IKATAN MOTOR INDONESIA Edisi : 2013
|
|
|
- Erlin Tanudjaja
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PERATURAN KEJUARAAN NASIONAL DRAG RACE D A F T A R I S I Pasal K e t e r a n g a n Hal IKATAN MOTOR INDONESIA Edisi : Status dan Kejuaraan 4 2. Jadwal Kejuaraan 4 3. Panitia Penyelenggara 4 4. Panitia Pelaksana 4 5. Pengawas Perlombaan 4 6. Jadwal Perlombaan 5 7. Pendaftaran 5 8. Kendaraan 5 9. Persyaratan Peserta Lintasan Perlombaan Kendaraan Pemberian angka Persyaratan Pengemudi Formulir Pendaftaran Biaya Pendaftaran & Asuransi Perubahan dan Penambahan Peraturan Penerapan & Pengertian tentang Peraturan Peserta Urutan Start,Tanda Pengenal & Nomor Start Reparasi Pengiklanan Start Finish Sistim Perlombaan Pemeriksaan Kendaraan sebelum Start & Selama Perlombaan Hukuman dan Denda Protes dan Naik Banding
2 Pasal K e t e r a n g a n Hal 28. Penentuan Kejuaraan Hadiah, Piala dan Kejuaraan Team Service Pengunduran diri dari perlombaan Hak Panitia Pelaksana Pengiklanan sesudah lomba PERATURAN TEKNIK Kendaraan Kelas dan persyaratan kendaraan Perubahan/Modifikasi PERATURAN TAMBAHAN - Pilihan Waktu (Braket Time) LAMPIRAN 1. Form Data2 Teknis Kendaraan Peserta 34 PERATURAN NASIONAL PERLOMBAAN DRAG RACE Tahun PERATURAN UMUM 1. STATUS DAN TUJUAN KEJUARAAN. Kejuaraan Nasional terbuka untuk yang memiliki Kartu Tanda Anggota dan Kartu Ijin Start (KIS) untuk Drag Race yang dikeluarkan oleh IMI dan masih berlaku. Panitia, Pendaftar, Peserta dan atau pendukungnya wajib mengutamakan dan menjunjung tinggi sportifitas olahraga, baik pada saat perlombaan maupun sebelum dan sesudahnya. 2. JADWAL KEJUARAAN. Jadwal Kejurnas Drag ditentukan melalui Rakernas IMI tahun berjalan berdasarkan ajuan Pengprov dan kesesuaian situasi yang ada 3. PANITIA PENYELENGGARA (OC). Dilaksanakan oleh klub yang telah disetujui oleh PP. IMI dan diberikan kuasa serta wewenang untuk menyelenggarakan Perlombaan Balap Mobil DRAG RACE dan melaksanakan Peraturan yang berlaku beserta Peraturan-Peraturan tambahannya. Adapun susunan Panitia Penyelenggara sebagaimana yang tertera didalam Peraturan Tambahan & Jadwal Perlombaan. Penyelenggara wajib mencantumkan Logo IMI serta Logo Kejuaraan Nasional Drag Race pada seluruh promosi maupun materi cetakan. (Lampiran 2 & 3). 4. PANITIA PELAKSANA (RC). Panitia Pelaksana adalah yang diberikan wewenang oleh Panitia Penyelenggara dan sepenuhnya bertanggung jawab atas kelancaran pelaksanaan perlombaan ini baik dari segi keamanan secara umumnya dan Peraturan ini beserta Peraturan-Peraturan tambahan pada khususnya. Pimpinan Perlombaan wajib memiliki lisensi IMI yang sesuai, masih berlaku dan mendapat persetujuan dari PP. IMI. 5. PENGAWAS PERLOMBAAN Untuk tiap perlombaan Nasional mobil DRAG RACE, wajib terdapat 1(satu) Anggota Pengawas dan 1(satu) Ketua Pengawas perlombaan yang ditunjuk oleh PP.IMI dan 1 (satu) Anggota Pengawas dari Pengda IMI yang bersangkutan. Setiap personal Pengawas Perlombaan yang ditugaskan wajib memilik lisensi IMI yang sesuai dan masih berlaku 3 4
3 6. JADWAL PERLOMBAAN. Kejuaraan Nasional untuk tahun 2013 diselenggarakan sesuai dengan kalender PP. IMI tahun 2013 dan perubahannya. 6.1 Perubahan tanggal/tempat pelaksanaan wajib mendapatkan persetujuan tertulis dan harus diajukan kepada PP. IMI minimal 3 (tiga) bulan sebelum tanggal pelaksanaan direncanakan. 7. PENDAFTARAN. Pendaftaran sebagaimana yang tertera di dalam Jadwal Perlombaan dengan ketentuan sebagai berikut : 7.1 Dengan mengisi Formulir Pendaftaran dan menandatanganinya, maka pendaftar menyatakan mengetahui seluruh Peraturan Perlombaan, dan patuh akan ketentuanketentuan yang ada didalam Peraturan Perlombaan maupun Peraturan Tambahan dan Buletinnya. 7.2 Pendaftaran dibuka minimum 14 (empat belas) hari kerja sebelum tanggal pelaksanaan. 8. KENDARAAN YANG DI IJINKAN UNTUK BERLOMBA. Kendaraan yang telah lulus Pemeriksaan Teknis sebagaimana tercantum pada Pasal dan PERSYARATAN PESERTA. 9.1 PENDAFTAR : Badan hukum atau perorangan yang memiliki ijin sebagai Pendaftar yang dikeluarkan oleh PP. IMI (Entrant License). 9.2 PENGEMUDI : Perorangan yang memiliki SIM Kepolisian dan KTA/KIS IMI yang masing masih berlaku dan atau Rekomendasi yang dikeluarkan oleh IMI untuk katagori perlombaan ini. 9.3 Pendaftar, Peserta dan atau pendukungnya wajib mengutamakan dan menjunjung tinggi sportifitas olahraga, baik pada saat perlombaan maupun sebelum dan sesudahnya. Sanksi : Pemecatan 10. LINTASAN PERLOMBAAN Lintasan terdiri dari dua jenis lintasan dengan ketentuan sebagai berikut : Lintasan pacu 201 meter dengan total panjang lintasan minimum 402 meter Lintasan pacu 402 meter dengan total panjang lintasan minimum 804 meter Lintasan pacu adalah suatu tempat memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi di lintasan yang khusus ditutup untuk perlombaan ini. Lintasan harus rata dan permukaan terbuat dari aspal atau beton, bebas dari gelombang. Tidak diperkenankan mempergunakan lintasan yang terbuat dari conblock Peserta dilarang menjalani route berlawanan arah dengan arah perlombaan, sanksi : Pemecatan Panjang minimum lintasan tertutup untuk perlombaan masing-masing adalah : (Delapan Ratus Empat) yang terdiri dari dua bagian Lintasan yaitu Lintasan Pacu dari Garis Start sampai dengan Garis Finish sepanjang 402 (empat ratus dua) meter dan Lintasan Pengereman sepanjang 402 (Empat Ratus Dua) meter (Empat Ratus Dua) meter yang terdiri dari dua bagian Lintasan yaitu Lintasan Pacu dari Garis Start sampai dengan Garis Finish sepanjang 201(dua ratus satu) meter dengan Lintasan Pengereman sepanjang 201 (Dua Ratus satu) meter Peserta dilarang berhenti atau memperbaiki kendaraannya pada Lintasan Pengereman ini, kecuali dalam keadaan yang diluar kekuasaannya (FORCE MAJEURE), sanksi : Pemecatan Panitia perlombaan berhak menentukan jarak lintasan yang akan dipergunakannya dan diumumkan kepada seluruh peserta sebelum perlombaan dimulai atau pada saat peserta mendaftarkan diri untuk ikut perlombaan ini 10.5 Lintasan terdiri dari 2 (dua) jalur yang sejajar dengan panjang yang sama ( 10.4) bebas dari halangan ataupun hambatan dengan pemisah jalur lintasan pacu. Lebar masing-masing jalur lintasan pacu min. 6 (enam) meter, dipisahkan oleh sebuah garis lurus atau berupa pagar beton concrete Tersedia minimum 3 area staging yaitu : Area Tunggu (waiting zone) Area Burn Out Area Staging (start) 10.6 Untuk safety lintasan: Pada bagian kanan dan kiri lintasan pacu yang berbatasan dengan penonton wajib dipisahkan dengan pembatas/pagar, harus terbuat dari beton atau bahan rel baja (double stacked guard rail type) setinggi minimum 60 cm terpasang di kiri dan kanan track mulai dari start hingga 30 meter setelah finish (tergantung dari penempatan penonton). Pagar pembatas yang terbuat dari beton harus tidak ada jarak antara satu beton pembatas dengan lainnya (rapat) Disarankan untuk menambah keamanan di ujung track (braking area) berupa peredam benturan berupa perangkap pasir (sand trap), tong air (water barrier) atau tumpukan ban, dan 10.7 Khusus Kelas 1 Pro Stock hanya diijinkan diperlombakan pada Lintasan Pacu 402 Meter, dengan total panjang minimum lintasan 804 (Delapan Ratus Empat) meter (dua) bulan sebelum tanggal pelaksanaan perlombaan, Pengprov IMI/ Penyelenggara wajib meminta ijin kepada PP. IMI untuk mendapatkan persetujuan atas lintasan yang akan dipergunakan dengan menyampaikan denah gambar dari 5 6
4 lintasan beserta daerah untuk penonton dan paddock serta sistim pengamanan Penonton, Petugas, dan Peserta serta permintaan untuk Peninjauan Lokasi (Track Inspection). PP. IMI akan mengirimkan 1 (satu) orang Peninjau Lapangan pada saat 1 (satu) bulan sebelum tangg al pelaksanaan perlombaan dan biaya yang timbul untuk mendatangkan petugas peninjau lapangan dari PP. IMI ini ditanggung oleh pihak Penyelenggara. 11. KENDARAAN 11.1 Kendaraan yang dipertandingkan dalam perlombaan ini dikelompokan dan terbagi dalam Kelas sebagai berikut : Kelas 1 - Pro Stock Kelas 2 - Modifikasi Kelas 3 - Standard. Kelas Semi Bracket Time 11.2 Kelas 1 Pro Stock, sebagai berikut : Kendaraan yang telah ataupun belum diganti mesin, dengan jenis/merek lain Menambahkan alat khusus untuk memasukan udara ke dalam mesin baik dengan memanfaatkan gas buang maupun bantuan sabuk yang diputar oleh mesin. (Mis.: Turbo, Supercharger, dll) Kendaraan yang khusus dibuat untuk perlombaan ini ataupun kendaraan yang telah mengalami perubahan pada rangka maupun bentuk luar Jenis mesin piston/rotary dan kapasitas mesin maximum 500 Cu.inch, jumlah cylinder maximum yang diijinkan adalah 8 Cylinder Sesuai dengan Peraturan Teknik atau Peraturan Tambahan khusus untuk kelas ini Kelas 2 Modifikasi,sebagai berikut : Kendaraan yang diproduksi atau dirakit secara masal, dipergunakan untuk umum yang diijinkan dimodifikasi sebagaimana tercantum dalam Peraturan ini ataupun diatur didalam Peraturan tersendiri Mempunyai body/chassis dan mesin dari merek atau jenis yang sama Mesin yang dipergunakan adalah mesin piston dengan pembakaran dalam dan berpendingin air Jumlah maximum cylinder yang diijinkan adalah 6 Cylinder Kelas 3 - Standard, sebagai berikut : Kendaraan yang diproduksi atau dirakit atau dipasarkan secara massal di dalam negeri, mempunyai mesin dan bentuk luar serta merek yang sama dengan aslinya dan hanya diijinkan untuk dimodifikasi sebagaimana tercantum dalam Peraturan ini Mesin yang dipergunakan adalah mesin piston dengan pembakaran dalam dan berpendingin air Perubahan pada kendaraan maupun bagiannya hanya dapat dilakukan sebagaimana yang diperbolehkan didalam Peraturan ini maupun Peraturan tambahan Untuk kendaraan yang mesin aslinya mempergunakan turbo atau super charger, maka kapasitas mesin dikalikan dengan 1, Station wagon termasuk dalam jenis sedan Kelas Semi Bracket, sebagai berikut : Mobil Jalanan (Street Legal) Adalah mobil yang mempunyai kelengkapan yang laik untuk dipergunakan di jalan raya, termasuk kelengkapan interior. Pemadam api di mobil minimal 1 kilogram Seat Belt minimal 3 titik Mobil yang hanya diperuntukkan bagi lomba dengan waktu tempuh kurang dari 13 detik (402m) atau 9 detik (201m) dan mobil yang disiapkan khusus untuk perlombaan olahraga bermotor, seperti : balap, rally, drag race, memakai turbo, NOS, supercharger.pemadam api minimal 1 kilogram Seat belt 4 titik Dianjurkan memasang roll cage 6 titik terbuat dari seamless pipe dengan tebal min. 2.5 mm dan diameter 45 mm. Jika Roll Bar, minimum 4 titik dengan diameter pipa 45mm 12. PEMBERIAN ANGKA Kejuaraan Nasional Perlombaan Balap Mobil DRAG RACE untuk Pendaftar dan Pengemudi Peringkatnya akan ditentukan sebagai berikut : Peringkatnya akan ditentukan dari seluruh perlombaan dan berdasarkan hasil dari tiap serie perlombaan tersebut. Angka/point dapat ditambah-kan pada tiap akhir dari tiap serie perlombaan untuk tiap kendaraan dan pengemudi : Juara Point Juara Point Ke 1 = 10 Ke 5 = 5 2 = 8 6 = 4 3 = 7 7 = 3 4 = 6 8 = Dalam rangka menghasilkan klasifikasi pada Kejuaraan Nasional Perlombaan Balap Mobil DRAG RACE, Article 23, General Prescription FIA serta 7 8
5 Peraturan Nasional Olah Raga PP. IMI harus juga menjadi dasar dari ketentuan ini Untuk mendapat jumlah angka perolehan peserta pada tiap akhir putaran, peserta wajib mengikuti sedikitnya 3 (tiga) putaran dalam 1 (satu) tahun seri kejuaraan Jika terdapat perolehan angka yang sama, maka peserta yang mendapatkan total angka lebih tinggi pada serie 1 akan berada diatasnya, dan seterusnya. 13. PERSYARATAN PENGEMUDI Pendaftar, Peserta dan atau pendukungnya wajib mengutamakan dan menjunjung tinggi sportifitas olahraga, baik pada saat perlombaan maupun sebelum dan sesudahnya Untuk umum sesuai dengan Pasal 1 dan 15.1 (bila club event, hanya dapat diikuti oleh anggota club tersebut) Patuh pada seluruh Peraturan Perlombaan yang ditetapkan Peserta harus dalam keadaan sehat lahir dan bathin dan bebas dari pengaruh minuman-minuman keras dan narkotika maupun obat-obatan terlarang lainnya. sanksi : Pemecatan Peserta yang bertengkar dengan Panitia atau Peserta, atau mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan, akan mendapatkan penilaian dari Pengawas Perlombaan yang akan menentukan hukuman hingga Pemecatan Peserta wajib menghadiri Briefing sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh Panitia. Sanksi : denda Rp ,--. Jika berhalangan wajib menunjuk wakilnya secara tertulis ditujukan kepada Pimpinan Perlombaan. 14. FORMULIR PENDAFTARAN 14.1 Pengemudi yang ingin mengikuti perlombaan ini, diwajibkan mengisi formulir pendaftaran yang disediakan di Sekretariat Panitia Penyelenggara dan dikembalikan 7 (tujuh) hari sebelum tanggal pelaksanaan, lengkap dengan data-data Pengemudi dan kendaraannya berikut 2 (dua) lembar pasfoto terbaru ukuran 4 x 6 cm., dan juga pembayaran biaya-biaya wajib kepada Panitia Penyelenggara Dilarang membuat perubahan-perubahan dalam formulir pendaftaran kecuali untuk hal-hal yang boleh dilakukan seperti tertera dalam Peraturan ini, namun pendaftar dapat mengganti kendaraan yang tersebut dalam formulir dengan kendaraan lain dalam Kelas yang sama, sampai menjelang Pemeriksaan Teknis Peserta atau pengemudi yang telah mengisi Formulir Pendaftaran ini berarti bertanggung jawab penuh yang seluas-luasnya atas kebenaran isi dari Formulir Pendaftaran yang disampaikannya Bila pada saat Pemeriksaan Teknis ternyata kendaraan tidak sesuai dengan Kelas yang didaftarkan, maka atas usul dari petugas pemeriksa dan disetujui oleh Pengawas Perlombaan, kendaraan tersebut dapat dipindahkan ke Kelas yang sesuai Dengan menandatangani formulir pendaftaran ini, maka pendaftar tunduk kepada hukum seperti yang tertera dalam Peraturan Perlombaan ini maupun Peraturan tambahannya Panitia Penyelenggara berhak menolak suatu pendaftaran tanpa wajib memberikan suatu alasan. 15. BIAYA PENDAFTARAN & ASURANSI 15.1 Biaya pendaftaran, tempat dan tanggal pendaftaran sebagaimana yang tercantum didalam Jadwal perlombaan atau dengan ketentuan sbb : Biaya pendaftaran biasa Rp. 350, (tiga ratus lima puluh ribu rupiah) dikenakan untuk 1(satu) peserta per kendaraan sampai dengan 7 (tujuh) hari sebelum tanggal diadakannya Scrutineering, selanjutnya akan dikenakan denda pendaftaran yang akan ditentukan kemudian dengan denda maximum 100% dari biaya pendaftaran biasa Pendaftaran dibuka minimum 14(empat belas) hari kerja sebelum tanggal pelaksanaan Pendaftaran hanya akan diterima bila biaya seluruhnya telah dilunasi dan menerima kwitansi yang dikeluarkan oleh Panitia Penggantian Pengemudi ataupun Kendaraan pada saat scrutineering dan setelah penutupan pendaftaran, dikenakan denda sebesar 1 (satu) kali biaya pendaftaran biasa Biaya-biaya pendaftaran akan dikembalikan secara utuh bila : Calon Peserta ditolak pendaftarannya Perlombaan tidak jadi dilaksanakan Peserta tidak sehat (dengan keterangan Dokter) Peserta yang mengundurkan diri, uang pendaftarannya akan menjadi milik Panitia Biaya pendaftaran termasuk premi asuransi yang menjamin kepentingan Peserta untuk diri masing-masing maupun kewajiban terhadap pihak ke 3 (tiga) yang berlaku pada saat perlombaan berlangsung. Pengemudi tidak termasuk pihak ke 3 (tiga) Asuransi yang dikeluarkan oleh Panitia Penyelenggara dengan alasan apapun tidak boleh merugikan asuransi yang dibuat oleh peserta Panitia berhak menolak atau membatalkan pendaftaran peserta tanpa harus memberikan penjelasan kepada peserta tersebut. 9 10
6 15.9 Panitia Penyelenggara maupun Pelaksana tidak dapat dikenakan tuntutan hukum maupun tuntutan lainnya atas kerugian jiwa maupun material yang diakibatkan oleh Peserta maupun Pihak Ketiga. 16. PERUBAHAN & PENAMBAHAN PERATURAN Perubahan atau penambahan ketentuan akan diumumkan melalui pengumuman resmi yang bertanggal dan bernomor dan merupakan suatu kesatuan dengan Peraturan. Papan Pengumuman resmi tersebut akan terpasang di Sekretariat dan tempat-tempat lain yang ditentukan, atau akan diberitahukan kepada para peserta secara langsung dengan tertulis dan tanda terima sebagai bukti, kecuali jika keadaan tidak memungkinkan yaitu sewaktu perlombaan sedang berlangsung dapat disampaikan secara lisan oleh petugas langsung kepada peserta Kecuali Kelas yang termasuk didalam KEJURNAS, maka Penyelenggara/Pimpinan perlombaan berhak menambah/mengurangi Kelas lainnya sesuai dengan keadaan di tempat penyelenggaraan maupun keadaan peserta. 17. PENERAPAN & PENGERTIAN TENTANG PERATURAN 17.1 Peraturan ini dibuat berdasarkan Peraturan yang dikeluarkan oleh FIA dan Buku Peraturan Nasional Olah Raga Kendaraan Bermotor PP. IMI Pimpinan Perlombaan bertugas untuk menerapkan Peraturan beserta ketentuannya dalam perlombaan ini Protes yang menyangkut jalannya perlombaan harus ditujukan kepada Pimpinan Perlombaan sesuai dengan tata-cara menyampaikan protes Untuk soal-soal yang tidak diatur dalam Peraturan ini akan menjadi bahan pemikiran Pengawas Perlombaan yang memiliki wewenang tertinggi untuk mengambil keputusan Dengan melakukan pendaftaran, Peserta menyatakan telah mengetahui Peraturan Perlombaan dan akan mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan Jika terjadi perbedaan pengertian atas peraturan ini maka PP. IMI akan menentukan keputusannya dan berlaku final tidak dapat diganggu gugat. 18. PESERTA 17.1 Kecuali jika ditentukan lain didalam peraturan tambahan, hanya 1 (satu) orang untuk tiap kendaraan yang diperbolehkan ikut sebagai peserta, dan wajib memiliki Kartu Ijin Start Nasional (KIS) Drag Race/Rekomendasi PP.IMI yang masih berlaku. Peserta diijinkan mendaftarkan kendaraannya untuk berlomba pada Kelas yang sesuai dengan kendaraannya pada Kelas Pro Stock, Kelas Modifikasi ataupun Kelas Standard, begitu pula satu kendaraan hanya dapat didaftarkan untuk 3 (tiga) pengemudi pada Kelas yang berbeda Peserta dapat mendaftarkan dan mengikuti perlombaan dengan 1 (satu) atau lebih kendaraan hanya pada Kelas yang berbeda Kendaraan Kelas Standard diperkenankan ikut pada Kelas Pro Stock atau Kelas Modifikasi. Kendaraan Kelas Modifikasi diperkenankan ikut pada Kelas Pro Stock Suatu Identity Card/Kartu Pengenal yang mencantumkan foto terbaru (4 x 6 Cm.), tanda-tangan awak dan scrutineer, data kendaraan, harus tetap ada di kendaraan selama perlombaan berlangsung dan wajib terlihat petugas, kegagalan ini akan mengakibatkan sanksi : Hukuman Peserta wajib mengisi formulir Data Teknis Kendaraan sebagaimana terlampir. Sanksi : Tidak diijinkan Scrutineering Peserta wajib menghadiri Briefing sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh Panitia. Sanksi : denda Rp ,--. Jika berhalangan wajib menunjuk wakilnya secara tertulis ditujukan kepada Pimpinan Perlombaan. Peserta yang tidak hadir pada saat briefing wajib membayar denda dan dikenakan sanksi : Tidak berhak melakukan protes. 19. URUTAN START, TANDA PENGENAL & NOMOR START 19.1 Start dilakukan sesuai dengan urutan nomor start berdasarkan hasil undian atau ranking yang ditetapkan oleh IMI pada tahun sebelumnya 19.2 Start hanya dilakukan untuk tiap 2 (dua) kendaraan kecuali jika ternyata pada Kelas tersebut terdapat jumlah peserta ganjil Panitia Penyelenggara akan memberikan kepada peserta 2 (dua) buah Nomor Start besar beserta iklan-iklan wajib lainnya yang harus dipasang dan tetap terlihat jelas selama perlombaan berlangsung. Bila pada waktu perlombaan sedang berlangsung kedapatan : Salah satu Nomor Start hilang, maka Peserta akan mendapat hukuman denda sebesar Rp. 500,000.--/buah (lima ratus ribu rupiah) Kedua Nomor Start hilang pada saat yang sama, maka berlaku hukuman Pemecatan Nama Pengemudi wajib terlihat pada kedua sisi kendaraan berikut golongan darahnya, Sanksi : Hukuman Tanda Pengenal, Nomor Start dan Iklan wajib akan dibagikan untuk semua peserta ditempat Scrutineering. Peserta melakukan Scrutineering setelah memasang Tanda Pengenal, Nomor Start dan iklan wajib lainnya Kendaraan yang tidak memenuhi syarat ini tidak akan diperiksa dan tidak diijinkan untuk berlomba
7 Nomor Start Peserta tidak diijikan untuk digunting, diperkecil ataupun dirubah, sanksi denda Rp. 500,000.--/1 sisi. Keterangan : Nomor Start kemungkinan dibagikan ditempat briefing ataupun pada saat pemeriksaan administrasi. 20. REPARASI 20.1 Anggota yang bekerja/membantu peserta adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab peserta bersangkutan Reparasi dan pengisian bahan bakar hanya boleh dilakukan pada tempat yang telah ditentukan, kelalaian atas hal ini dapat berakibat sanksi : Pemecatan Service Crew dilarang memarkir kendaraannya atau membantu peserta dalam jarak 100 (seratus ) meter dari tempat Start, kecuali untuk membantu peserta mengembalikan kendaraannya kelintasan pacu agar tidak menghalangi jalur Peserta lainnya. Service crew dilarang memasuki daerah Start atau daerah terlarang lainnya yang ditentukan oleh Panitia Peserta akan terkena hukuman Pemecatan bila : Memotong jalur lintasan yang telah ditentukan Bertindak tidak sportif Bertindak secara sendiri maupun kelompok melawan/bertengkar/menghina petugas, meng-intimidasi petugas, melakukan perkelahian dan hal-hal lainnya yang dapat dianggap bertindak tidak sportif. 21. PENGIKLANAN 21.1 Peserta diperbolehkan memasang iklan dikendaraannya dengan syarat : Sah menurut undang-undang RI dan Peraturan IMI serta syarat-syarat umum penyelengaraan perlombaan Tidak melampaui batas-batas tempat yang disediakan bagi Tanda Pengenal, Nomor Start dan juga pengiklanan wajib lainnya Tidak mengganggu pandangan Peserta Wajib memberitahu serta memohon ijin terlebih dahulu dari Panitia Penyelenggara ( 3) Panitia berhak menolak start peserta yang melakukan pemasaran/ membagikan produk iklan-nya pada arena perlombaan tanpa ijin tertulis dari panitia Kendaraan yang tidak memenuhi syarat pengiklanan tersebut tidak diijinkan untuk Start Kecuali mendapat ijin tertulis dari panitia, Peserta wajib memasang seluruh iklan yang diberikan panitia kepada peserta. 22. START 22.1 Peserta wajib membawa kendaraannya dan hadir ditempat Start sesuai dengan Jadwal start untuk masing-masing Kelas yang dikeluarkan oleh panitia, Peserta yang telambat hadir di tempat Start lebih dari 5 (lima) menit akan dikenakan sanksi : Hukuman Pada tiap Start akan dilepas 2(dua) Peserta bersamaan (diusahakan dengan Kelas yang sama) Start dilakukan dengan cara : Memakai Christmas Tree atau yang sejenis, dengan mempergunakan lampu Putih, Kuning, Hijau dan Merah, Lampu hijau akan menyala sebagai tanda Start lampu putih penunjuk staging dan pre staging (tiga buah) lampu kuning menyala secara berurutan sebagai countdown lampu hijau sebagai tanda start lampu merah mengindikasikan jump start 22.4 Tidak mampu Start dalam waktu 60 ( enam puluh) detik setelah tanda Start diberikan, maka Peserta akan mendapat sanksi : Pemecatan Start suatu perlombaan hanya dapat ditunda oleh petugas dalam keadaan Force Majeure Bila peserta Start sebelum tanda Start diberikan, akan mendapat angka hukuman (dua) detik untuk lomba dengan sistem kelas waktu tempuh maksimum di kelasnya untuk lomba dengan sistem bracket Untuk menentukan kejuaraan, Peserta dengan waktu tempuh tercepat yang dinyatakan dalam detik dan pecahannya adalah pemenangnya pada kelas ataupun waktu yang diikutinya Peserta yang menolak untuk Start sesuai dengan waktu dan posisi yang telah ditentukan akan mendapat hukuman 5(lima) detik Peserta yang tidak dapat menghadirkan kendaraan dan pengemudinya pada tempat start 10 (sepuluh ) menit setelah berakhirnya heat untuk peserta tersebut, maka peserta ini dianggap mengundurkan diri Peserta wajib mempersiapkan kendaraannya untuk start pada saatnya, keterlambatan untuk menghadirkan kendaraan dan pengemudinya dengan alasan apapun adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab peserta Start secara satu persatu tidak diijinkan, kecuali jumlah pesertanya ganjil atau dalam keadaan force majeure dan seijin Pengawas Perlombaan
8 23. FINISH. Suatu perlombaan berakhir pada rambu/garis Finish, Peserta yang berhenti sebelum rambu Finish akan dikenakan sanksi : Pemecatan. Pencatatan waktu dilakukan di garis Finish yang dilakukan dengan alat cetak waktu dan didukung dengan pencatatan biasa (Alat cetak waktu bukan suatu keharusan). Hasil waktu tempuh Peserta yang dikeluarkan oleh Kamar Hitung adalah mengikat dan tidak dapat diprotes. 24. SISTIM PERLOMBAAN 24.1 Perlombaan ini dapat mempergunakan cara : Sistim Gugur : dimana Peserta yang kalah tidak dapat melanjut kan perlombaan berikutnya. Misal : Babak penyisihan dilakukan dengan urutan 30, 20 besar dan Final 10 besar Sistim Waktu rata-rata Tercepat : melalui penyisihan dengan mengambil waktu rata2 tercepat pada seluruh heat dan peserta wajib mengikuti seluruh heat Sistem waktu rata-rata Tercepat dan Final sistem Gugur : melalui penyisihan dengan mengambil waktu rata-rata tercepat pada seluruh heat, peserta wajib mengikuti seluruh heat. Dari hasil tersebut diambil 8 (delapan) peserta terbaik untuk masuk final. Penentuan pemenang melalui head to head Khusus Kejurnas, Panitia menentukan sistim yang akan dipakai sesuai dengan pasal , pasal atau pasal Pada setiap perlombaan Kejurnas, Panitia berhak menentukan kelas yang dilombakan yaitu: Pilihan Kelas Waktu/Bracket Time : Peserta akan menentukan kelas waktu berdasarkan yang dicapainya pada saat QTT, ataupun berdasarkan keinginan peserta tersebut Pilihan kelas sesuai kapasitas mesin dan terbagi dalam kelas Pro Stock, kelas Modifikasi dan kelas Standard 24.3 Pada perlombaan Kejurnas, Panitia berhak menunda dan/atau menghentikan perlombaan yang sedang berlangsung dengan pertimbangan keselamatan penonton, petugas dan peserta. 25. PEMERIKSAAN KENDARAAN SEBELUM START DAN SELAMA PERLOMBAAN Peserta yang akan mengikuti perlombaan harus tiba ditempat Scrutineering sesuai dengan Jadwal yang telah ditentukan. Peserta atau wakilnya yang melapor di Scrutineering diluar waktu tersebut akan dikenakan denda Rp. 500, (lima ratus ribu rupiah). Sesudah Scrutineering, bila terdapat kendaraan yang belum memenuhi persyaratan, maka Pengawas Perlombaan akan memberikan batas waktu untuk memenuhi persyaratan tersebut. Kendaraan yang belum memenuhi persyaratan Scrutineering tidak diijinkan Start Scrutineering yang dilakukan sebelum Start merupakan pemeriksaan secara umum seperti pemeriksaan SIM, KTA & KIS, Merk/Model kendaraan dan penempelan sticker/iklan wajib serta kewajiban lainnya, kemudian diikuti dengan pemeriksaan : Indentifikasi peserta. Peserta wajib membawa pasfoto dirinya yang terbaru dengan ukuran 4 x 6 Cm. 2 buah Indentifikasi kendaraan, jika dianggap perlu oleh pihak Panitia Penyelenggara maka kendaraan diberikan tanda pada Chassis (rangka) dan Cylinder Blok serta Cylinder Head Peserta wajib menyampaikan data-data kendaraan dan spesifikasi mesin yang dipergunakannya untuk berlomba sesuai dengan lembar isian sebagaimana Lampiran Peserta diwajibkan memasang 1 (satu) atau 2 (dua) buah tabung pemadam api (jumlah minimum isi 2 Kg.), Sabuk Pengaman (minimum 4 point) kecuali kelas standard (dapat menggunakan sabuk pengaman asli kendaraan), peralatan keselamatan dan Crash Helmet harus sesuai dengan dengan Peraturan FIA. Kelas Standard, dianjurkan untuk memasang Roll Cage Pemeriksaan ulang dapat dilakukan setiap saat selama perlombaan, baik terhadap peserta maupun kendaraan. Jika terjadi penyimpangan akan dikenakan sanksi Peserta wajib menjaga agar Nomor Start, dan iklan yang diberikan oleh Panitia maupun tanda2 scrutineering, tetap terlindung dan tidak hilang sampai akhir perlombaan. Kelalaian atas hal tersebut berakibat Pasal diberlakukan
9 25.6 Bila terjadi kecurangan ataupun ternyata terjadi penyimpangan dari Peraturan, maka hukuman akan segera dijatuhkan termasuk pihak yang membantu atau terlibat dalam pelanggaran tersebut. Kecurangan ini dapat dilaporkan kepada PP. IMI melalui Pengprov IMI, dapat dikenakan Sanksi Ada tidaknya suatu protes, Panitia berhak memerintahkan pembongkaran mesin kendaraan peserta. Penolakan atas pembongkaran ini dapat dikenakan Sanksi Pemecatan dari perlombaan Setiap kendaraan yang akan melakukan Scrutinering tidak diijinkan memasuki daerah Scrutineering mempergunakan Trailer atau kendaraan pengangkut lainnya. Kendaraan yang akan dilakukan Scrutineering sudah dalam keadaan mesin dapat dihidupkan (kecuali mendapatkan ijin dari Scrutineer) Tanpa seijin Petugas Scrutineer, kendaraan yang telah diperiksa dan dinyatakan lulus Scrutineering tidak diijinkan menambahkan sesuatu alat pada bagian mesin atau bagian lainnya Panitia berhak untuk memeriksa aspek teknik selama perlombaan berlangsung dan akan dikenakan sanksi apabila terbukti melanggar peraturan ini. 26. HUKUMAN DAN DENDA. Hukuman dapat dijatuhkan kepada peserta oleh Pimpinan Perlombaan ataupun Pengawas Perlombaan atas pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan dengan bentuk hukuman Peringatan, Denda Uang/Waktu ataupun Pemecatan dari perlombaan. Penentuan hukuman selain yang tercantum disini adalah merupakan hak Pengawas Perlombaan dan tidak dapat diganggu gugat. Hukuman yang dijatuhkan oleh Pengawas Perlombaan adalah mutlak tanpa harus memberitahukan kepada peserta yang dijatuhkan hukuman dan tidak dapat diprotes kecuali dilakukan naik banding kepada PP. IMI. 27. PROTES DAN NAIK BANDING 27.1 Protes hanya dapat dilakukan oleh peserta yang diijinkan untuk berlomba, menghadiri briefing, dan masih berlomba pada perlombaan yang diprotesnya Protes diajukan selambat-lambatnya 30 (tigapuluh) menit setelah hasil sementara dikeluarkan dan sesuai dengan ketentuan-kententuan yang tertera Protes dianggap sah jika dilakukan secara tertulis dan diserahkan kepada Pimpinan Perlombaan disertai uang tunai sejumlah Rp ,000,--(satu juta rupiah) yang mana tidak akan dikembalikan apabila Protes tersebut ditolak Bila Protes menuntut pembongkaran bagian dari mesin kendaraan, pihak yang memprotes wajib menambah uang jaminan sebesar Rp , (dua juta rupiah) yang mana jika protes tidak benar, maka uang jaminan ini menjadi milik peserta yang diprotes dan pihak yang melakukan protes wajib membayar biayabiaya yang timbul lainnya yang diakibatkan oleh protesnya Peserta dapat mengajukan naik banding atas keputusan tersebut sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang tertera pada Peraturan Nasional PP. IMI. Satu protes hanya berlaku untuk satu peserta dan satu bidang, protes secara kolektif akan ditolak. 28. PENENTUAN KEJUARAAN 28.1 Penentuan Juara berdasarkan waktu tempuh tercepat dalam satuan detik dan pecahannya pada heat final ataupun berdasarkan Bracket Time, yaitu waktu tempuh peserta dan hukuman-hukuman waktu lainnya Hasil resmi kejuaraaan untuk tiap Kelas wajib diumumkan sesuai Jadwal Perlombaan atau selambat-lambatnya 30 (tigapuluh) menit setelah perlombaan berakhir pada tiap Kelas, kecuali bila ada protes Peserta yang menjadi pemenang I, II dan III wajib naik ke panggung pemenang untuk penerimaan hadiah. Jika menolak tampil di panggung Panitia Penyelenggara tidak akan memberikan hadiah lainnya kecuali piala yang harus diambil sendiri di Sekretariat Panitia Penyelenggara Bila terjadi nilai waktu yang sama, maka peserta yang mendapat catatan waktu yang terbaik di heat sebelumnya akan berada diatasnya. Bila hal tersebut belum cukup, untuk menentukan juara maka catatan waktu yang terbaik seri sebelumnya pada heat ke 3 (tiga), heat ke 2 (dua) dan seterusnya wajib menjadi bahan keputusan. 29. HADIAH, PIALA & KEJUARAAN 29.1 Hadiah atas perlombaan ini sebagaimana tercantum didalam Peraturan Panitia Hanya Juara I, II dan III yang akan mendapat hadiah Piala Pembagian Piala dan hadiah uang adalah sebagai berikut : Bila dalam satu kelas terdaftar 5 peserta atau kurang, maka piala akan diberikan untuk juara I, II dan III, sedangkan hadiah uang ditiadakan Bila dalam satu Kelas terdaftar 6 s/d 10 Peserta, maka hadiah uang & Piala hanya akan diberikan kepada Juara I. Juara II dan III hanya menerima Piala Bila dalam satu Kelas terdaftar lebih dari 10 (sepuluh) Peserta atau, maka hadiah uang & Piala akan diberikan kepada Juara I, II, III
10 29.4 Kecuali mendapat ijin dari Panitia, Juara I, II dan III wajib hadir pada acara pembagian hadiah Jika ditemukan tindakan tidak sportif atau pelanggaran terhadap buku peraturan ini (termasuk teknik) setelah berlangsungnya kejuaraan, maka penyelenggara dan atau PP IMI dapat merubah hasil kejuaraan yang sudah diumumkan. 30. TEAM SERVICE 30.1 Anggota yang bekerja/membantu peserta adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab peserta bersangkutan Service Car adalah crew berikut kendaraannya dan kendaraan tersebut membawa suku cadang, bahan bakar dan lain-lainnya yang akan digunakan oleh Peserta Service Car, Crew, dilarang memasuki lintasan pada saat perlombaan sedang berlangsung Memerintahkan Peserta untuk melakukan pembongkaran dan menyerahkan komponen-komponen, atau contoh-contoh yang diperlukan kepada petugas Scrutineering Mengeluarkan Peraturan Tambahan yang merupakan bagian dari Peraturan ini dan hal-hal lainnya yang dianggap perlu guna kelancaran dan keamanan perlombaan. 33. PENGIKLANAN SESUDAH LOMBA Pengiklanan dari hasil perlombaan oleh pendaftar, Peserta atau pihak lainnya, wajib mendapat ijin dari Panitia Penyelenggara. Persetujuan dari Panitia dilampiri dengan hasil perlombaan akan diberikan paling cepat 24 (dua puluh empat) Jam setelah waktu penye-rahan permohonan ini. Penundaan pemasangan iklan oleh pihak lain bukan menjadi tanggung jawab Panitia Penyelenggara. Semua pengiklanan tentang hasil perlombaan wajib mencantumkan nama perlombaan ini disebelah atas dari iklan itu dan ukuran dari nama tersebut tidak boleh kurang dari 1/10 (sepersepuluh) dari panjang iklan dan wajib mencantumkan hasil lengkap kejuaraan Pengawas Perlombaan dapat menjatuhkan hukumam ataupun Sanksi lainnya atas pelanggaran Peraturan ini. 31. PENGUNDURAN DIRI DARI PERLOMBAAN Peserta yang mengundurkan diri dari perlombaan wajib membuat surat pengunduran diri dan menyerahkan kepada Panitia Perlombaan. 32. HAK PANITIA PELAKSANA Pimpinan Perlombaan dengan seijin Pengawas Perlombaan dapat mengambil keputusan atau kebijaksanaan sebagai berikut : 32.1 Membatalkan atau menunda perlombaan karena hal-hal yang tidak terduga Menghapus atau merubah bagian perlombaan dikarenakan hal-hal yang istimewa Mengeluarkan instruksi-instruksi yang memiliki kekuatan yang sama dengan Peraturan ini, instruksi-instruksi ini akan disampaikan kepada para Peserta secara tertulis yang akan dipasang dipapan Pengumuman resmi Memeriksa persyaratan kendaraan sebelum dan sesudah perlombaan Meminta kendaraan untuk dibongkar guna memeriksa persyaratan yang harus dipenuhi
11 2. PERATURAN TEKNIK 1. KENDARAAN. Kendaraan yang telah lulus Pemeriksaan Teknis sebagaimana tercantum pada Peraturan Perlombaan Pasal 11 dan KELAS DAN PERSYARATAN KENDARAAN. Kelas yang dipertandingkan dalam perlombaan dikelompokkan dalam: 2.1 Kelas Bracket Time 3. PERUBAHAN/ MODIFIKASI. Perubahan/Modifikasi pada kendaraan maupun bagiannya hanya dapat dilakukan sebagaimana yang diperbolehkan didalam Peraturan ini dan jika melakukan perubahan pada mesin, kapasitas mesin tidak boleh melampui kapasitas mesin pada Kelas yang diikutinya. KELAS PRO STOCK I. Mesin. 1. Hanya diperbolehkan 1 buah mesin yang terpasang. 2. Diperbolehkan menggunakan Turbo/ Supercharger dan NOS. 201 meter 402 meter - FFA - FFA - 8 detik - 11 detik - 9 detik (kejurnas) - 12 detik - 10 detik - 13 detik - 11 detik - 14 detik - 12 detik - 15 detik - 13 detik - 16 detik - 14 detik - 17 detik - 18 detik II. III. IV. Cylinder Head. 1. Diperbolehkan menggunakan Billet Head. 2. Diperbolehkan mengganti internal Cylinder Head. Blok Mesin. 1. Diperbolehkan mengganti semua internal blok mesin tetapi tidak melebihi kapasitas CC mesin yang sudah ditentukan. Transmisi/Gearbox 1. Dibebaskan 2.2 kapasitas mesin dan terbagi dalam : Kelas Kelas Kelas PRO STOCK MODIFIKASI Sedan 1 s/d 1700 cc (Kejurnas) Sedan 1701 s/d 2500 cc Sedan 4 Cylinder n/a. 1 s/d 2500 cc Minibus 1 s/d 2700 cc Jeep, SUV 1 s/d 2500 cc STANDARD Sedan (2004 up) 1 s/d 1300 cc Sedan (2004 up) 1301 s/d 1500 cc Sedan (Tahun bebas) 1501 s/d 1600 cc ( Kejurnas ) Minibus (2004 up) 1 s/d 1500 cc Minibus (Tahun bebas) 1501 s/d 2700 cc Jeep, SUV (Tahun bebas) 1 s/d 2500 cc V. Bahan Bakar. 1. Diperbolehkan menggunakan Avgas/Racing Fuel. 2. Tidak diizinkan memakai Methanol/ Propylene Oxide VI. Sistem Suplai Bahan Bakar. 1. Penempatan tangki bebas, jika penempatannya diatas harus menggunakan FT3 Fuel Tank sesuai Regulasi FIA. 2. Diperbolehkan merubah/ memodifikasi pompa bahan bakar dari internal menjadi external. 3. Diperbolehkan mengganti/ merubah/ memodifikasi pompa bahan bakar dengan kapasitas yang lebih besar. 4. Jika penempatan slang bensin di dalam body harus menggunakan braided seamless. 5. Suplai bahan bakar boleh menggunakan sistem injection/ karburator. 6. Diperbolehkan mengganti Fuel Pressure Regulator dengan kapasitas yang lebih besar. 7. Diperbolehkan mengganti Nosel injector/ karburator dengan kapasitas yang lebih besar. 8. Diperbolehkan mengganti Fuel Rail
12 VII. VIII. IX. 9. Diperbolehkan menggunakan Surge Tank. Sistem Pengaturan Kerja Mesin. 1. Diperbolehkan memodifikasi/ mengganti Electronic Control Unit (E.C.U). 2. Diperbolehkan memodifikasi/ mengganti sistem pengapian (koil, kabel busi, komputer pengapian), dan diizinkan merubah/ memodifikasi dari Distributor menjadi Direct Fire/ Distributorless. Sistem Pelumasan Mesin. 1. Diperbolehkan menggunakan Dry Sump. 2. Wajib memasang Oil Catch Tank. 3. Diperbolehkan menggunakan Oil Cooler. Sistem Pendingin Mesin. 1. Diperbolehkan mengganti/ memodifikasi radiator. 2. Diperbolehkan mengganti kipas radiator. 3. Diperbolehkan mengganti Waterpump dengan pompa elektronik. X. Sistem Gas Buang. 1. Sistem gas buang bebas. XI. XII. XIII. Rem. 1. Diperbolehkan merubah/ memodifikasi/ Up Grade sistem pengereman, mis: dari Single piston menjadi 2/4/6/8 piston dan/ atau menambah sistem Anti Lock Brake System (A.B.S), yang tujuannya menambah daya pengereman/ Safety. 2. Rem pada ke-4 roda wajib berfungsi dengan baik. 3. Dianjurkan memakai alat bantu pengereman (mis. Parachute) Suspensi. 1. Sistem suspensi bebas. Body. 1. Semua bagian kaca harus ada (depan, pintu dan belakang), namun dapat diganti dengan bahan acrylic dengan ketebalan minimal 3 mm. 2. Semua pintu harus ada dan memiliki tuas pembuka pintu dari sebelah luar kendaraan. 3. Bagian body diizinkan diganti dengan bahan yang lebih ringan, mis: Alumunium/ Fiber Glass, tapi tetap mengacu ke syarat-syarat keamanan/ Safety Regulation. 4. Chasis boleh dirubah/ dimodifikasi, mis: menggunakan Tubular Frame, tetapi harus di Reinforce dan menggunakan Roll Cage dengan bahan besi Seamless minimal ketebalan 2.5mm dan Diameter 45mm. XIV. XV. 5. Jika kaca depan diganti dengan bahan acrylic atau polycarbonat, wajib diperkuat dengan bracket penahan di bagian tengah minimal 2 buah. 6. Diperbolehkan menggabungkan fender kanan, kiri, gril,bemper dan kap mesin menjadi suatu kesatuan. Ban dan Velg. 1. Diperbolehkan menggunakan ban slick. 2. Ban dan velg harus berada didalam Fender, jika keluar wajib menggunakan Over Fender. 3. Tidak Diperbolehkan memakai ban/ velg yang khusus dibuat untuk ban cadangan (Emergancy Tire). 4. Dilarang memakai velg carbon fiber. Safety. 1. Wajib memasang roll cage minimal 6 titik terbuat dari seamless pipe (Carbon Drawn Steel T45 chromoly certified material) 2. Penempatan mesin harus diperhitungkan dengan baik (Tidak membahayakan, terutama bagi si pembalap maupun orang lain). 3. Pemadam api min. 1 buah 2 kg dan berfungsi dengan baik. 4. Wajib memasang safety belt min. 4 titik, dianjurkan 5 titik. 5. Wajib memakai baju balap, sarung tangan, sepatu balap dan FIA approved Helmet. 6. Wajib memakai engine cut off yang berfungsi dengan baik. 7. Wajib memasang bracket aki dengan benar. 8. Penempatan aki boleh didalam tapi posisi tidak boleh dekat dengan driver dan harus memakai tutup. KELAS MODIFIKASI 1. Sedan 1 s/d 1700 cc (KEJURNAS) 2. Sedan 1701 s/d 2500 cc 3. Sedan 4 Cylinder n/a. 1 s/d 2500 cc 4. Minibus 1 s/d 2700 cc 5. Jeep, SUV 1 s/d 2500 cc I. Mesin. 1. Hanya diperbolehkan 1 buah mesin yang terpasang. 2. Kapasitas mesin max sesuai dengan kelasnya 3. Merk mesin harus sama dengan kendaraan tersebut, yang merupakan produksi masal sesuai dengan kapasitas mesin di kelasnya, kecuali diatur khusus dengan peraturan. 4. Tidak Diperbolehkan memasang NOS, Turbo dan Super charger
13 II. III. IV. 5. Tidak Diperbolehkan merubah posisi mesin/ gerak roda, mis: Dari gerak roda depan ke gerak roda belakang. 6. Tidak Diperbolehkan merubah sistim penggerak 2WD menjadi 4WD begitupun sebalik nya Cylinder Head. 1. Diperbolehkan mengganti komponen valve train pada cylinder head. 2. Diperbolehkan melakukan porting dan polish lubang intake dan exhaust,. 3. Diperbolehkan mengurangi ketebalan Cylinder Head, untuk menaikan kompresi. Blok Mesin. 1. Diperbolehkan mengganti internal blok mesin. 2. Diperbolehkan mengurangi ketebalan blok mesin, untuk menaikan kompresi. Transmissi / Gearbox 1. Diperbolehkan mengganti gear ratio dan final gear. 2. Hanya gearbox yang mempergunakan sistim pemindahan gigi manual yang di izinkan untuk di pergunakan.sistim pemindahan gigi transmisi dengan sistim Pneumatic,Hydraulic,Electric ataupun lainnya DILARANG 3. Diperbolehkan menggunakan LSD 4. Sistem perpindahan gigi, harus tetap menggunakan mekanisme synchronize gear. VII. VIII. IX. 8. Diperbolehkan mengganti Fuel rail. 9. Diperbolehkan memakai Surge Tank. Sistem Pengaturan Kerja Mesin. 1. ECU (Electronic Control Unit), Bebas 2. Karburator, Bebas 3. Sistem Pengapian, Bebas Sistem Pelumasan Mesin. 1. Tidak Diperbolehkan menggunakan dry sump. 2. Wajib memasang oil catch tank. 3. Diperbolehkan menggunakan oil cooler. Sistem Pendingin Mesin. 1. Diperbolehkan mengganti/ memodifikasi radiator. 2. Diperbolehkan mengganti kipas radiator. 3. Tidak Diperbolehkan mengganti waterpump dengan jenis elektrik. X. Sistem Gas Buang. 1. Exhaust system / Gas Buang, Bebas. 2. Penempatan pipa gas, Bebas dan menjunjung tinggi keselamatan. XI. Rem. 1. Diperbolehkan melakukan perubahan/ Up Grade sistem rem. 2. Rem pada ke-4 roda wajib berfungsi dengan baik. V. Bahan Bakar. 1. Bahan bakar bebas, tetapi tidak diperbolehkan memakai Methanol/ Propylene Oxide/sejenisnya. VI. Sistem Suplai Bahan Bakar. 1. Diperbolehkan menggunakan FT 3 tank, jika tidak menggunakan FT 3 tank dan penempatan tangki di dalam body harus memakai tutup dan jauh dari driver dan menjunjung tinggi keselamatan. 2. Diperbolehkan mengganti pompa bensin dengan kapasitas yang lebih besar. 3. Diperbolehkan merubah/ memodifikasi pompa bensin dari Internal menjadi External. 4. Jika penempatan slang bensin di dalam body harus menggunakan braided seamless. 5. Diperbolehkan merubah/ mengganti/ memodifikasi dari sistem injection menjadi karburator dan sebaliknya. 6. Diperbolehkan merubah/ memodifikasi Fuel Pressure Regulator dengan kapasitas yang lebih besar. 7. Diperbolehkan mengganti Nosel injector/ karburator dengan kapasitas yang lebih besar. XII. XIII. XIV. Suspensi. 1. Diperbolehkan mengganti shockabsorber dan per, tetapi tidak boleh merubah sistem. 2. Diperbolehkan merubah/ memodifikasi, yang sebelumnya menggunakan bushing karet menjadi Pillow ball. Body. 1. Semua bagian kaca harus ada (depan, pintu dan belakang) namun dapat diganti dengan bahan Polycarbonat ketebalan min. 3 mm atau acrylic ketebalan min. 5 mm. 2. Semua pintu harus ada dan memiliki tuas pembuka pintu dari dalam dan luar kendaraan yang berfungsi dengan baik. 3. Diperbolehkan memodifikasi body dengan bahan Fiber Glass tapi tetap mengacu pada syarat-syarat keamanan/ Safety Regulation. 4. Jika kaca depan diganti dengan bahan acrylic harus diperkuat dengan tambahan bracket penahan di bagian tengah minimal 2 buah. Ban dan Velg. 1. Diperbolehkan menggunakan ban slick. 2. Ban dan velg tidak boleh keluar dari body, jika keluar harus menggunakan Over Fender
14 XV. 3. Tidak boleh menggunakan ban/ velg yang khusus untuk ban cadangan (Emergancy Tire). 4. Dilarang memakai velg carbon fiber. Safety. 1. Wajib memasang roll cage minimal 6 titik terbuat dari seamless pipe dengan tebal min. 2.5 mm dan diameter 45 mm. 2. Pemadam api min.1 buah 2 kg dan berfungsi dengan baik. 3. Wajib memasang safety belt min. 4 titik, dianjurkan 5 titik. 4. Wajib memakai engine cut off. 5. Wajib memasang bracket aki dengan benar. 6. Penempatan accu boleh di dalam tapi posisi tidak boleh dekat dengan driver dan harus memakai tutup. 3. Tidak diizinkan menggunakan Turbo/ NOS/ Super charger atau alat penambah tenaga lainnya. 4. Tidak diizinkan merubah posisi mesin/ gerak roda, mis: Dari gerak roda depan menjadi gerak roda belakang dan sebaliknya. 6. Baut-baut mesin bebas 7. Engine Mounting bahannya bebas, asal jumlah dan tempatnya sesuai dengan aslinya. 8. Panel-panel dalam ruang mesin yang berfungsi hanya dekorasi dan tidak memiliki fungsi keselamatan sama sekali, boleh dilepas 9. Penggunaan parts Non Genuine / Non Orisinil / bukan buatan ATPMnya diperbolehkan tetapi jenis bahan, ukuran/dimensi dan fungsi harus sesuai aslinya,kecuali dinyatakan lain dalam pasal bersangkutan XVI. Hanya modifikasi yang diperbolehkan secara jelas dalam peraturan ini yang diperbolehkan. Sanksi Pemecatan KELAS STANDARD 1. KELAS SEDAN STANDARD Kelas ini khusus untuk kendaraan sedan / Minibus FWD / City Car FWD, yang diproduksi dan atau dipasarkan di Indonesia minimal tahun Kelas Sedan Standard 1 s/d 1300cc 1.2. Kelas Sedan Standard 1301 s/d 1500cc 2. KELAS SEDAN STANDARD OPEN Kelas ini khusus untuk kendaraan Sedan yang diproduksi dan dipasarkan di Indonesia Kelas Sedan Standard Open 1501 s/d 1600cc ( KEJURNAS) 3. KELAS MINIBUS STANDARD Kelas ini khusus untuk kendaraan Minibus RWD / City Car RWD, yang diproduksi dan atau dipasarkan di Indonesia Kelas Minibus Standard 1 s/d 1500cc (minimal tahun 2004) 3.2. Kelas Minibus Standard 1501 s/d 2700cc 4. KELAS JEEP, SUV STANDARD OPEN Kelas ini khusus untuk kendaraan Jeep, SUV yang diproduksi dan dipasarkan di Indonesia Kelas Jeep, SUV 1 s/d 2500cc I. Mesin. 1. Kapasitas mesin sesuai dengan kelasnya, 2. Merk dan type mesin harus sesuai asli kendaraan tersebut. II. III. IV. Block Mesin 1. Kapasitas mesin (CC) harus sesuai dengan spesifikasi kendaraan tersebut yang dipasarkan di Indonesia. Oversize Piston diperbolehkan sesuai dengan manual repair yang diterbitkan oleh manufaktur kendaraan tersebut. 2. Penggunaan mesin bekas ( Limbah ) dari luar negeri diperbolehkan, tetapi komponen di dalam mesin ( misalnya crank shaft, piston dsb ) yang dipergunakan harusnya sesuai dengan spesifikasi mesin mobil tersebut yang dipasarkan di Indonesia 3. Blok mesin boleh di-slip. 4. Cylinder / sleeve / Liner bebas 5. Diperbolehkan merubah lubang baut bantalan / cover timing chain, akibat pengurangan ketebalan. 6. Pengurangan ketebalan blok diperbolehkan. Kepala Silinder 1. Compresion Ratio bebas, Cylinder Head / Kepala Silinder boleh di-slip 2. Packing / Gasket cylinder Head bebas. 3. Modifikasi Cover Timing diperbolehkan. 4. Bahan dari bushing klep (valve guide / vavle seat) bebas. 5. Pengurangan ketebalan head diperbolehkan. 6. Diperbolehkan melakukan porting dan polish pada sisi intake maupun exhaust. 7. Bentuk dan sudut valve seat bebas, material harus identik dengan aslinya. Sistem pendingin Mesin 1. Thermostat dan tutup radiator bebas V. Sistem Gas Buang 1. Exhaust Manifold / Manipol Api bebas 27 28
15 VI. VII. VIII. IX. 2. Exhaust Pipes / Pipa Knalpot ukuran bebas 3. Sistem / pipa knalpot yang berada sesudah manifold bebas. 4. Tile pipe / ujung knalpot belakang harus keluar dibawah bumper belakang. Pemasukan Bahan Bakar dan Udara 1. Filter Udara bebas, tetapi rumah filter asli harus terpasang. 2. Sebagian atau seluruh sistem corong atau selang untuk udara luar yang masuk ke dalam rumah filter asli boleh dilepas, tetapi tidak boleh diganti atau dimodifikasi. Sistem Computer Mesin 1. Software boleh diprogram ulang (remapping) 2. Pemakaian piggyback yang telah dihomologasi oleh IMI diperbolehkan 3. Ecu board bebas, pin out / connector nya bentuknya harus sesuai asli. Pengapian 1. Merk dan type Busi bebas. 2. Kabel busi bebas, tetapi sistemnya harus sesuai aslinya. 3. Coil bebas, tetapi sistem harus sesuai aslinya Transmissi 1. Disc Clutch dan Cover Clutch boleh diganti dan atau boleh dirubah, baik diameter dan pcd, namun jumlah dan sistemnya harus sama dengan aslinya. 2. Flywheel / Roda Gila Flywheel standar boleh diringankan. 3. Mounting / Dudukan Mounting gearbox bahannya bebas, asal jumlah dan tempatnya sesuai dengan aslinya. 4. Mekanisme Short Shifter boleh digunakan, kedudukan dan letak Short Shift tidak boleh dirubah tempatnya X. Suspensi 1. Diperbolehkan mengganti shockabsorber dan per 2. Diperbolehkan memasang strut bar dan atau sway bar XIII. XIV. XV. XVI. XVII. XVIII. Ruang Kabin 1. Jok pengemudi boleh diganti tetapi harus dilakukan dengan menjunjung tinggi asas keselamatan. 2. Setir boleh diganti dan atau ditambahkan spacer. 3. Instrumen tambahan aftermarket yang boleh digunakan hanyalah pengukur RPM, kapasitas bensin (fuel l evel gauge), suhu air coolant (water temperatur gauge) dan tekanan oli (oil preassure gauge). 4. Fasilitas datalogging diperbolehkan. Exterior / Tampak Luar 1. Diperbolehkan menambah/memasang Spoiler dan atau Side skirt. 2. Sudut kemiringan kap mesin bebas, tetapi sisi yang menghadap ke depan saat kap tertutup harus rapat dengan gril seperti aslinya. Interior 1. Diperbolehkan memasang roll cage atau roll bar 2. Jok / kursi depan boleh diganti dengan bucket seat / semi bucket, tetapi wajib menggunakan safety belt 4 titik 3. Stir / roda kemudi boleh diganti dan ditambahkan spacer. 4. DILARANG : melepas atau mengurangi side bar door impact dan sejenisnya. Bahan bakar 1. Diperbolehkan menggunakan avgas atau racing fuel Safety 1. Safety belt dapat menggunakan asli kendaraan dan berfungsi dengan baik. 2. Disarankan membawa pemadam api minimum 1 kg dan terpasang dengan baik. Hanya modifikasi yang diperbolehkan secara jelas dalam peraturan ini yang diperbolehkan. Sanksi Pemecatan XI. XII. Ban / Velg 1. Diperbolehkan penambahan spacer roda. 2. Ukuran ban bebas 3. Ukuran Velg bebas 4. Dilarang menggunakan ban full slick, ataupun ban full slick yang dimodifikasi sehingga memiliki alur. Sistem Rem 1. Bahan kampas rem disk brake dan sepatu rem tromol bebas 2. Piringan disc brake boleh dilubangi dan atau slotted. 3. Pipa / Selang rem boleh diganti dengan selang braided 29 30
16 PILIHAN WAKTU (BRACKET TIME) A. KELAS DAN PERSYARATAN KENDARAAN Untuk Drag Race Kelas-kelas yang diperlombakan dikelompokan sesuai dengan waktu tempuh yang ditentukan oleh peserta (BRACKET TIME). Jenis kelas-kelas berdasarkan detik yaitu : 1. Jarak tempuh 402 meter: a) Kelas 15 Detik (Waktu Tempuh 15,000 s.d. 17,000 detik) b) Kelas 16 Detik (Waktu Tempuh 16,000 s..d 18,000 detik) c) Kelas 17 Detik (Waktu Tempuh 17,000 s.d. 19,000 detik) d) Kelas 18 Detik (Waktu Tempuh 18,000 s.d. 20,000 detik) e) Kelas 19 Detik (Waktu Tempuh 19,000 s.d. 21,000 detik) 2. Jarak tempuh 201 meter a) Kelas 7 Detik (Waktu tempuh s.d. 7,999 detik) b) Kelas 8 Detik (Waktu tempuh 08,000 s.d. 08,999 detik) c) Kelas 9 Detik (Waktu tempuh 09,000 s.d. 09,999 detik) d) Kelas 10 Detik (Waktu tempuh 10,000 s.d. 10,999 detik) e) Kelas 11 Detik (Waktu tempuh 11,000 s.d. 11,999 detik) f) Kelas 12 Detik (Waktu tempuh 12,000 s.d. 12,999 detik) g) Kelas 13 Detik (Waktu tempuh 13,000 s.d. 13,999 detik) h) Kelas 14 Detik (Waktu tempuh 14,000 s.d. 14,999 detik) 1. Jenis Kendaraan yang diperbolehkan mengikuti lomba: a. Bebas. 2. Persyaratan kendaraan dalam segi keselamatan a. Mobil Jalanan (Street Legal) Adalah mobil yang mempunyai kelengkapan yang laik untuk dipergunakan di jalan raya, termasuk kelengkapan interior. Pemadam api di mobil minimal 1 kilogram Seat Belt minimal 3 titik b. Mobil yang hanya diperuntukkan bagi lomba dengan waktu tempuh kurang dari 13 detik dan mobil yang disiapkan khusus untuk perlombaan olahraga bermotor, seperti : balap, rally, drag race, memakai turbo, NOS, supercharger. Pemadam api minimal 1 kilogram Seat belt 4 titik Dianjurkan memasang roll cage 6 titik terbuat dari seamless pipe dengan tebal min. 2.5 mm dan diameter 45 mm. Jika Roll Bar, minimum 4 titik dengan diameter pipa 45mm B. SISTEM PERLOMBAAN DRAG RACE DENGAN PILIHAN WAKTU : Sistem yang dipergunakan dalam perlombaan ini adalah : 1. Perlombaan dibagi dalam kelas sesuai dengan pilihan waktu tempuh (BRACKET TIME), dan kategori kelas ditentukan oleh peserta. 2. Setelah Lulus Scrutineering, peserta diberi kesempatan untuk mencoba sebanyak 2 (dua) kal i dengan sistem waktu yang diberikan/disediakan oleh Panitia untuk menentukan kelas yang akan diikuti, Pada hari Sabtu, mulai pukul 11:00 WIB s.d. waktu briefing. 3. Setelah mencoba catatan waktunya, peserta diwajibkan untuk menentukan kelas yang akan diikuti dengan melaporkan/mendaftar ulang pada Sekretariat, pada hari Sabtu, mulai pukul 11:00 WIB s.d. waktu briefing (setelah Lulus Scrutineering). 4. Perlombaan akan dilaksanakan dalam 2 (dua) heat dengan sistem sesuai pasal , atau Peraturan Nasional Perlombaan Drag Race kecuali bagi peserta yang gugur di heat pertama. Ketentuan : - Peserta dianggap gugur apabila : a. Waktu tempuhnya lebih cepat dari kelas Waktu yang diikuti, diskualifikasi. Contoh : Pada kelas 13 Detik, catatan waktu tempuh tercepat adalah 13,000 detik apabila lebih cepat dari waktu tersebut peserta dianggap gugur. b. Waktu tempuh lebih lambat 2 detik (402 meter) atau 1 detik (201 meter) dari Kelas Waktu yang diikuti. Contoh : Pada kelas 13 Detik (402 meter), waktu tempuh paling lambat adalah 14,999 detik, apabila lebih lambat dari waktu tersebut peserta dianggap gugur. 5. Pada saat hujan (ataupun force majeur lainnya) di heat ke II, termasuk yang telah diikuti oleh sebagian peserta di kelas waktu bersangkutan, yang akan diambil adalah waktu pada heat I, dan seterusnya. 6. Penentuan waktu tempuh setiap kelas ditentukan dengan : a. Peserta wajib mengikuti heat I maupun heat II. b. Waktu tempuh rata-rata yang diambil dari kedua heat c. Waktu tercepat dari kelas yang diikuti. Contoh : a. Pembalap A (Kelas 13 Detik) Catatan Waktu : Heat I = detik Heat II = detik Maka catatan waktu yang dinilai adalah : 2 = detik b. Pembalap B (Kelas 13 Detik) Catatan Waktu : Heat I = detik Maka pembalap tersebut tidak berhak untuk diambil waktunya (Gugur)
17 c. Pembalap C (Kelas 14 Detik) Catatan Waktu : Heat I = detik Maka pembalap tersebut langsung gugur d. Pembalap D (Kelas 13 Detik) Heat I = Heat II = Maka pembalap tersebut dianggap gugur. 7. Jump Start Apabila peserta melakukan jump start maka catatan waktunya dianggap maksimum dari kelas yang diikuti Contoh : a) Kelas 13 Detik (402 meter) terkena hukuman jump start menjadi 15,000 detik b) Kelas 13 Detik (201 meter) terkena hukuman jump start menjadi 13,999 detik - Lampiran 1 Nama Peserta Merek Kendaraan Model/Jenis Merek/Type Mesin Tahun Pembuatan MESIN : DATA - DATA TEKNIS KENDARAAN PESERTA No. : :.... :. :. :. Jumlah Cylinder Kapasitas Mesin :. :. cc. Saya menyatakan bahwa apa yang tertera diatas adalah benar sesuai dengan keadaan sebenarnya. Jika ternyata pada saat pemeriksaan kendaraan (pembongkaran) ternyata tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi yang dijatuhkan oleh panitia. Pengemudi/Pendaftar Scrutineer Materai Rp.6000,-- Nama Jelas : 33 34
PERATURAN DRAG RACE. IKATAN MOTOR INDONESIA Edisi : 2017
PERATURAN DRAG RACE IKATAN MOTOR INDONESIA Edisi : 2017 Peraturan Drag Race IMI 2017 i Peraturan Drag Race IMI 2017 D A F T A R I S I 1. Status Kejuaraan 1 2. Judul Kejuaraan 1 3. Panitia Penyelenggara
SUNDAY RACE SPRINT RALLY 2014
IMI SUMUT SUNDAY RACE SPRINT RALLY 2014 PERATURAN PELENGKAP PERLOMBAAN PERATURAN PELENGKAP PERLOMBAAN SUNDAY RACE SPRINT RALLY IMI SUMUT 2014 1. PENJELASAN 1.1 Nama Perlombaan SUNDAY RACE /Latihan Bersama
PERATURAN UMUM SERI Indonesia Night City Slalom 2014
PERATURAN UMUM SERI Indonesia Night City Slalom 2014 PENYELENGGARA SMN PELAKSANA GENTA AUTO & SPORT Jl Petogokan I.Gang IV.No 5 Gandaria utara kebayoran baru,jakarta selatan 12140 Tlp: 7210202, 7236986
PERATURAN UMUM SERI Indonesia Extreem Slalom Challenge 2014
Draft ` Indonesia Extreem Slalom Challenge 2014 PENYELENGGARA SMN PELAKSANA GENTA AUTO & SPORT Jl Petogokan I.Gang IV.No 5 Gandaria utara kebayoran baru,jakarta selatan 12140 Tlp: 7210202, 7236986 Fax:
REGULASI OLD SKOOL RACING CHAMPIONSHIP 2016
REGULASI OLD SKOOL RACING CHAMPIONSHIP 2016 KATEGORI KENDARAAN Kategori Kendaraan yang diperbolehkan untuk mengikuti OLD SKOOL RACING CHAMPIONSHIP 2015 adalah kendaraan yang sudah berumur 37 tahun dengan
Regulasi balap Vespa Balap Indonesia tahun Dibukukan pada tanggal 30, bulan Januari 2016 REV KE 8, Januari 2016 REGULASI BALAP 2016
REGULASI BALAP 2016 Kelas-kelas Utama yang dilombakan untuk Kejuaraan Balap Motor khusus Vespa di Indonesia atau disebut juga BALAP VESPA 1. Kelas Standart (2T) s/d 166cc : Standart 2T Scooter 1 2. Kelas
PERATURAN KOMPETISI RC ROCK CRAWLING
PERATURAN KOMPETISI RC ROCK CRAWLING Pengantar Panduan peraturan ini bertujuan untuk menstandarisasikan peraturan kompetisi Radio Control jenis Rock Crawling yang diselenggarakan di Indonesia. Peraturan
PERATURAN PERLOMBAAN BALAP INDONESIA CBR RACE DAY
PERATURAN PERLOMBAAN BALAP INDONESIA CBR RACE DAY 1. PENDAHULUAN. Peraturan Peraturan berikut ini, merupakan lampiran dan/atau tambahan/ pelengkap untuk peraturan balap Indonesia CBR Race Day. 2. PRINSIP
REGULASI BALAP DISUSUN BERSAMA
w w w. v e s p a c r o s s. c o m REGULASI BALAP DISUSUN BERSAMA Kelas-kelas Utama yang dilombakan untuk Kejuaraan Balap Skuter khusus VESPA CROSS di Indonesia atau disebut juga VESPA OFF ROAD / VESPA
PERATURAN PELENGKAP PERLOMBAAN
PERATURAN PELENGKAP PERLOMBAAN 1. JUDUL/ NAMA PERLOMBAAN Perlombaan ini bernama: SUMATRA OPEN CHAMPIONSHIP 2016 2. WAKTU DAN TEMPAT Waktu dan tempat penyelenggaraan: Hari : Sabtu Minggu Tanggal : 13-14
PERATURAN PELENGKAP PERLOMBAAN
PERATURAN PELENGKAP PERLOMBAAN 1. JUDUL/ NAMA PERLOMBAAN Perlombaan ini bernama: KNPI CUP RACE SUMATRA OPEN CHAMPIONSHIP 2016 2. WAKTU DAN TEMPAT Waktu dan tempat penyelenggaraan: Hari : Sabtu Minggu Tanggal
PERATURAN DASAR TENTANG DISIPLIN DAN PERADILAN. (Lampiran B Peraturan Dasar Olahraga Sepeda Motor)
B PERATURAN DASAR TENTANG DISIPLIN DAN PERADILAN (Lampiran B Peraturan Dasar Olahraga Sepeda Motor) IKATAN MOTOR INDONESIA Edisi : 2016 Peraturan Dasar Olahraga Sepeda Motor 40 TENTANG DISIPLIN & PERADILAN
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 273 (1) Setiap penyelenggara Jalan yang tidak dengan segera dan patut memperbaiki Jalan yang rusak yang mengakibatkan Kecelakaan
PERUBAHAN PERATURAN BALAP MOTOR TAHUN 2017
PERUBAHAN PERATURAN BALAP MOTOR TAHUN 2017 A. Region 3 (Bali NTB NTT) dan Region 2 (Jawa) digabungkan. B. Kelas Utama dalam Kejuaraan Nasional Balap Motor tahun 2017 : 1. Kelas Bebek 150cc 4 Langkah Tune
Status Kejuaraan : KEJUARAAN TINGKAT NASIONAL / NATIONAL SERIES 2013
Status Kejuaraan : KEJUARAAN TINGKAT NASIONAL / NATIONAL SERIES 2013 Nama Event : EUROPEAN TOURING CAR CHAMPIONSHIP / ETCC 2013 Promotor Penyelenggara Regulasi/Peraturan : Peraturan Tehnik European Touring
LANGGAR ATURAN SANKSI MENUNGGU TAHAP II
LANGGAR ATURAN SANKSI MENUNGGU TAHAP II Ada banyak hal yang termasuk kategori pelanggaran lalu lintas yang diatur dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009. Dan sudah seharusnya masyarakat mengetahui jenis
J S T C JAPAN SUPER TOURING CHAMPIONSHIP
I. MESIN Merk mesin harus sama dengan aslinya dan satu merk dengan body, type bebas. Posisi mesin tetap. Penggerak roda sesuai aslinya. I.1. FORCE INDUCTION Penggunaan force induction dilarang untuk kelas
PERATURAN SPEED OFF ROAD
PERATURAN SPEED OFF ROAD IKATAN MOTOR INDONESIA EDISI: 2017 PERATURAN i SPEED OFFROAD IMI 2017 DAFTAR ISI PERATURAN PERLOMBAAN KEJUARAAN NASIONAL SPEED OFF ROAD 2017 I. UMUM 1 II. SIFAT PERLOMBAAN 3 III.
PERATURAN SPEED OFF ROAD
PERATURAN SPEED OFF ROAD IKATAN MOTOR INDONESIA EDISI: 2018 PERATURAN 1 SPEED OFFROAD IMI 2018 DAFTAR ISI PERATURAN PERLOMBAAN KEJUARAAN NASIONAL SPEED OFF ROAD 2018 Halaman I. UMUM 4 II. SIFAT PERLOMBAAN
RANGKAIAN KEJUARAAN NASIONAL SPEED OFF ROAD b. Kejuaraan ini memperebutkan gelar :
RANGKAIAN KEJUARAAN NASIONAL SPEED OFF ROAD 2016 I. UMUM a. Setiap tahun PP. IMI menetapkan rangkaian Kejuaraan Nasional yang terbuka bagi peserta yang memiliki Kartu Ijin Start (KIS) dan juga peserta
WALI KOTA BALIKPAPAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR 10 TAHUN 2015
WALI KOTA BALIKPAPAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR 10 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALI KOTA BALIKPAPAN,
PERATURAN KEJUARAAN NASIONAL SPRINT RALLY
PERATURAN KEJUARAAN NASIONAL SPRINT RALLY IKATAN MOTOR INDONESIA Edisi : 2016 1 DAFTAR ISI KETENTUAN UMUM 1 KONDISI UMUM KEJUARAAN NASIONAL 1.1 PENERAPAN PERATURAN 1.2 BAHASA YANG DIGUNAKAN 1.3 INTERPRETASI
Team project 2017 Dony Pratidana S. Hum Bima Agus Setyawan S. IIP
Hak cipta dan penggunaan kembali: Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk menggubah, memperbaiki, dan membuat ciptaan turunan bukan untuk kepentingan komersial, selama anda mencantumkan nama penulis
SILABUS KURIKULUM KEAHLIAN MOTOR
SILABUS KURIKULUM KEAHLIAN MOTOR BULAN 4 Materi : Pengenalan alat kerja dan sparepart mesin, dan bongkar pasang mesin peraga. Target : Siswa dapat memahami nama dan fungsi alat kerja, mengenal sparepart
Perda No. 22 / 2001 tentang Retribusi Pemerik Emisi Gas Buang Injection Pump dan Nozzle pada Ranmor Diesel di Kab Mgl
Perda No. 22 / 2001 tentang Retribusi Pemerik Emisi Gas Buang Injection Pump dan Nozzle pada Ranmor Diesel di Kab Mgl PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG NOMOR 22 TAHUN 2001 TENTANG RETRIBUSI PEMERIKSAAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
Semester III OVERHAUL MESIN X 50 No.JST/OTO/OTO0/0& Revisi : 0 Tgl : 6 Februari 0 Hal dari I. Kompetensi : Setelah selesai praktik diharapkan mahasiswa dapat :. Melepas dan memasang semua komponen mesin
INDEX PERATURAN KEJUARAAN NASIONAL SLALOM. IKATAN MOTOR INDONESIA Edisi : 2013
PERATURAN KEJUARAAN NASIONAL SLALOM INDEX 1. DEFINISI DAN KLASIFIKASI OLAHRAGA BERMOTOR SLALOM 2. PERATURAN NASIONAL OLAHRAGA BERMOTOR SLALOM 3. PERATURAN KEJUARAAN SLALOM 4. PERATURAN PERLOMBAAN SLALOM
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
Semester III OVERHAUL MESIN X 50 No.JST/OTO/OTO0/9&0 Revisi: 0 Tgl: Agustus 06 Hal dari I. Kompetensi: Setelah selesai praktik diharapkan mahasiswa dapat:. Melepas dan memasang semua komponen mesin dengan
BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 54 TAHUN 2012 TENTANG
BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 54 TAHUN 2012 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIDOARJO NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR DENGAN
CONTOH SOAL TES TORI SIM C (PART 1)
CONTOH SOAL TES TORI SIM C (PART 1) 1. Fungsi Marka jalan adalah : a. Untuk memberi batas jalan agar jalan terlihat jelas oleh pemakai jalan Yang sedang berlalu lintas dijalan. b. Untuk menambah dan mengurangi
UU NOMOR 14 TAHUN 1992 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1
Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan: UU NOMOR 14 TAHUN 1992 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 1. Lalu lintas adalah gerak kendaraan, orang, dan hewan di jalan;
PEMERINTAH KABUPATEN LAMONGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMONGAN NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG RETRIBUSI PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR
SALINAN PEMERINTAH KABUPATEN LAMONGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMONGAN NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG RETRIBUSI PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LAMONGAN, Menimbang
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT NOMOR : SK.653/AJ.202/DRJD/2001 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENYELENGGARAAN ANGKUTAN SEWA
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT NOMOR : SK.653/AJ.202/DRJD/2001 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENYELENGGARAAN ANGKUTAN SEWA Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Menimbang : a. Bahwa pelayanan angkutan
PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 3 TAHUN 2012 TENTANG RETRIBUSI PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR
PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 3 TAHUN 2012 TENTANG RETRIBUSI PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SLEMAN, Menimbang : a. bahwa salah
SURAT KEPUTUSAN No : 005/IMI - JABAR/SK-JUKLAK ADV. MOTOR/WIS/A/I/2014 Tentang
SURAT KEPUTUSAN No : 005/IMI - JABAR/SK-JUKLAK ADV. MOTOR/WIS/A/I/2014 Tentang PERATURAN PENYELENGGARAAN EVENT ADVENTURE MOTOR RAPAT KERJA PROVINSI 2013 IKATAN MOTOR INDONESIA JAWA BARAT BAB I PENYELENGGARAAN
PEMERINTAH KABUPATEN LUMAJANG
PEMERINTAH KABUPATEN LUMAJANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN LUMAJANG NOMOR 11 TAHUN 2011 T E N T A N G RETRIBUSI PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LUMAJANG, Menimbang :
PEMERINTAH KOTA SURABAYA
PEMERINTAH KOTA SURABAYA RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA SURABAYA NOMOR TAHUN TENTANG RETRIBUSI PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURABAYA, Menimbang a. bahwa dalam
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Definisi Motor Bakar Motor bakar adalah mesin atau peswat tenaga yang merupakan mesin kalor dengan menggunakan energi thermal dan potensial untuk melakukan kerja mekanik dengan
1. EMISI GAS BUANG EURO2
1. EMISI GAS BUANG EURO2 b c a Kendaraan Anda menggunakan mesin spesifikasi Euro2, didukung oleh: a. Turbocharger 4J 4H Turbocharger mensuplai udara dalam jumlah yang besar ke dalam cylinder sehingga output
PERATURAN KHUSUS CABANG MINI SOCCER LIGA MEDIKA 2018
= PERATURAN KHUSUS CABANG MINI SOCCER LIGA MEDIKA 2018 BAB I PESERTA PERTANDINGAN 1. Kompetisi Mini Soccer IMSSO Liga Medika 2018 dibuka untuk mahasiswa aktif Program Studi Pendidikan Dokter atau Program
TOR [Term of Reference] Kontes Robo Line Follower
TOR [Term of Reference] Kontes Robo Line Follower Peserta 1. Peserta ditujukan untuk Siswa/i SD, SMP, SMA/SMK dan sederajat. 2. Peserta Kontes Robo Line Follower adalah tim. 3. Setiap tim maksimal 3 orang
PEMERINTAH KOTA SURABAYA
PEMERINTAH KOTA SURABAYA RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA SURABAYA NOMOR TAHUN TENTANG RETRIBUSI PEMERIKSAAN ALAT PEMADAM KEBAKARAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURABAYA, Menimbang a. bahwa
UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1992 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN [LN 1992/49, TLN 3480]
UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1992 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN [LN 1992/49, TLN 3480] BAB XIII KETENTUAN PIDANA Pasal 54 Barangsiapa mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak sesuai
Laporan Kondisi Kendaraan Tanggal inspeksi: XX/XX/XXXX
Laporan Kondisi Kendaraan Tanggal inspeksi: XX/XX/XXXX No. Polisi: B XXX XX Warna Eksterior/Interior: Hitam/Abu-abu Merk: MercedesBenz Bahan Interior: Kulit Model/Tipe: E240 2.6 Bahan bakar: Bensin Transmisi:
BAB III PENGUKURAN DAN GAMBAR KOMPONEN UTAMA PADA MESIN MITSUBISHI L CC
BAB III PENGUKURAN DAN GAMBAR KOMPONEN UTAMA PADA MESIN MITSUBISHI L 100 546 CC 3.1. Pengertian Bagian utama pada sebuah mesin yang sangat berpengaruh dalam jalannya mesin yang didalamnya terdapat suatu
PERATURAN DAERAH KOTA MOJOKERTO NOMOR 21 TAHUN 2002 TENTANG RETRIBUSI PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA
PERATURAN DAERAH KOTA MOJOKERTO NOMOR 21 TAHUN 2002 TENTANG RETRIBUSI PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MOJOKERTO Menimbang : a. bahwa dengan ditetapkannya Undang-undang
BUKU PANDUAN PESERTA UJI KOMPETENSI MANAJEMEN RISIKO
BUKU PANDUAN PESERTA UJI KOMPETENSI MANAJEMEN RISIKO Edisi Januari 2009 1 PANDUAN PESERTA UJI KOMPETENSI MANAJEMEN RISIKO Pendaftaran Uji Kompetensi Manajemen Risiko dapat dilakukan secara kolektif dari
PEMERINTAH KOTA DENPASAR DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA PANITIA PELAKSANA LOMBA KOMPETENSI SISWA SEKRETARIAT : SMK NEGERI 1 DENPASAR
TUGAS : ENGINE TUNE UP NO ASPEK PENILAIAN YES NO ACTUAL COMMENT 1 PERSIAPAN 1.1 Periksa semua perlengkapan yang ada 10 0 1.2 Periksa semua instruksi 10 0 1.3 Pilih peralatan pengetesan yang benar 20 0
2012, No MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG TATA CARA PEMERIKSAAN KENDARAAN BERMOTOR DI JALAN DAN PENINDAKAN PELANGGARAN LALU
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.187, 2012 TRANSPORTASI. Kendaraan Bermotor. Pelanggaran. Pemeriksaan. Tata Cara. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5346) PERATURAN
PEMERINTAH KABUPATEN LAMONGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMONGAN NOMOR 21 TAHUN 2010 TENTANG RETRIBUSI TEMPAT KHUSUS PARKIR
SALINAN PEMERINTAH KABUPATEN LAMONGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMONGAN NOMOR 21 TAHUN 2010 TENTANG RETRIBUSI TEMPAT KHUSUS PARKIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LAMONGAN, Menimbang : a. bahwa
TURBOCHARGER BEBERAPA CARA UNTUK MENAMBAH TENAGA
TURBOCHARGER URAIAN Dalam merancang suatu mesin, harus diperhatikan keseimbangan antara besarnya tenaga dengan ukuran berat mesin, salah satu caranya adalah melengkapi mesin dengan turbocharger yang memungkinkan
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
No. JST/OTO/OTO0/06 Revisi: 0 Tgl: Agustus 06 Hal dari 5 I. Kompetensi:. Melepas dan memasang poros nok dengan prosedur yang benar. Menentukan kondisi poros nok II. III. IV. Sub Kompetensi: Setelah selesai
IKATAN MOTOR INDONESIA EDISI : 2013 PERLOMBAAN SPEED OFF ROAD
PERATURAN PERLOMBAAN SPEED OFFROAD IKATAN MOTOR INDONESIA EDISI : 2013 PERATURAN NASIONAL 1 DAFTAR ISI RANGKAIAN KEJUARAAN NASIONAL SPEED OFF ROAD... 1 I. UMUM... 2 II. SIFAT LOMBA... 2 III. SYARAT KENDARAAN...
- 1 - PERATURAN DAERAH KABUPATEN KLUNGKUNG NOMOR 18 TAHUN 2012 TENTANG RETRIBUSI PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
- 1 - PERATURAN DAERAH KABUPATEN KLUNGKUNG NOMOR 18 TAHUN 2012 TENTANG RETRIBUSI PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KLUNGKUNG, Menimbang : a. bahwa Retribusi Pengujian
AUTOMOBILE TECHNOLOGY TINGKAT PROVINSI
KISI KISI LOMBA KETERAMPILAN SISWA AUTOMOBILE TECHNOLOGY TINGKAT PROVINSI TAHUN 2012 TUGAS A : TUNE UP MOTOR BENSIN WAKTU : 1. Persiapan ( 5 Menit) Tune Up Motor bensin pada kendaran Kijang 7K tahun 2007
BAB III PENGUJIAN MESIN. kemampuan dan pengaruh dari pemakaian busi standart dan pemakaian busi
BAB III PENGUJIAN MESIN Pengujian ini dilakukan sesuai dengan tujuan awal yaitu untuk mengetahui kemampuan dan pengaruh dari pemakaian busi standart dan pemakaian busi berelektroda masa empat pada mesin
Regulasi Lomba Customs Cycling (LCC) Series Tahun 2015
Regulasi Lomba Customs Cycling (LCC) Series Tahun 2015 Pasal 1 Nama Lomba dan Penyelenggara Nama Lomba Customs Cycling (LCC) Series Penyelenggara Penyelenggara : Customs Cycling Club (CCC) Indonesia Alamat
Tahun: 2004 No. Rangka: PE4ETXXXXXKAXXXXX. Merk: Mazda No. Mesin: YFMXXXXX. Model/Tipe: Tribute 2.0 L Odometer: 76,XXX km
Laporan Kondisi Kendaraan Tanggal inspeksi: XX/XX/XXXX Tahun: 2004 No. Rangka: PE4ETXXXXXKAXXXXX Merk: Mazda No. Mesin: YFMXXXXX Model/Tipe: Tribute 2.0 L Odometer: 76,XXX km Tipe body: SUV Kapasitas mesin:
2.3.1.PERBAIKAN BAGIAN ATAS MESIN. (TOP OVERHAUL)
BAB VII 2.3.1.PERBAIKAN BAGIAN ATAS MESIN. (TOP OVERHAUL) Perbaikan bagian atas adalah yang meliputi bagian. atas dari motor Diesel, yaitu seluruh bagian pada kepala silinder (Cylinder head) atau seluruh
BAB III METODE PENGUJIAN
BAB III METODE PENGUJIAN Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan dan pengaruh dari penggunaan Piston standard dan Piston Cavity pada mesin mobil mazda biante. Pengujian ini dilakukan untuk membandingkan
BAB II SIRKUIT DRAG RACE
BAB II SIRKUIT DRAG RACE 2.1. Drag race Drag race adalah salah satu cabang olahraga otomotif. Pada saat ini bidang olahraga otomotif di kenal di Indonesia ada beberapa cabang, antara lain formula 1, reli,
LEMBARAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA. (Berita Resmi Kota Yogyakarta) Nomor 2 Tahun 2001 Seri C PERATURAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA (PERDA KOTA YOGYAKARTA)
LEMBARAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA (Berita Resmi Kota Yogyakarta) Nomor 2 Tahun 2001 Seri C PERATURAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA (PERDA KOTA YOGYAKARTA) NOMOR 45 TAHUN 2000 (45/2000) TENTANG PENYELENGGARAAN PENGUJIAN
LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara
LAMPIRAN Lampiran 1. Scope Pemeliharaan P1 P8 Scope Pemeliharaan P1 & P2 (Pemeliharaan Harian) PLTD Titi Kuning meliputi: 1. Membersihkan mesin, peralatan-peralatan bantu serta lantai lokasi mesin dari
PERATURAN KEJUARAAN NASIONAL SLALOM
PERATURAN KEJUARAAN NASIONAL SLALOM IKATAN MOTOR INDONESIA Edisi : 2016 DAFTAR ISI 1 DAFTAR ISI 1. DEFINISI DAN KLASIFIKASI SLALOM 2016 1.1 DEFINISI 1.2 KENDARAAN 1.3 KELAS 1.4 KATEGORI 1.5 MANUFAKTUR
Ring II mm. Ukuran standar Batas ukuran Hasil pengukuran Diameter journal
Celah antara ring piston dengan - - silinder I II III IV Ring I 0.02 0.02 0.02 0.02 Ring II 0.02 0.02 0.02 0.02 alurnya Gap ring piston - - silinder I II III IV Ring I 0.30 0.20 0.30 0.20 Tebal piston
RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA MOJOKERTO NOMOR TAHUN 2002 TENTANG RETRIBUSI IZIN TRAYEK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MOJOKERTO
RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA MOJOKERTO NOMOR TAHUN 2002 TENTANG RETRIBUSI IZIN TRAYEK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MOJOKERTO Menimbang : a. bahwa dengan ditetapkannya Undang-undang Nomor
PERATURAN RALLY SPRINT RALLY
PERATURAN RALLY DAN SPRINT RALLY IKATAN MOTOR INDONESIA Edisi : 2017 Peraturan Rally dan Sprint Rally IMI 2017 1 Peraturan Rally dan Sprint Rally IMI 2017 DAFTAR ISI KETENTUAN UMUM 1 KONDISI UMUM KEJUARAAN
BAB III PROSES PERAWATAN DAN PERBAIKAN
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i HALAMAN NOMOR PERSOALAN... ii LEMBAR PENGESAHAN... iii LEMBAR PERNYATAAN... iv LEMBAR PERSEMBAHAN... v MOTTO... vi KATA PENGANTAR... vii ABSTRACT... ix INTISARI... x DAFTAR
PANDUAN ROBO LINE CONTEST 2011
PANDUAN ROBO LINE CONTEST 2011 Persyaratan Peserta Peserta berstatus WNI sebagai mahasiswa dengan jenjang Diploma,Sarjana se-jawa Tengah Jumlah tim peserta dari setiap institusi tidak dibatasi Setiap tim
PERATURAN OLAHRAGA KENDARAAN BERMOTOR
PERATURAN OLAHRAGA KENDARAAN BERMOTOR IKATAN MOTOR INDONESIA EDISI : 2014 P E R A T U R A N N A S I O N A L 0 OLAHRAGA KENDARAAN BERMOTOR DAFTAR ISI BAB I UMUM Pasal 1 HAK-HAK IMI... 3 Pasal 2 PERATURAN
Laporan Kondisi Kendaraan Tanggal inspeksi: 09/02/2017
Laporan Kondisi Kendaraan Tanggal inspeksi: 09/02/2017 No. Polisi: B 1484 PAF Warna Eksterior/Interior: Marun/Coklat Merk: Toyota Bahan Interior: Kulit Model/Tipe: Vios G Bahan bakar: Bensin Transmisi:
STUDI KARAKTERISTIK TEKANAN INJEKSI DAN WAKTU INJEKSI PADA TWO STROKE GASOLINE DIRECT INJECTION ENGINE
STUDI KARAKTERISTIK TEKANAN INJEKSI DAN WAKTU INJEKSI PADA TWO STROKE GASOLINE DIRECT INJECTION ENGINE Darwin R.B Syaka 1*, Ragil Sukarno 1, Mohammad Waritsu 1 1 Program Studi Pendidikan Teknik Mesin,
BAB IV PEMBAHASAN. Dalam proses pengambilan data pada media Engine Stand Toyota Great
BAB IV PEMBAHASAN.. Proses Pengambilan Data Dalam proses pengambilan data pada media Engine Stand Toyota Great Corolla tipe A-FE tahun 99 ini, meliputi beberapa tahapan yakni pengambilan data sebelum dilakukan
Robot yang diikutsertakan berbasis mikrokontroller (terprogram) Dimensi robot maksimum :
PERSYARATAN PESERTA Peserta masih berstatus sebagai mahasiswa baik pada saat pendaftaran dan/atau perlombaan dengan tingkat D1, D2, D3, D4, dan S1 yang berasal dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
4. Babak semifinal dan final akan diadakan pada Jumat, 27 Mei 2016.
Persyaratan Lomba Ifuto Futsal : 1. Peserta berdomisili di Indonesia dan berasal dari kategori umur 17 23 tahun. 2. Setiap peserta diwajibkan melampirkan fotokopi Kartu Pelajar/ Kartu Mahasiswa dan Kartu
GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 32 TAHUN 2017
SALINAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 32 TAHUN 2017 TENTANG PENYELENGGARAAN ANGKUTAN TAKSI DAN ANGKUTAN SEWA KHUSUS MENGGUNAKAN APLIKASI BERBASIS
Volume F3U-INA Radio Control Drone Racing Edisi 2017
FEDERASI AERO SPORT INDONESIA PORDIRGA AEROMODELLING Volume F3U-INA Radio Control Drone Racing Edisi 2017 Efektif November 2017 F3U (FAI Provisional Class) - RC Multi-rotor FPV Racing Ref. SC4_Vol_F3_FPVRacing_15-3-17
REGULASI SOUND FIGHTER 2016 ATURAN UMUM JADWAL KONTES JUMLAH PESERTA
REGULASI SOUND FIGHTER 2016 ATURAN UMUM 1. Setiap peserta yang telah mendaftar sebagai peserta dianggap telah tahu dan siap mematuhi segala regulasi yang telah diberikan. 2. Perangkat audio atau speaker
Laporan Kondisi Kendaraan Tanggal inspeksi: 03/05/2017
Laporan Kondisi Kendaraan Tanggal inspeksi: 03/05/2017 No. Polisi: B 1106 TZK Warna Eksterior/Interior: Hitam/Coklat Merk: Honda Bahan Interior: Sarung Jok Model/Tipe: Jazz RS Bahan bakar: Bensin Transmisi:
IKATAN MOTOR INDONESIA
PERATURAN RALLY IKATAN MOTOR INDONESIA Edisi : 2017 1 DAFTAR ISI KETENTUAN UMUM 1 KONDISI UMUM KEJUARAAN NASIONAL 1.1 PENERAPAN PERATURAN 1.2 BAHASA 1.3 INTERPRETASI 1.4 MASA BERLAKU 2 ISTILAH ISTILAH
PERATURAN KHUSUS CABANG FUTSAL PUTRI IMSSO LIGA MEDIKA 2017
PERATURAN KHUSUS CABANG FUTSAL PUTRI IMSSO LIGA MEDIKA 2017 BAB I PESERTA PERTANDINGAN 1. Kompetisi futsal putri IMSSO Liga Medika 2017 dibuka untuk mahasiswi program studi pendidikan dokter dan pendidikan
PEMERINTAH KABUPATEN SITUBONDO
1 PEMERINTAH KABUPATEN SITUBONDO PERATURAN DAERAH KABUPATEN SITUBONDO NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI PARKIR DI TEPI JALAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SITUBONDO, Menimbang : a.
PERATURAN PERLOMBAAN BALAP SEPEDA MOTOR. (Lampiran D Peraturan Dasar Olahraga Sepeda Motor)
D PERATURAN PERLOMBAAN BALAP SEPEDA MOTOR (Lampiran D Peraturan Dasar Olahraga Sepeda Motor) IKATAN MOTOR INDONESIA Edisi : 2016 Peraturan Dasar Olahraga Sepeda Motor 74 Peraturan Perlombaan Balap Sepeda
PERATURAN KHUSUS CABANG MINI SOCCER LIGA MEDIKA 2018
= PERATURAN KHUSUS CABANG MINI SOCCER LIGA MEDIKA 2018 BAB I PESERTA PERTANDINGAN 1. Kompetisi Mini Soccer IMSSO Liga Medika 2018 dibuka untuk mahasiswa aktif Program Studi Pendidikan Dokter atau Program
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
Teks tidak dalam format asli. Kembali: tekan backspace dicabut: UU 22-2009 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 49, 1992 (ADMINISTRASI. PERHUBUNGAN. Kendaraan. Prasarana. Penjelasan dalam Tambahan Lembaran
REGULASI KELAS BEBEK 110cc 2 LANGKAH STANDAR
REGULASI KELAS BEBEK 110cc 2 LANGKAH STANDAR 9.1. Jenis sepeda motor yang digunakan adalah : 9.1.1. Sepeda motor bebek dengan mesin 2 langkah, yang memiliki kapasitas silinder : 99 cc s/d 115 cc Dengan
PENERAPAN KONSEP FLUIDA PADA MESIN PERKAKAS
PENERAPAN KONSEP FLUIDA PADA MESIN PERKAKAS 1. Dongkrak Hidrolik Dongkrak hidrolik merupakan salah satu aplikasi sederhana dari Hukum Pascal. Berikut ini prinsip kerja dongkrak hidrolik. Saat pengisap
BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN. 125 pada tahun 2005 untuk menggantikan Honda Karisma. Honda Supra X
BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN 4.1. HONDA SUPRA X 125 PGM-FI Honda Supra X adalah salah satu merk dagang sepeda motor bebek yang di produksi oleh Astra Honda Motor. Sepeda motor ini diluncurkan
PERATURAN LOMBA 2 3 SEPTEMBER 2016
PERATURAN LOMBA 2 3 SEPTEMBER 2016 Peraturan lomba MONASTANA JAKARTA OPEN 2016 di adopsi dari peraturan yang sudah sering digunakan pada kejuaraan di Indonesia dan FIRS (Federation Internationale de Roller
BAGIAN-BAGIAN UTAMA MOTOR Bagian-bagian utama motor dibagi menjadi dua bagian yaitu : A. Bagian-bagian Motor Utama yang Tidak Bergerak
BAGIAN-BAGIAN UTAMA MOTOR Bagian-bagian utama motor dibagi menjadi dua bagian yaitu : A. Bagian-bagian Motor Utama yang Tidak Bergerak Tutup kepala silinder (cylinder head cup) kepala silinder (cylinder
Indonesia Electric Vehicle Competition 2009 (IEVC 2009) ini mengangkat tema : Green Energy for Better Life.
1 Background Electric Vehicle adalah sebuah kendaraan yang menggunakan tenaga listrik dalam pengoperasiaannya. Di negara maju, Electric Vehicle (EV) sudah lazim digunakan, sebagai alternatif pengganti
2. Syarat dan Ketentuan 2.1 Peserta RC Transporter adalah yang berumur <14 tahun (Primary). 2.2 Satu Tim terdiri dari (MAX) 2 orang.
1. Deskripsi Tim MERAH dan Tim BIRU akan saling berhadapan dalam pertandingan memperebutkan POINT yang terdapat pada POINT STORAGE untuk menempatkan pada ISLAND, sesuai dengan nama yang tertera pada POINT
PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASURUAN NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN PARKIR DI TEPI JALAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASURUAN NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN PARKIR DI TEPI JALAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PASURUAN, Menimbang : a. bahwa dengan berlakunya Undang-Undang
