Harry Stack Sullivan (Psikiatri Interpersonal)
|
|
|
- Yenny Sudirman
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Harry Stack Sullivan (Psikiatri Interpersonal) A. Inti Teori Harry Stack Sullivan, orang Amerika pertama yang membangun teori kepribadian yang komprehensif. Menurutnya kepribadian adalah pola yang relatif menetap dari situasi-situasi antar pribadi yang berulang, yang menjadi ciri kehidupan manusia. For Sullivan, personality arises in interpersonal exchanges. A person does not posses personality so much as reflect one in responding to the perceptions of significant others. Ia percaya bahwa manusia mengembangkan kepribadian mereka dalam konteks sosial. Tanpa orang lain,menurut Sullivan, manusia tidak akan memiliki kepribadian. Kepribadian itu konstruk hipotesis yang hanya dapat diamati dalam konteks tingkah laku interpersonal. Pengalaman hubungan antar pribadi telah merubah fungsi fisiologik organisme (sehingga manusia kehilangan kesatuan biologiknya) menjadi organisme sosial, bahkan sosialisasi telah merubah proses biologik yang paling mendasar (bernafas, pencernaan, elminasi). Psikiatri tidak bisa dipisahkan dari psikologi sosial. Sepanjang hayat setiap orang bergerak dalam lingkungan sosial, sejak bayi sudah terlibat dalam interaksi dengan orang lain. Bahkan ketika orang sendirianpun, orang lain muncul dalam fikiran, perasaan dan fantasinya. Sullivan mengatakan bahwa pengenalan akan kepribadian manusia hanya dapat diperoleh melalui studi ilmiah mengenai hubungan interpersonal. Teori Interpersonal Sullivan menekankan pentingnya ragam tahapan perkembangan masa bayi, kanak-kanak, juvenil, praremaja, remaja awal, remaja akhir dan dewasa. Perkembangan manusia yang sehat bergantung pada kemampuan manusia untuk mencapai keintiman dengan orang lain, namun sayangnya kecemasan dapat mengagalkan hubungan
2 interpersonal yang memuaskan pada usia berapapun. Mungkin tahapan paling krusial adalah praremaja periode. B. Dinamika Kepribadian 1. Ketegangan Seperti Freud dan Jung, Sullivan melihat kepribadian sebagai sistim energy. Energi dapat berupa ketegangan (potensi tindakan) dan tindakan itu sendiri (energy transformasi). Energi transformasi mengubah ketegangan menjadi tingkah laku tersebunyi atau terbuka dan bertujuan memuaskan kebutuhan serta mengurangi ketegangan. Ketegangan adalah potensi tindakan yang mungkin atau tidak mungkin dialami dalam kesadaran. Oleh karena itu, tidak semua ketegangan dirasakan secara sadar. Banyak ketegangan, seperti rasa cemas, firasat, kebosanan, rasa lapar, dan hasrat seksual dirasakan, namun tidak selalu pada tingkat kesadaran. Faktanya, kemungkinan semua ketegangan yang dirasakan merupakan distrorsi setidaknya dari sebagian kenyataan. Setiap saat orang selalu berada dalam tingkat ketegangan tertentu, dari tegangan yang sangat rendah atau relaksasi mutlak (euphoria), sampai tegangannya sangat kuat, misalnya tegangan dalam situasi teror. Sullivan menyebutkan dua jenis ketegangan, yaitu kebutuhan dan kecemasan. Kebutuhan biasanya menghasilkan tindakan produktif, sedangkan kecemasan menghasilkan tingkah laku non produktif dan bersifat disintegrasi. a. Kebutuhan Kebutuhan merupakan ketegangan yang dibawa oleh ketidak seimbangan biologis antara seseorang dengan lingkungan fisiokimiawi, baik didalam maupun diluar organism. Need biologic dipuaskan dengan memberi pasokan yang dapat memberikan keseimbangan. Kepuasannya bersifat episodik, sesudah memperoleh kepuasan- tegangan menurun/hilang, tetapi sesudah waktu tertentu ketegangan yang sama akan muncul kembali. Yang artinya kebutuhan itu bersifat sementar. Kebutuhan yang kemudian muncul bersumber dari hubungan interpersonal. Kebutuhan interpersonal yang paling mendasar adalah kelembutan (tenderness). Berbeda dengan kebutuhan lainnya, kelembutan membutuhkan tindakan paling tidak
3 dari dua orang. Contohnya, kebutuhan bayi untuk menerima kelembutan akan diungkapkan dengan tangis, senyum, atau dengkuran, sedangkan kebutuhan ibu untuk memberi kelembutan mungkin berubah bentuk menjadi menyentuh, membelai, atau menimang. Kelembutan adalah kebutuhan umum karena berkaitan dengan kesejahteraan seseorag secara menyeluruh. Kebutuhan-kebutuhan umum, termasuk oksigen, makanan, dan air berlawanan dengan kebutuhan zona khusus (zonal needs) yang timbul dari area tertentu pada tubuh. b. Kecemasan (Anxiety) Kecemasan merupakan ketegangan tipe kedua, berbeda dengan ketegangan akan kebutuhan dalam arti ia bersifat memisahkan, lebih tersebar dan samar, oleh karena itu tidak menuntut tindakan konsisten untuk menghilangkannya. Apabila seorang Bayi kekurangan makanan (kebutuhan), maka rangkaian tindakan rangkaian mereka jelas. Akan tetapi apabila mereka merasa cemas, maka tidak banyak yang dapat dilakukan untuk melarikan diri dari rasa cemas tersebut. Sullivan had embarked on a theoritical assumption that anxiety was commonicable from mother to child, and from child to mother. Sullivan s next major assumption about personality development concernet the resiprocal relationship betwen mother s and child s tentions. Sullivan menyatakan bahwa kecemasan ditransfer dari orang tua ke anak melalui proses empati. Kecemasan pada seseorang yang keibuan mau tidak mau menyebabkan kecemasan pada bayi. Oleh karena semua ibu memiliki sejumlah kecemasan ketika merawat bayi mereka, maka semua bayi juga merasa cemas hingga tingkat tertentu. Kecemasan juga memiliki efek merusak pada orang dewasa. Kecemasan adalah kekuatan pengganggu utama yang menghambat perkembangan hubungan interpersonal yang sehat. Hal yang unik dari ketegangan adalah bahwa ia mempertahankan keadaan sebagaimana
4 saat itu, walaupun seorang benar-benar terganggu. Ketika ketegangan menghasilkan tindakan secara khusus diarahkan untuk mencapai perasaan lega, kecemasan menghasilkan perilaku yang (1) mencegah manusia untuk belajar dari kesalahan mereka sendiri, (2) membuat orang tetap mengejar keinginan kekanak-kanakan demi rasa aman, dan (3) secara garis besar memastikan bahwa manusia tidak akan belajar dari pengalaman mereka. Sullivan menyatakan bahwa kecemasan dan kesendirian merupakan pengalaman yang unik dalam arti mereka mereka benarbenar tidak dikehendaki dan tidak diinginkan. Oleh karena kecemasan menyakitkan, maka orang cenderung menghindarinya, secara turun temurun memilih situasi euforia atau ketiadaan tegangan. Sullivan merangkum konsep ini dengan menyatakan bahwa keberadaan kecemasan jauh lebih buruk dari ketidakberadaannya. Sullivan membedakan kecemasan dengan rasa takut dalam beberapa pendekatan penting. Pertama, kecemasan biasanya berakar dari situasi interpersonal yang kompleks dan hanya tampak samar dalam kesadaran; rasa takut lebih jelas dikenali dan asalnya lebih mudah diketahui. Kedua, kecemasan tidak memiliki nilai positif. Hanya ketika kecemasan berubah bentuk menjadi ketegangan (rasa marah atau takut) maka ia dapat mendorong kearah tindakan yang menguntungkan. Ketiga, kecemasan menghambat terpuaskannya kebutuhan, sedangkan rasa takut kadang membantu manusia memenuhi kebutuhan tertentu. Kemudian, adapun defenisi kecemasan menurut Sullivan yaitu Kecemasan adalah ketegangan yang bertentangan dengan ketegangan akan kebutuhsn dan bertentangan dengan tindakan yang membuat,mereka merasa nyaman. 2. Transformasi Energi Transformsi energy merupakan ketegangan yang diubah menjadi tindakan, baik tersembunyi maupun terbuka. Istilah yang agak aneh ini semata-mata mengacu pada tingkah laku kita yang bertujuan memuaskan
5 kebutuhan dan mengurangi kecemasan dua ketegangan utama. Tingkah laku hasil transformasi itu meliputi gerakan yang kasat mata, dan kegiatan mental seperti perasaan, dan pikiran, persepsi, dan ingatan atau tingkah laku tersembunyi yang dapat disembunyikan dari orang lain. Bentuk-bentuk kegiatan yang dapat mengurangi tegangan, menurut Sullivan dipelajari dan ditentukan oleh masyarakat dimana orang itu dibesarkan apa yang dapat diemukan pada masa lalu setiap orang adalah tegangan-tegangan dan pola transpormasi energi untuk meredakannya, yang menjadi sarana pendidikan menyiapkan anak menjadi anggota masyarakatnya. Insting memang ada dan menjadi pemicu kebutuhan yang menimbulkan tegangan, tetapi transpormasi energi tidak lagi dipengaruhi oleh insting dan lebih dari hasil belajar. C. Struktur Kepribadian 1. Dinamisme (The Dynamism) Menurut Sullivan, Dinamisme merupakan pola khas tingkah laku (transformasi energy) yang menetap dan berulang terjadi yang menjadi ciri khas seseorang. Dinamisme memiliki dua kelas utama, yaitu pertama, dinamisme yang berkaitan dengan zona khusus pada tubuh termasuk mulut, anus, dan alat genital. Kedua, dinamisme yang berkaitan dengan tegangan. Kelas kedua ini terdiri dari tiga kategori yang disjungtif (berlawanan), yang mengasingkan, dan yang konjungtif (menghubungkan). Dinamisme disjungtif mencakup pola tingkah laku deskruktif yang berhubungan dengan konsep kedengkian; dinamisme konjungtif mencakup pola tingkah laku bermanfaat, seperti keintiman dan sistim diri; dan kedengkian mengasingkan mencakup pola tingkah laku (seperti berahi) yang tidak berhubungan dengan hubungan interpersonal. a. Kedengkian Kedengkian adalah dinamisme disjungtif akan kejahatan dan kebencian yang ditantai oleh perasaan hidup diantara musuh-musuh. Kedengkian timbul sekitar usia dua atau tiga tahun, saat tindakan anak sebelumnya menyebabkan kelembutan maternal disangkal, tidak diaacuhkan, atau disambut dengan kecemasan dan rasa sakit. Ketika
6 orang tua mengendalikan tingkah laku anak dengan rasa sakit fisik dan teguran, sebagian anak akan belajar untuk menahan ungkapan kebutuhan akan kelembutan dan untuk melindungi diri mereka sendiri dengan mengadopsi sikap dengki. Orang tua dan kelompok temannya akan semakin sulit untuk memberikan reaksi dengan kelembutan, yang akhirnya menguatkan sikap negatif anak terhadap dunia. Tindakan dengki dapat berupa sifat penakut, kenakalan, kekejaman, dan tingkah laku asosial atau anti sosial lainnya. Sullivan mengungkapkan sikap dari kedengkian tersebut dengan pernyataan menarik ini: di suatu waktu dimasa lampau segalanya indah, namun itu sebelum saya harus berhadapan dengan orang-orang. b. Keintiman Keintiman tumbuh dari kebutuhan sebelumnya akan kelembutan, namun lebih spesifik dan melibatkan hubungan interpersonal antara dua orang dengan status kurang lebih setara. Keintiman berbeda dengan minat seksual. Bahkan, keintiman berkembang sebelum pubertas idealnya selama para remaja yang biasanya didapat antara dua orang anak-anak, masing-masing memandang satu sama lain sebagai orang yang sebanding. Keintiman adalah dinamisme dinamisme konjungtif dengan sifat integrasi yang cenderung untuk menarik reaksi penuh cinta kasih dari orang lain, oleh karena itu mengurangi kecemasan dan kesendirian, dua pengalaman yang sangat menyakitkan. Oleh karena keintiman adalah pengalaman berharga yang sebagian besar orang sehat inginkan. c. Berahi Di sisi lain, Berahi adalah kecenderungan mengasingkan, tidak membutuhkan siapapun untuk memenuhinya. Berahi menampilkan dirinya sebagai tingkah laku otoerotis (autoerotic) bahkan ketika seseorang menjadi objek berahi orang lain. Berahi khususnya merupakan dinamisme yang sangat kuat selama masa remaja, dimana pada masa itu berahi biasanya menyebabkan rasa percaya diri
7 seseorang berkurang. Usaha dalam aktivitas berahi biasanya dotilak oleh orang lain sehingga meningkatkan kecemasan dan mengurangi rasa percaya diri. Sebagai tambahan, berahi sering mengganggu hubungan intim khusunya di masa remaja karena mudah sekali disalah artikan sebagai ketertarikan seksual. 2. Personifikasi (Personification) Personifikasi adalah suatu gambaran mengenai diri atau orang lain yang dibangun berdasarkan pengalaman yang menimbulkan kepuasan atau kecemasan. Hubungan interpersonal yang memberi kepuasan cenderung membangkitkan image positif, sebaliknya yang melibatkan kecemasan membangkitkan image negatif. Sullivan menggambarkan personifikasi dasar yang berkembang selama masa bayi mengenai ibunya adalah gambaran ibu baik (good mother) atau ibu buruk (bad mother) dan saya. Sebagai tambahan, sebagian anak akan memperoleh personifikasi edetik (teman khayalan) selama masa kanak-kanak. a. Ibu yang buruk, Ibu yang baik Pengertian sullivan akan ibu yang buruk dan ibu yang baik sama dengan konsep Klein akan payudara baik dan payudara buruk. Personifikasi ibu yang buruk, sebenarnya tumbuh dari pangalaman bayi terhadap puting-buruk, yaitu puting yang tidak memuaskan kebutuhan akan rasa lapar. Tidak penting apakah puting tersebut adalah milik ibu atau botol yang dipegang oleh ibu, ayah, perawat, atau orang lain. Personafikasi ibu yang buruk hampir tidak bisa dibedakan karena ia mencakup semua orang yang terlibat dari situasi perawatan. Personafikasi ini bukan gambaran ibu yang nyata, namun hanya representasi samar dari bayi akan keadaan disusui yang tidak selayaknya. Setelah personifikasi ibu yang buruk terbentuk, seorang bayi akan memperoleh dan membentuk personifikasi ibu yang baik berdasarkan kelembutan dan tingkah laku kooperatif dari seseorang yang keibuan. Kedua personikasi tersebut, salah satunya didasari oleh persepsi bayi akan ibu yang jahat dan cemas, dan lainnya didasari oleh ibu yang
8 tenang, lembut, berpadu membentuk personifikasi kompleks yang terdiri dari kualitas-kualitas bertentangan yang diproyeksikan pada orang yang sama. Akan tetapi, hingga bayi mengembangkan bahasa, kedua gambaran ibu yang bertentangan tersebut, hidup bersama dengan mudah. b. Personifikasi saya (Personifications of Self) Selama masa pertengahan bayi, seorang anak memperoleh tiga personifikasi saya (good-me, bad-me, not-me) yang membentuk balok pembangunan personifikasi diri. Masing-masing berhubungan dengan berkembangnya konsep akan saya dan tubuh saya. Personifikasi saya yang baik (good-me personification) dihasilkan dari pengalaman-pengalaman yang bayi dengan penghargaan dan persetujuan. Bayi merasa baik akan diri mereka sendiri ketika mereka menerima ungkapan kelembutan ibu. Personifikasi saya yang buruk (bad-me personification) dikembangkan dari pengalaman kecemasan akibat perlakuan ibu atau pengalaman ditolak atau dihukum. Keduanya, good me dan bad me bergabung ke dalam gambaran diri. Personifikasi bukan saya (not-me personification) dikembangkan dari pengalaman kecemasan yang sangat, seperti kekerasan fisik, mental. Karena pengalaman itu sangat menakutkan, semua yang mengenai diri yang berhubungan dengan pengalaman itu dipisahkan dari keseluruhuan kepribadian atau dikeluarkan dari kesadaran. Not me menggambarkan aspek yang dipisahkan dari self dan disertai dengan emosi unkani (uncanny) atau emosi yang mengerikan dan berbahaya. c. Personifikasi eidetik Tidak semua hubungan interpersonal terjadi dengan orang nyata. Sebagian adalah personifikasi eidetik, yaitu sifat tidak nyata teman khayalan yang banyak diciptakan oleh anak dengan tujuan melindungi rasa percaya diri mereka. Sullivan (1964) percaya bahwa teman khayalan mungkin sama pentingnya dalam perkembangan anak sebagaimana teman nyata.
9 Personifikasi eidetik, bagaiaman pun, tidak terbatas hanya pada anak-anak. Sebagian besar orang dewasa melihat sifat fiktif dari orang lain. Personifikasi eidetik dapat menciptakan konflik dalam hubungan interpersonal ketika manusia memproyeksikan sifat khayalan yang merupakan sisa dari hubungan terdahulu personifikasi ini juga mengganggu komunikasi dan mencegah manusia untuk berfungsi pada tingkat kognisi yang sama. 3. Sistim Diri (Self System) Sistim self merupakan bagian dinamisme paling kompleks. Suatu pola tingkah laku yang konsisten yang mempertahankan keamanan interpersonal dengan menghindari atau megecilkan kecemasan. Sistim self adalah dinamisme konjungtif yang timbul dari interpesonal. Sistim ini mulai berkembang dari usia bulan. Pada mulanya bayi hanya mengenal takut dan sakit sebagai hal yang tidak menyenangkan. Ibu atau pemeran keibuan mengajari anak dengan ganjaran dan hukuman, dan dari hukuman inilah muncul kecemasan. Setiap pengalaman interpersonal yang dipandang bertentangan dengan sistim dirinya. Setiap pengalaman interpersonal yang dipandang bertentangan dengan sistim dirinya berarti mengancam keamanan diri. Dampaknya, orang berusaha mempertahankan diri melawan tegangan interpersonal itu memakai operasi keamanan (security operation); suatu proses yang bertujuan untuk mereduksi perasaan tidak aman atau perasaan akibat dari ancaman terhadap sistim self. Beberapa macam sistim keamanan yang dipakai sejak usia bayi antara lain: Disosias (dissociation), adalah mekanisme menolak impuls, keinginan dan kebutuhan muncul ke kesadaran. Disosiasi tidak hilang, tapi ditekan ke ketidaksadaran dan mempengaruhi tingkahlaku serta kepribadian dari sana.
10 Inatensi (innatention), yaitu memilih mana pengalaman yang akan diperhatikan dan yang tidak perlu diperhatikan. Terhadap pengalaman yang mengancam personifikasi diri, orang dapat berpura-pura tidak merasakannya. Apati (apathy) dan pertahanan dengan tidur (somnolent detachment), mirip dengan inatensi. Pada apatis, bayi tidak memilih objek mana yang harus diperhatikan, semuanya diserahkan pada pihak luar. Pada pertahanan tidur, bayi tidak perlu memperhatikan stimulasi manapun. 4. Proses Kognitif (cognitive process) Sullivan membagi kognisi dalam tiga tingkat atau tiga gaya pengalaman, yaitu Prototaksis, parataksis, dan sintaksis. Tingakt kognisi mengacu pada cara merasa, membayangkan, dan memahami. a. Tingkat Prototaksis (prototaxis) Pengalaman paling awal dan primitif terjadi pada tingkat prototaksis. Oleh karena pengalaman-pengalaman ini tidak dapat dikomunikasikan dengan orang lain maka mereka sulit untuk digambarkan atau dijabarkan. Pengalaman yang dialami pada masa bayi itu terpisah-pisah, dimana arus kesadaran (pengindraan, bayangan, dan perasaan) megalir ke dalam jiwa tanpa pengertian sebelum dan sesudah. Pada usia dewasa, dominasi pengalaman prototaksis hampir tidak ditemui. b. Tingkat Parataksis (parataxis) Pengalaman parataksis adalah pengalaman pralogis dan biasanya timbul ketika seseorang berasumsi bahwa dua kejadian yang terjadi bersamaan memiliki hubungan sebab akibat. Kognisi parataksis lebih mudah dikenali daripada pengalaman prototaksis, namun maknanya tetap pribadi, oleh karena itu, pengalaman ini dapat dikomunikasikan dengan orang lain dalam bentuk yang telah diubah. Pengalamanpengalaman ini terjadi kira-kira terjadi pada awal tahun ke dua bayi. c. Tingkat Sintaksis (syntaxis) Pengalaman yang sudah tervalidasi dalam mufakat dan dapat dikomunikasikan secara simbolis terjadi pada level sintaksis.
11 Pengalaman tevalidasi dalam mufakat adalah pengalaman yang maknanya disetujui dua orang atau lebih. Sullivan beerhipotesis bahwa kognisi sintaksis pertama kali muncul ketika suara atau gerakan isyarat mulai memiliki makna yang sama bagi orang tua dan anaka. Tingkat kognisi sintaksis menjadi lebih umum ketika anak mulai mengembangkan bahasa formal. Tiga mode pengalaman kognitif itu terjadi sepanjamg hayat. Normalnya, sintaksis mulai mendominasi sejak usia 4-10 tahun. Sullivan menekankan pentingnya tinjauan ke masa depan dalam fungsi kognitif. Manusia hidup di masa lampau, masa sekarang, dan masa depan yang semuanya jelas relevan dalam menerangkan pikiran dan perbuatannya. 5. Kelebihan dan kekurangan teori Teori Sullivan cukup komprehensip, namun dikalangan ahli psikolog tidak sepopuler teori Freud, Jung, Adler, dan Erokson. Hal baru yang menjadi kekuatan teorinya adalah memakai interrelasi atau hubungan interpersonal sebagai fokus analisis kepribadian. Bangunan teorinya menjadi sangat logis, bahkan terkadang teori itu sekedar simpulan cerdik dari pikiran sehat (common since) yang beredar luas di masyarakat ( Alwisol, psikologi kepribadian 2012 hlm 162). Secara umum, teorinya mudah dicerna oleh pemerhati, dan mudah dipraktekan tanpa resiko kesalahan yang tak terduga. Teori Sullivan tidak dikembangkan berdasarkan data keras, dan tidak banyak pakar yang mencoba meneliti memakai kerangka teori ini. Padahal sesungguhnya teori ini mempunyai peluang yang luas untuk diuji karena konsep-kpnsepnya banyak yang bersifat teramati, dan hanya sedikit yang mengupas dunia batin yang abstrak.hal ini mungkin disebabkan oleh organisasi penulis yang kurang baik, setting Sullivan yang lebih dekat psikiatri daripada setting akademisi universitas (Alwisol, psikologi kepribadian 2012 hal 162). Kriteria pertama akan teori yang berguna adalah kemampuannya dalam menghasilkan penelitian. Saat ini, sedikit penelitian yang
12 dilakukan untuk meneliti hipotesis yang secara khusus ditarik teori Sullivan. Kemungkinan penjelasan untuk kurangnya penelitian ini adalah kurangnya popularitas teori Sullivan dikalangan peneliti yang kurang mengadakan penelitian. Kurangnya popularitas ini mungkin disebabkan oleh keterikatan erat Sullivan dengan psikiatri. Kedua teori yang berguna harus dapat dikaji ulang, yaitu harus terperinci agar dapat dilakukan penelitian yang mampu mendukung atau menyangkal asumsi-asumsi utamanya. Pernyataan Sullivan akan pentingnya hubungan interpersonal bagi kesehatan psikologis telah mendapat cukupbanyak dukungan secara tidak langsung. Penjelasan alternative mungkin sajha digunakan untuk penemuan-penemuan ini. Ketiga, seberapa baik teori aliran Sullivan menyediakan keteraturan bagi segala sesuatu yang diketahui mengenai kepribadian manusia? Terlepas dari banyaknya dalil yang dijelaskan dalam teori tersebu, teori ini hanya mendapat nilai rata-rata untuk kemampuan mengorganisasi pengetahuan. Penekanan ekstrim teorinya pada hubungan interpersonal mengurangi kemampuan teori ini untuk megatur pengetahuan, sebagian besar diketahui mengenai tingkah laku manusia memiliki dasar bilogis dan tidak dengan mudah disesuaikan dengan teori yang terbatas hanya pada hubungan interpersonal. Sebagai bimbingan atas tindakan, teori Sullivan mendapat nialai antara cukup dan sedang (rata-rata). Gagasan-gagasan memiliki kekurangan karena ketidakmampuan Sullivan menulis dengan baik, namun teori ini sendiri dipikirkan secara logis dan terjadi sebagai kesatuan wujud. Secara keseluruhan teorinya konsisten, namun kurang memiliki keteraturan yang mungkin bias ia capai bila ia mengerjakan gagasan-gagasannyalebih pada bentuk tulisan. Terakhir dalam penelitian ini Sullivan cermat atau sederhana, Sullivan harus menerima nilai rendah. Kesenangannya untuk menciptakan istilah-istilahnya sendiri dan kecanggungannya dalam menulis menambah bentuk yang tidak dibutuhkan untuk teori yang
13 apabila memiliki garis aliran yang jelas, maka akan jauh lebih berguna (JessFeist &Gregory J.Feist, Teori kepribadian. Hlm ) DAFTAR PUSTAKA Alwisol. (2009). Psikologi Kepribadian. Edisi revisi. Malang: UMM Press. Feist, J. & Feist, G. J. (2013). Teori Kepribadian Edisi 7. Jakarta:Salemba Humanika Monte, C.F. & R.N. (2003). Beneath the Mask An Introduction to Theories of Personality. Sevent Edition. United States of America: john Willey & Sous, Inc. Www. Edu Academi.Com
Psikologi Kepribadian I Teori Interpersonal Harry Stack Sullivan
Modul ke: Fakultas Psikologi Psikologi Kepribadian I Teori Interpersonal Harry Stack Sullivan Agustini, M.Psi., Psikolog Program Studi Psikologi www.mercubuana.ac.id Struktur Kepribadian Dinamisme (the
Psikologi Kepribadian I
MODUL PERKULIAHAN Psikologi Kepribadian I Psikologi Kepribadian I Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Psikologi Psikologi 12 61101 Agustini, M.Psi., Psikolog Abstract Dalam perkuliahan
Pendahuluan. Struktur Kepribadian
Pendahuluan Menurut Harry Stack Sullivan, kepribadian adalah pola yang relatif menetap dari situasi-situasi antar pribadi yang berulang, yang menjadi ciri kehidupan manusia. Sullivan tidak menyangkal pentingnya
PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL
MAKALAH TEORI KEPRIBADIAN HARRY STUCK SULLIVAN DISUSUN UNTUK MEMENUHI SALAH SATU TUGAS MATA KULIAH TEORI KEPRIBADIAN Dosen Pembimbing: Faisaludin, M.Pd DISUSUN OLEH : 1. AhmadArinal (1114500065) 2. Devi
Psikologi Kepribadian I Sejarah Psikoanalisa Dasar & Teori Sigmund Freud
Modul ke: Psikologi Kepribadian I Sejarah Psikoanalisa Dasar & Teori Sigmund Freud Fakultas Psikologi Agustini, M.Psi., Psikolog Program Studi Psikologi www.mercubuana.ac.id Pandangan Dasar Manusia Pandangan
HARRY STACK SULLIVAN ( )
HARRY STACK SULLIVAN ( 1892 1949 ) STEPHANIE ELYSIA DJAJADI F.131.15.0195 BIOGRAFI HARRY STACK SULLIVAN Harry Stack Sullivan lahir di kota pertanian kecil Norwich dekat New York pada 21 Februari 1892.
Bab 2. Landasan Teori. Tokoh-tokoh tersebut tidak saja berfungsi untuk memainkan cerita, tetapi juga berperan
Bab 2 Landasan Teori 2.1 Teori Penokohan Penokohan merupakan satu bagian penting dalam membangun sebuah cerita. Tokoh-tokoh tersebut tidak saja berfungsi untuk memainkan cerita, tetapi juga berperan untuk
Psikologi Kepribadian I Analytical Psychology Carl Gustav Jung
Modul ke: Fakultas Psikologi Psikologi Kepribadian I Analytical Psychology Carl Gustav Jung Agustini, M.Psi., Psikolog Program Studi Psikologi www.mercubuana.ac.id Manusia dalam Pandangan Carl G. Jung
Psikologi Kepribadian I Object Relation Theories
Modul ke: Psikologi Kepribadian I Object Relation Theories Fakultas Psikologi Agustini, M.Psi., Psikolog Program Studi Psikologi www.mercubuana.ac.id Relasi Objek Teori Relasi Objek: 1. Pentingnya pola
Freud s Psychoanalytic Theories
Modul ke: 02Fakultas Erna PSIKOLOGI Freud s Psychoanalytic Theories Multahada, S.HI., S.Psi., M.Si Program Studi Psikologi Freud (1856-1939) Pendekatan Dinamis Dinamakan juga : Energi psikis, energi dorongan,
PSIKOLOGI UMUM 1. Aliran Psikoanalisa
PSIKOLOGI UMUM 1 Aliran Psikoanalisa Sigmund Freud 3 sumber utama yang mempengaruhi gerakan Psikonalisa: 1. Ketidaksadaran Mental events mulai dari yang sama sekali tidak disadari sampai yang jelas disadari.
Psikologi Kepribadian I Teori Personologi Henry Murray
Modul ke: Fakultas Psikologi Psikologi Kepribadian I Teori Personologi Henry Murray Agustini, M.Psi., Psikolog Program Studi Psikologi www.mercubuana.ac.id Pendahuluan Pandangan Murray sangat holistik,
Pandangan Teori Perkembangan Psikoanalisis menurut Sigmund Freuds
Pandangan Teori Perkembangan Psikoanalisis menurut Sigmund Freuds Sigmund Freud mengemukakan bahwa kehidupan jiwa memiliki tiga tingkat kesadaran, yakni sadar (conscious), prasadar (precon scious), dan
BERBAGAI PENDEKATAN DALAM PSIKOLOGI
BERBAGAI PENDEKATAN DALAM PSIKOLOGI Subtitle MENGAPA INDIVIDU BERPERILAKU AGRESIF? PENDEKATAN-PENDEKATAN BIOLOGIS PSIKODINAMIKA BEHAVIOR HUMANISTIK KOGNITIF Memandang perilaku dari sudut pandang pemfungsian
BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. yang ada di luar bahasa yang digunakan oleh akal budi untuk memahami hal-hal
BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Konsep adalah gambaran mental dari suatu objek, proses, atau apapun yang ada di luar bahasa yang digunakan oleh akal budi untuk memahami hal-hal
TAHAPAN PERKEMBANGAN MANUSIA
TAHAPAN PERKEMBANGAN MANUSIA 1 Tahapan Perkembangan Manusia (Hurlock) Periode prenatal Periode Infancy : 0 akhir pekan 2 Periode Bayi : akhir pekan kedua 2 tahun Periode Awal Masa Kanak-kanak : 2-6 tahun
BAB I PENDAHULUAN. masa kanak-kanak, masa remaja, masa dewasa yang terdiri dari dewasa awal,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Manusia akan mengalami perkembangan sepanjang hidupnya, mulai dari masa kanak-kanak, masa remaja, masa dewasa yang terdiri dari dewasa awal, dewasa menengah,
dan menghasilkan pertumbuhan serta kreativitas.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tingkat Kecemasan Remaja yang Menjalani Perawatan (Hospitalisasi) Remaja 1. Kecemasan Kecemasan merupakan suatu sinyal yang menyadarkan dan mengingatkan adanya bahaya yang mengancam
erotis, sensual, sampai perasaan keibuan dan kemampuan wanita untuk menyusui. Payudara juga dikaitkan dengan kemampuan menarik perhatian pria yang
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Setiap individu menginginkan kehidupan yang bahagia dan tubuh yang ideal. Harapan ini adalah harapan semua wanita di dunia, tetapi kenyataannya tidak semua wanita memiliki
BAB. V KESIMPULAN DAN SARAN
137 BAB. V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan 1. Konsep mimpi Sigmund Freud. Mimpi adalah produk psikis yang dianggap sebagai konflik antara daya-daya psikis. Dengan menganalisis mimpi maka dapat mengetahui
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KONSEP, KERANGKA TEORI
9 BAB II KAJIAN PUSTAKA, KONSEP, KERANGKA TEORI 2.1 Kajian Pustaka Berdasarkan data-data yang telah dikumpulkan, terdapat beberapa hasil penelitian yang dapat dijadikan acuan dalam penelitian ini. Adapun
1. Disosiasi: Pemisahan suatu kelompok proses mental atau perilaku dari kesadaran atau identitasnya.
1. Disosiasi: Pemisahan suatu kelompok proses mental atau perilaku dari kesadaran atau identitasnya. 2. Identifikasi: Proses dimana seseorang untuk menjadi seseorang yang ia kagumi berupaya dengan mengambil/menirukan
BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. Ada empatkonsep yang dikemukakan dalam penelitian ini yaitu pergolakan
BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Ada empatkonsep yang dikemukakan dalam penelitian ini yaitu pergolakan jiwa,tokoh utama, kecemasan, dan struktur kepribadian. 2.1.1 Pergolakan
MODEL TERAPI KONSELING. Teori dan Praktek
MODEL TERAPI KONSELING Teori dan Praktek Ragam model terapi konseling Terapi Psikoanalitik / Freud, Jung, Adler Terapi Eksistensial humanistik / May, Maslow, Frank Jourard Terapi Client-Centered / Carl
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Beberapa teori akan dipaparkan dalam bab ini sebagai pendukung dari dasar
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Beberapa teori akan dipaparkan dalam bab ini sebagai pendukung dari dasar pelitian. Berikut adalah beberapa teori yang terkait sesuai dengan penelitian ini. 2.1 Anxiety (Kecemasan)
PENGANTAR KEBUTUHAN DASAR MANUSIA MASLOW. 02/02/2016
PENGANTAR SEKITAR TAHUN 1950, ABRAHAM MASLOW (PSIKOLOG DARI AMERIKA) MENGEMBANGKAN TEORI TENTANG KEBUTUHAN DASAR MANUSIA YANG DIKENAL DENGAN ISTILAH HIERARKI KEBUTUHAN DASAR MANUSIA MASLOW. 1 HIERARKI
Psikologi Kepribadian I. Psikologi Psikologi
MODUL PERKULIAHAN Psikologi Kepribadian I Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Psikologi Psikologi 05 61101 Abstract Dalam perkuliahan ini akan didiskusikan pembahasan teori Melanie Klein,
HARRY STACK SULLIVAN
SEMANGAT PAGI!!! HARRY STACK SULLIVAN BORN & DEAD Born: February 21, 1892, Norwich, New York Dead: January 14, 1949, Paris, France SEJARAH Dia meraih gelar dokternya dari Chicago College of Medcine and
APLIKASI KONSEP-KONSEP PSIKOANALAISIS DALAM KONSELING KELUARGA
APLIKASI KONSEP-KONSEP PSIKOANALAISIS DALAM KONSELING KELUARGA A. Pendekatan Psikoanalisis Aliran psikoanalisis dipelopori oleh Sigmund Freud pada tahun 1896. Dia mengemukakan bahwa struktur kejiwaan manusia
KONTRIBUSI KONSEP DIRI DAN PERSEPSI MENGAJAR GURU TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI DITINJAU DARI JENIS KELAMIN SISWA SMA GAMA YOGYAKARTA TAHUN 2009 TESIS
KONTRIBUSI KONSEP DIRI DAN PERSEPSI MENGAJAR GURU TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI DITINJAU DARI JENIS KELAMIN SISWA SMA GAMA YOGYAKARTA TAHUN 2009 TESIS Diajukan Kepada Program Studi Manajemen Pendidikan
Sejarah dan Aliran-Aliran Psikologi
Sejarah dan Aliran-Aliran Psikologi Modul ke: Psikologi Modern Fakultas Psikologi Dra. Anna Amanah, Psi., MSi. www.mercubuana.ac.id Program Studi Psikologi Psikologi Modern Teori-teori kepribadian modern
BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara
BAB I PENDAHULUAN 1.1 KONTEKS MASALAH Komunikasi merupakan aktivitas dasar manusia yang tidak akan pernah terlepas dari kehidupan manusia sehari-hari. Kita mengetahui bahwa manusia merupakan makhluk yang
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Self Efficacy 2.1.1 Pengertian Self Efficacy Self efficacy berasal dari teori Bandura (1997) yaitu teori kognisi belajar sosial. Teori kognisi belajar sosial mengacu pada kemampuan
PENDEKATAN- PENDEKATAN/ALIRAN DALAM PSIKOLOGI
PENDEKATAN- PENDEKATAN/ALIRAN DALAM PSIKOLOGI Pendekatan Psikoanalisa Tokoh : Sigmund Freud Lahir di Moravia, 6 Mei 1856. Wafat di London, 23 September 1939 Buku : The Interpretation of Dreams (1900) Tokoh
BAB I PENDAHULUAN. manusia pun yang dapat hidup sendiri tanpa membutuhkan kehadiran manusia lain
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Manusia adalah makhluk sosial. Dalam kehidupan, belum ada seorang manusia pun yang dapat hidup sendiri tanpa membutuhkan kehadiran manusia lain (www.wikipedia.com).
Psikologi Kepribadian I. Psikologi Psikologi
MODUL PERKULIAHAN Psikologi Kepribadian I Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Psikologi Psikologi 03 61101 Abstract Dalam perkuliahan ini akan didiskusikan pembahasan mengenai pandangan
BAB I PENDAHULUAN. berkesinambungan dalam kehidupan manusia. Perkembangan adalah perubahanperubahan
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Perkembangan merupakan proses yang terjadi secara terus menerus dan berkesinambungan dalam kehidupan manusia. Perkembangan adalah perubahanperubahan yang dialami
UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pernikahan adalah tahap yang penting bagi hampir semua orang yang memasuki masa dewasa awal. Individu yang memasuki masa dewasa awal memfokuskan relasi interpersonal
BAB I PENDAHULUAN. Manusia adalah individu yang selalu belajar. Individu belajar berjalan, berlari,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Manusia adalah individu yang selalu belajar. Individu belajar berjalan, berlari, dan lain-lain. Setiap tugas dipelajari secara optimal pada waktu-waktu tertentu
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Prestasi Belajar 1. Pengertian Prestasi belajar atau hasil belajar adalah realisasi atau pemekaran dari kecakapan potensial atau kapasitas yang dimiliki seseorang. Penguasaan
Psikologi Kepribadian I. Psikologi Psikologi
MODUL PERKULIAHAN Psikologi Kepribadian I Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Psikologi Psikologi 06 61101 Abstract Dalam perkuliahan ini akan didiskusikan pembahasan teori attachment
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. menentukan arah dan tujuan dalam sebuah kehidupan. Anthony (1992)
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kepercayaan diri pada dasarnya adalah kemampuan dasar untuk dapat menentukan arah dan tujuan dalam sebuah kehidupan. Anthony (1992) menyatakan bahwa kepercayaan
Perkembangan dari Attachment (kelekatan) Kita harus memakai orang yang khusus di dalam kehidupan yang dapat membimbing anak-anak untuk merasakan rasa
PERKEMBANGAN ATTACHMENT (KELEKATAN) Perkembangan dari Attachment (kelekatan) Kita harus memakai orang yang khusus di dalam kehidupan yang dapat membimbing anak-anak untuk merasakan rasa senang. Apabila
BAB I PENDAHULUAN. Stres senantiasa ada dalam kehidupan manusia yang terkadang menjadi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Stres senantiasa ada dalam kehidupan manusia yang terkadang menjadi masalah kesehatan mental. Jika sudah menjadi masalah kesehatan mental, stres begitu mengganggu
1. Bab II Landasan Teori
1. Bab II Landasan Teori 1.1. Teori Terkait 1.1.1. Definisi kecemasan Kecemasan atau dalam Bahasa Inggrisnya anxiety berasal dari Bahasa Latin angustus yang berarti kaku, dan ango, anci yang berarti mencekik.
BAB I PENDAHULUAN. Sastra merupakan hasil ekspresi atau ungkapan kejiwaan seorang yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sastra merupakan hasil ekspresi atau ungkapan kejiwaan seorang yang diekspresikan dalam wujud media tulis. Untuk itu, karya sastra dihasilkan melalui imajinasi dan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Perkembangan perilaku anak berasal dari banyak pengaruh yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan perilaku anak berasal dari banyak pengaruh yang berbeda-beda, diantaranya faktor genetik, biologis, psikis dan sosial. Pada setiap pertumbuhan dan
BAB I PENDAHULUAN. Konflik terjadi acap kali dimulai dari persoalan kejiwaan. Persoalan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Konflik terjadi acap kali dimulai dari persoalan kejiwaan. Persoalan kejiwaan itu terjadi karena tidak terkendalinya emosi dan perasaan dalam diri. Tidak
Avoiding Reality in Counseling (Menghindari Realita Dalam Konseling)
Avoiding Reality in Counseling (Menghindari Realita Dalam Konseling) Oleh: Rahayu Ginintasasi JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BANDUNG 2008 Avoiding Reality in
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan sosial anak telah dimulai sejak bayi, kemudian pada masa kanak-kanak dan selanjutnya pada masa remaja. Hubungan sosial anak pertamatama masih sangat
Henni Anggraini Universitas Kanjuruhan Malang
HUBUNGAN KELEKATAN DAN KECERDASAN EMOSI PADA ANAK USIA DINI Henni Anggraini Universitas Kanjuruhan Malang ABSTRAK. Kelekatan (Attachment) merupakan hubungan emosional antara seorang anak dengan pengasuhnya
Psikologi Kepribadian I Trait Factor Theories
Modul ke: Psikologi Kepribadian I Trait Factor Theories Fakultas Psikologi Agustini, M.Psi., Psikolog Program Studi Psikologi www.mercubuana.ac.id Pendahuluan Gordon Allport: Prinsip dasar tingkah laku:
Psikologi muncul sebagai ilmu pengetahuan di Jerman (psikologi asosiasi) Filsafat Descartes: cogito ergo sum saya berfikir maka saya ada.
PSIKOANALISIS Psikologi muncul sebagai ilmu pengetahuan di Jerman (psikologi asosiasi) Filsafat Descartes: cogito ergo sum saya berfikir maka saya ada. Obyek psikologi adalah kesadaran orang normal. Tugas
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. ketersediaan sumber dukungan yang berperan sebagai penahan gejala dan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Persepsi Dukungan Sosial 2.1.1 Definisi Persepsi dukungan sosial adalah cara individu menafsirkan ketersediaan sumber dukungan yang berperan sebagai penahan gejala dan peristiwa
BAB I PENDAHULUAN. Sebagai mahluk sosial, manusia senantiasa hidup bersama dalam sebuah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Sebagai mahluk sosial, manusia senantiasa hidup bersama dalam sebuah masyarakat. Manusia senantiasa berhubungan dengan manusia lain untuk memenuhi berbagai
Teori belajar : Analisis perilaku BF Skinner
Teori belajar : Analisis perilaku BF Skinner Biografi BF Skinner Burrhus Frederic Skinner lahir 1904 di Pennsylvania Ayahnya seorang pengacara dan politisi ternama, ibunya seorang ibu rumah tangga Skinner
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Flow Akademik 1. Definisi Flow Akademik Menurut Bakker (2005), flow adalah suatu keadaan sadar dimana individu menjadi benar-benar tenggelam dalam suatu kegiatan, dan menikmatinya
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, suatu metode analisis dengan penguraian secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat
HUBUNGAN ANTARA KEBUTUHAN BERAKTUALISASI DIRI DAN KONFLIK PERAN DENGAN CITRA DIRI. Skripsi
HUBUNGAN ANTARA KEBUTUHAN BERAKTUALISASI DIRI DAN KONFLIK PERAN DENGAN CITRA DIRI Skripsi Untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam mencapai derajat S-1 Diajukan oleh : Rachmat Al Fajar F 100 950 017 /
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan dipandang mampu menjadi jembatan menuju kemajuan, dan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan dipandang mampu menjadi jembatan menuju kemajuan, dan setiap anak di dunia ini berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Tidak hanya anak normal saja
Mekanisme dan Taktik Bertahan ; Penolakan Realita Dalam Konseling Oleh : Sigit Sanyata
Mekanisme dan Taktik Bertahan ; Penolakan Realita Dalam Konseling Oleh : Sigit Sanyata [email protected] Abstrak Mekanisme individu untuk menghindari kenyataan yang sedang dihadapi merupakan representasi
BAB I PENDAHULUAN. berbeda dengan keadaan yang nyaman dalam perut ibunya. Dalam kondisi ini,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Manusia merupakan mahluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri tanpa kehadiran manusia lainnya. Kehidupan menjadi lebih bermakna dan berarti dengan kehadiran
BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Pusat Bahasa
BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional (2008:725) Konsep merupakan (1)
BAB I PENDAHULUAN. Masa remaja merupakan masa yang penting dalam kehidupan seseorang,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Masa remaja merupakan masa yang penting dalam kehidupan seseorang, karena pada masa ini remaja mengalami perkembangan fisik yang cepat dan perkembangan psikis
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU ASERTIF DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA PUTRI. Skripsi
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU ASERTIF DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA PUTRI Skripsi Untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam mencapai derajat Sarjana S-1 Diajukan oleh : Putri Nurul Falah F 100
BAB I PENDAHULUAN. Sejalan dengan kemajuan zaman banyak dampak yang dialami manusia
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sejalan dengan kemajuan zaman banyak dampak yang dialami manusia dalam kehidupannya. Kemajuan zaman memiliki nilai yang positif dalam kehidupan manusia, dimana pada
Kebutuhan Dasar Manusia Menurut Abraham Maslow Abraham Maslow membagi kebutuhan dasar manusia ke dalam lima tingkat berikut: 1. Kebutuhan fisiologis
Abraham Maslow membagi kebutuhan dasar manusia ke dalam lima tingkat berikut: 1. Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan paling dasar, antara lain pemenuhan oksigen dan pertukaran gas, kebutuhan cairan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dan sebagainya). Dengan sendirinya pada waktu pengindraan sehingga
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengetahuan 1. Defenisi Pengetahuan Pengetahuan (knowledge) adalah hasil penginderaan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya (mata,
MOTIVASI DALAM BELAJAR. Saifuddin Azwar
MOTIVASI DALAM BELAJAR Saifuddin Azwar Dalam dunia pendidikan, masalah motivasi selalu menjadi hal yang menarik perhatian. Hal ini dikarenakan motivasi dipandang sebagai salah satu faktor yang sangat dominan
FASE PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN MANUSIA
FASE PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN MANUSIA Fase fase Kepribadian Sigmund Freud yakin bahwa struktur dasar kepribadian sudah terbentuk pada usia 5 tahun dan perkembangan kepribadian sesuda usia 5 tahun sebagian
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP KONFLIK INTERPERSONAL DAN STRES KERJA DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI SKRIPSI
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP KONFLIK INTERPERSONAL DAN STRES KERJA DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI SKRIPSI Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai gelar sarjana S-1 Psikologi Disusun oleh
Bab I Pendahuluan. Setiap individu memiliki berbagai gagasan-gagasan mengenai dirinya, dimana gagasan
Bab I Pendahuluan Latar Belakang Masalah Setiap individu memiliki berbagai gagasan-gagasan mengenai dirinya, dimana gagasan tersebut muncul sebagai bentuk keinginannya agar diterima oleh sosial dan masyarakat.
Carl Jung. Analytical Psychology. Asumsi
Carl Jung Analytical Psychology Asumsi Fenomena yang berhubungan dengan kekuatan gaib atau magis (Occult) yang diturunkan oleh leluhur bisa dan memang berpengaruh pada kehidupan manusia Manusai bukan hanya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Remaja adalah masa transisi antara masa anak-anak dan dewasa, di mana terjadi pacu tumbuh, timbul ciri-ciri seks sekunder, tercapainya fertilitas, dan terjadi
BAB I PENDAHULUAN. tentang orang lain. Begitu pula dalam membagikan masalah yang terdapat pada
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Wanita merupakan individu yang memiliki keterbukaan dalam membagi permasalahan kehidupan maupun penilaian mereka mengenai sesuatu ataupun tentang orang lain.
BAB I PENDAHULUAN. awal, dimana memiliki tuntutan yang berbeda. Pada masa dewasa awal lebih
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Mahasiswa mengalami masa peralihan dari remaja akhir ke masa dewasa awal, dimana memiliki tuntutan yang berbeda. Pada masa dewasa awal lebih dituntut suatu
BAB 2 Tinjauan Pustaka
BAB 2 Tinjauan Pustaka Dalam bab ini, akan dibahas mengenai tinjauan pustaka yang digunakan peneliti terkait dengan penelitian yang dilakukan, dan dapat menjadi landasan teoritis untuk mendukung penelitian
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
BAB I PENDAHULUAN. sebagai contoh kasus tawuran (metro.sindonews.com, 25/11/2016) yang terjadi. dengan pedang panjang dan juga melempar batu.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Tawuran terjadi dikalangan pelajar sudah menjadi suatu hal yang biasa, sebagai contoh kasus tawuran (metro.sindonews.com, 25/11/2016) yang terjadi di tangerang,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kecemasan merupakan suatu emosi yang paling sering di alami oleh manusia. Kadang-kadang kecemasan sering disebut sebagai bentuk ketakutan dan perasaan gugup yang dialami
BAB II LANDASAN TEORI. Psikologi Tokoh Eko Prasetyo dalam Novel Jangan Ucapkan Cinta Karya
BAB II LANDASAN TEORI A. Hasil Penelitian Sebelumnya Seperti beberapa penelitian yang telah dilakukan oleh beberapa mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra Universitas Diponegoro Semarang dalam
SIJIL PSIKOLOGI ISLAM DAN KAUNSELING. WPK 913 Kaedah Terapi Minggu 2
SIJIL PSIKOLOGI ISLAM DAN KAUNSELING WPK 913 Kaedah Terapi Minggu 2 Pensyarah: Ustazah Dr Nek Mah Bte Batri PhD Pendidikan Agama Islam (UMM) PhD Fiqh & Sains Teknologi (UTM) Sinopsis: Kursus ini akan membincangkan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dalam kehidupan remaja, karena remaja tidak lagi hanya berinteraksi dengan keluarga
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Lingkungan sering menilai seseorang berdasarkan pakaian, cara bicara, cara berjalan, dan bentuk tubuh. Lingkungan mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam
PRIBADI CARL ROGERS. Setelah mendapat gelar doktor dalam psikologi Rogers menjadi staf pada Rochester Guidance Center dan kemudian menjadi
9 PRIBADI CARL ROGERS Carl Rogers adalah seorang psikolog yang terkenal dengan pendekatan terapi klinis yang berpusat pada klien (client centered). Rogers kemudian menyusun teorinya dengan pengalamannya
BAB I PENDAHULUAN. Setiap orang cenderung pernah merasakan kecemasan pada saat-saat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setiap orang cenderung pernah merasakan kecemasan pada saat-saat tertentu, dan dengan tingkat yang berbeda-beda. Kecemasan merupakan salah satu bentuk emosi
PERBEDAAN PENERIMAAN TEMAN SEBAYA DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN EKSTROVERT DAN INTROVERT
PERBEDAAN PENERIMAAN TEMAN SEBAYA DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN EKSTROVERT DAN INTROVERT Edwina Renaganis Rosida 1, Tri Puji Astuti 2 1,2 Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedarto
SIJIL PSIKOLOGI ISLAM DAN KAUNSELING. WPK 523 Psikologi Perkembangan Remaja, Dewasa dan Orang Tua
SIJIL PSIKOLOGI ISLAM DAN KAUNSELING WPK 523 Psikologi Perkembangan Remaja, Dewasa dan Orang Tua Minggu 4 Pensyarah: Ustazah Dr Nek Mah Bte Batri PhD Pendidikan Agama Islam (UMM) PhD Fiqh & Sains Teknologi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Manajemen Konflik. tindakan pihak lain. Apabila dua orang individu masing-masing berpegang pada
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Manajemen Konflik 1. Pengertian Manajemen Konflik Menurut Johnson ( Supraktiknya, 1995) konflik merupakan situasi dimana tindakan salah satu pihak berakibat menghalangi, menghambat,
Psikologi Kepribadian
MODUL PERKULIAHAN Psikologi Kepribadian I Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Psikologi Psikologi 09 61101 Abstract Dalam perkuliahan ini akan didiskusikan mengenai pembahasan teori
Peers and Friends. Santi e. Purnamasari, M.Si. UMBY
Peers and Friends Santi e. Purnamasari, M.Si. UMBY Pengantar Para ahli percaya bahwa interaksi yang terjadi di luar lingkungan keluarga adalah hal yang penting bagi perkembangan anak Terlebih kondisi saat
BAB I PENDAHULUAN. minat, sikap, perilaku, maupun dalam hal emosi. Tingkat perubahan dalam sikap
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Balakang Masalah Remaja dipandang sebagai periode perubahan, baik dalam hal fisik, minat, sikap, perilaku, maupun dalam hal emosi. Tingkat perubahan dalam sikap dan perilaku
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kebutuhan mencari pasangan hidup untuk melanjutkan keturunan akan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kebutuhan mencari pasangan hidup untuk melanjutkan keturunan akan menjadi prioritas dalam hidup jika seseorang sudah berada di usia yang cukup matang dan mempunyai
JOHN DOLLARD & NAEL E MILLER STRUKTUR KEPRIBADIAN
4 JOHN DOLLARD & NAEL E MILLER STRUKTUR KEPRIBADIAN John Dollard dan Neal E. Miller bekerja sama di Institute of Human Relation Universitas Yale mengembangkan pendekatan interdisiplin 3 bidang ilmu, yaitu
BAB I PENDAHULUAN. namun akan lebih nyata ketika individu memasuki usia remaja.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang permasalahan Setiap manusia tidak dapat hidup sendiri, manusia pasti membutuhkan orang lain disekitarnya mulai dari hal yang sederhana maupun untuk hal-hal besar didalam
5. Pilihlah salah satu dari pilihan di bawah ini yang merupakan KELEMAHAN anda! (Jawablah dengan sejujur-jujurnya)
Nama : No HP : Alamat : Pendidikan Terakhir : 1. Pilihlah salah satu dari pilihan di bawah ini yang merupakan KELEMAHAN anda! (Jawablah dengan sejujur-jujurnya) Pemikiran dan perhatian ditujukan ke dalam,
Alfred Adler. Individual Psychology
Alfred Adler Individual Psychology Manusia lahir dengan tubuh yang lemah dan inferior, suatu kondisi yang mengarah pada perasaan inferior sehingga mengakibatkan ketergantungan kepada orang lain. Manusia
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Destalya Anggrainy M.P, 2013
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Kepribadian seorang anak merupakan gabungan dari fungsi secara nyata maupun fungsi potensial pola organisme yang ditentukan oleh faktor keturunan dan penguatan
BAB I PENDAHULUAN. perhatian serius. Pendidikan dapat menjadi media untuk memperbaiki sumber daya
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan salah satu bidang yang penting dan perlu mendapatkan perhatian serius. Pendidikan dapat menjadi media untuk memperbaiki sumber daya manusia
BAB 1 PENDAHULUAN. berhubungan dengan manusia lainnya dan mempunyai hasrat untuk
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Pada hakekatnya manusia adalah mahluk sosial yang tidak dapat lepas berhubungan dengan manusia lainnya dan mempunyai hasrat untuk berkomunikasi atau bergaul dengan
BAB IV ANALISIS HASIL DATA PENELITIAN. dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data. 77
BAB IV ANALISIS HASIL DATA PENELITIAN A. Temuan Penelitian Analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola kategori dan suatu uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema
