BAB IV TINJAUAN KHUSUS PROYEK
|
|
|
- Ridwan Sugiarto
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB IV TINJAUAN KHUSUS PROYEK 4.1. WAKTU PELAKSAAN KERJA PRAKTEK TAHAP STRUKTUR FINISHING KULIAH PRAKTEK 4.2. LINGKUP PEKERJAAN FINISHING ARSITEKTUR Praktik Profesi yang dilaksanakan oleh praktikan dimulai dari tanggal 27 Februari 2017 sampai dengan tanggal 27 Mei Lamanya Praktik Profesi dilaksanakan oleh penulis adalah 40 hari kerja. Lingkup tinjauan pada Praktik Profesi dibagi menjadi tiga tinjauan yaitu Finishing Arsitektur, Struktur dan Mekanikal Elektrikal. Pada Praktik Profesi ini penulis mengamati tentang pekerjaan Finishing Arsitektur pada Proyek. Serpong Tangerang. Lingkup pekerjaan Arsitektur pada Proyek Serpong Tangerang, yaitu: Pekerjaan dinding interior apartemen o Pemasangan bata Hebel (bata ringan) o Plester dinding dan aci dinding o Marking (penandaan) pada dinding o Pekerjaan cat dinding luar dan dalam o Pekerjaan dinding keramik kamar mandi o Pekerjaan dinding partisi dengan gypsum Pekerjaan lantai o Marking (penandaan) pada lantai o Pekerjaan plester dinding (Screed) o Pekerjaan Waterproofing Coating o Pekerjaan keramik lantai RIKO KURNIAWAN UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 56
2 Pekerjaan pintu dan jendela Pekerjaan plafon gypsum Pekerjaan railing balkon (pagar pembatas) unit apartemen Pekerjaan expose beton Pekerjaan exterior (bagian luar bangunan) o Pekerjaan dinding exterior (Precast) o Pekerjaan façade bangunan (Precast) 4.3. LINGKUP PEKERJAAN FINISHING ARSITEKTUR YANG DIAMATI Dari penjabaran pekerjaan arsitektur pada Proyek. Serpong Tangerang, penulis hanya menjabarkan beberapa pekerjaan arsitektur. Mengingat waktu yang diberikan untuk terjun langsung dalam proyek tidak cukup banyak untuk mengikuti semua proses pekerjaan pada proyek yang penulis tinjau. Tinjuan yang praktikan dapat selama menjalani Praktik Profesi ini dituliskan dalam catatan dan juga berupa dokumentasi yang kemudian dijabarkan dalam bentuk laporan. Berikut ini adalah tinjauan tentang pekerjaan pada Proyek. Serpong Tangerang PEKERJAAN INTERIOR ( KERAMIK ) ALAT DAN BAHAN NO GAMBAR NAMA ALAT DAN BAHAN KETERANGAN Ukuran yang digunakan pada lantai 60 x 60 cm 1 (Sumber : Penulis ) GRANITE TILE Ukuran yang digunakan pada dinding toilet 60 x 20 cm RIKO KURNIAWAN UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 57
3 2 (Sumber : google ) CUTTER MARBLE Merupakan alat yang digunakan untuk memotong granit tile sehingga didapatkan pola dan ukuran yang diinginkan 3 PALU KARET Digunakan sebagai alat bantu dalam proses pemasangan granite tile (Sumber : google ) 4 (Sumber : google ) SENDOK SEMEN Alat bantu yang digunakan untuk mengoleskan bahan perekat pada permukaan yang akan di keramik dan juga keramik itu sendiri 5 LASER Alat bantu yang digunakan dalam proses marking line untuk menentukan titik starpoint keramik dan juga pola keramik yang akan dipasang (Sumber : penulis ) RIKO KURNIAWAN UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 58
4 6 BAHAN PEREKAT Merupakan bahan yang digunakan dalam proses permasangan keramik berupa campuran semen dan pasir (Sumber : penulis ) 7 (Sumber : penulis ) BENANG Merupakan alat bantu yang digunakan sebagai pemberi tanda mengenai ketinggian lantai dalah tahap pemasanagn agar keramik yang terpasang menjadi rata 8 (Sumber : google ) WATTERPAS Digunakan sebagai alat bantu yang berfungsi untuk mengetahui apakah keramik yang terpasang memiliki ketinggian yang sama rata 9 (Sumber : google ) WATTERPOFING Merupakan bahan pelapis yang diguakan untuk memberikan lapisan pada area kamar mandi agar tidak terjadi kebocoran Tabel 1. Alat dan Bahan Pekerjaan Keramik RIKO KURNIAWAN UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 59
5 PEMASANGAN KERAMIK LANTAI A. PERSIAPAN PEKERJAAN 1. Pembersihan Area Kerja Proses pertama adalah pembersihan area kerja. Proses ini dilakukan setelah semua pekerjaan struktur pada area kerja telah selesai. Pekerjaan struktur meliputi pekerjaan plat lantai, balok, kolom, shearwall dan area tangga atau lift. 2. Screed Screed adalah suatu lapisan bahan plester atau lainnya yang ditempatkan pada permukaan sebagai panduan untuk ketebalan yang tepatdari plester atau beton yang akan diterapkan di area tersebut. Atau dapat dikatakan pula screed adalah lapisan atas yang halus di lantai beton atau permukaan lainnya. Sebuah bagian yang sangat penting dari konstruksi adalah screed. Tidak peduli apa yang sedang dibangun, pekerjaan screed memainkan peran yang sangat penting dalam mencapai tampilan yang tepat dan desain yang diinginkan. Gambar Screed Lantai (Sumber : penulis ) RIKO KURNIAWAN UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 60
6 3. Marking line Adalah salah satu item pekerjaan yang dilakukan surveyor dalam proses tahapan pemsangan keramik. Marking line dilakukan untuk memberikan acuan mengenai letak starpoint keramik pada ruangan dengan berdasarkan acuan terhadap gambar kerja (shopdrawing). Gambar Marking Line Lantai (Sumber : penulis ) 4. pemasangan benang pemasangan benang pada tahap proses pemasangan keramik bertujuan untuk memberikan acuan ketinggian keramik dalam proses pemasangan keramik agar kermaik yang terpasang memiliki ketinggian sama rata. Gambar Pemasangan Benang Untuk Lantai (Sumber : penulis ) RIKO KURNIAWAN UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 61
7 B. PEMASANGAN KERAMIK LANTAI 1. Setelah screeding sudah dapat dikatakan siap. Bersihkan permukaan yang akan dipasangi keramik lalu basahkan area yang akan diapasangi keramik dengan sedikit air agar daya ikat dengan adhesive tile lebih kuat. 2. Persiapan bahan additive atau bahan yang bersifat sebagai perekat. Bahan perekat dapat berupa semen dicampur pasir dengan perbandingan 1: 5 (satu bagian semen : lima bagian pasir) ditambah air secukupnya agar bahan dapat ditempelkan di bagian belakang keramik setebal 1 cm untuk diletakkan di dasar lantai yang akan ditutup dengan keramik di dalam manajemen proyek. Bahan perekat dapat juga berupa adukan semen dan pasir dengan perbandingan 1 semen : 10 pasir Gambar Bahan Perekat (Additive) (Sumber : penulis ) 3. Pemasangan keramik dimulai dari starpoint yang telah diberkian pada proses marking yang bertujuan agar pola lantai yang diinginkan dapat sesuai dengan gambar kerja RIKO KURNIAWAN UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 62
8 Gambar Pasangan Keramik Lantai (Sumber : penulis ) C. GAMBAR RENCANA PEMASANGAN KERAMIK LANTAI RIKO KURNIAWAN UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 63
9 RIKO KURNIAWAN UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 64
10 Tabel 2. Gambar Rencana Pemasangan Keramik (Sumber : Data Proyek ) Dalam tahapan pekerjaan pemasangan keramik pada lantai unit. Pemasangan keramik paling awal dimulai dari area pintu depan yang merupakan area entrance utama pada unit dengan mengambil posisi di bagian sisi yang dekat dinding toilet. Keramik kemudian dipasang dengan mengisi bagian tengah terlebih dahulu agar tidak perlu melakukan pemotongan keramik yang dapat memakan waktu. Setelah bagian tengah terisi, barulah pada bagian sisi sisi ruang yang belum terpasang keramik mulai dilakukan pemasangan keramik dengan melakukan pemotongan keramik dikarenakan ukuran keramik yang di perlukan harus menyesuaikan dengan kondisi yang ada Dengan metode pemasangan ini, dimungkinkan pada area entrance utama unit memiliki pola antai yang rapih dikarenakan tidak terdapat keramik sisia yang terpasang pada area entrance. Selain itu dengan memfokuskan pemasangan pada bagian tengah ruangan terlebih dahulu dapat memberikan pola keramik yang lebih rapih dikarenakan sisa keramik yang terpasanag hanya terdapat pada sisi-sisi ruang saja. Selain itu proses pemasangan menjadi lebih cepat karena proses pemotongan dilakukan sekaligus di tahap akhir PEMASANGAN KERAMIK DINDING TOILET A. PERSIAPAN PEKERJAAN 1. Pembersihan Area Kerja Proses pertama adalah pembersihan area kerja. Proses ini dilakukan setelah semua pekerjaan struktur pada area kerja telah selesai. Pekerjaan struktur meliputi pekerjaan plat lantai, balok, kolom, shearwall dan area tangga atau lift. RIKO KURNIAWAN UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 65
11 2. Instalasi MEP dinding Dalam proses pengerjaan pemasangan keramik dinding pada area toilet. Proses pekerjaan MEP pada dinding toilet harus dipastikan telah selelsai agar ketika proses pemasangan tidak terjadi pembongkaran keramik yang telah terpasang akibat dari pekerjaan MEP belum terlaksana 3. Waterproofing Gambar Instalasi MEP Dinding Toilet (Sumber : penulis ) Waterprofing merupakan proses pelapisan yang berfungsi sebagai proteksi terhadap area pada bangunan yang memiliki intensitas terkena air secara terus menerus seperti atap bangunan ataupun area basah lainnya seperti kamar mandi. Watterprofing berfungsi sebagai lapisan yang dapat meminimalkan terjadinya kebocoran ataupun rembesan pada bangunan yang dapat merusak bangunan. Gambar Waterproofing Dinding Toilet (Sumber : penulis ) RIKO KURNIAWAN UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 66
12 4. Marking line Adalah salah satu item pekerjaan yang dilakukan surveyor dalam proses tahapan pemsangan keramik. Marking line dilakukan untuk memberikan acuan mengenai letak starpoint keramik pada ruangan dengan berdasarkan acuan terhadap gambar kerja (shopdrawing). Gambar Marking Line Dinding Toilet (Sumber : penulis ) 5. pemasangan benang pemasangan benang pada tahap proses pemasangan keramik bertujuan untuk memberikan acuan ketinggian keramik dalam proses pemasangan keramik agar keramik yang terpasang memiliki ketinggian sama rata. Gambar Pemasangan Benang Keramik Dinding Toilet (Sumber : penulis ) RIKO KURNIAWAN UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 67
13 B. PEMASANGAN KERAMIK DINDING TOILET 1. Setelah proses watterprofing sudah dapat dikatakan siap. Permukaan yang akan dipasangi keramik perlu dengan sedikit air agar daya ikat dengan adhesive tile lebih kuat. 2. Persiapan bahan additive atau bahan yang bersifat sebagai perekat. Bahan perekat dapat berupa semen dicampur pasir dengan perbandingan 1: 5 (satu bagian semen : lima bagian pasir) ditambah air secukupnya agar bahan dapat ditempelkan di bagian belakang keramik setebal 1 cm untuk diletakkan di dasar lantai yang akan ditutup dengan keramik di dalam manajemen proyek. Bahan perekat dapat juga berupa adukan semen dan pasir dengan perbandingan 1 semen : 10 pasir Gambar Bahan Additive (Perekat) (Sumber : penulis ) 3. Pemasangan keramik dimulai dari startpoint (kepalaan keramik) yang dimulai dari bagian baris terbawah dengan memberikan space berupa jarak 1 keramik yang dimaksudkan agar dalam proses tes watterprofing lantai, bagian kermaik terbawah tidak mengalami kerusakan. Ukuran keramik diberkian pada proses marking yang bertujuan agar pola lantai yang diinginkan dapat sesuai dengan gambar kerja RIKO KURNIAWAN UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 68
14 Gambar Pasangan Keramik Dinding Toilet (Sumber : penulis ) C. GAMBAR RENCANA PEMASANGAN DINDING TOILET RIKO KURNIAWAN UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 69
15 Tabel 3. Gambar Rencana Pemasangan Dinding Toilet (Sumber : Data Proyek ) Dalam tahapan pekerjaan pemasangan keramik pada dinding toilet. Jenis keramik yang digunaka adalah yang memiliki dimensi P x L 60 cm X 20 cm. pada tahapan proses pemasangan keramik dinding toilet, pasangan awal keramik dimulai dari baris kedua keramik dari bagaian terbawah seperti terlihat pada gambar rencana diatas. Hal ini dikarenakan pada bagian baris terbawah perlu dilakukan waterproofing dan juga tes rendam. Sehingga bagian baris terbawah dipasang di akhir perkejaan setelah proses waterproofing dan tes rendam telah dilakukan. RIKO KURNIAWAN UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 70
16 DETAIL INTERIOR ( PLAFOND ) RENCANA DESAIN PLAFOND RIKO KURNIAWAN UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 71
17 RIKO KURNIAWAN UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 72
18 Tabel 4. Gambar Rencana Plafond (Sumber : Data Proyek ) Down ceiling Up ceiling Gambar Desain Ceilling (Sumber : Penulis ) Pada desain plafond yang terdapat pada masing masing unit. Penerapan up ceiling dan down ceiling disesuaikan dengan kondisi yang ada. Penerapan up ceiling pada unit apartement hanya terdapat pada area area dimana tidak terdapat jalur ataupun intalasi plumbing di atas ruang. Seperti pada ruang utama dan juga kamar tidur. Penerapan up ceiling pada ruang ruang tersebut dapat memberikan kesan ruang menjadi luas dikarenakan tinggi dari lantai ke plafond mencapai sekitar 2.8 meter. Sedangkan untuk penerapan down ceiling dilakukan pada area - area dimana terdapat jalur ataupun instalasi plumbing di atas ruang. seperti pada area pantry, toilet dan juga balkon. Pada ruang tersebut penerpan down ceiling dinaggap tidak bermasalah walaupun memebrikan kesan ruang menjadi kecil. Tetapi untuk ruang ruang tersebut kesan luas memang tidak terlalu di pertimbangkan karena fungsi dari area area tersebut hanyalah sebagai area service. Tinggi dari lantai ke plafond sekitar 2.6 m RIKO KURNIAWAN UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 73
19 ALAT DAN BAHAN NO GAMBAR NAMA ALAT DAN MATERIAL KETERANGAN GYPSUM BOARD 9 mm Merupakan material utama yang berfungsi sebagai penutup plafond (Sumber : Google ) BAJA Merupakan material yang digunakan sebagai rangka dalam pemasangan plafond (Sumber : Google ) (Sumber : Google ) PAKU SKRUP Berfungsi sebagai alat untuk mnyambung rangka baja plafond dengan gypsum board CAT Digunakan untuk memberikan warna tampilan yang lebih baik (Sumber : Google ) (Sumber : Google ) COMPOUND GYPSUM Merupakan bahan yang digunakan sebagai penambal pada area area plafond yang berlubang Tabel 5. Alat dan Bahan Pekerjaan Plafond (Sumber : Penulis ) RIKO KURNIAWAN UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 74
20 DETAIL INTERIOR ( TALI AIR ) TALI AIR LANTAI Gambar Tali Air Plint Lantai (Sumber : Penulis ) Tali air pada umumnya diterapkan pada area opening seperti area kusen dan juga pada area plint lantai. Namun pada proyek. Tali air hanya diterapkan pada plint lantai dan juga pada plafond. fungsi tali air pada plint lantai memiliki fungsi sebagai akses untuk mengalirnya air yang bersumber dari adanya rembesan air pada dinding sehingga air yang mengalir pada dinding tidak langsung menuju lantai. Selain itu penggunaan tali air pada dinding dapat meberikan kesan yang tidak monoton pada dinding karena cekungan pada tali air dapat memberikan sebuah pola pada dinding TALI AIR PLAFOND Gambar Tali Air Plafond (Sumber : Penulis ) Sedangkan fungsi tali air pada plafond dapat dikatakan hanya berfungsi sebagai estetika saja. Karena desain plafond yang diterapkan pada proyek tidak menggunakan list profil, tapi hanya memakai tali air (shadow line ) yang berfungsi sebagai pemanis pada tepi plafon diantara dinding dengan plafond RIKO KURNIAWAN UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 75
21 TAHAPAN PEKERJAAN FINISHING UNIT PASANGAN BATA RINGAN PLESTERAN DAN ACIAN KERAMIK DINDING TOILET KERAMIK LANTAI PLAFOND CAT RAILING BALKON Gambar Tahapan Pekerjaan Mock Up (Sumber : Data Proyek ) Dalam prosesn pekerjaan finishing unit. Pekerjaan yang paling awal dilakukan adalah pekerjaan pasangan bata ringan. Pasangan bata ringan dilakukan dengan cara mengikuti pola dari hasil marking line agar sesuai dengan desain pada gambar. Setelah unit terbangun, selanjutnya dilakukan proses plesteran dan acian agar permukaan dinding menjadi halus dan juga rapih. Setelah itu, proses selnajutnya ialah pemasangan keramik. Pemasangan keramik dinding toilet dilakukan terlebih dahulu dikarenakan. Pada saat proses pemasangan bata ringan selesai, pemasangan keramik dinding toilet sudah bisa langsung dilakukan dikarenakan tidak perlu adanya proses plesteran dan acian pada dinding toilet hanya perlu diberi waterproofing untuk area shower sehingga proses pemasangan keramik dinding toilet bisa dilakukan lebih dahulu ataupun berbarengan dengan proses plesteran dan acian pada area dinding lain. RIKO KURNIAWAN UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 76
22 Selanjutnya ialah proses pemasangan keramik lantai unit. Pemasangan keramik lantai unit dilakukan apabila pekerjaan plesteran dan acian benar benar telah selesai. Hal ini dimaksudkan agar ketika keramik lantai sudah benar-benar terpasang, sudah tidak terdapat lagi pekerjaan yang dapat menyebabkan keramik menjadi kotor bahkan rusak seperti terkena semen dalam proses plester dinding. Pemasangan plafond menjadi salah satu item pekerjaan yng dilakukan di akhir. Hal ini dikarenakan terdapat pekerjaan intalasi MEP dan plumbing di langit-langit ruang yang harus dikerjakan terlebih dahulu dan tentu juga membutuhkan waktu yang cukup lama. Sehingga, proses pemasangan plafon baru dapat dilakukan apabila pekerjan MEP dan plumbing telah benar benar selesai dilakukan PEKERJAAN EKSTERIOR ( Pemasangan Precast ) ALAT DAN BAHAN NO GAMBAR NAMA ALAT DAN BAHAN KETERANGAN 1 TOWER CRANE Digunakan sebagai alat untuk memindahkan panel precast ke posisi / area yang akan dipasang (Sumber : Penulis ) 2 (Sumber : Google ) CHAIN BLOCK Merupakan alat yang digunakan untuk menggantung panel precast sekaligus sebagai adjustable panel precast pada saatn pemasangan RIKO KURNIAWAN UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 77
23 3 LAS Digunakan sebagai penyambung plat embedded pada lantai dengan plat embedded yang terdpat pada panel precast (Sumber : Google ) 4 EMBEDED Merupakan plat baja yang digunakan sebagai media penyambung panel precast dengan plat lantai (Sumber : Penulis ) 5 (Sumber : Google ) DINABOLT Merupakan salah satu komponen yang digunakan pada pemasanngan embedded pada plat lantai 6 ZINCROMATE Merupakan bahan pelapis berupa cat yang digunakan sebagai proteksi plat embede agar tidak mengalami karat (Sumber : Google ) RIKO KURNIAWAN UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 78
24 7 CAIRAN KIMIA Digunakan untuk mengetahui kualitas hasil pengelasan pada plat embeded (Sumber : Penulis ) Tabel 6. Alat dan Bahan Pekerjaan Precast (Sumber : Penulis ) A. PERSIAPAN PEKERJAAN 1. Sebelum precast panel dianaikan dengan menggunakan tower crane ke lokasi pemasangan. Alat bantu berupa Chainblock, adjustable dan tekel harus dipersiapkan terlebih dahulu. 2. Tekel digantung dengan menggunakan chain block dan dikaitkan pada lift hook yang tertanam pada struktur B. PROSES PEMASANGAN 1. Pemasangan embedded untuk sambungan precast panel dengan plat lantai di lokasi pemsangan Gambar Pemasangan Awal Embedded (Sumber : Penulis ) RIKO KURNIAWAN UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 79
25 2. Precast dinaikan dengan menggunakan tower crane menuju lokasi pemasangan Gambar Pengangkatan Precast Menggunakan Tower Crane (Sumber : Penulis ) 3. Precast panel dipindahkan dari tower crane ke chainblock/ tekel. Kemudian Precast panel di setting dengan menggunakan tekel dan adjustable Gambar Penggantungan Precast Menggunakan Chain Block (Sumber : Google ) 4. Precast panel di setting dengan menggunakan tekel dan adjustable. Setelah didapat settingan yang tepat. Precast dipasang dengan menyambungkan plat embeded pada lantai dengan plat embeded yang terdapat pada precast panel dengan cara pengelasan RIKO KURNIAWAN UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 80
26 Gambar Pengelasan Plat Embedded (Sumber : Penulis ) 5. Tekel / chain block dilepas apabila pekerjaan pemasangan benar benar telah diselesaikan Gambar Panel Yang Telah Terpasang (Sumber : Penulis ) 6. Melakukan pengecekan hasil pengelesan dengan cairan kimia untuk mengetahui kualitas hasil pengelasan RIKO KURNIAWAN UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 81
27 Gambar Cek Kualitas Las Embedded (Sumber : Penulis ) 7. Pemberian lapisan cat zincromat pada embedded bertujuan untuk mencegah terjadinya karat pada plat embedded karena dapat mengurangi kekuatan embedded Gambar Cat Pelapis Zincromat (Sumber : Penulis ) 8. Embedded yang telah di beri cat pelapis selanjutnya ditutup dengan campuran bahan semen dan pasir yang bertujuan untuk menutup embedded agar tidak terlihat sekaligus memberikan kekuatan pada embeded RIKO KURNIAWAN UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 82
28 Gambar Pelapisan Embedded Menggunakan Campuran Semen Dan Pasir (Sumber : Penulis ) 4.4. PERMASALAHAN DALAM PROYEK KETIDAKSESUAIN PEKERJAAN DILAPANGAN DENGAN METODE KERJA 1. PEMASANGAN KERAMIK DINDING KAMAR MANDI Pada tahapan pemasangan keramik dinding pada area kamar mandi. Terdapat ketidaksesuaian metode. Yaitu, pada tahap pemasangan keramik dinding. Sebelumnya Perlu dilakukan pelapisan waterprofing terlebih dahulu pada area-area yang memiliki intensitas terkena air. Akan tetapi pada proses pekerjaan pemasangan keramik pada dinding kamar mandi. Terdapat beberapa kamar mandi yang tidak melalui proses pelapisan watterprofing terlebih dahulu. METODE YANG BENAR Gambar Permasalahan Metode Pemasangan Keramik DInding Toilet (Sumber : Penulis ) RIKO KURNIAWAN UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 83
29 SOLUSI : Pada permasalahan perkerjaan pasangan dinding keramik kamar mandi upaya pembongkaran keramik yang telah terpasang harus dilakukan pada area shower. Hal tersebut dilakukan agar rembesan air yang bersumber dari shower tidak merusak dinding toilet akibat dari tidak terwaterproofingnya area shower. Sehingga pembongkaran pada area tersebut perlu dilakukan agar dapat dilakukan waterproofing 2. PEMASANGAN BATA YANG TIDAK SESUAI DENGAN METODE Pada proses pemasangan dinding bata. Terdapat kesalahan yang dilakukan oleh para pekerja dilapangan. Diantaranya pola penyusunan bata yang seharusnya dibuat saling mengunci pada setiap pertemuan sudut. Pada kondisi dilapangan masih terdapat kesalahan yang dilakukan pekerja sehingga bata yang tersusun menjadi tidak rata. METODE YANG BENAR TIDAK RATA DAN TIDAK SALING MENGUNCI RATA DAN SALING MENGUNCI Gambar Permasalahan Metode Pemasangan Dinding Unit (Sumber : Penulis ) SOLUSI : Pada permasalahan metode untuk pemasangan bata ringan. Seharusnya sangatlah diperlukan proses pembongkaran dinding dikarenakan metode pemasangan yang tidak sesuai dengan metode menyebabkan berkurangnya kekuatan struktur dari dinding tersebut dan tentu akan membahayakan pengguna Koordinasi antar pihak yang terlibat seperti kontraktor, MK dan pekerja harus lah lebih ditingkatkan agar setiap pekerjaan yang dilakukan dapat sesuai dengan hasil yang diinginkan RIKO KURNIAWAN UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 84
30 3. EMBEDED YANG BELUM MELALUI PROSES TES KUALITAS PENGELASAN Pada tahap pekerjaan pemasangan precast panel. Perlu dilakukan pengecekan mengenai kualitas pengeasan pada plat embeded guna mengetahui kualitas pengelasan embeded telah baik atau belum. Tetapi bebrpa permasalahan dilapangan terdapat embedded yang telah dilapisi cat pelapis zincromate sehingga proses Pengecekan kualiats pengelasan tidka dapat dilakukan. Karena dalam tahap pengecekan kulaitas pengelasan. Kondisi embedded seharusnya belum dialpisi zincromate Gambar Permasalahan Embedded (Sumber : Penulis ) SOLUSI : Proses pengawasan pekerjaan embeded haruslah sangat intensif agar tidak terdapat proses pekerjaan yang terlewatkan. Karena plat embeded yang telah di zincromate sebelum melalui cek kualitas pengelasan sudah tidak dimungkinkan untuk dilakukan pengecekan kualitas pengelasan ulang dikarenakan lapisan zincormate akan menyebabkan cairan kimia untuk pengecekan kualitas las tidak akan berfungsi KUALITAS MATERIAL 1. KULIATAS BATA Dalam pengerjaan pasangan bata pada proyek sprinwood residence. Terdapat perbedaan kualitas bata yang terdapat di lapangan. Hal tersebut menyebabkan ukuran bata memiliki perbedaan antara merek satu dengan yang lainnya sehingga pada tahap proses pemasangan bata, Susuan bata yang terpasang menjadi tidak merata diakibatkan ukuran bata yang berbeda-beda RIKO KURNIAWAN UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 85
31 Gambar Permasalahan Kualitas Material (Sumber : Penulis ) SOLUSI : Perlu adanya pengawasan yang ketat terhadap setiap bahan material yang masuk. Pengecekan kualitas dan juga sumber bahan materiall harus harus benar-benar di perhatikan. Selain itu, pada saat distribusi material di lapangan haruslah diperhatikan penempatannya. Agar dapat meminimalkan hal-hal yang tidak diinginkan 4.5. KENDALA DALAM PROYEK 1. Banyaknya pihak (sub kontraktor) yang terlibat menyebabkan sulitnya koordinasi yang dilakukan pihak kontraktor utama dalam mengawasi setiap pekerjaan yang ada. Sehingga terdapat pekerjaan yang memiliki kualitas yang tidak sesuai dengan yang diinginkan 2. Minimnya jumlah tim pelaksana menyebabkan sulitnya pengawasan dan pelaksanaan setiap pekerjaan yang terdapat dilapangan sehingga pekerjaan yang terjadi dilapangan menjadi lebih lama dan juga sulit untuk ditangani seluruhnya 3. Masih banyaknya desain yang mengalami perubahan menyebabkan terjadinya beberapa pekerjaan yang harus dilakukan pembongkaran bahkan mengalami penundaan sehingga menyebabkan durasi pembangunan menjadi lebih lama 4. Masih kurangnya kesadaran pekerja dilapangan terhadap keselamatan bekerja. Sehingga resiko terjadinya kecelakaan dalam berkerja menjadi lebih tinggi RIKO KURNIAWAN UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 86
32 SOLUSI : Perlu adanya meeting koordinasi yang intesif terhadap pihak kontraktor dan pihak sub kontraktor agar setiap pekerjaan yang berjalan dpat memberikan hasil yang sesuia dengan yang diinginkan. Serta pengawasan yang intesif juga perlu dilakukan saat dilapangan agar tidak terdpaat kesalah dalam proses pekerjaan yang dilakukan Diperlukannya penambahan tim pelaksanan agar setiap perkarjaan dapat berjalan dengan baik dan maksimal. Serta pengawasan perkerjaan dilapangan menjadi lebih maksimal sehingga dapat meminimalisir kesalahan pekerjaan yang terjadi Perlunya tindakan yang harus dilakukan untuk meberikan kesadaran kepada pekerja terhadap keselamatan bekerja agar resiko kecelakan dalam berkerja dapat di minimalisir 4.6. MEETING KOORDINASI Dalam setiap kegiatan pekerjaan yang terjadi dilapangan harus selalu dilaporkan agar setiap pekerjaan yang terjadi dapat terus selalu terpantau proses dan hasil pekerjaannya. Dalam proyek. Setiap kegiatan ataupun hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan proyek selalu dilaporkan dalam rapat MEETING KOORDINASI INTERNAL Meeting yang dilakukan pihak kontraktor dengan tim yang terlibat biasanya dilakukan dalam satu kali seminggu. Dalam meeting ini. hal-hal yang dibahas merupakan progress setiap pekerjaan yang terjadi dilapangan dan juga kendala-kendala yang terjadi dilapangan. Tujuan meeting tersebut adalah untuk mengetahui bagaimana progres pekerjaan yang telah dikerjakan dan juga mencarikan solusi terkait permasalahan ataupun kendala-kendala yang terjadi MEETING KOORDINASI OWNER DAN KONTRAKTOR Meeting yang dilakukan pihak owner dengan pihak kontraktor biasanya dilakukan ketika terdapat permasalahan ataupun hal-hal lain yang berhubungan dengan proyek baik itu adanya perubahan desain ataupun lainnya RIKO KURNIAWAN UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 87
BAB IV TINJUAN PEKERJAAN ARSITEKTUR PADA PROYEK APARTEMEN M-TOWN SIGNATURE
BAB IV TINJUAN PEKERJAAN ARSITEKTUR PADA PROYEK APARTEMEN M-TOWN SIGNATURE 4.1 Lingkup Tinjauan Pekerjaan Arsitektur (Finishing) Praktik Profesi yang dilaksanakan oleh praktikan dimulai dari tanggal 27
BAB V : DETAIL PELAKSANAAN PRAKTIK PROFESI
BAB V : DETAIL PELAKSANAAN PRAKTIK PROFESI 5.1. Waktu pelaksanaan praktik profesi Okt Nov Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Jan Feb Persiapan (galian) Pekerjaan struktur Pekerjaan finishing
PENGAMATAN PEKERJAAN FINISHING DINDING, LANTAI DAN PLAFON PADA BANGUNAN OFFICE AT PASAR BARU.
PENGAMATAN PEKERJAAN FINISHING DINDING, LANTAI DAN PLAFON PADA BANGUNAN OFFICE AT PASAR BARU. NAMA : Ratna Handayani NPM : 26312045 JURUSAN : S1 TEKNIK ARSITEKTUR DOSEN PEMBIMBING : Sumaiyah Fitriandini,
BAB IV : TINJAUAN PEKERJAAN ARSITEKTUR
BAB IV : TINJAUAN PEKERJAAN ARSITEKTUR 4.1. Lingkup Pekerjaan Finishing Arsitektur Praktik Profesi yang dilaksanakan oleh praktikan dimulai dari tanggal 01 Agustus 2016 sampai dengan tanggal 01 November
BAB IV : TINJAUAN KHUSUS PROYEK
BAB IV : TINJAUAN KHUSUS PROYEK 4.1. Keterlibatan Praktikan Dalam proyek Selama kerja praktek, praktikan diberi kesempatan untuk belajar secara langsung di lapangan (dalam hal ini proyek). Praktikan berkesempatan
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Bangunan
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Bangunan METODE & TAHAPAN PELAKSANAAN Untuk mencapai keberhasilan dalam hal mutu, efisiensi waktu dan optimalisasi biaya pelaksanaan, dimana Kontraktor harus dapat
RENCANA ANGGARAN BIAYA
RENCANA ANGGARAN BIAYA KEGIATAN : PEMBANGUNAN GEDUNG PENGADILAN NEGERI SURABAYA LOKASI : SURABAYA No. C. PEKERJAAN ARSITEKTUR I. LANTAI 1 I.1 PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN 1 Pas. Batu Kali 1 Pc : 5
BAB IV : TINJAUAN KHUSUS PROYEK
BAB IV : TINJAUAN KHUSUS PROYEK 4.1. Keterlibatan Praktikan Dalam proyek Selama kerja praktek, praktikan diberi kesempatan untuk belajar secara langsung di lapangan (dalam hal ini proyek). Praktikan berkesempatan
PERENCANAAN PEMBANGUNAN DISPERINDAGSAR BOYOLALI (DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PASAR) PT WIDHA DYAH AYU PURBO SIWI 2B314953
PERENCANAAN PEMBANGUNAN DISPERINDAGSAR BOYOLALI (DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PASAR) PT WIDHA DYAH AYU PURBO SIWI 2B314953 Seperti yang telah diketahui perbedaan pemahaman dan pengetahuan antara
BAB IV: PENGAMATAN PROYEK
BAB IV: PENGAMATAN PROYEK 4.1. Proses Pelaksanaan Teknis 4.1.1 Pelaksanaan Teknis Proyek Tampak Utara Tampak Timur Gambar 4.1 : Zona Pengamatan Teknis. Ketika memulai praktik profesi, proses pengamatan
BAB V: LAPORAN PEKERJAAN ARSITEKTUR
BAB V: LAPORAN PEKERJAAN ARSITEKTUR 5.1. Proses Pelaksanaan Praktik Profesi Proses Pelaksanaan Praktik Profesi berlangsung selama 40 hari kerja yang dimulai pada tanggal 8 Februari sampai dengan 8 April
BAB IV: TINJAUAN KHUSUS PEKERJAAN FINISHING
BAB IV: TINJAUAN KHUSUS PEKERJAAN FINISHING 4.1. Pekerjaan Finishing Bangunan Yang dimaksud dengan pekerjaan finishing bangunan yaitu pekerjaan yang berkaitan dengan desain arsitektural yang mencangkup
BAB XIII PEKERJAAN PLAFOND DAN DINDING PARTISI
BAB XIII PEKERJAAN PLAFOND DAN DINDING PARTISI Pasal 1 : Material Plafond 1. Material utama plafond adalah GYPSUM BOARD 9 MM DAN ACRILYC 5 MM dengan ukuran panel standard adalah 1220 mm x 2440 mm. 2. Material
Panduan Menghitung Volume Pekerjaan Pondasi
Panduan Menghitung Volume Pekerjaan Pondasi Pekerjaan pondasi yang telah disetting dalam software rab meliputi pekerjaanpekerjaan sebagai berikut: 1. Galian tanah pondasi 2. Pasangan Pondasi Batu Kosong
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kerusakan Komponen Gedung D Lantai Dasar Lantai 4 1. Komponen Arsitektur a. Keramik Kerusakan lantai yang terdapat pada lantai dasar Gedung KH.Mas Mansur adalah lantai keramik
: MUHAMMAD IQBAL NPM : DOSEN PEMBIMBING : DIMYATI, ST., MT
PENGAMATAN PEKERJAAN FINISHING PENTHOUSE APARTEMEN PADA PROYEK PEMBANGUNAN APARTEMEN LA MAISON PADA LANTAI 28 DAN 29 BARITO DI JAKARTA SELATAN NAMA : MUHAMMAD IQBAL NPM : 24312983 DOSEN PEMBIMBING : DIMYATI,
BAB V LAPORAN PROSES PENGAMATAN PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN RUKO SETIABUDHI - BANDUNG
BAB V LAPORAN PROSES PENGAMATAN PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN RUKO SETIABUDHI - BANDUNG Dalam bahasan laporan mingguan proses pengamatan pelaksanaan proyek ini, praktikan akan memaparkan dan menjelaskan
BAB V : PENGAMATAN PEKERJAAN
BAB V : PENGAMATAN PEKERJAAN 5.1. WAKTU PELAKSANAAN PRAKTIK PROFESI Waktu melaksanakan praktik profesi dimulai dari tanggal 27 Februari 2017 dan berakhir sampai tanggal 27 April 2017. Jadwal praktik profesi
BAB IV: TINJAUAN KHUSUS PEKERJAAN FINISHING UNIT
BAB IV: TINJAUAN KHUSUS PEKERJAAN FINISHING UNIT 4.1. Pekerjaan Finishing Unit Apartemen Yang dimaksud dengan pekerjaan finishing bangunan yaitu pekerjaan yang berkaitan dengan desain arsitektural yang
LAPORAN PRAKTIK PROFESI
PENGAMATAN PROYEK RUMAH TINGGAL LOKASI: Jl. Tulodong Bawah IV No.24, Jakarta Selatan Disusun untuk memenuhi Persyaratan Dalam Memperoleh Gelar Sarjana Strata 1 DISUSUN OLEH: MUSLIMIN (NIM: 41213110028)
KERJA PRAKTEK PEMASANGAN PANEL PRECAST PADA LANTAI APARTEMEN CASABLANCA EAST RESIDENCES JAKARTA TIMUR
KERJA PRAKTEK PEMASANGAN PANEL PRECAST PADA LANTAI 16-18 APARTEMEN CASABLANCA EAST RESIDENCES JAKARTA TIMUR NAMA : DEMASA FETALITA NPM : 21312818 DOSEN PEMBIMBING : AGUNG WAHYUDI, ST.MT LATAR BELAKANG
STUDI PERBANDINGAN KOEFISIEN MATERIAL DAN EVALUASI INDEKS PRODUKTIFITAS PADA PEKERJAAN PASANGAN BATU BATA, PLESTERAN DAN ACIAN
STUDI PERBANDINGAN KOEFISIEN MATERIAL DAN EVALUASI INDEKS PRODUKTIFITAS PADA PEKERJAAN PASANGAN BATU BATA, PLESTERAN DAN ACIAN Nama : Handy Nrp : 0021123 Pembimbing : Maksum Tanubrata,Ir., MT. FAKULTAS
BAB IV HASIL DAN ANALISIS. Data ketidaksesuaian atau defect atau punch list yang terjadi pada 8 proyek yang
BAB IV HASIL DAN ANALISIS 4.1 Pengambilan data ketidaksesuaian Data ketidaksesuaian atau defect atau punch list yang terjadi pada 8 proyek yang selesai tahun 2011 didapatkan dari salah satu departemen
b. Komponen D2 Berat komponen adalah 19,68 kg Gambar 65. Komponen D1 Gambar 66. Komponen D2
1. Varian I Varian I memiliki tiga buah komponen yaitu komponen D1 yang berfungsi sebagai dinding utama, komponen D2, komponen D3 dan komponen D4. Varian I dikembangkan dalam modul 70 x 60 cm. a. Komponen
A. METODE PELAKSANAAN GEDUNG 2 TINGKAT PONDASI TIANG PANCANG. Adapun metode pelaksanaan yang digunakan adalah sebagai berikut:
A. METODE PELAKSANAAN GEDUNG 2 TINGKAT PONDASI TIANG PANCANG Adapun metode pelaksanaan yang digunakan adalah sebagai berikut: 1. Pekerjaan Pendahuluan Pekerjaan pendahuluan merupakan pekerjaan persiapan
BAB VII PEMBAHASAN TINJAUAN KHUSUS
BAB VII PEMBAHASAN TINJAUAN KHUSUS 7.1 Uraian Umum Pada setiap proyek, metode pelaksanaan konstruksi merupakan salah satu proses pelaksanaan konstruksi yang harus direncanakan sebelumnya. Untuk mengetahui
MM-100 PEREKAT PASANGAN BATA RINGAN THIN BED
MM-100 PEREKAT PASANGAN BATA RINGAN THIN BED DESKRIPSI Semen Instan sebagai perekat untuk pemasangan Bata Ringan (AAC Block) dengan bahan dasar semen, pasir silika, filler dan adi>f yang dcampur secara
BAB IV DATA DAN ANALISIS
BAB IV DATA DAN ANALISIS 4.1 Data Proyek 4.1.1 Data Umum Nama Proyek Lokasi Proyek : Pembangunan Rumah Kost 3 Lantai : Taman Permata Blok A3 No 35, Lippo Village, Tangerang, Banten Peruntukan Luas Bangunan
BAB IV TINJAUAN KHUSUS
BAB IV TINJAUAN KHUSUS 4.1. Perencanaan Bahan 4.1.1. Perencanaan Lantai Lantai dasar difungsikan untuk area parkir mobil, area service, pantry, ruang tamu, ruang makan, ruang keluarga, kamar mandi tamu.
EBOOK PROPERTI POPULER
EBOOK PROPERTI POPULER RAHASIA MEMBANGUN RUMAH TANPA JASA PEMBORONG M.FAIZAL ARDHIANSYAH ARIFIN, ST. MT User [Type the company name] M.FAIZAL ARDHIANSYAH ARIFIN, ST. MT Halaman 2 KATA PENGANTAR Assalamu
GAMBARAN UMUM PELAKSANAAN PROYEK
BAB III GAMBARAN UMUM PELAKSANAAN PROYEK 3.1 Pekerjaan Persiapan Pekerjaan persiapan merupakan seluruh rangkaian pekerjaan yang pertama kali harus dilakukan guna memudahkan dalam pelaksaan pekerjaan inti
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN 4.1 Pekerjaan Lantai Pengertian lantai adalah bagian dasar sebuah ruang, yang memiliki peran penting untuk memperkuat eksistensi obyek yang berada didalam ruang. Fungsi
DAFTAR ISI. Halaman Judul Pengesahan Persetujuan ABSTRAK ABSTRACT KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI Halaman Judul i Pengesahan ii Persetujuan iii ABSTRAK iv ABSTRACT v KATA PENGANTAR vi DAFTAR ISI viii DAFTAR TABEL xi DAFTAR GAMBAR xiii DAFTAR LAMPIRAN xv BAB I PENDAHULUAN 1 1.1 LATAR BELAKANG
BAB V METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI
BAB V METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI 5.1 Pekerjaan Kolom Kolom merupakan bagian dari struktur suatu bangunan. Fungsi kolom itu sendiri sebagai penyangga stuktur pelat dan balok atau juga meneruskan beban
BAB IV PENGAMATAN PEKERJAAN SIPIL LAPANGAN
BAB IV PENGAMATAN PEKERJAAN PELAKSANAAN LAPANGAN 4.1 Pekerjaan pondasi 1. papan bekisting 2. beton ready mix 3. pasir urug 4. Besi poer D16, D10, Ø8 2. Langkah Kerja a. Setelah Tiang pancang ditanam, b.
PROFIL WISMAYA RESIDENCE
PROFIL WISMAYA RESIDENCE Nama Apartemen : WISMAYA RESIDENCE Lokasi : Jl. M. Hasibuan No. 52 Bekasi 17113 Luas Tanah : 10.745 m2 Pengembang : PT. Langgeng Makmur Perkasa (LMP) Kontraktor : PT. Adhi Persada
Panduan Menghitung Volume Pekerjaan Atap
Panduan Menghitung Volume Pekerjaan Atap Pekerjaan atap yang diseting pada software rab meliputi pekerjaan sbb: 1. Rangka atap baja ringan 2. Tutup atap genting plentong 3. Genting bubung plentong 4. Listplang
BAB I SYARAT SYARAT PENAWARAN
DAFTAR ISI Halaman BAB I SYARAT SYARAT PENAWARAN... 1/7 Pasal 01 Maksud... 1/7 Pasal 02 Dokumen Pelelangan... 1/7 Pasal 03 Itikat Penawaran... 6/7 Pasal 04 Masa Berlaku Penawaran... 6/7 Pasal 05 Keabsahan
BAB V METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI KOLOM DAN BALOK. perencanaan dalam bentuk gambar shop drawing. Gambar shop
BAB V METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI KOLOM DAN BALOK 5.1 Uraian Umum Pada setiap proyek, metode pelaksanaan konstruksi merupakan salah satu proses pelaksanaan konstruksi yang harus direncanakan sebelumnya.
BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN
BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN 5.1 Pekerjaan Kolom Kolom merupakan bagian dari suatu struktur suatu bangunan. Fungsi Kolom itu sendiri sebagai penyangga stuktur pelat dan balok atau juga meneruskan beban
BAB V METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN
BAB V METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN 5.1 Uraian Umum Metoda pelaksanaan dalam sebuah proyek konstruksi adalah suatu bagian yang sangat penting dalam proyek konstruksi untuk mencapai hasil dan tujuan yang
Modifikasi Struktur pada Proyek Mall dan Apartemen Seasons City Jakarta Menggunakan Value Engineering
Modifikasi Struktur pada Proyek Mall dan Apartemen Seasons City Jakarta Menggunakan Value Engineering Oleh : Ivan Kurniawan 3107 100 025 Dosen Pembimbing : Trijoko Wahyu Adi, ST.MT.Ph.D. BAB P endahuluan
BAB V METODE UMUM PELAKSAAN KONSTRUKSI. Untuk mengetahui metode pelaksanaan di lapangan, dibuatkan gambar shop
BAB V METODE UMUM PELAKSAAN KONSTRUKSI 5.1 Uraian Umum Pada Setiap proyek, metode pelaksanaan konstruksi merupakan salah satu proses pelaksanaan konstruksi yang harus direncanakan sebelumnya. Untuk mengetahui
PRODUK BAHAN AJAR JOBSHEET PEMBELAJARAN PRAKTIK KERJA BATU II OLEH : DR. V. LILIK HARIYANTO NIM:
PRODUK BAHAN AJAR JOBSHEET PEMBELAJARAN PRAKTIK KERJA BATU II OLEH : DR. V. LILIK HARIYANTO NIM: 09702261020 BENGKEL KERJA BATU DAN BETON JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN FAKULTAS TEKNIK
BAB III TINJAUAN KHUSUS PEMBANGUNAN INTERIOR MALL DAN HOTEL THE EDGE BANDUNG CIMAHI BANDUNG
BAB III TINJAUAN KHUSUS PEMBANGUNAN INTERIOR MALL DAN HOTEL THE EDGE BANDUNG CIMAHI BANDUNG III.1. Data Umum Proyek Nama Proyek : Mall dan Hotel The Edge, Cimahi Bandung Jenis Proyek : Mall dan Hotel Lokasi
PROYEK : APARTEMEN TREE PARK BSD SERPONG LOKASI : TANGERANG SELATAN BANTEN. Bobot Oct-14 Nov-14 Dec-14 Jan-15 (%)
PROYEK : APARTEMEN TREE PARK BSD SERPONG LOKASI : TANGERANG SELATAN BANTEN No Uraian Pekerjaan Jumlah Harga Bobot Oct-14 Nov-14 Dec-14 Jan-15 (%) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 A PEKERJAAN PERSIAPAN
LAPORAN PRAKTIK PROFESI PENGAWASAN PEMBANGUNAN GEDUNG SMK STRADA PABUARAN - TANGERANG
LAPORAN PRAKTIK PROFESI PENGAWASAN PEMBANGUNAN GEDUNG SMK STRADA PABUARAN - TANGERANG Diajukan Untuk Melengkapi Persyaratan Dalam Mencapai Gelar Sarjana Teknik (S-1) Disusun oleh : FREDI CAHYO UTOMO (41213110020)
BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. Vittoria Residences Apartement terdiri dari 3 tower dengan : c. Podium 5 lantai, dengan 1 lantai semi basement
BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN 5.1. Uraian umum Vittoria Residences Apartement terdiri dari 3 tower dengan : a. Tower A 18 lantai - Atap 1 lantai b. Tower B & C 24 lantai - Atap 1 lantai c. Podium 5 lantai,
METODE PELAKSANAAN PEMASANGAN KERAMIK
METODE PELAKSANAAN PEMASANGAN KERAMIK Pemasangan keramik pada suatu gedung terdiri dari pemasangan keramik didinding dan dilantai. Pemasangan keramik lantai dan dinding sebaiknya pada tahap akhir, untuk
LAPORAN KERJA PRAKTEK PROYEK RUMAH TINGGAL TOWNHOUSE KEBEMBEM
LAPORAN KERJA PRAKTEK PROYEK RUMAH TINGGAL TOWNHOUSE KEBEMBEM DISUSUN OLEH : A D I M A D I A S T A P R A B O W O 4 1 2 0 5 1 2 0 0 0 3 PROGRAM STUDI TEKNIK ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK PERENCANAAN DAN DESAIN
A. GAMBAR ARSITEKTUR.
A. GAMBAR ARSITEKTUR. Gambar Arsitektur, yaitu gambar deskriptif dari imajinasi pemilik proyek dan visualisasi desain imajinasi tersebut oleh arsitek. Gambar ini menjadi acuan bagi tenaga teknik sipil
PENGAMATAN PELAKSANAAN PEKERJAAN INTERIOR DINDING DAN PLAFOND OLEH : YUNA ARIFAH PRESENTASI LAPORAN KERJA PRAKTEK
PENGAMATAN PELAKSANAAN PEKERJAAN INTERIOR DINDING DAN PLAFOND PADA GEDUNG MNC NEWS CENTER, JAKARTA OLEH : YUNA ARIFAH 27312952 PRESENTASI LAPORAN KERJA PRAKTEK TUJUAN PENELITIAN 1. Untuk dapat memahami
BAB IV: TINJAUAN PEKERJAAN ARSITEKTUR
BAB IV: TINJAUAN PEKERJAAN ARSITEKTUR 4.1. Proses Praktik Profesi Proses kerja praktek meliputi pengenalan (awal melaksanakan Praktik Profesi di PT JAYA KONSTRUKSI), pengarahan (bimbingan selama melaksanakan
Laporan Implementasi Management Trainee 2012 BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Penjelasan Umum Proyek Mandau City merupakan bangunan mall yang berada di Jl.Jendral Sudirman Kav.109 Komplek Duri Indah Raya Blok C1, Duri Riau. Proyek ini sendiri dulunya adalah
BAB 8 RENCANA ANGGARAN BIAYA
BAB 8 RENCANA ANGGARAN BIAYA 8.1 Volume Pekerjaan 8.1.1 Perkerjaan Persiapan 8.1.1.1 Pembersihan Lokasi panjang bangunan (p) = 40 m lebar bangunan (l) = 40 m Luas Pembersihan Lokasi = p x l = 1600 m2 8.1.1.2
FAQ. Pengisi Nat (Tile Grout):
FAQ Pengisi Nat (Tile Grout): Q: Apa kelebihan pengisi nat AM dengan pengisi nat semen konvensional? A: Kelebihan pengisi nat AM dibandingkan dengan pengisi nat semen konvensional adalah mengandung bahan
BAB IV Analisis Data
BAB IV Analisis Data IV.1. Studi Kasus Studi kasus penelitian ini dilakukan pada proyek pengembangan perumahan kelas menengah di wilayah Bandung. Pemilihan perumahan kelas menengah didasarkan pada pertimbangan
PROGRESS PROYEK DISTRICT LOT 28 SCBD PER OKTOBER 2016
PROGRESS PROYEK DISTRICT 8 @ LOT 28 SCBD PER OKTOBER 2016 DOKUMENTASI 10 OKTOBER 2016 APT 1 APT 2 APT 1 ETERNITY TOWER Pekerjaan struktural sudah selesai (topping off), dalam proses finishing APT 2 INFINITY
Laporan Kerja Praktik Nusa Konstruksi Enjiniring - Proyek Apartemen Ciputra International Tower 4&5 BAB 3 TINJAUAN UMUM PROYEK
BAB 3 TINJAUAN UMUM PROYEK 3.1 Proyek 3.1.1 Uraian Umum Proyek Proyek Ciputra International ini merupakan proyek yang dikerjakan oleh PT. Nusa Konstruksi Enjiniring bertindak sebagai kontraktor pelaksana,
BAB V PENGEMBANGAN DESAIN KOMPONEN DINDING PREFABRIKASI
BAB V PENGEMBANGAN DESAIN KOMPONEN DINDING PREFABRIKASI 5.1. Pengembangan Desain Mengingat pengembangan sistem prefabrikasi ini ditujukan untuk pembangunan rumah secara massal, sistem ini akan lebih menguntungkan
BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. pengamatan struktur plat lantai, pengamatan struktur core lift.
BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN 5.1 Pengamatan Pekerjaan Konstruksi Selama 2 bulan pelaksanaan kerja praktik (KP) yang terhitung mulai dari tanggal 16 Oktober 2013 sampai dengan 16 Desember 2013, kami melakukan
Cara menghitung Volume pekerjaan : I. Pekerjaan Awal
Cara menghitung Volume pekerjaan : I. Pekerjaan Awal 1. Pengukuran Yang dimaksud dengan pengukuran adalah sebelum memulai pekerjaan, untuk menentukan posisi dari bangunan dilakukan pengukuran batas-batas,
Cara menghitung Volume pekerjaan Untuk bangunan sederhana Di susun oleh : Gazali Rahman, ST
Cara menghitung Volume pekerjaan Untuk bangunan sederhana Di susun oleh : Gazali Rahman, ST Cakupan pekerjaan I. Pekerjaan Awal II. Pekerjaan Galian dan urugan III. Pekerjaan Fondasi IV. Pekerjaan Beton
BAB VI KEMAJUAN PEKERJAAN DAN PENGENDALIAN PROYEK. tahapan tahapan tertentu dalam pengerjaannya. Berlangsungnya kemajuan
BAB VI KEMAJUAN PEKERJAAN DAN PENGENDALIAN PROYEK 6.1 Kemajuan Proyek Kemajuan proyek merupakan progress pekerjaan dari pekerjaan awal proyek sampai akhir pekerjaan proyek. Disetiap progress pekerjaan
BAB IV METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN. Metode yang digunakan dalam suatu proyek konstruksi sangat
BAB IV METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN 4.1 Pendahuluan Metode yang digunakan dalam suatu proyek konstruksi sangat mempengaruhi berbagai aspek yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek tersebut, antara lain
BAB III METODOLOGI PERANCANGAN. Studi kasus pada penyusunan Tugas Akhir ini adalah perancangan gedung
BAB III METODOLOGI PERANCANGAN 3.1 Data Perencanaan Studi kasus pada penyusunan Tugas Akhir ini adalah perancangan gedung bertingkat 5 lantai dengan bentuk piramida terbalik terpancung menggunakan struktur
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Arsitektur lahir dari dinamika antara kebutuhan lingkungan yang kondusif, keamanan, dan cara penggunaan bahan bangunan yang tersedia dan teknologi konstruksi. Kemudian
REKAPITULASI JENIS PEKERJAAN PEKERJAAN PERSIAPAN. BANGUNAN RUMAH DINAS - Pekerjaan Struktur - Pekerjaan Arsitektur - Pekerjaan ME Sub Total
DAFTAR KUANTITAS PEKERJAAN Proyek PENBANGUNAN RUMAH DINAS WASEKJEN KPU & GUDANG Pekerjaan STRUKTUR, ARSITEKTUR DAN ME Pemilik KOMISI PEMILIHAN UMUM Lokasi JL. SIAGA RAYA No. 23 PEJATEN PASAR MINGGU JAKARTA
BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. Kolom merupakan suatu elemen struktur yang memikul beban Drop Panel dan
BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN 5.1 Pekerjaan Kolom Kolom merupakan suatu elemen struktur yang memikul beban Drop Panel dan Plat untuk di teruskan ke Pondasi. Tujuan penggunaan kolom yaitu : Gambar 5.1 : Pekerjaan
URAIAN. Tenaga Oh Tukang 90, Oh Kepala Tukang 110, Oh Pekerja 75, Oh Mandor 120,000.
NO URAIAN HARGA SATUAN (RP) I PEKERJAAN PERSIAPAN 1 M' Pasangan Bouwplank + Pengukuran 0.012 M3 Kayu kls.iv 5/7 1,600,000.00 0.007 Btg Kayu kls.iv papan 1,300,000.00 0.020 Kg Paku biasa 18,000.00 0.100
BAB VI KEMAJUAN PEKERJAAN DAN PENGENDALIAN PROYEK
BAB VI KEMAJUAN PEKERJAAN DAN PENGENDALIAN PROYEK 6.1 Kemajuan Proyek Monitoring dan evaluasi pelaksanaan pekerjaan proyek konstruksi merupakan bagian yang penting dari sistem informasi manajemen proyek.
BAB II STUDI PUSTAKA
7 BAB II STUDI PUSTAKA 2.1 TINJAUAN UMUM Pelaksanaan konstruksi merupakan rangkaian kegiatan atau bagian dari kegiatan dalam pekerjaan konstruksi mulai dari persiapan lapangan sampai dengan penyerahan
No Uraian Pekerjaan Volume Sat Harga Satuan (Rp) Jumlah Harga (Rp) A Pekerjaan Persiapan. Pekerjaan Tanah. Pekerjaan Pondasi. Pekerjaan Struktur
RENCANA ANGGARAN BIAYA ( RAB ) Pekerjaan : Pembangunan Gedung kantor UPPD dan SAMSAT Semarang I Lokasi : Jl. Majapahit Semarang, No 428 Pedurungan Semarang A Pekerjaan Persiapan B C D 1 Pembersihan lahan
Achmad Rifki Fauzi TEKNIK PERENCANAAN SIPIL DAN ARSITEKTUR
Achmad Rifki Fauzi TEKNIK PERENCANAAN SIPIL DAN ARSITEKTUR LATAR BELAKANG Didalam membangun sebuah bangunan, perlu adanya penjadwalan yang sestematis, sehingga bangunan yang akan dibangun tepat pada waktunya.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian dilakukan dengan metode studi literatur dan studi lapangan, yaitu mencari solusi untuk permasalahan dengan
Pelaksanaan Pekerjaan Balok Dan Plat Lantai Pada Gedung 2 Lantai 5 Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan
Pelaksanaan Pekerjaan Balok Dan Plat Lantai Pada Gedung 2 Lantai 5 Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan Nama : Bias Cahya Islami NPM : 21312452 Dosen Pembimbing : Remigius Hari S, ST.,M.Ars Latar
BAB IV METODE PENGECORAN KOLOM, DINDING CORE WALL, BALOK DAN PLAT LANTAI APARTEMENT GREEN BAY PLUIT LANTAI 15 - LANTAI 25
BAB IV METODE PENGECORAN KOLOM, DINDING CORE WALL, BALOK DAN PLAT LANTAI APARTEMENT GREEN BAY PLUIT LANTAI 15 - LANTAI 25 4.1 SYARAT PELAKSANAAN Syarat pelaksanaan diantaranya sebagai berikut: a. Pekerjaan
RENCANA ANGGARAAN BIAYA ( RAB )
Nama Kegiatan : Ruang Periksa dan Ruang Administrasi I II III IV PEKERJAAN PERSIAPAN 1 Pengukuran /Uitzet Ls 1.00 500,000.00 500,000.00 2 Pembersihan Lokasi Ls 1.00 2,000,000.00 2,000,000.00 3 Pas. Bowplank
DINDING DINDING BATU BUATAN
DINDING Dinding merupakan salah satu elemen bangunan yang berfungsi memisahkan/ membentuk ruang. Ditinjau dari segi struktur dan konstruksi, dinding ada yang berupa dinding partisi/ pengisi (tidak menahan
LAPORAN PEKERJAAN BANGUNAN PENGHUBUNG
LAPORAN PEKERJAAN BANGUNAN PENGHUBUNG 1. Latar Belakang Perguruan Tinggi Raharja memiliki 2 gedung yaitu Gedung Modern dan Gedung Lake View dimana mobilitas sivitas pribadi Raharja pada dua bangunan ini
Tabel 4.1 Posisi lingkup waktu proses pengamatan lapangan dalam keseluruhan proyek pembangunan Ruko Setiabudhi - Bandung
BAB IV TINJAUAN PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN RUKO SETIABUDHI - BANDUNG Pada pembahasan ini praktikan akan menjelaskan dengan singkat pelaksanaan pekerjaan secara keseluruhan yang dilaksanakan dalam proyek
BAB II GAMBARAN UMUM PROYEK
BAB II GAMBARAN UMUM PROYEK 2.1 LATAR BELAKANG Rumah Sakit Umum merupakan salah satu elemen penting dalam masyarakat terutama dalam bidang kesehatan. Rumah Sakit Umum Wonogiri adalah Rumah Sakit tertua
PERNYATAAN ANTI PLAGIAT..
DAFTAR ISI ABSTRAK... PERNYATAAN ANTI PLAGIAT.. KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR LAMPIRAN... DAFTAR TABEL... DAFTAR DIGRAM... DAFTAR GAMBAR... BAB I PENDAHULUAN... 1 A. LATAR BELAKANG... 1 B. IDENTIFIKASI
BAB V METODE PELAKSANAAN STRUKTUR
BAB V METODE PELAKSANAAN STRUKTUR 5.1 URAIAN UMUM Tahap pelaksanaan pekerjaan merupakan tahap yang sangat menentukan berhasil tidaknya suatu proyek. Hal ini membutuhkan pengaturan serta pengawasan pekerjaan
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i. HALAMAN PERNYATAAN... ii HALAMAN PENGESAHAN... iii PEDOMAN PENGGUNAAN LAPORAN KERJA PRAKTIK... iv
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PERNYATAAN... ii HALAMAN PENGESAHAN... iii PEDOMAN PENGGUNAAN LAPORAN KERJA PRAKTIK... iv RIWAYAT HIDUP... v KATA PENGANTAR... vi DAFTAR ISI... viii DAFTAR TABEL...
BAB IV: TINJAUAN KHUSUS PEKERJAAN
BAB IV: TINJAUAN KHUSUS PEKERJAAN 4.1. Lingkup praktik profesi praktik profesi berlangsung dari 15 Agustus hingga 14 Oktober 2016. Pada waktu tersebut, Praktikan pengerjaan project berada dalam tahapan
PROYEK TERMINAL DOMESTIK SEKUPANG
PROYEK TERMINAL DOMESTIK SEKUPANG INFORMASI PROYEK LOKASI PROYEK DATA PROYEK DATA TEKNIS PERMODELAN BANGUNAN LOKASI PROYEK LOKASI PROYEK: TERMINAL PENUMPANG DOMESTIK SEKUPANG DATA PROYEK NAMA PROYEK :
PT / CV. Alamat :. LOGO PT / CV. Kegiatan Pekerjaan Lokasi Sumber Dana
LOGO PT / CV PT / CV. Alamat :. REKAPITULASI DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA No Uraian 1 2 3 A PEKERJAAN BANGUNAN GEDUNG I Persiapan dan Tanah II Pondasi dan Beton III Dinding dan Plesteran IV Lantai V Pekerjaaan
Tatia Ardilla / Dosen Pembimbing : Cahyono Bintang Nurcahyo, ST. MT.
PENERAPAN REKAYASA NILAI PADA PROYEK PEMBANGUNAN ASRAMA X PROVINSI BALI (The Application of Value Engineering in The Project of X Dormitory Bali Province) Tatia Ardilla / 3109100091 Dosen Pembimbing :
JURUSAN TEKNIK SIPIL INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
PENERAPAN METODE REKAYASA NILAI PADA PEMBANGUNAN PROYEK RUSUNAWA MAHASISWA UNIVERSITAS ISLAM MALANG 7/21/2013 Oleh : Andhika Mahendra S.P NRP : 3109100047 Dosen Pembimbing : Farida Rachmawati, ST., MT.
Laporan Tugas Akhir Rekayasa Nilai Pembangunan RS Mitra Husada Slawi 29
BAB III PENDEKATAN METODE 3.1 PENDAHULUAN Metodologi adalah tatacara atau jalan yang ditempuh sehubungan dengan penelitian yang dilakukan, yang memiliki langkah-langkah yang sistematis untuk menyelesaikan
INSTALLATION MAINTENANCE AND CLEANING GUIDE
INSTALLATION MAINTENANCE AND CLEANING GUIDE For EXPOSE Concrete Products www.exposeconcrete.com CONTENTS General Instructions 2 Preparations 3 Adhesives & Fixing 4 Cement base 5 Polymer base 8 After Fixing
LAPORAN KERJA PRAKTEK PENERAPAN METODE CHEMICAL ANCHORING PADA PEKERJAAN KOLOM PRAKTIS PROYEK APARTEMEN BRANZ BSD
LAPORAN KERJA PRAKTEK PENERAPAN METODE CHEMICAL ANCHORING SYSTEM PADA PEKERJAAN KOLOM PRAKTIS PROYEK APARTEMEN BRANZ BSD Jl. BSD Boulevard, Parcel 55-F, Grand CBD BSD City, Tangerang, Indonesia Disusun
BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN PADA STRUKTUR ATAS. Pada sebuah pelaksanaan konstruksi, banyak sekali pihak-pihak yang
BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN PADA STRUKTUR ATAS 5.1 Tahapan Pekerjaan Pada sebuah pelaksanaan konstruksi, banyak sekali pihak-pihak yang berkaitan didalamnya. Karena semakin banyaknya pihak yang berkaitan
BAB 8 RENCANA ANGGARAN BIAYA
BAB 8 RENCANA ANGGARAN BIAYA 8.1. Rencana Anggaran Biaya (RAB) Rencana anggaran biaya (RAB) adalah tolok ukur dalam perencanaan pembangunan,baik ruma htinggal,ruko,rukan maupun gedung lainya. Dengan RAB
KATA PENGANTAR. Dengan modul ini peserta diklat dapat melaksanakan praktik tanpa harus banyak dibantu oleh instruktur.
KATA PENGANTAR Modul dengan judul Memasang Ikatan Batu Bata merupakan bahan ajar yang digunakan sebagai panduan praktik peserta diklat (siswa). Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) untuk membentuk salah satu
BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN 4.1 Schedule Proyek Proses pembuatan schedule proyek adalah untuk mendapatkan gambaran lamanya pekerjaan dapat diselesaikan, serta bagian-bagian pekerjaan yang saling berkaitan
DAFTAR ANALISA SNI HARGA SATUAN PEKERJAAN
DAFTAR ANALISA SNI HARGA SATUAN PEKERJAAN ANALISA BIAYA KONSTRUKSI PEKERJAAN PERSIAPAN SNI.01.2.6.1 1 m² Membersihkan lapangan dengan peralatan 0,1000 Oh Pekerja Rp. - - 0,0500 Oh Mandor Rp. - - SNI.01.2.6.
T m3 Galian Tanah pondasi OH Rp 45, , OH Rp 85, , ,875.00
ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH IBU INDRI BREBES, JAWA TENGAH TAHUN 2014 PEKERJAAN PERSIAPAN PS. 1 1.0000 m' Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank 0.0120 m3 kayu 5/7x4m kayu hutan @ Rp 4,375,000.00
REKAPITULASI BIAYA NO URAIAN SUB TOTAL
REKAPITULASI BIAYA KEGIATAN : PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR PEKERJAAN : PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR TAHAP III LOKASI : BINCAU MARTAPURA KABUPATEN BANJAR NO URAIAN SUB TOTAL I. PEKERJAAN PERSIAPAN Rp. II. PEKERJAAN
