DESKRIPSI PEMELAJARAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "DESKRIPSI PEMELAJARAN"

Transkripsi

1 DESKRIPSI PEMELAJARAN KOMPETENSI : Melaksanakan persyaratan K-3 KODE : KRA.TKS.002 (1)A DURASI PEMELAJARAN : 4 45 menit LEVEL KOMPETENSI KUNCI KONDISI KINERJA A B C D E F G Unit ini berlaku untuk kemampuan melaksanakan K-3 yang dibutuhkan berhubungan dengan proses pekerjaan di tempat kerja dan melaksanakan tugas secara disiplin, meliputi perintah dan petunjuk verbal/tertulis berhubungan dengan standar K-3 yang harus dilaksanakan. 2. Tanda-tanda dan rambu, termasuk di dalamnya dan tidak terbatas pada : Rambu-rambu dan petunjuk arah di tempat kerja/lapangan Rambu-rambu dan tanda-tanda bahaya di tempat kerja/lapangan Petunjuk/papan penunjuk fasilitas dan tempat Rambu-rambu dan petunjuk lalu lintas 3. Sumber informasi dapat berupa : perintah, rambu dan tanda, jadwal kerja, selebaran, diagram, memo, peta 4. Pelaksanaan K-3 dapat dilakukan instruksional maupun penyadaran : Penyampaian Informasi Pembahasan pelaksanaan K-3 Pembahasan kecelakaan kerja SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGK UP BELAJAR KRIA TEKSTIL Halaman 1 dari 65

2 SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGK UP BELAJAR 1. Menerima dan menyampaikan informasi mengenai K Melakukan komunikasi dengan instruktur. Perintah lisan/tertulis diterima dan dipahami. Adanya hal-hal yang tidak dipahami, dibicarakan untuk mendapatkan gambaran yang jelas dan benar. Perintah yang diterima ditanggapi dengan tindakan yang benar, yang sesuai dengan aturan tahap pekerjaan Informasi dikomunikasikan dalam Bahasa Indonesia dengan istilah umum/lokal yang mudah dimengerti dan dipahami. Perintah, petunjuk, pesan dan tatacara diberikan dan diikuti/ dituruti/dipatuhi. Prosedur K-3 yang berlaku di tempat kerja dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan oleh perusahaan atau atasan. Pelaksanaan dan disiplin yang berhubungan dinilai dan dianalisis dari berbagai sumber. Informasi mengenai K-3 dipilih dan disusun secara benar. Penyampaian informasi K-3 secara lisan/tertulis. Menanggapi perintah secara benar. Informasi dalam Bahasa Indonesia dengan istilah umum/lokal. Komunikasi antara instruktur dengan peserta diklat. Pelaksanaan K-3. Kedisiplinan. Memilih informasi mengenai K-3. Aktif menerima informasi secara lisan/ tertulis. Aktif menanggapi perintah sesuai sesuai dengan aturan tahap Aktif mengkomunikasikan dalam Bahasa Indonesia dengan istilah umum/lokal Aktif mengikuti perintah, petunjuk dan pesan. Cermat mentaati prosedur K-3 di lembar Disiplin menganalisis dari berbagai sumber. Aktif menyusun K-3 secara benar. Menjelaskan perintah lisan/tertulis mengenai hal-hal yang tak dipahami. Menguraikan perintah sesuai dengan aturan tahap Menjelaskan informasi untuk dikomunikasikan dalam Bahasa Indonesia. Menguraikan perintah, petunjuk yang harus di taati. Menjelaskan prosedur K- 3. Menguraikan tentang kedisplinan pelaksanaan Mengkomunikasikan perintah lisan/tertulis apabila terjadi hal-hal yang tidak dipahami untuk mendapatkan gambar hal-hal yang tidak benar. Berkomunikasi dengan instruktur tentang prosedur pelaksanaan dan kedisiplinan K-3. Menilai dan menganalisis pelaksanaan dan kedisip-linan. Menyusun secara benar informasi mengenai K Bekerja dengan alat. Informasi/penjelasan berhubungan dengan petunjuk penggunaan alat. Penegakkan disiplin K-3 harus dilakukan secara tegas. Menyampaikan informasi petunjuk penggunaan alat dan kedisplinan K-3. Aktif menerima informasi petunjuk penggunaan alat. Menjelaskan petunjuk penggunaan alat. Menguraikan tentang penegakan kedisplinan. Bekerja dengan petunjuk penggunaan alat yang benar. KRIA TEKSTIL Halaman 2 dari 65

3 SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGK UP BELAJAR 4. Menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan Proses rapat dilaksanakan sesuai prosedur yang telah ditetapkan dan disetujui. Pelaksanaan diarahkan/dipandu untuk mendapatkan hasil yang optimal. Kebersihan dan keamanan lingkungan Aktif mengikuti prosedur y ang telah ditetapkan. Aktif mengikuti pengarahan tentang lingkungan Menjelaskan proses rapat sesuai prosedur yang telah ditetapkan untuk mendapatkan hasil yang optimal. Menjalankan kegiatan dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan KRIA TEKSTIL Halaman 3 dari 65

4 KOMPETENSI KODE DURASI PEMELAJARAN : Melaksanakan persyaratan jaminan kualitas : KRA.TKS.003 (1)A : 8 45 menit LEVEL KOMPETENSI KUNCI KONDISI KINERJA A B C D E F G Unit ini berlaku dalam rangka mencapai standar penjaminan kualitas yang dibutuhkan berhubungan dengan pekerjaan dan orang lain di tempat kerja dan melaksanakan tugas di bawah pengawasan, meliputi perintah dan petunjuk verbal/tertulis berhubungan dengan pekerjaan/tugas yang harus dilaksanakan. 2. Buku pedoman dan tata cara kerja, termasuk di dalamnya dan tidak terbatas pada : Manajemen pengendalian mutu Buku pedoman standar kualitas yang umum, serta pedoman standar kualitas pekerjaan kriya tekstil Papan peringatan dan himbauan Produk acuan yang telah memenuhi standar nasional/perusahaan 3. Sumber informasi dapat berupa : Buku standar internasional Buku standar nasional Produk sejenis yang berkualitas Sistem kalibrasi alat kerja Buku mengenai standarisasi pekerjaan Informasi alat-alat yang terstandarisasi Informasi/petunjuk operasional kerja yang jelas 4. Jaminan kualitas dapat dilakukan secara formal maupun tak formal berupa : Penyampaian instruksi secara verbal Penyampaian instruksi secara tertulis Penyampaian instruksi dalam bentuk gambar/cara lain yang menjamin kualitas Alat ukur yang presisi Kondisis lingkungan kerja yang memadai dan memenuhi syarat Mental untuk menghasilkan produk yang berkualitas 1. Menerima dan menyampaikan informasi tentang kualitas pekerjaan kriya tekstil. Perintah lisan/tertulis diterima dan dipahami. Adanya hal-hal yang tidak dipahami, dibicarakan untuk mendapatkan gambaran yang jelas dan benar. Pemahaman tentang kualitas pekerjaan kriya tekstil. Pemahaman perintah tentang aturan kualitas Aktif mengikuti perintah lisan/tertulis untuk mendapatkan gambaran yang jelas. Menguraikan perintah lisan/tulisan untuk mendapatkan gambaran yang jelas. Menjalankan perintah baik lisan/tertulis untuk dikerjakan secara benar. KRIA TEKSTIL Halaman 4 dari 65

5 Perintah yang diterima ditang-gapi dengan tindakan yang benar, yang sesuai dengan aturan kualitas Informasi dikomunikasikan dalam Bahasa Indonesia dengan istilah umum/lokal yang mudah dimengerti dan dipahami. Berkomunikasi dalam dalam Bahasa Indonesia dengan istilah umum/lokal. Aktif menanggapi perintah tentang aturan kualitas Cermat menerima informasi dalam Bahasa Indonesia dengan istilah umum/lokal. Menjelaskan perintah tentang kualitas Menjelaskan informasi untuk di komunikasikan dalam Bahasa Indonesia. Mengkomunikasikan informasi dalam Bahasa Indonesia tentang istilah umum/lokal yang mudah dimengerti. 2. Melakukan komunikasi dan tatap muka mengenai pentingnya kualitas. Perintah, petunjuk dan pesan diberikan dan diikuti/dituruti/ dipatuhi. Standar kualitas yang berlaku di tempat kerja dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan oleh perusahaan atau atasan. Informasi yang berhubungan dengan standar kualitas dinilai dan dianalisis dari berbagai sumber. Informasi mengenai standarisasi kualitas dipilih dan disusun secara benar. Mengkomunikasikan tentang perintah dan petunjuk standar kualitas yang berlaku di tempat Analisis standar kualitas. Memilih dan menyusun standar dan kualitas. Aktif mengikuti perintah petunjuk standar kualitas. Teliti menganalisis standar kualitas. Cermat menyusun standar kualitas Menjelaskan tentang perintah petunjuk standar kualitas. Menguraikan cara menganalisis standar kualitas. Menjelaskan cara menyusun standar kualitas. Mengadakan tatap muka untuk menyampaikan informasi tentang standar kualitas. Menyusun informasi mengenai standarisasi kualitas secara benar. 3. Memahami standar kualitas kerja kriya tekstil. Saran/usul/anjuran dan informasi/penjelasan berhubungan dengan standar kualitas dan petunjuk kegiatan. Komunikasi dilakukan jelas, singkat dan efektif agar pesan dapat di mengerti. Pemahaman standar kualitas kerja kriya tekstil. Aktif berkomunikasi tentang standar kualitas Menjelaskan tentang saran/usul/anjuran standar kualitas. Mengkomunikasikan penjelasan yang berhubungan dengan standar kualitas dan petunjuk kegiatan. KRIA TEKSTIL Halaman 5 dari 65

6 4. Berperan serta untuk mendukung produk yang berkualitas. Proses pelaksanaan sesuai prosedur yang telah ditetapkan dan disetujui. Pembahasan diarahkan/ dipandu untuk mendapatkan hasil penjaminan mutu kerja yang optimal. Prosedur pelaksanaan kerja untuk mendapatkan hasil penjaminan mutu kerja yang otpimal. Cermat mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Menguraikan proses pelaksanaan kerja sehingga mendapatkan hasil penjaminan mutu kerja yang optimal. Melaksanakan prosedur yang telah ditetapkan untuk mendapatkan hasil penjaminan mutu kerja yang optimal. KRIA TEKSTIL Halaman 6 dari 65

7 KOMPETENSI KODE DURASI PEMELAJARAN : Membuat gambar untuk berbagai macam kriya tekstil : KRA.TKS.004(2)A : menit LEVEL KOMPETENSI KUNCI KONDISI KINERJA A B 2 D E F G Kompetensi kriya tekstil yang harus dilakukan termasuk inisiatif dan keputusan-keputusan dalam melakukan pekerjaan seperti: Bekerja mandiri dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan, mengkoordinasi proses dan memenuhi tenggang waktu. Memakai perlengkapan kesehatan dan keselamatan Membaca gambar kerja dengan teliti termasuk dalam pekerjaan ini adalah kemampuan untuk menjahit potongan-potongan pola produk kriya tekstil. Pekerjaan harus dilakukan sesuai dengan perundang-undangan, peraturan asuransi yang mengikat, prosedur penggunaan alat, dan peraturan keselamatan yang ada dalam perusahaan. 1. Persiapan Instruksi dibaca sesuai target Petunjuk kesehatan dibaca sesuai keselamatan Jadwal kerja dibuat dengan baik. Gambar kerja disusun dengan baik. Lingkungan kerja ditata sesui bentuk Menafsirkan rencana sesuai dengan target Mematuhi peraturan pemakaian alat yang digunakan. Mematuhi jadwal kerja yang telah ditetapkan. Memahami gambar Teliti dan cermat membaca instruksi. Cermat membaca petunjuk kesehatan dan keselamatan Aktif mentaati jadwal Cermat menyusun gambar. Disiplin menata lingkungan Mengetahui urutan Menjelaskan prosedur urutan Menguraikan cara menyusun jadwal Menguraikan cara menyusun gambar Mempersiapkan gambar Mempersiapkan tempat kerja yang mendukung kenyamanan 2. Mempersiapkan gambar ragam hias. Gambar disediakan. Alat dipersiapkan untuk verifikasi gambar. Gambar difotokopi sesuai dengan ukuran. Menginterpretasikan gambar. Pengenalan dan pemahaman jenis-jenis alat. Penggunaan gambar. Cermat disediakan. Teliti mempersiapkan alat untuk diverifikasi. Mengetahui pengertian ragam hias. Memahami jenis ragam, makna dan fungsi ragam hias. Membedakan ciri khas ragam hias. Menguraikan cara menggandakan gambar sesuai ukuran. Memilih dan menggandakan gambar sesuai dengan ukuran. KRIA TEKSTIL Halaman 7 dari 65

8 3. Memahami rancangan ragam hias. Gambar dipilih sesuai dengan kriya tekstil. Gambar disusun sesuai dengan peruntukkannya. Gambar kerja dibaca dengan teliti. Gambar ragam hias dipahami secara detil. Gambar dikelompokkan. Pemahaman jenis, karakter motif menurut asal usul penciptaan, makna, fungsi dan penerapannya. Menafsirkan gambar kerja dengan cermat. Menganalisis gambar ragam hias Cermat dan teliti memilih gambar kerja tekstil. Cermat menyusun gambar. Aktif membaca gambar Aktif memahami gambar ragam hias. Jenis dan karakter ragam hias. Proporsi dan anatomi ragam hias. Teknik dan prosedur menggunakan ragam hias. Membedakan jenis ragam hias sesuai dengan fungsinya. Menyusun gambar ragam hias sesuai dengan fungsinya. Mengelompokkan gambar. 4. Memelihara desain ragam hias. Gambar/pola didokumentasikan dengan rapi. Gambar diberi kode dan tanda sesuai dengan format standar. Alat-alat gambar dan lingkungan kerja dibersihkan sesuai dengan tempat dan posisinya. Dokumentasi gambar/pola. Pengkodean gambar sesuai dengan format. Menjaga kebersihan lingkungan kerja dan alatalat gambar. Cermat mendokumenta-sikan gambar pola. Teliti memberi kode dan tanda sesuai dengan format standar. Aktif membersihkan lingkungan sesuai dengan tempat dan posisinya. Menjelaskan cara mendokumentasikan gambar pola. Menguraikan cara memberi kode. Mengenali kebersihan lingkungan. Mendokumentasikan gambar/pola. Memberi kode dan tanda sesuai dengan format standar. Membersihkan alat-alat gambar dan lingkungan 5. Menyelesaikan pekerjaan (finishing) dan membersihkan ruangan Karya diselesaikan sampai tahap akhir sehingga dapat digunakan sesuai dengan Tempat bekerja dibersihkan dan dibebaskan dari barangbarang yang tidak berguna seperti sampah. Peralatan-peralatan dikembalikan ke tempat penyimpanan sesuai dengan posisinya. Penjelasan Membersihkan ruangan. Penataan kembali peralatan. Rapi dan cermat menyelesaikan Rapi membersihkan ruangan dari barang yang tidak digunakan. Teliti menata kembali peralatan. Menguraikan cara menyelesaikan Menjelaskan cara menyusun posisi peralatan sesuai dengan tempat semula. Menyelesaikan pekerjaan sehingga hasil karya dapat digunakan sesuai dengan fungsinya. KRIA TEKSTIL Halaman 8 dari 65

9 KOMPETENSI KODE DURASI PEMELAJARAN : Menjiplak ulang ragam hias kriya tekstil : KRA.TKS.005 (1) A : 6 45 menit LEVEL KOMPETENSI KUNCI KONDISI KINERJA A B C D E F G Kompetensi kriya tekstil yang harus dilakukan termasuk inisiatif dan keputusan-keputusan dalam melakukan pekerjaan seperti: Penggunaan alat, dan peraturan keselamatan yang ada dalam perusahaan. Bekerja mandiri dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan, mengkoordinasi proses dan memenuhi tenggang waktu. Memakai perlengkapan kesehatan dan keselamatan Membaca gambar kerja dengan teliti termasuk dalam pekerjaan ini adalah kemampuan untuk menjahit potongan-potongan pola produk kriya tekstil. Pekerjaan harus dilakukan sesuai dengan perundang-undangan, peraturan asuransi yang mengikat, prosedur. 1. Persiapan Instruksi dibaca sesuai target pekerjaan Petunjuk kesehatan dan keselamatan kerja dipelajari dengan baik Jadwal kerja dibuat sesuai dengan target pekerjaan Gambar rancangan diperpersiapkan di lingkungan Menafsirkan rencana sesuai dengan target Menafsirkan peraturan keselamatan Menyusun jadwal kerja sesuai dengan target Mempersiapkan gambar rancangan. Teliti membaca instruksi. Cermat mematuhi keselamatan Tertib bekerja sesuai jadwal Cermat membaca gambar rancangan. Menjelaskan instruksi target Mengenali petunjuk keselamatan Memahami gambar rancangan. Mempersiapkan tempat kerja, jadwal, petunjuk keselamatan kerja dan gambar rancangan. 2. Mempersiapkan bahan dan alat. Kertas gambar/kertas roti/ kalkir disediakan sesuai kebutuhan. Alat untuk menggambar dipersiapkan seperti (pinsil HB, 2B, rapido, spidol, penghapus, dll). Gambar difotokopi menurut ukuran atau perbandingan yang dikehendaki berdasarkan peruntukkan. Mempersiapkan bahan kriya tekstil. Mempersiapkan alat untuk gambar. Mempersiapkan gambar menurut ukuran dan skala. Teliti dan rapi menyiapkan bahan kertas roti/ kalkir. Teliti mempersiapkan alat untuk gambar. Teliti mempersiapkan gambar sesuai dengan ukuran dan skala. Menjelaskan jenis, sifat kertas. Menjelaskan jenis dan sifat alat gambar. Menguraikan cara menggunakan bahan dan alat. Memiliki bahan yang tepat untuk menggambar. Memiliki alat gambar yang tepat. Memfotocopi gambar menurut ukuran yang dikehendaki berdasarkan fungsinya. KRIA TEKSTIL Halaman 9 dari 65

10 3. Menjiplak gambar (ragam hias). Objek gambar dipilih sesuai kegunaan. Gambar disusun sesuai dengan peruntukkannya. Gambar dijiplak sesuai pola sekala 1:1, pada kertas roti/ kalkir. Persiapan untuk pemindahan pola pada kriya tekstil. Gambar dijiplak/dipindahkan ke kain. Mempersiapkan gambar yang akan digunakan. Memiliki gambar sesuai dengan fungsinya. Mempersiapkan kertas roti/kalkir. Mempersiapkan pola. Mempersiapkan kain. Teliti memilih gambar sesuai dengan fungsinya Cermat menyusun gambar. Rapi menjiplak gambar sesuai dengan skala. Rapi memindah pola. Cermat memindah pola pada kain. Menjelaskan obyek gambar yang dipilih. Menguraikan gambar yang akan disusun. Menjelaskan cara menjiplak dan menentukan skala. Menguraikan cara memindah pola. Memilih gambar yang sesuai dengan kegunaan Menyusun gambar sesuai dengan fungsinya. Menjiplak gambar ragam hias sesuai dengan pola dan skala pada kertas roti/kalkir. Menyiapkan alat yang diperlukan untuk memindah pola. Memindahkan pola pada kain. 4. Mengkomunikasikan gambar. Gambar pola ragam hias dikomunikasikan kepada instruktur Gambar yang kurang sempurna diperbaiki Gambar/pola ditekan untuk dikerjakan. Mengkomunikasikan pola ragam hias. Menetapkan dan memperbaiki gambar. Aktif berkomunikasi dengan instruktur. Teliti memperbaiki gambar. Cermat menentukan gambar pola. Menjelaskan gambar ragam hias. Menguraikan cara memperbaiki gambar. Mengadakan komunikasi dengan instruktur gambar pola ragam hias. Menyempurnakan gambar. 5. Membersihkan dan merawat. Gambar/pola disimpan dalam file dengan rapi. Semua gambar, alat dan lingkungan kerja dibersihkan dengan baik. Menyimpan gambar/pola pada file. Merawat alat dan membersihkan lingkungan. Rapi menyimpan gambar dalam file. Rapi menata lingkungan. Disiplin membersihkan alat. Menguraikan cara menyimpan gambar. Menjelaskan cara membersihkan peralatan serta menata lingkungan Membersihkan dan merawat peralatan serta menata lingkungan kerja 6. Menyelesaikan pekerjaan (finishing) dan membersihkan ruangan Karya diselesaikan sampai tahap akhir sehingga dapat digunakan sesuai dengan Tempat bekerja dibersihkan dan dibebaskan dari barangbarang yang tidak berguna, seperti sampah. Menyelesaikan karya. Membersihkan tempat Menata ulang peralatan dan menyimpan sesuai dengan posisinya. Teliti menyelesaikan karya sesuai dengan fungsinya. Aktif membersihkan tempat Rapi menata alat sesuai dengan posisinya. Cermat menyimpan gambar pada file. Menguraikan cara menyelesaikan karya tahap akhir. Menjelaskan cara membebaskan sampah yang tidak berguna. Mengarahkan menyimpan peralatan sesuai dengan posisinya. Menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan fungsinya. Membersihkan ruangan dan menata ulang peralatan sesuai dengan posisinya. Menyimpan gambar/pola dalam file dengan rapi. KRIA TEKSTIL Halaman 10 dari 65

11 Peralatan-peralatan dikembalikan ke tempat penyimpanan sesuai dengan posisinya. Gambar/pola disimpan dalam file dengan rapi. KRIA TEKSTIL Halaman 11 dari 65

12 KOMPETENSI KODE DURASI PEMELAJARAN : Menggunakan peralatan yang dijalankan dengan tenaga listrik untuk pembuatan kriya tekstil : KRA.TKS.006 (2)A : menit LEVEL KOMPETENSI KUNCI KONDISI KINERJA A B C D E F G Kompetensi kriya tekstil yang harus dilakukan termasuk inisiatif dan keputusan-keputusan dalam melakukan pekerjaan seperti: Bekerja mandiri dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan, mengkoordinasi proses dan memenuhi tenggang waktu. Memakai perlengkapan kesehatan dan keselamatan Membaca gambar kerja dengan teliti termasuk dalam pekerjaan ini adalah kemampuan untuk menjahit potongan-potongan pola produk kriya tekstil. Pekerjaan harus dilakukan sesuai dengan perundang-undangan, peraturan asuransi yang mengikat, prosedur penggunaan alat, dan peraturan keselamatan yang ada dalam perusahaan. 1. Persiapan Instruksi dibaca sesuai target Petunjuk kesehatan dan keselamatan kerja dibaca. Jadwal kerja dibuat sesuai program Gambar disiapkan Lingkungan kerja ditata dengan baik. Pencapaian target Aturan keselamatan Penyusunan jadwal Persiapan gambar. Teliti dan cermat membaca instruksi. Cermat membaca petunjuk kesehatan dan keselamatan Teliti memiliki gambar. Menjelaskan instruksi target Menguraikan petunjuk keselamatan Menyiapkan gambar yang dipilih. Menjelaskan cara menata lingkungan Mempersiapkan perlengkapan yang dibutuhkan antara lain: - instruksi target - petunjuk keselamatan - jadwal. - gambar. 2. Mempersiapkan bahan dan alat. Bahan kriya tekstil disediakan. Alat listrik untuk kerja kriya tekstil dipersiapkan. Alat ukur dan penunjang lainnya dipersiapkan. Alat kerja dipersiapkan. Mempersiapkan bahan kriya tekstil. Mempersiapkan alat listrik. Alat ukur dan penunjang. Teliti menentukan bahan. Teliti mempersiapkan alat listrik. Rapi mempersiapkan alat ukur dan alat Menguraikan jenis bahan yang digunakan. Menjelaskan cara menggunakan alat listrik. Menjelaskan karakteristik alat ukur. Memilih bahan kriya tekstil. Menggunakan alat listrik untuk kerja kriya tekstil. Mempersiapkan alat penunjang dan alat kerja penunjang. KRIA TEKSTIL Halaman 12 dari 65

13 3. Menggunakan peralatan. Alat dipilih sesuai dengan gambar kerja Bahan tekstil diukur, dibelah, digunting, permukaan bahan diratakan, dipahat, dan ditatah Penyatuan ragam hias, dibuat secara sederhana, cara disambung, dirakit, dirapihkan. Persiapan untuk pemindahkan pola pada kriya tekstil. Memilih alat. Mengolah bahan. Meyambung, merakit dan merapikan. Mempersiapkan ragam hias. Mempersiapkan pola. Cermat dan teliti memilih alat. Teliti mengukur, menggunting bahan. Rapi menyambung dan merakit untuk menyatukan ragam hias. Cermat memindah pola. Menjelaskan cara memilih alat sesuai gambar Menguraikan cara mengukur, menggunting bahan. Menjelaskan cara memindah pola. Memilih alat yang sesuai dengan gambar Mengukur, menggunting bahan. Meratakan memahat dan menatah bahan permukaan. Memindahkan pola pada kriya tekstil. 4. Menghaluskan. Kerja kriya tekstil dirapikan. Pekerjaan yang kurang sempurna diperbaiki Dihaluskan dengan ampelas. Produk yang dikerjakan dimantapkan dan dievaluasi. Merapikan kerja kriya tekstil. Perbaikan Menghaluskan. Evaluasi karya. Rapi menyelesaikan kriya tekstil. Cemat memperbaiki Teliti menghaluskan kriya tekstil. Menjelaskan cara merapi-kan Menguraikan cara memperbaiki Menguraikan cara menghaluskan Merapikan karya kriya tekstil. Menyempurnakan karya kriya tekstil. Mengevaluasi kriya tekstil untuk memastikan kelayakan kriya. 5. Membersihkan dan merawat. Ruang dibersihkan. Semua alat kerja dibersihkan. Alat kerja dirawat. Alat kerja disimpan pada tempatnya. Perawatan alat, ruang. Penataan alat. Penyimpanan peralatan Rapi membersihkan ruangan, alat. Cermat merawat alat. Rapi menata ulang alat pada tempatnya. Menjelaskan cara merawat, mengukur dan menata ruangan. Menerangkan pentingnya membersihkan ruangan. Mengatur kembali ruang Menyusun kembali alatalat kerja pada tempat 6. Menyelesaikan pekerjaan (finishing) dan membersihkan ruangan Karya diselesaikan sampai tahap akhir sehingga dapat digunakan sesuai dengan fungsi Tempat bekerja dibersihkan dan dibebaskan dari barangbarang yang tidak berguna seperti sampah Peralatan-peralatan dikembalikan ke tempat penyimpanan sesuai dengan posisinya Penyelesaian pekerjan. Membersihkan ruangan dari barang-barang yang tidak berguna. Penataan kembali peralatan. Rapi dan cermat menyelesaikan Rapi dalam membersihkan ruangan dari barang yang tidak digunakan. Teltit menata kembali alat yang digunakan. Menguraikan cara menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan fungsinya. Menjelaskan cara menyusun posisi peralatan sesuai dengan tempat semula. Menguraikan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan Menyelesaikan pekerjaan sehingga hasil karya sempurna dan dapat digunakan sesuai dengan fungsinya. Membersihkan tempat bekerja bebas dari sampah. Menata kembali peralatan dan dikembalikan ke posisi semula. KRIA TEKSTIL Halaman 13 dari 65

14 KOMPETENSI KODE DURASI PEMELAJARAN : Memilih bahan baku yang baik untuk pembuatan kriya tekstil : KRA.TKS.007 (1)A : menit LEVEL KOMPETENSI KUNCI KONDISI KINERJA A B C D E F G Kompetensi kriya tekstil yang harus dilakukan termasuk inisiatif dan keputusan-keputusan dalam melakukan pekerjaan seperti: Bekerja mandiri dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan, mengkoordinasi proses dan memenuhi tenggang waktu. Memakai perlengkapan kesehatan dan keselamatan Membaca gambar kerja dengan teliti termasuk dalam pekerjaan ini adalah kemampuan untuk menjahit potongan-potongan pola produk kriya tekstil. Pekerjaan harus dilakukan sesuai dengan perundang-undangan, peraturan asuransi yang mengikat, prosedur penggunaan alat, dan peraturan keselamatan yang ada dalam perusahaan. 1. Persiapan Instruksi dibaca sesuai target Petunjuk kesehatan dan keselamatan kerja dibaca. Jadwal kerja dibuat. Data disiapkan. Lingkungan kerja ditata. Pencapaian target Pemahaman tentang aturan keselamatan Pengaturan waktu Mempersiapkan data. Penataan tempat Teliti dan cermat membaca instruksi. Teliti membaca petunjuk keselamatan Rapi memilih gambar. Memahami instruksi sesuai target. Menguraikan kondisi lingkungan Menjelaskan tata cara menjaga lingkungan Menyusun target penyelesaian Membuat lingkungan kerja yang kondusif. Membuat jadwal kerja yang akurat dan ketat. 2. Mempersiapkan bahan kriya tekstil. Bahan kriya tekstil disediakan. Bahan kriya tekstil dipersiapkan. Alat ukur dan penunjang lainnya dipersiapkan. Permukaan kain dan kualitas kriya tekstil dicermati. Alat kerja dipersiapkan. Pemahaman tentang bahan kerja tekstil baik bahan alami maupun sintetis. Menghitung kebutuhan bahan. Mendiskripsikan jenis dan fungsi alat-alat ukur. Mendiskripsikan jenis dan sifat benang serta kain tekstil. Teliti mempersiapkan bahan kriya tekstil. Teliti mempersiapkan alat. Cermat memilih kualitas kain. Rapi mempersiapkan alat. Menguraikan jenis, bahan kriya tekstil. Menjelaskan jenis alat ukur yang disiapkan. Jenis dari sifat benang dan kain serta struktur konstruksi tenunannya. Jenis, sifat, fungsi alat ukur penanda/mal daun alat potong. Membedakan bahan kriya tekstil alami dan sintetis. Memilih bahan sesuai fungsinya. Menggunakan alat ukur dan alat potong. Membedakan jenis dan sifat benang serta kain tekstil. KRIA TEKSTIL Halaman 14 dari 65

15 3. Mengelompokkan jenis kriya tekstil. Jenis kriya tekstil dipilah. Karakter kriya tekstil dibaca. Jenis kriya tekstil ditaksir. Nama kriya tekstil diinventarisasikan. Mengelompokkan jenis kriya tekstil. Jenis dan sifat kriya tekstil. Menafsir jenis kriya tekstil. Cermat mengelompokkan kriya tekstil. Cermat menafsir kriya tekstil. Teliti menginventaris nama kriya tekstil. Menguraikan jenis kriya tekstil. Menjelaskan karakter kriya tekstil. Menjelaskan cara menafsir kriya tekstil. Membedakan jenis kriya tekstil. Memisahkan kriya tekstil sesuai dengan karakternya masing-masing. Mendata jenis-jenis kriya tekstil. 4. Menganalisis jenis kriya tekstil. Peruntukkan kriya tekstil ditaksir. Kebutuhan kriya tekstil diukur. Pelakuan kerja terhadap kriya tekstil dirumuskan. Daftar analisis jenis kriya tekstil dibuat. Pemahaman fungsi kriya tekstil. Menafsir kebutuhan kriya tekstil. Merumuskan cara kerja kriya tekstil. Cermat menganalisis kriya tekstil. Cermat mengukur kebutuhan kriya tekstil. Teliti mendaftar analisis jenis kriya tekstil. Menguraikan jenis kriya tekstil. Menjelaskan cara mengukur kebutuhan. Menjelaskan cara Menafsir fungsi pakai kriya tekstil. Membuat daftar kebutuhan kriya tekstil. Membuat daftar analisis jenis kriya tekstil. 5. Memilih jenis kriya tekstil. Jenis kriya tekstil dipilih. Permukaan kain kriya tekstil ditentukan. Daftar jenis kriya tekstil dan peruntukkanya dibuat. Pemahaman tentang jenis kriya tekstil. Tekstur kain kriya tekstil. Fungsi jenis kriya tekstil. Cermat memilih jenis kriya tekstil. Cermat menentukan tekstur kain. Teliti mendaftar jenis kriya tekstil dan fungsinya. Memahami jenis dan kriya tekstil. Jenis dan sifat benang dan kain serta. Struktur konstruksi tenunannya. Memilih jenis-jenis kriya tekstil. Menentukan tekstur kain Membuat daftar jenis kriya tekstil. 6. Menyelesaikan pekerjaan (finishing) dan membersihkan ruangan Karya diselesaikan sampai tahap akhir sehingga dapat digunakan sesuai dengan Tempat bekerja dibersihkan dan dibebaskan dari barangbarang yang tidak berguna, seperti sampah. Peralatan-peralatan dikembalikan ke tempat penyimpanan sesuai dengan posisinya. Penyelesaian Memberikan ruangan. Penataan ulang. Rapi dan cermat menyelesaikan karya sehingga sesuai dengan fungsinya. Rapi dalam membersihkan ruangan dari barang yang tidak digunakan. Menguraikan cara menyelesaikan Menjelaskan langkah membersihkan ruangan. Menyelesaikan cara menata ulang alat-alat yang digunakan. Mengukur, memotong dan merapikan sisa tali dari karya yang sudah selesai. Menjaga kebersihan lingkungan KRIA TEKSTIL Halaman 15 dari 65

16 KOMPETENSI KODE DURASI PEMELAJARAN : Menggambar bentuk/pola untuk kriya tekstil cetak saring : KRA.TKS.008 (2)A : menit LEVEL KOMPETENSI KUNCI KONDISI KINERJA A B C D E F G Kompetensi gambar bentuk yang harus dilakukan termasuk inisiatif dan keputusan-keputusan dalam melakukan pekerjaan seperti: Bekerja mandiri dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan, mengkoordinasi proses dan memenuhi tenggang waktu. Memakai perlengkapan kesehatan dan keselamatan Membaca gambar kerja dengan teliti termasuk dalam pekerjaan ini adalah kemampuan untuk menjahit potongan-potongan pola produk kriya tekstil. Pekerjaan harus dilakukan sesuai dengan perundang-undangan, peraturan asuransi yang mengikat, prosedur penggunaan alat, dan peraturan keselamatan yang ada dalam perusahaan. 1. Persiapan Instruksi dibaca sesuai target Petunjuk kesehatan dan keselamatan kerja dipelajari dengan baik. Jadwal kerja dibuat sesuai dengan target Gambar rancangan dipersiapkan di lingkungan Intruksi Petunjuk kesehatan dan keselamatan Jadwal Gambar rancangan. Disiplin dalam melaksanakan intruksi kerja, petunjuk kesehatan dan keselamatan kerja, jadwal Teliti dan cermat dalam membaca gambar rancangan dilingkungan Menerangkan intruksi kerja sesuai target Menjelaskan petunjuk kesehatan dan keselamatan kerja dengan baik. Menerangkan Jadwal kerja sesuai dengan target Menjelaskan cara mempersiapkan gambar rancangan dilingkungan Melaksanakan intruksi, petunjuk kesehatan dan keselamatan serta Jadwal Menyusun jadwal kerja sesuai dengan targe Mempersiapkan gambar rancangan sesuai terget 2. Menggambar ragam hias. Posisi ragam hias digambarkan kembali diatas bidang kain yang akan digarap. Langkah-langkah menggambar motif dan ornamen dideskripsikan sesuai dengan prosedur. Jenis, sifat dan fungsi ragam hias. Langkah-langkah menggambar motif dan ornamen sesuai dengan prosedur. Cermat menentukan ragam hias yang dibuat. Teliti mendiskripsikan langkah-langkah menggambar. Menjelaskan jenis, sifat dan fungsi ragam hias yang akan digarap. Menerapkan langkahlangkah menggambar motif dan ornamen sesuai dengan prosedur. Mendeskripsikan motif dan ragam hias sesuai dengan prosedur. Mempersiapkan alat dan bahan sesuai dengan kebutuhan. KRIA TEKSTIL Halaman 16 dari 65

17 Alat dan bahan digunakan untuk pembuatan gambar sesuai dengan kebutuhan. Motif dibuat sesuai dengan teknik, teknik penggambaran ragam hias, fungsi produk. Jenis, sifat dan fungsi alat dan bahan sesuai dengan kebutuhan. Teknik menggambar motif, tagam hias serta fungsi produk. Cermat mempersiapkan alat dan bahan sesuai kebutuhan. Hati-hati dan teliti dalam menggambar motif ragam hias. Menjelaskan jenis, sifat dan fungsi alat dan bahan sesuai dengan kebutuhan. Menjelaskan teknik menggambar motif ragam hias serta fungsi produk. Menggambar motif sesuai dengan teknik penggambaran ragam motif serta fungsi produk 3. Menggambar bentuk. Alat pembuat gambar digunakan dengan benar. Objek digambar mulai dari yang sederhana. Langkah-langkah menggambar dilakukan sesuai dengan prosedur. Berbagai warna dapat digunakan untuk proses penggambaran bila diperlukan. Jenis, sifat dan fungsi alat bantu. Pemahaman obyek-obek sesuai betuk dan karakternya. Pemahaman langkah-langkah menggambar bentuk. Jenis, sifat dan fungsi warna. Cermat menentukan alat pembantu dan warna. Teliti dalam menentukan obyek gambar. Rapi dalam menggambar bentuk. Menjelaskan jenis, sifat dan fungsi alat pembantu Menjelaskan cara menentukan obyek yang akan digambar sesuai dengan bentuk dan karakternya. Menerangkan langkahlangkah menggambar bentuk sesuai dengan prosedur. Menjelaskan berbagai warna yang dipergunakan sesuai dengan keper-luan. Mendiskripsikan alat pembantu dan warna. Menentukan obyek gambar yang akan dibuat. Menggambar bentuk sesuai dengan prosedur dan karakternya. Menggunakan warna yang tepat untuk proses penggambaran. 4. Menyelesaikan pekerjaan (finishing) dan membersihkan ruangan Karya diselesaikan sampai tahap akhir sehingga dapat digunakan sesuai dengan Tempat bekerja dibersihkan dan dibebaskan dari barangbarang yang tidak berguna, seperti sampah. Peralatan-peralatan dikembalikan ke tempat penyimpanan sesuai dengan posisinya. Penyelesaian karya sampai tahap akhir sesuai dengan Pemeliharaan tempat bekerja setelah selesai dipergunakan. Pemeliharaan dan perawatan peralatan yang telah selesai dipergunakan. Teliti dan rapi dalam penyelesaian karya. Disiplin dalam membersihkan tempat be Rapi dan tertib dalam menyusun dan mearawat peralatan. Menerangkan cara penyelesaian karya sampai tahap akhir sesuai dengan Menjelaskan cara memelihara tempat bekerja setelah selesai dipergunakan. Menerangkan cara memelihara dan merawat peralatan yang telah selesai dipergunakan. Mengerjakan penyelesaian akhir pada karya sampai tahap akhir sesuai dengan Menyusun peralatan setelah selesai dipergunakan. Melaksanakan pembersihan tempat bekerja setelah dipergunakan. KRIA TEKSTIL Halaman 17 dari 65

18 KOMPETENSI KODE DURASI PEMELAJARAN : Membuat karya cetak saring tanpa film/kodac-trace : KRA.TKS.009 (1)A : menit LEVEL KOMPETENSI KUNCI KONDISI KINERJA A B C D E F G Kompetensi cetak saring yang harus dilakukan termasuk inisiatif dan keputusan-keputusan dalam melakukan pekerjaan seperti: Bekerja mandiri dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan, mengkoordinasi proses dan memenuhi tenggang waktu. Memakai perlengkapan kesehatan dan keselamatan Membaca gambar kerja dengan teliti Termasuk dalam pekerjaan ini adalah kemampuan untuk menjahit potongan-potongan pola produk kriya tekstil. Pekerjaan harus dilakukan sesuai dengan perundang-undangan, peraturan asuransi yang mengikat, prosedur penggunaan alat, dan peraturan keselamatan yang ada dalam perusahaan. 1. Persiapan membuat karya cetak saring tanpa film/kodac-trace. Alat dan bahan disiapkan sesuai (pengetahuan) Jenis, sifat dan fungsi alat dan bahan cetak saring tanpa film/kodatrace. Persiapan membuat karya cetak saring tanpa film/ kodatrace. Teliti mempersiapkan alat dan bahan cetak saring tanpa film kodatrace. Menjelaskan pengertian cetak saring tanpa film/ kodatrace. Menjelaskan jenis, sifat dan fungsi alat dan bahan cetak saring tanpa film/kodatrace. Menjelaskan cara mempersiapkan pembuatan karya cetak saring tanpa film/kodatrace. Mengidentifikasi alat dan bahan cetak saring tanpa film/kodatrace. Mempersiapkan alat dan bahan cetak saring tanpa film/kodatrace. 2. Mencetak saring secara langsung sesuai dengan langkah Alat dan bahan dapat disiapkan untuk cetak saring sesuai dengan kebutuhan. Tanpa film/kodac-trace dapat dilakukan proses cetak saring sesuai dengan langkah Alat dan bahan untuk cetak saring digunakan sesuai dengan kebutuhan. Alat dan bahan untuk cetak saring tanpa film/kodatrace dipersiapkan dan dipergunakan sesuai kebutuhan. Teknik mencetak saring tanpa film/kodatrace dibuat sesuai dengan langkah Pembuatan karya cetak saring tanpa film/kodatrace sesuai dengan langkah kerja Teliti memilih alat dan bahan cetak saring tanpa film/kodatrace. Teliti dan sabar dalam menggambar tanpa film/kodatrace. Hati-hati mengafdruk langsung ke secreen. Menerangkan jenis, sifat, fungsi alat afdruk tanpa film/kodatrace sesuai dengan kebutuhan. Menerangkan jenis, sifat, fungsi pewarna cetak saring tanpa film/kodatrace. Memilih alat dan bahan yang tepat untuk cetak saring tanpa film/kodatrace. Membuat gambar tanpa film/kodatrace. Mengafdruk langsung ke secreen. KRIA TEKSTIL Halaman 18 dari 65

19 Alat afdruk, mika film dapat diguna-kan sesuai dengan prosedur standar. Penggambaran motif /ragam hias dapat dilakukan tanpa film / kodac-trace. Tanpa alat afdruk pemindahan gambar dapat dilakukan ke permukaan screen. Tertib dan rapi dalam pembuatan karya cetak saring tanpa film/kodatrace. Menjelaskan cara mengafdruk langsung ke secreen. Menguraikan proses cetak saring tanpa film/kodatrace sesuai dengan langkah Membuat karya cetak saring tanpa film/kodatrace. 3. Menyelesaikan pekerjaan (finishing) dan membersihkan ruangan Karya diselesaikan sampai tahap akhir sehingga dapat digunakan sesuai dengan Tempat bekerja dibersihkan dan dibebaskan dari barangbarang yang tidak berguna seperti sampah. Peralatan-peralatan dikembalikan ke tempat penyimpanan sesuai dengan posisinya. Penyelesaian karya sampai tahap akhir sesuai dengan fungsinya. Pemeliharaan tempat bekerja setelah selesai dipergunakan. Pemeliharaan dan perawatan peralatan yang telah selesai dipergunakan. Teliti dan rapi dalam penyelesaian karya. Disiplin dalam membersihkan tempat be Rapi dan tertib dalam menyusun dan merawat peralatan. Menerangkan cara penyelesaian karya sampai tahap akhir sesuai dengan Menjelaskan cara memelihara tempat bekerja setelah selesai dipergunakan. Menjelaskan cara memelihara dan merawat peralatan yang telah selesai dipergunakan. Mengerjakan penyelesaian akhir pada karya sampai tahap akhir sesuai dengan Menyusun peralatan setelah selesai dipergunakan. Melaksanakan pembersihan tempat bekerja setelah selesai dipergunakan. KRIA TEKSTIL Halaman 19 dari 65

20 KOMPETENSI KODE DURASI PEMELAJARAN : Membuat karya cetak saring dengan film/kodac-trace : KRA.TKS.010 (1)A : menit LEVEL KOMPETENSI KUNCI KONDISI KINERJA A B C D E F G Kompetensi cetak saring yang harus dilakukan termasuk inisiatif dan keputusan-keputusan dalam melakukan pekerjaan seperti: Bekerja mandiri dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan, mengkoordinasi proses dan memenuhi tenggang waktu. Memakai perlengkapan kesehatan dan keselamatan Membaca gambar kerja dengan teliti Termasuk dalam pekerjaan ini,adalah kemampuan untuk menjahit potongan-potongan pola produk kriya tekstil. Pekerjaan harus dilakukan sesuai dengan perundang-undangan, peraturan asuransi yang mengikat, prosedur penggunaan alat, dan peraturan keselamatan yang ada dalam perusahaan. 1. Persiapan membuat karya cetak saring dengan film/kodac-trace. Alat dan bahan disiapkan sesuai Jenis, sifat dan fungsi alat dan bahan cetak saring dengan film/kodatrace. Persiapan pembuatan karya cetak saring dengan film/ kodatrace. Teliti dan cermat mempersiapkan alat dan bahan cetak saring dengan film/kodatrace. Menjelaskan pengertian cetak saring dengan film/ kodatrace. Menjelaskan jenis, sifat dan fungsi alat dan bahan cetak saring dengan film/kodatrace. Menjelaskan cara mempersiapkan membuat karya cetak saring dengan film/kodatrace. Mengidentifikasi alat dan bahan cetak saring dengan film/kodatrace. Mempersiapkan alat dan bahan cetak saring dengan film/kodatrace. 2. Mencetak saring dengan film/kodatrace sesuai dengan langkah Alat dan bahan dapat disiapkan untuk cetak saring dengan memakai film atau klise sesuai dengan kebutuhan Proses cetak saring dilakukan dengan film/kodac-trace sesuai dengan langkah Alat dan bahan cetak saring dengan film/kodatrace disiapkan dan digunakan sesuai dengan kebutuhan. Teknik mencetak saring dengan film/kodatrace sesuai dengan langkah Pembuatan karya cetak saring dengan film/kodatrace sesuai dengan langkah Teliti memilih alat dan bahan cetak saring dengan film/kodatrace. Teliti dan cermat dalam menggambar pada permukaan film/kodatrace. Hati-hati mengafdruk dari film ke screen. Menerangkan jenis, sifat, fungsi alat afdruk dengan film/kodatrace sesuai dengan kebutuhan. Menjelaskan jenis, sifat, fungsi pewarna cetak saring dengan film/kodatrace. Memilih alat dan bahan yang tepat untuk cetak saring dengan film/kodatrace. Membuat gambar dengan film/kodatrace ke screen. Membuat karya cetak saring dengan film/kodatrace. KRIA TEKSTIL Halaman 20 dari 65

21 Alat dan bahan untuk cetak saring digunakan sesuai dengan prosedur dan kebutuhan. Mika film dapat digunakan sebagai alat afdruk. Gambar dapat dipindahkan kepada permukaan film/ kodac-trace. Teliti dan rapi dalam pembuatan karya cetak saring dengan film/ kodatrace. Menjelaskan cara membuat gambar dengan film/kodatrace sesuai dengan langkah Menjelaskan cara mengafdruk dengan film/kodatrace ke screen sesuai dengan langkah Menguraikan proses cetak saring dengan film/kodatrace sesuai dengan langkah 3. Menyelesaikan pekerjaan (finishing) dan membersihkan ruangan Karya diselesaikan sampai tahap akhir sehingga dapat digunakan sesuai dengan Tempat bekerja dibersihkan dan dibebaskan dari barangbarang yang tidak berguna, seperti sampah. Peralatan-peratalan dikembalikan ke tempat penyimpanan sesuai dengan posisinya. Penyelesaian karya sampai tahap akhir sesuai dengan fungsinya. Pemeliharaan tempat bekerja setelah selesai dipergunakan. Pemeliharaan dan perawatan peralatan yang telah selesai dipergunakan. Teliti dan rapi dalam penyelesaian karya. Disiplin dalam membersihkan tempat be Rapi dan tertib dalam menyusun dan merawat peralatan. Menerangkan cara penyelesaian karya sampai tahap akhir sesuai dengan Menjelaskan cara memelihara tempat bekerja setelah selesai dipergunakan. Menerangkan cara memelihara dan merawat peralatan yang telah selesai dipergunakan. Menerangkan penyelesaian akhir pada karya sampai tahap akhir sesuai Menyusun peralatan setelah selesai diperlukan. Melaksanakan pembersihan tempat bekerja setelah dipergunakan. KRIA TEKSTIL Halaman 21 dari 65

22 KOMPETENSI KODE DURASI PEMELAJARAN : Membuat Kriya tekstil cetak saring berupa lembaran untuk berbagai fungsi : KRA.TKS.011 (2)A : menit LEVEL KOMPETENSI KUNCI KONDISI KINERJA A B C D E F G Kompetensi cetak saring yang harus dilakukan termasuk inisiatif dan keputusan-keputusan dalam melakukan pekerjaan seperti: Bekerja mandiri dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan, mengkoordinasi proses dan memenuhi tenggang waktu. Memakai perlengkapan kesehatan dan keselamatan Membaca gambar kerja dengan teliti termasuk dalam pekerjaan ini adalah kemampuan untuk menjahit potongan-potongan pola produk kriya tekstil. Pekerjaan harus dilakukan sesuai dengan perundang-undangan, peraturan asuransi yang mengikat, prosedur penggunaan alat, dan peraturan keselamatan yang ada dalam perusahaan. 1. Persiapan membuat karya cetak saring berupa lembaran untuk berbagai 2. Mencetak saring khusus sesuai dengan fungsi kain yang mempengaruhi langkah Alat dan bahan disiapkan untuk program (pengetahuan) Alat dan bahan disiapkan untuk cetak saring dengan memakai film atau klise sesuai dengan kebutuhan. Cetak saring dilakukan dengan film/kodac-trace sesuai dengan langkah Jenis, sifat dan fungsai alat dan bahan cetak saring berupa lembaran untuk berbagai Persiapan membuat karya cetak saring berupa lembaran untuk bebagai Alat dan bahan cetak saring khusus disiapkan dan digunakan sesuai dengan fungsi kain dan langkah Teknik cetak saring khusus sesuai dengan fungsi kain yang mempengaruhi Teliti dan cermat mempersiapkan alat dan bahan cetak saring berupa lembaran untuk berbagai Teliti memilih alat dan bahan mencetak saring khusus sesuai dengan fungsi kain. Teliti dan cermat dalam menggambar motif cetak saring khusus sesuai dengan fungsi kain. Menjelaskan pengertian cetak saring berupa lembaran untuk berbagai Menjelaskan jenis, sifat dan fungsi alat dan bahan cetak saring berupa lembaran untuk berbagai Menjelaskan cara mempersiapkan pembuatan karya cetak saring berupa lembaran untuk berbagai Menerangkan jenis, sifat, fungsi alat afdruk, mika film, screen sesuai dengan kebutuhan. Menerangkan jenis, sifat, fungsi pewarna cetak saring khusus sesuai dengan fungsi kain. Mengidentifikasi alat dan bahan cetak saring untuk berbagai Mempersiapkan alat dan bahan cetak saring berupa lembaran untuk berbagai Memilih alat dan bahan yang tepat untuk cetak saring khusus sesuai dengan fungsi kain. Membuat gambar yang dapat dipindahkan diatas permukaan film. KRIA TEKSTIL Halaman 22 dari 65

23 Alat dan bahan untuk cetak saring disipakan dan digunakan sesuai dengan kebutuhan. Alat afdruk, mika film dapat diguna-kan sesuai dengan cara pemakaian. Gambar dapat dipindahkan keatas permukaan film/ kodactrace. Gambar dipindahkan ke permukaan screen dengan alat afdruk. (ketrampilan) langkah Pembuatan karya cetak saring khusus sesuai dengan fungsi kain yang mempengaruhi langkah Hati-hati mengafdruk dari gambar kesecreen. Tertib dan rapi dalam pembuatan cetak saring khusus sesuai dengan fungsi kain dan langkah Menjelaskan cara menggambar yang dapat dipindahkan difilm dan screen dengan alat afdruk. Menguraikan proses cetak saring khusus sesuai dengan fungsi kain sesuai dengan langkah Mengafdruk film ke screen. Membuat cetak saring khusus sesuai dengan fungsi kain yang memperngaruhi langkah 3. Proses pengerjaan disesuaikan dengan kegunaan dan ukuran produk. 4. Membuat cetak saring khusus baju kaos (Tshirt). Teknik cetak saring untuk komponen pakaian dibuat sesuai dengan bahan dasar kain, pewarna, jenis, fugnsi dan motifnya. Proses cetak saring dilakukan dilakukan dengan cara dan teknik berdasarkan ukuran, jenis dan berbagai macam komponen pakaian. (ketrampilan) Proses cetak saring khusus baju kaos (T.shirt) dibuat sesuai dengan bahan film/klise pewarna, fungsi dan jenis kaos (T-shirt). Proses cetak saring dilakukan sesuai dengan langkah (ketrampilan) Berbagai teknik cetak saring untuk komponen pakain dibuat sesuai dengan bahan dasar kain, pewarna, jenis, fungsi dan motifnya. Proses pengerjaan cetak saring untuk berbagai macam komponen pakaian. Pembuatan karya cetak saring khusus baju kaos (tshirt) dibuat sesuai dengan bahan film/klise perwarna, fungsi dan jenis kaon (tshirt) sesuai dengan langkah Teliti dan cermat dalam menentukan teknik cetak saring untuk komponen pakaian. Rapi dan teliti dalam mengerjakan proses cetak saring untuk berbagai macam komponen pakaian. Teliti dalam memilih baju kaos (t-shirt). Rapi dalam mencetak saring pada baju kaos (t-shirt). Menguraikan berbagai macam bahan dasar kain dan pewarna. Menerangkan jenis, fungsi dan motif cetak saring untuk komponen pakaian. Menyebutkan macammacam komponen pakaian. Menjelaskan jenis dan fungsi komponen pakaian. Menjelaskan proses pengerjaan cetak saring untuk berbagai komponen pakaian. Menjelaskan bahan film dan pewarna sesuai dengan jenis kaos. Menerangkan jenis dan ukuran baju kaos (tshirt). Menguraikan proses cetak saring untuk baju kaos (t-shirt) sesuai dengan langkah Mengidentifikasikan macam bahan dasar kain, pewarna dan motif cetak saring untuk komponen pakaian. Mengafdruk pada screen. Membuat karya cetak saring untuk komponen pakaian. Menentukan jenis baju kaos (t-shirt) yang baik untuk cetak saring. Mengafdruk pada screen. Mencetak saring pada baju kaos (t-shirt) sesuai dengan langkah KRIA TEKSTIL Halaman 23 dari 65

24 5. Menyelesaikan pekerjaan (finishing) dan membersihkan ruangan Karya diselesaikan sampai tahap akhir sehingga dapat digunakan sesuai dengan (sikap) Tempat bekerja dibersihkan dan dibebaskan dari barangbarang yang tidak berguna, seperti sampah. (sikap) Peralatan-peralatan dikembalikan ke tempat penyimpanan sesuai dengan posisinya. (sikap) Penyelesaian karya sampai tahap akhir sesuai dengan fungsinya. Pemeliharaan tempat bekerja setelah selesai dipergunakan. Pemeliharaan dan perawatan peralatan yang telah selesai dipergunakan. Teliti dan rapi dalam penyelesaian karya. Disiplin dalam membersihkan tempat be Rapi dan tertib dalam menyusun dan merawat peralatan. Menerangkan cara penyelesaian karya sampai tahap akhir sesuai dengan fungsinya. Menjelaskan cara memelihara tempat bekerja setelah selesai dipergunakan. Menerangkan cara memelihara dan merawat peralatan yang telah selesai dipergunakan. Mengerjakan penyelesaian akhir pada karya sampai tahap akhir sesuai dengan Menyusun peralatan setelah selesai dipergunakan. Melaksanakan pembersihan tempat bekerja stelah dipergunakan. KRIA TEKSTIL Halaman 24 dari 65

25 KOMPETENSI KODE DURASI PEMELAJARAN : Membuat pola batik dengan cara menjiplak/tracing : KRA.TKS.012 (1)A : menit LEVEL KOMPETENSI KUNCI KONDISI KINERJA A B C D E F G Kompetensi batik yang harus dilakukan termasuk inisiatif dan keputusan-keputusan dalam melakukan pekerjaan sepertri: Bekerja mandiri dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan, mengkoordinasi proses dan memenuhi tenggang waktu. Memakai perlengkapan kesehatan dan keselamatan Membaca gambar kerja dengan teliti termasuk dalam pekerjaan ini adalah kemampuan untuk menjahit potongan-potongan pola produk batik. Pekerjaan harus dilakukan sesuai dengan perundang-undangan, peraturan asuransi yang mengikat, prosedur penggunaan alat, dan peraturan keselamatan yang ada dalam perusahaan. 1. Persiapan Instruksi dibaca sesuai target Petunjuk kesehatan dibaca sesuai keselamatan Jadwal kerja dibuat dengan baik. Gambar kerja disusun dengan baik. Lingkungan kerja ditata sesui bentuk (pengetahuan) Intruksi Petunjuk kesehatan dan keselamatn Jadwal Gambar rancangan. Disiplin dalam melaksanakan instruksi kerja, Petunjuk kesehatan dan keselamatan kerja, Jadwal Teliti dan cermat dalam membaca gambar rancangan dilingkungan Menerangkan instruksi kerja sesuai dengan target Menjelaskan petunjuk kesehatan dan keselamatan kerja dengan baik. Menerangkan Jadwal kerja sesuai dengan target Menjelaskan cara mempersiapkan gambar rancangan dilingkungan Melaksanakan instruksi, petunjuk kesehatan dan keselamatan. Mempersiapkan gambar rancangan sesuai dengan target Menata lingkungan kerja sesuai dengan bentuk 2. Menggambar ragam hias geometris dan non geometris dengan pakai pensil. Gambar ragam hias berbentuk non geometris dibuat dengan memakai motif-motif seperti: - Semen; - Lar; - Burung (lung-lungan); - mega mendung Ragam hias berbentuk non geometris dibuat dengan memakai berbagai motif. Ragam hias berbentuk geometris dibuat dengan memakai berbagaimotif. Jenis, sifat dan fungsi pensil gambar. Cermat menentukan ragam hias yang dibuat. Teliti mendiskripsikan langkah-langkah menggambar. Cermat mempersiapkan alat dan bahan sesuai kebutuhan. Menjelaskan jenis dan sifat ragam hias berbentuk non geometris dibuat dengan memakai berbagai motif. Mendiskripsikan ragam hias non geometris dan geometris. Menentukan alat gambar yang dipegunakan sesuai dengan kebutuhan. KRIA TEKSTIL Halaman 25 dari 65

26 - wadasan; - ragam hias cina. Ragam hias berbentuk geometris dapat dijiplak dengan memakai motif seperti - ceplok; - ganggang; - kawung; - nitik; - parang; - banji. Menggambar ragam hias geometris dan non geometris dengan pakai pesil. Hati-hati dalam menggambar motif dan ragam hias. Menjelaskan jenis dan sifat ragam hias berbentuk geometris dibuat dengan memakai berbagai motif. Menerangkan jenis, sifat dan fungsi pensil gambar. Menguraikan cara menggambar ragam hias geometris dan non geometris dengan menggunakan pensil. Menggambar ragam hias non geometris dan geometris sesuai dengan ketentuan. 3. Menyelesaikan pekerjaan (finishing) dan membesihkan ruangan Karya diselesaikan sampai tahap akhir sehingga dapat digunakan sesuai dengan Tempat bekerja dibersihkan dan dibebaskan dari barangbarang yang tidak berguna seperti sampah. Peralatan-peralatan dikembalikan ke tempat penyimpanan sesuai dengan posisinya. Penyelesaian karya sampai tahap akhir sesuai dengan fungsinya. Pemeliharaan tempat bekerja setelah selesai dipergunakan. Pemeliharaan dan perawatan peralatan yang telah selesai dipergunakan. Teliti dan rapi dalam penyelesaian karya. Disiplin dalam mempersiapkan tempat be Rapi dan tertib dalam menyusun dan merawat peralatan. Menerangkan cara penyelesaian karya sampai tahap akhir sesuai dengan Menjelaskan cara memelihara tempat bekerja setelah selesai dipergunakan. Menerangkan cara memelihara dan merawat peralatan yang telah dipergunakan. Mengerjakan penyelesaian akhir pada karya sampai tahap akhir sesuai dengan Menyusun peralatan setelah selesai dipergunakan. Melaksanakan pembersihan tempat bekerja setelah dipergunakan. KRIA TEKSTIL Halaman 26 dari 65

27 KOMPETENSI KODE DURASI PEMELAJARAN : Membuat karya batik tulis dengan menggunakan canting tradisional : KRA.TKS.013(2)A : menit LEVEL KOMPETENSI KUNCI KONDISI KINERJA A B C D E F G Kompetensi batik yang harus dilakukan termasuk inisiatif dan keputusan-keputusan dalam melakukan pekerjaan sepertri: Bekerja mandiri dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan, mengkoordinasi proses dan memenuhi tenggang waktu. Memakai perlengkapan kesehatan dan keselamatan Membaca gambar kerja dengan teliti termasuk dalam pekerjaan ini adalah kemampuan untuk menjahit potongan-potongan pola produk batik. Pekerjaan harus dilakukan sesuai dengan perundang-undangan, peraturan asuransi yang mengikat, prosedur penggunaan alat, dan peraturan keselamatan yang ada dalam perusahaan. 1. Persiapan pembuatan ragam hias. Alat dan bahan untuk batik disisipkan sesuai dengan kebutuhan. Ragam hias batik digambar dengan baik. Jenis, sifat dan fungsi alat dan bahan untuk batik. Membuat ragam hias batik kekain dengan baik. Teliti mempersiapkan alat dan bahan batik yang diperlukan. Cermat dan rapi membuat ragam hias kekain dengan baik. Menjelaskan jenis, sifat dan fungsi alat dan bahan untuk batik. Menjelaskan cara membuat ragam hias batik kekain dengan baik dan benar. Memilih alat dan bahan yang tepat untuk batik. Menggambar ragam hias batik. Menjiplak, memola ragam hias batik pada kain. 2. Membuat proses pemalaman menggunakan lilin batik secara manual. Pembatikan meng-gunakan canting tulis dilakukan dengan menggunakan alat sesuai dengan jenis dan fungsinya. Pembatikan dengan pewarnaan zat alami dan buatan dilakukan sesuai dengan langkah Jenis, sifat dan fungsi canting tulis. Jenis, sifat dan fungsi warna zat alami dan buatan. Jenis, sifat dan fungsi malam/lilin batik. Proses pemalaman menggunakan malam/lilin batik secara manual. Teliti dan cermat menentukan canting tulis, zat warna dan malam/lilin batik. Hati-hati dan rapi dalam mencanting kain. Menjelaskan jenis, sifat dan fungsi canting batik. Menjelaskan jenis, sifat dan fungsi warna zat alami dan buatan. Menjelaskan jenis, sifat dan fungsi malam/lilin batik. Menguraikan proses pemalaman menggunakan malam/lilin batik secara manual. Menentukan canting tulis, zat warna serta malam/lilin batik. Mencanting kain dengan malam/lilin batik sesuai dengan ragam hias yang yang dibuat. KRIA TEKSTIL Halaman 27 dari 65

28 3. Proses pencelupan dengan menggunakan bahan dan peralatan celup. Alat pencelupan digunakan sesuai dengan bahan dan warna yang diinginkan. Jenis dan fungsi alat pencelupan warna batik. Proses pencelupan dengan menggunakan bahan dan peralatan celup. Teliti dan cermat menentukan alat pencelupan batik. Disiplin dalam pencelupan warna. Menjelaskan jenis dan fungsi alat pencelupan warna batik. Menjelaskan cara pencelupan dengan menggunakan bahan dan peralatan celup. Memilih zat warna yang tepat. Menentukan komposisi pencampuran warna. Pencelupan kain kedalam zat warna. 4. Proses pencoletan Berbagai warna untuk proses pencoletan digunakan dalam proses batik sebagai warna tambahan. Berbagai warna untuk proses pencoletan. Proses pencoletan dengan berbagai warna dalam pembuatan batik. Teliti dan cermat menentukan warna untuk pencoletan. Rapi dan hati-hati dalam proses pencoletan Menjelaskan jenis dan sifat warna untuk mencolet. Menjelaskan proses pencoletan dengan berbagai warna dalam pembuatan batik. Memilih zat warna yang tepat. Menentukan komposisi pencampuran warna. Pencoletan zat warna kekain yang dicanting. 5. Proses pelorotan malam batik Alat untuk proses pelorotan disiapkan dan digunakan sesuai dengan kebutuhan pembatikan. Jenis,sifat dan fungsi alat pelorot malam/lilin batik. Alat pelorotan malam/lilin dipersiapkan sesuai dengan kebutuhan. Proses pelorotan malam/lilin batik. Teliti memilih alat pelorot yang diperlukan. Cermat dan hati-hati dala melaksanakan pelorotan. Menjelaskan jenis, sifat dan fungsi alat pelorot malam/lilin batik. Menjelaskan cara mempersiapkan alat pelorot malam/lilin batik sesuai dengan kebutuhan. Menjelaskan proses pelorotan malam/lilin batik. Memilih alat yang tepat dalam proses pelorotan. Melaksanakan pelorotan malam/lilin batik pada karya batik. 6. Menyelesaikan pekerjaan (finishing) dan membersihkan ruangan kerja Karya diselesaikan sampai tahap akhir sehingga dapat digunakan sesuai dengan Tempat bekerja dibersihkan dan dibebaskan dari barangbarang yang tidak berguna, seperti sampah. Peralatan-peralatan dikembalikan ke tempat penyimpanan sesuai dengan posisinya. Penyelesaian karya sampai tahap akhir sesuai dengan fungsinya. Pemeliharaan tempat bekerja setelah selesai dipergunakan. Pemeliharaan dan perawatan peralatan yang telah selesai dipergunakan. Teliti dan rapi dalam penyelesaian karya. Disiplin dalam membersihkan tempat be Rapi dan tertib dalam menyusun dan merawat peralatan. Menerangkan cara penyelesaian karya sampai tahap akhir sesuai dengan Menjelaskan cara memelihara tempat bekerja setelah selesai dipergunakan. Menerangkan cara memelihara dan merawat perlatan yang telah selesai dipergunakan. Mengerjakan penyelesaian pada karya sampai tahap akhir sesuai dengan Menyusun peralatan setelah selesai dipergunakan. Melaksanakan pembersihan tempat bekerja setelah selesai dipergunakan. KRIA TEKSTIL Halaman 28 dari 65

29 KOMPETENSI KODE DURASI PEMELAJARAN : Membuat karya batik cap gengan menggunakan cap batik tradisional : KRA.TKS.014(2)A : menit LEVEL KOMPETENSI KUNCI KONDISI KINERJA A B C D E F G Kompetensi batik yang harus dilakukan termasuk inisiatif dan keputusan-keputusan dalam melakukan pekerjaan sepertri: Bekerja mandiri dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan, mengkoordinasi proses dan memenuhi tenggang waktu. Memakai perlengkapan kesehatan dan keselamatan Membaca gambar kerja dengan teliti termasuk dalam pekerjaan ini adalah kemampuan untuk menjahit potongan-potongan pola produk batik. Pekerjaan harus dilakukan sesuai dengan perundang-undangan, peraturan asuransi yang mengikat, prosedur penggunaan alat, dan peraturan keselamatan yang ada dalam perusahaan. 1. Persiapan peralatan dan bahan. Alat dan bahan untuk batik disiapkan sesuai dengan kebutuhan. Persiapan peralatan dan bahan untuk batik cap. Teliti dan cermat dalam mempersiapkan alat dan bahan batik cap. Menjelaskan cara mempersiapkan peralatan dan bahan untuk batik cap. Mempersiapkan peralatan dan bahan untuk batik cap. 2. Proses pemalaman menggunakan lilin batik dengan cara menggunakan cap batik. Pencapan dilakukan sesuai posisi ragam hias dalam proses pembatikan dengan baik. Alat pencapan digunakan sesuai dengan jenis, fungsi dan bentuk ragam hias yang dipilih. Pengaturan posisi ragam hias batik cap. Jenis, fungsi dan bentuk alat pengecapan sesuai ragam hias. Proses pemalaman menggunakan malam/lilin batik dengan menggunakan capa batik. Teliti dan cermat mengatur posisi ragam hias. Tertib dan rapi dalam melaksanakan pengecapan Menjelaskan cara pengaturan posisi ragam hias batik cap. Menjelaskan jenis, fungsi dan bentuk alat pengecapan sesuai dengan ragam hias. Menjelaskan poses pemalaman menggunakan malam/lilin batik dengan cara menggunakan cap batik. Memilih alat cap batik yang tepat. Mengecapan kain sesuai dengan ragam hias. KRIA TEKSTIL Halaman 29 dari 65

30 3. Proses pencelupan dengan meng-gunakan bahan dan peralatan celup. Pembatilan dengn pewarnaan zat alami dan buatan diuraikan sesuai dengan langkah Zat warna digunakan untuk proses pencelupan sesuai dengan kebutuh-an yang diinginkan. Jenis, sifat dan fungsi cat warna alami dan buatan. Komposisi pencampuran zat warna. Proses pencelupan dengan menggunakan zat warna alami dan buatan. Teliti dan cermat dalam menentukan zat warna. Tertib dan hati-hati dalam melaksanakan pencampuran. Menjelaskan jenis, sifat dan fungsi zat warna alami dan buatan. Menjelaskan cara menentukan komposisi pencampuran zat warna. Menjelaskan proses pencelupan dengan menggunakan zat warna alami dan buatan. Memilih zat warna yang tepat. Menentukan komposisi pncampuran warna. Pencelupan kain dengan menggunakan zat warna alami dan buatan. 4. Proses pencoletan Berbagai warna untuk proses pencoletan digunakan sebagai warna tambahan. Proses pencoletan dengan berbagai warna dalam pembuatan batik. Teliti dan cermat menentukan warna. Rapi dan hati-hati dalam proses pelorotan. Menjelaskan proses pelorotan dengan berbagai zat warna alami dan buatan sebagai warna tambahan. Memilih zat warna yang tepat. Menentukan komposisi pencampuran warna. Pencoletan zat warna kekain yang dicanting. 5. Proses pelorotan malam batik. Proses pelorotan yang telah disiapkan dan dilakukan sesuai dengan langkah kerja dan kebutuhan. Alat pelorotan malam/lilin disiapkan sesuai dengan kebutuhan. Proses pelorotan malam/lilin batik. Teliti memilih alat pelorot yang diperlukan. Cermat dan hati-hati dalam melaksanakan pelorotan. Menjelaskan cara mempersiapkan alat pelorot malam/lilin batik sesuai dengan kebutuhan. Menjelaskan proses pelorotan malam/lilin batik. Memilih alat yang tepat untuk pelorotan. Melaksanakan pelorotan malam/lilin batik pada karya batik. 6. Menyelesaikan pekerjaan (finishing) dan membersihkan ruangan Karya diselesaikan sampai tahap akhir sehingga dapat digunakan sesuai dengan Tempat bekerja dibersihkan dan dibebaskan dari barangbarang yang tidak berguna seperti sampah. Peralatan-peralatan dikembalikan ke tempat penyimpanan sesuai dengan posisinya. Penyelesaian karya sampai tahap akhir sesuai dengan fungsinya. Pemeliharaan tempat bekerja setelah selesai dipergunakan. Pemeliharaan dan perawatan peralatan setelah selesai dipergunakan. Teliti dan rapi dalam penyelesaian karya. Disiplin dalam membersihkan tempat be Rapi dan tertib dalam menyusun dan merawat peralatan. Menerangkan cara penyelesaian karya sampai tahap akhir sesuai dengan Menjelaskan cara memelihara tempat bekerja setelah selesai dipergunakan. Menerangkan cara memelihara dan merawat peralatan yang telah selesai dipergunakan. Mengerjakan penyelesaian pada karya sampai tahap akhir sesuai dengan Menyusun peralatan setelah selesai dipergunakan. Melaksanakan pembersihan tempat bekerja setelah dipergunakan. KRIA TEKSTIL Halaman 30 dari 65

31 KOMPETENSI KODE DURASI PEMELAJARAN : Membuat karya batik untuk keperluan khusus : KRA.TKS.015(3)A : menit LEVEL KOMPETENSI KUNCI KONDISI KINERJA A B C D E F G Kompetensi batik yang harus dilakukan termasuk inisiatif dan keputusan-keputusan dalam melakukan pekerjaan sepertri: Bekerja mandiri dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan, mengkoordinasi proses dan memenuhi tenggang waktu. Memakai perlengkapan kesehatan dan keselamatan Membaca gambar kerja dengan teliti termasuk dalam pekerjaan ini adalah kemampuan untuk menjahit potongan-potongan pola produk batik. Pekerjaan harus dilakukan sesuai dengan perundang-undangan, peraturan asuransi yang mengikat, prosedur penggunaan alat, dan peraturan keselamatan yang ada dalam perusahaan. 1. Persiapan pembatikan. Alat dan bahan untuk batik disiapkan sesuai dengan kebutuhan. Jenis, sifat dan fungsi alat dan bahan batik. Alat dan bahan batik disiapkan sesuai dengan kebutuhan. Persiapan alat dan bahan untuk batik. Teliti dan cermat mempersiapkan alat dan bahan batik. Menjelaskan jenis, sifat dan fungsi alat dan bahan batik. Menjelaskan cara mempersiapkan alat dan bahan untuk batik. Menentukan alat dan bahan batik sesuai dengan kebutuhan. 2. Batik sutra. Gambar ragam hias batik sesuai dengan posisi pada kain diatas bahan sutra. Pemalaman menggunakan lilin batik dilakukan dengan cara mengguna-kan tulis atau cap batik diatas kain sutra. Alat dan bahan untuk batik disediakan sesuai dengan kebutuhan. Pembatikan menggunakan alat pen-capan dapat dilakukan dan secara berurutan sesuai dengan ragam hias dan jenis fungsinya. Pengaturan posisi ragam hias diatas kain. Proses pemalaman menggunakan canting tulis dan canting cap. Proses pembatikan menggunakan bahan sutra dengan teknik cap. Teliti dan cermat dalam mengatur posisi ragam hias. Rapi dan haiti-hati dalam pemalaman. Menjelaskan cara mengatur posisi ragam hias diatas kain. Menjelaskan proses pemalaman menggunakan canting tulis dan canting cap. Menjelaskan proses pembatikan menggunakan bahan sutra dengan teknik cap. Mengatur ragam hias diatas kain. Peralatan dan bahan batik sesuai dengan kebutuhan. Proses batik dikerjakan secara berurutan penggunaan alat pencapan sesuai dengan ragam hias. Pemalaman lilin batik pada kain sutra. KRIA TEKSTIL Halaman 31 dari 65

32 3. Proses pencelupan dengan menggunakan bahan dan peralatan celup. Alat dan bahan untuk kebutuhan celup disiapkan dan digunakan untuk batik sesuai dengan kebutuhan. Pembatilan dengan pewarnaan zat alami dan buatan dilakukan dan diuraikan sesuai dengan langkah Alat pencelupan digunakan sesuai dengan warna yang diinginkan. Alat dan bahan pencelupan dipersiapkan sesuai dengan kebutuhan. Jenis, sifat dan fungsi zat warna alami dan buatan. Komposisi pencampuran zat warna. Proses pencelupan dengan menggunakan zat warna alami dan buatan. Teliti dan cermat dalam menentukan zat warna. Tertib dan hati-hati dalam melaksanakan pencelupan. Menjelaskan jenis, sifat dan fungsi zat warna alami dan buatan. Menjelaskan cara menentukan komposisi pencampuran zat warna. Menjelaskan proses pencelupan dengan menggunakan zat warna alami dan buatan sesuai dengan langkah Memilih zat warna yang tepat. Menentukan komposisi pencampuran zat warna. Pencelupan kain dengan menggunakan zat warna alami dan buatan. 4. Proses pencoletan. Berbagai warna untuk proses pencoletan sebagai warna tambahan dikerjakan berdasarkan rancangan yang telah dibuat. Warna yang berguna untuk perbaikan ragam hias digunakan untuk proses pencoletan. Jenis, sifat dan fungsi warna dalam proses pencoletan. Teknik mencolet pada kain yang telah dibatik. Teliti dan cermat menentukan warna. Rapi dan hati-hati dalam proses pencoletan Menjelaskan jenis, sifat dan fungsi warna dalam proses pencoletan. Menjelaskan proses pencoletan dengan berbagai warna sesuai dengan rancangan. Memilih warna yang tepat. Menentukan komposisi pencoletan warna. Pencoletan zat warna kekain yang sudah dicanting. 5. Proses pelorotan malam batik. Alat untuk proses pelorotan yang telah disiapkan sesuai dengan kebutuhan digunakan untuk memisahkan lilin dari kain (dengan menggunakan air panas). Persiapan alat pelorotan. Proses pelorotan malam/lilin batik dari kain. Teliti dalam mempersiapkan alat pelorot. Cermat dan hati-hati dalam melaksanakan pelorotan. Menjelaskan cara mempersiapkan alat pelorot yang tepat. Menjelaskan proses pelorotan malam/lilin batik dari kain sesuai dengan langkah Mempersiapkan alat yang tepat untuk pelorotan. Melorot malam/lilin batik dari kain. 6. Menyelesaikan pekerjaan (finishing) dan membersihkan ruangan Karya diselesaikan sampai tahap akhir sehingga dapat digunakan sesuai dengan Tempat bekerja dibersihkan dan dibebaskan dari barangbarang yang tidak berguna seperti sampah. Peralatan-peralatan dikembalikan ke tempat penyimpanan sesuai dengan posisinya. Penyelesaian karya sampai tahap akhir sesuai dengan fungsinya. Pemelihraan tempat bekerja setelah selesai dipergunakan. Pemeliharaan dan perawatan peralatan setelah selesai dipergunakan. Teliti dan rapi dalam penyelesaian karya. Disiplin dalam membersihkan tempat be Rapi dan tertib dalam menyusun dan merawat peralatan. Menerangkan cara penyelesaian karya sampai tahap akhir sesuai dengan Menjelaskan cara memelihara tepat bekerja setelah selesai dipergunakan. Menerangkan cara memelihara dan merawat peralatan yang telah selesai dipergunakan. Mengerjakan penyelesaian pada karya sampai taha akhir sesuai dengan Menyusun peralatan setelah selesai dipergunakan. Melaksanakan pembersihan tempt bekerja setelah dipergunakan. KRIA TEKSTIL Halaman 32 dari 65

33 KOMPETENSI KODE DURASI PEMELAJARAN : Membuat makrame berupa simpul-simpul dengan bahan tali : KRA.TKS.016 (1)A : menit LEVEL KOMPETENSI KUNCI KONDISI KINERJA A B C D E F G Kompetensi membuat makrame yang harus dilakukan termasuk inisiatif dan keputusan-keputusan dalam melakukan pekerjaan seperti: Bekerja mandiri dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan, mengkoordinasi proses dan memenuhi tenggang waktu. Memakai perlengkapan kesehatan dan keselamatan kerja Membaca gambar kerja dengan teliti termasuk dalam pekerjaan ini adalah kemampuan untuk menjahit potongan-potongan pola produk kriya tekstil. Pekerjaan harus dilakukan sesuai dengan perundang-undangan, peraturan asuransi yang mengikat, prosedur penggunaan alat, dan peraturan keselamatan yang ada dalam perusahaan. 1. Persiapan pembuatan makrame, membuat simpul. Bahan dan alat disiapkan untuk pembuatan makrame. Posisi simpul dari keseluruhan di-gambarkan berdasarkan kelompok dan komposisi ragam hias. Simpul dasar tali pasangan dan tali garapan diterapkan sesuai jenis, sifat dan fungsinya. Mengenalkan bahan dan alat untuk pembuatan makrame. Menerapkan simpul dasar hias sesuai pengembangannya. Dasar pengembangan simpul dasar sebagai dasar hias sesuai dengan bentuk luar. Teliti mempersiapkan alat dan bahan makrame untuk membuat simpul. Teliti menyesuaikan antara posisi simpul dengan ragam hias. Menguraikan jenis bahan dan alat. Alat penunjang/alat bantu. Macam-macam jenis ragam hias. Simpul dasar tali pasangan dan tali garapan. Mempersiapkan pembuatan makrame, membuat simpul. Memilih ragam hias untuk menentukan jenis simpul yang dibuat. 2. Menerapkan pengembang-an dari simpul dasar sebagai ragam hias. Variasi dari bermacam-macam simpul dikerjakan berdasarkan kelompok motif atau rancang-an semula. Simpul dasar untuk dikembangkan sesuai dengan bentuk luar tali. Simpul dasar dan variasinya. Motif rancangan. Penyesuaian simpul dan motif. Dasar pengembangan simpul dasar sebagai dasar hias sesuai bentuk luar. Rapi dan cermat menerapkan pengembangan dari simpul dasar sebagai ragam hias. Cermat menggunakan bahan dan alat sesuai dengan kebutuhan. Menguraikan prosedur pengembangan simpul dasar sebagai ragam hias. Menguraikan sifat bahan dan fungsi alat sesuai dengan kebutuhan. Membuat simpul dasar untuk tali pasangan, tali garapan. Mengembangkan simpul dasar. Menggunakan alat dan bahan sesuai dengaan kebutuhan. KRIA TEKSTIL Halaman 33 dari 65

34 Alat dan bahan untuk pembuatan simpul dikerjakan sesuai dengan kebutuhan rancangan. Berbagai bentuk simpul seperti simpul Turki, Cina, Kordon, Yosephin dan simpul Mutiara di-kerjakan sesuai dengan rancangan awal. Penggunaan alat dan bahan. Simpul dasar dan pengembangannya: - Simpul turki. - Cina. - Kardon. - Yosephin Rapi membuat simpul dasar dikerjakan sesuai dengan rancangan awal. Menjelaskan cara membuat berbagai bentuk simpul - Turki. - Cina. - Kardon. - Yosephin - Mutiara Menguasai cara membuat macam-macam pengembangan simpul. 3. Menyelesaikan pekerjaan (finishing) dan membersihkan ruangan Karya diselesaikan sampai tahap akhir sehingga dapat digunakan sesuai dengan Tempat bekerja dibersihkan dan dibebaskan dari barangbarang yang tidak berguna seperti sampah. Peralatan-peralatan dikembalikan ke tempat penyimpanan sesuai dengan posisinya. Menyelesaikan Membersihkan ruang Perawatan ulang peralatan. Rapi dan cermat menyelesaikan Rapi dalam membersihkan ruangan dari barang-barang yang tidak digunakan. Rapi menata kembali alat yang digunakan. Menguraikan cara menyelesaikan Menguraikan prosedur pembersihan ruangan. Menjelaskan cara merapi-kan kembali ruangan Mengukur, menandai, dan memotong tali untuk penyelesaian pekerjaan (finishing). Menata kembali peralatan sesuai dengan tempat semula. KRIA TEKSTIL Halaman 34 dari 65

35 KOMPETENSI KODE DURASI PEMELAJARAN : Membuat makrame lembaran yang dibentuk dari tali berukuran sama : KRA.TKS.017 (1)A : menit LEVEL KOMPETENSI KUNCI KONDISI KINERJA A B C D E F G Kompetensi membuat makrame yang harus dilakukan termasuk inisiatif dan keputusan-keputusan dalam melakukan pekerjaan sepertri: Bekerja mandiri dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan, mengkoordinasi proses dan memenuhi tenggang waktu. Memakai perlengkapan kesehatan dan keselamatan Membaca gambar kerja dengan teliti termasuk dalam pekerjaan ini adalah kemampuan untuk menjahit potongan-potongan pola produk kriya tekstil. Pekerjaan harus dilakukan sesuai dengan perundang-undangan, peraturan asuransi yang mengikat, prosedur penggunaan alat, dan peraturan keselamatan yang ada dalam perusahaan. 1. Persiapan pembuatan makrame berbagai Alat dan bahan disiapkan untuk pembuatan makrame berbagai Prosedur pembuatan makrame berbagai Teliti mempersiapkan alat dan bahan untuk pembuatan makrame berbagai Menguraikan prosedur pembuatan makrame. Menguraikan jenis bahan fungsi alat untuk pembuatan makrame berbagai Mempersiapkan peralatan dan bahan untuk pembuatan makrame. 2. Tali pinggang dengan berbagai ukuran. Jumlah panjang tali untuk pembuatan ikat pinggang dihitung dulu berdasarkan rancangan yang telah ditentukan. Panjang tali untuk dibuat bermacam-macam simpul diukur sesuai dengan ukuran produk yang telah ditentukan terlebih dahulu. Ragam hias yang baik bisa dimunculkan dengan teknik dan penggunaan alat secara maksimal. Prosedur pengukuran tali pinggang berbagai ukuran. Ukuran tali untuk berbagai macam simpul. Menentukan jenis ragam hias. Teliti menghitung jumlah tali untuk ikat pinggang. Teliti menentukan ukuran tali yang disesuaikan dengan jenis simpul. Cermat memilih ragam hias yang disesuaikan dengan penggunaan alat. Menguraikan cara menghitung jumlah tali dan ukurannya berdasarkan rancangan yang telah ditentukan. Menguraikan cara menghitung panjang tali untuk macam-macam simpul. Menguraikan jenis ragam hias sesuai dengan teknik dan penggunaan alat. Memotong tali sesuai dengan jumlah tali yang dibutuhkan. Memotong tali sesuai dengan panjang yang ditentukan dengan ukuran produk yang telah ditentukan. KRIA TEKSTIL Halaman 35 dari 65

36 3. Membuat makrame lembaran untuk berbagai Lembaran makrame dengan berbagai fungsi dibuat menurut teknik simpul, jenis, sifat dan fungsi makrame. Alat dan bahan untuk makrame disipakan dan dikerjakan sesuai dengan kebutuhan dan fungsi makrame. Berbagai macam bahan dan proses pembuatan dikerjakan secara siste-matis dan diuraikan sesuai dengan langkah Lembaran makrame dengan berbagai fungsi sesuai dengan teknik, simpul, jenis, sifat dan fungsi makrame. Alat dan bahan untuk makrame sesuai dengan kebutuhan fungsi makrame. Bahan dan proses pembuatan makrame. Teliti menentukan lembaran makrame. Hati-hati menggunakan alat dan bahan. Cermat menghitung dari macam-macam bahan untuk proses pembuat-an makrame. Menguraikan jenis lembaran makrame. Meguraikan jenis alat dan bahan yang harus disiapkan sesuai dengan kebutuhan. Menguraikan jenis bahan lain pada proses pembuatan makrame secara sistematis. Membuat makrame berupa lembaran berbagai fungsi dengan menggunakan simpul yang bervariasi. Mempersiapkan peralatan dan bahan sesuai dengan kebutuhan. Proses pembuatan karya dikerjakan secara sistematis. 4. Membuat tali gantungan tanpa dan memakai benda pengisi. Bentuk makrame berupa tali gantungan benda dapat dikerjakan tanpa dan memakai alat bantuan lainnya (hanya dengan simpulan) dibuat sesuai jenis, sifat dan ukuran. Fungsi makrame seperti untuk gantungan pot bunga hiasan sudah dapat ditentukan dalam bekerja membuat simpul. Panjang tali termasuk untuk gantungan dan ikatan diukur berdasarkan fungsi produk. Prosedur pembuatan tali gantungan. Fungsi makrame. Ukuran tali untuk gantungan diukur berdasarkan fungsi produk. Teliti mempersiapkan bahan dan alat. Cermat menerapkan fungsi makrame. Menguraikan prosedur pembuatan tali gantungan Menjelaskan garis simpul yang tepat disesuaikan dengan fungsinya. Menguraikan cara mengukur panjang tali untuk gantungan. Membuat tali gantungan tanpa dan memakai benda pengisi sehingga menjadi benda makrame yang ber Menentukan panjang tali sesuai dengan fungsi produk. 5. Menyelesaikan pekerjaan (finishing) dan membersihkan ruangan Karya diselesaikan sampai tahap akhir sehingga dapat digunakan sesuai dengan Tempat bekerja dibersihkan dan dibebaskan dari barangbarang yang tidak berguna, seperti sampah. Peralatan-peralatan dikembalikan ke tempat penyimpanan sesuai dengan posisinya. Penyelesaian Membersihkan ruangan. Penataan ulang peralatan ke tempat penyimpanan semula. Rapi dan cermat menyelesaikan karya sehingga sesuai fungsinya. Rapi dalam membersihkan ruangan dari barang yang tidak digunakan. Rapi penataan kembali alat yang dinggunakan. Menguraikan cara menyelesaikan Menjelaskan langkah membersihkan ruangan. Menjelaskan cara menata ulang alat-alat yang digunakan. Mengukur, memotong dan merapikan sisa tali. Menata kembali tempat kerja bebas dari sampah. Menyimpan kembali peralatan pada posisi semula. KRIA TEKSTIL Halaman 36 dari 65

37 KOMPETENSI KODE DURASI PEMELAJARAN : Membuat kriya tekstil jahit perca menggunakan potongan kain : KRA.TKS.018 (1)A : menit LEVEL KOMPETENSI KUNCI KONDISI KINERJA A B C D E F G Kompetensi jahit perca yang harus dilakukan termasuk inisiatif dan keputusan-keputusan dalam melakukan pekerjaan sepertri: Bekerja mandiri dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan, mengkoordinasi proses dan memenuhi tenggang waktu. Memakai perlengkapan kesehatan dan keselamatan Membaca gambar kerja dengan teliti Termasuk dalam pekerjaan ini adalah kemampuan untuk menjahit potongan-potongan pola produk kriya tekstil. Pekerjaan harus dilakukan sesuai dengan perundang-undangan, peraturan asuransi yang mengikat, prosedur penggunaan alat, dan peraturan keselamatan yang ada dalam perusahaan. 1. Persiapan jahit perca. Alat dan bahan disiapkan menurut kebutuhan proses pengerjaan. 2. Menjahit perca jelujur dengan jahit jelujur. 3. Menjahit perca berupa lembaran dengan cara acak/tak beraturan. Jahit perca dengan jahit jelujur disambung dengan cara menjahit sesuai dengan jenis dan fungsi; serta urutan kerjanya. Jahit perca dikerjakan dengan menggunakan teknik jelujur secara terampil dan tepat sesuai dengan rancangan semula. Persiapan alat dan bahan untuk jahit perca menurut kebutuhan proses pengerjaan Teknik menjahit perca dengan jahit jelujur sesuai jenis dan fungsinya, serta urutan kerjanya. Terampil menjahit perca dengan jaiht jelujur. Teknik menjahit perca lembaran dengan cara acak/ tak beraturan di buat sesuai dengan jenis dan fungsinya. Menjahit perca lembaran dibuat dengan acak/tak beraturan sesuai dengan urutan Teliti mempersiapkan alat dan bahan untuk jahit perca. Teliti dan cermat dalam pembuatan jaiht perca dengan jahit jelujur. Teliti dan cermat dalam pembuatan jahit perca lembaran dengan acak/ tak beraturan. Menjelaskan cara mempersiapkan alat dan bahan untuk jahit perca sesuai kebutuhan Menjelaskan jenis dan fungsi bahan perca dan pelapis. Menjelaskan jenis dan fungsi jahitan. Menguraikan teknik membuat jahit perca dengan jahit jelujur. Menjelaskan jenis bahan perca. Menjelaskan jenis dan fungsi jahitan. Menguraikan teknik membuat jahit perca lembaran dengan cara acak/tak beraturan. Mempersiapkan alat dan bahan jaiht perca sesuai kebutuhan Membuat jahit perca dengan jahit jelujur. Membuat jahit perca lembaran dengan cara acak/tak beraturan dengan teknik jelujur sesuai dengan rancangan semula. Menjahit perca sesuai dengan urutan KRIA TEKSTIL Halaman 37 dari 65

38 Berbagai macam cara menjahit perca dapat didiskripsikan dan dikerjakan dengan cara acak atau tak beraturan sesuai urutan 4. Menjahit perca dengan cara jiplakan (template) dan tumpang tindih (over laping). Teknik menjahit perca dengan jiplakan dan tumpang tindih dilakukan dengan cara berurutan sesuai dengan aturan kerja penjahitan. Fungsi-fungsi alat mesin jahit diatur sesuai dengan sesuai standar operasional. Teknik menjahit perca dengan cara jiplakan (template) dan tumpang tindih (over laping). Menyiapkan pola, alat dan bahan sesuai dengn kebutuhan. Menjahit perca teknik jiplakan dan tumpang tindih sesuai rencana. Teliti dan cermat dalam pembuatan jaiht perca dengan cara jiplakan (template) dan tumpang tindih (over laping). Menjelaskan teknik menjahit perca dengan cara jiplakan (template) tumpang tindih (over laping). Menjelaskan cara menyiapkan pola, alat dan bahan sesuai dengan kebutuhan. Menguraikan proses menjahit perca teknik jiplakan dan tumpang tindih sesuai rencana. Membuat jahit perca dengan dengan cara jiplakan (template) dan tumpang tindih (over laping) sesuai dengan aturan kerja penjahitan. Memfungsikan alat mesin jahit sesuai dengan standar operasional. 5. Menjahit perca lembaran dengan pola geometri. Pola dan alat disiapkan sesuai kebutuhan dan standar. Terampil menjahit perca lembaran dengan pola- pola geometris dibuat sesuai dengan jenis dan Menyiapkan pola dan alat sesuai dengan kebutuhan dan standar. Menjahit perca lembaran dengan pola geometris dibuat sesuai dengan jenis dan fungsinya. Teliti dan cermat dalam menjahit perca lembaran dengan pola geometris. Menjelaskan komposisi rancangan. Menjelaskan pola geometrik. Menjelaskan teknik penyambungan. Menguraikan teknik menjahit perca lembaran dengan pola geometris sesuai dengan jenis dan fungsinya. Menyelesaikan pekerjaan sampai tahap akhir. Membuat jahit perca lembaran dengan pola geometris sesuai dengan fungsinya. 6. Menjahit perca berupa lembaran untuk berbagai Terampil menjahit perca lembaran dibuat dengan pola geometris. Menjelaskan cara menjahit perca berupa lembaran untuk berbagai jenis dibuat sesuai dengan jenis dan Teknik menjahit perca berupa lembaran untuk berbagai jenis dibuat sesuai dengan jenis dan Teliti dan cermat dalam pembuatan jahit perca berupa lembaran untuk berbagai Menjelaskan komposisi rancangan dan teknik penyambungan. Menjelaskan teknik menjahit perca berupa lembaran untuk berbagai jenis dan fungsinya. Membuat jahit perca berupa lembaran dibuat dengan teknik penyambungan sesuai dengan komposisi rancangan untuk berbagai KRIA TEKSTIL Halaman 38 dari 65

39 Jahit perca berupa lembaran dibuat dengan teknik penyam-bungan sesuai dengan komposisi rancangan. Teknik menjahit perca berupa lembaran dibuat sesuai dengan teknik penyambungan sesuai dengan komposisi rancangan. Menjelaskan teknik jahit perca berupa lembaran dibuat dengan teknik penyambungan sesuai dengan komposisi rancangan. 7. Menyelesaikan pekerjaan (finishing) dan membersihkan ruangan Karya diselesaikan sampai tahap akhir sehingga dapat digunakan sesuai dengan Tempat bekerja dibersihkan dan dibebaskan dari barangbarang yang tidak berguna, seperti sampah. Peralatan-peralatan dikembalikan ke tempat penyimpanan sesuai dengan posisinya. Penyelesaian karya sampai tahap akhit sesuai dengan Pemeliharaan dan perawatan peralatan dan tempat bekerja setelah selesai dipergunakan. Rapi dan tertib mengatur tempat bekerja dan peralatan setelah selesai dipergunakan. Menjelaskan cara menyelesaikan karya sampai tahap akhir sesuai dengan fungsinya. Menjelaskan cara memelihara tempat bekerja dan merawat peralatan se-telah selesai diperguna-kan. Mengatur kembali tempat bekerja dan peralatan yang telah selesai dipergunakan. KRIA TEKSTIL Halaman 39 dari 65

40 KOMPETENSI KODE DURASI PEMELAJARAN : Menjahit perca dengan cara acak/tak beraturan : KRA.TKS.019(1)A : menit LEVEL KOMPETENSI KUNCI KONDISI KINERJA A B C D E F G Kompetensi jahit perca yang harus dilakukan termasuk inisiatif dan keputusan-keputusan dalam melakukan pekerjaan sepertri: Bekerja mandiri dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan, mengkoordinasi proses dan memenuhi tenggang waktu. Memakai perlengkapan kesehatan dan keselamatan Membaca gambar kerja dengan teliti termasuk dalam pekerjaan ini adalah kemampuan untuk menjahit potongan-potongan pola produk kriya tekstil. Pekerjaan harus dilakukan sesuai dengan perundang-undangan, peraturan asuransi yang mengikat, prosedur penggunaan alat, dan peraturan keselamatan yang ada dalam perusahaan. 1. Persiapan menjahit perca dengan cara acak/tak beraturan. Alat dan bahan dipersiapkan sesuai Jenis, sifat dan fungsi alat dan bahan jahit perca dengan cara acak/tak beraturan. Persiapan alat dan bahan jahit perca dengan cara acak/tak beraturan sesuai dengan target Teliti mempersiapkan alat dan bahan jahit perca dengan cara acak/tak beraturan. Menjelaskan jenis, sifat dan fungsi alat dan bahan jahit perca dengan cara acak/tak beraturan. Menjelaskan cara mempersiapkan alat dan bahan jahit perca dengan cara acak/tak beraturan sesuai dengan target Mempersiapkan alat dan bahan untuk jahit perca dengan cara acak/tak beraturan. 2. Cara menjahit perca dengan cara acak/tak beraturan diuraikan sesuai dengan urutan Alat dan bahan digunakan untuk pembuatan perca dan disiapkan sesuai dengan kebutuhan Proses pembuatan diuraikan sesuai dengan langkah Teknik pembuatan jahit perca dengan cara acak tak beraturan diuraikan sesuai dengan urutuan Proses pembuatan jahit perca dengan cara acak tak beraturan diuraikan sesuai dengan urutan Teliti dan cermat menerapkan proses pembuatan jahit perca dengan cara acak/tak beraturan. Menjelaskan teknik pembuatan jahit perca dengan cara acak/tak beraturan diuraikan sesuai dengan urutan Menguraikan proses pembuatan jahit perca dengan acak tak beraturan diuraikan sesuai dengan urutuan Menyiapkan alat dan bahan sesuai dengan kebutuhan. Membuat jahit perca dengan cara acak/tak beraturan sesuai dengan urutan KRIA TEKSTIL Halaman 40 dari 65

41 3. Menjahit perca dengan cara tumpang tindih. (over laping) Jahitan diatur sesuai dengan standar operasional Pola, alat. Guntingan kain yang disiapkan sesuai dengan kebutuhan tumpang tindih. Mesin jahit dijalankan sesuai dengan standar operasional. Cara menjahit perca dengan jahit jelujur diuraikan sesuai dengan jenis dan fungsinya. Bisa memperkirakan fungsi kain perca untuk keperluan rumah tangga dan hiasan. Pembuatan pola jahit perca dengan cara tumpang tindih. Persiapan alat dan bahan sesuai dengan kebutuhan. Mengoperasionalkan mesin jahit sesuai dengan standart operasional. Proses pembuatan jahit perca dengan cara tumpang tindih (over laping) untuk keparluan rumah tangga dan hiasan. Hati-hati dan sabar dalam mengoperasionalkan mesin jahit. Teliti dan cermat dalam pembuatan jahit perca dengan cara tumpang tindih. Menjelaskan teknik pembuatan pola jahit perca dengan cara tumpang tindih. Menjelaskan alat dan bahan sesuai dengan kebutuhan. Menjelaskan cara mengoperasionalkan mesin jahit sesuai dengan standart operasional. Menjelaskan proses pembuatan jahit perca dengan cara tumpang tindih (over laping) untuk keparluan rumah tangga dan hiasan. Memilih bahan berupa guntingan kain sesuai dengan kebutuhan. Mengoperasikan mesin jahit sesuai dengan standar operasional. Menjahit perca dengan jahit jelujur sesuai dengan jenis dan fungsinya. Menghitung kebutuhan bahan sesuai dengan ukuran kain perca untuk keperluan rumah tangga dan hiasan Membuat jahit perca dengan cara tumpang tindih untuk keparluan rumah tangga dan hiasan. KRIA TEKSTIL Halaman 41 dari 65

42 KOMPETENSI KODE DURASI PEMELAJARAN : Menjahit perca geometris berupa lembaran untuk berbagai fungsi : KRA.TKS.020 (2) A : menit LEVEL KOMPETENSI KUNCI KONDISI KINERJA A B C D E F G Kompetensi jahit perca yang harus dilakukan termasuk inisiatif dan keputusan-keputusan dalam melakukan pekerjaan sepertri: Bekerja mandiri dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan, mengkoordinasi proses dan memenuhi tenggang waktu. Memakai perlengkapan kesehatan dan keselamatan Membaca gambar kerja dengan teliti Termasuk dalam pekerjaan ini adalah kemampuan untuk menjahit potongan-potongan pola produk kriya tekstil. Pekerjaan harus dilakukan sesuai dengan perundang-undangan, peraturan asuransi yang mengikat, prosedur penggunaan alat, dan peraturan keselamatan yang ada dalam perusahaan. 1. Persiapan menjahit perca geometris berupa lembaran untuk berbagai Alat dan bahan dipersiapkan menurut target Persiapan alat dan bahan jahit perca geometris berupa lembaran untuk berbagai fungsi menurut target Teliti mempersiapkan alat dan bahan jahit perca geometris berupa lembaran untuk berbagai Menjelaskan cara mempersiapkan alat dan bahan jahit perca geometris berupa lembaran untuk berbagai Mempersiapkan alat dan bahan jahit perca geometris berupa lembaran untuk berbagai 2. Menjahit perca lembaran dengan pola-pola geometris dibuat sesuai dengan jenis dan Lembaran kain dihitung dan diukur untuk pembuatan perca yang telah ditentukan Alat dan bahan yang akan digunakan untuk batik disiapkan sesuai dengan kebutuhan Terampil menghitung dan mengukur lembaran kain untuk pembuatan jahit perca lembaran dengan pola-pola geometris sesuai dengan jenis dan Terampil menjahit perca dengan pola-pola geometris dibuat sesuai dengan jenis dan Teliti dalam menghitung dan mengukur lembar-an kain untuk pembuat-an jahit perca lembaran dengan pola-pola geometris. Rapi dalam menjahit perca lembaran dengan pola-pola geometris. Menjelaskan cara menghitung dan mengukur lembaran kain untuk pola geometris. Menjelaskan cara menyambung pola geometris Menguraikan cara pembuatan jahit perca lembaran dengan polapola geometris dibuat sesuai dengan jenis dan Membuat pola geometris sesuai dengan rencana. Menghitung, mengukur dan memotong lembaran kain. Membuat jahit perca lembaran pola geometris KRIA TEKSTIL Halaman 42 dari 65

43 3. Menggunting bahan tekstil lurus dan menjahit perca lembaran dengan pola geometris dengan menggunakan bebagai bahan kain. Perca lembaran dijahit dan dibuat dengan pola geometris. Lembaran jahit perca dengan berbagai fungsi dibuat sesuai dengan jenis, sifat dan Bentuk perca berupa hiasan dan fungsi pakai dibuat sesuai jenis, sifat dan ukuran. Terampil menggunting bahan tekstil lurus untuk jahit perca lembaran dengan pola geometris. Terampil menjahit perca lembaran dengan pola geometris dengan menggunakan berbagai bahan kain. Terampil menjahit perca lembaran dibuat dengan pola geometris. Hati-hati dalam menggunting bahan tekstil lurus. Teliti dan cermat menjahit perca lembaran dengan pola geometris. Menjelaskan cara menggunting bahan tekstil lurus untuk jahit perca lembaran dengan pola geometris. Menjelaskan cara menjahit perca lembaran dengan pola geometris dengan menggunakan berbagai bahan kain. Menjelaskan cara membuat jahit perca lembaran pola geometris dengan menggunakan berbagai bahan kain. Menggunting bahan tekstil lurus untuk jahit perca lembaran pola geometris. Menyusun hasil potongan kain perca menjadi lembaran. Menjahit hasil potongan kain perca menjadi lembaran dengan pola geometris. 4. Menyelesaikan pekerjaan (finishing) dan membersihkan ruangan kerja Karya diselesaikan sampai tahap akhir sehingga dapat digunakan sesuai dengan Tempat bekerja dibersihkan dan dibebaskan dari barangbarang yang tidak berguna, seperti sampah. Peralatan-peralatan dikembalikan ke tempat penyimpanan sesuai dengan posisinya. Penyelesaian karya sampai tahap akhir sesuai dengan fungsinya. Pemeliharaan dan perawatan peralatan dan tempat bekerja setelah selesai dipergunakan. Teliti menyelesaikan karya sampai akhir sesuai dengan fungsinya. Aktif membersihkan tempat sehingga bebas dari limbah. Rapi dan tertib mengatur tempat bekerja dan peralatan setelah selesai dipergunakan. Menjelaskan cara menyelesaikan karya sampai tahap akhir sesuai dengan fungsinya. Menjelaskan cara memelihara tempat bekerja dan merawat peralatan se-telah selesai diperguna-kan. Mengatur kembali tempat bekerja dan peralatan yang telah selesai dipergunakan. Mengkondisikan lingkungan kerja bebas dari limbah dan sampah yang tidak digunakan. KRIA TEKSTIL Halaman 43 dari 65

44 KOMPETENSI KODE DURASI PEMELAJARAN : Membuat kriya tekstil jahit tindas/aplikasi untuk keparluan busana dan keparluan rumah tangga : KRA.TKS.021 (1)A : menit LEVEL KOMPETENSI KUNCI KONDISI KINERJA A B C D E F G Kompetensi jahit tindas yang harus dilakukan termasuk inisiatif dan keputusan-keputusan dalam melakukan pekerjaan sepertri: Bekerja mandiri dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan, mengkoordinasi proses dan memenuhi tenggang waktu Memakai perlengkapan kesehatan dan keselamatan Membaca gambar kerja dengan teliti termasuk dalam pekerjaan ini adalah kemampuan untuk menjahit potongan-potongan pola produk kriya tekstil. Pekerjaan harus dilakukan sesuai dengan perundang-undangan, peraturan asuransi yang mengikat, prosedur penggunaan alat, dan peraturan keselamatan yang ada dalam perusahaan. 1. Persiapan menjahit tindas/aplikasi. 2. Menjahit tindas dengan mengisi lembaran. 3. Menjahit tindas lembaran untuk fungsi tertentu. Alat dan bahan dipersiapkan sesuai (pengetahuan) Menjahit tindas dengan pengisi lembaran diuraikan sesuai dengan jenis, sifat, fungsi, dan teknik. Menjahit tindas dibuat dengan pengisi lembaran sesuai dengan prosedur Menjahit tindas berapa lembaran untuk fungsi tertentu (busana, kebutuhan rumah tangga, dll) diuraikan sesuai dengan urutan Bahan dasar diidentifikasi dan diuraikan sesuai dengan jenis, sifat, dan Jenis, sifat dan fungsi alat dan bahan untuk menjahit tindas/aplikasi sesuai Menjahit tindas dengan mengisi lembaran diuraikan sesuai dengan jenis, sifat, fungsi dan teknik. Menjahit tindas dibuat dengan pengisi lembaran sesuai dengan prosedur Menjahit tindas berupa lembaran untuk fungsi tertentu sesuai dengan urutan Mengidentifikasi bahan dasar sesuai dengan jenis, sifat dan Teliti mempersiapkan alat dan bahan untuk jahit tindas/aplikasi sesuai Teliti dan cermat dalam menjahit tindas dengan mengisi lembaran sesuai dengan prosedur Teliti dan cermat dalam membuat jahit tindas lembaran untuk fungsi tertentu. Menjelaskan jenis, sifat dan fungsi alat dan bahan untuk jahit tindas/ aplikasi sesuai Menjelaskan fungsi pengisi lembaran. Menjelaskan jenis dan fungsi jahitan. Menjelaskan jenis dan fungsi pelapis. Menguraikan teknik menjahit tindas pengisi lembaran. Menjelaskan jenis dan sifat bahan dasar. Menjelaskan fungsi pengisi lembaran. Menjelaskan jenis dan fungsi jahitan. Menjelaskan teknik menjahit tindas pengisi lembaran. Mempersiapkan alat dan bahan untuk jahit tindas/ aplikasi sesuai pekerjaan Membuat jahit tindas dengan pengisi lembaran sesuai prosedur Mengidentifikasi jenis dan sifat bahan dasar untuk jahit tindas. Membuat jahit tindas lembaran untuk fungsi tertentu sesuai dengan urutan KRIA TEKSTIL Halaman 44 dari 65

45 4. Menjahit aplikasi dengan cara potong sisip (inlay) potong motif (perse) dan potong lipatan (folded). Bahan dasar penghias dan pelapis diidentifikasi Menjahit aplikasi dengan cara potong sisip (inlay) potong motif, potong lipatan diuraikan sesuai dengan langkah Menjahit aplikasi dibuat dengan cara potong sisip, potong motif, potong lipatan. Macam-macam bahan dasar penghias dan pelapis. Menjahit aplikasi dengan cara potong sisp (inlay) potong motif (perse) dan potong lipatan (folded). Menjahit aplikasi dibuat dengan potong sisip (inlay) potong motif (perse) potong lipatan (folded). Teliti dan cermat dalam membuat jahit aplikasi dengan cara potong sisip, potong motif, potong lipat. Menjelaskan jenis dan sifat bahan dasar. Menjelaskan jenis dan sifat bahan penghias. Menjelaskan jenis dan fungsi jahitan. Menjelaskan jenis dan fungsi kain pelapis. Menjelaskan jenis dan fungsi benang hias. Menguraikan teknik menjahit aplikasi dengan potong sisip, potong motif dan potong lipatan. Mengidentifikasi bahan dasar, penghias dan pelapis. Membuat jahit tindas dengan cara potong sisip, potong motif dan potontg lipat sesuai dengan langkah 5. Menjahit aplikasi dengan pengisian (padded) dan penambahan renda (lace). Mengidentifikasi bahan dasar penghias. Cara menjahit aplikasi dengan pengisian (padded) dan penam-bahan renda (lace) diuraikan sesuai dengan urutan Jahit aplikasi dibuat dengan peng-isian dan penambahan. Macam-macam bahan dasar penghias. Menjahit aplikasi dengan pengisi (paded) dan penambahan renda (lace). Menjahit aplikasi dibuat dengan pengisian dan penambahan renda. Teliti dan cermat dalam mempersiapkan bahan dasar. Rapi dalam menjahit aplikasi dengan pengisian dan penambahan renda. Menjelaskan jenis dan sifat bahan dasar dan bahan penghias. Menjelaskan jenis dan fungsi jahitan dan lipatan. Menguraikan teknik pembuatan jahit aplikasi dengan isian dan penambahan renda. Mengidentifikasi bahan dasar, penghias dan pelapis. Membuat jahit aplikasi dengan pengisian dan penambahan bahan renda. 6. Menyelesaikan pekerjaan (finishing) dan membersihkan ruangan Karya diselesaikan sampai tahap akhir sehingga dapat digunakan sesuai dengan Tempat bekerja dibersihkan dan dibebaskan dari barangbarang yang tidak berguna, seperti sampah. Peralatan-peralatan dikembalikan ke tempat peyimpanan sesuai dengan posisinya. Penyelesaian karya sampai tahap akhir sesuai dengan fungsinya. Pemeliharaan dan perawatan peralatan dan tempat bekerja setelah selesai dipergunakan. Rapi dan tertib mengatur tempat bekerja dan peralatan setelah selesai dipergunakan. Menjelaskan cara menyelesaikan karya sampai tahap akhir sesuai dengan fungsinya. Menjelaskan cara memelihara tempat bekerja dan merawat peralatan se-telah selesai diperguna-kan. Mengatur kembali tempat bekerja dan peralatan yang telah selesai dipergunakan. KRIA TEKSTIL Halaman 45 dari 65

46 KOMPETENSI KODE DURASI PEMELAJARAN : Menjahit tindas lembaran untuk komponen perlengkap pakaian : KRA.TKS.022 (2)A : menit LEVEL KOMPETENSI KUNCI KONDISI KINERJA A B C D E F G Kompetensi jahit t indas yang harus dilakukan termasuk inisiatif dan keputusan-keputusan dalam melakukan pekerjaan sepertri: Bekerja mandiri dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan, mengkoordinasi proses dan memenuhi tenggang waktu. Memakai perlengkapan kesehatan dan keselamatan Membaca gambar kerja dengan teliti termasuk dalam pekerjaan ini adalah kemampuan untuk menjahit potongan-potongan pola produk kriya tekstil. Pekerjaan harus dilakukan sesuai dengan perundang-undangan, peraturan asuransi yang mengikat, prosedur penggunaan alat, dan peraturan keselamatan yang ada dalam perusahaan. 1. Persiapan menjahit tindas lembaran untuk komponen pakaian. Alat dan bahan dipersiapkan sesuai Persiapan alat dan bahan menjahit tindas lembaran untuk komponen pakaian. Teliti mempersiapkan alat dan bahan menjahit tindas lembaran untuk komponen pakaian. Menjelaskan cara mempersiapkan alat dan bahan menjahit tindas lembaran untuk komponen pakaian. Mempersiapkan alat dan bahan menjahit tindas lembaran untuk komponen pakaian. 2. Jahit tindas aplikasi untuk keparluan busana. Bahan dasar dipilih, diidentifikasi, dan diuraikan sesuai dengan jenis, sifat dan Menjahit tindas berupa lembaran untuk komponen pakaian diuraikan sesuai dengan urutan Melakukan pengukuran panjang benang untuk dibuat bermacam-macam jahitan dengan ragam hias yang telah ditentukan terlebih dahulu. Jenis, sifat dan fungsi bahan dasar, bahan pelapis dan bahan penghias. Pengukuran, menandai, menjiplak, memola, menggabungkan bahan dasar, bahan pelapis, bahan penghias sesuai dengan keparluan. Menjahit aplikasi pada lembaran dengan memunculkan berbagai ragam hias menggunakan teknik dan alat secara maksimal. Teliti memilih bahan dasar, pelapis dan penghias. Cermat dalam mengukur, menandai, menjiplak, memola dan menggabungkan bahan. Rapi menjahit aplikasi lembaran untuk komponen pakaian. Menjelaskan jenis, sifat dan fungsi bahan dasar, bahan pelapis dan bahan penghias. Menjelaskan cara mengukur, menandai, menjiplak, memola, menggabungkan bahan dasar, pelapis, penghias sesuai dengan keparluan. Mengidentifikasi bahan dasar, pelapis dan penghias. Mengukur, menandai, menjiplak, memola, menggabungkan bahan dasar pelapis dan penghias. Membuat jahit aplikasi untuk keparluan busana sesuai dengan langkah KRIA TEKSTIL Halaman 46 dari 65

47 Memunculkan ragam hias yang baik dengan teknik dan penggunaan alat secara maksimal. Lembaran kain dengan berbagai fungsi busana dibuat menurut jenis, sifat bahan yang tersedia. Memilih jenis dan sifat bahan pelapis dasar. Melakukan penyatuan jenis dan sifat bahan penghias. Menjahit aplikasi lembaran kain dengan berbagai fungsi busana dibuat menurut jenis, sifat bahan yang tersedia. Menjahit aplikasi pada lembaran untuk keparluan busana dibuat sesuai dengan langkah Menjelaskan cara menjahit aplikasi pada lembaran dengan memunculkan berbagai ragam hias menggunakan teknik dan alat secara maksimal. Menjelaskan cara menjahit aplikasi lembaran kain dengan berbagai fungsi busana dibuat menurut jenis, sifat bahan yang tersedia. Menjelaskan cara menjahit aplikasi pada lembaran untuk komponen pakaian dibuat sesuai dengan langkah 3. Membuat kain jahit tindas dengan bahan pelapis lembaran untuk berbagai Mengerti tentang jenis pelapis dan fungsi jahitan. Memilih jenis dan fungsi benang hias. Melakukan teknik jahit aplikasi dengan potong sisip. Jahit aplikasi dibuat dengan cara potong sisip (inlay). Jenis, sifat dan fungsi bahan pelapis dan jahitan. Teknik jahit aplikasi dengan potong sisip. Menjahit tindas dengan bhan pelapis lembaran untuk berbagai Menjahit tindas dibuat dengan pengisi lembaran sesuai prosedur Teliti memilih bahan dasar dan bahan pelapis. Cermat dalam mengukur, menandai, menjiplak, memola dan menggabungkan bahan. Rapi menjahit aplikasi dengan bahan pelapis lembaran untuk berbagai Menjelaskan jenis, sifat dan fungsi bahan pelapis dan bahan jahitan. Menjelaskan teknik jahit aplikasi dengan potong sisip. Menjelaskan cara menjahit tindas dengan bahan pelapis lembaran untuk berbagai Menjelaskan cara jahit tindas dibuat dengan pengisi lembaran sesuai prosedur Mengidentifikasikan bahan dasar, pelapis dan penghias. Mengukur, menandai, menjiplak, memola dan menggabungkan bahan dasar dan pelapis. Membuat jahit aplikasi untuk keparluan busana sesuai dengan langkah KRIA TEKSTIL Halaman 47 dari 65

48 4. Menyelesaikan pekerjaan (finishing) dan membersihkan ruangan Karya diselesaikan sampai tahap ahir sehingga dapat digunakan sesuai dengan Tempat bekerja dibersihkan dan dibebaskan dari barangbarang yang tidak berguna, seperti sampah. Peralatan-peralatan dikembalikan ke tempat penyimpanan sesuai dengan posisinya. Penyelesaian karya sampai tahap akhir sesuai dengan fungsinya. Pemeliharaan dan perawatan dan tempat bekerja setelah selesai dipergunakan. Rapi dalam menyelesaikan karya samapi tahap akhir sesuai dengan fungsinya. Aktif membersihkan ruangan dari limbah dan sampah. Rapi dan tertib mengatur tempat bekerja dan peralatan setelah selesai dipergunakan. Menjelaskan cara menyelesaikan karya sampai tahap akhir sesuai dengan fungsinya. Menjelaskan cara memelihara tempat bekerja dan merawat peralatan se-telah selesai diperguna-kan. Menyelesaikan karya sampai tahap akhir sehingga sesuai dengan fungsinya. Mengatur kembali tempat bekerja dan peralatan yang telah selesai dipergunakan. Membersihkan ruangan bebas dari limbah sampah. KRIA TEKSTIL Halaman 48 dari 65

49 KOMPETENSI KODE DURASI PEMELAJARAN : Jahit strimin/kristik sulaman silang-silang benang yang berulang dan teratur : KRA.TKS.023 (1)A : menit LEVEL KOMPETENSI KUNCI KONDISI KINERJA A B C D E F G Kompetensi jahit strimin yang harus dilakukan termasuk inisiatif dan keputusan-keputusan dalam melakukan pekerjaan sepertri: Bekerja mandiri dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan, mengkoordinasi proses dan memenuhi tenggang waktu. Memakai perlengkapan kesehatan dan keselamatan Membaca gambar kerja dengan teliti Termasuk dalam pekerjaan ini adalah kemampuan untuk menjahit potongan-potongan pola produk kriya tekstil. Pekerjaan harus dilakukan sesuai dengan perundang-undangan, peraturan asuransi yang mengikat, prosedur penggunaan alat, dan peraturan keselamatan yang ada dalam perusahaan. 1. Persiapan sulaman tusuk silang/kristik. Alat dan bahan dipersiapkan sesuai Pengenalan alat dan bahan untuk sulaman usuk silang/kristik. Teliti mempersiapkan bahan dan alat sulam kristik. Menjelaskan jenis, sifat dan fungsi alat dan bahan sulam kristik. Memilih alat sesuai dengan bahan yang digunakan. 2. Berbagai jenis tusuk sulaman kristik/silang Berbagai macam tusuk hias untuk sulam dilakukan dan diuraikan sesuai jenis, sifat, fungsi dan cara pembuatan. Urutan kerja tusuk silang dalam berbagai macam sulaman dilakukan dan dibuat sesuai dengan sifat bahan dan alat. Ragam hias yang baik dimunculkan dengan teknik dan penggunaan alat sulam kristik secara maksimal. Jenis-jenis tusuk hias. Sifat dan fungsi tusuk hias. Cara pembuatan jenis-jenis tusuk hias. Aturan kerja tusuk silang sesuai dengan bahan dan alat. Pengembangan tusuk silang menjadi tusuk hias yang lain. Teliti memilih bahan dan alat untuk tusuk hias. Aktif memperhatikan prosedur pembuatan tusuk hias. Cermat menggunakan bahan dan alat tusuk hias. Aktif berlatih untuk menemukan jenis tusuk hias yang bervariasi. Menjelaskan jenis bahan dan alat tusuk hias. Menguraikan sifat, fungsi dan cara pembuatan tusuk hias. Menjelaskan urutan kerja menbuat tusuk silang pada berbagai macam sulaman. Membuat macammacam jenis tusuk hias. Membuat tusuk silang dalam berbagai macam sulaman. Membuat tusuk hias yang lain sehingga muncul sulaman yang lain. KRIA TEKSTIL Halaman 49 dari 65

50 3. Tusuk silang ukuran besar pada bahan kasa plastik Lembaran sulam strimin dengan berbagai fungsi dibuat menurut dengan jenis, sifat dan Alat dan bahan untuk tusuk silang disiapkan digunakan sesuai dengan kebutuhan. Proses pembuatan diuraikan sesuai dengan langkah Sulam strimin berbagai fungsi menurut jenis, sifat dan Menafsirkan bahan dan alat untuk tusuk silang sesuai dengan kebutuhan. Menentukan langkah kerja yang benar. Teratur dan rapi membuat lembaran sulam strimin. Hati-hati menggunakan alat dan bahan sesuai dengan kebutuhan. Cermat mengikuti langkah kerja yang benar. Menguraikan jenis, sifat dan fungsi kasa plastik. Menerangkan cara menggunakan alat untuk tusuk silang. Menjelaskan langkah kerja yang benar. Menyiapkan alat dan bahan untuk tusuk silang sesuai dengan kebutuhan Menyulam sesuai dengan langkah-langkah kerja yang ditentukan. Membuat sulam strimin pada kasa plastik sesuai ragam hias yang ditentukan. 4. Membuat sulam tusuk silang untuk busana dan berbagai fungsi lainnya. Memperkirakan fungsi sulam tusuk silang untuk busana. Mengukur, menandai pada lembaran komponen pakaian. Mengukur panjang dan jenis benang dan menyesuaikan posisi ragam hias pada posisi busana. Menentukan letak sulaman pada busana. Menentukan komponen pakaian. Mengukur dan menandai komponen pakaian. Panjang, jenis benang disesuaikan dengan ragam hias. Cermat memilih letak sulaman pada busana. Teliti mengukur dan menandai komponen pakaian. Cermat menghitung panjang benang dan jenisnya yang sesuai dengan ragam hias. Menguraikan fungsi sulaman tusuk silang pada busana. Menjelaskan cara mengukur dan menandai lembaran komponen pakaian. Memahami cara mengukur panjang benang. Membuat tusuk silang pada komponen pakaian. Mengukur panjang benang sesuai dengan ragam hias pada posisi busana. 5. Menyelesaikan pekerjaan (finishing) dan membersihkan ruangan Karya diselesasikan sampai tahap akhir sehingga dapat digunakan sesuai dengan Tempat bekerja dibersihkan dan dibebaskan dari barangbarang yang tidak berguna, seperti sampah. (sikap) Peralatan-peralatan dikembalikan ke tampat penyimpanan sesuai dengan posisinya. Menyelesaiakan karya sesuai dengan fungsinya. Membersihkan tempat be Menata ulang peralatan dan menyimpan sesuai dengan posisinya. Cepat dalam menyelesaikan karya sehingga sehingga dapat digunakan sesuai dengan fungsinya. Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Bertanggung jawab pada keberadaan peralatan. Prosedur langkah kerja yang tepat dan cepat. Kebersihan dan kesehatan tubuh. Menjelaskan cara menyelesaikan karya sesuai dengan Menerangkan perlunya menjaga kebersihan tempat kerja terbebas dari limbah dan sampah. Menyelesaikan karya sehingga sesuai dengan fungsinya. Menerapkan prinsipprinsip kebersihan dan keselamatan dalam be Menata kembali peralatan ke tempat penyimpanan KRIA TEKSTIL Halaman 50 dari 65

51 KOMPETENSI KODE DURASI PEMELAJARAN : Membuat sulam /bordir dengan menggunakan mesin jahit biasa dan mesin jahit listrik : KRA.TKS.024 (3)A : menit LEVEL KOMPETENSI KUNCI KONDISI KINERJA A B C D E F G Kompetensi Sulam yang harus dilakukan termasuk inisiatif dan keputusan-keputusan dalam melakukan pekerjaan sepertri: Bekerja mandiri dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan, mengkoordinasi proses dan memenuhi tenggang waktu. Memakai perlengkapan kesehatan dan keselamatan Membaca gambar kerja dengan teliti termasuk dalam pekerjaan ini adalah kemampuan untuk menjahit potongan-potongan pola produk kriyat tekstil. Pekerjaan harus dilakukan sesuai dengan perundang-undangan, peraturan asuransi yang mengikat, prosedur penggunaan alat, dan peraturan keselamatan yang ada dalam perusahaan. 1. Persiapan sulam/bordir. Alat dan bahan dipersiapkan menurut target 2. Membuat berbagai macam tusuk hias untuk sulam/ bordir dengan menggunakan mesin jahit biasa dan mesin jahit tenaga listrik Bahan dasar diidentifikasi sesuai dengan sifat dan Kain disulam/dibordir dengan menggunakan mesin/alat, sesuai dengan jenis, fungsi, sifat dan teknik. Merencanakan jenis alat dan bahan yang harus di persiapkan. Mengidentifikasi bahan dasar. Menyulam/membordir menggunakan alat sesuai jenis fungsi sifat dan teknik. Urutan kerja sulam/bordir. Teliti memilih bahan dan cermat mempersiapkan alat listrik/manual. Memahami cara menggunakan alat agar sesuai dengan target Mengidentifikasi bahan dasar dengan sifat dan fungsi Mematuhi tahap tahap pembentuk sulam/ bordir pada kain dengan mesin jahit. Memahami jenis bahan yang digunakan. Memahami cara mengoperasikan mesin manual/listrik. Memahami cara memasang benang. Menjelaskan cara membuat tusuk hias dengan mesin jahit biasa dan mesin jahit tenaga listrik. Menguraikan tahap tahap pembuatan sulam/bordir sesuai dengan urutan Mempersiapkan mesin jahit manual dan listrik sehingga dipastikan dapat dioperasikan. Mempersiapkan bahan sesuai dengan: - Jumlah kebutuhan; - Jenis bahan; - Kondisi bahan. Mempersiapkan alat sesuai dengan: - Fungsi alat; - Jenis alat. Membuat tusuk hias untuk sulam/bordir dengan menggunakan mesin jahit biasa dan mesin jahit tenaga listrik. Mnyelesaikan pekerjaan sulam/bordir sesuai dengan urutan KRIA TEKSTIL Halaman 51 dari 65

52 Tahap-tahap pembuatan sulam/bordir dijelaskan sesuai dengan urutan Taat dalam menyulam/ membordir dengan urutan kerja yang benar. 3. Membuat karya sulam datar, sulam timbul, dan sulam terawang berupa lembaran untuk berbagai Menyulam datar, menyulam timbul, menyulam terawang berupa lembaran untuk berbagai fungsi dibuat sesuai dengan jenis, fungsi, dan teknik. Bahan dasar diidentifikasi dan diuraikan sesuai sifat dan Berbagai macam tusuk hias untuk sulam/bordir dijelaskan sesuai jenis, sifat, fungsi, dan cara pembuatannya. Berbagai macam tusuk hias dibuat sesuai dengan langkah Sulam datar, sulam timbul, dan sulam terawang dibuat sesuai jenis, sifat, dan fungsi serta teknik pembuatan. Jenis fungsi dan teknik menyulam datar. Mengidentifikasi bahan dasar. Berbagai macam tusuk untuk hias sulam/bordir sesuai jenis, sifat, fungsi dan cara pembuatannya. Aktif mengikuti langkah-langkah pembuatan sulam datar, timbul dan sulam terawang secara bordir. Teliti memilih bahan dasar sesuai sifat dan Hati-hati membuat macam-macam tusuk hias sesuai dengan langkah Menguraikan langkah arah jarum jahit yang benar. Menjelaskan jenis, sifat dan fungsi bahan dasar sulam. Memberikan contoh cara membuat sulam dasar, timbul dan terawang secara benar. Membuat berbagai macam tusuk hias/sulam datar, timbul dan terawang berupa lembaran. Mengidentifikasi bahan dasar sesuai dengan sifat dan Membuat tusuk hias sesuai dengan langkah kerja yang benar. 4. Menyelesaikan pekerjaan (finishing) dan membersihkan ruangan Karya diselesaikan sampai tahap akhir sehingga dapat digunakan sesuai dengan Tempat bekerja dibersihkan dan dibebaskan dari barangbarang yang tidak berguna, seperti sampah. Peralatan-peralatan dikembalikan ke tempat penyimpanan sesuai dengan posisinya. Penyelesaian akhir sehingga hasil dapat digunakan sesuai fungsinya. Kebersihan lingkungan. Perawatan peralatan dan penataan kembali sesuai dengan posisinya. Cermat menyelesaikan Aktif membersihkan lingkungan Teliti membersihkan alat dan menata ulang ruangan. Menguraikan tahap-tahap penyelesaian akhir Menerangkan pentingnya kebersihan lingkungan kerja bebas dari sampah dan limbah. Menjelaskan cara menyimpan peraltan sesuai dengan posisinya. Menyelesaikan pekerjaan dengan cara yang benar sesuai dengan Menata kembali alat dan ruangan KRIA TEKSTIL Halaman 52 dari 65

53 KOMPETENSI KODE DURASI PEMELAJARAN : Menenun/tapestry secara manual tanpa memakai alat tenun (ATBM) : KRA.TKS.025 (1)A : menit LEVEL KOMPETENSI KUNCI KONDISI KINERJA A B C D E F G Kompetensi tenun yang harus dilakukan termasuk inisiatif dan keputusan-keputusan dalam melakukan pekerjaan sepertri: Bekerja mandiri dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan, mengkoordinasi proses dan memenuhi tenggang waktu. Memakai perlengkapan kesehatan dan keselamatan Membaca gambar kerja dengan teliti termasuk dalam pekerjaan ini adalah kemampuan untuk menjahit potongan-potongan pola produk kriya tekstil. Pekerjaan harus dilakukan sesuai dengan perundang-undangan, peraturan asuransi yang mengikat, prosedur penggunaan alat, dan peraturan keselamatan yang ada dalam perusahaan. 1. Persiapan menenun/ tapestri secara manual. Alat dan bahan dipersiapkan menurut target Jenis, sifat dan fungsi alat dan bahan tenun tapestri secara manual sesuai target Persiapan alat dan bahan menenun/tapestri secara manual menurut target Teliti mempersiapkan alat dan bahan tenun tapestri sesuai target Menjelaskan pengertian tenun tapestri. Menjelaskan jenis, sifat dan fungsi alat dan bahan tenun tapestri secara manual sesuai dengan target Menjelaskan cara mempersiapkan alat dan bahan menenun/tapestri secara manual sesuai target Mempersiapkan alat dan bahan tenun secara manual sesuai target 2. Menenun polos (plain weave) dan turunannya. Teknik pembuatan struktur tenun polos dikuasai untuk pembuatan tapestri. Alat dan bahan untuk makrame disiapkan sesuai dengan kebutuhan. Proses pembuatan diuraikan sesuai dengan langkah Teknik pembuatan struktur tenun polos untuk pembuatan tenun tapestri. Proses pembuatan tenun tapestri polos sesuai dengan langkah Menentukan jumlah benang lungsi untuk pembuatan tenun tapestri sesuai dengan ketentuan. Teliti dan cermat menerapkan proses pembuatan tenun tapestri polos. Menjelaskan teknik pembuatan tenun polos untuk pembuatan tenun tapestri. Menguraikan proses pembuatan tenun tapestri polos sesuai dengan langkah Memasang benang lungsi pada alat tenun. Menggulung benang pakan pada alat teropong. Membuat tenun polos untuk tapestri sesuai dengan urutan KRIA TEKSTIL Halaman 53 dari 65

54 Jumlah panjang tali untuk pembuatan tapestri polos dihitung sesuai yang telah ditentukan. Menghitung jumlah benang lungsi sesuai dengan ketentuan. 3. Tenun tapestri struktur polos polos untuk berbagai warna, ukuran dan berbagai fungsi Lembaran tenun tapestri polos dengan berbagai warna warna dibuat fungsi dibuat menurut dengan jenis, sifat dan Pengukuran panjang tali untuk dibuat bermacammacam warna dengan struktur polos dilakukan dengan ukurang produk yang telah ditentukan terlebih dahulu. Ragam hias yang baik dengan teknik dan penggunaan alat dimunculkan secara maksimal. Jenis, sifat, fungsi serat, tali dan benang lungsi, benang pakan, konstruksi tenunan, gun pedal dan sisir dan cara pembuatan tenunan polos dan turunannya dapat dibuat dan dibedakan. Jenis, sifat, fungsi benang pakan untuk pembuatan tenun tapestri polos dan turunannya. Proses pembuatan tenun tapestri polos dengan warna dan fungsi sesuai dengan ketentuan. Rapi dan cermat membuat tenun tapestri polos dengan berbagai warna dan fungsi sesuai dengan ketentuan. Membedakan jenis, sifat, fungsi benang lungsi, benang pakan untuk pembuatan tenun tapestri polos dan turunannya. Menjelaskan cara pembuatan tenun tapestri struktur polos dengan berbagai warna, ukuran dan berbagai fungsi sesuai dengan ketentuan. Memasang benang lungsi pada alat tenun. Menggulung benang pakan pada alat teropong. Membuat tenun tapestri polos dengan berbagai warna dan fungsinya. Membuat ragam hias pada tenunan menggunakan berbagai macam alat. 4. Menyelesaikan pekerjaan (finishing) dan membersihkan ruangan kerja Karya diselesaikan sampai tahap akhir sehingga dapat digunakan sesuai dengan Tempat bekerja dibersihkan dan dibebaskan dari barangbarang yang tidak berguna, seperti sampah. Penyelesaian karya sampai tahap akhir sesuai dengan Pemeliharaan dan perawatan peralatan dan tempat bekerja setelah selesai dipergunakan. Rapi dan tertib mengatur tempat bekerja dan peralatan setelah selesai dipergunakan. Aktif membersihkan tempat kerja sehingga bebas dari limbah dan sampah. Menjelaskan cara menyelesaikan karya sampai tahap akhir sesuai dengan fungsinya. Menjelaskan cara memelihara tempat bekerja dan perawatan peralatan se-telah selesai diperguna-kan. Menyelesaikan karya sampai tahap akhir sehingga dapat digunakan sesuai dengan fungsinya. Mengatur kembali tempat bekerja dan peralatan yang telah selesai dipergunakan. KRIA TEKSTIL Halaman 54 dari 65

55 Peralatan-peralatan dikembalikan ke tempat penyimpanan sesuai dengan posisinya. Membesihkan kembali tempat kerja sehingga bebas dari limbah dan sampah. KRIA TEKSTIL Halaman 55 dari 65

56 KOMPETENSI KODE DURASI PEMELAJARAN : Membuat gambar pedoman ragam hias untuk tapestri : KRA.TKS.026 (1)A : menit LEVEL KOMPETENSI KUNCI KONDISI KINERJA A B C D E F G Kompetensi tenun yang harus dilakukan termasuk inisiatif dan keputusan-keputusan dalam melakukan pekerjaan sepertri: Bekerja mandiri dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan, mengkoordinasi proses dan memenuhi tenggang waktu. Memakai perlengkapan kesehatan dan keselamatan Membaca gambar kerja dengan teliti termasuk dalam pekerjaan ini adalah kemampuan untuk menjahit potongan-potongan pola produk kriya tekstil. Pekerjaan harus dilakukan sesuai dengan perundang-undangan, peraturan asuransi yang mengikat, prosedur penggunaan alat, dan peraturan keselamatan yang ada dalam perusahaan. 1. Persiapan membuat gambar pedoman ragam hias untuk Tapestri. Alat dan bahan dipersiapkan menurut target Nama ragam hias untuk tapestri. Jenis, sifat dan fungsi alat dan bahan untuk membuat gambar pedoman ragam hias untuk tapestri. Persiapan alat dan bahan untuk membuat gambar pedoman ragam hias untuk tapestri. Teliti mempersiapkan pembuatan gambar pedoman ragam hias untuk tapestri. Menjelaskan nama ragam hias untuk tapestri. Menjelaskan jenis sifat dan fungsi alat dan bahan untuk membuat gambar pedoman ragam hias untuk tapestri. Menjelaskan cara mempersiapkan alat dan bahan untuk membuat gambar pedoman ragam hias untuk tapestri. Mempersiapkan alat dan bahan untuk membuat gambar pedoman ragam hias untuk tapestri. 2. Membuat ragam hias/pola untuk tapestri Ragam hias atau pola digambar dan dibuat dari/diatas kertas. Penggambaran pola dasar ragam hias digambar diatas kertas dengan ukuran 1 : 1. Cermat membuat gambar pola dasar ragam hias pada kertas ukuran 1:1. Berbagai macam ragam hias atau pola untuk tapestri. Komposisi warna untuk pembuatan ragam hias/pola untuk tapestri. Proses pembuatan ragam hias/pola untuk tapestri. Teliti dan cermat dalam menggambar ragam hias/pola untuk tapestri. Cermat membuat gambar pola dasar ragam hias pada kertas ukuran 1:1. Menjelaskan berbagai macam ragam hias atau pola untuk tapestri. Menjelaskan komposisi warna untuk pembuatan ragam hias/pola untuk tapestri. Menguraikan proses pembuatan ragam hias/ pola untuk tapestri. Menggambar ragam hias/pola untuk tapestri sesuai dengan warna dan jenis temuan pada masing-masing bidang ragam hias pada kertas gambar A3. KRIA TEKSTIL Halaman 56 dari 65

57 Warna pada pola dasar ditentukan Warna pada pola dasar tersebut ditentukan sebagai panduan warna pada masingmasing bidang ragam hias tapestri yang dibuat. Jenis temuan ditentukan pada masing-masing bidang ragam hias tapestri. Berbagai macam kertas gambar dari cat warna sesuai dengan jenis, sifat dan ukuran. Teliti menentukan warna pada pola dasar. Tepat memilih warna paduan, warna pola dasar bidang ragam hias. Menjelaskan berbagai macam kertas gambar dan cat warna sesuai dengan jenis, sifat dan ukuran. 3. Membuat pola dasar ragam hias langsung pada benang lungsi tapestri sebagai dasar panduan dalam membuat tapestri Gambar pada benang lungsi yang masih berwarna putih digambar dan langsung pakai alat gambar yang bisa nyata terlihat apa bila digambar. Menentukan pola dasar/ ragam hias yang sudah digambar yang berupa pola yang akan diikuti oleh pembuat tapestri sebagai garisgaris panduan bidang/pola ragam hias. Pola dasar ragam hias langsung pada benang lungsi sebagai dasar panduan dalam membuat tapestri. Berbagai macam kertas gambar dan cat warna sesuai jenis, sifat dan ukuran. Teliti dan cermat dalam membuat pola dasar ragam hias langsung pada benang lungsi untuk membuat tapestri. Menjelaskan cara membuat pola dasar ragam hias langsung pada benang lungsi untuk membuat tapestri. Menjelaskan berbagai macam kertas gambar dan cat warna sesuai dengan jenis, sifat dan ukuran. Membuat pola dasar ragam hias ragam langsung pada benang lungsi untuk membuat tapestri pada kertas gambar A3. 4. Menyelesaikan pekerjaan (finishing) dan membersihkan ruangan kerja Karya diselesaikan sampai tahap akhir sehingga dapat digunakan sesuai dengan Tempat bekerja dibersihkan dan dibebaskan dari barangbarang yang tidak berguna seperti sampah. Peralatan-peralatan dikembalikan ke tempat penyimpanan sesuai dengan posisinya. Penyelesaian karya sampai tahap akhir sesuai dengan Pemeliharaan dan perawatan peralatan dan tempat bekerja setelah dipergunakan. Rapi dan tertib mengatur tempat bekerja dan peralatan setelah selesai dipergunakan. Aktif membersihkan tempat kerja terbebas dari limbah dan sampah Menjelaskan cara menyelesaikan karya sampai tahap akhir sesuai dengan fungsinya. Menjelaskan cara pemeliharaan tempat kerja dan perawatan peralatan se-telah selesai diperguna-kan. Menyelesaikan karya sampai tahap akhir sehinga dapat digunakan sesuai dengan fungsinya. Membersihkan tempat kerja yang bebas dari limbah dan sampah. Mengatur kembali tempat bekerja dan peralatan yang telah selesai dipergunakan. KRIA TEKSTIL Halaman 57 dari 65

58 KOMPETENSI KODE DURASI PEMELAJARAN : Membuat tenun/tapestri dengan alat tenun (ATM) : KRA.TKS.027(1)A : menit LEVEL KOMPETENSI KUNCI KONDISI KINERJA A B C D E F G Kompetensi tenun yang harus dilakukan termasuk inisiatif dan keputusan-keputusan dalam melakukan pekerjaan sepertri: Bekerja mandiri dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan, mengkoordinasi proses dan memenuhi tenggang waktu. Memakai perlengkapan ke sehatan dan keselamatan Membaca gambar kerja dengan teliti termasuk dalam pekerjaan ini adalah kemampuan untuk menjahit potongan-potongan pola produk kriya tekstil. Pekerjaan harus dilakukan sesuai dengan perundang-undangan, peraturan asuransi yang mengikat, prosedur penggunaan alat, dan peraturan keselamatan yang ada dalam perusahaan. 1. Persiapan membuat tenun/tapestri dengan ATBM. 2. Menguasai pemakaian alat tenun. Alat dan bahan dipersiapkan menurut target Pekerjaan selanjutnya dilakukan secara berurutan : - ikatan benang lungsi - kedudukan guni - ikatan benang pakan - injakan - gam 1,2,3,4 (sikap) 3. Membuat anyaman. Pekerjaan anyaman dibentuk sebagai berikut: - jumbul - menonjol - biasa Jenis, sifat dan fungsi alat dan bahan untuk membuat tenun/tapestri dengan ATBM. Persiapan alat dan bahan untuk membuat tenun/ tapestri dengan ATBM. Mengoperasikan alat tenun sesuai dengan urutan Berbagai macam motif anyam untuk membuat karya tenun. Teliti mempersiapkan alat dan bahan tenun/tapestri dengan ATBM. Teliti dan cermat mengoperasikan alat tenun. Rapi dan teliti membuat anyaman tenun. Menjelaskan jenis, sifat dan fungsi alat dan bahan untuk membuat tenun/tapestri dengan ATBM. Menjelaskan cara mempersiapkan alat dan bahan untuk membuat tenun/tapestri dengan ATBM. Menjelaskan cara mengoperasikan alat tenun sesuai dengan urutan Menjelaskan berbagai macam motif anyam untuk membuat karya tenun. Mempersiapkan alat dan bahan untuk membuat tenun/tapestri dengan ATBM. Mengoperasikan alat tenun sesuai dengan urutan Membuat karya anyaman untuk karya tenun. KRIA TEKSTIL Halaman 58 dari 65

59 4. Mengerjakan penenunan. Pekerjaan tenunan dapat dilakukan dengan berbagai struktur sebagai berikut: - polos - kepar - satin - sablon - kembangan Penggantian benang dilakukan untuk penggantian ukuran dan warna tenunan yaitu: - ganti ukuran benang - penggantian warna benang. Tenunan dikerjakan dengan berbagai struktur tenun. Berbagai macam jenis benang yang dapat dipergunakan untuk tenun. Teliti dalam pemasangan benang lungsi. Rapi dalam pengerjaan tenun. Teliti membaca pola tenunan. Menguraikan proses pengerjaan tenun dengan berbagai struktur dan warna benang sesuai dengan rencana. Menjelaskan berbagai jenis benang yang dapat dipergunakan untuk tenun. Memasang benang lungsi pada alat tenun. Menggulung benang pakan pada alat teropong. Membuat tenunan dengan berbagai struktur dan warna benang sesuai dengan rencana. 5. Menyelesaikan pekerjaan (finishing) dan membersihkan ruangan Karya diselesaikan sampai tahap akhir sehingga dapat digunakan sesuai dengan Tempat bekerja dibersihkan dan dibebaskan dari barangbarang yang tidak berguna seperti sampah. Peralatan-peralatan dikembalikan ke tempat penyimpanan sesuai dengan posisinya. Penyelesaian karya sampai tahap akhir sesuai dengan Pemeliharaan dan perawatan peralatan dan tempat bekerja setelah selesai be Rapi dan tertib mengatur tempat bekerja dan peralatan setelah selesai dipergunakan. Teliti menyelesaikan karya sampai tahap akhir. Aktif membersihkan tempat kerja sehingga terbebaskan dari limbah dan sampah. Menjelaskan cara menyelesaikan karya sampai tahap akhir sesuai dengan fungsinya. Menjelaskan cara pemeliharaan tempat kerja dan perawatan peralatan setelah selesai dipergunakan Mengatur kembali tempat bekerja dan peralatan yang telah selesai dipergunakan. Menyelesaikan karya sampai tahap akhir/ finishing sehingga karya dapat berfungsi dan layak pakai. KRIA TEKSTIL Halaman 59 dari 65

60 KOMPETENSI KODE DURASI PEMELAJARAN : Menenun/tapestri dengan berbagai struktur tenunan : KRA.TKS.028 (1)A : menit LEVEL KOMPETENSI KUNCI KONDISI KINERJA A B C D E F G Kompetensi tenun yang harus dilakukan termasuk inisiatif dan keputusan-keputusan dalam melakukan pekerjaan sepertri: Bekerja mandiri dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan, mengkoordinasi proses dan memenuhi tenggang waktu. Memakai perlengkapan kesehatan dan keselamatan Membaca gambar kerja dengan teliti termasuk dalam pekerjaan ini adalah kemampuan untuk menjahit potongan-potongan pola produk kriya tekstil. Pekerjaan harus dilakukan sesuai dengan perundang-undangan, peraturan asuransi yang mengikat, prosedur penggunaan alat, dan peraturan keselamatan yang ada dalam perusahaan. 1. Persiapan menenun/ tapestri dengan berbagai struktur tenun. 2. Menenun kepar (will weave) dan turunannya. Alat dan bahan dipersiapkan menurut target Teknik pembuatan struktur tenun kepar untuk pembuatan tapestri harus dikuasai. Alat dan bahan dapat digunakan untuk tapestri disiapkan sesuai dengan kebutuhan. Tenun kepar dibuat dengan berbagai macam bahan dan proses pembuatannya diuraikan sesuai dengan langkah Jenis, sifat dan fungsi alat dan bahan untuk menenun tapestri dengan berbagai struktur tenun menurut target Persiapan alat dan bahan menenun/tapestri dengan berbagai struktur tenun menurut target Struktur tenun kepar untuk pembuatan tapestri. Jenis, sifat dan fungsi alat dan bahan untuk tenun kepar. Proses pembuatan tenun kepar untuk tapestri sesuai dengan langkah Teliti mempersiapkan alat dan bahan untuk menenun/tapestri sesuai dengan target Rapi dalam mempersiapkan gambar pola yang akan digunakan sesuai dengan struktur tenun. Teliti dan cermat dalam pembuatan tenun kepar untuk pembuatan tapestri. Menjelaskan macammacam struktur tenun/ tapestri. Menjelaskan alat dan bahan yang dipergunakan untuk tenun/tapestri. Menjelaskan cara mempersiapkan alat dan bahan menenun/tapestri dengan struktur tenun menurut target pekerjaan Menjelaskan struktur tenun kepar untuk pembuatan tapestri. Menjelaskan jenis, sifat dan fungsi alat dan bahan untuk tapestri struktur tenun kepar. Menguraikan proses pembuatan tenun kepar untuk tapestri sesuai langkah Mempersiapkan alat dan bahan tenun/tapestri menurut target pekerjaan Mempersiapkan komponen-komponen alat tenun sehingga dapat berfungsi dengan baik. Memasang benang lungsi pada alat tenun. Menggulung benang pakan pada alat teropong Membuat tenun kepar dan turunannya sesuai dengan langkah KRIA TEKSTIL Halaman 60 dari 65

61 3. Menenun satin (satin weave) dan turunan-nya. Panjang tali diukur untuk pembuatan tapestri struktur satin dengan variasi lain. Pengukuran panjang tali diukur untuk dibuat bermacammacam warna dengan struktur polos dengan ukuran produk yang telah ditentukan terlebih dahulu. Menentukan jumlah benang lungsi untuk tenun satin dan turunannya. Struktur tenun satin dan keturunannya. Proses pembuatan tapestri struktur satin dan turunannya. Teliti dan cermat dalam pembuatan tapestri struktur satin dan turunannya. Menjelaskan struktur tenun satin dan turunannya Menguraikan proses pembuatan tapestri struktur satin dan turunannya. Memasnag benang lungsi pada alat tenun. Menggulung benang pakan pada alat teropong. Membuat tenun satin dan turunannya sesuai dengan langkah 4. Menenun berupa lembaran untuk berbagai Lembaran tenun tapestri anyaman satin dapat dibuat dengan berbagai warna warna fungsi dubuat menurut dengan jenis, sifat dan Ragam hias yang baik dapat dimunculkan dengan teknik dan peng-gunaan alat secara maksimal. Jenis, sifat, fungsi serat, tali dan benang lungsi, benang pakan, konstruksi tenunan, gun pedal dan sisir dan cara pembuatan tenunan polos dan turunannya dapat dibuat dan dibedakan. Jenis, sifat, fungsi alat dan bahan untuk menenun berupa lembaran menurut fungsinya. Ragam hias dimunculkan dengan menggunakan alat. Proses pembuatan lembaran untuk berbagai fungsi dengan teknik tenun tapestri anyaman satin. Teliti dalam pemasangan benang lungsi pada alat tenun. Rapi dalam menenun sampai berupa lembaran. Cermat mengatur komponen alat tenun sehingga berfungsi dengan baik. Teliti memasang gun, pedal dan sisir dengan tepat (penyetelan alat tenun). Menjelaskan jenis, sifat, fungsi alat dan bahan untuk menenun berupa lembaran menurut fungsinya. Menguraikan ragam hias dimunculkan dengan menggunakan alat. Menjelaskan proses pembuatan lembaran untuk berbagai fungsi dengan teknik tenun tapestri anyaman satin. Memasang benang lungsi pada alat tenun. Menggulung benang pakan pada alat teropong. Membuat tenunan berupa lembaran untuk berbagai Menempatkan ragam hias dengan teknik dan pengunaan alat secara maksimal. Mengatur komponen alat tenun sehingga dapat berfungsi sesuai dengan jenis tenunan yang dikehendaki. 5. Menyelesaikan pekerjaan (finishing) dan membersihkan ruangan Karya diselesaikan sampai tahap akhir sehingga dapat digunakan sesuai dengan Tempat bekerja dibersihkan dan dibebaskan dari barangbarang yang tidak berguna, seperti sampah. Penyelesaian karya sampai tahap akhir sesuai dengan Pemeliharaan dan perawatan peralatan dan tempat bekerja setelah selesai be Rapi dan tertib mengatur tempat bekerja setelah selesai be Mengakhiri karya dengan rapi sehingga dapat digunakan sesuai dengan Membersihkan tempat kerja dengan aktif sehingga terlepas dari limbah dan sampah. Menjelaskan cara menyelesaikan karya sampai tahap akhir sesuai dengan fungsinya. Menjelaskan cara pemeliharaan tempat kerja dan perawatan peralatan se-telah selesai dipergunakan. Mengatur kembali tempat bekerja dan peralatan yang telah selesai dipergunakan. Menyelesaikan karya sampai tahap akhir sehingga dapat digunakan sesuai fungsinya. Membersihkan tempat kerja sehingga terbebas dari limbah dan sampah KRIA TEKSTIL Halaman 61 dari 65

62 Peralatan-peralatan dikembalikan ke tempat penyimpanan sesuai dengan posisinya. Menyimpan peralatan ke tempat penyimpanan sesuai dengan posisinya secara rapi. KRIA TEKSTIL Halaman 62 dari 65

63 KOMPETENSI KODE DURASI PEMELAJARAN : Menenun/tapestry dengan berbagai macam serat dan variasi warna dan anyaman : KRA.TKS.029 (1)A : menit LEVEL KOMPETENSI KUNCI KONDISI KINERJA A B C D E F G Kompetensi tenun yang harus dilakukan termasuk inisiatif dan keputusan-keputusan dalam melakukan pekerjaan sepertri: Bekerja mandiri dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan peke rjaan, mengkoordinasi proses dan memenuhi tenggang waktu. Memakai perlengkapan kesehatan dan keselamatan Membaca gambar kerja dengan teliti termasuk dalam pekerjaan ini adalah kemampuan untuk menjahit potongan-potongan pola produk kriya tekstil. Pekerjaan harus dilakukan sesuai dengan perundang-undangan, peraturan asuransi yang mengikat, prosedur penggunaan alat, dan peraturan keselamatan yang ada dalam perusahaan. 1. Persiapan menenun / tapestri dengan berbagai macam serat dan variasi warna dan anyaman. Alat dan bahan dipersiapkan menurut target Jenis, sifat dan fungsi alat dan bahan untuk menenun/ tapestri dengan berbagai macam serat dan variasi warna dan anyaman. Persiapan alat dan bahan menenun/tapestri dengan berbagai macam serat dan variasi warna dan anyaman. Teliti mempersiapkan alat dan bahan untuk menenun/tapestri sesuai dengan target pekerjaan Menjelaskan jenis, sifat dan fungsi alat dan bahan untuk menenun/ tapestri dengan berbagai macam serat dan warna dan anyaman. Menjelaskan cara mempersiapkan alat dan bahan. Mempersiapkan alat dan bahan tenun/tapestri menurut target 2. Tapestri dengan variasi berbagai teknik, warna, struktur, tekstur, bahan dan ukuran. Jenis, sifat, fungsi tenunan berbagai konstruksi tenunan harus dapat dikuasai. Gun dan pedal dapat digunakan minimal empat untuk variasi ragam hias. Berbagai bahan untuk pembuatan tenunan dan turunannya dapat dikerjakan. Semua teknik pembuatan struktur pembuatan tapestri harus dikuasai Jenis, sifat dan tenunan berbagai konstruksi tenunan. Jenis, sifat dan fungsi alat dan bahan untuk pembuatan tenunan dan turunannya. Berbagai teknik pembuatan struktur tenun tapestri. Persiapan alat dan bahan untuk tapestri dengan variasi berbagai teknik warna, struktur, tekstur dan bahan. Teliti mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan. Teliti dan rapi dalam pemasangan benang lungsi pada alat tenun. Rapi dalam menenun tapestri dengan variasi berbagai teknik, warna, struktur, tekstur sesuai dengan rencana. Menjelaskan jenis, sifat, fungsi tenunan berbagai konstruksi tenunan. Menjelaskan jenis, sifat fungsi alat dan bahan untuk pembuatan tenunan dan turunannya. Menguraikan berbagai teknik pembuatan struktur tenun tapestri. Memasang benang lungsi pada alat tenun. Menggulung benang pakan pada alat teropong. Membuat tenunan dengan variasi berbagai teknik, warna, struktur, tekstur, bahan dan ukuran. KRIA TEKSTIL Halaman 63 dari 65

64 Alat dan bahan untuk tapestri disiapkan dan dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan. Proses pembuatan tapestri dengan variasi berbagai teknik, warna, struktur, tekstur, bahan sesuai dengan rencana. Menguraikan cara mempersiapkan alat dan bahan untuk tapestri dengan variasi berbagai teknik, warna, struktur, tekstur, dan bahan. Menjelaskan proses pembuatan tapestri dengan variasi berbagai teknik, warna, struktur, tekstur, bahan sesuai dengan rencana. 3. Tapestri dengan tingkat kerumitan yang tinggi dengan berbagai macam teknik, bahan, warna dan anyaman. Pembuatan tenun teknik campuran dengan berbagai macam bahan dan proses pembuatan diuraikan sesuai dengan langkah Panjang tali diukur untuk pembuatan tapestri struktur campuran dengan variasi lain. Lembaran tenun tapestri anyaman satin dapat digunakan dengan berbagai warna warna fungsi dibuat menurut dengan jenis, sifat dan Ragam hias yang baik dengan teknik dan penggunaan alat dapat dimunculkan secara maksimal. Jenis, sifat, fungsi serat, tali dan benang lungsi, benang pakan, konstruksi tenunan, gun pedal dan sisir dan cara pembuatan tenunan polos dan turunannya dapat dibuat dan dibedakan. Variasi ragam hias tenunan dengan struktur campuran. Berbagai macam bahan untuk membuat variasi tenunan dengan struktur campuran. Persiapan alat dan bahan untuk membuat tenunan dengan variasi ragam hias dan struktur campuran. Proses pembuatan tenunan dengan variasi ragam hias dan struktur campuran. Teliti mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan. Teliti dan rapi dalam pemasangan benang lungsi pada alat tenun. Rapi dalam menenun dengan variasi ragam hias dan struktur campuran. Menjelaskan variasi ragam hias tenunan dengan struktur campuran Menguraikan berbagai macam bahan untuk embuat variasi tenunan dengan struktur campuran Menjelaskan cara mempersiapkan alat dan bahan untuk membuat tenunan dengan variasi ragam hias dan struktur campuran. Menjelaskan proses pembuatan tenunan dengan variasi ragam hias dan struktur campuran. Memasang benang lungsi pada alat tenun. Menggulung benang pakan pada alat teropong. Membuat tenunan dengan variasi ragam hias dan struktur campuran. KRIA TEKSTIL Halaman 64 dari 65

65 4. Menyelesaikan pekerjaan (finishing) dan membersihkan ruangan kerja Karya diselesaikan sampai tahap akhir sehingga dapat digunakan sesuai dengan (sikap) Tempat bekerja dibersihkan dan dibebaskan dari barangbarang yang tidak berguna seperti sampah. (sikap) Peralatan-peratalan dikembalikan ke tempat penyimpanan sesuai dengan posisinya. Penyelesaian karya sampai tahap akhir sesuai dengan Pemeliharaan dan perawatan peralatan dan tempat bekerja setelah selesai Rapi dan tertib mengatur tempat bekerja setelah selesai be Cermat dalam menyelesaikan karya sampai tahap akhir sehingga dapat digunakan sesuai fungsinya. Membersihkan tempat kerja sehingga terbebas dari sampah dan limbah Menjelaskan cara menyelesaikan karya sampai tahap akhir sesuai dengan fungsinya. Menjelaskan cara pemeliharaan tempat bekerja dan perawatan peralatan setelah selesai dipergunakan. Menyelesaikan karya sampai tahap akhir sehingga dapat digunakan sesuai dengan fungsinya. Membersihkan tempat kerja sehingga terbebas dari limbah dan sampah. Mengatur kembali tempat bekerja dan peralatan yang telah selesai dipergunakan. KRIA TEKSTIL Halaman 65 dari 65

DAFTAR ISI...i TUJUAN PROGRAM KEAHLIAN...1 STANDAR KOMPETENSI KEAHLIAN...2 PROFIL KOMPETENSI LULUSAN Kompetensi Umum...5

DAFTAR ISI...i TUJUAN PROGRAM KEAHLIAN...1 STANDAR KOMPETENSI KEAHLIAN...2 PROFIL KOMPETENSI LULUSAN Kompetensi Umum...5 DAFTAR ISI DAFTAR ISI...i TUJUAN PROGRAM KEAHLIAN...1 STANDAR KOMPETENSI KEAHLIAN...2 PROFIL KOMPETENSI LULUSAN...5 1. Kompetensi Umum...5 2. Kompetensi Kejuruan...6 RUANG LINGKUP PEKERJAAN...10 SUBSTANSI

Lebih terperinci

DAFTAR ISI...i TUJUAN PROGRAM KEAHLIAN...1 STANDAR KOMPETENSI KEAHLIAN...2 PROFIL KOMPETENSI LULUSAN Kompetensi Umum...7

DAFTAR ISI...i TUJUAN PROGRAM KEAHLIAN...1 STANDAR KOMPETENSI KEAHLIAN...2 PROFIL KOMPETENSI LULUSAN Kompetensi Umum...7 DAFTAR ISI DAFTAR ISI...i TUJUAN PROGRAM KEAHLIAN...1 STANDAR KOMPETENSI KEAHLIAN...2 PROFIL KOMPETENSI LULUSAN...7 1. Umum...7 2. Kejuruan...8 RUANG LINGKUP PEKERJAAN...15 SUBSTANSI PEMELAJARAN...16 1.

Lebih terperinci

DESKRIPSI PEMELAJARAN

DESKRIPSI PEMELAJARAN DESKRIPSI PEMELAJARAN MATADIKLAT : NIRMANA TUJUAN : 1. Memiliki kemampuan membuat eksplorasi pengembangan komposisi elemen estetis, membuat komposisi elemen estetis, dan membuat komposisi warna prinsip

Lebih terperinci

MATA PELAJARAN : KETERAMPILAN JENJANG PENDIDIKAN : SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA)

MATA PELAJARAN : KETERAMPILAN JENJANG PENDIDIKAN : SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) MATA PELAJARAN : KETERAMPILAN JENJANG PENDIDIKAN : SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) Kompetensi guru Pedagogik Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran keterampilan. Memahami berbagai teori belajar

Lebih terperinci

Indikator Esensial Mengindentifikasi tahapan dalam membuat benda kerajinan

Indikator Esensial Mengindentifikasi tahapan dalam membuat benda kerajinan KISI- KISI SOAL UJI KOMPETENSI AWAL KETRAMPILAN (KERAJINAN) Kompetensi Inti Guru (Standar Kompetensi) 1. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang meliputi apresiasi dan membuat

Lebih terperinci

MEMASANG RANGKA DAN PENUTUP PLAFON

MEMASANG RANGKA DAN PENUTUP PLAFON KODE MODUL KYU.BGN.214 (2) A Milik Negara Tidak Diperdagangkan SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK BANGUNAN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK INDUSTRI KAYU MEMASANG RANGKA DAN PENUTUP PLAFON DIREKTORAT

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) PRAKTEK. : Kerajinan dari Bahan Tekstil (Kai Flanel).

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) PRAKTEK. : Kerajinan dari Bahan Tekstil (Kai Flanel). RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) PRAKTEK Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMP N 1 Piyungan : Prakarya (kerajinan) : VIII / Ganjil : Kerajinan dari Bahan Tekstil

Lebih terperinci

MATA PELAJARAN : KETERAMPILAN JENJANG PENDIDIKAN : SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)

MATA PELAJARAN : KETERAMPILAN JENJANG PENDIDIKAN : SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) MATA PELAJARAN : KETERAMPILAN JENJANG PENDIDIKAN : SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) Kompetensi guru Pedagogik 1. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran keterampilan. 2.Memberikan perlakukan

Lebih terperinci

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONTRUKSI TUKANG PASANG WATERPROOFING KOMUNIKASI TIMBAL BALIK DI TEMPAT KERJA

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONTRUKSI TUKANG PASANG WATERPROOFING KOMUNIKASI TIMBAL BALIK DI TEMPAT KERJA MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONTRUKSI KOMUNIKASI TIMBAL BALIK DI TEMPAT KERJA KODE UNIT KOMPETENSI: BUKU KERJA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI PUSAT PEMBINAAN KOMPETENSI

Lebih terperinci

KPBK (KURIKULUM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI)

KPBK (KURIKULUM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI) KPBK (KURIKULUM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI) Judul Pelatihan : TUKANG KAYU KONSTRUKSI Klasifikasi : Kualifikasi : Kode Jabatan Kerja : Kode Pelatihan : K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M

Lebih terperinci

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL JABATAN KERJA TEKNISI LABORATORIUM BETON ASPAL

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL JABATAN KERJA TEKNISI LABORATORIUM BETON ASPAL MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL JABATAN KERJA TEKNISI LABORATORIUM BETON ASPAL PERSIAPAN PENGUJIAN BETON ASPAL KODE UNIT KOMPETENSI: F45.TLBA.02.001.02 BUKU KERJA

Lebih terperinci

LOMBA KOMPETENSI SISWA SMK. TINGKAT PROVINSI JAWA TIMUR Sidoarjo, September 2014 KERAJINAN TEKSTIL

LOMBA KOMPETENSI SISWA SMK. TINGKAT PROVINSI JAWA TIMUR Sidoarjo, September 2014 KERAJINAN TEKSTIL LOMBA KOMPETENSI SISWA SMK TINGKAT PROVINSI JAWA TIMUR Sidoarjo, September 2014 LOMBA KOMPETENSI SISWA SMK KERAJINAN TEKSTIL Disusun Oleh : Drs. Syamsudin, M. Sn. Ir. Sri Herlina, M.Si. PEMERINTAH PROVINSI

Lebih terperinci

DAFTAR ISI... i TUJUAN PROGRAM KEAHLIAN...1 STANDAR KOMPETENSI KEAHLIAN...2 PROFIL KOMPETENSI LULUSAN Kompetensi Umum...5

DAFTAR ISI... i TUJUAN PROGRAM KEAHLIAN...1 STANDAR KOMPETENSI KEAHLIAN...2 PROFIL KOMPETENSI LULUSAN Kompetensi Umum...5 DAFTAR ISI DAFTAR ISI... i TUJUAN PROGRAM KEAHLIAN...1 STANDAR KOMPETENSI KEAHLIAN...2 PROFIL KOMPETENSI LULUSAN...5 1. Kompetensi Umum...5 2. Kompetensi Kejuruan...6 RUANG LINGKUP PEKERJAAN...9 SUBSTANSI

Lebih terperinci

BAB. I PENDAHULUAN. A. Deskripsi. B. Prasyarat. C. Petunjuk Penggunaan Modul

BAB. I PENDAHULUAN. A. Deskripsi. B. Prasyarat. C. Petunjuk Penggunaan Modul BAB. I PENDAHULUAN A. Deskripsi Dalam modul ini Siswa akan mempelajari tentang menggambar proyeksi orthogonal dan berbagai istilah yang terkait dengan proyeksi tersebut yang dikenali dan dipahami. Untuk

Lebih terperinci

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR BANGUNAN GEDUNG EDISI 2011 JURU UKUR KUANTITAS BANGUNAN GEDUNG

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR BANGUNAN GEDUNG EDISI 2011 JURU UKUR KUANTITAS BANGUNAN GEDUNG MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR BANGUNAN GEDUNG EDISI 2011 JURU UKUR KUANTITAS BANGUNAN GEDUNG BEKERJASAMA DENGAN REKAN KERJA NO. KODE : BUKU KERJA DAFTAR ISI DAFTAR ISI...

Lebih terperinci

Modul ini terdiri dari 1 Kegiatan Belajar yaitu: BGN.GGT. 001 A Menggambar garis tegak lurus dan garis sejajar

Modul ini terdiri dari 1 Kegiatan Belajar yaitu: BGN.GGT. 001 A Menggambar garis tegak lurus dan garis sejajar . I PENDHULUN. Deskripsi Modul ini terdiri dari 1 Kegiatan elajar yaitu: GN.GGT. 001 Menggambar garis tegak lurus dan garis sejajar Pada Kegiatan elajar 1, yaitu menggambar garis tegak lurus diatas garis

Lebih terperinci

KRIYA TEKSTIL SMK. Budiyono dkk

KRIYA TEKSTIL SMK. Budiyono dkk Budiyono dkk KRIYA TEKSTIL SMK JILID 1 Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Hak Cipta pada Departemen

Lebih terperinci

b. Karya seni rupa tiga dimensi atau trimatra, contoh; patung, monumen, mebel. rumah, pesawat, sepatu, sandal, tas, dll.

b. Karya seni rupa tiga dimensi atau trimatra, contoh; patung, monumen, mebel. rumah, pesawat, sepatu, sandal, tas, dll. SENI RUPA 2 DIMENSI DAN 3 DIMENSI 1. PEMBAGIAN BERDASARKAN DIMENSI Pengertian dimensi adalah ukuran yang meliputi panjang, lebar, dan tinggi. Karya seni rupa yang hanya memiliki panjang dan lebar disebut

Lebih terperinci

KISI-KISI MATERI PLPG DESAIN DAN PRODUKSI KRIYA TEKSTIL. Standar Kompetensi Guru (SKG)

KISI-KISI MATERI PLPG DESAIN DAN PRODUKSI KRIYA TEKSTIL. Standar Kompetensi Guru (SKG) KISI-KISI MATERI PLPG DESAIN DAN PRODUKSI KRIYA TEKSTIL No Standar Guru (SKG) Inti Guru (KI) Guru Mata 1 Pedagogik Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural,

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Quality Assurance Engineer. Kode Modul F45.QAE

DAFTAR ISI. Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Quality Assurance Engineer. Kode Modul F45.QAE DAFTAR ISI Daftar Isi... 1 BAB I STANDAR KOMPETENSI... 2 1.1 Kode Unit... 2 1.2 Judul Unit... 2 1.3 Deskripsi Unit... 2 1.4 Elemen Kompetensi dan Kriteria Unjuk Kerja... 2 1.5 Batasan Variabel... 3 1.6

Lebih terperinci

Jenjang Pendidikan. Kompetensi Utama Kompetensi Inti. Indikator Esensial. Kompetensi Guru Mapel/Guru Kelas

Jenjang Pendidikan. Kompetensi Utama Kompetensi Inti. Indikator Esensial. Kompetensi Guru Mapel/Guru Kelas Mata Pelajaran Jenjang Pendidikan : Desain dan Produk KriyaTekstil : SMK Kompetensi Pedagogik Guru Menguasai karakteristik Memahami karakteristik peserta didik dari aspek fisik, peserta didik yang berkaitan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. Setelah melakukan penelitian pada Tunas Den s yang berlokasi di jalan

BAB IV HASIL PENELITIAN. Setelah melakukan penelitian pada Tunas Den s yang berlokasi di jalan BAB IV HASIL PENELITIAN Setelah melakukan penelitian pada Tunas Den s yang berlokasi di jalan Surapati nomor 109 Bandung, dimana perusahaan bergerak pada bidang konveksi yang memproduksi dan menjual berbagai

Lebih terperinci

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL EDISI 2012 PELAKSANA LAPANGAN PEKERJAAN JALAN

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL EDISI 2012 PELAKSANA LAPANGAN PEKERJAAN JALAN MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL EDISI 2012 PELAKSANA LAPANGAN PEKERJAAN JALAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DAN LINGKUNGAN (K3L) NO. KODE :.K BUKU KERJA DAFTAR

Lebih terperinci

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN BAB II METODE PERANCANGAN A. Orisinalitas Produk : Gambar 1 : Pakaian dan Celana yang beredar di pasaran (Sumber : www. Pinterest.com, 2017) Gambar diatas adalah beberapa jenis pakaian dan celana yang

Lebih terperinci

A. Bagan Pemecahan Masalah. Cetak Saring. Desain Motif Fauna

A. Bagan Pemecahan Masalah. Cetak Saring. Desain Motif Fauna BAB III PROSES PERANCANGAN A. Bagan Pemecahan Masalah Cetak Saring Desain Motif Karakter Visual Ragam Hias Flora Fauna Perancangan Desain Motif Tekstil Cinderamata dengan Penerapan Ragam hias relief candi

Lebih terperinci

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL JABATAN KERJA TEKNISI LABORATORIUM BETON ASPAL

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL JABATAN KERJA TEKNISI LABORATORIUM BETON ASPAL MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL JABATAN KERJA TEKNISI LABORATORIUM BETON ASPAL MEMBUAT LAPORAN KEGIATAN PELAKSANAAN PENGUJIAN BETON ASPAL KODE UNIT KOMPETENSI: F45.TLBA.02.008.02

Lebih terperinci

BAB V MENJAHIT UNTUK ANAK USIA DINI. bahan menjadi satu. Banyak teknik menjahit yang digunakan untuk

BAB V MENJAHIT UNTUK ANAK USIA DINI. bahan menjadi satu. Banyak teknik menjahit yang digunakan untuk BAB V MENJAHIT UNTUK ANAK USIA DINI Menjahit secara umum digunakan untuk menyatukan dua atau lebih bahan menjadi satu. Banyak teknik menjahit yang digunakan untuk menggabungkan dua atau lebih bahan tersebut.

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Kode Modul F45.QAE Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Quality Assurance Engineer

DAFTAR ISI. Kode Modul F45.QAE Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Quality Assurance Engineer DAFTAR ISI Daftar Isi... 1 BAB I STANDAR KOMPETENSI... 2 1.1 Kode Unit... 2 1.2 Judul Unit... 2 1.3 Deskripsi Unit... 2 1.4 Elemen Kompetensi dan Kriteria Unjuk Kerja... 2 1.5 Batasan Variabel... 3 1.6

Lebih terperinci

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN BAB II METODE PERANCANGAN A. ORISINALITAS 1. Ulasan Karya Sejenis a. Bohemian Style Produk 1 : Baju Blouse Lengan Kalong Gambar 2. 1 Baju Blouse (Sumber: www.pinterest.com, 2017) Gambar diatas adalah beberapa

Lebih terperinci

KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI MENJAHIT PAKAIAN

KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI MENJAHIT PAKAIAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI MENJAHIT PAKAIAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN NON FORMAL DAN INFORMAL DIREKTORAT PEMBINAAN KURSUS DAN KELEMBAGAAN 2009 BAB II STRUKTUR KURIKULUM

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Busana merupakan kebutuhan dasar manusia sepanjang hidupnya. Semakin tinggi taraf ekonomi seseorang, kebutuhan berbusana juga akan meningkat. Peningkatan tersebut dapat

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. anak-anak telah semakin meningkat dan menjadi lebih tepat dan pada usia 5 tahun

BAB II KAJIAN PUSTAKA. anak-anak telah semakin meningkat dan menjadi lebih tepat dan pada usia 5 tahun BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini 1. Pengertian Motorik Halus Anak Usia Dini Menurut Santrock (1995: 225) Pada usia 4 tahun, koordinasi motorik halus anak-anak telah semakin

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai Peranan Pengendalian

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai Peranan Pengendalian BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai Peranan Pengendalian Produksi dalam menunjang Efektivitas Proses Produksi, dapat diambil kesimpulan sebagai

Lebih terperinci

BAB. I PENDAHULUAN. A. Deskripsi. Modul ini terdiri dari 1 Kegiatan Belajar yaitu: BGN.GGT. 002 A Membagi garis sama besar

BAB. I PENDAHULUAN. A. Deskripsi. Modul ini terdiri dari 1 Kegiatan Belajar yaitu: BGN.GGT. 002 A Membagi garis sama besar . I PENDHULUN. Deskripsi Modul ini terdiri dari 1 Kegiatan elajar yaitu: GN.GGT. 002 Membagi garis sama besar Pada Kegiatan elajar yaitu mengulas tentang Membagi Garis menjadi dua bagian sama panjang..

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TEORI. : Kerajinan dari Bahan Tekstil (Kain Flanel).

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TEORI. : Kerajinan dari Bahan Tekstil (Kain Flanel). RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TEORI Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMP N 1 Piyungan : Prakarya (Kerajinan) : VII / Ganjil : Kerajinan dari Bahan Tekstil (Kain

Lebih terperinci

A. Deskripsi Modul ini terdiri dari 3 (tiga) kegiatan belajar, yaitu: 1. Menggambar sudut 2. Memindahkan sudut 3. Membagi sudut

A. Deskripsi Modul ini terdiri dari 3 (tiga) kegiatan belajar, yaitu: 1. Menggambar sudut 2. Memindahkan sudut 3. Membagi sudut . Deskripsi Modul ini terdiri dari 3 (tiga) kegiatan belajar, yaitu: 1. Menggambar sudut 2. Memindahkan sudut 3. Membagi sudut BB. I PENDHULUN Setelah menguasai modul ini peserta diklat diharapkan dapat

Lebih terperinci

KISI- KISI SOAL UJI KOMPETENSI AWAL SERTIFIKASI GURU TAHUN 2012

KISI- KISI SOAL UJI KOMPETENSI AWAL SERTIFIKASI GURU TAHUN 2012 KISI- KISI SOAL UJI KOMPETENSI AWAL SERTIFIKASI GURU TAHUN 2012 MATA PELAJARAN JENJANG : DESAIN DAN PRODUKSI KRIA : SMK/MAK DESAIN DAN PRODUKSI KRIA 1. Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek

Lebih terperinci

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan Berdasarkan pengumpulan data, pengolahan data, dan analisis yang dilakukan. Bisa disimpulkan, bahwa sebenarnya prosedur kerja yang ada di PT Aswi Perkasa saat

Lebih terperinci

W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A

W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 77 TAHUN 2008 TENTANG FUNGSI, RINCIAN TUGAS DAN TATA KERJA DINAS PERHUBUNGAN KOTA YOGYAKARTA WALIKOTA YOGYAKARTA, Menimbang : a.

Lebih terperinci

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL JABATAN KERJA TEKNISI LABORATORIUM BETON ASPAL PENGUJIAN MATERIAL FILLER

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL JABATAN KERJA TEKNISI LABORATORIUM BETON ASPAL PENGUJIAN MATERIAL FILLER MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL JABATAN KERJA TEKNISI LABORATORIUM BETON ASPAL PENGUJIAN MATERIAL FILLER KODE UNIT KOMPETENSI: BUKU KERJA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Enggis Kartikawati, 2013

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Enggis Kartikawati, 2013 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan usaha sadar yang diarahkan untuk mengembangkan potensi peserta didik kearah peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap, sesuai dengan

Lebih terperinci

PANDUAN PELAKSANAAN KURIKULUM PENDIDIKAN KHUSUS

PANDUAN PELAKSANAAN KURIKULUM PENDIDIKAN KHUSUS PANDUAN PELAKSANAAN KURIKULUM PENDIDIKAN KHUSUS Bina Diri SEKOLAH DASAR LUAR BIASA TUNAGRAHITA RINGAN (SDLB-C) DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) PRAKTEK

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) PRAKTEK RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) PRAKTEK Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMP N 1 Piyungan : Prakarya (kerajinan) : VIII / Ganjil : Kerajinan dari Bahan Alam. :

Lebih terperinci

TATA TERTIB STUDI PENGENALAN DAN SIMULASI AKTIVITAS KAMPUS X (SPESIVIK X) A. TATA TERTIB SPESIVIK

TATA TERTIB STUDI PENGENALAN DAN SIMULASI AKTIVITAS KAMPUS X (SPESIVIK X) A. TATA TERTIB SPESIVIK TATA TERTIB STUDI PENGENALAN DAN SIMULASI AKTIVITAS KAMPUS X () A. TATA TERTIB SPESIVIK 1. Mematuhi peraturan dan tata tertib SPESIVIK 2. Hadir tepat waktu 30 menit sebelum acara dimulai. 3. Menerapkan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI...i TUJUAN PROGRAM KEAHLIAN...1 STANDAR KOMPETENSI KEAHLIAN...2 PROFIL KOMPETENSI LULUSAN...5 RUANG LINGKUP PEKERJAAN...

DAFTAR ISI...i TUJUAN PROGRAM KEAHLIAN...1 STANDAR KOMPETENSI KEAHLIAN...2 PROFIL KOMPETENSI LULUSAN...5 RUANG LINGKUP PEKERJAAN... KURIKULUM EDISI 2004 DAFTAR ISI DAFTAR ISI...i TUJUAN PROGRAM KEAHLIAN...1 STANDAR KOMPETENSI KEAHLIAN...2 PROFIL KOMPETENSI LULUSAN...5 1. KOMPETENSI UMUM...5 2. KOMPETENSI KEJURUAN...6 RUANG LINGKUP

Lebih terperinci

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR BANGUNAN GEDUNG EDISI 2011 JURU UKUR BANGUNAN GEDUNG PENERAPAN JADWAL KONSTRUKSI

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR BANGUNAN GEDUNG EDISI 2011 JURU UKUR BANGUNAN GEDUNG PENERAPAN JADWAL KONSTRUKSI MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR BANGUNAN GEDUNG EDISI 2011 JURU UKUR BANGUNAN GEDUNG PENERAPAN JADWAL KONSTRUKSI NO. KODE : INA.5230.223.23.02.07 BUKU KERJA DAFTAR ISI

Lebih terperinci

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR MEKANIKAL EDISI 2012 OPERATOR MESIN PENGGELAR ASPAL PEMINDAHAN MESIN PENGGELAR ASPAL

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR MEKANIKAL EDISI 2012 OPERATOR MESIN PENGGELAR ASPAL PEMINDAHAN MESIN PENGGELAR ASPAL MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR MEKANIKAL EDISI 2012 OPERATOR MESIN PENGGELAR ASPAL PEMINDAHAN MESIN PENGGELAR ASPAL NO. KODE : -I BUKU INFORMASI DAFTAR ISI DAFTAR ISI...

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) : Kerajinan dari limbah organik (kulit jagung dan pelepah pisang).

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) : Kerajinan dari limbah organik (kulit jagung dan pelepah pisang). RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMP N 1 Piyungan : Prakarya (kerajinan) : VIII / Ganjil : Kerajinan dari limbah organik (kulit

Lebih terperinci

SENI KRIYA MERANCANG DAN MEMBUAT KARYA. Drs. Hery Santosa, M. Sn. Drs. Tapip Bahtiar, M.Ds.

SENI KRIYA MERANCANG DAN MEMBUAT KARYA. Drs. Hery Santosa, M. Sn. Drs. Tapip Bahtiar, M.Ds. SENI KRIYA MERANCANG DAN MEMBUAT KARYA Drs. Hery Santosa, M. Sn. Drs. Tapip Bahtiar, M.Ds. SKEDUL PEMBELAJARAN Apersepsi Strategi belajaran Teori seni kriya Konsep pameran Pameran evaluasi 1-4 APRESIASI

Lebih terperinci

MENYUSUN KARYA TULIS ILMIAH

MENYUSUN KARYA TULIS ILMIAH MENYUSUN KARYA TULIS ILMIAH BAB 5 MENYUSUN KARYA TULIS ILMIAH Topik adalah pokok masalah yang akan dibahas dengan syarat berikut ini. 1. Problematis artinya menuntut pemecahan masalah, tidak hanya membicarakan

Lebih terperinci

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN Bab 7 Kesimpulan dan Saran BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN 7.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data yang telah dilakukan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

Lebih terperinci

FORMAT DAFTAR PERTANYAAN ANALISIS JABATAN

FORMAT DAFTAR PERTANYAAN ANALISIS JABATAN 2013, No.1516 12 LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37/PERMEN-KP/2013 TENTANG PEDOMAN ANALISIS JABATAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN FORMAT

Lebih terperinci

RENCANA KERJA DAN SYARAT SYARAT TEKNIS

RENCANA KERJA DAN SYARAT SYARAT TEKNIS RENCANA KERJA DAN SYARAT SYARAT TEKNIS Pekerjaan : Pemasangan Pagar BRC dan Rambu di Area Join In-Gate (RY) PT. Jakarta International Container Terminal (PT. JICT), Tanjung Priok. Pasal 1 : LOKASI PEKERJAAN

Lebih terperinci

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR BANGUNAN GEDUNG EDISI 2011 JURU UKUR BANGUNAN GEDUNG

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR BANGUNAN GEDUNG EDISI 2011 JURU UKUR BANGUNAN GEDUNG MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR BANGUNAN GEDUNG EDISI 2011 JURU UKUR BANGUNAN GEDUNG PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DENGAN BENAR NO. KODE : INA.5230.223.23.01.07

Lebih terperinci

WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT

WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT PERATURAN WALIKOTA PADANG NOMOR 33 TAHUN 2015 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PASAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PADANG, Menimbang

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) SMP : MATA PELAJARAN : KETERAMPILAN ( Teknologi Pengolahan) KELAS/SEMESTER : VII/I ALOKASI WAKTU : 4 X 40 menit (2 X Pertemuan) A. STANDAR KOMPETENSI: 8. Menerapkan

Lebih terperinci

KURIKULUM KURSUS DAN PELATIHAN SULAM JENJANG 2 BERBASIS

KURIKULUM KURSUS DAN PELATIHAN SULAM JENJANG 2 BERBASIS KURIKULUM KURSUS DAN PELATIHAN SULAM JENJANG BERBASIS Direktorat Pembinaan Kursus Dan Pelatihan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Lebih terperinci

TATA TERTIB PESERTA DIDIK SEKOLAH UNGGUL SMA NEGERI 1 LUBUK ALUNG

TATA TERTIB PESERTA DIDIK SEKOLAH UNGGUL SMA NEGERI 1 LUBUK ALUNG TATA TERTIB PESERTA DIDIK SEKOLAH UNGGUL SMA NEGERI 1 LUBUK ALUNG Nama Siswa :... Sekolah Asal :... A. Kegiatan Pembelajaran 1. Peserta didik sudah harus hadir di sekolah pukul 07.15. 2. Tanda masuk berbunyi,

Lebih terperinci

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR BANGUNAN GEDUNG EDISI 2011 JURU UKUR KUANTITAS BANGUNAN GEDUNG

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR BANGUNAN GEDUNG EDISI 2011 JURU UKUR KUANTITAS BANGUNAN GEDUNG MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR BANGUNAN GEDUNG EDISI 2011 JURU UKUR KUANTITAS BANGUNAN GEDUNG PENERAPAN KETENTUAN K3 DAN KETENTUAN PENGENDALIAN LINGKUNGAN DI TEMPAT KERJA

Lebih terperinci

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI BIDANG KONSTRUKSI SIPIL JABATAN KERJA TEKNISI LABORATORIUMBETON ASPAL

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI BIDANG KONSTRUKSI SIPIL JABATAN KERJA TEKNISI LABORATORIUMBETON ASPAL MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI BIDANG KONSTRUKSI SIPIL JABATAN KERJA TEKNISI LABORATORIUMBETON ASPAL FORMULA CAMPURAN KERJA BETON ASPAL KODE UNIT KOMPETENSI: BUKU KERJA KEMENTERIAN

Lebih terperinci

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN Bab 6 Kesimpulan dan Saran 6-1 BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis maka dapat disimpulkan: 1. Terdapat kesenjangan antara persepsi peserta didik dengan harapan

Lebih terperinci

FORM APL-02 ASESMEN MANDIRI

FORM APL-02 ASESMEN MANDIRI LEMBAGA SERTIFIASI PROFESI AIR MINUM INDONESIA (LSP AMI) FORM APL-02 ASESMEN MANDIRI CLUSTER PELASANA REHABILITASI JARINGAN PIPA NAMA PEMOHON NAMA ASESOR LEMBAGA SERTIFIASI PROFESI AIR MINUM INDONESIA

Lebih terperinci

LOMBA KOMPETENSI SISWA (LKS) KRIYA TEKSTIL

LOMBA KOMPETENSI SISWA (LKS) KRIYA TEKSTIL LOMBA KOMPETENSI SISWA SMK TINGKAT PROVINSI JAWA TIMUR Sidoarjo, September 2014 LOMBA KOMPETENSI SISWA (LKS) KRIYA TEKSTIL Disusun Oleh : Drs. Syamsudin, M. Sn. Ir. Sri Herlina, M.Si. PEMERINTAH PROVINSI

Lebih terperinci

ANALISA PROSES PRODUKSI SULAMAN KERAWANG KHAS GORONTALO. Hariana Jurusan Teknik Kriya - Universitas Negeri Gorontalo

ANALISA PROSES PRODUKSI SULAMAN KERAWANG KHAS GORONTALO. Hariana Jurusan Teknik Kriya - Universitas Negeri Gorontalo ANALISA PROSES PRODUKSI SULAMAN KERAWANG KHAS GORONTALO Hariana Jurusan Teknik Kriya - Universitas Negeri Gorontalo Trifandi Lasalewo Jurusan Teknik Industri - Universitas Negeri Gorontalo ABSTRAK Setiap

Lebih terperinci

LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 30 Tahun 2009 TANGGAL : 30 September

LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 30 Tahun 2009 TANGGAL : 30 September LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 30 Tahun 2009 TANGGAL : 30 September 2009 STANDAR TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN

Lebih terperinci

Oleh : IDAH HADIJAH. Editor: TIM FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Oleh : IDAH HADIJAH. Editor: TIM FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG Oleh : IDAH HADIJAH Editor: TIM FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDRAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN

Lebih terperinci

JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN LABORATORIUM KIMIA DAN BIOKIMIA STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) RUANG LINGKUP LABORATORIUM

JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN LABORATORIUM KIMIA DAN BIOKIMIA STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) RUANG LINGKUP LABORATORIUM RUANG LINGKUP LABORATORIUM Fungsi Pengertian Tugas dan Tanggung Jawab Wadah untuk melakukan praktik atau penerapan atas teori, penelitian dan pengembangan keilmuan di lingkungan Jurusan Teknologi Hasil

Lebih terperinci

LABORATORIUM TATA BUSANA JURUSAN PKK FPTK UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA JL Dr Setiabudhi no 27 Telp BANDUNG 40154

LABORATORIUM TATA BUSANA JURUSAN PKK FPTK UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA JL Dr Setiabudhi no 27 Telp BANDUNG 40154 LABORATORIUM TATA BUSANA JURUSAN PKK FPTK UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA JL Dr Setiabudhi no 27 Telp. 022-2013163 BANDUNG 015 MODUL No : 01 / KPB / S1 / 2010 Jurusan : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN TESA APRILIANI, 2015 APLIKASI TEKNIK SABLON DENGAN OBJEK SIMBOL NAVAJO SEBAGAI ELEMENT ESTETIK RUANGAN

BAB I PENDAHULUAN TESA APRILIANI, 2015 APLIKASI TEKNIK SABLON DENGAN OBJEK SIMBOL NAVAJO SEBAGAI ELEMENT ESTETIK RUANGAN BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penciptaan Indonesia merupakan salah satu negara yang mengikuti perkembangan mode (trend) di dunia. Menurut buku Perancangan Buku Ilustrasi Motif Navajo pada Pelaku

Lebih terperinci

Kisi-Kisi Uji Kompetensi Awal Sertifikasi Guru Tahun 2012

Kisi-Kisi Uji Kompetensi Awal Sertifikasi Guru Tahun 2012 Kisi-Kisi Uji Kompetensi Awal Sertifikasi Guru Tahun 2012 Mata Pelajaran Satuan Pendidikan : KEJURUAN BUSANA BUTIK : SMK/MAK Kompetensi Inti Guru (Standar Kompetensi) 1. Menguasai karakteristik peserta

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Bagian ini, akan menguraikan tiga sub judul yaitu deskripsi Prasiklus/kondisi awal, deskripsi siklus I, dan deskripsi siklus II. Deskripsi

Lebih terperinci

6 DESAIN KRIYA TEKSTIL DENGAN

6 DESAIN KRIYA TEKSTIL DENGAN 6 DESAIN KRIYA TEKSTIL DENGAN TEKNIK MENGANYAM Kompetensi yang akan diperoleh setelah mempelajari bab ini adalah pemahaman tentang pengertian teknik menganyam, desain dan prinsip teknik menganyam, jenis

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Quality Assurance Engineer. Kode Modul F45.QAE

DAFTAR ISI. Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Quality Assurance Engineer. Kode Modul F45.QAE DAFTAR ISI Daftar Isi... 1 BAB I STANDAR KOMPETENSI... 2 1.1 Kode Unit... 2 1.2 Judul Unit... 2 1.3 Deskripsi Unit... 2 1.4 Elemen Kompetensi dan Kriteria Unjuk... 2 1.5 Batasan Variabel... 3 1.6 Panduan

Lebih terperinci

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR JASA KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN SIPIL JABATAN KERJA PELAKSANA LAPANGAN PEKERJAAN BRONJONG

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR JASA KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN SIPIL JABATAN KERJA PELAKSANA LAPANGAN PEKERJAAN BRONJONG MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR JASA KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN SIPIL JABATAN KERJA PELAKSANA LAPANGAN PEKERJAAN BRONJONG MENGHITUNG VOLUME HASIL PEKERJAAN KODE UNIT KOMPETENSI: BUKU KERJA

Lebih terperinci

Menata Pola Ragam Hias Tekstil

Menata Pola Ragam Hias Tekstil MENATA POLA RAGAM HIAS TEKSTIL 81 Menata Pola Ragam Hias Tekstil A. RINGKASAN Dalam bab ini kita akan belajar menata pola ragam hias tekstil. Sebelumnya kita telah memiliki pengetahuan tentang keragaman

Lebih terperinci

SENI RUPA 2 DIMENSI DAN 3 DIMENSI

SENI RUPA 2 DIMENSI DAN 3 DIMENSI SENI RUPA 2 DIMENSI DAN 3 DIMENSI Disusun Oleh : Nama : Kelas : X Mipa 6 Pelajaran : Seni Budaya SMA TAHUN AJARAN 2016/2017 Seni Rupa Seni rupa adalah salah satu cabang seni yang membentuk sebuah karya

Lebih terperinci

PEMBUATAN BUSANA KERJA MODEL BLAZER

PEMBUATAN BUSANA KERJA MODEL BLAZER MATERI BUSANA KERJA PEMBUATAN BUSANA KERJA MODEL BLAZER Disusun Oleh : Dra. Astuti, M. Pd 19601205 198703 2 001 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TATA BUSANA JURUSAN PENDIDIKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA FAKULTAS PENDIDIKAN

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS PERAN LEMBAGA KURSUS PENDIDIKAN (LKP) BINA MULIA BATANG DALAM MENUMBUHKAN KETERAMPILAN DASAR CALISTUNG PADA ANAK

BAB IV ANALISIS PERAN LEMBAGA KURSUS PENDIDIKAN (LKP) BINA MULIA BATANG DALAM MENUMBUHKAN KETERAMPILAN DASAR CALISTUNG PADA ANAK BAB IV ANALISIS PERAN LEMBAGA KURSUS PENDIDIKAN (LKP) BINA MULIA BATANG DALAM MENUMBUHKAN KETERAMPILAN DASAR CALISTUNG PADA ANAK Setelah peneliti mengumpulkan data dari hasil penelitian yang diperoleh

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan CV. Raya Sport merupakan usaha kecil dan menengah yang bergerak di bidang konveksi, khususnya pakaian olahraga. CV. Raya Sport didirikan pada tahun

Lebih terperinci

DESKRIPSI PEMELAJARAN

DESKRIPSI PEMELAJARAN DESKRIPSI PEMELAJARAN KOMPETENSI : Melakukan penyerahan atau pengiriman KODE : PDG.OO 02.036.01 DURASI PEMELAJARAN : 240 Jam @ 45 menit LEVEL KOMPETENSI KUNCI A B C D E F G 2 2 2 2 2 2 2 KONDISI KINERJA

Lebih terperinci

URAIAN TUGAS KEPALA DAN STAFF REKAM MEDIS

URAIAN TUGAS KEPALA DAN STAFF REKAM MEDIS URAIAN TUGAS KEPALA DAN STAFF REKAM MEDIS A. KEPALA UNIT REKAM MEDIS 1. Nama Jabatan : Kepala Unit Rekam Medis 2. Unit Kerja : Sub bagian rekam medis 3. Ikhtisar Jabatan : Memimpin staff bagian rekam medis

Lebih terperinci

KISI UJI KOMPETENSI 2013 PROGRAM STUDI KEAHLIAN TATA BUSANA

KISI UJI KOMPETENSI 2013 PROGRAM STUDI KEAHLIAN TATA BUSANA KISI UJI KOMPETENSI 2013 PROGRAM STUDI KEAHLIAN TATA BUSANA Kompetensi Keahlian : Busana Butik NO 1 2 3 4 Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral,spiritual, sosial kultural, emosial,

Lebih terperinci

PERATURAN PKKMB FIK UNESA 2017 TATA TERTIB PKKMB

PERATURAN PKKMB FIK UNESA 2017 TATA TERTIB PKKMB PERATURAN PKKMB FIK UNESA 2017 TATA TERTIB PKKMB 1. Membawa peralatan dan perlengkapan sesuaidengan ketentuan. 2. Menjaga kebersihan selama kegiatan berlangsung. 3. Memperhatikan materi yang disampaikan

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. teoritis dengan hasil penelitian di lapangan dan juga mengacu pada rumusan

BAB V PENUTUP. teoritis dengan hasil penelitian di lapangan dan juga mengacu pada rumusan BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berpijak pada uraian di atas yang merupakan perpaduan antara hasil kajian teoritis dengan hasil penelitian di lapangan dan juga mengacu pada rumusan masalah skripsi ini, maka

Lebih terperinci

Bab I KETENTUAN UMUM. Pasal 1 Kewajiban Siswa

Bab I KETENTUAN UMUM. Pasal 1 Kewajiban Siswa BUKU SAKU Bab I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Kewajiban Siswa Setiap siswa wajib : 1. Mempunyai dan membawa buku saku setiap mengikuti kegiatan di sekolah 2. Memahami, menghayati, dan melaksanakan semua ketentuan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Sebagai negara yang berkembang Indonesia sangat membutuhkan

BAB I PENDAHULUAN. Sebagai negara yang berkembang Indonesia sangat membutuhkan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebagai negara yang berkembang Indonesia sangat membutuhkan tersedianya tenaga kerja yang berkualitas terutama dibidang teknologi dan industri, untuk itu diperlukan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bertambah. Hal ini terlihat pada tuntunan dalam menjalankan profesi / pekerjaan,

BAB I PENDAHULUAN. bertambah. Hal ini terlihat pada tuntunan dalam menjalankan profesi / pekerjaan, BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sekolah Menegah Kejuruan merupakan salah satu lembaga pendidikan yang mempunyai karekteristik yang berbeda dari sekolah umum yaitu terdapat mata pelajaran produktif

Lebih terperinci

BAHAN KAJIAN (Materi Ajar)

BAHAN KAJIAN (Materi Ajar) RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN (RPP) KODE : MKB 06203 MATA KULIAH/SKS : KRIYA KULIT II / 4 SKS SEMESTER/PROG. STUDI : IV / Kriya Seni JURUSAN / FAKULTAS : Kriya / FSRD ISI Surakarta DOSEN PENGAMPU : Drs.

Lebih terperinci

BAB II. METODE PERANCANGAN

BAB II. METODE PERANCANGAN BAB II. METODE PERANCANGAN A. Orisinalitas Sepatu wedges memiliki ciri tersendiri yaitu terdapat pada bagian solnya yang tebal dan mengikuti tapak kaki wanita. Sepatu wedges memberikan efek tinggi saat

Lebih terperinci

LAYANAN PBM LABORATORIUM M. Bruri Triyono (Pelatihan Tenaga Teknisi PT/SMK)

LAYANAN PBM LABORATORIUM M. Bruri Triyono (Pelatihan Tenaga Teknisi PT/SMK) 1 LAYANAN PBM LABORATORIUM M. Bruri Triyono (Pelatihan Tenaga Teknisi PT/SMK) Mata diklat Layanan Proses Belajar Mengajar (PBM) secara umum berisi tugas dan tanggungjawab yang harus dilaksanakan oleh tenaga

Lebih terperinci

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI PENYELIA PROSES PEMBUATAN PAKAIAN

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI PENYELIA PROSES PEMBUATAN PAKAIAN PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI PENYELIA PROSES PEMBUATAN PAKAIAN KODE PROGRAM PELATIHAN : O 9 3 0 9 1 1 3 III 01 DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I. DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP Nama Sekolah : SMP Lab School Mata Pelajaran : Seni Budaya (Seni Rupa) Kelas/Semester : VIII / 1 Standar Kompetensi : 1. Mengapresiasikan diri melalui karya seni rupa

Lebih terperinci

A. Bagan Pemecahan Masalah

A. Bagan Pemecahan Masalah 39 BAB III PROSES PERANCANGAN A. Bagan Pemecahan Masalah Dampak Fast Fashion dan Pewarna Sintetis Permasalahan Merancang karya tekstil dengan eco printing yang maksimal dengan menggunakan potensi alam

Lebih terperinci

pendidikan seni tersebut adalah pendidikan seni rupa yang mempelajari seni mengolah kepekaan rasa, estetik, kreativitas, dan unsur-unsur rupa menjadi

pendidikan seni tersebut adalah pendidikan seni rupa yang mempelajari seni mengolah kepekaan rasa, estetik, kreativitas, dan unsur-unsur rupa menjadi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan seni merupakan bagian dari Sistem Pendidikan Nasional yang tidak dapat dipisahkan dari proses pendidikan secara keseluruhan. Salah satu pendidikan

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN. Setelah mengikuti serangkaian kegiatan, peserta didik diharapkan mampu:

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN. Setelah mengikuti serangkaian kegiatan, peserta didik diharapkan mampu: RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan Mata pelajaran Kelas/ Semester Alokasi Waktu A. Tujuan Pembelajaran : SMP N 3 MAGELANG : Prakarya / Kerajinan : VII / 1 (satu) : 1 pertemuan (2 JP) Setelah

Lebih terperinci

STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) MANAJEMEN LABORATORIUM GEOFISIKA MITIGASI BENCANA GEOLOGI

STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) MANAJEMEN LABORATORIUM GEOFISIKA MITIGASI BENCANA GEOLOGI STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) MANAJEMEN LABORATORIUM GEOFISIKA MITIGASI BENCANA GEOLOGI 1. PROSEDUR A. PengelolaLaboratorium: 1. Kepala laboratorium dipilih melalui rapat jurusan, selanjutnya diusulkan

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Alokasi Waktu : 4 Jam @ 45 menit Kompetensi Dasar :.Memilih dan menyiapkan bahan dan peralatan kamera a. Konfirmasi peralatan dan syarat stok untuk pengambilan gambar b. Mendapatkan dan membersihkan peralatan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Kata Pengantar... i Daftar Isi... 1

DAFTAR ISI. Kata Pengantar... i Daftar Isi... 1 DAFTAR ISI Kata Pengantar... i Daftar Isi... 1 BAB I STANDAR KOMPETENSI... 2 1.1 Kode Unit... 2 1.2 Judul Unit... 2 1.3 Deskripsi Unit... 2 1.4 Elemen Kompetensi dan Kriteria Unjuk Kerja... 2 1.5 Batasan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENCIPTAAN

BAB III METODE PENCIPTAAN BAB III METODE PENCIPTAAN A. Ide Berkarya Berawal dari ketertarikan penulis terhadap para pemain dari film animasi Legend Of The Guardian yang tidak lain adalah burung hantu. Meskipun film ini berjenis

Lebih terperinci