TUNAGRAHITA. M. Umar Djani Martasuta
|
|
|
- Liani Darmadi
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 TUNAGRAHITA M. Umar Djani Martasuta
2 PERISTILAHAN KETERBELAKANG MENTAL LEMAH MENTAL LEMAH INGATAN LEMAH OTAK CACAT OTAK CACAT GRAHITA RETARDASI MENTAL MENTALLY RETARDED MENTALLY HANDICAPPED MENTALLY DEVECTIVE
3 TERBELAKANG TERBELAKANG : - ACTERLIJK (Belanda) - MENTALLY RETARDED (Inggris) CACAT MENTAL : - MENTALLY HANDICAPPED - MENTALLY DEVECTIVE
4 PERILAKU INTELIGEN SESEORANG YANG DAPAT BERTINDAK DENGAN : - CEPAT : WAKTUNYA SINGKAT - TEPAT : HASILNYA SESUAI DENGAN APA YANG DIHARAPKAN - MUDAH : TANPA MENGALAMI HAMBATAN YANG BERARTI Orang tsb disebut CAKAP, dlm term psikologi disebut BERPERILAKU INTELIGEN
5 PENGELOMPOKAN KECAKAPAN - SUPERIOR: Mereka yg dapat bertindak jauh lebih cepat, tepat & dengan kemudahan, dibanding dg anggota kelompok lainnya. - NORMAL : Mereka yang rata-rata pada umum nya dapat bertindak biasa saja kecepatannya, kemudahannya, seperti nampak pd sebagian anak kelompoknya, menurut batasan waktu & tingkat kesukaran yang telah ditetapkan. - SUB NORMAL : Mereka bertindak jauh lebih lambat, jauh lebih banyak ketidak tepatan & kesulitannya dibanding dengan anggota kelompok.
6 KECAKAPAN 1. ACTUAL ABILITY : KECAKAPAN NYATA Yang menunjukkan kepada aspek kecakapan yg segera dpt di demonstrasikan dan diuji sekarang juga 2. POTENTIAL ABILITY: KECAKAPAN POTENSI Yang menunjukkan kepada aspek kecakapan yang masih tersimpan
7 INTELIGENCE QUOTIEN UKURAN KECERDASAN, HASIL PERBANDINGAN ANTARA MA dengan CA dikalikan 100% MA : MENUNJUKKAN KESANGGUPAN MENTAL SESEORANG YANG MEMPUNYAI UMUR KALENDER TERTENTU. CA = CRONOLOGICAL AGE (UMUR KALENDER)
8 1. ANAK CERDAS = - MA LEBIH BESAR DARI CA - CA LEBIH KECIL DARI MA NORMAL = - MA SAMA DENGAN CA - CA SAMA DENGAN MA SUB NORMAL = - MA LEBIH KECIL DARI CA - CA LEBIH BESAR DARI MA
9 ANAK TUNAGRAHITA Kurang mampu memusatkan perhatian Cepat lupa Kurang mengikuti petunjuk Cenderung pemalu Miskin pengalaman Memerlukan tempo belajar yang lama Mentah pertimbangan Miskin perbendaharaan kata Kurang orisinal dan kurang kreatif Kurang inisiatif Kurang koordinasi motorik Kurang mampu memelihara kesehatan
10 CIRI KLINIS ANAK TUNAGRAHITA 1. MICRO CEPHALUY ANAK YANG KEPALANYA BESAR 2. MICRO CEPHALY KEPALANYA KECIL : - TERBELAKANG BERAT, CP, PARAPLEGIA, SPASTIC QUADRIPLEGIA 3. HYDROSEPHALIC PRODUKSI CAIRAN OTAK BERLEBIHAN/PENYERAPANNYA KURANG SESUAI DENGAN PRODUKSI, KEPALANYA BANYAK BERISI CAIRAN. 4. CRITIN KERDIL/KATE (KEBANYAKAN IMBESIL); - MULUT AGAK TERBUKA, KAKI PENDEK & BENGKOK, HIDUNG LEBAR/BESAR, MATA AGAK BERJAUHAN, LEHER PENDEK & BESAR, BIBIR & LIDAH TEBAL, OTOT-OTOT KENDOR. 5. DOWN SYNDROME CIRI-CIRI BENTUK KEPALA KECIL KE ATAS, DAHI RATA,RAUT MUKA SEPERTI RAS MONGOL, KULIT KERING & KASAR, LIDAH TEBAL & BERBELAH, BADAN PENDEK,DAYA TAHAN KURANG, MATA JULING (MUDAH BERGAUL, BAIK HATI, MUDAH MENIRU KATA-KATA & IRAMA.
11 KLASIFIKASI ANAK TUNAGRAHITA GROSSMAN 1. MILD MENTAL RETARDATION 2. MODERATE MENTAL RETARDATION 3. SEVERE MENTAL RETARDATION 4. PROFOUND MENTAL RETARDATION AMERICAN EDUCATION 1. EDUCABLE MENTALLY RETARDED 2. TRAINABLE MENTALLY RETARDED 3. TOTALLY /CUSTODINAL DEPENDENT WISC 1. MILD (RINGAN) 2. MODERATE (SEDANG) 3. SEVERE-PROFOUND(BERAT/SANGAT BERAT IQ to Aprox to to Below 20 or 25 MAMPU DIDIK MAMPU LATIH BUTUH RAWAT DIBAWAH 40
12 KARAKTERISTIK ATG (LANJUTAN) WHO TUNAGRAHITA RINGAN TUNAGRAHITANSEDANG TUNAGRAHITA BERAT AAMD 1. TUAGRAHITA RINGAN 2. TUNAGRAHITA SEDANG 3. TUNAGRAHITA BERAT Kurang dari Kurang dari 30
13 FAKTOR PENYEBAB 1. Keturunan 2. Gangguan Metabolisme Gizi (pheny Ketonuria,Critinisme) 3. Infeksi & Keracunan (Rubella,syphilis bawaan, Syndrom Grafitri beracun, bayi Prematur 4. Tauma (otak) 5. Zat Radio Aktif 6. Faktor Lingkungan 7. Masalah pada KelahirN 8. Faktor X
14 FAKTOR PENYEBAB Fetal alcoholik syndrome Lead poisoning Viruses rubela Gross brain disease Cromosomal abnormality Gestasional dosorder Retardation following psychiatric disorder
15 FAKTOR PENYEBAB Environmental disorder Faktor rhesus Trauma(luka saat melahirkan,sesak nafas,kelahiran frematur,kecelakaan pada masa perkembangan) Gangguan nutrisi (PKU=phenyketoruria), kretinisme, Meningitis Aborsi yang gagal
16 CLASSIFICATION THE EDUCATORS SYSTEM THE AAMR SYSTEM PSYCHOLOGICAL CLASSIFICATION ETIOLOGICAL CLASSIFICATION EDUCATIONAL CLASSIFICATION
17 THE EDUCATORS SYSTEM EDUCABLE MENTALLY RETARDED IQ between 75 or (EMR) TRAINABLE MENTALLY RETARDED IQ between 50 and 25 (TMR) SEVERELY AND PROFOUNDLY HANDICAPPED (SPH)
18 THE AAMR SYSTEM MILD MODERATE SEVERE PROFOUND RETARDATION
19 PSYCHOLOGICAL CLASSIFIKATIN PROFOUNDLY RETARDED, IQ SEVERELY RETARDED, IQ MODERATELY RETARDED, IQ MILDLY RETARDED, IQ BORDERLINE RETARDED, IQ 68-83
20 ETIOLOGICAL CLASSIFICATION ORGANIC BRAIN INJURY CULTURAL FAMILIAL HEREDITARY INFLUENCES PSYCHOLOGICAL DISTURBSNCE
21 EDUCATIONAL CLASSIFIKATION TOTALLY DEPENDENT, IQ TRAINABLE, IQ EDUCABLE, IQ 50-79
22
Tunagrahita sebagai kelainan yang meliputi fungsi intelektual umum di bawah rata-rata (Subaverage),
TUNA GRAHITA Tunagrahita Tunagrahita merupakan kata lain dari Retardasi Mental (mental retardation). Tuna = Merugi. Grahita = Pikiran. Retardasi Mental (Mental Retardation/Mentally Retarded) = terbelakang
MENGENAL ANAK TUNAGRAHITA. anak yang biasa-biasa saja, bahkan ada anak yang cepat. Yang menjadi persoalan dalam
1 MENGENAL ANAK TUNAGRAHITA A. Pengertian Dilihat dari tingkat kecerdasannya, ada anak normal, ada anak di bawah normal, dan ada anak di atas normal. Sehingga dalam belajarnya pun ada anak yang lamban,
KEMAMPUAN KHUSUS INDIVIDU & ANTISIPASI PENDIDIKAN
KEMAMPUAN KHUSUS INDIVIDU & ANTISIPASI PENDIDIKAN II. CACAT MENTAL Grahita pikir / memahami. Tuna Grahita ketidakmampuan dalam berpikir. MR / Mental Retardation. awalnya hanya mengacu pd aspek kognitif
LB 153 PENDIDIKAN ATG I
LB 153 PENDIDIKAN ATG I DESKRIPSI MATA KULIAH MKPS LB 153, PENDDIKAN ANAKTUNAGRAHITA I, S-1, 2 Sks, Smst. 5 Mata kuliah ini merupakan mata kuliah keahlian profesi. Selesai mengikuti matakuliah ini mhs
KLASIFIKASI. Sistem AAMR - Mild retardation (IQ s/d 70) - Moderate retardation (IQ s/d 50-55) - Severe retardation (IQ s/d 35-40)
MENTAL RETARDATION DEFINISI Mental retardation refers to significantly subaverage general intelectual functioning resulting in or associated with deficits in adaptive behavior, and manifested during the
BAB II TINJAUAN TEORITIS Kesejahteraan Psikologis (Psycological Well Being) Pengertian Kesejahteraan Psikologis
BAB II TINJAUAN TEORITIS 2.1. Kesejahteraan Psikologis (Psycological Well Being) 2.1.1. Pengertian Kesejahteraan Psikologis Kesejahteraan psikologis adalah keadaan dimana seseorang memiliki kondisi yang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dariyo (2011), keluarga adalah unit sosial terkecil yang terdiri dari
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Dukungan Keluarga 1. Pengertian Keluarga Dariyo (2011), keluarga adalah unit sosial terkecil yang terdiri dari anggota keluarga inti seperti ayah, ibu, dan anak-anak. Menurut
BAB VI PENUTUP. dirumuskan kesimpulan seperti di bawah ini. 1. Kondisi anak tunagrahita di SDLB-C PGRI Among Putra Ngunut,
BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan fokus penelitian yang penulis ajukan dalam bab I dan hasil penelitian lapangan yang penulis uraikan dalam bab IV, maka dapat dirumuskan kesimpulan seperti di bawah
BAB II KONSEP DASAR TUNAGRAHITA, MEDIA TANGGA BILANGAN, KEMAMPUAN BERHITUNG PENJUMLAHAN
12 BAB II KONSEP DASAR TUNAGRAHITA, MEDIA TANGGA BILANGAN, KEMAMPUAN BERHITUNG PENJUMLAHAN A. Tunagrahita 1. Pengertian Tunagrahita Anak tunagrahita secara umum mempunyai tingkat kecerdasan kemampuan intelektual
21 Februari Ibid 6 Peristilahan dan Batasan-Batasan Tunagrahita
3 ANAK TUNAGRAHITA III.1 ANAK TUNAGRAHITA DAN PERKEMBANGANNYA Pengertian akan tumbuh kembang anak mencakup 2 hal kondisi yang berbeda tetapi saling berkaitan dan sulit dipisahkan. Pertumbuhan berkaitan
Karakteristik dan Pendidikan Anak Tunagrahita
Modul Karakteristik dan Pendidikan Anak Tunagrahita E.Rochyadi. D PENDAHULUAN alam modul-modul sebelumnya, Anda telah mempelajari tentang pengantar pendidikan luar biasa yang secara khusus membahas hakikat
BAB I PENDAHULUAN. Penanganan mempunyai makna upaya-upaya dan pemberian layanan agar
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penanganan mempunyai makna upaya-upaya dan pemberian layanan agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Pemberian layanan agar anak dapat tumbuh
BAB 2 KAJIAN PUSTAKA. keluarga dan beberapa orang yang berkumpul serta tinggal disuatu tempat
BAB 2 KAJIAN PUSTAKA 2.1 Pola Asuh Keluarga 2.1.1 Definisi Pola Asuh Keluarga Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul serta
ILMU KEPERAWATAN ANAK DALAM KONTEKS KELUARGA PROGRAM PROFESI NERS
Telah disetujui/diterima Pembimbing Hari/Tanggal : ILMU KEPERAWATAN ANAK DALAM KONTEKS KELUARGA PROGRAM PROFESI NERS Asuhan Keperawatan pada Anak R dengan Tuna Grahita di Kelas VI C Sekolah Luar Biasa
PERISTILAHAN DAN BATASAN TUNAGRAHITA PERISTLAHAHAN ; *TUNAGRAHITA MERUPAKAN KATA LAIN DARI RETARDASI MENTAL(MENTAL RETARDATION) *TUNA BERARTI MERUGI.
PERISTILAHAN DAN BATASAN TUNAGRAHITA PERISTLAHAHAN ; *TUNAGRAHITA MERUPAKAN KATA LAIN DARI RETARDASI MENTAL(MENTAL RETARDATION) *TUNA BERARTI MERUGI. *GRAHITA BERARTI PIKIRAN. *RETARDASI MENTAL (MENTALRETARDATION/MENTALLY
Sindroma Down Oleh : L. Rini Sugiarti, M.Si, psikolog*
Sindroma Down Oleh : L. Rini Sugiarti, M.Si, psikolog* Penderita sindroma Down atau yang sering disebut sebagai down s syndrom mampu tumbuh dan berkembang jika terdeteksi sejak dini, yakni sejak lahir
Modul ke: Pedologi. Cedera Otak dan Penyakit Kronis. Fakultas Psikologi. Yenny, M.Psi., Psikolog. Program Studi Psikologi.
Modul ke: Pedologi Cedera Otak dan Penyakit Kronis Fakultas Psikologi Yenny, M.Psi., Psikolog Program Studi Psikologi www.mercubuana.ac.id Apakah yang Dimaksudkan dengan Kelumpuhan Otak itu? Kelumpuhan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Deteksi Dini Pola Gangguan Artikulasi Pada Anak Tunagrahita Di Indonesia
BAB I PENDAHULUAN Penelitian ini membuat instrumentasi untuk mendeteksi gangguan artikulasi dan pedoman terapi berbicara. Setelah menemukan instrumen yang tepat, penelitian ini juga menyajikan pola gangguan
BAB IV ANALISIS DATA METODE PEMBELAJARAN INDIVIDUAL, PENDIDIKAN AGAMA ISLAM, ANAK TUNA GRAHITA
84 BAB IV ANALISIS DATA METODE PEMBELAJARAN INDIVIDUAL, PENDIDIKAN AGAMA ISLAM, ANAK TUNA GRAHITA Berdasarkan pada data yang telah dipaparkan pada BAB III, maka pada bab ini akan dilakukan analisis data.
BAB V PEMBAHASAN. A. Pendekatan Guru Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada
BAB V PEMBAHASAN A. Pendekatan Guru Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Anak Tunagrahita Sebagaimana data yang telah peneliti temukan dan kemukakan di atas, selanjutnya peneliti akan menganalisa
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH. Tubuh manusia mengalami berbagai perubahan dari waktu kewaktu
1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Tubuh manusia mengalami berbagai perubahan dari waktu kewaktu sejak lahir yang meliputi pertumbuhan dan perkembangan. Perubahan yang cukup mencolok terjadi
NEGARA, BANGSA DAN WARGA NEGARA H. M. UMAR DJANI MARTASUTA
NEGARA, BANGSA DAN WARGA NEGARA H. M. UMAR DJANI MARTASUTA PERISTILAHAN NEGARA ETIMOLOGIS : STAAT (BELANDA & JERMAN) STATE (INGGRIS) ETAT (PERANCIS) STATUS/STATUUM (LATIN) MELETAKKAN DLM KEADAAN BERDIRI
Tes bagian yg integral dari pengukuran.pengukuran hanya bagian dari evaluasi
PENGUKURAN PSIKOLOGI Peristilahan Tes Penilaian Ujian Assesmen Pengukuran Evaluasi Tes bagian yg integral dari pengukuran.pengukuran hanya bagian dari evaluasi Pengukuran psikologi mengandung makna diagnostik
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Pengertian Kebermaknaan Hidup
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kebermaknaan Hidup 1. Pengertian Kebermaknaan Hidup Kebermaknaan adalah berarti, mengandung arti yang penting (Poewardarminta, 1976). Menurut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
BAB V PENUTUP. Pelajaran Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Tunagrahita di SDLB Negeri. Batang maka dapat di simpulkan sebagai berikut :
104 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarka penelitian Metode Pembelajaran Individual Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Tunagrahita di SDLB Negeri Batang maka dapat di simpulkan sebagai
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Tinjauan tentang Anak Tunagrahita Ringan 1. Pengertian Anak Tunagrahita Ringan Tunagrahita disebut juga intellectual disability atau retardasi mental, yang dapat diartikan lemah
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. rasa percaya diri dalam sikap dan perilaku setiap hari, sehingga dapat
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengetahuan 2.1.1 Pengertian Pengetahuan Pengetahuan diperlukan sebagai dukungan untuk menumbuhkan rasa percaya diri dalam sikap dan perilaku setiap hari, sehingga dapat dikatakan
BAB I PENDAHULUAN. Pada dasarnya setiap anak berpotensi mengalami masalah dalam belajar,
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada dasarnya setiap anak berpotensi mengalami masalah dalam belajar, hanya saja masalah tersebut ada yang ringan dan ada juga yang masalah pembelajarannya
Bahasa dan Ketunagrahitaan. Oleh Didi Tarsidi
Bahasa dan Ketunagrahitaan Oleh Didi Tarsidi Bahasa dan inteligensi begitu berkaitan sehingga ada orang yang mendefinisikan ketunagrahitaan berdasarkan defisit bahasanya. Diasumsikan secara meluas bahwa
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kemampuan Pra Berhitung Piaget berpendapat bahwa proses berfikir manusia sebagai suatu perkembangan yang bertahap dari berfikir intelektual konkrit ke abstrak secara berurutan
Fakultas Psikologi UMBY, 2011
Fakultas Psikologi UMBY, 2011 Banyak digunakan untuk anak usia 3 13 tahun Petunjuk Umum untuk menentukan suatu tes valid atau tidak 1. Mengikuti prosedur standar 2. Usaha subjek yang maksimal harus ditumbuhkan
bahwa setiap individu berhak mendapatkan pendidikan, termasuk didalamnya anak
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan faktor penting dalam kehidupan manusia, karena berperan membina dan meningkatkan harkat serta martabat manusia. Pendidikan dalam kehidupan
Retardasi Mental. Dr.dr. Tjhin Wiguna, SpKJ(K)
Retardasi Mental Dr.dr. Tjhin Wiguna, SpKJ(K) Retardasi Mental (RM) Suatu keadaan perkembangan mental yang terhenti atau tidak lengkap atau tidak sesuai dengan tingkat perkembangan anak seusianya. Ditandai
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Keadaan disabilitas yang adalah keterbatasan fisik, kecacatan baik fisik maupun mental, serta berkebutuhan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Keadaan disabilitas yang adalah keterbatasan fisik, kecacatan baik fisik maupun mental, serta berkebutuhan khusus dapat dialami oleh setiap individu. Menurut Riset
BAB I PENDAHULUAN. Tujuan pendidikan pada umumnya adalah upaya membantu peserta. didik dalam merealisasikan berbagai potensi atau kemampuan yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tujuan pendidikan pada umumnya adalah upaya membantu peserta didik dalam merealisasikan berbagai potensi atau kemampuan yang dimilikinya secara optimal. Salah
: Metode-metode Pembelajaran Bahasa Lisan pada Anak Tunagrahita Ringan di Sekolah Luar Biasa
Judul : Metode-metode Pembelajaran Bahasa Lisan pada Anak Tunagrahita Ringan di Sekolah Luar Biasa Nama Penulis : Widad Nabilah Yusuf (209000274) Pendahuluan Soemantri (2006) mengatakan tunagrahita memiliki
PENGARUH AKTIVITAS AKUATIK TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS ATAS
PENGARUH AKTIVITAS AKUATIK TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS ATAS Oleh: Puput Septiyani dan Sumaryanti Pendididkan Kesehatan dan Rekreasi FIK UNY Abstrak Kemampuan motorik
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Anak berkebutuhan khusus merupakan individu yang diciptakan oleh Yang Maha Kuasa dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Perbedaannya hanya mereka membutuhkan metode
BAB I PENDAHULUAN. yang melibatkan gerakan tubuh berulang-ulang dan ditujukan untuk meningkatkan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Olahraga merupakan suatu aktivitas fisik yang terencana dan terstruktur yang melibatkan gerakan tubuh berulang-ulang dan ditujukan untuk meningkatkan kebugaran
PENDIDIKAN KHUSUS & PENDIDIKAN LAYANAN KHUSUS
PENDIDIKAN KHUSUS & PENDIDIKAN LAYANAN KHUSUS HERRY WIDYASTONO Kepala Bidang Kurikulum Pendidikan Khusus PUSAT KURIKULUM BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 6/9/2010 Herry
Dr. Soeroyo Machfudz, Sp.A(K), MPH Sub.bag Tumbuh Kembang/Ped. Sosial INSKA RS. Hermina / Bag. IKA FK-UII Yogyakarta
Dr. Soeroyo Machfudz, Sp.A(K), MPH Sub.bag Tumbuh Kembang/Ped. Sosial INSKA RS. Hermina / Bag. IKA FK-UII Yogyakarta CEREBRAL PALSY CP Sindrom kerusakan otak yang statis Tidak progresif Keterlambatan motorik
I. Terminologi dan Batasan Hambatan Intelektual dari Berbagai Pandangan
I. Terminologi dan Batasan Hambatan Intelektual dari Berbagai Pandangan A. terminologi Hambatan Intelektual Istilah tunagrahita dahulu dalam bahasa Indonesia disebut dengan istilah bodoh, tolol, dungu,
Oleh : Suwartono X
digilib.uns.ac.id UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA BIDANG PERKALIAN DENGAN KARTU BILANGAN PADA SISWA KELAS V (LIMA) TUNAGRAHITA RINGAN DI SDLB NEGERI KOTA PEKALONGAN TAHUN PELAJARAN 2010 2011
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA BERPIKIR, DAN HIPOTESIS
7 BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA BERPIKIR, DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustaka 1. Anak Tunagrahita Sedang a. Pengertian Tunagrahita mempunyai istilah lain yaitu lemah pikiran (feeble minded), terbelakang
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah suatu proses pengalaman yang memberikan pengertian, pandangan (insight) dan penyesuaian bagi seseorang yang menyebabkan ia berkembang Crow
BAB 2 DATA DAN ANALISA. 2.1 Sumber Data Literatur Buku 1. "Mengasuh & Mensukseskan Anak Berkebutuhan Khusus" oleh Geonifam
BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Sumber Data 2.1.1 Literatur Buku 1. "Mengasuh & Mensukseskan Anak Berkebutuhan Khusus" oleh Geonifam 2.1.2 Literatur Internet 1. http://wikimu.com/news/displaynews.aspx?id=17587
BAB I PENDAHULUAN. 1.1.Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Setiap keluarga khususnya orang tua menginginkan anak yang lahir dalam keadaan sehat, tidak mengalami kecacatan baik secara fisik maupun mental. Salah satu contoh dari
BAB 1 PENDAHULUAN. kehidupan seseorang, sakit dapat menyebabkan perubahan fisik, mental, dan
BAB 1 PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Sakit merupakan suatu kondisi yang tidak dapat dipisahkan dari peristiwa kehidupan seseorang, sakit dapat menyebabkan perubahan fisik, mental, dan sosial (Perry & Potter,
HAMBATAN INTELEKTUAL (TUNAGRAHITA)
HAMBATAN INTELEKTUAL (TUNAGRAHITA) PERKEMBANGAN MENTAL TERBELAKANG ADAPTASI TINGKAH LAKU TERBELAKANG DITANDAI MA LEBIH LAMBAT DARI CA MA: Mental Age CA: Chronological Age PERISTILAHAN Lemah otak Lemah
ANAK TUNAGRAHITA DAN PENDIDIKANNYA
ANAK TUNAGRAHITA DAN PENDIDIKANNYA Oleh: Astati, Dra. M.Pd. PLB Universitas Pendidikan Indonesia Anak Tunagrahita dan Pendidikannya Definisi lihat slide no 12 Ketunagrahitaan mengacu pada fungsi intelektual
BAB I PENDAHULUAN. kecerdasannya jauh dibawah rata rata yang ditandai oleh keterbatasan intelejensi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pemahaman masyarakat umum mengenai anak berkebutuhan khusus masih sangat minim, kebanyakan mereka menganggap bahwa anak berkebutuhan khusus merupakan anak yang
Pengantar Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)
Pengantar Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Dita Rachmayani., S.Psi., M.A dita.lecture.ub.ac.id / [email protected] ISTILAH APA SAJA YANG ANDA KETAHUI MENGENAI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS? LABELING Disorder
BAB I PENDAHULUAN. pikiran dan perasaan kepada orang lain. 1. lama semakin jelas hingga ia mampu menirukan bunyi-bunyi bahasa yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap orang senantiasa berkomunikasi dengan orang-orang disekitarnya. Sejak bayi, manusia telah berkomunikasi dengan orang lain, yaitu ibu dan ayahnya. Menangis di
ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Apakah yang dimaksud dengan ABK (exceptional children)? a. berkaitan dengan konsep/istilah disability = keterbatasan b. bersinggungan dengan tumbuh kembang normal--abnormal, tumbuh
BAB 1 PENDAHULUAN. dan perkembangan pada mental intelektual (mental retardasi) sejak bayi atau
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tuna Grahita atau Cacat Ganda adalah kelainan dalam pertumbuhan dan perkembangan pada mental intelektual (mental retardasi) sejak bayi atau dalam kandungan atau masa
1. DEFINISI MURID TUNA CAKAP BELAJAR
BIMBINGAN BAGI MURID TUNA CAKAP BELAJAR APRILIA TINA L 1. 1. DEFINISI MURID TUNA CAKAP BELAJAR Tuna cakap belajar (Learning Disabilities/LD) Cenderung bersifat internal Pandangan Ahli ttg LD: a. Ahli pendidikan:
BAB II LANDASAN TEORI. pertumbuhan atau perkembangan mengalami kelainan atau penyimpangan
17 BAB II LANDASAN TEORI A. Anak Berkebutuhan Khusus 1. Pengertian Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) adalah anak yang dalam proses pertumbuhan atau perkembangan mengalami kelainan atau penyimpangan fisik,
KESULITAN MENULIS PERMULAAN PADA ANAK USIA DINI DENGAN KELAINAN TUNAGRAHITA RINGAN
KESULITAN MENULIS PERMULAAN PADA ANAK USIA DINI DENGAN KELAINAN TUNAGRAHITA RINGAN Ni Luh Putri Universitas Negeri Manado, Kampus Unima di Tondano e-mail: [email protected] Abstract: Early Writing
BAB I PENDAHULUAN. (Activity Daily Living/ADL) (Effendi,2008). tidak lepas dari bimbingan dan perhatian yang diberikan oleh keluarga,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Anak yang mengalami retardasi mental dalam perkembangannya berbeda dengan anak-anak normal. Anak dengan reardasi mental mempunyai keterlambatan dan keterbatasan dalam
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan jasmani merupakan salah satu mata pelajaran di sekolah yang memiliki peran penting terhadap perkembangan prilaku siswa seperti aspek kognitif, afektif
BAB I PENDAHULUAN. seharusnya mendapatkan perlakuan yang sama seperti siswa normal. Siswa SLB
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia dalam rangka upaya mewujudkan tujuan nasional.
BIMBINGAN PADA SISWA DENGAN HAMBATAN. Sosialisasi KTSP
BIMBINGAN PADA SISWA DENGAN HAMBATAN 1 DEFINISI HEARING IMPAIRMENT (TUNARUNGU) TERKANDUNG DUA KATEGORI YAITU: DEAF (KONDISI KEHILANGAN PENDENGARAN YANG BERAT) DAN HARD OF HEARING (KEADAAN MASIH MEMILIKI
- IQ (inteleqtual quesion) Angka yg menjelaskan ingkat kecerdasan seseorang yg dibandingkan dengan sesamanya dalam 1 populasi
LBM 5 Ganggan perilaku pada anak Step 1 - Instabilitas genomic Keidakstabilan keseluruhan geneic yg dimiliki sel - IQ (inteleqtual quesion) Angka yg menjelaskan ingkat kecerdasan seseorang yg dibandingkan
BAB I PENDAHULUAN. Proses ini dapat bervariasi pada umur dan jenis kelamin. Hal tersebut dapat diukur
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan dan perkembangan hingga kematangan pada manusia dalam suatu masyarakat dapat dipelajari dengan memahami berbagai proses fisiologis. Proses ini dapat bervariasi
BAB II KAJIAN TEORI DAN KERANGKA PIKIR. mentally defective, mentally handicapped, mental subnormality,
BAB II KAJIAN TEORI DAN KERANGKA PIKIR A. Kerangka Teori 1. Anak Tunagrahita Ada beberapa istilah untuk menyebut anak tunagrahita, yaitu mental illness, mental retardation, mental retarded, mental deficiency,
MENUJU KEMANDIRIAN ANAK TUNAGRAHITA ( Pengayaan) Oleh: Astati
MENUJU KEMANDIRIAN ANAK TUNAGRAHITA ( Pengayaan) Oleh: Astati A. Makna Kemandirian 1. Pengertian Menumbuhkan kemandirian pada individu sejak usia dini sangatlah penting karena dengan memiliki kemandirian
BAB I PENDAHULUAN. terjadi pada pertengahan tahun 2008 karena penurunan ekonomi global.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Krisis ekonomi gelombang II setelah krisis ekonomi tahun 1997 kembali terjadi pada pertengahan tahun 2008 karena penurunan ekonomi global. Krisis ekonomi tersebut
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PADA MATERI
digilib.uns.ac.id UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PADA MATERI PERMUKAAN BUMI MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS VI TUNAGRAHITA RINGAN SEMESTER II SDLB NEGERI SLAWI TAHUN AJARAN 2010/2011
BAB I PENDAHULUAN. Anak membutuhkan bantuan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Anak merupakan anugrah yang Tuhan berikan untuk dijaga dan dirawat. Anak membutuhkan bantuan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya dalam masa tumbuh kembang. Memahami
BAB II KAJIAN TEORI. Menurut Sutjihati Somantri (2005: 107 ) anak tunagrahita sedang
BAB II KAJIAN TEORI A. Kajian tentang Anak Tunagrahita Sedang 1. Pengertian Anak Tunagrahita sedang Menurut Sutjihati Somantri (2005: 107 ) anak tunagrahita sedang disebut juga embisil. Kelompok ini memiliki
APLIKASI UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN ANAK RETARDASI MENTAL BERBASIS WEBSITE
APLIKASI UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN ANAK RETARDASI MENTAL BERBASIS WEBSITE PUBLIKASI ILMIAH Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Jenjang Strata I Pada Jurusan Informatika Fakultas Komunikasi dan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dalam fungsi intelektual ( kapasitas mental umum, seperti belajar, menalar,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Disabilitas Intelektual 2.1.1 Definisi Disabilitas intelektual atau yang sering dikenal dengan retardasi mental adalah disabilitas yang dicirikan dengan adanya keterbatasan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Status Gizi 2.1.1 Pengertian Status Gizi Status gizi adalah keadaan kesehatan individu-individu atau kelompok-kelompok yang ditentukan oleh derajat kebutuhan fisik akan energi
PENGARUH AKTIVITAS AKUATIK TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS ATAS DI SLB N PEMBINA YOGYAKARTA SKRIPSI
PENGARUH AKTIVITAS AKUATIK TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS ATAS DI SLB N PEMBINA YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta
LAPORAN PENDAHULUAN RETARDASI MENTAL. Disusun Oleh : Hadi Ari Yanto
LAPORAN PENDAHULUAN RETARDASI MENTAL Disusun Oleh : Hadi Ari Yanto 101018 D III KEPERAWATAN STIKES MUHAMMADIYAH KLATEN 2012 / 2013 RETARDASI MENTAL 1. PENGERTIAN Retardasi mental adalah kemampuan mental
SOAL UAS PEND. ATG I
SOAL UAS PEND. ATG I 2009 2010 1. Definisi ATG yang dikembangkan AAMD menggambarkan cirri-ciri berikut, kecuali : a. tampilan fisik yang berbeda b. fungsi intelektual secara jelas di bawah rata-rata c.
PENGARUH USIA DAN LATIHAN KESEIMBANGAN TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK TUNAGRAHITA KELAS BAWAH MAMPU DIDIK SEKOLAH LUAR BIASA
JPES 2 (1) (2013) JOURNAL OF PHYSICAL EDUCATION AND SPORTS http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jpes PENGARUH USIA DAN LATIHAN KESEIMBANGAN TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK TUNAGRAHITA KELAS BAWAH
BAB I PENDAHULUAN. taraf kelainannya. American Association On Mental Deliciency (AAMD) dalam
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Anak tunagrahita adalah anak yang memiliki kecerdasan di bawah rata-rata yang terjadi pada saat masa perkembangan dan memiliki hambatan dalam penilaian adaptif. Secara
ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS TUNAGRAHITA
LAPORAN OBSERVASI STUDENT DIVERSITY ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS TUNAGRAHITA SLB TUNAS KASIH 1 LEUWILIANG KABUPATEN BOGOR Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah : PSIKOLOGI PENDIDIKAN Dosen : Dr. Hj. Rita
2016 RUMUSAN PROGRAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MERAWAT DIRI BAGI ANAK TUNAGRAHITA SEDANG DI SLB X PALEMBANG
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan pada dasarnya bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia mandiri,,, (UURI No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas Bab II
BAB I PENDAHULUAN. Anak tunagrahita merupakan salah satu jenis anak berkesulitan yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Anak tunagrahita merupakan salah satu jenis anak berkesulitan yang mengalami hambatan dalam pertumbuhan dan perkembangan atau mengalami penyimpangan dari normal.
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM MELALUI METODE KARYAWISATA PADA ANAK TUNA GRAHITA KELAS DASAR III SLB C YPAALB
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM MELALUI METODE KARYAWISATA PADA ANAK TUNA GRAHITA KELAS DASAR III SLB C YPAALB PRAMBANAN KLATEN Skripsi Oleh : Tawar NIM : X5107681 PROGRAM STUDI
