RENCANA STRATEGIS BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN PEKANBARU
|
|
|
- Hadi Susanto
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1
2
3 LAMPIRAN KEPUTUSAN KEPALA BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN PEKANBARU NOMOR 40.1/BPP.02/2015 TENTANG RENCANA STRATEGIS BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN PEKANBARU TAHUN 2015 RENCANA STRATEGIS BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN PEKANBARU TAHUN
4 - 2 - BAB I PENDAHULUAN
5 - 3 - Rencana Strategis (Renstra) merupakan dokumen manajerial yang berisi upaya-upaya untuk mencapai visi dan menjalankan misi organisasi yang dijabarkan dalam bentuk program/ kegiatan, indikator, target, sampai dengan kerangka pendanaan dan kerangka regulasinya. Berdasarkan Renstra Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan tahun , Balai Diklat Keuangan Pekanbaru, merupakan unit teknis Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan di daerah, memiliki tanggung jawab dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) pengelola keuangan dan kekayaan negara melalui penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan untuk wilayah Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu dan Jambi. Untuk melaksanakan peran tersebut, BDK Pekanbaru menyusun Rencana Strategis (Renstra) BDK Pekanbaru tahun 2015 s.d yang meliputi: rumusan visi, misi, tujuan, sasaran, dan strategi untuk mencapai tujuan dan sasaran BPPK untuk lima tahun ke depan. Renstra BDK Pekanbaru tahun dibuat berdasarkan Rencana Strategis BPPK Tahun Rencana Strategis BPPK tahun ditetapkan dengan Keputusan Kepala BPPK Nomor 1162/PP/2015 yang berisikan penjabaran visi dan misi BPPK untuk periode Renstra BDK Pekanbaru ini dibuat secara bersama-sama antara pimpinan dan seluruh komponen organisasi untuk diimplementasikan oleh seluruh jajarannya. Renstra BDK Pekanbaru periode dilandasi pemikiran untuk menghasilkan SDM keuangan dan kekayaan negara yang amanah, profesional, berintegritas tinggi dan bertanggung jawab dengan memperhatikan faktor internal dan lingkungan strategis. Bab ini memaparkan kondisi umum BDK Pekanbaru beserta capaian renstra periode Kondisi Umum BDK Pekanbaru telah menetapkan rencana strategis tahun dengan visi menjadi lembaga pendidikan dan pelatihan terdepan
6 - 4 - di daerah dalam menghasilkan SDM keuangan dan kekayaan negara yang amanah, profesional, berintegritas tinggi dan bertanggungjawab. Dalam mewujudkan visi tersebut, BDK Pekanbaru menetapkan misi umum melaksanakan pengembangan SDM pengelola keuangan dan kekayaan negara melalui pendidikan dan pelatihan di daerah dan misi khusus: a. meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang keuangan negara di daerah melalui pendidikan dan pelatihan; b. senantiasa memperbarui diri melalui proses organisasi belajar (learning organization) sesuai dengan dinamika lingkungan internal dan eksternal; c. berpartisipasi dalam mengembangkan masyarakat yang sadar keuangan negara. Dalam rangka menunjang visi dan misi tersebut, BDK Pekanbaru menetapkan tujuan dan sasaran sebagai berikut: a. Menghasilkan SDM pengelola keuangan dan kekayaan negara yang amanah, profesional, berintegritas tinggi dan bertanggung jawab melalui pendidikan dan pelatihan di daerah. b. Menjadi lembaga pendidikan dan pelatihan di daerah yang terdepan dengan tata kelola yang baik. Berikut rincian pencapaian untuk setiap tujuan dan sasaran tersebut: Menghasilkan SDM Pengelola Keuangan Dan Kekayaan Negara Yang Amanah, Profesional, Berintegritas Tinggi Dan Bertanggung Jawab Melalui Pendidikan Dan Pelatihan a) Persentase Lulusan Diklat dari Kemenkeu dengan Predikat Minimal Baik. Dalam rangka mewujudkan Persentase Lulusan Diklat dari Kemenkeu dengan Predikat Minimal Baik, BDK Pekanbaru
7 - 5 - telah meraih capaian sebagai berikut: 1) BDK Pekanbaru meraih capaian yang baik dalam IKU persentase lulusan diklat dari kemenkeu dengan predikat minimal baik. Capaian IKU pada periode disajikan dalam tabel berikut: Capaian IKU Persentase Lulusan Diklat dari Kemenkeu dengan Predikat Minimal Baik No Tahun Target Realisasi Capaian % 84,00% 105% % 93,09% 109,52% % 67,34% 79,22% % 96% 113% 2) BDK Pekanbaru telah memenuhi target persentase widyaiswara/pengajar yang dinilai minimal baik. Persentase widyaiswara/pengajar yang dinilai minimal baik tersebut merupakan Indikator Kinerja Utama (IKU) BDK Pekanbaru pada tahun Pada tahun 2014, IKU ini telah diubah menjadi Indeks Kepuasan Peserta Diklat atas Pengajar. Capaian kinerja setiap tahunnya dapat dilihat sebagai berikut: Capaian IKU Persentase Widyaiswara/Pengajar yang Dinilai Minimal Baik No Tahun Target Realisasi Capaian % 85% 100% % 99,53% 104,76% % 97,25% 102,63% b) Kualitas Layanan Diklat yang Memuaskan Pemangku Kepentingan. Dalam mencapai sasaran terwujudnya kualitas layanan diklat yang memuaskan pemangku kepentingan, BDK Pekanbaru telah mencapai hal-hal sebagai berikut: 1) BDK Pekanbaru berkoordinasi intensif dengan beberapa
8 - 6 - Kantor Wilayah dan unit teknis di daerah dalam upaya menggali kompetensi yang sangat dibutuhkan oleh pegawai Kementerian Keuangan di daerah. Hasil dari koordinasi tersebut dijadikan acuan dalam menyelenggarakan berbagai diklat baru yang ada di BPPK, seperti Workshop Crude Palm Oil (CPO), Workshop Kecakapan Awak Speedboat Patroli Laut Bea dan Cukai serta Workshop Customs Narcotics Team (CNT). Workshop ini diselenggarakan karena wilayah pekanbaru merupakan salah satu penghasil CPO terbesar di Indonesia Oleh karena itu untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi dalam bidang identifikasi dan pengetahuan CPO, BPPK melalui BDK Pekanbaru menyelenggarakan Workshop ini. 2) BDK Pekanbaru meraih capaian yang baik dalam IKU persentase capaian kualitas layanan prima dalam pendidikan dan pelatihan. Capaian IKU pada periode disajikan dalam tabel berikut: Capaian IKU persentase capaian kualitas layanan prima dalam pendidikan dan pelatihan No Tahun Target Realisasi Capaian % 73% 104% % 80,82% 107,76% % 92,15% 111,02% Pada tahun 2014, IKU ini diubah menjadi 4 IKU dengan capaian masing-masing, yaitu: i. indeks kepuasan peserta diklat atas pengajar (110%); ii. iii. iv. indeks kepuasan peserta diklat atas bahan ajar (108%); indeks kepuasan peserta diklat atas metodologi pembelajaran (107%); dan (indeks kepuasan peserta diklat atas sarana dan prasarana (101%).
9 - 7-3) Dalam hal fasilitas, BDK Pekanbaru berupaya untuk menambah sarana dan prasarana, baik berupa meja kursi, lemari kayu, LED TV maupun Filing Cabinet, Handycam, perpustakaan, dan sebagainya. Untuk gedung dan tanah BDK Pekanbaru yang sekarang merupakan pinjaman dari Kanwil DJKN Provinsi Riau dan Sumbar, pada tahun 2014 BDK Pekanbaru mendapatkan hibah tanah dari DJP seluas M Menjadi Lembaga Pendidikan Dan Pelatihan Dengan Tata Kelola Yang Baik a) Penataan Organisasi BPPK yang Handal dan Modern. Capaian BDK Pekanbaru dalam penataan organisasi BPPK yang handal dan modern dalam periode adalah sebagai berikut: 1) BDK Pekanbaru telah mengimplementasikan beberapa pedoman kediklatan sebagai berikut: i. Keputusan Kepala BPPK Nomor KEP-006.1/PP/2011 tentang Validasi Program Diklat. ii. Peraturan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Nomor PER-1/PP/2012 tentang Pedoman Evaluasi dan Rekomendasi Diklat di Lingkungan Kementerian Keuangan. iii. Surat Edaran Menteri Keuangan Nomor SE- 15.1/MK.12/2013 tentang team teaching. 2) BDK Pekanbaru telah menyesuaikan fungsi Subbagian Umum menjadi Subbagian Tata Usaha dan Kepatuhan Internal terkait kewenangan dengan kepatuhan internal. Dasar hukum perubahan tersebut adalah Peraturan Menteri Keuangan Nomor 177/PMK.01/2012 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 66/PMK.01/2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai
10 - 8 - Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. b) Dalam rangka meningkatkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang mendukung pendidikan dan pelatihan, beberapa hal yang telah dicapai adalah: 1) BDK Pekanbaru telah menggunakan fasilitas video conference dalam penyelenggaraan rapat sejak tahun 2011 sehingga mengefisienkan kegiatan-kegiatan tersebut. 2) BDK Pekanbaru telah memanfaatkan intranet BPPK yang bernama Communication Media for Education and Training (COMET) dalam berbagi informasi antar pegawai BPPK sejak tahun c) Capaian BDK Pekanbaru dalam menerapkan manajemen SDM dalam rangka mewujudkan SDM BPPK yang amanah, professional, berintegritas tinggi, dan bertanggungjawab adalah: 1) BDK Pekanbaru melaksanakan program budaya Kementerian Keuangan dan melakukan monitoring setahun sekali sejak tahun ) BDK Pekanbaru telah menerapkan kode etik pegawai sejak tahun 2010 sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. d) Capaian-capaian dalam mewujudkan akuntabilitas sistem manajemen keuangan dan manajemen aset sebagai berikut: 1) Pada tahun IKU persentase penyerapan DIPA (non belanja pegawai) BDK Pekanbaru pelaporannya dilakukan oleh Bagian OTL Sekretariat Badan. Namun sejak tahun 2013 BDK Pekanbaru selalu dapat mencapai target IKU persentase penyerapan DIPA (non belanja pegawai), sebagaimana tersaji pada tabel berikut: Capaian IKU persentase penyerapan DIPA
11 - 9 - No Tahun Target Realisasi Capaian % 98,59% 103,78% Pada tahun 2014, IKU tersebut diubah menjadi persentase penyerapan anggaran dan pencapaian output belanja dengan target sebesar 95% dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 98,11% dan realisasi Capaian Output capaian atas IKU ini sebesar 103%. 2) BDK Pekanbaru telah menyesuaikan sarana dan prasarana diklat berdasarkan Keputusan Kepala BPPK Nomor KEP /PP/2011 tentang Standar Sarana dan Prasarana di Lingkungan BPPK. Capaian IKU Tingkat Kesesuaian Sarana Diklat dengan Standar Sarana dan Prasarana No Tahun Target Realisasi Capaian % 71,86% 102,66% % 98,89% 109,87% Aspirasi Pengguna Layanan BDK Pekanbaru BDK Pekanbaru merupakan unit eselon III yang bertanggungjawab atas pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan negara di daerah. Pengguna layanan utama BDK Pekanbaru berasal dari unit-unit eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan, yaitu: 1. Kantor vertikal Ditjen Perbendaharaan; 2. Kantor vertikal Ditjen Pajak; 3. Kantor vertikal Ditjen Bea dan Cukai; 4. Kantor vertikal Ditjen Kekayaan Negara; 5. Pemerintah daerah, dan Kementerian/Lembaga Lingkup pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan BDK Pekanbaru, meliputi: penjenjangan pangkat, sertifikasi pengadaan barang dan jasa, kompetensi, penganggaran,
12 kebendaharaan umum, perpajakan, bea dan cukai, kekayaan negara, perimbangan keuangan, dan hal lain yang diperlukan di lingkup Kementerian Keuangan dan dalam bidang keuangan negara. Dalam menyusun Renstra ini, BDK Pekanbaru selalu memperhatikan masukan dari para pengguna layanannya. Berdasarkan data realisasi program diklat yang ada, BDK Pekanbaru telah menyelenggarakan 19 program diklat (2011), 25 program diklat (2012), 41 program diklat (2013), dan 33 program diklat (2014) 1.2 Potensi dan Permasalahan BDK Pekanbaru merupakan unit organisasi BPPK memiliki peran strategis dalam mendukung pencapaian target unit-unit eselon I lain dengan memastikan bahwa para pegawai unit-unit yang dilayani memiliki kompetensi yang tinggi. Dengan SDM yang handal dan profesional, unit-unit eselon I ini dapat mencapai target-target yang telah ditetapkan terutama dalam hal optimalisasi penerimaan negara, pengelolaan pengeluaran negara yang handal, peningkatan akuntabilitas instansi, dan peningkatan integritas pegawai. Jumlah SDM pengelola keuangan negara yang mengikuti diklat menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan setiap tahun. Namun kecenderungan peningkatan kuantitas peserta tidak terjadi pada tahun 2014 karena adanya pemotongan anggaran. Data IKU jamlator BPPK sebagai rujukan untuk melihat persentase jam pelatihan terhadap total jam kerja per pegawai juga menunjukkan pola yang sama selama periode , yaitu 3,1%, 2,7808%, 3,1996%, 3,4951%, dan 3,3135%. Angka ini belum mencapai target ideal yang menjadi patokan yang telah ditetapkan bersama, yaitu sebesar 5%.
13 Data jamlator ini mengindikasikan masih banyak SDM yang belum memperoleh kesempatan mengikuti pengembangan kompetensi. BPPK masih dituntut untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuannya sehingga target ideal ini dapat dicapai dan dipertahankan. Selain itu, Undang-Undang Tahun 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara mengamanatkan agar masing-masing pegawai mendapatkan diklat minimal 40 jamlat tiap tahunnya. Selama ini, tidak semua pegawai mendapatkan kesempatan untuk mengikuti diklat setiap tahunnya. Hal ini harus menjadi perhatian, bukan hanya bagi BPPK, namun juga bagi pengguna layanan kediklatan BPPK. Potensi yang dimiliki BDK Pekanbaru untuk dapat menangkap peluang yang ada dapat dibedakan menjadi dua yaitu potensi internal dan potensi eksternal. Potensi internal BDK Pekanbaru untuk pencapaian Renstra tahun di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan adalah sebagai berikut: a. SDM yang potensial untuk berkembang dan memiliki kemampuan menyelenggarakan diklat; b. Koordinasi yang intensif antara balai diklat dengan pusdiklat dalam mengkoordinasikan program diklat; c. Harmonisasi dan koordinasi program diklat yang dihasilkan dari kegiatan identifikasi kebutuhan diklat oleh pusdiklat dengan unit pengguna yang berada di daerah; d. Kalender diklat yang disusun menyelaraskan dengan kegiatankegiatan unit pengguna; e. Mendapatkan amanat berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 28 tahun 2015 tentang Kementerian Keuangan terkait tugas menyediakan jaminan kualitas atas pengembangan SDM melalui sertifikasi kompetensi profesi/jabatan dan standardisasi.
14 Sedangkan potensi eksternal BDK Pekanbaru adalah sebagai berikut: a. Kebutuhan pendidikan dan pelatihan keuangan yang semakin meningkat tidak hanya yang berasal dari Kementerian Keuangan tetapi juga dari Kementerian/Lembaga lain; b. Hubungan dan koordinasi yang baik dengan unit pengguna di daerah; c. Posisi BDK Pekanbaru yang sangat dekat dengan akses transportasi internasional sehingga memudahkan transportasi peserta diklat. d. Potensi wilayah kerja BDK Pekanbaru yang merupakan penghasil CPO dan wilayah cukai terbesar di Indonesia menyebabkan upaya yang lebih dalam meningkatkan kompetensi pegawai. Dalam menjalankan fungsi pendidikan dan pelatihan, BDK Pekanbaru menghadapi tantangan-tantangan seiring dengan berkembangnya tuntutan dan permintaan dari unit pengguna dan para peserta diklat. Tantangan-tantangan tersebut, yaitu: a. Belum terbentuknya pengaturan formal dalam sistem manajemen BDK Pekanbaru untuk hal-hal berikut: 1) Peranan/hubungan/batasan kewenangan antara instansi pusat dengan UPT; 2) Penyelenggaraan mental fisik disiplin dalam diklat; 3) Ketersediaan dan keseragaman sarana dan prasarana kediklatan. b. Widyaiswara lebih berfokus pada mengajar sehingga kesadaran untuk melakukan kajian-kajian atau penelitian-penelitian di daerah masih terbatas. Karya ilmiah dan penelitian tersebut memiliki peranan besar dalam mengembangkan kompetensi keahlian yang bersifat spesialis dan membangun reputasi kepakaran widyaiswara dan reputasi institusi BPPK sebagai center of excellence.
15 c. Jumlah widyaiswara yang belum memadai. Saai ini, BDK Pekanbaru mempunyai dua widyaiswara yaitu satu di bidang perbendaharaan dan satu dibidang bea dan cukai, sehingga mengalami kesulitan dalam mencari pengajar apabila menyelenggarakan diklat di bidang lain; d. Kurikulum dan desain diklat dari pusdiklat kadang-kadang kurang sesuai dengan kebutuhan unit pengguna dan terlambat update jika ada perubahan sehingga terdapat kesenjangan antara kebutuhan pengetahuan/kompetensi khususnya terkait dengan hal teknis terkini yang diharapkan dari unit pengguna diklat dengan pengetahuan/kompetensi yang dimiliki. e. Evaluasi penyelenggaraan diklat yang masih belum bisa dijadikan dasar mengambil kebijakan karena validitas dan keakuratan data yang masih diragukan. Hal ini dibuktikan dengan berbedanya hasil analisis peserta diklat pada saat evaluasi tulis dengan evaluasi tatap muka; f. Sarana dan prasarana fisik seperti Gedung Kantor dan Ruang Kelas yang belum memadai untuk menunjang kemudahan layanan dalam setiap penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan; g. Keterikatan antara balai diklat dengan pusdiklat sangat tinggi sehingga balai tidak leluasa dalam menetapkan kebijakan. h. Kurangnya komitmen unit pengguna dalam mengirimkan peserta diklat dengan alasan kesibukan kantor.
16 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BALAI BAB III VISI, MISI, DAN TUJUAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN PEKANBARU
17 2.1 Visi BDK Pekanbaru BDK Pekanbaru memainkan peran yang sangat vital dalam memastikan para pegawai Kementerian Keuangan khususnya di daerah memiliki kemampuan yang memadai dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Dalam menjalankan peran tersebut, BDK Pekanbaru menetapkan visi: menjadi lembaga penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan terkemuka yang menghasilkan pengelola keuangan negara di daerah berkelas dunia. Visi yang baru ini menghadirkan suatu perasaan yang menggugah inspirasi dengan menetapkan aspirasi BDK Pekanbaru untuk menjadi lembaga berkelas dunia. Visi tersebut juga menetapkan suatu tujuan yang menginspirasi bagi BDK Pekanbaru, yaitu: mencetak pengelola keuangan negara di daerah berkelas dunia. 2.2 Misi BDK Pekanbaru Dalam menunjang visi baru tersebut, BDK Pekanbaru menetapkan misi sebagai berikut: 1. Membangun sistem pendidikan dan pelatihan SDM Keuangan yang handal dalam hal business academic dan memiliki kemampuan praktik proses bisnis sesuai international best practices dalam mewujudkan corporate university. 2. Mengelola dan mengembangkan tenaga pengajar pendidikan dan pelatihan SDM Keuangan Negara yang berkualitas. 3. Mengembangkan sarana prasarana pembelajaran yang mutakhir dan efektif dalam mendukung pembelajaran. 4. Mengembangkan teknologi informasi pendidikan dan pelatihan SDM Keuangan Negara yang berkualitas. 5. Meningkatkan kerja sama dengan institusi pendidikan dan pelatihan terbaik.
18 BAB III ARAH KEBIJAKAN, STRATEGI, KERANGKA REGULASI, DAN KERANGKA KELEMBAGAAN
19 Arah Kebijakan dan Strategi BDK Pekanbaru Dalam menyusun arah kebijakan dan strategi, BDK Pekanbaru sebagai unit organisasi BPPK mengacu arah kebijakan Kementerian Keuangan, yaitu kesinambungan reformasi birokrasi, perbaikan governance, dan penguatan lembaga. Sasaran strategis yang menjadi peran BDK Pekanbaru dari arah kebijakan ini adalah SDM yang kompetitif. Sasaran strategis ini dirinci ke dalam beberapa arah kebijakan. Arah kebijakan yang sesuai dengan tugas dan fungsi BDK Pekanbaru yaitu: Pendidikan dan pelatihan bagi Aparatur Sipil Negara melalui pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan negara di daerah. Arah strategi dan kebijakan Kementerian Keuangan sebagaimana disebutkan diatas diimplementasikan oleh BDK Pekanbaru melalui 2 arah kebijakan dan strategi, yaitu: 1. Tersedianya sistem pendidikan dan pelatihan yang fleksibel memenuhi kebutuhan unit pengguna. 2. Terwujudnya SDM Kementerian Keuangan yang memiliki kompetensi tinggi untuk menjadi SDM yang kompetitif. Dalam mendukung arah kebijakan dan strategi BDK Pekanbaru menetapkan beberapa strategi, yaitu: 1. Strategi dalam mewujudkan SDM Kementerian Keuangan yang memiliki kompetensi tinggi untuk menjadi SDM yang kompetitif adalah dengan cara sebagai berikut: a. Penyelenggaraan diklat yang berkualitas tinggi dan dengan kuantitas yang mampu memenuhi pemerataan kebutuhan diklat bagi semua pegawai serta menjadi prioritas dalam mendukung nawa cita. b. Pengembangan kerangka kerja dan sistem organisasi pembelajaran di lingkungan Kementerian Keuangan yang memiliki keterkaitan (link and match) antara diklat yang diselenggarakan dan kebutuhan kompetensi untuk mendukung
20 pencapaian tujuan strategis Kementerian Keuangan. 2. Strategi dalam mewujudkan pendidikan dan pelatihan yang fleksibel memenuhi kebutuhan unit pengguna adalah: a. Peningkatan kapasitas SDM BPPK yang dapat mengantisipasi kebutuhan kompetensi SDM Kementerian Keuangan di masa depan. b. Peningkatan kapasitas widyaiswara sesuai dengan kompetensinya agara dapat menjadi spesialis keuangan negara yang mumpuni. c. Peningkatan skill dan knowledge khususnya bagi tenaga pengajar dari unit teknis dalam rangka pembinaan dan pengembangan tenaga pengajar. d. Koordinasi intensif dengan user dan pusdiklat terakit penyelesaian GAP Kompetensi pegawai yang ingin dipenuhi dalam upaya mencapai misi organisasi. e. Pengembangan kerangka kerja dan sistem pembelajaran agar diklat yang diselenggarakan memenuhi kompetensi yang direncanakan. f. Membangun sarana dan prasarana diklat yang terintegrasi dalam pembelajaran. g. Meningkatkan layanan perpustakaan dengan cara digitalisasi dan menambah kuantitas buku. h. Merancang fasilitas diskusi online bagi alumni diklat dengan tenaga pengajar agar manfaat diklat lebih optimal. i. Pengembangan kerja sama diklat yang mendukung pengembangan SDM keuangan negara yang menjadi prioritas. 3.2 Kerangka Regulasi Dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran strategis BPPK, diusulkan tiga rancangan Peraturan Menteri Keuangan, lima belas
21 rancangan Peraturan Kepala Badan, dan dua Rancangan Keputusan Kepala Badan yang menjadi bidang tugas BPPK. BPPK telah menetapkan rencana aksi terkait harmonisasi peraturan kediklatan sebagai berikut: 1. Kodifikasi Peraturan Kediklatan. Konsep aksi: memperkuat manajemen kediklatan yang dilaksanakan oleh BPPK, mengantisipasi adanya perubahan peraturan kediklatan yang dinamis, memudahkan proses peraturan kediklatan dalam rangka menguatkan eksistensi BPPK sebagai lembaga diklat. Tahapan aksi: inventarisasi peraturan kediklatan, harmonisasi peraturan kediklatan, pembahasan grey area dalam peraturan kediklatan. 2. Pembangunan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) terkait Kediklatan dengan konsep aksi membangun sistem aplikasi JDIH khusus tentang kediklatan dan menyajikan sistem JDIH yang mudah dan bermanfaat bagi pengguna. 3. Membangun Fungsi Lembaga Sertifikasi dengan konsep aksi menginventarisasi peraturan terkait sertifikasi profesi dan kompetensi, menyusun peraturan terkait sertifikasi profesi dan kompetensi, piloting dan penyempurnaan konsep sertifikasi profesi dan kompetensi Regulasi berupa Peraturan Menteri Keuangan yang akan disusun oleh BPPK adalah sebagai berikut: Tabel Rencana Peraturan Menteri Keuangan Yang Akan Disusun Arah Kerangka Urgensi Unit Target No Regulasi Pembentukan Penanggungjawab Penyelesaian 1. Perubahan Peraturan 2017
22 No Arah Kerangka Regulasi peraturan Pendidikan dan Pelatihan di lingkungan Kemenkeu (KMK 137/KMK ) 2. Keputusan penetapan Standar Kompetensi Jabatan Fungsional Widyaiswara (KMK atas nama Menkeu) Urgensi Pembentukan sudah tidak relevan dengan kondisi pada saat ini Diperlukan pengelompokan kompetensi WI di lingkungan kementerian keuangan Unit Penanggungjawab Sekretariat Badan Target Penyelesaian Penyempurnaan mekanisme Identifikasi Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan di lingkungan Kemenkeu Diperlukan penyempurnaan mekanisme kegiatan IKD Kerangka Kelembagaan Dalam rangka mencapai visi, misi, dan strategi sebagaimana telah dikemukakan pada bagian sebelumnya, BDK Pekanbaru perlu didukung oleh perangkat organisasi, proses bisnis/tata laksana, dan sumber daya aparatur. Untuk itu, pengembangan dan penataan kelembagaan yang meliputi organisasi dan proses bisnis/tata laksana, serta pengelolaan sumber daya aparatur mutlak diperlukan. KMK Nomor 36/KMK.01/2014 tentang Cetak Biru Program Transformasi Kelembagaan Kementerian Keuangan Tahun
23 telah mengatur penataan kelembagaan dan pengelolaan sumber daya manusia Kementerian Keuangan. Namun demikian, penataan kelembagaan dan pengelolaan sumber daya manusia BDK Pekanbaru yang merupakan unit organisasi BPPK harus pula berpedoman pada peraturan perundang-undangan lain yang berlaku, yaitu: 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2015 tentang Kementerian Keuangan. Implikasi dari UU No.5 Tahun 2014 tentang ASN & Transformasi Kelembagaan Kementerian Keuangan adalah kebutuhan akan pengembangan SDM semakin besar, secara kuantitas & kualitas. Selain itu, unit diklat juga harus mampu menyediakan expertise-service dengan fokus pada strategic learning and development. Sementara itu, Peraturan Presiden Nomor 28 tahun 2015 tentang Kementerian Keuangan telah memberikan amanah yang lebih besar kepada BPPK melalui perluasan tugas dan fungsi BPPK dengan memastikan quality assurance melalui sertifikasi kompetensi profesi/jabatan dan standardisasi. Perjalanan transformasi kelembagaan BPPK sudah dicanangkan sejak tahun 2012 dengan adanya hasil assessment kapasitas organisasi yang dilakukan berdasarkan elemen-elemen dalam framework 7S McKinsey. Hasil assessment tersebut menunjukkan bahwa elemen-elemen penyusun kapasitas organisasi di BPPK kurang selaras. Dengan terbitnya KMK Nomor 36/KMK.01/2014 tentang Cetak Biru Program Transformasi Kelembagaan Kementerian Keuangan Tahun dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara serta Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2015 tentang Kementerian
24 Keuangan, penataan organisasi BPPK akan menjadi program prioritas Struktur Organisasi 1. Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (Existing Organization). Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 66/PMK.01/2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Keuangan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 177/PMK.01/2012, Balai Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BDK) merupakan salah satu unit pelaksana teknis Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. Balai Diklat Keuangan (BDK) Pekanbaru mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan, pelatihan, dan penataran keuangan negara berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya di Riau, Kepulauan Riau, Jambi dan Bengkulu. Dalam melaksanakan tugas tersebut, BDK Pekanbaru menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan program penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan keuangan negara; b. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan keuangan negara; c. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan keuangan negara; d. pemantauan pengendalian intern, pengelolaan risiko, pengelolaan kinerja, dan kepatuhan terhadap kode etik dan disiplin di lingkungan Balai Diklat; e. pemantauan tindak lanjut hasil pengawasan, dan pemberian rekomendasi perbaikan proses bisnis di lingkungan Balai Diklat;
25 f. pengembangan SDM Balai Diklat; g. pengelolaan implementasi Teknologi Informasi dan Komunikasi; dan h. pelaksanaan administrasi Balai Diklat. 2. Struktur BDK Pekanbaru BDK Pekanbaru adalah unit eselon III di bawah Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. BDK Pekanbaru dipimpin oleh seorang Kepala Balai yang terdiri dari Subbagian Tata Usaha dan Kepatuhan Internal, Seksi Penyelenggaraan, Seksi Evaluasi dan Informasi dan Kelompok Jabatan Fungsional. Struktur organisasi BDK Pekanbaru adalah sebagai berikut: Struktur Organisasi Balai Diklat Keuangan Pekanbaru KEPALA BALAI Widyaiswara Kasi Penyelenggaraan Kasubbag Tata Usaha dan Kepatuhan Internal Kasi Evaluasi dan Informasi Arah Kebijakan Kelembagaan dan Proses Bisnis Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan
26 Dari hasil kajian BPPK terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku serta diagnosis atas existing condition organisasi BPPK, secara umum diperoleh sejumlah tantangan di bidang kelembagaan dan proses bisnis yang harus dipenuhi oleh BDK Pekanbaru ke depan, yaitu: a. Amanah BPPK sebagai Badan Diklat untuk menjadi simpul utama pengembangan kompetensi Pegawai ASN dan SDM Keuangan Negara (center of excellence). b. Kebutuhan akan pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara yang meningkat signifikan, baik secara kuantitas maupun kualitas, termasuk penyebaran 40 jamlat/pegawai/tahun kepada seluruh pegawai Kementerian Keuangan yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain kedua tantangan tersebut diatas, selama ini terdapat pula faktor-faktor terkait kelembagaan dan proses bisnis yang membatasi BDK Pekanbaru dalam menyelenggarakan kegiatan operasionalnya secara efektif dan efisien, yaitu penyelenggaraan diklat yang belum terstandardisasi antar unit BPPK Pada prinsipnya, arah kebijakan kelembagaan dan proses bisnis BPPK ke depan bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan tugas BPPK, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good corporate governance), dan meningkatkan kualitas layanan kepada unit pengguna yang disesuaikan dengan kebutuhan pelaksanaan tugas, beban kerja, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, tuntutan stakeholders, dan dinamika perkembangan yang terjadi. Namun demikian, usulan penataan kelembagaan dan proses bisnis BPPK sebagaimana tersebut di atas merupakan inisiatif yang bersifat tentatif dan pelaksanaannya sangat bergantung dengan perkembangan internal dan eksternal Kementerian
27 Keuangan, perubahan kebijakan nasional dan Kementerian terkait tugas, fungsi dan peran Kementerian Keuangan (khususnya BPPK), dan kebijakan nasional yang digariskan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Pengelolaan SDM SDM sebagai salah satu aset penting yang dimiliki oleh organisasi memiliki peran vital dalam pengembangan sebuah organisasi. Oleh karena itulah, SDM perlu untuk dikelola dengan baik sehingga berada dalam kondisi terbaiknya. Pengelolaan SDM bukan hanya terkait soal pengadaan pegawai baru atau pengembangan melalui diklat maupun non diklat, namun juga terkait dengan penegakan disiplin, penciptaan database yang akurat, assessment center, dan penghitungan komposisi pegawai dengan cermat sehingga diperoleh kuantitas dan kualitas SDM yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. BDK Pekanbaru sebagai salah satu unit organisasi di BPPK-Kementerian Keuangan memiliki pegawai sebanyak 24 orang. Secara garis besar komposisi pegawai BDK Pekanbaru per April 2015 dapat dilihat pada tabel berikut ini: Komposisi Pegawai BDK Pekanbaru Berdasarkan Golongan No. Golongan Total Pegawai 1. Golongan I 0 Orang 2. Golongan II 13 Orang 3. Golongan III 10 Orang 4. Golongan IV 1 Orang Total 24 Orang
28 Komposisi Pegawai Berdasarkan Jenis Kelamin dan Tingkat Pendidikan JENIS KELAMIN GOLONGAN LAKI- PEREMPUAN LAKI SLTA 0 0 D1 0 0 D D4 1 0 S1 6 1 S2 3 0 JUMLAH 20 4 Komposisi Pegawai Berdasarkan Jabatan dan Jenis Kelamin No. Jabatan Laki-laki Perempuan Total Pegawai 1. Eselon III 1 Orang 0 Orang 1 Orang 2. Eselon IV 2 Orang 1 Orang 3 Orang 3. Widyaiswara (Fungsional) 2 Orang 0 Orang 2 Orang 4. Pelaksana 15 Orang 3 Orang 18 Orang Total 20 Orang 4 Orang 24 Orang
29 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BAB IV TARGET KINERJA DAN KERANGKAA PENDANAAN
30 4.1 Target Kinerja Pada tahun , BDK Pekanbaru akan berusaha mengembangkan SDM Kementerian Keuangan melalui pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi di bidang keuangan negara. Diklat yang akan dilaksanakan BDK Pekanbaru pada tahun adalah diklatdiklat yang dibutuhkan dalam rangka mencapai sasaran strategis Kementerian Keuangan baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam mendesain atau mengembangkan program diklat, BDK Pekanbaru akan selalu melakukan penelitian/kajian untuk dapat memenuhi kebutuhan unit pengguna. Selain kegiatan penelitian tersebut, BPPK juga akan melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ilmu keuangan negara. Untuk melaksanakan program tersebut BDK Pekanbaru juga didukung oleh pendanaan yang memadai dengan jumlah yang mengalami kecenderungan meningkat di setiap tahun. Peningkatan jumlah dana bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dan kualitas program diklat BDK Pekanbaru dalam memenuhi kebutuhan unit-unit pengguna. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan pencapaiannya, setiap kegiatan diukur dengan menggunakan Indikator Kinerja Sasaran Kegiatan dan Indikator Kinerja Kegiatan. BDK Pekanbaru telah menetapkan kegiatan BDK Pekanbaru sebagai berikut: 1. Kegiatan Pengembangan SDM Melalui Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Negara di Daerah. Sasaran Kegiatan (Outcome): Mengembangkan SDM yang berintegritas dan berkompetensi tinggi. Indikator Kinerja Kegiatan: Persentase Lulusan Diklat dari Kementerian Keuangan dengan Predikat Minimal Baik.
31 Kerangka Pendanaan Dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran-sasaran strategis yang telah ditetapkan, diperlukan dukungan berbagai macam sumber daya. Dukungan sumber daya dapat berasal dari aparatur Kementerian Keuangan yang kompeten, sarana dan prasarana yang memadai, dukungan regulasi, dan tentunya sumber pendanaan yang cukup. Sehubungan dengan dukungan pendanaan, indikasi kebutuhan pendanaan untuk mencapai visi dan misi BDK Pekanbaru sampai dengan tahun 2019 adalah sebagai berikut: Tabel Indikasi Kebutuhan Pendanaan BDK Pekanbaru No Program Indikasi Kebutuhan Pendanaan (Rp ,00) 1. Kegiatan Pengembangan SDM Melalui Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Negara di Daerah ,394 26,621 34,933 13,452 14,637 Jumlah 11,394 26,621 34,933 13,452 14,637
32 BAB V PENUTUP Rencana Strategis BDK Pekanbaru tahun merupakan penjabaran dari visi, misi, tujuan, dan sasaran strategis BDK Pekanbaru dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai unit yang melaksanakan pendidikan dan pelatihan serta sertifikasi di bidang keuangan dan kekayaan negara. Dokumen ini menjadi pedoman bagi BDK Pekanbaru dalam mewujudkan visi: menjadi lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan terkemuka di daerah yang menghasilkan pengelola keuangan negara berkelas dunia. Dokumen ini adalah dasar rencana operasional BDK Pekanbaru tahun Dalam keadaan terjadi perubahan strategis dalam lingkungan di luar prediksi sehingga rencana strategis mengalami kendala besar dalam implementasinya, dapat dilakukan perubahan atas inisiatif pimpinan BPPK dengan persetujuan Menteri Keuangan. Rencana Strategis ini selanjutnya akan dijabarkan dalam roadmap yang dilengkapi dengan target-target indikator kinerja untuk memantau keberhasilan tujuan dan sasaran yang tercantum dalam rencana strategis ini.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. KONDISI UMUM Kedudukan
0 BAB I PENDAHULUAN 1.1. KONDISI UMUM 1.1.1. Kedudukan Balai Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 52/PMK.1/2011 tanggal 22 Maret 2011 tentang
FORMULIR 2 : RENCANA PENCAPAIAN HASIL (OUTCOME) UNIT ORGANISASI TAHUN ANGGARAN : 2015
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTRIAN NEGARA/LEMBAGA FORMULIR 2 : RENCANA PENCAPAIAN HASIL (OUTCOME) UNIT ORGANISASI TAHUN ANGGARAN : 215 A. KEMENTRIAN NEGARA/LEMBAGA : B. UNIT ORGANISASI : (15) KEMENTERIAN
FORMULIR 2 RENCANA KERJA KEMENTRIAN/LEMBAGA (RENJA-KL) TAHUN ANGGARAN 2017 1. Kementrian/Lembaga : KEMENTERIAN KEUANGAN 2. Sasaran Strategis K/L : 1.Terjaganya Kesinambungan Fiskal 3. Program : Program
FORMULIR 2 : RENCANA PENCAPAIAN HASIL (OUTCOME) UNIT ORGANISASI TAHUN ANGGARAN : 2015
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTRIAN NEGARA/LEMBAGA FORMULIR 2 : RENCANA PENCAPAIAN HASIL (OUTCOME) UNIT ORGANISASI TAHUN ANGGARAN : 215 A. KEMENTRIAN NEGARA/LEMBAGA : B. UNIT ORGANISASI : (15) KEMENTERIAN
Independensi Integritas Profesionalisme
BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Independensi Integritas Profesionalisme VISI Menjadi lembaga pemeriksa keuangan negara yang kredibel dengan menjunjung tinggi nilainilai dasar untuk berperan
FORMULIR 2 : RENCANA PENCAPAIAN HASIL (OUTCOME) UNIT ORGANISASI TAHUN ANGGARAN : 2015
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTRIAN NEGARA/LEMBAGA FORMULIR 2 : RENCANA PENCAPAIAN HASIL (OUTCOME) UNIT ORGANISASI TAHUN ANGGARAN : 215 A. KEMENTRIAN NEGARA/LEMBAGA : B. UNIT ORGANISASI : (15) KEMENTERIAN
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2016
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2016 SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN JAKARTA, JANUARI 2017 Laporan Akuntabilitas Kinerja Sekretariat Inspektorat
FORMULIR 2 : RENCANA PENCAPAIAN HASIL (OUTCOME) UNIT ORGANISASI TAHUN ANGGARAN : 2015
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTRIAN NEGARA/LEMBAGA FORMULIR 2 : RENCANA PENCAPAIAN HASIL (OUTCOME) UNIT ORGANISASI TAHUN ANGGARAN : 215 A. KEMENTRIAN NEGARA/LEMBAGA : B. UNIT ORGANISASI : C. MISI UNIT
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA Pada penyusunan Laporan Akuntabilias Kinerja Tahun 2013 ini, mengacu pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor
Independensi Integritas Profesionalisme
BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Independensi Integritas Profesionalisme VISI Menjadi lembaga pemeriksa keuangan negara yang kredibel dengan menjunjung tinggi nilainilai dasar untuk berperan
INSPEKTORAT SEKRETARIAT KABINET REPUBLIK INDONESIA
INSPEKTORAT SEKRETARIAT KABINET REPUBLIK INDONESIA INSPEKTORAT 2015 SEKRETARIAT KABINET REPUBLIK INDONESIA LAPORAN KINERJA INSPEKTORAT SEKRETARIAT KABINET TAHUN 2014 Nomor : LAP-3/IPT/2/2015 Tanggal :
FORMULIR 2 : RENCANA PENCAPAIAN HASIL (OUTCOME) UNIT ORGANISASI TAHUN ANGGARAN : Mewujudkan pengelolaan kas yang efisien dan optimal.
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTRIAN NEGARA/LEMBAGA FORMULIR 2 : RENCANA PENCAPAIAN HASIL (OUTCOME) UNIT ORGANISASI TAHUN ANGGARAN : 215 A. KEMENTRIAN NEGARA/LEMBAGA : B. UNIT ORGANISASI : (15) KEMENTERIAN
2017, No c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Perencanaan Pemb
No.1572, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BAPPENAS. Piagam Pengawasan Intern. PERATURAN MENTERI PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyusunan Rencana Strategis Bisnis (RSB) bagi suatu organisasi pemerintah merupakan suatu kewajiban sebagai upaya mewujudkan tata kelola system yang modern. RSB
BAB II VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA
BAB II VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA Keberadaan BKN secara yuridis formal termuat di dalam Undang- Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor
PEMERINTAH KOTA SOLOK LAPORAN KINERJA TAHUN 2016
PEMERINTAH KOTA SOLOK LAPORAN KINERJA TAHUN 2016 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) KOTA SOLOK 2017 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan
2 2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tamba
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.491, 2015 KEMENKOMINFO. Akuntabilitas Kinerja. Pemerintah. Sistem. Penyelenggaraan. Pedoman. PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13
PENATAAN ARSITEKTUR DAN INFORMASI KINERJA DALAM RKA K/L 2016
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PENATAAN ARSITEKTUR DAN INFORMASI KINERJA DALAM RKA K/L 2016 Jakarta, 10 Februari 2015 Dalam rangka penguatan penganggaran berbasis kinerja, dilakukan penataan Arsitektur
BAB I PENDAHULUAN Pengawasan Intern pemerintah merupakan unsur manajemen yang penting dalam rangka mewujudkan kepemerintahan yang baik. Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) sebagai pelaksana pengawasan
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1919, 2015 KEMENAG. Diklat. Penyelenggaraan. PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEGAWAI
BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI
BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI 1.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas Pokok dan Fungsi Pelayanan SKPD Dalam proses penyelenggaraan pemerintahan sampai sekarang ini
FORMULIR 2 : RENCANA PENCAPAIAN HASIL (OUTCOME) UNIT ORGANISASI TAHUN ANGGARAN : 2015
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTRIAN NEGARA/LEMBAGA FORMULIR 2 : RENCANA PENCAPAIAN HASIL (OUTCOME) UNIT ORGANISASI TAHUN ANGGARAN : 215 A. KEMENTRIAN NEGARA/LEMBAGA : B. UNIT ORGANISASI : (15) KEMENTERIAN
PUSAT DATA DAN STATISTIK PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SEKRETARIAT JENDERAL PUSAT DATA DAN STATISTIK PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RENCANA STRATEGIS TAHUN 2015-2019 KATA PENGANTAR Berdasarkan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) BIRO HUKUM DAN ORGANISASI
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) BIRO HUKUM DAN ORGANISASI 2015-2019 SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2015 KATA PENGANTAR Rencana strategis (Renstra) 2015 2019 Biro Hukum dan Organisasi
KATA PENGANTAR. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
i KATA PENGANTAR Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Rencana Strategis (Renstra) merupakan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Undang-Undang
Sistem Administrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
BAB II DESKRIPSI PUSDIKLAT KEMENTERIAN AGAMA 2.1. Sejarah Pusdiklat Kementerian Agama Sesuai dengan tuntutan pembangunan nasional dan tantangan global untuk mewujudkan kepemeritahan yang baik diperlukan
L A P O R A N K I N E R J A
L A P O R A N K I N E R J A 2 0 1 4 A s i s t e n D e p u t i B i d a n g P e m b e r d a y a a n M a s y a r a k a t Deputi Bidang Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabinet Republik Indonesia 2014 K a
Sistem Manajemen Penjaminan Mutu Lembaga Berbasis Reformasi Birokrasi Internal (RBI) Di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan
PANDUAN Sistem Manajemen Penjaminan Mutu Lembaga Berbasis Reformasi Birokrasi Internal (RBI) Di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Disusun oleh Tim Pengembang Lembaga (TPL) LPMP/ BDK Klaster II BAB I PENDAHULUAN
BAB III ISU - ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI
BAB III ISU - ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI 3.1 IDENTIFIKASI PERMASALAHAN BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI PELAYANAN SKPD Sesuai dengan tugas dan fungsi Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan
Sekretariat Jenderal KATA PENGANTAR
RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) SEKRETARIAT JENDERAL 2014 KATA PENGANTAR Sesuai dengan INPRES Nomor 7 Tahun 1999, tentang Akuntabilits Kinerja Instansi Pemerintah yang mewajibkan kepada setiap instansi pemerintah
BAB I PENDAHULUAN. Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. LAKIP tersebut
BAB I PENDAHULUAN I.1 LATAR BELAKANG S etiap instansi Pemerintah mempunyai kewajiban menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) atau Laporan Kinerja pada akhir periode anggaran.
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT BADAN PPSDM KESEHATAN TAHUN 2014
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT BADAN PPSDM KESEHATAN TAHUN 2014 BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN TAHUN 2015 KATA PENGANTAR D engan memanjatkan
KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2015 KEPALA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIJINAN TERPADU PROVINSI JAWA BARAT
KATA PENGANTAR Sebagai tindaklanjut dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, yang mewajibkan bagi setiap pimpinan instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan
PROGRAM MIKRO REFORMASI BIROKRASI
PROGRAM MIKRO REFORMASI BIROKRASI Manajemen Perubahan Seluruh proses reformasi birokrasi di instansi akan mengarah pada rekonseptualisasi organisasi dan mekanisme kerja instansi secara menyeluruh. Proses
Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Tengah KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR Rencana Kerja (Renja) adalah dokumen perencanaan tahunan yang merupakan penjabaran dari Rencana Strategis (Renstra) serta disusun mengacu pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP). Rencana Kerja
FORMULIR 2 : RENCANA PENCAPAIAN HASIL (OUTCOME) UNIT ORGANISASI TAHUN ANGGARAN : 2015
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTRIAN NEGARA/LEMBAGA FORMULIR 2 : RENCANA PENCAPAIAN HASIL (OUTCOME) UNIT ORGANISASI TAHUN ANGGARAN : 215 A. KEMENTRIAN NEGARA/LEMBAGA : B. UNIT ORGANISASI : C. MISI UNIT
BAB III TUJUAN DAN SASARAN KERJA
BAB III TUJUAN DAN SASARAN KERJA 3.1 DASAR HUKUM Dalam menetapkan tujuan, sasaran dan indikator kinerja Balai Besar Laboratorium menggunakan acuan berupa regulasi atau peraturan sebagai berikut : 1) Peraturan
RINGKASAN EKSEKUTIF RINGKASAN EKSEKUTIF
RINGKASAN EKSEKUTIF disusun untuk menyajikan informasi tentang capaian komitmen kinerja yang telah diperjanjikan Sekretariat Kabinet kepada kepada pimpinan dan stakeholders selama tahun 2015. Laporan Kinerja
Governance) diperlukan adanya pengawasan yang andal melalui sinergitas
BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN STRATEGI, DAN KEBIJAKAN 4.1. Visi dan Misi 4.1.1 Visi Untuk mencapai terselenggaranya manajemen pemerintahan yang efisien dan efektif menuju terwujudnya kepemerintahan
BAB I PENDAHULUAN. Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bandung
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bandung adalah instansi vertikal Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) yang berada di bawah dan
P a g e 12 PERENCANAAN KINERJA. Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Lingga BAB. II
BAB. II PERENCANAAN KINERJA Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia. Dalam system akuntabilitas
INDIKATOR KINERJA UTAMA INSPEKTORAT KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT
INDIKATOR KINERJA UTAMA INSPEKTORAT KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat 2016 KATA PENGANTAR Puji syukur ke Hadirat Illahi Rabbi, karena hanya dengan limpahan rahmat
BAB III GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
BAB III GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH A. KONDISI UMUM SEKARANG DAN IDENTIFIKASI PERMASALAHAN Perubahan peraturan di bidang pemerintahan daerah yang berdampak pada bidang kepegawaian membutuhkan antisipasi
PERENCANAAN KINERJA Rencana Strategis dan Target Tahun L K I P B K D K o t a B a n d u n g T a h u n
PERENCANAAN KINERJA Penyusunan Laporan Kinerja Tahun 2015 ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan
K A T A P E N G A N T A R
K A T A P E N G A N T A R Puji Syukur ke hadirat Allah S.W.T yang telah melimpahkan rahmat dan Hidayah-Nya, sehingga Bagian Keuangan dapat menyelesaikan penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Bagian
BAB I PENDAHULUAN. Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ditetapkan setiap tahun dengan Undang-
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Undang-Undang Dasar 1945 dalam pasal 23 mengamanatkan: Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ditetapkan setiap tahun dengan Undang- Undang dan dilaksanakan
MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15/PRT/M/2016 TENTANG ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN
RENCANA STRATEGIS PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN STANDARDISASI. Revisi 1
RENCANA STRATEGIS PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN STANDARDISASI Revisi 1 BADAN STANDARDISASI NASIONAL 2016 RENCANA STRATEGIS PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN STANDARDISASI BADAN STANDARDISASI NASIONAL
KATA PENGANTAR DAN PENGESAHAN KEPALA PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BEA DAN CUKAI
KATA PENGANTAR DAN PENGESAHAN KEPALA PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BEA DAN CUKAI Menunjuk Surat Keputusan Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bea dan Cukai nomor KEP-46/PP.5/2012 tanggal 23 April 2012
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA Akuntabilitas kinerja adalah kewajiban untuk menjawab dari perorangan, badan hukum atau pimpinan kolektif secara transparan mengenai keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan
SUMBER DAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENGAWASAN SUMBER DAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR 56/KEP-DJPSDKP/2015 TENTANG
KEMENTERIAN DIREKTORAT JENDERAL PENGAWASAN SUMBER DAYA Jalan Medan Merdeka Timur Nomor 16 Gedung Mina Bahari III Lantai 15, Jakarta 10110 Telepon (021) 3519070, Facsimile (021) 3520346 Pos Elektronik [email protected]
PEDOMAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN FUNGSIONAL ASSESSOR SUMBER DAYA MANUSIA APARATUR
2013, No.1242 4 LAMPIRAN PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 23 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN FUNGSIONAL ASSESSOR SUMBER DAYA MANUSIA APARATUR PEDOMAN
KATA PENGANTAR. Assalamu'alaikum Wr. Wb
KATA PENGANTAR Assalamu'alaikum Wr. Wb Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan rahmat-nya kami dapat menyusun Laporan Kinerja (LKJ) Komisi Pemilihan Umum
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI
KEBIJAKAN Reformasi Birokrasi NASIONAL ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI Pengorganisasian Pelaksanaan Tim Pengarah Kementerian/Lembaga Ketua: Pimpinan K/L Sekretaris: Sekjen Anggota: Pejabat Eselon I Pemerintah
2017, No Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan L
No.1236, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENKO-KEMARITIMAN. SAKIP. PERATURAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG KEMARITIMAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2017 TENTANG SISTEM AKUNTABILITAS KINERJA DI
2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 6,
No.1486, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BPKP. Lembaga Diklat Terakreditasi. PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN NOMOR 14 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN AKREDITASI LEMBAGA PENYELENGGARA
1. NAMA JABATAN: Sekretaris Direktorat Jenderal.
LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR /KM.1/2016 TENTANG URAIAN JABATAN STRUKTURAL DI LINGKUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PERIMBANGAN KEUANGAN 1. NAMA JABATAN: Sekretaris Direktorat
21 Universitas Indonesia
BAB 3 GAMBARAN UMUM DEPARTEMEN KEUANGAN DAN BALANCED SCORECARD TEMA BELANJA NEGARA 3.1. Tugas, Fungsi, dan Peran Strategis Departemen Keuangan Republik Indonesia Departemen Keuangan Republik Indonesia
BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI Identifikasi Permasalahan Berdasar Tugas Dan Fungsi Pelayanan SKPD
BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI 3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasar Tugas Dan Fungsi Pelayanan SKPD Identifikasi permasalahan dilakukan untuk melihat kompleksitas permasalahan
Penanggungjawab : Koordinator Tim Pelaksana
CAKUPAN PEKERJAAN KOORDINATOR SEKTOR DAN STAF ADMINISTRASI PADA SEKRETARIAT PELAKSANAAN PERATURAN PRESIDEN (PERPRES) NOMOR 55 TAHUN 2012 TENTANG STRATEGI NASIONAL PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN KORUPSI (STRANAS
KATA PENGANTAR. Jakarta, 10 Maret 2014 Sekretaris Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan. Dr. Ir. Syafril Fauzi, M.
KATA PENGANTAR Laporan akuntabilitas kinerja merupakan wujud pertanggungjawaban kepada stakeholders dan memenuhi Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 yang mengamanatkan setiap instansi pemerintah/lembaga
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam upaya mendorong penyelenggaraan kepemerintahan yang baik, Majelis Permusyawaratan Rakyat telah menetapkan Tap MPR RI Nomor : XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan
RENCANA KINERJA TAHUNAN SEKRETARIAT JENDERAL TAHUN 2012
RENCANA KINERJA TAHUNAN SEKRETARIAT JENDERAL TAHUN 2012 SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN 2011 KATA PENGANTAR Sesuai dengan INPRES Nomor 7 Tahun 1999, tentang Akuntabilits Kinerja Instansi Pemerintah
KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI SEKRETARIAT DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN LAPORAN KINERJA SEKRETARIAT DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN TAHUN 2015
KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI SEKRETARIAT DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN LAPORAN KINERJA SEKRETARIAT DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN TAHUN 2015 JAKARTA, FEBRUARI 2016 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i DAFTAR
LaKIP Laporan Kinerja Instansi Pemerintah BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
LaKIP 2016 Laporan Kinerja Instansi Pemerintah BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA Laporan Kinerja Instansi Pemerintah 2016 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
PIAGAM AUDIT INTERNAL
PIAGAM AUDIT INTERNAL (INTERNAL AUDIT CHARTER) PT PERTAMINA INTERNASIONAL EKSPLORASI & PRODUKSI DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN... 3 1.1 Umum... 3 1.2 Visi, Misi, Dan Tujuan... 3 1.2.1 Visi Fungsi Audit Internal...
BAB 3 OBJEK DAN METODA PENELITIAN
BAB 3 OBJEK DAN METODA PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian 3.1.1 Sejarah Singkat KPP Pratama Jakarta Duren Sawit Kantor Pelayanan Pajak ( KPP ) Pratama Jakarta Duren Sawit yang dibentuk sebagai bagian dari
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
LAMPIRAN I PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR : PER-37PJ/2010 TENTANG : KEBIJAKAN TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DIREKTORAT JENDERAL PAJAK KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT
BAB XIV BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN. Bagian Pertama. Tugas dan Fungsi. Pasal 1909
- 537 - BAB XIV BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 1909 Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan yang selanjutnya dalam Keputusan ini disingkat BPPK mempunyai
BADAN PUSAT S T A T I S T I K KABUPATEN LANGKAT RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) 2015-2019 BADA N PUSAT STATISTIK KABUPATEN LANGKAT Kata Pengantar Undang-undang No. 16 tahun 1997 dan Peraturan Pemerintah No.
Rencana Kinerja Tahunan 2013 i KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR Dalam rangka melaksanakan amanat UU No. 8 tahun 1999, TAP MPR No. XI/MPR/1999, dan Inpres No. 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, serta sebagai wujud pertanggungjawaban
PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.21/MEN/2011 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI
2.1 Rencana Strategis
2.1 Rencana Strategis Sekretariat Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan () telah menyusun suatu Rencana Strategis (Renstra) dengan berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama
MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA
MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA PIAGAM AUDIT INTERN 1. Pengawasan Intern adalah seluruh proses kegiatan audit, reviu, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lain terhadap penyelenggaraan
1.2 TUGAS, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG DAN PENGUASAAN TANAH
BAB 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Laporan Kinerja Ditjen dan Penguasaan Tanah Tahun merupakan media untuk mempertanggungjawabkan capaian kinerja Direktorat Jenderal selama tahun, dalam melaksanakan
IKHTISAR EKSEKUTIF. Tabel 1 Sasaran program, Indikator Kinerja, Target, Realisasi dan Persentase Capaian
IKHTISAR EKSEKUTIF Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian merupakan institusi yang mempunyai tugas pokok melaksanakan Perkarantinaan Pertanian dan Pengawasan Keamanan Hayati dengan visi Menjadi Pusat
SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2016 NOMOR : SP DIPA /2016
SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 216 NOMOR SP DIPA-15.11-/216 DS4533-677-63-2338 A. DASAR HUKUM 1. 2. 3. UU No. 17 Tahun 23 tentang Keuangan Negara. UU
GUBERNUR RIAU PERATURAN GUBERNUR RIAU NOMOR 93 TAHUN 2016 TENTANG
GUBERNUR RIAU PERATURAN GUBERNUR RIAU NOMOR 93 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA BADAN PENDAPATAN DAERAH PROVINSI RIAU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PETUNJUK TEKNIS PENILAIAN AKREDITASI PROGRAM DIKLATPIM DAN DIKLAT PRAJABATAN
PETUNJUK TEKNIS PENILAIAN AKREDITASI PROGRAM DIKLATPIM DAN DIKLAT PRAJABATAN A. Latar Belakang Reformasi Birokrasi selain menuntut adanya perubahan kelembagaan dan ketatalaksanaan, juga mengharuskan terwujudnya
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH BIRO HUKUM DAN ORGANISASI TAHUN 2016
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH BIRO HUKUM DAN ORGANISASI TAHUN 2016 SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan Puji dan Syukur kehadirat
BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PATI NOMOR 21 TAHUN 2O16 TENTANG PIAGAM AUDIT INTERN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN PATI
SALINAN BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PATI NOMOR 21 TAHUN 2O16 TENTANG PIAGAM AUDIT INTERN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN PATI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PATI, Menimbang
FORMULIR 2 : RENCANA PENCAPAIAN HASIL (OUTCOME) UNIT ORGANISASI TAHUN ANGGARAN : 2015
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTRIAN NEGARA/LEMBAGA FORMULIR 2 : RENCANA PENCAPAIAN HASIL (OUTCOME) UNIT ORGANISASI TAHUN ANGGARAN : 215 A. KEMENTRIAN NEGARA/LEMBAGA : B. UNIT ORGANISASI : (15) KEMENTERIAN
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 5.1 Kesimpulan 5.1.1 Peran LPMP Provinsi Kalimantan Timur dalam pelaksanaan Sistem Penjaminan mutu pendidikan LPMP Provinsi Kalimantan Timur dalam pelaksanaan tupoksinya
Setyanta Nugraha Inspektur Utama Sekretariat Jenderal DPR RI. Irtama
Setyanta Nugraha Inspektur Utama Sekretariat Jenderal DPR RI Irtama 2016 1 Irtama 2016 2 SEKRETARIAT JENDERAL DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA PIAGAM AUDIT INTERN 1. Pengawasan internal adalah
BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN LAPORAN KINERJA. Tahun
BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN LAPORAN KINERJA Tahun 2015 Executive Summary Realisasi 9 (sembilan) dari 11 (sebelas) Sasaran Strategis BPPK tahun 2015 telah melampaui targetnya. Hal ini mencerminkan
BERITA DAERAH KOTA SAMARINDA SALINAN
BERITA DAERAH KOTA SAMARINDA SALINAN WALIKOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN WALIKOTA SAMARINDA NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG PIAGAM AUDIT INTERNAL DENGAN RAHMAT YANG MAHA ESA WALIKOTA SAMARINDA,
BAB I PENDAHULUAN. a. Kondisi umum Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.
BAB I PENDAHULUAN 1. PENJELASAN UMUM ORGANISASI a. Kondisi umum Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Siak dibentuk berdasarkan
PETUNJUK TEKNIS PENILAIAN AKREDITASI PROGRAM DIKLAT TEKNIS DAN DIKLAT FUNGSIONAL
PETUNJUK TEKNIS PENILAIAN AKREDITASI PROGRAM DIKLAT TEKNIS DAN DIKLAT FUNGSIONAL A. Latar Belakang Reformasi Birokrasi selain menuntut adanya perubahan kelembagaan dan ketatalaksanaan, juga mengharuskan
BERITA DAERAH KOTA BEKASI
BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : 46 2016 SERI : E PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 46 TAHUN 2016 TENTANG PIAGAM AUDIT INTERNAL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BEKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA
BAB I PENDAHULUAN. Selanjutnya dengan tersusunnya LAKIP Bagian Hukum, maka diharapkan dapat :
BAB I PENDAHULUAN I.1 KONDISI UMUM ORGANISASI B agian Hukum dibentuk berdasarkan Keputusan Kepala BSN Nomor 965/BSN-I/HK.35/05/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Standardisasi Nasional. Bagian
Laporan Kinerja. Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. Tahun Kementerian Keuangan RI. Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan
Laporan Kinerja Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Tahun 2016 Kementerian Keuangan RI Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Jalan Purnawarman N0.99 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12110 +62 21 7394666,
BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI WONOSOBO NOMOR 46 TAHUN 2014 TENTANG
SALINAN BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI WONOSOBO NOMOR 46 TAHUN 2014 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI, RINCIAN TUGAS DAN TATA KERJA DINAS PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, PEMUDA DAN OLAH RAGA KABUPATEN
Pada hakekatnya reformasi birokrasi pemerintah merupakan proses
B A B I P E N D A H U L UA N A. LATAR BELAKANG Pada hakekatnya reformasi birokrasi pemerintah merupakan proses pembaharuan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan melalui langkah-langkah strategis
Perubahan paradigma tata kelola pemerintahan menuju tata kelola pemerintahan yang baik (goodpublic governance) dalam berbagai aspek, salah satunya
0 I-1 Perubahan paradigma tata kelola pemerintahan menuju tata kelola pemerintahan yang baik (goodpublic governance) dalam berbagai aspek, salah satunya telah mendorong pelaksanaan penerapan sistem akuntabilitas
