BAB IV STRATEGI DAN HASIL PERANCANGAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB IV STRATEGI DAN HASIL PERANCANGAN"

Transkripsi

1 BAB IV STRATEGI DAN HASIL PERANCANGAN 4.1 Strategi Strategi perancangan dibagi menjadi strategi komunikasi yaitu konsep besar perancangan, strategi kreatif yaitu pendekatan ide dan cara mencapainya, serta strategi visual yaitu konsep dasar perancangan. Strategi-strategi ini dibuat berdasarkan data-data dan teori yang telah terkumpul pada bab I s.d. III Strategi Komunikasi Dalam perancangan environmental graphic, yang terpenting adalah fungsi utamanya yaitu untuk menyampaikan informasi dan memperjelas lingkungan yang kompleks, selain juga untuk meningkatkan kualitas estetisnya. Environmental graphic yang baik juga dibuat dengan meneliti lokasi yang akan dirancang, seperti dikutip dalam Cossu (2010:6) bahwa tanpa penelitian, sign tidak akan berfungsi dengan baik tidak peduli betapa indahnya sign tersebut. Karena itulah perancangan environmental graphic di Pasar Baru menjadi jawaban dari permasalahan yang ada yaitu untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung. Kenyamanan pengunjung ditingkatkan dengan menyampaikan informasi dan memperjelas lingkungan yang kompleks, sesuai dengan fungsi environmental graphic. Perancangan ini juga dilakukan karena dapat mengedukasi pengunjung kelas menengah bawah tentang penggunaan environmental graphic yang baik dan melalui elemen-elemen estetisnya dapat memberikan pemahaman tentang sebuah sistem desain pada suatu lokasi. Oleh karena itu konsep komunikasi yang akan digunakan yaitu dengan menggunakan sistem yang konsisten dan teratur. Sistem yang konsisten akan membuat audiens mudah mengenali environmental graphic yang ada, membedakannya dari ribuan sign lain yang saling berteriak di Pasar Baru. 57

2 4.1.2 Strategi Kreatif Untuk merancang environmental graphic Pasar Baru ini, dibutuhkan suatu sistem yang memudahkan pengunjung mengenali lingkungan mereka. Sistem ini akan dibangun dengan konsistensi penggunaan warna yang sama pada masing-masing lantai. Setiap lantai akan diberi warna yang berbeda sehingga pengunjung mudah mengenali dan mengingat di mana mereka dan ke mana mereka ingin menuju. Warna-warna yang dipakai menggunakan warna-warna hangat dan cerah, yang menggambarkan suasana Pasar Baru sendiri yang hangat dan ramai, sesuai survei yang telah dilakukan. Warna-warna tersebut juga dipilih mempertimbangkan kemudahannya untuk dicari di tengah suasana Pasar Baru yang begitu berwarnawarni, sehingga konsistensi warna signage menjadi sangat penting supaya mudah ditemukan. Sedangkan desain dengan bentuk-bentuk teratur digunakan untuk menciptakan suasana ramai namun teratur. Sistem yang konsisten dicapai dengan konsistensi penggunaan warna yang berbeda pada tiap lantai. Penggunaan warna yang berbeda dari signage di setiap lantai akan membuat audiens mengenali di mana ia berada sehingga akan memudahkan ia mengingat dari mana ia masuk, di mana ia harus keluar, dan mengingat pada lantai berapa ia harus mencari barang yang ia inginkan (baik untuk kedatangan pertama maupun pada kedatangan selanjutnya apabila ia ingin mencari toko yang pernah dikunjunginya). Untuk perancangan signage juga akan digunakan komunikasi visual dan verbal. Untuk visual, akan digunakan piktogram, gambar, atau simbol yang umum dan mudah diterjemahkan oleh audiens di Pasar Baru dengan mempertimbangkan tingkat edukasi mereka yang tidak terlalu tinggi. Penggunaan gambar akan lebih mudah diterjemahkan bagi sebagian besar orang. Pada bagian-bagian tertentu yang didesain tanpa tulisan, audiens khususnya masyarakat dari kalangan menengah ke bawah juga diajak untuk berpikir dan menerjemahkan arti dari bahasa visual ini. Hal ini dimaksudkan juga untuk secara tidak langsung mengedukasi dan membiasakan masyarakat kelas menengah ke bawah untuk melihat piktogram atau simbol-simbol yang sering dipergunakan di luar lingkungan Pasar Baru sendiri. Selain itu, edukasi juga diterapkan dengan penggunaan elemen grafis yang estetis, memperlihatkan bahwa penunjuk arah bukan hanya sekedar penunjuk arah, namun merupakan 58

3 bagian dari suatu sistem environmental graphic, membuat mereka terbiasa melihat suatu sistem desain yang khas pada lingkungan tertentu. Komunikasi verbal juga tetap dibutuhkan dalam perancangan environmental graphic ini yaitu dengan pemilihan kata-kata yang tepat dan penggunaan font yang baik sehingga mudah terbaca oleh audiens. Bahasa yang digunakan yaitu bahasa Indonesia sebagai bahasa utama dan bahasa Inggris sebagai bahasa sekunder. Hal ini mempertimbangkan target pasar utama di Pasar Baru merupakan masyarakat Bandung sendiri dengan bahasa Indonesia sebagai bahasa ibunya, dan target sekunder yaitu turis lokal maupun mancanegara yang sedang melakukan wisata. Penggunaan bahasa Inggris dimaksudkan untuk mempersiapkan Pasar Baru di era globalisasi ini agar siap untuk dikunjungi oleh turis mancanegara, sekaligus dapat sedikit banyak mengedukasi penghuni dan pengunjung Pasar Baru yang belum mengenal bahasa Inggris. Diharapkan dengan edukasi penggunaan environmental graphic melalui desain dari environmental graphic ini sendiri, audiens dapat secara mandiri mengenali, mendapatkan informasi, menuju dan tiba di lokasi tertentu yang mereka inginkan. Dengan kemudahan membaca lokasi ini, maka arus perpindahan atau flow di Pasar Baru juga akan relatif lebih baik. Dengan perputaran pengunjung yang relatif lebih baik ini, maka Pasar Baru pun dapat menampung lebih banyak orang dengan tingkat kenyamanan yang lebih baik, yang otomatis juga akan meningkatkan omset Pasar Baru sesuai dengan misinya. Untuk pembagian seri environmental graphic digunakan pembagian warna (color coding) per lantai untuk daerah perbelanjaan. Selain itu pengelompokan signage dibedakan menjadi empat tipe signage menurut Apelt, dkk. (2007) yaitu Identification Sign, Information Sign, Directonal Sign, dan Regulatory Sign (lihat teori Tipe Signage hal.15). Bentuk dan warna pada desain disesuaikan dengan suasana dan target market Pasar Baru yaitu wanita kalangan menengah dan menengah bawah yang suka belanja dan menyukai warna-warna yang cerah, serta mempertimbangkan kemudahan pencariannya dalam suasana Pasar Baru. Gaya desain menggunakan gaya Art Deco yang banyak ditemui di Bandung yang kaya akan bangunan Art Deco dengan 59

4 menggunakan garis-garis hias dan yang mengesankan gerak dan kecepatan, melambangkan modernitas yang memang merupakan konsep Pasar Baru sebagai pasar tradisional dengan konsep modern. Selain itu gaya Art Deco juga merupakan gaya yang ideal dan universal sehingga mudah diterima di semua kalangan Strategi Visual Untuk membuat elemen estetis environmental graphic Pasar Baru, pengerjaan dimulai melalui brand identity yang menggambarkan Pasar Baru sekaligus harapan bagi Pasar Baru. Brand identity ini yang nantinya akan menjadi dasar elemen estetis yang diterapkan pada environmental graphic Pasar Baru sehingga tercipta sebuah sistem yang dapat dikenali dengan mudah oleh audiens. Bandung terkenal dengan bangunan-bangunan bergaya Art Deco-nya yang khas dengan garis-garis hias dan bentuk-bentuk geometris yang mengesankan gerak dan kecepatan, melambangkan modernitas dan tekhnologi. Oleh karena itu gaya Art Deco bisa digunakan menjadi salah salah satu identitas Pasar Baru Bandung, karena sesuai juga dengan konsep Pasar Baru sebagai pasar tradisional dengan konsep modern. Selain itu gaya Art Deco juga merupakan gaya yang ideal dan universal sehingga mudah diterima di semua kalangan. Gaya Art Deco digunakan mengingat bentuk atap Pasar Baru yaitu atap Art Deco khas gedung sate (dokumentasi Pasar Baru, 2012). Akan tetapi sebenarnya bentuk ini pun kurang jelas terlihat, sehingga gaya ini akan diperjelas dan diperkuat melalui brand identity dan environmental graphic yang akan dirancang. Untuk bentuk visual brand identity diambil dari keunikan Pasar Baru yaitu atapnya yang bergaya Art Deco (dokumentasi Pasar Baru, 2012) dan konsep Pasar Baru sebagai trade center terluas dan terlengkap di Bandung, diwakili dengan mengambil bentuk dari jenis-jenis barang yang paling banyak dijual di Pasar Baru, yaitu pakaian wanita dan kain. Bentuk yang utama logo dan papan signage diambil dari bentuk atap Pasar Baru yang dilihat dari atas yaitu persegi dan persegi panjang. Bentuk persegi diambil untuk mewakili struktur yang stabil dan teratur, sesuai dengan harapan agar Pasar Baru ramai namun teratur. 60

5 Logo diambil dari bentuk pakaian wanita dan kain sebagai jenis barang yang paling banyak dijual di Pasar Baru. Penggunaan garis dan bentuk lengkung diadaptasi dari Ocean Liner atau streamline yang merupakan ciri Art Deco yang sering terlihat pada arsitektur Art Deco Bandung seperti Vila Isola dan Hotel Savoy Homann. dari Walaupun bentuk dasarnya persegi, akan tetapi pada logo bidang persegi tidak digambarkan secara langsung (tanpa garis atas dan bagian garis atas terdapat celah) menggambarkan harapan yang tidak terbatas pada usaha di Pasar Baru. Gambar 4.1 Konsep Dasar Brand Identity Pasar Baru 61

6 Untuk warna dipilih warna-warna yang sesuai dengan teori yang dilakukan pada saat penelitian dan telah disurvei terhadap potensial target market Pasar Baru. Warnawarna yang digunakan kebanyakan diambil dari kombinasi warna energetic, vivid, striking dan familiar bagi target market di lingkungan Pasar Baru. Warna-warna energetic menggambarkan aktivitas dan energi di Pasar Baru. Warna hijau-kuning jika dipadankan dengan fuschia atau magenta akan meningkatkan sifat antusias pada warna-warna energetic ini (Rockport Publishers, 1994). Warna-warna vivid digunakan karena mendukung ragam Art Deco (Bhaskaran, 2005). Sedangkan warna-warna striking atau warna-warna yang mencolok digunakan karena akan menarik perhatian di lingkungan Pasar Baru sesuai dengan teori perhatian tentang intensitas stimuli (Rakhmat, 2011). Warna-warna ini akan diterapkan baik pada brand identity maupun keseluruhan perancangan environmental graphic. Akan tetapi untuk safety and regulatory sign, prohibition and advisory sign yang telah memiliki standar tersendiri, warna tidak mengikuti sistem warna per lantai. Font yang digunakan untuk logo adalah FashionVictim Regular, yang bergaya Art Deco dan dianggap sesuai untuk logo yang bergaya sama. Font ini akan digunakan untuk tulisan yang digunakan sebagai identitas Pasar Baru. Sedangkan font untuk environmental graphic Pasar Baru digunakan Helvetica sebagai font yang dianggap baik keterbacaannya, jelas, dan memiliki banyak variasi (font family) yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan berbeda. 62

7 4.2 Hasil Karya Brand Identity Gambar 4.2 Brand Identity Logo dirancang sebagai brand identity Pasar Baru yang mencerminkan konsep pasar tradisional yang modern dan teratur dengan gaya Art Deco yang merupakan ciri khas arsitektur Bandung. Gaya Art Deco yang teratur dan terstruktur juga akan diadaptasi untuk perancangan sign system di Pasar Baru Bandung, harapan untuk suasana pasar yang ramai namun teratur. Logo terdiri dari logogram dan logotype. Dalam penggunaan tertentu, logogram dan logotype dapat digunakan terpisah selama logo tidak mengalami disorientasi maupun distorsi. Logogram berada di bagian atas dan logotype berada di bawah sejajar vertikal dengan logogram. Bentuk dasar persegi diambil dari bentuk atap Pasar Baru dari atas yang unik dan berciri Art Deco. Bentuk logo diadaptasi dari bentuk komoditi utama di Pasar Baru, yaitu pakaian wanita dan kain. Garis dan pola geometris digunakan sebagai ciri khas 63

8 ragam Art Deco yang melambangkan modernitas, pergerakan, dan kecepatan. Bentuk lengkung pada logo diadaptasi dari Ocean Liner atau streamline yang merupakan salah satu ciri khas Art Deco yang terinspirasi dari bentuk kapal laut yang melambangkan gerakan, teknologi modern, dan optimisme. Bentuk ini juga sering terlihat pada arsitektur Art Deco di Bandung, seperti Vila Isola dan Hotel Savoy Homann yang menjadi ikon arsitektur Bandung. Logotype menggunakan line Pasar Baru Bandung untuk menenkankan lokasi Pasar Baru yang terletak di Bandung supaya tidak keliru dengan Pasar Baru yang terletak di Jakarta. Citra Pasar Baru juga telah melekat sebagai pasar, sehingga line menekankan konsep pasar tradisional yang modern, bukan trade center. Logotype menggunakan font FashionVictim Regular yang merupakan font bergaya Art Deco. Gambar 4.3 Font FashionVictim Regular Gambar 4.4 Logo Colors 64

9 Pemilihan warna dilakukan berdasarkan studi gaya desain, survei pada lokasi, dan memper-timbangkan psikologi warna yang digunakan. Warna-warna yang dipilih juga merupakan warna-warna familiar bagi target market di lingkungan Pasar Baru. Kombinasi warna-warna energetic melambangkan energi dan aktivitas di Pasar Baru. Warna-warna vivid mendukung ragam Art Deco. Warna-warna striking atau warnawarna mencolok lebih menarik perhatian di Pasar Baru, sesuai dengan teori intensitas stimuli dalam Rakhmat (2011). Gambar 4.5 Logo Applications 65

10 Gambar 4.6 Minimum Requirements Logo diaplikasikan dengan memperhatikan ketentuan minimum yang telah ditetapkan yaitu clear zone dan ukuran minimum. Untuk mempertahankan integritasnya, logo harus tetap bersih dari elemen-elemen lainnya. Area di sekitar logo ini disebut clear zone. Area ini merupakan lahan minimum yang harus disediakan di sekitar logo. Untuk menjaga keterbacaannya, ukuran minimum untuk logo telah ditetapkan. Dengan lebar logogram sebagai acuan, lebar minimum dari logo adalah 2 cm. 66

11 Gambar 4.7 Background Usage Dalam kondisi apapun logo harus dicetak di atas latar belakang yang memperlihatkan kekontrasannya. Logo dapat ditempatkan pada berbagai background selama terdapat kekontrasan yang cukup sehingga logo tetap terbaca dengan jelas. 67

12 Gambar 4.8 Logo Restrictions Bentuk logogram dapat dipisah menjadi sayap kiri dan sayap kanan dalam warna asli, B/W, atau negative selama bentuk tersebut tidak didisorientasi dan tidak mengalami distorsi. Ketika bentuk tersebut digunakan terpisah, bentuk tersebut tidak lagi menjadi logogram tetapi berfungsi sebagai elemen grafis pendukung brand identity yang digunakan untuk kebutuhan khusus. Untuk penggunaan bentuk ini sebagai elemen grafis, hanya warna outline yang boleh diubah. Gambar 4.9 Special Usage 68

13 4.2.2 Sign System Sign system yang baru dirancang untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung dan memperlancar flow Pasar Baru dengan menyajikan informasi penting yang dibutuhkan penghuni dan pengunjung. Tipe-tipe sign dirancang sesuai kebutuhan pengunjung dan disesuaikan dengan space tempat yang ada. Sign diklasifikasikan menurut area dan kategori sesuai tipe signage menurut Apelt,dkk. (2007). Selain itu dibuat juga sistem media untuk menunjukan sistem dan keseragaman desain yang khas untuk lokasi Pasar Baru. Gambar 4.10 Sign Checklist 69

14 Sign Elements Gambar 4.11 Tanda Panah Gambar 4.12 Piktogram (dari kiri ke kanan) 1. Toilet 2. Lift 3. Eskalator 4. Tangga Darurat 5. Mushola 6. Area Merokok 7. Pertokoan 8. Wastafel 9. Informasi 10. Parkir 11. Jagalah Kebersihan 12. Dilarang Merokok 13. Dilarang Masuk 14. Pergunakan Tangga Saat Terjadi Kebakaran 15. Taxi 16. Becak 70

15 Gambar 4.13 Font Family Helvetica (Sumber: dokumentasi pribadi) Helvetica Family digunakan untuk semua teks dalam wayfinding Pasar Baru Bandung. FashionVictim Regular digunakan sebagai type identity Pasar Baru, seperti yang digunakan untuk logotype (lihat Gambar 4.3 pada halaman 64). 71

16 Sign Colors Pasar Baru terdiri dari 12 lantai yaitu 2 lantai basement, 2 lantai dasar (groundfloor), dan 8 lantai utama (floor) termasuk rooftop. Pada basement 1 dan 2 juga terdapat pasar tradisional sehingga untuk membedakannya kombinasi color coding pada sistem dibedakan dengan lantai lainnya. Sebagai warna pendukung, digunakan warna shades (untuk basement 1 dan 2) dan tints (untuk lantai dasar sampai rooftop) dari masing-masing kode warna yang telah ditentukan. Tulisan berwarna coklat untuk basement 1 dan 2; warna putih untuk lantai lainnya. Untuk standar sign umum seperti regulatory sign, warna mengikuti ketentuan yang telah ada. Seperti warna hijau untuk anjuran dan warna merah untuk larangan. Gambar 4.14 Sign Colors 72

17 Gambar 4.15 Warna Sign Type di Atas Sign Colors 73

18 Sign Overview Gambar 4.16 Sign Overview: Outdoor Gambar 4.17 Sign Overview: Main Lobby 74

19 Gambar 4.18 Sign Overview: Pertokoan dan Eskalator Gambar 4.19 Sign Overview: Void 75

20 Gambar 4.20 Sign Overview: Lift (kiri) Bagian Luar, (kanan) Bagian Dalam Gambar 4.21 Sign Overview: Pasar Basah dan Zona Khusus 76

21 Sign Types Outdoor AMBIANCE BRAND IDENTITY Gambar 4.22 Ambiance Brand Identity pada Gedung Spesifikasi: Finishes & Materials: aluminum plate powder coated, 2 mm solid acrylic, sticker Mounting: mounted on wall Bagian berwarna dibuat dengan akrilik putih susu 2 mm ditempel dengan sticker warna khusus. Bagian outline coklat ditempel lagi dengan akrilik 2 mm warna solid yang dicutting sesuai pola sehingga bagian outline timbul. Dari bagian dalam diberi 77

22 lampu selang agar menyala. Bagian aluminum plate dipasang ke tembok sebelah kaca. Media ini akan ditempatkan pada bagian depan gedung. Gambar 4.23 Aplikasi Ambiance Brand Identity pada Gedung DIRECTIONAL SIGN OUTDOOR PASAR BARU Gambar 4.24 Directional Sign Outdoor Pasar Baru 78

23 Spesifikasi: Finishes & Materials: T1-aluminum outdoor painted, glossy coated T2-aluminum 4 cm x 4 cm powder coated T3-aluminum 6 cm x 6 cm powder coated T4-aluminum 8 cm x 8 cm powder coated T5-semen Bagian kepala tiang merupakan ciri in-line media Pasar Baru di mana kubus dengan yang dicat logogram pada masing-masing sisi ditempatkan. Bagian outline logo dilas timbul, dicat, dan diberi glossy coating. Media ini akan ditempatkan pada belokan ke Jl. Oto Iskandar Dinata. OUTDOOR HANGING BANNER Gambar 4.25 Outdoor Hanging Banner 79

24 Spesifikasi: Finishes & Materials: T1-aluminum outdoor painted, glossy coated T2-aluminum 4 cm x 4 cm powder coated T3-aluminum 6 cm x 6 cm powder coated T4-aluminum 8 cm x 8 cm powder coated T5-semen Bagian kepala tiang merupakan ciri in-line media Pasar Baru di mana kubus dengan yang dicat logogram pada masing-masing sisi ditempatkan. Bagian outline logo dibuat timbul, dicat, dan diberi glossy coating. Media ini akan ditempatkan di bagian depan gedung Pasar Baru sebagai media promosi Pasar Baru. Gambar D-view Sign Pasar Baru Belok Kanan dan Outdoor Hanging Banner 80

25 TAXI & BECAK SIGN Gambar 4.27 Taxi & Becak Sign Spesifikasi: Finishes & Materials: T1-aluminum outdoor painted, glossy coated T2-aluminum outdoor painted, glossy coated T3-aluminum 4 cm x 4 cm powder coated T4-aluminum 6 cm x 6 cm powder coated T5-semen Bagian kepala tiang merupakan ciri in-line media Pasar Baru di mana kubus dengan yang dicat logogram pada masing-masing sisi ditempatkan. Bagian outline logo dilas timbul, dicat, dan diberi glossy coating. Media ini akan ditempatkan di bagian depan gedung Pasar Baru sebagai identification sign tempat taxi dan becak berhenti, petunjuk di mana harus mencari taxi dan becak untuk pengunjung. 81

26 Main Lobby SELAMAT DATANG (A) dan TERIMA KASIH (B) Gambar 4.28 Selamat Datang dan Terima Kasih Spesifikasi: A. Selamat Datang Actual Dimension: 8 m x 0.45 m Finish & Material: printed on vinyl sticker B. Terima Kasih Actual Dimension: 8 m x 1 m Finish & Material: printed on vinyl banner 82

27 POS INFORMASI Gambar 4.29 Gambar Tampak Pos Informasi (kiri) Tampak Samping Kanan (kanan) Tampak Depan Gambar 4.30 Detail Bagian Atas Pos Informasi (atas) Tampak Atas (tengah) Tampak Depan (bawah) Ketebalan Garis 83

28 Spesifikasi: T1-aluminum powder coated T2-kaca 4 mm T3-vinyl sticker Tulisan Information Center menggunakan neon dari dalam. Bagian garis dibuat deboss ke dalam sebesar 6 mm. Brand Identity diprint di vinyl sticker sesuai graphic standard manual dengan lebar 10 cm sebagai acuan lebar logogram (lihat Gambar 4.6 pada halaman 66) PERTOKOAN DIRECTIONAL SIGN Gambar 4.31 Directional Sign 84

29 Spesifikasi: Actual Dimension: 0.7 m x 0.3 m Finishes & Materials: T1-rantai powder coated T2-flatbed CMYK + white mirrored on 2 mm clear acrylic Mounting: hanged overhead Format directional sign ini akan digunakan juga pada area-area lain di Pasar Baru. Gambar 4.32 Detail Grafis Directional Sign Gambar 4.33 Aplikasi Directional Sign 85

30 TOILET Gambar 4.34 Identification Sign Toilet Spesifikasi: Finishes & Materials: flatbed CMYK + white mirrored on 2 mm clear acrylic, neon inside Mounting: mounted to wall 86

31 Gambar 4.35 Detail Grafis Identification Sign Toilet Gambar D-view Identification Sign Toilet 87

32 VOID HANGING BANNER Gambar 4.37 Hanging Banner Tipe 1 - Melintang 88

33 Gambar 4.38 Hanging Banner Tipe 2 Spesifikasi: Finishes & Materials T1-aluminum painted, glossy coated T2-aluminum 4 cm x 4 cm powder coated T3-teralis diameter 1 cm, powder coated Mounting: wall-mounted 89

34 Gambar D-view Hanging Banner Tipe 1 dan 2 KONTEN LANTAI Gambar 4.40 Konten Lantai 90

35 Spesifikasi: Actual Dimension: 3 m x 1 m Finish & Material: neonbox Mounting: wall-mounted COLOR CODING LINE Pada dinding bawah bagian void juga akan dibuat garis warna sesuai lantai selebar 40 cm dengan cat high gloss. Gambar 4.41 Aplikasi Konten Lantai dan Color Coding Line pada Void 91

36 FOODCOURT AMBIANCE Gambar 4.42 Aplikasi Ambiance Foodcourt pada Tembok Spesifikasi: Actual Dimension: 7.5 m x 2.7 m Finish & Material: painted high gloss on wall DIRECTIONAL SIGN FOODCOURT Gambar 4.43 Directional Sign Foodcourt 92

37 Spesifikasi: Actual Dimension: 0.7 m x 0.3 m Finishes & Materials: T1-rantai powder coated T2-flatbed CMYK + white mirrored on 2 mm clear acrylic Mounting: hanged overhead LIFT IDENTIFICATION SIGN LIFT Gambar 4.44 Identification Sign Lift Actual Dimension: 0.2 m x 0.28 m Finish & Material: flatbed CMYK + white mirrored on 2 mm clear acrylic 93

38 PAPAN INFORMASI Actual Dimension: 1.4 m x 1 m Finish & Material: T1-aluminum powder coated T2-2 mm glass T3-vinyl sticker Gambar 4.45 Papan Informasi 94

39 MAP & FLOOR CONTENT Actual Dimension: 0.5 m x 1 m Finish & Material: T1-aluminum powder coated T2-printed on vinyl sticker, sticked to 2 mm clear acrylic Gambar 4.46 Map and Floor Content 95

40 FLOOR CONTENT Actual Dimension: 0.1 m x 0.15 m (each) Finish & Material: flatbed CMYK + white mirrored on 2 mm clear acrylic Mounting: acrylic mounted to lift wall Gambar 4.47 Floor Content 96

41 Gambar 4.48 Detail Grafis Floor Content 97

42 ADVERTISING MEDIA LIFT Spesifikasi: Finish & Material: T1-aluminum powder coated T2-2mm clear acrylic doubled Gambar 4.49 Advertising Media Lift 98

43 ESKALATOR IDENTIFICATION SIGN Gambar 4.50 Identification Sign Eskalator Spesifikasi: Actual Dimension: 14 cm x 10 cm Finish & Material: printed on vinyl sticker REGULATORY SIGN Actual Dimension : 40 cm x 20 cm Finish & Material: flatbed CMYK+white mirrored on 2 mm acrylic Mounting: hanged overhead 99

44 Gambar 4.51 Regulatory Sign Eskalator INFORMATION SIGN Gambar 4.52 Information Sign Eskalator 100

45 Spesifikasi: Tipe A Actual Dimension: 120 cm x 100 cm Finish & Material: neonbox Mounting: wall-mounted Tipe B Actual Dimension: 120 cm x 100 cm Finish & Material: printed on vinyl sticker Gambar 4.53 Aplikasi Information Sign Eskalator 101

46 PASAR BASAH IDENTIFICATION SIGN Gambar 4.54 Information Sign Pasar Basah Actual Dimension: 70 cm x 40 cm Finish & Material: flatbed CMYK+white mirrored on 2 mm acrylic Mounting: hanged overhead DIRECTIONAL SIGN Actual Dimension: 70 cm x30 cm Finish & Material: flatbed CMYK+white mirrored on 2 mm acrylic Mounting: hanged overhead 102

47 Gambar 4.55 Directional Sign Pasar Basah REGULATORY SIGN 1 Gambar 4.56 Regulatory Sign 1 Pasar Basah Spesifikasi: Actual Dimension: 45 cm x 15 cm Finish & Material: flatbed CMYK+white mirrored on 2 mm acrylic Mounting: mounted on door 103

48 REGULATORY SIGN 2 Gambar 4.57 Regulatory Sign 2 Pasar Basah Spesifikasi: Tipe A Actual Dimension: 50 cm x 15 cm Finish & Material: flatbed CMYK+white mirrored on 2 mm acrylic Mounting: hanged overhead Tipe B Actual Dimension: 60 cm x 15 cm Finish & Material: flatbed CMYK + white mirrored on 2 mm acrylic Mounting: hanged overhead Untuk regulatory sign di area lain juga menggunakan format ini dan warna dasar mengikuti color coding per lantai. 104

49 ZONA KHUSUS IDENTIFICATION SIGN KANTOR PENGELOLA Gambar 4.58 Identification Sign Kantor Pengelola Spesifikasi: Actual Dimension: 3 m x 0.55 m Finish & Material: aluminum powder coated, deboss motif Mounting: wall-mounted DIRECTIONAL SIGN KANTOR PENGELOLA Gambar 4.59 Directional Sign Kantor Pengelola 105

50 Spesifikasi: Actual Dimension: 70 cm x30 cm Finish & Material: flatbed CMYK+white mirrored on 2 mm acrylic Mounting: hanged overhead IDENTIFICATION SIGN MUSHOLA Gambar 4.60 Identification Sign Mushola Spesifikasi: Actual Dimension : 1.8 m x 0.6 m Finish & Material: aluminum outdoor painted DIRECTIONAL SIGN MUSHOLA Gambar 4.61 Directional Sign Mushola 106

51 Spesifikasi: Actual Dimension: 70 cm x30 cm Finish & Material: flatbed CMYK+white mirrored on 2 mm acrylic Mounting: hanged overhead IDENTIFICATION SIGN KANTOR KEAMANAN Gambar 4.62 Identification Sign Kantor Keamanan Spesifikasi: Actual Dimension: 0.9 m x 2.1 m Finish & Material: painted high gloss on door TANGGA DARURAT AMBIANCE PINTU Spesifikasi: Actual Dimension: 0.9 m x 2.1 m Finish & Material: painted high gloss on door 107

52 Gambar 4.63 Ambiance Pintu Bagian Luar AMBIANCE PINTU Gambar 4.64 Ambiance Tembok Bagian Dalam 108

53 Spesifikasi: Actual Dimension: 3 m x 3.2 m Finish & Material: painted high gloss on wall Gambar 4.65 Grafis Lengkap Ambiance Tembok Bagian Dalam AREA MEROKOK AMBIANCE TEMBOK Spesifikasi: Actual Dimension: 4.1 m x 3.2 m Finish & Material: high gloss paint 109

54 Gambar 4.66 Grafis Lengkap Ambiance Tembok Area Merokok Gambar D-view Ambiance Tembok Area Merokok 110

55 DIRECTIONAL SIGN AREA MEROKOK Spesifikasi: Actual Dimension: 70 cm x 30 cm Finish & Material: flatbed CMYK+white mirrored on 2 mm acrylic Mounting: hanged overhead Gambar 4.68 Directional Sign Area Merokok 111

56 PARKIR IDENTIFICATION SIGN Spesifikasi: Actual Dimension: 2 m x 4 m Finish & Material: neonbox Mounting: wall-mounted Gambar 4.69 Identification Sign Parkir 112

57 AMBIANCE PARKIR Spesifikasi: Actual Dimension: 2 m x 4 m Finish & Material: neonbox Mounting: wall-mounted Gambar 4.70 Ambiance Parkir Layout Buku Brand Identity and Sign Guideline Pasar Baru Buku Brand Identity dan Sign Guideline dibuat sebagai standar ketentuan-ketentuan yang akan digunakan untuk pengaplikasian brand identity maupun sign system berupa detail spesifikasi ukuran, material, finishing, dan penempatan sign. Ukuran halaman buku yaitu 29.5 cm x 18 cm. 113

58 Gambar 4.71 Spread Layout Sekat Brand Identity dan Sign System Gambar 4.72 Spread Layout Logo Concept Gambar 4.73 Spread Layout Logo Elements 114

59 Gambar 4.74 Spread Layout Logo Applications 115

60 Gambar 4.75 Spread Layout Guiding Principles Gambar 4.76 Spread Layout Sign Elements Gambar 4.77 Spread Layout Sign Colors 116

61 Gambar 4.78 Spread Layout Sign Overview Gambar 4.79 Spread Layout Sign Type Page

62 Gambar 4.80 Spread Layout Sign Type (dari atas ke bawah) Page 28-29, 30-31, 32-33,

63 Gambar 4.81 Spread Layout Sign Type (dari atas ke bawah) Page 36-37, 38-39, 40-41,

64 Gambar 4.82 Spread Layout Sign Type (dari atas ke bawah) Page 44-45, 46-47, 48-49,

65 Gambar 4.83 Spread Layout Sign Type (dari atas ke bawah) Page 52-53, 54-55, 56-57, Penutup Masukan dan saran dari penguji saat sidang akhir adalah memperbaiki detail-detail yang terlupakan seperti pemilihan material, ukuran, dan penempatan. Pada desain ambiance brand identity gedung, penggunaan material kaca tidak rel Tidak ada kaca dengan ukuran sebesar 4 m x 5.5 m, sehingga material diganti menjadi light box dari bahan aluminum dan akrilik dan diberi lampu di dalamnya. Penguji juga memberi saran untuk membuat contoh denah penempatan sign, sehingga kompleksitas sign yang sudah dibuat dapat dipresentasikan dengan baik. Contoh denah penempatan sign tersebut dapat dilihat pada lampiran A. 121

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pasar Baru Bandung, atau sekarang dikenal dengan nama Pasar Baru Trade Center merupakan pasar tertua di Bandung yang masih berdiri. Gedung pasar dengan bangunan

Lebih terperinci

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN BAB V KONSEP PERANCANGAN 5.1. Tujuan dan Strategi Perancangan 5.1.1. Tujuan Perancangan a. Signage sebagai bentuk anjuran dari gerakan green campus dengan pendekatan persuasif kepada seluruh warga kampus

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN BAB IV KONSEP PERANCANGAN 4.1. Ide / Gagasan 4.1.1 Ide Desain RSUD Cengkareng adalah rumah sakit pemerintah provinsi DKI Jakarta, yang berada di Jakarta Barat. RSUD Cengkareng merupakan rumah sakit yang

Lebih terperinci

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN 1 BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN 5.1 Konsep Visual 5.1.1 Visual Konsep utama dari logo adalah Mahkota. Mahkota adalah simbol tradisional dalam bentuk tutup kepala yang dikenakan oleh raja, ratu atau

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP. Sistem panduan arah terpadu dapat dibedakan menjadi 6 jenis; yaitu: membutuhkan informasi yang spesifik.

BAB IV KONSEP. Sistem panduan arah terpadu dapat dibedakan menjadi 6 jenis; yaitu: membutuhkan informasi yang spesifik. BAB IV KONSEP 4.1. Panduan Arah Terpadu Sistem panduan arah terpadu dapat dibedakan menjadi 6 jenis; yaitu: 4.1.1. Tanda orentasi : ditempatkan untuk membantu pengunjung dapat memahami arah dimana dia

Lebih terperinci

BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN

BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN STUDI PENGARUH TATA RUANG TERHADAP TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN DI MALIOBORO MALL, GALERIA MALL DAN AMBARRUKMO PLAZA, YOGYAKARTA 2014 BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan dan saran dari hasil penelitian

Lebih terperinci

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN 5.1 Konsep Visual 5.1.1 Visual Hasil visual bisa di dapat setelah Penulis melakukan riset dan juga mencoba mencari esensi dari Y.P al Chasanah dengan dibantu membuat matrix

Lebih terperinci

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN. Berikut ini merupakan tampilan dari identitas utama Gelora Bung Karno yang baru

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN. Berikut ini merupakan tampilan dari identitas utama Gelora Bung Karno yang baru BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN 5.1 Masterbrand Identity Berikut ini merupakan tampilan dari identitas utama Gelora Bung Karno yang baru Gambar 5.1 Logo Gelora Bung Karno Masterbrand identity terdiri

Lebih terperinci

BAB 5 PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 PEMBAHASAN DESAIN BAB 5 PEMBAHASAN DESAIN 5.1 Konsep Visual 5.1.1 Visual Gaya illustrasi yang dipakai adalah gaya illustrasi yang bersifat fun dengan penggunaan vector tools, khususnya karena target audience utama adalah

Lebih terperinci

STUDI PENGARUH TATA RUANG TERHADAP TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN DI MALIOBORO MALL, GALERIA MALL DAN AMBARRUKMO PLAZA, YOGYAKARTA 2014

STUDI PENGARUH TATA RUANG TERHADAP TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN DI MALIOBORO MALL, GALERIA MALL DAN AMBARRUKMO PLAZA, YOGYAKARTA 2014 BAB III. TINJAUAN LOKASI III.1 Lokasi Lokasi merupakan salah satu strategi pemasaran. Lokasi yang strategis di pusat kota atau dekat dengan pusat kegiatan manusia merupakan pilihan yang tepat untuk mendirikan

Lebih terperinci

Cover buku terdiri dari brand name/judul buku, nama penulis, dan elemen.

Cover buku terdiri dari brand name/judul buku, nama penulis, dan elemen. 44 Gb 5. Contoh-contoh spread 5.3. Cover Cover buku terdiri dari brand name/judul buku, nama penulis, dan elemen. Elemen diambil dari ornamen dekoratif dari bangunan Hotel Preanger, salah satu ikon yang

Lebih terperinci

Gambar 4.1 Ukiran Semarangan dan Corak Kolonialis

Gambar 4.1 Ukiran Semarangan dan Corak Kolonialis BAB IV STRATEGI KREATIF IV.1 Konsep Visual Perancangan Environmental Graphic Design Stasiun Tawang Semarang merupakan salah satu upaya pembaharuan sistem grafis wayfinding di dalam lingkungan Stasiun Tawang

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA BAB IV IMPLEMENTASI KARYA Rancangan dan konsep desain yang telah di jabarkan di bab III di implementasikan berupa komunikasi visual yang telah dirancang sesuai dengan keyword Strategy. Dalam hal ini pembahasan

Lebih terperinci

Elemen Dasar. 1.4 x x. 1.0 x x. 3.4 x. 1.0 x x

Elemen Dasar. 1.4 x x. 1.0 x x. 3.4 x. 1.0 x x LogoGRAM Elemen Dasar LOGO PERBANAS INSTITUTE adalah simbol utama dalam identitas visual dan harus digunakan menyertai materi publikasi seperti brosur, kartu nama, suratmenyurat, situs web dan sebagian

Lebih terperinci

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN. Gambar 5.1 Logo Baru Tambang Ayam 3K (Sumber: Shabila Afifa, tahun 2015)

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN. Gambar 5.1 Logo Baru Tambang Ayam 3K (Sumber: Shabila Afifa, tahun 2015) BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN 5.1 Hasil Visual 5.1.1 Logo Gambar 5.1 Logo Baru Tambang Ayam 3K (Sumber: Shabila Afifa, tahun 2015) Logo Tambang Ayam 3K merupakan identitas visual utama dan salah satu

Lebih terperinci

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL III.1 Strategi Perancangan Perancangan sign system dan media informasi pada Museum Geologi Bandung dibuat dengan dilatarbelakangi oleh data-data yang nyata

Lebih terperinci

IV KONSEP PERANCANGAN A. Tataran Komersil (Perusahaan) Sasaran Karya Perancangan Branding pada produk sayuran hidroponik dan organik merek AVA FARM. AVA FARM merupakan usaha penjualan sayur yang bergerak

Lebih terperinci

V. ULASAN KARYA PERANCANGAN

V. ULASAN KARYA PERANCANGAN V. ULASAN KARYA PERANCANGAN A. Tataran Perancangan Karya 1. Tataran Elementer Alasan Perancangan Karya Redesain media publikasi yang ditujukan kepada restoran RUM sebagai pembaharuan, agar lebih terkesan

Lebih terperinci

BAB 5 HASIL & PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 HASIL & PEMBAHASAN DESAIN BAB 5 HASIL & PEMBAHASAN DESAIN 5.1 Brand Identity Baru 5.1.1 Logo Gambar 5.1 Logo Batik Teratai Indah mengambil konsep dari tanaman teratai yang mengalami fase pertumbuhan dari kuncup, mengembang, dan

Lebih terperinci

BAB IV TEKNIS PERANCANGAN DAN MEDIA

BAB IV TEKNIS PERANCANGAN DAN MEDIA 73 BAB IV TEKNIS PERANCANGAN DAN MEDIA 4.1 Teknis Perancangan Dalam proses sketsa rancangan ulang pada logo Yayasan AP Foundation ini, untuk sketsa rancangan yang telah dibuat akan dibuat kedalam format

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Konsep Perancangan Interior Gambar 4.1 Mind Map Sumber: Penulis Konsep perancangan interior pada museum ini ingin mengubah sebuah museum yang memiliki pencitraan yang sedikit

Lebih terperinci

Perancangan Sign System Pasar Wonokromo

Perancangan Sign System Pasar Wonokromo Perancangan Sign System Pasar Wonokromo Aditya Wirabakti 3406100096 Latar belakang: Tempat-tempat perbelanjaan modern semakin bertambah. Pasar tradisional memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA BAB IV IMPLEMENTASI KARYA Didalambabiniberisitentang proses produksisaranakomunikasi visual yang telahdirancangsesuaidengankonsep Trust yang diarahkanuntuk memperkuat brand image perusahaan Eka Proma sebagai

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA BAB IV IMPLEMENTASI KARYA Setelah dijabarkan mengenai metodologi yang digunakan dan skema perancangan karya pada Bab 3, pada bab ini akan dijelaskan mulai dari konsep perancangan, proses sampai dengan

Lebih terperinci

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN. ruang tertentu. Untuk mempermudah dalam pem-bacaan informasi.

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN. ruang tertentu. Untuk mempermudah dalam pem-bacaan informasi. BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN 5.1 Piktogram Dalam perancangan ulang panduan arah terpadu menggunakan piktogram sebagai salah satu unsur identitas untuk mewakili / melambangkan dari objek / ruang tertentu.

Lebih terperinci

V. ULASAN KARYA PERANCANGAN

V. ULASAN KARYA PERANCANGAN V. ULASAN KARYA PERANCANGAN A. Advice Sign 1. Area Kreativitas Gb.32. Advice Sign Area Kreativitas (Dokumentasi Pribadi/Rully Mustika Ningsih) Gambar di atas adalah advice sign untuk area kreativitas.

Lebih terperinci

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN 5.1 Logo Gambar 5.1 Logo Enso Hotel Logo merupakan elemen dasar dalam proses branding, dimana logo merupakan wajah utama perusahaan. Logo berfungsi sebagai ciri khas dan

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA BAB IV IMPLEMENTASI KARYA Pada bab ini berisi pembahasan mengenai proses produksi media promosi yang telah dirancang sebelumnya disesuaikan dengan konsep Natural and Calm. Dalam hal ini pembahasan mengenai

Lebih terperinci

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN 5.1 Konsep Visual 5.1.1 Jenis Kover Buku Kover buku yang digunakan di buku ini adalah memakai hardcover yang difinishing dengan laminating doff dan diberi Box Protector.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kota Semarang merupakan ibukota Jawa Tengah yang memiliki daya tarik

BAB I PENDAHULUAN. Kota Semarang merupakan ibukota Jawa Tengah yang memiliki daya tarik BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kota Semarang merupakan ibukota Jawa Tengah yang memiliki daya tarik tersendiri karena penduduknya yang beragam budaya dan agama. Untuk memasuki kota Semarang dapat

Lebih terperinci

INTRODUCTION. Cara Membuka : Terima kasih anda telah meluangkan waktu untuk membaca katalog kami.

INTRODUCTION. Cara Membuka : Terima kasih anda telah meluangkan waktu untuk membaca katalog kami. Cara Membuka : INTRODUCTION Terima kasih anda telah meluangkan waktu untuk membaca katalog kami. Velox Sign System merupakan sign system pertama di Indonesia yang diciptakan untuk memenuhi segala kebutuhan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Teori Brand Pengertian Brand Strategi Brand Teori Logo... 8

DAFTAR ISI. BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Teori Brand Pengertian Brand Strategi Brand Teori Logo... 8 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL i LEMBAR PENGESAHAN. ii KATA PENGANTAR. iii PERNYATAAN ORISINALITAS KARYA DAN LAPORAN. v DAFTAR ISI... vi DAFTAR DIAGRAM. x DAFTAR GAMBAR... xi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Lebih terperinci

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN. Gambar 5.1, Logo Baru Pempek Unyil (Sumber : Lydian Oktami, tahun 2015)

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN. Gambar 5.1, Logo Baru Pempek Unyil (Sumber : Lydian Oktami, tahun 2015) BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN 5.1 Hasil Visual 5.1.1 Logo Gambar 5.1, Logo Baru Pempek Unyil logo Pempek Unyil yang baru terdiri atas logogram dan logotype. Logogram-nya adalah stilasi pempek kapal

Lebih terperinci

BAB IV STRATEGI KREATIF

BAB IV STRATEGI KREATIF BAB IV STRATEGI KREATIF IV.1 Konsep Verbal IV.1.1 Konsep Kampanye Kampanye ini dirancang untuk mengajak para anak remaja usia 19-23 tahun melalui media olahraga sebagai sarana sosialisasi supaya dapat

Lebih terperinci

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL III.1. Strategi Perancangan Strategi perancangan yang akan dibuat mengenai identitas Kota Bandung ini adalah dengan merancang identitas yang dapat memenuhi

Lebih terperinci

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN PERANCANGAN

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN PERANCANGAN BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN PERANCANGAN 5.1 Konsep Visual 5.1.1 Logo Logo terdiri Logogram dan Logotype. Logo diharapkan dapat menampilkan Big Idea dari BPR Kredit Mandiri yaitu Perputaran Indah dimana

Lebih terperinci

BAB IV STRATEGI KREATIF

BAB IV STRATEGI KREATIF BAB IV STRATEGI KREATIF IV.1 KONSEP VISUAL IV 1.1 Warna Warna yang digunakan pada perancangan kampanye ini menggunakan 2 kategori warna yaitu warna pokok dan warna pendukung. Warna pokok yang digunakan

Lebih terperinci

BAB IV TAHAP PRODUKSI

BAB IV TAHAP PRODUKSI BAB IV TAHAP PRODUKSI 4.1 Logo New Rise 4.1.1 Proses pembuatan Dalam pembuatan logo New Rise, dilakukan beberapa tahap yang dilakukan secara berurutan dan disiplin. Tahapan-tahapan dilakukan agar menghasilkan

Lebih terperinci

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN 5.1 Logo Rumah Makan Selera Makassar Gambar 27: Hasil Visual Logo Rumah Makan Selera Makassar Konsep Unsur bentuk kipas yang telah disederhanakan menjadi lambang perpaduan

Lebih terperinci

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN BAB V KONSEP PERANCANGAN 5.1 Konsep Dasar Perancangan Konsep dasar desain kemasan toko cemilan Abang None adalah dengan membuat packaging untuk produk makanan khas betawi cemilan Abang None yang terlanjur

Lebih terperinci

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL III.1. Strategi Perancangan Startegi dalam perancangan city branding kecamatan ujungberung dengan merancang identitas yang mampu menggambungkan unsur modern

Lebih terperinci

BAB IV TEKNIS PERANCANGAN DAN MEDIA

BAB IV TEKNIS PERANCANGAN DAN MEDIA BAB IV TEKNIS PERANCANGAN DAN MEDIA 4.1 Teknis Perancangan Dalam proses sketsa rancangan ulang pada logo Tabloid Wanita Indonesia ini, untuk sketsa rancangan yang telah dibuat akan dibuat kedalam format

Lebih terperinci

BAB V KONSEP PERANCANGAN. Gaya dari perancangan interior Museum permainan tradisional Jakarta ini mengarah pada gaya

BAB V KONSEP PERANCANGAN. Gaya dari perancangan interior Museum permainan tradisional Jakarta ini mengarah pada gaya BAB V KONSEP PERANCANGAN 5.1. Gaya dan Tema Perancangan Gaya dari perancangan interior Museum permainan tradisional Jakarta ini mengarah pada gaya modern etnik. Pemilihan gaya modern etnik berdasarkan

Lebih terperinci

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL 3.1. Tujuan Perancangan Beberapa tujuan hasil perancangan dari sign system ini, yaitu memudahkan pengunjung untuk mendapatkan informasi yang diberikan di

Lebih terperinci

STANDAR MANUAL GRAFIS

STANDAR MANUAL GRAFIS STANDAR MANUAL GRAFIS DAFTAR ISI BAB I: KONFIGURASI LOGO BAB IV: ELEMEN GRAFIS Deskripsi Logo 01 Sistem Warna 21 Area Bersih Logo 02 Ikon Subsektor 22 Ukuran Minimum 03 Penggunaan Warna 04 Logo dengan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Pemilihan Studi Judul Perancangan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Pemilihan Studi Judul Perancangan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pemilihan Studi 1.1.1. Judul Perancangan Grafis lingkungan merupakan suatu upaya untuk memberikan suatu informasi, memudahkan serta menciptakan kenyamanan bagi pengunjung,

Lebih terperinci

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN 5.1 Logo Gambar 21 Logo Ramen Hachimaki yang baru Pada logo Ramen Hachimaki terdiri dari logogram dan logotype yang didesain sesuai dengan filosofi, karakter, esensi dari

Lebih terperinci

BAB IV PEMECAHAN MASALAH

BAB IV PEMECAHAN MASALAH BAB IV PEMECAHAN MASALAH 4.1. Konsep Komunikasi Rit s Ice Cream Cafe belum terlalu dikenal di kalangan masyarakat kota Bandung. Pada awalnya, Rit s Ice Cream Cafe mempunyai target market semua kalangan

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. Tataran Lingkungan/Komunitas Umumnya buku dijadikan sebagai media baca dan bahan ajar di lingkungan belajar salah satunya sekolah. Namun buku tidak hanya terdapat di lingkungan

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. Tataran Lingkungan/Komunitas Pada perancangan desain peta dan buku wisata diperlukan keterkaitan antara rancangan produk dengan lingkungan disekitarnya. Hasil rancangan produk

Lebih terperinci

BAB III KONSEP PERANCANGAN VISUAL

BAB III KONSEP PERANCANGAN VISUAL BAB III KONSEP PERANCANGAN VISUAL 3.1 Strategi Perancangan Permasalahan yang ditemukan penulis pada kawasan Jelekong adalah kurangnya media promosi yang ditujukan kepada para wisatawan yang akan berkunjung,

Lebih terperinci

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP IKLAN. 3.1 Strategi Promosi

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP IKLAN. 3.1 Strategi Promosi BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP IKLAN 3.1 Strategi Promosi Pada perancangan promosi wisata edukasi Saung Angklung Udjo ini menggunakan strategi pendekatan pada konsumen yaitu dengan suatu pendekatan

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN BAB IV KONSEP PERANCANGAN 4.1. Konsep/Citra Ruang Citra atau image yang digunakan dalam mendukung karakter desain adalah modern natural with batavian etnic, dengan menggunakan bentuk bentuk yang geometris

Lebih terperinci

BAB 5 PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 PEMBAHASAN DESAIN 26 BAB 5 PEMBAHASAN DESAIN 5.1 Logo Gambar 5.1 Konsep utama dari logo EvFiA LAND School merupakan visi dan misi dari EvFiA LAND School sendiri, yaitu tidak hanya mengembangkan intelektualitas anak, melainkan

Lebih terperinci

STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL III.1 Strategi Perancangan Strategi perancangan yang akan dibuat mengenai bangunan bersejarah di kawasan Dago adalah dengan merancang buku sebagai media informasi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL KERJA PRAKTEK

BAB IV HASIL KERJA PRAKTEK BAB IV HASIL KERJA PRAKTEK 4.1 PERANAN PRAKTIKAN CV. AKSEN GRAPHIC STUDIO memberikan kebebasan dalam mengembangkan peng-aplikasian ilmu desain yang telah diterima praktikan di universitas untuk dapat dipraktekkan

Lebih terperinci

BAB 5 HASIL & PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 HASIL & PEMBAHASAN DESAIN BAB 5 HASIL & PEMBAHASAN DESAIN 5.1 Logo Warteg Barokah Logo untuk identitas visual baru Warteg Barokah menggunakan ilustrasi vektor yang digabung dengan logotype. Ilustrasi vektor menggambarkan seseorang

Lebih terperinci

BAB V KONSEP PERANCANGAN. Penulis akan merancang sebuah metode multimedia interaktif untuk dijadikan

BAB V KONSEP PERANCANGAN. Penulis akan merancang sebuah metode multimedia interaktif untuk dijadikan BAB V KONSEP PERANCANGAN A. Ide dan Gagasan Perancangan Penulis akan merancang sebuah metode multimedia interaktif untuk dijadikan media promosi, sebuah format multimedia dapat dikemas dalam sebuah CD

Lebih terperinci

BAB IV STRATEGI KREATIF

BAB IV STRATEGI KREATIF BAB IV STRATEGI KREATIF Kota Tegal merupakan kota yang memiliki keunikan pada bahasa daerahnya. Bahasa tersebut sudah menjadi bahasa sehari-hari yang digunakan oleh masyarakat Tegal dalam berkomunikasi.

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. Bab ini membahas tentang proses produksi sarana komunikasi visual yang

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. Bab ini membahas tentang proses produksi sarana komunikasi visual yang BAB IV IMPLEMENTASI KARYA Bab ini membahas tentang proses produksi sarana komunikasi visual yang telah dirancang sesuai dengan konsep ekowisata dengan keyword fresh and nature. Dalam hal ini pembahasan

Lebih terperinci

STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL PROMOSI OBJEK WISATA PANTAI GEDAMBAAN

STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL PROMOSI OBJEK WISATA PANTAI GEDAMBAAN BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL PROMOSI OBJEK WISATA PANTAI GEDAMBAAN III.1 Pendekatan Komunikasi Strategi dalam pendekatan komunikasi wisata Pantai Gedambaan ini dibuat dengan komunikasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia memiliki kain tradisi yang sangat beragam. Terdapat kain tradisi disetiap daerah dan memiliki perbedaan atau keunikan masing-masing disetiap daerahnya. Dewasa

Lebih terperinci

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN 5.1 Logo Gambar 5.1 Logo Detikcom Logo Detikcom terdiri dari logotype/wordmark. Konsep Detikcom sebagai portal berita yang kredibel diekspresikan melalui penggunaan typeface

Lebih terperinci

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN 31 BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN 5.1 Logo Konsep logo PENDOPO dilatarbelakangi oleh ide besar tentang restoran PENDOPO yaitu Suguhan Budaya dibalik Rasa. Pengertian dari ide besar tersebut adalah menyuguhkan

Lebih terperinci

STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL 3.1 Strategi Perancangan 3.1.1 Pendekatan Komunikasi a. Visual Pendekatan komunikasi dengan visual yang dilakukan dalam perancangan media informasi Gaya Kebaya

Lebih terperinci

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN 5.1 Konsep Visual 5.1.1 Visual Visual dalam perancangan identitas Susi Air secara umum menggunakan supergraphic sebagai elemen visual. Supergraphic tersebut dibuat untuk

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP DESAIN

BAB IV KONSEP DESAIN BAB IV KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori 4.1.1 Teori Branding Menurut Alina Wheeler dalam buku Designing Brand Identity, Brand adalah janji, ide besar dan harapan yang mengesampingkan setiap pemikiran konsumen

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN INTERIOR IV.1. Konsep Perancangan Konsep Perancangan hotel resort merupakan kesimpulan dari analisis Perancangan hotel resort. Konsep Perancangan hotel resort di pantai Jakarta

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN BAB IV KONSEP PERANCANGAN IV.1 KONSEP DASAR Konsep dasar dalam perancangan hotel ini adalah menghadirkan suasana alam ke dalam bangunan sehingga tercipta suasana alami dan nyaman, selain itu juga menciptakan

Lebih terperinci

III. DATA PERANCANGAN A. Kelompok Data berkaitan Dengan Aspek Fungsi Produk Rancangan Media cetak adalah sebuah media yang memiliki fungsi sebagai penyampaian informasi yang memiliki manfaat dan terkait

Lebih terperinci

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN BAB II METODE PERANCANGAN A. Orisinalitas 1. Ulasan Tentang Gapura Gapura adalah suatu struktur yang merupakan pintu masuk atau gerbang ke suatu kawasan. Gapura juga sering diartikan sebagai pintu gerbang.

Lebih terperinci

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN BAB V KONSEP PERANCANGAN 5.1 Konsep Dasar Perancangan 5.1.1 Metode Konsep Desain Dalam membuat suatu karya diperlukannya beberapa data agar dapat suatu ide yang menarik dan informatif. Dibawah ini adalah

Lebih terperinci

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN 5.1 Konsep Visual 5.1.1 Visual Identitas visual Molds diambil dari pemikiran terhadap mainan balok, dimana mainan balok sering identik dengan mainan anak-anak sejak usia

Lebih terperinci

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN 27 BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN 5.1 Konsep Desain Berangkat dari ide utama brand, yaitu Summer Hills is about freshness, like a new blossom flower, maka rancangan identitas dibuat menyerupai bentuk

Lebih terperinci

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN 24 BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN 5.1 Konsep Visual 5.1.1 Visual Desain identitas visual Ragusa menggunakan style visual yang mencerminkan keunikan Ragusa yang klasik dan nostalgia. 5.1.2 Tipografi

Lebih terperinci

BAB VI HASIL PERANCANGAN Hasil Perancangan Tata Masa dalam tapak. mengambil objek Candi Jawa Timur (cagar budaya)sebagai rujukannya, untuk

BAB VI HASIL PERANCANGAN Hasil Perancangan Tata Masa dalam tapak. mengambil objek Candi Jawa Timur (cagar budaya)sebagai rujukannya, untuk BAB VI HASIL PERANCANGAN 6.1. HasilPerancanganTapak 6.1.1 Hasil Perancangan Tata Masa dalam tapak Pada PerancanganPusat Industri Jajanan di Sanan Kota Malang ini mengambil objek Candi Jawa Timur (cagar

Lebih terperinci

BAB VI PENUTUP 6.1 KESIMPULAN

BAB VI PENUTUP 6.1 KESIMPULAN BAB VI PENUTUP 6.1 KESIMPULAN Dari proses yang dilakukan mulai pengumpulan data, analisa, sintesa, appraisal yang dibantu dengan penyusunan kriteria dan dilanjutkan dengan penyusunan konsep dan arahan,

Lebih terperinci

BAB III STUDI LAPANGAN. Syariah Hotel Lor In Solo adalah sebuah Hotel syariah berbintang 4

BAB III STUDI LAPANGAN. Syariah Hotel Lor In Solo adalah sebuah Hotel syariah berbintang 4 BAB III STUDI LAPANGAN III. III. A. OBSERVASI A.1. Syariah Hotel Lor In Solo Syariah Hotel Lor In Solo adalah sebuah Hotel syariah berbintang 4 terbesar di kota Solo. Hotel yang memiliki luasan yang tidak

Lebih terperinci

Konsep BAB V KONSEP. 5.1 Kerangka Konsep. 5.2 Konsep Young Dynamic

Konsep BAB V KONSEP. 5.1 Kerangka Konsep. 5.2 Konsep Young Dynamic BAB V KONSEP 5.1 Kerangka Konsep Konsep Sekolah Fotografi Darwis Triadi adalah sebuah sekolah fotografi yang didirikan oleh seorang fotografer profesional bernama Andreas Darwis Triadi pada tahun 2003.

Lebih terperinci

BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN

BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN A. Kelompok Data Berkaitan Dengan Aspek Fungsi Produk Setelah mengetahui bahwa PT. Earth Color tidak memiliki Graphic Standard Manual, Penulis melakukan riset dan menanyakan

Lebih terperinci

WALIKOTA PEKALONGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KOTA PEKALONGAN NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG BRANDING KOTA PEKALONGAN

WALIKOTA PEKALONGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KOTA PEKALONGAN NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG BRANDING KOTA PEKALONGAN WALIKOTA PEKALONGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KOTA PEKALONGAN NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG BRANDING KOTA PEKALONGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PEKALONGAN, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

Body Copy Ilustrasi/ Gambar. Gambar III.1 Anatomi papan tanda Jangan Membuang Sampah Ke Sungai/Kali

Body Copy Ilustrasi/ Gambar. Gambar III.1 Anatomi papan tanda Jangan Membuang Sampah Ke Sungai/Kali BAB III PEMAPARAN ANATOMI PADA PAPAN TANDA III.1 Papan Tanda Jangan Membuang Sampah Ke Sungai/Kali Papan tanda yang berada di Bantaran Sungai Cikapundung di daerah Jalan Naripan Bandung yang berguna untuk

Lebih terperinci

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN BAB V KONSEP PERANCANGAN 5.1 Konsep Dasar Perancangan 5.1.1 Konsep Tema Perancangan Pada perancangan Desain Label Kemasan Produk Usaha Kecil Menengah (UKM) Susu Kacang Kedelai Milky Soya akan dirancang

Lebih terperinci

STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL III.1 Strategi Perancangan Strategi adalah siasat yang direncanakan dengan sebaik mungkin sehingga dalam sebuah pembuatan sesuatu akan berjalan dengan baik

Lebih terperinci

BAB IV MEDIA DAN TEKNIS PRODUKSI

BAB IV MEDIA DAN TEKNIS PRODUKSI BAB IV MEDIA DAN TEKNIS PRODUKSI Jenis media dan konsep perwujudan dari logo adalah sebagai berikut: IV.1 STATIONERY Mencakup keperluan administrasi, surat menyurat, dan sebagai bukti professional serta

Lebih terperinci

BAB 5 HASIL PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 HASIL PEMBAHASAN DESAIN BAB 5 HASIL PEMBAHASAN DESAIN 5.1 Format Teknis Identity Guidelines 5.1.1 Ukuran Identity Guidelines Ukuran dari buku identity guidelines ini adalah 22 cm x 21 cm dengan memperhitungkan jarak pinggir bagian

Lebih terperinci

Transformasi pada objek

Transformasi pada objek PROFIL UKURAN LAHAN KEBUTUHAN RUANG KONSEP PELETAKAN MASSA wadah kegiatan komersil dan kegiatan wisata edukasi untuk meningkatkan apresiasi konsumen terhadap hasil karya produsen. Pemilik : Swasta - APTA

Lebih terperinci

BAB 5 HASIL PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 HASIL PEMBAHASAN DESAIN BAB 5 HASIL PEMBAHASAN DESAIN 5.1 Format Teknis Buku 5.1.1 Jenis Cover Jenis Cover yang digunakan untuk buku ini adalah hardcover, cover dilapisi dengan kain kanvas, dengan punggung terbuka, sehingga jahitan

Lebih terperinci

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN 60 5.1 Logo Brand BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN Gambar 5.1a Logo utama Gambar 5.1b Logo gedung Logo utama digunakan untuk cover buku, sedangkan logo gedung digunakan untuk menjelaskan spesifikasi masing-masing

Lebih terperinci

BAB V VISUALISASI KARYA

BAB V VISUALISASI KARYA BAB V VISUALISASI KARYA A. Media Utama 1. Visual Identity a. Logo Gambar 5.1: Logo Festival Pulau Seribu. Logo Baru yang digunakan merupakan bentuk logotype yang terfokus pada tipografi Seribu yang menggunakan

Lebih terperinci

BAB 5 PEMBAHASAN DESAIN. diambil tidak terlepas dari ilustrasi logo Ultra Disc, super grafis dari. merupakan sebuah perusahaan video rental.

BAB 5 PEMBAHASAN DESAIN. diambil tidak terlepas dari ilustrasi logo Ultra Disc, super grafis dari. merupakan sebuah perusahaan video rental. BAB 5 PEMBAHASAN DESAIN 5.1 Konsep Visual a. Visual Tampilan visual pada layout terlihat dinamis dan fun dalam pengaturan grid sehingga tampilan visual pada layout tetap terlihat rapi. Objek yang diambil

Lebih terperinci

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN 5.1 Konsep Visual 5.1.1 Visual Konsep visual baru yang ingin ditampilkan dari Batik Chic (PT. Wastra Cantik Indonesia) adalah menampilkan kesan modern namun masih tetap

Lebih terperinci

BAB 4 KONSEP DESAIN. Orangeseed Design, desain dapat menjadi dan melakukan segala hal. Desain adalah

BAB 4 KONSEP DESAIN. Orangeseed Design, desain dapat menjadi dan melakukan segala hal. Desain adalah BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori Desain Grafis Menurut kutipan yang diambil dari buku Bringing Graphic Design In-House, Orangeseed Design, desain dapat menjadi dan melakukan segala hal. Desain adalah

Lebih terperinci

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAAN DESAIN

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAAN DESAIN BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAAN DESAIN 5.1 Hasil Visual Hasil visual yang diciptakan untuk identitas visual Arjjana Manggalya Bhumitala berupa sebuah logo beserta elemen-elemen identitas visual lainnya, seperti

Lebih terperinci

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN BAB V KONSEP PERANCANGAN V.1. KONSEP DASAR PERANCANGAN Dalam konsep dasar pada perancangan Fashion Design & Modeling Center di Jakarta ini, yang digunakan sebagai konsep dasar adalah EKSPRESI BENTUK dengan

Lebih terperinci

BAB V HASIL RANCANGAN

BAB V HASIL RANCANGAN BAB V HASIL RANCANGAN 5.1 Perancangan Tapak 5.1.1 Pemintakatan Secara umum bangunan dibagi menjadi beberapa area, yaitu : Area Pertunjukkan, merupakan area dapat diakses oleh penonton, artis, maupun pegawai.

Lebih terperinci