ini biasanya belum standar, sehingga harus dikalibrasi ulang. Untuk mengkalibrasi, hal yang pertama adalah melihat hasil dari sensor yang digunakan dan sensor standar. Untuk melihat hasil pengukuran SHT11 dalam Arduino IDE, dapat menuliskan Serial.print(variabel yang diukur) sehingga hasil baca dari SHT11 dapat dilihat pada serial monitoring. Maka kodenya akan menjadi seperti berikut : Serial.print("Ti= "); Serial.print(Tin); Serial.print(" Hi = "); Serial.print(Hin); Serial.print("T0= "); Serial.print(Tout); Serial.print(" H0 = "); Serial.print(Hout); Pada kode ini terdapat Serial.print( nama= ) dimaksudkan untuk memberikan nama agar data yang ditampilkan dalam serial monitor menjadi lebih 10
11 11 rapih. Dari serial monitoring pada arduino IDE ini, dapat dilihat hasil pengukuran dari semua variabel temperatur dan kelembaban pada sensor dalam dan sensor luar. Dengan mengetahui hasil pengukuran sensor SHT11, selanjutnya dibandingkan dengan hasil pengukuran sensor standar dengan tempat yang sama. Dari hasil perbandingan didapatkan perbedaan suhu antara sensor SHT11 dan sensor standar sekitar 1,5 ᵒC dan perbedaan kelembaban sekitar 8%. Untuk mengkalibrasi sensor SHT11 ini hasil dari pembacaan sensor SHT11 pada suhu dikurangi 1,5 ᵒC dan pada kelembaban dikurangi 8% pada programnya. Maka dalam pemogramannya akan menjadi seperti berikut float Tin = Ti - 1.5; float Tout = To - 1.5; float Hin = Hi - 8; float Hout = Ho - 8; Setelah sensor terkalibrasi, langkah selanjutnya adalah menghitung suhu dewpoint. Dimana suhu dewpoint ini adalah suhu set point terjadinya embun. Untuk mendapatkan suhu dewpoint ini digunakan persamaan sebagai berikut: Tdi = ( (( ) ( ( ) ( ) ))) ( (( ) ( ( ) ( ) ))) (2.11) Dengan Tdi merupakan titik embun (dewpoint) dibagian dalam, atau titik refensi terjadinya embun. a dan b adalah konstranta magnus yang memiliki nilai a = dan b = Hi adalah Kelembaban bagian dalam, dan Ti adalah suhu bagian dalam. Dengan memiliki persamaan ini maka program yang akan ditulis untuk mendapatkan titik embun adalah sebagai berikut: float Tdin = b*(log(hin/100) + ((a*tin)/(b+tin)))/a-log(hin/100) - ((a*tin)/(b+tin)); float Tdout = b*(log(hout/100) + ((a*tout)/(b+tout)))/alog(hout/100) - ((a*tout)/(b+tout)); Titik embun ini akan digunakan untuk mendeklarasikan terjadinya embun. Embun didalam akan terjadi jika suhu luar lebih kecil dari titik embun (Tou < Tdin). Sesuai yang diharapkan alat ini, pemberitahuan terjadinya embun akan 11
12 12 dilakukan sebelum terjadinya embun. Sehingga program akan diberi perintah untuk memberitahukan pengguna jika terjadi embun didalam ketika (Tou - u < Tdin ) agar sebelum terjadinya embun, pengguna dapat mengganti silika gel (silica gel). Maka program yang akan digunakan fungsi if seperti berikut: Perintah yang dilakukan untuk mendefinisikan terjadinya embun didalam dilakukan dengan permberitahuan keadaan silika gel. Maka perintah yang digunakan dengan if (Tout - s < Tdin){ dsci= "Ganti%20Silika gel" ; //ganti dsc //embun dalam else if (Tout - s >= Tdin){ dsci= "Silika gel%20bagus" ; //ganti dsc // tidak berembun didalam saat terjadinya embun diberi peringatan untuk mengganti silika gel kode dsci = Ganti%20Dessican dan dsci= "Silika gel%20bagus" untuk keadaan normal. Maksud dari %20 disana adalah sebagai tanda ganti spasi untuk pada bahasa SQL. Hasil pemberitahuan ini berupa karakter, seperti yang telah di inisialisasikan sebelumnya untuk dsci. Selain pemberitahuan untuk pengembunan didalam, pemberitahuan keadaan juga dibuat untuk mengetahui keadaan hujan dan kabut. Untuk memberitahukan keadaan hujan dan kabut ini digunakan fungsi yang sama dengan pemberitahuan pada keadaan pengembunan didalam dengan menggunakan fungsi if dan pemberitahuan dengan karakter. Kode pemograman untuk kedua pemberitahuan ini adalah sebagai berikut if (HUJAN == LOW){ hjn = "Hujan"; else if (HUJAN == HIGH){ hjn = "Tidak%20Hujan"; if (Hout > u){ k= "Berkabut" ; //berkabut else if (Hout <= u){ k= "Tidak%20Berkabut"; //tidak berkabut 12
13 13 Pada perintah ini, keadaan hujan akan diberitakan hujan dan tidak hujan dan untuk keadaan kabut akan diberitakan berkabut dan tidak Berkabut. Seperti halnya pemberitahuan keadaan pada pengembunan, penlisan untuk kode ini juga digunakan %20 untuk spasinya. Pada fungsi if untuk kabut, terdapat variablel u sebagai set point terjadinya kabut. Variabel u ini digunakan untuk pengkalibrasian terjadinya kabut, karena berdasarkan eksperimen terjadinya kabut berbeda di tiap ketinggian. Agar alat dapat digunakan di tempat yang berbeda, kondisi terjadinya kabut ini dapat disetting ulang melalui internet. Setelah bagian dari pengolahan data dan oprasi matematis selesai, langkah selanjutnya adalah menerima dan mengirim data dari database ke mikrokontroler. Alur kerja penerimaan dan pengiriman ini dilakukan bersamaan. Untuk penerimaan data, mikrokontroler di set untuk membaca array yang telah disesuaikan pada SQL yang menghubungkan mikrokontroler dan database. Dengan begitu, program yang dibuat dalam mikrokontroler haruslah berupa array juga. Pembacaan array ini menggunakan library JsonParse yang telah di inisialisasikan sebelumnya. pembacaan array ini dilakukan dengan membaca array per kolom dalam satu baris. Pembacaan ini selanjutnya akan dijadikan referensi untuk pengontrolan alat dan pengkalibrasian. Berikut kode yang telah dibuat : while (client.available()) { char c = client.read(); if (c == '<' ) { //'<' is our begining character strlineresult = ""; startread = true; //Ready to start reading the part else if(startread){ if(c!= '>' strlineresult += c; else{ startread = false; char charbuf[(strlineresult.length() + 1)]; strlineresult.tochararray(charbuf, (strlineresult.length() + 1)); JsonParser<32> parser; JsonObject root = parser.parse(charbuf); if (root.success()) 13 {
14 14 Fungsi while digunakan disini agar perintah yang untuk membaca dan mengirim data diprioritaskan, sehingga proses akan dilanjutkan jika proses penerimaan dan pengiriman data telah selesai dijalankan. Fungsi if client.available digunakan untuk membaca ketersediaan koneksi mikrokontroler untuk menerima dan mengirim data. Char c digunakan untuk membaca string sql yang diawali dengan < dan diakhiri dengan >. Setelah pembacaan string selesai, char c akan membaca data array yang telah dirubah di dalam sql untuk digunakan sebagai kontrol dan set point yang akan di panggil oleh Json parser. Untuk memanggil data array pertama, digunakan bagian root["status"][0], dan untuk menggambil data array kedua digunakan root["status"][1];, hal ini dikarenakan array dimulai dari kolom nol. Pada bagian char* nyala1, digunakan untuk menginisialisasi data yang didapatkan oleh nyala satu adalah sebuah karaker atau string. Sehingga jika data ini akan diambil untuk pengkalibrasian, data ini harus diubah menjadi bentuk integr dengan menggunakan perintah atoi. Perintah atoi ini bekerja agar data yang diambil hanya berupa integer dan mengabaikan karakter. Maka, untuk mendapatkan integer dari array yang akan digunakan sebagai set point digunakan kode sebagai berikut: //perangkat 1 char* nyala1 = root["status"][0]; if (strcmp (nyala1,"0") == 0) { if(strcmp (statdriv,"1") == 0) { digitalwrite(drv, LOW); else if (strcmp (nyala1,"1") == 0) { if(strcmp (statdriv,"0") == 0) { digitalwrite(drv, HIGH); 14
15 15 char* nyala3 = root["status"][2]; u = atoi (nyala3) ; Proses penerimaan data dilakukan bersamaan dengan pengirimana data. Pengiriman data ini sebenarnya bukan datanya yang di kirim, melainkan Sql lah yang memeriksa ketersedian data pada mikrokontroler. Saat pemeriksaat ketersedian data inilah sql memberikan data. Proses pengiriman data ini dilakukan dengan menggunkan perintah client.print. yang artinya, data diprint pada client sehingga data dapat diambil oleh sql. Dengan telah diperiksanya koneksi sql pada fungsi while, pengiriman ini hanya memeriksa koneksi saja dengan perintah if(!client.connected()). Jika sebelumnya pada fungsi while koneksi telah terdeteksi maka koneksi client akan disambungkan. Setelah fungsi ini menemukan jawaban dari if tadi selanjutnya digunak fungsi if (client.connect(" ",80)) untuk memeriksa alamat tujuan pengiriman data tersebut. Jika alamat telah sesuai dengan fungsi if tadi, maka selanjutnya adalah proses pengiriman data dengan menggunakan client.print. Agar data yang dikirimkan sesuai dengan sql yang akan menerimannya maka dituliskan nama sql tersebut yang nantinya akan dibaca sebagai string seperti Client.print("GET /add.php?"). "GET /add.php?" ini diartikan bahwa data akan dikirim ke sql yang bernama add.php. tanda tanya disana berfungi sebagai penginput data. Setelah itu ditambahkanlah data yang akan diinputkan dibagian berikutnya dengan perintah client.print("ti="), client.print(tin), client.print("&hi=") dan client.print(hin). Ti= merupakan inisial yang akan dibaca oleh sql dan Tin adalah variabel yang akan diinputkan ke database. Pada perintah selanjutnya &Hi adalah inisial untuk variabel kedua. Untuk variabel kedua, ketiga dan seterusnya. Digunakan tambahan & diawalnya sebagai pembatas data pertama dan kedua. Dari perintah diatas jika dituliskan dalam addres browser akan sama dengan localhost/add.php?ti=tin&hi=hin/ yang artinya data Tin dan Hin akan 15
16 16 dimasukan ke sql bernama add.php dengan inisial Ti dan Hi. Maka pemograman untuk pengiriman selengkapnya adalah sebagai berikut: Setelah proses pengiriman selesai, selanjutnya memasukan kendali otomatis seperti pada gambar 2.16 dimana sistem tidak akan bekerja saat terjadi hujan sampai menunggu hujan selesai yang selanjutnya sprayer dan wiper bekerja dan kembali ke awal looping. Dalam pemograman ini, kerja alat yang sesuai dengan keadaan ini dapat menggunakan fungsi if dan while seperti pada kode berikut : if(!client.connected()) { if (client.connect(" ",80)) { Serial.println("connected"); client.print("get /add.php?"); client.print("ti="); client.print(tin); client.print("&hi="); client.print(hin); client.print("&to="); client.print(tout); client.print("&ho="); client.print(hout); client.print("&hujan="); client.print(hjn); client.print("&kbt="); client.print(k); client.print("&dsc="); client.print(dsci); client.print("&emb="); client.print(embi); client.print("&hujann="); client.print(hujan); client.println(" HTTP/1.1"); client.println("host: "); client.println("connection: close"); client.println(); 16
17 17 if (HUJAN == LOW) { digitalwrite(sprayer, LOW); digitalwrite(driver1, LOW); digitalwrite(driver2, LOW); hujan = true; hujan_selesai = false; else if (HUJAN == HIGH) { if (hujan == true) { hujan = false; hujan_selesai = true; if (wiper_on == false) { wiper_on = true; i = 0; while (i < 5) { gerakkan_wiper(); wiper_on = false; if (hujan == false && hujan_selesai == true) { if (Tout - 5 < Tdin) { Serial.println("GANTI SILIKA GEL "); else if (Tout - 5 >= Tdin) { // kondisi aman Serial.print("TAK BEREMBUN DI DALAM"); if (Hout > 85) { // kondisi kabut if (wiper_on == false) { wiper_on = true; i = 0; while (i < 5) { gerakkan_wiper(); wiper_on = false; else if (Hout <= 90) { // kondisi tidak berkabut Program ini menunjukkan bahwa ketika hujan terjadi semua sistem dimatikan sedangkan bolean hujan dibuat status true dan bolean hujan_selesai dibuat status false. Ketika hujan berhenti dan status bolean hujan true, maka status hujan_selesai menjadi true dan wiper dijalankan. Pada bagian looping selanjutnya, keadaan berembun didalam akan dipenuhi jika Tdin>Tou. Jika Tdin>Tout maka dibuat pemberitahuan bahwa silika gel sudah tidak layak digunakan dan tidak terjadi pengembunan di dalam. tetapi 17
18 18 jika Tdin<Tout maka dibuat pemberitahuan bahwa Silika gel masih bagus dan tidak terjadi pengembunan di dalam. Pada bagian loopingselanjutnya, dideklarasikan bahwa pemberitahuan berkabut digunakan juka Hout>s atau set point untuk terjadinya kabut. Pada bagian selanjutnya adalah penggerak aktuator yang dipisahkan dalam void. Bagian ini berisi perintah untuk menjalankan relay spray dan wiper bulakbalik selama hitungan 5 yang diinisialkan sebagai i jika boolean wiper_bergerak true Perancangan database menggunakan XAMPP Pada database MySql ini akan dibuat satu database dan dua tabel. Tabel pertama digunakan untuk data masuk dari mikrokontroler dan tabel yang kedua untuk data yang dikirim ker mikrokontroler. Database ini memiliki nama database ape dan nama tabel pertam monitoring sedangkan tabel kedua diberi nama kontrol. Pada tabel monitoring terdapat 9 kolom yang berisi no, waktu, suhuluar, kelembabanluar, suhudalam, kelembabandalam, hujan, dsc, kabut, embun dan hujann. Dengan stuktur sebagai berikut Gambar 3. 7 Struktur database Pada gambar 3.7 dapat dilihat bahwa yang dijadikan kunci (primary) adalah kolom no dengan tipe integer yang berisi maksimal 11 digit. Maka untuk kolom no, isi yang akan masuk tidak boleh ada data yang sama. kolom no ini dijadikan Auto increment agar data yang diisikan otomatis terisi dengan nilai 18
19 19 selanjutnya tanpa harus diinsert pada perintah di sql. kolom waktu memiliki tipe data waktu yang di setting datetime yang artinya data waktu yang dituliskan di kolom ini akan memiliki format waktu YYYY-MM-DD ; hh:mm:ss. Kolom suhuluar, kelembabanluar, suhudalam, kelembabandalam dan hujann memiliki format integer dengan jumlah digit maksimal 11 digit. Kolom ini akan diisi oleh data hasil pengukuran SHT11 yang berada di luar,sht11 yang berada didalam dan sensor hujan. Kolom selanjutnya yaitu kolom hujan, dsc, kabut dan embun menggunakan tipe text yang memiliki jumlah digit yang panjang sehingga dapat menampung komentar yang memiliki jumlah digit yang banyak. data yang dikirim ke kolom ini adalah data keaadan dari silika gel, embun, hujan dan embun yang telah dideklarasikan didalam mikrokontroler. Pada tabel kedua, isi kolom yang dibuat antaralain no, nama dan status yang memiliki struktur seperti gambar 3.8 berikut. Gambar 3. 8 Struktur tabel kontrol Pada gambar 3.8 tedapat Kolom no menggunakan struktur type yang sama dengan kolom no pada tabel monitoring. Kolom nama menggunakan tipe varchar yang memiliki batas maksimal digit 25 digit, dengan collation latin1_swedish_ci. kolom status menggunakan tipe integer dengan batas maksimal digit 11 digit. Pada tabel kontrol ini, data yang akan masuk ke database digunakan metode update, sehingga data pada tabel ini harus ada terlebih dahulu. Untuk menginput data kedalam tabel digunakan menu insert yang terdapat pada php myadmin. Pada fungsi insert ini terdapat formulir seperti pada gambar
20 20 Gambar 3. 9 Formulir fungsi insert Pada gambar 3.9 terdapat kolom formulir disebelah kanan dan fungsi disebelah kiri. Pada kolom value untuk baris pertama no tuliskan 1, nama tuliskan driver dan status tuliskan 0. Pada baris kedua no tuliskan 2, nama tuliskan sprayer dan status tuliskan 0. Pada baris ketiga no tuliskan 3, nama tuliskan kabut dan status tuliskan 90. Pada baris keempat no tuliskan 4, nama tuliskan td dan status tuliskan 12. Setelah semua terisi, klik go untuk menginsert dan hasilnya akan seperti gambar Gambar Isi tabel kontrol Pada Gambar 3.10, data yang berada pada tabel kontrol telah terdapat data driver, sprayer, kabut dan td yang nantinya data dari kolom status akan dikirim ke mikrokontroler, maka kolom status yang datanya akan diupdate sesuai dengan data yang diinginkan. 20
21 Perancangan pengiriman dan penerimaan data antara mikrokontroler dan database XAMPP Perancangan ini akan dilakukan dengan membuat file bertipe php dengan fungsi Sql dari MySql dengan kode sebagai berikut. <?php function Connection(){ $server="localhost"; $user="root"; $pass=""; $db="ape"; $connection = mysql_connect($server, $user, $pass); if (!$connection) { die('mysql ERROR: '. mysql_error()); mysql_select_db($db) or die( 'MySQL ERROR: '. mysql_error() ); return $connection; 21
22 22 $link=connection(); $to1=$_get["to"]; $ho1=$_get["ho"]; $ti1=$_get["ti"]; $hi1=$_get["hi"]; $hjn1=$_get["hujan"]; $dsc1=$_get["dsc"]; $kbt1=$_get["kbt"]; $emb1=$_get["emb"]; $hjnn=$_get["hujann"]; $query = "INSERT INTO `monitoring` (`waktu`,`suhuluar`, `kelembabanluar`,`suhudalam`,`kelembabandalam`,`hujan`,`dsc`,`kabut`,`embun`,`hujann`) VALUES NOW(),$to1,$ho1,$ti1,$hi1,'".$hjn1."','".$dsc1."','".$kbt1."', '".$emb1."',$hjnn)"; mysql_query($query,$link) or die(mysql_error()); mysql_close($link); $link =Connection(); $sql = "SELECT status FROM kontrol"; $result = mysql_query($sql,$link); if(mysql_num_rows($result) > 0) { $records = array(); while($row = mysql_fetch_array($result)) { $records[] = $row[0]; mysql_close($link); $data = json_encode($records); //$data = str_replace("[","",$data); //$data = str_replace("]","",$data); echo '<{"status":'.$data.">";?> Pada kode sql ini, hal yang pertama dilakukan adalah membuat fungsi koneksi dengan database dengan kode function Connection() yang berisi alamat database diletakan. Alamat database disetting sesuai dengan identitas database yang digunakan maka server disetting localhost, user disetting root, pass dikosongkan dan db di setting ape. Setelah php ini terhubung dengan database selanjutnya mengambil data mikrokontroler dengan membuat kode $_GET[""]; setelah data diambil data kemudian dikirim dengan query INSERT INTO. Untuk mengambil data dari database dengan query SELECT. Data yang dipanggil ini berupa string yang akan 22
23 23 dirubah menjadi array. Dari hasil array ini akan di panggil oleh JsonParser yang telah dimasukan kedalam mikrokontroler Perancangan tampilan Perancangan tampilan yang menggunakan jquery bootstrap untuk menampilkan data yang berada di database. Ada tiga macam yang akan ditampilkan dalam halaman web ini, diantaranya tampilan pengukuran suhu dan kelembaban dalam grafik, pemberitahuan keadaan dessicant, kabut dan hujan dalam tabel, serta tampilan pengontrolan dan penentuan setpoint. Pada tampilan grafik, digunakan ajax untuk memanggilnya, dalam kode ajax ini telah terdapat perintah untuk memanggil data dan mengirim data dengan database. Data yang telah terpanggil akan dimasukan ulang kedalam fungsi yang akan menampilkan grafik. Query untuk tampilan grafik digunakan Highchart. Untuk mendapatkan grafik realtime, digunakan auto refresh pada halaman agar bisa memanggil data jika ada data yang masuk. Pada tampilan tabel data yang diambil merupakan 100 data terakhir dari pengukuran. Pada tampilan tabel juga digunakan auto refresh agar data yang baru bisa langsung ditampilkan. Tampilan pada tabel digunakan query bootstrap table sehingga pengaturan untuk lebar dan hasil tampilan grafik dapat disesuaikan dengan mengubah query pada bootstrap table Pada tampilan kontrol dan setpoint akan dibuat dua tombol on dan off untuk driver dan sprayer. Sementara itu untuk set point sendiri diberikan opsi untuk di pilih yang kemudian disediakan tombol kirim untuk mengirim set point yang telah ditentukan. Tampilan ini didesain dengan menggunakan jquery bootstrap. Penempatan tampilan ini diatur dengan menggunakan grid. Sehingga penempatan tampilan grafik, tabel dan kendali tidak dapat sembarangan di simpan dimana saja Perancangan komunikasi database dan tampilan 23
24 24 Komunikasi database ke halaman web menggunaankan ajax. Ajax ini bekerja membaca data yang berada di database dan mengirimnya ke halaman web. Begitu juga dalam pengiriman data dari halaman web ke database, ajax digunakan untuk membaca keadaan pada halaman web yang kemudian dikirimkan ke database. Untuk setiap tampilan digunakan ajax yang berbeda. pada bagian kontrol terdapat empat ajax yang digunakan untuk mengirim dua data driver on dan off, dan untuk mengirim dua data sprayer on dan off. Data on dan off ini akan dirubah menjadi nol dan satu, sehingga data yang masuk database 0 dan 1. Sedangkan Pada bagian set point digunakan dua ajax untuk mengirim data set point terjadi kabut dan set point untuk pengaman terjadinya kabut. Untuk tampilan tabel dan grafik digunakan masing masing satu ajax yang bekerja memanggil data dari database untuk dimasukan kedalam fungsi grafik danpun tabel. Data untuk grafik dipanggil menggunakan inisial hari. Sedangkan data untuk tabel, hanya dipanggil 100 data terakhir. 24
BAB II... Error! Bookmark not defined.
DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI... Error! Bookmark not defined. PERNYATAAN... Error! Bookmark not defined. KATA PENGANTAR... Error! Bookmark not defined. UCAPAN TERIMA KASIH... Error! Bookmark not
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT Pada bab ini akan dibahas mengenai proses perancangan alat mulai dari perancangan sistem mekanik sampai perancangan sistem elektronik sehingga semua sistem alat dapat
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT Pada bab ini akan dijelaskan mengenai bagaimana perancangan fire alarm sistem yang dapat ditampilkan di web server dengan koneksi Wifi melalui IP Address. Perancangan alat ini
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT Bab ini menjelaskan tentang perancangan sistem IOT dari proyek yang sudah dijelaskan sebelumnya. 3.1. Diagram Blok Sistem Perancangan diagram blok sistem alat ini ditunjukkan pada
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA Pada bab ini akan dibahas mengenai komponen dan perangkat yang digunakan serta tahap pengujian masing-masing komponen sampai ke tahap pengujian keseluruhan. Setelah semua pengujian
BAB III IMPLEMENTASI
BAB III IMPLEMENTASI A. Aplikasi Client Pembuatan program aplikasi client akan dipergunakan untuk pengontrolan lampu, pemrograman pada client menerapkan pemrograman soket dengan bahasa pemrograman java
BAB III PERANCANGAN ALAT
44 BAB III PERANCANGAN ALAT 3.1 Deskripsi Alat Pada bab ini penulis akan menjelaskan spesifikasi alat, menjelaskan beberapa blok rangkaian masing-masing bloknya memiliki karakteristik yang berbeda-beda,dan
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT 3.1. Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan pada tugas akhir ini yaitu berupa hardware dan software. Table 3.1. merupakan alat dan bahan yang digunakan. Tabel 3.1. Alat dan
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Kebutuhan Sistem Kebutuhan fungsional sistem merupakan paparan mengenai fitur-fitur yang akan dimasukan kedalam aplikasi yang akan dibangun. Fitur fitur tersebut harus memenuhi
BAB IV IMPLEMENTASI DAN UJI COBA
BAB IV IMPLEMENTASI DAN UJI COBA 4.1 Implementasi Perangkat Lunak Dalam implementasi aplikasi alat pengendali rumah jarak jauh (smart home) penulis tidak mengunakan ip public/vpn melainkan menggunakan
E-trik Ajax. Database MySQL. Dedi Alnas
E-trik Ajax Database MySQL Dedi Alnas Pengenalan MySQL Tutorial kali ini akan membahas cara pembuatan aplikasi web yang dapat dihubungkan dengan MySQL. Pada paket instalasi Xampp terdapat MySQL dan phpmyadmin.
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM
29 BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Blok Diagram Sistem Blok diagram sistem absensi ini dapat dilihat pada gambar 3.1 di bawah ini. Gambar 3.1. Diagram Blok Sistem Fungsi fungsi dari blok diatas adalah sebagai
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT Setelah proses perancangan selesai, maka pada bab ini akan dijelaskan mengenai persiapan komponen, peralatan yang dipergunakan, serta pengujian pada alat. Kemudian menyiapkan
DT-AVR Application Note
DT-AVR DT-AVR Application Note AN-231 Monitoring Accelerometer, RTC, dan Switch Melalui Web Browser Oleh: Tim IE Untuk mengetahui hasil pembacaan suatu modul pada umumnya kita menggunakan terminal, atau
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Software Software arduino merupakan software yang sangat penting karena merupakan proses penginputan data dari komputer ke dalam mikrokontroler arduino menggunakan software
BAB IV PEMBAHASAN. 27
BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Perancangan Kendali Back Gauge Berbasis Arduino Sistem yang akan dirancang akan terbagi menjadi dua bagian, yaitu perancangan perangkat keras ( Hardware ) dan perancangan perangkat
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. ruangan yang menggunakan led matrix dan sensor PING))). Led matrix berfungsi
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Pengertian Umum Perancangan Media Penyampaian Informasi Otomatis Dengan LED Matrix Berbasis Arduino adalah suatu sistem media penyampaian informasi di dalam ruangan yang menggunakan
MEMBUAT JARINGAN WIFI ACCESS POINT-REPEATER WDS MENGGUNAKAN TP-LINK TL-WA801ND
SERIAL TUTORIAL MEMBUAT JARINGAN WIFI ACCESS POINT-REPEATER WDS MENGGUNAKAN TP-LINK TL-WA801ND Dibuat untuk Bahan Ajar kkelas XI Teknik Komputer dan Jaringan pada Mata Diklat Melakukan Perbaikan dan Setting
Structure dasar dari bahasa pemrograman arduino adalah sederhana yang
Structuer Pemrograman 1. Structure Structure dasar dari bahasa pemrograman arduino adalah sederhana yang hanya terdiri dari dua bagian. void setup( ) // Statement; void loop( ) // Statement; Dimana setup
4. Pilih direktori tempat penyimpanan lalu klik Lanjut. A. INSTALLASI SOFTWARE 1. Masukkan CD Program ke dalam CD ROM
A. INSTALLASI SOFTWARE 1. Masukkan CD Program ke dalam CD ROM 4. Pilih direktori tempat penyimpanan lalu klik Lanjut 2. Lanjut untuk melanjutkan 5. Centangi 2 opsi seperti pada gambar, klik Lanjut 3. Pilih
BAB 3 PERANCANGAN ALAT
BAB 3 PERANCANGAN ALAT 3.1 Deskripsi Alat Pada bab ini penulis akan menjelaskan spesifikasi alat pemodelan sterilisasi ruangan yang akan dibuat dan menjelaskan beberapa blok diagram dan rangkaian yang
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT 4.1 Tujuan Setelah perancangan software dan alat telah selesai, untuk tahap selanjutnya yaitu pengujian dan analisa alat, tujuan dari pengujian ini adalah untuk mengetahui
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT 3.1 Persiapan Perancangan Alat Bab ini akan membahas mengenai perancangan alat mulai dari perangkat lunak ( software ) hinggan ke perangkat keras ( Hardware ), mengenai sistem
Tutorial Tipe Data MySQL
Tutorial Tipe Data MySQL Benar mendefinisikan field dalam tabel adalah penting untuk optimasi keseluruhan dari database Anda. Anda harus menggunakan hanya jenis dan ukuran lapangan Anda benar-benar perlu
MODUL III STRUCTURED QUERY ANGUAGE (SQL)
MODUL III STRUCTURED QUERY ANGUAGE (SQL) Tujuan : 1. Memahami tentang sistem database 2. Memahami instalasi MySQL di lingkungan Windows 3. Memahami dasar-dasar MySQL. Tugas Pendahuluan 1. Apa yang anda
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK Bab keempat ini berisi penjelasan analisis dan perancangan perangkat lunak yang dibangun dalam tugas akhir ini. Analisis perangkat lunak meliputi deskripsi
TUTORIAL KONFIGURASI TP-LINK
TUTORIAL KONFIGURASI TP-LINK 1. Klik start - connect to show all connection 2. Setelah muncul jendela baru seperti dibawah 3. Klik kanan-properties (seperti gamabar di atas) setelah itu akan muncul jendela
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Perancangan Sistem Dalam perancangan sistem ini dimulai dari sistem utama yaitu perancangan dan penempatan komponen-komponen elektronika (sensor/transducer/actuartor) di
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini dibahas perancangan pembangunan web server dan komunikasi antara server dan client dengan menggunakan komunikasi lokal wi-fi sebagai media komunikasi antara server
BAB III PERANCANGAN ALAT DAN PROGRAM
BAB III PERANCANGAN ALAT DAN PROGRAM 3.1. Gambaran Umum Pada bab ini akan dibahas mengenai perencanaan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Pembahasan ini meliputi pembahasan perangkat
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dijelaskan perancangan sistem manajemen catu daya pada studi kasus manajemen catu daya router. Perancangan terdiri dari perancangan perangkat keras dan perancangan
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT 3.1 Gambaran Umum Rancang Bangun Prototype Monitoring dan Kendali Pada Rumah Menggunakan ESP 8266 (wemos) ini terdiri dari dua perancangan, yaitu perancangan perangkat keras meliputi
BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA
BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA 4.1 PENDAHULUAN Setelah proses perancangan selesai, maka pada bab ini akan dijelaskan mengenai persiapan komponen, peralatan yang dipergunakan, serta pengujian pada alat.
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Hasil Pada bab ini, penulis akan menampilkan tampilan hasil perancangan yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya dari perancangan sistem keamanan pada kendaraan roda dua
//inisialisasi variabel dan library #include <SD.h> #include <SPI.h> #include <Time.h> #include <Ethernet.h>
46 LAMPIRAN A //Kode Program Sistem //inisialisasi variabel dan library #include #include #include #include byte sensorinterrupt = 0; // 0 = pin 2; 1 = pin 3 byte sensorpin
BAB IV IMPLEMENTASI SISTEM DAN PENGUJIAN. meliputi pembahasan mengenai proses perekaman gambar berdasarkan interval
BAB IV IMPLEMENTASI SISTEM DAN PENGUJIAN 4.1. Implementasi Sistem Pada sub bab ini akan dibahas mengenai implementasi sistem yang perancangannya telah dibahas pada bab sebelumnya. Implementasi sistem ini
PERINTAH DASAR MySQL
PERINTAH DASAR MySQL Menjalankan MySQL Untuk menjalankan MySQL cukup dengan mengetikan mysql pada system prompt Bentuk umum perintah mysql database h host u user p password Dengan windows Menu Start All
Preliminary Test Axioo Class Program
(masing-masing soal dapat memiliki lebih dari satu jawaban) A. Mikrokontroler dan Pemrograman Umum 1. Sebutkan bahasa pemrograman yang Anda kuasai. A) Assembly B) C C) C++ / Java / Visual Basic D) PHP
MODUL 8 Mengoperasikan Perangkat Lunak Basis Data
MODUL 8 Mengoperasikan Perangkat Lunak Basis Data A. TUJUAN Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini siswa diharapkan mampu: Membuat, membuka, menyimpan, dan menutup software basis data. Menjelaskan
Script PHP dan MySQL J A M K E E M P A T
J A M K E E M P A T Script PHP dan MySQL l l l l l l Membuat Koneksi ke Server Menyeleksi Database Mengakses Query Menampilkan Hasil Query Latihan Jam Keempat Soal Jam Keempat Membuat Koneksi ke Server
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT 4.1. Pendahuluan Setelah perancangan alat selesai, selanjutnya yang perlu dilakukan adalah pengujian dan analisa alat yang bertujuan untuk melihat tingkat keberhasilan
DT-AVR. Application Note AN214
DT-AVR DT-AVR Application Note AN214 Simple Web Server menggunakan DT-AVR Inoduino dan WIZ820io Oleh: Tim IE Aplikasi kali akan membahas pembuatan web server sederhana menggunakan DT-AVR Inoduino sebagai
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT 4.1. Pendahuluan Setelah perancangan alat selesai, selanjutnya yang perlu dilakukan adalah pengujian dan analisa alat yang bertujuan untuk melihat tingkat keberhasilan
Belajar mikrokontroler Arduino untuk tingkat Pemula.
Belajar mikrokontroler Arduino untuk tingkat Pemula. Arduino sudah menjadi salah satu modul mikrokontroler yang cukup populer sejak beberapa tahun ini. Sifatnya yang open source dan semakin banyak dukungan
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN. Proses instalasi aplikasi merupakan tahapan yang harus dilalui sebelum
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1 IMPLEMENTASI Proses instalasi aplikasi merupakan tahapan yang harus dilalui sebelum memulai penggunaan Sistem Kontrol Pendeteksian Kebakaran. Berikut beberapa kebutuhan
BAB IV HASIL PENGUJIAN DAN PENGAMATAN. pengujian perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software) dan kinerja
BAB IV HASIL PENGUJIAN DAN PENGAMATAN Dalam bab ini penulis akan menguraikan dan menjelaskan beberapa hasil pengujian dari hasil penelitian tugas akhir ini. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian
BAB IV HASIL PENGUJIAN DAN PENGAMATAN. pengujian perangkat lunak (software) dan kinerja keseluruhan sistem, serta analisa
BAB IV HASIL PENGUJIAN DAN PENGAMATAN Dalam bab ini penulis akan menguraikan dan menjelaskan beberapa hasil pengujian dari hasil penelitian tugas akhir ini. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian
BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK
BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK 4.1 Operasi Jam Kerja Praktek Sebelum dikerjakan selama laporan KP dalam mendapatkan pengumpulan data akan diselesaikan laporan masalah kerja praktek yang dilakukan dengan
Laporan Praktikum. Anggota kelompok : Dayanni Vera Versanika Ichtiar Testament Gea Rizal Putra Ramadhan
Laporan Praktikum Anggota kelompok : Dayanni Vera Versanika Ichtiar Testament Gea Rizal Putra Ramadhan WINDOWS SERVER 2008 Laporan ini mencakup tentang : 1. Definisi dari DNS itu sendiri. 2. Cara Kerja
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Bab ini menjelaskan perancangan sistem yang dibuat, berupa perancangan sistem mikrokontroller dan tampilan antarmuka web. Bab ini diharapkan dapat memberikan gambaran
BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT
BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT Pada bab ini, akan dibahas mengenai langkah-langkah pengujian serta hasil yang didapatkan dari uji coba alat monitoring base transceiver station dengan identifikasi password
BAB III PERENCANAAN DAN REALISASI SISTEM
42 BAB III PERENCANAAN DAN REALISASI SISTEM Pada bab ini dijelaskan pembuatan alat yang dibuat dalam proyek tugas akhir dengan judul rancang bangun sistem kontrol suhu dan kelembaban berbasis mirkrokontroler
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA Pada bab ini, akan dibahas pengujian alat mulai dari pengujian alat permodul sampai pengujian alat secara keseluruhan, antara lain : 1. Instalasi Software Arduino IDE 2. Pengujian
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Untuk membantu dalam proses pemantauan jaringan switch backbone
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Rancangan Layar Untuk membantu dalam proses pemantauan jaringan switch backbone dibutuhkan sebuah aplikasi yang memiliki user interface agar mudah digunakan. Rancangan
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN Pada bab ini akan dijelaskan tahapan desain penelitian dan kerangka konsep penelitian yang digunakan untuk perancangan sistem monitoring pendeteksi komponen pecah dengan
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Software Software Arduino merupakan software yang sangat penting karena merupakan proses penginputan data dari komputer ke dalam mikrokontroler Arduino menggunakan Arduino
Gambar 18. Koneksi Peer to Peer. Switch. Komputer B. Gambar 19. Topologi Star menggunakan 3 PC
WORKSHOP INTERNET PROTOCOL (IP) 1. ALAT DAN BAHAN Alat dan bahan yang digunakan antara lain : 1. Switch 1 buah 2. Kabel cross-over (2 meter) 1 buah 3. Kabel straight-through @ 2 meter 3 buah 4. Komputer
MySQL J A M K E T I G A
J A M K E T I G A MySQL l Apa itu MySQL? l Membuat User Baru l Membuat Database l Tipe Data MySQL l Membuat Tabel l Structured Query Language l Latihan Jam Ketiga l Soal Jam Ketiga Jam Ketiga Apa itu MySQL?
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS Pada bab ini akan dibahas mengenai pengujian alat serta analisis dari hasil pengujian. Tujuan dari pengujian ini untuk mengetahui sejauh mana kinerja hasil perancangan yang
A. INSTALLASI SOFTWARE
A. INSTALLASI SOFTWARE 1. Masukkan CD Program ke dalam CD ROM 4. Isikan username dan Organization, Next 2. Next untuk melanjutkan 5. Pilih Typical, Next 3. Pilih I accept the terms in the licence agrement,
BAB IV ANALISA KERJA DARI SISTEM WIRELESS SENSOR NETWORK BERBASIS INTERNET PROTOCOL (IP) UNTUK PEMBACAAN TINGKAT POLUSI UDARA
BAB IV ANALISA KERJA DARI SISTEM WIRELESS SENSOR NETWORK BERBASIS INTERNET PROTOCOL (IP) UNTUK PEMBACAAN TINGKAT POLUSI UDARA 4.1. ANALISA KERJA SISTEM WIRELESS SENSOR NETWORK Pada perancangan sistem wireless
BAB III PERANCANGAN. meliputi dua Perancangan yaitu perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak
BAB III PERANCANGAN Prototipe Smart Urinal sebagai salah satu sarana Medical Check Up meliputi dua Perancangan yaitu perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Pembahasan perangkat keras
BAB 4 PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI. operasi Linux Fedora Core 4 dengan menggunakan bahasa pemrograman Java.
68 BAB 4 PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI 4.1 Perancangan Sistem Network monitoring ini, pada bagian aplikasi server dibuat dalam sistem operasi Linux Fedora Core 4 dengan menggunakan bahasa pemrograman Java.
PENGENALAN ARDUINO. SPI : 10 (SS), 11 (MOSI), 12 (MISO), 13 (SCK). Pin-pin ini mensupport komunikasi SPI menggunakan SPI library.
PENGENALAN ARDUINO Arduino merupakan board mikrokontroller yang berbasis opensource. Ada beberapa macam arduino, salah satunya adalah arduino uno yang akan di gunakan pada kesempatan kali ini. SPESIFIKASI
BAB IV HASIL DAN ANALISIS
BAB IV HASIL DAN ANALISIS 1.1. Konfigurasi Arduino Arduino Uno. DHT11 ini digunakan untuk menangkap data suhu dan kelembaban udara. perangkat lunak akan menggunakan program Arduino digunakan untuk menuliskan
www.tokohpku.info www.klikmyshop.com www.it-webstore.web.id www.it-blog.web.id www.tokohpku.web.id MANUAL VRE GATEWAY
MANUAL VRE GATEWAY 1. Buat data kartu misal dengan nama MENTARI GATEWAY 2. Input data produk misal NAMA KARTU MENTARI GATEWAY 3. Kemudian klik simpan II. Setting Data Supplier Vre gateway NAMA= Disesuaikan
PENGATURAN BANDWIDTH DI PT. IFORTE SOLUSI INFOTEK DENGAN MIKROTIK ROUTER BOARD 951Ui-2HnD
BAB IV PENGATURAN BANDWIDTH DI PT. IFORTE SOLUSI INFOTEK DENGAN MIKROTIK ROUTER BOARD 951Ui-2HnD 4.1 Menginstal Aplikasi WinBox Sebelum memulai mengkonfigurasi Mikrotik, pastikan PC sudah terinstal aplikasi
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SYSTEM Block Diagram Perancangan dari Konfigurasi System
41 BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SYSTEM 3.1. Block Diagram Perancangan dari Konfigurasi System Dari blok diagram diatas dapat ada beberapa bagian blok yang dapat diuraian sebagai berikut : Gambar 3.1.
4.1.2 Implementasi Sistem Setelah melakukan analisis dan perancangan sistem yang telah dibahas, maka untuk tahap selanjutnya adalah implementasi siste
BAB IV IMPLEMENTASI DAN HASIL PENGUJIAN Pada bab ini akan dibahas mengenai implementasi pengembangan aplikasi sensor untuk memantau suhu ruang server dengan pemberitahuan SMS. 4.1 Implementasi Setelah
BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Metode Penelitian Gambar 3.1 Diagram Blok Rancangan Penelitian. Metode penelitian yang digunakan dalam pengerjaan tugas akhir ini adalah rancang bangun
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT 4.1 PENDAHULUAN Setelah proses rancangan selesai, maka pada bab ini akan dijelaskan mengenai persiapan komponen, peralatan yang dipergunakan, serta pengujian pada alat.
A. INSTALLASI SOFTWARE
A. INSTALLASI SOFTWARE 1. Masukkan CD Program ke dalam CD ROM 3. Pilih Next 4. Pilih direktori tempat penyimpanan lalu tekan, Lanjut 2. Next untuk melanjutkan 5. Pilih Typical, Next B. LOGIN PROGRAM 1.
Preliminary Test Axioo Class Program
NAMA : JOKO PURWONO A. SEKOLAH ASAL : SMK PGRI WLINGI Preliminary Test Axioo Class Program (masing-masing soal dapat memiliki lebih dari satu jawaban) A. Mikrokontroler dan Pemrograman Umum 1. Sebutkan
MySQL Databases. Dasar-dasar MySQL dan Implementasi MySQL kedalam pemrograman PHP. Jakarta, 16 April 2011 Oleh: M. Awaludin, S.Kom
MySQL Databases Dasar-dasar MySQL dan Implementasi MySQL kedalam pemrograman PHP Jakarta, 16 April 2011 Oleh: M. Awaludin, S.Kom DDL (Data Definition Language) Definisi DDL Adalah merupakan sub bahasa
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Arduino Uno Arduino Uno adalah sebuah board mikrokontroller yang berbasis ATmega238. Arduino memiliki 14 pin input/output yang mana 6 pin dapat digunakan sebagai PWM (Pukse Wide
MODUL B.1 INSTALASI JARINGAN KABEL UTP
2009 MODUL B.1 INSTALASI JARINGAN KABEL UTP Rinda Cahyana 1 Modul B.1 : Instalasi Jaringan Kabel A. Skenario Jaringan Dalam modul ini akan dipraktikan langkah membangun jaringan bertopologi star. Internet
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai perancangan sistem, yang meliputi perangkat keras dan perangkat lunak, dimana kedua bagian dari sistem ini saling menunjang dalam
PHP (HYPERTEXT PREPROCESSOR)
LAPORAN PRAKTIKUM MODUL 4 PEMROGRAMAN WEB PHP (HYPERTEXT PREPROCESSOR) Disusun Oleh: Deny Kurniawan Novianto (130533608222) PTI OFF B UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PROGRAM
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Tampilan Hasil Dalam bab ini akan dijelaskan dan ditampilkan hasil dari pengujian rancangan alat yang dibuat beserta pembahasan tentang sistem dan cara kerja perancangan
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT 3. 1 Perencanaan Rangkaian Dalam menyelesaikan modul dan karya tulis ilmiah ini, untuk membantu mempermudah penulis melakukan beberapa langkah perencanaan sehingga diperoleh hasil
BAB III PERANCANGAN ALAT. Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai bagaimana alat dapat
BAB III PERANCANGAN ALAT Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai bagaimana alat dapat menjalankan perintah inputan dan gambaran sistem monitoring Angiography yang bekerja untunk pengambilan data dari
Manual Book SID-SEKOLAH Manual Book SID-SEKOLAH
I. INSTALLASI JARINGAN Proses untuk menginstallasi jaringan pada komputer anda. Sebelum melakukan installasi anda harus mempersiapkan dulu satu komputer yang akan digunakan untuk server atau sebagai Central
BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT
BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT Bab ini membahas hasil dari sistem yang telah dirancang sebelumnya melalui percobaan dan pengujian. Bertujuan agar diperoleh data-data untuk mengetahui alat yang dirancang
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1 Implementasi Implementasi adalah proses untuk menerapkan sistem informasi yang telah dibangun agar user yang menggunakannya menggantikan sistem informasi yang lama.
NETPHONE-KE1020A. 1. Tujuan : a. Dapat Melakukan installasi Netphone - KE1020A dengan IP Phone dan PC. b. Dapat mengoperasikan Netphone-KE1020A.
NETPHONE-KE1020A 1. Tujuan : a. Dapat Melakukan installasi Netphone - KE1020A dengan IP Phone dan PC. b. Dapat mengoperasikan Netphone-KE1020A. 2. Alat yang digunakan : 1. PC/Laptop. 2. Perangkat Netphone-KE1020A.
OLEH : NUR RACHMAT.
MEMBANGUN JARINGAN KOMUNIKASI BERBASIS VOICE OVER INTERNET PROTOCOL PADA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER GLOBAL INFORMATIKA MULTI DATA PALEMBANG OLEH : NUR RACHMAT [email protected]
Sistem Monitor Dan Kendali Ruang Server Dengan Embedded Ethernet
Sistem Monitor Dan Kendali Ruang Server Dengan Embedded Ethernet A.A. Ketut Agung Cahyawan W Staf pengajar Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Udayana E-mail:[email protected]
Mahasiswa memahami Pengertian Basisdata, Cara membuat basisdata, cara menginput data dan cara menampilkan data.
Database MySql Standar Kompetensi Mahasiswa memahami Pengertian Basisdata, Cara membuat basisdata, cara menginput data dan cara menampilkan data. Indikator Hasil Belajar 1. Dapat menjelaskan pengertian
TABEL. Tabel Halaman 25
2 TABEL Objektif: Mengenal Tipe Data Mengenal Batasan,kolom Pengenalan, nilai Null, kunci Primer, kunci Asing Membuat,menghapus,mengganti dan memodifikasi Tabel Dengan Enterprise Manager Menyunting Data
Universitas Komputer Indonesia. Pemrograman dengan C++ Builder 2004 Taryana S.
3.1. Statement Aspek awal yang perlu anda ketahui dalam bahasa pemograman adalah Reserved Word dan statement. Reserved word harus kita kenal bahkan harus dihapalkan, layaknya menghapal kata-kata baru apabila
KURSUS ONLINE JASA WEBMASTERS
KURSUS ONLINE JASA WEBMASTERS SQL Pengenalan Database, SQL, MySQL dan XAMPP JASA WEBMASTERS Jl. Ringin Raya No 124A Condong Catur, Sleman, Yogyakarta Database Database secara singkat dapat diartikan sebagai
BAB III DESKRIPSI MASALAH
BAB III DESKRIPSI MASALAH 3.1 Perancangan Hardware Perancangan hardware ini meliputi keseluruhan perancangan, artinya dari masukan sampai keluaran dengan menghasilkan energi panas. Dibawah ini adalah diagram
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis Permasalahan Perkembangan teknologi dan informasi yang sangat cepat dan maju, telah membuat teknologi tidak dapat dipungkiri dapat mempermudah pekerjaan dalam
DT-I/O. DT-I/O Application Note
DT-I/O DT-I/O Application Note AN194 Desktop Based Pressure and Temperature Monitoring via TCP/IP Oleh: Tim IE Pada AN192 telah dibahas contoh pertukaran data antara mikrokontroler dengan komputer melalui
BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT
37 BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT 4.1 Tujuan Pengukuran dan Pengujian Pengukuran dan pengujian alat bertujuan agar dapat diketahui sifat dan karakteristik tiap blok rangkaian dan fungsi serta cara kerja
REALTIME DATABASE SENSOR MENGGUNAKAN ARDUINO UNO UNTUK KEPERLUAN SISTEM INFORMASI
REALTIME DATABASE SENSOR MENGGUNAKAN ARDUINO UNO UNTUK KEPERLUAN SISTEM INFORMASI Muhammad Akbar [email protected] Pascasarjana Sistem Komputer STMIK Handayani Makassar Abstrak Penelitian ini fokus
A. INSTALLASI SOFTWARE
A. INSTALLASI SOFTWARE 1. Masukkan CD Program ke dalam CD ROM 4. Isikan username dan Organization, Next 2. Next untuk melanjutkan 5. Pilih Typical, Next 3. Pilih I accept the terms in the licence agrement,
BAB III METODOLOGI RANCANG BANGUN ALAT
BAB III METODOLOGI RANCANG BANGUN ALAT 3.1. Metode Perancangan Pada perancangan alat ini terbagi menjadi dua metodologi, yang pertama pembuatan sistem hardware dan yang kedua pembuatan sistem yang akan
BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM. jaringan. Topologi jaringan terdiri dari 3 client, 1 server, dan 2 router yang
BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Metode Penelitian Dalam sistem perancangan ini awal mula dibuat perancangan topologi jaringan. Topologi jaringan terdiri dari 3 client, 1 server, dan
