Unnes Physics Journal
|
|
|
- Harjanti Agusalim
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Unnes Physics 1 (1) (2012) Unnes Physics Journal PENGUKURAN RADIOAKTIVITAS LINGKUNGAN DI SEKITAR INSTALASI RADIODIAGNOSTIK RUMAH SAKITDI SEMARANG Lely. N*, D. Yulianti, N. Hindarto Jurusan Fisika FMIPA (Unnes)Semarang, Indonesia Info Artikel Abstrak Sejarah Artikel: Diterima Januari 2012 Disetujui Februari 2012 Dipublikasikan Agustus 2012 Penelitian pengukuran radioaktivitas di sekitar Instalasi Radiodiagnostik Rumah Sakit Dokter Kariadi Semarang bertujuan untuk mengetahui laju cacah radiasi cuplikan diambil di sekitar Instalasi Radiodiagnostik dan untuk mengetahui jenis radioisotop dibebaskan di tersebut. Laju cacah cuplikan tanah, tanaman dan debu diukur menggunakan metode spektrometri gamma sedangkan untuk cuplikan air dianalisis menggunakan metode X Ray Flourescence. Hasil dari masing masing cuplikan menunjukkan adanya aktivitas zat radioaktif dibebaskan di sekitar Instalasi Radiodiagnostik. Laju cacah cuplikan debu diambil di ruang mempunyai nilai terbesar. hasil analisis radioisotop terkandung di dalam cuplikan tanah, tanaman dan debu menunjukkan adanya kandungan isotop Cobalt dan Iodine. Sedangkan pada cuplikan air mengandung isotop Indium. Kata kunci: Radioaktivitas,,, cacah. Abstract The aim of this study to measure the radioactive rate and radioisotope emerged from materials sample taken from the surrounding of Radio diagnostics Installation of Dr Karyadi Hospital Semarang. The rate of soil sample, plants, and dust are measured through gamma spectrometry method, while water sample is analyzed using X ray Fluorescence method. The result shows that the highest rate is found from the sample taken from radio diagnostics hall. A content of Cobalt and Iodine isotope are found in soil, plant and dust samples, while in liquid sample an Indium isotope is detected Universitas Negeri Semarang Alamat korespondensi: E mail: [email protected] ISSN NO
2 Lely. N / Unnes Physics Journal 1 (1) (2012) Pendahuluan Pada dasarnya makhluk hidup berada di alam ini telah menerima paparan radiasi baik berasal dari sumber radiasi alamiah maupun radiasi akibat penggunaan zat radioaktif. Terkait penggunaan radio isotop dalam bidang kedokteran, salah satu rumah sakit di Semarang yaitu rumah sakit Dokter Kariadi, menggunakan zat radioaktif 131I53 dan 60Co, sebagai sumber radiasi pada pesawat 27 teleterapi dan digunakan untuk mendiagnosa ataupun untuk pengobatan. Fasilitas kedokteran nuklir ini terletak di ruangan instalasi dan berdekatan dengan ruang Merak. Setiap tahun semakin meningkat jumlah pasien dengan berbagai penyakit perlu disembuhkan dengan radio terapi, Maka rumah sakit tersebut menambah fasilitas alat kesehatan berupa pesawat teleterapi untuk pengobatan khususnya kanker. Terkait hal itu kemungkinan adanya radioisotop terbebas di sekitar fasilitas kedokteran nuklir dapat terjadi sehingga perlu adanya pengawasan dan pengukuran radioaktivitas. Pemancaran radiasi secara terus menerus sepanjang waktu dari inti radioaktif akan mengakibatkan berkurangnya jumlah inti atom radioaktif. Peristiwa penyusutan jumlah inti atom disebut peluruhan. Pengurangan jumlah zat radioaktif berlangsung secara eksponensial, sehingga jumlah zat radioaktif tertinggal setiap saat adalah: disebut aktivitas. Semakin besar aktivitas, semakin besar inti atom meluruh per detik. Aktivitas bergantung pada jumlah inti radioaktif N dalam sampel dan juga pada konstanta peluruhan sehingga Aktivitas merupakan perubahan jum lah inti radioaktif tiap satuan waktu (t). kedua Dengan mengalikan belah ruas dengan maka, Keterangan: Satuan SI dari aktivitas diberi nama sesuai dengan orang pertama kali menemukan radio aktivitas pada tahun 1896 yaitu Henri Becquerel. 1 becquerel = 1 Bq = 1 kejadian/sekon Satuan lain digunakan yaitu Curie. 1 Curie = kejadian/s =37 GBq. Radioaktivitas merupakan gejala perubahan inti atom secara spontan disertai radiasi berupa zarah atau gelombang elektromagnet pada daerah tertentu dekat dengan fasilitas nuklir, atau bagian alam berhubungan dengan kehidupan manusia serta kegiatan manusia setiap hari, seperti udara (atmosfir), tanah, sawah, ladang, rumput, air, hewan, tanaman (Wardhana, 1994: 50). Ditinjau dari proses terbentuknya unsur unsur radioaktif atau sumber sumber radiasi lainnya ada di ini, sumber radiasi dapat dikelompokkan kedalam dua golongan yaitu sumber radiasi alam dan sumber radiasi buatan. Radioisotop menyebabkan timbulnya radioaktivitas, berasal dari radioaktivitas alam dan radioaktivitas buatan disertai dengan bentuk peluruhan berikut ini: Radiasi Alpha, Radiasi Beta Min, Radiasi Beta Plus, Tangkapan Elektron Orbital, Radiasi Gamma, Transisi Peristiwa radioaktivitas berka itan erat dengan kestabilan inti suatu atom. Inti atom tidak stabil akan menunjukkan gejala radioaktivitas. Radioaktivitas adalah gejala perubahan inti atom secara spontan disertai radiasi berupa zarah atau gelombang elektromagnetik. Zat radioaktif akan mengalami peluruhan sehingga terjadi perubahan jumlah inti atom menyebabkan perubahan dari unsur satu ke unsur lain. Laju peluruhan inti radioaktif 2
3 Lely. N / Unnes Phisics Journal 1 (1) (2012) Isomerik, Konversi Internal, Radiasi Neutron. Berbagai bentuk peluruhan radioisotop tersebut, dapat menyebabkan radiasi sampai ke dan menyebabkan pencemaran radioaktivitas. Spektrometri γ diartikan sebagai suatu metode pengukuran dan identifikasi unsur unsur radioaktif di dalam suatu sampel dengan cara mengamati spektrum karakteristik muncul akibat interaksi sinar γ dipancarkan zat radioaktif tersebut dengan detektor. Sebelum spektrometri γ digunakan perlu dikalibrasi terlebih dahulu. Ada dua macam kalibrasi yaitu kalibrasi energi dan kalibrasi efisiensi ( Sunardi, 2006: 761). Teknik fluoresensi sinar x merupakan teknik analisis dapat menganalisis unsur terkandung didalam suatu sampel. Prinsip kerja dari analisis ini yaitu dengan menggunakan tabung pembangkit sinar x digunakan untuk mengeluarkan elektron dari kulit bagian dalam dimiliki atom sehingga akan menghasilkan sinar x baru dari sampel dianalisis. Instrument digunakan pada analisis XRF yaitu detektor, optik dan sumber cahaya berupa radioisotop. Analisis dengan menggunakan XRF dapat dilakukan dengan metode kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif dapat memberikan informasi kandungan unsur terdapat dalam cuplikan. Semakin besar intensitas muncul, semakin banyak kandungan unsur tersebut dalam suatu cuplikan. Analisis kuantitatif dilakukan dengan cara mengkonversi hasil diperoleh dari analisis kualitatif berupa intensitas dalam satuan cps (counts per second) menjadi satuan prosen berat atau ppm (part per million). Pada penelitian ini ingin diketahui laju acah radiasi pada cuplikan diambil di sekitar Instalasi Radiodiagnostik dan untuk mengetahui jenis radioisotope terkandung di dalam cuplikan tersebut. Instalasi Radiodiagnostik, cuplikan tanaman diambil di bagian belakang Instalasi Radiodiagnostik, cuplikan air diambil di wastafel ruang Instalasi Radiodiagnostik, cuplikan debu diambil di ruang Instalasi Radiodiagnostik dan Ruang Rawat Inap Merak berdekatan dengan Instalasi Radioadiagnostik. Tahap kedua yaitu preparasi cuplikan. Masing masing cuplikan yaitu tanah, tanaman, dipreparasi dengan cara dikeringkan, kemudian dihaluskan dan diayak. Untuk cuplikan air diambil kerak airnya dengan cara memanaskan 15 liter air sampai dihasilkan 3 liter air. Sisa tersebut kemudian dikeringkan dan diambil keraknya. Sedangkan untuk cuplikan debu dapat secara langsung dianalisis. Tahap ketiga, yaitu analisis cuplikan menggunakan spektrometri gamma dan XRF. Cuplikan tanah, tanaman dan debu dianalisis menggunakan spektrometri gamma. Sebelum spektrometri gamma digunakan dilakukan terlebih dahulu pengkalibrasian yaitu kalibrasi energi dan kalibrasi efisiensi. Kalibrasi energi bertujuan untuk mengetahui hubungan antara nomor salur dan tenaga. Kalibrasi ini dilakukan dengan cara mencacah sumber standar 60Co dan 137Cs55 selama 300 detik. Hasil 27 pencacahan ini akan memberikan data energi dari sumber standar dan nomor salur. Kemudian dari data tersebut dibuat plot sehingga akan diperoleh garis linier hubungan antara energy dan nomor salur. Melalui kalibrasi ini dapat diketahui efisiensi alat. Kalibrasi ini dilakukan dengan cara mencacah sumber standar 152Eu63 selama 300 detik. Setelah pengkalibrasian dilakukan, kemudian cuplikan dianalisis dengan cara masing masing cuplikan (tanah, tanaman, dan debu) dicacah selama 4000 sekon. Cuplikan air dianalisis menggunakan XRF, seperti halnya spektrometri gamma sebelum XRF digunakan terlebih dahulu dilakukan pengkalibrasian yaitu kalibrasi energi dan kalibrasi pengujian. Setelah pengkalibrasian dilakukan dilakukan, kemudian cuplikan air dianalisis dengan cara mencacah cuplikan air selama 60 sekon. METODE Metode digunakan dalam penelitian ini meliputi tiga tahap yaitu tahap pengambilan cuplikan, preparasi cuplikan dan analisis cuplikan. Tahap pertama, pengambilan cuplikan dilakukan dengan mengambil cuplikan tanah, tanaman, air dan debu pada lokasi berbeda yaitu cuplikan tanah diambil di bagian depan dan belakang HASIL DAN PEMBAHASAN Kalibrasi Spektrometri Gamma 3
4 Lely. N / Unnes Physics Journal 1 (1) (2012) Radioaktivitas mempunyai nilai terbesar. Laju cacah ini memberikan petunjuk adanya aktivitas zat radioaktif dibebaskan di sekitar ruang tersebut. Hal ini disebabkan karena adanya ruang terapi 131I53 berada di dalam instalasi radioadiagnostik. memberikan konstribusi kontaminasi sehingga mengakibatkan terjadinya radioaktivitas. Menurut Wiyono (2006), isotop 131I53 merupakan sumber radiasi terbuka mempunyai sifat mudah menguap, sehingga dari sifat tersebut, pelepasan isotop terjadi disebabkan kontaminasi melalui udara terakumulasi menjadi debu. Aktivitas zat radioaktif juga terdeteksi di ruang Merak. Ruang Merak ini terletak di depan ruang fasilitas kedokteran nuklir yaitu ruang terapi 131I53. Menurut Suhaedi (2004), banyaknya paparan radiasi disebabkan karena pelepasan radioisotop ke dalam dipengaruhi oleh jarak sumber radioisotop dari dan lamanya waktu penggunaan sumber radioisotop tersebut. Berdasarkan letak ruang rawat inap Merak dekat dengan instalasi menyebabkan adanya indikasi pelepasan zat radioaktif di sekitar ruangan tersebut sehingga menimbulkan adanya radioaktivitas di sekitar ruang rawat rnap Merak. Hasil laju cacah cuplikan tanaman diambil di belakang instalasi mempunyai nilai paling sedikit. Kecilnya laju cacah radiasi tanaman, disebabkan karena aktivitas zat radioaktif terlepas di belakang instalasi radioadiagnostik kecil. Hal ini disebabkan karena cuplikan tanaman diambil di belakang instalasi berada jauh dari letak sumber radiasi teletrapi yaitu ± 15 meter, sehingga kemungkinan terjadinya paparan pelepasan zat radioaktif kecil. Cuplikan tanah diambil di bagian depan ruang mempunyai laju cacah 1,817±0,012 cps. Bila di bandingkan dengan laju cacah cuplikan tanah diambil di bagian belakang, laju cacah ini mempunyai nilai kecil. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas zat radioaktif dibebaskan di bagian depan kecil dibandingkan dengan bagian belakang. Kecilnya laju cacah cuplikan tanah dibagian depan disebabkan karena cuplikan tanah diukur menggunakan metode spektrometri γ. Hasil pengkalibrasian telah dilakukan menunjukkan spektrometer γ layak digunakan. Hal ini dapat dilihat pada kurva kalibrasi energi dan kurva kalibrasi efisiensi. Kurva kalibrasi energi (Gambar1 dan 2) menunjukkan hubungan linieritas baik antara nomor salur dan energi gamma Berdasarkan hasil pencacahan cuplikan telah dilakukan menggunakan spektrometri γ, menunjukkan adanya aktivitas zat radioaktif terbebaskan di sekitar instalasi rumah sakit Dokter Kariadi Semarang.. Hasil pengukuran radioaktivitas ( Tabel 1) menunjukkan laju cacah radiasi pada cuplikan debu diambil di ruang 4
5 Lely. N / Unnes Phisics Journal 1 (1) (2012) diambil berada jauh dari tempat penggunaan zat radioaktif sehingga kemungkinan terjadinya kontaminasi kecil. Berdasarkan hasil analisis isotop terkandung dalam cuplikan (Tabel 2), sebagian besar mengandung isotop Iodine dan Cobalt. Iodine biasa digunakan di rumah sakit sebagai sumber terapi pengobatan tiroid dan tumor otak. Sedangkan untuk radioisotop Cobalt digunakan untuk menyelidiki kerja hati ( Bachtiar, 2009). Aktivitas Iodine dan Cobalt paling besar terdapat pada cuplikan debu diambil di dalam ruang. Penggunaan Iodine secara terus menerus di dalam ruang tersebut menyebabkan terlepasnya radioisotop ke dalam sekitar instalasi. Selain Iodine dan Cobalt, terdapat isotop berupa Tantalum, Krypton, Manganese, Bismuth, Rhodium dan Bromine. Beberapa isotop tersebut merupakan radiosotop tidak digunakan secara langsung dalam bidang kedokteran. Adanya kandungan isotop tersebut di dalam cuplikan, agaknya disebabkan karena akibat radiasi alamiah terjadi di sekitar rumah sakit tersebut. Hasil spektrum XRF dari cuplikan air diambil di bagian menunjukkan adanya kandungan Indium. Isotop Indium mempunyai waktu paro 2,8 hari dan memiliki energi kev (Wiryosimin, 1995). Dalam bidang kedokteran Indium digunakan untuk pencitraan (imaging) pada infeksi sel sel darah, tumor, dan infeksi pembuluh darah. Secara umum keseluruhan aktivitas radioisotop tersebar ke dalam sekitar rumah sakit Dokter Kariadi Semarang, mempunyai nilai masih diperbolehkan. Berdasarkan Batas Masukan Tahunan (BMT) jumlah aktivitas suatu zat radioaktif diperbolehkan yaitu 50 msv (Akhadi, 2000: 213). Nilai tersebut setara dengan 8333 Bq. Cobalt, Bismuth, Rhodium, dan Indium. Selain dari isotop Iodine dan Cobalt, beberapa unsur dihasilkan dari radioaktivitas alamiah di sekitar Instalasi Radiodiagnostik. Keseluruhan aktivitas radioisotop tersebar ke dalam sekitar rumah sakit Dokter Kariadi Semarang, mempunyai nilai masih diperbolehkan, sehingga dapat dikatakan penggunaan zat radioaktif digunakan di ruang rumah sakit dokter Kariadi Semarang masih aman. DAFTAR PUSTAKA Akhadi, M Dasar dasar Proteksi Radiasi. Jakarta : PT Rineka Cipta. Bachtiar, H Pengantar Dasar Fisika dan Radiologi Kedokteran Gigi. Jakarta: Universitas Indonesia. Suhaedi, E Analisis Pemaparan Radiasi Terhadap Profil Hematologi Pekerja Radiasi Divisi Radiologi Rumah Sakit Dr. Kariadi Semarang. Jurnal Kesehatan Indonesia vol. 3: 1 4. Sunardi, ST Validasi Metode AANC Menggunakan Generator Neutron Untuk Penerapan Program Jaminan Mutu Pengujian. Yogyakarta: PTAPB BATAN. Wardhana,W.A Dampak Pencemaran Lingkungan.Yogyakarta: Penerbit Andi Offset. Wiryosimin, S Mengenal Asas Proteksi Radiasi. Bandung: Jurusan Fisika ITB. Wiyono, M Pengukuran Kontaminasi Permukaan Dan Laju Pajanan Radiasi Di RSU Dokter Soetomo Surabaya. Yogyakarta: PTKMR BATAN. SIMPULAN Besarnya Laju cacah cuplikan diambil di sekitar Instalasi Radiodiagnostik dan Ruang Rawat Inap Merak menunjukkan adanya aktivitas zat radioaktif. Jenis Radioisotop dibebaskan di sekitar Instalasi Radiodiagnostik yaitu Tantalum, Krypton, Manganese, Iodine, 5
6 Lely. N / Unnes Physics Journal 1 (1) (2012) 6
7 Lely. N / Unnes Phisics Journal 1 (1) (2012) 7
KIMIA INTI DAN RADIOKIMIA. Stabilitas Nuklir dan Peluruhan Radioaktif
KIMIA INTI DAN RADIOKIMIA Stabilitas Nuklir dan Peluruhan Radioaktif Oleh : Arif Novan Fitria Dewi N. Wijo Kongko K. Y. S. Ruwanti Dewi C. N. 12030234001/KA12 12030234226/KA12 12030234018/KB12 12030234216/KB12
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Tenaga Nuklir Nasional
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Tenaga Nuklir Nasional 1 Pokok Bahasan STRUKTUR ATOM DAN INTI ATOM A. Struktur Atom B. Inti Atom PELURUHAN RADIOAKTIF A. Jenis Peluruhan B. Aktivitas Radiasi C. Waktu
BAB II Besaran dan Satuan Radiasi
BAB II Besaran dan Satuan Radiasi A. Aktivitas Radioaktivitas atau yang lebih sering disingkat sebagai aktivitas adalah nilai yang menunjukkan laju peluruhan zat radioaktif, yaitu jumlah inti atom yang
PENGGUNAAN SINAR-X KARAKTERISTIK U-Ka2 DAN Th-Ka1 PADA ANALISIS KOMPOSISI ISOTOPIK URANIUM SECARA TIDAK MERUSAK
ISSN 0852-4777 Penggunaan Sinar-X Karakteristik U-Ka2 dan Th-Ka1 Pada Analisis Komposisi Isotopik Uranium Secara Tidak Merusak (Yusuf Nampira) PENGGUNAAN SINAR-X KARAKTERISTIK U-Ka2 DAN Th-Ka1 PADA ANALISIS
2. Dari reaksi : akan dihasilkan netron dan unsur dengan nomor massa... A. 6
KIMIA INTI 1. Setelah disimpan selama 40 hari, suatu unsur radioaktif masih bersisa sebanyak 0,25 % dari jumlah semula. Waktu paruh unsur tersebut adalah... 20 hari 8 hari 16 hari 5 hari 10 hari SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun
PELURUHAN RADIOAKTIF
PELURUHAN RADIOAKTIF Inti-inti yang tidak stabil akan meluruh (bertransformasi) menuju konfigurasi yang baru yang mantap (stabil). Dalam proses peluruhan akan terpancar sinar alfa, sinar beta, atau sinar
ANALISIS RADIOAKTIVITAS GROSS α, β DAN IDENTI- FIKASI RADIONUKLIDA PEMANCAR γ DARI AIR DAN SEDIMEN SUNGAI CODE YOGYAKARTA
Elin Nuraini, dkk. ISSN 0216-3128 383 ANALISIS RADIOAKTIVITAS GROSS α, β DAN IDENTI- FIKASI RADIONUKLIDA PEMANCAR γ DARI AIR DAN SEDIMEN SUNGAI CODE YOGYAKARTA Elin Nuraini, Sunardi, Bambang Irianto PTAPB-BATAN
Radioaktivitas Henry Becquerel Piere Curie Marie Curie
Radioaktivitas Inti atom yang memiliki nomor massa besar memilikienergi ikat inti yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan nomor massa menengah. Kecenderungan inti atom yang memiliki nomor massa besar
ANALISIS UNSUR RADIOAKTIVITAS UDARA BUANG PADA CEROBONG IRM MENGGUNAKAN SPEKTROMETER GAMMA
No.05 / Tahun III April 2010 ISSN 1979-2409 ANALISIS UNSUR RADIOAKTIVITAS UDARA BUANG PADA CEROBONG IRM MENGGUNAKAN SPEKTROMETER GAMMA Noviarty, Sudaryati, Susanto Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir -
IRADIASI NEUTRON PADA BAHAN SS316 UNTUK PEMBUATAN ENDOVASCULAR STENT
86 IRADIASI NEUTRON PADA BAHAN SS316 UNTUK PEMBUATAN ENDOVASCULAR STENT Rohadi Awaludin, Abidin, dan Sriyono Pusat Radioisotop dan Radiofarmaka (PRR), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Kawasan Puspiptek
FISIKA ATOM & RADIASI
FISIKA ATOM & RADIASI Atom bagian terkecil dari suatu elemen yang berperan dalam reaksi kimia, bersifat netral (muatan positif dan negatif sama). Model atom: J.J. Thomson (1910), Ernest Rutherford (1911),
BAB IV Alat Ukur Radiasi
BAB IV Alat Ukur Radiasi Alat ukur radiasi mutlak diperlukan dalam masalah proteksi radiasi maupun aplikasinya. Hal ini disebabkan karena radiasi, apapun jenisnya dan berapapun kekuatan intensitasnya tidak
Jurnal Fisika Unand Vol. 3, No. 3, Juli 2014 ISSN
STUDI AWAL UJI PERANGKAT KAMERA GAMMA DUAL HEAD MODEL PENCITRAAN SINGLE PHOTON EMISSION COMPUTED TOMOGRAPHY (SPECT) MENGGUNAKAN SUMBER RADIASI HIGH ENERGY I 131 Yosi Sudarsi Asril 1, Dian Milvita 1, Fadil
TEORI DASAR RADIOTERAPI
BAB 2 TEORI DASAR RADIOTERAPI Radioterapi atau terapi radiasi merupakan aplikasi radiasi pengion yang digunakan untuk mengobati dan mengendalikan kanker dan sel-sel berbahaya. Selain operasi, radioterapi
Radioaktivitas dan Reaksi Nuklir. Rida SNM
Radioaktivitas dan Reaksi Nuklir Rida SNM [email protected] Outline Sesi 1 Radioaktivitas Sesi 2 Peluruhan Inti 1 Radioaktivitas Tujuan Perkuliahan: Partikel pembentuk atom dan inti atom Bagaimana inti terikat
Jumlah Proton = Z Jumlah Neutron = A Z Jumlah elektron = Z ( untuk atom netral)
FISIKA INTI A. INTI ATOM Inti Atom = Nukleon Inti Atom terdiri dari Proton dan Neutron Lambang Unsur X X = nama unsur Z = nomor atom (menunjukkan banyaknya proton dalam inti) A = nomor massa ( menunjukkan
PENGUKURAN AKTIVITAS ISOTOP 152 Eu DALAM SAMPEL UJI PROFISIENSI MENGGUNAKAN SPEKTROMETER GAMMA
ISSN 1979-2409 Pengukuran Aktivitas Isotop 152 Eu Dalam Sampel Uji Profisiensi Menggunakan Spektrometer Gamma (Noviarty) PENGUKURAN AKTIVITAS ISOTOP 152 Eu DALAM SAMPEL UJI PROFISIENSI MENGGUNAKAN SPEKTROMETER
IDENTIFIKASI KADAR UNSUR YANG TERKANDUNG DALAM HEWAN DI SUNGAI GAJAHWONG YOGYAKARTA DENGAN METODE AANC (ANALISIS AKTIVASI NEUTRON CEPAT)
18 Cahaya Rosyidan dkk, Identifikasi IDENTIFIKASI KADAR UNSUR YANG TERKANDUNG DALAM HEWAN DI SUNGAI GAJAHWONG YOGYAKARTA DENGAN METODE AANC (ANALISIS AKTIVASI NEUTRON CEPAT) Cahaya Rosyidan 1*, Sunardi
Kata kunci : Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), AAN, Reaktor Kartini PENDAHULUAN. Niati, Pratiwi Dwijananti, Widarto
PENENTUAN KANDUNGAN UNSUR PADA INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) RSUP DR. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN DENGAN METODE ANALISIS AKTIVASI NEUTRON REAKTOR KARTINI Niati, Pratiwi Dwijananti, Widarto Jurusan
PENEMUAN RADIOAKTIVITAS. Sulistyani, M.Si.
PENEMUAN RADIOAKTIVITAS Sulistyani, M.Si. Email: [email protected] APA ITU KIMIA INTI? Kimia inti adalah ilmu yang mempelajari struktur inti atom dan pengaruhnya terhadap kestabilan inti serta reaksi-reaksi
Oleh ADI GUNAWAN XII IPA 2 FISIKA INTI DAN RADIOAKTIVITAS
Oleh ADI GUNAWAN XII IPA 2 FISIKA INTI DAN RADIOAKTIVITAS 1 - Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang - " Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan
PENGARUH WAKTU PENGAMBILAN SAMPLING PADA ANALISIS UNSUR RADIOAKTIF DI UDARA DENGAN MENGGUNAKAN SPEKTROMETER GAMMA
PENGARUH WAKTU PENGAMBILAN SAMPLING PADA ANALISIS UNSUR RADIOAKTIF DI UDARA DENGAN MENGGUNAKAN SPEKTROMETER GAMMA Noviarty, Iis Haryati, Sudaryati, Susanto Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir-BATAN Kawasan
ANALISA TINGKAT KONTAMINASI DOSIS NUKLIR DAN LAJU PAPARAN RADIASI PADA INSTALASI KEDOKTERAN NUKLIR
Youngster Physics Journal ISSN : 3-737 Vol. 3, No. 4, Oktober 4, Hal 37-38 ANALISA TINGKAT KONTAMINASI DOSIS NUKLIR DAN LAJU PAPARAN RADIASI PADA INSTALASI KEDOKTERAN NUKLIR Rafli Filano, Eko Hidayanto
Radiologi Kedokteran Nuklir dan Radioterapi; oleh Dr. Ir. Hj Rusmini Barozi, AIM., M.M.; Daniel Kartawiguna, S.T., M.M., M.Acc. Hak Cipta 2015 pada
Radiologi Kedokteran Nuklir dan Radioterapi; oleh Dr. Ir. Hj Rusmini Barozi, AIM., M.M.; Daniel Kartawiguna, S.T., M.M., M.Acc. Hak Cipta 2015 pada penulis GRAHA ILMU Ruko Jambusari 7A Yogyakarta 55283
EVALUASI FLUKS NEUTRON THERMAL DAN EPITHERMAL DI FASILITAS SISTEM RABBIT RSG GAS TERAS 89. Elisabeth Ratnawati, Jaka Iman, Hanapi Ali
Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir. Vol. 13 No. 1, April 2016 EVALUASI FLUKS NEUTRON THERMAL DAN EPITHERMAL DI FASILITAS SISTEM RABBIT RSG GAS TERAS 89 Elisabeth Ratnawati, Jaka Iman, Hanapi Ali ABSTRAK
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Kesehatan merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia, bahkan bisa dikatakan tanpa kesehatan yang baik segala yang dilakukan tidak akan maksimal.
KAJIAN KADAR UNSUR KROM DALAM LIMBAH TEKSTIL DENGAN METODE AAN
KAJIAN KADAR UNSUR KROM DALAM LIMBAH TEKSTIL DENGAN METODE AAN Oleh : Duwi Fitriyati / J2D 004 167 2009 INTISARI Telah dilakukan penelitian Kajian Kadar Unsur Krom Dalam Limbah Tekstil Dengan Metode AAN
PENENTUAN KANDUNGAN UNSUR ALUMINIUM, MANGAN, DAN SILIKON DALAM AIR SUNGAI CODE TERHADAP WAKTU SAMPLING DENGAN METODE AANC
Berkala Fisika ISSN : 1410-9662 Vol 10., No.1, Januari 2007, hal 25-30 PENENTUAN KANDUNGAN UNSUR ALUMINIUM, MANGAN, DAN SILIKON DALAM AIR SUNGAI CODE TERHADAP WAKTU SAMPLING DENGAN METODE AANC Alfia Hanim
FISIKA INTI DI BIDANG KEDOKTERAN, KESEHATAN, DAN BIOLOGI
FISIKA INTI DI BIDANG KEDOKTERAN, KESEHATAN, DAN BIOLOGI Stuktur Inti Sebuah inti disusun oleh dua macam partikel yaitu proton dan neutron terikat bersama oleh sebuah gaya inti. Proton adalah sebuah partikel
KIMIA (2-1)
03035307 KIMIA (2-1) Dr.oec.troph.Ir.Krishna Purnawan Candra, M.S. Kuliah ke-4 Kimia inti Bahan kuliah ini disarikan dari Chemistry 4th ed. McMurray and Fay Faperta UNMUL 2011 Kimia Inti Pembentukan/penguraian
Analisis tingkat kontaminasi permukaan daerah kerja dan laju paparan radiasi pada Instalasi Kedokteran Nuklir
Analisis tingkat kontaminasi permukaan daerah kerja dan laju paparan radiasi pada Instalasi Kedokteran Nuklir Ukhti Lailun Nisa 1), Gani Gunawan 2), Zaenal Arifin 1) dan Eko Hidayanto 1) 1) Departemen
Jurnal Fisika Unand Vol. 3, No. 2, April 2014 ISSN
STUDI AWAL UJI PERANGKAT KAMERA GAMMA DUAL HEAD MODEL PENCITRAAN SINGLE PHOTON EMISSION COMPUTED TOMOGRAPHY (SPECT) MENGGUNAKAN SUMBER RADIASI MEDIUM ENERGY Ra 226 Friska Wilfianda Putri 1, Dian Milvita
PELURUHAN RADIOAKTIF. NANIK DWI NURHAYATI,S.Si,M.Si nanikdn.staff.uns.ac.id
PELURUHAN RADIOAKTIF NANIK DWI NURHAYATI,S.Si,M.Si nanikdn.staff.uns.ac.id 081556431053 Istilah dalam radioaktivitas Perubahan dari inti atom tak stabil menjadi inti atom yg stabil: disintegrasi/peluruhan
PENEMUAN RADIOAKTIVITAS. Sulistyani, M.Si.
PENEMUAN RADIOAKTIVITAS Sulistyani, M.Si. Email: [email protected] SINAR KATODE Penemuan sinar katode telah menginspirasi penemuan sinar-x dan radioaktivitas Sinar katode ditemukan oleh J.J Thomson
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka ISSN Journal of Radioisotope and Radiopharmaceuticals Vol 9, Oktoberl 2006
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka ISSN 14108542 PRODUKSI TEMBAGA64 MENGGUNAKAN SASARAN TEMBAGA FTALOSIANIN Rohadi Awaludin, Abidin, Sriyono dan Herlina Pusat Radioisotop dan Radiofarmaka (PRR), BATAN
Kimia Inti dan Radiokimia
Kimia Inti dan Radiokimia Keradioaktifan Keradioaktifan: proses atomatom secara spontan memancarkan partikel atau sinar berenergi tinggi dari inti atom. Keradioaktifan pertama kali diamati oleh Henry Becquerel
PENENTUAN KADAR URANIUM DALAM SAMPEL YELLOW CAKE MENGGUNAKAN SPEKTROMETER GAMMA
ISSN 1979-2409 Penentuan Kadar Uranium Dalam Sampel Yellow Cake Menggunakan Spektrometer Gamma (Noviarty, Iis Haryati) PENENTUAN KADAR URANIUM DALAM SAMPEL YELLOW CAKE MENGGUNAKAN SPEKTROMETER GAMMA Noviarty
SILABUS PEMBELAJARAN
SILABUS PEMBELAJARAN Sekolah : SMA... Kelas / Semester : XII / II Mata Pelajaran : FISIKA Standar : 3. Menganalisis berbagai besaran fisis pada gejala kuantum dan batas-batas berlakunya relativitas Einstein
PENGUKURAN RADIASI. Dipresentasikan dalam Mata Kuliah Pengukuran Besaran Listrik Dosen Pengajar : Dr.-Ing Eko Adhi Setiawan S.T., M.T.
Dipresentasikan dalam Mata Kuliah Pengukuran Besaran Listrik Dosen Pengajar : Dr.-Ing Eko Adhi Setiawan S.T., M.T. Oleh : ADI WIJAYANTO 1 Adi Wijayanto Badan Tenaga Nuklir Nasional www.batan.go.id CAKUPAN
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Aplikasi teknologi nuklir telah banyak dimanfaatkan tak hanya sebatas pembangkit listrik namun sudah merambah ke bidang medis, industri, pemrosesan makanan, pertanian,
Identifikasi Unsur dan Kadar Logam Berat pada Limbah Pewarna Batik dengan Metode Analisis Pengaktifan Neutron
Identifikasi Unsur dan Kadar Logam Berat pada Limbah Pewarna Batik dengan Metode Analisis Pengaktifan Neutron DWI P. SASONGKO Pusat Penelitian Lingkungan Hidup - Lemlit Universitas Diponegoro, Semarang
U Th He 2
MODUL UNSUR RADIOAKTIF dan RADIOISOTOP Radiasi secara spontan yang di hasilkan oleh unsure di sebut keradioaktifan, sedangkan unsure yang bersifat radioaktif disebut unsure radioaktif.unsur radioaktif
OPTIMASI PENGUKURAN KEAKTIVAN RADIOISOTOP Cs-137 MENGGUNAKAN SPEKTROMETER GAMMA
OPTIMASI PENGUKURAN KEAKTIVAN RADIOISOTOP Cs-137 MENGGUNAKAN SPEKTROMETER GAMMA NOVIARTY, DIAN ANGGRAINI, ROSIKA, DARMA ADIANTORO Pranata Nuklir Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir-BATAN Abstrak OPTIMASI
Penentuan Kadar Besi dalam Pasir Bekas Penambangan di Kecamatan Cempaka dengan Metode Analisis Aktivasi Neutron (AAN)
Penentuan Kadar Besi dalam Pasir Bekas Penambangan di Kecamatan Cempaka dengan Metode Analisis Aktivasi Neutron (AAN) Prihatin Oktivasari dan Ade Agung Harnawan Abstrak: Telah dilakukan penentuan kandungan
CHAPTER III INTI ATOM DAN RADIOAKTIVITAS
CHAPTER III INTI ATOM DAN RADIOAKTIVITAS CHAPTER iii INTI ATOM DAN RADIOAKTIVITAS -Inti atom atau nukllida terdiri atas neutron (netral) dan proton (muatan positif) -Massa neutron sedikit lebih besar
SPEKTROSKOPI-γ (GAMMA)
SPEKTROSKOPI-γ (GAMMA) SPEKTROSKOPI-γ (GAMMA) Veetha Adiyani Pardede M0209054, Program Studi Fisika FMIPA UNS Jl. Ir. Sutami 36 A, Kentingan, Surakarta, Jawa Tengah email: [email protected] ABSTRAK
Penentuan karakteristik cacahan pada counter dengan menggunakan sumber standar 152 Eu, 60 Co dan 137 Cs
Youngster Physics Journal ISSN: 232-7371 Vol. 6, No. 2, pril 217, Hal. 151-156 Penentuan karakteristik cacahan pada dengan menggunakan sumber standar 152 Eu, 6 Co dan 137 Cs Hendrika Liana Sari dan Wahyu
X-Ray Fluorescence Analysis. (Analisa XRF)
X-Ray Fluorescence Analysis (Analisa XRF) Analisis X-ray Fluoresensi Pendahuluan Prinsip Kerja Skema Cara Kerja Alat Preparasi Sampel Instrumen XRF Contoh spektra Radiasi Elektromagnetik 1Hz - 1kHz Extra-Low
SILABUS PEMBELAJARAN
SILABUS PEMBELAJARAN Sekolah : SMA NEGERI 3 DUMAI Kelas / Semester : XII / II Mata Pelajaran : FISIKA Standar : 3. Menganalisis berbagai besaran fisis pada gejala kuantum dan batas-batas berlakunya relativitas
ANALISIS KERUSAKAN X-RAY FLUORESENCE (XRF)
ISSN 1979-2409 Analisis Kerusakan X-Ray Fluoresence (XRF) (Agus Jamaludin, Darma Adiantoro) ANALISIS KERUSAKAN X-RAY FLUORESENCE (XRF) Agus Jamaludin, Darma Adiantoro Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir
PRODUKSI IODIUM-125 MENGGUNAKAN TARGET XENON ALAM
PRODUKSI IODIUM-125 MENGGUNAKAN TARGET XENON ALAM Rohadi Awaludin Pusat Pengembangan Radioisotop dan Radiofarmaka (P2RR), BATAN ABSTRAK PRODUKSI IODIUM-125 MENGGUNAKAN TARGET XENON ALAM. Iodium- 125 merupakan
CATATAN KULIAH ATOM, INTI DAN RADIOAKTIF. Diah Ayu Suci Kinasih Departemen Fisika Universitas Diponegoro Semarang 2016
CATATAN KULIAH ATOM, INTI DAN RADIOAKTIF Diah Ayu Suci Kinasih -24040115130099- Departemen Fisika Universitas Diponegoro Semarang 2016 FISIKA NUKLIR Atom, Inti dan Radioaktif 1. Pekembangan Teori Atom
STUDI AWAL UJI PERANGKAT KAMERA GAMMA DUAL HEAD MODEL PENCITRAAN PLANAR STATIK MENGGUNAKAN SUMBER RADIASI HIGH ENERGY IODIUM-131 (I 131 )
STUDI AWAL UJI PERANGKAT KAMERA GAMMA DUAL HEAD MODEL PENCITRAAN PLANAR STATIK MENGGUNAKAN SUMBER RADIASI HIGH ENERGY IODIUM-131 (I 131 ) Rima Ramadayani 1, Dian Milvita 1, Fadil Nazir 2 1 Jurusan Fisika
SPEKTROSKOPI-γ (GAMMA)
SPEKTROSKOPI-γ (GAMMA) Veetha Adiyani Pardede M2954, Program Studi Fisika FMIPA UNS Jl. Ir. Sutami 36 A, Kentingan, Surakarta, Jawa Tengah email: [email protected] ABSTRAK Aras-aras inti dipelajari
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Runusan Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kimia inti adalah ilmu yang mempelajari struktur inti atom dan pengaruhnya terhadap kestabilan inti serta reaksi-reaksi inti yang terjadi pada proses peluruhan radio
UJI BANDING SISTEM SPEKTROMETER GAMMA DENGAN METODA ANALISIS SUMBER Eu-152. Nugraha Luhur, Kadarusmanto, Subiharto
Uji Banding Sistem Spektrometer (Nugroho L, dkk) Abstrak UJI BANDING SISTEM SPEKTROMETER GAMMA DENGAN METODA ANALISIS SUMBER Eu-152 Nugraha Luhur, Kadarusmanto, Subiharto UJI BANDING SPEKTROMETER GAMMA
Kedua nuklida tersebut mempunyai nomor massa (A) yang sama dengan demikian nuklida-nuklida tersebut merupakan isobar.
1. Ca dan Ar adalah merupakan A. Isotop B. Isobar C. Isomer D. Isoelektron E. Isoton Jawaban : B Kedua nuklida tersebut mempunyai nomor massa (A) yang sama dengan demikian nuklida-nuklida tersebut merupakan
BAB I Jenis Radiasi dan Interaksinya dengan Materi
BAB I Jenis Radiasi dan Interaksinya dengan Materi Radiasi adalah pancaran energi yang berasal dari proses transformasi atom atau inti atom yang tidak stabil. Ketidak-stabilan atom dan inti atom mungkin
PERBANDINGAN METODA OTOMATIS DAN MANUAL DALAM PENENTUAN ISOTOP Cs-137 MENGGUNAKAN SPEKTROMETER GAMMA
Urania Vol. 15 No. 2, April 2009 : 61-115 ISSN 0852-4777 PERBANDINGAN METODA OTOMATIS DAN MANUAL DALAM PENENTUAN ISOTOP Cs-137 MENGGUNAKAN SPEKTROMETER GAMMA Rosika Kriswarini (1) dan Dian Anggraini (1)
5. Diagnosis dengan Radioisotop
5. Diagnosis dengan Radioisotop Untuk studi in-vivo, radioisotop direaksikan dengan bahan biologik seperti darah, urin, serta cairan lainnya yang diambil dari tubuh pasien. Sampel bahan biologik tersebut
Buletin Fisika Vol. 8, Februari 2007 : 31-37
31 Buletin Fisika Vol. 8, Februari 2007 : 31-37 Pengaruh Posisi dan Sudut Penyinaran Pada Radio Terapi Kanker Dengan Menggunakan Metode Clarkson s (Ratnawati I Gusti Ayu, Suharta W.G., Widyatmika I Putu,
BAB 3 METODE PENELITIAN. -Beaker Marinelli
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1. Alat dan Bahan 3.1.1. Alat Penelitian Alat yang digunakan untuk pengukuran radionuklida alam dalam sampel adalah yang sesuai dengan standar acuan IAEA (International Atomic
LEMBAR SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER TAHUN (UTAMA) Mata Pelajaran (Beban) : Fisika 4 ( 4 sks) Hari/Tanggal : Rabu, 01 Desembar 2010
J A Y A R A Y A PEMERINTAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA DINAS PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) NEGERI 78 JAKARTA Jalan Bhakti IV/1 Komp. Pajak Kemanggisan Telp. 527115/5482914 JAKARTA BARAT
CHAPTER iii INTI ATOM DAN RADIOAKTIVITAS
CHAPTER iii INTI ATOM DAN RADIOAKTIVITAS -Inti atom atau nukllida terdiri atas neutron (netral) dan proton (muatan positif) -Massa neutron sedikit lebih besar daripada massa proton -ukuran inti atom berkisar
PENGARUH EFEK GEOMETRI PADA KALIBRASI EFISIENSI DETEKTOR SEMIKONDUKTOR HPGe MENGGUNAKAN SPEKTROMETER GAMMA
258 Prosiding Pertemuan Ilmiah XXIV HFI Jateng & DIY, Semarang 10 April 2010 hal 258-264 PENGARUH EFEK GEOMETRI PADA KALIBRASI EFISIENSI DETEKTOR SEMIKONDUKTOR HPGe MENGGUNAKAN SPEKTROMETER GAMMA Hermawan
DETERMINATION OF LIMIT DETECTION OF THE ELEMENTS N, P, K, Si, Al, Fe, Cu, Cd, WITH FAST NEUTRON ACTIVATION USING NEUTRON GENERATOR
170 Indo. J. Chem., 00, (), 170-174 DETERMINATION OF LIMIT DETECTION OF THE ELEMENTS N, P, K, Si, Al, Fe, Cu, Cd, WITH FAST NEUTRON ACTIVATION USING NEUTRON GENERATOR Penentuan Batas Deteksi Unsur N, P,
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD 01) FISIKA INTI
A. Materi Pembelajaran : Struktur Inti LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD 01) FISIKA INTI B. Indikator Pembelajaran : 1. Mengidentifikasi karakterisrik kestabilan inti atom 2. Menjelaskan pengertian isotop,isobar
PEMANTAUAN PAPARAN RADIASI DAN KONTAMINASI RADIOAKTIF DI RUANG PENYIMPANAN SEMENTARA LIMBAH RADIOAKTIF PTKMR-BATAN
PEMANTAUAN PAPARAN RADIASI DAN KONTAMINASI RADIOAKTIF DI RUANG PENYIMPANAN SEMENTARA LIMBAH RADIOAKTIF PTKMR-BATAN Muji Wiyono dan Wahyudi Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi BATAN ABSTRAK
PENGUKURAN DOSIS RADIASI RUANGAN RADIOLOGI II RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT (RSGM) BAITURRAHMAH PADANG MENGGUNAKAN SURVEYMETER UNFORS-XI
PENGUKURAN DOSIS RADIASI RUANGAN RADIOLOGI II RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT (RSGM) BAITURRAHMAH PADANG MENGGUNAKAN SURVEYMETER UNFORS-XI Dira Rizki Martem 1, Dian Milvita 1, Helfi Yuliati 2, Dyah Dwi Kusumawati
VALIDASI METODA ANALISIS ISOTOP U-233 DALAM STANDAR CRM MENGGUNAKAN SPEKTROMETER ALFA
ISSN 1979-2409 Validasi Metoda Analisis Isotop U-233 Dalam Standar CRM Menggunakan Spektrometer Alfa ( Noviarty, Yanlinastuti ) VALIDASI METODA ANALISIS ISOTOP U-233 DALAM STANDAR CRM MENGGUNAKAN SPEKTROMETER
PELURUHAN SINAR GAMMA
PELURUHAN SINAR GAMMA Pendahuluan Radioaktivitas disebut juga peluruhan radioaktif, yaitu peristiwa terurainya beberapa inti atom tertentu secara spontan yang diikuti dengan pancaran partikel alfa (inti
METODE STANDARDISASI SUMBER 60 Co BENTUK TITIK DAN VOLUME MENGGUNAKAN METODE ABSOLUT PUNCAK JUMLAH
Pujadi, dkk. ISSN 0216-3128 5 METODE STANDARDISASI SUMBER Co BENTUK TITIK DAN VOLUME MENGGUNAKAN METODE ABSOLUT PUNCAK JUMLAH Pujadi, Hermawan Chandra P3KRBiN BATAN ABSTRAK METODE STANDARDISASI SUMBER
VALIDASI METODA XRF (X-RAY FLUORESCENCE) SECARA TUNGGAL DAN SIMULTAN. UNTUK ANALISIS UNSUR Mg, Mn DAN Fe DALAM PADUAN ALUMINUM
VALIDASI METODA XRF (X-RAY FLUORESCENCE) SECARA TUNGGAL DAN SIMULTAN UNTUK ANALISIS UNSUR Mg, Mn DAN Fe DALAM PADUAN ALUMINUM Rosika Kriswarini, Dian Anggraini, Agus Djamaludin Pusat Teknologi Bahan Bakar
PENENTUAN AKTIVITAS 60 CO DAN 137 CS PADA SAMPEL UNKNOWN DENGAN MENGGUNAKAN DETEKTOR HPGe
Youngster Physics Journal ISSN : 2302-7371 Vol. 4, No. 2, April 2015, Hal 189-196 PENENTUAN AKTIVITAS 60 CO DAN 137 CS PADA SAMPEL UNKNOWN DENGAN MENGGUNAKAN DETEKTOR HPGe Miftahul Aziz 1),Eko Hidayanto
X-Ray Fluorescence Spectrometer (XRF)
X-Ray Fluorescence Spectrometer (XRF) X-Ray Fluorescence Spectrometer (XRF) Philips Venus (Picture from http://www.professionalsystems.pk) Alat X-Ray Fluorescence Spectrometer (XRF) memanfaatkan sinar
ANALISIS WAKTU PELURUHAN TERHADAP PERSYARATAN DOSIS RADIOISOTOP UNTUK PEMERIKSAAN GONDOK
ANALISIS WAKTU PELURUHAN TERHADAP PERSYARATAN DOSIS RADIOISOTOP UNTUK PEMERIKSAAN GONDOK Kristiyanti 1, Wahyuni Z Imran 1, Lely Yuniarsari 1 1 Pusat Rekayasa Perangkat Nuklir BATAN ABSTRAK ANALISIS WAKTU
Pengantar Dasar Fisika dan Radiologi Kedokteran Gigi Bagi Mahasiswa Kedokteran Gigi
Pengantar Dasar Fisika dan Radiologi Kedokteran Gigi Bagi Mahasiswa Kedokteran Gigi Hanna H. Bachtiar, Menik Priaminiarti, Evy S. Baskara =========================================================== DASAR-DASAR
Analisis Pengaruh Sudut Penyinaran terhadap Dosis Permukaan Fantom Berkas Radiasi Gamma Co-60 pada Pesawat Radioterapi
Analisis Pengaruh Sudut Penyinaran terhadap Dosis Permukaan Fantom Berkas Radiasi Gamma Co-60 pada Pesawat Radioterapi Fiqi Diyona 1,*, Dian Milvita 1, Sri Herlinda 2, Kri Yudi Pati Sandy 3 1 Jurusan Fisika
PEMANFAATAN GAMMA SPEKTROMETRI UNTUK PENGAMATAN DISTRIBUSI PEMBELAHAN DALAM PELAT ELEMEN BAKAR NUKLIR
Urania Vol. 20 No. 2, Juni 2014 : 56-108 PEMANFAATAN GAMMA SPEKTROMETRI UNTUK PENGAMATAN DISTRIBUSI PEMBELAHAN DALAM PELAT ELEMEN BAKAR NUKLIR Yusuf Nampira *, Sri Ismarwanti *, Asnul Sufmawan **, Kawkap
NUKLIR DI BIDANG KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
NUKLIR DI BIDANG KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Abad 20 ditandai dengan perkembangan yang menakjubkan di bidang ilmu dan teknologi, termasuk disiplin ilmu dan teknologi kedokteran serta kesehatan. Terobosan
EVALUASI TEBAL DINDING RUANGAN PESAWAT LINEAR ACCELERATOR (LINAC) SINAR-X DI INSTALASI RADIOTERAPI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS HASANUDDIN
EVALUASI TEBAL DINDING RUANGAN PESAWAT LINEAR ACCELERATOR (LINAC) SINAR-X DI INSTALASI RADIOTERAPI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS HASANUDDIN Ismail T., Syamsir Dewang, Bualkar Abdullah Jurusan Fisika, Fakultas
FAKTOR KOREKSI PENGUKURAN AKTIVITAS RADIOFARMAKA I-131 PADA WADAH VIAL GELAS TERHADAP AMPUL STANDAR PTKMR-BATAN MENGGUNAKAN DOSE CALIBRATOR
78 ISSN 0216-3128 Pujadi, dkk. FAKTOR KOREKSI PENGUKURAN AKTIVITAS RADIOFARMAKA I-131 PADA WADAH VIAL GELAS TERHADAP AMPUL STANDAR PTKMR-BATAN MENGGUNAKAN DOSE CALIBRATOR Pujadi 1, Gatot Wurdiyanto 1 dan
ANALISIS KONSENTRASI I-131 LEPASAN UDARA CEROBONG DI REAKTOR SERBA GUNA GA. SIWABESSY
ANALISIS KONSENTRASI I-131 LEPASAN UDARA CEROBONG DI REAKTOR SERBA GUNA GA. SIWABESSY YULIUS SUMARNO, UNGGUL HARTOYO, FAHMI ALFA MUSLIMU Pusat Reaktor Serba Guna-BATAN Kawasan Puspitek Serpong, Tangerang
RADIOKALORIMETRI. Rohadi Awaludin
RADIOKALORIMETRI Rohadi Awaludin Pusat Pengembangan Radioisotop dan Radiofarmaka (P2RR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang 15314, Telp/fax (021) 7563141 1. PENDAHULUAN
RENCANA PERKULIAHAN FISIKA INTI Pertemuan Ke: 1
Pertemuan Ke: 1 Mata Kuliah/Kode : Fisika Semester dan : Semester : VI : 150 menit Kompetensi Dasar : Mahasiswa dapat memahami gejala radioaktif 1. Menyebutkan pengertian zat radioaktif 2. Menjelaskan
PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR FORMULIR PERMOHONAN SURAT IZIN BEKERJA PETUGAS TERTENTU
KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN I RANCANGAN PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR TAHUN. TENTANG SURAT IZIN BEKERJA PETUGAS TERTENTU YANG BEKERJA DI INSTALASI
Penentuan Efisiensi Beta Terhadap Gamma Pada Detektor Geiger Muller
Jurnal Sains & Matematika (JSM) ISSN Artikel 0854-0675 Penelitian Volume 15, Nomor 2, April 2007 Artikel Penelitian: 73-77 Penentuan Efisiensi Beta Terhadap Gamma Pada Detektor Geiger Muller M. Azam 1,
KARAKTERISASI LIMBAH RADIOAKTIF CAIR DENGAN SPEKTROMETER GAMMA PORTABEL DAN TEKNIK MONTE CARLO
KARAKTERISASI LIMBAH RADIOAKTIF CAIR DENGAN SPEKTROMETER GAMMA PORTABEL DAN TEKNIK MONTE CARLO Rasito, Zulfahri, S. Sofyan, F. Fitriah, Widanda*) ABSTRAK KARAKTERISASI LIMBAH RADIOAKTIF CAIR DENGAN SPEKTROMETER
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA F A K U L T A S M I P A SILABI
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA F A K U L T A S M I P A SILABI Fakultas : FMIPA Program Studi : Kimia Mata Kuliah : Kimia Inti Jumah sks : sks Semester : 6 Mata Kuliah Prasyarat : Kimia Dasar, Kimia Fisika
SIMULASI KURVA EFISIENSI DETEKTOR GERMANIUM UNTUK SINAR GAMMA ENERGI RENDAH DENGAN METODE MONTE CARLO MCNP5
SIMULASI KURVA EFISIENSI DETEKTOR GERMANIUM UNTUK SINAR GAMMA ENERGI RENDAH DENGAN METODE MONTE CARLO MCNP5 Rasito, P. Ilham Y., Muhayatun S., dan Ade Suherman Pusat Teknologi Nuklir Bahan dan Radiometri
BAB 2 RADIOTERAPI KARSINOMA TIROID. termasuk untuk penyakit kanker kepala dan leher seperti karsinoma tiroid.
BAB 2 RADIOTERAPI KARSINOMA TIROID Dalam dunia medis, radioterapi sudah menjadi perawatan yang sangat umum digunakan. Penggunaannya pun dilakukan untuk berbagai macam penyakit kanker termasuk untuk penyakit
FISIKA MODERN UNIT. Radiasi Benda Hitam. Hamburan Compton & Efek Fotolistrik. Kumpulan Soal Latihan UN
Kumpulan Soal Latihan UN UNIT FISIKA MODERN Radiasi Benda Hitam 1. Suatu benda hitam pada suhu 27 0 C memancarkan energi sekitar 100 J/s. Benda hitam tersebut dipanasi sehingga suhunya menjadi 327 0 C.
RADIOKIMIA Tipe peluruhan inti
LABORATORIUM KIMIA FISIK Departemen Kimia Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) RADIOKIMIA Tipe peluruhan inti Drs. Iqmal Tahir, M.Si., Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
PENENTUAN KARAKTERISASI CERROBEND SEBAGAI WEDGE FILTER PADA PESAWAT TELETERAPI 60 Co
PENENTUAN KARAKTERISASI CERROBEND SEBAGAI WEDGE FILTER PADA PESAWAT TELETERAPI 60 Co M. Azam, K. Sofjan Firdausi, Sisca Silvani Jurusan Fisika, FMIPA,Universitas diponegoro ABSTRACT Wedge filter usually
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Tenaga Nuklir Nasional
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Tenaga Nuklir Nasional PDL.PR.TY.PPR.00.D03.BP 1 BAB I : Pendahuluan BAB II : Prinsip dasar deteksi dan pengukuran radiasi A. Besaran Ukur Radiasi B. Penggunaan C.
KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR REPUBLIK INDONESIA
KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN I PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR 16 TAHUN 2014 TENTANG SURAT IZIN BEKERJA PETUGAS TERTENTU YANG BEKERJA DI INSTALASI
Penentuan Spektrum Energi dan Energi Resolusi β dan γ Menggunakan MCA (Multi Channel Analizer)
Penentuan Spektrum Energi dan Energi Resolusi β dan γ Menggunakan MCA (Multi Channel Analizer) 1 Mei Budi Utami, 2 Hanu Lutvia, 3 Imroatul Maghfiroh, 4 Dewi Karmila Sari, 5 Muhammad Patria Mahardika Abstrak
BAB I PENDAHULUAN. tubuh manusia karena terpapari sinar-x dan gamma segera teramati. beberapa saat setelah penemuan kedua jenis radiasi tersebut.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menurut beberapa ahli, radiasi dapat menembus sel jaringan tubuh manusia secara perlahan lahan dalam jangka waktu yang lama yang dapat menyebabkan infeksi, perdarahan,
PENENTUAN SISA RADIOFARMAKA DAN PAPARAN RADIASI
PENENTUAN SISA RADIOFARMAKA DAN PAPARAN RADIASI Tc 99m MDP (Methylene Di Phosphonat) PASCA INJEKSI PADA PASIEN KANKER PROSTAT (STUDI KASUS PADA RUMAH SAKIT PUSAT PERTAMINA JAKARTA) Skripsi Untuk Memenuhi
